Konstruksi dan Klasifikasi Sistem Bilangan
Bab 8 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 8: Konstruksi dan Klasifikasi Sistem Bilangan
Bab ini menjelaskan struktur Peano dan membangun bilangan bulat serta rasional melalui kelas ekuivalensi. Keberadaan struktur bilangan asli dan hukum yang belum diturunkan dinyatakan sebagai prasyarat; setiap operasi baru diperiksa agar tidak bergantung pada wakil. Setelah itu, bilangan rasional ditempatkan dalam bilangan real melalui embedding yang diasumsikan. Kerapatan memakai sifat Archimedes, sedangkan keberadaan akar positif dua dipinjam dari kelengkapan. Bukti bahwa tidak ada rasional berkuadrat dua berdiri sendiri dari kedua pinjaman analisis tersebut. Definisi, bukti, contoh, dan latihan dengan pembahasan lengkap menjaga perbedaan antara hasil yang diperoleh dan landasan yang masih diasumsikan.
8.1 Himpunan Bilangan Asli dan Aksioma Peano
Motivasi
Kita telah menulis dan memakai bilangan asli tanpa ragu. Bab 7 juga bekerja dengan prinsip induksi, prinsip urutan baik, dan teorema rekursi untuk himpunan ini. Namun tulisan memuat elipsis, dan tiga titik itu tidak menyatakan apa yang terjadi "seterusnya". Tulisan itu tidak menjelaskan mengapa barisan tersebut tidak berputar kembali ke , tidak bercabang, dan tidak memuat unsur "liar" yang tidak pernah dicapai dari .
Unit ini memusatkan perhatian pada struktur di balik tulisan tersebut. Strukturnya terdiri atas satu unsur awal dan satu operasi "langkah berikutnya" . Lima sifat sederhana, yaitu aksioma Peano, menangkap sifat-sifat yang kita harapkan dari . Dari kelima sifat itu, bersama teorema rekursi, kita akan memperoleh tiga hal:
- akibat-akibat dasar, misalnya setiap bilangan tak nol mempunyai tepat satu pendahulu;
- jawaban atas pertanyaan "apakah tunggal?", yaitu tunggal sampai isomorfisme;
- definisi penjumlahan dan perkalian melalui rekursi, beserta bukti hukum-hukum penjumlahan.
Hasil-hasil ini menjadi landasan bagi konstruksi dan pada unit-unit berikutnya.
Status fondasional unit ini
Sebelum memberi definisi, kita perlu menegaskan apa yang diasumsikan dan apa yang dibuktikan. Unit ini tidak membangun dari ketiadaan. Unit ini juga tidak menurunkan seluruh aritmetika dari aksioma Peano tanpa prasyarat.
- kerja. Bab 7 bekerja dengan sebuah himpunan yang memuat , beserta penjumlahan , perkalian , dan urutan . Sifat-sifat dasarnya dipakai sebagai prasyarat. Himpunan ini kita sebut kerja, dan operasinya kita sebut operasi kerja. Di unit ini kita menetapkan pada kerja.
- Keberadaan diasumsikan. Keberadaan struktur yang memenuhi aksioma Peano diterima sebagai prasyarat. Membangun himpunan semacam itu di dalam teori himpunan memerlukan landasan tambahan, khususnya aksioma ketakhinggaan, beserta suatu konstruksi eksplisit. Unit ini tidak melakukan konstruksi tersebut.
- Teorema rekursi dipinjam. Bukti teorema rekursi di Unit 7.4 memakai fakta urutan dan aritmetika kerja yang dipinjam. Ketika memakainya di sini, kita mewarisi prasyarat tersebut.
- Operasi baru dibandingkan, bukan disusupkan. Penjumlahan dan perkalian akan didefinisikan ulang melalui rekursi dengan lambang baru dan . Hukum-hukum akan dibuktikan hanya dari aksioma Peano, rekursi, dan persamaan definisional. Operasi kerja tidak dipakai dalam bukti-bukti itu. Setelahnya, Proposisi 8.1.24 memeriksa bahwa operasi kerja memenuhi nilai dasar dan persamaan langkah yang sama, sehingga ketunggalan rekursi memberi dan . Dalam pembuktian hukum operasi baru, operasi kerja tidak dipakai; perbandingan eksplisit kedua operasi dilakukan pada Proposisi 8.1.24. Keberadaan solusi rekursi tetap mewarisi prasyarat aritmetika kerja dari Bab 7, seperti dijelaskan di atas.
Dengan demikian, unit ini menyajikan fondasi relatif. Unit ini menunjukkan bahwa struktur beserta teorema rekursi sudah menentukan penjumlahan dan perkalian secara tunggal, dan bahwa hukum penjumlahan mengikuti dari aksioma Peano. Unit ini tidak mendeduksi semuanya dari nol.
Sepanjang unit ini, setiap pernyataan diberi salah satu dari tiga status: definisi, dibuktikan, atau prasyarat dipinjam.
Aksioma Peano
Definisi 8.1.1 (Struktur Peano). Struktur Peano adalah tripel yang terdiri atas sebuah himpunan dan dua objek dan , yang memenuhi kelima syarat berikut.
- (P1) .
- (P2) adalah fungsi.
- (P3) , artinya tidak ada dengan .
- (P4) injektif: untuk semua , jika , maka .
- (P5) Induksi untuk semua subhimpunan. Untuk setiap , jika dan untuk setiap , maka .
Unsur disebut unsur awal, dan disebut penerus .
Untuk kita menulis . Tulisan selanjutnya hanya menjadi notasi informal bagi struktur ini. Tulisan itu bukan definisi.
Prasyarat 8.1.2 ( kerja adalah struktur Peano). [Prasyarat dipinjam.] Dengan , tripel memenuhi (P1)–(P5).
Sumber masing-masing syarat adalah sebagai berikut. (P1) dan (P2) berasal dari sifat kerja. (P3) menyatakan , dan (P4) menyatakan bahwa mengakibatkan ; keduanya fakta aritmetika kerja yang dipinjam. (P5) adalah prinsip induksi yang dipakai di Bab 7, dengan status yang sama seperti di bab tersebut.
Catatan 8.1.3 (Induksi semua subhimpunan versus skema orde pertama). Syarat (P5) mengkuantifikasi semua subhimpunan , yaitu semua unsur himpunan kuasa . Karena itu (P5) adalah satu pernyataan. Perumusan yang mengkuantifikasi subhimpunan seperti ini lazim disebut perumusan induksi orde kedua.
Ada perumusan lain yang lazim dalam logika, yaitu skema induksi orde pertama. Pertama dipilih sebuah bahasa orde pertama, misalnya dengan lambang dan , dan mungkin juga dan . Kemudian, untuk setiap formula dalam bahasa itu, diambil satu aksioma:
Skema ini adalah kumpulan aksioma, satu untuk tiap formula. Setiap aksiomanya hanya menjamin induksi bagi subhimpunan yang dapat didefinisikan oleh formula bahasa yang dipilih. Jadi skema ini membatasi himpunan yang boleh dipakai dalam induksi, sedangkan (P5) tidak.
Kedua perumusan tersebut tidak sinonim. Bukti-bukti di unit ini, khususnya Teorema 8.1.11, menerapkan (P5) pada himpunan yang didefinisikan melalui fungsi atau melalui struktur lain . Objek-objek itu bukan lambang bahasa orde pertama yang dipilih. Oleh sebab itu, klaim keunikan di bawah berlaku untuk struktur yang memenuhi (P5). Buku ini tidak menarik kesimpulan apa pun tentang keunikan struktur yang hanya memenuhi skema orde pertama.
Akibat langsung aksioma
Proposisi 8.1.4 (Pendahulu tunggal). [Dibuktikan.] Untuk setiap dengan , terdapat tepat satu yang memenuhi . Selain itu, tidak mempunyai pendahulu.
Strategi. Keberadaan pendahulu dibuktikan dengan menerapkan (P5) pada himpunan yang memuat dan semua penerus. Ketunggalannya diperoleh dari injektivitas.
Bukti. Bagian kedua tepat sama dengan (P3).
Keberadaan. Misalkan . Menurut definisi , . Jika , maka . Menurut (P5), . Jadi setiap berada dalam , sehingga ada dengan .
Ketunggalan. Jika , maka menurut (P4).
[Definisi.] Unsur tunggal tersebut disebut pendahulu . Perhatikan bahwa pendahulu didefinisikan setelah keberadaan dan ketunggalannya terbukti, tanpa memakai pengurangan.
Definisi 8.1.5. , , , , , dan .
Ketiga bilangan pertama saling berbeda:
- dan menurut (P3), karena .
- , sebab akan memberi menurut (P4), dan hal itu bertentangan dengan butir sebelumnya.
Proposisi 8.1.6 ( tidak mempunyai titik tetap). [Dibuktikan.] Untuk setiap , berlaku .
Bukti. Misalkan .
- Dasar. menurut (P3). Jadi .
- Langkah. Misalkan . Andaikan . Menurut (P4), , dan hal ini bertentangan dengan . Jadi .
Menurut (P5), .
Aksioma tidak menyediakan "unsur terakhir". Menurut (P2), setiap mempunyai penerus , dan menurut proposisi di atas, penerus itu berbeda dari . Lebih jauh, injektif tetapi tidak surjektif, karena .
Contoh 8.1.7 (Struktur yang gagal memenuhi aksioma). Pada setiap contoh berikut, huruf menyatakan objek yang saling berbeda.
- Hanya (P3) yang gagal. Ambil , , dan .
- (P1), (P2), dan (P4) berlaku.
- (P5) berlaku, karena setiap yang memuat sama dengan .
- (P3) gagal, karena .
- Hanya (P4) yang gagal. Ambil , , , dan .
- (P1) dan (P2) berlaku: , dan terdefinisi pada dan dengan nilai di .
- (P3) berlaku, karena .
- (P5) berlaku: jika dan tertutup, maka , sehingga .
- (P4) gagal, karena padahal .
- Hanya (P5) yang gagal. Ambil , , dan .
- (P1) dan (P2) berlaku: , dan untuk setiap .
- (P3) berlaku: akan memberi .
- (P4) berlaku: memberi dan , sehingga .
- (P5) gagal. Himpunan memuat dan tertutup terhadap . Namun , karena . Struktur ini memuat "salinan kedua" yang tidak pernah dicapai dari .
- Pemotongan berhingga gagal memenuhi (P2). Ambil , , , dan , tanpa nilai untuk . Maka bukan fungsi . Setiap pilihan nilai merusak syarat lain:
- melanggar (P3);
- melanggar (P4);
- juga melanggar (P4).
Rekursi dan keunikan sampai isomorfisme
Prasyarat 8.1.8 (Teorema rekursi, bagian keberadaan). [Prasyarat dipinjam dari Teorema 7.4.1.] Misalkan sebuah himpunan, , dan sebuah fungsi. Maka terdapat fungsi yang memenuhi
Bukti di Unit 7.4 memakai fakta urutan dan aritmetika kerja yang dipinjam. Bentuk di sini adalah kasus khusus Teorema 7.4.1 dengan fungsi langkah dan . Ketunggalan kita buktikan sendiri pada lema berikut.
Lema 8.1.9 (Ketunggalan solusi rekursi). [Dibuktikan.] Misalkan , , dan seperti pada Prasyarat 8.1.8. Jika keduanya memenuhi , , dan untuk semua , maka .
Bukti. Misalkan .
- Dasar. , sehingga .
- Langkah. Jika , maka
sehingga .
Menurut (P5), .
Definisi 8.1.10 (Homomorfisme dan isomorfisme). Misalkan dan tripel dengan himpunan, , dan .
- Fungsi disebut homomorfisme jika dan untuk semua .
- Homomorfisme yang bijektif disebut isomorfisme.
Jadi isomorfisme adalah bijeksi yang mempertahankan unsur awal dan penerus. Kasus terpenting di bawah adalah : fungsi adalah homomorfisme jika dan untuk semua .
Teorema 8.1.11 (Setiap struktur Peano isomorfik dengan ). [Dibuktikan, relatif terhadap Prasyarat 8.1.2 dan 8.1.8.] Misalkan sebuah struktur Peano. Maka:
- (a) terdapat tepat satu homomorfisme ;
- (b) surjektif;
- (c) injektif;
- (d) invers adalah homomorfisme dari ke , yaitu dan .
Akibatnya, adalah satu-satunya isomorfisme dari ke .
Strategi. Rekursi dilakukan hanya pada sebagai domain. Surjektivitas memakai (P5) pada . Injektivitas memakai induksi pada dengan pernyataan yang diperkuat "untuk setiap ". Kita tidak mengandaikan sejak awal bahwa kedua struktur isomorfik.
Bukti.
(a) Karena himpunan, , dan fungsi, Prasyarat 8.1.8 dengan , , dan memberi fungsi dengan dan . Jadi homomorfisme. Jika juga homomorfisme, maka dan adalah dua solusi rekursi yang sama, sehingga menurut Lema 8.1.9.
(b) Misalkan . Kita periksa kedua hipotesis (P5) pada .
- .
- Jika , tulis . Maka .
Karena memenuhi (P5), kita peroleh .
(c) Misalkan
Dasar: . Ambil dengan . Andaikan . Menurut Proposisi 8.1.4, untuk suatu . Maka , dan hal ini bertentangan dengan (P3) pada . Jadi .
Langkah. Misalkan , dan ambil dengan .
- Jika , maka . Ini bertentangan dengan (P3) pada . Jadi kasus ini tidak mungkin.
- Jika , tulis menurut Proposisi 8.1.4. Maka , sehingga menurut (P4) pada . Karena , kita peroleh . Jadi .
Dengan demikian . Menurut (P5) pada , , sehingga injektif.
(d) Dari (b) dan (c), bijektif. Karena , kita peroleh . Untuk , misalkan . Maka , sehingga .
Terakhir, setiap isomorfisme adalah homomorfisme. Menurut (a), setiap isomorfisme sama dengan .
Bagian (a) tidak memakai (P3)–(P5) pada . Untuk sebarang himpunan dengan dan , tetap ada tepat satu homomorfisme . Aksioma pada baru diperlukan untuk menjamin bijektivitas.
Akibat 8.1.12 (Dua struktur Peano sebarang). [Dibuktikan, relatif terhadap Prasyarat 8.1.2 dan 8.1.8.] Misalkan dan struktur Peano, dan isomorfisme dari Teorema 8.1.11. Maka adalah isomorfisme , dan merupakan satu-satunya homomorfisme . Khususnya, satu-satunya isomorfisme .
Bukti. bijektif sebagai komposisi dua bijeksi. Menurut Teorema 8.1.11(d),
dan
Jadi isomorfisme.
Untuk ketunggalan, misalkan homomorfisme. Maka adalah homomorfisme, karena
Menurut Teorema 8.1.11(a) untuk , . Karena bijektif, .
Contoh 8.1.13 (Struktur Peano yang bukan secara literal). Misalkan , , dan untuk . Kita periksa kelima aksioma.
- (P1) , sehingga .
- (P2) Untuk , berlaku menurut (P3) pada . Jadi .
- (P3) Jika , maka . Jadi .
- (P4) adalah pembatasan fungsi injektif , sehingga injektif.
- (P5) Misalkan memuat dan tertutup terhadap . Ambil . Maka . Selanjutnya, , dan untuk berlaku . Menurut (P5) pada , . Akibatnya , sehingga .
Ambil dengan kodomain . Fungsi ini terdefinisi sebagai fungsi , karena menurut (P3), sehingga untuk semua . Fungsi ini homomorfisme: dan . Menurut Teorema 8.1.11, homomorfisme tunggal ini adalah isomorfisme tunggal .
Struktur ini isomorfik dengan , tetapi himpunannya berbeda: , sedangkan . Unsur awalnya pun berbeda, yaitu .
Catatan 8.1.14 (Isomorfik tidak berarti sama). Teorema 8.1.11 dan Akibat 8.1.12 tidak menyatakan bahwa dua struktur Peano mempunyai himpunan yang sama. Keduanya menyatakan bahwa ada tepat satu cara mencocokkan unsur-unsurnya sehingga unsur awal dan operasi penerus terpelihara. Dua "pengkodean" yang berbeda di dalam teori himpunan dapat memuat unsur yang berlainan. Namun isomorfisme memindahkan unsur awal ke unsur awal dan penerus ke penerus. Karena itu, setiap konstruksi dalam unit ini yang hanya memakai unsur awal, penerus, dan rekursi dapat dipindahkan lewat isomorfisme. Itulah arti frasa "sampai isomorfisme", dan dalam arti inilah kita berbicara tentang "sang" himpunan bilangan asli.
Akibat 8.1.15 (Rekursi pada struktur Peano sebarang). [Dibuktikan, relatif terhadap Prasyarat 8.1.2 dan 8.1.8.] Misalkan struktur Peano, himpunan, , dan . Maka ada tepat satu dengan dan untuk semua .
Bukti.
Keberadaan. Misalkan fungsi dari Prasyarat 8.1.8, dan isomorfisme dari Teorema 8.1.11. Definisikan . Menurut Teorema 8.1.11(d),
dan
Ketunggalan. Misalkan dan keduanya memenuhi persamaan itu, dan misalkan . Maka , karena . Jika , maka
sehingga . Menurut (P5) pada , .
Lema 8.1.16 sampai Proposisi 8.1.23 di bawah hanya memakai (P1)–(P5), keberadaan solusi rekursi (Prasyarat 8.1.8), dan ketunggalannya (Lema 8.1.9). Karena Akibat 8.1.15 memberi keberadaan dan ketunggalan rekursi pada sebarang struktur Peano, definisi dan bukti itu dapat diulang pada struktur Peano mana pun, dengan dan menggantikan dan . Proposisi 8.1.24 membandingkan operasi baru dengan operasi kerja. Di luar rentang bukti 8.1.16–8.1.23, aritmetika kerja sudah muncul secara terbuka dalam definisi dan prasyarat 8.1.2 serta 8.1.8.
Penjumlahan dan perkalian melalui rekursi
Lema 8.1.16 (Keberadaan dan ketunggalan penjumlahan). [Dibuktikan.] Terdapat tepat satu fungsi sehingga, untuk setiap , fungsi memenuhi nilai awal dan persamaan langkah dengan .
Bukti.
Langkah 1: fungsi satu variabel. Untuk setiap , terapkan Prasyarat 8.1.8 dengan kodomain , nilai awal , dan . Kita peroleh fungsi dengan
Menurut Lema 8.1.9, fungsi ini tunggal.
Langkah 2: grafik dua variabel. Dengan aksioma pemisahan pada (Bab 3), bentuk
Himpunan kuasa juga berasal dari Bab 3. Di sini fungsi diidentifikasi dengan grafiknya karena domain dan kodomain telah ditetapkan. Sesuai konvensi Bab 5, data lengkap fungsi ditulis ; dalam himpunan kuasa di atas adalah komponen grafiknya.
Langkah 3: adalah grafik fungsi. Ambil .
- Ada keluaran. , dengan saksi .
- Keluaran tunggal. Misalkan dan di , dengan saksi dan . Keduanya solusi rekursi dengan dan , sehingga menurut Lema 8.1.9. Jadi .
Maka adalah grafik sebuah fungsi dengan . Fungsi ini memenuhi syarat lema. Jika juga memenuhinya, maka untuk tiap fungsi dan adalah dua solusi rekursi yang sama, sehingga keduanya sama menurut Lema 8.1.9. Jadi .
Definisi 8.1.17 (Penjumlahan). [Definisi.] adalah keluaran tunggal dari Lema 8.1.16, yaitu .
Persamaan berikut bersifat definisional, artinya langsung berasal dari konstruksi:
Sifat-sifat lain, termasuk , harus dibuktikan.
Contoh 8.1.18. Perhitungan hanya memakai (J1), (J2), dan Definisi 8.1.5:
Proposisi 8.1.19 (Hukum penjumlahan). [Dibuktikan dari (P1)–(P5), (J1), dan (J2) saja.] Untuk semua :
- (a) ;
- (b) ;
- (c) ;
- (d) komutatif: ;
- (e) asosiatif: ;
- (f) pembatalan: jika , maka ; jika , maka .
Strategi. Setiap butir kecuali (c) dibuktikan dengan induksi pada variabel kanan, karena (J1) dan (J2) hanya memberi informasi tentang argumen kanan. Variabel lain dibiarkan sebarang tetapi tetap. Artinya, untuk setiap pilihan variabel itu, kita membuktikan bahwa himpunan yang bersangkutan sama dengan .
Bukti.
(a) Misalkan .
- Dasar. menurut (J1).
- Langkah. Jika , maka .
Menurut (P5), .
(b) Tetapkan , dan misalkan .
- Dasar. Menurut (J1) dua kali, .
- Langkah. Jika , maka
Menurut (P5), .
(c) .
(d) Tetapkan , dan misalkan .
- Dasar. .
- Langkah. Jika , maka
Menurut (P5), .
(e) Tetapkan dan , dan misalkan .
- Dasar. .
- Langkah. Jika , maka
Menurut (P5), .
(f) Misalkan .
- Dasar. Jika , maka menurut (J1).
- Langkah. Misalkan dan . Menurut (J2), . Menurut (P4), . Karena , kita peroleh . Jadi .
Menurut (P5), . Pembatalan kiri mengikuti dari pembatalan kanan dan (d): jika , maka , sehingga .
Lema 8.1.20 (Keberadaan dan ketunggalan perkalian). [Dibuktikan.] Terdapat tepat satu fungsi sehingga, untuk setiap , fungsi memenuhi nilai awal dan persamaan langkah dengan , di mana .
Bukti.
Langkah 1: fungsi langkah. Untuk setiap , fungsi dengan terdefinisi baik: untuk setiap , pasangan berada di , dan memberinya tepat satu keluaran di .
Langkah 2: fungsi satu variabel. Prasyarat 8.1.8 dengan , , dan memberi fungsi dengan
Menurut Lema 8.1.9, fungsi ini tunggal.
Langkah 3: grafik dua variabel. Dengan pemisahan pada , bentuk
Langkah 4: adalah grafik fungsi. Ambil .
- Ada keluaran. , dengan saksi .
- Keluaran tunggal. Misalkan dan di , dengan saksi dan . Keduanya solusi rekursi dengan dan , sehingga menurut Lema 8.1.9. Jadi .
Maka adalah grafik sebuah fungsi dengan , dan memenuhi syarat lema. Jika juga memenuhinya, maka untuk tiap fungsi dan adalah dua solusi rekursi dengan dan , sehingga keduanya sama menurut Lema 8.1.9. Jadi .
Definisi 8.1.21 (Perkalian). [Definisi.] adalah keluaran tunggal dari Lema 8.1.20, yaitu . Persamaan definisionalnya adalah
Contoh 8.1.22. Perhitungan :
Langkah memakai Proposisi 8.1.19(a), bukan (J1). Jadi menurut Contoh 8.1.18.
Proposisi 8.1.23 (Sifat dasar perkalian). [Dibuktikan.] Untuk semua :
- (a) ;
- (b) ;
- (c) jika dan , maka .
Bukti.
(a) Misalkan .
- Dasar. menurut (K1).
- Langkah. Jika , maka .
Menurut (P5), .
(b) , dengan langkah terakhir menurut Proposisi 8.1.19(a).
(c) Menurut Proposisi 8.1.4, tulis dan . Maka
sehingga menurut (P3).
Perbandingan dengan operasi kerja
Proposisi 8.1.24 (Operasi baru sama dengan operasi kerja). [Dibuktikan dari Lema 8.1.9 dan prasyarat perbandingan di bawah.] Untuk semua berlaku dan .
Prasyarat perbandingan (dipinjam dari aritmetika kerja): ; ; ; . Selain itu, menurut definisi pada kerja.
Bukti.
Penjumlahan. Tetapkan . Fungsi memenuhi dan
Fungsi memenuhi nilai awal dan persamaan langkah yang sama, yaitu (J1) dan (J2), dengan . Menurut Lema 8.1.9, . Karena sebarang, untuk semua .
Perkalian. Sekarang tetapkan . Fungsi memenuhi dan
dengan kesamaan ketiga menurut bagian penjumlahan, diterapkan pada dan . Jadi dan adalah solusi rekursi yang sama dengan dan . Menurut Lema 8.1.9, . Karena sebarang, bagian perkalian terbukti.
Perhatikan arah logisnya. Keberadaan dan bersandar pada teorema rekursi beserta prasyaratnya. Hukum-hukum dalam Proposisi 8.1.19 dan 8.1.23 dibuktikan tanpa operasi kerja. Perbandingan eksplisit dengan operasi kerja dilakukan pada Proposisi 8.1.24; definisi dan prasyarat rekursi tetap membawa asumsi kerja yang telah dinyatakan. Mulai Unit 8.2 kita kembali menulis dan .
Catatan 8.1.25 (Rangkuman status untuk Unit 8.2).
| Pernyataan | Status |
|---|---|
| Keberadaan yang memenuhi (P1)–(P5) | prasyarat dipinjam (8.1.2) |
| Keberadaan solusi rekursi | prasyarat dipinjam dari Unit 7.4 (8.1.8) |
| Ketunggalan solusi rekursi; pendahulu tunggal; | dibuktikan (8.1.9, 8.1.4, 8.1.6) |
| Keunikan sampai isomorfisme | dibuktikan, relatif terhadap 8.1.2 dan 8.1.8 (8.1.11, 8.1.12) |
| identitas penjumlahan; komutatif, asosiatif, pembatalan penjumlahan | dibuktikan (8.1.19) |
| ; ; hasil kali dua bilangan tak nol tak nol | dibuktikan (8.1.21, 8.1.23); kesetaraan "positif" dengan "tak nol" termasuk pinjaman urutan |
| dan | dibuktikan, relatif terhadap prasyarat perbandingan (8.1.24) |
| Komutatif dan asosiatif perkalian; distributif; pembatalan perkalian oleh faktor tak nol | prasyarat dipinjam untuk 8.2 |
| Urutan diskret dengan jika dan hanya jika ada dengan | prasyarat dipinjam untuk 8.2 |
Satu akibat kecil dapat dibuktikan langsung: bilangan dengan tunggal. Jika , maka menurut Proposisi 8.1.24, sehingga menurut pembatalan kiri pada Proposisi 8.1.19(f).
Kesalahan umum
- Memakai elipsis sebagai definisi. Tulisan tidak menyingkirkan struktur seperti Contoh 8.1.7(3). Yang menyingkirkannya adalah (P5).
- Menyamakan (P5) dengan skema orde pertama. Skema hanya menjamin induksi untuk himpunan yang dapat didefinisikan dalam bahasa yang dipilih. Teorema 8.1.11 memakai (P5) untuk himpunan yang didefinisikan melalui dan .
- Mendefinisikan pendahulu sebagai . Pengurangan belum tersedia. Pendahulu diperoleh dari Proposisi 8.1.4.
- Melemahkan pernyataan induksi pada bukti injektivitas. Jika ditetapkan sejak awal, langkah induksi memerlukan hipotesis untuk pasangan dengan pendahulu , dan pasangan itu tidak tercakup. Karena itu pernyataan induksi memuat "untuk setiap ".
- Memakai komutativitas sebelum dibuktikan. Misalnya, menyimpulkan dari (J1). Persamaan (J1) hanya menyatakan .
- Menyimpulkan kesamaan dari isomorfisme. Contoh 8.1.13 isomorfik dengan , tetapi himpunannya berbeda.
- Mengira barisan yang dipotong masih memenuhi aksioma. Contoh 8.1.7(4) memperlihatkan bahwa memotong barisan memaksa pelanggaran (P2), dan setiap cara menutupnya melanggar (P3) atau (P4).
Latihan
Latihan 8.1.26. Buktikan bahwa setiap dengan dan dapat ditulis sebagai untuk tepat satu .
Latihan 8.1.27. Buktikan bahwa untuk semua .
Latihan 8.1.28. Untuk setiap tripel berikut, tentukan aksioma (P1)–(P5) mana yang berlaku dan mana yang gagal. Huruf saling berbeda.
- (a) , , , , .
- (b) , , .
- (c) , , .
Latihan 8.1.29. Misalkan , , dan untuk . Buktikan bahwa struktur Peano. Tentukan isomorfisme tunggal , lalu jelaskan mengapa isomorfisme itu bukan fungsi identitas dan mengapa .
Latihan 8.1.30. Misalkan bijeksi ke suatu himpunan . Definisikan dan . Buktikan bahwa struktur Peano dan isomorfisme.
Latihan 8.1.31. Tunjukkan di bagian mana bukti Teorema 8.1.11 menerapkan (P5) pada himpunan yang didefinisikan melalui atau . Jelaskan mengapa langkah itu tidak otomatis tersedia jika yang diasumsikan hanya skema induksi orde pertama.
Latihan 8.1.32. Hitung dan hanya dengan (J1), (J2), (K1), (K2), dan hasil yang sudah dibuktikan. Sebutkan dasar setiap langkah.
Latihan 8.1.33. Buktikan untuk semua :
- (a) jika , maka dan ;
- (b) jika , maka .
Latihan 8.1.34. Buktikan untuk semua tanpa memakai komutativitas perkalian.
Latihan 8.1.35. Misalkan sebarang fungsi dengan dan untuk semua . Buktikan bahwa untuk semua .
Pembahasan
Pembahasan Latihan 8.1.26.
Keberadaan. Karena , Proposisi 8.1.4 memberi yang tunggal dengan . Andaikan . Maka , dan ini bertentangan dengan hipotesis. Jadi , sehingga Proposisi 8.1.4 memberi dengan . Akibatnya .
Ketunggalan. Jika , maka (P4) memberi , lalu (P4) sekali lagi memberi .
Pembahasan Latihan 8.1.27. Misalkan .
- Dasar. , sehingga menurut (P3). Jadi .
- Langkah. Misalkan , dan andaikan . Menurut (P4), , dan ini bertentangan dengan . Jadi .
Menurut (P5), .
Pembahasan Latihan 8.1.28.
(a) (P1) dan (P2) berlaku. (P3) gagal karena . (P4) berlaku karena nilai , , dan saling berbeda. (P5) berlaku: jika memuat dan tertutup, maka dan , sehingga .
(b) (P1), (P2), dan (P4) berlaku. (P3) gagal karena . (P5) juga gagal. Himpunan memuat , karena . Himpunan itu tertutup terhadap , karena . Namun , sehingga .
(c) (P1) dan (P2) berlaku. (P3) berlaku karena tidak sama dengan . (P4) berlaku karena adalah komposisi dua fungsi injektif. (P5) gagal. Ambil . Maka , karena . Selanjutnya, akan memberi menurut (P4), dan ini bertentangan dengan (P3). Jadi untuk semua , sehingga tertutup terhadap . Namun , sehingga .
Pembahasan Latihan 8.1.29. Kita periksa kelima aksioma.
- (P1) dan menurut uraian setelah Definisi 8.1.5. Jadi .
- (P2) Ambil . Berlaku menurut (P3). Andaikan . Maka , padahal . Jadi .
- (P3) Andaikan . Maka . Jadi .
- (P4) adalah pembatasan fungsi injektif .
- (P5) Misalkan memuat dan tertutup terhadap . Ambil . Maka . Selanjutnya, , , dan untuk berlaku . Menurut (P5) pada , , sehingga dan .
Ambil . Fungsi ini berkodomain : menurut (P3), dan jika , maka (P4) memberi , bertentangan dengan (P3). Jadi . Fungsi ini homomorfisme: dan . Menurut Teorema 8.1.11, homomorfisme itu tunggal dan merupakan isomorfisme tunggal .
Fungsi bukan identitas, karena . Himpunan juga berbeda dari , karena tetapi . Kedua struktur isomorfik tetapi tidak sama secara literal.
Pembahasan Latihan 8.1.30. Kita periksa kelima aksioma.
- (P1) .
- (P2) adalah komposisi fungsi , , dan , sehingga .
- (P3) Andaikan . Maka . Karena injektif, , dan ini bertentangan dengan (P3) pada .
- (P4) adalah komposisi tiga fungsi injektif.
- (P5) Misalkan memuat dan tertutup terhadap . Ambil . Maka , karena . Jika , maka , sehingga . Menurut (P5) pada , . Akibatnya , dengan kesamaan pertama karena surjektif.
Terakhir, adalah homomorfisme bijektif: dan , seperti dihitung pada pemeriksaan (P5). Jadi isomorfisme.
Pembahasan Latihan 8.1.31. Ada dua tempat.
- Bukti surjektivitas, yaitu bagian (b), menerapkan (P5) pada untuk himpunan . Himpunan itu didefinisikan melalui , yang bukan lambang bahasa atas .
- Bukti injektivitas, yaitu bagian (c), menerapkan (P5) pada untuk himpunan . Himpunan itu didefinisikan melalui dan unsur-unsur , yang bukan lambang bahasa atas .
Skema orde pertama hanya menyediakan aksioma induksi untuk formula bahasa yang dipilih. Karena itu, tanpa (P5), kita tidak berhak menyimpulkan atau dari bukti ini.
Pembahasan ini hanya menunjukkan bahwa bukti di atas tidak berlaku dengan skema saja. Pembahasan ini tidak membuktikan atau membantah keunikan struktur yang hanya memenuhi skema.
Pembahasan Latihan 8.1.32.
Penjumlahan.
dengan menurut Contoh 8.1.18 dan menurut Definisi 8.1.5.
Perkalian. Pertama, menurut Proposisi 8.1.23(b). Kemudian
Selanjutnya,
Untuk :
dengan menurut Proposisi 8.1.19(c). Jadi , dan
Pembahasan Latihan 8.1.33.
(a) Andaikan . Tulis menurut Proposisi 8.1.4. Maka menurut (J2) dan (P3), dan ini bertentangan dengan hipotesis. Jadi . Akibatnya menurut (J1).
(b) Menurut (J1), . Pembatalan kiri pada Proposisi 8.1.19(f) memberi .
Pembahasan Latihan 8.1.34. Misalkan .
- Dasar. menurut (K1).
- Langkah. Jika , maka
dengan langkah terakhir menurut Proposisi 8.1.19(c).
Menurut (P5), .
Pembahasan Latihan 8.1.35. Tetapkan . Fungsi dan memenuhi nilai awal yang sama, yaitu . Keduanya juga memenuhi persamaan langkah yang sama dengan . Menurut Lema 8.1.9, kedua fungsi itu sama. Karena sebarang, .
Hal ini menegaskan bahwa (J1) dan (J2) menentukan penjumlahan secara tunggal. Argumen yang sama dipakai pada Proposisi 8.1.24.
Bacaan lanjut
- Gary Hardegree, Set Theory, Chapter 4, bagian 5, halaman tercetak 13–14. Sumber ini membahas nol, penerus, injektivitas penerus, dan induksi, serta membedakan skema induksi orde pertama dari perumusan orde kedua. https://courses.umass.edu/phil595s-gmh/extras/set%20theory/Set-Theory-Chap4.pdf
8.2 Perluasan Menuju Bilangan Bulat dan Rasional
A. Konstruksi bilangan bulat
Di dalam , persamaan tidak mempunyai penyelesaian. Pengurangan hanya bermakna di bila . Bagian ini membangun himpunan yang memuat salinan , dan di dalam setiap unsur mempunyai lawan terhadap penjumlahan. Bahan bangunannya hanya beserta penjumlahan, perkalian, dan urutannya.
Gagasannya adalah memandang pasangan sebagai catatan formal untuk " dikurangi ". Dua catatan dan seharusnya menyatakan bilangan yang sama bila . Kesamaan itu belum boleh ditulis, karena pengurangan belum tersedia. Namun ia dapat ditulis ulang tanpa pengurangan sebagai . Rumusan inilah yang dipakai sebagai definisi.
Sepanjang bagian ini, tiga tingkat objek dibedakan dengan tegas:
- pasangan wakil ;
- kelas , yaitu himpunan semua pasangan yang ekuivalen dengan ; kelas inilah unsur ;
- bilangan bulat dalam notasi lazim, seperti atau . Notasi ini baru dipakai setelah salinan di dalam diidentifikasi (Konvensi 8.2.19).
Setiap butir diberi salah satu dari tiga status:
- Definisi: objek atau notasi baru;
- Hasil: pernyataan yang dibuktikan di sini;
- Pinjaman: prasyarat yang dipakai tanpa diturunkan di bagian ini, dengan sumber statusnya disebut.
A.0 Hukum bilangan asli yang dipakai
Di sini adalah struktur Peano dari Unit 8.1. Penjumlahan dan perkalian di ditentukan oleh persamaan definisional
Ditulis dan untuk . Angka menyingkat . Kesamaan numerik seperti atau diperoleh dengan menerapkan persamaan definisional di atas sejumlah berhingga kali.
Dari 8.1 dipakai pula tiga fakta:
- aksioma untuk setiap ;
- hasil bahwa setiap berbentuk untuk suatu ;
- perhitungan definisional .
Dibuktikan pada Unit 8.1 (Proposisi 8.1.19, kemudian diidentifikasi dengan operasi kerja pada Proposisi 8.1.24). Untuk semua :
- (N1) ;
- (N2) ;
- (N3) ;
- (N4) jika , maka (pembatalan penjumlahan).
Pinjaman (hukum aritmetika dasar yang belum diturunkan). Untuk semua :
- (N5) ;
- (N6) ;
- (N7) ;
- (N8) urutan total: atau . Di sini didefinisikan sebagai "ada sehingga ".
Beberapa akibat langsung dari daftar ini juga dipakai:
- Distributivitas kanan diperoleh dari (N6) dan (N7).
- diperoleh dari (N6) dan .
- menurut (N3), sehingga menurut (N6).
Ditulis bila dan .
Konvensi penataan ulang. Karena (N1), (N2), dan (N5), tanda kurung dalam jumlah atau hasil kali di dihilangkan. Hasil kali tiga faktor ditulis .
Setiap penataan ulang suku di bawah melibatkan paling banyak delapan suku. Karena itu, setiap penataan ulang merupakan rantai berhingga penerapan (N1), (N2), (N5), dan (N6) yang dapat ditulis eksplisit. Penataan ulang itu hanya menggunakan hukum , tidak pernah hukum .
Hasil 8.2.1 (sifat urutan yang diturunkan). Untuk semua :
- (a) ; relasi refleksif, transitif, dan antisimetris;
- (b) jika dan hanya jika ; juga jika dan hanya jika ;
- (c) jika , maka ; selain itu jika dan hanya jika ;
- (d) jika dan , maka ;
- (e) jika , maka dan .
Strategi. Setiap ketaksamaan diterjemahkan menjadi persamaan . Persamaan itu lalu diolah dengan (N1) sampai (N4) dan aksioma Peano. Butir (e) dibuktikan lebih dahulu karena dipakai pada (a).
Bukti.
(e) Andaikan . Maka untuk suatu , sehingga , kontradiksi. Jadi , dan .
(a) Kita punya menurut (N3), jadi . Dari diperoleh .
Untuk transitivitas, misalkan dan . Maka menurut (N1), jadi .
Untuk antisimetri, misalkan dan . Maka
Menurut (N2), . Lalu (N4) memberi , sehingga menurut (e). Jadi .
(b) Misalkan , yaitu . Maka menurut (N1) dan (N2), jadi .
Sebaliknya, misalkan . Ruas kanan sama dengan , sehingga (N4) memberi .
Untuk versi tegas, (N4) memberi jika dan hanya jika . Pernyataan ini digabung dengan versi tak tegas.
(c) Jika , tulis ; jadi .
Misalkan dan tulis . Maka , sebab memberi . Tulis . Maka menurut (N1), sehingga .
Sebaliknya, misalkan . Maka . Seandainya , maka . Menurut (N2) dan (N4), , padahal ini mustahil. Jadi .
(d) Tulis dan . Maka
A.1 Relasi ekuivalensi pada
Definisi 8.2.2. Untuk , didefinisikan
Definisi ini hanya memakai penjumlahan dan kesamaan. Pengurangan tidak muncul.
Hasil 8.2.3. Relasi adalah relasi ekuivalensi pada .
Strategi. Refleksivitas dan simetri langsung mengikuti dari (N2). Untuk transitivitas, kedua persamaan dijumlahkan sehingga muncul suku bersama . Suku itu lalu dibatalkan dengan (N4).
Bukti.
Refleksif. karena menurut (N2).
Simetris. Misalkan . Dengan (N2) dua kali,
Jadi .
Transitif. Misalkan dan , yaitu dan . Maka
Keterangan langkahnya:
- langkah pertama dan kelima memakai (N1) dan (N2);
- langkah ketiga memakai (N1);
- langkah kedua dan keempat memakai kedua hipotesis.
Pembatalan dengan (N4) memberi , yaitu .
Definisi 8.2.4 (himpunan bilangan bulat). Untuk , tulis untuk kelas ekuivalensinya:
Untuk ditulis juga . Didefinisikan
Himpunan ini ada menurut aksioma pemisahan dan himpunan kuasa (Bab 3). Ia merupakan himpunan kuosien dalam arti Bab 4.
Definisi ini tidak memilih wakil untuk setiap kelas. Suatu kelas adalah himpunan semua wakilnya.
Pinjaman (Bab 4, hasil tentang kelas ekuivalensi). Untuk relasi ekuivalensi pada suatu himpunan berlaku tiga hal:
- setiap kelas tidak kosong, karena ;
- jika dan hanya jika ;
- jika dan suatu kelas, maka .
Hasil 8.2.5.
- (a) jika dan hanya jika .
- (b) untuk setiap .
- (c) Kelas tepat terdiri atas pasangan berkomponen sama: .
Bukti.
(a) Ini adalah hasil Bab 4 di atas, digabung dengan Definisi 8.2.2.
(b) menurut (N1) dan (N2); lalu terapkan (a).
(c) jika dan hanya jika , yaitu . Menurut (N3), ini setara dengan .
Contoh 8.2.6.
- (i) , karena . Menurut Hasil 8.2.5(b) dan (N2), untuk setiap . Jadi kelas ini memuat .
- (ii) Kelas nol mempunyai tak hingga banyak wakil, misalnya , , dan . Ketiganya merupakan wakil berbeda dari satu bilangan, bukan tiga bilangan.
- (iii) . Syarat kesamaannya adalah , padahal , , dan .
Pasangan dan adalah objek berbeda di , tetapi kelasnya sama. Akibatnya, setiap operasi atau relasi pada yang dirumuskan melalui wakil harus diperiksa bebas wakil terlebih dahulu.
A.2 Operasi yang bebas wakil
Hasil 8.2.7 (prinsip pendefinisian melalui wakil). Misalkan adalah fungsi yang memenuhi
Maka ada tepat satu fungsi dengan untuk semua .
Hal serupa berlaku untuk fungsi satu variabel yang memenuhi .
Bukti. Dengan pemisahan, bentuk
total. Ambil . Kelas dan tidak kosong, jadi ada dan . Maka .
Yang dipakai hanya keberadaan satu anggota untuk pasangan yang sedang ditinjau. Tidak ada fungsi pilihan atas semua kelas, sehingga aksioma pilihan tidak diperlukan.
fungsional. Misalkan dan di , dengan saksi dan . Karena , berlaku ; demikian pula . Hipotesis memberi . Karena dan , kita peroleh
Jadi adalah grafik suatu fungsi . Pasangan termasuk dengan saksi , sehingga .
Untuk ketunggalan, setiap pasangan kelas berbentuk . Karena itu, fungsi mana pun yang memenuhi rumus tersebut sama dengan .
Untuk kasus satu variabel, bentuk dengan separasi
Untuk setiap , ada karena kelas tidak kosong; pasangan berada dalam , sehingga grafik total. Jika dan mempunyai saksi , maka , sehingga dan . Jadi grafik bernilai tunggal. Fungsi bertipe memenuhi rumus . Setiap fungsi yang memenuhi rumus itu sama pada semua kelas , sehingga tunggal.
Hasil 8.2.8 (penjumlahan bebas wakil). Jika dan , maka .
Bukti. Hipotesisnya adalah dan . Maka
Langkah pertama dan ketiga adalah penataan ulang dengan (N1) dan (N2). Langkah kedua memakai hipotesis.
Hasil 8.2.9 (negasi bebas wakil). Jika , maka .
Bukti. Dari dan (N2) diperoleh
Ini tepat syarat .
Hasil 8.2.10 (perkalian bebas wakil). Untuk pasangan tulis
Dua pernyataan berlaku:
- (i) jika , maka untuk setiap ;
- (ii) jika , maka untuk setiap .
Akibatnya, jika dan , maka .
Strategi. Wakil diganti satu per satu. Pada setiap penggantian, suku-suku dikelompokkan agar faktor bersama (atau ) dapat dikeluarkan dengan distributivitas di . Hipotesis lalu dipakai di dalam kurung. Tidak ada pembatalan faktor.
Bukti.
(i) Hipotesisnya . Akibatnya juga . Harus ditunjukkan
Dengan (N1), (N2), dan distributivitas kanan di :
(ii) Hipotesisnya . Akibatnya juga . Harus ditunjukkan
Dengan (N1), (N2), dan (N7):
Akibat. Pernyataan (i) memberi . Pernyataan (ii), dengan di tempat , memberi . Transitivitas (Hasil 8.2.3) menggabungkan keduanya.
Definisi 8.2.11 (operasi dan konstanta di ). Menurut Hasil 8.2.7 sampai 8.2.10, ada operasi tunggal pada dengan
Didefinisikan pula
Lambang dan juxtaposisi di ruas kiri menyatakan operasi baru pada . Di dalam kurung siku, lambang yang sama menyatakan operasi . Jenis operand selalu menentukan maknanya: operand di ruas kiri berupa kelas, sedangkan operand di dalam kurung berupa bilangan asli.
Contoh 8.2.12.
(i) . Ambil wakil untuk "" dan untuk "". Maka . Karena , berlaku .
Dengan wakil lain, yaitu dan , diperoleh . Kelas ini juga sama dengan , karena . Wakil berbeda memberi kelas hasil yang sama, sesuai Hasil 8.2.8.
Penulisan , , dan untuk kelas-kelas ini baru sah setelah Konvensi 8.2.19.
(ii) Perkalian dengan wakil berbeda. Dengan wakil dan :
Dengan wakil dan :
Kedua kelas sama karena .
A.3 Hukum aritmetika
Dalam butir A.3 sampai A.6, , , dan adalah unsur sebarang . Wakilnya juga sebarang; ini sah karena semua operasi bebas wakil.
Hasil 8.2.13 (hukum penjumlahan). Untuk semua :
- (a) ;
- (b) ;
- (c) ;
- (d) ;
- (e) jika , maka (lawan aditif tunggal);
- (f) jika , maka .
Bukti.
(a) menurut (N2). Pasangan wakilnya sama persis.
(b) menurut (N1).
(c) dan menurut (N3).
(d) . Menurut (N2), kedua komponennya sama. Jadi kelas ini adalah menurut Hasil 8.2.5(c).
(e) Gunakan (b), (c), dan (d):
Langkah keempat memakai (a) dan hipotesis.
(f) Rantai berikut memakai berturut-turut (c), (d), (b), hipotesis, (b), (d), dan (c):
Hasil 8.2.14 (hukum perkalian dan distributivitas). Untuk semua :
- (a) ;
- (b) ;
- (c) ;
- (d) dan .
Bukti.
(a) dan . Menurut (N6), dan . Menurut (N6) dan (N2), . Jadi pasangan wakilnya sama.
(b) Dari , dengan distributivitas kanan dan (N5) di :
Dari , dengan (N7) dan (N5):
Komponen pertama kedua pasangan memuat suku yang sama, yaitu . Komponen kedua juga memuat suku yang sama, yaitu . Menurut (N1) dan (N2), kedua pasangan wakil sama, sehingga kelasnya sama.
(c) . Bentuk mengikuti dari (a).
(d) Kita punya . Menurut (N7):
Di pihak lain,
Kedua pasangan menjadi sama setelah suku tengahnya ditukar dengan (N1) dan (N2). Distributivitas kanan mengikuti dari (a):
Hasil 8.2.15. .
Bukti. Menurut Hasil 8.2.5(a), jika dan hanya jika , yaitu . Ini mustahil karena bukan penerus.
Hasil 8.2.13 sampai 8.2.15 menyatakan bahwa adalah ring komutatif dengan satuan dan . Setiap hukumnya telah diperiksa melalui wakil, bukan disimpulkan dari nama "ring".
Hasil 8.2.16 (akibat yang dipakai berulang). Untuk semua :
- (a) ;
- (b) ;
- (c) ;
- (d) ;
- (e) ;
- (f) .
Bukti.
(a) .
(b) , dan kelas ini sama dengan . Bentuk kedua diperoleh dari Hasil 8.2.14(a):
(c) Karena ,
(d) .
(e) .
(f) menurut (N2).
Definisi 8.2.17. Didefinisikan pengurangan untuk semua .
Pengurangan di adalah operasi total. Berbeda dengan , tidak diperlukan syarat bahwa pengurangnya tidak lebih besar.
A.4 Penyisipan ke dalam
Hasil 8.2.18. Fungsi dengan memenuhi:
- (a) injektif;
- (b) dan ;
- (c) dan ;
- (d) untuk setiap .
Bukti.
(a) Misalkan . Maka , sehingga menurut (N3).
(b) Untuk penjumlahan,
Untuk perkalian,
(c) Ini langsung dari definisi dan .
(d) .
Fungsi tidak surjektif. Misalnya, untuk setiap . Kesamaan itu berarti , yaitu , padahal .
Konvensi 8.2.19 (identifikasi). Mulai sekarang, unsur ditulis , sehingga dan menyatakan dan . Pernyataan "" berarti . Notasi menyatakan .
Kelas adalah himpunan pasangan; konstruksi ini tidak mengasumsikan bahwa kelas tersebut identik secara literal dengan kode himpunan bagi . Inklusi yang digunakan adalah identifikasi melalui .
Identifikasi ini sah karena Hasil 8.2.18 menjamin bahwa injektif serta mempertahankan , , penjumlahan, dan perkalian. Hasil 8.2.27 akan menambahkan bahwa juga mempertahankan urutan. Hasil 8.2.18(d) membenarkan bacaan intuitif .
A.5 Bentuk bertanda, tanpa pembagi nol, dan pembatalan
Hasil 8.2.20 (bentuk bertanda).
-
(a) Untuk setiap ada , mungkin , dengan atau .
-
(b) Untuk setiap , tepat satu dari tiga hal berikut berlaku:
- untuk suatu dengan ;
- ;
- untuk suatu dengan .
Bilangan dalam kasus pertama atau ketiga tunggal.
-
(c) Akibatnya, , dan kedua bagian beririsan tepat di .
Strategi. Keberadaan bentuk diperoleh dari totalitas (N8). Ketunggalannya diperoleh dari kriteria kesamaan kelas (Hasil 8.2.5(a)).
Bukti.
(a) Misalkan . Menurut (N8), atau .
- Jika , tulis . Maka karena , sehingga .
- Jika , tulis . Maka karena , sehingga .
(b) Keberadaan. Menurut (a), atau . Jika , kedua bentuk sama dengan . Jika , kita berada pada kasus pertama atau ketiga.
Ketunggalan. Tiga kesamaan berikut diperiksa dengan Hasil 8.2.5(a):
- berarti , jadi ;
- berarti , jadi ;
- berarti , jadi menurut Hasil 8.2.1(e).
Kesamaan pertama dan kedua menunjukkan bahwa tunggal. Kesamaan ketiga, bersama kasus atau pada dua kesamaan pertama, menunjukkan bahwa ketiga kasus saling lepas.
(c) Menurut (a) dan Konvensi 8.2.19, setiap sama dengan atau untuk suatu . Jika suatu unsur termasuk kedua bagian, maka untuk suatu . Menurut butir ketiga ketunggalan, , sehingga unsur itu adalah .
Bentuk bertanda memberi wakil kanonik atau bagi setiap kelas. Aksioma pilihan tidak diperlukan, karena wakil itu ditentukan secara tunggal. Namun wakil kanonik ini adalah hasil yang baru diperoleh di sini. Ia tidak dipakai untuk mendefinisikan operasi; operasi telah didefinisikan sebelumnya untuk wakil sebarang.
Hasil 8.2.21 (aturan tanda dan ketiadaan pembagi nol). Untuk :
Akibatnya, untuk , jika maka atau .
Bukti. Keempat rumus dihitung dari definisi perkalian, dengan dan (N3):
Sekarang misalkan . Menurut Hasil 8.2.20(a), tulis atau , dan atau , dengan yang boleh bernilai .
Dalam keempat kasus, berbentuk atau . Menurut Hasil 8.2.5(a), kedua kelas itu sama dengan jika dan hanya jika . Jadi .
Menurut kontraposisi Hasil 8.2.1(d), atau . Karena itu atau .
Hasil 8.2.22 (pembatalan perkalian). Jika , , dan , maka .
Bukti. Menurut Hasil 8.2.14(d), 8.2.16(b), dan 8.2.13(d),
Karena , Hasil 8.2.21 memberi . Dengan Hasil 8.2.13(c), (a), (d), dan (b),
Hipotesis tidak dapat dihapus: , padahal .
Bagian B memerlukan hasil ini untuk membuktikan transitivitas relasi pecahan. Karena hasil ini dibuktikan di , ia tidak bergantung pada konstruksi .
Contoh 8.2.23.
(i) Menurut aturan tanda keempat,
Perhitungan yang sama dengan wakil lain sudah diberikan pada Contoh 8.2.12(ii).
(ii) Kasus nol. Untuk sebarang,
Kedua komponennya sama, sehingga kelas ini adalah menurut Hasil 8.2.5(c). Ini sesuai Hasil 8.2.16(a), meskipun wakil nol yang dipakai adalah . Juga .
A.6 Urutan pada
Definisi 8.2.24. Didefinisikan
Ditulis bila dan .
Hasil 8.2.25 (bebas wakil). Misalkan dan . Jika , maka .
Karena simetris, implikasi sebaliknya juga berlaku. Jadi Definisi 8.2.24 menentukan relasi pada , bukan sekadar relasi pada pasangan wakil.
Bukti. Hipotesisnya dan . Tambahkan pada kedua ruas. Menurut Hasil 8.2.1(b),
Ruas kiri ditata ulang dengan (N1) dan (N2), lalu hipotesis dipakai:
Ruas kanan diolah dengan cara yang sama:
Jadi . Arah kebalikan Hasil 8.2.1(b) membatalkan , sehingga .
Hasil 8.2.26. Relasi adalah urutan total pada , yaitu refleksif, antisimetris, transitif, dan setiap dua unsur dapat dibandingkan.
Bukti.
Refleksif. karena .
Antisimetris. Dari dan , antisimetri di memberi . Jadi .
Transitif. Misalkan dan . Tambahkan pada ketaksamaan pertama, dan pada ketaksamaan kedua. Menurut Hasil 8.2.1(b),
Transitivitas di dan penataan ulang memberi . Pembatalan dengan Hasil 8.2.1(b) memberi , yaitu .
Total. Menurut (N8), atau . Ini berarti atau .
Hasil 8.2.27 (kompatibilitas dengan penjumlahan; penyisipan mempertahankan urutan). Untuk semua dan :
- (a) jika dan hanya jika ; demikian pula untuk ;
- (b) jika dan hanya jika ; demikian pula untuk ;
- (c) jika dan hanya jika .
Bukti.
(a) Kita punya dan . Dengan (N1) dan (N2),
Menurut Hasil 8.2.1(b), jika dan hanya jika .
Untuk versi tegas, Hasil 8.2.13(f) dan substitusi memberi jika dan hanya jika .
(b) Terapkan (a) dengan . Ruas kiri menjadi , dan ruas kanan menjadi .
(c) jika dan hanya jika , yaitu .
Menurut Hasil 8.2.27(c), urutan yang dibatasi pada salinan sama dengan urutan . Karena itu, mulai sekarang indeks pada dan dihilangkan.
Hasil 8.2.28 (unsur positif dan nonnegatif). Untuk :
- (a) jika dan hanya jika , jika dan hanya jika untuk suatu . Jadi tepat sama dengan salinan .
- (b) jika dan hanya jika dengan .
- (c) jika dan hanya jika dengan .
- (d) Untuk setiap , tepat satu dari , , dan berlaku.
Bukti.
(a) jika dan hanya jika , yaitu .
Jika , maka , seperti pada bukti Hasil 8.2.20(a). Sebaliknya, berarti , dan ini benar menurut Hasil 8.2.1(a).
(b) Untuk arah maju, (a) memberi . Karena , haruslah .
Untuk arah balik, (a) memberi . Selain itu, karena .
(c) jika dan hanya jika , yaitu . Jika , maka . Selebihnya serupa dengan (b).
(d) Ini mengikuti dari (b), (c), dan Hasil 8.2.20(b).
Hasil 8.2.29 (perkalian dan urutan). Untuk :
- (a) jika dan , maka ;
- (b) jika dan , maka ;
- (c) jika dan , maka ;
- (d) jika dan , maka ;
- (e) jika , maka jika dan hanya jika , dan jika dan hanya jika .
Bukti.
(a) dan (b): Menurut Hasil 8.2.28(a), tulis dan . Maka menurut Hasil 8.2.21, sehingga . Jika dan , maka menurut Hasil 8.2.1(d), sehingga .
(c) Menurut Hasil 8.2.27(b), . Distributivitas dan Hasil 8.2.16(b) memberi
Menurut (b), . Menurut Hasil 8.2.27(b), ini berarti .
(d) Dengan cara yang sama, dan . Maka (a) memberi , sehingga menurut Hasil 8.2.27(b).
(e) Arah maju adalah (c), dengan , dan (d).
Untuk arah balik versi tegas, misalkan tetapi bukan . Menurut totalitas (Hasil 8.2.26), . Maka (c) memberi . Bersama , antisimetri memberi , bertentangan dengan .
Untuk arah balik versi tak tegas, misalkan tetapi bukan . Menurut totalitas, , dan karena . Jadi , sehingga (d) memberi . Bersama , antisimetri memberi , bertentangan dengan .
Hasil 8.2.30 (kediskretan). Untuk , jika dan hanya jika . Khususnya:
- jika , maka ;
- tidak ada dengan .
Bukti.
() Misalkan . Rantai berikut memberi :
- menurut Hasil 8.2.27(b), ;
- menurut Hasil 8.2.28(b), dengan ;
- menurut Hasil 8.2.1(c), di ;
- menurut Hasil 8.2.27(c), di .
Tambahkan pada kedua ruas (Hasil 8.2.27(a)). Dengan Hasil 8.2.13,
Jadi . Langkah 4 sekaligus membuktikan akibat pertama.
() Pertama, . Ini berlaku karena dan di , sehingga Hasil 8.2.28(b) dapat diterapkan.
Tambahkan pada kedua ruas (Hasil 8.2.27(a)); diperoleh . Bersama , transitivitas memberi .
Seandainya , maka . Penambahan memberi . Bersama , antisimetri memberi , bertentangan dengan Hasil 8.2.15. Jadi .
Akibat kedua. Misalkan dan . Arah () memberi , yaitu . Bersama , antisimetri memberi , bertentangan dengan .
Contoh 8.2.31.
(i) . Syarat adalah , dan ini benar. Kedua kelas berbeda menurut Hasil 8.2.20(b).
Dengan wakil lain, yaitu dan , syaratnya menjadi , yaitu . Ini juga benar, sesuai Hasil 8.2.25. Di sini karena .
(ii) Selisih
sesuai Hasil 8.2.30.
A.7 Kesalahan umum
- Mendefinisikan dengan . Pengurangan di tidak terdefinisi untuk semua pasangan, padahal justru dibangun untuk memberinya makna. Definisi semacam itu melingkar.
- Menganggap pasangan sebagai bilangan bulat. Pasangan dan berbeda, tetapi bilangan bulatnya sama. Setiap rumus yang memakai wakil harus diperiksa bebas wakil (lihat Latihan 8.2.35).
- Menyebut pemeriksaan wakil "jelas". Bebas wakil untuk perkalian memerlukan pengelompokan suku dan distributivitas (Hasil 8.2.10). Langkah itu tidak boleh dilewati.
- Memakai hukum untuk membuktikan dirinya. Bukti asosiativitas atau distributivitas hanya boleh memakai (N1) sampai (N8), bukan "karena ring".
- Membatalkan faktor di terlalu dini. Pembatalan baru tersedia setelah Hasil 8.2.22, dan hanya untuk .
- Membaca secara literal. Bilangan tidak diasumsikan identik secara literal dengan kelas . Inklusinya adalah identifikasi melalui .
A.8 Latihan
Tingkat latihan:
- dasar: 8.2.32, 8.2.33, 8.2.35, 8.2.39;
- menengah: 8.2.34, 8.2.36, 8.2.38, 8.2.40;
- lanjut: 8.2.37.
Latihan 8.2.32 (dasar).
- (a) Tunjukkan bahwa , , dan mewakili bilangan bulat yang sama, sedangkan tidak. Tentukan bentuk bertanda masing-masing.
- (b) Buktikan bahwa .
Pembahasan.
(a) Periksa setiap pasangan dengan Definisi 8.2.2:
- karena .
- karena .
- , karena , , dan .
Bentuk bertanda tiga pasangan pertama adalah . Untuk , bentuk bertandanya , karena .
(b) Menurut Definisi 8.2.2, jika dan hanya jika . Karena , (N1) memberi
Jadi syarat itu menjadi . Menurut (N4) dan substitusi, ini setara dengan .
Latihan 8.2.33 (dasar; perhitungan dengan dua wakil). Hitung dan memakai wakil atau untuk , serta atau untuk . Periksa bahwa hasilnya sama.
Pembahasan. Pertama, pastikan wakil-wakilnya sah:
- karena ;
- karena .
Perkalian dengan wakil pertama:
Perkalian dengan wakil kedua:
Kedua kelas sama karena . Hasilnya .
Penjumlahan dengan wakil pertama memberi . Dengan wakil kedua, . Kedua kelas sama karena . Hasilnya .
Latihan 8.2.34 (menengah; aljabar pengurangan). Buktikan bahwa untuk semua berlaku:
- (a) ;
- (b) jika dan hanya jika ;
- (c) .
Pembahasan.
(a) Dengan Hasil 8.2.13(b), (a), (d), dan (c):
(b) Jika , bukti Hasil 8.2.22 sesudah langkah memberi . Sebaliknya, jika , maka menurut Hasil 8.2.13(d).
(c) Menurut Hasil 8.2.16(e) dan (d),
Langkah terakhir memakai Hasil 8.2.13(a).
Latihan 8.2.35 (dasar; rumus yang tidak bebas wakil).
- (a) Tunjukkan bahwa "" tidak mendefinisikan operasi pada .
- (b) Tunjukkan bahwa " jika " tidak mendefinisikan relasi pada .
Pembahasan.
(a) karena . Ambil operand kedua :
- wakil menghasilkan ;
- wakil menghasilkan .
Kedua hasil tidak ekuivalen, karena dan , padahal . Jadi satu pasangan kelas mendapat dua keluaran berbeda, dan syarat Hasil 8.2.7 gagal.
(b) . Ambil pembanding :
- wakil memberi , dan ini benar;
- wakil memberi , dan ini salah.
Untuk melihat bahwa salah, perhatikan bahwa , karena . Jika juga , antisimetri memberi . Menurut (N2) dan (N4), , padahal ini mustahil.
Latihan 8.2.36 (menengah; urutan). Buktikan:
- (a) jika , maka ;
- (b) , dengan kesamaan jika dan hanya jika ;
- (c) .
Pembahasan.
(a) Tambahkan pada kedua ruas (Hasil 8.2.27(a), versi tegas). Menurut Hasil 8.2.13:
- ;
- .
Jadi .
(b) Menurut Hasil 8.2.20(a), atau dengan , mungkin . Dalam kedua kasus, Hasil 8.2.21 memberi . Kelas ini menurut Hasil 8.2.28(a).
Untuk kasus kesamaan, jika dan hanya jika . Jika , maka menurut persamaan definisional. Sebaliknya, jika , maka menurut kontraposisi Hasil 8.2.1(d). Akhirnya, jika dan hanya jika .
(c) dengan di , jadi menurut Hasil 8.2.28(b). Selain itu , jadi menurut Hasil 8.2.28(c).
Latihan 8.2.37 (lanjut; satuan ). Buktikan bahwa jika , maka atau .
Pembahasan. Pertama, . Jika , maka menurut Hasil 8.2.14(a), 8.2.16(a), dan 8.2.15. Dengan cara yang sama, .
Kasus .
Andaikan . Hasil 8.2.29(d) memberi
Karena , diperoleh . Bersama (Latihan 8.2.36(c)), antisimetri memberi , bertentangan dengan Hasil 8.2.15. Jadi bukan . Karena , Hasil 8.2.28(d) memberi .
Menurut Hasil 8.2.30 dengan di tempat , diperoleh dan .
Andaikan . Maka . Hasil 8.2.30 memberi . Di sini , karena di .
Karena , Hasil 8.2.29(c) memberi . Menurut Hasil 8.2.14(d) dan (c),
Selanjutnya, dari , Hasil 8.2.27(a) memberi dua ketaksamaan:
- , dengan menambahkan ;
- , dengan menambahkan .
Karena , transitivitas memberi . Jadi .
Di pihak lain, menambahkan pada memberi . Antisimetri lalu memberi , bertentangan dengan . Karena itu , dan .
Kasus . Menurut Latihan 8.2.36(a), . Karena , diperoleh .
Menurut Hasil 8.2.16(f), . Kasus pertama, dengan dan di tempat dan , memberi . Menurut Hasil 8.2.16(d), dan .
Hasil 8.2.28(d) menjamin bahwa kedua kasus ini, bersama , mencakup semua kemungkinan.
Latihan 8.2.38 (menengah; salinan yang keliru). Misalkan dengan . Tunjukkan bahwa injektif dan , tetapi tidak mempertahankan perkalian. Jelaskan mengapa tidak boleh dipakai untuk mengidentifikasi di dalam .
Pembahasan.
- Injektif. memberi , jadi .
- Penjumlahan. .
- Perkalian. Kita punya
sedangkan . Kedua kelas berbeda: syarat kesamaannya , padahal .
Identifikasi menuntut semua struktur dipertahankan: , , penjumlahan, perkalian, dan urutan. Penyisipan memenuhi semuanya (Hasil 8.2.18 dan 8.2.27(c)), sedangkan tidak.
Latihan 8.2.39 (dasar; relasi yang gagal). Tunjukkan bahwa relasi " jika " bukan relasi ekuivalensi.
Pembahasan.
Tidak refleksif. , karena syaratnya , padahal .
Tidak transitif. dan , karena . Namun .
Relasi ini simetris, karena setara dengan . Jadi simetri saja tidak menjamin relasi ekuivalensi. Rumus yang benar membandingkan secara silang, , bukan .
Latihan 8.2.40 (menengah; pembatalan).
- (a) Buktikan pembatalan penjumlahan hanya dari definisi pada wakil, tanpa Hasil 8.2.13.
- (b) Periksa melalui wakil bahwa , padahal . Jelaskan mengapa ini tidak bertentangan dengan Hasil 8.2.22.
Pembahasan.
(a) Hipotesisnya adalah , yaitu
Penataan ulang dengan (N1) dan (N2) memberi
Pembatalan dengan (N4) memberi , yaitu .
(b) Hitung kedua hasil kali:
Menurut Hasil 8.2.5(c), keduanya sama dengan .
Di pihak lain, . Syarat kesamaannya adalah , padahal : jika , maka (N2) dan (N4) memberi , mustahil.
Hal ini tidak bertentangan dengan Hasil 8.2.22. Menurut Hasil 8.2.5(c), , sehingga hipotesis tidak terpenuhi. Wakil hanya menyamarkan fakta bahwa faktornya adalah nol. Bukti Hasil 8.2.22 gagal tepat pada langkah .
A.9 Prasyarat yang telah terbukti untuk bagian B
Bagian B, yaitu konstruksi , dapat memakai fakta-fakta berikut tentang . Semuanya telah dibuktikan dari prasyarat Peano, persamaan definisional, serta hukum (N1) sampai (N8) dalam A.0 dan hasil kuosien Bab 4. Pinjaman pada A.0 tetap dinyatakan terbuka.
- Struktur ring. adalah ring komutatif dengan satuan, dan (Hasil 8.2.13 sampai 8.2.15). Selain itu berlaku dan (Hasil 8.2.16(a)–(b)).
- Sifat negasi. , , dan (Hasil 8.2.16(d)–(f)).
- Tanpa pembagi nol. Dari diperoleh atau . Jadi hasil kali dua penyebut tak nol tetap tak nol (Hasil 8.2.21).
- Pembatalan perkalian. Jika dan , maka (Hasil 8.2.22).
- Penyisipan . Fungsi injektif dan mempertahankan , , , , dan . Salinan tepat sama dengan (Hasil 8.2.18, 8.2.27(c), dan 8.2.28(a)).
- Bentuk bertanda dan trikotomi (Hasil 8.2.20 dan 8.2.28(d)).
- Urutan. Urutan total dan kompatibel dengan penjumlahan (Hasil 8.2.26 dan 8.2.27).
- Perkalian dan urutan. Hasil kali dua bilangan positif adalah positif. Perkalian dengan bilangan nonnegatif mempertahankan urutan (Hasil 8.2.29(a)–(d)).
- Pembatalan faktor positif. Jika , perkalian dengan mempertahankan sekaligus mencerminkan dan (Hasil 8.2.29(e)). Fakta ini diperlukan untuk membuktikan bahwa urutan bebas wakil.
- Kediskretan. Jika , maka . Tidak ada bilangan bulat di antara dan (Hasil 8.2.30).
B. Konstruksi bilangan rasional
Di , persamaan dengan umumnya tidak mempunyai penyelesaian. Misalnya, tidak mempunyai penyelesaian di . Bagian ini membangun himpunan yang memuat salinan . Di , setiap unsur bukan nol mempunyai invers perkalian.
Gagasannya sama dengan Bagian A. Sebuah "pecahan" mula-mula dicatat sebagai pasangan , yaitu pembilang dan penyebut. Pasangan-pasangan yang seharusnya menyatakan bilangan yang sama dikumpulkan dalam satu kelas ekuivalensi. Pasangan itu sendiri belum merupakan bilangan; yang menjadi bilangan adalah kelasnya.
Status prasyarat. Bagian ini memakai tiga jenis bahan, dan ketiganya dibedakan dengan tegas.
-
Hasil yang telah dibuktikan di Bagian A.
- Fungsi pada kelas ditentukan melalui grafik berpembatas, tanpa aksioma pilihan (8.2.7).
- adalah ring komutatif berunit dengan , dan invers tambahnya tunggal (8.2.13–15).
- Aturan tanda: , , , (8.2.16).
- Pengurangan di : (8.2.17).
- Embedding . Setiap integer tepat satu dari positif, nol, atau negatif, dan integer negatif berbentuk dengan (8.2.18–20).
- Ketiadaan pembagi nol: atau (8.2.21).
- Pembatalan faktor bukan nol: dan (8.2.22).
- Urutan total . Translasi mempertahankan dan mencerminkan , dan mempertahankan serta mencerminkan urutan (8.2.24–28).
- Hasil kali dua bilangan positif adalah positif. Jika , maka (8.2.29).
- Tidak ada integer di antara dan (8.2.30).
Hasil-hasil Bagian A bergantung pada hukum yang sebagian dipinjam (N5–N8). Status pinjaman itu diwarisi oleh semua yang dibangun di sini.
-
Bahan teori himpunan. Bahan ini meliputi pemisahan dan himpunan kuasa (Bab 3), kelas ekuivalensi dan himpunan kuosien (Bab 4), serta fungsi sebagai grafik (Bab 5). Dari Bab 4 dipakai dua fakta: jika dan hanya jika , dan dua kelas yang memuat unsur-unsur yang saling berelasi adalah sama.
-
Definisi dan hasil baru. Semua hukum aritmetika dibuktikan di bawah dengan menghitung di . Tidak ada hukum yang dipakai untuk membuktikan dirinya sendiri.
Bagian ini tidak memakai aksioma pilihan.
Pasangan pecahan dan relasi kesamaan
Definisi 8.2.41 (pasangan pecahan). Didefinisikan
Himpunan diperoleh dengan pemisahan dari , sehingga . Pada didefinisikan relasi
Penyebut nol tidak dilarang belakangan; penyebut nol sudah dikecualikan sejak dibentuk. Akibatnya, setiap pernyataan tentang membawa hipotesis .
Teorema 8.2.42. Relasi adalah relasi ekuivalensi pada .
Strategi. Refleksivitas dan simetri hanya memerlukan komutativitas perkalian di . Transitivitas memerlukan pembatalan, dan faktor yang dibatalkan harus dijamin bukan nol. Faktor itu adalah penyebut tengah .
Bukti. Ambil . Jadi .
Refleksif. Karena perkalian di komutatif, . Jadi .
Simetris. Andaikan . Maka , sehingga .
Transitif. Andaikan dan . Dengan asosiativitas dan komutativitas perkalian di ,
Karena , pembatalan 8.2.22 menghasilkan . Jadi .
Catatan tentang faktor yang dibatalkan. Dari dan , orang mudah tergoda untuk "membagi dengan ". Langkah itu tidak sah, karena boleh nol, dan bukti di atas tidak memerlukannya. Kasus tetap tercakup: dengan memberi menurut 8.2.21; dengan cara yang sama, memberi . Jadi , sesuai dengan bukti umum.
Contoh 8.2.43 (mengapa penyebut nol dikecualikan). Andaikan relasi yang sama dipakai pada seluruh . Maka:
- berelasi dengan , karena ;
- berelasi dengan , karena ;
- tetapi tidak berelasi dengan , karena .
Jadi transitivitas gagal. Di titik inilah bukti 8.2.42 memerlukan .
Definisi 8.2.44 (bilangan rasional). Untuk , tulis
Setiap kelas adalah subhimpunan , sehingga diperoleh dengan pemisahan dari himpunan kuasa . Unsur disebut bilangan rasional.
Mulai sekarang ditulis
Garis pecahan di sini adalah nama kelas, bukan pembagian di ; di tidak tersedia operasi pembagian yang menghasilkan integer untuk setiap pembilang dan setiap penyebut bukan nol. Notasi ini juga berbeda dari di Bagian A, yang menyatakan kelas pasangan bilangan asli. Menurut Bab 4,
Karena relasinya refleksif, .
Lema 8.2.45 (mengganti wakil). Misalkan .
- (a) Jika dan , maka dan .
- (b) dan .
- (c) Setiap bilangan rasional mempunyai wakil dengan penyebut positif.
Bukti.
(a) Karena dan , berlaku menurut 8.2.21. Dengan asosiativitas dan komutativitas, . Jadi (K) berlaku.
(b) Kita tunjukkan dulu . Berlaku , karena dan invers tambah tunggal (8.2.13–15). Jadi, jika , maka , suatu kontradiksi. Selanjutnya, menurut 8.2.16, , sehingga (K) berlaku.
(c) Ambil sebarang . Jika , tidak ada yang perlu dilakukan. Jika tidak, maka negatif karena . Menurut 8.2.20, untuk suatu . Maka (8.2.16), dan menurut (b), .
Contoh 8.2.46.
(i) . Berlaku dan . Menurut (K), ketiga kelas itu sama.
(ii) Wakil berbeda tidak berarti bilangan berbeda. Sebagai unsur , pasangan dan berbeda karena komponen pertamanya berbeda. Namun keduanya anggota kelas yang sama, sehingga menyatakan satu bilangan rasional. Pertanyaan "apakah dua pecahan sama" selalu dijawab dengan (K), bukan dengan membandingkan komponen.
(iii) Kelas nol. Untuk sebarang berlaku , sehingga . Jadi . Ketiga pasangan , , dan adalah wakil berbeda dari kelas nol yang sama.
Lema 8.2.47 (kelas nol). Untuk :
- (a) jika dan hanya jika ;
- (b) jika , maka .
Dengan kata lain, sifat "pembilang nol" tidak bergantung pada wakil.
Bukti.
(a) Menurut (K), jika dan hanya jika . Karena dan (8.2.13–16), syarat ini setara dengan .
(b) Andaikan .
- Jika , maka . Karena , 8.2.21 memberi .
- Jika , maka . Karena , diperoleh .
Operasi pada wakil dan ketidakbergantungan pada wakil
Definisi 8.2.48 (operasi pada wakil). Untuk didefinisikan
Domain. Karena dan , menurut 8.2.21 berlaku . Jadi dan memetakan ke . Penyebut adalah , sehingga memetakan ke .
Lema 8.2.49 (kompatibilitas). Misalkan dan , yaitu
Maka
- ,
- , dan
- .
Strategi. Untuk setiap operasi, periksa (K) pada kedua pasangan hasil. Ruas kiri disusun ulang sampai faktor dan muncul, lalu kedua hipotesis disubstitusikan.
Bukti. Semua perhitungan berlangsung di dan hanya memakai 8.2.13–16.
Jumlah. Harus ditunjukkan .
Produk. Harus ditunjukkan .
Negasi. Harus ditunjukkan . Menurut 8.2.16,
Teorema 8.2.50 (operasi pada ). Terdapat fungsi tunggal
sehingga untuk semua :
Strategi. Rumus di atas baru menjadi definisi yang sah jika hasilnya hanya bergantung pada kelas, bukan pada wakil yang ditulis. Hal ini dijamin oleh Lema 8.2.49. Fungsi kemudian direalisasikan sebagai grafik yang dibentuk dengan pemisahan, mengikuti pola 8.2.7.
Bukti. Dengan pemisahan, bentuk tiga grafik berikut.
Kita periksa terlebih dahulu, kemudian kedua grafik lain secara eksplisit. Kompatibilitas yang diperlukan tersedia pada Lema 8.2.49.
Total. Ambil . Menurut definisi , terdapat dengan dan . Menurut refleksivitas, dan . Pasangan adalah unsur (8.2.48), dan ia termuat dalam . Jadi .
Tunggal. Andaikan dan keduanya anggota . Misalkan yang pertama disaksikan oleh , , dan yang kedua oleh , .
- Kedua wakil berelasi dengan wakil penentu . Menurut simetri dan transitivitas (8.2.42), . Dengan cara yang sama, .
- Menurut Lema 8.2.49, .
- Pasangan pertama terletak di dan pasangan kedua di . Dua kelas yang memuat unsur-unsur yang saling berelasi adalah sama, sehingga .
Jadi adalah grafik suatu fungsi .
Rumus. Ambil . Pada bagian "total" telah ditunjukkan bahwa . Menurut ketunggalan, nilai fungsi di adalah .
Ketunggalan fungsi. Setiap mempunyai wakil, sehingga fungsi lain yang memenuhi rumus yang sama mempunyai nilai yang sama di setiap titik.
Perkalian. Untuk setiap , ambil dan . Pasangan berada di , sehingga kelas memberi . Untuk dua pilihan saksi, bagian produk pada Lema 8.2.49 menjamin bahwa pasangan hasil ekuivalen, sehingga kelas keluaran sama. Jadi grafik total dan bernilai tunggal. Refleksivitas menempatkan pasangan wakil pada kelas masing-masing, sehingga nilai fungsi tepat . Karena setiap mempunyai wakil, rumus ini juga menentukan fungsi secara tunggal.
Negasi. Untuk setiap , ambil . Pasangan memberi . Dua saksi dalam ekuivalen; bagian negasi pada Lema 8.2.49 memberi pasangan hasil yang ekuivalen, sehingga kelas keluaran tunggal. Refleksivitas memberi rumus nilai, dan karena setiap mempunyai wakil, rumus itu menentukan fungsi secara tunggal.
Argumen ini hanya memakai instansiasi eksistensial di dalam satu bukti, bukan pemilihan wakil secara serentak untuk semua kelas. Karena itu aksioma pilihan tidak diperlukan.
Karena operasinya bebas wakil, dalam setiap perhitungan berikut kita boleh memakai wakil mana saja dari kelas yang terlibat.
Contoh 8.2.51 (perhitungan dan pemeriksaan wakil).
(i) Jumlah dengan wakil :
Jumlah dengan wakil lain, :
Karena , menurut (K) berlaku . Hasilnya sama, sesuai Teorema 8.2.50.
(ii) Produk dengan wakil : .
Produk dengan wakil : . Karena , berlaku .
Contoh 8.2.52 (operasi palsu). Pada pasangan berpenyebut positif, definisikan
Karena , hasilnya anggota . Dengan pembatasan ini, kegagalan yang muncul murni berupa kegagalan bebas wakil.
- Wakil dan memberi .
- Wakil dan , untuk operand yang sama, memberi .
Namun , sehingga . Jadi tidak ada fungsi yang memenuhi untuk semua wakil berpenyebut positif; syarat ketunggalan dalam bukti 8.2.50 gagal. Rumus yang tampak masuk akal pada pasangan belum tentu mendefinisikan operasi pada kelas.
Nol, satu, dan invers
Definisi 8.2.53. Didefinisikan dan .
Berlaku . Menurut (K), berarti , yaitu di . Ini bertentangan dengan 8.2.15.
Menurut Lema 8.2.47(a), jika dan hanya jika .
Lema 8.2.54 (invers perkalian terdefinisi baik). Misalkan . Terdapat fungsi tunggal sehingga
Strategi. Ada dua hal yang harus diperiksa. Pertama, harus anggota untuk setiap wakil, sehingga pembilang tidak boleh nol pada wakil mana pun. Kedua, hasilnya harus bebas wakil.
Bukti.
Domain. Ambil dan sebarang wakil . Maka , sehingga menurut 8.2.47(a). Jadi untuk setiap wakil dari .
Kelas hasil bukan nol. Pembilang dari bukan nol karena . Menurut 8.2.47(a), .
Bebas wakil. Jika , maka , yaitu .
Grafik. Ambil . Untuk setiap , ada , dan pemeriksaan domain di atas memberi kelas ; jadi dan grafik total. Bila dua saksi memberi keluaran , bebas wakil yang baru dibuktikan memberi . Grafik bernilai tunggal. Refleksivitas memberi nilai invers sesuai rumus. Setiap mempunyai wakil, sehingga setiap fungsi yang memenuhi rumus tersebut mempunyai nilai yang sama di seluruh domain dan karenanya tunggal.
Untuk kelas nol, "rumus" akan menghasilkan pasangan seperti dari wakil . Pasangan bukan unsur . Karena itu sengaja dikecualikan dari domain.
Teorema 8.2.55 (hukum aritmetika ). Untuk semua , , di , dengan , berlaku:
| Hukum | Rumus | |
|---|---|---|
| (a) | asosiativitas penjumlahan | |
| (b) | komutativitas penjumlahan | |
| (c) | identitas penjumlahan | |
| (d) | invers penjumlahan | |
| (e) | asosiativitas perkalian | |
| (f) | komutativitas perkalian | |
| (g) | identitas perkalian | |
| (h) | invers perkalian | jika , maka |
| (i) | distributivitas | dan |
| (j) | nol berbeda dari satu |
Strategi. Hitung kedua ruas dengan wakil , , dan rumus 8.2.50. Setiap penyebut yang muncul adalah hasil kali faktor-faktor bukan nol, sehingga bukan nol menurut 8.2.21. Ada dua kemungkinan:
- Jika kedua pasangan hasil menjadi sama setelah hukum ring diterapkan, kelasnya sama.
- Jika tidak, kesamaan kelas diperiksa dengan (K) atau Lema 8.2.45(a).
Hanya hukum yang dipakai. Penulisan dan sejenisnya sah karena perkalian di asosiatif dan komutatif.
Bukti.
(a) Asosiativitas penjumlahan. Ruas kiri:
Ruas kanan:
Kedua pasangan sama, dengan penyebut .
(b) Komutativitas penjumlahan. . Menurut komutativitas di , pasangan sama dengan .
(c) Identitas penjumlahan. Dengan , , dan di :
(d) Invers penjumlahan. . Menurut 8.2.16, , sehingga pembilangnya . Pasangan hasil tidak perlu sama dengan . Namun , sehingga menurut Lema 8.2.47(a) kelasnya adalah .
(e) Asosiativitas perkalian. Ruas kiri adalah dan ruas kanan . Kedua pasangan sama dengan .
(f) Komutativitas perkalian. , menurut komutativitas di .
(g) Identitas perkalian. .
(h) Invers perkalian. Jika , maka dan
Penyebut menurut 8.2.21. Pasangan tidak perlu sama dengan . Namun , sehingga menurut (K) berlaku . Tidak ada pembagian integer yang dipakai.
(i) Distributivitas. Ruas kiri:
Ruas kanan:
Dengan hukum ring , pembilang ruas kanan sama dengan , dan penyebutnya sama dengan . Pasangan tidak perlu sama dengan pasangan ruas kiri. Namun , sehingga Lema 8.2.45(a) dengan memberi
Distributivitas kanan diperoleh dari distributivitas kiri dan (f):
(j) Sudah ditunjukkan setelah Definisi 8.2.53.
Bentuk kiri , , dan diperoleh dari (c), (g), (h) bersama (b) dan (f).
Daftar (a)–(j) memuat hukum-hukum yang akan dipakai untuk mendefinisikan medan pada Bab 9. Akibat umum dari hukum-hukum itu, misalnya ketunggalan invers, tidak dibahas di sini.
Proposisi 8.2.56 (nol tidak mempunyai invers). Untuk setiap berlaku . Akibatnya, tidak ada dengan .
Bukti. Tulis . Maka
menurut 8.2.47(a). Jika ada dengan , maka . Ini bertentangan dengan 8.2.55(j).
Definisi 8.2.57 (pengurangan dan pembagian). Untuk , didefinisikan . Untuk , didefinisikan .
Untuk , pembagian tidak didefinisikan. Jika hukum lapangan dengan dipertahankan, invers nol tidak dapat ditambahkan: menurut 8.2.56, tidak ada unsur yang dapat berperan sebagai .
Embedding
Teorema 8.2.58. Fungsi dengan injektif, dan untuk semua berlaku
Bukti. Karena , berlaku , sehingga terdefinisi.
Injektif. Jika , maka menurut (K), , yaitu .
Operasi. Setelah hukum identitas di (8.2.13–15) diterapkan, pasangan-pasangan berikut sama:
Nol dan satu. dan sesuai Definisi 8.2.53.
Akibatnya, dengan 8.2.17 dan 8.2.57,
Komposisi , dengan , injektif karena merupakan komposisi dua fungsi injektif. Komposisi ini juga mempertahankan , , , dan , karena (8.2.18–19) dan masing-masing mempertahankannya.
Proposisi 8.2.59 (notasi pecahan sebagai pembagian). Untuk berlaku
Bukti. Karena , berlaku (8.2.47(a)). Dengan wakil , Lema 8.2.54 memberi . Maka
Jadi setiap bilangan rasional adalah hasil bagi dua integer di dalam . Notasi , yang semula hanya nama kelas, ternyata selaras dengan pembagian di .
Catatan 8.2.60 (identifikasi, bukan inklusi literal). Integer adalah himpunan pasangan bilangan asli, sedangkan adalah himpunan pasangan integer. Konstruksi tidak mengasumsikan bahwa keduanya identik secara literal; yang digunakan adalah embedding. Karena itu penulisan
berarti identifikasi: integer disamakan dengan , dan bilangan asli disamakan dengan .
Identifikasi ini sah karena dan injektif dan mempertahankan operasi (8.2.58). Akibatnya, perhitungan dengan di dan perhitungan dengan di memberi hasil yang bersesuaian. Pernyataan ini tidak mengklaim apa pun tentang kode himpunan.
Mulai sekarang, bila tidak menimbulkan kerancuan, ditulis , , dan untuk , , dan .
Urutan pada : definisi dan bebas wakil
Subbagian ini mengerjakan empat hal:
- mendefinisikan urutan pada ;
- membuktikan bahwa definisi itu bebas wakil (8.2.62);
- membuktikan trikotomi dan kecocokan dengan (8.2.63);
- membuktikan transitivitas sebagai latihan berpembahasan lengkap (Latihan 8.2.72).
Kecocokan urutan dengan penjumlahan dan perkalian, yaitu hukum medan terurut, tidak dibuktikan di sini dan tidak boleh dianggap telah tersedia; teori urutan dibahas pada Bab 10. Hukum urutan yang dipakai di bawah hanyalah hukum urutan dari Bagian A.
Definisi 8.2.61. Dengan pemisahan dari , definisikan jika dan hanya jika terdapat dan dengan , , dan di . Definisikan pula jika dan hanya jika atau .
Menurut Lema 8.2.45(c), setiap kelas mempunyai wakil berpenyebut positif. Lema 8.2.62 di bawah menunjukkan bahwa, jika , maka berlaku untuk setiap pasangan wakil berpenyebut positif. Jadi dalam perhitungan boleh dipakai wakil berpenyebut positif mana saja.
Lema 8.2.62 (bebas wakil). Misalkan dan dengan . Maka
Strategi. Kalikan ketaksamaan dengan faktor positif yang sesuai, lalu substitusikan kedua hipotesis kesamaan.
Bukti. Menurut 8.2.29, dan , karena hasil kali dua bilangan positif adalah positif. Dengan 8.2.29 untuk faktor positif ,
Dengan hipotesis dan , kedua ruas dapat ditulis ulang:
Jadi . Menurut 8.2.29 dengan faktor positif , syarat terakhir setara dengan .
Proposisi 8.2.63.
- (a) Untuk , tepat satu dari , , berlaku.
- (b) Untuk berlaku .
Bukti.
(a) Ambil wakil dan dengan . Wakil seperti itu ada menurut 8.2.45(c). Menurut Lema 8.2.62 dan (K):
- ;
- ;
- , yaitu .
Kesimpulan menyusul dari trikotomi di : untuk integer dan , tepat satu dari , , berlaku. Trikotomi ini diperoleh dari totalitas dan antisimetri (8.2.24–28).
(b) Wakil dan berpenyebut positif. Menurut definisi dan Lema 8.2.62, jika dan hanya jika , yaitu .
Contoh 8.2.64 (normalisasi penyebut diperlukan). Bilangan dapat diwakili oleh maupun , karena . Bandingkan bilangan ini dengan memakai uji tanpa syarat tanda penyebut:
- Dengan wakil , uji itu menjadi , yaitu . Ini benar.
- Dengan wakil , uji itu menjadi , yaitu . Ini salah.
Tanpa syarat penyebut positif, uji itu bergantung pada wakil, karena perkalian dengan penyebut negatif membalik arah ketaksamaan. Inilah sebabnya Definisi 8.2.61 hanya memakai wakil berpenyebut positif, dan Lema 8.2.62 mensyaratkan .
Kesalahan umum
- Membatalkan faktor yang mungkin nol. Dalam bukti transitivitas, tidak boleh dibatalkan. Yang dibatalkan adalah (8.2.42).
- Mengira wakil adalah bilangan. Sebagai pasangan, , tetapi . Kesamaan bilangan rasional diuji dengan (K).
- Menganggap rumus pada wakil otomatis mendefinisikan operasi. Contoh 8.2.52 menunjukkan bahwa hal ini bisa gagal. Setiap operasi memerlukan pemeriksaan bebas wakil seperti Lema 8.2.49. Jika penyebut boleh negatif, rumus bahkan dapat menghasilkan penyebut nol: dan memberi .
- Menulis tanpa syarat. Invers hanya terdefinisi untuk kelas bukan nol. Hanya dengan syarat itu setiap wakil mempunyai pembilang bukan nol (8.2.54).
- Menerima suatu hukum tanpa memeriksa pasangan hasil. Pada (d), (h), dan (i) Teorema 8.2.55, kedua pasangan hasil tidak harus sama. Kesamaan kelasnya memerlukan (K) atau Lema 8.2.45(a).
- Mengartikan sebagai inklusi literal. Yang dimaksud adalah identifikasi melalui (8.2.60).
- Membandingkan pecahan dengan tanpa menormalkan penyebut (8.2.64).
Latihan
Latihan 8.2.65. Tunjukkan bahwa , lalu tentukan wakil dengan penyebut positif.
Pembahasan. Periksa (K) untuk setiap pasangan kelas.
- , sehingga .
- , sehingga .
Wakil dan sudah berpenyebut positif. Wakil diubah menurut Lema 8.2.45(b) menjadi .
Latihan 8.2.66. Hitung dan . Periksa hasil jumlah dengan memakai wakil untuk .
Pembahasan.
Jumlah.
Karena , berlaku .
Produk.
Karena , berlaku .
Pemeriksaan jumlah dengan wakil .
Karena , berlaku . Hasilnya sama.
Latihan 8.2.67 (kasus nol). Untuk dan , buktikan langsung dari definisi, tanpa memakai 8.2.55(c). Mengapa pasangan hasilnya tidak perlu sama dengan ?
Pembahasan. Menurut definisi,
Menurut Lema 8.2.45(a) dengan , kelas ini sama dengan .
Pasangan umumnya berbeda dari ; misalnya, memberi . Yang dituntut hanyalah kesamaan kelas. Kesamaan kelas inilah yang menjamin bahwa bertindak sebagai nol untuk setiap , sesuai fakta bahwa semua adalah kelas yang sama.
Latihan 8.2.68 (pembagian nol). Jelaskan mengapa tidak menyatakan unsur . Jelaskan juga mengapa invers bagi tidak dapat "ditambahkan" tanpa melanggar hukum 8.2.55.
Pembahasan. Pasangan bukan unsur , sehingga kelas tidak ada.
Untuk bagian kedua, andaikan dalam suatu sistem yang memenuhi hukum (a)–(j) terdapat dengan . Dari (c) dan (i) diperoleh
Tambahkan pada kedua ruas, lalu gunakan (a), (c), dan (d); diperoleh . Akibatnya , yang bertentangan dengan (j). Di sendiri, hal ini sudah ditunjukkan langsung pada 8.2.56.
Latihan 8.2.69. Hitung memakai wakil dan memakai wakil . Periksa bahwa hasilnya sama.
Pembahasan. Kedua wakil memang berasal dari kelas yang sama, karena . Pembilang keduanya, dan , bukan nol, sesuai Lema 8.2.47(b).
- Wakil memberi .
- Wakil memberi .
Karena , kedua kelas hasil sama. Keduanya juga sama dengan , karena .
Latihan 8.2.70. Tunjukkan bahwa rumus pada tidak mendefinisikan operasi pada .
Pembahasan. Rumus ini selalu menghasilkan unsur , karena . Masalahnya terletak pada bebas wakil.
- Wakil dan memberi .
- Wakil dan memberi .
Operand pertamanya sama, karena . Namun , sehingga . Jadi tidak ada fungsi pada yang memenuhi rumus ini untuk semua wakil.
Latihan 8.2.71 (tanpa pembagi nol). Buktikan bahwa untuk berlaku jika dan hanya jika atau .
Pembahasan. Tulis dan . Maka dengan . Menurut Lema 8.2.47(a),
Menurut 8.2.21 untuk satu arah dan 8.2.16 () untuk arah sebaliknya, jika dan hanya jika atau . Menurut 8.2.47(a) lagi, ini berarti atau .
Latihan 8.2.72 (transitivitas urutan). Buktikan: jika dan , maka .
Pembahasan. Ambil wakil , , dengan . Ini sah menurut 8.2.45(c), dan menurut 8.2.62 wakil yang sama dapat dipakai pada kedua hipotesis. Hipotesisnya menjadi dan .
- Kalikan dengan (8.2.29): .
- Kalikan dengan : .
- Menurut transitivitas di : , yaitu .
- Karena , arah sebaliknya pada 8.2.29 memberi , yaitu .
Pada setiap langkah, faktor yang dipakai adalah penyebut, yang positif, bukan pembilang yang tandanya tidak diketahui.
Latihan 8.2.73. Tunjukkan bahwa . Mengapa hasil ini tidak bertentangan dengan fakta bahwa tidak ada integer dengan ?
Pembahasan. Menurut 8.2.59, . Karena , berlaku .
Pembagian ini dilakukan di , tempat mempunyai invers . Bilangan tidak berada dalam citra . Untuk melihatnya, andaikan untuk suatu .
- Menurut (K), .
- Karena di (salinan urutan , 8.2.28), berlaku .
- Karena , arah "jika dan hanya jika" pada 8.2.29 memberi .
- Translasi dengan (8.2.24–28) memberi . Ini bertentangan dengan 8.2.30.
Akibatnya, juga tidak ada integer dengan . Jika ada, maka , dan pembatalan faktor (8.2.22) memberi , yang baru saja ditunjukkan mustahil. Jadi persamaan tidak terselesaikan di , tetapi terselesaikan di .
Latihan 8.2.74. Tunjukkan bahwa . Kemudian turunkan dari .
Pembahasan. Menurut definisi, . Menurut (K), , karena (8.2.16).
Dengan definisi negasi dua kali dan di ,
Di sisi lain, dengan bagian pertama lalu definisi negasi,
Jadi . Ini cara kedua untuk memperoleh Lema 8.2.45(b).
Menuju 8.3
Konstruksi ini menghasilkan dengan dua sifat utama. Pertama, memenuhi seluruh hukum 8.2.55 dan memuat salinan melalui . Kedua, untuk dengan , persamaan mempunyai penyelesaian .
Setiap langkah konstruksi diturunkan dari hukum . Hukum itu sendiri bertumpu pada struktur Peano yang diasumsikan dan pada hukum yang sebagian dipinjam.
Persamaan berbentuk lain, misalnya persamaan kuadrat, belum tentu terselesaikan di . Hal ini belum dibuktikan di sini dan akan dibahas pada unit-unit berikutnya. Unit 8.3 menempatkan di dalam , yang di sana dipakai sebagai prasyarat pinjaman dari bab-bab berikutnya. Pertanyaan yang dibawa dari bagian ini adalah: apa yang masih kurang pada , dan fakta mana yang memerlukan landasan di luar hukum aritmetika yang telah dibuktikan di sini?
8.3 Kerapatan (Density) Bilangan Rasional di
Motivasi
Pada 8.2, dibangun dari , lalu dibangun dari . Setiap perluasan itu menambahkan unsur baru. Sekarang kita bertanya ke arah sebaliknya: seberapa "padat" letak di dalam sistem bilangan real yang lebih besar? Unit ini menjawab bahwa di antara dua bilangan real yang berbeda selalu ada bilangan rasional. Jadi tidak ada selang terbuka tak kosong di yang luput dari .
Hasil ini menuntut kecermatan dalam dua hal. Pertama, belum dikonstruksi dalam buku ini, sehingga setiap sifat yang kita pakai harus diberi status pinjaman. Kedua, bukti kerapatan bergantung pada sifat Archimedes. Sifat itu tidak dapat diturunkan dari aksioma medan terurut saja; ia diturunkan dari kelengkapan pada Bab 11. Karena itu hasil unit ini bersyarat: kerapatan terbukti apabila prasyarat di bawah dipenuhi.
Agar tidak bentrok dengan notasi pasangan berurutan dari 8.2, selang terbuka tidak ditulis . Kita menulis
Status prasyarat
Prasyarat 8.3.1 (pinjaman: sebagai medan terurut yang memuat salinan ). Kita mengandaikan adalah medan terurut. Aksioma medan dibahas pada Bab 9 dan aksioma urutan pada Bab 10. Kita juga mengandaikan ada fungsi injektif yang memenuhi tiga syarat berikut:
- ;
- mempertahankan penjumlahan dan perkalian;
- mempertahankan urutan, yaitu jika dan hanya jika .
Embedding dari 8.2 mempertahankan operasi dan urutan. Bersama , kita mengidentifikasi , , dan dengan citranya di . Dengan identifikasi ini, urutan dan sesuai dengan urutan . Inklusi dibaca melalui identifikasi tersebut, bukan sebagai kesamaan literal kode himpunan.
Sifat medan terurut yang dipakai adalah sebagai berikut. Untuk semua :
- tepat satu dari , , berlaku, dan transitif; akibatnya, jika dan , maka ;
- jika , maka ;
- jika dan , maka ;
- , dan jika , maka .
Jika , maka menurut sifat 4. Menerapkan sifat 3 dengan faktor memberi arah kebalikannya. Jadi, untuk , berlaku jika dan hanya jika .
Dari dan sifat perkalian diperoleh, untuk ,
sehingga . Dengan demikian, untuk , rasional dari 8.2 berpadanan dengan di , dan kedua penulisan dapat dipertukarkan.
Dari Hasil 8.2.30 dipakai pula diskretnya : jika dan , maka adalah integer positif, sehingga , yaitu . Dari Proposisi 8.1.4 dipakai fakta bahwa setiap dengan mempunyai tepat satu pendahulu , dengan . Akibatnya .
Prasyarat 8.3.2 (pinjaman: sifat Archimedes). Untuk setiap ada dengan .
Sifat ini akan diturunkan dari kelengkapan pada Bab 11. Sifat ini bukan akibat Prasyarat 8.3.1: ada medan terurut yang memuat salinan tetapi tidak Archimedes. Fakta itu dicatat tanpa bukti dalam unit ini, dan contohnya berada di luar cakupan unit ini.
Sebagai pembanding, Jiří Lebl, Basic Analysis, bagian 1.2 (https://www.jirka.org/ra/html/sec_setofreals.html), memuat sifat Archimedes dan kerapatan dalam Theorem 1.2.4. Lebl memakai , sedangkan buku ini memakai yang memuat . Karena itu, setiap kali indeks positif diperlukan, syarat diturunkan secara eksplisit, seperti pada Langkah 2 Teorema 8.3.4 dan Pembahasan 8.3.9. Sebaliknya, pada Langkah 1 Lema 8.3.3 nilai diperbolehkan.
Lema pembulatan
Kita belum mempunyai fungsi "floor" (). Fungsi itu tidak boleh diasumsikan, karena keberadaannya justru perlu dibuktikan.
Lema 8.3.3 (pembulatan). Untuk setiap ada tepat satu dengan
Strategi. Kita ingin memilih "integer terkecil yang melampaui ". Prinsip urutan baik (WOP), Teorema 7.3.3–7.3.4 hanya berlaku pada bagian tak kosong dari . Prinsip itu tidak berlaku pada sembarang bagian ; sendiri tidak mempunyai unsur terkecil, sebab untuk setiap berlaku . Karena itu, lebih dahulu digeser oleh suatu agar menjadi positif. Kemudian WOP diterapkan di , dan hasilnya digeser kembali.
Bukti keberadaan.
Langkah 1 (pergeseran). Terapkan Prasyarat 8.3.2 pada . Diperoleh dengan . Menambahkan pada kedua ruas (sifat 2) memberi .
Langkah 2 (WOP). Bentuk
Himpunan ini dibentuk dengan pemisahan dari (Bab 3), sehingga . Prasyarat 8.3.2 yang diterapkan pada memberi . Oleh WOP, mempunyai unsur terkecil terhadap urutan , yang sesuai dengan urutan menurut Prasyarat 8.3.1.
Langkah 3 (). Dari diperoleh , jadi . Menurut 8.1, mempunyai pendahulu tunggal dengan . Di berlaku . Jadi dan .
Tanpa Langkah 1, kesimpulan ini dapat gagal. Untuk , misalnya, unsur terkecil adalah , padahal .
Langkah 4 (minimalitas). Karena , berlaku . Seandainya , maka memuat unsur yang lebih kecil dari , bertentangan dengan pemilihan . Jadi . Karena , ini berarti tidak berlaku. Menurut trikotomi (sifat 1), . Bersama diperoleh
Langkah 5 (geser kembali). Ambil . Menambahkan pada setiap ruas (sifat 2) memberi .
Bukti ketunggalan. Misalkan memenuhi dan . Andaikan . Diskretnya memberi , sehingga
Ini menghasilkan , mustahil. Kasus ditolak dengan argumen yang sama setelah peran dan ditukar. Menurut trikotomi, .
Catatan. Setelah Lema 8.3.3 terbukti, kita boleh mendefinisikan , tetapi definisi itu tidak diperlukan dalam unit ini. Perhatikan pula bahwa bergantung pada , sedangkan tidak bergantung pada pilihan . Dua pilihan yang berbeda menghasilkan integer yang memenuhi syarat yang sama, sehingga keduanya sama menurut ketunggalan.
Teorema kerapatan
Teorema 8.3.4 (kerapatan di ). Dengan Prasyarat 8.3.1 dan 8.3.2, untuk setiap dengan ada dengan .
Strategi. Selang mungkin terlalu sempit untuk memuat integer. Kalikan semuanya dengan yang cukup besar sehingga selisih melebihi . Selang yang panjangnya lebih dari memuat integer , dan Lema 8.3.3 menunjukkan integer mana yang dapat diambil. Setelah itu bagi kembali dengan . Arah ketaksamaan tetap terjaga karena .
Bukti.
Langkah 1. Dari dan sifat 2 diperoleh . Jadi , dan menurut sifat 4, .
Langkah 2. Menurut Prasyarat 8.3.2, ada dengan . Karena , transitivitas memberi . Jadi , dan menurut 8.1, . Kalikan dengan (sifat 3):
Langkah 3. Terapkan Lema 8.3.3 pada . Diperoleh dengan . Menambahkan pada memberi . Bersama Langkah 2:
Langkah 4. Karena dan , pasangan berada di domain dari 8.2. Jadi , dan menurut Prasyarat 8.3.1, di . Dari dan sifat 4 diperoleh . Kalikan dan dengan (sifat 3):
Jadi .
Tanda dan . Bukti tidak memakai anggapan apa pun tentang tanda , , atau . Jika negatif, maka negatif, dan Lema 8.3.3 tetap berlaku karena pergeseran menangani negatif. Integer dapat negatif, nol, atau positif. Satu-satunya tanda yang diperlukan adalah , yang dijamin oleh Langkah 2.
Contoh 8.3.5. Ambil dan .
- Selisihnya , sehingga . Pilih . Maka , , dan .
- Lema 8.3.3 untuk meminta , sehingga . Mengikuti konstruksi lema: pilih , sehingga . Maka mempunyai unsur terkecil , dan .
- Rantai ketaksamaannya adalah . Jadi .
Pemeriksaan melalui perkalian positif. Karena , sifat 3 berlaku dua arah. Jadi setara dengan , yang benar. Demikian pula, setara dengan , yang benar.
Kriteria perkalian silang. Misalkan dan dengan . Maka , dan perkalian dua arah dengan memberi
di , karena dan . Kriteria ini sejalan dengan urutan pada 8.2 untuk penyebut positif. Untuk contoh di atas:
- karena ;
- karena .
Mengapa ketaksamaan harus tegas. Dengan diperoleh , bukan . Maka , Lema 8.3.3 memberi , dan . Bilangan ini tidak terletak tegas di antara dan .
Tak hingga banyak rasional di setiap selang
Teorema 8.3.4 hanya menjamin satu saksi. Klaim bahwa setiap selang memuat tak hingga banyak rasional memerlukan bukti tersendiri.
Akibat 8.3.6. Jika , ada fungsi injektif . Khususnya, untuk setiap , bilangan dengan adalah rasional di yang saling berbeda.
Bukti.
Dua saksi. Teorema 8.3.4 memberi dengan . Teorema yang sama, diterapkan pada , memberi dengan . Tulis . Maka dan .
Definisi . Untuk , definisikan
Penyebutnya sah karena , sehingga . Jadi , karena tertutup terhadap operasinya dan pembagian dengan unsur tak nol.
Letak . Dari dan perkalian dengan diperoleh . Kalikan dengan :
Jadi . Karena dan , diperoleh .
Injektivitas. Jika , maka . Kalikan kedua ruas dengan ; langkah ini sah karena . Diperoleh . Menambahkan pada kedua ruas memberi di . Karena embedding injektif, di . Bagian "khususnya" langsung mengikuti dari injektivitas ini.
Kesimpulan. Kita memakai fakta bahwa setiap himpunan yang menerima injeksi dari tidak berhingga. Fakta ini berasal dari pembahasan himpunan berhingga dan di sini dipinjam. Dengan fakta itu, tak hingga.
Konstruksi eksplisit: setelah dan ditetapkan, tidak ada pilihan berulang. Jadi bukti ini tidak memerlukan aksioma pilihan.
Arah logis antara Archimedes dan kerapatan
Proposisi 8.3.7 (arah sebaliknya; tidak dipakai di atas). Misalkan medan terurut yang memuat salinan seperti pada Prasyarat 8.3.1. Jika untuk setiap di ada dengan , maka memenuhi sifat Archimedes.
Bukti. Ambil . Kerapatan pada memberi dengan . Normalisasikan wakilnya sehingga dengan , , dan (8.2). Maka karena diskret.
- Kasus . Karena , berlaku . Jadi . Ambil .
- Kasus . Maka adalah integer positif, sehingga (8.2). Dari dan diperoleh . Kalikan dengan untuk memperoleh . Jadi . Ambil .
Bukti Lema 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 hanya memakai sifat 1–4, embedding yang mempertahankan operasi dan urutan, diskretnya , WOP di , dan sifat Archimedes. Karena itu, keduanya berlaku untuk setiap seperti di atas yang Archimedes. Jadi, di dalam medan terurut yang memuat salinan , kedua sifat itu setara.
Dalam unit ini, arah yang dipakai adalah Archimedes kerapatan, dengan Archimedes berstatus pinjaman dari Bab 11. Pembuktian Archimedes pada Bab 11 harus bertumpu pada kelengkapan, bukan pada Teorema 8.3.4. Jika tidak, penalarannya melingkar.
Kesalahan umum
- Mengandaikan ada. Keberadaan dan ketunggalan integer pembulat adalah isi Lema 8.3.3, bukan anggapan awal.
- Menerapkan WOP pada bagian . Bagian tak kosong dari tidak selalu mempunyai unsur terkecil; sendiri contohnya. Himpunan memang mempunyai unsur terkecil, tetapi fakta itu adalah isi Lema 8.3.3, bukan akibat langsung WOP. Itulah sebabnya diperlukan pergeseran .
- Melupakan . Tanpa , unsur terkecil bisa , sehingga tidak berada di .
- Memilih dengan . Ketaksamaan harus tegas; lihat Contoh 8.3.5 dengan .
- Membagi dengan tanpa menyebut . Pembagian dengan bilangan negatif membalik arah ketaksamaan, dan tidak sah sebagai penyebut.
- Mengandaikan positif. Untuk , dapat negatif, seperti pada Contoh 8.3.5.
- Menyebut kerapatan sebagai akibat aksioma medan terurut saja. Tanpa sifat Archimedes, yang di sini dipinjam dari kelengkapan, bukti ini tidak berjalan.
Latihan
Latihan 8.3.8. Dengan metode bukti Teorema 8.3.4, tentukan dengan , lalu periksa kedua ketaksamaannya.
Latihan 8.3.9. Misalkan dan . Buktikan bahwa ada dengan . Tunjukkan pula bahwa dapat dipilih berbentuk dengan dan .
Latihan 8.3.10. Jelaskan mengapa Teorema 8.3.4 mensyaratkan . Tunjukkan apa yang terjadi bila , dan di bagian mana bukti teorema gagal.
Latihan 8.3.11. Misalkan di .
- (a) Buktikan .
- (b) Buktikan bahwa jika , maka .
- (c) Jelaskan mengapa untuk real, belum tentu rasional, sehingga (a) tidak membuktikan Teorema 8.3.4.
Latihan 8.3.12. Jelaskan mengapa Teorema 8.3.4 tidak menyatakan bahwa setiap bilangan real rasional.
Pembahasan
Pembahasan 8.3.8. Ambil dan .
Memilih . Selisihnya , sehingga . Pilih . Maka
Menentukan . Terapkan Lema 8.3.3 pada . Pilih , sehingga . Himpunan mempunyai unsur terkecil , karena . Maka . Periksa syarat lema:
- ;
- .
Rantai ketaksamaan. Karena , berlaku
Ketaksamaan terakhir benar karena . Jadi .
Pemeriksaan. Dengan kriteria perkalian silang pada Contoh 8.3.5 (penyebut positif):
- karena ;
- karena .
Pilihan yang gagal. Sebagai pembanding, memberi , sehingga dan . Pilihan ini gagal karena tidak lebih besar dari .
Pembahasan 8.3.9.
Cara pertama. Terapkan Teorema 8.3.4 pada dan ; syarat dipenuhi.
Cara kedua (bentuk ). Karena , berlaku . Prasyarat 8.3.2 memberi dengan . Transitivitas memberi , sehingga dan . Kalikan dengan untuk memperoleh . Kalikan lagi dengan untuk memperoleh . Jadi memenuhi .
Syarat penting karena tidak dapat menjadi penyebut. Di sini dijamin oleh , bukan oleh anggapan bahwa dimulai dari .
Pembahasan 8.3.10.
Kasus . Andaikan ada dengan . Transitivitas memberi , bertentangan dengan trikotomi. Jadi , dan tidak ada , rasional atau bukan, yang memenuhi syarat. Pernyataan teorema salah untuk .
Di mana bukti gagal. Pada Langkah 1, tidak mempunyai invers, sehingga tidak terdefinisi. Lebih jauh, tidak ada dengan , sebab .
Kasus . Selang juga kosong, dengan argumen transitivitas yang sama. Untuk dua real berbeda, teorema diterapkan pada yang lebih kecil dan yang lebih besar di antara keduanya. Jadi hipotesis tepat seperlunya.
Pembahasan 8.3.11.
(a) Dari diperoleh , sehingga dan . Menambahkan pada memberi . Menambahkan pada memberi . Kalikan keduanya dengan :
(b) Jika , maka dan , sehingga . Jadi di antara dua rasional selalu ada rasional, dan bukti ini tidak memerlukan sifat Archimedes.
(c) Untuk real, (a) hanya menghasilkan bilangan real di antara keduanya, sedangkan kerapatan menuntut saksi rasional. Contoh kegagalan memerlukan bilangan irasional, sehingga kita memakai rujukan maju yang bukan bagian bukti unit ini. Misalkan dengan . Keberadaan dipinjam dari kelengkapan , dan dibuktikan pada 8.4. Ambil dan . Maka dan .
Karena titik tengah dua real belum tentu rasional, bukti Teorema 8.3.4 tidak memakai titik tengah. Bukti itu membangun saksi yang rasional sejak awal. Rujukan maju ini tidak melingkar: bukti 8.4 bahwa tidak ada rasional berkuadrat memakai urutan baik pada penyebut dan paritas, tanpa Teorema 8.3.4.
Pembahasan 8.3.12. Teorema 8.3.4 berbentuk
Teorema ini berbicara tentang selang: setiap selang terbuka tak kosong memuat sedikitnya satu rasional. Pernyataan "" berbentuk dan berbicara tentang titik.
Dari teorema memang diperoleh bahwa setiap dapat didekati: untuk setiap ada dengan , yaitu dengan menerapkan teorema pada . Namun, rasional yang dekat dengan tidak harus sama dengan .
Pernyataan pertama tidak mengakibatkan yang kedua. Dengan pinjaman keberadaan seperti pada Pembahasan 8.3.11(c) dan hasil 8.4, memenuhi Teorema 8.3.4 sekaligus memuat . Seandainya kerapatan mengakibatkan , kita memperoleh , bertentangan dengan 8.4.
Menuju 8.4
Kita telah melihat bahwa menyusup ke setiap celah . Tidak ada selang terbuka tak kosong tanpa rasional. Bahkan, menurut Akibat 8.3.6, setiap selang memuat rasional yang saling berbeda sebanyak apa pun yang kita minta, dan dengan fakta himpunan berhingga yang dipinjam di sana, tak hingga banyaknya. Namun, Latihan 8.3.12 menunjukkan bahwa kerapatan saja tidak memutuskan apakah setiap titik real rasional.
Unit berikutnya menjawab pertanyaan itu secara negatif. Di sana dibuktikan bahwa tidak ada bilangan rasional yang kuadratnya . Bersama keberadaan real positif dengan , yang dipinjam dari kelengkapan, diperoleh bahwa memuat bilangan di luar . Jadi rapat di , tetapi tidak memenuhi .
8.4 Bukti Klasik Ketidakrasionalan
Unit ini membuktikan bahwa tidak ada bilangan rasional yang kuadratnya sama dengan . Hasil ini sering diringkas sebagai " irasional". Ringkasan itu sebenarnya menggabungkan dua pernyataan dengan status yang berbeda:
- Tidak ada dengan .
- Ada dengan dan .
Pernyataan (1) hanya membicarakan , dan seluruh buktinya diberikan dalam unit ini. Pernyataan (2) membicarakan . Pernyataan ini tidak muncul dari simbol akar, dan juga tidak muncul dari aksioma medan terurut. Keberadaan dipinjam dari sifat kelengkapan , yang baru dibahas kemudian. Kalimat " irasional" baru bermakna setelah kedua pernyataan tersedia, ditambah ketunggalan akar positif yang juga dibuktikan di sini.
Status bahan dalam unit ini
Definisi baru: bilangan irasional dan notasi untuk akar positif tunggal.
Definisi yang dinyatakan ulang agar notasinya tetap: keterbagian, bilangan genap, dan bilangan ganjil di .
Hasil yang dibuktikan:
- ketunggalan akar kuadrat positif;
- lema paritas;
- keberadaan wakil dengan penyebut positif;
- keberadaan wakil dengan penyebut positif terkecil beserta sifat tereduksinya;
- tidak adanya dengan ;
- sifat salinan di terhadap negasi dan invers;
- akibat-akibat dari hasil di atas.
Prasyarat pinjaman dan hasil terdahulu:
- (P1) adalah medan terurut yang memuat salinan . Artinya, ada pemetaan injektif yang mempertahankan , , penjumlahan, perkalian, dan urutan. Setelah identifikasi melalui , kita menulis . Fakta ini dipinjam dari pembahasan berikutnya, sama seperti pada 8.3.
- (P2) Keberadaan akar. Ada dengan dan . Fakta ini dipinjam dari kelengkapan . Sebagai pembanding, Jiří Lebl, Basic Analysis, bagian 1.2, Example 1.2.3 (https://www.jirka.org/ra/html/sec_setofreals.html), membuktikan keberadaan akar positif memakai supremum. Teori supremum tidak diuraikan di sini.
- (P3) Hasil dari 8.2:
- adalah ring komutatif tanpa pembagi nol. Hukum pembatalan berlaku: jika dan , maka .
- Akibat hukum ring: .
- Urutan total, sehingga trikotomi berlaku, dan urutan itu kompatibel dengan penjumlahan.
- .
- Integer positif tepat berupa kelas dengan . Karena itu integer tak negatif diidentifikasi dengan melalui embedding , dan integer positif dengan unsur positif .
- Hasil kali dua integer positif adalah positif. Akibatnya, jika dan , maka . Kasus berasal dari .
- Urutan diskret: jika , maka .
- adalah medan dengan kelas untuk . Kesamaan kelas: jika dan hanya jika . Perkalian kelas: .
- (P4) Prinsip urutan baik (WOP) untuk bagian tak kosong , Teorema 7.3.3–7.3.4, dengan prasyarat fondasionalnya.
Sifat Archimedes tidak dipakai dalam unit ini. Satu-satunya pengecualian adalah penutup, yang memakai kerapatan dari 8.3.
Definisi dasar
Definisi 8.4.1. Misalkan .
- membagi jika ada dengan .
- genap jika membagi , yaitu jika ada dengan .
- ganjil jika ada dengan .
- Bilangan real disebut irasional jika , yaitu jika tidak berada dalam salinan di dalam .
Lambang berarti di setiap sistem:
- di , ;
- di , berarti ;
- di , , karena mempertahankan dan penjumlahan.
Dengan cara yang sama, di .
Ketunggalan akar kuadrat positif
Proposisi 8.4.2. Misalkan . Paling banyak ada satu dengan dan .
Domain dan hipotesis. Proposisi ini hanya memakai aksioma medan terurut (P1). Proposisi ini tidak menyatakan bahwa akar itu ada.
Strategi. Ubah selisih kuadrat menjadi hasil kali. Kemudian gunakan fakta bahwa faktor tak nol mempunyai invers.
Bukti. Misalkan dan . Dengan distributivitas dan komutativitas perkalian,
Karena , kompatibilitas urutan dengan penjumlahan memberi . Karena , diperoleh . Jadi , dan ada. Kalikan kedua ruas dengan :
Jadi .
Definisi 8.4.3 (notasi ). Misalkan mempunyai akar positif, yaitu ada dengan . Menurut Proposisi 8.4.2, akar positif itu tunggal, dan kita menuliskannya . Menurut (P2), syarat ini dipenuhi oleh , sehingga terdefinisi.
Tanpa (P2) atau bukti keberadaan lain, belum dijamin bahwa simbol menunjuk suatu bilangan real; Proposisi 8.4.2 sendiri hanya menjamin ketunggalan.
Catatan. Pembatasan tanda diperlukan untuk klaim ketunggalan ini. Bilangan juga memenuhi . Argumen di atas tidak berlaku untuk pasangan dan , karena jumlah keduanya .
Lema paritas
Lema 8.4.4 (paritas; bandingkan Lema 6.3.4 dan Teorema 6.3.5). Untuk setiap berlaku:
- (i) genap atau ganjil;
- (ii) tidak sekaligus genap dan ganjil;
- (iii) jika genap, maka genap.
Strategi.
- Bagian (i): induksi pada , lalu perluasan ke integer negatif.
- Bagian (ii): diskretnya urutan .
- Bagian (iii): kontradiksi, dengan memakai (i) dan (ii).
Bukti.
(i) Pada bagian ini, dibaca melalui embedding dari 8.2. Di berlaku , dan mempertahankan penjumlahan. Karena itu , dan langkah induksi dari ke dapat ditulis . Bentuk
-
Dasar. , jadi .
-
Langkah. Misalkan .
- Jika , maka .
- Jika , maka .
Dalam kedua kasus, .
Jadi memuat dan tertutup terhadap penerus. Menurut induksi, . Akibatnya, setiap integer genap atau ganjil.
Sekarang misalkan . Menurut (P3), , sehingga adalah salinan suatu unsur . Unsur itu berada di .
- Jika , maka .
- Jika , maka .
Menurut trikotomi, setiap memenuhi atau , sehingga (i) berlaku untuk semua .
(ii) Andaikan . Dengan distributivitas, untuk . Menurut trikotomi dan diskretnya , berlaku atau .
- Jika , maka .
- Jika , maka . Selain itu, , sehingga .
Kedua kasus bertentangan dengan .
(iii) Misalkan genap, dan andaikan tidak genap. Menurut (i), ganjil, misalnya . Maka
sehingga ganjil. Menurut (ii), tidak genap. Ini kontradiksi.
Catatan. Bagian (iii) adalah kebalikan dari implikasi yang mudah, yaitu " genap mengakibatkan genap". Bukti utama memerlukan arah (iii).
Penyebut positif dan pecahan tereduksi
Frasa "tanpa mengurangi keumuman, misalkan tereduksi" bukanlah bukti. Dua lema berikut menunjukkan bahwa wakil seperti itu memang ada. Keduanya tidak memakai teorema keberadaan FPB (gcd) dan tidak memakai aksioma pilihan.
Lema 8.4.5 (penyebut positif). Setiap mempunyai wakil dengan .
Bukti. Misalkan dengan . Menurut trikotomi urutan , tepat satu dari atau berlaku.
- Jika , wakil sudah memenuhi syarat.
- Jika , maka . Pasangan berada di , dan pasangan ini ekuivalen dengan karena
Jadi dengan penyebut positif.
Lema 8.4.6 (penyebut positif terkecil). Misalkan , dan bentuk
Di sini dibaca melalui salinannya di . Maka:
- (a) mempunyai unsur terkecil .
- (b) Untuk setiap dengan , tidak ada dengan yang membagi dan sekaligus.
- (c) Untuk seperti pada (b), satu-satunya pembagi bersama positif dari dan adalah .
Secara khusus, tidak membagi dan sekaligus.
Domain dan hipotesis. adalah bagian dari yang dibentuk dengan aksioma pemisahan. WOP dipakai pada bagian ini, bukan pada sembarang bagian (lihat Latihan 8.4.11).
Bukti.
(a) Menurut Lema 8.4.5, mempunyai wakil dengan penyebut positif. Penyebut ini adalah salinan suatu unsur positif (P3), sehingga . Menurut WOP (P4), mempunyai unsur terkecil .
Karena , ada pembilang dengan . Kita mengambil satu saksi seperti itu. Ini hanya satu pengambilan dari satu himpunan tak kosong, sehingga aksioma pilihan tidak diperlukan.
(b) Andaikan ada yang membagi dan . Tulis dan dengan . Integer inilah yang sering ditulis "". Penulisan itu hanya bermakna sebagai integer yang memenuhi , bukan sebagai kelas di .
- . Andaikan . Maka . Karena , berlaku (P3). Jadi , bertentangan dengan .
- . Karena dan , berlaku , yaitu . Jadi . Karena , berlaku . Jadi .
- adalah wakil . Karena , pasangan sah. Perkalian silang memberi
sehingga .
Dari langkah 1–3, dan . Ini bertentangan dengan minimalitas .
(c) Misalkan membagi dan . Karena urutan diskret, . Menurut (b), tidak berlaku , sehingga . Maka , jadi , dan akibatnya . Dengan demikian . Sebaliknya, membagi kedua bilangan karena dan .
Catatan tentang tanda. Lema ini tidak membuat anggapan apa pun tentang tanda . Pembilang boleh positif, negatif, atau nol.
Sebagai contoh, ambil .
- Karena , berlaku .
- Setiap unsur positif, sehingga bernilai . Jadi .
- Jika dan , maka seperti pada langkah 1. Akibatnya , sehingga . Ini mustahil.
Jadi untuk , wakil memenuhi (b) meskipun dibagi oleh setiap integer.
Teorema utama
Teorema 8.4.7. Tidak ada dengan .
Domain dan hipotesis. Seluruh pernyataan berada di dalam . Prasyarat (P2) tidak dipakai.
Strategi. Gunakan kontradiksi. Ambil wakil dengan penyebut positif terkecil (Lema 8.4.6), turunkan , lalu terapkan paritas dua kali.
Bukti. Andaikan ada dengan .
Langkah 1: memilih wakil. Menurut Lema 8.4.6, ada dan dengan , , dan adalah unsur terkecil .
Langkah 2: memperoleh . Menurut definisi perkalian di ,
Pasangan sah karena dan tidak mempunyai pembagi nol, sehingga . Kesamaan kelas berarti , yaitu
Langkah 3: genap. Persamaan menunjukkan bahwa genap, dengan saksi . Menurut Lema 8.4.4(iii), genap. Tulis dengan .
Langkah 4: genap. Substitusi memberi . Dari Langkah 2 diperoleh . Karena , hukum pembatalan di (P3) memberi
Jadi genap. Menurut Lema 8.4.4(iii), genap. Tulis dengan .
Langkah 5: . Andaikan . Maka , bertentangan dengan . Jadi .
Langkah 6: kontradiksi. Sekarang membagi dan juga membagi . Ini bertentangan langsung dengan Lema 8.4.6(b) untuk .
Kontradiksi yang sama juga dapat diperoleh langsung dari minimalitas:
- , sehingga ;
- menurut Langkah 5;
- , sehingga .
Jadi dan , bertentangan dengan minimalitas .
Dengan demikian pengandaian salah.
Semua tanda pembilang tercakup.
- Bukti tidak pernah mengandaikan .
- Lema 8.4.4 berlaku untuk setiap integer. Karena itu Langkah 3 sah untuk positif, negatif, maupun .
- Kasus tidak memerlukan penanganan khusus, karena argumen umum tetap menghasilkan kontradiksi.
- Satu-satunya pembatasan tanda ada pada penyebut, dan pembatasan itu dijamin oleh Lema 8.4.5.
Akibat 8.4.8. Dengan prasyarat (P1) dan (P2), bilangan real irasional. Bilangan juga irasional.
Bukti. Andaikan untuk suatu . Karena mempertahankan perkalian,
Karena injektif, . Ini bertentangan dengan Teorema 8.4.7.
Bukti untuk sama, karena .
Lema 8.4.9 ( mempertahankan negasi dan invers). Untuk setiap berlaku . Jika , maka dan .
Bukti.
- Negasi. . Tambahkan pada kedua ruas untuk memperoleh .
- Invers. Untuk , invers ada di (P3), dan
Jika , ruas kiri sama dengan , padahal . Jadi . Kalikan kedua ruas dengan untuk memperoleh .
Catatan (mengapa (P2) harus dipinjam). Pandang himpunan dengan urutan yang diwarisi dari .
- Himpunan ini memuat dan .
- Himpunan ini tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian, karena dan .
- Himpunan ini tertutup terhadap negasi dan invers unsur tak nol, menurut Lema 8.4.9.
Aksioma medan terurut lainnya, yaitu komutativitas, asosiativitas, distributivitas, trikotomi, transitivitas, dan kompatibilitas urutan, berbentuk "untuk semua unsur". Aksioma-aksioma itu tetap berlaku ketika dibatasi pada bagian ini. Jadi adalah medan terurut.
Menurut Teorema 8.4.7 dan injektivitas , seperti pada bukti Akibat 8.4.8, tidak ada unsur yang kuadratnya . Kesimpulannya, aksioma medan terurut saja tidak dapat menjamin (P2). Diperlukan asumsi tambahan untuk menjamin keberadaan akar; dalam buku ini jaminan itu diperoleh dari kelengkapan .
Gagasan pembuktiannya adalah mengambil supremum suatu himpunan yang dibatasi oleh syarat "kuadratnya kurang dari ". Rinciannya ditunda. Sebagai pembanding, Lebl, Example 1.2.3, membuktikan keberadaan akar ini memakai supremum.
Kesalahan umum
- Memakai sebelum statusnya jelas. Contohnya: "Andaikan ", padahal keberadaan belum dinyatakan. Teorema 8.4.7 dirumuskan tanpa . Simbol itu baru dipakai setelah (P2) dan Proposisi 8.4.2.
- "Misalkan tereduksi" tanpa justifikasi. Bukti di atas memerlukan Lema 8.4.6, yang memakai WOP pada penyebut positif.
- Membagi integer sebelum keterbagian diperiksa. Ekspresi "" hanya bermakna sebagai integer yang memenuhi . Kelas pecahan di adalah objek yang berbeda.
- Menganggap ekspansi desimal sebagai bukti. Menampilkan sampai berapa pun digit tidak membuktikan ketidakrasionalan (lihat Latihan 8.4.16).
- Menggeneralisasi berlebihan. Tidak semua akar kuadrat irasional (lihat Latihan 8.4.12).
- Lupa membuktikan . Tanpa , tidak berada dalam , sehingga argumen minimalitas tidak berlaku.
Latihan dan pembahasan
Latihan 8.4.10 (memeriksa langkah paritas). Pada bukti Teorema 8.4.7:
- (a) Tunjukkan bahwa diperoleh dari hanya melalui perkalian silang, tanpa membagi oleh di .
- (b) Sebutkan saksi bahwa genap.
- (c) Mengapa implikasi " genap mengakibatkan genap" tidak cukup?
- (d) Sebutkan syarat yang membolehkan pembatalan pada .
Pembahasan.
- (a) dan . Kesamaan kelas berarti , dan di sini tidak terjadi pembagian integer. Syarat hanya diperlukan agar merupakan pasangan yang sah. Syarat itu dijamin oleh tidak adanya pembagi nol.
- (b) Saksinya adalah , karena .
- (c) Yang diketahui adalah " genap", dan yang ingin disimpulkan adalah " genap". Itu adalah arah Lema 8.4.4(iii), yang dibuktikan melalui (i), (ii), dan kontradiksi. Implikasi pada soal bergerak dari ke , sehingga tidak memberi informasi yang dibutuhkan.
- (d) Hukum pembatalan di berlaku untuk faktor tak nol (P3), dan .
Latihan 8.4.11 (peran ). Misalkan , dan bentuk
- (a) Tunjukkan bahwa tidak mempunyai unsur terkecil.
- (b) Tunjukkan di mana bukti Lema 8.4.6 dan Teorema 8.4.7 memakai .
Pembahasan.
(a) Ambil sembarang dengan saksi . Misalkan . Karena dan tidak mempunyai pembagi nol (P3), berlaku , sehingga pasangan sah. Selain itu, , sehingga . Jadi .
- Jika , ambil . Maka dan .
- Jika , ambil . Maka dan , sehingga .
Dalam kedua kasus ada unsur yang lebih kecil daripada . Jadi tidak mempunyai unsur terkecil. Hal ini tidak bertentangan dengan WOP, karena WOP berlaku untuk bagian , sedangkan memuat integer negatif yang tidak terbatas ke bawah.
(b) Syarat dipakai di tiga tempat:
- untuk menempatkan penyebut di , sehingga WOP dapat diterapkan;
- pada Lema 8.4.6(b), langkah 1, untuk menyimpulkan ;
- pada Teorema 8.4.7, Langkah 5, untuk menyimpulkan .
Tanpa , kesimpulan dapat gagal, sehingga argumen minimalitas tidak dapat dijalankan. Contohnya, , , dan memenuhi , tetapi .
Latihan 8.4.12 ( bukan irasional).
- (a) Buktikan bahwa mempunyai akar positif di , tanpa memakai (P2), dan bahwa .
- (b) Jalankan argumen Teorema 8.4.7 untuk , lalu tunjukkan langkah yang gagal.
Pembahasan.
(a) Pertama, tunjukkan bahwa di . Andaikan . Maka , sehingga karena hasil kali dua unsur positif adalah positif. Ini kontradiksi. Karena , trikotomi memberi . Akibatnya, .
Di berlaku . Karena mempertahankan perkalian,
Jadi adalah akar positif dari . Menurut Definisi 8.4.3 dan Proposisi 8.4.2, terdefinisi dan . Jadi rasional. Keberadaannya diperoleh dari saksi eksplisit, bukan dari kelengkapan.
(b) Ambil dengan minimum. Persamaan memberi , sehingga genap. Tulis . Maka , dan pembatalan faktor memberi .
Persamaan tidak memuat faktor yang memaksa genap. Jadi Langkah 4 tidak dapat dijalankan, dan tidak ada kontradiksi. Memang memenuhi semua syarat: dan setiap unsur bernilai , sehingga . Kemudian dan . Bilangan membagi , tetapi tidak membagi .
Pelajarannya: bentuk argumen saja tidak membuktikan apa pun tanpa langkah paritas yang benar-benar berlaku.
Latihan 8.4.13. Buktikan bahwa irasional.
Pembahasan. Gunakan bukti dengan kontradiksi (Bab 6). Andaikan untuk suatu . Menurut Lema 8.4.9 dan karena ,
dengan . Jadi rasional, yang bertentangan dengan Akibat 8.4.8.
Latihan 8.4.14. Misalkan dan . Buktikan bahwa , yang ditulis , irasional.
Pembahasan. Andaikan untuk suatu . Karena , Lema 8.4.9 memberi dan . Kalikan kedua ruas dengan :
dengan . Ini bertentangan dengan Akibat 8.4.8.
Kasus khusus memberi kembali irasionalitas .
Latihan 8.4.15 (kasus ). Tunjukkan bahwa hipotesis pada Latihan 8.4.14 tidak dapat dihapus.
Pembahasan. Untuk berlaku , yang rasional. Bukti Latihan 8.4.14 gagal tepat pada langkah yang memerlukan , karena tidak mempunyai invers. Jika , maka , padahal . Jadi pernyataan "hasil kali rasional dengan irasional selalu irasional" salah tanpa syarat .
Latihan 8.4.16 (desimal bukan bukti). Seseorang menulis: " dan digitnya tidak berulang, jadi irasional." Jelaskan kekurangannya.
Pembahasan.
- Tampilan berhingga digit tidak menunjukkan apa pun tentang digit selanjutnya. Pola berulang bisa saja muncul sesudahnya, dan pengamatan berhingga tidak dapat menyingkirkan kemungkinan itu.
- Argumen tersebut memakai dua hal yang belum tersedia di sini:
- teori ekspansi desimal bilangan real, yang bergantung pada kelengkapan dan limit;
- teorema bahwa bilangan rasional tepat mempunyai ekspansi yang akhirnya berulang.
- Bukti yang sah adalah Teorema 8.4.7 bersama Akibat 8.4.8. Bukti itu hanya memakai aritmetika dan , WOP, dan paritas, ditambah (P1)–(P2) untuk menyebut .
Penutup: rapat, tetapi tidak penuh
Unit 8.3 membuktikan, dengan meminjam sifat Archimedes, bahwa rapat di : di antara dua real yang berbeda selalu ada bilangan rasional. Unit ini, dengan meminjam keberadaan akar dari kelengkapan (P2), menunjukkan bahwa ada real yang tidak rasional, yaitu .
Kedua fakta itu saling melengkapi. Misalkan , dan ambil serta . Karena , hipotesis dari kerapatan terpenuhi. Kerapatan memberi dengan
Namun menurut Akibat 8.4.8, untuk setiap pilihan seperti itu. Bilangan rasional dapat mendekati sedekat apa pun, tetapi tidak ada yang sama dengannya.
Jadi kerapatan tidak berarti mengisi . Teorema 8.4.7 menunjukkan bahwa , meskipun merupakan medan, tidak memuat akar kuadrat dari . Akar itu ada di karena kelengkapan , yaitu pinjaman (P2).
Pada pembahasan kelengkapan di Bab 11, dapat diperiksa bahwa argumen supremum yang menjamin (P2) hanya memakai kelengkapan dan sifat medan terurut. Setelah itu diperiksa, Teorema 8.4.7 menunjukkan bahwa tidak lengkap. Unit ini belum membuktikan kesimpulan tersebut. Unit ini hanya memakai satu akibat kelengkapan, yaitu (P2), dengan label pinjaman yang eksplisit.
Rujukan Bab 8
[R8-1] Gary Hardegree. Set Theory, Chapter 4, bagian 5, halaman tercetak 13–14: struktur Peano dan induksi. https://courses.umass.edu/phil595s-gmh/extras/set%20theory/Set-Theory-Chap4.pdf
[R8-2] Jiří Lebl. Basic Analysis, bagian 1.2, The set of real numbers: Example 1.2.3 untuk akar positif dua melalui supremum; Theorem 1.2.4 untuk Archimedes dan kerapatan. https://www.jirka.org/ra/html/sec_setofreals.html
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 9.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 7.