Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 44Lanjut

    Sifat-Sifat Integral Riemann

    Bab 44 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    14 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 44 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 44: Sifat-Sifat Integral Riemann

    44.1 Keterintegralan Fungsi Kontinu dan Monoton

    Penjelasan master untuk Bab 44: hukum aljabar dan batasan operasional integral tertentu. Sebelum hukum-hukum itu dapat dipakai, kita perlu tahu fungsi mana yang terintegralkan. Bab 43 memberi kriteria Riemann dan beberapa contoh, yaitu fungsi tangga, fungsi Thomae, dan Dirichlet sebagai contoh gagal. Unit ini membuktikan dua teorema keterintegralan yang paling sering dipakai: fungsi kontinu pada interval tertutup terintegralkan, dan fungsi monoton terintegralkan. Kedua teorema itu tidak saling mencakup. Fungsi monoton boleh mempunyai tak hingga banyak loncatan, dan fungsi kontinu boleh berosilasi tanpa monoton. Unit ini juga membuktikan bahwa komposisi dengan fungsi kontinu mempertahankan keterintegralan, yang dipakai di Unit 44.2 untuk ∣f∣|f| dan hasil kali.

    Prasyarat: Bab 43; Teorema Heine dan Akibat 38.2.3; Teorema 35.1.4 dan 36.2.7 (fungsi monoton).

    Dalam unit ini a<ba<b.

    Fungsi Kontinu

    Teorema 44.1.1

    Setiap fungsi kontinu f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} terintegralkan pada [a,b][a,b].

    Bukti. ff terbatas (Lemma 37.1.1), sehingga jumlah Darboux terdefinisi. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Akibat 38.2.3, yang bersandar pada Teorema Heine, memberi δ>0\delta>0 sehingga setiap partisi PP dengan ∥P∥<δ\|P\|<\delta memenuhi Mi−mi<εb−aM_i-m_i<\tfrac\varepsilon{b-a} pada setiap subinterval. Untuk partisi seperti itu,

    U(f,P)−L(f,P)=∑i(Mi−mi)Δxi<εb−a∑iΔxi=ε.U(f,P)-L(f,P)=\sum_i(M_i-m_i)\Delta x_i<\frac\varepsilon{b-a}\sum_i\Delta x_i=\varepsilon.

    Teorema 43.2.1 menyelesaikan bukti. □\square

    Kontinuitas seragam adalah inti bukti ini. Kontinuitas di setiap titik saja memberi δ\delta yang bergantung pada titik, sehingga satu partisi belum tentu cukup halus di semua tempat. Pada interval terbuka atau tak terbatas, fungsi kontinu dapat tak terbatas, seperti 1x\tfrac1x pada (0,1](0,1], dan definisi Bab 43 tidak berlaku. Kasus itu ditangani Bab 46.

    Contoh 44.1.2 (∫01exp⁡\int_0^1\exp dengan Jumlah Darboux)

    exp⁡\exp kontinu dan naik. Untuk partisi seragam PnP_n pada [0,1][0,1], dengan h=1nh=\tfrac1n dan q=exp⁡(h)>1q=\exp(h)>1:

    U(exp⁡,Pn)=h∑i=1nqi=hqqn−1q−1=hexp⁡(h)−1 exp⁡(h) (e−1),U(\exp,P_n)=h\sum_{i=1}^nq^i=hq\frac{q^n-1}{q-1}=\frac{h}{\exp(h)-1}\,\exp(h)\,(e-1),

    memakai Lemma 31.2.1 dan qn=exp⁡(1)=eq^n=\exp(1)=e. Karena exp⁡(h)−1h→1\tfrac{\exp(h)-1}h\to1 (Latihan 40.2-5) dan exp⁡(h)→1\exp(h)\to1 untuk h=1n→0h=\tfrac1n\to0, U(exp⁡,Pn)→e−1U(\exp,P_n)\to e-1. Selisih U−LU-L akan dihitung pada Teorema 44.1.3, dan sama dengan e−1n→0\tfrac{e-1}n\to0. Akibat 43.2.2 memberi ∫01exp⁡(x) dx=e−1\int_0^1\exp(x)\,dx=e-1. Bab 45 memberi jalan yang lebih pendek, karena exp⁡′=exp⁡\exp'=\exp.

    Fungsi Monoton

    Teorema 44.1.3

    Setiap fungsi monoton f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} terintegralkan. Untuk ff naik dan partisi seragam PnP_n,

    U(f,Pn)−L(f,Pn)=(f(b)−f(a))b−an.U(f,P_n)-L(f,P_n)=\bigl(f(b)-f(a)\bigr)\frac{b-a}n.

    Bukti. Misalkan ff naik. Kasus turun memakai −f-f, dengan U(−f,P)=−L(f,P)U(-f,P)=-L(f,P). ff terbatas oleh f(a)f(a) dan f(b)f(b). Pada [xi−1,xi][x_{i-1},x_i], kemonotonan memberi Mi=f(xi)M_i=f(x_i) dan mi=f(xi−1)m_i=f(x_{i-1}). Untuk PnP_n, Δxi=b−an\Delta x_i=\tfrac{b-a}n, sehingga

    U−L=b−an∑i=1n(f(xi)−f(xi−1))=b−an(f(b)−f(a)),U-L=\frac{b-a}n\sum_{i=1}^n\bigl(f(x_i)-f(x_{i-1})\bigr)=\frac{b-a}n\bigl(f(b)-f(a)\bigr),

    karena jumlahnya teleskopik. Ruas kanan menuju 00. Teorema 43.2.1 menyelesaikan bukti. □\square

    Teorema ini menutup bagian (I1) dari pinjaman P32-INT (Unit 32.2): fungsi positif dan turun pada [1,t][1,t] terintegralkan untuk setiap tt.

    Bukti ini tidak memakai kontinuitas sama sekali. Fungsi monoton dapat tidak kontinu di tak hingga banyak titik, walaupun himpunan titik itu terhitung (Teorema 36.2.7).

    Contoh 44.1.4 (Fungsi Monoton dengan Tak Hingga Banyak Loncatan)

    Tetapkan f(0)=0f(0)=0, dan f(x)=1kf(x)=\tfrac1k untuk x∈(1k+1,1k]x\in(\tfrac1{k+1},\tfrac1k], k∈N+k\in\mathbb{N}_{+}. Setiap x∈(0,1]x\in(0,1] termuat di tepat satu interval itu, yaitu dengan k=⌊1x⌋k=\lfloor\tfrac1x\rfloor. ff naik pada [0,1][0,1]: untuk x<yx<y, indeksnya kx≥kyk_x\geq k_y, sehingga f(x)≤f(y)f(x)\leq f(y). ff meloncat di setiap 1k+1\tfrac1{k+1}, tak hingga banyaknya. Teorema 44.1.3 memberi bahwa ff terintegralkan. Dengan n=100n=100, U−L=1−0100=0,01U-L=\tfrac{1-0}{100}=0{,}01, sehingga satu jumlah Darboux sudah menentukan integralnya sampai 0,010{,}01.

    Komposisi dengan Fungsi Kontinu

    Teorema 44.1.5

    Misalkan ff terintegralkan pada [a,b][a,b] dengan nilai di [c,d][c,d], dan φ:[c,d]→R\varphi:[c,d]\to\mathbb{R} kontinu. Maka φ∘f\varphi\circ f terintegralkan pada [a,b][a,b].

    Bukti. φ\varphi terbatas, misalnya ∣φ∣≤K|\varphi|\leq K, dan kontinu seragam (Teorema 38.2.1). Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ambil δ∈(0,ε)\delta\in(0,\varepsilon) dengan ∣φ(s)−φ(t)∣<ε|\varphi(s)-\varphi(t)|<\varepsilon untuk ∣s−t∣<δ|s-t|<\delta. Teorema 43.2.1 memberi partisi PP dengan U(f,P)−L(f,P)<δ2U(f,P)-L(f,P)<\delta^2. Pisahkan indeks subinterval:

    • ii "baik" bila Mi(f)−mi(f)<δM_i(f)-m_i(f)<\delta. Untuk dua titik x,yx,y di subinterval itu, ∣f(x)−f(y)∣≤Mi−mi<δ|f(x)-f(y)|\leq M_i-m_i<\delta, sehingga ∣φ(f(x))−φ(f(y))∣<ε|\varphi(f(x))-\varphi(f(y))|<\varepsilon, dan Mi(φ∘f)−mi(φ∘f)≤εM_i(\varphi\circ f)-m_i(\varphi\circ f)\leq\varepsilon.
    • ii "buruk" bila Mi(f)−mi(f)≥δM_i(f)-m_i(f)\geq\delta. Maka δ∑burukΔxi≤∑i(Mi−mi)Δxi<δ2\delta\sum_{\text{buruk}}\Delta x_i\leq\sum_i(M_i-m_i)\Delta x_i<\delta^2, sehingga total panjang subinterval buruk <δ<ε<\delta<\varepsilon. Di sana Mi(φ∘f)−mi(φ∘f)≤2KM_i(\varphi\circ f)-m_i(\varphi\circ f)\leq2K.

    Jadi U(φ∘f,P)−L(φ∘f,P)≤ε(b−a)+2Kε=ε(b−a+2K)U(\varphi\circ f,P)-L(\varphi\circ f,P)\leq\varepsilon(b-a)+2K\varepsilon=\varepsilon(b-a+2K). Teorema 43.2.1, dalam bentuk konstanta, menyelesaikan bukti. □\square

    Contoh 44.1.6 (Kontinuitas φ\varphi Diperlukan)

    Fungsi Thomae tt terintegralkan pada [0,1][0,1] (Contoh 43.2.9), dengan nilai di [0,1][0,1]. Fungsi φ\varphi dengan φ(0)=0\varphi(0)=0 dan φ(s)=1\varphi(s)=1 untuk s∈(0,1]s\in(0,1] terintegralkan, karena monoton, tetapi tidak kontinu. Komposisi φ∘t\varphi\circ t bernilai 11 di setiap rasional dan 00 di setiap irasional, yaitu fungsi Dirichlet. Fungsi itu tidak terintegralkan (Contoh 43.1.13). Jadi komposisi dua fungsi terintegralkan tidak harus terintegralkan.

    Latihan

    Latihan 44.1-1. Tentukan apakah fungsi berikut terintegralkan pada interval yang diberikan, dengan menyebut teorema yang dipakai: (a) 1−x2\sqrt{1-x^2} pada [−1,1][-1,1]; (b) ⌊x⌋\lfloor x\rfloor pada [0,5][0,5]; (c) 1x\tfrac1x pada [1,10][1,10]; (d) sin⁡1x\sin\tfrac1x untuk x≠0x\ne0 dan 00 untuk x=0x=0, pada [0,1][0,1].

    Latihan 44.1-2. Untuk f(x)=1xf(x)=\tfrac1x pada [1,2][1,2], hitung U(f,P4)U(f,P_4) dan L(f,P4)L(f,P_4) sebagai pecahan, lalu periksa U−LU-L dengan rumus Teorema 44.1.3.

    Latihan 44.1-3. Berapa nn yang menjamin U(f,Pn)−L(f,Pn)<10−3U(f,P_n)-L(f,P_n)<10^{-3} untuk f(x)=x3f(x)=x^3 pada [0,2][0,2]?

    Latihan 44.1-4. Buktikan bahwa fungsi terbatas yang kontinu kecuali di berhingga banyak titik terintegralkan, tanpa anggapan, memakai Teorema 44.1.1.

    Latihan 44.1-5. Dengan Teorema 44.1.5, buktikan bahwa bila ff terintegralkan, maka f2f^2, ∣f∣|f|, dan exp⁡∘f\exp\circ f terintegralkan.

    Latihan 44.1-6. Hitung ∫01f\int_0^1f untuk fungsi Contoh 44.1.4 sebagai jumlah deret, dengan menganggap aditivitas atas interval (Unit 44.2) dan limit ∫1/N1f→∫01f\int_{1/N}^1f\to\int_0^1f.

    Latihan 44.1-7. Misalkan g:[0,1]→Rg:[0,1]\to\mathbb{R} naik dan h:[0,1]→Rh:[0,1]\to\mathbb{R} turun. Buktikan bahwa g−hg-h naik, sehingga terintegralkan. Beri contoh dua fungsi naik yang selisihnya tidak monoton.

    Latihan 44.1-8. Buktikan bahwa ∫02x2 dx=83\int_0^2x^2\,dx=\tfrac83 dengan Teorema 44.1.3 dan jumlah Darboux partisi seragam.

    Solusi

    Solusi 44.1-1. (a) Ya: kontinu, sebagai komposisi polinomial dengan akar pada [0,∞)[0,\infty) (Teorema 44.1.1). (b) Ya: naik (Teorema 44.1.3). (c) Ya: kontinu dan turun. (d) Ya. Fungsi ini terbatas dan kontinu kecuali di 00, dengan sinus menurut Definisi 40.2.9. Gunakan Latihan 44.1-4. □\square

    Solusi 44.1-2. xi=1+i4x_i=1+\tfrac i4. ff turun, sehingga Mi=f(xi−1)M_i=f(x_{i-1}) dan mi=f(xi)m_i=f(x_i). U=14(1+45+46+47)=14⋅319105=319420U=\tfrac14\bigl(1+\tfrac45+\tfrac46+\tfrac47\bigr)=\tfrac14\cdot\tfrac{319}{105}=\tfrac{319}{420}. L=14(45+46+47+12)=14⋅533210=533840L=\tfrac14\bigl(\tfrac45+\tfrac46+\tfrac47+\tfrac12\bigr)=\tfrac14\cdot\tfrac{533}{210}=\tfrac{533}{840}. U−L=638−533840=105840=18U-L=\tfrac{638-533}{840}=\tfrac{105}{840}=\tfrac18. Rumusnya memberi ∣f(2)−f(1)∣⋅14=12⋅14=18|f(2)-f(1)|\cdot\tfrac14=\tfrac12\cdot\tfrac14=\tfrac18. Nilai sebenarnya, ln⁡2≈0,693\ln2\approx0{,}693 (Bab 45), terletak di antara L≈0,635L\approx0{,}635 dan U≈0,760U\approx0{,}760. □\square

    Solusi 44.1-3. U−L=(8−0)⋅2n=16n<10−3U-L=(8-0)\cdot\tfrac2n=\tfrac{16}n<10^{-3}, sehingga n>16000n>16000, yaitu n=16001n=16001. □\square

    Solusi 44.1-4. Misalkan ∣f∣≤K|f|\leq K dan titik ketidakkontinuannya c1<⋯<crc_1<\cdots<c_r. Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan pilih η>0\eta>0 sehingga interval [cj−η,cj+η][c_j-\eta,c_j+\eta], dipotong dengan [a,b][a,b], saling lepas, dan 4Kηr<ε24K\eta r<\tfrac\varepsilon2. Komplemen gabungan interval-interval itu di [a,b][a,b] adalah gabungan berhingga banyak interval tertutup, dan ff kontinu pada masing-masing. Teorema 44.1.1 memberi partisi pada setiap interval itu dengan jumlah U−LU-L total <ε2<\tfrac\varepsilon2. Gabungkan semua titik partisi dan ujung cj±ηc_j\pm\eta. Sumbangan interval kecil paling banyak 2K⋅2η⋅r<ε22K\cdot2\eta\cdot r<\tfrac\varepsilon2. Totalnya <ε<\varepsilon. □\square

    Solusi 44.1-5. ff terbatas, sehingga bernilai di suatu [c,d][c,d]. φ(s)=s2\varphi(s)=s^2, ∣s∣|s|, dan exp⁡(s)\exp(s) kontinu pada [c,d][c,d]. Teorema 44.1.5 berlaku. □\square

    Solusi 44.1-6. Pada [1k+1,1k][\tfrac1{k+1},\tfrac1k], f=1kf=\tfrac1k kecuali di satu titik, sehingga integralnya 1k(1k−1k+1)=1k2(k+1)\tfrac1k\bigl(\tfrac1k-\tfrac1{k+1}\bigr)=\tfrac1{k^2(k+1)} (Latihan 43.1-5). Aditivitas memberi ∫1/N1f=∑k=1N−11k2(k+1)\int_{1/N}^1f=\sum_{k=1}^{N-1}\tfrac1{k^2(k+1)}. Pada [0,1N][0,\tfrac1N], setiap x>0x>0 termuat di suatu (1k+1,1k](\tfrac1{k+1},\tfrac1k] dengan k≥Nk\geq N, sehingga 0≤f(x)=1k≤1N0\leq f(x)=\tfrac1k\leq\tfrac1N. Juga f(0)=0f(0)=0. Lemma 43.1.4 memberi 0≤∫01/Nf≤1N⋅1N→00\leq\int_0^{1/N}f\leq\tfrac1N\cdot\tfrac1N\to0. Aditivitas memberi ∫01f=∫01/Nf+∫1/N1f\int_0^1f=\int_0^{1/N}f+\int_{1/N}^1f untuk setiap NN. Jadi ∫01f=∑k=1∞1k2(k+1)\int_0^1f=\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{k^2(k+1)}, deret yang konvergen menurut perbandingan dengan 1k2\tfrac1{k^2}. □\square

    Solusi 44.1-7. Untuk x<yx<y: g(x)≤g(y)g(x)\leq g(y) dan −h(x)≤−h(y)-h(x)\leq-h(y), sehingga g(x)−h(x)≤g(y)−h(y)g(x)-h(x)\leq g(y)-h(y). Jadi g−hg-h naik, dan Teorema 44.1.3 memberi keterintegralan. Contoh dua fungsi naik dengan selisih tak monoton: g1(x)=2xg_1(x)=2x dan g2(x)=x2g_2(x)=x^2 pada [0,2][0,2], dengan g1−g2=2x−x2=1−(x−1)2g_1-g_2=2x-x^2=1-(x-1)^2, yang naik pada [0,1][0,1] dan turun pada [1,2][1,2]. Selisih seperti itu tetap terintegralkan menurut kelinearan (Teorema 44.2.1). □\square

    Solusi 44.1-8. ff naik pada [0,2][0,2]. Dengan h=2nh=\tfrac2n: U=∑i=1n(ih)2h=h3n(n+1)(2n+1)6=8(n+1)(2n+1)6n2→166=83U=\sum_{i=1}^n(ih)^2h=h^3\tfrac{n(n+1)(2n+1)}6=\tfrac{8(n+1)(2n+1)}{6n^2}\to\tfrac{16}6=\tfrac83. U−L=4⋅2n→0U-L=4\cdot\tfrac2n\to0 (Teorema 44.1.3). Akibat 43.2.2 memberi 83\tfrac83. □\square

    Ringkasan

    Fungsi kontinu pada interval tertutup terintegralkan, karena kontinuitas seragam membuat osilasinya kecil pada setiap subinterval yang cukup pendek. Fungsi monoton terintegralkan, karena untuk partisi seragam U−L=(f(b)−f(a))b−anU-L=(f(b)-f(a))\tfrac{b-a}n secara teleskopik, bahkan bila fungsi itu mempunyai tak hingga banyak loncatan. Komposisi φ∘f\varphi\circ f dengan φ\varphi kontinu mempertahankan keterintegralan. Tanpa kontinuitas φ\varphi, komposisi dapat gagal: Thomae diikuti fungsi tangga memberi fungsi Dirichlet. Contoh: ∫01exp⁡=e−1\int_0^1\exp=e-1 lewat jumlah Darboux dan deret geometri hingga. Bagian (I1) pinjaman P32-INT ditutup.

    44.2 Kelinearan dan Aditivitas Interval Integral

    Rumus master:

    ∫14f(x) dx=∫12f(x) dx+∫24f(x) dx.\int_1^4f(x)\,dx=\int_1^2f(x)\,dx+\int_2^4f(x)\,dx.

    Unit ini membuktikan hukum-hukum operasional integral: kelinearan terhadap fungsi, aditivitas terhadap interval (rumus master), sifat urutan, ketaksamaan nilai mutlak, keterintegralan hasil kali, dan teorema nilai rata-rata untuk integral. Semua hukum itu diturunkan langsung dari jumlah Darboux dan kriteria Riemann (Teorema 43.2.1). Tidak ada yang diambil dari intuisi luas. Bersama Unit 44.1, unit ini menutup bagian (I2) pinjaman P32-INT dari Unit 32.2.

    Prasyarat: Bab 43; Unit 44.1; Bab 11 (supremum jumlah).

    Kelinearan

    Lemma 44.2.0 (Supremum Jumlah)

    Untuk himpunan tak kosong JJ dan fungsi terbatas f,gf,g pada JJ:

    sup⁡J(f+g)≤sup⁡Jf+sup⁡Jg,inf⁡J(f+g)≥inf⁡Jf+inf⁡Jg.\sup_J(f+g)\leq\sup_Jf+\sup_Jg,\qquad\inf_J(f+g)\geq\inf_Jf+\inf_Jg.

    Bukti. Untuk x∈Jx\in J, f(x)+g(x)≤sup⁡f+sup⁡gf(x)+g(x)\leq\sup f+\sup g, sehingga ruas kanan adalah batas atas. Bagian infimum serupa. □\square

    Kesamaan tidak harus berlaku. Untuk f(x)=xf(x)=x dan g(x)=−xg(x)=-x pada [0,1][0,1]: sup⁡(f+g)=0<1+0\sup(f+g)=0<1+0.

    Teorema 44.2.1 (Kelinearan)

    Bila f,gf,g terintegralkan pada [a,b][a,b] dan c∈Rc\in\mathbb{R}, maka f+gf+g dan cfcf terintegralkan, dan

    ∫ab(f+g)=∫abf+∫abg,∫abcf=c∫abf.\int_a^b(f+g)=\int_a^bf+\int_a^bg,\qquad\int_a^bcf=c\int_a^bf.

    Bukti. Jumlah. Lemma 44.2.0 pada setiap subinterval memberi, untuk setiap partisi PP,

    L(f,P)+L(g,P)≤L(f+g,P)≤U(f+g,P)≤U(f,P)+U(g,P).L(f,P)+L(g,P)\leq L(f+g,P)\leq U(f+g,P)\leq U(f,P)+U(g,P).

    Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ambil P1P_1 dan P2P_2 dengan U−L<ε2U-L<\tfrac\varepsilon2 untuk ff dan untuk gg masing-masing, dan P=P1∪P2P=P_1\cup P_2 (Lemma 43.1.5). Maka U(f+g,P)−L(f+g,P)<εU(f+g,P)-L(f+g,P)<\varepsilon, sehingga f+gf+g terintegralkan. Selain itu, ∫(f+g)\int(f+g) dan ∫f+∫g\int f+\int g keduanya terletak di [L(f,P)+L(g,P), U(f,P)+U(g,P)][L(f,P)+L(g,P),\,U(f,P)+U(g,P)], interval yang panjangnya <ε<\varepsilon. Jadi keduanya sama.

    Kelipatan. Untuk c≥0c\geq0, sup⁡(cf)=csup⁡f\sup(cf)=c\sup f dan inf⁡(cf)=cinf⁡f\inf(cf)=c\inf f pada setiap subinterval, sehingga U(cf,P)=cU(f,P)U(cf,P)=cU(f,P) dan L(cf,P)=cL(f,P)L(cf,P)=cL(f,P). Untuk c=−1c=-1, sup⁡(−f)=−inf⁡f\sup(-f)=-\inf f, sehingga U(−f,P)=−L(f,P)U(-f,P)=-L(f,P) dan L(−f,P)=−U(f,P)L(-f,P)=-U(f,P). Dalam kedua kasus U−LU-L hanya dikalikan dengan ∣c∣|c|, dan nilai integralnya mengikuti. Kasus c<0c<0 umum: cf=(−1)(∣c∣f)cf=(-1)(|c|f). □\square

    Aditivitas Interval

    Teorema 44.2.2 (Aditivitas)

    Misalkan a<c<ba<c<b dan ff terbatas pada [a,b][a,b]. Maka ff terintegralkan pada [a,b][a,b] jika dan hanya jika ff terintegralkan pada [a,c][a,c] dan pada [c,b][c,b]. Dalam hal itu,

    ∫abf=∫acf+∫cbf.\int_a^bf=\int_a^cf+\int_c^bf.

    Bukti. Kunci bukti: bila partisi PP dari [a,b][a,b] memuat cc, maka PP terbelah menjadi partisi P′=P∩[a,c]P'=P\cap[a,c] dari [a,c][a,c] dan P′′=P∩[c,b]P''=P\cap[c,b] dari [c,b][c,b]. Subintervalnya sama, sehingga

    U(f,P)=U(f,P′)+U(f,P′′),L(f,P)=L(f,P′)+L(f,P′′).(∗)U(f,P)=U(f,P')+U(f,P''),\qquad L(f,P)=L(f,P')+L(f,P'').\tag{$\ast$}

    (⇒\Rightarrow) Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan PP partisi [a,b][a,b] dengan U−L<εU-L<\varepsilon. Penghalusan P∪{c}P\cup\{c\} juga memenuhinya (Lemma 43.1.5). Menurut (∗)(\ast), [U−L](P′)+[U−L](P′′)<ε[U-L](P')+[U-L](P'')<\varepsilon, dan kedua suku taknegatif, sehingga masing-masing <ε<\varepsilon. Teorema 43.2.1 memberi keterintegralan pada kedua bagian.

    (⇐\Leftarrow) Ambil P′P' dan P′′P'' dengan U−L<ε2U-L<\tfrac\varepsilon2 pada bagian masing-masing. P=P′∪P′′P=P'\cup P'' adalah partisi [a,b][a,b] yang memuat cc, dan (∗)(\ast) memberi U−L<εU-L<\varepsilon.

    Nilai. Untuk PP yang memuat cc, (∗)(\ast) menyatakan bahwa ∫acf+∫cbf\int_a^cf+\int_c^bf dan ∫abf\int_a^bf keduanya terletak di antara L(f,P)L(f,P) dan U(f,P)U(f,P). Karena U−LU-L dapat dibuat sekecil apa pun, keduanya sama. □\square

    Contoh 44.2.3 (Contoh Master)

    (a) Untuk f(x)=xf(x)=x, Latihan 43.1-7 memberi ∫abx dx=b2−a22\int_a^bx\,dx=\tfrac{b^2-a^2}2 untuk 0≤a<b0\leq a<b. Jadi ∫12x dx=4−12=32\int_1^2x\,dx=\tfrac{4-1}2=\tfrac32, ∫24x dx=16−42=6\int_2^4x\,dx=\tfrac{16-4}2=6, dan jumlahnya 152=16−12=∫14x dx\tfrac{15}2=\tfrac{16-1}2=\int_1^4x\,dx, sesuai rumus master.

    (b) Aditivitas berguna untuk fungsi yang didefinisikan sepotong-sepotong. Misalkan f(x)=xf(x)=x pada [1,2][1,2] dan f(x)=5f(x)=5 pada (2,4](2,4]. ff terintegralkan pada [1,2][1,2], karena kontinu, dan pada [2,4][2,4], karena hanya satu nilai yang berbeda dari konstanta 55 (Latihan 43.1-5). Jadi

    ∫14f=∫12x dx+∫245 dx=32+10=232,\int_1^4f=\int_1^2x\,dx+\int_2^45\,dx=\tfrac32+10=\tfrac{23}2,

    walaupun ff meloncat di 22.

    Definisi 44.2.4 (Konvensi Orientasi)

    ∫aaf=0\int_a^af=0, dan untuk a<ba<b, ∫baf=−∫abf\int_b^af=-\int_a^bf.

    Dengan konvensi ini, ∫prf=∫pqf+∫qrf\int_p^rf=\int_p^qf+\int_q^rf untuk sebarang urutan p,q,rp,q,r dalam interval tempat ff terintegralkan. Contohnya, untuk q<p<rq<p<r: ∫qr=∫qp+∫pr\int_q^r=\int_q^p+\int_p^r menurut Teorema 44.2.2, sehingga ∫pr=∫qr−∫qp=∫qr+∫pq\int_p^r=\int_q^r-\int_q^p=\int_q^r+\int_p^q. Kasus-kasus lain diperiksa dengan cara yang sama (Latihan 44.2-3).

    Sifat Urutan

    Teorema 44.2.5

    Misalkan f,gf,g terintegralkan pada [a,b][a,b].

    (a) Bila f≤gf\leq g, maka ∫abf≤∫abg\int_a^bf\leq\int_a^bg. Khususnya, f≥0f\geq0 mengakibatkan ∫abf≥0\int_a^bf\geq0.

    (b) Bila m≤f≤Mm\leq f\leq M, maka m(b−a)≤∫abf≤M(b−a)m(b-a)\leq\int_a^bf\leq M(b-a).

    (c) ∣f∣|f| terintegralkan, dan ∣∫abf∣≤∫ab∣f∣\bigl|\int_a^bf\bigr|\leq\int_a^b|f|.

    Bukti. (a) Latihan 43.1-6, atau: g−f≥0g-f\geq0 terintegralkan (Teorema 44.2.1), dengan L(g−f,P)≥0L(g-f,P)\geq0, sehingga ∫(g−f)≥0\int(g-f)\geq0. (b) Lemma 43.1.4. (c) ∣f∣=φ∘f|f|=\varphi\circ f dengan φ(s)=∣s∣\varphi(s)=|s| kontinu, sehingga terintegralkan (Teorema 44.1.5). Karena −∣f∣≤f≤∣f∣-|f|\leq f\leq|f|, (a) memberi −∫∣f∣≤∫f≤∫∣f∣-\int|f|\leq\int f\leq\int|f|. □\square

    Kebalikan (c) salah. f=2χQ−1f=2\chi_{\mathbb{Q}}-1 bernilai ±1\pm1, sehingga ∣f∣=1|f|=1 terintegralkan, tetapi ff sendiri tidak (Contoh 43.1.13 dan Teorema 44.2.1).

    Teorema 44.2.5(b), dengan aditivitas, menutup bagian (I2) pinjaman P32-INT. Untuk ff positif dan turun pada [k,k+1][k,k+1]: f(k+1)≤f≤f(k)f(k+1)\leq f\leq f(k) di sana, sehingga f(k+1)≤∫kk+1f≤f(k)f(k+1)\leq\int_k^{k+1}f\leq f(k). Untuk F(t)=∫1tfF(t)=\int_1^tf, Teorema 44.2.2 memberi F(k+1)−F(k)=∫kk+1fF(k+1)-F(k)=\int_k^{k+1}f. Jadi Teorema 32.2.4 (uji integral) kini hanya bergantung pada bagian (I3), integral tak wajar, yang ditutup di Bab 46.

    Teorema 44.2.6 (Hasil Kali)

    Bila f,gf,g terintegralkan pada [a,b][a,b], maka fgfg terintegralkan.

    Bukti. f2f^2 terintegralkan, menurut Teorema 44.1.5 dengan φ(s)=s2\varphi(s)=s^2. Identitas fg=14((f+g)2−(f−g)2)fg=\tfrac14\bigl((f+g)^2-(f-g)^2\bigr) dan Teorema 44.2.1 menyelesaikan bukti. □\square

    Tidak ada rumus ∫fg=∫f⋅∫g\int fg=\int f\cdot\int g. Contohnya, ∫01x⋅x dx=13≠14=(∫01x dx)2\int_0^1x\cdot x\,dx=\tfrac13\ne\tfrac14=\bigl(\int_0^1x\,dx\bigr)^2.

    Teorema 44.2.7 (Nilai Rata-Rata untuk Integral)

    Bila ff kontinu pada [a,b][a,b], ada ξ∈[a,b]\xi\in[a,b] dengan

    ∫abf=f(ξ) (b−a).\int_a^bf=f(\xi)\,(b-a).

    Bukti. Misalkan mm dan MM nilai minimum dan maksimum ff (Teorema 37.1.2). Teorema 44.2.5(b) memberi m≤1b−a∫abf≤Mm\leq\tfrac1{b-a}\int_a^bf\leq M. Nilai antara (Akibat 37.2.3) memberi ξ\xi dengan f(ξ)f(\xi) sama dengan rata-rata itu. □\square

    Bilangan 1b−a∫abf\tfrac1{b-a}\int_a^bf disebut nilai rata-rata ff pada [a,b][a,b]. Untuk x2x^2 pada [0,1][0,1], rata-ratanya 13\tfrac13, dicapai di ξ=13\xi=\tfrac1{\sqrt3}. Kontinuitas diperlukan. Fungsi tangga pada Contoh 43.2.3 mempunyai rata-rata 12\tfrac12 pada [0,2][0,2], tetapi hanya bernilai 00 dan 11.

    Latihan

    Latihan 44.2-1. Dengan ∫01x dx=12\int_0^1x\,dx=\tfrac12 dan ∫01x2 dx=13\int_0^1x^2\,dx=\tfrac13, hitung ∫01(3x2−4x+5) dx\int_0^1(3x^2-4x+5)\,dx, dan sebutkan sifat yang dipakai.

    Latihan 44.2-2. Buktikan ∫14x2 dx=21\int_1^4x^2\,dx=21 dari ∫0bx2 dx=b33\int_0^bx^2\,dx=\tfrac{b^3}3 (Latihan 44.1-8 dengan bb umum) dan aditivitas, lalu periksa ∫12+∫24=73+563\int_1^2+\int_2^4=\tfrac73+\tfrac{56}3.

    Latihan 44.2-3. Buktikan konvensi orientasi untuk keenam urutan p,q,rp,q,r.

    Latihan 44.2-4. Buktikan bahwa bila ff kontinu, f≥0f\geq0 pada [a,b][a,b], dan ∫abf=0\int_a^bf=0, maka f=0f=0 pada [a,b][a,b]. Tunjukkan bahwa syarat kontinuitas diperlukan.

    Latihan 44.2-5. Buktikan bahwa ∫01xn dx→0\int_0^1x^n\,dx\to0 untuk n→∞n\to\infty, tanpa menghitung integralnya. (Petunjuk: pisahkan [0,1−δ][0,1-\delta] dan [1−δ,1][1-\delta,1].)

    Latihan 44.2-6. Buktikan ketaksamaan Cauchy–Schwarz untuk integral: (∫abfg)2≤∫abf2∫abg2\bigl(\int_a^bfg\bigr)^2\leq\int_a^bf^2\int_a^bg^2.

    Latihan 44.2-7. Tentukan nilai rata-rata f(x)=xf(x)=x pada [1,4][1,4] dan titik ξ\xi pada Teorema 44.2.7.

    Latihan 44.2-8. Beri contoh ff yang tidak terintegralkan pada [0,2][0,2], tetapi f2f^2 terintegralkan.

    Solusi

    Solusi 44.2-1. Kelinearan: 3⋅13−4⋅12+5⋅1=1−2+5=43\cdot\tfrac13-4\cdot\tfrac12+5\cdot1=1-2+5=4. Integral konstanta memakai Contoh 43.1.10. □\square

    Solusi 44.2-2. Untuk b>0b>0, dengan h=bnh=\tfrac bn: U=h3n(n+1)(2n+1)6→b33U=h^3\tfrac{n(n+1)(2n+1)}6\to\tfrac{b^3}3, dan U−L=b2⋅bn→0U-L=b^2\cdot\tfrac bn\to0. Jadi ∫0bx2=b33\int_0^bx^2=\tfrac{b^3}3. Aditivitas memberi ∫14=643−13=21\int_1^4=\tfrac{64}3-\tfrac13=21, ∫12=83−13=73\int_1^2=\tfrac83-\tfrac13=\tfrac73, dan ∫24=643−83=563\int_2^4=\tfrac{64}3-\tfrac83=\tfrac{56}3. Jumlahnya 633=21\tfrac{63}3=21. □\square

    Solusi 44.2-3. Untuk p<q<rp<q<r: Teorema 44.2.2. Untuk urutan lain, mulai dari urutan naik u<v<wu<v<w dari {p,q,r}\{p,q,r\}, yang memenuhi ∫uw=∫uv+∫vw\int_u^w=\int_u^v+\int_v^w, lalu tulis ulang dengan ∫yx=−∫xy\int_y^x=-\int_x^y. Contohnya, untuk r<p<qr<p<q, ingin dibuktikan ∫pr=∫pq+∫qr\int_p^r=\int_p^q+\int_q^r, yaitu −∫rp=∫pq−∫rq-\int_r^p=\int_p^q-\int_r^q. Ini setara dengan ∫rq=∫rp+∫pq\int_r^q=\int_r^p+\int_p^q, yaitu aditivitas pada r<p<qr<p<q. Kasus dengan dua titik sama memakai ∫xx=0\int_x^x=0. □\square

    Solusi 44.2-4. Andaikan f(c)>0f(c)>0 untuk suatu cc. Kontinuitas memberi interval [α,β]∋c[\alpha,\beta]\ni c dengan α<β\alpha<\beta dan f≥f(c)2f\geq\tfrac{f(c)}2 di sana (Solusi 36.1-5). Maka ∫abf≥∫αβf≥f(c)2(β−α)>0\int_a^bf\geq\int_\alpha^\beta f\geq\tfrac{f(c)}2(\beta-\alpha)>0, memakai aditivitas dan f≥0f\geq0 di bagian lain. Kontradiksi. Tanpa kontinuitas: f(x)=0f(x)=0 kecuali f(12)=1f(\tfrac12)=1 pada [0,1][0,1] memberi integral 00 (Latihan 43.1-5). □\square

    Solusi 44.2-5. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ambil δ=min⁡{ε2,12}\delta=\min\{\tfrac\varepsilon2,\tfrac12\}, sehingga 0<1−δ<10<1-\delta<1. Pada [1−δ,1][1-\delta,1], 0≤xn≤10\leq x^n\leq1, sehingga integralnya ≤δ\leq\delta. Pada [0,1−δ][0,1-\delta], xn≤(1−δ)nx^n\leq(1-\delta)^n, sehingga integralnya ≤(1−δ)n<ε2\leq(1-\delta)^n<\tfrac\varepsilon2 untuk nn besar (Contoh 25.3.6). Jumlahnya <ε<\varepsilon. □\square

    Solusi 44.2-6. Untuk λ∈R\lambda\in\mathbb{R}: 0≤∫(λf+g)2=λ2A+2λB+C0\leq\int(\lambda f+g)^2=\lambda^2A+2\lambda B+C, dengan A=∫f2A=\int f^2, B=∫fgB=\int fg, dan C=∫g2C=\int g^2, menurut Teorema 44.2.5(a) dan kelinearan. Bila A>0A>0, ambil λ=−BA\lambda=-\tfrac BA: 0≤C−B2A0\leq C-\tfrac{B^2}A, sehingga B2≤ACB^2\leq AC. Bila A=0A=0, maka 2λB+C≥02\lambda B+C\geq0 untuk semua λ\lambda, sehingga B=0B=0. Bandingkan dengan Teorema 10.4.10. □\square

    Solusi 44.2-7. ∫14x dx=152\int_1^4x\,dx=\tfrac{15}2, sehingga rata-ratanya 15/23=52\tfrac{15/2}3=\tfrac52, dicapai di ξ=52\xi=\tfrac52. □\square

    Solusi 44.2-8. f=2χQ−1f=2\chi_{\mathbb{Q}}-1 pada [0,2][0,2]: f2=1f^2=1 terintegralkan, sedangkan ff tidak, karena setiap U(f,P)=2U(f,P)=2 dan L(f,P)=−2L(f,P)=-2. □\square

    Ringkasan

    Integral bersifat linear. Bila f,gf,g terintegralkan, f+gf+g dan cfcf terintegralkan dengan integral yang sesuai, karena supremum jumlah tidak melebihi jumlah supremum. Integral aditif terhadap interval, ∫ab=∫ac+∫cb\int_a^b=\int_a^c+\int_c^b, karena partisi yang memuat cc terbelah menjadi dua. Ini rumus master, yang diperiksa dengan f(x)=xf(x)=x pada [1,4][1,4] dan dengan fungsi sepotong-sepotong. Dengan konvensi orientasi, aditivitas berlaku untuk semua urutan. Integral mempertahankan urutan, memenuhi ∣∫f∣≤∫∣f∣|\int f|\leq\int|f|, terintegralkan untuk hasil kali, dan untuk fungsi kontinu mencapai nilai rata-ratanya. Bagian (I2) pinjaman P32-INT ditutup.

    Bab terdekat

    BerikutnyaTeorema Dasar Kalkulus (Fundamental Theorem of Calculus)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 45.

    SebelumnyaIntegral Riemann dan Jumlah Darboux

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 43.