Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Air & Pengolahan Air · Bab 23Terapan

    Pemantauan efluen dan operasi harian IPAL: rencana pemantauan, sampel gabungan proporsional debit, uji lapangan, catatan operasi, grafik tren, diagnosis gangguan, dan pelaporan

    Hasil laboratorium bulanan efluen IPAL sebuah laundry rumah sakit tiba-tiba melampaui batas izin, dan pengelola tidak dapat menjelaskan sebabnya. Sampel diambil petugas yang berbeda dari bak kontrol yang airnya diam, tidak didinginkan, dan tidak ada catatan harian maupun pengukur debit. Bab ini menjelaskan pemantauan efluen dan operasi harian IPAL dari sisi operator: tujuan pemantauan, rencana pemantauan, pengukuran debit, sampel sesaat dan sampel gabungan proporsional debit, penanganan sampel, uji lapangan harian, catatan operasi, efisiensi dan rata-rata, grafik tren dan batas peringatan, diagnosis gangguan dari data, dan pelaporan yang jujur.

    25 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah rumah sakit wajib melaporkan hasil uji efluen IPAL-nya setiap bulan. Selama setahun, hasilnya selalu di bawah batas izin. Lalu satu bulan, COD efluen tercatat hampir dua kali batas, dan pengelola diminta menjelaskan. Tidak ada yang dapat menjelaskan: petugas yang mengambil sampel bulan itu orang baru, catatan harian IPAL tidak ada, dan tidak ada yang tahu berapa debit hari itu.

    Teknisi yang diminta membantu menelusuri apa yang terjadi. Sampel diambil dari bak kontrol yang airnya diam karena pompa keluaran sedang mati, sehingga yang terambil adalah air yang tertahan berjam-jam bersama endapan di dasar bak. Botol sampel dibawa ke laboratorium tanpa didinginkan, dua hari kemudian. Dan pada minggu yang sama, laundry rumah sakit mengganti deterjennya tanpa memberi tahu siapa pun. Mungkin efluen memang memburuk, mungkin sampelnya yang tidak mewakili; tanpa data lain, tidak ada yang dapat membuktikan yang mana. Bab ini menjelaskan cara memantau IPAL supaya pertanyaan seperti itu dapat dijawab dengan data.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas pemantauan efluen dan operasi harian IPAL dari sisi operator dan teknisi: tujuan, rencana pemantauan, debit, sampel, penanganan sampel, uji lapangan, catatan, efisiensi, tren, diagnosis, dan pelaporan. Parameter, frekuensi, dan batas yang wajib ditetapkan oleh izin dan peraturan yang berlaku; bab ini tidak menyalinnya. Parameter mutu air dan sampel yang mewakili ada di Bab 1; sumber beban laundry dan sampel di IPAL laundry di Bab 17 · Laundry; sampling dan ukuran sampel di Bab 6 · Data & Pengukuran; lembar periksa dan catatan lapangan digital di Bab 9 · Data & Pengukuran; instrumen mutu air di Bab 4; karakteristik air limbah di Bab 16; lumpur aktif di Bab 18; gangguan berselang di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis; ruang terbatas di Bab 11 · Keselamatan. Sumbernya adalah narasi Teknik Air dan Lingkungan, terutama buku pegangan operasi instalasi, dua buku matematika operator, dan manual pengendali unit RO, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Angka contoh, termasuk batas izin pada contoh, adalah angka latihan.

    Untuk apa IPAL dipantau

    Pemantauan mempunyai tiga tujuan yang berbeda, dan rencana yang baik melayani ketiganya (nilai literatur umum):

    1. Kepatuhan: membuktikan kepada pemberi izin bahwa efluen memenuhi batas, dengan sampel dan metode yang disyaratkan.
    2. Kendali proses: memberi operator angka harian untuk mengatur aerasi, lumpur buang, dosis bahan kimia, dan pompa.
    3. Peringatan dini dan penjelasan: menangkap perubahan sebelum menjadi pelanggaran, dan menjelaskan sebabnya bila terjadi.

    Uji laboratorium bulanan hanya melayani tujuan pertama. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan operasi instalasi bahwa pemantauan dapat dilakukan dengan sensor jinjing atau sensor terpasang tetap. Untuk dua tujuan lainnya, diperlukan uji lapangan sederhana yang dilakukan sering, dan catatan yang teratur.

    Rencana pemantauan

    Rencana pemantauan adalah dokumen pendek yang menjawab pertanyaan berikut untuk setiap parameter (nilai literatur umum):

    1. Apa: parameter, satuan, dan metode uji.
    2. Di mana: titik sampel yang jelas dan dapat dijangkau dengan aman, misalnya saluran masuk setelah ekualisasi dan bak kontrol keluaran saat air mengalir.
    3. Kapan dan seberapa sering: harian untuk uji lapangan, mingguan untuk uji proses, dan menurut izin untuk uji kepatuhan.
    4. Bagaimana: sampel sesaat atau gabungan, volume, botol, pengawet, dan pendinginan.
    5. Siapa: petugas yang terlatih, dengan pengganti yang juga terlatih.
    6. Ke mana: laboratorium, catatan, dan laporan yang menerima hasilnya.

    Rencana ini dicocokkan dengan izin pembuangan. Titik sampel kepatuhan ditetapkan sekali dan tidak berpindah-pindah; sampel dari titik yang berbeda tidak dapat dibandingkan dari bulan ke bulan. Rencana juga menyebut apa yang dilakukan bila hasil melewati batas peringatan: siapa yang diberi tahu, uji tambahan apa yang diambil, dan kapan pemilik IPAL harus memutuskan. Dengan begitu, petugas baru seperti pada kasus pembuka tidak perlu menebak.

    Mengukur debit

    Konsentrasi tanpa debit tidak memberi beban, seperti di Bab 16. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan operasi instalasi bahwa pelimpah adalah alat untuk mengukur debit air limbah. Cara yang umum di IPAL kecil (nilai literatur umum):

    1. Meter debit elektromagnetik di pipa tekan pompa keluaran, dengan penghitung jumlah.
    2. Pelimpah segitiga di saluran terbuka. Untuk pelimpah bersudut 90 derajat, debit kira-kira:
    Q≈1,38 H5/2Q \approx 1{,}38\, H^{5/2}

    dengan QQ dalam m³/s dan HH tinggi air di atas dasar takik dalam m, diukur agak di hulu pelimpah.

    1. Jam kerja pompa: jam kerja kali debit pompa yang sudah diukur, cara murah bila tidak ada meter.
    2. Ember dan stopwatch: untuk debit kecil di ujung pipa, volume ember dibagi waktu pengisian.
    3. Meter air bersih: pemakaian air bersih laundry dikurangi penguapan dan air yang terbawa linen memberi perkiraan debit air limbah.

    Pelimpah dan meter debit diperiksa berkala: takik yang tertutup lumut, endapan di hulu pelimpah, atau meter yang dipasang di pipa yang tidak penuh memberi debit yang salah dengan angka yang tampak meyakinkan. Debit harian dicatat bersama setiap hasil uji, supaya beban dapat dihitung kemudian.

    Sampel sesaat dan sampel gabungan

    Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator bahwa sampel sesaat adalah sampel terpisah yang diambil pada satu waktu dan satu tempat. Sampel sesaat dipakai untuk parameter yang berubah cepat atau tidak boleh dicampur, seperti pH, suhu, oksigen terlarut, klorin sisa, dan minyak dan lemak (nilai literatur umum).

    Sampel gabungan menggabungkan beberapa bagian kecil yang diambil sepanjang jam operasi. Ada dua cara:

    1. Sebanding waktu: bagian yang sama besar setiap selang waktu tetap. Mudah, tetapi tidak mewakili beban bila debit berubah.
    2. Sebanding debit: bagian yang lebih besar saat debit besar. Narasi yang sama mengutip buku matematika operator tentang menentukan debit pada saat setiap sampel diambil, karena volume setiap bagian dihitung dari debit itu:
    vi=Vtotal×Qi∑Qiv_i = V_{\text{total}} \times \frac{Q_i}{\sum Q_i}

    dengan viv_i volume bagian ke-ii, VtotalV_{\text{total}} volume sampel gabungan yang diinginkan, dan QiQ_i debit saat bagian itu diambil. Cara ini memberi konsentrasi rata-rata tertimbang debit, yang dibahas di Bab 16 dan Bab 6 · Data & Pengukuran. Untuk IPAL laundry yang debitnya datang bersemburan, sampel gabungan sebanding debit jauh lebih mewakili dari sampel sesaat.

    Penanganan sampel dan rantai pengawasan

    Sampel yang diambil dengan benar dapat rusak sebelum diuji. Hal yang dijaga (nilai literatur umum):

    1. Titik saat air mengalir: sampel diambil dari aliran yang tercampur, tidak dari sudut bak yang diam atau dari permukaan yang berbuih.
    2. Botol yang benar: bersih, dari bahan yang sesuai, dan sering disediakan laboratorium; botol kaca tersendiri untuk minyak dan lemak.
    3. Pengawet dan pendinginan: sampel didinginkan sejak diambil; sebagian parameter memerlukan pengawet asam.
    4. Waktu simpan: sampel dikirim dan diuji dalam batas waktu metodenya; BOD sangat peka terhadap keterlambatan.
    5. Label: titik, tanggal, jam, jenis sampel, nama petugas, dan pengawet.
    6. Formulir serah terima: setiap perpindahan sampel dari petugas ke pengirim ke laboratorium ditandatangani dengan jam, sehingga keabsahannya dapat dibuktikan.

    Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pengolahan air limbah industri bahwa pencirian sampel adalah langkah berikutnya, setelah sampel yang mewakili diperoleh.

    Uji lapangan harian

    Uji lapangan memberi angka hari itu juga. Uji yang umum untuk IPAL kecil (nilai literatur umum):

    1. pH dan suhu di saluran masuk, bak aerasi, dan keluaran.
    2. Oksigen terlarut di beberapa titik bak aerasi.
    3. Uji pengendapan 30 menit cairan campuran, seperti di Bab 18.
    4. Kekeruhan atau kejernihan air keluaran, dengan alat ukur atau tabung kejernihan.
    5. Klorin sisa bila efluen didesinfeksi.
    6. Pengamatan: warna, bau, busa, dan keadaan pompa serta blower.

    Alat jinjing dikalibrasi menurut jadwal, seperti instrumen di Bab 4. Narasi yang sama mengutip manual pengendali unit RO bahwa menu kalibrasi dipakai untuk menyetel sensor. Hasil uji lapangan tidak menggantikan uji laboratorium untuk kepatuhan, tetapi bila keduanya diambil pada waktu yang sama selama beberapa bulan, hubungan keduanya membantu menafsirkan uji harian. Misalnya, bila kekeruhan efluen di atas angka tertentu hampir selalu disertai padatan tersuspensi yang mendekati batas izin, angka kekeruhan itu dapat dipakai sebagai tanda harian untuk mengambil sampel tambahan. Uji lapangan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama setiap hari, karena air limbah laundry berubah menurut jam kerja, sehingga angka pagi dan sore tidak dapat dibandingkan langsung.

    Catatan operasi

    Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip manual pengendali unit RO bahwa buku catatan sebaiknya disimpan untuk mencatat parameter operasi, bahwa lembar catatan diperbanyak lebih dulu, dan bahwa salinan buku catatan perawatan dibuat sebelum entri pertama diisi. Narasi yang sama mengutip buku pegangan operasi instalasi bahwa dalam operasi biasa, pemakaian bahan kimia dicatat setiap hari.

    Catatan harian IPAL kecil sebaiknya memuat (nilai literatur umum):

    1. Tanggal, jam, dan nama petugas.
    2. Debit atau pembacaan meter, dan jam kerja pompa.
    3. Hasil uji lapangan.
    4. Pemakaian bahan kimia dan kalibrasi pompa dosis. Narasi itu mengutip buku matematika operator bahwa pompa dosis bahan kimia dikalibrasi dalam mL per menit.
    5. Lumpur buang atau lumpur yang diangkut.
    6. Keadaan peralatan dan pekerjaan perawatan.
    7. Kejadian di hulu, seperti laundry mengganti deterjen atau membuang bahan kimia.
    8. Tindakan yang diambil dan alasannya.

    Catatan yang ditulis di kertas atau formulir digital mengikuti aturan di Bab 9 · Data & Pengukuran: tidak menghapus, mengoreksi dengan coretan yang terbaca dan paraf, dan menyimpan cadangan.

    Efisiensi dan rata-rata

    Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator tentang perhitungan untuk mengukur kinerja instalasi dan bahwa persamaan yang sama dipakai untuk menentukan efisiensi setiap unit proses. Efisiensi penyisihan:

    η=Cmasuk−CkeluarCmasuk×100%\eta = \frac{C_{\text{masuk}} - C_{\text{keluar}}}{C_{\text{masuk}}} \times 100\%

    Efisiensi yang bermakna dihitung dari sampel masuk dan keluar yang diambil pada hari yang sama, dengan memperhitungkan waktu tinggal bila panjang.

    Narasi yang sama mengutip buku matematika operator bahwa rata-rata adalah cara menyatakan beberapa pengukuran sebagai satu angka, dan bahwa rata-rata dan median dipakai untuk menilai sekumpulan angka. Rata-rata peka terhadap satu angka yang sangat besar; median tidak. Keduanya dilaporkan bila ada angka yang mencolok, dan angka yang mencolok itu diselidiki, tidak dibuang.

    Grafik tren dan batas peringatan

    Angka harian yang hanya ditulis di tabel jarang terbaca. Grafik sederhana dengan tanggal di sumbu mendatar dan nilai di sumbu tegak memperlihatkan arah perubahan (nilai literatur umum):

    1. Batas izin digambar sebagai garis.
    2. Batas peringatan internal, lebih ketat dari batas izin, misalnya sekitar 70 sampai 80 persen darinya, memberi waktu bertindak sebelum pelanggaran.
    3. Pola yang dicari: beberapa titik berturut-turut naik, satu titik melonjak, perubahan mendadak setelah suatu tanggal, atau pola mingguan yang berulang.
    4. Parameter yang digambar bersama: misalnya SVI dan oksigen terlarut, atau COD efluen dan pemakaian deterjen laundry.

    Gangguan yang muncul sesekali dan hilang sendiri ditangani seperti gangguan berselang di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis: kejadian dicatat dengan waktu dan keadaan, sampai polanya terlihat.

    Diagnosis gangguan dari data

    Data harian membuat diagnosis lebih cepat. Pola yang umum (nilai literatur umum):

    1. COD dan BOD efluen naik, oksigen terlarut turun: beban organik naik atau aerasi berkurang; periksa debit, kejadian di hulu, dan blower.
    2. Padatan efluen naik, SVI naik: lumpur mengembang; periksa oksigen terlarut, F/M, dan nutrien, seperti di Bab 18.
    3. Padatan efluen naik, SVI normal: beban hidraulik puncak atau bak pengendap penuh lumpur.
    4. pH efluen di luar rentang: netralisasi gagal atau pembuangan bahan kimia di hulu.
    5. Efluen buruk mendadak bersama kematian mikroba: zat penghambat, seperti disinfektan atau pemutih dari laundry.
    6. Hasil laboratorium buruk, uji lapangan normal: periksa sampel itu sendiri, titik, waktu, dan penanganannya.

    Pola terakhir adalah pertanyaan pada kasus pembuka. Dengan catatan harian dan uji lapangan, pengelola dapat menunjukkan bahwa kejernihan dan oksigen terlarut hari itu normal, sehingga sampel yang patut dicurigai.

    Pelaporan

    Laporan kepatuhan berisi hasil uji, metode, titik dan waktu sampel, debit, dan keterangan kejadian khusus. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan operasi instalasi tentang laporan tertulis yang harus diserahkan dalam lima hari. Batas waktu dan isi laporan untuk setiap lokasi ditetapkan izin dan peraturannya.

    Data yang dilaporkan adalah data yang diukur. Hasil yang buruk tidak dihapus, tidak diganti dengan sampel ulang tanpa keterangan, dan tidak dirata-ratakan dengan hasil lain supaya tampak baik. Bila hasil diragukan, keraguan itu ditulis bersama alasannya, dan sampel ulang dilaporkan sebagai sampel ulang. Laporan yang jujur dengan penjelasan yang didukung catatan jauh lebih kuat dari laporan yang tampak bersih tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Contoh kerja

    Contoh 1: sampel gabungan sebanding debit. Empat bagian diambil saat debit 4, 10, 6, dan 2 m³/jam, dengan jumlah 22 m³/jam, dan volume gabungan yang diinginkan 2 L. Volume setiap bagian 2.000×4/22=3642.000 \times 4/22 = 364 mL, 2.000×10/22=9092.000 \times 10/22 = 909 mL, 2.000×6/22=5452.000 \times 6/22 = 545 mL, dan 2.000×2/22=1822.000 \times 2/22 = 182 mL.

    Contoh 2: debit di pelimpah segitiga. Tinggi air di atas dasar takik 0,10 m memberi Q≈1,38×0,105/2=1,38×0,00316=0,00436Q \approx 1{,}38 \times 0{,}10^{5/2} = 1{,}38 \times 0{,}00316 = 0{,}00436 m³/s, yaitu sekitar 4,4 L/s atau 15,7 m³/jam.

    Contoh 3: ember dan stopwatch. Ember 20 L penuh dalam 8 detik, jadi debit 20/8=2,520/8 = 2{,}5 L/s atau 9 m³/jam.

    Contoh 4: efisiensi penyisihan. COD masuk 900 mg/L dan keluar 120 mg/L pada hari yang sama, jadi η=(900−120)/900×100%=86,7%\eta = (900 - 120)/900 \times 100\% = 86{,}7\%.

    Contoh 5: rata-rata dan median. COD efluen lima hari 110, 95, 120, 105, dan 480 mg/L. Rata-ratanya 182 mg/L dan mediannya 110 mg/L. Angka 480 diselidiki: hari itu tercatat laundry membuang air bilas pemutih dalam jumlah besar, dan pompa keluaran baru menyala setelah berjam-jam mati.

    Contoh 6: beban efluen. Debit 60 m³/hari dengan COD efluen 120 mg/L membuang 60×120/1.000=7,260 \times 120/1.000 = 7{,}2 kg COD per hari ke badan air.

    Contoh 7: kalibrasi pompa dosis. Pompa dosis mengisi gelas ukur 250 mL dalam 2 menit, yaitu 125 mL per menit, sedangkan setelan yang dikehendaki 100 mL per menit. Langkah pompa diturunkan, lalu uji diulang sampai sekitar 100 mL per menit, dan hasilnya dicatat.

    Contoh 8: tren SVI. SVI lima hari berturut-turut 110, 125, 140, 160, dan 185 mL/g. Belum ada pelanggaran, tetapi arahnya jelas. Oksigen terlarut pada hari yang sama turun dari 2,2 menjadi 0,9 mg/L, sehingga diffuser dan blower diperiksa sebelum lumpur terbawa keluar.

    Contoh 9: batas peringatan. Bila batas izin COD pada contoh ini 100 mg/L (angka latihan, bukan baku mutu), batas peringatan internal 80 persen adalah 80 mg/L. Hasil 85 mg/L masih di bawah batas izin, tetapi memicu pemeriksaan proses dan sampel tambahan.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan minta keputusan penyelia, pemilik IPAL, atau laboratorium bila:

    1. Titik sampel hanya dapat dijangkau dengan masuk ke bak atau sumur tanpa izin masuk ruang terbatas.
    2. Efluen jelas melampaui batas izin atau ada luapan ke lingkungan; pemilik dan pihak yang berwenang mungkin harus diberi tahu menurut izin.
    3. Ada permintaan untuk mengubah, menghapus, atau tidak melaporkan hasil uji.
    4. Sampel kepatuhan diambil tanpa metode, botol, pengawet, atau formulir serah terima yang disyaratkan.
    5. Alat ukur lapangan tidak dapat dikalibrasi tetapi hasilnya akan dipakai untuk keputusan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Uji laboratorium bulanan cukup untuk mengoperasikan IPAL." Uji bulanan membuktikan kepatuhan; operasi memerlukan uji lapangan dan catatan harian.
    2. "Sampel dari mana saja di bak kontrol sama saja." Air yang diam, permukaan berbuih, dan endapan di dasar memberi hasil yang tidak mewakili efluen yang mengalir.
    3. "Sampel gabungan sebanding waktu sama dengan sebanding debit." Untuk debit yang berubah, hanya sampel sebanding debit yang memberi konsentrasi tertimbang beban.
    4. "Hasil buruk sebaiknya diganti sampel ulang." Hasil buruk diselidiki dan dilaporkan; sampel ulang dilaporkan sebagai sampel ulang dengan alasannya.
    5. "Rata-rata bulanan yang baik berarti tidak ada masalah." Satu hari yang sangat buruk dapat tersembunyi dalam rata-rata; median dan nilai tertinggi ikut dilihat.
    6. "Catatan harian hanya formalitas." Tanpa catatan, gangguan tidak dapat dijelaskan, dan pengelola tidak dapat membuktikan apa yang terjadi.
    7. "Debit tidak perlu diukur karena konsentrasi sudah diuji." Beban dan kemampuan IPAL bergantung pada debit; konsentrasi saja tidak cukup.
    8. "Alat ukur jinjing selalu benar karena digital." Elektroda pH dan oksigen terlarut menyimpang bila tidak dikalibrasi dan dirawat; angka di layar tetap angka yang salah bila alatnya tidak diperiksa.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 memberi parameter mutu air dan sampel, Bab 17 · Laundry IPAL laundry, Bab 6 · Data & Pengukuran sampling, Bab 9 · Data & Pengukuran lembar periksa dan catatan, Bab 4 instrumen mutu air, Bab 16 karakteristik dan beban, Bab 18 lumpur aktif, Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis gangguan berselang, dan Bab 11 · Keselamatan ruang terbatas. Bab berikutnya di rak ini membahas daur ulang air laundry.

    Latihan dan pembahasan

    1. Lima bagian sampel diambil saat debit 3, 8, 12, 5, dan 2 m³/jam, untuk sampel gabungan 3 L. Berapa volume bagian ketiga?
    2. Tinggi air di pelimpah segitiga 90 derajat 0,08 m. Berapa debitnya dalam m³/jam?
    3. BOD masuk 280 mg/L dan keluar 35 mg/L. Berapa efisiensinya?
    4. COD efluen sepuluh hari: sembilan hari sekitar 90 mg/L dan satu hari 600 mg/L. Mengapa rata-rata dan median memberi gambaran yang berbeda?
    5. Hasil laboratorium efluen buruk, tetapi catatan harian menunjukkan kejernihan dan oksigen terlarut normal. Apa yang diperiksa?
    6. Susun isi minimal catatan harian IPAL kecil.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Jumlah debit 30 m³/jam, jadi bagian ketiga 3.000×12/30=1.2003.000 \times 12/30 = 1.200 mL.
    2. 1,38×0,085/2=1,38×0,00181=0,00251{,}38 \times 0{,}08^{5/2} = 1{,}38 \times 0{,}00181 = 0{,}0025 m³/s, sekitar 9 m³/jam.
    3. (280−35)/280×100%=87,5%(280 - 35)/280 \times 100\% = 87{,}5\%. Angka ini bermakna bila kedua sampel diambil pada hari yang sama dan mewakili aliran yang sama, sebaiknya sebagai sampel gabungan.
    4. Rata-ratanya sekitar (9×90+600)/10=141(9 \times 90 + 600)/10 = 141 mg/L karena satu angka besar, sedangkan mediannya sekitar 90 mg/L. Rata-rata menunjukkan beban yang benar-benar dibuang; median menunjukkan keadaan biasa. Hari dengan 600 mg/L diselidiki sebabnya.
    5. Sampel itu sendiri: titik dan jam pengambilan, apakah air mengalir, botol, pengawet, pendinginan, waktu sampai ke laboratorium, dan formulir serah terima. Periksa juga kejadian di hulu pada hari itu.
    6. Tanggal, jam, dan petugas; debit atau pembacaan meter dan jam kerja pompa; pH, suhu, oksigen terlarut, uji pengendapan, dan kejernihan; pemakaian bahan kimia dan kalibrasi pompa dosis; lumpur buang atau diangkut; keadaan peralatan dan perawatan; kejadian di hulu; tindakan dan alasannya.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Lima bagian sampel diambil saat debit 3, 8, 12, 5, dan 2 m³/jam, untuk sampel gabungan 3 L. Berapa volume bagian ketiga?

    2

    Tinggi air di pelimpah segitiga 90 derajat 0,08 m. Berapa debitnya dalam m³/jam?

    3

    BOD masuk 280 mg/L dan keluar 35 mg/L. Berapa efisiensinya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat