Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 36Lanjut

    Kekonfinitasan dan Kontinuitas Fungsi

    Bab 36 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    16 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 36 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 36: Kekonfinitasan dan Kontinuitas Fungsi

    36.1 Definisi Formal Kontinuitas di Suatu Titik

    Penjelasan master untuk Bab 36: kontinuitas adalah syarat "tanpa putus" pada grafik fungsi. Gambaran "grafik yang dapat digambar tanpa mengangkat pena" berguna sebagai intuisi, tetapi tidak dapat dipakai sebagai definisi. Gambaran itu gagal untuk fungsi yang domainnya bukan interval, dan juga untuk fungsi yang grafiknya tidak dapat digambar sama sekali, seperti fungsi Thomae di bawah. Definisi formalnya memakai bahasa limit dari Bab 34. Penjelasan master: fungsi kontinu memenuhi tiga syarat, yaitu f(c)f(c) terdefinisi, lim⁡x→cf(x)\lim_{x\to c}f(x) ada, dan nilai limit itu sama persis dengan f(c)f(c).

    Prasyarat: Bab 34–35.

    Definisi

    Definisi 36.1.1 (Kontinuitas)

    Misalkan f:D→Rf:D\to\mathbb{R} dan c∈Dc\in D. Fungsi ff kontinu di cc jika

    ∀ε>0  ∃δ>0  ∀x∈D: ∣x−c∣<δ ⟹ ∣f(x)−f(c)∣<ε.\forall\varepsilon>0\ \ \exists\delta>0\ \ \forall x\in D:\ |x-c|<\delta\ \Longrightarrow\ |f(x)-f(c)|<\varepsilon.

    ff kontinu pada A⊆DA\subseteq D bila kontinu di setiap titik AA. ff disebut kontinu bila kontinu di setiap titik domainnya.

    Proposisi 36.1.2 (Tiga Syarat Master)

    Misalkan c∈Dc\in D.

    (a) Bila cc titik akumulasi DD, maka ff kontinu di cc jika dan hanya jika lim⁡x→cf(x)\lim_{x\to c}f(x) ada dan sama dengan f(c)f(c). Inilah tiga syarat master: f(c)f(c) terdefinisi, karena c∈Dc\in D; limitnya ada; dan limit itu sama dengan f(c)f(c).

    (b) Bila cc titik terisolasi DD (Definisi 14.2.4), maka ff kontinu di cc, apa pun nilai ff.

    Bukti. (a) Definisi 36.1.1 dan 34.1.1 berbeda hanya pada titik x=cx=c. Di titik itu, ∣f(c)−f(c)∣=0<ε|f(c)-f(c)|=0<\varepsilon selalu berlaku. (b) Ambil δ\delta dengan B(c,δ)∩D={c}B(c,\delta)\cap D=\{c\}. Satu-satunya xx yang diuji adalah cc sendiri. □\square

    Bagian (b) menunjukkan mengapa definisi ε\varepsilon–δ\delta lebih mendasar daripada tiga syarat. Fungsi pada N\mathbb{N}, misalnya barisan, kontinu di setiap titik, karena setiap titik N\mathbb{N} terisolasi.

    Contoh 36.1.3

    (a) Polinomial kontinu pada R\mathbb{R}, dan fungsi rasional kontinu pada domainnya (Akibat 34.3.4).

    (b) 1x\tfrac1x kontinu pada domainnya R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}. Pernyataan "1x\tfrac1x tidak kontinu di 00" tidak bermakna dalam Definisi 36.1.1, karena 00 tidak termasuk domain. Unit 36.2 membahas perilakunya di dekat 00.

    (c) x\sqrt x kontinu pada [0,∞)[0,\infty), dan ∣x∣|x| kontinu pada R\mathbb{R} (Contoh 34.1.3(d) dan Teorema 34.3.6).

    (d) ⌊x⌋\lfloor x\rfloor kontinu di setiap c∉Zc\notin\mathbb{Z}, dan tidak kontinu di setiap c∈Zc\in\mathbb{Z} (Latihan 34.1-6).

    (e) Fungsi Dirichlet χQ\chi_{\mathbb{Q}} tidak kontinu di titik mana pun (Contoh 34.1.6). xχQ(x)x\chi_{\mathbb{Q}}(x) hanya kontinu di 00 (Latihan 34.1-7).

    Fungsi Thomae

    Contoh 36.1.4

    Untuk x∈Rx\in\mathbb{R}, tetapkan t(x)=1qt(x)=\tfrac1q bila x=pqx=\tfrac pq dengan p∈Zp\in\mathbb{Z} dan q∈N+q\in\mathbb{N}_{+} terkecil (Lema 8.4.6), dan t(x)=0t(x)=0 bila xx irasional. Jadi t(0)=1t(0)=1, t(12)=12t(\tfrac12)=\tfrac12, t(23)=13t(\tfrac23)=\tfrac13, dan t(2)=0t(\sqrt2)=0.

    Klaim: tt kontinu di setiap bilangan irasional dan tidak kontinu di setiap bilangan rasional.

    Bukti. Di c=pqc=\tfrac pq rasional: t(c)=1q>0t(c)=\tfrac1q>0. Setiap bola B(c,δ)B(c,\delta) memuat bilangan irasional xx (Teorema 11.4.6), dengan ∣t(x)−t(c)∣=1q|t(x)-t(c)|=\tfrac1q. Untuk ε=1q\varepsilon=\tfrac1q, tidak ada δ\delta yang bekerja.

    Di cc irasional: t(c)=0t(c)=0. Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan pilih bilangan bulat Q≥1Q\geq1 dengan 1Q<ε\tfrac1Q<\varepsilon. Himpunan

    F={x∈(c−1,c+1):x=pq, 1≤q≤Q}F=\{x\in(c-1,c+1):x=\tfrac pq,\ 1\leq q\leq Q\}

    hingga, karena untuk setiap q≤Qq\leq Q hanya ada paling banyak 2q+12q+1 bilangan bulat pp dengan pq∈(c−1,c+1)\tfrac pq\in(c-1,c+1). FF tidak memuat cc, karena cc irasional. Tetapkan δ=min⁡(1,min⁡{∣x−c∣:x∈F})>0\delta=\min\bigl(1,\min\{|x-c|:x\in F\}\bigr)>0, dengan δ=1\delta=1 bila FF kosong. Minimum himpunan hingga ada tanpa pilihan (Teorema 11.1.14). Untuk ∣x−c∣<δ|x-c|<\delta: bila xx irasional, t(x)=0t(x)=0. Bila x=pqx=\tfrac pq rasional, maka x∉Fx\notin F, sehingga q>Qq>Q, dan t(x)=1q<1Q<εt(x)=\tfrac1q<\tfrac1Q<\varepsilon. □\square

    Fungsi Thomae kontinu di tak terhitung banyak titik dan tidak kontinu di titik-titik yang rapat. Grafiknya tidak dapat "digambar", tetapi definisi ε\varepsilon–δ\delta menanganinya dengan tepat.

    Aljabar dan Komposisi

    Teorema 36.1.5

    Misalkan f,g:D→Rf,g:D\to\mathbb{R} kontinu di c∈Dc\in D. Maka f+gf+g, afaf, fgfg, ∣f∣|f|, dan max⁡(f,g)\max(f,g) kontinu di cc. Bila g(c)≠0g(c)\ne0, maka fg\tfrac fg, yang didefinisikan pada {x∈D:g(x)≠0}\{x\in D:g(x)\ne0\}, kontinu di cc.

    Bukti. Di titik akumulasi, gunakan Teorema 34.3.1–34.3.3, 34.3.6, dan Latihan 34.3-6, dengan L=f(c)L=f(c) dan M=g(c)M=g(c). Di titik terisolasi, semua fungsi kontinu menurut Proposisi 36.1.2(b). □\square

    Teorema 36.1.6 (Komposisi)

    Misalkan f:D→Ef:D\to E kontinu di cc, dan g:E→Rg:E\to\mathbb{R} kontinu di f(c)f(c). Maka g∘fg\circ f kontinu di cc.

    Bukti. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil η\eta dengan ∣g(y)−g(f(c))∣<ε|g(y)-g(f(c))|<\varepsilon untuk y∈Ey\in E, ∣y−f(c)∣<η|y-f(c)|<\eta. Ambil δ\delta dengan ∣f(x)−f(c)∣<η|f(x)-f(c)|<\eta untuk x∈Dx\in D, ∣x−c∣<δ|x-c|<\delta. □\square

    Karena kontinuitas mencakup titik x=cx=c itu sendiri, jebakan Contoh 34.3.11 tidak muncul di sini. Syarat (ii) Teorema 34.3.10, yaitu g(L)=Ng(L)=N, persis adalah kontinuitas gg di LL.

    Kriteria Barisan

    Teorema 36.1.7

    Misalkan c∈Dc\in D.

    (a) Tanpa pilihan: bila ff kontinu di cc, maka untuk setiap barisan (xn)(x_n) di DD dengan xn→cx_n\to c, berlaku f(xn)→f(c)f(x_n)\to f(c).

    (b) Dengan ACω_\omega: kebalikannya berlaku.

    Bukti. (a) Seperti Teorema 34.2.1(a), tetapi kini xn=cx_n=c diperbolehkan, karena ∣f(c)−f(c)∣=0|f(c)-f(c)|=0. (b) Seperti Teorema 34.2.1(b): pilih xn∈Dx_n\in D dengan ∣xn−c∣<1n|x_n-c|<\tfrac1n dan ∣f(xn)−f(c)∣≥ε|f(x_n)-f(c)|\geq\varepsilon. □\square

    Dalam bahasa sehari-hari, fungsi kontinu boleh ditukar urutannya dengan limit: f(lim⁡xn)=lim⁡f(xn)f(\lim x_n)=\lim f(x_n).

    Penerapan: Fungsi Aditif yang Kontinu

    Contoh 23.3.17 membangun, dengan Lemma Zorn, fungsi aditif f:R→Rf:\mathbb{R}\to\mathbb{R} yang tidak berbentuk cxcx. Di sana dijanjikan bahwa fungsi semacam itu tidak mungkin kontinu. Teorema berikut menepati janji itu, dengan hasil yang lebih kuat.

    Teorema 36.1.8

    Misalkan f:R→Rf:\mathbb{R}\to\mathbb{R} aditif, yaitu f(x+y)=f(x)+f(y)f(x+y)=f(x)+f(y), dan kontinu di satu titik x0x_0. Maka f(x)=f(1) xf(x)=f(1)\,x untuk semua xx.

    Bukti. Langkah 1: ff kontinu di 00. Untuk ε>0\varepsilon>0, ambil δ\delta untuk kontinuitas di x0x_0. Untuk ∣h∣<δ|h|<\delta, f(h)=f(x0+h)−f(x0)f(h)=f(x_0+h)-f(x_0), sehingga ∣f(h)−f(0)∣=∣f(h)∣<ε|f(h)-f(0)|=|f(h)|<\varepsilon. Di sini f(0)=0f(0)=0 menurut Latihan 23.3-8.

    Langkah 2: ff kontinu di setiap cc, karena f(c+h)−f(c)=f(h)f(c+h)-f(c)=f(h).

    Langkah 3: f(q)=qf(1)f(q)=qf(1) untuk q∈Qq\in\mathbb{Q} (Latihan 23.3-8). Untuk x∈Rx\in\mathbb{R}, barisan rasional qn=⌊nx⌋n→xq_n=\tfrac{\lfloor nx\rfloor}n\to x diberikan oleh rumus, sehingga tanpa pilihan (Latihan 25.2-6). Teorema 36.1.7(a) memberi f(x)=lim⁡f(qn)=lim⁡qnf(1)=xf(1)f(x)=\lim f(q_n)=\lim q_nf(1)=xf(1). □\square

    Akibatnya, fungsi aditif yang tidak linear pada Contoh 23.3.17 tidak kontinu di titik mana pun. Keberadaan fungsi seperti itu memerlukan pilihan, tetapi ketidakkontinuannya dibuktikan tanpa pilihan.

    Latihan

    Latihan 36.1-1. Buktikan dengan definisi ε\varepsilon–δ\delta bahwa f(x)=3x2−xf(x)=3x^2-x kontinu di c=1c=1, dengan δ\delta eksplisit.

    Latihan 36.1-2. Tentukan titik-titik kontinuitas dari: (a) x⌊x⌋x\lfloor x\rfloor; (b) x2χQ(x)x^2\chi_{\mathbb{Q}}(x); (c) f(x)=xf(x)=x untuk x∈Qx\in\mathbb{Q} dan f(x)=1−xf(x)=1-x untuk x∉Qx\notin\mathbb{Q}.

    Latihan 36.1-3. Buktikan bahwa setiap fungsi f:Z→Rf:\mathbb{Z}\to\mathbb{R} kontinu.

    Latihan 36.1-4. Hitung t(x)t(x) untuk x=68x=\tfrac{6}{8}, −39-\tfrac{3}{9}, dan 0,250{,}25. Untuk c=2c=\sqrt2 dan ε=13\varepsilon=\tfrac13, tentukan himpunan FF dan δ\delta pada bukti Contoh 36.1.4.

    Latihan 36.1-5. Misalkan ff kontinu di cc dan f(c)>0f(c)>0. Buktikan bahwa f(x)>0f(x)>0 untuk semua x∈Dx\in D di suatu B(c,δ)B(c,\delta).

    Latihan 36.1-6. Misalkan f,g:R→Rf,g:\mathbb{R}\to\mathbb{R} kontinu, dan f(q)=g(q)f(q)=g(q) untuk semua q∈Qq\in\mathbb{Q}. Buktikan, tanpa pilihan, bahwa f=gf=g.

    Latihan 36.1-7. Misalkan f:R→Rf:\mathbb{R}\to\mathbb{R} memenuhi f(x+y)=f(x)f(y)f(x+y)=f(x)f(y), ff kontinu, dan f(1)=a>0f(1)=a>0. Buktikan bahwa f(q)=aqf(q)=a^q untuk q∈Qq\in\mathbb{Q}, dengan pangkat rasional dari Bab 9. Jelaskan bagaimana hasil ini, bersama Latihan 36.1-6, menunjukkan bahwa paling banyak ada satu perluasan kontinu dari q↦aqq\mapsto a^q ke R\mathbb{R}.

    Latihan 36.1-8. Buktikan bahwa jika ff kontinu di cc dan gg tidak kontinu di cc, maka f+gf+g tidak kontinu di cc. Beri contoh dua fungsi yang tidak kontinu di 00 dengan jumlah yang kontinu.

    Solusi

    Solusi 36.1-1. ∣3x2−x−2∣=∣x−1∣∣3x+2∣|3x^2-x-2|=|x-1||3x+2|. Untuk ∣x−1∣<1|x-1|<1, ∣3x+2∣<8|3x+2|<8. Ambil δ=min⁡(1,ε8)\delta=\min(1,\tfrac\varepsilon8). □\square

    Solusi 36.1-2. (a) Kontinu di c∉Zc\notin\mathbb{Z}, dan di c=0c=0, karena x⌊x⌋→0x\lfloor x\rfloor\to0 dari kedua sisi: untuk x∈(−1,0)x\in(-1,0) nilainya −x-x, dan untuk x∈[0,1)x\in[0,1) nilainya 00. Di c=k≠0c=k\ne0 bilangan bulat, limit kiri k(k−1)k(k-1) dan limit kanan k2k^2 berbeda, sehingga tidak kontinu. (b) Hanya di 00. (c) Hanya di x=12x=\tfrac12, tempat x=1−xx=1-x. Di titik lain, rasional di dekatnya memberi nilai dekat cc dan irasional memberi nilai dekat 1−c≠c1-c\ne c. □\square

    Solusi 36.1-3. Setiap titik Z\mathbb{Z} terisolasi: B(k,12)∩Z={k}B(k,\tfrac12)\cap\mathbb{Z}=\{k\}. Gunakan Proposisi 36.1.2(b). □\square

    Solusi 36.1-4. 68=34\tfrac68=\tfrac34, sehingga t=14t=\tfrac14. −39=−13-\tfrac39=-\tfrac13, sehingga t=13t=\tfrac13. 0,25=140{,}25=\tfrac14, sehingga t=14t=\tfrac14. Untuk ε=13\varepsilon=\tfrac13, ambil Q=4Q=4, karena 14<13\tfrac14<\tfrac13. FF adalah himpunan pecahan pq\tfrac pq dengan q≤4q\leq4 di (2−1,2+1)≈(0,414; 2,414)(\sqrt2-1,\sqrt2+1)\approx(0{,}414;\,2{,}414), yaitu 1,2,32,43,53,54,741,2,\tfrac32,\tfrac43,\tfrac53,\tfrac54,\tfrac74, dan juga 12,23,34,73,94\tfrac12,\tfrac23,\tfrac34,\tfrac73,\tfrac94 yang lebih jauh. Jarak ke 2≈1,4142\sqrt2\approx1{,}4142: 43\tfrac43 berjarak ≈0,0809\approx0{,}0809, 32\tfrac32 berjarak ≈0,0858\approx0{,}0858, 54\tfrac54 berjarak ≈0,164\approx0{,}164, dan yang lain lebih jauh. Jadi δ=2−43≈0,0809\delta=\sqrt2-\tfrac43\approx0{,}0809. Periksa: (43)2=169<2(\tfrac43)^2=\tfrac{16}9<2 dan (32)2=94>2(\tfrac32)^2=\tfrac94>2, sehingga 43<2<32\tfrac43<\sqrt2<\tfrac32. Juga 2−43<32−2\sqrt2-\tfrac43<\tfrac32-\sqrt2, karena 22<1762\sqrt2<\tfrac{17}6, yaitu 8<289368<\tfrac{289}{36}, yang benar. □\square

    Solusi 36.1-5. Ambil ε=f(c)\varepsilon=f(c). Untuk ∣x−c∣<δ|x-c|<\delta, f(x)>f(c)−f(c)=0f(x)>f(c)-f(c)=0. □\square

    Solusi 36.1-6. Untuk x∈Rx\in\mathbb{R}, qn=⌊nx⌋n→xq_n=\tfrac{\lfloor nx\rfloor}n\to x. Maka f(x)=lim⁡f(qn)=lim⁡g(qn)=g(x)f(x)=\lim f(q_n)=\lim g(q_n)=g(x) (Teorema 36.1.7(a)). □\square

    Solusi 36.1-7. f(0)=f(0)2f(0)=f(0)^2. Bila f(0)=0f(0)=0, maka f(x)=f(x)f(0)=0f(x)=f(x)f(0)=0 untuk semua xx, bertentangan dengan f(1)=a>0f(1)=a>0. Jadi f(0)=1f(0)=1. Selanjutnya f(x)=f(x2)2≥0f(x)=f(\tfrac x2)^2\geq0, dan f(x)f(−x)=1f(x)f(-x)=1, sehingga f>0f>0. Induksi memberi f(n)=anf(n)=a^n dan f(1q)q=f(1)=af(\tfrac1q)^q=f(1)=a, sehingga f(1q)=a1/qf(\tfrac1q)=a^{1/q} (ketunggalan akar positif). Jadi f(pq)=ap/qf(\tfrac pq)=a^{p/q}, juga untuk p<0p<0 melalui f(−x)=1f(x)f(-x)=\tfrac1{f(x)}. Dua perluasan kontinu dari q↦aqq\mapsto a^q bernilai sama di Q\mathbb{Q}, sehingga sama menurut Latihan 36.1-6. Keberadaan perluasan itu dibuktikan bersama fungsi eksponensial di bab selanjutnya. □\square

    Solusi 36.1-8. Bila f+gf+g kontinu, maka g=(f+g)−fg=(f+g)-f kontinu di cc (Teorema 36.1.5), kontradiksi. Contoh dua fungsi tak kontinu: sgn⁡\operatorname{sgn} dan −sgn⁡-\operatorname{sgn}, yang berjumlah 00. □\square

    Ringkasan

    ff kontinu di c∈Dc\in D bila setiap x∈Dx\in D yang cukup dekat ke cc memberi f(x)f(x) yang dekat ke f(c)f(c). Di titik akumulasi, ini setara dengan tiga syarat master: f(c)f(c) terdefinisi, limitnya ada, dan limit itu sama dengan f(c)f(c). Di titik terisolasi, setiap fungsi kontinu. Jumlah, hasil kali, hasil bagi, dan komposisi fungsi kontinu kontinu. Kontinuitas mengakibatkan f(xn)→f(c)f(x_n)\to f(c) untuk setiap xn→cx_n\to c, dan kebalikannya memerlukan ACω_\omega. Fungsi Thomae kontinu tepat di bilangan irasional. Fungsi aditif yang kontinu di satu titik pasti berbentuk f(1)xf(1)x, sehingga fungsi aditif tak linear dari Contoh 23.3.17 tidak kontinu di mana pun.

    36.2 Jenis-Jenis Diskontinuitas

    Penjelasan master: diskontinuitas dibedakan menjadi diskontinuitas hapus (removable), loncat (jump), dan esensial. Klasifikasi ini memakai limit sepihak (Unit 35.1). Diskontinuitas hapus dapat diperbaiki dengan mengubah satu nilai. Diskontinuitas loncat mempunyai dua limit sepihak yang berbeda. Diskontinuitas esensial adalah kasus yang tersisa, yaitu ketika paling sedikit satu limit sepihak tidak ada sebagai bilangan real. Unit ini merumuskan klasifikasi itu dengan tepat, memberi contoh untuk setiap jenis, dan membuktikan bahwa fungsi monoton hanya mempunyai diskontinuitas loncat.

    Prasyarat: Unit 36.1; Bab 34–35.

    Klasifikasi

    Pada unit ini, f:D→Rf:D\to\mathbb{R} dan c∈D′c\in D'. Kita juga mengizinkan c∉Dc\notin D. Dalam kasus itu kita berbicara tentang perilaku ff di dekat cc, bukan tentang kontinuitas di cc, karena kontinuitas hanya didefinisikan di titik domain. Untuk singkatnya, cc disebut titik diskontinuitas ff bila c∉Dc\notin D, atau bila c∈Dc\in D dan ff tidak kontinu di cc.

    Definisi 36.2.1 (Jenis Diskontinuitas)

    Misalkan c∈D′c\in D' titik diskontinuitas ff.

    (a) Hapus: lim⁡x→cf(x)=L\lim_{x\to c}f(x)=L ada, sebagai bilangan real, tetapi c∉Dc\notin D atau f(c)≠Lf(c)\ne L.

    (b) Loncat: cc titik akumulasi DD dari kiri dan dari kanan, f(c−)f(c^-) dan f(c+)f(c^+) ada sebagai bilangan real, dan f(c−)≠f(c+)f(c^-)\ne f(c^+).

    (c) Esensial: bukan hapus dan bukan loncat. Ini berarti paling sedikit satu limit sepihak yang relevan tidak ada sebagai bilangan real. Limit itu mungkin menuju ±∞\pm\infty, atau berosilasi.

    Ketiga jenis saling lepas, dan bersama-sama mencakup semua titik diskontinuitas. Bila kedua limit sepihak ada dan sama, limit dua sisi ada (Teorema 35.1.2), sehingga kasusnya hapus. Bila keduanya ada dan berbeda, kasusnya loncat. Selain itu, kasusnya esensial. Sebagian buku menyebut jenis hapus dan loncat sebagai diskontinuitas jenis pertama, dan jenis esensial sebagai jenis kedua.

    Contoh 36.2.2 (Hapus)

    (a) Contoh master Bab 35: h(x)=x2−4x−2h(x)=\tfrac{x^2-4}{x-2} pada R∖{2}\mathbb{R}\setminus\{2\}. Limit di 22 adalah 44, dan 2∉D2\notin D.

    (b) g(x)=x2g(x)=x^2 untuk x≠0x\ne0 dan g(0)=5g(0)=5. Limit di 00 adalah 0≠50\ne5.

    (c) x⌊1x⌋x\lfloor\tfrac1x\rfloor pada R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}. Limit di 00 adalah 11 (Contoh 35.2.9(a)).

    Contoh 36.2.3 (Loncat)

    (a) sgn⁡\operatorname{sgn} di 00: loncatan dari −1-1 ke 11.

    (b) ⌊x⌋\lfloor x\rfloor di setiap bilangan bulat: loncatan sebesar 11.

    (c) ∣x∣x\tfrac{|x|}x di 00, dengan 0∉D0\notin D: f(0−)=−1f(0^-)=-1 dan f(0+)=1f(0^+)=1.

    Contoh 36.2.4 (Esensial)

    (a) Tak terbatas: 1x\tfrac1x di 00, dengan f(0±)=±∞f(0^\pm)=\pm\infty (Contoh 35.2.7(a)). Juga 1x2\tfrac1{x^2} di 00, walaupun kedua sisi menuju +∞+\infty, karena +∞+\infty bukan bilangan real.

    (b) Berosilasi dan terbatas: (−1)⌊1/x⌋(-1)^{\lfloor1/x\rfloor} di 00 dari kanan (Contoh 34.2.3(c)). Dengan P26-SIN dan sifat-sifat sinus yang dibuktikan di Bab 48–49, sin⁡1x\sin\tfrac1x di 00 adalah contoh baku dari jenis ini. Contoh itu tidak dipakai di sini.

    (c) Di mana-mana: fungsi Dirichlet. Di setiap titik, kedua limit sepihak tidak ada, karena setiap interval sepihak memuat rasional dan irasional.

    Memperbaiki Diskontinuitas Hapus

    Teorema 36.2.5 (Perluasan Kontinu)

    Misalkan c∈D′c\in D' dan lim⁡x→cf(x)=L\lim_{x\to c}f(x)=L. Tetapkan F:D∪{c}→RF:D\cup\{c\}\to\mathbb{R} dengan F(x)=f(x)F(x)=f(x) untuk x≠cx\ne c dan F(c)=LF(c)=L. Maka FF kontinu di cc. Bila ff kontinu di titik d≠cd\ne c, maka FF juga kontinu di dd.

    Bukti. Di cc: untuk x∈D∪{c}x\in D\cup\{c\} dengan ∣x−c∣<δ|x-c|<\delta, bila x≠cx\ne c, ∣F(x)−L∣=∣f(x)−L∣<ε|F(x)-L|=|f(x)-L|<\varepsilon, dan bila x=cx=c, ∣F(c)−L∣=0|F(c)-L|=0. Di d≠cd\ne c: ambil δ≤∣d−c∣\delta\leq|d-c|, sehingga titik cc tidak termasuk bola yang diuji, dan F=fF=f pada bola itu. □\square

    Untuk contoh master, F(x)=x+2F(x)=x+2 adalah perluasan kontinu dari x2−4x−2\tfrac{x^2-4}{x-2}. Diskontinuitas loncat dan esensial tidak dapat diperbaiki dengan cara ini, karena limit dua sisinya tidak ada.

    Fungsi Thomae: Hapus di Setiap Bilangan Rasional

    Proposisi 36.2.6

    Untuk fungsi Thomae tt (Contoh 36.1.4), lim⁡x→ct(x)=0\lim_{x\to c}t(x)=0 untuk setiap c∈Rc\in\mathbb{R}. Jadi setiap diskontinuitas tt, yang terletak di bilangan rasional, adalah diskontinuitas hapus.

    Bukti. Argumen Contoh 36.1.4 untuk cc irasional berlaku untuk sebarang cc, asalkan cc sendiri dikeluarkan. Himpunan hingga FF diganti dengan F∖{c}F\setminus\{c\}, dan δ\delta adalah jarak minimum dari cc ke anggota-anggotanya. Untuk 0<∣x−c∣<δ0<|x-c|<\delta, t(x)<εt(x)<\varepsilon. □\square

    Mengubah tt menjadi 00 di setiap rasional menghasilkan fungsi nol, yang kontinu. Akan tetapi perubahan itu dilakukan di tak hingga banyak titik sekaligus. Teorema 36.2.5 hanya memperbaiki satu titik.

    Fungsi Monoton

    Teorema 36.2.7

    Misalkan f:(a,b)→Rf:(a,b)\to\mathbb{R} monoton. Setiap diskontinuitas ff di (a,b)(a,b) adalah diskontinuitas loncat, dan banyaknya titik diskontinuitas paling banyak terhitung.

    Bukti. Misalkan ff naik. Kasus turun sama, dengan −f-f. Teorema 35.1.4 menyatakan bahwa f(c−)f(c^-) dan f(c+)f(c^+) ada dan f(c−)≤f(c)≤f(c+)f(c^-)\leq f(c)\leq f(c^+). Bila f(c−)=f(c+)f(c^-)=f(c^+), maka limitnya ada dan sama dengan f(c)f(c), sehingga ff kontinu di cc. Jadi diskontinuitas hanya mungkin bila f(c−)<f(c+)f(c^-)<f(c^+), yaitu diskontinuitas loncat. Diskontinuitas hapus tidak mungkin, karena limit dua sisi yang ada akan terjepit dan sama dengan f(c)f(c). Terhitungnya mengikuti dari Teorema 35.1.6. □\square

    Akibatnya, fungsi monoton pada interval kontinu di "hampir semua" titik, dalam arti bahwa himpunan titik diskontinuitasnya terhitung.

    Latihan

    Latihan 36.2-1. Klasifikasikan diskontinuitas di titik yang disebut: (a) x2−xx\tfrac{x^2-x}{x} di 00; (b) xx2−1\tfrac{x}{x^2-1} di 11; (c) x−⌊x⌋x-\lfloor x\rfloor di 33; (d) ∣x−1∣x2−1\tfrac{|x-1|}{x^2-1} di 11 dan di −1-1.

    Latihan 36.2-2. Tentukan perluasan kontinu dari f(x)=1+x−1xf(x)=\tfrac{\sqrt{1+x}-1}x di 00.

    Latihan 36.2-3. Buktikan bahwa ketiga jenis dalam Definisi 36.2.1 saling lepas dan mencakup semua titik diskontinuitas, bila cc titik akumulasi dari kedua sisi.

    Latihan 36.2-4. Beri contoh fungsi dengan diskontinuitas esensial di 00 sehingga f(0−)f(0^-) ada tetapi f(0+)f(0^+) tidak ada.

    Latihan 36.2-5. Buktikan bahwa fungsi monoton tidak dapat mempunyai diskontinuitas esensial di titik dalam domainnya.

    Latihan 36.2-6. Tentukan semua titik diskontinuitas f(x)=⌊x⌋+⌊−x⌋f(x)=\lfloor x\rfloor+\lfloor-x\rfloor dan jenisnya.

    Latihan 36.2-7. Misalkan ff mempunyai diskontinuitas hapus di c∈Dc\in D, dengan L=lim⁡f≠f(c)L=\lim f\ne f(c). Buktikan bahwa f(xn)→Lf(x_n)\to L untuk setiap xn→cx_n\to c dengan xn≠cx_n\ne c, tetapi untuk barisan konstan xn=cx_n=c, f(xn)↛Lf(x_n)\not\to L.

    Latihan 36.2-8. Buktikan bahwa f(x)=xχQ(x)f(x)=x\chi_{\mathbb{Q}}(x) mempunyai diskontinuitas esensial di setiap c≠0c\ne0.

    Solusi

    Solusi 36.2-1. (a) Untuk x≠0x\ne0, nilainya x−1→−1x-1\to-1. Ini diskontinuitas hapus, karena 0∉D0\notin D. (b) Di 11: x(x−1)(x+1)→±∞\tfrac x{(x-1)(x+1)}\to\pm\infty dari kanan dan kiri. Ini esensial. (c) Di 33: limit kanan 0=f(3)0=f(3) dan limit kiri 11. Ini loncat. (d) Di 11: ∣x−1∣(x−1)(x+1)=sgn⁡(x−1)x+1\tfrac{|x-1|}{(x-1)(x+1)}=\tfrac{\operatorname{sgn}(x-1)}{x+1}, dengan limit kanan 12\tfrac12 dan kiri −12-\tfrac12. Ini loncat. Di −1-1: pembilangnya menuju 22 dan penyebutnya menuju 00 dengan tanda berbeda di kedua sisi, sehingga nilainya tak terbatas. Ini esensial. □\square

    Solusi 36.2-2. f(x)=11+x+1f(x)=\tfrac1{\sqrt{1+x}+1} untuk x∈[−1,∞)∖{0}x\in[-1,\infty)\setminus\{0\}. Limitnya 12\tfrac12 (Contoh 34.3.5(b)). Perluasannya F(x)=11+x+1F(x)=\tfrac1{\sqrt{1+x}+1}, dengan F(0)=12F(0)=\tfrac12. □\square

    Solusi 36.2-3. Bila kedua limit sepihak ada sebagai bilangan real, maka keduanya sama atau berbeda. Bila sama, limit dua sisi ada (Teorema 35.1.2), sehingga jenisnya hapus, karena cc titik diskontinuitas. Bila berbeda, limit dua sisi tidak ada, sehingga jenisnya loncat dan bukan hapus. Bila paling sedikit satu limit sepihak tidak ada sebagai bilangan real, limit dua sisi juga tidak ada, sehingga jenisnya bukan hapus dan bukan loncat. Jadi jenisnya esensial. □\square

    Solusi 36.2-4. f(x)=0f(x)=0 untuk x≤0x\leq0 dan f(x)=(−1)⌊1/x⌋f(x)=(-1)^{\lfloor1/x\rfloor} untuk x>0x>0. Maka f(0−)=0f(0^-)=0, dan f(0+)f(0^+) tidak ada. □\square

    Solusi 36.2-5. Untuk ff naik, Teorema 35.1.4 menjamin bahwa kedua limit sepihak ada sebagai bilangan real di setiap titik dalam. Jadi kasus esensial tidak terjadi. □\square

    Solusi 36.2-6. Untuk x∈Zx\in\mathbb{Z}: ⌊x⌋+⌊−x⌋=x−x=0\lfloor x\rfloor+\lfloor-x\rfloor=x-x=0. Untuk x∉Zx\notin\mathbb{Z}: ⌊−x⌋=−⌊x⌋−1\lfloor-x\rfloor=-\lfloor x\rfloor-1, sehingga jumlahnya −1-1. Di setiap bilangan bulat, limit kedua sisi adalah −1≠0=f(k)-1\ne0=f(k). Jadi setiap bilangan bulat adalah diskontinuitas hapus. Di titik lain, ff kontinu, karena lokal konstan. □\square

    Solusi 36.2-7. Bagian pertama: Teorema 34.2.1(a). Barisan konstan xn=cx_n=c memberi f(xn)=f(c)≠Lf(x_n)=f(c)\ne L. Kriteria barisan untuk limit mengecualikan xn=cx_n=c, sedangkan kriteria untuk kontinuitas (Teorema 36.1.7) tidak mengecualikannya. □\square

    Solusi 36.2-8. Misalkan c>0c>0. Kasus c<0c<0 serupa. Di setiap sisi cc, rasional xn→cx_n\to c memberi nilai xn→c≠0x_n\to c\ne0, sedangkan irasional yn→cy_n\to c memberi nilai 00. Barisan-barisan sepihak eksplisit seperti pada Latihan 34.2-3 tersedia tanpa pilihan. Jadi kedua limit sepihak tidak ada, dan diskontinuitasnya esensial. □\square

    Ringkasan

    Diskontinuitas di titik akumulasi cc diklasifikasikan menurut limit sepihak. Bila limit dua sisi ada tetapi tidak sama dengan f(c)f(c), atau cc di luar domain, diskontinuitasnya hapus dan dapat diperbaiki dengan mengubah satu nilai, seperti pada contoh master x2−4x−2\tfrac{x^2-4}{x-2}, yang diperluas menjadi x+2x+2. Bila kedua limit sepihak ada tetapi berbeda, diskontinuitasnya loncat. Selain itu, diskontinuitasnya esensial, karena ada limit sepihak yang tak hingga atau berosilasi. Fungsi monoton hanya mempunyai diskontinuitas loncat, dan banyaknya terhitung. Fungsi Thomae hanya mempunyai diskontinuitas hapus, di setiap bilangan rasional.

    Bab terdekat

    BerikutnyaTeorema Besar tentang Fungsi Kontinu

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 37.

    SebelumnyaLimit Sekilateral dan Limit Menuju Tak Hingga

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 35.