Uji Konvergensi untuk Deret Suku Positif
Bab 32 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 32: Uji Konvergensi untuk Deret Suku Positif
32.1 Uji Perbandingan Langsung dan Limit
Penjelasan master untuk Bab 32: kumpulan teorema pembanding untuk menguji apakah deret bersuku positif konvergen atau divergen. Untuk deret bersuku taknegatif, Teorema 31.1.7 menyederhanakan persoalan: deret konvergen jika dan hanya jika jumlah parsialnya terbatas. Jadi untuk membuktikan kekonvergenan, cukup menunjukkan bahwa jumlah parsialnya tidak lebih besar daripada jumlah parsial deret lain yang sudah diketahui konvergen. Untuk membuktikan divergensi, cukup menunjukkan bahwa jumlah parsialnya tidak lebih kecil daripada jumlah parsial deret yang divergen. Unit ini merumuskan gagasan itu dalam dua bentuk, langsung dan limit, menambahkan uji kondensasi Cauchy, dan menentukan kekonvergenan deret-.
Prasyarat: Bab 31; pangkat rasional (Definisi 9.3B.5.1 dan hukum pangkat Teorema 9.3B.6.x).
Perbandingan Langsung
Teorema 32.1.1 (Uji Perbandingan Langsung)
Misalkan untuk semua .
(a) Jika konvergen, maka konvergen. Bila , .
(b) Jika , maka .
Bukti. Menurut Teorema 31.1.5, cukup ditinjau ekor sejak . Jumlah parsial ekor memenuhi . Ketaksamaan terakhir berlaku karena jumlah parsial deret bersuku taknegatif naik menuju jumlahnya (Teorema 27.2.1). Jadi jumlah parsial terbatas, dan Teorema 31.1.7 memberi kekonvergenan. Untuk ketaksamaan jumlah, gunakan Akibat 25.2.6. (b) adalah kontraposisi (a).
Syarat tidak dapat dibuang. Dengan dan , berlaku dan konvergen, tetapi .
Deret- dan Kondensasi Cauchy
Lemma 32.1.2 (Kemonotonan dalam Eksponen)
Misalkan dan rasional. Maka . Untuk , ketaksamaannya terbalik.
Bukti. Untuk , dengan , (Teorema 10.2.6), sehingga . Bila akar itu , pangkat ke--nya . Maka (Teorema 9.3B.6.2), karena . Untuk , terapkan hasil ini pada , lalu gunakan Teorema 9.3B.6.5.
Teorema 32.1.3 (Uji Kondensasi Cauchy)
Misalkan dan turun. Maka konvergen jika dan hanya jika konvergen.
Bukti. Kelompokkan indeks ke dalam blok , yang memuat indeks. Karena barisannya turun,
() Untuk , . Jadi jumlah parsial terbatas, dan deret konvergen menurut Teorema 31.1.7.
() . Jadi mempunyai jumlah parsial yang terbatas. Deret ini adalah deret kondensasi tanpa suku pertama , sehingga deret kondensasi konvergen.
Kondensasi mengganti deret dengan deret yang hanya memakai suku-suku pada indeks , dengan bobot sebanyak anggota bloknya. Bukti divergensi deret harmonik di Teorema 24.2.9 adalah kasus khusus argumen ini.
Teorema 32.1.4 (Deret-)
Untuk rasional, konvergen jika dan hanya jika .
Bukti. Untuk , , sehingga suku-sukunya tidak menuju dan deret divergen (Akibat 31.3.2).
Untuk , positif dan turun, karena . Ketaksamaan itu mengikuti dari Teorema 10.2.6 dan sifat akar, dengan untuk . Suku kondensasinya adalah
menurut Teorema 9.3B.6.4. Ini deret geometri dengan rasio . Menurut Lemma 32.1.2, jika dan hanya jika , yaitu . Teorema 31.2.2 dan 32.1.3 menyelesaikan bukti.
Untuk eksponen real yang tidak rasional, pangkat belum didefinisikan di buku ini. Definisinya menyusul bersama fungsi eksponensial. Setelah itu, bukti yang sama berlaku kata demi kata, asalkan Lemma 32.1.2 dan hukum pangkat sudah diperluas.
Kasus khusus: adalah deret harmonik (divergen), memberi (konvergen, Contoh 27.2.6), dan memberi (divergen, Contoh 31.3.5).
Perbandingan Limit
Teorema 32.1.5 (Uji Perbandingan Limit)
Misalkan , , dan .
(a) Jika , maka dan keduanya konvergen atau keduanya divergen.
(b) Jika dan konvergen, maka konvergen.
(c) Jika dan , maka .
Bukti. (a) Sejak suatu , (definisi limit dengan ). Jadi . Gunakan Teorema 32.1.1 pada kedua sisi, dengan Teorema 31.1.4 untuk kelipatan konstan.
(b) Sejak suatu , , yaitu . Gunakan Teorema 32.1.1(a).
(c) Sejak suatu , . Gunakan Teorema 32.1.1(b).
Uji perbandingan limit menyatakan bahwa kekonvergenan hanya bergantung pada "orde besar" suku. Konstanta perkalian dan suku-suku orde lebih rendah tidak berperan.
Contoh 32.1.6
(a) . Penyebut untuk , karena . Bandingkan dengan : (Contoh 26.2.7(b)). Deret ini konvergen.
(b) . Bandingkan dengan : (Teorema 26.2.8). Deret ini divergen.
(c) : , sehingga konvergen menurut perbandingan langsung.
(d) : untuk , (Latihan 32.1-7), sehingga . Deret geometri dengan rasio konvergen. Jumlahnya (Contoh 31.2.8).
(e) : , sehingga . Deret ini konvergen, dan jumlahnya (Teorema 27.3.8).
Latihan
Latihan 32.1-1. Tentukan kekonvergenannya: (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 32.1-2. Buktikan bahwa jika , , dan , maka .
Latihan 32.1-3. Dengan kondensasi, buktikan bahwa divergen dan konvergen, dengan banyak angka biner (Unit 31.3).
Latihan 32.1-4. Misalkan dan konvergen. Buktikan bahwa konvergen.
Latihan 32.1-5. Misalkan dan konvergen, sedangkan terbatas. Buktikan bahwa konvergen mutlak.
Latihan 32.1-6. Buktikan bahwa jika turun dan divergen, maka juga divergen.
Latihan 32.1-7. Buktikan bahwa untuk semua .
Latihan 32.1-8. Untuk , gunakan blok kondensasi untuk membuktikan bahwa jumlahnya paling besar .
Solusi
Solusi 32.1-1. (a) , sehingga konvergen. (b) Dibandingkan dengan , rasionya , sehingga divergen. (c) Dibandingkan dengan , rasionya . Karena , deret ini konvergen. (d) Dibandingkan dengan , rasionya , sehingga konvergen. Di sini menurut hukum pangkat.
Solusi 32.1-2. Bila konvergen, Teorema 32.1.5(a) memberi bahwa konvergen, kontradiksi.
Solusi 32.1-3. Untuk , . Kedua barisan positif dan turun. Suku kondensasi pertama adalah , yang memberi deret harmonik, sehingga divergen. Suku kondensasi kedua adalah , yang memberi deret konvergen. Gunakan Teorema 32.1.3.
Solusi 32.1-4. . Gunakan Teorema 32.1.1.
Solusi 32.1-5. Misalkan . Maka . Gunakan perbandingan langsung dan Teorema 31.1.4, lalu Teorema 31.1.9.
Solusi 32.1-6. positif dan turun, karena merupakan minimum dua barisan turun. Suku kondensasinya . Deret divergen menurut Teorema 32.1.3. Bila untuk tak hingga banyak , maka memuat tak hingga banyak suku bernilai , sehingga divergen. Bila tidak, sejak suatu , sehingga divergen. Teorema 32.1.3 menyelesaikan bukti.
Solusi 32.1-7. Untuk : dan . Langkah untuk : , karena .
Solusi 32.1-8. Dengan blok dan sisi kanan bukti Teorema 32.1.3: . Jumlah semua blok . Jadi setiap jumlah parsial , dan jumlahnya .
Ringkasan
Untuk suku taknegatif, perbandingan langsung berlaku: bila dan konvergen, maka konvergen; bila divergen, maka divergen. Perbandingan limit menyatakan bahwa bila , kedua deret berperilaku sama. Kondensasi Cauchy mengubah deret bersuku turun menjadi deret pada indeks . Kondensasi memberi hasil deret-: untuk rasional, konvergen tepat ketika , dan semua ini dibuktikan tanpa integral. Syarat suku taknegatif penting untuk semua uji perbandingan.
32.2 Uji Integral Cauchy (Integral Test)
Rumus master: deret harmonik divergen karena integral tak wajarnya,
dan sebaliknya deret konvergen.
Uji integral membandingkan deret dengan luas di bawah grafik . Integral Riemann baru dibangun di Bagian IX (Bab 43–46), dan logaritma juga belum didefinisikan. Karena itu unit ini disusun dalam tiga lapis:
- Versi diskret uji integral dibuktikan lengkap, tanpa integral. Peran integral diambil alih oleh fungsi pembanding yang selisihnya diapit oleh nilai-nilai .
- Uji integral itu sendiri dinyatakan dan dibuktikan dengan pinjaman berlabel P32-INT, yaitu sifat-sifat integral yang ditutup di Bab 43–46.
- Contoh master dibahas dengan pinjaman berlabel P32-LN untuk logaritma. Kesimpulan master, bahwa divergen dan konvergen, sudah dibuktikan tanpa pinjaman di Teorema 24.2.9 dan Contoh 27.2.6.
Prasyarat: Unit 31.1–32.1; deret teleskopik (Teorema 31.2.6).
Versi Diskret
Teorema 32.2.1 (Uji Pembanding Teleskopik)
Misalkan positif dan turun. Misalkan pula barisan dengan
Maka:
(a) untuk semua ;
(b) konvergen jika dan hanya jika terbatas di atas;
(c) bila konvergen, sisanya memenuhi .
Bukti. (a) Jumlahkan sisi kanan untuk : , secara teleskopik. Jumlahkan sisi kiri untuk : . Tambahkan .
(b) naik, karena selisihnya . Bila terbatas di atas, sisi kanan (a) terbatas, sehingga deret konvergen (Teorema 31.1.7). Bila deret konvergen, sisi kiri (a) memberi , sehingga terbatas.
(c) Untuk , jumlahkan seperti pada (a): . Ambil limit . naik dan terbatas, sehingga konvergen.
Peran : menyatakan bahwa pada langkah dari ke , kenaikan diapit oleh di ujung kanan dan di ujung kiri langkah itu. Di Bagian IX, adalah pilihan alami, karena luas di bawah grafik fungsi turun pada terletak di antara dan . Akan tetapi, setiap yang memenuhi sudah cukup.
Contoh 32.2.2 ( dengan )
. Karena , penyebutnya terletak di antara dan . Jadi
sehingga berlaku. Teorema 32.2.1(a) memberi
tak terbatas, sehingga deret ini divergen, sesuai dengan Contoh 31.3.5(b). Hasil ini juga memberi laju pertumbuhannya: jumlah parsialnya kira-kira .
Contoh 32.2.3 ( dengan )
, dan . Jadi berlaku. terbatas di atas oleh , sehingga deret konvergen. Teorema 32.2.1(c) memberi taksiran sisa:
Untuk : , dan . Jadi
Ini konsisten dengan nilai yang dicatat tanpa bukti di Contoh 27.2.6.
Uji Integral dengan Pinjaman Berlabel
Pinjaman Berlabel P32-INT
Untuk fungsi yang positif dan turun, sifat-sifat berikut dipakai tanpa bukti. Rencana penutupan: Bagian IX. Keterintegralan fungsi monoton dibuktikan di Bab 43–44, sifat urutan dan aditivitas integral di Bab 44, dan integral tak wajar di Bab 46.
(I1) Untuk setiap , integral ada.
(I2) Untuk bilangan bulat : , dan .
(I3) konvergen, menurut definisi Bab 46, jika dan hanya jika terbatas. Untuk , naik, sehingga syarat ini setara dengan keterbatasan pada bilangan bulat.
Teorema 32.2.4 (Uji Integral Cauchy, dengan P32-INT)
Misalkan positif dan turun. Maka konvergen jika dan hanya jika konvergen. Selain itu,
Bukti. Dengan P32-INT, memenuhi menurut (I2). Teorema 32.2.1 dan (I3) menyelesaikan bukti.
Jadi uji integral adalah Teorema 32.2.1 dengan pilihan khusus . Keunggulan integral adalah bahwa selalu tersedia dan sering dapat dihitung dengan Teorema Dasar Kalkulus (Bab 45). Teorema 32.2.1 memerlukan kita menebak sendiri.
Pinjaman Berlabel P32-LN dan Contoh Master
P32-LN: ada fungsi dengan . Rencana penutupan: definisi logaritma lewat integral dan sifat-sifatnya di Bagian VIII–IX, yaitu Bab 40 dan 45.
Dengan P32-INT dan P32-LN, Teorema 32.2.4 untuk memberi
Argumen master berjalan sebagai berikut: bila , maka tak terbatas. Di dalam buku ini arah logisnya dapat dibalik. Karena tak terbatas, yang sudah dibuktikan di Teorema 24.2.9 tanpa pinjaman apa pun, ketaksamaan kanan memberi bahwa tak terbatas. Jadi kesimpulan master tentang deret harmonik tidak bergantung pada pinjaman. Pinjaman itu hanya diperlukan untuk menuliskan argumen dalam bahasa integral.
Untuk , Bab 45 akan memberi . Hasil ini sejalan dengan Contoh 32.2.3, karena adalah .
Batas Penerapan
Uji integral, dan versi diskretnya, memerlukan suku yang positif dan turun. Untuk deret seperti , uji ini tidak berlaku. Untuk suku yang positif tetapi tidak turun, ketaksamaan biasanya gagal, dan kesimpulannya dapat salah, misalnya bila "melonjak" tepat di bilangan bulat. Kemonotonan menjamin bahwa nilai di bilangan bulat mewakili perilaku di antaranya.
Latihan
Latihan 32.2-1. Periksa secara rinci bahwa memenuhi untuk , lalu turunkan ketaksamaan Contoh 32.2.2 dari Teorema 32.2.1(a).
Latihan 32.2-2. Untuk dan , buktikan , lalu simpulkan .
Latihan 32.2-3. Untuk dan , periksa . Apa yang istimewa di sini, dan bagaimana hasilnya dibandingkan dengan Contoh 31.2.7(a)?
Latihan 32.2-4. Misalkan dan memenuhi hipotesis Teorema 32.2.1. Buktikan bahwa turun dan terbatas di bawah, sehingga konvergen.
Latihan 32.2-5. Dengan P32-INT dan P32-LN, terapkan Latihan 32.2-4 untuk membuktikan bahwa turun dan konvergen ke suatu bilangan . Bilangan ini disebut konstanta Euler–Mascheroni.
Latihan 32.2-6. Berapa terkecil sehingga lebar selang taksiran sisa untuk lebih kecil daripada ?
Latihan 32.2-7. Jelaskan mengapa Teorema 32.2.1 tidak dapat diterapkan pada , walaupun turun.
Latihan 32.2-8. Buktikan dengan Teorema 32.2.1 dan bahwa .
Solusi
Solusi 32.2-1. . Karena , . Membalik ketaksamaan memberi . Teorema 32.2.1(a): .
Solusi 32.2-2. . Batas atas: setara dengan , yaitu , yang benar. Batas bawah: setara dengan , yaitu , yang juga benar. , sehingga Teorema 32.2.1(c) memberi , yaitu taksiran yang diminta.
Solusi 32.2-3. . Jadi sisi kanan berlaku sebagai kesamaan, dan sisi kiri berlaku karena turun. Teorema 32.2.1(a) memberi secara tepat. Ini perhitungan teleskopik Contoh 31.2.7(a).
Solusi 32.2-4. , menurut sisi kiri . Teorema 32.2.1(a) dengan memberi , sehingga . Teorema 27.2.1 memberi kekonvergenan.
Solusi 32.2-5. Dengan dan (P32-INT dan P32-LN), turun. Juga , sehingga . Selain itu . Jadi . (Nilai numeriknya, sekitar , tidak dibuktikan di sini.)
Solusi 32.2-6. Lebarnya setara dengan . dan , sehingga .
Solusi 32.2-7. Teorema 32.2.1 memerlukan suku-suku deret itu sendiri, yaitu , positif dan turun. Suku berganti tanda. Menerapkan teorema pada hanya menyangkut deret , yaitu kekonvergenan mutlak, yang memang gagal. Hasil itu tidak memberi informasi tentang deret bolak-baliknya, yang konvergen secara bersyarat (Bab 33).
Solusi 32.2-8. Dari Contoh 32.2.2, . Ruas kanan . Ruas kiri (Teorema 26.2.8). Teorema apit menyelesaikan bukti.
Ringkasan
Uji integral membandingkan dengan luas di bawah grafik fungsi yang positif dan turun. Intinya adalah ketaksamaan , yang memberi secara teleskopik. Versi diskret ini dibuktikan penuh. Dengan , divergen dengan pertumbuhan sekitar . Dengan , konvergen, dengan sisa di , dan jumlahnya di . Uji integral sendiri, yaitu , dan contoh master dengan memakai pinjaman berlabel P32-INT dan P32-LN dengan penutupan di Bagian VIII–IX. Kesimpulan master sendiri sudah terbukti tanpa pinjaman.
32.3 Uji Rasio D'Alembert dan Uji Akar Cauchy
Rumus master: uji rasio menghitung . Jika , deret konvergen mutlak. Jika , deret divergen. Jika , uji ini gagal memberi kesimpulan.
Uji rasio dan uji akar membandingkan deret dengan deret geometri. Keduanya tidak memerlukan pembanding yang ditebak, karena pembandingnya dibaca dari deret itu sendiri. Unit ini membuktikan kedua uji dalam bentuk yang lebih kuat, dengan dan (Bab 30). Bentuk ini tetap berlaku bila limitnya tidak ada. Unit ini juga membandingkan kekuatan kedua uji.
Prasyarat: Bab 30; Unit 31.1–31.2 dan 32.1; akar ke- (Teorema 11.3.8); (Contoh 26.3.8).
Uji Rasio
Teorema 32.3.1 (Uji Rasio)
Misalkan untuk semua , dan tulis .
(a) Jika , maka konvergen mutlak.
(b) Jika untuk semua , maka divergen. Khususnya, deret divergen bila .
(c) Rumusan master: bila ada, maka memberi kekonvergenan mutlak, memberi divergensi, dan tidak memberi kesimpulan.
Bukti. (a) Misalkan , dan . Barisan terbatas di atas, karena -nya hingga, dan terbatas di bawah oleh . Teorema 30.1.4(i) memberi dengan untuk . Induksi memberi untuk . Deret adalah deret geometri dengan rasio , sehingga Teorema 32.1.1 memberi bahwa konvergen.
(b) Untuk , , sehingga . Suku-sukunya tidak menuju , sehingga deret divergen (Akibat 31.3.2). Bila , maka sejak suatu indeks (Teorema 30.1.4 untuk , atau langsung dari ).
(c) Bila , maka (Teorema 30.1.6). Kasus adalah (a), dan kasus adalah (b). Untuk : dan keduanya mempunyai , tetapi deret pertama divergen dan deret kedua konvergen.
Bentuk (b) lebih tepat daripada " memberi divergensi". Rumusan dengan itu salah: rasio dapat melampaui tak hingga kali sementara deretnya konvergen (Contoh 32.3.5).
Contoh 32.3.2
(a) : . Deret ini konvergen.
(b) : . Deret ini konvergen.
(c) : (Latihan 27.3-3). Deret ini konvergen.
(d) : . Deret ini divergen menurut (b).
(e) : untuk . Deret ini divergen.
Uji rasio paling cocok untuk suku yang memuat faktorial dan pangkat, karena rasio dua suku berurutan menjadi sederhana.
Uji Akar
Untuk dan , adalah akar taknegatif tunggal (Teorema 11.3.8), dengan .
Teorema 32.3.3 (Uji Akar)
Tulis .
(a) Jika terbatas dan , maka konvergen mutlak.
(b) Jika untuk tak hingga banyak , khususnya bila atau tak terbatas, maka divergen.
(c) Bila , uji ini tidak memberi kesimpulan.
Bukti. (a) Misalkan , dan . Sejak suatu , , sehingga , karena pangkat ke- naik (Teorema 10.2.6). Gunakan perbandingan dengan deret geometri.
(b) untuk tak hingga banyak , sehingga , dan deret divergen. Bila , Teorema 30.1.4(ii) memberi tak hingga banyak dengan .
(c) dan (Contoh 26.3.7). Yang pertama divergen dan yang kedua konvergen.
Berbeda dengan uji rasio, divergensi pada uji akar cukup ditentukan oleh . Hal ini karena secara langsung berarti .
Contoh 32.3.4
(a) : . Deret ini konvergen.
(b) , : . Deret ini konvergen.
(c) : . Deret ini konvergen.
Perbandingan Kekuatan
Contoh 32.3.5 (Uji Akar Berhasil, Uji Rasio Gagal)
, yaitu untuk :
- Rasio: . Untuk genap rasionya , dan untuk ganjil rasionya . Jadi dan . Teorema 32.3.1 tidak memberi kesimpulan.
- Akar: . Karena dan (Contoh 26.3.8), . Deret ini konvergen.
Deret ini juga dapat dibandingkan langsung: .
Teorema 32.3.6 (Uji Akar Lebih Kuat)
Misalkan , dan dengan terbatas. Maka .
Bukti. Misalkan dan . Sejak suatu , , sehingga dengan . Maka , dan (Contoh 26.3.8). Jadi (Proposisi 30.1.7(d) dan Teorema 30.1.6 pada penjepit kanan). Karena sebarang, .
Akibatnya, bila uji rasio membuktikan kekonvergenan (), uji akar juga membuktikannya. Kebalikannya tidak berlaku (Contoh 32.3.5). Walaupun begitu, uji rasio sering lebih mudah dihitung.
Latihan
Latihan 32.3-1. Gunakan uji rasio: (a) ; (b) ; (c) .
Latihan 32.3-2. Gunakan uji akar: (a) ; (b) .
Latihan 32.3-3. Hitung dan untuk dan , dan jelaskan mengapa kedua uji gagal memberi kesimpulan.
Latihan 32.3-4. Beri contoh deret konvergen dengan untuk tak hingga banyak . Mengapa ini tidak bertentangan dengan Teorema 32.3.1(b)?
Latihan 32.3-5. Buktikan bahwa jika dan terbatas, maka . Simpulkan bahwa jika , maka .
Latihan 32.3-6. Untuk , tentukan kapan konvergen mutlak, kapan konvergen, dan kapan divergen.
Latihan 32.3-7. Dengan Latihan 32.3-5, hitung .
Latihan 32.3-8. Buktikan bahwa konvergen mutlak untuk dan divergen untuk .
Solusi
Solusi 32.3-1. (a) , sehingga konvergen. (b) , sehingga divergen. Untuk , , dan Teorema 32.3.1(b) berlaku. (c) , sehingga konvergen.
Solusi 32.3-2. (a) , sehingga konvergen. (b) , sehingga konvergen.
Solusi 32.3-3. Untuk : dan . Untuk : dan . Kedua deret mempunyai nilai uji yang sama, tetapi perilakunya berbeda. Jadi nilai tidak dapat menentukan apa pun. Kedua uji hanya membandingkan dengan deret geometri, dan deret- menuju nol lebih lambat daripada deret geometri mana pun.
Solusi 32.3-4. Contoh 32.3.5 mempunyai untuk semua ganjil, dan deretnya konvergen. Teorema 32.3.1(b) mensyaratkan untuk semua sejak suatu indeks, bukan hanya tak hingga kali.
Solusi 32.3-5. Misalkan . Bila , tidak ada yang perlu dibuktikan, karena . Untuk , sejak suatu , , sehingga dengan , dan . Penjepit kiri menuju , sehingga . Karena sebarang, diperoleh . Bila , maka . Barisan terbatas oleh Teorema 32.3.6, sehingga Teorema 30.1.6 memberi kekonvergenan.
Solusi 32.3-6. Untuk : . Deret konvergen mutlak untuk , dan divergen untuk . Untuk , deret harmonik divergen. Untuk , konvergen (Contoh 29.2.2(b), dengan tanda dibalik), tetapi tidak mutlak. Untuk , deret ini nol.
Solusi 32.3-7. . Latihan 32.3-5 memberi , yaitu .
Solusi 32.3-8. Untuk : . Gunakan Teorema 32.3.1(c).
Ringkasan
Uji rasio dan uji akar membandingkan deret dengan deret geometri. Uji rasio memberi kekonvergenan mutlak bila , dan divergensi bila rasionya sejak suatu indeks. Dalam bentuk limit master: konvergen mutlak, divergen, dan tanpa kesimpulan. Uji akar memberi kekonvergenan mutlak bila , dan divergensi bila . Uji akar lebih kuat, karena rasio, tetapi uji rasio sering lebih mudah dihitung. Kedua uji gagal pada deret-, yang suku-sukunya menuju nol lebih lambat daripada deret geometri mana pun.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 33.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 31.