Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 17Lanjut

    Teori Nilai Mutlak (Absolute Value) Komprehensif

    Bab 17 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    27 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 17 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 17: Teori Nilai Mutlak (Absolute Value) Komprehensif

    17.1 Definisi Aljabar dan Geometris Nilai Mutlak

    Nilai mutlak sudah dipakai sejak Bab 10, dan sifat-sifat dasarnya tersebar di beberapa bab: definisi dan sifat aljabar pertama pada Bab 10, akar dari kuadrat pada Bab 9 dan 12, serta ketaksamaan segitiga dan metrik pada Bab 13. Bab 17 menghimpun teori itu menjadi satu, melengkapi celahnya, dan menyiapkannya untuk Bab 18–19. Untuk menghindari pengulangan, hasil yang sudah dibuktikan dirujuk dengan nomornya dan tidak dibuktikan ulang. Bukti baru hanya diberikan untuk hasil yang belum ada.

    Unit ini membahas dua cara memandang ∣x∣|x|: secara aljabar sebagai fungsi yang didefinisikan per kasus, dan secara geometris sebagai jarak ke titik nol. Contoh master, ∣−5∣=−(−5)=5|-5|=-(-5)=5, adalah penerapan langsung definisi aljabar.

    Definisi Aljabar

    Definisi 17.1.1 (Nilai Mutlak; Definisi 10.2.7)

    Untuk x∈Rx\in\mathbb{R},

    ∣x∣={x,jika x≥0,−x,jika x<0.|x|=\begin{cases}x,&\text{jika }x\geq0,\\-x,&\text{jika }x<0.\end{cases}

    Kedua kasus saling eksklusif dan mencakup semua xx (trikotomi), sehingga ∣x∣|x| terdefinisi tunggal untuk setiap bilangan real. Definisi yang sama berlaku di setiap lapangan terurut, misalnya Q\mathbb{Q}, karena hanya memakai urutan dan negasi.

    Contoh master: −5<0-5<0, sehingga kasus kedua berlaku dan ∣−5∣=−(−5)=5|-5|=-(-5)=5. Untuk x=3x=3, ∣3∣=3|3|=3. Untuk x=0x=0, kasus pertama memberi ∣0∣=0|0|=0.

    Kesalahan baca yang umum adalah mengira "∣x∣=−x|x|=-x" berarti ∣x∣|x| negatif. Pada kasus kedua, xx sendiri negatif, sehingga −x-x positif. Simbol −x-x berarti lawan dari xx, bukan bilangan negatif.

    Daftar Hasil yang Sudah Terbukti

    Hasil berikut dipakai bebas dalam Bab 17–19.

    HasilIsiLokasi bukti
    Nonnegativitas dan nol∣x∣≥0\vert x\vert \geq0; ∣x∣=0  ⟺  x=0\vert x\vert =0\iff x=0Proposisi 10.2.7a(i)(ii)
    Kuadrat∣x∣2=x2\vert x\vert ^2=x^2Proposisi 10.2.7a(iii)
    Simetri∣−x∣=∣x∣\vert -x\vert =\vert x\vert Proposisi 10.2.7a(iv)
    Perkalian∣xy∣=∣x∣∣y∣\vert xy\vert =\vert x\vert \vert y\vert Proposisi 10.2.7b
    Pengapit−∣x∣≤x≤∣x∣-\vert x\vert \leq x\leq\vert x\vert Lemma 13.1.1
    Pertaksamaan ganda∣t∣≤c  ⟺  −c≤t≤c\vert t\vert \leq c\iff-c\leq t\leq c (c≥0c\geq0); ∣t∣<c  ⟺  −c<t<c\vert t\vert <c\iff-c<t<c (c>0c>0)Lemma 13.1.2
    Segitiga∣u+v∣≤∣u∣+∣v∣\vert u+v\vert \leq\vert u\vert +\vert v\vert , kesamaan   ⟺  uv≥0\iff uv\geq0Teorema 13.1.4
    Segitiga terbalik∣∣u∣−∣v∣∣≤∣u−v∣\bigl\vert \vert u\vert -\vert v\vert \bigr\vert \leq\vert u-v\vert Korolari 13.1.6
    Akar dari kuadratx2=∣x∣\sqrt{x^2}=\vert x\vert Teorema 9.3B.8.3, Korolari 12.3.5
    Metrikd(x,y)=∣x−y∣d(x,y)=\vert x-y\vert Teorema 13.1.8

    Karakterisasi Lain

    Proposisi 17.1.2 (Nilai Mutlak sebagai Maksimum)

    Untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R}, ∣x∣=max⁡(x,−x)|x|=\max(x,-x). Secara khusus x≤∣x∣x\leq|x| dan −x≤∣x∣-x\leq|x|. Lebih lanjut, ∣x∣=x  ⟺  x≥0|x|=x\iff x\geq0, dan ∣x∣=−x  ⟺  x≤0|x|=-x\iff x\leq0.

    Bukti. Jika x≥0x\geq0, maka −x≤0≤x-x\leq0\leq x, sehingga max⁡(x,−x)=x=∣x∣\max(x,-x)=x=|x|. Jika x<0x<0, maka x<0<−xx<0<-x, sehingga max⁡(x,−x)=−x=∣x∣\max(x,-x)=-x=|x|.

    Untuk kalimat terakhir: jika ∣x∣=x|x|=x, maka x=∣x∣≥0x=|x|\geq0. Sebaliknya, untuk x≥0x\geq0 definisinya memberi ∣x∣=x|x|=x. Jika ∣x∣=−x|x|=-x, maka −x≥0-x\geq0, yaitu x≤0x\leq0. Sebaliknya, untuk x<0x<0 definisinya memberi ∣x∣=−x|x|=-x, dan untuk x=0x=0, ∣0∣=0=−0|0|=0=-0. □\square

    Karakterisasi ini sering lebih praktis daripada definisi per kasus. Sebuah bilangan MM adalah batas atas ∣x∣|x| jika dan hanya jika M≥xM\geq x dan M≥−xM\geq-x. Ini isi Lemma 13.1.2 dalam bentuk lain.

    Proposisi 17.1.3 (Nilai Mutlak Sama)

    Untuk x,y∈Rx,y\in\mathbb{R}: ∣x∣=∣y∣  ⟺  x=y∨x=−y|x|=|y|\iff x=y\vee x=-y.

    Bukti. (⇐\Leftarrow) Jika x=yx=y, jelas. Jika x=−yx=-y, maka ∣x∣=∣−y∣=∣y∣|x|=|-y|=|y| (Proposisi 10.2.7a(iv)).

    (⇒\Rightarrow) ∣x∣=∣y∣|x|=|y| memberi x2=∣x∣2=∣y∣2=y2x^2=|x|^2=|y|^2=y^2, sehingga (x−y)(x+y)=x2−y2=0(x-y)(x+y)=x^2-y^2=0. Karena tidak ada pembagi nol, x=yx=y atau x=−yx=-y. □\square

    Definisi Geometris

    Proposisi 17.1.4 (Nilai Mutlak sebagai Jarak)

    Untuk x,a∈Rx,a\in\mathbb{R}, ∣x∣=d(x,0)|x|=d(x,0) dan ∣x−a∣=d(x,a)|x-a|=d(x,a), dengan dd metrik standar (Teorema 13.1.8). Jadi ∣x∣|x| adalah jarak xx ke titik nol pada garis bilangan, dan ∣x−a∣|x-a| adalah jarak antara xx dan aa.

    Bukti. d(x,a)=∣x−a∣d(x,a)=|x-a| menurut definisi, dan d(x,0)=∣x−0∣=∣x∣d(x,0)=|x-0|=|x|. □\square

    Nilai mutlak sebagai jarakUntuk: Bab 17, Unit 17.1 (Proposisi 17.1.4 dan 17.1.5; lanjutan bertanda, refleksi, Teorema 17.1.6, M17-01)

    Dari sudut pandang ini, sifat-sifat aljabar mempunyai makna langsung:

    • ∣x∣≥0|x|\geq0: jarak tak pernah negatif;
    • ∣x∣=0  ⟺  x=0|x|=0\iff x=0: hanya titik nol berjarak nol dari nol;
    • ∣−x∣=∣x∣|-x|=|x|: titik xx dan −x-x berjarak sama dari nol karena simetri terhadap nol;
    • ∣x−a∣=∣a−x∣|x-a|=|a-x|: jarak dari xx ke aa sama dengan jarak dari aa ke xx.

    Gambar garis bilangan membantu intuisi, tetapi semua klaim di atas dibuktikan dari definisi aljabar dan aksioma urutan, bukan dari gambar.

    Proposisi 17.1.5 (Titik pada Jarak Tertentu)

    Misalkan a,r∈Ra,r\in\mathbb{R}. Himpunan penyelesaian ∣x−a∣=r|x-a|=r adalah:

    • ∅\emptyset bila r<0r<0;
    • {a}\{a\} bila r=0r=0;
    • {a−r,a+r}\{a-r,a+r\} bila r>0r>0.

    Bukti. Bila r<0r<0, ruas kiri tak negatif dan ruas kanan negatif, sehingga mustahil. Bila r≥0r\geq0, Proposisi 17.1.3 dengan ∣x−a∣=∣r∣|x-a|=|r| (karena r=∣r∣r=|r|) memberi x−a=rx-a=r atau x−a=−rx-a=-r. Untuk r=0r=0, kedua kemungkinan berimpit. □\square

    Secara geometris: titik-titik yang berjarak tepat r>0r>0 dari aa adalah dua titik, satu di kiri dan satu di kanan aa.

    Persamaan Bernilai Mutlak

    Teorema 17.1.6 (Bentuk Baku Persamaan)

    Untuk bilangan real AA dan BB:

    (a) ∣A∣=B  ⟺  B≥0∧(A=B∨A=−B)|A|=B\iff B\geq0\wedge(A=B\vee A=-B);

    (b) ∣A∣=∣B∣  ⟺  A=B∨A=−B|A|=|B|\iff A=B\vee A=-B.

    Bukti. (a) (⇒\Rightarrow) B=∣A∣≥0B=|A|\geq0, dan ∣A∣=∣B∣|A|=|B| karena B≥0B\geq0, sehingga Proposisi 17.1.3 memberi A=±BA=\pm B. (⇐\Leftarrow) B≥0B\geq0 memberi ∣B∣=B|B|=B. Jika A=±BA=\pm B, maka ∣A∣=∣B∣=B|A|=|B|=B.

    (b) Proposisi 17.1.3. □\square

    Syarat B≥0B\geq0 pada (a) adalah syarat yang paling sering dilupakan. Tanpa syarat itu, solusi palsu muncul (Contoh 17.1.7).

    Contoh 17.1.7 (Persamaan dengan Ruas Kanan Bervariabel)

    Selesaikan ∣2x−1∣=x+1|2x-1|=x+1.

    Penyelesaian. Teorema 17.1.6(a) memberi syarat x+1≥0x+1\geq0, ditambah 2x−1=x+12x-1=x+1 atau 2x−1=−(x+1)2x-1=-(x+1).

    • Kemungkinan pertama: x=2x=2, dan 2+1≥02+1\geq0 terpenuhi.
    • Kemungkinan kedua: 3x=03x=0, yaitu x=0x=0, dan 0+1≥00+1\geq0 terpenuhi.

    HP⁡={0,2}\operatorname{HP}=\{0,2\}. Pemeriksaan: ∣−1∣=1=0+1|-1|=1=0+1 dan ∣3∣=3=2+1|3|=3=2+1. □\square

    Bandingkan dengan ∣2x−1∣=x−3|2x-1|=x-3. Kemungkinannya x=−2x=-2 dan x=43x=\tfrac43. Syarat x−3≥0x-3\geq0 gagal untuk keduanya, sehingga HP⁡=∅\operatorname{HP}=\emptyset. Tanpa syarat itu, x=−2x=-2 akan diterima, padahal ∣−5∣=5≠−5|-5|=5\ne-5.

    Contoh 17.1.8 (Dua Nilai Mutlak dan Titik Tengah)

    Selesaikan ∣x−1∣=∣x+3∣|x-1|=|x+3|.

    Penyelesaian. Teorema 17.1.6(b): x−1=x+3x-1=x+3, yang mustahil (−1=3-1=3), atau x−1=−(x+3)x-1=-(x+3), yaitu 2x=−22x=-2, yaitu x=−1x=-1. HP⁡={−1}\operatorname{HP}=\{-1\}.

    Secara geometris, persamaan itu menanyakan titik yang berjarak sama ke 11 dan ke −3-3, yaitu titik tengahnya 1+(−3)2=−1\tfrac{1+(-3)}2=-1. □\square

    Latihan

    Latihan 17.1-1. Hitung dengan definisi, dan sebutkan kasus yang dipakai: (a) ∣−5∣|-5|, (b) ∣3−7∣|3-7|, (c) ∣2−2∣|\sqrt2-2|, (d) ∣−34∣⋅∣8∣|-\tfrac34|\cdot|8|.

    Latihan 17.1-2. Buktikan ∣x∣=max⁡(x,−x)|x|=\max(x,-x), lalu gunakan untuk membuktikan bahwa ∣x∣≤M|x|\leq M jika dan hanya jika x≤Mx\leq M dan −x≤M-x\leq M.

    Latihan 17.1-3. Buktikan ∣x∣=∣y∣  ⟺  x=±y|x|=|y|\iff x=\pm y tanpa memakai kuadrat, yaitu dengan pemisahan kasus tanda.

    Latihan 17.1-4. Selesaikan dan jelaskan secara geometris: (a) ∣x−3∣=5|x-3|=5, (b) ∣x+2∣=0|x+2|=0, (c) ∣x∣=−1|x|=-1.

    Latihan 17.1-5. Selesaikan ∣2x−1∣=x+1|2x-1|=x+1 dan ∣2x−1∣=x−3|2x-1|=x-3.

    Latihan 17.1-6. Selesaikan ∣x−1∣=∣x+3∣|x-1|=|x+3| secara aljabar dan secara geometris. Selesaikan juga ∣x−a∣=∣x−b∣|x-a|=|x-b| untuk a≠ba\ne b.

    Latihan 17.1-7. Selesaikan ∣x2−4∣=3x|x^2-4|=3x.

    Latihan 17.1-8. Dengan Lemma 13.1.2, buktikan bahwa untuk c∈Rc\in\mathbb{R} dan r>0r>0: ∣x−c∣<r  ⟺  x∈(c−r,c+r)|x-c|<r\iff x\in(c-r,c+r), dan ∣x−c∣≤r  ⟺  x∈[c−r,c+r]|x-c|\leq r\iff x\in[c-r,c+r]. Jelaskan makna geometrisnya.

    Solusi

    Solusi 17.1-1.

    (a) −5<0-5<0, sehingga ∣−5∣=5|-5|=5.

    (b) 3−7=−4<03-7=-4<0, sehingga ∣−4∣=4|-4|=4.

    (c) 2<2\sqrt2<2, karena (2)2=2<4=22(\sqrt2)^2=2<4=2^2 dan kedua bilangan positif (Korolari 10.2.6b). Jadi 2−2<0\sqrt2-2<0, dan ∣2−2∣=2−2|\sqrt2-2|=2-\sqrt2.

    (d) ∣−34∣=34|-\tfrac34|=\tfrac34 dan ∣8∣=8|8|=8, sehingga hasil kalinya 66. Ini sama dengan ∣−34⋅8∣=∣−6∣=6|-\tfrac34\cdot8|=|-6|=6 (Proposisi 10.2.7b). □\square

    Solusi 17.1-2. Proposisi 17.1.2. Lalu ∣x∣≤M  ⟺  max⁡(x,−x)≤M  ⟺  x≤M∧−x≤M|x|\leq M\iff\max(x,-x)\leq M\iff x\leq M\wedge-x\leq M. Maksimum dua bilangan paling besar MM tepat ketika keduanya paling besar MM, karena maksimum adalah salah satu dari keduanya dan keduanya tidak melebihi maksimum. □\square

    Solusi 17.1-3. (⇐\Leftarrow) Seperti Proposisi 17.1.3. (⇒\Rightarrow) Kasus tanda:

    • x,y≥0x,y\geq0: ∣x∣=x|x|=x dan ∣y∣=y|y|=y, sehingga x=yx=y;
    • x≥0>yx\geq0>y: x=∣x∣=∣y∣=−yx=|x|=|y|=-y;
    • x<0≤yx<0\leq y: −x=y-x=y, sehingga x=−yx=-y;
    • x,y<0x,y<0: −x=−y-x=-y, sehingga x=yx=y.

    Dalam setiap kasus x=yx=y atau x=−yx=-y. □\square

    Solusi 17.1-4. (a) Proposisi 17.1.5 dengan a=3a=3 dan r=5r=5: {−2,8}\{-2,8\}, yaitu dua titik berjarak 55 dari 33. (b) r=0r=0: {−2}\{-2\}, karena hanya −2-2 yang berjarak 00 dari −2-2. (c) r<0r<0: ∅\emptyset, karena jarak tak pernah negatif. □\square

    Solusi 17.1-5. Contoh 17.1.7 dan catatan sesudahnya: {0,2}\{0,2\} dan ∅\emptyset. □\square

    Solusi 17.1-6. Bagian pertama: Contoh 17.1.8, {−1}\{-1\}. Umum: x−a=x−bx-a=x-b mustahil karena a≠ba\ne b; x−a=−(x−b)x-a=-(x-b) memberi x=a+b2x=\tfrac{a+b}2. Jadi himpunan penyelesaiannya titik tengah {a+b2}\{\tfrac{a+b}2\}, yaitu satu-satunya titik yang berjarak sama ke aa dan bb. □\square

    Solusi 17.1-7. Teorema 17.1.6(a): 3x≥03x\geq0, yaitu x≥0x\geq0, dan x2−4=±3xx^2-4=\pm3x.

    • x2−3x−4=0  ⟺  (x−4)(x+1)=0  ⟺  x∈{4,−1}x^2-3x-4=0\iff(x-4)(x+1)=0\iff x\in\{4,-1\}. Syarat x≥0x\geq0 menyisakan 44.
    • x2+3x−4=0  ⟺  (x+4)(x−1)=0  ⟺  x∈{−4,1}x^2+3x-4=0\iff(x+4)(x-1)=0\iff x\in\{-4,1\}. Syarat menyisakan 11.

    HP⁡={1,4}\operatorname{HP}=\{1,4\}. Pemeriksaan: ∣1−4∣=3=3⋅1|1-4|=3=3\cdot1 dan ∣16−4∣=12=3⋅4|16-4|=12=3\cdot4. Calon −1-1 dan −4-4 adalah solusi palsu: misalnya ∣1−4∣=3≠−3|1-4|=3\ne-3. □\square

    Solusi 17.1-8. Lemma 13.1.2(b) dengan t=x−ct=x-c: ∣x−c∣<r  ⟺  −r<x−c<r  ⟺  c−r<x<c+r|x-c|<r\iff-r<x-c<r\iff c-r<x<c+r. Versi ≤\leq dengan Lemma 13.1.2(a). Secara geometris, ini adalah himpunan titik yang berjarak kurang dari (paling banyak) rr dari cc, yaitu bola terbuka B(c,r)B(c,r) (bola tertutup B[c,r]B[c,r]) pada Unit 13.2. □\square

    Ringkasan

    Nilai mutlak didefinisikan secara aljabar per kasus, dan secara geometris sebagai jarak ke nol. Kedua pandangan setara (Proposisi 17.1.4). Karakterisasi sebagai maksimum max⁡(x,−x)\max(x,-x) dan kriteria kesamaan ∣x∣=∣y∣  ⟺  x=±y|x|=|y|\iff x=\pm y melengkapi daftar sifat yang telah terbukti. Persamaan bernilai mutlak diselesaikan dengan bentuk baku. Syarat ruas kanan taknegatif wajib, dan melupakannya menghasilkan solusi palsu. Unit 17.2 memandang x↦∣x∣x\mapsto|x| sebagai fungsi sepotong-sepotong dan mempelajari simetrinya.

    17.2 Fungsi Piecewise dan Sifat Simetri Nilai Mutlak

    Definisi nilai mutlak memakai dua rumus, xx dan −x-x, masing-masing pada bagian domainnya. Unit ini menjadikan pola itu objek kajian: fungsi sepotong-sepotong (piecewise). Kita menentukan kapan definisi semacam itu sah sebagai fungsi, bagaimana menulis ekspresi bernilai mutlak sebagai fungsi sepotong-sepotong, dan sifat simetri apa yang dimiliki x↦∣x∣x\mapsto|x| beserta kerabatnya. Rumus maksimum dan minimum lewat nilai mutlak, serta bagian positif dan negatif suatu bilangan, ditambahkan sebagai alat yang dipakai di Bab 18–19.

    Prasyarat: fungsi sebagai himpunan pasangan (Bab 5); Unit 17.1; Proposisi 10.2.7a; trikotomi.

    Fungsi Sepotong-sepotong

    Definisi 17.2.1 (Definisi Sepotong-sepotong)

    Misalkan D1,…,Dk⊆RD_1,\ldots,D_k\subseteq\mathbb{R} dengan k≥1k\geq1, dan fi:Di→Rf_i:D_i\to\mathbb{R} untuk i=1,…,ki=1,\ldots,k. Rumus

    f(x)=fi(x)bila x∈Dif(x)=f_i(x)\quad\text{bila }x\in D_i

    disebut definisi sepotong-sepotong pada D=D1∪⋯∪DkD=D_1\cup\cdots\cup D_k. Definisi itu sah (well-defined) jika fi(x)=fj(x)f_i(x)=f_j(x) untuk setiap x∈Di∩Djx\in D_i\cap D_j dan setiap pasangan i,ji,j.

    Proposisi 17.2.2 (Keabsahan sebagai Fungsi)

    Definisi sepotong-sepotong menentukan fungsi f:D→Rf:D\to\mathbb{R} jika dan hanya jika ia sah. Dalam kasus itu, grafik ff adalah gabungan grafik semua fif_i.

    Bukti. Tulis G=⋃iGiG=\bigcup_iG_i, dengan Gi={(x,fi(x)):x∈Di}G_i=\{(x,f_i(x)):x\in D_i\}. Menurut Bab 5, GG adalah grafik fungsi pada DD jika setiap x∈Dx\in D muncul sebagai komponen pertama dari tepat satu pasangan di GG. Setiap x∈Dx\in D termasuk suatu DiD_i, sehingga muncul paling sedikit sekali. Dua pasangan (x,fi(x))(x,f_i(x)) dan (x,fj(x))(x,f_j(x)) berimpit jika dan hanya jika fi(x)=fj(x)f_i(x)=f_j(x). Jadi "paling banyak sekali" setara dengan kesepakatan pada irisan. □\square

    Bila potongan-potongannya saling lepas, misalnya x≥0x\geq0 dan x<0x<0 pada definisi nilai mutlak, syarat keabsahan berlaku secara hampa. Bila potongan bertemu di titik batas, misalnya x≤1x\leq1 dan x≥1x\geq1, rumus-rumusnya harus sepakat di titik itu.

    Contoh 17.2.3 (Keabsahan)

    f(x)=x2f(x)=x^2 untuk x≤1x\leq1 dan f(x)=2x−1f(x)=2x-1 untuk x≥1x\geq1 sah, karena di x=1x=1 kedua rumus memberi 11. Sebaliknya, g(x)=xg(x)=x untuk x≤0x\leq0 dan g(x)=x+1g(x)=x+1 untuk x≥0x\geq0 tidak sah, karena di 00 rumusnya memberi 00 dan 11.

    Ekspresi Bernilai Mutlak sebagai Fungsi Sepotong-sepotong

    Proposisi 17.2.4 (Nilai Mutlak Fungsi Linear)

    Untuk m≠0m\ne0 dan c∈Rc\in\mathbb{R}, dengan x0=−cmx_0=-\tfrac cm:

    ∣mx+c∣={mx+c,bila mx+c≥0,−(mx+c),bila mx+c<0.|mx+c|=\begin{cases}mx+c,&\text{bila }mx+c\geq0,\\-(mx+c),&\text{bila }mx+c<0.\end{cases}

    Untuk m>0m>0, kasus pertama adalah x≥x0x\geq x_0; untuk m<0m<0, kasus pertama adalah x≤x0x\leq x_0.

    Bukti. Definisi nilai mutlak dengan t=mx+ct=mx+c, dan Proposisi 15.2.6 untuk memecahkan mx+c≥0mx+c\geq0. □\square

    Titik x0x_0, pembuat nol ekspresi di dalam nilai mutlak, adalah titik patah. Pada setiap sisinya, ∣mx+c∣|mx+c| adalah fungsi linear, dan grafiknya berbentuk huruf V dengan puncak di (x0,0)(x_0,0).

    Contoh 17.2.5 (Jumlah Dua Nilai Mutlak)

    Untuk h(x)=∣x−1∣+∣x−3∣h(x)=|x-1|+|x-3|:

    h(x)={4−2x,x<1,2,1≤x≤3,2x−4,x>3.h(x)=\begin{cases}4-2x,&x<1,\\2,&1\leq x\leq3,\\2x-4,&x>3.\end{cases}

    Bukti. Titik patah 11 dan 33 membagi garis menjadi tiga bagian.

    • Untuk x<1x<1: x−1<0x-1<0 dan x−3<0x-3<0, sehingga h(x)=(1−x)+(3−x)=4−2xh(x)=(1-x)+(3-x)=4-2x.
    • Untuk 1≤x≤31\leq x\leq3: x−1≥0x-1\geq0 dan x−3≤0x-3\leq0, sehingga h(x)=(x−1)+(3−x)=2h(x)=(x-1)+(3-x)=2.
    • Untuk x>3x>3: h(x)=(x−1)+(x−3)=2x−4h(x)=(x-1)+(x-3)=2x-4.

    Di x=1x=1, rumus pertama (dari kiri) memberi 22, sama dengan nilai tengah. Di x=3x=3, rumus ketiga memberi 22. Jadi grafiknya tidak "melompat" di titik patah. □\square

    Akibat: h(x)≥2h(x)\geq2 untuk semua xx, dengan kesamaan tepat pada [1,3][1,3]. Untuk x<1x<1, 4−2x>24-2x>2 karena x<1x<1. Untuk x>3x>3, 2x−4>22x-4>2. Secara geometris, h(x)h(x) adalah jumlah jarak xx ke 11 dan ke 33. Jumlah itu paling kecil, yaitu sama dengan jarak 11 ke 33, tepat ketika xx di antara keduanya. Ini Proposisi 13.1.11. Bab 19.2 memakai pola tiga wilayah ini untuk pertaksamaan.

    Simetri

    Definisi 17.2.6 (Fungsi Genap dan Simetri terhadap Titik)

    Fungsi ff dengan domain DD yang simetris (x∈D⇒−x∈Dx\in D\Rightarrow-x\in D) disebut genap jika f(−x)=f(x)f(-x)=f(x) untuk semua x∈Dx\in D. Lebih umum, ff simetris terhadap garis x=ax=a jika f(a+h)=f(a−h)f(a+h)=f(a-h) untuk semua hh yang membuat kedua ruas terdefinisi.

    Proposisi 17.2.7 (Simetri Nilai Mutlak)

    (a) x↦∣x∣x\mapsto|x| genap.

    (b) Untuk setiap aa, x↦∣x−a∣x\mapsto|x-a| simetris terhadap x=ax=a.

    (c) Untuk setiap fungsi gg yang domainnya memuat [0,∞)[0,\infty), fungsi x↦g(∣x∣)x\mapsto g(|x|) genap.

    (d) Fungsi h(x)=∣x−1∣+∣x−3∣h(x)=|x-1|+|x-3| simetris terhadap x=2x=2.

    Bukti. (a) Proposisi 10.2.7a(iv). (b) ∣(a+h)−a∣=∣h∣=∣−h∣=∣(a−h)−a∣|(a+h)-a|=|h|=|-h|=|(a-h)-a|. (c) g(∣−x∣)=g(∣x∣)g(|-x|)=g(|x|) menurut (a). (d) h(2+t)=∣1+t∣+∣t−1∣h(2+t)=|1+t|+|t-1| dan h(2−t)=∣1−t∣+∣−1−t∣=∣t−1∣+∣t+1∣h(2-t)=|1-t|+|-1-t|=|t-1|+|t+1|, sama. □\square

    Secara geometris, grafik fungsi genap simetris terhadap sumbu tegak: mencerminkan titik (x,y)(x,y) menjadi (−x,y)(-x,y) mempertahankan grafik.

    Proposisi 17.2.8 (Monotonisitas)

    x↦∣x∣x\mapsto|x| turun tegas pada (−∞,0](-\infty,0] dan naik tegas pada [0,∞)[0,\infty). Nilai minimumnya 00, yang dicapai hanya di x=0x=0.

    Bukti. Pada [0,∞)[0,\infty), ∣x∣=x|x|=x, sehingga naik tegas. Pada (−∞,0](-\infty,0], ∣x∣=−x|x|=-x; untuk u<v≤0u<v\leq0, −u>−v-u>-v, sehingga turun tegas. Minimum: ∣x∣≥0=∣0∣|x|\geq0=|0|, dan ∣x∣=0  ⟺  x=0|x|=0\iff x=0. □\square

    Akibatnya, ∣x∣|x| tidak monoton pada interval yang memuat titik dari kedua sisi 00, misalnya [−1,1][-1,1]. Karena itu, menerapkan ∣⋅∣|\cdot| pada kedua ruas suatu pertaksamaan tidak mempertahankan arahnya tanpa syarat tanda. Contohnya, −3<1-3<1 tetapi ∣−3∣>∣1∣|-3|>|1|. Ini sejajar dengan Jebakan 3 pada Unit 15.3 untuk pengkuadratan, sebab ∣x∣|x| dan x2x^2 sama-sama tidak monoton pada R\mathbb{R}.

    Maksimum, Minimum, Bagian Positif dan Negatif

    Proposisi 17.2.9 (Rumus Maksimum dan Minimum)

    Untuk a,b∈Ra,b\in\mathbb{R}:

    max⁡(a,b)=a+b+∣a−b∣2,min⁡(a,b)=a+b−∣a−b∣2.\max(a,b)=\frac{a+b+|a-b|}2,\qquad\min(a,b)=\frac{a+b-|a-b|}2.

    Bukti. Jika a≥ba\geq b, maka ∣a−b∣=a−b|a-b|=a-b, sehingga ruas kanan pertama 2a2=a=max⁡(a,b)\tfrac{2a}2=a=\max(a,b) dan ruas kanan kedua 2b2=b=min⁡(a,b)\tfrac{2b}2=b=\min(a,b). Jika a<ba<b, maka ∣a−b∣=b−a|a-b|=b-a, dan ruas kanan masing-masing bb dan aa. □\square

    Rumus ini menunjukkan bahwa maksimum dan minimum dapat dinyatakan dengan operasi lapangan dan nilai mutlak saja. Akibatnya, setiap sifat yang dibuktikan untuk nilai mutlak, misalnya ketaksamaan segitiga, langsung memberi sifat bagi maksimum dan minimum.

    Definisi 17.2.10 (Bagian Positif dan Negatif)

    Untuk x∈Rx\in\mathbb{R}, tetapkan x+=max⁡(x,0)x^+=\max(x,0) dan x−=max⁡(−x,0)x^-=\max(-x,0).

    Proposisi 17.2.11

    Untuk x∈Rx\in\mathbb{R}:

    (a) x+=x+∣x∣2x^+=\tfrac{x+|x|}2 dan x−=∣x∣−x2x^-=\tfrac{|x|-x}2;

    (b) x+,x−≥0x^+,x^-\geq0 dan x+x−=0x^+x^-=0;

    (c) x=x+−x−x=x^+-x^- dan ∣x∣=x++x−|x|=x^++x^-.

    Bukti. (a) Proposisi 17.2.9 dengan b=0b=0, dan dengan a=−xa=-x, b=0b=0, memakai ∣−x∣=∣x∣|-x|=|x|. (b) Untuk x≥0x\geq0: x+=xx^+=x dan x−=0x^-=0. Untuk x<0x<0: x+=0x^+=0 dan x−=−xx^-=-x. Dalam kedua kasus salah satunya nol. (c) Penjumlahan dan pengurangan rumus (a). □\square

    Proposisi 17.2.12 (Fungsi Tanda)

    Dengan sgn⁡\operatorname{sgn} dari Definisi 16.2.1: x=sgn⁡(x) ∣x∣x=\operatorname{sgn}(x)\,|x| dan ∣x∣=sgn⁡(x) x|x|=\operatorname{sgn}(x)\,x untuk semua x∈Rx\in\mathbb{R}.

    Dari tanda ke fungsi sepotong-sepotongUntuk: Bab 17, Unit 17.2 (Proposisi 17.2.4, Contoh 17.2.5, Proposisi 17.2.7; M17-02)

    Bukti. Tiga kasus: x>0x>0 memberi 1⋅x1\cdot x; x=0x=0 memberi 00; x<0x<0 memberi (−1)(−x)=x(-1)(-x)=x dan (−1)x=−x=∣x∣(-1)x=-x=|x|. □\square

    Latihan

    Latihan 17.2-1. Tuliskan ∣2x+3∣|2x+3| dan ∣3−x∣|3-x| sebagai fungsi sepotong-sepotong. Tentukan titik patahnya dan periksa kesepakatan di titik itu bila potongan ditulis tertutup di kedua sisi.

    Latihan 17.2-2. Untuk h(x)=∣x−1∣+∣x−3∣h(x)=|x-1|+|x-3|, buktikan rumus sepotong-sepotong Contoh 17.2.5. Tentukan nilai minimum hh dan himpunan titik tempat minimum itu dicapai.

    Latihan 17.2-3. Buktikan Proposisi 17.2.9, lalu hitung max⁡(−2,5)\max(-2,5) dan min⁡(−12,−13)\min(-\tfrac12,-\tfrac13) dengan rumus itu.

    Latihan 17.2-4. (a) Buktikan bahwa x↦g(∣x∣)x\mapsto g(|x|) genap untuk setiap gg yang terdefinisi pada [0,∞)[0,\infty). (b) Untuk g(t)=t3−tg(t)=t^3-t, tuliskan g(∣x∣)g(|x|) secara sepotong-sepotong, dan bandingkan dengan ∣g(x)∣|g(x)|.

    Latihan 17.2-5. Tentukan keabsahan definisi berikut: (a) f(x)=x2f(x)=x^2 untuk x≤1x\leq1 dan 2x−12x-1 untuk x≥1x\geq1; (b) g(x)=xg(x)=x untuk x≤0x\leq0 dan x+1x+1 untuk x≥0x\geq0; (c) k(x)=∣x∣k(x)=|x| untuk x∈Qx\in\mathbb{Q} dan xx untuk x≥0x\geq0.

    Latihan 17.2-6. Buktikan Proposisi 17.2.8, lalu tunjukkan dengan dua bilangan bahwa ∣x∣|x| tidak monoton pada [−1,1][-1,1].

    Latihan 17.2-7. Buktikan Proposisi 17.2.11. Hitung x+x^+ dan x−x^- untuk x=−52x=-\tfrac52 dan x=4x=4.

    Latihan 17.2-8. Buktikan bahwa ∣x−a∣|x-a| simetris terhadap x=ax=a. Untuk a<ba<b, buktikan bahwa ∣x−a∣+∣x−b∣|x-a|+|x-b| simetris terhadap x=a+b2x=\tfrac{a+b}2.

    Solusi

    Solusi 17.2-1. ∣2x+3∣|2x+3|: titik patah −32-\tfrac32; nilainya 2x+32x+3 untuk x≥−32x\geq-\tfrac32 dan −2x−3-2x-3 untuk x≤−32x\leq-\tfrac32. Di −32-\tfrac32 kedua rumus memberi 00. ∣3−x∣=∣x−3∣|3-x|=|x-3|: titik patah 33; nilainya x−3x-3 untuk x≥3x\geq3 dan 3−x3-x untuk x≤3x\leq3. Di 33 kedua rumus memberi 00. □\square

    Solusi 17.2-2. Lihat Contoh 17.2.5. Minimum 22, dicapai tepat pada [1,3][1,3]. Untuk x<1x<1, 4−2x>4−2=24-2x>4-2=2. Untuk x>3x>3, 2x−4>22x-4>2. □\square

    Solusi 17.2-3. Bukti: Proposisi 17.2.9. max⁡(−2,5)=3+72=5\max(-2,5)=\tfrac{3+7}2=5. min⁡(−12,−13)=−56−162=−12=−12\min(-\tfrac12,-\tfrac13)=\tfrac{-\tfrac56-\tfrac16}2=\tfrac{-1}2=-\tfrac12. Di sini ∣−12+13∣=16|-\tfrac12+\tfrac13|=\tfrac16. □\square

    Solusi 17.2-4. (a) Proposisi 17.2.7(c).

    (b) g(∣x∣)=∣x∣3−∣x∣g(|x|)=|x|^3-|x|, yaitu x3−xx^3-x untuk x≥0x\geq0 dan −x3+x-x^3+x untuk x<0x<0, karena ∣x∣3=(−x)3=−x3|x|^3=(-x)^3=-x^3 untuk x<0x<0. Fungsi ini genap. Sebaliknya, ∣g(x)∣=∣x3−x∣=∣x∣ ∣x−1∣ ∣x+1∣|g(x)|=|x^3-x|=|x|\,|x-1|\,|x+1| juga genap dalam contoh ini, tetapi berbeda. Di x=12x=\tfrac12: g(∣x∣)=18−12=−38g(|x|)=\tfrac18-\tfrac12=-\tfrac38, sedangkan ∣g(x)∣=38|g(x)|=\tfrac38. □\square

    Solusi 17.2-5.

    (a) Sah, karena di 11 kedua rumus memberi 11.

    (b) Tidak sah, karena di 00 rumusnya memberi 00 dan 11.

    (c) Irisan potongannya Q∩[0,∞)\mathbb{Q}\cap[0,\infty). Di sana ∣x∣=x|x|=x, sehingga sah. Domainnya Q∪[0,∞)\mathbb{Q}\cup[0,\infty), dan fungsinya ∣x∣|x| pada Q\mathbb{Q} serta xx pada [0,∞)[0,\infty). □\square

    Solusi 17.2-6. Bukti: Proposisi 17.2.8. Contoh: −1<0-1<0 dengan ∣−1∣=1>0=∣0∣|-1|=1>0=|0| (turun), sedangkan 0<10<1 dengan 0<10<1 (naik). Jadi ∣x∣|x| tidak naik dan tidak turun pada [−1,1][-1,1]. □\square

    Solusi 17.2-7. Bukti: Proposisi 17.2.11. Untuk x=−52x=-\tfrac52: x+=0x^+=0 dan x−=52x^-=\tfrac52; periksa x+−x−=−52x^+-x^-=-\tfrac52 dan x++x−=52=∣x∣x^++x^-=\tfrac52=|x|. Untuk x=4x=4: x+=4x^+=4 dan x−=0x^-=0. □\square

    Solusi 17.2-8. ∣x−a∣|x-a|: Proposisi 17.2.7(b). Untuk ∣x−a∣+∣x−b∣|x-a|+|x-b| dengan m=a+b2m=\tfrac{a+b}2 dan ℓ=b−a2>0\ell=\tfrac{b-a}2>0, tulis a=m−ℓa=m-\ell dan b=m+ℓb=m+\ell. Maka nilai di m+tm+t adalah ∣t+ℓ∣+∣t−ℓ∣|t+\ell|+|t-\ell|, dan nilai di m−tm-t adalah ∣−t+ℓ∣+∣−t−ℓ∣=∣t−ℓ∣+∣t+ℓ∣|-t+\ell|+|-t-\ell|=|t-\ell|+|t+\ell|, sama. □\square

    Ringkasan

    Fungsi sepotong-sepotong sah tepat ketika rumus-rumusnya sepakat pada irisan potongan, dan grafiknya adalah gabungan grafik potongan. Nilai mutlak fungsi linear berpotongan di pembuat nol bagian dalamnya. Jumlah nilai mutlak ditulis per wilayah di antara titik patah. Nilai mutlak genap, monoton pada setiap setengah garis, dan mencapai minimum hanya di nol. Maksimum, minimum, bagian positif, dan bagian negatif dapat dinyatakan lewat nilai mutlak. Unit 17.3 membahas hubungan nilai mutlak dengan kuadrat dan akar.

    17.3 Hubungan Kuadrat dan Akar: ∣x∣=x2\lvert x\rvert = \sqrt{x^2}

    Identitas x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x| sudah dibuktikan dua kali di buku ini: sebagai Teorema 9.3B.8.3, dengan keberadaan akar sebagai pinjaman yang kemudian ditutup oleh Teorema 11.3.8, dan sebagai Korolari 12.3.5. Unit ini tidak sekadar mengulangnya. Fokusnya adalah apa yang dapat dilakukan dengan identitas itu:

    • membandingkan nilai mutlak lewat kuadrat, yang menjadi dasar metode pengkuadratan pada Bab 19.3;
    • akar ke-nn dari pangkat ke-nn untuk nn genap dan ganjil;
    • penyelesaian persamaan kuadrat murni;
    • jebakan ketika identitas itu dibaca terbalik atau dipadukan dengan hukum pangkat untuk basis negatif.

    Contoh master, ∣−3∣=(−3)2=9=3|-3|=\sqrt{(-3)^2}=\sqrt9=3, dikerjakan dengan alasan setiap langkah.

    Prasyarat: Unit 17.1–17.2; Definisi 12.3.1 dan Teorema 12.3.3–12.3.4 (akar kuadrat taknegatif dan ketunggalannya); Korolari 10.2.6a–b (perbandingan kuadrat untuk bilangan taknegatif); Bab 9.3B (akar ke-nn dan konvensi pangkat rasional); Teorema 11.3.8.

    Identitas Dasar

    Teorema 17.3.1 (Akar dari Kuadrat)

    Untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R}, x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x|.

    Bukti. Bukti ini ringkas dan berbeda dari dua bukti sebelumnya. Bilangan x2x^2 taknegatif, sehingga x2\sqrt{x^2} adalah satu-satunya bilangan taknegatif yang kuadratnya x2x^2 (Definisi 12.3.1; ketunggalan dari Teorema 12.3.3 untuk x≠0x\ne0 dan Teorema 12.3.4(ii) untuk x=0x=0). Bilangan ∣x∣|x| taknegatif (Proposisi 10.2.7a(i)), dan kuadratnya x2x^2 (Proposisi 10.2.7a(iii)). Ketunggalan memberi kesamaannya. □\square

    Contoh master: untuk x=−3x=-3, (−3)2=9(-3)^2=9, dan 9=3\sqrt9=3 karena 3≥03\geq0 dan 32=93^2=9. Di sisi lain, ∣−3∣=3|-3|=3. Jadi ∣−3∣=(−3)2=3|-3|=\sqrt{(-3)^2}=3. Perhatikan bahwa (−3)2≠−3\sqrt{(-3)^2}\ne-3: akar kuadrat selalu memilih nilai taknegatif.

    Identitas ini sering dipakai sebagai definisi alternatif nilai mutlak. Buku ini tidak memakainya sebagai definisi, karena keberadaan x2\sqrt{x^2} bergantung pada kelengkapan. Definisi per kasus (Definisi 17.1.1) tidak memerlukan kelengkapan dan berlaku di setiap lapangan terurut, termasuk Q\mathbb{Q}. Kebetulan x2\sqrt{x^2} selalu ada di Q\mathbb{Q} bila x∈Qx\in\mathbb{Q}, tetapi kenyataan itu adalah akibat teorema di atas, bukan sesuatu yang dapat dipakai lebih dulu.

    Proposisi 17.3.2 (Kebalikan yang Tidak Berlaku)

    (a) (x)2=x(\sqrt x)^2=x untuk setiap x≥0x\geq0, dan ruas kiri tidak terdefinisi untuk x<0x<0.

    (b) x2=x\sqrt{x^2}=x jika dan hanya jika x≥0x\geq0.

    Bukti. (a) Definisi akar. (b) x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x|, dan ∣x∣=x  ⟺  x≥0|x|=x\iff x\geq0 (Proposisi 17.1.2). □\square

    Jadi x2\sqrt{x^2} dan (x)2(\sqrt x)^2 adalah dua ekspresi berbeda. Domainnya R\mathbb{R} dan [0,∞)[0,\infty), dan pada domain bersama [0,∞)[0,\infty) keduanya sama dengan xx. Ini contoh perubahan domain oleh "penyederhanaan" pada Unit 15.4.

    Membandingkan Lewat Kuadrat

    Teorema 17.3.3 (Perbandingan Nilai Mutlak dan Kuadrat)

    Untuk semua x,y∈Rx,y\in\mathbb{R}:

    ∣x∣<∣y∣  ⟺  x2<y2,∣x∣≤∣y∣  ⟺  x2≤y2,∣x∣=∣y∣  ⟺  x2=y2.|x|<|y|\iff x^2<y^2,\qquad|x|\leq|y|\iff x^2\leq y^2,\qquad|x|=|y|\iff x^2=y^2.

    Bukti. ∣x∣|x| dan ∣y∣|y| taknegatif, dan kuadratnya x2x^2 dan y2y^2. Korolari 10.2.6b memberi versi <<, dan Korolari 10.2.6a memberi versi ≤\leq dan ==. □\square

    Teorema ini sah untuk semua bilangan real tanpa syarat tanda, karena nilai mutlak sudah membuat kedua ruas taknegatif. Bandingkan dengan Jebakan 3 (Unit 15.3): x<yx<y tidak setara dengan x2<y2x^2<y^2, tetapi ∣x∣<∣y∣|x|<|y| setara. Bab 19.3 memakai teorema ini untuk "mengkuadratkan kedua ruas" pertaksamaan nilai mutlak secara sah.

    Akibat 17.3.4 (Pertaksamaan Kuadrat Murni)

    Untuk c≥0c\geq0: x2≤c  ⟺  ∣x∣≤c  ⟺  −c≤x≤cx^2\leq c\iff|x|\leq\sqrt c\iff-\sqrt c\leq x\leq\sqrt c. Untuk c>0c>0: x2<c  ⟺  −c<x<cx^2<c\iff-\sqrt c<x<\sqrt c, dan x2>c  ⟺  x<−c∨x>cx^2>c\iff x<-\sqrt c\vee x>\sqrt c. Untuk c<0c<0: x2≤cx^2\leq c mustahil, dan x2>cx^2>c selalu benar.

    Bukti. Untuk c≥0c\geq0, c=(c)2=∣c∣2c=(\sqrt c)^2=|\sqrt c|^2, sehingga Teorema 17.3.3 memberi x2≤c  ⟺  ∣x∣≤cx^2\leq c\iff|x|\leq\sqrt c. Lemma 13.1.2 membuka nilai mutlak. Versi >> adalah komplemen versi ≤\leq (Teorema 15.1.3). Untuk c<0c<0, x2≥0>cx^2\geq0>c. □\square

    Contoh: x2<5  ⟺  −5<x<5x^2<5\iff-\sqrt5<x<\sqrt5, dan x2≥2  ⟺  x≤−2∨x≥2x^2\geq2\iff x\leq-\sqrt2\vee x\geq\sqrt2.

    Akar ke-nn dari Pangkat ke-nn

    Teorema 17.3.5

    Misalkan n∈N+n\in\mathbb{N}_{+} dan x∈Rx\in\mathbb{R}.

    (a) Jika nn genap, maka xnn=∣x∣\sqrt[n]{x^n}=|x|.

    (b) Jika nn ganjil, maka xnn=x\sqrt[n]{x^n}=x.

    (c) Untuk setiap nn, ∣xn∣=∣x∣n|x^n|=|x|^n.

    Bukti. (c) Induksi dengan Proposisi 10.2.7b: ∣xk+1∣=∣xk x∣=∣xk∣ ∣x∣=∣x∣k∣x∣|x^{k+1}|=|x^k\,x|=|x^k|\,|x|=|x|^k|x|, dengan basis ∣x1∣=∣x∣|x^1|=|x|.

    (a) Untuk n=2kn=2k, xn=(xk)2≥0x^n=(x^k)^2\geq0, sehingga akar genapnya terdefinisi. ∣x∣|x| taknegatif, dan ∣x∣n=∣xn∣=xn|x|^n=|x^n|=x^n menurut (c) dan karena xn≥0x^n\geq0. Ketunggalan akar ke-nn taknegatif (Teorema 9.3B.4.1 atau 11.3.8) memberi xnn=∣x∣\sqrt[n]{x^n}=|x|.

    (b) Untuk nn ganjil, akar ke-nn real dari xnx^n adalah satu-satunya bilangan real yang pangkat ke-nn-nya xnx^n (Teorema 11.3.8, kasus khusus, dan 9.3B.4). Bilangan xx sendiri memenuhinya. □\square

    Contoh: (−2)44=164=2=∣−2∣\sqrt[4]{(-2)^4}=\sqrt[4]{16}=2=|-2|, sedangkan (−2)33=−83=−2\sqrt[3]{(-2)^3}=\sqrt[3]{-8}=-2.

    Jebakan Hukum Pangkat untuk Basis Negatif

    Hukum (ap)1/q=ap/q(a^p)^{1/q}=a^{p/q} dibuktikan pada Bab 9.3B hanya untuk basis a>0a>0. Membaca x2\sqrt{x^2} sebagai (x2)1/2=x2⋅12=x1=x(x^2)^{1/2}=x^{2\cdot\frac12}=x^1=x adalah penerapan hukum itu pada basis xx yang mungkin negatif. Untuk x=−3x=-3, hasilnya salah: (−3)2=3≠−3\sqrt{(-3)^2}=3\ne-3.

    Perhatikan bahwa ekspresi (x2)1/2(x^2)^{1/2} sendiri sah untuk x≠0x\ne0, karena basisnya x2>0x^2>0, dan nilainya x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x|. Yang tidak sah adalah langkah "=x2⋅12=x^{2\cdot\frac12}", karena basis xx di langkah itu tidak dijamin positif. Untuk x=0x=0, ekspresi pangkat (02)1/2=01/2(0^2)^{1/2}=0^{1/2} tidak didefinisikan menurut konvensi Bab 9.3B (Latihan 9.3B-L5), meskipun 02=0\sqrt{0^2}=0.

    Persamaan Kuadrat Murni

    Proposisi 17.3.6

    Untuk a∈Ra\in\mathbb{R}: x2=a2  ⟺  ∣x∣=∣a∣  ⟺  x=±ax^2=a^2\iff|x|=|a|\iff x=\pm a. Untuk c≥0c\geq0: x2=c  ⟺  x=±cx^2=c\iff x=\pm\sqrt c, dan untuk c<0c<0 tidak ada solusi real.

    Bukti. Teorema 17.3.3 (versi ==) dan Proposisi 17.1.3. Untuk c≥0c\geq0, tulis c=(c)2c=(\sqrt c)^2. □\square

    Contoh: (2x−1)2=9  ⟺  ∣2x−1∣=3  ⟺  2x−1=±3  ⟺  x∈{2,−1}(2x-1)^2=9\iff|2x-1|=3\iff2x-1=\pm3\iff x\in\{2,-1\}.

    Latihan

    Latihan 17.3-1. Hitung dengan alasan lengkap: (a) (−3)2\sqrt{(-3)^2}, (b) (1−2)2\sqrt{(1-\sqrt2)^2}, (c) (−5)44\sqrt[4]{(-5)^4}, (d) (−2)55\sqrt[5]{(-2)^5}.

    Latihan 17.3-2. Buktikan Teorema 17.3.1 dengan tiga cara: (a) ketunggalan akar seperti di atas, (b) kasus tanda, (c) dari Teorema 9.3B.8.3. Bandingkan prasyarat masing-masing.

    Latihan 17.3-3. Tentukan semua xx yang memenuhi x2=x\sqrt{x^2}=x, x2=−x\sqrt{x^2}=-x, dan (x)2=x(\sqrt x)^2=x.

    Latihan 17.3-4. Buktikan bahwa untuk semua x,y∈Rx,y\in\mathbb{R}, ∣x∣<∣y∣  ⟺  x2<y2|x|<|y|\iff x^2<y^2. Tunjukkan dengan contoh bahwa x<y  ⟺  x2<y2x<y\iff x^2<y^2 salah.

    Latihan 17.3-5. Selesaikan x2≤7x^2\leq7, x2>7x^2>7, dan (x−1)2<4(x-1)^2<4.

    Latihan 17.3-6. Buktikan ∣xn∣=∣x∣n|x^n|=|x|^n untuk semua n∈Nn\in\mathbb{N}, termasuk n=0n=0, lalu hitung x66\sqrt[6]{x^6} dan x33\sqrt[3]{x^3} untuk x=−2x=-2.

    Latihan 17.3-7. Temukan kesalahan dalam rantai berikut, lalu perbaiki: "x2=(x2)1/2=x2⋅12=x\sqrt{x^2}=(x^2)^{1/2}=x^{2\cdot\frac12}=x, sehingga (−4)2=−4\sqrt{(-4)^2}=-4."

    Latihan 17.3-8. Selesaikan (2x−1)2=9(2x-1)^2=9 dan (x+3)2=(2x)2(x+3)^2=(2x)^2.

    Solusi

    Solusi 17.3-1.

    (a) 33 (contoh master).

    (b) ∣1−2∣=2−1|1-\sqrt2|=\sqrt2-1, karena 2>1\sqrt2>1.

    (c) ∣−5∣=5|-5|=5 (Teorema 17.3.5(a)).

    (d) −2-2 (Teorema 17.3.5(b)). □\square

    Solusi 17.3-2. (a) Teorema 17.3.1: memakai keberadaan akar, ketunggalan akar taknegatif, dan Proposisi 10.2.7a.

    (b) Untuk x≥0x\geq0, xx taknegatif dan x2=x2x^2=x^2, sehingga x2=x=∣x∣\sqrt{x^2}=x=|x| menurut ketunggalan. Untuk x<0x<0, −x>0-x>0 dan (−x)2=x2(-x)^2=x^2, sehingga x2=−x=∣x∣\sqrt{x^2}=-x=|x|.

    (c) Teorema 9.3B.8.3 sama dengan (b), dengan keberadaan akar sebagai pinjaman yang kemudian ditutup oleh Teorema 11.3.8.

    Ketiga bukti memerlukan keberadaan x2\sqrt{x^2}, yaitu kelengkapan, dan ketunggalan akar taknegatif. □\square

    Solusi 17.3-3. x2=x  ⟺  x≥0\sqrt{x^2}=x\iff x\geq0, dan x2=−x  ⟺  ∣x∣=−x  ⟺  x≤0\sqrt{x^2}=-x\iff|x|=-x\iff x\leq0 (Proposisi 17.1.2). (x)2=x(\sqrt x)^2=x berlaku untuk setiap xx di domain [0,∞)[0,\infty); untuk x<0x<0 ruas kiri tidak bermakna. Jadi himpunan penyelesaiannya [0,∞)[0,\infty), (−∞,0](-\infty,0], dan [0,∞)[0,\infty). □\square

    Solusi 17.3-4. Teorema 17.3.3. Contoh tandingan: x=−3x=-3 dan y=1y=1 memberi x<yx<y tetapi x2=9>1=y2x^2=9>1=y^2. □\square

    Solusi 17.3-5. x2≤7  ⟺  −7≤x≤7x^2\leq7\iff-\sqrt7\leq x\leq\sqrt7. x2>7  ⟺  x<−7∨x>7x^2>7\iff x<-\sqrt7\vee x>\sqrt7. (x−1)2<4  ⟺  ∣x−1∣<2  ⟺  −1<x<3(x-1)^2<4\iff|x-1|<2\iff-1<x<3. □\square

    Solusi 17.3-6. n=0n=0: ∣x0∣=∣1∣=1=∣x∣0|x^0|=|1|=1=|x|^0. Untuk n≥1n\geq1: Teorema 17.3.5(c). Untuk x=−2x=-2: (−2)66=646=2=∣−2∣\sqrt[6]{(-2)^6}=\sqrt[6]{64}=2=|-2|, dan (−2)33=−2\sqrt[3]{(-2)^3}=-2. □\square

    Solusi 17.3-7. Langkah "(x2)1/2=x2⋅12(x^2)^{1/2}=x^{2\cdot\frac12}" memakai hukum pangkat berulang Teorema 9.3B.6.4 pada basis xx, yang hanya dibuktikan untuk basis positif. Untuk x=−4x=-4, basisnya negatif. Yang benar: (−4)2=16=4=∣−4∣\sqrt{(-4)^2}=\sqrt{16}=4=|-4|. Rantai yang sah adalah x2=(x2)1/2=∣x∣\sqrt{x^2}=(x^2)^{1/2}=|x| untuk x≠0x\ne0, dengan x2>0x^2>0 sebagai basis. □\square

    Solusi 17.3-8. (2x−1)2=9  ⟺  x∈{2,−1}(2x-1)^2=9\iff x\in\{2,-1\} (contoh setelah Proposisi 17.3.6). (x+3)2=(2x)2  ⟺  x+3=±2x(x+3)^2=(2x)^2\iff x+3=\pm2x. Kemungkinan pertama memberi x=3x=3, dan kemungkinan kedua memberi 3x=−33x=-3, yaitu x=−1x=-1. Himpunan penyelesaiannya {−1,3}\{-1,3\}. Periksa: 22=(−2)22^2=(-2)^2 dan 62=626^2=6^2. □\square

    Ringkasan

    Identitas x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x| berlaku untuk semua bilangan real, sedangkan x2=x\sqrt{x^2}=x hanya untuk x≥0x\geq0 dan (x)2=x(\sqrt x)^2=x hanya pada domain [0,∞)[0,\infty). Akibat terpentingnya: perbandingan nilai mutlak setara dengan perbandingan kuadrat tanpa syarat tanda. Dari sini diperoleh penyelesaian pertaksamaan kuadrat murni dan dasar metode pengkuadratan. Untuk akar ke-nn dari pangkat ke-nn, nn genap memberi ∣x∣|x| dan nn ganjil memberi xx. Membaca x2\sqrt{x^2} sebagai xx lewat hukum pangkat adalah penerapan hukum basis positif pada basis yang mungkin negatif. Unit 17.4 melengkapi sifat perkalian dan pembagian nilai mutlak.

    17.4 Sifat Perkalian dan Pembagian Nilai Mutlak

    Nilai mutlak menghormati perkalian: ∣xy∣=∣x∣ ∣y∣|xy|=|x|\,|y| (Proposisi 10.2.7b). Contoh master, ∣(−2)⋅5∣=∣−10∣=10=∣−2∣⋅∣5∣|(-2)\cdot5|=|-10|=10=|-2|\cdot|5|, memperlihatkannya. Unit ini melengkapi sifat itu dengan hasil bagi, invers, pangkat bulat, dan hasil kali berhingga. Unit ini juga menekankan bahwa nilai mutlak tidak menghormati penjumlahan, dan memperkenalkan cara memakai sifat perkalian untuk mengestimasi. Estimasi semacam itu menjadi bahan baku Bab 18.

    Prasyarat: Unit 17.1–17.3; Proposisi 10.2.7a–b; Teorema 10.2.3 (invers mempertahankan tanda); Teorema 13.1.4 (segitiga); pangkat bulat (Bab 9.3A).

    Perkalian

    Teorema 17.4.1 (Sifat Perkalian)

    (a) Untuk x,y∈Rx,y\in\mathbb{R}: ∣xy∣=∣x∣ ∣y∣|xy|=|x|\,|y| (Proposisi 10.2.7b).

    (b) Untuk k∈N+k\in\mathbb{N}_{+} dan x1,…,xk∈Rx_1,\ldots,x_k\in\mathbb{R}: ∣∏i=1kxi∣=∏i=1k∣xi∣\bigl|\prod_{i=1}^kx_i\bigr|=\prod_{i=1}^k|x_i|.

    (c) Untuk c,x∈Rc,x\in\mathbb{R}: ∣cx∣=∣c∣ ∣x∣|cx|=|c|\,|x|; khususnya ∣−x∣=∣x∣|-x|=|x| dan ∣2x∣=2∣x∣|2x|=2|x|.

    Bukti. (a) dibuktikan pada Bab 10 lewat kuadrat. Bukti per kasus tanda, sebagai pembanding: jika x,y≥0x,y\geq0, kedua ruas xyxy. Jika x≥0>yx\geq0>y, maka xy≤0xy\leq0, sehingga ∣xy∣=−xy=x(−y)=∣x∣∣y∣|xy|=-xy=x(-y)=|x||y|. Kasus x<0≤yx<0\leq y simetris. Jika x,y<0x,y<0, maka xy>0xy>0 dan ∣xy∣=xy=(−x)(−y)|xy|=xy=(-x)(-y).

    (b) Induksi pada kk: basis k=1k=1 jelas, dan langkahnya memakai (a) pada (∏i≤kxi)⋅xk+1\bigl(\prod_{i\leq k}x_i\bigr)\cdot x_{k+1}.

    (c) Kasus khusus (a), dengan ∣−1∣=1|-1|=1 dan ∣2∣=2|2|=2. □\square

    Contoh master: (−2)⋅5=−10<0(-2)\cdot5=-10<0, sehingga ∣−10∣=10|-10|=10. Juga ∣−2∣=2|-2|=2 dan ∣5∣=5|5|=5, dengan hasil kali 1010. Kedua jalan memberi 1010, sesuai (a).

    Pembagian dan Pangkat Bulat

    Teorema 17.4.2 (Sifat Pembagian)

    Untuk x,y∈Rx,y\in\mathbb{R} dengan y≠0y\ne0:

    (a) ∣y∣≠0|y|\ne0 dan ∣1y∣=1∣y∣\bigl|\tfrac1y\bigr|=\tfrac1{|y|};

    (b) ∣xy∣=∣x∣∣y∣\bigl|\tfrac xy\bigr|=\tfrac{|x|}{|y|}.

    Bukti. (a) ∣y∣≠0|y|\ne0 menurut Proposisi 10.2.7a(ii). Dari y⋅1y=1y\cdot\tfrac1y=1, Teorema 17.4.1(a) memberi ∣y∣⋅∣1y∣=∣1∣=1|y|\cdot\bigl|\tfrac1y\bigr|=|1|=1. Jadi ∣1y∣\bigl|\tfrac1y\bigr| adalah invers kali ∣y∣|y|, yang tunggal (Bab 9.2).

    (b) ∣xy∣=∣x⋅1y∣=∣x∣⋅1∣y∣\bigl|\tfrac xy\bigr|=\bigl|x\cdot\tfrac1y\bigr|=|x|\cdot\tfrac1{|y|}. □\square

    Teorema 17.4.3 (Pangkat Bulat)

    Untuk x∈Rx\in\mathbb{R} dan n∈Zn\in\mathbb{Z}, dengan x≠0x\ne0 bila n<0n<0: ∣xn∣=∣x∣n|x^n|=|x|^n.

    Bukti. Untuk n≥0n\geq0: Teorema 17.3.5(c), dengan n=0n=0 dibahas pada Latihan 17.3-6. Untuk n=−kn=-k dengan k≥1k\geq1: x−k=1xkx^{-k}=\tfrac1{x^k}, sehingga Teorema 17.4.2(a) dan kasus k≥1k\geq1 memberi ∣x−k∣=1∣xk∣=1∣x∣k=∣x∣−k|x^{-k}|=\tfrac1{|x^k|}=\tfrac1{|x|^k}=|x|^{-k}. □\square

    Proposisi 17.4.4 (Rasio Nilai Mutlak)

    Untuk x≠0x\ne0: ∣x∣x=sgn⁡(x)=x∣x∣\tfrac{|x|}x=\operatorname{sgn}(x)=\tfrac x{|x|}.

    Bukti. Proposisi 17.2.12 memberi x=sgn⁡(x)∣x∣x=\operatorname{sgn}(x)|x| dan ∣x∣=sgn⁡(x)x|x|=\operatorname{sgn}(x)x. Bagi masing-masing dengan ∣x∣≠0|x|\ne0 dan x≠0x\ne0. □\square

    Penjumlahan Tidak Dihormati

    Tidak ada rumus ∣x+y∣=∣x∣+∣y∣|x+y|=|x|+|y| yang berlaku umum: ∣1+(−1)∣=0≠2|1+(-1)|=0\ne2. Yang benar adalah ketaksamaan segitiga ∣x+y∣≤∣x∣+∣y∣|x+y|\leq|x|+|y|, dengan kesamaan tepat ketika xy≥0xy\geq0 (Teorema 13.1.4). Demikian pula ∣x−y∣|x-y| tidak sama dengan ∣x∣−∣y∣|x|-|y|; contohnya x=1x=1 dan y=−1y=-1 memberi 22 dan 00. Yang benar adalah segitiga terbalik ∣∣x∣−∣y∣∣≤∣x−y∣\bigl||x|-|y|\bigr|\leq|x-y| (Korolari 13.1.6). Perbedaan antara perkalian (kesamaan) dan penjumlahan (hanya ketaksamaan) adalah alasan Bab 18 diperlukan.

    Estimasi dengan Sifat Perkalian

    Sifat perkalian adalah alat utama untuk mengestimasi galat yang diskalakan. Bila suatu besaran diketahui dekat dengan nilai acuan, hasil kalinya dengan konstanta juga dekat, dengan galat terskala.

    Proposisi 17.4.5 (Galat Terskala)

    (a) Jika ∣x−a∣<δ|x-a|<\delta dan c∈Rc\in\mathbb{R}, maka ∣cx−ca∣≤∣c∣ δ|cx-ca|\leq|c|\,\delta, dengan ketaksamaan tegas bila c≠0c\ne0.

    (b) Jika ∣x−a∣<δ|x-a|<\delta dan ∣y∣≤M|y|\leq M, maka ∣y(x−a)∣≤Mδ|y(x-a)|\leq M\delta.

    Bukti. (a) ∣cx−ca∣=∣c∣ ∣x−a∣|cx-ca|=|c|\,|x-a|. Bila c≠0c\ne0, perkalian ∣x−a∣<δ|x-a|<\delta dengan ∣c∣>0|c|>0 memberi ketaksamaan tegas. Bila c=0c=0, ruas kiri 0=∣c∣δ0=|c|\delta.

    (b) ∣y(x−a)∣=∣y∣ ∣x−a∣≤M ∣x−a∣≤Mδ|y(x-a)|=|y|\,|x-a|\leq M\,|x-a|\leq M\delta. Ketaksamaan pertama memakai ∣y∣≤M|y|\leq M dan ∣x−a∣≥0|x-a|\geq0. Ketaksamaan kedua memakai ∣x−a∣<δ|x-a|<\delta dan M≥0M\geq0; M≥0M\geq0 berlaku karena M≥∣y∣≥0M\geq|y|\geq0. □\square

    Contoh 17.4.6 (Membatasi Kebalikan)

    Jika ∣x−2∣<1|x-2|<1, maka ∣1x∣<1\bigl|\tfrac1x\bigr|<1 dan ∣1x−12∣≤12∣x−2∣\bigl|\tfrac1x-\tfrac12\bigr|\leq\tfrac12|x-2|, dengan ketaksamaan tegas bila x≠2x\ne2.

    Bukti. ∣x−2∣<1|x-2|<1 memberi 1<x<31<x<3 (Lemma 13.1.2), sehingga x>1>0x>1>0 dan ∣x∣=x>1|x|=x>1. Teorema 17.4.2(a) dan Teorema 10.2.4(i) memberi ∣1x∣=1x<1\bigl|\tfrac1x\bigr|=\tfrac1x<1. Selanjutnya,

    ∣1x−12∣=∣2−x2x∣=∣x−2∣2∣x∣<∣x−2∣2,\Bigl|\frac1x-\frac12\Bigr|=\Bigl|\frac{2-x}{2x}\Bigr|=\frac{|x-2|}{2|x|}<\frac{|x-2|}2,

    untuk x≠2x\ne2, karena 2∣x∣>22|x|>2 dan ∣x−2∣>0|x-2|>0: pembagian bilangan positif oleh bilangan yang lebih besar memberi hasil yang lebih kecil. Bila x=2x=2, kedua ruas 00, sehingga hanya ≤\leq yang berlaku. □\square

    Contoh ini menunjukkan pola estimasi yang berulang pada Bab 18 dan sesudahnya. Batasi faktor yang "mengganggu" (12∣x∣\tfrac1{2|x|}) dengan menyempitkan daerah xx, lalu gunakan sifat perkalian.

    Latihan

    Latihan 17.4-1. Periksa sifat perkalian pada x=−2x=-2 dan y=5y=5, serta pada x=−32x=-\tfrac32 dan y=−43y=-\tfrac43. Hitung kedua ruas.

    Latihan 17.4-2. Buktikan ∣xy∣=∣x∣∣y∣|xy|=|x||y| dengan pemisahan empat kasus tanda.

    Latihan 17.4-3. Buktikan ∣xy∣=∣x∣∣y∣\bigl|\tfrac xy\bigr|=\tfrac{|x|}{|y|} untuk y≠0y\ne0, lalu hitung ∣−73∣\bigl|\tfrac{-7}{3}\bigr| dan ∣−6−4∣\bigl|\tfrac{-6}{-4}\bigr|.

    Latihan 17.4-4. Buktikan ∣x−3∣=∣x∣−3|x^{-3}|=|x|^{-3} untuk x≠0x\ne0, dan hitung untuk x=−12x=-\tfrac12.

    Latihan 17.4-5. Berikan contoh x,yx,y dengan ∣x+y∣<∣x∣+∣y∣|x+y|<|x|+|y|, dan contoh dengan ∣x−y∣>∣x∣−∣y∣|x-y|>|x|-|y|. Kapan ∣x+y∣=∣x∣+∣y∣|x+y|=|x|+|y|?

    Latihan 17.4-6. Buktikan bahwa jika ∣x∣<1|x|<1 dan ∣y∣<1|y|<1, maka ∣xy∣<1|xy|<1. Apakah ∣x+y∣<1|x+y|<1 juga berlaku? Buktikan atau bantah.

    Latihan 17.4-7. Jika ∣x−3∣<12|x-3|<\tfrac12, buktikan ∣5x−15∣<52|5x-15|<\tfrac52 dan ∣x2−9∣<134|x^2-9|<\tfrac{13}4.

    Latihan 17.4-8. Jika ∣x−2∣<1|x-2|<1, buktikan ∣1x−12∣≤12∣x−2∣\bigl|\tfrac1x-\tfrac12\bigr|\leq\tfrac12|x-2|. Tentukan kapan ketaksamaannya tegas.

    Solusi

    Solusi 17.4-1. ∣(−2)5∣=10=2⋅5|(-2)5|=10=2\cdot5. ∣(−32)(−43)∣=∣2∣=2=32⋅43\bigl|(-\tfrac32)(-\tfrac43)\bigr|=|2|=2=\tfrac32\cdot\tfrac43. □\square

    Solusi 17.4-2. Lihat bukti Teorema 17.4.1(a), dengan empat kasus menurut tanda xx dan yy. □\square

    Solusi 17.4-3. Teorema 17.4.2(b). ∣−73∣=73\bigl|\tfrac{-7}3\bigr|=\tfrac73, dan ∣−6−4∣=64=32\bigl|\tfrac{-6}{-4}\bigr|=\tfrac64=\tfrac32. □\square

    Solusi 17.4-4. Teorema 17.4.3 dengan n=−3n=-3. Untuk x=−12x=-\tfrac12: x−3=(−2)3=−8x^{-3}=(-2)^3=-8, sehingga ∣x−3∣=8|x^{-3}|=8. Di sisi lain ∣x∣−3=(12)−3=8|x|^{-3}=(\tfrac12)^{-3}=8. □\square

    Solusi 17.4-5. x=3x=3 dan y=−1y=-1: ∣x+y∣=2<4|x+y|=2<4. x=1x=1 dan y=−1y=-1: ∣x−y∣=2>0=∣x∣−∣y∣|x-y|=2>0=|x|-|y|. Kesamaan ∣x+y∣=∣x∣+∣y∣|x+y|=|x|+|y| berlaku tepat ketika xy≥0xy\geq0 (Teorema 13.1.4). □\square

    Solusi 17.4-6. ∣xy∣=∣x∣∣y∣<1⋅1=1|xy|=|x||y|<1\cdot1=1. Teorema 10.2.5(ii) dengan 0≤∣x∣<10\leq|x|<1 dan 0≤∣y∣<10\leq|y|<1 memberi ∣x∣∣y∣≤1|x||y|\leq1. Ketegasan: jika ∣y∣=0|y|=0, hasil kali 0<10<1; jika ∣y∣>0|y|>0, maka ∣x∣∣y∣<1⋅∣y∣=∣y∣<1|x||y|<1\cdot|y|=|y|<1.

    ∣x+y∣<1|x+y|<1 tidak selalu berlaku. Untuk x=y=34x=y=\tfrac34, ∣x+y∣=32|x+y|=\tfrac32. Yang benar adalah ∣x+y∣<2|x+y|<2. □\square

    Solusi 17.4-7. ∣5x−15∣=5∣x−3∣<52|5x-15|=5|x-3|<\tfrac52 (Proposisi 17.4.5(a)).

    ∣x2−9∣=∣x−3∣ ∣x+3∣|x^2-9|=|x-3|\,|x+3|. Dari ∣x−3∣<12|x-3|<\tfrac12 diperoleh 52<x<72\tfrac52<x<\tfrac72, sehingga 112<x+3<132\tfrac{11}2<x+3<\tfrac{13}2 dan ∣x+3∣<132|x+3|<\tfrac{13}2. Jadi ∣x2−9∣<12⋅132=134|x^2-9|<\tfrac12\cdot\tfrac{13}2=\tfrac{13}4. Perkalian dua ketaksamaan tegas taknegatif sah, dengan pemisahan kasus ∣x−3∣=0|x-3|=0 seperti pada Solusi 17.4-6. □\square

    Solusi 17.4-8. Contoh 17.4.6 memberi ∣1x−12∣=∣x−2∣2x\bigl|\tfrac1x-\tfrac12\bigr|=\tfrac{|x-2|}{2x} dengan x>1x>1. Karena 12x<12\tfrac1{2x}<\tfrac12 dan ∣x−2∣≥0|x-2|\geq0, berlaku ≤12∣x−2∣\leq\tfrac12|x-2|. Ketaksamaannya tegas tepat ketika ∣x−2∣>0|x-2|>0, yaitu x≠2x\ne2. □\square

    Ringkasan Unit 17.4 dan Penutup Bab 17

    Nilai mutlak menghormati perkalian, hasil bagi, invers, pangkat bulat, dan hasil kali berhingga, tetapi tidak menghormati penjumlahan. Untuk penjumlahan, yang tersedia hanya ketaksamaan segitiga dan kebalikannya. Sifat perkalian adalah alat estimasi utama: galat terskala dan pembatasan faktor seperti 1x\tfrac1x pada lingkungan suatu titik.

    Bab 17 secara keseluruhan:

    • 17.1: definisi aljabar dan geometris, persamaan bernilai mutlak;
    • 17.2: fungsi sepotong-sepotong, simetri, maksimum dan minimum;
    • 17.3: kuadrat dan akar, serta perbandingan lewat kuadrat;
    • 17.4: perkalian, pembagian, dan estimasi.

    Hasil yang sudah terbukti di Bab 9, 10, 12, dan 13 dirujuk, bukan diulang. Bab 18 mengembangkan ketaksamaan segitiga dan variannya, lalu menerapkannya pada estimasi galat.

    Bab terdekat

    BerikutnyaKetidaksamaan Segitiga dan Varian Lanjutnya

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 18.

    SebelumnyaPertaksamaan Polinomial, Rasional, dan Irrasional

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 16.