Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 40Lanjut
Aturan Rantai dan Turunan Fungsi Khusus
Bab 40 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
14 menit
Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab
0%
Draf lengkap — Bab 40 dari 50
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Penjelasan master untuk Bab 40: teknik operasional turunan untuk fungsi komposisi dan fungsi transenden. Rumus master:
dxd[f(g(x))]=f′(g(x))⋅g′(x).
Contoh: untuk h(x)=(3x2+1)4, turunannya adalah 4(3x2+1)3⋅(6x).
Sebelum aturan rantai, unit ini membuktikan aturan-aturan dasar, yaitu turunan jumlah, hasil kali, dan hasil bagi. Aturan-aturan itu belum dibuktikan di buku ini, dan diperlukan untuk semua perhitungan sesudahnya. Unit ini juga membuktikan aturan turunan fungsi invers, yang dipakai untuk logaritma di Unit 40.2. Semua bukti memakai rumusan Carathéodory (Teorema 39.1.6), yang membuat aturan rantai bersih dan menghindari jebakan pembagian dengan nol.
Prasyarat: Bab 39; Teorema 37.2.7; Bab 34–36.
Aturan Aljabar
Dalam bagian ini, f,g:D→R terdiferensialkan di c∈D∩D′.
Teorema 40.1.1
(a) (af+bg)′(c)=af′(c)+bg′(c).
(b) Aturan hasil kali: (fg)′(c)=f′(c)g(c)+f(c)g′(c).
(c) Aturan hasil bagi: bila g(c)=0, maka (gf)′(c)=g(c)2f′(c)g(c)−f(c)g′(c).
Bukti. Tulis f(x)−f(c)=φ(x)(x−c) dan g(x)−g(c)=ψ(x)(x−c), dengan φ dan ψ kontinu di c, φ(c)=f′(c), dan ψ(c)=g′(c).
(a) (af+bg)(x)−(af+bg)(c)=(aφ+bψ)(x)(x−c), dan aφ+bψ kontinu di c.
(b) f(x)g(x)−f(c)g(c)=(f(x)−f(c))g(x)+f(c)(g(x)−g(c))=[φ(x)g(x)+f(c)ψ(x)](x−c). Fungsi dalam kurung siku kontinu di c, karena g kontinu di c (Teorema 39.2.1), dan nilainya di c adalah f′(c)g(c)+f(c)g′(c).
(c) Karena g kontinu di c dan g(c)=0, g=0 di dekat c (Solusi 36.1-5), sehingga gf terdefinisi di sana. Selanjutnya
Faktor di depan (x−c) kontinu di c, dan nilainya di c adalah rumus yang diklaim. □
Akibatnya, polinomial dan fungsi rasional terdiferensialkan pada domainnya, dan turunannya dihitung dengan aturan-aturan ini bersama (xn)′=nxn−1.
Aturan Rantai
Teorema 40.1.2 (Aturan Rantai)
Misalkan g:D→E terdiferensialkan di c∈D∩D′, dan f:E→R terdiferensialkan di g(c)∈E∩E′. Maka f∘g terdiferensialkan di c, dan
(f∘g)′(c)=f′(g(c))⋅g′(c).
Bukti. Tulis g(x)−g(c)=ψ(x)(x−c), dengan ψ kontinu di c dan ψ(c)=g′(c). Tulis juga f(y)−f(g(c))=φ(y)(y−g(c)), dengan φ kontinu di g(c) dan φ(g(c))=f′(g(c)). Substitusikan y=g(x):
Fungsi x↦φ(g(x))ψ(x) kontinu di c, karena komposisi fungsi kontinu (Teorema 36.1.6, dengan g kontinu di c) dikalikan fungsi kontinu. Nilainya di c adalah f′(g(c))g′(c). Teorema 39.1.6 menyelesaikan bukti. □
gagal bila g(x)=g(c) untuk x yang dekat dengan c. Contohnya g konstan, atau g yang berosilasi melalui g(c) tak hingga kali. Ini jebakan yang sama dengan Contoh 34.3.11. Fungsi φ Carathéodory terdefinisi di y=g(c) juga, sehingga masalah itu tidak muncul.
Contoh 40.1.3 (Contoh Master)
h(x)=(3x2+1)4=f(g(x)), dengan g(x)=3x2+1 dan f(y)=y4. Maka g′(x)=6x dan f′(y)=4y3, sehingga
h′(x)=4(3x2+1)3⋅6x=24x(3x2+1)3.
Pemeriksaan di x=1: h′(1)=24⋅64=1536. Menurut Teorema Binomial, h(x)=81x8+108x6+54x4+12x2+1, sehingga h′(x)=648x7+648x5+216x3+24x, dan h′(1)=648+648+216+24=1536. Hasilnya sama.
Contoh 40.1.4
(a) 1+x2: 21+x22x=1+x2x.
(b) (x2+1)31=(x2+1)−3: dengan aturan rantai dan hasil bagi, turunannya −3(x2+1)−4⋅2x.
(c) Dengan P26-SIN dan Unit 40.2: turunan sin(x2) adalah 2xcos(x2). Contoh ini hanya ilustrasi, dan bergantung pada turunan sinus.
Turunan Fungsi Invers
Lemma 40.1.5 (Kontinuitas Invers)
Misalkan I interval dan f:I→R kontinu dan monoton tegas. Maka J=f[I] interval, dan f−1:J→I kontinu dan monoton tegas.
Bukti. J interval menurut Teorema 37.2.4. f−1 monoton tegas dengan arah yang sama. Bila f−1 tidak kontinu di d∈J, maka menurut Teorema 36.2.7, yang berlaku juga di ujung interval dengan limit sepihak, ada loncatan. Nilai-nilai di dalam loncatan itu termasuk interval I, karena berada di antara dua nilai f−1, tetapi tidak dicapai f−1. Padahal f−1[J]=I. Kontradiksi. Argumennya sama dengan Solusi 37.2-8. □
Teorema 40.1.6 (Turunan Invers)
Misalkan I interval, f:I→R kontinu dan monoton tegas, c∈I, f terdiferensialkan di c, dan f′(c)=0. Maka g=f−1 terdiferensialkan di d=f(c), dan
g′(d)=f′(c)1=f′(g(d))1.
Bukti. Tulis f(x)−f(c)=φ(x)(x−c). Untuk x=c, φ(x)=x−cf(x)−f(c)=0 karena kemonotonan tegas, dan φ(c)=f′(c)=0. Untuk y∈J, terapkan identitas itu pada x=g(y):
Fungsi y↦φ(g(y))1 kontinu di d: g kontinu di d (Lemma 40.1.5), φ kontinu di c=g(d), dan φ=0. Nilainya di d adalah f′(c)1. □
Syarat f′(c)=0 diperlukan. f(x)=x3 naik tegas, dengan f′(0)=0, dan inversnya 3y tidak terdiferensialkan di 0 (Contoh 39.1.4(c)).
Contoh 40.1.7 (Pangkat Rasional)
(a) y1/n untuk y>0: invers dari xn pada (0,∞), dengan turunan nxn−1=0. Jadi (y1/n)′=n(y1/n)n−11=n1yn1−1, memakai hukum pangkat (Bab 9).
(b) yp/q=(y1/q)p untuk y>0: aturan rantai memberi p(y1/q)p−1⋅q1yq1−1=qpyqp−1. Jadi (xr)′=rxr−1 untuk r rasional dan x>0. Untuk r real, lihat Unit 40.2.
Latihan
Latihan 40.1-1. Turunkan: (a) (2x+1)10; (b) x2+1x2−1; (c) x3+x untuk x>0; (d) x21−x untuk x<1.
Latihan 40.1-2. Buktikan aturan hasil kali dengan definisi hasil bagi langsung, tanpa Carathéodory, dengan menambah dan mengurangkan f(c)g(x).
Latihan 40.1-3. Buktikan (fn)′=nfn−1f′ dengan induksi dari aturan hasil kali, lalu bandingkan dengan aturan rantai.
Latihan 40.1-4. Misalkan g konstan. Tunjukkan bahwa bukti naif aturan rantai tidak dapat diterapkan, tetapi Teorema 40.1.2 tetap memberi jawaban yang benar.
Latihan 40.1-5. Untuk f(x)=x3+x, tunjukkan bahwa f naik tegas pada R, lalu hitung (f−1)′(2).
Latihan 40.1-6. Hitung turunan 3x di x=8 dengan Teorema 40.1.6.
Latihan 40.1-7. Buktikan bahwa jika f terdiferensialkan dan genap (f(−x)=f(x)), maka f′ ganjil. Simpulkan bahwa f′(0)=0.
Latihan 40.1-8. Misalkan f terdiferensialkan di c dan f(c)=0. Buktikan bahwa ∣f∣ terdiferensialkan di c, dengan ∣f∣′(c)=sgn(f(c))f′(c). Apa yang dapat terjadi bila f(c)=0?
Solusi 40.1-2. x−cf(x)g(x)−f(c)g(c)=x−cf(x)−f(c)g(x)+f(c)x−cg(x)−g(c)→f′(c)g(c)+f(c)g′(c), karena g(x)→g(c) (Teorema 39.2.1). □
Solusi 40.1-3. n=1: jelas. Langkah: (fn+1)′=(fnf)′=nfn−1f′f+fnf′=(n+1)fnf′. Ini sama dengan aturan rantai untuk yn+1 dan y=f(x). □
Solusi 40.1-4. g(x)=g(c) untuk semua x, sehingga g(x)−g(c)f(g(x))−f(g(c)) tidak terdefinisi. Teorema 40.1.2 memberi f′(g(c))⋅0=0, dan memang f∘g konstan, dengan turunan 0. □
Solusi 40.1-5. Untuk x<y: f(y)−f(x)=(y−x)(x2+xy+y2+1)>0, karena x2+xy+y2=(x+2y)2+43y2≥0. f(1)=2 dan f′(1)=3+1=4, sehingga (f−1)′(2)=41. □
Solusi 40.1-6. f(x)=x3, c=2, f′(2)=12. Jadi (3⋅)′(8)=121. □
Solusi 40.1-7. Turunkan f(−x)=f(x) dengan aturan rantai: −f′(−x)=f′(x). Di x=0: −f′(0)=f′(0), sehingga f′(0)=0. □
Solusi 40.1-8. Bila f(c)>0, maka f>0 di dekat c, sehingga ∣f∣=f di sana, dan turunannya f′(c) (Proposisi 35.2.2). Bila f(c)<0, turunannya −f′(c). Bila f(c)=0: ∣x∣ di 0, dengan f(x)=x, tidak terdiferensialkan, sedangkan ∣x2∣=x2, dengan f(x)=x2, terdiferensialkan. Keduanya mungkin. Bila f(c)=0 dan f′(c)=0, ∣f∣ tidak terdiferensialkan di c, karena turunan sepihaknya ±∣f′(c)∣. □
Ringkasan
Dengan Carathéodory, f(x)−f(c)=φ(x)(x−c), aturan jumlah, hasil kali, dan hasil bagi dibuktikan dengan memperlihatkan bahwa faktor di depan (x−c) kontinu. Aturan rantai (f∘g)′(c)=f′(g(c))g′(c) menjadi komposisi dua faktor seperti itu, tanpa jebakan pembagian dengan g(x)−g(c)=0. Contoh master: (3x2+1)4 mempunyai turunan 4(3x2+1)3⋅6x, yang dicek dengan ekspansi binomial di x=1 (nilai 1536). Fungsi invers dari fungsi kontinu yang monoton tegas kontinu, dan terdiferensialkan dengan turunan f′(c)1 bila f′(c)=0. Akibatnya, (xr)′=rxr−1 untuk r rasional dan x>0.
40.2 Turunan Fungsi Trigonometri dan Eksponensial
Fungsi eksponensial, logaritma, sinus, dan kosinus sudah muncul beberapa kali di buku ini sebagai pinjaman berlabel. P26-SIN memuat sifat ∣sinx∣≤1. P32-LN memuat logaritma. Eksponen real untuk deret-p juga masih terbuka. Alasannya, fungsi-fungsi ini belum didefinisikan secara rigor. Definisi geometris sinus, sebagai panjang busur lingkaran, memerlukan panjang kurva, yang memerlukan integral. Definisi "ex" sebagai pangkat memerlukan pangkat real, yang belum ada.
Unit ini mendefinisikan keempat fungsi itu dengan deret yang konvergen mutlak (Bab 31–32), lalu membuktikan sifat-sifat utamanya dan turunannya. Hasilnya menutup sebagian besar pinjaman tadi. Yang belum ditutup adalah bilangan π, periodisitas, dan makna geometris sinus (Bab 49), serta identitas lnt=∫1txdx, yang memerlukan Teorema Dasar Kalkulus (Bab 45).
Prasyarat: Bab 31–32 (deret, uji rasio, kekonvergenan mutlak); Teorema Binomial (Teorema 27.3.6); Unit 40.1.
Misalkan ∑k≥0ak dan ∑l≥0bl konvergen mutlak, dengan jumlah A dan B. Tetapkan cn=∑k=0nakbn−k. Maka ∑n≥0cn konvergen mutlak, dan ∑cn=AB.
Bukti. Tulis α=∑∣ak∣ dan β=∑∣bl∣. Jumlah ∑n=0N∣cn∣≤∑k+l≤N∣ak∣∣bl∣≤αβ, sehingga ∑∣cn∣ terbatas, dan deret ∑cn konvergen mutlak (Teorema 31.1.7 dan 31.1.9).
Untuk jumlahnya, misalkan CN=∑n≤Ncn=∑k+l≤Nakbl dan AN, BN jumlah parsial. Maka
ANBN−CN=k,l≤Nk+l>N∑akbl.
Setiap suku di ruas kanan memenuhi k>2N atau l>2N, sehingga
∣ANBN−CN∣≤βk>N/2∑∣ak∣+αl>N/2∑∣bl∣→0
(Teorema 31.1.5(b)). Karena ANBN→AB, CN→AB. □
Fungsi Eksponensial
Definisi 40.2.2
Untuk x∈R:
exp(x)=k=0∑∞k!xk.
Deret ini konvergen mutlak untuk setiap x. Untuk x=0, rasionya k+1∣x∣→0 (Teorema 32.3.1), dan untuk x=0 jelas. Menurut Teorema 27.3.8, exp(1)=e.
Teorema 40.2.3 (Persamaan Fungsional)
exp(x+y)=exp(x)exp(y) untuk semua x,y∈R.
Bukti. Lemma 40.2.1 dengan ak=k!xk dan bl=l!yl:
menurut Teorema 27.3.6. Jadi exp(x)exp(y)=∑cn=exp(x+y). □
Akibat 40.2.4
(a) exp(0)=1 dan exp(−x)=exp(x)1.
(b) exp(x)>0 untuk semua x.
(c) exp(x)≥1+x untuk x≥0, dan exp naik tegas pada R.
(d) exp(r)=er untuk setiap r∈Q, dengan pangkat rasional Bab 9.
Bukti. (a) exp(x)exp(−x)=exp(0)=1. (b) exp(x)=exp(2x)2≥0, dan tidak nol menurut (a). (c) Untuk x≥0, semua suku taknegatif, sehingga exp(x)≥1+x. Untuk x<y, exp(y)=exp(x)exp(y−x)≥exp(x)(1+y−x)>exp(x). (d) Induksi memberi exp(n)=exp(1)n=en untuk n∈N, dan (a) memberi bilangan bulat negatif. Untuk r=qp: exp(r)q=exp(p)=ep, dan exp(r)>0, sehingga exp(r)=(ep)1/q=ep/q menurut ketunggalan akar positif. □
Bagian (d) membenarkan notasi ex=exp(x) untuk x real: untuk x rasional, kedua makna sama.
Teorema 40.2.5 (Turunan Eksponensial)
exp terdiferensialkan di setiap x, dan exp′(x)=exp(x).
Ketaksamaan tengah memakai k!≥(k−2)!. Jadi hexp(h)−1−1≤e∣h∣→0. Selanjutnya
hexp(x+h)−exp(x)=exp(x)hexp(h)−1→exp(x).□
Akibatnya exp kontinu (Teorema 39.2.1).
Logaritma dan Pangkat Real
Teorema 40.2.6 (Logaritma Natural)
exp adalah bijeksi R→(0,∞). Inversnya, ln:(0,∞)→R, kontinu, naik tegas, terdiferensialkan, dan memenuhi:
(a) ln′(y)=y1;
(b) ln(yz)=lny+lnz, ln1=0, dan lne=1;
(c) lny→+∞ untuk y→+∞, dan lny→−∞ untuk y→0+.
Bukti. Peta exp[R] adalah interval (Teorema 37.2.4), termuat di (0,∞). Peta itu tidak terbatas di atas, karena exp(n)≥1+n, dan memuat bilangan positif yang sekecil apa pun, karena exp(−n)=exp(n)1≤1+n1. Jadi petanya (0,∞). Injektivitas mengikuti dari kemonotonan tegas.
Lemma 40.1.5 memberi kontinuitas dan kemonotonan ln. Teorema 40.1.6, dengan exp′=exp=0, memberi ln′(y)=exp(lny)1=y1.
(b) exp(lny+lnz)=yz, lalu terapkan ln. exp(0)=1 dan exp(1)=e.
(c) ln naik, dan ln(en)=n tak terbatas. Untuk y→0+, lny=−lny1. □
Bagian (c) menutup bagian P32-LN yang menyatakan lnt→∞. Identitas lnt=∫1txdx menyusul dari Teorema Dasar Kalkulus (Bab 45), karena ln′=x1 dan ln1=0. Jadi sisa pinjaman P32-LN hanyalah identitas integral itu.
Definisi 40.2.7 (Pangkat Real)
Untuk a>0 dan x∈R: ax=exp(xlna).
Teorema 40.2.8
Untuk a,b>0 dan x,y∈R:
(a) bila x=qp rasional, ax sama dengan pangkat rasional Bab 9;
(b) ax+y=axay, (ax)y=axy, dan (ab)x=axbx;
(c) untuk a>1, x↦ax naik tegas; untuk 0<a<1, turun tegas;
(d) dxdax=axlna, dan untuk r∈R dan x>0, dxdxr=rxr−1.
Bukti. (a) exp(qplna)q=exp(plna)=exp(lna)p=ap, dan nilainya positif. Ketunggalan akar memberi (ap)1/q.
(b) Dari Teorema 40.2.3 dan ln(ax)=xlna.
(c) lna>0 bila a>1, karena ln naik dan ln1=0. Gunakan kemonotonan exp.
(d) Aturan rantai: exp′(xlna)lna. Untuk xr=exp(rlnx): exp(rlnx)⋅xr=rxr−1. □
Teorema ini menutup label eksponen real pada Unit 32.1. Lemma 32.1.2 dan hukum pangkat kini berlaku untuk eksponen real, menurut (b) dan (c). Bukti Teorema 32.1.4 berlaku kata demi kata, sehingga ∑k−p konvergen tepat ketika p>1, untuk setiap p∈R.
Kedua deret konvergen mutlak, karena suku-sukunya, dalam nilai mutlak, adalah sebagian suku deret exp(∣x∣) (Teorema 32.1.1). Langsung dari deretnya: sin0=0, cos0=1, sin(−x)=−sinx, dan cos(−x)=cosx.
Tulis koefisien kesatuan: sinx=∑m≥0σmm!xm dan cosx=∑m≥0γmm!xm, dengan
Bagian (a) menutup pinjaman P26-SIN, karena sinus kini terdefinisi dan ∣sinx∣≤1 terbukti. Semua pemakaian P26-SIN sebelumnya (Unit 26.3, 34.3, 35.2, 39.1) menjadi bukti lengkap, dengan sinus menurut Definisi 40.2.9.
Teorema 40.2.13 (Turunan Sinus dan Kosinus)
(a) sinh−h≤∣h∣3exp(∣h∣) dan ∣cosh−1∣≤h2exp(∣h∣). Jadi limh→0hsinh=1 dan limh→0hcosh−1=0.
(b) sin′=cos dan cos′=−sin.
Bukti. (a) ∣sinh−h∣≤∑k≥1(2k+1)!∣h∣2k+1≤∣h∣3∑j≥0j!∣h∣j, karena setiap (2k+1)!∣h∣2k+1 dengan k≥1 tidak melebihi ∣h∣3(2k−2)!∣h∣2k−2. Bagian kosinus serupa. Bagi dengan ∣h∣ dan gunakan teorema apit.
(b) hsin(x+h)−sinx=sinxhcosh−1+cosxhsinh→cosx, menurut Teorema 40.2.11. Kosinus serupa. □
Limit limx→0xsinx=1 di sini dibuktikan langsung dari deret. Unit 42.2 membahas contoh master yang sama dengan aturan L'Hôpital, dan menunjukkan bahwa jalan itu berputar balik: L'Hôpital memakai sin′(0)=1, padahal sin′(0)=1 adalah limit ini.
Pinjaman Berlabel P40-PI
Bilangan π, periodisitas sin(x+2π)=sinx, dan tafsiran geometris sinus dan kosinus sebagai koordinat titik pada lingkaran satuan belum dibuktikan. Rencana penutupan: Bab 49 mendefinisikan 2π sebagai pembuat nol positif terkecil kosinus, yang keberadaannya disiapkan di Latihan 40.2-7, lalu menurunkan periodisitas dari rumus penjumlahan. Tafsiran geometris memerlukan panjang busur, yaitu integral (Bagian IX). Unit ini tidak memakai π.
Latihan
Latihan 40.2-1. Turunkan: (a) exp(x2); (b) xx untuk x>0; (c) ln(1+x2); (d) 2x; (e) cosxsinx di titik dengan cosx=0.
Latihan 40.2-2. Buktikan exp(x)≥1+x untuk semua x∈R.
Latihan 40.2-3. Periksa Lemma 40.2.10 untuk (m,l)=(1,1), (1,2), dan (3,1) dengan menghitung nilai-nilainya.
Latihan 40.2-4. Buktikan cos2x=1−2sin2x dan sin3x=3sinx−4sin3x.
Latihan 40.2-5. Buktikan limx→0xexp(x)−1=1 dan limx→0xln(1+x)=1.
Latihan 40.2-6. Dengan Latihan 40.2-5, buktikan bahwa (1+n1)n→e melalui nln(1+n1)→1, dan bandingkan dengan Teorema 27.3.3.
Latihan 40.2-7. Buktikan bahwa cos2<0, lalu simpulkan bahwa kosinus mempunyai pembuat nol di (0,2).
Latihan 40.2-8. Buktikan bahwa sinx<x untuk semua x>0.
Solusi
Solusi 40.2-1. (a) 2xexp(x2). (b) xx=exp(xlnx), sehingga turunannya xx(lnx+1). (c) 1+x22x. (d) 2xln2. (e) Aturan hasil bagi: cos2xcos2x+sin2x=cos2x1, memakai Akibat 40.2.12(a). □
Solusi 40.2-2. Untuk x≥0: Akibat 40.2.4(c). Untuk x≤−1: 1+x≤0<exp(x). Untuk −1<x<0: exp(x)−1−x=∑k≥2k!xk. Deret ini bolak-balik, karena x<0, dimulai dengan suku positif 2x2, dan mutlak sukunya turun, karena k+1∣x∣<1. Lemma pengelompokan (Solusi 29.2-3), yang diterapkan pada jumlah parsial, lalu limitnya, memberi jumlah ≥0. □
Solusi 40.2-5. Yang pertama adalah exp′(0)=1, dari bukti Teorema 40.2.5. Yang kedua: xln(1+x)−ln1→ln′(1)=1. □
Solusi 40.2-6. (1+n1)n=exp(nln(1+n1)). Dengan xn=n1→0, Teorema 34.2.1(a) dan Latihan 40.2-5 memberi xnln(1+xn)→1. Kontinuitas exp memberi limit exp(1)=e. Ini sejalan dengan Teorema 27.3.3, dan menunjukkan bahwa e di Bab 27 sama dengan exp(1), seperti juga dinyatakan oleh Teorema 27.3.8. □
Solusi 40.2-7. cos2=1−2+4!24−6!26+⋯=1−2+32−454+⋯. Sejak suku 2!22=2, nilai mutlak suku-sukunya turun: rasionya (2k+1)(2k+2)4<1 untuk k≥1. Lemma pengelompokan memberi −2+32−454+⋯≤−2+32. Jadi cos2≤1−2+32=−31<0. Karena cos0=1>0 dan kosinus kontinu, Teorema 37.2.1 memberi pembuat nol di (0,2). □
Solusi 40.2-8. Untuk x>1: sinx≤1<x. Untuk 0<x≤1: sinx−x=−3!x3+5!x5−⋯. Deret ini bolak-balik dengan nilai mutlak suku yang turun, karena (2k+2)(2k+3)x2<1, dimulai dengan suku negatif. Lemma pengelompokan memberi sinx−x≤−6x3+120x5<0, karena 120x5<6x3 untuk 0<x≤1. □
Ringkasan
exp, sin, dan cos didefinisikan sebagai deret yang konvergen mutlak di seluruh R. Lemma produk Cauchy, bersama Teorema Binomial, memberi exp(x+y)=exp(x)exp(y) dan rumus penjumlahan sinus dan kosinus. Taksiran sisa memberi turunan: exp′=exp, sin′=cos, cos′=−sin, dan juga hsinh→1. exp adalah bijeksi naik dari R ke (0,∞), dengan exp(r)=er untuk r rasional. Inversnya ln memenuhi ln′=x1. Pangkat real ax=exp(xlna) memenuhi semua hukum pangkat, dan (xr)′=rxr−1. Pinjaman yang ditutup: P26-SIN, eksponen real untuk deret-p, dan bagian "lnt→∞" dari P32-LN. Yang tersisa: π dan periodisitas (P40-PI, Bab 49), dan lnt=∫1txdx (Bab 45).