Teorema Limit Utama Barisan
Bab 26 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 26: Teorema Limit Utama Barisan
26.1 Teorema Kelinearan Limit Barisan
Penjelasan master untuk Bab 26: hukum-hukum operasional untuk menghitung limit barisan tanpa harus selalu kembali ke definisi –. Unit 25.3 memperlihatkan bahwa bukti langsung dari definisi bisa panjang, bahkan untuk barisan rasional sederhana. Bab ini membuktikan, sekali untuk selamanya, bahwa limit menghormati operasi aljabar. Setelah itu, limit barisan yang rumit dapat dihitung dari limit potongan-potongannya yang sederhana. Unit ini menangani jumlah, selisih, dan kelipatan skalar, yaitu sifat linear. Unit 26.2 menangani perkalian dan pembagian.
Prasyarat: Bab 25; operasi barisan suku demi suku (Definisi 24.1.11); ruang vektor (Definisi 23.3.13), yang hanya dipakai untuk satu catatan.
Teorema Utama
Teorema 26.1.1 (Kelinearan)
Misalkan dan , serta . Maka:
(a) ;
(b) ;
(c) .
Rumus master: jika dan , maka .
Bukti. (a) Kerja konsep: menurut ketaksamaan segitiga,
Jika setiap suku di ruas kanan , jumlahnya .
Bukti formal. Misalkan . Karena , ada dengan untuk , dan dengan untuk . Tetapkan . Untuk , kedua ketaksamaan berlaku, sehingga
(b) Bila , barisan konstan dan . Bila , misalkan dan ambil dengan untuk . Maka .
(c) . Gunakan (b) dengan , lalu (a).
Teknik "" adalah pola dasar. Bentuk (iv) Proposisi 25.1.8 menawarkan versi yang lebih santai: dengan dan untuk itu sendiri, jumlahnya , dan konstanta diperbolehkan. Kedua cara sama sahnya.
Akibat 26.1.2 (Kombinasi Linear Hingga)
Jika untuk , dan , maka
Bukti. Induksi pada , dengan Teorema 26.1.1(a)(b). Untuk , kedua ruas adalah barisan konstan dan bilangan .
Jumlah di sini terdiri atas barisan, dengan tetap yang tidak bergantung pada . Untuk jumlah yang banyaknya suku tumbuh bersama , Akibat 26.1.2 tidak berlaku. Contoh: . Setiap suku menuju , tetapi jumlahnya selalu . Kekeliruan "limit jumlah = jumlah limit" untuk jumlah dengan banyak suku yang tumbuh adalah salah satu jebakan paling umum. Bagian VI menangani jumlah tak hingga dengan teori deret.
Contoh Perhitungan
Limit dasar yang sudah dibuktikan dari definisi:
| barisan | limit | rujukan |
|---|---|---|
| (konstan) | Contoh 25.1.3 | |
| Contoh 25.1.4 | ||
| Contoh 25.1.7 | ||
| , | Contoh 25.3.6 | |
| Contoh 25.3.5 | ||
| Contoh 25.3.4 |
Contoh 26.1.3
(a) , menurut Akibat 26.1.2 dengan tiga barisan.
(b) .
(c) , karena .
(d) , karena (Contoh 25.1.6) dan .
Pada setiap contoh, langkah pertamanya adalah menulis barisan sebagai kombinasi linear dari barisan yang limitnya diketahui. Teorema baru bekerja setelah langkah itu.
Konvergensi dan Divergensi dalam Jumlah
Proposisi 26.1.4
(a) Jika konvergen dan divergen, maka divergen.
(b) Jumlah dua barisan divergen dapat konvergen.
Bukti. (a) Andaikan . Maka menurut Teorema 26.1.1(c), sehingga konvergen. Kontradiksi.
(b) dan divergen, menurut Contoh 25.1.10 dan Teorema 26.1.1(b) dengan : bila konvergen, maka juga konvergen. Akan tetapi .
Jadi kebalikan Teorema 26.1.1 salah. Dari kekonvergenan kita tidak dapat menyimpulkan bahwa dan masing-masing konvergen. Dalam penerapan, hipotesis "keduanya konvergen" harus diperiksa sebelum teorema dipakai.
Contoh 26.1.5 (Penerapan yang Keliru)
"" tidak bermakna, karena tidak ada. Penerapan yang benar adalah Proposisi 26.1.4(a): jumlah barisan divergen dan barisan konvergen divergen. Ini memberi bukti kedua untuk Latihan 25.1-3.
Struktur: Limit sebagai Fungsi Linear
Misalkan menyatakan himpunan semua barisan real berindeks awal yang konvergen. Teorema 26.1.1 menyatakan dua hal:
- tertutup terhadap jumlah dan kelipatan skalar, sehingga adalah ruang vektor bagian dari (Contoh 23.3.16, setelah pergeseran indeks).
- Pemetaan memenuhi dan , yaitu bersifat linear.
Barisan yang konvergen ke membentuk ruang bagian , yaitu kernel pemetaan . Setiap dapat ditulis tunggal sebagai , dengan barisan konstan dan bagian kedua anggota . Bahasa ini tidak diperlukan untuk menghitung limit. Ia menunjukkan bagaimana teori barisan nanti menyatu dengan analisis fungsional, yang disinggung pada Bab 50.
Latihan
Latihan 26.1-1. Hitung limit berikut dengan Teorema 26.1.1 dan tabel limit dasar, dan sebutkan setiap langkah: (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 26.1-2. Buktikan Teorema 26.1.1(a) dengan Proposisi 25.1.2(d), memakai himpunan indeks buruk.
Latihan 26.1-3. Buktikan Akibat 26.1.2 secara lengkap dengan induksi.
Latihan 26.1-4. Misalkan . Buktikan bahwa . Apakah kebalikannya benar? (Petunjuk: Teorema 24.2.9.)
Latihan 26.1-5. Beri contoh barisan dan yang keduanya divergen, sedangkan .
Latihan 26.1-6. Misalkan dan . Buktikan bahwa dan konvergen, lalu tentukan limitnya.
Latihan 26.1-7. Jelaskan kesalahan pada "".
Latihan 26.1-8. Buktikan bahwa adalah ruang bagian dari , yaitu tertutup terhadap jumlah dan kelipatan skalar serta memuat barisan nol. Buktikan pula bahwa jika dan hanya jika ada dengan .
Solusi
Solusi 26.1-1. (a) , memakai dan . (b) . (c) , karena . (d) , memakai Contoh 25.3.4 dan 25.3.5.
Solusi 26.1-2. Misalkan . Indeks dengan harus memenuhi atau . Kalau tidak, ketaksamaan segitiga memberi . Jadi himpunan indeks buruk untuk termuat dalam gabungan dua himpunan indeks buruk, masing-masing dengan toleransi . Kedua himpunan itu hingga, sehingga gabungannya hingga (Teorema 20.1.9), dan subhimpunannya juga hingga (Teorema 20.1.7).
Solusi 26.1-3. Untuk , gunakan Teorema 26.1.1(b). Untuk langkah, misalkan pernyataan berlaku untuk . Tulis . Barisan pertama konvergen ke menurut hipotesis induksi, dan barisan kedua konvergen ke menurut (b). Teorema 26.1.1(a) menyelesaikan langkah ini.
Solusi 26.1-4. (Proposisi 25.1.12(b)), sehingga . Kebalikannya salah: , tetapi tak terbatas (Teorema 24.2.9), sehingga divergen (Teorema 25.2.3).
Solusi 26.1-5. dan : keduanya tak terbatas sehingga divergen, sedangkan .
Solusi 26.1-6. , dan , menurut Akibat 26.1.2.
Solusi 26.1-7. Banyaknya suku, yaitu , berubah bersama . Akibat 26.1.2 hanya berlaku untuk tetap. Ruas bahkan tidak bermakna, karena di batas jumlah adalah variabel limit yang sudah "habis" setelah limit diambil. Yang benar: barisan konstan, dengan limit .
Solusi 26.1-8. Barisan nol konvergen ke . Bila dan , maka dan (Teorema 26.1.1). Untuk bagian kedua: bila , maka (Proposisi 25.1.12(d)). Sebaliknya, bila , maka .
Ringkasan
Limit bersifat linear: limit jumlah adalah jumlah limit, limit kelipatan skalar adalah kelipatan limit, dan hal yang sama berlaku untuk kombinasi linear dengan banyak suku yang tetap. Buktinya memakai dan maksimum dua . Hipotesis bahwa masing-masing barisan konvergen penting: jumlah konvergen dan divergen selalu divergen, tetapi dua barisan divergen dapat berjumlah konvergen. Teorema ini tidak berlaku untuk jumlah dengan banyak suku yang tumbuh bersama . Secara struktur, barisan konvergen membentuk ruang vektor, dan adalah fungsi linear padanya.
26.2 Teorema Perkalian dan Pembagian Barisan Konvergen
Unit 26.1 menangani operasi linear. Perkalian lebih halus. Selisih tidak dapat langsung dipecah menjadi selisih-selisih dan , sehingga diperlukan satu trik aljabar dan satu fakta dari Unit 25.2: barisan konvergen terbatas. Pembagian memerlukan fakta kedua: barisan dengan limit tak nol akhirnya menjauhi nol (Teorema 25.2.4(b)). Unit ini juga menurunkan akibat-akibat praktis: limit polinomial dan fungsi rasional dari barisan, serta limit akar kuadrat.
Prasyarat: Unit 25.2 (Teorema 25.2.3 dan 25.2.4), Unit 26.1.
Perkalian
Teorema 26.2.1 (Limit Hasil Kali)
Jika dan , maka .
Bukti. Kerja konsep: tambahkan dan kurangkan :
sehingga
Suku kedua kecil karena tetap. Suku pertama memuat , yang berubah bersama , tetapi terbatas.
Bukti formal. Menurut Teorema 25.2.3, ada dengan untuk semua . Misalkan . Ada dengan untuk , dan dengan untuk . Untuk :
Penyebut dipakai alih-alih agar tidak terjadi pembagian dengan nol bila .
Peran keterbatasan dalam bukti ini penting. Tanpa batas , suku dapat tetap besar. Contohnya dan : , tetapi . Di sini tidak konvergen, sehingga hipotesis teorema tidak dipenuhi.
Akibat 26.2.2 (Pangkat dan Polinomial)
(a) Jika , maka untuk setiap .
(b) Jika dan polinomial, maka .
Bukti. (a) Induksi pada . Untuk , barisannya konstan . Langkahnya: dan Teorema 26.2.1. (b) Akibat 26.1.2 dengan (a).
Pembagian
Lemma 26.2.3 (Kebalikan)
Misalkan dengan . Maka terdapat dengan untuk semua , dan barisan konvergen ke .
Bukti. Teorema 25.2.4(b) memberi dengan untuk . Untuk ,
Misalkan , dan ambil dengan untuk . Untuk , .
Barisan hanya terdefinisi pada ekor sejak . Menurut Proposisi 25.1.12, hal ini tidak menjadi masalah untuk limit. Bila untuk semua , barisan penuh mempunyai limit yang sama.
Teorema 26.2.4 (Limit Hasil Bagi)
Jika dan , maka . Barisan hasil bagi terdefinisi sejak suatu indeks .
Bukti. . Gunakan Lemma 26.2.3 dan Teorema 26.2.1 pada ekor sejak .
Akibat 26.2.5 (Fungsi Rasional)
Jika polinomial, , dan , maka .
Bukti. menurut Akibat 26.2.2. Gunakan Teorema 26.2.4.
Teknik: Membagi dengan Pangkat Tertinggi
Contoh 26.2.6 (Contoh Master Bab 25, Cara Kedua)
Penyebut , sehingga Teorema 26.2.4 berlaku. Bandingkan dengan Unit 25.3. Cara ini jauh lebih pendek, tetapi tidak menghasilkan rumus . Bila rumus eksplisit diminta, misalnya untuk analisis galat, cara langsung Unit 25.3 tetap diperlukan. Bila yang diminta hanya nilai limit dan bukti kekonvergenan, teorema ini cukup, karena teorema-teorema ini sudah dibuktikan dari definisi.
Contoh 26.2.7 (Fungsi Rasional dalam )
Untuk polinomial dan dengan , dan untuk semua :
(a) bila : ;
(b) bila : ;
(c) bila : barisannya divergen. Sebenarnya barisan itu juga tak terbatas, karena pada suatu ekor, dengan notasi bukti di bawah.
Bukti (a) dan (b). Bagi pembilang dan penyebut dengan . Penyebutnya menjadi , menurut Akibat 26.1.2 dan 26.2.2 dengan . Pembilangnya menjadi . Bila , setiap suku memuat dengan , sehingga limitnya . Bila , limitnya . Teorema 26.2.4 menyelesaikan bukti.
Bukti (c). Tulis dan . Maka . Seperti pada (b), dan , sehingga . Teorema 25.2.4(b) memberi sejak suatu indeks. Andaikan . Pada ekor itu, (Teorema 26.2.4), sehingga terbatas pada ekor itu (Teorema 25.2.3). Padahal , karena , dan tak terbatas. Kontradiksi.
Contoh: , yang membenarkan Contoh 25.3.3 dengan cara kedua. Juga (Latihan 25.3-2) dan divergen (Latihan 25.3-7).
Kasus Penyebut Menuju Nol
Teorema 26.2.4 tidak menyatakan apa pun bila . Contoh-contoh berikut menunjukkan bahwa semua kemungkinan dapat terjadi pada pola "":
| perilaku | |||
|---|---|---|---|
| konvergen ke | |||
| konvergen ke | |||
| tak terbatas | |||
| terbatas, divergen |
Karena itu "" disebut bentuk tak tentu. Tulisan ini bukan bilangan dan bukan hasil perhitungan. Ia hanya label untuk situasi yang memerlukan analisis lebih lanjut. Hal yang sama berlaku untuk "" (Contoh 25.3.4) dan "" (catatan setelah Teorema 26.2.1). Aturan L'Hôpital untuk fungsi dibahas di Bab 42.
Bila dan dengan , maka tak terbatas. Akibatnya barisan itu divergen (Latihan 26.2-5).
Akar Kuadrat
Teorema 26.2.8 (Limit Akar)
Jika untuk semua dan , maka dan .
Bukti. menurut Akibat 25.2.6.
Kasus . Dengan merasionalkan,
Untuk , ambil dengan untuk .
Kasus . Untuk , ambil dengan untuk . Maka . Bila , Teorema 10.2.6 memberi .
Untuk akar pangkat , hasil yang sama berlaku (Latihan 26.2-7). Faktorisasi menggantikan perasionalan.
Contoh 26.2.9
(a) .
(b) , memakai Teorema 26.2.8, 26.1.1, dan 26.2.4. Ini cara kedua untuk Latihan 25.3-3.
(c) Barisan Babilonia (Contoh 24.1.8): andaikan . Akibat 25.2.6 dan Latihan 24.1-7 memberi . Dari , Proposisi 25.1.12(b) dan teorema-teorema unit ini memberi , sehingga dan . Perhitungan ini menentukan nilai limit hanya dengan asumsi bahwa limitnya ada. Keberadaan limit dibuktikan di Bab 27 dengan Teorema Kekonvergenan Monoton. Tanpa bukti keberadaan, penalaran semacam ini dapat menyesatkan (Latihan 26.2-8).
Latihan
Latihan 26.2-1. Hitung limitnya dengan teorema-teorema Bab 26, dan sebutkan hipotesis yang diperiksa: (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 26.2-2. Buktikan Teorema 26.2.1 dengan memakai identitas , tanpa memakai keterbatasan.
Latihan 26.2-3. Beri contoh barisan dan yang keduanya divergen, sedangkan konvergen.
Latihan 26.2-4. Misalkan dan . Buktikan bahwa konvergen, dan tentukan limitnya.
Latihan 26.2-5. Misalkan , , dan untuk semua . Buktikan bahwa tak terbatas, sehingga divergen.
Latihan 26.2-6. Buktikan bahwa .
Latihan 26.2-7. Misalkan , , dan . Buktikan bahwa , dengan untuk dan .
Latihan 26.2-8. Barisan , . Penalaran "misalkan ; maka , jadi " memberi limit . Tunjukkan bahwa kesimpulan ini salah, dan jelaskan langkah mana yang tidak sah.
Solusi
Solusi 26.2-1. (a) Bagi dengan : , dengan penyebut menuju . (b) Derajat , sehingga limitnya (Contoh 26.2.7(a)). Penyebut tidak nol untuk , karena tidak mempunyai solusi bulat. (c) , sehingga pangkat tiganya (Akibat 26.2.2). (d) Bagi dengan : . Penyebut untuk .
Solusi 26.2-2. . Untuk , ambil dengan dan untuk . Ruas kanan . Bentuk (iv) Proposisi 25.1.8, dengan , menyelesaikan bukti. Pembatasan tidak mengurangi keumuman: untuk juga bekerja untuk .
Solusi 26.2-3. : .
Solusi 26.2-4. Sejak suatu , dan (Teorema 26.2.4). Suku-suku sebelum tidak mempengaruhi limit (Proposisi 25.1.12(c)).
Solusi 26.2-5. Teorema 25.2.4(b) memberi sejak suatu . Untuk , ambil dengan untuk . Maka . Jadi barisan ini tak terbatas, dan Teorema 25.2.3 memberi divergensi.
Solusi 26.2-6. , dengan membagi pembilang dan penyebut oleh . Karena , Teorema 26.2.8 memberi , sehingga limitnya .
Solusi 26.2-7. Untuk dan : . Jumlah itu , karena suku sama dengan dan suku lain taknegatif. Jadi . Dengan dan (Teorema 11.3.8 untuk keberadaan akar): . Untuk , pilih dengan untuk . Untuk , dan ketaksamaannya tetap berlaku.
Solusi 26.2-8. tak terbatas (Contoh 24.2.8(c)), sehingga divergen. Langkah yang tidak sah adalah "misalkan ". Asumsi itu salah, dan dari asumsi salah dapat diturunkan apa saja. Persamaan hanya menyatakan bahwa jika limitnya ada, maka limit itu . Pernyataan itu benar secara kosong. Jadi keberadaan limit harus dibuktikan secara terpisah.
Ringkasan
Limit menghormati perkalian, dan buktinya memakai trik "tambah-kurang " serta keterbatasan barisan konvergen. Limit juga menghormati pembagian bila limit penyebut tak nol, dengan bantuan batas bawah pada suatu ekor. Akibatnya, limit polinomial dan fungsi rasional dari barisan diperoleh dengan substitusi, dan fungsi rasional dalam ditangani dengan membagi oleh pangkat tertinggi. Bila limit penyebut nol, semua kemungkinan dapat terjadi; "" hanya label. Akar menghormati limit. Menghitung limit dari persamaan rekursi hanya sah setelah keberadaan limit terbukti.
26.3 Teorema Apit / Sandwich untuk Barisan
Teorema aljabar Unit 26.1–26.2 menghitung limit dari bagian-bagian yang limitnya diketahui. Banyak barisan tidak dapat dipecah seperti itu. Contohnya : pembilangnya divergen, sehingga Teorema 26.2.4 tidak berlaku. Untuk barisan semacam ini, alatnya adalah perbandingan: bila sebuah barisan terjepit di antara dua barisan yang menuju limit yang sama, barisan itu terpaksa menuju limit tersebut. Unit ini membuktikan teorema perbandingan dan teorema apit, memakainya untuk beberapa limit penting, dan mendefinisikan divergensi ke bersama aturan perbandingannya.
Prasyarat: Unit 25.2 (Akibat 25.2.6), Unit 26.1–26.2.
Perbandingan
Teorema 26.3.1 (Perbandingan Limit)
Misalkan untuk semua , , dan . Maka .
Bukti. untuk , dan (Teorema 26.1.1). Akibat 25.2.6(a) dengan batas bawah memberi .
Seperti pada Akibat 25.2.6, ketaksamaan tegas tidak dipertahankan: untuk semua , tetapi kedua limitnya . Teorema 26.3.1 mengandaikan bahwa kedua limit ada. Teorema ini tidak membuktikan keberadaan limit.
Teorema Apit
Teorema 26.3.2 (Apit)
Misalkan untuk semua , dan , . Maka konvergen dan .
Bukti. Misalkan . Ada dengan untuk , dan dengan untuk . Untuk :
sehingga .
Berbeda dengan Teorema 26.3.1, teorema apit menyimpulkan keberadaan limit. Kita tidak perlu tahu lebih dahulu bahwa konvergen. Syarat bahwa kedua penjepit menuju limit yang sama juga penting. Bila , , dan , penjepitnya konvergen ke limit yang berbeda, dan divergen.
Akibat 26.3.3 (Bentuk Satu Sisi)
Jika untuk semua dan , maka .
Bukti. , dan kedua penjepit menuju (Teorema 26.1.1). Gunakan Teorema 26.3.2.
Bentuk ini paling sering dipakai. Untuk membuktikan , cukup tunjukkan bahwa jaraknya ke dibatasi oleh sesuatu yang menuju . Unit 25.3 melakukan hal ini dengan , tetapi akibat ini memperbolehkan sebarang .
Akibat 26.3.4 (Terbatas Kali Nol)
Jika terbatas dan , maka .
Bukti. Misalkan . Maka , dan (Latihan 25.2-2 dan Teorema 26.1.1(b)). Gunakan Akibat 26.3.3.
Teorema 26.2.1 tidak dapat dipakai di sini, karena tidak harus konvergen.
Contoh Master:
Pinjaman Berlabel P26-SIN
Fungsi sinus belum didefinisikan secara formal di buku ini. Definisinya melalui deret kuasa, beserta sifat untuk semua , dijadwalkan pada Bagian X (Bab 48–49). Contoh berikut memakai sifat itu sebagai pinjaman berlabel. Contoh ini tidak memakai sifat sinus lain apa pun.
Contoh 26.3.5 ()
Menurut P26-SIN, . Karena :
Kedua penjepit menuju (Contoh 25.1.4 dan Teorema 26.1.1(b)). Teorema 26.3.2 memberi .
Ini persis rumus master. Bukti yang sama, lewat Akibat 26.3.4 dengan dan , berlaku untuk sebarang barisan terbatas di tempat , misalnya , , atau digit desimal ke- suatu bilangan. Yang dipakai dari sinus hanyalah keterbatasannya.
Limit-Limit Penting
Lemma 26.3.6 (Estimasi Kuadrat)
Untuk dan :
Bukti. Induksi pada . Untuk : . Untuk langkah, kalikan hipotesis dengan :
Koefisien adalah , dan suku taknegatif.
Ini perluasan Bernoulli (Teorema 10.3.1) dengan satu suku lagi, untuk . Tambahan suku kuadrat inilah yang memungkinkan contoh berikut.
Contoh 26.3.7 ()
Untuk , . Bila , Teorema 10.2.6 memberi . Tulis dengan . Lemma 26.3.6 memberi, untuk ,
Karena , Teorema 26.2.8 memberi . Teorema apit memberi , sehingga .
Bernoulli saja tidak cukup di sini. Bernoulli hanya memberi , yaitu , yang tidak menuju nol.
Contoh 26.3.8 ( untuk )
Untuk : tulis dengan . Bernoulli memberi , sehingga .
Untuk : , dengan kasus pertama dan Lemma 26.2.3.
Contoh 26.3.9 ()
, karena faktor pertama dan faktor-faktor lain . Juga . Teorema apit memberi limit .
Divergen ke Tak Hingga
Definisi 26.3.10
Barisan divergen ke , ditulis atau , jika
Divergen ke didefinisikan serupa, dengan .
Barisan yang divergen ke tak terbatas di atas, sehingga divergen dalam arti Definisi 25.1.1 (Teorema 25.2.3). Tulisan adalah label untuk perilaku ini. Tulisan itu tidak menyatakan bahwa limitnya suatu bilangan real, karena bukan bilangan real. Teorema-teorema aljabar Unit 26.1–26.2 tidak berlaku untuk "limit" tanpa pembuktian tersendiri.
Tak terbatas di atas tidak sama dengan divergen ke . Barisan untuk genap dan untuk ganjil tak terbatas di atas, tetapi tidak divergen ke , karena tak hingga banyak sukunya bernilai .
Proposisi 26.3.11 (Perbandingan dan Kebalikan)
(a) Jika untuk dan , maka .
(b) Jika , maka sejak suatu indeks, dan .
(c) Jika untuk semua dan , maka .
Bukti. (a) Untuk , ambil untuk dan naikkan ke . Maka .
(b) Dengan , sejak suatu indeks. Untuk , dengan : sejak suatu indeks, sehingga .
(c) Untuk , ambil dengan untuk . Maka . Untuk , ambil untuk .
Contoh 26.3.12
(a) (Archimedes), (Contoh 24.2.8(c)), sehingga . Juga .
(b) Jumlah harmonik . Untuk , pilih dengan (Teorema 24.2.9). Untuk , , karena naik (setiap suku yang ditambahkan positif). Jadi .
(c) (Contoh 25.3.7), sehingga barisan ini divergen ke menurut (a).
Latihan
Latihan 26.3-1. Hitung limitnya dengan teorema apit: (a) ; (b) , dengan P26-SIN; (c) .
Latihan 26.3-2. Buktikan Teorema 26.3.1 secara langsung dari definisi, tanpa Akibat 25.2.6, dengan kontradiksi dan .
Latihan 26.3-3. Misalkan dengan , , dan . Apa yang dapat disimpulkan tentang ? Beri contoh konvergen dan contoh divergen.
Latihan 26.3-4. Buktikan bahwa dan .
Latihan 26.3-5. Buktikan bahwa untuk dan , . Simpulkan bahwa untuk .
Latihan 26.3-6. Misalkan . Buktikan: (a) bila terbatas di bawah, maka ; (b) bila , maka .
Latihan 26.3-7. Beri contoh barisan dengan tetapi tidak divergen ke maupun ke . Buktikan bahwa setara dengan , bila untuk semua .
Latihan 26.3-8. Misalkan terbatas tetapi divergen. Buktikan bahwa untuk setiap , tetapi untuk , barisan divergen.
Solusi
Solusi 26.3-1. (a) , dan kedua penjepit menuju . (b) , karena penyebut positif dan . Kedua penjepit menuju (Contoh 26.2.7(b)). (c) Sifat lantai: . Membagi dengan memberi , dan penjepit kiri menuju .
Solusi 26.3-2. Andaikan , dan ambil . Sejak suatu indeks yang juga : dan . Jadi , bertentangan dengan .
Solusi 26.3-3. terbatas sejak , karena dan terbatas. Bila konvergen ke , maka (Teorema 26.3.1). Kekonvergenan tidak dapat disimpulkan. Contoh konvergen: , , . Contoh divergen: , , .
Solusi 26.3-4. (Contoh 26.3.7 dan Akibat 26.2.2). Untuk yang kedua: . Akar ke- naik (kontraposisi Teorema 10.2.6), sehingga . Penjepit kanan menuju (Contoh 26.3.8).
Solusi 26.3-5. Buktikan dengan induksi bentuk yang lebih kuat: . Untuk , kedua suku terakhir nol. Untuk langkah, kalikan dengan . Koefisien menjadi , koefisien menjadi , dan suku dibuang karena taknegatif. Untuk , tulis . Untuk , . Ruas kanan menuju menurut Contoh 26.2.7(a), yang diterapkan pada ekor (penyebutnya tidak nol di sana) melalui pergeseran indeks dan Proposisi 25.1.12. Untuk , barisannya . Gunakan Akibat 26.3.3.
Solusi 26.3-6. (a) Misalkan . Untuk , ambil dengan . Maka . (b) Sejak suatu indeks , (Teorema 25.2.4(a)). Untuk , ambil dengan . Maka . Untuk , pakai untuk .
Solusi 26.3-7. : , tetapi suku-sukunya bergantian tanda, sehingga tidak divergen ke maupun ke . Kesetaraan: . Jadi definisi "" dengan sama dengan definisi "" dengan . Untuk , selalu benar.
Solusi 26.3-8. Bagian pertama: Akibat 26.3.4. Bagian kedua: andaikan konvergen. Karena , sejak suatu indeks , dan konvergen (Teorema 26.2.4), kontradiksi.
Ringkasan
Limit mempertahankan ketaksamaan tak tegas (Teorema 26.3.1), dengan syarat kedua limit ada. Teorema apit menyimpulkan keberadaan limit: barisan yang terjepit di antara dua barisan dengan limit yang sama konvergen ke limit itu. Bentuk praktisnya: , dan "terbatas kali nol adalah nol". Contoh master hanya memakai , yang dicatat sebagai pinjaman berlabel P26-SIN dengan penutupan di Bab 48–49. Limit penting: , lewat estimasi kuadrat ; ; dan . Divergen ke adalah perilaku yang diberi label , bukan limit real, dan perilaku itu menurun ke barisan yang lebih besar.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 27.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 25.