Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 43Lanjut

    Integral Riemann dan Jumlah Darboux

    Bab 43 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    17 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 43 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 43: Integral Riemann dan Jumlah Darboux

    43.1 Partisi Interval dan Jumlah Darboux Atas/Bawah

    Bagian IX membangun integral Riemann. Penjelasan master untuk Bab 43: integral didefinisikan secara formal sebagai luas di bawah kurva, memakai partisi dan batas supremum/infimum. Penjelasan master untuk unit ini: luas dihampiri dengan persegi panjang luar (jumlah atas, upper sum) dan persegi panjang dalam (jumlah bawah, lower sum).

    Kata "luas" di sini adalah motivasi, bukan definisi. Untuk daerah lengkung, luas belum mempunyai arti matematis. Pendekatan Darboux justru memberi arti itu. Luas daerah di bawah grafik ff didefinisikan sebagai bilangan yang terjepit di antara semua jumlah bawah dan semua jumlah atas, asalkan bilangan seperti itu tunggal. Bila tidak tunggal, misalnya untuk fungsi Dirichlet, integral Riemann tidak ada. Unit ini menyusun alat-alatnya: partisi, penghalusan, jumlah atas dan bawah, serta integral atas dan bawah. Unit 43.2 memberi kriteria praktis kapan keduanya sama.

    Prasyarat: supremum dan infimum (Bab 11); himpunan hingga (Bab 20); fungsi terbatas (Bab 24). Dalam seluruh Bab 43–45, fungsi yang diintegralkan diandaikan terbatas. Fungsi tak terbatas ditangani dengan integral tak wajar (Bab 46).

    Partisi

    Definisi 43.1.1 (Partisi dan Kehalusan)

    Misalkan a<ba<b. Partisi [a,b][a,b] adalah himpunan hingga P={x0,x1,…,xn}P=\{x_0,x_1,\ldots,x_n\} dengan

    a=x0<x1<⋯<xn=b,n≥1.a=x_0<x_1<\cdots<x_n=b,\qquad n\geq1.

    Interval [xi−1,xi][x_{i-1},x_i] disebut subinterval ke-ii, dengan panjang Δxi=xi−xi−1>0\Delta x_i=x_i-x_{i-1}>0. Bilangan ∥P∥=max⁡iΔxi\|P\|=\max_i\Delta x_i disebut kehalusan (mesh) PP. Partisi QQ adalah penghalusan PP bila P⊆QP\subseteq Q.

    Karena PP himpunan hingga bilangan real, penulisan naik x0<⋯<xnx_0<\cdots<x_n tunggal (minimum berulang, Teorema 11.1.14). Jadi partisi dapat dipandang sebagai himpunan maupun sebagai daftar naik. Untuk dua partisi PP dan QQ, gabungan P∪QP\cup Q adalah partisi yang menghaluskan keduanya, yaitu penghalusan bersama.

    ∑iΔxi=xn−x0=b−a\sum_i\Delta x_i=x_n-x_0=b-a, karena jumlahnya teleskopik.

    Contoh 43.1.2

    Partisi seragam Pn={a+in(b−a):i=0,…,n}P_n=\{a+\tfrac in(b-a):i=0,\ldots,n\} mempunyai Δxi=b−an\Delta x_i=\tfrac{b-a}n dan ∥Pn∥=b−an\|P_n\|=\tfrac{b-a}n. P2nP_{2n} menghaluskan PnP_n, karena a+in(b−a)=a+2i2n(b−a)a+\tfrac in(b-a)=a+\tfrac{2i}{2n}(b-a). Akan tetapi P3P_3 tidak menghaluskan P2P_2, karena titik tengah a+b2\tfrac{a+b}2 tidak termuat di P3P_3.

    Jumlah Darboux

    Definisi 43.1.3

    Misalkan f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} terbatas, dan PP partisi. Untuk setiap ii, tetapkan

    Mi=sup⁡x∈[xi−1,xi]f(x),mi=inf⁡x∈[xi−1,xi]f(x).M_i=\sup_{x\in[x_{i-1},x_i]}f(x),\qquad m_i=\inf_{x\in[x_{i-1},x_i]}f(x).

    Keduanya ada karena ff terbatas (aksioma supremum, Teorema 11.3.3). Jumlah Darboux atas dan bawah adalah

    U(f,P)=∑i=1nMi Δxi,L(f,P)=∑i=1nmi Δxi.U(f,P)=\sum_{i=1}^nM_i\,\Delta x_i,\qquad L(f,P)=\sum_{i=1}^nm_i\,\Delta x_i.

    Secara geometris, untuk f≥0f\geq0, U(f,P)U(f,P) adalah jumlah luas persegi panjang yang menutupi grafik, dan L(f,P)L(f,P) adalah jumlah luas persegi panjang yang termuat di bawah grafik. "Luas persegi panjang" berarti alas dikali tinggi; itu definisi elementer yang tidak memerlukan teori baru.

    Keterbatasan diperlukan. Untuk f(x)=1xf(x)=\tfrac1x pada (0,1](0,1] dengan f(0)=0f(0)=0, subinterval pertama setiap partisi memuat titik dengan nilai ff sebesar apa pun, sehingga M1M_1 tidak ada.

    Lemma 43.1.4 (Batas Kasar)

    Bila m≤f(x)≤Mm\leq f(x)\leq M untuk semua x∈[a,b]x\in[a,b], maka untuk setiap partisi PP:

    m(b−a)≤L(f,P)≤U(f,P)≤M(b−a).m(b-a)\leq L(f,P)\leq U(f,P)\leq M(b-a).

    Bukti. m≤mi≤Mi≤Mm\leq m_i\leq M_i\leq M untuk setiap ii, karena infimum himpunan tak kosong tidak melebihi supremumnya. Kalikan dengan Δxi>0\Delta x_i>0 dan jumlahkan, lalu gunakan ∑Δxi=b−a\sum\Delta x_i=b-a. □\square

    Penghalusan

    Lemma 43.1.5 (Penghalusan Memperbaiki Hampiran)

    Bila QQ menghaluskan PP, maka

    L(f,P)≤L(f,Q)≤U(f,Q)≤U(f,P).L(f,P)\leq L(f,Q)\leq U(f,Q)\leq U(f,P).

    Bukti. Pertama, misalkan Q=P∪{y}Q=P\cup\{y\}, dengan satu titik baru y∈(xk−1,xk)y\in(x_{k-1},x_k). Semua subinterval selain yang ke-kk tidak berubah. Subinterval [xk−1,xk][x_{k-1},x_k] terbelah menjadi [xk−1,y][x_{k-1},y] dan [y,xk][y,x_k]. Misalkan M′M' dan M′′M'' adalah supremum ff pada kedua bagian. Karena keduanya subhimpunan [xk−1,xk][x_{k-1},x_k], M′≤MkM'\leq M_k dan M′′≤MkM''\leq M_k (Proposisi 11.2.15). Maka

    M′(y−xk−1)+M′′(xk−y)≤Mk(y−xk−1)+Mk(xk−y)=Mk Δxk.M'(y-x_{k-1})+M''(x_k-y)\leq M_k(y-x_{k-1})+M_k(x_k-y)=M_k\,\Delta x_k.

    Jadi U(f,Q)≤U(f,P)U(f,Q)\leq U(f,P). Secara serupa, infimum pada subhimpunan tidak lebih kecil, sehingga L(f,Q)≥L(f,P)L(f,Q)\geq L(f,P).

    Secara umum, Q∖PQ\setminus P hingga, katakan berisi rr titik. Tambahkan titik-titik itu satu per satu; induksi pada rr memberi hasilnya. Ketaksamaan tengah adalah Lemma 43.1.4 untuk setiap subinterval, yaitu mi≤Mim_i\leq M_i. □\square

    Lemma 43.1.6 (Jumlah Bawah Tidak Melebihi Jumlah Atas Mana Pun)

    Untuk sebarang partisi PP dan QQ: L(f,P)≤U(f,Q)L(f,P)\leq U(f,Q).

    Bukti. P∪QP\cup Q menghaluskan keduanya. Lemma 43.1.5 memberi L(f,P)≤L(f,P∪Q)≤U(f,P∪Q)≤U(f,Q)L(f,P)\leq L(f,P\cup Q)\leq U(f,P\cup Q)\leq U(f,Q). □\square

    Lemma ini tidak jelas tanpa penghalusan bersama. PP dan QQ dapat mempunyai titik-titik yang sama sekali berbeda, sehingga persegi panjangnya tidak dapat dibandingkan secara langsung.

    Integral Atas dan Bawah

    Definisi 43.1.7

    Misalkan P\mathcal{P} himpunan semua partisi [a,b][a,b]. Himpunan ini sah sebagai subhimpunan P([a,b])\mathcal{P}([a,b]), yang dipilih dengan separasi. Integral bawah dan integral atas ff adalah

    ∫ab‾f=sup⁡P∈PL(f,P),∫ab‾f=inf⁡P∈PU(f,P).\underline{\int_a^b}f=\sup_{P\in\mathcal{P}}L(f,P),\qquad\overline{\int_a^b}f=\inf_{P\in\mathcal{P}}U(f,P).

    Keduanya ada sebagai bilangan real. Himpunan {L(f,P)}\{L(f,P)\} tak kosong, karena {a,b}\{a,b\} adalah partisi, dan terbatas di atas oleh M(b−a)M(b-a) (Lemma 43.1.4). Himpunan {U(f,P)}\{U(f,P)\} terbatas di bawah oleh m(b−a)m(b-a).

    Teorema 43.1.8

    ∫ab‾f≤∫ab‾f\underline{\int_a^b}f\leq\overline{\int_a^b}f.

    Bukti. Tetapkan QQ. Lemma 43.1.6 menyatakan bahwa U(f,Q)U(f,Q) adalah batas atas semua L(f,P)L(f,P), sehingga ∫‾f≤U(f,Q)\underline\int f\leq U(f,Q). Jadi ∫‾f\underline\int f adalah batas bawah semua U(f,Q)U(f,Q), sehingga ∫‾f≤∫‾f\underline\int f\leq\overline\int f. □\square

    Definisi 43.1.9 (Integral Riemann)

    ff terintegralkan Riemann pada [a,b][a,b] bila ∫ab‾f=∫ab‾f\underline{\int_a^b}f=\overline{\int_a^b}f. Nilai bersama itu disebut integral ff, ditulis ∫abf\int_a^bf atau ∫abf(x) dx\int_a^bf(x)\,dx. Untuk f≥0f\geq0, bilangan ini didefinisikan sebagai luas daerah di bawah grafik.

    Huruf xx dalam ∫abf(x) dx\int_a^bf(x)\,dx adalah variabel boneka, dan dxdx hanyalah bagian dari notasi. Lambang itu tidak menyatakan perkalian dengan suatu "bilangan dxdx".

    Pendekatan ini disebut pendekatan Darboux. Pendekatan Riemann yang asli memakai jumlah dengan titik sampel. Unit 43.2 membuktikan bahwa kedua pendekatan memberi kelas fungsi dan nilai integral yang sama.

    Contoh

    Contoh 43.1.10 (Konstanta)

    f(x)=cf(x)=c pada [a,b][a,b]: Mi=mi=cM_i=m_i=c, sehingga L(f,P)=U(f,P)=c(b−a)L(f,P)=U(f,P)=c(b-a) untuk setiap PP. Jadi ∫abc dx=c(b−a)\int_a^bc\,dx=c(b-a).

    Contoh 43.1.11 (f(x)=xf(x)=x pada [0,1][0,1])

    ff naik, sehingga pada [xi−1,xi][x_{i-1},x_i], Mi=xiM_i=x_i dan mi=xi−1m_i=x_{i-1}. Untuk partisi seragam PnP_n:

    U(f,Pn)=∑i=1nin⋅1n=n(n+1)2n2=n+12n,L(f,Pn)=∑i=1ni−1n⋅1n=n−12n,U(f,P_n)=\sum_{i=1}^n\frac in\cdot\frac1n=\frac{n(n+1)}{2n^2}=\frac{n+1}{2n},\qquad L(f,P_n)=\sum_{i=1}^n\frac{i-1}n\cdot\frac1n=\frac{n-1}{2n},

    dengan ∑i=1ni=n(n+1)2\sum_{i=1}^ni=\tfrac{n(n+1)}2 (induksi). Maka n−12n≤∫‾f≤∫‾f≤n+12n\tfrac{n-1}{2n}\leq\underline\int f\leq\overline\int f\leq\tfrac{n+1}{2n} untuk setiap nn. Selisih kedua batas adalah 1n→0\tfrac1n\to0, dan keduanya menuju 12\tfrac12. Menurut Teorema 26.3.1, diperoleh ∫‾f=∫‾f=12\underline\int f=\overline\int f=\tfrac12. Jadi ∫01x dx=12\int_0^1x\,dx=\tfrac12, sesuai dengan luas segitiga.

    Contoh 43.1.12 (f(x)=x2f(x)=x^2 pada [0,1][0,1])

    ff naik pada [0,1][0,1]. Dengan ∑i=1ni2=n(n+1)(2n+1)6\sum_{i=1}^ni^2=\tfrac{n(n+1)(2n+1)}6 (Latihan 43.1-3):

    U(f,Pn)=∑i=1ni2n2⋅1n=(n+1)(2n+1)6n2,L(f,Pn)=∑i=1n(i−1)2n3=(n−1)(2n−1)6n2.U(f,P_n)=\sum_{i=1}^n\frac{i^2}{n^2}\cdot\frac1n=\frac{(n+1)(2n+1)}{6n^2},\qquad L(f,P_n)=\sum_{i=1}^n\frac{(i-1)^2}{n^3}=\frac{(n-1)(2n-1)}{6n^2}.

    Keduanya menuju 26=13\tfrac26=\tfrac13 (Contoh 26.2.7(b)). Argumen penjepit yang sama memberi ∫01x2 dx=13\int_0^1x^2\,dx=\tfrac13. Untuk n=10n=10: U=11⋅21600=0,385U=\tfrac{11\cdot21}{600}=0{,}385 dan L=9⋅19600=0,285L=\tfrac{9\cdot19}{600}=0{,}285, sehingga 0,285≤∫01x2 dx≤0,3850{,}285\leq\int_0^1x^2\,dx\leq0{,}385.

    Contoh 43.1.13 (Fungsi Dirichlet: Tidak Terintegralkan)

    χQ\chi_{\mathbb{Q}} pada [0,1][0,1]. Setiap subinterval tak degenerat memuat bilangan rasional dan irasional (Teorema 11.3.11, 11.4.6), sehingga Mi=1M_i=1 dan mi=0m_i=0. Jadi U(χQ,P)=1U(\chi_{\mathbb{Q}},P)=1 dan L(χQ,P)=0L(\chi_{\mathbb{Q}},P)=0 untuk setiap PP, sehingga ∫‾χQ=0<1=∫‾χQ\underline\int\chi_{\mathbb{Q}}=0<1=\overline\int\chi_{\mathbb{Q}}. Fungsi ini terbatas, tetapi tidak terintegralkan Riemann. Integral Lebesgue, yang di luar cakupan buku ini, memberi nilai 00 untuk fungsi ini. Bab 50 menyinggung hal itu.

    Latihan

    Latihan 43.1-1. Untuk f(x)=2x+1f(x)=2x+1 pada [0,2][0,2] dan partisi P={0; 0,5; 1; 2}P=\{0;\,0{,}5;\,1;\,2\}, hitung U(f,P)U(f,P) dan L(f,P)L(f,P).

    Latihan 43.1-2. Untuk f(x)=xf(x)=x pada [0,1][0,1], P={0,12,1}P=\{0,\tfrac12,1\}, dan Q={0,13,12,1}Q=\{0,\tfrac13,\tfrac12,1\}, periksa Lemma 43.1.5 secara numerik.

    Laboratorium partisi DarbouxUntuk: Bab 43, Unit 43.1 (M43-01)

    Latihan 43.1-3. Buktikan ∑i=1ni2=n(n+1)(2n+1)6\sum_{i=1}^ni^2=\tfrac{n(n+1)(2n+1)}6 dengan induksi, lalu periksa perhitungan L(f,Pn)L(f,P_n) pada Contoh 43.1.12.

    Latihan 43.1-4. Tunjukkan bahwa untuk f(x)=−xf(x)=-x pada [0,1][0,1], Mi=−xi−1M_i=-x_{i-1} dan mi=−xim_i=-x_i. Hitung integralnya dengan partisi seragam.

    Latihan 43.1-5. Misalkan f(x)=1f(x)=1 untuk x∈[0,1]x\in[0,1] kecuali f(12)=5f(\tfrac12)=5. Hitung L(f,P)L(f,P) dan U(f,P)U(f,P) untuk partisi PP dengan 12\tfrac12 sebagai titik partisi dan subinterval yang memuat 12\tfrac12 berpanjang δ\delta. Simpulkan integralnya.

    Latihan 43.1-6. Buktikan bahwa bila f≤gf\leq g pada [a,b][a,b], maka ∫‾f≤∫‾g\overline\int f\leq\overline\int g dan ∫‾f≤∫‾g\underline\int f\leq\underline\int g.

    Latihan 43.1-7. Hitung ∫abx dx\int_a^bx\,dx untuk 0≤a<b0\leq a<b dengan partisi seragam, dan periksa bahwa hasilnya b2−a22\tfrac{b^2-a^2}2.

    Latihan 43.1-8. Misalkan f(x)=xf(x)=x untuk x∈Q∩[0,1]x\in\mathbb{Q}\cap[0,1] dan f(x)=0f(x)=0 untuk xx irasional. Hitung integral atas dan integral bawah ff pada [0,1][0,1].

    Solusi

    Solusi 43.1-1. ff naik, sehingga Mi=f(xi)M_i=f(x_i) dan mi=f(xi−1)m_i=f(x_{i-1}). Subinterval [0;0,5][0;0{,}5], [0,5;1][0{,}5;1], dan [1;2][1;2] berpanjang 0,50{,}5, 0,50{,}5, dan 11. U=2(0,5)+3(0,5)+5(1)=1+1,5+5=7,5U=2(0{,}5)+3(0{,}5)+5(1)=1+1{,}5+5=7{,}5. L=1(0,5)+2(0,5)+3(1)=0,5+1+3=4,5L=1(0{,}5)+2(0{,}5)+3(1)=0{,}5+1+3=4{,}5. Integral sebenarnya, yaitu luas trapesium, adalah (1+5)⋅22=6\tfrac{(1+5)\cdot2}2=6, yang terletak di antara keduanya. □\square

    Solusi 43.1-2. U(f,P)=12⋅12+1⋅12=34U(f,P)=\tfrac12\cdot\tfrac12+1\cdot\tfrac12=\tfrac34 dan L(f,P)=0⋅12+12⋅12=14L(f,P)=0\cdot\tfrac12+\tfrac12\cdot\tfrac12=\tfrac14. U(f,Q)=13⋅13+12⋅16+1⋅12=19+112+12=2536U(f,Q)=\tfrac13\cdot\tfrac13+\tfrac12\cdot\tfrac16+1\cdot\tfrac12=\tfrac19+\tfrac1{12}+\tfrac12=\tfrac{25}{36} dan L(f,Q)=0+13⋅16+12⋅12=118+14=1136L(f,Q)=0+\tfrac13\cdot\tfrac16+\tfrac12\cdot\tfrac12=\tfrac1{18}+\tfrac14=\tfrac{11}{36}. Jadi 14=936≤1136≤2536≤2736=34\tfrac14=\tfrac9{36}\leq\tfrac{11}{36}\leq\tfrac{25}{36}\leq\tfrac{27}{36}=\tfrac34. □\square

    Solusi 43.1-3. Untuk n=1n=1: 1=1⋅2⋅361=\tfrac{1\cdot2\cdot3}6. Langkah: n(n+1)(2n+1)6+(n+1)2=(n+1)(n(2n+1)+6(n+1))6=(n+1)(2n2+7n+6)6=(n+1)(n+2)(2n+3)6\tfrac{n(n+1)(2n+1)}6+(n+1)^2=\tfrac{(n+1)\bigl(n(2n+1)+6(n+1)\bigr)}6=\tfrac{(n+1)(2n^2+7n+6)}6=\tfrac{(n+1)(n+2)(2n+3)}6. Untuk LL: ∑i=1n(i−1)2=∑j=0n−1j2=(n−1)n(2n−1)6\sum_{i=1}^n(i-1)^2=\sum_{j=0}^{n-1}j^2=\tfrac{(n-1)n(2n-1)}6. Bagi dengan n3n^3 memberi (n−1)(2n−1)6n2\tfrac{(n-1)(2n-1)}{6n^2}. □\square

    Solusi 43.1-4. ff turun, sehingga supremum pada [xi−1,xi][x_{i-1},x_i] dicapai di ujung kiri dan infimum di ujung kanan. Dengan PnP_n: U=−n−12nU=-\tfrac{n-1}{2n} dan L=−n+12nL=-\tfrac{n+1}{2n}, keduanya menuju −12-\tfrac12. Jadi ∫01(−x) dx=−12\int_0^1(-x)\,dx=-\tfrac12. □\square

    Solusi 43.1-5. Misalkan subinterval yang memuat 12\tfrac12 sebagai ujung adalah [12−δ1,12][\tfrac12-\delta_1,\tfrac12] dan [12,12+δ2][\tfrac12,\tfrac12+\delta_2]. Pada keduanya Mi=5M_i=5 dan mi=1m_i=1; pada subinterval lain Mi=mi=1M_i=m_i=1. Jadi L(f,P)=1L(f,P)=1 dan U(f,P)=1+4(δ1+δ2)U(f,P)=1+4(\delta_1+\delta_2). Karena δ1+δ2\delta_1+\delta_2 dapat dibuat sekecil apa pun, ∫‾f=1=∫‾f\overline\int f=1=\underline\int f, sehingga ∫01f=1\int_0^1f=1. Nilai di satu titik tidak mempengaruhi integral. □\square

    Solusi 43.1-6. Pada setiap subinterval, sup⁡f≤sup⁡g\sup f\leq\sup g dan inf⁡f≤inf⁡g\inf f\leq\inf g, sehingga U(f,P)≤U(g,P)U(f,P)\leq U(g,P) dan L(f,P)≤L(g,P)L(f,P)\leq L(g,P) untuk setiap PP. Ambil infimum dan supremum atas PP. □\square

    Solusi 43.1-7. xi=a+ihx_i=a+ih dengan h=b−anh=\tfrac{b-a}n. U=∑i=1n(a+ih)h=nah+h2n(n+1)2=a(b−a)+(b−a)22⋅n+1nU=\sum_{i=1}^n(a+ih)h=nah+h^2\tfrac{n(n+1)}2=a(b-a)+\tfrac{(b-a)^2}2\cdot\tfrac{n+1}n, yang menuju a(b−a)+(b−a)22=b2−a22a(b-a)+\tfrac{(b-a)^2}2=\tfrac{b^2-a^2}2. L=U−∑h⋅h=U−(b−a)2nL=U-\sum h\cdot h=U-\tfrac{(b-a)^2}n menuju limit yang sama. □\square

    Solusi 43.1-8. Pada [xi−1,xi][x_{i-1},x_i]: mi=0m_i=0, karena ada irasional. Mi=xiM_i=x_i, karena rasional di dekat xix_i memberi nilai sedekat apa pun ke xix_i, dan semua nilai ≤xi\leq x_i (nilai rasional x≤xix\leq x_i, nilai irasional 00). Jadi L=0L=0 untuk setiap PP, dan U(f,P)=∑xiΔxi=U(id,P)U(f,P)=\sum x_i\Delta x_i=U(\mathrm{id},P). Maka ∫‾f=0\underline\int f=0 dan ∫‾f=∫‾x dx=12\overline\int f=\overline\int x\,dx=\tfrac12. Fungsi ini tidak terintegralkan. □\square

    Ringkasan

    Partisi membagi [a,b][a,b] menjadi subinterval. Jumlah atas U(f,P)U(f,P) memakai supremum ff pada setiap subinterval, dan jumlah bawah L(f,P)L(f,P) memakai infimumnya. Keduanya terdefinisi untuk fungsi terbatas. Penghalusan menaikkan jumlah bawah dan menurunkan jumlah atas. Melalui penghalusan bersama, setiap jumlah bawah tidak melebihi setiap jumlah atas. Integral bawah adalah supremum semua jumlah bawah, integral atas adalah infimum semua jumlah atas, dan ff terintegralkan Riemann bila keduanya sama. Dengan partisi seragam, ∫01x dx=12\int_0^1x\,dx=\tfrac12 dan ∫01x2 dx=13\int_0^1x^2\,dx=\tfrac13. Fungsi Dirichlet terbatas tetapi tidak terintegralkan, karena integral bawahnya 00 dan integral atasnya 11.

    43.2 Kriteria Cauchy untuk Keterintegralan Riemann

    Definisi 43.1.9 meminta kesamaan antara supremum semua jumlah bawah dan infimum semua jumlah atas. Untuk memeriksanya langsung, kita perlu menguasai semua partisi sekaligus. Unit ini memberi dua kriteria yang jauh lebih praktis, dan keduanya mempunyai semangat Cauchy: keterintegralan dibuktikan tanpa mengetahui nilai integralnya lebih dahulu.

    1. Kriteria Riemann: cukup satu partisi yang membuat U−LU-L kecil.
    2. Kriteria Cauchy untuk jumlah Riemann: jumlah dengan titik sampel sebarang pada partisi yang cukup halus saling berdekatan.

    Di tengah jalan, unit ini membuktikan bahwa pendekatan Darboux (Unit 43.1) dan pendekatan asli Riemann, yaitu limit jumlah dengan titik sampel, memberi kelas fungsi yang sama dan nilai integral yang sama.

    Prasyarat: Unit 43.1; Bab 29 (gagasan Cauchy).

    Dalam unit ini f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} terbatas, dengan ∣f(x)∣≤K|f(x)|\leq K, K>0K>0, dan a<ba<b.

    Kriteria Riemann

    Teorema 43.2.1 (Kriteria Riemann)

    ff terintegralkan pada [a,b][a,b] jika dan hanya jika untuk setiap ε>0\varepsilon>0 ada partisi PP dengan

    U(f,P)−L(f,P)<ε.U(f,P)-L(f,P)<\varepsilon.

    Bukti. (⇐\Leftarrow) Untuk partisi seperti itu, L(f,P)≤∫‾f≤∫‾f≤U(f,P)L(f,P)\leq\underline\int f\leq\overline\int f\leq U(f,P) (definisi dan Teorema 43.1.8), sehingga 0≤∫‾f−∫‾f<ε0\leq\overline\int f-\underline\int f<\varepsilon. Karena ε\varepsilon sebarang, keduanya sama.

    (⇒\Rightarrow) Misalkan I=∫abfI=\int_a^bf dan ε>0\varepsilon>0. Menurut karakterisasi supremum dan infimum (Teorema 11.3.2 dan versi infimumnya), ada P1P_1 dengan L(f,P1)>I−ε2L(f,P_1)>I-\tfrac\varepsilon2 dan P2P_2 dengan U(f,P2)<I+ε2U(f,P_2)<I+\tfrac\varepsilon2. Untuk P=P1∪P2P=P_1\cup P_2, Lemma 43.1.5 memberi U(f,P)−L(f,P)≤U(f,P2)−L(f,P1)<εU(f,P)-L(f,P)\leq U(f,P_2)-L(f,P_1)<\varepsilon. □\square

    Akibat 43.2.2 (Barisan Partisi)

    Bila (Pn)(P_n) barisan partisi dengan U(f,Pn)−L(f,Pn)→0U(f,P_n)-L(f,P_n)\to0, maka ff terintegralkan dan

    ∫abf=lim⁡n→∞U(f,Pn)=lim⁡n→∞L(f,Pn).\int_a^bf=\lim_{n\to\infty}U(f,P_n)=\lim_{n\to\infty}L(f,P_n).

    Bukti. Keterintegralan menurut Teorema 43.2.1. Selanjutnya 0≤U(f,Pn)−∫f≤U(f,Pn)−L(f,Pn)→00\leq U(f,P_n)-\int f\leq U(f,P_n)-L(f,P_n)\to0, dan hal yang sama berlaku untuk LL. □\square

    Perhitungan pada Contoh 43.1.11 dan 43.1.12 adalah kasus akibat ini dengan partisi seragam.

    Contoh 43.2.3 (Fungsi Tangga)

    f(x)=0f(x)=0 untuk 0≤x<10\leq x<1 dan f(x)=1f(x)=1 untuk 1≤x≤21\leq x\leq2. Untuk 0<δ<10<\delta<1, tetapkan Pδ={0, 1−δ, 1, 2}P_\delta=\{0,\,1-\delta,\,1,\,2\}. Pada [0,1−δ][0,1-\delta]: M=m=0M=m=0. Pada [1−δ,1][1-\delta,1]: M=1M=1, karena f(1)=1f(1)=1, dan m=0m=0. Pada [1,2][1,2]: M=m=1M=m=1. Jadi U(f,Pδ)=δ+1U(f,P_\delta)=\delta+1 dan L(f,Pδ)=1L(f,P_\delta)=1. Selisihnya δ\delta, yang dapat dibuat sekecil apa pun. Jadi ff terintegralkan, dan ∫02f=1\int_0^2f=1. Satu loncatan tidak menghalangi keterintegralan. Integral tidak peduli pada nilai di titik loncatan.

    Kehalusan dan Jumlah Riemann

    Lemma 43.2.4 (Pengaruh Kehalusan)

    Misalkan P0P_0 partisi dengan rr anggota, dan QQ sebarang partisi. Maka

    U(f,Q)−U(f,Q∪P0)≤2Kr ∥Q∥,L(f,Q∪P0)−L(f,Q)≤2Kr ∥Q∥.U(f,Q)-U(f,Q\cup P_0)\leq2Kr\,\|Q\|,\qquad L(f,Q\cup P_0)-L(f,Q)\leq2Kr\,\|Q\|.

    Bukti. Tambahkan titik-titik P0∖QP_0\setminus Q satu per satu. Banyaknya paling rr. Setiap titik baru yy terletak di bagian dalam tepat satu subinterval JJ dari partisi saat itu, dan panjang ∣J∣≤∥Q∥|J|\leq\|Q\|, karena penghalusan tidak memperpanjang subinterval. Menambahkan yy mengganti suku MJ∣J∣M_J|J| dengan dua suku yang jumlahnya ≥−K∣J∣\geq-K|J|. Jadi jumlah atas turun paling banyak (MJ+K)∣J∣≤2K∥Q∥(M_J+K)|J|\leq2K\|Q\|. Jumlahkan atas paling banyak rr langkah. Bagian LL serupa. □\square

    Definisi 43.2.5 (Jumlah Riemann)

    Partisi bertitik sampel adalah pasangan (P,t)(P,t) dengan P={x0<⋯<xn}P=\{x_0<\cdots<x_n\} dan t=(t1,…,tn)t=(t_1,\ldots,t_n), ti∈[xi−1,xi]t_i\in[x_{i-1},x_i]. Jumlah Riemannnya adalah

    S(f,P,t)=∑i=1nf(ti) Δxi.S(f,P,t)=\sum_{i=1}^nf(t_i)\,\Delta x_i.

    Selalu berlaku L(f,P)≤S(f,P,t)≤U(f,P)L(f,P)\leq S(f,P,t)\leq U(f,P), karena mi≤f(ti)≤Mim_i\leq f(t_i)\leq M_i.

    Teorema 43.2.6 (Darboux = Riemann)

    ff terintegralkan dengan integral II jika dan hanya jika: untuk setiap ε>0\varepsilon>0 ada δ>0\delta>0 sehingga setiap partisi bertitik sampel (P,t)(P,t) dengan ∥P∥<δ\|P\|<\delta memenuhi ∣S(f,P,t)−I∣<ε|S(f,P,t)-I|<\varepsilon.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Misalkan ε>0\varepsilon>0. Teorema 43.2.1 memberi P0P_0 dengan U(f,P0)−L(f,P0)<ε2U(f,P_0)-L(f,P_0)<\tfrac\varepsilon2. Misalkan r=∣P0∣r=|P_0|, dan tetapkan δ=ε8Kr\delta=\tfrac\varepsilon{8Kr}. Untuk ∥Q∥<δ\|Q\|<\delta, Lemma 43.2.4 dan Lemma 43.1.5 memberi

    U(f,Q)≤U(f,Q∪P0)+ε4≤U(f,P0)+ε4,L(f,Q)≥L(f,P0)−ε4.U(f,Q)\leq U(f,Q\cup P_0)+\tfrac\varepsilon4\leq U(f,P_0)+\tfrac\varepsilon4,\qquad L(f,Q)\geq L(f,P_0)-\tfrac\varepsilon4.

    Jadi U(f,Q)−L(f,Q)<εU(f,Q)-L(f,Q)<\varepsilon. Karena S(f,Q,t)S(f,Q,t) dan II keduanya terletak di [L(f,Q),U(f,Q)][L(f,Q),U(f,Q)], ∣S(f,Q,t)−I∣<ε|S(f,Q,t)-I|<\varepsilon.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil δ\delta dari hipotesis. Ambil partisi seragam PP dengan ∥P∥<δ\|P\|<\delta. Untuk setiap ii, ada tit_i dengan f(ti)>Mi−εb−af(t_i)>M_i-\tfrac\varepsilon{b-a} (Teorema 11.3.2), dan ti′t_i' dengan f(ti′)<mi+εb−af(t_i')<m_i+\tfrac\varepsilon{b-a}. Ini berhingga banyak pemilihan tunggal, sehingga tidak memerlukan aksioma pilihan. Maka S(f,P,t)>U(f,P)−εS(f,P,t)>U(f,P)-\varepsilon dan S(f,P,t′)<L(f,P)+εS(f,P,t')<L(f,P)+\varepsilon, sehingga

    U(f,P)<I+2ε,L(f,P)>I−2ε.U(f,P)<I+2\varepsilon,\qquad L(f,P)>I-2\varepsilon.

    Jadi U(f,P)−L(f,P)<4εU(f,P)-L(f,P)<4\varepsilon, sehingga ff terintegralkan (Teorema 43.2.1). Integralnya terletak di antara L(f,P)L(f,P) dan U(f,P)U(f,P), sehingga berjarak kurang dari 2ε2\varepsilon dari II. Karena ε\varepsilon sebarang, integralnya II. □\square

    Bukti arah (⇒\Rightarrow) memperlihatkan peran Lemma 43.2.4. Partisi yang halus belum tentu menghaluskan P0P_0, tetapi kehalusannya membuat titik-titik P0P_0 hanya berpengaruh kecil.

    Kriteria Cauchy

    Teorema 43.2.7 (Kriteria Cauchy untuk Jumlah Riemann)

    ff terintegralkan pada [a,b][a,b] jika dan hanya jika untuk setiap ε>0\varepsilon>0 ada δ>0\delta>0 sehingga

    ∣S(f,P,t)−S(f,P′,t′)∣<ε|S(f,P,t)-S(f,P',t')|<\varepsilon

    untuk semua partisi bertitik sampel (P,t)(P,t) dan (P′,t′)(P',t') dengan ∥P∥,∥P′∥<δ\|P\|,\|P'\|<\delta.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Teorema 43.2.6 dengan ε2\tfrac\varepsilon2 dan ketaksamaan segitiga.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil δ\delta dari hipotesis. Untuk partisi seragam PP dengan ∥P∥<δ\|P\|<\delta, pilih titik sampel tt dan t′t' seperti pada bukti Teorema 43.2.6, sehingga S(f,P,t)>U(f,P)−εS(f,P,t)>U(f,P)-\varepsilon dan S(f,P,t′)<L(f,P)+εS(f,P,t')<L(f,P)+\varepsilon. Hipotesis dengan P′=PP'=P memberi S(f,P,t)−S(f,P,t′)<εS(f,P,t)-S(f,P,t')<\varepsilon. Jadi U(f,P)−L(f,P)<3εU(f,P)-L(f,P)<3\varepsilon, dan Teorema 43.2.1 memberi keterintegralan. □\square

    Seperti kriteria Cauchy untuk barisan (Teorema 29.2.1), kriteria ini tidak menyebut nilai integral. Kelengkapan R\mathbb{R} bekerja di balik layar, melalui supremum dan infimum dalam definisi integral atas dan bawah.

    Contoh Sulit

    Contoh 43.2.8 (Fungsi Dirichlet Gagal)

    Untuk χQ\chi_{\mathbb{Q}} pada [0,1][0,1] dan sebarang PP, titik sampel rasional memberi S=1S=1, sedangkan titik sampel irasional memberi S=0S=0. Jadi kriteria Teorema 43.2.7 gagal untuk ε=1\varepsilon=1, sesuai dengan Contoh 43.1.13.

    Contoh 43.2.9 (Fungsi Thomae Terintegralkan)

    Fungsi Thomae tt (Contoh 36.1.4) pada [0,1][0,1] terintegralkan, dengan ∫01t=0\int_0^1t=0. Padahal fungsi ini tidak kontinu di setiap bilangan rasional, yaitu di himpunan yang rapat.

    Bukti. Setiap subinterval tak degenerat memuat bilangan irasional, sehingga mi=0m_i=0 dan L(t,P)=0L(t,P)=0 untuk setiap PP. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Pilih bilangan bulat QQ dengan 1Q<ε2\tfrac1Q<\tfrac\varepsilon2. Himpunan F={x∈[0,1]:t(x)≥1Q}F=\{x\in[0,1]:t(x)\geq\tfrac1Q\} terdiri atas pecahan pq\tfrac pq dengan 1≤q≤Q1\leq q\leq Q dan 0≤p≤q0\leq p\leq q. Himpunan itu hingga, dengan paling banyak N=∑q=1Q(q+1)N=\sum_{q=1}^Q(q+1) anggota.

    Pada partisi seragam PnP_n, setiap titik FF termuat di paling banyak dua subinterval. Jadi paling banyak 2N2N subinterval memuat titik FF. Pada subinterval itu Mi≤1M_i\leq1. Pada subinterval lain, semua nilai <1Q<\tfrac1Q, sehingga Mi≤1QM_i\leq\tfrac1Q. Maka

    U(t,Pn)≤2N⋅1n+1Q⋅1<2Nn+ε2.U(t,P_n)\leq2N\cdot\frac1n+\frac1Q\cdot1<\frac{2N}n+\frac\varepsilon2.

    Untuk n>4Nεn>\tfrac{4N}\varepsilon, U(t,Pn)<εU(t,P_n)<\varepsilon. Jadi U−L<εU-L<\varepsilon, dan ∫01t=0\int_0^1t=0. Seluruh konstruksi tertentu, tanpa pilihan. □\square

    Contoh ini menunjukkan bahwa keterintegralan Riemann tidak memerlukan kontinuitas. Ketidakkontinuan diperbolehkan asalkan, secara kasar, ketidakkontinuan itu dapat ditutup oleh interval-interval dengan total panjang kecil, di luar bagian yang nilainya kecil. Kriteria persisnya (Lebesgue) disinggung pada Bab 50.

    Latihan

    Latihan 43.2-1. Buktikan bahwa f(x)=x3f(x)=x^3 terintegralkan pada [0,1][0,1] dengan ∫01x3 dx=14\int_0^1x^3\,dx=\tfrac14, memakai ∑i=1ni3=(n(n+1)2)2\sum_{i=1}^ni^3=\bigl(\tfrac{n(n+1)}2\bigr)^2.

    Latihan 43.2-2. Untuk ff pada Contoh 43.2.3, hitung S(f,Pn,t)S(f,P_n,t) dengan partisi seragam PnP_n pada [0,2][0,2] dan titik sampel ujung kanan, lalu tunjukkan bahwa limitnya 11.

    Latihan 43.2-3. Misalkan ff terbatas pada [a,b][a,b] dan kontinu kecuali di satu titik c∈(a,b)c\in(a,b). Dengan menganggap bahwa fungsi kontinu pada interval tertutup terintegralkan (Unit 44.1), buktikan bahwa ff terintegralkan.

    Latihan 43.2-4. Hitung jumlah Riemann titik tengah untuk x2x^2 pada [0,1][0,1] dengan n=4n=4, lalu bandingkan dengan 13\tfrac13.

    Latihan 43.2-5. Buktikan Akibat 43.2.2, termasuk kesamaan kedua limit.

    Latihan 43.2-6. Misalkan g(x)=1g(x)=1 bila x=1kx=\tfrac1k untuk suatu k∈N+k\in\mathbb{N}_{+}, dan g(x)=0g(x)=0 untuk titik lain di [0,1][0,1]. Buktikan bahwa gg terintegralkan dan ∫01g=0\int_0^1g=0.

    Latihan 43.2-7. Buktikan bagian LL dari Lemma 43.2.4.

    Latihan 43.2-8. Pada bukti Teorema 43.2.6(⇐\Leftarrow), jelaskan mengapa pemilihan tit_i dan ti′t_i' tidak memerlukan aksioma pilihan, sedangkan "untuk setiap partisi, pilih titik sampel yang mendekati supremum" untuk tak hingga banyak partisi sekaligus akan memerlukannya.

    Solusi

    Solusi 43.2-1. ff naik, sehingga dengan PnP_n: U=∑i=1ni3n4=(n+1)24n2U=\sum_{i=1}^n\tfrac{i^3}{n^4}=\tfrac{(n+1)^2}{4n^2} dan L=∑i=1n(i−1)3n4=(n−1)24n2L=\sum_{i=1}^n\tfrac{(i-1)^3}{n^4}=\tfrac{(n-1)^2}{4n^2}. U−L=4n4n2=1n→0U-L=\tfrac{4n}{4n^2}=\tfrac1n\to0, dan keduanya menuju 14\tfrac14. Akibat 43.2.2 memberi hasilnya. Rumus jumlah pangkat tiga dibuktikan dengan induksi: (n(n+1)2)2+(n+1)3=(n+1)2(n2+4n+4)4=((n+1)(n+2)2)2\bigl(\tfrac{n(n+1)}2\bigr)^2+(n+1)^3=\tfrac{(n+1)^2(n^2+4n+4)}4=\bigl(\tfrac{(n+1)(n+2)}2\bigr)^2. □\square

    Solusi 43.2-2. xi=2inx_i=\tfrac{2i}n. Ujung kanan xi≥1x_i\geq1 tepat ketika i≥n2i\geq\tfrac n2. Untuk nn genap, S=2n⋅#{i:n2≤i≤n}=2n(n2+1)=1+2nS=\tfrac2n\cdot\#\{i:\tfrac n2\leq i\leq n\}=\tfrac2n\bigl(\tfrac n2+1\bigr)=1+\tfrac2n. Untuk nn ganjil, S=2n⋅n+12=1+1nS=\tfrac2n\cdot\tfrac{n+1}2=1+\tfrac1n. Keduanya menuju 11. □\square

    Solusi 43.2-3. Misalkan ε>0\varepsilon>0 dan ∣f∣≤K|f|\leq K. Ambil η>0\eta>0 dengan [c−η,c+η]⊆[a,b][c-\eta,c+\eta]\subseteq[a,b] dan 4Kη<ε34K\eta<\tfrac\varepsilon3. Pada [a,c−η][a,c-\eta] dan [c+η,b][c+\eta,b], ff kontinu, sehingga terintegralkan menurut anggapan, dan ada partisi P1,P2P_1,P_2 dengan U−L<ε3U-L<\tfrac\varepsilon3 masing-masing. Gabungan P1∪P2P_1\cup P_2, yang memuat c−ηc-\eta dan c+ηc+\eta, adalah partisi [a,b][a,b]. Pada [c−η,c+η][c-\eta,c+\eta], sumbangan U−LU-L paling banyak 2K⋅2η<ε32K\cdot2\eta<\tfrac\varepsilon3. Totalnya <ε<\varepsilon. □\square

    Solusi 43.2-4. Titik tengah 18,38,58,78\tfrac18,\tfrac38,\tfrac58,\tfrac78. S=14⋅1+9+25+4964=84256=0,328125S=\tfrac14\cdot\tfrac{1+9+25+49}{64}=\tfrac{84}{256}=0{,}328125. Galatnya 13−0,328125≈0,0052\tfrac13-0{,}328125\approx0{,}0052, lebih kecil daripada galat ujung kanan, yaitu U(f,P4)−13=5⋅996−13=1532−13≈0,135U(f,P_4)-\tfrac13=\tfrac{5\cdot9}{96}-\tfrac13=\tfrac{15}{32}-\tfrac13\approx0{,}135. □\square

    Solusi 43.2-5. Bukti akibat itu. Untuk LL: 0≤∫f−L(f,Pn)≤U(f,Pn)−L(f,Pn)→00\leq\int f-L(f,P_n)\leq U(f,P_n)-L(f,P_n)\to0. □\square

    Solusi 43.2-6. L(g,P)=0L(g,P)=0 untuk setiap PP, karena setiap subinterval memuat titik yang bukan berbentuk 1k\tfrac1k. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Himpunan A={1k:1k>ε2}A=\{\tfrac1k:\tfrac1k>\tfrac\varepsilon2\} hingga, dengan N<2εN<\tfrac2\varepsilon anggota. Untuk partisi seragam PnP_n, pisahkan subinterval menjadi dua jenis.

    • Subinterval yang memotong [0,ε2][0,\tfrac\varepsilon2] seluruhnya termuat di [0,ε2+1n][0,\tfrac\varepsilon2+\tfrac1n]. Total panjangnya paling banyak ε2+1n\tfrac\varepsilon2+\tfrac1n, dan Mi≤1M_i\leq1, sehingga sumbangannya paling banyak ε2+1n\tfrac\varepsilon2+\tfrac1n.
    • Subinterval lain termuat di (ε2,1](\tfrac\varepsilon2,1], dan di sana gg hanya bernilai 11 pada titik-titik AA. Setiap titik AA termuat di paling banyak dua subinterval, sehingga paling banyak 2N2N subinterval jenis ini mempunyai Mi=1M_i=1. Sisanya mempunyai Mi=0M_i=0. Sumbangannya paling banyak 2Nn\tfrac{2N}n.

    Jadi U(g,Pn)≤ε2+1+2Nn<εU(g,P_n)\leq\tfrac\varepsilon2+\tfrac{1+2N}n<\varepsilon untuk n>2(1+2N)εn>\tfrac{2(1+2N)}\varepsilon. Teorema 43.2.1 memberi keterintegralan, dan ∫01g=0\int_0^1g=0. □\square

    Solusi 43.2-7. Menambahkan titik yy di bagian dalam JJ mengganti mJ∣J∣m_J|J| dengan dua suku yang jumlahnya ≤K∣J∣\leq K|J|. Jadi jumlah bawah naik paling banyak (K−mJ)∣J∣≤2K∥Q∥(K-m_J)|J|\leq2K\|Q\|. Jumlahkan atas paling banyak rr titik. □\square

    Solusi 43.2-8. Untuk satu partisi tetap dengan nn subinterval, ada 2n2n pernyataan keberadaan ("ada tit_i dengan …"), dan masing-masing dieliminasi satu kali. Berhingga banyak eliminasi eksistensial tidak memerlukan aksioma. Bila kita harus menetapkan titik sampel seperti itu untuk setiap anggota suatu barisan partisi sekaligus, kita membutuhkan satu fungsi pemilih untuk tak hingga banyak himpunan tak kosong, yaitu pilihan terhitung (Unit 23.3). Bukti di atas sengaja hanya memakai satu partisi. □\square

    Ringkasan

    Kriteria Riemann: ff terintegralkan tepat ketika untuk setiap ε\varepsilon ada partisi dengan U−L<εU-L<\varepsilon. Kriteria ini memberi integral sebagai limit U(f,Pn)U(f,P_n) untuk barisan partisi yang cocok. Lemma kehalusan menunjukkan bahwa partisi yang cukup halus berperilaku hampir sebaik partisi terbaik, sehingga definisi Darboux setara dengan definisi Riemann melalui jumlah bertitik sampel. Kriteria Cauchy untuk jumlah Riemann menyatakan keterintegralan tanpa menyebut nilai integral. Fungsi tangga dan fungsi Thomae terintegralkan, sedangkan fungsi Dirichlet tidak: ketidakkontinuan diperbolehkan asalkan dapat ditutup oleh interval-interval yang total panjangnya kecil.

    Bab terdekat

    BerikutnyaSifat-Sifat Integral Riemann

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 44.

    SebelumnyaAplikasi Turunan dan Aturan L'Hôpital

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 42.