Himpunan Hingga dan Prinsip Sarang Merpati
Bab 20 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 20: Himpunan Hingga dan Prinsip Sarang Merpati
20.1 Definisi Formal Himpunan Hingga
Sepanjang Bab 11–19, kata "berhingga" dipakai dalam arti kerja: anggota himpunan dapat didaftar habis . Pemakaian itu selalu diberi label pinjaman maju dengan rencana penutupan di Bab 20.1. Unit ini menunaikan janji itu. Kita mendefinisikan himpunan hingga melalui bijeksi dengan himpunan standar , membuktikan bahwa bilangan itu tunggal, sehingga kardinalitas terdefinisi, lalu membuktikan sifat-sifat dasar yang dipakai pada bab-bab sebelumnya. Hasil kuncinya adalah lemma bahwa injeksi dari ke memaksa . Lemma itu sekaligus inti Prinsip Sarang Merpati (Unit 20.2).
Prasyarat:
- himpunan, separasi, operasi himpunan (Bab 3);
- fungsi, injeksi, surjeksi, bijeksi, komposisi, invers, peta maju (Bab 5);
- induksi dan urutan baik (Bab 7);
- bilangan asli dengan (Bab 8).
Himpunan Standar dan Definisi
Definisi 20.1.1 (Himpunan Standar)
Untuk , tetapkan
Jadi , , dan dengan .
Definisi 20.1.2 (Himpunan Hingga dan Tak Hingga)
Himpunan disebut hingga (berhingga) jika terdapat dan bijeksi . Himpunan yang tidak hingga disebut tak hingga.
Untuk , satu-satunya fungsi adalah fungsi kosong. Fungsi kosong itu bijeksi tepat ketika , karena surjektivitas mensyaratkan setiap anggota menjadi peta, dan tidak ada peta. Jadi hingga. Sebuah bijeksi adalah cara formal menuliskan daftar tanpa pengulangan (injektif) dan tanpa yang terlewat (surjektif).
Lemma Inti
Lemma 20.1.3 (Membuang Satu Titik)
Misalkan dan injektif. Maka terdapat injeksi .
Bukti. Tulis . Definisikan pada dengan
Nilai berada di . Pada kasus pertama, . Pada kasus kedua, dengan , sehingga injektivitas memberi , dan .
injektif. Misalkan di .
- Jika keduanya kasus pertama, .
- Keduanya tidak mungkin kasus kedua sekaligus, karena bertentangan dengan injektivitas.
- Jika kasus pertama dan kasus kedua, maka dan . Karena , injektivitas memberi .
Teorema 20.1.4 (Injeksi Antarhimpunan Standar)
Misalkan . Jika terdapat injeksi , maka .
Bukti. Induksi pada , untuk pernyataan "untuk setiap , jika ada injeksi , maka ".
Basis : untuk setiap .
Langkah: misalkan pernyataan benar untuk , dan injektif. Karena , , sehingga dan . Tulis . Lemma 20.1.3 memberi injeksi , dan hipotesis induksi memberi . Jadi .
Akibat 20.1.5 (Ketunggalan Banyak Anggota)
(a) Jika terdapat bijeksi , maka .
(b) Jika hingga dengan bijeksi dan , maka .
Bukti. (a) Bijeksi dan inversnya (Bab 5) adalah injeksi, sehingga Teorema 20.1.4 memberi dan .
(b) adalah bijeksi, sebagai komposisi bijeksi; gunakan (a).
Definisi 20.1.6 (Kardinalitas Himpunan Hingga)
Untuk himpunan hingga , bilangan tunggal pada Akibat 20.1.5(b) disebut kardinalitas , ditulis . Jadi dan .
Notasi untuk kardinalitas tidak boleh dikacaukan dengan nilai mutlak; argumennya berupa himpunan, bukan bilangan. Akibat 20.1.5 adalah teorema yang membuat definisi ini sah. Tanpa teorema itu, satu himpunan mungkin dapat didaftar dengan unsur dan juga dengan unsur, dan "banyak anggota" tidak bermakna.
Sifat-Sifat Dasar
Teorema 20.1.7 (Subhimpunan)
Misalkan hingga dan . Maka hingga dan . Jika , maka .
Bukti. Cukup membuktikan untuk . Untuk umum dengan bijeksi , terapkan hasilnya pada ; pembatasan memberi bijeksi .
Induksi pada untuk "setiap hingga dengan ". Basis : . Langkah: misalkan .
- Jika , maka , sehingga hingga dengan .
- Jika , maka hingga dengan bijeksi , . Perluas menjadi dengan . Fungsi ini bijeksi karena . Jadi .
Untuk bagian tegas: jika , ada . Pemetaan yang menukar dan (dan tetap untuk lainnya) adalah bijeksi, dan . Jadi menurut bagian pertama.
Akibat 20.1.8 (Injeksi Diri Himpunan Hingga Surjektif)
Jika hingga dan injektif, maka surjektif.
Bukti. adalah bijeksi , sehingga . Bila , Teorema 20.1.7 memberi , kontradiksi.
Akibat ini yang membedakan himpunan hingga dari himpunan tak hingga pada Unit 20.3. Fungsi pada injektif tetapi tidak surjektif.
Teorema 20.1.9 (Gabungan)
(a) Jika hingga dan saling lepas, maka hingga dan .
(b) Jika hingga, maka hingga dan .
Bukti. (a) Dengan bijeksi dan , definisikan oleh untuk dan untuk . Fungsi surjektif karena setiap anggota dan tercapai. injektif karena pada setiap bagian atau injektif, dan nilai dari dua bagian berbeda karena .
(b) adalah gabungan saling lepas, dan juga saling lepas. Semua bagian hingga menurut Teorema 20.1.7. Terapkan (a) dua kali.
Teorema 20.1.10 (Daftar dengan Pengulangan)
Jika surjektif, maka hingga dan .
Bukti. Induksi pada . Basis : surjeksi dari memaksa . Langkah: . Himpunan adalah peta surjektif dari , sehingga hingga dengan (hipotesis induksi). Singleton hingga dengan kardinalitas . Teorema 20.1.9(b) memberi .
Teorema ini adalah jembatan dari arti kerja ke arti formal: daftar yang boleh berulang menghasilkan himpunan hingga dengan paling banyak anggota. Penghapusan pengulangan, yang dipakai di Lemma 14.3.1 dan di bukti-bukti sebelumnya, kini dijamin oleh teorema ini.
Teorema 20.1.11 (Himpunan Bilangan Asli Tak Hingga)
tak hingga.
Bukti. Andaikan bijeksi. Bila , , padahal . Bila , himpunan hingga dan tak kosong, terurut total oleh , sehingga mempunyai maksimum (Teorema 11.1.14, yang kini sah secara formal; lihat bagian berikut). Tetapi dan , kontradiksi.
Penutupan Pinjaman "Berhingga"
Dengan Definisi 20.1.2 dan Teorema 20.1.4–20.1.10, pemakaian arti kerja sebelumnya kini mempunyai dasar formal.
- Teorema 11.1.14 (maksimum dan minimum himpunan berhingga tak kosong terurut total): induksi atas kini sah, karena terdefinisi tunggal (Akibat 20.1.5). Langkah "hapus satu unsur" memberi menurut Teorema 20.1.9(a) dengan .
- Proposisi 13.2.11(b) dan Teorema 13.4.5: minimum daftar berhingga radius memakai Teorema 11.1.14 pada himpunan nilai daftar, yang hingga menurut Teorema 20.1.10.
- Contoh 14.1.6(d): himpunan berhingga sebagai gabungan berhingga singleton; induksi atas .
- Lemma 14.2.6, Akibat 14.2.7, dan Contoh 14.2.8: "berhingga", "tak hingga", dan penghapusan berhingga kini mengikuti Definisi 20.1.2 dan Teorema 20.1.7, 20.1.9, 20.1.10.
- Lemma 14.3.1: Teorema 20.1.9(b).
- Teorema 12.4.12 (lemma pigeonhole di dalam buktinya): kasus khusus Teorema 20.1.4 (lihat Unit 20.2).
- Definisi 4.4.16 (poset berhingga untuk diagram Hasse): kini bermakna formal.
Status: penutupan ini bergantung pada Bab 3, 5, 7, dan 8 yang telah ditelaah, dan pada unit ini, yang ditulis dan diswa-telaah Claude dan masih menunggu persetujuan penulis.
Latihan
Latihan 20.1-1. Tuliskan bijeksi eksplisit untuk tiga unsur berbeda, dan tentukan banyaknya bijeksi semacam itu.
Latihan 20.1-2. Buktikan bahwa hingga dengan , dan bahwa setiap singleton hingga dengan kardinalitas .
Latihan 20.1-3. Buktikan langsung, tanpa Teorema 20.1.4, bahwa tidak ada injeksi .
Latihan 20.1-4. Buktikan untuk himpunan hingga, lalu turunkan rumus untuk tiga himpunan.
Latihan 20.1-5. Buktikan bahwa jika hingga dan fungsi, maka hingga dengan . Kapan kesamaan berlaku?
Latihan 20.1-6. Buktikan bahwa hingga dengan untuk himpunan hingga .
Latihan 20.1-7. Buktikan bahwa dan setiap himpunan yang memuat tak hingga.
Latihan 20.1-8. Buktikan bahwa setiap himpunan hingga tak kosong mempunyai maksimum, dengan induksi atas yang memakai teorema-teorema unit ini secara eksplisit.
Solusi
Solusi 20.1-1. , , . Banyaknya bijeksi : pilih peta dari tiga unsur, peta dari dua sisa, dan peta yang tersisa. Hitungan ini memakai Latihan 20.1-6 secara berulang, atau induksi pada banyak unsur.
Solusi 20.1-2. Fungsi kosong adalah bijeksi (Definisi 20.1.2), sehingga . Untuk , fungsi adalah bijeksi .
Solusi 20.1-3. Misalkan . Ketiga nilai masing-masing atau . Bila , maka , dan sama dengan salah satunya. Jadi dua dari tiga nilai sama, dan tidak injektif.
Solusi 20.1-4. Teorema 20.1.9(b). Untuk tiga himpunan, terapkan dua kali:
Distributivitas memberi , dengan kardinalitas . Hasilnya .
Solusi 20.1-5. Dengan bijeksi , fungsi surjektif, sehingga Teorema 20.1.10 memberi . Kesamaan berlaku jika dan hanya jika injektif pada .
- Jika injektif, bijeksi.
- Jika dengan , maka , sehingga .
Solusi 20.1-6. Induksi pada . . Untuk dengan : , saling lepas. , lewat bijeksi . Teorema 20.1.9(a) memberi .
Solusi 20.1-7. Bila hingga, Teorema 20.1.7 membuat hingga, bertentangan dengan Teorema 20.1.11. .
Solusi 20.1-8. Induksi pada .
- : , maksimumnya .
- Langkah: , ambil . Teorema 20.1.9(a) pada memberi . Hipotesis induksi memberi . Maka menurut trikotomi, seperti pada bukti Teorema 11.1.14.
Ringkasan
Himpunan hingga didefinisikan sebagai himpunan yang dalam bijeksi dengan suatu . Lemma membuang satu titik memberi teorema inti: injeksi memaksa . Akibatnya, kardinalitas himpunan hingga tunggal. Subhimpunan himpunan hingga hingga, dan subhimpunan sejati lebih kecil. Injeksi diri himpunan hingga surjektif. Gabungan, peta, dan hasil kali himpunan hingga hingga, dengan rumus kardinalitasnya. tak hingga. Pinjaman arti kerja "berhingga" sejak Bab 11 ditutup. Unit 20.2 merumuskan Prinsip Sarang Merpati dan penerapannya.
20.2 Prinsip Sarang Merpati (Pigeonhole Principle)
Penjelasan master: jika objek dimasukkan ke dalam kotak, maka setidaknya ada satu kotak yang memuat lebih dari satu objek. Pernyataan yang tampak remeh ini adalah alat pembuktian keberadaan yang sangat kuat. Ia menjamin bahwa sesuatu ada (dua objek sekotak) tanpa menunjukkan yang mana. Dalam bahasa Unit 20.1, prinsip ini tidak lain adalah Teorema 20.1.4: tidak ada injeksi dari himpunan yang lebih besar ke himpunan yang lebih kecil. Unit ini merumuskan versi dasar dan versi umumnya, lalu menerapkannya pada beberapa soal, termasuk teorema aproksimasi Dirichlet dalam analisis dan model tabrakan pada hashing sesuai implementasi master.
Prasyarat: Unit 20.1; Lema 8.3.3 (pembulatan, dengan Archimedes dari Teorema 11.3.9); jarak bidang (Unit 18.2); pembagian Euclid (Teorema 7.3.8).
Pernyataan
Teorema 20.2.1 (Prinsip Sarang Merpati)
Misalkan dan hingga dengan , dan fungsi. Maka tidak injektif: terdapat di dengan .
Bukti. Misalkan dan , dengan bijeksi dan . Jika injektif, maka injektif sebagai komposisi injeksi, dan Teorema 20.1.4 memberi . Ini bertentangan dengan .
Bentuk master adalah kasus dan : objek-objek adalah , kotak-kotak adalah , dan memasukkan setiap objek ke kotaknya.
Teorema 20.2.2 (Sarang Merpati Umum)
Misalkan hingga dengan , , dan . Jika , maka terdapat dengan .
Bukti. Himpunan-himpunan untuk saling lepas dan gabungannya . Kita tunjukkan dengan induksi pada bahwa . Untuk , . Untuk dengan , adalah gabungan saling lepas dari dan , lalu gunakan Teorema 20.1.9(a) dan hipotesis induksi pada yang dibatasi ke . (Bila kosong, jumlahnya nol dan klaimnya tetap berlaku.)
Andaikan setiap . Maka , kontradiksi.
Akibatnya, bila dengan , ada kotak yang memuat paling sedikit objek. Dengan pembulatan ke atas, paling sedikit objek.
Teorema 20.2.1 adalah kasus .
Penerapan Elementer
Contoh 20.2.3 (Sisa Pembagian)
Di antara bilangan bulat , dengan , ada dua yang selisihnya habis dibagi .
Bukti. Pembagian Euclid (Teorema 7.3.8) memberi sisa dengan . Fungsi memetakan indeks ke nilai. Teorema 20.2.1 memberi dengan , sehingga .
Hal yang sama dipakai pada bukti Teorema 12.4.12 (periodisitas desimal rasional): sisa dari memuat pengulangan.
Contoh 20.2.4 (Titik di Persegi)
Di antara lima titik di persegi , ada dua yang jaraknya paling banyak .
Bukti. Bagi persegi menjadi empat subpersegi , , , dan . Untuk menjadikan pembagian ini fungsi, tetapkan setiap titik ke subpersegi pertama, dalam urutan di atas, yang memuatnya. Lima titik dan empat subpersegi: dua titik berada di subpersegi yang sama, misalnya . Selisih koordinatnya masing-masing paling banyak (Lemma 13.1.2), sehingga jaraknya . Ketaksamaan terakhir memakai monotonisitas akar (Contoh 15.3.5(e)).
Aproksimasi Dirichlet
Untuk , tulis untuk bilangan bulat dari Lema 8.3.3 (), dan untuk bagian pecahannya.
Teorema 20.2.5 (Dirichlet)
Untuk setiap dan , terdapat bilangan bulat dan dengan dan
Bukti. Tinjau bilangan untuk , semuanya di . Bagi menjadi kotak , untuk . Setiap termasuk tepat satu kotak, yaitu , karena . Jadi pemasukan ke kotak adalah fungsi dari indeks ke kotak. Teorema 20.2.1 memberi di dengan dan dalam kotak yang sama, sehingga , karena keduanya di selang setengah buka berpanjang . Tetapkan dan . Maka , dan kesimpulannya terbukti.
Akibat 20.2.6
Untuk setiap dan ada pecahan dengan dan .
Bukti. Bagi ketaksamaan Teorema 20.2.5 dengan , lalu gunakan .
Ini mempertajam kerapatan (Teorema 11.3.11). Setiap bilangan real dapat dihampiri oleh pecahan dengan galat yang kecil relatif terhadap penyebutnya, dan keberadaan pecahan itu dijamin oleh sarang merpati.
Model Hipotetis: Tabrakan pada Hashing
Sebuah fungsi hash dimodelkan sebagai fungsi dari himpunan kunci ke ember (bucket). Tabrakan adalah dua kunci berbeda dengan .
Proposisi 20.2.7
(a) Jika , setiap fungsi mengalami tabrakan.
(b) Jika untuk , ada ember yang menampung paling sedikit kunci.
Bukti. (a) Teorema 20.2.1. (b) Teorema 20.2.2.
Proposisi ini adalah pernyataan keberadaan tentang setiap fungsi, termasuk fungsi yang dirancang sebaik mungkin. Tabrakan tak terhindarkan begitu kunci lebih banyak daripada ember, sehingga struktur data harus mempunyai cara menangani tabrakan. Proposisi ini tidak mengatakan apa pun tentang seberapa sering tabrakan terjadi pada masukan tertentu, atau tentang kinerja fungsi hash tertentu. Pertanyaan-pertanyaan itu memerlukan analisis lain dan data dari sistem yang dipakai.
Latihan
Latihan 20.2-1. Turunkan Teorema 20.2.1 dari Teorema 20.1.4, dengan menjelaskan peran bijeksi dan .
Latihan 20.2-2. (Model hipotetis.) Dalam sebuah kelompok berisi orang, tunjukkan bahwa paling sedikit dua orang lahir pada bulan yang sama. Berapa banyak orang yang diperlukan untuk menjamin bahwa paling sedikit tiga orang lahir pada bulan yang sama?
Latihan 20.2-3. Buktikan Teorema 20.2.2, termasuk rumus .
Latihan 20.2-4. Buktikan bahwa di antara tujuh bilangan bulat ada dua yang selisihnya habis dibagi . Tunjukkan bahwa enam bilangan bulat tidak cukup.
Latihan 20.2-5. Buktikan bahwa di antara bilangan dari ada dua yang berturutan.
Latihan 20.2-6. Terapkan Teorema 20.2.5 pada dan . Temukan dengan dan , dengan perhitungan eksak.
Latihan 20.2-7. Tunjukkan bahwa batas pada Contoh 20.2.4 tidak dapat diperbaiki dengan empat titik: berikan empat titik di yang jarak berpasangannya semuanya paling sedikit .
Latihan 20.2-8. Dalam model hashing dengan ember dan kunci, buktikan bahwa ada ember dengan paling sedikit kunci. Berikan fungsi yang menunjukkan bahwa tidak dijamin.
Solusi
Solusi 20.2-1. dan memindahkan masalah ke himpunan standar. Injektivitas akan memberi injeksi lewat , yang dilarang oleh Teorema 20.1.4 karena .
Solusi 20.2-2. Pemetaan orang ke bulan memetakan ke , sehingga ada tabrakan (Teorema 20.2.1). Untuk tiga orang sebulan: Teorema 20.2.2 dengan memerlukan , yaitu orang. Dua puluh empat orang tidak cukup, misalnya tepat dua orang per bulan.
Solusi 20.2-3. Lihat bukti Teorema 20.2.2.
Solusi 20.2-4. Contoh 20.2.3 dengan . Enam bilangan mempunyai sisa berbeda, sehingga tidak ada dua yang selisihnya kelipatan . Selisihnya di antara dan , bukan nol.
Solusi 20.2-5. Kotak berjumlah . Ada bilangan, sehingga dua bilangan masuk kotak yang sama, dan keduanya berturutan.
Solusi 20.2-6. Coba : , dan , sehingga . Lebih tajam: , sehingga . Jadi , dengan dan . Teorema menjamin keberadaannya, dan perhitungan memberi saksinya.
Solusi 20.2-7. Empat titik sudut , , , mempunyai jarak berpasangan atau , semuanya . Jadi lima titik memang diperlukan.
Solusi 20.2-8. , sehingga Teorema 20.2.2 dengan memberi ember dengan kunci. Fungsi yang menempatkan kunci di satu ember dan kunci di setiap ember lain memakai kunci, tanpa ember berisi .
Ringkasan
Prinsip Sarang Merpati, yaitu tidak ada injeksi dari himpunan hingga yang lebih besar ke yang lebih kecil, adalah Teorema 20.1.4 dalam bahasa objek dan kotak. Versi umumnya menjamin kotak berisi paling sedikit objek bila objek lebih dari kali banyak kotak. Penerapannya meliputi sisa pembagian, titik di persegi, teorema aproksimasi Dirichlet (penajaman kerapatan ), dan model tabrakan hashing, yang tak terhindarkan tetapi tidak diklaim seberapa sering terjadi. Unit 20.3 membahas karakterisasi ketakhinggaan menurut Dedekind.
20.3 Himpunan Tak Hingga oleh Dedekind
Definisi 20.1.2 menyatakan bahwa suatu himpunan tak hingga bila tidak dapat dipasangkan dengan untuk mana pun. Definisi ini negatif: ia berkata apa yang tidak ada. Richard Dedekind (1888) mengusulkan definisi positif yang menangkap gejala paling mencolok dari ketakhinggaan: himpunan tak hingga dapat dipasangkan satu-satu dengan sebagian dirinya sendiri. Contohnya, dipasangkan dengan bilangan genap lewat , padahal bilangan genap hanya sebagian dari .
Unit ini membuktikan bahwa setiap himpunan Dedekind-tak hingga memang tak hingga, dan bahwa sifat Dedekind setara dengan memuat salinan . Unit ini juga menjelaskan batas yang tepat: arah sebaliknya, "setiap himpunan tak hingga Dedekind-tak hingga", tidak dapat dibuktikan tanpa suatu bentuk aksioma pilihan. Fakta metamatematika itu dicatat dengan sumbernya, dan pembahasan aksioma pilihan dijadwalkan pada Bab 23.3.
Prasyarat: Unit 20.1 (khususnya Akibat 20.1.8 dan Teorema 20.1.11); fungsi dan injeksi (Bab 5); rekursi (Teorema 7.4.1) dan urutan baik (Teorema 7.3.4).
Definisi dan Kesetaraan
Definisi 20.3.1 (Dedekind-Tak Hingga)
Himpunan disebut Dedekind-tak hingga jika terdapat fungsi yang injektif tetapi tidak surjektif. Himpunan yang tidak demikian disebut Dedekind-hingga.
Setara: Dedekind-tak hingga jika dan hanya jika ada bijeksi antara dan suatu subhimpunan sejati . Bila seperti pada definisi, sejati dan bijeksi. Sebaliknya, bijeksi , dipandang sebagai fungsi ke , injektif dan tidak surjektif.
Teorema 20.3.2 (Dedekind-Tak Hingga Mengakibatkan Tak Hingga)
Setiap himpunan Dedekind-tak hingga adalah tak hingga. Ekuivalennya, setiap himpunan hingga adalah Dedekind-hingga.
Bukti. Akibat 20.1.8: injeksi diri himpunan hingga selalu surjektif.
Teorema 20.3.3 (Karakterisasi lewat )
Untuk himpunan , pernyataan berikut setara:
(a) Dedekind-tak hingga;
(b) terdapat injeksi .
Bukti. (b)⇒(a). Misalkan injektif. Definisikan oleh
Definisi ini sah: bila , bilangan tunggal karena injektif.
injektif. Dua anggota dari dipetakan ke dan , yang berbeda bila . Dua anggota di luar dipetakan ke dirinya sendiri. Anggota dan anggota dipetakan ke dan , yang berbeda.
tidak surjektif. tidak berada dalam peta. Bila , maka tidak mungkin di luar , karena . Jadi dan , sehingga , mustahil di .
(a)⇒(b). Misalkan injektif dan . Teorema rekursi 7.4.1 memberi barisan dengan dan , yaitu .
Kita buktikan injektif. Andaikan tidak. Pilih, dengan urutan baik, terkecil sehingga ada dengan .
- Jika : , kontradiksi dengan pilihan .
- Jika : , dan injektivitas memberi dengan , bertentangan dengan minimalitas .
Kedua arah dibuktikan tanpa aksioma pilihan. Arah (a)⇒(b) memakai satu pilihan tunggal , yang sah karena , lalu rekursi yang ditentukan oleh .
Contoh 20.3.4 (Himpunan Dedekind-Tak Hingga)
(a) : injektif dan melewatkan . Atau , yang melewatkan bilangan ganjil.
(b) , , : masing-masing memuat , dan inklusi adalah injeksi (Teorema 20.3.3).
(c) : adalah injeksi . Setiap nilai di , dan memberi pecahan berbeda.
(d) Untuk , dan : injeksi .
Gambaran populer "Hotel Hilbert", yaitu hotel dengan kamar bernomor yang penuh tetapi masih dapat menerima tamu baru dengan memindahkan setiap tamu dari kamar ke kamar , adalah ilustrasi Contoh 20.3.4(a). Kamar menjadi kosong. Ini hanya ilustrasi; bukti formalnya adalah fungsi .
Subhimpunan Tak Hingga dari
Teorema 20.3.5
Setiap subhimpunan tak hingga adalah Dedekind-tak hingga. Lebih tepatnya, ada bijeksi naik tegas .
Bukti. Untuk setiap , himpunan tidak kosong. Kalau kosong, , yang hingga karena dalam bijeksi dengan lewat . Maka hingga menurut Teorema 20.1.7, kontradiksi. Juga .
Definisikan dengan rekursi (Teorema 7.4.1) dan urutan baik (Teorema 7.3.4): dan . Langkah rekursinya adalah fungsi tertentu , sehingga tidak ada pilihan sebarang.
- naik tegas, karena . Jadi injektif.
- surjektif. Andaikan tidak termasuk peta . Induksi memberi untuk semua , sehingga ada dengan ; misalnya . Ambil terkecil dengan . Bila , , mustahil karena . Bila , , karena dan . Maka dan , kontradiksi.
Bukti ini memakai urutan baik untuk memilih secara tertentu, yaitu anggota terkecil, sehingga tidak memerlukan aksioma pilihan. Hal yang sama berlaku untuk setiap himpunan yang mempunyai urutan baik yang diberikan.
Batas yang Tidak Dapat Dilewati Tanpa Pilihan
Untuk himpunan sebarang , implikasi "tak hingga ⇒ Dedekind-tak hingga" mengikuti dari aksioma pilihan terhitung. Secara intuitif, pilihan terhitung memungkinkan kita memilih , lalu , lalu , dan seterusnya, sehingga terbentuk injeksi . Langkah-langkah itu tidak ditentukan oleh rumus apa pun bila tidak mempunyai struktur yang dapat dipakai.
Fakta metamatematika berikut dicatat tanpa bukti, karena buktinya memerlukan teknik pembuatan model teori himpunan yang berada di luar buku ini. Dalam teori himpunan Zermelo–Fraenkel tanpa aksioma pilihan (ZF), implikasi itu tidak dapat dibuktikan: ada model ZF yang memuat himpunan tak hingga yang Dedekind-hingga (contoh klasiknya model pertama Cohen). Pernyataan "setiap himpunan tak hingga Dedekind-tak hingga" juga tegas lebih lemah daripada aksioma pilihan terhitung. Sumber ikhtisar: entri "Dedekind-infinite set", Wikipedia, diakses 2 Oktober 2026 (https://en.wikipedia.org/wiki/Dedekind-infinite_set), yang merujuk pada literatur standar teori himpunan. Klaim di paragraf ini dibatasi pada isi sumber tersebut.
Rencana penutupan: Bab 23.3 membahas aksioma pilihan dan Lemma Zorn. Di sana implikasi "tak hingga ⇒ Dedekind-tak hingga" dibuktikan dengan asumsi pilihan yang disebut eksplisit. Sampai saat itu, buku ini hanya memakai Teorema 20.3.2–20.3.5, yang semuanya dibuktikan tanpa pilihan. Untuk semua himpunan konkret di analisis (, , , , interval), sifat Dedekind ditunjukkan langsung dengan injeksi eksplisit, seperti pada Contoh 20.3.4.
Latihan
Latihan 20.3-1. Buktikan bahwa adalah bijeksi dari ke himpunan bilangan genap, dan simpulkan bahwa Dedekind-tak hingga.
Latihan 20.3-2. Buktikan Teorema 20.3.2 secara langsung untuk : tunjukkan bahwa setiap injeksi surjektif.
Latihan 20.3-3. Pada bukti Teorema 20.3.3 (b)⇒(a), periksa fungsi untuk dan . Tuliskan , , , dan tentukan anggota yang tidak berada dalam peta .
Latihan 20.3-4. Buktikan bahwa dan Dedekind-tak hingga dengan injeksi eksplisit dari .
Latihan 20.3-5. Untuk , tuliskan dari Teorema 20.3.5, lalu rumus umum beserta bukti.
Latihan 20.3-6. Buktikan bahwa jika Dedekind-tak hingga dan , maka Dedekind-tak hingga.
Latihan 20.3-7. Buktikan bahwa jika Dedekind-tak hingga, maka berbijeksi dengan untuk setiap .
Latihan 20.3-8. Jelaskan dengan kata-kata sendiri mengapa bukti Teorema 20.3.5 tidak memerlukan aksioma pilihan, sedangkan argumen "pilih , lalu , dan seterusnya" untuk himpunan tak hingga sebarang memerlukannya.
Solusi
Solusi 20.3-1. Injektif: memberi . Surjektif ke bilangan genap: setiap genap berbentuk . Fungsi , dipandang sebagai fungsi , injektif dan tidak memuat dalam petanya.
Solusi 20.3-2. Injeksi mempunyai tiga nilai berbeda di , sehingga petanya subhimpunan berkardinalitas . Teorema 20.1.7 memaksa peta itu sama dengan .
Solusi 20.3-3. . , karena . . . Anggota yang tidak berada dalam peta adalah . Jadi untuk dan untuk .
Solusi 20.3-4. : (Contoh 20.3.4(c)). : , injektif dengan nilai di . Lalu gunakan Teorema 20.3.3.
Solusi 20.3-5. , , ; umumnya . Bukti dengan induksi: . Bila , maka , karena . Minimumnya .
Solusi 20.3-6. Teorema 20.3.3: injeksi yang dikomposisikan dengan inklusi adalah injeksi .
Solusi 20.3-7. Ambil injeksi . Definisikan oleh , , dan untuk . Fungsi bijektif: anggota tercapai oleh (untuk ) dan oleh (untuk dengan ), anggota lainnya tercapai oleh dirinya sendiri, dan tidak ada dua anggota berbeda yang dipetakan ke nilai sama.
Solusi 20.3-8. Pada Teorema 20.3.5, setiap langkah memilih anggota terkecil suatu himpunan tak kosong di , yaitu fungsi tertentu yang disediakan oleh urutan baik. Seluruh barisan dibentuk oleh teorema rekursi dengan fungsi langkah tertentu. Untuk himpunan sebarang tanpa struktur, "pilih " bukan fungsi tertentu: ada banyak calon dan tidak ada aturan yang memilih salah satunya. Membuat tak hingga banyak pilihan sekaligus adalah isi aksioma pilihan (terhitung).
Ringkasan Unit 20.3 dan Penutup Bab 20
Himpunan Dedekind-tak hingga mempunyai injeksi diri yang tidak surjektif, atau setara, berbijeksi dengan bagian sejatinya. Setiap himpunan Dedekind-tak hingga tak hingga. Sifat Dedekind setara, tanpa aksioma pilihan, dengan memuat salinan injektif . Subhimpunan tak hingga dapat dicacah naik tanpa pilihan. Arah "tak hingga ⇒ Dedekind-tak hingga" untuk himpunan sebarang memerlukan suatu bentuk pilihan, dan dijadwalkan pada Bab 23.3.
Bab 20 secara keseluruhan:
- 20.1: definisi formal himpunan hingga, ketunggalan kardinalitas, dan penutupan pinjaman "berhingga" sejak Bab 11;
- 20.2: prinsip sarang merpati beserta aproksimasi Dirichlet dan model hashing;
- 20.3: ketakhinggaan Dedekind.
Bab 21 memulai pembandingan ukuran himpunan tak hingga dengan konsep himpunan terhitung.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 21.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 19.