Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dispensing Kimia · Bab 11Terapan

    Troubleshooting, RCA, dan laporan dispenser mixing: gejala menurut jalur, akar penyebab dan bukti, laporan teknisi, dan audit titik pengenceran di satu hotel

    Di sebuah hotel delapan lantai, pemakaian pembersih lantai di lantai tiga hampir dua kali lantai lain dan di lantai tujuh hanya separuhnya, sementara lantai tiga terus mengeluh lantai lengket dan lantai tujuh mengeluh lantai tidak bersih. Dua teknisi sebelumnya sudah mengganti tip dan membersihkan katup kaki, tetapi keluhan kembali dalam beberapa minggu. Bab ini menjelaskan cara mencari gangguan dispenser mixing menurut jalur, uji pembeda yang cepat, tabel gejala, cara naik dari perbaikan gejala ke akar penyebab, akar penyebab yang sering berulang, data wajib laporan teknisi, daftar periksa kunjungan, peran operator, dan audit pemakaian bahan kimia di semua titik pengenceran satu hotel.

    25 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah hotel delapan lantai memasang satu dispenser mixing empat pilihan di ruang housekeeping setiap lantai. Catatan gudang menunjukkan pemakaian pembersih lantai di lantai tiga hampir dua kali lantai lain, sedangkan lantai tujuh hanya sekitar separuhnya. Pada saat yang sama, lantai tiga terus mengeluh lantai lengket, sedangkan lantai tujuh mengeluh lantai tidak bersih. Dua kunjungan teknisi sebelumnya sudah dicatat: satu mengganti tip di lantai tiga karena "larutan terlalu pekat", satu lagi membersihkan katup kaki di lantai tujuh. Dalam beberapa minggu, keluhan yang sama kembali.

    Pengelola meminta teknisi senior memeriksa semuanya sekaligus. Teknisi itu tidak memulai dari tip. Ia mengumpulkan data pengiriman bahan kimia per lantai, menghitung pemakaian yang seharusnya dari jumlah ember dan botol yang diisi, mengukur tekanan di setiap lantai pada pagi dan siang hari, dan mengkalibrasi setiap posisi kenop. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua keluhan berasal dari sebab yang berbeda, dan keduanya akan terulang selama sebab sistemnya tidak diubah. Bab ini menjelaskan cara kerja seperti itu.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas diagnosis gangguan dispenser mixing, analisis akar penyebab, laporan teknisi, dan audit pemakaian bahan kimia. Prinsip dan rasio ada di Bab 8; jenis dan pemasangan di Bab 9; kalibrasi, komisioning, dan perawatan di Bab 10. Metode gejala, hipotesis, dan uji pembeda ada di Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis; akar sebab dan verifikasi di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis; FMEA di Bab 9 · Sistem, Diagram & Diagnosis; gangguan eduktor laundry di Bab 2; konsistensi operasi di Bab 20 · Laundry; dan laporan servis di Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima. Sumbernya adalah buku saku teknis internal, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Narasi disiplin Dishwashing dan Dispensing Kimia di repo buku belum memuat kutipan tentang gangguan pengencer. Angka contoh adalah angka latihan.

    Membaca gangguan menurut jalur

    Buku saku teknis internal mencatat bahwa merek boleh berbeda, tetapi logika diagnosisnya sama: periksa air, saringan, tekanan, venturi, katup kaki, tip, selang isap, dan keluaran. Daftar itu dapat dikelompokkan menjadi lima jalur, sehingga setiap gejala dibaca dengan pertanyaan yang sama:

    1. Jalur air: katup bola, saringan, katup penurun tekanan, manometer, dan pasokan gedung. Pertanyaannya: apakah air yang datang cukup dan stabil?
    2. Jalur isap: jeriken, katup kaki, selang isap, dan sambungannya. Apakah bahan kimia dapat naik tanpa udara dan tanpa hambatan berlebih?
    3. Tip dan venturi: apakah tipnya benar untuk produk itu, bersih, dan terpasang pada posisi yang benar?
    4. Jalur keluaran: selang keluaran dan nosel. Apakah larutan keluar lancar?
    5. Pemakaian: produk, rasio yang diminta, cara pakai operator, dan pekerjaan pembersihannya. Apakah larutan yang benar dipakai untuk pekerjaan yang benar?

    Jalur kelima sering terlupa. Buku saku itu menempatkan "larutan tidak efektif" sebagai gejala yang dapat berasal dari rasio, tetapi juga dari bahan kimia yang salah, permukaan yang terlalu berat, atau prosedur pembersihan yang salah.

    Uji pembeda yang cepat

    Uji pembeda memisahkan jalur dengan sedikit langkah, seperti metode di Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis:

    1. Baca manometer saat diam dan saat mengalir. Selisih besar antara tekanan statis dan dinamis menunjuk hambatan di jalur air, seperti saringan tersumbat atau katup bola setengah terbuka. Tekanan statis yang sudah rendah menunjuk pasokan gedung.
    2. Ukur debit keluaran dengan wadah berskala dan stopwatch, lalu bandingkan dengan debit nominal unit.
    3. Uji isap dengan air. Ujung selang isap dipindah dari jeriken ke gelas berisi air. Bila air terisap normal, venturi dan tip bekerja, dan masalahnya ada di katup kaki, jeriken, atau kekentalan produk. Bila air pun tidak terisap, masalahnya di tekanan, venturi, tip, atau selang isap yang bocor.
    4. Bandingkan posisi. Pada dispenser multi produk, satu posisi bermasalah sementara posisi lain normal menunjuk jalur isap atau tip posisi itu, bukan air.
    5. Kalibrasi terukur seperti di Bab 10 memberi angka rasio yang menjadi bukti.

    Setiap uji dicatat sebelum komponen diganti. Penggantian yang mendahului pengukuran menghapus bukti tentang apa yang sebenarnya rusak.

    Tabel gejala

    Buku saku teknis internal memuat tabel gejala, pemeriksaan awal, kemungkinan penyebab, dan tindakan. Isinya diringkas di sini:

    1. Bahan kimia tidak terisap. Periksa tinggi cairan di jeriken, katup kaki, selang isap, tip, dan tekanan. Penyebab: bahan kimia habis, katup kaki tersumbat, selang bocor, udara masuk, tip tersumbat, atau tekanan tidak cukup.
    2. Hasil terlalu pekat. Periksa tekanan, tip, katup penurun tekanan, dan aliran air. Penyebab: tip terlalu besar, tekanan air terlalu rendah, aliran air kecil, atau rasio salah. Tindakan: periksa tekanan, bersihkan saringan, ganti tip dengan yang lebih kecil, kalibrasi ulang.
    3. Hasil terlalu encer. Periksa katup kaki, isapan, tip, bahan kimia, dan selang isap. Penyebab: tip terlalu kecil, isapan lemah, katup kaki kotor, selang bocor, atau bahan kimia terlalu kental.
    4. Debit air kecil. Periksa saringan, katup bola, katup penurun tekanan, dan pasokan gedung.
    5. Bocor di fitting. Periksa segel, cincin O, ulir, dan klem; penyebabnya segel aus, cincin O rusak, fitting longgar, atau tekanan berlebih.
    6. Rasio berubah-ubah. Periksa tekanan, saringan, katup penurun tekanan, dan tip; penyebabnya tekanan tidak stabil, saringan kotor, tip kotor, atau udara masuk di jalur isap.
    7. Bahan kimia cepat habis. Periksa tip, rasio, tekanan, dan pemakaian operator; penyebabnya tip terlalu besar, rasio terlalu pekat, atau pemakaian berlebihan. Tindakan: ganti tip, kalibrasi, dan edukasi pemakaian.
    8. Larutan tidak efektif. Periksa rasio, bahan kimia, cara pakai, dan alat pembersih.

    Tabel ini sejalan dengan tafsiran di Bab 8 tentang tekanan: tekanan rendah di atas batas minimum dapat memekatkan larutan, sedangkan di bawah batas itu bahan kimia berhenti terisap.

    Dari troubleshooting ke RCA

    Buku saku teknis internal membedakan keduanya dengan jelas: troubleshooting memperbaiki gejala, sedangkan RCA mencari akar penyebab agar masalah tidak berulang. Urutan berpikirnya: gejala, penyebab langsung, akar penyebab, bukti, tindakan koreksi, dan pencegahan. Contoh dari buku saku itu:

    1. Bahan kimia tidak terisap, penyebab langsung katup kaki tersumbat. Akar yang dicari: bahan kimia mengkristal, jeriken kotor, atau katup kaki tidak pernah dibersihkan. Bukti: foto katup kaki dan uji isap. Pencegahan: jadwal pembersihan katup kaki.
    2. Hasil terlalu pekat, penyebab langsung tip terlalu besar. Akar: tidak ada standar tip per produk, atau teknisi salah memilih tip. Bukti: warna atau nomor tip dan hasil ukur. Pencegahan: tabel tip per produk.
    3. Rasio tidak stabil, penyebab langsung tekanan naik-turun. Akar: katup penurun tekanan bermasalah atau pasokan gedung tidak stabil. Bukti: manometer saat uji. Pencegahan: mencatat tekanan saat komisioning.
    4. Bahan kimia boros, penyebab langsung rasio terlalu pekat. Akar: tidak pernah dikalibrasi ulang setelah produk atau tip diganti. Bukti: data pemakaian dan hasil kalibrasi. Pencegahan: kalibrasi setiap kali produk berubah.
    5. Keluhan hasil pembersihan, penyebab langsung larutan terlalu encer. Akar: operator memakai bahan kimia tidak sesuai aplikasi atau rasio salah. Pencegahan: pelatihan operator dan label aplikasi.

    Kesimpulan buku saku itu: bila masalah yang sama muncul berulang, penyebabnya biasanya bukan satu komponen saja; yang diperiksa adalah sistemnya, yaitu air, tekanan, saringan, isapan, bahan kimia, tip, operator, dan jadwal perawatan. Cara membuktikan akar sebab dan memverifikasi perbaikan dijelaskan di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis.

    Akar penyebab yang sering berulang

    Dari tabel RCA di atas, lima akar penyebab sistem muncul berulang di banyak lokasi (pengelompokan editorial):

    1. Tidak ada standar tip per produk dan per posisi. Siapa pun dapat mengganti tip tanpa catatan, seperti supervisor di Bab 8.
    2. Tidak ada kalibrasi ulang setelah perubahan. Produk, tip, jalur isap, dan tekanan berubah tanpa uji ulang.
    3. Perawatan menunggu kerusakan. Saringan dan katup kaki dibersihkan hanya setelah bahan kimia tidak keluar.
    4. Tekanan gedung tidak dikendalikan. Tekanan berbeda antarlantai dan antarjam tanpa katup penurun tekanan.
    5. Operator tidak tahu rasio dan aplikasinya. Larutan dipakai untuk pekerjaan yang salah, atau bahan pekat dituang langsung ketika dispenser lambat.

    Kelima akar ini dapat dianalisis lebih lanjut dengan FMEA seperti di Bab 9 · Sistem, Diagram & Diagnosis, dan pencegahannya masuk ke prosedur konsistensi operasi di Bab 20 · Laundry.

    Data wajib laporan teknisi

    Buku saku teknis internal mendaftar data yang wajib dicatat setiap kunjungan: lokasi dan area; jenis dispenser; nama bahan kimia; rasio target; warna, nomor, atau ukuran tip; tekanan air dalam bar atau psi; keadaan saringan air; keadaan katup kaki; keadaan selang isap; hasil kalibrasi berupa bahan kimia yang terisap dalam mL; apakah keluaran stabil; masalah awal; tindakan; hasil akhir; dan bukti berupa foto atau video sebelum dan sesudah.

    Dua tambahan membuat data ini berguna untuk audit: posisi kenop pada dispenser multi produk, dan tekanan statis serta dinamis secara terpisah. Laporan yang baik juga memisahkan nilai ukur dari kesimpulan, seperti di Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima: "rasio terukur 18:1 pada 2,6 bar dinamis" adalah data, sedangkan "tip terlalu besar" adalah kesimpulan.

    Daftar periksa kunjungan

    Buku saku teknis internal memberi daftar periksa praktik dengan kolom OK atau tidak OK dan catatan: pasokan air tersedia, katup bola terbuka, saringan bersih, katup penurun tekanan stabil, manometer terbaca, bahan kimia sesuai label, katup kaki tenggelam dan bersih, selang isap pendek dan rapi tanpa lingkar dan tidak bocor, tip sesuai rasio, keluaran lancar, tidak ada kebocoran, rasio sudah dikalibrasi, hasil dicatat, dan area kerja rapi.

    Daftar ini dipakai sama di setiap lantai dan setiap kunjungan, sehingga perbandingan antarlantai dan antarbulan dapat dilakukan. Butir yang tidak OK selalu disertai tindakan atau alasan mengapa belum ditindak.

    Audit titik pengenceran di satu hotel

    Audit pemakaian membandingkan bahan kimia yang benar-benar terpakai dengan yang seharusnya terpakai menurut pekerjaan (pendekatan editorial berdasarkan rumus di Bab 8). Langkahnya:

    1. Data pemakaian nyata per produk dan per titik: pengiriman jeriken, sisa di gudang, dan sisa di ruang janitor pada awal dan akhir periode.
    2. Pemakaian yang seharusnya: jumlah ember dan botol yang diisi per hari menurut jadwal kerja, dikalikan volumenya, dibagi R+1R + 1.
    3. Rasio pemakaian: pemakaian nyata dibagi pemakaian yang seharusnya. Angka sekitar 1 berarti wajar; angka jauh di atas 1 menunjuk rasio terlalu pekat, pemakaian berlebih, atau kebocoran; angka jauh di bawah 1 menunjuk larutan terlalu encer atau pekerjaan yang tidak dilakukan.
    4. Kalibrasi setiap posisi dan pengukuran tekanan pagi dan siang di titik yang menyimpang.
    5. Kesimpulan per titik dan tindakan sistem: tabel tip, katup penurun tekanan, jadwal perawatan, dan pelatihan.

    Audit seperti ini mengubah keluhan yang samar, seperti "bahan kimia boros" atau "tidak bersih", menjadi angka per titik yang dapat ditindaklanjuti dan diverifikasi bulan berikutnya.

    Peran operator dan pelatihan

    Dispenser yang benar dapat menghasilkan pekerjaan yang salah bila operator tidak tahu cara memakainya. Hal yang dilatihkan kepada operator (nilai literatur umum; isi pelatihan mengikuti prosedur tempat kerja dan pemasok): produk mana untuk pekerjaan mana; tombol dan posisi kenop; wadah yang benar dan tidak memegang ujung selang di dalam larutan; tidak menuang bahan pekat langsung ketika dispenser lambat, melainkan melapor; tanda bahaya seperti bau menyengat; dan siapa yang dihubungi. Buku saku teknis internal menempatkan pelatihan operator dan label aplikasi sebagai pencegahan untuk keluhan hasil pembersihan, dan pertanyaan uji kompetensinya, seperti fungsi dispenser mixing, tenaga utama venturi, fungsi tip, perhitungan rasio, dan beda troubleshooting dengan RCA, dapat dipakai untuk menguji teknisi baru.

    Contoh kerja

    Contoh 1: debit kecil karena saringan. Unit isi botol mengeluarkan 2,1 L/menit, padahal nominalnya 3,8 L/menit. Manometer menunjukkan 3,5 bar saat diam dan 1,2 bar saat mengalir. Penurunan 2,3 bar saat mengalir menunjuk hambatan di jalur air. Saringan dibuka dan ditemukan tersumbat pasir; setelah dibersihkan, tekanan dinamis 2,9 bar dan debit 3,7 L/menit.

    Contoh 2: uji isap dengan air. Pembersih kamar mandi tidak terisap. Selang isap dipindah ke gelas berisi air, dan air terisap normal. Venturi dan tip bekerja; katup kaki diperiksa dan ditemukan berkerak kristal produk. Katup kaki dibersihkan, dan bahan kimia terisap kembali.

    Contoh 3: tip yang tertukar. Pembersih lantai di lantai tiga terukur 18:1 terhadap target 32:1. Tip yang terpasang ternyata berwarna biru, yang pada tabel alat itu berarti 16:1, bukan hijau untuk 32:1. Tip diganti dan rasio diukur ulang menjadi 31,5:1.

    Contoh 4: rasio berubah menurut jam. Kalibrasi di lantai tujuh memberi 26:1 pada pukul 07.00 dengan tekanan dinamis 1,8 bar, dan 32:1 pada pukul 14.00 dengan 2,8 bar. Rasio berubah-ubah karena tekanan, sehingga tindakannya katup penurun tekanan yang disetel ke tekanan yang selalu tersedia, lalu kalibrasi ulang.

    Contoh 5: bocor karena tekanan berlebih. Cincin O di lantai satu bocor untuk kedua kalinya dalam tiga bulan. Tekanan statis terukur 6,4 bar, di atas batas maksimum manual pengencer ringkas 5,8 bar. Penyebab langsungnya cincin O rusak; akar penyebabnya tekanan berlebih. Tindakan koreksi: ganti cincin O dan pasang katup penurun tekanan; pencegahan: catat tekanan statis saat komisioning setiap lantai.

    Contoh 6: rekonsiliasi pemakaian. Setiap lantai mengisi 6 ember 10 L per hari pada 64:1, yaitu 60 L larutan, sehingga pemakaian yang seharusnya 60/65=0,9260/65 = 0{,}92 L per hari atau 0,92×30=27,70{,}92 \times 30 = 27{,}7 L per bulan per lantai. Pemakaian nyata enam lantai lain sekitar 27 L, sedangkan lantai tiga 51 L dan lantai tujuh 15 L. Total hotel hampir sama dengan perkiraan, sehingga angka total saja tidak akan menemukan masalah ini. Rasio pemakaian lantai tiga 51/27,7=1,8451/27{,}7 = 1{,}84 dan lantai tujuh 15/27,7=0,5415/27{,}7 = 0{,}54.

    Contoh 7: biaya pemborosan. Kelebihan lantai tiga sekitar 51−27,7=23,351 - 27{,}7 = 23{,}3 L per bulan. Dengan harga Rp 45.000 per liter (angka latihan), pemborosannya sekitar 23,3×45.000=1.050.00023{,}3 \times 45.000 = 1.050.000 rupiah per bulan, cukup untuk membiayai katup penurun tekanan dan kunjungan kalibrasi.

    Contoh 8: rasio benar, hasil tetap buruk. Di lantai lima, kalibrasi semua posisi masuk batas, tetapi keluhan kamar mandi kusam tetap ada. Pengamatan menunjukkan operator memakai botol pembersih kaca untuk kamar mandi karena botol pembersih kamar mandi tidak berlabel. Akar penyebabnya label dan pelatihan, bukan dispenser.

    Contoh 9: rantai RCA lantai tiga. Gejala: lantai lengket dan pemakaian 1,84 kali seharusnya. Penyebab langsung: tip 16:1 pada posisi 32:1. Akar penyebab: supervisor mengganti tip tanpa standar dan tanpa catatan, dan tidak ada kalibrasi ulang. Bukti: warna tip, hasil ukur 18:1, dan data pemakaian. Tindakan koreksi: tip yang benar dan kalibrasi. Pencegahan: tabel tip per produk dan per posisi yang ditempel di setiap dispenser, penggantian tip hanya oleh teknisi dengan catatan, dan kalibrasi setiap perubahan.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemakaian titik pengenceran dan laporkan kepada penanggung jawab bila:

    1. Larutan sanitasi atau disinfeksi terukur di bawah kadar yang diminta label.
    2. Ada tanda dua bahan kimia tercampur, seperti bau menyengat atau gas; jauhkan orang dan ikuti lembar data keselamatan.
    3. Bocor bahan pekat yang tidak dapat dihentikan dengan menutup katup dan mengangkat selang isap dari jeriken.
    4. Perbaikan memerlukan pekerjaan pada pipa gedung atau alat pencegah aliran balik yang bukan wewenang teknisi dispensing.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Masalah dispenser selalu di tip." Banyak masalah berasal dari air, saringan, katup kaki, dan pemakaian.
    2. "Ganti komponen dulu, ukur belakangan." Penggantian sebelum pengukuran menghapus bukti.
    3. "Masalah sudah selesai karena gejalanya hilang." Tanpa akar penyebab, gejala yang sama kembali.
    4. "Pemakaian tinggi berarti dispenser bocor." Rekonsiliasi membedakan rasio, pemakaian, dan kebocoran.
    5. "Bila rasio benar, keluhan pasti salah." Produk, aplikasi, dan cara pakai dapat salah walaupun dispenser benar.
    6. "Laporan cukup berisi tindakan." Laporan memuat nilai ukur sebelum dan sesudah, keadaan uji, dan bukti.
    7. "Operator tidak perlu tahu rasio." Operator perlu tahu produk untuk pekerjaan apa dan kapan harus melapor.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 8, Bab 9, dan Bab 10 memberi prinsip, pemasangan, dan kalibrasi, Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis dan Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis metode diagnosis dan akar sebab, Bab 9 · Sistem, Diagram & Diagnosis FMEA, Bab 2 gangguan eduktor laundry, Bab 20 · Laundry konsistensi operasi, dan Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima laporan servis. Gambaran dosis di dapur ada di Bab 1 · Dishwashing.

    Latihan dan pembahasan

    1. Manometer menunjukkan 3,4 bar saat diam dan 1,0 bar saat mengalir. Apa dugaan utamanya?
    2. Pada uji isap dengan air, air pun tidak terisap. Jalur mana yang diperiksa?
    3. Lima lantai masing-masing mengisi 40 botol 750 mL per hari pada 32:1. Berapa pemakaian yang seharusnya per bulan, dan bagaimana menilai pemakaian nyata 180 L?
    4. Rasio terukur 20:1 pada posisi yang memakai tip untuk 32:1 menurut tabel. Sebutkan kemungkinan penyebabnya.
    5. Katup kaki di satu lantai tersumbat setiap bulan. Susun rantai RCA-nya.
    6. Data apa yang wajib dicatat setelah kunjungan perbaikan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Penurunan besar saat mengalir menunjuk hambatan di jalur air, seperti saringan tersumbat, katup bola setengah terbuka, atau katup penurun tekanan bermasalah. Tekanan statis 3,4 bar sendiri cukup.
    2. Tekanan dan debit air, venturi dan tip, serta selang isap yang bocor sehingga udara masuk. Katup kaki dan jeriken tidak terlibat, karena uji memakai gelas air.
    3. Per hari 5×40×0,75=1505 \times 40 \times 0{,}75 = 150 L larutan, sehingga bahan kimia 150/33=4,55150/33 = 4{,}55 L per hari atau 4,55×30=1364{,}55 \times 30 = 136 L per bulan. Pemakaian nyata 180 L memberi rasio 180/136=1,32180/136 = 1{,}32, sehingga setiap lantai dikalibrasi dan pemakaian operator diperiksa.
    4. Tekanan dinamis rendah yang memekatkan larutan, tip yang ternyata berbeda dari catatan, produk lebih encer dari produk uji tabel, atau kesalahan uji. Tekanan dan tip diperiksa sebelum tip diganti.
    5. Gejala: bahan kimia tidak terisap. Penyebab langsung: katup kaki tersumbat. Akar yang dicari: produk mengkristal karena jeriken dibiarkan terbuka, jeriken kotor, atau tidak ada jadwal pembersihan. Bukti: foto katup kaki dan uji isap. Pencegahan: jadwal pembersihan dan jeriken tertutup.
    6. Lokasi, jenis dispenser, posisi kenop, produk, rasio target, tip, tekanan statis dan dinamis, keadaan saringan, katup kaki, dan selang isap, hasil kalibrasi, masalah awal, tindakan, hasil akhir, dan foto sebelum dan sesudah.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Manometer menunjukkan 3,4 bar saat diam dan 1,0 bar saat mengalir. Apa dugaan utamanya?

    2

    Pada uji isap dengan air, air pun tidak terisap. Jalur mana yang diperiksa?

    3

    Lima lantai masing-masing mengisi 40 botol 750 mL per hari pada 32:1. Berapa pemakaian yang seharusnya per bulan, dan bagaimana menilai pemakaian nyata 180 L?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaPersiapan kerja, pengukuran, perbaikan, dokumentasi, dan serah terima

    Urutan baca menurut rak: Kerja Lapangan & Serah Terima · Bab 1.

    Satu disiplinSiklus pencucian, dosis, pembilasan, sanitasi, dan dispenser

    Bab lain dalam Dishwashing dan Dispensing Kimia.