Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 20Lanjut

    Himpunan Hingga dan Prinsip Sarang Merpati

    Bab 20 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    25 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 20 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 20: Himpunan Hingga dan Prinsip Sarang Merpati

    20.1 Definisi Formal Himpunan Hingga

    Sepanjang Bab 11–19, kata "berhingga" dipakai dalam arti kerja: anggota himpunan dapat didaftar habis a1,…,ana_1,\ldots,a_n. Pemakaian itu selalu diberi label pinjaman maju dengan rencana penutupan di Bab 20.1. Unit ini menunaikan janji itu. Kita mendefinisikan himpunan hingga melalui bijeksi dengan himpunan standar {1,…,n}\{1,\ldots,n\}, membuktikan bahwa bilangan nn itu tunggal, sehingga kardinalitas ∣A∣|A| terdefinisi, lalu membuktikan sifat-sifat dasar yang dipakai pada bab-bab sebelumnya. Hasil kuncinya adalah lemma bahwa injeksi dari {1,…,m}\{1,\ldots,m\} ke {1,…,n}\{1,\ldots,n\} memaksa m≤nm\leq n. Lemma itu sekaligus inti Prinsip Sarang Merpati (Unit 20.2).

    Prasyarat:

    • himpunan, separasi, operasi himpunan (Bab 3);
    • fungsi, injeksi, surjeksi, bijeksi, komposisi, invers, peta maju (Bab 5);
    • induksi dan urutan baik (Bab 7);
    • bilangan asli dengan N={0,1,2,…}\mathbb{N}=\{0,1,2,\ldots\} (Bab 8).

    Himpunan Standar dan Definisi

    Definisi 20.1.1 (Himpunan Standar)

    Untuk n∈Nn\in\mathbb{N}, tetapkan

    [n]={k∈N:1≤k≤n}.[n]=\{k\in\mathbb{N}:1\leq k\leq n\}.

    Jadi [0]=∅[0]=\emptyset, [1]={1}[1]=\{1\}, dan [n+1]=[n]∪{n+1}[n+1]=[n]\cup\{n+1\} dengan n+1∉[n]n+1\notin[n].

    Definisi 20.1.2 (Himpunan Hingga dan Tak Hingga)

    Himpunan AA disebut hingga (berhingga) jika terdapat n∈Nn\in\mathbb{N} dan bijeksi f:[n]→Af:[n]\to A. Himpunan yang tidak hingga disebut tak hingga.

    Untuk n=0n=0, satu-satunya fungsi [0]=∅→A[0]=\emptyset\to A adalah fungsi kosong. Fungsi kosong itu bijeksi tepat ketika A=∅A=\emptyset, karena surjektivitas mensyaratkan setiap anggota AA menjadi peta, dan tidak ada peta. Jadi ∅\emptyset hingga. Sebuah bijeksi f:[n]→Af:[n]\to A adalah cara formal menuliskan daftar ak=f(k)a_k=f(k) tanpa pengulangan (injektif) dan tanpa yang terlewat (surjektif).

    Lemma Inti

    Lemma 20.1.3 (Membuang Satu Titik)

    Misalkan m,n∈Nm,n\in\mathbb{N} dan f:[m+1]→[n+1]f:[m+1]\to[n+1] injektif. Maka terdapat injeksi g:[m]→[n]g:[m]\to[n].

    Bukti. Tulis j=f(m+1)∈[n+1]j=f(m+1)\in[n+1]. Definisikan gg pada [m][m] dengan

    g(k)={f(k),bila f(k)≠n+1,j,bila f(k)=n+1.g(k)=\begin{cases}f(k),&\text{bila }f(k)\ne n+1,\\j,&\text{bila }f(k)=n+1.\end{cases}

    Nilai gg berada di [n][n]. Pada kasus pertama, f(k)∈[n+1]∖{n+1}=[n]f(k)\in[n+1]\setminus\{n+1\}=[n]. Pada kasus kedua, f(k)=n+1f(k)=n+1 dengan k≠m+1k\ne m+1, sehingga injektivitas ff memberi j=f(m+1)≠f(k)=n+1j=f(m+1)\ne f(k)=n+1, dan j∈[n]j\in[n].

    gg injektif. Misalkan k≠k′k\ne k' di [m][m].

    • Jika keduanya kasus pertama, g(k)=f(k)≠f(k′)=g(k′)g(k)=f(k)\ne f(k')=g(k').
    • Keduanya tidak mungkin kasus kedua sekaligus, karena f(k)=f(k′)=n+1f(k)=f(k')=n+1 bertentangan dengan injektivitas.
    • Jika kk kasus pertama dan k′k' kasus kedua, maka g(k)=f(k)g(k)=f(k) dan g(k′)=j=f(m+1)g(k')=j=f(m+1). Karena k≠m+1k\ne m+1, injektivitas ff memberi f(k)≠f(m+1)f(k)\ne f(m+1).

    □\square

    Teorema 20.1.4 (Injeksi Antarhimpunan Standar)

    Misalkan m,n∈Nm,n\in\mathbb{N}. Jika terdapat injeksi [m]→[n][m]\to[n], maka m≤nm\leq n.

    Bukti. Induksi pada mm, untuk pernyataan "untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}, jika ada injeksi [m]→[n][m]\to[n], maka m≤nm\leq n".

    Basis m=0m=0: 0≤n0\leq n untuk setiap nn.

    Langkah: misalkan pernyataan benar untuk mm, dan f:[m+1]→[n]f:[m+1]\to[n] injektif. Karena m+1∈[m+1]m+1\in[m+1], f(m+1)∈[n]f(m+1)\in[n], sehingga [n]≠∅[n]\ne\emptyset dan n≥1n\geq1. Tulis n=n′+1n=n'+1. Lemma 20.1.3 memberi injeksi [m]→[n′][m]\to[n'], dan hipotesis induksi memberi m≤n′m\leq n'. Jadi m+1≤n′+1=nm+1\leq n'+1=n. □\square

    Akibat 20.1.5 (Ketunggalan Banyak Anggota)

    (a) Jika terdapat bijeksi [m]→[n][m]\to[n], maka m=nm=n.

    (b) Jika AA hingga dengan bijeksi f:[m]→Af:[m]\to A dan g:[n]→Ag:[n]\to A, maka m=nm=n.

    Bukti. (a) Bijeksi hh dan inversnya h−1h^{-1} (Bab 5) adalah injeksi, sehingga Teorema 20.1.4 memberi m≤nm\leq n dan n≤mn\leq m.

    (b) g−1∘f:[m]→[n]g^{-1}\circ f:[m]\to[n] adalah bijeksi, sebagai komposisi bijeksi; gunakan (a). □\square

    Definisi 20.1.6 (Kardinalitas Himpunan Hingga)

    Untuk himpunan hingga AA, bilangan tunggal nn pada Akibat 20.1.5(b) disebut kardinalitas AA, ditulis ∣A∣|A|. Jadi ∣[n]∣=n|[n]|=n dan ∣∅∣=0|\emptyset|=0.

    Notasi ∣A∣|A| untuk kardinalitas tidak boleh dikacaukan dengan nilai mutlak; argumennya berupa himpunan, bukan bilangan. Akibat 20.1.5 adalah teorema yang membuat definisi ini sah. Tanpa teorema itu, satu himpunan mungkin dapat didaftar dengan 33 unsur dan juga dengan 44 unsur, dan "banyak anggota" tidak bermakna.

    Sifat-Sifat Dasar

    Teorema 20.1.7 (Subhimpunan)

    Misalkan AA hingga dan B⊆AB\subseteq A. Maka BB hingga dan ∣B∣≤∣A∣|B|\leq|A|. Jika B≠AB\ne A, maka ∣B∣<∣A∣|B|<|A|.

    Bukti. Cukup membuktikan untuk A=[n]A=[n]. Untuk AA umum dengan bijeksi f:[n]→Af:[n]\to A, terapkan hasilnya pada f−1[B]⊆[n]f^{-1}[B]\subseteq[n]; pembatasan ff memberi bijeksi f−1[B]→Bf^{-1}[B]\to B.

    Induksi pada nn untuk "setiap B⊆[n]B\subseteq[n] hingga dengan ∣B∣≤n|B|\leq n". Basis n=0n=0: B=∅B=\emptyset. Langkah: misalkan B⊆[n+1]B\subseteq[n+1].

    • Jika n+1∉Bn+1\notin B, maka B⊆[n]B\subseteq[n], sehingga BB hingga dengan ∣B∣≤n<n+1|B|\leq n<n+1.
    • Jika n+1∈Bn+1\in B, maka B′=B∖{n+1}⊆[n]B'=B\setminus\{n+1\}\subseteq[n] hingga dengan bijeksi h:[k]→B′h:[k]\to B', k≤nk\leq n. Perluas hh menjadi h∗:[k+1]→Bh^*:[k+1]\to B dengan h∗(k+1)=n+1h^*(k+1)=n+1. Fungsi ini bijeksi karena n+1∉B′n+1\notin B'. Jadi ∣B∣=k+1≤n+1|B|=k+1\leq n+1.

    Untuk bagian tegas: jika B⊊[n]B\subsetneq[n], ada a∈[n]∖Ba\in[n]\setminus B. Pemetaan σ:[n]→[n]\sigma:[n]\to[n] yang menukar aa dan nn (dan tetap untuk lainnya) adalah bijeksi, dan σ[B]⊆[n]∖{n}=[n−1]\sigma[B]\subseteq[n]\setminus\{n\}=[n-1]. Jadi ∣B∣=∣σ[B]∣≤n−1<n|B|=|\sigma[B]|\leq n-1<n menurut bagian pertama. □\square

    Akibat 20.1.8 (Injeksi Diri Himpunan Hingga Surjektif)

    Jika AA hingga dan f:A→Af:A\to A injektif, maka ff surjektif.

    Bukti. ff adalah bijeksi A→f[A]A\to f[A], sehingga ∣f[A]∣=∣A∣|f[A]|=|A|. Bila f[A]⊊Af[A]\subsetneq A, Teorema 20.1.7 memberi ∣f[A]∣<∣A∣|f[A]|<|A|, kontradiksi. □\square

    Akibat ini yang membedakan himpunan hingga dari himpunan tak hingga pada Unit 20.3. Fungsi n↦n+1n\mapsto n+1 pada N\mathbb{N} injektif tetapi tidak surjektif.

    Teorema 20.1.9 (Gabungan)

    (a) Jika A,BA,B hingga dan saling lepas, maka A∪BA\cup B hingga dan ∣A∪B∣=∣A∣+∣B∣|A\cup B|=|A|+|B|.

    (b) Jika A,BA,B hingga, maka A∪BA\cup B hingga dan ∣A∪B∣=∣A∣+∣B∣−∣A∩B∣≤∣A∣+∣B∣|A\cup B|=|A|+|B|-|A\cap B|\leq|A|+|B|.

    Bukti. (a) Dengan bijeksi f:[m]→Af:[m]\to A dan g:[n]→Bg:[n]\to B, definisikan h:[m+n]→A∪Bh:[m+n]\to A\cup B oleh h(k)=f(k)h(k)=f(k) untuk k≤mk\leq m dan h(k)=g(k−m)h(k)=g(k-m) untuk m<k≤m+nm<k\leq m+n. Fungsi hh surjektif karena setiap anggota AA dan BB tercapai. hh injektif karena pada setiap bagian ff atau gg injektif, dan nilai dari dua bagian berbeda karena A∩B=∅A\cap B=\emptyset.

    (b) A∪B=A∪(B∖A)A\cup B=A\cup(B\setminus A) adalah gabungan saling lepas, dan B=(B∖A)∪(A∩B)B=(B\setminus A)\cup(A\cap B) juga saling lepas. Semua bagian hingga menurut Teorema 20.1.7. Terapkan (a) dua kali. □\square

    Teorema 20.1.10 (Daftar dengan Pengulangan)

    Jika f:[n]→Af:[n]\to A surjektif, maka AA hingga dan ∣A∣≤n|A|\leq n.

    Bukti. Induksi pada nn. Basis n=0n=0: surjeksi dari ∅\emptyset memaksa A=∅A=\emptyset. Langkah: A=f[[n]]∪{f(n+1)}A=f[[n]]\cup\{f(n+1)\}. Himpunan f[[n]]f[[n]] adalah peta surjektif dari [n][n], sehingga hingga dengan ∣f[[n]]∣≤n|f[[n]]|\leq n (hipotesis induksi). Singleton hingga dengan kardinalitas 11. Teorema 20.1.9(b) memberi ∣A∣≤n+1|A|\leq n+1. □\square

    Teorema ini adalah jembatan dari arti kerja ke arti formal: daftar a1,…,ana_1,\ldots,a_n yang boleh berulang menghasilkan himpunan hingga dengan paling banyak nn anggota. Penghapusan pengulangan, yang dipakai di Lemma 14.3.1 dan di bukti-bukti sebelumnya, kini dijamin oleh teorema ini.

    Teorema 20.1.11 (Himpunan Bilangan Asli Tak Hingga)

    N\mathbb{N} tak hingga.

    Bukti. Andaikan f:[n]→Nf:[n]\to\mathbb{N} bijeksi. Bila n=0n=0, N=∅\mathbb{N}=\emptyset, padahal 0∈N0\in\mathbb{N}. Bila n≥1n\geq1, himpunan f[[n]]=Nf[[n]]=\mathbb{N} hingga dan tak kosong, terurut total oleh ≤\leq, sehingga mempunyai maksimum MM (Teorema 11.1.14, yang kini sah secara formal; lihat bagian berikut). Tetapi M+1∈NM+1\in\mathbb{N} dan M+1>MM+1>M, kontradiksi. □\square

    Penutupan Pinjaman "Berhingga"

    Dengan Definisi 20.1.2 dan Teorema 20.1.4–20.1.10, pemakaian arti kerja sebelumnya kini mempunyai dasar formal.

    • Teorema 11.1.14 (maksimum dan minimum himpunan berhingga tak kosong terurut total): induksi atas ∣S∣|S| kini sah, karena ∣S∣|S| terdefinisi tunggal (Akibat 20.1.5). Langkah "hapus satu unsur" memberi ∣S∖{a}∣=∣S∣−1|S\setminus\{a\}|=|S|-1 menurut Teorema 20.1.9(a) dengan S=(S∖{a})∪{a}S=(S\setminus\{a\})\cup\{a\}.
    • Proposisi 13.2.11(b) dan Teorema 13.4.5: minimum daftar berhingga radius memakai Teorema 11.1.14 pada himpunan nilai daftar, yang hingga menurut Teorema 20.1.10.
    • Contoh 14.1.6(d): himpunan berhingga sebagai gabungan berhingga singleton; induksi atas ∣E∣|E|.
    • Lemma 14.2.6, Akibat 14.2.7, dan Contoh 14.2.8: "berhingga", "tak hingga", dan penghapusan berhingga kini mengikuti Definisi 20.1.2 dan Teorema 20.1.7, 20.1.9, 20.1.10.
    • Lemma 14.3.1: Teorema 20.1.9(b).
    • Teorema 12.4.12 (lemma pigeonhole di dalam buktinya): kasus khusus Teorema 20.1.4 (lihat Unit 20.2).
    • Definisi 4.4.16 (poset berhingga untuk diagram Hasse): kini bermakna formal.

    Status: penutupan ini bergantung pada Bab 3, 5, 7, dan 8 yang telah ditelaah, dan pada unit ini, yang ditulis dan diswa-telaah Claude dan masih menunggu persetujuan penulis.

    Latihan

    Latihan 20.1-1. Tuliskan bijeksi eksplisit [3]→{a,b,c}[3]\to\{a,b,c\} untuk tiga unsur berbeda, dan tentukan banyaknya bijeksi semacam itu.

    Latihan 20.1-2. Buktikan bahwa ∅\emptyset hingga dengan ∣∅∣=0|\emptyset|=0, dan bahwa setiap singleton hingga dengan kardinalitas 11.

    Latihan 20.1-3. Buktikan langsung, tanpa Teorema 20.1.4, bahwa tidak ada injeksi [3]→[2][3]\to[2].

    Latihan 20.1-4. Buktikan ∣A∪B∣=∣A∣+∣B∣−∣A∩B∣|A\cup B|=|A|+|B|-|A\cap B| untuk himpunan hingga, lalu turunkan rumus untuk tiga himpunan.

    Latihan 20.1-5. Buktikan bahwa jika AA hingga dan f:A→Bf:A\to B fungsi, maka f[A]f[A] hingga dengan ∣f[A]∣≤∣A∣|f[A]|\leq|A|. Kapan kesamaan berlaku?

    Latihan 20.1-6. Buktikan bahwa A×BA\times B hingga dengan ∣A×B∣=∣A∣ ∣B∣|A\times B|=|A|\,|B| untuk himpunan hingga A,BA,B.

    Latihan 20.1-7. Buktikan bahwa Z\mathbb{Z} dan setiap himpunan yang memuat N\mathbb{N} tak hingga.

    Latihan 20.1-8. Buktikan bahwa setiap himpunan hingga tak kosong S⊆RS\subseteq\mathbb{R} mempunyai maksimum, dengan induksi atas ∣S∣|S| yang memakai teorema-teorema unit ini secara eksplisit.

    Solusi

    Solusi 20.1-1. f(1)=af(1)=a, f(2)=bf(2)=b, f(3)=cf(3)=c. Banyaknya bijeksi 3⋅2⋅1=63\cdot2\cdot1=6: pilih peta 11 dari tiga unsur, peta 22 dari dua sisa, dan peta 33 yang tersisa. Hitungan ini memakai Latihan 20.1-6 secara berulang, atau induksi pada banyak unsur. □\square

    Solusi 20.1-2. Fungsi kosong [0]→∅[0]\to\emptyset adalah bijeksi (Definisi 20.1.2), sehingga ∣∅∣=0|\emptyset|=0. Untuk {x}\{x\}, fungsi 1↦x1\mapsto x adalah bijeksi [1]→{x}[1]\to\{x\}. □\square

    Solusi 20.1-3. Misalkan f:[3]→[2]f:[3]\to[2]. Ketiga nilai f(1),f(2),f(3)f(1),f(2),f(3) masing-masing 11 atau 22. Bila f(1)≠f(2)f(1)\ne f(2), maka {f(1),f(2)}={1,2}\{f(1),f(2)\}=\{1,2\}, dan f(3)f(3) sama dengan salah satunya. Jadi dua dari tiga nilai sama, dan ff tidak injektif. □\square

    Solusi 20.1-4. Teorema 20.1.9(b). Untuk tiga himpunan, terapkan dua kali:

    ∣A∪B∪C∣=∣A∪B∣+∣C∣−∣(A∪B)∩C∣.|A\cup B\cup C|=|A\cup B|+|C|-|(A\cup B)\cap C|.

    Distributivitas memberi (A∪B)∩C=(A∩C)∪(B∩C)(A\cup B)\cap C=(A\cap C)\cup(B\cap C), dengan kardinalitas ∣A∩C∣+∣B∩C∣−∣A∩B∩C∣|A\cap C|+|B\cap C|-|A\cap B\cap C|. Hasilnya ∣A∣+∣B∣+∣C∣−∣A∩B∣−∣A∩C∣−∣B∩C∣+∣A∩B∩C∣|A|+|B|+|C|-|A\cap B|-|A\cap C|-|B\cap C|+|A\cap B\cap C|. □\square

    Solusi 20.1-5. Dengan bijeksi g:[n]→Ag:[n]\to A, fungsi f∘g:[n]→f[A]f\circ g:[n]\to f[A] surjektif, sehingga Teorema 20.1.10 memberi ∣f[A]∣≤n|f[A]|\leq n. Kesamaan berlaku jika dan hanya jika ff injektif pada AA.

    • Jika injektif, f:A→f[A]f:A\to f[A] bijeksi.
    • Jika f(x)=f(y)f(x)=f(y) dengan x≠yx\ne y, maka f[A]=f[A∖{y}]f[A]=f[A\setminus\{y\}], sehingga ∣f[A]∣≤∣A∣−1|f[A]|\leq|A|-1.

    □\square

    Solusi 20.1-6. Induksi pada ∣B∣|B|. ∣A×∅∣=0|A\times\emptyset|=0. Untuk B=B′∪{b}B=B'\cup\{b\} dengan b∉B′b\notin B': A×B=(A×B′)∪(A×{b})A\times B=(A\times B')\cup(A\times\{b\}), saling lepas. ∣A×{b}∣=∣A∣|A\times\{b\}|=|A|, lewat bijeksi a↦(a,b)a\mapsto(a,b). Teorema 20.1.9(a) memberi ∣A∣∣B′∣+∣A∣=∣A∣(∣B′∣+1)|A||B'|+|A|=|A|(|B'|+1). □\square

    Solusi 20.1-7. Bila X⊇NX\supseteq\mathbb{N} hingga, Teorema 20.1.7 membuat N\mathbb{N} hingga, bertentangan dengan Teorema 20.1.11. Z⊇N\mathbb{Z}\supseteq\mathbb{N}. □\square

    Solusi 20.1-8. Induksi pada n=∣S∣≥1n=|S|\geq1.

    • n=1n=1: S={s}S=\{s\}, maksimumnya ss.
    • Langkah: ∣S∣=n+1|S|=n+1, ambil a∈Sa\in S. Teorema 20.1.9(a) pada S=(S∖{a})∪{a}S=(S\setminus\{a\})\cup\{a\} memberi ∣S∖{a}∣=n≥1|S\setminus\{a\}|=n\geq1. Hipotesis induksi memberi M′=max⁡(S∖{a})M'=\max(S\setminus\{a\}). Maka max⁡S=max⁡(M′,a)\max S=\max(M',a) menurut trikotomi, seperti pada bukti Teorema 11.1.14.

    □\square

    Ringkasan

    Himpunan hingga didefinisikan sebagai himpunan yang dalam bijeksi dengan suatu [n][n]. Lemma membuang satu titik memberi teorema inti: injeksi [m]→[n][m]\to[n] memaksa m≤nm\leq n. Akibatnya, kardinalitas himpunan hingga tunggal. Subhimpunan himpunan hingga hingga, dan subhimpunan sejati lebih kecil. Injeksi diri himpunan hingga surjektif. Gabungan, peta, dan hasil kali himpunan hingga hingga, dengan rumus kardinalitasnya. N\mathbb{N} tak hingga. Pinjaman arti kerja "berhingga" sejak Bab 11 ditutup. Unit 20.2 merumuskan Prinsip Sarang Merpati dan penerapannya.

    20.2 Prinsip Sarang Merpati (Pigeonhole Principle)

    Penjelasan master: jika n+1n+1 objek dimasukkan ke dalam nn kotak, maka setidaknya ada satu kotak yang memuat lebih dari satu objek. Pernyataan yang tampak remeh ini adalah alat pembuktian keberadaan yang sangat kuat. Ia menjamin bahwa sesuatu ada (dua objek sekotak) tanpa menunjukkan yang mana. Dalam bahasa Unit 20.1, prinsip ini tidak lain adalah Teorema 20.1.4: tidak ada injeksi dari himpunan yang lebih besar ke himpunan yang lebih kecil. Unit ini merumuskan versi dasar dan versi umumnya, lalu menerapkannya pada beberapa soal, termasuk teorema aproksimasi Dirichlet dalam analisis dan model tabrakan pada hashing sesuai implementasi master.

    Prasyarat: Unit 20.1; Lema 8.3.3 (pembulatan, dengan Archimedes dari Teorema 11.3.9); jarak bidang (Unit 18.2); pembagian Euclid (Teorema 7.3.8).

    Pernyataan

    Teorema 20.2.1 (Prinsip Sarang Merpati)

    Misalkan AA dan BB hingga dengan ∣A∣>∣B∣|A|>|B|, dan f:A→Bf:A\to B fungsi. Maka ff tidak injektif: terdapat a≠a′a\ne a' di AA dengan f(a)=f(a′)f(a)=f(a').

    Bukti. Misalkan ∣A∣=m|A|=m dan ∣B∣=n|B|=n, dengan bijeksi α:[m]→A\alpha:[m]\to A dan β:[n]→B\beta:[n]\to B. Jika ff injektif, maka β−1∘f∘α:[m]→[n]\beta^{-1}\circ f\circ\alpha:[m]\to[n] injektif sebagai komposisi injeksi, dan Teorema 20.1.4 memberi m≤nm\leq n. Ini bertentangan dengan m>nm>n. □\square

    Bentuk master adalah kasus ∣A∣=n+1|A|=n+1 dan ∣B∣=n|B|=n: objek-objek adalah AA, kotak-kotak adalah BB, dan ff memasukkan setiap objek ke kotaknya.

    Teorema 20.2.2 (Sarang Merpati Umum)

    Misalkan A,BA,B hingga dengan B≠∅B\ne\emptyset, f:A→Bf:A\to B, dan k∈Nk\in\mathbb{N}. Jika ∣A∣>k∣B∣|A|>k|B|, maka terdapat b∈Bb\in B dengan ∣f−1[{b}]∣≥k+1|f^{-1}[\{b\}]|\geq k+1.

    Bukti. Himpunan-himpunan f−1[{b}]f^{-1}[\{b\}] untuk b∈Bb\in B saling lepas dan gabungannya AA. Kita tunjukkan dengan induksi pada ∣B∣|B| bahwa ∣A∣=∑b∈B∣f−1[{b}]∣|A|=\sum_{b\in B}|f^{-1}[\{b\}]|. Untuk B={b}B=\{b\}, f−1[{b}]=Af^{-1}[\{b\}]=A. Untuk B=B′∪{b0}B=B'\cup\{b_0\} dengan b0∉B′b_0\notin B', AA adalah gabungan saling lepas dari f−1[B′]f^{-1}[B'] dan f−1[{b0}]f^{-1}[\{b_0\}], lalu gunakan Teorema 20.1.9(a) dan hipotesis induksi pada ff yang dibatasi ke f−1[B′]f^{-1}[B']. (Bila f−1[B′]f^{-1}[B'] kosong, jumlahnya nol dan klaimnya tetap berlaku.)

    Andaikan setiap ∣f−1[{b}]∣≤k|f^{-1}[\{b\}]|\leq k. Maka ∣A∣≤k∣B∣|A|\leq k|B|, kontradiksi. □\square

    Akibatnya, bila ∣A∣=q∣B∣+r|A|=q|B|+r dengan 1≤r≤∣B∣1\leq r\leq|B|, ada kotak yang memuat paling sedikit q+1q+1 objek. Dengan pembulatan ke atas, paling sedikit ⌈∣A∣∣B∣⌉\bigl\lceil\tfrac{|A|}{|B|}\bigr\rceil objek.

    Teorema 20.2.1 adalah kasus k=1k=1.

    Penerapan Elementer

    Contoh 20.2.3 (Sisa Pembagian)

    Di antara n+1n+1 bilangan bulat a0,…,ana_0,\ldots,a_n, dengan n≥1n\geq1, ada dua yang selisihnya habis dibagi nn.

    Bukti. Pembagian Euclid (Teorema 7.3.8) memberi sisa ri∈{0,…,n−1}r_i\in\{0,\ldots,n-1\} dengan ai=qin+ria_i=q_in+r_i. Fungsi i↦rii\mapsto r_i memetakan n+1n+1 indeks ke nn nilai. Teorema 20.2.1 memberi i≠ji\ne j dengan ri=rjr_i=r_j, sehingga ai−aj=(qi−qj)na_i-a_j=(q_i-q_j)n. □\square

    Hal yang sama dipakai pada bukti Teorema 12.4.12 (periodisitas desimal rasional): q+1q+1 sisa dari {0,…,q−1}\{0,\ldots,q-1\} memuat pengulangan.

    Contoh 20.2.4 (Titik di Persegi)

    Di antara lima titik di persegi [0,1]2[0,1]^2, ada dua yang jaraknya paling banyak 22\tfrac{\sqrt2}2.

    Bukti. Bagi persegi menjadi empat subpersegi [0,12]2[0,\tfrac12]^2, [12,1]×[0,12][\tfrac12,1]\times[0,\tfrac12], [0,12]×[12,1][0,\tfrac12]\times[\tfrac12,1], dan [12,1]2[\tfrac12,1]^2. Untuk menjadikan pembagian ini fungsi, tetapkan setiap titik ke subpersegi pertama, dalam urutan di atas, yang memuatnya. Lima titik dan empat subpersegi: dua titik berada di subpersegi yang sama, misalnya [a,a+12]×[b,b+12][a,a+\tfrac12]\times[b,b+\tfrac12]. Selisih koordinatnya masing-masing paling banyak 12\tfrac12 (Lemma 13.1.2), sehingga jaraknya Δ12+Δ22≤14+14=22\sqrt{\Delta_1^2+\Delta_2^2}\leq\sqrt{\tfrac14+\tfrac14}=\tfrac{\sqrt2}2. Ketaksamaan terakhir memakai monotonisitas akar (Contoh 15.3.5(e)). □\square

    Aproksimasi Dirichlet

    Untuk x∈Rx\in\mathbb{R}, tulis ⌊x⌋\lfloor x\rfloor untuk bilangan bulat m−1m-1 dari Lema 8.3.3 (m−1≤x<mm-1\leq x<m), dan {x}=x−⌊x⌋∈[0,1)\{x\}=x-\lfloor x\rfloor\in[0,1) untuk bagian pecahannya.

    Teorema 20.2.5 (Dirichlet)

    Untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R} dan N∈N+N\in\mathbb{N}_{+}, terdapat bilangan bulat pp dan qq dengan 1≤q≤N1\leq q\leq N dan

    ∣qx−p∣<1N.|qx-p|<\frac1N.

    Bukti. Tinjau N+1N+1 bilangan {kx}\{kx\} untuk k=0,1,…,Nk=0,1,\ldots,N, semuanya di [0,1)[0,1). Bagi [0,1)[0,1) menjadi NN kotak Ij=[jN,j+1N)I_j=[\tfrac jN,\tfrac{j+1}N), untuk j=0,…,N−1j=0,\ldots,N-1. Setiap t∈[0,1)t\in[0,1) termasuk tepat satu kotak, yaitu j=⌊Nt⌋j=\lfloor Nt\rfloor, karena 0≤Nt<N0\leq Nt<N. Jadi pemasukan ke kotak adalah fungsi dari N+1N+1 indeks ke NN kotak. Teorema 20.2.1 memberi k1<k2k_1<k_2 di {0,…,N}\{0,\ldots,N\} dengan {k1x}\{k_1x\} dan {k2x}\{k_2x\} dalam kotak yang sama, sehingga ∣{k2x}−{k1x}∣<1N\bigl|\{k_2x\}-\{k_1x\}\bigr|<\tfrac1N, karena keduanya di selang setengah buka berpanjang 1N\tfrac1N. Tetapkan q=k2−k1∈[1,N]q=k_2-k_1\in[1,N] dan p=⌊k2x⌋−⌊k1x⌋∈Zp=\lfloor k_2x\rfloor-\lfloor k_1x\rfloor\in\mathbb{Z}. Maka qx−p={k2x}−{k1x}qx-p=\{k_2x\}-\{k_1x\}, dan kesimpulannya terbukti. □\square

    Akibat 20.2.6

    Untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R} dan N∈N+N\in\mathbb{N}_{+} ada pecahan pq\tfrac pq dengan 1≤q≤N1\leq q\leq N dan ∣x−pq∣<1qN≤1q2\bigl|x-\tfrac pq\bigr|<\tfrac1{qN}\leq\tfrac1{q^2}.

    Bukti. Bagi ketaksamaan Teorema 20.2.5 dengan q>0q>0, lalu gunakan q≤Nq\leq N. □\square

    Dirichlet dari benturan bagian pecahanUntuk: Bab 20, Aproksimasi Dirichlet (Teorema 20.2.5, Akibat 20.2.6; M20-02)

    Ini mempertajam kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.11). Setiap bilangan real dapat dihampiri oleh pecahan dengan galat yang kecil relatif terhadap penyebutnya, dan keberadaan pecahan itu dijamin oleh sarang merpati.

    Model Hipotetis: Tabrakan pada Hashing

    Sebuah fungsi hash dimodelkan sebagai fungsi h:K→[m]h:K\to[m] dari himpunan kunci KK ke mm ember (bucket). Tabrakan adalah dua kunci berbeda k≠k′k\ne k' dengan h(k)=h(k′)h(k)=h(k').

    Proposisi 20.2.7

    (a) Jika ∣K∣>m|K|>m, setiap fungsi h:K→[m]h:K\to[m] mengalami tabrakan.

    (b) Jika ∣K∣>cm|K|>cm untuk c∈Nc\in\mathbb{N}, ada ember yang menampung paling sedikit c+1c+1 kunci.

    Bukti. (a) Teorema 20.2.1. (b) Teorema 20.2.2. □\square

    Sarang merpati dengan sertifikat kapasitasUntuk: Bab 20, Unit 20.2 (Teorema 20.2.1–20.2.2, Contoh 20.2.3; M20-01)

    Proposisi ini adalah pernyataan keberadaan tentang setiap fungsi, termasuk fungsi yang dirancang sebaik mungkin. Tabrakan tak terhindarkan begitu kunci lebih banyak daripada ember, sehingga struktur data harus mempunyai cara menangani tabrakan. Proposisi ini tidak mengatakan apa pun tentang seberapa sering tabrakan terjadi pada masukan tertentu, atau tentang kinerja fungsi hash tertentu. Pertanyaan-pertanyaan itu memerlukan analisis lain dan data dari sistem yang dipakai.

    Latihan

    Latihan 20.2-1. Turunkan Teorema 20.2.1 dari Teorema 20.1.4, dengan menjelaskan peran bijeksi α\alpha dan β\beta.

    Latihan 20.2-2. (Model hipotetis.) Dalam sebuah kelompok berisi 1313 orang, tunjukkan bahwa paling sedikit dua orang lahir pada bulan yang sama. Berapa banyak orang yang diperlukan untuk menjamin bahwa paling sedikit tiga orang lahir pada bulan yang sama?

    Latihan 20.2-3. Buktikan Teorema 20.2.2, termasuk rumus ∣A∣=∑b∣f−1[{b}]∣|A|=\sum_b|f^{-1}[\{b\}]|.

    Latihan 20.2-4. Buktikan bahwa di antara tujuh bilangan bulat ada dua yang selisihnya habis dibagi 66. Tunjukkan bahwa enam bilangan bulat tidak cukup.

    Latihan 20.2-5. Buktikan bahwa di antara n+1n+1 bilangan dari {1,2,…,2n}\{1,2,\ldots,2n\} ada dua yang berturutan.

    Latihan 20.2-6. Terapkan Teorema 20.2.5 pada x=2x=\sqrt2 dan N=5N=5. Temukan p,qp,q dengan 1≤q≤51\leq q\leq5 dan ∣q2−p∣<15|q\sqrt2-p|<\tfrac15, dengan perhitungan eksak.

    Latihan 20.2-7. Tunjukkan bahwa batas 22\tfrac{\sqrt2}2 pada Contoh 20.2.4 tidak dapat diperbaiki dengan empat titik: berikan empat titik di [0,1]2[0,1]^2 yang jarak berpasangannya semuanya paling sedikit 11.

    Latihan 20.2-8. Dalam model hashing dengan m=100m=100 ember dan ∣K∣=1001|K|=1001 kunci, buktikan bahwa ada ember dengan paling sedikit 1111 kunci. Berikan fungsi hh yang menunjukkan bahwa 1212 tidak dijamin.

    Solusi

    Solusi 20.2-1. α\alpha dan β\beta memindahkan masalah ke himpunan standar. Injektivitas ff akan memberi injeksi [m]→[n][m]\to[n] lewat β−1∘f∘α\beta^{-1}\circ f\circ\alpha, yang dilarang oleh Teorema 20.1.4 karena m>nm>n. □\square

    Solusi 20.2-2. Pemetaan orang ke bulan memetakan 1313 ke 1212, sehingga ada tabrakan (Teorema 20.2.1). Untuk tiga orang sebulan: Teorema 20.2.2 dengan k=2k=2 memerlukan ∣A∣>24|A|>24, yaitu 2525 orang. Dua puluh empat orang tidak cukup, misalnya tepat dua orang per bulan. □\square

    Solusi 20.2-3. Lihat bukti Teorema 20.2.2. □\square

    Solusi 20.2-4. Contoh 20.2.3 dengan n=6n=6. Enam bilangan 0,1,2,3,4,50,1,2,3,4,5 mempunyai sisa berbeda, sehingga tidak ada dua yang selisihnya kelipatan 66. Selisihnya di antara 11 dan 55, bukan nol. □\square

    Solusi 20.2-5. Kotak {1,2},{3,4},…,{2n−1,2n}\{1,2\},\{3,4\},\ldots,\{2n-1,2n\} berjumlah nn. Ada n+1n+1 bilangan, sehingga dua bilangan masuk kotak yang sama, dan keduanya berturutan. □\square

    Solusi 20.2-6. Coba q=5q=5: 52=505\sqrt2=\sqrt{50}, dan 72=49<50<2254=7,527^2=49<50<\tfrac{225}4=7{,}5^2, sehingga 7<52<7,57<5\sqrt2<7{,}5. Lebih tajam: 7,12=50,41>507{,}1^2=50{,}41>50, sehingga 7<52<7,17<5\sqrt2<7{,}1. Jadi ∣52−7∣<0,1<15|5\sqrt2-7|<0{,}1<\tfrac15, dengan p=7p=7 dan q=5q=5. Teorema menjamin keberadaannya, dan perhitungan memberi saksinya. □\square

    Solusi 20.2-7. Empat titik sudut (0,0)(0,0), (1,0)(1,0), (0,1)(0,1), (1,1)(1,1) mempunyai jarak berpasangan 11 atau 2\sqrt2, semuanya ≥1>22\geq1>\tfrac{\sqrt2}2. Jadi lima titik memang diperlukan. □\square

    Solusi 20.2-8. 1001>10⋅1001001>10\cdot100, sehingga Teorema 20.2.2 dengan k=10k=10 memberi ember dengan ≥11\geq11 kunci. Fungsi yang menempatkan 1111 kunci di satu ember dan 1010 kunci di setiap ember lain memakai 11+99⋅10=100111+99\cdot10=1001 kunci, tanpa ember berisi 1212. □\square

    Ringkasan

    Prinsip Sarang Merpati, yaitu tidak ada injeksi dari himpunan hingga yang lebih besar ke yang lebih kecil, adalah Teorema 20.1.4 dalam bahasa objek dan kotak. Versi umumnya menjamin kotak berisi paling sedikit k+1k+1 objek bila objek lebih dari kk kali banyak kotak. Penerapannya meliputi sisa pembagian, titik di persegi, teorema aproksimasi Dirichlet (penajaman kerapatan Q\mathbb{Q}), dan model tabrakan hashing, yang tak terhindarkan tetapi tidak diklaim seberapa sering terjadi. Unit 20.3 membahas karakterisasi ketakhinggaan menurut Dedekind.

    20.3 Himpunan Tak Hingga oleh Dedekind

    Definisi 20.1.2 menyatakan bahwa suatu himpunan tak hingga bila tidak dapat dipasangkan dengan {1,…,n}\{1,\ldots,n\} untuk nn mana pun. Definisi ini negatif: ia berkata apa yang tidak ada. Richard Dedekind (1888) mengusulkan definisi positif yang menangkap gejala paling mencolok dari ketakhinggaan: himpunan tak hingga dapat dipasangkan satu-satu dengan sebagian dirinya sendiri. Contohnya, N\mathbb{N} dipasangkan dengan bilangan genap lewat n↦2nn\mapsto2n, padahal bilangan genap hanya sebagian dari N\mathbb{N}.

    Unit ini membuktikan bahwa setiap himpunan Dedekind-tak hingga memang tak hingga, dan bahwa sifat Dedekind setara dengan memuat salinan N\mathbb{N}. Unit ini juga menjelaskan batas yang tepat: arah sebaliknya, "setiap himpunan tak hingga Dedekind-tak hingga", tidak dapat dibuktikan tanpa suatu bentuk aksioma pilihan. Fakta metamatematika itu dicatat dengan sumbernya, dan pembahasan aksioma pilihan dijadwalkan pada Bab 23.3.

    Prasyarat: Unit 20.1 (khususnya Akibat 20.1.8 dan Teorema 20.1.11); fungsi dan injeksi (Bab 5); rekursi (Teorema 7.4.1) dan urutan baik (Teorema 7.3.4).

    Definisi dan Kesetaraan

    Definisi 20.3.1 (Dedekind-Tak Hingga)

    Himpunan AA disebut Dedekind-tak hingga jika terdapat fungsi f:A→Af:A\to A yang injektif tetapi tidak surjektif. Himpunan yang tidak demikian disebut Dedekind-hingga.

    Setara: AA Dedekind-tak hingga jika dan hanya jika ada bijeksi antara AA dan suatu subhimpunan sejati B⊊AB\subsetneq A. Bila ff seperti pada definisi, B=f[A]B=f[A] sejati dan f:A→Bf:A\to B bijeksi. Sebaliknya, bijeksi A→B⊊AA\to B\subsetneq A, dipandang sebagai fungsi ke AA, injektif dan tidak surjektif.

    Teorema 20.3.2 (Dedekind-Tak Hingga Mengakibatkan Tak Hingga)

    Setiap himpunan Dedekind-tak hingga adalah tak hingga. Ekuivalennya, setiap himpunan hingga adalah Dedekind-hingga.

    Bukti. Akibat 20.1.8: injeksi diri himpunan hingga selalu surjektif. □\square

    Teorema 20.3.3 (Karakterisasi lewat N\mathbb{N})

    Untuk himpunan AA, pernyataan berikut setara:

    (a) AA Dedekind-tak hingga;

    (b) terdapat injeksi g:N→Ag:\mathbb{N}\to A.

    Bukti. (b)⇒(a). Misalkan g:N→Ag:\mathbb{N}\to A injektif. Definisikan f:A→Af:A\to A oleh

    f(a)={g(n+1),bila a=g(n) untuk suatu n∈N,a,bila a∉g[N].f(a)=\begin{cases}g(n+1),&\text{bila }a=g(n)\text{ untuk suatu }n\in\mathbb{N},\\a,&\text{bila }a\notin g[\mathbb{N}].\end{cases}

    Definisi ini sah: bila a=g(n)a=g(n), bilangan nn tunggal karena gg injektif.

    ff injektif. Dua anggota dari g[N]g[\mathbb{N}] dipetakan ke g(n+1)g(n+1) dan g(n′+1)g(n'+1), yang berbeda bila n≠n′n\ne n'. Dua anggota di luar g[N]g[\mathbb{N}] dipetakan ke dirinya sendiri. Anggota a=g(n)a=g(n) dan anggota b∉g[N]b\notin g[\mathbb{N}] dipetakan ke g(n+1)∈g[N]g(n+1)\in g[\mathbb{N}] dan b∉g[N]b\notin g[\mathbb{N}], yang berbeda.

    ff tidak surjektif. g(0)g(0) tidak berada dalam peta. Bila f(a)=g(0)f(a)=g(0), maka aa tidak mungkin di luar g[N]g[\mathbb{N}], karena f(a)=a∉g[N]f(a)=a\notin g[\mathbb{N}]. Jadi a=g(n)a=g(n) dan g(n+1)=g(0)g(n+1)=g(0), sehingga n+1=0n+1=0, mustahil di N\mathbb{N}.

    (a)⇒(b). Misalkan f:A→Af:A\to A injektif dan a0∈A∖f[A]a_0\in A\setminus f[A]. Teorema rekursi 7.4.1 memberi barisan g:N→Ag:\mathbb{N}\to A dengan g(0)=a0g(0)=a_0 dan g(n+1)=f(g(n))g(n+1)=f(g(n)), yaitu g(n)=fn(a0)g(n)=f^n(a_0).

    Kita buktikan gg injektif. Andaikan tidak. Pilih, dengan urutan baik, mm terkecil sehingga ada k>mk>m dengan g(m)=g(k)g(m)=g(k).

    • Jika m=0m=0: a0=g(k)=f(g(k−1))∈f[A]a_0=g(k)=f(g(k-1))\in f[A], kontradiksi dengan pilihan a0a_0.
    • Jika m≥1m\geq1: f(g(m−1))=g(m)=g(k)=f(g(k−1))f(g(m-1))=g(m)=g(k)=f(g(k-1)), dan injektivitas ff memberi g(m−1)=g(k−1)g(m-1)=g(k-1) dengan k−1>m−1k-1>m-1, bertentangan dengan minimalitas mm.

    □\square

    Kedua arah dibuktikan tanpa aksioma pilihan. Arah (a)⇒(b) memakai satu pilihan tunggal a0a_0, yang sah karena A∖f[A]≠∅A\setminus f[A]\ne\emptyset, lalu rekursi yang ditentukan oleh ff.

    Contoh 20.3.4 (Himpunan Dedekind-Tak Hingga)

    (a) N\mathbb{N}: n↦n+1n\mapsto n+1 injektif dan melewatkan 00. Atau n↦2nn\mapsto2n, yang melewatkan bilangan ganjil.

    (b) Z\mathbb{Z}, Q\mathbb{Q}, R\mathbb{R}: masing-masing memuat N\mathbb{N}, dan inklusi adalah injeksi N→A\mathbb{N}\to A (Teorema 20.3.3).

    (c) (0,1)(0,1): n↦1n+2n\mapsto\tfrac1{n+2} adalah injeksi N→(0,1)\mathbb{N}\to(0,1). Setiap nilai di (0,12](0,\tfrac12], dan n≠n′n\ne n' memberi pecahan berbeda.

    (d) Untuk a<ba<b, (a,b)(a,b) dan [a,b][a,b]: injeksi n↦a+b−an+2n\mapsto a+\tfrac{b-a}{n+2}.

    Gambaran populer "Hotel Hilbert", yaitu hotel dengan kamar bernomor 0,1,2,…0,1,2,\ldots yang penuh tetapi masih dapat menerima tamu baru dengan memindahkan setiap tamu dari kamar nn ke kamar n+1n+1, adalah ilustrasi Contoh 20.3.4(a). Kamar 00 menjadi kosong. Ini hanya ilustrasi; bukti formalnya adalah fungsi n↦n+1n\mapsto n+1.

    Subhimpunan Tak Hingga dari N\mathbb{N}

    Teorema 20.3.5

    Setiap subhimpunan tak hingga S⊆NS\subseteq\mathbb{N} adalah Dedekind-tak hingga. Lebih tepatnya, ada bijeksi naik tegas e:N→Se:\mathbb{N}\to S.

    Bukti. Untuk setiap t∈Nt\in\mathbb{N}, himpunan S>t={s∈S:s>t}S_{>t}=\{s\in S:s>t\} tidak kosong. Kalau kosong, S⊆{0,1,…,t}S\subseteq\{0,1,\ldots,t\}, yang hingga karena dalam bijeksi dengan [t+1][t+1] lewat k↦k−1k\mapsto k-1. Maka SS hingga menurut Teorema 20.1.7, kontradiksi. Juga S≠∅S\ne\emptyset.

    Definisikan dengan rekursi (Teorema 7.4.1) dan urutan baik (Teorema 7.3.4): e(0)=min⁡Se(0)=\min S dan e(n+1)=min⁡S>e(n)e(n+1)=\min S_{>e(n)}. Langkah rekursinya adalah fungsi tertentu t↦min⁡S>tt\mapsto\min S_{>t}, sehingga tidak ada pilihan sebarang.

    • ee naik tegas, karena e(n+1)>e(n)e(n+1)>e(n). Jadi ee injektif.
    • ee surjektif. Andaikan s∈Ss\in S tidak termasuk peta ee. Induksi memberi e(n)≥ne(n)\geq n untuk semua nn, sehingga ada nn dengan e(n)>se(n)>s; misalnya e(s+1)≥s+1>se(s+1)\geq s+1>s. Ambil nn terkecil dengan e(n)>se(n)>s. Bila n=0n=0, min⁡S>s\min S>s, mustahil karena s∈Ss\in S. Bila n≥1n\geq1, e(n−1)<s<e(n)e(n-1)<s<e(n), karena e(n−1)≤se(n-1)\leq s dan s≠e(n−1)s\ne e(n-1). Maka s∈S>e(n−1)s\in S_{>e(n-1)} dan s<min⁡S>e(n−1)=e(n)s<\min S_{>e(n-1)}=e(n), kontradiksi.

    □\square

    Bukti ini memakai urutan baik N\mathbb{N} untuk memilih secara tertentu, yaitu anggota terkecil, sehingga tidak memerlukan aksioma pilihan. Hal yang sama berlaku untuk setiap himpunan yang mempunyai urutan baik yang diberikan.

    Batas yang Tidak Dapat Dilewati Tanpa Pilihan

    Untuk himpunan sebarang AA, implikasi "tak hingga ⇒ Dedekind-tak hingga" mengikuti dari aksioma pilihan terhitung. Secara intuitif, pilihan terhitung memungkinkan kita memilih a0a_0, lalu a1≠a0a_1\ne a_0, lalu a2∉{a0,a1}a_2\notin\{a_0,a_1\}, dan seterusnya, sehingga terbentuk injeksi N→A\mathbb{N}\to A. Langkah-langkah itu tidak ditentukan oleh rumus apa pun bila AA tidak mempunyai struktur yang dapat dipakai.

    Fakta metamatematika berikut dicatat tanpa bukti, karena buktinya memerlukan teknik pembuatan model teori himpunan yang berada di luar buku ini. Dalam teori himpunan Zermelo–Fraenkel tanpa aksioma pilihan (ZF), implikasi itu tidak dapat dibuktikan: ada model ZF yang memuat himpunan tak hingga yang Dedekind-hingga (contoh klasiknya model pertama Cohen). Pernyataan "setiap himpunan tak hingga Dedekind-tak hingga" juga tegas lebih lemah daripada aksioma pilihan terhitung. Sumber ikhtisar: entri "Dedekind-infinite set", Wikipedia, diakses 2 Oktober 2026 (https://en.wikipedia.org/wiki/Dedekind-infinite_set), yang merujuk pada literatur standar teori himpunan. Klaim di paragraf ini dibatasi pada isi sumber tersebut.

    Rencana penutupan: Bab 23.3 membahas aksioma pilihan dan Lemma Zorn. Di sana implikasi "tak hingga ⇒ Dedekind-tak hingga" dibuktikan dengan asumsi pilihan yang disebut eksplisit. Sampai saat itu, buku ini hanya memakai Teorema 20.3.2–20.3.5, yang semuanya dibuktikan tanpa pilihan. Untuk semua himpunan konkret di analisis (N\mathbb{N}, Z\mathbb{Z}, Q\mathbb{Q}, R\mathbb{R}, interval), sifat Dedekind ditunjukkan langsung dengan injeksi eksplisit, seperti pada Contoh 20.3.4.

    Latihan

    Latihan 20.3-1. Buktikan bahwa n↦2nn\mapsto2n adalah bijeksi dari N\mathbb{N} ke himpunan bilangan genap, dan simpulkan bahwa N\mathbb{N} Dedekind-tak hingga.

    Latihan 20.3-2. Buktikan Teorema 20.3.2 secara langsung untuk A=[3]A=[3]: tunjukkan bahwa setiap injeksi [3]→[3][3]\to[3] surjektif.

    Latihan 20.3-3. Pada bukti Teorema 20.3.3 (b)⇒(a), periksa fungsi ff untuk A=ZA=\mathbb{Z} dan g(n)=ng(n)=n. Tuliskan f(−3)f(-3), f(0)f(0), f(5)f(5), dan tentukan anggota yang tidak berada dalam peta ff.

    Latihan 20.3-4. Buktikan bahwa (0,1)(0,1) dan [0,1][0,1] Dedekind-tak hingga dengan injeksi eksplisit dari N\mathbb{N}.

    Latihan 20.3-5. Untuk S={n∈N:n kelipatan 3}S=\{n\in\mathbb{N}:n\text{ kelipatan }3\}, tuliskan e(0),e(1),e(2)e(0),e(1),e(2) dari Teorema 20.3.5, lalu rumus umum e(n)e(n) beserta bukti.

    Latihan 20.3-6. Buktikan bahwa jika AA Dedekind-tak hingga dan A⊆BA\subseteq B, maka BB Dedekind-tak hingga.

    Latihan 20.3-7. Buktikan bahwa jika AA Dedekind-tak hingga, maka A∪{x}A\cup\{x\} berbijeksi dengan AA untuk setiap x∉Ax\notin A.

    Latihan 20.3-8. Jelaskan dengan kata-kata sendiri mengapa bukti Teorema 20.3.5 tidak memerlukan aksioma pilihan, sedangkan argumen "pilih a0a_0, lalu a1≠a0a_1\ne a_0, dan seterusnya" untuk himpunan tak hingga sebarang memerlukannya.

    Solusi

    Solusi 20.3-1. Injektif: 2n=2n′2n=2n' memberi n=n′n=n'. Surjektif ke bilangan genap: setiap genap berbentuk 2n2n. Fungsi n↦2nn\mapsto2n, dipandang sebagai fungsi N→N\mathbb{N}\to\mathbb{N}, injektif dan tidak memuat 11 dalam petanya. □\square

    Solusi 20.3-2. Injeksi f:[3]→[3]f:[3]\to[3] mempunyai tiga nilai berbeda di [3][3], sehingga petanya subhimpunan [3][3] berkardinalitas 33. Teorema 20.1.7 memaksa peta itu sama dengan [3][3]. □\square

    Solusi 20.3-3. g[N]=Ng[\mathbb{N}]=\mathbb{N}. f(−3)=−3f(-3)=-3, karena −3∉N-3\notin\mathbb{N}. f(0)=g(1)=1f(0)=g(1)=1. f(5)=g(6)=6f(5)=g(6)=6. Anggota yang tidak berada dalam peta adalah 0=g(0)0=g(0). Jadi f(n)=n+1f(n)=n+1 untuk n≥0n\geq0 dan f(n)=nf(n)=n untuk n<0n<0. □\square

    Solusi 20.3-4. (0,1)(0,1): n↦1n+2n\mapsto\tfrac1{n+2} (Contoh 20.3.4(c)). [0,1][0,1]: n↦1n+1n\mapsto\tfrac1{n+1}, injektif dengan nilai di (0,1](0,1]. Lalu gunakan Teorema 20.3.3. □\square

    Solusi 20.3-5. e(0)=0e(0)=0, e(1)=3e(1)=3, e(2)=6e(2)=6; umumnya e(n)=3ne(n)=3n. Bukti dengan induksi: e(0)=min⁡S=0e(0)=\min S=0. Bila e(n)=3ne(n)=3n, maka S>3n={3k:k>n}S_{>3n}=\{3k:k>n\}, karena 3k>3n  ⟺  k>n3k>3n\iff k>n. Minimumnya 3(n+1)3(n+1). □\square

    Solusi 20.3-6. Teorema 20.3.3: injeksi N→A\mathbb{N}\to A yang dikomposisikan dengan inklusi A→BA\to B adalah injeksi N→B\mathbb{N}\to B. □\square

    Solusi 20.3-7. Ambil injeksi g:N→Ag:\mathbb{N}\to A. Definisikan h:A∪{x}→Ah:A\cup\{x\}\to A oleh h(x)=g(0)h(x)=g(0), h(g(n))=g(n+1)h(g(n))=g(n+1), dan h(a)=ah(a)=a untuk a∈A∖g[N]a\in A\setminus g[\mathbb{N}]. Fungsi hh bijektif: anggota g[N]g[\mathbb{N}] tercapai oleh xx (untuk g(0)g(0)) dan oleh g(n−1)g(n-1) (untuk g(n)g(n) dengan n≥1n\geq1), anggota lainnya tercapai oleh dirinya sendiri, dan tidak ada dua anggota berbeda yang dipetakan ke nilai sama. □\square

    Solusi 20.3-8. Pada Teorema 20.3.5, setiap langkah memilih anggota terkecil suatu himpunan tak kosong di N\mathbb{N}, yaitu fungsi tertentu yang disediakan oleh urutan baik. Seluruh barisan dibentuk oleh teorema rekursi dengan fungsi langkah tertentu. Untuk himpunan sebarang tanpa struktur, "pilih an+1∉{a0,…,an}a_{n+1}\notin\{a_0,\ldots,a_n\}" bukan fungsi tertentu: ada banyak calon dan tidak ada aturan yang memilih salah satunya. Membuat tak hingga banyak pilihan sekaligus adalah isi aksioma pilihan (terhitung). □\square

    Ringkasan Unit 20.3 dan Penutup Bab 20

    Himpunan Dedekind-tak hingga mempunyai injeksi diri yang tidak surjektif, atau setara, berbijeksi dengan bagian sejatinya. Setiap himpunan Dedekind-tak hingga tak hingga. Sifat Dedekind setara, tanpa aksioma pilihan, dengan memuat salinan injektif N\mathbb{N}. Subhimpunan tak hingga N\mathbb{N} dapat dicacah naik tanpa pilihan. Arah "tak hingga ⇒ Dedekind-tak hingga" untuk himpunan sebarang memerlukan suatu bentuk pilihan, dan dijadwalkan pada Bab 23.3.

    Bab 20 secara keseluruhan:

    • 20.1: definisi formal himpunan hingga, ketunggalan kardinalitas, dan penutupan pinjaman "berhingga" sejak Bab 11;
    • 20.2: prinsip sarang merpati beserta aproksimasi Dirichlet dan model hashing;
    • 20.3: ketakhinggaan Dedekind.

    Bab 21 memulai pembandingan ukuran himpunan tak hingga dengan konsep himpunan terhitung.

    Bab terdekat

    BerikutnyaKeteranhimpunan (Countability)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 21.

    SebelumnyaPertaksamaan Nilai Mutlak dan Aplikasi Rekayasa

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 19.