Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Sistem, Diagram & Diagnosis · Bab 6Terapan

    Simbol pneumatik dan hidraulik dan P&ID lanjut: katup arah dan penamaannya, aktuator, penandaan instrumen, loop, dan membaca rangkaian mesin

    Silinder penekan pada sebuah mesin lipat linen turun sendiri setiap kali udara tekan dimatikan. Teknisi mengganti katup arah yang rusak dengan katup yang ukuran dan jumlah lubangnya sama, tetapi posisi tengahnya berbeda: katup asli menutup semua lubang di posisi tengah, katup pengganti membuang kedua lubang kerja ke udara. Diagram pneumatik mesin sudah menunjukkan perbedaan itu dengan jelas bagi yang dapat membacanya. Bab ini menjelaskan bahasa simbol fluida daya dan P&ID: dasar simbol, katup arah dan penamaan lubang serta posisinya, cara penggerakan, katup aliran dan tekanan, aktuator dan unit penyiap udara, membaca rangkaian dari keadaan diam, penandaan peralatan, jalur, dan instrumen pada P&ID, diagram loop, dan contoh unit RO.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Silinder penekan pada sebuah mesin lipat linen mulai turun sendiri setiap kali udara tekan pabrik dimatikan pada sore hari. Operator khawatir tangannya terjepit saat membersihkan meja di bawahnya. Penyelidikan menemukan bahwa seminggu sebelumnya katup arah silinder itu diganti karena bocor. Penggantinya mempunyai ukuran, jumlah lubang, dan tegangan kumparan yang sama, jadi teknisi menganggapnya setara.

    Diagram pneumatik mesin menunjukkan katup asli dengan tiga kotak, dan kotak tengahnya menutup semua lubang. Katup pengganti juga tiga posisi, tetapi pada kotak tengahnya kedua lubang kerja terhubung ke lubang buang. Ketika kedua kumparan tidak bekerja, katup asli mengunci udara di dalam silinder sehingga penekan tetap di tempatnya, sedangkan katup pengganti membuang udara dan membiarkan penekan turun karena beratnya. Perbedaan itu tertulis jelas di diagram dan di lambang pada badan katup. Bab ini menjelaskan cara membaca simbol fluida daya dan P&ID sehingga perbedaan seperti itu terlihat sebelum katup dipasang.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas simbol pneumatik dan hidraulik menurut standar simbol fluida daya, penamaan katup dan lubangnya, cara membaca rangkaian mesin, serta penandaan peralatan, jalur, dan instrumen pada P&ID dan diagram loop. Prinsip membaca diagram tanpa menebak dan dasar P&ID sudah di Bab 2; tekanan, gaya, silinder, katup arah, pompa, dan energi tersimpan dari sisi fisika di Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika; katup solenoid, aktuator, dan loop kendali di Bab 62 · Kelistrikan & Kendali; sensor dan transmiter 4 sampai 20 mA di Bab 60 · Kelistrikan & Kendali; diagram kendali listrik di Bab 50 · Kelistrikan & Kendali. Sumbernya adalah narasi Fluida dan Termal, narasi Mekanikal, narasi Teknik Elektro, dan narasi Bahasa, Diagram Teknis, dan Wiring, ditambah pengetahuan simbol umum yang ditandai di peta sumber. Nama standar boleh disebut; bentuk lengkap simbol dibaca dari standar itu dan dari legenda diagram pabrik.

    Simbol menunjukkan fungsi dan sambungan

    Narasi Fluida dan Termal mengutip buku dasar sistem hidraulik bahwa berdasarkan standar, simbol komponen hidraulik dipakai untuk menunjukkan fungsi dan sambungan komponen itu. Simbol tidak menunjukkan bentuk, ukuran, atau letak fisik. Dua katup yang bentuknya mirip dapat mempunyai simbol berbeda, seperti pada kasus pembuka, dan dua katup dengan bentuk sangat berbeda dapat mempunyai simbol yang sama.

    Unsur dasar simbol fluida daya (nilai literatur umum dari standar simbol fluida daya):

    1. Garis kontinu: saluran kerja dan saluran pasokan.
    2. Garis putus-putus: saluran pilot atau sinyal; garis putus-putus yang lebih rapat untuk saluran bocoran atau buang.
    3. Lingkaran: pompa, kompresor, dan motor. Segitiga di dalamnya menunjukkan arah aliran energi: menunjuk keluar pada pompa, menunjuk ke dalam pada motor. Segitiga hitam untuk hidraulik, segitiga putih untuk pneumatik.
    4. Kotak: katup. Setiap kotak satu posisi.
    5. Persegi panjang dengan batang: silinder.
    6. Belah ketupat: unit penyiap fluida seperti saringan, pemisah air, dan pelumas.
    7. Panah miring melintang simbol: bagian yang dapat disetel.

    Katup arah dan penamaannya

    Katup arah dinamai dengan dua angka: jumlah lubang dan jumlah posisi. Katup 3/2 mempunyai tiga lubang dan dua posisi; katup 5/2 lima lubang dan dua posisi; katup 5/3 lima lubang dan tiga posisi; katup 4/3 hidraulik empat lubang dan tiga posisi.

    Cara membaca simbolnya:

    1. Setiap kotak menunjukkan satu posisi, dengan panah untuk jalur aliran dan tanda T untuk lubang yang tertutup.
    2. Garis sambungan luar digambar hanya pada satu kotak, yaitu posisi normal atau posisi diam. Untuk membayangkan posisi lain, kotak lain digeser ke tempat kotak itu.
    3. Penomoran lubang pneumatik yang lazim (nilai literatur umum dari standar penomoran katup pneumatik): 1 pasokan, 2 dan 4 lubang kerja, 3 dan 5 lubang buang, 12 dan 14 lubang pilot. Angka pilot menunjukkan sambungan yang dibuatnya: pilot 14 menghubungkan 1 ke 4, pilot 12 menghubungkan 1 ke 2.
    4. Penandaan lubang hidraulik memakai huruf: P pasokan dari pompa, T kembali ke tangki, A dan B lubang kerja, X dan Y pilot dan bocoran.

    Katup tiga posisi dibedakan oleh posisi tengahnya:

    1. Tengah tertutup: semua lubang tertutup; aktuator terkunci di tempatnya bila tidak ada kebocoran.
    2. Tengah terbuang: kedua lubang kerja terhubung ke lubang buang atau tangki; aktuator bebas bergerak dan tidak bertekanan.
    3. Tengah bertekanan: kedua lubang kerja terhubung ke pasokan.
    4. Pada hidraulik ada juga tengah tandem, yaitu lubang kerja tertutup sedangkan pasokan dibuang ke tangki sehingga pompa tidak terbebani.

    Narasi Fluida dan Termal mengutip buku yang sama bahwa katup spul sering dipakai sebagai unsur penguat daya dalam sistem hidraulik. Spul yang berbeda di dalam badan katup yang sama menghasilkan posisi tengah yang berbeda, jadi katup pengganti dicocokkan dengan lambang lengkapnya, tidak hanya dengan ukuran dan jumlah lubang.

    Cara penggerakan

    Simbol di ujung kotak menunjukkan apa yang menggerakkan katup ke posisi itu:

    1. Kumparan solenoid: kotak kecil dengan garis miring.
    2. Pilot udara atau hidraulik: segitiga dengan garis putus-putus ke sumber pilot.
    3. Pegas: garis zig-zag, biasanya mengembalikan katup ke posisi normal.
    4. Tangan: tombol, tuas, atau pedal.
    5. Mekanis: rol atau pena yang ditekan bagian mesin.
    6. Penahan atau detent: lekukan yang menahan posisi sampai digerakkan lagi.

    Gabungan yang sering dijumpai adalah solenoid dengan pilot dalam, yaitu kumparan menggerakkan katup pilot kecil yang kemudian menggeser spul utama dengan udara. Katup seperti ini memerlukan tekanan pasokan paling kecil supaya dapat bergeser; di bawah tekanan itu katup tidak bekerja walaupun kumparannya bertegangan. Katup dengan dua kumparan tanpa pegas mempertahankan posisi terakhir setelah kumparan dilepas, sedangkan katup satu kumparan dengan pegas kembali ke posisi normal. Perbedaan ini menentukan apa yang terjadi saat listrik padam.

    Katup aliran dan tekanan

    1. Katup searah: bola atau piringan pada dudukan; aliran hanya ke satu arah. Narasi Fluida dan Termal mengutip buku plambing praktis bahwa katup searah dipakai untuk mencegah aliran berbalik dalam saluran.
    2. Pengatur aliran: penyempitan yang dapat disetel, sering digabung dengan katup searah sebagai jalan pintas. Bila pengatur ditempatkan pada aliran keluar silinder, kecepatan diatur pada aliran buang; bila pada aliran masuk, pada aliran pasokan. Narasi Mekanikal mengutip buku dasar sistem hidraulik tentang cara lain mengatur kecepatan dengan rangkaian pembuangan sebagian aliran.
    3. Katup pengaman tekanan: tertutup normal, dengan pilot dari sisi masuk; membuka ke tangki bila tekanan masuk melebihi setelan.
    4. Katup penurun tekanan: terbuka normal, dengan pilot dari sisi keluar; menutup bila tekanan keluar mencapai setelan. Narasi Mekanikal mengutip buku yang sama bahwa jenis pengendalian tekanan yang lain adalah penurunan tekanan.
    5. Katup urutan: mirip katup pengaman, tetapi meneruskan aliran ke cabang berikutnya setelah tekanan tertentu tercapai.

    Membedakan katup pengaman dari katup penurun tekanan di diagram dilakukan dengan melihat keadaan normalnya (tertutup atau terbuka) dan dari mana garis pilotnya diambil.

    Aktuator dan unit penyiap udara

    1. Silinder kerja tunggal: satu lubang, kembali dengan pegas atau beban.
    2. Silinder kerja ganda: dua lubang, didorong udara atau oli ke kedua arah. Narasi Fluida dan Termal mengutip bahwa luas piston pada kedua sisi silinder umumnya berbeda, karena batang mengurangi luas di sisi batang; gaya dan kecepatannya berbeda untuk kedua arah, seperti dihitung di Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika.
    3. Bantalan ujung yang dapat disetel ditunjukkan dengan kotak kecil dan panah miring di ujung silinder.
    4. Motor fluida dan aktuator putar.
    5. Unit penyiap udara: saringan dengan pemisah air, pengatur tekanan dengan manometer, dan pelumas bila diperlukan, sering digambar sebagai satu simbol ringkas.

    Membaca rangkaian mesin

    Rangkaian pneumatik atau hidraulik dibaca dengan urutan yang tetap:

    1. Baca legenda dan daftar komponen; diagram pabrik sering memberi nomor komponen dengan pola kelompok dan jenis, misalnya 1A1 untuk aktuator kelompok 1, 1V1 untuk katupnya, dan 1S1 untuk sensornya.
    2. Mulai dari sumber: kompresor atau pasokan udara pabrik, atau pompa dan tangki.
    3. Ikuti saluran ke setiap katup dalam posisi normal, yaitu keadaan saat mesin diam dan semua kumparan tidak bertegangan.
    4. Tentukan keadaan setiap aktuator saat diam: tertarik, terdorong, terkunci, atau bebas.
    5. Ikuti satu langkah urutan: kumparan mana yang bekerja, kotak mana yang bergeser, ke mana aliran berpindah, dan aktuator mana yang bergerak.
    6. Perhatikan apa yang terjadi bila udara atau listrik hilang di tengah langkah: itulah yang menentukan bahaya saat perawatan.

    Langkah keenam yang terlewat pada kasus pembuka. Isolasi energi pada sistem fluida, termasuk udara yang terkunci di silinder, dibahas di Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika dan rak Keselamatan.

    Penandaan peralatan dan jalur pada P&ID

    P&ID memakai kode yang menghubungkan gambar dengan daftar peralatan, jalur, dan instrumen. Narasi Fluida dan Termal mengutip buku perancangan teknik kimia bahwa setiap peralatan yang ditunjukkan pada diagram alir harus diberi nomor kode dan nama, dan bahwa semua dokumen diberi nomor kode supaya mudah dirujuk silang, disimpan, dan dicari.

    1. Nomor peralatan: huruf jenis dan nomor, misalnya P untuk pompa, T atau TK untuk tangki, F untuk saringan, E atau HE untuk penukar panas, diikuti nomor urut.
    2. Nomor jalur: sering memuat ukuran, kode layanan, nomor urut, dan kelas spesifikasi pipa, misalnya ukuran 25 milimeter, air murni, jalur nomor 104, kelas bahan baja tahan karat.
    3. Simbol katup: katup gerbang, bola, kupu-kupu, bola dunia, dan searah mempunyai simbol berbeda, seperti dibahas di Bab 2.
    4. Posisi gagal katup kendali ditulis di dekatnya: terbuka bila gagal, tertutup bila gagal, atau tetap di tempat, yang menentukan arah katup saat udara atau listrik pengendalinya hilang.

    Penandaan instrumen

    Instrumen digambar sebagai lingkaran dengan tanda di dalamnya. Garis mendatar di tengah lingkaran menunjukkan instrumen yang dipasang di panel ruang kendali; tanpa garis berarti dipasang di lapangan. Tanda instrumen memakai pola huruf dan nomor loop yang mengikuti standar penandaan instrumentasi yang umum (nilai literatur umum):

    1. Huruf pertama: besaran yang diukur, misalnya F aliran, L level, P tekanan, T suhu, A analisis seperti konduktivitas atau pH.
    2. Huruf berikutnya: fungsi, misalnya I menunjukkan, T mentransmisikan, C mengendalikan, A alarm, S sakelar, E unsur sensor, V katup, dengan H dan L untuk tinggi dan rendah.
    3. Nomor loop: semua instrumen dalam satu loop memakai nomor yang sama.

    Contoh: LT-101 adalah transmiter level loop 101, LIC-101 pengendali penunjuk level loop yang sama, dan LV-101 katup kendali yang digerakkannya. PSL-205 adalah sakelar tekanan rendah. Garis sinyal digambar berbeda untuk sinyal listrik, pneumatik, dan data.

    Diagram loop dan lembar data

    Diagram loop menunjukkan satu loop instrumen dari sensor sampai pengendali dan unsur kendali akhir, termasuk nomor terminal, kabel, kotak sambungan, dan catu daya. Narasi Teknik Elektro mengutip buku dasar instrumentasi bahwa menafsirkan dokumentasi dengan benar sama pentingnya dengan memasang perangkatnya, bahwa salah satu bentuk diagram menunjukkan apa yang ada di belakang panel, dan memberi contoh lembar spesifikasi instrumen yang disimpan sebagai catatan. Lembar data instrumen memuat rentang ukur, keluaran, bahan bagian basah, sambungan proses, dan setelan alarm, yang dipakai saat mengganti atau mengkalibrasi instrumen seperti di Bab 60 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 61 · Kelistrikan & Kendali.

    Narasi yang sama mengutip bahwa diagram alir juga dipakai personel operasi untuk menyusun manual operasi dan pelatihan operator. P&ID yang mutakhir adalah dasar prosedur operasi dan isolasi; P&ID yang tidak diperbarui setelah perubahan di lapangan membuat prosedur itu salah.

    Contoh unit RO pada P&ID

    P&ID sederhana unit RO biasanya menunjukkan: saringan awal dengan manometer sebelum dan sesudahnya, sakelar tekanan rendah di sisi isap pompa yang menghentikan pompa bila pasokan kurang, pompa tekanan tinggi, rumah membran, penunjuk aliran pada air produk dan air buangan, sensor konduktivitas air produk dengan alarm tinggi, dan katup pengatur air buangan. Membaca P&ID itu memberi urutan diagnosis: alarm konduktivitas tinggi dibaca bersama tekanan dan aliran, dan pompa yang berhenti sendiri diperiksa dari sakelar tekanan rendah dan tekanan pasokan. Komisioning dan perawatan unit RO dibahas di Bab 13 · Air & Pengolahan Air.

    Contoh kerja

    Contoh 1: membaca katup 5/2. Simbol menunjukkan dua kotak, solenoid di kiri, pegas di kanan, dan garis sambungan pada kotak kanan. Itu katup 5/2 satu kumparan dengan pegas kembali. Saat kumparan tidak bertegangan, kotak kanan berlaku: misalnya 1 terhubung ke 2 dan 4 terbuang lewat 5. Saat kumparan bertegangan, kotak kiri berlaku dan aliran berpindah ke 4. Bila listrik padam, katup kembali ke posisi pegas.

    Contoh 2: posisi tengah pada kasus pembuka. Katup asli 5/3 tengah tertutup: saat kedua kumparan lepas, udara terkunci di kedua ruang silinder dan penekan tetap di tempatnya, walaupun kebocoran kecil dapat membuatnya turun perlahan. Katup pengganti 5/3 tengah terbuang: kedua ruang silinder terhubung ke buang, sehingga penekan turun oleh beratnya. Pengganti yang benar harus mempunyai lambang posisi tengah yang sama, dan perawatan di bawah penekan tetap memerlukan penahan mekanis dan pembuangan tekanan yang terkendali.

    Contoh 3: gaya maju dan mundur silinder. Silinder berdiameter piston 50 milimeter dan batang 20 milimeter pada 6 bar (0,6 megapascal). Luas piston π4×502=1.963\frac{\pi}{4} \times 50^2 = 1.963 milimeter persegi, gaya maju teoretis 0,6×1.963=1.1780{,}6 \times 1.963 = 1.178 newton. Luas sisi batang 1.963−π4×202=1.963−314=1.6491.963 - \frac{\pi}{4} \times 20^2 = 1.963 - 314 = 1.649 milimeter persegi, gaya mundur 0,6×1.649=9890{,}6 \times 1.649 = 989 newton. Dengan aliran udara yang sama, gerak mundur lebih cepat karena volumenya lebih kecil.

    Contoh 4: pengatur aliran buang. Diagram menunjukkan pengatur aliran dengan katup searah jalan pintas di setiap lubang silinder, dengan katup searah yang mengizinkan aliran bebas ke arah silinder. Jadi aliran masuk lewat katup searah tanpa hambatan, dan aliran keluar dipaksa lewat penyempitan. Kecepatan diatur dari aliran buang, yang membuat gerak lebih stabil terhadap beban yang berubah.

    Contoh 5: membedakan katup tekanan. Dua simbol mirip di diagram hidraulik: yang pertama tertutup normal dengan pilot dari sisi masuk dan keluaran ke tangki, yang kedua terbuka normal dengan pilot dari sisi keluar. Yang pertama katup pengaman tekanan sistem; yang kedua katup penurun tekanan untuk cabang yang memerlukan tekanan lebih rendah. Menyetel keduanya dengan cara yang tertukar dapat membuat cabang bertekanan berlebih.

    Contoh 6: membaca tanda instrumen. PIT-201 adalah transmiter penunjuk tekanan loop 201 yang dipasang di lapangan. LSL-105 adalah sakelar level rendah loop 105, misalnya pelindung pompa dari jalan kering. TV-302 dengan catatan tertutup bila gagal adalah katup kendali suhu loop 302 yang menutup saat udara atau sinyalnya hilang.

    Contoh 7: membaca nomor jalur. Nomor jalur 25-PW-104-SS dibaca menurut legenda P&ID: ukuran 25 milimeter, layanan air murni, jalur nomor 104, kelas spesifikasi baja tahan karat. Pipa pengganti untuk jalur itu dipilih menurut kelas spesifikasinya, tidak hanya ukurannya.

    Contoh 8: pompa RO yang berhenti sendiri. Pompa RO berhenti beberapa detik setelah hidup. P&ID menunjukkan PSL di sisi isap pompa. Manometer sebelum dan sesudah saringan awal menunjukkan beda tekanan 1,2 bar, jauh di atas beda saat saringan baru. Saringan yang tersumbat menurunkan tekanan isap sampai PSL memutus pompa. Saringan diganti dan beda tekanan dicatat.

    Contoh 9: posisi gagal katup uap. Katup kendali uap untuk pemanas tangki bilas ditandai tertutup bila gagal. Saat udara instrumen hilang, katup menutup dan pemanasan berhenti, yang aman bagi tangki. Bila katup pengganti dipasang dengan aktuator terbuka bila gagal, kehilangan udara akan membuka uap penuh; aktuator pengganti dicocokkan dengan tanda posisi gagal di P&ID.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan minta keputusan penyelia atau pabrik bila:

    1. Katup pengganti tidak mempunyai lambang posisi, posisi tengah, cara penggerakan, atau posisi gagal yang sama dengan katup asli.
    2. Diagram tidak cocok dengan rangkaian yang terpasang pada bagian yang menyangkut keselamatan, seperti penekan, pintu, atau pengunci.
    3. Aktuator dapat bergerak sendiri saat udara, oli, atau listrik hilang, dan belum ada penahan mekanis atau isolasi energi.
    4. Setelan katup pengaman tekanan akan diubah tanpa nilai dari pabrik.
    5. P&ID tidak mutakhir terhadap perubahan di lapangan dan akan dipakai untuk menyusun isolasi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Jumlah lubang sama berarti katupnya sama." Posisi tengah, penggerakan, dan posisi normal dapat berbeda.
    2. "Kotak yang dipasangi garis adalah posisi saat bekerja." Kotak dengan garis sambungan adalah posisi normal saat diam.
    3. "Katup pengaman dan penurun tekanan sama karena bentuknya mirip." Keadaan normal dan sumber pilotnya berbeda.
    4. "Tanda instrumen hanya label." Huruf dan nomor loop menghubungkan instrumen dengan fungsinya dan dengan instrumen lain dalam loop.
    5. "Posisi gagal tidak penting selama katup bekerja." Posisi gagal menentukan keadaan aman saat udara atau listrik hilang.
    6. "Silinder kerja ganda sama kuat ke dua arah." Luas sisi batang lebih kecil.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 2 memberi dasar membaca diagram dan P&ID, Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika menjelaskan fisika komponen fluida daya, Bab 62 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 60 · Kelistrikan & Kendali katup kendali, sensor, dan transmiter, Bab 61 · Kelistrikan & Kendali kalibrasi instrumen, Bab 50 · Kelistrikan & Kendali diagram kendali listrik yang menggerakkan kumparan katup, dan Bab 13 · Air & Pengolahan Air unit RO. Bab sebelumnya di rak ini membahas gambar teknik komponen, dan bab berikutnya logika urutan yang menentukan kapan setiap katup digerakkan.

    Latihan dan pembahasan

    1. Jelaskan arti penamaan katup 3/2 dan 5/3.
    2. Pada katup pneumatik, apa arti lubang 1, 2, 3, 4, 5, 12, dan 14?
    3. Hitung gaya maju dan mundur teoretis silinder berdiameter piston 40 milimeter dan batang 16 milimeter pada 5 bar.
    4. Bagaimana membedakan katup pengaman tekanan dari katup penurun tekanan pada diagram hidraulik?
    5. Uraikan arti tanda FIC-310 dan AIT-115 pada P&ID.
    6. Mengapa keadaan aktuator saat udara atau listrik hilang diperiksa saat membaca rangkaian?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Angka pertama jumlah lubang dan angka kedua jumlah posisi. Katup 3/2 mempunyai tiga lubang dan dua posisi; katup 5/3 lima lubang dan tiga posisi, dengan posisi tengah yang jenisnya harus dibaca dari kotak tengah.
    2. Lubang 1 pasokan, 2 dan 4 lubang kerja, 3 dan 5 lubang buang, sedangkan 12 dan 14 lubang pilot yang masing-masing menghubungkan 1 ke 2 dan 1 ke 4. Penomoran ini mengikuti standar penomoran katup pneumatik yang lazim.
    3. Luas piston π4×402=1.257\frac{\pi}{4} \times 40^2 = 1.257 milimeter persegi, gaya maju 0,5×1.257=6280{,}5 \times 1.257 = 628 newton. Luas sisi batang 1.257−π4×162=1.257−201=1.0561.257 - \frac{\pi}{4} \times 16^2 = 1.257 - 201 = 1.056 milimeter persegi, gaya mundur 0,5×1.056=5280{,}5 \times 1.056 = 528 newton.
    4. Katup pengaman tekanan tertutup normal dengan pilot dari sisi masuk dan keluaran ke tangki, sedangkan katup penurun tekanan terbuka normal dengan pilot dari sisi keluar. Keadaan normal dan sumber pilot itulah yang dibaca pada simbol.
    5. FIC-310 adalah pengendali penunjuk aliran loop 310, dan AIT-115 adalah transmiter penunjuk analisis loop 115, misalnya konduktivitas atau pH. Huruf pertama besaran yang diukur, huruf berikutnya fungsinya, dan angkanya nomor loop.
    6. Katup dengan pegas, dua kumparan, atau posisi tengah yang berbeda memberi keadaan berbeda saat energi hilang, sehingga aktuator dapat terkunci, bebas, atau bergerak sendiri. Keadaan itu menentukan bahaya saat perawatan dan isolasi yang diperlukan.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Jelaskan arti penamaan katup 3/2 dan 5/3.

    2

    Pada katup pneumatik, apa arti lubang 1, 2, 3, 4, 5, 12, dan 14?

    3

    Hitung gaya maju dan mundur teoretis silinder berdiameter piston 40 milimeter dan batang 16 milimeter pada 5 bar.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat