Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 33Lanjut

    Deret Berganti Tanda dan Konvergensi Bersyarat

    Bab 33 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    16 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 33 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 33: Deret Berganti Tanda dan Konvergensi Bersyarat

    33.1 Teorema Leibniz untuk Deret Berganti Tanda

    Penjelasan master untuk Bab 33: menganalisis deret yang sukunya berselang-seling antara positif dan negatif. Penjelasan master untuk unit ini: deret ∑(−1)n+1an\sum(-1)^{n+1}a_n konvergen jika suku ana_n bernilai positif, turun monoton, dan lim⁡an=0\lim a_n=0. Contohnya, deret harmonik berganti tanda ∑(−1)n+1n\sum\tfrac{(-1)^{n+1}}n konvergen bersyarat.

    Uji-uji Bab 32 hanya berlaku untuk suku taknegatif, dan untuk deret bertanda campuran hanya dapat membuktikan kekonvergenan mutlak. Deret harmonik berganti tanda tidak konvergen mutlak, tetapi tetap konvergen, karena suku-suku positif dan negatif saling mengimbangi. Teorema Leibniz menangkap mekanisme pengimbangan ini. Unit ini juga membuktikan perumumannya, uji Dirichlet, melalui penjumlahan parsial.

    Prasyarat: Bab 27 (Teorema Kekonvergenan Monoton), Bab 31.

    Teorema Leibniz

    Teorema 33.1.1 (Leibniz)

    Misalkan (an)n≥1(a_n)_{n\geq1} memenuhi an≥0a_n\geq0, (an)(a_n) turun, dan an→0a_n\to0. Maka ∑n=1∞(−1)n+1an=a1−a2+a3−⋯\sum_{n=1}^\infty(-1)^{n+1}a_n=a_1-a_2+a_3-\cdots konvergen ke suatu SS. Untuk semua n≥1n\geq1:

    (a) S2m≤S≤S2m+1S_{2m}\leq S\leq S_{2m+1} untuk semua m≥1m\geq1;

    (b) ∣S−Sn∣≤an+1|S-S_n|\leq a_{n+1};

    (c) S−SnS-S_n bertanda (−1)n(-1)^n atau nol, yaitu bertanda sama dengan suku pertama yang dibuang, (−1)n+2an+1(-1)^{n+2}a_{n+1}.

    Bukti. Jumlah parsial genap: S2m+2=S2m+(a2m+1−a2m+2)≥S2mS_{2m+2}=S_{2m}+(a_{2m+1}-a_{2m+2})\geq S_{2m}, karena barisan turun. Jumlah parsial ganjil: S2m+3=S2m+1−(a2m+2−a2m+3)≤S2m+1S_{2m+3}=S_{2m+1}-(a_{2m+2}-a_{2m+3})\leq S_{2m+1}. Juga S2m+1=S2m+a2m+1≥S2mS_{2m+1}=S_{2m}+a_{2m+1}\geq S_{2m}.

    Jadi (S2m)(S_{2m}) naik dan terbatas di atas oleh S1S_1, karena S2m≤S2m+1≤S1S_{2m}\leq S_{2m+1}\leq S_1. Barisan (S2m+1)(S_{2m+1}) turun dan terbatas di bawah oleh S2S_2. Teorema 27.2.1 memberi S2m→S′S_{2m}\to S' dan S2m+1→S′′S_{2m+1}\to S''. Selisihnya S2m+1−S2m=a2m+1→0S_{2m+1}-S_{2m}=a_{2m+1}\to0, sehingga S′=S′′=:SS'=S''=:S. Subbarisan genap dan ganjil konvergen ke SS, sehingga Sn→SS_n\to S (Latihan 25.2-5).

    (a) Barisan naik berada di bawah limitnya dan barisan turun berada di atas limitnya (Latihan 27.2-5).

    (b) dan (c): untuk n=2mn=2m, 0≤S−S2m≤S2m+1−S2m=a2m+10\leq S-S_{2m}\leq S_{2m+1}-S_{2m}=a_{2m+1}. Untuk n=2m+1n=2m+1, 0≤S2m+1−S≤S2m+1−S2m+2=a2m+20\leq S_{2m+1}-S\leq S_{2m+1}-S_{2m+2}=a_{2m+2}. □\square

    Gambaran geometris: jumlah parsial melompat bolak-balik. Setiap langkah mengubah arah dan lebih pendek daripada langkah sebelumnya, sehingga lompatan-lompatan itu mengurung limitnya dalam selang yang semakin sempit. Taksiran (b) sangat praktis: galat tidak lebih besar daripada suku pertama yang dibuang.

    Contoh 33.1.2 (Contoh Master: Harmonik Berganti Tanda)

    an=1na_n=\tfrac1n positif, turun, dan menuju 00. Jadi ∑(−1)n+1n\sum\tfrac{(-1)^{n+1}}n konvergen ke suatu SS. Bagian (a) memberi

    S4=712≤S≤S5=4760,S_4=\tfrac7{12}\leq S\leq S_5=\tfrac{47}{60},

    yaitu 0,583…≤S≤0,783…0{,}583\ldots\leq S\leq0{,}783\ldots. Deret ini tidak konvergen mutlak, karena ∑1n=+∞\sum\tfrac1n=+\infty. Jadi deret ini konvergen bersyarat (Definisi 31.1.8 dan catatan sesudahnya).

    Nilai S=ln⁡2≈0,693S=\ln2\approx0{,}693 akan dibuktikan di Bab 49 lewat deret Taylor. Fakta ini dicatat di sini tanpa bukti, sebagai rencana penutupan, dan tidak dipakai.

    Untuk galat <10−3<10^{-3}, bagian (b) meminta 1n+1<10−3\tfrac1{n+1}<10^{-3}, yaitu n≥1000n\geq1000. Kekonvergenan bersyarat biasanya lambat.

    Peran Syarat-Syarat Leibniz

    (i) an→0a_n\to0 diperlukan, karena kalau tidak, suku-sukunya tidak menuju nol (Akibat 31.3.2). Contohnya ∑(−1)n+1n+1n\sum(-1)^{n+1}\tfrac{n+1}n.

    (ii) Kemonotonan adalah bagian dari syarat cukup Teorema 33.1.1, bukan syarat perlu bagi kekonvergenan deret berganti tanda. Yang benar adalah bahwa syarat an→0a_n\to0 saja tidak cukup. Tanpa kemonotonan, deret ∑(−1)n+1an\sum(-1)^{n+1}a_n dengan an>0a_n>0 dan an→0a_n\to0 dapat divergen (Contoh 33.1.3) dan dapat juga konvergen (Contoh 33.1.3'). Jadi kemonotonan tidak dapat dibuang dari hipotesis Teorema 33.1.1 tanpa kehilangan kesimpulannya, tetapi kegagalan kemonotonan tidak memastikan divergensi.

    Contoh 33.1.3 (Tanpa Kemonotonan)

    Tetapkan a2k−1=1ka_{2k-1}=\tfrac1k dan a2k=1k2a_{2k}=\tfrac1{k^2}. Maka an>0a_n>0 dan an→0a_n\to0, tetapi (an)(a_n) tidak turun, karena misalnya a4=14<a5=13a_4=\tfrac14<a_5=\tfrac13. Jumlah parsial genap:

    S2m=∑k=1m(1k−1k2)=Hm−∑k=1m1k2≥Hm−2→+∞.S_{2m}=\sum_{k=1}^m\Bigl(\frac1k-\frac1{k^2}\Bigr)=H_m-\sum_{k=1}^m\frac1{k^2}\geq H_m-2\to+\infty.

    Jadi deret ini divergen. Contoh ini membuktikan bahwa an→0a_n\to0 saja tidak menjamin kekonvergenan. Contoh ini tidak membuktikan bahwa setiap deret berganti tanda yang konvergen harus monoton.

    Contoh 33.1.3' (Tanpa Kemonotonan, tetapi Konvergen)

    Untuk k≥1k\geq1, tetapkan a2k−1=1ka_{2k-1}=\tfrac1k dan a2k=1k+1k2a_{2k}=\tfrac1k+\tfrac1{k^2}. Maka an>0a_n>0, dan an→0a_n\to0, karena subbarisan ganjil 1k→0\tfrac1k\to0 dan subbarisan genap 1k+1k2→0\tfrac1k+\tfrac1{k^2}\to0 (Latihan 25.2-5). Barisan (an)(a_n) tidak turun, karena setiap pasangan naik: a2k−a2k−1=1k2>0a_{2k}-a_{2k-1}=\tfrac1{k^2}>0.

    Deret ∑(−1)n+1an=a1−a2+a3−a4+⋯\sum(-1)^{n+1}a_n=a_1-a_2+a_3-a_4+\cdots konvergen. Setiap pasangan memberi a2k−1−a2k=−1k2a_{2k-1}-a_{2k}=-\tfrac1{k^2}, sehingga

    S2m=−∑k=1m1k2.S_{2m}=-\sum_{k=1}^m\frac1{k^2}.

    Deret ∑1k2\sum\tfrac1{k^2} konvergen (Contoh 27.2.6); tulis TT untuk jumlahnya. Jadi S2m→−TS_{2m}\to-T. Untuk indeks ganjil, dengan S0=0S_0=0, S2m+1=S2m+a2m+1=S2m+1m+1→−T+0=−TS_{2m+1}=S_{2m}+a_{2m+1}=S_{2m}+\tfrac1{m+1}\to-T+0=-T. Subbarisan genap dan ganjil dari (Sn)(S_n) menuju limit yang sama, sehingga Sn→−TS_n\to-T (Latihan 25.2-5). Nilai TT tidak diperlukan.

    Deret ini tidak konvergen mutlak. Dua suku berurutan memberi ∣a2k−1∣+∣a2k∣=2k+1k2≥2k|a_{2k-1}|+|a_{2k}|=\tfrac2k+\tfrac1{k^2}\geq\tfrac2k, sehingga jumlah parsial ∑n≤2man≥2Hm→+∞\sum_{n\leq2m}a_n\geq2H_m\to+\infty (Teorema 24.2.9). Jadi deret ini konvergen bersyarat walaupun (an)(a_n) tidak monoton. Kemonotonan bukan syarat perlu.

    Penjumlahan Parsial dan Uji Dirichlet

    Lemma 33.1.4 (Penjumlahan Parsial Abel)

    Misalkan (an)(a_n) dan (bn)(b_n) barisan, dan Bn=∑k=1nbkB_n=\sum_{k=1}^nb_k dengan B0=0B_0=0. Untuk m>n≥0m>n\geq0:

    ∑k=n+1makbk=amBm−an+1Bn−∑k=n+1m−1Bk(ak+1−ak).\sum_{k=n+1}^ma_kb_k=a_mB_m-a_{n+1}B_n-\sum_{k=n+1}^{m-1}B_k(a_{k+1}-a_k).

    Bukti. Substitusikan bk=Bk−Bk−1b_k=B_k-B_{k-1}:

    ∑k=n+1mak(Bk−Bk−1)=∑k=n+1makBk−∑k=nm−1ak+1Bk.\sum_{k=n+1}^ma_k(B_k-B_{k-1})=\sum_{k=n+1}^ma_kB_k-\sum_{k=n}^{m-1}a_{k+1}B_k.

    Pisahkan suku k=mk=m dari jumlah pertama dan suku k=nk=n dari jumlah kedua, lalu gabungkan sisanya. □\square

    Lemma ini adalah analog diskret integral parsial (Bab 45).

    Teorema 33.1.5 (Uji Dirichlet)

    Misalkan (an)(a_n) turun dan an→0a_n\to0. Misalkan pula jumlah parsial Bn=∑k≤nbkB_n=\sum_{k\leq n}b_k terbatas, yaitu ∣Bn∣≤M|B_n|\leq M untuk semua nn. Maka ∑anbn\sum a_nb_n konvergen.

    Bukti. Karena (an)(a_n) turun ke 00, an≥0a_n\geq0 dan ak−ak+1≥0a_k-a_{k+1}\geq0. Lemma 33.1.4 memberi

    ∣∑k=n+1makbk∣≤Mam+Man+1+M∑k=n+1m−1(ak−ak+1)=Mam+Man+1+M(an+1−am)=2Man+1.\Bigl|\sum_{k=n+1}^ma_kb_k\Bigr|\leq Ma_m+Ma_{n+1}+M\sum_{k=n+1}^{m-1}(a_k-a_{k+1})=Ma_m+Ma_{n+1}+M(a_{n+1}-a_m)=2Ma_{n+1}.

    Ruas kanan menuju 00, sehingga kriteria Cauchy (Teorema 31.1.6) berlaku. □\square

    Leibniz adalah kasus khusus dengan bn=(−1)n+1b_n=(-1)^{n+1}. Jumlah parsialnya Bn∈{0,1}B_n\in\{0,1\}, sehingga ∣Bn∣≤1|B_n|\leq1. Uji Dirichlet juga menangani pola tanda yang lebih umum.

    Contoh 33.1.6

    Misalkan (bn)(b_n) berpola 1,1,−2,1,1,−2,…1,1,-2,1,1,-2,\ldots, dengan periode 33 dan jumlah nol per periode. Jumlah parsialnya bernilai 1,2,0,1,2,0,…1,2,0,1,2,0,\ldots, sehingga terbatas oleh 22. Uji Dirichlet memberi bahwa ∑bnn=1+12−23+14+15−26+⋯\sum\tfrac{b_n}n=1+\tfrac12-\tfrac23+\tfrac14+\tfrac15-\tfrac26+\cdots konvergen. Deret ini tidak berganti tanda secara teratur, sehingga Teorema Leibniz tidak berlaku langsung.

    Latihan

    Latihan 33.1-1. Tentukan apakah deret berikut konvergen mutlak, konvergen bersyarat, atau divergen: (a) ∑(−1)nn2\sum\tfrac{(-1)^n}{n^2}; (b) ∑(−1)n2n+1\sum\tfrac{(-1)^n}{2n+1}; (c) ∑(−1)nnn+1\sum(-1)^n\tfrac n{n+1}; (d) ∑(−1)nnn2+1\sum\tfrac{(-1)^nn}{n^2+1}.

    Latihan 33.1-2. Hitung S4S_4 dan S5S_5 untuk deret harmonik berganti tanda, dan periksa batas pada Contoh 33.1.2.

    Latihan 33.1-3. Untuk ∑(−1)n+1n3\sum\tfrac{(-1)^{n+1}}{n^3}, berapa banyak suku yang menjamin galat <10−3<10^{-3} menurut Teorema 33.1.1(b)? Hitung jumlah parsial itu sampai tiga angka desimal.

    Latihan 33.1-4. Buktikan bahwa ∑(−1)n+1n\sum\tfrac{(-1)^{n+1}}{\sqrt n} konvergen bersyarat.

    Latihan 33.1-5. Periksa Lemma 33.1.4 secara langsung untuk n=0n=0, m=3m=3.

    Latihan 33.1-6. Misalkan (an)(a_n) turun ke 00 dan (bn)(b_n) periodik dengan periode pp serta ∑k=1pbk=0\sum_{k=1}^pb_k=0. Buktikan bahwa ∑anbn\sum a_nb_n konvergen.

    Latihan 33.1-7. Dalam Teorema 33.1.1, buktikan bahwa bila (an)(a_n) turun tegas, maka 0<∣S−Sn∣<an+10<|S-S_n|<a_{n+1}.

    Latihan 33.1-8. Untuk deret harmonik berganti tanda, buktikan bahwa jumlah suku-suku positifnya, 1+13+15+⋯1+\tfrac13+\tfrac15+\cdots, dan jumlah suku-suku negatifnya, 12+14+⋯\tfrac12+\tfrac14+\cdots, keduanya +∞+\infty.

    Solusi

    Solusi 33.1-1. (a) Konvergen mutlak, karena ∑1n2\sum\tfrac1{n^2} konvergen. (b) Konvergen bersyarat. Konvergen menurut Leibniz, karena 12n+1\tfrac1{2n+1} turun ke 00. Tidak mutlak, karena 12n+1≥13n\tfrac1{2n+1}\geq\tfrac1{3n} dan deret harmonik divergen. (c) Divergen, karena suku-sukunya tidak menuju 00. (d) Konvergen bersyarat. nn2+1\tfrac n{n^2+1} turun untuk n≥1n\geq1: n((n+1)2+1)≥(n+1)(n2+1)n((n+1)^2+1)\geq(n+1)(n^2+1) setara dengan n2+n−1≥0n^2+n-1\geq0. Suku itu menuju 00. Tidak mutlak, karena nn2+1≥12n\tfrac n{n^2+1}\geq\tfrac1{2n}. □\square

    Solusi 33.1-2. S4=1−12+13−14=12−6+4−312=712S_4=1-\tfrac12+\tfrac13-\tfrac14=\tfrac{12-6+4-3}{12}=\tfrac7{12}. S5=712+15=35+1260=4760S_5=\tfrac7{12}+\tfrac15=\tfrac{35+12}{60}=\tfrac{47}{60}. Teorema 33.1.1(a) dengan m=2m=2 memberi S4≤S≤S5S_4\leq S\leq S_5. □\square

    Solusi 33.1-3. Diperlukan 1(n+1)3<10−3\tfrac1{(n+1)^3}<10^{-3}, yaitu n+1>10n+1>10, sehingga n≥10n\geq10. S10=1−18+127−164+1125−1216+1343−1512+1729−11000S_{10}=1-\tfrac18+\tfrac1{27}-\tfrac1{64}+\tfrac1{125}-\tfrac1{216}+\tfrac1{343}-\tfrac1{512}+\tfrac1{729}-\tfrac1{1000}. Secara desimal, dengan 66 angka: 1−0,125+0,037037−0,015625+0,008−0,00463+0,002915−0,001953+0,001372−0,001=0,901116…1-0{,}125+0{,}037037-0{,}015625+0{,}008-0{,}00463+0{,}002915-0{,}001953+0{,}001372-0{,}001=0{,}901116\ldots. Galatnya <11331<0,00076<\tfrac1{1331}<0{,}00076, dan menurut (c) bertanda positif. Jadi 0,9011<S<0,90190{,}9011<S<0{,}9019. Tiga angka desimal pertama SS, sebagai pemotongan, adalah 0,9010{,}901. Pembulatan ke tiga desimal, yaitu 0,9010{,}901 atau 0,9020{,}902, belum dapat dipastikan tanpa beberapa suku tambahan. □\square

    Solusi 33.1-4. Konvergen menurut Leibniz, karena 1n\tfrac1{\sqrt n} turun ke 00. Tidak mutlak, karena ∑1n=+∞\sum\tfrac1{\sqrt n}=+\infty (Contoh 31.3.5(b)). □\square

    Solusi 33.1-5. Ruas kiri: a1b1+a2b2+a3b3a_1b_1+a_2b_2+a_3b_3. Ruas kanan: a3B3−a1B0−[B1(a2−a1)+B2(a3−a2)]=a3(b1+b2+b3)−b1(a2−a1)−(b1+b2)(a3−a2)a_3B_3-a_1B_0-[B_1(a_2-a_1)+B_2(a_3-a_2)]=a_3(b_1+b_2+b_3)-b_1(a_2-a_1)-(b_1+b_2)(a_3-a_2). Uraikan: koefisien b1b_1 adalah a3−a2+a1−a3+a2=a1a_3-a_2+a_1-a_3+a_2=a_1; koefisien b2b_2 adalah a3−a3+a2=a2a_3-a_3+a_2=a_2; koefisien b3b_3 adalah a3a_3. Kedua ruas sama. □\square

    Solusi 33.1-6. BnB_n periodik dengan periode pp, karena Bn+p=Bn+∑satu periode=BnB_{n+p}=B_n+\sum_{\text{satu periode}}=B_n. Jadi BnB_n hanya mengambil berhingga banyak nilai, yaitu B1,…,BpB_1,\ldots,B_p, sehingga terbatas. Gunakan Teorema 33.1.5. □\square

    Solusi 33.1-7. Untuk n=2mn=2m: S−S2m≥S2m+2−S2m=a2m+1−a2m+2>0S-S_{2m}\geq S_{2m+2}-S_{2m}=a_{2m+1}-a_{2m+2}>0, karena S2mS_{2m} naik dan S≥S2m+2S\geq S_{2m+2}. Juga S−S2m≤S2m+3−S2m=a2m+1−a2m+2+a2m+3<a2m+1S-S_{2m}\leq S_{2m+3}-S_{2m}=a_{2m+1}-a_{2m+2}+a_{2m+3}<a_{2m+1}, karena a2m+2>a2m+3a_{2m+2}>a_{2m+3} dan S≤S2m+3S\leq S_{2m+3}. Kasus ganjil serupa. □\square

    Solusi 33.1-8. Jumlah parsial positif: ∑k=1m12k−1≥∑k=1m12k=12Hm→+∞\sum_{k=1}^m\tfrac1{2k-1}\geq\sum_{k=1}^m\tfrac1{2k}=\tfrac12H_m\to+\infty. Jumlah parsial negatif: ∑k=1m12k=12Hm→+∞\sum_{k=1}^m\tfrac1{2k}=\tfrac12H_m\to+\infty. □\square

    Ringkasan

    Bila an≥0a_n\geq0 turun ke 00, deret ∑(−1)n+1an\sum(-1)^{n+1}a_n konvergen. Jumlah parsial genap naik dan jumlah parsial ganjil turun, keduanya menuju jumlah SS. Galatnya tidak lebih besar daripada suku pertama yang dibuang, dan bertanda sama dengan suku itu. Contoh master, deret harmonik berganti tanda, konvergen bersyarat dengan 712≤S≤4760\tfrac7{12}\leq S\leq\tfrac{47}{60}. Syarat an→0a_n\to0 perlu bagi kekonvergenan deret apa pun. Kemonotonan adalah bagian dari syarat cukup Leibniz, bukan syarat perlu: tanpa kemonotonan, deret berganti tanda dengan an→0a_n\to0 dapat divergen (Contoh 33.1.3) atau konvergen (Contoh 33.1.3'). Penjumlahan parsial Abel memberi uji Dirichlet: suku turun ke 00 dikalikan suku dengan jumlah parsial terbatas menghasilkan deret konvergen. Leibniz adalah kasus khusus uji ini.

    33.2 Teorema Penataan Ulang Riemann

    Contoh sulit pada master: suku-suku dari deret konvergen bersyarat dapat disusun ulang urutannya sehingga menghasilkan jumlah total berapa pun yang diinginkan.

    Penjumlahan hingga bersifat komutatif: urutan suku tidak mempengaruhi hasil. Untuk deret tak hingga, sifat ini hanya bertahan pada deret yang konvergen mutlak. Pada deret yang konvergen bersyarat, menukar urutan suku dapat mengubah jumlahnya, bahkan menjadikannya divergen. Unit ini membuktikan kedua sisi dikotomi itu dan memberi contoh eksplisit perubahan jumlah pada deret harmonik berganti tanda.

    Prasyarat: Unit 31.1, Unit 33.1, bijeksi (Bab 5).

    Penataan Ulang

    Definisi 33.2.1

    Misalkan σ:N+→N+\sigma:\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{N}_{+} bijeksi. Deret ∑k=1∞aσ(k)\sum_{k=1}^\infty a_{\sigma(k)} disebut penataan ulang deret ∑ak\sum a_k.

    Setiap suku asal muncul tepat satu kali dalam penataan ulang. Yang berubah hanyalah urutannya. Jumlah parsial penataan ulang ditulis Tm=∑k=1maσ(k)T_m=\sum_{k=1}^ma_{\sigma(k)}.

    Proposisi 33.2.2 (Penataan Ulang Hingga)

    Jika σ(k)=k\sigma(k)=k untuk semua k≥Kk\geq K, maka ∑aσ(k)\sum a_{\sigma(k)} dan ∑ak\sum a_k mempunyai perilaku yang sama, dan bila konvergen, jumlahnya sama.

    Bukti. σ\sigma memetakan {1,…,K−1}\{1,\ldots,K-1\} ke dirinya sendiri, karena nilai ≥K\geq K sudah dipakai oleh indeks ≥K\geq K. Untuk m≥K−1m\geq K-1, TmT_m dan SmS_m memuat suku-suku yang sama, sehingga Tm=SmT_m=S_m menurut komutativitas penjumlahan hingga (Bab 7 dan 9). □\square

    Jadi masalahnya baru muncul bila tak hingga banyak suku dipindahkan.

    Konvergen Mutlak: Jumlah Tidak Berubah

    Teorema 33.2.3 (Dirichlet)

    Jika ∑ak\sum a_k konvergen mutlak dengan jumlah SS, maka setiap penataan ulangnya konvergen mutlak dengan jumlah SS.

    Bukti. Kekonvergenan mutlak: jumlah parsial ∑k≤m∣aσ(k)∣\sum_{k\leq m}|a_{\sigma(k)}| adalah jumlah dari mm suku berbeda di antara ∣a1∣,∣a2∣,…|a_1|,|a_2|,\ldots. Jadi jumlah parsial itu tidak melebihi ∑k=1∞∣ak∣\sum_{k=1}^\infty|a_k|, sehingga terbatas, dan Teorema 31.1.7 berlaku.

    Jumlahnya: misalkan ε>0\varepsilon>0. Ambil NN dengan ∑k>N∣ak∣<ε\sum_{k>N}|a_k|<\varepsilon (Teorema 31.1.5(b)). Akibatnya ∣S−SN∣<ε|S-S_N|<\varepsilon. Tetapkan M=max⁡{σ−1(1),…,σ−1(N)}M=\max\{\sigma^{-1}(1),\ldots,\sigma^{-1}(N)\}. Untuk m≥Mm\geq M, himpunan {σ(1),…,σ(m)}\{\sigma(1),\ldots,\sigma(m)\} memuat {1,…,N}\{1,\ldots,N\}. Jadi Tm−SNT_m-S_N adalah jumlah dari berhingga banyak suku aka_k dengan k>Nk>N, yang berbeda satu sama lain. Maka

    ∣Tm−SN∣≤∑k>N∣ak∣<ε,|T_m-S_N|\leq\sum_{k>N}|a_k|<\varepsilon,

    sehingga ∣Tm−S∣<2ε|T_m-S|<2\varepsilon. □\square

    Untuk deret konvergen mutlak, notasi ∑ak\sum a_k dapat dibaca sebagai "jumlah semua suku", tanpa menyebut urutan. Fakta ini dipakai pada deret kuasa di Bagian X.

    Konvergen Bersyarat: Jumlah Bergantung pada Urutan

    Lemma 33.2.4 (Bagian Positif dan Negatif)

    Misalkan ∑ak\sum a_k konvergen bersyarat. Tetapkan ak+=max⁡(ak,0)a_k^+=\max(a_k,0) dan ak−=max⁡(−ak,0)a_k^-=\max(-a_k,0) (Definisi 17.2.10). Maka ∑ak+=+∞\sum a_k^+=+\infty dan ∑ak−=+∞\sum a_k^-=+\infty. Selain itu, ak→0a_k\to0.

    Bukti. ak=ak+−ak−a_k=a_k^+-a_k^- dan ∣ak∣=ak++ak−|a_k|=a_k^++a_k^- (Proposisi 17.2.11). Bila ∑ak+\sum a_k^+ konvergen, maka ∑ak−=∑(ak+−ak)\sum a_k^-=\sum(a_k^+-a_k) konvergen (Teorema 31.1.4), sehingga ∑∣ak∣\sum|a_k| konvergen. Kontradiksi. Kasus ∑ak−\sum a_k^- simetris. ak→0a_k\to0 menurut Teorema 31.3.1. □\square

    Jadi deret konvergen bersyarat mempunyai "cadangan" positif yang tak terbatas dan "cadangan" negatif yang tak terbatas. Kekonvergenannya hanya disebabkan oleh pengimbangan yang tepat dalam urutan aslinya.

    Teorema 33.2.5 (Riemann)

    Misalkan ∑ak\sum a_k konvergen bersyarat dan L∈RL\in\mathbb{R}. Ada penataan ulang ∑aσ(k)\sum a_{\sigma(k)} yang konvergen ke LL.

    Bukti. Langkah 1: dua daftar. Tetapkan I+={k:ak≥0}I^+=\{k:a_k\geq0\} dan I−={k:ak<0}I^-=\{k:a_k<0\}. Kedua himpunan tak hingga: bila salah satunya hingga, Lemma 33.2.4 gagal. Pencacahan naik (Teorema 20.3.5) memberi i1<i2<⋯i_1<i_2<\cdots untuk I+I^+ dan j1<j2<⋯j_1<j_2<\cdots untuk I−I^-. Tulis pr=air≥0p_r=a_{i_r}\geq0 dan qs=−ajs>0q_s=-a_{j_s}>0. Maka ∑rpr=∑ak+=+∞\sum_rp_r=\sum a_k^+=+\infty, ∑sqs=∑ak−=+∞\sum_sq_s=\sum a_k^-=+\infty, pr→0p_r\to0, dan qs→0q_s\to0. Kedua daftar adalah subbarisan dari (∣ak∣)(|a_k|), yang menuju 00.

    Langkah 2: aturan rakus yang ditentukan. Tetapkan T0=0T_0=0 dan r0=s0=0r_0=s_0=0. Untuk m≥1m\geq1:

    • bila Tm−1≤LT_{m-1}\leq L: ambil suku positif berikutnya, yaitu σ(m)=irm−1+1\sigma(m)=i_{r_{m-1}+1}, dengan rm=rm−1+1r_m=r_{m-1}+1 dan sm=sm−1s_m=s_{m-1};
    • bila Tm−1>LT_{m-1}>L: ambil suku negatif berikutnya, yaitu σ(m)=jsm−1+1\sigma(m)=j_{s_{m-1}+1}, dengan sm=sm−1+1s_m=s_{m-1}+1 dan rm=rm−1r_m=r_{m-1};

    lalu Tm=Tm−1+aσ(m)T_m=T_{m-1}+a_{\sigma(m)}. Rekursi ini ditentukan sepenuhnya (Teorema 7.4.1), tanpa pilihan.

    Langkah 3: kedua daftar terpakai habis. Andaikan hanya berhingga banyak suku negatif dipakai, misalnya tidak ada lagi sejak langkah m0m_0. Maka sejak m0m_0 setiap langkah mengambil suku positif, yaitu Tm−1≤LT_{m-1}\leq L untuk semua m>m0m>m_0. Akan tetapi Tm=Tm0+(jumlah suku positif berurutan yang baru)T_m=T_{m_0}+(\text{jumlah suku positif berurutan yang baru}), dan jumlah itu tak terbatas karena ekor ∑pr\sum p_r juga +∞+\infty. Jadi suatu saat Tm>LT_m>L, kontradiksi. Argumen yang sama berlaku untuk suku positif. Jadi rm→∞r_m\to\infty dan sm→∞s_m\to\infty.

    Akibatnya σ\sigma bijeksi. Setiap indeks kk termasuk tepat satu dari I+I^+ dan I−I^-, berada pada posisi tertentu dalam pencacahan, dan dipakai tepat satu kali ketika penghitung mencapai posisi itu.

    Langkah 4: kekonvergenan. Misalkan ε>0\varepsilon>0. Ada m1m_1 sehingga setiap suku yang dipakai sesudah langkah m1m_1 bernilai mutlak <ε<\varepsilon, karena pr,qs→0p_r,q_s\to0 dan rm,sm→∞r_m,s_m\to\infty. Menurut Langkah 3, ada langkah m2>m1m_2>m_1 di mana arah berganti, yaitu Tm2−1T_{m_2-1} dan Tm2T_{m_2} berada di sisi yang berbeda dari LL, atau Tm2=LT_{m_2}=L. Pada pergantian dari "≤L\leq L" ke ">L>L": L<Tm2=Tm2−1+p≤L+p<L+εL<T_{m_2}=T_{m_2-1}+p\leq L+p<L+\varepsilon. Pada pergantian dari ">L>L" ke "≤L\leq L": L−ε<Tm2≤LL-\varepsilon<T_{m_2}\leq L. Jadi ∣Tm2−L∣<ε|T_{m_2}-L|<\varepsilon.

    Klaim: ∣Tm−L∣<ε|T_m-L|<\varepsilon untuk semua m≥m2m\geq m_2. Induksi: bila ∣Tm−1−L∣<ε|T_{m-1}-L|<\varepsilon dan Tm−1≤LT_{m-1}\leq L, langkah berikutnya menambahkan p∈[0,ε)p\in[0,\varepsilon), sehingga L−ε<Tm−1≤Tm<L+εL-\varepsilon<T_{m-1}\leq T_m<L+\varepsilon. Bila Tm−1>LT_{m-1}>L, langkah berikutnya mengurangkan q∈(0,ε)q\in(0,\varepsilon), sehingga L−ε<Tm<Tm−1<L+εL-\varepsilon<T_m<T_{m-1}<L+\varepsilon. □\square

    Penataan ulang yang sama dengan target ±∞\pm\infty juga dapat dibuat (Latihan 33.2-6). Penataan ulang juga dapat dibuat divergen secara berosilasi.

    Contoh Eksplisit: Harmonik Berganti Tanda

    Misalkan S=∑(−1)n+1nS=\sum\tfrac{(-1)^{n+1}}n, dengan 712≤S≤4760\tfrac7{12}\leq S\leq\tfrac{47}{60} (Contoh 33.1.2). Khususnya S>0S>0.

    Contoh 33.2.6 (Dua Positif, Satu Negatif)

    Penataan ulang

    1+13−12+15+17−14+19+111−16+⋯1+\tfrac13-\tfrac12+\tfrac15+\tfrac17-\tfrac14+\tfrac19+\tfrac1{11}-\tfrac16+\cdots

    mengambil dua suku positif berikutnya, lalu satu suku negatif berikutnya, secara berulang. Penataan ulang ini konvergen ke 32S\tfrac32S.

    Bukti. Setelah mm kelompok, T3m=∑k=12m12k−1−∑k=1m12kT_{3m}=\sum_{k=1}^{2m}\tfrac1{2k-1}-\sum_{k=1}^m\tfrac1{2k}. Bandingkan dengan S4m=∑k=12m12k−1−∑k=12m12kS_{4m}=\sum_{k=1}^{2m}\tfrac1{2k-1}-\sum_{k=1}^{2m}\tfrac1{2k}. Maka

    T3m−S4m=∑k=m+12m12k=12(H2m−Hm).T_{3m}-S_{4m}=\sum_{k=m+1}^{2m}\frac1{2k}=\frac12(H_{2m}-H_m).

    Selanjutnya S2m=H2m−2∑k=1m12k=H2m−HmS_{2m}=H_{2m}-2\sum_{k=1}^m\tfrac1{2k}=H_{2m}-H_m. Jadi T3m=S4m+12S2m→S+12S=32ST_{3m}=S_{4m}+\tfrac12S_{2m}\to S+\tfrac12S=\tfrac32S. Suku-suku T3m+1−T3mT_{3m+1}-T_{3m} dan T3m+2−T3mT_{3m+2}-T_{3m} menuju 00, sehingga subbarisan dengan indeks bersisa 11 dan 22 modulo 33 juga menuju 32S\tfrac32S. Proposisi 28.1.9 dengan tiga himpunan indeks memberi Tm→32ST_m\to\tfrac32S. □\square

    Karena S>0S>0, 32S≠S\tfrac32S\ne S. Jadi jumlahnya benar-benar berubah. Dengan nilai yang dicatat di Contoh 33.1.2, jumlah baru itu adalah 32ln⁡2\tfrac32\ln2, tetapi kesimpulan "jumlahnya berubah" tidak memerlukan nilai itu.

    Latihan

    Latihan 33.2-1. Buktikan bahwa penataan ulang 1−12−14+13−16−18+15−110−112+⋯1-\tfrac12-\tfrac14+\tfrac13-\tfrac16-\tfrac18+\tfrac15-\tfrac1{10}-\tfrac1{12}+\cdots, yaitu satu suku positif lalu dua suku negatif, konvergen ke 12S\tfrac12S.

    Latihan 33.2-2. Buktikan bahwa jumlah parsial genap deret harmonik berganti tanda memenuhi S2m=H2m−HmS_{2m}=H_{2m}-H_m.

    Latihan 33.2-3. Buktikan bahwa setiap penataan ulang ∑(−1)n+1n2\sum\tfrac{(-1)^{n+1}}{n^2} konvergen ke jumlah yang sama.

    Latihan 33.2-4. Terapkan aturan rakus Teorema 33.2.5 pada deret harmonik berganti tanda dengan target L=0L=0. Tuliskan sepuluh suku pertama penataan ulangnya, dan jumlah parsial sesudah setiap suku.

    Latihan 33.2-5. Buktikan Lemma 33.2.4 secara rinci, termasuk identitas a=a+−a−a=a^+-a^- dan ∣a∣=a++a−|a|=a^++a^-.

    Latihan 33.2-6. Buktikan bahwa deret harmonik berganti tanda mempunyai penataan ulang yang divergen ke +∞+\infty. (Petunjuk: pada tahap ke-nn, ambil suku positif sampai jumlah parsial melampaui nn, lalu ambil satu suku negatif.)

    Latihan 33.2-7. Pada bukti Teorema 33.2.3, jelaskan mengapa MM ada dan mengapa Tm−SNT_m-S_N hanya memuat suku dengan indeks >N>N.

    Latihan 33.2-8. Seseorang menghitung "S=1−12+13−⋯S=1-\tfrac12+\tfrac13-\cdots, lalu 2S=2−1+23−12+25−13+⋯2S=2-1+\tfrac23-\tfrac12+\tfrac25-\tfrac13+\cdots; kelompokkan suku-suku dengan penyebut sama: (2−1)−12+(23−13)−14+⋯=S(2-1)-\tfrac12+(\tfrac23-\tfrac13)-\tfrac14+\cdots=S, jadi 2S=S2S=S dan S=0S=0." Tunjukkan langkah yang tidak sah.

    Solusi

    Solusi 33.2-1. Satu kelompok adalah 12k−1−14k−2−14k=14k−2−14k=12(12k−1−12k)\tfrac1{2k-1}-\tfrac1{4k-2}-\tfrac1{4k}=\tfrac1{4k-2}-\tfrac1{4k}=\tfrac12\bigl(\tfrac1{2k-1}-\tfrac1{2k}\bigr). Jadi T3m=12S2m→12ST_{3m}=\tfrac12S_{2m}\to\tfrac12S. Suku-suku antara menuju 00, sehingga Tm→12ST_m\to\tfrac12S (Proposisi 28.1.9). □\square

    Solusi 33.2-2. S2m=∑k=12m1k−2∑k=1m12k=H2m−HmS_{2m}=\sum_{k=1}^{2m}\tfrac1k-2\sum_{k=1}^m\tfrac1{2k}=H_{2m}-H_m, karena setiap suku genap muncul sekali dengan tanda ++ di H2mH_{2m}, dan harus dikurangkan dua kali untuk memperoleh tanda −-. □\square

    Solusi 33.2-3. Deret ini konvergen mutlak, karena ∑1n2\sum\tfrac1{n^2} konvergen. Gunakan Teorema 33.2.3. □\square

    Solusi 33.2-4. Suku positif 1,13,15,…1,\tfrac13,\tfrac15,\ldots dan suku negatif −12,−14,…-\tfrac12,-\tfrac14,\ldots. Mulai dari T0=0≤0T_0=0\leq0:

    • +1+1: T=1T=1
    • −12-\tfrac12: T=0,5T=0{,}5
    • −14-\tfrac14: T=0,25T=0{,}25
    • −16-\tfrac16: T≈0,0833T\approx0{,}0833
    • −18-\tfrac18: T≈−0,0417T\approx-0{,}0417
    • +13+\tfrac13: T≈0,2917T\approx0{,}2917
    • −110-\tfrac1{10}: T≈0,1917T\approx0{,}1917
    • −112-\tfrac1{12}: T≈0,1083T\approx0{,}1083
    • −114-\tfrac1{14}: T≈0,0369T\approx0{,}0369
    • −116-\tfrac1{16}: T≈−0,0256T\approx-0{,}0256

    Sepuluh suku itu adalah 1,−12,−14,−16,−18,13,−110,−112,−114,−1161,-\tfrac12,-\tfrac14,-\tfrac16,-\tfrac18,\tfrac13,-\tfrac1{10},-\tfrac1{12},-\tfrac1{14},-\tfrac1{16}. □\square

    Solusi 33.2-5. Bila a≥0a\geq0: a+=aa^+=a dan a−=0a^-=0. Bila a<0a<0: a+=0a^+=0 dan a−=−aa^-=-a. Dalam kedua kasus, a+−a−=aa^+-a^-=a dan a++a−=∣a∣a^++a^-=|a|. Sisanya seperti bukti Lemma 33.2.4. □\square

    Solusi 33.2-6. Aturan pada tahap n=1,2,…n=1,2,\ldots: selama jumlah parsial ≤n\leq n, ambil suku positif berikutnya; setelah jumlah parsial >n>n, ambil tepat satu suku negatif berikutnya, lalu lanjut ke tahap n+1n+1.

    • Setiap tahap selesai dalam berhingga langkah, karena ekor suku positif berjumlah +∞+\infty.
    • Setiap tahap memakai tepat satu suku negatif, sehingga semua suku negatif terpakai, sesuai urutan.
    • Semua suku positif terpakai. Bila hanya berhingga banyak yang terpakai, jumlah parsial terbatas di atas oleh jumlah suku positif yang terpakai itu, padahal setiap tahap nn memaksa jumlah parsial melampaui nn.

    Jadi aturan ini memberi penataan ulang. Suku negatif terbesar dalam nilai mutlak adalah −12-\tfrac12. Karena itu, sesudah tahap nn selesai, jumlah parsial >n−12>n-\tfrac12, dan selama tahap n+1n+1 jumlah itu hanya bertambah sampai suku negatif berikutnya. Jadi semua jumlah parsial sesudah tahap nn lebih besar daripada n−12n-\tfrac12, dan jumlah parsial menuju +∞+\infty. □\square

    Solusi 33.2-7. σ−1(1),…,σ−1(N)\sigma^{-1}(1),\ldots,\sigma^{-1}(N) adalah NN bilangan bulat positif, sehingga maksimumnya ada. Untuk m≥Mm\geq M, setiap k≤Nk\leq N memenuhi σ−1(k)≤M≤m\sigma^{-1}(k)\leq M\leq m, sehingga aka_k muncul di TmT_m. Suku-suku TmT_m berbeda indeksnya, karena σ\sigma injektif. Jadi setelah dikurangi SNS_N, yang tersisa adalah suku dengan indeks di {σ(1),…,σ(m)}∖{1,…,N}\{\sigma(1),\ldots,\sigma(m)\}\setminus\{1,\ldots,N\}, yang semuanya >N>N. □\square

    Solusi 33.2-8. Mengelompokkan "suku-suku dengan penyebut sama" adalah penataan ulang, karena dalam deret 2S=2−1+23−12+25−13+⋯2S=2-1+\tfrac23-\tfrac12+\tfrac25-\tfrac13+\cdots suku −12-\tfrac12 dipindahkan dari posisi keempat ke posisi ketiga, dan suku −13-\tfrac13 dari posisi keenam ke posisi kelima, sehingga urutan barunya 2,−1,−12,23,−13,−14,25,…2,-1,-\tfrac12,\tfrac23,-\tfrac13,-\tfrac14,\tfrac25,\ldots. Pemindahan semacam itu terjadi tak hingga kali. Deret 2S2S hanya konvergen bersyarat, sehingga penataan ulang dapat mengubah jumlah. Kenyataannya, hasil penataan ulang itu adalah SS, bukan 2S2S. Kesimpulan "2S=S2S=S" mencampurkan dua deret berbeda dengan jumlah yang berbeda. Dari S≥712>0S\geq\tfrac7{12}>0, kita tahu S≠0S\ne0. □\square

    Ringkasan

    Penataan ulang memakai semua suku tepat sekali dalam urutan baru. Memindahkan berhingga banyak suku tidak mengubah apa pun. Bila deret konvergen mutlak, setiap penataan ulang mempunyai jumlah yang sama (Dirichlet). Bila deret konvergen bersyarat, bagian positif dan bagian negatifnya masing-masing berjumlah +∞+\infty, dan aturan rakus yang ditentukan, yaitu menambah suku positif bila di bawah target dan suku negatif bila di atas target, menghasilkan penataan ulang dengan jumlah LL sebarang (Riemann). Contoh eksplisitnya: deret harmonik berganti tanda yang ditata ulang menjadi "dua positif, satu negatif" berjumlah 32S≠S\tfrac32S\ne S. Jadi urutan suku adalah bagian dari definisi deret konvergen bersyarat.

    Bab terdekat

    BerikutnyaLimit Fungsi di Suatu Titik (Pendekatan Epsilon-Delta)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 34.

    SebelumnyaUji Konvergensi untuk Deret Suku Positif

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 32.