Ketidaksamaan Segitiga dan Varian Lanjutnya
Bab 18 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 18: Ketidaksamaan Segitiga dan Varian Lanjutnya
18.1 Teorema Ketidaksamaan Segitiga (Triangle Inequality)
Ketaksamaan segitiga adalah ketaksamaan terpenting dalam analisis. Hampir setiap estimasi pada bab-bab barisan, limit, dan kontinuitas memakainya. Teorema itu sudah dibuktikan pada Teorema 13.1.4, bersama kriteria kesamaannya, karena metrik standar Bab 13 memerlukannya. Bab 18 menjadikannya pokok bahasan: bentuk-bentuknya (unit ini), beberapa bukti dan makna geometrisnya (18.2), versi terbalik dan batas bawah (18.3), serta penerapannya untuk estimasi galat (18.4).
Contoh master: untuk dan , ruas kiri dan ruas kanan , sehingga . Kesamaan gagal karena : kedua bilangan berlawanan tanda, sehingga sebagian besarnya saling meniadakan dalam jumlah.
Prasyarat: Teorema 13.1.4, Korolari 13.1.5–13.1.6, Lemma 13.1.1–13.1.2; Bab 17; induksi (Bab 7).
Pernyataan
Teorema 18.1.1 (Ketaksamaan Segitiga; Teorema 13.1.4)
Untuk semua :
dengan kesamaan jika dan hanya jika .
Bukti singkat, diulang dari Teorema 13.1.4 karena unit ini adalah tempat utamanya. Dari dan diperoleh , lalu Lemma 13.1.2(a). Kriteria kesamaan: jika atau , kedua ruas sama. Jika , misalnya , maka dan keduanya lebih kecil tegas dari .
Ketaksamaan ini tajam: tidak ada konstanta yang membuat untuk semua , karena untuk diperlukan . Kriteria kesamaan menunjukkan dengan tepat kapan batas itu tercapai.
Bentuk-Bentuk Setara dan Turunan
Akibat 18.1.2 (Varian Langsung)
Untuk semua :
(a) , dengan kesamaan jika dan hanya jika ;
(b) (bentuk metrik), dengan kesamaan jika dan hanya jika terletak di antara dan ;
(c) , sehingga ;
(d) .
Bukti. (a) Teorema 18.1.1 dengan diganti , memakai . Kesamaan terjadi jika dan hanya jika , yaitu .
(b) Teorema 18.1.1 pada . Kesamaan: Proposisi 13.1.11.
(c) Teorema 18.1.1 pada .
(d) Kasus dari Teorema 18.1.3.
Bentuk (a) sering mengejutkan: selisih juga dibatasi oleh jumlah besarnya, bukan oleh selisih besarnya. Contoh: , dan ini kasus kesamaan karena .
Teorema 18.1.3 (Segitiga untuk Suku dengan Kesamaan)
Untuk dan :
dengan kesamaan jika dan hanya jika semua yang tak nol bertanda sama, yaitu semua atau semua .
Bukti. Ketaksamaan: Korolari 13.1.5.
Kesamaan, arah (): jika semua , jumlahnya , sehingga . Kasus semua serupa, dengan .
Kesamaan, arah (): kontraposisi. Misalkan ada dan . Tulis dan , sehingga . Maka
Ketaksamaan tegas di tengah adalah Teorema 18.1.1 dengan . Ketaksamaan pertama dan terakhir adalah Teorema 18.1.1 dan Korolari 13.1.5. Bila , adalah jumlah kosong .
Contoh 18.1.4
(a) , sedangkan . Tegas, karena ada suku positif dan negatif.
(b) . Kesamaan, karena semuanya negatif.
(c) . Kesamaan, karena tidak ada suku tak nol yang berlawanan tanda.
Ketaksamaan Segitiga untuk Maksimum dan Minimum
Proposisi 18.1.5
Untuk :
Bukti. Tulis . Maka dan , sehingga . Dengan peran ditukar, . Kedua ketaksamaan bersama Lemma 13.1.2(a) memberi kesimpulan.
Proposisi ini menyatakan bahwa operasi maksimum tidak memperbesar galat. Bila setiap masukan bergeser paling banyak , maksimumnya bergeser paling banyak . Bukti di atas memakai urutan langsung. Pendekatan lewat rumus dan segitiga terbalik hanya memberi batas yang lebih lemah, . Latihan 18.3-7 membahas perbandingan keduanya.
Latihan
Latihan 18.1-1. Periksa Teorema 18.1.1 untuk dan , lalu untuk dan . Pada masing-masing pasangan, tentukan apakah kesamaan berlaku dan jelaskan dengan kriteria .
Latihan 18.1-2. Buktikan bahwa tidak ada yang membuat untuk semua . Untuk berapa saja ketaksamaan itu berlaku untuk semua ?
Latihan 18.1-3. Buktikan dan tentukan kasus kesamaannya. Hitung untuk dan .
Latihan 18.1-4. Buktikan Teorema 18.1.3, termasuk kriteria kesamaan. Terapkan pada .
Latihan 18.1-5. Buktikan bahwa jika dan , maka .
Latihan 18.1-6. Buktikan bahwa untuk , , dan tentukan kapan kesamaan berlaku.
Latihan 18.1-7. Buktikan Proposisi 18.1.5, lalu periksa pada dan .
Latihan 18.1-8. Untuk dan real, buktikan .
Solusi
Solusi 18.1-1. Untuk : , tegas, karena . Untuk : , kesamaan, karena .
Solusi 18.1-2. Untuk , ketaksamaan itu menjadi , yaitu . Jadi setiap gagal. Untuk , ketaksamaan berlaku: , karena . Jadi himpunan konstanta yang sah adalah .
Solusi 18.1-3. Akibat 18.1.2(a), dengan kesamaan tepat ketika . Untuk : , kesamaan karena .
Solusi 18.1-4. Lihat bukti Teorema 18.1.3. Untuk : . Tegas, karena ada suku positif dan negatif.
Solusi 18.1-5. . Penjumlahan dua ketaksamaan tegas memberi ketaksamaan tegas (Teorema 10.2.5(i)).
Solusi 18.1-6. . Akibat 18.1.2(a) dengan dan memberi . Kesamaan terjadi jika dan hanya jika , yaitu . Secara geometris, jumlah jarak ke dan paling sedikit , dengan kesamaan tepat di antara keduanya (bandingkan Contoh 17.2.5).
Solusi 18.1-7. Bukti: Proposisi 18.1.5. Pemeriksaan: dan , sehingga selisihnya . . Jadi , dengan kesamaan.
Solusi 18.1-8. , berdasarkan asosiativitas dan komutativitas jumlah berhingga. Teorema 18.1.3 memberi kesimpulan.
Ringkasan
Ketaksamaan segitiga berlaku untuk dua suku dan untuk suku, dengan kesamaan tepat ketika semua suku tak nol bertanda sama. Bentuk turunannya: selisih dibatasi jumlah besarnya, bentuk metrik dengan kesamaan tepat ketika titik tengah berada di antara, dan estimasi galat jumlahan. Ketaksamaan itu tajam, dan operasi maksimum tidak memperbesar galat. Unit 18.2 membandingkan beberapa bukti dan menjelaskan nama "segitiga" lewat jarak di bidang.
18.2 Bukti Analitis dan Interpretasi Geometris
Satu teorema dapat dibuktikan dengan beberapa cara, dan setiap cara memperlihatkan alasan yang berbeda mengapa teorema itu benar. Unit ini membandingkan tiga bukti analitis ketaksamaan segitiga di beserta prasyaratnya masing-masing. Setelah itu kita memberi dua interpretasi geometris: di garis bilangan, sebagai jalan memutar lewat titik nol; dan di bidang koordinat, sebagai sifat sisi-sisi segitiga, yang menjadi asal nama teorema itu. Versi bidang dibuktikan dengan ketaksamaan Cauchy–Schwarz dari Bab 10.
Prasyarat:
- Teorema 18.1.1;
- Lemma 13.1.1–13.1.2 dan Proposisi 13.1.11;
- Teorema 17.3.3 (perbandingan lewat kuadrat);
- Teorema 10.4.10 dan Akibat 10.4.11 (Cauchy–Schwarz);
- Teorema 16.4.1(f) (perbandingan akar).
Tiga Bukti Analitis
Bukti 1 (Urutan)
Dari dan , penjumlahan memberi , lalu Lemma 13.1.2(a). Prasyarat: hukum urutan dan definisi nilai mutlak. Bukti ini berlaku di setiap lapangan terurut (Teorema 13.1.4).
Bukti 2 (Kuadrat)
Hitung
Langkah tengah memakai (Lemma 13.1.1 dan Proposisi 10.2.7b) serta dan . Karena , Teorema 17.3.3 memberi .
Kesamaan berlaku jika dan hanya jika , yaitu . Ini sesuai dengan kriteria Teorema 18.1.1.
Prasyarat: perbandingan kuadrat bilangan taknegatif (Korolari 10.2.6, lewat Teorema 17.3.3). Tidak ada kelengkapan, sehingga bukti ini juga berlaku di setiap lapangan terurut.
Bukti 3 (Kasus Tanda)
- Jika : .
- Jika : .
- Jika : bila , maka ; bila , maka , karena .
- Kasus simetris.
Prasyarat: definisi per kasus dan urutan.
Perbandingan ketiga bukti:
- Bukti 1 paling ringkas dan memperlihatkan bahwa ketaksamaan segitiga hanyalah penjumlahan dua pengapit.
- Bukti 2 menunjukkan bahwa satu-satunya kehilangan informasi ada pada suku silang, . Inilah pola yang berlanjut ke vektor dan ke Cauchy–Schwarz.
- Bukti 3 paling mendasar, tetapi paling panjang dan paling rawan kasus terlewat.
Interpretasi di Garis Bilangan
Proposisi 18.2.1 (Jalan Memutar Lewat Nol)
Untuk : dan . Ketaksamaan segitiga menyatakan bahwa jarak langsung dari ke tidak melebihi jarak memutar lewat . Kesamaan terjadi tepat ketika terletak di antara dan , yaitu ketika .
Bukti. , , dan . Menurut Proposisi 13.1.11, kesamaan terjadi tepat ketika . Syarat itu berarti dan tidak berada tegas di sisi yang sama dari , yaitu , yaitu .
Interpretasi di Bidang: Asal Nama "Segitiga"
Di bidang koordinat , panjang ruas garis antara dan diukur dengan jarak Euklides
Akar ini terdefinisi karena radikannya taknegatif (Teorema 11.3.8). Untuk vektor , tulis dan . Maka , dengan pengurangan komponen demi komponen.
Buku ini tidak membangun geometri bidang secara aksiomatik. Bidang di sini adalah dengan rumus koordinat, sehingga setiap klaim di bawah adalah klaim aljabar tentang pasangan bilangan real.
Teorema 18.2.2 (Ketaksamaan Segitiga di Bidang)
Untuk : . Kesamaan berlaku jika dan hanya jika , atau untuk suatu .
Bukti. Dengan , Teorema 10.4.10 memberi , sehingga (Akibat 10.4.11). Maka
Kedua bilangan dan taknegatif, sehingga Korolari 10.2.6a memberi .
Kesamaan berlaku jika dan hanya jika . Bila , kedua ruas nol dan kesamaan berlaku. Bila , maka berarti dan . Menurut kriteria kesamaan Teorema 10.4.10(ii), kondisi pertama berarti dengan , dan kondisi kedua membuat . Sebaliknya, bila dengan , maka dan . Di sini , karena (Teorema 9.3B.8.1 dan 17.3.1).
Akibat 18.2.3 (Sisi-Sisi Segitiga)
Untuk titik :
Kesamaan berlaku tepat ketika terletak pada ruas garis dari ke , yaitu untuk suatu .
Bukti. Ambil dan , sehingga , lalu gunakan Teorema 18.2.2.
Kesamaan: bila , maka , dan adalah ujung ruas (). Bila , kesamaan berlaku jika dan hanya jika dengan . Selesaikan untuk : , sehingga dengan . Sebaliknya, setiap berasal dari , dan adalah kasus .
Inilah ketaksamaan tentang sisi segitiga: panjang satu sisi tidak melebihi jumlah dua sisi lainnya, dengan kesamaan hanya ketika "segitiganya" gepeng, yaitu ketiga titik segaris dengan di antara dan . Di garis bilangan, , rumus mengembalikan Teorema 18.1.1, dan syarat " dengan " menjadi syarat tanda yang sama, .
Latihan
Latihan 18.2-1. Tuliskan Bukti 2 secara lengkap, sebutkan setiap hasil yang dipakai, dan tentukan kasus kesamaannya dari bukti itu.
Latihan 18.2-2. Tuliskan Bukti 3 secara lengkap untuk kasus .
Latihan 18.2-3. Buktikan Proposisi 18.2.1 dan periksa pada dan : hitung , , dan .
Latihan 18.2-4. Untuk , , dan , hitung ketiga sisi segitiga dan periksa ketiga bentuk ketaksamaan segitiga.
Latihan 18.2-5. Buktikan ketaksamaan segitiga di untuk sebarang , dengan , memakai Teorema 10.4.10.
Latihan 18.2-6. Untuk , , dan , periksa bahwa kesamaan berlaku, dan tentukan dengan .
Latihan 18.2-7. Tunjukkan bahwa tidak berlaku umum. Tentukan tepat untuk pasangan mana ketaksamaan itu berlaku.
Latihan 18.2-8. Dari ketaksamaan segitiga, turunkan dan . Simpulkan .
Solusi
Solusi 18.2-1. Lihat Bukti 2. Hasil yang dipakai: Proposisi 10.2.7a(iii), Lemma 13.1.1 (), Proposisi 10.2.7b, dan Teorema 17.3.3. Kesamaan setara dengan kesamaan kuadrat (Teorema 17.3.3), yaitu dengan , yaitu (Proposisi 17.1.2).
Solusi 18.2-2. memberi dan . Bila : , karena . Bila : , karena .
Solusi 18.2-3. Bukti: Proposisi 18.2.1. Untuk , , dan : , , dan . Jadi . Titik tidak terletak di antara dan , sehingga kesamaan gagal, sesuai .
Solusi 18.2-4. , , dan . Ketiga bentuk: , , dan . Semuanya tegas, karena ketiga titik tidak segaris.
Solusi 18.2-5. Sama dengan bukti Teorema 18.2.2, dengan : , memakai Teorema 10.4.10 untuk suku, lalu Korolari 10.2.6a.
Solusi 18.2-6. , , dan . Langkah terakhir: dan , sehingga ketunggalan akar memberi kesamaan. Jadi . Juga , dengan .
Solusi 18.2-7. . Untuk : . Jadi ketaksamaan itu berlaku tepat ketika dan tidak bertanda sama secara tegas.
Solusi 18.2-8. , sehingga . Dengan peran ditukar, . Karena lebih besar atau sama dengan kedua bilangan , Proposisi 17.1.2 memberi .
Ringkasan
Tiga bukti analitis ketaksamaan segitiga di (urutan, kuadrat, kasus tanda) berlaku di setiap lapangan terurut. Bukti kuadrat menunjukkan bahwa satu-satunya kehilangan ada pada suku silang. Di garis bilangan, teorema itu menyatakan bahwa jalan memutar lewat nol tidak lebih pendek. Di bidang , lewat Cauchy–Schwarz, teorema itu menjadi sifat sisi segitiga, dengan kesamaan tepat ketika ketiga titik segaris dan titik tengahnya berada di antara. Unit 18.3 membahas versi terbalik, yang memberi batas bawah.
18.3 Ketidaksamaan Segitiga Terbalik (Reverse Triangle Inequality)
Ketaksamaan segitiga memberi batas atas: besar jumlah tidak melebihi jumlah besar. Banyak argumen analisis justru memerlukan batas bawah. Misalnya, sebelum membagi dengan kita perlu tahu bahwa tidak terlalu dekat dengan nol, dan sebelum memakai kita memerlukan batas atas bagi , yaitu batas bawah bagi . Ketaksamaan segitiga terbalik
adalah alat utamanya. Ketaksamaan ini sudah dibuktikan sebagai Korolari 13.1.6, dan kriteria kesamaannya pada Latihan 13.1-4. Unit ini menghimpun bentuk-bentuknya, menafsirkannya sebagai "nilai mutlak tidak memperbesar jarak", dan memakainya untuk menjauhkan suatu besaran dari nol.
Contoh master: dan , sehingga . Ketaksamaannya tegas karena dan berlawanan tanda.
Prasyarat: Unit 18.1–18.2; Korolari 13.1.6; Bab 17; Lemma 13.1.2.
Pernyataan dan Varian
Teorema 18.3.1 (Segitiga Terbalik; Korolari 13.1.6)
Untuk semua :
dengan kesamaan jika dan hanya jika .
Bukti. Ketaksamaan: dan (Akibat 18.1.2(c)), sehingga . Lalu gunakan Lemma 13.1.2(a).
Kesamaan: Solusi 13.1-4(c). Jika , sama dengan atau . Jika , misalnya , maka , sedangkan adalah selisih dua bilangan positif, sehingga lebih kecil tegas dari jumlahnya.
Akibat 18.3.2 (Bentuk-Bentuk Batas Bawah)
Untuk :
(a) , dengan kesamaan jika dan hanya jika ;
(b) dan ;
(c) untuk dan : .
Bukti. (a) Teorema 18.3.1 dengan diganti .
(b) (Proposisi 17.1.2), lalu gunakan (a) untuk dan Teorema 18.3.1 untuk .
(c) (Teorema 18.1.3). Pindahkan suku.
Bentuk (c) menyatakan bahwa satu suku yang dominan tidak dapat dihapus oleh suku-suku kecil. Bila lebih besar daripada jumlah besar suku lainnya, jumlah keseluruhan tidak mungkin nol.
Nilai Mutlak Tidak Memperbesar Jarak
Proposisi 18.3.3
Untuk : . Dengan kata lain, fungsi adalah fungsi Lipschitz dengan konstanta .
Bukti. Teorema 18.3.1, dengan .
Akibatnya, jika dekat dalam jarak kurang dari , maka dekat dalam jarak kurang dari . Kebalikannya salah: , tetapi . Fungsi dapat mengecilkan jarak, tetapi tidak pernah memperbesarnya.
Menjauhkan dari Nol
Teorema 18.3.4 (Batas Bawah di Sekitar Titik Tak Nol)
Misalkan dan dengan . Maka:
(a) , khususnya ;
(b) ;
(c) bertanda sama dengan .
Bukti. (a) Akibat 18.3.2(b) dengan : .
(b) Dari (a) dan Teorema 10.2.4(i), karena .
(c) Untuk , memberi (Lemma 13.1.2). Untuk , .
Konstanta hanya contoh. Untuk setiap dengan , syarat memberi . Untuk , kesimpulannya gagal: memenuhi .
Contoh 18.3.5 (Estimasi Kebalikan)
Untuk dan :
Ini memakai Teorema 17.4.2 dan Teorema 18.3.4(b). Contoh 17.4.6 adalah kasus dengan syarat yang lebih kuat, ; batas yang diperoleh di sana, , sama dengan untuk .
Latihan
Latihan 18.3-1. Periksa Teorema 18.3.1 untuk , , . Tentukan kasus kesamaan.
Latihan 18.3-2. Buktikan Akibat 18.3.2(a) beserta kriteria kesamaannya.
Latihan 18.3-3. Buktikan bahwa jika , maka . Terapkan untuk menunjukkan bahwa bila .
Latihan 18.3-4. Buktikan Proposisi 18.3.3 dan tunjukkan bahwa kebalikannya, , gagal.
Latihan 18.3-5. Misalkan . Buktikan , , dan .
Latihan 18.3-6. Tunjukkan bahwa Teorema 18.3.4 gagal bila syaratnya diganti .
Latihan 18.3-7. Dengan rumus dan Teorema 18.3.1, buktikan . Bandingkan dengan Proposisi 18.1.5, dan tunjukkan dengan contoh bahwa batas ini dapat lebih besar daripada .
Latihan 18.3-8. Buktikan bahwa untuk , .
Solusi
Solusi 18.3-1. : , tegas. : , kesamaan, karena . : dan , kesamaan.
Solusi 18.3-2. Ganti dengan dalam Teorema 18.3.1: , dengan . Kesamaan terjadi jika dan hanya jika , yaitu .
Solusi 18.3-3. Akibat 18.3.2(c): .
Untuk dengan : ambil , , dan . Maka , karena . Juga , karena . Karena dan , berlaku , dan polinomialnya tak nol.
Solusi 18.3-4. Proposisi 18.3.3 adalah Teorema 18.3.1 dalam bahasa jarak. Kebalikannya gagal: dan memberi dan .
Solusi 18.3-5. Teorema 18.3.4 dengan , karena : dan . Contoh 18.3.5 memberi .
Solusi 18.3-6. Dengan : , tetapi , dan tidak terdefinisi.
Solusi 18.3-7. . Teorema 18.3.1 memberi . Dengan segitiga, nilai mutlak ruas kanan paling banyak .
Perbandingan: untuk , sehingga Proposisi 18.1.5 memberi batas yang tidak lebih buruk. Contoh: dan . Selisih maksimumnya , Proposisi 18.1.5 memberi batas (tajam), dan rumus di sini memberi .
Solusi 18.3-8. Teorema 18.3.1 dengan dan : .
Ringkasan
Ketaksamaan segitiga terbalik memberi batas bawah bagi besar jumlah dan selisih, dengan kesamaan pada syarat tanda yang dicerminkan. Nilai mutlak adalah fungsi Lipschitz-1: ia tidak memperbesar jarak. Akibat terpentingnya untuk analisis adalah penjauhan dari nol: dekat titik tak nol , besaran dibatasi ke bawah oleh , sehingga kebalikannya terbatas. Ini dasar estimasi pembagian. Unit 18.4 merangkai semua ini menjadi aturan estimasi galat.
18.4 Penerapan dalam Estimasi Galat (Error Bounds)
Setiap pengukuran dan setiap perhitungan berpresisi terbatas menghasilkan nilai hampiran, bukan nilai sebenarnya. Pertanyaan praktisnya: bila hampiran masukan diketahui paling jauh dari nilai sebenarnya, seberapa jauh hampiran keluaran dapat menyimpang? Unit ini menjawab pertanyaan itu secara rigor untuk operasi dasar, yaitu jumlah, selisih, kelipatan, hasil kali, dan kebalikan, dengan memakai ketaksamaan segitiga (Unit 18.1), versi terbaliknya (Unit 18.3), dan sifat perkalian nilai mutlak (Unit 17.4). Batas yang dihasilkan adalah batas terburuk (worst case): batas itu menjamin, bukan memperkirakan rata-rata.
Penjelasan master menyebut penerapan pada kalibrasi sensor industri, untuk mengukur batas maksimum deviasi pembacaan alat ukur. Model pada unit ini bersifat hipotetis dan matematis. Angka-angkanya bukan spesifikasi alat, standar industri, atau rekomendasi rekayasa. Penerapan pada sistem nyata memerlukan data dan standar dari sistem itu sendiri.
Prasyarat: Unit 18.1–18.3; Bab 17; Teorema 10.2.5.
Galat Absolut dan Relatif
Definisi 18.4.1
Misalkan nilai sebenarnya dan hampirannya.
(a) Galat absolut: .
(b) Batas galat: bilangan dengan . Ditulis juga , yang berarti (Lemma 13.1.2), atau sebaliknya .
(c) Untuk , galat relatif: .
Batas galat tidak tunggal. Bila suatu batas, setiap juga batas. Yang bernilai adalah batas yang kecil dan terbukti. Galat relatif tidak bermakna untuk , karena penyebutnya nol (Unit 15.4).
Perambatan Galat
Teorema 18.4.2 (Aturan Perambatan)
Misalkan dan , dengan nilai sebenarnya dan .
(a) (Jumlah dan selisih) dan .
(b) (Kelipatan) Untuk : .
(c) (Hasil kali) .
(d) (Kebalikan) Jika dan , maka dan .
(e) (Jumlah suku) Jika untuk , maka .
Bukti. (a) , lalu segitiga. Selisih: , lalu Akibat 18.1.2(a).
(b) Proposisi 17.4.5(a).
(c) Tulis . Periksa dengan menguraikan: . Segitiga dan sifat perkalian memberi . Langkah terakhir memakai Teorema 10.2.5(ii) untuk bilangan taknegatif.
(d) Teorema 18.3.4 dan Contoh 18.3.5.
(e) Teorema 18.1.3 pada .
Dua sifat batas-batas ini perlu dicatat.
Pertama, batas pada (a) dan (e) tajam. Untuk jumlah, galat bertanda sama dapat mencapai kesamaan dalam ketaksamaan segitiga (Teorema 18.1.3): dan memberi galat jumlah tepat . Untuk selisih, tulis dan . Galat aktualnya adalah , bukan selalu jumlah besar kedua galat. Batas selisih tajam: dan mencapainya. Sebaliknya, memberi galat selisih nol. Jadi pengurangan dapat membatalkan galat tertentu; tanpa informasi tambahan tentang hubungan kedua galat, batas terburuk yang dijamin tetap .
Kedua, suku pada (c) biasanya jauh lebih kecil daripada dua suku lainnya bila galat-galatnya kecil, tetapi suku itu tetap bagian dari batas yang terbukti. Membuangnya menghasilkan perkiraan, bukan jaminan.
Proposisi 18.4.3 (Galat Relatif Hasil Kali)
Misalkan . Tulis dan (galat relatif bertanda). Maka
Bukti. dan , sehingga . Bagi dengan , kurangi , lalu gunakan segitiga dan sifat perkalian.
Untuk galat relatif kecil, galat relatif hasil kali kira-kira sama dengan jumlah galat relatif faktornya. Kata "kira-kira" di sini menunjuk suku yang dibuang. Batas yang terbukti tetap memuat suku itu.
Proposisi 18.4.4 (Kuadrat)
Jika , maka .
Bukti. , dan . Kalikan, memakai Teorema 10.2.5(ii).
Model Hipotetis: Kalibrasi Pembacaan
Misalkan sebuah alat ukur memberikan pembacaan menurut model
dengan nilai sebenarnya, simpangan tetap alat (offset) yang tidak diketahui, dan gangguan yang hanya diketahui memenuhi . Semua besaran real. Model ini disederhanakan untuk keperluan matematika; tidak diklaim mewakili alat tertentu.
Kalibrasi: alat diarahkan ke acuan dengan nilai sebenarnya diketahui, , dan pembacaannya dengan . Taksiran simpangan adalah , sehingga .
Pembacaan terkoreksi: untuk pengukuran baru , taksirannya . Galatnya
Batas adalah deviasi maksimum yang dijamin model, dan batas itu tajam: dan mencapainya. Dengan angka hipotetis satuan, setiap pembacaan terkoreksi berada dalam satuan dari nilai sebenarnya.
Dua pelajaran matematis:
- Kalibrasi menghapus simpangan tetap dalam model ini, tetapi menyisakan galat bertanda . Galat aktualnya dapat bertambah atau berkurang bergantung pada kedua gangguan; jika , keduanya saling membatalkan. Ketaksamaan segitiga menjamin batas atas , bukan bahwa galat aktual selalu bertambah.
- Batas terburuk berbeda dari perilaku tipikal. Model yang memakai rata-rata banyak pembacaan atau sebaran statistik gangguan memerlukan teori lain yang tidak dibahas di sini. Batas pada unit ini tetap berlaku sebagai jaminan terburuk.
Model Hipotetis: Akumulasi Toleransi
Lima komponen dirangkai berurutan. Panjang nominal masing-masing satuan dan toleransinya masing-masing , sehingga panjang sebenarnya memenuhi . Teorema 18.4.2(e) memberi , sehingga total panjang berada di . Batas ini tajam, misalnya bila semua . Toleransi bertambah secara linear dengan banyaknya komponen dalam analisis terburuk.
Latihan
Latihan 18.4-1. Diketahui dan . Tentukan batas galat untuk dan terhadap dan . Tunjukkan bahwa kedua batas tajam.
Latihan 18.4-2. Diketahui dan . Buktikan .
Latihan 18.4-3. Diketahui . Buktikan dan .
Latihan 18.4-4. Untuk lima komponen pada model akumulasi toleransi, tentukan batas galat bila toleransinya berbeda-beda: ; ; ; ; . Berikan contoh panjang yang mencapai batas.
Latihan 18.4-5. Buktikan Proposisi 18.4.3. Untuk galat relatif dan , tentukan batas galat relatif hasil kali.
Latihan 18.4-6. Pada model kalibrasi dengan , tentukan batas galat pembacaan terkoreksi. Tunjukkan bahwa batas itu dicapai oleh suatu pilihan dan .
Latihan 18.4-7. Tunjukkan bahwa batas Teorema 18.4.2(c) dapat dicapai bila dan galat positif. Berikan contoh dengan dan .
Latihan 18.4-8. Buktikan Proposisi 18.4.4. Jika , berapa batas ?
Solusi
Solusi 18.4-1. Jumlah: . Selisih: .
Ketajaman: untuk jumlah, dan memberi , dengan galat . Untuk selisih, dan memberi , dengan galat .
Solusi 18.4-2. Teorema 18.4.2(c) dengan , , , dan memberi .
Solusi 18.4-3. . Teorema 18.4.2(d) memberi dan .
Solusi 18.4-4. Batasnya . Batas itu dicapai oleh panjang ; ; ; ; , dengan total .
Solusi 18.4-5. Bukti: Proposisi 18.4.3. Batasnya .
Solusi 18.4-6. Batasnya , dicapai oleh dan : .
Solusi 18.4-7. dan memberi . Batasnya . Batas tercapai karena semua suku dalam positif, sehingga ketaksamaan segitiga menjadi kesamaan (Teorema 18.1.3).
Solusi 18.4-8. Bukti: Proposisi 18.4.4. Dengan dan : .
Ringkasan Unit 18.4 dan Penutup Bab 18
Galat absolut dan relatif didefinisikan dengan nilai mutlak. Aturan perambatan galat untuk jumlah, selisih, kelipatan, hasil kali, kebalikan, dan jumlahan berhingga diturunkan dari ketaksamaan segitiga dan versi terbaliknya. Batas untuk jumlah dan selisih tajam, tetapi galat aktual selisih hanya dibatasi oleh jumlah besar galat dan dapat bernilai nol ketika kedua galat sama. Model hipotetis kalibrasi menghapus simpangan tetap sambil menyisakan selisih dua gangguan, sedangkan akumulasi toleransi menunjukkan pertumbuhan linear dalam analisis terburuk.
Bab 18 secara keseluruhan:
- 18.1: ketaksamaan segitiga dan bentuk-bentuknya, termasuk suku dengan kesamaan;
- 18.2: tiga bukti analitis dan makna geometris di garis dan di bidang lewat Cauchy–Schwarz;
- 18.3: versi terbalik dan penjauhan dari nol;
- 18.4: estimasi galat.
Bab 19 memakai semuanya untuk menyelesaikan pertaksamaan nilai mutlak.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 19.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 17.