Teorema Besar tentang Fungsi Kontinu
Bab 37 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 37: Teorema Besar tentang Fungsi Kontinu
37.1 Teorema Nilai Ekstrim Weierstrass
Penjelasan master untuk Bab 37: sifat global fungsi kontinu pada interval tertutup. Kontinuitas adalah sifat lokal: ia hanya membicarakan perilaku di dekat setiap titik. Bab ini menunjukkan bahwa sifat lokal itu, bila berlaku di setiap titik interval tertutup , menghasilkan sifat global yang kuat. Unit ini membuktikan sifat pertama. Penjelasan master: fungsi kontinu pada interval tertutup pasti mencapai nilai maksimum absolut dan minimum absolut di dalam interval tersebut.
Kelengkapan adalah kuncinya. Bukti di sini memakai pembagian dua dan interval bersarang (Bab 12), serta aksioma supremum. Bukti itu dibuat tanpa aksioma pilihan, berbeda dengan bukti baku yang memilih titik dengan .
Prasyarat: Bab 12 (Teorema 12.2.4), Bab 36.
Keterbatasan
Lemma 37.1.1 (Kontinu pada Mengakibatkan Terbatas)
Bila kontinu, dengan , maka terbatas: ada dengan untuk semua .
Bukti. Andaikan tidak terbatas. Bangun interval bersarang secara rekursif: . Bila tidak terbatas pada , tulis . Bila tidak terbatas pada , tetapkan . Bila tidak, tetapkan . Pada kasus kedua, tidak terbatas pada , karena bila terbatas pada kedua separuh, terbatas pada gabungannya. Aturan ini ditentukan oleh pernyataan " terbatas pada ", yang benar atau salah, sehingga tidak ada pilihan.
Diperoleh interval bersarang dengan panjang , dan tidak terbatas pada setiap interval itu. Teorema 12.2.4, beserta Unit 12.3 untuk panjang yang menuju nol, memberi di semua , dengan .
kontinu di . Dengan , ada dengan untuk , . Pilih dengan (Archimedes). Karena , setiap memenuhi . Jadi terbatas pada , kontradiksi.
Teorema Nilai Ekstrem
Teorema 37.1.2 (Weierstrass)
Bila kontinu, dengan , maka ada dengan
Bukti. Kasus jelas. Untuk , menurut Lemma 37.1.1, tak kosong dan terbatas, sehingga ada. Andaikan untuk semua . Maka terdefinisi, positif, dan kontinu pada (Teorema 36.1.5). Lemma 37.1.1 memberi dengan , yaitu , atau untuk semua . Jadi adalah batas atas yang lebih kecil daripada supremum , kontradiksi. Maka ada dengan . Untuk minimum, terapkan hasil ini pada .
Trik mengubah pertanyaan "apakah supremum tercapai" menjadi pertanyaan "apakah suatu fungsi kontinu terbatas", yang sudah dijawab oleh Lemma 37.1.1. Dengan cara ini, kita tidak perlu memilih titik-titik yang nilainya mendekati .
Bukti alternatif dengan AC: pilih dengan . Teorema 28.2.3 memberi subbarisan , dan kontinuitas memberi . Bukti ini lebih pendek, tetapi memakai pilihan terhitung untuk .
Semua Hipotesis Diperlukan
Contoh 37.1.3
(a) Interval tidak tutup: pada kontinu dan terbatas, tetapi dan tidak tercapai.
(b) Interval tidak terbatas: pada tidak terbatas di atas. Untuk pada , fungsi itu terbatas, tetapi tidak tercapai.
(c) Tidak kontinu: pada dan , pada . tidak tercapai.
(d) Tidak kontinu dan tidak terbatas: pada dan , pada .
Contoh dan Penerapan
Contoh 37.1.4
pada . Teorema 37.1.2 menjamin maksimum dan minimum. Untuk menemukannya: , dengan kesamaan di , sehingga minimumnya . Pada , , dengan kesamaan di , sehingga maksimumnya . Teorema menjamin keberadaan, dan perhitungan menemukan titiknya. Bab 41–42 memberi alat umum untuk menemukan titik itu, yaitu turunan.
Akibat 37.1.5 (Jarak Positif ke Nol)
Bila kontinu dan untuk semua , maka ada dengan untuk semua .
Bukti. kontinu (Teorema 36.1.5), sehingga mencapai minimum .
Bandingkan dengan Proposisi 24.2.6(d). Untuk barisan, syarat "" tidak menjamin batas bawah positif. Untuk fungsi kontinu pada interval tertutup, syarat itu menjaminnya.
Akibat 37.1.6 (Peta Interval Tertutup)
Bila kontinu, maka , dengan dan nilai minimum dan maksimum yang tercapai. Unit 37.2 menunjukkan bahwa kesamaan berlaku: .
Latihan
Latihan 37.1-1. Tentukan maksimum dan minimum, beserta titik pencapaiannya: (a) pada ; (b) pada ; (c) pada .
Latihan 37.1-2. Pada bukti Lemma 37.1.1, jelaskan mengapa bila terbatas pada dan pada , maka terbatas pada .
Latihan 37.1-3. Buktikan bahwa fungsi kontinu pada , dengan , mencapai maksimum.
Latihan 37.1-4. Beri contoh fungsi kontinu pada yang terbatas tetapi tidak mencapai maksimum maupun minimum.
Latihan 37.1-5. Misalkan kontinu dan , serta . Buktikan bahwa mencapai maksimum.
Latihan 37.1-6. Misalkan kontinu pada dan untuk semua . Buktikan bahwa terbatas pada .
Latihan 37.1-7. Buktikan bahwa untuk polinomial , mencapai minimum pada .
Latihan 37.1-8. Tunjukkan bahwa Teorema 37.1.2 gagal di : tentukan fungsi yang kontinu, dalam arti Definisi 36.1.1 untuk domain , dan terbatas, tetapi tidak mencapai maksimumnya.
Solusi
Solusi 37.1-1. (a) : minimum di . Maksimum di titik terjauh dari , yaitu , dengan nilai . (b) Fungsi ini sama dengan untuk , untuk , dan untuk . Minimum di setiap . Maksimum di . (c) , karena , dengan kesamaan di . Jadi maksimum di . Minimum di , karena fungsi ini taknegatif pada .
Solusi 37.1-2. Bila pada separuh kiri dan pada separuh kanan, maka pada gabungannya, yaitu .
Solusi 37.1-3. Pembatasan ke dan ke masing-masing kontinu, sehingga mencapai maksimum dan . Maksimum keseluruhan adalah , yang tercapai.
Solusi 37.1-4. : nilainya di , dengan dan yang tidak tercapai (Proposisi 22.2.4).
Solusi 37.1-5. Ada dengan untuk , menurut definisi limit di dengan . Pada , yang memuat , mencapai maksimum . Di luar , . Jadi adalah maksimum global.
Solusi 37.1-6. Akibat 37.1.5: , sehingga .
Solusi 37.1-7. . Bila , mencapai minimum di . Bila , mempunyai pembuat nol (Teorema 11.3.8 untuk akar), sehingga mencapai minimum .
Solusi 37.1-8. pada . Penyebutnya , sehingga terdefinisi, terbatas, dan kontinu, sebagai komposisi fungsi kontinu. , yang dihampiri oleh rasional . Akan tetapi memerlukan , yang tidak mempunyai solusi rasional. Jadi maksimum tidak tercapai. Teorema gagal karena tidak lengkap.
Ringkasan
Fungsi kontinu pada interval tertutup dan terbatas terbatas, dibuktikan dengan pembagian dua yang ditentukan dan interval bersarang. Fungsi itu juga mencapai maksimum dan minimum absolutnya: bila supremum tidak tercapai, menjadi fungsi kontinu yang tak terbatas. Kedua bukti bebas pilihan. Setiap hipotesis diperlukan: interval tertutup, interval terbatas, dan kontinuitas. Akibatnya, fungsi kontinu yang tidak pernah nol pada menjauhi nol secara seragam. Teorema ini gagal di , karena bergantung pada kelengkapan.
37.2 Teorema Nilai Antara Bolzano (Intermediate Value Theorem)
Rumus master: jika kontinu pada , dengan dan , maka dijamin ada setidaknya satu titik sehingga .
Secara intuitif, grafik fungsi kontinu yang berawal di bawah sumbu dan berakhir di atasnya harus memotong sumbu itu. Intuisi ini benar, tetapi buktinya memerlukan kelengkapan . Di , fungsi bernilai di dan di , tetapi tidak pernah nol pada bilangan rasional. Unit ini membuktikan teorema nilai antara dengan supremum, lalu menurunkan akibat-akibatnya: peta interval adalah interval, keberadaan titik tetap, keberadaan akar, dan kemonotonan fungsi kontinu yang injektif.
Bab 15–16 menganalisis tanda polinomial secara aljabar, tanpa teorema nilai antara, karena teorema itu belum tersedia. Unit ini memberikan alat umum yang berlaku untuk semua fungsi kontinu.
Prasyarat: Bab 11 (supremum), Bab 36, Unit 37.1.
Teorema
Teorema 37.2.1 (Bolzano)
Misalkan kontinu, , dan . Maka ada dengan .
Bukti. Misalkan . tak kosong, karena , dan terbatas di atas oleh . Tetapkan . Kita tunjukkan , dengan menyingkirkan kedua kemungkinan lainnya.
Andaikan . Maka , karena , sehingga . Kontinuitas di dengan memberi dengan untuk , . Titik memenuhi dan , sehingga dan . Kontradiksi.
Andaikan . Maka , sehingga . Kontinuitas memberi dengan untuk , . Akibatnya, tidak ada anggota di . Setiap anggota adalah dan tidak terletak di , sehingga . Jadi adalah batas atas yang lebih kecil daripada . Kontradiksi.
Jadi . Karena dan , .
Bukti ini bebas pilihan. Titik yang ditemukan adalah supremum himpunan tempat negatif. Titik itu tidak harus satu-satunya titik nol, dan juga tidak harus titik nol terkecil atau terbesar.
Contoh 37.2.2 (Contoh Master)
Ambil . Maka dan , sesuai master, dan kontinu karena polinomial. Teorema 37.2.1 menjamin dengan . Untuk fungsi khusus ini, rumus kuadrat memberi , dan memang , karena . Teorema itu sendiri berlaku untuk setiap fungsi kontinu dengan dan , termasuk fungsi yang titik nolnya tidak dapat dihitung dengan rumus. Unit 37.3 menunjukkan cara menghampiri titik nol itu.
Akibat 37.2.3 (Nilai Antara Umum)
Bila kontinu dan terletak di antara dan , maka ada dengan .
Bukti. Bila atau , ambil atau . Bila , terapkan Teorema 37.2.1 pada . Bila , terapkan teorema itu pada .
Akibat-Akibat
Teorema 37.2.4 (Peta Interval)
Bila interval dan kontinu, maka interval, yaitu: bila dan , maka . Khususnya, untuk , , dengan dan nilai minimum dan maksimum.
Bukti. Misalkan dan . Terapkan Akibat 37.2.3 pada yang dibatasi ke interval tertutup dengan ujung dan , yang termuat di . Untuk : adalah interval yang memuat dan (Teorema 37.1.2), dan termuat di . Jadi .
Pernyataan "himpunan adalah interval" di sini berarti sifat keantaraan: setiap bilangan di antara dua anggota termasuk . Dengan aksioma supremum, himpunan dengan sifat ini dapat ditulis dalam salah satu bentuk interval baku, dengan ujung-ujung dan bila ada (Latihan 37.2-6 memakai kasus tertutup).
Akibat 37.2.5 (Titik Tetap)
Setiap fungsi kontinu mempunyai titik tetap, yaitu dengan .
Bukti. kontinu, dengan dan . Bila salah satunya nol, selesai. Bila tidak, , sehingga Teorema 37.2.1, yang diterapkan pada , memberi dengan .
Akibat 37.2.6 (Akar)
(a) Untuk dan , ada dengan . Ini bukti kedua untuk Teorema 11.3.8.
(b) Setiap polinomial berderajat ganjil mempunyai pembuat nol real.
Bukti. (a) kontinu pada , dengan dan (Bernoulli). Gunakan Akibat 37.2.3. Titik tidak nol, karena .
(b) Misalkan dengan ganjil; bagi dulu dengan koefisien utama bila perlu. Untuk , berlaku . Jadi bertanda sama dengan , sehingga dan , karena ganjil. Gunakan Teorema 37.2.1 pada .
Teorema 37.2.7 (Kontinu dan Injektif Mengakibatkan Monoton Tegas)
Bila interval dan kontinu serta injektif, maka naik tegas atau turun tegas.
Bukti. Karena injektif, setiap pasangan memenuhi atau . Andaikan tidak naik tegas dan tidak turun tegas. Maka ada pasangan dengan , dan pasangan dengan . Untuk tetapkan
Titik dan termasuk , karena interval dan keduanya adalah titik di antara titik-titik . Selain itu , karena . Fungsi kontinu (Teorema 36.1.5 dan 36.1.6), dengan dan . Teorema 37.2.1 memberi dengan , yaitu dengan . Ini bertentangan dengan injektivitas.
Gagasan bukti: pasangan "naik" digeser secara kontinu menjadi pasangan "turun". Di tengah jalan, kedua nilainya harus sama.
Latihan
Latihan 37.2-1. Buktikan bahwa mempunyai akar di , dan bahwa akar itu tunggal.
Latihan 37.2-2. Buktikan bahwa ada dengan .
Latihan 37.2-3. Misalkan kontinu pada dengan . Buktikan bahwa ada dengan .
Latihan 37.2-4. Beri contoh fungsi yang tidak kontinu tetapi mempunyai sifat nilai antara.
Latihan 37.2-5. Tunjukkan bahwa Teorema 37.2.1 gagal di dengan pada . Di bagian mana bukti memakai kelengkapan?
Latihan 37.2-6. Buktikan bahwa tidak ada fungsi kontinu dengan .
Latihan 37.2-7. Misalkan kontinu dan injektif pada interval . Buktikan langsung, dengan Akibat 37.2.3, bahwa untuk di , nilai terletak di antara dan .
Latihan 37.2-8. Buktikan bahwa adalah bijeksi , dan bahwa inversnya kontinu.
Solusi
Solusi 37.2-1. , dengan . Teorema 37.2.1 memberi akar. Ketunggalan: naik tegas, karena dan naik tegas, sehingga injektif.
Solusi 37.2-2. , dengan dan .
Solusi 37.2-3. pada . . Jadi dan bertanda berlawanan, atau salah satunya nol. Akibat 37.2.3 dengan memberi .
Solusi 37.2-4. Tetapkan dan untuk , dan biarkan linear pada setiap . Pada setiap interval itu, bergerak dari ke , sehingga mengambil semua nilai di .
- tidak kontinu di , karena .
- kontinu pada , karena linear sepotong-sepotong dengan ujung-ujung yang cocok.
- Sifat nilai antara: misalkan dan di antara dan . Bila , gunakan Akibat 37.2.3 pada . Bila , maka di antara dan , sehingga . Interval memuat suatu dengan , dan pada interval itu mengambil nilai .
Contoh baku dalam buku lain adalah , yang memerlukan sinus (Bab 48–49).
Solusi 37.2-5. , tetapi tidak mempunyai solusi rasional (Bab 8). Bukti memakai , yang di tidak ada. Di sini tidak mempunyai supremum rasional (Teorema 11.3.4).
Solusi 37.2-6. Menurut Teorema 37.2.4, adalah interval tertutup, yang memuat ujung-ujungnya. Interval tidak memuat ujung-ujungnya, sehingga keduanya tidak mungkin sama.
Solusi 37.2-7. Andaikan tidak, misalnya . Ambil dengan . Akibat 37.2.3 pada memberi dengan , karena terletak tegas di antara dan . Akibat 37.2.3 pada memberi dengan . Maka , tetapi , bertentangan dengan injektivitas. Kasus serupa. Kesamaan atau dikecualikan oleh injektivitas.
Solusi 37.2-8. Injektif: naik tegas (Teorema 10.2.6 untuk , dan dengan simetri ). Surjektif: untuk , Akibat 37.2.6(b) pada memberi akar. Kontinuitas invers: invers dari fungsi naik tegas adalah naik tegas, dan . Menurut Teorema 36.2.7, setiap diskontinuitas adalah loncatan dengan . Karena , paling sedikit satu interval terbuka atau tak kosong. Nilai di interval itu tidak dicapai : titik di kiri memberi nilai , dan titik di kanan memberi nilai . Ini bertentangan dengan . Jadi kontinu.
Ringkasan
Fungsi kontinu pada yang berganti tanda mempunyai pembuat nol di . Buktinya: , dan kontinuitas menyingkirkan serta . Teorema ini bergantung pada kelengkapan dan gagal di . Untuk contoh master, dan menjamin titik nol di . Akibat-akibatnya: peta interval oleh fungsi kontinu adalah interval, dan ; fungsi kontinu dari ke dirinya mempunyai titik tetap; akar ke- ada; polinomial berderajat ganjil mempunyai akar real; fungsi kontinu yang injektif pada interval monoton tegas.
37.3 Aplikasi untuk Pencarian Akar Numerik (Metode Bagi Dua / Bisection Method)
Penjelasan implementasi master: metode ini dipakai dalam algoritma perhitungan komputer untuk mencari akar persamaan non-linear.
Teorema nilai antara (Unit 37.2) menjamin bahwa akar ada, tetapi tidak menunjukkan letaknya. Metode bagi dua mengubah jaminan keberadaan itu menjadi prosedur: berulang kali bagi dua interval yang memuat perubahan tanda, dan pertahankan separuh yang tetap memuat perubahan tanda. Unit ini merumuskan metode tersebut sebagai rekursi yang ditentukan, membuktikan kekonvergenannya beserta batas galat yang eksplisit, menghitung beberapa contoh secara eksak, dan menjelaskan apa yang dijamin dan apa yang tidak.
Prasyarat: Unit 37.2; Bab 12 (interval bersarang); Bab 27; Unit 29.2 (uji berhenti).
Algoritma
Definisi 37.3.1 (Metode Bagi Dua)
Misalkan kontinu, dengan . Tetapkan dan . Untuk , dengan :
- bila : berhenti, karena adalah akar;
- bila : dan ;
- bila : dan .
Bila , terapkan metode ini pada . Setiap langkah ditentukan oleh tanda , sehingga tidak ada pilihan (Teorema 7.4.1).
Teorema 37.3.2 (Kekonvergenan dan Galat)
Bila algoritma tidak berhenti, maka untuk semua :
(a) , , dan ;
(b) dan untuk suatu dengan ;
(c) .
Bila algoritma berhenti di langkah , maka adalah akar yang tepat.
Bukti. (a) Induksi: setiap langkah mengganti satu ujung dengan titik tengah, yang tandanya cocok dengan ujung yang diganti. Panjangnya menjadi separuh.
(b) naik dan terbatas di atas oleh , dan turun dan terbatas di bawah oleh . Teorema 27.2.1 memberi dan , dengan . Kontinuitas (Teorema 36.1.7(a)) memberi dan . Karena , . Karena , (Akibat 25.2.6). Jadi .
(c) , karena untuk barisan naik dan turun yang menuju . Titik tengah berjarak paling jauh setengah panjang interval dari setiap titik interval itu.
Bagian (b) adalah bukti kedua teorema nilai antara, kini dengan interval bersarang dan Teorema Kekonvergenan Monoton, bukan supremum. Bukti ini juga bebas pilihan.
Akibat 37.3.3 (Banyaknya Langkah)
Untuk menjamin , cukup . Banyaknya langkah hanya bergantung pada panjang interval dan toleransi, bukan pada .
Bukti. Teorema 37.3.2(c).
Ini berbeda dari uji berhenti "selisih berurutan kecil" (Unit 29.2), yang secara umum tidak menjamin apa pun. Metode bagi dua membawa jaminan galat yang dibuktikan sendiri: interval selalu memuat akar.
Contoh
Contoh 37.3.4 (Menghampiri )
pada , dengan dan . Semua titik tengah adalah pecahan dengan penyebut pangkat dua, sehingga perhitungannya eksak:
| tanda | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0 | ||||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
| 5 | ||||
| 6 |
Sesudah langkah ke-, , dengan panjang , dan interval itu memuat . Contoh pemeriksaan: .
Untuk galat , Akibat 37.3.3 meminta , yaitu , karena . Sebagai perbandingan, metode Babilonia (Contoh 27.2.3) sudah memberi galat dengan (Latihan 27.2-3), karena galatnya kira-kira dikuadratkan setiap langkah, sedangkan bagi dua hanya membagi galat dengan . Bagi dua lebih lambat, tetapi berlaku untuk setiap fungsi kontinu yang berganti tanda dan tidak memerlukan rumus khusus.
Contoh 37.3.5 (Contoh Master Unit 37.2)
pada , dengan dan :
| 0 | |||
| 1 | |||
| 2 | |||
| 3 | |||
| 4 |
Jadi akarnya terletak di , sesuai dengan .
Batas Metode
(a) Metode ini memerlukan perubahan tanda. pada mempunyai akar , tetapi , sehingga metode tidak dapat dimulai. Akar dengan multiplisitas genap tidak terdeteksi oleh perubahan tanda.
(b) Metode ini menemukan satu akar. Bila ada beberapa akar di , aturan pembagian menentukan akar mana yang ditemukan (Latihan 37.3-5).
(c) Kontinuitas diperlukan. Untuk pada dan , tanda berubah, karena , tetapi tidak mempunyai akar. Langkah pertama memberi , sehingga intervalnya menjadi . Interval-interval berikutnya mengurung , yang merupakan diskontinuitas, bukan akar.
(d) Catatan cakupan: analisis di atas memakai aritmetika real yang eksak. Pada komputer, bilangan diwakili secara hingga, dan tanda di dekat akar dapat salah karena galat pembulatan. Analisis galat pembulatan termasuk analisis numerik dan tidak dibahas di buku ini. Buku ini tidak membuat klaim tentang perangkat lunak atau perangkat keras tertentu.
Latihan
Latihan 37.3-1. Lakukan empat langkah metode bagi dua untuk pada , dengan perhitungan eksak.
Latihan 37.3-2. Berapa langkah yang menjamin galat untuk akar di ? Untuk ?
Latihan 37.3-3. Buktikan Teorema 37.3.2(a) dengan induksi secara lengkap.
Latihan 37.3-4. Tunjukkan dengan contoh bahwa akar yang ditemukan metode bagi dua tidak harus akar terkecil di .
Latihan 37.3-5. Untuk pada , tentukan akar mana yang ditemukan metode bagi dua.
Latihan 37.3-6. Buktikan bahwa bila memuat tepat satu akar untuk suatu , maka semua interval berikutnya juga memuat .
Latihan 37.3-7. Misalkan pada setiap langkah dipakai titik bagi alih-alih titik tengah. Berapa panjang interval sesudah langkah dalam kasus terburuk? Apakah kekonvergenan masih terjamin?
Latihan 37.3-8. Untuk pada , tentukan terkecil dengan , dan bandingkan dengan selang di Contoh 37.3.4.
Solusi
Solusi 37.3-1. dan . : , sehingga . : , sehingga . : , sehingga . : , sehingga . Ini sesuai dengan .
Solusi 37.3-2. : , sehingga , karena . Jadi . : , sehingga , karena dan . Jadi .
Solusi 37.3-3. Basis : hipotesis. Langkah: bila , interval baru memenuhi . Bila , interval baru memenuhi . Pada kedua kasus, , dan panjangnya .
Solusi 37.3-4. pada : . : , sehingga interval berikutnya , yang hanya memuat akar . Jadi metode menemukan , bukan akar terkecil .
Solusi 37.3-5. dan . , sehingga , yang hanya memuat akar . Jadi akar yang ditemukan adalah .
Solusi 37.3-6. Setiap memuat paling sedikit satu akar, yaitu limit (Teorema 37.3.2(c) menunjukkan untuk semua ). Bila hanya memuat satu akar, akar itu adalah . Semua interval berikutnya memuat , dan termuat di .
Solusi 37.3-7. Dalam kasus terburuk, interval yang dipertahankan adalah bagian yang lebih panjang, dengan panjang panjang sebelumnya. Sesudah langkah, panjangnya (Contoh 25.3.6). Kekonvergenan tetap terjamin, dengan argumen Teorema 37.3.2(b), tetapi lebih lambat.
Solusi 37.3-8. memberi . Interval berpanjang , sehingga titik tengahnya berjarak dari . Untuk galat diperlukan tiga langkah lagi, sampai .
Ringkasan
Metode bagi dua mengurung akar fungsi kontinu yang berganti tanda dalam interval bersarang berpanjang . Titik tengah menghampiri akar dengan galat paling banyak , sehingga banyaknya langkah untuk toleransi tertentu dapat dihitung di muka. Kekonvergenan dibuktikan dengan Teorema Kekonvergenan Monoton dan kontinuitas, yang sekaligus memberi bukti kedua teorema nilai antara. Untuk , tujuh langkah eksak memberi , dan untuk contoh master, akarnya di . Metode ini andal tetapi lambat, memerlukan perubahan tanda, dan hanya menemukan satu akar. Galat pembulatan pada komputer berada di luar cakupan buku ini.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 38.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 36.