Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 27Lanjut

    Barisan Monoton dan Teorema Kekonvergenan Monoton

    Bab 27 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 27 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 27: Barisan Monoton dan Teorema Kekonvergenan Monoton

    27.1 Definisi Barisan Naik dan Turun Monoton

    Penjelasan master untuk Bab 27: menghubungkan sifat urutan dengan keberadaan limit barisan. Bab 25–26 membuktikan kekonvergenan dengan menebak limitnya lebih dahulu, lalu memeriksa definisi atau memakai teorema aljabar. Untuk banyak barisan penting, misalnya barisan yang didefinisikan secara rekursif atau (1+1n)n(1+\tfrac1n)^n, limitnya tidak dapat ditebak dalam bentuk tertutup. Bab 27 memberi cara membuktikan bahwa limit ada tanpa mengetahui nilainya: bila barisannya monoton dan terbatas. Unit ini menyiapkan konsep kemonotonan dan teknik untuk memeriksanya.

    Prasyarat: Bab 24–26; induksi (Bab 7); Teorema 10.2.6; AM-GM (Teorema 10.4.3).

    Definisi

    Definisi 27.1.1 (Barisan Monoton)

    Barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} disebut:

    (a) naik monoton, atau naik, jika sn+1≥sns_{n+1}\geq s_n untuk semua n≥mn\geq m;

    (b) naik tegas jika sn+1>sns_{n+1}>s_n untuk semua n≥mn\geq m;

    (c) turun monoton, atau turun, jika sn+1≤sns_{n+1}\leq s_n untuk semua n≥mn\geq m;

    (d) turun tegas jika sn+1<sns_{n+1}<s_n untuk semua n≥mn\geq m;

    (e) monoton jika naik atau turun.

    Dalam buku ini "naik" berarti tidak turun: suku berikutnya boleh sama. Sebagian buku memakai "tidak turun" untuk (a) dan "naik" untuk (b). Barisan konstan bersifat naik dan turun sekaligus.

    Proposisi 27.1.2 (Dari Langkah ke Seluruh Barisan)

    (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} naik jika dan hanya jika sj≤sks_j\leq s_k untuk semua m≤j≤km\leq j\leq k. Pernyataan serupa berlaku untuk naik tegas dengan j<kj<k, dan untuk turun.

    Bukti. (⇐\Leftarrow) Ambil k=j+1k=j+1. (⇒\Rightarrow) Tetapkan jj, lalu lakukan induksi pada k≥jk\geq j. Untuk k=jk=j, sj≤sjs_j\leq s_j. Bila sj≤sks_j\leq s_k, maka sj≤sk≤sk+1s_j\leq s_k\leq s_{k+1}. Versi tegas serupa, dengan basis k=j+1k=j+1. □\square

    Definisi hanya memeriksa pasangan suku yang berurutan, tetapi menurut proposisi ini kesimpulannya berlaku untuk semua pasangan. Akibatnya, barisan naik tegas injektif.

    Contoh 27.1.3 (Contoh Master)

    sn=1−1ns_n=1-\tfrac1n, n≥1n\geq1, naik tegas:

    sn+1−sn=1n−1n+1=1n(n+1)>0.s_{n+1}-s_n=\frac1n-\frac1{n+1}=\frac1{n(n+1)}>0.

    Suku-sukunya 0,12,23,34,…0,\tfrac12,\tfrac23,\tfrac34,\ldots. Barisan ini juga terbatas di atas oleh 11, dan Unit 27.2 menjelaskan mengapa kombinasi ini menjamin kekonvergenan.

    Teknik Memeriksa Kemonotonan

    Proposisi 27.1.4 (Uji Selisih dan Uji Rasio)

    (a) (sn)(s_n) naik jika dan hanya jika sn+1−sn≥0s_{n+1}-s_n\geq0 untuk semua nn.

    (b) Bila sn>0s_n>0 untuk semua nn: (sn)(s_n) naik jika dan hanya jika sn+1sn≥1\tfrac{s_{n+1}}{s_n}\geq1 untuk semua nn. Versi tegas dan versi turun serupa.

    Bukti. (a) Definisi. (b) Kalikan atau bagi dengan sn>0s_n>0. □\square

    Uji rasio cocok untuk barisan yang memuat hasil kali, pangkat, atau faktorial. Uji selisih cocok untuk barisan yang memuat jumlah.

    Contoh 27.1.5

    (a) 1n\tfrac1n turun tegas, karena 1n+1<1n\tfrac1{n+1}<\tfrac1n.

    (b) cnc^n dengan 0<c<10<c<1 turun tegas, karena rasionya c<1c<1. Untuk c>1c>1, cnc^n naik tegas.

    (c) n2n\tfrac n{2^n}, n≥1n\geq1: rasionya n+12n≤1\tfrac{n+1}{2n}\leq1, dengan kesamaan tepat ketika n=1n=1. Jadi barisan ini turun, dengan s1=s2=12s_1=s_2=\tfrac12, dan turun tegas sejak n=2n=2.

    (d) n!nn\tfrac{n!}{n^n}: rasionya (n+1)!(n+1)n+1⋅nnn!=(nn+1)n<1\tfrac{(n+1)!}{(n+1)^{n+1}}\cdot\tfrac{n^n}{n!}=\bigl(\tfrac n{n+1}\bigr)^n<1. Jadi barisan ini turun tegas.

    (e) Jumlah harmonik HnH_n naik tegas, karena selisihnya 1n+1>0\tfrac1{n+1}>0.

    (f) (−1)n(-1)^n dan (−1)nn\tfrac{(-1)^n}n tidak monoton. Tanda selisihnya bergantian.

    Barisan Rekursif

    Kemonotonan barisan rekursif biasanya dibuktikan dengan induksi. Pola dasarnya: bila sn+1=f(sn)s_{n+1}=f(s_n) dan ff naik pada himpunan yang memuat semua suku, maka sn≤sn+1s_n\leq s_{n+1} mengakibatkan f(sn)≤f(sn+1)f(s_n)\leq f(s_{n+1}), yaitu sn+1≤sn+2s_{n+1}\leq s_{n+2}. Jadi cukup memeriksa langkah pertama.

    Proposisi 27.1.6 (Rekursi dengan Fungsi Naik)

    Misalkan I⊆RI\subseteq\mathbb{R}, f:I→If:I\to I naik, yaitu x≤yx\leq y mengakibatkan f(x)≤f(y)f(x)\leq f(y), s1∈Is_1\in I, dan sn+1=f(sn)s_{n+1}=f(s_n).

    (a) Bila s1≤s2s_1\leq s_2, maka (sn)(s_n) naik.

    (b) Bila s1≥s2s_1\geq s_2, maka (sn)(s_n) turun.

    Bukti. (a) Induksi: s1≤s2s_1\leq s_2. Bila sn≤sn+1s_n\leq s_{n+1}, maka sn+1=f(sn)≤f(sn+1)=sn+2s_{n+1}=f(s_n)\leq f(s_{n+1})=s_{n+2}. (b) Serupa. □\square

    Contoh 27.1.7 (xn+1=2+xnx_{n+1}=\sqrt{2+x_n})

    Dengan x1=1x_1=1, I=[1,2)I=[1,2), dan f(x)=2+xf(x)=\sqrt{2+x}. ff memetakan II ke II menurut Latihan 24.2-7, dan ff naik tegas: untuk x<yx<y, 2+x<2+y2+x<2+y, sehingga 2+x<2+y\sqrt{2+x}<\sqrt{2+y}, karena akar naik tegas (kontraposisi Teorema 10.2.6). Juga x1=1<3=x2x_1=1<\sqrt3=x_2. Proposisi 27.1.6 memberi bahwa (xn)(x_n) naik. Barisan ini juga terbatas di atas oleh 22.

    Contoh 27.1.8 (Barisan Babilonia)

    Untuk an+1=an2+1ana_{n+1}=\tfrac{a_n}2+\tfrac1{a_n}, fungsi f(x)=x2+1xf(x)=\tfrac x2+\tfrac1x tidak naik pada (0,∞)(0,\infty). Contohnya f(1)=32>f(32)=1712f(1)=\tfrac32>f(\tfrac32)=\tfrac{17}{12}. Proposisi 27.1.6 tidak berlaku. Latihan 24.1-7 memakai cara lain: selisih an+1−an=2−an22an≤0a_{n+1}-a_n=\tfrac{2-a_n^2}{2a_n}\leq0 untuk n≥2n\geq2, karena an2≥2a_n^2\geq2 di sana. Jadi barisan Babilonia turun sejak indeks 22. Suku pertama a1=1<a2=32a_1=1<a_2=\tfrac32 melanggar kemonotonan, tetapi ekornya monoton.

    Definisi 27.1.9 (Akhirnya Monoton)

    (sn)(s_n) akhirnya naik, atau akhirnya turun, jika suatu ekor (sn)n≥K(s_n)_{n\geq K} naik, atau turun. Menurut Proposisi 25.1.12, untuk urusan kekonvergenan, "akhirnya monoton" sama baiknya dengan "monoton".

    Monoton dan Terbatas

    Proposisi 27.1.10

    (a) Barisan naik (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} selalu terbatas di bawah oleh sms_m. Jadi barisan naik terbatas jika dan hanya jika terbatas di atas.

    (b) Untuk barisan naik, sup⁡n≥msn=sup⁡n≥Ksn\sup_{n\geq m}s_n=\sup_{n\geq K}s_n untuk setiap K≥mK\geq m, bila salah satunya ada.

    Bukti. (a) Proposisi 27.1.2: sm≤sns_m\leq s_n. (b) Himpunan nilai ekor termuat dalam himpunan nilai barisan, sehingga sup⁡\sup ekor ≤sup⁡\leq\sup seluruhnya (Proposisi 11.2.15). Sebaliknya, setiap sjs_j dengan j<Kj<K memenuhi sj≤sK≤sup⁡n≥Ksns_j\leq s_K\leq\sup_{n\geq K}s_n, sehingga sup⁡\sup ekor adalah batas atas seluruh barisan. Untuk keberadaan: barisan terbatas di atas jika dan hanya jika ekornya terbatas di atas (Teorema 24.2.5). □\square

    Latihan

    Latihan 27.1-1. Tentukan apakah barisan berikut naik, turun, atau tidak monoton, dan buktikan: (a) nn2+1\tfrac{n}{n^2+1}; (b) 3nn!\tfrac{3^n}{n!}; (c) n+(−1)n2n+\tfrac{(-1)^n}2; (d) n+1−n\sqrt{n+1}-\sqrt n.

    Latihan 27.1-2. Buktikan versi tegas Proposisi 27.1.2, dan simpulkan bahwa barisan naik tegas injektif.

    Latihan 27.1-3. Buktikan bahwa (sn)(s_n) sekaligus naik dan turun jika dan hanya jika konstan.

    Latihan 27.1-4. Misalkan (sn)(s_n) naik dan (tn)(t_n) naik. Buktikan bahwa (sn+tn)(s_n+t_n) naik. Apakah (sntn)(s_nt_n) selalu naik? Bagaimana bila semua suku positif?

    Latihan 27.1-5. Barisan y1=3y_1=3, yn+1=12(yn+5yn)y_{n+1}=\tfrac12\bigl(y_n+\tfrac5{y_n}\bigr). Buktikan bahwa yn>0y_n>0, yn2≥5y_n^2\geq5 untuk n≥2n\geq2, dan (yn)(y_n) turun.

    Latihan 27.1-6. Barisan z1=0z_1=0, zn+1=zn2+12z_{n+1}=\tfrac{z_n^2+1}2. Buktikan bahwa (zn)(z_n) naik dan 0≤zn<10\leq z_n<1.

    Latihan 27.1-7. Buktikan bahwa barisan (n+1)22n\tfrac{(n+1)^2}{2^n}, n≥1n\geq1, akhirnya turun, dan tentukan sejak indeks berapa.

    Latihan 27.1-8. Beri contoh barisan terbatas yang tidak akhirnya monoton, dan barisan monoton yang tidak terbatas.

    Solusi

    Solusi 27.1-1. (a) sn+1−sn=n+1(n+1)2+1−nn2+1s_{n+1}-s_n=\tfrac{n+1}{(n+1)^2+1}-\tfrac n{n^2+1}. Pembilang selisihnya, setelah disamakan penyebut, adalah (n+1)(n2+1)−n(n2+2n+2)=n3+n2+n+1−n3−2n2−2n=−n2−n+1<0(n+1)(n^2+1)-n(n^2+2n+2)=n^3+n^2+n+1-n^3-2n^2-2n=-n^2-n+1<0 untuk n≥1n\geq1. Jadi barisan ini turun tegas. (b) Rasionya 3n+1\tfrac3{n+1}: ≥1\geq1 untuk n≤2n\leq2 dan <1<1 untuk n≥3n\geq3. Jadi barisan ini naik dari s1=3s_1=3 ke s2=s3=92s_2=s_3=\tfrac92, lalu turun tegas sejak n=3n=3. Barisan ini tidak monoton, tetapi akhirnya turun. (c) Selisihnya 1+(−1)n+1−(−1)n2=1−(−1)n1+\tfrac{(-1)^{n+1}-(-1)^n}2=1-(-1)^n, yang bernilai 00 untuk nn genap dan 22 untuk nn ganjil. Jadi barisan ini naik, tetapi tidak tegas. (d) 1n+1+n\tfrac1{\sqrt{n+1}+\sqrt n}, dan penyebutnya naik tegas. Jadi barisan ini turun tegas. □\square

    Solusi 27.1-2. Tetapkan jj, lalu lakukan induksi pada k≥j+1k\geq j+1. Basis sj<sj+1s_j<s_{j+1}. Bila sj<sks_j<s_k, maka sj<sk<sk+1s_j<s_k<s_{k+1}. Bila j≠kj\ne k, misalkan j<kj<k; maka sj<sks_j<s_k, sehingga sj≠sks_j\ne s_k. □\square

    Solusi 27.1-3. Naik dan turun memberi sn+1≥sns_{n+1}\geq s_n dan sn+1≤sns_{n+1}\leq s_n, sehingga sn+1=sns_{n+1}=s_n untuk semua nn. Induksi memberi sn=sms_n=s_m. Sebaliknya jelas. □\square

    Solusi 27.1-4. (sn+1+tn+1)−(sn+tn)≥0(s_{n+1}+t_{n+1})-(s_n+t_n)\geq0. Hasil kali tidak selalu naik: sn=tn=−1ns_n=t_n=-\tfrac1n naik, tetapi sntn=1n2s_nt_n=\tfrac1{n^2} turun. Bila semua suku positif: sn+1tn+1≥sntn+1≥sntns_{n+1}t_{n+1}\geq s_nt_{n+1}\geq s_nt_n, dengan mengalikan ketaksamaan oleh bilangan positif. □\square

    Solusi 27.1-5. Positif: induksi, karena jumlah dua bilangan positif dibagi 22 tetap positif. AM-GM (Teorema 10.4.3) untuk yny_n dan 5yn\tfrac5{y_n}: 5≤(yn+5/yn2)2=yn+125\leq\bigl(\tfrac{y_n+5/y_n}2\bigr)^2=y_{n+1}^2. Juga y12=9≥5y_1^2=9\geq5. Turun: yn+1−yn=5−yn22yn≤0y_{n+1}-y_n=\tfrac{5-y_n^2}{2y_n}\leq0, karena yn2≥5y_n^2\geq5 untuk semua n≥1n\geq1. □\square

    Solusi 27.1-6. f(x)=x2+12f(x)=\tfrac{x^2+1}2 naik pada [0,1)[0,1), karena 0≤x<y0\leq x<y memberi x2<y2x^2<y^2. ff memetakan [0,1)[0,1) ke [12,1)⊆[0,1)[\tfrac12,1)\subseteq[0,1). z1=0<12=z2z_1=0<\tfrac12=z_2. Proposisi 27.1.6 memberi bahwa barisan ini naik, dan induksi memberi zn∈[0,1)z_n\in[0,1). □\square

    Solusi 27.1-7. Rasionya (n+2)22(n+1)2<1  ⟺  (n+2)2<2(n+1)2  ⟺  n2+4n+4<2n2+4n+2  ⟺  n2>2  ⟺  n≥2\tfrac{(n+2)^2}{2(n+1)^2}<1\iff(n+2)^2<2(n+1)^2\iff n^2+4n+4<2n^2+4n+2\iff n^2>2\iff n\geq2. Untuk n=1n=1, rasionya 98>1\tfrac98>1. Jadi barisan ini turun tegas sejak n=2n=2: s1=2s_1=2, s2=94s_2=\tfrac94, s3=2s_3=2, dan seterusnya. □\square

    Solusi 27.1-8. Terbatas tetapi tidak akhirnya monoton: (−1)n(-1)^n. Setiap ekornya memuat pola −1,1,−1-1,1,-1, yang tidak naik maupun turun. Monoton tetapi tak terbatas: nn. □\square

    Ringkasan

    Barisan naik memenuhi sn+1≥sns_{n+1}\geq s_n, dan menurut induksi berlaku sj≤sks_j\leq s_k untuk j≤kj\leq k. Versi tegas dan versi turun didefinisikan serupa. Contoh master 1−1n1-\tfrac1n naik tegas, dengan selisih 1n(n+1)\tfrac1{n(n+1)}. Kemonotonan diperiksa dengan uji selisih, uji rasio, atau induksi untuk rekursi dengan fungsi naik. Barisan naik selalu terbatas di bawah, sehingga keterbatasannya hanya bergantung pada batas atas. Kemonotonan yang berlaku sejak suatu indeks sudah cukup untuk teori limit.

    27.2 Teorema Kekonvergenan Monoton

    Penjelasan master: setiap barisan monoton yang terbatas, yaitu terbatas di atas untuk barisan naik dan terbatas di bawah untuk barisan turun, dipastikan konvergen. (Teks master memuat artefak ketik "\otext" pada frasa "terbatas di ..."; isi matematisnya jelas dari keterangan dalam kurung.) Inilah teorema keberadaan pertama untuk limit barisan. Teorema ini menjamin limit tanpa menyebut nilainya. Kekuatannya berasal langsung dari aksioma supremum, dan unit ini juga membuktikan kebalikannya: di lapangan terurut, teorema ini setara dengan aksioma supremum.

    Prasyarat: Unit 27.1; aksioma supremum dan karakterisasi ε\varepsilon (Teorema 11.3.2, 11.3.3); Bab 25–26.

    Teorema

    Teorema 27.2.1 (Kekonvergenan Monoton)

    (a) Jika (sn)(s_n) naik dan terbatas di atas, maka (sn)(s_n) konvergen, dan lim⁡sn=sup⁡nsn\lim s_n=\sup_ns_n.

    (b) Jika (sn)(s_n) turun dan terbatas di bawah, maka (sn)(s_n) konvergen, dan lim⁡sn=inf⁡nsn\lim s_n=\inf_ns_n.

    (c) Jika (sn)(s_n) naik dan tidak terbatas di atas, maka sn→+∞s_n\to+\infty. Jika (sn)(s_n) turun dan tidak terbatas di bawah, maka sn→−∞s_n\to-\infty.

    Jadi barisan monoton konvergen jika dan hanya jika terbatas.

    Bukti. (a) Himpunan nilai {sn}\{s_n\} tidak kosong dan terbatas di atas, sehingga u=sup⁡nsnu=\sup_ns_n ada menurut aksioma supremum. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Menurut Teorema 11.3.2, ada N0N_0 dengan sN0>u−εs_{N_0}>u-\varepsilon. Untuk n≥N0n\geq N_0, kemonotonan dan sifat batas atas memberi

    u−ε<sN0≤sn≤u,u-\varepsilon<s_{N_0}\leq s_n\leq u,

    sehingga ∣sn−u∣<ε|s_n-u|<\varepsilon.

    (b) (−sn)(-s_n) naik dan terbatas di atas. Menurut (a), −sn→sup⁡(−sn)=−inf⁡sn-s_n\to\sup(-s_n)=-\inf s_n (Proposisi 11.2.14). Kalikan dengan −1-1 (Teorema 26.1.1(b)).

    (c) Untuk M∈RM\in\mathbb{R}, ada N0N_0 dengan sN0>Ms_{N_0}>M, karena MM bukan batas atas. Untuk n≥N0n\geq N_0, sn≥sN0>Ms_n\geq s_{N_0}>M. Kasus turun serupa.

    Untuk "jika dan hanya jika": barisan konvergen terbatas (Teorema 25.2.3). Sebaliknya, barisan monoton yang terbatas konvergen menurut (a) atau (b). □\square

    Pada bukti (a), satu suku yang dekat ke uu sudah cukup. Kemonotonan menjamin bahwa semua suku sesudahnya juga dekat. Inilah cara kemonotonan mengubah keterangan tentang "suatu suku" (dari supremum) menjadi keterangan tentang "semua suku sejak N0N_0" (limit). Teorema ini juga berlaku untuk barisan yang akhirnya monoton (Definisi 27.1.9 dan Proposisi 25.1.12).

    Contoh 27.2.2 (Contoh Master Unit 27.1)

    sn=1−1ns_n=1-\tfrac1n naik dan terbatas di atas oleh 11. Supremumnya 11: untuk ε>0\varepsilon>0, ada nn dengan 1n<ε\tfrac1n<\varepsilon. Jadi sn→1s_n\to1. Ini hasil yang sudah diketahui, tetapi sekarang diperoleh tanpa perhitungan N0N_0.

    Contoh 27.2.3 (Barisan Babilonia Konvergen ke 2\sqrt2)

    Untuk a1=1a_1=1 dan an+1=an2+1ana_{n+1}=\tfrac{a_n}2+\tfrac1{a_n} (Contoh 24.1.8): sejak n=2n=2, (an)(a_n) turun (Latihan 24.1-7) dan terbatas di bawah oleh 2\sqrt2. Teorema 27.2.1(b), diterapkan pada ekor sejak 22, memberi an→La_n\to L untuk suatu LL. Contoh 26.2.9(c) kemudian memberi L=2L=\sqrt2.

    Jadi janji Contoh 24.1.8 dipenuhi, dan perhitungan bersyarat di Contoh 26.2.9(c) kini sah karena keberadaan limit sudah dibuktikan. Lebih jauh, 0≤an+1−2=(an−2)22an0\leq a_{n+1}-\sqrt2=\tfrac{(a_n-\sqrt2)^2}{2a_n} (Latihan 27.2-3), sehingga galatnya kira-kira dikuadratkan setiap langkah. Inilah alasan a4=577408a_4=\tfrac{577}{408} sudah sangat dekat ke 2\sqrt2.

    Contoh 27.2.4 (xn+1=2+xnx_{n+1}=\sqrt{2+x_n} Konvergen ke 22)

    (xn)(x_n) naik (Contoh 27.1.7) dan terbatas di atas oleh 22 (Latihan 24.2-7), sehingga xn→Lx_n\to L dengan 1≤L≤21\leq L\leq2 (Akibat 25.2.6). Dari xn+1=2+xnx_{n+1}=\sqrt{2+x_n}, Teorema 26.2.8 dan Proposisi 25.1.12(b) memberi L=2+LL=\sqrt{2+L}. Jadi L2=2+LL^2=2+L, yaitu (L−2)(L+1)=0(L-2)(L+1)=0. Karena L≥1L\geq1, L=2L=2.

    Contoh 27.2.5 (Ekspansi Desimal; Janji Unit 12.4)

    Untuk string desimal (m,(dk)k≥1)(m,(d_k)_{k\geq1}) (Definisi 12.4.1), barisan pemotongan sn=m+∑k=1ndk10−ks_n=m+\sum_{k=1}^nd_k10^{-k} naik, karena sn+1−sn=dn+110−(n+1)≥0s_{n+1}-s_n=d_{n+1}10^{-(n+1)}\geq0. Barisan itu terbatas di atas oleh m+1m+1 (Lemma 12.4.2). Teorema 27.2.1(a) memberi

    lim⁡n→∞sn=sup⁡nsn=x,\lim_{n\to\infty}s_n=\sup_ns_n=x,

    dengan xx nilai string menurut Definisi 12.4.3. Bab 12 mendefinisikan nilai ekspansi desimal sebagai supremum, tanpa limit. Contoh ini menunjukkan bahwa nilai itu sama dengan limit barisan pemotongan. Inilah keterkaitan yang dijanjikan di akhir Unit 12.4. Proposisi 12.4.4 bahkan memberi laju kekonvergenannya: 0≤x−sn≤10−n0\leq x-s_n\leq10^{-n}. Bagian VI menulis x=m+∑k=1∞dk10−kx=m+\sum_{k=1}^\infty d_k10^{-k} sebagai jumlah deret tak hingga, dan pada saat itu notasi ini mempunyai arti yang sudah tersedia.

    Contoh 27.2.6 (Jumlah ∑1k2\sum\tfrac1{k^2})

    tn=∑k=1n1k2t_n=\sum_{k=1}^n\tfrac1{k^2} naik. Untuk k≥2k\geq2, 1k2<1k(k−1)=1k−1−1k\tfrac1{k^2}<\tfrac1{k(k-1)}=\tfrac1{k-1}-\tfrac1k. Dengan menjumlahkan secara teleskopik,

    tn<1+(1−1n)<2.t_n<1+\Bigl(1-\frac1n\Bigr)<2.

    Jadi (tn)(t_n) konvergen ke suatu limit ≤2\leq2. Teorema ini tidak memberi nilai limitnya. Sebagai fakta yang dicatat tanpa bukti: nilainya π26\tfrac{\pi^2}6 (soal Basel). Buktinya memerlukan alat di luar Bagian V, dan buku ini tidak memakainya. Bandingkan dengan Hn=∑1kH_n=\sum\tfrac1k, yang naik tetapi tak terbatas, sehingga Hn→+∞H_n\to+\infty menurut Teorema 27.2.1(c).

    Kekonvergenan Monoton sebagai Aksioma Kelengkapan

    Bukti Teorema 27.2.1 memakai aksioma supremum. Teorema berikut menunjukkan bahwa ketergantungan ini tidak dapat dihindari. Di lapangan terurut sebarang, kekonvergenan monoton dan aksioma supremum setara.

    Untuk lapangan terurut FF (Bab 9–10), definisi limit barisan di FF sama persis dengan Definisi 25.1.1, dengan ε∈F\varepsilon\in F, ε>0\varepsilon>0, dan nilai mutlak di FF. Bukti-bukti Teorema 25.2.1 (ketunggalan), Teorema 25.2.4(a) (tanda), Teorema 26.1.1 (kelinearan), dan Proposisi 25.1.12(b) (pergeseran) hanya memakai aksioma lapangan terurut, ketaksamaan segitiga, dan ε2∈F\tfrac\varepsilon2\in F. Jadi hasil-hasil itu berlaku di FF. Contoh 25.1.4 (1n→0\tfrac1n\to0) tidak termasuk, karena memakai sifat Archimedes.

    Teorema 27.2.7 (Kesetaraan dengan Aksioma Supremum)

    Untuk lapangan terurut FF, pernyataan berikut setara:

    (a) setiap subhimpunan FF yang tak kosong dan terbatas di atas mempunyai supremum di FF;

    (b) setiap barisan di FF yang naik dan terbatas di atas konvergen di FF.

    Bukti. (a)⇒(b): bukti Teorema 27.2.1(a) hanya memakai (a) dan Teorema 11.3.2, yang berlaku di lapangan terurut mana pun untuk himpunan yang mempunyai supremum.

    (b)⇒(a). Asumsikan (b).

    Langkah 1: FF Archimedes. Andaikan himpunan {n⋅1F:n∈N+}\{n\cdot1_F:n\in\mathbb{N}_{+}\} terbatas di atas. Barisan sn=n⋅1Fs_n=n\cdot1_F naik, sehingga menurut (b), sn→Ls_n\to L untuk suatu L∈FL\in F. Pergeseran memberi sn+1→Ls_{n+1}\to L, dan kelinearan memberi 1F=sn+1−sn→L−L=01_F=s_{n+1}-s_n\to L-L=0. Barisan konstan 1F1_F juga konvergen ke 1F1_F, sehingga ketunggalan memberi 1F=01_F=0, kontradiksi. Jadi untuk setiap ε>0\varepsilon>0 ada nn dengan n>1εn>\tfrac1\varepsilon. Akibatnya 1n→0\tfrac1n\to0 di FF, dengan bukti Contoh 25.1.4. Juga 0<12n≤1n0<\tfrac1{2^n}\leq\tfrac1n, karena 2n≥n2^n\geq n (Bernoulli, yang berlaku di lapangan terurut), sehingga 12n→0\tfrac1{2^n}\to0 dengan argumen apit Teorema 26.3.2, yang buktinya juga hanya memakai aksioma lapangan terurut.

    Langkah 2: barisan turun yang terbatas di bawah konvergen. Bila (tn)(t_n) turun dan tn≥Lt_n\geq L, maka (−tn)(-t_n) naik dan terbatas di atas oleh −L-L. Jadi (−tn)(-t_n) konvergen, dan tn=(−1)(−tn)t_n=(-1)(-t_n) juga konvergen.

    Langkah 3: bagi dua. Misalkan S⊆FS\subseteq F tak kosong dan terbatas di atas. Ambil x0∈Sx_0\in S, a0=x0−1a_0=x_0-1, dan b0b_0 suatu batas atas. Maka a0a_0 bukan batas atas, karena x0>a0x_0>a_0. Definisikan secara rekursif (Teorema 7.4.1), dengan cn=an+bn2c_n=\tfrac{a_n+b_n}2:

    (an+1,bn+1)={(an,cn),cn batas atas S,(cn,bn),cn bukan batas atas S.(a_{n+1},b_{n+1})=\begin{cases}(a_n,c_n),&c_n\text{ batas atas }S,\\(c_n,b_n),&c_n\text{ bukan batas atas }S.\end{cases}

    Aturan ini tertentu, karena "cnc_n batas atas SS" adalah pernyataan yang benar atau salah, sehingga tidak ada pilihan. Induksi memberi, untuk semua nn:

    • bnb_n batas atas SS, dan ana_n bukan batas atas;
    • an≤an+1a_n\leq a_{n+1} dan bn+1≤bnb_{n+1}\leq b_n;
    • bn−an=b0−a02nb_n-a_n=\tfrac{b_0-a_0}{2^n};
    • an<bna_n<b_n: ada x∈Sx\in S dengan x>anx>a_n, dan x≤bnx\leq b_n.

    Langkah 4: limit. (an)(a_n) naik dan terbatas di atas oleh b0b_0, sehingga an→aa_n\to a. (bn)(b_n) turun dan terbatas di bawah oleh a0a_0, sehingga bn→bb_n\to b (Langkah 2). Lalu bn−an=(b0−a0)12n→0b_n-a_n=(b_0-a_0)\tfrac1{2^n}\to0 (Langkah 1), sedangkan bn−an→b−ab_n-a_n\to b-a. Ketunggalan memberi a=ba=b.

    Langkah 5: b=sup⁡Sb=\sup S.

    • bb batas atas. Andaikan ada x∈Sx\in S dengan x>bx>b. Maka x−bn→x−b>0x-b_n\to x-b>0, sehingga x−bn>0x-b_n>0 sejak suatu indeks (Teorema 25.2.4(a)). Jadi x>bnx>b_n, bertentangan dengan bnb_n batas atas.
    • bb terkecil. Misalkan u<bu<b. Karena an→ba_n\to b, an−u→b−u>0a_n-u\to b-u>0, sehingga an>ua_n>u untuk suatu nn. Karena ana_n bukan batas atas, ada x∈Sx\in S dengan x>an>ux>a_n>u. Jadi uu bukan batas atas.

    Maka b=sup⁡Sb=\sup S. □\square

    Teorema ini memberi cara lain untuk merumuskan kelengkapan R\mathbb{R}: aksioma supremum dapat diganti dengan "setiap barisan naik yang terbatas di atas konvergen". Kedua rumusan menghasilkan teori yang sama. Di Q\mathbb{Q}, keduanya gagal: barisan pemotongan desimal 2\sqrt2 naik dan terbatas di atas, tetapi tidak mempunyai limit di Q\mathbb{Q} (Contoh 25.2.2). Bab 29 memberi rumusan ketiga, yaitu kekonvergenan barisan Cauchy.

    Latihan

    Latihan 27.2-1. Buktikan bahwa barisan (yn)(y_n) pada Latihan 27.1-5 konvergen ke 5\sqrt5, dan barisan (zn)(z_n) pada Latihan 27.1-6 konvergen ke 11.

    Latihan 27.2-2. Misalkan s1=12s_1=\tfrac12 dan sn+1=sn−sn2s_{n+1}=s_n-s_n^2. Buktikan bahwa 0<sn<10<s_n<1, (sn)(s_n) turun, dan sn→0s_n\to0.

    Latihan 27.2-3. Untuk barisan Babilonia, buktikan identitas an+1−2=(an−2)22ana_{n+1}-\sqrt2=\dfrac{(a_n-\sqrt2)^2}{2a_n}, lalu buktikan 0<a4−2<10−50<a_4-\sqrt2<10^{-5} dengan a42−2=1166464a_4^2-2=\tfrac1{166464}.

    Latihan 27.2-4. Buktikan Teorema Interval Bersarang (Teorema 12.2.4) dengan Teorema 27.2.1: untuk [an,bn][a_n,b_n] bersarang, (an)(a_n) naik dan (bn)(b_n) turun. Tunjukkan bahwa lim⁡an\lim a_n termuat dalam semua interval.

    Latihan 27.2-5. Misalkan (sn)(s_n) naik dan sn→Ls_n\to L. Buktikan bahwa sn≤Ls_n\leq L untuk semua nn. Bila (sn)(s_n) naik tegas, buktikan bahwa sn<Ls_n<L untuk semua nn.

    Latihan 27.2-6. Misalkan sn>0s_n>0 dan sn+1sn≤q\tfrac{s_{n+1}}{s_n}\leq q untuk semua n≥Kn\geq K, dengan 0<q<10<q<1 tetap. Buktikan bahwa sn→0s_n\to0. Terapkan pada 3nn!\tfrac{3^n}{n!}.

    Latihan 27.2-7. Buktikan Teorema 27.2.1(b) secara langsung dengan Teorema 11.3.3 dan karakterisasi ε\varepsilon untuk infimum (Teorema 11.2.10), tanpa memakai (−sn)(-s_n).

    Latihan 27.2-8. Pada bukti Teorema 27.2.7, buktikan keempat invarian Langkah 3 dengan induksi.

    Solusi

    Solusi 27.2-1. (yn)(y_n) turun dan terbatas di bawah oleh 5>0\sqrt5>0, karena yn2≥5y_n^2\geq5 dan yn>0y_n>0. Jadi yn→L≥5>0y_n\to L\geq\sqrt5>0. Dari rekursi, L=12(L+5L)L=\tfrac12\bigl(L+\tfrac5L\bigr), sehingga L2=5L^2=5 dan L=5L=\sqrt5. (zn)(z_n) naik dan terbatas di atas oleh 11, sehingga zn→L∈[0,1]z_n\to L\in[0,1]. Dari rekursi, L=L2+12L=\tfrac{L^2+1}2, sehingga (L−1)2=0(L-1)^2=0 dan L=1L=1. □\square

    Solusi 27.2-2. Induksi: bila 0<sn<10<s_n<1, maka sn+1=sn(1−sn)s_{n+1}=s_n(1-s_n) adalah hasil kali dua bilangan di (0,1)(0,1), sehingga berada di (0,1)(0,1). Turun: sn+1−sn=−sn2<0s_{n+1}-s_n=-s_n^2<0. Barisan ini terbatas di bawah oleh 00, sehingga sn→L≥0s_n\to L\geq0. Dari rekursi, L=L−L2L=L-L^2, sehingga L=0L=0. □\square

    Solusi 27.2-3. an2+1an−2=an2−22an+22an=(an−2)22an\tfrac{a_n}2+\tfrac1{a_n}-\sqrt2=\tfrac{a_n^2-2\sqrt2a_n+2}{2a_n}=\tfrac{(a_n-\sqrt2)^2}{2a_n}. Untuk a4a_4: a4−2=a42−2a4+2=1166464(a4+2)a_4-\sqrt2=\tfrac{a_4^2-2}{a_4+\sqrt2}=\tfrac1{166464(a_4+\sqrt2)}. Karena a4≥2>1,4a_4\geq\sqrt2>1{,}4, berlaku a4+2>2,8a_4+\sqrt2>2{,}8, sehingga 0<a4−2<1466099<10−50<a_4-\sqrt2<\tfrac1{466099}<10^{-5}. Di sini 166464⋅2,8=466099,2166464\cdot2{,}8=466099{,}2. □\square

    Solusi 27.2-4. Interval bersarang berarti [an+1,bn+1]⊆[an,bn][a_{n+1},b_{n+1}]\subseteq[a_n,b_n], sehingga an≤an+1≤bn+1≤bna_n\leq a_{n+1}\leq b_{n+1}\leq b_n. (an)(a_n) naik dan terbatas di atas oleh b1b_1, sehingga an→aa_n\to a. Untuk kk tetap, an≤bka_n\leq b_k untuk semua nn. Untuk n≤kn\leq k, ini karena an≤ak≤bka_n\leq a_k\leq b_k; untuk n>kn>k, karena an≤bn≤bka_n\leq b_n\leq b_k. Akibat 25.2.6 memberi a≤bka\leq b_k. Juga ak≤aa_k\leq a (Latihan 27.2-5). Jadi a∈[ak,bk]a\in[a_k,b_k] untuk setiap kk. □\square

    Solusi 27.2-5. L=sup⁡snL=\sup s_n (Teorema 27.2.1(a) dan ketunggalan), sehingga sn≤Ls_n\leq L. Bila naik tegas dan sn=Ls_n=L untuk suatu nn, maka sn+1>Ls_{n+1}>L, kontradiksi. □\square

    Solusi 27.2-6. Untuk n≥Kn\geq K, sn+1≤qsn<sns_{n+1}\leq qs_n<s_n, sehingga ekornya turun dan terbatas di bawah oleh 00. Induksi memberi 0<sn≤sKqn−K0<s_n\leq s_Kq^{n-K}. Ruas kanan menuju 00 (Contoh 25.3.6), sehingga Akibat 26.3.3 memberi sn→0s_n\to0. Untuk 3nn!\tfrac{3^n}{n!}, rasionya 3n+1≤12\tfrac3{n+1}\leq\tfrac12 untuk n≥5n\geq5. □\square

    Solusi 27.2-7. ℓ=inf⁡sn\ell=\inf s_n ada menurut Teorema 11.3.3. Untuk ε>0\varepsilon>0, Teorema 11.2.10 memberi N0N_0 dengan sN0<ℓ+εs_{N_0}<\ell+\varepsilon. Untuk n≥N0n\geq N_0, ℓ≤sn≤sN0<ℓ+ε\ell\leq s_n\leq s_{N_0}<\ell+\varepsilon. □\square

    Solusi 27.2-8. Untuk n=0n=0: b0b_0 batas atas, a0a_0 bukan batas atas, b0−a0=b0−a020b_0-a_0=\tfrac{b_0-a_0}{2^0}, dan x0∈Sx_0\in S memberi a0<x0≤b0a_0<x_0\leq b_0. Langkah: bila cnc_n batas atas, maka bn+1=cnb_{n+1}=c_n batas atas, an+1=ana_{n+1}=a_n bukan batas atas, dan bn+1=cn≤bnb_{n+1}=c_n\leq b_n, karena cnc_n titik tengah dan an<bna_n<b_n. Bila cnc_n bukan batas atas, maka an+1=cn≥ana_{n+1}=c_n\geq a_n dan bn+1=bnb_{n+1}=b_n. Pada kedua kasus, bn+1−an+1=bn−an2=b0−a02n+1b_{n+1}-a_{n+1}=\tfrac{b_n-a_n}2=\tfrac{b_0-a_0}{2^{n+1}}. Ketaksamaan an+1<bn+1a_{n+1}<b_{n+1} diperoleh dengan argumen yang sama seperti pada n=0n=0. □\square

    Ringkasan

    Barisan naik yang terbatas di atas konvergen ke supremumnya. Barisan turun yang terbatas di bawah konvergen ke infimumnya. Barisan monoton yang tak terbatas divergen ke ±∞\pm\infty. Jadi untuk barisan monoton, "konvergen" sama dengan "terbatas". Teorema ini menutup tiga janji: barisan Babilonia konvergen ke 2\sqrt2 dengan galat yang dikuadratkan, 2+xn→2\sqrt{2+x_n}\to2, dan nilai ekspansi desimal (Unit 12.4) sama dengan limit barisan pemotongannya. Pola kerjanya: buktikan kemonotonan dan keterbatasan, simpulkan keberadaan limit, lalu tentukan nilainya dari persamaan rekursi. Di lapangan terurut, kekonvergenan monoton setara dengan aksioma supremum, sehingga keduanya dapat dipakai sebagai aksioma kelengkapan.

    27.3 Bilangan Euler ee sebagai Limit Barisan Monoton

    Rumus master:

    e=lim⁡n→∞(1+1n)n≈2,71828.e=\lim_{n\to\infty}\Bigl(1+\frac1n\Bigr)^n\approx2{,}71828.

    Unit ini membuktikan bahwa limit ini ada, dengan Teorema Kekonvergenan Monoton, sehingga ee terdefinisi sebagai bilangan real. Unit ini juga membuktikan bahwa ee sama dengan limit ∑k=0n1k!\sum_{k=0}^n\tfrac1{k!}, membuktikan taksiran 2,718282{,}71828 dengan batas galat yang eksplisit, dan membuktikan bahwa ee irasional. Pada setiap langkah, keberadaan limit diperoleh dari kemonotonan dan keterbatasan, bukan dari perhitungan numerik.

    Barisan (1+1n)n(1+\tfrac1n)^n sudah muncul di Latihan 24.2-6, yang memberi batas bawah 22 dan menjanjikan batas atas di unit ini.

    Prasyarat: Unit 27.1–27.2; AM-GM versi polinomial (Teorema 10.4.3); Bab 26.

    Dua Barisan Monoton

    Untuk n≥1n\geq1 tetapkan

    an=(1+1n)n,bn=(1+1n)n+1=an(1+1n).a_n=\Bigl(1+\frac1n\Bigr)^n,\qquad b_n=\Bigl(1+\frac1n\Bigr)^{n+1}=a_n\Bigl(1+\frac1n\Bigr).

    Lemma 27.3.1 (ana_n Naik Tegas)

    an<an+1a_n<a_{n+1} untuk semua n≥1n\geq1.

    Bukti. Terapkan Teorema 10.4.3 pada n+1n+1 bilangan positif: nn salinan 1+1n1+\tfrac1n dan satu bilangan 11. Rata-ratanya

    A=n(1+1n)+1n+1=n+2n+1=1+1n+1.A=\frac{n\bigl(1+\tfrac1n\bigr)+1}{n+1}=\frac{n+2}{n+1}=1+\frac1{n+1}.

    Hasil kalinya (1+1n)n⋅1=an\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^n\cdot1=a_n. Teorema 10.4.3 memberi an≤An+1=an+1a_n\leq A^{n+1}=a_{n+1}. Kesamaan hanya terjadi bila semua bilangan sama, padahal 1+1n≠11+\tfrac1n\ne1. Jadi an<an+1a_n<a_{n+1}. □\square

    Lemma 27.3.2 (bnb_n Turun Tegas)

    bn+1<bnb_{n+1}<b_n untuk semua n≥1n\geq1.

    Bukti. 1bn=(nn+1)n+1\tfrac1{b_n}=\bigl(\tfrac n{n+1}\bigr)^{n+1}. Terapkan Teorema 10.4.3 pada n+2n+2 bilangan positif: n+1n+1 salinan nn+1\tfrac n{n+1} dan satu bilangan 11. Rata-ratanya n+1n+2\tfrac{n+1}{n+2}, karena jumlahnya (n+1)⋅nn+1+1=n+1(n+1)\cdot\tfrac n{n+1}+1=n+1. Jadi

    1bn=(nn+1)n+1<(n+1n+2)n+2=1bn+1.\frac1{b_n}=\Bigl(\frac n{n+1}\Bigr)^{n+1}<\Bigl(\frac{n+1}{n+2}\Bigr)^{n+2}=\frac1{b_{n+1}}.

    Ketaksamaannya tegas karena nn+1≠1\tfrac n{n+1}\ne1. Membalik kedua ruas positif memberi bn+1<bnb_{n+1}<b_n. □\square

    Teorema 27.3.3 (Keberadaan ee)

    (an)(a_n) dan (bn)(b_n) konvergen ke limit yang sama. Limit bersama ini disebut bilangan Euler, ee. Untuk semua n≥1n\geq1,

    an<e<bn,khususnya2≤an<e<bn≤4.a_n<e<b_n,\qquad\text{khususnya}\qquad2\leq a_n<e<b_n\leq4.

    Bukti. an<bna_n<b_n, karena bn=an(1+1n)b_n=a_n(1+\tfrac1n) dan an>0a_n>0. Jadi an<bn≤b1=4a_n<b_n\leq b_1=4, sehingga (an)(a_n) naik dan terbatas di atas oleh 44. Juga bn>an≥a1=2b_n>a_n\geq a_1=2, sehingga (bn)(b_n) turun dan terbatas di bawah oleh 22. Teorema 27.2.1 memberi an→ea_n\to e dan bn→e′b_n\to e'. Karena bn=an(1+1n)b_n=a_n\bigl(1+\tfrac1n\bigr), Teorema 26.2.1 memberi e′=e⋅1=ee'=e\cdot1=e. Barisan yang naik tegas memenuhi an<ea_n<e, dan barisan yang turun tegas memenuhi e<bne<b_n (Latihan 27.2-5 dan versi turunnya). □\square

    Batas atas 44 menepati janji Latihan 24.2-6. Selisih bn−an=ann<4nb_n-a_n=\tfrac{a_n}n<\tfrac4n menuju 00, tetapi lambat. Untuk mendapatkan lima angka desimal ee dari ana_n dan bnb_n, diperlukan nn dalam orde ratusan ribu. Karena itu kita membutuhkan barisan lain yang lebih cepat.

    Contoh numerik: a1=2a_1=2, b1=4b_1=4; a2=94=2,25a_2=\tfrac94=2{,}25, b2=278=3,375b_2=\tfrac{27}8=3{,}375; a3=6427≈2,370a_3=\tfrac{64}{27}\approx2{,}370, b3=25681≈3,160b_3=\tfrac{256}{81}\approx3{,}160. Jadi 2,37<e<3,172{,}37<e<3{,}17.

    Tafsiran sebagai model hipotetis: bila suatu simpanan diberi bunga 100%100\% per tahun yang dimajemukkan nn kali, saldonya setelah satu tahun adalah ana_n kali modal awal. Lemma 27.3.1 menyatakan bahwa pemajemukan yang lebih sering selalu menguntungkan, dan Teorema 27.3.3 menyatakan bahwa keuntungan itu terbatas: faktor pengali tidak pernah mencapai ee. Model ini hanya ilustrasi aritmetika, bukan klaim tentang produk keuangan tertentu.

    Teorema Binomial

    Untuk menghubungkan ana_n dengan ∑1k!\sum\tfrac1{k!}, kita memerlukan ekspansi (1+1n)n(1+\tfrac1n)^n. Teorema binomial belum dibuktikan di buku ini (Bab 10 hanya memakai Bernoulli), sehingga teorema itu dibuktikan di sini.

    Definisi 27.3.4 (Faktorial dan Koefisien Binomial)

    0!=10!=1 dan (n+1)!=(n+1)⋅n!(n+1)!=(n+1)\cdot n! (rekursi). Untuk n∈Nn\in\mathbb{N} dan 0≤k≤n0\leq k\leq n:

    (nk)=n!k! (n−k)!.\binom nk=\frac{n!}{k!\,(n-k)!}.

    Lemma 27.3.5 (Pascal)

    (n0)=(nn)=1\binom n0=\binom nn=1, dan untuk 1≤k≤n1\leq k\leq n:

    (nk−1)+(nk)=(n+1k).\binom n{k-1}+\binom nk=\binom{n+1}k.

    Bukti. Bagian pertama langsung dari definisi. Untuk identitasnya, samakan penyebut menjadi k! (n+1−k)!k!\,(n+1-k)!:

    n! kk! (n+1−k)!+n! (n+1−k)k! (n+1−k)!=n! (n+1)k! (n+1−k)!=(n+1k).□\frac{n!\,k}{k!\,(n+1-k)!}+\frac{n!\,(n+1-k)}{k!\,(n+1-k)!}=\frac{n!\,(n+1)}{k!\,(n+1-k)!}=\binom{n+1}k.\qquad\square

    Teorema 27.3.6 (Binomial)

    Untuk x,y∈Rx,y\in\mathbb{R} dan n∈Nn\in\mathbb{N}: (x+y)n=∑k=0n(nk)xn−kyk(x+y)^n=\sum_{k=0}^n\binom nkx^{n-k}y^k.

    Bukti. Induksi pada nn. Untuk n=0n=0, kedua ruas bernilai 11. Untuk langkah,

    (x+y)n+1=(x+y)∑k=0n(nk)xn−kyk=∑k=0n(nk)xn+1−kyk+∑k=1n+1(nk−1)xn+1−kyk.(x+y)^{n+1}=(x+y)\sum_{k=0}^n\binom nkx^{n-k}y^k=\sum_{k=0}^n\binom nkx^{n+1-k}y^k+\sum_{k=1}^{n+1}\binom n{k-1}x^{n+1-k}y^k.

    Pada jumlah kedua, indeks digeser dengan k↦k−1k\mapsto k-1. Kumpulkan koefisien xn+1−kykx^{n+1-k}y^k. Untuk k=0k=0, koefisiennya (n0)=1=(n+10)\binom n0=1=\binom{n+1}0. Untuk k=n+1k=n+1, koefisiennya (nn)=1=(n+1n+1)\binom nn=1=\binom{n+1}{n+1}. Untuk 1≤k≤n1\leq k\leq n, koefisiennya (nk−1)+(nk)=(n+1k)\binom n{k-1}+\binom nk=\binom{n+1}k (Lemma 27.3.5). □\square

    Bilangan (nk)\binom nk adalah bilangan asli. Hal ini mengikuti dari Lemma 27.3.5 dengan induksi pada nn. Fakta ini tidak dipakai di bawah, tetapi menjelaskan nama "koefisien".

    Deret Faktorial

    Lemma 27.3.7 (Ekspansi ana_n)

    Untuk n≥1n\geq1:

    an=∑k=0n1k!∏j=0k−1(1−jn),a_n=\sum_{k=0}^n\frac1{k!}\prod_{j=0}^{k-1}\Bigl(1-\frac jn\Bigr),

    dengan hasil kali kosong (k=0k=0) bernilai 11. Setiap faktor 1−jn1-\tfrac jn terletak di (0,1](0,1] untuk 0≤j≤k−1≤n−10\leq j\leq k-1\leq n-1.

    Bukti. Teorema 27.3.6 dengan x=1x=1 dan y=1ny=\tfrac1n memberi an=∑k=0n(nk)1nka_n=\sum_{k=0}^n\binom nk\tfrac1{n^k}. Selanjutnya

    (nk)1nk=1k!⋅n(n−1)⋯(n−k+1)nk=1k!∏j=0k−1n−jn.□\binom nk\frac1{n^k}=\frac1{k!}\cdot\frac{n(n-1)\cdots(n-k+1)}{n^k}=\frac1{k!}\prod_{j=0}^{k-1}\frac{n-j}n.\qquad\square

    Tetapkan En=∑k=0n1k!E_n=\sum_{k=0}^n\tfrac1{k!}.

    Teorema 27.3.8 (ee sebagai Limit Deret Faktorial)

    (En)(E_n) naik tegas, an≤En≤ea_n\leq E_n\leq e untuk semua n≥1n\geq1, dan En→eE_n\to e.

    Bukti. En+1−En=1(n+1)!>0E_{n+1}-E_n=\tfrac1{(n+1)!}>0.

    an≤Ena_n\leq E_n: pada Lemma 27.3.7, setiap hasil kali ≤1\leq1.

    Em≤eE_m\leq e untuk setiap mm: tetapkan mm. Untuk n≥mn\geq m, semua suku di Lemma 27.3.7 taknegatif, sehingga dengan membuang suku k>mk>m:

    an≥∑k=0m1k!∏j=0k−1(1−jn).a_n\geq\sum_{k=0}^m\frac1{k!}\prod_{j=0}^{k-1}\Bigl(1-\frac jn\Bigr).

    Ruas kanan adalah jumlah dari m+1m+1 suku, dan banyaknya suku itu tetap, tidak bergantung pada nn. Setiap suku adalah hasil kali paling banyak mm faktor 1−jn→11-\tfrac jn\to1. Bab 26 (Akibat 26.1.2 dan Teorema 26.2.1) memberi bahwa ruas kanan menuju ∑k=0m1k!=Em\sum_{k=0}^m\tfrac1{k!}=E_m bila n→∞n\to\infty. Teorema 26.3.1 memberi e=lim⁡an≥Eme=\lim a_n\geq E_m.

    Jadi an≤En≤ea_n\leq E_n\leq e dan an→ea_n\to e. Teorema apit memberi En→eE_n\to e. □\square

    Perhatikan peran mm yang tetap dalam bukti. Pada Lemma 27.3.7, banyaknya suku tumbuh bersama nn. Karena itu kita tidak boleh mengambil limit suku demi suku pada seluruh jumlah (Akibat 26.1.2 dan Latihan 26.1-7). Kita memotongnya dulu di mm yang tetap, mengambil limit, lalu membiarkan mm bebas.

    Teorema 27.3.9 (Galat)

    Untuk n≥1n\geq1:

    0<e−En≤n+2(n+1)! (n+1)<1n! n.0<e-E_n\leq\frac{n+2}{(n+1)!\,(n+1)}<\frac1{n!\,n}.

    Bukti. Untuk m>nm>n:

    Em−En=∑k=n+1m1k!≤1(n+1)!∑i=0m−n−11(n+2)i<1(n+1)!⋅11−1n+2=n+2(n+1)! (n+1).E_m-E_n=\sum_{k=n+1}^m\frac1{k!}\leq\frac1{(n+1)!}\sum_{i=0}^{m-n-1}\frac1{(n+2)^i}<\frac1{(n+1)!}\cdot\frac1{1-\frac1{n+2}}=\frac{n+2}{(n+1)!\,(n+1)}.

    Langkah pertama memakai k!=(n+1)! (n+2)⋯k≥(n+1)! (n+2)k−n−1k!=(n+1)!\,(n+2)\cdots k\geq(n+1)!\,(n+2)^{k-n-1}. Langkah kedua memakai jumlah geometri hingga ∑i=0pri=1−rp+11−r<11−r\sum_{i=0}^{p}r^i=\tfrac{1-r^{p+1}}{1-r}<\tfrac1{1-r} untuk 0<r<10<r<1. Ambil limit m→∞m\to\infty dengan Teorema 26.3.1, dengan Em→eE_m\to e, untuk memperoleh e−En≤n+2(n+1)!(n+1)e-E_n\leq\tfrac{n+2}{(n+1)!(n+1)}.

    Kepositifan: e≥En+1>Ene\geq E_{n+1}>E_n.

    Ketaksamaan terakhir setara dengan n(n+2)<(n+1)2n(n+2)<(n+1)^2, yaitu 0<10<1. □\square

    Contoh 27.3.10 (Angka Master e≈2,71828e\approx2{,}71828)

    Untuk n=9n=9: 9!=3628809!=362880, dan

    E9=∑k=099!/k!9!=362880+362880+181440+60480+15120+3024+504+72+9+1362880=986410362880.E_9=\frac{\sum_{k=0}^99!/k!}{9!}=\frac{362880+362880+181440+60480+15120+3024+504+72+9+1}{362880}=\frac{986410}{362880}.

    Pembagian panjang memberi 2,7182815<E9<2,71828162{,}7182815<E_9<2{,}7182816. Pemeriksaannya: 362880⋅2,7182815=986409,99…362880\cdot2{,}7182815=986409{,}99\ldots, yang lebih kecil daripada 986410986410, dan 362880⋅2,7182816=986410,03…362880\cdot2{,}7182816=986410{,}03\ldots, yang lebih besar. Teorema 27.3.9 memberi

    0<e−E9≤1110!⋅10=1136288000<3,1⋅10−7.0<e-E_9\leq\frac{11}{10!\cdot10}=\frac{11}{36288000}<3{,}1\cdot10^{-7}.

    Jadi

    2,7182815<e<2,7182816+0,00000031<2,7182820.2{,}7182815<e<2{,}7182816+0{,}00000031<2{,}7182820.

    Akibatnya, pembulatan ee ke lima angka desimal adalah 2,718282{,}71828, sesuai angka master. Batas ini dibuktikan, bukan hanya diamati secara numerik.

    Irasionalitas

    Teorema 27.3.11

    ee irasional.

    Bukti. Andaikan e=pqe=\tfrac pq dengan p,q∈N+p,q\in\mathbb{N}_{+}. Ambil n=qn=q. Kalikan Teorema 27.3.9 dengan n!n!:

    0<n! e−n! En<1n≤1.0<n!\,e-n!\,E_n<\frac1n\leq1.

    n! e=n! pqn!\,e=\tfrac{n!\,p}q adalah bilangan bulat, karena q=nq=n membagi n!n!. Juga n! En=∑k=0nn!k!n!\,E_n=\sum_{k=0}^n\tfrac{n!}{k!} bilangan bulat, karena k!k! membagi n!n! untuk k≤nk\leq n. Selisih dua bilangan bulat berada tegas di antara 00 dan 11, mustahil. □\square

    Perbandingan dengan 2\sqrt2 (Bab 8 dan 11): irasionalitas 2\sqrt2 dibuktikan secara aljabar dari persamaan x2=2x^2=2. Irasionalitas ee dibuktikan secara analitis dari laju kekonvergenan: EnE_n mendekati ee terlalu cepat untuk ee berupa pecahan dengan penyebut qq.

    Latihan

    Latihan 27.3-1. Hitung a4a_4 dan b4b_4 sebagai pecahan, dan simpulkan selang bagi ee yang dihasilkan.

    Latihan 27.3-2. Buktikan dengan AM-GM bahwa (1+2n)n\bigl(1+\tfrac2n\bigr)^n naik tegas, untuk n≥1n\geq1.

    Latihan 27.3-3. Buktikan bahwa (1−1n)n\bigl(1-\tfrac1n\bigr)^n, n≥2n\geq2, naik dan terbatas, sehingga konvergen. (Petunjuk: 1−1n=n−1n1-\tfrac1n=\tfrac{n-1}n, dan bandingkan dengan bn−1b_{n-1}.) Buktikan bahwa limitnya 1e\tfrac1e.

    Latihan 27.3-4. Buktikan bahwa (nk)∈N\binom nk\in\mathbb{N} untuk 0≤k≤n0\leq k\leq n, dan ∑k=0n(nk)=2n\sum_{k=0}^n\binom nk=2^n.

    Latihan 27.3-5. Buktikan bahwa En<3E_n<3 untuk semua nn, dengan memakai k!≥2k−1k!\geq2^{k-1}, lalu simpulkan e≤3e\leq3.

    Latihan 27.3-6. Berapa nn terkecil yang dijamin oleh Teorema 27.3.9 memberi e−En<10−10e-E_n<10^{-10}? Gunakan batas 1n! n\tfrac1{n!\,n}.

    Latihan 27.3-7. Buktikan bahwa (1+12n)2n→e\bigl(1+\tfrac1{2n}\bigr)^{2n}\to e dan (1+1n)2n→e2\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^{2n}\to e^2.

    Latihan 27.3-8. Pada bukti Teorema 27.3.11, mengapa kita memerlukan ketaksamaan tegas e−En>0e-E_n>0? Apa yang gagal bila hanya diketahui e−En≥0e-E_n\geq0?

    Solusi

    Solusi 27.3-1. a4=(54)4=625256≈2,441a_4=\bigl(\tfrac54\bigr)^4=\tfrac{625}{256}\approx2{,}441 dan b4=(54)5=31251024≈3,052b_4=\bigl(\tfrac54\bigr)^5=\tfrac{3125}{1024}\approx3{,}052. Jadi 625256<e<31251024\tfrac{625}{256}<e<\tfrac{3125}{1024}, sehingga 2,44<e<3,062{,}44<e<3{,}06. □\square

    Solusi 27.3-2. Untuk n+1n+1 bilangan, yaitu nn salinan 1+2n1+\tfrac2n dan satu bilangan 11, rata-ratanya n+2+1n+1=1+2n+1\tfrac{n+2+1}{n+1}=1+\tfrac2{n+1}. AM-GM memberi (1+2n)n<(1+2n+1)n+1\bigl(1+\tfrac2n\bigr)^n<\bigl(1+\tfrac2{n+1}\bigr)^{n+1}, dengan ketaksamaan tegas karena 1+2n≠11+\tfrac2n\ne1. □\square

    Solusi 27.3-3. (1−1n)n=(n−1n)n=1(1+1n−1)n=1bn−1\bigl(1-\tfrac1n\bigr)^n=\bigl(\tfrac{n-1}n\bigr)^n=\tfrac1{(1+\frac1{n-1})^n}=\tfrac1{b_{n-1}}. Karena (bm)(b_m) turun tegas dan positif, 1bn−1\tfrac1{b_{n-1}} naik tegas. Barisan ini terbatas, karena 0<1bn−1≤10<\tfrac1{b_{n-1}}\leq1. Limitnya 1e\tfrac1e, menurut Lemma 26.2.3 dan pergeseran indeks, karena bm→e≠0b_m\to e\ne0. □\square

    Solusi 27.3-4. Induksi pada nn dengan Lemma 27.3.5: (00)=1\binom00=1, dan setiap (n+1k)\binom{n+1}k adalah 11 atau jumlah dua bilangan asli. Untuk jumlahnya, gunakan Teorema 27.3.6 dengan x=y=1x=y=1. □\square

    Solusi 27.3-5. k!≥2k−1k!\geq2^{k-1} untuk k≥1k\geq1, menurut induksi: (k+1)!=(k+1)k!≥2⋅2k−1(k+1)!=(k+1)k!\geq2\cdot2^{k-1}. Maka En≤1+∑k=1n2−(k−1)=1+(2−21−n)<3E_n\leq1+\sum_{k=1}^n2^{-(k-1)}=1+\bigl(2-2^{1-n}\bigr)<3. Teorema 26.3.1 memberi e=lim⁡En≤3e=\lim E_n\leq3. □\square

    Solusi 27.3-6. Diperlukan n! n>1010n!\,n>10^{10}. 13!=622702080013!=6227020800 dan 13!⋅13=80951270400>101013!\cdot13=80951270400>10^{10}. 12!=47900160012!=479001600 dan 12!⋅12=5748019200<101012!\cdot12=5748019200<10^{10}. Jadi n=13n=13 adalah nilai terkecil yang dijamin oleh batas ini. □\square

    Solusi 27.3-7. (1+12n)2n=a2n\bigl(1+\tfrac1{2n}\bigr)^{2n}=a_{2n}, dan a2n→ea_{2n}\to e (Latihan 25.1-4). (1+1n)2n=an2→e2\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^{2n}=a_n^2\to e^2 (Teorema 26.2.1). □\square

    Solusi 27.3-8. Dengan e−En≥0e-E_n\geq0 saja, bilangan bulat n! e−n! Enn!\,e-n!\,E_n hanya diketahui terletak di [0,1)[0,1). Nilai 00 mungkin, sehingga tidak ada kontradiksi. Kepositifan tegas, yang berasal dari En+1>EnE_{n+1}>E_n dan e≥En+1e\geq E_{n+1}, menyingkirkan nilai 00. □\square

    Ringkasan

    an=(1+1n)na_n=(1+\tfrac1n)^n naik tegas dan bn=(1+1n)n+1b_n=(1+\tfrac1n)^{n+1} turun tegas, keduanya dibuktikan dengan AM-GM. Karena 2≤an<bn≤42\leq a_n<b_n\leq4, Teorema Kekonvergenan Monoton memberi limit bersama ee, dengan an<e<bna_n<e<b_n. Teorema binomial, yang dibuktikan di sini, menghubungkan ana_n dengan En=∑k≤n1k!E_n=\sum_{k\leq n}\tfrac1{k!}. Pemotongan pada mm yang tetap memberi En→eE_n\to e, dengan galat <1n! n<\tfrac1{n!\,n}. Untuk n=9n=9, 2,7182815<e<2,71828202{,}7182815<e<2{,}7182820, sehingga angka master e≈2,71828e\approx2{,}71828 terbukti. Laju kekonvergenan yang cepat itu juga membuktikan bahwa ee irasional.

    Bab terdekat

    BerikutnyaSubbarisan dan Teorema Bolzano-Weierstrass

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 28.

    SebelumnyaTeorema Limit Utama Barisan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 26.