Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 19Lanjut

    Pertaksamaan Nilai Mutlak dan Aplikasi Rekayasa

    Bab 19 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    26 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 19 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 19: Pertaksamaan Nilai Mutlak dan Aplikasi Rekayasa

    19.1 Teorema Ekuivalensi Dasar

    Bab 19 menutup Bagian III dengan pertaksamaan yang memuat nilai mutlak, yaitu bentuk yang paling sering muncul dalam spesifikasi teknik: "deviasi tidak boleh melebihi", "galat kurang dari", dan "berada dalam pita toleransi". Unit ini merumuskan dan membuktikan teorema ekuivalensi dasar, yang mengubah pertaksamaan ∣A∣⋈B|A|\bowtie B menjadi pertaksamaan tanpa nilai mutlak. Contoh master,

    ∣x∣<4  ⟺  −4<x<4dan∣x∣>4  ⟺  x<−4∨x>4,|x|<4\iff-4<x<4\qquad\text{dan}\qquad|x|>4\iff x<-4\vee x>4,

    adalah kasus paling sederhana.

    Lemma 13.1.2 sudah memberi dua bentuk pertama dengan syarat c≥0c\geq0 atau c>0c>0. Unit ini memperluasnya: keempat arah perbandingan, dan ruas kanan BB sebarang bilangan real, termasuk bilangan negatif atau nol. Perluasan itu penting karena dalam soal, ruas kanan sering berupa ekspresi bervariabel yang tandanya berubah-ubah.

    Prasyarat: Lemma 13.1.2; Bab 17 (Proposisi 17.1.2, Teorema 17.3.3); Bab 15 (himpunan penyelesaian, domain, trikotomi); Bab 16 (analisis tanda).

    Teorema Utama

    Teorema 19.1.1 (Ekuivalensi Dasar)

    Untuk semua bilangan real AA dan BB:

    (a) ∣A∣<B  ⟺  −B<A<B|A|<B\iff-B<A<B;

    (b) ∣A∣≤B  ⟺  −B≤A≤B|A|\leq B\iff-B\leq A\leq B;

    (c) ∣A∣>B  ⟺  A<−B∨A>B|A|>B\iff A<-B\vee A>B;

    (d) ∣A∣≥B  ⟺  A≤−B∨A≥B|A|\geq B\iff A\leq-B\vee A\geq B.

    Tidak ada syarat tanda pada BB.

    Bukti. Menurut Proposisi 17.1.2, ∣A∣=max⁡(A,−A)|A|=\max(A,-A).

    Pertaksamaan |x − c| terhadap rUntuk: Bab 19, Unit 19.1 (Teorema 19.1.1 dan Akibat 19.1.3; lanjutan lima relasi eksak dan cabang DAN/ATAU, M19-01)

    (a) max⁡(A,−A)<B\max(A,-A)<B jika dan hanya jika A<BA<B dan −A<B-A<B. Ketaksamaan kedua setara dengan −B<A-B<A (Teorema 10.2.1). Jadi ∣A∣<B  ⟺  −B<A<B|A|<B\iff-B<A<B.

    (b) Sama, dengan ≤\leq.

    (c) ∣A∣>B|A|>B adalah negasi (b): ¬(∣A∣≤B)  ⟺  ¬(−B≤A≤B)  ⟺  A<−B∨A>B\neg(|A|\leq B)\iff\neg(-B\leq A\leq B)\iff A<-B\vee A>B, dengan hukum De Morgan dan trikotomi.

    (d) Negasi (a) dengan cara sama: A≤−B∨A≥BA\leq-B\vee A\geq B. □\square

    Bukti ini tidak memerlukan pemisahan kasus tanda BB. Kasus-kasus itu tertangani secara otomatis:

    • Bila B≤0B\leq0, ruas kanan (a) mensyaratkan −B<B-B<B, yaitu B>0B>0, yang mustahil. Jadi kedua ruas salah, sesuai fakta bahwa ∣A∣≥0≥B|A|\geq0\geq B.
    • Bila B<0B<0, ruas kanan (c) selalu benar. Setiap AA memenuhi A>BA>B, atau A≤B<−BA\leq B<-B. Ini sesuai fakta bahwa ∣A∣≥0>B|A|\geq0>B.
    • Bila B=0B=0, (b) memberi A=0A=0 dan (d) memberi semua AA.

    Contoh 19.1.2 (Contoh Master)

    ∣x∣<4  ⟺  −4<x<4|x|<4\iff-4<x<4, dan ∣x∣>4  ⟺  x<−4∨x>4|x|>4\iff x<-4\vee x>4. Himpunan penyelesaiannya (−4,4)(-4,4) dan (−∞,−4)∪(4,∞)(-\infty,-4)\cup(4,\infty). Bersama ∣x∣=4  ⟺  x=±4|x|=4\iff x=\pm4 (Proposisi 17.1.5), ketiganya mempartisi R\mathbb{R} menurut Teorema 15.1.3: bagian dalam, batas, dan bagian luar pita [−4,4][-4,4].

    Secara geometris (Proposisi 17.1.4), ∣x∣<4|x|<4 adalah himpunan titik yang berjarak kurang dari 44 dari nol, yaitu bola B(0,4)B(0,4) pada Unit 13.2, dan ∣x∣>4|x|>4 adalah himpunan titik yang berjarak lebih dari 44 dari nol.

    Akibat 19.1.3 (Bentuk Jarak ke Pusat)

    Untuk c,r∈Rc,r\in\mathbb{R}:

    • ∣x−c∣<r  ⟺  c−r<x<c+r|x-c|<r\iff c-r<x<c+r;
    • ∣x−c∣≤r  ⟺  c−r≤x≤c+r|x-c|\leq r\iff c-r\leq x\leq c+r;
    • ∣x−c∣>r  ⟺  x<c−r∨x>c+r|x-c|>r\iff x<c-r\vee x>c+r.

    Bukti. Teorema 19.1.1 dengan A=x−cA=x-c dan B=rB=r, lalu translasi oleh cc. □\square

    Membaca terbalik: interval terbatas (a,b)(a,b) dengan a<ba<b sama dengan {x:∣x−c∣<r}\{x:|x-c|<r\} untuk pusat c=a+b2c=\tfrac{a+b}2 dan jari-jari r=b−a2r=\tfrac{b-a}2. Bentuk ini dipakai untuk menyatakan pita toleransi.

    Ruas Kanan Bervariabel

    Contoh 19.1.4 (Ruas Kanan Berubah Tanda)

    Selesaikan ∣2x−1∣<x+2|2x-1|<x+2.

    Penyelesaian. Teorema 19.1.1(a) memberi −(x+2)<2x−1<x+2-(x+2)<2x-1<x+2, yaitu konjungsi:

    • −x−2<2x−1  ⟺  −1<3x  ⟺  x>−13-x-2<2x-1\iff-1<3x\iff x>-\tfrac13;
    • 2x−1<x+2  ⟺  x<32x-1<x+2\iff x<3.

    HP⁡=(−13,3)\operatorname{HP}=(-\tfrac13,3).

    Syarat x+2>0x+2>0 tidak perlu ditulis terpisah karena sudah terkandung. Pada himpunan penyelesaian x>−13x>-\tfrac13, sehingga x+2>53>0x+2>\tfrac53>0. Pemeriksaan: x=0x=0 memberi 1<21<2, benar. x=3x=3 memberi 5<55<5, salah. x=−1x=-1 memberi 3<13<1, salah. □\square

    Contoh 19.1.5 (Arah "Lebih Besar" dengan Ruas Kanan Bervariabel)

    Selesaikan ∣x−3∣≥2x|x-3|\geq2x.

    Penyelesaian. Teorema 19.1.1(d): x−3≤−2xx-3\leq-2x atau x−3≥2xx-3\geq2x.

    • 3x≤33x\leq3, yaitu x≤1x\leq1;
    • −3≥x-3\geq x, yaitu x≤−3x\leq-3.

    Gabungannya HP⁡=(−∞,1]\operatorname{HP}=(-\infty,1].

    Pemeriksaan untuk xx negatif: ruas kanan negatif, sehingga ketaksamaan otomatis benar, dan semua x<0x<0 memang termasuk. Untuk x=1x=1: 2≥22\geq2, benar. Untuk x=2x=2: 1≥41\geq4, salah. □\square

    Dua Nilai Mutlak di Kedua Ruas

    Proposisi 19.1.6

    Untuk bilangan real A,BA,B:

    ∣A∣<∣B∣  ⟺  A2<B2  ⟺  (A−B)(A+B)<0,|A|<|B|\iff A^2<B^2\iff(A-B)(A+B)<0,

    dan hal yang sama berlaku untuk ≤\leq, >>, ≥\geq.

    Bukti. Teorema 17.3.3, lalu A2−B2=(A−B)(A+B)A^2-B^2=(A-B)(A+B) (Proposisi 15.1.4). □\square

    Contoh 19.1.7

    Selesaikan ∣x−1∣<∣x+3∣|x-1|<|x+3|.

    Penyelesaian. Proposisi 19.1.6: ((x−1)−(x+3))((x−1)+(x+3))<0\bigl((x-1)-(x+3)\bigr)\bigl((x-1)+(x+3)\bigr)<0, yaitu (−4)(2x+2)<0(-4)(2x+2)<0, yaitu 2x+2>02x+2>0, yaitu x>−1x>-1. HP⁡=(−1,∞)\operatorname{HP}=(-1,\infty).

    Secara geometris, ini adalah titik-titik yang lebih dekat ke 11 daripada ke −3-3, yaitu titik di kanan titik tengah −1-1 (Contoh 17.1.8). □\square

    Latihan

    Latihan 19.1-1. Buktikan Teorema 19.1.1(a) dan (c) dengan pemisahan kasus A≥0A\geq0 dan A<0A<0, tanpa memakai rumus maksimum.

    Latihan 19.1-2. Selesaikan dan gambarkan secara geometris: (a) ∣x∣<4|x|<4; (b) ∣x∣≥4|x|\geq4; (c) ∣x−2∣≤3|x-2|\leq3; (d) ∣x+1∣>0|x+1|>0.

    Latihan 19.1-3. Selesaikan ∣x∣<−2|x|<-2, ∣x∣≥−2|x|\geq-2, ∣x∣≤0|x|\leq0, dan ∣x∣>0|x|>0 dengan Teorema 19.1.1, lalu jelaskan hasilnya.

    Latihan 19.1-4. Nyatakan (−3,7)(-3,7) dan [1,5; 2,5][1{,}5;\,2{,}5] dalam bentuk ∣x−c∣<r|x-c|<r atau ∣x−c∣≤r|x-c|\leq r.

    Latihan 19.1-5. Selesaikan ∣2x−1∣<x+2|2x-1|<x+2 dan ∣2x−1∣≥x+2|2x-1|\geq x+2. Periksa partisinya.

    Latihan 19.1-6. Selesaikan ∣x−3∣≥2x|x-3|\geq2x dan ∣x−3∣<2x|x-3|<2x.

    Latihan 19.1-7. Selesaikan ∣x−1∣<∣x+3∣|x-1|<|x+3| dan ∣2x−1∣≥∣x+1∣|2x-1|\geq|x+1|.

    Latihan 19.1-8. Selesaikan ∣x2−5∣<4|x^2-5|<4.

    Solusi

    Solusi 19.1-1. (a) Jika A≥0A\geq0: ∣A∣=A|A|=A, dan A<BA<B. Juga −B<0≤A-B<0\leq A bila B>0B>0. Bila B≤0B\leq0, kedua ruas salah, karena 0≤A<B≤00\leq A<B\leq0 mustahil dan −B<A<B-B<A<B memaksa B>0B>0. Jika A<0A<0: ∣A∣=−A<B  ⟺  A>−B|A|=-A<B\iff A>-B, dan A<0<BA<0<B bila ruas kiri benar, karena B>−A>0B>-A>0. Sebaliknya, dari −B<A<B-B<A<B dan A<0A<0 diperoleh −A<B-A<B.

    (c) Negasi (b), atau dengan kasus serupa. □\square

    Solusi 19.1-2.

    (a) (−4,4)(-4,4): titik berjarak kurang dari 44 dari 00.

    (b) (−∞,−4]∪[4,∞)(-\infty,-4]\cup[4,\infty).

    (c) [−1,5][-1,5]: titik berjarak paling jauh 33 dari 22.

    (d) R∖{−1}\mathbb{R}\setminus\{-1\}, karena ∣x+1∣>0  ⟺  x+1≠0|x+1|>0\iff x+1\ne0. □\square

    Solusi 19.1-3.

    • ∣x∣<−2|x|<-2: 2<x<−22<x<-2, mustahil, sehingga ∅\emptyset.
    • ∣x∣≥−2|x|\geq-2: x≤2∨x≥−2x\leq2\vee x\geq-2, selalu benar, sehingga R\mathbb{R}.
    • ∣x∣≤0|x|\leq0: 0≤x≤00\leq x\leq0, sehingga {0}\{0\}.
    • ∣x∣>0|x|>0: x<0∨x>0x<0\vee x>0, sehingga R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}.

    Semuanya sesuai dengan ∣x∣≥0|x|\geq0 dan ∣x∣=0  ⟺  x=0|x|=0\iff x=0. □\square

    Solusi 19.1-4. (−3,7)(-3,7): pusat 22, jari-jari 55, sehingga ∣x−2∣<5|x-2|<5. [1,5; 2,5][1{,}5;\,2{,}5]: pusat 22, jari-jari 12\tfrac12, sehingga ∣x−2∣≤12|x-2|\leq\tfrac12. □\square

    Solusi 19.1-5. Yang pertama: Contoh 19.1.4, (−13,3)(-\tfrac13,3). Yang kedua: Teorema 19.1.1(d) memberi 2x−1≤−(x+2)2x-1\leq-(x+2) atau 2x−1≥x+22x-1\geq x+2, yaitu x≤−13x\leq-\tfrac13 atau x≥3x\geq3. Kedua himpunan saling lepas dan gabungannya R\mathbb{R}. □\square

    Solusi 19.1-6. Yang pertama: Contoh 19.1.5, (−∞,1](-\infty,1]. Yang kedua: Teorema 19.1.1(a) memberi −2x<x−3<2x-2x<x-3<2x, yaitu 3<3x3<3x dan −3<x-3<x, yaitu x>1x>1. HP⁡=(1,∞)\operatorname{HP}=(1,\infty), komplemen yang pertama. □\square

    Solusi 19.1-7. Yang pertama: Contoh 19.1.7, (−1,∞)(-1,\infty). Yang kedua: Proposisi 19.1.6 memberi ((2x−1)−(x+1))((2x−1)+(x+1))≥0\bigl((2x-1)-(x+1)\bigr)\bigl((2x-1)+(x+1)\bigr)\geq0, yaitu (x−2)(3x)≥0(x-2)(3x)\geq0. Analisis tanda memberi x≤0x\leq0 atau x≥2x\geq2. □\square

    Solusi 19.1-8. Teorema 19.1.1(a): −4<x2−5<4-4<x^2-5<4, yaitu 1<x2<91<x^2<9. Akibat 17.3.4 memberi x2>1  ⟺  ∣x∣>1x^2>1\iff|x|>1 dan x2<9  ⟺  ∣x∣<3x^2<9\iff|x|<3. Jadi 1<∣x∣<31<|x|<3, yaitu x∈(−3,−1)∪(1,3)x\in(-3,-1)\cup(1,3). □\square

    Ringkasan

    Teorema ekuivalensi dasar mengubah ∣A∣⋈B|A|\bowtie B menjadi pertaksamaan ganda (untuk <<, ≤\leq) atau disjungsi (untuk >>, ≥\geq), dan berlaku untuk ruas kanan bertanda apa pun. Kasus ruas kanan negatif atau nol tertangani tanpa pemisahan kasus. Bentuk jarak ke pusat menyatakan pita toleransi. Dua nilai mutlak di kedua ruas dibandingkan lewat kuadrat tanpa syarat tanda. Unit 19.2 menangani ekspresi dengan beberapa nilai mutlak sekaligus.

    19.2 Kasus Kompleks: Pertaksamaan dengan Multi-Nilai Mutlak

    Bila suatu pertaksamaan memuat lebih dari satu nilai mutlak, misalnya ∣x−1∣+∣x−3∣≤5|x-1|+|x-3|\leq5, teorema ekuivalensi Unit 19.1 tidak langsung dapat diterapkan, karena tidak ada satu ∣A∣|A| yang dapat diisolasi. Metode baku adalah membagi garis bilangan menjadi wilayah-wilayah dengan titik patah, yaitu pembuat nol ekspresi di dalam setiap nilai mutlak. Di dalam setiap wilayah, tanda setiap ekspresi tetap, sehingga semua nilai mutlak dapat dilepas, dan pertaksamaannya menjadi tanpa nilai mutlak. Contoh master memakai tiga wilayah x<1x<1, 1≤x≤31\leq x\leq3, dan x>3x>3. Unit ini membuktikan bahwa metode itu sah dan menunjukkan cara menghindari kesalahan pada batas wilayah.

    Prasyarat: Unit 19.1; Bab 17.2 (fungsi sepotong-sepotong, Contoh 17.2.5); Teorema 15.3.6 (pemisahan semesta); Proposisi 15.2.3; Bab 16.2.

    Metode Wilayah

    Teorema 19.2.1 (Pembagian Wilayah)

    Misalkan P(x)P(x) kalimat yang memuat nilai mutlak ∣L1(x)∣,…,∣Lm(x)∣|L_1(x)|,\ldots,|L_m(x)| dari ekspresi LjL_j. Misalkan D=W1∪⋯∪WkD=W_1\cup\cdots\cup W_k adalah partisi semesta DD sedemikian sehingga pada setiap WiW_i setiap LjL_j bertanda tetap (≥0\geq0 di seluruh WiW_i, atau ≤0\leq0 di seluruh WiW_i). Pada WiW_i, ganti setiap ∣Lj∣|L_j| dengan LjL_j atau −Lj-L_j sesuai tandanya; sebut kalimat hasilnya Pi(x)P_i(x). Maka

    HP⁡D(P)=⋃i=1kHP⁡Wi(Pi).\operatorname{HP}_D(P)=\bigcup_{i=1}^k\operatorname{HP}_{W_i}(P_i).

    Bukti. Partisi memberi HP⁡D(P)=⋃iHP⁡Wi(P)\operatorname{HP}_D(P)=\bigcup_i\operatorname{HP}_{W_i}(P) (Proposisi 15.2.3, dan bukti Teorema 15.3.6). Pada WiW_i, ∣Lj(x)∣=±Lj(x)|L_j(x)|=\pm L_j(x) menurut Proposisi 17.1.2, dengan tanda tetap. Jadi P(x)  ⟺  Pi(x)P(x)\iff P_i(x) untuk setiap x∈Wix\in W_i. □\square

    Bila setiap LjL_j linear dan tak konstan, pilihan wilayah yang wajar adalah selang-selang yang dibatasi pembuat nol LjL_j yang diurutkan. Titik patah boleh dimasukkan ke salah satu wilayah yang bersebelahan, karena di titik patah Lj=0L_j=0, sehingga ∣Lj∣=Lj=−Lj|L_j|=L_j=-L_j dan kedua tanda sah. Yang penting, setiap titik termasuk tepat satu wilayah. Titik patah tidak boleh hilang dan tidak boleh dihitung dua kali dengan rumus yang berbeda.

    Contoh Master

    Contoh 19.2.2 (∣x−1∣+∣x−3∣≤5|x-1|+|x-3|\leq5)

    Penyelesaian. Titik patah 11 dan 33. Wilayah: W1=(−∞,1)W_1=(-\infty,1), W2=[1,3]W_2=[1,3], W3=(3,∞)W_3=(3,\infty). Rumus sepotong-sepotong dari Contoh 17.2.5:

    • W1W_1: x−1<0x-1<0 dan x−3<0x-3<0. Kalimatnya (1−x)+(3−x)≤5  ⟺  4−2x≤5  ⟺  x≥−12(1-x)+(3-x)\leq5\iff4-2x\leq5\iff x\geq-\tfrac12. Hasilnya [−12,1)[-\tfrac12,1).
    • W2W_2: x−1≥0x-1\geq0 dan x−3≤0x-3\leq0. Kalimatnya (x−1)+(3−x)≤5  ⟺  2≤5(x-1)+(3-x)\leq5\iff2\leq5, benar. Hasilnya [1,3][1,3].
    • W3W_3: kedua ekspresi positif. Kalimatnya (x−1)+(x−3)≤5  ⟺  2x≤9  ⟺  x≤92(x-1)+(x-3)\leq5\iff2x\leq9\iff x\leq\tfrac92. Hasilnya (3,92](3,\tfrac92].

    Teorema 19.2.1 memberi HP⁡=[−12,1)∪[1,3]∪(3,92]=[−12,92]\operatorname{HP}=[-\tfrac12,1)\cup[1,3]\cup(3,\tfrac92]=[-\tfrac12,\tfrac92].

    Pemeriksaan: x=−12x=-\tfrac12 memberi 32+72=5\tfrac32+\tfrac72=5, benar. x=92x=\tfrac92 memberi 72+32=5\tfrac72+\tfrac32=5, benar. x=5x=5 memberi 4+2=6>54+2=6>5, salah.

    Tafsiran geometris: ∣x−1∣+∣x−3∣|x-1|+|x-3| adalah jumlah jarak xx ke 11 dan ke 33. Jumlah itu paling kecil 22 pada [1,3][1,3], dan bertambah 22 satuan untuk setiap satuan xx menjauh dari selang itu. Nilai 55 dicapai pada jarak 32\tfrac32 dari selang [1,3][1,3], yaitu di 1−32=−121-\tfrac32=-\tfrac12 dan 3+32=923+\tfrac32=\tfrac92. Jawabannya simetris terhadap 22, sesuai Proposisi 17.2.7(d). □\square

    Contoh Lain

    Contoh 19.2.3 (Selisih Dua Nilai Mutlak)

    Selesaikan ∣x−1∣−∣x+2∣≥1|x-1|-|x+2|\geq1.

    Penyelesaian. Titik patah −2-2 dan 11.

    • x<−2x<-2: (1−x)−(−x−2)=3≥1(1-x)-(-x-2)=3\geq1, benar. Hasilnya (−∞,−2)(-\infty,-2).
    • −2≤x≤1-2\leq x\leq1: (1−x)−(x+2)=−1−2x≥1  ⟺  x≤−1(1-x)-(x+2)=-1-2x\geq1\iff x\leq-1. Hasilnya [−2,−1][-2,-1].
    • x>1x>1: (x−1)−(x+2)=−3≥1(x-1)-(x+2)=-3\geq1, salah. Hasilnya ∅\emptyset.

    HP⁡=(−∞,−1]\operatorname{HP}=(-\infty,-1]. Pemeriksaan: x=−1x=-1 memberi 2−1=1≥12-1=1\geq1, benar. x=0x=0 memberi 1−2=−11-2=-1, salah. □\square

    Ketaksamaan segitiga terbalik (Teorema 18.3.1) memberi batas ∣∣x−1∣−∣x+2∣∣≤3\bigl||x-1|-|x+2|\bigr|\leq3. Jadi selisih ini selalu berada di [−3,3][-3,3], dan nilai ekstremnya dicapai pada sinar-sinar luar, sesuai perhitungan di atas.

    Contoh 19.2.4 (Nilai Mutlak Bersarang)

    Selesaikan ∣∣x∣−1∣<2\bigl||x|-1\bigr|<2.

    Penyelesaian. Kerjakan dari luar ke dalam dengan Teorema 19.1.1(a): −2<∣x∣−1<2-2<|x|-1<2, yaitu −1<∣x∣<3-1<|x|<3. Bagian −1<∣x∣-1<|x| selalu benar. Bagian ∣x∣<3|x|<3 memberi −3<x<3-3<x<3. HP⁡=(−3,3)\operatorname{HP}=(-3,3).

    Dengan metode wilayah, bagian dalam ∣x∣|x| mempunyai titik patah 00, dan bagian luar ∣∣x∣−1∣\bigl||x|-1\bigr| mempunyai titik patah tambahan di ∣x∣=1|x|=1, yaitu x=±1x=\pm1. Wilayahnya: x<−1x<-1, −1≤x<0-1\leq x<0, 0≤x<10\leq x<1, dan x≥1x\geq1. Hasilnya sama. Cara dari luar ke dalam lebih ringkas di sini. □\square

    Contoh 19.2.5 (Tiga Nilai Mutlak)

    Selesaikan ∣x∣+∣x−1∣+∣x−2∣<4|x|+|x-1|+|x-2|<4.

    Penyelesaian. Titik patah 00, 11, 22.

    • x<0x<0: −x+(1−x)+(2−x)=3−3x<4  ⟺  x>−13-x+(1-x)+(2-x)=3-3x<4\iff x>-\tfrac13. Hasilnya (−13,0)(-\tfrac13,0).
    • 0≤x<10\leq x<1: x+(1−x)+(2−x)=3−x<4  ⟺  x>−1x+(1-x)+(2-x)=3-x<4\iff x>-1, benar. Hasilnya [0,1)[0,1).
    • 1≤x<21\leq x<2: x+(x−1)+(2−x)=x+1<4  ⟺  x<3x+(x-1)+(2-x)=x+1<4\iff x<3, benar. Hasilnya [1,2)[1,2).
    • x≥2x\geq2: 3x−3<4  ⟺  x<733x-3<4\iff x<\tfrac73. Hasilnya [2,73)[2,\tfrac73).

    HP⁡=(−13,73)\operatorname{HP}=(-\tfrac13,\tfrac73). Perhatikan simetri terhadap 11. □\square

    Latihan

    Latihan 19.2-1. Buktikan Teorema 19.2.1 dan jelaskan mengapa titik patah boleh dimasukkan ke wilayah mana pun yang bersebelahan.

    Latihan 19.2-2. Selesaikan ∣x−1∣+∣x−3∣≤5|x-1|+|x-3|\leq5 dan ∣x−1∣+∣x−3∣>5|x-1|+|x-3|>5. Periksa partisinya.

    Latihan 19.2-3. Selesaikan ∣x−1∣+∣x−3∣<2|x-1|+|x-3|<2 dan ∣x−1∣+∣x−3∣≤2|x-1|+|x-3|\leq2. Jelaskan hasilnya secara geometris.

    Latihan 19.2-4. Selesaikan ∣x−1∣−∣x+2∣≥1|x-1|-|x+2|\geq1.

    Anggaran jumlah jarakUntuk: Bab 19, Unit 19.2 (Teorema 19.2.1, Contoh 19.2.2; M19-02)

    Latihan 19.2-5. Selesaikan ∣∣x∣−1∣<2\bigl||x|-1\bigr|<2 dan ∣∣x∣−1∣≥12\bigl||x|-1\bigr|\geq\tfrac12.

    Latihan 19.2-6. Selesaikan ∣x∣+∣x−1∣+∣x−2∣<4|x|+|x-1|+|x-2|<4.

    Latihan 19.2-7. Selesaikan ∣2x−1∣≤∣x∣+1|2x-1|\leq|x|+1.

    Latihan 19.2-8. Untuk a<ba<b dan L>0L>0, tentukan himpunan penyelesaian ∣x−a∣+∣x−b∣≤L|x-a|+|x-b|\leq L dalam semua kasus perbandingan LL dengan b−ab-a.

    Solusi

    Solusi 19.2-1. Lihat bukti Teorema 19.2.1. Di titik patah x0x_0, Lj(x0)=0L_j(x_0)=0, sehingga Lj(x0)=−Lj(x0)=0=∣Lj(x0)∣L_j(x_0)=-L_j(x_0)=0=|L_j(x_0)|. Kedua rumus memberi nilai yang sama, dan kalimat PiP_i dari wilayah mana pun bernilai sama dengan PP di titik itu. □\square

    Solusi 19.2-2. Yang pertama: [−12,92][-\tfrac12,\tfrac92] (Contoh 19.2.2). Yang kedua, per wilayah:

    • W1W_1: 4−2x>5  ⟺  x<−124-2x>5\iff x<-\tfrac12;
    • W2W_2: 2>52>5, salah;
    • W3W_3: 2x−4>5  ⟺  x>922x-4>5\iff x>\tfrac92.

    HP⁡=(−∞,−12)∪(92,∞)\operatorname{HP}=(-\infty,-\tfrac12)\cup(\tfrac92,\infty), yaitu komplemen yang pertama. □\square

    Solusi 19.2-3. Untuk <2<2: W1W_1 memberi 4−2x<2  ⟺  x>14-2x<2\iff x>1, mustahil di W1W_1; W2W_2 memberi 2<22<2, salah; W3W_3 memberi 2x−4<2  ⟺  x<32x-4<2\iff x<3, mustahil di W3W_3. Hasilnya ∅\emptyset.

    Untuk ≤2\leq2: W1W_1 kosong, W2W_2 semua (2≤22\leq2), W3W_3 kosong. Hasilnya [1,3][1,3].

    Secara geometris, jumlah jarak ke 11 dan 33 tidak pernah kurang dari 2=∣3−1∣2=|3-1| (Akibat 18.1.2(b)), dan tepat 22 pada selang di antara keduanya (Proposisi 13.1.11). □\square

    Solusi 19.2-4. Contoh 19.2.3: (−∞,−1](-\infty,-1]. □\square

    Solusi 19.2-5. Yang pertama: (−3,3)(-3,3) (Contoh 19.2.4). Yang kedua: Teorema 19.1.1(d) memberi ∣x∣−1≤−12|x|-1\leq-\tfrac12 atau ∣x∣−1≥12|x|-1\geq\tfrac12, yaitu ∣x∣≤12|x|\leq\tfrac12 atau ∣x∣≥32|x|\geq\tfrac32. Hasilnya (−∞,−32]∪[−12,12]∪[32,∞)(-\infty,-\tfrac32]\cup[-\tfrac12,\tfrac12]\cup[\tfrac32,\infty). □\square

    Solusi 19.2-6. Contoh 19.2.5: (−13,73)(-\tfrac13,\tfrac73). □\square

    Solusi 19.2-7. Titik patah 00 dan 12\tfrac12.

    • x<0x<0: 1−2x≤−x+1  ⟺  x≥01-2x\leq-x+1\iff x\geq0, mustahil.
    • 0≤x<120\leq x<\tfrac12: 1−2x≤x+1  ⟺  x≥01-2x\leq x+1\iff x\geq0, benar. Hasilnya [0,12)[0,\tfrac12).
    • x≥12x\geq\tfrac12: 2x−1≤x+1  ⟺  x≤22x-1\leq x+1\iff x\leq2. Hasilnya [12,2][\tfrac12,2].

    HP⁡=[0,2]\operatorname{HP}=[0,2]. Pemeriksaan: x=−1x=-1 memberi 3≤23\leq2, salah. x=2x=2 memberi 3≤33\leq3, benar. □\square

    Solusi 19.2-8. Per wilayah: untuk x<ax<a, nilainya a+b−2xa+b-2x; untuk a≤x≤ba\leq x\leq b, nilainya b−ab-a; untuk x>bx>b, nilainya 2x−a−b2x-a-b.

    • L<b−aL<b-a: ∅\emptyset, karena nilai minimumnya b−ab-a.
    • L=b−aL=b-a: [a,b][a,b].
    • L>b−aL>b-a: syarat a+b−2x≤La+b-2x\leq L memberi x≥a+b−L2x\geq\tfrac{a+b-L}2, dan syarat 2x−a−b≤L2x-a-b\leq L memberi x≤a+b+L2x\leq\tfrac{a+b+L}2. Kedua batas terletak di luar [a,b][a,b] karena L>b−aL>b-a. Hasilnya [a+b−L2,a+b+L2]\bigl[\tfrac{a+b-L}2,\tfrac{a+b+L}2\bigr].

    Contoh master adalah kasus a=1a=1, b=3b=3, L=5L=5: [−12,92][-\tfrac12,\tfrac92]. □\square

    Ringkasan

    Pertaksamaan dengan beberapa nilai mutlak diselesaikan dengan membagi semesta menjadi wilayah tempat setiap ekspresi di dalam nilai mutlak bertanda tetap, melepas nilai mutlak per wilayah, lalu menggabungkan hasilnya (Teorema 19.2.1). Titik patah boleh masuk wilayah mana pun yang bersebelahan, tetapi setiap titik harus masuk tepat satu wilayah. Contoh master ∣x−1∣+∣x−3∣≤5|x-1|+|x-3|\leq5 menghasilkan [−12,92][-\tfrac12,\tfrac92], dengan tafsiran jumlah jarak. Nilai mutlak bersarang sering lebih cepat diselesaikan dari luar ke dalam. Unit 19.3 membahas metode pengkuadratan dan risikonya.

    19.3 Metode Pengkuadratan Kedua Ruas dan Analisis Risiko

    Metode yang populer untuk pertaksamaan nilai mutlak adalah mengkuadratkan kedua ruas, karena ∣A∣2=A2|A|^2=A^2 menghapus nilai mutlak. Metode ini sah dalam satu situasi, yaitu ketika kedua ruas taknegatif, dan berisiko dalam situasi lain. "Analisis risiko" pada judul unit ini berarti penentuan yang tepat atas apa yang salah bila syarat itu diabaikan: solusi palsu mana yang ditambahkan dan solusi mana yang hilang. Dengan analisis ini, pengkuadratan menjadi alat yang dapat dipakai dengan aman, bukan resep yang kadang berhasil.

    Prasyarat: Teorema 17.3.3 (perbandingan lewat kuadrat); Teorema 19.1.1; Proposisi 19.1.6; Teorema 16.4.1 (pola yang sama untuk akar); Jebakan 3–4 pada Unit 15.3; Bab 16 (analisis tanda).

    Kapan Pengkuadratan Aman

    Teorema 19.3.1 (Pengkuadratan Dua Nilai Mutlak)

    Untuk semua bilangan real A,BA,B dan setiap ⋈∈{<,≤,=,≥,>}\bowtie\in\{<,\leq,=,\geq,>\}:

    ∣A∣⋈∣B∣  ⟺  A2⋈B2.|A|\bowtie|B|\iff A^2\bowtie B^2.

    Bukti. Teorema 17.3.3 untuk <<, ≤\leq, ==, dan negasinya untuk ≥\geq, >> (Teorema 15.1.3). □\square

    Pengkuadratan aman karena kedua ruas, ∣A∣|A| dan ∣B∣|B|, taknegatif. Tidak ada syarat tambahan dan tidak ada pemeriksaan kandidat.

    Teorema 19.3.2 (Pengkuadratan dengan Ruas Kanan Sebarang)

    Untuk semua bilangan real AA dan BB:

    (a) ∣A∣<B  ⟺  B>0∧A2<B2|A|<B\iff B>0\wedge A^2<B^2;

    (b) ∣A∣≤B  ⟺  B≥0∧A2≤B2|A|\leq B\iff B\geq0\wedge A^2\leq B^2;

    (c) ∣A∣>B  ⟺  B<0∨A2>B2|A|>B\iff B<0\vee A^2>B^2;

    (d) ∣A∣≥B  ⟺  B<0∨A2≥B2|A|\geq B\iff B<0\vee A^2\geq B^2.

    Bukti. (a) (⇒\Rightarrow) B>∣A∣≥0B>|A|\geq0. Kedua bilangan ∣A∣|A| dan BB taknegatif, sehingga Korolari 10.2.6b memberi ∣A∣2<B2|A|^2<B^2, yaitu A2<B2A^2<B^2. (⇐\Leftarrow) B>0B>0 memberi B=∣B∣B=|B|, sehingga A2<B2A^2<B^2 setara dengan ∣A∣<∣B∣=B|A|<|B|=B (Teorema 19.3.1).

    (b) Sama dengan (a), dengan ≤\leq dan B≥0B\geq0.

    (c) Bila B<0B<0, ruas kiri benar karena ∣A∣≥0>B|A|\geq0>B, dan ruas kanan juga benar. Bila B≥0B\geq0, B=∣B∣B=|B|, dan ∣A∣>∣B∣  ⟺  A2>B2|A|>|B|\iff A^2>B^2.

    (d) Sama dengan (c). □\square

    Bentuk ini sejajar dengan Teorema 16.4.1 untuk akar: arah "lebih kecil" memerlukan syarat tanda dalam konjungsi, dan arah "lebih besar" memerlukan disjungsi.

    Analisis Risiko

    Proposisi 19.3.3 (Akibat Mengabaikan Syarat Tanda)

    Misalkan PP adalah kalimat ∣A(x)∣⋈B(x)|A(x)|\bowtie B(x) dan QQ adalah kalimat hasil pengkuadratan naif A(x)2⋈B(x)2A(x)^2\bowtie B(x)^2, pada semesta DD. Tulis N={x∈D:B(x)<0}N=\{x\in D:B(x)<0\}. Maka:

    (a) untuk ⋈∈{<,≤}\bowtie\in\{<,\leq\}: HP⁡(Q)=HP⁡(P)∪(N∩HP⁡(Q))\operatorname{HP}(Q)=\operatorname{HP}(P)\cup\bigl(N\cap\operatorname{HP}(Q)\bigr), dan bagian N∩HP⁡(Q)N\cap\operatorname{HP}(Q) terdiri atas solusi palsu;

    (b) untuk ⋈∈{>,≥}\bowtie\in\{>,\geq\}: HP⁡(P)=HP⁡(Q)∪N\operatorname{HP}(P)=\operatorname{HP}(Q)\cup N, sehingga solusi yang hilang adalah N∖HP⁡(Q)N\setminus\operatorname{HP}(Q);

    (c) bila B(x)≥0B(x)\geq0 untuk semua x∈Dx\in D, maka PP dan QQ ekuivalen pada DD.

    Bukti. Di luar NN, B(x)≥0B(x)\geq0, sehingga B(x)=∣B(x)∣B(x)=|B(x)| dan Teorema 19.3.1 memberi P(x)  ⟺  Q(x)P(x)\iff Q(x). Di dalam NN:

    • untuk << dan ≤\leq, P(x)P(x) salah, karena ∣A∣≥0>B|A|\geq0>B, sehingga setiap x∈Nx\in N yang memenuhi QQ adalah solusi palsu;
    • untuk >> dan ≥\geq, P(x)P(x) benar untuk semua x∈Nx\in N, sehingga setiap x∈Nx\in N yang gagal memenuhi QQ adalah solusi yang hilang.

    (c) adalah kasus N=∅N=\emptyset. □\square

    Jadi risiko pengkuadratan naif sepenuhnya terkonsentrasi pada himpunan NN, tempat ruas kanan negatif. Analisis risiko berarti menghitung NN, lalu mengoreksi: buang solusi palsu untuk << dan ≤\leq, tambahkan NN untuk >> dan ≥\geq.

    Contoh

    Contoh 19.3.4 (Pengkuadratan Aman)

    Selesaikan ∣2x−1∣≥∣x+1∣|2x-1|\geq|x+1|.

    Penyelesaian. Teorema 19.3.1: (2x−1)2≥(x+1)2  ⟺  ((2x−1)−(x+1))((2x−1)+(x+1))≥0  ⟺  (x−2)⋅3x≥0(2x-1)^2\geq(x+1)^2\iff\bigl((2x-1)-(x+1)\bigr)\bigl((2x-1)+(x+1)\bigr)\geq0\iff(x-2)\cdot3x\geq0. Analisis tanda memberi HP⁡=(−∞,0]∪[2,∞)\operatorname{HP}=(-\infty,0]\cup[2,\infty). Ini sama dengan Solusi 19.1-7, tanpa syarat atau pemeriksaan tambahan. □\square

    Contoh 19.3.5 (Risiko: Solusi Palsu)

    Selesaikan ∣x−1∣<2x|x-1|<2x.

    Pengkuadratan naif: (x−1)2<4x2  ⟺  4x2−(x−1)2>0  ⟺  (2x−(x−1))(2x+(x−1))>0  ⟺  (x+1)(3x−1)>0(x-1)^2<4x^2\iff4x^2-(x-1)^2>0\iff(2x-(x-1))(2x+(x-1))>0\iff(x+1)(3x-1)>0. Hasilnya (−∞,−1)∪(13,∞)(-\infty,-1)\cup(\tfrac13,\infty).

    Analisis risiko: N={x:2x<0}=(−∞,0)N=\{x:2x<0\}=(-\infty,0), dan N∩HP⁡(Q)=(−∞,−1)N\cap\operatorname{HP}(Q)=(-\infty,-1) adalah solusi palsu. Contohnya, x=−2x=-2 memberi ∣−3∣=3<−4|-3|=3<-4, yang salah.

    Jawaban benar menurut Teorema 19.3.2(a): 2x>02x>0 dan (x+1)(3x−1)>0(x+1)(3x-1)>0, sehingga HP⁡=(13,∞)\operatorname{HP}=(\tfrac13,\infty).

    Pemeriksaan dengan Teorema 19.1.1(a): −2x<x−1<2x-2x<x-1<2x, yaitu x>13x>\tfrac13 dan x>−1x>-1, yaitu (13,∞)(\tfrac13,\infty). Sama. □\square

    Contoh 19.3.6 (Risiko: Solusi Hilang)

    Selesaikan ∣x+2∣≥x−4|x+2|\geq x-4.

    Pengkuadratan naif: (x+2)2≥(x−4)2  ⟺  (x+2−x+4)(x+2+x−4)≥0  ⟺  6(2x−2)≥0  ⟺  x≥1(x+2)^2\geq(x-4)^2\iff(x+2-x+4)(x+2+x-4)\geq0\iff6(2x-2)\geq0\iff x\geq1. Hasilnya [1,∞)[1,\infty).

    Analisis risiko: N={x:x−4<0}=(−∞,4)N=\{x:x-4<0\}=(-\infty,4). Solusi yang hilang adalah N∖[1,∞)=(−∞,1)N\setminus[1,\infty)=(-\infty,1). Untuk x<4x<4, ruas kanan negatif dan ketaksamaan otomatis benar.

    Jawaban benar menurut Teorema 19.3.2(d): HP⁡=(−∞,4)∪[1,∞)=R\operatorname{HP}=(-\infty,4)\cup[1,\infty)=\mathbb{R}. Memang, ∣x+2∣≥x+2>x−4|x+2|\geq x+2>x-4 untuk semua xx. □\square

    Contoh 19.3.7 (Ketika Pengkuadratan Kurang Efisien)

    Untuk ∣x−1∣+∣x+1∣≤4|x-1|+|x+1|\leq4, mengkuadratkan kedua ruas memberi 2x2+2+2∣x2−1∣≤162x^2+2+2|x^2-1|\leq16. Nilai mutlaknya tidak hilang. Metode wilayah (Unit 19.2) langsung memberi [−2,2][-2,2]: untuk x<−1x<-1, −2x≤4-2x\leq4; untuk −1≤x≤1-1\leq x\leq1, 2≤42\leq4; untuk x>1x>1, 2x≤42x\leq4. Pengkuadratan efektif bila setiap ruas memuat tepat satu nilai mutlak atau suku yang tandanya terkendali.

    Strategi Memilih Metode

    1. Satu nilai mutlak di satu ruas dan ruas lain sebarang: gunakan Teorema 19.1.1. Tidak ada risiko.
    2. Satu nilai mutlak di setiap ruas: gunakan Teorema 19.3.1 (pengkuadratan aman), lalu faktorkan selisih kuadrat.
    3. Pengkuadratan dengan ruas kanan bervariabel: gunakan Teorema 19.3.2, atau kuadratkan secara naif lalu koreksi dengan himpunan risiko NN (Proposisi 19.3.3).
    4. Beberapa nilai mutlak di satu ruas: gunakan metode wilayah (Teorema 19.2.1).

    Latihan

    Latihan 19.3-1. Buktikan Teorema 19.3.2(a) dan (c).

    Latihan 19.3-2. Selesaikan ∣2x−1∣≥∣x+1∣|2x-1|\geq|x+1| dan ∣2x−1∣<∣x+1∣|2x-1|<|x+1| dengan pengkuadratan, lalu periksa partisinya.

    Latihan 19.3-3. Selesaikan ∣x−1∣<2x|x-1|<2x dengan tiga cara: Teorema 19.1.1, Teorema 19.3.2, dan pengkuadratan naif yang dikoreksi dengan Proposisi 19.3.3.

    Latihan 19.3-4. Selesaikan ∣x+2∣≥x−4|x+2|\geq x-4 dan jelaskan solusi yang hilang pada pengkuadratan naif.

    Latihan 19.3-5. Selesaikan ∣3x+2∣≤∣x−4∣|3x+2|\leq|x-4|.

    Latihan 19.3-6. Selesaikan ∣x2−1∣<x+1|x^2-1|<x+1 dengan Teorema 19.3.2.

    Latihan 19.3-7. Untuk PP: ∣x−3∣≤x−5|x-3|\leq x-5, tentukan himpunan risiko NN, hasil pengkuadratan naif, dan himpunan penyelesaian yang benar.

    Latihan 19.3-8. Tunjukkan bahwa untuk kalimat ∣A∣>B|A|>B, pengkuadratan naif tidak pernah menambah solusi palsu, dan untuk ∣A∣<B|A|<B tidak pernah menghilangkan solusi.

    Solusi

    Solusi 19.3-1. Lihat bukti Teorema 19.3.2. □\square

    Solusi 19.3-2. Yang pertama: Contoh 19.3.4, (−∞,0]∪[2,∞)(-\infty,0]\cup[2,\infty). Yang kedua: (x−2)⋅3x<0  ⟺  0<x<2(x-2)\cdot3x<0\iff0<x<2. Kedua himpunan saling lepas dan gabungannya R\mathbb{R}. □\square

    Solusi 19.3-3. Ketiga cara memberi (13,∞)(\tfrac13,\infty) (Contoh 19.3.5). Pada cara ketiga, solusi palsunya (−∞,−1)(-\infty,-1). □\square

    Solusi 19.3-4. Contoh 19.3.6. Jawaban benarnya R\mathbb{R}, dan solusi yang hilang pada pengkuadratan naif adalah (−∞,1)(-\infty,1). □\square

    Solusi 19.3-5. Teorema 19.3.1: (3x+2)2≤(x−4)2  ⟺  ((3x+2)−(x−4))((3x+2)+(x−4))≤0  ⟺  (2x+6)(4x−2)≤0  ⟺  (x+3)(2x−1)≤0(3x+2)^2\leq(x-4)^2\iff\bigl((3x+2)-(x-4)\bigr)\bigl((3x+2)+(x-4)\bigr)\leq0\iff(2x+6)(4x-2)\leq0\iff(x+3)(2x-1)\leq0. Analisis tanda memberi HP⁡=[−3,12]\operatorname{HP}=[-3,\tfrac12]. Pemeriksaan: x=0x=0 memberi 2≤42\leq4, benar. x=1x=1 memberi 5≤35\leq3, salah. □\square

    Solusi 19.3-6. Teorema 19.3.2(a): x+1>0x+1>0 dan (x2−1)2<(x+1)2(x^2-1)^2<(x+1)^2. Syarat kedua: (x+1)2[(x−1)2−1]<0(x+1)^2\bigl[(x-1)^2-1\bigr]<0. Karena x+1>0x+1>0, faktor (x+1)2>0(x+1)^2>0, sehingga syaratnya (x−1)2<1  ⟺  ∣x−1∣<1  ⟺  0<x<2(x-1)^2<1\iff|x-1|<1\iff0<x<2. HP⁡=(0,2)\operatorname{HP}=(0,2).

    Pemeriksaan dengan Teorema 19.1.1(a): −(x+1)<x2−1<x+1-(x+1)<x^2-1<x+1. Bagian kiri memberi x2+x>0x^2+x>0, yaitu x<−1x<-1 atau x>0x>0. Bagian kanan memberi x2−x−2<0x^2-x-2<0, yaitu −1<x<2-1<x<2. Irisannya (0,2)(0,2). □\square

    Solusi 19.3-7. N={x:x−5<0}=(−∞,5)N=\{x:x-5<0\}=(-\infty,5). Pengkuadratan naif: (x−3)2≤(x−5)2  ⟺  (2)(2x−8)≤0  ⟺  x≤4(x-3)^2\leq(x-5)^2\iff(2)(2x-8)\leq0\iff x\leq4. Untuk arah ≤\leq, bagian N∩(−∞,4]=(−∞,4]N\cap(-\infty,4]=(-\infty,4] seluruhnya palsu. Himpunan penyelesaian yang benar adalah HP⁡(Q)∖N=∅\operatorname{HP}(Q)\setminus N=\emptyset. Memang, ∣x−3∣≥0>x−5|x-3|\geq0>x-5 untuk x<5x<5, dan untuk x≥5x\geq5, x−3>x−5x-3>x-5. □\square

    Solusi 19.3-8. Proposisi 19.3.3(b): untuk >>, HP⁡(P)=HP⁡(Q)∪N⊇HP⁡(Q)\operatorname{HP}(P)=\operatorname{HP}(Q)\cup N\supseteq\operatorname{HP}(Q), sehingga tidak ada solusi palsu. Proposisi 19.3.3(a): untuk <<, HP⁡(P)⊆HP⁡(Q)\operatorname{HP}(P)\subseteq\operatorname{HP}(Q), sehingga tidak ada solusi hilang. □\square

    Ringkasan

    Mengkuadratkan kedua ruas sah tanpa syarat bila kedua ruas berupa nilai mutlak. Bila ruas kanan sebarang, syarat tanda diperlukan: konjungsi untuk "lebih kecil" dan disjungsi untuk "lebih besar". Risiko mengabaikan syarat itu terkonsentrasi tepat pada himpunan tempat ruas kanan negatif: solusi palsu untuk << dan ≤\leq, solusi hilang untuk >> dan ≥\geq. Pengkuadratan efisien bila setiap ruas memuat satu nilai mutlak; untuk jumlah beberapa nilai mutlak, metode wilayah lebih tepat. Unit 19.4 menerapkan semua alat Bab 17–19 pada model toleransi komputasi, sensor, dan kontrol.

    19.4 Aplikasi dalam Toleransi Komputasi, Sensor, dan Kontrol Industri

    Unit terakhir Bagian III menerapkan alat Bab 17–19 (nilai mutlak, ketaksamaan segitiga dan versi terbaliknya, ekuivalensi dasar) pada empat jenis model: pita toleransi dengan ketakpastian ukur, perbandingan bilangan dalam komputasi, konsistensi dua sensor, dan pita mati (dead band) pengendali. Setiap model ditulis sebagai pernyataan matematika yang dibuktikan.

    Semua model bersifat hipotetis dan disederhanakan. Model-model ini tidak menyatakan spesifikasi perangkat, standar industri, prosedur keselamatan, atau akurasi format bilangan tertentu. Untuk sistem nyata, parameter dan aturan harus diambil dari dokumentasi dan standar sistem tersebut. Penilaian keselamatan berada di luar cakupan buku ini.

    Prasyarat: Unit 19.1–19.3; Bab 18 (ketaksamaan segitiga, segitiga terbalik, perambatan galat); Unit 12.4 (representasi biner berhingga) untuk konteks komputasi.

    Pita Toleransi dengan Ketakpastian Ukur

    Misalkan suatu besaran bernilai sebenarnya xx dinyatakan sesuai bila ∣x−t∣≤τ|x-t|\leq\tau, dengan target tt dan toleransi τ>0\tau>0. Nilai xx tidak diketahui langsung. Yang diketahui adalah hasil ukur rr dengan ketakpastian ∣r−x∣≤ε|r-x|\leq\varepsilon, untuk suatu ε≥0\varepsilon\geq0.

    Teorema 19.4.1 (Zona Pasti dan Zona Abu-Abu)

    Dengan notasi di atas:

    (a) jika ∣r−t∣≤τ−ε|r-t|\leq\tau-\varepsilon, maka ∣x−t∣≤τ|x-t|\leq\tau (pasti sesuai);

    (b) jika ∣r−t∣>τ+ε|r-t|>\tau+\varepsilon, maka ∣x−t∣>τ|x-t|>\tau (pasti tidak sesuai);

    (c) jika τ−ε<∣r−t∣≤τ+ε\tau-\varepsilon<|r-t|\leq\tau+\varepsilon, data tidak menentukan: ada nilai xx yang konsisten dengan data dan sesuai, dan ada yang tidak sesuai.

    Bukti. (a) Ketaksamaan segitiga: ∣x−t∣≤∣x−r∣+∣r−t∣≤ε+(τ−ε)=τ|x-t|\leq|x-r|+|r-t|\leq\varepsilon+(\tau-\varepsilon)=\tau.

    (b) Segitiga terbalik (Akibat 18.3.2(b)): ∣x−t∣≥∣r−t∣−∣r−x∣>(τ+ε)−ε=τ|x-t|\geq|r-t|-|r-x|>(\tau+\varepsilon)-\varepsilon=\tau.

    (c) Misalkan r≥tr\geq t; kasus r<tr<t simetris. Tulis d=r−td=r-t, sehingga τ−ε<d≤τ+ε\tau-\varepsilon<d\leq\tau+\varepsilon.

    • Nilai x1=r−min⁡(ε,d)x_1=r-\min(\varepsilon,d) memenuhi ∣r−x1∣≤ε|r-x_1|\leq\varepsilon, dan x1−t=d−min⁡(ε,d)x_1-t=d-\min(\varepsilon,d). Jika d≤εd\leq\varepsilon, ini bernilai 00. Jika d>εd>\varepsilon, ini bernilai d−ε∈(τ−2ε,τ]d-\varepsilon\in(\tau-2\varepsilon,\tau], sehingga ∣x1−t∣≤τ|x_1-t|\leq\tau karena d−ε≥0d-\varepsilon\geq0 dan d−ε≤τd-\varepsilon\leq\tau. Jadi x1x_1 sesuai.
    • Nilai x2=r+εx_2=r+\varepsilon memenuhi ∣r−x2∣=ε|r-x_2|=\varepsilon dan x2−t=d+ε>τx_2-t=d+\varepsilon>\tau, karena d>τ−εd>\tau-\varepsilon. Jadi x2x_2 tidak sesuai.

    Bila ε=0\varepsilon=0, zona (c) kosong, karena syaratnya menjadi τ<d≤τ\tau<d\leq\tau. □\square

    Akibat praktisnya, dalam bahasa model: aturan "terima hanya bila ∣r−t∣≤τ−ε|r-t|\leq\tau-\varepsilon" menjamin bahwa setiap yang diterima benar-benar sesuai. Harganya: sebagian besaran yang sebenarnya sesuai akan ditolak, yaitu yang berada di zona abu-abu. Zona itu hanya bermakna bila ε<τ\varepsilon<\tau. Bila ε≥τ\varepsilon\geq\tau, tidak ada hasil ukur yang dapat menjamin kesesuaian kecuali kebetulan ∣r−t∣≤τ−ε≤0|r-t|\leq\tau-\varepsilon\leq0, yaitu r=tr=t dengan ε=τ\varepsilon=\tau. Pengurangan ketakpastian ε\varepsilon memperkecil zona abu-abu, yang lebarnya 2ε2\varepsilon di setiap sisi.

    Perbandingan Bilangan dalam Komputasi

    Unit 12.4 menunjukkan bahwa bilangan seperti 110\tfrac1{10} tidak dapat disimpan tepat sebagai pecahan biner berhingga. Untuk model komputasi, misalkan setiap operasi menghasilkan nilai y^\hat y dengan galat relatif paling banyak uu terhadap hasil eksak yy: ∣y^−y∣≤u∣y∣|\hat y-y|\leq u|y|, dengan u>0u>0 konstanta model. Nilai uu untuk format tertentu harus diambil dari dokumentasi format itu; buku ini tidak menetapkannya. Akibat langsung: menguji kesamaan a^=b^\hat a=\hat b antara dua hasil hitungan yang secara eksak sama dapat gagal. Praktik yang lazim adalah menguji kedekatan.

    Definisi 19.4.2 (Kedekatan dengan Toleransi)

    Untuk δ>0\delta>0, tulis a≈δba\approx_\delta b bila ∣a−b∣≤δ|a-b|\leq\delta.

    Proposisi 19.4.3 (Sifat Relasi Kedekatan)

    (a) ≈δ\approx_\delta refleksif dan simetris.

    (b) ≈δ\approx_\delta tidak transitif. Namun a≈δba\approx_\delta b dan b≈δcb\approx_\delta c memberi a≈2δca\approx_{2\delta}c.

    (c) Dalam model galat relatif, jika a=ba=b secara eksak dan a^,b^\hat a,\hat b hampirannya dengan galat relatif paling banyak uu, maka a^≈δb^\hat a\approx_\delta\hat b untuk δ=2u∣a∣\delta=2u|a|.

    Bukti. (a) ∣a−a∣=0≤δ|a-a|=0\leq\delta, dan ∣a−b∣=∣b−a∣|a-b|=|b-a|.

    (b) Contoh tandingan: a=0a=0, b=δb=\delta, c=2δc=2\delta. Maka a≈δba\approx_\delta b dan b≈δcb\approx_\delta c, tetapi ∣a−c∣=2δ>δ|a-c|=2\delta>\delta. Batas 2δ2\delta berasal dari ketaksamaan segitiga.

    (c) ∣a^−b^∣≤∣a^−a∣+∣b−b^∣≤u∣a∣+u∣b∣=2u∣a∣|\hat a-\hat b|\leq|\hat a-a|+|b-\hat b|\leq u|a|+u|b|=2u|a|. □\square

    Bagian (b) penting secara logika. Karena "dekat" tidak transitif, rantai panjang perbandingan berpasangan tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kedekatan ujung-ujungnya tanpa menjumlahkan toleransinya. Relasi ≈δ\approx_\delta bukan relasi ekuivalensi (Bab 4), sehingga tidak membagi bilangan ke dalam kelas-kelas. Bagian (c) menunjukkan bahwa toleransi yang wajar sebanding dengan besar bilangan yang dibandingkan. Toleransi mutlak tetap dapat terlalu ketat untuk bilangan besar dan terlalu longgar untuk bilangan kecil.

    Konsistensi Dua Sensor

    Dua sensor mengukur besaran yang sama xx. Sensor pertama menghasilkan r1r_1 dengan galat yang dijamin ∣r1−x∣≤ε1|r_1-x|\leq\varepsilon_1, dan sensor kedua r2r_2 dengan ∣r2−x∣≤ε2|r_2-x|\leq\varepsilon_2, bila keduanya bekerja sesuai jaminannya.

    Proposisi 19.4.4 (Uji Konsistensi)

    (a) Jika kedua jaminan berlaku, maka ∣r1−r2∣≤ε1+ε2|r_1-r_2|\leq\varepsilon_1+\varepsilon_2.

    (b) Akibatnya, jika ∣r1−r2∣>ε1+ε2|r_1-r_2|>\varepsilon_1+\varepsilon_2, paling sedikit satu sensor melanggar jaminannya.

    (c) Jika ∣r1−r2∣≤ε1+ε2|r_1-r_2|\leq\varepsilon_1+\varepsilon_2, uji ini tidak membuktikan bahwa kedua sensor benar.

    Bukti. (a) ∣r1−r2∣≤∣r1−x∣+∣x−r2∣≤ε1+ε2|r_1-r_2|\leq|r_1-x|+|x-r_2|\leq\varepsilon_1+\varepsilon_2. (b) Kontraposisi (a). (c) Contoh: x=0x=0, r1=r2=10r_1=r_2=10, dan ε1=ε2=1\varepsilon_1=\varepsilon_2=1. Pembacaan konsisten satu sama lain, padahal keduanya jauh dari nilai sebenarnya. □\square

    Bila jaminan berlaku, nilai sebenarnya terletak di irisan dua interval [r1−ε1,r1+ε1]∩[r2−ε2,r2+ε2][r_1-\varepsilon_1,r_1+\varepsilon_1]\cap[r_2-\varepsilon_2,r_2+\varepsilon_2]. Bagian (a) setara dengan pernyataan bahwa irisan ini tidak kosong (Latihan 19.4-6).

    Pita Mati pada Pengendali

    Sebuah pengendali hipotetis menyalakan atau mematikan pemanas berdasarkan suhu terukur TT, dengan titik setel T0T_0 dan lebar pita mati h>0h>0:

    • bila T≤T0−hT\leq T_0-h, nyalakan;
    • bila T≥T0+hT\geq T_0+h, matikan;
    • bila ∣T−T0∣<h|T-T_0|<h, pertahankan keadaan sebelumnya.

    Proposisi 19.4.5 (Ketiga Aturan Mempartisi Garis)

    Ketiga syarat T≤T0−hT\leq T_0-h, ∣T−T0∣<h|T-T_0|<h, dan T≥T0+hT\geq T_0+h saling lepas dan bersama-sama mencakup semua T∈RT\in\mathbb{R}.

    Zona pasti sesuai, abu-abu, dan pasti tidak sesuaiUntuk: Bab 19, Unit 19.4 (Teorema 19.4.1; M19-03)

    Bukti. Teorema 19.1.1(a) memberi ∣T−T0∣<h  ⟺  T0−h<T<T0+h|T-T_0|<h\iff T_0-h<T<T_0+h, dan Teorema 19.1.1(d) memberi ∣T−T0∣≥h  ⟺  T≤T0−h∨T≥T0+h|T-T_0|\geq h\iff T\leq T_0-h\vee T\geq T_0+h. Kedua kasus pada disjungsi terakhir saling lepas karena T0−h<T0+hT_0-h<T_0+h, sebab h>0h>0. Trikotomi pada ∣T−T0∣|T-T_0| dan hh (Teorema 15.1.3) menyelesaikan. □\square

    Proposisi ini memastikan bahwa aturan pengendali terdefinisi tanpa konflik dan tanpa celah. Pilihan ≤\leq dan ≥\geq pada batas, dibandingkan dengan << dan >>, menentukan aturan mana yang berlaku tepat di T0±hT_0\pm h. Seperti pada Contoh 13.4.14, pilihan itu adalah keputusan aturan, bukan konsekuensi matematika. Bila h=0h=0, pita mati kosong dan kedua aturan bertemu di satu titik T0T_0, sehingga keduanya berlaku sekaligus di T=T0T=T_0. Kasus h=0h=0 menghasilkan konflik, dan itulah alasan model ini mensyaratkan h>0h>0.

    Latihan

    Latihan 19.4-1. Pada model pita toleransi dengan t=10t=10, τ=0,5\tau=0{,}5, dan ε=0,1\varepsilon=0{,}1, klasifikasikan hasil ukur r=10,3r=10{,}3; 10,4510{,}45; 10,5510{,}55; 10,710{,}7 sebagai pasti sesuai, pasti tidak sesuai, atau abu-abu.

    Latihan 19.4-2. Buktikan Teorema 19.4.1(a) dan (b). Tentukan himpunan rr yang termasuk zona abu-abu untuk data Latihan 19.4-1.

    Latihan 19.4-3. Pada Teorema 19.4.1 dengan ε≥τ\varepsilon\geq\tau, tentukan himpunan hasil ukur yang pasti sesuai.

    Latihan 19.4-4. Buktikan bahwa ≈δ\approx_\delta tidak transitif, dan bahwa rantai a0≈δa1≈δ⋯≈δaka_0\approx_\delta a_1\approx_\delta\cdots\approx_\delta a_k memberi ∣a0−ak∣≤kδ|a_0-a_k|\leq k\delta. Tunjukkan bahwa batas itu tajam.

    Latihan 19.4-5. Dalam model galat relatif dengan u=10−6u=10^{-6}, dua hasil hitungan a^\hat a dan b^\hat b dari nilai eksak yang sama a=b=1000a=b=1000 dibandingkan. Toleransi mutlak berapa yang menjamin hasil uji kedekatan "benar"?

    Latihan 19.4-6. Buktikan bahwa untuk interval [r1−ε1,r1+ε1][r_1-\varepsilon_1,r_1+\varepsilon_1] dan [r2−ε2,r2+ε2][r_2-\varepsilon_2,r_2+\varepsilon_2] dengan εi≥0\varepsilon_i\geq0, irisannya tidak kosong jika dan hanya jika ∣r1−r2∣≤ε1+ε2|r_1-r_2|\leq\varepsilon_1+\varepsilon_2.

    Latihan 19.4-7. Dua sensor dengan ε1=0,2\varepsilon_1=0{,}2 dan ε2=0,3\varepsilon_2=0{,}3 membaca r1=5,0r_1=5{,}0 dan r2=5,6r_2=5{,}6. Apa yang dapat disimpulkan? Bagaimana bila r2=5,4r_2=5{,}4? Tentukan himpunan nilai sebenarnya yang konsisten pada kasus kedua.

    Latihan 19.4-8. Untuk pengendali dengan T0=20T_0=20 dan h=1h=1, tentukan aturan yang berlaku pada T=18,5T=18{,}5; 1919; 20,720{,}7; 2121. Jelaskan apa yang terjadi bila batas ditulis dengan << dan >> alih-alih ≤\leq dan ≥\geq.

    Solusi

    Solusi 19.4-1. Batas τ−ε=0,4\tau-\varepsilon=0{,}4 dan τ+ε=0,6\tau+\varepsilon=0{,}6.

    • r=10,3r=10{,}3: ∣r−t∣=0,3≤0,4|r-t|=0{,}3\leq0{,}4, pasti sesuai.
    • r=10,45r=10{,}45: 0,45∈(0,4; 0,6]0{,}45\in(0{,}4;\,0{,}6], abu-abu.
    • r=10,55r=10{,}55: 0,550{,}55, abu-abu.
    • r=10,7r=10{,}7: 0,7>0,60{,}7>0{,}6, pasti tidak sesuai.

    □\square

    Solusi 19.4-2. Lihat bukti Teorema 19.4.1. Zona abu-abu: 0,4<∣r−10∣≤0,60{,}4<|r-10|\leq0{,}6, yaitu r∈[9,4; 9,6)∪(10,4; 10,6]r\in[9{,}4;\,9{,}6)\cup(10{,}4;\,10{,}6] menurut Teorema 19.1.1. □\square

    Solusi 19.4-3. Syaratnya ∣r−t∣≤τ−ε≤0|r-t|\leq\tau-\varepsilon\leq0. Untuk ε>τ\varepsilon>\tau, syarat itu mustahil, sehingga tidak ada hasil ukur yang pasti sesuai. Untuk ε=τ\varepsilon=\tau, hanya r=tr=t. □\square

    Solusi 19.4-4. Ketaktransitifan: Proposisi 19.4.3(b). Rantai: Teorema 18.1.3 memberi ∣a0−ak∣=∣∑i=1k(ai−1−ai)∣≤kδ|a_0-a_k|=\bigl|\sum_{i=1}^k(a_{i-1}-a_i)\bigr|\leq k\delta. Ketajaman: ai=iδa_i=i\delta memberi ∣a0−ak∣=kδ|a_0-a_k|=k\delta. □\square

    Solusi 19.4-5. Proposisi 19.4.3(c): δ=2u∣a∣=2⋅10−6⋅1000=2⋅10−3\delta=2u|a|=2\cdot10^{-6}\cdot1000=2\cdot10^{-3}. Toleransi yang lebih kecil dapat membuat dua hasil yang secara eksak sama dinyatakan "berbeda". □\square

    Solusi 19.4-6. Tanpa mengurangi keumuman, r1≤r2r_1\leq r_2. Irisan dua interval tutup [α1,β1]∩[α2,β2][\alpha_1,\beta_1]\cap[\alpha_2,\beta_2] tidak kosong jika dan hanya jika max⁡(α1,α2)≤min⁡(β1,β2)\max(\alpha_1,\alpha_2)\leq\min(\beta_1,\beta_2). Di sini αi=ri−εi\alpha_i=r_i-\varepsilon_i dan βi=ri+εi\beta_i=r_i+\varepsilon_i. Empat ketaksamaan αi≤βj\alpha_i\leq\beta_j yang diperlukan adalah: α1≤β1\alpha_1\leq\beta_1 dan α2≤β2\alpha_2\leq\beta_2 (jelas); α1≤β2\alpha_1\leq\beta_2, yaitu r1−ε1≤r2+ε2r_1-\varepsilon_1\leq r_2+\varepsilon_2 (berlaku karena r1≤r2r_1\leq r_2); dan α2≤β1\alpha_2\leq\beta_1, yaitu r2−r1≤ε1+ε2r_2-r_1\leq\varepsilon_1+\varepsilon_2, yaitu ∣r1−r2∣≤ε1+ε2|r_1-r_2|\leq\varepsilon_1+\varepsilon_2.

    Kriteria irisan: jika max⁡α≤min⁡β\max\alpha\leq\min\beta, titik max⁡α\max\alpha ada di kedua interval. Sebaliknya, titik bersama zz memenuhi αi≤z≤βj\alpha_i\leq z\leq\beta_j untuk semua i,ji,j. □\square

    Solusi 19.4-7. Kasus r2=5,6r_2=5{,}6: ∣r1−r2∣=0,6>0,5|r_1-r_2|=0{,}6>0{,}5, sehingga paling sedikit satu sensor melanggar jaminannya (Proposisi 19.4.4(b)).

    Kasus r2=5,4r_2=5{,}4: 0,4≤0,50{,}4\leq0{,}5, konsisten. Nilai sebenarnya terletak di [4,8; 5,2]∩[5,1; 5,7]=[5,1; 5,2][4{,}8;\,5{,}2]\cap[5{,}1;\,5{,}7]=[5{,}1;\,5{,}2], bila kedua jaminan berlaku. Konsistensi ini tidak membuktikan bahwa kedua sensor benar (Proposisi 19.4.4(c)). □\square

    Solusi 19.4-8.

    • T=18,5≤19T=18{,}5\leq19: nyalakan.
    • T=19T=19: nyalakan, karena batas ≤\leq.
    • T=20,7T=20{,}7: ∣0,7∣<1|0{,}7|<1, pertahankan.
    • T=21≥21T=21\geq21: matikan.

    Dengan << dan >>, titik 1919 dan 2121 jatuh ke pita mati, karena ∣T−20∣=1≮1|T-20|=1\not<1. Syarat pita mati juga harus diubah menjadi ∣T−T0∣≤h|T-T_0|\leq h agar ketiga aturan tetap mempartisi garis. Tanpa perubahan itu, titik 1919 dan 2121 tidak tercakup oleh aturan mana pun. Jadi perubahan tanda batas harus dilakukan serentak pada ketiga aturan. □\square

    Ringkasan Unit 19.4 dan Penutup Bagian III

    Model pita toleransi dengan ketakpastian ukur membagi hasil ukur menjadi zona pasti sesuai, zona pasti tidak sesuai, dan zona abu-abu selebar 2ε2\varepsilon, dengan segitiga dan segitiga terbalik sebagai alat buktinya. Relasi kedekatan dengan toleransi refleksif dan simetris tetapi tidak transitif. Uji konsistensi dua sensor dapat mendeteksi pelanggaran, tetapi tidak dapat membuktikan kebenaran. Aturan pita mati harus mempartisi garis bilangan, dan pilihan tanda batas adalah keputusan aturan. Semua model hipotetis.

    Bagian III (Bab 13–19) membangun topologi garis riil, anatomi pertaksamaan, teknik pertaksamaan polinomial, rasional, dan bentuk akar, teori nilai mutlak, ketaksamaan segitiga, dan pertaksamaan nilai mutlak, semuanya dari aksioma lapangan terurut lengkap dan tanpa limit. Bagian IV beralih ke kardinalitas: kapan dua himpunan "sama besar", apa artinya himpunan berhingga dan tak hingga secara formal, dan mengapa R\mathbb{R} lebih besar daripada Q\mathbb{Q}. Definisi formal himpunan berhingga di sana akan menutup pinjaman arti kerja "berhingga" yang dipakai sejak Bab 11.

    Bab terdekat

    BerikutnyaHimpunan Hingga dan Prinsip Sarang Merpati

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 20.

    SebelumnyaKetidaksamaan Segitiga dan Varian Lanjutnya

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 18.