Teori Nilai Mutlak (Absolute Value) Komprehensif
Bab 17 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 17: Teori Nilai Mutlak (Absolute Value) Komprehensif
17.1 Definisi Aljabar dan Geometris Nilai Mutlak
Nilai mutlak sudah dipakai sejak Bab 10, dan sifat-sifat dasarnya tersebar di beberapa bab: definisi dan sifat aljabar pertama pada Bab 10, akar dari kuadrat pada Bab 9 dan 12, serta ketaksamaan segitiga dan metrik pada Bab 13. Bab 17 menghimpun teori itu menjadi satu, melengkapi celahnya, dan menyiapkannya untuk Bab 18–19. Untuk menghindari pengulangan, hasil yang sudah dibuktikan dirujuk dengan nomornya dan tidak dibuktikan ulang. Bukti baru hanya diberikan untuk hasil yang belum ada.
Unit ini membahas dua cara memandang : secara aljabar sebagai fungsi yang didefinisikan per kasus, dan secara geometris sebagai jarak ke titik nol. Contoh master, , adalah penerapan langsung definisi aljabar.
Definisi Aljabar
Definisi 17.1.1 (Nilai Mutlak; Definisi 10.2.7)
Untuk ,
Kedua kasus saling eksklusif dan mencakup semua (trikotomi), sehingga terdefinisi tunggal untuk setiap bilangan real. Definisi yang sama berlaku di setiap lapangan terurut, misalnya , karena hanya memakai urutan dan negasi.
Contoh master: , sehingga kasus kedua berlaku dan . Untuk , . Untuk , kasus pertama memberi .
Kesalahan baca yang umum adalah mengira "" berarti negatif. Pada kasus kedua, sendiri negatif, sehingga positif. Simbol berarti lawan dari , bukan bilangan negatif.
Daftar Hasil yang Sudah Terbukti
Hasil berikut dipakai bebas dalam Bab 17–19.
| Hasil | Isi | Lokasi bukti |
|---|---|---|
| Nonnegativitas dan nol | ; | Proposisi 10.2.7a(i)(ii) |
| Kuadrat | Proposisi 10.2.7a(iii) | |
| Simetri | Proposisi 10.2.7a(iv) | |
| Perkalian | Proposisi 10.2.7b | |
| Pengapit | Lemma 13.1.1 | |
| Pertaksamaan ganda | (); () | Lemma 13.1.2 |
| Segitiga | , kesamaan | Teorema 13.1.4 |
| Segitiga terbalik | Korolari 13.1.6 | |
| Akar dari kuadrat | Teorema 9.3B.8.3, Korolari 12.3.5 | |
| Metrik | Teorema 13.1.8 |
Karakterisasi Lain
Proposisi 17.1.2 (Nilai Mutlak sebagai Maksimum)
Untuk setiap , . Secara khusus dan . Lebih lanjut, , dan .
Bukti. Jika , maka , sehingga . Jika , maka , sehingga .
Untuk kalimat terakhir: jika , maka . Sebaliknya, untuk definisinya memberi . Jika , maka , yaitu . Sebaliknya, untuk definisinya memberi , dan untuk , .
Karakterisasi ini sering lebih praktis daripada definisi per kasus. Sebuah bilangan adalah batas atas jika dan hanya jika dan . Ini isi Lemma 13.1.2 dalam bentuk lain.
Proposisi 17.1.3 (Nilai Mutlak Sama)
Untuk : .
Bukti. () Jika , jelas. Jika , maka (Proposisi 10.2.7a(iv)).
() memberi , sehingga . Karena tidak ada pembagi nol, atau .
Definisi Geometris
Proposisi 17.1.4 (Nilai Mutlak sebagai Jarak)
Untuk , dan , dengan metrik standar (Teorema 13.1.8). Jadi adalah jarak ke titik nol pada garis bilangan, dan adalah jarak antara dan .
Bukti. menurut definisi, dan .
Dari sudut pandang ini, sifat-sifat aljabar mempunyai makna langsung:
- : jarak tak pernah negatif;
- : hanya titik nol berjarak nol dari nol;
- : titik dan berjarak sama dari nol karena simetri terhadap nol;
- : jarak dari ke sama dengan jarak dari ke .
Gambar garis bilangan membantu intuisi, tetapi semua klaim di atas dibuktikan dari definisi aljabar dan aksioma urutan, bukan dari gambar.
Proposisi 17.1.5 (Titik pada Jarak Tertentu)
Misalkan . Himpunan penyelesaian adalah:
- bila ;
- bila ;
- bila .
Bukti. Bila , ruas kiri tak negatif dan ruas kanan negatif, sehingga mustahil. Bila , Proposisi 17.1.3 dengan (karena ) memberi atau . Untuk , kedua kemungkinan berimpit.
Secara geometris: titik-titik yang berjarak tepat dari adalah dua titik, satu di kiri dan satu di kanan .
Persamaan Bernilai Mutlak
Teorema 17.1.6 (Bentuk Baku Persamaan)
Untuk bilangan real dan :
(a) ;
(b) .
Bukti. (a) () , dan karena , sehingga Proposisi 17.1.3 memberi . () memberi . Jika , maka .
(b) Proposisi 17.1.3.
Syarat pada (a) adalah syarat yang paling sering dilupakan. Tanpa syarat itu, solusi palsu muncul (Contoh 17.1.7).
Contoh 17.1.7 (Persamaan dengan Ruas Kanan Bervariabel)
Selesaikan .
Penyelesaian. Teorema 17.1.6(a) memberi syarat , ditambah atau .
- Kemungkinan pertama: , dan terpenuhi.
- Kemungkinan kedua: , yaitu , dan terpenuhi.
. Pemeriksaan: dan .
Bandingkan dengan . Kemungkinannya dan . Syarat gagal untuk keduanya, sehingga . Tanpa syarat itu, akan diterima, padahal .
Contoh 17.1.8 (Dua Nilai Mutlak dan Titik Tengah)
Selesaikan .
Penyelesaian. Teorema 17.1.6(b): , yang mustahil (), atau , yaitu , yaitu . .
Secara geometris, persamaan itu menanyakan titik yang berjarak sama ke dan ke , yaitu titik tengahnya .
Latihan
Latihan 17.1-1. Hitung dengan definisi, dan sebutkan kasus yang dipakai: (a) , (b) , (c) , (d) .
Latihan 17.1-2. Buktikan , lalu gunakan untuk membuktikan bahwa jika dan hanya jika dan .
Latihan 17.1-3. Buktikan tanpa memakai kuadrat, yaitu dengan pemisahan kasus tanda.
Latihan 17.1-4. Selesaikan dan jelaskan secara geometris: (a) , (b) , (c) .
Latihan 17.1-5. Selesaikan dan .
Latihan 17.1-6. Selesaikan secara aljabar dan secara geometris. Selesaikan juga untuk .
Latihan 17.1-7. Selesaikan .
Latihan 17.1-8. Dengan Lemma 13.1.2, buktikan bahwa untuk dan : , dan . Jelaskan makna geometrisnya.
Solusi
Solusi 17.1-1.
(a) , sehingga .
(b) , sehingga .
(c) , karena dan kedua bilangan positif (Korolari 10.2.6b). Jadi , dan .
(d) dan , sehingga hasil kalinya . Ini sama dengan (Proposisi 10.2.7b).
Solusi 17.1-2. Proposisi 17.1.2. Lalu . Maksimum dua bilangan paling besar tepat ketika keduanya paling besar , karena maksimum adalah salah satu dari keduanya dan keduanya tidak melebihi maksimum.
Solusi 17.1-3. () Seperti Proposisi 17.1.3. () Kasus tanda:
- : dan , sehingga ;
- : ;
- : , sehingga ;
- : , sehingga .
Dalam setiap kasus atau .
Solusi 17.1-4. (a) Proposisi 17.1.5 dengan dan : , yaitu dua titik berjarak dari . (b) : , karena hanya yang berjarak dari . (c) : , karena jarak tak pernah negatif.
Solusi 17.1-5. Contoh 17.1.7 dan catatan sesudahnya: dan .
Solusi 17.1-6. Bagian pertama: Contoh 17.1.8, . Umum: mustahil karena ; memberi . Jadi himpunan penyelesaiannya titik tengah , yaitu satu-satunya titik yang berjarak sama ke dan .
Solusi 17.1-7. Teorema 17.1.6(a): , yaitu , dan .
- . Syarat menyisakan .
- . Syarat menyisakan .
. Pemeriksaan: dan . Calon dan adalah solusi palsu: misalnya .
Solusi 17.1-8. Lemma 13.1.2(b) dengan : . Versi dengan Lemma 13.1.2(a). Secara geometris, ini adalah himpunan titik yang berjarak kurang dari (paling banyak) dari , yaitu bola terbuka (bola tertutup ) pada Unit 13.2.
Ringkasan
Nilai mutlak didefinisikan secara aljabar per kasus, dan secara geometris sebagai jarak ke nol. Kedua pandangan setara (Proposisi 17.1.4). Karakterisasi sebagai maksimum dan kriteria kesamaan melengkapi daftar sifat yang telah terbukti. Persamaan bernilai mutlak diselesaikan dengan bentuk baku. Syarat ruas kanan taknegatif wajib, dan melupakannya menghasilkan solusi palsu. Unit 17.2 memandang sebagai fungsi sepotong-sepotong dan mempelajari simetrinya.
17.2 Fungsi Piecewise dan Sifat Simetri Nilai Mutlak
Definisi nilai mutlak memakai dua rumus, dan , masing-masing pada bagian domainnya. Unit ini menjadikan pola itu objek kajian: fungsi sepotong-sepotong (piecewise). Kita menentukan kapan definisi semacam itu sah sebagai fungsi, bagaimana menulis ekspresi bernilai mutlak sebagai fungsi sepotong-sepotong, dan sifat simetri apa yang dimiliki beserta kerabatnya. Rumus maksimum dan minimum lewat nilai mutlak, serta bagian positif dan negatif suatu bilangan, ditambahkan sebagai alat yang dipakai di Bab 18–19.
Prasyarat: fungsi sebagai himpunan pasangan (Bab 5); Unit 17.1; Proposisi 10.2.7a; trikotomi.
Fungsi Sepotong-sepotong
Definisi 17.2.1 (Definisi Sepotong-sepotong)
Misalkan dengan , dan untuk . Rumus
disebut definisi sepotong-sepotong pada . Definisi itu sah (well-defined) jika untuk setiap dan setiap pasangan .
Proposisi 17.2.2 (Keabsahan sebagai Fungsi)
Definisi sepotong-sepotong menentukan fungsi jika dan hanya jika ia sah. Dalam kasus itu, grafik adalah gabungan grafik semua .
Bukti. Tulis , dengan . Menurut Bab 5, adalah grafik fungsi pada jika setiap muncul sebagai komponen pertama dari tepat satu pasangan di . Setiap termasuk suatu , sehingga muncul paling sedikit sekali. Dua pasangan dan berimpit jika dan hanya jika . Jadi "paling banyak sekali" setara dengan kesepakatan pada irisan.
Bila potongan-potongannya saling lepas, misalnya dan pada definisi nilai mutlak, syarat keabsahan berlaku secara hampa. Bila potongan bertemu di titik batas, misalnya dan , rumus-rumusnya harus sepakat di titik itu.
Contoh 17.2.3 (Keabsahan)
untuk dan untuk sah, karena di kedua rumus memberi . Sebaliknya, untuk dan untuk tidak sah, karena di rumusnya memberi dan .
Ekspresi Bernilai Mutlak sebagai Fungsi Sepotong-sepotong
Proposisi 17.2.4 (Nilai Mutlak Fungsi Linear)
Untuk dan , dengan :
Untuk , kasus pertama adalah ; untuk , kasus pertama adalah .
Bukti. Definisi nilai mutlak dengan , dan Proposisi 15.2.6 untuk memecahkan .
Titik , pembuat nol ekspresi di dalam nilai mutlak, adalah titik patah. Pada setiap sisinya, adalah fungsi linear, dan grafiknya berbentuk huruf V dengan puncak di .
Contoh 17.2.5 (Jumlah Dua Nilai Mutlak)
Untuk :
Bukti. Titik patah dan membagi garis menjadi tiga bagian.
- Untuk : dan , sehingga .
- Untuk : dan , sehingga .
- Untuk : .
Di , rumus pertama (dari kiri) memberi , sama dengan nilai tengah. Di , rumus ketiga memberi . Jadi grafiknya tidak "melompat" di titik patah.
Akibat: untuk semua , dengan kesamaan tepat pada . Untuk , karena . Untuk , . Secara geometris, adalah jumlah jarak ke dan ke . Jumlah itu paling kecil, yaitu sama dengan jarak ke , tepat ketika di antara keduanya. Ini Proposisi 13.1.11. Bab 19.2 memakai pola tiga wilayah ini untuk pertaksamaan.
Simetri
Definisi 17.2.6 (Fungsi Genap dan Simetri terhadap Titik)
Fungsi dengan domain yang simetris () disebut genap jika untuk semua . Lebih umum, simetris terhadap garis jika untuk semua yang membuat kedua ruas terdefinisi.
Proposisi 17.2.7 (Simetri Nilai Mutlak)
(a) genap.
(b) Untuk setiap , simetris terhadap .
(c) Untuk setiap fungsi yang domainnya memuat , fungsi genap.
(d) Fungsi simetris terhadap .
Bukti. (a) Proposisi 10.2.7a(iv). (b) . (c) menurut (a). (d) dan , sama.
Secara geometris, grafik fungsi genap simetris terhadap sumbu tegak: mencerminkan titik menjadi mempertahankan grafik.
Proposisi 17.2.8 (Monotonisitas)
turun tegas pada dan naik tegas pada . Nilai minimumnya , yang dicapai hanya di .
Bukti. Pada , , sehingga naik tegas. Pada , ; untuk , , sehingga turun tegas. Minimum: , dan .
Akibatnya, tidak monoton pada interval yang memuat titik dari kedua sisi , misalnya . Karena itu, menerapkan pada kedua ruas suatu pertaksamaan tidak mempertahankan arahnya tanpa syarat tanda. Contohnya, tetapi . Ini sejajar dengan Jebakan 3 pada Unit 15.3 untuk pengkuadratan, sebab dan sama-sama tidak monoton pada .
Maksimum, Minimum, Bagian Positif dan Negatif
Proposisi 17.2.9 (Rumus Maksimum dan Minimum)
Untuk :
Bukti. Jika , maka , sehingga ruas kanan pertama dan ruas kanan kedua . Jika , maka , dan ruas kanan masing-masing dan .
Rumus ini menunjukkan bahwa maksimum dan minimum dapat dinyatakan dengan operasi lapangan dan nilai mutlak saja. Akibatnya, setiap sifat yang dibuktikan untuk nilai mutlak, misalnya ketaksamaan segitiga, langsung memberi sifat bagi maksimum dan minimum.
Definisi 17.2.10 (Bagian Positif dan Negatif)
Untuk , tetapkan dan .
Proposisi 17.2.11
Untuk :
(a) dan ;
(b) dan ;
(c) dan .
Bukti. (a) Proposisi 17.2.9 dengan , dan dengan , , memakai . (b) Untuk : dan . Untuk : dan . Dalam kedua kasus salah satunya nol. (c) Penjumlahan dan pengurangan rumus (a).
Proposisi 17.2.12 (Fungsi Tanda)
Dengan dari Definisi 16.2.1: dan untuk semua .
Bukti. Tiga kasus: memberi ; memberi ; memberi dan .
Latihan
Latihan 17.2-1. Tuliskan dan sebagai fungsi sepotong-sepotong. Tentukan titik patahnya dan periksa kesepakatan di titik itu bila potongan ditulis tertutup di kedua sisi.
Latihan 17.2-2. Untuk , buktikan rumus sepotong-sepotong Contoh 17.2.5. Tentukan nilai minimum dan himpunan titik tempat minimum itu dicapai.
Latihan 17.2-3. Buktikan Proposisi 17.2.9, lalu hitung dan dengan rumus itu.
Latihan 17.2-4. (a) Buktikan bahwa genap untuk setiap yang terdefinisi pada . (b) Untuk , tuliskan secara sepotong-sepotong, dan bandingkan dengan .
Latihan 17.2-5. Tentukan keabsahan definisi berikut: (a) untuk dan untuk ; (b) untuk dan untuk ; (c) untuk dan untuk .
Latihan 17.2-6. Buktikan Proposisi 17.2.8, lalu tunjukkan dengan dua bilangan bahwa tidak monoton pada .
Latihan 17.2-7. Buktikan Proposisi 17.2.11. Hitung dan untuk dan .
Latihan 17.2-8. Buktikan bahwa simetris terhadap . Untuk , buktikan bahwa simetris terhadap .
Solusi
Solusi 17.2-1. : titik patah ; nilainya untuk dan untuk . Di kedua rumus memberi . : titik patah ; nilainya untuk dan untuk . Di kedua rumus memberi .
Solusi 17.2-2. Lihat Contoh 17.2.5. Minimum , dicapai tepat pada . Untuk , . Untuk , .
Solusi 17.2-3. Bukti: Proposisi 17.2.9. . . Di sini .
Solusi 17.2-4. (a) Proposisi 17.2.7(c).
(b) , yaitu untuk dan untuk , karena untuk . Fungsi ini genap. Sebaliknya, juga genap dalam contoh ini, tetapi berbeda. Di : , sedangkan .
Solusi 17.2-5.
(a) Sah, karena di kedua rumus memberi .
(b) Tidak sah, karena di rumusnya memberi dan .
(c) Irisan potongannya . Di sana , sehingga sah. Domainnya , dan fungsinya pada serta pada .
Solusi 17.2-6. Bukti: Proposisi 17.2.8. Contoh: dengan (turun), sedangkan dengan (naik). Jadi tidak naik dan tidak turun pada .
Solusi 17.2-7. Bukti: Proposisi 17.2.11. Untuk : dan ; periksa dan . Untuk : dan .
Solusi 17.2-8. : Proposisi 17.2.7(b). Untuk dengan dan , tulis dan . Maka nilai di adalah , dan nilai di adalah , sama.
Ringkasan
Fungsi sepotong-sepotong sah tepat ketika rumus-rumusnya sepakat pada irisan potongan, dan grafiknya adalah gabungan grafik potongan. Nilai mutlak fungsi linear berpotongan di pembuat nol bagian dalamnya. Jumlah nilai mutlak ditulis per wilayah di antara titik patah. Nilai mutlak genap, monoton pada setiap setengah garis, dan mencapai minimum hanya di nol. Maksimum, minimum, bagian positif, dan bagian negatif dapat dinyatakan lewat nilai mutlak. Unit 17.3 membahas hubungan nilai mutlak dengan kuadrat dan akar.
17.3 Hubungan Kuadrat dan Akar:
Identitas sudah dibuktikan dua kali di buku ini: sebagai Teorema 9.3B.8.3, dengan keberadaan akar sebagai pinjaman yang kemudian ditutup oleh Teorema 11.3.8, dan sebagai Korolari 12.3.5. Unit ini tidak sekadar mengulangnya. Fokusnya adalah apa yang dapat dilakukan dengan identitas itu:
- membandingkan nilai mutlak lewat kuadrat, yang menjadi dasar metode pengkuadratan pada Bab 19.3;
- akar ke- dari pangkat ke- untuk genap dan ganjil;
- penyelesaian persamaan kuadrat murni;
- jebakan ketika identitas itu dibaca terbalik atau dipadukan dengan hukum pangkat untuk basis negatif.
Contoh master, , dikerjakan dengan alasan setiap langkah.
Prasyarat: Unit 17.1–17.2; Definisi 12.3.1 dan Teorema 12.3.3–12.3.4 (akar kuadrat taknegatif dan ketunggalannya); Korolari 10.2.6a–b (perbandingan kuadrat untuk bilangan taknegatif); Bab 9.3B (akar ke- dan konvensi pangkat rasional); Teorema 11.3.8.
Identitas Dasar
Teorema 17.3.1 (Akar dari Kuadrat)
Untuk setiap , .
Bukti. Bukti ini ringkas dan berbeda dari dua bukti sebelumnya. Bilangan taknegatif, sehingga adalah satu-satunya bilangan taknegatif yang kuadratnya (Definisi 12.3.1; ketunggalan dari Teorema 12.3.3 untuk dan Teorema 12.3.4(ii) untuk ). Bilangan taknegatif (Proposisi 10.2.7a(i)), dan kuadratnya (Proposisi 10.2.7a(iii)). Ketunggalan memberi kesamaannya.
Contoh master: untuk , , dan karena dan . Di sisi lain, . Jadi . Perhatikan bahwa : akar kuadrat selalu memilih nilai taknegatif.
Identitas ini sering dipakai sebagai definisi alternatif nilai mutlak. Buku ini tidak memakainya sebagai definisi, karena keberadaan bergantung pada kelengkapan. Definisi per kasus (Definisi 17.1.1) tidak memerlukan kelengkapan dan berlaku di setiap lapangan terurut, termasuk . Kebetulan selalu ada di bila , tetapi kenyataan itu adalah akibat teorema di atas, bukan sesuatu yang dapat dipakai lebih dulu.
Proposisi 17.3.2 (Kebalikan yang Tidak Berlaku)
(a) untuk setiap , dan ruas kiri tidak terdefinisi untuk .
(b) jika dan hanya jika .
Bukti. (a) Definisi akar. (b) , dan (Proposisi 17.1.2).
Jadi dan adalah dua ekspresi berbeda. Domainnya dan , dan pada domain bersama keduanya sama dengan . Ini contoh perubahan domain oleh "penyederhanaan" pada Unit 15.4.
Membandingkan Lewat Kuadrat
Teorema 17.3.3 (Perbandingan Nilai Mutlak dan Kuadrat)
Untuk semua :
Bukti. dan taknegatif, dan kuadratnya dan . Korolari 10.2.6b memberi versi , dan Korolari 10.2.6a memberi versi dan .
Teorema ini sah untuk semua bilangan real tanpa syarat tanda, karena nilai mutlak sudah membuat kedua ruas taknegatif. Bandingkan dengan Jebakan 3 (Unit 15.3): tidak setara dengan , tetapi setara. Bab 19.3 memakai teorema ini untuk "mengkuadratkan kedua ruas" pertaksamaan nilai mutlak secara sah.
Akibat 17.3.4 (Pertaksamaan Kuadrat Murni)
Untuk : . Untuk : , dan . Untuk : mustahil, dan selalu benar.
Bukti. Untuk , , sehingga Teorema 17.3.3 memberi . Lemma 13.1.2 membuka nilai mutlak. Versi adalah komplemen versi (Teorema 15.1.3). Untuk , .
Contoh: , dan .
Akar ke- dari Pangkat ke-
Teorema 17.3.5
Misalkan dan .
(a) Jika genap, maka .
(b) Jika ganjil, maka .
(c) Untuk setiap , .
Bukti. (c) Induksi dengan Proposisi 10.2.7b: , dengan basis .
(a) Untuk , , sehingga akar genapnya terdefinisi. taknegatif, dan menurut (c) dan karena . Ketunggalan akar ke- taknegatif (Teorema 9.3B.4.1 atau 11.3.8) memberi .
(b) Untuk ganjil, akar ke- real dari adalah satu-satunya bilangan real yang pangkat ke--nya (Teorema 11.3.8, kasus khusus, dan 9.3B.4). Bilangan sendiri memenuhinya.
Contoh: , sedangkan .
Jebakan Hukum Pangkat untuk Basis Negatif
Hukum dibuktikan pada Bab 9.3B hanya untuk basis . Membaca sebagai adalah penerapan hukum itu pada basis yang mungkin negatif. Untuk , hasilnya salah: .
Perhatikan bahwa ekspresi sendiri sah untuk , karena basisnya , dan nilainya . Yang tidak sah adalah langkah "", karena basis di langkah itu tidak dijamin positif. Untuk , ekspresi pangkat tidak didefinisikan menurut konvensi Bab 9.3B (Latihan 9.3B-L5), meskipun .
Persamaan Kuadrat Murni
Proposisi 17.3.6
Untuk : . Untuk : , dan untuk tidak ada solusi real.
Bukti. Teorema 17.3.3 (versi ) dan Proposisi 17.1.3. Untuk , tulis .
Contoh: .
Latihan
Latihan 17.3-1. Hitung dengan alasan lengkap: (a) , (b) , (c) , (d) .
Latihan 17.3-2. Buktikan Teorema 17.3.1 dengan tiga cara: (a) ketunggalan akar seperti di atas, (b) kasus tanda, (c) dari Teorema 9.3B.8.3. Bandingkan prasyarat masing-masing.
Latihan 17.3-3. Tentukan semua yang memenuhi , , dan .
Latihan 17.3-4. Buktikan bahwa untuk semua , . Tunjukkan dengan contoh bahwa salah.
Latihan 17.3-5. Selesaikan , , dan .
Latihan 17.3-6. Buktikan untuk semua , termasuk , lalu hitung dan untuk .
Latihan 17.3-7. Temukan kesalahan dalam rantai berikut, lalu perbaiki: ", sehingga ."
Latihan 17.3-8. Selesaikan dan .
Solusi
Solusi 17.3-1.
(a) (contoh master).
(b) , karena .
(c) (Teorema 17.3.5(a)).
(d) (Teorema 17.3.5(b)).
Solusi 17.3-2. (a) Teorema 17.3.1: memakai keberadaan akar, ketunggalan akar taknegatif, dan Proposisi 10.2.7a.
(b) Untuk , taknegatif dan , sehingga menurut ketunggalan. Untuk , dan , sehingga .
(c) Teorema 9.3B.8.3 sama dengan (b), dengan keberadaan akar sebagai pinjaman yang kemudian ditutup oleh Teorema 11.3.8.
Ketiga bukti memerlukan keberadaan , yaitu kelengkapan, dan ketunggalan akar taknegatif.
Solusi 17.3-3. , dan (Proposisi 17.1.2). berlaku untuk setiap di domain ; untuk ruas kiri tidak bermakna. Jadi himpunan penyelesaiannya , , dan .
Solusi 17.3-4. Teorema 17.3.3. Contoh tandingan: dan memberi tetapi .
Solusi 17.3-5. . . .
Solusi 17.3-6. : . Untuk : Teorema 17.3.5(c). Untuk : , dan .
Solusi 17.3-7. Langkah "" memakai hukum pangkat berulang Teorema 9.3B.6.4 pada basis , yang hanya dibuktikan untuk basis positif. Untuk , basisnya negatif. Yang benar: . Rantai yang sah adalah untuk , dengan sebagai basis.
Solusi 17.3-8. (contoh setelah Proposisi 17.3.6). . Kemungkinan pertama memberi , dan kemungkinan kedua memberi , yaitu . Himpunan penyelesaiannya . Periksa: dan .
Ringkasan
Identitas berlaku untuk semua bilangan real, sedangkan hanya untuk dan hanya pada domain . Akibat terpentingnya: perbandingan nilai mutlak setara dengan perbandingan kuadrat tanpa syarat tanda. Dari sini diperoleh penyelesaian pertaksamaan kuadrat murni dan dasar metode pengkuadratan. Untuk akar ke- dari pangkat ke-, genap memberi dan ganjil memberi . Membaca sebagai lewat hukum pangkat adalah penerapan hukum basis positif pada basis yang mungkin negatif. Unit 17.4 melengkapi sifat perkalian dan pembagian nilai mutlak.
17.4 Sifat Perkalian dan Pembagian Nilai Mutlak
Nilai mutlak menghormati perkalian: (Proposisi 10.2.7b). Contoh master, , memperlihatkannya. Unit ini melengkapi sifat itu dengan hasil bagi, invers, pangkat bulat, dan hasil kali berhingga. Unit ini juga menekankan bahwa nilai mutlak tidak menghormati penjumlahan, dan memperkenalkan cara memakai sifat perkalian untuk mengestimasi. Estimasi semacam itu menjadi bahan baku Bab 18.
Prasyarat: Unit 17.1–17.3; Proposisi 10.2.7a–b; Teorema 10.2.3 (invers mempertahankan tanda); Teorema 13.1.4 (segitiga); pangkat bulat (Bab 9.3A).
Perkalian
Teorema 17.4.1 (Sifat Perkalian)
(a) Untuk : (Proposisi 10.2.7b).
(b) Untuk dan : .
(c) Untuk : ; khususnya dan .
Bukti. (a) dibuktikan pada Bab 10 lewat kuadrat. Bukti per kasus tanda, sebagai pembanding: jika , kedua ruas . Jika , maka , sehingga . Kasus simetris. Jika , maka dan .
(b) Induksi pada : basis jelas, dan langkahnya memakai (a) pada .
(c) Kasus khusus (a), dengan dan .
Contoh master: , sehingga . Juga dan , dengan hasil kali . Kedua jalan memberi , sesuai (a).
Pembagian dan Pangkat Bulat
Teorema 17.4.2 (Sifat Pembagian)
Untuk dengan :
(a) dan ;
(b) .
Bukti. (a) menurut Proposisi 10.2.7a(ii). Dari , Teorema 17.4.1(a) memberi . Jadi adalah invers kali , yang tunggal (Bab 9.2).
(b) .
Teorema 17.4.3 (Pangkat Bulat)
Untuk dan , dengan bila : .
Bukti. Untuk : Teorema 17.3.5(c), dengan dibahas pada Latihan 17.3-6. Untuk dengan : , sehingga Teorema 17.4.2(a) dan kasus memberi .
Proposisi 17.4.4 (Rasio Nilai Mutlak)
Untuk : .
Bukti. Proposisi 17.2.12 memberi dan . Bagi masing-masing dengan dan .
Penjumlahan Tidak Dihormati
Tidak ada rumus yang berlaku umum: . Yang benar adalah ketaksamaan segitiga , dengan kesamaan tepat ketika (Teorema 13.1.4). Demikian pula tidak sama dengan ; contohnya dan memberi dan . Yang benar adalah segitiga terbalik (Korolari 13.1.6). Perbedaan antara perkalian (kesamaan) dan penjumlahan (hanya ketaksamaan) adalah alasan Bab 18 diperlukan.
Estimasi dengan Sifat Perkalian
Sifat perkalian adalah alat utama untuk mengestimasi galat yang diskalakan. Bila suatu besaran diketahui dekat dengan nilai acuan, hasil kalinya dengan konstanta juga dekat, dengan galat terskala.
Proposisi 17.4.5 (Galat Terskala)
(a) Jika dan , maka , dengan ketaksamaan tegas bila .
(b) Jika dan , maka .
Bukti. (a) . Bila , perkalian dengan memberi ketaksamaan tegas. Bila , ruas kiri .
(b) . Ketaksamaan pertama memakai dan . Ketaksamaan kedua memakai dan ; berlaku karena .
Contoh 17.4.6 (Membatasi Kebalikan)
Jika , maka dan , dengan ketaksamaan tegas bila .
Bukti. memberi (Lemma 13.1.2), sehingga dan . Teorema 17.4.2(a) dan Teorema 10.2.4(i) memberi . Selanjutnya,
untuk , karena dan : pembagian bilangan positif oleh bilangan yang lebih besar memberi hasil yang lebih kecil. Bila , kedua ruas , sehingga hanya yang berlaku.
Contoh ini menunjukkan pola estimasi yang berulang pada Bab 18 dan sesudahnya. Batasi faktor yang "mengganggu" () dengan menyempitkan daerah , lalu gunakan sifat perkalian.
Latihan
Latihan 17.4-1. Periksa sifat perkalian pada dan , serta pada dan . Hitung kedua ruas.
Latihan 17.4-2. Buktikan dengan pemisahan empat kasus tanda.
Latihan 17.4-3. Buktikan untuk , lalu hitung dan .
Latihan 17.4-4. Buktikan untuk , dan hitung untuk .
Latihan 17.4-5. Berikan contoh dengan , dan contoh dengan . Kapan ?
Latihan 17.4-6. Buktikan bahwa jika dan , maka . Apakah juga berlaku? Buktikan atau bantah.
Latihan 17.4-7. Jika , buktikan dan .
Latihan 17.4-8. Jika , buktikan . Tentukan kapan ketaksamaannya tegas.
Solusi
Solusi 17.4-1. . .
Solusi 17.4-2. Lihat bukti Teorema 17.4.1(a), dengan empat kasus menurut tanda dan .
Solusi 17.4-3. Teorema 17.4.2(b). , dan .
Solusi 17.4-4. Teorema 17.4.3 dengan . Untuk : , sehingga . Di sisi lain .
Solusi 17.4-5. dan : . dan : . Kesamaan berlaku tepat ketika (Teorema 13.1.4).
Solusi 17.4-6. . Teorema 10.2.5(ii) dengan dan memberi . Ketegasan: jika , hasil kali ; jika , maka .
tidak selalu berlaku. Untuk , . Yang benar adalah .
Solusi 17.4-7. (Proposisi 17.4.5(a)).
. Dari diperoleh , sehingga dan . Jadi . Perkalian dua ketaksamaan tegas taknegatif sah, dengan pemisahan kasus seperti pada Solusi 17.4-6.
Solusi 17.4-8. Contoh 17.4.6 memberi dengan . Karena dan , berlaku . Ketaksamaannya tegas tepat ketika , yaitu .
Ringkasan Unit 17.4 dan Penutup Bab 17
Nilai mutlak menghormati perkalian, hasil bagi, invers, pangkat bulat, dan hasil kali berhingga, tetapi tidak menghormati penjumlahan. Untuk penjumlahan, yang tersedia hanya ketaksamaan segitiga dan kebalikannya. Sifat perkalian adalah alat estimasi utama: galat terskala dan pembatasan faktor seperti pada lingkungan suatu titik.
Bab 17 secara keseluruhan:
- 17.1: definisi aljabar dan geometris, persamaan bernilai mutlak;
- 17.2: fungsi sepotong-sepotong, simetri, maksimum dan minimum;
- 17.3: kuadrat dan akar, serta perbandingan lewat kuadrat;
- 17.4: perkalian, pembagian, dan estimasi.
Hasil yang sudah terbukti di Bab 9, 10, 12, dan 13 dirujuk, bukan diulang. Bab 18 mengembangkan ketaksamaan segitiga dan variannya, lalu menerapkannya pada estimasi galat.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 18.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 16.