Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 49Lanjut
Deret Taylor dan Maclaurin
Bab 49 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
22 menit
Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab
0%
Draf lengkap — Bab 49 dari 50
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
49.1 Rumus Taylor dengan Sisa Suku Bentuk Lagrange
Penjelasan master untuk Bab 49: ekspansi analitik fungsi transenden ke dalam bentuk deret pangkat standar. Rumus master, yaitu ekspansi Maclaurin fungsi eksponensial:
ex=1+x+2!x2+3!x3+⋯+n!xn+Rn(x).
Bab 48 bergerak dari deret ke fungsi: deret kuasa yang konvergen menghasilkan fungsi yang terdiferensialkan tak hingga kali. Unit ini bergerak ke arah sebaliknya. Bila f diketahui dan cukup sering terdiferensialkan, polinomial mana yang paling baik menghampirinya, dan seberapa besar galatnya? Teorema Taylor menjawab keduanya: polinomial Taylor, dan sisa Rn dalam bentuk Lagrange, yang dapat ditaksir. Contoh master adalah ex. Unit ini juga memuat kasus sulit, yaitu fungsi mulus yang deret Taylor-nya konvergen tetapi tidak ke fungsi itu. Terakhir, taksiran Taylor untuk kosinus dipakai untuk mendefinisikan π dan membuktikan periodisitas sinus dan kosinus. Ini bagian pertama penutupan pinjaman P40-PI dari Unit 40.2.
Prasyarat: Bab 39–42 (turunan, Rolle, nilai rata-rata); Unit 40.2; Bab 48.
Teorema Taylor
Definisi 49.1.1 (Polinomial Taylor)
Misalkan f terdiferensialkan n kali di c. Polinomial Taylor orde n untuk f di c adalah
Pn(x)=k=0∑nk!f(k)(c)(x−c)k,
dan sisanya adalah Rn(x)=f(x)−Pn(x). Untuk c=0, polinomial ini disebut polinomial Maclaurin.
Pn adalah satu-satunya polinomial berderajat ≤n yang turunan ke-k-nya di c sama dengan f(k)(c) untuk k=0,…,n. Ini karena turunan ke-k dari (x−c)j di c bernilai k! bila j=k dan 0 bila j=k.
Teorema 49.1.2 (Taylor dengan Sisa Lagrange)
Misalkan I interval terbuka, c,x∈I, x=c, dan f terdiferensialkan n+1 kali pada I. Maka ada ξ tegas di antara c dan x dengan
Rn(x)=(n+1)!f(n+1)(ξ)(x−c)n+1.
Bukti. Tetapkan x. Definisikan M dengan f(x)=Pn(x)+M(x−c)n+1, yang mungkin karena x=c. Misalkan
g(t)=f(t)−Pn(t)−M(t−c)n+1,t∈I.
Maka g terdiferensialkan n+1 kali, g(k)(c)=0 untuk k=0,…,n (Definisi 49.1.1), dan g(x)=0. Juga g(n+1)(t)=f(n+1)(t)−(n+1)!M, karena Pn(n+1)=0.
Rolle (Teorema 41.1.3) pada g di antara c dan x memberi ξ1 tegas di antara keduanya dengan g′(ξ1)=0. Karena g′(c)=0, Rolle pada g′ di antara c dan ξ1 memberi ξ2 dengan g′′(ξ2)=0. Langkah ini diulang. Setelah n+1 langkah, yang berhingga banyaknya sehingga tidak memerlukan pilihan, diperoleh ξ=ξn+1 tegas di antara c dan x dengan g(n+1)(ξ)=0, yaitu M=(n+1)!f(n+1)(ξ). □
Untuk n=0, teorema ini adalah teorema nilai rata-rata (Teorema 41.2.1). Seperti pada teorema nilai rata-rata, ξ tidak diketahui. Yang berguna adalah batas untuk f(n+1) di antara c dan x, karena batas itu memberi batas galat.
Akibat 49.1.3 (Taksiran Galat)
Bila ∣f(n+1)(t)∣≤Mn+1 untuk semua t di antara c dan x, maka
∣f(x)−Pn(x)∣≤(n+1)!Mn+1∣x−c∣n+1.
Bila ∣f(n)(t)∣≤M untuk semua n dan semua t∈I, maka Pn(x)→f(x) untuk setiap x∈I. Artinya, deret Taylor f konvergen ke f pada I.
Bukti. Bagian pertama langsung dari Teorema 49.1.2. Untuk bagian kedua, (n+1)!∣x−c∣n+1→0, karena suku deret exp(∣x−c∣) menuju 0 (Teorema 31.3.1). □
Contoh Master: ex
Contoh 49.1.4
Untuk f=exp, f(k)=exp dan f(k)(0)=1, sehingga Pn(x)=∑k=0nk!xk, sesuai rumus master. Teorema 49.1.2 memberi
Rn(x)=(n+1)!eξxn+1,ξ di antara 0 dan x.
Dengan eξ≤emax(x,0),
∣Rn(x)∣≤emax(x,0)(n+1)!∣x∣n+1→0.
Jadi deret Maclaurin ex konvergen ke ex. Ini sudah diketahui dari definisi exp sebagai deret, tetapi kini disertai galat yang eksplisit untuk setiap n.
Numerik. Untuk x=21 dan n=4: P4(21)=1+0,5+0,125+0,0208333+0,0026042=1,6484375. Karena 1≤eξ≤e1/2<1,7, sisa R4 positif dan memenuhi
0,000260≈120(1/2)5≤R4≤1,7⋅120(1/2)5≈0,000443.
Jadi 1,64869<e1/2<1,64889. Nilai sebenarnya, 1,6487213…, memberi R4≈0,000284, di dalam selang itu. Di sini sisa Lagrange memberi batas bawah dan batas atas sekaligus.
Untuk x<0, misalnya x=−1, eξ≤1, sehingga ∣Rn(−1)∣≤(n+1)!1. Deretnya juga berganti tanda, sehingga taksiran Leibniz memberi batas yang sama.
Contoh Lain dan Batas Metode
Contoh 49.1.5 (Sinus, Kosinus, dan ln(1+x))
(a) Semua turunan sin dan cos adalah ±sin atau ±cos, sehingga nilainya ≤1 (Akibat 40.2.12). Akibat 49.1.3 memberi, misalnya,
sinx−(x−6x3)≤120∣x∣5.
Polinomial Maclaurin orde 3 dan orde 4 untuk sinus sama, karena koefisien x4 nol. Karena itu dapat dipakai sisa orde 4, yaitu 5!∣x∣5.
(b) Untuk f(x)=ln(1+x) dengan x>−1: f(k)(t)=(1+t)k(−1)k+1(k−1)! untuk k≥1. Jadi
Rn(x)=n+1(−1)n(1+ξx)n+1.
Untuk 0≤x≤1, ξ≥0 memberi ∣Rn(x)∣≤n+11→0. Khususnya, dengan x=1, diperoleh bukti keempat bahwa 1−21+31−⋯=ln2. Untuk −1<x<0, teorema hanya menjamin ξ∈(x,0), sehingga 1+ξx dapat sebesar 1+x∣x∣. Nilai ini ≤1 hanya bila x≥−21. Untuk x=−0,9, batasnya 9n+1, yang tidak berguna. Padahal deretnya konvergen ke ln(1+x) di sana (Contoh 48.2.6(b)). Bentuk Lagrange adalah alat, bukan kriteria: kegagalannya tidak berarti deretnya tidak konvergen ke fungsi.
Contoh 49.1.6 (Fungsi Mulus yang Tidak Analitik)
Misalkan φ(x)=exp(−x21) untuk x=0, dan φ(0)=0. Maka φ terdiferensialkan tak hingga kali pada R, dan φ(n)(0)=0 untuk semua n. Deret Maclaurin φ adalah deret nol. Deret itu konvergen di semua titik, tetapi ke 0, sedangkan φ(x)>0 untuk x=0.
Bukti. Langkah 1. Untuk x=0, φ(n)(x)=pn(x1)φ(x) untuk suatu polinomial pn. Ini dibuktikan dengan induksi: p0=1. Bila φ(n)=pn(x1)φ, aturan hasil kali dan aturan rantai memberi
φ(n+1)(x)=[−x21pn′(x1)+x32pn(x1)]φ(x),
sehingga pn+1(u)=−u2pn′(u)+2u3pn(u).
Langkah 2. Untuk setiap polinomial q, q(x1)φ(x)→0 untuk x→0. Cukup diperiksa untuk monomial um dengan u=∣x∣1. Pilih bilangan bulat k>2m. Karena exp(u2)≥k!u2k, diperoleh umexp(−u2)≤k!um−2k→0 untuk u→+∞.
Langkah 3. Dengan induksi, φ(n)(0)=0. Bila φ(n)(0)=0, maka
hφ(n)(h)−φ(n)(0)=h1pn(h1)φ(h)→0
menurut Langkah 2, dengan q(u)=upn(u). Jadi φ(n+1)(0)=0. □
Jadi deret Taylor yang konvergen tidak harus konvergen ke fungsinya. Fungsi yang sama dengan deret Taylor-nya di sekitar setiap titik disebut analitik. exp, sin, dan cos analitik, sedangkan φ tidak analitik di 0. Teorema 49.1.2 tidak bertentangan dengan contoh ini: Rn=φ, dan sisa itu tidak menuju 0, karena turunan-turunan φ tumbuh sangat cepat di dekat 0.
Penutupan P40-PI, Bagian Pertama: π dan Periodisitas
Lemma 49.1.7
(a) sinx>0 untuk 0<x≤2.
(b) cos turun tegas pada [0,2], dan mempunyai tepat satu pembuat nol di (0,2).
Bukti. (a) Maclaurin orde 4 untuk sinus adalah x−6x3, dengan sisa 120cos(ξ)x5≥−120x5 untuk x>0. Jadi
sinx≥x(1−6x2−120x4).
Kurung kanan turun dalam x>0, dan bernilai 1−64−12016=51>0 di x=2. Jadi sinx>0 pada (0,2].
(b) cos′=−sin<0 pada (0,2], sehingga cos turun tegas pada [0,2] (Teorema 42.1.1). Karena cos0=1>0>cos2 (Latihan 40.2-7), teorema nilai antara memberi pembuat nol, dan kemonotonan tegas memberi ketunggalannya. □
Definisi 49.1.8 (Bilangan π)
π adalah dua kali pembuat nol tunggal kosinus di (0,2). Jadi 2π∈(0,2), cos2π=0, dan cosx>0 untuk 0≤x<2π. Akibatnya, 2π adalah pembuat nol positif terkecil kosinus.
Definisi ini memenuhi rencana Unit 40.2. Taksiran numerik pertama diperoleh dengan Taylor. Untuk kosinus, polinomial Maclaurin orde 8 dan orde 9 sama, sehingga sisanya paling banyak 10!x10. Dengan T(x)=1−2x2+24x4−720x6+40320x8:
T(1,57)≈1−1,23245+0,2531555−0,0208002+0,0009155=0,0008208, dengan sisa ≤10!1,5710≈0,0000251. Jadi cos1,57>0.
T(1,58)≈1−1,2482+0,2596672−0,0216078+0,0009632=−0,0091774, dengan sisa ≤0,0000268. Jadi cos1,58<0.
Karena kosinus turun tegas, 1,57<2π<1,58, yaitu
3,14<π<3,16.
Unit 49.2 menghitung π jauh lebih teliti.
Teorema 49.1.9 (Periodisitas)
Untuk semua x∈R:
(a) sin2π=1, sin(x+2π)=cosx, dan cos(x+2π)=−sinx;
(b) sin(x+π)=−sinx dan cos(x+π)=−cosx;
(c) sin(x+2π)=sinx dan cos(x+2π)=cosx;
(d) sinx>0 pada (0,π), sinx<0 pada (π,2π), dan pembuat nol sinus tepat {kπ:k∈Z};
(e) 2π adalah periode positif terkecil sinus.
Bukti. (a) sin22π=1−cos22π=1 (Akibat 40.2.12), dan sin2π>0 menurut Lemma 49.1.7(a). Jadi sin2π=1. Rumus penjumlahan (Teorema 40.2.11) dengan y=2π memberi kedua identitas berikutnya.
(b) Terapkan (a) dua kali: sin(x+π)=cos(x+2π)=−sinx, dan cos(x+π)=−sin(x+2π)=−cosx.
(c) Terapkan (b) dua kali.
(d) Untuk x∈(0,π), (a) memberi sinx=cos(x−2π), dengan x−2π∈(−2π,2π). Kosinus genap dan positif pada [0,2π), sehingga sinx>0. Pada (π,2π), gunakan (b). Juga sin0=0 dan sinπ=−sin0=0. Jadi pembuat nol sinus di [0,2π) tepat 0 dan π. Untuk x sebarang, tulis x=2πm+r dengan m=⌊2πx⌋ dan r∈[0,2π), lalu gunakan (c).
(e) Andaikan 0<T<2π dan sin(x+T)=sinx untuk semua x. Dengan x=0, sinT=0, sehingga T=π menurut (d). Akan tetapi sin(2π+π)=−1=1=sin2π. Kontradiksi. □
Dengan teorema ini, beberapa catatan yang sebelumnya hanya dicatat kini dapat dibuktikan. Contohnya, cosx1 tidak mempunyai limit di 0 (Unit 42.2): di xk=2kπ1 nilainya 1, dan di yk=(2k+1)π1 nilainya −1, sedangkan xk,yk→0 (Akibat 34.2.2). Tafsiran geometris dan perhitungan teliti π, yaitu bagian kedua penutupan P40-PI, ada di Unit 49.2.
Latihan
Latihan 49.1-1. Tentukan polinomial Maclaurin orde 3 untuk 1+x, dan taksir galatnya di x=0,1 dengan sisa Lagrange.
Latihan 49.1-2. Dengan Contoh 49.1.4, tentukan n yang menjamin ∣e−Pn(1)∣<5⋅10−7. Bandingkan dengan Teorema 27.3.9.
Latihan 49.1-3. Hampiri sin0,2 dengan x−6x3, dan berikan selang yang pasti memuat sin0,2.
Latihan 49.1-4. Untuk φ pada Contoh 49.1.6, hitung p1 dan p2 secara eksplisit. Buktikan juga bahwa ψ(x)=φ(x) untuk x>0 dan ψ(x)=0 untuk x≤0 terdiferensialkan tak hingga kali pada R.
Latihan 49.1-5. Buktikan bahwa cosx=0 jika dan hanya jika x=2π+kπ untuk suatu k∈Z. Hitung juga cosπ, sin23π, dan cos2π.
Latihan 49.1-6. Misalkan f terdiferensialkan dua kali pada interval terbuka I, dengan f′′≥0. Dengan Teorema 49.1.2 untuk n=1, buktikan f(x)≥f(c)+f′(c)(x−c), dan bandingkan dengan Teorema 42.1.6(c).
Latihan 49.1-7. Dengan Contoh 49.1.5(b), buktikan bahwa sisa Lagrange memberi ∣Rn(−21)∣≤n+11. Hitung ln21 dari P6(−21), dan bandingkan dengan −ln2.
Latihan 49.1-8. Dengan Maclaurin orde 5 untuk kosinus, buktikan bahwa cos1,5>0, lalu simpulkan bahwa π>3.
Solusi
Solusi 49.1-1. Turunannya: f′=21(1+x)−1/2, f′′=−41(1+x)−3/2, f′′′=83(1+x)−5/2, dan f(4)=−1615(1+x)−7/2, menurut Teorema 40.2.8(d). Jadi P3(x)=1+2x−8x2+16x3, dan P3(0,1)=1+0,05−0,00125+0,0000625=1,0488125. Sisanya adalah R3=−1615(1+ξ)−7/224x4, dengan ξ∈(0;0,1), sehingga −1615⋅2410−4≈−3,9⋅10−6≤R3<0. Jadi 1,0488086<1,1<1,0488125. Pemeriksaan: 1,04880882≈1,1000000. □
Solusi 49.1-2. ∣Rn(1)∣≤(n+1)!e<(n+1)!4 (Teorema 27.3.3). Untuk n=9: 10!4≈1,1⋅10−6, belum cukup. Untuk n=10: 11!4≈1,0⋅10−7<5⋅10−7. Lagrange menjamin n=10. Teorema 27.3.9 memberi e−E9<10!⋅1011≈3,0⋅10−7, yaitu n=9 sudah cukup. Taksiran khusus untuk deret ini, dengan pembanding geometri, sedikit lebih tajam daripada taksiran umum. □
Solusi 49.1-3. 0,2−60,008=0,2−0,0013333=0,1986667. Sisa orde 4 adalah 120cosξ(0,2)5, dengan 0<cosξ≤1 untuk ξ∈(0;0,2), sehingga sisa itu terletak di (0;2,67⋅10−6]. Jadi 0,1986667<sin0,2≤0,1986694. □
Solusi 49.1-4. p1(u)=−u2⋅0+2u3⋅1=2u3, sehingga φ′(x)=x32φ(x). Juga p2(u)=−u2⋅6u2+2u3⋅2u3=4u6−6u4, sehingga φ′′(x)=(x64−x46)φ(x). Untuk ψ: pada x>0, ψ=φ, dan pada x<0, ψ=0. Keduanya mulus. Di 0, dengan induksi seperti Langkah 3, hasil bagi selisih kanan adalah h1pn(h1)φ(h)→0, dan hasil bagi selisih kiri 0. Jadi ψ(n)(0)=0 ada untuk semua n. □
Solusi 49.1-5. cosx=sin(x+2π) menurut Teorema 49.1.9(a). Jadi cosx=0 jika dan hanya jika x+2π=mπ, yaitu x=2π+(m−1)π. cosπ=−cos0=−1, sin23π=−sin2π=−1, dan cos2π=cos0=1. □
Solusi 49.1-6. Teorema 49.1.2 dengan n=1: f(x)=f(c)+f′(c)(x−c)+2f′′(ξ)(x−c)2≥f(c)+f′(c)(x−c). Teorema 42.1.6(c) memberi hal yang sama dari kecekungan, tanpa memerlukan turunan kedua. □
Solusi 49.1-7. Untuk x=−21 dan ξ∈(−21,0), 1+ξ>21, sehingga 1+ξx<1 dan ∣Rn∣<n+11. P6(−21)=−∑k=16k2k1=−(0,5+0,125+0,0416667+0,015625+0,00625+0,0026042)=−0,6911459. Nilai sebenarnya −ln2≈−0,6931472. Galatnya ≈0,0020, jauh di bawah batas 71. Batas Lagrange di sini sangat kasar. Deret ∑k2k1 (Latihan 47.2-5) memberi taksiran yang jauh lebih baik. □
Solusi 49.1-8. Maclaurin orde 5 untuk kosinus adalah 1−2x2+24x4, dengan sisa 720−cosξx6≥−720x6. Di x=1,5: 1−1,125+0,2109375−72011,390625=0,0859375−0,0158203=0,0701172>0. Jadi cos1,5>0, dan karena kosinus turun tegas pada [0,2] dengan satu pembuat nol, 2π>1,5, yaitu π>3. □
Ringkasan
Polinomial Taylor Pn adalah satu-satunya polinomial berderajat ≤n yang menyamai f dan n turunan pertamanya di c. Sisanya, dalam bentuk Lagrange, adalah (n+1)!f(n+1)(ξ)(x−c)n+1, yang dibuktikan dengan n+1 kali penerapan Rolle. Untuk ex, yaitu contoh master, ∣Rn(x)∣≤emax(x,0)(n+1)!∣x∣n+1, dan di x=21 batas itu memberi selang (1,64869;1,64889). Bentuk Lagrange dapat gagal sebagai alat, misalnya untuk ln(1+x) di x=−0,9. Deret Taylor yang konvergen juga tidak harus konvergen ke fungsinya, seperti exp(−1/x2). Taksiran Taylor untuk sinus dan kosinus menghasilkan definisi π sebagai dua kali pembuat nol tunggal kosinus di (0,2), dengan 3,14<π<3,16. Periodisitas dengan periode positif terkecil 2π mengikuti dari rumus penjumlahan.
Penjelasan master: analisis galat pendekatan polinomial dipakai dalam kalkulator digital untuk menghitung nilai fungsi trigonometri dan logaritma secara instan.
Unit 49.1 memberi taksiran galat Lagrange. Unit ini memakainya secara sistematis. Pertanyaannya bukan lagi "apakah Pn→f", tetapi "berapa n yang diperlukan untuk ketelitian tertentu, dan bagaimana membuat n itu kecil". Jawabannya bertumpu pada satu prinsip: sisa Lagrange sebanding dengan ∣x−c∣n+1, sehingga galat dikendalikan dengan memperkecil jarak ke pusat ekspansi. Untuk sin dan cos, pengecilan jarak itu memerlukan periodisitas dan nilai π yang teliti. Karena itu unit ini juga menyelesaikan penutupan P40-PI: fungsi arctan, perhitungan π dengan galat terjamin, serta tafsiran geometris π sebagai panjang busur dan luas.
Seluruh bagian "implementasi" dalam unit ini adalah model hipotetis algoritme yang dapat dibuktikan. Bagian itu bukan klaim tentang cara kerja kalkulator, pustaka, atau perangkat keras tertentu.
Prasyarat: Unit 49.1; Bab 45–48.
Jenis Galat
Definisi 49.2.1
Bila y~ menghampiri y, galat mutlaknya ∣y~−y∣, dan galat relatifnya ∣y∣∣y~−y∣ untuk y=0. Dalam pendekatan polinomial ada dua sumber galat:
galat pemotongan, yaitu Rn, yang dikendalikan oleh analisis;
galat pembulatan, yang muncul karena aritmetika dengan banyak angka terbatas.
Buku ini hanya membuktikan batas galat pemotongan. Galat pembulatan dibahas secara kualitatif lewat contoh, yaitu Latihan 48.1-8 dan Latihan 49.2-8.
Teorema 49.2.2 (Galat Lagrange Mengecil dengan Jarak)
Misalkan ∣f(n+1)∣≤M pada interval yang memuat c dan x. Bila ∣x−c∣≤ρ, maka
∣f(x)−Pn(x)∣≤(n+1)!Mρn+1.
Untuk ρ dan M yang tetap, ruas kanan menuju 0 lebih cepat daripada setiap qn dengan q>0.
Bukti. Bagian pertama adalah Akibat 49.1.3. Untuk bagian kedua, (n+1)!qnρn+1=ρ⋅(n+1)!(ρ/q)n→0, karena suku deret exp(ρ/q) menuju 0. □
Akibat praktisnya: memperkecil ρ jauh lebih efektif daripada menambah n. Dua strategi mengikuti dari sini: reduksi rentang, dan pemilihan pusat ekspansi di dekat x.
Reduksi Rentang untuk exp dan ln
Contoh 49.2.3 (Model untuk exp)
Untuk x∈R, misalkan k bilangan bulat terdekat ke ln2x, dengan bilangan yang lebih kecil bila ada dua. Misalkan r=x−kln2. Maka ∣r∣≤2ln2<0,3466 dan
ex=2ker.
Perkalian dengan 2k eksak dalam aritmetika biner. Untuk er, Contoh 49.1.4 memberi ∣Rn(r)∣≤e0,3466(n+1)!0,3466n+1. Untuk n=9, ini ≤1,42⋅36288002,50⋅10−5<10−11, sedangkan er≥e−0,3466>0,7. Jadi sepuluh suku memberi galat relatif <1,5⋅10−11 untuk setiap x, berapa pun besarnya x. Tanpa reduksi, x=20 akan memerlukan puluhan suku, dengan suku terbesar 20!2020≈4⋅107 (bandingkan Latihan 48.1-8).
Harga yang dibayar: ln2 harus diketahui teliti. Galat δ pada ln2 menjadi galat ∣k∣δ pada r, sehingga galat relatif pada ex sekitar ∣k∣δ. Latihan 48.2-3 memberi ln2 dengan galat terjamin.
Contoh 49.2.4 (Model untuk ln)
Untuk x>0, tulis x=2km dengan k∈Z dan m∈[1,2). k dan m ditentukan tunggal, tanpa pilihan, karena k=⌊log2x⌋ adalah bilangan bulat tunggal dengan 2k≤x<2k+1. Maka lnx=kln2+lnm. Untuk lnm, gunakan Latihan 48.2-3 dengan t=m+1m−1∈[0,31):
lnm=2j≥0∑2j+1t2j+1.
Sisa setelah suku j=N paling banyak (2N+3)(1−t2)2t2N+3. Untuk t<31 dan N=9, sisa itu <21⋅8/92⋅3−21≈1,0⋅10−11. Jadi sepuluh suku cukup untuk setiap x>0.
Fungsi Trigonometri dan π
Untuk sinx dengan x besar, periodisitas (Teorema 49.1.9) memungkinkan reduksi: tulis x=k2π+r dengan ∣r∣≤4π. Maka sinx adalah salah satu dari ±sinr atau ±cosr, bergantung pada k modulo 4. Untuk ∣r∣≤4π<0,7854, sisa Maclaurin sinus orde 12, dengan suku terakhir berderajat 11, paling banyak 13!0,785413<7⋅10−12. Agar reduksi ini teliti, π harus diketahui teliti. Bagian berikut menghitungnya, dan dalam prosesnya menyelesaikan pinjaman P40-PI.
Lemma 49.2.5 (Nilai Khusus)
(a) cos4π=sin4π=22.
(b) cos6π=23 dan sin6π=21.
Bukti. Pada (0,2π), sin dan cos positif (Teorema 49.1.9(d) dan Definisi 49.1.8).
(a) 0=cos2π=cos24π−sin24π (Akibat 40.2.12(b)). Jadi kedua nilai sama, dan jumlah kuadratnya 1.
(b) Rumus penjumlahan memberi cos3θ=4cos3θ−3cosθ: tulis cos(2θ+θ), lalu gunakan sin2=1−cos2. Dengan θ=6π: 0=cosθ(4cos2θ−3), dan cosθ>0, sehingga cos26π=43. Lalu sin6π=1−43=21. □
Definisi 49.2.6 (Tangen dan Arkus Tangen)
Pada J=(−2π,2π), cos>0, karena kosinus genap dan positif pada [0,2π). Tetapkan tan=cossin pada J.
Teorema 49.2.7
(a) tan terdiferensialkan pada J, dengan tan′=1+tan2>0, sehingga tan naik tegas.
(b) tanx→+∞ untuk x→2π− dan tanx→−∞ untuk x→−2π+. Jadi tan:J→R bijektif.
(c) Inversnya, arctan:R→J, terdiferensialkan, dengan arctan′(y)=1+y21.
(d) Untuk ∣y∣<1, arctany=A(y), dengan A dari Contoh 48.2.6(c). Juga A(1)=arctan1=4π, yaitu
4π=1−31+51−71+⋯.
Bukti. (a) Aturan hasil bagi: tan′=cos2cos2+sin2=cos21=1+tan2. Kemonotonan tegas mengikuti dari Teorema 42.1.1.
(b) Untuk x→2π−, sinx→1 dan cosx→0+, sehingga hasil baginya tidak terbatas di atas. Sisi kiri ditangani dengan kesimetrian ganjil. Teorema nilai antara pada setiap [−a,a]⊂J, ditambah ketakterbatasan di kedua ujung, memberi surjektivitas. Kemonotonan tegas memberi injektivitas.
(c) Teorema 40.1.6, dengan tan′=0: arctan′(y)=1+tan2(arctany)1=1+y21.
(d) Pada interval (−1,1), arctan dan A mempunyai turunan yang sama dan nilai 0 di 0. Akibat 41.2.4 memberi arctan=A pada (−1,1). A kontinu pada [0,1] (Contoh 48.2.6(c)), dan arctan kontinu di 1. Jadi A(1)=limy→1−A(y)=limy→1−arctany=arctan1. Terakhir, tan4π=1 menurut Lemma 49.2.5(a), sehingga arctan1=4π. □
Deret Leibniz untuk 4π sangat lambat. Taksiran Leibniz 2n+31 memerlukan sekitar setengah juta suku untuk galat 10−6. Lemma 49.2.5(b) memberi jalan yang jauh lebih cepat.
Teorema 49.2.8 (Perhitungan π dengan Galat Terjamin)
π=6arctan31=23n≥0∑(2n+1)3n(−1)n,
dan
3,1415905<π<3,1415935.
Jadi π≈3,14159 sampai lima desimal.
Bukti. tan6π=3/21/2=31 (Lemma 49.2.5(b)), dan 6π∈J, sehingga arctan31=6π. Karena 31<1, Teorema 49.2.7(d) memberi
Diperoleh S9≈0,906899064 dan S10≈0,906899870, sehingga S9<Σ<S10. Untuk 3: 1,73205082=2,99999997…<3<3,00000032…=1,73205092, sehingga 3,4641016<23<3,4641018. Jadi
Hasil ini memperbaiki 3,14<π<3,16 dari Unit 49.1 dengan sebelas suku. Menurut taksiran Leibniz, galatnya paling banyak 23bn+1, dan bnbn+1<31. Jadi setiap suku tambahan mengecilkan batas galat lebih dari tiga kali, sehingga dalam model ini nilai π yang diperlukan untuk reduksi rentang dapat dihitung dengan ketelitian berapa pun.
Tafsiran Geometris (Penutupan P40-PI, Bagian Kedua)
Teorema 49.2.9 (Lingkaran Satuan)
Misalkan S={(u,v)∈R2:u2+v2=1} dan γ(t)=(cost,sint). Maka γ adalah bijeksi dari [0,2π) ke S.
Bukti. γ(t)∈S menurut Akibat 40.2.12(a). Kosinus turun tegas dan kontinu pada [0,π], karena cos′=−sin<0 pada (0,π) (Teorema 49.1.9(d)), dari 1 ke −1.
Surjektif. Untuk (u,v)∈S, ada t0∈[0,π] tunggal dengan cost0=u, dan sint0=1−u2=∣v∣, karena sin≥0 pada [0,π]. Bila v≥0, ambil t=t0. Bila v<0, maka t0∈(0,π), dan t=2π−t0∈(π,2π) memenuhi cost=cost0=u dan sint=−sint0=v, menurut Teorema 49.1.9(c) dan kesimetrian.
Injektif. Tanda sint menentukan apakah t∈[0,π] atau t∈(π,2π), dengan kasus sint=0 yang diperiksa langsung, yaitu t∈{0,π} dengan cost=±1. Pada masing-masing bagian, kosinus monoton tegas. □
dengan ∣⋅∣ jarak Euklides di R2. Ini adalah supremum panjang lintasan poligon yang titik sudutnya terletak pada busur.
Teorema 49.2.11 (Radian adalah Panjang Busur)
ℓ(t)=t untuk setiap t∈[0,2π]. Khususnya, keliling lingkaran satuan adalah 2π.
Bukti. Untuk 0≤b−a=h≤2π: ∣γ(b)−γ(a)∣2=2−2(cosacosb+sinasinb)=2−2cosh=4sin22h, menurut Teorema 40.2.11 dan Akibat 40.2.12(b). Karena 2h∈[0,π], sin2h≥0, sehingga panjang tali busurnya 2sin2h.
Batas atas. siny≤y untuk y≥0 (Latihan 40.2-8). Jadi setiap tali busur ≤h, dan setiap jumlah ≤∑(si−si−1)=t. Jadi ℓ(t)≤t.
Batas bawah. Untuk 0≤y≤1, Maclaurin orde 4 memberi siny=y−6y3+120cosξy5≥y−6y3, karena cosξ>0 untuk ξ∈[0,1]⊂[0,2π). Untuk partisi seragam dengan m bagian dan h=mt≤2, setiap tali busur ≥h−24h3. Jadi jumlahnya ≥t−24th2=t−24m2t3. Untuk m→∞, ruas kanan menuju t, sehingga ℓ(t)≥t. □
Teorema ini menutup bagian geometris P40-PI. Sudut t radian adalah panjang busur lingkaran satuan dari (1,0) ke (cost,sint), dan (cost,sint) adalah koordinat titik itu.
Teorema 49.2.12 (Luas Cakram)
∫−111−x2dx=2π.
Jadi, menurut Definisi 43.1.9, luas setengah cakram satuan adalah 2π, dan luas cakram satuan adalah π.
Bukti. Terapkan Teorema 45.3.4 dengan φ=cos pada [0,π], φ(0)=1, φ(π)=−1, dan f(x)=1−x2 kontinu pada [−1,1]:
∫0π1−cos2θ(−sinθ)dθ=∫1−11−x2dx.
Pada [0,π], 1−cos2θ=sinθ, sehingga ∫−111−x2dx=∫0πsin2θdθ. Dengan sin2θ=21−cos2θ:
∫0πsin2θdθ=[2θ−4sin2θ]0π=2π,
karena sin2π=0. □
Implementasi: Model Kalkulator
Gabungan hasil di atas memberi model algoritme yang dapat dibuktikan, untuk menghitung exp, ln, sin, dan cos dengan galat pemotongan relatif di bawah 10−10, memakai paling banyak belasan operasi:
Reduksi rentang ke interval kecil: ∣r∣≤2ln2, m∈[1,2), atau ∣r∣≤4π. Konstanta ln2 dan π dihitung sekali dengan galat terjamin (Latihan 48.2-3 dan Teorema 49.2.8).
Evaluasi polinomial Taylor berderajat tetap, dengan batas galat Lagrange atau Leibniz yang seragam pada interval kecil itu.
Rekonstruksi: kalikan dengan 2k, tambahkan kln2, atau pilih ±sin atau ±cos.
Model ini menjelaskan mengapa fungsi transenden dapat dihitung "secara instan", dalam arti dengan banyak operasi yang kecil dan tetap. Model ini tidak membuktikan apa pun tentang galat pembulatan perangkat nyata. Perangkat nyata juga dapat memakai metode lain, misalnya polinomial minimax atau algoritme CORDIC. Kedua metode itu disebut di sini tanpa pembahasan dan tidak dipakai.
Latihan
Latihan 49.2-1. Hitung sin1 dengan galat terjamin <10−6 dari polinomial Maclaurin.
Latihan 49.2-2. Dengan Contoh 49.2.3, hitung e3,7. Tentukan k dan r, hitung er dengan galat <10−6, dan jelaskan pengaruh galat ln2.
Latihan 49.2-3. Dengan Contoh 49.2.4, hitung ln10 dari 10=23⋅1,25, dengan galat terjamin.
Latihan 49.2-4. Berapa suku deret Leibniz ∑2n+1(−1)n yang dijamin taksiran Leibniz untuk galat <10−6 pada 4π? Bandingkan dengan Teorema 49.2.8.
Latihan 49.2-5. Buktikan bahwa ∫01x−x2dx=π. Ini menutup nilai yang dicatat di Solusi 46.2-1(b).
Latihan 49.2-6. Buktikan bahwa ∫0∞x(1+x)dx=π. Ini menutup nilai yang dicatat di Solusi 46.2-8.
Latihan 49.2-7. Dengan Teorema 49.2.11, hitung panjang poligon tali busur dengan 2 dan 4 ruas pada busur [0,2π] dalam bentuk akar, lalu bandingkan dengan 2π.
Latihan 49.2-8. Buktikan bahwa 1−cosx=2sin22x, dan bahwa 1−cosx−2x2≤24x4. Jelaskan mengapa, untuk x=10−4, rumus 2sin22x lebih baik daripada 1−cosx dalam aritmetika delapan angka signifikan.
Solusi
Solusi 49.2-1. Semua turunan sinus dibatasi oleh 1. Polinomial Maclaurin orde 10 sama dengan polinomial orde 9, yaitu 1−61+1201−50401+3628801 di x=1. Sisanya ≤11!1≈2,5⋅10−8. Hitungannya: 1−0,1666667+0,0083333−0,0001984+0,0000028=0,8414710. Jadi sin1∈(0,841470;0,841472). Deretnya juga berganti tanda, dan taksiran Leibniz memberi batas yang sama. □
Solusi 49.2-2. ln23,7≈5,338, sehingga k=5 dan r=3,7−5ln2≈3,7−3,4657359=0,2342641. Untuk er:
Sisa setelah suku r6/6! paling banyak e0,257!0,23437<10−8. Jadi e3,7≈32⋅1,2639782=40,44730. Bila ln2 dipakai dengan galat δ, r bergeser 5δ, dan e3,7 bergeser relatif sekitar 5δ. Dengan ln2 dari Latihan 48.2-3, galatnya δ<1,2⋅10−6, sehingga galat relatif hasilnya <6⋅10−6. Untuk ketelitian lebih tinggi, perlu ln2 yang lebih teliti. □
Hasilnya ≈0,2231436, dengan sisa setelah empat suku ≤9⋅(80/81)2⋅9−9<6⋅10−10. 3ln2≈2,0794415, dengan galat ≤3⋅1,2⋅10−6 bila ln2 diambil dari Latihan 48.2-3. Jadi ln10≈2,302585, dengan galat <4⋅10−6. Galat ini didominasi oleh ln2. □
Solusi 49.2-4. Galat setelah suku n paling banyak 2n+31, sehingga 2n+31<10−6 memerlukan n≥499999, yaitu sekitar 5⋅105 suku. Ini hanya jumlah yang dijamin oleh taksiran tersebut. Galat sebenarnya tidak dihitung di sini. Teorema 49.2.8 mencapai galat ≈10−6 untuk π dengan sebelas suku, karena rasionya 31. □
Solusi 49.2-5. Untuk 0<s<t<1, substitusi φ(θ)=sin2θ pada [α,β]⊂(0,2π), dengan sin2α=s dan sin2β=t. Sinus kontinu dan naik tegas dari 0 ke 1 pada [0,2π], sehingga α dan β ada dan tunggal. φ′(θ)=2sinθcosθ. Untuk θ∈(0,2π), φ−φ2=sin2θcos2θ=sinθcosθ. Teorema 45.3.4 memberi
∫stx−x2dx=∫αβsinθcosθ2sinθcosθdθ=2(β−α).
Untuk s→0+ dan t→1−, α→0 dan β→2π, karena invers fungsi kontinu monoton tegas kontinu (Lemma 40.1.5). Jadi integral tak wajarnya, yang dipecah di 21, bernilai 2⋅2π=π. □
Solusi 49.2-6. Pecah di 1. Untuk 0<s<T, substitusi x=φ(u)=u2 pada [s,T] memberi ∫sTx(1+x)dx=∫sTu(1+u2)2udu=2(arctanT−arctans), menurut Teorema 49.2.7(c) dan Teorema 45.2.1. Untuk s→0+, arctans→0. Untuk T→∞, arctanT→2π, karena arctan naik dan terbatas oleh 2π, dan untuk setiap ε, arctany>2π−ε bila y>tan(2π−ε). Jadi nilainya 2⋅2π=π. □
Solusi 49.2-7. Dengan 2 ruas, h=4π dan panjangnya 2⋅2sin8π. Dari cos4π=22 dan 2sin28π=1−cos4π: sin8π=22−2, sehingga panjangnya 22−2≈1,530734. Dengan 4 ruas: cos8π=22+2 dan sin16π=22−2+2, sehingga panjangnya 42−2+2≈1,560723. Keduanya di bawah 2π≈1,570796, dan mendekat sesuai batas 24m2t3 dari bukti Teorema 49.2.11. Untuk m=4, batas itu ≈0,0101, dan selisih sebenarnya ≈0,0101. Ini adalah metode Archimedes, dalam bentuk yang kini dapat dibuktikan. □
Solusi 49.2-8. cosx=cos22x−sin22x=1−2sin22x (Akibat 40.2.12). Maclaurin orde 3 untuk kosinus adalah 1−2x2, dengan sisa 24cosξx4, sehingga 1−cosx−2x2≤24x4. Untuk x=10−4, 1−cosx≈5⋅10−9. Dengan delapan angka signifikan, cosx dibulatkan menjadi 1,0000000, sehingga 1−cosx dihitung sebagai 0: semua angka signifikan hilang karena pembatalan. 2sin22x hanya melibatkan perkalian bilangan kecil, sin(5⋅10−5)≈5⋅10−5, sehingga hasilnya ≈5,0000000⋅10−9 dengan galat relatif kecil. Kedua rumus setara secara matematis, tetapi tidak setara secara numerik. □
Ringkasan
Galat pemotongan Lagrange sebanding dengan (n+1)!∣x−c∣n+1, sehingga strategi utamanya adalah memperkecil ∣x−c∣. Reduksi rentang membawa exp ke ∣r∣≤2ln2, ln ke m∈[1,2), dan sin serta cos ke ∣r∣≤4π. Setelah itu, polinomial berderajat sekitar sepuluh memberi galat <10−10 secara seragam. Reduksi trigonometri memerlukan π. Dengan tan dan arctan, arctan=A, dan nilai tan6π=31, diperoleh π=23∑(2n+1)3n(−1)n dan 3,1415905<π<3,1415935 dari sebelas suku. Deret Leibniz untuk 4π benar, tetapi lambat. P40-PI kini ditutup seluruhnya:
π didefinisikan, dan periodisitasnya terbukti (Unit 49.1);
(cost,sint) menyusuri lingkaran satuan secara bijektif, dan t adalah panjang busur poligonalnya;
luas cakram satuan adalah π.
Model kalkulator yang dibahas adalah ilustrasi yang dapat dibuktikan, bukan klaim tentang perangkat tertentu.