Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 45Lanjut

    Teorema Dasar Kalkulus (Fundamental Theorem of Calculus)

    Bab 45 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    25 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 45 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 45: Teorema Dasar Kalkulus (Fundamental Theorem of Calculus)

    45.1 Teorema Dasar Kalkulus Bagian Pertama

    Penjelasan master untuk Bab 45: teorema dasar kalkulus menyatukan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Master menyebutnya penemuan terbesar dalam sejarah matematika. Penjelasan master untuk unit ini: turunan dari fungsi integral tentu adalah fungsi aslinya sendiri,

    ddx∫axf(t) dt=f(x).\frac d{dx}\int_a^xf(t)\,dt=f(x).

    Bab 39–42 membangun turunan sebagai limit hasil bagi selisih. Bab 43–44 membangun integral sebagai supremum jumlah bawah dan infimum jumlah atas. Kedua konstruksi tidak saling menyebut. Unit ini membuktikan bahwa keduanya saling invers, dalam bentuk yang tepat: rumus master berlaku di setiap titik tempat ff kontinu, dan dapat gagal di titik ketidakkontinuan. Unit 45.2 membuktikan arah sebaliknya, yaitu evaluasi integral dengan antiturunan.

    Prasyarat: Bab 43–44; Definisi 39.1.1 (turunan, termasuk turunan sepihak di ujung domain); aturan rantai (Teorema 40.1.2); Akibat 41.2.3.

    Fungsi Integral

    Definisi 45.1.1 (Fungsi Integral)

    Misalkan ff terintegralkan pada [a,b][a,b]. Fungsi integral ff dengan titik dasar aa adalah

    F(x)=∫axf(t) dt,x∈[a,b].F(x)=\int_a^xf(t)\,dt,\qquad x\in[a,b].

    Definisi ini sah. F(a)=0F(a)=0 menurut Definisi 44.2.4. Untuk a<x≤ba<x\leq b, ff terintegralkan pada [a,x][a,x] menurut Teorema 44.2.2, arah (⇒\Rightarrow), dengan c=xc=x. Untuk x=bx=b, ini integral semula. Lebih umum, untuk a≤x<y≤ba\leq x<y\leq b, aditivitas memberi

    F(y)−F(x)=∫xyf(t) dt.(∗)F(y)-F(x)=\int_x^yf(t)\,dt.\tag{$\ast$}

    Rumus ini berlaku untuk sebarang urutan x,yx,y menurut konvensi orientasi.

    Teorema 45.1.2 (Fungsi Integral Lipschitz)

    Bila ff terintegralkan pada [a,b][a,b] dan ∣f∣≤K|f|\leq K, maka ∣F(y)−F(x)∣≤K∣y−x∣|F(y)-F(x)|\leq K|y-x| untuk semua x,y∈[a,b]x,y\in[a,b]. Khususnya, FF kontinu seragam pada [a,b][a,b].

    Bukti. Misalkan x<yx<y. Menurut (∗)(\ast) dan Teorema 44.2.5(b), dengan −K≤f≤K-K\leq f\leq K pada [x,y][x,y]:

    −K(y−x)≤F(y)−F(x)≤K(y−x).-K(y-x)\leq F(y)-F(x)\leq K(y-x).

    Kasus x>yx>y simetris, dan kasus x=yx=y trivial. Kontinuitas seragam mengikuti dengan δ=εK\delta=\tfrac\varepsilon K untuk K>0K>0; bila K=0K=0, FF konstan. □\square

    Jadi pengintegralan menghaluskan: ff boleh meloncat atau tidak kontinu di tak hingga banyak titik, tetapi FF selalu kontinu.

    Teorema Utama

    Teorema 45.1.3 (Teorema Dasar Kalkulus I)

    Misalkan ff terintegralkan pada [a,b][a,b], F(x)=∫axfF(x)=\int_a^xf, dan ff kontinu di c∈[a,b]c\in[a,b]. Maka FF terdiferensialkan di cc, dan

    F′(c)=f(c).F'(c)=f(c).

    Di c=ac=a atau c=bc=b, turunannya adalah turunan sepihak, sesuai Definisi 39.1.1 dengan domain [a,b][a,b].

    Bukti. Untuk h≠0h\ne0 dengan c+h∈[a,b]c+h\in[a,b], (∗)(\ast) dan Contoh 43.1.10 memberi

    F(c+h)−F(c)h−f(c)=1h∫cc+hf(t) dt−1h∫cc+hf(c) dt=1h∫cc+h(f(t)−f(c)) dt.\frac{F(c+h)-F(c)}h-f(c)=\frac1h\int_c^{c+h}f(t)\,dt-\frac1h\int_c^{c+h}f(c)\,dt=\frac1h\int_c^{c+h}\bigl(f(t)-f(c)\bigr)\,dt.

    Untuk h<0h<0, kesamaan kedua juga benar, karena ∫cc+hf(c) dt=−f(c)(c−(c+h))=f(c)h\int_c^{c+h}f(c)\,dt=-f(c)(c-(c+h))=f(c)h menurut Definisi 44.2.4.

    Misalkan ε>0\varepsilon>0. Kontinuitas ff di cc memberi δ>0\delta>0 sehingga ∣f(t)−f(c)∣≤ε|f(t)-f(c)|\leq\varepsilon untuk setiap t∈[a,b]t\in[a,b] dengan ∣t−c∣<δ|t-c|<\delta. Bila 0<∣h∣<δ0<|h|<\delta, setiap tt di antara cc dan c+hc+h memenuhi ∣t−c∣≤∣h∣<δ|t-c|\leq|h|<\delta. Teorema 44.2.5(b) dan (c), pada interval di antara cc dan c+hc+h yang panjangnya ∣h∣|h|, memberi

    ∣∫cc+h(f(t)−f(c)) dt∣≤ε∣h∣.\Bigl|\int_c^{c+h}\bigl(f(t)-f(c)\bigr)\,dt\Bigr|\leq\varepsilon|h|.

    Jadi

    ∣F(c+h)−F(c)h−f(c)∣≤εuntuk 0<∣h∣<δ,\Bigl|\frac{F(c+h)-F(c)}h-f(c)\Bigr|\leq\varepsilon\qquad\text{untuk }0<|h|<\delta,

    yang tepat merupakan definisi F′(c)=f(c)F'(c)=f(c). □\square

    Inti bukti: 1h∫cc+hf\tfrac1h\int_c^{c+h}f adalah nilai rata-rata ff pada interval kecil di sekitar cc, dan kontinuitas memaksa rata-rata itu mendekati f(c)f(c). Bila ff kontinu pada seluruh [a,b][a,b], Teorema 44.2.7 bahkan memberi ξh\xi_h di antara cc dan c+hc+h dengan F(c+h)−F(c)h=f(ξh)\tfrac{F(c+h)-F(c)}h=f(\xi_h), sehingga hasilnya langsung. Bukti di atas lebih umum, karena hanya memerlukan kontinuitas di satu titik cc.

    Akibat 45.1.4 (Keberadaan Antiturunan)

    Misalkan II interval tak merosot dan f:I→Rf:I\to\mathbb{R} kontinu. Tetapkan x0∈Ix_0\in I dan F(x)=∫x0xfF(x)=\int_{x_0}^xf untuk x∈Ix\in I. Maka FF terdiferensialkan pada II dengan F′=fF'=f. Setiap fungsi GG dengan G′=fG'=f pada II berbentuk G=F+CG=F+C untuk suatu konstanta CC.

    Bukti. FF terdefinisi, karena ff kontinu pada interval tertutup di antara x0x_0 dan xx (Teorema 44.1.1). Misalkan c∈Ic\in I. Karena II interval tak merosot, ada α<β\alpha<\beta di II sehingga [α,β][\alpha,\beta] memuat x0x_0 dan cc, dan cc titik dalam [α,β][\alpha,\beta] kecuali bila cc ujung II yang termuat di II. Dalam kasus terakhir, cc juga ujung [α,β][\alpha,\beta] yang sepihak sama. Jadi [α,β][\alpha,\beta] dan II memuat titik-titik yang sama di sekitar cc. Pada [α,β][\alpha,\beta], F(x)=∫αxf−∫αx0fF(x)=\int_\alpha^xf-\int_\alpha^{x_0}f menurut konvensi orientasi. Teorema 45.1.3 pada [α,β][\alpha,\beta] memberi F′(c)=f(c)F'(c)=f(c), karena hasil bagi selisih di cc hanya memakai nilai di sekitar cc. Bagian terakhir adalah Akibat 41.2.4. □\square

    Akibat ini menjawab pertanyaan yang belum terjawab sejak Bab 40: setiap fungsi kontinu mempunyai antiturunan. Contohnya, exp⁡(−x2)\exp(-x^2) mempunyai antiturunan ∫0xexp⁡(−t2) dt\int_0^x\exp(-t^2)\,dt, walaupun antiturunan itu tidak dapat dituliskan dengan fungsi dasar. Fakta terakhir ini dicatat tanpa bukti dan tidak dipakai.

    Contoh

    Contoh 45.1.5 (Contoh Master)

    (a) f(t)=t2f(t)=t^2 kontinu. Solusi 44.2-2 memberi F(x)=∫0xt2 dt=x33F(x)=\int_0^xt^2\,dt=\tfrac{x^3}3 untuk x>0x>0, sehingga F′(x)=x2=f(x)F'(x)=x^2=f(x), sesuai rumus master. Di sini rumus master diperiksa dengan dua perhitungan yang terpisah: integral dihitung dengan jumlah Darboux, dan turunan dengan Proposisi 39.1.3.

    (b) ddx∫1xdtt=1x\tfrac d{dx}\int_1^x\tfrac{dt}t=\tfrac1x untuk x>0x>0, menurut Akibat 45.1.4 pada I=(0,∞)I=(0,\infty). Fungsi ln⁡\ln mempunyai turunan yang sama (Teorema 40.2.6(a)) dan bernilai 00 di 11. Akibat 45.1.4 memberi ln⁡x=∫1xdtt\ln x=\int_1^x\tfrac{dt}t. Hasil ini dicatat ulang sebagai Teorema 45.2.4.

    (c) Batas atas berupa fungsi. Misalkan G(x)=∫0x2exp⁡(t2) dtG(x)=\int_0^{x^2}\exp(t^2)\,dt. Dengan F(u)=∫0uexp⁡(t2) dtF(u)=\int_0^u\exp(t^2)\,dt, G=F∘sG=F\circ s untuk s(x)=x2s(x)=x^2. Aturan rantai dan Akibat 45.1.4 memberi

    G′(x)=F′(x2)⋅2x=2xexp⁡(x4).G'(x)=F'(x^2)\cdot2x=2x\exp(x^4).

    Kesalahan umum adalah menulis G′(x)=exp⁡(x4)G'(x)=\exp(x^4), yang melupakan faktor 2x2x.

    Contoh 45.1.6 (Ketidakkontinuan: Rumus Master Gagal)

    (a) Loncatan. Misalkan f(t)=0f(t)=0 untuk t<0t<0 dan f(t)=1f(t)=1 untuk t≥0t\geq0, pada [−1,1][-1,1]. Maka F(x)=∫−1xfF(x)=\int_{-1}^xf sama dengan 00 untuk x≤0x\leq0 dan xx untuk x>0x>0 (aditivitas, Contoh 43.1.10, dan Latihan 43.1-5). Turunan kiri FF di 00 adalah 00, sedangkan turunan kanannya 11. Jadi FF tidak terdiferensialkan di 00. Rumus master gagal tepat di titik tempat ff tidak kontinu.

    (b) Titik terisolasi. Misalkan f(0)=1f(0)=1 dan f(t)=0f(t)=0 untuk t≠0t\ne0, pada [−1,1][-1,1]. Maka F≡0F\equiv0 (Latihan 43.1-5), sehingga F′(0)=0≠1=f(0)F'(0)=0\ne1=f(0). Di sini FF terdiferensialkan di 00, tetapi turunannya bukan f(0)f(0). Integral tidak "melihat" nilai di satu titik.

    (c) Fungsi Thomae pada [0,1][0,1], yang di sini ditulis τ\tau agar tidak bentrok dengan variabel integrasi tt (Contoh 43.2.9 menulisnya tt). Untuk 0<x≤10<x\leq1: 0≤∫0xτ≤∫01τ=00\leq\int_0^x\tau\leq\int_0^1\tau=0, karena τ≥0\tau\geq0 dan ∫x1τ≥0\int_x^1\tau\geq0 (aditivitas dan Teorema 44.2.5(a)), serta Contoh 43.2.9. Jadi F≡0F\equiv0 dan F′(x)=0F'(x)=0 untuk setiap xx. Kesamaan F′(x)=τ(x)F'(x)=\tau(x) berlaku tepat di setiap irasional, yaitu di titik tempat τ\tau kontinu, dan gagal di setiap rasional dalam [0,1][0,1], termasuk 0=010=\tfrac01 dengan τ(0)=1\tau(0)=1. Ini konsisten dengan Teorema 45.1.3: teorema itu menjamin kesamaan di titik kontinuitas, dan tidak menjamin apa pun di titik lain.

    Latihan

    Latihan 45.1-1. Untuk x∈[0,2]x\in[0,2], hitung F(x)=∫0x∣t−1∣ dtF(x)=\int_0^x|t-1|\,dt secara eksplisit, dengan Latihan 43.1-7, kelinearan, dan aditivitas. Periksa bahwa F′(x)=∣x−1∣F'(x)=|x-1| di setiap titik, termasuk di x=1x=1.

    Latihan 45.1-2. Untuk x>0x>0, misalkan G(x)=∫x2xdttG(x)=\int_x^{2x}\tfrac{dt}t. Buktikan bahwa GG konstan, tanpa menghitung integralnya, dan berikan batas bawah dan atas untuk nilai konstanta itu.

    Latihan 45.1-3. Untuk x∈[0,3]x\in[0,3], hitung F(x)=∫0x⌊t⌋ dtF(x)=\int_0^x\lfloor t\rfloor\,dt. Tentukan di titik mana FF terdiferensialkan, hitung turunan sepihak di titik lain, dan bandingkan F′(3)F'(3) dengan ⌊3⌋\lfloor3\rfloor.

    Latihan 45.1-4. Misalkan ff kontinu pada [a,b][a,b] dan ∫axf=∫xbf\int_a^xf=\int_x^bf untuk setiap x∈[a,b]x\in[a,b]. Buktikan bahwa f≡0f\equiv0.

    Latihan 45.1-5. Tentukan semua pasangan (f,c)(f,c), dengan f:R→Rf:\mathbb{R}\to\mathbb{R} kontinu dan c∈Rc\in\mathbb{R}, yang memenuhi ∫cxf(t) dt=x2−4\int_c^xf(t)\,dt=x^2-4 untuk semua xx.

    Latihan 45.1-6. Buktikan bahwa lim⁡x→01x∫0xexp⁡(t2) dt=1\lim_{x\to0}\tfrac1x\int_0^x\exp(t^2)\,dt=1. Untuk 0<x≤10<x\leq1, buktikan juga 1≤1x∫0xexp⁡(t2) dt≤exp⁡(x2)1\leq\tfrac1x\int_0^x\exp(t^2)\,dt\leq\exp(x^2).

    Latihan 45.1-7. Hitung G′(x)G'(x) untuk G(x)=∫xx3exp⁡(t2) dtG(x)=\int_x^{x^3}\exp(t^2)\,dt, dan nilai G′(1)G'(1).

    Latihan 45.1-8. Misalkan ff naik pada [a,b][a,b]. Buktikan bahwa F(x)=∫axfF(x)=\int_a^xf cekung ke atas pada [a,b][a,b], walaupun FF tidak harus terdiferensialkan.

    Solusi

    Solusi 45.1-1. Untuk 0≤a<b0\leq a<b, Latihan 43.1-7 dan Contoh 43.1.10 memberi ∫ab(1−t) dt=(b−a)−b2−a22\int_a^b(1-t)\,dt=(b-a)-\tfrac{b^2-a^2}2 dan ∫ab(t−1) dt=b2−a22−(b−a)\int_a^b(t-1)\,dt=\tfrac{b^2-a^2}2-(b-a). Untuk 0≤x≤10\leq x\leq1, ∣t−1∣=1−t|t-1|=1-t pada [0,x][0,x], sehingga F(x)=x−x22F(x)=x-\tfrac{x^2}2. Untuk 1<x≤21<x\leq2, aditivitas memberi

    F(x)=F(1)+∫1x(t−1) dt=12+x2−12−(x−1)=12+(x−1)22.F(x)=F(1)+\int_1^x(t-1)\,dt=\tfrac12+\tfrac{x^2-1}2-(x-1)=\tfrac12+\tfrac{(x-1)^2}2.

    Turunannya 1−x=∣x−1∣1-x=|x-1| pada [0,1)[0,1) dan x−1=∣x−1∣x-1=|x-1| pada (1,2](1,2]. Di x=1x=1, turunan kiri 1−1=01-1=0 dan turunan kanan 00, sehingga F′(1)=0=∣1−1∣F'(1)=0=|1-1|. Ini sesuai Teorema 45.1.3, karena ∣t−1∣|t-1| kontinu di mana-mana. Juga F(2)=1F(2)=1. □\square

    Solusi 45.1-2. 1t\tfrac1t kontinu pada (0,∞)(0,\infty). Misalkan F(x)=∫1xdttF(x)=\int_1^x\tfrac{dt}t. Akibat 45.1.4 memberi F′(x)=1xF'(x)=\tfrac1x. Konvensi orientasi memberi G(x)=F(2x)−F(x)G(x)=F(2x)-F(x). Aturan rantai memberi G′(x)=2⋅12x−1x=0G'(x)=2\cdot\tfrac1{2x}-\tfrac1x=0 pada interval (0,∞)(0,\infty). Akibat 41.2.3 memberi bahwa GG konstan, yaitu G(x)=G(1)=∫12dttG(x)=G(1)=\int_1^2\tfrac{dt}t. Pada [1,2][1,2], 12≤1t≤1\tfrac12\leq\tfrac1t\leq1, sehingga Teorema 44.2.5(b) memberi 12≤G(1)≤1\tfrac12\leq G(1)\leq1. Unit 45.2 memberi nilainya, ln⁡2\ln2. □\square

    Solusi 45.1-3. Pada [k,x][k,x] dengan k≤x≤k+1k\leq x\leq k+1, ⌊t⌋=k\lfloor t\rfloor=k kecuali mungkin di t=k+1t=k+1, sehingga ∫kx⌊t⌋ dt=k(x−k)\int_k^x\lfloor t\rfloor\,dt=k(x-k) (Latihan 43.1-5). Dengan aditivitas:

    F(x)={0,0≤x≤1,x−1,1≤x≤2,1+2(x−2)=2x−3,2≤x≤3.F(x)=\begin{cases}0,&0\leq x\leq1,\\x-1,&1\leq x\leq2,\\1+2(x-2)=2x-3,&2\leq x\leq3.\end{cases}

    Kasus-kasus itu cocok di x=1x=1 (F=0F=0) dan x=2x=2 (F=1F=1), sesuai Teorema 45.1.2. FF terdiferensialkan dengan F′(x)=⌊x⌋F'(x)=\lfloor x\rfloor pada (0,1)(0,1), (1,2)(1,2), dan (2,3)(2,3), serta di 00 dengan turunan kanan 00. Di 11, turunan kiri 00 dan turunan kanan 11. Di 22, turunan kiri 11 dan turunan kanan 22. Di kedua titik itu FF tidak terdiferensialkan. Di 33, turunannya, yang hanya sepihak, adalah 22, sedangkan ⌊3⌋=3\lfloor3\rfloor=3. Ini tidak bertentangan dengan Teorema 45.1.3, karena ⌊⋅⌋\lfloor\cdot\rfloor tidak kontinu di 33: limit kirinya 22. □\square

    Solusi 45.1-4. Misalkan F(x)=∫axfF(x)=\int_a^xf. Hipotesis menyatakan F(x)=F(b)−F(x)F(x)=F(b)-F(x), yaitu F(x)=F(b)2F(x)=\tfrac{F(b)}2 untuk semua xx. Jadi FF konstan. Teorema 45.1.3 memberi f(x)=F′(x)=0f(x)=F'(x)=0 untuk setiap x∈[a,b]x\in[a,b], dengan turunan sepihak di ujung. □\square

    Solusi 45.1-5. Misalkan (f,c)(f,c) memenuhi syarat. Turunkan kedua ruas. Akibat 45.1.4 memberi f(x)=2xf(x)=2x untuk semua xx. Substitusi x=cx=c memberi 0=c2−40=c^2-4, sehingga c=2c=2 atau c=−2c=-2. Sebaliknya, untuk f(t)=2tf(t)=2t dan c=±2c=\pm2, fungsi H(x)=∫cx2t dt−(x2−4)H(x)=\int_c^x2t\,dt-(x^2-4) memenuhi H′(x)=2x−2x=0H'(x)=2x-2x=0 dan H(c)=0−(c2−4)=0H(c)=0-(c^2-4)=0. Akibat 41.2.3 memberi H≡0H\equiv0. Jadi tepat ada dua pasangan, yaitu (2t,2)(2t,2) dan (2t,−2)(2t,-2). □\square

    Solusi 45.1-6. Misalkan F(x)=∫0xexp⁡(t2) dtF(x)=\int_0^x\exp(t^2)\,dt, dengan integran kontinu. Maka 1xF(x)=F(x)−F(0)x−0→F′(0)=exp⁡(0)=1\tfrac1xF(x)=\tfrac{F(x)-F(0)}{x-0}\to F'(0)=\exp(0)=1, menurut Akibat 45.1.4. Untuk 0<x≤10<x\leq1 dan t∈[0,x]t\in[0,x]: 0≤t2≤x20\leq t^2\leq x^2, sehingga 1≤exp⁡(t2)≤exp⁡(x2)1\leq\exp(t^2)\leq\exp(x^2), karena exp⁡\exp naik. Teorema 44.2.5(b) memberi x≤F(x)≤xexp⁡(x2)x\leq F(x)\leq x\exp(x^2). Bagi dengan xx. Contohnya, untuk x=0,1x=0{,}1, rata-ratanya terletak di antara 11 dan exp⁡(0,01)<1,0101\exp(0{,}01)<1{,}0101. □\square

    Solusi 45.1-7. Misalkan F(u)=∫0uexp⁡(t2) dtF(u)=\int_0^u\exp(t^2)\,dt. Konvensi orientasi memberi G(x)=F(x3)−F(x)G(x)=F(x^3)-F(x). Aturan rantai dan Akibat 45.1.4 memberi

    G′(x)=exp⁡(x6)⋅3x2−exp⁡(x2).G'(x)=\exp(x^6)\cdot3x^2-\exp(x^2).

    Jadi G′(1)=3e−e=2eG'(1)=3e-e=2e. □\square

    Solusi 45.1-8. Misalkan x<z<yx<z<y di [a,b][a,b]. Pada [x,z][x,z], f≤f(z)f\leq f(z), sehingga Teorema 44.2.5(b) dan (∗)(\ast) memberi F(z)−F(x)z−x≤f(z)\tfrac{F(z)-F(x)}{z-x}\leq f(z). Pada [z,y][z,y], f≥f(z)f\geq f(z), sehingga F(y)−F(z)y−z≥f(z)\tfrac{F(y)-F(z)}{y-z}\geq f(z). Jadi kemiringan kiri ≤\leq kemiringan kanan. Kemiringan F(y)−F(x)y−x\tfrac{F(y)-F(x)}{y-x} adalah rata-rata berbobot kedua kemiringan itu, dengan bobot z−xy−x\tfrac{z-x}{y-x} dan y−zy−x\tfrac{y-z}{y-x}, sehingga terletak di antara keduanya. Lemma 42.1.5 memberi bahwa FF cekung ke atas. Teorema 42.1.6 tidak dapat dipakai langsung, karena FF tidak harus terdiferensialkan. Contohnya, FF pada Latihan 45.1-3 tidak terdiferensialkan di 11 dan 22, walaupun ⌊t⌋\lfloor t\rfloor naik. □\square

    Ringkasan

    Untuk ff terintegralkan pada [a,b][a,b], fungsi integral F(x)=∫axfF(x)=\int_a^xf selalu Lipschitz, sehingga kontinu, walaupun ff meloncat. Teorema dasar kalkulus bagian pertama menyatakan bahwa F′(c)=f(c)F'(c)=f(c) di setiap titik cc tempat ff kontinu. Buktinya: F(c+h)−F(c)h\tfrac{F(c+h)-F(c)}h adalah rata-rata ff pada interval kecil di sekitar cc, dan kontinuitas memaksa rata-rata itu mendekati f(c)f(c). Akibatnya, setiap fungsi kontinu pada interval mempunyai antiturunan, dan semua antiturunannya hanya berbeda konstanta. Rumus master ddx∫axf=f(x)\tfrac d{dx}\int_a^xf=f(x) diperiksa untuk t2t^2. Di titik ketidakkontinuan, rumus itu dapat gagal dalam dua cara: FF tidak terdiferensialkan (loncatan), atau FF terdiferensialkan dengan turunan yang bukan f(c)f(c) (titik terisolasi, fungsi Thomae di rasional).

    45.2 Teorema Dasar Kalkulus Bagian Kedua (Evaluasi Integral)

    Rumus master:

    ∫13x2 dx=[x33]13=273−13=263.\int_1^3x^2\,dx=\left[\frac{x^3}3\right]_1^3=\frac{27}3-\frac13=\frac{26}3.

    Unit 45.1 menurunkan fungsi integral. Unit ini mengintegralkan turunan: bila G′=fG'=f dan ff terintegralkan, maka ∫abf=G(b)−G(a)\int_a^bf=G(b)-G(a). Dengan teorema ini, perhitungan integral, yang sebelumnya memerlukan jumlah Darboux dan rumus jumlah khusus seperti ∑i2\sum i^2, menjadi pencarian antiturunan. Buktinya hanya memakai teorema nilai rata-rata pada setiap subinterval partisi. Teorema ini tidak memerlukan kontinuitas ff, dan juga tidak memerlukan Unit 45.1. Unit ini juga menutup pinjaman terakhir P32-LN dari Unit 32.2, dan membuktikan nilai ln⁡2\ln2 untuk deret harmonik berganti tanda (Contoh 33.1.2).

    Prasyarat: Bab 43–44; Teorema 41.2.1 (nilai rata-rata); Unit 45.1; Teorema 40.2.6.

    Teorema

    Teorema 45.2.1 (Teorema Dasar Kalkulus II)

    Misalkan a<ba<b, GG kontinu pada [a,b][a,b] dan terdiferensialkan pada (a,b)(a,b), dan ff terintegralkan pada [a,b][a,b] dengan f(x)=G′(x)f(x)=G'(x) untuk setiap x∈(a,b)x\in(a,b). Maka

    ∫abf=G(b)−G(a).\int_a^bf=G(b)-G(a).

    Ruas kanan ditulis [G(x)]ab\bigl[G(x)\bigr]_a^b.

    Bukti. Misalkan P={x0<x1<⋯<xn}P=\{x_0<x_1<\cdots<x_n\} sebarang partisi [a,b][a,b]. Pada setiap [xi−1,xi][x_{i-1},x_i], GG kontinu, dan terdiferensialkan di titik dalam. Teorema 41.2.1 memberi ξi∈(xi−1,xi)\xi_i\in(x_{i-1},x_i) dengan

    G(xi)−G(xi−1)=G′(ξi) Δxi=f(ξi) Δxi.G(x_i)-G(x_{i-1})=G'(\xi_i)\,\Delta x_i=f(\xi_i)\,\Delta x_i.

    Karena mi≤f(ξi)≤Mim_i\leq f(\xi_i)\leq M_i, penjumlahan teleskopik memberi

    L(f,P)≤∑i=1nf(ξi)Δxi=G(b)−G(a)≤U(f,P).L(f,P)\leq\sum_{i=1}^nf(\xi_i)\Delta x_i=G(b)-G(a)\leq U(f,P).

    Jadi G(b)−G(a)G(b)-G(a) adalah batas atas semua jumlah bawah dan batas bawah semua jumlah atas, sehingga

    ∫ab‾f≤G(b)−G(a)≤∫ab‾f.\underline{\int_a^b}f\leq G(b)-G(a)\leq\overline{\int_a^b}f.

    Karena ff terintegralkan, kedua ujung sama dengan ∫abf\int_a^bf (Definisi 43.1.9). □\square

    Perhatikan apa yang tidak diperlukan. Nilai ff di aa dan bb tidak berperan. ff tidak harus kontinu. Titik ξi\xi_i tidak perlu dipilih secara konstruktif: bukti hanya memakai keberadaan satu ξi\xi_i untuk setiap ii dari 11 sampai nn, berhingga banyaknya, sehingga tidak ada pemakaian aksioma pilihan (Unit 23.3). Yang mutlak diperlukan adalah bahwa ff terintegralkan. Contoh 45.2.6 menunjukkan bahwa tanpa hipotesis itu, rumusnya bahkan tidak bermakna.

    Akibat 45.2.2 (Bentuk Gabungan)

    Bila ff kontinu pada [a,b][a,b] dan GG sebarang antiturunan ff pada [a,b][a,b], maka ∫abf=G(b)−G(a)\int_a^bf=G(b)-G(a). Antiturunan selalu ada (Akibat 45.1.4), dan nilai G(b)−G(a)G(b)-G(a) tidak bergantung pada pilihan antiturunan, karena dua antiturunan berbeda konstanta.

    Bukti. ff terintegralkan (Teorema 44.1.1), dan GG kontinu karena terdiferensialkan (Teorema 39.2.1). Gunakan Teorema 45.2.1. □\square

    Contoh

    Contoh 45.2.3 (Contoh Master dan Evaluasi Lain)

    (a) G(x)=x33G(x)=\tfrac{x^3}3 memenuhi G′(x)=x2G'(x)=x^2, dan x2x^2 kontinu. Jadi ∫13x2 dx=273−13=263\int_1^3x^2\,dx=\tfrac{27}3-\tfrac13=\tfrac{26}3, sesuai rumus master. Pemeriksaan silang dengan Bab 44: Solusi 44.2-2 memberi ∫0bx2=b33\int_0^bx^2=\tfrac{b^3}3, dan aditivitas memberi ∫13=9−13=263\int_1^3=9-\tfrac13=\tfrac{26}3. Pemeriksaan dengan jumlah Darboux: untuk partisi seragam {1,32,2,52,3}\{1,\tfrac32,2,\tfrac52,3\}, L=12(1+94+4+254)=274=6,75L=\tfrac12(1+\tfrac94+4+\tfrac{25}4)=\tfrac{27}4=6{,}75 dan U=12(94+4+254+9)=434=10,75U=\tfrac12(\tfrac94+4+\tfrac{25}4+9)=\tfrac{43}4=10{,}75. Nilai 263≈8,667\tfrac{26}3\approx8{,}667 terletak di antaranya, dan U−L=4=(9−1)⋅24U-L=4=(9-1)\cdot\tfrac24, sesuai Teorema 44.1.3.

    (b) ∫01exp⁡(x) dx=exp⁡(1)−exp⁡(0)=e−1\int_0^1\exp(x)\,dx=\exp(1)-\exp(0)=e-1, karena exp⁡′=exp⁡\exp'=\exp (Teorema 40.2.5). Bandingkan dengan Contoh 44.1.2, yang memerlukan deret geometri hingga dan limit.

    (c) ∫14x dx=[23x3/2]14=163−23=143\int_1^4\sqrt x\,dx=\bigl[\tfrac23x^{3/2}\bigr]_1^4=\tfrac{16}3-\tfrac23=\tfrac{14}3, dengan Teorema 40.2.8(d) untuk r=32r=\tfrac32 pada (0,∞)(0,\infty). GG kontinu di 11 dan 44.

    (d) ∫−12(3x2−2x) dx=[x3−x2]−12=(8−4)−(−1−1)=6\int_{-1}^2(3x^2-2x)\,dx=\bigl[x^3-x^2\bigr]_{-1}^2=(8-4)-(-1-1)=6.

    (e) ∫0xcos⁡t dt=sin⁡x−sin⁡0=sin⁡x\int_0^x\cos t\,dt=\sin x-\sin0=\sin x untuk x>0x>0, menurut Teorema 40.2.13.

    Logaritma sebagai Integral

    Teorema 45.2.4 (Penutupan P32-LN)

    Untuk setiap t>0t>0:

    ln⁡t=∫1tdxx,\ln t=\int_1^t\frac{dx}x,

    dengan konvensi orientasi untuk t<1t<1.

    Bukti. Untuk t>1t>1, terapkan Teorema 45.2.1 pada [1,t][1,t] dengan G=ln⁡G=\ln, yang terdiferensialkan pada (0,∞)(0,\infty) dengan ln⁡′(x)=1x\ln'(x)=\tfrac1x (Teorema 40.2.6(a)). Integran 1x\tfrac1x kontinu pada [1,t][1,t]. Hasilnya ∫1tdxx=ln⁡t−ln⁡1=ln⁡t\int_1^t\tfrac{dx}x=\ln t-\ln1=\ln t. Untuk 0<t<10<t<1: ∫1tdxx=−∫t1dxx=−(ln⁡1−ln⁡t)=ln⁡t\int_1^t\tfrac{dx}x=-\int_t^1\tfrac{dx}x=-(\ln1-\ln t)=\ln t. Untuk t=1t=1, kedua ruas 00. □\square

    Teorema ini menutup sisa pinjaman P32-LN. Bersama penutupan (I1) dan (I2) di Bab 44, hasil-hasil Unit 32.2 berikut kini terbukti penuh:

    • Ketaksamaan ln⁡(n+1)≤Hn≤1+ln⁡n\ln(n+1)\leq H_n\leq1+\ln n. Teorema 32.2.1, dengan Gk=ln⁡k=∫1kdxxG_k=\ln k=\int_1^k\tfrac{dx}x, memerlukan (∗)(\ast) di sana, yaitu 1k+1≤ln⁡(k+1)−ln⁡k≤1k\tfrac1{k+1}\leq\ln(k+1)-\ln k\leq\tfrac1k. Ini adalah (I2) untuk f(x)=1xf(x)=\tfrac1x.
    • Konstanta Euler–Mascheroni γ=lim⁡(Hn−ln⁡n)∈[0,1]\gamma=\lim(H_n-\ln n)\in[0,1] (Latihan 32.2-5).

    Yang masih bergantung pada pinjaman hanyalah pernyataan "jika dan hanya jika integral tak wajar konvergen" pada Teorema 32.2.4, yaitu (I3), yang ditutup di Bab 46.

    Pemeriksaan numerik: Solusi 44.1-2 memberi 533840≤∫12dxx≤319420\tfrac{533}{840}\leq\int_1^2\tfrac{dx}x\leq\tfrac{319}{420}, sehingga 0,634<ln⁡2<0,7600{,}634<\ln2<0{,}760. Ini konsisten dengan Contoh 41.2.6(b),(c), yang memberi 12<ln⁡2<1\tfrac12<\ln2<1, dan dengan nilai ln⁡2≈0,693\ln2\approx0{,}693.

    Contoh 45.2.5 (Deret Harmonik Berganti Tanda)

    Misalkan Sm=∑j=1m(−1)j+1jS_m=\sum_{j=1}^m\tfrac{(-1)^{j+1}}j. Maka Sm→ln⁡2S_m\to\ln2.

    Bukti. Untuk n≥1n\geq1:

    S2n=∑j=12n1j−2∑i=1n12i=H2n−Hn=∑k=1n1n+k=1n∑k=1n11+kn.S_{2n}=\sum_{j=1}^{2n}\frac1j-2\sum_{i=1}^n\frac1{2i}=H_{2n}-H_n=\sum_{k=1}^n\frac1{n+k}=\frac1n\sum_{k=1}^n\frac1{1+\tfrac kn}.

    Misalkan f(x)=11+xf(x)=\tfrac1{1+x} pada [0,1][0,1]. ff turun, sehingga pada subinterval [k−1n,kn][\tfrac{k-1}n,\tfrac kn] partisi seragam PnP_n, infimumnya f(kn)f(\tfrac kn). Jadi S2n=L(f,Pn)S_{2n}=L(f,P_n). Teorema 44.1.3 memberi U(f,Pn)−L(f,Pn)=f(0)−f(1)n=12n→0U(f,P_n)-L(f,P_n)=\tfrac{f(0)-f(1)}n=\tfrac1{2n}\to0, sehingga

    S2n→∫01dx1+x=[ln⁡(1+x)]01=ln⁡2,S_{2n}\to\int_0^1\frac{dx}{1+x}=\bigl[\ln(1+x)\bigr]_0^1=\ln2,

    menurut Akibat 43.2.2, Teorema 45.2.1, dan aturan rantai: ddxln⁡(1+x)=11+x\tfrac d{dx}\ln(1+x)=\tfrac1{1+x}. Terakhir, S2n+1=S2n+12n+1→ln⁡2S_{2n+1}=S_{2n}+\tfrac1{2n+1}\to\ln2. Barisan yang subbarisan genap dan ganjilnya menuju limit yang sama juga menuju limit itu (Latihan 25.2-5). □\square

    Nilai ini dijanjikan di Contoh 33.1.2 untuk Bab 49. Kini nilai itu terbukti lebih awal, tanpa deret Taylor. Akibatnya, nilai 32ln⁡2\tfrac32\ln2 untuk penataan ulang di Contoh 33.2.6 juga terbukti, karena unit itu sudah membuktikan bahwa jumlah barunya adalah 32S\tfrac32S. Numerik: S10=16272520≈0,6456S_{10}=\tfrac{1627}{2520}\approx0{,}6456, dan ∣S10−ln⁡2∣≤111|S_{10}-\ln2|\leq\tfrac1{11} menurut taksiran Leibniz (Unit 33.1).

    Batas Teorema

    Contoh 45.2.6 (Turunan yang Tidak Terintegralkan)

    Misalkan F(x)=x2sin⁡1x2F(x)=x^2\sin\tfrac1{x^2} untuk x≠0x\ne0 dan F(0)=0F(0)=0. Maka FF terdiferensialkan di setiap titik [0,1][0,1], tetapi F′F' tidak terbatas pada [0,1][0,1]. Jadi F′F' tidak terintegralkan Riemann, dan Teorema 45.2.1 tidak dapat diterapkan pada [0,1][0,1].

    Bukti. Di 00: ∣F(h)h∣=∣hsin⁡1h2∣≤∣h∣→0\bigl|\tfrac{F(h)}h\bigr|=\bigl|h\sin\tfrac1{h^2}\bigr|\leq|h|\to0 (Akibat 40.2.12(a)), sehingga F′(0)=0F'(0)=0. Untuk x≠0x\ne0, aturan hasil kali dan aturan rantai memberi

    F′(x)=2xsin⁡1x2−2xcos⁡1x2.F'(x)=2x\sin\frac1{x^2}-\frac2x\cos\frac1{x^2}.

    Ketakterbatasan tanpa π\pi: untuk setiap ss, bila ∣cos⁡s∣<12|\cos s|<\tfrac12, maka cos⁡2s=2cos⁡2s−1<−12\cos2s=2\cos^2s-1<-\tfrac12 (Akibat 40.2.12). Jadi ∣cos⁡s∣≥12|\cos s|\geq\tfrac12 atau ∣cos⁡2s∣>12|\cos2s|>\tfrac12. Untuk k∈N+k\in\mathbb{N}_+, tetapkan sk=ks_k=k bila ∣cos⁡k∣≥12|\cos k|\geq\tfrac12, dan sk=2ks_k=2k bila tidak. Pilihan ini deterministik, dan ∣cos⁡sk∣≥12|\cos s_k|\geq\tfrac12. Untuk xk=1sk∈(0,1]x_k=\tfrac1{\sqrt{s_k}}\in(0,1]:

    ∣F′(xk)∣≥2xk⋅12−2xk=sk−2sk≥k−2,|F'(x_k)|\geq\frac2{x_k}\cdot\frac12-2x_k=\sqrt{s_k}-\frac2{\sqrt{s_k}}\geq\sqrt k-2,

    karena y↦y−2yy\mapsto y-\tfrac2y naik pada (0,∞)(0,\infty) dan sk≥k≥1\sqrt{s_k}\geq\sqrt k\geq1. Ruas kanan tak terbatas. Fungsi terintegralkan Riemann harus terbatas (Bab 43). □\square

    Jadi tidak setiap turunan terintegralkan, dan hipotesis keterintegralan pada Teorema 45.2.1 tidak dapat dibuang. Untuk contoh ini, nilai F(1)−F(0)=sin⁡1F(1)-F(0)=\sin1 tetap dapat dipulihkan sebagai integral tak wajar, yaitu limit ∫ε1F′\int_\varepsilon^1F' untuk ε→0+\varepsilon\to0^+ (Bab 46). Juga diketahui bahwa ada turunan yang terbatas tetapi tidak terintegralkan Riemann (fungsi Volterra). Fakta ini dicatat tanpa bukti dan tidak dipakai.

    Sebaliknya, fungsi terintegralkan tidak harus mempunyai antiturunan. Fungsi tangga terintegralkan, tetapi bukan turunan apa pun, karena turunan mempunyai sifat nilai antara (Teorema 41.1.6). Jadi dua kelas fungsi, yaitu turunan dan fungsi terintegralkan, saling beririsan tetapi tidak saling memuat. Irisannya, bersama hipotesis Teorema 45.2.1, adalah tempat rumus ∫abG′=G(b)−G(a)\int_a^bG'=G(b)-G(a) berlaku.

    Latihan

    Latihan 45.2-1. Hitung, dengan menyebut antiturunan dan alasan keterintegralannya: (a) ∫02(x3−3x) dx\int_0^2(x^3-3x)\,dx; (b) ∫1edxx\int_1^e\tfrac{dx}x; (c) ∫18x−1/3 dx\int_1^8x^{-1/3}\,dx; (d) ∫01exp⁡(2x) dx\int_0^1\exp(2x)\,dx.

    Latihan 45.2-2. Untuk partisi seragam [1,3][1,3] dengan n=6n=6, hitung L(x2,P6)L(x^2,P_6) dan U(x2,P6)U(x^2,P_6) sebagai pecahan, lalu periksa bahwa 263\tfrac{26}3 terletak di antaranya.

    Latihan 45.2-3. Dengan Teorema 45.2.4 dan Teorema 44.2.5(b), buktikan bahwa 1−1x≤ln⁡x≤x−11-\tfrac1x\leq\ln x\leq x-1 untuk setiap x>0x>0.

    Latihan 45.2-4. Jelaskan kesalahan dalam "perhitungan" ∫−11dxx2=[−1x]−11=−2\int_{-1}^1\tfrac{dx}{x^2}=\bigl[-\tfrac1x\bigr]_{-1}^1=-2.

    Latihan 45.2-5. Hitung ∫02∣x−1∣ dx\int_0^2|x-1|\,dx dengan aditivitas dan Teorema 45.2.1, lalu bandingkan dengan Latihan 45.1-1.

    Latihan 45.2-6. Misalkan G(x)=x2sin⁡1xG(x)=x^2\sin\tfrac1x untuk x≠0x\ne0 dan G(0)=0G(0)=0. Buktikan bahwa G′G' ada di setiap titik [0,1][0,1], terbatas, tidak kontinu di 00, tetapi terintegralkan, dan ∫01G′=sin⁡1\int_0^1G'=\sin1.

    Latihan 45.2-7. Buktikan bahwa lim⁡n→∞∑k=1nn(n+k)2=12\lim_{n\to\infty}\sum_{k=1}^n\tfrac n{(n+k)^2}=\tfrac12.

    Latihan 45.2-8. Misalkan H(x)=0H(x)=0 untuk x<0x<0 dan H(x)=1H(x)=1 untuk x≥0x\geq0. Buktikan bahwa HH terintegralkan pada [−1,1][-1,1] dengan ∫−11H=1\int_{-1}^1H=1, tetapi tidak ada GG dengan G′=HG'=H pada [−1,1][-1,1].

    Solusi

    Solusi 45.2-1. Semua integran kontinu pada intervalnya (Teorema 44.1.1), sehingga Akibat 45.2.2 berlaku.

    (a) G=x44−3x22G=\tfrac{x^4}4-\tfrac{3x^2}2: G(2)−G(0)=4−6=−2G(2)-G(0)=4-6=-2. Nilai negatif ini wajar, karena integrannya negatif pada (0,3)(0,\sqrt3).

    (b) G=ln⁡G=\ln: ln⁡e−ln⁡1=1\ln e-\ln1=1.

    (c) G=32x2/3G=\tfrac32x^{2/3}, dengan Teorema 40.2.8(d): 32(4−1)=92\tfrac32(4-1)=\tfrac92.

    (d) G=12exp⁡(2x)G=\tfrac12\exp(2x), dengan aturan rantai: e2−12\tfrac{e^2-1}2. □\square

    Solusi 45.2-2. h=13h=\tfrac13, dan titik partisinya 33,43,…,93\tfrac33,\tfrac43,\ldots,\tfrac93, dengan kuadrat 99,169,259,369,499,649,819\tfrac9{9},\tfrac{16}9,\tfrac{25}9,\tfrac{36}9,\tfrac{49}9,\tfrac{64}9,\tfrac{81}9. x2x^2 naik pada [1,3][1,3], sehingga

    L=13⋅9+16+25+36+49+649=19927,U=13⋅16+25+36+49+64+819=27127.L=\tfrac13\cdot\tfrac{9+16+25+36+49+64}9=\tfrac{199}{27},\qquad U=\tfrac13\cdot\tfrac{16+25+36+49+64+81}9=\tfrac{271}{27}.

    263=23427\tfrac{26}3=\tfrac{234}{27} terletak di antaranya. U−L=7227=83=(9−1)⋅26U-L=\tfrac{72}{27}=\tfrac83=(9-1)\cdot\tfrac26, sesuai Teorema 44.1.3. □\square

    Solusi 45.2-3. Untuk x>1x>1: pada [1,x][1,x], 1x≤1t≤1\tfrac1x\leq\tfrac1t\leq1, sehingga x−1x≤ln⁡x≤x−1\tfrac{x-1}x\leq\ln x\leq x-1, dan x−1x=1−1x\tfrac{x-1}x=1-\tfrac1x. Untuk 0<x<10<x<1: ln⁡x=−∫x1dtt\ln x=-\int_x^1\tfrac{dt}t, dan pada [x,1][x,1], 1≤1t≤1x1\leq\tfrac1t\leq\tfrac1x. Jadi 1−x≤∫x1dtt≤1−xx1-x\leq\int_x^1\tfrac{dt}t\leq\tfrac{1-x}x, sehingga −1−xx≤ln⁡x≤−(1−x)-\tfrac{1-x}x\leq\ln x\leq-(1-x), yaitu 1−1x≤ln⁡x≤x−11-\tfrac1x\leq\ln x\leq x-1. Untuk x=1x=1, ketiga ruas 00. □\square

    Solusi 45.2-4. 1x2\tfrac1{x^2} tidak terdefinisi di 00 dan tidak terbatas di dekat 00, sehingga integral Riemann pada [−1,1][-1,1] tidak terdefinisi. G(x)=−1xG(x)=-\tfrac1x juga tidak terdefinisi di 00, sehingga tidak kontinu pada [−1,1][-1,1], dan hipotesis Teorema 45.2.1 gagal. Gejala kesalahannya: integran positif, tetapi hasilnya negatif, bertentangan dengan Teorema 44.2.5(a) bila integral itu ada. Di Bab 46, ∫01dxx2\int_0^1\tfrac{dx}{x^2} akan terbukti divergen. □\square

    Solusi 45.2-5. Pada [0,1][0,1], ∣x−1∣=1−x|x-1|=1-x, dengan antiturunan x−x22x-\tfrac{x^2}2, sehingga integralnya 12\tfrac12. Pada [1,2][1,2], ∣x−1∣=x−1|x-1|=x-1, dengan antiturunan x22−x\tfrac{x^2}2-x, sehingga integralnya 0−(−12)=120-(-\tfrac12)=\tfrac12. Totalnya 11, sama dengan F(2)=1F(2)=1 di Solusi 45.1-1. □\square

    Solusi 45.2-6. Di 00: ∣G(h)h∣≤∣h∣\bigl|\tfrac{G(h)}h\bigr|\leq|h|, sehingga G′(0)=0G'(0)=0. Untuk x≠0x\ne0: G′(x)=2xsin⁡1x−cos⁡1xG'(x)=2x\sin\tfrac1x-\cos\tfrac1x, sehingga ∣G′∣≤3|G'|\leq3 pada [0,1][0,1]. Tidak kontinu di 00: dengan argumen Contoh 45.2.6, untuk setiap k∈N+k\in\mathbb{N}_+ ada sk∈{k,2k}s_k\in\{k,2k\} dengan ∣cos⁡sk∣≥12|\cos s_k|\geq\tfrac12. Untuk xk=1sk→0x_k=\tfrac1{s_k}\to0: ∣G′(xk)∣≥12−2sk≥12−2k|G'(x_k)|\geq\tfrac12-\tfrac2{s_k}\geq\tfrac12-\tfrac2k, yang ≥14\geq\tfrac14 untuk k≥8k\geq8. Jadi G′(xk)↛0=G′(0)G'(x_k)\not\to0=G'(0). G′G' terbatas dan kontinu kecuali di 00, sehingga terintegralkan (Latihan 44.1-4). Teorema 45.2.1 memberi ∫01G′=G(1)−G(0)=sin⁡1\int_0^1G'=G(1)-G(0)=\sin1. Teorema itu berlaku walaupun G′G' tidak kontinu. □\square

    Solusi 45.2-7. ∑k=1nn(n+k)2=1n∑k=1n1(1+k/n)2=L(f,Pn)\sum_{k=1}^n\tfrac n{(n+k)^2}=\tfrac1n\sum_{k=1}^n\tfrac1{(1+k/n)^2}=L(f,P_n) untuk f(x)=1(1+x)2f(x)=\tfrac1{(1+x)^2} pada [0,1][0,1], karena ff turun. U−L=f(0)−f(1)n=34n→0U-L=\tfrac{f(0)-f(1)}n=\tfrac3{4n}\to0. Jadi limitnya ∫01f=[−11+x]01=−12+1=12\int_0^1f=\bigl[-\tfrac1{1+x}\bigr]_0^1=-\tfrac12+1=\tfrac12 (Akibat 43.2.2 dan Teorema 45.2.1). Untuk n=2n=2: 29+216=2572≈0,347\tfrac29+\tfrac2{16}=\tfrac{25}{72}\approx0{,}347, dan U=12(1+49)=1318≈0,722U=\tfrac12(1+\tfrac49)=\tfrac{13}{18}\approx0{,}722. Nilai 12\tfrac12 terletak di antaranya. □\square

    Solusi 45.2-8. HH naik, sehingga terintegralkan (Teorema 44.1.3). ∫−10H=0\int_{-1}^0H=0, karena H=0H=0 kecuali di 00 (Latihan 43.1-5), dan ∫01H=1\int_0^1H=1. Aditivitas memberi 11. Andaikan G′=HG'=H pada [−1,1][-1,1], dengan turunan sepihak di ujung. Maka G′(−1)=0<12<1=G′(1)G'(-1)=0<\tfrac12<1=G'(1), dan Teorema 41.1.6 memberi cc dengan G′(c)=12G'(c)=\tfrac12, padahal HH hanya bernilai 00 dan 11. Kontradiksi. Jadi integral ada, tetapi Teorema 45.2.1 tidak dapat dipakai untuk menghitungnya, karena tidak ada antiturunan pada [−1,1][-1,1]. □\square

    Ringkasan

    Teorema dasar kalkulus bagian kedua: bila GG kontinu pada [a,b][a,b], terdiferensialkan di dalamnya, dan G′=fG'=f terintegralkan, maka ∫abf=G(b)−G(a)\int_a^bf=G(b)-G(a). Buktinya: teorema nilai rata-rata pada setiap subinterval menempatkan G(b)−G(a)G(b)-G(a) di antara setiap jumlah bawah dan jumlah atas. Contoh master ∫13x2=263\int_1^3x^2=\tfrac{26}3 diperiksa dengan tiga cara. Teorema ini menutup pinjaman P32-LN, ln⁡t=∫1tdxx\ln t=\int_1^t\tfrac{dx}x, dan membuktikan bahwa deret harmonik berganti tanda berjumlah ln⁡2\ln2, lewat jumlah Darboux untuk 11+x\tfrac1{1+x}. Hipotesis keterintegralan perlu: x2sin⁡1x2x^2\sin\tfrac1{x^2} mempunyai turunan yang tidak terbatas. Sebaliknya, fungsi tangga terintegralkan tetapi tidak mempunyai antiturunan.

    45.3 Teknik Substitusi dan Integrasi Parsial Rigor

    Kalkulus elementer mengajarkan dua teknik integrasi utama, yaitu integrasi parsial dan substitusi. Keduanya biasanya ditulis sebagai manipulasi lambang: "u dv=d(uv)−v duu\,dv=d(uv)-v\,du" dan "du=φ′(t) dtdu=\varphi'(t)\,dt". Unit ini menyatakan keduanya sebagai teorema dengan hipotesis yang eksplisit, dan menurunkannya dari aturan hasil kali dan aturan rantai lewat teorema dasar kalkulus. Hipotesis itu bukan formalitas. Contoh 45.3.8 menunjukkan substitusi "lambang" yang menghasilkan jawaban salah, dan tempat hipotesisnya gagal.

    Prasyarat: Unit 45.1–45.2; Teorema 40.1.1 dan 40.1.2; Teorema 44.2.1 dan 44.2.6.

    Integrasi Parsial

    Teorema 45.3.1 (Integrasi Parsial)

    Misalkan u,vu,v terdiferensialkan pada [a,b][a,b], dengan turunan sepihak di ujung, dan u′,v′u',v' terintegralkan pada [a,b][a,b]. Maka

    ∫abu v′=[u v]ab−∫abu′ v.\int_a^bu\,v'=\bigl[u\,v\bigr]_a^b-\int_a^bu'\,v.

    Bukti. uu dan vv kontinu (Teorema 39.2.1), sehingga terintegralkan (Teorema 44.1.1). Hasil kali uv′uv' dan u′vu'v terintegralkan (Teorema 44.2.6). Aturan hasil kali (Teorema 40.1.1(b)) memberi (uv)′=u′v+uv′(uv)'=u'v+uv' pada [a,b][a,b], dan ruas kanan terintegralkan (Teorema 44.2.1). Teorema 45.2.1 dengan G=uvG=uv memberi

    ∫ab(u′v+uv′)=u(b)v(b)−u(a)v(a).\int_a^b(u'v+uv')=u(b)v(b)-u(a)v(a).

    Kelinearan memisahkan ruas kiri. □\square

    Rumus ini hanya memindahkan turunan dari satu faktor ke faktor lain. Rumus ini berguna bila u′vu'v lebih mudah diintegralkan daripada uv′uv'.

    Contoh 45.3.2

    (a) ∫01xexp⁡(x) dx\int_0^1x\exp(x)\,dx: ambil u=xu=x dan v=exp⁡v=\exp. Hasilnya [xexp⁡(x)]01−∫01exp⁡=e−(e−1)=1\bigl[x\exp(x)\bigr]_0^1-\int_0^1\exp=e-(e-1)=1.

    (b) ∫1eln⁡x dx\int_1^e\ln x\,dx: ambil u=ln⁡u=\ln dan v=xv=x, sehingga v′=1v'=1. Hasilnya [xln⁡x]1e−∫1ex⋅1x dx=e−(e−1)=1\bigl[x\ln x\bigr]_1^e-\int_1^ex\cdot\tfrac1x\,dx=e-(e-1)=1. Ini contoh "faktor 11 tersembunyi": turunan ln⁡\ln lebih sederhana daripada ln⁡\ln sendiri.

    (c) Pemeriksaan (a) tanpa integrasi parsial: G(x)=(x−1)exp⁡(x)G(x)=(x-1)\exp(x) memenuhi G′(x)=exp⁡(x)+(x−1)exp⁡(x)=xexp⁡(x)G'(x)=\exp(x)+(x-1)\exp(x)=x\exp(x), sehingga integralnya G(1)−G(0)=0−(−1)=1G(1)-G(0)=0-(-1)=1.

    Contoh 45.3.3 (Rumus Rekursi)

    Untuk n∈Nn\in\mathbb{N}, misalkan In=∫01xnexp⁡(x) dxI_n=\int_0^1x^n\exp(x)\,dx. Maka I0=e−1I_0=e-1, dan untuk n≥1n\geq1, integrasi parsial dengan u=xnu=x^n dan v=exp⁡v=\exp memberi

    In=[xnexp⁡(x)]01−n∫01xn−1exp⁡(x) dx=e−nIn−1,I_n=\bigl[x^n\exp(x)\bigr]_0^1-n\int_0^1x^{n-1}\exp(x)\,dx=e-nI_{n-1},

    karena 0n=00^n=0 untuk n≥1n\geq1. Jadi I1=1I_1=1, I2=e−2≈0,7183I_2=e-2\approx0{,}7183, dan I3=e−3(e−2)=6−2e≈0,5634I_3=e-3(e-2)=6-2e\approx0{,}5634.

    Pemeriksaan kewajaran: pada [0,1][0,1], xn≤xnexp⁡(x)≤exnx^n\leq x^n\exp(x)\leq ex^n. Teorema 44.2.5(a) dan ∫01xn=1n+1\int_0^1x^n=\tfrac1{n+1} memberi 1n+1≤In≤en+1\tfrac1{n+1}\leq I_n\leq\tfrac e{n+1}. Untuk n=3n=3: 0,25≤0,5634≤0,6800{,}25\leq0{,}5634\leq0{,}680. Rumus rekursi ini secara aljabar tepat, tetapi tidak stabil secara numerik bila nilai ee dibulatkan (Latihan 45.3-7).

    Substitusi

    Teorema 45.3.4 (Substitusi)

    Misalkan α<β\alpha<\beta, φ:[α,β]→R\varphi:[\alpha,\beta]\to\mathbb{R} terdiferensialkan, dengan turunan sepihak di ujung, φ′\varphi' terintegralkan pada [α,β][\alpha,\beta], dan ff kontinu pada interval tertutup [c,d][c,d], dengan c<dc<d, yang memuat φ([α,β])\varphi([\alpha,\beta]). Maka

    ∫αβf(φ(t)) φ′(t) dt=∫φ(α)φ(β)f(x) dx,\int_\alpha^\beta f(\varphi(t))\,\varphi'(t)\,dt=\int_{\varphi(\alpha)}^{\varphi(\beta)}f(x)\,dx,

    dengan konvensi orientasi bila φ(β)≤φ(α)\varphi(\beta)\leq\varphi(\alpha).

    Bukti. Misalkan F(x)=∫cxfF(x)=\int_c^xf untuk x∈[c,d]x\in[c,d]. Teorema 45.1.3 memberi F′=fF'=f di setiap titik [c,d][c,d], dengan turunan sepihak di cc dan dd. Misalkan H=F∘φH=F\circ\varphi pada [α,β][\alpha,\beta]. Aturan rantai (Teorema 40.1.2, dengan D=[α,β]D=[\alpha,\beta] dan E=[c,d]E=[c,d]; setiap titik EE adalah titik limit EE) memberi

    H′(t)=F′(φ(t)) φ′(t)=f(φ(t)) φ′(t),t∈[α,β].H'(t)=F'(\varphi(t))\,\varphi'(t)=f(\varphi(t))\,\varphi'(t),\qquad t\in[\alpha,\beta].

    Ruas kanan terintegralkan: f∘φf\circ\varphi kontinu, karena φ\varphi kontinu (Teorema 39.2.1), sehingga terintegralkan, dan φ′\varphi' terintegralkan menurut hipotesis. Gunakan Teorema 44.2.6. HH kontinu karena terdiferensialkan. Teorema 45.2.1 memberi

    ∫αβf(φ(t))φ′(t) dt=H(β)−H(α)=F(φ(β))−F(φ(α))=∫φ(α)φ(β)f,\int_\alpha^\beta f(\varphi(t))\varphi'(t)\,dt=H(\beta)-H(\alpha)=F(\varphi(\beta))-F(\varphi(\alpha))=\int_{\varphi(\alpha)}^{\varphi(\beta)}f,

    dengan langkah terakhir menurut (∗)(\ast) Unit 45.1 dan konvensi orientasi. □\square

    Teorema ini tidak mensyaratkan bahwa φ\varphi monoton atau injektif. Bila φ\varphi bolak-balik, sumbangan bagian yang bolak-balik saling menghapus (Contoh 45.3.6). Yang diperlukan adalah ff kontinu pada seluruh interval yang dilalui φ\varphi, agar F′=fF'=f di setiap titik φ(t)\varphi(t).

    Contoh 45.3.5 (Substitusi Langsung)

    (a) ∫012texp⁡(t2) dt\int_0^12t\exp(t^2)\,dt: dengan φ(t)=t2\varphi(t)=t^2 pada [0,1][0,1], f=exp⁡f=\exp, dan [c,d]=[0,1][c,d]=[0,1], hasilnya ∫01exp⁡=e−1\int_0^1\exp=e-1.

    (b) ∫02t1+t2 dt\int_0^2\tfrac t{1+t^2}\,dt: integrannya 12f(φ(t))φ′(t)\tfrac12f(\varphi(t))\varphi'(t) dengan φ(t)=1+t2\varphi(t)=1+t^2 dan f(x)=1xf(x)=\tfrac1x pada [1,5][1,5]. Hasilnya 12∫15dxx=12ln⁡5≈0,805\tfrac12\int_1^5\tfrac{dx}x=\tfrac12\ln5\approx0{,}805, menurut Teorema 45.2.4.

    (c) ∫1eln⁡tt dt\int_1^e\tfrac{\ln t}t\,dt: dengan φ=ln⁡\varphi=\ln pada [1,e][1,e], φ′(t)=1t\varphi'(t)=\tfrac1t, f(x)=xf(x)=x, dan [c,d]=[0,1][c,d]=[0,1], hasilnya ∫01x dx=12\int_0^1x\,dx=\tfrac12.

    Contoh 45.3.6 (φ\varphi Tidak Injektif)

    ∫−122tcos⁡(t2) dt\int_{-1}^22t\cos(t^2)\,dt, dengan φ(t)=t2\varphi(t)=t^2 pada [−1,2][-1,2]. φ\varphi turun dari 11 ke 00, lalu naik ke 44. f=cos⁡f=\cos kontinu pada [c,d]=[0,4][c,d]=[0,4]. Teorema 45.3.4 memberi

    ∫−122tcos⁡(t2) dt=∫14cos⁡x dx=sin⁡4−sin⁡1.\int_{-1}^22t\cos(t^2)\,dt=\int_1^4\cos x\,dx=\sin4-\sin1.

    Pemeriksaan dengan aditivitas: bagian [−1,0][-1,0] memberi ∫10cos⁡\int_1^0\cos, bagian [0,1][0,1] memberi ∫01cos⁡\int_0^1\cos, dan keduanya saling menghapus. Bagian [1,2][1,2] memberi ∫14cos⁡\int_1^4\cos. Hasilnya sama.

    Contoh 45.3.7 (Substitusi Arah Balik)

    ∫04dx1+x\int_0^4\tfrac{dx}{1+\sqrt x}. Di sini integralnya ditulis dalam xx, dan kita ingin mengganti x=t2x=t^2. Teorema 45.3.4 dibaca dari kanan ke kiri, dengan φ(t)=t2\varphi(t)=t^2 pada [0,2][0,2], φ(0)=0\varphi(0)=0, φ(2)=4\varphi(2)=4, dan f(x)=11+xf(x)=\tfrac1{1+\sqrt x} kontinu pada [0,4][0,4]:

    ∫04dx1+x=∫022t1+t dt=∫02(2−21+t)dt=4−2ln⁡3≈1,803.\int_0^4\frac{dx}{1+\sqrt x}=\int_0^2\frac{2t}{1+t}\,dt=\int_0^2\Bigl(2-\frac2{1+t}\Bigr)dt=4-2\ln3\approx1{,}803.

    Langkah pertama memakai t2=t\sqrt{t^2}=t untuk t≥0t\geq0. Pemeriksaan kewajaran: pada [0,4][0,4], 13≤f≤1\tfrac13\leq f\leq1, sehingga integralnya di antara 43\tfrac43 dan 44.

    Contoh 45.3.8 (Substitusi Lambang yang Salah)

    ∫−11x2 dx=23\int_{-1}^1x^2\,dx=\tfrac23. "Perhitungan" berikut salah: "ganti u=x2u=x^2, dx=du2udx=\tfrac{du}{2\sqrt u}; batasnya u=1u=1 dan u=1u=1; jadi integralnya 00."

    Diagnosis.

    • Arah langsung Teorema 45.3.4 dengan φ(x)=x2\varphi(x)=x^2 memerlukan integran berbentuk f(x2)⋅2xf(x^2)\cdot2x dengan ff kontinu. Untuk x≠0x\ne0, x2=f(x2)⋅2xx^2=f(x^2)\cdot2x berarti f(x2)=x2f(x^2)=\tfrac x2. Ini mustahil: xx dan −x-x memberi x2x^2 yang sama, tetapi x2\tfrac x2 yang berbeda.
    • Arah balik memerlukan x=ψ(u)x=\psi(u) dengan ψ\psi memetakan suatu interval parameter ke seluruh [−1,1][-1,1]. ψ(u)=u\psi(u)=\sqrt u hanya mencapai [0,1][0,1].

    Perbaikannya: pisahkan [−1,0][-1,0] dan [0,1][0,1]. Dengan φ(t)=−t\varphi(t)=-t (Latihan 45.3-3), ∫−10x2=∫01x2\int_{-1}^0x^2=\int_0^1x^2, sehingga totalnya 2⋅132\cdot\tfrac13. Bahkan pada [0,1][0,1], substitusi ψ(u)=u\psi(u)=\sqrt u tidak memenuhi hipotesis secara langsung, karena ψ′(u)=12u\psi'(u)=\tfrac1{2\sqrt u} tidak terbatas di dekat 00. Untuk 0<δ<10<\delta<1, teorema dapat diterapkan dengan ψ(u)=u\psi(u)=\sqrt u pada [δ,1][\delta,1], dengan ψ′\psi' kontinu di sana, dan f(x)=x2f(x)=x^2. Hasilnya ∫δ1u2u du=∫δ1x2 dx\int_\delta^1\tfrac u{2\sqrt u}\,du=\int_{\sqrt\delta}^1x^2\,dx, yaitu ∫δ1u2 du=∫δ1x2 dx\int_\delta^1\tfrac{\sqrt u}2\,du=\int_{\sqrt\delta}^1x^2\,dx. Lalu ambil δ→0+\delta\to0^+. Kedua ruas menuju integral pada [0,1][0,1], karena fungsi integral kontinu (Teorema 45.1.2) dan δ→0\sqrt\delta\to0. Jadi ∫01x2 dx=∫01u2 du=13\int_0^1x^2\,dx=\int_0^1\tfrac{\sqrt u}2\,du=\tfrac13.

    Latihan

    Latihan 45.3-1. Hitung ∫1exln⁡x dx\int_1^ex\ln x\,dx dengan integrasi parsial.

    Latihan 45.3-2. Hitung ∫01x(1−x)5 dx\int_0^1x(1-x)^5\,dx dengan dua cara: integrasi parsial, dan substitusi φ(t)=1−t\varphi(t)=1-t.

    Latihan 45.3-3. Misalkan ff kontinu pada [−a,a][-a,a], a>0a>0. Buktikan bahwa ∫−aaf=0\int_{-a}^af=0 bila ff ganjil, dan ∫−aaf=2∫0af\int_{-a}^af=2\int_0^af bila ff genap. Buktikan juga ∫abf(x) dx=∫a+kb+kf(x−k) dx\int_a^bf(x)\,dx=\int_{a+k}^{b+k}f(x-k)\,dx untuk ff kontinu pada [a,b][a,b] dan k∈Rk\in\mathbb{R}.

    Latihan 45.3-4. Buktikan ln⁡(xy)=ln⁡x+ln⁡y\ln(xy)=\ln x+\ln y untuk x,y>0x,y>0 hanya dari ln⁡t=∫1tdss\ln t=\int_1^t\tfrac{ds}s, dengan substitusi φ(s)=xs\varphi(s)=xs, tanpa memakai exp⁡\exp.

    Latihan 45.3-5. Misalkan Jn=∫01(1−x2)n dxJ_n=\int_0^1(1-x^2)^n\,dx untuk n∈Nn\in\mathbb{N}. Buktikan bahwa (2n+1)Jn=2nJn−1(2n+1)J_n=2nJ_{n-1} untuk n≥1n\geq1. Hitung J1J_1, J2J_2, dan J3J_3, lalu periksa J3J_3 dengan ekspansi binomial.

    Latihan 45.3-6. Dengan Contoh 45.3.3, hitung I4I_4 dan I5I_5 dalam bentuk pe+qpe+q dengan p,qp,q bilangan bulat, periksa keduanya dengan batas 1n+1≤In≤en+1\tfrac1{n+1}\leq I_n\leq\tfrac e{n+1}, dan buktikan bahwa In→0I_n\to0.

    Latihan 45.3-7. Misalkan rekursi I~n=e~−nI~n−1\tilde I_n=\tilde e-n\tilde I_{n-1}, dengan I~0=e~−1\tilde I_0=\tilde e-1, dijalankan dengan nilai hampiran e~=e+δ\tilde e=e+\delta. Buktikan bahwa dn=I~n−Ind_n=\tilde I_n-I_n memenuhi d0=δd_0=\delta dan dn=δ−ndn−1d_n=\delta-nd_{n-1}. Hitung dnδ\tfrac{d_n}\delta untuk n≤6n\leq6, dan perkirakan galat I~6\tilde I_6 untuk e~=2,718\tilde e=2{,}718.

    Latihan 45.3-8. Hitung ∫02(t−1)exp⁡((t−1)2) dt\int_0^2(t-1)\exp\bigl((t-1)^2\bigr)\,dt dengan dua cara: Teorema 45.3.4 dengan φ(t)=(t−1)2\varphi(t)=(t-1)^2, yang tidak injektif, dan kesimetrian.

    Solusi

    Solusi 45.3-1. u=ln⁡xu=\ln x dan v=x22v=\tfrac{x^2}2: [x22ln⁡x]1e−∫1ex2 dx=e22−e2−14=e2+14≈2,097\bigl[\tfrac{x^2}2\ln x\bigr]_1^e-\int_1^e\tfrac x2\,dx=\tfrac{e^2}2-\tfrac{e^2-1}4=\tfrac{e^2+1}4\approx2{,}097. Kewajaran: pada [1,e][1,e], 0≤xln⁡x≤e0\leq x\ln x\leq e, sehingga integralnya di antara 00 dan e(e−1)≈4,67e(e-1)\approx4{,}67. □\square

    Solusi 45.3-2. Parsial: u=xu=x dan v=−(1−x)66v=-\tfrac{(1-x)^6}6, sehingga v′=(1−x)5v'=(1-x)^5, menurut aturan rantai. Hasilnya [−x(1−x)66]01+16∫01(1−x)6 dx=0+16⋅17=142\bigl[-\tfrac{x(1-x)^6}6\bigr]_0^1+\tfrac16\int_0^1(1-x)^6\,dx=0+\tfrac16\cdot\tfrac17=\tfrac1{42}, dengan antiturunan −(1−x)77-\tfrac{(1-x)^7}7.

    Substitusi: untuk gg kontinu pada [0,1][0,1], Teorema 45.3.4 dengan φ(t)=1−t\varphi(t)=1-t dan φ′=−1\varphi'=-1 memberi −∫01g(1−t) dt=∫10g=−∫01g-\int_0^1g(1-t)\,dt=\int_1^0g=-\int_0^1g, sehingga ∫01g(1−t) dt=∫01g\int_0^1g(1-t)\,dt=\int_0^1g. Dengan g(x)=(1−x)x5g(x)=(1-x)x^5, diperoleh g(1−t)=t(1−t)5g(1-t)=t(1-t)^5, sehingga

    ∫01t(1−t)5 dt=∫01(1−x)x5 dx=16−17=142. □\int_0^1t(1-t)^5\,dt=\int_0^1(1-x)x^5\,dx=\tfrac16-\tfrac17=\tfrac1{42}.\ \square

    Solusi 45.3-3. Dengan φ(t)=−t\varphi(t)=-t pada [0,a][0,a], nilainya di [−a,0][-a,0], Teorema 45.3.4 memberi ∫0af(−t)(−1) dt=∫0−af\int_0^af(-t)(-1)\,dt=\int_0^{-a}f, sehingga ∫−a0f=∫0af(−t) dt\int_{-a}^0f=\int_0^af(-t)\,dt. Untuk ff ganjil, ini −∫0af-\int_0^af, sehingga totalnya 00. Untuk ff genap, ini ∫0af\int_0^af, sehingga totalnya 2∫0af2\int_0^af. Translasi: φ(t)=t−k\varphi(t)=t-k pada [a+k,b+k][a+k,b+k], dengan φ′=1\varphi'=1, memberi ∫a+kb+kf(t−k) dt=∫abf\int_{a+k}^{b+k}f(t-k)\,dt=\int_a^bf. □\square

    Solusi 45.3-4. Aditivitas dengan konvensi orientasi memberi ln⁡(xy)=∫1xdtt+∫xxydtt\ln(xy)=\int_1^x\tfrac{dt}t+\int_x^{xy}\tfrac{dt}t. Bila y=1y=1, integral kedua bernilai 0=ln⁡10=\ln1. Misalkan y≠1y\ne1. Untuk integral kedua, φ(s)=xs\varphi(s)=xs pada interval tertutup di antara 11 dan yy memenuhi φ(1)=x\varphi(1)=x, φ(y)=xy\varphi(y)=xy, dan φ′=x\varphi'=x. Fungsi f(t)=1tf(t)=\tfrac1t kontinu pada interval tertutup di antara xx dan xyxy. Teorema 45.3.4, dengan konvensi orientasi bila y<1y<1, memberi

    ∫xxydtt=∫1y1xs x ds=∫1ydss=ln⁡y.\int_x^{xy}\frac{dt}t=\int_1^y\frac1{xs}\,x\,ds=\int_1^y\frac{ds}s=\ln y.

    Jadi ln⁡(xy)=ln⁡x+ln⁡y\ln(xy)=\ln x+\ln y. Ini memberi jalan kedua menuju logaritma, yang mendefinisikan ln⁡\ln sebagai integral, dan exp⁡\exp sebagai inversnya. Buku ini memilih jalan deret di Bab 40. Teorema 45.2.4 menyatakan bahwa kedua jalan memberi fungsi yang sama. □\square

    Solusi 45.3-5. Integrasi parsial dengan u=(1−x2)nu=(1-x^2)^n dan v=xv=x, dengan u′=−2nx(1−x2)n−1u'=-2nx(1-x^2)^{n-1}:

    Jn=[x(1−x2)n]01+2n∫01x2(1−x2)n−1 dx=0+2n∫01(1−(1−x2))(1−x2)n−1 dx=2n(Jn−1−Jn).J_n=\bigl[x(1-x^2)^n\bigr]_0^1+2n\int_0^1x^2(1-x^2)^{n-1}\,dx=0+2n\int_0^1\bigl(1-(1-x^2)\bigr)(1-x^2)^{n-1}\,dx=2n(J_{n-1}-J_n).

    Jadi (2n+1)Jn=2nJn−1(2n+1)J_n=2nJ_{n-1}. Dengan J0=1J_0=1: J1=23J_1=\tfrac23, J2=45⋅23=815J_2=\tfrac45\cdot\tfrac23=\tfrac8{15}, dan J3=67⋅815=1635J_3=\tfrac67\cdot\tfrac8{15}=\tfrac{16}{35}. Ekspansi: ∫01(1−3x2+3x4−x6) dx=1−1+35−17=1635\int_0^1(1-3x^2+3x^4-x^6)\,dx=1-1+\tfrac35-\tfrac17=\tfrac{16}{35}. □\square

    Solusi 45.3-6. I4=e−4(6−2e)=9e−24≈0,4645I_4=e-4(6-2e)=9e-24\approx0{,}4645, dengan 15=0,2≤0,4645≤e5≈0,544\tfrac15=0{,}2\leq0{,}4645\leq\tfrac e5\approx0{,}544. I5=e−5(9e−24)=120−44e≈0,3956I_5=e-5(9e-24)=120-44e\approx0{,}3956, dengan 16≈0,167≤0,3956≤e6≈0,453\tfrac16\approx0{,}167\leq0{,}3956\leq\tfrac e6\approx0{,}453. Batas atas en+1→0\tfrac e{n+1}\to0 dan In≥0I_n\geq0, sehingga In→0I_n\to0 menurut teorema apit. □\square

    Solusi 45.3-7. Kurangkan In=e−nIn−1I_n=e-nI_{n-1} dari I~n=e~−nI~n−1\tilde I_n=\tilde e-n\tilde I_{n-1}: dn=δ−ndn−1d_n=\delta-nd_{n-1}, dan d0=(e~−1)−(e−1)=δd_0=(\tilde e-1)-(e-1)=\delta. Jadi dnδ\tfrac{d_n}\delta untuk n=0,…,6n=0,\ldots,6 adalah 1,0,1,−2,9,−44,2651,0,1,-2,9,-44,265. Sebagai contoh, 1−2⋅0=11-2\cdot0=1, 1−3⋅1=−21-3\cdot1=-2, 1−4⋅(−2)=91-4\cdot(-2)=9, 1−5⋅9=−441-5\cdot9=-44, dan 1−6⋅(−44)=2651-6\cdot(-44)=265. Untuk e~=2,718\tilde e=2{,}718, δ=2,718−e≈−0,000282\delta=2{,}718-e\approx-0{,}000282, sehingga d6≈265δ≈−0,075d_6\approx265\delta\approx-0{,}075. Nilai sebenarnya I6=e−6I5=265e−720≈0,3447I_6=e-6I_5=265e-720\approx0{,}3447, sedangkan I~6=265⋅2,718−720=0,27\tilde I_6=265\cdot2{,}718-720=0{,}27. Galat relatifnya lebih dari 20%20\%, walaupun e~\tilde e benar sampai tiga desimal. Dari ∣dn∣≥n∣dn−1∣−∣δ∣|d_n|\geq n|d_{n-1}|-|\delta|, faktor ∣dn/δ∣|d_n/\delta| tumbuh hampir secepat faktorial. Contohnya, ∣dn∣≥(n−1)∣dn−1∣|d_n|\geq(n-1)|d_{n-1}| bila ∣dn−1∣≥∣δ∣|d_{n-1}|\geq|\delta|. Jadi untuk nn besar, rekursi maju tidak dapat dipakai dengan ee yang dibulatkan. □\square

    Solusi 45.3-8. Integrannya 12exp⁡(φ(t))φ′(t)\tfrac12\exp(\varphi(t))\varphi'(t), dengan φ(t)=(t−1)2\varphi(t)=(t-1)^2 dan φ′(t)=2(t−1)\varphi'(t)=2(t-1). exp⁡\exp kontinu pada [0,1]⊇φ([0,2])[0,1]\supseteq\varphi([0,2]). Teorema 45.3.4 memberi 12∫φ(0)φ(2)exp⁡=12∫11exp⁡=0\tfrac12\int_{\varphi(0)}^{\varphi(2)}\exp=\tfrac12\int_1^1\exp=0. Kesimetrian: translasi x=t−1x=t-1 (Latihan 45.3-3) memberi ∫−11xexp⁡(x2) dx\int_{-1}^1x\exp(x^2)\,dx, dan integrannya ganjil, sehingga nilainya 00. □\square

    Ringkasan

    Integrasi parsial, ∫abuv′=[uv]ab−∫abu′v\int_a^buv'=[uv]_a^b-\int_a^bu'v, adalah aturan hasil kali yang diintegralkan dengan teorema dasar kalkulus bagian kedua. Hipotesisnya: u,vu,v terdiferensialkan dengan turunan terintegralkan. Substitusi, ∫αβf(φ)φ′=∫φ(α)φ(β)f\int_\alpha^\beta f(\varphi)\varphi'=\int_{\varphi(\alpha)}^{\varphi(\beta)}f, adalah aturan rantai yang diintegralkan, dengan F(x)=∫cxfF(x)=\int_c^xf dari bagian pertama. Hipotesisnya: φ′\varphi' terintegralkan dan ff kontinu pada seluruh interval yang dilalui φ\varphi. φ\varphi tidak harus injektif. Contoh yang dikerjakan meliputi ∫xexp⁡\int x\exp, ∫ln⁡\int\ln, rekursi In=e−nIn−1I_n=e-nI_{n-1} dengan ketakstabilan numeriknya, rekursi Wallis JnJ_n, substitusi arah balik, dan substitusi lambang yang salah pada ∫−11x2\int_{-1}^1x^2 beserta diagnosisnya.

    Bab terdekat

    BerikutnyaIntegral Tak Wajar (Improper Integrals)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 46.

    SebelumnyaSifat-Sifat Integral Riemann

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 44.