Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 15Lanjut

    Klasifikasi dan Anatomi Pertaksamaan

    Bab 15 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    42 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 15 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 15: Klasifikasi dan Anatomi Pertaksamaan

    15.1 Persamaan vs Pertaksamaan Terbuka

    Bab 13–14 mempelajari bentuk himpunan di garis riil: bola, interior, himpunan buka dan tutup. Bab 15 mengalihkan perhatian ke cara himpunan-himpunan itu muncul dalam praktik, yaitu sebagai himpunan penyelesaian persamaan dan pertaksamaan. Sebelum masuk ke teknik penyelesaian (Bab 16) dan nilai mutlak (Bab 17–19), bab ini menata fondasi logisnya:

    • apa sebenarnya persamaan dan pertaksamaan;
    • apa arti "menyelesaikan";
    • langkah aljabar mana yang mempertahankan himpunan penyelesaian;
    • bagaimana domain ekspresi membatasi semuanya.

    Kata "terbuka" pada judul unit ini berarti kalimat terbuka: kalimat yang memuat variabel bebas, sehingga belum bernilai benar atau salah sebelum variabelnya diisi atau dikuantifikasi (Bab 2). Kata ini tidak merujuk pada himpunan buka Unit 13.4. Pertaksamaan x≤1x\leq1 adalah kalimat terbuka, padahal himpunan penyelesaiannya, (−∞,1](-\infty,1], adalah himpunan tutup.

    Prasyarat:

    • fungsi proposisional dan kuantor (Bab 2);
    • prinsip separasi dan operasi himpunan (Bab 3);
    • fungsi sebagai himpunan pasangan dengan domain (Bab 5);
    • aksioma urutan, trikotomi, dan hukum tanda (Bab 10, khususnya Teorema 10.1.5, Proposisi 10.1.9, Korolari 10.2.1a, Korolari 10.2.6b);
    • notasi interval (Definisi 12.1.2–12.1.3);
    • Lemma 13.1.2 untuk membuka nilai mutlak.

    Kalimat Terbuka Perbandingan

    Definisi 15.1.1 (Persamaan dan Pertaksamaan dalam Satu Variabel)

    Misalkan D⊆RD\subseteq\mathbb{R} dan f,g:D→Rf,g:D\to\mathbb{R} dua fungsi dengan domain DD. Kalimat terbuka

    • f(x)=g(x)f(x)=g(x) disebut persamaan;
    • f(x)<g(x)f(x)<g(x), f(x)≤g(x)f(x)\leq g(x), f(x)>g(x)f(x)>g(x), f(x)≥g(x)f(x)\geq g(x) disebut pertaksamaan (tegas untuk << dan >>, lemah untuk ≤\leq dan ≥\geq);
    • f(x)≠g(x)f(x)\ne g(x) disebut ketaksamaan sederhana.

    Semuanya dibaca dengan variabel xx berjalan di semesta DD. Untuk setiap a∈Da\in D, mengganti xx dengan aa menghasilkan proposisi yang benar atau salah.

    Dalam praktik, ff dan gg diberikan sebagai ekspresi, misalnya 2x−42x-4 atau 1x−1\tfrac1{x-1}, dan DD adalah himpunan semua bilangan tempat kedua ekspresi terdefinisi. Penentuan DD dibahas pada Unit 15.4. Di unit ini DD selalu diberikan.

    Kalimat terbuka bukan proposisi. Pertanyaan "apakah x2<4x^2<4 benar?" tidak mempunyai jawaban sebelum xx ditentukan. Pertanyaan itu baru bermakna dalam bentuk seperti ini:

    • "untuk x=1x=1": benar;
    • "untuk x=3x=3": salah;
    • "untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R}": salah, saksi x=3x=3;
    • "untuk suatu x∈Rx\in\mathbb{R}": benar, saksi x=0x=0.

    Menyelesaikan suatu kalimat terbuka berarti menentukan dengan tepat untuk anggota DD mana kalimat itu benar.

    Definisi 15.1.2 (Himpunan Kebenaran)

    Untuk kalimat terbuka P(x)P(x) dengan semesta DD, himpunan kebenarannya adalah

    {x∈D:P(x)},\{x\in D:P(x)\},

    yang ada menurut prinsip separasi (Bab 3). Untuk persamaan dan pertaksamaan, himpunan ini disebut himpunan penyelesaian. Pembahasan lengkapnya pada Unit 15.2.

    Untuk sepasang f,gf,g pada DD, kita memakai singkatan

    S<={x∈D:f(x)<g(x)},S=={x∈D:f(x)=g(x)},S>={x∈D:f(x)>g(x)},S_{<}=\{x\in D:f(x)<g(x)\},\quad S_{=}=\{x\in D:f(x)=g(x)\},\quad S_{>}=\{x\in D:f(x)>g(x)\},

    dan secara serupa S≤S_{\leq}, S≥S_{\geq}, S≠S_{\ne}.

    Trikotomi: Persamaan dan Pertaksamaan Saling Melengkapi

    Teorema 15.1.3 (Partisi Trikotomi)

    Untuk f,g:D→Rf,g:D\to\mathbb{R}:

    (a) S<S_<, S=S_=, S>S_> saling lepas dan gabungannya DD;

    (b) S≤=S<∪S=S_{\leq}=S_<\cup S_=, S≥=S>∪S=S_{\geq}=S_>\cup S_=, dan S≠=S<∪S>S_{\ne}=S_<\cup S_>;

    (c) D∖S<=S≥D\setminus S_<=S_{\geq}, D∖S>=S≤D\setminus S_>=S_{\leq}, dan D∖S==S≠D\setminus S_==S_{\ne}.

    Bukti. (a) Untuk setiap x∈Dx\in D, f(x)f(x) dan g(x)g(x) bilangan real. Trikotomi urutan (Bab 10) menyatakan bahwa tepat satu dari f(x)<g(x)f(x)<g(x), f(x)=g(x)f(x)=g(x), f(x)>g(x)f(x)>g(x) berlaku. "Paling sedikit satu" memberi gabungan DD; "paling banyak satu" memberi saling lepas.

    (b) f(x)≤g(x)f(x)\leq g(x) didefinisikan sebagai "f(x)<g(x)f(x)<g(x) atau f(x)=g(x)f(x)=g(x)" (Definisi 10.1.4). Disjungsi kalimat sesuai dengan gabungan himpunan kebenarannya. Hal yang sama berlaku untuk ≥\geq. Untuk ≠\ne, negasi kesamaan dengan trikotomi berarti "<< atau >>".

    (c) Dari (a) dan (b): D∖S<=S=∪S>=S≥D\setminus S_<=S_=\cup S_>=S_\geq, dan dua kesamaan lainnya serupa. □\square

    Teorema ini memberi pandangan pertama tentang hubungan persamaan dan pertaksamaan. Persamaan f(x)=g(x)f(x)=g(x) menentukan "batas pemisah" S=S_=, dan dua pertaksamaan tegas menentukan dua sisi selebihnya. Menyelesaikan salah satu dari ketiganya, ditambah pengetahuan tentang dua lainnya, cukup untuk mengetahui semuanya. Negasi pertaksamaan tegas adalah pertaksamaan lemah dengan arah berlawanan: ¬(f(x)<g(x))\neg\bigl(f(x)<g(x)\bigr) setara dengan f(x)≥g(x)f(x)\geq g(x), bukan dengan f(x)>g(x)f(x)>g(x).

    Proposisi 15.1.4 (Reduksi ke Perbandingan dengan Nol)

    Untuk f,g:D→Rf,g:D\to\mathbb{R}, tulis h=f−gh=f-g, yaitu h(x)=f(x)−g(x)h(x)=f(x)-g(x) pada DD. Maka untuk setiap x∈Dx\in D:

    f(x)<g(x)  ⟺  h(x)<0,f(x)=g(x)  ⟺  h(x)=0,f(x)>g(x)  ⟺  h(x)>0.f(x)<g(x)\iff h(x)<0,\qquad f(x)=g(x)\iff h(x)=0,\qquad f(x)>g(x)\iff h(x)>0.

    Bukti. Translasi oleh −g(x)-g(x) mempertahankan urutan dan kesamaan (Teorema 10.1.5), dan translasi oleh +g(x)+g(x) mengembalikannya. □\square

    Jadi setiap persamaan adalah soal pembuat nol hh, dan setiap pertaksamaan adalah soal tanda hh. Bab 16 membangun teknik tanda untuk hh polinomial dan rasional. Di sini cukup dicatat bahwa reduksi ini adalah ekuivalensi pada setiap titik DD, bukan sekadar implikasi.

    Titik Potong dan Wilayah: Slogan dan Batasnya

    Penjelasan master merumuskan perbedaan dengan slogan: "persamaan mencari titik potong, sedangkan pertaksamaan mencari wilayah domain validitas". Dalam gambar grafik y=f(x)y=f(x) dan y=g(x)y=g(x) di atas DD:

    • S=S_= adalah himpunan absis titik-titik potong kedua grafik;
    • S<S_< adalah himpunan absis tempat grafik ff berada di bawah grafik gg.

    Untuk banyak soal yang lazim, S=S_= berupa beberapa titik dan S<S_< berupa gabungan interval, sehingga slogan itu menolong intuisi.

    Namun slogan itu heuristik, bukan teorema. Bentuk himpunan penyelesaian tidak ditentukan oleh simbol == atau <<, melainkan oleh fungsi-fungsinya. Contoh berikut membuktikannya.

    Contoh 15.1.5 (Persamaan dan Pertaksamaan Kuadrat Sederhana)

    Pada D=RD=\mathbb{R} dengan f(x)=x2f(x)=x^2 dan g(x)=4g(x)=4:

    S=={−2,2},S<=(−2,2),S>=(−∞,−2)∪(2,∞).S_==\{-2,2\},\qquad S_<=(-2,2),\qquad S_>=(-\infty,-2)\cup(2,\infty).

    Bukti. Proposisi 10.2.7a(iii) memberi x2=∣x∣2x^2=|x|^2, dan 4=224=2^2. Karena ∣x∣≥0|x|\geq0 dan 2≥02\geq0, Korolari 10.2.6b memberi x2<4  ⟺  ∣x∣<2x^2<4\iff|x|<2. Lemma 13.1.2(b) memberi ∣x∣<2  ⟺  −2<x<2|x|<2\iff-2<x<2. Untuk kesamaan, Korolari 10.2.6a memberi ∣x∣2=22  ⟺  ∣x∣=2|x|^2=2^2\iff|x|=2, yaitu x=2x=2 atau x=−2x=-2 menurut definisi nilai mutlak. Bagian S>S_> adalah sisanya, menurut Teorema 15.1.3(a). □\square

    Ini kasus yang sesuai slogan: persamaan memberi dua titik, dan pertaksamaan memberi interval.

    Contoh 15.1.6 (Contoh Tandingan bagi Slogan)

    (a) Pertaksamaan dengan himpunan penyelesaian satu titik: x2≤0x^2\leq0 pada R\mathbb{R} mempunyai S≤={0}S_\leq=\{0\}. Teorema 10.2.2 memberi x2≥0x^2\geq0, dengan kesamaan tepat ketika x=0x=0.

    (b) Persamaan dengan himpunan penyelesaian berupa sinar: ∣x∣=x|x|=x pada R\mathbb{R} mempunyai S==[0,∞)S_==[0,\infty). Untuk x≥0x\geq0, definisi memberi ∣x∣=x|x|=x. Untuk x<0x<0, ∣x∣=−x>0>x|x|=-x>0>x.

    (c) Pertaksamaan tanpa penyelesaian: x2+1<0x^2+1<0 mempunyai S<=∅S_<=\emptyset, karena x2+1≥1>0x^2+1\geq1>0.

    (d) Pertaksamaan yang selalu benar: x2+1>0x^2+1>0 mempunyai S>=RS_>=\mathbb{R}.

    (e) Pertaksamaan dengan himpunan penyelesaian yang bukan gabungan interval nondegenerat: pada D=ZD=\mathbb{Z}, pertaksamaan x2<4x^2<4 mempunyai penyelesaian {−1,0,1}\{-1,0,1\}.

    Pelajaran: untuk setiap soal, himpunan penyelesaian harus ditentukan, dan tidak boleh ditebak dari jenis tanda perbandingannya.

    Identitas, Persamaan Bersyarat, dan Kuantor

    Kalimat terbuka P(x)P(x) dengan semesta DD mempunyai tiga kemungkinan status:

    • Identitas: P(x)P(x) benar untuk setiap x∈Dx\in D. Pernyataan ∀x∈D P(x)\forall x\in D\,P(x) benar, dan himpunan penyelesaiannya DD.
    • Mustahil: P(x)P(x) salah untuk setiap x∈Dx\in D. Himpunan penyelesaiannya ∅\emptyset.
    • Bersyarat: P(x)P(x) benar untuk sebagian dan salah untuk sebagian anggota DD.

    Contohnya:

    • (x+1)2=x2+2x+1(x+1)^2=x^2+2x+1 adalah identitas pada R\mathbb{R} (distributivitas).
    • x2+x+1>0x^2+x+1>0 adalah identitas pada R\mathbb{R}, karena x2+x+1=(x+12)2+34≥34>0x^2+x+1=(x+\tfrac12)^2+\tfrac34\geq\tfrac34>0.
    • x2−2x+1>0x^2-2x+1>0 bersyarat: ruas kiri (x−1)2(x-1)^2, positif untuk x≠1x\ne1 dan nol untuk x=1x=1.

    Untuk membantah bahwa suatu kalimat adalah identitas, cukup satu saksi, misalnya x=1x=1 di atas. Untuk membuktikan identitas, diperlukan argumen yang berlaku bagi setiap anggota DD. Pemeriksaan pada beberapa nilai tidak membuktikan apa pun.

    Kombinasi Logis dan Sistem

    Proposisi 15.1.7 (Penghubung Logika dan Operasi Himpunan)

    Untuk kalimat terbuka P(x)P(x) dan Q(x)Q(x) pada semesta yang sama DD, dengan himpunan kebenaran SPS_P dan SQS_Q:

    (a) himpunan kebenaran P(x)∧Q(x)P(x)\wedge Q(x) adalah SP∩SQS_P\cap S_Q;

    (b) himpunan kebenaran P(x)∨Q(x)P(x)\vee Q(x) adalah SP∪SQS_P\cup S_Q;

    (c) himpunan kebenaran ¬P(x)\neg P(x) adalah D∖SPD\setminus S_P.

    Bukti. Untuk setiap x∈Dx\in D, keanggotaan xx di ruas kanan didefinisikan dengan penghubung yang sama (Bab 3). □\square

    Sistem pertaksamaan adalah konjungsi. Penulisan berantai a<f(x)≤ba<f(x)\leq b berarti a<f(x)a<f(x) dan f(x)≤bf(x)\leq b, sehingga penyelesaiannya irisan dua himpunan.

    Contoh 15.1.8 (Pertaksamaan Berantai)

    Selesaikan −1<2x+1≤5-1<2x+1\leq5 pada R\mathbb{R}.

    Penyelesaian. Konjungsi −1<2x+1-1<2x+1 dan 2x+1≤52x+1\leq5.

    • Bagian pertama: translasi −1-1 memberi −2<2x-2<2x, lalu perkalian dengan 12>0\tfrac12>0 memberi −1<x-1<x.
    • Bagian kedua: 2x≤42x\leq4, lalu x≤2x\leq2.

    Setiap langkah adalah ekuivalensi, karena translasi dapat dibalik dan perkalian dengan bilangan positif dapat dibalik dengan perkalian oleh inversnya yang positif (Korolari 10.2.1a). Jadi himpunan penyelesaiannya (−1,∞)∩(−∞,2]=(−1,2](-1,\infty)\cap(-\infty,2]=(-1,2]. □\square

    Model Ilustratif: Batas Toleransi

    Misalkan pembacaan xx dinyatakan "sesuai acuan" bila ∣x−t∣≤τ|x-t|\leq\tau, dengan acuan tt dan toleransi τ>0\tau>0 yang hipotetis. Kalimat terbuka ini adalah pertaksamaan. Himpunan penyelesaiannya [t−τ,t+τ][t-\tau,t+\tau] (Lemma 13.1.2(a)), yaitu suatu wilayah. Persamaan ∣x−t∣=τ|x-t|=\tau, yaitu "tepat di batas toleransi", mempunyai himpunan penyelesaian {t−τ,t+τ}\{t-\tau,t+\tau\}, yaitu dua titik. Partisi trikotomi untuk f(x)=∣x−t∣f(x)=|x-t| dan g(x)=τg(x)=\tau membagi garis menjadi tiga bagian:

    • di dalam pita: (t−τ,t+τ)(t-\tau,t+\tau);
    • tepat di batas: dua titik;
    • di luar pita: dua sinar.

    Pilihan antara << dan ≤\leq dalam suatu aturan menentukan apakah dua titik batas itu diterima. Pilihan itu keputusan aturan, bukan konsekuensi matematika, seperti dibahas pada Contoh 13.4.14.

    Strategi

    Strategi 1: Sebelum menyelesaikan, tuliskan semesta DD dan bentuk ff, gg.

    Strategi 2: Gunakan trikotomi. Bila satu dari S<S_<, S=S_=, S>S_> sudah diketahui, gunakan partisi untuk mendapatkan yang lain, dengan memperhatikan perbedaan tegas dan lemah.

    Strategi 3: Reduksi ke nol. Pindahkan semua ke satu ruas dan pelajari tanda selisihnya.

    Strategi 4: Jangan menebak bentuk himpunan penyelesaian dari tanda perbandingan; buktikan kedua inklusi.

    Latihan

    Latihan 15.1-1. Untuk masing-masing pernyataan berikut, tentukan apakah ia proposisi atau kalimat terbuka. Bila kalimat terbuka, tentukan nilai kebenaran setelah dikuantifikasi universal dan eksistensial atas R\mathbb{R}. (a) 32<103^2<10; (b) x2<10x^2<10; (c) x2≥0x^2\geq0; (d) x+1=xx+1=x.

    Latihan 15.1-2. Untuk f(x)=x2f(x)=x^2 dan g(x)=9g(x)=9, tentukan S<S_<, S=S_=, S>S_> (a) pada D=RD=\mathbb{R}, (b) pada D=ND=\mathbb{N}. Bandingkan kedua jawaban.

    Latihan 15.1-3. Buktikan dari trikotomi bahwa D∖S<=S≥D\setminus S_<=S_\geq dan S≤=S<∪S=S_\leq=S_<\cup S_=. Simpulkan bahwa negasi "f(x)<g(x)f(x)<g(x)" adalah "f(x)≥g(x)f(x)\geq g(x)", bukan "f(x)>g(x)f(x)>g(x)".

    Latihan 15.1-4. Tentukan apakah setiap kalimat berikut identitas, mustahil, atau bersyarat pada R\mathbb{R}, beserta bukti: (a) (x−1)(x+1)=x2−1(x-1)(x+1)=x^2-1; (b) x2+x+1>0x^2+x+1>0; (c) x2−2x+1>0x^2-2x+1>0; (d) x2+4x+5≤0x^2+4x+5\leq0.

    Latihan 15.1-5. Berikan (a) persamaan dengan himpunan penyelesaian tak hingga yang memuat suatu interval nondegenerat, (b) pertaksamaan tegas pada R\mathbb{R} dengan himpunan penyelesaian R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}, (c) pertaksamaan lemah pada R\mathbb{R} dengan himpunan penyelesaian satu titik. Buktikan setiap klaim.

    Latihan 15.1-6. Selesaikan −3≤1−2x<5-3\leq1-2x<5 pada R\mathbb{R}, dan jelaskan mengapa setiap langkah adalah ekuivalensi.

    Latihan 15.1-7. Pada R\mathbb{R}, tentukan himpunan kebenaran dari (a) x<−1∨x≥2x<-1\vee x\geq2, (b) negasi kalimat (a), (c) −2<x∧x≤1-2<x\wedge x\leq1, dan (d) negasi kalimat (c). Nyatakan semuanya dengan notasi interval.

    Latihan 15.1-8. Misalkan f(x)=x2+3f(x)=x^2+3 dan g(x)=4xg(x)=4x pada R\mathbb{R}. (a) Tunjukkan bahwa f(x)<g(x)  ⟺  (x−1)(x−3)<0f(x)<g(x)\iff(x-1)(x-3)<0. (b) Tentukan tanda (x−1)(x−3)(x-1)(x-3) pada x=0x=0, x=2x=2, dan x=4x=4. (c) Tentukan S<S_< dengan bukti kedua inklusi.

    Solusi

    Solusi 15.1-1. (a) Proposisi yang benar (9<109<10). (b) Kalimat terbuka. ∀\forall: salah, saksi x=4x=4 (16≥1016\geq10). ∃\exists: benar, saksi x=0x=0. (c) Kalimat terbuka. ∀\forall: benar (Teorema 10.2.2), sehingga ∃\exists juga benar. (d) Kalimat terbuka. x+1=xx+1=x memberi 1=01=0 setelah translasi, yang mustahil, sehingga ∀\forall dan ∃\exists keduanya salah. □\square

    Solusi 15.1-2. (a) Seperti Contoh 15.1.5 dengan 33 menggantikan 22: S=={−3,3}S_==\{-3,3\}, S<=(−3,3)S_<=(-3,3), S>=(−∞,−3)∪(3,∞)S_>=(-\infty,-3)\cup(3,\infty).

    (b) Pada N\mathbb{N}, irisan dengan jawaban (a): S<={0,1,2}S_<=\{0,1,2\}, S=={3}S_==\{3\}, S>={n∈N:n≥4}S_>=\{n\in\mathbb{N}:n\geq4\}.

    Jawaban bergantung pada semesta. Kalimat yang sama, x2<9x^2<9, mempunyai himpunan penyelesaian berupa interval di R\mathbb{R} dan himpunan berhingga di N\mathbb{N}. □\square

    Solusi 15.1-3. Teorema 15.1.3(a) dan (c). Untuk x∈Dx\in D, x∉S<x\notin S_< berarti f(x)<g(x)f(x)<g(x) salah. Trikotomi menyisakan f(x)=g(x)f(x)=g(x) atau f(x)>g(x)f(x)>g(x), yaitu f(x)≥g(x)f(x)\geq g(x). Negasi tidak sama dengan f(x)>g(x)f(x)>g(x), karena kemungkinan f(x)=g(x)f(x)=g(x) juga membuat f(x)<g(x)f(x)<g(x) salah. Contoh: f(x)=xf(x)=x dan g(x)=0g(x)=0 di x=0x=0. □\square

    Solusi 15.1-4. (a) Identitas: (x−1)(x+1)=x2+x−x−1=x2−1(x-1)(x+1)=x^2+x-x-1=x^2-1.

    (b) Identitas: x2+x+1=(x+12)2+34≥34>0x^2+x+1=(x+\tfrac12)^2+\tfrac34\geq\tfrac34>0. Periksa: (x+12)2=x2+x+14(x+\tfrac12)^2=x^2+x+\tfrac14.

    (c) Bersyarat: (x−1)2>0(x-1)^2>0 untuk x≠1x\ne1 (kuadrat bilangan tak nol positif, Teorema 10.2.2), dan =0=0 untuk x=1x=1. Himpunan penyelesaiannya R∖{1}\mathbb{R}\setminus\{1\}.

    (d) Mustahil: x2+4x+5=(x+2)2+1≥1>0x^2+4x+5=(x+2)^2+1\geq1>0. □\square

    Solusi 15.1-5. (a) ∣x∣=x|x|=x, dengan himpunan penyelesaian [0,∞)[0,\infty) (Contoh 15.1.6(b)).

    (b) x2>0x^2>0: kuadrat positif tepat ketika x≠0x\ne0 (Teorema 10.2.2).

    (c) x2≤0x^2\leq0, dengan himpunan penyelesaian {0}\{0\} (Contoh 15.1.6(a)). □\square

    Solusi 15.1-6. Konjungsi −3≤1−2x-3\leq1-2x dan 1−2x<51-2x<5.

    • Bagian pertama: translasi −1-1 memberi −4≤−2x-4\leq-2x, lalu perkalian dengan −12<0-\tfrac12<0 membalik arah: 2≥x2\geq x.
    • Bagian kedua: −2x<4-2x<4, lalu perkalian dengan −12-\tfrac12: x>−2x>-2.

    Himpunan penyelesaiannya (−2,2](-2,2]. Setiap langkah dapat dibalik: translasi oleh lawannya, dan perkalian dengan −12-\tfrac12 oleh perkalian dengan −2-2, yang juga membalik arah (Korolari 10.2.1a(ii)). Jadi setiap langkah ekuivalensi. □\square

    Solusi 15.1-7.

    (a) (−∞,−1)∪[2,∞)(-\infty,-1)\cup[2,\infty).

    (b) Komplemennya, [−1,2)[-1,2). Secara logika, ¬(x<−1∨x≥2)≡x≥−1∧x<2\neg(x<-1\vee x\geq2)\equiv x\geq-1\wedge x<2.

    (c) (−2,1](-2,1].

    (d) (−∞,−2]∪(1,∞)(-\infty,-2]\cup(1,\infty), yaitu x≤−2∨x>1x\leq-2\vee x>1. □\square

    Solusi 15.1-8. (a) Proposisi 15.1.4: f(x)<g(x)  ⟺  x2−4x+3<0f(x)<g(x)\iff x^2-4x+3<0, dan x2−4x+3=(x−1)(x−3)x^2-4x+3=(x-1)(x-3).

    (b) Di x=0x=0: (−1)(−3)=3>0(-1)(-3)=3>0. Di x=2x=2: (1)(−1)=−1<0(1)(-1)=-1<0. Di x=4x=4: (3)(1)=3>0(3)(1)=3>0.

    (c) S<=(1,3)S_<=(1,3).

    • Inklusi ⊇\supseteq: untuk 1<x<31<x<3, x−1>0x-1>0 dan x−3<0x-3<0, sehingga hasil kalinya negatif (Proposisi 10.1.9).
    • Inklusi ⊆\subseteq: jika x≤1x\leq1, kedua faktor ≤0\leq0, sehingga hasil kali ≥0\geq0. Jika x≥3x\geq3, kedua faktor ≥0\geq0, sehingga hasil kali ≥0\geq0. Dalam kedua kasus x∉S<x\notin S_<.

    Nilai di titik uji pada (b) hanya ilustrasi; buktinya adalah analisis tanda pada (c). □\square

    Ringkasan

    Persamaan dan pertaksamaan adalah kalimat terbuka atas suatu semesta. Menyelesaikannya berarti menentukan himpunan kebenarannya. Untuk dua ekspresi pada semesta yang sama, persamaan dan kedua pertaksamaan tegas mempartisi semesta (trikotomi), dan semuanya dapat direduksi menjadi perbandingan selisih dengan nol. Slogan "persamaan = titik, pertaksamaan = wilayah" berguna sebagai intuisi tetapi salah sebagai aturan. Penghubung logika berpadanan dengan operasi himpunan, sehingga sistem pertaksamaan adalah irisan. Unit 15.2 merumuskan definisi solusi dan himpunan penyelesaian secara lengkap, termasuk ketergantungan pada semesta dan cara membuktikan bahwa suatu himpunan adalah himpunan penyelesaian.

    15.2 Definisi Solusi dan Ruang Himpunan Penyelesaian

    Unit 15.1 memandang persamaan dan pertaksamaan sebagai kalimat terbuka. Unit ini merumuskan secara tepat apa itu solusi dan himpunan penyelesaian, mengapa jawabannya bergantung pada ruang (semesta) tempat solusi dicari, dan apa yang sebenarnya harus dibuktikan ketika kita menyatakan "himpunan penyelesaiannya adalah TT". Contoh master, 2x−4>22x-4>2 dengan penyelesaian (3,∞)(3,\infty), dibuktikan lengkap dengan dua arah inklusi.

    Prasyarat: Unit 15.1; hukum urutan Bab 10 (Teorema 10.1.5, Proposisi 10.1.9, Korolari 10.2.1a, Teorema 10.2.2, Korolari 10.2.6a); Teorema 8.4.7 dan 11.3.8 (akar dua); notasi interval Bab 12; Definisi 12.3.1 (akar kuadrat taknegatif).

    Solusi dan Himpunan Penyelesaian

    Definisi 15.2.1 (Solusi)

    Misalkan P(x)P(x) persamaan atau pertaksamaan dengan semesta DD (Definisi 15.1.1). Bilangan aa disebut solusi PP di DD jika a∈Da\in D dan proposisi P(a)P(a) benar.

    Kedua syarat sama penting. Bilangan di luar DD bukan solusi, walaupun substitusi formalnya "tampak memenuhi". Pembahasan pada Unit 15.4 menunjukkan bahwa substitusi di luar domain sering kali bahkan tidak bermakna.

    Definisi 15.2.2 (Himpunan Penyelesaian)

    Himpunan penyelesaian PP di DD adalah

    HP⁡D(P)={x∈D:P(x)}.\operatorname{HP}_D(P)=\{x\in D:P(x)\}.

    Bila semestanya jelas, cukup ditulis HP⁡\operatorname{HP}. Kata "ruang" pada judul unit merujuk pada semesta DD ini: ruang tempat solusi dicari.

    Menyelesaikan PP berarti menyajikan HP⁡D(P)\operatorname{HP}_D(P) dalam bentuk yang keanggotaannya mudah diperiksa, misalnya interval, gabungan interval, himpunan berhingga yang didaftar, ∅\emptyset, atau DD. Lalu dibuktikan bahwa bentuk itu sama dengan himpunan pada Definisi 15.2.2. Jawaban "x>3x>3" adalah singkatan untuk himpunan {x∈D:x>3}\{x\in D:x>3\}; jawaban "x=2x=2 atau x=−2x=-2" adalah singkatan untuk {−2,2}\{-2,2\}.

    Ketergantungan pada Semesta

    Proposisi 15.2.3 (Mempersempit Semesta)

    Misalkan E⊆DE\subseteq D, dan PP kalimat terbuka yang ekspresinya terdefinisi pada DD. Maka HP⁡E(P)=HP⁡D(P)∩E\operatorname{HP}_E(P)=\operatorname{HP}_D(P)\cap E.

    Bukti. x∈HP⁡E(P)x\in\operatorname{HP}_E(P) jika dan hanya jika x∈Ex\in E dan P(x)P(x). Karena E⊆DE\subseteq D, syarat itu setara dengan x∈Dx\in D, P(x)P(x), dan x∈Ex\in E. □\square

    Contoh 15.2.4 (Semesta Menentukan Jawaban)

    (a) 2x=12x=1: di Z\mathbb{Z}, HP⁡=∅\operatorname{HP}=\emptyset; di Q\mathbb{Q} dan di R\mathbb{R}, HP⁡={12}\operatorname{HP}=\{\tfrac12\}. Di R\mathbb{R}, 2x=1  ⟺  x=122x=1\iff x=\tfrac12 (perkalian dengan 12\tfrac12 dan dengan 22). Lalu 12∈Q\tfrac12\in\mathbb{Q} tetapi 12∉Z\tfrac12\notin\mathbb{Z}, karena tidak ada bilangan bulat di antara 00 dan 11 (Bab 8). Proposisi 15.2.3 memberi kedua jawaban lain.

    (b) x2=2x^2=2: di Q\mathbb{Q}, HP⁡=∅\operatorname{HP}=\emptyset (Teorema 8.4.7); di R\mathbb{R}, HP⁡={2,−2}\operatorname{HP}=\{\sqrt2,-\sqrt2\} (Teorema 12.3.4(iii), dengan keberadaan dari Teorema 11.3.8).

    (c) x2<9x^2<9: di R\mathbb{R}, HP⁡=(−3,3)\operatorname{HP}=(-3,3); di N\mathbb{N}, HP⁡={0,1,2}\operatorname{HP}=\{0,1,2\} (Solusi 15.1-2).

    Jadi pernyataan "persamaan ini tidak mempunyai solusi" selalu harus disertai semestanya. Dalam buku ini, bila semesta tidak disebut, semestanya adalah domain asal ekspresi di dalam R\mathbb{R} (Unit 15.4).

    Apa yang Harus Dibuktikan

    Klaim "HP⁡D(P)=T\operatorname{HP}_D(P)=T" adalah kesamaan himpunan, sehingga memerlukan dua inklusi:

    1. Setiap solusi termasuk TT (HP⁡⊆T\operatorname{HP}\subseteq T). Ini biasanya diperoleh dengan menurunkan konsekuensi dari P(x)P(x).
    2. Setiap anggota TT adalah solusi (T⊆HP⁡T\subseteq\operatorname{HP}). Ini biasanya diperoleh dengan membalik langkah-langkah, atau dengan substitusi langsung.

    Bila setiap langkah dalam penurunan adalah ekuivalensi yang berlaku untuk setiap x∈Dx\in D, kedua inklusi diperoleh sekaligus. Namun bila ada langkah yang hanya implikasi satu arah, misalnya mengkuadratkan kedua ruas, rantai itu hanya membuktikan inklusi (1). Kandidat yang dihasilkannya harus diperiksa satu per satu (Unit 15.3).

    Sebaliknya, memeriksa beberapa bilangan di TT dan menemukan bahwa semuanya solusi tidak membuktikan inklusi (2) untuk seluruh TT, dan sama sekali tidak menyentuh inklusi (1). Latihan 15.2-6 memberi contoh tebakan yang lolos pemeriksaan beberapa titik tetapi salah.

    Contoh 15.2.5 (Contoh Master: 2x−4>22x-4>2)

    Pada D=RD=\mathbb{R}:

    HP⁡={x∈R:x>3}=(3,∞).\operatorname{HP}=\{x\in\mathbb{R}:x>3\}=(3,\infty).

    Bukti. Untuk setiap x∈Rx\in\mathbb{R}:

    2x−4>2  ⟺  2x>6  ⟺  x>3.2x-4>2\iff2x>6\iff x>3.
    • Langkah pertama adalah translasi oleh +4+4; arah sebaliknya adalah translasi oleh −4-4 (Teorema 10.1.5).
    • Langkah kedua adalah perkalian dengan 12>0\tfrac12>0; arah sebaliknya adalah perkalian dengan 2>02>0 (Korolari 10.2.1a(i)).

    Karena kedua langkah ekuivalensi pada setiap xx, kedua inklusi terbukti sekaligus. Notasi (3,∞)(3,\infty) berarti {x∈R:x>3}\{x\in\mathbb{R}:x>3\} menurut Definisi 12.1.3; simbol ∞\infty bukan bilangan real.

    Pemeriksaan, sebagai ilustrasi dan bukan bukti: x=4x=4 memberi 4>24>2, benar; x=3x=3 memberi 2>22>2, salah, sehingga ujung 33 tidak termasuk; x=0x=0 memberi −4>2-4>2, salah. □\square

    Pada semesta lain, Proposisi 15.2.3 memberi: di N\mathbb{N}, HP⁡={4,5,6,…}\operatorname{HP}=\{4,5,6,\ldots\}; di Z\mathbb{Z}, sama; di Q\mathbb{Q}, HP⁡=Q∩(3,∞)\operatorname{HP}=\mathbb{Q}\cap(3,\infty).

    Klasifikasi Lengkap Pertaksamaan Linear

    Proposisi 15.2.6 (Pertaksamaan ax+b>0ax+b>0)

    Misalkan a,b∈Ra,b\in\mathbb{R}. Himpunan penyelesaian ax+b>0ax+b>0 di R\mathbb{R} adalah:

    (i) (−ba,∞)\bigl(-\tfrac ba,\infty\bigr) bila a>0a>0;

    (ii) (−∞,−ba)\bigl(-\infty,-\tfrac ba\bigr) bila a<0a<0;

    (iii) R\mathbb{R} bila a=0a=0 dan b>0b>0;

    (iv) ∅\emptyset bila a=0a=0 dan b≤0b\leq0.

    Untuk ax+b≥0ax+b\geq0, ganti interval buka pada (i)–(ii) dengan interval tutup di ujung −ba-\tfrac ba, dan pada kasus a=0a=0 syaratnya menjadi b≥0b\geq0 untuk R\mathbb{R} dan b<0b<0 untuk ∅\emptyset.

    Bukti. (i) ax+b>0  ⟺  ax>−b  ⟺  x>−baax+b>0\iff ax>-b\iff x>-\tfrac ba. Langkah terakhir mengalikan dengan a−1>0a^{-1}>0 (Teorema 10.2.3(i)), dan arah balik mengalikan dengan a>0a>0.

    (ii) Langkah yang sama, tetapi a−1<0a^{-1}<0 (Teorema 10.2.3(ii)) membalik arah: ax>−b  ⟺  x<−baax>-b\iff x<-\tfrac ba. Arah balik: perkalian dengan a<0a<0 membalik lagi.

    (iii)–(iv) Bila a=0a=0, kalimatnya menjadi b>0b>0, yang tidak memuat xx. Kalimat itu benar untuk semua xx atau salah untuk semua xx.

    Versi ≥\geq dibuktikan dengan cara yang sama, memakai bentuk lemah Korolari 10.2.1a. □\square

    Kasus a=0a=0 sering terlewat. Bila koefisien aa diberikan sebagai parameter, misalnya a=m−1a=m-1, pembagian dengan aa hanya sah setelah kasus a=0a=0 dipisahkan. Latihan 15.2-4 membahas hal ini.

    Contoh 15.2.7 (Himpunan Penyelesaian Berupa Gabungan)

    Pada R\mathbb{R}, x2≥xx^2\geq x mempunyai HP⁡=(−∞,0]∪[1,∞)\operatorname{HP}=(-\infty,0]\cup[1,\infty).

    Bukti. x2≥x  ⟺  x(x−1)≥0x^2\geq x\iff x(x-1)\geq0 (Proposisi 15.1.4). Kita periksa tanda hasil kali dengan trikotomi pada kedua faktor.

    • Jika x≤0x\leq0: x≤0x\leq0 dan x−1<0x-1<0. Hasil kali bilangan tak positif dan bilangan negatif adalah tak negatif (Proposisi 10.1.9; bernilai 00 bila x=0x=0). Jadi solusi.
    • Jika 0<x<10<x<1: x>0x>0 dan x−1<0x-1<0, sehingga hasil kalinya negatif. Bukan solusi.
    • Jika x≥1x\geq1: kedua faktor tak negatif, sehingga hasil kalinya tak negatif. Jadi solusi.

    Ketiga kasus mencakup R\mathbb{R}, sehingga kedua inklusi terbukti. □\square

    Bentuk jawaban ini, gabungan dua sinar tutup, menunjukkan bahwa himpunan penyelesaian pertaksamaan tidak harus satu interval. Bab 16 mensistematiskan analisis tanda semacam ini.

    Strategi

    Strategi 1: Tetapkan semesta sebelum menyelesaikan. Bila semesta berubah, gunakan Proposisi 15.2.3.

    Strategi 2: Usahakan rantai ekuivalensi, dan sebutkan alasan dapat-dibaliknya setiap langkah.

    Strategi 3: Bila ada langkah satu arah, perlakukan hasilnya sebagai kandidat (inklusi ⊆\subseteq), lalu periksa setiap kandidat.

    Strategi 4: Pisahkan kasus parameter, terutama kasus koefisien nol, sebelum membagi.

    Latihan

    Latihan 15.2-1. (a) Buktikan bahwa himpunan penyelesaian 2x−4>22x-4>2 di R\mathbb{R} adalah (3,∞)(3,\infty), dengan menyebut hukum urutan pada setiap langkah. (b) Selesaikan 2x−4≥22x-4\geq2 di R\mathbb{R}. (c) Selesaikan 2x−4>22x-4>2 di Z\mathbb{Z} dan di {x∈R:x<5}\{x\in\mathbb{R}:x<5\}.

    Latihan 15.2-2. Tentukan himpunan penyelesaian x2=2x^2=2 dan 2x=12x=1 masing-masing di Z\mathbb{Z}, Q\mathbb{Q}, dan R\mathbb{R}, dengan rujukan pada hasil yang dipakai.

    Latihan 15.2-3. Nyatakan dan buktikan klasifikasi lengkap himpunan penyelesaian ax+b≥0ax+b\geq0 di R\mathbb{R} untuk semua a,b∈Ra,b\in\mathbb{R}.

    Latihan 15.2-4. Untuk parameter m∈Rm\in\mathbb{R}, selesaikan (m−1)x>m−1(m-1)x>m-1 di R\mathbb{R}. Pisahkan semua kasus mm.

    Latihan 15.2-5. Selesaikan x2<xx^2<x dan x2≥xx^2\geq x di R\mathbb{R}. Periksa bahwa kedua jawaban saling komplemen seperti dijamin Teorema 15.1.3.

    Latihan 15.2-6. Seseorang menebak bahwa himpunan penyelesaian x3−x>0x^3-x>0 di R\mathbb{R} adalah (1,∞)(1,\infty), setelah memeriksa bahwa x=2,3,10x=2,3,10 memenuhi dan x=0,1x=0,1 tidak. (a) Tunjukkan bahwa tebakan itu salah dengan satu bilangan. (b) Tentukan himpunan penyelesaian yang benar dengan bukti. (c) Jelaskan inklusi mana yang tidak dibuktikan oleh pemeriksaan titik.

    Latihan 15.2-7. Selesaikan x−1=x+1x-1=\sqrt{x+1} pada semesta [−1,∞)[-1,\infty). Mengkuadratkan kedua ruas menghasilkan kandidat; jelaskan inklusi mana yang dibuktikan oleh langkah itu, lalu periksa setiap kandidat.

    Latihan 15.2-8. Di R\mathbb{R}, selesaikan (a) sistem x2<9x^2<9 dan 2x+1≥02x+1\geq0, dan (b) disjungsi x2<9x^2<9 atau 2x+1≥02x+1\geq0.

    Solusi

    Solusi 15.2-1. (a) Contoh 15.2.5.

    (b) 2x−4≥2  ⟺  2x≥6  ⟺  x≥32x-4\geq2\iff2x\geq6\iff x\geq3. Himpunan penyelesaiannya [3,∞)[3,\infty).

    (c) Proposisi 15.2.3. Di Z\mathbb{Z}: {4,5,6,…}\{4,5,6,\ldots\}. Bilangan bulat yang lebih dari 33 adalah yang ≥4\geq4, karena tidak ada bilangan bulat di antara 33 dan 44. Di {x<5}\{x<5\}: (3,∞)∩(−∞,5)=(3,5)(3,\infty)\cap(-\infty,5)=(3,5). □\square

    Solusi 15.2-2.

    • 2x=12x=1: di R\mathbb{R} dan Q\mathbb{Q}, {12}\{\tfrac12\}; di Z\mathbb{Z}, ∅\emptyset (Contoh 15.2.4(a)).
    • x2=2x^2=2: di R\mathbb{R}, {±2}\{\pm\sqrt2\} (Teorema 12.3.4(iii), 11.3.8). Di Q\mathbb{Q} dan Z\mathbb{Z}, ∅\emptyset (Teorema 8.4.7, lalu Proposisi 15.2.3 dengan Z⊆Q\mathbb{Z}\subseteq\mathbb{Q}).

    □\square

    Solusi 15.2-3. Untuk ax+b≥0ax+b\geq0 di R\mathbb{R}:

    • a>0a>0: HP⁡=[−ba,∞)\operatorname{HP}=[-\tfrac ba,\infty);
    • a<0a<0: HP⁡=(−∞,−ba]\operatorname{HP}=(-\infty,-\tfrac ba];
    • a=0a=0 dan b≥0b\geq0: HP⁡=R\operatorname{HP}=\mathbb{R};
    • a=0a=0 dan b<0b<0: HP⁡=∅\operatorname{HP}=\emptyset.

    Bukti seperti Proposisi 15.2.6: ax≥−bax\geq-b, lalu kalikan dengan a−1a^{-1}, yang mempertahankan arah bila a>0a>0 dan membalik arah bila a<0a<0. Untuk a=0a=0, kalimatnya b≥0b\geq0, tanpa variabel. □\square

    Solusi 15.2-4. Tulis a=m−1a=m-1. Kalimatnya ax>aax>a, atau ax−a>0ax-a>0, yaitu a(x−1)>0a(x-1)>0.

    • m>1m>1 (a>0a>0): x−1>0x-1>0, sehingga HP⁡=(1,∞)\operatorname{HP}=(1,\infty).
    • m<1m<1 (a<0a<0): x−1<0x-1<0, sehingga HP⁡=(−∞,1)\operatorname{HP}=(-\infty,1).
    • m=1m=1 (a=0a=0): 0>00>0 salah, sehingga HP⁡=∅\operatorname{HP}=\emptyset.

    Membagi kedua ruas dengan m−1m-1 tanpa memisahkan kasus akan salah pada dua kasus terakhir. Pada m<1m<1 arahnya harus dibalik, dan pada m=1m=1 pembagian tidak terdefinisi. □\square

    Solusi 15.2-5. x2<x  ⟺  x(x−1)<0x^2<x\iff x(x-1)<0. Analisis tanda Contoh 15.2.7 memberi HP⁡=(0,1)\operatorname{HP}=(0,1), dan x2≥xx^2\geq x mempunyai HP⁡=(−∞,0]∪[1,∞)\operatorname{HP}=(-\infty,0]\cup[1,\infty). Kedua himpunan saling lepas dan gabungannya R\mathbb{R}, sesuai Teorema 15.1.3(c), karena ¬(x2<x)≡x2≥x\neg(x^2<x)\equiv x^2\geq x. □\square

    Solusi 15.2-6. (a) x=−12x=-\tfrac12: (−12)3−(−12)=−18+12=38>0(-\tfrac12)^3-(-\tfrac12)=-\tfrac18+\tfrac12=\tfrac38>0, padahal −12∉(1,∞)-\tfrac12\notin(1,\infty).

    (b) x3−x=x(x−1)(x+1)x^3-x=x(x-1)(x+1). Tanda hasil kali pada keempat daerah:

    • x<−1x<-1: ketiga faktor negatif, hasil kali negatif;
    • −1<x<0-1<x<0: tepat dua faktor negatif (xx dan x−1x-1), hasil kali positif;
    • 0<x<10<x<1: tepat satu faktor negatif (x−1x-1), hasil kali negatif;
    • x>1x>1: semua faktor positif, hasil kali positif.

    Di titik −1-1, 00, 11 hasil kalinya nol. Jadi HP⁡=(−1,0)∪(1,∞)\operatorname{HP}=(-1,0)\cup(1,\infty).

    (c) Pemeriksaan x=2,3,10x=2,3,10 hanya menunjukkan bahwa ketiga bilangan itu solusi. Itu tidak membuktikan (1,∞)⊆HP⁡(1,\infty)\subseteq\operatorname{HP}, dan sama sekali tidak menguji inklusi HP⁡⊆(1,∞)\operatorname{HP}\subseteq(1,\infty). Inklusi kedua itulah yang salah. □\square

    Solusi 15.2-7. Akar kuadrat taknegatif x+1\sqrt{x+1} terdefinisi untuk x≥−1x\geq-1 (Definisi 12.3.1). Jika xx solusi, maka x−1=x+1≥0x-1=\sqrt{x+1}\geq0, dan mengkuadratkan memberi (x−1)2=x+1(x-1)^2=x+1, yaitu x2−3x=0x^2-3x=0, sehingga x∈{0,3}x\in\{0,3\}. Rantai ini hanya membuktikan HP⁡⊆{0,3}\operatorname{HP}\subseteq\{0,3\}.

    Pemeriksaan kandidat:

    • x=0x=0: ruas kiri −1-1, ruas kanan 1=1\sqrt1=1. Tidak sama, jadi bukan solusi.
    • x=3x=3: ruas kiri 22, ruas kanan 4=2\sqrt4=2, karena 2≥02\geq0 dan 22=42^2=4. Jadi solusi.

    HP⁡={3}\operatorname{HP}=\{3\}. Kandidat 00 muncul karena pengkuadratan juga menangkap solusi −(x−1)=x+1-(x-1)=\sqrt{x+1}. □\square

    Solusi 15.2-8. x2<9  ⟺  −3<x<3x^2<9\iff-3<x<3 (seperti Contoh 15.1.5), dan 2x+1≥0  ⟺  x≥−122x+1\geq0\iff x\geq-\tfrac12.

    (a) Irisan: (−3,3)∩[−12,∞)=[−12,3)(-3,3)\cap[-\tfrac12,\infty)=[-\tfrac12,3).

    (b) Gabungan: (−3,3)∪[−12,∞)=(−3,∞)(-3,3)\cup[-\tfrac12,\infty)=(-3,\infty). □\square

    Ringkasan

    Solusi adalah anggota semesta yang membuat kalimat benar, dan himpunan penyelesaian adalah himpunan semua solusi itu. Semesta (ruang solusi) mengubah jawaban, dan mempersempit semesta berarti mengiris himpunan penyelesaian. Menyatakan himpunan penyelesaian adalah klaim kesamaan himpunan yang menuntut dua inklusi. Rantai ekuivalensi memberi keduanya; langkah satu arah hanya menghasilkan kandidat; pemeriksaan titik tidak membuktikan apa pun tentang seluruh himpunan. Pertaksamaan linear diklasifikasikan lengkap, termasuk kasus koefisien nol. Unit 15.3 meneliti operasi aljabar mana yang mempertahankan himpunan penyelesaian, dan jebakan apa yang muncul ketika suatu operasi hanya satu arah.

    15.3 Sifat Ekuivalensi dan Jebakan Operasi Aljabar

    Menyelesaikan persamaan atau pertaksamaan berarti mengubahnya, langkah demi langkah, menjadi bentuk yang himpunan penyelesaiannya terbaca langsung. Unit 15.2 menegaskan bahwa hasil akhir sahih hanya bila setiap langkah mempertahankan himpunan penyelesaian, atau bila langkah satu arah diikuti pemeriksaan. Unit ini mengklasifikasikan langkah-langkah itu. Ada transformasi yang selalu aman, ada yang aman dengan syarat tanda, dan ada jebakan yang diam-diam menambah atau menghapus solusi. Penjelasan master menyoroti jebakan terpenting: mengalikan kedua ruas pertaksamaan dengan ekspresi bervariabel tanpa menguji tandanya. Unit 9.4 telah membahas jebakan aljabar pada persamaan, seperti pembagian oleh faktor nol, pengkuadratan, x2\sqrt{x^2}, akar jumlah, dan basis negatif. Unit ini memusatkan perhatian pada pertaksamaan, tempat tanda faktor menentukan arah, dan mengulang jebakan persamaan hanya sejauh diperlukan untuk himpunan penyelesaian.

    Prasyarat: Unit 15.1–15.2; Teorema 10.1.5, Proposisi 10.1.9, Korolari 10.2.1a, Teorema 10.2.3–10.2.6 beserta korolarinya; Definisi 12.3.1 dan Korolari 12.3.5 (x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x|).

    Ekuivalensi dan Konsekuensi

    Definisi 15.3.1 (Kalimat Ekuivalen dan Konsekuensi)

    Misalkan P(x)P(x) dan Q(x)Q(x) kalimat terbuka pada semesta yang sama DD.

    (a) PP dan QQ ekuivalen pada DD jika ∀x∈D (P(x)⇔Q(x))\forall x\in D\,\bigl(P(x)\Leftrightarrow Q(x)\bigr), yaitu HP⁡D(P)=HP⁡D(Q)\operatorname{HP}_D(P)=\operatorname{HP}_D(Q).

    (b) QQ adalah konsekuensi PP pada DD jika ∀x∈D (P(x)⇒Q(x))\forall x\in D\,\bigl(P(x)\Rightarrow Q(x)\bigr), yaitu HP⁡D(P)⊆HP⁡D(Q)\operatorname{HP}_D(P)\subseteq\operatorname{HP}_D(Q).

    Langkah penyelesaian yang mengganti PP dengan QQ bersifat:

    • ekuivalen bila (a) berlaku: tidak ada solusi yang hilang dan tidak ada yang bertambah;
    • satu arah ke depan bila hanya (b) berlaku: solusi tidak hilang, tetapi bisa muncul solusi asing (extraneous), sehingga kandidat harus diperiksa;
    • satu arah ke belakang bila hanya Q⇒PQ\Rightarrow P berlaku: semua yang ditemukan memang solusi, tetapi sebagian solusi bisa hilang.

    Ekuivalensi pada DD bergantung pada DD. Langkah yang ekuivalen pada (0,∞)(0,\infty) bisa gagal pada R\mathbb{R}. Banyak jebakan berasal dari lupa bahwa suatu langkah sah hanya pada sebagian semesta.

    Transformasi yang Aman

    Definisi 15.3.2 (Fungsi Naik dan Turun Tegas)

    Misalkan I⊆RI\subseteq\mathbb{R} dan φ:I→R\varphi:I\to\mathbb{R}. Fungsi φ\varphi naik tegas pada II jika untuk semua u,v∈Iu,v\in I, u<vu<v mengakibatkan φ(u)<φ(v)\varphi(u)<\varphi(v). Fungsi φ\varphi turun tegas jika u<vu<v mengakibatkan φ(u)>φ(v)\varphi(u)>\varphi(v).

    Lemma 15.3.3 (Fungsi Monoton Tegas Mempertahankan Perbandingan)

    Jika φ\varphi naik tegas pada II, maka untuk semua u,v∈Iu,v\in I:

    u<v  ⟺  φ(u)<φ(v),u=v  ⟺  φ(u)=φ(v),u≤v  ⟺  φ(u)≤φ(v).u<v\iff\varphi(u)<\varphi(v),\qquad u=v\iff\varphi(u)=\varphi(v),\qquad u\leq v\iff\varphi(u)\leq\varphi(v).

    Jika φ\varphi turun tegas, ketiga ekuivalensi berlaku dengan arah ketaksamaan di ruas kanan dibalik.

    Bukti. Untuk naik tegas, arah (⇒\Rightarrow) pada kesamaan jelas, dan pada << adalah definisinya. Untuk (⇐\Leftarrow) pada <<, misalkan φ(u)<φ(v)\varphi(u)<\varphi(v). Jika u=vu=v, maka φ(u)=φ(v)\varphi(u)=\varphi(v); jika v<uv<u, maka φ(v)<φ(u)\varphi(v)<\varphi(u). Keduanya bertentangan dengan trikotomi, sehingga u<vu<v. Untuk (⇐\Leftarrow) pada kesamaan, jika u≠vu\ne v, trikotomi dan definisi memberi φ(u)≠φ(v)\varphi(u)\ne\varphi(v). Bagian ≤\leq adalah gabungan dua bagian sebelumnya. Kasus turun tegas serupa. □\square

    Teorema 15.3.4 (Transformasi Ekuivalen)

    Misalkan f,g,h:D→Rf,g,h:D\to\mathbb{R}. Untuk setiap x∈Dx\in D, dan untuk setiap tanda perbandingan ⋈∈{<,≤,=,≥,>}\bowtie\in\{<,\leq,=,\geq,>\}:

    (a) (Translasi) f(x)⋈g(x)  ⟺  f(x)+h(x)⋈g(x)+h(x)f(x)\bowtie g(x)\iff f(x)+h(x)\bowtie g(x)+h(x).

    (b) (Perkalian bertanda tetap) Jika h(x)>0h(x)>0 untuk setiap x∈Dx\in D, maka f(x)⋈g(x)  ⟺  h(x)f(x)⋈h(x)g(x)f(x)\bowtie g(x)\iff h(x)f(x)\bowtie h(x)g(x). Jika h(x)<0h(x)<0 untuk setiap x∈Dx\in D, ekuivalensi yang sama berlaku dengan arah ketaksamaan dibalik (<< menjadi >>, ≤\leq menjadi ≥\geq, dan == tetap).

    (c) (Fungsi monoton) Jika II memuat semua nilai f(x)f(x) dan g(x)g(x) untuk x∈Dx\in D, dan φ\varphi naik tegas pada II, maka f(x)⋈g(x)  ⟺  φ(f(x))⋈φ(g(x))f(x)\bowtie g(x)\iff\varphi(f(x))\bowtie\varphi(g(x)). Untuk φ\varphi turun tegas, arahnya dibalik.

    Bukti. (a) Teorema 10.1.5 (translasi) dan kebalikannya, translasi oleh −h(x)-h(x).

    (b) Korolari 10.2.1a untuk <<; untuk ==, perkalian dengan h(x)≠0h(x)\ne0 dibalik oleh h(x)−1h(x)^{-1}; ≤\leq adalah gabungan keduanya.

    (c) Lemma 15.3.3, diterapkan pada u=f(x)u=f(x) dan v=g(x)v=g(x). □\square

    Syarat "untuk setiap x∈Dx\in D" pada (b) dan "II memuat semua nilai" pada (c) adalah inti unit ini. Syarat itu menyangkut seluruh semesta, bukan satu titik yang dicoba.

    Contoh 15.3.5 (Fungsi Monoton Tegas yang Sering Dipakai)

    (a) t↦t+ct\mapsto t+c dan t↦ctt\mapsto ct dengan c>0c>0 naik tegas pada R\mathbb{R}; t↦ctt\mapsto ct dengan c<0c<0 turun tegas.

    (b) Untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, t↦tnt\mapsto t^n naik tegas pada [0,∞)[0,\infty) (Teorema 10.2.6).

    (c) t↦t3t\mapsto t^3 naik tegas pada seluruh R\mathbb{R}. Ambil u<vu<v.

    • Jika 0≤u0\leq u: gunakan (b).
    • Jika u<0≤vu<0\leq v: u3=u⋅u2<0u^3=u\cdot u^2<0, karena u2>0u^2>0 dan u<0u<0. Juga v3≥0v^3\geq0. Jadi u3<v3u^3<v^3.
    • Jika u<v<0u<v<0: 0<−v<−u0<-v<-u, sehingga (−v)3<(−u)3(-v)^3<(-u)^3 menurut (b), yaitu −v3<−u3-v^3<-u^3, sehingga u3<v3u^3<v^3.

    (d) t↦1tt\mapsto\tfrac1t turun tegas pada (0,∞)(0,\infty) dan turun tegas pada (−∞,0)(-\infty,0) (Teorema 10.2.4(i)–(ii)), tetapi tidak turun tegas pada R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}, karena −1<1-1<1 dan 1−1<11\tfrac1{-1}<\tfrac11 (Teorema 10.2.4(iii)).

    (e) t↦tt\mapsto\sqrt t naik tegas pada [0,∞)[0,\infty). Jika 0≤u<v0\leq u<v dan u≥v\sqrt u\geq\sqrt v, Korolari 10.2.6a dengan n=2n=2 memberi u=(u)2≥(v)2=vu=(\sqrt u)^2\geq(\sqrt v)^2=v, kontradiksi.

    (f) t↦t2t\mapsto t^2 tidak monoton pada R\mathbb{R}: −2<1-2<1 tetapi 4>14>1, sedangkan −1<2-1<2 dan 1<41<4. Demikian pula t↦∣t∣t\mapsto|t|.

    Jebakan Operasi Aljabar

    Setiap jebakan berikut adalah langkah yang tampak seperti Teorema 15.3.4 tetapi melanggar syaratnya. Untuk masing-masing diberikan contoh tandingan konkret dan perbaikannya.

    Jebakan 1: Mengalikan atau membagi dengan ekspresi yang tandanya tidak diketahui. Dari x2>xx^2>x, membagi dengan xx menghasilkan x>1x>1. Langkah ini mengasumsikan x>0x>0. Untuk x<0x<0, pembagian membalik arah dan memberi x<1x<1, yang selalu benar pada x<0x<0. Untuk x=0x=0, pembagian tidak terdefinisi. Bilangan x=−1x=-1 memenuhi x2>xx^2>x (1>−11>-1) tetapi tidak memenuhi x>1x>1; solusi hilang. Himpunan penyelesaian yang benar adalah (−∞,0)∪(1,∞)(-\infty,0)\cup(1,\infty) (Latihan 15.3-3).

    Jebakan 2: Membalik pecahan tanpa syarat tanda yang sama. Dari 1x<1\tfrac1x<1, menyimpulkan x>1x>1 dengan "membalik kedua ruas" mengabaikan Teorema 10.2.4(iii). Bilangan x=−1x=-1 memenuhi 1x=−1<1\tfrac1x=-1<1 tetapi tidak memenuhi x>1x>1. Himpunan penyelesaian yang benar adalah (−∞,0)∪(1,∞)(-\infty,0)\cup(1,\infty) (Contoh 15.3.7).

    Jebakan 3: Mengkuadratkan kedua ruas pertaksamaan. Dari x<2x<2 tidak dapat disimpulkan x2<4x^2<4: untuk x=−3x=-3, x<2x<2 benar tetapi x2=9≮4x^2=9\not<4. Pengkuadratan hanya ekuivalen bila kedua ruas tak negatif (Korolari 10.2.6b), yaitu ketika φ(t)=t2\varphi(t)=t^2 dipakai pada I=[0,∞)I=[0,\infty) yang memuat nilai kedua ruas.

    Jebakan 4: Mengkuadratkan kedua ruas persamaan. Mengkuadratkan persamaan hanya langkah satu arah ke depan: u=v⇒u2=v2u=v\Rightarrow u^2=v^2, tetapi u2=v2u^2=v^2 juga berlaku bila u=−vu=-v. Solusi asing bisa muncul (Solusi 15.2-7). Langkah ini sah asal kandidatnya diperiksa.

    Jebakan 5: Membatalkan faktor bersama. Dari x(x−2)=3(x−2)x(x-2)=3(x-2), membatalkan x−2x-2 memberi x=3x=3, padahal x=2x=2 juga solusi (0=00=0). Pembatalan hanya sah pada bagian semesta tempat faktor itu tak nol. Bagian tempat faktor bernilai nol harus diperiksa terpisah: x(x−2)=3(x−2)  ⟺  (x−2)(x−3)=0  ⟺  x∈{2,3}x(x-2)=3(x-2)\iff(x-2)(x-3)=0\iff x\in\{2,3\}.

    Jebakan 6: Menghapus akar dari kuadrat. Menulis x2=x\sqrt{x^2}=x salah untuk x<0x<0. Yang benar adalah x2=∣x∣\sqrt{x^2}=|x| (Korolari 12.3.5). Akibatnya x2<3\sqrt{x^2}<3 setara dengan ∣x∣<3|x|<3, yaitu −3<x<3-3<x<3, bukan x<3x<3.

    Jebakan 7: Mengurangkan dua pertaksamaan searah. Dari a<ba<b dan c<dc<d dapat disimpulkan a+c<b+da+c<b+d (Teorema 10.2.5(i)), tetapi tidak a−c<b−da-c<b-d. Contoh: 1<21<2 dan 0<50<5, sedangkan 1−0=1≮2−5=−31-0=1\not<2-5=-3. Yang benar adalah a−d<b−ca-d<b-c: dari c<dc<d diperoleh −d<−c-d<-c (Teorema 10.2.1), lalu jumlahkan dengan a<ba<b.

    Jebakan 8: Mengalikan dua pertaksamaan tanpa syarat tak negatif. Dari −3<−1-3<-1 dan −3<−1-3<-1 tidak dapat disimpulkan 9<19<1 (contoh pada Teorema 10.2.5). Perkalian ruas demi ruas hanya sah dengan syarat tak negatif pada Teorema 10.2.5(ii).

    Metode Pemisahan Kasus Tanda

    Teorema 15.3.6 (Pemisahan Semesta menurut Tanda)

    Misalkan P(x)P(x) kalimat terbuka pada DD dan h:D→Rh:D\to\mathbb{R}. Tulis

    D+={x∈D:h(x)>0},D0={x∈D:h(x)=0},D−={x∈D:h(x)<0}.D_+=\{x\in D:h(x)>0\},\quad D_0=\{x\in D:h(x)=0\},\quad D_-=\{x\in D:h(x)<0\}.

    Maka HP⁡D(P)=HP⁡D+(P)∪HP⁡D0(P)∪HP⁡D−(P)\operatorname{HP}_D(P)=\operatorname{HP}_{D_+}(P)\cup\operatorname{HP}_{D_0}(P)\cup\operatorname{HP}_{D_-}(P), dan ketiga bagiannya saling lepas.

    Bukti. Ketiga himpunan mempartisi DD menurut trikotomi (Teorema 15.1.3 dengan f=hf=h dan g=0g=0). Lalu gunakan Proposisi 15.2.3 pada masing-masing bagian. □\square

    Di dalam D+D_+, perkalian dengan hh adalah transformasi ekuivalen yang mempertahankan arah. Di dalam D−D_-, perkalian itu ekuivalen dengan arah dibalik. D0D_0 diperiksa langsung. Inilah cara yang benar untuk "mengalikan dengan variabel".

    Contoh 15.3.7 (Pertaksamaan 1x<1\tfrac1x<1)

    Semesta D=R∖{0}D=\mathbb{R}\setminus\{0\}, karena 1x\tfrac1x tidak terdefinisi di 00. Pisahkan menurut tanda h(x)=xh(x)=x; D0=∅D_0=\emptyset karena 0∉D0\notin D.

    • Pada D+=(0,∞)D_+=(0,\infty): perkalian dengan x>0x>0 memberi 1<x1<x. HP⁡D+=(1,∞)\operatorname{HP}_{D_+}=(1,\infty).
    • Pada D−=(−∞,0)D_-=(-\infty,0): perkalian dengan x<0x<0 membalik arah, 1>x1>x, yang benar untuk setiap x<0x<0. HP⁡D−=(−∞,0)\operatorname{HP}_{D_-}=(-\infty,0).

    Jadi HP⁡=(−∞,0)∪(1,∞)\operatorname{HP}=(-\infty,0)\cup(1,\infty). Cara lain: Proposisi 15.1.4 memberi 1x<1  ⟺  1x−1<0  ⟺  1−xx<0\tfrac1x<1\iff\tfrac1x-1<0\iff\tfrac{1-x}x<0, lalu analisis tanda pembilang dan penyebut, yang merupakan metode Bab 16. □\square

    Contoh 15.3.8 (Pertaksamaan dengan Faktor Bersama)

    Selesaikan (x−2)x≤3(x−2)(x-2)x\leq3(x-2) di R\mathbb{R}.

    Penyelesaian. Membagi dengan x−2x-2 adalah Jebakan 1. Sebagai gantinya, (x−2)x−3(x−2)≤0  ⟺  (x−2)(x−3)≤0(x-2)x-3(x-2)\leq0\iff(x-2)(x-3)\leq0 (Teorema 15.3.4(a) dan distributivitas). Hasil kali dua faktor tak positif tepat ketika faktor-faktornya bertanda berlawanan atau salah satunya nol. Karena x−2>x−3x-2>x-3, kemungkinannya hanya x−3≤0≤x−2x-3\leq0\leq x-2, yaitu 2≤x≤32\leq x\leq3. HP⁡=[2,3]\operatorname{HP}=[2,3].

    Audit satu langkah pertaksamaanUntuk: Bab 15, Unit 15.3 (Teorema 15.3.4 dan 15.3.6, Jebakan 1–2 dan 5, Contoh 15.3.7–15.3.8; M15-01)

    Membagi dengan x−2x-2 secara naif menghasilkan x≤3x\leq3. Jawaban itu memasukkan x=0x=0, padahal (0−2)⋅0=0≰3(0−2)=−6(0-2)\cdot0=0\not\leq3(0-2)=-6. Jadi jawaban naif menambah solusi palsu, bukan hanya kehilangan solusi. □\square

    Strategi

    Strategi 1: Untuk setiap langkah, tanyakan apakah ia dapat dibalik, dan pada bagian semesta mana. Tuliskan alasannya.

    Strategi 2: Jangan pernah mengalikan, membagi, atau membalik dengan ekspresi bervariabel sebelum tandanya diketahui di seluruh semesta yang sedang ditinjau. Bila tidak diketahui, pisahkan semesta (Teorema 15.3.6) atau pindahkan semua ke satu ruas dan analisis tanda.

    Strategi 3: Kuadratkan hanya bila kedua ruas tak negatif. Kalau tidak, perlakukan hasilnya sebagai kandidat.

    Strategi 4: Untuk persamaan, faktorkan dan gunakan hukum hasil kali nol, alih-alih membatalkan faktor.

    Latihan

    Latihan 15.3-1. Berikut "penyelesaian" x+1x≥2\tfrac{x+1}{x}\geq2: kalikan dengan xx, diperoleh x+1≥2xx+1\geq2x, sehingga x≤1x\leq1. (a) Tunjukkan dengan satu bilangan bahwa jawabannya salah. (b) Tunjukkan langkah yang tidak sah. (c) Selesaikan dengan benar.

    Latihan 15.3-2. (a) Buktikan bahwa t↦t3t\mapsto t^3 naik tegas pada R\mathbb{R}. (b) Selesaikan x3<8x^3<8 dan (x−1)3≥−27(x-1)^3\geq-27 di R\mathbb{R}.

    Latihan 15.3-3. Selesaikan x2>xx^2>x di R\mathbb{R} dengan metode pemisahan kasus tanda h(x)=xh(x)=x, dan bandingkan hasilnya dengan Solusi 15.2-5.

    Latihan 15.3-4. Selesaikan 1x>2\tfrac1x>2 di semesta asalnya dengan dua cara: pemisahan kasus tanda, dan reduksi ke satu ruas.

    Latihan 15.3-5. (a) Tunjukkan bahwa "x<2⇒x2<4x<2\Rightarrow x^2<4" salah di R\mathbb{R}, tetapi benar di [0,∞)[0,\infty). (b) Selesaikan x<3\sqrt x<3 di [0,∞)[0,\infty) dengan Teorema 15.3.4(c), dan sebutkan φ\varphi serta II yang dipakai.

    Latihan 15.3-6. (a) Selesaikan x(x−2)=3(x−2)x(x-2)=3(x-2) dengan benar, dan jelaskan solusi mana yang hilang karena pembatalan. (b) Selesaikan x2(x−1)≥x(x−1)x^2(x-1)\geq x(x-1) di R\mathbb{R}.

    Latihan 15.3-7. (a) Berikan contoh a<ba<b dan c<dc<d dengan a−c≥b−da-c\geq b-d. (b) Buktikan bahwa a<ba<b dan c<dc<d mengakibatkan a−d<b−ca-d<b-c. (c) Jika 1<x<21<x<2 dan 3<y<53<y<5, tentukan batas terbaik bagi x−yx-y dari aturan pada (b).

    Latihan 15.3-8. Selesaikan 1x≤12\tfrac1x\leq\tfrac12 di semesta asalnya. Jelaskan mengapa "membalik kedua ruas" untuk memperoleh x≥2x\geq2 kehilangan solusi.

    Solusi

    Solusi 15.3-1. (a) x=−1x=-1: ruas kiri 0−1=0≱2\tfrac0{-1}=0\not\geq2, padahal −1≤1-1\leq1. Jadi −1-1 ada di jawaban tetapi bukan solusi.

    (b) Perkalian dengan xx tanpa mengetahui tandanya (Jebakan 1). Semestanya R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}, dan x<0x<0 membalik arah.

    (c) Pada x>0x>0: x+1≥2x  ⟺  x≤1x+1\geq2x\iff x\leq1, jadi (0,1](0,1]. Pada x<0x<0: perkalian membalik arah, x+1≤2x  ⟺  x≥1x+1\leq2x\iff x\geq1, yang mustahil bersama x<0x<0. HP⁡=(0,1]\operatorname{HP}=(0,1]. □\square

    Solusi 15.3-2. (a) Contoh 15.3.5(c).

    (b) x3<8=23  ⟺  x<2x^3<8=2^3\iff x<2, menurut Lemma 15.3.3 dengan φ(t)=t3\varphi(t)=t^3; HP⁡=(−∞,2)\operatorname{HP}=(-\infty,2). Untuk yang kedua, (x−1)3≥(−3)3  ⟺  x−1≥−3  ⟺  x≥−2(x-1)^3\geq(-3)^3\iff x-1\geq-3\iff x\geq-2; HP⁡=[−2,∞)\operatorname{HP}=[-2,\infty). Pada kedua kasus, I=RI=\mathbb{R} memuat semua nilai. □\square

    Solusi 15.3-3. Semesta R\mathbb{R}; h(x)=xh(x)=x.

    • D+=(0,∞)D_+=(0,\infty): membagi dengan x>0x>0 memberi x>1x>1. Hasilnya (1,∞)(1,\infty).
    • D0={0}D_0=\{0\}: 0>00>0 salah. Hasilnya ∅\emptyset.
    • D−=(−∞,0)D_-=(-\infty,0): membagi dengan x<0x<0 membalik arah, x<1x<1, yang benar untuk semua x<0x<0. Hasilnya (−∞,0)(-\infty,0).

    Gabungannya (−∞,0)∪(1,∞)(-\infty,0)\cup(1,\infty). Hasil ini konsisten dengan Solusi 15.2-5. Komplemennya, himpunan penyelesaian x2≤xx^2\leq x, adalah [0,1][0,1], yaitu gabungan penyelesaian x2<xx^2<x (yaitu (0,1)(0,1)) dan penyelesaian x2=xx^2=x (yaitu {0,1}\{0,1\}), sesuai Teorema 15.1.3. □\square

    Solusi 15.3-4. Semesta R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}.

    Cara 1 (pemisahan kasus): pada x>0x>0, 1>2x  ⟺  x<121>2x\iff x<\tfrac12, hasilnya (0,12)(0,\tfrac12). Pada x<0x<0, perkalian membalik arah: 1<2x  ⟺  x>121<2x\iff x>\tfrac12, mustahil. HP⁡=(0,12)\operatorname{HP}=(0,\tfrac12).

    Cara 2 (satu ruas): 1x−2>0  ⟺  1−2xx>0\tfrac1x-2>0\iff\tfrac{1-2x}x>0. Hasil bagi positif tepat ketika pembilang dan penyebut sama tanda. Kasus pertama: 1−2x>01-2x>0 dan x>0x>0, yaitu 0<x<120<x<\tfrac12. Kasus kedua: 1−2x<01-2x<0 dan x<0x<0, yaitu x>12x>\tfrac12 dan x<0x<0, mustahil. Hasilnya sama. □\square

    Solusi 15.3-5. (a) x=−3x=-3 adalah contoh tandingan di R\mathbb{R}. Di [0,∞)[0,\infty), 0≤x<20\leq x<2 memberi x2<4x^2<4 menurut Teorema 10.2.6.

    (b) φ(t)=t2\varphi(t)=t^2 naik tegas pada I=[0,∞)I=[0,\infty), yang memuat x\sqrt x dan 33. Jadi x<3  ⟺  (x)2<9  ⟺  x<9\sqrt x<3\iff(\sqrt x)^2<9\iff x<9. Dengan semesta [0,∞)[0,\infty), HP⁡=[0,9)\operatorname{HP}=[0,9). □\square

    Solusi 15.3-6. (a) (x−2)(x−3)=0  ⟺  x∈{2,3}(x-2)(x-3)=0\iff x\in\{2,3\} (hukum hasil kali nol). Pembatalan x−2x-2 menghilangkan x=2x=2.

    (b) x2(x−1)−x(x−1)≥0  ⟺  x(x−1)(x−1)≥0  ⟺  x(x−1)2≥0x^2(x-1)-x(x-1)\geq0\iff x(x-1)(x-1)\geq0\iff x(x-1)^2\geq0. Faktor (x−1)2≥0(x-1)^2\geq0, dengan nol tepat di x=1x=1.

    • Untuk x≠1x\ne1: (x−1)2>0(x-1)^2>0, sehingga syaratnya x≥0x\geq0 (Teorema 15.3.4(b) pada semesta R∖{1}\mathbb{R}\setminus\{1\}).
    • Di x=1x=1: ruas kiri 0≥00\geq0, benar.

    HP⁡=[0,∞)\operatorname{HP}=[0,\infty). Pembatalan naif x−1x-1 dari kedua ruas, menjadi x2≥xx^2\geq x, akan memberi (−∞,0]∪[1,∞)(-\infty,0]\cup[1,\infty), yang salah. Misalnya x=−1x=-1: 1⋅(−2)=−2≥(−1)(−2)=21\cdot(-2)=-2\geq(-1)(-2)=2 salah. □\square

    Solusi 15.3-7. (a) a=1a=1, b=2b=2, c=0c=0, d=5d=5: a−c=1a-c=1 dan b−d=−3b-d=-3, sehingga 1≥−31\geq-3.

    (b) c<dc<d memberi −d<−c-d<-c (Teorema 10.2.1). Teorema 10.2.5(i) dengan a<ba<b memberi a+(−d)<b+(−c)a+(-d)<b+(-c).

    (c) x−yx-y: dari 1<x<21<x<2 dan 3<y<53<y<5, aturan (b) dengan (a,b,c,d)=(1,x,y,5)(a,b,c,d)=(1,x,y,5) memberi 1−5<x−y1-5<x-y, dan dengan (a,b,c,d)=(x,2,3,y)(a,b,c,d)=(x,2,3,y) memberi x−y<2−3x-y<2-3. Jadi −4<x−y<−1-4<x-y<-1. □\square

    Solusi 15.3-8. Semesta R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}.

    • Pada x>0x>0: 1x≤12  ⟺  2≤x\tfrac1x\leq\tfrac12\iff2\leq x (perkalian dengan 2x>02x>0). Hasilnya [2,∞)[2,\infty).
    • Pada x<0x<0: 1x<0<12\tfrac1x<0<\tfrac12, selalu benar. Hasilnya (−∞,0)(-\infty,0).

    HP⁡=(−∞,0)∪[2,∞)\operatorname{HP}=(-\infty,0)\cup[2,\infty). "Membalik kedua ruas" menjadi x≥2x\geq2 memakai Teorema 10.2.4(i), yang mensyaratkan kedua ruas positif. Untuk x<0x<0, 1x\tfrac1x dan 12\tfrac12 berlainan tanda, dan Teorema 10.2.4(iii) tidak memberi pembalikan. Akibatnya seluruh (−∞,0)(-\infty,0) hilang. □\square

    Ringkasan

    Dua kalimat ekuivalen pada suatu semesta bila himpunan penyelesaiannya sama. Langkah satu arah hanya menghasilkan konsekuensi, yang dapat menambah atau menghilangkan solusi. Transformasi yang aman adalah translasi, perkalian dengan ekspresi bertanda tetap di seluruh semesta (dengan pembalikan arah bila negatif), dan penerapan fungsi monoton tegas pada himpunan yang memuat nilai kedua ruas. Delapan jebakan baku, masing-masing dengan contoh tandingan, semuanya muncul dari melanggar syarat tanda atau domain. Metode pemisahan kasus tanda adalah cara sah untuk "mengalikan dengan variabel". Unit 15.4 menyelesaikan anatomi pertaksamaan dengan aspek terakhir: domain asal ekspresi, yang menentukan semesta itu sendiri.

    15.4 Analisis Domain Asal (Domain Restriction)

    Tiga unit sebelumnya selalu menganggap semesta DD sudah diberikan. Dalam praktik, persamaan dan pertaksamaan diberikan sebagai ekspresi, dan semesta harus ditentukan dari ekspresi itu sendiri: himpunan bilangan tempat semua bagian ekspresi bermakna. Unit ini merumuskan domain asal secara tepat, menunjukkan bahwa langkah penyederhanaan dapat diam-diam memperluas atau mempersempit domain, dan memberi prosedur yang aman: selesaikan, lalu iris dengan domain asal. Penjelasan master untuk unit ini kosong; isinya disusun untuk menutup anatomi pertaksamaan pada Bab 15 sebelum teknik Bab 16.

    Prasyarat:

    • fungsi dan domain (Bab 5);
    • pangkat bulat dan pangkat rasional (Bab 9.3A–9.3B; pangkat rasional hanya untuk basis positif);
    • keberadaan dan ketunggalan akar ke-nn (Teorema 11.3.8, termasuk kasus khusus a<0a<0 dengan nn ganjil);
    • akar kuadrat taknegatif (Definisi 12.3.1);
    • Unit 15.1–15.3.

    Domain Asal Ekspresi

    Definisi 15.4.1 (Domain Asal)

    Domain asal suatu ekspresi E(x)E(x) dalam satu variabel real, ditulis Dom⁡(E)\operatorname{Dom}(E), adalah himpunan semua x∈Rx\in\mathbb{R} yang membuat setiap operasi dalam EE terdefinisi. Domain ini ditentukan menurut susunan ekspresi:

    (D1) Konstanta dan variabel xx: domainnya R\mathbb{R}.

    (D2) E1+E2E_1+E_2, E1−E2E_1-E_2, E1⋅E2E_1\cdot E_2: domainnya Dom⁡(E1)∩Dom⁡(E2)\operatorname{Dom}(E_1)\cap\operatorname{Dom}(E_2).

    (D3) E1E2\dfrac{E_1}{E_2}: domainnya {x∈Dom⁡(E1)∩Dom⁡(E2):E2(x)≠0}\{x\in\operatorname{Dom}(E_1)\cap\operatorname{Dom}(E_2):E_2(x)\ne0\}.

    (D4) En\sqrt[n]{E} dengan n∈Nn\in\mathbb{N} genap, n≥2n\geq2 (termasuk E\sqrt{E} untuk n=2n=2): domainnya {x∈Dom⁡(E):E(x)≥0}\{x\in\operatorname{Dom}(E):E(x)\geq0\}. Nilainya adalah akar ke-nn taknegatif yang tunggal (Teorema 11.3.8, Definisi 12.3.1).

    (D5) En\sqrt[n]{E} dengan n∈Nn\in\mathbb{N} ganjil, n≥1n\geq1: domainnya Dom⁡(E)\operatorname{Dom}(E). Nilainya adalah akar real tunggal, yang ada untuk setiap bilangan real menurut kasus khusus Teorema 11.3.8.

    (D6) ∣E∣|E| dan EkE^k dengan k∈Nk\in\mathbb{N}: domainnya Dom⁡(E)\operatorname{Dom}(E). Pangkat bulat negatif E−kE^{-k} ditulis sebagai 1Ek\tfrac1{E^k} dan mengikuti (D3).

    (D7) Pangkat rasional nonbulat Ep/qE^{p/q}: mengikuti konvensi Bab 9.3B, domainnya {x∈Dom⁡(E):E(x)>0}\{x\in\operatorname{Dom}(E):E(x)>0\}. Untuk akar dari bilangan negatif atau nol, buku ini memakai notasi akar (D4)–(D5), bukan pangkat pecahan.

    Fungsi transenden seperti logaritma belum didefinisikan di buku ini dan tidak dipakai.

    Konvensi (D7) disengaja. Notasi (−8)1/3(-8)^{1/3} menimbulkan masalah: nilai −2-2 dapat diperoleh lewat akar ganjil, tetapi aturan ap/q=ap′/q′a^{p/q}=a^{p'/q'} untuk pecahan setara gagal pada basis negatif. Misalnya 13=26\tfrac13=\tfrac26, sedangkan (−8)2/6(-8)^{2/6} lewat akar genap tidak terdefinisi di R\mathbb{R}. Dengan menulis −83=−2\sqrt[3]{-8}=-2, kerancuan ini hilang.

    Contoh 15.4.2 (Menghitung Domain Asal)

    (a) 4−x2\sqrt{4-x^2}: syaratnya 4−x2≥04-x^2\geq0, yaitu x2≤4x^2\leq4, yaitu −2≤x≤2-2\leq x\leq2 (seperti Contoh 15.1.5). Domain: [−2,2][-2,2].

    (b) 1x2−1\dfrac1{x^2-1}: syaratnya x2≠1x^2\ne1, yaitu x≠±1x\ne\pm1. Domain: R∖{−1,1}\mathbb{R}\setminus\{-1,1\}.

    (c) xx−3\dfrac{\sqrt x}{x-3}: syaratnya x≥0x\geq0 dan x≠3x\ne3. Domain: [0,3)∪(3,∞)[0,3)\cup(3,\infty).

    (d) x−53∣x∣\dfrac{\sqrt[3]{x-5}}{|x|}: akar ganjil terdefinisi di mana-mana; penyebut tak nol bila x≠0x\ne0. Domain: R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}.

    Definisi 15.4.3 (Domain Persamaan dan Pertaksamaan)

    Untuk kalimat f(x)⋈g(x)f(x)\bowtie g(x) yang diberikan oleh ekspresi, semesta bawaannya adalah

    D=Dom⁡(f)∩Dom⁡(g).D=\operatorname{Dom}(f)\cap\operatorname{Dom}(g).

    Semesta dapat dipersempit lebih lanjut oleh konteks (Unit 15.2), tetapi tidak dapat diperluas melampaui DD. Di luar DD, kalimat itu bukan proposisi yang salah; ia sama sekali tidak bermakna.

    Pembedaan terakhir ini penting secara logika. Untuk x=−1x=-1, kalimat "x≥0\sqrt x\geq0" tidak salah; ia tidak mempunyai nilai kebenaran, karena −1\sqrt{-1} tidak menunjuk bilangan real. Karena itu titik di luar domain tidak termasuk himpunan penyelesaian, dan juga tidak termasuk komplemennya di dalam semesta. Partisi trikotomi (Teorema 15.1.3) berlaku di dalam DD, bukan di seluruh R\mathbb{R}.

    Perubahan Domain oleh Penyederhanaan

    Penyederhanaan aljabar sering mengganti ekspresi EE dengan ekspresi E′E' yang bernilai sama di tempat keduanya terdefinisi, tetapi domainnya berbeda. Contohnya:

    • x2−1x−1\dfrac{x^2-1}{x-1} dan x+1x+1: nilainya sama untuk x≠1x\ne1, tetapi domainnya R∖{1}\mathbb{R}\setminus\{1\} dan R\mathbb{R};
    • (x)2(\sqrt x)^2 dan xx: nilainya sama untuk x≥0x\geq0, tetapi domainnya [0,∞)[0,\infty) dan R\mathbb{R};
    • x(x−1)\sqrt{x(x-1)} dan x x−1\sqrt x\,\sqrt{x-1}: nilainya sama untuk x≥1x\geq1, tetapi domainnya (−∞,0]∪[1,∞)(-\infty,0]\cup[1,\infty) dan [1,∞)[1,\infty).

    Penggantian yang memperluas domain dapat menambah solusi palsu. Penggantian yang mempersempit domain dapat menghilangkan solusi. Teorema berikut memberi prosedur yang aman untuk arah yang memperluas.

    Teorema 15.4.4 (Selesaikan, lalu Iris dengan Domain Asal)

    Misalkan PP kalimat terbuka dengan domain DD, dan QQ kalimat terbuka dengan domain D′⊇DD'\supseteq D, sedemikian sehingga P(x)  ⟺  Q(x)P(x)\iff Q(x) untuk setiap x∈Dx\in D. Maka

    HP⁡D(P)=HP⁡D′(Q)∩D.\operatorname{HP}_D(P)=\operatorname{HP}_{D'}(Q)\cap D.

    Bukti. x∈HP⁡D(P)x\in\operatorname{HP}_D(P) jika dan hanya jika x∈Dx\in D dan P(x)P(x), jika dan hanya jika x∈Dx\in D dan Q(x)Q(x) (hipotesis), jika dan hanya jika x∈Dx\in D dan x∈HP⁡D′(Q)x\in\operatorname{HP}_{D'}(Q), karena D⊆D′D\subseteq D'. □\square

    Untuk arah yang mempersempit domain, tidak ada prosedur perbaikan otomatis. Penggantian semacam itu harus dihindari, atau bagian domain yang hilang harus diperiksa terpisah (Teorema 15.3.6).

    Contoh

    Contoh 15.4.5 (Penyederhanaan Pecahan)

    Selesaikan x2−4x−2>0\dfrac{x^2-4}{x-2}>0.

    Penyelesaian. Domain: D=R∖{2}D=\mathbb{R}\setminus\{2\}. Untuk x∈Dx\in D, x2−4x−2=(x−2)(x+2)x−2=x+2\tfrac{x^2-4}{x-2}=\tfrac{(x-2)(x+2)}{x-2}=x+2, karena x−2≠0x-2\ne0. Jadi P(x)  ⟺  x+2>0P(x)\iff x+2>0 untuk setiap x∈Dx\in D. Kalimat QQ: x+2>0x+2>0 mempunyai domain R\mathbb{R} dan HP⁡=(−2,∞)\operatorname{HP}=(-2,\infty). Teorema 15.4.4 memberi

    HP⁡=(−2,∞)∩(R∖{2})=(−2,2)∪(2,∞).\operatorname{HP}=(-2,\infty)\cap(\mathbb{R}\setminus\{2\})=(-2,2)\cup(2,\infty).

    Jawaban "x>−2x>-2" tanpa mengeluarkan 22 keliru: x=2x=2 membuat ruas kiri tidak bermakna. □\square

    Contoh 15.4.6 (Akar Kuadrat)

    Selesaikan x−1<3\sqrt{x-1}<3.

    Penyelesaian. Domain: x−1≥0x-1\geq0, yaitu D=[1,∞)D=[1,\infty). Pada DD, kedua ruas tak negatif. Karena t↦t2t\mapsto t^2 naik tegas pada [0,∞)[0,\infty), Teorema 15.3.4(c) memberi x−1<3  ⟺  x−1<9  ⟺  x<10\sqrt{x-1}<3\iff x-1<9\iff x<10. Dengan Teorema 15.4.4, HP⁡=(−∞,10)∩[1,∞)=[1,10)\operatorname{HP}=(-\infty,10)\cap[1,\infty)=[1,10).

    Jawaban "x<10x<10" saja keliru, karena memuat x=0x=0, padahal −1\sqrt{-1} tidak bermakna. Pengkuadratan di sini ekuivalen karena kedua ruas tak negatif. Untuk x−1<x−3\sqrt{x-1}<x-3, ruas kanan bisa negatif dan analisisnya memerlukan pemisahan kasus; itu topik Bab 16.4. □\square

    Contoh 15.4.7 (Pecahan dengan Pembilang Konstan)

    Selesaikan 1x−2≥0\dfrac1{x-2}\geq0.

    Penyelesaian. Domain: R∖{2}\mathbb{R}\setminus\{2\}. Pada domain, 1x−2≠0\tfrac1{x-2}\ne0, sehingga syaratnya 1x−2>0\tfrac1{x-2}>0. Menurut Teorema 10.2.3, invers positif tepat ketika x−2>0x-2>0. HP⁡=(2,∞)\operatorname{HP}=(2,\infty).

    Pertaksamaan 1x−2≤0\tfrac1{x-2}\leq0 mempunyai HP⁡=(−∞,2)\operatorname{HP}=(-\infty,2). Gabungan kedua himpunan penyelesaian adalah R∖{2}\mathbb{R}\setminus\{2\}, bukan R\mathbb{R}. Ini sesuai Teorema 15.1.3 yang berlaku di dalam domain. □\square

    Contoh 15.4.8 (Kalimat yang Benar di Seluruh Domainnya)

    x≥−1\sqrt x\geq-1 mempunyai HP⁡=[0,∞)\operatorname{HP}=[0,\infty), bukan R\mathbb{R}. Pada domain [0,∞)[0,\infty) kalimat itu selalu benar, karena x≥0>−1\sqrt x\geq0>-1. Ia adalah identitas pada domainnya, tetapi domainnya bukan R\mathbb{R}. Sebaliknya, x<−1\sqrt x<-1 mempunyai HP⁡=∅\operatorname{HP}=\emptyset.

    Contoh 15.4.9 (Penyederhanaan yang Mempersempit Domain)

    x(x−1)=0\sqrt{x(x-1)}=0 mempunyai domain (−∞,0]∪[1,∞)(-\infty,0]\cup[1,\infty). Akar taknegatif bernilai nol tepat ketika radikannya nol, sehingga HP⁡={0,1}\operatorname{HP}=\{0,1\}. Jika ekspresi itu "disederhanakan" menjadi x x−1\sqrt x\,\sqrt{x-1}, domainnya menyusut menjadi [1,∞)[1,\infty), dan persamaan baru x x−1=0\sqrt x\,\sqrt{x-1}=0 mempunyai HP⁡={1}\operatorname{HP}=\{1\}. Solusi x=0x=0 hilang. Identitas ab=ab\sqrt{ab}=\sqrt a\sqrt b hanya berlaku untuk a,b≥0a,b\geq0: kedua ruas tak negatif dan kuadratnya sama abab, lalu gunakan ketunggalan akar taknegatif (Teorema 12.3.3, atau Teorema 12.3.4(ii) bila ab=0ab=0).

    Domain Kontekstual

    Selain domain asal, suatu soal dapat mempunyai syarat dari konteks. Contohnya, panjang harus positif, banyaknya barang harus bilangan asli, dan peluang terletak di [0,1][0,1]. Syarat itu mempersempit semesta lebih lanjut (Proposisi 15.2.3) dan harus diiriskan pada akhir penyelesaian.

    Contoh 15.4.10 (Model Geometris Hipotetis)

    Sebuah persegi panjang mempunyai keliling 2020 satuan dan panjang sisi xx. Kapan luasnya paling sedikit 1616 satuan persegi?

    Penyelesaian. Sisi lainnya 10−x10-x. Konteks memberi x>0x>0 dan 10−x>010-x>0, yaitu semesta (0,10)(0,10). Syaratnya x(10−x)≥16  ⟺  x2−10x+16≤0  ⟺  (x−2)(x−8)≤0x(10-x)\geq16\iff x^2-10x+16\leq0\iff(x-2)(x-8)\leq0. Seperti Contoh 15.3.8, hasil kali dua faktor dengan x−2>x−8x-2>x-8 tak positif tepat ketika x−8≤0≤x−2x-8\leq0\leq x-2, yaitu 2≤x≤82\leq x\leq8. Irisan dengan (0,10)(0,10) adalah [2,8][2,8]. Di sini konteks tidak memotong jawaban aljabar, tetapi pemeriksaannya tetap bagian dari penyelesaian. □\square

    Prosedur Lengkap

    Dengan Unit 15.1–15.4, penyelesaian persamaan atau pertaksamaan yang sahih berlangsung sebagai berikut.

    1. Tentukan domain asal DD dari kedua ruas (Definisi 15.4.1, 15.4.3), lalu iris dengan syarat konteks bila ada.
    2. Transformasikan dengan langkah ekuivalen pada DD (Teorema 15.3.4). Bila perlu mengalikan dengan ekspresi bervariabel, pisahkan DD menurut tandanya (Teorema 15.3.6).
    3. Bila suatu penyederhanaan memperluas domain, selesaikan bentuk sederhana lalu iris dengan DD (Teorema 15.4.4). Hindari penyederhanaan yang mempersempit domain.
    4. Bila ada langkah satu arah, misalnya pengkuadratan tanpa syarat tanda, perlakukan hasilnya sebagai kandidat dan periksa setiap kandidat pada kalimat semula.
    5. Nyatakan himpunan penyelesaian sebagai himpunan, dan pastikan kedua inklusi telah dibuktikan (Unit 15.2).

    Latihan

    Latihan 15.4-1. Tentukan domain asal dari (a) 9−x2\sqrt{9-x^2}, (b) 1x2−x\dfrac{1}{x^2-x}, (c) x+2x−1\dfrac{\sqrt{x+2}}{x-1}, (d) x3 + 1x\sqrt[3]{x}\,+\,\dfrac1{\sqrt{x}}.

    Latihan 15.4-2. Selesaikan x2−4x−2≥0\dfrac{x^2-4}{x-2}\geq0 dan x2−4x−2<0\dfrac{x^2-4}{x-2}<0. Periksa bahwa gabungan keduanya adalah domain asal, bukan R\mathbb{R}.

    Domain asal tetap menempelUntuk: Bab 15, Unit 15.4 (Definisi 15.4.3, Teorema 15.4.4, Contoh 15.4.5, 15.4.6, 15.4.9; M15-02)

    Latihan 15.4-3. Selesaikan x−1<3\sqrt{x-1}<3 dan x−1≥3\sqrt{x-1}\geq3. Tunjukkan bahwa keduanya mempartisi domain asal.

    Latihan 15.4-4. Selesaikan 1x−2≥0\dfrac1{x-2}\geq0, 1x−2≤0\dfrac1{x-2}\leq0, dan 1x−2=0\dfrac1{x-2}=0. Jelaskan hasilnya dengan Teorema 15.1.3.

    Latihan 15.4-5. Tentukan himpunan penyelesaian x≥−1\sqrt x\geq-1, x<−1\sqrt x<-1, dan x2≥−1\sqrt{x^2}\geq-1. Mengapa yang pertama dan ketiga berbeda?

    Latihan 15.4-6. (a) Tentukan domain x(x−1)\sqrt{x(x-1)} dan x x−1\sqrt x\,\sqrt{x-1}. (b) Buktikan bahwa kedua ekspresi sama pada [1,∞)[1,\infty). (c) Selesaikan x(x−1)=0\sqrt{x(x-1)}=0 dan x x−1=0\sqrt x\,\sqrt{x-1}=0, lalu jelaskan perbedaannya.

    Latihan 15.4-7. (a) Selesaikan xx=1\dfrac xx=1. (b) Selesaikan x+1x−1=1+1x−1x+\dfrac1{x-1}=1+\dfrac1{x-1}. Jelaskan solusi palsu yang muncul bila suku 1x−1\tfrac1{x-1} "dicoret" tanpa memperhatikan domain.

    Latihan 15.4-8. (Model hipotetis.) Sebuah wadah berbentuk balok dengan alas persegi bersisi xx dan tinggi 5−x5-x. Tentukan nilai xx yang membuat volumenya, x2(5−x)x^2(5-x), positif. Tuliskan domain kontekstual dan himpunan penyelesaiannya.

    Solusi

    Solusi 15.4-1.

    (a) 9−x2≥0  ⟺  x2≤9  ⟺  −3≤x≤39-x^2\geq0\iff x^2\leq9\iff-3\leq x\leq3. Domain [−3,3][-3,3].

    (b) x2−x=x(x−1)≠0  ⟺  x≠0x^2-x=x(x-1)\ne0\iff x\ne0 dan x≠1x\ne1. Domain R∖{0,1}\mathbb{R}\setminus\{0,1\}.

    (c) x+2≥0x+2\geq0 dan x≠1x\ne1. Domain [−2,1)∪(1,∞)[-2,1)\cup(1,\infty).

    (d) x3\sqrt[3]x terdefinisi untuk semua xx (D5). 1x\tfrac1{\sqrt x} memerlukan x≥0x\geq0 (D4) dan x≠0\sqrt x\ne0 (D3), yaitu x>0x>0. Domain (0,∞)(0,\infty). □\square

    Solusi 15.4-2. Domain R∖{2}\mathbb{R}\setminus\{2\}; pada domain, ekspresinya sama dengan x+2x+2.

    • x+2≥0  ⟺  x≥−2x+2\geq0\iff x\geq-2. HP⁡=[−2,2)∪(2,∞)\operatorname{HP}=[-2,2)\cup(2,\infty).
    • x+2<0  ⟺  x<−2x+2<0\iff x<-2. HP⁡=(−∞,−2)\operatorname{HP}=(-\infty,-2).

    Gabungannya R∖{2}\mathbb{R}\setminus\{2\}. □\square

    Solusi 15.4-3. Domain [1,∞)[1,\infty). x−1<3\sqrt{x-1}<3 memberi HP⁡=[1,10)\operatorname{HP}=[1,10) (Contoh 15.4.6). x−1≥3  ⟺  x−1≥9  ⟺  x≥10\sqrt{x-1}\geq3\iff x-1\geq9\iff x\geq10, dengan pengkuadratan ekuivalen karena kedua ruas tak negatif. HP⁡=[10,∞)\operatorname{HP}=[10,\infty). Kedua himpunan saling lepas, dan gabungannya [1,∞)[1,\infty). □\square

    Solusi 15.4-4. Domain R∖{2}\mathbb{R}\setminus\{2\}.

    • ≥0\geq0: (2,∞)(2,\infty).
    • ≤0\leq0: (−∞,2)(-\infty,2).
    • =0=0: ∅\emptyset, karena invers bilangan tak nol tidak nol.

    Di dalam domain, S>=(2,∞)S_>=(2,\infty), S==∅S_==\emptyset, S<=(−∞,2)S_<=(-\infty,2) mempartisi domain, sesuai Teorema 15.1.3. Titik 22 tidak termasuk satu pun karena berada di luar domain. □\square

    Solusi 15.4-5.

    • x≥−1\sqrt x\geq-1: HP⁡=[0,∞)\operatorname{HP}=[0,\infty) (Contoh 15.4.8).
    • x<−1\sqrt x<-1: ∅\emptyset.
    • x2≥−1\sqrt{x^2}\geq-1: domainnya R\mathbb{R}, karena x2≥0x^2\geq0 untuk semua xx, dan x2=∣x∣≥0>−1\sqrt{x^2}=|x|\geq0>-1. HP⁡=R\operatorname{HP}=\mathbb{R}.

    Kedua kalimat "selalu benar" di domainnya, tetapi domainnya berbeda. □\square

    Solusi 15.4-6. (a) x(x−1)\sqrt{x(x-1)}: x(x−1)≥0  ⟺  x∈(−∞,0]∪[1,∞)x(x-1)\geq0\iff x\in(-\infty,0]\cup[1,\infty) (Contoh 15.2.7 dengan tanda x(x−1)x(x-1)). x x−1\sqrt x\,\sqrt{x-1}: x≥0x\geq0 dan x≥1x\geq1, yaitu [1,∞)[1,\infty).

    (b) Untuk x≥1x\geq1, kedua ruas tak negatif dan kuadratnya sama dengan x(x−1)x(x-1). Ketunggalan akar kuadrat taknegatif (Teorema 12.3.3, dan Teorema 12.3.4(ii) bila x(x−1)=0x(x-1)=0) memberi kesamaan.

    (c) x(x−1)=0  ⟺  x(x−1)=0  ⟺  x∈{0,1}\sqrt{x(x-1)}=0\iff x(x-1)=0\iff x\in\{0,1\}; keduanya ada di domain. x x−1=0\sqrt x\,\sqrt{x-1}=0 pada [1,∞)[1,\infty): hasil kali nol tepat ketika salah satu faktor nol. x=0\sqrt x=0 hanya di x=0∉[1,∞)x=0\notin[1,\infty), dan x−1=0\sqrt{x-1}=0 di x=1x=1. HP⁡={1}\operatorname{HP}=\{1\}. Penyempitan domain menghilangkan x=0x=0. □\square

    Solusi 15.4-7. (a) Domain R∖{0}\mathbb{R}\setminus\{0\}. Pada domain, xx=1\tfrac xx=1 selalu benar, sehingga HP⁡=R∖{0}\operatorname{HP}=\mathbb{R}\setminus\{0\}.

    (b) Domain R∖{1}\mathbb{R}\setminus\{1\}. Pada domain, translasi oleh −1x−1-\tfrac1{x-1} memberi x=1x=1. Kalimat x=1x=1 (domain R\mathbb{R}) mempunyai penyelesaian {1}\{1\}, dan Teorema 15.4.4 memberi HP⁡={1}∩(R∖{1})=∅\operatorname{HP}=\{1\}\cap(\mathbb{R}\setminus\{1\})=\emptyset. "Mencoret" 1x−1\tfrac1{x-1} dan menjawab x=1x=1 menghasilkan solusi palsu, karena di x=1x=1 kedua ruas tidak bermakna. □\square

    Solusi 15.4-8. Konteks: sisi x>0x>0 dan tinggi 5−x>05-x>0, sehingga semestanya (0,5)(0,5). Pada semesta ini, x2>0x^2>0 dan 5−x>05-x>0, sehingga volume selalu positif. HP⁡=(0,5)\operatorname{HP}=(0,5).

    Tanpa konteks, pertaksamaan aljabar x2(5−x)>0x^2(5-x)>0 di R\mathbb{R} mempunyai penyelesaian (−∞,0)∪(0,5)(-\infty,0)\cup(0,5). Faktor x2>0x^2>0 tepat ketika x≠0x\ne0, dan 5−x>05-x>0 tepat ketika x<5x<5. Bagian (−∞,0)(-\infty,0) tidak bermakna sebagai panjang sisi. Domain kontekstual memangkasnya. □\square

    Ringkasan Unit 15.4 dan Penutup Bab 15

    Domain asal ekspresi ditentukan menurut susunannya: penyebut tak nol, radikan akar genap tak negatif, dan pangkat rasional nonbulat hanya pada basis positif. Domain suatu persamaan atau pertaksamaan adalah irisan domain kedua ruas, mungkin dipersempit lagi oleh konteks. Di luar domain, kalimat tidak bermakna, sehingga partisi trikotomi berlaku di dalam domain saja. Penyederhanaan yang memperluas domain aman asal hasil akhirnya diiris dengan domain asal (Teorema 15.4.4). Penyederhanaan yang mempersempit domain dapat menghilangkan solusi.

    Bab 15 secara keseluruhan:

    • 15.1: persamaan dan pertaksamaan sebagai kalimat terbuka, partisi trikotomi;
    • 15.2: solusi dan himpunan penyelesaian sebagai klaim kesamaan himpunan;
    • 15.3: transformasi ekuivalen dan delapan jebakan;
    • 15.4: domain asal.

    Prosedur lima langkah di atas adalah kerangka yang dipakai Bab 16 untuk pertaksamaan polinomial, rasional, dan bentuk akar.

    Bab terdekat

    BerikutnyaPertaksamaan Polinomial, Rasional, dan Irrasional

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 16.

    SebelumnyaHimpunan Tutup dan Titik Akumulasi

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 14.