Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Laundry · Bab 12Terapan

    Sortir, desain program, dan penskalaan dosis

    Bab ini menghubungkan beban nyata dengan program dan angka dosis. Pembahasan mencakup sortir empat kategori dan alasan fisika-kimianya, spektrum program dari ringan sampai perlakuan ulang, formula induk sebagai dokumen terkendali yang ditulis per fungsi, model dosis yang membedakan bagian yang habis oleh kotoran dari bagian yang membangun konsentrasi di bak, koreksi terhadap formula modul yang menaruh penetral dan pelembut di cuci utama, dan studi kasus jaket koki yang ditulis ulang secara generik. Contoh kerja menunjukkan kapan skala dosis linear terhadap berat benar dan kapan salah.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Modul praktik laundry memberi satu rumus penyesuaian dosis: dosis aktual sama dengan dosis acuan untuk mesin 70 kg dikali muatan kering aktual dibagi 70. Rumus itu rapi dan mudah diajarkan. Tabel dosis jaket koki di modul yang sama juga mengikutinya: produk alkali 400 mL untuk mesin 70 kg menjadi 170 mL untuk 30 kg dan 460 mL untuk 80 kg. Pertanyaan teknisnya adalah apa yang dianggap tetap oleh rumus itu, dan apa yang terjadi bila anggapan itu tidak berlaku.

    Bab ini ada karena bab-bab sebelumnya menetapkan kondisi kerja kimia, mesin, dan urutan tahap, tetapi belum menjawab pertanyaan di ruang cuci setiap pagi: beban ini masuk program mana, dan berapa dosisnya. Bedanya dengan bab arsitektur program: bab itu menyusun struktur program; bab ini memilih program dan menghitung dosis untuk beban tertentu. Bedanya dengan bab dispenser sesudahnya: bab ini menetapkan berapa yang harus masuk; bab dispenser memastikan jumlah itu benar-benar masuk.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas linen hotel, restoran, spa, dan linen umum rumah sakit. Linen infeksius dan alur kotor-bersih dibahas di bab higiene linen. Angka dosis dalam contoh adalah ilustrasi; dosis nyata berasal dari lembar data teknis produk dan diverifikasi dengan pengukuran seperti di bab pH dan pengukuran. Formula ditulis menurut fungsi kimia, bukan merek.

    Produk pekat untuk uji dan penyesuaian dosis diukur dengan APD dan mengikuti lembar data keselamatan, seperti di Bab 10 · Kimia. Satu batas berlaku untuk semua formula: pemutih klorin hanya untuk linen putih yang tahan klorin, dan tidak pernah berada di bak yang sama dengan penetral asam, seperti ditetapkan di bab oksidator dan bab arsitektur program.

    Sortir empat kategori dan alasannya

    Modul praktik menyortir menurut empat kategori: jenis kotoran (protein, minyak dan lemak, ringan), warna (putih, terang, gelap), derajat kotor (ringan, sedang, berat), dan jenis kain (katun, poliester-katun, handuk, dan lainnya). Setiap kategori punya alasan fisika atau kimia yang sudah dibahas di bab sebelumnya.

    Jenis kotoran menentukan urutan suhu. Beban dominan protein memerlukan tahap awal di bawah sekitar 40 °C tanpa alkali kuat; beban dominan minyak memerlukan alkali, emulsifier, dan suhu cuci utama yang lebih tinggi. Mencampur keduanya memaksa program berkompromi, seperti dibahas di bab kotoran dan noda dan bab enzim.

    Warna menentukan pemutih. Klorin hanya untuk putih. Linen berwarna memakai pemutih oksigen pada suhu dan pH yang sesuai daya tahan pewarnanya, dan linen gelap yang luntur dapat menodai linen terang dalam satu bak.

    Derajat kotor menentukan cadangan kimia. Bab kimia pembersih menunjukkan bahwa alkali dan surfaktan habis sebanding kotoran. Linen kotor berat dalam program ringan menghabiskan cadangan di tengah tahap.

    Jenis kain menentukan aksi mekanik, suhu, dan ekstraksi. Poliester dan campurannya perlu pendinginan terkendali untuk mencegah lipatan; handuk tebal menahan banyak air, sehingga memengaruhi carry-over dan kadar air sisa, seperti dibahas di bab tekstil, washer-extractor, dan arsitektur program.

    Sortir yang terlalu rinci juga punya harga: beban menjadi kecil-kecil, mesin berjalan setengah isi, dan air serta kimia per kilogram naik. Keputusan sortir karena itu adalah keseimbangan antara kecocokan beban dan pengisian mesin. Aturan kerjanya: kategori yang memengaruhi keselamatan kain, seperti warna terhadap klorin, tidak pernah dikompromikan; kategori yang hanya memengaruhi efisiensi, seperti derajat kotor ringan dan sedang, boleh digabung bila hasil uji menunjukkan program yang sama memadai.

    Spektrum program

    Modul menyusun empat program: cuci cepat untuk kotoran ringan, standar dengan seluruh tahapan, berat dengan durasi atau dosis diperkuat, dan program perlakuan atau cuci ulang untuk noda membandel, biasanya dengan dosis lebih tinggi, waktu lebih lama, atau spotting sebelum siklus.

    Spektrum ini dibaca dengan bab lima faktor. Menambah dosis saja belum membentuk program berat. Bila kotoran berat dominan minyak, yang dinaikkan adalah suhu, waktu, dan cadangan alkali secara bersamaan dalam batas kain. Program cuci cepat memangkas tahap, sehingga bab arsitektur program berlaku: pekerjaan yang dipangkas pindah ke tahap berikutnya atau ke cuci ulang. Modul menyebut cuci cepat menghemat energi dan air hingga 30% untuk beban ringan; angka itu tidak disertai rujukan dan tidak dipakai di sini.

    Program perlakuan ulang punya satu syarat tambahan. Linen yang gagal karena noda yang sudah terfiksasi panas, misalnya protein yang matang atau noda karat, tidak membaik hanya dengan diulang dalam program yang sama dengan dosis lebih besar. Penyebabnya diperiksa dulu melalui katalog gejala, lalu dipilih perlakuan yang cocok dengan mekanismenya, seperti dibahas di bab spotting.

    Formula induk sebagai dokumen terkendali

    Formula induk (master formula) adalah dokumen yang menetapkan, untuk setiap kategori beban: program, suhu dan waktu tiap tahap, level air, dosis per fungsi, target pH, dan cara verifikasi. Modul pendamping merumuskan langkah perancangannya: analisis kebutuhan, evaluasi kondisi operasional, pemilihan kimia, uji awal pada sampel linen, optimasi parameter, lalu validasi dan dokumentasi.

    Tiga sifat menjadikan formula induk dokumen teknis, bukan catatan.

    1. Ditulis per fungsi. Kolom dosis berbunyi alkali, surfaktan, emulsifier, pengkelat, enzim, pemutih, penetral, dan pelembut, dengan kadar bahan aktif bila diketahui. Nama produk dicatat terpisah sebagai pemetaan fungsi ke produk. Bila pemasok berganti, pemetaannya yang diperbarui, dan dosis dihitung ulang dari kadar bahan aktif, bukan disalin.
    2. Berversi. Setiap perubahan diberi nomor versi, tanggal, alasan, dan nama yang menyetujui. Versi yang berlaku sama dengan yang tersimpan di pengendali mesin dan dispenser.
    3. Punya bukti. Setiap formula punya catatan uji: pH per tahap, hasil linen uji, dan angka cuci ulang. Formula tanpa bukti diperlakukan sebagai usulan.

    Model dosis: bagian yang habis dan bagian yang membangun konsentrasi

    Rumus linear modul menganggap semua kebutuhan kimia sebanding berat linen. Bab-bab sebelumnya menunjukkan bahwa kebutuhan kimia punya dua bagian yang berbeda sifat.

    Bagian yang habis oleh kotoran dan kain. Alkali yang bereaksi dengan asam lemak, surfaktan yang terserap pada kotoran dan permukaan serat, dan pelembut yang terikat pada serat. Bagian ini sebanding massa linen dan derajat kotornya.

    Bagian yang membangun konsentrasi di bak. pH awal yang harus tercapai, surfaktan di atas konsentrasi misel kritis, dan pengkelat yang harus cukup untuk kesadahan air. Bagian ini sebanding volume air di bak, dan untuk pengkelat juga sebanding kesadahan air. Pengkelat untuk kesadahan dibahas di bab air dan bab kimia pembersih.

    Model yang memisahkan keduanya:

    D=a⋅m+b⋅VD = a \cdot m + b \cdot V

    dengan DD dosis, mm massa linen kering, VV volume cairan total di bak, yaitu air bebas ditambah air yang tertahan di linen, karena bahan kimia terlarut di keduanya, aa kebutuhan per kilogram linen pada derajat kotor tertentu, dan bb kebutuhan per liter untuk membangun konsentrasi. Model ini adalah derivasi editorial dan dicatat di peta sumber. Nilai aa dan bb tidak tercantum di lembar data; keduanya ditaksir dari uji di ruang cuci sendiri, misalnya dengan titrasi alkalinitas di awal dan akhir tahap pada dua ukuran beban.

    Mengapa pemisahan ini penting? Karena volume air tidak turun sebanding muatan. Mesin mengisi bak sampai level yang ditetapkan. Air bebas pada level itu hampir tetap; yang berkurang ketika muatan berkurang hanya air yang tertahan di linen. Data satu mesin 60 kg menunjukkan pemakaian air seluruh siklus 485 L pada muatan penuh dan 445 L pada setengah muatan. Muatan turun 50%, air hanya turun sekitar 8%. Data ini mencakup seluruh siklus, sehingga hanya menunjukkan bahwa air tidak turun sebanding muatan; volume cuci utama sendiri diukur dengan meter alir pada mesin yang dipakai. Bila dosis dipotong separuh mengikuti berat, bagian yang membangun konsentrasi ikut terpotong separuh padahal airnya hampir sama. Contoh kerja pertama menghitung akibatnya.

    Setiap kelompok kimia dapat dipetakan ke model ini:

    KimiaBagian dominanSkala yang masuk akal
    Alkali cuci utamaKeduanyaa⋅m+b⋅Va \cdot m + b \cdot V
    Surfaktan dan emulsifierKeduanyaa⋅m+b⋅Va \cdot m + b \cdot V
    PengkelatKonsentrasi (kesadahan × volume)Volume air dan kesadahan
    EnzimKonsentrasi di bakTerutama volume air
    PemutihKeduanyaKotoran dan volume air
    PenetralKeduanyaSisa alkali terbawa (massa linen × air tertahan × konsentrasi bilasan sebelumnya) ditambah alkalinitas air bilas akhir
    PelembutTerikat seratMassa linen

    Pemetaan ini adalah penalaran dari mekanisme di bab-bab sebelumnya dan dipakai sebagai hipotesis kerja, bukan hukum. Untuk penetral, bagian terbesar biasanya sisa alkali yang terbawa ke bilas akhir, seperti dihitung di bab arsitektur program, ditambah bagian kecil untuk menurunkan pH air bilas itu sendiri.

    Koreksi terhadap formula modul

    Modul pendamping mencantumkan dua formula, handuk dan celemek berminyak untuk restoran dan spa serta linen umum rumah sakit, dengan penetral dan pelembut "jika diperlukan" di dalam cuci utama, dan di bagian lain menyebut penetral diinjeksikan pada bilasan pertama. Modul praktik yang lebih ringkas menaruh keduanya di bilas akhir. Rak ini mengikuti susunan kedua, dengan tiga alasan:

    1. Penetral asam di cuci utama menghabiskan alkali yang justru dibutuhkan untuk mencapai pH 11–12, sehingga dosis alkali terbuang dan pH turun di luar target.
    2. Pelembut adalah surfaktan kationik. Di cuci utama ia bertemu surfaktan anionik dan dapat membentuk endapan yang menempel pada kain, selain terbuang bersama air cuci, seperti dibahas di bab kimia pembersih dan bab oksidator.
    3. Penetral di bilasan pertama, bila program memakai klorin, berisiko bertemu hipoklorit yang belum terbilas; asam yang bertemu hipoklorit melepaskan gas klorin.

    Modul yang sama menempatkan pemutih oksigen di cuci utama pada 60–65 °C, sedangkan modul praktik memberi suhu kerja pemutih oksigen 70–80 °C. Keduanya dapat benar bila produk memakai aktivator yang bekerja pada suhu lebih rendah, seperti dibahas di bab oksidator. Formula induk karena itu mencatat jenis pemutih oksigen dan suhu kerjanya dari lembar data, bukan hanya dosisnya.

    Studi kasus generik: jaket koki kotor berat

    Modul memuat studi kasus jaket koki dengan tiga kotoran sekaligus: tepung atau pati yang lengket, minyak dan lemak dapur, dan saus berwarna. Kasus ini ditulis ulang di sini tanpa merek, sebagai contoh cara merancang program dari jenis kotoran.

    Analisis kotoran. Pati yang langsung terkena panas tinggi menggelatin dan menempel seperti lem kanji. Minyak memerlukan alkali, emulsifier, dan suhu. Saus berwarna memerlukan oksidasi.

    Susunan program.

    1. Dua tahap pembilasan awal level tinggi, modul memakai 20–25 °C lalu 30–35 °C, masing-masing 8–10 menit, dengan deterjen dan bahan pengangkat noda, untuk melarutkan pati sebelum dipanaskan. Bila formula memakai enzim amilase, tahap ini tempatnya.
    2. Cuci utama level rendah 60–65 °C dengan alkali, deterjen, emulsifier, dan pemutih oksigen di dalam tahap yang sama seperti di modul, pH diverifikasi 11–12 sesuai batas kain. Suhu kerja pemutih oksigen yang dipakai diperiksa terhadap lembar data, seperti dibahas di atas.
    3. Peras antara. Modul mewajibkannya langsung setelah cuci utama untuk membuang air kotor pekat; bab arsitektur program menunjukkan bahwa letak ini perlu diuji terhadap alternatif setelah bilasan pertama.
    4. Dua bilasan level tinggi dengan suhu turun bertahap.
    5. Bilas akhir dengan penetral sampai pH bilas akhir 6–7, dan pelembut bila diperlukan.
    6. Peras akhir.

    Kontrol mutu. Modul menetapkan tiga titik: pH cuci utama 11–12 dan pH akhir 6–7, suhu cuci utama benar-benar mencapai target, dan susunan bilasan tidak dilewati. Rak ini menambahkan pemeriksaan pati yang tersisa, misalnya kain terasa kaku di bagian dada dan lengan setelah kering, sebagai bukti bahwa tahap awal belum cukup.

    Waktu pembilasan awal di modul, 8–10 menit per tahap, lebih panjang daripada pembilasan awal 1–3 menit pada pedoman pemasok kimia yang dikutip di bab arsitektur program, dan merupakan pilihan untuk kotoran pati berat. Angka ini diperlakukan sebagai titik awal uji.

    Contoh kerja: skala linear untuk setengah muatan

    Mesin 70 kg. Formula acuan untuk muatan penuh memakai 400 mL produk alkali. Cairan total cuci utama level rendah, air bebas ditambah air yang tertahan di linen, sekitar 280 L pada muatan penuh; pada muatan 35 kg sekitar 250 L, karena air bebas pada level itu hampir sama sedangkan air yang tertahan di linen berkurang. Anggap kebutuhan dibagi dua: a⋅m=240a \cdot m = 240 mL untuk kotoran pada muatan penuh dan b⋅V=160b \cdot V = 160 mL untuk membangun konsentrasi di 280 L. Angka ini ilustrasi.

    Dari data muatan penuh: a=240/70≈3,43a = 240/70 \approx 3{,}43 mL/kg dan b=160/280≈0,571b = 160/280 \approx 0{,}571 mL/L.

    Skala linear modul untuk 35 kg: D=400×35/70=200D = 400 \times 35/70 = 200 mL.

    Model dua bagian untuk 35 kg:

    D=3,43×35+0,571×250≈120+143=263 mLD = 3{,}43 \times 35 + 0{,}571 \times 250 \approx 120 + 143 = 263\ \text{mL}

    Skala linear memberi sekitar 24% lebih sedikit daripada model dua bagian. Bagian yang kurang itu adalah bagian pembangun konsentrasi, sehingga pH awal dan konsentrasi surfaktan di bak lebih rendah daripada pada muatan penuh. Gejala yang dapat muncul adalah hasil setengah muatan lebih buruk daripada muatan penuh dengan formula yang sama, yang dapat ditafsirkan sebagai kesalahan operator.

    Skala linear benar bila air turun sebanding muatan, atau bila bagian pembangun konsentrasi kecil dibanding bagian yang habis. Keadaan pertama terjadi pada mesin yang mengatur level menurut berat muatan; keadaan kedua terjadi pada kotoran sangat berat. Karena itu, model ini diuji di ruang cuci sendiri dengan titrasi alkalinitas pada muatan penuh dan setengah muatan.

    Contoh kerja: penetral untuk dua jenis beban

    Dua beban 50 kg, seprai poliester-katun dan handuk katun, keluar dari bilasan sebelum bilas akhir dengan konsentrasi natrium hidroksida sisa yang sama, 0,10 g/L. Air tertahan setelah pembuangan dianggap 1,6 L/kg untuk seprai poliester-katun dan 2,5 L/kg untuk handuk.

    Sisa NaOH yang masuk bilas akhir:

    mseprai=0,10×1,6×50=8 g,mhanduk=0,10×2,5×50=12,5 gm_{\text{seprai}} = 0{,}10 \times 1{,}6 \times 50 = 8\ \text{g}, \qquad m_{\text{handuk}} = 0{,}10 \times 2{,}5 \times 50 = 12{,}5\ \text{g}

    Kebutuhan asam asetat minimum secara stoikiometri adalah 1,5 kali massa NaOH, yaitu sekitar 12 g untuk seprai dan 19 g untuk handuk. Dengan massa linen yang sama, handuk membutuhkan penetral sekitar 56% lebih banyak untuk menetralkan sisa alkali, belum termasuk kelebihan asam untuk mencapai pH 6–7 dan penyangga lain. Dosis penetral yang disalin dari formula seprai ke formula handuk karena berat bebannya sama akan meninggalkan pH akhir yang lebih tinggi.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus linear modul dan model dua bagian bab ini; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Pengukuran produk pekat memakai APD dan mengikuti SDS, seperti di bagian batas pembahasan.

    Contoh 1: jaket koki kotor berat di laundry hotel. Laundry hotel mencuci 30 kg jaket koki dengan formula acuan 400 mL alkali untuk 70 kg. Skala linear memberi 400×30/70≈171400 \times 30/70 \approx 171 mL, yang dibulatkan modul menjadi 170 mL. Karena kotornya berat, bagian yang habis dianggap dominan: a⋅m=340a \cdot m = 340 mL dan b⋅V=60b \cdot V = 60 mL pada muatan penuh, dengan cairan total 245 L pada 30 kg (angka latihan).

    D=34070×30+60280×245≈145,7+52,5≈198 mLD = \frac{340}{70} \times 30 + \frac{60}{280} \times 245 \approx 145{,}7 + 52{,}5 \approx 198\ \text{mL}

    Skala linear memberi sekitar 14% lebih sedikit. Dengan pembagian contoh kerja pertama, model memberi sekitar 243 mL dan skala linear sekitar 29% lebih sedikit. Kotor yang sangat berat membuat skala linear lebih dekat ke model, tetapi selisihnya tetap diuji dengan titrasi alkalinitas.

    Contoh 2: enzim untuk linen umum rumah sakit. Formula linen umum sebuah rumah sakit memakai 140 mL enzim di awal cuci utama untuk 70 kg dengan cairan 280 L (angka latihan). Enzim bekerja menurut konsentrasi di bak, sehingga dosisnya terutama mengikuti volume; pada setengah muatan cairannya 250 L seperti contoh kerja pertama:

    b=140280=0,5 mL/L,D35=0,5×250=125 mLb = \frac{140}{280} = 0{,}5\ \text{mL/L}, \qquad D_{35} = 0{,}5 \times 250 = 125\ \text{mL}

    Skala linear memberi 70 mL, sekitar 44% lebih sedikit. Linen uji bernoda protein dari muatan penuh dan setengah muatan membuktikan dosis mana yang memadai. Linen infeksius tetap mengikuti siklus disinfeksi di bab higiene linen.

    Contoh 3: harga sortir yang terlalu rinci. Ruang cuci hotel memisahkan handuk kotor ringan dan sedang menjadi dua beban 30 kg. Bila mesinnya sejenis dengan mesin 60 kg yang dikutip di atas, data pemakaian air seluruh siklusnya memberi:

    48560≈8,1 L/kg,44530≈14,8 L/kg\frac{485}{60} \approx 8{,}1\ \text{L/kg}, \qquad \frac{445}{30} \approx 14{,}8\ \text{L/kg}

    Dua setengah muatan memakai 890 L, atau 405 L lebih banyak daripada satu muatan penuh, sekitar 84%. Derajat kotor ringan dan sedang adalah kategori efisiensi, sehingga keduanya boleh digabung bila linen uji menunjukkan program yang sama memadai.

    Contoh 4: pergantian pemasok penetral di laundry rumah sakit. Formula lama memakai 150 mL penetral berkadar bahan aktif 30%; produk baru berkadar 20%, dengan massa jenis yang dianggap sama (angka latihan).

    Dbaru=150×0,300,20=225 mLD_{\text{baru}} = 150 \times \frac{0{,}30}{0{,}20} = 225\ \text{mL}

    Dosis dihitung dari kadar bahan aktif, bukan disalin. Massa jenis diperiksa di lembar data, pH bilas akhir pada siklus pertama diukur dan harus berada di 6 sampai 7, dan formula induk dicatat sebagai versi baru dengan nama yang menyetujui.

    Salah tafsir yang sering muncul

    Salah tafsir pertama adalah menganggap dosis per kilogram berlaku untuk semua ukuran muatan. Bagian pembangun konsentrasi mengikuti air, bukan berat.

    Salah tafsir kedua adalah menaikkan dosis sebagai satu-satunya isi program berat. Suhu, waktu, dan urutan tahap ikut menentukan.

    Salah tafsir ketiga adalah menyalin formula saat pemasok berganti dengan volume yang sama. Kadar bahan aktif produk berbeda.

    Salah tafsir keempat adalah menganggap sortir yang makin rinci selalu lebih baik. Beban kecil menaikkan air dan kimia per kilogram.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Satuan & Matematika memberi dasar rasio dan skala. Bab 10 · Kimia memberi cara membaca lembar data dan membandingkan produk menurut fungsi. Bab 3 · Data & Pengukuran memberi dasar keputusan berbasis data untuk menguji formula. Di rak Laundry, bab ini bersandar pada bab tekstil, kotoran dan noda, air, kimia pembersih, enzim, oksidator, pH dan pengukuran, washer-extractor, dan arsitektur program, serta menjadi dasar bab dispenser, spotting, katalog gejala, konsistensi operasi, dan biaya per kilogram.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan.

    1. Dosis acuan produk alkali 350 mL untuk mesin 70 kg. Hitung dosis linear untuk 55 kg dan 30 kg menurut rumus modul, lalu sebutkan bagian kebutuhan mana yang paling mungkin terpotong terlalu banyak pada 30 kg.
    2. Dengan model contoh kerja pertama (a=3,43a = 3{,}43 mL/kg, b=0,571b = 0{,}571 mL/L, dosis acuan 400 mL untuk 70 kg), hitung dosis untuk muatan 50 kg bila cairan total cuci utama 262 L, lalu bandingkan dengan skala linear.
    3. Ruang cuci hotel ingin menggabungkan linen putih dan linen warna terang dalam satu program untuk mengisi mesin penuh. Nilai usulan ini.
    4. Pemasok alkali berganti. Produk lama berkadar natrium hidroksida 25%, produk baru 32%, dengan massa jenis yang dianggap sama. Formula lama memakai 400 mL. Berapa dosis produk baru untuk jumlah NaOH yang sama, dan apa yang tetap harus diverifikasi?
    5. Hasil setengah muatan selalu lebih buruk daripada muatan penuh dengan formula linear yang sama. Susun dua hipotesis dan data pembedanya.
    6. Seorang supervisor menambahkan penetral "bila diperlukan" di cuci utama karena pH bilas akhir sering tinggi. Jelaskan mengapa langkah ini salah alamat, dan apa yang seharusnya diperiksa.

    Kunci jawaban beralasan

    1. 350×55/70=275350 \times 55/70 = 275 mL; 350×30/70=150350 \times 30/70 = 150 mL. Pada 30 kg, bagian pembangun konsentrasi, yaitu pH awal, surfaktan di atas konsentrasi misel kritis, dan pengkelat untuk kesadahan, paling mungkin terpotong terlalu banyak karena cairan di bak tidak turun sebanding muatan.
    2. D=3,43×50+0,571×262≈171,5+149,6≈321D = 3{,}43 \times 50 + 0{,}571 \times 262 \approx 171{,}5 + 149{,}6 \approx 321 mL. Skala linear: 400×50/70≈286400 \times 50/70 \approx 286 mL. Selisih sekitar 11%, lebih kecil daripada pada setengah muatan, karena makin dekat muatan ke kapasitas penuh, makin kecil perbedaan kedua model.
    3. Warna adalah kategori yang memengaruhi keselamatan kain. Program gabungan tidak boleh memakai klorin, suhu harus mengikuti batas pewarna linen warna, dan risiko perpindahan warna harus diuji. Bila linen putih biasanya memerlukan klorin untuk noda tertentu, penggabungan menurunkan hasil putih. Usulan hanya dapat dipertimbangkan bila linen warna terbukti tahan luntur pada suhu program dan pemutih yang dipakai oksigen, dan hasilnya dinilai dengan linen uji dari kedua kelompok.
    4. Produk baru lebih pekat dan lebih korosif, sehingga pengukuran manual memakai APD dan mengikuti lembar data keselamatan seperti di Bab 10 · Kimia. Jumlah NaOH lama sebanding 400×0,25=100400 \times 0{,}25 = 100; dosis baru =100/0,32≈312= 100/0{,}32 \approx 312 mL. Yang tetap diverifikasi: massa jenis nyata dari lembar data (bila berbeda, hitung dengan massa, bukan volume), kandungan lain seperti silikat atau pengkelat yang mengubah alkalinitas total, dan pH serta alkalinitas cuci utama pada siklus pertama setelah pergantian. Formula induk dicatat sebagai versi baru.
    5. Hipotesis A: bagian pembangun konsentrasi terpotong karena air tidak turun sebanding muatan. Data: ukur pH dan alkalinitas awal cuci utama pada muatan penuh dan setengah muatan; bila setengah muatan jauh lebih rendah, A menguat. Hipotesis B: setengah muatan berisi linen yang lebih kotor atau jenis berbeda, misalnya sisa beban kotor berat. Data: catat kategori dan derajat kotor setiap beban; bandingkan hasil setengah muatan dari beban yang sama jenisnya. Bila perbedaan hilang ketika jenis beban disamakan, B lebih kuat daripada A. Pemeriksaan ketiga yang memisahkan keduanya: ukur volume pengisian cuci utama dengan meter alir pada kedua ukuran muatan untuk memastikan besar cairan yang dipakai model.
    6. Penetral di cuci utama menurunkan pH cuci utama dan membuang alkali, sehingga hasil cuci turun, tanpa mengatasi sebab pH bilas akhir tinggi. Yang diperiksa: apakah penetral benar-benar keluar di bilas akhir, apakah susunan bilasan cukup untuk jenis beban, misalnya handuk yang menahan banyak air, dan apakah dosis alkali cuci utama berlebih. Dosis penetral di bilas akhir disesuaikan menurut sisa alkali yang terbawa.

    Referensi

    Sumber luar

    • Lembar data mesin cuci-peras 60 kg: pemakaian air muatan penuh dan setengah muatanlaundrylux.com

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Dosis acuan produk alkali 350 mL untuk mesin 70 kg. Hitung dosis linear untuk 55 kg dan 30 kg menurut rumus modul, lalu sebutkan bagian kebutuhan mana yang paling mungkin terpotong terlalu banyak pada 30 kg.

    2

    Dengan model contoh kerja pertama (a=3,43a = 3{,}43 mL/kg, b=0,571b = 0{,}571 mL/L, dosis acuan 400 mL untuk 70 kg), hitung dosis untuk muatan 50 kg bila cairan total cuci utama 262 L, lalu bandingkan dengan skala linear.

    3

    Ruang cuci hotel ingin menggabungkan linen putih dan linen warna terang dalam satu program untuk mengisi mesin penuh. Nilai usulan ini.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaPenanganan noda (spotting): prosedur, uji tersembunyi, dan larangan

    Urutan baca menurut rak: Laundry · Bab 13.

    Satu disiplinLaundry sebagai sistem air, energi, kimia, tekstil, dan manusia

    Bab lain dalam Sistem Laundry.