Integral Riemann dan Jumlah Darboux
Bab 43 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 43: Integral Riemann dan Jumlah Darboux
43.1 Partisi Interval dan Jumlah Darboux Atas/Bawah
Bagian IX membangun integral Riemann. Penjelasan master untuk Bab 43: integral didefinisikan secara formal sebagai luas di bawah kurva, memakai partisi dan batas supremum/infimum. Penjelasan master untuk unit ini: luas dihampiri dengan persegi panjang luar (jumlah atas, upper sum) dan persegi panjang dalam (jumlah bawah, lower sum).
Kata "luas" di sini adalah motivasi, bukan definisi. Untuk daerah lengkung, luas belum mempunyai arti matematis. Pendekatan Darboux justru memberi arti itu. Luas daerah di bawah grafik didefinisikan sebagai bilangan yang terjepit di antara semua jumlah bawah dan semua jumlah atas, asalkan bilangan seperti itu tunggal. Bila tidak tunggal, misalnya untuk fungsi Dirichlet, integral Riemann tidak ada. Unit ini menyusun alat-alatnya: partisi, penghalusan, jumlah atas dan bawah, serta integral atas dan bawah. Unit 43.2 memberi kriteria praktis kapan keduanya sama.
Prasyarat: supremum dan infimum (Bab 11); himpunan hingga (Bab 20); fungsi terbatas (Bab 24). Dalam seluruh Bab 43–45, fungsi yang diintegralkan diandaikan terbatas. Fungsi tak terbatas ditangani dengan integral tak wajar (Bab 46).
Partisi
Definisi 43.1.1 (Partisi dan Kehalusan)
Misalkan . Partisi adalah himpunan hingga dengan
Interval disebut subinterval ke-, dengan panjang . Bilangan disebut kehalusan (mesh) . Partisi adalah penghalusan bila .
Karena himpunan hingga bilangan real, penulisan naik tunggal (minimum berulang, Teorema 11.1.14). Jadi partisi dapat dipandang sebagai himpunan maupun sebagai daftar naik. Untuk dua partisi dan , gabungan adalah partisi yang menghaluskan keduanya, yaitu penghalusan bersama.
, karena jumlahnya teleskopik.
Contoh 43.1.2
Partisi seragam mempunyai dan . menghaluskan , karena . Akan tetapi tidak menghaluskan , karena titik tengah tidak termuat di .
Jumlah Darboux
Definisi 43.1.3
Misalkan terbatas, dan partisi. Untuk setiap , tetapkan
Keduanya ada karena terbatas (aksioma supremum, Teorema 11.3.3). Jumlah Darboux atas dan bawah adalah
Secara geometris, untuk , adalah jumlah luas persegi panjang yang menutupi grafik, dan adalah jumlah luas persegi panjang yang termuat di bawah grafik. "Luas persegi panjang" berarti alas dikali tinggi; itu definisi elementer yang tidak memerlukan teori baru.
Keterbatasan diperlukan. Untuk pada dengan , subinterval pertama setiap partisi memuat titik dengan nilai sebesar apa pun, sehingga tidak ada.
Lemma 43.1.4 (Batas Kasar)
Bila untuk semua , maka untuk setiap partisi :
Bukti. untuk setiap , karena infimum himpunan tak kosong tidak melebihi supremumnya. Kalikan dengan dan jumlahkan, lalu gunakan .
Penghalusan
Lemma 43.1.5 (Penghalusan Memperbaiki Hampiran)
Bila menghaluskan , maka
Bukti. Pertama, misalkan , dengan satu titik baru . Semua subinterval selain yang ke- tidak berubah. Subinterval terbelah menjadi dan . Misalkan dan adalah supremum pada kedua bagian. Karena keduanya subhimpunan , dan (Proposisi 11.2.15). Maka
Jadi . Secara serupa, infimum pada subhimpunan tidak lebih kecil, sehingga .
Secara umum, hingga, katakan berisi titik. Tambahkan titik-titik itu satu per satu; induksi pada memberi hasilnya. Ketaksamaan tengah adalah Lemma 43.1.4 untuk setiap subinterval, yaitu .
Lemma 43.1.6 (Jumlah Bawah Tidak Melebihi Jumlah Atas Mana Pun)
Untuk sebarang partisi dan : .
Bukti. menghaluskan keduanya. Lemma 43.1.5 memberi .
Lemma ini tidak jelas tanpa penghalusan bersama. dan dapat mempunyai titik-titik yang sama sekali berbeda, sehingga persegi panjangnya tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Integral Atas dan Bawah
Definisi 43.1.7
Misalkan himpunan semua partisi . Himpunan ini sah sebagai subhimpunan , yang dipilih dengan separasi. Integral bawah dan integral atas adalah
Keduanya ada sebagai bilangan real. Himpunan tak kosong, karena adalah partisi, dan terbatas di atas oleh (Lemma 43.1.4). Himpunan terbatas di bawah oleh .
Teorema 43.1.8
.
Bukti. Tetapkan . Lemma 43.1.6 menyatakan bahwa adalah batas atas semua , sehingga . Jadi adalah batas bawah semua , sehingga .
Definisi 43.1.9 (Integral Riemann)
terintegralkan Riemann pada bila . Nilai bersama itu disebut integral , ditulis atau . Untuk , bilangan ini didefinisikan sebagai luas daerah di bawah grafik.
Huruf dalam adalah variabel boneka, dan hanyalah bagian dari notasi. Lambang itu tidak menyatakan perkalian dengan suatu "bilangan ".
Pendekatan ini disebut pendekatan Darboux. Pendekatan Riemann yang asli memakai jumlah dengan titik sampel. Unit 43.2 membuktikan bahwa kedua pendekatan memberi kelas fungsi dan nilai integral yang sama.
Contoh
Contoh 43.1.10 (Konstanta)
pada : , sehingga untuk setiap . Jadi .
Contoh 43.1.11 ( pada )
naik, sehingga pada , dan . Untuk partisi seragam :
dengan (induksi). Maka untuk setiap . Selisih kedua batas adalah , dan keduanya menuju . Menurut Teorema 26.3.1, diperoleh . Jadi , sesuai dengan luas segitiga.
Contoh 43.1.12 ( pada )
naik pada . Dengan (Latihan 43.1-3):
Keduanya menuju (Contoh 26.2.7(b)). Argumen penjepit yang sama memberi . Untuk : dan , sehingga .
Contoh 43.1.13 (Fungsi Dirichlet: Tidak Terintegralkan)
pada . Setiap subinterval tak degenerat memuat bilangan rasional dan irasional (Teorema 11.3.11, 11.4.6), sehingga dan . Jadi dan untuk setiap , sehingga . Fungsi ini terbatas, tetapi tidak terintegralkan Riemann. Integral Lebesgue, yang di luar cakupan buku ini, memberi nilai untuk fungsi ini. Bab 50 menyinggung hal itu.
Latihan
Latihan 43.1-1. Untuk pada dan partisi , hitung dan .
Latihan 43.1-2. Untuk pada , , dan , periksa Lemma 43.1.5 secara numerik.
Latihan 43.1-3. Buktikan dengan induksi, lalu periksa perhitungan pada Contoh 43.1.12.
Latihan 43.1-4. Tunjukkan bahwa untuk pada , dan . Hitung integralnya dengan partisi seragam.
Latihan 43.1-5. Misalkan untuk kecuali . Hitung dan untuk partisi dengan sebagai titik partisi dan subinterval yang memuat berpanjang . Simpulkan integralnya.
Latihan 43.1-6. Buktikan bahwa bila pada , maka dan .
Latihan 43.1-7. Hitung untuk dengan partisi seragam, dan periksa bahwa hasilnya .
Latihan 43.1-8. Misalkan untuk dan untuk irasional. Hitung integral atas dan integral bawah pada .
Solusi
Solusi 43.1-1. naik, sehingga dan . Subinterval , , dan berpanjang , , dan . . . Integral sebenarnya, yaitu luas trapesium, adalah , yang terletak di antara keduanya.
Solusi 43.1-2. dan . dan . Jadi .
Solusi 43.1-3. Untuk : . Langkah: . Untuk : . Bagi dengan memberi .
Solusi 43.1-4. turun, sehingga supremum pada dicapai di ujung kiri dan infimum di ujung kanan. Dengan : dan , keduanya menuju . Jadi .
Solusi 43.1-5. Misalkan subinterval yang memuat sebagai ujung adalah dan . Pada keduanya dan ; pada subinterval lain . Jadi dan . Karena dapat dibuat sekecil apa pun, , sehingga . Nilai di satu titik tidak mempengaruhi integral.
Solusi 43.1-6. Pada setiap subinterval, dan , sehingga dan untuk setiap . Ambil infimum dan supremum atas .
Solusi 43.1-7. dengan . , yang menuju . menuju limit yang sama.
Solusi 43.1-8. Pada : , karena ada irasional. , karena rasional di dekat memberi nilai sedekat apa pun ke , dan semua nilai (nilai rasional , nilai irasional ). Jadi untuk setiap , dan . Maka dan . Fungsi ini tidak terintegralkan.
Ringkasan
Partisi membagi menjadi subinterval. Jumlah atas memakai supremum pada setiap subinterval, dan jumlah bawah memakai infimumnya. Keduanya terdefinisi untuk fungsi terbatas. Penghalusan menaikkan jumlah bawah dan menurunkan jumlah atas. Melalui penghalusan bersama, setiap jumlah bawah tidak melebihi setiap jumlah atas. Integral bawah adalah supremum semua jumlah bawah, integral atas adalah infimum semua jumlah atas, dan terintegralkan Riemann bila keduanya sama. Dengan partisi seragam, dan . Fungsi Dirichlet terbatas tetapi tidak terintegralkan, karena integral bawahnya dan integral atasnya .
43.2 Kriteria Cauchy untuk Keterintegralan Riemann
Definisi 43.1.9 meminta kesamaan antara supremum semua jumlah bawah dan infimum semua jumlah atas. Untuk memeriksanya langsung, kita perlu menguasai semua partisi sekaligus. Unit ini memberi dua kriteria yang jauh lebih praktis, dan keduanya mempunyai semangat Cauchy: keterintegralan dibuktikan tanpa mengetahui nilai integralnya lebih dahulu.
- Kriteria Riemann: cukup satu partisi yang membuat kecil.
- Kriteria Cauchy untuk jumlah Riemann: jumlah dengan titik sampel sebarang pada partisi yang cukup halus saling berdekatan.
Di tengah jalan, unit ini membuktikan bahwa pendekatan Darboux (Unit 43.1) dan pendekatan asli Riemann, yaitu limit jumlah dengan titik sampel, memberi kelas fungsi yang sama dan nilai integral yang sama.
Prasyarat: Unit 43.1; Bab 29 (gagasan Cauchy).
Dalam unit ini terbatas, dengan , , dan .
Kriteria Riemann
Teorema 43.2.1 (Kriteria Riemann)
terintegralkan pada jika dan hanya jika untuk setiap ada partisi dengan
Bukti. () Untuk partisi seperti itu, (definisi dan Teorema 43.1.8), sehingga . Karena sebarang, keduanya sama.
() Misalkan dan . Menurut karakterisasi supremum dan infimum (Teorema 11.3.2 dan versi infimumnya), ada dengan dan dengan . Untuk , Lemma 43.1.5 memberi .
Akibat 43.2.2 (Barisan Partisi)
Bila barisan partisi dengan , maka terintegralkan dan
Bukti. Keterintegralan menurut Teorema 43.2.1. Selanjutnya , dan hal yang sama berlaku untuk .
Perhitungan pada Contoh 43.1.11 dan 43.1.12 adalah kasus akibat ini dengan partisi seragam.
Contoh 43.2.3 (Fungsi Tangga)
untuk dan untuk . Untuk , tetapkan . Pada : . Pada : , karena , dan . Pada : . Jadi dan . Selisihnya , yang dapat dibuat sekecil apa pun. Jadi terintegralkan, dan . Satu loncatan tidak menghalangi keterintegralan. Integral tidak peduli pada nilai di titik loncatan.
Kehalusan dan Jumlah Riemann
Lemma 43.2.4 (Pengaruh Kehalusan)
Misalkan partisi dengan anggota, dan sebarang partisi. Maka
Bukti. Tambahkan titik-titik satu per satu. Banyaknya paling . Setiap titik baru terletak di bagian dalam tepat satu subinterval dari partisi saat itu, dan panjang , karena penghalusan tidak memperpanjang subinterval. Menambahkan mengganti suku dengan dua suku yang jumlahnya . Jadi jumlah atas turun paling banyak . Jumlahkan atas paling banyak langkah. Bagian serupa.
Definisi 43.2.5 (Jumlah Riemann)
Partisi bertitik sampel adalah pasangan dengan dan , . Jumlah Riemannnya adalah
Selalu berlaku , karena .
Teorema 43.2.6 (Darboux = Riemann)
terintegralkan dengan integral jika dan hanya jika: untuk setiap ada sehingga setiap partisi bertitik sampel dengan memenuhi .
Bukti. () Misalkan . Teorema 43.2.1 memberi dengan . Misalkan , dan tetapkan . Untuk , Lemma 43.2.4 dan Lemma 43.1.5 memberi
Jadi . Karena dan keduanya terletak di , .
() Misalkan , dan ambil dari hipotesis. Ambil partisi seragam dengan . Untuk setiap , ada dengan (Teorema 11.3.2), dan dengan . Ini berhingga banyak pemilihan tunggal, sehingga tidak memerlukan aksioma pilihan. Maka dan , sehingga
Jadi , sehingga terintegralkan (Teorema 43.2.1). Integralnya terletak di antara dan , sehingga berjarak kurang dari dari . Karena sebarang, integralnya .
Bukti arah () memperlihatkan peran Lemma 43.2.4. Partisi yang halus belum tentu menghaluskan , tetapi kehalusannya membuat titik-titik hanya berpengaruh kecil.
Kriteria Cauchy
Teorema 43.2.7 (Kriteria Cauchy untuk Jumlah Riemann)
terintegralkan pada jika dan hanya jika untuk setiap ada sehingga
untuk semua partisi bertitik sampel dan dengan .
Bukti. () Teorema 43.2.6 dengan dan ketaksamaan segitiga.
() Misalkan , dan ambil dari hipotesis. Untuk partisi seragam dengan , pilih titik sampel dan seperti pada bukti Teorema 43.2.6, sehingga dan . Hipotesis dengan memberi . Jadi , dan Teorema 43.2.1 memberi keterintegralan.
Seperti kriteria Cauchy untuk barisan (Teorema 29.2.1), kriteria ini tidak menyebut nilai integral. Kelengkapan bekerja di balik layar, melalui supremum dan infimum dalam definisi integral atas dan bawah.
Contoh Sulit
Contoh 43.2.8 (Fungsi Dirichlet Gagal)
Untuk pada dan sebarang , titik sampel rasional memberi , sedangkan titik sampel irasional memberi . Jadi kriteria Teorema 43.2.7 gagal untuk , sesuai dengan Contoh 43.1.13.
Contoh 43.2.9 (Fungsi Thomae Terintegralkan)
Fungsi Thomae (Contoh 36.1.4) pada terintegralkan, dengan . Padahal fungsi ini tidak kontinu di setiap bilangan rasional, yaitu di himpunan yang rapat.
Bukti. Setiap subinterval tak degenerat memuat bilangan irasional, sehingga dan untuk setiap . Misalkan . Pilih bilangan bulat dengan . Himpunan terdiri atas pecahan dengan dan . Himpunan itu hingga, dengan paling banyak anggota.
Pada partisi seragam , setiap titik termuat di paling banyak dua subinterval. Jadi paling banyak subinterval memuat titik . Pada subinterval itu . Pada subinterval lain, semua nilai , sehingga . Maka
Untuk , . Jadi , dan . Seluruh konstruksi tertentu, tanpa pilihan.
Contoh ini menunjukkan bahwa keterintegralan Riemann tidak memerlukan kontinuitas. Ketidakkontinuan diperbolehkan asalkan, secara kasar, ketidakkontinuan itu dapat ditutup oleh interval-interval dengan total panjang kecil, di luar bagian yang nilainya kecil. Kriteria persisnya (Lebesgue) disinggung pada Bab 50.
Latihan
Latihan 43.2-1. Buktikan bahwa terintegralkan pada dengan , memakai .
Latihan 43.2-2. Untuk pada Contoh 43.2.3, hitung dengan partisi seragam pada dan titik sampel ujung kanan, lalu tunjukkan bahwa limitnya .
Latihan 43.2-3. Misalkan terbatas pada dan kontinu kecuali di satu titik . Dengan menganggap bahwa fungsi kontinu pada interval tertutup terintegralkan (Unit 44.1), buktikan bahwa terintegralkan.
Latihan 43.2-4. Hitung jumlah Riemann titik tengah untuk pada dengan , lalu bandingkan dengan .
Latihan 43.2-5. Buktikan Akibat 43.2.2, termasuk kesamaan kedua limit.
Latihan 43.2-6. Misalkan bila untuk suatu , dan untuk titik lain di . Buktikan bahwa terintegralkan dan .
Latihan 43.2-7. Buktikan bagian dari Lemma 43.2.4.
Latihan 43.2-8. Pada bukti Teorema 43.2.6(), jelaskan mengapa pemilihan dan tidak memerlukan aksioma pilihan, sedangkan "untuk setiap partisi, pilih titik sampel yang mendekati supremum" untuk tak hingga banyak partisi sekaligus akan memerlukannya.
Solusi
Solusi 43.2-1. naik, sehingga dengan : dan . , dan keduanya menuju . Akibat 43.2.2 memberi hasilnya. Rumus jumlah pangkat tiga dibuktikan dengan induksi: .
Solusi 43.2-2. . Ujung kanan tepat ketika . Untuk genap, . Untuk ganjil, . Keduanya menuju .
Solusi 43.2-3. Misalkan dan . Ambil dengan dan . Pada dan , kontinu, sehingga terintegralkan menurut anggapan, dan ada partisi dengan masing-masing. Gabungan , yang memuat dan , adalah partisi . Pada , sumbangan paling banyak . Totalnya .
Solusi 43.2-4. Titik tengah . . Galatnya , lebih kecil daripada galat ujung kanan, yaitu .
Solusi 43.2-5. Bukti akibat itu. Untuk : .
Solusi 43.2-6. untuk setiap , karena setiap subinterval memuat titik yang bukan berbentuk . Misalkan . Himpunan hingga, dengan anggota. Untuk partisi seragam , pisahkan subinterval menjadi dua jenis.
- Subinterval yang memotong seluruhnya termuat di . Total panjangnya paling banyak , dan , sehingga sumbangannya paling banyak .
- Subinterval lain termuat di , dan di sana hanya bernilai pada titik-titik . Setiap titik termuat di paling banyak dua subinterval, sehingga paling banyak subinterval jenis ini mempunyai . Sisanya mempunyai . Sumbangannya paling banyak .
Jadi untuk . Teorema 43.2.1 memberi keterintegralan, dan .
Solusi 43.2-7. Menambahkan titik di bagian dalam mengganti dengan dua suku yang jumlahnya . Jadi jumlah bawah naik paling banyak . Jumlahkan atas paling banyak titik.
Solusi 43.2-8. Untuk satu partisi tetap dengan subinterval, ada pernyataan keberadaan ("ada dengan …"), dan masing-masing dieliminasi satu kali. Berhingga banyak eliminasi eksistensial tidak memerlukan aksioma. Bila kita harus menetapkan titik sampel seperti itu untuk setiap anggota suatu barisan partisi sekaligus, kita membutuhkan satu fungsi pemilih untuk tak hingga banyak himpunan tak kosong, yaitu pilihan terhitung (Unit 23.3). Bukti di atas sengaja hanya memakai satu partisi.
Ringkasan
Kriteria Riemann: terintegralkan tepat ketika untuk setiap ada partisi dengan . Kriteria ini memberi integral sebagai limit untuk barisan partisi yang cocok. Lemma kehalusan menunjukkan bahwa partisi yang cukup halus berperilaku hampir sebaik partisi terbaik, sehingga definisi Darboux setara dengan definisi Riemann melalui jumlah bertitik sampel. Kriteria Cauchy untuk jumlah Riemann menyatakan keterintegralan tanpa menyebut nilai integral. Fungsi tangga dan fungsi Thomae terintegralkan, sedangkan fungsi Dirichlet tidak: ketidakkontinuan diperbolehkan asalkan dapat ditutup oleh interval-interval yang total panjangnya kecil.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 44.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 42.