Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dispensing Kimia · Bab 8Kuantitatif

    Dispenser mixing: prinsip venturi, rasio air dan bahan kimia, basis volume air dan larutan jadi, debit, tip pengukur, kekentalan, dan tekanan air

    Di sebuah hotel, jeriken pembersih lantai di ruang housekeeping lantai tiga habis hampir dua kali lebih cepat dari perkiraan, lantai terasa lengket, dan kaca bergaris, sedangkan petugas pagi mengeluh larutannya kadang terasa lebih pekat lagi. Supervisor telah mengganti tip pengukur ke ukuran yang lebih besar karena menganggap larutan kurang bersih, dan tekanan air turun setiap pagi saat kamar ramai mandi. Bab ini menjelaskan dispenser mixing dari sisi teknisi: apa yang dikerjakan dan tidak dikerjakannya, prinsip venturi, rasio air dan bahan kimia, basis volume air dan larutan jadi, persen dan label produk, debit dan waktu isi, tip pengukur, kekentalan, pengaruh tekanan air, serta pemakaian dan biaya bahan kimia.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Bagian housekeeping sebuah hotel memakai dispenser mixing di ruang janitor setiap lantai untuk mengisi botol semprot pembersih kaca, pembersih kamar mandi, dan ember pembersih lantai. Pengelola mencatat bahwa jeriken pembersih lantai di lantai tiga habis hampir dua kali lebih cepat daripada lantai lain, padahal jumlah kamarnya sama. Petugas mengeluh lantai terasa lengket dan kaca bergaris, sedangkan petugas pagi berkata bahwa larutannya kadang terasa lebih pekat lagi. Ternyata beberapa bulan sebelumnya, supervisor mengganti tip pengukur pembersih lantai ke ukuran yang lebih besar karena menganggap larutan kurang bersih, dan tekanan air di lantai itu turun setiap pagi saat banyak tamu mandi.

    Teknisi dispensing yang dipanggil tidak langsung mengganti tip. Ia membaca label produk, menghitung rasio yang diminta, mengukur tekanan air pada jam ramai dan jam sepi, dan mengukur berapa bahan kimia yang benar-benar terisap. Hasilnya menunjukkan dua sebab yang saling menumpuk. Bab ini menjelaskan cara kerja dan perhitungan dispenser mixing, sehingga teknisi dapat menjelaskan angka seperti itu dan memilih tindakan dengan dasar.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas dispenser mixing, yaitu pengencer venturi yang mencampur air dan bahan kimia pekat menjadi larutan siap pakai untuk botol semprot dan ember, di housekeeping, area publik, dan dapur. Jenis alat dan pemasangan ada di Bab 9, kalibrasi dan perawatan di Bab 10, dan gangguan serta laporan di Bab 11. Prinsip eduktor dan laju bahan kimia yang hampir tetap sudah dijelaskan di Bab 2 untuk dispenser laundry; persamaan Bernoulli di Bab 2 · Fluida & Termal; neraca pengenceran tangki di Bab 5; dan dispenser peristaltik di Bab 1. Sumber utamanya adalah buku saku teknis internal tentang dispenser mixing, dua lembar data pengencer berkenop, serta manual dan lembar data pengencer ringkas, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Rasio, tip, dan tekanan untuk alat tertentu diambil dari manual pabrik dan label produk; angka umum ditandai nilai literatur umum; angka contoh adalah angka latihan.

    Apa itu dispenser mixing dan apa yang bukan

    Buku saku teknis internal mendefinisikan dispenser mixing sebagai alat untuk mencampur air dan bahan kimia secara otomatis menurut rasio tertentu. Alat ini tidak memompa bahan kimia dengan motor, tetapi menariknya dengan daya isap yang timbul dari aliran air bertekanan di dalam venturi. Dalam kalimat buku saku itu: air masuk, bahan kimia terisap, lalu keluar sebagai larutan siap pakai. Contoh pemakaiannya adalah pembersih serbaguna, pembersih kamar mandi, dan pembersih kaca di housekeeping, pembersih lantai di area publik, serta sabun cuci manual dan pembersih lemak di dapur.

    Buku saku yang sama menegaskan batasnya. Dispenser mixing tidak bekerja menurut sinyal mesin seperti dispenser mesin pencuci piring di Bab 4. Ia bukan pompa dosis listrik dengan motor dan selang peras seperti di Bab 1. Ia tidak memperbaiki mutu air, tidak mengukur konsentrasi secara otomatis, dan tidak menggantikan prosedur pemakaian bahan kimia. Akibat batas terakhir ini penting: rasio yang tertulis pada tip hanyalah perkiraan, dan hasilnya harus dibuktikan dengan pengukuran seperti di Bab 10.

    Manfaatnya menurut buku saku itu: rasio terjaga, hasil larutan lebih stabil dibanding menuang manual, bahan kimia tidak terbuang, operator tidak menuang bahan pekat secara langsung, pengisian botol dan ember lebih cepat, dan rasio dapat diuji, dikalibrasi, serta dicatat. Gambaran dosis dan dispenser di dapur ada di Bab 1 · Dishwashing. Narasi disiplin Dishwashing dan Dispensing Kimia di repo buku belum memuat kutipan tentang pengencer, sehingga bab ini bersandar pada dokumen Drive pemilik.

    Prinsip venturi pada pengencer

    Urutan kerja menurut buku saku teknis internal adalah sebagai berikut: air dari jalur pasokan masuk ke dispenser, melewati saringan, lalu melewati jalur sempit di venturi. Aliran air yang melewati venturi menimbulkan daya isap. Daya isap itu menarik bahan kimia dari jeriken melalui katup kaki dan selang isap, melewati tip pengukur, bercampur dengan air di dalam dispenser, lalu keluar melalui selang keluaran ke botol atau ember.

    Fisikanya sama dengan eduktor di Bab 2: penyempitan menaikkan kecepatan air dan menurunkan tekanan statis menurut persamaan Bernoulli di Bab 2 · Fluida & Termal, sehingga ruang isap berada di bawah tekanan atmosfer dan tekanan atmosfer di permukaan jeriken mendorong bahan kimia naik. Buku saku itu merangkum akibatnya: air adalah tenaga utama, sehingga bila tekanan air lemah, tidak stabil, atau jalurnya tersumbat, isapan bahan kimia ikut terganggu. Buku saku itu juga mendaftar yang memengaruhi hasil isapan: tekanan air, debit air, ukuran tip, kekentalan bahan kimia, keadaan katup kaki, kebocoran selang isap, dan hambatan di jalur isap.

    Perbedaan dengan dispenser laundry di Bab 2 terletak pada cara dosis dikendalikan. Pada dispenser laundry, dosis diatur oleh lamanya katup air terbuka. Pada dispenser mixing, operator memegang tombol selama botol atau ember diisi, sehingga yang dikendalikan alat adalah rasio, bukan jumlah total. Jumlah bahan kimia per botol bergantung pada rasio dan volume yang diisi.

    Rasio air dan bahan kimia

    Buku saku teknis internal membaca rasio sebagai air : bahan kimia. Rasio 20:1 berarti 20 bagian air untuk 1 bagian bahan kimia. Dengan RR sebagai rasio itu, volume bahan kimia untuk sejumlah air adalah:

    Vkimia=VairRV_\text{kimia} = \frac{V_\text{air}}{R}

    Buku saku itu memberi tabel untuk 1 L air: 125 mL pada 8:1, 62,5 mL pada 16:1, 50 mL pada 20:1, 31,25 mL pada 32:1, 15,6 mL pada 64:1, dan 7,8 mL pada 128:1.

    Pada aliran yang berjalan, rasio adalah perbandingan debit air dan debit bahan kimia, dan debit keluaran adalah jumlah keduanya:

    R=QairQkimia,Qkeluar=Qair+QkimiaR = \frac{Q_\text{air}}{Q_\text{kimia}}, \qquad Q_\text{keluar} = Q_\text{air} + Q_\text{kimia}

    Rasio yang lebih besar berarti larutan lebih encer. Karena itu, istilah "menaikkan rasio" sering membingungkan di lapangan: dari 32:1 ke 64:1 berarti mengencerkan, bukan memekatkan. Laporan teknisi sebaiknya menulis rasio lengkap dan kata "lebih pekat" atau "lebih encer", bukan "dinaikkan" atau "diturunkan".

    Basis volume air dan basis larutan jadi

    Buku saku teknis internal mengingatkan bahwa sebelum menghitung, basisnya harus ditentukan: 1 L air atau 1 L larutan jadi. Bila targetnya adalah volume larutan jadi, jumlah bagiannya R+1R + 1:

    Vkimia=VlarutanR+1,c=1R+1V_\text{kimia} = \frac{V_\text{larutan}}{R + 1}, \qquad c = \frac{1}{R + 1}

    dengan cc fraksi volume bahan kimia pekat di dalam larutan. Contoh buku saku itu: pada 20:1, 1 L air memerlukan sekitar 50 mL bahan kimia, sedangkan 1 L larutan jadi memerlukan 1.000/21=47,61.000/21 = 47{,}6 mL bahan kimia dan 952,4 mL air.

    Selisih kedua basis kecil pada rasio encer dan besar pada rasio pekat. Pada 64:1, selisihnya sekitar 1,5 persen; pada 4:1, selisihnya 25 persen. Label produk juga tidak seragam (nilai literatur umum): ada yang menulis "1:64" untuk 1 bagian produk dalam 64 bagian air, dan ada yang memakai arti 1 bagian dalam 64 bagian larutan, ada pula yang menulis gram per liter atau persen. Teknisi menyalin tulisan label apa adanya ke laporan, lalu menyebut basis yang dipakai untuk menghitung.

    Persen, kadar bahan aktif, dan label produk

    Fraksi cc dapat dinyatakan dalam persen: 1:64 dalam arti air:bahan kimia sama dengan 1/65=1,541/65 = 1{,}54 persen volume. Bila produk pekat mengandung bahan aktif dengan kadar tertentu, kadar di larutan adalah kadar di produk dikalikan cc. Misalnya produk dengan 10 persen bahan aktif yang diencerkan 64:1 menghasilkan sekitar 0,15 persen bahan aktif di larutan.

    Hal ini menjelaskan mengapa rasio ditentukan oleh produk dan pekerjaan, bukan oleh selera. Larutan yang terlalu encer tidak membersihkan. Larutan yang terlalu pekat tidak membersihkan lebih baik, malah meninggalkan residu lengket atau bergaris, seperti lantai dan kaca di kasus pembuka, menambah biaya, dan untuk bahan tertentu menambah bahaya bagi pengguna dan permukaan. Buku saku itu menyebut alasan kalibrasi: larutan sesuai standar, bahan kimia tidak berlebihan, tidak terlalu encer sehingga tetap efektif, dan tidak terlalu pekat sehingga tetap aman. Bahan kimia di tempat kerja teknisi dibahas di Bab 6 · Keselamatan, dan campuran berbahaya di Bab 8 · Laundry.

    Debit dan waktu isi

    Debit keluaran menentukan seberapa cepat botol dan ember terisi, dan sekaligus menunjukkan jenis venturi. Lembar data pengencer satu produk menyebut unit isi botol sekitar 1 gal/menit, yaitu sekitar 3,8 L/menit, dan lembar data pengencer empat produk menyebut unit isi ember sekitar 4 gal/menit, sekitar 15 L/menit; keduanya menyebut bahwa unit dapat diubah dari aliran rendah ke aliran tinggi dengan mengganti venturi. Lembar data pengencer ringkas menyebut debit 8,3 L/menit untuk model isi botol maupun isi ember.

    Waktu isi adalah volume wadah dibagi debit keluaran:

    t=VwadahQkeluart = \frac{V_\text{wadah}}{Q_\text{keluar}}

    Debit tinggi cocok untuk ember dan tidak cocok untuk botol semprot kecil, karena botol cepat meluap dan berbusa. Debit rendah untuk ember membuat petugas menunggu dan sering tergoda menuang langsung dari jeriken. Pemilihan venturi termasuk keputusan pemasangan di Bab 9.

    Tip pengukur

    Tip pengukur adalah pembatas aliran di jalur bahan kimia. Buku saku teknis internal menyebut fungsinya mengatur banyaknya bahan kimia yang terisap: tip yang lebih besar menghasilkan larutan lebih pekat, tip yang lebih kecil larutan lebih encer. Tip biasanya diberi warna atau nomor. Manual pengencer ringkas memuat tabel pengenceran yang diuji dengan air pada 2,75 bar dan produk berkekentalan 1,0 cP: tip nomor 70 berwarna krem untuk 8:1, nomor 40 biru untuk 16:1, nomor 28 hijau untuk 32:1, nomor 20 kuning untuk 64:1, dan nomor 14 ungu untuk 128:1. Lembar data alat yang sama menyebut rentang pengenceran 8:1 sampai 128:1. Lembar data pengencer berkenop menyebut dua set tip berulir berkode warna dalam perlengkapan setiap unit.

    Dua catatan penting. Pertama, warna dan nomor tip berbeda antarpabrik, sehingga tabel satu alat tidak dapat dipakai untuk alat lain. Kedua, tabel pabrik berlaku pada kondisi ujinya. Buku saku teknis internal menyimpulkan bahwa rasio tip tidak boleh dipercaya secara buta dan harus dibuktikan dengan kalibrasi nyata, karena kondisi lapangan dapat berbeda dari kondisi uji pabrik.

    Kekentalan bahan kimia

    Tabel pabrik diuji dengan produk 1,0 cP, kira-kira sekental air. Banyak pembersih lantai, sabun cuci manual, dan pembersih lemak lebih kental. Buku saku teknis internal mencatat bahwa bahan kimia yang kental lebih sulit terisap, sehingga larutan dapat terlalu encer.

    Arah pengaruhnya dapat dijelaskan dengan aliran melalui lubang sempit (nilai literatur umum). Untuk cairan encer, aliran melalui tip terutama dibatasi oleh luas lubang. Untuk cairan kental, gesekan di dalam tip dan selang isap makin menentukan, dan pada aliran laminar debit berbanding terbalik dengan kekentalan menurut hukum Hagen-Poiseuille (nilai literatur umum). Hubungan itu hanya menunjukkan arah, karena jalur isap nyata bukan pipa lurus sederhana. Dalam praktik, setiap produk kental dikalibrasi sendiri dan biasanya memerlukan tip yang lebih besar daripada yang tertulis di tabel untuk rasio yang sama.

    Tekanan air dan pengaruhnya pada rasio

    Manual pengencer ringkas meminta alat dipasang hanya pada keran dengan tekanan 2,8 bar minimum dan 5,8 bar maksimum, dengan suhu air paling tinggi 49 °C, sedangkan lembar datanya menulis tekanan kerja 1,7 sampai 5,5 bar dinamis. Perbedaan kedua angka itu dicatat di peta sumber; di lapangan yang dipakai adalah manual alat yang dipasang, dan tekanan diukur saat air mengalir.

    Buku saku teknis internal mendaftar akibat tekanan yang salah: tekanan terlalu rendah membuat bahan kimia tidak terisap atau larutan terlalu pekat karena aliran air tidak cukup; tekanan terlalu tinggi menambah risiko bocor, mempercepat kerusakan segel, dan dapat mengubah rasio; tekanan naik-turun membuat rasio tidak stabil; saringan kotor dan katup penurun tekanan yang bermasalah menurunkan dan menggoyang tekanan.

    Bahwa tekanan rendah dapat menghasilkan larutan lebih pekat maupun tidak ada bahan kimia sama sekali tampak bertentangan, tetapi keduanya cocok dengan tafsiran di Bab 2. Selama tekanan di atas batas minimum, laju bahan kimia hampir tetap karena dibatasi tip dan jalur isap, sedangkan debit air turun mengikuti tekanan, kira-kira sebanding dengan akar tekanan untuk aliran melalui lubang (nilai literatur umum). Rasio lalu mengecil dan larutan menjadi lebih pekat. Di bawah batas minimum, vakum runtuh dan bahan kimia berhenti terisap, sehingga yang keluar hampir air saja. Tafsiran ini adalah tafsiran editorial; manual tidak menjelaskannya, dan buktinya adalah pengukuran pada tekanan berbeda seperti di Bab 10.

    Pemakaian dan biaya bahan kimia

    Pemakaian bahan kimia per hari adalah volume larutan per hari dibagi R+1R + 1:

    Vkimia,hari=Vlarutan,hariR+1V_\text{kimia,hari} = \frac{V_\text{larutan,hari}}{R + 1}

    Lama satu jeriken adalah volume jeriken dibagi pemakaian harian. Biaya per liter larutan adalah harga bahan kimia per liter dibagi R+1R + 1. Angka-angka sederhana ini adalah alat audit terkuat teknisi dispensing: bila jeriken habis jauh lebih cepat daripada hitungan dari jumlah botol dan ember yang diisi, ada tiga kemungkinan, yaitu rasio di lapangan lebih pekat daripada yang dikira, pemakaian larutan lebih banyak daripada yang dicatat, atau bahan kimia dipakai di luar dispenser. Audit seperti itu dibahas di Bab 11.

    Contoh kerja

    Contoh 1: dua basis. Pada rasio 20:1, 1 L air memerlukan 1.000/20=501.000/20 = 50 mL bahan kimia. Untuk 1 L larutan jadi, bahan kimianya 1.000/21=47,61.000/21 = 47{,}6 mL dan airnya 952,4 mL, seperti dalam buku saku teknis internal.

    Contoh 2: persen dan bahan aktif. Rasio 64:1 memberi c=1/65=0,0154c = 1/65 = 0{,}0154, yaitu 1,54 persen volume. Produk dengan 10 persen bahan aktif menghasilkan larutan dengan sekitar 10×0,0154=0,1510 \times 0{,}0154 = 0{,}15 persen bahan aktif.

    Contoh 3: waktu isi. Botol semprot 750 mL pada 3,8 L/menit terisi dalam 0,75/3,8×60=11,80{,}75/3{,}8 \times 60 = 11{,}8 detik. Ember 10 L pada 15 L/menit terisi dalam 40 detik, dan pada 8,3 L/menit dalam 10/8,3×60=7210/8{,}3 \times 60 = 72 detik.

    Contoh 4: debit bahan kimia. Unit isi botol mengeluarkan 3,8 L/menit pada 32:1. Debit bahan kimia 3,8/33=0,1153{,}8/33 = 0{,}115 L/menit, yaitu 115 mL/menit, dan debit air 3,685 L/menit.

    Contoh 5: pemakaian harian dan umur jeriken. Housekeeping satu lantai mengisi 40 botol 750 mL per hari, yaitu 30 L larutan, pada 32:1. Pemakaian bahan kimia 30/33=0,9130/33 = 0{,}91 L per hari, sehingga jeriken 5 L bertahan sekitar 5/0,91=5,55/0{,}91 = 5{,}5 hari.

    Contoh 6: tip yang terlalu besar. Bila tip diganti sehingga rasio menjadi 16:1, pemakaian untuk 30 L larutan menjadi 30/17=1,7630/17 = 1{,}76 L per hari, sekitar 1,94 kali lipat. Dalam 30 hari, selisihnya (1,76−0,91)×30=25,6(1{,}76 - 0{,}91) \times 30 = 25{,}6 L. Dengan harga Rp 45.000 per liter (angka latihan), pemborosannya sekitar Rp 1,15 juta per bulan, dan lantai menjadi lengket.

    Contoh 7: tekanan pagi yang rendah. Pada 2,75 bar, debit air 3,685 L/menit dan bahan kimia 0,115 L/menit, rasio 32:1. Pagi hari tekanan turun ke 1,8 bar. Debit air menjadi sekitar 3,685×1,8/2,75=3,685×0,809=2,983{,}685 \times \sqrt{1{,}8/2{,}75} = 3{,}685 \times 0{,}809 = 2{,}98 L/menit. Bila laju bahan kimia tetap 0,115 L/menit, rasio menjadi 2,98/0,115=25,92{,}98/0{,}115 = 25{,}9:1, lebih pekat sekitar seperlima. Ditambah tip yang terlalu besar pada Contoh 6, ini menjelaskan keluhan petugas pagi di kasus pembuka.

    Contoh 8: produk kental. Pembersih lantai baru yang lebih kental memakai tip yang sama. Pengukuran menunjukkan laju bahan kimia turun dari 115 menjadi 60 mL/menit (angka latihan), sehingga rasio menjadi 3,685/0,060=613{,}685/0{,}060 = 61:1, hampir dua kali lebih encer dari target 32:1. Tip yang lebih besar dipilih dan diukur ulang.

    Contoh 9: memilih tip dari label. Label pembersih serbaguna meminta pengenceran antara 1:40 dan 1:80 untuk pembersihan harian, dalam arti air:produk. Dari tabel alat di manual pengencer ringkas, tip kuning untuk 64:1 berada di dalam rentang itu, sedangkan tip hijau 32:1 terlalu pekat. Tip kuning dipasang sebagai titik awal, lalu rasio nyatanya dibuktikan dengan kalibrasi di Bab 10.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemakaian dispenser dan laporkan kepada teknisi atau penanggung jawab bila:

    1. Label bahan kimia di jeriken tidak terbaca, tertukar, atau tidak sesuai dengan selang dan tombol yang dipakai.
    2. Larutan berbau menyengat, berasap, berbuih tidak wajar, atau berubah warna, yang dapat menandakan dua bahan tercampur; jauhkan orang dan ikuti lembar data keselamatan, seperti Bab 6 · Keselamatan.
    3. Dispenser bocor bahan pekat, atau selang keluaran tidak dapat diarahkan dengan aman ke wadah.
    4. Tekanan air jauh di luar rentang manual, atau air yang masuk panas di atas batas manual.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Menaikkan rasio berarti memekatkan." Rasio air:bahan kimia yang lebih besar berarti lebih encer.
    2. "1 L air dan 1 L larutan jadi sama saja." Selisihnya kecil pada rasio encer tetapi besar pada rasio pekat.
    3. "Larutan lebih pekat membersihkan lebih baik." Kelebihan bahan kimia meninggalkan residu, menambah biaya, dan dapat menambah bahaya.
    4. "Rasio di tabel tip pasti benar." Tabel berlaku pada tekanan dan kekentalan uji pabrik; rasio di lapangan dibuktikan dengan kalibrasi.
    5. "Tekanan rendah selalu membuat larutan encer." Di atas batas minimum, tekanan rendah dapat membuat larutan lebih pekat; di bawah batas itu, bahan kimia berhenti terisap.
    6. "Satu tip cocok untuk semua produk dengan rasio sama." Produk kental memerlukan tip lain dan kalibrasi sendiri.
    7. "Jeriken cepat habis berarti tamu lebih banyak." Hitung dulu pemakaian dari jumlah larutan dan rasio; selisih yang besar menunjuk rasio, pemakaian, atau kebocoran.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 2 memberi prinsip eduktor dan laju bahan kimia yang hampir tetap, Bab 2 · Fluida & Termal persamaan Bernoulli, Bab 5 neraca pengenceran, Bab 1 dispenser peristaltik, Bab 4 dispenser mesin pencuci piring, dan Bab 6 · Keselamatan dan Bab 8 · Laundry bahan kimia dan campuran berbahaya. Bab 9, Bab 10, dan Bab 11 melanjutkan ke pemasangan, kalibrasi dan perawatan, serta gangguan dan laporan.

    Latihan dan pembahasan

    1. Berapa bahan kimia untuk 2 L air dan untuk 2 L larutan jadi pada rasio 16:1?
    2. Berapa persen volume bahan kimia pekat pada rasio 128:1?
    3. Ember 12 L diisi dari unit 8,3 L/menit pada 64:1. Berapa lama, dan berapa bahan kimia yang terpakai?
    4. Unit isi ember mengeluarkan 15 L/menit pada 32:1. Berapa debit bahan kimianya?
    5. Tekanan turun dari 3,0 ke 2,0 bar. Debit air semula 3,7 L/menit dan laju bahan kimia tetap 0,1 L/menit. Bagaimana rasionya berubah?
    6. Jeriken 20 L dipakai pada 64:1 untuk 60 L larutan per hari. Berapa lama jeriken bertahan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Untuk 2 L air, 2.000/16=1252.000/16 = 125 mL. Untuk 2 L larutan jadi, 2.000/17=117,62.000/17 = 117{,}6 mL. Selisih 7,4 mL ini menunjukkan mengapa basis perhitungan ditulis di laporan.
    2. 1/129=0,00781/129 = 0{,}0078, yaitu sekitar 0,78 persen volume.
    3. Waktu 12/8,3×60=8712/8{,}3 \times 60 = 87 detik, dan bahan kimia 12/65=0,18512/65 = 0{,}185 L, yaitu sekitar 185 mL.
    4. 15/33=0,45515/33 = 0{,}455 L/menit, sekitar 455 mL/menit, empat kali unit isi botol pada rasio yang sama.
    5. Debit air baru sekitar 3,7×2,0/3,0=3,7×0,816=3,023{,}7 \times \sqrt{2{,}0/3{,}0} = 3{,}7 \times 0{,}816 = 3{,}02 L/menit. Rasio berubah dari 3,7/0,1=373{,}7/0{,}1 = 37:1 menjadi 3,02/0,1=303{,}02/0{,}1 = 30:1, lebih pekat, dengan anggapan laju bahan kimia tetap. Bila tekanan turun di bawah batas minimum, anggapan itu gugur dan bahan kimia dapat berhenti terisap.
    6. Pemakaian 60/65=0,92360/65 = 0{,}923 L per hari, sehingga jeriken bertahan sekitar 20/0,923=21,720/0{,}923 = 21{,}7 hari.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Berapa bahan kimia untuk 2 L air dan untuk 2 L larutan jadi pada rasio 16:1?

    2

    Berapa persen volume bahan kimia pekat pada rasio 128:1?

    3

    Ember 12 L diisi dari unit 8,3 L/menit pada 64:1. Berapa lama, dan berapa bahan kimia yang terpakai?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat