Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dispensing Kimia · Bab 10Terapan

    Kalibrasi, komisioning, dan perawatan dispenser mixing: uji isap terukur, menghitung rasio aktual, syarat kalibrasi sah, daftar komisioning, dan perawatan berkala

    Di dapur sebuah rumah sakit, dispenser mixing untuk larutan sanitasi bak cuci manual dinyatakan sudah dikalibrasi setelah tipnya diganti, karena warna dan bau larutannya tampak biasa. Sebulan kemudian, uji strip klorin dari pemasok menunjukkan kadar jauh di bawah yang diminta label. Uji ulang menemukan bahwa kalibrasi pertama dilakukan dengan jeriken hampir kosong dan katup kaki setengah tersumbat. Bab ini menjelaskan cara membuktikan rasio dispenser mixing: tujuan dan alat kalibrasi, uji isap terukur, menghitung rasio aktual dan ketidakpastiannya, menyesuaikan tip dan batas penerimaan, syarat kalibrasi yang sah, verifikasi dengan uji kadar, komisioning, perawatan berkala, dan pencatatan.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Dapur sebuah rumah sakit memakai dispenser mixing untuk membuat larutan sanitasi klorin bagi bak cuci manual alat masak. Setelah tip pengukurnya diganti, teknisi menyatakan dispenser sudah dikalibrasi karena larutan yang keluar berbau dan berwarna seperti biasa. Sebulan kemudian, petugas higiene memeriksa larutan di bak dengan strip uji klorin dari pemasok, dan kadarnya jauh di bawah angka yang diminta label untuk sanitasi. Hasil itu menjadi temuan audit dapur.

    Teknisi lain mengulang kalibrasi dengan gelas ukur dan stopwatch. Ia menemukan dua hal. Kalibrasi pertama dilakukan ketika jeriken hampir kosong, sehingga katup kaki sesekali mengisap udara. Katup kaki itu juga setengah tersumbat endapan, sehingga bahan kimia yang terisap jauh lebih sedikit dari yang diharapkan tip. Setelah katup kaki dibersihkan dan uji diulang dengan jeriken penuh, rasionya mendekati target. Bab ini menjelaskan cara membuktikan rasio dengan angka, kapan sebuah kalibrasi sah, dan perawatan yang menjaga rasio tetap benar.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas kalibrasi, komisioning, dan perawatan berkala dispenser mixing. Prinsip, rasio, dan tip ada di Bab 8; jenis dan pemasangan di Bab 9; gangguan, akar penyebab, dan laporan di Bab 11. Kalibrasi berbasis waktu untuk eduktor laundry ada di Bab 2, verifikasi dosis dispenser peristaltik di Bab 1, titrasi deterjen di Bab 6, analisis sistem pengukuran dan ketidakpastian di Bab 4 · Data & Pengukuran dan Bab 5 · Data & Pengukuran, konsistensi operasi dan pencatatan di Bab 20 · Laundry, dan laporan servis di Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima. Sumbernya adalah buku saku teknis internal dan manual pengencer ringkas, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Narasi disiplin Dishwashing dan Dispensing Kimia di repo buku belum memuat kutipan tentang kalibrasi pengencer. Rasio dan kadar yang diminta diambil dari label dan lembar data produk; angka contoh adalah angka latihan.

    Tujuan kalibrasi

    Buku saku teknis internal menyebut lima tujuan kalibrasi: memastikan larutan sesuai standar, mencegah pemborosan karena bahan kimia terlalu banyak, menjaga efektivitas karena larutan tidak terlalu encer, menjaga keamanan karena larutan tidak terlalu pekat, dan menghasilkan bukti teknis berupa angka hasil ukur, bukan perkiraan.

    Tujuan terakhir yang paling sering dilewati. Warna, bau, busa, dan rasa licin di jari bukan ukuran rasio. Larutan klorin yang terlalu encer berbau sama dengan yang benar, dan pembersih berwarna tetap berwarna pada rasio yang salah. Kalibrasi yang sah selalu menghasilkan angka yang dapat diperiksa orang lain.

    Alat kalibrasi

    Buku saku teknis internal mendaftar alatnya: gelas ukur untuk bahan kimia yang terisap, wadah untuk mengukur larutan yang keluar, stopwatch, manometer, tabel rasio untuk membandingkan target dan hasil, dan catatan teknisi.

    Pemilihan gelas ukur menentukan mutu hasil, seperti di Bab 4 · Data & Pengukuran. Gelas ukur yang terlalu besar untuk volume yang terisap memberi pembacaan kasar. Bila uji 30 detik pada rasio 64:1 hanya mengisap sekitar 30 mL, gelas ukur 50 atau 100 mL dengan skala 1 mL lebih tepat daripada gelas 500 mL dengan skala 5 mL. Wadah keluaran dapat berupa ember berskala atau botol yang volumenya diketahui. Bila penimbangan lebih mudah, massa diubah menjadi volume dengan kerapatan produk, seperti di Bab 1.

    Uji isap terukur

    Larutan yang keluar dari dispenser sudah bercampur air, sehingga yang diukur adalah bahan kimia yang terisap dari jalur isap, seperti pada eduktor laundry di Bab 2. Langkah menurut buku saku teknis internal: pastikan bahan kimia sesuai label; pastikan katup kaki tenggelam, saringan air bersih, dan manometer stabil; jalankan dispenser selama waktu uji tertentu; ukur bahan kimia yang terisap; ukur larutan yang keluar bila diperlukan; bandingkan dengan target; sesuaikan tip; ulangi sampai stabil; dan catat hasilnya.

    Cara praktis yang dipakai di lapangan (tafsiran editorial dari langkah itu): ujung selang isap dipindah dari jeriken ke gelas ukur berisi produk yang sama, tinggi cairan dicatat, dispenser dijalankan selama waktu tertentu ke wadah keluaran berskala, lalu tinggi cairan di gelas ukur dicatat lagi. Selisihnya adalah volume bahan kimia yang terisap. Waktu uji dipilih cukup panjang agar volume yang terisap jauh lebih besar daripada resolusi gelas ukur, misalnya 30 sampai 60 detik. Manometer dibaca selama uji berjalan, karena rasio bergantung pada tekanan dinamis, seperti di Bab 8.

    Menghitung rasio aktual dan ketidakpastiannya

    Dengan VkeluarV_\text{keluar} volume larutan yang keluar dan VkimiaV_\text{kimia} volume bahan kimia yang terisap selama uji yang sama, air yang lewat adalah selisihnya, sehingga rasio aktual air:bahan kimia adalah:

    Raktual=Vkeluar−VkimiaVkimiaR_\text{aktual} = \frac{V_\text{keluar} - V_\text{kimia}}{V_\text{kimia}}

    Penyimpangan dari target dinyatakan dalam persen:

    penyimpangan=Raktual−RtargetRtarget×100%\text{penyimpangan} = \frac{R_\text{aktual} - R_\text{target}}{R_\text{target}} \times 100\%

    Bila volume keluaran besar dan diukur cukup teliti, ketidakpastian rasio terutama berasal dari pembacaan volume bahan kimia (nilai literatur umum, seperti perambatan ketidakpastian di Bab 5 · Data & Pengukuran). Ketidakpastian relatif rasio kira-kira sama dengan ketidakpastian pembacaan dibagi volume yang terisap. Karena itu uji yang lebih lama memberi rasio yang lebih dapat dipercaya. Uji diulang paling sedikit tiga kali pada keadaan yang sama, dan rata-ratanya dipakai; sebaran ketiganya menunjukkan apakah dispenser stabil.

    Menyesuaikan tip dan batas penerimaan

    Buku saku teknis internal memberi arah penyesuaian: bila hasil terlalu pekat, pakai tip yang lebih kecil; bila terlalu encer, periksa dulu isapan, lalu pakai tip yang lebih besar setelah jalur isap dipastikan bersih. Urutan pada larutan encer itu penting. Tip yang diperbesar untuk menutupi katup kaki tersumbat atau selang isap bocor akan membuat larutan terlalu pekat begitu jalurnya dibersihkan, dan masalah lama tersembunyi di balik tip yang salah.

    Batas penerimaan ditetapkan sebelum uji, misalnya plus minus 10 persen dari rasio target (angka latihan; batas yang berlaku mengikuti pemasok bahan kimia dan prosedur tempat kerja). Hasil di dalam batas diterima dan dicatat. Hasil di luar batas disesuaikan dan diuji ulang. Tabel tip pabrik dipakai sebagai titik awal, bukan sebagai hasil: manual pengencer ringkas menyebut bahwa tabel pengencerannya diuji pada air 2,75 bar dan produk 1,0 cP.

    Syarat kalibrasi sah

    Buku saku teknis internal mendaftar keadaan yang membuat kalibrasi tidak sah:

    1. Tekanan air naik-turun selama uji, sehingga rasio tidak stabil.
    2. Saringan air kotor, sehingga aliran air terganggu.
    3. Katup kaki tersumbat, sehingga bahan kimia tidak terisap normal.
    4. Selang isap bocor, sehingga udara masuk.
    5. Bahan kimia hampir habis, sehingga katup kaki dapat mengisap udara.
    6. Tip kotor, sehingga rasio berubah.
    7. Bahan kimia yang terlalu kental dipakai tanpa koreksi, sehingga isapannya berbeda dari bahan encer.

    Daftar ini adalah sebab utama kegagalan di kasus pembuka: kalibrasi pertama tidak sah karena keadaan 3 dan 5. Kalibrasi yang dilakukan dalam keadaan tidak sah memberi angka yang tampak meyakinkan tetapi salah. Karena itu laporan kalibrasi mencatat keadaan uji, bukan hanya hasilnya. Kalibrasi juga diulang bila produk diganti, tip diganti, jalur isap diubah, atau katup penurun tekanan disetel ulang, seperti aturan kalibrasi ulang di Bab 2.

    Verifikasi dengan uji kadar

    Rasio adalah ukuran alat; kadar adalah ukuran larutan. Untuk sebagian produk, pemasok menyediakan cara memeriksa kadar larutan, seperti strip uji klorin atau amonium kuaterner, kit titrasi, atau pembacaan refraktometer (nilai literatur umum). Bila tersedia, uji kadar dipakai sebagai pemeriksaan silang kalibrasi, terutama untuk larutan sanitasi dan disinfeksi yang efektivitasnya bergantung pada kadar. Titrasi deterjen untuk mesin pencuci piring di Bab 6 memakai logika yang sama.

    Kadar yang diharapkan dihitung dari kadar produk dan rasio:

    Clarutan=CprodukR+1C_\text{larutan} = \frac{C_\text{produk}}{R + 1}

    Bila uji kadar dan rasio terukur tidak cocok, salah satu ukuran keliru atau produknya tidak sesuai label. Penyebabnya dicari, misalnya strip kedaluwarsa, produk sudah melemah karena disimpan lama atau terkena panas, atau gelas ukur salah dibaca, sebelum tip diganti.

    Kalibrasi pada dispenser multi produk dan produk kental

    Pada dispenser empat pilihan, setiap posisi kenop adalah jalur isap sendiri dengan tip sendiri, walaupun venturinya satu. Karena itu setiap posisi dikalibrasi sendiri dan dicatat menurut nomor posisinya, bukan hanya menurut nama produk. Bila produk dipindah ke posisi lain, kalibrasinya ikut diulang. Sebelum posisi berikutnya diuji, dispenser dijalankan sebentar dengan air ke wadah buangan agar sisa larutan produk sebelumnya tidak terbawa ke wadah keluaran uji berikutnya (tafsiran editorial). Gambaran dispenser lain di dapur, yang memakai pompa dan sinyal mesin, ada di Bab 1 · Dishwashing dan tidak dikalibrasi dengan cara ini.

    Produk kental memerlukan perhatian lebih. Manual pengencer ringkas menyebut tabelnya diuji pada produk 1,0 cP, dan buku saku teknis internal mencatat bahwa bahan kimia yang terlalu kental tanpa koreksi membuat kalibrasi tidak sah. Dalam praktik, produk kental dikalibrasi pada suhu ruang yang sama dengan pemakaian sehari-hari, karena kekentalan banyak cairan turun ketika hangat (nilai literatur umum). Jeriken yang baru diturunkan dari gudang panas atau ruang ber-AC dapat memberi rasio berbeda dari jeriken yang sudah lama di ruang janitor. Bila rasio produk kental berubah antarmusim atau antarbatch produk, perubahan itu dicatat dan ditanyakan kepada pemasok, karena tip yang cocok untuk satu batch belum tentu cocok untuk batch lain.

    Dispenser yang dirangkai pada satu pasokan juga dikalibrasi dalam keadaan pemakaian yang wajar. Bila dua unit isi ember sering dipakai bersamaan, satu uji dilakukan saat unit lain ikut mengalir, agar penurunan tekanan dinamis seperti di Bab 9 ikut terlihat dalam hasil.

    Komisioning

    Buku saku teknis internal mendefinisikan komisioning sebagai pemeriksaan akhir setelah pemasangan dan kalibrasi; pemasangan dianggap selesai hanya bila dispenser terbukti bekerja normal. Butir yang diperiksa:

    1. Pasokan air masuk stabil, manometer terbaca dan stabil.
    2. Saringan air bersih dan tidak bocor; katup penurun tekanan berfungsi dan tidak bocor.
    3. Bahan kimia benar-benar terisap, dan rasio sesuai hasil kalibrasi.
    4. Larutan keluar lancar.
    5. Tidak ada kebocoran pada fitting, segel, cincin O, dan ulir.
    6. Selang isap pendek, rapi, tidak dilingkarkan berlebihan, dan tidak tertekuk; katup kaki tenggelam dan bersih.
    7. Label bahan kimia jelas; area kerja rapi dan aman.

    Untuk dispenser mixing, dua butir dari Bab 9 ditambahkan pada daftar ini: ujung selang keluaran tidak dapat terendam di larutan, dan dasar dispenser berada di atas bibir luapan bak di bawahnya. Komisioning ditutup dengan serah terima kepada pengguna: cara memakai tombol, wadah yang benar, tanda bahaya, dan siapa yang dihubungi bila larutan tampak tidak benar.

    Perawatan berkala

    Buku saku teknis internal memberi daftar perawatan: saringan air dibuka dan dibersihkan berkala menurut keadaan air; katup kaki dibersihkan dari kerak dan kotoran bahan kimia; selang isap diperiksa dari bocor, mengeras, kusam, dan tertekuk; tip diperiksa dari sumbatan dan ukurannya saat rasio berubah; katup penurun tekanan dan manometer diperiksa kestabilannya; segel dan cincin O diperiksa saat servis; selang keluaran dan nosel diperiksa dari sumbatan; dan label diperiksa setiap kunjungan.

    Buku saku itu juga memberi aturan yang lugas: jangan menunggu bahan kimia tidak keluar baru membersihkan katup kaki dan saringan air, karena banyak masalah dispenser mixing berasal dari saringan dan jalur isap yang tidak pernah masuk jadwal servis. Interval yang baik ditetapkan dari data, seperti strategi pemeliharaan berbasis kondisi: bila debit keluaran turun cukup jauh dalam selang waktu tertentu karena saringan kotor, interval pembersihan dipendekkan sebelum penurunan itu tercapai. Garansi pabrik pun tidak menutup segalanya; manual pengencer ringkas mengecualikan selang dan kerusakan akibat bahan kimia, abrasi, atau korosi dari garansinya, sehingga selang dan katup kaki adalah suku cadang habis pakai.

    Pencatatan

    Hasil kalibrasi dan perawatan dicatat agar kecenderungan terlihat, seperti di Bab 20 · Laundry dan Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima. Isi minimum catatan kalibrasi: lokasi dan titik pengenceran; jenis dispenser; nama produk; rasio target dan basisnya; warna atau nomor tip; tekanan statis dan dinamis; keadaan saringan, katup kaki, dan selang isap; volume keluaran, volume bahan kimia, dan waktu uji; rasio aktual tiap ulangan dan rata-ratanya; keputusan; dan nama serta tanggal. Data wajib laporan teknisi yang lebih lengkap ada di Bab 11.

    Contoh kerja

    Contoh 1: rasio aktual. Uji 30 detik menghasilkan 1.900 mL larutan, dan gelas ukur turun 58 mL. Rasio aktual (1.900−58)/58=31,8(1.900 - 58)/58 = 31{,}8:1. Target 32:1, sehingga penyimpangannya (31,8−32)/32=−0,6(31{,}8 - 32)/32 = -0{,}6 persen, di dalam batas.

    Contoh 2: tip terlalu besar. Uji 30 detik menghasilkan 2.000 mL larutan dengan 120 mL bahan kimia. Rasio (2.000−120)/120=15,7(2.000 - 120)/120 = 15{,}7:1, hampir dua kali lebih pekat dari target 32:1. Tip diganti dengan yang lebih kecil dan uji diulang.

    Contoh 3: ketidakpastian dari gelas ukur. Pembacaan gelas ukur diperkirakan plus minus 1 mL. Pada 58 mL bahan kimia, ketidakpastian relatifnya 1/58=1,71/58 = 1{,}7 persen, sehingga rasio 31,8:1 kira-kira 31,3 sampai 32,4:1. Bila uji hanya 10 detik dan bahan kimia yang terisap 19 mL, ketidakpastiannya 1/19=5,31/19 = 5{,}3 persen.

    Contoh 4: tiga ulangan. Tiga uji pada keadaan yang sama memberi 31,8; 33,1; dan 32,4:1. Rata-ratanya (31,8+33,1+32,4)/3=32,4(31{,}8 + 33{,}1 + 32{,}4)/3 = 32{,}4:1, dengan rentang 1,3, sekitar 4 persen dari rata-rata. Dispenser stabil dan hasilnya diterima.

    Contoh 5: batas penerimaan. Target 64:1 dengan batas plus minus 10 persen memberi rentang 57,6 sampai 70,4:1. Hasil 72:1 terlalu encer. Jalur isap diperiksa lebih dulu; katup kaki ditemukan berlendir, dibersihkan, dan uji ulang memberi 65:1, sehingga tip tidak perlu diganti.

    Contoh 6: kalibrasi tidak sah. Pada uji dengan jeriken hampir kosong, gelas ukur menunjukkan bahan kimia terisap 40 mL dalam 30 detik dengan 1.900 mL keluaran, yaitu rasio (1.900−40)/40=46,5(1.900 - 40)/40 = 46{,}5:1. Dengan jeriken penuh dan katup kaki bersih, hasilnya 58 mL dan 31,8:1. Angka pertama tidak dipakai, karena diambil dalam keadaan 3 dan 5 daftar syarat sah.

    Contoh 7: kadar sanitasi. Produk sanitasi mengandung klor tersedia 10.000 ppm (angka latihan) dan diencerkan pada 64:1. Kadar yang diharapkan 10.000/65=15410.000/65 = 154 ppm. Strip uji menunjukkan sekitar 100 ppm, yang sesuai dengan rasio sekitar 10.000/100−1=9910.000/100 - 1 = 99:1. Larutan lebih encer dari yang dikira; jalur isap diperiksa dan dispenser dikalibrasi ulang, dan produk diperiksa apakah sudah melemah.

    Contoh 8: kepekaan terhadap tekanan. Dengan katup penurun tekanan, uji pada 3,5 bar memberi 32,1:1 dan uji pada 2,0 bar memberi 26,4:1. Dispenser ini peka terhadap tekanan, sehingga katup penurun tekanan disetel pada nilai yang dapat dipertahankan gedung sepanjang hari, dan kalibrasi dilakukan pada tekanan itu.

    Contoh 9: interval pembersihan saringan. Debit keluaran unit isi ember turun dari 15,0 ke 12,3 L/menit dalam 8 minggu, yaitu (15,0−12,3)/15,0=18(15{,}0 - 12{,}3)/15{,}0 = 18 persen, dan pembersihan saringan mengembalikannya. Bila penurunan yang diterima paling banyak 10 persen (angka latihan), dan penurunannya kira-kira merata, interval pembersihan sekitar 8×10/18=4,48 \times 10/18 = 4{,}4 minggu, dibulatkan menjadi 4 minggu.

    Kondisi berhenti

    Tunda kalibrasi atau hentikan pemakaian dispenser bila:

    1. Salah satu keadaan dalam daftar syarat kalibrasi sah terjadi dan belum diperbaiki.
    2. Larutan sanitasi atau disinfeksi terukur di bawah kadar yang diminta label; laporkan kepada penanggung jawab higiene dan jangan pakai larutan itu untuk sanitasi.
    3. Uji kadar dan rasio terukur tidak cocok dan penyebabnya belum diketahui.
    4. Penggantian tip atau pembersihan memerlukan pelepasan jalur berisi bahan pekat tanpa APD yang diminta manual dan lembar data keselamatan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Bau dan warna sudah benar, berarti rasio benar." Hanya pengukuran volume atau kadar yang membuktikan rasio.
    2. "Tabel tip adalah hasil kalibrasi." Tabel adalah titik awal pada kondisi uji pabrik.
    3. "Uji singkat sudah cukup." Uji yang singkat mengisap volume kecil dan memberi ketidakpastian besar.
    4. "Larutan encer selalu diatasi dengan tip lebih besar." Jalur isap diperiksa dulu; tip yang diperbesar menyembunyikan katup kaki tersumbat.
    5. "Satu kali uji sudah membuktikan." Ulangan menunjukkan apakah dispenser stabil.
    6. "Kalibrasi berlaku selamanya." Kalibrasi diulang setelah produk, tip, jalur isap, atau tekanan berubah, dan diverifikasi berkala.
    7. "Perawatan baru perlu bila bahan kimia tidak keluar." Saringan dan katup kaki dibersihkan menurut jadwal sebelum rasio bergeser.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 8 dan Bab 9 memberi prinsip, rasio, dan pemasangan, Bab 2 kalibrasi eduktor, Bab 1 verifikasi dosis, Bab 6 titrasi, Bab 4 · Data & Pengukuran dan Bab 5 · Data & Pengukuran mutu pengukuran dan ketidakpastian, dan Bab 20 · Laundry dan Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima pencatatan dan laporan servis. Bab 11 memakai hasil kalibrasi untuk diagnosis, akar penyebab, dan audit.

    Latihan dan pembahasan

    1. Uji 30 detik menghasilkan 2.100 mL larutan dengan 32 mL bahan kimia. Berapa rasio aktualnya?
    2. Volume bahan kimia 30 mL dibaca dengan ketidakpastian plus minus 1 mL. Berapa ketidakpastian relatif rasionya?
    3. Target 32:1 dengan batas plus minus 10 persen. Hasil uji 27:1. Apa keputusannya?
    4. Mengapa kalibrasi dengan jeriken hampir kosong tidak sah?
    5. Produk mengandung 10.000 ppm klor tersedia dan diencerkan 32:1. Berapa kadar yang diharapkan, dan apa artinya bila strip menunjukkan sekitar 300 ppm?
    6. Debit unit isi botol turun dari 3,8 ke 3,2 L/menit dalam 6 minggu. Apa yang diperiksa dan bagaimana menetapkan interval perawatan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. (2.100−32)/32=64,6(2.100 - 32)/32 = 64{,}6:1. Bila targetnya 64:1, penyimpangannya sekitar 1 persen.
    2. 1/30=3,31/30 = 3{,}3 persen. Uji yang lebih lama, misalnya 60 detik dengan sekitar 60 mL bahan kimia, menurunkannya menjadi sekitar 1,7 persen.
    3. Rentang yang diterima 28,8 sampai 35,2:1. Hasil 27:1 terlalu pekat, jadi tip diganti dengan yang lebih kecil, lalu uji diulang. Tekanan dinamis juga diperiksa, karena tekanan rendah dapat memekatkan larutan.
    4. Katup kaki dapat mengisap udara ketika permukaan cairan rendah, sehingga bahan kimia yang terisap lebih sedikit dan rasio tampak lebih encer daripada keadaan normal.
    5. 10.000/33=30310.000/33 = 303 ppm. Strip sekitar 300 ppm cocok dengan rasio terukur, sehingga kalibrasi dan produk konsisten.
    6. Penurunan (3,8−3,2)/3,8=16(3{,}8 - 3{,}2)/3{,}8 = 16 persen menunjuk saringan air, katup penurun tekanan, atau tekanan gedung. Bila pembersihan saringan mengembalikan debit, interval pembersihan ditetapkan sebelum penurunan mencapai batas yang diterima, misalnya sekitar 4 minggu untuk batas 10 persen.

    Referensi

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Uji 30 detik menghasilkan 2.100 mL larutan dengan 32 mL bahan kimia. Berapa rasio aktualnya?

    2

    Volume bahan kimia 30 mL dibaca dengan ketidakpastian plus minus 1 mL. Berapa ketidakpastian relatif rasionya?

    3

    Target 32:1 dengan batas plus minus 10 persen. Hasil uji 27:1. Apa keputusannya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat