Sifat mekanis dan pengujiannya: uji tarik, kekerasan, impak, sertifikat bahan, dan uji sederhana di bengkel
Sertifikat pemasok menyebut pena pengganti berkekerasan 30 HRC. Alat uji pantul genggam di bengkel membaca 22 HRC, dan kedua pihak saling menuduh. Ternyata pena kecil itu diuji tanpa dijepit, di permukaan yang masih kasar, dan angka alat dibaca pada skala lain lalu dikonversi. Bab ini menjelaskan cara sifat mekanis diukur dan cara membaca hasilnya: uji tarik dan besaran yang dihasilkannya, uji kekerasan Brinell, Vickers, Rockwell, dan pantul beserta syarat benda uji, hubungan kekerasan dengan kekuatan tarik, uji impak dan transisi ulet-getas, isi sertifikat bahan, dan uji sederhana di bengkel beserta batasnya.
Sebuah bengkel memesan dua puluh pena pengganti untuk mekanisme pengangkat. Sertifikat pemasok menyebut bahan baja kromium-molibdenum, dicelup dan ditemper, dengan kekerasan 30 HRC. Teknisi menguji tiga pena dengan alat uji kekerasan pantul genggam dan membaca 22 HRC. Ia menolak kiriman itu; pemasok bersikeras sertifikatnya benar dan alat bengkel yang salah.
Penyelia meminta uji diulang dengan cara yang benar. Ternyata pena berdiameter 16 milimeter itu diuji sambil diletakkan begitu saja di meja kayu, di permukaan yang masih bekas bubut kasar, dan alat diatur untuk skala Brinell lalu angkanya dikonversi dengan tabel di dinding. Setelah pena dijepit pada blok baja yang berat, permukaannya diamplas, alat diperiksa dengan blok acuan, dan skala dipasang langsung ke Rockwell C, bacaan rata-rata menjadi 29 HRC. Tidak ada yang berbohong; yang salah adalah cara uji. Bab ini menjelaskan cara sifat mekanis diukur, apa arti angkanya, dan kapan angka itu dapat dipercaya.
Batas pembahasan
Bab ini membahas cara uji sifat mekanis bahan: uji tarik, uji kekerasan, uji impak, isi sertifikat bahan, dan uji sederhana di bengkel. Teori tegangan, regangan, kurva tegangan-regangan, faktor keamanan, dan kelelahan ada di Bab 10 · Mekanikal & Mekatronika; mutu baja di Bab 2; pemeriksaan cacat las seperti uji penetran di Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika; kalibrasi dan ketidakpastian pengukuran di Bab 1 · Data & Pengukuran; ringkasan data dan sebaran di Bab 2 · Data & Pengukuran. Perlakuan panas yang mengubah sifat mekanis dibahas di bab tersendiri dalam rak ini. Sumbernya adalah narasi Ilmu Material dan narasi Mekanikal, ditambah pengetahuan pengujian bahan umum yang ditandai di peta sumber. Narasi hanya sedikit memuat cara uji, jadi rumus dan batas benda uji di bab ini adalah nilai literatur umum dari standar uji yang lazim; nilai untuk keputusan diambil dari standar uji yang berlaku dan dari laboratorium yang terakreditasi.
Apa yang diukur dan mengapa
Sifat mekanis menjawab empat pertanyaan tentang bahan:
- Kekuatan: berapa tegangan yang membuat bahan mulai berubah bentuk permanen, dan berapa yang membuatnya putus. Buku perancangan teknik kimia dalam narasi Ilmu Material menyebut kekuatan tarik sebagai ukuran kekuatan dasar sebuah bahan.
- Keuletan: seberapa jauh bahan dapat berubah bentuk sebelum putus. Bahan ulet memberi tanda sebelum gagal; bahan getas tidak.
- Kekerasan: ketahanan permukaan terhadap penekanan. Ia terkait dengan ketahanan aus dan, pada baja, dengan kekuatan tarik.
- Ketangguhan: energi yang dapat diserap bahan sebelum patah, terutama bila ada takik dan beban kejut.
Uji tarik dan uji impak merusak benda ujinya, jadi dilakukan pada contoh dari bahan yang sama, bukan pada komponen yang akan dipakai. Uji kekerasan meninggalkan bekas kecil, jadi sering dilakukan pada komponen itu sendiri di tempat yang tidak penting.
Uji tarik
Benda uji berbentuk batang atau pelat dengan bagian tengah yang lebih kecil ditarik perlahan sampai putus, sambil gaya dan pertambahan panjangnya dicatat. Sebelum diuji, dua tanda dibuat pada jarak tertentu yang disebut panjang ukur awal, , dan luas penampang awalnya, , diukur.
Besaran yang dilaporkan:
- Kekuatan luluh, : tegangan saat bahan mulai luluh. Untuk bahan tanpa titik luluh yang jelas dipakai tegangan pada regangan permanen 0,2 persen, .
- Kekuatan tarik, : gaya paling besar dibagi luas penampang awal.
- Perpanjangan saat putus, : pertambahan panjang ukur setelah putus, dalam persen panjang ukur awal.
- Pengecilan luas penampang, : pengurangan luas di tempat putus, dalam persen luas awal.
Rumusnya:
dengan panjang ukur setelah putus dan luas penampang terkecil di tempat putus.
Perpanjangan bergantung pada perbandingan panjang ukur terhadap diameter benda uji, karena sebagian besar perpanjangan terjadi di daerah yang menyempit. Perpanjangan dari benda uji pendek lebih besar daripada dari benda uji panjang untuk bahan yang sama. Karena itu sertifikat menyebut jenis benda uji atau panjang ukurnya, dan dua nilai perpanjangan hanya dibandingkan bila benda ujinya sejenis.
Perbandingan kekuatan luluh terhadap kekuatan tarik juga berguna. Baja struktur yang ulet biasanya berperbandingan rendah, artinya masih banyak cadangan setelah luluh; baja yang dicelup dan ditemper berperbandingan lebih tinggi. Perbandingan yang sangat tinggi menunjukkan bahan yang hampir tidak memberi tanda antara luluh dan putus.
Uji kekerasan: tiga cara menekan
Semua uji kekerasan lekuk menekan benda keras ke permukaan bahan dengan gaya tertentu dan mengukur bekasnya. Bedanya pada bentuk penekan, gaya, dan apa yang diukur (rumus nilai literatur umum dari standar uji yang lazim):
- Brinell (HB): bola baja keras atau karbida berdiameter ditekan dengan gaya , lalu diameter bekasnya diukur dengan mikroskop. Bekasnya besar sehingga merata-ratakan bahan yang kasar butirnya seperti besi tuang, tetapi tidak cocok untuk benda tipis atau sangat keras.
dengan dalam newton dan , dalam milimeter.
- Vickers (HV): piramida intan bersudut 136° ditekan, lalu rata-rata kedua diagonal bekasnya, , diukur. Satu skala dapat dipakai dari bahan lunak sampai sangat keras, dan dengan gaya kecil dapat mengukur lapisan tipis dan benda kecil.
- Rockwell (HR): kedalaman penekanan diukur langsung oleh mesin, jadi cepat dan tidak perlu mikroskop. Skala C memakai kerucut intan dan gaya besar untuk baja yang dikeraskan; skala B memakai bola untuk bahan lebih lunak. Narasi Ilmu Material mengutip buku pegangan manufaktur bahwa Rockwell C biasanya dipakai bila kekerasan lebih dari 20 HRC. Pada skala C, setiap satuan setara dengan kedalaman 0,002 milimeter, sehingga dengan kedalaman sisa dalam milimeter.
Angka dari skala yang berbeda tidak dapat dipertukarkan secara tepat. Tabel konversi antarskala tersedia dalam standar, tetapi berlaku hanya untuk kelompok bahan tertentu dan bersifat perkiraan. Sebuah angka kekerasan selalu ditulis bersama skalanya, misalnya 229 HB atau 29 HRC, dan bila berasal dari konversi, ditulis bahwa itu konversi.
Kekerasan dan kekuatan tarik
Narasi Ilmu Material mengutip buku pegangan manufaktur bahwa ada hubungan antara kekerasan bahan dan kekuatan tariknya. Untuk baja karbon dan paduan rendah, perkiraan yang sering dipakai adalah (nilai literatur umum):
Perkiraan ini berguna untuk memeriksa apakah sebuah komponen kira-kira berada di keadaan perlakuan panas yang benar tanpa merusaknya. Ia tidak berlaku untuk besi tuang, baja tahan karat austenitik yang dibentuk dingin, atau logam bukan besi, dan tidak menggantikan uji tarik bila kekuatan harus dipastikan.
Syarat benda uji kekerasan
Banyak perselisihan kekerasan berasal dari benda uji, bukan dari alat. Aturan umum dari standar uji yang lazim (nilai literatur umum):
- Tebal benda paling sedikit sekitar sepuluh kali kedalaman bekas untuk Rockwell, dan tidak boleh ada bekas yang terlihat di sisi belakang. Benda tipis diuji dengan skala gaya kecil atau Vickers.
- Jarak bekas dari tepi dan dari bekas lain paling sedikit beberapa kali diameter bekas, supaya bahan di sekitarnya tidak terpengaruh.
- Permukaan rata, bersih, dan halus sesuai jenis uji. Kerak, cat, lapisan, dan bekas bubut kasar membuat bacaan rendah dan berserakan.
- Permukaan lengkung pada benda bulat kecil memerlukan koreksi untuk Rockwell, atau dibuat bidang rata kecil.
- Dudukan kokoh: benda harus duduk rata tanpa bergoyang di landasan.
- Lapisan permukaan yang berbeda dari inti, misalnya kulit yang dikeraskan atau permukaan yang kehilangan karbon, membuat bacaan bergantung pada gaya uji. Kekerasan kulit diuji dengan gaya kecil, dan kedalaman lapisan diukur pada potongan melintang.
Alat uji pantul genggam bekerja dengan cara lain: benda kecil dipantulkan ke permukaan dan kecepatan pantulnya diukur, lalu diubah ke skala kekerasan lain dengan tabel di dalam alat. Alat ini praktis untuk benda besar yang tidak dapat dibawa ke mesin uji, tetapi sangat peka terhadap massa dan tebal benda, kehalusan permukaan, dan dudukan. Benda yang ringan harus dijepit pada blok berat dengan pasta penghubung. Sebelum dipakai, bacaan alat diperiksa pada blok acuan yang bersertifikat. Itulah yang tidak dilakukan pada kasus pembuka.
Uji kekerasan juga dipakai untuk mencari kerusakan permukaan akibat panas. Narasi Mekanikal mengutip buku pegangan manufaktur bahwa kedalaman perubahan kekerasan umumnya sebanding dengan kenaikan suhu paling besar saat penggerindaan, dan narasi Ilmu Material mengutip bahwa cara etsa tertentu lebih peka terhadap perubahan kekerasan permukaan daripada sebagian besar cara uji kekerasan. Jadi gosong gerinda pada poros yang dikeraskan dapat tidak terlihat oleh uji kekerasan biasa.
Uji impak dan transisi ulet-getas
Uji impak mengukur ketangguhan. Pada uji Charpy, batang kecil bertakik diletakkan di landasan dan dipukul oleh bandul yang dilepas dari ketinggian tertentu. Energi yang diserap untuk mematahkan batang dibaca dari selisih ketinggian bandul sebelum dan sesudah memukul:
dalam joule. Takik membuat keadaan tegangan seperti di dekat retak, sehingga uji ini menunjukkan perilaku bahan bila ada cacat.
Baja feritik, yaitu baja karbon dan sebagian besar baja paduan rendah, mempunyai suhu transisi: di atasnya bahan patah ulet dengan energi besar, di bawahnya patah getas dengan energi kecil, dan perubahan itu dapat terjadi dalam rentang beberapa puluh derajat. Baja tahan karat austenitik, tembaga, dan aluminium tidak mempunyai transisi yang tajam. Karena itu syarat ketangguhan selalu menyebut suhu uji, misalnya energi paling kecil sekian joule pada suhu sekian derajat.
Narasi Ilmu Material mengutip sebuah penelitian yang memakai uji impak Charpy, uji tarik satu sumbu, dan uji tarik bertakik pada suhu rendah untuk menyelidiki sifat mekanis dan ketangguhan profil baja siku dan sambungan lasnya, dan buku perancangan teknik kimia yang merujuk bahasan lengkap tentang patah getas pada struktur baja. Patah getas jarang menjadi masalah di ruang mesin bersuhu tropis, tetapi muncul di ruang pendingin, pada beban kejut, dan pada baja yang getas karena perlakuan panas atau las yang salah.
Sertifikat bahan
Sertifikat bahan dari pabrik baja atau pemasok adalah catatan hasil uji bahan yang dikirim. Isinya biasanya:
- Nomor peleburan atau nomor lot yang juga dicap atau ditandai pada bahan.
- Standar dan mutu yang dinyatakan dipenuhi.
- Komposisi kimia dari analisis peleburan.
- Sifat mekanis: kekuatan luluh, kekuatan tarik, perpanjangan, kadang pengecilan luas, kekerasan, dan energi impak beserta suhu ujinya.
- Keadaan pasokan dan perlakuan panas.
- Jenis sertifikat: ada sertifikat yang hanya menyatakan kesesuaian, ada yang memuat hasil uji umum dari produksi, dan ada yang memuat hasil uji pada lot itu sendiri yang disahkan bagian pemeriksaan yang independen dari produksi. Standar tentang jenis dokumen pemeriksaan bahan logam mengatur sebutannya.
Memeriksa sertifikat dilakukan dalam tiga langkah: nomor peleburan pada sertifikat cocok dengan tanda pada bahan; setiap nilai berada dalam batas standar dan gambar komponen; jenis sertifikatnya sesuai yang diminta dalam pesanan. Narasi Ilmu Material mengutip buku pegangan manufaktur, dalam bahasan menerima pekerjaan pelapisan, yang menganjurkan menanyakan apakah diperlukan uji khusus atau dokumen yang tidak biasa; pertanyaan yang sama berlaku saat memesan bahan untuk komponen penting, karena sertifikat hasil uji lot harus diminta sejak pesanan, tidak dapat diminta setelah barang dikirim.
Uji sederhana di bengkel
Bengkel dapat melakukan beberapa uji yang memberi petunjuk tanpa laboratorium:
- Uji kikir dengan kikir baru: bila kikir meluncur tanpa menggigit, permukaan sangat keras. Ada kikir uji berkekerasan tertentu untuk memeriksa batas kekerasan secara kasar.
- Uji tekuk pada potongan pelat atau kupon las: potongan ditekuk mengelilingi mandrel sampai sudut tertentu, lalu sisi luarnya diperiksa untuk retak. Uji ini menunjukkan keuletan dan mutu las dengan alat sederhana.
- Uji percikan dan magnet dari Bab 2 untuk mengelompokkan bahan.
- Uji bunyi: benda cor atau batang yang retak sering berbunyi sumbang bila diketuk ringan dibanding yang utuh. Petunjuk ini kasar dan hanya untuk mencari benda yang perlu diperiksa lebih lanjut.
- Uji penetran dan partikel magnet untuk retak permukaan, yang dibahas bersama pemeriksaan las di Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika.
- Skala Mohs untuk membandingkan kekerasan goresan bahan bukan logam seperti keramik dan batu; narasi Mekanikal mengutip buku pegangan yang menyajikan skala ini. Untuk logam, skala ini terlalu kasar.
Hasil uji bengkel dicatat sebagai petunjuk. Keputusan menerima bahan untuk komponen penahan beban atau bertekanan memakai sertifikat atau uji laboratorium.
Membaca hasil dengan benar
Setiap uji mempunyai sebaran. Kekerasan diukur di beberapa titik, biasanya tiga sampai lima, lalu dilaporkan rata-rata dan rentangnya; satu bacaan yang menyimpang jauh diperiksa penyebabnya sebelum dibuang. Ringkasan data dan sebaran dibahas di Bab 2 · Data & Pengukuran, dan ketidakpastian alat ukur di Bab 1 · Data & Pengukuran. Alat uji kekerasan diperiksa dengan blok acuan sebelum pemakaian penting, dan hasilnya dicatat.
Angka uji juga hanya berlaku untuk tempat diujinya. Kekerasan permukaan poros yang dikeraskan tidak menunjukkan kekerasan intinya; kekuatan tarik batang tebal di tengahnya dapat lebih rendah daripada di dekat permukaan. Laporan uji menyebut di mana dan bagaimana benda diuji.
Contoh kerja
Contoh 1: kekuatan tarik dari gaya. Benda uji bulat berdiameter 12,5 milimeter putus pada gaya paling besar 98,5 kilonewton. Luas penampang awal milimeter persegi. Kekuatan tarik megapascal.
Contoh 2: kekuatan luluh dan perbandingannya. Benda uji yang sama mulai luluh pada 68,0 kilonewton, jadi megapascal. Perbandingan , wajar untuk baja paduan rendah yang dicelup dan ditemper (nilai literatur umum).
Contoh 3: perpanjangan dan pengecilan luas. Panjang ukur awal 50,0 milimeter menjadi 58,5 milimeter setelah putus, jadi . Diameter terkecil di tempat putus 8,0 milimeter, jadi milimeter persegi dan . Pengecilan luas yang besar menunjukkan bahan ulet.
Contoh 4: kekerasan Brinell dan perkiraan kekuatan. Bola 10 milimeter dengan gaya 29,42 kilonewton meninggalkan bekas berdiameter 4,0 milimeter. , jadi . Perkiraan kekuatan tarik untuk baja megapascal, cocok dengan hasil uji tarik bahan sejenis di Contoh 1.
Contoh 5: kekerasan Vickers. Dengan gaya 98,07 newton, rata-rata diagonal bekas 0,30 milimeter. . Angka ini ditulis 206 HV10, yaitu Vickers dengan gaya uji setara 10 kilogram-gaya.
Contoh 6: menyelesaikan perselisihan kekerasan. Untuk pena pada kasus pembuka, langkahnya: permukaan dihaluskan di satu bidang kecil; pena dijepit pada blok baja berat; alat diperiksa pada blok acuan 30 HRC dan membaca 30,4; lima bacaan pada pena memberi 28,6, 29,1, 29,4, 28,8, dan 29,3 HRC, rata-rata 29,0 dengan rentang 0,8. Hasil ini sesuai dengan sertifikat dalam batas sebaran uji. Bila masih ragu, satu pena dikirim ke laboratorium untuk uji Rockwell meja.
Contoh 7: tebal paling kecil untuk Rockwell C. Pada 30 HRC, kedalaman sisa milimeter. Dengan aturan sepuluh kali kedalaman, tebal paling kecil sekitar 1,4 milimeter. Pelat 1,0 milimeter yang dikeraskan diuji dengan Rockwell skala gaya kecil atau Vickers.
Contoh 8: membaca energi impak. Syarat sebuah pelat adalah energi rata-rata paling kecil 27 joule pada minus 20 °C (angka latihan). Sertifikat menyebut 45, 38, dan 41 joule pada 0 °C. Hasil itu tidak membuktikan syarat terpenuhi, karena suhu ujinya lebih tinggi daripada yang diminta dan baja feritik dapat jauh lebih getas pada suhu yang lebih rendah.
Contoh 9: sertifikat yang tidak cocok. Batang yang datang dicap nomor peleburan yang berbeda dari nomor pada sertifikat, walaupun mutu dan ukurannya sama. Bahan itu dikarantina dan pemasok diminta sertifikat untuk nomor peleburan yang benar. Tanpa kecocokan nomor, sertifikat tidak membuktikan apa pun tentang batang itu.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan minta keputusan pabrik, insinyur, atau penyelia bila:
- Bahan untuk komponen angkat, bejana tekan, atau komponen keselamatan datang tanpa sertifikat atau dengan nomor peleburan yang tidak cocok.
- Hasil uji bengkel bertentangan dengan sertifikat dan perbedaannya lebih besar daripada sebaran uji yang wajar.
- Syarat ketangguhan pada suhu rendah ditetapkan tetapi sertifikat tidak memuat uji impak pada suhu itu.
- Uji kekerasan pada komponen yang dikeraskan menunjukkan daerah lunak atau tanda gosong gerinda.
- Alat uji kekerasan tidak dapat diperiksa dengan blok acuan sebelum dipakai untuk keputusan penerimaan.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Angka kekerasan dari skala apa pun bisa dibandingkan." Konversi antarskala bersifat perkiraan dan hanya berlaku untuk kelompok bahan tertentu.
- "Alat pantul genggam sama akuratnya dengan mesin uji meja." Alat itu peka terhadap massa, permukaan, dan dudukan benda.
- "Perpanjangan 17 persen di dua sertifikat berarti keuletannya sama." Nilai itu bergantung pada jenis benda uji dan panjang ukurnya.
- "Lulus uji impak pada 0 °C berarti aman pada minus 20 °C." Baja feritik dapat menjadi getas di bawah suhu transisinya.
- "Ada sertifikat berarti bahannya benar." Sertifikat hanya berlaku bila nomor peleburannya cocok dengan bahan.
- "Keras di permukaan berarti kuat di seluruh penampang." Lapisan yang dikeraskan dapat menutupi inti yang lunak.
Hubungan dengan bab lain
Bab 10 · Mekanikal & Mekatronika memakai kekuatan luluh, kekuatan tarik, dan batas lelah yang diukur dengan cara di bab ini. Bab 2 menjelaskan mutu baja yang sifatnya diuji, Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika membahas pemeriksaan las, Bab 1 · Data & Pengukuran kalibrasi dan ketidakpastian, dan Bab 2 · Data & Pengukuran sebaran data. Bab 1 memberi kerangka hubungan struktur dan sifat. Bab lain di rak ini membahas perlakuan panas yang mengubah hasil uji dan pemilihan bahan suku cadang yang memakai sertifikat untuk pemeriksaan barang datang.
Latihan dan pembahasan
- Benda uji berdiameter 10 milimeter putus pada gaya paling besar 47,1 kilonewton. Hitung kekuatan tariknya.
- Bola Brinell 10 milimeter dengan gaya 29,42 kilonewton meninggalkan bekas berdiameter 3,5 milimeter. Hitung kekerasannya dan perkirakan kekuatan tariknya bila bahannya baja karbon.
- Mengapa pelat berkekerasan sekitar 50 HRC setebal 0,8 milimeter tidak diuji dengan Rockwell C biasa?
- Dua sertifikat menyebut perpanjangan 22 persen dan 18 persen untuk mutu yang sama. Apa yang dicek sebelum menyimpulkan bahwa bahan pertama lebih ulet?
- Mengapa syarat energi impak selalu menyebut suhu uji?
- Sebutkan tiga langkah sebelum memakai alat uji pantul genggam pada pena kecil untuk keputusan menerima atau menolak kiriman.
Kunci jawaban beralasan
- milimeter persegi, jadi megapascal. Hasil ini dibandingkan dengan batas mutu bahan dari standarnya.
- , jadi . Perkiraan kekuatan tariknya megapascal, hanya perkiraan untuk baja.
- Pada 50 HRC kedalaman sisa sekitar milimeter, jadi tebal paling kecil sekitar 1,0 milimeter menurut aturan sepuluh kali. Pelat 0,8 milimeter lebih tipis, jadi diuji dengan Rockwell gaya kecil atau Vickers.
- Dicek apakah jenis benda uji dan panjang ukurnya sama, karena perpanjangan benda uji pendek lebih besar daripada benda uji panjang. Keadaan perlakuan panas pada kedua sertifikat juga dicek.
- Baja feritik mempunyai suhu transisi ulet-getas, jadi energi impaknya dapat turun drastis bila suhu turun. Angka tanpa suhu tidak menunjukkan perilaku pada suhu pemakaian.
- Memeriksa alat pada blok acuan bersertifikat, menghaluskan permukaan uji, dan menjepit pena pada blok berat dengan pasta penghubung; lalu mengambil beberapa bacaan dan melaporkan rata-rata dan rentangnya.
Referensi
Bab terkait
- Kekuatan komponen: tegangan, regangan, lentur, faktor keamanan, konsentrasi tegangan, lelah, dan membaca patahanMekanikal & Mekatronika · Bab 10
- Besi dan baja: kadar karbon, fase, besi tuang, baja karbon dan paduan rendah, sebutan mutu, dan mengenalinya di lapanganMaterial · Bab 2
- Sambungan las, brazing, solder, dan perekat dalam perbaikan: proses, cacat, tegangan sisa, keselamatan kerja panas, dan batas wewenangMekanikal & Mekatronika · Bab 13
- Kalibrasi, ketidakpastian, dan mutu pengukuranData & Pengukuran · Bab 1
- Variasi, distribusi, dan ringkasan dataData & Pengukuran · Bab 2
- Struktur material, pemilihan, korosi, dan kegagalanMaterial · Bab 1
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Benda uji berdiameter 10 milimeter putus pada gaya paling besar 47,1 kilonewton. Hitung kekuatan tariknya.
Bola Brinell 10 milimeter dengan gaya 29,42 kilonewton meninggalkan bekas berdiameter 3,5 milimeter. Hitung kekerasannya dan perkirakan kekuatan tariknya bila bahannya baja karbon.
Mengapa pelat berkekerasan sekitar 50 HRC setebal 0,8 milimeter tidak diuji dengan Rockwell C biasa?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Material · Bab 6.
Urutan baca menurut rak: Material · Bab 4.