Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 38Lanjut

    Kontinuitas Seragam (Uniform Continuity)

    Bab 38 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    13 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 38 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 38: Kontinuitas Seragam (Uniform Continuity)

    38.1 Definisi Formal ε\varepsilon–δ\delta Seragam

    Penjelasan master untuk Bab 38: kontinuitas seragam adalah tingkat kontinuitas yang lebih kuat, karena nilai δ\delta bersifat seragam untuk seluruh titik di domain. Pada kontinuitas biasa, δ\delta boleh bergantung pada titik cc maupun pada ε\varepsilon. Untuk 1x\tfrac1x pada (0,1](0,1], semakin dekat cc ke 00, semakin kecil δ\delta yang dibutuhkan, dan tidak ada satu δ\delta yang bekerja untuk semua cc. Kontinuitas seragam meminta satu δ\delta yang bekerja di mana-mana. Perbedaannya hanyalah urutan kuantor, tetapi akibatnya besar. Kontinuitas seragam diperlukan untuk integral Riemann (Bagian IX) dan untuk memperluas fungsi ke titik ujung.

    Prasyarat: Bab 36; barisan Cauchy (Bab 29).

    Definisi

    Definisi 38.1.1 (Kontinuitas Seragam)

    f:D→Rf:D\to\mathbb{R} kontinu seragam pada DD jika

    ∀ε>0  ∃δ>0  ∀x,y∈D: ∣x−y∣<δ ⟹ ∣f(x)−f(y)∣<ε.\forall\varepsilon>0\ \ \exists\delta>0\ \ \forall x,y\in D:\ |x-y|<\delta\ \Longrightarrow\ |f(x)-f(y)|<\varepsilon.

    Bandingkan dengan kontinuitas pada DD, yang ditulis dengan kuantor:

    ∀c∈D  ∀ε>0  ∃δ>0  ∀x∈D: ∣x−c∣<δ ⟹ ∣f(x)−f(c)∣<ε.\forall c\in D\ \ \forall\varepsilon>0\ \ \exists\delta>0\ \ \forall x\in D:\ |x-c|<\delta\ \Longrightarrow\ |f(x)-f(c)|<\varepsilon.

    Pada kontinuitas biasa, δ\delta dipilih sesudah cc, sehingga boleh bergantung pada cc. Pada kontinuitas seragam, δ\delta dipilih sebelum titik-titiknya, sehingga satu δ\delta melayani semua titik. Ini sejajar dengan perbedaan antara "∃N0 ∀ε\exists N_0\,\forall\varepsilon" dan "∀ε ∃N0\forall\varepsilon\,\exists N_0" di Proposisi 25.1.9.

    Proposisi 38.1.2

    Fungsi yang kontinu seragam pada DD kontinu di setiap titik DD.

    Bukti. Ambil y=cy=c pada definisi. □\square

    Contoh

    Contoh 38.1.3 (Kontinu Seragam)

    (a) f(x)=ax+bf(x)=ax+b pada R\mathbb{R}: ∣f(x)−f(y)∣=∣a∣∣x−y∣|f(x)-f(y)|=|a||x-y|. δ=ε∣a∣\delta=\tfrac\varepsilon{|a|} untuk a≠0a\ne0 tidak bergantung pada titik.

    (b) x2x^2 pada [0,1][0,1]: ∣x2−y2∣=∣x+y∣∣x−y∣≤2∣x−y∣|x^2-y^2|=|x+y||x-y|\leq2|x-y|. δ=ε2\delta=\tfrac\varepsilon2.

    (c) x\sqrt x pada [0,∞)[0,\infty): untuk x,y≥0x,y\geq0, ∣x−y∣≤∣x−y∣|\sqrt x-\sqrt y|\leq\sqrt{|x-y|} (Latihan 38.1-3). δ=ε2\delta=\varepsilon^2.

    Contoh 38.1.4 (Kontinu, Tidak Seragam)

    (a) x2x^2 pada R\mathbb{R}. Ambil ε=1\varepsilon=1. Untuk sebarang δ>0\delta>0, pilih n>1δn>\tfrac1\delta (Archimedes), dan tetapkan x=n+1nx=n+\tfrac1n dan y=ny=n. Maka ∣x−y∣=1n<δ|x-y|=\tfrac1n<\delta, tetapi ∣x2−y2∣=2+1n2>1|x^2-y^2|=2+\tfrac1{n^2}>1. Kemiringan grafik yang tak terbatas memaksa δ\delta mengecil tanpa batas.

    (b) 1x\tfrac1x pada (0,1](0,1]. Ambil ε=1\varepsilon=1. Untuk δ>0\delta>0, pilih n≥1n\geq1 dengan 1n(n+1)<δ\tfrac1{n(n+1)}<\delta, dan tetapkan x=1nx=\tfrac1n dan y=1n+1y=\tfrac1{n+1}. Maka ∣x−y∣=1n(n+1)<δ|x-y|=\tfrac1{n(n+1)}<\delta, tetapi ∣f(x)−f(y)∣=1|f(x)-f(y)|=1. Di sini domainnya terbatas, tetapi tidak tertutup.

    (c) Terbatas tetapi tidak seragam: fungsi linear sepotong-sepotong pada Solusi 37.2-4, yang dibatasi ke (0,1](0,1], dengan f(1n)=(−1)nf(\tfrac1n)=(-1)^n. Fungsi itu kontinu dan terbatas oleh 11. Akan tetapi xn=1nx_n=\tfrac1n dan yn=1n+1y_n=\tfrac1{n+1} memenuhi xn−yn→0x_n-y_n\to0 dan ∣f(xn)−f(yn)∣=2|f(x_n)-f(y_n)|=2, sehingga fungsi itu tidak kontinu seragam (Teorema 38.1.5(a)).

    Kriteria

    Teorema 38.1.5 (Kriteria Barisan untuk Ketidakseragaman)

    (a) Tanpa pilihan: bila ada ε>0\varepsilon>0 dan barisan (xn)(x_n), (yn)(y_n) di DD dengan xn−yn→0x_n-y_n\to0 dan ∣f(xn)−f(yn)∣≥ε|f(x_n)-f(y_n)|\geq\varepsilon untuk semua nn, maka ff tidak kontinu seragam.

    (b) Dengan ACω_\omega: bila ff tidak kontinu seragam, barisan seperti itu ada.

    Bukti. (a) Untuk sebarang δ\delta, sejak suatu indeks ∣xn−yn∣<δ|x_n-y_n|<\delta, sedangkan ∣f(xn)−f(yn)∣≥ε|f(x_n)-f(y_n)|\geq\varepsilon. (b) Negasi definisi memberi ε\varepsilon sehingga untuk setiap nn, himpunan pasangan (x,y)∈D2(x,y)\in D^2 dengan ∣x−y∣<1n|x-y|<\tfrac1n dan ∣f(x)−f(y)∣≥ε|f(x)-f(y)|\geq\varepsilon tidak kosong. Aksioma 23.3.3 memilih satu pasangan untuk setiap nn. □\square

    Contoh 38.1.4 memakai bagian (a) dengan barisan yang diberikan oleh rumus.

    Teorema 38.1.6 (Lipschitz)

    Bila ada K≥0K\geq0 dengan ∣f(x)−f(y)∣≤K∣x−y∣|f(x)-f(y)|\leq K|x-y| untuk semua x,y∈Dx,y\in D, maka ff kontinu seragam.

    Bukti. δ=εK+1\delta=\tfrac\varepsilon{K+1}. □\square

    Kebalikannya salah. x\sqrt x pada [0,1][0,1] kontinu seragam (Contoh 38.1.3(c)), tetapi tidak Lipschitz: ∣x−0∣∣x−0∣=1x\tfrac{|\sqrt x-\sqrt0|}{|x-0|}=\tfrac1{\sqrt x} tidak terbatas untuk x→0+x\to0^+.

    Teorema 38.1.7 (Barisan Cauchy)

    Bila ff kontinu seragam pada DD dan (xn)(x_n) barisan Cauchy di DD, maka (f(xn))(f(x_n)) barisan Cauchy.

    Bukti. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil δ\delta dari kontinuitas seragam, lalu N0N_0 dengan ∣xn−xm∣<δ|x_n-x_m|<\delta untuk m,n≥N0m,n\geq N_0. Maka ∣f(xn)−f(xm)∣<ε|f(x_n)-f(x_m)|<\varepsilon. □\square

    Kontinuitas biasa tidak cukup. xn=1nx_n=\tfrac1n Cauchy di (0,1](0,1], tetapi f(xn)=nf(x_n)=n untuk f(x)=1xf(x)=\tfrac1x tidak Cauchy. Inilah alasan 1x\tfrac1x tidak dapat diperluas secara kontinu ke 00, dan Unit 38.2 menjadikannya kriteria perluasan.

    Proposisi 38.1.8 (Operasi)

    (a) Jumlah dan kelipatan fungsi-fungsi kontinu seragam kontinu seragam.

    (b) Komposisi fungsi-fungsi kontinu seragam kontinu seragam.

    (c) Hasil kali dua fungsi kontinu seragam yang terbatas kontinu seragam. Tanpa keterbatasan, hasil kali dapat gagal: x⋅xx\cdot x pada R\mathbb{R}.

    Bukti. (a) ε2\tfrac\varepsilon2, seperti biasa. (b) Seperti Teorema 36.1.6, dengan η\eta dan δ\delta yang seragam. (c) Bila ∣f∣,∣g∣≤M|f|,|g|\leq M, maka ∣f(x)g(x)−f(y)g(y)∣≤M∣g(x)−g(y)∣+M∣f(x)−f(y)∣|f(x)g(x)-f(y)g(y)|\leq M|g(x)-g(y)|+M|f(x)-f(y)|. □\square

    Latihan

    Latihan 38.1-1. Buktikan atau bantah kontinuitas seragam: (a) x3x^3 pada [−2,2][-2,2]; (b) x3x^3 pada R\mathbb{R}; (c) 11+x2\tfrac1{1+x^2} pada R\mathbb{R}; (d) 1x\tfrac1x pada [1,∞)[1,\infty).

    Latihan 38.1-2. Tuliskan negasi lengkap dari Definisi 38.1.1 dengan kuantor.

    Latihan 38.1-3. Buktikan bahwa ∣x−y∣≤∣x−y∣|\sqrt x-\sqrt y|\leq\sqrt{|x-y|} untuk x,y≥0x,y\geq0.

    Latihan 38.1-4. Buktikan bahwa f(x)=∣x∣f(x)=|x| kontinu seragam pada R\mathbb{R}.

    Latihan 38.1-5. Buktikan bahwa jika ff kontinu seragam pada DD dan DD terbatas, maka ff terbatas pada DD.

    Latihan 38.1-6. Misalkan ff kontinu seragam pada AA dan pada BB. Apakah ff kontinu seragam pada A∪BA\cup B? Bandingkan kasus A=[0,1]A=[0,1], B=[1,2]B=[1,2] dengan kasus A=[0,1)A=[0,1), B=[1,2]B=[1,2] untuk fungsi tangga.

    Latihan 38.1-7. Untuk f(x)=x2f(x)=x^2 pada [0,R][0,R], tentukan δ\delta terbaik yang berbentuk εK\tfrac\varepsilon K, dan jelaskan mengapa δ\delta ini menuju 00 bila R→∞R\to\infty.

    Latihan 38.1-8. Buktikan Proposisi 38.1.8(c) secara lengkap, dan buktikan bahwa x⋅xx\cdot x tidak kontinu seragam pada R\mathbb{R} dengan Teorema 38.1.5(a).

    Solusi

    Solusi 38.1-1. (a) Ya: ∣x3−y3∣=∣x−y∣∣x2+xy+y2∣≤12∣x−y∣|x^3-y^3|=|x-y||x^2+xy+y^2|\leq12|x-y|, sehingga Lipschitz. (b) Tidak: x=n+1nx=n+\tfrac1n dan y=ny=n memberi ∣x3−y3∣≥3n2⋅1n=3n≥3|x^3-y^3|\geq3n^2\cdot\tfrac1n=3n\geq3, sedangkan ∣x−y∣→0|x-y|\to0. (c) Ya. ∣11+x2−11+y2∣=∣x+y∣∣x−y∣(1+x2)(1+y2)\bigl|\tfrac1{1+x^2}-\tfrac1{1+y^2}\bigr|=\tfrac{|x+y||x-y|}{(1+x^2)(1+y^2)}, dan ∣x∣+∣y∣(1+x2)(1+y2)≤∣x∣1+x2+∣y∣1+y2≤1\tfrac{|x|+|y|}{(1+x^2)(1+y^2)}\leq\tfrac{|x|}{1+x^2}+\tfrac{|y|}{1+y^2}\leq1, karena ∣t∣1+t2≤12\tfrac{|t|}{1+t^2}\leq\tfrac12. Jadi fungsi ini Lipschitz dengan K=1K=1. (d) Ya: ∣1x−1y∣=∣x−y∣xy≤∣x−y∣\bigl|\tfrac1x-\tfrac1y\bigr|=\tfrac{|x-y|}{xy}\leq|x-y| untuk x,y≥1x,y\geq1. □\square

    Solusi 38.1-2. ∃ε>0 ∀δ>0 ∃x,y∈D: ∣x−y∣<δ∧∣f(x)−f(y)∣≥ε\exists\varepsilon>0\ \forall\delta>0\ \exists x,y\in D:\ |x-y|<\delta\wedge|f(x)-f(y)|\geq\varepsilon. □\square

    Solusi 38.1-3. Misalkan x≥y≥0x\geq y\geq0. Maka x−y≥0\sqrt x-\sqrt y\geq0 dan (x−y)2=x−2xy+y≤x−2y+y=x−y(\sqrt x-\sqrt y)^2=x-2\sqrt{xy}+y\leq x-2y+y=x-y, karena xy≥y2=y\sqrt{xy}\geq\sqrt{y^2}=y. Ambil akar, memakai kemonotonan akar. □\square

    Solusi 38.1-4. ∣∣x∣−∣y∣∣≤∣x−y∣\bigl||x|-|y|\bigr|\leq|x-y| (Teorema 18.3.1). Fungsi ini Lipschitz dengan K=1K=1. □\square

    Solusi 38.1-5. Ambil δ\delta untuk ε=1\varepsilon=1. Bila D⊆[a,b]D\subseteq[a,b], bagi [a,b][a,b] menjadi kk interval berpanjang <δ<\delta. Untuk setiap interval yang memotong DD, ambil satu titik di∈Dd_i\in D. Ini berhingga banyak pilihan tunggal. Setiap x∈Dx\in D berjarak <δ<\delta dari titik terpilih pada intervalnya, sehingga ∣f(x)∣<∣f(di)∣+1|f(x)|<|f(d_i)|+1. Jadi ∣f∣≤max⁡i∣f(di)∣+1|f|\leq\max_i|f(d_i)|+1. □\square

    Solusi 38.1-6. Untuk A=[0,1]A=[0,1] dan B=[1,2]B=[1,2], yang berbagi titik 11: ya. Untuk x∈Ax\in A, y∈By\in B, ∣x−y∣<δ|x-y|<\delta, kontinuitas melalui titik 11 memberi ∣f(x)−f(y)∣≤∣f(x)−f(1)∣+∣f(1)−f(y)∣<2ε|f(x)-f(y)|\leq|f(x)-f(1)|+|f(1)-f(y)|<2\varepsilon, dengan δ\delta minimum dari kedua bagian. Untuk A=[0,1)A=[0,1) dan B=[1,2]B=[1,2] dengan f=0f=0 pada AA dan 11 pada BB: ff kontinu seragam pada masing-masing bagian, karena konstan, tetapi tidak pada gabungannya. Titik 1−1n1-\tfrac1n dan 11 berdekatan, tetapi nilainya berbeda 11. □\square

    Solusi 38.1-7. ∣x2−y2∣≤2R∣x−y∣|x^2-y^2|\leq2R|x-y| pada [0,R][0,R], sehingga δ=ε2R\delta=\tfrac\varepsilon{2R}. Konstanta 2R2R tidak dapat diperkecil: x=Rx=R dan y=R−hy=R-h memberi ∣x2−y2∣∣x−y∣=2R−h\tfrac{|x^2-y^2|}{|x-y|}=2R-h, yang mendekati 2R2R. Jadi δ\delta terbaik dalam bentuk ini menuju 00 bila R→∞R\to\infty, sesuai dengan Contoh 38.1.4(a). □\square

    Solusi 38.1-8. (c) Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil δ\delta dengan ∣f(x)−f(y)∣<ε2M|f(x)-f(y)|<\tfrac\varepsilon{2M} dan ∣g(x)−g(y)∣<ε2M|g(x)-g(y)|<\tfrac\varepsilon{2M}, untuk M>0M>0. Ketaksamaan di bukti memberi <ε<\varepsilon. Untuk x⋅xx\cdot x: barisan xn=n+1nx_n=n+\tfrac1n dan yn=ny_n=n memberi xn−yn→0x_n-y_n\to0 dan ∣xn2−yn2∣≥2|x_n^2-y_n^2|\geq2. □\square

    Ringkasan

    Kontinuitas seragam meminta satu δ\delta untuk setiap ε\varepsilon yang bekerja di seluruh domain, bukan δ\delta yang bergantung pada titik. Fungsi Lipschitz kontinu seragam, dan x\sqrt x menunjukkan bahwa kebalikannya salah. x2x^2 pada R\mathbb{R} dan 1x\tfrac1x pada (0,1](0,1] kontinu tetapi tidak seragam. Kegagalan seragam dibuktikan dengan dua barisan yang berdekatan tetapi nilainya berjauhan; arah ini bebas pilihan, sedangkan kebalikannya memakai ACω_\omega. Fungsi kontinu seragam memetakan barisan Cauchy ke barisan Cauchy, sedangkan fungsi kontinu biasa tidak selalu.

    38.2 Teorema Heine: Fungsi kontinu pada interval tertutup dijamin bersifat kontinu seragam.

    Judul unit ini adalah pernyataan teoremanya. Contoh 38.1.4 menunjukkan dua cara kontinuitas dapat gagal menjadi seragam: domainnya tidak terbatas, seperti x2x^2 pada R\mathbb{R}, atau domainnya tidak tertutup, seperti 1x\tfrac1x pada (0,1](0,1]. Teorema Heine menyatakan bahwa bila kedua masalah itu tidak ada, yaitu bila domainnya interval [a,b][a,b] yang tertutup dan terbatas, kontinuitas otomatis seragam. Seperti teorema nilai ekstrem, teorema ini mengubah sifat lokal menjadi sifat global, dan buktinya bergantung pada kelengkapan R\mathbb{R}.

    Bukti di bawah memakai supremum dan bebas pilihan. Bukti baku melalui Bolzano–Weierstrass memerlukan pilihan pasangan titik, dan disajikan sebagai alternatif dengan tanda ACω_\omega.

    Prasyarat: Unit 38.1; Bab 36–37; Teorema 34.2.5.

    Teorema

    Teorema 38.2.1 (Heine)

    Bila f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} kontinu, dengan a≤ba\leq b, maka ff kontinu seragam pada [a,b][a,b].

    Bukti. Kasus a=ba=b jelas. Misalkan a<ba<b, dan tetapkan ε>0\varepsilon>0. Tetapkan

    S={t∈[a,b]: ∃δ>0 ∀x,y∈[a,t] (∣x−y∣<δ⇒∣f(x)−f(y)∣<ε)},S=\bigl\{t\in[a,b]:\ \exists\delta>0\ \forall x,y\in[a,t]\ \bigl(|x-y|<\delta\Rightarrow|f(x)-f(y)|<\varepsilon\bigr)\bigr\},

    yaitu himpunan tt sehingga ff "ε\varepsilon-seragam" pada [a,t][a,t]. Maka a∈Sa\in S, karena [a,a][a,a] hanya memuat satu titik. Bila t∈St\in S dan a≤t′≤ta\leq t'\leq t, maka t′∈St'\in S dengan δ\delta yang sama. Tetapkan c=sup⁡S∈[a,b]c=\sup S\in[a,b].

    Kontinuitas di cc dengan ε2\tfrac\varepsilon2 memberi η>0\eta>0 dengan ∣f(x)−f(c)∣<ε2|f(x)-f(c)|<\tfrac\varepsilon2 untuk x∈[a,b]x\in[a,b], ∣x−c∣<η|x-c|<\eta. Akibatnya, setiap x,y∈[a,b]∩(c−η,c+η)x,y\in[a,b]\cap(c-\eta,c+\eta) memenuhi ∣f(x)−f(y)∣<ε|f(x)-f(y)|<\varepsilon.

    Ambil t∈St\in S dengan t>c−ηt>c-\eta. Titik seperti itu ada menurut Teorema 11.3.2. Bila c=ac=a, ambil t=at=a. Misalkan δt\delta_t adalah δ\delta untuk tt. Tetapkan t′=min⁡(c+η2,b)t'=\min(c+\tfrac\eta2,b) dan

    δ′=min⁡(δt, t−(c−η))>0.\delta'=\min\bigl(\delta_t,\ t-(c-\eta)\bigr)>0.

    Klaim: δ′\delta' bekerja untuk [a,t′][a,t']. Misalkan x≤yx\leq y di [a,t′][a,t'] dengan ∣x−y∣<δ′|x-y|<\delta'.

    • Bila y≤ty\leq t, maka x,y∈[a,t]x,y\in[a,t] dan ∣x−y∣<δt|x-y|<\delta_t, sehingga ∣f(x)−f(y)∣<ε|f(x)-f(y)|<\varepsilon.
    • Bila y>ty>t, maka x>y−δ′≥t−δ′≥c−ηx>y-\delta'\geq t-\delta'\geq c-\eta. Juga y≤t′<c+ηy\leq t'<c+\eta. Jadi x,y∈(c−η,c+η)x,y\in(c-\eta,c+\eta), sehingga ∣f(x)−f(y)∣<ε|f(x)-f(y)|<\varepsilon.

    Jadi t′∈St'\in S. Karena c=sup⁡Sc=\sup S, t′≤ct'\leq c. Bila c<bc<b, maka t′=min⁡(c+η2,b)>ct'=\min(c+\tfrac\eta2,b)>c, kontradiksi. Jadi c=bc=b, dan t′=b∈St'=b\in S. Ini berarti ada δ\delta yang bekerja untuk seluruh [a,b][a,b] dan untuk ε\varepsilon ini. Karena ε\varepsilon sebarang, ff kontinu seragam. □\square

    Strategi bukti ini, "merambat ke kanan sejauh mungkin, lalu kontinuitas di titik henti mendorong lebih jauh", sama dengan bukti Teorema 37.2.1. Setiap langkahnya memakai satu pilihan tunggal untuk membuktikan pernyataan keberadaan, dan tidak membangun barisan pilihan.

    Bukti Alternatif dengan ACω_\omega

    Andaikan ff tidak kontinu seragam. Teorema 38.1.5(b), dengan ACω_\omega, memberi ε>0\varepsilon>0 dan barisan (xn),(yn)(x_n),(y_n) di [a,b][a,b] dengan xn−yn→0x_n-y_n\to0 dan ∣f(xn)−f(yn)∣≥ε|f(x_n)-f(y_n)|\geq\varepsilon. Bolzano–Weierstrass (Teorema 28.2.3) memberi xnk→p∈[a,b]x_{n_k}\to p\in[a,b], dan juga ynk=xnk−(xnk−ynk)→py_{n_k}=x_{n_k}-(x_{n_k}-y_{n_k})\to p. Kontinuitas di pp memberi f(xnk)−f(ynk)→0f(x_{n_k})-f(y_{n_k})\to0, kontradiksi. Bukti ini lebih pendek, tetapi memakai pilihan terhitung.

    Akibat

    Akibat 38.2.2 (Perluasan ke Ujung)

    Misalkan a<ba<b dan f:(a,b)→Rf:(a,b)\to\mathbb{R} kontinu. Pernyataan berikut setara:

    (a) ff kontinu seragam pada (a,b)(a,b);

    (b) f(a+)f(a^+) dan f(b−)f(b^-) ada, sebagai bilangan real;

    (c) ff mempunyai perluasan kontinu F:[a,b]→RF:[a,b]\to\mathbb{R}.

    Bukti. (a)⇒(b): untuk ε>0\varepsilon>0, ambil δ\delta dari kontinuitas seragam. Untuk x,y∈(a,a+δ)x,y\in(a,a+\delta), ∣x−y∣<δ|x-y|<\delta, sehingga ∣f(x)−f(y)∣<ε|f(x)-f(y)|<\varepsilon. Kriteria Cauchy untuk limit fungsi (Teorema 34.2.5), yang diterapkan pada limit kanan di aa, dibuktikan tanpa pilihan, dan memberi bahwa f(a+)f(a^+) ada. Hal yang sama berlaku untuk bb.

    (b)⇒(c): tetapkan F(a)=f(a+)F(a)=f(a^+), F(b)=f(b−)F(b)=f(b^-), dan F=fF=f di (a,b)(a,b). Teorema 36.2.5 memberi kontinuitas di ujung-ujungnya.

    (c)⇒(a): Teorema 38.2.1 untuk FF, lalu batasi ke (a,b)(a,b). □\square

    Contoh: 1x\tfrac1x pada (0,1)(0,1) tidak dapat diperluas ke 00, sehingga tidak kontinu seragam. 1+x−1x\tfrac{\sqrt{1+x}-1}x pada (0,1)(0,1) diperluas dengan nilai 12\tfrac12 di 00, sehingga kontinu seragam.

    Akibat 38.2.3 (Osilasi pada Partisi Halus)

    Misalkan f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} kontinu dan ε>0\varepsilon>0. Ada δ>0\delta>0 sehingga untuk setiap partisi a=t0<t1<⋯<tk=ba=t_0<t_1<\cdots<t_k=b dengan ti−ti−1<δt_i-t_{i-1}<\delta, berlaku

    max⁡[ti−1,ti]f−min⁡[ti−1,ti]f<εuntuk setiap i.\max_{[t_{i-1},t_i]}f-\min_{[t_{i-1},t_i]}f<\varepsilon\qquad\text{untuk setiap }i.

    Bukti. Ambil δ\delta dari Teorema 38.2.1 untuk ε\varepsilon. Maksimum dan minimum pada [ti−1,ti][t_{i-1},t_i] tercapai di titik uu dan vv pada interval itu (Teorema 37.1.2), dengan ∣u−v∣≤ti−ti−1<δ|u-v|\leq t_i-t_{i-1}<\delta. Jadi selisihnya <ε<\varepsilon. □\square

    Akibat ini adalah inti bukti bahwa fungsi kontinu terintegral Riemann (Bagian IX). Jumlah atas dan jumlah bawah pada partisi yang cukup halus berbeda paling banyak ε(b−a)\varepsilon(b-a).

    Akibat 38.2.4 (Hampiran Linear Sepotong-Sepotong)

    Misalkan f:[a,b]→Rf:[a,b]\to\mathbb{R} kontinu dan ε>0\varepsilon>0. Ada fungsi gg yang linear sepotong-sepotong, dengan titik patah di partisi seragam, sehingga ∣f(x)−g(x)∣<ε|f(x)-g(x)|<\varepsilon untuk semua x∈[a,b]x\in[a,b].

    Bukti. Ambil δ\delta untuk ε\varepsilon dari Teorema 38.2.1, dan nn dengan b−an<δ\tfrac{b-a}n<\delta. Tetapkan ti=a+ib−ant_i=a+i\tfrac{b-a}n, dan gg linear pada setiap [ti−1,ti][t_{i-1},t_i] dengan g(ti)=f(ti)g(t_i)=f(t_i). Untuk x∈[ti−1,ti]x\in[t_{i-1},t_i], g(x)g(x) terletak di antara f(ti−1)f(t_{i-1}) dan f(ti)f(t_i), dan f(x)f(x) berjarak <ε<\varepsilon dari keduanya. Jadi ∣f(x)−g(x)∣<ε|f(x)-g(x)|<\varepsilon, karena g(x)g(x) adalah rata-rata berbobot dari dua bilangan yang masing-masing berjarak <ε<\varepsilon dari f(x)f(x). □\square

    Hampiran ini mendasari banyak metode numerik, misalnya interpolasi linear pada tabel nilai. Catatan cakupan pada Unit 37.3 tentang galat pembulatan berlaku juga di sini.

    Latihan

    Latihan 38.2-1. Tanpa perhitungan, tentukan apakah fungsi berikut kontinu seragam: (a) x5−3xx^5-3x pada [−10,10][-10,10]; (b) 1x−2\tfrac1{x-2} pada [0,1][0,1]; (c) 1x−2\tfrac1{x-2} pada [0,2)[0,2); (d) 1−x2\sqrt{1-x^2} pada [−1,1][-1,1].

    Latihan 38.2-2. Pada bukti Teorema 38.2.1, mengapa δ′≤t−(c−η)\delta'\leq t-(c-\eta) diperlukan? Tunjukkan bagian bukti yang gagal tanpa syarat itu.

    Latihan 38.2-3. Tentukan apakah f(x)=x⌊1x⌋f(x)=x\lfloor\tfrac1x\rfloor pada (0,1)(0,1) kontinu seragam. (Petunjuk: periksa kontinuitas lebih dahulu.)

    Latihan 38.2-4. Buktikan bahwa jika ff kontinu pada [a,∞)[a,\infty) dan lim⁡x→+∞f(x)\lim_{x\to+\infty}f(x) ada, maka ff kontinu seragam pada [a,∞)[a,\infty).

    Latihan 38.2-5. Untuk f(x)=x2f(x)=x^2 pada [0,2][0,2] dan ε=0,1\varepsilon=0{,}1, tentukan δ\delta yang bekerja, lalu tentukan nn untuk Akibat 38.2.4 dengan partisi seragam.

    Latihan 38.2-6. Buktikan Akibat 38.2.2 untuk fungsi x2−1x−1\tfrac{x^2-1}{x-1} pada (0,1)(0,1).

    Latihan 38.2-7. Buktikan bahwa fungsi yang kontinu pada R\mathbb{R} dan periodik, yaitu f(x+p)=f(x)f(x+p)=f(x) untuk suatu p>0p>0, kontinu seragam.

    Latihan 38.2-8. Misalkan ff kontinu seragam pada (0,1)(0,1). Buktikan bahwa lim⁡n→∞f(1n)\lim_{n\to\infty}f(\tfrac1n) ada, dan sama dengan f(0+)f(0^+).

    Solusi

    Solusi 38.2-1. (a) Ya: polinomial, sehingga kontinu, dan intervalnya tertutup dan terbatas. (b) Ya: kontinu pada [0,1][0,1], karena 2∉[0,1]2\notin[0,1]. (c) Tidak: f(2−)=−∞f(2^-)=-\infty, sehingga perluasan kontinu ke 22 tidak ada (Akibat 38.2.2). (d) Ya: kontinu pada [−1,1][-1,1], sebagai komposisi dengan akar. □\square

    Solusi 38.2-2. Syarat itu menjamin bahwa bila y>ty>t dan ∣x−y∣<δ′|x-y|<\delta', maka x>c−ηx>c-\eta, sehingga xx dan yy berada dalam bola tempat kontinuitas di cc berlaku. Tanpa syarat itu, xx dapat berada jauh di kiri, di luar bola (c−η,c+η)(c-\eta,c+\eta), dan juga di luar jangkauan δt\delta_t bersama yy, karena y∉[a,t]y\notin[a,t]. Kedua cara pembatasan gagal. □\square

    Solusi 38.2-3. ff tidak kontinu di x=1kx=\tfrac1k untuk k≥2k\geq2. Misalnya, di kiri 12\tfrac12, untuk x∈(13,12)x\in(\tfrac13,\tfrac12), ⌊1x⌋=2\lfloor\tfrac1x\rfloor=2 dan f(x)=2x→1f(x)=2x\to1. Di titik 12\tfrac12 sendiri, ⌊2⌋=2\lfloor2\rfloor=2, sehingga f(12)=1f(\tfrac12)=1. Di kanan 12\tfrac12, untuk x∈(12,1)x\in(\tfrac12,1), ⌊1x⌋=1\lfloor\tfrac1x\rfloor=1 dan f(x)=x→12≠1f(x)=x\to\tfrac12\ne1. Jadi ff tidak kontinu di 12\tfrac12, sehingga tidak kontinu seragam (Proposisi 38.1.2). □\square

    Solusi 38.2-4. Misalkan L=lim⁡x→∞f(x)L=\lim_{x\to\infty}f(x) dan ε>0\varepsilon>0. Ambil M>aM>a dengan ∣f(x)−L∣<ε2|f(x)-L|<\tfrac\varepsilon2 untuk x>Mx>M. Pada [a,M+1][a,M+1], Teorema 38.2.1 memberi δ1\delta_1. Tetapkan δ=min⁡(δ1,1)\delta=\min(\delta_1,1). Untuk ∣x−y∣<δ|x-y|<\delta: bila keduanya di [a,M+1][a,M+1], gunakan δ1\delta_1. Bila tidak, salah satunya >M+1>M+1, sehingga keduanya >M>M, dan ∣f(x)−f(y)∣<ε|f(x)-f(y)|<\varepsilon. □\square

    Solusi 38.2-5. ∣x2−y2∣≤4∣x−y∣|x^2-y^2|\leq4|x-y| pada [0,2][0,2], sehingga δ=0,025\delta=0{,}025 bekerja. Untuk partisi seragam, diperlukan 2n<0,025\tfrac2n<0{,}025, yaitu n>80n>80, sehingga n=81n=81. □\square

    Solusi 38.2-6. x2−1x−1=x+1\tfrac{x^2-1}{x-1}=x+1 untuk x≠1x\ne1. f(0+)=1f(0^+)=1 dan f(1−)=2f(1^-)=2 ada, dan perluasannya F(x)=x+1F(x)=x+1 pada [0,1][0,1]. Jadi ff kontinu seragam, bahkan Lipschitz dengan K=1K=1. □\square

    Solusi 38.2-7. Teorema 38.2.1 pada [0,2p][0,2p] memberi δ1\delta_1. Tetapkan δ=min⁡(δ1,p)\delta=\min(\delta_1,p). Untuk ∣x−y∣<δ|x-y|<\delta, geser keduanya dengan kelipatan pp yang sama sehingga x′∈[0,p)x'\in[0,p). Maka y′∈(−p,2p)y'\in(-p,2p). Bila y′≥0y'\geq0, keduanya di [0,2p][0,2p]. Bila y′<0y'<0, geser lagi keduanya sejauh +p+p: x′+p∈[p,2p)x'+p\in[p,2p) dan y′+p∈(0,p)y'+p\in(0,p), keduanya di [0,2p][0,2p]. Periodisitas mempertahankan nilai, sehingga ∣f(x)−f(y)∣<ε|f(x)-f(y)|<\varepsilon. □\square

    Solusi 38.2-8. Menurut Akibat 38.2.2, f(0+)=Lf(0^+)=L ada. Teorema 34.2.1(a), yang diterapkan pada limit kanan, dengan xn=1n+1∈(0,1)x_n=\tfrac1{n+1}\in(0,1), memberi f(xn)→Lf(x_n)\to L. □\square

    Ringkasan

    Teorema Heine: fungsi kontinu pada [a,b][a,b] kontinu seragam. Bukti tanpa pilihan memakai c=sup⁡{t: f ε-seragam pada [a,t]}c=\sup\{t:\ f\ \varepsilon\text{-seragam pada }[a,t]\}, dan kontinuitas di cc memaksa c=bc=b. Bukti alternatif melalui Bolzano–Weierstrass memerlukan ACω_\omega. Akibat-akibatnya: fungsi kontinu pada (a,b)(a,b) kontinu seragam tepat ketika dapat diperluas secara kontinu ke [a,b][a,b]; pada partisi yang cukup halus, osilasi fungsi kontinu pada setiap subinterval kurang dari ε\varepsilon, yang merupakan kunci integral Riemann; dan fungsi kontinu dapat dihampiri secara seragam oleh fungsi linear sepotong-sepotong.

    Bab terdekat

    BerikutnyaTurunan Pertama dan Rasio Perubahan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 39.

    SebelumnyaTeorema Besar tentang Fungsi Kontinu

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 37.