Klasifikasi dan Anatomi Pertaksamaan
Bab 15 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 15: Klasifikasi dan Anatomi Pertaksamaan
15.1 Persamaan vs Pertaksamaan Terbuka
Bab 13–14 mempelajari bentuk himpunan di garis riil: bola, interior, himpunan buka dan tutup. Bab 15 mengalihkan perhatian ke cara himpunan-himpunan itu muncul dalam praktik, yaitu sebagai himpunan penyelesaian persamaan dan pertaksamaan. Sebelum masuk ke teknik penyelesaian (Bab 16) dan nilai mutlak (Bab 17–19), bab ini menata fondasi logisnya:
- apa sebenarnya persamaan dan pertaksamaan;
- apa arti "menyelesaikan";
- langkah aljabar mana yang mempertahankan himpunan penyelesaian;
- bagaimana domain ekspresi membatasi semuanya.
Kata "terbuka" pada judul unit ini berarti kalimat terbuka: kalimat yang memuat variabel bebas, sehingga belum bernilai benar atau salah sebelum variabelnya diisi atau dikuantifikasi (Bab 2). Kata ini tidak merujuk pada himpunan buka Unit 13.4. Pertaksamaan adalah kalimat terbuka, padahal himpunan penyelesaiannya, , adalah himpunan tutup.
Prasyarat:
- fungsi proposisional dan kuantor (Bab 2);
- prinsip separasi dan operasi himpunan (Bab 3);
- fungsi sebagai himpunan pasangan dengan domain (Bab 5);
- aksioma urutan, trikotomi, dan hukum tanda (Bab 10, khususnya Teorema 10.1.5, Proposisi 10.1.9, Korolari 10.2.1a, Korolari 10.2.6b);
- notasi interval (Definisi 12.1.2–12.1.3);
- Lemma 13.1.2 untuk membuka nilai mutlak.
Kalimat Terbuka Perbandingan
Definisi 15.1.1 (Persamaan dan Pertaksamaan dalam Satu Variabel)
Misalkan dan dua fungsi dengan domain . Kalimat terbuka
- disebut persamaan;
- , , , disebut pertaksamaan (tegas untuk dan , lemah untuk dan );
- disebut ketaksamaan sederhana.
Semuanya dibaca dengan variabel berjalan di semesta . Untuk setiap , mengganti dengan menghasilkan proposisi yang benar atau salah.
Dalam praktik, dan diberikan sebagai ekspresi, misalnya atau , dan adalah himpunan semua bilangan tempat kedua ekspresi terdefinisi. Penentuan dibahas pada Unit 15.4. Di unit ini selalu diberikan.
Kalimat terbuka bukan proposisi. Pertanyaan "apakah benar?" tidak mempunyai jawaban sebelum ditentukan. Pertanyaan itu baru bermakna dalam bentuk seperti ini:
- "untuk ": benar;
- "untuk ": salah;
- "untuk setiap ": salah, saksi ;
- "untuk suatu ": benar, saksi .
Menyelesaikan suatu kalimat terbuka berarti menentukan dengan tepat untuk anggota mana kalimat itu benar.
Definisi 15.1.2 (Himpunan Kebenaran)
Untuk kalimat terbuka dengan semesta , himpunan kebenarannya adalah
yang ada menurut prinsip separasi (Bab 3). Untuk persamaan dan pertaksamaan, himpunan ini disebut himpunan penyelesaian. Pembahasan lengkapnya pada Unit 15.2.
Untuk sepasang pada , kita memakai singkatan
dan secara serupa , , .
Trikotomi: Persamaan dan Pertaksamaan Saling Melengkapi
Teorema 15.1.3 (Partisi Trikotomi)
Untuk :
(a) , , saling lepas dan gabungannya ;
(b) , , dan ;
(c) , , dan .
Bukti. (a) Untuk setiap , dan bilangan real. Trikotomi urutan (Bab 10) menyatakan bahwa tepat satu dari , , berlaku. "Paling sedikit satu" memberi gabungan ; "paling banyak satu" memberi saling lepas.
(b) didefinisikan sebagai " atau " (Definisi 10.1.4). Disjungsi kalimat sesuai dengan gabungan himpunan kebenarannya. Hal yang sama berlaku untuk . Untuk , negasi kesamaan dengan trikotomi berarti " atau ".
(c) Dari (a) dan (b): , dan dua kesamaan lainnya serupa.
Teorema ini memberi pandangan pertama tentang hubungan persamaan dan pertaksamaan. Persamaan menentukan "batas pemisah" , dan dua pertaksamaan tegas menentukan dua sisi selebihnya. Menyelesaikan salah satu dari ketiganya, ditambah pengetahuan tentang dua lainnya, cukup untuk mengetahui semuanya. Negasi pertaksamaan tegas adalah pertaksamaan lemah dengan arah berlawanan: setara dengan , bukan dengan .
Proposisi 15.1.4 (Reduksi ke Perbandingan dengan Nol)
Untuk , tulis , yaitu pada . Maka untuk setiap :
Bukti. Translasi oleh mempertahankan urutan dan kesamaan (Teorema 10.1.5), dan translasi oleh mengembalikannya.
Jadi setiap persamaan adalah soal pembuat nol , dan setiap pertaksamaan adalah soal tanda . Bab 16 membangun teknik tanda untuk polinomial dan rasional. Di sini cukup dicatat bahwa reduksi ini adalah ekuivalensi pada setiap titik , bukan sekadar implikasi.
Titik Potong dan Wilayah: Slogan dan Batasnya
Penjelasan master merumuskan perbedaan dengan slogan: "persamaan mencari titik potong, sedangkan pertaksamaan mencari wilayah domain validitas". Dalam gambar grafik dan di atas :
- adalah himpunan absis titik-titik potong kedua grafik;
- adalah himpunan absis tempat grafik berada di bawah grafik .
Untuk banyak soal yang lazim, berupa beberapa titik dan berupa gabungan interval, sehingga slogan itu menolong intuisi.
Namun slogan itu heuristik, bukan teorema. Bentuk himpunan penyelesaian tidak ditentukan oleh simbol atau , melainkan oleh fungsi-fungsinya. Contoh berikut membuktikannya.
Contoh 15.1.5 (Persamaan dan Pertaksamaan Kuadrat Sederhana)
Pada dengan dan :
Bukti. Proposisi 10.2.7a(iii) memberi , dan . Karena dan , Korolari 10.2.6b memberi . Lemma 13.1.2(b) memberi . Untuk kesamaan, Korolari 10.2.6a memberi , yaitu atau menurut definisi nilai mutlak. Bagian adalah sisanya, menurut Teorema 15.1.3(a).
Ini kasus yang sesuai slogan: persamaan memberi dua titik, dan pertaksamaan memberi interval.
Contoh 15.1.6 (Contoh Tandingan bagi Slogan)
(a) Pertaksamaan dengan himpunan penyelesaian satu titik: pada mempunyai . Teorema 10.2.2 memberi , dengan kesamaan tepat ketika .
(b) Persamaan dengan himpunan penyelesaian berupa sinar: pada mempunyai . Untuk , definisi memberi . Untuk , .
(c) Pertaksamaan tanpa penyelesaian: mempunyai , karena .
(d) Pertaksamaan yang selalu benar: mempunyai .
(e) Pertaksamaan dengan himpunan penyelesaian yang bukan gabungan interval nondegenerat: pada , pertaksamaan mempunyai penyelesaian .
Pelajaran: untuk setiap soal, himpunan penyelesaian harus ditentukan, dan tidak boleh ditebak dari jenis tanda perbandingannya.
Identitas, Persamaan Bersyarat, dan Kuantor
Kalimat terbuka dengan semesta mempunyai tiga kemungkinan status:
- Identitas: benar untuk setiap . Pernyataan benar, dan himpunan penyelesaiannya .
- Mustahil: salah untuk setiap . Himpunan penyelesaiannya .
- Bersyarat: benar untuk sebagian dan salah untuk sebagian anggota .
Contohnya:
- adalah identitas pada (distributivitas).
- adalah identitas pada , karena .
- bersyarat: ruas kiri , positif untuk dan nol untuk .
Untuk membantah bahwa suatu kalimat adalah identitas, cukup satu saksi, misalnya di atas. Untuk membuktikan identitas, diperlukan argumen yang berlaku bagi setiap anggota . Pemeriksaan pada beberapa nilai tidak membuktikan apa pun.
Kombinasi Logis dan Sistem
Proposisi 15.1.7 (Penghubung Logika dan Operasi Himpunan)
Untuk kalimat terbuka dan pada semesta yang sama , dengan himpunan kebenaran dan :
(a) himpunan kebenaran adalah ;
(b) himpunan kebenaran adalah ;
(c) himpunan kebenaran adalah .
Bukti. Untuk setiap , keanggotaan di ruas kanan didefinisikan dengan penghubung yang sama (Bab 3).
Sistem pertaksamaan adalah konjungsi. Penulisan berantai berarti dan , sehingga penyelesaiannya irisan dua himpunan.
Contoh 15.1.8 (Pertaksamaan Berantai)
Selesaikan pada .
Penyelesaian. Konjungsi dan .
- Bagian pertama: translasi memberi , lalu perkalian dengan memberi .
- Bagian kedua: , lalu .
Setiap langkah adalah ekuivalensi, karena translasi dapat dibalik dan perkalian dengan bilangan positif dapat dibalik dengan perkalian oleh inversnya yang positif (Korolari 10.2.1a). Jadi himpunan penyelesaiannya .
Model Ilustratif: Batas Toleransi
Misalkan pembacaan dinyatakan "sesuai acuan" bila , dengan acuan dan toleransi yang hipotetis. Kalimat terbuka ini adalah pertaksamaan. Himpunan penyelesaiannya (Lemma 13.1.2(a)), yaitu suatu wilayah. Persamaan , yaitu "tepat di batas toleransi", mempunyai himpunan penyelesaian , yaitu dua titik. Partisi trikotomi untuk dan membagi garis menjadi tiga bagian:
- di dalam pita: ;
- tepat di batas: dua titik;
- di luar pita: dua sinar.
Pilihan antara dan dalam suatu aturan menentukan apakah dua titik batas itu diterima. Pilihan itu keputusan aturan, bukan konsekuensi matematika, seperti dibahas pada Contoh 13.4.14.
Strategi
Strategi 1: Sebelum menyelesaikan, tuliskan semesta dan bentuk , .
Strategi 2: Gunakan trikotomi. Bila satu dari , , sudah diketahui, gunakan partisi untuk mendapatkan yang lain, dengan memperhatikan perbedaan tegas dan lemah.
Strategi 3: Reduksi ke nol. Pindahkan semua ke satu ruas dan pelajari tanda selisihnya.
Strategi 4: Jangan menebak bentuk himpunan penyelesaian dari tanda perbandingan; buktikan kedua inklusi.
Latihan
Latihan 15.1-1. Untuk masing-masing pernyataan berikut, tentukan apakah ia proposisi atau kalimat terbuka. Bila kalimat terbuka, tentukan nilai kebenaran setelah dikuantifikasi universal dan eksistensial atas . (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 15.1-2. Untuk dan , tentukan , , (a) pada , (b) pada . Bandingkan kedua jawaban.
Latihan 15.1-3. Buktikan dari trikotomi bahwa dan . Simpulkan bahwa negasi "" adalah "", bukan "".
Latihan 15.1-4. Tentukan apakah setiap kalimat berikut identitas, mustahil, atau bersyarat pada , beserta bukti: (a) ; (b) ; (c) ; (d) .
Latihan 15.1-5. Berikan (a) persamaan dengan himpunan penyelesaian tak hingga yang memuat suatu interval nondegenerat, (b) pertaksamaan tegas pada dengan himpunan penyelesaian , (c) pertaksamaan lemah pada dengan himpunan penyelesaian satu titik. Buktikan setiap klaim.
Latihan 15.1-6. Selesaikan pada , dan jelaskan mengapa setiap langkah adalah ekuivalensi.
Latihan 15.1-7. Pada , tentukan himpunan kebenaran dari (a) , (b) negasi kalimat (a), (c) , dan (d) negasi kalimat (c). Nyatakan semuanya dengan notasi interval.
Latihan 15.1-8. Misalkan dan pada . (a) Tunjukkan bahwa . (b) Tentukan tanda pada , , dan . (c) Tentukan dengan bukti kedua inklusi.
Solusi
Solusi 15.1-1. (a) Proposisi yang benar (). (b) Kalimat terbuka. : salah, saksi (). : benar, saksi . (c) Kalimat terbuka. : benar (Teorema 10.2.2), sehingga juga benar. (d) Kalimat terbuka. memberi setelah translasi, yang mustahil, sehingga dan keduanya salah.
Solusi 15.1-2. (a) Seperti Contoh 15.1.5 dengan menggantikan : , , .
(b) Pada , irisan dengan jawaban (a): , , .
Jawaban bergantung pada semesta. Kalimat yang sama, , mempunyai himpunan penyelesaian berupa interval di dan himpunan berhingga di .
Solusi 15.1-3. Teorema 15.1.3(a) dan (c). Untuk , berarti salah. Trikotomi menyisakan atau , yaitu . Negasi tidak sama dengan , karena kemungkinan juga membuat salah. Contoh: dan di .
Solusi 15.1-4. (a) Identitas: .
(b) Identitas: . Periksa: .
(c) Bersyarat: untuk (kuadrat bilangan tak nol positif, Teorema 10.2.2), dan untuk . Himpunan penyelesaiannya .
(d) Mustahil: .
Solusi 15.1-5. (a) , dengan himpunan penyelesaian (Contoh 15.1.6(b)).
(b) : kuadrat positif tepat ketika (Teorema 10.2.2).
(c) , dengan himpunan penyelesaian (Contoh 15.1.6(a)).
Solusi 15.1-6. Konjungsi dan .
- Bagian pertama: translasi memberi , lalu perkalian dengan membalik arah: .
- Bagian kedua: , lalu perkalian dengan : .
Himpunan penyelesaiannya . Setiap langkah dapat dibalik: translasi oleh lawannya, dan perkalian dengan oleh perkalian dengan , yang juga membalik arah (Korolari 10.2.1a(ii)). Jadi setiap langkah ekuivalensi.
Solusi 15.1-7.
(a) .
(b) Komplemennya, . Secara logika, .
(c) .
(d) , yaitu .
Solusi 15.1-8. (a) Proposisi 15.1.4: , dan .
(b) Di : . Di : . Di : .
(c) .
- Inklusi : untuk , dan , sehingga hasil kalinya negatif (Proposisi 10.1.9).
- Inklusi : jika , kedua faktor , sehingga hasil kali . Jika , kedua faktor , sehingga hasil kali . Dalam kedua kasus .
Nilai di titik uji pada (b) hanya ilustrasi; buktinya adalah analisis tanda pada (c).
Ringkasan
Persamaan dan pertaksamaan adalah kalimat terbuka atas suatu semesta. Menyelesaikannya berarti menentukan himpunan kebenarannya. Untuk dua ekspresi pada semesta yang sama, persamaan dan kedua pertaksamaan tegas mempartisi semesta (trikotomi), dan semuanya dapat direduksi menjadi perbandingan selisih dengan nol. Slogan "persamaan = titik, pertaksamaan = wilayah" berguna sebagai intuisi tetapi salah sebagai aturan. Penghubung logika berpadanan dengan operasi himpunan, sehingga sistem pertaksamaan adalah irisan. Unit 15.2 merumuskan definisi solusi dan himpunan penyelesaian secara lengkap, termasuk ketergantungan pada semesta dan cara membuktikan bahwa suatu himpunan adalah himpunan penyelesaian.
15.2 Definisi Solusi dan Ruang Himpunan Penyelesaian
Unit 15.1 memandang persamaan dan pertaksamaan sebagai kalimat terbuka. Unit ini merumuskan secara tepat apa itu solusi dan himpunan penyelesaian, mengapa jawabannya bergantung pada ruang (semesta) tempat solusi dicari, dan apa yang sebenarnya harus dibuktikan ketika kita menyatakan "himpunan penyelesaiannya adalah ". Contoh master, dengan penyelesaian , dibuktikan lengkap dengan dua arah inklusi.
Prasyarat: Unit 15.1; hukum urutan Bab 10 (Teorema 10.1.5, Proposisi 10.1.9, Korolari 10.2.1a, Teorema 10.2.2, Korolari 10.2.6a); Teorema 8.4.7 dan 11.3.8 (akar dua); notasi interval Bab 12; Definisi 12.3.1 (akar kuadrat taknegatif).
Solusi dan Himpunan Penyelesaian
Definisi 15.2.1 (Solusi)
Misalkan persamaan atau pertaksamaan dengan semesta (Definisi 15.1.1). Bilangan disebut solusi di jika dan proposisi benar.
Kedua syarat sama penting. Bilangan di luar bukan solusi, walaupun substitusi formalnya "tampak memenuhi". Pembahasan pada Unit 15.4 menunjukkan bahwa substitusi di luar domain sering kali bahkan tidak bermakna.
Definisi 15.2.2 (Himpunan Penyelesaian)
Himpunan penyelesaian di adalah
Bila semestanya jelas, cukup ditulis . Kata "ruang" pada judul unit merujuk pada semesta ini: ruang tempat solusi dicari.
Menyelesaikan berarti menyajikan dalam bentuk yang keanggotaannya mudah diperiksa, misalnya interval, gabungan interval, himpunan berhingga yang didaftar, , atau . Lalu dibuktikan bahwa bentuk itu sama dengan himpunan pada Definisi 15.2.2. Jawaban "" adalah singkatan untuk himpunan ; jawaban " atau " adalah singkatan untuk .
Ketergantungan pada Semesta
Proposisi 15.2.3 (Mempersempit Semesta)
Misalkan , dan kalimat terbuka yang ekspresinya terdefinisi pada . Maka .
Bukti. jika dan hanya jika dan . Karena , syarat itu setara dengan , , dan .
Contoh 15.2.4 (Semesta Menentukan Jawaban)
(a) : di , ; di dan di , . Di , (perkalian dengan dan dengan ). Lalu tetapi , karena tidak ada bilangan bulat di antara dan (Bab 8). Proposisi 15.2.3 memberi kedua jawaban lain.
(b) : di , (Teorema 8.4.7); di , (Teorema 12.3.4(iii), dengan keberadaan dari Teorema 11.3.8).
(c) : di , ; di , (Solusi 15.1-2).
Jadi pernyataan "persamaan ini tidak mempunyai solusi" selalu harus disertai semestanya. Dalam buku ini, bila semesta tidak disebut, semestanya adalah domain asal ekspresi di dalam (Unit 15.4).
Apa yang Harus Dibuktikan
Klaim "" adalah kesamaan himpunan, sehingga memerlukan dua inklusi:
- Setiap solusi termasuk (). Ini biasanya diperoleh dengan menurunkan konsekuensi dari .
- Setiap anggota adalah solusi (). Ini biasanya diperoleh dengan membalik langkah-langkah, atau dengan substitusi langsung.
Bila setiap langkah dalam penurunan adalah ekuivalensi yang berlaku untuk setiap , kedua inklusi diperoleh sekaligus. Namun bila ada langkah yang hanya implikasi satu arah, misalnya mengkuadratkan kedua ruas, rantai itu hanya membuktikan inklusi (1). Kandidat yang dihasilkannya harus diperiksa satu per satu (Unit 15.3).
Sebaliknya, memeriksa beberapa bilangan di dan menemukan bahwa semuanya solusi tidak membuktikan inklusi (2) untuk seluruh , dan sama sekali tidak menyentuh inklusi (1). Latihan 15.2-6 memberi contoh tebakan yang lolos pemeriksaan beberapa titik tetapi salah.
Contoh 15.2.5 (Contoh Master: )
Pada :
Bukti. Untuk setiap :
- Langkah pertama adalah translasi oleh ; arah sebaliknya adalah translasi oleh (Teorema 10.1.5).
- Langkah kedua adalah perkalian dengan ; arah sebaliknya adalah perkalian dengan (Korolari 10.2.1a(i)).
Karena kedua langkah ekuivalensi pada setiap , kedua inklusi terbukti sekaligus. Notasi berarti menurut Definisi 12.1.3; simbol bukan bilangan real.
Pemeriksaan, sebagai ilustrasi dan bukan bukti: memberi , benar; memberi , salah, sehingga ujung tidak termasuk; memberi , salah.
Pada semesta lain, Proposisi 15.2.3 memberi: di , ; di , sama; di , .
Klasifikasi Lengkap Pertaksamaan Linear
Proposisi 15.2.6 (Pertaksamaan )
Misalkan . Himpunan penyelesaian di adalah:
(i) bila ;
(ii) bila ;
(iii) bila dan ;
(iv) bila dan .
Untuk , ganti interval buka pada (i)–(ii) dengan interval tutup di ujung , dan pada kasus syaratnya menjadi untuk dan untuk .
Bukti. (i) . Langkah terakhir mengalikan dengan (Teorema 10.2.3(i)), dan arah balik mengalikan dengan .
(ii) Langkah yang sama, tetapi (Teorema 10.2.3(ii)) membalik arah: . Arah balik: perkalian dengan membalik lagi.
(iii)–(iv) Bila , kalimatnya menjadi , yang tidak memuat . Kalimat itu benar untuk semua atau salah untuk semua .
Versi dibuktikan dengan cara yang sama, memakai bentuk lemah Korolari 10.2.1a.
Kasus sering terlewat. Bila koefisien diberikan sebagai parameter, misalnya , pembagian dengan hanya sah setelah kasus dipisahkan. Latihan 15.2-4 membahas hal ini.
Contoh 15.2.7 (Himpunan Penyelesaian Berupa Gabungan)
Pada , mempunyai .
Bukti. (Proposisi 15.1.4). Kita periksa tanda hasil kali dengan trikotomi pada kedua faktor.
- Jika : dan . Hasil kali bilangan tak positif dan bilangan negatif adalah tak negatif (Proposisi 10.1.9; bernilai bila ). Jadi solusi.
- Jika : dan , sehingga hasil kalinya negatif. Bukan solusi.
- Jika : kedua faktor tak negatif, sehingga hasil kalinya tak negatif. Jadi solusi.
Ketiga kasus mencakup , sehingga kedua inklusi terbukti.
Bentuk jawaban ini, gabungan dua sinar tutup, menunjukkan bahwa himpunan penyelesaian pertaksamaan tidak harus satu interval. Bab 16 mensistematiskan analisis tanda semacam ini.
Strategi
Strategi 1: Tetapkan semesta sebelum menyelesaikan. Bila semesta berubah, gunakan Proposisi 15.2.3.
Strategi 2: Usahakan rantai ekuivalensi, dan sebutkan alasan dapat-dibaliknya setiap langkah.
Strategi 3: Bila ada langkah satu arah, perlakukan hasilnya sebagai kandidat (inklusi ), lalu periksa setiap kandidat.
Strategi 4: Pisahkan kasus parameter, terutama kasus koefisien nol, sebelum membagi.
Latihan
Latihan 15.2-1. (a) Buktikan bahwa himpunan penyelesaian di adalah , dengan menyebut hukum urutan pada setiap langkah. (b) Selesaikan di . (c) Selesaikan di dan di .
Latihan 15.2-2. Tentukan himpunan penyelesaian dan masing-masing di , , dan , dengan rujukan pada hasil yang dipakai.
Latihan 15.2-3. Nyatakan dan buktikan klasifikasi lengkap himpunan penyelesaian di untuk semua .
Latihan 15.2-4. Untuk parameter , selesaikan di . Pisahkan semua kasus .
Latihan 15.2-5. Selesaikan dan di . Periksa bahwa kedua jawaban saling komplemen seperti dijamin Teorema 15.1.3.
Latihan 15.2-6. Seseorang menebak bahwa himpunan penyelesaian di adalah , setelah memeriksa bahwa memenuhi dan tidak. (a) Tunjukkan bahwa tebakan itu salah dengan satu bilangan. (b) Tentukan himpunan penyelesaian yang benar dengan bukti. (c) Jelaskan inklusi mana yang tidak dibuktikan oleh pemeriksaan titik.
Latihan 15.2-7. Selesaikan pada semesta . Mengkuadratkan kedua ruas menghasilkan kandidat; jelaskan inklusi mana yang dibuktikan oleh langkah itu, lalu periksa setiap kandidat.
Latihan 15.2-8. Di , selesaikan (a) sistem dan , dan (b) disjungsi atau .
Solusi
Solusi 15.2-1. (a) Contoh 15.2.5.
(b) . Himpunan penyelesaiannya .
(c) Proposisi 15.2.3. Di : . Bilangan bulat yang lebih dari adalah yang , karena tidak ada bilangan bulat di antara dan . Di : .
Solusi 15.2-2.
- : di dan , ; di , (Contoh 15.2.4(a)).
- : di , (Teorema 12.3.4(iii), 11.3.8). Di dan , (Teorema 8.4.7, lalu Proposisi 15.2.3 dengan ).
Solusi 15.2-3. Untuk di :
- : ;
- : ;
- dan : ;
- dan : .
Bukti seperti Proposisi 15.2.6: , lalu kalikan dengan , yang mempertahankan arah bila dan membalik arah bila . Untuk , kalimatnya , tanpa variabel.
Solusi 15.2-4. Tulis . Kalimatnya , atau , yaitu .
- (): , sehingga .
- (): , sehingga .
- (): salah, sehingga .
Membagi kedua ruas dengan tanpa memisahkan kasus akan salah pada dua kasus terakhir. Pada arahnya harus dibalik, dan pada pembagian tidak terdefinisi.
Solusi 15.2-5. . Analisis tanda Contoh 15.2.7 memberi , dan mempunyai . Kedua himpunan saling lepas dan gabungannya , sesuai Teorema 15.1.3(c), karena .
Solusi 15.2-6. (a) : , padahal .
(b) . Tanda hasil kali pada keempat daerah:
- : ketiga faktor negatif, hasil kali negatif;
- : tepat dua faktor negatif ( dan ), hasil kali positif;
- : tepat satu faktor negatif (), hasil kali negatif;
- : semua faktor positif, hasil kali positif.
Di titik , , hasil kalinya nol. Jadi .
(c) Pemeriksaan hanya menunjukkan bahwa ketiga bilangan itu solusi. Itu tidak membuktikan , dan sama sekali tidak menguji inklusi . Inklusi kedua itulah yang salah.
Solusi 15.2-7. Akar kuadrat taknegatif terdefinisi untuk (Definisi 12.3.1). Jika solusi, maka , dan mengkuadratkan memberi , yaitu , sehingga . Rantai ini hanya membuktikan .
Pemeriksaan kandidat:
- : ruas kiri , ruas kanan . Tidak sama, jadi bukan solusi.
- : ruas kiri , ruas kanan , karena dan . Jadi solusi.
. Kandidat muncul karena pengkuadratan juga menangkap solusi .
Solusi 15.2-8. (seperti Contoh 15.1.5), dan .
(a) Irisan: .
(b) Gabungan: .
Ringkasan
Solusi adalah anggota semesta yang membuat kalimat benar, dan himpunan penyelesaian adalah himpunan semua solusi itu. Semesta (ruang solusi) mengubah jawaban, dan mempersempit semesta berarti mengiris himpunan penyelesaian. Menyatakan himpunan penyelesaian adalah klaim kesamaan himpunan yang menuntut dua inklusi. Rantai ekuivalensi memberi keduanya; langkah satu arah hanya menghasilkan kandidat; pemeriksaan titik tidak membuktikan apa pun tentang seluruh himpunan. Pertaksamaan linear diklasifikasikan lengkap, termasuk kasus koefisien nol. Unit 15.3 meneliti operasi aljabar mana yang mempertahankan himpunan penyelesaian, dan jebakan apa yang muncul ketika suatu operasi hanya satu arah.
15.3 Sifat Ekuivalensi dan Jebakan Operasi Aljabar
Menyelesaikan persamaan atau pertaksamaan berarti mengubahnya, langkah demi langkah, menjadi bentuk yang himpunan penyelesaiannya terbaca langsung. Unit 15.2 menegaskan bahwa hasil akhir sahih hanya bila setiap langkah mempertahankan himpunan penyelesaian, atau bila langkah satu arah diikuti pemeriksaan. Unit ini mengklasifikasikan langkah-langkah itu. Ada transformasi yang selalu aman, ada yang aman dengan syarat tanda, dan ada jebakan yang diam-diam menambah atau menghapus solusi. Penjelasan master menyoroti jebakan terpenting: mengalikan kedua ruas pertaksamaan dengan ekspresi bervariabel tanpa menguji tandanya. Unit 9.4 telah membahas jebakan aljabar pada persamaan, seperti pembagian oleh faktor nol, pengkuadratan, , akar jumlah, dan basis negatif. Unit ini memusatkan perhatian pada pertaksamaan, tempat tanda faktor menentukan arah, dan mengulang jebakan persamaan hanya sejauh diperlukan untuk himpunan penyelesaian.
Prasyarat: Unit 15.1–15.2; Teorema 10.1.5, Proposisi 10.1.9, Korolari 10.2.1a, Teorema 10.2.3–10.2.6 beserta korolarinya; Definisi 12.3.1 dan Korolari 12.3.5 ().
Ekuivalensi dan Konsekuensi
Definisi 15.3.1 (Kalimat Ekuivalen dan Konsekuensi)
Misalkan dan kalimat terbuka pada semesta yang sama .
(a) dan ekuivalen pada jika , yaitu .
(b) adalah konsekuensi pada jika , yaitu .
Langkah penyelesaian yang mengganti dengan bersifat:
- ekuivalen bila (a) berlaku: tidak ada solusi yang hilang dan tidak ada yang bertambah;
- satu arah ke depan bila hanya (b) berlaku: solusi tidak hilang, tetapi bisa muncul solusi asing (extraneous), sehingga kandidat harus diperiksa;
- satu arah ke belakang bila hanya berlaku: semua yang ditemukan memang solusi, tetapi sebagian solusi bisa hilang.
Ekuivalensi pada bergantung pada . Langkah yang ekuivalen pada bisa gagal pada . Banyak jebakan berasal dari lupa bahwa suatu langkah sah hanya pada sebagian semesta.
Transformasi yang Aman
Definisi 15.3.2 (Fungsi Naik dan Turun Tegas)
Misalkan dan . Fungsi naik tegas pada jika untuk semua , mengakibatkan . Fungsi turun tegas jika mengakibatkan .
Lemma 15.3.3 (Fungsi Monoton Tegas Mempertahankan Perbandingan)
Jika naik tegas pada , maka untuk semua :
Jika turun tegas, ketiga ekuivalensi berlaku dengan arah ketaksamaan di ruas kanan dibalik.
Bukti. Untuk naik tegas, arah () pada kesamaan jelas, dan pada adalah definisinya. Untuk () pada , misalkan . Jika , maka ; jika , maka . Keduanya bertentangan dengan trikotomi, sehingga . Untuk () pada kesamaan, jika , trikotomi dan definisi memberi . Bagian adalah gabungan dua bagian sebelumnya. Kasus turun tegas serupa.
Teorema 15.3.4 (Transformasi Ekuivalen)
Misalkan . Untuk setiap , dan untuk setiap tanda perbandingan :
(a) (Translasi) .
(b) (Perkalian bertanda tetap) Jika untuk setiap , maka . Jika untuk setiap , ekuivalensi yang sama berlaku dengan arah ketaksamaan dibalik ( menjadi , menjadi , dan tetap).
(c) (Fungsi monoton) Jika memuat semua nilai dan untuk , dan naik tegas pada , maka . Untuk turun tegas, arahnya dibalik.
Bukti. (a) Teorema 10.1.5 (translasi) dan kebalikannya, translasi oleh .
(b) Korolari 10.2.1a untuk ; untuk , perkalian dengan dibalik oleh ; adalah gabungan keduanya.
(c) Lemma 15.3.3, diterapkan pada dan .
Syarat "untuk setiap " pada (b) dan " memuat semua nilai" pada (c) adalah inti unit ini. Syarat itu menyangkut seluruh semesta, bukan satu titik yang dicoba.
Contoh 15.3.5 (Fungsi Monoton Tegas yang Sering Dipakai)
(a) dan dengan naik tegas pada ; dengan turun tegas.
(b) Untuk , naik tegas pada (Teorema 10.2.6).
(c) naik tegas pada seluruh . Ambil .
- Jika : gunakan (b).
- Jika : , karena dan . Juga . Jadi .
- Jika : , sehingga menurut (b), yaitu , sehingga .
(d) turun tegas pada dan turun tegas pada (Teorema 10.2.4(i)–(ii)), tetapi tidak turun tegas pada , karena dan (Teorema 10.2.4(iii)).
(e) naik tegas pada . Jika dan , Korolari 10.2.6a dengan memberi , kontradiksi.
(f) tidak monoton pada : tetapi , sedangkan dan . Demikian pula .
Jebakan Operasi Aljabar
Setiap jebakan berikut adalah langkah yang tampak seperti Teorema 15.3.4 tetapi melanggar syaratnya. Untuk masing-masing diberikan contoh tandingan konkret dan perbaikannya.
Jebakan 1: Mengalikan atau membagi dengan ekspresi yang tandanya tidak diketahui. Dari , membagi dengan menghasilkan . Langkah ini mengasumsikan . Untuk , pembagian membalik arah dan memberi , yang selalu benar pada . Untuk , pembagian tidak terdefinisi. Bilangan memenuhi () tetapi tidak memenuhi ; solusi hilang. Himpunan penyelesaian yang benar adalah (Latihan 15.3-3).
Jebakan 2: Membalik pecahan tanpa syarat tanda yang sama. Dari , menyimpulkan dengan "membalik kedua ruas" mengabaikan Teorema 10.2.4(iii). Bilangan memenuhi tetapi tidak memenuhi . Himpunan penyelesaian yang benar adalah (Contoh 15.3.7).
Jebakan 3: Mengkuadratkan kedua ruas pertaksamaan. Dari tidak dapat disimpulkan : untuk , benar tetapi . Pengkuadratan hanya ekuivalen bila kedua ruas tak negatif (Korolari 10.2.6b), yaitu ketika dipakai pada yang memuat nilai kedua ruas.
Jebakan 4: Mengkuadratkan kedua ruas persamaan. Mengkuadratkan persamaan hanya langkah satu arah ke depan: , tetapi juga berlaku bila . Solusi asing bisa muncul (Solusi 15.2-7). Langkah ini sah asal kandidatnya diperiksa.
Jebakan 5: Membatalkan faktor bersama. Dari , membatalkan memberi , padahal juga solusi (). Pembatalan hanya sah pada bagian semesta tempat faktor itu tak nol. Bagian tempat faktor bernilai nol harus diperiksa terpisah: .
Jebakan 6: Menghapus akar dari kuadrat. Menulis salah untuk . Yang benar adalah (Korolari 12.3.5). Akibatnya setara dengan , yaitu , bukan .
Jebakan 7: Mengurangkan dua pertaksamaan searah. Dari dan dapat disimpulkan (Teorema 10.2.5(i)), tetapi tidak . Contoh: dan , sedangkan . Yang benar adalah : dari diperoleh (Teorema 10.2.1), lalu jumlahkan dengan .
Jebakan 8: Mengalikan dua pertaksamaan tanpa syarat tak negatif. Dari dan tidak dapat disimpulkan (contoh pada Teorema 10.2.5). Perkalian ruas demi ruas hanya sah dengan syarat tak negatif pada Teorema 10.2.5(ii).
Metode Pemisahan Kasus Tanda
Teorema 15.3.6 (Pemisahan Semesta menurut Tanda)
Misalkan kalimat terbuka pada dan . Tulis
Maka , dan ketiga bagiannya saling lepas.
Bukti. Ketiga himpunan mempartisi menurut trikotomi (Teorema 15.1.3 dengan dan ). Lalu gunakan Proposisi 15.2.3 pada masing-masing bagian.
Di dalam , perkalian dengan adalah transformasi ekuivalen yang mempertahankan arah. Di dalam , perkalian itu ekuivalen dengan arah dibalik. diperiksa langsung. Inilah cara yang benar untuk "mengalikan dengan variabel".
Contoh 15.3.7 (Pertaksamaan )
Semesta , karena tidak terdefinisi di . Pisahkan menurut tanda ; karena .
- Pada : perkalian dengan memberi . .
- Pada : perkalian dengan membalik arah, , yang benar untuk setiap . .
Jadi . Cara lain: Proposisi 15.1.4 memberi , lalu analisis tanda pembilang dan penyebut, yang merupakan metode Bab 16.
Contoh 15.3.8 (Pertaksamaan dengan Faktor Bersama)
Selesaikan di .
Penyelesaian. Membagi dengan adalah Jebakan 1. Sebagai gantinya, (Teorema 15.3.4(a) dan distributivitas). Hasil kali dua faktor tak positif tepat ketika faktor-faktornya bertanda berlawanan atau salah satunya nol. Karena , kemungkinannya hanya , yaitu . .
Membagi dengan secara naif menghasilkan . Jawaban itu memasukkan , padahal . Jadi jawaban naif menambah solusi palsu, bukan hanya kehilangan solusi.
Strategi
Strategi 1: Untuk setiap langkah, tanyakan apakah ia dapat dibalik, dan pada bagian semesta mana. Tuliskan alasannya.
Strategi 2: Jangan pernah mengalikan, membagi, atau membalik dengan ekspresi bervariabel sebelum tandanya diketahui di seluruh semesta yang sedang ditinjau. Bila tidak diketahui, pisahkan semesta (Teorema 15.3.6) atau pindahkan semua ke satu ruas dan analisis tanda.
Strategi 3: Kuadratkan hanya bila kedua ruas tak negatif. Kalau tidak, perlakukan hasilnya sebagai kandidat.
Strategi 4: Untuk persamaan, faktorkan dan gunakan hukum hasil kali nol, alih-alih membatalkan faktor.
Latihan
Latihan 15.3-1. Berikut "penyelesaian" : kalikan dengan , diperoleh , sehingga . (a) Tunjukkan dengan satu bilangan bahwa jawabannya salah. (b) Tunjukkan langkah yang tidak sah. (c) Selesaikan dengan benar.
Latihan 15.3-2. (a) Buktikan bahwa naik tegas pada . (b) Selesaikan dan di .
Latihan 15.3-3. Selesaikan di dengan metode pemisahan kasus tanda , dan bandingkan hasilnya dengan Solusi 15.2-5.
Latihan 15.3-4. Selesaikan di semesta asalnya dengan dua cara: pemisahan kasus tanda, dan reduksi ke satu ruas.
Latihan 15.3-5. (a) Tunjukkan bahwa "" salah di , tetapi benar di . (b) Selesaikan di dengan Teorema 15.3.4(c), dan sebutkan serta yang dipakai.
Latihan 15.3-6. (a) Selesaikan dengan benar, dan jelaskan solusi mana yang hilang karena pembatalan. (b) Selesaikan di .
Latihan 15.3-7. (a) Berikan contoh dan dengan . (b) Buktikan bahwa dan mengakibatkan . (c) Jika dan , tentukan batas terbaik bagi dari aturan pada (b).
Latihan 15.3-8. Selesaikan di semesta asalnya. Jelaskan mengapa "membalik kedua ruas" untuk memperoleh kehilangan solusi.
Solusi
Solusi 15.3-1. (a) : ruas kiri , padahal . Jadi ada di jawaban tetapi bukan solusi.
(b) Perkalian dengan tanpa mengetahui tandanya (Jebakan 1). Semestanya , dan membalik arah.
(c) Pada : , jadi . Pada : perkalian membalik arah, , yang mustahil bersama . .
Solusi 15.3-2. (a) Contoh 15.3.5(c).
(b) , menurut Lemma 15.3.3 dengan ; . Untuk yang kedua, ; . Pada kedua kasus, memuat semua nilai.
Solusi 15.3-3. Semesta ; .
- : membagi dengan memberi . Hasilnya .
- : salah. Hasilnya .
- : membagi dengan membalik arah, , yang benar untuk semua . Hasilnya .
Gabungannya . Hasil ini konsisten dengan Solusi 15.2-5. Komplemennya, himpunan penyelesaian , adalah , yaitu gabungan penyelesaian (yaitu ) dan penyelesaian (yaitu ), sesuai Teorema 15.1.3.
Solusi 15.3-4. Semesta .
Cara 1 (pemisahan kasus): pada , , hasilnya . Pada , perkalian membalik arah: , mustahil. .
Cara 2 (satu ruas): . Hasil bagi positif tepat ketika pembilang dan penyebut sama tanda. Kasus pertama: dan , yaitu . Kasus kedua: dan , yaitu dan , mustahil. Hasilnya sama.
Solusi 15.3-5. (a) adalah contoh tandingan di . Di , memberi menurut Teorema 10.2.6.
(b) naik tegas pada , yang memuat dan . Jadi . Dengan semesta , .
Solusi 15.3-6. (a) (hukum hasil kali nol). Pembatalan menghilangkan .
(b) . Faktor , dengan nol tepat di .
- Untuk : , sehingga syaratnya (Teorema 15.3.4(b) pada semesta ).
- Di : ruas kiri , benar.
. Pembatalan naif dari kedua ruas, menjadi , akan memberi , yang salah. Misalnya : salah.
Solusi 15.3-7. (a) , , , : dan , sehingga .
(b) memberi (Teorema 10.2.1). Teorema 10.2.5(i) dengan memberi .
(c) : dari dan , aturan (b) dengan memberi , dan dengan memberi . Jadi .
Solusi 15.3-8. Semesta .
- Pada : (perkalian dengan ). Hasilnya .
- Pada : , selalu benar. Hasilnya .
. "Membalik kedua ruas" menjadi memakai Teorema 10.2.4(i), yang mensyaratkan kedua ruas positif. Untuk , dan berlainan tanda, dan Teorema 10.2.4(iii) tidak memberi pembalikan. Akibatnya seluruh hilang.
Ringkasan
Dua kalimat ekuivalen pada suatu semesta bila himpunan penyelesaiannya sama. Langkah satu arah hanya menghasilkan konsekuensi, yang dapat menambah atau menghilangkan solusi. Transformasi yang aman adalah translasi, perkalian dengan ekspresi bertanda tetap di seluruh semesta (dengan pembalikan arah bila negatif), dan penerapan fungsi monoton tegas pada himpunan yang memuat nilai kedua ruas. Delapan jebakan baku, masing-masing dengan contoh tandingan, semuanya muncul dari melanggar syarat tanda atau domain. Metode pemisahan kasus tanda adalah cara sah untuk "mengalikan dengan variabel". Unit 15.4 menyelesaikan anatomi pertaksamaan dengan aspek terakhir: domain asal ekspresi, yang menentukan semesta itu sendiri.
15.4 Analisis Domain Asal (Domain Restriction)
Tiga unit sebelumnya selalu menganggap semesta sudah diberikan. Dalam praktik, persamaan dan pertaksamaan diberikan sebagai ekspresi, dan semesta harus ditentukan dari ekspresi itu sendiri: himpunan bilangan tempat semua bagian ekspresi bermakna. Unit ini merumuskan domain asal secara tepat, menunjukkan bahwa langkah penyederhanaan dapat diam-diam memperluas atau mempersempit domain, dan memberi prosedur yang aman: selesaikan, lalu iris dengan domain asal. Penjelasan master untuk unit ini kosong; isinya disusun untuk menutup anatomi pertaksamaan pada Bab 15 sebelum teknik Bab 16.
Prasyarat:
- fungsi dan domain (Bab 5);
- pangkat bulat dan pangkat rasional (Bab 9.3A–9.3B; pangkat rasional hanya untuk basis positif);
- keberadaan dan ketunggalan akar ke- (Teorema 11.3.8, termasuk kasus khusus dengan ganjil);
- akar kuadrat taknegatif (Definisi 12.3.1);
- Unit 15.1–15.3.
Domain Asal Ekspresi
Definisi 15.4.1 (Domain Asal)
Domain asal suatu ekspresi dalam satu variabel real, ditulis , adalah himpunan semua yang membuat setiap operasi dalam terdefinisi. Domain ini ditentukan menurut susunan ekspresi:
(D1) Konstanta dan variabel : domainnya .
(D2) , , : domainnya .
(D3) : domainnya .
(D4) dengan genap, (termasuk untuk ): domainnya . Nilainya adalah akar ke- taknegatif yang tunggal (Teorema 11.3.8, Definisi 12.3.1).
(D5) dengan ganjil, : domainnya . Nilainya adalah akar real tunggal, yang ada untuk setiap bilangan real menurut kasus khusus Teorema 11.3.8.
(D6) dan dengan : domainnya . Pangkat bulat negatif ditulis sebagai dan mengikuti (D3).
(D7) Pangkat rasional nonbulat : mengikuti konvensi Bab 9.3B, domainnya . Untuk akar dari bilangan negatif atau nol, buku ini memakai notasi akar (D4)–(D5), bukan pangkat pecahan.
Fungsi transenden seperti logaritma belum didefinisikan di buku ini dan tidak dipakai.
Konvensi (D7) disengaja. Notasi menimbulkan masalah: nilai dapat diperoleh lewat akar ganjil, tetapi aturan untuk pecahan setara gagal pada basis negatif. Misalnya , sedangkan lewat akar genap tidak terdefinisi di . Dengan menulis , kerancuan ini hilang.
Contoh 15.4.2 (Menghitung Domain Asal)
(a) : syaratnya , yaitu , yaitu (seperti Contoh 15.1.5). Domain: .
(b) : syaratnya , yaitu . Domain: .
(c) : syaratnya dan . Domain: .
(d) : akar ganjil terdefinisi di mana-mana; penyebut tak nol bila . Domain: .
Definisi 15.4.3 (Domain Persamaan dan Pertaksamaan)
Untuk kalimat yang diberikan oleh ekspresi, semesta bawaannya adalah
Semesta dapat dipersempit lebih lanjut oleh konteks (Unit 15.2), tetapi tidak dapat diperluas melampaui . Di luar , kalimat itu bukan proposisi yang salah; ia sama sekali tidak bermakna.
Pembedaan terakhir ini penting secara logika. Untuk , kalimat "" tidak salah; ia tidak mempunyai nilai kebenaran, karena tidak menunjuk bilangan real. Karena itu titik di luar domain tidak termasuk himpunan penyelesaian, dan juga tidak termasuk komplemennya di dalam semesta. Partisi trikotomi (Teorema 15.1.3) berlaku di dalam , bukan di seluruh .
Perubahan Domain oleh Penyederhanaan
Penyederhanaan aljabar sering mengganti ekspresi dengan ekspresi yang bernilai sama di tempat keduanya terdefinisi, tetapi domainnya berbeda. Contohnya:
- dan : nilainya sama untuk , tetapi domainnya dan ;
- dan : nilainya sama untuk , tetapi domainnya dan ;
- dan : nilainya sama untuk , tetapi domainnya dan .
Penggantian yang memperluas domain dapat menambah solusi palsu. Penggantian yang mempersempit domain dapat menghilangkan solusi. Teorema berikut memberi prosedur yang aman untuk arah yang memperluas.
Teorema 15.4.4 (Selesaikan, lalu Iris dengan Domain Asal)
Misalkan kalimat terbuka dengan domain , dan kalimat terbuka dengan domain , sedemikian sehingga untuk setiap . Maka
Bukti. jika dan hanya jika dan , jika dan hanya jika dan (hipotesis), jika dan hanya jika dan , karena .
Untuk arah yang mempersempit domain, tidak ada prosedur perbaikan otomatis. Penggantian semacam itu harus dihindari, atau bagian domain yang hilang harus diperiksa terpisah (Teorema 15.3.6).
Contoh
Contoh 15.4.5 (Penyederhanaan Pecahan)
Selesaikan .
Penyelesaian. Domain: . Untuk , , karena . Jadi untuk setiap . Kalimat : mempunyai domain dan . Teorema 15.4.4 memberi
Jawaban "" tanpa mengeluarkan keliru: membuat ruas kiri tidak bermakna.
Contoh 15.4.6 (Akar Kuadrat)
Selesaikan .
Penyelesaian. Domain: , yaitu . Pada , kedua ruas tak negatif. Karena naik tegas pada , Teorema 15.3.4(c) memberi . Dengan Teorema 15.4.4, .
Jawaban "" saja keliru, karena memuat , padahal tidak bermakna. Pengkuadratan di sini ekuivalen karena kedua ruas tak negatif. Untuk , ruas kanan bisa negatif dan analisisnya memerlukan pemisahan kasus; itu topik Bab 16.4.
Contoh 15.4.7 (Pecahan dengan Pembilang Konstan)
Selesaikan .
Penyelesaian. Domain: . Pada domain, , sehingga syaratnya . Menurut Teorema 10.2.3, invers positif tepat ketika . .
Pertaksamaan mempunyai . Gabungan kedua himpunan penyelesaian adalah , bukan . Ini sesuai Teorema 15.1.3 yang berlaku di dalam domain.
Contoh 15.4.8 (Kalimat yang Benar di Seluruh Domainnya)
mempunyai , bukan . Pada domain kalimat itu selalu benar, karena . Ia adalah identitas pada domainnya, tetapi domainnya bukan . Sebaliknya, mempunyai .
Contoh 15.4.9 (Penyederhanaan yang Mempersempit Domain)
mempunyai domain . Akar taknegatif bernilai nol tepat ketika radikannya nol, sehingga . Jika ekspresi itu "disederhanakan" menjadi , domainnya menyusut menjadi , dan persamaan baru mempunyai . Solusi hilang. Identitas hanya berlaku untuk : kedua ruas tak negatif dan kuadratnya sama , lalu gunakan ketunggalan akar taknegatif (Teorema 12.3.3, atau Teorema 12.3.4(ii) bila ).
Domain Kontekstual
Selain domain asal, suatu soal dapat mempunyai syarat dari konteks. Contohnya, panjang harus positif, banyaknya barang harus bilangan asli, dan peluang terletak di . Syarat itu mempersempit semesta lebih lanjut (Proposisi 15.2.3) dan harus diiriskan pada akhir penyelesaian.
Contoh 15.4.10 (Model Geometris Hipotetis)
Sebuah persegi panjang mempunyai keliling satuan dan panjang sisi . Kapan luasnya paling sedikit satuan persegi?
Penyelesaian. Sisi lainnya . Konteks memberi dan , yaitu semesta . Syaratnya . Seperti Contoh 15.3.8, hasil kali dua faktor dengan tak positif tepat ketika , yaitu . Irisan dengan adalah . Di sini konteks tidak memotong jawaban aljabar, tetapi pemeriksaannya tetap bagian dari penyelesaian.
Prosedur Lengkap
Dengan Unit 15.1–15.4, penyelesaian persamaan atau pertaksamaan yang sahih berlangsung sebagai berikut.
- Tentukan domain asal dari kedua ruas (Definisi 15.4.1, 15.4.3), lalu iris dengan syarat konteks bila ada.
- Transformasikan dengan langkah ekuivalen pada (Teorema 15.3.4). Bila perlu mengalikan dengan ekspresi bervariabel, pisahkan menurut tandanya (Teorema 15.3.6).
- Bila suatu penyederhanaan memperluas domain, selesaikan bentuk sederhana lalu iris dengan (Teorema 15.4.4). Hindari penyederhanaan yang mempersempit domain.
- Bila ada langkah satu arah, misalnya pengkuadratan tanpa syarat tanda, perlakukan hasilnya sebagai kandidat dan periksa setiap kandidat pada kalimat semula.
- Nyatakan himpunan penyelesaian sebagai himpunan, dan pastikan kedua inklusi telah dibuktikan (Unit 15.2).
Latihan
Latihan 15.4-1. Tentukan domain asal dari (a) , (b) , (c) , (d) .
Latihan 15.4-2. Selesaikan dan . Periksa bahwa gabungan keduanya adalah domain asal, bukan .
Latihan 15.4-3. Selesaikan dan . Tunjukkan bahwa keduanya mempartisi domain asal.
Latihan 15.4-4. Selesaikan , , dan . Jelaskan hasilnya dengan Teorema 15.1.3.
Latihan 15.4-5. Tentukan himpunan penyelesaian , , dan . Mengapa yang pertama dan ketiga berbeda?
Latihan 15.4-6. (a) Tentukan domain dan . (b) Buktikan bahwa kedua ekspresi sama pada . (c) Selesaikan dan , lalu jelaskan perbedaannya.
Latihan 15.4-7. (a) Selesaikan . (b) Selesaikan . Jelaskan solusi palsu yang muncul bila suku "dicoret" tanpa memperhatikan domain.
Latihan 15.4-8. (Model hipotetis.) Sebuah wadah berbentuk balok dengan alas persegi bersisi dan tinggi . Tentukan nilai yang membuat volumenya, , positif. Tuliskan domain kontekstual dan himpunan penyelesaiannya.
Solusi
Solusi 15.4-1.
(a) . Domain .
(b) dan . Domain .
(c) dan . Domain .
(d) terdefinisi untuk semua (D5). memerlukan (D4) dan (D3), yaitu . Domain .
Solusi 15.4-2. Domain ; pada domain, ekspresinya sama dengan .
- . .
- . .
Gabungannya .
Solusi 15.4-3. Domain . memberi (Contoh 15.4.6). , dengan pengkuadratan ekuivalen karena kedua ruas tak negatif. . Kedua himpunan saling lepas, dan gabungannya .
Solusi 15.4-4. Domain .
- : .
- : .
- : , karena invers bilangan tak nol tidak nol.
Di dalam domain, , , mempartisi domain, sesuai Teorema 15.1.3. Titik tidak termasuk satu pun karena berada di luar domain.
Solusi 15.4-5.
- : (Contoh 15.4.8).
- : .
- : domainnya , karena untuk semua , dan . .
Kedua kalimat "selalu benar" di domainnya, tetapi domainnya berbeda.
Solusi 15.4-6. (a) : (Contoh 15.2.7 dengan tanda ). : dan , yaitu .
(b) Untuk , kedua ruas tak negatif dan kuadratnya sama dengan . Ketunggalan akar kuadrat taknegatif (Teorema 12.3.3, dan Teorema 12.3.4(ii) bila ) memberi kesamaan.
(c) ; keduanya ada di domain. pada : hasil kali nol tepat ketika salah satu faktor nol. hanya di , dan di . . Penyempitan domain menghilangkan .
Solusi 15.4-7. (a) Domain . Pada domain, selalu benar, sehingga .
(b) Domain . Pada domain, translasi oleh memberi . Kalimat (domain ) mempunyai penyelesaian , dan Teorema 15.4.4 memberi . "Mencoret" dan menjawab menghasilkan solusi palsu, karena di kedua ruas tidak bermakna.
Solusi 15.4-8. Konteks: sisi dan tinggi , sehingga semestanya . Pada semesta ini, dan , sehingga volume selalu positif. .
Tanpa konteks, pertaksamaan aljabar di mempunyai penyelesaian . Faktor tepat ketika , dan tepat ketika . Bagian tidak bermakna sebagai panjang sisi. Domain kontekstual memangkasnya.
Ringkasan Unit 15.4 dan Penutup Bab 15
Domain asal ekspresi ditentukan menurut susunannya: penyebut tak nol, radikan akar genap tak negatif, dan pangkat rasional nonbulat hanya pada basis positif. Domain suatu persamaan atau pertaksamaan adalah irisan domain kedua ruas, mungkin dipersempit lagi oleh konteks. Di luar domain, kalimat tidak bermakna, sehingga partisi trikotomi berlaku di dalam domain saja. Penyederhanaan yang memperluas domain aman asal hasil akhirnya diiris dengan domain asal (Teorema 15.4.4). Penyederhanaan yang mempersempit domain dapat menghilangkan solusi.
Bab 15 secara keseluruhan:
- 15.1: persamaan dan pertaksamaan sebagai kalimat terbuka, partisi trikotomi;
- 15.2: solusi dan himpunan penyelesaian sebagai klaim kesamaan himpunan;
- 15.3: transformasi ekuivalen dan delapan jebakan;
- 15.4: domain asal.
Prosedur lima langkah di atas adalah kerangka yang dipakai Bab 16 untuk pertaksamaan polinomial, rasional, dan bentuk akar.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 16.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 14.