Bab 30: Limit Superior dan Limit Inferior (limsup & liminf)
Penjelasan master untuk Bab 30: menangkap perilaku batas maksimum dan minimum dari ekor suatu barisan yang berosilasi. Barisan divergen yang terbatas, seperti (−1)n(1+n1), tidak mempunyai limit, tetapi perilakunya tetap teratur: suku-sukunya akhirnya berayun di antara sekitar −1 dan sekitar 1. Limit superior dan limit inferior mengukur kedua batas ayunan itu. Berbeda dengan limit, keduanya selalu ada untuk barisan terbatas. Konsep ini menjadi alat penting di Bagian VI, misalnya untuk uji akar dan uji rasio pada deret.
Prasyarat: Bab 24–29, terutama Teorema Kekonvergenan Monoton (Teorema 27.2.1) dan limit subbarisan (Teorema 28.1.11).
Definisi
Misalkan (sn)n≥1 terbatas. Untuk setiap N≥1, ekor (sn)n≥N terbatas, sehingga
uN=n≥NsupsndanℓN=n≥Ninfsnada menurut aksioma supremum dan Teorema 11.3.3. Ekor yang lebih pendek adalah subhimpunan ekor yang lebih panjang, sehingga Proposisi 11.2.15 memberi:
- (uN) turun: uN+1≤uN;
- (ℓN) naik: ℓN+1≥ℓN;
- ℓN≤sN≤uN, sehingga ℓ1≤ℓN≤uN≤u1.
Jadi (uN) turun dan terbatas di bawah oleh ℓ1, dan (ℓN) naik dan terbatas di atas oleh u1. Teorema 27.2.1 menyatakan bahwa keduanya konvergen.
Definisi 30.1.1 (Limit Superior dan Limit Inferior)
Untuk barisan terbatas (sn):
n→∞limsupsn=N→∞limuN=N≥1infn≥Nsupsn,n→∞liminfsn=N→∞limℓN=N≥1supn≥Ninfsn.Kesamaan kedua pada setiap baris adalah Teorema 27.2.1(a)(b).
Definisi 30.1.1' (Perluasan untuk Barisan Sebarang)
Untuk barisan real sebarang (sn)n≥1, limsup ditetapkan menurut percabangan berikut. +∞ dan −∞ adalah label perilaku, bukan bilangan real (Definisi 26.3.10).
(i) Bila (sn) tidak terbatas di atas, maka setiap ekor (sn)n≥N juga tidak terbatas di atas. Kalau ekor sejak N terbatas di atas oleh U, maka max(U,s1,…,sN−1) adalah batas atas seluruh barisan (Teorema 24.2.5), karena membuang berhingga banyak bilangan real tidak dapat menghilangkan ketakterbatasan. Jadi uN tidak ada sebagai bilangan real untuk setiap N, dan kita menetapkan limsupsn=+∞.
(ii) Bila (sn) terbatas di atas, maka setiap ekor terbatas di atas, sehingga uN=supn≥Nsn adalah bilangan real (aksioma supremum), dan (uN) turun (Proposisi 11.2.15). Bila (uN) terbatas di bawah, Teorema 27.2.1(b) memberi bilangan real limsupsn=limNuN=infNuN. Bila (uN) tidak terbatas di bawah, maka uN→−∞, karena barisan itu turun (Teorema 27.2.1(c)), dan kita menetapkan limsupsn=−∞.
Dalam kasus (ii), uN→−∞ jika dan hanya jika sn→−∞. (⇒) Untuk M∈R, ada N0 dengan uN<M untuk N≥N0. Karena sn≤un, untuk n≥N0 berlaku sn<M. (⇐) Untuk M∈R, ada N0 dengan sn<M−1 untuk n≥N0. Maka M−1 adalah batas atas ekor sejak N0, sehingga uN0≤M−1<M, dan untuk N≥N0, uN≤uN0<M.
Secara dual: (i') bila (sn) tidak terbatas di bawah, setiap ekor juga demikian, dan liminfsn=−∞. (ii') Bila (sn) terbatas di bawah, ℓN=infn≥Nsn adalah bilangan real (Teorema 11.3.3), dan (ℓN) naik. Bila (ℓN) terbatas di atas, liminfsn=limNℓN=supNℓN adalah bilangan real. Bila tidak, ℓN→+∞, dan liminfsn=+∞, yang terjadi tepat ketika sn→+∞.
Untuk barisan terbatas, kedua kasus (ii) dan (ii') berlaku dengan nilai real, sehingga perluasan ini cocok dengan Definisi 30.1.1. Barisan yang hanya terbatas pada satu sisi dapat mempunyai limsup atau liminf real pada sisi itu, seperti pada Contoh 30.1.3(d). Kecuali disebut lain, teorema-teorema unit ini dinyatakan untuk barisan terbatas.
Bila (sn) terbatas, liminfsn≤limsupsn, karena ℓN≤uN untuk setiap N (Teorema 26.3.1).
Contoh 30.1.2 (Contoh Master)
sn=(−1)n(1+n1). Suku genap 1+n1 positif dan turun. Suku ganjil −(1+n1) negatif dan naik.
- uN: suku terbesar dalam ekor sejak N adalah suku genap pertama. Jadi uN=1+N1 bila N genap, dan uN=1+N+11 bila N ganjil. Dalam kedua kasus 1<uN≤1+N1, sehingga uN→1.
- ℓN: suku terkecil adalah suku ganjil pertama. Jadi ℓN=−(1+N1) bila N ganjil, dan ℓN=−(1+N+11) bila N genap, sehingga ℓN→−1.
Jadi limsupsn=1 dan liminfsn=−1, sesuai master. Perhatikan bahwa supnsn=u1=23 dan infnsn=ℓ1=−2. Supremum dan infimum seluruh barisan dipengaruhi oleh suku-suku awal, sedangkan limsup dan liminf tidak.
Contoh 30.1.3
(a) sn=(−1)n: uN=1 dan ℓN=−1 untuk semua N. Jadi limsup=1 dan liminf=−1.
(b) Barisan konvergen sn=n1: uN=N1 dan ℓN=0, karena infimum ekor adalah 0 dan tidak tercapai. Jadi limsup=liminf=0.
(c) sn= sisa pembagian n oleh 3: uN=2 dan ℓN=0. Jadi limsup=2 dan liminf=0.
(d) sn=n untuk n genap dan sn=0 untuk n ganjil, yaitu s2k=2k dan s2k−1=0. Barisan ini tidak terbatas di atas, sehingga limsupsn=+∞ menurut Definisi 30.1.1'(i). Barisan ini terbatas di bawah oleh 0, dan setiap ekor memuat suku ganjil bernilai 0. Jadi ℓN=0 untuk setiap N. Barisan (ℓN) konstan, sehingga terbatas di atas, dan Definisi 30.1.1'(ii') memberi liminfsn=0.
Karakterisasi
Teorema 30.1.4 (Karakterisasi ε)
Misalkan (sn) terbatas dan L∈R. Maka L=limsupsn jika dan hanya jika untuk setiap ε>0:
(i) sn<L+ε untuk semua n kecuali berhingga banyak; dan
(ii) sn>L−ε untuk tak hingga banyak n.
Pernyataan serupa berlaku untuk liminf, dengan peran < dan > ditukar.
Bukti. (⇒) Misalkan L=limsupsn=infNuN, dan ε>0.
(i) Ada N dengan uN<L+ε, sehingga sn≤uN<L+ε untuk semua n≥N.
(ii) Untuk setiap N, uN≥L>L−ε. Karena uN supremum ekor sejak N, ada n≥N dengan sn>L−ε (Teorema 11.3.2). Jadi untuk setiap N ada indeks n≥N yang memenuhi, sehingga ada tak hingga banyak indeks seperti itu.
(⇐) Misalkan (i) dan (ii) berlaku. Dari (i), untuk ε>0 ada N dengan uN≤L+ε, sehingga limsupsn≤L+ε. Dari (ii), setiap ekor memuat suku >L−ε, sehingga uN≥L−ε untuk semua N, dan limsupsn≥L−ε. Karena ε sebarang, limsupsn=L. □
Bacaannya: limsup adalah bilangan L yang hanya dilampaui sedikit oleh berhingga banyak suku, tetapi didekati dari bawah oleh tak hingga banyak suku.
Teorema 30.1.5 (Limit Subbarisan Terbesar dan Terkecil)
Misalkan (sn) terbatas. Maka limsupsn dan liminfsn adalah limit subbarisan dari (sn). Setiap limit subbarisan L′ memenuhi
liminfsn≤L′≤limsupsn.Jadi limsup adalah limit subbarisan terbesar, dan liminf adalah limit subbarisan terkecil.
Bukti. Misalkan L=limsupsn dan ε>0. Menurut Teorema 30.1.4, tak hingga banyak n memenuhi sn>L−ε, dan hanya berhingga banyak yang memenuhi sn≥L+ε. Jadi tak hingga banyak n memenuhi ∣sn−L∣<ε. Teorema 28.1.11 menyatakan bahwa L limit subbarisan.
Misalkan snk→L′. Untuk ε>0, sejak suatu indeks sn<L+ε (Teorema 30.1.4(i)), sehingga sejak suatu k, snk<L+ε. Akibat 25.2.6 memberi L′≤L+ε untuk setiap ε, sehingga L′≤L. Kasus liminf simetris. □
Teorema ini memberi bukti ketiga untuk Bolzano–Weierstrass. Bukti ini memakai Teorema Kekonvergenan Monoton pada (uN) dan konstruksi Teorema 28.1.11, yang tidak memakai pilihan.
Teorema 30.1.6 (Kekonvergenan)
Barisan terbatas (sn) konvergen jika dan hanya jika limsupsn=liminfsn. Dalam kasus itu, ketiganya sama: limsn=limsupsn=liminfsn.
Bukti. (⇒) Bila sn→L, satu-satunya limit subbarisan adalah L (Teorema 28.1.5). Teorema 30.1.5 memberi limsup=liminf=L.
(⇐) Bila keduanya sama dengan L, maka ℓN≤sN≤uN, dan ℓN→L, uN→L. Teorema apit memberi sN→L. □
Sifat Aljabar
Proposisi 30.1.7
Untuk barisan terbatas (sn) dan (tn):
(a) liminf(−sn)=−limsupsn;
(b) limsup(csn)=climsupsn untuk c≥0;
(c) limsup(sn+tn)≤limsupsn+limsuptn;
(d) jika sn≤tn untuk n≥K, maka limsupsn≤limsuptn dan liminfsn≤liminftn;
(e) jika tn→T, maka limsup(sn+tn)=limsupsn+T.
Bukti. (a) infn≥N(−sn)=−supn≥Nsn (Proposisi 11.2.14). Ambil limit N→∞.
(b) supn≥Ncsn=csupn≥Nsn untuk c≥0. Untuk c>0, perkalian dengan c mempertahankan urutan. Untuk c=0, kedua ruas 0.
(c) Untuk n≥N, sn+tn≤uN(s)+uN(t), sehingga uN(s+t)≤uN(s)+uN(t). Ambil limit (Teorema 26.3.1).
(d) Untuk N≥K, uN(s)≤uN(t) dan ℓN(s)≤ℓN(t).
(e) Dari (c), limsup(s+t)≤limsups+T. Sebaliknya, sn=(sn+tn)+(−tn), sehingga limsups≤limsup(s+t)+limsup(−tn)=limsup(s+t)−T. □
Ketaksamaan (c) dapat tegas. Untuk sn=(−1)n dan tn=(−1)n+1, limsup(s+t)=0<2=limsups+limsupt.
Latihan
Latihan 30.1-1. Tentukan limsup dan liminf: (a) (−1)n+n1; (b) n+1(−1)nn+1; (c) 1+n2(−1)n; (d) sn=rn/4, dengan rn sisa pembagian n2 oleh 4.
Latihan 30.1-2. Untuk sn=n(−1)n, hitung uN dan ℓN secara eksplisit, lalu buktikan bahwa keduanya menuju 0.
Latihan 30.1-3. Buktikan Teorema 30.1.4 untuk liminf dari Teorema 30.1.4 untuk limsup dengan Proposisi 30.1.7(a).
Latihan 30.1-4. Beri contoh barisan terbatas dengan liminf(sn+tn)>liminfsn+liminftn.
Latihan 30.1-5. Buktikan bahwa limsup(csn)=climinfsn untuk c<0.
Latihan 30.1-6. Misalkan q:N+→Q∩[0,1] bijeksi. Tentukan limsupqn, liminfqn, dan himpunan semua limit subbarisan.
Latihan 30.1-7. Misalkan sn>0 untuk semua n, dan limsupsnsn+1<1. Buktikan bahwa sn→0.
Latihan 30.1-8. Misalkan (sn) terbatas. Buktikan bahwa limsupsn=sup{L′:L′ limit subbarisan dari (sn)}, dan bahwa supremum ini tercapai.
Solusi
Solusi 30.1-1. (a) Suku genap 1+n1→1 dan suku ganjil −1+n1→−1. Sejak suatu indeks, setiap suku dekat ke 1 atau ke −1. Jadi limsup=1 dan liminf=−1. (b) sn=n+1(−1)nn+n+11: suku genap →1 dan suku ganjil →−1. Jadi limsup=1 dan liminf=−1. (c) Barisan ini konvergen ke 1, sehingga keduanya 1 (Teorema 30.1.6). (d) n2 bersisa 0 bila n genap dan 1 bila n ganjil, karena (2j+1)2=4j2+4j+1. Jadi sn∈{0,41} bergantian, sehingga limsup=41 dan liminf=0. □
Solusi 30.1-2. Suku positif n1 muncul pada n genap, dan suku negatif −n1 pada n ganjil. uN adalah suku genap pertama dalam ekor: uN=N1 bila N genap, dan N+11 bila N ganjil. ℓN adalah suku ganjil pertama: ℓN=−N1 bila N ganjil, dan −N+11 bila N genap. Jadi ∣uN∣,∣ℓN∣≤N1→0. □
Solusi 30.1-3. liminfsn=−limsup(−sn), menurut (a) yang diterapkan pada −s. Terapkan Teorema 30.1.4 pada (−sn) dengan −L. Kondisi (i), "−sn<−L+ε kecuali berhingga banyak", menjadi "sn>L−ε kecuali berhingga banyak". Kondisi (ii), "−sn>−L−ε tak hingga kali", menjadi "sn<L+ε tak hingga kali". □
Solusi 30.1-4. sn=(−1)n dan tn=(−1)n+1: liminf(s+t)=0>−2=liminfs+liminft. □
Solusi 30.1-5. limsup(csn)=limsup(∣c∣(−sn))=∣c∣limsup(−sn)=−∣c∣liminfsn=climinfsn, menurut (b) dan (a). □
Solusi 30.1-6. Setiap x∈[0,1] adalah limit subbarisan. Setiap interval (x−ε,x+ε)∩[0,1] tak degenerat dan memuat tak hingga banyak rasional (Teorema 11.3.11), sehingga memuat tak hingga banyak indeks. Gunakan Teorema 28.1.11. Titik di luar [0,1] bukan limit subbarisan (Akibat 25.2.6). Jadi himpunan limit subbarisannya [0,1], dan menurut Teorema 30.1.5, limsup=1 dan liminf=0. □
Solusi 30.1-7. Misalkan r=limsupsnsn+1<1, dan q=21+r∈(r,1). Barisan rasio terbatas di atas, karena limsup-nya hingga dan (uN) menuju r, dan terbatas di bawah oleh 0. Teorema 30.1.4(i) dengan ε=q−r memberi snsn+1<q untuk n≥K. Latihan 27.2-6 memberi sn→0. □
Solusi 30.1-8. Teorema 30.1.5: limsupsn adalah limit subbarisan, sehingga termasuk himpunan itu, dan setiap anggota himpunan ≤limsupsn. Jadi limsupsn adalah maksimum, dan karenanya supremum, dari himpunan limit subbarisan. □
Ringkasan
Untuk barisan terbatas, uN=supn≥Nsn turun dan ℓN=infn≥Nsn naik, sehingga keduanya konvergen menurut Teorema Kekonvergenan Monoton. Limitnya adalah limsupsn=infNsupn≥Nsn dan liminfsn=supNinfn≥Nsn, yang selalu ada. Untuk contoh master (−1)n(1+n1), limsup=1 dan liminf=−1. limsup dicirikan oleh "hanya berhingga banyak suku di atas L+ε, tetapi tak hingga banyak di atas L−ε", dan merupakan limit subbarisan terbesar. Barisan terbatas konvergen tepat ketika limsup=liminf. limsup bersifat subaditif, dan menjadi aditif bila salah satu barisan konvergen.