Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 48Lanjut

    Deret Kuasa (Power Series)

    Bab 48 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    17 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 48 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 48: Deret Kuasa (Power Series)

    48.1 Definisi Formal Deret Kuasa dan Jari-Jari Konvergensi

    Penjelasan master untuk Bab 48: deret kuasa merepresentasikan fungsi yang rumit sebagai "polinomial tak hingga" yang mudah dihitung. Rumus master: uji rasio d'Alembert memberi jari-jari konvergensi

    R=lim⁡∣anan+1∣.R=\lim\left|\frac{a_n}{a_{n+1}}\right|.

    Untuk deret ∑xnn!\sum\tfrac{x^n}{n!}, jari-jari konvergensinya R=∞R=\infty: deret itu konvergen untuk semua bilangan real xx.

    Deret kuasa adalah deret fungsi yang sukunya monomial an(x−c)na_n(x-c)^n. Unit ini membuktikan sifat paling khas deret kuasa: himpunan titik konvergensinya selalu berupa interval yang berpusat di cc, dan jari-jarinya ditentukan oleh koefisien saja. Rumus rasio master berlaku bila limitnya ada. Rumus Cauchy–Hadamard dengan lim sup⁡\limsup selalu berlaku. Perilaku di ujung interval tidak ditentukan oleh jari-jari, dan harus diperiksa tersendiri.

    Prasyarat: Bab 30 (versi R1 Unit 30.1, dengan Definisi 30.1.1'); Unit 32.3 (uji rasio dan akar); Bab 33 (Leibniz); Unit 47.2 (uji M).

    Lambang ∞\infty pada "R=∞R=\infty" adalah label: deret konvergen di setiap titik real. ∞\infty bukan bilangan real (Definisi 26.3.10).

    Definisi

    Definisi 48.1.1 (Deret Kuasa)

    Untuk barisan real (an)n∈N(a_n)_{n\in\mathbb{N}} dan c∈Rc\in\mathbb{R}, deret kuasa berpusat di cc adalah deret fungsi

    ∑n=0∞an(x−c)n,\sum_{n=0}^\infty a_n(x-c)^n,

    dengan konvensi (x−c)0=1(x-c)^0=1, termasuk di x=cx=c. Bilangan ana_n disebut koefisien.

    Di x=cx=c, deretnya selalu konvergen ke a0a_0. Polinomial adalah deret kuasa yang koefisiennya nol sejak suatu indeks.

    Definisi 48.1.2 (Jari-Jari Konvergensi)

    Misalkan B={r≥0: (∣an∣rn)n≥0 terbatas}B=\{r\geq0:\ (|a_n|r^n)_{n\geq0}\text{ terbatas}\}. Himpunan ini memuat 00, dan bersifat turun: bila r∈Br\in B dan 0≤r′≤r0\leq r'\leq r, maka r′∈Br'\in B. Jari-jari konvergensinya adalah

    R=sup⁡B,R=\sup B,

    dengan R=∞R=\infty sebagai label bila BB tidak terbatas, yaitu B=[0,∞)B=[0,\infty).

    Definisi ini memakai aksioma supremum saja, tanpa pilihan, dan tidak memerlukan limit apa pun.

    Teorema Utama

    Teorema 48.1.3 (Interval Konvergensi)

    Misalkan RR jari-jari ∑an(x−c)n\sum a_n(x-c)^n.

    (a) Bila ∣x−c∣<R|x-c|<R, deretnya konvergen mutlak. Untuk setiap ρ\rho dengan 0≤ρ<R0\leq\rho<R, deretnya konvergen seragam pada [c−ρ,c+ρ][c-\rho,c+\rho].

    (b) Bila ∣x−c∣>R|x-c|>R, dengan RR real, deretnya divergen.

    Bukti. (a) Tetapkan ρ<R\rho<R. Pilih rr secara eksplisit: r=ρ+R2r=\tfrac{\rho+R}2 bila RR real, dan r=ρ+1r=\rho+1 bila R=∞R=\infty. Maka ρ<r<R\rho<r<R, atau rr sebarang bila R=∞R=\infty. Karena r<sup⁡Br<\sup B, ada anggota BB yang lebih besar dari rr, sehingga r∈Br\in B karena BB bersifat turun. Misalkan ∣an∣rn≤K|a_n|r^n\leq K untuk semua nn. Untuk ∣x−c∣≤ρ|x-c|\leq\rho:

    ∣an(x−c)n∣≤∣an∣rn(ρr)n≤K(ρr)n.|a_n(x-c)^n|\leq|a_n|r^n\Bigl(\frac\rho r\Bigr)^n\leq K\Bigl(\frac\rho r\Bigr)^n.

    ∑K(ρ/r)n\sum K(\rho/r)^n adalah deret geometri dengan rasio <1<1. Uji M (Teorema 47.2.3) memberi konvergensi mutlak dan seragam pada [c−ρ,c+ρ][c-\rho,c+\rho]. Setiap xx dengan ∣x−c∣<R|x-c|<R termuat dalam interval seperti itu, dengan ρ=∣x−c∣\rho=|x-c|.

    (b) ∣x−c∣∉B|x-c|\notin B, sehingga (∣an∣∣x−c∣n)(|a_n||x-c|^n) tidak terbatas. Suku-suku deret tidak menuju 00, sehingga deretnya divergen (Akibat 31.3.2). □\square

    Jadi himpunan titik konvergensinya adalah salah satu dari (c−R,c+R)(c-R,c+R), [c−R,c+R)[c-R,c+R), (c−R,c+R](c-R,c+R], atau [c−R,c+R][c-R,c+R] bila 0<R<∞0<R<\infty, {c}\{c\} bila R=0R=0, dan R\mathbb{R} bila R=∞R=\infty. Keseragaman berlaku pada setiap interval tertutup di dalam (c−R,c+R)(c-R,c+R), tetapi umumnya tidak pada seluruh (c−R,c+R)(c-R,c+R) (Contoh 47.2.5(a)).

    Teorema 48.1.4 (Cauchy–Hadamard)

    Misalkan λ=lim sup⁡n→∞∣an∣1/n\lambda=\limsup_{n\to\infty}|a_n|^{1/n} menurut Definisi 30.1.1', yaitu bilangan real ≥0\geq0 atau label +∞+\infty. Maka

    R=1λ,R=\frac1\lambda,

    dengan konvensi label 10=∞\tfrac10=\infty dan 1+∞=0\tfrac1{+\infty}=0.

    Bukti. Barisan ∣an∣1/n|a_n|^{1/n} taknegatif, sehingga λ≥0\lambda\geq0 atau λ=+∞\lambda=+\infty.

    R≥1λR\geq\tfrac1\lambda: misalkan 0<r0<r dan rλ<1r\lambda<1, dengan λ\lambda real. Ambil qq dengan λ<q<1r\lambda<q<\tfrac1r, misalnya q=12(λ+1r)q=\tfrac12(\lambda+\tfrac1r). Menurut Definisi 30.1.1'(ii), dengan uN→λ<qu_N\to\lambda<q, sejak suatu indeks ∣an∣1/n<q|a_n|^{1/n}<q, sehingga ∣an∣rn<(qr)n<1|a_n|r^n<(qr)^n<1. Jadi r∈Br\in B. Untuk λ=0\lambda=0, ini berlaku untuk setiap r>0r>0, sehingga R=∞R=\infty.

    R≤1λR\leq\tfrac1\lambda: misalkan r>0r>0 dan rλ>1r\lambda>1, termasuk λ=+∞\lambda=+\infty. Ambil qq dengan 1r<q<λ\tfrac1r<q<\lambda. Ada tak hingga banyak nn dengan ∣an∣1/n>q|a_n|^{1/n}>q. Untuk λ\lambda real, ini Teorema 30.1.4(ii), yang diterapkan pada barisan yang terbatas di atas; untuk λ=+∞\lambda=+\infty, barisannya tidak terbatas. Untuk nn seperti itu, ∣an∣rn>(qr)n|a_n|r^n>(qr)^n, dan qr>1qr>1, sehingga (qr)n(qr)^n tidak terbatas (Bernoulli). Jadi r∉Br\notin B, dan karena BB bersifat turun, R≤rR\leq r. Karena ini berlaku untuk setiap r>1λr>\tfrac1\lambda, R≤1λR\leq\tfrac1\lambda. Bila λ=+∞\lambda=+\infty, setiap r>0r>0 memenuhi, sehingga R=0R=0. □\square

    Teorema 48.1.5 (Rumus Rasio Master)

    Misalkan an≠0a_n\ne0 untuk n≥n0n\geq n_0, dan ∣anan+1∣→L\bigl|\tfrac{a_n}{a_{n+1}}\bigr|\to L, dengan LL real ≥0\geq0 atau L=+∞L=+\infty sebagai label. Maka R=LR=L.

    Bukti. Untuk x≠cx\ne c, rasio dua suku berurutan adalah

    ∣an+1(x−c)n+1∣∣an(x−c)n∣=∣x−c∣∣an/an+1∣.\frac{|a_{n+1}(x-c)^{n+1}|}{|a_n(x-c)^n|}=\frac{|x-c|}{|a_n/a_{n+1}|}.

    Bila ∣x−c∣<L|x-c|<L, rasio ini menuju bilangan <1<1, termasuk 00 bila L=+∞L=+\infty. Teorema 32.3.1(c) memberi kekonvergenan mutlak, sehingga suku-sukunya menuju 00, terbatas, dan ∣x−c∣∈B|x-c|\in B. Jadi R≥LR\geq L. Bila ∣x−c∣>L|x-c|>L dengan LL real, rasionya menuju bilangan >1>1, atau menuju +∞+\infty bila L=0L=0. Sejak suatu indeks rasionya ≥1\geq1, sehingga deretnya divergen (Teorema 32.3.1(b)). Andaikan R>LR>L. Untuk xx dengan L<∣x−c∣<RL<|x-c|<R, Teorema 48.1.3(a) memberi kekonvergenan, padahal deretnya divergen. Jadi R≤LR\leq L. □\square

    Rumus rasio paling mudah dipakai, tetapi memerlukan bahwa limit rasionya ada. Bila limit itu tidak ada, Cauchy–Hadamard tetap berlaku (Contoh 48.1.8).

    Contoh

    Contoh 48.1.6 (Contoh Master)

    Untuk ∑n≥0xnn!\sum_{n\geq0}\tfrac{x^n}{n!}: ∣anan+1∣=(n+1)!n!=n+1→+∞\bigl|\tfrac{a_n}{a_{n+1}}\bigr|=\tfrac{(n+1)!}{n!}=n+1\to+\infty. Teorema 48.1.5 memberi R=∞R=\infty, sehingga deret konvergen untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R}, ke exp⁡(x)\exp(x) (Definisi 40.2.2). Ini sesuai dengan master.

    "Konvergen untuk semua xx" tidak berarti cepat untuk semua xx. Di x=1x=1, Contoh 27.3.10 memberi ∣e−E9∣<3,1⋅10−7|e-E_9|<3{,}1\cdot10^{-7} dengan sepuluh suku. Di x=10x=10, suku-sukunya naik sampai n=9n=9. Suku n=9n=9 dan n=10n=10 sama, yaitu 101010!=10103628800≈2755,7\tfrac{10^{10}}{10!}=\tfrac{10^{10}}{3628800}\approx2755{,}7, lalu suku-sukunya turun (Latihan 48.1-8). Untuk n≥20n\geq20, rasio dua suku berurutan 10n+1≤12\tfrac{10}{n+1}\leq\tfrac12, sehingga sisanya paling banyak dua kali suku pertama yang dibuang. Jadi jauh lebih banyak suku diperlukan untuk ketelitian yang sama. Unit 49.2 membahas cara mengatasinya.

    Contoh 48.1.7 (Ujung Interval Harus Diperiksa)

    Untuk keempat deret pertama di bawah, R=1R=1, karena rasio n+1n\tfrac{n+1}n, (n+1)2n2\tfrac{(n+1)^2}{n^2}, dan sejenisnya menuju 11. Perilaku di ujungnya berbeda-beda.

    (a) ∑n≥0xn\sum_{n\geq0}x^n: di x=±1x=\pm1 suku-sukunya tidak menuju 00. Himpunan konvergensinya (−1,1)(-1,1).

    (b) ∑n≥1xnn\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}n: di x=1x=1, deret harmonik, divergen (Teorema 24.2.9). Di x=−1x=-1, deret berganti tanda, konvergen (Unit 33.1). Himpunan konvergensinya [−1,1)[-1,1).

    (c) ∑n≥1xnn2\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}{n^2}: di x=±1x=\pm1, deretnya konvergen mutlak. Himpunan konvergensinya [−1,1][-1,1].

    (d) ∑n≥1(−1)nxnn\sum_{n\geq1}\tfrac{(-1)^nx^n}n: dengan substitusi x↦−xx\mapsto-x pada (b), himpunan konvergensinya (−1,1](-1,1].

    (e) ∑n≥0n! xn\sum_{n\geq0}n!\,x^n: ∣anan+1∣=1n+1→0\bigl|\tfrac{a_n}{a_{n+1}}\bigr|=\tfrac1{n+1}\to0, sehingga R=0R=0. Deretnya hanya konvergen di x=0x=0.

    (f) ∑n≥1(x−2)nn3n\sum_{n\geq1}\tfrac{(x-2)^n}{n3^n}: ∣anan+1∣=3(n+1)n→3\bigl|\tfrac{a_n}{a_{n+1}}\bigr|=\tfrac{3(n+1)}n\to3, sehingga R=3R=3 dengan pusat 22. Di x=5x=5, deretnya ∑1n\sum\tfrac1n, divergen. Di x=−1x=-1, deretnya ∑(−1)nn\sum\tfrac{(-1)^n}n, konvergen. Himpunan konvergensinya [−1,5)[-1,5).

    Contoh 48.1.8 (Rasio Gagal, Cauchy–Hadamard Berhasil)

    (a) an=2+(−1)na_n=2+(-1)^n, yaitu 3,1,3,1,…3,1,3,1,\ldots. Rasio anan+1\tfrac{a_n}{a_{n+1}} bergantian 33 dan 13\tfrac13, sehingga tidak mempunyai limit. Akan tetapi ∣an∣1/n|a_n|^{1/n} bernilai 11 untuk nn ganjil dan 31/n→13^{1/n}\to1 untuk nn genap (Contoh 26.3.8), sehingga λ=1\lambda=1 dan R=1R=1.

    (b) ∑m≥0x2m4m\sum_{m\geq0}\tfrac{x^{2m}}{4^m}, yaitu a2m=4−ma_{2m}=4^{-m} dan a2m+1=0a_{2m+1}=0. Rasio tidak terdefinisi, karena separuh koefisiennya nol. ∣a2m∣1/(2m)=12|a_{2m}|^{1/(2m)}=\tfrac12 dan ∣a2m+1∣1/(2m+1)=0|a_{2m+1}|^{1/(2m+1)}=0, sehingga λ=12\lambda=\tfrac12 dan R=2R=2. Pemeriksaan langsung: deret ini adalah deret geometri dengan rasio x24\tfrac{x^2}4, yang konvergen tepat ketika ∣x∣<2|x|<2.

    Latihan

    Latihan 48.1-1. Tentukan jari-jari dan himpunan konvergensinya: (a) ∑n≥1nxn\sum_{n\geq1}nx^n; (b) ∑n≥1xnn2n\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}{n2^n}; (c) ∑n≥1nnxn\sum_{n\geq1}n^nx^n; (d) ∑n≥1xnnn\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}{n^n}.

    Latihan 48.1-2. Tentukan jari-jari ∑n≥0(n!)2(2n)!xn\sum_{n\geq0}\tfrac{(n!)^2}{(2n)!}x^n.

    Latihan 48.1-3. Misalkan ∑anxn\sum a_nx^n mempunyai jari-jari RR, dengan 0<R<∞0<R<\infty. Buktikan bahwa ∑anx2n\sum a_nx^{2n} mempunyai jari-jari R\sqrt R.

    Latihan 48.1-4. (Lemma Abel) Misalkan ∑anx0n\sum a_nx_0^n konvergen untuk suatu x0≠0x_0\ne0. Buktikan, langsung dari Definisi 48.1.2, bahwa ∑anxn\sum a_nx^n konvergen mutlak untuk setiap ∣x∣<∣x0∣|x|<|x_0|.

    Latihan 48.1-5. Untuk an=2+(−1)na_n=2+(-1)^n, hitung ∑n≥0anxn\sum_{n\geq0}a_nx^n dalam bentuk tertutup untuk ∣x∣<1|x|<1, dan periksa nilainya di x=12x=\tfrac12 dengan jumlah parsial sampai n=5n=5.

    Latihan 48.1-6. Dengan Teorema 27.3.9, tentukan nn terkecil yang menjamin ∣e−En∣<10−6|e-E_n|<10^{-6}, lalu bandingkan dengan Contoh 27.3.10.

    Latihan 48.1-7. Buktikan bahwa ∑anxn\sum a_nx^n, ∑∣an∣xn\sum|a_n|x^n, dan ∑nanxn\sum na_nx^n mempunyai jari-jari yang sama.

    Latihan 48.1-8. Buktikan bahwa suku terbesar deret ∑10nn!\sum\tfrac{10^n}{n!} adalah suku n=9n=9 dan n=10n=10, yang sama besar, dan bahwa exp⁡(−10)<10−4\exp(-10)<10^{-4}. Jelaskan mengapa menjumlahkan ∑(−10)nn!\sum\tfrac{(-10)^n}{n!} langsung dengan aritmetika berpresisi terbatas tidak bijak, dan berikan cara yang lebih baik.

    Solusi

    Solusi 48.1-1. (a) nn+1→1\tfrac{n}{n+1}\to1, sehingga R=1R=1. Di x=±1x=\pm1, ∣nxn∣=n↛0|nx^n|=n\not\to0. Himpunannya (−1,1)(-1,1).

    (b) (n+1)2n+1n2n→2\tfrac{(n+1)2^{n+1}}{n2^n}\to2, sehingga R=2R=2. Di x=2x=2, deretnya ∑1n\sum\tfrac1n, divergen. Di x=−2x=-2, deretnya ∑(−1)nn\sum\tfrac{(-1)^n}n, konvergen. Himpunannya [−2,2)[-2,2).

    (c) ∣an∣1/n=n→+∞|a_n|^{1/n}=n\to+\infty, sehingga λ=+∞\lambda=+\infty dan R=0R=0. Himpunannya {0}\{0\}.

    (d) ∣an∣1/n=1n→0|a_n|^{1/n}=\tfrac1n\to0, sehingga R=∞R=\infty. Himpunannya R\mathbb{R}. □\square

    Solusi 48.1-2. anan+1=(n!)2(2n+2)!(2n)!((n+1)!)2=(2n+2)(2n+1)(n+1)2=2(2n+1)n+1→4\tfrac{a_n}{a_{n+1}}=\tfrac{(n!)^2(2n+2)!}{(2n)!((n+1)!)^2}=\tfrac{(2n+2)(2n+1)}{(n+1)^2}=\tfrac{2(2n+1)}{n+1}\to4. Jadi R=4R=4. Contohnya, n=10n=10 memberi 4211≈3,82\tfrac{42}{11}\approx3{,}82. □\square

    Solusi 48.1-3. Koefisien bkb_k dari ∑anx2n\sum a_nx^{2n} adalah b2n=anb_{2n}=a_n dan b2n+1=0b_{2n+1}=0. Barisan (∣bk∣sk)(|b_k|s^k) adalah barisan (∣an∣(s2)n)(|a_n|(s^2)^n) yang diselingi nol. Jadi barisan itu terbatas jika dan hanya jika s2∈Bas^2\in B_a, dengan BaB_a himpunan Definisi 48.1.2 untuk (an)(a_n). Jadi Bb={s≥0:s2∈Ba}B_b=\{s\geq0:s^2\in B_a\}, dan sup⁡Bb=sup⁡Ba=R\sup B_b=\sqrt{\sup B_a}=\sqrt R, karena s↦s2s\mapsto s^2 naik pada [0,∞)[0,\infty). □\square

    Solusi 48.1-4. Suku-suku deret yang konvergen menuju 00, sehingga terbatas (Teorema 31.3.1 dan Teorema 25.2.3). Jadi ∣x0∣∈B|x_0|\in B, dan R≥∣x0∣R\geq|x_0|. Teorema 48.1.3(a) memberi kekonvergenan mutlak untuk ∣x∣<∣x0∣≤R|x|<|x_0|\leq R. Bukti langsung: bila ∣anx0n∣≤K|a_nx_0^n|\leq K, maka ∣anxn∣≤K∣xx0∣n|a_nx^n|\leq K\bigl|\tfrac x{x_0}\bigr|^n, dan bandingkan dengan deret geometri. □\square

    Solusi 48.1-5. ∑(2+(−1)n)xn=2∑xn+∑(−x)n=21−x+11+x\sum(2+(-1)^n)x^n=2\sum x^n+\sum(-x)^n=\tfrac2{1-x}+\tfrac1{1+x}, karena kedua deret geometri konvergen untuk ∣x∣<1|x|<1 (Teorema 31.1.4). Di x=12x=\tfrac12: 4+23=143≈4,6674+\tfrac23=\tfrac{14}3\approx4{,}667. Jumlah parsial sampai n=5n=5: 3+12+34+18+316+132=96+16+24+4+6+132=14732≈4,5943+\tfrac12+\tfrac34+\tfrac18+\tfrac3{16}+\tfrac1{32}=\tfrac{96+16+24+4+6+1}{32}=\tfrac{147}{32}\approx4{,}594. Sisanya ≤∑n≥63⋅2−n=332≈0,094\leq\sum_{n\geq6}3\cdot2^{-n}=\tfrac3{32}\approx0{,}094, konsisten dengan selisih ≈0,073\approx0{,}073. □\square

    Solusi 48.1-6. Teorema 27.3.9 memberi e−En<1n! ne-E_n<\tfrac1{n!\,n}. Untuk n=8n=8: 140320⋅8≈3,1⋅10−6\tfrac1{40320\cdot8}\approx3{,}1\cdot10^{-6}, belum cukup. Untuk n=9n=9: 1362880⋅9≈3,06⋅10−7<10−6\tfrac1{362880\cdot9}\approx3{,}06\cdot10^{-7}<10^{-6}. Jadi n=9n=9 cukup, yaitu sepuluh suku k=0,…,9k=0,\ldots,9, sesuai Contoh 27.3.10. Taksiran ini hanya menjamin n=9n=9 cukup. Untuk memastikan n=8n=8 benar-benar tidak cukup, diperlukan batas bawah: e−E8≥19!≈2,76⋅10−6>10−6e-E_8\geq\tfrac1{9!}\approx2{,}76\cdot10^{-6}>10^{-6}. Jadi n=9n=9 memang terkecil. □\square

    Solusi 48.1-7. BB untuk (∣an∣)(|a_n|) sama dengan BB untuk (an)(a_n), karena definisinya hanya memakai ∣an∣|a_n|. Untuk ∑nanxn\sum na_nx^n: bila r∈Bnar\in B_{na}, maka ∣an∣rn≤n∣an∣rn|a_n|r^n\leq n|a_n|r^n untuk n≥1n\geq1, sehingga r∈Bar\in B_a. Jadi Rna≤RaR_{na}\leq R_a. Sebaliknya, untuk 0<ρ<r<Ra0<\rho<r<R_a dengan r∈Bar\in B_a, n∣an∣ρn≤K n(ρr)nn|a_n|\rho^n\leq K\,n\bigl(\tfrac\rho r\bigr)^n, dan nqn→0n q^n\to0 untuk 0≤q<10\leq q<1 (Contoh 47.1.5, dengan nn menggantikan n2n^2), sehingga barisannya terbatas. Jadi ρ∈Bna\rho\in B_{na} untuk setiap ρ<Ra\rho<R_a, dan Rna≥RaR_{na}\geq R_a. □\square

    Solusi 48.1-8. Rasio suku 10n+1/(n+1)!10n/n!=10n+1\tfrac{10^{n+1}/(n+1)!}{10^n/n!}=\tfrac{10}{n+1} bernilai >1>1 untuk n<9n<9, =1=1 untuk n=9n=9, dan <1<1 untuk n>9n>9. Jadi suku naik sampai n=9n=9, suku n=9n=9 dan n=10n=10 sama, yaitu 1099!≈2755,7\tfrac{10^9}{9!}\approx2755{,}7, lalu suku turun. exp⁡(10)=e10\exp(10)=e^{10} (Teorema 40.2.8(a)), dan e>2,7e>2{,}7 (Contoh 27.3.10). Jadi exp⁡(10)>2,710\exp(10)>2{,}7^{10}. Perhitungannya: 2,72=7,292{,}7^2=7{,}29, 2,74=53,14412{,}7^4=53{,}1441, 2,78>28242{,}7^8>2824, sehingga 2,710>2824⋅7,29>20000>1042{,}7^{10}>2824\cdot7{,}29>20000>10^4. Akibatnya exp⁡(−10)=1exp⁡(10)<10−4\exp(-10)=\tfrac1{\exp(10)}<10^{-4} (Teorema 40.2.3). Penjumlahan langsung ∑(−10)nn!\sum\tfrac{(-10)^n}{n!} menjumlahkan suku berganti tanda berukuran sampai ≈2755\approx2755 untuk memperoleh hasil <10−4<10^{-4}. Dalam aritmetika dengan dd angka signifikan, galat pembulatan setiap suku besar berorde 2755⋅10−d2755\cdot10^{-d}, dan galat itu tidak saling menghapus. Jadi hampir semua angka hasil dapat hilang. Cara yang lebih baik: hitung exp⁡(10)\exp(10), dengan semua suku positif dan tanpa pembatalan, lalu ambil kebalikannya. Ini didasarkan pada identitas exp⁡(−x)exp⁡(x)=1\exp(-x)\exp(x)=1 yang terbukti. Uraian ini adalah analisis galat sederhana, bukan klaim tentang perangkat tertentu. □\square

    Ringkasan

    Deret kuasa ∑an(x−c)n\sum a_n(x-c)^n mempunyai jari-jari R=sup⁡{r:(∣an∣rn) terbatas}R=\sup\{r:(|a_n|r^n)\text{ terbatas}\}. Deretnya konvergen mutlak, dan seragam pada interval tertutup, untuk ∣x−c∣<R|x-c|<R, dan divergen untuk ∣x−c∣>R|x-c|>R. Jari-jari itu sama dengan 1lim sup⁡∣an∣1/n\tfrac1{\limsup|a_n|^{1/n}} (Cauchy–Hadamard) dan, bila limitnya ada, sama dengan lim⁡∣an/an+1∣\lim|a_n/a_{n+1}|, yaitu rumus master. Untuk ∑xnn!\sum\tfrac{x^n}{n!}, R=∞R=\infty, sebagai label "konvergen di semua titik real". Perilaku di ujung interval harus diperiksa sendiri: keempat kemungkinan terjadi. Bila rasio tidak mempunyai limit, rumus lim sup⁡\limsup tetap berlaku. Untuk ketelitian numerik, "konvergen" berbeda dengan "cepat": ∑(−10)nn!\sum\tfrac{(-10)^n}{n!} mengalami pembatalan besar.

    48.2 Diferensiasi dan Integrasi Suku demi Suku

    Sebuah polinomial diturunkan dan diintegralkan suku demi suku. Unit ini membuktikan bahwa deret kuasa memperoleh hak yang sama di dalam interval konvergensinya. Deret turunan dan deret integral mempunyai jari-jari yang sama, dan konvergensinya seragam pada setiap interval tertutup di dalamnya. Teorema-teorema Bab 47 kemudian memberi kedua hasil itu. Akibatnya cukup jauh: fungsi yang dinyatakan oleh deret kuasa terdiferensialkan tak hingga kali, koefisiennya ditentukan oleh turunan-turunannya di pusat, dan representasinya tunggal. Unit ini juga memberi deret untuk ln⁡(1+x)\ln(1+x) dan untuk fungsi A(x)A(x), yang di Bab 49 menjadi kunci perhitungan π\pi.

    Prasyarat: Unit 48.1; Unit 47.1–47.2; Bab 45.

    Dalam unit ini, R>0R>0 adalah jari-jari ∑an(x−c)n\sum a_n(x-c)^n, dan I=(c−R,c+R)I=(c-R,c+R), dengan I=RI=\mathbb{R} bila R=∞R=\infty.

    Jari-Jari Tidak Berubah

    Lemma 48.2.1

    Deret ∑n≥1nan(x−c)n−1\sum_{n\geq1}na_n(x-c)^{n-1} (deret turunan) dan ∑n≥0ann+1(x−c)n+1\sum_{n\geq0}\tfrac{a_n}{n+1}(x-c)^{n+1} (deret integral) mempunyai jari-jari RR yang sama dengan ∑an(x−c)n\sum a_n(x-c)^n.

    Bukti. Tulis y=x−cy=x-c. Untuk y≠0y\ne0, deret turunan konvergen di yy jika dan hanya jika ∑nanyn\sum na_ny^n konvergen di yy, karena keduanya berselisih faktor tetap yy. Jadi jari-jarinya sama dengan jari-jari ∑nanyn\sum na_ny^n, yang dihitung dengan himpunan BB pada Definisi 48.1.2.

    • Bila r∈Bnar\in B_{na}, maka ∣an∣rn≤n∣an∣rn|a_n|r^n\leq n|a_n|r^n untuk n≥1n\geq1, sehingga r∈Bar\in B_a. Jadi Rna≤RR_{na}\leq R.
    • Sebaliknya, misalkan 0<ρ<R0<\rho<R. Ambil r=ρ+R2r=\tfrac{\rho+R}2, atau r=ρ+1r=\rho+1 bila R=∞R=\infty. Seperti pada bukti Teorema 48.1.3, r∈Bar\in B_a, misalnya ∣an∣rn≤K|a_n|r^n\leq K. Maka n∣an∣ρn≤Kn(ρr)nn|a_n|\rho^n\leq Kn\bigl(\tfrac\rho r\bigr)^n. Barisan nqnnq^n, dengan 0≤q<10\leq q<1, menuju 00 menurut argumen rasio pada Contoh 47.1.5, sehingga terbatas. Jadi ρ∈Bna\rho\in B_{na}, dan Rna≥RR_{na}\geq R.

    Untuk deret integral, koefisiennya bn+1=ann+1b_{n+1}=\tfrac{a_n}{n+1} dan b0=0b_0=0. Deret turunannya adalah ∑(n+1)bn+1yn=∑anyn\sum(n+1)b_{n+1}y^n=\sum a_ny^n. Bagian pertama, yang diterapkan pada (bm)(b_m), memberi bahwa jari-jari deret integral sama dengan RR. □\square

    Turunan dan Integral

    Teorema 48.2.2 (Diferensiasi Suku demi Suku)

    Fungsi f(x)=∑n≥0an(x−c)nf(x)=\sum_{n\geq0}a_n(x-c)^n terdiferensialkan di setiap x∈Ix\in I, dan

    f′(x)=∑n≥1nan(x−c)n−1.f'(x)=\sum_{n\geq1}na_n(x-c)^{n-1}.

    Bukti. Tetapkan x∈Ix\in I, dan pilih ρ\rho dengan ∣x−c∣<ρ<R|x-c|<\rho<R, misalnya ρ=∣x−c∣+R2\rho=\tfrac{|x-c|+R}2, atau ρ=∣x−c∣+1\rho=|x-c|+1 bila R=∞R=\infty. Menurut Lemma 48.2.1 dan bukti Teorema 48.1.3(a), deret turunan memenuhi uji M pada J=[c−ρ,c+ρ]J=[c-\rho,c+\rho]. Deret ff konvergen di x0=cx_0=c. Akibat 47.2.4(c) memberi bahwa ff terdiferensialkan pada JJ, dengan turunan deret turunan. Karena xx titik dalam JJ, turunan relatif terhadap JJ sama dengan turunan relatif terhadap II. □\square

    Akibat 48.2.3 (Terdiferensialkan Tak Hingga Kali)

    ff mempunyai turunan semua orde pada II. Untuk k∈Nk\in\mathbb{N},

    f(k)(x)=∑n≥kn(n−1)⋯(n−k+1) an(x−c)n−k,f^{(k)}(x)=\sum_{n\geq k}n(n-1)\cdots(n-k+1)\,a_n(x-c)^{n-k},

    dan khususnya

    ak=f(k)(c)k!.a_k=\frac{f^{(k)}(c)}{k!}.

    Bukti. Induksi pada kk dengan Teorema 48.2.2. Setiap deret turunan berikutnya mempunyai jari-jari RR (Lemma 48.2.1). Di x=cx=c, semua suku dengan n>kn>k bernilai nol, sehingga f(k)(c)=k! akf^{(k)}(c)=k!\,a_k. □\square

    Akibat 48.2.4 (Ketunggalan)

    Bila ∑an(x−c)n=∑bn(x−c)n\sum a_n(x-c)^n=\sum b_n(x-c)^n untuk semua xx dalam suatu interval (c−δ,c+δ)(c-\delta,c+\delta), δ>0\delta>0, maka an=bna_n=b_n untuk semua nn.

    Bukti. Kedua deret konvergen pada interval itu, sehingga jari-jarinya ≥δ\geq\delta (Teorema 48.1.3(b)). Selisihnya adalah deret kuasa dengan jumlah nol pada (c−δ,c+δ)(c-\delta,c+\delta), sehingga semua turunannya nol di cc. Akibat 48.2.3 memberi an−bn=0a_n-b_n=0. □\square

    Teorema 48.2.5 (Integrasi Suku demi Suku)

    Untuk x∈Ix\in I:

    ∫cxf(t) dt=∑n≥0ann+1(x−c)n+1.\int_c^xf(t)\,dt=\sum_{n\geq0}\frac{a_n}{n+1}(x-c)^{n+1}.

    Bukti. Untuk x≠cx\ne c, deret ff memenuhi uji M pada interval tertutup di antara cc dan xx (Teorema 48.1.3(a), dengan ρ=∣x−c∣\rho=|x-c|). Akibat 47.2.4(b), dengan orientasi bila x<cx<c, memberi integral suku demi suku. Juga ∫cx(t−c)n dt=(x−c)n+1n+1\int_c^x(t-c)^n\,dt=\tfrac{(x-c)^{n+1}}{n+1} (Teorema 45.2.1). Untuk x=cx=c, kedua ruas 00. □\square

    Contoh

    Contoh 48.2.6 (Dari Deret Geometri)

    Mulai dari 11−x=∑n≥0xn\tfrac1{1-x}=\sum_{n\geq0}x^n pada (−1,1)(-1,1).

    (a) Turunan: 1(1−x)2=∑n≥1nxn−1\tfrac1{(1-x)^2}=\sum_{n\geq1}nx^{n-1}, sehingga ∑n≥1nxn=x(1−x)2\sum_{n\geq1}nx^n=\tfrac x{(1-x)^2}. Di x=12x=\tfrac12: ∑n2n=1/21/4=2\sum\tfrac n{2^n}=\tfrac{1/2}{1/4}=2. Turunkan sekali lagi dan kalikan dengan xx: ∑n2xn=x(1+x)(1−x)3\sum n^2x^n=\tfrac{x(1+x)}{(1-x)^3}, sehingga ∑n22n=(1/2)(3/2)1/8=6\sum\tfrac{n^2}{2^n}=\tfrac{(1/2)(3/2)}{1/8}=6. Pemeriksaan jumlah parsial: 12+1+98+1+2532=14132≈4,41\tfrac12+1+\tfrac98+1+\tfrac{25}{32}=\tfrac{141}{32}\approx4{,}41 untuk n≤5n\leq5, dan sisanya positif.

    (b) Integral, dengan xx diganti −t-t: 11+t=∑(−1)ntn\tfrac1{1+t}=\sum(-1)^nt^n pada (−1,1)(-1,1). Teorema 48.2.5 memberi, untuk ∣x∣<1|x|<1:

    ln⁡(1+x)=∫0xdt1+t=∑n≥1(−1)n+1xnn,\ln(1+x)=\int_0^x\frac{dt}{1+t}=\sum_{n\geq1}\frac{(-1)^{n+1}x^n}n,

    dengan langkah pertama menurut Teorema 45.2.1 dan aturan rantai.

    Di ujung x=1x=1: deret di ruas kanan konvergen seragam pada [0,1][0,1] (Contoh 47.2.5(c)), sehingga jumlahnya SS kontinu pada [0,1][0,1] (Akibat 47.2.4(a)). S(x)=ln⁡(1+x)S(x)=\ln(1+x) untuk 0≤x<10\leq x<1, dan kedua fungsi kontinu di 11. Jadi

    S(1)=lim⁡x→1−S(x)=lim⁡x→1−ln⁡(1+x)=ln⁡2.S(1)=\lim_{x\to1^-}S(x)=\lim_{x\to1^-}\ln(1+x)=\ln2.

    Ini bukti ketiga bahwa 1−12+13−⋯=ln⁡21-\tfrac12+\tfrac13-\cdots=\ln2, setelah Contoh 45.2.5 dan Latihan 47.2-5.

    (c) Fungsi AA. Dengan xx diganti −t2-t^2: 11+t2=∑n≥0(−1)nt2n\tfrac1{1+t^2}=\sum_{n\geq0}(-1)^nt^{2n} untuk ∣t∣<1|t|<1. Tetapkan

    A(x)=∑n≥0(−1)nx2n+12n+1.A(x)=\sum_{n\geq0}\frac{(-1)^nx^{2n+1}}{2n+1}.

    Jari-jarinya 11, menurut Lemma 48.2.1 atau Latihan 48.1-3. Teorema 48.2.2 memberi A′(x)=11+x2A'(x)=\tfrac1{1+x^2} untuk ∣x∣<1|x|<1, dan A(0)=0A(0)=0. Pada [0,1][0,1], suku-suku x2n+12n+1\tfrac{x^{2n+1}}{2n+1} turun dalam nn menuju 00, sehingga taksiran Leibniz memberi konvergensi seragam pada [0,1][0,1], dengan galat ≤12n+3\leq\tfrac1{2n+3}. Jadi AA kontinu pada [0,1][0,1], dan

    A(1)=1−13+15−17+⋯ .A(1)=1-\frac13+\frac15-\frac17+\cdots.

    Bab 49 membuktikan bahwa A(1)=π4A(1)=\tfrac\pi4, setelah π\pi didefinisikan. Di sini A(1)A(1) hanyalah bilangan real, dengan 23≤A(1)≤1\tfrac23\leq A(1)\leq1 menurut taksiran Leibniz.

    Contoh 48.2.7 (Ujung Dapat Hilang atau Muncul)

    (a) ∑n≥1xnn2\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}{n^2} konvergen di x=1x=1, tetapi deret turunannya, ∑n≥1xn−1n\sum_{n\geq1}\tfrac{x^{n-1}}n, divergen di x=1x=1. Diferensiasi dapat menghilangkan titik ujung.

    (b) ∑n≥0xn\sum_{n\geq0}x^n divergen di x=−1x=-1, tetapi deret integralnya, ∑xn+1n+1\sum\tfrac{x^{n+1}}{n+1}, konvergen di x=−1x=-1, karena berganti tanda. Integrasi dapat menambah titik ujung.

    Lemma 48.2.1 hanya menjamin bahwa jari-jarinya sama, tidak bahwa himpunan konvergensinya sama.

    Contoh 48.2.8 (Persamaan Diferensial)

    Cari deret kuasa f(x)=∑anxnf(x)=\sum a_nx^n dengan R>0R>0, f′=ff'=f, dan f(0)=1f(0)=1. Teorema 48.2.2 memberi ∑(n+1)an+1xn=∑anxn\sum(n+1)a_{n+1}x^n=\sum a_nx^n. Akibat 48.2.4 memberi (n+1)an+1=an(n+1)a_{n+1}=a_n, dan a0=f(0)=1a_0=f(0)=1. Induksi memberi an=1n!a_n=\tfrac1{n!}. Jadi deret kuasa satu-satunya adalah exp⁡\exp. Bahkan di antara semua fungsi terdiferensialkan, exp⁡\exp adalah satu-satunya solusi: bila g′=gg'=g dan g(0)=1g(0)=1, maka gexp⁡(−x)g\exp(-x) mempunyai turunan 00 dan bernilai 11 di 00 (Akibat 41.2.3). Dengan cara yang sama, f′′=−ff''=-f, f(0)=0f(0)=0, dan f′(0)=1f'(0)=1 memberi rekursi (n+2)(n+1)an+2=−an(n+2)(n+1)a_{n+2}=-a_n, dengan a0=0a_0=0 dan a1=1a_1=1. Hasilnya tepat deret sin⁡\sin (Definisi 40.2.9).

    Latihan

    Latihan 48.2-1. Buktikan ∑n≥1n3n=34\sum_{n\geq1}\tfrac n{3^n}=\tfrac34 dan ∑n≥1n23n=32\sum_{n\geq1}\tfrac{n^2}{3^n}=\tfrac32.

    Latihan 48.2-2. Tentukan deret kuasa 1(1−x)3\tfrac1{(1-x)^3} di sekitar 00 dan jari-jarinya.

    Latihan 48.2-3. Buktikan bahwa ln⁡1+x1−x=2∑k≥0x2k+12k+1\ln\tfrac{1+x}{1-x}=2\sum_{k\geq0}\tfrac{x^{2k+1}}{2k+1} untuk ∣x∣<1|x|<1. Dengan x=13x=\tfrac13, hitung ln⁡2\ln2 dari lima suku pertama, dengan taksiran sisa yang eksplisit.

    Latihan 48.2-4. Misalkan L(x)=∑n≥1xnn2L(x)=\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}{n^2}. Buktikan bahwa LL kontinu pada [−1,1][-1,1], terdiferensialkan pada (−1,1)(-1,1), dan xL′(x)=−ln⁡(1−x)xL'(x)=-\ln(1-x) untuk ∣x∣<1|x|<1.

    Latihan 48.2-5. Cari deret kuasa yy dengan y′′=−yy''=-y, y(0)=1y(0)=1, dan y′(0)=0y'(0)=0. Buktikan bahwa deret itu tepat deret cos⁡\cos pada Definisi 40.2.9.

    Latihan 48.2-6. Misalkan f(x)=∑anxnf(x)=\sum a_nx^n dengan R>0R>0, dan ff genap, yaitu f(−x)=f(x)f(-x)=f(x) pada (−R,R)(-R,R). Buktikan bahwa an=0a_n=0 untuk setiap nn ganjil.

    Latihan 48.2-7. Dengan Contoh 48.2.6(c), hitung ∫01/2dx1+x2\int_0^{1/2}\tfrac{dx}{1+x^2} sampai empat desimal, dengan galat yang dijamin.

    Latihan 48.2-8. Untuk ∑n≥1xnn\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}n, tentukan himpunan konvergensi deret itu sendiri, deret turunannya, dan deret integralnya. Bandingkan dengan Contoh 48.2.7.

    Solusi

    Solusi 48.2-1. Contoh 48.2.6(a) dengan x=13x=\tfrac13: ∑n3n=1/3(2/3)2=1/34/9=34\sum\tfrac n{3^n}=\tfrac{1/3}{(2/3)^2}=\tfrac{1/3}{4/9}=\tfrac34, dan ∑n23n=(1/3)(4/3)(2/3)3=4/98/27=32\sum\tfrac{n^2}{3^n}=\tfrac{(1/3)(4/3)}{(2/3)^3}=\tfrac{4/9}{8/27}=\tfrac32. Pemeriksaan: 13+29+19=23≈0,667<0,75\tfrac13+\tfrac29+\tfrac19=\tfrac23\approx0{,}667<0{,}75, dengan sisa positif. □\square

    Solusi 48.2-2. Turunkan ∑n≥0xn=11−x\sum_{n\geq0}x^n=\tfrac1{1-x} dua kali: 2(1−x)3=∑n≥2n(n−1)xn−2=∑m≥0(m+2)(m+1)xm\tfrac2{(1-x)^3}=\sum_{n\geq2}n(n-1)x^{n-2}=\sum_{m\geq0}(m+2)(m+1)x^m. Jadi 1(1−x)3=∑m≥0(m+1)(m+2)2xm\tfrac1{(1-x)^3}=\sum_{m\geq0}\tfrac{(m+1)(m+2)}2x^m, dengan jari-jari 11 (Lemma 48.2.1). Koefisiennya 1,3,6,10,…1,3,6,10,\ldots, yaitu bilangan segitiga. □\square

    Solusi 48.2-3. Contoh 48.2.6(b) memberi ln⁡(1+x)=∑(−1)n+1xnn\ln(1+x)=\sum\tfrac{(-1)^{n+1}x^n}n dan ln⁡(1−x)=−∑xnn\ln(1-x)=-\sum\tfrac{x^n}n untuk ∣x∣<1|x|<1. Kurangkan, menurut Teorema 31.1.4: suku genap saling menghapus, dan suku ganjil menjadi dua kali, sehingga ln⁡(1+x)−ln⁡(1−x)=2∑kx2k+12k+1\ln(1+x)-\ln(1-x)=2\sum_k\tfrac{x^{2k+1}}{2k+1}. Teorema 40.2.6(b) memberi ln⁡1+x1−x\ln\tfrac{1+x}{1-x}. Dengan x=13x=\tfrac13, 1+x1−x=2\tfrac{1+x}{1-x}=2. Lima suku pertama:

    13+181+11215+115309+1177147≈0,346573023,\tfrac13+\tfrac1{81}+\tfrac1{1215}+\tfrac1{15309}+\tfrac1{177147}\approx0{,}346573023,

    dikalikan 22 memberi ≈0,693146046\approx0{,}693146046. Rasio dua suku berurutan <x2=19<x^2=\tfrac19, sehingga sisanya ≤2⋅(1/3)1111⋅11−1/9=2⋅911⋅8⋅177147≈1,155⋅10−6\leq2\cdot\tfrac{(1/3)^{11}}{11}\cdot\tfrac1{1-1/9}=\tfrac{2\cdot9}{11\cdot8\cdot177147}\approx1{,}155\cdot10^{-6}. Jadi 0,6931460<ln⁡2<0,69314730{,}6931460<\ln2<0{,}6931473. Lima suku memberi enam desimal, jauh lebih cepat daripada Latihan 47.2-5. □\square

    Solusi 48.2-4. ∣xnn2∣≤1n2\bigl|\tfrac{x^n}{n^2}\bigr|\leq\tfrac1{n^2} pada [−1,1][-1,1], sehingga uji M memberi kontinuitas pada [−1,1][-1,1]. Jari-jarinya 11, sehingga Teorema 48.2.2 memberi L′(x)=∑n≥1xn−1nL'(x)=\sum_{n\geq1}\tfrac{x^{n-1}}n untuk ∣x∣<1|x|<1. Jadi xL′(x)=∑n≥1xnn=−ln⁡(1−x)xL'(x)=\sum_{n\geq1}\tfrac{x^n}n=-\ln(1-x), menurut Solusi 48.2-3. Di x=1x=1, L′L' tidak dijamin ada, karena deret turunannya divergen di sana. □\square

    Solusi 48.2-5. y=∑anxny=\sum a_nx^n. Syarat y′′=−yy''=-y dan Akibat 48.2.4 memberi (n+2)(n+1)an+2=−an(n+2)(n+1)a_{n+2}=-a_n, dengan a0=1a_0=1 dan a1=0a_1=0. Induksi memberi a2k=(−1)k(2k)!a_{2k}=\tfrac{(-1)^k}{(2k)!} dan a2k+1=0a_{2k+1}=0. Ini tepat koefisien cos⁡\cos. Deretnya mempunyai R=∞R=\infty, sehingga semua langkah sah di seluruh R\mathbb{R}. Sebaliknya, cos⁡\cos memenuhi syarat-syarat itu menurut Teorema 40.2.13: cos⁡′′=−cos⁡\cos''=-\cos, cos⁡0=1\cos0=1, dan cos⁡′(0)=−sin⁡0=0\cos'(0)=-\sin0=0. □\square

    Solusi 48.2-6. g(x)=f(−x)=∑(−1)nanxng(x)=f(-x)=\sum(-1)^na_nx^n juga deret kuasa dengan jari-jari RR. g=fg=f pada (−R,R)(-R,R), sehingga Akibat 48.2.4 memberi (−1)nan=an(-1)^na_n=a_n. Untuk nn ganjil, −an=an-a_n=a_n, sehingga an=0a_n=0. □\square

    Solusi 48.2-7. Teorema 45.2.1 dan Contoh 48.2.6(c) memberi ∫01/2dx1+x2=A(12)−A(0)=∑n≥0(−1)n(2n+1)22n+1\int_0^{1/2}\tfrac{dx}{1+x^2}=A(\tfrac12)-A(0)=\sum_{n\geq0}\tfrac{(-1)^n}{(2n+1)2^{2n+1}}. Suku-sukunya: 0,50{,}5; −0,0416667-0{,}0416667; 0,006250{,}00625; −0,0011161-0{,}0011161; 0,00021700{,}0002170; −0,0000444-0{,}0000444; 0,00000940{,}0000094. Suku-suku ini turun, sehingga taksiran Leibniz berlaku. Jumlah sampai n=5n=5 adalah ≈0,4636399\approx0{,}4636399, dengan galat ≤0,0000094\leq0{,}0000094. Jadi nilainya terletak di [0,4636399; 0,4636494][0{,}4636399;\,0{,}4636494], dan ≈0,4636\approx0{,}4636 sampai empat desimal. □\square

    Solusi 48.2-8. Deret ∑xnn\sum\tfrac{x^n}n: [−1,1)[-1,1) (Contoh 48.1.7(b)). Deret turunannya, ∑xn−1\sum x^{n-1}: (−1,1)(-1,1), karena di x=−1x=-1 suku-sukunya tidak menuju 00. Deret integralnya, ∑xn+1n(n+1)\sum\tfrac{x^{n+1}}{n(n+1)}: [−1,1][-1,1], karena 1n(n+1)\tfrac1{n(n+1)} dapat dijumlahkan dan uji M berlaku pada [−1,1][-1,1]. Ketiga deret mempunyai jari-jari 11, sesuai Lemma 48.2.1. Diferensiasi menghilangkan titik −1-1, dan integrasi menambah titik 11. □\square

    Ringkasan

    Deret turunan dan deret integral suatu deret kuasa mempunyai jari-jari yang sama dengan deret aslinya. Dengan uji M pada interval tertutup di dalam interval konvergensi, deret kuasa dapat diturunkan dan diintegralkan suku demi suku. Fungsi yang dinyatakannya terdiferensialkan tak hingga kali, dengan ak=f(k)(c)k!a_k=\tfrac{f^{(k)}(c)}{k!}, dan representasinya tunggal. Dari deret geometri diperoleh: ∑n2n=2\sum\tfrac n{2^n}=2, ∑n22n=6\sum\tfrac{n^2}{2^n}=6, ln⁡(1+x)=∑(−1)n+1xnn\ln(1+x)=\sum\tfrac{(-1)^{n+1}x^n}n, bukti ketiga bahwa harmonik berganti tanda berjumlah ln⁡2\ln2, rumus cepat ln⁡2=2∑3−(2k+1)2k+1\ln2=2\sum\tfrac{3^{-(2k+1)}}{2k+1}, dan fungsi AA dengan A′=11+x2A'=\tfrac1{1+x^2}, yang dipakai untuk π\pi di Bab 49. Titik ujung dapat hilang karena diferensiasi dan muncul karena integrasi. Persamaan f′=ff'=f dan f′′=−ff''=-f menghasilkan kembali deret exp⁡\exp dan sin⁡\sin.

    Bab terdekat

    BerikutnyaDeret Taylor dan Maclaurin

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 49.

    SebelumnyaBarisan dan Deret Fungsi

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 47.