Pertaksamaan Nilai Mutlak dan Aplikasi Rekayasa
Bab 19 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 19: Pertaksamaan Nilai Mutlak dan Aplikasi Rekayasa
19.1 Teorema Ekuivalensi Dasar
Bab 19 menutup Bagian III dengan pertaksamaan yang memuat nilai mutlak, yaitu bentuk yang paling sering muncul dalam spesifikasi teknik: "deviasi tidak boleh melebihi", "galat kurang dari", dan "berada dalam pita toleransi". Unit ini merumuskan dan membuktikan teorema ekuivalensi dasar, yang mengubah pertaksamaan menjadi pertaksamaan tanpa nilai mutlak. Contoh master,
adalah kasus paling sederhana.
Lemma 13.1.2 sudah memberi dua bentuk pertama dengan syarat atau . Unit ini memperluasnya: keempat arah perbandingan, dan ruas kanan sebarang bilangan real, termasuk bilangan negatif atau nol. Perluasan itu penting karena dalam soal, ruas kanan sering berupa ekspresi bervariabel yang tandanya berubah-ubah.
Prasyarat: Lemma 13.1.2; Bab 17 (Proposisi 17.1.2, Teorema 17.3.3); Bab 15 (himpunan penyelesaian, domain, trikotomi); Bab 16 (analisis tanda).
Teorema Utama
Teorema 19.1.1 (Ekuivalensi Dasar)
Untuk semua bilangan real dan :
(a) ;
(b) ;
(c) ;
(d) .
Tidak ada syarat tanda pada .
Bukti. Menurut Proposisi 17.1.2, .
(a) jika dan hanya jika dan . Ketaksamaan kedua setara dengan (Teorema 10.2.1). Jadi .
(b) Sama, dengan .
(c) adalah negasi (b): , dengan hukum De Morgan dan trikotomi.
(d) Negasi (a) dengan cara sama: .
Bukti ini tidak memerlukan pemisahan kasus tanda . Kasus-kasus itu tertangani secara otomatis:
- Bila , ruas kanan (a) mensyaratkan , yaitu , yang mustahil. Jadi kedua ruas salah, sesuai fakta bahwa .
- Bila , ruas kanan (c) selalu benar. Setiap memenuhi , atau . Ini sesuai fakta bahwa .
- Bila , (b) memberi dan (d) memberi semua .
Contoh 19.1.2 (Contoh Master)
, dan . Himpunan penyelesaiannya dan . Bersama (Proposisi 17.1.5), ketiganya mempartisi menurut Teorema 15.1.3: bagian dalam, batas, dan bagian luar pita .
Secara geometris (Proposisi 17.1.4), adalah himpunan titik yang berjarak kurang dari dari nol, yaitu bola pada Unit 13.2, dan adalah himpunan titik yang berjarak lebih dari dari nol.
Akibat 19.1.3 (Bentuk Jarak ke Pusat)
Untuk :
- ;
- ;
- .
Bukti. Teorema 19.1.1 dengan dan , lalu translasi oleh .
Membaca terbalik: interval terbatas dengan sama dengan untuk pusat dan jari-jari . Bentuk ini dipakai untuk menyatakan pita toleransi.
Ruas Kanan Bervariabel
Contoh 19.1.4 (Ruas Kanan Berubah Tanda)
Selesaikan .
Penyelesaian. Teorema 19.1.1(a) memberi , yaitu konjungsi:
- ;
- .
.
Syarat tidak perlu ditulis terpisah karena sudah terkandung. Pada himpunan penyelesaian , sehingga . Pemeriksaan: memberi , benar. memberi , salah. memberi , salah.
Contoh 19.1.5 (Arah "Lebih Besar" dengan Ruas Kanan Bervariabel)
Selesaikan .
Penyelesaian. Teorema 19.1.1(d): atau .
- , yaitu ;
- , yaitu .
Gabungannya .
Pemeriksaan untuk negatif: ruas kanan negatif, sehingga ketaksamaan otomatis benar, dan semua memang termasuk. Untuk : , benar. Untuk : , salah.
Dua Nilai Mutlak di Kedua Ruas
Proposisi 19.1.6
Untuk bilangan real :
dan hal yang sama berlaku untuk , , .
Bukti. Teorema 17.3.3, lalu (Proposisi 15.1.4).
Contoh 19.1.7
Selesaikan .
Penyelesaian. Proposisi 19.1.6: , yaitu , yaitu , yaitu . .
Secara geometris, ini adalah titik-titik yang lebih dekat ke daripada ke , yaitu titik di kanan titik tengah (Contoh 17.1.8).
Latihan
Latihan 19.1-1. Buktikan Teorema 19.1.1(a) dan (c) dengan pemisahan kasus dan , tanpa memakai rumus maksimum.
Latihan 19.1-2. Selesaikan dan gambarkan secara geometris: (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 19.1-3. Selesaikan , , , dan dengan Teorema 19.1.1, lalu jelaskan hasilnya.
Latihan 19.1-4. Nyatakan dan dalam bentuk atau .
Latihan 19.1-5. Selesaikan dan . Periksa partisinya.
Latihan 19.1-6. Selesaikan dan .
Latihan 19.1-7. Selesaikan dan .
Latihan 19.1-8. Selesaikan .
Solusi
Solusi 19.1-1. (a) Jika : , dan . Juga bila . Bila , kedua ruas salah, karena mustahil dan memaksa . Jika : , dan bila ruas kiri benar, karena . Sebaliknya, dari dan diperoleh .
(c) Negasi (b), atau dengan kasus serupa.
Solusi 19.1-2.
(a) : titik berjarak kurang dari dari .
(b) .
(c) : titik berjarak paling jauh dari .
(d) , karena .
Solusi 19.1-3.
- : , mustahil, sehingga .
- : , selalu benar, sehingga .
- : , sehingga .
- : , sehingga .
Semuanya sesuai dengan dan .
Solusi 19.1-4. : pusat , jari-jari , sehingga . : pusat , jari-jari , sehingga .
Solusi 19.1-5. Yang pertama: Contoh 19.1.4, . Yang kedua: Teorema 19.1.1(d) memberi atau , yaitu atau . Kedua himpunan saling lepas dan gabungannya .
Solusi 19.1-6. Yang pertama: Contoh 19.1.5, . Yang kedua: Teorema 19.1.1(a) memberi , yaitu dan , yaitu . , komplemen yang pertama.
Solusi 19.1-7. Yang pertama: Contoh 19.1.7, . Yang kedua: Proposisi 19.1.6 memberi , yaitu . Analisis tanda memberi atau .
Solusi 19.1-8. Teorema 19.1.1(a): , yaitu . Akibat 17.3.4 memberi dan . Jadi , yaitu .
Ringkasan
Teorema ekuivalensi dasar mengubah menjadi pertaksamaan ganda (untuk , ) atau disjungsi (untuk , ), dan berlaku untuk ruas kanan bertanda apa pun. Kasus ruas kanan negatif atau nol tertangani tanpa pemisahan kasus. Bentuk jarak ke pusat menyatakan pita toleransi. Dua nilai mutlak di kedua ruas dibandingkan lewat kuadrat tanpa syarat tanda. Unit 19.2 menangani ekspresi dengan beberapa nilai mutlak sekaligus.
19.2 Kasus Kompleks: Pertaksamaan dengan Multi-Nilai Mutlak
Bila suatu pertaksamaan memuat lebih dari satu nilai mutlak, misalnya , teorema ekuivalensi Unit 19.1 tidak langsung dapat diterapkan, karena tidak ada satu yang dapat diisolasi. Metode baku adalah membagi garis bilangan menjadi wilayah-wilayah dengan titik patah, yaitu pembuat nol ekspresi di dalam setiap nilai mutlak. Di dalam setiap wilayah, tanda setiap ekspresi tetap, sehingga semua nilai mutlak dapat dilepas, dan pertaksamaannya menjadi tanpa nilai mutlak. Contoh master memakai tiga wilayah , , dan . Unit ini membuktikan bahwa metode itu sah dan menunjukkan cara menghindari kesalahan pada batas wilayah.
Prasyarat: Unit 19.1; Bab 17.2 (fungsi sepotong-sepotong, Contoh 17.2.5); Teorema 15.3.6 (pemisahan semesta); Proposisi 15.2.3; Bab 16.2.
Metode Wilayah
Teorema 19.2.1 (Pembagian Wilayah)
Misalkan kalimat yang memuat nilai mutlak dari ekspresi . Misalkan adalah partisi semesta sedemikian sehingga pada setiap setiap bertanda tetap ( di seluruh , atau di seluruh ). Pada , ganti setiap dengan atau sesuai tandanya; sebut kalimat hasilnya . Maka
Bukti. Partisi memberi (Proposisi 15.2.3, dan bukti Teorema 15.3.6). Pada , menurut Proposisi 17.1.2, dengan tanda tetap. Jadi untuk setiap .
Bila setiap linear dan tak konstan, pilihan wilayah yang wajar adalah selang-selang yang dibatasi pembuat nol yang diurutkan. Titik patah boleh dimasukkan ke salah satu wilayah yang bersebelahan, karena di titik patah , sehingga dan kedua tanda sah. Yang penting, setiap titik termasuk tepat satu wilayah. Titik patah tidak boleh hilang dan tidak boleh dihitung dua kali dengan rumus yang berbeda.
Contoh Master
Contoh 19.2.2 ()
Penyelesaian. Titik patah dan . Wilayah: , , . Rumus sepotong-sepotong dari Contoh 17.2.5:
- : dan . Kalimatnya . Hasilnya .
- : dan . Kalimatnya , benar. Hasilnya .
- : kedua ekspresi positif. Kalimatnya . Hasilnya .
Teorema 19.2.1 memberi .
Pemeriksaan: memberi , benar. memberi , benar. memberi , salah.
Tafsiran geometris: adalah jumlah jarak ke dan ke . Jumlah itu paling kecil pada , dan bertambah satuan untuk setiap satuan menjauh dari selang itu. Nilai dicapai pada jarak dari selang , yaitu di dan . Jawabannya simetris terhadap , sesuai Proposisi 17.2.7(d).
Contoh Lain
Contoh 19.2.3 (Selisih Dua Nilai Mutlak)
Selesaikan .
Penyelesaian. Titik patah dan .
- : , benar. Hasilnya .
- : . Hasilnya .
- : , salah. Hasilnya .
. Pemeriksaan: memberi , benar. memberi , salah.
Ketaksamaan segitiga terbalik (Teorema 18.3.1) memberi batas . Jadi selisih ini selalu berada di , dan nilai ekstremnya dicapai pada sinar-sinar luar, sesuai perhitungan di atas.
Contoh 19.2.4 (Nilai Mutlak Bersarang)
Selesaikan .
Penyelesaian. Kerjakan dari luar ke dalam dengan Teorema 19.1.1(a): , yaitu . Bagian selalu benar. Bagian memberi . .
Dengan metode wilayah, bagian dalam mempunyai titik patah , dan bagian luar mempunyai titik patah tambahan di , yaitu . Wilayahnya: , , , dan . Hasilnya sama. Cara dari luar ke dalam lebih ringkas di sini.
Contoh 19.2.5 (Tiga Nilai Mutlak)
Selesaikan .
Penyelesaian. Titik patah , , .
- : . Hasilnya .
- : , benar. Hasilnya .
- : , benar. Hasilnya .
- : . Hasilnya .
. Perhatikan simetri terhadap .
Latihan
Latihan 19.2-1. Buktikan Teorema 19.2.1 dan jelaskan mengapa titik patah boleh dimasukkan ke wilayah mana pun yang bersebelahan.
Latihan 19.2-2. Selesaikan dan . Periksa partisinya.
Latihan 19.2-3. Selesaikan dan . Jelaskan hasilnya secara geometris.
Latihan 19.2-4. Selesaikan .
Latihan 19.2-5. Selesaikan dan .
Latihan 19.2-6. Selesaikan .
Latihan 19.2-7. Selesaikan .
Latihan 19.2-8. Untuk dan , tentukan himpunan penyelesaian dalam semua kasus perbandingan dengan .
Solusi
Solusi 19.2-1. Lihat bukti Teorema 19.2.1. Di titik patah , , sehingga . Kedua rumus memberi nilai yang sama, dan kalimat dari wilayah mana pun bernilai sama dengan di titik itu.
Solusi 19.2-2. Yang pertama: (Contoh 19.2.2). Yang kedua, per wilayah:
- : ;
- : , salah;
- : .
, yaitu komplemen yang pertama.
Solusi 19.2-3. Untuk : memberi , mustahil di ; memberi , salah; memberi , mustahil di . Hasilnya .
Untuk : kosong, semua (), kosong. Hasilnya .
Secara geometris, jumlah jarak ke dan tidak pernah kurang dari (Akibat 18.1.2(b)), dan tepat pada selang di antara keduanya (Proposisi 13.1.11).
Solusi 19.2-4. Contoh 19.2.3: .
Solusi 19.2-5. Yang pertama: (Contoh 19.2.4). Yang kedua: Teorema 19.1.1(d) memberi atau , yaitu atau . Hasilnya .
Solusi 19.2-6. Contoh 19.2.5: .
Solusi 19.2-7. Titik patah dan .
- : , mustahil.
- : , benar. Hasilnya .
- : . Hasilnya .
. Pemeriksaan: memberi , salah. memberi , benar.
Solusi 19.2-8. Per wilayah: untuk , nilainya ; untuk , nilainya ; untuk , nilainya .
- : , karena nilai minimumnya .
- : .
- : syarat memberi , dan syarat memberi . Kedua batas terletak di luar karena . Hasilnya .
Contoh master adalah kasus , , : .
Ringkasan
Pertaksamaan dengan beberapa nilai mutlak diselesaikan dengan membagi semesta menjadi wilayah tempat setiap ekspresi di dalam nilai mutlak bertanda tetap, melepas nilai mutlak per wilayah, lalu menggabungkan hasilnya (Teorema 19.2.1). Titik patah boleh masuk wilayah mana pun yang bersebelahan, tetapi setiap titik harus masuk tepat satu wilayah. Contoh master menghasilkan , dengan tafsiran jumlah jarak. Nilai mutlak bersarang sering lebih cepat diselesaikan dari luar ke dalam. Unit 19.3 membahas metode pengkuadratan dan risikonya.
19.3 Metode Pengkuadratan Kedua Ruas dan Analisis Risiko
Metode yang populer untuk pertaksamaan nilai mutlak adalah mengkuadratkan kedua ruas, karena menghapus nilai mutlak. Metode ini sah dalam satu situasi, yaitu ketika kedua ruas taknegatif, dan berisiko dalam situasi lain. "Analisis risiko" pada judul unit ini berarti penentuan yang tepat atas apa yang salah bila syarat itu diabaikan: solusi palsu mana yang ditambahkan dan solusi mana yang hilang. Dengan analisis ini, pengkuadratan menjadi alat yang dapat dipakai dengan aman, bukan resep yang kadang berhasil.
Prasyarat: Teorema 17.3.3 (perbandingan lewat kuadrat); Teorema 19.1.1; Proposisi 19.1.6; Teorema 16.4.1 (pola yang sama untuk akar); Jebakan 3–4 pada Unit 15.3; Bab 16 (analisis tanda).
Kapan Pengkuadratan Aman
Teorema 19.3.1 (Pengkuadratan Dua Nilai Mutlak)
Untuk semua bilangan real dan setiap :
Bukti. Teorema 17.3.3 untuk , , , dan negasinya untuk , (Teorema 15.1.3).
Pengkuadratan aman karena kedua ruas, dan , taknegatif. Tidak ada syarat tambahan dan tidak ada pemeriksaan kandidat.
Teorema 19.3.2 (Pengkuadratan dengan Ruas Kanan Sebarang)
Untuk semua bilangan real dan :
(a) ;
(b) ;
(c) ;
(d) .
Bukti. (a) () . Kedua bilangan dan taknegatif, sehingga Korolari 10.2.6b memberi , yaitu . () memberi , sehingga setara dengan (Teorema 19.3.1).
(b) Sama dengan (a), dengan dan .
(c) Bila , ruas kiri benar karena , dan ruas kanan juga benar. Bila , , dan .
(d) Sama dengan (c).
Bentuk ini sejajar dengan Teorema 16.4.1 untuk akar: arah "lebih kecil" memerlukan syarat tanda dalam konjungsi, dan arah "lebih besar" memerlukan disjungsi.
Analisis Risiko
Proposisi 19.3.3 (Akibat Mengabaikan Syarat Tanda)
Misalkan adalah kalimat dan adalah kalimat hasil pengkuadratan naif , pada semesta . Tulis . Maka:
(a) untuk : , dan bagian terdiri atas solusi palsu;
(b) untuk : , sehingga solusi yang hilang adalah ;
(c) bila untuk semua , maka dan ekuivalen pada .
Bukti. Di luar , , sehingga dan Teorema 19.3.1 memberi . Di dalam :
- untuk dan , salah, karena , sehingga setiap yang memenuhi adalah solusi palsu;
- untuk dan , benar untuk semua , sehingga setiap yang gagal memenuhi adalah solusi yang hilang.
(c) adalah kasus .
Jadi risiko pengkuadratan naif sepenuhnya terkonsentrasi pada himpunan , tempat ruas kanan negatif. Analisis risiko berarti menghitung , lalu mengoreksi: buang solusi palsu untuk dan , tambahkan untuk dan .
Contoh
Contoh 19.3.4 (Pengkuadratan Aman)
Selesaikan .
Penyelesaian. Teorema 19.3.1: . Analisis tanda memberi . Ini sama dengan Solusi 19.1-7, tanpa syarat atau pemeriksaan tambahan.
Contoh 19.3.5 (Risiko: Solusi Palsu)
Selesaikan .
Pengkuadratan naif: . Hasilnya .
Analisis risiko: , dan adalah solusi palsu. Contohnya, memberi , yang salah.
Jawaban benar menurut Teorema 19.3.2(a): dan , sehingga .
Pemeriksaan dengan Teorema 19.1.1(a): , yaitu dan , yaitu . Sama.
Contoh 19.3.6 (Risiko: Solusi Hilang)
Selesaikan .
Pengkuadratan naif: . Hasilnya .
Analisis risiko: . Solusi yang hilang adalah . Untuk , ruas kanan negatif dan ketaksamaan otomatis benar.
Jawaban benar menurut Teorema 19.3.2(d): . Memang, untuk semua .
Contoh 19.3.7 (Ketika Pengkuadratan Kurang Efisien)
Untuk , mengkuadratkan kedua ruas memberi . Nilai mutlaknya tidak hilang. Metode wilayah (Unit 19.2) langsung memberi : untuk , ; untuk , ; untuk , . Pengkuadratan efektif bila setiap ruas memuat tepat satu nilai mutlak atau suku yang tandanya terkendali.
Strategi Memilih Metode
- Satu nilai mutlak di satu ruas dan ruas lain sebarang: gunakan Teorema 19.1.1. Tidak ada risiko.
- Satu nilai mutlak di setiap ruas: gunakan Teorema 19.3.1 (pengkuadratan aman), lalu faktorkan selisih kuadrat.
- Pengkuadratan dengan ruas kanan bervariabel: gunakan Teorema 19.3.2, atau kuadratkan secara naif lalu koreksi dengan himpunan risiko (Proposisi 19.3.3).
- Beberapa nilai mutlak di satu ruas: gunakan metode wilayah (Teorema 19.2.1).
Latihan
Latihan 19.3-1. Buktikan Teorema 19.3.2(a) dan (c).
Latihan 19.3-2. Selesaikan dan dengan pengkuadratan, lalu periksa partisinya.
Latihan 19.3-3. Selesaikan dengan tiga cara: Teorema 19.1.1, Teorema 19.3.2, dan pengkuadratan naif yang dikoreksi dengan Proposisi 19.3.3.
Latihan 19.3-4. Selesaikan dan jelaskan solusi yang hilang pada pengkuadratan naif.
Latihan 19.3-5. Selesaikan .
Latihan 19.3-6. Selesaikan dengan Teorema 19.3.2.
Latihan 19.3-7. Untuk : , tentukan himpunan risiko , hasil pengkuadratan naif, dan himpunan penyelesaian yang benar.
Latihan 19.3-8. Tunjukkan bahwa untuk kalimat , pengkuadratan naif tidak pernah menambah solusi palsu, dan untuk tidak pernah menghilangkan solusi.
Solusi
Solusi 19.3-1. Lihat bukti Teorema 19.3.2.
Solusi 19.3-2. Yang pertama: Contoh 19.3.4, . Yang kedua: . Kedua himpunan saling lepas dan gabungannya .
Solusi 19.3-3. Ketiga cara memberi (Contoh 19.3.5). Pada cara ketiga, solusi palsunya .
Solusi 19.3-4. Contoh 19.3.6. Jawaban benarnya , dan solusi yang hilang pada pengkuadratan naif adalah .
Solusi 19.3-5. Teorema 19.3.1: . Analisis tanda memberi . Pemeriksaan: memberi , benar. memberi , salah.
Solusi 19.3-6. Teorema 19.3.2(a): dan . Syarat kedua: . Karena , faktor , sehingga syaratnya . .
Pemeriksaan dengan Teorema 19.1.1(a): . Bagian kiri memberi , yaitu atau . Bagian kanan memberi , yaitu . Irisannya .
Solusi 19.3-7. . Pengkuadratan naif: . Untuk arah , bagian seluruhnya palsu. Himpunan penyelesaian yang benar adalah . Memang, untuk , dan untuk , .
Solusi 19.3-8. Proposisi 19.3.3(b): untuk , , sehingga tidak ada solusi palsu. Proposisi 19.3.3(a): untuk , , sehingga tidak ada solusi hilang.
Ringkasan
Mengkuadratkan kedua ruas sah tanpa syarat bila kedua ruas berupa nilai mutlak. Bila ruas kanan sebarang, syarat tanda diperlukan: konjungsi untuk "lebih kecil" dan disjungsi untuk "lebih besar". Risiko mengabaikan syarat itu terkonsentrasi tepat pada himpunan tempat ruas kanan negatif: solusi palsu untuk dan , solusi hilang untuk dan . Pengkuadratan efisien bila setiap ruas memuat satu nilai mutlak; untuk jumlah beberapa nilai mutlak, metode wilayah lebih tepat. Unit 19.4 menerapkan semua alat Bab 17–19 pada model toleransi komputasi, sensor, dan kontrol.
19.4 Aplikasi dalam Toleransi Komputasi, Sensor, dan Kontrol Industri
Unit terakhir Bagian III menerapkan alat Bab 17–19 (nilai mutlak, ketaksamaan segitiga dan versi terbaliknya, ekuivalensi dasar) pada empat jenis model: pita toleransi dengan ketakpastian ukur, perbandingan bilangan dalam komputasi, konsistensi dua sensor, dan pita mati (dead band) pengendali. Setiap model ditulis sebagai pernyataan matematika yang dibuktikan.
Semua model bersifat hipotetis dan disederhanakan. Model-model ini tidak menyatakan spesifikasi perangkat, standar industri, prosedur keselamatan, atau akurasi format bilangan tertentu. Untuk sistem nyata, parameter dan aturan harus diambil dari dokumentasi dan standar sistem tersebut. Penilaian keselamatan berada di luar cakupan buku ini.
Prasyarat: Unit 19.1–19.3; Bab 18 (ketaksamaan segitiga, segitiga terbalik, perambatan galat); Unit 12.4 (representasi biner berhingga) untuk konteks komputasi.
Pita Toleransi dengan Ketakpastian Ukur
Misalkan suatu besaran bernilai sebenarnya dinyatakan sesuai bila , dengan target dan toleransi . Nilai tidak diketahui langsung. Yang diketahui adalah hasil ukur dengan ketakpastian , untuk suatu .
Teorema 19.4.1 (Zona Pasti dan Zona Abu-Abu)
Dengan notasi di atas:
(a) jika , maka (pasti sesuai);
(b) jika , maka (pasti tidak sesuai);
(c) jika , data tidak menentukan: ada nilai yang konsisten dengan data dan sesuai, dan ada yang tidak sesuai.
Bukti. (a) Ketaksamaan segitiga: .
(b) Segitiga terbalik (Akibat 18.3.2(b)): .
(c) Misalkan ; kasus simetris. Tulis , sehingga .
- Nilai memenuhi , dan . Jika , ini bernilai . Jika , ini bernilai , sehingga karena dan . Jadi sesuai.
- Nilai memenuhi dan , karena . Jadi tidak sesuai.
Bila , zona (c) kosong, karena syaratnya menjadi .
Akibat praktisnya, dalam bahasa model: aturan "terima hanya bila " menjamin bahwa setiap yang diterima benar-benar sesuai. Harganya: sebagian besaran yang sebenarnya sesuai akan ditolak, yaitu yang berada di zona abu-abu. Zona itu hanya bermakna bila . Bila , tidak ada hasil ukur yang dapat menjamin kesesuaian kecuali kebetulan , yaitu dengan . Pengurangan ketakpastian memperkecil zona abu-abu, yang lebarnya di setiap sisi.
Perbandingan Bilangan dalam Komputasi
Unit 12.4 menunjukkan bahwa bilangan seperti tidak dapat disimpan tepat sebagai pecahan biner berhingga. Untuk model komputasi, misalkan setiap operasi menghasilkan nilai dengan galat relatif paling banyak terhadap hasil eksak : , dengan konstanta model. Nilai untuk format tertentu harus diambil dari dokumentasi format itu; buku ini tidak menetapkannya. Akibat langsung: menguji kesamaan antara dua hasil hitungan yang secara eksak sama dapat gagal. Praktik yang lazim adalah menguji kedekatan.
Definisi 19.4.2 (Kedekatan dengan Toleransi)
Untuk , tulis bila .
Proposisi 19.4.3 (Sifat Relasi Kedekatan)
(a) refleksif dan simetris.
(b) tidak transitif. Namun dan memberi .
(c) Dalam model galat relatif, jika secara eksak dan hampirannya dengan galat relatif paling banyak , maka untuk .
Bukti. (a) , dan .
(b) Contoh tandingan: , , . Maka dan , tetapi . Batas berasal dari ketaksamaan segitiga.
(c) .
Bagian (b) penting secara logika. Karena "dekat" tidak transitif, rantai panjang perbandingan berpasangan tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kedekatan ujung-ujungnya tanpa menjumlahkan toleransinya. Relasi bukan relasi ekuivalensi (Bab 4), sehingga tidak membagi bilangan ke dalam kelas-kelas. Bagian (c) menunjukkan bahwa toleransi yang wajar sebanding dengan besar bilangan yang dibandingkan. Toleransi mutlak tetap dapat terlalu ketat untuk bilangan besar dan terlalu longgar untuk bilangan kecil.
Konsistensi Dua Sensor
Dua sensor mengukur besaran yang sama . Sensor pertama menghasilkan dengan galat yang dijamin , dan sensor kedua dengan , bila keduanya bekerja sesuai jaminannya.
Proposisi 19.4.4 (Uji Konsistensi)
(a) Jika kedua jaminan berlaku, maka .
(b) Akibatnya, jika , paling sedikit satu sensor melanggar jaminannya.
(c) Jika , uji ini tidak membuktikan bahwa kedua sensor benar.
Bukti. (a) . (b) Kontraposisi (a). (c) Contoh: , , dan . Pembacaan konsisten satu sama lain, padahal keduanya jauh dari nilai sebenarnya.
Bila jaminan berlaku, nilai sebenarnya terletak di irisan dua interval . Bagian (a) setara dengan pernyataan bahwa irisan ini tidak kosong (Latihan 19.4-6).
Pita Mati pada Pengendali
Sebuah pengendali hipotetis menyalakan atau mematikan pemanas berdasarkan suhu terukur , dengan titik setel dan lebar pita mati :
- bila , nyalakan;
- bila , matikan;
- bila , pertahankan keadaan sebelumnya.
Proposisi 19.4.5 (Ketiga Aturan Mempartisi Garis)
Ketiga syarat , , dan saling lepas dan bersama-sama mencakup semua .
Bukti. Teorema 19.1.1(a) memberi , dan Teorema 19.1.1(d) memberi . Kedua kasus pada disjungsi terakhir saling lepas karena , sebab . Trikotomi pada dan (Teorema 15.1.3) menyelesaikan.
Proposisi ini memastikan bahwa aturan pengendali terdefinisi tanpa konflik dan tanpa celah. Pilihan dan pada batas, dibandingkan dengan dan , menentukan aturan mana yang berlaku tepat di . Seperti pada Contoh 13.4.14, pilihan itu adalah keputusan aturan, bukan konsekuensi matematika. Bila , pita mati kosong dan kedua aturan bertemu di satu titik , sehingga keduanya berlaku sekaligus di . Kasus menghasilkan konflik, dan itulah alasan model ini mensyaratkan .
Latihan
Latihan 19.4-1. Pada model pita toleransi dengan , , dan , klasifikasikan hasil ukur ; ; ; sebagai pasti sesuai, pasti tidak sesuai, atau abu-abu.
Latihan 19.4-2. Buktikan Teorema 19.4.1(a) dan (b). Tentukan himpunan yang termasuk zona abu-abu untuk data Latihan 19.4-1.
Latihan 19.4-3. Pada Teorema 19.4.1 dengan , tentukan himpunan hasil ukur yang pasti sesuai.
Latihan 19.4-4. Buktikan bahwa tidak transitif, dan bahwa rantai memberi . Tunjukkan bahwa batas itu tajam.
Latihan 19.4-5. Dalam model galat relatif dengan , dua hasil hitungan dan dari nilai eksak yang sama dibandingkan. Toleransi mutlak berapa yang menjamin hasil uji kedekatan "benar"?
Latihan 19.4-6. Buktikan bahwa untuk interval dan dengan , irisannya tidak kosong jika dan hanya jika .
Latihan 19.4-7. Dua sensor dengan dan membaca dan . Apa yang dapat disimpulkan? Bagaimana bila ? Tentukan himpunan nilai sebenarnya yang konsisten pada kasus kedua.
Latihan 19.4-8. Untuk pengendali dengan dan , tentukan aturan yang berlaku pada ; ; ; . Jelaskan apa yang terjadi bila batas ditulis dengan dan alih-alih dan .
Solusi
Solusi 19.4-1. Batas dan .
- : , pasti sesuai.
- : , abu-abu.
- : , abu-abu.
- : , pasti tidak sesuai.
Solusi 19.4-2. Lihat bukti Teorema 19.4.1. Zona abu-abu: , yaitu menurut Teorema 19.1.1.
Solusi 19.4-3. Syaratnya . Untuk , syarat itu mustahil, sehingga tidak ada hasil ukur yang pasti sesuai. Untuk , hanya .
Solusi 19.4-4. Ketaktransitifan: Proposisi 19.4.3(b). Rantai: Teorema 18.1.3 memberi . Ketajaman: memberi .
Solusi 19.4-5. Proposisi 19.4.3(c): . Toleransi yang lebih kecil dapat membuat dua hasil yang secara eksak sama dinyatakan "berbeda".
Solusi 19.4-6. Tanpa mengurangi keumuman, . Irisan dua interval tutup tidak kosong jika dan hanya jika . Di sini dan . Empat ketaksamaan yang diperlukan adalah: dan (jelas); , yaitu (berlaku karena ); dan , yaitu , yaitu .
Kriteria irisan: jika , titik ada di kedua interval. Sebaliknya, titik bersama memenuhi untuk semua .
Solusi 19.4-7. Kasus : , sehingga paling sedikit satu sensor melanggar jaminannya (Proposisi 19.4.4(b)).
Kasus : , konsisten. Nilai sebenarnya terletak di , bila kedua jaminan berlaku. Konsistensi ini tidak membuktikan bahwa kedua sensor benar (Proposisi 19.4.4(c)).
Solusi 19.4-8.
- : nyalakan.
- : nyalakan, karena batas .
- : , pertahankan.
- : matikan.
Dengan dan , titik dan jatuh ke pita mati, karena . Syarat pita mati juga harus diubah menjadi agar ketiga aturan tetap mempartisi garis. Tanpa perubahan itu, titik dan tidak tercakup oleh aturan mana pun. Jadi perubahan tanda batas harus dilakukan serentak pada ketiga aturan.
Ringkasan Unit 19.4 dan Penutup Bagian III
Model pita toleransi dengan ketakpastian ukur membagi hasil ukur menjadi zona pasti sesuai, zona pasti tidak sesuai, dan zona abu-abu selebar , dengan segitiga dan segitiga terbalik sebagai alat buktinya. Relasi kedekatan dengan toleransi refleksif dan simetris tetapi tidak transitif. Uji konsistensi dua sensor dapat mendeteksi pelanggaran, tetapi tidak dapat membuktikan kebenaran. Aturan pita mati harus mempartisi garis bilangan, dan pilihan tanda batas adalah keputusan aturan. Semua model hipotetis.
Bagian III (Bab 13–19) membangun topologi garis riil, anatomi pertaksamaan, teknik pertaksamaan polinomial, rasional, dan bentuk akar, teori nilai mutlak, ketaksamaan segitiga, dan pertaksamaan nilai mutlak, semuanya dari aksioma lapangan terurut lengkap dan tanpa limit. Bagian IV beralih ke kardinalitas: kapan dua himpunan "sama besar", apa artinya himpunan berhingga dan tak hingga secara formal, dan mengapa lebih besar daripada . Definisi formal himpunan berhingga di sana akan menutup pinjaman arti kerja "berhingga" yang dipakai sejak Bab 11.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 20.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 18.