Penutup: Horizon Analisis Lanjut
Bab 50 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 50: Penutup: Horizon Analisis Lanjut
50.1 Pengantar Menuju Ruang Metrik Umum dan Topologi Abstrak
Penjelasan master untuk Bab 50: titik transisi menuju matematika tingkat pascasarjana.
Hampir setiap definisi di buku ini memakai satu bahan saja, yaitu jarak . Bahan itu dipakai untuk limit barisan, barisan Cauchy, kontinuitas, kontinuitas seragam, dan kekompakan. Bab 47 diam-diam memakai jarak kedua, yaitu jarak antarfungsi . Unit ini menjadikan pengamatan itu eksplisit. Unit ini memisahkan sifat-sifat jarak yang benar-benar dipakai, lalu menunjukkan bahwa teori Bab 24–38 berlaku di setiap himpunan yang dilengkapi jarak semacam itu. Langkah berikutnya membuang jarak sama sekali dan hanya menyimpan himpunan-himpunan terbuka. Itulah topologi abstrak. Unit ini juga menunjukkan apa yang tidak lagi otomatis berlaku di luar : kelengkapan bergantung pada jarak yang dipilih, dan himpunan tertutup dan terbatas tidak selalu kompak. Unit ini ditutup dengan teorema titik tetap Banach, yang menghasilkan sebagai limit iterasi.
Unit ini adalah pengantar, dan buktinya lengkap untuk setiap hasil yang dinyatakan. Hasil yang lebih jauh hanya disebut sebagai arah studi.
Prasyarat: Bab 10 (Cauchy–Schwarz); Bab 28–29; Bab 36–38; Bab 44–48.
Ruang Metrik
Definisi 50.1.1 (Ruang Metrik)
Metrik pada himpunan tak kosong adalah fungsi dengan, untuk semua :
(M1) , dan jika dan hanya jika ;
(M2) ;
(M3) (ketaksamaan segitiga).
Pasangan disebut ruang metrik.
Contoh 50.1.2
(a) dengan . (M3) adalah ketaksamaan segitiga Bab 18.
(b) dengan , dengan . Untuk (M3), Cauchy–Schwarz (Teorema 10.4.10) memberi , sehingga
Ambil dan .
(c) Metrik diskret pada himpunan sebarang: untuk dan .
(d) , himpunan fungsi kontinu pada , dengan . Maksimum itu ada menurut Teorema 37.1.2. (M3): di setiap titik. Konvergensi dalam tepat konvergensi seragam (Proposisi 47.1.3).
(e) dengan . (M2) dan (M3) mengikuti dari sifat integral (Teorema 44.2.5). Untuk (M1), bila dengan kontinu dan taknegatif, maka (Latihan 44.2-4). Pada himpunan fungsi terintegralkan, (M1) gagal: fungsi yang berbeda di satu titik berjarak .
Definisi 50.1.3 (Konvergensi, Cauchy, Kelengkapan)
Dalam :
- bila ;
- barisan Cauchy bila untuk setiap ada dengan untuk ;
- lengkap bila setiap barisan Cauchy konvergen ke suatu titik .
Seperti di , limit tunggal menurut (M1) dan (M3), dan barisan konvergen adalah barisan Cauchy. Jadi kelengkapan adalah satu-satunya arah yang tidak otomatis.
Teorema 50.1.4
(a) dengan lengkap.
(b) lengkap.
Bukti. (a) Teorema 29.2.1.
(b) Barisan Cauchy dalam adalah barisan yang seragam Cauchy. Teorema 47.1.7 memberi limit seragam , dan kontinu menurut Teorema 47.1.6, sehingga . Konvergensi seragam berarti (Proposisi 47.1.3).
Contoh 50.1.5 (Kelengkapan Bergantung pada Ruang dan Metrik)
(a) dengan tidak lengkap. Barisan rasional dan adalah barisan Cauchy di , karena konvergen di ke (Latihan 50.1-4). Akan tetapi limitnya tidak terletak di .
(b) tidak lengkap. Untuk , misalkan pada , pada , dan pada . Fungsi-fungsi ini kontinu, dan untuk , dan hanya berbeda pada , dengan selisih . Jadi , dan barisannya Cauchy.
Andaikan dengan . Maka , sehingga pada (Latihan 44.2-4). Untuk dan , pada , sehingga , dan pada . Karena sebarang, pada . Akibatnya tidak kontinu di . Kontradiksi.
"Limit" yang hilang di sini adalah fungsi tangga. Melengkapi dengan benar menghasilkan ruang fungsi terintegralkan Lebesgue, yang ada di luar cakupan buku ini. Fakta ini dicatat sebagai arah studi, tanpa bukti.
Unit 43.1 dan 43.2 menjanjikan dua catatan tentang integral Lebesgue. Keduanya dicatat di sini tanpa bukti dan tidak dipakai di buku ini.
- Kriteria Lebesgue: fungsi terbatas pada terintegralkan Riemann jika dan hanya jika himpunan titik ketidakkontinuannya berukuran nol. Artinya, untuk setiap , himpunan itu dapat ditutup oleh terhitung banyak interval dengan total panjang . Fungsi Thomae (Contoh 43.2.9) cocok dengan kriteria ini: titik ketidakkontinuannya adalah bilangan rasional, yang terhitung banyaknya, sehingga berukuran nol.
- Fungsi Dirichlet (Contoh 43.1.13) tidak terintegralkan Riemann, tetapi integral Lebesgue-nya pada adalah , karena fungsi itu bernilai hanya pada himpunan terhitung.
Himpunan Terbuka dan Topologi
Definisi 50.1.6
Bola terbuka berpusat dengan jari-jari adalah . terbuka bila untuk setiap ada dengan . tertutup bila terbuka.
Teorema 50.1.7 (Sifat Himpunan Terbuka)
(a) dan terbuka.
(b) Gabungan sebarang keluarga himpunan terbuka adalah terbuka.
(c) Irisan berhingga banyak himpunan terbuka adalah terbuka.
(d) Setiap bola terbuka adalah himpunan terbuka.
(e) tertutup jika dan hanya jika memuat limit setiap barisan di yang konvergen di .
Bukti. (a) Langsung dari definisi.
(b) Bila termuat dalam gabungan, termuat dalam salah satu anggotanya . Bola yang termuat di juga termuat di gabungan.
(c) Untuk dengan , ambil .
(d) Untuk , ambil . Bila , maka menurut (M3).
(e) () Misalkan dan . Ada bola yang lepas dari , tetapi untuk besar. Kontradiksi. () Bila tidak terbuka, ada sehingga setiap memotong . Barisan menuju . Pemilihan di sini memakai pilihan terhitung (AC, Aksioma 23.3.3), karena tidak ada aturan umum untuk menunjuk titik di ruang metrik sebarang. Di , pilihan itu dapat dihindari, misalnya dengan seperti pada Solusi 47.1-5.
Irisan tak hingga banyak himpunan terbuka tidak harus terbuka: .
Definisi 50.1.8 (Topologi Abstrak)
Topologi pada himpunan adalah keluarga subhimpunan yang memenuhi sifat (a), (b), dan (c) Teorema 50.1.7. Anggota-anggota disebut himpunan terbuka.
Setiap metrik menghasilkan topologi. Dua metrik berbeda dapat menghasilkan topologi yang sama (Latihan 50.1-3). Ada juga topologi yang tidak berasal dari metrik mana pun, misalnya pada dengan dua titik atau lebih. Pada ruang metrik, dua titik berbeda selalu dapat dipisahkan oleh bola-bola lepas dengan jari-jari , sedangkan pada topologi ini satu-satunya himpunan terbuka yang memuat suatu titik adalah . Pemisahan semacam ini mulai dari topologi abstrak.
Teorema 50.1.9 (Kontinuitas dengan Himpunan Terbuka)
Untuk , pernyataan berikut setara:
(i) untuk setiap dan , ada dengan bila ;
(ii) untuk setiap yang terbuka, terbuka di .
Bukti. (i)(ii): misalkan . Ada dengan , dan dari (i) memberi .
(ii)(i): terbuka (Teorema 50.1.7(d)), sehingga terbuka dan memuat . Jadi ada dengan .
Rumusan (ii) tidak menyebut jarak sama sekali, sehingga dapat dipakai sebagai definisi kontinuitas antara ruang topologi sebarang. Inilah alasan topologi abstrak menjadi bahasa umum kontinuitas.
Kekompakan
Definisi 50.1.10
kompak barisan bila setiap barisan di mempunyai subbarisan yang konvergen ke suatu titik .
Teorema 50.1.11 (Kekompakan di )
Di , himpunan yang tertutup dan terbatas kompak barisan.
Bukti. Untuk , . Jadi barisan konvergen dalam jika dan hanya jika setiap koordinatnya konvergen. Misalkan terbatas. Teorema 28.2.3 memberi subbarisan yang koordinat pertamanya konvergen. Dari subbarisan itu, ambil subbarisan lagi yang koordinat keduanya konvergen. Koordinat pertama tetap konvergen menurut Teorema 28.1.5. Setelah langkah, yang berhingga banyaknya, semua koordinat konvergen. Limitnya terletak di , karena tertutup (Teorema 50.1.7(e), arah , yang tidak memakai pilihan).
Contoh 50.1.12 (Tertutup dan Terbatas tetapi Tidak Kompak)
Di , bola tertutup terbatas, dan juga tertutup menurut Teorema 50.1.7(e). Bila dan seragam, maka di setiap titik. Akan tetapi bola itu tidak kompak barisan. Barisan termuat di dalamnya. Andaikan suatu subbarisan dalam . Konvergensi seragam mengakibatkan konvergensi titik demi titik, sehingga untuk dan (Contoh 47.1.4). Fungsi itu tidak kontinu, sehingga bertentangan dengan , yang dijamin Teorema 50.1.4(b).
Jadi teorema Heine–Borel, yang menyatakan "tertutup dan terbatas setara dengan kompak", adalah sifat , bukan sifat ruang metrik umum. Ruang fungsi memerlukan syarat tambahan, misalnya kesekontinuan, yang dipelajari dalam analisis fungsional. Hal ini dicatat sebagai arah studi.
Unit 28.2 menjanjikan catatan tentang kekompakan dalam arti selimut terbuka. Menurut definisi itu, kompak bila setiap keluarga himpunan terbuka yang gabungannya memuat mempunyai subkeluarga berhingga yang gabungannya juga memuat . Definisi ini hanya memakai himpunan terbuka, sehingga berlaku di ruang topologi sebarang. Di ruang metrik, definisi ini setara dengan kekompakan barisan. Di , keduanya setara dengan "tertutup dan terbatas", yaitu teorema Heine–Borel. Kesetaraan-kesetaraan ini dicatat tanpa bukti sebagai arah studi. Sebagian buktinya memerlukan bentuk lemah aksioma pilihan, seperti yang sudah terlihat pada Teorema 28.2.7.
Titik Tetap Banach
Teorema 50.1.13 (Banach)
Misalkan lengkap, dan memenuhi dengan . Maka mempunyai tepat satu titik tetap . Untuk setiap , barisan konvergen ke , dengan
Bukti. Induksi memberi . Untuk , (M3) memberi
Jadi barisan Cauchy, dan konvergen ke suatu karena lengkap. kontinu, karena Lipschitz, sehingga . Untuk taksiran galat, ambil . Ketunggalan: bila dan , maka , sehingga .
Ini perluasan Teorema 29.2.4 (barisan kontraktif) ke ruang metrik lengkap sebarang. Seluruh barisannya dibangun dengan rekursi dari satu , tanpa pilihan.
Contoh 50.1.14 (Iterasi Picard Menghasilkan )
Misalkan dengan , yang lengkap menurut Teorema 50.1.4(b). Tetapkan
kontinu menurut Teorema 45.1.2, sehingga . Untuk dan : . Jadi .
Titik tetap memenuhi . Teorema 45.1.3 memberi dan . Menurut Contoh 48.2.8, pada .
Iterasi dari memberi , , dan secara umum . Ini dibuktikan dengan induksi: . Jadi iterasi Picard menghasilkan kembali jumlah parsial deret . Taksiran Banach memberi . Ini benar tetapi kasar. Taksiran Lagrange (Contoh 49.1.4) memberi , yang jauh lebih kecil. Teorema umum membayar keumumannya dengan ketajaman.
Latihan
Latihan 50.1-1. Buktikan bahwa metrik diskret memenuhi (M1)–(M3). Tentukan barisan mana yang konvergen dalam metrik itu, dan buktikan bahwa setiap subhimpunan terbuka.
Latihan 50.1-2. Dalam , hitung dan .
Latihan 50.1-3. Buktikan bahwa adalah metrik pada , dengan barisan konvergen dan himpunan terbuka yang sama seperti . Buktikan bahwa terbatas dalam tetapi tetap lengkap.
Latihan 50.1-4. Untuk dan , buktikan bahwa , untuk , dan . Simpulkan bahwa barisan Cauchy di tanpa limit di .
Latihan 50.1-5. Buktikan bahwa barisan di tidak Cauchy dalam . Tunjukkan bahwa untuk setiap .
Latihan 50.1-6. Untuk barisan pada Contoh 50.1.5(b), hitung secara tepat.
Latihan 50.1-7. Untuk pada , tentukan , dan periksa bahwa himpunan itu terbuka. Beri contoh fungsi kontinu dan himpunan terbuka sehingga tidak terbuka.
Latihan 50.1-8. Pada dengan , misalkan . Buktikan bahwa kontraksi dengan , hitung dan dari , dan tentukan titik tetapnya.
Solusi
Solusi 50.1-1. (M1) dan (M2) jelas. (M3): bila , maka atau , sehingga ruas kanan . Bila , ruas kiri . jika dan hanya jika untuk besar, yaitu sejak suatu indeks. Jadi yang konvergen tepat barisan yang akhirnya konstan. Setiap terbuka, karena untuk setiap .
Solusi 50.1-2. pada , dengan maksimum di , sehingga . .
Solusi 50.1-3. Misalkan , yang naik pada . Fungsi ini juga subaditif: , karena . Maka . (M1) dan (M2) jelas. Karena naik, kontinu, , dan , diperoleh . Untuk , setara dengan . Jadi bola kedua metrik saling memuat dengan jari-jari yang sesuai, himpunan terbukanya sama, dan barisan konvergennya sama. , sehingga terbatas dalam . Barisan -Cauchy adalah barisan -Cauchy, karena dan bila . Jadi barisan itu konvergen menurut Teorema 29.2.1, dan juga dalam . Jadi ketakterbatasan bukan sifat topologis.
Solusi 50.1-4. Induksi: bila , maka . Juga
Untuk , , sehingga , karena . Jadi di , dan barisan itu Cauchy, dengan jarak yang sama di . Andaikan . Ketunggalan limit di memberi , padahal irasional (Bab 11). Nilainya: , , .
Solusi 50.1-5. . Dengan , nilai maksimum adalah , di . Jadi untuk setiap ada dengan jarak . Barisan itu tidak Cauchy. Ini sejalan dengan Contoh 50.1.12.
Solusi 50.1-6. Pada : . Pada : . Di tempat lain selisihnya . Dengan :
Ini sejalan dengan batas di Contoh 50.1.5(b).
Solusi 50.1-7. jika dan hanya jika . Jadi prapetanya , gabungan dua interval terbuka, sehingga terbuka. Peta himpunan terbuka tidak harus terbuka: dan memberi , yang tidak terbuka, karena tidak ada bola di sekitar yang termuat di dalamnya. Kontinuitas adalah sifat prapeta, bukan sifat peta.
Solusi 50.1-8. untuk . Iterasinya: dan . Secara umum . Titik tetapnya memenuhi dan . memenuhi syarat itu menurut aturan rantai. Ketunggalan titik tetap Banach memberi pada .
Ringkasan
Ruang metrik memisahkan tiga sifat jarak yang dipakai di seluruh analisis: kepositifan, kesimetrian, dan ketaksamaan segitiga. Definisi limit, barisan Cauchy, kelengkapan, dan kontinuitas berlaku tanpa perubahan. lengkap, karena limit seragam fungsi kontinu kontinu. dan tidak lengkap. Himpunan terbuka memenuhi tiga aksioma, dan aksioma itu adalah definisi topologi abstrak. Kontinuitas setara dengan "prapeta himpunan terbuka terbuka", rumusan yang tidak memerlukan jarak. Di , tertutup dan terbatas mengakibatkan kompak, tetapi di tidak: barisan tidak mempunyai subbarisan yang konvergen seragam. Teorema titik tetap Banach menghasilkan sebagai limit iterasi Picard. Teori ukuran Lebesgue, kesekontinuan, dan analisis fungsional disebut sebagai arah studi lanjutan, tanpa klaim yang dibuktikan di sini.
50.2 Sintesis Akhir: Menghubungkan Analisis Teoretis dengan Pemodelan Komputasi Modern
Unit terakhir ini tidak memperkenalkan cabang baru. Unit ini menunjukkan bagaimana teorema-teorema buku ini menjadi jaminan bagi perhitungan. Setiap perhitungan numerik yang dapat dipercaya mempunyai dua bagian: algoritme yang menghasilkan bilangan, dan teorema yang membatasi seberapa jauh bilangan itu dari nilai sebenarnya. Bagian kedua adalah wilayah analisis. Unit ini merumuskan hubungan itu secara tepat, membuktikan tiga jaminan baru yang khas pemodelan komputasi, dan menelusuri setiap alat kembali ke bab tempat dasarnya diletakkan.
Ketiga jaminan itu adalah:
- galat aturan trapesium;
- konvergensi kuadratik metode Newton;
- galat metode Euler.
Bagian implementasi adalah model hipotetis yang dapat dibuktikan. Bagian itu bukan klaim tentang perangkat lunak, perangkat keras, atau standar tertentu.
Prasyarat: seluruh buku, terutama Bab 27, 37, 41, 44–45, dan 49.
Spesifikasi: Bilangan Real sebagai Limit yang Dapat Dihitung
Definisi 50.2.1 (Hampiran Terjamin)
Hampiran terjamin untuk bilangan real adalah aturan yang, untuk setiap rasional , menghasilkan rasional dengan .
Definisi ini adalah definisi limit (Bab 25) yang dibaca sebagai kontrak. Barisan dengan eksplisit memberi hampiran terjamin , asal setiap rasional dan dapat dihitung. Contoh dari buku ini:
- : dengan terkecil yang memenuhi (Teorema 27.3.9);
- : Latihan 48.2-3, dengan sisa ;
- : Teorema 49.2.8, dengan dua jumlah parsial berurutan yang mengapit nilai;
- : iterasi Newton (Latihan 50.1-4), atau bagi dua.
Aksioma supremum menjamin bahwa bilangan-bilangan ini ada. Hampiran terjamin menjamin bahwa bilangan-bilangan itu dapat diketahui sampai ketelitian berapa pun. Kedua hal ini berbeda. Bukti keberadaan lewat supremum, misalnya Teorema 37.2.1, tidak dengan sendirinya memberi algoritme. Pemeriksaan tanda bilangan real yang hanya diketahui lewat hampiran juga dapat tidak pernah selesai bila bilangannya . Fakta terakhir ini adalah hasil analisis komputabel, yang dicatat tanpa bukti dan tidak dipakai.
Integrasi Numerik: Aturan Trapesium
Teorema 50.2.2 (Galat Trapesium)
Misalkan terdiferensialkan dua kali pada , dengan kontinu dan . Untuk dan , tetapkan
Maka
Bila , maka .
Bukti. Tetapkan satu subinterval, dan tulis untuk . Misalkan , sehingga , , dan . Integrasi parsial dua kali (Teorema 45.3.1) memberi
Karena ,
Karena pada , . Bila , maka . Jumlahkan subinterval dengan aditivitas: .
Contoh 50.2.3
dengan . Dengan , . Jadi jumlah Darboux bawahnya , dan jumlah atasnya (Teorema 44.1.3). Untuk fungsi naik, , sehingga . Galat sebenarnya .
Teorema 50.2.2 dengan pada memberi batas atas . Rumus juga memberi batas bawah . Galat sebenarnya terletak di antara keduanya. Galat jumlah Darboux, , berorde , sedangkan galat trapesium berorde .
Persamaan Tak Linear: Metode Newton
Teorema 50.2.4 (Konvergensi Kuadratik Newton)
Misalkan , dan pada , terdiferensialkan dua kali dengan dan . Tulis , dan misalkan . Untuk , iterasi
tetap di dan memenuhi
Jadi , dan banyaknya digit yang benar kira-kira berlipat dua pada setiap langkah.
Bukti. Misalkan . Teorema 49.1.2 dengan di pusat memberi , dengan di antara dan , sehingga . Bagi dengan , lalu susun ulang:
Jadi , sehingga . Induksi menyelesaikan bukti.
Contoh 50.2.5 ()
Misalkan , , dan . Pada , dan , sehingga dan . Iterasinya adalah , yaitu rumus Latihan 50.1-4. Dari :
Galatnya kira-kira , , , dan . Rumus tepat menjelaskan pola itu: eksponen galat kira-kira berlipat dua.
Hipotesis diperlukan. Latihan 50.2-4 memberi contoh tempat Newton menjauh dari akar.
Persamaan Diferensial: Metode Euler
Proposisi 50.2.6 (Euler untuk )
Metode Euler dengan langkah untuk , , yaitu , menghasilkan di , dan
Bukti. , sehingga , dengan notasi Teorema 27.3.3. Teorema itu memberi , sehingga .
Euler berorde satu: galatnya kira-kira berbanding lurus dengan . Untuk : , dengan galat . Sepuluh suku Taylor, yaitu polinomial berderajat , memberi galat (Contoh 27.3.10). Contoh 50.1.14 memperlihatkan jalan ketiga, yaitu iterasi Picard, yang menghasilkan polinomial Taylor yang sama. Ketiga metode menghampiri bilangan yang sama, , dan teorema yang berbeda memberi batas galat yang berbeda.
Representasi Bilangan
Proposisi 50.2.7 (Bilangan Diadik)
Misalkan .
(a) rapat di : setiap interval dengan memuat anggota .
(b) .
Bukti. (a) Pilih dengan . Pilihan ini mungkin karena tak terbatas (Bernoulli), dan dapat diambil sebagai yang terkecil. Misalkan . Maka .
(b) Bila , maka , sehingga . Ini mustahil, karena faktorisasi prima hanya memuat .
Aritmetika biner dengan banyak digit terbatas hanya memuat anggota yang berhingga banyaknya. Jadi bilangan sesederhana sudah dibulatkan sebelum perhitungan dimulai. Kerapatan (a) menjamin bahwa pembulatan itu dapat dibuat sekecil apa pun dengan menambah digit. Jarak itu tidak pernah nol. Inilah alasan buku ini membedakan galat pemotongan, yang dibatasi teorema, dari galat pembulatan, yang memerlukan analisis tersendiri (Unit 49.2).
Peta Sintesis
Setiap alat komputasi di atas bersandar pada rantai hasil buku ini. Rantai itu ditelusuri di sini sebagai ringkasan logis, bukan klaim baru.
- Bilangan real dan kelengkapan. Bagian II–III (Bab 8–19), aksioma lapangan, urutan, dan supremum, memberi keberadaan , , dan .
- Keterhitungan dan pilihan. Bab 20–23: dan terhitung, sedangkan tidak. Hanya terhitung banyak bilangan yang mempunyai algoritme hampiran, karena algoritme adalah teks hingga. Fakta terakhir ini dicatat tanpa bukti dan tidak dipakai. Pemakaian AC selalu diberi label.
- Barisan dan deret. Bagian V–VI (Bab 24–33): , Cauchy, deret, dan taksiran sisa menjadi spesifikasi hampiran terjamin.
- Kontinuitas. Bab 34–38: nilai antara menjadi metode bagi dua, dan kontinuitas seragam menjadi syarat keterintegralan.
- Turunan. Bab 39–42: teorema nilai rata-rata menjadi dasar Newton dan galat Taylor.
- Integral. Bab 43–46: jumlah Darboux, teorema dasar kalkulus, dan integrasi parsial menghasilkan galat trapesium.
- Deret fungsi. Bab 47–49: uji M, deret kuasa, dan Taylor–Lagrange menghasilkan model kalkulator dan perhitungan .
- Ruang metrik. Bab 50: titik tetap Banach menyatukan Newton, Picard, dan barisan kontraktif dalam satu teorema.
Arah studi sesudah buku ini, yang disebut tanpa klaim yang dibuktikan di sini:
- integral Lebesgue, yang melengkapi ;
- analisis kompleks, tempat deret kuasa paling alami;
- analisis fungsional, yaitu ruang fungsi dengan kekompakan dan kesekontinuan;
- analisis numerik dengan galat pembulatan;
- analisis komputabel.
Latihan
Latihan 50.2-1. Hitung untuk , bandingkan dengan , dan periksa batas atas dan batas bawah dari Teorema 50.2.2 serta rumus .
Latihan 50.2-2. Berapa yang menjamin galat trapesium untuk ? Bandingkan dengan integrasi suku demi suku deret .
Latihan 50.2-3. Terapkan Newton pada dari . Hitung , , , dan . Periksa bahwa rasio mendekati , dengan .
Latihan 50.2-4. Untuk , dengan akar , buktikan bahwa iterasi Newton dari memenuhi , sehingga menjauh dari akar. Hipotesis mana pada Teorema 50.2.4 yang gagal?
Latihan 50.2-5. Hitung sampai enam desimal dengan dan deret . Bandingkan galat Euler untuk dengan .
Latihan 50.2-6. Mulai dari , dengan (Definisi 49.1.8), berapa langkah bagi dua yang menjamin interval sepanjang yang memuat ? Apa yang harus dijamin agar tanda di setiap titik tengah dapat diputuskan?
Latihan 50.2-7. Buktikan bahwa , yaitu dalam basis , dan simpulkan bahwa ekspansi biner tidak berhenti.
Latihan 50.2-8. Dengan sisa pada Contoh 49.2.4 untuk , tentukan terkecil sehingga deret dijamin mempunyai galat .
Solusi
Solusi 50.2-1. , dan nilai fungsinya , , , , . Jadi . , sehingga galatnya , dan di atas nilai sebenarnya, karena . Batas atas: , sehingga . Batas bawah: pada , dan , sehingga galat . Galat sebenarnya terletak di antara kedua batas.
Solusi 50.2-2. memerlukan , yaitu . Integrasi suku demi suku memberi , dengan galat . Untuk , galat itu . Jadi sembilan suku cukup, dibandingkan dengan 477 evaluasi fungsi. Ketika deret tersedia, deret jauh lebih efisien. Aturan trapesium hanya memerlukan nilai-nilai fungsi.
Solusi 50.2-3. . Iterasinya:
- ;
- ;
- ;
- .
Dengan , galatnya , , , dan . Rasio mendekati .
Solusi 50.2-4. Untuk , , sehingga , dan . Jadi . tidak terdiferensialkan di . tidak terbatas di dekat , dan tidak ada interval tempat . Jadi hipotesis turunan kedua yang terbatas, relatif terhadap , gagal.
Solusi 50.2-5. , dengan galat Leibniz . Jadi , dan . Juga . Jadi . Galat Euler , dekat dengan , dan di bawah batas Proposisi 50.2.6, yaitu .
Solusi 50.2-6. Setelah langkah, panjang intervalnya . memerlukan , yaitu , karena dan . Interval untuk kemudian sepanjang . Di setiap titik tengah , tanda diputuskan dengan hampiran terjamin: Taylor dengan galat menghasilkan dengan . Tandanya pasti bila . Bila , perkecil . Prosedur ini berhenti karena untuk titik tengah rasional. Bila , maka irasional, sedangkan rasional. Bagian terakhir ini memerlukan irasionalitas , yang tidak dibuktikan di buku ini. Tanpa fakta itu, prosedur dapat diberi batas iterasi dan melaporkan "tanda tak terputuskan sampai ketelitian ". Batas yang jujur lebih baik daripada klaim yang tidak terbukti.
Solusi 50.2-7. (Teorema 31.2.2). Digit-digitnya berulang dengan pola sejak posisi kelima. Ekspansi ini memuat tak hingga banyak digit , sehingga tidak berhenti. Lebih kuat lagi, tidak ada ekspansi biner berhingga untuk : ekspansi berhingga selalu bernilai , yang bertentangan dengan Proposisi 50.2.7(b).
Solusi 50.2-8. Sisa setelah suku paling banyak . Untuk : dan , sehingga sisanya . Untuk : dan , sehingga sisanya . Jadi , yaitu dua belas suku.
Ringkasan
Perhitungan yang dapat dipercaya terdiri atas algoritme dan teorema yang membatasi galatnya. Definisi limit dengan eksplisit adalah kontrak hampiran terjamin. Unit ini membuktikan tiga jaminan:
- aturan trapesium dengan galat , lewat integrasi parsial dua kali;
- metode Newton dengan galat yang dikuadratkan pada setiap langkah, lewat Taylor orde satu;
- metode Euler untuk dengan galat , lewat Teorema 27.3.3.
Ketiga jaminan itu diperiksa pada , , , dan . Bilangan diadik rapat, tetapi tidak memuat , sehingga galat pembulatan tidak dapat dihindari. Galat itu dapat dikecilkan, dan analisisnya terpisah dari galat pemotongan. Peta sintesis menelusuri setiap alat kembali ke bab dasarnya. Arah studi lanjutan disebut tanpa klaim yang dibuktikan.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Satuan & Matematika · Bab 1.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 49.