Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 25Lanjut

    Konvergensi Barisan (ε–N₀ Definition)

    Bab 25 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    26 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 25 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 25: Konvergensi Barisan (ε\varepsilon–N0N_0 Definition)

    25.1 Definisi Formal Limit Barisan lim⁡sn=s\lim s_n = s

    Penjelasan master untuk Bab 25: definisi limit memberi ketepatan matematis tentang bagaimana suku-suku barisan mendekati suatu titik. Kata "mendekati" dalam bahasa sehari-hari tidak cukup. Suku-suku sn=1ns_n=\tfrac1n semakin dekat ke 00, tetapi juga semakin dekat ke −1-1, karena jaraknya ke −1-1, yaitu 1+1n1+\tfrac1n, terus mengecil. Walaupun begitu, hanya 00 yang pantas disebut limitnya. Yang membedakan 00 dari −1-1 bukan sekadar bahwa jaraknya mengecil, tetapi bahwa jaraknya menjadi lebih kecil daripada sebarang toleransi positif yang ditetapkan lebih dahulu, dan tetap demikian untuk semua suku sesudahnya. Definisi ε\varepsilon–N0N_0 merumuskan gagasan ini secara tepat.

    Prasyarat: Bab 24; nilai mutlak, jarak, dan bola terbuka (Bab 13, 17); sifat Archimedes (Teorema 11.4.1, Korolari 11.4.3); negasi kuantor (Bab 2).

    Definisi

    Definisi 25.1.1 (Limit Barisan)

    Misalkan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} barisan real dan s∈Rs\in\mathbb{R}. Barisan (sn)(s_n) konvergen ke ss jika

    ∀ε>0  ∃N0∈N+  ∀n≥N0: ∣sn−s∣<ε.\forall\varepsilon>0\ \ \exists N_0\in\mathbb{N}_{+}\ \ \forall n\geq N_0:\ |s_n-s|<\varepsilon.

    Bilangan ss disebut limit barisan, dan kita menulis lim⁡n→∞sn=s\lim_{n\to\infty}s_n=s, lim⁡sn=s\lim s_n=s, atau sn→ss_n\to s. Barisan yang konvergen ke suatu s∈Rs\in\mathbb{R} disebut konvergen. Barisan yang tidak konvergen ke bilangan real mana pun disebut divergen.

    Untuk barisan dengan indeks awal mm, syaratnya adalah N0∈Z≥mN_0\in\mathbb{Z}_{\geq m} dan n≥N0n\geq N_0 dengan n∈Z≥mn\in\mathbb{Z}_{\geq m}.

    Cara membaca definisi ini sebagai permainan dua pihak:

    • Penantang memberi toleransi ε>0\varepsilon>0, sekecil apa pun.
    • Pembukti harus menjawab dengan indeks N0N_0.
    • Jawaban itu sah bila semua suku sejak N0N_0, tanpa kecuali, berjarak kurang dari ε\varepsilon ke ss.

    Barisan konvergen ke ss bila pembukti selalu dapat menjawab. Karena N0N_0 dipilih sesudah ε\varepsilon, N0N_0 boleh bergantung pada ε\varepsilon, dan biasanya memang begitu: toleransi yang lebih kecil memerlukan N0N_0 yang lebih besar.

    Notasi n→∞n\to\infty hanya bagian dari tulisan. ∞\infty bukan bilangan real, dan tidak ada suku "di ∞\infty". Seluruh isi definisi dinyatakan dengan bilangan real ε\varepsilon dan bilangan bulat N0N_0, nn.

    Proposisi 25.1.2 (Bentuk Lingkungan dan Bentuk Ekor)

    Untuk barisan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} dan s∈Rs\in\mathbb{R}, pernyataan berikut setara:

    (a) sn→ss_n\to s;

    (b) untuk setiap ε>0\varepsilon>0, terdapat ekor barisan yang seluruhnya termuat di B(s,ε)=(s−ε,s+ε)B(s,\varepsilon)=(s-\varepsilon,s+\varepsilon);

    (c) untuk setiap lingkungan UU dari ss (Definisi 13.2.6), terdapat N0N_0 dengan sn∈Us_n\in U untuk semua n≥N0n\geq N_0;

    Permainan ε–N₀: enam barisan dan saksi ekorUntuk: Bab 25, Unit 25.1 (Definisi 25.1.1 dan Contoh 25.1.4); kandidat M25-01

    (d) untuk setiap ε>0\varepsilon>0, himpunan indeks "buruk" {n≥1:∣sn−s∣≥ε}\{n\geq1:|s_n-s|\geq\varepsilon\} hingga.

    Bukti. (a)⇔(b): ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon setara dengan sn∈B(s,ε)s_n\in B(s,\varepsilon) (Definisi 13.2.1, Proposisi 13.2.2).

    (b)⇒(c): UU memuat suatu B(s,r)B(s,r). Terapkan (b) dengan ε=r\varepsilon=r.

    (c)⇒(b): B(s,ε)B(s,\varepsilon) adalah lingkungan dari ss.

    (a)⇒(d): indeks buruk semuanya <N0<N_0, sehingga termuat dalam {1,…,N0−1}\{1,\ldots,N_0-1\}, yang hingga (Teorema 20.1.7).

    (d)⇒(a): bila himpunan indeks buruk kosong, ambil N0=1N_0=1. Bila tidak kosong, himpunan itu hingga dan mempunyai maksimum n∗n^* (Teorema 11.1.14). Ambil N0=n∗+1N_0=n^*+1. Setiap n≥N0n\geq N_0 bukan indeks buruk, sehingga ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon. □\square

    Bentuk (d) menyatakan: "di luar setiap lingkungan-ε\varepsilon dari ss hanya ada berhingga banyak suku". Perhatikan bahwa yang dihitung adalah indeks, bukan nilai. Barisan 0,5,0,5,0,5,…0,5,0,5,0,5,\ldots hanya mempunyai satu nilai di luar B(0,1)B(0,1), yaitu 55, tetapi nilai itu muncul pada tak hingga banyak indeks. Karena itu barisan ini tidak konvergen ke 00.

    Contoh Dasar

    Contoh 25.1.3 (Barisan Konstan)

    sn=cs_n=c untuk semua nn konvergen ke cc. Untuk setiap ε>0\varepsilon>0, ambil N0=1N_0=1, karena ∣c−c∣=0<ε|c-c|=0<\varepsilon. Di sini N0N_0 tidak bergantung pada ε\varepsilon.

    Contoh 25.1.4 (1n→0\tfrac1n\to0)

    Misalkan ε>0\varepsilon>0. Korolari 11.4.3 memberi N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+} dengan 1N0<ε\tfrac1{N_0}<\varepsilon. Untuk n≥N0n\geq N_0, ∣1n−0∣=1n≤1N0<ε\bigl|\tfrac1n-0\bigr|=\tfrac1n\leq\tfrac1{N_0}<\varepsilon.

    Inilah alasan sifat Archimedes disebut "jantung" teori limit. Di lapangan terurut yang tidak Archimedes, yang keberadaannya dicatat tanpa bukti di Bab 8, ada ε>0\varepsilon>0 yang lebih kecil daripada semua 1n\tfrac1n. Dengan definisi yang sama, barisan 1n\tfrac1n di lapangan seperti itu tidak konvergen ke 00.

    Contoh 25.1.5 (Contoh Master Bab 24: nn+1→1\tfrac n{n+1}\to1)

    ∣nn+1−1∣=1n+1<1n\bigl|\tfrac n{n+1}-1\bigr|=\tfrac1{n+1}<\tfrac1n. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil N0N_0 seperti pada Contoh 25.1.4.

    Dengan angka: untuk ε=0,001\varepsilon=0{,}001, syarat 1n+1<11000\tfrac1{n+1}<\tfrac1{1000} setara dengan n>999n>999. Jadi N0=1000N_0=1000 adalah jawaban terkecil, sesuai dengan Latihan 24.1-3.

    Contoh 25.1.6 ((−1)n/n→0(-1)^n/n\to0, Tidak Monoton)

    ∣(−1)nn∣=1n\bigl|\tfrac{(-1)^n}n\bigr|=\tfrac1n, sehingga argumen Contoh 25.1.4 berlaku tanpa perubahan. Suku-suku barisan ini melompat-lompat di kedua sisi 00. Kekonvergenan tidak memerlukan kemonotonan. Yang diperlukan adalah bahwa jaraknya ke limit akhirnya kecil.

    Contoh 25.1.7 (1n→0\tfrac1{\sqrt n}\to0)

    Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil N0>1ε2N_0>\tfrac1{\varepsilon^2} (Archimedes). Untuk n≥N0n\geq N_0, n>1ε2n>\tfrac1{\varepsilon^2}, sehingga n>1ε\sqrt n>\tfrac1\varepsilon. Bila n≤1ε\sqrt n\leq\tfrac1\varepsilon, Teorema 10.2.6 memberi n≤1ε2n\leq\tfrac1{\varepsilon^2}. Jadi 1n<ε\tfrac1{\sqrt n}<\varepsilon.

    Di sini N0N_0 sebanding dengan 1ε2\tfrac1{\varepsilon^2}, jauh lebih besar daripada 1ε\tfrac1\varepsilon pada Contoh 25.1.4. Barisan ini konvergen lebih lambat.

    Variasi yang Setara

    Proposisi 25.1.8 (Bentuk-Bentuk Setara)

    Untuk barisan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} dan s∈Rs\in\mathbb{R}, masing-masing pernyataan berikut setara dengan sn→ss_n\to s:

    (i) untuk setiap ε>0\varepsilon>0, terdapat bilangan real NN dengan ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon untuk semua bilangan bulat n≥Nn\geq N;

    (ii) untuk setiap ε>0\varepsilon>0, terdapat N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+} dengan ∣sn−s∣≤ε|s_n-s|\leq\varepsilon untuk semua n≥N0n\geq N_0;

    (iii) untuk setiap k∈N+k\in\mathbb{N}_{+}, terdapat N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+} dengan ∣sn−s∣<1k|s_n-s|<\tfrac1k untuk semua n≥N0n\geq N_0;

    (iv) untuk suatu konstanta tetap C>0C>0: untuk setiap ε>0\varepsilon>0, terdapat N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+} dengan ∣sn−s∣<Cε|s_n-s|<C\varepsilon untuk semua n≥N0n\geq N_0.

    Bukti. Setiap pernyataan jelas mengikuti dari definisi. Untuk (i), ambil N=N0N=N_0. Untuk (ii), "<<" mengakibatkan "≤\leq". Untuk (iii), ambil ε=1k\varepsilon=\tfrac1k. Untuk (iv), terapkan definisi pada Cε>0C\varepsilon>0.

    Arah sebaliknya, dengan ε>0\varepsilon>0 diberikan:

    (i) Pilih N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+} dengan N0≥NN_0\geq N (Archimedes, lalu ambil maksimum dengan 11).

    (ii) Terapkan (ii) pada ε2\tfrac\varepsilon2: ∣sn−s∣≤ε2<ε|s_n-s|\leq\tfrac\varepsilon2<\varepsilon.

    (iii) Pilih kk dengan 1k<ε\tfrac1k<\varepsilon (Korolari 11.4.3).

    (iv) Terapkan (iv) pada εC\tfrac\varepsilon C. □\square

    Bentuk (iv) membebaskan kita dari keharusan mendapatkan tepat "<ε<\varepsilon" pada akhir perhitungan. Hasil seperti "<3ε<3\varepsilon" sudah cukup, asalkan konstanta 33 tidak bergantung pada ε\varepsilon maupun nn.

    Urutan Kuantor dan Negasi

    Proposisi 25.1.9 (Kuantor yang Ditukar)

    Pernyataan ∃N0 ∀ε>0 ∀n≥N0: ∣sn−s∣<ε\exists N_0\ \forall\varepsilon>0\ \forall n\geq N_0:\ |s_n-s|<\varepsilon berlaku jika dan hanya jika sn=ss_n=s untuk semua n≥N0n\geq N_0, untuk suatu N0N_0.

    Bukti. Jika a=∣sn−s∣≥0a=|s_n-s|\geq0 memenuhi a<εa<\varepsilon untuk setiap ε>0\varepsilon>0, maka a=0a=0. Bila a>0a>0, ambil ε=a\varepsilon=a untuk memperoleh kontradiksi a<aa<a. Sebaliknya, barisan yang akhirnya konstan jelas memenuhi pernyataan itu. □\square

    Jadi menukar urutan "∀ε\forall\varepsilon" dan "∃N0\exists N_0" mengubah makna secara drastis: dari "konvergen" menjadi "akhirnya konstan". Barisan 1n\tfrac1n konvergen ke 00, tetapi tidak pernah sama dengan 00.

    Negasi definisi, menurut aturan negasi kuantor:

    sn↛s  ⟺  ∃ε>0  ∀N0∈N+  ∃n≥N0: ∣sn−s∣≥ε.s_n\not\to s\iff\exists\varepsilon>0\ \ \forall N_0\in\mathbb{N}_{+}\ \ \exists n\geq N_0:\ |s_n-s|\geq\varepsilon.

    Menurut Proposisi 25.1.2(d), ini berarti ada toleransi ε>0\varepsilon>0 yang dilanggar oleh tak hingga banyak indeks.

    Contoh 25.1.10 ((−1)n(-1)^n Divergen)

    Kita buktikan bahwa sn=(−1)ns_n=(-1)^n tidak konvergen ke bilangan real mana pun. Andaikan sn→ss_n\to s. Ambil ε=1\varepsilon=1. Ada N0N_0 dengan ∣sn−s∣<1|s_n-s|<1 untuk semua n≥N0n\geq N_0. Di antara n≥N0n\geq N_0 ada indeks genap nn dan ganjil n+1n+1, sehingga ∣1−s∣<1|1-s|<1 dan ∣−1−s∣<1|-1-s|<1. Ketaksamaan segitiga memberi

    2=∣1−(−1)∣≤∣1−s∣+∣s−(−1)∣<1+1=2,2=|1-(-1)|\leq|1-s|+|s-(-1)|<1+1=2,

    kontradiksi.

    Pilihan ε=1\varepsilon=1 tidak kebetulan. Kedua nilai 11 dan −1-1 berjarak 22, sehingga tidak ada bola berjari-jari 11 yang memuat keduanya.

    Contoh 25.1.11 (nn Divergen)

    Andaikan n→sn\to s. Dengan ε=1\varepsilon=1, n<s+1n<s+1 untuk semua n≥N0n\geq N_0. Akibatnya, himpunan {n:n≥N0}\{n:n\geq N_0\} terbatas di atas, sehingga N\mathbb{N} terbatas di atas, bertentangan dengan Teorema 11.4.1. Unit 25.2 memperumum argumen ini: setiap barisan konvergen terbatas.

    Ekor, Pergeseran, dan Perubahan Berhingga

    Proposisi 25.1.12

    Misalkan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} barisan dan s∈Rs\in\mathbb{R}.

    (a) Untuk K≥1K\geq1: sn→ss_n\to s jika dan hanya jika ekor (sn)n≥K(s_n)_{n\geq K} konvergen ke ss.

    (b) Untuk p∈Np\in\mathbb{N}: sn→ss_n\to s jika dan hanya jika (sk+p)k≥1→s(s_{k+p})_{k\geq1}\to s.

    (c) Jika (tn)n≥1(t_n)_{n\geq1} memenuhi tn=snt_n=s_n untuk semua n≥Kn\geq K, maka tn→st_n\to s jika dan hanya jika sn→ss_n\to s.

    (d) sn→s  ⟺  (sn−s)→0  ⟺  ∣sn−s∣→0s_n\to s\iff(s_n-s)\to0\iff|s_n-s|\to0.

    Bukti. (a) (⇒\Rightarrow) N0N_0 yang sama, dinaikkan ke max⁡(N0,K)\max(N_0,K). (⇐\Leftarrow) N0≥KN_0\geq K untuk ekor juga bekerja untuk barisan penuh.

    (b) (⇒\Rightarrow) Bila ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon untuk n≥N0n\geq N_0, maka ∣sk+p−s∣<ε|s_{k+p}-s|<\varepsilon untuk k≥N0k\geq N_0, karena k+p≥N0k+p\geq N_0. (⇐\Leftarrow) Bila ∣sk+p−s∣<ε|s_{k+p}-s|<\varepsilon untuk k≥N0′k\geq N_0', maka ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon untuk n≥N0′+pn\geq N_0'+p.

    (c) Kedua barisan mempunyai ekor yang sama sejak KK; gunakan (a).

    (d) Ketiga pernyataan memuat besaran yang sama, yaitu ∣sn−s∣=∣(sn−s)−0∣=∣∣sn−s∣−0∣|s_n-s|=|(s_n-s)-0|=\bigl||s_n-s|-0\bigr|. □\square

    Proposisi ini membenarkan prinsip "berhingga banyak suku tidak mempengaruhi limit". Mengubah sejuta suku pertama, atau menggeser indeks, tidak mengubah kekonvergenan maupun limitnya.

    Latihan

    Latihan 25.1-1. Buktikan dengan definisi: (a) n+2n→1\tfrac{n+2}n\to1; (b) 1n2+1→0\tfrac1{n^2+1}\to0; (c) (−1)nn→0\tfrac{(-1)^n}{\sqrt n}\to0.

    Latihan 25.1-2. Untuk sn=1n+1s_n=\tfrac1{n+1} dan limit 00, tentukan N0N_0 terkecil untuk ε=0,1\varepsilon=0{,}1, ε=0,01\varepsilon=0{,}01, dan ε=0,3\varepsilon=0{,}3. Tuliskan rumus N0N_0 terkecil sebagai fungsi ε\varepsilon.

    Latihan 25.1-3. Buktikan bahwa sn=(−1)n+1ns_n=(-1)^n+\tfrac1n divergen.

    Latihan 25.1-4. Buktikan bahwa jika sn→ss_n\to s, maka sn+1→ss_{n+1}\to s dan s2n→ss_{2n}\to s.

    Latihan 25.1-5. Buktikan bahwa (sn)(s_n) akhirnya konstan jika dan hanya jika ada N0N_0 sehingga ∣sn−sm∣<ε|s_n-s_m|<\varepsilon untuk semua ε>0\varepsilon>0 dan semua n,m≥N0n,m\geq N_0. Simpulkan bahwa barisan yang akhirnya konstan konvergen.

    Latihan 25.1-6. Misalkan sn=1s_n=1 bila nn kuadrat sempurna dan sn=0s_n=0 bila tidak. Buktikan bahwa (sn)(s_n) divergen.

    Latihan 25.1-7. Misalkan sn→ss_n\to s dan s>0s>0. Buktikan bahwa terdapat N0N_0 dengan sn>s2s_n>\tfrac s2 untuk semua n≥N0n\geq N_0. Mengapa pilihan ε=s2\varepsilon=\tfrac s2 tepat?

    Latihan 25.1-8. Untuk n≥1n\geq1 tetapkan an=⌊10n2⌋/10na_n=\lfloor10^n\sqrt2\rfloor/10^n, yaitu pemotongan desimal 2\sqrt2 sampai nn angka. Buktikan bahwa 0≤2−an<10−n0\leq\sqrt2-a_n<10^{-n}, bahwa 10−n<1n10^{-n}<\tfrac1n, dan bahwa an→2a_n\to\sqrt2. Semua ana_n rasional.

    Solusi

    Solusi 25.1-1. (a) ∣n+2n−1∣=2n\bigl|\tfrac{n+2}n-1\bigr|=\tfrac2n. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil N0>2εN_0>\tfrac2\varepsilon. Maka untuk n≥N0n\geq N_0, 2n≤2N0<ε\tfrac2n\leq\tfrac2{N_0}<\varepsilon. (b) 1n2+1<1n2≤1n\tfrac1{n^2+1}<\tfrac1{n^2}\leq\tfrac1n; gunakan Contoh 25.1.4. (c) ∣(−1)nn∣=1n\bigl|\tfrac{(-1)^n}{\sqrt n}\bigr|=\tfrac1{\sqrt n}; gunakan Contoh 25.1.7. □\square

    Solusi 25.1-2. 1n+1<ε  ⟺  n>1ε−1\tfrac1{n+1}<\varepsilon\iff n>\tfrac1\varepsilon-1. Untuk ε=0,1\varepsilon=0{,}1: n>9n>9, sehingga N0=10N_0=10. Untuk ε=0,01\varepsilon=0{,}01: n>99n>99, sehingga N0=100N_0=100. Untuk ε=0,3\varepsilon=0{,}3: n>73n>\tfrac73, sehingga N0=3N_0=3. Rumus umumnya: N0=max⁡(1,⌊1ε⌋)N_0=\max\bigl(1,\lfloor\tfrac1\varepsilon\rfloor\bigr). Bilangan bulat terkecil yang >x−1>x-1 adalah ⌊x⌋\lfloor x\rfloor, menurut sifat lantai. Untuk ε≥1\varepsilon\geq1, setiap n≥1n\geq1 memenuhi, sehingga N0=1N_0=1. □\square

    Solusi 25.1-3. Andaikan sn→ss_n\to s. Untuk ε=12\varepsilon=\tfrac12, ada N0N_0 dengan ∣sn−s∣<12|s_n-s|<\tfrac12 untuk semua n≥N0n\geq N_0. Ambil n≥max⁡(N0,4)n\geq\max(N_0,4) genap. Maka sn≥1s_n\geq1 dan sn+1=−1+1n+1≤−34s_{n+1}=-1+\tfrac1{n+1}\leq-\tfrac34, sehingga sn−sn+1≥74s_n-s_{n+1}\geq\tfrac74. Padahal ketaksamaan segitiga memberi ∣sn−sn+1∣<12+12=1|s_n-s_{n+1}|<\tfrac12+\tfrac12=1, kontradiksi. □\square

    Solusi 25.1-4. sn+1s_{n+1}: Proposisi 25.1.12(b) dengan p=1p=1. s2ns_{2n}: untuk n≥N0n\geq N_0, 2n≥n≥N02n\geq n\geq N_0, sehingga ∣s2n−s∣<ε|s_{2n}-s|<\varepsilon. □\square

    Solusi 25.1-5. Proposisi 25.1.9, dengan sms_m di tempat ss: ∣sn−sm∣<ε|s_n-s_m|<\varepsilon untuk semua ε\varepsilon memberi sn=sms_n=s_m untuk semua n,m≥N0n,m\geq N_0. Jadi sn=sN0s_n=s_{N_0} untuk n≥N0n\geq N_0. Sebaliknya jelas. Barisan yang akhirnya konstan dengan nilai cc konvergen ke cc, menurut Contoh 25.1.3 dan Proposisi 25.1.12(c). □\square

    Solusi 25.1-6. Ada tak hingga banyak kuadrat sempurna, yaitu k2k^2 untuk k≥1k\geq1, dan tak hingga banyak bukan kuadrat, misalnya k2+1k^2+1 untuk k≥1k\geq1, karena k2<k2+1<(k+1)2k^2<k^2+1<(k+1)^2. Andaikan sn→ss_n\to s, dan ambil ε=12\varepsilon=\tfrac12. Untuk kk cukup besar, k2≥N0k^2\geq N_0 dan k2+1≥N0k^2+1\geq N_0, sehingga ∣1−s∣<12|1-s|<\tfrac12 dan ∣0−s∣<12|0-s|<\tfrac12. Maka 1≤∣1−s∣+∣s−0∣<11\leq|1-s|+|s-0|<1, kontradiksi. □\square

    Solusi 25.1-7. Terapkan definisi dengan ε=s2>0\varepsilon=\tfrac s2>0: untuk n≥N0n\geq N_0, sn>s−s2=s2s_n>s-\tfrac s2=\tfrac s2. Pilihan ini tepat karena bola B(s,s2)=(s2,3s2)B(s,\tfrac s2)=(\tfrac s2,\tfrac{3s}2) seluruhnya positif. Toleransi apa pun ≤s\leq s juga bekerja untuk menjamin sn>0s_n>0. Dengan s2\tfrac s2, kita memperoleh batas bawah positif yang eksplisit, yang dipakai untuk pembagian di Bab 26. □\square

    Solusi 25.1-8. Tulis m=⌊10n2⌋m=\lfloor10^n\sqrt2\rfloor. Menurut sifat lantai, m≤10n2<m+1m\leq10^n\sqrt2<m+1. Membagi dengan 10n>010^n>0 memberi an≤2<an+10−na_n\leq\sqrt2<a_n+10^{-n}. Bernoulli memberi 10n=(1+9)n≥1+9n>n10^n=(1+9)^n\geq1+9n>n, sehingga 10−n<1n10^{-n}<\tfrac1n. Jadi ∣an−2∣<1n|a_n-\sqrt2|<\tfrac1n, dan Contoh 25.1.4 memberi an→2a_n\to\sqrt2. Ini barisan rasional yang konvergen di R\mathbb{R} ke bilangan irasional. □\square

    Ringkasan

    sn→ss_n\to s berarti bahwa untuk setiap toleransi ε>0\varepsilon>0, semua suku sejak indeks N0N_0, yang boleh bergantung pada ε\varepsilon, berjarak kurang dari ε\varepsilon ke ss. Setara dengan itu, setiap lingkungan ss memuat suatu ekor, atau hanya berhingga banyak indeks yang berada di luar setiap lingkungan-ε\varepsilon. Variasi seperti ≤ε\leq\varepsilon, N0N_0 real, ε=1k\varepsilon=\tfrac1k, dan CεC\varepsilon setara dengan definisi. Menukar urutan kuantor menghasilkan "akhirnya konstan". Negasinya: ada ε\varepsilon yang dilanggar tak hingga kali, seperti pada (−1)n(-1)^n dan nn. Sifat Archimedes adalah dasar kekonvergenan 1n→0\tfrac1n\to0. Ekor, pergeseran, dan perubahan berhingga tidak mempengaruhi limit.

    25.2 Ketunggalan Limit Barisan

    Notasi lim⁡sn=s\lim s_n=s memperlakukan limit sebagai sebuah nilai, seperti nilai fungsi. Notasi itu hanya sah bila sebuah barisan tidak dapat konvergen ke dua bilangan yang berbeda. Unit ini membuktikan ketunggalan itu, lalu memakai teknik yang sama untuk beberapa akibat dasar: barisan konvergen terbatas, tanda limit tak nol diwarisi oleh ekor barisan, dan limit tidak dapat keluar dari himpunan tutup. Unit ini juga menghubungkan limit barisan dengan penutupan (Bab 14). Di sana untuk pertama kalinya muncul pemakaian pilihan terhitung dalam analisis, dan pemakaian itu ditandai sesuai kebijakan Unit 23.3.

    Prasyarat: Unit 25.1; ketaksamaan segitiga dan segitiga terbalik (Teorema 13.1.4, Teorema 18.3.1); himpunan tutup dan penutupan (Bab 14); Aksioma 23.3.3.

    Ketunggalan

    Teorema 25.2.1 (Ketunggalan Limit)

    Jika sn→ss_n\to s dan sn→ts_n\to t, maka s=ts=t.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ada N1N_1 dengan ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon untuk n≥N1n\geq N_1, dan N2N_2 dengan ∣sn−t∣<ε|s_n-t|<\varepsilon untuk n≥N2n\geq N_2. Ambil n=max⁡(N1,N2)n=\max(N_1,N_2). Ketaksamaan segitiga memberi

    ∣s−t∣≤∣s−sn∣+∣sn−t∣<2ε.|s-t|\leq|s-s_n|+|s_n-t|<2\varepsilon.

    Jadi bilangan taknegatif ∣s−t∣|s-t| lebih kecil daripada 2ε2\varepsilon untuk setiap ε>0\varepsilon>0, sehingga ∣s−t∣=0|s-t|=0 (argumen Proposisi 25.1.9). □\square

    Perhatikan dua hal dalam bukti ini.

    Pertama, kedua N0N_0 diambil maksimumnya. Ini teknik baku: bila beberapa syarat masing-masing berlaku "sejak suatu indeks", semuanya berlaku bersama sejak indeks terbesar. Teknik ini hanya bekerja untuk berhingga banyak syarat, karena maksimum dari tak hingga banyak indeks mungkin tidak ada.

    Kedua, satu indeks nn saja sudah cukup. Kita tidak memerlukan seluruh ekor, hanya satu suku yang dekat ke ss dan ke tt sekaligus.

    Bukti kedua, secara geometris: bila s≠ts\ne t, ambil ε=∣s−t∣2\varepsilon=\tfrac{|s-t|}2. Bola B(s,ε)B(s,\varepsilon) dan B(t,ε)B(t,\varepsilon) saling lepas. Masing-masing harus memuat suatu ekor barisan, padahal dua ekor selalu beririsan, yaitu pada ekor sejak indeks yang lebih besar. Kontradiksi.

    Kedua bukti hanya memakai sifat metrik (M1)–(M4) (Definisi 13.1.7). Jadi limit barisan di sebarang ruang metrik tunggal.

    Setelah Teorema 25.2.1, lim⁡sn\lim s_n adalah nama sah untuk satu bilangan real, asalkan barisannya konvergen. Menulis "lim⁡sn\lim s_n" untuk barisan divergen tidak bermakna. Kalimat "lim⁡(−1)n\lim(-1)^n tidak ada" adalah singkatan untuk "((−1)n)((-1)^n) divergen".

    Contoh 25.2.2 (Limit di Q\mathbb{Q})

    Barisan pemotongan desimal ana_n dari 2\sqrt2 (Latihan 25.1-8) adalah barisan rasional yang konvergen ke 2\sqrt2 di R\mathbb{R}. Andaikan definisi limit dipakai di dalam Q\mathbb{Q}, dengan ε\varepsilon dan ss rasional, dan an→q∈Qa_n\to q\in\mathbb{Q} dalam arti itu. Maka an→qa_n\to q juga di R\mathbb{R}, karena setiap ε>0\varepsilon>0 real lebih besar daripada suatu rasional positif (Teorema 11.3.11). Ketunggalan memberi q=2q=\sqrt2, bertentangan dengan irasionalitas 2\sqrt2. Jadi di Q\mathbb{Q} barisan ini tidak mempunyai limit. Ini salah satu wajah ketidaklengkapan Q\mathbb{Q}, yang dibahas lagi di Bab 29.

    Keterbatasan

    Teorema 25.2.3 (Konvergen Mengakibatkan Terbatas)

    Setiap barisan konvergen terbatas. Lebih tepatnya, jika sn→ss_n\to s dan N0N_0 dipilih untuk ε=1\varepsilon=1, maka

    ∣sn∣≤M:=max⁡(∣s1∣,…,∣sN0−1∣, ∣s∣+1)untuk semua n≥1.|s_n|\leq M:=\max\bigl(|s_1|,\ldots,|s_{N_0-1}|,\ |s|+1\bigr)\qquad\text{untuk semua }n\geq1.

    Bila N0=1N_0=1, daftar suku awalnya kosong, dan M=∣s∣+1M=|s|+1.

    Bukti. Untuk n≥N0n\geq N_0, ∣sn∣≤∣sn−s∣+∣s∣<1+∣s∣|s_n|\leq|s_n-s|+|s|<1+|s|. Untuk n<N0n<N_0, ∣sn∣|s_n| termuat dalam daftar hingga. Maksimum daftar hingga ada (Teorema 11.1.14). □\square

    Kebalikannya salah: (−1)n(-1)^n terbatas tetapi divergen (Contoh 25.1.10). Kontraposisinya berguna: barisan tak terbatas divergen. Jadi nn, 2n2^n, n\sqrt n, dan jumlah harmonik HnH_n divergen (Contoh 24.2.8, Teorema 24.2.9).

    Tanda dan Ketaksamaan

    Teorema 25.2.4 (Ekor Mewarisi Tanda Limit)

    Misalkan sn→ss_n\to s.

    (a) Jika s>0s>0, maka terdapat N0N_0 dengan sn>s2>0s_n>\tfrac s2>0 untuk semua n≥N0n\geq N_0. Hal serupa berlaku untuk s<0s<0, dengan sn<s2s_n<\tfrac s2.

    (b) Jika s≠0s\ne0, maka terdapat N0N_0 dengan ∣sn∣>∣s∣2|s_n|>\tfrac{|s|}2 untuk semua n≥N0n\geq N_0.

    Bukti. (a) Latihan 25.1-7. Kasus s<0s<0 diperoleh dari −sn→−s>0-s_n\to-s>0.

    (b) Ambil ε=∣s∣2\varepsilon=\tfrac{|s|}2. Untuk n≥N0n\geq N_0, ketaksamaan segitiga terbalik (Teorema 18.3.1) memberi ∣sn∣≥∣s∣−∣sn−s∣>∣s∣−∣s∣2=∣s∣2|s_n|\geq|s|-|s_n-s|>|s|-\tfrac{|s|}2=\tfrac{|s|}2. □\square

    Bagian (b) akan dipakai untuk pembagian di Bab 26. Bila tn→t≠0t_n\to t\ne0, maka 1/tn1/t_n terdefinisi sejak suatu indeks, dan ∣1/tn∣<2∣t∣|1/t_n|<\tfrac2{|t|} di sana.

    Teorema 25.2.5 (Limit Tidak Keluar dari Himpunan Tutup)

    Misalkan F⊆RF\subseteq\mathbb{R} tutup, sn∈Fs_n\in F untuk semua n≥Kn\geq K, dan sn→ss_n\to s. Maka s∈Fs\in F.

    Bukti. Andaikan s∉Fs\notin F. Karena R∖F\mathbb{R}\setminus F buka, ada r>0r>0 dengan B(s,r)⊆R∖FB(s,r)\subseteq\mathbb{R}\setminus F. Ekor barisan sejak suatu N0N_0 termuat di B(s,r)B(s,r). Ambil n≥max⁡(N0,K)n\geq\max(N_0,K). Maka sn∈Fs_n\in F dan sn∉Fs_n\notin F, kontradiksi. □\square

    Akibat 25.2.6 (Batas Tak Tegas Dipertahankan)

    Misalkan sn→ss_n\to s.

    (a) Jika sn≤Us_n\leq U untuk semua n≥Kn\geq K, maka s≤Us\leq U. Jika sn≥Ls_n\geq L untuk semua n≥Kn\geq K, maka s≥Ls\geq L.

    (b) Jika a≤sn≤ba\leq s_n\leq b untuk semua n≥Kn\geq K, maka a≤s≤ba\leq s\leq b.

    Bukti. (−∞,U](-\infty,U], [L,∞)[L,\infty), dan [a,b][a,b] tutup (Bab 14), sehingga Teorema 25.2.5 berlaku. Bukti langsung untuk (a): bila s>Us>U, Teorema 25.2.4(a) pada sn−U→s−U>0s_n-U\to s-U>0, yang memakai Proposisi 25.1.12(d), memberi sn>Us_n>U sejak suatu indeks, kontradiksi. □\square

    Ketaksamaan tegas tidak dipertahankan: 1n>0\tfrac1n>0 untuk semua nn, tetapi lim⁡1n=0\lim\tfrac1n=0. Barisan di (0,1)(0,1) dapat mempunyai limit 00 atau 11, karena (0,1)(0,1) tidak tutup.

    Barisan dan Penutupan

    Teorema 25.2.7 (Karakterisasi Barisan untuk Penutupan)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R} dan p∈Rp\in\mathbb{R}.

    (a) Tanpa pilihan: jika ada barisan (an)(a_n) di AA dengan an→pa_n\to p, maka p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A).

    (b) Dengan ACω_\omega (Aksioma 23.3.3): jika p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A), maka ada barisan (an)n≥1(a_n)_{n\geq1} di AA dengan ∣an−p∣<1n|a_n-p|<\tfrac1n, sehingga an→pa_n\to p.

    Bukti. (a) Untuk r>0r>0, ekor barisan termuat di B(p,r)B(p,r), dan suku-suku ekor itu anggota AA. Jadi B(p,r)∩A≠∅B(p,r)\cap A\ne\emptyset, dan Teorema 14.4.3 memberi p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A).

    (b) Menurut Teorema 14.4.3, An=A∩B(p,1n)≠∅A_n=A\cap B(p,\tfrac1n)\ne\emptyset untuk setiap n≥1n\geq1. Aksioma 23.3.3 memberi barisan (an)(a_n) dengan an∈Ana_n\in A_n. Maka ∣an−p∣<1n|a_n-p|<\tfrac1n, dan an→pa_n\to p menurut Contoh 25.1.4 dan perbandingan langsung. □\square

    Pilihan pada (b) memang diperlukan secara umum, karena tidak ada aturan yang memilih anggota dari setiap A∩B(p,1n)A\cap B(p,\tfrac1n) untuk subhimpunan sebarang AA. Untuk himpunan konkret, pilihan biasanya dapat dihindari:

    • Bila AA interval, ambil titik tengah atau titik ujung yang sesuai.
    • Bila A=QA=\mathbb{Q}, ambil an=⌊np⌋na_n=\tfrac{\lfloor np\rfloor}n (Latihan 25.2-6).
    • Bila AA terhitung dengan pencacahan q0,q1,…q_0,q_1,\ldots yang diberikan, ambil qkq_k dengan kk terkecil yang memenuhi syarat.

    Akibat 25.2.8 (Dengan ACω_\omega)

    F⊆RF\subseteq\mathbb{R} tutup jika dan hanya jika setiap barisan di FF yang konvergen mempunyai limit di FF.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Teorema 25.2.5, tanpa pilihan. (⇐\Leftarrow) Untuk p∈cl⁡(F)p\in\operatorname{cl}(F), Teorema 25.2.7(b) memberi barisan di FF yang konvergen ke pp, sehingga p∈Fp\in F. Jadi cl⁡(F)⊆F\operatorname{cl}(F)\subseteq F. Bersama F⊆cl⁡(F)F\subseteq\operatorname{cl}(F) (Teorema 14.4.2(b)), diperoleh F=cl⁡(F)F=\operatorname{cl}(F), yang tutup menurut Teorema 14.4.2(a). □\square

    Latihan

    Latihan 25.2-1. Tuliskan bukti geometris Teorema 25.2.1 secara lengkap, termasuk bukti bahwa B(s,ε)∩B(t,ε)=∅B(s,\varepsilon)\cap B(t,\varepsilon)=\emptyset untuk ε=∣s−t∣2\varepsilon=\tfrac{|s-t|}2.

    Latihan 25.2-2. Buktikan bahwa jika sn→ss_n\to s, maka ∣sn∣→∣s∣|s_n|\to|s|. Tunjukkan dengan contoh bahwa kebalikannya salah. Buktikan bahwa kebalikannya benar bila s=0s=0.

    Latihan 25.2-3. Misalkan sn≥0s_n\geq0 untuk semua nn dan sn→ss_n\to s. Buktikan bahwa s≥0s\geq0, dan beri contoh dengan sn>0s_n>0 untuk semua nn tetapi s=0s=0.

    Latihan 25.2-4. Untuk sn=2n+1n+3s_n=\tfrac{2n+1}{n+3}, yang konvergen ke 22 (Unit 25.3), tentukan N0N_0 untuk ε=1\varepsilon=1, lalu hitung MM pada Teorema 25.2.3.

    Latihan 25.2-5. Buktikan bahwa sn→ss_n\to s jika dan hanya jika s2n→ss_{2n}\to s dan s2n−1→ss_{2n-1}\to s.

    Latihan 25.2-6. Untuk p∈Rp\in\mathbb{R}, tetapkan qn=⌊np⌋nq_n=\tfrac{\lfloor np\rfloor}n, n≥1n\geq1. Buktikan tanpa pilihan bahwa qn∈Qq_n\in\mathbb{Q}, 0≤p−qn<1n0\leq p-q_n<\tfrac1n, dan qn→pq_n\to p.

    Latihan 25.2-7. Misalkan S⊆RS\subseteq\mathbb{R} tak kosong dan terbatas di atas, dengan u=sup⁡Su=\sup S. Dengan ACω_\omega, buktikan bahwa terdapat barisan (xn)(x_n) di SS dengan xn→ux_n\to u. Bila SS adalah interval [a,b)[a,b), tuliskan barisan seperti itu secara eksplisit.

    Latihan 25.2-8. Buktikan bahwa limit barisan konvergen di [a,b][a,b] terletak di [a,b][a,b]. Beri contoh barisan di (0,1)(0,1) yang konvergen ke 11, dan barisan di (0,1)(0,1) yang konvergen ke 00.

    Solusi

    Solusi 25.2-1. Bila x∈B(s,ε)∩B(t,ε)x\in B(s,\varepsilon)\cap B(t,\varepsilon), maka ∣s−t∣≤∣s−x∣+∣x−t∣<2ε=∣s−t∣|s-t|\leq|s-x|+|x-t|<2\varepsilon=|s-t|, kontradiksi. Jadi kedua bola saling lepas. Bila sn→ss_n\to s dan sn→ts_n\to t, ada N1N_1 dengan sn∈B(s,ε)s_n\in B(s,\varepsilon) untuk n≥N1n\geq N_1, dan N2N_2 dengan sn∈B(t,ε)s_n\in B(t,\varepsilon) untuk n≥N2n\geq N_2. Untuk n=max⁡(N1,N2)n=\max(N_1,N_2), sns_n berada di kedua bola, kontradiksi. Jadi s=ts=t. □\square

    Solusi 25.2-2. ∣∣sn∣−∣s∣∣≤∣sn−s∣\bigl||s_n|-|s|\bigr|\leq|s_n-s| (Teorema 18.3.1), sehingga N0N_0 untuk (sn)(s_n) juga bekerja untuk (∣sn∣)(|s_n|). Kebalikannya salah: sn=(−1)ns_n=(-1)^n memberi ∣sn∣=1→1|s_n|=1\to1, tetapi (sn)(s_n) divergen. Untuk s=0s=0: ∣sn−0∣=∣∣sn∣−0∣|s_n-0|=\bigl||s_n|-0\bigr|, sehingga kedua pernyataan identik (Proposisi 25.1.12(d)). □\square

    Solusi 25.2-3. Akibat 25.2.6(a) dengan L=0L=0. Contoh: sn=1ns_n=\tfrac1n. □\square

    Solusi 25.2-4. ∣sn−2∣=5n+3<1  ⟺  n>2|s_n-2|=\tfrac5{n+3}<1\iff n>2, sehingga N0=3N_0=3. Suku awal: s1=34s_1=\tfrac34 dan s2=1s_2=1. Maka M=max⁡(34,1,2+1)=3M=\max(\tfrac34,1,2+1)=3. Periksa: 0<sn<20<s_n<2 untuk semua nn, karena sn=2−5n+3s_n=2-\tfrac5{n+3}, sehingga ∣sn∣≤3|s_n|\leq3 memang benar, walaupun kasar. □\square

    Solusi 25.2-5. (⇒\Rightarrow) Untuk n≥N0n\geq N_0, 2n≥N02n\geq N_0 dan 2n−1≥N02n-1\geq N_0. (⇐\Leftarrow) Misalkan ∣s2k−s∣<ε|s_{2k}-s|<\varepsilon untuk k≥N1k\geq N_1 dan ∣s2k−1−s∣<ε|s_{2k-1}-s|<\varepsilon untuk k≥N2k\geq N_2. Ambil N0=2max⁡(N1,N2)N_0=2\max(N_1,N_2). Untuk n≥N0n\geq N_0, bila n=2kn=2k maka k≥max⁡(N1,N2)≥N1k\geq\max(N_1,N_2)\geq N_1. Bila n=2k−1n=2k-1 maka 2k−1≥2max⁡(N1,N2)2k-1\geq2\max(N_1,N_2), sehingga k>max⁡(N1,N2)≥N2k>\max(N_1,N_2)\geq N_2. Pada kedua kasus, ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon. □\square

    Solusi 25.2-6. ⌊np⌋∈Z\lfloor np\rfloor\in\mathbb{Z} dan n≥1n\geq1, sehingga qn∈Qq_n\in\mathbb{Q}. Sifat lantai memberi ⌊np⌋≤np<⌊np⌋+1\lfloor np\rfloor\leq np<\lfloor np\rfloor+1. Membagi dengan nn memberi qn≤p<qn+1nq_n\leq p<q_n+\tfrac1n. Jadi ∣qn−p∣<1n|q_n-p|<\tfrac1n, dan qn→pq_n\to p menurut Contoh 25.1.4. Setiap qnq_n ditentukan oleh rumus, sehingga tidak ada pilihan. Ini juga memberi bukti barisan bahwa Q\mathbb{Q} rapat: cl⁡(Q)=R\operatorname{cl}(\mathbb{Q})=\mathbb{R}. □\square

    Solusi 25.2-7. Untuk setiap n≥1n\geq1, Sn={x∈S:x>u−1n}≠∅S_n=\{x\in S:x>u-\tfrac1n\}\ne\emptyset menurut Teorema 11.3.2. ACω_\omega memberi xn∈Snx_n\in S_n. Maka u−1n<xn≤uu-\tfrac1n<x_n\leq u, sehingga ∣xn−u∣<1n|x_n-u|<\tfrac1n dan xn→ux_n\to u. Untuk S=[a,b)S=[a,b) dengan u=bu=b: xn=max⁡(a,b−1n)x_n=\max\bigl(a,b-\tfrac1n\bigr) eksplisit. Barisan ini anggota [a,b)[a,b), dan ∣xn−b∣≤1n|x_n-b|\leq\tfrac1n. □\square

    Solusi 25.2-8. [a,b][a,b] tutup; gunakan Teorema 25.2.5, atau Akibat 25.2.6(b) secara langsung. Contoh: 1−1n+1∈(0,1)1-\tfrac1{n+1}\in(0,1) konvergen ke 11, dan 1n+1∈(0,1)\tfrac1{n+1}\in(0,1) konvergen ke 00. □\square

    Ringkasan

    Limit barisan tunggal, karena dua limit yang berbeda mempunyai lingkungan yang saling lepas, padahal dua ekor selalu beririsan. Teknik "ambil maksimum berhingga banyak N0N_0" adalah alat baku. Barisan konvergen terbatas, sehingga barisan tak terbatas divergen. Ekor barisan mewarisi tanda limit yang tak nol, dengan batas bawah eksplisit ∣s∣2\tfrac{|s|}2. Limit tidak keluar dari himpunan tutup, sehingga ketaksamaan tak tegas dipertahankan, sedangkan ketaksamaan tegas tidak. Barisan mencirikan penutupan: arah "limit barisan di AA termasuk penutupan" tanpa pilihan, dan arah sebaliknya dengan ACω_\omega, kecuali untuk himpunan konkret yang mempunyai aturan pilih eksplisit.

    25.3 Bukti Kekonvergenan Menggunakan Estimasi ε\varepsilon

    Definisi limit menuntut, untuk setiap ε>0\varepsilon>0, sebuah N0N_0 yang bekerja. Unit ini mengajarkan cara menemukan N0N_0 itu dan cara menuliskan buktinya. Ada dua tahap yang perlu dibedakan dengan tegas. Tahap pertama adalah kerja konsep: kita bekerja mundur dari ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon untuk mencari syarat pada nn. Tahap kedua adalah bukti: kita menetapkan N0N_0, lalu bekerja maju dan memeriksa bahwa setiap n≥N0n\geq N_0 memenuhi ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon. Kerja konsep tidak harus rapi. Bukti harus berupa rantai implikasi yang sah dari n≥N0n\geq N_0 menuju ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon.

    Contoh sulit pada master: membuktikan secara formal bahwa lim⁡2n+1n+3=2\lim\dfrac{2n+1}{n+3}=2, dengan rumus eksplisit N0N_0 sebagai fungsi ε\varepsilon.

    Prasyarat: Unit 25.1–25.2; fungsi lantai; Bernoulli (Teorema 10.3.1); Teorema 10.2.6.

    Pola Bukti

    Setiap bukti sn→ss_n\to s dengan definisi mempunyai bentuk berikut:

    Misalkan ε>0\varepsilon>0. Tetapkan N0=…N_0=\ldots, dengan rumus yang hanya memakai ε\varepsilon dan konstanta. Maka N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+}. Untuk setiap n≥N0n\geq N_0: ∣sn−s∣=…≤…<ε|s_n-s|=\ldots\leq\ldots<\varepsilon. □\square

    Tiga syarat untuk N0N_0:

    1. N0N_0 ditentukan oleh ε\varepsilon dan konstanta, tidak oleh nn.
    2. N0N_0 adalah bilangan bulat positif. Gunakan lantai dan maksimum dengan 11. Atau, menurut Proposisi 25.1.8(i), cukup buktikan untuk NN real lalu bulatkan.
    3. Rantai dari n≥N0n\geq N_0 ke ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon berjalan maju. Setiap langkah adalah implikasi yang benar untuk semua n≥N0n\geq N_0.

    Contoh Master

    Contoh 25.3.1 (2n+1n+3→2\tfrac{2n+1}{n+3}\to2, N0N_0 Terkecil)

    Kerja konsep. Hitung selisihnya secara eksak:

    2n+1n+3−2=2n+1−2(n+3)n+3=−5n+3,∣2n+1n+3−2∣=5n+3.\frac{2n+1}{n+3}-2=\frac{2n+1-2(n+3)}{n+3}=\frac{-5}{n+3},\qquad\left|\frac{2n+1}{n+3}-2\right|=\frac5{n+3}.

    Untuk n≥1n\geq1, n+3>0n+3>0. Maka

    5n+3<ε  ⟺  5<ε(n+3)  ⟺  n>5ε−3.\frac5{n+3}<\varepsilon\iff5<\varepsilon(n+3)\iff n>\frac5\varepsilon-3.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan tetapkan

    N0(ε)=max⁡(1, ⌊5ε−3⌋+1).N_0(\varepsilon)=\max\Bigl(1,\ \Bigl\lfloor\frac5\varepsilon-3\Bigr\rfloor+1\Bigr).

    Ini bilangan bulat positif. Untuk n≥N0n\geq N_0: n≥⌊5ε−3⌋+1>5ε−3n\geq\lfloor\tfrac5\varepsilon-3\rfloor+1>\tfrac5\varepsilon-3, karena ⌊x⌋+1>x\lfloor x\rfloor+1>x. Jadi n+3>5εn+3>\tfrac5\varepsilon, sehingga 5n+3<ε\tfrac5{n+3}<\varepsilon. □\square

    Rumus ini memberi N0N_0 terkecil. Bila n<N0n<N_0 dan N0>1N_0>1, maka n≤⌊5ε−3⌋≤5ε−3n\leq\lfloor\tfrac5\varepsilon-3\rfloor\leq\tfrac5\varepsilon-3, sehingga 5n+3≥ε\tfrac5{n+3}\geq\varepsilon.

    Tabel:

    ε\varepsilon5ε−3\tfrac5\varepsilon-3N0N_0periksa di N0N_0periksa di N0−1N_0-1
    11223356<1\tfrac56<155=1≮1\tfrac55=1\not<1
    0,10{,}147474848551<0,1\tfrac5{51}<0{,}1550=0,1≮0,1\tfrac5{50}=0{,}1\not<0{,}1
    0,010{,}014974974984985501<0,01\tfrac5{501}<0{,}015500=0,01≮0,01\tfrac5{500}=0{,}01\not<0{,}01
    22−12-\tfrac121154<2\tfrac54<2(tidak ada)

    Pada baris terakhir, ⌊−12⌋+1=0\lfloor-\tfrac12\rfloor+1=0, sehingga maksimum dengan 11 diperlukan.

    Contoh 25.3.2 (Contoh yang Sama, N0N_0 Sederhana)

    Definisi tidak meminta N0N_0 terkecil. Karena 5n+3<5n\tfrac5{n+3}<\tfrac5n, cukup 5n≤ε\tfrac5n\leq\varepsilon ditambah ketaksamaan tegas sebelumnya. Bukti: misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil N0∈N+N_0\in\mathbb{N}_{+} dengan N0≥5εN_0\geq\tfrac5\varepsilon (Archimedes). Untuk n≥N0n\geq N_0:

    ∣2n+1n+3−2∣=5n+3<5n≤5N0≤ε.\left|\frac{2n+1}{n+3}-2\right|=\frac5{n+3}<\frac5n\leq\frac5{N_0}\leq\varepsilon.

    Untuk ε=0,01\varepsilon=0{,}01, ini memberi N0=500N_0=500 alih-alih 498498. Hasilnya sedikit lebih boros, tetapi sama sahnya, dan perhitungannya lebih sederhana. Untuk barisan yang rumit, menyederhanakan dengan batas atas adalah satu-satunya cara yang praktis.

    Teknik Estimasi

    Untuk ekspresi yang rumit, persamaan ∣sn−s∣<ε|s_n-s|<\varepsilon sering tidak dapat diselesaikan secara eksak. Strategi bakunya: cari batas sederhana ∣sn−s∣≤Cn|s_n-s|\leq\tfrac Cn, atau ≤Cn\leq\tfrac C{\sqrt n}, dan sebagainya, yang berlaku untuk semua n≥n1n\geq n_1. Lalu tetapkan N0=max⁡(n1,…)N_0=\max(n_1,\ldots). Aturan memperbesar pecahan taknegatif: perbesar pembilang dan perkecil penyebut, dengan penyebut tetap positif.

    Contoh 25.3.3 (3n2+2n−1n2−5→3\tfrac{3n^2+2n-1}{n^2-5}\to3)

    Untuk bilangan bulat nn, n2≠5n^2\ne5, sehingga setiap suku terdefinisi. Selisihnya:

    3n2+2n−1n2−5−3=3n2+2n−1−3n2+15n2−5=2n+14n2−5.\frac{3n^2+2n-1}{n^2-5}-3=\frac{3n^2+2n-1-3n^2+15}{n^2-5}=\frac{2n+14}{n^2-5}.

    Estimasi untuk n≥4n\geq4:

    • Pembilang: 0<2n+14≤2n+14n=16n0<2n+14\leq2n+14n=16n, karena n≥1n\geq1.
    • Penyebut: n2−5≥n22n^2-5\geq\tfrac{n^2}2, karena n22≥5\tfrac{n^2}2\geq5 ketika n2≥10n^2\geq10, yaitu ketika n≥4n\geq4. Juga n22>0\tfrac{n^2}2>0.

    Jadi untuk n≥4n\geq4:

    ∣3n2+2n−1n2−5−3∣≤16nn2/2=32n.\left|\frac{3n^2+2n-1}{n^2-5}-3\right|\leq\frac{16n}{n^2/2}=\frac{32}n.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan tetapkan N0=max⁡(4,⌊32ε⌋+1)N_0=\max\bigl(4,\lfloor\tfrac{32}\varepsilon\rfloor+1\bigr). Untuk n≥N0n\geq N_0, estimasi di atas berlaku, dan n>32εn>\tfrac{32}\varepsilon, sehingga 32n<ε\tfrac{32}n<\varepsilon. □\square

    Syarat n≥4n\geq4 masuk ke N0N_0 melalui maksimum. Langkah ini sering terlupakan.

    Contoh 25.3.4 (Merasionalkan: n+1−n→0\sqrt{n+1}-\sqrt n\to0)

    Dengan (a−b)(a+b)=a2−b2(a-b)(a+b)=a^2-b^2 untuk a=n+1a=\sqrt{n+1} dan b=nb=\sqrt n:

    0<n+1−n=1n+1+n<12n≤1n.0<\sqrt{n+1}-\sqrt n=\frac1{\sqrt{n+1}+\sqrt n}<\frac1{2\sqrt n}\leq\frac1{\sqrt n}.

    Ketaksamaan tengah berlaku karena n+1>n\sqrt{n+1}>\sqrt n, menurut kontraposisi Teorema 10.2.6. Selanjutnya gunakan Contoh 25.1.7.

    Selisih dua suku yang masing-masing tak terbatas dapat konvergen ke 00. Bentuk "∞−∞\infty-\infty" tidak mempunyai nilai tetap. Ekspresinya harus diubah, misalnya dengan merasionalkan, sebelum diestimasi.

    Contoh 25.3.5 (n2n→0\tfrac n{2^n}\to0)

    Lemma: 2n≥n22^n\geq n^2 untuk n≥4n\geq4. Basis: 16≥1616\geq16. Langkah: bila 2n≥n22^n\geq n^2 dan n≥4n\geq4, maka 2n+1≥2n2=n2+n2≥n2+4n>n2+2n+1=(n+1)22^{n+1}\geq2n^2=n^2+n^2\geq n^2+4n>n^2+2n+1=(n+1)^2, karena n2≥4nn^2\geq4n dan 2n>12n>1.

    Untuk n≥4n\geq4, 0<n2n≤nn2=1n0<\tfrac n{2^n}\leq\tfrac n{n^2}=\tfrac1n. Ambil N0=max⁡(4,⌊1ε⌋+1)N_0=\max\bigl(4,\lfloor\tfrac1\varepsilon\rfloor+1\bigr).

    Contoh 25.3.6 (cn→0c^n\to0 untuk ∣c∣<1|c|<1)

    Untuk c=0c=0, barisannya konstan 00 (dengan 0n=00^n=0 untuk n≥1n\geq1). Untuk 0<∣c∣<10<|c|<1, tulis 1∣c∣=1+h\tfrac1{|c|}=1+h dengan h>0h>0. Bernoulli (Teorema 10.3.1) memberi (1+h)n≥1+nh>nh(1+h)^n\geq1+nh>nh, sehingga

    ∣cn−0∣=∣c∣n=1(1+h)n<1nh.|c^n-0|=|c|^n=\frac1{(1+h)^n}<\frac1{nh}.

    Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil N0>1hεN_0>\tfrac1{h\varepsilon}. Untuk n≥N0n\geq N_0, 1nh≤1N0h<ε\tfrac1{nh}\leq\tfrac1{N_0h}<\varepsilon. □\square

    Batas Bernoulli kasar. Untuk c=0,9c=0{,}9, h=19h=\tfrac19, dan ε=0,001\varepsilon=0{,}001, batas itu meminta n>9000n>9000. Sebenarnya 0,9n<0,0010{,}9^n<0{,}001 sudah berlaku jauh lebih awal, sekitar n≥66n\geq66. Akan tetapi bukti kekonvergenan tidak memerlukan N0N_0 terbaik. Perkiraan yang tajam adalah pertanyaan lain, yang dibahas dengan alat yang lebih kuat pada bab-bab berikutnya.

    Kesalahan Umum

    (a) N0N_0 bergantung pada nn. "Ambil N0=n+1N_0=n+1" tidak bermakna, karena N0N_0 harus dipilih sebelum nn.

    (b) N0N_0 bukan bilangan bulat. "Ambil N0=1εN_0=\tfrac1\varepsilon" perlu diperbaiki dengan lantai, atau dengan Proposisi 25.1.8(i).

    (c) Arah implikasi terbalik. Kerja konsep sering menghasilkan "∣sn−s∣<ε⇒n>X|s_n-s|<\varepsilon\Rightarrow n>X". Yang dibutuhkan adalah "n>X⇒∣sn−s∣<εn>X\Rightarrow|s_n-s|<\varepsilon". Pada estimasi dengan batas atas, hanya arah kedua yang benar.

    (d) Estimasi yang hanya berlaku untuk nn besar, tetapi n1n_1 tidak dimasukkan ke dalam N0N_0.

    (e) Mengasumsikan limitnya ada lalu menghitungnya. Ini sah setelah teorema-teorema Bab 26, tetapi bukan bukti kekonvergenan dari definisi.

    Membuktikan Divergensi dengan Estimasi

    Contoh 25.3.7

    sn=n2+1n+1s_n=\tfrac{n^2+1}{n+1} divergen. Untuk n≥1n\geq1, n+1≤2nn+1\leq2n, sehingga sn≥n22n=n2s_n\geq\tfrac{n^2}{2n}=\tfrac n2. Jadi (sn)(s_n) tak terbatas di atas, menurut Archimedes, dan divergen menurut Teorema 25.2.3. Di sini estimasi dipakai untuk memperkecil: perkecil pembilang dan perbesar penyebut.

    Latihan

    Latihan 25.3-1. Buktikan 3n−1n+2→3\tfrac{3n-1}{n+2}\to3 dengan rumus N0N_0 terkecil. Hitung N0N_0 untuk ε=0,01\varepsilon=0{,}01.

    Latihan 25.3-2. Buktikan n2+12n2−n→12\tfrac{n^2+1}{2n^2-n}\to\tfrac12 dengan estimasi berbentuk Cn\tfrac Cn.

    Latihan 25.3-3. Buktikan n2+n−n→12\sqrt{n^2+n}-n\to\tfrac12.

    Latihan 25.3-4. Buktikan 2n≥n32^n\geq n^3 untuk n≥10n\geq10, lalu buktikan n22n→0\tfrac{n^2}{2^n}\to0.

    Latihan 25.3-5. Untuk c=0,9c=0{,}9 dan ε=0,001\varepsilon=0{,}001, berapa N0N_0 yang diberikan bukti Contoh 25.3.6? Buktikan bahwa N0=100N_0=100 juga bekerja, dengan memeriksa 0,910<0,350{,}9^{10}<0{,}35 dan memakai 0,3510<0,0010{,}35^{10}<0{,}001.

    Latihan 25.3-6. Temukan kesalahan dalam "bukti" berikut, lalu perbaiki. (a) "Misalkan ε>0\varepsilon>0. ∣1n∣<ε|\tfrac1n|<\varepsilon ketika n>1εn>\tfrac1\varepsilon. Ambil N0=n+1N_0=n+1." (b) "Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ambil N0=1εN_0=\tfrac1\varepsilon. Maka untuk n≥N0n\geq N_0, 1n≤ε\tfrac1n\leq\varepsilon."

    Latihan 25.3-7. Buktikan bahwa n3−nn2+1\tfrac{n^3-n}{n^2+1} divergen.

    Latihan 25.3-8. Untuk sn=n+1−ns_n=\sqrt{n+1}-\sqrt n, tentukan N0N_0 yang bekerja untuk ε=0,01\varepsilon=0{,}01 dengan memakai estimasi 12n\tfrac1{2\sqrt n}. Buktikan bahwa N0N_0 terkecil tidak lebih besar daripada nilai itu.

    Solusi

    Solusi 25.3-1. 3n−1n+2−3=−7n+2\tfrac{3n-1}{n+2}-3=\tfrac{-7}{n+2}, sehingga ∣sn−3∣=7n+2<ε  ⟺  n>7ε−2|s_n-3|=\tfrac7{n+2}<\varepsilon\iff n>\tfrac7\varepsilon-2. Ambil N0=max⁡(1,⌊7ε−2⌋+1)N_0=\max\bigl(1,\lfloor\tfrac7\varepsilon-2\rfloor+1\bigr). Ini terkecil, dengan argumen yang sama seperti pada Contoh 25.3.1. Untuk ε=0,01\varepsilon=0{,}01: n>698n>698, sehingga N0=699N_0=699. Periksa: 7701<0,01\tfrac7{701}<0{,}01 dan 7700=0,01≮0,01\tfrac7{700}=0{,}01\not<0{,}01. □\square

    Solusi 25.3-2. n2+12n2−n−12=2n2+2−2n2+n2(2n2−n)=n+22n(2n−1)\tfrac{n^2+1}{2n^2-n}-\tfrac12=\tfrac{2n^2+2-2n^2+n}{2(2n^2-n)}=\tfrac{n+2}{2n(2n-1)}. Untuk n≥2n\geq2: n+2≤2nn+2\leq2n dan 2n−1≥n2n-1\geq n, sehingga selisihnya ≤2n2n⋅n=1n\leq\tfrac{2n}{2n\cdot n}=\tfrac1n. Untuk n=1n=1, penyebut 2−1=1≠02-1=1\ne0, sehingga suku itu terdefinisi. Ambil N0=max⁡(2,⌊1ε⌋+1)N_0=\max\bigl(2,\lfloor\tfrac1\varepsilon\rfloor+1\bigr). □\square

    Solusi 25.3-3. Tulis rn=n2+nr_n=\sqrt{n^2+n}. Dengan merasionalkan, rn−n=nrn+nr_n-n=\tfrac n{r_n+n}. Selanjutnya

    12−nrn+n=rn+n−2n2(rn+n)=rn−n2(rn+n).\frac12-\frac n{r_n+n}=\frac{r_n+n-2n}{2(r_n+n)}=\frac{r_n-n}{2(r_n+n)}.

    Ruas ini positif, karena rn>nr_n>n. Kita punya rn−n=nrn+n<n2n=12r_n-n=\tfrac n{r_n+n}<\tfrac n{2n}=\tfrac12 dan 2(rn+n)>4n2(r_n+n)>4n. Jadi 0<12−(rn−n)<1/24n=18n0<\tfrac12-(r_n-n)<\tfrac{1/2}{4n}=\tfrac1{8n}. Ambil N0=⌊18ε⌋+1N_0=\lfloor\tfrac1{8\varepsilon}\rfloor+1. □\square

    Solusi 25.3-4. Basis: 210=1024≥10002^{10}=1024\geq1000. Langkah: 2n+1≥2n32^{n+1}\geq2n^3, dan 2n3≥(n+1)32n^3\geq(n+1)^3 setara dengan 2≥(1+1n)32\geq(1+\tfrac1n)^3. Untuk n≥10n\geq10, (1+1n)3≤1,13=1,331≤2(1+\tfrac1n)^3\leq1{,}1^3=1{,}331\leq2. Jadi untuk n≥10n\geq10, 0<n22n≤n2n3=1n0<\tfrac{n^2}{2^n}\leq\tfrac{n^2}{n^3}=\tfrac1n. Ambil N0=max⁡(10,⌊1ε⌋+1)N_0=\max\bigl(10,\lfloor\tfrac1\varepsilon\rfloor+1\bigr). □\square

    Solusi 25.3-5. Bukti memberi n>1hε=9⋅1000=9000n>\tfrac1{h\varepsilon}=9\cdot1000=9000, sehingga N0=9001N_0=9001. Untuk N0=100N_0=100: 0,92=0,810{,}9^2=0{,}81, 0,94=0,65610{,}9^4=0{,}6561, 0,98=0,65612<0,43050{,}9^8=0{,}6561^2<0{,}4305, dan 0,910=0,98⋅0,81<0,4305⋅0,81<0,350{,}9^{10}=0{,}9^8\cdot0{,}81<0{,}4305\cdot0{,}81<0{,}35. Lalu 0,352=0,12250{,}35^2=0{,}1225, 0,354<0,01510{,}35^4<0{,}0151, 0,358<0,0002290{,}35^8<0{,}000229, dan 0,3510<0,000229⋅0,1225<0,0000281<0,0010{,}35^{10}<0{,}000229\cdot0{,}1225<0{,}0000281<0{,}001. Jadi 0,9100=(0,910)10<0,3510<0,0010{,}9^{100}=(0{,}9^{10})^{10}<0{,}35^{10}<0{,}001, memakai Teorema 10.2.6. Untuk n≥100n\geq100, 0,9n≤0,91000{,}9^n\leq0{,}9^{100}, karena 0,9n−100≤10{,}9^{n-100}\leq1. □\square

    Solusi 25.3-6. (a) N0N_0 bergantung pada nn. Perbaikan: ambil N0=⌊1ε⌋+1N_0=\lfloor\tfrac1\varepsilon\rfloor+1, yang >1ε>\tfrac1\varepsilon. Untuk n≥N0n\geq N_0, 1n≤1N0<ε\tfrac1n\leq\tfrac1{N_0}<\varepsilon. (b) 1ε\tfrac1\varepsilon mungkin bukan bilangan bulat, dan kesimpulannya "≤ε\leq\varepsilon" alih-alih "<ε<\varepsilon". Bila N0N_0 dibaca sebagai NN real, bentuk (i) dan (ii) Proposisi 25.1.8 menyelamatkan bukti ini. Penulisan yang bersih memakai (a). □\square

    Solusi 25.3-7. Untuk n≥2n\geq2: n3−n≥n32n^3-n\geq\tfrac{n^3}2, karena n32≥n\tfrac{n^3}2\geq n setara dengan n2≥2n^2\geq2. Juga n2+1≤2n2n^2+1\leq2n^2. Jadi sn≥n3/22n2=n4s_n\geq\tfrac{n^3/2}{2n^2}=\tfrac n4, sehingga (sn)(s_n) tak terbatas dan divergen (Teorema 25.2.3). □\square

    Solusi 25.3-8. sn<12n<0,01  ⟺  n>50  ⟺  n>2500s_n<\tfrac1{2\sqrt n}<0{,}01\iff\sqrt n>50\iff n>2500, dengan Teorema 10.2.6 untuk arah kuadrat. Jadi N0=2501N_0=2501 bekerja. N0N_0 terkecil tidak lebih besar daripada 25012501, karena 25012501 sendiri bekerja dan N0N_0 terkecil adalah minimum himpunan semua N0N_0 yang bekerja, yang tak kosong (Teorema 7.3.4). Nilai terkecil yang sebenarnya mungkin sedikit lebih kecil, karena estimasinya tidak eksak. □\square

    Ringkasan

    Bukti kekonvergenan terdiri atas kerja konsep yang mundur, dan bukti yang maju: "misalkan ε>0\varepsilon>0, tetapkan N0N_0, untuk n≥N0n\geq N_0 maka …<ε\ldots<\varepsilon". Untuk contoh master, ∣2n+1n+3−2∣=5n+3\bigl|\tfrac{2n+1}{n+3}-2\bigr|=\tfrac5{n+3}, dan N0(ε)=max⁡(1,⌊5ε−3⌋+1)N_0(\varepsilon)=\max\bigl(1,\lfloor\tfrac5\varepsilon-3\rfloor+1\bigr) adalah nilai terkecil yang bekerja. Untuk ekspresi rumit, perkirakan selisihnya dengan batas sederhana Cn\tfrac Cn yang berlaku sejak suatu n1n_1, lalu ambil maksimum. Teknik khususnya meliputi merasionalkan, ketaksamaan Bernoulli, dan lemma pertumbuhan 2n2^n. N0N_0 tidak harus terkecil, tetapi harus berupa bilangan bulat yang hanya bergantung pada ε\varepsilon.

    Bab terdekat

    BerikutnyaTeorema Limit Utama Barisan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 26.

    SebelumnyaPengantar Barisan dan Indeksasi

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 24.