Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 28Lanjut

    Subbarisan dan Teorema Bolzano-Weierstrass

    Bab 28 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    18 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 28 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 28: Subbarisan dan Teorema Bolzano-Weierstrass

    28.1 Definisi Formal Subbarisan

    Penjelasan master untuk Bab 28: mengekstrak bagian-bagian suatu barisan untuk melihat perilakunya. Barisan (−1)n(1+1n)(-1)^n\bigl(1+\tfrac1n\bigr) tidak konvergen, tetapi suku-suku genapnya menuju 11 dan suku-suku ganjilnya menuju −1-1. Barisan itu "terbelah" menjadi dua bagian yang masing-masing berperilaku baik. Subbarisan adalah alat untuk merumuskan pembelahan semacam ini dengan tepat. Unit ini mendefinisikan subbarisan, membuktikan hubungannya dengan kekonvergenan, dan memperkenalkan limit subbarisan. Unit 28.2 membuktikan bahwa setiap barisan terbatas mempunyai paling sedikit satu limit subbarisan.

    Prasyarat: Bab 24–27; komposisi fungsi (Bab 5); pencacahan naik subhimpunan tak hingga N\mathbb{N} (Teorema 20.3.5); urutan baik (Teorema 7.3.4).

    Definisi

    Definisi 28.1.1 (Subbarisan)

    Misalkan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} barisan. Misalkan pula (nk)k≥1(n_k)_{k\geq1} barisan bilangan bulat positif yang naik tegas: n1<n2<n3<⋯n_1<n_2<n_3<\cdots. Barisan (tk)k≥1(t_k)_{k\geq1} dengan

    tk=snkt_k=s_{n_k}

    disebut subbarisan dari (sn)(s_n). Sebagai fungsi, t=s∘νt=s\circ\nu, dengan ν:N+→N+\nu:\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{N}_{+}, ν(k)=nk\nu(k)=n_k, naik tegas.

    Subbarisan mengambil tak hingga banyak suku dari barisan asal, mempertahankan urutannya, dan tidak mengulang suku. Indeks barunya kk adalah nomor urut di dalam subbarisan, sedangkan nkn_k adalah posisi suku itu di barisan asal.

    Lemma 28.1.2

    Bila (nk)(n_k) bilangan bulat positif yang naik tegas, maka nk≥kn_k\geq k untuk semua kk.

    Bukti. Induksi: n1≥1n_1\geq1. Bila nk≥kn_k\geq k, maka nk+1≥nk+1≥k+1n_{k+1}\geq n_k+1\geq k+1, karena nk+1>nkn_{k+1}>n_k dan keduanya bilangan bulat. □\square

    Contoh 28.1.3

    Untuk sn=1ns_n=\tfrac1n:

    (a) nk=2kn_k=2k memberi tk=12kt_k=\tfrac1{2k}, yaitu suku-suku genap.

    (b) nk=k2n_k=k^2 memberi 1k2\tfrac1{k^2}.

    (c) nk=2kn_k=2^k memberi 12k\tfrac1{2^k}.

    (d) Barisan 1,1,12,12,…1,1,\tfrac12,\tfrac12,\ldots bukan subbarisan, karena indeks 11 dipakai dua kali, sehingga (nk)(n_k) tidak naik tegas.

    (e) Barisan 12,1,14,13,…\tfrac12,1,\tfrac14,\tfrac13,\ldots bukan subbarisan, karena urutannya dibalik.

    (f) (sn)(s_n) sendiri adalah subbarisan dari dirinya, dengan nk=kn_k=k. Ekor (sn)n≥K(s_n)_{n\geq K}, yang diberi indeks ulang nk=k+K−1n_k=k+K-1, juga subbarisan.

    Proposisi 28.1.4 (Subbarisan dari Subbarisan)

    Subbarisan dari suatu subbarisan (sn)(s_n) adalah subbarisan dari (sn)(s_n).

    Bukti. Bila t=s∘νt=s\circ\nu dan u=t∘μu=t\circ\mu, dengan ν\nu dan μ\mu naik tegas, maka u=s∘(ν∘μ)u=s\circ(\nu\circ\mu). Komposisi dua fungsi naik tegas naik tegas: j<kj<k memberi μ(j)<μ(k)\mu(j)<\mu(k), lalu ν(μ(j))<ν(μ(k))\nu(\mu(j))<\nu(\mu(k)). □\square

    Subbarisan dan Kekonvergenan

    Teorema 28.1.5

    Jika sn→Ls_n\to L, maka setiap subbarisan (snk)(s_{n_k}) konvergen ke LL.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil N0N_0 dengan ∣sn−L∣<ε|s_n-L|<\varepsilon untuk n≥N0n\geq N_0. Untuk k≥N0k\geq N_0, Lemma 28.1.2 memberi nk≥k≥N0n_k\geq k\geq N_0, sehingga ∣snk−L∣<ε|s_{n_k}-L|<\varepsilon. □\square

    Akibat 28.1.6 (Uji Divergensi dengan Subbarisan)

    (a) Jika (sn)(s_n) mempunyai dua subbarisan yang konvergen ke limit berbeda, maka (sn)(s_n) divergen.

    (b) Jika (sn)(s_n) mempunyai subbarisan yang divergen, maka (sn)(s_n) divergen.

    Bukti. Kontraposisi Teorema 28.1.5, bersama ketunggalan limit (Teorema 25.2.1). □\square

    Contoh 28.1.7 (Contoh Master Bab 30)

    sn=(−1)n(1+1n)s_n=(-1)^n\bigl(1+\tfrac1n\bigr). Suku genap s2k=1+12k→1s_{2k}=1+\tfrac1{2k}\to1, dan suku ganjil s2k−1=−(1+12k−1)→−1s_{2k-1}=-\bigl(1+\tfrac1{2k-1}\bigr)\to-1. Menurut Akibat 28.1.6(a), (sn)(s_n) divergen. Bandingkan dengan bukti langsung Contoh 25.1.10 untuk (−1)n(-1)^n. Subbarisan memberi bukti yang lebih ringkas.

    Teorema 28.1.5 hanya berjalan satu arah. Kebalikannya, "jika setiap subbarisan konvergen ke LL maka sn→Ls_n\to L", benar tetapi remeh, karena (sn)(s_n) subbarisan dari dirinya sendiri. Versi yang lebih berguna adalah berikut.

    Teorema 28.1.8 (Kriteria Subbarisan)

    sn→Ls_n\to L jika dan hanya jika setiap subbarisan (sn)(s_n) mempunyai subbarisan lebih lanjut yang konvergen ke LL.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Teorema 28.1.5: setiap subbarisan sudah konvergen ke LL.

    (⇐\Leftarrow) Kontraposisi. Misalkan sn↛Ls_n\not\to L. Menurut Proposisi 25.1.2(d), ada ε>0\varepsilon>0 dengan himpunan B={n:∣sn−L∣≥ε}B=\{n:|s_n-L|\geq\varepsilon\} tak hingga. Teorema 20.3.5 memberi pencacahan naik tegas n1<n2<⋯n_1<n_2<\cdots dari BB. Pencacahan ini dibuat tanpa pilihan, dengan anggota terkecil. Subbarisan (snk)(s_{n_k}) memenuhi ∣snk−L∣≥ε|s_{n_k}-L|\geq\varepsilon untuk semua kk. Setiap subbarisan lebih lanjut juga memenuhinya, sehingga tidak ada yang konvergen ke LL. □\square

    Proposisi 28.1.9 (Penutup Indeks Hingga)

    Misalkan N+=B1∪⋯∪Br\mathbb{N}_{+}=B_1\cup\cdots\cup B_r, dengan setiap BiB_i tak hingga. Misalkan pula subbarisan yang diperoleh dari mencacah BiB_i secara naik konvergen ke LL untuk setiap ii. Maka sn→Ls_n\to L.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Untuk setiap ii, hanya berhingga banyak n∈Bin\in B_i yang memenuhi ∣sn−L∣≥ε|s_n-L|\geq\varepsilon (Proposisi 25.1.2(d)), sebab pencacahan naik mengubah "berhingga banyak indeks subbarisan" menjadi "berhingga banyak anggota BiB_i". Gabungan rr himpunan hingga hingga (Teorema 20.1.9). Proposisi 25.1.2(d) memberi sn→Ls_n\to L. □\square

    Kasus r=2r=2 dengan bilangan genap dan ganjil adalah Latihan 25.2-5. Banyaknya himpunan harus hingga. Dengan tak hingga banyak himpunan Bi={i}B_i=\{i\} yang masing-masing hingga, atau dengan tak hingga banyak himpunan tak hingga, kesimpulannya dapat gagal (Latihan 28.1-6).

    Limit Subbarisan

    Definisi 28.1.10 (Limit Subbarisan)

    L∈RL\in\mathbb{R} disebut limit subbarisan, atau titik kumpul, dari (sn)(s_n) jika ada subbarisan (snk)(s_{n_k}) dengan snk→Ls_{n_k}\to L.

    Teorema 28.1.11 (Karakterisasi)

    Untuk barisan (sn)(s_n) dan L∈RL\in\mathbb{R}, pernyataan berikut setara:

    (a) LL limit subbarisan dari (sn)(s_n);

    (b) untuk setiap ε>0\varepsilon>0, himpunan {n:∣sn−L∣<ε}\{n:|s_n-L|<\varepsilon\} tak hingga;

    (c) untuk setiap ε>0\varepsilon>0 dan setiap KK, ada n≥Kn\geq K dengan ∣sn−L∣<ε|s_n-L|<\varepsilon.

    Bukti. (a)⇒(b): sejak suatu k0k_0, ∣snk−L∣<ε|s_{n_k}-L|<\varepsilon, dan indeks nkn_k dengan k≥k0k\geq k_0 berbeda satu sama lain. Jadi himpunan itu tak hingga.

    (b)⇔(c): subhimpunan N+\mathbb{N}_{+} tak hingga jika dan hanya jika tidak terbatas di atas. Himpunan yang terbatas di atas oleh KK termuat di {1,…,K}\{1,\ldots,K\}, sehingga hingga. Sebaliknya, himpunan hingga yang tak kosong mempunyai maksimum (Teorema 11.1.14).

    (c)⇒(a): definisikan secara rekursif

    n1=min⁡{n≥1:∣sn−L∣<1},nk+1=min⁡{n>nk:∣sn−L∣<1k+1}.n_1=\min\{n\geq1:|s_n-L|<1\},\qquad n_{k+1}=\min\Bigl\{n>n_k:|s_n-L|<\tfrac1{k+1}\Bigr\}.

    Kedua himpunan tidak kosong menurut (c), dan minimumnya ada menurut urutan baik. Langkah rekursinya ditentukan, sehingga tidak ada pilihan. (nk)(n_k) naik tegas dan ∣snk−L∣<1k|s_{n_k}-L|<\tfrac1k, sehingga snk→Ls_{n_k}\to L menurut Akibat 26.3.3. □\square

    Perbedaan antara "limit" dan "limit subbarisan" terletak pada kuantornya. Limit: hanya berhingga banyak indeks yang berada di luar setiap lingkungan-ε\varepsilon. Limit subbarisan: tak hingga banyak indeks yang berada di dalam setiap lingkungan-ε\varepsilon. Barisan konvergen mempunyai tepat satu limit subbarisan, yaitu limitnya (Teorema 28.1.5).

    Contoh 28.1.12

    (a) (−1)n(1+1n)(-1)^n\bigl(1+\tfrac1n\bigr) mempunyai limit subbarisan 11 dan −1-1, dan tidak ada yang lain. Bila L≠±1L\ne\pm1, ambil ε=12min⁡(∣L−1∣,∣L+1∣)>0\varepsilon=\tfrac12\min(|L-1|,|L+1|)>0. Sejak suatu indeks, setiap suku berjarak <ε<\varepsilon ke 11 atau ke −1-1, sehingga berjarak ≥ε\geq\varepsilon ke LL. Jadi hanya berhingga banyak indeks yang memenuhi (b).

    (b) Misalkan q:N+→Qq:\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{Q} bijeksi (Teorema 21.2.6, setelah pergeseran indeks). Setiap x∈Rx\in\mathbb{R} adalah limit subbarisan (qn)(q_n): setiap interval (x−ε,x+ε)(x-\varepsilon,x+\varepsilon) memuat tak hingga banyak rasional (Teorema 11.3.11, yang diterapkan berulang), sehingga memuat tak hingga banyak indeks. Jadi himpunan limit subbarisan bisa sebesar R\mathbb{R}, walaupun barisannya terhitung.

    (c) sn=ns_n=n tidak mempunyai limit subbarisan, karena setiap subbarisannya tak terbatas.

    Proposisi 28.1.13 (Hubungan dengan Titik Akumulasi)

    Misalkan V={sn:n≥1}V=\{s_n:n\geq1\} himpunan nilai. Jika LL titik akumulasi VV (Definisi 14.2.1), maka LL limit subbarisan dari (sn)(s_n). Kebalikannya tidak berlaku.

    Bukti. Setiap lingkungan B(L,ε)B(L,\varepsilon) memuat tak hingga banyak anggota VV (Lemma 14.2.6). Anggota-anggota yang berbeda mempunyai indeks yang berbeda, sehingga himpunan {n:∣sn−L∣<ε}\{n:|s_n-L|<\varepsilon\} tak hingga. Teorema 28.1.11 berlaku.

    Contoh untuk kebalikannya: barisan konstan sn=cs_n=c. cc adalah limit subbarisan, tetapi V={c}V=\{c\} tidak mempunyai titik akumulasi. Barisan mencatat pengulangan, sedangkan himpunan nilai tidak. □\square

    Latihan

    Latihan 28.1-1. Untuk sn=1ns_n=\tfrac1n, manakah yang merupakan subbarisan: (a) 13k+1\tfrac1{3k+1}; (b) 1k!\tfrac1{k!}; (c) 1⌊k/2⌋+1\tfrac1{\lfloor k/2\rfloor+1}; (d) 12k−k\tfrac1{2^k-k}? Jelaskan.

    Latihan 28.1-2. Buktikan bahwa bila (sn)(s_n) terbatas, setiap subbarisannya terbatas, dan bila (sn)(s_n) naik, setiap subbarisannya naik.

    Latihan 28.1-3. Buktikan dengan subbarisan bahwa barisan berikut divergen: (a) (−1)nnn+1(-1)^n\tfrac n{n+1}; (b) n(−1)nn^{(-1)^n}; (c) sn=s_n= sisa pembagian nn oleh 33.

    Latihan 28.1-4. Tentukan semua limit subbarisan dari (−1)n+1n(-1)^n+\tfrac1n, dan dari sns_n pada Latihan 28.1-3(c). Buktikan bahwa tidak ada limit subbarisan lain.

    Latihan 28.1-5. Misalkan (sn)(s_n) naik dan mempunyai subbarisan yang konvergen ke LL. Buktikan bahwa sn→Ls_n\to L.

    Latihan 28.1-6. Beri contoh barisan (sn)(s_n) dan partisi N+=⋃i≥1Bi\mathbb{N}_{+}=\bigcup_{i\geq1}B_i menjadi tak hingga banyak himpunan tak hingga, sehingga subbarisan pada setiap BiB_i konvergen ke 00, tetapi (sn)(s_n) tidak konvergen ke 00. (Petunjuk: gunakan fungsi pasangan Cantor atau pangkat dua.)

    Latihan 28.1-7. Buktikan bahwa LL limit subbarisan dari (sn)(s_n) jika dan hanya jika L∈cl⁡{sn:n≥K}L\in\operatorname{cl}\{s_n:n\geq K\} untuk setiap K≥1K\geq1.

    Latihan 28.1-8. Misalkan (sn)(s_n) terbatas dan setiap subbarisannya yang konvergen mempunyai limit LL. Buktikan dengan Teorema 28.1.8, dengan menganggap hasil Unit 28.2 (setiap barisan terbatas mempunyai subbarisan konvergen), bahwa sn→Ls_n\to L.

    Solusi

    Solusi 28.1-1. (a) Ya: nk=3k+1n_k=3k+1 naik tegas. (b) Tidak: 1!=2!=11!=2!=1, sehingga n1=n2n_1=n_2. Barisan 1(k+1)!\tfrac1{(k+1)!} adalah subbarisan. (c) Tidak: ⌊k/2⌋+1\lfloor k/2\rfloor+1 bernilai 1,2,2,3,3,…1,2,2,3,3,\ldots untuk k=1,2,3,…k=1,2,3,\ldots, sehingga ada pengulangan. (d) Ya: 2k−k2^k-k bernilai 1,2,5,12,…1,2,5,12,\ldots, dan (2k+1−(k+1))−(2k−k)=2k−1≥1(2^{k+1}-(k+1))-(2^k-k)=2^k-1\geq1. □\square

    Solusi 28.1-2. ∣snk∣≤M|s_{n_k}|\leq M karena snks_{n_k} adalah suku (sn)(s_n). Bila (sn)(s_n) naik, nk<nk+1n_k<n_{k+1} memberi snk≤snk+1s_{n_k}\leq s_{n_{k+1}} (Proposisi 27.1.2). □\square

    Solusi 28.1-3. (a) Suku genap →1\to1 dan suku ganjil →−1\to-1. (b) Suku genap s2k=2ks_{2k}=2k tak terbatas, sehingga subbarisan itu divergen. (Suku ganjil 12k−1→0\tfrac1{2k-1}\to0.) (c) s3k=0s_{3k}=0 dan s3k+1=1s_{3k+1}=1, dua subbarisan konstan dengan limit berbeda. □\square

    Solusi 28.1-4. Untuk (−1)n+1n(-1)^n+\tfrac1n: limit subbarisannya ±1\pm1. Argumen ketiadaan limit lain sama dengan Contoh 28.1.12(a). Untuk sisa pembagian oleh 33: limit subbarisannya {0,1,2}\{0,1,2\}. Untuk L∉{0,1,2}L\notin\{0,1,2\}, ambil ε\varepsilon sebagai setengah jarak terkecil dari LL ke 00, 11, dan 22. Tidak ada suku dalam B(L,ε)B(L,\varepsilon). □\square

    Solusi 28.1-5. Misalkan snk→Ls_{n_k}\to L. Untuk setiap nn, ada kk dengan nk≥nn_k\geq n (Lemma 28.1.2, k=nk=n), sehingga sn≤snk≤Ls_n\leq s_{n_k}\leq L (Latihan 27.2-5 untuk subbarisan naik). Jadi (sn)(s_n) terbatas di atas oleh LL, dan konvergen menurut Teorema 27.2.1 ke suatu L′L'. Teorema 28.1.5 memberi snk→L′s_{n_k}\to L', sehingga L′=LL'=L. □\square

    Solusi 28.1-6. Tulis setiap n∈N+n\in\mathbb{N}_{+} secara tunggal sebagai n=2i−1(2j−1)n=2^{i-1}(2j-1) dengan i,j≥1i,j\geq1. Tetapkan Bi={2i−1(2j−1):j≥1}B_i=\{2^{i-1}(2j-1):j\geq1\}, yang tak hingga dan saling lepas. Tetapkan sn=1s_n=1 bila j=1j=1, yaitu bila n=2i−1n=2^{i-1}, dan sn=0s_n=0 bila j≥2j\geq2. Pada setiap BiB_i, hanya suku pertamanya yang bernilai 11, sehingga subbarisannya akhirnya 00 dan konvergen ke 00. Akan tetapi s2i−1=1s_{2^{i-1}}=1 untuk tak hingga banyak ii, sehingga (sn)(s_n) tidak konvergen ke 00. □\square

    Solusi 28.1-7. (⇒\Rightarrow) Ekor subbarisan termuat di {sn:n≥K}\{s_n:n\geq K\} dan konvergen ke LL, sehingga Teorema 25.2.7(a) memberi L∈cl⁡L\in\operatorname{cl}. (⇐\Leftarrow) Untuk ε>0\varepsilon>0 dan KK, Teorema 14.4.3 memberi n≥Kn\geq K dengan ∣sn−L∣<ε|s_n-L|<\varepsilon. Teorema 28.1.11(c) menyelesaikan. Tidak ada pilihan yang dipakai. □\square

    Solusi 28.1-8. Misalkan (snk)(s_{n_k}) sebarang subbarisan. Subbarisan itu terbatas (Latihan 28.1-2), sehingga mempunyai subbarisan lebih lanjut yang konvergen (Unit 28.2). Subbarisan lebih lanjut itu adalah subbarisan (sn)(s_n) (Proposisi 28.1.4) yang konvergen, sehingga limitnya LL. Teorema 28.1.8 memberi sn→Ls_n\to L. □\square

    Ringkasan

    Subbarisan adalah komposisi s∘νs\circ\nu dengan ν\nu naik tegas, sehingga nk≥kn_k\geq k. Barisan konvergen mewariskan limitnya ke semua subbarisan. Dua subbarisan dengan limit berbeda membuktikan divergensi, seperti pada contoh master Bab 30, (−1)n(1+1n)(-1)^n(1+\tfrac1n). Kriteria subbarisan menyatakan bahwa sn→Ls_n\to L jika dan hanya jika setiap subbarisan mempunyai subbarisan lebih lanjut yang konvergen ke LL. Limit subbarisan dicirikan oleh "tak hingga banyak indeks di setiap lingkungan-ε\varepsilon", dan subbarisannya dapat dibangun tanpa pilihan dengan rekursi "indeks terkecil berikutnya". Titik akumulasi himpunan nilai adalah limit subbarisan, tetapi tidak sebaliknya.

    28.2 Teorema Bolzano-Weierstrass untuk Barisan Terbatas

    Penjelasan master: setiap barisan terbatas di R\mathbb{R} pasti memiliki setidaknya satu subbarisan yang konvergen. Barisan terbatas tidak harus konvergen, seperti (−1)n(-1)^n, tetapi selalu ada bagian darinya yang konvergen. Teorema ini adalah versi barisan dari Teorema Bolzano–Weierstrass untuk himpunan (Teorema 14.3.2), dan merupakan alat utama untuk bab-bab kekontinuan. Teorema nilai ekstrem (Bab 37) dan kekontinuan seragam (Bab 38) dibangun di atasnya.

    Unit ini memberi dua bukti. Bukti pertama memakai lemma subbarisan monoton dan Teorema Kekonvergenan Monoton. Bukti kedua memakai Teorema 14.3.2. Keduanya tanpa aksioma pilihan.

    Prasyarat: Unit 28.1; Teorema 27.2.1; Teorema 14.3.2 dan Lemma 14.3.1; Teorema 20.3.5.

    Subbarisan Monoton

    Definisi 28.2.1 (Indeks Puncak)

    Indeks pp disebut puncak dari (sn)(s_n) jika sp≥sms_p\geq s_m untuk semua m>pm>p. Dengan kata lain, tidak ada suku sesudahnya yang lebih besar.

    Gambaran: dari puncak pp, seluruh "pemandangan ke kanan" tidak lebih tinggi.

    Lemma 28.2.2 (Subbarisan Monoton)

    Setiap barisan real mempunyai subbarisan yang monoton.

    Bukti. Misalkan PP himpunan indeks puncak.

    Kasus 1: PP tak hingga. Teorema 20.3.5 memberi pencacahan naik tegas p1<p2<⋯p_1<p_2<\cdots dari PP. Karena pkp_k puncak dan pk+1>pkp_{k+1}>p_k, spk≥spk+1s_{p_k}\geq s_{p_{k+1}}. Jadi (spk)(s_{p_k}) turun.

    Kasus 2: PP hingga. Ambil NN lebih besar daripada semua anggota PP, misalnya N=1N=1 bila P=∅P=\emptyset dan N=max⁡P+1N=\max P+1 bila tidak. Setiap n≥Nn\geq N bukan puncak, sehingga ada m>nm>n dengan sm>sns_m>s_n. Definisikan secara rekursif

    n1=N,nk+1=min⁡{m>nk:sm>snk}.n_1=N,\qquad n_{k+1}=\min\{m>n_k:s_m>s_{n_k}\}.

    Himpunan pada langkah rekursi tidak kosong, karena nk≥Nn_k\geq N bukan puncak, dan minimumnya ada menurut urutan baik. Maka (nk)(n_k) naik tegas dan snk+1>snks_{n_{k+1}}>s_{n_k}. Jadi (snk)(s_{n_k}) naik tegas. □\square

    Lemma ini tidak memerlukan keterbatasan. Lemma ini juga tidak memakai kelengkapan R\mathbb{R}, sehingga berlaku di lapangan terurut mana pun. Kelengkapan baru masuk pada langkah berikut.

    Teorema Bolzano–Weierstrass

    Teorema 28.2.3 (Bolzano–Weierstrass)

    Setiap barisan terbatas (sn)(s_n) di R\mathbb{R} mempunyai subbarisan yang konvergen. Bila a≤sn≤ba\leq s_n\leq b untuk semua nn, limit subbarisan itu terletak di [a,b][a,b].

    Bukti pertama. Lemma 28.2.2 memberi subbarisan monoton. Subbarisan itu terbatas, karena suku-sukunya adalah suku (sn)(s_n). Teorema 27.2.1 memberi bahwa subbarisan itu konvergen. Limitnya di [a,b][a,b] menurut Akibat 25.2.6. □\square

    Bukti kedua. Misalkan V={sn:n≥1}V=\{s_n:n\geq1\}, yang terbatas.

    Kasus VV hingga. Untuk setiap v∈Vv\in V, tulis Iv={n:sn=v}I_v=\{n:s_n=v\}. Maka N+=⋃v∈VIv\mathbb{N}_{+}=\bigcup_{v\in V}I_v, yaitu gabungan berhingga banyak himpunan. Bila semua IvI_v hingga, gabungannya hingga (Lemma 14.3.1 atau Teorema 20.1.9), padahal N+\mathbb{N}_{+} tak hingga. Jadi ada vv dengan IvI_v tak hingga. Untuk menghindari pilihan, ambil v=snv=s_n dengan nn terkecil sehingga IsnI_{s_n} tak hingga. Pencacahan naik IvI_v (Teorema 20.3.5) memberi subbarisan konstan vv, yang konvergen.

    Kasus VV tak hingga. Teorema 14.3.2 memberi titik akumulasi LL dari VV. Proposisi 28.1.13 menyatakan bahwa LL limit subbarisan dari (sn)(s_n). □\square

    Bukti kedua memperlihatkan prinsip sarang merpati tak hingga: bila tak hingga banyak indeks dibagi ke berhingga banyak "sarang" (nilai), satu sarang memuat tak hingga banyak indeks. Pada kasus himpunan nilai tak hingga, peran itu diambil alih oleh pembagian dua berulang dalam bukti Teorema 14.3.2.

    Contoh 28.2.4

    (a) (−1)n(-1)^n: subbarisan konstan s2k=1s_{2k}=1.

    (b) (−1)n(1+1n)(-1)^n\bigl(1+\tfrac1n\bigr): puncaknya adalah indeks genap, karena s2k=1+12ks_{2k}=1+\tfrac1{2k} lebih besar daripada semua suku sesudahnya. Kasus 1 Lemma 28.2.2 memberi subbarisan turun s2,s4,s6,…s_2,s_4,s_6,\ldots yang konvergen ke 11.

    (c) sn=⌊n2⌋n−2+(−1)n2s_n=\tfrac{\lfloor n\sqrt2\rfloor}{n}-\sqrt2+\tfrac{(-1)^n}2 terbatas, karena ∣⌊n2⌋n−2∣<1n\bigl|\tfrac{\lfloor n\sqrt2\rfloor}n-\sqrt2\bigr|<\tfrac1n (Latihan 25.2-6). Teorema 28.2.3 menjamin subbarisan konvergen. Di sini subbarisan genap konvergen ke 12\tfrac12 dan subbarisan ganjil ke −12-\tfrac12.

    Akibat-Akibat

    Teorema 28.2.5 (Satu Limit Subbarisan)

    Barisan terbatas yang mempunyai tepat satu limit subbarisan LL konvergen ke LL.

    Bukti. Ini Latihan 28.1-8, dengan Teorema 28.2.3. Secara langsung: andaikan sn↛Ls_n\not\to L. Ada ε>0\varepsilon>0 dan subbarisan (snk)(s_{n_k}) dengan ∣snk−L∣≥ε|s_{n_k}-L|\geq\varepsilon (bukti Teorema 28.1.8). Subbarisan itu terbatas, sehingga mempunyai subbarisan lebih lanjut yang konvergen ke suatu L′L', dengan ∣L′−L∣≥ε|L'-L|\geq\varepsilon (Akibat 25.2.6 pada ∣snk−L∣≥ε|s_{n_k}-L|\geq\varepsilon dan Latihan 25.2-2). Jadi L′≠LL'\ne L adalah limit subbarisan kedua, kontradiksi. □\square

    Syarat keterbatasan diperlukan. Barisan sn=ns_n=n untuk nn genap dan sn=0s_n=0 untuk nn ganjil hanya mempunyai satu limit subbarisan, yaitu 00, tetapi divergen.

    Teorema 28.2.6 (Kekompakan Barisan Interval Tutup)

    Misalkan F⊆RF\subseteq\mathbb{R} tutup dan terbatas. Setiap barisan di FF mempunyai subbarisan yang konvergen ke suatu titik di FF.

    Bukti. Teorema 28.2.3 memberi subbarisan konvergen, dan limitnya di FF menurut Teorema 25.2.5. □\square

    Sifat ini disebut kekompakan barisan. Interval [a,b][a,b] adalah contoh utamanya. Kedua syarat diperlukan:

    • Tanpa tutup: di (0,1](0,1], barisan 1n\tfrac1n hanya mempunyai subbarisan yang konvergen ke 0∉(0,1]0\notin(0,1].
    • Tanpa terbatas: di [0,∞)[0,\infty), barisan nn tidak mempunyai subbarisan konvergen.

    Teorema 28.2.7 (Kebalikan, dengan ACω_\omega)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R}, dan setiap barisan di AA mempunyai subbarisan yang konvergen ke suatu titik di AA. Dengan ACω_\omega (Aksioma 23.3.3), AA tutup dan terbatas.

    Bukti. Terbatas: andaikan tidak. Untuk setiap nn, An={x∈A:∣x∣>n}≠∅A_n=\{x\in A:|x|>n\}\ne\emptyset. ACω_\omega memberi xn∈Anx_n\in A_n. Setiap subbarisan (xnk)(x_{n_k}) memenuhi ∣xnk∣>nk≥k|x_{n_k}|>n_k\geq k, sehingga tak terbatas dan tidak konvergen. Kontradiksi.

    Tutup: misalkan p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A). Teorema 25.2.7(b), dengan ACω_\omega, memberi barisan di AA yang konvergen ke pp. Subbarisannya juga konvergen ke pp, sehingga menurut hipotesis p∈Ap\in A. Jadi cl⁡(A)⊆A\operatorname{cl}(A)\subseteq A, dan AA tutup. □\square

    Bersama Teorema 28.2.6, dengan ACω_\omega: subhimpunan R\mathbb{R} kompak secara barisan jika dan hanya jika tutup dan terbatas. Kekompakan dalam arti selimut terbuka (Heine–Borel) adalah topik lanjutan. Bab 50 menyinggung hubungan keduanya.

    Bolzano–Weierstrass sebagai Aksioma Kelengkapan

    Teorema 28.2.8

    Di lapangan terurut FF, pernyataan "setiap barisan terbatas mempunyai subbarisan yang konvergen di FF" setara dengan aksioma supremum.

    Bukti. (Supremum ⇒ BW) Bukti pertama Teorema 28.2.3 hanya memakai Lemma 28.2.2, yang berlaku di lapangan terurut mana pun, dan Teorema Kekonvergenan Monoton, yang mengikuti dari aksioma supremum (Teorema 27.2.7).

    (BW ⇒ supremum) Kita buktikan kekonvergenan monoton, lalu memakai Teorema 27.2.7. Misalkan (sn)(s_n) naik dan terbatas di atas. Barisan itu terbatas di bawah oleh s1s_1, sehingga BW memberi subbarisan snk→Ls_{n_k}\to L. Subbarisan itu naik, sehingga snk≤Ls_{n_k}\leq L untuk semua kk. Bila snj>Ls_{n_j}>L untuk suatu jj, maka snk≥snjs_{n_k}\geq s_{n_j} untuk k≥jk\geq j, sehingga L≥snjL\geq s_{n_j} (Akibat 25.2.6), kontradiksi. Untuk setiap nn, pilih k=nk=n: nk≥nn_k\geq n, sehingga sn≤snk≤Ls_n\leq s_{n_k}\leq L. Untuk ε>0\varepsilon>0, ada k0k_0 dengan snk0>L−εs_{n_{k_0}}>L-\varepsilon. Untuk n≥nk0n\geq n_{k_0}, L−ε<snk0≤sn≤LL-\varepsilon<s_{n_{k_0}}\leq s_n\leq L. Jadi sn→Ls_n\to L. Semua langkah ini hanya memakai aksioma lapangan terurut. □\square

    Jadi aksioma supremum, Teorema Kekonvergenan Monoton, dan Teorema Bolzano–Weierstrass adalah tiga rumusan setara bagi kelengkapan R\mathbb{R}. Di Q\mathbb{Q}, BW gagal. Barisan pemotongan desimal 2\sqrt2 terletak di Q∩[1,2]\mathbb{Q}\cap[1,2], tetapi setiap subbarisannya konvergen di R\mathbb{R} ke 2\sqrt2 (Teorema 28.1.5), sehingga tidak ada subbarisan yang konvergen ke bilangan rasional.

    Latihan

    Latihan 28.2-1. Tentukan secara eksplisit subbarisan yang konvergen dari: (a) (−1)n+1n(-1)^n+\tfrac1n; (b) sn=rn7s_n=\tfrac{r_n}7, dengan rnr_n sisa pembagian nn oleh 77; (c) sn=(−1)nnn+1s_n=(-1)^n\tfrac n{n+1}.

    Latihan 28.2-2. Tentukan himpunan indeks puncak untuk (a) (−1)nn\tfrac{(-1)^n}n; (b) 1−1n1-\tfrac1n; (c) 1n\tfrac1n. Lalu tentukan subbarisan monoton yang dihasilkan oleh bukti Lemma 28.2.2.

    Latihan 28.2-3. Buktikan Teorema 28.2.3 secara langsung dengan bagi dua. Pada setiap langkah, pilih separuh kiri bila separuh kiri memuat suku dengan tak hingga banyak indeks, dan separuh kanan bila tidak.

    Latihan 28.2-4. Buktikan tanpa pilihan bahwa barisan yang tidak terbatas di atas mempunyai subbarisan yang divergen ke +∞+\infty.

    Latihan 28.2-5. Buktikan bahwa barisan terbatas konvergen jika dan hanya jika himpunan limit subbarisannya tepat beranggota satu.

    Latihan 28.2-6. Beri contoh barisan di Q∩[0,1]\mathbb{Q}\cap[0,1] yang tidak mempunyai subbarisan yang konvergen di Q\mathbb{Q}. Buktikan klaim Anda.

    Latihan 28.2-7. Buktikan bahwa setiap barisan di [0,1]×[0,1][0,1]\times[0,1], yaitu pasangan (xn,yn)(x_n,y_n) dengan xn,yn∈[0,1]x_n,y_n\in[0,1], mempunyai subbarisan dengan kedua komponennya konvergen.

    Latihan 28.2-8. Pada bukti Teorema 28.2.7, jelaskan di mana ACω_\omega dipakai. Untuk A=NA=\mathbb{N}, tunjukkan bagaimana pemakaian itu dapat dihindari.

    Solusi

    Solusi 28.2-1. (a) s2k=1+12k→1s_{2k}=1+\tfrac1{2k}\to1. (b) s7k=0s_{7k}=0, subbarisan konstan. (c) s2k=2k2k+1→1s_{2k}=\tfrac{2k}{2k+1}\to1. □\square

    Solusi 28.2-2. (a) Suku genap positif 1n\tfrac1n dan suku ganjil negatif. Indeks genap nn adalah puncak, karena semua suku sesudahnya ≤1n+2<1n\leq\tfrac1{n+2}<\tfrac1n atau negatif. Indeks ganjil bukan puncak, karena suku sesudahnya positif. Jadi P={2,4,6,…}P=\{2,4,6,\ldots\}, dan subbarisannya 12,14,…\tfrac12,\tfrac14,\ldots, yang turun. (b) Barisan ini naik tegas, sehingga tidak ada puncak. Kasus 2 dengan N=1N=1 memberi nk+1=nk+1n_{k+1}=n_k+1, yaitu seluruh barisan. (c) Setiap indeks adalah puncak, sehingga subbarisannya adalah seluruh barisan, yang turun. □\square

    Solusi 28.2-3. Misalkan sn∈[a0,b0]s_n\in[a_0,b_0]. Definisikan [aj+1,bj+1][a_{j+1},b_{j+1}] sebagai separuh kiri [aj,cj][a_j,c_j], dengan cj=aj+bj2c_j=\tfrac{a_j+b_j}2, bila {n:sn∈[aj,cj]}\{n:s_n\in[a_j,c_j]\} tak hingga, dan sebagai separuh kanan [cj,bj][c_j,b_j] bila tidak. Induksi menunjukkan bahwa Ij={n:sn∈[aj,bj]}I_j=\{n:s_n\in[a_j,b_j]\} selalu tak hingga: bila separuh kiri hanya memuat berhingga banyak indeks, separuh kanan memuat sisanya, yang tak hingga. Ambil n1=min⁡I1n_1=\min I_1 dan nj+1=min⁡{n∈Ij+1:n>nj}n_{j+1}=\min\{n\in I_{j+1}:n>n_j\}. Interval-interval itu bersarang dengan panjang b0−a02j→0\tfrac{b_0-a_0}{2^j}\to0, sehingga irisannya {L}\{L\} (Bab 12). Karena ∣snj−L∣≤b0−a02j|s_{n_j}-L|\leq\tfrac{b_0-a_0}{2^j}, snj→Ls_{n_j}\to L. Semua langkahnya ditentukan, tanpa pilihan. □\square

    Solusi 28.2-4. Untuk setiap MM, himpunan {n:sn>M}\{n:s_n>M\} tak hingga. Kalau hingga, max⁡(M,nilai-nilai pada indeks itu)\max(M,\text{nilai-nilai pada indeks itu}) adalah batas atas. Definisikan n1=min⁡{n:sn>1}n_1=\min\{n:s_n>1\} dan nk+1=min⁡{n>nk:sn>k+1}n_{k+1}=\min\{n>n_k:s_n>k+1\}. Maka snk>ks_{n_k}>k, sehingga snk→+∞s_{n_k}\to+\infty. □\square

    Solusi 28.2-5. (⇒\Rightarrow) Teorema 28.1.5: setiap subbarisan konvergen ke limit yang sama, dan limit itu memang limit subbarisan. Jadi himpunan limit subbarisannya {lim⁡sn}\{\lim s_n\}. (⇐\Leftarrow) Teorema 28.2.5. □\square

    Solusi 28.2-6. Pemotongan desimal ana_n dari 22∈(0,1)\tfrac{\sqrt2}2\in(0,1) terletak di Q∩[0,1]\mathbb{Q}\cap[0,1]. Setiap subbarisannya konvergen di R\mathbb{R} ke 22\tfrac{\sqrt2}2 (Teorema 28.1.5), yang irasional. Bila suatu subbarisan konvergen di Q\mathbb{Q} ke qq, maka ia juga konvergen di R\mathbb{R} ke qq (seperti pada Contoh 25.2.2), sehingga q=22q=\tfrac{\sqrt2}2 menurut ketunggalan. Kontradiksi. □\square

    Solusi 28.2-7. BW memberi subbarisan (xnk)(x_{n_k}) yang konvergen. Barisan (ynk)k(y_{n_k})_k terbatas, sehingga BW memberi subbarisan lebih lanjut (ynkj)j(y_{n_{k_j}})_j yang konvergen. Subbarisan (xnkj)j(x_{n_{k_j}})_j tetap konvergen (Teorema 28.1.5). Jadi pasangan (xnkj,ynkj)(x_{n_{k_j}},y_{n_{k_j}}) konvergen pada kedua komponennya. □\square

    Solusi 28.2-8. ACω_\omega dipakai untuk memilih xn∈Ax_n\in A dengan ∣xn∣>n|x_n|>n untuk setiap nn sekaligus, dan dipakai pula di dalam Teorema 25.2.7(b). Untuk A=NA=\mathbb{N}, pilihannya eksplisit: xn=n+1x_n=n+1. Secara umum, bila AA mempunyai pencacahan yang diberikan, pilih anggota dengan indeks pencacahan terkecil. □\square

    Ringkasan

    Setiap barisan mempunyai subbarisan monoton, lewat lemma indeks puncak dan tanpa kelengkapan. Bersama Teorema Kekonvergenan Monoton, ini memberi Bolzano–Weierstrass: setiap barisan terbatas di R\mathbb{R} mempunyai subbarisan konvergen. Bukti kedua memakai Teorema 14.3.2 dan prinsip sarang merpati tak hingga, juga tanpa pilihan. Akibatnya: barisan terbatas dengan satu limit subbarisan konvergen; himpunan tutup dan terbatas kompak secara barisan, dengan kebalikannya memerlukan ACω_\omega yang ditandai. Di lapangan terurut, BW setara dengan aksioma supremum, dan BW gagal di Q\mathbb{Q}.

    Bab terdekat

    BerikutnyaBarisan Cauchy dan Kriteria Kelengkapan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 29.

    SebelumnyaBarisan Monoton dan Teorema Kekonvergenan Monoton

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 27.