Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 31Lanjut

    Konvergensi Deret Tak Hingga

    Bab 31 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    18 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 31 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 31: Konvergensi Deret Tak Hingga

    31.1 Definisi Deret sebagai Barisan Jumlah Parsial

    Bagian VI membahas deret tak hingga. Penjelasan master untuk Bab 31: penjumlahan tak hingga suku dipelajari melalui barisan jumlah parsial. Penjumlahan hingga sudah didefinisikan dengan rekursi (Bab 7). "Penjumlahan" tak hingga banyak suku tidak dapat didefinisikan dengan cara yang sama, karena prosesnya tidak pernah selesai. Definisi yang tepat memakai limit: jumlah tak hingga adalah limit dari jumlah-jumlah hingga yang semakin panjang. Dengan definisi ini, teori deret menjadi bagian dari teori barisan (Bagian V), dan semua alat Bagian V dapat langsung dipakai.

    Prasyarat: Bagian V.

    Definisi

    Definisi 31.1.1 (Deret, Jumlah Parsial, Kekonvergenan)

    Misalkan (ak)k≥1(a_k)_{k\geq1} barisan real. Barisan jumlah parsialnya adalah

    Sn=∑k=1nak,n≥1,S_n=\sum_{k=1}^na_k,\qquad n\geq1,

    yang didefinisikan secara rekursif: S1=a1S_1=a_1 dan Sn+1=Sn+an+1S_{n+1}=S_n+a_{n+1}. Deret ∑k=1∞ak\sum_{k=1}^\infty a_k adalah pasangan barisan (ak)(a_k) dan (Sn)(S_n). Deret ini disebut konvergen jika (Sn)(S_n) konvergen ke suatu S∈RS\in\mathbb{R}, dan SS disebut jumlah deret. Kita menulis

    ∑k=1∞ak=S.\sum_{k=1}^\infty a_k=S.

    Deret yang tidak konvergen disebut divergen. Bila Sn→+∞S_n\to+\infty, kita menulis ∑ak=+∞\sum a_k=+\infty sebagai label (Definisi 26.3.10), bukan sebagai jumlah real.

    Rumusan master: Sn=∑k=1nakS_n=\sum_{k=1}^na_k, dan deret dikatakan konvergen bila limit barisan jumlah parsial lim⁡Sn\lim S_n bernilai terhingga, yaitu suatu bilangan real.

    Lambang ∑k=1∞ak\sum_{k=1}^\infty a_k dipakai dalam dua arti: sebagai nama deret, yaitu objek yang dapat konvergen atau divergen, dan sebagai jumlahnya bila deret itu konvergen. Konteks menentukan arti yang dimaksud. Kalimat "∑1k\sum\tfrac1k divergen" memakai arti pertama. Persamaan "∑12k=1\sum\tfrac1{2^k}=1" memakai arti kedua. Sebelum kekonvergenan dibuktikan, lambang itu tidak boleh diperlakukan sebagai bilangan.

    Indeks awal dapat berupa bilangan bulat lain, misalnya ∑k=0∞\sum_{k=0}^\infty, dengan definisi yang sama.

    Proposisi 31.1.2 (Deret dan Barisan Saling Menentukan)

    (a) Suku-suku dapat dipulihkan dari jumlah parsial: a1=S1a_1=S_1 dan ak=Sk−Sk−1a_k=S_k-S_{k-1} untuk k≥2k\geq2.

    (b) Setiap barisan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} adalah barisan jumlah parsial dari tepat satu deret, yaitu deret dengan a1=s1a_1=s_1 dan ak=sk−sk−1a_k=s_k-s_{k-1}.

    Bukti. (a) Rekursi definisi. (b) Jumlah teleskopik: ∑k=1nak=s1+∑k=2n(sk−sk−1)=sn\sum_{k=1}^n a_k=s_1+\sum_{k=2}^n(s_k-s_{k-1})=s_n. Ketunggalan mengikuti dari (a). □\square

    Jadi deret dan barisan adalah dua bahasa untuk objek yang sama. Bahasa deret memusatkan perhatian pada suku-suku aka_k yang ditambahkan. Bahasa barisan memusatkan perhatian pada hasil kumulatif SnS_n.

    Contoh Pertama

    Contoh 31.1.3

    (a) ∑k=1∞2\sum_{k=1}^\infty2: Sn=2n→+∞S_n=2n\to+\infty. Deret ini divergen.

    (b) ∑k=1∞(−1)k+1\sum_{k=1}^\infty(-1)^{k+1}: Sn=1,0,1,0,…S_n=1,0,1,0,\ldots, yaitu Sn=1S_n=1 untuk nn ganjil dan 00 untuk nn genap. Deret ini divergen, tetapi tidak ke ±∞\pm\infty.

    (c) ∑k=1∞3⋅10−k\sum_{k=1}^\infty3\cdot10^{-k}: Sn=13(1−10−n)→13S_n=\tfrac13(1-10^{-n})\to\tfrac13 (Solusi 29.1-8). Jadi 0,333…=130{,}333\ldots=\tfrac13 sebagai jumlah deret.

    (d) Ekspansi desimal: untuk string (m,(dk))(m,(d_k)), Contoh 27.2.5 menyatakan bahwa m+∑k=1∞dk10−km+\sum_{k=1}^\infty d_k10^{-k} konvergen ke nilai string menurut Definisi 12.4.3. Deret ini mempunyai suku awal mm yang terpisah. Notasi Bab 12 sekarang mempunyai arti sebagai jumlah deret.

    (e) ∑k=1∞1k2\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{k^2} konvergen (Contoh 27.2.6), dengan jumlah ≤2\leq2.

    (f) ∑k=1∞1k=+∞\sum_{k=1}^\infty\tfrac1k=+\infty (Contoh 26.3.12(b)).

    (g) ∑k=0∞1k!=e\sum_{k=0}^\infty\tfrac1{k!}=e (Teorema 27.3.8).

    Sifat-Sifat Dasar

    Teorema 31.1.4 (Kelinearan)

    Jika ∑ak=A\sum a_k=A dan ∑bk=B\sum b_k=B konvergen, dan α,β∈R\alpha,\beta\in\mathbb{R}, maka ∑(αak+βbk)\sum(\alpha a_k+\beta b_k) konvergen ke αA+βB\alpha A+\beta B.

    Bukti. Jumlah parsialnya adalah αSn(a)+βSn(b)\alpha S_n(a)+\beta S_n(b), karena penjumlahan hingga bersifat linear (induksi). Gunakan Akibat 26.1.2. □\square

    Tidak ada teorema analog untuk hasil kali. Jumlah parsial ∑akbk\sum a_kb_k tidak sama dengan Sn(a)Sn(b)S_n(a)S_n(b). Perkalian deret memerlukan teori tersendiri, yang tidak dibahas di bagian ini.

    Teorema 31.1.5 (Ekor dan Sisa)

    Misalkan K≥1K\geq1.

    (a) ∑k=1∞ak\sum_{k=1}^\infty a_k konvergen jika dan hanya jika ∑k=K∞ak\sum_{k=K}^\infty a_k konvergen. Dalam hal itu,

    ∑k=1∞ak=SK−1+∑k=K∞ak,S0=0.\sum_{k=1}^\infty a_k=S_{K-1}+\sum_{k=K}^\infty a_k,\qquad S_0=0.

    (b) Bila deret konvergen, sisanya RK=∑k=K∞akR_K=\sum_{k=K}^\infty a_k memenuhi RK→0R_K\to0 untuk K→∞K\to\infty.

    Bukti. (a) Untuk n≥Kn\geq K, jumlah parsial deret ekor adalah Sn−SK−1S_n-S_{K-1}, yaitu jumlah parsial deret penuh dikurangi konstanta. Gunakan Teorema 26.1.1.

    (b) RK=S−SK−1→S−S=0R_K=S-S_{K-1}\to S-S=0. □\square

    Jadi kekonvergenan deret tidak bergantung pada berhingga banyak suku awal, tetapi jumlahnya bergantung.

    Teorema 31.1.6 (Kriteria Cauchy untuk Deret)

    ∑ak\sum a_k konvergen jika dan hanya jika untuk setiap ε>0\varepsilon>0 ada N0N_0 dengan

    ∣∑k=n+1mak∣<εuntuk semua m>n≥N0.\Bigl|\sum_{k=n+1}^ma_k\Bigr|<\varepsilon\qquad\text{untuk semua }m>n\geq N_0.

    Bukti. ∑k=n+1mak=Sm−Sn\sum_{k=n+1}^ma_k=S_m-S_n. Syarat ini adalah syarat Cauchy untuk (Sn)(S_n). Gunakan Teorema 29.2.1. □\square

    Teorema 31.1.7 (Suku Taknegatif)

    Jika ak≥0a_k\geq0 untuk semua kk, maka (Sn)(S_n) naik. Akibatnya, ∑ak\sum a_k konvergen jika dan hanya jika (Sn)(S_n) terbatas di atas. Bila tidak terbatas, ∑ak=+∞\sum a_k=+\infty.

    Bukti. Sn+1−Sn=an+1≥0S_{n+1}-S_n=a_{n+1}\geq0. Gunakan Teorema 27.2.1. □\square

    Teorema ini adalah dasar seluruh Bab 32. Untuk deret bersuku taknegatif, hanya ada dua kemungkinan: konvergen ke suatu bilangan real, atau divergen ke +∞+\infty. Osilasi seperti pada Contoh 31.1.3(b) tidak mungkin terjadi.

    Kekonvergenan Mutlak

    Definisi 31.1.8

    ∑ak\sum a_k konvergen mutlak jika ∑∣ak∣\sum|a_k| konvergen.

    Teorema 31.1.9

    Deret yang konvergen mutlak konvergen, dan ∣∑k=1∞ak∣≤∑k=1∞∣ak∣\bigl|\sum_{k=1}^\infty a_k\bigr|\leq\sum_{k=1}^\infty|a_k|.

    Bukti. Ketaksamaan segitiga untuk jumlah hingga (Teorema 18.1.3) memberi ∣∑k=n+1mak∣≤∑k=n+1m∣ak∣\bigl|\sum_{k=n+1}^ma_k\bigr|\leq\sum_{k=n+1}^m|a_k|. Ruas kanan memenuhi syarat Teorema 31.1.6 untuk deret ∑∣ak∣\sum|a_k|, sehingga ruas kiri juga memenuhinya. Ketaksamaan jumlah: ∣Sn∣≤∑k≤n∣ak∣≤∑k=1∞∣ak∣|S_n|\leq\sum_{k\leq n}|a_k|\leq\sum_{k=1}^\infty|a_k|. Ambil limit dengan Latihan 25.2-2 dan Akibat 25.2.6. □\square

    Kebalikannya salah. Deret ∑(−1)k+1k\sum\tfrac{(-1)^{k+1}}k konvergen (Contoh 29.2.2(b)), tetapi ∑1k=+∞\sum\tfrac1k=+\infty. Deret yang konvergen tetapi tidak konvergen mutlak disebut konvergen bersyarat. Bab 33 menunjukkan bahwa perbedaan ini sangat penting: jumlah deret konvergen bersyarat bergantung pada urutan suku-sukunya.

    Pengelompokan

    Proposisi 31.1.10 (Menyisipkan Tanda Kurung)

    Misalkan ∑ak=S\sum a_k=S konvergen, dan 0=m0<m1<m2<⋯0=m_0<m_1<m_2<\cdots bilangan bulat. Deret kelompok ∑j=1∞bj\sum_{j=1}^\infty b_j dengan bj=∑k=mj−1+1mjakb_j=\sum_{k=m_{j-1}+1}^{m_j}a_k konvergen ke SS.

    Bukti. Jumlah parsial deret kelompok adalah ∑j=1Jbj=SmJ\sum_{j=1}^Jb_j=S_{m_J}, yaitu subbarisan dari (Sn)(S_n). Gunakan Teorema 28.1.5. □\square

    Membuang tanda kurung tidak selalu sah. (1−1)+(1−1)+⋯=0+0+⋯=0(1-1)+(1-1)+\cdots=0+0+\cdots=0, padahal deret tanpa kurung 1−1+1−1+⋯1-1+1-1+\cdots divergen (Contoh 31.1.3(b)). Manipulasi seperti "S=1−1+1−⋯=1−(1−1+⋯ )=1−SS=1-1+1-\cdots=1-(1-1+\cdots)=1-S, jadi S=12S=\tfrac12" tidak sah, karena memperlakukan deret divergen sebagai bilangan.

    Latihan

    Latihan 31.1-1. Hitung SnS_n dan tentukan kekonvergenannya: (a) ∑k=1∞(1k−1k+1)\sum_{k=1}^\infty\bigl(\tfrac1k-\tfrac1{k+1}\bigr); (b) ∑k=1∞(−1)kk\sum_{k=1}^\infty(-1)^kk; (c) ∑k=1∞7⋅10−k\sum_{k=1}^\infty7\cdot10^{-k}.

    Latihan 31.1-2. Tentukan deret yang jumlah parsialnya Sn=nn+1S_n=\tfrac n{n+1}. Tuliskan aka_k, lalu tentukan jumlah deret itu.

    Latihan 31.1-3. Beri contoh ∑ak\sum a_k dan ∑bk\sum b_k yang keduanya divergen, sedangkan ∑(ak+bk)\sum(a_k+b_k) konvergen. Buktikan bahwa bila ∑ak\sum a_k konvergen dan ∑bk\sum b_k divergen, maka ∑(ak+bk)\sum(a_k+b_k) divergen.

    Latihan 31.1-4. Buktikan bahwa jika ak≥0a_k\geq0 dan deret kelompok (Proposisi 31.1.10) konvergen, maka deret asalnya konvergen ke jumlah yang sama.

    Latihan 31.1-5. Untuk ∑k=1∞1k2\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{k^2}, buktikan bahwa sisanya memenuhi RK≤1K−1R_K\leq\tfrac1{K-1} untuk K≥2K\geq2.

    Latihan 31.1-6. Buktikan dengan Teorema 31.1.6 bahwa ∑1k\sum\tfrac1k divergen. Tunjukkan bahwa untuk ε=12\varepsilon=\tfrac12 tidak ada N0N_0 yang bekerja.

    Latihan 31.1-7. Buktikan bahwa ∑(−1)k+1k2\sum\tfrac{(-1)^{k+1}}{k^2} konvergen mutlak, dan bahwa jumlahnya terletak di [34,1][\tfrac34,1].

    Latihan 31.1-8. Misalkan ak≥0a_k\geq0 dan ∑ak\sum a_k konvergen. Buktikan bahwa ∑ak2\sum a_k^2 konvergen. Beri contoh yang menunjukkan bahwa syarat ak≥0a_k\geq0 tidak dapat dibuang.

    Solusi

    Solusi 31.1-1. (a) Teleskopik: Sn=1−1n+1→1S_n=1-\tfrac1{n+1}\to1. Jadi deret konvergen dengan jumlah 11. (b) S2m=mS_{2m}=m dan S2m+1=−(m+1)S_{2m+1}=-(m+1), karena S2m=∑j=1m(2j−(2j−1))=mS_{2m}=\sum_{j=1}^m(2j-(2j-1))=m. Barisan ini tak terbatas, sehingga deret divergen. (c) Teleskopik dengan 9⋅10−k=10−(k−1)−10−k9\cdot10^{-k}=10^{-(k-1)}-10^{-k} memberi Sn=79(1−10−n)→79S_n=\tfrac79(1-10^{-n})\to\tfrac79. □\square

    Solusi 31.1-2. a1=12a_1=\tfrac12, dan untuk k≥2k\geq2, ak=kk+1−k−1k=1k(k+1)a_k=\tfrac k{k+1}-\tfrac{k-1}k=\tfrac1{k(k+1)}. Untuk k=1k=1, 11⋅2=12\tfrac1{1\cdot2}=\tfrac12, sehingga rumus ak=1k(k+1)a_k=\tfrac1{k(k+1)} berlaku untuk semua k≥1k\geq1. Jumlahnya lim⁡Sn=1\lim S_n=1. □\square

    Solusi 31.1-3. ak=1a_k=1 dan bk=−1b_k=-1: keduanya divergen, sedangkan jumlahnya 00. Bagian kedua: bila ∑(ak+bk)\sum(a_k+b_k) konvergen, maka ∑bk=∑(ak+bk)−∑ak\sum b_k=\sum(a_k+b_k)-\sum a_k konvergen menurut Teorema 31.1.4, kontradiksi. □\square

    Solusi 31.1-4. (Sn)(S_n) naik, dan subbarisan (SmJ)(S_{m_J}) konvergen ke TT. Latihan 28.1-5 memberi Sn→TS_n\to T. □\square

    Solusi 31.1-5. Untuk m≥Km\geq K, ∑k=Km1k2<∑k=Km(1k−1−1k)=1K−1−1m<1K−1\sum_{k=K}^m\tfrac1{k^2}<\sum_{k=K}^m\bigl(\tfrac1{k-1}-\tfrac1k\bigr)=\tfrac1{K-1}-\tfrac1m<\tfrac1{K-1}. Ambil limit m→∞m\to\infty: RK≤1K−1R_K\leq\tfrac1{K-1}. □\square

    Solusi 31.1-6. Untuk sebarang N0N_0, ambil n=N0n=N_0 dan m=2N0m=2N_0. Maka ∑k=n+12n1k≥n⋅12n=12\sum_{k=n+1}^{2n}\tfrac1k\geq n\cdot\tfrac1{2n}=\tfrac12. Jadi syarat Cauchy gagal untuk ε=12\varepsilon=\tfrac12. □\square

    Solusi 31.1-7. ∑1k2\sum\tfrac1{k^2} konvergen (Contoh 31.1.3(e)), sehingga deretnya konvergen mutlak. Jumlah parsialnya Sn=1−14+19−⋯S_n=1-\tfrac14+\tfrac19-\cdots. Lemma pengelompokan Solusi 29.2-3, yang berlaku untuk suku bolak-balik turun, memberi 1−14≤Sn≤11-\tfrac14\leq S_n\leq1 untuk n≥2n\geq2. Akibat 25.2.6 memberi jumlahnya di [34,1][\tfrac34,1]. □\square

    Solusi 31.1-8. ak→0a_k\to0, karena ak=Sk−Sk−1→S−S=0a_k=S_k-S_{k-1}\to S-S=0. Jadi ak≤1a_k\leq1 sejak suatu KK, dan ak2≤aka_k^2\leq a_k di sana. Jumlah parsial ∑k≤nak2\sum_{k\leq n}a_k^2 naik dan terbatas oleh ∑k<Kak2+∑k=1∞ak\sum_{k<K}a_k^2+\sum_{k=1}^\infty a_k. Gunakan Teorema 31.1.7. Contoh tanpa syarat ak≥0a_k\geq0: ak=(−1)k+1ka_k=\tfrac{(-1)^{k+1}}{\sqrt k}. Deret ini konvergen. Untuk m>nm>n, lemma pengelompokan Solusi 29.2-3 untuk suku bolak-balik yang mutlaknya turun memberi ∣∑k=n+1mak∣≤1n+1→0\bigl|\sum_{k=n+1}^ma_k\bigr|\leq\tfrac1{\sqrt{n+1}}\to0, sehingga Teorema 31.1.6 berlaku. Akan tetapi ∑ak2=∑1k=+∞\sum a_k^2=\sum\tfrac1k=+\infty. (Bab 33 merumuskan argumen ini secara umum sebagai Teorema Leibniz.) □\square

    Ringkasan

    Deret ∑ak\sum a_k didefinisikan melalui barisan jumlah parsial Sn=∑k=1nakS_n=\sum_{k=1}^na_k. Deret konvergen bila (Sn)(S_n) konvergen ke suatu bilangan real, dan jumlahnya adalah limit itu. Deret dan barisan saling menentukan. Kekonvergenan bersifat linear, tidak dipengaruhi suku awal, dan dicirikan oleh kriteria Cauchy. Untuk suku taknegatif, deret konvergen jika dan hanya jika jumlah parsialnya terbatas. Konvergen mutlak mengakibatkan konvergen, tetapi tidak sebaliknya. Menyisipkan tanda kurung sah pada deret konvergen, sedangkan membuangnya tidak selalu sah.

    31.2 Deret Geometrik Baku dan Teleskopik

    Hanya sedikit deret yang jumlahnya dapat dihitung secara eksplisit. Dua keluarga terpenting adalah deret geometri dan deret teleskopik. Keduanya mempunyai rumus tertutup untuk jumlah parsial, sehingga kekonvergenan dan jumlahnya dapat dibaca langsung dari rumus itu. Deret geometri juga menjadi pembanding baku untuk uji-uji di Bab 32.

    Rumus master:

    ∑n=0∞arn=a1−r,∣r∣<1.\sum_{n=0}^\infty ar^n=\frac a{1-r},\qquad|r|<1.

    Contoh: untuk a=1a=1 dan r=12r=\tfrac12, jumlah totalnya 11−1/2=2\tfrac1{1-1/2}=2.

    Prasyarat: Unit 31.1; rn→0r^n\to0 untuk ∣r∣<1|r|<1 (Contoh 25.3.6).

    Deret Geometri

    Lemma 31.2.1 (Jumlah Geometri Hingga)

    Untuk r≠1r\ne1 dan n∈Nn\in\mathbb{N}:

    ∑k=0nrk=1−rn+11−r.\sum_{k=0}^nr^k=\frac{1-r^{n+1}}{1-r}.

    Untuk r=1r=1, jumlahnya n+1n+1.

    Bukti. Teleskopik: (1−r)∑k=0nrk=∑k=0n(rk−rk+1)=1−rn+1(1-r)\sum_{k=0}^nr^k=\sum_{k=0}^n(r^k-r^{k+1})=1-r^{n+1}. Bagi dengan 1−r≠01-r\ne0. □\square

    Teorema 31.2.2 (Deret Geometri)

    Misalkan a≠0a\ne0.

    (a) Untuk ∣r∣<1|r|<1, ∑n=0∞arn\sum_{n=0}^\infty ar^n konvergen, dan jumlahnya a1−r\dfrac a{1-r}.

    (b) Untuk ∣r∣≥1|r|\geq1, ∑n=0∞arn\sum_{n=0}^\infty ar^n divergen.

    Bukti. (a) Lemma 31.2.1 memberi Sn=a1−rn+11−rS_n=a\tfrac{1-r^{n+1}}{1-r}. Karena rn+1→0r^{n+1}\to0, Teorema 26.1.1 memberi Sn→a1−rS_n\to\tfrac a{1-r}.

    (b) Andaikan konvergen. Maka arn=Sn−Sn−1→S−S=0ar^n=S_n-S_{n-1}\to S-S=0. Padahal ∣arn∣=∣a∣∣r∣n≥∣a∣>0|ar^n|=|a||r|^n\geq|a|>0 untuk semua nn, sehingga ∣arn∣↛0|ar^n|\not\to0. Kontradiksi. □\square

    Argumen (b) adalah kasus khusus uji suku ke-nn (Unit 31.3).

    Contoh 31.2.3

    (a) Contoh master: ∑n=0∞(12)n=1+12+14+⋯=2\sum_{n=0}^\infty\bigl(\tfrac12\bigr)^n=1+\tfrac12+\tfrac14+\cdots=2. Jumlah parsialnya 2−12n2-\tfrac1{2^n}. Galatnya setelah n+1n+1 suku tepat 12n\tfrac1{2^n}.

    (b) ∑n=1∞910n=9/101−1/10=1\sum_{n=1}^\infty\tfrac9{10^n}=\tfrac{9/10}{1-1/10}=1. Jadi 0,999…=10{,}999\ldots=1, sesuai dengan Proposisi 12.4.11.

    (c) 0,142857‾=∑j=1∞142857⋅10−6j=142857⋅10−61−10−6=142857999999=170{,}\overline{142857}=\sum_{j=1}^\infty142857\cdot10^{-6j}=\tfrac{142857\cdot10^{-6}}{1-10^{-6}}=\tfrac{142857}{999999}=\tfrac17, karena 142857⋅7=999999142857\cdot7=999999. Setiap desimal yang akhirnya periodik adalah bilangan rasional. Ini kebalikan dari Teorema 12.4.12.

    (d) ∑n=0∞(−1)n=1−1+1−⋯\sum_{n=0}^\infty(-1)^n=1-1+1-\cdots divergen, karena ∣r∣=1|r|=1.

    Akibat 31.2.4 (Sisa Deret Geometri)

    Untuk ∣r∣<1|r|<1, ∑n=K∞arn=arK1−r\sum_{n=K}^\infty ar^n=\dfrac{ar^K}{1-r}.

    Bukti. Ini deret geometri dengan suku pertama arKar^K dan rasio rr. Atau gunakan Teorema 31.1.5 dengan Lemma 31.2.1. □\square

    Rumus sisa ini memberi taksiran galat yang eksplisit. Bila deret lain dapat dibandingkan dengan deret geometri, sisa deret itu juga dapat ditaksir (Bab 32).

    Contoh 31.2.5 (Model Hipotetis: Bola Memantul)

    Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian hh. Dalam model ideal ini, setiap pantulan mencapai rr kali ketinggian sebelumnya, dengan 0<r<10<r<1. Jarak tempuh total, yaitu jatuh pertama ditambah setiap naik-turun, adalah

    h+2hr+2hr2+⋯=h+2hr1−r=h⋅1+r1−r.h+2hr+2hr^2+\cdots=h+\frac{2hr}{1-r}=h\cdot\frac{1+r}{1-r}.

    Untuk h=2h=2 dan r=34r=\tfrac34: 2⋅7/41/4=142\cdot\tfrac{7/4}{1/4}=14. Banyaknya pantulan tak hingga, tetapi jarak totalnya hingga. Ini model aritmetika yang ideal, bukan klaim tentang bola atau bahan fisik tertentu. Pada benda nyata, pantulan berhenti setelah berhingga banyak langkah.

    Deret Teleskopik

    Teorema 31.2.6 (Deret Teleskopik)

    Misalkan (bk)k≥1(b_k)_{k\geq1} barisan, dan ak=bk−bk+1a_k=b_k-b_{k+1}. Maka Sn=b1−bn+1S_n=b_1-b_{n+1}. Akibatnya, ∑ak\sum a_k konvergen jika dan hanya jika (bk)(b_k) konvergen, dan dalam hal itu

    ∑k=1∞(bk−bk+1)=b1−lim⁡k→∞bk.\sum_{k=1}^\infty(b_k-b_{k+1})=b_1-\lim_{k\to\infty}b_k.

    Bukti. Sn=∑k=1n(bk−bk+1)=b1−bn+1S_n=\sum_{k=1}^n(b_k-b_{k+1})=b_1-b_{n+1}, karena suku-suku tengah saling menghapus (induksi). SnS_n konvergen jika dan hanya jika bn+1b_{n+1} konvergen (Teorema 26.1.1 dan Proposisi 25.1.12). □\square

    Menurut Proposisi 31.1.2, setiap deret dapat ditulis dalam bentuk teleskopik, dengan bk=−Sk−1b_k=-S_{k-1} dan S0=0S_0=0. Jadi kegunaan teorema ini terletak pada kasus ketika bkb_k mempunyai rumus sederhana yang limitnya mudah dihitung.

    Contoh 31.2.7

    (a) ∑k=1∞1k(k+1)=∑(1k−1k+1)=1−0=1\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{k(k+1)}=\sum\bigl(\tfrac1k-\tfrac1{k+1}\bigr)=1-0=1.

    (b) ∑k=1∞1k(k+2)\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{k(k+2)}: pecahan parsial 1k(k+2)=12(1k−1k+2)\tfrac1{k(k+2)}=\tfrac12\bigl(\tfrac1k-\tfrac1{k+2}\bigr). Ini teleskopik dengan langkah 22. Jumlah parsialnya 12(1+12−1n+1−1n+2)→34\tfrac12\bigl(1+\tfrac12-\tfrac1{n+1}-\tfrac1{n+2}\bigr)\to\tfrac34.

    (c) ∑k=1∞14k2−1=∑12(12k−1−12k+1)=12\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{4k^2-1}=\sum\tfrac12\bigl(\tfrac1{2k-1}-\tfrac1{2k+1}\bigr)=\tfrac12.

    (d) ∑k=1∞(k+1−k)\sum_{k=1}^\infty\bigl(\sqrt{k+1}-\sqrt k\bigr) divergen: dengan bk=−kb_k=-\sqrt k, Sn=n+1−1→+∞S_n=\sqrt{n+1}-1\to+\infty. Suku-sukunya menuju 00 (Contoh 25.3.4), tetapi deretnya tetap divergen. Contoh ini menjadi pengantar untuk Unit 31.3.

    Teknik: Deret Turunan Geometri

    Contoh 31.2.8 (∑k2k=2\sum\tfrac k{2^k}=2)

    Klaim: Tn=∑k=1nk2k=2−n+22nT_n=\sum_{k=1}^n\tfrac k{2^k}=2-\tfrac{n+2}{2^n}. Induksi: T1=12=2−32T_1=\tfrac12=2-\tfrac32. Langkah: Tn+1=2−n+22n+n+12n+1=2−2n+4−n−12n+1=2−n+32n+1T_{n+1}=2-\tfrac{n+2}{2^n}+\tfrac{n+1}{2^{n+1}}=2-\tfrac{2n+4-n-1}{2^{n+1}}=2-\tfrac{n+3}{2^{n+1}}. Karena n+22n=n2n+22n→0\tfrac{n+2}{2^n}=\tfrac n{2^n}+\tfrac2{2^n}\to0 (Contoh 25.3.5), Tn→2T_n\to2.

    Manipulasi "T=∑k2kT=\sum\tfrac k{2^k}, maka T−T2=∑12k=1T-\tfrac T2=\sum\tfrac1{2^k}=1" memberi jawaban yang benar. Akan tetapi manipulasi itu baru sah setelah kekonvergenan TT diketahui, karena operasi itu memperlakukan TT sebagai bilangan (bandingkan dengan Latihan 26.2-8).

    Latihan

    Latihan 31.2-1. Hitung: (a) ∑n=0∞3(−12)n\sum_{n=0}^\infty3\bigl(-\tfrac12\bigr)^n; (b) ∑n=2∞(23)n\sum_{n=2}^\infty\bigl(\tfrac23\bigr)^n; (c) ∑n=1∞5n6n+1\sum_{n=1}^\infty\tfrac{5^n}{6^{n+1}}.

    Latihan 31.2-2. Tuliskan sebagai pecahan: (a) 0,27‾0{,}\overline{27}; (b) 2,13‾2{,}1\overline3.

    Latihan 31.2-3. Untuk xx manakah ∑n=0∞(x−1)n\sum_{n=0}^\infty(x-1)^n konvergen? Tentukan jumlahnya sebagai fungsi xx.

    Latihan 31.2-4. Buktikan bahwa ∑k=1∞1k(k+1)(k+2)=14\sum_{k=1}^\infty\tfrac1{k(k+1)(k+2)}=\tfrac14. (Petunjuk: 1k(k+1)(k+2)=12(1k(k+1)−1(k+1)(k+2))\tfrac1{k(k+1)(k+2)}=\tfrac12\bigl(\tfrac1{k(k+1)}-\tfrac1{(k+1)(k+2)}\bigr).)

    Latihan 31.2-5. Buktikan bahwa jika (bk)(b_k) konvergen ke BB, maka ∑k=1∞(bk−bk+2)=b1+b2−2B\sum_{k=1}^\infty(b_k-b_{k+2})=b_1+b_2-2B.

    Latihan 31.2-6. Untuk deret master ∑(12)n\sum(\tfrac12)^n, berapa banyak suku yang diperlukan agar galatnya <10−6<10^{-6}?

    Latihan 31.2-7. Buktikan bahwa ∑k=1∞k3k=34\sum_{k=1}^\infty\tfrac{k}{3^k}=\tfrac34, dengan menebak dan membuktikan rumus jumlah parsial.

    Latihan 31.2-8. Misalkan 0<r<10<r<1 dan Sn=∑k=0nrkS_n=\sum_{k=0}^nr^k. Buktikan bahwa Sn<11−rS_n<\tfrac1{1-r} untuk semua nn, walaupun banyaknya suku, n+1n+1, tumbuh tanpa batas. Jelaskan secara intuitif mengapa jumlah tak hingga banyak suku positif dapat tetap hingga.

    Solusi

    Solusi 31.2-1. (a) 31+1/2=2\tfrac3{1+1/2}=2. (b) (2/3)21−2/3=4/91/3=43\tfrac{(2/3)^2}{1-2/3}=\tfrac{4/9}{1/3}=\tfrac43. (c) 16∑n=1∞(56)n=16⋅5/61/6=56\tfrac16\sum_{n=1}^\infty\bigl(\tfrac56\bigr)^n=\tfrac16\cdot\tfrac{5/6}{1/6}=\tfrac56. □\square

    Solusi 31.2-2. (a) ∑j≥127⋅100−j=27/10099/100=2799=311\sum_{j\geq1}27\cdot100^{-j}=\tfrac{27/100}{99/100}=\tfrac{27}{99}=\tfrac3{11}. (b) 2+110+∑j≥23⋅10−j=2+110+3/1009/10=2+110+130=32152+\tfrac1{10}+\sum_{j\geq2}3\cdot10^{-j}=2+\tfrac1{10}+\tfrac{3/100}{9/10}=2+\tfrac1{10}+\tfrac1{30}=\tfrac{32}{15}. Periksa: 3215=2,1333…\tfrac{32}{15}=2{,}1333\ldots. □\square

    Solusi 31.2-3. Deret geometri dengan r=x−1r=x-1: konvergen jika dan hanya jika ∣x−1∣<1|x-1|<1, yaitu 0<x<20<x<2. Jumlahnya 11−(x−1)=12−x\tfrac1{1-(x-1)}=\tfrac1{2-x}. □\square

    Solusi 31.2-4. Periksa identitasnya: 1k(k+1)−1(k+1)(k+2)=(k+2)−kk(k+1)(k+2)=2k(k+1)(k+2)\tfrac1{k(k+1)}-\tfrac1{(k+1)(k+2)}=\tfrac{(k+2)-k}{k(k+1)(k+2)}=\tfrac2{k(k+1)(k+2)}. Dengan bk=12k(k+1)b_k=\tfrac1{2k(k+1)}, deretnya teleskopik, dan jumlahnya b1−0=14b_1-0=\tfrac14. □\square

    Solusi 31.2-5. Sn=∑k=1n(bk−bk+2)=b1+b2−bn+1−bn+2→b1+b2−2BS_n=\sum_{k=1}^n(b_k-b_{k+2})=b_1+b_2-b_{n+1}-b_{n+2}\to b_1+b_2-2B. □\square

    Solusi 31.2-6. Setelah n+1n+1 suku (k=0,…,nk=0,\ldots,n), galatnya 12n\tfrac1{2^n} (Akibat 31.2.4). Syarat 12n<10−6\tfrac1{2^n}<10^{-6} setara dengan 2n>1062^n>10^6. Karena 219=524288<106<1048576=2202^{19}=524288<10^6<1048576=2^{20}, diperlukan n≥20n\geq20, yaitu 2121 suku. □\square

    Solusi 31.2-7. Klaim: ∑k=1nk3k=34−2n+34⋅3n\sum_{k=1}^n\tfrac k{3^k}=\tfrac34-\tfrac{2n+3}{4\cdot3^n}. Untuk n=1n=1: 34−512=13\tfrac34-\tfrac5{12}=\tfrac13. Langkah: 34−2n+34⋅3n+n+13n+1=34−3(2n+3)−4(n+1)4⋅3n+1=34−2n+54⋅3n+1\tfrac34-\tfrac{2n+3}{4\cdot3^n}+\tfrac{n+1}{3^{n+1}}=\tfrac34-\tfrac{3(2n+3)-4(n+1)}{4\cdot3^{n+1}}=\tfrac34-\tfrac{2n+5}{4\cdot3^{n+1}}. Karena 2n+33n→0\tfrac{2n+3}{3^n}\to0 (Latihan 27.2-6 atau perbandingan dengan n2n\tfrac n{2^n}), jumlahnya 34\tfrac34. □\square

    Solusi 31.2-8. Lemma 31.2.1 memberi Sn=1−rn+11−r<11−rS_n=\tfrac{1-r^{n+1}}{1-r}<\tfrac1{1-r}, karena rn+1>0r^{n+1}>0 dan 1−r>01-r>0. Jadi semua jumlah parsial dibatasi oleh bilangan tetap 11−r\tfrac1{1-r}, sedangkan banyaknya suku n+1→∞n+1\to\infty. Secara intuitif, suku-sukunya mengecil cukup cepat sehingga jumlah semua suku sesudah suku ke-nn, yaitu rn+11−r\tfrac{r^{n+1}}{1-r}, juga mengecil. Tak hingga banyak suku tidak menjamin jumlah tak hingga. Yang menentukan adalah laju pengecilan suku-sukunya. □\square

    Ringkasan

    Deret geometri ∑arn\sum ar^n konvergen ke a1−r\tfrac a{1-r} untuk ∣r∣<1|r|<1, dan divergen untuk ∣r∣≥1|r|\geq1 bila a≠0a\ne0. Contoh master: ∑(12)n=2\sum(\tfrac12)^n=2. Akibatnya antara lain 0,999…=10{,}999\ldots=1, desimal periodik adalah bilangan rasional, dan sisa deret geometri mempunyai rumus eksplisit arK1−r\tfrac{ar^K}{1-r}. Deret teleskopik ∑(bk−bk+1)\sum(b_k-b_{k+1}) mempunyai jumlah parsial b1−bn+1b_1-b_{n+1}, sehingga konvergen tepat ketika (bk)(b_k) konvergen. Contohnya ∑1k(k+1)=1\sum\tfrac1{k(k+1)}=1 dan ∑1k(k+2)=34\sum\tfrac1{k(k+2)}=\tfrac34. Manipulasi aljabar pada deret hanya sah setelah kekonvergenannya diketahui.

    31.3 Syarat Perlu Kekonvergenan Deret (n-th Term Test)

    Penjelasan master: jika lim⁡an≠0\lim a_n\ne0, maka deret ∑an\sum a_n dijamin divergen. Catatan master: jika limitnya 00, deret belum tentu konvergen. Unit ini membuktikan uji ini, merumuskannya dengan tepat (termasuk kasus ketika lim⁡an\lim a_n tidak ada), menunjukkan batas-batasnya, dan memberi syarat perlu yang lebih tajam untuk deret bersuku turun.

    Prasyarat: Unit 31.1–31.2.

    Uji Suku ke-nn

    Teorema 31.3.1 (Syarat Perlu)

    Jika ∑ak\sum a_k konvergen, maka ak→0a_k\to0.

    Bukti. ak=Sk−Sk−1a_k=S_k-S_{k-1} untuk k≥2k\geq2. Bila Sk→SS_k\to S, maka Sk−1→SS_{k-1}\to S (Proposisi 25.1.12(b)), sehingga ak→S−S=0a_k\to S-S=0. □\square

    Bukti kedua: syarat Cauchy (Teorema 31.1.6) dengan m=n+1m=n+1 memberi ∣an+1∣<ε|a_{n+1}|<\varepsilon untuk n≥N0n\geq N_0.

    Akibat 31.3.2 (Uji Suku ke-nn untuk Divergensi)

    Jika (ak)(a_k) tidak konvergen ke 00, maka ∑ak\sum a_k divergen.

    Hipotesis "(ak)(a_k) tidak konvergen ke 00" mencakup dua kasus: lim⁡ak\lim a_k ada tetapi bukan 00, sesuai rumusan master "lim⁡an≠0\lim a_n\ne0"; dan lim⁡ak\lim a_k tidak ada. Kedua kasus memberi divergensi. Rumusan "lim⁡an≠0\lim a_n\ne0" secara harfiah hanya mencakup kasus pertama, karena untuk barisan divergen lambang lim⁡an\lim a_n tidak bermakna (Unit 25.2). Rumusan Akibat 31.3.2 menutup celah itu.

    Contoh 31.3.3

    (a) ∑2k+13k−1\sum\tfrac{2k+1}{3k-1}: sukunya →23≠0\to\tfrac23\ne0, sehingga deret divergen.

    (b) ∑(−1)kkk+1\sum(-1)^k\tfrac k{k+1}: suku-sukunya tidak konvergen, karena subbarisan genap menuju 11 dan subbarisan ganjil menuju −1-1. Jadi deret divergen.

    (c) ∑(1−1k)k\sum\bigl(1-\tfrac1k\bigr)^k, k≥2k\geq2: sukunya →1e≠0\to\tfrac1e\ne0 (Latihan 27.3-3), sehingga deret divergen.

    (d) ∑rk\sum r^k dengan ∣r∣≥1|r|\geq1: ∣rk∣≥1|r^k|\geq1, sehingga deret divergen. Ini bagian (b) Teorema 31.2.2.

    Proposisi 31.3.4 (Suku Menuju Limit Positif)

    Jika ak→L>0a_k\to L>0, maka ∑ak=+∞\sum a_k=+\infty. Jika ak→L<0a_k\to L<0, maka ∑ak=−∞\sum a_k=-\infty.

    Bukti. Sejak suatu KK, ak>L2a_k>\tfrac L2 (Teorema 25.2.4(a)). Untuk n≥Kn\geq K, Sn≥SK−1+(n−K+1)L2→+∞S_n\geq S_{K-1}+(n-K+1)\tfrac L2\to+\infty (Proposisi 26.3.11(a)). Kasus L<0L<0 simetris. □\square

    Kebalikannya Salah

    Uji suku ke-nn hanya dapat membuktikan divergensi. Uji ini tidak pernah membuktikan kekonvergenan.

    Contoh 31.3.5

    (a) Deret harmonik: 1k→0\tfrac1k\to0, tetapi ∑1k=+∞\sum\tfrac1k=+\infty (Contoh 26.3.12(b)).

    (b) ∑1k\sum\tfrac1{\sqrt k}: 1k→0\tfrac1{\sqrt k}\to0, tetapi Sn≥n⋅1n=n→+∞S_n\geq n\cdot\tfrac1{\sqrt n}=\sqrt n\to+\infty, karena setiap suku ≥1n\geq\tfrac1{\sqrt n}.

    (c) ∑(k+1−k)\sum(\sqrt{k+1}-\sqrt k): sukunya →0\to0, tetapi Sn=n+1−1→+∞S_n=\sqrt{n+1}-1\to+\infty (Contoh 31.2.7(d)).

    Pada ketiga contoh, suku-sukunya menuju nol terlalu lambat. Jumlah parsialnya terus bertambah tanpa batas karena banyaknya suku kecil yang tak hingga. Kekonvergenan memerlukan suku yang menuju nol cukup cepat. "Cukup cepat" diukur dengan perbandingan di Bab 32.

    Syarat Perlu yang Lebih Tajam

    Teorema 31.3.6 (Abel–Pringsheim)

    Jika ak≥0a_k\geq0, (ak)(a_k) turun, dan ∑ak\sum a_k konvergen, maka kak→0ka_k\to0.

    Bukti. Untuk n≥1n\geq1, karena barisan turun,

    na2n≤an+1+an+2+⋯+a2n=S2n−Sn.na_{2n}\leq a_{n+1}+a_{n+2}+\cdots+a_{2n}=S_{2n}-S_n.

    Ruas kanan menuju 00, karena (Sn)(S_n) Cauchy. Jadi 0≤2na2n≤2(S2n−Sn)→00\leq2na_{2n}\leq2(S_{2n}-S_n)\to0. Untuk indeks ganjil, 0≤(2n+1)a2n+1≤(2n+1)a2n=2na2n+a2n→00\leq(2n+1)a_{2n+1}\leq(2n+1)a_{2n}=2na_{2n}+a_{2n}\to0, karena a2n→0a_{2n}\to0. Subbarisan genap dan ganjil dari (kak)(ka_k) menuju 00, sehingga kak→0ka_k\to0 (Latihan 25.2-5). □\square

    Teorema ini mengukur seberapa cepat suku harus mengecil: lebih cepat daripada 1k\tfrac1k. Untuk deret harmonik, k⋅1k=1↛0k\cdot\tfrac1k=1\not\to0, sehingga teorema ini memberi bukti ketiga bahwa deret harmonik divergen. Syarat ini perlu tetapi tidak cukup. Untuk k≥1k\geq1, misalkan d(k)d(k) banyaknya angka biner kk, yaitu d(k)=j+1d(k)=j+1 untuk 2j≤k<2j+12^j\leq k<2^{j+1}. Tetapkan ak=1k d(k)a_k=\tfrac1{k\,d(k)}. Barisan ini positif dan turun, karena kk naik tegas dan d(k)d(k) tidak turun. Juga kak=1d(k)→0ka_k=\tfrac1{d(k)}\to0, karena d(k)≥j+1d(k)\geq j+1 untuk k≥2jk\geq2^j. Akan tetapi blok 2j≤k<2j+12^j\leq k<2^{j+1} memuat 2j2^j suku, masing-masing >12j+1(j+1)>\tfrac1{2^{j+1}(j+1)}, sehingga blok itu menyumbang >12(j+1)>\tfrac1{2(j+1)}. Jumlah sumbangan ini tak terbatas, seperti deret harmonik, sehingga ∑ak=+∞\sum a_k=+\infty. (Unit 32.2 memakai contoh serupa dengan logaritma, setelah logaritma tersedia.)

    Syarat "turun" pada Teorema 31.3.6 tidak dapat dibuang (Latihan 31.3-4).

    Latihan

    Latihan 31.3-1. Tentukan apakah uji suku ke-nn membuktikan divergensi, atau tidak memberi kesimpulan: (a) ∑k22k2+1\sum\tfrac{k^2}{2k^2+1}; (b) ∑k22k\sum\tfrac{k^2}{2^k}; (c) ∑(−1)kk2k+5\sum\tfrac{(-1)^kk}{2k+5}; (d) ∑(1+1k)k\sum\bigl(1+\tfrac1k\bigr)^k.

    Latihan 31.3-2. Buktikan bahwa jika ∑ak\sum a_k konvergen, maka ak+ak+1→0a_k+a_{k+1}\to0. Lebih umum, untuk p≥1p\geq1 tetap, buktikan bahwa ak+1+⋯+ak+p→0a_{k+1}+\cdots+a_{k+p}\to0.

    Latihan 31.3-3. Buktikan dengan Teorema 31.3.6 bahwa ∑1k\sum\tfrac1{\sqrt k} divergen.

    Latihan 31.3-4. Beri contoh ak≥0a_k\geq0 yang tidak turun, dengan ∑ak\sum a_k konvergen tetapi kak↛0ka_k\not\to0. (Petunjuk: suku besar hanya pada kuadrat sempurna.)

    Latihan 31.3-5. Misalkan ak≥0a_k\geq0 dan ∑ak\sum a_k konvergen. Buktikan bahwa lim inf⁡kkak=0\liminf_kka_k=0, tanpa syarat turun.

    Latihan 31.3-6. Seorang mahasiswa berargumen: "suku-suku 1k\tfrac1k menuju 00, jadi menambahkan suku-suku itu lama-kelamaan hampir tidak menambah apa-apa, sehingga ∑1k\sum\tfrac1k konvergen." Jelaskan kesalahannya dengan perhitungan H2jH_{2^j}.

    Latihan 31.3-7. Buktikan bahwa untuk deret geometri, uji suku ke-nn adalah kriteria lengkap: ∑k≥0rk\sum_{k\geq0}r^k konvergen jika dan hanya jika rk→0r^k\to0.

    Latihan 31.3-8. Misalkan ak→L≠0a_k\to L\ne0. Buktikan bahwa Snn→L\tfrac{S_n}n\to L. (Petunjuk: tulis Snn−L=1n∑k≤n(ak−L)\tfrac{S_n}n-L=\tfrac1n\sum_{k\leq n}(a_k-L), lalu pisahkan suku-suku awal dan ekor.)

    Solusi

    Solusi 31.3-1. (a) →12≠0\to\tfrac12\ne0, sehingga divergen. (b) k22k→0\tfrac{k^2}{2^k}\to0 (Contoh 25.3.5 dan Latihan 26.3-5), sehingga uji ini tidak memberi kesimpulan. Bab 32 menunjukkan bahwa deret ini konvergen. (c) Suku genap →12\to\tfrac12 dan suku ganjil →−12\to-\tfrac12, sehingga suku-sukunya tidak konvergen ke 00 dan deret divergen. (d) →e≠0\to e\ne0, sehingga divergen. □\square

    Solusi 31.3-2. ak+1+⋯+ak+p=Sk+p−Sk→S−S=0a_{k+1}+\cdots+a_{k+p}=S_{k+p}-S_k\to S-S=0. Kasus p=2p=2 dengan pergeseran memberi ak+ak+1→0a_k+a_{k+1}\to0. □\square

    Solusi 31.3-3. 1k\tfrac1{\sqrt k} positif dan turun, sedangkan k⋅1k=k↛0k\cdot\tfrac1{\sqrt k}=\sqrt k\not\to0. Bila deret konvergen, Teorema 31.3.6 akan memberi k→0\sqrt k\to0, kontradiksi. □\square

    Solusi 31.3-4. ak=1ka_k=\tfrac1k bila k=j2k=j^2 untuk suatu jj, dan ak=1k2a_k=\tfrac1{k^2} bila tidak. Jumlah parsialnya terbatas oleh ∑j1j2+∑k1k2≤4\sum_j\tfrac1{j^2}+\sum_k\tfrac1{k^2}\leq4, karena suku pada indeks j2j^2 bernilai 1j2\tfrac1{j^2}. Jadi deret konvergen (Teorema 31.1.7). Akan tetapi kak=1ka_k=1 untuk k=j2k=j^2, dan ini terjadi tak hingga kali. □\square

    Solusi 31.3-5. Barisan (kak)(ka_k) terbatas di bawah oleh 00, sehingga ℓN=inf⁡k≥Nkak≥0\ell_N=\inf_{k\geq N}ka_k\geq0 ada dan naik. Andaikan lim inf⁡kak≠0\liminf ka_k\ne0, yaitu (ℓN)(\ell_N) tidak menuju 00. Karena (ℓN)(\ell_N) naik dan taknegatif, ada KK dengan c′=ℓK>0c'=\ell_K>0. Maka kak≥c′ka_k\geq c' untuk semua k≥Kk\geq K, sehingga ak≥c′ka_k\geq\tfrac{c'}k, dan Sn≥SK−1+c′(Hn−HK−1)→+∞S_n\geq S_{K-1}+c'(H_n-H_{K-1})\to+\infty. Kontradiksi. □\square

    Solusi 31.3-6. H2j≥1+j2H_{2^j}\geq1+\tfrac j2 (Teorema 24.2.9). Setiap blok 12j+1+⋯+12j+1\tfrac1{2^j+1}+\cdots+\tfrac1{2^{j+1}} terdiri atas 2j2^j suku, dan masing-masing suku ≥12j+1\geq\tfrac1{2^{j+1}}. Jadi setiap blok menyumbang ≥12\geq\tfrac12. Suku-suku memang kecil, tetapi banyaknya suku dalam satu blok tumbuh secepat suku-suku itu mengecil. Jumlah tak hingga banyak sumbangan 12\tfrac12 tak terbatas. □\square

    Solusi 31.3-7. Bila ∣r∣<1|r|<1, deret konvergen dan rk→0r^k\to0. Bila ∣r∣≥1|r|\geq1, ∣rk∣≥1|r^k|\geq1, sehingga rk↛0r^k\not\to0, dan deret divergen. Jadi kedua kondisi setara. □\square

    Solusi 31.3-8. Misalkan ε>0\varepsilon>0, dan ambil KK dengan ∣ak−L∣<ε2|a_k-L|<\tfrac\varepsilon2 untuk k>Kk>K. Untuk n>Kn>K,

    ∣Snn−L∣≤1n∑k≤K∣ak−L∣+n−Kn⋅ε2.\Bigl|\frac{S_n}n-L\Bigr|\leq\frac1n\sum_{k\leq K}|a_k-L|+\frac{n-K}n\cdot\frac\varepsilon2.

    Suku pertama adalah konstanta dibagi nn, sehingga menuju 00 dan <ε2<\tfrac\varepsilon2 untuk nn besar. Suku kedua <ε2<\tfrac\varepsilon2. Akibatnya, bila L≠0L\ne0, ∣Sn∣≥n∣L∣2|S_n|\geq\tfrac{n|L|}2 untuk nn besar, sehingga (Sn)(S_n) tak terbatas. Ini bukti lain untuk Proposisi 31.3.4. □\square

    Ringkasan

    Bila ∑ak\sum a_k konvergen, maka ak→0a_k\to0. Jadi bila (ak)(a_k) tidak konvergen ke 00, baik karena limitnya bukan 00 maupun karena limitnya tidak ada, deret itu divergen. Uji ini hanya membuktikan divergensi. Deret harmonik, ∑1k\sum\tfrac1{\sqrt k}, dan ∑(k+1−k)\sum(\sqrt{k+1}-\sqrt k) mempunyai suku yang menuju 00, tetapi deretnya divergen, karena suku-sukunya menuju nol terlalu lambat. Untuk suku taknegatif yang turun, syarat perlu yang lebih tajam adalah kak→0ka_k\to0 (Abel–Pringsheim), dan syarat "turun" di sana tidak dapat dibuang.

    Bab terdekat

    BerikutnyaUji Konvergensi untuk Deret Suku Positif

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 32.

    SebelumnyaLimit Superior dan Limit Inferior (lim sup & lim inf)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 30.