Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 30Lanjut

    Limit Superior dan Limit Inferior (lim sup & lim inf)

    Bab 30 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    10 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 30 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 30: Limit Superior dan Limit Inferior (lim sup⁡\limsup & lim inf⁡\liminf)

    30.1 Definisi Formal lim sup⁡sn\limsup s_n dan lim inf⁡sn\liminf s_n

    Penjelasan master untuk Bab 30: menangkap perilaku batas maksimum dan minimum dari ekor suatu barisan yang berosilasi. Barisan divergen yang terbatas, seperti (−1)n(1+1n)(-1)^n(1+\tfrac1n), tidak mempunyai limit, tetapi perilakunya tetap teratur: suku-sukunya akhirnya berayun di antara sekitar −1-1 dan sekitar 11. Limit superior dan limit inferior mengukur kedua batas ayunan itu. Berbeda dengan limit, keduanya selalu ada untuk barisan terbatas. Konsep ini menjadi alat penting di Bagian VI, misalnya untuk uji akar dan uji rasio pada deret.

    Prasyarat: Bab 24–29, terutama Teorema Kekonvergenan Monoton (Teorema 27.2.1) dan limit subbarisan (Teorema 28.1.11).

    Definisi

    Misalkan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} terbatas. Untuk setiap N≥1N\geq1, ekor (sn)n≥N(s_n)_{n\geq N} terbatas, sehingga

    uN=sup⁡n≥NsndanℓN=inf⁡n≥Nsnu_N=\sup_{n\geq N}s_n\qquad\text{dan}\qquad\ell_N=\inf_{n\geq N}s_n

    ada menurut aksioma supremum dan Teorema 11.3.3. Ekor yang lebih pendek adalah subhimpunan ekor yang lebih panjang, sehingga Proposisi 11.2.15 memberi:

    • (uN)(u_N) turun: uN+1≤uNu_{N+1}\leq u_N;
    • (ℓN)(\ell_N) naik: ℓN+1≥ℓN\ell_{N+1}\geq\ell_N;
    • ℓN≤sN≤uN\ell_N\leq s_N\leq u_N, sehingga ℓ1≤ℓN≤uN≤u1\ell_1\leq\ell_N\leq u_N\leq u_1.

    Jadi (uN)(u_N) turun dan terbatas di bawah oleh ℓ1\ell_1, dan (ℓN)(\ell_N) naik dan terbatas di atas oleh u1u_1. Teorema 27.2.1 menyatakan bahwa keduanya konvergen.

    Definisi 30.1.1 (Limit Superior dan Limit Inferior)

    Untuk barisan terbatas (sn)(s_n):

    lim sup⁡n→∞sn=lim⁡N→∞uN=inf⁡N≥1sup⁡n≥Nsn,\limsup_{n\to\infty}s_n=\lim_{N\to\infty}u_N=\inf_{N\geq1}\sup_{n\geq N}s_n,lim inf⁡n→∞sn=lim⁡N→∞ℓN=sup⁡N≥1inf⁡n≥Nsn.\liminf_{n\to\infty}s_n=\lim_{N\to\infty}\ell_N=\sup_{N\geq1}\inf_{n\geq N}s_n.

    Kesamaan kedua pada setiap baris adalah Teorema 27.2.1(a)(b).

    Definisi 30.1.1' (Perluasan untuk Barisan Sebarang)

    Untuk barisan real sebarang (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1}, lim sup⁡\limsup ditetapkan menurut percabangan berikut. +∞+\infty dan −∞-\infty adalah label perilaku, bukan bilangan real (Definisi 26.3.10).

    (i) Bila (sn)(s_n) tidak terbatas di atas, maka setiap ekor (sn)n≥N(s_n)_{n\geq N} juga tidak terbatas di atas. Kalau ekor sejak NN terbatas di atas oleh UU, maka max⁡(U,s1,…,sN−1)\max(U,s_1,\ldots,s_{N-1}) adalah batas atas seluruh barisan (Teorema 24.2.5), karena membuang berhingga banyak bilangan real tidak dapat menghilangkan ketakterbatasan. Jadi uNu_N tidak ada sebagai bilangan real untuk setiap NN, dan kita menetapkan lim sup⁡sn=+∞\limsup s_n=+\infty.

    (ii) Bila (sn)(s_n) terbatas di atas, maka setiap ekor terbatas di atas, sehingga uN=sup⁡n≥Nsnu_N=\sup_{n\geq N}s_n adalah bilangan real (aksioma supremum), dan (uN)(u_N) turun (Proposisi 11.2.15). Bila (uN)(u_N) terbatas di bawah, Teorema 27.2.1(b) memberi bilangan real lim sup⁡sn=lim⁡NuN=inf⁡NuN\limsup s_n=\lim_Nu_N=\inf_Nu_N. Bila (uN)(u_N) tidak terbatas di bawah, maka uN→−∞u_N\to-\infty, karena barisan itu turun (Teorema 27.2.1(c)), dan kita menetapkan lim sup⁡sn=−∞\limsup s_n=-\infty.

    Dalam kasus (ii), uN→−∞u_N\to-\infty jika dan hanya jika sn→−∞s_n\to-\infty. (⇒\Rightarrow) Untuk M∈RM\in\mathbb{R}, ada N0N_0 dengan uN<Mu_N<M untuk N≥N0N\geq N_0. Karena sn≤uns_n\leq u_n, untuk n≥N0n\geq N_0 berlaku sn<Ms_n<M. (⇐\Leftarrow) Untuk M∈RM\in\mathbb{R}, ada N0N_0 dengan sn<M−1s_n<M-1 untuk n≥N0n\geq N_0. Maka M−1M-1 adalah batas atas ekor sejak N0N_0, sehingga uN0≤M−1<Mu_{N_0}\leq M-1<M, dan untuk N≥N0N\geq N_0, uN≤uN0<Mu_N\leq u_{N_0}<M.

    Secara dual: (i') bila (sn)(s_n) tidak terbatas di bawah, setiap ekor juga demikian, dan lim inf⁡sn=−∞\liminf s_n=-\infty. (ii') Bila (sn)(s_n) terbatas di bawah, ℓN=inf⁡n≥Nsn\ell_N=\inf_{n\geq N}s_n adalah bilangan real (Teorema 11.3.3), dan (ℓN)(\ell_N) naik. Bila (ℓN)(\ell_N) terbatas di atas, lim inf⁡sn=lim⁡NℓN=sup⁡NℓN\liminf s_n=\lim_N\ell_N=\sup_N\ell_N adalah bilangan real. Bila tidak, ℓN→+∞\ell_N\to+\infty, dan lim inf⁡sn=+∞\liminf s_n=+\infty, yang terjadi tepat ketika sn→+∞s_n\to+\infty.

    Untuk barisan terbatas, kedua kasus (ii) dan (ii') berlaku dengan nilai real, sehingga perluasan ini cocok dengan Definisi 30.1.1. Barisan yang hanya terbatas pada satu sisi dapat mempunyai lim sup⁡\limsup atau lim inf⁡\liminf real pada sisi itu, seperti pada Contoh 30.1.3(d). Kecuali disebut lain, teorema-teorema unit ini dinyatakan untuk barisan terbatas.

    Bila (sn)(s_n) terbatas, lim inf⁡sn≤lim sup⁡sn\liminf s_n\leq\limsup s_n, karena ℓN≤uN\ell_N\leq u_N untuk setiap NN (Teorema 26.3.1).

    Contoh 30.1.2 (Contoh Master)

    sn=(−1)n(1+1n)s_n=(-1)^n\bigl(1+\tfrac1n\bigr). Suku genap 1+1n1+\tfrac1n positif dan turun. Suku ganjil −(1+1n)-(1+\tfrac1n) negatif dan naik.

    • uNu_N: suku terbesar dalam ekor sejak NN adalah suku genap pertama. Jadi uN=1+1Nu_N=1+\tfrac1N bila NN genap, dan uN=1+1N+1u_N=1+\tfrac1{N+1} bila NN ganjil. Dalam kedua kasus 1<uN≤1+1N1<u_N\leq1+\tfrac1N, sehingga uN→1u_N\to1.
    • ℓN\ell_N: suku terkecil adalah suku ganjil pertama. Jadi ℓN=−(1+1N)\ell_N=-\bigl(1+\tfrac1N\bigr) bila NN ganjil, dan ℓN=−(1+1N+1)\ell_N=-\bigl(1+\tfrac1{N+1}\bigr) bila NN genap, sehingga ℓN→−1\ell_N\to-1.

    Jadi lim sup⁡sn=1\limsup s_n=1 dan lim inf⁡sn=−1\liminf s_n=-1, sesuai master. Perhatikan bahwa sup⁡nsn=u1=32\sup_ns_n=u_1=\tfrac32 dan inf⁡nsn=ℓ1=−2\inf_ns_n=\ell_1=-2. Supremum dan infimum seluruh barisan dipengaruhi oleh suku-suku awal, sedangkan lim sup⁡\limsup dan lim inf⁡\liminf tidak.

    Contoh 30.1.3

    (a) sn=(−1)ns_n=(-1)^n: uN=1u_N=1 dan ℓN=−1\ell_N=-1 untuk semua NN. Jadi lim sup⁡=1\limsup=1 dan lim inf⁡=−1\liminf=-1.

    (b) Barisan konvergen sn=1ns_n=\tfrac1n: uN=1Nu_N=\tfrac1N dan ℓN=0\ell_N=0, karena infimum ekor adalah 00 dan tidak tercapai. Jadi lim sup⁡=lim inf⁡=0\limsup=\liminf=0.

    (c) sn=s_n= sisa pembagian nn oleh 33: uN=2u_N=2 dan ℓN=0\ell_N=0. Jadi lim sup⁡=2\limsup=2 dan lim inf⁡=0\liminf=0.

    (d) sn=ns_n=n untuk nn genap dan sn=0s_n=0 untuk nn ganjil, yaitu s2k=2ks_{2k}=2k dan s2k−1=0s_{2k-1}=0. Barisan ini tidak terbatas di atas, sehingga lim sup⁡sn=+∞\limsup s_n=+\infty menurut Definisi 30.1.1'(i). Barisan ini terbatas di bawah oleh 00, dan setiap ekor memuat suku ganjil bernilai 00. Jadi ℓN=0\ell_N=0 untuk setiap NN. Barisan (ℓN)(\ell_N) konstan, sehingga terbatas di atas, dan Definisi 30.1.1'(ii') memberi lim inf⁡sn=0\liminf s_n=0.

    Karakterisasi

    Teorema 30.1.4 (Karakterisasi ε\varepsilon)

    Misalkan (sn)(s_n) terbatas dan L∈RL\in\mathbb{R}. Maka L=lim sup⁡snL=\limsup s_n jika dan hanya jika untuk setiap ε>0\varepsilon>0:

    (i) sn<L+εs_n<L+\varepsilon untuk semua nn kecuali berhingga banyak; dan

    (ii) sn>L−εs_n>L-\varepsilon untuk tak hingga banyak nn.

    Pernyataan serupa berlaku untuk lim inf⁡\liminf, dengan peran << dan >> ditukar.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Misalkan L=lim sup⁡sn=inf⁡NuNL=\limsup s_n=\inf_Nu_N, dan ε>0\varepsilon>0.

    (i) Ada NN dengan uN<L+εu_N<L+\varepsilon, sehingga sn≤uN<L+εs_n\leq u_N<L+\varepsilon untuk semua n≥Nn\geq N.

    (ii) Untuk setiap NN, uN≥L>L−εu_N\geq L>L-\varepsilon. Karena uNu_N supremum ekor sejak NN, ada n≥Nn\geq N dengan sn>L−εs_n>L-\varepsilon (Teorema 11.3.2). Jadi untuk setiap NN ada indeks n≥Nn\geq N yang memenuhi, sehingga ada tak hingga banyak indeks seperti itu.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan (i) dan (ii) berlaku. Dari (i), untuk ε>0\varepsilon>0 ada NN dengan uN≤L+εu_N\leq L+\varepsilon, sehingga lim sup⁡sn≤L+ε\limsup s_n\leq L+\varepsilon. Dari (ii), setiap ekor memuat suku >L−ε>L-\varepsilon, sehingga uN≥L−εu_N\geq L-\varepsilon untuk semua NN, dan lim sup⁡sn≥L−ε\limsup s_n\geq L-\varepsilon. Karena ε\varepsilon sebarang, lim sup⁡sn=L\limsup s_n=L. □\square

    Bacaannya: lim sup⁡\limsup adalah bilangan LL yang hanya dilampaui sedikit oleh berhingga banyak suku, tetapi didekati dari bawah oleh tak hingga banyak suku.

    Teorema 30.1.5 (Limit Subbarisan Terbesar dan Terkecil)

    Misalkan (sn)(s_n) terbatas. Maka lim sup⁡sn\limsup s_n dan lim inf⁡sn\liminf s_n adalah limit subbarisan dari (sn)(s_n). Setiap limit subbarisan L′L' memenuhi

    lim inf⁡sn≤L′≤lim sup⁡sn.\liminf s_n\leq L'\leq\limsup s_n.

    Jadi lim sup⁡\limsup adalah limit subbarisan terbesar, dan lim inf⁡\liminf adalah limit subbarisan terkecil.

    Bukti. Misalkan L=lim sup⁡snL=\limsup s_n dan ε>0\varepsilon>0. Menurut Teorema 30.1.4, tak hingga banyak nn memenuhi sn>L−εs_n>L-\varepsilon, dan hanya berhingga banyak yang memenuhi sn≥L+εs_n\geq L+\varepsilon. Jadi tak hingga banyak nn memenuhi ∣sn−L∣<ε|s_n-L|<\varepsilon. Teorema 28.1.11 menyatakan bahwa LL limit subbarisan.

    Misalkan snk→L′s_{n_k}\to L'. Untuk ε>0\varepsilon>0, sejak suatu indeks sn<L+εs_n<L+\varepsilon (Teorema 30.1.4(i)), sehingga sejak suatu kk, snk<L+εs_{n_k}<L+\varepsilon. Akibat 25.2.6 memberi L′≤L+εL'\leq L+\varepsilon untuk setiap ε\varepsilon, sehingga L′≤LL'\leq L. Kasus lim inf⁡\liminf simetris. □\square

    Teorema ini memberi bukti ketiga untuk Bolzano–Weierstrass. Bukti ini memakai Teorema Kekonvergenan Monoton pada (uN)(u_N) dan konstruksi Teorema 28.1.11, yang tidak memakai pilihan.

    Teorema 30.1.6 (Kekonvergenan)

    Barisan terbatas (sn)(s_n) konvergen jika dan hanya jika lim sup⁡sn=lim inf⁡sn\limsup s_n=\liminf s_n. Dalam kasus itu, ketiganya sama: lim⁡sn=lim sup⁡sn=lim inf⁡sn\lim s_n=\limsup s_n=\liminf s_n.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Bila sn→Ls_n\to L, satu-satunya limit subbarisan adalah LL (Teorema 28.1.5). Teorema 30.1.5 memberi lim sup⁡=lim inf⁡=L\limsup=\liminf=L.

    (⇐\Leftarrow) Bila keduanya sama dengan LL, maka ℓN≤sN≤uN\ell_N\leq s_N\leq u_N, dan ℓN→L\ell_N\to L, uN→Lu_N\to L. Teorema apit memberi sN→Ls_N\to L. □\square

    Sifat Aljabar

    Proposisi 30.1.7

    Untuk barisan terbatas (sn)(s_n) dan (tn)(t_n):

    (a) lim inf⁡(−sn)=−lim sup⁡sn\liminf(-s_n)=-\limsup s_n;

    (b) lim sup⁡(csn)=clim sup⁡sn\limsup(cs_n)=c\limsup s_n untuk c≥0c\geq0;

    (c) lim sup⁡(sn+tn)≤lim sup⁡sn+lim sup⁡tn\limsup(s_n+t_n)\leq\limsup s_n+\limsup t_n;

    (d) jika sn≤tns_n\leq t_n untuk n≥Kn\geq K, maka lim sup⁡sn≤lim sup⁡tn\limsup s_n\leq\limsup t_n dan lim inf⁡sn≤lim inf⁡tn\liminf s_n\leq\liminf t_n;

    (e) jika tn→Tt_n\to T, maka lim sup⁡(sn+tn)=lim sup⁡sn+T\limsup(s_n+t_n)=\limsup s_n+T.

    Bukti. (a) inf⁡n≥N(−sn)=−sup⁡n≥Nsn\inf_{n\geq N}(-s_n)=-\sup_{n\geq N}s_n (Proposisi 11.2.14). Ambil limit N→∞N\to\infty.

    (b) sup⁡n≥Ncsn=csup⁡n≥Nsn\sup_{n\geq N}cs_n=c\sup_{n\geq N}s_n untuk c≥0c\geq0. Untuk c>0c>0, perkalian dengan cc mempertahankan urutan. Untuk c=0c=0, kedua ruas 00.

    (c) Untuk n≥Nn\geq N, sn+tn≤uN(s)+uN(t)s_n+t_n\leq u_N(s)+u_N(t), sehingga uN(s+t)≤uN(s)+uN(t)u_N(s+t)\leq u_N(s)+u_N(t). Ambil limit (Teorema 26.3.1).

    (d) Untuk N≥KN\geq K, uN(s)≤uN(t)u_N(s)\leq u_N(t) dan ℓN(s)≤ℓN(t)\ell_N(s)\leq\ell_N(t).

    (e) Dari (c), lim sup⁡(s+t)≤lim sup⁡s+T\limsup(s+t)\leq\limsup s+T. Sebaliknya, sn=(sn+tn)+(−tn)s_n=(s_n+t_n)+(-t_n), sehingga lim sup⁡s≤lim sup⁡(s+t)+lim sup⁡(−tn)=lim sup⁡(s+t)−T\limsup s\leq\limsup(s+t)+\limsup(-t_n)=\limsup(s+t)-T. □\square

    Ketaksamaan (c) dapat tegas. Untuk sn=(−1)ns_n=(-1)^n dan tn=(−1)n+1t_n=(-1)^{n+1}, lim sup⁡(s+t)=0<2=lim sup⁡s+lim sup⁡t\limsup(s+t)=0<2=\limsup s+\limsup t.

    Latihan

    Latihan 30.1-1. Tentukan lim sup⁡\limsup dan lim inf⁡\liminf: (a) (−1)n+1n(-1)^n+\tfrac1n; (b) (−1)nn+1n+1\tfrac{(-1)^nn+1}{n+1}; (c) 1+2(−1)nn1+\tfrac{2(-1)^n}n; (d) sn=rn/4s_n=r_n/4, dengan rnr_n sisa pembagian n2n^2 oleh 44.

    Latihan 30.1-2. Untuk sn=(−1)nns_n=\tfrac{(-1)^n}n, hitung uNu_N dan ℓN\ell_N secara eksplisit, lalu buktikan bahwa keduanya menuju 00.

    Latihan 30.1-3. Buktikan Teorema 30.1.4 untuk lim inf⁡\liminf dari Teorema 30.1.4 untuk lim sup⁡\limsup dengan Proposisi 30.1.7(a).

    Latihan 30.1-4. Beri contoh barisan terbatas dengan lim inf⁡(sn+tn)>lim inf⁡sn+lim inf⁡tn\liminf(s_n+t_n)>\liminf s_n+\liminf t_n.

    Latihan 30.1-5. Buktikan bahwa lim sup⁡(csn)=clim inf⁡sn\limsup(cs_n)=c\liminf s_n untuk c<0c<0.

    Latihan 30.1-6. Misalkan q:N+→Q∩[0,1]q:\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{Q}\cap[0,1] bijeksi. Tentukan lim sup⁡qn\limsup q_n, lim inf⁡qn\liminf q_n, dan himpunan semua limit subbarisan.

    Latihan 30.1-7. Misalkan sn>0s_n>0 untuk semua nn, dan lim sup⁡sn+1sn<1\limsup\tfrac{s_{n+1}}{s_n}<1. Buktikan bahwa sn→0s_n\to0.

    Latihan 30.1-8. Misalkan (sn)(s_n) terbatas. Buktikan bahwa lim sup⁡sn=sup⁡{L′:L′ limit subbarisan dari (sn)}\limsup s_n=\sup\{L':L'\text{ limit subbarisan dari }(s_n)\}, dan bahwa supremum ini tercapai.

    Solusi

    Solusi 30.1-1. (a) Suku genap 1+1n→11+\tfrac1n\to1 dan suku ganjil −1+1n→−1-1+\tfrac1n\to-1. Sejak suatu indeks, setiap suku dekat ke 11 atau ke −1-1. Jadi lim sup⁡=1\limsup=1 dan lim inf⁡=−1\liminf=-1. (b) sn=(−1)nnn+1+1n+1s_n=\tfrac{(-1)^nn}{n+1}+\tfrac1{n+1}: suku genap →1\to1 dan suku ganjil →−1\to-1. Jadi lim sup⁡=1\limsup=1 dan lim inf⁡=−1\liminf=-1. (c) Barisan ini konvergen ke 11, sehingga keduanya 11 (Teorema 30.1.6). (d) n2n^2 bersisa 00 bila nn genap dan 11 bila nn ganjil, karena (2j+1)2=4j2+4j+1(2j+1)^2=4j^2+4j+1. Jadi sn∈{0,14}s_n\in\{0,\tfrac14\} bergantian, sehingga lim sup⁡=14\limsup=\tfrac14 dan lim inf⁡=0\liminf=0. □\square

    Solusi 30.1-2. Suku positif 1n\tfrac1n muncul pada nn genap, dan suku negatif −1n-\tfrac1n pada nn ganjil. uNu_N adalah suku genap pertama dalam ekor: uN=1Nu_N=\tfrac1N bila NN genap, dan 1N+1\tfrac1{N+1} bila NN ganjil. ℓN\ell_N adalah suku ganjil pertama: ℓN=−1N\ell_N=-\tfrac1N bila NN ganjil, dan −1N+1-\tfrac1{N+1} bila NN genap. Jadi ∣uN∣,∣ℓN∣≤1N→0|u_N|,|\ell_N|\leq\tfrac1N\to0. □\square

    Solusi 30.1-3. lim inf⁡sn=−lim sup⁡(−sn)\liminf s_n=-\limsup(-s_n), menurut (a) yang diterapkan pada −s-s. Terapkan Teorema 30.1.4 pada (−sn)(-s_n) dengan −L-L. Kondisi (i), "−sn<−L+ε-s_n<-L+\varepsilon kecuali berhingga banyak", menjadi "sn>L−εs_n>L-\varepsilon kecuali berhingga banyak". Kondisi (ii), "−sn>−L−ε-s_n>-L-\varepsilon tak hingga kali", menjadi "sn<L+εs_n<L+\varepsilon tak hingga kali". □\square

    Solusi 30.1-4. sn=(−1)ns_n=(-1)^n dan tn=(−1)n+1t_n=(-1)^{n+1}: lim inf⁡(s+t)=0>−2=lim inf⁡s+lim inf⁡t\liminf(s+t)=0>-2=\liminf s+\liminf t. □\square

    Solusi 30.1-5. lim sup⁡(csn)=lim sup⁡(∣c∣(−sn))=∣c∣lim sup⁡(−sn)=−∣c∣lim inf⁡sn=clim inf⁡sn\limsup(cs_n)=\limsup(|c|(-s_n))=|c|\limsup(-s_n)=-|c|\liminf s_n=c\liminf s_n, menurut (b) dan (a). □\square

    Solusi 30.1-6. Setiap x∈[0,1]x\in[0,1] adalah limit subbarisan. Setiap interval (x−ε,x+ε)∩[0,1](x-\varepsilon,x+\varepsilon)\cap[0,1] tak degenerat dan memuat tak hingga banyak rasional (Teorema 11.3.11), sehingga memuat tak hingga banyak indeks. Gunakan Teorema 28.1.11. Titik di luar [0,1][0,1] bukan limit subbarisan (Akibat 25.2.6). Jadi himpunan limit subbarisannya [0,1][0,1], dan menurut Teorema 30.1.5, lim sup⁡=1\limsup=1 dan lim inf⁡=0\liminf=0. □\square

    Solusi 30.1-7. Misalkan r=lim sup⁡sn+1sn<1r=\limsup\tfrac{s_{n+1}}{s_n}<1, dan q=1+r2∈(r,1)q=\tfrac{1+r}2\in(r,1). Barisan rasio terbatas di atas, karena lim sup⁡\limsup-nya hingga dan (uN)(u_N) menuju rr, dan terbatas di bawah oleh 00. Teorema 30.1.4(i) dengan ε=q−r\varepsilon=q-r memberi sn+1sn<q\tfrac{s_{n+1}}{s_n}<q untuk n≥Kn\geq K. Latihan 27.2-6 memberi sn→0s_n\to0. □\square

    Solusi 30.1-8. Teorema 30.1.5: lim sup⁡sn\limsup s_n adalah limit subbarisan, sehingga termasuk himpunan itu, dan setiap anggota himpunan ≤lim sup⁡sn\leq\limsup s_n. Jadi lim sup⁡sn\limsup s_n adalah maksimum, dan karenanya supremum, dari himpunan limit subbarisan. □\square

    Ringkasan

    Untuk barisan terbatas, uN=sup⁡n≥Nsnu_N=\sup_{n\geq N}s_n turun dan ℓN=inf⁡n≥Nsn\ell_N=\inf_{n\geq N}s_n naik, sehingga keduanya konvergen menurut Teorema Kekonvergenan Monoton. Limitnya adalah lim sup⁡sn=inf⁡Nsup⁡n≥Nsn\limsup s_n=\inf_N\sup_{n\geq N}s_n dan lim inf⁡sn=sup⁡Ninf⁡n≥Nsn\liminf s_n=\sup_N\inf_{n\geq N}s_n, yang selalu ada. Untuk contoh master (−1)n(1+1n)(-1)^n(1+\tfrac1n), lim sup⁡=1\limsup=1 dan lim inf⁡=−1\liminf=-1. lim sup⁡\limsup dicirikan oleh "hanya berhingga banyak suku di atas L+εL+\varepsilon, tetapi tak hingga banyak di atas L−εL-\varepsilon", dan merupakan limit subbarisan terbesar. Barisan terbatas konvergen tepat ketika lim sup⁡=lim inf⁡\limsup=\liminf. lim sup⁡\limsup bersifat subaditif, dan menjadi aditif bila salah satu barisan konvergen.

    Bab terdekat

    BerikutnyaKonvergensi Deret Tak Hingga

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 31.

    SebelumnyaBarisan Cauchy dan Kriteria Kelengkapan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 29.