Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dapur Komersial · Bab 1Terapan

    Peralatan masak gas komersial: jalur gas dan katup penutup, tekanan suplai dan manifold, pilot dan termokopel, pengapian elektronik dan arus nyala, uji bocor, dan udara pembakaran

    Pagi hari di dapur hotel, pilot kompor wok gas padam setiap kali tombol pengaman dilepas, dan setelah tiga kali dicoba dapur berbau gas; manual kompor itu meminta tombol ditahan sekitar 30 detik dan pembakar utama ditunda dua menit pada penyalaan dingin. Bab ini menjelaskan peralatan masak gas komersial dari sisi gasnya: jalur dari katup penutup sampai pembakar, memutus dan menyambung ulang gas, tekanan suplai dan manifold, tekanan statis dan dinamis, uji tekan pipa, pilot dengan termokopel atau termopil, pengapian elektronik, arus nyala dan penguncian pengapian, uji bocor dengan larutan sabun, sifat LPG, serta udara pembakaran dan cerobong. Angka diambil dari manual kompor wok, tiga manual penggorengan, dan tiga manual oven kombi, dan perbedaannya ditampilkan. Pemasangan, konversi gas, dan penyetelan regulator, pilot, dan manifold ditegaskan sebagai pekerjaan teknisi gas berwenang.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Pukul enam pagi di dapur restoran Cina sebuah hotel, juru masak menyalakan kompor wok gas yang semalaman mati. Pilot menyala, tetapi padam begitu tombol pengaman dilepas sekitar lima detik kemudian (angka latihan), dan setelah tiga kali mencoba dapur berbau gas. Manual kompor itu meminta tombol ditahan sekitar 30 detik setelah pilot menyala, dan pada penyalaan dingin meminta pembakar utama ditunda paling sedikit dua menit, supaya termokopel cukup panas untuk memberi tegangan yang menahan katup gas terbuka. Teknisi menutup katup, membuka ventilasi, menunggu bau hilang, memeriksa sambungan dengan larutan sabun, lalu menyalakan ulang menurut manual, dan pilot bertahan. Pagi itu penggorengan berpengapian elektronik di sebelahnya juga terkunci; manualnya meminta kendali dimatikan, ditunggu sekitar 5 menit, lalu dinyalakan lagi. Dua alat di satu jalur memakai dua cara membuktikan nyala dan dua aturan tunggu.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas peralatan masak gas di dapur hotel, restoran, dan rumah sakit dari sisi gasnya. Sumbernya delapan dokumen dari folder Drive pemilik: manual kompor wok gas dengan blower; manual penggorengan gas berpilot dengan termopil, manual pemasangan dan operasi penggorengan gas dengan penyaring minyak bawaan, dan manual servis penggorengan gas berpembakar inframerah, yang di bab ini disingkat manual penggorengan berpilot, berpenyaring, dan inframerah; manual servis oven kombi A, panduan cepat servis oven kombi B, dan manual pelatihan servis oven kombi C; serta Pedoman Teknis Instalasi Pengisian dan Penanganan LPG dari Ditjen Migas.

    Batas nyala, berat gas, dan karbon monoksida ada di Bab 11 · Kimia, kalor pembakaran di Bab 12 · Kimia, pengendali nyala boiler di Bab 4 · Utilitas, pembakar gas pengering di Bab 25 · Laundry, tudung dan udara pengganti di Bab 16 · Bangunan & Fasilitas, isolasi energi non-listrik di Bab 4 · Keselamatan, yang belum membahas gas, dan proteksi kebakaran di Bab 17 · Bangunan & Fasilitas. Penggorengan dibahas di Bab 2, pembakar oven kombi di Bab 3, dan katup gas sistem pemadam tudung di Bab 4.

    Pedoman Ditjen Migas itu ditulis untuk instalasi pengisian LPG, bukan untuk pengguna; bab ini hanya mengutip sifat LPG yang umum darinya. Peraturan khusus tentang penanganan LPG oleh pengguna komersial tidak ditemukan dalam pencarian aturan Indonesia gelombang ini. Tekanan keluaran regulator LPG, jarak tabung ke alat, jumlah tabung di dalam ruang, dan masa ganti selang untuk dapur komersial belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 19 Oktober 2026; tanyakan ke pemasok LPG dan kontraktor instalasi gas gedung.

    Pembagian pekerjaan sama di semua sumber. Teknisi hotel dan operator menyalakan dan mematikan alat menurut manual, menutup katup dan memutus listrik sebelum membersihkan, memeriksa cerobong dalam keadaan dingin, menguji kebocoran dengan larutan sabun, membaca tekanan, kode, dan nyala, lalu melapor. Teknisi gas atau agen servis berwenang memasang dan menyambung gas, mengonversi jenis gas, menyetel regulator, pilot, kerah udara, dan tekanan manifold, mengganti komponen gas, menyervis listrik di dalam alat, dan menganalisis gas buang. Cara mengukur tekanan dijelaskan supaya laporan servis dapat dibaca, bukan sebagai izin menyetel.

    Jalur gas dari katup penutup sampai pembakar

    Katup penutup manual (manual shut-off valve) adalah katup tangan di pipa gas sebelum alat masak yang menutup aliran gas ke satu alat tanpa memutus alat lain di jalur yang sama. Tiga manual meminta katup ini di depan setiap alat dan mudah dijangkau saat darurat. Sambungan lepas cepat (quick-disconnect) adalah kopling pada konektor gas fleksibel yang memungkinkan alat berkastor dilepas dari pipa gas dan disambung lagi tanpa membongkar pipa.

    BagianCatatan dari manual
    Pipa suplaicukup besar untuk semua alat; pipa baru ditiup bersih; tanpa adaptor pengecil
    Konektor fleksibelrantai atau kabel penahan membatasi gerak alat tanpa bergantung pada konektor; selang jauh dari permukaan panas dan tepi tajam
    Regulator alatdisetel ke tekanan manifold di pelat data; tutup ventilasinya tidak dilepas
    Katup kontrol pengaman dan orifisdipasang pabrik menurut jenis gas; disetel hanya oleh personel servis berkualifikasi

    Sumber tabel adalah manual kompor wok dan penggorengan. Senyawa perapat ulir dipakai sedikit dan tidak pada dua ulir pertama, karena senyawa yang terbawa gas menyumbat orifis dan katup. Alat hanya disambung ke jenis gas di pelat data; konversi memerlukan komponen khusus dan personel berwenang, karena tanpa komponen itu dapat terjadi kebakaran atau ledakan. Jenis pembakar di sumber: tabung atmosferik yang dinyalakan pilot, premiks dengan blower pada kompor wok, ubin keramik inframerah yang dipanaskan campuran udara dan gas paksa, dan pembakar berkipas oven kombi (Bab 3).

    Memutus dan menyambung ulang gas

    Bab 4 · Keselamatan belum memberi langkah isolasi untuk gas. Manual dapur memberi langkah berikut:

    1. Sebelum membersihkan atau merawat, gas diputus dan alat dibiarkan dingin.
    2. Sebelum servis, kabel listrik juga dicabut, alat dilepas dari suplai gas, dan penahan dilepas; setelahnya alat disambung ulang dan penahan dipasang lagi.
    3. Alat beroda tidak ditarik melebihi jangkauan penahannya, biasanya 0,5 m, dan roda direm.
    4. Setelah disambung, udara di jalur dibuang dan semua sambungan diuji kebocoran.

    Manual oven kombi C mencatat bahaya ledakan bila katup dibuka sebelum servis selesai atau setelah komponen gas diganti. Listrik dikunci menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali. Saat listrik padam lama, katup gas alat berpengapian elektronik diputar ke posisi mati.

    Tekanan suplai, tekanan manifold, dan uji tekan pipa

    Tekanan suplai (inlet pressure) adalah tekanan gas di sambungan masuk alat masak, sebelum regulator alat. Tekanan manifold (manifold pressure) adalah tekanan gas setelah regulator alat yang mendorong gas melalui orifis dan menentukan daya pembakar.

    Menurut manual penggorengan berpenyaring, regulator luar wajib bila tekanan masuk lebih dari 1/2 psi (3,45 kPa); tekanan manifold diperiksa teknisi servis dengan manometer, 5 sampai 10 menit setelah alat bekerja; regulator hanya disetel bila diketahui tidak tepat. Satu inci kolom air (in) sekitar 2,49 mbar.

    AlatTekanan suplaiTekanan manifold
    Kompor wokG30 28 sampai 30 mbar, G31 37 mbar, atau 50 mbar; gas alam 20 mbartidak terbaca
    Penggorengan berpilotgas alam 7,0 ± 2,0 in (17,4 ± 5,0 mbar); LPG 12,0 ± 2,0 in (29,9 ± 5,0 mbar)sama dengan pelat, ± 0,1 in
    Penggorengan berpenyaringgas alam 6 sampai 10 in (14,9 sampai 24,9 mbar); LPG 11 sampai 13 in (27,4 sampai 32,4 mbar)gas alam 4 in (10,0 mbar); LPG 11 in (27,5 mbar); G31 Eropa 23,9 mbar
    Penggorengan inframerahtidak dimuatgas alam 3 in (7,5 mbar); propana 8,25 in (20,5 mbar)

    G30 adalah butana dan G31 propana menurut penamaan gas uji Eropa (pengetahuan umum). Sumbernya manual masing-masing alat; angka kPa di manual inframerah tidak dipakai karena tidak cocok dengan konversinya. Semua angka ini khas model; yang berlaku adalah pelat data alat dan ketetapan pemasok gas.

    Tekanan statis (static pressure) adalah tekanan gas di pipa ketika tidak ada alat yang mengalirkan gas. Tekanan dinamis (dynamic pressure) adalah tekanan gas di titik yang sama ketika alat bekerja dengan aliran penuh. Panduan oven kombi B: tekanan dinamis tidak boleh lebih dari 20 persen di bawah tekanan statis, dan pipa yang terlalu kecil menimbulkan galat nyala yang hanya muncul ketika semua alat dapur menyala.

    Δp%=pstat−pdinpstat×100\Delta p_{\%} = \frac{p_{\text{stat}} - p_{\text{din}}}{p_{\text{stat}}} \times 100

    dengan pstatp_{\text{stat}} tekanan statis (mbar), pdinp_{\text{din}} tekanan dinamis (mbar), dan Δp%\Delta p_{\%} penurunan (persen).

    Uji tekan pipa gedung dapat merusak katup alat. Dua manual penggorengan sepakat: pada tekanan uji lebih dari 1/2 psi, alat dan katup penutupnya dilepas dari pipa; pada 1/2 psi atau kurang, katup alat cukup ditutup dan sambungan diuji larutan sabun. Satu bagian lain manual berpenyaring meminta pelepasan pada setiap uji, sehingga bila ragu, alat dilepas (penalaran editorial).

    Pilot, termokopel, dan termopil

    Pilot (pilot burner) adalah nyala gas kecil yang terus menyala selama alat siap pakai dan menyalakan pembakar utama setiap kali kendali suhu meminta panas. Termokopel (thermocouple) adalah sambungan dua logam berbeda yang menghasilkan tegangan dalam milivolt ketika dipanaskan nyala pilot. Termopil (thermopile) adalah susunan termokopel yang menghasilkan tegangan beberapa ratus milivolt dari panas nyala pilot. Bahwa termokopelnya tersusun seri adalah pengetahuan umum.

    Tegangan itu menahan katup pengaman gas terbuka; bila pilot padam, katup menutup, dan termokopel yang tidak menghasilkan tegangan membuat pilot tidak bertahan. Aturan menyalakan pilot berbeda per alat. Kompor wok: tombol ditahan sekitar 30 detik, penyalaan pertama lama karena udara terjebak, dan pada penyalaan dingin pembakar utama ditunda minimal dua menit. Penggorengan berpilot: tombol ditekan sekitar satu menit untuk membuang udara, pilot disulut lalu ditahan sekitar 60 detik; bila padam, tunggu 5 menit agar sisa gas hilang, dan setelah tiga kali gagal, lihat bagian gangguan.

    Manual penggorengan berpilot memberi keluaran termopil 300 sampai 500 mV dan meminta pilot disetel sampai 400 ± 50 mV dengan milivoltmeter DC, berjeda 3 sampai 5 menit antarpenyetelan, oleh orang berkualifikasi. Posisi siaga, yaitu termostat mati dan katup pada posisi pilot, hanya untuk waktu singkat, tidak sepanjang malam.

    Gangguan pilot menurut manual penggorengan berpenyaring:

    1. Tidak ada gas di pilot: pastikan katup terbuka dan gas tersedia, periksa orifis pilot dari kotoran atau serat. Meniup pipa pilot hanya oleh agen servis resmi.
    2. Pilot padam ketika tombol dilepas: periksa sambungan kabel termopil di terminal katup gas. Menyetel nyala pilot sampai sekitar 3/4 in (19 mm) di atas puncak pilot hanya oleh agen servis resmi.
    3. Nyala pilot bergoyang dan tidak menyelimuti termopil: matikan sumber hembusan dari AC atau udara pengganti, lalu periksa ulang.

    Pengapian elektronik, bukti nyala, dan penguncian pengapian

    Penguncian pengapian (lockout) adalah keadaan modul pengapian menutup katup gas dan menolak mencoba lagi setelah nyala gagal terbukti, sampai daya dimatikan dan dinyalakan kembali atau tombol reset ditekan. Arus nyala (flame current) adalah arus sangat kecil, dalam mikroampere, yang mengalir dari elektroda sensor melalui nyala ke massa pembakar dan dipakai modul pengapian sebagai bukti bahwa nyala ada.

    Pada penggorengan berpenyaring, percikan menyulut pilot, sensor nyala membuktikannya, lalu katup gas utama dibuka; pilot tidak boleh disulut dengan korek. Setelah penguncian, kendali dimatikan, ditunggu sekitar 5 menit, lalu dinyalakan lagi. Pengamat tidak boleh terlalu dekat, karena pengapian lambat dapat menimbulkan nyala balik ke wajah.

    Manual servis penggorengan inframerah menambahkan rantai pengamannya. Tegangan 24 VAC ke katup gas melewati pembatas suhu tinggi dan, pada unit berpenyaring bawaan, sakelar pengaman katup buang; keduanya normal tertutup. Penyala memercik 4 detik dengan muatan sekitar 25.000 volt; bila nyala tidak terasa dalam waktu itu, modul terkunci sampai sakelar daya dimatikan dan dinyalakan. Sebab galat penyalaan menurut urutan peluang adalah suplai gas atau listrik, sirkuit elektronik, lalu katup gas; bila satu deret gagal bersama, sambungan lepas cepat, steker, katup utama, dan pemutus sirkuit diperiksa lebih dulu.

    Angka bukti nyala tidak boleh dibandingkan antarteknologi:

    TeknologiNilai di satu manualCara ukur
    Termopil pilot (penggorengan berpilot)300 sampai 500 mV; disetel 400 ± 50 mVmilivoltmeter DC
    Sensor nyala (penggorengan inframerah)2,5 sampai 3,5 µAmikroampermeter seri, satu menit setelah frypot 93 °C
    Elektroda ionisasi (oven kombi C)lebih dari 1 µA berarti nyala ada; normal 24 µAmenu servis

    Uji bocor, bau gas, dan sifat LPG

    Uji bocor memakai larutan sabun, cairan pendeteksi, atau busa nonkorosif: gelembung berarti bocor, dan setelah uji tidak boleh tercium bau gas. Manual kompor wok dan dua manual penggorengan melarang tegas mencari bocor dengan api, korek, atau lilin. Manual kompor wok menambahkan bahwa penghitung meter gas yang tidak bergerak berarti tidak bocor, dengan syarat, menurut penalaran editorial, semua alat di belakang meter mati. Manual oven kombi C melarang menyemprotkan cairan pendeteksi ke komponen listrik. Uji dikerjakan setelah pemasangan, setelah perawatan sistem gas, dan setiap kali sambungan dilepas dan dipasang lagi; pedoman Ditjen Migas juga meminta tabung dan kelengkapannya diperiksa dengan air sabun atau deterjen sebelum dipakai.

    Manual penggorengan meminta instruksi bila tercium bau gas ditempel di tempat mencolok. Bila tercium bau gas, suplai ditutup di katup penutup utama dan perusahaan gas atau agen servis berwenang dihubungi. Langkah umum bau gas ada di Bab 25 · Laundry.

    Pedoman Ditjen Migas mendefinisikan LPG sebagai gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan, pada dasarnya propana, butana, atau campurannya, dan mencatat bahwa uapnya lebih berat daripada udara dan merambat di atas tanah, cairannya yang tumpah membentuk kabut gas dan menyebabkan luka bakar dingin, dan kebakarannya umumnya diatasi dengan memutus aliran gas. Karena itu detektor dan ventilasi elpiji ditempatkan rendah (Bab 4 · Utilitas dan Bab 11 · Kimia).

    Sumber resmi untuk pengguna bersifat umum. Permen ESDM No. 26 Tahun 2009 mewajibkan badan usaha penyedia LPG memberi informasi cara penggunaan yang aman kepada pengguna, dan halaman panduan Ditjen Migas menyebut tabung LPG di dalam ruangan memerlukan sirkulasi udara yang baik, selalu tegak dengan katup di atas, dan jauh dari sumber api. Regulator tekanan rendah dan selang karet kompor LPG mempunyai SNI tersendiri, SNI 7369 dan SNI 06-7213, yang diwajibkan untuk paket perdana program konversi; berlakunya untuk dapur komersial belum dipastikan.

    Udara pembakaran, cerobong, dan tudung

    Manual penggorengan berpenyaring memberi aliran udara pembakaran 2 m³/jam per kW masukan untuk standar Eropa:

    Q=2×PQ = 2 \times P

    dengan QQ aliran udara pembakaran (m³/jam) dan PP masukan panas alat (kW).

    Syarat dari manual penggorengan:

    1. Udara pembakaran di sekitar dan di bawah alat tidak dihalangi.
    2. Penggorengan tidak disambung ke saluran buang; gas buangnya, sekitar 427 sampai 538 °C (800 sampai 1.000 °F), dibuang lewat tudung bertenaga atau kipas buang dinding.
    3. Cerobong tidak diarahkan ke plenum tudung, dan tidak ada barang di atas atau di belakang alat.
    4. Jarak cerobong ke tepi bawah saringan tudung paling sedikit 18 in (45 cm), dengan rujukan NFPA 96.
    5. Ventilasi berlebihan mengganggu pilot; blower tidak disambung langsung ke bukaan cerobong.

    Aliran turun (down draft) adalah aliran udara yang masuk ke bukaan cerobong alat dari atas sehingga gas buang tidak dapat keluar. Manual penggorengan berpilot menyatakan aliran turun membuat alat terlalu panas dan rusak permanen, meminta cerobong diperiksa tiap enam bulan dalam keadaan dingin, dan memperingatkan bahwa nyala kekurangan udara dan cerobong tersumbat menghasilkan karbon monoksida (Bab 11 · Kimia).

    Manual servis penggorengan inframerah: letupan hanya pada jam sibuk menunjuk ke tekanan gas, letupan sepanjang waktu ke kekurangan udara, terutama bila udara terasa mengalir masuk ke dapur, dan nyala keluar cerobong menandakan tekanan negatif. Udara pengganti dibahas di Bab 16 · Bangunan & Fasilitas. Pada oven kombi, manual C meminta alat dimatikan bila karbon monoksida di cerobong lebih dari 500 ppm saat uji teknisi berwenang.

    Membaca nyala dan gangguan umum

    Nyala atmosferik yang benar biru lembut dengan kerucut dalam yang jelas, tidak terangkat dari pembakar; pembakar inframerah berpijar merah-oranye terang. Pengapian tertunda (delayed ignition) adalah keadaan katup gas utama sudah terbuka tetapi pembakar tidak langsung menyala, sehingga gas yang terkumpul menyala sekaligus dengan letupan.

    GejalaSebab menurut manual
    Nyala kuning (wok)udara primer tertutup; pembakar kotor
    Nyala utama padam saat dipakai (wok)listrik tidak ada; blower mati; pilot terlalu besar
    Nyala malas, minyak lambat panastekanan manifold kurang
    Letupan (inframerah)tekanan gas salah; blower kotor; udara pengganti kurang; pengapian; ubin retak
    Pembakar bising, nyala di atas cerobongtekanan terlalu tinggi; ventilasi katup tersumbat; regulator rusak

    Sumber tabel adalah manual kompor wok dan penggorengan. Teknisi hotel membersihkan pembakar, memeriksa pemutus sirkuit dan pasokan gas, lalu melapor; penyetelan udara, pilot, dan tekanan adalah bagian mekanik berwenang.

    Contoh kerja

    Contoh 1: Mengubah satuan tekanan. Manifold gas alam 4 in menjadi 4×2,49=9,964 \times 2{,}49 = 9{,}96 mbar dan LPG 11 in menjadi 11×2,49=27,411 \times 2{,}49 = 27{,}4 mbar; manual menulis 10,0 dan 27,5 mbar. Batas uji tekan 1/2 psi, dengan 1 psi sekitar 68,95 mbar, sama dengan 0,5×68,95=34,50{,}5 \times 68{,}95 = 34{,}5 mbar atau 34,5/2,49=13,934{,}5/2{,}49 = 13{,}9 in; manual menulis 13,84 in, 14 in, dan 35 mbar, sama setelah pembulatan.

    Contoh 2: Margin suplai di atas manifold. Penggorengan berpenyaring gas alam meminta suplai minimal 6 in untuk manifold 4 in, margin 2 in atau sekitar 5,0 mbar; untuk LPG, suplai minimal 11 in sama dengan manifold 11 in, margin nol. Kompor wok untuk G30 meminta 28 sampai 30 mbar, di dalam rentang LPG penggorengan itu, 27,4 sampai 32,4 mbar; untuk G31 meminta 37 mbar, 37−32,4=4,637 - 32{,}4 = 4{,}6 mbar di atas batasnya. Regulator jaringan ditentukan pemasok gas dari pelat data semua alat.

    Contoh 3: Penurunan tekanan dinamis. Contoh panduan oven kombi B: statis 22 mbar, dinamis 14 mbar ditambah penurunan internal model itu 6 mbar, menjadi 20 mbar. Penurunannya (22−20)/22×100=9,1(22 - 20)/22 \times 100 = 9{,}1 persen, lolos; batas bawahnya 22×0,8=17,622 \times 0{,}8 = 17{,}6 mbar. Dinamis 10 mbar (angka latihan) memberi nilai terkoreksi 16 mbar dan penurunan 27 persen: pipa atau regulator terlalu kecil.

    Contoh 4: Tekanan suplai pada jam sibuk. Pipa gas alam ke penggorengan berpenyaring terbaca 8 in (19,9 mbar) pagi hari dan 5,5 in (13,7 mbar) saat makan siang (angka latihan). Minimum manual 6 in (14,9 mbar), jadi suplai kurang 1,2 mbar dengan penurunan (8−5,5)/8×100=31(8 - 5{,}5)/8 \times 100 = 31 persen. Nyala malas dan letupan pada jam sibuk cocok dengan pola ini. Regulator alat tidak dapat menaikkan suplai; laporan ditujukan ke pemasok gas.

    Contoh 5: Uji tekan pipa dapur. Uji pada 100 mbar sama dengan 100/68,95=1,45100/68{,}95 = 1{,}45 psi, di atas 1/2 psi, sehingga setiap alat dan katup penutupnya dilepas. Uji pada 20 mbar di bawah 34,5 mbar; dua manual mengizinkan katup alat cukup ditutup, tetapi karena satu bagian manual meminta pelepasan pada setiap uji, tim melepasnya. Sesudahnya teknisi berwenang menyambung ulang, membuang udara, dan menguji sabun.

    Contoh 6: Tegangan termopil. Laporan servis mencatat 280 mV, di bawah rentang 300 sampai 500 mV: nyala pilot terlalu kecil, orifis pilot kotor, atau sambungan termopil. Setelah perbaikan, 410 mV berada di target 400±50400 \pm 50 mV, yaitu 350 sampai 450 mV. Tiga penyetelan berjeda 3 sampai 5 menit memakan 9 sampai 15 menit, di luar jam masak.

    Contoh 7: Arus nyala dan arus ionisasi. Penggorengan inframerah terbaca 1,8 µA, yaitu 1,8/2,5=721{,}8/2{,}5 = 72 persen dari batas bawah, sehingga sensor, kabel, penyala, dan pembakar diperiksa teknisi servis. Angka yang sama pada elektroda ionisasi oven kombi C berarti nyala terdeteksi karena di atas 1 µA, tetapi hanya 1,8/24=7,51{,}8/24 = 7{,}5 persen dari arus normal, sehingga elektrodanya juga diperiksa.

    Contoh 8: Udara pembakaran. Penggorengan berpenyaring 33,7 kW membutuhkan 2×33,7=67,42 \times 33{,}7 = 67{,}4 m³/jam, dan tiga unit sekitar 202 m³/jam. Manual yang sama juga menyebut masukan nominal 21 kW, yang memberi 42 m³/jam; dua angka itu tidak diselaraskan, sehingga pabrik yang menentukan. Udara pengganti dapur ditetapkan perancang (Bab 16 · Bangunan & Fasilitas).

    Contoh 9: Daya dan pemakaian LPG. Kompor wok tertulis 40 kW atau 34.400 kcal/jam, dan 40×860=34.40040 \times 860 = 34.400, sesuai. Dengan nilai kalor LPG sekitar 46 MJ/kg (nilai literatur umum), nyala penuh memakai 40×3,6/46=3,1340 \times 3{,}6/46 = 3{,}13 kg/jam, atau sekitar 9,4 kg untuk tiga jam nyala penuh sehari (angka latihan). Penggorengan berpilot 122.000 BTU/jam setara 122.000/3.412=35,8122.000/3.412 = 35{,}8 kW.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan panggil teknisi gas berwenang atau pemasok gas bila:

    1. Tercium bau gas: tutup katup utama bila aman, jangan menyentuh sakelar, ventilasikan, telepon dari tempat aman.
    2. Uji sabun menunjukkan gelembung, atau sambungan baru dilepas dan belum diuji.
    3. Pilot tidak bertahan setelah tiga kali percobaan, atau penguncian berulang setelah gas dan listrik dipastikan ada.
    4. Nyala kuning berjelaga, terangkat, keluar cerobong, pembakar bising, atau letupan berulang.
    5. Tekanan suplai di luar pelat data, atau tekanan dinamis turun melewati batas manual.
    6. Alat akan disambung ke gas yang berbeda dari pelat data, atau diminta konversi gas.
    7. Cerobong tersumbat atau terkena aliran turun, atau detektor karbon monoksida berbunyi.
    8. Pipa gas akan diuji tekan, atau alat berkastor akan dipindah tanpa melepas sambungan dan penahan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Pilot yang padam langsung dinyalakan lagi." Satu manual meminta tunggu 5 menit agar sisa gas hilang, dan berhenti setelah tiga kali gagal.

    "Tekanan manifold LPG yang benar 11 in kolom air." Itu khas satu model; model lain 8,25 in atau 23,9 mbar. Pelat data yang menentukan.

    "Arus nyala 1,8 µA baik karena di atas 1 µA." Batas 1 µA milik elektroda ionisasi satu oven kombi; sensor penggorengan inframerah meminta minimal 2,5 µA.

    "Mencari bocor dengan korek lebih cepat." Manual melarangnya; yang dipakai larutan sabun atau cairan pendeteksi.

    "Nyala kecil diperbaiki dengan memutar regulator alat." Suplai diukur dulu; regulator hanya disetel personel berkualifikasi bila diketahui tidak tepat.

    Hubungan dengan bab lain

    Dasar gas dan pembakaran ada di Bab 11 · Kimia tentang gas berbahaya, Bab 12 · Kimia tentang kalor pembakaran, Bab 4 · Utilitas tentang pengendali nyala boiler, dan Bab 25 · Laundry tentang pembakar pengering. Ruang dan keselamatan ada di Bab 16 · Bangunan & Fasilitas tentang tudung, Bab 4 · Keselamatan tentang isolasi energi, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang penguncian, dan Bab 17 · Bangunan & Fasilitas tentang kebakaran. Bab ini dipakai Bab 2 tentang penggorengan, Bab 3 tentang oven kombi, dan Bab 4 tentang pemadam tudung.

    Latihan dan pembahasan

    Angka dalam soal adalah angka latihan kecuali disebut berasal dari manual.

    1. Ubah suplai gas alam 7,0 ± 2,0 in dan LPG 12,0 ± 2,0 in dari manual penggorengan berpilot ke mbar.
    2. Tekanan statis 24 mbar dan dinamis 18 mbar saat semua alat menyala, tanpa penurunan internal. Lolos aturan 20 persen?
    3. Laporan servis penggorengan berpilot mencatat termopil 470 mV. Apa artinya?
    4. Pilot penggorengan berpilot padam begitu tombol dilepas. Apa bagian teknisi hotel dan apa bagian agen servis?
    5. Seluruh deret penggorengan berpengapian elektronik di satu jalur terkunci bersamaan saat makan siang. Apa yang diperiksa lebih dulu?
    6. Penggorengan akan dipindah ke bawah tudung yang tepi bawah saringannya 40 cm di atas cerobong. Boleh?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Gas alam 5,0 sampai 9,0 in, yaitu 5×2,49=12,455 \times 2{,}49 = 12{,}45 sampai 9×2,49=22,419 \times 2{,}49 = 22{,}41 mbar; LPG 10,0 sampai 14,0 in, yaitu 24,9 sampai 34,86 mbar. Di luar rentang itu pemasok gas dipanggil, karena regulator alat tidak dapat membetulkan suplai.
    2. Penurunannya (24−18)/24×100=25(24 - 18)/24 \times 100 = 25 persen, lebih dari 20 persen, jadi tidak lolos. Penyebab yang ditunjuk panduan adalah pipa terlalu kecil atau regulator kurang kapasitas, sehingga laporan ditujukan ke perancang pipa dan pemasok gas.
    3. Nilai 470 mV di dalam rentang kerja 300 sampai 500 mV, sehingga pilot dapat menahan katup. Nilai itu di luar target penyetelan 350 sampai 450 mV, sehingga teknisi berkualifikasi menyetelnya pada servis berikutnya.
    4. Teknisi hotel memastikan katup terbuka, memeriksa sambungan kabel termopil di terminal katup gas, dan mematikan hembusan dari AC atau udara pengganti. Menyetel nyala pilot, meniup pipa pilot, dan mengganti termopil atau katup adalah pekerjaan agen servis resmi.
    5. Kegagalan bersamaan menunjuk ke suplai, bukan ke satu alat, sehingga sambungan lepas cepat, steker, katup gas utama, dan pemutus sirkuit diperiksa lebih dulu. Karena terjadi pada jam sibuk, tekanan suplai juga dicatat untuk pemasok gas.
    6. Tidak boleh, karena manual meminta paling sedikit 18 in atau 45 cm antara cerobong dan tepi bawah saringan dengan rujukan NFPA 96. Jarak 40 cm kurang 5 cm, sehingga penempatan dibahas dengan perancang tudung lebih dulu.

    Referensi

    Sumber luar

    • Permen ESDM Tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPGmigas.esdm.go.id
    • Persyaratan Penyimpanan Tabung LPG di Tempat Terbukamigas.esdm.go.id
    • Keselamatan Penggunaan Tabung LPG Perlu Perhatian Masyarakat dan Pemerintahmigas.esdm.go.id
    • Paket Perdana LPG 3 Kg Terapkan SNImigas.esdm.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Ubah suplai gas alam 7,0 ± 2,0 in dan LPG 12,0 ± 2,0 in dari manual penggorengan berpilot ke mbar.

    2

    Tekanan statis 24 mbar dan dinamis 18 mbar saat semua alat menyala, tanpa penurunan internal. Lolos aturan 20 persen?

    3

    Laporan servis penggorengan berpilot mencatat termopil 470 mV. Apa artinya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat