Konvergensi Deret Tak Hingga
Bab 31 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 31: Konvergensi Deret Tak Hingga
31.1 Definisi Deret sebagai Barisan Jumlah Parsial
Bagian VI membahas deret tak hingga. Penjelasan master untuk Bab 31: penjumlahan tak hingga suku dipelajari melalui barisan jumlah parsial. Penjumlahan hingga sudah didefinisikan dengan rekursi (Bab 7). "Penjumlahan" tak hingga banyak suku tidak dapat didefinisikan dengan cara yang sama, karena prosesnya tidak pernah selesai. Definisi yang tepat memakai limit: jumlah tak hingga adalah limit dari jumlah-jumlah hingga yang semakin panjang. Dengan definisi ini, teori deret menjadi bagian dari teori barisan (Bagian V), dan semua alat Bagian V dapat langsung dipakai.
Prasyarat: Bagian V.
Definisi
Definisi 31.1.1 (Deret, Jumlah Parsial, Kekonvergenan)
Misalkan barisan real. Barisan jumlah parsialnya adalah
yang didefinisikan secara rekursif: dan . Deret adalah pasangan barisan dan . Deret ini disebut konvergen jika konvergen ke suatu , dan disebut jumlah deret. Kita menulis
Deret yang tidak konvergen disebut divergen. Bila , kita menulis sebagai label (Definisi 26.3.10), bukan sebagai jumlah real.
Rumusan master: , dan deret dikatakan konvergen bila limit barisan jumlah parsial bernilai terhingga, yaitu suatu bilangan real.
Lambang dipakai dalam dua arti: sebagai nama deret, yaitu objek yang dapat konvergen atau divergen, dan sebagai jumlahnya bila deret itu konvergen. Konteks menentukan arti yang dimaksud. Kalimat " divergen" memakai arti pertama. Persamaan "" memakai arti kedua. Sebelum kekonvergenan dibuktikan, lambang itu tidak boleh diperlakukan sebagai bilangan.
Indeks awal dapat berupa bilangan bulat lain, misalnya , dengan definisi yang sama.
Proposisi 31.1.2 (Deret dan Barisan Saling Menentukan)
(a) Suku-suku dapat dipulihkan dari jumlah parsial: dan untuk .
(b) Setiap barisan adalah barisan jumlah parsial dari tepat satu deret, yaitu deret dengan dan .
Bukti. (a) Rekursi definisi. (b) Jumlah teleskopik: . Ketunggalan mengikuti dari (a).
Jadi deret dan barisan adalah dua bahasa untuk objek yang sama. Bahasa deret memusatkan perhatian pada suku-suku yang ditambahkan. Bahasa barisan memusatkan perhatian pada hasil kumulatif .
Contoh Pertama
Contoh 31.1.3
(a) : . Deret ini divergen.
(b) : , yaitu untuk ganjil dan untuk genap. Deret ini divergen, tetapi tidak ke .
(c) : (Solusi 29.1-8). Jadi sebagai jumlah deret.
(d) Ekspansi desimal: untuk string , Contoh 27.2.5 menyatakan bahwa konvergen ke nilai string menurut Definisi 12.4.3. Deret ini mempunyai suku awal yang terpisah. Notasi Bab 12 sekarang mempunyai arti sebagai jumlah deret.
(e) konvergen (Contoh 27.2.6), dengan jumlah .
(f) (Contoh 26.3.12(b)).
(g) (Teorema 27.3.8).
Sifat-Sifat Dasar
Teorema 31.1.4 (Kelinearan)
Jika dan konvergen, dan , maka konvergen ke .
Bukti. Jumlah parsialnya adalah , karena penjumlahan hingga bersifat linear (induksi). Gunakan Akibat 26.1.2.
Tidak ada teorema analog untuk hasil kali. Jumlah parsial tidak sama dengan . Perkalian deret memerlukan teori tersendiri, yang tidak dibahas di bagian ini.
Teorema 31.1.5 (Ekor dan Sisa)
Misalkan .
(a) konvergen jika dan hanya jika konvergen. Dalam hal itu,
(b) Bila deret konvergen, sisanya memenuhi untuk .
Bukti. (a) Untuk , jumlah parsial deret ekor adalah , yaitu jumlah parsial deret penuh dikurangi konstanta. Gunakan Teorema 26.1.1.
(b) .
Jadi kekonvergenan deret tidak bergantung pada berhingga banyak suku awal, tetapi jumlahnya bergantung.
Teorema 31.1.6 (Kriteria Cauchy untuk Deret)
konvergen jika dan hanya jika untuk setiap ada dengan
Bukti. . Syarat ini adalah syarat Cauchy untuk . Gunakan Teorema 29.2.1.
Teorema 31.1.7 (Suku Taknegatif)
Jika untuk semua , maka naik. Akibatnya, konvergen jika dan hanya jika terbatas di atas. Bila tidak terbatas, .
Bukti. . Gunakan Teorema 27.2.1.
Teorema ini adalah dasar seluruh Bab 32. Untuk deret bersuku taknegatif, hanya ada dua kemungkinan: konvergen ke suatu bilangan real, atau divergen ke . Osilasi seperti pada Contoh 31.1.3(b) tidak mungkin terjadi.
Kekonvergenan Mutlak
Definisi 31.1.8
konvergen mutlak jika konvergen.
Teorema 31.1.9
Deret yang konvergen mutlak konvergen, dan .
Bukti. Ketaksamaan segitiga untuk jumlah hingga (Teorema 18.1.3) memberi . Ruas kanan memenuhi syarat Teorema 31.1.6 untuk deret , sehingga ruas kiri juga memenuhinya. Ketaksamaan jumlah: . Ambil limit dengan Latihan 25.2-2 dan Akibat 25.2.6.
Kebalikannya salah. Deret konvergen (Contoh 29.2.2(b)), tetapi . Deret yang konvergen tetapi tidak konvergen mutlak disebut konvergen bersyarat. Bab 33 menunjukkan bahwa perbedaan ini sangat penting: jumlah deret konvergen bersyarat bergantung pada urutan suku-sukunya.
Pengelompokan
Proposisi 31.1.10 (Menyisipkan Tanda Kurung)
Misalkan konvergen, dan bilangan bulat. Deret kelompok dengan konvergen ke .
Bukti. Jumlah parsial deret kelompok adalah , yaitu subbarisan dari . Gunakan Teorema 28.1.5.
Membuang tanda kurung tidak selalu sah. , padahal deret tanpa kurung divergen (Contoh 31.1.3(b)). Manipulasi seperti ", jadi " tidak sah, karena memperlakukan deret divergen sebagai bilangan.
Latihan
Latihan 31.1-1. Hitung dan tentukan kekonvergenannya: (a) ; (b) ; (c) .
Latihan 31.1-2. Tentukan deret yang jumlah parsialnya . Tuliskan , lalu tentukan jumlah deret itu.
Latihan 31.1-3. Beri contoh dan yang keduanya divergen, sedangkan konvergen. Buktikan bahwa bila konvergen dan divergen, maka divergen.
Latihan 31.1-4. Buktikan bahwa jika dan deret kelompok (Proposisi 31.1.10) konvergen, maka deret asalnya konvergen ke jumlah yang sama.
Latihan 31.1-5. Untuk , buktikan bahwa sisanya memenuhi untuk .
Latihan 31.1-6. Buktikan dengan Teorema 31.1.6 bahwa divergen. Tunjukkan bahwa untuk tidak ada yang bekerja.
Latihan 31.1-7. Buktikan bahwa konvergen mutlak, dan bahwa jumlahnya terletak di .
Latihan 31.1-8. Misalkan dan konvergen. Buktikan bahwa konvergen. Beri contoh yang menunjukkan bahwa syarat tidak dapat dibuang.
Solusi
Solusi 31.1-1. (a) Teleskopik: . Jadi deret konvergen dengan jumlah . (b) dan , karena . Barisan ini tak terbatas, sehingga deret divergen. (c) Teleskopik dengan memberi .
Solusi 31.1-2. , dan untuk , . Untuk , , sehingga rumus berlaku untuk semua . Jumlahnya .
Solusi 31.1-3. dan : keduanya divergen, sedangkan jumlahnya . Bagian kedua: bila konvergen, maka konvergen menurut Teorema 31.1.4, kontradiksi.
Solusi 31.1-4. naik, dan subbarisan konvergen ke . Latihan 28.1-5 memberi .
Solusi 31.1-5. Untuk , . Ambil limit : .
Solusi 31.1-6. Untuk sebarang , ambil dan . Maka . Jadi syarat Cauchy gagal untuk .
Solusi 31.1-7. konvergen (Contoh 31.1.3(e)), sehingga deretnya konvergen mutlak. Jumlah parsialnya . Lemma pengelompokan Solusi 29.2-3, yang berlaku untuk suku bolak-balik turun, memberi untuk . Akibat 25.2.6 memberi jumlahnya di .
Solusi 31.1-8. , karena . Jadi sejak suatu , dan di sana. Jumlah parsial naik dan terbatas oleh . Gunakan Teorema 31.1.7. Contoh tanpa syarat : . Deret ini konvergen. Untuk , lemma pengelompokan Solusi 29.2-3 untuk suku bolak-balik yang mutlaknya turun memberi , sehingga Teorema 31.1.6 berlaku. Akan tetapi . (Bab 33 merumuskan argumen ini secara umum sebagai Teorema Leibniz.)
Ringkasan
Deret didefinisikan melalui barisan jumlah parsial . Deret konvergen bila konvergen ke suatu bilangan real, dan jumlahnya adalah limit itu. Deret dan barisan saling menentukan. Kekonvergenan bersifat linear, tidak dipengaruhi suku awal, dan dicirikan oleh kriteria Cauchy. Untuk suku taknegatif, deret konvergen jika dan hanya jika jumlah parsialnya terbatas. Konvergen mutlak mengakibatkan konvergen, tetapi tidak sebaliknya. Menyisipkan tanda kurung sah pada deret konvergen, sedangkan membuangnya tidak selalu sah.
31.2 Deret Geometrik Baku dan Teleskopik
Hanya sedikit deret yang jumlahnya dapat dihitung secara eksplisit. Dua keluarga terpenting adalah deret geometri dan deret teleskopik. Keduanya mempunyai rumus tertutup untuk jumlah parsial, sehingga kekonvergenan dan jumlahnya dapat dibaca langsung dari rumus itu. Deret geometri juga menjadi pembanding baku untuk uji-uji di Bab 32.
Rumus master:
Contoh: untuk dan , jumlah totalnya .
Prasyarat: Unit 31.1; untuk (Contoh 25.3.6).
Deret Geometri
Lemma 31.2.1 (Jumlah Geometri Hingga)
Untuk dan :
Untuk , jumlahnya .
Bukti. Teleskopik: . Bagi dengan .
Teorema 31.2.2 (Deret Geometri)
Misalkan .
(a) Untuk , konvergen, dan jumlahnya .
(b) Untuk , divergen.
Bukti. (a) Lemma 31.2.1 memberi . Karena , Teorema 26.1.1 memberi .
(b) Andaikan konvergen. Maka . Padahal untuk semua , sehingga . Kontradiksi.
Argumen (b) adalah kasus khusus uji suku ke- (Unit 31.3).
Contoh 31.2.3
(a) Contoh master: . Jumlah parsialnya . Galatnya setelah suku tepat .
(b) . Jadi , sesuai dengan Proposisi 12.4.11.
(c) , karena . Setiap desimal yang akhirnya periodik adalah bilangan rasional. Ini kebalikan dari Teorema 12.4.12.
(d) divergen, karena .
Akibat 31.2.4 (Sisa Deret Geometri)
Untuk , .
Bukti. Ini deret geometri dengan suku pertama dan rasio . Atau gunakan Teorema 31.1.5 dengan Lemma 31.2.1.
Rumus sisa ini memberi taksiran galat yang eksplisit. Bila deret lain dapat dibandingkan dengan deret geometri, sisa deret itu juga dapat ditaksir (Bab 32).
Contoh 31.2.5 (Model Hipotetis: Bola Memantul)
Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian . Dalam model ideal ini, setiap pantulan mencapai kali ketinggian sebelumnya, dengan . Jarak tempuh total, yaitu jatuh pertama ditambah setiap naik-turun, adalah
Untuk dan : . Banyaknya pantulan tak hingga, tetapi jarak totalnya hingga. Ini model aritmetika yang ideal, bukan klaim tentang bola atau bahan fisik tertentu. Pada benda nyata, pantulan berhenti setelah berhingga banyak langkah.
Deret Teleskopik
Teorema 31.2.6 (Deret Teleskopik)
Misalkan barisan, dan . Maka . Akibatnya, konvergen jika dan hanya jika konvergen, dan dalam hal itu
Bukti. , karena suku-suku tengah saling menghapus (induksi). konvergen jika dan hanya jika konvergen (Teorema 26.1.1 dan Proposisi 25.1.12).
Menurut Proposisi 31.1.2, setiap deret dapat ditulis dalam bentuk teleskopik, dengan dan . Jadi kegunaan teorema ini terletak pada kasus ketika mempunyai rumus sederhana yang limitnya mudah dihitung.
Contoh 31.2.7
(a) .
(b) : pecahan parsial . Ini teleskopik dengan langkah . Jumlah parsialnya .
(c) .
(d) divergen: dengan , . Suku-sukunya menuju (Contoh 25.3.4), tetapi deretnya tetap divergen. Contoh ini menjadi pengantar untuk Unit 31.3.
Teknik: Deret Turunan Geometri
Contoh 31.2.8 ()
Klaim: . Induksi: . Langkah: . Karena (Contoh 25.3.5), .
Manipulasi ", maka " memberi jawaban yang benar. Akan tetapi manipulasi itu baru sah setelah kekonvergenan diketahui, karena operasi itu memperlakukan sebagai bilangan (bandingkan dengan Latihan 26.2-8).
Latihan
Latihan 31.2-1. Hitung: (a) ; (b) ; (c) .
Latihan 31.2-2. Tuliskan sebagai pecahan: (a) ; (b) .
Latihan 31.2-3. Untuk manakah konvergen? Tentukan jumlahnya sebagai fungsi .
Latihan 31.2-4. Buktikan bahwa . (Petunjuk: .)
Latihan 31.2-5. Buktikan bahwa jika konvergen ke , maka .
Latihan 31.2-6. Untuk deret master , berapa banyak suku yang diperlukan agar galatnya ?
Latihan 31.2-7. Buktikan bahwa , dengan menebak dan membuktikan rumus jumlah parsial.
Latihan 31.2-8. Misalkan dan . Buktikan bahwa untuk semua , walaupun banyaknya suku, , tumbuh tanpa batas. Jelaskan secara intuitif mengapa jumlah tak hingga banyak suku positif dapat tetap hingga.
Solusi
Solusi 31.2-1. (a) . (b) . (c) .
Solusi 31.2-2. (a) . (b) . Periksa: .
Solusi 31.2-3. Deret geometri dengan : konvergen jika dan hanya jika , yaitu . Jumlahnya .
Solusi 31.2-4. Periksa identitasnya: . Dengan , deretnya teleskopik, dan jumlahnya .
Solusi 31.2-5. .
Solusi 31.2-6. Setelah suku (), galatnya (Akibat 31.2.4). Syarat setara dengan . Karena , diperlukan , yaitu suku.
Solusi 31.2-7. Klaim: . Untuk : . Langkah: . Karena (Latihan 27.2-6 atau perbandingan dengan ), jumlahnya .
Solusi 31.2-8. Lemma 31.2.1 memberi , karena dan . Jadi semua jumlah parsial dibatasi oleh bilangan tetap , sedangkan banyaknya suku . Secara intuitif, suku-sukunya mengecil cukup cepat sehingga jumlah semua suku sesudah suku ke-, yaitu , juga mengecil. Tak hingga banyak suku tidak menjamin jumlah tak hingga. Yang menentukan adalah laju pengecilan suku-sukunya.
Ringkasan
Deret geometri konvergen ke untuk , dan divergen untuk bila . Contoh master: . Akibatnya antara lain , desimal periodik adalah bilangan rasional, dan sisa deret geometri mempunyai rumus eksplisit . Deret teleskopik mempunyai jumlah parsial , sehingga konvergen tepat ketika konvergen. Contohnya dan . Manipulasi aljabar pada deret hanya sah setelah kekonvergenannya diketahui.
31.3 Syarat Perlu Kekonvergenan Deret (n-th Term Test)
Penjelasan master: jika , maka deret dijamin divergen. Catatan master: jika limitnya , deret belum tentu konvergen. Unit ini membuktikan uji ini, merumuskannya dengan tepat (termasuk kasus ketika tidak ada), menunjukkan batas-batasnya, dan memberi syarat perlu yang lebih tajam untuk deret bersuku turun.
Prasyarat: Unit 31.1–31.2.
Uji Suku ke-
Teorema 31.3.1 (Syarat Perlu)
Jika konvergen, maka .
Bukti. untuk . Bila , maka (Proposisi 25.1.12(b)), sehingga .
Bukti kedua: syarat Cauchy (Teorema 31.1.6) dengan memberi untuk .
Akibat 31.3.2 (Uji Suku ke- untuk Divergensi)
Jika tidak konvergen ke , maka divergen.
Hipotesis " tidak konvergen ke " mencakup dua kasus: ada tetapi bukan , sesuai rumusan master ""; dan tidak ada. Kedua kasus memberi divergensi. Rumusan "" secara harfiah hanya mencakup kasus pertama, karena untuk barisan divergen lambang tidak bermakna (Unit 25.2). Rumusan Akibat 31.3.2 menutup celah itu.
Contoh 31.3.3
(a) : sukunya , sehingga deret divergen.
(b) : suku-sukunya tidak konvergen, karena subbarisan genap menuju dan subbarisan ganjil menuju . Jadi deret divergen.
(c) , : sukunya (Latihan 27.3-3), sehingga deret divergen.
(d) dengan : , sehingga deret divergen. Ini bagian (b) Teorema 31.2.2.
Proposisi 31.3.4 (Suku Menuju Limit Positif)
Jika , maka . Jika , maka .
Bukti. Sejak suatu , (Teorema 25.2.4(a)). Untuk , (Proposisi 26.3.11(a)). Kasus simetris.
Kebalikannya Salah
Uji suku ke- hanya dapat membuktikan divergensi. Uji ini tidak pernah membuktikan kekonvergenan.
Contoh 31.3.5
(a) Deret harmonik: , tetapi (Contoh 26.3.12(b)).
(b) : , tetapi , karena setiap suku .
(c) : sukunya , tetapi (Contoh 31.2.7(d)).
Pada ketiga contoh, suku-sukunya menuju nol terlalu lambat. Jumlah parsialnya terus bertambah tanpa batas karena banyaknya suku kecil yang tak hingga. Kekonvergenan memerlukan suku yang menuju nol cukup cepat. "Cukup cepat" diukur dengan perbandingan di Bab 32.
Syarat Perlu yang Lebih Tajam
Teorema 31.3.6 (Abel–Pringsheim)
Jika , turun, dan konvergen, maka .
Bukti. Untuk , karena barisan turun,
Ruas kanan menuju , karena Cauchy. Jadi . Untuk indeks ganjil, , karena . Subbarisan genap dan ganjil dari menuju , sehingga (Latihan 25.2-5).
Teorema ini mengukur seberapa cepat suku harus mengecil: lebih cepat daripada . Untuk deret harmonik, , sehingga teorema ini memberi bukti ketiga bahwa deret harmonik divergen. Syarat ini perlu tetapi tidak cukup. Untuk , misalkan banyaknya angka biner , yaitu untuk . Tetapkan . Barisan ini positif dan turun, karena naik tegas dan tidak turun. Juga , karena untuk . Akan tetapi blok memuat suku, masing-masing , sehingga blok itu menyumbang . Jumlah sumbangan ini tak terbatas, seperti deret harmonik, sehingga . (Unit 32.2 memakai contoh serupa dengan logaritma, setelah logaritma tersedia.)
Syarat "turun" pada Teorema 31.3.6 tidak dapat dibuang (Latihan 31.3-4).
Latihan
Latihan 31.3-1. Tentukan apakah uji suku ke- membuktikan divergensi, atau tidak memberi kesimpulan: (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 31.3-2. Buktikan bahwa jika konvergen, maka . Lebih umum, untuk tetap, buktikan bahwa .
Latihan 31.3-3. Buktikan dengan Teorema 31.3.6 bahwa divergen.
Latihan 31.3-4. Beri contoh yang tidak turun, dengan konvergen tetapi . (Petunjuk: suku besar hanya pada kuadrat sempurna.)
Latihan 31.3-5. Misalkan dan konvergen. Buktikan bahwa , tanpa syarat turun.
Latihan 31.3-6. Seorang mahasiswa berargumen: "suku-suku menuju , jadi menambahkan suku-suku itu lama-kelamaan hampir tidak menambah apa-apa, sehingga konvergen." Jelaskan kesalahannya dengan perhitungan .
Latihan 31.3-7. Buktikan bahwa untuk deret geometri, uji suku ke- adalah kriteria lengkap: konvergen jika dan hanya jika .
Latihan 31.3-8. Misalkan . Buktikan bahwa . (Petunjuk: tulis , lalu pisahkan suku-suku awal dan ekor.)
Solusi
Solusi 31.3-1. (a) , sehingga divergen. (b) (Contoh 25.3.5 dan Latihan 26.3-5), sehingga uji ini tidak memberi kesimpulan. Bab 32 menunjukkan bahwa deret ini konvergen. (c) Suku genap dan suku ganjil , sehingga suku-sukunya tidak konvergen ke dan deret divergen. (d) , sehingga divergen.
Solusi 31.3-2. . Kasus dengan pergeseran memberi .
Solusi 31.3-3. positif dan turun, sedangkan . Bila deret konvergen, Teorema 31.3.6 akan memberi , kontradiksi.
Solusi 31.3-4. bila untuk suatu , dan bila tidak. Jumlah parsialnya terbatas oleh , karena suku pada indeks bernilai . Jadi deret konvergen (Teorema 31.1.7). Akan tetapi untuk , dan ini terjadi tak hingga kali.
Solusi 31.3-5. Barisan terbatas di bawah oleh , sehingga ada dan naik. Andaikan , yaitu tidak menuju . Karena naik dan taknegatif, ada dengan . Maka untuk semua , sehingga , dan . Kontradiksi.
Solusi 31.3-6. (Teorema 24.2.9). Setiap blok terdiri atas suku, dan masing-masing suku . Jadi setiap blok menyumbang . Suku-suku memang kecil, tetapi banyaknya suku dalam satu blok tumbuh secepat suku-suku itu mengecil. Jumlah tak hingga banyak sumbangan tak terbatas.
Solusi 31.3-7. Bila , deret konvergen dan . Bila , , sehingga , dan deret divergen. Jadi kedua kondisi setara.
Solusi 31.3-8. Misalkan , dan ambil dengan untuk . Untuk ,
Suku pertama adalah konstanta dibagi , sehingga menuju dan untuk besar. Suku kedua . Akibatnya, bila , untuk besar, sehingga tak terbatas. Ini bukti lain untuk Proposisi 31.3.4.
Ringkasan
Bila konvergen, maka . Jadi bila tidak konvergen ke , baik karena limitnya bukan maupun karena limitnya tidak ada, deret itu divergen. Uji ini hanya membuktikan divergensi. Deret harmonik, , dan mempunyai suku yang menuju , tetapi deretnya divergen, karena suku-sukunya menuju nol terlalu lambat. Untuk suku taknegatif yang turun, syarat perlu yang lebih tajam adalah (Abel–Pringsheim), dan syarat "turun" di sana tidak dapat dibuang.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 32.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 30.