Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 6Terapan

    Rem dan sasis: gaya dan energi pengereman, rem cakram dan tromol, hidraulik rem, ABS, ban, suspensi, dan kemudi

    Setelah menuruni jalan berbukit panjang dari sebuah hotel dengan muatan linen penuh, rem mobil boks laundry terasa dalam dan lemah, lalu pedal bergetar setiap kali direm di jalan datar. Ban depannya juga aus di tepi dalam. Minyak rem belum pernah diganti selama empat tahun, sopir menuruni bukit di gigi tinggi sambil menginjak rem terus, dan penyetelan roda bergeser setelah roda menghantam lubang. Bab ini menjelaskan rem dan sasis dari sisi teknisi dan pengelola armada: energi dan jarak pengereman, rem cakram dan tromol, hidraulik rem dan minyaknya, panas dan pudar rem, ABS, rem parkir, ban, suspensi, kemudi dan penyetelan roda, serta pemeriksaan harian dan berkala.

    25 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah laundry mengantar linen ke hotel di daerah perbukitan. Jalan dari hotel ke kota menurun panjang dengan banyak tikungan. Suatu sore, setelah menuruni jalan itu dengan muatan linen kotor penuh, sopir mobil boks melapor bahwa rem terasa makin dalam dan lemah di bagian bawah turunan, dan sejak itu pedal rem bergetar setiap kali direm di jalan datar. Mekanik yang biasa dipanggil juga menunjukkan bahwa ban depan aus jauh lebih cepat di tepi dalamnya.

    Teknisi pengelola armada menelusuri catatan kendaraan dan cara pemakaiannya. Minyak rem belum pernah diganti selama empat tahun. Sopir terbiasa menuruni bukit di gigi tinggi sambil menginjak rem hampir terus-menerus. Cakram rem depan berubah warna kebiruan karena panas berlebih dan ketebalannya tidak rata, sehingga pedal bergetar. Dan penyetelan roda depan bergeser setelah roda menghantam lubang besar beberapa bulan sebelumnya. Rem dan sasis adalah sistem keselamatan utama kendaraan; bab ini menjelaskan cara kerjanya dan hal yang harus diperhatikan teknisi dan pengelola armada, bukan cara memperbaikinya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas rem, ban, suspensi, dan kemudi dari sisi teknisi dan pengelola armada: energi dan jarak pengereman, rem cakram dan tromol, hidraulik rem, panas dan pudar, ABS, rem parkir, ban, suspensi, penyetelan roda, dan pemeriksaan. Perbaikan, penggantian komponen rem, dan penyetelan roda dikerjakan bengkel yang berwenang menurut manual pabrik. Gesekan di Bab 4 · Fisika; fluida statis dan hukum Pascal di Bab 9 · Fisika; hidraulik mesin di Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika; transmisi, gaya tanjakan, dan hambatan gelinding di Bab 5; kendaraan sebagai aliran energi dan pengereman regeneratif di Bab 1 dan Bab 2; mengangkat dan menyangga beban di Bab 9 · Keselamatan. Sumbernya adalah narasi Mekanikal, terutama buku istilah teknik mesin, dan narasi Keselamatan Teknik, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Angka untuk kendaraan tertentu diambil dari manual pabrik; angka umum ditandai nilai literatur umum; angka contoh adalah angka latihan.

    Energi dan jarak pengereman

    Rem mengubah energi gerak kendaraan menjadi panas:

    E=12 m v2E = \tfrac{1}{2}\, m\, v^2

    Karena energi naik dengan kuadrat kecepatan, kendaraan pada 80 km/jam membawa hampir dua kali energi pada 60 km/jam. Jarak henti adalah jarak selama waktu reaksi pengemudi ditambah jarak pengereman (nilai literatur umum):

    d=v tr+v22ad = v\, t_r + \frac{v^2}{2a}

    dengan trt_r waktu reaksi, sekitar 1 detik atau lebih, dan aa perlambatan. Perlambatan terbesar dibatasi gesekan ban dengan jalan, kira-kira a≤μga \le \mu g, dengan koefisien gesek sekitar 0,7 sampai 0,9 di aspal kering dan jauh lebih rendah di jalan basah atau licin, seperti gesekan di Bab 4 · Fisika. Rem yang kuat tidak dapat menghentikan kendaraan lebih cepat dari batas gesekan ban; di atas batas itu, roda mengunci dan tergelincir.

    Rem cakram dan tromol

    Dua jenis rem gesek dipakai pada kendaraan (nilai literatur umum):

    1. Rem cakram: cakram logam yang berputar bersama roda dijepit kanvas rem oleh kaliper. Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin tentang celah antara lapisan rem dan cakram, yang muncul kembali ketika tekanan dilepas. Rem cakram membuang panas dengan baik dan pulih cepat dari basah.
    2. Rem tromol: sepatu rem berlapis ditekan ke permukaan dalam tromol yang berputar. Narasi yang sama mengutip buku istilah teknik mesin bahwa tromol rem merupakan bagian dari naf atau dibaut ke naf, dan bahwa gaya pengereman yang dikenakan pada sepatu ditahan oleh pelat dasar. Rem tromol murah dan rem parkirnya mudah dibuat, tetapi lebih lambat membuang panas.

    Banyak kendaraan niaga ringan memakai cakram di depan dan tromol di belakang, karena roda depan menanggung bagian terbesar pengereman ketika bobot berpindah ke depan saat direm. Kanvas dan sepatu rem aus dan harus diganti sebelum mencapai batas tebal yang ditetapkan pabrik; lapisan yang habis membuat logam bergesekan dengan logam, merusak cakram atau tromol, dan menurunkan daya rem.

    Sistem hidraulik rem

    Pedal rem menekan torak di silinder induk, dan tekanan minyak diteruskan melalui pipa dan selang ke kaliper dan silinder roda, seperti hukum Pascal di Bab 9 · Fisika dan prinsip hidraulik di Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika. Karena luas torak kaliper jauh lebih besar dari torak silinder induk, gaya pedal yang kecil menjadi gaya jepit yang besar (nilai literatur umum):

    Fkaliper=p Akaliper,p=FindukAindukF_{\text{kaliper}} = p\, A_{\text{kaliper}}, \qquad p = \frac{F_{\text{induk}}}{A_{\text{induk}}}

    Penguat rem memakai vakum mesin atau pompa listrik untuk melipatgandakan gaya pedal. Sistem dibagi menjadi dua sirkuit, supaya kebocoran di satu sirkuit tidak menghilangkan seluruh rem.

    Minyak rem bersifat menyerap air dari udara. Air menurunkan titik didihnya: minyak rem baru umumnya mendidih di atas sekitar 230 °C, tetapi setelah menyerap beberapa persen air, titik didihnya dapat turun ke sekitar 150 °C (nilai literatur umum untuk jenis yang umum). Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin agar tidak memakai apa pun selain minyak yang ditentukan. Jenis minyak rem tidak boleh dicampur sembarangan, dan minyak lain seperti oli mesin merusak karet perapat. Minyak rem juga merusak cat, sehingga tumpahan segera dibersihkan.

    Panas dan pudar rem

    Pada turunan panjang, rem harus menyerap energi potensial kendaraan:

    E=m g hE = m\, g\, h

    Energi ini jauh lebih besar dari energi satu kali berhenti, dan bila diserap rem tanpa sempat dibuang, suhu cakram dan tromol naik sangat tinggi (nilai literatur umum). Akibatnya:

    1. Pudar rem: koefisien gesek kanvas turun pada suhu tinggi, sehingga pedal yang sama memberi pengereman lebih lemah.
    2. Uap di minyak rem: minyak di kaliper yang panas mendidih bila titik didihnya sudah turun, gelembung uap terbentuk, dan pedal menjadi dalam dan lunak.
    3. Cakram melengkung atau tebalnya tidak rata: setelah sangat panas, terutama bila kendaraan berhenti dengan rem tetap diinjak, cakram dapat berubah bentuk, dan pedal bergetar saat direm.

    Cara mencegah adalah memakai pengereman mesin dengan gigi rendah di turunan panjang, seperti pemilihan gigi di Bab 5, mengurangi kecepatan sebelum turunan, dan mengganti minyak rem menurut jadwal pabrik. Pada kendaraan listrik, pengereman regeneratif mengambil sebagian besar energi turunan dan mengisi baterai, seperti di Bab 1 dan Bab 2, sehingga rem gesek lebih jarang panas.

    ABS dan kendali stabilitas

    Roda yang terkunci saat direm tidak dapat dikemudikan dan gesekannya lebih rendah dari roda yang masih berputar sedikit. Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin bahwa pengereman ditahan sedikit di bawah titik ketika selip akan dimulai, yaitu prinsip sistem rem antiterkunci. Sensor kecepatan di setiap roda dan katup pengatur tekanan menurunkan, menahan, dan menaikkan tekanan rem beberapa kali per detik bila satu roda mulai mengunci (nilai literatur umum).

    Rasio selip roda adalah:

    s=v−ω rvs = \frac{v - \omega\, r}{v}

    dengan vv kecepatan kendaraan dan ωr\omega r kecepatan keliling roda. Gesekan terbesar biasanya terjadi pada selip sekitar 10 sampai 20 persen, dan ABS menjaga roda di sekitar daerah itu (nilai literatur umum). Pedal yang berdenyut dan bunyi berderak saat ABS bekerja adalah normal; pengemudi tetap menginjak pedal dengan kuat. Lampu peringatan ABS yang menyala berarti fungsi antiterkunci tidak bekerja, walaupun rem biasa masih bekerja.

    Rem parkir dan menyangga kendaraan

    Rem parkir menahan kendaraan dengan mekanisme yang terpisah dari pedal, biasanya pada roda belakang. Pada tanjakan basement seperti di Bab 5, gaya yang harus ditahan sama dengan gaya tanjakan, yang dapat ribuan newton untuk kendaraan bermuatan. Narasi Keselamatan Teknik mengutip buku instalasi listrik bahwa ban harus berisi angin dengan benar dan roda harus ditahan agar tidak bergerak, dalam konteks bekerja dengan kendaraan dan peralatan beroda. Untuk pekerjaan di bawah atau di sekitar kendaraan, roda diganjal dan kendaraan disangga dengan penyangga yang sesuai, tidak hanya dongkrak, seperti di Bab 9 · Keselamatan.

    Ban

    Ban memikul bobot, memindahkan gaya dorong, pengereman, dan belok ke jalan, dan meredam guncangan. Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin tentang angka yang menunjukkan jumlah lapis yang menjadi dasar peringkat ban, dan bahwa tapak karet divulkanisasi di atas sabuk dan lapisan. Hal yang diperhatikan (nilai literatur umum):

    1. Indeks beban dan kecepatan: setiap ban mempunyai beban terbesar dan kecepatan terbesar yang tertera di dindingnya; muatan kendaraan pengantar sering mendekati batas ini.
    2. Tekanan angin: menurut label kendaraan, diperiksa saat ban dingin. Tekanan rendah menaikkan hambatan gelinding dan panas di dinding ban, mempercepat aus di kedua tepi, dan dapat membuat ban pecah.
    3. Kedalaman alur: alur yang dangkal mengurangi kemampuan membuang air di jalan basah.
    4. Umur: karet menua walaupun alurnya masih dalam; ban yang retak di dinding diganti.
    5. Pola aus: aus di tengah menunjuk tekanan terlalu tinggi; di kedua tepi, terlalu rendah; di satu tepi, penyetelan roda yang salah.

    Suspensi

    Suspensi menjaga roda tetap menapak di jalan dan meredam guncangan, dengan pegas yang memikul bobot dan peredam kejut yang meredam ayunan pegas (nilai literatur umum). Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin bahwa bodi dipisahkan dari lendutan sasis oleh dudukan karet. Peredam kejut yang bocor atau lemah membuat kendaraan terus berayun setelah melewati gundukan, roda kehilangan kontak dengan jalan sesaat, dan jarak pengereman bertambah. Pegas yang patah atau kendaraan yang terus dibebani berlebih membuat kendaraan miring dan mengubah penyetelan roda.

    Kemudi dan penyetelan roda

    Penyetelan roda menetapkan sudut roda terhadap kendaraan dan jalan (nilai literatur umum): kesejajaran depan, yaitu apakah roda depan sedikit menguncup atau membuka dilihat dari atas; kemiringan roda dilihat dari depan; dan sudut sumbu kemudi dilihat dari samping, yang membuat kemudi kembali lurus. Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin tentang perubahan kesejajaran yang menimbulkan aus ban, dan tentang keadaan yang membuat bagian depan mobil bergoyang atau bergetar ke kiri dan kanan.

    Benturan dengan lubang atau trotoar, sambungan kemudi yang aus, dan bantalan roda yang longgar mengubah penyetelan. Gejalanya adalah ban aus di satu tepi, kemudi tidak lurus saat kendaraan berjalan lurus, kendaraan menarik ke satu sisi, dan getaran kemudi pada kecepatan tertentu. Getaran kemudi juga dapat berasal dari roda yang tidak seimbang, seperti ketidakseimbangan rotor.

    Rem pada forklift dan troli listrik

    Forklift dan troli listrik di gudang laundry bergerak pelan, tetapi beratnya besar dan pusat beratnya berubah ketika beban diangkat (nilai literatur umum). Hal yang khas pada alat seperti ini:

    1. Rem otomatis saat pengemudi melepas kendali: banyak troli listrik mengerem sendiri ketika tuas dilepas atau pengemudi turun; fungsi ini diuji setiap hari, bukan hanya rem utama.
    2. Pengereman regeneratif: motor penggerak memperlambat alat sambil mengisi baterai; rem gesek mekanis tetap menjadi rem parkir dan rem darurat.
    3. Beban dan jalan landai: dengan beban terangkat tinggi, pengereman mendadak dapat membuat alat terguling ke depan. Di jalan landai, beban diarahkan sesuai petunjuk pembuat, dan alat tidak diparkir di tanjakan.
    4. Ban padat atau ban tekan: tidak kempis, tetapi aus dan retak tetap diperiksa karena mengubah tinggi garpu dan pengereman.
    5. Lantai basah: lantai laundry yang basah dan berdeterjen sangat licin; kecepatan dan jarak henti disesuaikan.

    Pemeriksaan harian sebelum pemakaian, oleh pengemudi yang terlatih, mencakup rem utama, rem parkir, klakson, lampu, dan kebocoran minyak hidraulik.

    Pemeriksaan harian dan berkala

    Untuk armada kecil, pemeriksaan yang umum (nilai literatur umum):

    1. Sebelum berangkat, oleh sopir: lampu rem, ketinggian minyak rem di tabung, rasa pedal, tekanan dan keadaan ban, bocoran di bawah kendaraan, dan lampu peringatan di dasbor.
    2. Mingguan: tekanan ban dengan alat ukur, kedalaman alur, dan pola aus.
    3. Berkala menurut manual: tebal kanvas dan sepatu, keadaan cakram dan tromol, selang dan pipa rem, penggantian minyak rem, peredam kejut, sambungan kemudi, dan penyetelan roda.
    4. Setelah kejadian: benturan dengan lubang atau trotoar, rem terasa berubah setelah turunan, atau bunyi baru dari roda.

    Catatan setiap kendaraan memuat tanggal pemeriksaan, temuan, dan pekerjaan bengkel, sehingga pola seperti kanvas depan yang aus sangat cepat pada rute berbukit terlihat dan dapat dijelaskan.

    Contoh kerja

    Contoh 1: energi gerak. Mobil boks bermuatan 3.500 kg pada 60 km/jam, yaitu 16,7 m/s, membawa 0,5×3.500×16,72=488.0000{,}5 \times 3.500 \times 16{,}7^2 = 488.000 J, sekitar 488 kJ. Pada 80 km/jam, yaitu 22,2 m/s, energinya sekitar 863 kJ.

    Contoh 2: jarak henti. Dengan waktu reaksi 1 detik dan perlambatan 6 m/s² di jalan kering, jarak henti dari 16,7 m/s adalah 16,7+16,72/(2×6)=16,7+23,2=39,916{,}7 + 16{,}7^2/(2 \times 6) = 16{,}7 + 23{,}2 = 39{,}9 m. Di jalan basah dengan perlambatan 4 m/s², jaraknya 16,7+34,9=51,616{,}7 + 34{,}9 = 51{,}6 m.

    Contoh 3: gaya di kaliper. Gaya kaki 300 N dengan rasio tuas pedal 4 memberi 1.200 N pada torak silinder induk berdiameter 22 mm, berluas 380 mm². Tekanan minyak 1.200/380=3,161.200/380 = 3{,}16 N/mm², yaitu 3,16 MPa. Torak kaliper berdiameter 54 mm berluas 2.290 mm² menghasilkan gaya 3,16×2.290=7.2403{,}16 \times 2.290 = 7.240 N, belum termasuk penguat rem.

    Contoh 4: energi turunan. Turunan dengan beda tinggi 200 m untuk kendaraan 3.500 kg menghasilkan 3.500×9,81×200=6,873.500 \times 9{,}81 \times 200 = 6{,}87 MJ. Bila seluruhnya diserap cakram dan tromol bermassa total 36 kg dengan kalor jenis 0,46 kJ/kgK tanpa pendinginan, suhunya naik 6.870/(36×0,46)=4156.870/(36 \times 0{,}46) = 415 K. Pendinginan mengurangi angka ini, tetapi menunjukkan mengapa pengereman mesin diperlukan.

    Contoh 5: titik didih minyak rem. Bila kaliper mencapai 180 °C setelah turunan panjang, minyak rem baru yang mendidih di atas sekitar 230 °C masih cair, tetapi minyak berumur empat tahun yang titik didihnya turun ke sekitar 150 °C mendidih dan membentuk gelembung uap, sehingga pedal menjadi dalam dan lunak.

    Contoh 6: rasio selip. Kendaraan melaju 15 m/s dan kecepatan keliling roda 12 m/s saat direm. s=(15−12)/15=0,20s = (15 - 12)/15 = 0{,}20, yaitu 20 persen, di ujung atas daerah gesekan terbesar. Bila roda mengunci, s=1s = 1.

    Contoh 7: beban ban. Poros belakang mobil boks bermuatan penuh menanggung 2.400 kg, yaitu 1.200 kg per ban tunggal. Ban dengan beban terbesar 1.120 kg menurut indeks bebannya kelebihan beban sekitar 7 persen, sehingga muatan dikurangi atau ban diganti dengan indeks beban yang sesuai menurut manual kendaraan.

    Contoh 8: umur kanvas rem. Kanvas baru setebal 10 mm dengan batas ganti 3 mm, dan pada rute berbukit aus sekitar 0,5 mm per 1.000 km (angka latihan). Kanvas mencapai batas setelah sekitar (10−3)/0,5×1.000=14.000(10 - 3)/0{,}5 \times 1.000 = 14.000 km, jauh lebih cepat dari rute datar.

    Contoh 9: rem parkir di tanjakan. Gaya tanjakan untuk kendaraan 3.500 kg pada kemiringan 12 persen sekitar 4.090 N, seperti di Bab 5. Bila rem parkir hanya mampu menahan 3.500 N pada keadaan kanvas belakang yang aus (angka latihan), kendaraan dapat bergerak turun; roda diganjal dan rem parkir diperiksa.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemakaian kendaraan dan serahkan kepada bengkel yang berwenang bila:

    1. Pedal rem terasa dalam, lunak, atau turun perlahan saat ditahan, atau ketinggian minyak rem turun tanpa sebab yang jelas.
    2. Ada bunyi gesekan logam dari roda, bau rem hangus terus-menerus, atau kendaraan menarik keras ke satu sisi saat direm.
    3. Ban menunjukkan benjolan, sobekan, kawat terlihat, atau aus sampai batas.
    4. Kemudi terasa longgar, berat sebelah, atau bergetar keras.
    5. Pekerjaan di bawah kendaraan akan dilakukan tanpa penyangga dan ganjal roda.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Rem yang lebih kuat selalu menghentikan lebih cepat." Perlambatan dibatasi gesekan ban dengan jalan; di atas batas itu roda mengunci.
    2. "Minyak rem tidak perlu diganti selama tidak bocor." Minyak rem menyerap air dan titik didihnya turun; diganti menurut jadwal.
    3. "Menuruni bukit cukup dengan menginjak rem pelan terus." Energi turunan panjang memanaskan rem sampai pudar; pengereman mesin dengan gigi rendah diperlukan.
    4. "Pedal berdenyut berarti rem rusak." Pada ABS yang bekerja, denyut itu normal; yang tidak normal adalah getaran pada pengereman biasa karena cakram tidak rata.
    5. "Ban cukup diganti bila sudah botak." Tekanan, beban, umur, dan pola aus juga menentukan keselamatan.
    6. "Aus ban di satu tepi karena jalan." Pola aus seperti itu biasanya menunjuk penyetelan roda yang salah.
    7. "Kendaraan listrik tidak perlu memperhatikan rem." Rem gesek lebih jarang dipakai, tetapi cakram dapat berkarat dan kaliper macet karena jarang bekerja, sehingga tetap diperiksa.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 4 · Fisika memberi gesekan, Bab 9 · Fisika hukum Pascal, Bab 11 · Mekanikal & Mekatronika hidraulik, Bab 5 gigi dan gaya tanjakan, Bab 1 dan Bab 2 pengereman regeneratif, dan Bab 9 · Keselamatan menyangga beban. Bab berikutnya di rak ini membahas baterai traksi dan pengisian.

    Latihan dan pembahasan

    1. Berapa energi gerak kendaraan 2.500 kg pada 72 km/jam?
    2. Dengan waktu reaksi 1,2 detik dan perlambatan 5 m/s², berapa jarak henti dari 72 km/jam?
    3. Gaya 1.000 N pada torak silinder induk berluas 300 mm² dan torak kaliper berluas 2.000 mm². Berapa gaya di kaliper?
    4. Kendaraan 2.500 kg menuruni beda tinggi 150 m. Berapa energi yang harus dibuang rem bila tidak ada pengereman mesin?
    5. Kecepatan kendaraan 20 m/s dan kecepatan keliling roda 18 m/s. Berapa rasio selipnya?
    6. Ban depan aus di tepi dalam saja. Apa dugaan utama dan tindakannya?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 72 km/jam sama dengan 20 m/s, jadi E=0,5×2.500×202=500.000E = 0{,}5 \times 2.500 \times 20^2 = 500.000 J, yaitu 500 kJ.
    2. d=20×1,2+202/(2×5)=24+40=64d = 20 \times 1{,}2 + 20^2/(2 \times 5) = 24 + 40 = 64 m.
    3. Tekanan 1.000/300=3,331.000/300 = 3{,}33 MPa, jadi gaya di kaliper 3,33×2.000=6.6703{,}33 \times 2.000 = 6.670 N.
    4. E=2.500×9,81×150=3,68E = 2.500 \times 9{,}81 \times 150 = 3{,}68 MJ, lebih dari tujuh kali energi berhenti dari 72 km/jam pada Latihan 1.
    5. s=(20−18)/20=0,10s = (20 - 18)/20 = 0{,}10, yaitu 10 persen, di daerah gesekan terbesar.
    6. Penyetelan roda, terutama kesejajaran dan kemiringan roda, bergeser, sering setelah benturan dengan lubang atau trotoar, atau karena sambungan kemudi aus. Periksa tekanan ban dan sambungan kemudi, lalu bawa ke bengkel untuk penyetelan roda; ban yang sudah aus berat diganti.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Berapa energi gerak kendaraan 2.500 kg pada 72 km/jam?

    2

    Dengan waktu reaksi 1,2 detik dan perlambatan 5 m/s², berapa jarak henti dari 72 km/jam?

    3

    Gaya 1.000 N pada torak silinder induk berluas 300 mm² dan torak kaliper berluas 2.000 mm². Berapa gaya di kaliper?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat