Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 14Lanjut

    Himpunan Tutup dan Titik Akumulasi

    Bab 14 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    57 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 14 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 14: Himpunan Tutup dan Titik Akumulasi

    14.1 Himpunan Tutup (Closed Sets) dan Karakterisasinya

    Bab 13 membangun himpunan buka: himpunan yang setiap anggotanya mempunyai bola di dalam himpunan itu. Bab 14 mempelajari pasangannya, yaitu himpunan tutup, dan konsep yang menghubungkan himpunan tutup dengan kedekatan: titik akumulasi, Teorema Bolzano–Weierstrass, dan penutupan. Unit pertama ini mendefinisikan himpunan tutup sebagai komplemen himpunan buka, lalu memberi karakterisasinya lewat bola dan lewat titik batas Bab 13. Sifat-sifat operasinya diturunkan dari Bab 13 melalui hukum De Morgan.

    Istilah "himpunan tutup" pada judul master dan "himpunan tertutup" pada Definisi 12.1.9 dipakai bergantian dengan arti yang sama persis, sebagaimana "buka" dan "terbuka" pada Unit 13.4.

    Prasyarat:

    • Teorema 3.4.2 (De Morgan untuk keluarga sebarang, termasuk keluarga indeks kosong);
    • Definisi 12.1.9 dan klasifikasi interval Teorema 12.1.11–12.1.16;
    • dari Bab 13: bola B(p,r)B(p,r), interior/eksterior/batas dan partisinya (Teorema 13.3.5), Proposisi 13.3.4, Contoh 13.3.9–13.3.14, himpunan buka dan operasinya (Teorema 13.4.3–13.4.5), keterbukaan relatif (Teorema 13.4.12);
    • dari Bab 11: Korolari 11.3.10 (Archimedes), hanya pada contoh keluarga [1n,1][\tfrac1n,1];
    • dari Bab 8: Lema 8.3.3, yang pinjaman Archimedes-nya ditutup oleh Teorema 11.3.9, hanya pada contoh Z\mathbb{Z}.

    Status Bab 11–13: Bab 11 dan 12 diperiksa logika dan ditelaah Claude. Bab 13 ditulis dan diswa-telaah Claude. Semuanya belum disetujui penulis.

    Penjelasan master menyebut bahwa suatu himpunan tutup "memuat seluruh titik limitnya". Istilah titik limit (titik akumulasi) baru didefinisikan pada Unit 14.2. Karena itu karakterisasi tersebut dibuktikan di sana sebagai teorema, dan tidak dipakai sebagai premis di unit ini. Kita juga tidak memakai barisan, limit, atau kekompakan.

    Definisi dan Kriteria Bola

    Definisi 14.1.1 (Himpunan Tutup)

    Himpunan F⊆RF\subseteq\mathbb{R} disebut tutup (tertutup) di R\mathbb{R} jika komplemennya R∖F\mathbb{R}\setminus F buka di R\mathbb{R}.

    Definisi ini sama dengan bagian kedua Definisi 12.1.9. Kata "tutup" tidak berarti terbatas, tidak berarti berhingga, dan tidak berarti "mempunyai ujung". Contoh-contoh di bawah memperlihatkan himpunan tutup yang tak terbatas (R\mathbb{R}, [0,∞)[0,\infty), Z\mathbb{Z}) dan himpunan tutup tanpa ujung sama sekali (R\mathbb{R}).

    Proposisi 14.1.2 (Kriteria Bola untuk Ketertutupan)

    Untuk F⊆RF\subseteq\mathbb{R}, pernyataan berikut setara:

    (a) FF tutup;

    (b) untuk setiap p∉Fp\notin F terdapat r>0r>0 dengan B(p,r)∩F=∅B(p,r)\cap F=\emptyset;

    (c) setiap titik di luar FF adalah titik eksterior FF, yaitu R∖F=Ext⁡(F)\mathbb{R}\setminus F=\operatorname{Ext}(F).

    Bukti. (a)⇔(b): R∖F\mathbb{R}\setminus F buka berarti untuk setiap p∈R∖Fp\in\mathbb{R}\setminus F ada r>0r>0 dengan B(p,r)⊆R∖FB(p,r)\subseteq\mathbb{R}\setminus F. Inklusi B(p,r)⊆R∖FB(p,r)\subseteq\mathbb{R}\setminus F sama dengan B(p,r)∩F=∅B(p,r)\cap F=\emptyset. Jadi (a) dan (b) adalah pernyataan yang sama, ditulis dengan dua cara.

    (b)⇔(c): (b) menyatakan R∖F⊆Ext⁡(F)\mathbb{R}\setminus F\subseteq\operatorname{Ext}(F). Inklusi sebaliknya selalu berlaku menurut Proposisi 13.3.4(a). □\square

    Kriteria (b) adalah cara kerja sehari-hari: untuk membuktikan FF tutup, ambil titik sebarang di luar FF dan tunjukkan satu bola di sekitarnya yang tidak menyentuh FF. Untuk membantah, temukan satu titik di luar FF yang setiap bolanya menyentuh FF.

    Teorema 14.1.3 (Karakterisasi lewat Titik Batas)

    Untuk F⊆RF\subseteq\mathbb{R}: FF tutup jika dan hanya jika ∂F⊆F\partial F\subseteq F.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Misalkan FF tutup dan p∈∂Fp\in\partial F. Andaikan p∉Fp\notin F. Proposisi 14.1.2(b) memberi r>0r>0 dengan B(p,r)∩F=∅B(p,r)\cap F=\emptyset, padahal definisi titik batas menuntut B(p,r)∩F≠∅B(p,r)\cap F\ne\emptyset. Kontradiksi ini memberi p∈Fp\in F.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan ∂F⊆F\partial F\subseteq F dan p∉Fp\notin F. Maka p∉∂Fp\notin\partial F. Juga p∉Int⁡(F)p\notin\operatorname{Int}(F), karena Int⁡(F)⊆F\operatorname{Int}(F)\subseteq F (Proposisi 13.3.4(a)). Teorema 13.3.5 menyisakan p∈Ext⁡(F)p\in\operatorname{Ext}(F). Jadi Proposisi 14.1.2(c) berlaku dan FF tutup. □\square

    Bandingkan dengan Proposisi 13.4.2(d): UU buka jika dan hanya jika UU tidak memuat satu pun titik batasnya. Teorema 14.1.3 menyatakan bahwa FF tutup jika dan hanya jika FF memuat semua titik batasnya. Kedua pernyataan cocok dengan Proposisi 13.3.4(c), yang menyatakan bahwa himpunan dan komplemennya berbagi batas yang sama. FF memuat seluruh ∂F\partial F tepat ketika R∖F\mathbb{R}\setminus F tidak memuat satu pun titik dari ∂(R∖F)=∂F\partial(\mathbb{R}\setminus F)=\partial F.

    Bukti ini tidak memakai penutupan atau titik akumulasi. Titik batas di sini adalah titik batas Definisi 13.3.3, dengan saksi yang boleh berupa pusat sendiri.

    Operasi pada Himpunan Tutup

    Teorema 14.1.4 (Irisan Sebarang dan Gabungan Berhingga)

    (a) Jika JJ sebarang himpunan indeks dan Fi⊆RF_i\subseteq\mathbb{R} tutup untuk setiap i∈Ji\in J, maka ⋂i∈JFi\bigcap_{i\in J}F_i tutup. Untuk J=∅J=\emptyset, dengan konvensi Bab 3 bahwa irisan keluarga kosong subhimpunan R\mathbb{R} adalah R\mathbb{R}, hasilnya R\mathbb{R}, yang tutup.

    (b) Jika k∈Nk\in\mathbb{N} dengan k≥1k\geq1 dan F1,…,FkF_1,\ldots,F_k tutup, maka F1∪⋯∪FkF_1\cup\cdots\cup F_k tutup. Gabungan keluarga kosong adalah ∅\emptyset, yang tutup.

    Bukti. (a) Teorema 3.4.2(b) dengan semesta R\mathbb{R} memberi

    R∖⋂i∈JFi=⋃i∈J(R∖Fi).\mathbb{R}\setminus\bigcap_{i\in J}F_i=\bigcup_{i\in J}(\mathbb{R}\setminus F_i).

    Setiap R∖Fi\mathbb{R}\setminus F_i buka, sehingga gabungannya buka menurut Teorema 13.4.4. Ini juga berlaku untuk J=∅J=\emptyset: ruas kanan gabungan kosong, yaitu ∅\emptyset, dan ruas kiri R∖R=∅\mathbb{R}\setminus\mathbb{R}=\emptyset.

    (b) Teorema 3.4.2(a) memberi R∖(F1∪⋯∪Fk)=(R∖F1)∩⋯∩(R∖Fk)\mathbb{R}\setminus(F_1\cup\cdots\cup F_k)=(\mathbb{R}\setminus F_1)\cap\cdots\cap(\mathbb{R}\setminus F_k), irisan berhingga himpunan buka, yang buka menurut Teorema 13.4.5. Untuk keluarga kosong, komplemen ∅\emptyset adalah R\mathbb{R}, yang buka. □\square

    Peran "sebarang" dan "berhingga" bertukar dibandingkan himpunan buka: buka tahan terhadap gabungan sebarang dan irisan berhingga, sedangkan tutup tahan terhadap irisan sebarang dan gabungan berhingga. Pertukaran ini persis pertukaran ∪\cup dan ∩\cap dalam hukum De Morgan.

    Contoh 14.1.5 (Gabungan Tak Hingga Dapat Gagal)

    Untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, misalkan Fn=[1n,1]F_n=[\tfrac1n,1]. Setiap FnF_n tutup (Contoh 14.1.6(a), dengan 1n≤1\tfrac1n\leq1). Kita klaim

    ⋃n∈N+Fn=(0,1],\bigcup_{n\in\mathbb{N}_{+}}F_n=(0,1],

    dan (0,1](0,1] tidak tutup.

    Bukti. Inklusi ⊆\subseteq: setiap anggota FnF_n memenuhi 0<1n≤x≤10<\tfrac1n\leq x\leq1. Inklusi ⊇\supseteq: untuk 0<x≤10<x\leq1, Korolari 11.3.10 memberi n∈N+n\in\mathbb{N}_{+} dengan 1n<x\tfrac1n<x, sehingga x∈Fnx\in F_n.

    Untuk ketidaktutupan, titik 0∉(0,1]0\notin(0,1], tetapi setiap B(0,r)B(0,r) memuat min⁡(r2,1)∈(0,1]\min(\tfrac r2,1)\in(0,1]. Jadi 00 titik batas yang bukan anggota, dan Teorema 14.1.3 memberi kesimpulan. □\square

    Seperti pada himpunan buka, kegagalan ini tidak universal. Keluarga konstan Fn=[0,1]F_n=[0,1] mempunyai gabungan [0,1][0,1], yang tutup. Yang gagal hanyalah jaminan umum.

    Contoh Himpunan Tutup dan Tidak Tutup

    Contoh 14.1.6 (Himpunan Tutup Dasar)

    (a) Untuk a≤ba\leq b, interval [a,b][a,b] tutup. Untuk p<ap<a, radius a−pa-p memberi bola di (−∞,a)(-\infty,a); untuk p>bp>b, radius p−bp-b memberi bola di (b,∞)(b,\infty). Kasus a=ba=b termasuk: [a,a]={a}[a,a]=\{a\}.

    (b) Sinar [a,∞)[a,\infty) dan (−∞,b](-\infty,b] tutup, dengan radius a−pa-p untuk p<ap<a, dan p−bp-b untuk p>bp>b.

    (c) Untuk c∈Rc\in\mathbb{R}, singleton {c}\{c\} tutup: untuk p≠cp\ne c, radius ∣p−c∣2\tfrac{|p-c|}2 memberi bola yang tidak memuat cc.

    (d) Setiap himpunan berhingga {c1,…,ck}\{c_1,\ldots,c_k\} dengan k≥1k\geq1 adalah gabungan berhingga singleton, sehingga tutup menurut Teorema 14.1.4(b). Himpunan kosong juga tutup. "Berhingga" di sini dipakai dalam arti kerja yang sama dengan Teorema 11.1.14: anggotanya dapat didaftar habis. Definisi formalnya dijadwalkan pada Bab 20.1.

    (e) ∅\emptyset dan R\mathbb{R} tutup, karena komplemennya masing-masing R\mathbb{R} dan ∅\emptyset, yang buka. Keduanya juga buka (Teorema 13.4.3(a)).

    Hasil (a)–(c) dan (e) sudah dibuktikan dalam bahasa interval pada Teorema 12.1.12, 12.1.15, 12.1.16, dan Lemma 12.1.10. Di sini hasil itu ditulis ulang dengan kriteria bola.

    Contoh 14.1.7 (Himpunan yang Tidak Tutup)

    Misalkan a<ba<b.

    (a) [a,b)[a,b) tidak tutup: titik bb adalah titik batas (Contoh 13.3.9) yang bukan anggota. [a,b)[a,b) juga tidak buka, karena memuat titik batasnya aa. Jadi [a,b)[a,b) bukan buka dan bukan tutup.

    (b) (a,b)(a,b) tidak tutup: aa dan bb adalah titik batas yang bukan anggota. (a,b)(a,b) buka.

    (c) (0,1](0,1], (a,∞)(a,\infty), dan Q\mathbb{Q} tidak tutup. Untuk Q\mathbb{Q}, Contoh 13.3.16 memberi ∂Q=R⊈Q\partial\mathbb{Q}=\mathbb{R}\not\subseteq\mathbb{Q}, karena ada bilangan irasional, misalnya 2\sqrt2 dari Teorema 11.3.8 dan 8.4.7.

    Contoh ini menunjukkan bahwa "tidak buka" bukan berarti "tutup", dan "tidak tutup" bukan berarti "buka". Klasifikasi himpunan subhimpunan R\mathbb{R} menurut keterbukaan dan ketertutupan mempunyai empat kemungkinan: buka saja (misalnya (0,1)(0,1)), tutup saja (misalnya [0,1][0,1]), keduanya (∅\emptyset, R\mathbb{R}), dan bukan keduanya ([0,1)[0,1), Q\mathbb{Q}). Pertanyaan apakah ada himpunan selain ∅\emptyset dan R\mathbb{R} yang buka sekaligus tutup di R\mathbb{R} dijawab negatif oleh teori keterhubungan, yang tidak dibahas di sini. Kita tidak memakai fakta itu.

    Contoh 14.1.8 (Bilangan Bulat Tutup)

    Z\mathbb{Z} tutup. Ini sama dengan Contoh 13.3.14 (Ext⁡(Z)=R∖Z\operatorname{Ext}(\mathbb{Z})=\mathbb{R}\setminus\mathbb{Z}) bersama Proposisi 14.1.2(c), dan dengan Solusi 12.1-6. Ringkasnya, untuk p∉Zp\notin\mathbb{Z}, Lema 8.3.3 memberi bilangan bulat kk dengan k<p<k+1k<p<k+1, dan radius min⁡(p−k,k+1−p)>0\min(p-k,k+1-p)>0 memberi bola yang termuat dalam (k,k+1)(k,k+1), tanpa bilangan bulat.

    Z\mathbb{Z} adalah himpunan tutup yang tak terbatas dan tak berhingga. Setiap anggotanya adalah titik batas, dan tidak satu pun titik interior. Ketertutupan Z\mathbb{Z} tidak memerlukan Teorema Bolzano–Weierstrass (Unit 14.3); yang diperlukan hanya pembulatan, yang bergantung pada Archimedes.

    Ketertutupan Relatif

    Definisi 14.1.9 (Tutup Relatif)

    Misalkan X⊆RX\subseteq\mathbb{R} dan F⊆XF\subseteq X. Himpunan FF disebut tutup relatif terhadap XX (tutup di XX) jika X∖FX\setminus F buka di XX (Definisi 13.4.11).

    Komplemen diambil di dalam semesta XX, bukan di dalam R\mathbb{R}. Ini satu-satunya perbedaan dari Definisi 14.1.1, dan perbedaan itulah yang menentukan.

    Teorema 14.1.10 (Karakterisasi Ketertutupan Relatif)

    Misalkan X⊆RX\subseteq\mathbb{R} dan F⊆XF\subseteq X. Maka FF tutup di XX jika dan hanya jika terdapat C⊆RC\subseteq\mathbb{R} tutup di R\mathbb{R} dengan F=X∩CF=X\cap C.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) X∖FX\setminus F buka di XX, sehingga Teorema 13.4.12 memberi GG buka di R\mathbb{R} dengan X∖F=X∩GX\setminus F=X\cap G. Tetapkan C=R∖GC=\mathbb{R}\setminus G, yang tutup. Untuk x∈Xx\in X: x∈Fx\in F jika dan hanya jika x∉X∖Fx\notin X\setminus F, jika dan hanya jika x∉Gx\notin G, jika dan hanya jika x∈Cx\in C. Karena F⊆XF\subseteq X, diperoleh F=X∩CF=X\cap C.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan F=X∩CF=X\cap C dengan CC tutup. Tetapkan G=R∖CG=\mathbb{R}\setminus C, yang buka. Untuk x∈Xx\in X, x∈X∖Fx\in X\setminus F jika dan hanya jika x∉Cx\notin C, jika dan hanya jika x∈Gx\in G. Jadi X∖F=X∩GX\setminus F=X\cap G, yang buka di XX menurut Teorema 13.4.12. □\square

    Contoh 14.1.11 (Semesta Mengubah Status Ketertutupan)

    Misalkan X=(0,1)X=(0,1) dan F=(0,12]F=(0,\tfrac12]. Maka F=X∩(−∞,12]F=X\cap(-\infty,\tfrac12], dan (−∞,12](-\infty,\tfrac12] tutup di R\mathbb{R}. Jadi FF tutup di XX. Namun FF tidak tutup di R\mathbb{R}: titik 0∉F0\notin F adalah titik batas FF di R\mathbb{R}, karena setiap B(0,r)B(0,r) memuat min⁡(r2,12)∈F\min(\tfrac r2,\tfrac12)\in F. Di semesta XX, titik 00 tidak tersedia, sehingga tidak ada "lubang" yang membuat FF gagal tutup.

    Akibat lain: XX sendiri selalu tutup di XX (komplemen relatifnya ∅\emptyset), walaupun X=(0,1)X=(0,1) tidak tutup di R\mathbb{R}.

    Strategi Pembuktian

    Strategi 1: Membuktikan ketertutupan. Ambil p∉Fp\notin F dan beri radius eksplisit dengan B(p,r)∩F=∅B(p,r)\cap F=\emptyset (Proposisi 14.1.2(b)). Atau tunjukkan bahwa setiap titik batas anggota FF (Teorema 14.1.3).

    Strategi 2: Membantah ketertutupan. Temukan satu p∉Fp\notin F yang setiap bolanya bertemu FF. Ini titik batas yang tidak dimuat FF.

    Strategi 3: Menyusun himpunan tutup. Irisan sebarang dan gabungan berhingga himpunan tutup adalah tutup. Untuk gabungan tak hingga, periksa langsung.

    Strategi 4: Berpindah ke komplemen. Pernyataan tentang himpunan tutup diterjemahkan menjadi pernyataan tentang komplemennya yang buka, dan sebaliknya. De Morgan menukar gabungan dan irisan.

    Strategi 5: Menyebut semesta. Untuk ketertutupan relatif, ambil komplemen di dalam XX, atau tulis F=X∩CF=X\cap C dengan CC tutup di R\mathbb{R}.

    Latihan

    Latihan 14.1-1. Buktikan secara rinci bahwa untuk F⊆RF\subseteq\mathbb{R}, "R∖F\mathbb{R}\setminus F buka" setara dengan "untuk setiap p∉Fp\notin F terdapat r>0r>0 dengan B(p,r)∩F=∅B(p,r)\cap F=\emptyset". Terapkan kriteria ini untuk membuktikan bahwa [−1,4][-1,4] tutup, dengan radius eksplisit pada p=−3p=-3 dan p=92p=\tfrac92.

    Latihan 14.1-2. (a) Buktikan bahwa {c}\{c\} tutup untuk setiap c∈Rc\in\mathbb{R}. (b) Buktikan dengan induksi pada k≥1k\geq1 bahwa setiap himpunan {c1,…,ck}\{c_1,\ldots,c_k\} tutup. (c) Tunjukkan langsung dengan radius eksplisit bahwa {0,1,3}\{0,1,3\} tutup.

    Latihan 14.1-3. Tentukan apakah ∅\emptyset, R\mathbb{R}, dan [0,∞)[0,\infty) masing-masing buka, tutup, keduanya, atau bukan keduanya. Jelaskan mengapa [0,∞)[0,\infty) membantah anggapan bahwa himpunan tutup harus terbatas.

    Latihan 14.1-4. Buktikan bahwa [0,1)[0,1) bukan buka dan bukan tutup. Sebutkan titik dan saksi eksplisit untuk setiap r>0r>0 pada kedua bagian.

    Latihan 14.1-5. (a) Buktikan Teorema 14.1.4 dengan De Morgan, termasuk kasus keluarga indeks kosong. (b) Buktikan bahwa ⋂n∈N+[−1n,1+1n]\bigcap_{n\in\mathbb{N}_{+}}[-\tfrac1n,1+\tfrac1n] tutup, lalu hitung irisan itu.

    Latihan 14.1-6. Misalkan Fn=[1n,1]F_n=[\tfrac1n,1] untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}. (a) Buktikan bahwa ⋃nFn=(0,1]\bigcup_{n}F_n=(0,1], dan sebutkan di mana Archimedes dipakai. (b) Buktikan bahwa 00 adalah titik batas gabungan itu dan bukan anggotanya. (c) Simpulkan apa yang tidak dapat diperluas dari Teorema 14.1.4(b).

    Latihan 14.1-7. Buktikan Teorema 14.1.3: FF tutup jika dan hanya jika ∂F⊆F\partial F\subseteq F. Terapkan pada F=[2,5)F=[2,5) dan F=[2,5]F=[2,5].

    Latihan 14.1-8. Misalkan X=(0,1)X=(0,1) dan F=(0,12]F=(0,\tfrac12]. (a) Buktikan bahwa FF tutup di XX dengan dua cara: lewat komplemen relatif X∖FX\setminus F dan lewat Teorema 14.1.10. (b) Buktikan bahwa FF tidak tutup di R\mathbb{R}. (c) Apakah XX tutup di XX? Apakah XX tutup di R\mathbb{R}?

    Solusi

    Solusi 14.1-1. Kesetaraan: R∖F\mathbb{R}\setminus F buka berarti setiap p∈R∖Fp\in\mathbb{R}\setminus F mempunyai r>0r>0 dengan B(p,r)⊆R∖FB(p,r)\subseteq\mathbb{R}\setminus F. Untuk himpunan BB, B⊆R∖FB\subseteq\mathbb{R}\setminus F jika dan hanya jika tidak ada anggota BB di FF, yaitu B∩F=∅B\cap F=\emptyset. Substitusi memberi kriteria kedua, dan setiap langkah dapat dibalik.

    Untuk [−1,4][-1,4]: titik di luar adalah p<−1p<-1 atau p>4p>4. Untuk p<−1p<-1, radius −1−p-1-p memberi B(p,r)⊆(−∞,−1)B(p,r)\subseteq(-\infty,-1). Untuk p>4p>4, radius p−4p-4 memberi B(p,r)⊆(4,∞)B(p,r)\subseteq(4,\infty). Pada p=−3p=-3: r=2r=2 dan B(−3,2)=(−5,−1)B(-3,2)=(-5,-1). Pada p=92p=\tfrac92: r=12r=\tfrac12 dan B(92,12)=(4,5)B(\tfrac92,\tfrac12)=(4,5). □\square

    Solusi 14.1-2. (a) Contoh 14.1.6(c).

    (b) Basis k=1k=1 adalah (a). Langkah: {c1,…,ck+1}={c1,…,ck}∪{ck+1}\{c_1,\ldots,c_{k+1}\}=\{c_1,\ldots,c_k\}\cup\{c_{k+1}\} adalah gabungan dua himpunan tutup, sehingga tutup menurut Teorema 14.1.4(b) dengan dua himpunan. Pengulangan nama dalam daftar tidak mengganggu, karena gabungannya tetap himpunan yang sama.

    (c) Untuk p∉{0,1,3}p\notin\{0,1,3\}, radius 12min⁡(∣p∣,∣p−1∣,∣p−3∣)\tfrac12\min(|p|,|p-1|,|p-3|) positif karena ketiga jarak positif. Bola dengan radius itu tidak memuat 00, 11, maupun 33, karena jarak pp ke masing-masing lebih besar daripada radius. Contoh: p=2p=2 memberi r=12r=\tfrac12 dan B(2,12)=(32,52)B(2,\tfrac12)=(\tfrac32,\tfrac52). □\square

    Solusi 14.1-3. ∅\emptyset dan R\mathbb{R} masing-masing buka dan tutup (Contoh 14.1.6(e)).

    [0,∞)[0,\infty) tutup, karena komplemennya (−∞,0)(-\infty,0) buka, dengan radius −p-p untuk p<0p<0. [0,∞)[0,\infty) tidak buka, karena 00 anggota dan titik batasnya: −r2-\tfrac r2 ada di setiap B(0,r)B(0,r) dan di luar himpunan. Jadi [0,∞)[0,\infty) tutup saja.

    [0,∞)[0,\infty) tutup tetapi tak terbatas di atas: untuk setiap calon batas atas MM, bilangan max⁡(M,0)+1\max(M,0)+1 anggotanya dan lebih besar dari MM. Ketertutupan adalah sifat komplemen, bukan sifat ukuran. □\square

    Solusi 14.1-4. Bukan buka: 0∈[0,1)0\in[0,1), dan untuk setiap r>0r>0, −r2∈B(0,r)∖[0,1)-\tfrac r2\in B(0,r)\setminus[0,1).

    Bukan tutup: 1∉[0,1)1\notin[0,1), dan untuk setiap r>0r>0, 1−min⁡(r2,12)∈B(1,r)∩[0,1)1-\min(\tfrac r2,\tfrac12)\in B(1,r)\cap[0,1). Jadi 11 titik batas yang bukan anggota. □\square

    Solusi 14.1-5. (a) Ini Teorema 14.1.4. Kasus kosong: irisan keluarga kosong adalah R\mathbb{R} (tutup), dan gabungan keluarga kosong adalah ∅\emptyset (tutup).

    (b) Setiap [−1n,1+1n][-\tfrac1n,1+\tfrac1n] tutup, sehingga irisannya tutup menurut (a). Irisannya [0,1][0,1]. Inklusi [0,1]⊆[0,1]\subseteq setiap suku jelas. Sebaliknya, jika x<0x<0, Korolari 11.3.10 memberi nn dengan 1n<−x\tfrac1n<-x, sehingga x<−1nx<-\tfrac1n dan xx di luar suku ke-nn. Jika x>1x>1, pilih nn dengan 1n<x−1\tfrac1n<x-1. □\square

    Solusi 14.1-6. (a) Contoh 14.1.5. Archimedes dipakai untuk memilih nn dengan 1n<x\tfrac1n<x bagi setiap x∈(0,1]x\in(0,1].

    (b) 0∉(0,1]0\notin(0,1], dan setiap B(0,r)B(0,r) memuat min⁡(r2,1)∈(0,1]\min(\tfrac r2,1)\in(0,1]. Jadi 00 titik batas yang bukan anggota.

    (c) Teorema 14.1.4(b) tidak dapat diperluas ke gabungan tak hingga: setiap FnF_n tutup, tetapi gabungannya tidak tutup. □\square

    Solusi 14.1-7. Bukti umum adalah Teorema 14.1.3.

    Untuk F=[2,5)F=[2,5): ∂F={2,5}\partial F=\{2,5\} (Contoh 13.3.9), dan 5∉F5\notin F. Jadi ∂F⊈F\partial F\not\subseteq F dan FF tidak tutup.

    Untuk F=[2,5]F=[2,5]: ∂F={2,5}⊆F\partial F=\{2,5\}\subseteq F (Contoh 13.3.12), jadi FF tutup, sesuai Contoh 14.1.6(a). □\square

    Solusi 14.1-8. (a) Cara pertama: X∖F=(12,1)X\setminus F=(\tfrac12,1). Untuk p∈(12,1)p\in(\tfrac12,1), radius min⁡(p−12,1−p)\min(p-\tfrac12,1-p) memberi BX(p,r)⊆(12,1)B_X(p,r)\subseteq(\tfrac12,1), sehingga X∖FX\setminus F buka di XX. Cara kedua: F=X∩(−∞,12]F=X\cap(-\infty,\tfrac12], dengan (−∞,12](-\infty,\tfrac12] tutup di R\mathbb{R}, lalu gunakan Teorema 14.1.10.

    (b) 0∉F0\notin F, dan setiap B(0,r)B(0,r) memuat min⁡(r2,12)∈F\min(\tfrac r2,\tfrac12)\in F. Jadi 0∈∂F∖F0\in\partial F\setminus F, dan FF tidak tutup di R\mathbb{R} menurut Teorema 14.1.3.

    (c) XX tutup di XX, karena X∖X=∅X\setminus X=\emptyset buka di XX. X=(0,1)X=(0,1) tidak tutup di R\mathbb{R}, karena 00 dan 11 titik batas yang bukan anggota. □\square

    Ringkasan dan Pranala ke Unit 14.2

    Himpunan tutup adalah komplemen himpunan buka. Unit ini membuktikan:

    • karakterisasi bola: setiap titik di luar himpunan tutup mempunyai bola yang tidak menyentuhnya;
    • karakterisasi titik batas: himpunan tutup memuat semua titik batasnya;
    • irisan sebarang dan gabungan berhingga himpunan tutup adalah tutup, sedangkan gabungan tak hingga dapat gagal;
    • contoh dasar: interval tutup, sinar tutup, himpunan berhingga, dan Z\mathbb{Z} (tutup tetapi tak terbatas);
    • empat kemungkinan buka/tutup;
    • ketertutupan relatif sebagai X∩CX\cap C.

    Unit 14.2 mendefinisikan titik akumulasi, yaitu titik yang setiap bolanya memuat anggota himpunan selain titik itu sendiri. Di sana karakterisasi pada penjelasan master dibuktikan: suatu himpunan tutup jika dan hanya jika memuat semua titik akumulasinya.

    14.2 Titik Limit / Titik Akumulasi (Accumulation Points)

    Titik batas (Unit 13.3) menangkap posisi "di tepi": setiap bola menyentuh himpunan dan komplemennya. Unit ini memperkenalkan konsep yang berbeda, yaitu titik yang dikerumuni anggota himpunan lain. Setiap bola di sekitarnya, sekecil apa pun, memuat anggota himpunan selain titik itu sendiri. Penghapusan pusat ini adalah satu-satunya perbedaan formal dari syarat pertama definisi titik batas, tetapi akibatnya besar. Titik terpencil seperti anggota singleton tidak lagi terhitung. Sebaliknya, titik yang terkepung di tengah interval terhitung meskipun bukan titik batas.

    Istilah "titik limit" pada judul master berarti titik limit suatu himpunan, yaitu titik akumulasi. Ini bukan limit barisan dan bukan limit fungsi, dan kita tidak memakai keduanya. Kita memakai istilah "titik akumulasi" untuk menghindari kerancuan.

    Prasyarat:

    • dari Bab 13: bola, lingkungan (Definisi 13.2.6), interior/eksterior/batas (Unit 13.3);
    • dari Unit 14.1: himpunan tutup dan kriteria bolanya (Proposisi 14.1.2);
    • dari Bab 11: Korolari 11.3.10 dan Teorema 11.3.9 (Archimedes), Teorema 11.3.11 dan 11.3.12 (kerapatan), Teorema 11.1.14 (minimum himpunan berhingga);
    • dari Bab 7: induksi.

    "Berhingga" dipakai dalam arti kerja: anggota dapat didaftar habis. "Tak hingga" berarti tidak berhingga dalam arti tersebut. Definisi formal dan teori kardinalitas menyusul pada Bab 20; fakta yang kita pakai di sini dibuktikan atau disebut eksplisit.

    Definisi

    Definisi 14.2.1 (Titik Akumulasi dan Himpunan Turunan)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R} dan p∈Rp\in\mathbb{R}. Titik pp disebut titik akumulasi (titik limit) AA jika untuk setiap r>0r>0 terdapat a∈Aa\in A dengan

    0<∣a−p∣<r.0<|a-p|<r.

    Himpunan semua titik akumulasi AA disebut himpunan turunan AA dan ditulis A′A'.

    Ketaksamaan kiri 0<∣a−p∣0<|a-p| menyatakan a≠pa\ne p. Saksi harus berbeda dari pusat. Dengan bola: p∈A′p\in A' jika dan hanya jika (B(p,r)∖{p})∩A≠∅\bigl(B(p,r)\setminus\{p\}\bigr)\cap A\ne\emptyset untuk setiap r>0r>0. Himpunan B(p,r)∖{p}B(p,r)\setminus\{p\} disebut bola tertusuk (punctured ball). Titik pp sendiri boleh anggota AA atau bukan; definisi tidak menyinggung keanggotaan pp.

    Catatan tentang rumusan master. Penjelasan master memakai himpunan S={1n∣n∈N}S=\{\tfrac1n\mid n\in\mathbb{N}\} dan alasan "setiap lingkungan di sekitar 00 pasti memuat anggota dari SS". Dua penyesuaian diperlukan, tanpa mengubah berkas master:

    1. Karena buku ini memakai N={0,1,2,…}\mathbb{N}=\{0,1,2,\ldots\} dan 10\tfrac10 tidak terdefinisi, himpunannya harus ditulis S={1n:n∈N+}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}.
    2. Alasan "memuat anggota SS" tidak cukup sebagai definisi umum. Setiap anggota qq dari suatu himpunan otomatis memenuhi "setiap lingkungan qq memuat anggota himpunan", yaitu qq sendiri. Syarat yang benar adalah "memuat anggota SS yang berbeda dari 00". Untuk titik 00 dan himpunan SS kebetulan tidak ada perbedaan, karena 0∉S0\notin S. Namun definisi umum harus menghapus pusat.

    Proposisi 14.2.2 (Rumusan dengan Lingkungan)

    p∈A′p\in A' jika dan hanya jika setiap lingkungan UU dari pp memenuhi (U∖{p})∩A≠∅(U\setminus\{p\})\cap A\ne\emptyset.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Jika UU lingkungan pp, ada r>0r>0 dengan B(p,r)⊆UB(p,r)\subseteq U. Definisi memberi a∈Aa\in A dengan a≠pa\ne p dan a∈B(p,r)⊆Ua\in B(p,r)\subseteq U.

    (⇐\Leftarrow) Setiap bola B(p,r)B(p,r) adalah lingkungan pp (Proposisi 13.2.7(b)). Terapkan hipotesis pada U=B(p,r)U=B(p,r). □\square

    Kesetaraan ini berlaku karena setiap lingkungan memuat suatu bola dan setiap bola adalah lingkungan, bukan karena lingkungan identik dengan bola.

    Contoh 14.2.3 (Singleton: Penghapusan Pusat Penting)

    Untuk A={c}A=\{c\}, berlaku A′=∅A'=\emptyset.

    • Untuk p=cp=c: satu-satunya anggota AA adalah cc, dan ∣c−c∣=0|c-c|=0 tidak memenuhi 0<∣a−p∣0<|a-p|. Jadi c∉A′c\notin A' (sudah gagal untuk r=1r=1).
    • Untuk p≠cp\ne c: radius ∣p−c∣|p-c| memberi bola tertusuk yang tidak memuat cc.

    Jika definisi diganti versi keliru "setiap bola B(p,r)B(p,r) memuat anggota AA" tanpa syarat a≠pa\ne p, maka cc akan menjadi "titik akumulasi" {c}\{c\}. Versi keliru itu juga menjadikan setiap anggota setiap himpunan titik akumulasi, sehingga konsepnya tidak membedakan apa pun.

    Titik Terisolasi dan Hubungan dengan Bab 13

    Definisi 14.2.4 (Titik Terisolasi)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R}. Titik pp disebut titik terisolasi AA jika p∈Ap\in A dan terdapat r>0r>0 dengan B(p,r)∩A={p}B(p,r)\cap A=\{p\}.

    Istilah ini hanya untuk anggota AA. Titik di luar AA yang bukan titik akumulasi tidak disebut "terisolasi"; titik semacam itu adalah titik eksterior (Proposisi 14.2.5(c)).

    Proposisi 14.2.5 (Hubungan Antar-Konsep)

    Untuk A⊆RA\subseteq\mathbb{R}:

    (a) pp titik terisolasi AA jika dan hanya jika p∈A∖A′p\in A\setminus A'.

    (b) Int⁡(A)⊆A′\operatorname{Int}(A)\subseteq A'.

    (c) A′⊆Int⁡(A)∪∂A=R∖Ext⁡(A)A'\subseteq\operatorname{Int}(A)\cup\partial A=\mathbb{R}\setminus\operatorname{Ext}(A). Akibatnya, setiap titik di luar AA yang bukan titik akumulasi adalah titik eksterior.

    (d) Setiap titik terisolasi AA adalah titik batas AA.

    (e) Inklusi ∂A⊆A′\partial A\subseteq A' dan A′⊆∂AA'\subseteq\partial A keduanya dapat gagal.

    Bukti. (a) Untuk p∈Ap\in A: p∉A′p\notin A' jika dan hanya jika ada r>0r>0 dengan (B(p,r)∖{p})∩A=∅(B(p,r)\setminus\{p\})\cap A=\emptyset. Karena p∈A∩B(p,r)p\in A\cap B(p,r), syarat itu sama dengan B(p,r)∩A={p}B(p,r)\cap A=\{p\}.

    (b) Misalkan B(p,r0)⊆AB(p,r_0)\subseteq A, dan ambil r>0r>0. Titik a=p+min⁡(r,r0)2a=p+\tfrac{\min(r,r_0)}2 memenuhi 0<∣a−p∣<min⁡(r,r0)0<|a-p|<\min(r,r_0). Jadi a∈B(p,r0)⊆Aa\in B(p,r_0)\subseteq A, a≠pa\ne p, dan ∣a−p∣<r|a-p|<r.

    (c) Jika p∈Ext⁡(A)p\in\operatorname{Ext}(A), ada r>0r>0 dengan B(p,r)∩A=∅B(p,r)\cap A=\emptyset; khususnya bola tertusuknya tidak bertemu AA, sehingga p∉A′p\notin A'. Jadi A′∩Ext⁡(A)=∅A'\cap\operatorname{Ext}(A)=\emptyset, dan Teorema 13.3.5 memberi inklusinya. Untuk kalimat terakhir: jika p∉Ap\notin A dan p∉A′p\notin A', maka p∉Int⁡(A)p\notin\operatorname{Int}(A) (karena Int⁡(A)⊆A\operatorname{Int}(A)\subseteq A). Juga p∉∂Ap\notin\partial A, sebab Akibat 13.3.6(b) akan memberi bahwa setiap bola memuat titik AA, dan titik itu pasti berbeda dari p∉Ap\notin A, sehingga p∈A′p\in A'. Jadi p∈Ext⁡(A)p\in\operatorname{Ext}(A).

    (d) Misalkan B(p,r0)∩A={p}B(p,r_0)\cap A=\{p\}. Ambil r>0r>0 dan tulis m=min⁡(r,r0)m=\min(r,r_0). Titik p+m2p+\tfrac m2 terletak di B(p,r)B(p,r) dan di B(p,r0)B(p,r_0), berbeda dari pp, sehingga bukan anggota AA. Jadi setiap bola memuat titik di luar AA, dan karena p∈Ap\in A, Akibat 13.3.6(a) memberi p∈∂Ap\in\partial A.

    (e) ∂{c}={c}\partial\{c\}=\{c\}, tetapi {c}′=∅\{c\}'=\emptyset (Contoh 14.2.3). Untuk A=(0,1)A=(0,1), titik 12∈Int⁡(A)⊆A′\tfrac12\in\operatorname{Int}(A)\subseteq A' menurut (b), tetapi 12∉∂A\tfrac12\notin\partial A. □\square

    Jadi interior, terisolasi, dan akumulasi tidak membentuk partisi. Interior adalah bagian dari akumulasi, dan titik batas dapat berupa titik akumulasi (misalnya 00 untuk (0,1)(0,1)) atau titik terisolasi (misalnya cc untuk {c}\{c\}). Satu-satunya partisi yang benar untuk anggota AA adalah: setiap anggota AA adalah titik akumulasi atau titik terisolasi, tidak keduanya (bagian (a)).

    Tak Hingga Banyak Anggota di Setiap Bola

    Lemma 14.2.6 (Kerumunan Tak Hingga)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R} dan p∈Rp\in\mathbb{R}. Maka p∈A′p\in A' jika dan hanya jika untuk setiap r>0r>0, himpunan B(p,r)∩AB(p,r)\cap A tak hingga.

    Bukti. (⇐\Leftarrow) Misalkan B(p,r)∩AB(p,r)\cap A tak hingga. Himpunan itu tidak mungkin termuat dalam {p}\{p\}, karena subhimpunan {p}\{p\} berhingga. Jadi ada a∈B(p,r)∩Aa\in B(p,r)\cap A dengan a≠pa\ne p, yaitu 0<∣a−p∣<r0<|a-p|<r.

    (⇒\Rightarrow) Kontraposisi. Misalkan ada r0>0r_0>0 dengan B(p,r0)∩AB(p,r_0)\cap A berhingga. Hapus pp bila ada; sisanya E=(B(p,r0)∩A)∖{p}E=(B(p,r_0)\cap A)\setminus\{p\} juga berhingga.

    • Jika E=∅E=\emptyset, bola tertusuk B(p,r0)∖{p}B(p,r_0)\setminus\{p\} tidak bertemu AA, sehingga p∉A′p\notin A'.
    • Jika E={a1,…,ak}E=\{a_1,\ldots,a_k\} dengan k≥1k\geq1, setiap ∣ai−p∣>0|a_i-p|>0. Tetapkan ρ=min⁡(r0,∣a1−p∣,…,∣ak−p∣)\rho=\min(r_0,|a_1-p|,\ldots,|a_k-p|), yang positif sebagai minimum daftar berhingga bilangan positif (Teorema 11.1.14). Bola tertusuk B(p,ρ)∖{p}B(p,\rho)\setminus\{p\} tidak memuat anggota AA. Anggota AA di dalamnya akan berada di B(p,r0)B(p,r_0), berbeda dari pp, sehingga menjadi salah satu aia_i. Padahal ∣ai−p∣≥ρ|a_i-p|\geq\rho. Jadi p∉A′p\notin A'.

    Pada kedua kasus p∉A′p\notin A'. □\square

    Lemma ini tidak memakai Teorema Bolzano–Weierstrass. Yang dipakai hanyalah minimum berhingga.

    Akibat 14.2.7 (Himpunan Berhingga dan Penghapusan Berhingga)

    (a) Jika AA berhingga, maka A′=∅A'=\emptyset.

    (b) Jika A⊆CA\subseteq C, maka A′⊆C′A'\subseteq C'.

    (c) Jika EE berhingga, maka (A∖E)′=A′(A\setminus E)'=A' dan (A∪E)′=A′(A\cup E)'=A'.

    Bukti. (a) Setiap B(p,r)∩AB(p,r)\cap A berhingga sebagai subhimpunan himpunan berhingga. Terapkan Lemma 14.2.6.

    (b) Saksi untuk AA juga saksi untuk CC.

    (c) Untuk inklusi (A∖E)′⊆A′(A\setminus E)'\subseteq A', gunakan (b). Sebaliknya, jika p∈A′p\in A', setiap B(p,r)∩AB(p,r)\cap A tak hingga. Menghapus himpunan berhingga EE dari himpunan tak hingga menyisakan himpunan tak hingga. Kalau tidak, himpunan semula termuat dalam gabungan dua himpunan berhingga, yang berhingga: gabungkan kedua daftar dan hapus pengulangan. Jadi B(p,r)∩(A∖E)B(p,r)\cap(A\setminus E) tak hingga untuk setiap rr, dan Lemma 14.2.6 memberi p∈(A∖E)′p\in(A\setminus E)'.

    Untuk gabungan: (A∪E)′=A′∪E′(A\cup E)'=A'\cup E' menurut Proposisi 14.2.11 di bawah, dan E′=∅E'=\emptyset menurut (a). □\square

    Contoh Master: Kebalikan Bilangan Asli Positif

    Contoh 14.2.8 (Himpunan Turunan dari S={1n:n∈N+}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\})

    Misalkan S={1n:n∈N+}={1,12,13,…}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}=\{1,\tfrac12,\tfrac13,\ldots\}. Maka S′={0}S'=\{0\}, dan setiap anggota SS adalah titik terisolasi SS.

    Bukti. Ada empat jenis titik pp.

    Titik p=0p=0. Ambil r>0r>0. Korolari 11.3.10 memberi n∈N+n\in\mathbb{N}_{+} dengan 1n<r\tfrac1n<r. Maka a=1n∈Sa=\tfrac1n\in S memenuhi 0<∣a−0∣=1n<r0<|a-0|=\tfrac1n<r. Jadi 0∈S′0\in S', padahal 0∉S0\notin S.

    Titik p<0p<0. Radius −p-p memberi B(p,−p)=(2p,0)B(p,-p)=(2p,0), yang tidak memuat bilangan positif, dan semua anggota SS positif. Jadi p∉S′p\notin S'.

    Anggota p=1np=\tfrac1n, dengan n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}. Kita tunjukkan B(1n,ρn)∩S={1n}B(\tfrac1n,\rho_n)\cap S=\{\tfrac1n\} dengan ρn=1n(n+1)\rho_n=\tfrac1{n(n+1)}.

    • Untuk m>nm>n: 1n−1m≥1n−1n+1=1n(n+1)=ρn\tfrac1n-\tfrac1m\geq\tfrac1n-\tfrac1{n+1}=\tfrac1{n(n+1)}=\rho_n, karena m≥n+1m\geq n+1 memberi 1m≤1n+1\tfrac1m\leq\tfrac1{n+1}.
    • Untuk m<nm<n (hanya bila n≥2n\geq2): m≤n−1m\leq n-1, sehingga 1m−1n≥1n−1−1n=1n(n−1)>1n(n+1)\tfrac1m-\tfrac1n\geq\tfrac1{n-1}-\tfrac1n=\tfrac1{n(n-1)}>\tfrac1{n(n+1)}, karena n−1<n+1n-1<n+1.

    Jadi setiap anggota SS yang lain berjarak sekurang-kurangnya ρn\rho_n dari 1n\tfrac1n dan berada di luar bola terbuka B(1n,ρn)B(\tfrac1n,\rho_n). Untuk n=1n=1, hanya kasus pertama yang muncul, dan ρ1=12\rho_1=\tfrac12. Menurut Proposisi 14.2.5(a), 1n\tfrac1n terisolasi dan 1n∉S′\tfrac1n\notin S'.

    Titik p>0p>0 yang bukan anggota SS. Korolari 11.3.10 memberi N∈N+N\in\mathbb{N}_{+} dengan 1N<p2\tfrac1N<\tfrac p2. Untuk k≥Nk\geq N: 1k≤1N<p2\tfrac1k\leq\tfrac1N<\tfrac p2, sehingga ∣p−1k∣>p2|p-\tfrac1k|>\tfrac p2. Suku berindeks k<Nk<N hanya ada berhingga banyak, yaitu 11,…,1N−1\tfrac11,\ldots,\tfrac1{N-1}; daftar ini kosong bila N=1N=1. Tidak satu pun sama dengan pp, karena p∉Sp\notin S, sehingga semua jaraknya ke pp positif. Tetapkan ρ\rho sebagai minimum dari p2\tfrac p2 dan jarak-jarak itu; bila daftar kosong, ρ=p2\rho=\tfrac p2. Maka ρ>0\rho>0, dan B(p,ρ)B(p,\rho) tidak memuat anggota SS:

    • suku dengan k≥Nk\geq N berjarak lebih dari p2≥ρ\tfrac p2\geq\rho;
    • suku dengan k<Nk<N berjarak sekurang-kurangnya ρ\rho.

    Jadi p∉S′p\notin S'; bahkan p∈Ext⁡(S)p\in\operatorname{Ext}(S).

    Keempat jenis titik mencakup R\mathbb{R}, sehingga S′={0}S'=\{0\}. □\square

    Untuk T=S∪{0}T=S\cup\{0\} berlaku T′={0}T'=\{0\}, menurut Akibat 14.2.7(c) dengan E={0}E=\{0\}. Bedanya, sekarang titik akumulasi 00 adalah anggota TT.

    Karakterisasi Himpunan Tutup

    Teorema 14.2.9 (Tutup jika dan hanya jika Memuat Semua Titik Akumulasinya)

    Untuk F⊆RF\subseteq\mathbb{R}: FF tutup jika dan hanya jika F′⊆FF'\subseteq F.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Misalkan FF tutup dan p∉Fp\notin F. Proposisi 14.1.2(b) memberi r>0r>0 dengan B(p,r)∩F=∅B(p,r)\cap F=\emptyset. Khususnya bola tertusuknya tidak bertemu FF, sehingga p∉F′p\notin F'. Jadi setiap titik di luar FF di luar F′F', yaitu F′⊆FF'\subseteq F.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan F′⊆FF'\subseteq F dan p∉Fp\notin F. Maka p∉F′p\notin F', sehingga ada r>0r>0 dengan (B(p,r)∖{p})∩F=∅(B(p,r)\setminus\{p\})\cap F=\emptyset. Karena pp sendiri juga bukan anggota FF, seluruh bola B(p,r)B(p,r) tidak bertemu FF. Proposisi 14.1.2(b) memberi bahwa FF tutup. □\square

    Pada arah balik, langkah "karena pp sendiri bukan anggota FF" penting. Bola yang menghindari FF kecuali mungkin di pusatnya baru menjadi bola yang menghindari FF seluruhnya setelah kita tahu pusatnya di luar FF. Untuk titik p∈Fp\in F, bola tertusuk yang kosong dari FF hanya berarti pp terisolasi, tidak berarti pp di luar FF.

    Teorema ini menunaikan klaim pada penjelasan master Unit 14.1. Penerapannya:

    • SS tidak tutup, karena 0∈S′∖S0\in S'\setminus S;
    • T=S∪{0}T=S\cup\{0\} tutup, karena T′={0}⊆TT'=\{0\}\subseteq T;
    • himpunan berhingga tutup, karena A′=∅A'=\emptyset (cocok dengan Contoh 14.1.6(d)).

    Proposisi 14.2.10 (Himpunan Turunan Selalu Tutup)

    Untuk setiap A⊆RA\subseteq\mathbb{R}, himpunan A′A' tutup.

    Bukti. Ambil p∉A′p\notin A'. Ada r>0r>0 dengan B(p,r)∩A⊆{p}B(p,r)\cap A\subseteq\{p\}. Kita tunjukkan B(p,r)∩A′=∅B(p,r)\cap A'=\emptyset. Titik pp sendiri bukan anggota A′A'. Ambil q∈B(p,r)q\in B(p,r) dengan q≠pq\ne p, dan tetapkan

    η=min⁡(r−∣q−p∣, ∣q−p∣)>0.\eta=\min\Bigl(r-|q-p|,\ |q-p|\Bigr)>0.

    Jika x∈B(q,η)x\in B(q,\eta), ketaksamaan segitiga memberi ∣x−p∣≤∣x−q∣+∣q−p∣<η+∣q−p∣≤r|x-p|\leq|x-q|+|q-p|<\eta+|q-p|\leq r, sehingga x∈B(p,r)x\in B(p,r). Juga ∣x−p∣≥∣q−p∣−∣x−q∣>∣q−p∣−η≥0|x-p|\geq|q-p|-|x-q|>|q-p|-\eta\geq0 (segitiga terbalik, Korolari 13.1.6), sehingga x≠px\ne p. Jadi B(q,η)⊆B(p,r)∖{p}B(q,\eta)\subseteq B(p,r)\setminus\{p\}, yang tidak memuat anggota AA. Akibatnya bola tertusuk di qq dengan radius η\eta tidak bertemu AA, dan q∉A′q\notin A'. Jadi B(p,r)∩A′=∅B(p,r)\cap A'=\emptyset, dan A′A' tutup. □\square

    Hasil ini tidak berarti bahwa A′A' sama dengan himpunan tutup terkecil yang memuat AA. Titik terisolasi AA tidak termasuk A′A'. Unit 14.4 akan menunjukkan bahwa penutupan AA adalah A∪A′A\cup A'.

    Gabungan dan Contoh Lain

    Proposisi 14.2.11 (Turunan Gabungan Berhingga)

    Untuk A,C⊆RA,C\subseteq\mathbb{R}: (A∪C)′=A′∪C′(A\cup C)'=A'\cup C'. Dengan induksi, hal yang sama berlaku untuk gabungan k≥1k\geq1 himpunan.

    Bola tertusuk dan titik terisolasiUntuk: Bab 14, Unit 14.2 (Definisi 14.2.1 dan 14.2.4, Proposisi 14.2.5, Contoh 14.2.3, 14.2.8, 14.2.12; M14-01)

    Bukti. Inklusi ⊇\supseteq mengikuti dari Akibat 14.2.7(b), karena A,C⊆A∪CA,C\subseteq A\cup C.

    Untuk ⊆\subseteq, misalkan p∉A′p\notin A' dan p∉C′p\notin C'. Ada r1,r2>0r_1,r_2>0 dengan bola tertusuk B(p,r1)∖{p}B(p,r_1)\setminus\{p\} tidak bertemu AA dan B(p,r2)∖{p}B(p,r_2)\setminus\{p\} tidak bertemu CC. Dengan r=min⁡(r1,r2)r=\min(r_1,r_2), bola tertusuk B(p,r)∖{p}B(p,r)\setminus\{p\} tidak bertemu AA maupun CC, jadi tidak bertemu A∪CA\cup C. Maka p∉(A∪C)′p\notin(A\cup C)'. □\square

    Bukti ini tidak memakai Akibat 14.2.7(c). Pemakaian proposisi ini pada akibat tersebut tidak melingkar.

    Untuk gabungan tak hingga, kesamaan ini gagal. Untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, setiap {1n}′=∅\{\tfrac1n\}'=\emptyset, sehingga gabungan turunannya ∅\emptyset, sedangkan (⋃n{1n})′=S′={0}\bigl(\bigcup_n\{\tfrac1n\}\bigr)'=S'=\{0\}.

    Contoh 14.2.12 (Beberapa Himpunan Turunan)

    (a) Untuk a<ba<b: (a,b)′=[a,b](a,b)'=[a,b]. Hal yang sama berlaku untuk [a,b][a,b], [a,b)[a,b), dan (a,b](a,b].

    (b) Q′=R\mathbb{Q}'=\mathbb{R} dan (R∖Q)′=R(\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q})'=\mathbb{R}.

    (c) Z′=∅\mathbb{Z}'=\emptyset dan N′=∅\mathbb{N}'=\emptyset.

    (d) ∅′=∅\emptyset'=\emptyset dan R′=R\mathbb{R}'=\mathbb{R}.

    Bukti. (a) Titik (a,b)(a,b) adalah titik interior, sehingga termasuk turunan (Proposisi 14.2.5(b)). Untuk p=ap=a dan r>0r>0, saksi a+min⁡(r2,b−a2)a+\min(\tfrac r2,\tfrac{b-a}2) terletak di (a,b)(a,b), berbeda dari aa, dan berjarak kurang dari rr. Untuk p=bp=b, saksinya b−min⁡(r2,b−a2)b-\min(\tfrac r2,\tfrac{b-a}2). Titik di luar [a,b][a,b] adalah titik eksterior (Contoh 13.3.12), sehingga bukan titik akumulasi (Proposisi 14.2.5(c)). Ketiga interval lain berbeda dari (a,b)(a,b) hanya pada himpunan berhingga ujung, sehingga Akibat 14.2.7(c) memberi turunan yang sama.

    (b) Untuk p∈Rp\in\mathbb{R} dan r>0r>0, Teorema 11.3.11 diterapkan pada interval (p,p+r)(p,p+r) memberi rasional qq dengan p<q<p+rp<q<p+r, sehingga 0<∣q−p∣<r0<|q-p|<r. Saksi diambil di sisi kanan agar dijamin berbeda dari pp, bahkan bila pp rasional. Untuk irasional, gunakan Teorema 11.3.12 pada (p,p+r)(p,p+r).

    (c) Untuk p∉Zp\notin\mathbb{Z}, pp titik eksterior Z\mathbb{Z} (Contoh 13.3.14). Untuk p∈Zp\in\mathbb{Z}, B(p,12)∩Z={p}B(p,\tfrac12)\cap\mathbb{Z}=\{p\}, karena bilangan bulat lain berjarak sekurang-kurangnya 11. Jadi Z′=∅\mathbb{Z}'=\emptyset, dan N′⊆Z′=∅\mathbb{N}'\subseteq\mathbb{Z}'=\emptyset menurut Akibat 14.2.7(b).

    (d) ∅\emptyset tidak mempunyai saksi. Untuk R\mathbb{R}, setiap titik interior, lalu gunakan Proposisi 14.2.5(b). □\square

    Bagian (c) menunjukkan bahwa himpunan tak hingga tidak selalu mempunyai titik akumulasi. Z\mathbb{Z} tak hingga tetapi tak terbatas. Unit 14.3 membuktikan bahwa keterbatasan bersama ketakhinggaan menjamin adanya titik akumulasi.

    Strategi Pembuktian

    Strategi 1: Membuktikan p∈A′p\in A'. Untuk setiap r>0r>0, tunjukkan saksi a∈Aa\in A dengan 0<∣a−p∣<r0<|a-p|<r. Pilih saksi di satu sisi (p+p+ sesuatu yang positif) agar otomatis berbeda dari pp.

    Strategi 2: Membuktikan p∉A′p\notin A'. Temukan satu radius yang bola tertusuknya bebas dari AA. Sering kali radius itu adalah minimum jarak ke berhingga banyak anggota yang dekat, ditambah batas untuk ekor yang jauh.

    Strategi 3: Menghitung turunan seluruhnya. Pisahkan titik ke dalam jenis-jenis yang mencakup R\mathbb{R}, lalu periksa setiap jenis. Interior selalu masuk, eksterior selalu keluar, dan yang perlu diperiksa langsung hanyalah titik batas.

    Strategi 4: Memakai Lemma 14.2.6. Untuk membantah keanggotaan, cukup satu bola dengan berhingga banyak anggota. Untuk menyimpulkan, gunakan ketakhinggaan di setiap bola.

    Latihan

    Latihan 14.2-1. (a) Tuliskan "p∈A′p\in A'" dengan kuantor lengkap, lalu negasinya. (b) Rumusan keliru D berbunyi: "pp titik akumulasi jika setiap B(p,r)B(p,r) memuat anggota AA". Tunjukkan dengan A={3}A=\{3\} bahwa D memberi jawaban yang berbeda dari Definisi 14.2.1. (c) Buktikan bahwa D benar untuk setiap p∈Ap\in A, sehingga D tidak membedakan apa pun pada anggota himpunan.

    Latihan 14.2-2. Misalkan S={1n:n∈N+}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}. (a) Buktikan 0∈S′0\in S'. (b) Untuk p=25p=\tfrac25, tentukan radius eksplisit yang membuktikan p∉S′p\notin S', dan periksa setiap anggota SS. (c) Buktikan S′={0}S'=\{0\} seluruhnya.

    Latihan 14.2-3. Tunjukkan bahwa setiap anggota SS terisolasi. Berikan radius eksplisit untuk 11\tfrac11 dan 13\tfrac13, lalu periksa langsung bahwa bola dengan radius itu hanya memuat satu anggota SS.

    Latihan 14.2-4. (a) Buktikan bahwa setiap himpunan berhingga mempunyai turunan kosong. (b) Hitung (S∖{1,12})′\bigl(S\setminus\{1,\tfrac12\}\bigr)' dan (S∪{5,7})′(S\cup\{5,7\})'. (c) Jelaskan mengapa penghapusan atau penambahan berhingga banyak titik tidak mengubah himpunan turunan.

    Latihan 14.2-5. Untuk a<ba<b, buktikan (a,b)′=[a,b](a,b)'=[a,b]. Berikan saksi eksplisit untuk titik aa, titik bb, dan sebuah titik interior, serta radius eksplisit untuk titik di luar [a,b][a,b].

    Latihan 14.2-6. (a) Buktikan Q′=R\mathbb{Q}'=\mathbb{R} dengan menyebut teorema kerapatan yang dipakai. (b) Mengapa saksi untuk p∈Qp\in\mathbb{Q} tidak boleh diambil dari sebarang rasional di B(p,r)B(p,r) tanpa pemeriksaan tambahan? (c) Tentukan (Q∩[0,1])′(\mathbb{Q}\cap[0,1])'.

    Latihan 14.2-7. (a) Buktikan Teorema 14.2.9. (b) Terapkan pada SS dan pada S∪{0}S\cup\{0\}. (c) Apakah {1n+1m:n,m∈N+}\{\tfrac1n+\tfrac1m:n,m\in\mathbb{N}_{+}\} memuat 00 sebagai titik akumulasi? Jawab dengan bukti.

    Latihan 14.2-8. (a) Buktikan (A∪C)′=A′∪C′(A\cup C)'=A'\cup C'. (b) Tunjukkan bahwa kesamaan itu gagal untuk gabungan tak hingga, dengan singleton {1n}\{\tfrac1n\}. (c) Buktikan bahwa (A∩C)′⊆A′∩C′(A\cap C)'\subseteq A'\cap C', dan beri contoh inklusi tegas.

    Solusi

    Solusi 14.2-1. (a) p∈A′p\in A' ditulis ∀r>0  ∃a∈A  (0<∣a−p∣<r)\forall r>0\;\exists a\in A\;(0<|a-p|<r). Negasinya: ∃r>0  ∀a∈A  (∣a−p∣=0∨∣a−p∣≥r)\exists r>0\;\forall a\in A\;\bigl(|a-p|=0\vee|a-p|\geq r\bigr), yaitu ada radius yang bola tertusuknya bebas dari AA.

    (b) Untuk A={3}A=\{3\} dan p=3p=3, D benar: setiap B(3,r)B(3,r) memuat 3∈A3\in A. Definisi 14.2.1 salah untuk p=3p=3, karena saksi satu-satunya, a=3a=3, tidak memenuhi 0<∣a−3∣0<|a-3|. Jadi 3∉A′3\notin A' tetapi 33 memenuhi D.

    (c) Jika p∈Ap\in A, maka p∈B(p,r)∩Ap\in B(p,r)\cap A untuk setiap r>0r>0, sehingga D selalu benar pada anggota AA. Karena itu D tidak membedakan anggota yang terkerumun dari anggota yang terpencil. □\square

    Solusi 14.2-2. (a) Contoh 14.2.8, kasus p=0p=0.

    (b) p=25p=\tfrac25 dan p2=15\tfrac p2=\tfrac15. Pilih N=6N=6, karena 16<15\tfrac16<\tfrac15. Jarak ke suku awal:

    ∣1−25∣=35, ∣12−25∣=110, ∣13−25∣=115, ∣14−25∣=320, ∣15−25∣=15.|1-\tfrac25|=\tfrac35,\ |\tfrac12-\tfrac25|=\tfrac1{10},\ |\tfrac13-\tfrac25|=\tfrac1{15},\ |\tfrac14-\tfrac25|=\tfrac3{20},\ |\tfrac15-\tfrac25|=\tfrac15.

    Minimum bersama 15\tfrac15 adalah ρ=115\rho=\tfrac1{15}, dan B(25,115)=(13,715)B(\tfrac25,\tfrac1{15})=(\tfrac13,\tfrac7{15}). Periksa anggota SS:

    • 11 dan 12\tfrac12 lebih besar dari 715\tfrac7{15} (karena 15>1415>14, berlaku 12=1530>1430=715\tfrac12=\tfrac{15}{30}>\tfrac{14}{30}=\tfrac7{15});
    • 13\tfrac13 adalah ujung kiri, jadi tidak termuat;
    • 14\tfrac14, 15\tfrac15, dan semua 1k\tfrac1k dengan k≥6k\geq6 lebih kecil dari 13\tfrac13.

    Jadi bola itu tidak memuat anggota SS sama sekali, dan 25∉S′\tfrac25\notin S'.

    (c) Contoh 14.2.8. □\square

    Solusi 14.2-3. Contoh 14.2.8 memberi ρn=1n(n+1)\rho_n=\tfrac1{n(n+1)}.

    • n=1n=1: ρ1=12\rho_1=\tfrac12 dan B(1,12)=(12,32)B(1,\tfrac12)=(\tfrac12,\tfrac32). Anggota SS lain paling besar 12\tfrac12, yang tidak termuat. Jadi B(1,12)∩S={1}B(1,\tfrac12)\cap S=\{1\}.
    • n=3n=3: ρ3=112\rho_3=\tfrac1{12} dan B(13,112)=(14,512)B(\tfrac13,\tfrac1{12})=(\tfrac14,\tfrac5{12}). Tetangga terdekat 14\tfrac14 adalah ujung (tidak termuat), dan 12=612>512\tfrac12=\tfrac6{12}>\tfrac5{12}. Semua 1k\tfrac1k dengan k≥4k\geq4 paling besar 14\tfrac14. Jadi bola itu hanya memuat 13\tfrac13.

    □\square

    Solusi 14.2-4. (a) Akibat 14.2.7(a).

    (b) Kedua himpunan berbeda dari SS pada himpunan berhingga, sehingga keduanya mempunyai turunan S′={0}S'=\{0\} menurut Akibat 14.2.7(c). Secara langsung, 00 tetap titik akumulasi karena saksi 1n\tfrac1n dengan n≥3n\geq3 dan 1n<r\tfrac1n<r selalu tersedia (Archimedes, lalu ambil max⁡(n,3)\max(n,3)). Titik 55 dan 77 terisolasi, dengan radius 11.

    (c) Lemma 14.2.6: titik akumulasi ditandai oleh tak hingga banyak anggota di setiap bola, dan sifat ini tidak berubah bila berhingga banyak titik ditambahkan atau dihapus. □\square

    Solusi 14.2-5. Contoh 14.2.12(a).

    • Titik interior, misalnya p=a+b2p=\tfrac{a+b}2: saksi p+min⁡(r2,b−a4)p+\min(\tfrac r2,\tfrac{b-a}4).
    • Titik aa: saksi a+min⁡(r2,b−a2)∈(a,b)a+\min(\tfrac r2,\tfrac{b-a}2)\in(a,b).
    • Titik bb: saksi b−min⁡(r2,b−a2)b-\min(\tfrac r2,\tfrac{b-a}2).
    • Titik p<ap<a: radius a−pa-p memberi bola di (−∞,a)(-\infty,a), lepas dari (a,b)(a,b).
    • Titik p>bp>b: radius p−bp-b.

    □\square

    Solusi 14.2-6. (a) Contoh 14.2.12(b), dengan Teorema 11.3.11 pada interval (p,p+r)(p,p+r).

    (b) Jika p∈Qp\in\mathbb{Q}, rasional pp sendiri terletak di B(p,r)B(p,r). Jika saksi diambil sebagai "suatu rasional di (p−r,p+r)(p-r,p+r)", jaminan kerapatan bisa saja dipenuhi oleh pp itu sendiri, padahal pp bukan saksi yang sah. Mengambil interval (p,p+r)(p,p+r), yang tidak memuat pp, menghindari masalah ini.

    (c) (Q∩[0,1])′=[0,1](\mathbb{Q}\cap[0,1])'=[0,1]. Untuk p∈[0,1)p\in[0,1), kerapatan pada (p,min⁡(p+r,1))(p,\min(p+r,1)) memberi saksi rasional di [0,1][0,1]. Untuk p=1p=1, gunakan (max⁡(1−r,0),1)(\max(1-r,0),1). Titik di luar [0,1][0,1] eksterior, dengan radius −p-p atau p−1p-1. □\square

    Solusi 14.2-7. (a) Teorema 14.2.9.

    (b) S′={0}⊈SS'=\{0\}\not\subseteq S, sehingga SS tidak tutup. (S∪{0})′={0}⊆S∪{0}(S\cup\{0\})'=\{0\}\subseteq S\cup\{0\}, sehingga S∪{0}S\cup\{0\} tutup.

    (c) Ya. Misalkan D={1n+1m:n,m∈N+}D=\{\tfrac1n+\tfrac1m:n,m\in\mathbb{N}_{+}\}. Setiap anggota DD positif, jadi 0∉D0\notin D. Ambil r>0r>0. Korolari 11.3.10 memberi n∈N+n\in\mathbb{N}_{+} dengan 1n<r2\tfrac1n<\tfrac r2. Dengan m=nm=n, anggota 2n∈D\tfrac2n\in D memenuhi 0<2n<r0<\tfrac2n<r. Karena rr sebarang, 0∈D′0\in D'. Karena 0∈D′∖D0\in D'\setminus D, Teorema 14.2.9 memberi bahwa DD tidak tutup. □\square

    Solusi 14.2-8. (a) Proposisi 14.2.11.

    (b) Setiap {1n}\{\tfrac1n\} berhingga, sehingga turunannya ∅\emptyset, dan gabungan turunan ∅\emptyset. Gabungan himpunannya SS, dengan S′={0}≠∅S'=\{0\}\ne\emptyset.

    (c) A∩C⊆AA\cap C\subseteq A dan A∩C⊆CA\cap C\subseteq C, lalu gunakan Akibat 14.2.7(b). Inklusi tegas: A=QA=\mathbb{Q} dan C=R∖QC=\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q} memberi (A∩C)′=∅′=∅(A\cap C)'=\emptyset'=\emptyset, sedangkan A′∩C′=RA'\cap C'=\mathbb{R} (Contoh 14.2.12(b)). Contoh tanpa kerapatan: A=(0,1)A=(0,1) dan C=(1,2)C=(1,2) memberi (A∩C)′=∅(A\cap C)'=\emptyset, sedangkan A′∩C′=[0,1]∩[1,2]={1}A'\cap C'=[0,1]\cap[1,2]=\{1\}. □\square

    Ringkasan dan Pranala ke Unit 14.3

    Titik akumulasi didefinisikan dengan bola tertusuk: saksi harus berbeda dari pusat. Hasil-hasil unit ini:

    • rumusan lingkungan dan peran penghapusan pusat (contoh singleton);
    • titik terisolasi, serta hubungan interior ⊆ akumulasi ⊆ interior ∪ batas, tanpa membentuk partisi palsu;
    • setiap bola di sekitar titik akumulasi memuat tak hingga banyak anggota; akibatnya himpunan berhingga tidak mempunyai titik akumulasi, dan penghapusan berhingga tidak mengubah turunan;
    • S′={0}S'=\{0\} dengan semua anggota SS terisolasi;
    • tutup jika dan hanya jika F′⊆FF'\subseteq F, seperti dijanjikan master pada 14.1;
    • A′A' selalu tutup;
    • turunan gabungan berhingga, beserta kegagalan versi tak hingga.

    Contoh Z\mathbb{Z} menunjukkan bahwa ketakhinggaan saja tidak menjamin adanya titik akumulasi. Unit 14.3 membuktikan Teorema Bolzano–Weierstrass: setiap himpunan tak hingga yang terbatas mempunyai titik akumulasi. Buktinya memakai interval bersarang Bab 12 dan Lemma 14.2.6.

    14.3 Teorema Bolzano-Weierstrass untuk Himpunan Terbatas

    Unit 14.2 menunjukkan dua cara suatu himpunan dapat gagal mempunyai titik akumulasi. Himpunan berhingga tidak mempunyai titik akumulasi, karena tidak cukup banyak anggota untuk mengerumuni suatu titik (Akibat 14.2.7(a)). Z\mathbb{Z} tak hingga, tetapi anggotanya berjauhan satu sama lain dan menyebar ke seluruh garis (Contoh 14.2.12(c)). Teorema Bolzano–Weierstrass menyatakan bahwa kedua hambatan itu adalah satu-satunya hambatan di R\mathbb{R}. Jika suatu himpunan tak hingga dan terbatas, anggotanya "terpaksa berdesakan" di sekitar paling sedikit satu titik.

    Teorema ini adalah salah satu bentuk paling berguna dari kelengkapan R\mathbb{R}. Buktinya memakai Teorema Interval Bersarang (Unit 12.2) dan sifat Archimedes, dalam bentuk lemma lebar geometris Unit 12.3. Versi untuk barisan, yaitu bahwa setiap barisan terbatas mempunyai subbarisan konvergen, memerlukan teori limit barisan dan dibahas di Bagian V. Kita tidak memakainya, dan unit ini juga tidak memakai penutupan (Unit 14.4), kekompakan, atau kontinuitas.

    Prasyarat:

    • dari Unit 14.2: titik akumulasi dan Lemma 14.2.6;
    • dari Bab 12: Teorema 12.2.4 (irisan interval bersarang), Lemma 12.3.8 (lebar C/bnC/b^n dapat dibuat lebih kecil dari ε\varepsilon), Konstruksi 12.3.6 sebagai pola rekursi, serta Proposisi 12.4.4 dan Korolari 12.4.10 untuk satu contoh;
    • dari Bab 11: keterbatasan (Definisi 11.1.1);
    • dari Bab 7: Teorema 7.4.1 (rekursi).

    "Berhingga" dan "tak hingga" dipakai dalam arti kerja Unit 14.2.

    Persiapan: Gabungan Dua Himpunan Berhingga

    Lemma 14.3.1 (Gabungan Berhingga dan Kontraposisinya)

    (a) Jika EE dan GG berhingga, maka E∪GE\cup G berhingga.

    (b) Akibatnya, jika E∪GE\cup G tak hingga, maka paling sedikit satu dari EE dan GG tak hingga.

    Bukti. (a) Jika E={e1,…,ej}E=\{e_1,\ldots,e_j\} dan G={g1,…,gk}G=\{g_1,\ldots,g_k\} (daftar boleh kosong), maka daftar gabungan e1,…,ej,g1,…,gke_1,\ldots,e_j,g_1,\ldots,g_k memuat setiap anggota E∪GE\cup G. Menghapus pengulangan menghasilkan daftar habis E∪GE\cup G tanpa pengulangan. (b) adalah kontraposisi (a). □\square

    Dalam bukti teorema, lemma ini diterapkan pada dua setengah interval yang beririsan di titik tengah. Irisan itu tidak mengganggu: yang dibutuhkan hanyalah bahwa gabungan kedua bagian memuat seluruh bagian semula, dan pengulangan anggota di titik tengah sudah ditangani oleh penghapusan pengulangan.

    Pernyataan dan Bukti

    Teorema 14.3.2 (Bolzano–Weierstrass untuk Himpunan)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R} tak hingga dan terbatas, yaitu terdapat L,U∈RL,U\in\mathbb{R} dengan L≤a≤UL\leq a\leq U untuk setiap a∈Aa\in A. Maka AA mempunyai paling sedikit satu titik akumulasi di R\mathbb{R}: A′≠∅A'\ne\emptyset.

    Teorema ini tidak menyatakan bahwa titik akumulasi itu anggota AA, bahwa titik akumulasinya tunggal, atau bahwa setiap anggota AA adalah titik akumulasi. Ketiga hal itu dapat gagal (Contoh 14.3.5).

    Strategi bukti. Kurung AA dalam interval tutup. Bagi interval itu menjadi dua bagian sama panjang. Paling sedikit satu bagian memuat tak hingga banyak anggota AA, dan bagian itu yang dipilih. Ulangi. Diperoleh interval-interval bersarang yang panjangnya menyusut dan masing-masing memuat tak hingga banyak anggota AA. Titik bersama semua interval itu (ada menurut kelengkapan) dikerumuni anggota AA.

    Bukti.

    Langkah 1: interval awal. Tetapkan M=max⁡(∣L∣,∣U∣)+1>0M=\max(|L|,|U|)+1>0. Untuk a∈Aa\in A, berlaku −M<−∣L∣≤L≤a≤U≤∣U∣<M-M<-|L|\leq L\leq a\leq U\leq|U|<M, sehingga A⊆[−M,M]A\subseteq[-M,M]. Jadi A∩[−M,M]=AA\cap[-M,M]=A tak hingga.

    Langkah 2: fungsi pemilih. Tetapkan

    D={(a,b)∈R×R:a<b dan A∩[a,b] tak hingga}.D=\bigl\{(a,b)\in\mathbb{R}\times\mathbb{R}:a<b\ \text{dan}\ A\cap[a,b]\ \text{tak hingga}\bigr\}.

    Untuk (a,b)∈D(a,b)\in D, tulis m=a+b2m=\tfrac{a+b}2, sehingga a<m<ba<m<b. Definisikan

    T(a,b)={(a,m)jika A∩[a,m] tak hingga,(m,b)jika A∩[a,m] berhingga.T(a,b)=\begin{cases}(a,m)&\text{jika }A\cap[a,m]\text{ tak hingga},\\ (m,b)&\text{jika }A\cap[a,m]\text{ berhingga}.\end{cases}

    Kedua kasus saling eksklusif dan mencakup semua kemungkinan (hukum penyisihan tengah), jadi TT terdefinisi tunggal. TT memetakan DD ke DD:

    • pada kasus pertama, (a,m)(a,m) memenuhi a<ma<m dan A∩[a,m]A\cap[a,m] tak hingga;
    • pada kasus kedua, [a,b]=[a,m]∪[m,b][a,b]=[a,m]\cup[m,b], sehingga A∩[a,b]=(A∩[a,m])∪(A∩[m,b])A\cap[a,b]=(A\cap[a,m])\cup(A\cap[m,b]). Karena ruas kiri tak hingga dan A∩[a,m]A\cap[a,m] berhingga, Lemma 14.3.1(b) memberi bahwa A∩[m,b]A\cap[m,b] tak hingga, dan m<bm<b.

    Aturan "pilih kiri bila tak hingga" bersifat deterministik sebagai definisi matematika. Ini bukan algoritme yang dapat dijalankan komputer: memutuskan apakah suatu himpunan tak hingga tidak dapat dilakukan dari data berhingga, dan kita tidak mengklaimnya.

    Langkah 3: rekursi. Pasangan (−M,M)(-M,M) anggota DD menurut Langkah 1. Teorema 7.4.1 memberi barisan tunggal (an,bn)n∈N(a_n,b_n)_{n\in\mathbb{N}} di DD dengan (a0,b0)=(−M,M)(a_0,b_0)=(-M,M) dan (an+1,bn+1)=T(an,bn)(a_{n+1},b_{n+1})=T(a_n,b_n). Tulis In=[an,bn]I_n=[a_n,b_n].

    Langkah 4: invarian. Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}:

    (i) an<bna_n<b_n dan A∩InA\cap I_n tak hingga, karena (an,bn)∈D(a_n,b_n)\in D;

    (ii) In+1⊆InI_{n+1}\subseteq I_n, karena [a,m][a,m] dan [m,b][m,b] keduanya termuat dalam [a,b][a,b];

    (iii) bn−an=2M2nb_n-a_n=\dfrac{2M}{2^n}.

    Bagian (iii) dibuktikan dengan induksi. Basisnya b0−a0=2Mb_0-a_0=2M. Pada langkah induksi, kedua kasus TT memberi panjang m−a=b−m=b−a2m-a=b-m=\tfrac{b-a}2.

    Langkah 5: titik bersama. Untuk memakai indeks mulai 11 seperti pada Teorema 12.2.4, tulis Kj=Ij−1K_j=I_{j-1} untuk j≥1j\geq1. Keluarga (Kj)(K_j) terdiri atas interval tutup, tak kosong, dan terbatas, dengan ujung real, serta bersarang menurut (ii). Teorema 12.2.4 memberi p∈Rp\in\mathbb{R} dengan p∈Inp\in I_n untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}.

    Langkah 6: pp titik akumulasi. Ambil r>0r>0. Lemma 12.3.8 dengan C=2MC=2M dan b=2b=2 memberi nn dengan 2M2n<r\tfrac{2M}{2^n}<r. Untuk x∈Inx\in I_n, karena pp dan xx keduanya di [an,bn][a_n,b_n], berlaku ∣x−p∣≤bn−an<r|x-p|\leq b_n-a_n<r. Jadi In⊆B(p,r)I_n\subseteq B(p,r), dan

    A∩In⊆A∩B(p,r).A\cap I_n\subseteq A\cap B(p,r).

    Ruas kiri tak hingga menurut (i), jadi ruas kanan tak hingga. Karena r>0r>0 sebarang, Lemma 14.2.6 memberi p∈A′p\in A'.

    Secara langsung tanpa lemma: himpunan tak hingga A∩B(p,r)A\cap B(p,r) tidak termuat dalam {p}\{p\}, sehingga memuat a≠pa\ne p, dan 0<∣a−p∣<r0<|a-p|<r. □\square

    Mengapa invarian (i) harus "tak hingga", bukan sekadar "tak kosong"? Seandainya kita hanya mempertahankan A∩In≠∅A\cap I_n\ne\emptyset, langkah terakhir hanya memberi anggota AA di B(p,r)B(p,r), yang bisa saja pp sendiri. Contohnya A={0}A=\{0\}: interval yang selalu memuat 00 menyusut ke 00, tetapi 00 bukan titik akumulasi. Ketakhinggaan menjamin adanya saksi yang berbeda dari pp.

    Ketunggalan titik pp. Karena lebar menyusut, Teorema 12.2.5 memberi bahwa irisan semua InI_n tepat {p}\{p\}. Ini ketunggalan titik yang dihasilkan oleh jalur biseksi tertentu ini. Itu bukan ketunggalan titik akumulasi AA: himpunan [0,1][0,1] mempunyai titik akumulasi sebanyak titiknya.

    Ketergantungan pada kelengkapan. Langkah 5 adalah satu-satunya tempat kelengkapan dipakai, lewat Teorema 12.2.4. Langkah 6 memakai Archimedes lewat Lemma 12.3.8. Contoh 14.3.6 di bawah memperlihatkan bahwa di semesta Q\mathbb{Q} kesimpulannya dapat gagal.

    Akibat

    Akibat 14.3.3 (Kontraposisi)

    Jika A⊆RA\subseteq\mathbb{R} terbatas dan A′=∅A'=\emptyset, maka AA berhingga. Himpunan kosong termasuk.

    Bukti. Kontraposisi Teorema 14.3.2. □\square

    Akibat 14.3.4 (Himpunan Tutup, Terbatas, dan Tak Hingga)

    Jika F⊆RF\subseteq\mathbb{R} tutup, terbatas, dan tak hingga, maka FF memuat paling sedikit satu titik akumulasinya sendiri: F∩F′≠∅F\cap F'\ne\emptyset.

    Bukti. Teorema 14.3.2 memberi p∈F′p\in F', dan Teorema 14.2.9 memberi F′⊆FF'\subseteq F. □\square

    Pembalikan yang keliru perlu dihindari:

    • "setiap himpunan tutup dan terbatas tak hingga" salah, misalnya {0}\{0\};
    • "setiap himpunan yang mempunyai titik akumulasi terbatas" salah, misalnya S∪NS\cup\mathbb{N} mempunyai titik akumulasi 00 tetapi tak terbatas;
    • "titik akumulasi himpunan tak hingga yang terbatas selalu anggotanya" salah tanpa ketertutupan, misalnya SS dan 00.

    Contoh dan Contoh Tandingan

    Contoh 14.3.5 (Batas-Batas Kesimpulan Teorema)

    (a) Hipotesis tak hingga diperlukan: {0}\{0\} terbatas, dan {0}′=∅\{0\}'=\emptyset (Contoh 14.2.3).

    (b) Hipotesis terbatas diperlukan: N\mathbb{N} tak hingga, dan N′=∅\mathbb{N}'=\emptyset (Contoh 14.2.12(c)).

    (c) Titik akumulasi tidak harus anggota: untuk S={1n:n∈N+}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}, S′={0}S'=\{0\} dan 0∉S0\notin S (Contoh 14.2.8).

    (d) Tidak semua anggota harus titik akumulasi: semua anggota SS terisolasi.

    (e) Titik akumulasi tidak harus tunggal: [0,1]′=[0,1][0,1]'=[0,1] (Contoh 14.2.12(a)).

    Contoh 14.3.6 (Kegagalan di Semesta Q\mathbb{Q})

    Misalkan sns_n, untuk n∈Nn\in\mathbb{N}, adalah pemotongan ke-nn ekspansi desimal kanonik 2\sqrt2 (Teorema 12.4.6, Korolari 12.4.10). Tetapkan A={sn:n∈N}A=\{s_n:n\in\mathbb{N}\}. Maka:

    (a) A⊆QA\subseteq\mathbb{Q} dan A⊆[1,2)A\subseteq[1,\sqrt2);

    (b) AA tak hingga;

    (c) di R\mathbb{R}, A′={2}A'=\{\sqrt2\};

    (d) di semesta Q\mathbb{Q}, AA tidak mempunyai titik akumulasi sama sekali, padahal AA terbatas dan tak hingga.

    Bukti. (a) Setiap sns_n adalah jumlah berhingga bilangan rasional, sehingga rasional. Rekursi ekstraksi digit memberi sn≤2<sn+10−ns_n\leq\sqrt2<s_n+10^{-n} (Langkah 4 Teorema 12.4.6). Karena 2∉Q\sqrt2\notin\mathbb{Q} (Teorema 8.4.7) dan sn∈Qs_n\in\mathbb{Q}, kesamaan sn=2s_n=\sqrt2 mustahil, sehingga sn<2s_n<\sqrt2. Bagian bulat 2\sqrt2 adalah 11, karena 1≤2<21\leq\sqrt2<2 (kuadratnya 1≤2<41\leq2<4, lalu monotonisitas kuadrat). Jadi sn≥s0=1s_n\geq s_0=1.

    Biseksi dengan invarian tak hinggaUntuk: Bab 14, Unit 14.3 (Teorema 14.3.2, Contoh 14.3.5; M14-02)

    (b) Andaikan AA berhingga. Maka AA mempunyai maksimum s∗s^* (Teorema 11.1.14), dan s∗<2s^*<\sqrt2 menurut (a). Lemma 12.4.5 memberi nn dengan 10−n<2−s∗10^{-n}<\sqrt2-s^*, sehingga sn>2−10−n>s∗s_n>\sqrt2-10^{-n}>s^*. Ini bertentangan dengan maksimalitas s∗s^*.

    (c) Titik 2\sqrt2: untuk r>0r>0, pilih nn dengan 10−n<r10^{-n}<r (Lemma 12.4.5). Maka 0<2−sn<10−n<r0<\sqrt2-s_n<10^{-n}<r, jadi 2∈A′\sqrt2\in A'.

    Titik p>2p>\sqrt2: radius p−2p-\sqrt2 memberi bola yang tidak memuat bilangan di bawah 2\sqrt2, padahal semua anggota AA di bawah 2\sqrt2.

    Titik p<2p<\sqrt2: tulis δ=2−p>0\delta=\sqrt2-p>0 dan pilih NN dengan 10−N<δ210^{-N}<\tfrac\delta2. Untuk n≥Nn\geq N, sn>2−10−n≥2−10−N>p+δ2s_n>\sqrt2-10^{-n}\geq\sqrt2-10^{-N}>p+\tfrac\delta2, sehingga ∣sn−p∣>δ2|s_n-p|>\tfrac\delta2. Ini memakai 10−n≤10−N10^{-n}\leq10^{-N} untuk n≥Nn\geq N. Suku s0,…,sN−1s_0,\ldots,s_{N-1} hanya berhingga banyak. Ambil ρ\rho sebagai minimum dari δ2\tfrac\delta2 dan jarak positif ∣sk−p∣|s_k-p| untuk suku awal yang berbeda dari pp. Maka bola tertusuk B(p,ρ)∖{p}B(p,\rho)\setminus\{p\} tidak memuat anggota AA, dan p∉A′p\notin A'.

    (d) Di ruang metrik (Q,d)(\mathbb{Q},d), bola relatifnya BQ(p,r)=Q∩B(p,r)B_{\mathbb{Q}}(p,r)=\mathbb{Q}\cap B(p,r). Karena A⊆QA\subseteq\mathbb{Q}, untuk p∈Qp\in\mathbb{Q} berlaku BQ(p,r)∩A=B(p,r)∩AB_{\mathbb{Q}}(p,r)\cap A=B(p,r)\cap A. Jadi p∈Qp\in\mathbb{Q} titik akumulasi AA di Q\mathbb{Q} jika dan hanya jika p∈A′p\in A' di R\mathbb{R}. Menurut (c), satu-satunya kandidat adalah 2∉Q\sqrt2\notin\mathbb{Q}. □\square

    Contoh ini menunjukkan bahwa Teorema 14.3.2 adalah pernyataan tentang kelengkapan. Di Q\mathbb{Q}, anggota AA berdesakan menuju suatu "lubang".

    Contoh 14.3.7 (Ruang Metrik Lain: Metrik Diskret)

    Pada N\mathbb{N} dengan metrik diskret δ\delta (Contoh 13.1.16, dibatasi ke N\mathbb{N} menurut Proposisi 13.1.13), semua titik berjarak paling besar 11 dari 00, sehingga N⊆Bδ(0,2)\mathbb{N}\subseteq B_\delta(0,2). Jadi N\mathbb{N} terbatas dalam arti termuat dalam satu bola, dan juga tak hingga. Namun Bδ(p,12)={p}B_\delta(p,\tfrac12)=\{p\} untuk setiap pp, sehingga bola tertusuknya kosong dan tidak ada titik akumulasi.

    Teorema 14.3.2 bergantung pada struktur R\mathbb{R} (urutan, kelengkapan, metrik standar). Teorema itu tidak berlaku otomatis di setiap ruang metrik. Contoh ini tidak membantah versi R\mathbb{R}. Di R\mathbb{R} dengan metrik standar, "termuat dalam suatu bola" setara dengan "terbatas" dalam arti urutan: A⊆B(c,R)A\subseteq B(c,R) memberi c−R<a<c+Rc-R<a<c+R, dan L≤a≤UL\leq a\leq U memberi A⊆B(L+U2,U−L2+1)A\subseteq B(\tfrac{L+U}2,\tfrac{U-L}2+1).

    Strategi Pembuktian

    Strategi 1: Memeriksa hipotesis. Sebelum memakai Teorema 14.3.2, buktikan kedua hipotesis secara terpisah: tunjukkan batas L,UL,U eksplisit, dan tunjukkan ketakhinggaan, misalnya dengan injeksi dari N\mathbb{N} atau kontradiksi dengan maksimum berhingga.

    Strategi 2: Biseksi dengan invarian yang tepat. Pada setiap konstruksi biseksi, pertahankan sifat yang dibutuhkan di akhir. Untuk titik akumulasi, sifat itu adalah "tak hingga banyak anggota", bukan "ada anggota".

    Strategi 3: Memakai akibat. Untuk menunjukkan suatu himpunan berhingga, cukup tunjukkan bahwa ia terbatas dan tidak mempunyai titik akumulasi.

    Strategi 4: Membedakan keberadaan dari lokasi. Teorema 14.3.2 hanya menjamin keberadaan. Untuk menentukan A′A' seluruhnya, kembali ke definisi seperti pada Contoh 14.2.8.

    Latihan

    Latihan 14.3-1. Tuliskan Teorema 14.3.2 lengkap dengan domain dan kedua hipotesisnya. Untuk masing-masing hipotesis, berikan himpunan yang memenuhi hipotesis lainnya tetapi tidak mempunyai titik akumulasi, beserta bukti.

    Latihan 14.3-2. (a) Buktikan Lemma 14.3.1. (b) Untuk A=S={1n:n∈N+}A=S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\} dan interval [0,1][0,1] dengan titik tengah 12\tfrac12, tentukan apakah A∩[0,12]A\cap[0,\tfrac12] dan A∩[12,1]A\cap[\tfrac12,1] berhingga atau tak hingga. Jelaskan mengapa titik 12\tfrac12, yang termuat di kedua bagian, tidak merusak argumen.

    Latihan 14.3-3. Jalankan konstruksi dalam bukti Teorema 14.3.2 untuk A=SA=S dengan L=0L=0 dan U=1U=1. Tentukan MM, lalu I0,I1,I2,I3I_0,I_1,I_2,I_3 dengan alasan pada setiap pilihan. Periksa rumus lebar 2M2n\tfrac{2M}{2^n} dan tentukan titik pp yang dihasilkan jalur ini.

    Latihan 14.3-4. (a) Dari p∈Inp\in I_n dan bn−an<rb_n-a_n<r, buktikan In⊆B(p,r)I_n\subseteq B(p,r). (b) Selesaikan langkah dari "A∩InA\cap I_n tak hingga" ke saksi a∈Aa\in A dengan 0<∣a−p∣<r0<|a-p|<r. (c) Jelaskan dengan A={0}A=\{0\} mengapa invarian "tak kosong" tidak cukup.

    Latihan 14.3-5. Misalkan A=S∪{2}A=S\cup\{2\}. (a) Periksa hipotesis Teorema 14.3.2. (b) Tentukan A′A'. (c) Tunjukkan bahwa titik akumulasi tidak berada di AA dan bahwa 22 adalah titik terisolasi.

    Latihan 14.3-6. (a) Buktikan Akibat 14.3.3 dan 14.3.4. (b) Tunjukkan bahwa pembalikan "setiap himpunan tutup terbatas tak hingga" dan "setiap himpunan yang mempunyai titik akumulasi terbatas" keduanya salah.

    Latihan 14.3-7. (a) Buktikan [0,1]′=[0,1][0,1]'=[0,1]. (b) Jalankan tiga langkah pertama konstruksi bukti untuk A=[0,1]A=[0,1] dengan L=0L=0 dan U=1U=1, lalu tentukan titik pp jalur ini. (c) Jelaskan perbedaan antara ketunggalan titik jalur dan banyaknya titik akumulasi.

    Latihan 14.3-8. (a) Periksa bahwa metrik diskret δ\delta pada N\mathbb{N} memenuhi keempat aksioma metrik. (b) Buktikan bahwa N\mathbb{N} termuat dalam satu bola δ\delta, tetapi tidak mempunyai titik akumulasi terhadap δ\delta. (c) Jelaskan mengapa ini tidak bertentangan dengan Teorema 14.3.2.

    Solusi

    Solusi 14.3-1. Untuk setiap A⊆RA\subseteq\mathbb{R}: jika AA tak hingga dan terbatas, maka A′≠∅A'\ne\emptyset.

    • Tanpa ketakhinggaan: A={0}A=\{0\} terbatas, dan {0}′=∅\{0\}'=\emptyset, karena anggota satu-satunya tidak dapat menjadi saksi bagi dirinya sendiri, dan titik lain mempunyai radius ∣p∣|p| yang menghindarinya.
    • Tanpa keterbatasan: A=NA=\mathbb{N} tak hingga; terbatas di bawah oleh 00 tetapi tak terbatas di atas (Teorema 11.3.9). Juga N′=∅\mathbb{N}'=\emptyset (Contoh 14.2.12(c)): titik bukan bilangan bulat adalah titik eksterior Z⊇N\mathbb{Z}\supseteq\mathbb{N}, dan titik bilangan bulat mempunyai B(p,12)∩N⊆{p}B(p,\tfrac12)\cap\mathbb{N}\subseteq\{p\}.

    □\square

    Solusi 14.3-2. (a) Lemma 14.3.1.

    (b) S∩[0,12]={1n:n≥2}S\cap[0,\tfrac12]=\{\tfrac1n:n\geq2\} tak hingga, karena n↦1nn\mapsto\tfrac1n injektif pada n≥2n\geq2. S∩[12,1]={1,12}S\cap[\tfrac12,1]=\{1,\tfrac12\} berhingga, karena 1n≥12\tfrac1n\geq\tfrac12 memaksa n≤2n\leq2.

    Titik 12\tfrac12 termuat di kedua bagian. Lemma 14.3.1 hanya memerlukan bahwa gabungan kedua bagian sama dengan S∩[0,1]S\cap[0,1]. Anggota yang terhitung dua kali tidak mengubah keberhinggaan: daftar gabungan dengan pengulangan dihapus tetap daftar berhingga. □\square

    Solusi 14.3-3. M=max⁡(0,1)+1=2M=\max(0,1)+1=2 dan I0=[−2,2]I_0=[-2,2].

    • Langkah 0: titik tengah 00. S∩[−2,0]=∅S\cap[-2,0]=\emptyset berhingga, jadi pilih kanan: I1=[0,2]I_1=[0,2].
    • Langkah 1: titik tengah 11. S∩[0,1]=SS\cap[0,1]=S tak hingga, jadi pilih kiri: I2=[0,1]I_2=[0,1].
    • Langkah 2: titik tengah 12\tfrac12. S∩[0,12]S\cap[0,\tfrac12] tak hingga (Solusi 14.3-2), jadi pilih kiri: I3=[0,12]I_3=[0,\tfrac12].

    Lebar 4,2,1,124,2,1,\tfrac12 sama dengan 42n=2M2n\tfrac4{2^n}=\tfrac{2M}{2^n} untuk n=0,1,2,3n=0,1,2,3. Seterusnya, S∩[0,12k]S\cap[0,\tfrac1{2^k}] selalu tak hingga, sehingga jalur selalu memilih kiri dan In=[0,42n]I_n=[0,\tfrac4{2^n}] untuk n≥2n\geq2. Titik bersama semua interval adalah p=0p=0, yang memang satu-satunya titik akumulasi SS. □\square

    Solusi 14.3-4. (a) Jika x∈Inx\in I_n, keduanya x,p∈[an,bn]x,p\in[a_n,b_n]. Jika x≥px\geq p, maka 0≤x−p≤bn−p≤bn−an0\leq x-p\leq b_n-p\leq b_n-a_n. Jika x<px<p, maka 0<p−x≤p−an≤bn−an0<p-x\leq p-a_n\leq b_n-a_n. Jadi ∣x−p∣≤bn−an<r|x-p|\leq b_n-a_n<r dan x∈B(p,r)x\in B(p,r).

    (b) A∩In⊆A∩B(p,r)A\cap I_n\subseteq A\cap B(p,r), sehingga ruas kanan tak hingga. Himpunan tak hingga tidak termuat dalam {p}\{p\} (subhimpunan {p}\{p\} berhingga), sehingga ada a∈A∩B(p,r)a\in A\cap B(p,r) dengan a≠pa\ne p, yaitu 0<∣a−p∣<r0<|a-p|<r.

    (c) Untuk A={0}A=\{0\}, setiap interval [−12n,12n][-\tfrac1{2^n},\tfrac1{2^n}] memuat anggota AA, sehingga invarian "tak kosong" terpenuhi dan intervalnya menyusut ke 00. Namun satu-satunya anggota AA di setiap bola adalah 00 sendiri, sehingga 0∉A′0\notin A'. Konstruksi dengan invarian yang lemah menghasilkan titik yang benar sebagai titik irisan, tetapi tanpa saksi yang berbeda dari pusat. □\square

    Solusi 14.3-5. (a) Terbatas: 0<a≤20<a\leq2 untuk semua a∈Aa\in A. Tak hingga: S⊆AS\subseteq A dan SS tak hingga.

    (b) A′=S′∪{2}′={0}∪∅={0}A'=S'\cup\{2\}'=\{0\}\cup\emptyset=\{0\}, menurut Proposisi 14.2.11, Contoh 14.2.8, dan Akibat 14.2.7(a).

    (c) 0∉A0\notin A, karena semua anggota positif. Titik 22 terisolasi: B(2,1)∩A={2}B(2,1)\cap A=\{2\}, karena anggota lain paling besar 11. □\square

    Solusi 14.3-6. (a) Lihat bukti Akibat 14.3.3 dan 14.3.4.

    (b) {0}\{0\} tutup (Contoh 14.1.6(c)) dan terbatas, tetapi berhingga. S∪NS\cup\mathbb{N} mempunyai titik akumulasi 00 (karena S⊆S∪NS\subseteq S\cup\mathbb{N}, gunakan Akibat 14.2.7(b)), tetapi tak terbatas di atas karena memuat N\mathbb{N}. □\square

    Solusi 14.3-7. (a) Contoh 14.2.12(a) memberi (0,1)′=[0,1](0,1)'=[0,1], dan [0,1][0,1] berbeda dari (0,1)(0,1) hanya pada himpunan berhingga {0,1}\{0,1\}. Akibat 14.2.7(c) memberi [0,1]′=[0,1][0,1]'=[0,1].

    (b) M=2M=2 dan I0=[−2,2]I_0=[-2,2].

    • Titik tengah 00: [0,1]∩[−2,0]={0}[0,1]\cap[-2,0]=\{0\} berhingga, jadi I1=[0,2]I_1=[0,2].
    • Titik tengah 11: [0,1]∩[0,1]=[0,1][0,1]\cap[0,1]=[0,1] tak hingga, jadi I2=[0,1]I_2=[0,1].
    • Titik tengah 12\tfrac12: [0,12][0,\tfrac12] tak hingga, jadi I3=[0,12]I_3=[0,\tfrac12].

    Selanjutnya jalur selalu memilih kiri, dan titiknya p=0p=0.

    (c) Jalur biseksi yang ditetapkan oleh aturan "kiri bila tak hingga" menghasilkan tepat satu titik, yaitu 00. Namun setiap titik [0,1][0,1] adalah titik akumulasi. Aturan berbeda, misalnya "kanan bila tak hingga", akan menghasilkan titik 11. Teorema hanya menjamin paling sedikit satu titik akumulasi. □\square

    Solusi 14.3-8. (a) (M1)–(M3) langsung dari definisi δ\delta (nilai 00 atau 11, nol tepat pada pasangan sama, simetris). (M4): jika x=zx=z, ruas kiri 00. Jika x≠zx\ne z, maka yy berbeda dari paling sedikit salah satunya, sehingga ruas kanan ≥1=δ(x,z)\geq1=\delta(x,z). Ini Contoh 13.1.16, dibatasi ke N\mathbb{N} dengan Proposisi 13.1.13.

    (b) Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}, δ(n,0)≤1<2\delta(n,0)\leq1<2, jadi N⊆Bδ(0,2)\mathbb{N}\subseteq B_\delta(0,2). Untuk setiap pp, Bδ(p,12)={p}B_\delta(p,\tfrac12)=\{p\}, karena titik lain berjarak 11. Bola tertusuknya kosong, sehingga pp bukan titik akumulasi.

    (c) Teorema 14.3.2 adalah pernyataan tentang R\mathbb{R} dengan metrik standar. Buktinya memakai urutan (biseksi), kelengkapan (interval bersarang), dan Archimedes. Metrik diskret pada N\mathbb{N} tidak mempunyai struktur itu, sehingga kegagalannya tidak bertentangan dengan teorema. □\square

    Ringkasan dan Pranala ke Unit 14.4

    Teorema Bolzano–Weierstrass untuk himpunan menyatakan bahwa setiap himpunan bagian R\mathbb{R} yang tak hingga dan terbatas mempunyai titik akumulasi. Buktinya memakai biseksi dengan aturan pilih yang deterministik, rekursi Bab 7, invarian "tak hingga banyak anggota", interval bersarang (kelengkapan), dan lebar geometris (Archimedes). Unit ini juga membuktikan akibat untuk himpunan tutup terbatas dan kontraposisinya untuk himpunan tanpa titik akumulasi. Contoh-contoh menunjukkan bahwa:

    • kedua hipotesis diperlukan;
    • titik akumulasi dapat di luar himpunan dan tidak tunggal;
    • teorema gagal di Q\mathbb{Q} dan pada metrik diskret.

    Unit 14.4 mendefinisikan penutupan suatu himpunan sebagai himpunan tutup terkecil yang memuatnya, lalu membuktikan bahwa penutupan sama dengan himpunan itu ditambah titik-titik akumulasinya.

    14.4 Penutupan Himpunan (Closure)

    Himpunan (0,1)(0,1) tidak tutup, karena titik batasnya 00 dan 11 tidak termuat. Pertanyaan alaminya: berapa yang harus ditambahkan agar suatu himpunan menjadi tutup? Unit ini menjawabnya dengan konsep penutupan, yaitu himpunan tutup terkecil yang memuat himpunan semula. Definisinya dibuat sedemikian rupa sehingga keberadaan dan ketunggalannya langsung terjamin. Setelah itu kita membuktikan bahwa penutupan dapat dihitung dengan tiga cara yang setara:

    • lewat bola: titik yang setiap bolanya bertemu himpunan;
    • lewat titik akumulasi: himpunan ditambah titik-titik akumulasinya;
    • lewat titik batas: himpunan ditambah titik-titik batasnya.

    Ketiganya menghubungkan seluruh Bab 13–14.

    Prasyarat:

    • Teorema 3.4.2 (De Morgan);
    • dari Unit 14.1: himpunan tutup, Proposisi 14.1.2, Teorema 14.1.3, 14.1.4, 14.1.10, Contoh 14.1.6–14.1.8;
    • dari Unit 14.2: titik akumulasi, Teorema 14.2.9, Contoh 14.2.8, 14.2.12;
    • dari Bab 13: interior, eksterior, batas, partisi, Teorema 13.4.3, 13.4.7, Proposisi 13.3.4;
    • kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.11) untuk satu contoh.

    Kita tidak memakai barisan, limit, atau kekompakan. Definisi titik batas Unit 13.3 tidak diubah; hubungannya dengan penutupan dibuktikan sebagai teorema.

    Definisi dan Sifat Dasar

    Definisi 14.4.1 (Penutupan)

    Misalkan A⊆RA\subseteq\mathbb{R}. Tetapkan

    CA={F⊆R:F tutup dan A⊆F}.\mathcal{C}_A=\{F\subseteq\mathbb{R}:F\text{ tutup dan }A\subseteq F\}.

    Penutupan AA adalah

    cl⁡(A)=⋂F∈CAF.\operatorname{cl}(A)=\bigcap_{F\in\mathcal{C}_A}F.

    Notasi lain yang lazim adalah A‾\overline{A}.

    Keluarga CA\mathcal{C}_A adalah subhimpunan himpunan kuasa P(R)\mathcal{P}(\mathbb{R}), dibentuk dengan prinsip separasi; ini bukan "kelas semua himpunan". Keluarga itu tidak kosong, karena R\mathbb{R} tutup dan A⊆RA\subseteq\mathbb{R}. Karena keluarganya tak kosong, irisannya tidak bergantung pada konvensi irisan keluarga kosong. Definisi ini berlaku untuk setiap AA, termasuk ∅\emptyset dan R\mathbb{R}.

    Teorema 14.4.2 (Himpunan Tutup Terkecil yang Memuat AA)

    Untuk setiap A⊆RA\subseteq\mathbb{R}:

    (a) cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) tutup;

    (b) A⊆cl⁡(A)A\subseteq\operatorname{cl}(A);

    (c) jika FF tutup dan A⊆FA\subseteq F, maka cl⁡(A)⊆F\operatorname{cl}(A)\subseteq F.

    Jadi cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) adalah anggota terkecil CA\mathcal{C}_A menurut inklusi.

    Bukti. (a) Irisan sebarang himpunan tutup adalah tutup (Teorema 14.1.4(a)).

    (b) Setiap F∈CAF\in\mathcal{C}_A memuat AA, sehingga setiap a∈Aa\in A termuat di semua FF, yaitu di irisannya.

    (c) F∈CAF\in\mathcal{C}_A, dan irisan suatu keluarga termuat dalam setiap anggota keluarga. □\square

    "Terkecil" di sini berarti terkecil menurut inklusi di antara himpunan tutup yang memuat AA. Penutupan bukan interval terkecil yang memuat AA, dan bukan hasil "menambahkan ujung" saja. Contoh 14.4.7(e) memperlihatkan bedanya.

    Karakterisasi dengan Bola

    Teorema 14.4.3 (Kriteria Bola untuk Penutupan)

    Untuk A⊆RA\subseteq\mathbb{R} dan p∈Rp\in\mathbb{R}: p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A) jika dan hanya jika untuk setiap r>0r>0, B(p,r)∩A≠∅B(p,r)\cap A\ne\emptyset.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Kontraposisi. Misalkan ada r>0r>0 dengan B(p,r)∩A=∅B(p,r)\cap A=\emptyset. Tetapkan F=R∖B(p,r)F=\mathbb{R}\setminus B(p,r). Bola B(p,r)B(p,r) buka (Teorema 13.4.3(b)), sehingga FF tutup. Karena B(p,r)B(p,r) tidak bertemu AA, berlaku A⊆FA\subseteq F. Jadi F∈CAF\in\mathcal{C}_A, dan Teorema 14.4.2(c) memberi cl⁡(A)⊆F\operatorname{cl}(A)\subseteq F. Tetapi p∈B(p,r)p\in B(p,r), sehingga p∉Fp\notin F. Akibatnya p∉cl⁡(A)p\notin\operatorname{cl}(A).

    (⇐\Leftarrow) Kontraposisi. Misalkan p∉cl⁡(A)p\notin\operatorname{cl}(A). Karena cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) tutup (Teorema 14.4.2(a)), Proposisi 14.1.2(b) memberi r>0r>0 dengan B(p,r)∩cl⁡(A)=∅B(p,r)\cap\operatorname{cl}(A)=\emptyset. Karena A⊆cl⁡(A)A\subseteq\operatorname{cl}(A), juga B(p,r)∩A=∅B(p,r)\cap A=\emptyset. □\square

    Bukti arah balik memakai fakta bahwa cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) tutup. Fakta itu sudah dibuktikan pada Teorema 14.4.2(a) dari Teorema 14.1.4(a), tanpa memakai karakterisasi ini, jadi urutannya tidak melingkar.

    Bandingkan kriteria ini dengan definisi titik akumulasi. Titik penutupan hanya meminta setiap bola bertemu AA, dan saksinya boleh pp sendiri. Titik akumulasi meminta saksi yang berbeda dari pp. Bandingkan juga dengan titik batas, yang meminta setiap bola bertemu AA dan bertemu komplemennya.

    Teorema 14.4.4 (Tiga Rumus Penutupan)

    Untuk setiap A⊆RA\subseteq\mathbb{R}:

    (a) cl⁡(A)=A∪A′\operatorname{cl}(A)=A\cup A';

    (b) cl⁡(A)=R∖Ext⁡(A)=Int⁡(A)∪∂A\operatorname{cl}(A)=\mathbb{R}\setminus\operatorname{Ext}(A)=\operatorname{Int}(A)\cup\partial A;

    (c) cl⁡(A)=A∪∂A\operatorname{cl}(A)=A\cup\partial A;

    (d) ∂A=cl⁡(A)∩cl⁡(R∖A)=cl⁡(A)∖Int⁡(A)\partial A=\operatorname{cl}(A)\cap\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus A)=\operatorname{cl}(A)\setminus\operatorname{Int}(A);

    (e) Int⁡(A)=R∖cl⁡(R∖A)\operatorname{Int}(A)=\mathbb{R}\setminus\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus A).

    Bukti. Semua bagian dibuktikan dengan membandingkan syarat bola.

    (a) Inklusi ⊇\supseteq: anggota AA memenuhi kriteria Teorema 14.4.3 dengan saksi dirinya sendiri. Anggota A′A' memenuhinya dengan saksi yang berbeda dari pusat, dan saksi semacam itu tetap saksi biasa. Inklusi ⊆\subseteq: misalkan p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A) dan p∉Ap\notin A. Untuk setiap r>0r>0 ada a∈B(p,r)∩Aa\in B(p,r)\cap A. Karena p∉Ap\notin A, otomatis a≠pa\ne p, sehingga 0<∣a−p∣<r0<|a-p|<r. Jadi p∈A′p\in A'.

    (b) p∉cl⁡(A)p\notin\operatorname{cl}(A) jika dan hanya jika ada r>0r>0 dengan B(p,r)∩A=∅B(p,r)\cap A=\emptyset (Teorema 14.4.3), yaitu jika dan hanya jika p∈Ext⁡(A)p\in\operatorname{Ext}(A) (Definisi 13.3.2). Jadi cl⁡(A)=R∖Ext⁡(A)\operatorname{cl}(A)=\mathbb{R}\setminus\operatorname{Ext}(A). Teorema 13.3.5 memberi R∖Ext⁡(A)=Int⁡(A)∪∂A\mathbb{R}\setminus\operatorname{Ext}(A)=\operatorname{Int}(A)\cup\partial A.

    (c) Dari (b), cl⁡(A)=Int⁡(A)∪∂A⊆A∪∂A\operatorname{cl}(A)=\operatorname{Int}(A)\cup\partial A\subseteq A\cup\partial A, karena Int⁡(A)⊆A\operatorname{Int}(A)\subseteq A. Sebaliknya, A⊆cl⁡(A)A\subseteq\operatorname{cl}(A) dan ∂A⊆cl⁡(A)\partial A\subseteq\operatorname{cl}(A) menurut (b).

    (d) p∈cl⁡(A)∩cl⁡(R∖A)p\in\operatorname{cl}(A)\cap\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus A) jika dan hanya jika setiap bola bertemu AA dan setiap bola bertemu R∖A\mathbb{R}\setminus A, yaitu syarat yang sama dengan Definisi 13.3.3. Kesamaan kedua mengikuti dari (b) dan dari sifat saling lepas pada Teorema 13.3.5.

    (e) Menurut (b) yang diterapkan pada R∖A\mathbb{R}\setminus A, cl⁡(R∖A)=R∖Ext⁡(R∖A)=R∖Int⁡(A)\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus A)=\mathbb{R}\setminus\operatorname{Ext}(\mathbb{R}\setminus A)=\mathbb{R}\setminus\operatorname{Int}(A) (Proposisi 13.3.4(d)). Ambil komplemen kedua ruas. □\square

    Peringatan untuk (a): tidak setiap titik penutupan adalah titik akumulasi. Untuk A={c}A=\{c\}, cl⁡(A)={c}\operatorname{cl}(A)=\{c\} tetapi A′=∅A'=\emptyset. Titik cc termasuk penutupan karena ia anggota AA, bukan karena dikerumuni. Rumus (a) menggabungkan dua sumber yang berbeda: anggota (termasuk anggota terisolasi) dan titik akumulasi (termasuk yang di luar AA).

    Bagian (d) menunjukkan bahwa definisi titik batas lewat bola pada Bab 13 sesuai dengan rumus "batas sama dengan penutupan himpunan beririsan dengan penutupan komplemen" yang dipakai sebagian buku sebagai definisi. Kita tidak mengganti definisi Bab 13; rumus itu di sini adalah teorema.

    Hukum-Hukum Penutupan

    Proposisi 14.4.5 (Aljabar Penutupan)

    Untuk A,C⊆RA,C\subseteq\mathbb{R}:

    (i) cl⁡(∅)=∅\operatorname{cl}(\emptyset)=\emptyset dan cl⁡(R)=R\operatorname{cl}(\mathbb{R})=\mathbb{R};

    (ii) jika A⊆CA\subseteq C, maka cl⁡(A)⊆cl⁡(C)\operatorname{cl}(A)\subseteq\operatorname{cl}(C);

    (iii) cl⁡(cl⁡(A))=cl⁡(A)\operatorname{cl}(\operatorname{cl}(A))=\operatorname{cl}(A);

    (iv) AA tutup jika dan hanya jika cl⁡(A)=A\operatorname{cl}(A)=A;

    (v) cl⁡(A∪C)=cl⁡(A)∪cl⁡(C)\operatorname{cl}(A\cup C)=\operatorname{cl}(A)\cup\operatorname{cl}(C);

    (vi) cl⁡(A∩C)⊆cl⁡(A)∩cl⁡(C)\operatorname{cl}(A\cap C)\subseteq\operatorname{cl}(A)\cap\operatorname{cl}(C), dan inklusinya dapat tegas.

    Bukti. (iv) Jika AA tutup, maka A∈CAA\in\mathcal{C}_A, sehingga cl⁡(A)⊆A\operatorname{cl}(A)\subseteq A (Teorema 14.4.2(c)); bersama A⊆cl⁡(A)A\subseteq\operatorname{cl}(A) diperoleh kesamaan. Sebaliknya, jika cl⁡(A)=A\operatorname{cl}(A)=A, maka AA tutup karena cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) tutup.

    (i) ∅\emptyset dan R\mathbb{R} tutup, lalu gunakan (iv).

    (ii) cl⁡(C)\operatorname{cl}(C) tutup dan memuat C⊇AC\supseteq A, jadi cl⁡(C)∈CA\operatorname{cl}(C)\in\mathcal{C}_A dan Teorema 14.4.2(c) berlaku.

    (iii) cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) tutup, lalu gunakan (iv).

    (v) Inklusi ⊇\supseteq: dari A⊆A∪CA\subseteq A\cup C dan C⊆A∪CC\subseteq A\cup C, gunakan (ii). Inklusi ⊆\subseteq: cl⁡(A)∪cl⁡(C)\operatorname{cl}(A)\cup\operatorname{cl}(C) adalah gabungan dua himpunan tutup, sehingga tutup (Teorema 14.1.4(b)), dan memuat A∪CA\cup C. Teorema 14.4.2(c) memberi inklusinya.

    Closure bukan selubung intervalUntuk: Bab 14, Unit 14.4 (Teorema 14.4.3, 14.4.4, 14.4.9; Proposisi 14.4.5; Contoh 14.4.7, 14.4.10; M14-03)

    (vi) Inklusi: A∩C⊆AA\cap C\subseteq A dan A∩C⊆CA\cap C\subseteq C, lalu gunakan (ii). Inklusi tegas: A=(0,1)A=(0,1) dan C=(1,2)C=(1,2) memberi cl⁡(A∩C)=cl⁡(∅)=∅\operatorname{cl}(A\cap C)=\operatorname{cl}(\emptyset)=\emptyset, sedangkan cl⁡(A)∩cl⁡(C)=[0,1]∩[1,2]={1}\operatorname{cl}(A)\cap\operatorname{cl}(C)=[0,1]\cap[1,2]=\{1\}, menurut Contoh 14.4.7(a). □\square

    Hukum (v) tidak berlaku untuk gabungan tak hingga. Untuk n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, cl⁡({1n})={1n}\operatorname{cl}(\{\tfrac1n\})=\{\tfrac1n\}, sehingga ⋃ncl⁡({1n})=S\bigcup_n\operatorname{cl}(\{\tfrac1n\})=S. Padahal cl⁡(⋃n{1n})=cl⁡(S)=S∪{0}\operatorname{cl}\bigl(\bigcup_n\{\tfrac1n\}\bigr)=\operatorname{cl}(S)=S\cup\{0\} (Contoh 14.4.7(c)). Pada langkah inklusi ⊆\subseteq, yang gagal adalah ketertutupan gabungan tak hingga himpunan tutup.

    Proposisi 14.4.6 (Dualitas Interior–Penutupan)

    Untuk A⊆RA\subseteq\mathbb{R}: R∖cl⁡(A)=Int⁡(R∖A)\mathbb{R}\setminus\operatorname{cl}(A)=\operatorname{Int}(\mathbb{R}\setminus A) dan R∖Int⁡(A)=cl⁡(R∖A)\mathbb{R}\setminus\operatorname{Int}(A)=\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus A). Jadi interior adalah himpunan buka terbesar di dalam, dan penutupan adalah himpunan tutup terkecil di luar. Keduanya saling ditukar oleh komplemen.

    Bukti. Kesamaan pertama adalah Teorema 14.4.4(b) bersama Ext⁡(A)=Int⁡(R∖A)\operatorname{Ext}(A)=\operatorname{Int}(\mathbb{R}\setminus A) (Proposisi 13.3.4(b)). Kesamaan kedua adalah Teorema 14.4.4(e) dalam bentuk komplemen. □\square

    Contoh Perhitungan

    Contoh 14.4.7 (Penutupan Beberapa Himpunan)

    (a) Untuk a<ba<b, keempat interval (a,b)(a,b), [a,b)[a,b), (a,b](a,b], [a,b][a,b] mempunyai penutupan [a,b][a,b]. Menurut Teorema 14.4.4(c) dan Contoh 13.3.12, penutupannya adalah interval itu sendiri ditambah {a,b}\{a,b\}.

    (b) Untuk interval degenerat: (a,a)=∅(a,a)=\emptyset mempunyai penutupan ∅\emptyset, bukan [a,a][a,a]. Untuk c∈Rc\in\mathbb{R}, cl⁡({c})={c}\operatorname{cl}(\{c\})=\{c\}. Untuk himpunan berhingga EE, cl⁡(E)=E\operatorname{cl}(E)=E, karena EE tutup (Contoh 14.1.6(d)).

    (c) cl⁡(S)=S∪{0}\operatorname{cl}(S)=S\cup\{0\} untuk S={1n:n∈N+}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}, menurut Teorema 14.4.4(a) dan S′={0}S'=\{0\}.

    (d) cl⁡(Q)=R\operatorname{cl}(\mathbb{Q})=\mathbb{R}, menurut Teorema 14.4.3 dan kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.11): setiap (p−r,p+r)(p-r,p+r) memuat rasional. cl⁡(Z)=Z\operatorname{cl}(\mathbb{Z})=\mathbb{Z}, karena Z\mathbb{Z} tutup (Contoh 14.1.8).

    (e) A=(0,1)∪{2}A=(0,1)\cup\{2\} mempunyai cl⁡(A)=[0,1]∪{2}\operatorname{cl}(A)=[0,1]\cup\{2\}, bukan [0,2][0,2]. Dengan Proposisi 14.4.5(v), cl⁡(A)=cl⁡((0,1))∪cl⁡({2})=[0,1]∪{2}\operatorname{cl}(A)=\operatorname{cl}((0,1))\cup\operatorname{cl}(\{2\})=[0,1]\cup\{2\}. Secara langsung, titik 32\tfrac32 mempunyai bola B(32,14)=(54,74)B(\tfrac32,\tfrac14)=(\tfrac54,\tfrac74) yang tidak bertemu AA, sehingga 32∉cl⁡(A)\tfrac32\notin\operatorname{cl}(A). Penutupan tidak mengisi celah, dan tidak sama dengan interval terkecil yang memuat AA.

    Penutupan Relatif

    Definisi 14.4.8 (Penutupan Relatif)

    Misalkan X⊆RX\subseteq\mathbb{R} dan A⊆XA\subseteq X. Penutupan AA di XX, ditulis cl⁡X(A)\operatorname{cl}_X(A), adalah irisan semua himpunan yang tutup di XX (Definisi 14.1.9) dan memuat AA. Keluarga ini tidak kosong karena memuat XX.

    Teorema 14.4.9 (Rumus Penutupan Relatif)

    Misalkan X⊆RX\subseteq\mathbb{R} dan A⊆XA\subseteq X. Maka:

    (a) cl⁡X(A)=X∩cl⁡(A)\operatorname{cl}_X(A)=X\cap\operatorname{cl}(A);

    (b) untuk p∈Xp\in X: p∈cl⁡X(A)p\in\operatorname{cl}_X(A) jika dan hanya jika BX(p,r)∩A≠∅B_X(p,r)\cap A\ne\emptyset untuk setiap r>0r>0.

    Bukti. (a) X∩cl⁡(A)X\cap\operatorname{cl}(A) tutup di XX (Teorema 14.1.10) dan memuat AA, sehingga cl⁡X(A)⊆X∩cl⁡(A)\operatorname{cl}_X(A)\subseteq X\cap\operatorname{cl}(A). Sebaliknya, setiap FF yang tutup di XX dan memuat AA berbentuk F=X∩CF=X\cap C dengan CC tutup di R\mathbb{R} (Teorema 14.1.10). Karena A⊆F⊆CA\subseteq F\subseteq C, berlaku cl⁡(A)⊆C\operatorname{cl}(A)\subseteq C, sehingga X∩cl⁡(A)⊆X∩C=FX\cap\operatorname{cl}(A)\subseteq X\cap C=F. Mengambil irisan atas semua FF semacam itu memberi X∩cl⁡(A)⊆cl⁡X(A)X\cap\operatorname{cl}(A)\subseteq\operatorname{cl}_X(A).

    (b) Untuk p∈Xp\in X, (a) memberi p∈cl⁡X(A)p\in\operatorname{cl}_X(A) jika dan hanya jika p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A), yaitu jika dan hanya jika setiap B(p,r)B(p,r) bertemu AA. Karena A⊆XA\subseteq X, B(p,r)∩A=X∩B(p,r)∩A=BX(p,r)∩AB(p,r)\cap A=X\cap B(p,r)\cap A=B_X(p,r)\cap A. □\square

    Penutupan relatif tidak pernah menambahkan titik di luar XX.

    Contoh 14.4.10 (Semesta Mengubah Penutupan)

    (a) X=(0,1)X=(0,1) dan A=(0,12)A=(0,\tfrac12): cl⁡(A)=[0,12]\operatorname{cl}(A)=[0,\tfrac12], sedangkan cl⁡X(A)=(0,1)∩[0,12]=(0,12]\operatorname{cl}_X(A)=(0,1)\cap[0,\tfrac12]=(0,\tfrac12]. Titik 00 tidak ditambahkan karena tidak ada di XX.

    (b) X=QX=\mathbb{Q} dan A=QA=\mathbb{Q}: cl⁡Q(Q)=Q∩R=Q\operatorname{cl}_{\mathbb{Q}}(\mathbb{Q})=\mathbb{Q}\cap\mathbb{R}=\mathbb{Q}, sedangkan cl⁡(Q)=R\operatorname{cl}(\mathbb{Q})=\mathbb{R}. Setiap himpunan tutup di dalam semestanya sendiri.

    Strategi Pembuktian

    Strategi 1: Menghitung penutupan. Hitung A′A' lalu gabungkan dengan AA, atau hitung ∂A\partial A lalu gabungkan dengan AA. Pilih rumus yang perhitungannya sudah tersedia.

    Strategi 2: Membuktikan p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A). Untuk setiap r>0r>0, berikan anggota AA di B(p,r)B(p,r). Saksi boleh pp sendiri bila p∈Ap\in A.

    Strategi 3: Membuktikan p∉cl⁡(A)p\notin\operatorname{cl}(A). Berikan satu bola di sekitar pp yang tidak bertemu AA.

    Strategi 4: Memakai minimalitas. Untuk menunjukkan cl⁡(A)⊆F\operatorname{cl}(A)\subseteq F, cukup tunjukkan bahwa FF tutup dan memuat AA.

    Strategi 5: Menyebut semesta. Penutupan relatif adalah penutupan di R\mathbb{R} yang diiris dengan semesta.

    Latihan

    Latihan 14.4-1. (a) Jelaskan mengapa CA\mathcal{C}_A tidak kosong untuk setiap A⊆RA\subseteq\mathbb{R}, dan mengapa hal itu penting bagi Definisi 14.4.1. (b) Buktikan cl⁡([0,1))=[0,1]\operatorname{cl}([0,1))=[0,1] dengan dua langkah: minimalitas untuk ⊆\subseteq, dan kriteria bola untuk titik 11.

    Latihan 14.4-2. (a) Buktikan kedua arah Teorema 14.4.3. (b) Buktikan cl⁡(A)=A∪A′\operatorname{cl}(A)=A\cup A'. (c) Tunjukkan dengan contoh bahwa tidak setiap titik cl⁡(A)\operatorname{cl}(A) adalah titik akumulasi AA.

    Latihan 14.4-3. Hitung penutupan dari S={1n:n∈N+}S=\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}, {0,1,3}\{0,1,3\}, Q\mathbb{Q}, dan Z\mathbb{Z}. Sebutkan hasil terdahulu yang dipakai untuk masing-masing.

    Latihan 14.4-4. (a) Hitung cl⁡((0,1)∪{2})\operatorname{cl}((0,1)\cup\{2\}) dan tunjukkan bahwa hasilnya bukan [0,2][0,2]. (b) Hitung cl⁡((a,a))\operatorname{cl}((a,a)) dan cl⁡([a,a])\operatorname{cl}([a,a]), lalu jelaskan mengapa rumus "cl⁡((a,b))=[a,b]\operatorname{cl}((a,b))=[a,b]" tidak boleh dipakai untuk a=ba=b.

    Latihan 14.4-5. Buktikan monotonisitas, idempotensi, dan "AA tutup jika dan hanya jika cl⁡(A)=A\operatorname{cl}(A)=A". Terapkan untuk menentukan cl⁡(cl⁡(S))\operatorname{cl}(\operatorname{cl}(S)).

    Latihan 14.4-6. (a) Buktikan cl⁡(A∪C)=cl⁡(A)∪cl⁡(C)\operatorname{cl}(A\cup C)=\operatorname{cl}(A)\cup\operatorname{cl}(C). (b) Buktikan cl⁡(A∩C)⊆cl⁡(A)∩cl⁡(C)\operatorname{cl}(A\cap C)\subseteq\operatorname{cl}(A)\cap\operatorname{cl}(C) dan beri contoh inklusi tegas. (c) Berikan contoh inklusi tegas lain yang memakai Q\mathbb{Q}.

    Latihan 14.4-7. (a) Tunjukkan bahwa cl⁡(⋃n∈N+{1n})≠⋃n∈N+cl⁡({1n})\operatorname{cl}\bigl(\bigcup_{n\in\mathbb{N}_{+}}\{\tfrac1n\}\bigr)\ne\bigcup_{n\in\mathbb{N}_{+}}\operatorname{cl}(\{\tfrac1n\}). (b) Tunjukkan langkah mana dalam bukti Proposisi 14.4.5(v) yang gagal untuk gabungan tak hingga.

    Latihan 14.4-8. (a) Untuk X=(0,1)X=(0,1) dan A=(0,12)A=(0,\tfrac12), hitung cl⁡X(A)\operatorname{cl}_X(A) dan cl⁡(A)\operatorname{cl}(A). (b) Untuk A=[0,12)A=[0,\tfrac12) di R\mathbb{R}, hitung cl⁡(A)∩cl⁡(R∖A)\operatorname{cl}(A)\cap\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus A) dan bandingkan dengan ∂A\partial A dari Contoh 13.3.12.

    Solusi

    Solusi 14.4-1. (a) R\mathbb{R} tutup dan memuat AA, jadi R∈CA\mathbb{R}\in\mathcal{C}_A. Keluarga yang tidak kosong menjamin bahwa irisannya adalah subhimpunan R\mathbb{R} yang ditentukan oleh anggota keluarga, dan tidak bergantung pada konvensi irisan keluarga kosong.

    (b) [0,1][0,1] tutup (Contoh 14.1.6(a)) dan memuat [0,1)[0,1), sehingga cl⁡([0,1))⊆[0,1]\operatorname{cl}([0,1))\subseteq[0,1] menurut Teorema 14.4.2(c). Selain itu [0,1)⊆cl⁡([0,1))[0,1)\subseteq\operatorname{cl}([0,1)). Untuk titik 11, setiap B(1,r)B(1,r) memuat 1−min⁡(r2,12)∈[0,1)1-\min(\tfrac r2,\tfrac12)\in[0,1), sehingga 1∈cl⁡([0,1))1\in\operatorname{cl}([0,1)) menurut Teorema 14.4.3. Jadi [0,1]⊆cl⁡([0,1))[0,1]\subseteq\operatorname{cl}([0,1)). □\square

    Solusi 14.4-2. (a) Teorema 14.4.3. (b) Teorema 14.4.4(a).

    (c) A={c}A=\{c\}: c∈cl⁡(A)c\in\operatorname{cl}(A) tetapi c∉A′c\notin A'. Contoh lain: A=S∪{2}A=S\cup\{2\}, dengan 2∈cl⁡(A)2\in\operatorname{cl}(A) tetapi 22 terisolasi. □\square

    Solusi 14.4-3.

    • cl⁡(S)=S∪{0}\operatorname{cl}(S)=S\cup\{0\}, dengan Teorema 14.4.4(a) dan Contoh 14.2.8.
    • cl⁡({0,1,3})={0,1,3}\operatorname{cl}(\{0,1,3\})=\{0,1,3\}, karena himpunan berhingga tutup (Contoh 14.1.6(d)) dan Proposisi 14.4.5(iv).
    • cl⁡(Q)=R\operatorname{cl}(\mathbb{Q})=\mathbb{R}, dengan Teorema 14.4.3 dan Teorema 11.3.11.
    • cl⁡(Z)=Z\operatorname{cl}(\mathbb{Z})=\mathbb{Z}, dengan Contoh 14.1.8 (yang memakai Lema 8.3.3 dan Archimedes) dan Proposisi 14.4.5(iv).

    □\square

    Solusi 14.4-4. (a) Contoh 14.4.7(e): cl⁡=[0,1]∪{2}\operatorname{cl}=[0,1]\cup\{2\}. Titik 32∈[0,2]\tfrac32\in[0,2] bukan anggota penutupan, karena B(32,14)∩A=∅B(\tfrac32,\tfrac14)\cap A=\emptyset.

    (b) (a,a)=∅(a,a)=\emptyset, sehingga cl⁡((a,a))=∅\operatorname{cl}((a,a))=\emptyset. [a,a]={a}[a,a]=\{a\} tutup, sehingga penutupannya {a}\{a\}. Rumus cl⁡((a,b))=[a,b]\operatorname{cl}((a,b))=[a,b] diturunkan dengan a<ba<b: pada titik aa, saksi a+min⁡(r2,b−a2)a+\min(\tfrac r2,\tfrac{b-a}2) ada di (a,b)(a,b) hanya bila b−a>0b-a>0. Untuk a=ba=b tidak ada saksi, dan rumus itu akan keliru memberi {a}\{a\}. □\square

    Solusi 14.4-5. Proposisi 14.4.5(ii)–(iv). cl⁡(cl⁡(S))=cl⁡(S)=S∪{0}\operatorname{cl}(\operatorname{cl}(S))=\operatorname{cl}(S)=S\cup\{0\} menurut idempotensi. Secara langsung, S∪{0}S\cup\{0\} tutup (Teorema 14.2.9 dengan (S∪{0})′={0}(S\cup\{0\})'=\{0\}), lalu gunakan (iv). □\square

    Solusi 14.4-6. (a) Proposisi 14.4.5(v).

    (b) Proposisi 14.4.5(vi), dengan contoh (0,1)(0,1) dan (1,2)(1,2): ruas kiri ∅\emptyset dan ruas kanan {1}\{1\}.

    (c) A=QA=\mathbb{Q} dan C=R∖QC=\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q}: cl⁡(A∩C)=cl⁡(∅)=∅\operatorname{cl}(A\cap C)=\operatorname{cl}(\emptyset)=\emptyset, sedangkan cl⁡(Q)∩cl⁡(R∖Q)=R∩R=R\operatorname{cl}(\mathbb{Q})\cap\operatorname{cl}(\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q})=\mathbb{R}\cap\mathbb{R}=\mathbb{R}. Penutupan irasional adalah R\mathbb{R} menurut Teorema 11.3.12 dan Teorema 14.4.3. □\square

    Solusi 14.4-7. (a) Ruas kanan: setiap singleton tutup, jadi gabungannya SS. Ruas kiri: cl⁡(S)=S∪{0}\operatorname{cl}(S)=S\cup\{0\}. Keduanya berbeda di titik 00.

    (b) Dalam bukti (v), langkah ⊆\subseteq memakai bahwa cl⁡(A)∪cl⁡(C)\operatorname{cl}(A)\cup\operatorname{cl}(C) tutup, sebagai gabungan berhingga himpunan tutup. Untuk keluarga tak hingga, ⋃ncl⁡({1n})=S\bigcup_n\operatorname{cl}(\{\tfrac1n\})=S tidak tutup, sehingga tidak termasuk CS\mathcal{C}_S, dan minimalitas tidak dapat diterapkan. Langkah ⊇\supseteq (monotonisitas) tetap berlaku: S⊆cl⁡(S)S\subseteq\operatorname{cl}(S). □\square

    Solusi 14.4-8. (a) cl⁡(A)=[0,12]\operatorname{cl}(A)=[0,\tfrac12] menurut Contoh 14.4.7(a), sehingga cl⁡X(A)=(0,1)∩[0,12]=(0,12]\operatorname{cl}_X(A)=(0,1)\cap[0,\tfrac12]=(0,\tfrac12] (Teorema 14.4.9).

    (b) cl⁡([0,12))=[0,12]\operatorname{cl}([0,\tfrac12))=[0,\tfrac12]. Komplemen R∖A=(−∞,0)∪[12,∞)\mathbb{R}\setminus A=(-\infty,0)\cup[\tfrac12,\infty) mempunyai penutupan (−∞,0]∪[12,∞)(-\infty,0]\cup[\tfrac12,\infty) menurut Proposisi 14.4.5(v): penutupan (−∞,0)(-\infty,0) adalah (−∞,0](-\infty,0], dan [12,∞)[\tfrac12,\infty) tutup. Irisannya {0,12}\{0,\tfrac12\}, sama dengan ∂A\partial A pada Contoh 13.3.12, sesuai Teorema 14.4.4(d). Penutupan (−∞,0)(-\infty,0): titik 00 masuk karena setiap B(0,r)B(0,r) memuat −r2-\tfrac r2; titik p>0p>0 keluar dengan bola radius pp; dan (−∞,0](-\infty,0] tutup. □\square

    Ringkasan Unit 14.4 dan Penutup Bab 14

    Penutupan didefinisikan sebagai irisan semua himpunan tutup yang memuat AA. Hasil-hasil unit ini:

    • penutupan tutup, memuat AA, dan terkecil;
    • kriteria bola: p∈cl⁡(A)p\in\operatorname{cl}(A) jika dan hanya jika setiap bolanya bertemu AA;
    • tiga rumus: cl⁡(A)=A∪A′=A∪∂A=R∖Ext⁡(A)\operatorname{cl}(A)=A\cup A'=A\cup\partial A=\mathbb{R}\setminus\operatorname{Ext}(A);
    • batas sebagai irisan dua penutupan, sebagai teorema yang selaras dengan definisi Bab 13;
    • hukum monotonisitas, idempotensi, titik tetap, dan gabungan berhingga, beserta kegagalan versi irisan dan gabungan tak hingga;
    • dualitas dengan interior;
    • penutupan relatif cl⁡X(A)=X∩cl⁡(A)\operatorname{cl}_X(A)=X\cap\operatorname{cl}(A).

    Bab 14 secara keseluruhan:

    • 14.1: himpunan tutup didefinisikan lewat komplemen buka;
    • 14.2: titik akumulasi dengan pusat dihapus, yang mencirikan ketertutupan;
    • 14.3: Teorema Bolzano–Weierstrass dari kelengkapan;
    • 14.4: penutupan sebagai titik temu ketiganya.

    Seluruh bab bekerja tanpa barisan atau limit. Bagian V (barisan) akan memberi karakterisasi barisan untuk konsep-konsep ini, dan karakterisasi itu dapat dibandingkan langsung dengan versi bola di sini. Sebelum itu, Bagian III melanjutkan dengan pertaksamaan dan nilai mutlak (Bab 15–19). Di sana Teorema 13.1.4 dan Lemma 13.1.2 menjadi alat dasar.

    Bab terdekat

    BerikutnyaKlasifikasi dan Anatomi Pertaksamaan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 15.

    SebelumnyaTopologi Dasar Garis Riil (ℝ sebagai Ruang Metrik)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 13.