# Bab 23: Bilangan Kardinal dan Aksioma Pilihan ## 23.1 Kesetaraan Kardinalitas (Equinumerosity) Bab 20–22 membandingkan ukuran himpunan dengan fungsi: bijeksi untuk "sama besar", injeksi untuk "tidak lebih besar". Bab 23 menata perbandingan itu menjadi teori. Unit ini mendefinisikan kesetaraan kardinalitas dan urutan kardinalitas, membuktikan sifat-sifat dasarnya, dan menunjukkan bahwa keduanya menghormati operasi himpunan (hasil kali, gabungan saling lepas, himpunan kuasa, himpunan fungsi). Unit 23.2 membuktikan antisimetri urutan itu (Schröder–Bernstein), dan Unit 23.3 membahas aksioma pilihan, yang diperlukan untuk membandingkan sebarang dua himpunan. Prasyarat: fungsi, komposisi, invers (Bab 5); relasi ekuivalensi dan urutan (Bab 4); Bab 20–22. ### Definisi #### Definisi 23.1.1 (Setara, Tidak Lebih Besar, Lebih Kecil) Untuk himpunan $A$ dan $B$: (a) $A$ setara dengan $B$, ditulis $A\approx B$ atau $|A|=|B|$, jika terdapat bijeksi $A\to B$; (b) $A$ tidak lebih besar daripada $B$, ditulis $A\preceq B$ atau $|A|\leq|B|$, jika terdapat injeksi $A\to B$; (c) $A$ lebih kecil daripada $B$, ditulis $A\prec B$ atau $|A|<|B|$, jika $A\preceq B$ dan tidak $A\approx B$. Catatan tentang notasi. Tulisan $|A|=|B|$ di sini hanyalah singkatan untuk $A\approx B$. Kita tidak mendefinisikan "bilangan kardinal" $|A|$ sebagai objek tersendiri untuk himpunan tak hingga. Definisi semacam itu memerlukan perangkat teori himpunan yang lebih jauh, seperti ordinal dan, untuk kardinal sebarang, aksioma pilihan, dan tidak diperlukan di buku ini. Untuk himpunan hingga, $|A|$ tetap bilangan asli dari Definisi 20.1.6. Notasi baku untuk dua kelas penting: $\aleph_0$ ("alef nol") untuk kelas himpunan yang setara dengan $\mathbb{N}$, dan $\mathfrak{c}$ ("kontinum") untuk kelas yang setara dengan $\mathbb{R}$. #### Proposisi 23.1.2 (Sifat Dasar) Untuk himpunan $A,B,C$: (a) $A\approx A$; jika $A\approx B$ maka $B\approx A$; jika $A\approx B$ dan $B\approx C$ maka $A\approx C$; (b) $A\preceq A$; jika $A\preceq B$ dan $B\preceq C$ maka $A\preceq C$; (c) jika $A\approx B$ maka $A\preceq B$ dan $B\preceq A$; (d) jika $A\subseteq B$ maka $A\preceq B$; (e) jika $A\approx A'$ dan $B\approx B'$, maka $A\preceq B\iff A'\preceq B'$. Bukti. (a) Identitas, invers bijeksi, dan komposisi bijeksi (Bab 5). (b) Identitas dan komposisi injeksi. (c) Bijeksi dan inversnya adalah injeksi. (d) Inklusi adalah injeksi. (e) Untuk bijeksi $\alpha:A\to A'$ dan $\beta:B\to B'$ serta injeksi $f:A\to B$, komposisi $\beta\circ f\circ\alpha^{-1}$ adalah injeksi $A'\to B'$. Arah sebaliknya simetris. $\square$ Bagian (a) menyerupai sifat relasi ekuivalensi (Bab 4), dan bagian (b) menyerupai praurutan. Namun "semua himpunan" bukan himpunan (Unit 22.3), sehingga $\approx$ bukan relasi pada suatu himpunan dalam arti Bab 4. Sifat-sifat itu tetap berlaku untuk setiap keluarga himpunan yang sedang ditinjau. Bagian (e) menyatakan bahwa $\preceq$ hanya bergantung pada kelas kesetaraan, sehingga notasi $|A|\leq|B|$ konsisten. Antisimetri, "$A\preceq B$ dan $B\preceq A$ mengakibatkan $A\approx B$", tidak jelas dari definisi. Antisimetri adalah Teorema Schröder–Bernstein (Unit 23.2). ### Contoh #### Contoh 23.1.3 (Kelas $\aleph_0$ dan $\mathfrak{c}$) (a) $\mathbb{N}\approx\mathbb{Z}\approx\mathbb{Q}\approx\mathbb{N}\times\mathbb{N}$ (Teorema 21.2.1, 21.2.4, 21.2.6). Semuanya berkardinalitas $\aleph_0$. (b) $\mathbb{R}\approx(-1,1)\approx(0,1)\approx(a,b)$ untuk $ad(p)$, kontradiksi. Maka $p$ maksimal. $\square$ Solusi 23.3-6. Misalkan $p:A\to B$ surjektif, dan $P$ himpunan fungsi $s$ dengan $\mathrm{dom}(s)\subseteq B$ dan $p(s(b))=b$ untuk $b\in\mathrm{dom}(s)$, diurutkan dengan $\subseteq$. $\emptyset\in P$. Gabungan rantai tak kosong adalah fungsi, seperti pada Teorema 23.3.10, dan tetap memenuhi $p(s(b))=b$, sehingga menjadi batas atas. Unsur maksimal $s$ mempunyai $\mathrm{dom}(s)=B$. Bila $b\notin\mathrm{dom}(s)$, ambil $a$ dengan $p(a)=b$; maka $s\cup\{(b,a)\}\in P$ lebih besar. $\square$ Solusi 23.3-7. Misalkan $a+b\sqrt2=0$ dengan $a,b\in\mathbb{Q}$. Bila $b\ne0$, maka $\sqrt2=-\tfrac ab\in\mathbb{Q}$, bertentangan dengan irasionalitas $\sqrt2$ (Bab 11). Jadi $b=0$, lalu $a=0$. Karena $\sqrt8=2\sqrt2$, berlaku $0\cdot1+2\cdot\sqrt2+(-1)\cdot\sqrt8=0$ dengan koefisien tidak semuanya nol. Jadi $\{1,\sqrt2,\sqrt8\}$ tidak bebas linear. $\square$ Solusi 23.3-8. $f(0)=f(0+0)=2f(0)$, sehingga $f(0)=0$. Induksi memberi $f(nx)=nf(x)$ untuk $n\in\mathbb{N}$. Dari $0=f(x+(-x))=f(x)+f(-x)$ diperoleh $f(-x)=-f(x)$, sehingga $f(nx)=nf(x)$ untuk $n\in\mathbb{Z}$. Untuk $n\geq1$, $f(x)=f(n\cdot\tfrac xn)=nf(\tfrac xn)$, sehingga $f(\tfrac xn)=\tfrac1nf(x)$. Untuk $q=\tfrac mn$, $f(qx)=mf(\tfrac xn)=\tfrac mnf(x)$. Dengan $x=1$: $f(q)=qf(1)$. $\square$ ### Ringkasan Aksioma pilihan menjamin fungsi pilihan untuk sebarang keluarga himpunan tak kosong. Pilihan terhitung adalah bentuk lemahnya untuk barisan. Keluarga hingga, dan keluarga yang mempunyai aturan pilih seperti "anggota terkecil", tidak memerlukan aksioma itu. Dengan AC$_\omega$, pinjaman dari Bab 20–21 ditutup: setiap himpunan tak hingga memuat salinan $\mathbb{N}$, dan gabungan terhitung himpunan terhitung terhitung. Dalam ZF, AC setara dengan Lemma Zorn, dengan teorema urutan baik, dan dengan keberadaan invers kanan surjeksi. Arah Zorn ⇒ AC dan kesetaraan dengan invers kanan dibuktikan di unit ini; arah lainnya dicatat dengan sumber. Lemma Zorn memberi keterbandingan kardinalitas dan basis untuk setiap ruang vektor, termasuk basis Hamel $\mathbb{R}$ atas $\mathbb{Q}$ dan fungsi aditif yang tidak linear. Dalam fisika dan teknik, peran AC adalah menjamin keberadaan basis secara umum; basis yang dipakai dalam perhitungan diberikan secara eksplisit. AC dan CH independen dari aksioma baku.