Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 47Lanjut

    Barisan dan Deret Fungsi

    Bab 47 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    19 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 47 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 47: Barisan dan Deret Fungsi

    47.1 Konvergensi Titik demi Titik vs Konvergensi Seragam

    Penjelasan master untuk Bab 47: bab ini mempelajari limit dari sekumpulan fungsi yang tersusun sebagai barisan atau deret. Penjelasan master untuk unit ini: konvergensi seragam menjamin bahwa kontinuitas, turunan, dan integral dapat dipertukarkan dengan operasi limit.

    Sampai Bab 46, setiap limit di buku ini adalah limit bilangan: suku barisan, nilai fungsi, atau jumlah parsial. Kini yang bergerak adalah fungsi utuh, f1,f2,f3,…f_1,f_2,f_3,\ldots. Pertanyaan pokoknya: bila setiap fnf_n kontinu, terintegralkan, atau terdiferensialkan, apakah limitnya juga demikian? Unit ini menunjukkan bahwa dengan konvergensi titik demi titik saja, jawabannya "tidak" untuk ketiga sifat itu. Contoh tandingannya konkret dan dapat dihitung. Konvergensi seragam, yaitu syarat dengan urutan kuantor yang lebih kuat, memulihkan kontinuitas dan integral. Untuk turunan, konvergensi seragam turunannya yang diperlukan.

    Prasyarat: Bab 25–29 (barisan, kriteria Cauchy); Bab 36–38 (kontinuitas); Bab 43–45 (integral dan teorema dasar kalkulus).

    Dua Jenis Konvergensi

    Dalam unit ini, D⊆RD\subseteq\mathbb{R} tak kosong, dan fn,f:D→Rf_n,f:D\to\mathbb{R} untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_+.

    Definisi 47.1.1 (Konvergensi Titik demi Titik)

    fn→ff_n\to f titik demi titik pada DD bila untuk setiap x∈Dx\in D, barisan bilangan (fn(x))(f_n(x)) konvergen ke f(x)f(x):

    ∀x∈D  ∀ε>0  ∃N  ∀n≥N: ∣fn(x)−f(x)∣<ε.\forall x\in D\ \ \forall\varepsilon>0\ \ \exists N\ \ \forall n\geq N:\ |f_n(x)-f(x)|<\varepsilon.

    Definisi 47.1.2 (Konvergensi Seragam)

    fn→ff_n\to f seragam pada DD bila

    ∀ε>0  ∃N  ∀n≥N  ∀x∈D: ∣fn(x)−f(x)∣<ε.\forall\varepsilon>0\ \ \exists N\ \ \forall n\geq N\ \ \forall x\in D:\ |f_n(x)-f(x)|<\varepsilon.

    Perbedaannya hanya pada urutan kuantor. Pada konvergensi titik demi titik, NN boleh bergantung pada xx. Pada konvergensi seragam, satu NN harus berlaku untuk semua xx sekaligus. Seragam mengakibatkan titik demi titik, tetapi tidak sebaliknya (Contoh 47.1.4).

    Proposisi 47.1.3 (Rumusan Supremum)

    Untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_+, tulis εn=sup⁡x∈D∣fn(x)−f(x)∣\varepsilon_n=\sup_{x\in D}|f_n(x)-f(x)|, dengan εn=+∞\varepsilon_n=+\infty sebagai label bila himpunan nilainya tidak terbatas. Maka fn→ff_n\to f seragam pada DD jika dan hanya jika εn\varepsilon_n real untuk nn besar dan εn→0\varepsilon_n\to0.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil NN dari definisi dengan ε2\tfrac\varepsilon2. Untuk n≥Nn\geq N, ε2\tfrac\varepsilon2 adalah batas atas, sehingga εn≤ε2<ε\varepsilon_n\leq\tfrac\varepsilon2<\varepsilon. (⇐\Leftarrow) Bila εn<ε\varepsilon_n<\varepsilon untuk n≥Nn\geq N, maka ∣fn(x)−f(x)∣≤εn<ε|f_n(x)-f(x)|\leq\varepsilon_n<\varepsilon untuk semua xx. □\square

    Secara geometris, konvergensi seragam berarti bahwa untuk n≥Nn\geq N, seluruh grafik fnf_n terletak di dalam "pita" selebar ε\varepsilon di sekitar grafik ff.

    Contoh Tandingan

    Contoh 47.1.4 (xnx^n pada [0,1][0,1])

    Misalkan fn(x)=xnf_n(x)=x^n pada [0,1][0,1]. Untuk 0≤x<10\leq x<1, xn→0x^n\to0 (Contoh 25.3.6), dan fn(1)=1f_n(1)=1. Jadi fn→ff_n\to f titik demi titik, dengan

    f(x)={0,0≤x<1,1,x=1.f(x)=\begin{cases}0,&0\leq x<1,\\1,&x=1.\end{cases}

    Setiap fnf_n kontinu, tetapi ff tidak kontinu di 11.

    Konvergensinya tidak seragam. Untuk setiap nn, sup⁡0≤x<1xn=1\sup_{0\leq x<1}x^n=1, karena xn→1x^n\to1 untuk x→1−x\to1^-. Jadi εn=1↛0\varepsilon_n=1\not\to0. Bergantungnya NN pada xx terlihat dengan angka: untuk ε=0,01\varepsilon=0{,}01, syarat xN<0,01x^N<0{,}01 memerlukan N>ln⁡0,01ln⁡xN>\tfrac{\ln0{,}01}{\ln x}. Untuk x=0,9x=0{,}9, ini berarti N≥44N\geq44, karena 0,943≈0,01080{,}9^{43}\approx0{,}0108 dan 0,944≈0,00970{,}9^{44}\approx0{,}0097. Untuk x=0,99x=0{,}99, N≥459N\geq459. Batas ini tak terbatas ketika x→1x\to1.

    Pada [0,a][0,a] dengan a<1a<1, konvergensinya seragam: εn=an→0\varepsilon_n=a^n\to0. Dengan a=0,9a=0{,}9 dan ε=0,01\varepsilon=0{,}01, N=44N=44 berlaku untuk semua x∈[0;0,9]x\in[0;0{,}9] sekaligus.

    Contoh 47.1.5 (Integral Tidak Ikut Limit)

    Misalkan fn(x)=n2x(1−x)nf_n(x)=n^2x(1-x)^n pada [0,1][0,1].

    Titik demi titik ke 00. fn(0)=fn(1)=0f_n(0)=f_n(1)=0. Untuk 0<x<10<x<1, tulis q=1−x∈(0,1)q=1-x\in(0,1). Barisan an=n2qna_n=n^2q^n memenuhi an+1an=(1+1n)2q\tfrac{a_{n+1}}{a_n}=\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^2q. Karena (1+1n)2→1<1+q2q\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^2\to1<\tfrac{1+q}{2q}, ada n0n_0 dengan an+1an≤r=1+q2<1\tfrac{a_{n+1}}{a_n}\leq r=\tfrac{1+q}2<1 untuk n≥n0n\geq n_0. Jadi 0<an≤an0rn−n0→00<a_n\leq a_{n_0}r^{n-n_0}\to0, sehingga fn(x)=x an→0f_n(x)=x\,a_n\to0.

    Integralnya tidak menuju 00. Substitusi u=1−xu=1-x (Latihan 45.3-2) memberi

    ∫01x(1−x)n dx=∫01(1−u)un du=1n+1−1n+2=1(n+1)(n+2),\int_0^1x(1-x)^n\,dx=\int_0^1(1-u)u^n\,du=\frac1{n+1}-\frac1{n+2}=\frac1{(n+1)(n+2)},

    sehingga

    ∫01fn=n2(n+1)(n+2)→1≠0=∫01lim⁡nfn.\int_0^1f_n=\frac{n^2}{(n+1)(n+2)}\to1\ne0=\int_0^1\lim_nf_n.

    Contohnya, n=10n=10 memberi 100132≈0,758\tfrac{100}{132}\approx0{,}758, dan n=100n=100 memberi 1000010302≈0,971\tfrac{10000}{10302}\approx0{,}971.

    Konvergensinya tidak seragam. Di x=1n+1x=\tfrac1{n+1}: fn(1n+1)=n2n+1(nn+1)nf_n\bigl(\tfrac1{n+1}\bigr)=\tfrac{n^2}{n+1}\bigl(\tfrac n{n+1}\bigr)^n. Faktor terakhirnya adalah 1(1+1/n)n>14\tfrac1{(1+1/n)^n}>\tfrac14 (Teorema 27.3.3). Jadi εn>n24(n+1)→+∞\varepsilon_n>\tfrac{n^2}{4(n+1)}\to+\infty. Grafik fnf_n adalah "gundukan" yang menyempit dan meninggi di dekat 00, dengan luas yang menuju 11.

    Kontinuitas

    Teorema 47.1.6 (Limit Seragam Fungsi Kontinu)

    Misalkan fn→ff_n\to f seragam pada DD, dan setiap fnf_n kontinu di c∈Dc\in D. Maka ff kontinu di cc. Khususnya, limit seragam fungsi-fungsi kontinu adalah fungsi kontinu.

    Bukti. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ambil nn dengan ∣fn(x)−f(x)∣<ε3|f_n(x)-f(x)|<\tfrac\varepsilon3 untuk semua x∈Dx\in D. Kontinuitas fnf_n di cc memberi δ>0\delta>0 dengan ∣fn(x)−fn(c)∣<ε3|f_n(x)-f_n(c)|<\tfrac\varepsilon3 untuk x∈Dx\in D dan ∣x−c∣<δ|x-c|<\delta. Untuk xx seperti itu,

    ∣f(x)−f(c)∣≤∣f(x)−fn(x)∣+∣fn(x)−fn(c)∣+∣fn(c)−f(c)∣<ε.□|f(x)-f(c)|\leq|f(x)-f_n(x)|+|f_n(x)-f_n(c)|+|f_n(c)-f(c)|<\varepsilon.\qquad\square

    Argumen ε3\tfrac\varepsilon3 memerlukan satu nn yang baik di xx dan di cc sekaligus. Itulah tempat keseragaman dipakai. Kontraposisinya memberi bukti kedua bahwa konvergensi pada Contoh 47.1.4 tidak seragam: limitnya tidak kontinu.

    Teorema ini dapat dibaca sebagai pertukaran dua limit:

    lim⁡x→clim⁡n→∞fn(x)=lim⁡n→∞lim⁡x→cfn(x).\lim_{x\to c}\lim_{n\to\infty}f_n(x)=\lim_{n\to\infty}\lim_{x\to c}f_n(x).

    Pada Contoh 47.1.4, dengan c=1c=1 dan x→1−x\to1^-, ruas kiri 00 dan ruas kanan 11.

    Teorema 47.1.7 (Kriteria Cauchy Seragam)

    (fn)(f_n) konvergen seragam pada DD ke suatu fungsi jika dan hanya jika

    ∀ε>0  ∃N  ∀m,n≥N  ∀x∈D: ∣fn(x)−fm(x)∣<ε.\forall\varepsilon>0\ \ \exists N\ \ \forall m,n\geq N\ \ \forall x\in D:\ |f_n(x)-f_m(x)|<\varepsilon.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) ∣fn−fm∣≤∣fn−f∣+∣f−fm∣<ε2+ε2|f_n-f_m|\leq|f_n-f|+|f-f_m|<\tfrac\varepsilon2+\tfrac\varepsilon2 untuk m,nm,n besar.

    (⇐\Leftarrow) Untuk setiap xx, (fn(x))(f_n(x)) adalah barisan Cauchy bilangan real, sehingga konvergen (Teorema 29.2.1). Tetapkan f(x)=lim⁡nfn(x)f(x)=\lim_nf_n(x). Fungsi ini didefinisikan tanpa pilihan, karena limit tunggal. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil NN dari hipotesis. Untuk n≥Nn\geq N dan x∈Dx\in D, ∣fn(x)−fm(x)∣<ε|f_n(x)-f_m(x)|<\varepsilon untuk semua m≥Nm\geq N. Ambil m→∞m\to\infty: ∣fn(x)−f(x)∣≤ε|f_n(x)-f(x)|\leq\varepsilon (Teorema 26.3.1). Ini berlaku untuk semua xx dengan NN yang sama. □\square

    Kriteria ini penting karena tidak memerlukan limit ff diketahui lebih dahulu. Unit 47.2 memakainya untuk deret fungsi.

    Integral

    Teorema 47.1.8 (Integral Limit Seragam)

    Misalkan setiap fnf_n terintegralkan pada [a,b][a,b], dan fn→ff_n\to f seragam pada [a,b][a,b]. Maka ff terintegralkan, dan

    ∫abf=lim⁡n→∞∫abfn.\int_a^bf=\lim_{n\to\infty}\int_a^bf_n.

    Bukti. Misalkan εn\varepsilon_n seperti pada Proposisi 47.1.3, real untuk n≥N0n\geq N_0. Untuk n≥N0n\geq N_0, fn−εn≤f≤fn+εnf_n-\varepsilon_n\leq f\leq f_n+\varepsilon_n, sehingga ff terbatas. Pada setiap subinterval partisi PP, Mi(f)≤Mi(fn)+εnM_i(f)\leq M_i(f_n)+\varepsilon_n dan mi(f)≥mi(fn)−εnm_i(f)\geq m_i(f_n)-\varepsilon_n. Jadi

    U(f,P)−L(f,P)≤U(fn,P)−L(fn,P)+2εn(b−a).U(f,P)-L(f,P)\leq U(f_n,P)-L(f_n,P)+2\varepsilon_n(b-a).

    Untuk ε>0\varepsilon>0, pilih nn dengan 2εn(b−a)<ε22\varepsilon_n(b-a)<\tfrac\varepsilon2, lalu PP dengan U(fn,P)−L(fn,P)<ε2U(f_n,P)-L(f_n,P)<\tfrac\varepsilon2. Teorema 43.2.1 memberi keterintegralan ff. Terakhir, fn−ff_n-f terintegralkan, dan Teorema 44.2.5(b),(c) memberi

    ∣∫abfn−∫abf∣≤∫ab∣fn−f∣≤εn(b−a)→0.□\Bigl|\int_a^bf_n-\int_a^bf\Bigr|\leq\int_a^b|f_n-f|\leq\varepsilon_n(b-a)\to0.\qquad\square

    Contoh 47.1.5 menunjukkan bahwa konvergensi titik demi titik tidak cukup, bahkan untuk fungsi kontinu dengan limit yang kontinu. Interval yang terbatas juga penting: gn=1nχ[0,n]g_n=\tfrac1n\chi_{[0,n]} konvergen seragam ke 00 pada [0,∞)[0,\infty), dengan εn=1n\varepsilon_n=\tfrac1n, tetapi ∫0∞gn=1\int_0^\infty g_n=1 untuk setiap nn.

    Turunan

    Teorema 47.1.9 (Turunan Limit)

    Misalkan setiap fn:[a,b]→Rf_n:[a,b]\to\mathbb{R} terdiferensialkan, dengan turunan sepihak di ujung, dan fn′f_n' kontinu. Misalkan pula fn′→gf_n'\to g seragam pada [a,b][a,b], dan (fn(x0))(f_n(x_0)) konvergen ke LL untuk suatu x0∈[a,b]x_0\in[a,b]. Maka fnf_n konvergen seragam pada [a,b][a,b] ke

    f(x)=L+∫x0xg,f(x)=L+\int_{x_0}^xg,

    dan ff terdiferensialkan dengan f′=gf'=g, yaitu (lim⁡fn)′=lim⁡fn′\bigl(\lim f_n\bigr)'=\lim f_n'.

    Bukti. gg kontinu (Teorema 47.1.6), sehingga ff terdefinisi, dan f′=gf'=g menurut Teorema 45.1.3. Teorema 45.2.1 memberi fn(x)=fn(x0)+∫x0xfn′f_n(x)=f_n(x_0)+\int_{x_0}^xf_n'. Jadi untuk setiap x∈[a,b]x\in[a,b],

    ∣fn(x)−f(x)∣≤∣fn(x0)−L∣+∣∫x0x(fn′−g)∣≤∣fn(x0)−L∣+(b−a)sup⁡[a,b]∣fn′−g∣.|f_n(x)-f(x)|\leq|f_n(x_0)-L|+\Bigl|\int_{x_0}^x(f_n'-g)\Bigr|\leq|f_n(x_0)-L|+(b-a)\sup_{[a,b]}|f_n'-g|.

    Ruas kanan tidak bergantung pada xx dan menuju 00. □\square

    Syarat kontinuitas fn′f_n' dapat dibuang. Latihan 47.1-8 memberi bukti dengan teorema nilai rata-rata. Yang tidak dapat dibuang adalah keseragaman konvergensi turunan.

    Contoh 47.1.10 (Turunan Tidak Ikut Limit)

    (a) fn(x)=sin⁡nxnf_n(x)=\tfrac{\sin nx}{\sqrt n} pada R\mathbb{R}: ∣fn∣≤1n|f_n|\leq\tfrac1{\sqrt n}, sehingga fn→0f_n\to0 seragam (Akibat 40.2.12). Akan tetapi fn′(x)=ncos⁡nxf_n'(x)=\sqrt n\cos nx, dan fn′(0)=n→+∞f_n'(0)=\sqrt n\to+\infty. Limit seragamnya, 00, mempunyai turunan 00, sedangkan barisan turunannya bahkan tidak konvergen di 00.

    (b) Fungsi fn(x)=x1+nx2f_n(x)=\tfrac x{1+nx^2} (Latihan 47.1-1) konvergen seragam ke 00, dan fn′(x)f_n'(x) konvergen di setiap titik, tetapi lim⁡fn′(0)=1≠0\lim f_n'(0)=1\ne0.

    Latihan

    Latihan 47.1-1. Untuk fn(x)=x1+nx2f_n(x)=\tfrac x{1+nx^2} pada R\mathbb{R}, buktikan bahwa sup⁡∣fn∣=12n\sup|f_n|=\tfrac1{2\sqrt n}, sehingga fn→0f_n\to0 seragam. Hitung lim⁡nfn′(x)\lim_nf_n'(x) untuk setiap xx, dan bandingkan dengan turunan limitnya.

    Latihan 47.1-2. Buktikan bahwa fn(x)=xn(1−x)f_n(x)=x^n(1-x) konvergen seragam ke 00 pada [0,1][0,1], dengan menghitung sup⁡∣fn∣\sup|f_n| secara tepat.

    Satu N untuk semua xUntuk: Bab 47, Unit 47.1 (M47-01; Contoh 47.1.4)

    Latihan 47.1-3. Misalkan fn(x)=nx1+n2x2f_n(x)=\tfrac{nx}{1+n^2x^2} pada [0,1][0,1]. Buktikan bahwa fn→0f_n\to0 titik demi titik, tetapi tidak seragam pada [0,1][0,1]. Buktikan bahwa konvergensinya seragam pada [a,1][a,1] untuk setiap a∈(0,1)a\in(0,1).

    Latihan 47.1-4. Misalkan gn(x)=ng_n(x)=n untuk 0<x<1n0<x<\tfrac1n dan gn(x)=0g_n(x)=0 untuk xx lain di [0,1][0,1]. Buktikan bahwa gn→0g_n\to0 titik demi titik, ∫01gn=1\int_0^1g_n=1, dan konvergensinya tidak seragam.

    Latihan 47.1-5. (Teorema Dini) Misalkan fn,ff_n,f kontinu pada [a,b][a,b], fn(x)≥fn+1(x)f_n(x)\geq f_{n+1}(x) untuk semua nn dan xx, dan fn→ff_n\to f titik demi titik. Buktikan bahwa fn→ff_n\to f seragam, tanpa aksioma pilihan.

    Latihan 47.1-6. Misalkan fn→ff_n\to f seragam pada DD, dan setiap fnf_n terbatas. Buktikan bahwa ff terbatas, dan bahwa (fn)(f_n) terbatas seragam: ada KK dengan ∣fn(x)∣≤K|f_n(x)|\leq K untuk semua nn dan xx.

    Latihan 47.1-7. Buktikan bahwa fn(x)=x2+1n2f_n(x)=\sqrt{x^2+\tfrac1{n^2}} konvergen seragam ke ∣x∣|x| pada R\mathbb{R}, walaupun setiap fnf_n terdiferensialkan dan ∣x∣|x| tidak terdiferensialkan di 00. Tentukan limit titik demi titik fn′f_n'.

    Latihan 47.1-8. Buktikan Teorema 47.1.9 tanpa anggapan bahwa fn′f_n' kontinu: misalkan setiap fnf_n terdiferensialkan pada [a,b][a,b], fn′→gf_n'\to g seragam, dan (fn(x0))(f_n(x_0)) konvergen. Buktikan bahwa fnf_n konvergen seragam ke suatu ff dengan f′=gf'=g.

    Solusi

    Solusi 47.1-1. Untuk x≠0x\ne0, AM-GM memberi 1+nx2≥2n ∣x∣1+nx^2\geq2\sqrt n\,|x|, sehingga ∣fn(x)∣≤12n|f_n(x)|\leq\tfrac1{2\sqrt n}, dengan kesamaan di x=1nx=\tfrac1{\sqrt n}. Juga fn(0)=0f_n(0)=0. Jadi sup⁡∣fn∣=12n→0\sup|f_n|=\tfrac1{2\sqrt n}\to0. Turunannya fn′(x)=1−nx2(1+nx2)2f_n'(x)=\tfrac{1-nx^2}{(1+nx^2)^2}. Di x=0x=0, fn′(0)=1f_n'(0)=1 untuk semua nn. Untuk x≠0x\ne0, ∣1−nx2∣≤1+nx2|1-nx^2|\leq1+nx^2, sehingga ∣fn′(x)∣≤11+nx2≤1nx2→0|f_n'(x)|\leq\tfrac1{1+nx^2}\leq\tfrac1{nx^2}\to0. Jadi lim⁡fn′=h\lim f_n'=h, dengan h(0)=1h(0)=1 dan h(x)=0h(x)=0 untuk x≠0x\ne0. Limitnya f=0f=0, dengan f′(0)=0≠1=h(0)f'(0)=0\ne1=h(0). Konvergensi fn′f_n' tidak seragam, karena hh tidak kontinu (Teorema 47.1.6). □\square

    Solusi 47.1-2. fn≥0f_n\geq0, dengan fn(0)=fn(1)=0f_n(0)=f_n(1)=0. fn′(x)=xn−1(n−(n+1)x)f_n'(x)=x^{n-1}\bigl(n-(n+1)x\bigr) positif pada (0,nn+1)(0,\tfrac n{n+1}) dan negatif sesudahnya, sehingga maksimumnya di x=nn+1x=\tfrac n{n+1}:

    sup⁡fn=(nn+1)n1n+1≤1n+1→0.\sup f_n=\Bigl(\frac n{n+1}\Bigr)^n\frac1{n+1}\leq\frac1{n+1}\to0.

    Contohnya, untuk n=9n=9: (0,9)9⋅0,1≈0,0387(0{,}9)^9\cdot0{,}1\approx0{,}0387. □\square

    Solusi 47.1-3. fn(0)=0f_n(0)=0. Untuk x>0x>0, 0<fn(x)<nxn2x2=1nx→00<f_n(x)<\tfrac{nx}{n^2x^2}=\tfrac1{nx}\to0. Akan tetapi fn(1n)=12f_n(\tfrac1n)=\tfrac12 untuk semua nn, sehingga εn≥12\varepsilon_n\geq\tfrac12 dan konvergensinya tidak seragam. Pada [a,1][a,1], 0<fn(x)<1nx≤1na→00<f_n(x)<\tfrac1{nx}\leq\tfrac1{na}\to0, dengan batas yang tidak bergantung pada xx. □\square

    Solusi 47.1-4. gn(0)=0g_n(0)=0. Untuk x>0x>0 dan n>1xn>\tfrac1x, x≥1nx\geq\tfrac1n, sehingga gn(x)=0g_n(x)=0. Jadi gn→0g_n\to0 titik demi titik. gng_n adalah fungsi tangga dengan nilai nn pada interval sepanjang 1n\tfrac1n, kecuali di titik ujung, sehingga ∫01gn=n⋅1n=1\int_0^1g_n=n\cdot\tfrac1n=1 (aditivitas dan Latihan 43.1-5). Tidak seragam, karena sup⁡gn=n\sup g_n=n. Konsisten dengan Teorema 47.1.8: kalau seragam, integralnya harus menuju 00. □\square

    Solusi 47.1-5. Misalkan gn=fn−fg_n=f_n-f. Maka gng_n kontinu, gn≥gn+1≥0g_n\geq g_{n+1}\geq0, dan gn→0g_n\to0 titik demi titik. Misalkan Mn=max⁡gnM_n=\max g_n (Teorema 37.1.2). (Mn)(M_n) turun dan taknegatif.

    Andaikan Mn↛0M_n\not\to0. Maka ada ε>0\varepsilon>0 dengan Mn≥εM_n\geq\varepsilon untuk semua nn, karena barisannya turun. Himpunan Kn={x∈[a,b]:gn(x)≥ε}K_n=\{x\in[a,b]:g_n(x)\geq\varepsilon\} tak kosong. Tetapkan xn=inf⁡Knx_n=\inf K_n. Ini definisi tanpa pilihan. Karena gng_n kontinu, gn(xn)≥εg_n(x_n)\geq\varepsilon: ada titik KnK_n yang mendekati xnx_n, dan nilai gng_n di sana ≥ε\geq\varepsilon. Barisan (xn)(x_n) terbatas, sehingga mempunyai subbarisan xnk→x∗∈[a,b]x_{n_k}\to x^\ast\in[a,b] (Teorema 28.2.3).

    Tetapkan mm. Untuk nk≥mn_k\geq m, gm(xnk)≥gnk(xnk)≥εg_m(x_{n_k})\geq g_{n_k}(x_{n_k})\geq\varepsilon. Kontinuitas gmg_m memberi gm(x∗)≥εg_m(x^\ast)\geq\varepsilon, untuk setiap mm. Ini bertentangan dengan gm(x∗)→0g_m(x^\ast)\to0. Jadi Mn→0M_n\to0, yaitu konvergensinya seragam.

    Ketiga hipotesis diperlukan. xnx^n pada [0,1][0,1] turun, tetapi limitnya tidak kontinu. xnx^n pada [0,1)[0,1) tidak tertutup, dan konvergensinya tidak seragam. □\square

    Solusi 47.1-6. Ambil NN dengan ∣fN−f∣<1|f_N-f|<1 di mana-mana, dan untuk n≥Nn\geq N, ∣fn−f∣<1|f_n-f|<1. Bila ∣fN∣≤KN|f_N|\leq K_N, maka ∣f∣≤KN+1|f|\leq K_N+1, dan untuk n≥Nn\geq N, ∣fn∣≤∣f∣+1≤KN+2|f_n|\leq|f|+1\leq K_N+2. Fungsi f1,…,fN−1f_1,\ldots,f_{N-1}, berhingga banyaknya, masing-masing terbatas oleh K1,…,KN−1K_1,\ldots,K_{N-1}. Ambil K=max⁡(K1,…,KN−1,KN+2)K=\max(K_1,\ldots,K_{N-1},K_N+2). □\square

    Solusi 47.1-7. Untuk setiap xx,

    0≤x2+1n2−∣x∣=1/n2x2+1/n2+∣x∣≤1/n21/n=1n.0\leq\sqrt{x^2+\tfrac1{n^2}}-|x|=\frac{1/n^2}{\sqrt{x^2+1/n^2}+|x|}\leq\frac{1/n^2}{1/n}=\frac1n.

    Jadi εn≤1n→0\varepsilon_n\leq\tfrac1n\to0. Setiap fnf_n terdiferensialkan, dengan aturan rantai: fn′(x)=xx2+1/n2f_n'(x)=\tfrac x{\sqrt{x^2+1/n^2}}. Untuk x>0x>0, fn′(x)→1f_n'(x)\to1. Untuk x<0x<0, fn′(x)→−1f_n'(x)\to-1. Untuk x=0x=0, fn′(0)=0f_n'(0)=0. Jadi fn′→sgn⁡f_n'\to\operatorname{sgn} titik demi titik. Konvergensinya tidak seragam, karena sgn⁡\operatorname{sgn} tidak kontinu. Teorema 47.1.9 tidak berlaku, dan memang ∣x∣|x| tidak terdiferensialkan di 00. Limit seragam fungsi mulus dapat mempunyai "sudut". □\square

    Solusi 47.1-8. Langkah 1: (fn)(f_n) seragam Cauchy. Teorema 41.2.1 pada fn−fmf_n-f_m memberi, untuk x,t∈[a,b]x,t\in[a,b],

    ∣(fn−fm)(x)−(fn−fm)(t)∣≤∣x−t∣ ηn,m,ηn,m=sup⁡[a,b]∣fn′−fm′∣.(†)\bigl|(f_n-f_m)(x)-(f_n-f_m)(t)\bigr|\leq|x-t|\,\eta_{n,m},\qquad\eta_{n,m}=\sup_{[a,b]}|f_n'-f_m'|.\tag{$\dagger$}

    Dengan t=x0t=x_0: ∣fn(x)−fm(x)∣≤∣fn(x0)−fm(x0)∣+(b−a)ηn,m|f_n(x)-f_m(x)|\leq|f_n(x_0)-f_m(x_0)|+(b-a)\eta_{n,m}. Menurut Teorema 47.1.7, dalam arah (⇒\Rightarrow) untuk (fn′)(f_n'), ηn,m→0\eta_{n,m}\to0. Jadi Teorema 47.1.7 memberi fn→ff_n\to f seragam.

    Langkah 2: f′(x)=g(x)f'(x)=g(x). Tetapkan xx. Untuk t≠xt\ne x, misalkan φn(t)=fn(t)−fn(x)t−x\varphi_n(t)=\tfrac{f_n(t)-f_n(x)}{t-x} dan φ(t)=f(t)−f(x)t−x\varphi(t)=\tfrac{f(t)-f(x)}{t-x}. Menurut (†)(\dagger), ∣φn(t)−φm(t)∣≤ηn,m|\varphi_n(t)-\varphi_m(t)|\leq\eta_{n,m}. Ambil m→∞m\to\infty: ∣φn(t)−φ(t)∣≤sup⁡m≥nηn,m=:θn|\varphi_n(t)-\varphi(t)|\leq\sup_{m\geq n}\eta_{n,m}=:\theta_n, dan θn→0\theta_n\to0. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Pilih nn dengan θn<ε3\theta_n<\tfrac\varepsilon3 dan ∣fn′(x)−g(x)∣<ε3|f_n'(x)-g(x)|<\tfrac\varepsilon3. Lalu pilih δ\delta dengan ∣φn(t)−fn′(x)∣<ε3|\varphi_n(t)-f_n'(x)|<\tfrac\varepsilon3 untuk 0<∣t−x∣<δ0<|t-x|<\delta. Untuk tt seperti itu,

    ∣φ(t)−g(x)∣≤∣φ(t)−φn(t)∣+∣φn(t)−fn′(x)∣+∣fn′(x)−g(x)∣<ε.|\varphi(t)-g(x)|\leq|\varphi(t)-\varphi_n(t)|+|\varphi_n(t)-f_n'(x)|+|f_n'(x)-g(x)|<\varepsilon.

    Jadi f′(x)=g(x)f'(x)=g(x). □\square

    Ringkasan

    Konvergensi titik demi titik membiarkan NN bergantung pada xx. Konvergensi seragam meminta satu NN untuk semua xx, yaitu sup⁡∣fn−f∣→0\sup|f_n-f|\to0. Dengan konvergensi titik demi titik saja, ketiga sifat gagal. xnx^n pada [0,1][0,1] memberi limit tidak kontinu dari fungsi-fungsi kontinu. n2x(1−x)nn^2x(1-x)^n menuju 00 di setiap titik, tetapi integralnya menuju 11. sin⁡nxn\tfrac{\sin nx}{\sqrt n} menuju 00 seragam, tetapi turunannya meledak di 00. Konvergensi seragam mempertahankan kontinuitas dan memungkinkan pertukaran limit dengan integral pada interval terbatas. Untuk turunan, keseragaman konvergensi fn′f_n', ditambah konvergensi di satu titik, yang diperlukan. Kriteria Cauchy seragam memberi konvergensi tanpa mengetahui limitnya. Teorema Dini memberi keseragaman dari kemonotonan pada interval tertutup.

    47.2 Uji Weierstrass M-Test

    Penjelasan master: uji ini menjadi dasar teoretis dalam analisis gelombang digital dan pemrosesan sinyal harmonik.

    Deret fungsi ∑fk\sum f_k adalah barisan jumlah parsial Sn=∑k=1nfkS_n=\sum_{k=1}^nf_k. Jadi semua hasil Unit 47.1 berlaku untuknya. Kesulitannya: limit SnS_n, yaitu jumlah deret, biasanya tidak diketahui, sehingga sup⁡∣Sn−S∣\sup|S_n-S| tidak dapat dihitung langsung. Uji Weierstrass mengatasi hal ini. Bila setiap suku dibatasi oleh bilangan MkM_k yang tidak bergantung pada xx, dan ∑Mk\sum M_k konvergen, maka deret fungsinya konvergen seragam, dengan taksiran sisa yang eksplisit. Uji ini sederhana, tetapi menjadi alat utama Bab 48–49. Uji ini juga merapikan dua bukti yang sudah ada: kontinuitas fungsi Takagi (Teorema 39.2.4) dan turunan exp⁡\exp (Teorema 40.2.5).

    Prasyarat: Unit 47.1; Bab 31–32 (deret bilangan); Unit 46.1 (taksiran sisa).

    Deret Fungsi

    Definisi 47.2.1

    Untuk fk:D→Rf_k:D\to\mathbb{R}, k∈N+k\in\mathbb{N}_+, deret ∑k=1∞fk\sum_{k=1}^\infty f_k konvergen titik demi titik, atau seragam, pada DD bila barisan jumlah parsial Sn=∑k=1nfkS_n=\sum_{k=1}^nf_k konvergen titik demi titik, atau seragam, pada DD. Jumlahnya S=lim⁡SnS=\lim S_n. Deret itu konvergen mutlak di xx bila ∑∣fk(x)∣\sum|f_k(x)| konvergen.

    Teorema 47.2.2 (Kriteria Cauchy untuk Deret Fungsi)

    ∑fk\sum f_k konvergen seragam pada DD jika dan hanya jika

    ∀ε>0  ∃N  ∀n>m≥N  ∀x∈D: ∣∑k=m+1nfk(x)∣<ε.\forall\varepsilon>0\ \ \exists N\ \ \forall n>m\geq N\ \ \forall x\in D:\ \Bigl|\sum_{k=m+1}^nf_k(x)\Bigr|<\varepsilon.

    Khususnya, bila ∑fk\sum f_k konvergen seragam, maka sup⁡D∣fk∣→0\sup_D|f_k|\to0.

    Bukti. Sn−Sm=∑k=m+1nfkS_n-S_m=\sum_{k=m+1}^nf_k. Gunakan Teorema 47.1.7. Untuk bagian terakhir, ambil n=m+1n=m+1. □\square

    Uji M

    Teorema 47.2.3 (Uji Weierstrass)

    Misalkan ∣fk(x)∣≤Mk|f_k(x)|\leq M_k untuk semua x∈Dx\in D dan k≥1k\geq1, dan ∑k=1∞Mk\sum_{k=1}^\infty M_k konvergen. Maka ∑fk\sum f_k konvergen mutlak di setiap x∈Dx\in D dan seragam pada DD. Selain itu, untuk setiap nn,

    sup⁡x∈D∣S(x)−Sn(x)∣≤∑k=n+1∞Mk.\sup_{x\in D}\Bigl|S(x)-S_n(x)\Bigr|\leq\sum_{k=n+1}^\infty M_k.

    Bukti. Untuk n>mn>m dan x∈Dx\in D:

    ∣∑k=m+1nfk(x)∣≤∑k=m+1n∣fk(x)∣≤∑k=m+1nMk.\Bigl|\sum_{k=m+1}^nf_k(x)\Bigr|\leq\sum_{k=m+1}^n|f_k(x)|\leq\sum_{k=m+1}^nM_k.

    Ruas kanan tidak bergantung pada xx, dan kurang dari ε\varepsilon untuk mm besar, menurut kriteria Cauchy untuk ∑Mk\sum M_k (Teorema 31.1.6). Teorema 47.2.2 memberi konvergensi seragam. Ketaksamaan tengah memberi konvergensi mutlak (Teorema 31.1.7). Untuk taksiran sisa, tetapkan xx dan nn, lalu ambil m=nm=n dan biarkan batas atas penjumlahan menuju ∞\infty (Teorema 26.3.1). □\square

    Uji ini memisahkan dua pekerjaan. Kekonvergenan diputuskan oleh satu deret bilangan ∑Mk\sum M_k. Keseragaman otomatis, karena MkM_k tidak bergantung pada xx.

    Akibat 47.2.4 (Pertukaran untuk Deret)

    Misalkan ∑fk\sum f_k memenuhi hipotesis Teorema 47.2.3 pada DD.

    (a) Bila setiap fkf_k kontinu, maka SS kontinu.

    (b) Bila D⊇[a,b]D\supseteq[a,b] dan setiap fkf_k terintegralkan pada [a,b][a,b], maka ∫abS=∑k=1∞∫abfk\int_a^bS=\sum_{k=1}^\infty\int_a^bf_k.

    (c) Misalkan setiap fkf_k terdiferensialkan pada [a,b][a,b], ∑fk(x0)\sum f_k(x_0) konvergen untuk suatu x0x_0, dan ∑fk′\sum f_k' memenuhi uji M pada [a,b][a,b]. Maka SS terdiferensialkan dan S′=∑fk′S'=\sum f_k' pada [a,b][a,b].

    Bukti. (a) Teorema 47.1.6 pada SnS_n, karena jumlah hingga fungsi kontinu adalah fungsi kontinu. (b) Teorema 47.1.8 dan kelinearan integral untuk SnS_n. (c) Latihan 47.1-8 pada SnS_n, dengan Sn′=∑k≤nfk′S_n'=\sum_{k\leq n}f_k' menurut kelinearan turunan. Hipotesis (c) sebenarnya hanya memerlukan konvergensi ∑fk\sum f_k di satu titik. Uji M untuk ∑fk\sum f_k sendiri tidak diperlukan. □\square

    Contoh

    Contoh 47.2.5 (Deret Geometri dan Kerabatnya)

    (a) ∑k≥0xk\sum_{k\geq0}x^k konvergen seragam pada [−a,a][-a,a] untuk setiap a∈[0,1)a\in[0,1), dengan Mk=akM_k=a^k. Pada (−1,1)(-1,1), konvergensinya tidak seragam, karena sup⁡(−1,1)∣xk∣=1↛0\sup_{(-1,1)}|x^k|=1\not\to0 (Teorema 47.2.2). Jumlahnya, 11−x\tfrac1{1-x}, tidak terbatas pada (−1,1)(-1,1). Ini sesuai dengan Latihan 47.1-6: limit seragam fungsi-fungsi terbatas harus terbatas.

    (b) ∑k≥1xkk2\sum_{k\geq1}\tfrac{x^k}{k^2} konvergen seragam pada [−1,1][-1,1], dengan Mk=1k2M_k=\tfrac1{k^2}. Jumlahnya kontinu pada [−1,1][-1,1], termasuk di ujung-ujungnya. Taksiran sisa memberi sup⁡∣S−Sn∣≤∑k>n1k2≤1n\sup|S-S_n|\leq\sum_{k>n}\tfrac1{k^2}\leq\tfrac1n (Teorema 46.1.6(c)).

    (c) ∑k≥1(−1)k+1xkk\sum_{k\geq1}\tfrac{(-1)^{k+1}x^k}k pada [0,1][0,1]. Uji M gagal, karena sup⁡∣fk∣=1k\sup|f_k|=\tfrac1k dan ∑1k\sum\tfrac1k divergen. Akan tetapi deretnya tetap konvergen seragam. Untuk setiap x∈[0,1]x\in[0,1], suku-suku xkk\tfrac{x^k}k turun menuju 00, sehingga taksiran Leibniz (Unit 33.1) memberi ∣S(x)−Sn(x)∣≤xn+1n+1≤1n+1|S(x)-S_n(x)|\leq\tfrac{x^{n+1}}{n+1}\leq\tfrac1{n+1}. Jadi uji M adalah syarat cukup, bukan syarat perlu.

    Contoh 47.2.6 (Deret Eksponensial)

    Untuk R>0R>0, ∑k≥0xkk!\sum_{k\geq0}\tfrac{x^k}{k!} memenuhi uji M pada [−R,R][-R,R], dengan Mk=Rkk!M_k=\tfrac{R^k}{k!} dan ∑Mk=exp⁡(R)\sum M_k=\exp(R). Jadi deret itu konvergen seragam pada setiap interval terbatas, tetapi tidak pada R\mathbb{R}, karena sup⁡R∣xkk!∣=+∞\sup_{\mathbb{R}}\bigl|\tfrac{x^k}{k!}\bigr|=+\infty.

    Bukti kedua bahwa exp⁡′=exp⁡\exp'=\exp: deret turunan suku demi suku adalah ∑k≥1kxk−1k!=∑j≥0xjj!\sum_{k\geq1}\tfrac{kx^{k-1}}{k!}=\sum_{j\geq0}\tfrac{x^j}{j!}, yaitu deret yang sama, sehingga juga memenuhi uji M pada [−R,R][-R,R]. Akibat 47.2.4(c) memberi exp⁡′=exp⁡\exp'=\exp pada [−R,R][-R,R], untuk setiap RR. Bukti Teorema 40.2.5 menaksir sisa secara langsung. Di sini taksiran itu dikerjakan oleh teorema umum.

    Contoh 47.2.7 (Fungsi Takagi, Ditinjau Ulang)

    Pada Teorema 39.2.4, T=∑j≥02−jϕ(2jx)T=\sum_{j\geq0}2^{-j}\phi(2^jx), dengan 0≤ϕ≤120\leq\phi\leq\tfrac12 kontinu. Uji M dengan Mj=2−j−1M_j=2^{-j-1} dan Akibat 47.2.4(a) memberi kontinuitas TT. Bukti di Bab 39 adalah argumen ε3\tfrac\varepsilon3 yang sama, ditulis langsung. Uji M untuk turunan tidak berlaku. Pada bagian dalam setiap potongan linear, suku ke-jj mempunyai turunan ±1\pm1, sehingga sup⁡∣fj′∣=1\sup|f_j'|=1 dan ∑1\sum1 divergen. Teorema 39.2.4 menunjukkan bahwa TT memang tidak terdiferensialkan di mana pun.

    Implementasi: Sinyal sebagai Jumlah Harmonik

    Bagian ini adalah model hipotetis yang menjelaskan peran uji M dalam penjelasan master. Bagian ini bukan klaim tentang perangkat atau standar pemrosesan sinyal tertentu.

    Misalkan sebuah sinyal dimodelkan sebagai jumlah harmonik

    F(x)=∑k=1∞akcos⁡(kx),F(x)=\sum_{k=1}^\infty a_k\cos(kx),

    dengan amplitudo aka_k. Dalam praktik, hanya NN harmonik pertama yang dapat disimpan atau dihitung. Uji M dengan Mk=∣ak∣M_k=|a_k| memberi jaminan berikut.

    1. Bila ∑∣ak∣\sum|a_k| konvergen, FF terdefinisi dan kontinu di seluruh R\mathbb{R} (Akibat 47.2.4(a), dengan Akibat 40.2.12 untuk ∣cos⁡∣≤1|\cos|\leq1).
    2. Galat pemotongan seragam dalam waktu: ∣F(x)−FN(x)∣≤∑k>N∣ak∣|F(x)-F_N(x)|\leq\sum_{k>N}|a_k| untuk setiap xx sekaligus.

    Contoh 47.2.8

    Untuk ak=1k2a_k=\tfrac1{k^2}, sup⁡x∣F−FN∣≤∑k>N1k2≤1N\sup_x|F-F_N|\leq\sum_{k>N}\tfrac1{k^2}\leq\tfrac1N (Teorema 46.1.6(c)). Untuk menjamin galat ≤10−3\leq10^{-3} di semua waktu, N=1000N=1000 harmonik cukup. Untuk ak=2−ka_k=2^{-k}, galatnya ≤2−N\leq2^{-N}, sehingga N=10N=10 sudah memberi ≤0,001\leq0{,}001, tepatnya ≤11024\leq\tfrac1{1024}. Amplitudo yang meluruh lebih cepat memerlukan harmonik yang jauh lebih sedikit.

    Ada batas yang perlu dicatat. Untuk ak=1ka_k=\tfrac1k, ∑∣ak∣\sum|a_k| divergen dan uji M tidak berlaku. Deret ∑cos⁡kxk\sum\tfrac{\cos kx}k bahkan divergen di x=0x=0, yaitu deret harmonik. Turunan suku demi suku dari ∑cos⁡kxk2\sum\tfrac{\cos kx}{k^2} adalah −∑sin⁡kxk-\sum\tfrac{\sin kx}k, yang tidak memenuhi uji M. Akibat 47.2.4(c) karena itu tidak memberi informasi tentang turunan FF.

    Latihan

    Latihan 47.2-1. Buktikan bahwa G(x)=∑k≥1sin⁡kxk3G(x)=\sum_{k\geq1}\tfrac{\sin kx}{k^3} terdiferensialkan pada R\mathbb{R}, dengan G′(x)=∑k≥1cos⁡kxk2G'(x)=\sum_{k\geq1}\tfrac{\cos kx}{k^2}, dan bahwa G′G' kontinu.

    Latihan 47.2-2. Buktikan bahwa H(x)=∑k≥11k2+x2H(x)=\sum_{k\geq1}\tfrac1{k^2+x^2} kontinu pada R\mathbb{R}, dan bahwa 0<H(x)−∑k=1101k2+x2≤1100<H(x)-\sum_{k=1}^{10}\tfrac1{k^2+x^2}\leq\tfrac1{10} untuk semua xx.

    Latihan 47.2-3. Buktikan bahwa ∑k≥0xk\sum_{k\geq0}x^k tidak konvergen seragam pada [0,1)[0,1), dengan dua cara: kriteria suku, dan Latihan 47.1-6.

    Latihan 47.2-4. Untuk s>1s>1, misalkan ζ(s)=∑k≥1k−s\zeta(s)=\sum_{k\geq1}k^{-s}. Buktikan bahwa deret ini konvergen seragam pada [s0,∞)[s_0,\infty) untuk setiap s0>1s_0>1, lalu simpulkan bahwa ζ\zeta kontinu pada (1,∞)(1,\infty).

    Latihan 47.2-5. Untuk ∣x∣<1|x|<1, buktikan dengan integrasi suku demi suku bahwa −ln⁡(1−x)=∑k≥1xkk-\ln(1-x)=\sum_{k\geq1}\tfrac{x^k}k. Gunakan hasil ini untuk menghitung ln⁡2\ln2 sampai empat desimal, dengan taksiran sisa yang eksplisit.

    Latihan 47.2-6. Buktikan bahwa bila ∑k≥1∣ak∣\sum_{k\geq1}|a_k| konvergen, maka F(x)=∑akcos⁡kxF(x)=\sum a_k\cos kx memenuhi ∣F(x)∣≤∑∣ak∣|F(x)|\leq\sum|a_k|, dan ∫0xF=∑kaksin⁡kxk\int_0^xF=\sum_k\tfrac{a_k\sin kx}k untuk setiap xx.

    Latihan 47.2-7. Misalkan fk(x)=x2(1+x2)kf_k(x)=\tfrac{x^2}{(1+x^2)^k} pada R\mathbb{R}, untuk k≥0k\geq0. Hitung jumlah ∑k≥0fk\sum_{k\geq0}f_k, dan buktikan bahwa konvergensinya tidak seragam pada R\mathbb{R}.

    Latihan 47.2-8. Dengan model Contoh 47.2.8, tentukan NN terkecil yang dijamin oleh taksiran ∑k>N1k3≤12N2\sum_{k>N}\tfrac1{k^3}\leq\tfrac1{2N^2} untuk galat ≤10−4\leq10^{-4} pada F(x)=∑cos⁡kxk3F(x)=\sum\tfrac{\cos kx}{k^3}. Bandingkan dengan ak=1k2a_k=\tfrac1{k^2}.

    Solusi

    Solusi 47.2-1. ∣sin⁡kxk3∣≤1k3\bigl|\tfrac{\sin kx}{k^3}\bigr|\leq\tfrac1{k^3}, sehingga deret GG konvergen di setiap titik, khususnya di x0=0x_0=0. Turunan suku demi suku memenuhi ∣kcos⁡kxk3∣≤1k2\bigl|\tfrac{k\cos kx}{k^3}\bigr|\leq\tfrac1{k^2}, dengan ∑1k2\sum\tfrac1{k^2} konvergen. Akibat 47.2.4(c) pada setiap [−R,R][-R,R] memberi G′=∑cos⁡kxk2G'=\sum\tfrac{\cos kx}{k^2}. Akibat 47.2.4(a) memberi kontinuitas G′G'. □\square

    Solusi 47.2-2. 0<1k2+x2≤1k20<\tfrac1{k^2+x^2}\leq\tfrac1{k^2}. Uji M memberi konvergensi seragam pada R\mathbb{R}, dan setiap suku kontinu, sehingga HH kontinu. Sisanya positif dan, untuk setiap xx, paling besar ∑k>101k2≤∫10∞dxx2=110\sum_{k>10}\tfrac1{k^2}\leq\int_{10}^\infty\tfrac{dx}{x^2}=\tfrac1{10} (Teorema 46.1.6(c)). □\square

    Solusi 47.2-3. Kriteria suku: sup⁡[0,1)xk=1↛0\sup_{[0,1)}x^k=1\not\to0, bertentangan dengan Teorema 47.2.2. Cara kedua: setiap SnS_n terbatas pada [0,1)[0,1), tetapi jumlahnya 11−x\tfrac1{1-x} tidak terbatas. Kalau konvergensinya seragam, Latihan 47.1-6 akan memberi bahwa jumlahnya terbatas. □\square

    Solusi 47.2-4. Untuk s≥s0s\geq s_0 dan k≥1k\geq1, k−s=exp⁡(−sln⁡k)≤exp⁡(−s0ln⁡k)=k−s0k^{-s}=\exp(-s\ln k)\leq\exp(-s_0\ln k)=k^{-s_0}, karena ln⁡k≥0\ln k\geq0. Deret ∑k−s0\sum k^{-s_0} konvergen, karena s0>1s_0>1 (Teorema 40.2.8). Uji M memberi konvergensi seragam pada [s0,∞)[s_0,\infty). Setiap suku s↦exp⁡(−sln⁡k)s\mapsto\exp(-s\ln k) kontinu, sehingga ζ\zeta kontinu pada [s0,∞)[s_0,\infty). Untuk s>1s>1, ambil s0=1+s2s_0=\tfrac{1+s}2. Maka ss titik dalam [s0,∞)[s_0,\infty), sehingga ζ\zeta kontinu di ss. □\square

    Solusi 47.2-5. Misalkan 0<∣x∣<10<|x|<1 dan a=∣x∣a=|x|. ∑k≥0tk\sum_{k\geq0}t^k konvergen seragam ke 11−t\tfrac1{1-t} pada [−a,a][-a,a] (Contoh 47.2.5(a)). Akibat 47.2.4(b) pada interval di antara 00 dan xx, dengan orientasi bila x<0x<0, memberi

    ∫0xdt1−t=∑k≥0xk+1k+1=∑k≥1xkk.\int_0^x\frac{dt}{1-t}=\sum_{k\geq0}\frac{x^{k+1}}{k+1}=\sum_{k\geq1}\frac{x^k}k.

    Ruas kiri adalah −ln⁡(1−x)-\ln(1-x), karena ddx(−ln⁡(1−x))=11−x\tfrac d{dx}\bigl(-\ln(1-x)\bigr)=\tfrac1{1-x} (Teorema 45.2.1). Untuk x=0x=0, kedua ruas 00. Dengan x=12x=\tfrac12: ln⁡2=∑k≥11k2k\ln2=\sum_{k\geq1}\tfrac1{k2^k}. Sepuluh suku pertama berjumlah ≈0,693065\approx0{,}693065. Sisanya ≤∑k≥11111⋅2k=111⋅210≈0,0000888\leq\sum_{k\geq11}\tfrac1{11\cdot2^k}=\tfrac1{11\cdot2^{10}}\approx0{,}0000888. Jadi 0,69306<ln⁡2<0,693160{,}69306<\ln2<0{,}69316, dan ln⁡2≈0,6931\ln2\approx0{,}6931 sampai empat desimal. Bandingkan dengan deret berganti tanda di Contoh 45.2.5. Taksiran Leibniz ∣S−Sn∣≤1n+1|S-S_n|\leq\tfrac1{n+1} untuk deret itu memerlukan sekitar sepuluh ribu suku untuk ketelitian yang sama. □\square

    Solusi 47.2-6. ∣akcos⁡kx∣≤∣ak∣|a_k\cos kx|\leq|a_k|. Uji M memberi konvergensi seragam pada R\mathbb{R} dan ∣F(x)∣≤∑∣ak∣|F(x)|\leq\sum|a_k|. Akibat 47.2.4(b) pada interval di antara 00 dan xx memberi ∫0xF=∑kak∫0xcos⁡kt dt=∑kaksin⁡kxk\int_0^xF=\sum_ka_k\int_0^x\cos kt\,dt=\sum_k\tfrac{a_k\sin kx}k, dengan antiturunan sin⁡ktk\tfrac{\sin kt}k (Teorema 40.2.13 dan aturan rantai). □\square

    Solusi 47.2-7. Di x=0x=0, semua suku 00, sehingga jumlahnya 00. Untuk x≠0x\ne0, q=11+x2∈(0,1)q=\tfrac1{1+x^2}\in(0,1), dan deret geometri memberi ∑k≥0x2qk=x21−q=x2(1+x2)x2=1+x2\sum_{k\geq0}x^2q^k=\tfrac{x^2}{1-q}=\tfrac{x^2(1+x^2)}{x^2}=1+x^2. Jadi jumlahnya S(x)=1+x2S(x)=1+x^2 untuk x≠0x\ne0 dan S(0)=0S(0)=0. SS tidak kontinu di 00, sedangkan setiap jumlah parsial kontinu, sehingga konvergensinya tidak seragam (Akibat 47.2.4(a), yang bersandar pada Teorema 47.1.6). Uji M memang gagal: sup⁡xf1(x)=sup⁡x21+x2=1\sup_xf_1(x)=\sup\tfrac{x^2}{1+x^2}=1 untuk k=1k=1, dan untuk k=0k=0, f0=x2f_0=x^2 tidak terbatas. □\square

    Solusi 47.2-8. 12N2≤10−4\tfrac1{2N^2}\leq10^{-4} jika dan hanya jika N2≥5000N^2\geq5000, yaitu N≥71N\geq71, karena 702=490070^2=4900 dan 712=504171^2=5041. Untuk ak=1k2a_k=\tfrac1{k^2}, taksiran 1N≤10−4\tfrac1N\leq10^{-4} memerlukan N=10000N=10000. Peluruhan k−3k^{-3} menurunkan kebutuhan harmonik lebih dari seratus kali untuk ketelitian ini. Ini perbandingan taksiran, bukan galat sebenarnya, yang dapat lebih kecil. □\square

    Ringkasan

    Deret fungsi adalah barisan jumlah parsial, sehingga teori Unit 47.1 berlaku. Uji Weierstrass menyatakan bahwa bila ∣fk∣≤Mk|f_k|\leq M_k di seluruh DD dan ∑Mk\sum M_k konvergen, deretnya konvergen mutlak dan seragam, dengan galat seragam ≤∑k>nMk\leq\sum_{k>n}M_k. Akibatnya, jumlahnya kontinu bila sukunya kontinu, integral dapat dikerjakan suku demi suku, dan turunan juga dapat dikerjakan suku demi suku bila deret turunannya memenuhi uji M. Contohnya: deret geometri pada [−a,a][-a,a]; exp⁡\exp pada setiap [−R,R][-R,R], dengan bukti kedua exp⁡′=exp⁡\exp'=\exp; kontinuitas fungsi Takagi; ζ\zeta kontinu pada (1,∞)(1,\infty); dan ln⁡2=∑1k2k\ln2=\sum\tfrac1{k2^k}. Uji M cukup tetapi tidak perlu: deret berganti tanda ∑(−1)k+1xkk\sum(-1)^{k+1}\tfrac{x^k}k konvergen seragam tanpa uji M. Dalam model sinyal harmonik, uji M memberi kontinuitas dan galat pemotongan yang seragam dalam waktu.

    Bab terdekat

    BerikutnyaDeret Kuasa (Power Series)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 48.

    SebelumnyaIntegral Tak Wajar (Improper Integrals)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 46.