Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 34Lanjut
Limit Fungsi di Suatu Titik (Pendekatan Epsilon-Delta)
Bab 34 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
21 menit
Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab
0%
Draf lengkap — Bab 34 dari 50
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Bab 34: Limit Fungsi di Suatu Titik (Pendekatan Epsilon-Delta)
34.1 Definisi Formal ε–δ Limit Fungsi
Bagian VII membahas limit fungsi dan kontinuitas. Penjelasan master untuk Bab 34: definisi analitis yang rigor tentang bagaimana nilai suatu fungsi mendekati suatu bilangan ketika variabel input mendekati titik tertentu. Limit barisan (Bab 25) menjawab pertanyaan "ke mana sn pergi ketika n membesar". Limit fungsi menjawab pertanyaan "ke mana f(x) pergi ketika x mendekati c". Perbedaannya: indeks n hanya bergerak ke satu arah dan melompat-lompat, sedangkan x dapat mendekati c dari banyak arah dan melalui titik-titik yang rapat. Akibatnya, toleransi pada input bukan lagi indeks N0, melainkan jari-jari δ.
Prasyarat: fungsi (Bab 5); bola, lingkungan, dan titik akumulasi (Bab 13–14, terutama Definisi 14.2.1); Bab 25.
Domain dan Titik yang Didekati
Dalam bab ini, fungsi selalu f:D→R dengan D⊆R. Contohnya, x1 dengan D=R∖{0}, atau x dengan D=[0,∞). Pernyataan seperti "f(x)=x−2x2−4" tanpa domain belum lengkap. Kecuali disebut lain, domainnya adalah himpunan terbesar tempat rumus itu bermakna, yaitu R∖{2} untuk contoh ini.
Titik c yang didekati harus dapat didekati oleh titik-titik domain yang berbeda dari c. Menurut Definisi 14.2.1, ini berarti c titik akumulasi D, ditulis c∈D′: setiap bola B(c,r) memuat suatu x∈D dengan x=c. Titik c sendiri boleh termuat di D atau tidak.
Definisi
Definisi 34.1.1 (Limit Fungsi)
Misalkan f:D→R, c∈D′, dan L∈R. Kita menulis limx→cf(x)=L, atau f(x)→L untuk x→c, jika
∀ε>0∃δ>0∀x∈D:0<∣x−c∣<δ⟹∣f(x)−L∣<ε.
Ini rumusan master, dengan dua tambahan yang diperlukan: kuantor "∀x∈D" dan syarat c∈D′.
Tiga unsur definisi ini perlu dicermati.
(a) Syarat 0<∣x−c∣: titik c sendiri dikecualikan. Nilai f(c), bila ada, tidak berperan sama sekali. Limit hanya menyangkut nilai-nilai di dekat c, bukan nilai di c.
(b) Syarat x∈D: hanya titik domain yang diuji. Untuk x di c=0, hanya x>0 yang relevan.
(c) Syarat c∈D′: bila c bukan titik akumulasi, ada δ sehingga tidak ada x∈D dengan 0<∣x−c∣<δ. Implikasinya menjadi benar secara hampa untuk setiap L, sehingga "limit" tidak tunggal dan tidak bermakna. Syarat ini mencegah situasi itu (Teorema 34.1.4).
Seperti pada barisan, permainan ε–δ dapat dibaca sebagai berikut. Penantang memberi toleransi output ε. Pembukti menjawab dengan toleransi input δ, yang boleh bergantung pada ε dan c. Jawaban sah bila setiap input domain dalam jarak δ dari c, kecuali c sendiri, menghasilkan output dalam jarak ε dari L.
Proposisi 34.1.2 (Bentuk Lingkungan)
Dengan notasi bola terbuka, limx→cf(x)=L jika dan hanya jika untuk setiap ε>0 ada δ>0 dengan
f[(B(c,δ)∖{c})∩D]⊆B(L,ε).
Setara dengan itu, untuk setiap lingkungan V dari L ada lingkungan U dari c dengan f[(U∖{c})∩D]⊆V.
Bukti. Bentuk pertama adalah definisi yang ditulis dengan peta maju (Bab 5) dan Proposisi 13.2.2. Bentuk kedua: setiap lingkungan memuat suatu bola berpusat di titiknya (Definisi 13.2.6), dan setiap bola berpusat di titiknya adalah lingkungan. □
Contoh
Contoh 34.1.3
(a) Fungsi linear: limx→c(ax+b)=ac+b, dengan D=R. Bila a=0, ambil δ=1. Bila a=0, ∣ax+b−(ac+b)∣=∣a∣∣x−c∣. Ambil δ=∣a∣ε.
(b) Kuadrat: limx→cx2=c2. Kerja konsep: ∣x2−c2∣=∣x−c∣∣x+c∣. Faktor ∣x+c∣ perlu dibatasi. Bila ∣x−c∣<1, maka ∣x+c∣≤∣x−c∣+2∣c∣<1+2∣c∣. Bukti: ambil
δ=min(1,1+2∣c∣ε).
Untuk 0<∣x−c∣<δ, ∣x2−c2∣<(1+2∣c∣)⋅1+2∣c∣ε=ε. Teknik "batasi dulu dengan δ≤1" adalah teknik baku untuk faktor yang bergantung pada x.
(c) Kebalikan: limx→cx1=c1 untuk c=0, dengan D=R∖{0}. x1−c1=∣x∣∣c∣∣x−c∣. Bila ∣x−c∣<2∣c∣, maka ∣x∣>2∣c∣ (Teorema 18.3.1), sehingga ruas itu <c22∣x−c∣. Ambil δ=min(2∣c∣,2c2ε).
(d) Akar: limx→cx=c, dengan D=[0,∞). Untuk c>0: ∣x−c∣=x+c∣x−c∣≤c∣x−c∣. Ambil δ=cε. Untuk c=0: x<ε bila 0<x<ε2. Ambil δ=ε2. Di sini hanya x>0 yang diuji, sesuai unsur (b).
(e) Nilai di c tidak penting. Misalkan g(x)=x2 untuk x=0 dan g(0)=5. Maka limx→0g(x)=0, bukan 5, karena definisinya mengecualikan x=0. Juga, untuk h(x)=x−2x2−4 dengan D=R∖{2}, berlaku h(x)=x+2 pada D, sehingga limx→2h(x)=4 menurut (a), walaupun h(2) tidak terdefinisi. Contoh ini muncul lagi di Unit 35.2.
Ketunggalan
Teorema 34.1.4 (Ketunggalan Limit Fungsi)
Misalkan c∈D′. Bila limx→cf(x)=L dan limx→cf(x)=M, maka L=M.
Bukti. Misalkan ε>0, dan ambil δ1 dan δ2 untuk kedua limit. Karena c∈D′, ada x∈D dengan 0<∣x−c∣<min(δ1,δ2). Untuk x itu, ∣L−M∣≤∣L−f(x)∣+∣f(x)−M∣<2ε. Karena ε sebarang, L=M. □
Di sinilah syarat c∈D′ dipakai. Tanpa syarat itu, titik x yang dibutuhkan mungkin tidak ada. Peran c∈D′ sama dengan peran "dua ekor selalu beririsan" pada bukti ketunggalan limit barisan (Teorema 25.2.1).
Lebih tepatnya, ruas kiri berarti "tidak benar bahwa f(x)→L". Bentuk ini mencakup kasus ketika limitnya tidak ada sama sekali.
Contoh 34.1.5 (Fungsi Tanda di 0)
sgn(x)=1 untuk x>0, −1 untuk x<0, dan 0 untuk x=0 (Proposisi 17.2.12). Untuk c=0, limitnya tidak ada. Andaikan limitnya L. Dengan ε=1, ada δ sehingga untuk x=2δ dan x=−2δ berlaku ∣1−L∣<1 dan ∣−1−L∣<1. Maka 2≤∣1−L∣+∣L+1∣<2, kontradiksi. Bandingkan dengan Contoh 25.1.10.
Contoh 34.1.6 (Fungsi Dirichlet)
χQ(x)=1 untuk x∈Q dan 0 untuk x∈/Q. Untuk setiap c∈R, limitnya tidak ada. Setiap bola B(c,δ) memuat rasional dan irasional selain c (Teorema 11.3.11 dan 11.4.6). Argumen Contoh 34.1.5 dengan ε=21 memberi kontradiksi untuk setiap calon L.
Sebaliknya, f(x)=xχQ(x) mempunyai limit 0 di c=0: ∣f(x)∣≤∣x∣, sehingga δ=ε bekerja. Di titik c=0 lainnya, limitnya tidak ada.
Sifat Lokal
Proposisi 34.1.7
Misalkan limx→cf(x)=L.
(a) Keterbatasan lokal: ada δ>0 dan M dengan ∣f(x)∣≤M untuk semua x∈D dengan 0<∣x−c∣<δ.
Permainan ε–δ dan domainUntuk: Bab 34, Unit 34.1 (M34-01; Contoh 34.1.3)
(b) Tanda lokal: bila L>0, ada δ>0 dengan f(x)>2L untuk x∈D, 0<∣x−c∣<δ. Bila L=0, ∣f(x)∣>2∣L∣ di sana.
Bukti. (a) ε=1: ∣f(x)∣≤∣L∣+1. (b) ε=2L, atau ε=2∣L∣ dengan Teorema 18.3.1. □
Berbeda dengan barisan konvergen (Teorema 25.2.3), keterbatasan ini hanya lokal. Fungsi x1 pada (0,∞) mempunyai limit 1 di c=1, tetapi tidak terbatas pada seluruh domainnya.
Latihan
Latihan 34.1-1. Buktikan dengan definisi, dan tuliskan δ secara eksplisit: (a) limx→3(2x−1)=5; (b) limx→−1x2=1; (c) limx→2x1=21.
Latihan 34.1-2. Buktikan bahwa limx→cx3=c3 dengan teknik "δ≤1".
Latihan 34.1-3. Untuk f(x)=x di c=4, tentukan δ untuk ε=0,01, lalu periksa dengan x=4+δ/2.
Latihan 34.1-4. Misalkan D={n1:n∈N+}∪{2} dan f(x)=x. Apakah 0∈D′? Apakah 2∈D′? Apa artinya bagi limx→2f(x)?
Latihan 34.1-5. Buktikan bahwa limx→cf(x)=L jika dan hanya jika limx→c(f(x)−L)=0, jika dan hanya jika limx→c∣f(x)−L∣=0.
Latihan 34.1-6. Misalkan f(x)=⌊x⌋. Buktikan bahwa limx→cf(x) ada untuk c∈/Z dan tidak ada untuk c∈Z.
Latihan 34.1-7. Buktikan bahwa limx→0xχQ(x)=0, dan bahwa untuk c=0 limit fungsi itu di c tidak ada.
Latihan 34.1-8. Tuliskan negasi lengkap dari "limx→cf(x) ada", yaitu tidak ada L yang memenuhi definisi, dengan kuantor.
Solusi
Solusi 34.1-1. (a) ∣2x−1−5∣=2∣x−3∣. Ambil δ=2ε. (b) ∣x2−1∣=∣x+1∣∣x−1∣. Untuk ∣x+1∣<1, ∣x−1∣≤∣x+1∣+2<3. Ambil δ=min(1,3ε). (c) x1−21=2∣x∣∣x−2∣. Untuk ∣x−2∣<1, ∣x∣>1, sehingga ruas itu <2∣x−2∣. Ambil δ=min(1,2ε). □
Solusi 34.1-2. ∣x3−c3∣=∣x−c∣∣x2+xc+c2∣. Untuk ∣x−c∣<1, ∣x∣<∣c∣+1, sehingga ∣x2+xc+c2∣<(∣c∣+1)2+(∣c∣+1)∣c∣+c2≤3(∣c∣+1)2. Ambil δ=min(1,3(∣c∣+1)2ε). □
Solusi 34.1-3. δ=4⋅0,01=0,02. Untuk x=4,01: 4,01−2=4,01+20,01<40,01=0,0025<0,01. □
Solusi 34.1-4. 0∈D′: setiap B(0,r) memuat n1=0 untuk n>r1. 2∈/D′: B(2,21)∩D={2}. Jadi limx→2f(x) tidak didefinisikan. Tanpa syarat c∈D′, setiap L akan memenuhi definisi secara hampa dengan δ=21. □
Solusi 34.1-5. Ketiga pernyataan memakai besaran yang sama, ∣f(x)−L∣=∣(f(x)−L)−0∣=∣f(x)−L∣−0. □
Solusi 34.1-6. Untuk c∈/Z, misalkan k=⌊c⌋, sehingga k<c<k+1. Ambil δ=min(c−k,k+1−c)>0. Untuk ∣x−c∣<δ, k<x<k+1, sehingga ⌊x⌋=k. Jadi limitnya k. Untuk c∈Z: ⌊x⌋=c untuk x∈(c,c+1) dan ⌊x⌋=c−1 untuk x∈(c−1,c). Argumen Contoh 34.1.5 dengan ε=21 memberi kontradiksi. □
Solusi 34.1-7. Di 0: ∣xχQ(x)∣≤∣x∣<δ=ε. Di c=0: di dekat c ada rasional dengan nilai fungsi dekat c, dan irasional dengan nilai 0. Andaikan limitnya L, dan ambil ε=4∣c∣, serta δ≤4∣c∣. Ada rasional x dengan ∣x−c∣<δ, sehingga ∣x∣>43∣c∣, dan irasional y dengan ∣y−c∣<δ. Maka ∣f(x)−f(y)∣=∣x∣>43∣c∣, padahal ∣f(x)−f(y)∣<2ε=2∣c∣. Kontradiksi. □
limx→cf(x)=L berarti bahwa untuk setiap ε>0 ada δ>0 sehingga setiap x∈D dengan 0<∣x−c∣<δ memenuhi ∣f(x)−L∣<ε. Nilai f(c) tidak berperan, hanya titik domain yang diuji, dan c harus titik akumulasi domain. Syarat terakhir inilah yang menjamin ketunggalan limit. Teknik bukti: hitung ∣f(x)−L∣, faktorkan keluar ∣x−c∣, batasi faktor sisanya dengan δ≤1, lalu ambil δ sebagai minimum. Fungsi tanda dan fungsi Dirichlet memperlihatkan bagaimana limit dapat tidak ada. Limit memberi keterbatasan lokal dan tanda lokal.
34.2 Kriteria Barisan untuk Limit Fungsi
Bagian V membangun banyak alat untuk barisan. Kriteria barisan membawa alat-alat itu ke limit fungsi: f(x)→L untuk x→c jika dan hanya jika f(xn)→L untuk setiap barisan xn→c di domain dengan xn=c. Satu arah kriteria ini dibuktikan langsung. Arah lainnya memerlukan pilihan terhitung, sesuai kebijakan Unit 23.3. Yang paling sering dipakai justru versi negatifnya, yang bebas pilihan: dua barisan yang memberi limit berbeda membuktikan bahwa limit fungsi tidak ada.
Prasyarat: Unit 34.1; Bab 25–28; Aksioma 23.3.3.
Kriteria Barisan
Teorema 34.2.1 (Kriteria Barisan)
Misalkan f:D→R, c∈D′, dan L∈R.
(a) Tanpa pilihan: jika limx→cf(x)=L, maka untuk setiap barisan (xn) di D∖{c} dengan xn→c, berlaku f(xn)→L.
(b) Dengan ACω: kebalikannya berlaku. Bila f(xn)→L untuk setiap barisan (xn) di D∖{c} dengan xn→c, maka limx→cf(x)=L.
Bukti. (a) Misalkan ε>0, dan ambil δ dari definisi limit. Karena xn→c, ada N0 dengan ∣xn−c∣<δ untuk n≥N0. Karena xn=c, 0<∣xn−c∣<δ, sehingga ∣f(xn)−L∣<ε.
(b) Kontraposisi. Misalkan f(x)→L. Menurut negasi definisi, ada ε>0 sehingga untuk setiap n≥1, himpunan
An={x∈D:0<∣x−c∣<n1,∣f(x)−L∣≥ε}
tidak kosong. ACω (Aksioma 23.3.3) memberi barisan xn∈An. Maka xn∈D∖{c} dan ∣xn−c∣<n1, sehingga xn→c. Akan tetapi ∣f(xn)−L∣≥ε untuk semua n, sehingga f(xn)→L. □
Pemakaian ACω pada (b) bersifat esensial dalam arti berikut. Bukti di atas harus memilih satu titik dari setiap An, dan untuk f dan D sebarang tidak ada aturan yang tersedia. Untuk banyak fungsi konkret, pilihan dapat dihindari. Contohnya, bila D adalah interval, atau bila An selalu memuat rasional sehingga dapat dipilih rasional dengan indeks pencacahan terkecil. Dalam bab-bab berikutnya, setiap pemakaian Teorema 34.2.1(b) akan ditandai "dengan ACω". Bukti-bukti teorema aljabar limit (Unit 34.3) sengaja ditulis dengan ε–δ, sehingga tidak bergantung pada (b).
Kriteria Divergensi
Akibat 34.2.2 (Kriteria Divergensi, Tanpa Pilihan)
Misalkan c∈D′.
(a) Jika ada barisan (xn) di D∖{c} dengan xn→c dan (f(xn)) divergen, maka limx→cf(x) tidak ada.
(b) Jika ada dua barisan (xn) dan (yn) di D∖{c} yang konvergen ke c, dengan f(xn)→L1, f(yn)→L2, dan L1=L2, maka limx→cf(x) tidak ada.
Bukti. Bila limitnya L, Teorema 34.2.1(a) memberi f(xn)→L untuk setiap barisan seperti itu. Itu bertentangan dengan (a), dan dengan ketunggalan limit barisan pada (b). □
Contoh 34.2.3
(a) Fungsi tanda di 0: xn=n1 dan yn=−n1 memberi limit 1 dan −1.
(b) Fungsi Dirichlet di c: xn=n⌊nc⌋ rasional, dengan ∣xn−c∣<n1 (Latihan 25.2-6), dan yn=xn+n2 irasional. Untuk menjamin xn=c dan yn=c, cukup membuang berhingga banyak suku atau menggeser sedikit (Latihan 34.2-3). Nilai fungsinya 1 dan 0. Barisan-barisan ini diberikan oleh rumus, tanpa pilihan.
(c) Fungsi berosilasi tanpa trigonometri: f(x)=(−1)⌊1/x⌋ pada D=(0,1), dengan c=0. Barisan xn=2n1 memberi ⌊2n⌋=2n genap, sehingga f(xn)=1. Barisan yn=2n+11 memberi f(yn)=−1. Limitnya tidak ada. Fungsi ini memainkan peran yang sering dimainkan sinx1 dalam buku lain. Fungsi sinus sendiri baru didefinisikan di Bab 48–49.
(d) f(x)=x1 di c=0: xn=n1 memberi f(xn)=n, yang divergen. Limitnya tidak ada (sebagai bilangan real). Bab 35 memberi bahasa untuk "menuju +∞".
Memindahkan Teorema Barisan
Kriteria barisan memberi cara cepat untuk mendapatkan sifat limit fungsi dari sifat limit barisan.
Proposisi 34.2.4 (Limit Melalui Barisan Khusus)
Bila limx→cf(x)=L, maka nilai L dapat dihitung dari satu barisan saja: untuk sebarang (xn) di D∖{c} dengan xn→c, L=limf(xn).
Bukti. Teorema 34.2.1(a) dan ketunggalan limit barisan. □
Peringatan. Proposisi ini menghitung nilai limit bila limit itu ada. Proposisi ini tidak membuktikan keberadaan limit. Satu barisan, atau bahkan berhingga banyak barisan, tidak cukup untuk membuktikan keberadaan. Contoh: fungsi Dirichlet sepanjang xn=n1 memberi limit 1, padahal limit fungsinya tidak ada.
Teorema 34.2.5 (Kriteria Cauchy untuk Limit Fungsi)
Misalkan c∈D′. limx→cf(x) ada jika dan hanya jika untuk setiap ε>0 ada δ>0 dengan ∣f(x)−f(y)∣<ε untuk semua x,y∈D dengan 0<∣x−c∣<δ dan 0<∣y−c∣<δ.
Bukti. (⇒) Dengan 2ε dan ketaksamaan segitiga.
(⇐) Langkah 1: kandidat limit, dibangun dengan supremum sehingga tidak perlu memilih barisan. Untuk n≥1 tetapkan Dn={x∈D:0<∣x−c∣<n1}. Himpunan ini tidak kosong, karena c∈D′, dan Dn+1⊆Dn. Terapkan hipotesis dengan ε=1 untuk memperoleh δ1, lalu ambil n0 dengan n01≤δ1, dan satu titik x0∈Dn0. Ini satu pilihan tunggal, yang sah. Maka ∣f(x)−f(x0)∣<1 untuk semua x∈Dn0, sehingga f terbatas pada Dn0. Untuk n≥n0, tetapkan un=sup{f(x):x∈Dn}. Barisan (un)n≥n0 turun, karena supremum diambil atas himpunan yang mengecil (Proposisi 11.2.15), dan terbatas di bawah oleh f(x0)−1. Jadi barisan itu konvergen ke suatu L (Teorema 27.2.1).
Langkah 2: L adalah limitnya. Misalkan ε>0, ambil δ dari hipotesis, dan n≥n0 dengan n1<δ dan ∣un−L∣<ε. Untuk x∈D dengan 0<∣x−c∣<n1: setiap y∈Dn memenuhi f(y)<f(x)+ε, sehingga un≤f(x)+ε. Juga f(x)≤un. Jadi ∣f(x)−un∣≤ε, dan ∣f(x)−L∣<2ε. □
Bukti ini sengaja dibuat tanpa ACω, dengan memakai supremum alih-alih barisan pilihan. Dengan ACω, bukti yang lebih pendek tersedia: pilih xn∈Dn, tunjukkan bahwa (f(xn)) Cauchy, lalu gunakan Teorema 34.2.1(b).
Latihan
Latihan 34.2-1. Gunakan Akibat 34.2.2 untuk membuktikan bahwa limit berikut tidak ada: (a) limx→0x∣x∣; (b) limx→1⌊x⌋; (c) limx→2xχQ(x).
Latihan 34.2-2. Buktikan Teorema 34.2.1(a) secara rinci untuk f(x)=x2 dan c=3, dengan barisan xn=3+n(−1)n.
Latihan 34.2-3. Pada Contoh 34.2.3(b), modifikasi xn dan yn sehingga keduanya pasti berbeda dari c, tetap tanpa pilihan, lalu selesaikan bukti bahwa fungsi Dirichlet tidak mempunyai limit di c.
Latihan 34.2-4. Buktikan bahwa f(x)=x(−1)⌊1/x⌋ pada (0,1) mempunyai limit 0 untuk x→0.
Latihan 34.2-5. Misalkan f terbatas di dekat c dan limx→cg(x)=0. Buktikan dengan ε–δ bahwa limx→cf(x)g(x)=0.
Latihan 34.2-6. Misalkan f naik pada (a,b) dan c∈(a,b). Tunjukkan tanpa pilihan bahwa limx→cf(x) ada jika dan hanya jika supx<cf(x)=infx>cf(x), dengan x∈(a,b).
Latihan 34.2-7. Misalkan f:R→R. Buktikan dengan ε–δ bahwa limx→cf(x)=L jika dan hanya jika limh→0f(c+h)=L, dengan g(h)=f(c+h) sebagai fungsi h.
Latihan 34.2-8. Buktikan bahwa jika limx→cf(x)=L dan (xn) di D∖{c} dengan xn→c, maka (f(xn)) terbatas.
Solusi
Solusi 34.2-1. (a) xn=n1 memberi 1, dan yn=−n1 memberi −1. (b) xn=1+2n1 memberi 1, dan yn=1−2n1 memberi 0. (c) xn=2+n1 rasional memberi nilai xn→2, dan yn=2+n2 irasional memberi nilai 0. Kedua barisan berbeda dari 2. □
Solusi 34.2-2. xn=3 dan xn→3. Untuk ε>0, δ=min(1,7ε) bekerja untuk x2 di 3, karena ∣x+3∣<7 ketika ∣x−3∣<1. Ambil N0>δ1. Untuk n≥N0, 0<∣xn−3∣=n1<δ, sehingga ∣xn2−9∣<ε. □
Solusi 34.2-3. Tetapkan xn=n⌊nc⌋−n1. Maka xn≤c−n1<c, xn rasional, dan ∣xn−c∣<n2. Tetapkan juga yn=xn+2n2. Maka yn≤c−n1+2n2<c, karena 22<1. yn irasional, karena rasional ditambah irasional tak nol, dan yn→c. Nilai Dirichlet pada kedua barisan adalah 1 dan 0. Akibat 34.2.2(b) memberi kesimpulannya. □
Solusi 34.2-4. ∣f(x)∣=∣x∣. Ambil δ=ε. □
Solusi 34.2-5. Misalkan ∣f(x)∣≤M untuk x∈D, 0<∣x−c∣<δ0, dengan M>0. Untuk ε>0, ambil δ1 dengan ∣g(x)∣<Mε, dan δ=min(δ0,δ1). Maka ∣f(x)g(x)∣<ε. □
Solusi 34.2-6. Tulis s=supa<x<cf(x) dan i=infc<x<bf(x). Keduanya ada, karena f(c) adalah batas atas dan batas bawah masing-masing (kemonotonan), dan s≤f(c)≤i. Bila s=i=L: untuk ε>0, ada x1<c dengan f(x1)>L−ε dan x2>c dengan f(x2)<L+ε (Teorema 11.3.2 dan versi infimumnya). Ambil δ=min(c−x1,x2−c). Untuk 0<∣x−c∣<δ, kemonotonan memberi L−ε<f(x1)≤f(x)≤f(x2)<L+ε. Bila s<i: di kiri c nilai fungsi ≤s, dan di kanan c nilai fungsi ≥i. Dengan ε=2i−s, setiap calon L gagal, karena ∣f(x)−f(y)∣≥i−s=2ε untuk x<c<y. Tidak ada pilihan yang dipakai. □
Solusi 34.2-7. Dengan x=c+h, syarat 0<∣x−c∣<δ sama dengan 0<∣h−0∣<δ, dan f(x)=g(h). Jadi δ yang sama bekerja untuk kedua pernyataan. Titik 0 adalah titik akumulasi domain g, yaitu R. □
Solusi 34.2-8. f(xn)→L (Teorema 34.2.1(a)), dan barisan konvergen terbatas (Teorema 25.2.3). □
Ringkasan
Limit fungsi dan limit barisan terhubung oleh kriteria barisan. Bila f(x)→L, maka f(xn)→L untuk setiap xn→c dengan xn=c di domain. Arah ini bebas pilihan. Kebalikannya memakai ACω dan ditandai. Kriteria divergensi, yaitu satu barisan yang membuat f(xn) divergen atau dua barisan dengan limit berbeda, bebas pilihan dan merupakan cara baku untuk membuktikan bahwa limit tidak ada. Contohnya fungsi tanda, fungsi Dirichlet, dan (−1)⌊1/x⌋. Satu barisan dapat menghitung nilai limit yang sudah diketahui ada, tetapi tidak dapat membuktikan keberadaannya. Kriteria Cauchy untuk limit fungsi dibuktikan tanpa pilihan, lewat supremum.
34.3 Sifat Aljabar Limit Fungsi
Bab 26 membuktikan bahwa limit barisan menghormati operasi aljabar dan ketaksamaan. Unit ini membuktikan hal yang sama untuk limit fungsi. Ada dua jalan. Jalan pertama memakai kriteria barisan (Teorema 34.2.1), yang ringkas tetapi memerlukan ACω untuk arah kebalikannya. Jalan kedua memakai ε–δ langsung, yang sedikit lebih panjang tetapi bebas pilihan. Unit ini memakai jalan kedua, sehingga hasil-hasilnya berlaku tanpa asumsi tambahan. Unit ini juga membahas limit komposisi, yang mempunyai jebakan yang tidak muncul pada barisan.
Prasyarat: Unit 34.1–34.2; Bab 26.
Dalam unit ini, f,g:D→R, c∈D′, limx→cf(x)=L, dan limx→cg(x)=M. Ungkapan "x dekat c" berarti x∈D dan 0<∣x−c∣<δ untuk suatu δ>0.
Operasi Aljabar
Teorema 34.3.1 (Kelinearan)
limx→c(f+g)(x)=L+M, dan limx→c(af)(x)=aL untuk a∈R.
Bukti. Untuk ε>0, ambil δ1 untuk f dengan 2ε dan δ2 untuk g dengan 2ε. Untuk 0<∣x−c∣<min(δ1,δ2), ∣f(x)+g(x)−L−M∣<ε. Untuk kelipatan dengan a=0, pakai ∣a∣ε. Untuk a=0, pernyataannya jelas. □
Perhatikan bahwa minimum dua δ di sini memainkan peran yang sama dengan maksimum dua N0 pada barisan.
Teorema 34.3.2 (Hasil Kali)
limx→cf(x)g(x)=LM.
Bukti. f(x)g(x)−LM=f(x)(g(x)−M)+M(f(x)−L). Menurut Proposisi 34.1.7(a), ada δ0 dan K>0 dengan ∣f(x)∣≤K untuk x dekat c dalam jarak δ0. Untuk ε>0, ambil δ1 dengan ∣g(x)−M∣<2Kε, dan δ2 dengan ∣f(x)−L∣<2(∣M∣+1)ε. Untuk 0<∣x−c∣<min(δ0,δ1,δ2), ∣f(x)g(x)−LM∣<2ε+2ε. □
Teorema 34.3.3 (Hasil Bagi)
Bila M=0, maka g(x)=0 untuk x dekat c, dan limx→cg(x)f(x)=ML. Di sini gf dipandang sebagai fungsi pada domain D0={x∈D:g(x)=0}, dan c∈D0′.
Bukti. Proposisi 34.1.7(b) memberi δ0 dengan ∣g(x)∣>2∣M∣ untuk x∈D, 0<∣x−c∣<δ0. Titik-titik itu semuanya di D0, dan karena c∈D′, titik-titik seperti itu ada di setiap bola kecil, sehingga c∈D0′. Untuk x seperti itu,
g(x)1−M1=∣g(x)∣∣M∣∣g(x)−M∣<M22∣g(x)−M∣,
sehingga g1→M1, dengan δ=min(δ0,δ1) dan δ1 untuk 2M2ε. Gunakan Teorema 34.3.2 untuk f⋅g1. □
Akibat 34.3.4 (Polinomial dan Fungsi Rasional)
Untuk polinomial p dan q, dan c∈R: limx→cp(x)=p(c). Bila q(c)=0, maka limx→cq(x)p(x)=q(c)p(c).
Bukti. limx→cx=c dan limx→ca=a (Contoh 34.1.3(a)). Teorema 34.3.2 dengan induksi memberi xk→ck, dan Teorema 34.3.1 memberi p(x)→p(c). Teorema 34.3.3 menyelesaikan bukti. □
Untuk polinomial dan fungsi rasional dengan penyebut tak nol di c, limit diperoleh dengan substitusi. Bab 36 menyebut sifat ini kontinuitas. Kasus penyebut nol, seperti x−2x2−4 di 2, dibahas di Unit 35.2.
Contoh 34.3.5
(a) limx→12x−5x2+3x=−34=−34.
(b) limx→0x1+x−1, dengan D=[−1,∞)∖{0}. Dengan merasionalkan, untuk x∈D:
x1+x−1=x(1+x+1)(1+x)−1=1+x+11.
Menurut Teorema 34.3.6 di bawah, 1+x→1, sehingga limitnya 21.
Akar dan Nilai Mutlak
Teorema 34.3.6
(a) limx→c∣f(x)∣=∣L∣.
(b) Bila f(x)≥0 untuk x dekat c, maka L≥0 dan limx→cf(x)=L.
(b) L≥0 menurut Teorema 34.3.7 di bawah. Untuk L>0: ∣f(x)−L∣≤L∣f(x)−L∣. Untuk L=0: f(x)<ε bila f(x)<ε2. Bandingkan dengan Teorema 26.2.8. □
Ketaksamaan dan Apit
Teorema 34.3.7 (Perbandingan)
Bila f(x)≤g(x) untuk x dekat c, maka L≤M.
Bukti. Andaikan L>M, dan tetapkan ε=2L−M. Untuk x dekat c, cukup dekat untuk kedua limit dan untuk hipotesis, berlaku f(x)>L−ε=2L+M>g(x). Titik x seperti itu ada, karena c∈D′. Kontradiksi. □
Teorema 34.3.8 (Apit)
Bila f(x)≤h(x)≤g(x) untuk x dekat c, dan L=M, maka limx→ch(x)=L.
Bukti. Untuk x dekat c dalam jarak yang cukup kecil, L−ε<f(x)≤h(x)≤g(x)<L+ε. □
Seperti Teorema 26.3.2, teorema apit menyimpulkan keberadaan limit h. Bentuk praktisnya: bila ∣h(x)−L∣≤g(x) dan g(x)→0, maka h(x)→L.
Contoh 34.3.9
(a) limx→0x2χQ(x)=0, karena 0≤x2χQ(x)≤x2→0.
(b) Dengan P26-SIN: limx→0xsinx1=0, karena ∣xsinx1∣≤∣x∣. Hanya sifat ∣sin∣≤1 yang dipakai.
Komposisi
Teorema 34.3.10 (Limit Komposisi)
Misalkan f:D→E, g:E→R, limx→cf(x)=L dengan L∈E′, dan limy→Lg(y)=N. Misalkan pula salah satu syarat berikut berlaku:
(i) f(x)=L untuk semua x dekat c; atau
(ii) L∈E dan g(L)=N.
Maka limx→cg(f(x))=N.
Bukti. Misalkan ε>0. Ambil η>0 dengan ∣g(y)−N∣<ε untuk y∈E, 0<∣y−L∣<η. Ambil δ>0 dengan ∣f(x)−L∣<η untuk x∈D, 0<∣x−c∣<δ. Kecilkan δ bila perlu, sehingga syarat (i) juga berlaku dalam jarak δ. Untuk x seperti itu, y=f(x) memenuhi ∣y−L∣<η.
Bila y=L, yaitu selalu dalam kasus (i), maka ∣g(y)−N∣<ε.
Bila y=L, yang hanya mungkin dalam kasus (ii), maka g(y)=g(L)=N.
Dalam kedua kasus ∣g(f(x))−N∣<ε. □
Contoh 34.3.11 (Jebakan Komposisi)
Misalkan f(x)=0 untuk semua x, dan g(y)=1 untuk y=0 serta g(0)=0. Maka limx→0f(x)=0 dan limy→0g(y)=1, tetapi g(f(x))=g(0)=0 untuk semua x, sehingga limx→0g(f(x))=0=1. Kedua syarat (i) dan (ii) gagal: f(x)=L terus-menerus, dan g(L)=N.
Pada barisan, jebakan ini tidak muncul dalam bentuk yang sama, karena substitusi pada barisan biasanya berupa operasi aljabar yang sudah ditangani Bab 26.
Latihan 34.3-2. Tuliskan bukti Teorema 34.3.2 secara lengkap untuk f(x)=g(x)=x dan c=2, termasuk nilai K dan δ sebagai fungsi ε.
Latihan 34.3-3. Beri contoh f dan g sehingga limx→0(f+g)(x) ada, tetapi limf dan limg tidak ada. Buktikan bahwa bila limf ada dan limg tidak ada, maka lim(f+g) tidak ada.
Latihan 34.3-4. Buktikan bahwa limx→0x(−1)⌊1/x⌋=0 pada (0,1) dengan Teorema 34.3.8.
Latihan 34.3-5. Pada Contoh 34.3.11, periksa langsung bahwa limy→0g(y)=1, lalu jelaskan langkah bukti Teorema 34.3.10 yang gagal.
Latihan 34.3-6. Buktikan bahwa limx→cmax(f(x),g(x))=max(L,M). (Petunjuk: Proposisi 17.2.9.)
Latihan 34.3-7. Buktikan bahwa limx→c3x=3c untuk c>0, dengan a3−b3=(a−b)(a2+ab+b2).
Latihan 34.3-8. Misalkan limx→cf(x)=L>0. Buktikan bahwa limx→cf(x)k=Lk untuk k∈N, dan limx→cf(x)−k=L−k.
Solusi
Solusi 34.3-1. (a) Untuk x=1, x−1x3−1=x2+x+1→3. (b) Dengan merasionalkan, 4+x+21→41. (c) Substitusi: 210=5. (d) Untuk x=±1, (x+1)(x−1)(x+1)(x+2)=x−1x+2→−21=−21. □
Solusi 34.3-2. L=M=2. Untuk ∣x−2∣<1, ∣f(x)∣<3, sehingga K=3 dan δ0=1. ∣x2−4∣≤∣x∣∣x−2∣+2∣x−2∣<5∣x−2∣. Ambil δ=min(1,5ε). Ini sesuai dengan rumus umum, setelah konstanta disederhanakan. □
Solusi 34.3-3. f=sgn dan g=−sgn: limit masing-masing tidak ada (Contoh 34.1.5), sedangkan f+g=0. Bagian kedua: bila lim(f+g) ada, maka g=(f+g)−f mempunyai limit menurut Teorema 34.3.1, kontradiksi. □
Solusi 34.3-4. −x≤x(−1)⌊1/x⌋≤x untuk x∈(0,1), dan kedua penjepit menuju 0. □
Solusi 34.3-5. Untuk 0<∣y∣<δ, g(y)=1, sehingga ∣g(y)−1∣=0<ε untuk sebarang δ. Pada bukti, y=f(x)=0=L untuk semua x, sehingga kasus "y=L" terjadi. Kasus itu hanya ditangani oleh syarat (ii), padahal g(L)=0=1=N. □
Solusi 34.3-6. max(a,b)=2a+b+∣a−b∣. Gunakan Teorema 34.3.1 dan 34.3.6(a). □
Solusi 34.3-7. Untuk a=3x dan b=3c>0, dengan x>0: a2+ab+b2≥b2. Jadi ∣a−b∣=a2+ab+b2∣x−c∣≤b2∣x−c∣. Untuk ε>0, ambil δ=min(c,b2ε). Syarat δ≤c menjamin x>0. □
Solusi 34.3-8. Pangkat positif: induksi dengan Teorema 34.3.2. Pangkat negatif: Lk=0, sehingga Teorema 34.3.3 dengan fk1 berlaku. □
Ringkasan
Limit fungsi menghormati jumlah, kelipatan, hasil kali, dan hasil bagi (dengan limit penyebut tak nol), serta nilai mutlak dan akar kuadrat. Semua bukti di sini memakai ε–δ langsung, sehingga tidak memerlukan pilihan. Akibatnya, limit polinomial dan fungsi rasional dengan penyebut tak nol diperoleh dengan substitusi. Limit mempertahankan ketaksamaan tak tegas, dan teorema apit menyimpulkan keberadaan limit. Limit komposisi g∘f sama dengan limy→Lg(y) asalkan f(x)=L di dekat c atau g(L) sama dengan limit itu. Tanpa syarat ini kesimpulannya dapat salah.