Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 26Lanjut

    Teorema Limit Utama Barisan

    Bab 26 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 26 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 26: Teorema Limit Utama Barisan

    26.1 Teorema Kelinearan Limit Barisan

    Penjelasan master untuk Bab 26: hukum-hukum operasional untuk menghitung limit barisan tanpa harus selalu kembali ke definisi ε\varepsilon–N0N_0. Unit 25.3 memperlihatkan bahwa bukti langsung dari definisi bisa panjang, bahkan untuk barisan rasional sederhana. Bab ini membuktikan, sekali untuk selamanya, bahwa limit menghormati operasi aljabar. Setelah itu, limit barisan yang rumit dapat dihitung dari limit potongan-potongannya yang sederhana. Unit ini menangani jumlah, selisih, dan kelipatan skalar, yaitu sifat linear. Unit 26.2 menangani perkalian dan pembagian.

    Prasyarat: Bab 25; operasi barisan suku demi suku (Definisi 24.1.11); ruang vektor (Definisi 23.3.13), yang hanya dipakai untuk satu catatan.

    Teorema Utama

    Teorema 26.1.1 (Kelinearan)

    Misalkan sn→Ss_n\to S dan tn→Tt_n\to T, serta c∈Rc\in\mathbb{R}. Maka:

    (a) sn+tn→S+Ts_n+t_n\to S+T;

    (b) csn→cScs_n\to cS;

    (c) sn−tn→S−Ts_n-t_n\to S-T.

    Rumus master: jika lim⁡sn=S\lim s_n=S dan lim⁡tn=T\lim t_n=T, maka lim⁡(sn+tn)=S+T\lim(s_n+t_n)=S+T.

    Bukti. (a) Kerja konsep: menurut ketaksamaan segitiga,

    ∣(sn+tn)−(S+T)∣=∣(sn−S)+(tn−T)∣≤∣sn−S∣+∣tn−T∣.|(s_n+t_n)-(S+T)|=|(s_n-S)+(t_n-T)|\leq|s_n-S|+|t_n-T|.

    Jika setiap suku di ruas kanan <ε2<\tfrac\varepsilon2, jumlahnya <ε<\varepsilon.

    Bukti formal. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Karena ε2>0\tfrac\varepsilon2>0, ada N1N_1 dengan ∣sn−S∣<ε2|s_n-S|<\tfrac\varepsilon2 untuk n≥N1n\geq N_1, dan N2N_2 dengan ∣tn−T∣<ε2|t_n-T|<\tfrac\varepsilon2 untuk n≥N2n\geq N_2. Tetapkan N0=max⁡(N1,N2)N_0=\max(N_1,N_2). Untuk n≥N0n\geq N_0, kedua ketaksamaan berlaku, sehingga

    ∣(sn+tn)−(S+T)∣<ε2+ε2=ε.|(s_n+t_n)-(S+T)|<\tfrac\varepsilon2+\tfrac\varepsilon2=\varepsilon.

    (b) Bila c=0c=0, barisan csn=0cs_n=0 konstan dan cS=0cS=0. Bila c≠0c\ne0, misalkan ε>0\varepsilon>0 dan ambil N0N_0 dengan ∣sn−S∣<ε∣c∣|s_n-S|<\tfrac\varepsilon{|c|} untuk n≥N0n\geq N_0. Maka ∣csn−cS∣=∣c∣∣sn−S∣<ε|cs_n-cS|=|c||s_n-S|<\varepsilon.

    (c) sn−tn=sn+(−1)tns_n-t_n=s_n+(-1)t_n. Gunakan (b) dengan c=−1c=-1, lalu (a). □\square

    Teknik "ε2+ε2\tfrac\varepsilon2+\tfrac\varepsilon2" adalah pola dasar. Bentuk (iv) Proposisi 25.1.8 menawarkan versi yang lebih santai: dengan N1N_1 dan N2N_2 untuk ε\varepsilon itu sendiri, jumlahnya <2ε<2\varepsilon, dan konstanta 22 diperbolehkan. Kedua cara sama sahnya.

    Akibat 26.1.2 (Kombinasi Linear Hingga)

    Jika sn(i)→Sis_n^{(i)}\to S_i untuk i=1,…,ki=1,\ldots,k, dan c1,…,ck∈Rc_1,\ldots,c_k\in\mathbb{R}, maka

    ∑i=1kcisn(i)→∑i=1kciSi.\sum_{i=1}^kc_is_n^{(i)}\to\sum_{i=1}^kc_iS_i.

    Bukti. Induksi pada kk, dengan Teorema 26.1.1(a)(b). Untuk k=0k=0, kedua ruas adalah barisan konstan 00 dan bilangan 00. □\square

    Jumlah di sini terdiri atas kk barisan, dengan kk tetap yang tidak bergantung pada nn. Untuk jumlah yang banyaknya suku tumbuh bersama nn, Akibat 26.1.2 tidak berlaku. Contoh: 1=1n+⋯+1n⏟n suku1=\underbrace{\tfrac1n+\cdots+\tfrac1n}_{n\text{ suku}}. Setiap suku menuju 00, tetapi jumlahnya selalu 11. Kekeliruan "limit jumlah = jumlah limit" untuk jumlah dengan banyak suku yang tumbuh adalah salah satu jebakan paling umum. Bagian VI menangani jumlah tak hingga dengan teori deret.

    Contoh Perhitungan

    Limit dasar yang sudah dibuktikan dari definisi:

    barisanlimitrujukan
    cc (konstan)ccContoh 25.1.3
    1n\tfrac1n00Contoh 25.1.4
    1n\tfrac1{\sqrt n}00Contoh 25.1.7
    cnc^n, ∣c∣<1\vert c\vert <100Contoh 25.3.6
    n2n\tfrac n{2^n}00Contoh 25.3.5
    n+1−n\sqrt{n+1}-\sqrt n00Contoh 25.3.4

    Contoh 26.1.3

    (a) 5−3n+7n→5−3⋅0+7⋅0=55-\tfrac3n+\tfrac7{\sqrt n}\to5-3\cdot0+7\cdot0=5, menurut Akibat 26.1.2 dengan tiga barisan.

    (b) 2n+1n=2+1n→2\tfrac{2n+1}n=2+\tfrac1n\to2.

    (c) 3n+2n3n=1+(23)n→1\tfrac{3^n+2^n}{3^n}=1+\bigl(\tfrac23\bigr)^n\to1, karena ∣23∣<1|\tfrac23|<1.

    (d) (−1)nn+12n→0\tfrac{(-1)^n}n+\tfrac1{2^n}\to0, karena ∣(−1)nn∣=1n\bigl|\tfrac{(-1)^n}n\bigr|=\tfrac1n (Contoh 25.1.6) dan 12n=(12)n\tfrac1{2^n}=(\tfrac12)^n.

    Pada setiap contoh, langkah pertamanya adalah menulis barisan sebagai kombinasi linear dari barisan yang limitnya diketahui. Teorema baru bekerja setelah langkah itu.

    Konvergensi dan Divergensi dalam Jumlah

    Proposisi 26.1.4

    (a) Jika (sn)(s_n) konvergen dan (tn)(t_n) divergen, maka (sn+tn)(s_n+t_n) divergen.

    (b) Jumlah dua barisan divergen dapat konvergen.

    Bukti. (a) Andaikan sn+tn→Ls_n+t_n\to L. Maka tn=(sn+tn)−sn→L−lim⁡snt_n=(s_n+t_n)-s_n\to L-\lim s_n menurut Teorema 26.1.1(c), sehingga (tn)(t_n) konvergen. Kontradiksi.

    (b) sn=(−1)ns_n=(-1)^n dan tn=−(−1)nt_n=-(-1)^n divergen, menurut Contoh 25.1.10 dan Teorema 26.1.1(b) dengan c=−1c=-1: bila (tn)(t_n) konvergen, maka sn=−tns_n=-t_n juga konvergen. Akan tetapi sn+tn=0→0s_n+t_n=0\to0. □\square

    Jadi kebalikan Teorema 26.1.1 salah. Dari kekonvergenan sn+tns_n+t_n kita tidak dapat menyimpulkan bahwa sns_n dan tnt_n masing-masing konvergen. Dalam penerapan, hipotesis "keduanya konvergen" harus diperiksa sebelum teorema dipakai.

    Contoh 26.1.5 (Penerapan yang Keliru)

    "lim⁡((−1)n+1n)=lim⁡(−1)n+lim⁡1n\lim\bigl((-1)^n+\tfrac1n\bigr)=\lim(-1)^n+\lim\tfrac1n" tidak bermakna, karena lim⁡(−1)n\lim(-1)^n tidak ada. Penerapan yang benar adalah Proposisi 26.1.4(a): jumlah barisan divergen (−1)n(-1)^n dan barisan konvergen 1n\tfrac1n divergen. Ini memberi bukti kedua untuk Latihan 25.1-3.

    Struktur: Limit sebagai Fungsi Linear

    Misalkan cc menyatakan himpunan semua barisan real berindeks awal 11 yang konvergen. Teorema 26.1.1 menyatakan dua hal:

    • cc tertutup terhadap jumlah dan kelipatan skalar, sehingga cc adalah ruang vektor bagian dari RN+\mathbb{R}^{\mathbb{N}_{+}} (Contoh 23.3.16, setelah pergeseran indeks).
    • Pemetaan lim⁡:c→R\lim:c\to\mathbb{R} memenuhi lim⁡(s+t)=lim⁡s+lim⁡t\lim(s+t)=\lim s+\lim t dan lim⁡(cs)=clim⁡s\lim(cs)=c\lim s, yaitu bersifat linear.

    Barisan yang konvergen ke 00 membentuk ruang bagian c0⊆cc_0\subseteq c, yaitu kernel pemetaan lim⁡\lim. Setiap s∈cs\in c dapat ditulis tunggal sebagai s=(lim⁡s)⋅1+(s−(lim⁡s)1)s=(\lim s)\cdot\mathbf{1}+(s-(\lim s)\mathbf{1}), dengan 1\mathbf{1} barisan konstan 11 dan bagian kedua anggota c0c_0. Bahasa ini tidak diperlukan untuk menghitung limit. Ia menunjukkan bagaimana teori barisan nanti menyatu dengan analisis fungsional, yang disinggung pada Bab 50.

    Latihan

    Latihan 26.1-1. Hitung limit berikut dengan Teorema 26.1.1 dan tabel limit dasar, dan sebutkan setiap langkah: (a) 4+6n−2n4+\tfrac6n-\tfrac2{\sqrt n}; (b) 5n−3n\tfrac{5n-3}{n}; (c) 2n−5n5n\tfrac{2^n-5^n}{5^n}; (d) 3(n+1−n)−n2n3\bigl(\sqrt{n+1}-\sqrt n\bigr)-\tfrac n{2^n}.

    Latihan 26.1-2. Buktikan Teorema 26.1.1(a) dengan Proposisi 25.1.2(d), memakai himpunan indeks buruk.

    Latihan 26.1-3. Buktikan Akibat 26.1.2 secara lengkap dengan induksi.

    Latihan 26.1-4. Misalkan sn→Ss_n\to S. Buktikan bahwa sn+1−sn→0s_{n+1}-s_n\to0. Apakah kebalikannya benar? (Petunjuk: Teorema 24.2.9.)

    Latihan 26.1-5. Beri contoh barisan (sn)(s_n) dan (tn)(t_n) yang keduanya divergen, sedangkan sn−tn→3s_n-t_n\to3.

    Latihan 26.1-6. Misalkan sn+tn→As_n+t_n\to A dan sn−tn→Bs_n-t_n\to B. Buktikan bahwa sns_n dan tnt_n konvergen, lalu tentukan limitnya.

    Latihan 26.1-7. Jelaskan kesalahan pada "1=lim⁡∑k=1n1n=∑k=1nlim⁡1n=01=\lim\sum_{k=1}^n\tfrac1n=\sum_{k=1}^n\lim\tfrac1n=0".

    Latihan 26.1-8. Buktikan bahwa c0c_0 adalah ruang bagian dari cc, yaitu tertutup terhadap jumlah dan kelipatan skalar serta memuat barisan nol. Buktikan pula bahwa s∈cs\in c jika dan hanya jika ada L∈RL\in\mathbb{R} dengan s−L1∈c0s-L\mathbf{1}\in c_0.

    Solusi

    Solusi 26.1-1. (a) 4+6⋅0−2⋅0=44+6\cdot0-2\cdot0=4, memakai 1n→0\tfrac1n\to0 dan 1n→0\tfrac1{\sqrt n}\to0. (b) 5−3n→55-\tfrac3n\to5. (c) (25)n−1→0−1=−1\bigl(\tfrac25\bigr)^n-1\to0-1=-1, karena ∣25∣<1|\tfrac25|<1. (d) 3⋅0−0=03\cdot0-0=0, memakai Contoh 25.3.4 dan 25.3.5. □\square

    Solusi 26.1-2. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Indeks nn dengan ∣sn+tn−S−T∣≥ε|s_n+t_n-S-T|\geq\varepsilon harus memenuhi ∣sn−S∣≥ε2|s_n-S|\geq\tfrac\varepsilon2 atau ∣tn−T∣≥ε2|t_n-T|\geq\tfrac\varepsilon2. Kalau tidak, ketaksamaan segitiga memberi <ε<\varepsilon. Jadi himpunan indeks buruk untuk s+ts+t termuat dalam gabungan dua himpunan indeks buruk, masing-masing dengan toleransi ε2\tfrac\varepsilon2. Kedua himpunan itu hingga, sehingga gabungannya hingga (Teorema 20.1.9), dan subhimpunannya juga hingga (Teorema 20.1.7). □\square

    Solusi 26.1-3. Untuk k=1k=1, gunakan Teorema 26.1.1(b). Untuk langkah, misalkan pernyataan berlaku untuk kk. Tulis ∑i=1k+1cisn(i)=(∑i=1kcisn(i))+ck+1sn(k+1)\sum_{i=1}^{k+1}c_is_n^{(i)}=\Bigl(\sum_{i=1}^kc_is_n^{(i)}\Bigr)+c_{k+1}s_n^{(k+1)}. Barisan pertama konvergen ke ∑i≤kciSi\sum_{i\leq k}c_iS_i menurut hipotesis induksi, dan barisan kedua konvergen ke ck+1Sk+1c_{k+1}S_{k+1} menurut (b). Teorema 26.1.1(a) menyelesaikan langkah ini. □\square

    Solusi 26.1-4. sn+1→Ss_{n+1}\to S (Proposisi 25.1.12(b)), sehingga sn+1−sn→S−S=0s_{n+1}-s_n\to S-S=0. Kebalikannya salah: Hn+1−Hn=1n+1→0H_{n+1}-H_n=\tfrac1{n+1}\to0, tetapi (Hn)(H_n) tak terbatas (Teorema 24.2.9), sehingga divergen (Teorema 25.2.3). □\square

    Solusi 26.1-5. sn=n+3s_n=n+3 dan tn=nt_n=n: keduanya tak terbatas sehingga divergen, sedangkan sn−tn=3s_n-t_n=3. □\square

    Solusi 26.1-6. sn=12((sn+tn)+(sn−tn))→A+B2s_n=\tfrac12\bigl((s_n+t_n)+(s_n-t_n)\bigr)\to\tfrac{A+B}2, dan tn=12((sn+tn)−(sn−tn))→A−B2t_n=\tfrac12\bigl((s_n+t_n)-(s_n-t_n)\bigr)\to\tfrac{A-B}2, menurut Akibat 26.1.2. □\square

    Solusi 26.1-7. Banyaknya suku, yaitu nn, berubah bersama nn. Akibat 26.1.2 hanya berlaku untuk kk tetap. Ruas ∑k=1nlim⁡1n\sum_{k=1}^n\lim\tfrac1n bahkan tidak bermakna, karena nn di batas jumlah adalah variabel limit yang sudah "habis" setelah limit diambil. Yang benar: barisan ∑k=1n1n=1\sum_{k=1}^n\tfrac1n=1 konstan, dengan limit 11. □\square

    Solusi 26.1-8. Barisan nol konvergen ke 00. Bila sn→0s_n\to0 dan tn→0t_n\to0, maka sn+tn→0s_n+t_n\to0 dan asn→0as_n\to0 (Teorema 26.1.1). Untuk bagian kedua: bila s→Ls\to L, maka s−L1→0s-L\mathbf{1}\to0 (Proposisi 25.1.12(d)). Sebaliknya, bila s−L1→0s-L\mathbf{1}\to0, maka s=(s−L1)+L1→0+Ls=(s-L\mathbf{1})+L\mathbf{1}\to0+L. □\square

    Ringkasan

    Limit bersifat linear: limit jumlah adalah jumlah limit, limit kelipatan skalar adalah kelipatan limit, dan hal yang sama berlaku untuk kombinasi linear dengan banyak suku yang tetap. Buktinya memakai ε2+ε2\tfrac\varepsilon2+\tfrac\varepsilon2 dan maksimum dua N0N_0. Hipotesis bahwa masing-masing barisan konvergen penting: jumlah konvergen dan divergen selalu divergen, tetapi dua barisan divergen dapat berjumlah konvergen. Teorema ini tidak berlaku untuk jumlah dengan banyak suku yang tumbuh bersama nn. Secara struktur, barisan konvergen membentuk ruang vektor, dan lim⁡\lim adalah fungsi linear padanya.

    26.2 Teorema Perkalian dan Pembagian Barisan Konvergen

    Unit 26.1 menangani operasi linear. Perkalian lebih halus. Selisih sntn−STs_nt_n-ST tidak dapat langsung dipecah menjadi selisih-selisih sn−Ss_n-S dan tn−Tt_n-T, sehingga diperlukan satu trik aljabar dan satu fakta dari Unit 25.2: barisan konvergen terbatas. Pembagian memerlukan fakta kedua: barisan dengan limit tak nol akhirnya menjauhi nol (Teorema 25.2.4(b)). Unit ini juga menurunkan akibat-akibat praktis: limit polinomial dan fungsi rasional dari barisan, serta limit akar kuadrat.

    Prasyarat: Unit 25.2 (Teorema 25.2.3 dan 25.2.4), Unit 26.1.

    Perkalian

    Teorema 26.2.1 (Limit Hasil Kali)

    Jika sn→Ss_n\to S dan tn→Tt_n\to T, maka sntn→STs_nt_n\to ST.

    Bukti. Kerja konsep: tambahkan dan kurangkan snTs_nT:

    sntn−ST=sn(tn−T)+T(sn−S),s_nt_n-ST=s_n(t_n-T)+T(s_n-S),

    sehingga

    ∣sntn−ST∣≤∣sn∣ ∣tn−T∣+∣T∣ ∣sn−S∣.|s_nt_n-ST|\leq|s_n|\,|t_n-T|+|T|\,|s_n-S|.

    Suku kedua kecil karena ∣T∣|T| tetap. Suku pertama memuat ∣sn∣|s_n|, yang berubah bersama nn, tetapi terbatas.

    Bukti formal. Menurut Teorema 25.2.3, ada M>0M>0 dengan ∣sn∣≤M|s_n|\leq M untuk semua nn. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ada N1N_1 dengan ∣tn−T∣<ε2M|t_n-T|<\tfrac\varepsilon{2M} untuk n≥N1n\geq N_1, dan N2N_2 dengan ∣sn−S∣<ε2(∣T∣+1)|s_n-S|<\tfrac\varepsilon{2(|T|+1)} untuk n≥N2n\geq N_2. Untuk n≥max⁡(N1,N2)n\geq\max(N_1,N_2):

    ∣sntn−ST∣<M⋅ε2M+∣T∣⋅ε2(∣T∣+1)<ε2+ε2=ε.|s_nt_n-ST|<M\cdot\frac\varepsilon{2M}+|T|\cdot\frac\varepsilon{2(|T|+1)}<\frac\varepsilon2+\frac\varepsilon2=\varepsilon.

    Penyebut ∣T∣+1|T|+1 dipakai alih-alih ∣T∣|T| agar tidak terjadi pembagian dengan nol bila T=0T=0. □\square

    Peran keterbatasan dalam bukti ini penting. Tanpa batas MM, suku ∣sn∣∣tn−T∣|s_n||t_n-T| dapat tetap besar. Contohnya sn=ns_n=n dan tn=1nt_n=\tfrac1n: tn→0t_n\to0, tetapi sntn=1s_nt_n=1. Di sini (sn)(s_n) tidak konvergen, sehingga hipotesis teorema tidak dipenuhi.

    Akibat 26.2.2 (Pangkat dan Polinomial)

    (a) Jika sn→Ss_n\to S, maka snk→Sks_n^k\to S^k untuk setiap k∈Nk\in\mathbb{N}.

    (b) Jika sn→Ss_n\to S dan p(x)=a0+a1x+⋯+adxdp(x)=a_0+a_1x+\cdots+a_dx^d polinomial, maka p(sn)→p(S)p(s_n)\to p(S).

    Bukti. (a) Induksi pada kk. Untuk k=0k=0, barisannya konstan 11. Langkahnya: snk+1=snk⋅sns_n^{k+1}=s_n^k\cdot s_n dan Teorema 26.2.1. (b) Akibat 26.1.2 dengan (a). □\square

    Pembagian

    Lemma 26.2.3 (Kebalikan)

    Misalkan tn→Tt_n\to T dengan T≠0T\ne0. Maka terdapat KK dengan tn≠0t_n\ne0 untuk semua n≥Kn\geq K, dan barisan (1/tn)n≥K(1/t_n)_{n\geq K} konvergen ke 1/T1/T.

    Bukti. Teorema 25.2.4(b) memberi KK dengan ∣tn∣>∣T∣2>0|t_n|>\tfrac{|T|}2>0 untuk n≥Kn\geq K. Untuk n≥Kn\geq K,

    ∣1tn−1T∣=∣T−tn∣∣tn∣ ∣T∣≤∣tn−T∣∣T∣2⋅∣T∣=2∣T∣2 ∣tn−T∣.\left|\frac1{t_n}-\frac1T\right|=\frac{|T-t_n|}{|t_n|\,|T|}\leq\frac{|t_n-T|}{\tfrac{|T|}2\cdot|T|}=\frac2{|T|^2}\,|t_n-T|.

    Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil N1N_1 dengan ∣tn−T∣<∣T∣22ε|t_n-T|<\tfrac{|T|^2}2\varepsilon untuk n≥N1n\geq N_1. Untuk n≥max⁡(K,N1)n\geq\max(K,N_1), ∣1tn−1T∣<ε\bigl|\tfrac1{t_n}-\tfrac1T\bigr|<\varepsilon. □\square

    Barisan (1/tn)(1/t_n) hanya terdefinisi pada ekor sejak KK. Menurut Proposisi 25.1.12, hal ini tidak menjadi masalah untuk limit. Bila tn≠0t_n\ne0 untuk semua nn, barisan penuh (1/tn)n≥1(1/t_n)_{n\geq1} mempunyai limit yang sama.

    Teorema 26.2.4 (Limit Hasil Bagi)

    Jika sn→Ss_n\to S dan tn→T≠0t_n\to T\ne0, maka sntn→ST\dfrac{s_n}{t_n}\to\dfrac ST. Barisan hasil bagi terdefinisi sejak suatu indeks KK.

    Bukti. sntn=sn⋅1tn\tfrac{s_n}{t_n}=s_n\cdot\tfrac1{t_n}. Gunakan Lemma 26.2.3 dan Teorema 26.2.1 pada ekor sejak KK. □\square

    Akibat 26.2.5 (Fungsi Rasional)

    Jika p,qp,q polinomial, sn→Ss_n\to S, dan q(S)≠0q(S)\ne0, maka p(sn)q(sn)→p(S)q(S)\dfrac{p(s_n)}{q(s_n)}\to\dfrac{p(S)}{q(S)}.

    Bukti. q(sn)→q(S)≠0q(s_n)\to q(S)\ne0 menurut Akibat 26.2.2. Gunakan Teorema 26.2.4. □\square

    Teknik: Membagi dengan Pangkat Tertinggi

    Contoh 26.2.6 (Contoh Master Bab 25, Cara Kedua)

    2n+1n+3=2+1n1+3n→2+01+0=2.\frac{2n+1}{n+3}=\frac{2+\tfrac1n}{1+\tfrac3n}\to\frac{2+0}{1+0}=2.

    Penyebut 1+3n→1≠01+\tfrac3n\to1\ne0, sehingga Teorema 26.2.4 berlaku. Bandingkan dengan Unit 25.3. Cara ini jauh lebih pendek, tetapi tidak menghasilkan rumus N0(ε)N_0(\varepsilon). Bila rumus eksplisit diminta, misalnya untuk analisis galat, cara langsung Unit 25.3 tetap diperlukan. Bila yang diminta hanya nilai limit dan bukti kekonvergenan, teorema ini cukup, karena teorema-teorema ini sudah dibuktikan dari definisi.

    Contoh 26.2.7 (Fungsi Rasional dalam nn)

    Untuk polinomial p(n)=adnd+⋯+a0p(n)=a_dn^d+\cdots+a_0 dan q(n)=bene+⋯+b0q(n)=b_en^e+\cdots+b_0 dengan ad,be≠0a_d,b_e\ne0, dan q(n)≠0q(n)\ne0 untuk semua n≥1n\geq1:

    (a) bila d<ed<e: p(n)q(n)→0\tfrac{p(n)}{q(n)}\to0;

    (b) bila d=ed=e: p(n)q(n)→adbe\tfrac{p(n)}{q(n)}\to\tfrac{a_d}{b_e};

    (c) bila d>ed>e: barisannya divergen. Sebenarnya barisan itu juga tak terbatas, karena ∣rn∣=nd−e∣un∣≥n⋅∣ad∣2∣be∣|r_n|=n^{d-e}|u_n|\geq n\cdot\tfrac{|a_d|}{2|b_e|} pada suatu ekor, dengan notasi bukti di bawah.

    Bukti (a) dan (b). Bagi pembilang dan penyebut dengan nen^e. Penyebutnya menjadi be+be−11n+⋯+b01ne→be≠0b_e+b_{e-1}\tfrac1n+\cdots+b_0\tfrac1{n^e}\to b_e\ne0, menurut Akibat 26.1.2 dan 26.2.2 dengan 1n→0\tfrac1n\to0. Pembilangnya menjadi adnd−e+⋯a_dn^{d-e}+\cdots. Bila d<ed<e, setiap suku memuat 1nj\tfrac1{n^j} dengan j≥1j\geq1, sehingga limitnya 00. Bila d=ed=e, limitnya ada_d. Teorema 26.2.4 menyelesaikan bukti.

    Bukti (c). Tulis rn=p(n)q(n)r_n=\tfrac{p(n)}{q(n)} dan un=p(n)/ndq(n)/neu_n=\tfrac{p(n)/n^d}{q(n)/n^e}. Maka rn=nd−eunr_n=n^{d-e}u_n. Seperti pada (b), p(n)nd→ad\tfrac{p(n)}{n^d}\to a_d dan q(n)ne→be≠0\tfrac{q(n)}{n^e}\to b_e\ne0, sehingga un→adbe≠0u_n\to\tfrac{a_d}{b_e}\ne0. Teorema 25.2.4(b) memberi un≠0u_n\ne0 sejak suatu indeks. Andaikan rn→Lr_n\to L. Pada ekor itu, nd−e=rnun→Lbeadn^{d-e}=\tfrac{r_n}{u_n}\to\tfrac{Lb_e}{a_d} (Teorema 26.2.4), sehingga (nd−e)(n^{d-e}) terbatas pada ekor itu (Teorema 25.2.3). Padahal nd−e≥nn^{d-e}\geq n, karena d−e≥1d-e\geq1, dan (n)(n) tak terbatas. Kontradiksi. □\square

    Contoh: 3n2+2n−1n2−5→3\tfrac{3n^2+2n-1}{n^2-5}\to3, yang membenarkan Contoh 25.3.3 dengan cara kedua. Juga n2+12n2−n→12\tfrac{n^2+1}{2n^2-n}\to\tfrac12 (Latihan 25.3-2) dan n3−nn2+1\tfrac{n^3-n}{n^2+1} divergen (Latihan 25.3-7).

    Kasus Penyebut Menuju Nol

    Teorema 26.2.4 tidak menyatakan apa pun bila T=0T=0. Contoh-contoh berikut menunjukkan bahwa semua kemungkinan dapat terjadi pada pola "00\tfrac00":

    sns_ntnt_nsn/tns_n/t_nperilaku
    1n\tfrac1n1n\tfrac1n11konvergen ke 11
    1n2\tfrac1{n^2}1n\tfrac1n1n\tfrac1nkonvergen ke 00
    1n\tfrac1n1n2\tfrac1{n^2}nntak terbatas
    (−1)nn\tfrac{(-1)^n}n1n\tfrac1n(−1)n(-1)^nterbatas, divergen

    Karena itu "00\tfrac00" disebut bentuk tak tentu. Tulisan ini bukan bilangan dan bukan hasil perhitungan. Ia hanya label untuk situasi yang memerlukan analisis lebih lanjut. Hal yang sama berlaku untuk "∞−∞\infty-\infty" (Contoh 25.3.4) dan "0⋅∞0\cdot\infty" (catatan setelah Teorema 26.2.1). Aturan L'Hôpital untuk fungsi dibahas di Bab 42.

    Bila sn→S≠0s_n\to S\ne0 dan tn→0t_n\to0 dengan tn≠0t_n\ne0, maka sntn\tfrac{s_n}{t_n} tak terbatas. Akibatnya barisan itu divergen (Latihan 26.2-5).

    Akar Kuadrat

    Teorema 26.2.8 (Limit Akar)

    Jika sn≥0s_n\geq0 untuk semua nn dan sn→Ss_n\to S, maka S≥0S\geq0 dan sn→S\sqrt{s_n}\to\sqrt S.

    Bukti. S≥0S\geq0 menurut Akibat 25.2.6.

    Kasus S>0S>0. Dengan merasionalkan,

    ∣sn−S∣=∣sn−S∣sn+S≤∣sn−S∣S.|\sqrt{s_n}-\sqrt S|=\frac{|s_n-S|}{\sqrt{s_n}+\sqrt S}\leq\frac{|s_n-S|}{\sqrt S}.

    Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil N0N_0 dengan ∣sn−S∣<S ε|s_n-S|<\sqrt S\,\varepsilon untuk n≥N0n\geq N_0.

    Kasus S=0S=0. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil N0N_0 dengan sn<ε2s_n<\varepsilon^2 untuk n≥N0n\geq N_0. Maka sn<ε\sqrt{s_n}<\varepsilon. Bila sn≥ε\sqrt{s_n}\geq\varepsilon, Teorema 10.2.6 memberi sn≥ε2s_n\geq\varepsilon^2. □\square

    Untuk akar pangkat k≥2k\geq2, hasil yang sama berlaku (Latihan 26.2-7). Faktorisasi ak−bk=(a−b)(ak−1+ak−2b+⋯+bk−1)a^k-b^k=(a-b)(a^{k-1}+a^{k-2}b+\cdots+b^{k-1}) menggantikan perasionalan.

    Contoh 26.2.9

    (a) 4+1n→2\sqrt{4+\tfrac1n}\to2.

    (b) n2+n−n=nn2+n+n=11+1n+1→11+1=12\sqrt{n^2+n}-n=\dfrac n{\sqrt{n^2+n}+n}=\dfrac1{\sqrt{1+\tfrac1n}+1}\to\dfrac1{1+1}=\tfrac12, memakai Teorema 26.2.8, 26.1.1, dan 26.2.4. Ini cara kedua untuk Latihan 25.3-3.

    (c) Barisan Babilonia (Contoh 24.1.8): andaikan an→La_n\to L. Akibat 25.2.6 dan Latihan 24.1-7 memberi L≥2>0L\geq\sqrt2>0. Dari an+1=an2+1ana_{n+1}=\tfrac{a_n}2+\tfrac1{a_n}, Proposisi 25.1.12(b) dan teorema-teorema unit ini memberi L=L2+1LL=\tfrac L2+\tfrac1L, sehingga L2=2L^2=2 dan L=2L=\sqrt2. Perhitungan ini menentukan nilai limit hanya dengan asumsi bahwa limitnya ada. Keberadaan limit dibuktikan di Bab 27 dengan Teorema Kekonvergenan Monoton. Tanpa bukti keberadaan, penalaran semacam ini dapat menyesatkan (Latihan 26.2-8).

    Latihan

    Latihan 26.2-1. Hitung limitnya dengan teorema-teorema Bab 26, dan sebutkan hipotesis yang diperiksa: (a) 4n3−n2n3+7\tfrac{4n^3-n}{2n^3+7}; (b) n2+5n3−2\tfrac{n^2+5}{n^3-2}; (c) (1−2n)3\bigl(1-\tfrac2n\bigr)^3; (d) 2n+3n3n−1\tfrac{2^n+3^n}{3^n-1}.

    Latihan 26.2-2. Buktikan Teorema 26.2.1 dengan memakai identitas sntn−ST=(sn−S)(tn−T)+S(tn−T)+T(sn−S)s_nt_n-ST=(s_n-S)(t_n-T)+S(t_n-T)+T(s_n-S), tanpa memakai keterbatasan.

    Latihan 26.2-3. Beri contoh barisan (sn)(s_n) dan (tn)(t_n) yang keduanya divergen, sedangkan (sntn)(s_nt_n) konvergen.

    Latihan 26.2-4. Misalkan sntn→Ps_nt_n\to P dan tn→T≠0t_n\to T\ne0. Buktikan bahwa sns_n konvergen, dan tentukan limitnya.

    Latihan 26.2-5. Misalkan sn→S≠0s_n\to S\ne0, tn→0t_n\to0, dan tn≠0t_n\ne0 untuk semua nn. Buktikan bahwa (sntn)\bigl(\tfrac{s_n}{t_n}\bigr) tak terbatas, sehingga divergen.

    Latihan 26.2-6. Buktikan bahwa n+n−n→12\sqrt{n+\sqrt n}-\sqrt n\to\tfrac12.

    Latihan 26.2-7. Misalkan k≥2k\geq2, sn≥0s_n\geq0, dan sn→S>0s_n\to S>0. Buktikan bahwa snk→Sk\sqrt[k]{s_n}\to\sqrt[k]S, dengan ∣a−b∣≤∣ak−bk∣bk−1|a-b|\leq\dfrac{|a^k-b^k|}{b^{k-1}} untuk a≥0a\geq0 dan b>0b>0.

    Latihan 26.2-8. Barisan x1=1x_1=1, xn+1=2xnx_{n+1}=2x_n. Penalaran "misalkan xn→Lx_n\to L; maka L=2LL=2L, jadi L=0L=0" memberi limit 00. Tunjukkan bahwa kesimpulan ini salah, dan jelaskan langkah mana yang tidak sah.

    Solusi

    Solusi 26.2-1. (a) Bagi dengan n3n^3: 4−1/n22+7/n3→42=2\tfrac{4-1/n^2}{2+7/n^3}\to\tfrac42=2, dengan penyebut menuju 2≠02\ne0. (b) Derajat 2<32<3, sehingga limitnya 00 (Contoh 26.2.7(a)). Penyebut tidak nol untuk n≥1n\geq1, karena n3=2n^3=2 tidak mempunyai solusi bulat. (c) 1−2n→11-\tfrac2n\to1, sehingga pangkat tiganya →1\to1 (Akibat 26.2.2). (d) Bagi dengan 3n3^n: (2/3)n+11−(1/3)n→0+11−0=1\tfrac{(2/3)^n+1}{1-(1/3)^n}\to\tfrac{0+1}{1-0}=1. Penyebut 3n−1≥23^n-1\geq2 untuk n≥1n\geq1. □\square

    Solusi 26.2-2. ∣sntn−ST∣≤∣sn−S∣∣tn−T∣+∣S∣∣tn−T∣+∣T∣∣sn−S∣|s_nt_n-ST|\leq|s_n-S||t_n-T|+|S||t_n-T|+|T||s_n-S|. Untuk ε∈(0,1]\varepsilon\in(0,1], ambil N0N_0 dengan ∣sn−S∣<ε|s_n-S|<\varepsilon dan ∣tn−T∣<ε|t_n-T|<\varepsilon untuk n≥N0n\geq N_0. Ruas kanan <ε2+∣S∣ε+∣T∣ε≤(1+∣S∣+∣T∣)ε<\varepsilon^2+|S|\varepsilon+|T|\varepsilon\leq(1+|S|+|T|)\varepsilon. Bentuk (iv) Proposisi 25.1.8, dengan C=1+∣S∣+∣T∣C=1+|S|+|T|, menyelesaikan bukti. Pembatasan ε≤1\varepsilon\leq1 tidak mengurangi keumuman: N0N_0 untuk min⁡(ε,1)\min(\varepsilon,1) juga bekerja untuk ε\varepsilon. □\square

    Solusi 26.2-3. sn=tn=(−1)ns_n=t_n=(-1)^n: sntn=1s_nt_n=1. □\square

    Solusi 26.2-4. Sejak suatu KK, tn≠0t_n\ne0 dan sn=sntntn→PTs_n=\tfrac{s_nt_n}{t_n}\to\tfrac PT (Teorema 26.2.4). Suku-suku sebelum KK tidak mempengaruhi limit (Proposisi 25.1.12(c)). □\square

    Solusi 26.2-5. Teorema 25.2.4(b) memberi ∣sn∣>∣S∣2|s_n|>\tfrac{|S|}2 sejak suatu KK. Untuk M>0M>0, ambil N≥KN\geq K dengan ∣tn∣<∣S∣2M|t_n|<\tfrac{|S|}{2M} untuk n≥Nn\geq N. Maka ∣sntn∣>∣S∣/2∣S∣/(2M)=M\bigl|\tfrac{s_n}{t_n}\bigr|>\tfrac{|S|/2}{|S|/(2M)}=M. Jadi barisan ini tak terbatas, dan Teorema 25.2.3 memberi divergensi. □\square

    Solusi 26.2-6. n+n−n=nn+n+n=11+1/n+1\sqrt{n+\sqrt n}-\sqrt n=\dfrac{\sqrt n}{\sqrt{n+\sqrt n}+\sqrt n}=\dfrac1{\sqrt{1+1/\sqrt n}+1}, dengan membagi pembilang dan penyebut oleh n>0\sqrt n>0. Karena 1n→0\tfrac1{\sqrt n}\to0, Teorema 26.2.8 memberi 1+1/n→1\sqrt{1+1/\sqrt n}\to1, sehingga limitnya 12\tfrac12. □\square

    Solusi 26.2-7. Untuk a≥0a\geq0 dan b>0b>0: ak−bk=(a−b)∑j=0k−1ak−1−jbja^k-b^k=(a-b)\sum_{j=0}^{k-1}a^{k-1-j}b^j. Jumlah itu ≥bk−1>0\geq b^{k-1}>0, karena suku j=k−1j=k-1 sama dengan bk−1b^{k-1} dan suku lain taknegatif. Jadi ∣a−b∣≤∣ak−bk∣bk−1|a-b|\leq\tfrac{|a^k-b^k|}{b^{k-1}}. Dengan a=snka=\sqrt[k]{s_n} dan b=Skb=\sqrt[k]S (Teorema 11.3.8 untuk keberadaan akar): ∣snk−Sk∣≤∣sn−S∣(Sk)k−1|\sqrt[k]{s_n}-\sqrt[k]S|\leq\tfrac{|s_n-S|}{(\sqrt[k]S)^{k-1}}. Untuk ε>0\varepsilon>0, pilih N0N_0 dengan ∣sn−S∣<(Sk)k−1ε|s_n-S|<(\sqrt[k]S)^{k-1}\varepsilon untuk n≥N0n\geq N_0. Untuk sn=0s_n=0, 0k=0\sqrt[k]0=0 dan ketaksamaannya tetap berlaku. □\square

    Solusi 26.2-8. xn=2n−1x_n=2^{n-1} tak terbatas (Contoh 24.2.8(c)), sehingga divergen. Langkah yang tidak sah adalah "misalkan xn→Lx_n\to L". Asumsi itu salah, dan dari asumsi salah dapat diturunkan apa saja. Persamaan L=2LL=2L hanya menyatakan bahwa jika limitnya ada, maka limit itu 00. Pernyataan itu benar secara kosong. Jadi keberadaan limit harus dibuktikan secara terpisah. □\square

    Ringkasan

    Limit menghormati perkalian, dan buktinya memakai trik "tambah-kurang snTs_nT" serta keterbatasan barisan konvergen. Limit juga menghormati pembagian bila limit penyebut tak nol, dengan bantuan batas bawah ∣tn∣>∣T∣2|t_n|>\tfrac{|T|}2 pada suatu ekor. Akibatnya, limit polinomial dan fungsi rasional dari barisan diperoleh dengan substitusi, dan fungsi rasional dalam nn ditangani dengan membagi oleh pangkat tertinggi. Bila limit penyebut nol, semua kemungkinan dapat terjadi; "00\tfrac00" hanya label. Akar menghormati limit. Menghitung limit dari persamaan rekursi hanya sah setelah keberadaan limit terbukti.

    26.3 Teorema Apit / Sandwich untuk Barisan

    Teorema aljabar Unit 26.1–26.2 menghitung limit dari bagian-bagian yang limitnya diketahui. Banyak barisan tidak dapat dipecah seperti itu. Contohnya sin⁡nn\tfrac{\sin n}n: pembilangnya divergen, sehingga Teorema 26.2.4 tidak berlaku. Untuk barisan semacam ini, alatnya adalah perbandingan: bila sebuah barisan terjepit di antara dua barisan yang menuju limit yang sama, barisan itu terpaksa menuju limit tersebut. Unit ini membuktikan teorema perbandingan dan teorema apit, memakainya untuk beberapa limit penting, dan mendefinisikan divergensi ke +∞+\infty bersama aturan perbandingannya.

    Prasyarat: Unit 25.2 (Akibat 25.2.6), Unit 26.1–26.2.

    Perbandingan

    Teorema 26.3.1 (Perbandingan Limit)

    Misalkan sn≤tns_n\leq t_n untuk semua n≥Kn\geq K, sn→Ss_n\to S, dan tn→Tt_n\to T. Maka S≤TS\leq T.

    Bukti. tn−sn≥0t_n-s_n\geq0 untuk n≥Kn\geq K, dan tn−sn→T−St_n-s_n\to T-S (Teorema 26.1.1). Akibat 25.2.6(a) dengan batas bawah 00 memberi T−S≥0T-S\geq0. □\square

    Seperti pada Akibat 25.2.6, ketaksamaan tegas tidak dipertahankan: 1n+1<1n\tfrac1{n+1}<\tfrac1n untuk semua nn, tetapi kedua limitnya 00. Teorema 26.3.1 mengandaikan bahwa kedua limit ada. Teorema ini tidak membuktikan keberadaan limit.

    Teorema Apit

    Teorema 26.3.2 (Apit)

    Misalkan an≤sn≤bna_n\leq s_n\leq b_n untuk semua n≥Kn\geq K, dan an→La_n\to L, bn→Lb_n\to L. Maka (sn)(s_n) konvergen dan sn→Ls_n\to L.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ada N1N_1 dengan ∣an−L∣<ε|a_n-L|<\varepsilon untuk n≥N1n\geq N_1, dan N2N_2 dengan ∣bn−L∣<ε|b_n-L|<\varepsilon untuk n≥N2n\geq N_2. Untuk n≥max⁡(K,N1,N2)n\geq\max(K,N_1,N_2):

    L−ε<an≤sn≤bn<L+ε,L-\varepsilon<a_n\leq s_n\leq b_n<L+\varepsilon,

    sehingga ∣sn−L∣<ε|s_n-L|<\varepsilon. □\square

    Berbeda dengan Teorema 26.3.1, teorema apit menyimpulkan keberadaan limit. Kita tidak perlu tahu lebih dahulu bahwa (sn)(s_n) konvergen. Syarat bahwa kedua penjepit menuju limit yang sama juga penting. Bila an=−1a_n=-1, bn=1b_n=1, dan sn=(−1)ns_n=(-1)^n, penjepitnya konvergen ke limit yang berbeda, dan (sn)(s_n) divergen.

    Akibat 26.3.3 (Bentuk Satu Sisi)

    Jika ∣sn−L∣≤bn|s_n-L|\leq b_n untuk semua n≥Kn\geq K dan bn→0b_n\to0, maka sn→Ls_n\to L.

    Bukti. L−bn≤sn≤L+bnL-b_n\leq s_n\leq L+b_n, dan kedua penjepit menuju LL (Teorema 26.1.1). Gunakan Teorema 26.3.2. □\square

    Bentuk ini paling sering dipakai. Untuk membuktikan sn→Ls_n\to L, cukup tunjukkan bahwa jaraknya ke LL dibatasi oleh sesuatu yang menuju 00. Unit 25.3 melakukan hal ini dengan bn=Cnb_n=\tfrac Cn, tetapi akibat ini memperbolehkan sebarang bn→0b_n\to0.

    Akibat 26.3.4 (Terbatas Kali Nol)

    Jika (cn)(c_n) terbatas dan an→0a_n\to0, maka ancn→0a_nc_n\to0.

    Bukti. Misalkan ∣cn∣≤M|c_n|\leq M. Maka ∣ancn−0∣≤M∣an∣|a_nc_n-0|\leq M|a_n|, dan M∣an∣→0M|a_n|\to0 (Latihan 25.2-2 dan Teorema 26.1.1(b)). Gunakan Akibat 26.3.3. □\square

    Teorema 26.2.1 tidak dapat dipakai di sini, karena (cn)(c_n) tidak harus konvergen.

    Contoh Master: sin⁡nn\tfrac{\sin n}n

    Pinjaman Berlabel P26-SIN

    Fungsi sinus belum didefinisikan secara formal di buku ini. Definisinya melalui deret kuasa, beserta sifat −1≤sin⁡x≤1-1\leq\sin x\leq1 untuk semua x∈Rx\in\mathbb{R}, dijadwalkan pada Bagian X (Bab 48–49). Contoh berikut memakai sifat itu sebagai pinjaman berlabel. Contoh ini tidak memakai sifat sinus lain apa pun.

    Contoh 26.3.5 (lim⁡sin⁡nn=0\lim\tfrac{\sin n}n=0)

    Menurut P26-SIN, −1≤sin⁡n≤1-1\leq\sin n\leq1. Karena n>0n>0:

    −1n≤sin⁡nn≤1n.-\frac1n\leq\frac{\sin n}n\leq\frac1n.

    Kedua penjepit menuju 00 (Contoh 25.1.4 dan Teorema 26.1.1(b)). Teorema 26.3.2 memberi sin⁡nn→0\tfrac{\sin n}n\to0.

    Ini persis rumus master. Bukti yang sama, lewat Akibat 26.3.4 dengan cn=sin⁡nc_n=\sin n dan an=1na_n=\tfrac1n, berlaku untuk sebarang barisan terbatas di tempat sin⁡n\sin n, misalnya (−1)n(-1)^n, ⌊n2⌋−n2\lfloor n\sqrt2\rfloor-n\sqrt2, atau digit desimal ke-nn suatu bilangan. Yang dipakai dari sinus hanyalah keterbatasannya.

    Limit-Limit Penting

    Lemma 26.3.6 (Estimasi Kuadrat)

    Untuk h≥0h\geq0 dan n≥1n\geq1:

    (1+h)n≥1+nh+n(n−1)2h2.(1+h)^n\geq1+nh+\frac{n(n-1)}2h^2.

    Bukti. Induksi pada nn. Untuk n=1n=1: 1+h≥1+h+01+h\geq1+h+0. Untuk langkah, kalikan hipotesis dengan 1+h>01+h>0:

    (1+h)n+1≥(1+nh+n(n−1)2h2)(1+h)=1+(n+1)h+(n(n−1)2+n)h2+n(n−1)2h3.(1+h)^{n+1}\geq\Bigl(1+nh+\tfrac{n(n-1)}2h^2\Bigr)(1+h)=1+(n+1)h+\Bigl(\tfrac{n(n-1)}2+n\Bigr)h^2+\tfrac{n(n-1)}2h^3.

    Koefisien h2h^2 adalah n(n−1)+2n2=(n+1)n2\tfrac{n(n-1)+2n}2=\tfrac{(n+1)n}2, dan suku h3h^3 taknegatif. □\square

    Ini perluasan Bernoulli (Teorema 10.3.1) dengan satu suku lagi, untuk h≥0h\geq0. Tambahan suku kuadrat inilah yang memungkinkan contoh berikut.

    Contoh 26.3.7 (nn→1\sqrt[n]n\to1)

    Untuk n≥1n\geq1, nn≥1\sqrt[n]n\geq1. Bila nn<1\sqrt[n]n<1, Teorema 10.2.6 memberi n<1n<1. Tulis nn=1+hn\sqrt[n]n=1+h_n dengan hn≥0h_n\geq0. Lemma 26.3.6 memberi, untuk n≥2n\geq2,

    n=(1+hn)n≥n(n−1)2hn2,sehingga0≤hn≤2n−1.n=(1+h_n)^n\geq\frac{n(n-1)}2h_n^2,\qquad\text{sehingga}\qquad0\leq h_n\leq\sqrt{\frac2{n-1}}.

    Karena 2n−1→0\tfrac2{n-1}\to0, Teorema 26.2.8 memberi 2n−1→0\sqrt{\tfrac2{n-1}}\to0. Teorema apit memberi hn→0h_n\to0, sehingga nn→1\sqrt[n]n\to1.

    Bernoulli saja tidak cukup di sini. Bernoulli hanya memberi n≥1+nhnn\geq1+nh_n, yaitu hn≤n−1n<1h_n\leq\tfrac{n-1}n<1, yang tidak menuju nol.

    Contoh 26.3.8 (cn→1\sqrt[n]c\to1 untuk c>0c>0)

    Untuk c≥1c\geq1: tulis cn=1+hn\sqrt[n]c=1+h_n dengan hn≥0h_n\geq0. Bernoulli memberi c≥1+nhnc\geq1+nh_n, sehingga 0≤hn≤c−1n→00\leq h_n\leq\tfrac{c-1}n\to0.

    Untuk 0<c<10<c<1: cn=11/cn→11=1\sqrt[n]c=\dfrac1{\sqrt[n]{1/c}}\to\dfrac11=1, dengan kasus pertama dan Lemma 26.2.3.

    Contoh 26.3.9 (n!nn→0\tfrac{n!}{n^n}\to0)

    n!nn=1n⋅2n⋯nn≤1n\dfrac{n!}{n^n}=\dfrac1n\cdot\dfrac2n\cdots\dfrac nn\leq\dfrac1n, karena faktor pertama 1n\tfrac1n dan faktor-faktor lain ≤1\leq1. Juga n!nn>0\tfrac{n!}{n^n}>0. Teorema apit memberi limit 00.

    Divergen ke Tak Hingga

    Definisi 26.3.10

    Barisan (sn)(s_n) divergen ke +∞+\infty, ditulis sn→+∞s_n\to+\infty atau lim⁡sn=+∞\lim s_n=+\infty, jika

    ∀M∈R  ∃N0  ∀n≥N0: sn>M.\forall M\in\mathbb{R}\ \ \exists N_0\ \ \forall n\geq N_0:\ s_n>M.

    Divergen ke −∞-\infty didefinisikan serupa, dengan sn<Ms_n<M.

    Barisan yang divergen ke +∞+\infty tak terbatas di atas, sehingga divergen dalam arti Definisi 25.1.1 (Teorema 25.2.3). Tulisan lim⁡sn=+∞\lim s_n=+\infty adalah label untuk perilaku ini. Tulisan itu tidak menyatakan bahwa limitnya suatu bilangan real, karena +∞+\infty bukan bilangan real. Teorema-teorema aljabar Unit 26.1–26.2 tidak berlaku untuk "limit" ±∞\pm\infty tanpa pembuktian tersendiri.

    Tak terbatas di atas tidak sama dengan divergen ke +∞+\infty. Barisan sn=ns_n=n untuk nn genap dan sn=0s_n=0 untuk nn ganjil tak terbatas di atas, tetapi tidak divergen ke +∞+\infty, karena tak hingga banyak sukunya bernilai 00.

    Proposisi 26.3.11 (Perbandingan dan Kebalikan)

    (a) Jika sn≤tns_n\leq t_n untuk n≥Kn\geq K dan sn→+∞s_n\to+\infty, maka tn→+∞t_n\to+\infty.

    (b) Jika sn→+∞s_n\to+\infty, maka sn>0s_n>0 sejak suatu indeks, dan 1sn→0\tfrac1{s_n}\to0.

    (c) Jika tn>0t_n>0 untuk semua nn dan tn→0t_n\to0, maka 1tn→+∞\tfrac1{t_n}\to+\infty.

    Bukti. (a) Untuk MM, ambil N0N_0 untuk (sn)(s_n) dan naikkan ke max⁡(N0,K)\max(N_0,K). Maka tn≥sn>Mt_n\geq s_n>M.

    (b) Dengan M=0M=0, sn>0s_n>0 sejak suatu indeks. Untuk ε>0\varepsilon>0, dengan M=1εM=\tfrac1\varepsilon: sn>1ε>0s_n>\tfrac1\varepsilon>0 sejak suatu indeks, sehingga 0<1sn<ε0<\tfrac1{s_n}<\varepsilon.

    (c) Untuk M>0M>0, ambil N0N_0 dengan tn<1Mt_n<\tfrac1M untuk n≥N0n\geq N_0. Maka 1tn>M\tfrac1{t_n}>M. Untuk M≤0M\leq0, ambil N0N_0 untuk M=1M=1. □\square

    Contoh 26.3.12

    (a) n→+∞n\to+\infty (Archimedes), 2n≥n2^n\geq n (Contoh 24.2.8(c)), sehingga 2n→+∞2^n\to+\infty. Juga n→+∞\sqrt n\to+\infty.

    (b) Jumlah harmonik Hn→+∞H_n\to+\infty. Untuk MM, pilih jj dengan 1+j2>M1+\tfrac j2>M (Teorema 24.2.9). Untuk n≥2jn\geq2^j, Hn≥H2jH_n\geq H_{2^j}, karena HH naik (setiap suku yang ditambahkan positif). Jadi Hn>MH_n>M.

    (c) n2+1n+1≥n2\tfrac{n^2+1}{n+1}\geq\tfrac n2 (Contoh 25.3.7), sehingga barisan ini divergen ke +∞+\infty menurut (a).

    Latihan

    Latihan 26.3-1. Hitung limitnya dengan teorema apit: (a) n+(−1)nn\tfrac{n+(-1)^n}n; (b) 2n+sin⁡nn+1\tfrac{2n+\sin n}{n+1}, dengan P26-SIN; (c) ⌊n⌋n\tfrac{\lfloor\sqrt n\rfloor}{\sqrt n}.

    Latihan 26.3-2. Buktikan Teorema 26.3.1 secara langsung dari definisi, tanpa Akibat 25.2.6, dengan kontradiksi dan ε=S−T2\varepsilon=\tfrac{S-T}2.

    Latihan 26.3-3. Misalkan an≤sn≤bna_n\leq s_n\leq b_n dengan an→Aa_n\to A, bn→Bb_n\to B, dan A<BA<B. Apa yang dapat disimpulkan tentang (sn)(s_n)? Beri contoh konvergen dan contoh divergen.

    Latihan 26.3-4. Buktikan bahwa n2n→1\sqrt[n]{n^2}\to1 dan 2n+3nn→3\sqrt[n]{2^n+3^n}\to3.

    Latihan 26.3-5. Buktikan bahwa untuk h≥0h\geq0 dan n≥1n\geq1, (1+h)n≥n(n−1)(n−2)6h3(1+h)^n\geq\tfrac{n(n-1)(n-2)}6h^3. Simpulkan bahwa n2cn→0n^2c^n\to0 untuk ∣c∣<1|c|<1.

    Latihan 26.3-6. Misalkan sn→+∞s_n\to+\infty. Buktikan: (a) bila (tn)(t_n) terbatas di bawah, maka sn+tn→+∞s_n+t_n\to+\infty; (b) bila tn→T>0t_n\to T>0, maka sntn→+∞s_nt_n\to+\infty.

    Latihan 26.3-7. Beri contoh barisan dengan 1sn→0\tfrac1{s_n}\to0 tetapi sns_n tidak divergen ke +∞+\infty maupun ke −∞-\infty. Buktikan bahwa 1sn→0\tfrac1{s_n}\to0 setara dengan ∣sn∣→+∞|s_n|\to+\infty, bila sn≠0s_n\ne0 untuk semua nn.

    Latihan 26.3-8. Misalkan (cn)(c_n) terbatas tetapi divergen. Buktikan bahwa ancn→0a_nc_n\to0 untuk setiap an→0a_n\to0, tetapi untuk an→a≠0a_n\to a\ne0, barisan (ancn)(a_nc_n) divergen.

    Solusi

    Solusi 26.3-1. (a) 1−1n≤n+(−1)nn≤1+1n1-\tfrac1n\leq\tfrac{n+(-1)^n}n\leq1+\tfrac1n, dan kedua penjepit menuju 11. (b) 2n−1n+1≤sn≤2n+1n+1\tfrac{2n-1}{n+1}\leq s_n\leq\tfrac{2n+1}{n+1}, karena penyebut positif dan −1≤sin⁡n≤1-1\leq\sin n\leq1. Kedua penjepit menuju 22 (Contoh 26.2.7(b)). (c) Sifat lantai: n−1<⌊n⌋≤n\sqrt n-1<\lfloor\sqrt n\rfloor\leq\sqrt n. Membagi dengan n\sqrt n memberi 1−1n<sn≤11-\tfrac1{\sqrt n}<s_n\leq1, dan penjepit kiri menuju 11. □\square

    Solusi 26.3-2. Andaikan S>TS>T, dan ambil ε=S−T2\varepsilon=\tfrac{S-T}2. Sejak suatu indeks yang juga ≥K\geq K: sn>S−ε=S+T2s_n>S-\varepsilon=\tfrac{S+T}2 dan tn<T+ε=S+T2t_n<T+\varepsilon=\tfrac{S+T}2. Jadi tn<snt_n<s_n, bertentangan dengan sn≤tns_n\leq t_n. □\square

    Solusi 26.3-3. (sn)(s_n) terbatas sejak KK, karena ana_n dan bnb_n terbatas. Bila (sn)(s_n) konvergen ke SS, maka A≤S≤BA\leq S\leq B (Teorema 26.3.1). Kekonvergenan tidak dapat disimpulkan. Contoh konvergen: an=0a_n=0, bn=1b_n=1, sn=12s_n=\tfrac12. Contoh divergen: an=−1a_n=-1, bn=1b_n=1, sn=(−1)ns_n=(-1)^n. □\square

    Solusi 26.3-4. n2n=(nn)2→1\sqrt[n]{n^2}=(\sqrt[n]n)^2\to1 (Contoh 26.3.7 dan Akibat 26.2.2). Untuk yang kedua: 3n≤2n+3n≤2⋅3n3^n\leq2^n+3^n\leq2\cdot3^n. Akar ke-nn naik (kontraposisi Teorema 10.2.6), sehingga 3≤2n+3nn≤32n3\leq\sqrt[n]{2^n+3^n}\leq3\sqrt[n]2. Penjepit kanan menuju 33 (Contoh 26.3.8). □\square

    Solusi 26.3-5. Buktikan dengan induksi bentuk yang lebih kuat: (1+h)n≥1+nh+n(n−1)2h2+n(n−1)(n−2)6h3(1+h)^n\geq1+nh+\tfrac{n(n-1)}2h^2+\tfrac{n(n-1)(n-2)}6h^3. Untuk n=1n=1, kedua suku terakhir nol. Untuk langkah, kalikan dengan 1+h1+h. Koefisien h3h^3 menjadi n(n−1)(n−2)6+n(n−1)2=n(n−1)(n+1)6\tfrac{n(n-1)(n-2)}6+\tfrac{n(n-1)}2=\tfrac{n(n-1)(n+1)}6, koefisien h2h^2 menjadi n(n+1)2\tfrac{n(n+1)}2, dan suku h4h^4 dibuang karena taknegatif. Untuk 0<∣c∣<10<|c|<1, tulis 1∣c∣=1+h\tfrac1{|c|}=1+h. Untuk n≥3n\geq3, ∣n2cn∣≤6n2n(n−1)(n−2)h3=6n(n−1)(n−2)h3|n^2c^n|\leq\tfrac{6n^2}{n(n-1)(n-2)h^3}=\tfrac{6n}{(n-1)(n-2)h^3}. Ruas kanan menuju 00 menurut Contoh 26.2.7(a), yang diterapkan pada ekor n≥3n\geq3 (penyebutnya tidak nol di sana) melalui pergeseran indeks dan Proposisi 25.1.12. Untuk c=0c=0, barisannya 00. Gunakan Akibat 26.3.3. □\square

    Solusi 26.3-6. (a) Misalkan tn≥Lt_n\geq L. Untuk MM, ambil N0N_0 dengan sn>M−Ls_n>M-L. Maka sn+tn>Ms_n+t_n>M. (b) Sejak suatu indeks KK, tn>T2>0t_n>\tfrac T2>0 (Teorema 25.2.4(a)). Untuk M>0M>0, ambil N0≥KN_0\geq K dengan sn>2MT>0s_n>\tfrac{2M}T>0. Maka sntn>2MT⋅T2=Ms_nt_n>\tfrac{2M}T\cdot\tfrac T2=M. Untuk M≤0M\leq0, pakai N0N_0 untuk M=1M=1. □\square

    Solusi 26.3-7. sn=(−1)nns_n=(-1)^nn: ∣1sn∣=1n→0\bigl|\tfrac1{s_n}\bigr|=\tfrac1n\to0, tetapi suku-sukunya bergantian tanda, sehingga tidak divergen ke +∞+\infty maupun ke −∞-\infty. Kesetaraan: ∣1sn−0∣<ε  ⟺  ∣sn∣>1ε\bigl|\tfrac1{s_n}-0\bigr|<\varepsilon\iff|s_n|>\tfrac1\varepsilon. Jadi definisi "1sn→0\tfrac1{s_n}\to0" dengan ε\varepsilon sama dengan definisi "∣sn∣→+∞|s_n|\to+\infty" dengan M=1εM=\tfrac1\varepsilon. Untuk M≤0M\leq0, ∣sn∣>M|s_n|>M selalu benar. □\square

    Solusi 26.3-8. Bagian pertama: Akibat 26.3.4. Bagian kedua: andaikan ancna_nc_n konvergen. Karena an→a≠0a_n\to a\ne0, sejak suatu indeks an≠0a_n\ne0, dan cn=ancnanc_n=\tfrac{a_nc_n}{a_n} konvergen (Teorema 26.2.4), kontradiksi. □\square

    Ringkasan

    Limit mempertahankan ketaksamaan tak tegas (Teorema 26.3.1), dengan syarat kedua limit ada. Teorema apit menyimpulkan keberadaan limit: barisan yang terjepit di antara dua barisan dengan limit yang sama konvergen ke limit itu. Bentuk praktisnya: ∣sn−L∣≤bn→0|s_n-L|\leq b_n\to0, dan "terbatas kali nol adalah nol". Contoh master sin⁡nn→0\tfrac{\sin n}n\to0 hanya memakai ∣sin⁡n∣≤1|\sin n|\leq1, yang dicatat sebagai pinjaman berlabel P26-SIN dengan penutupan di Bab 48–49. Limit penting: nn→1\sqrt[n]n\to1, lewat estimasi kuadrat (1+h)n≥n(n−1)2h2(1+h)^n\geq\tfrac{n(n-1)}2h^2; cn→1\sqrt[n]c\to1; dan n!nn→0\tfrac{n!}{n^n}\to0. Divergen ke +∞+\infty adalah perilaku yang diberi label lim⁡=+∞\lim=+\infty, bukan limit real, dan perilaku itu menurun ke barisan yang lebih besar.

    Bab terdekat

    BerikutnyaBarisan Monoton dan Teorema Kekonvergenan Monoton

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 27.

    SebelumnyaKonvergensi Barisan (ε–N₀ Definition)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 25.