Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 7Lanjut

    Induksi Matematika dan Rekursi

    Bab 7 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    90 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 7 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 7: Induksi Matematika dan Rekursi

    Induksi membuktikan pernyataan pada seluruh bilangan asli; rekursi menentukan fungsi dari nilai awal dan aturan langkah. Bab ini membedakan kedua peran itu, menurunkan induksi kuat serta urutan baik dari induksi lemah, membuktikan pembagian Euclid, lalu membangun fungsi rekursif melalui grafik aproksimasi. Contoh terhitung disertai bukti umum, diagnosis argumen cacat, dan latihan beserta pembahasan. Konvensi bilangan asli memuat 0. Keberadaan bilangan asli dan hukum aritmetika yang dinyatakan tetap merupakan prasyarat kerja; pembahasan ini tidak mengklaim konstruksi semua sistem bilangan tanpa asumsi.

    7.1 Prinsip Induksi Matematika Lemah

    Motivasi

    Banyak pernyataan matematika berbentuk "untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, P(n)P(n)". Memeriksa n=0,1,2,…,1000n = 0, 1, 2, \dots, 1000 satu per satu tidak membuktikan pernyataan seperti itu, karena kasusnya tak berhingga. Bab 6 memberi cara membuktikan pernyataan universal: ambil unsur sebarang, lalu turunkan sifatnya. Namun untuk banyak sifat bilangan asli, cara itu tidak langsung berjalan. Sifat pada nn sering hanya dapat dipahami dari sifat pada bilangan sebelumnya. Contohnya jumlah 1+2+⋯+n1 + 2 + \dots + n, yang dibentuk dari jumlah sebelumnya dengan menambah satu suku.

    Intuisinya sederhana. Bilangan asli dimulai dari 00, dan setiap bilangan asli dicapai dari 00 dengan menambah 11 berulang-ulang. Kata "berulang-ulang" itulah yang memerlukan prinsip tersendiri agar menjadi tepat. Bab 8 menyatakan prinsip itu dalam aksioma Peano dan membahas struktur bilangan; keberadaan struktur bilangan asli tetap diasumsikan di sana. Di sini prinsip itu kita terima sebagai asumsi. Unit ini menyatakan prinsip tersebut, menjelaskan cara membacanya, menunjukkan cara menulis bukti induksi yang sah, dan mendiagnosis bukti induksi yang keliru.

    Konvensi dan status asumsi

    Sepanjang Bab 7 berlaku konvensi berikut.

    1. N={0,1,2,… }\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \dots\}. Bilangan 00 termasuk bilangan asli.

    2. Aritmetika dan urutan pada N\mathbb{N} dipinjam sebagai bahan kerja, begitu pula pada Z\mathbb{Z}, Q\mathbb{Q}, dan R\mathbb{R} bila diperlukan. Yang dipinjam meliputi:

      • sifat komutatif, asosiatif, dan distributif;
      • 00 sebagai identitas penjumlahan;
      • urutan total;
      • penjumlahan yang menjaga urutan, termasuk urutan tegas;
      • setiap n>0n > 0 mempunyai pendahulu n−1∈Nn - 1 \in \mathbb{N};
      • untuk j≤k+1j \le k + 1 berlaku j≤kj \le k atau j=k+1j = k + 1;
      • jika n0≤nn_0 \le n, terdapat j∈Nj \in \mathbb{N} dengan n=n0+jn = n_0 + j.

      Bab 8 membahas aksioma Peano, menurunkan sebagian sifat operasi, dan membangun perluasan ke Z\mathbb{Z} serta Q\mathbb{Q}. Bab itu tetap mengasumsikan keberadaan struktur Peano dan menandai hukum yang belum diturunkan sebagai pinjaman. Sifat-sifat ini bukan konsekuensi logika murni. Sifat-sifat ini adalah aritmetika yang kita pinjam dan kita tandai.

    3. Prinsip induksi lemah diasumsikan pada unit ini, tidak dibuktikan. Unit 7.2 menurunkan induksi kuat dari prinsip ini, dan unit 7.3 menurunkan prinsip urutan baik. Karena itu unit ini tidak boleh memakai prinsip urutan baik, sebab prinsip itu belum diturunkan. Dengan urutan ini tidak ada lingkaran asumsi: induksi lemah adalah titik awal, dan prinsip-prinsip lain adalah akibatnya.

    4. Bab 3 dan Bab 4 pernah meminjam induksi secara eksplisit. Bab 7 menjelaskan prinsip yang dipinjam itu. Bab 7 tidak menghapus status N\mathbb{N} beserta sifat-sifatnya sebagai asumsi kerja.

    Pernyataan prinsip

    Prinsip 7.1.1 (Induksi Lemah; versi himpunan; diasumsikan). Misalkan S⊆NS \subseteq \mathbb{N} memenuhi

    • (i) 0∈S0 \in S, dan
    • (ii) untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}, jika k∈Sk \in S maka k+1∈Sk + 1 \in S.

    Maka S=NS = \mathbb{N}.

    Bentuk predikat, basis 00 (diturunkan di bawah dari versi himpunan). Misalkan P(n)P(n) adalah sifat bilangan asli yang dinyatakan dengan rumus dalam bahasa himpunan dengan parameter himpunan yang diperlukan, sehingga aksioma separasi Bab 3 dapat diterapkan untuk membentuk {n∈N:P(n)}\{n \in \mathbb{N} : P(n)\}. Jika

    • (B) P(0)P(0) benar, dan
    • (L) untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}, implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k) \Rightarrow P(k+1) benar,

    maka P(n)P(n) benar untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}.

    Bentuk predikat, basis n0n_0 (diturunkan di bawah dengan pergeseran). Misalkan n0∈Nn_0 \in \mathbb{N} dan P(n)P(n) seperti di atas. Jika

    • (B) P(n0)P(n_0) benar, dan
    • (L) untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N} dengan k≥n0k \ge n_0, implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k) \Rightarrow P(k+1) benar,

    maka P(n)P(n) benar untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n≥n0n \ge n_0.

    Hanya versi himpunan yang kita terima tanpa bukti. Dua bentuk lainnya dibuktikan pada dua bagian berikut. Pembuktiannya hanya memakai versi himpunan, separasi, ekstensionalitas, dan aritmetika pinjaman.

    Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat membaca prinsip ini.

    • Basis tidak selalu 11, dan tidak selalu 00. Basis n0n_0 adalah bilangan asli mana pun yang kita pilih. Pilihan itu menentukan rentang kesimpulan.
    • (L) adalah satu pernyataan universal tentang implikasi. (L) tidak menyatakan bahwa P(k)P(k) benar. (L) hanya menyatakan bahwa untuk setiap k≥n0k \ge n_0, jika P(k)P(k) benar maka P(k+1)P(k+1) benar. Memeriksa satu implikasi, misalnya P(3)⇒P(4)P(3) \Rightarrow P(4), belum membuktikan (L).
    • Kesimpulan tidak mengatakan apa pun tentang n<n0n < n_0. Untuk n<n0n < n_0, P(n)P(n) boleh benar atau salah.

    Hubungan versi himpunan dan versi predikat

    Proposisi 7.1.2. Versi himpunan berimplikasi bentuk predikat dengan basis 00, dan sebaliknya.

    Bukti. (Himpunan ⇒\Rightarrow predikat.) Dalam arah ini yang dipakai adalah versi himpunan, yaitu prinsip yang kita asumsikan. Misalkan PP memenuhi (B) dan (L) dengan basis 00. Dengan aksioma separasi (Bab 3), bentuk

    S={ n∈N:P(n) }.S = \{\, n \in \mathbb{N} : P(n) \,\}.

    Maka S⊆NS \subseteq \mathbb{N}. Dari (B), P(0)P(0) benar, jadi 0∈S0 \in S. Sekarang ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dengan k∈Sk \in S. Menurut definisi SS, P(k)P(k) benar. Menurut (L), P(k+1)P(k+1) benar. Karena k+1∈Nk + 1 \in \mathbb{N}, diperoleh k+1∈Sk + 1 \in S. Jadi SS memenuhi (i) dan (ii), dan versi himpunan memberi S=NS = \mathbb{N}. Akibatnya untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, n∈Sn \in S, yakni P(n)P(n) benar.

    (Predikat ⇒\Rightarrow himpunan.) Dalam arah ini yang diandaikan adalah bentuk predikat, bukan versi himpunan. Misalkan S⊆NS \subseteq \mathbb{N} memenuhi (i) dan (ii). Definisikan P(n)P(n) sebagai "n∈Sn \in S". Syarat (i) adalah (B), dan syarat (ii) adalah (L). Bentuk predikat memberi n∈Sn \in S untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, jadi N⊆S\mathbb{N} \subseteq S. Bersama S⊆NS \subseteq \mathbb{N}, ekstensionalitas memberi S=NS = \mathbb{N}. ■\blacksquare

    Jadi kedua versi setara, asalkan separasi tersedia. Kita cukup mengasumsikan salah satunya. Dalam naskah ini, yang diasumsikan adalah versi himpunan, karena versi itu berbicara tentang struktur N\mathbb{N} sendiri. Versi predikat adalah cara pakainya sehari-hari.

    Pergeseran basis

    Proposisi 7.1.3. Bentuk predikat dengan basis 00 berimplikasi bentuk predikat dengan basis n0n_0, untuk setiap n0∈Nn_0 \in \mathbb{N}.

    Bukti. Misalkan n0∈Nn_0 \in \mathbb{N} dan PP memenuhi (B) dan (L) dengan basis n0n_0. Definisikan sifat baru

    Q(j)  :⟺  P(n0+j),j∈N.Q(j) \;:\Longleftrightarrow\; P(n_0 + j), \qquad j \in \mathbb{N}.

    QQ dirumuskan dari PP dan aritmetika, sehingga separasi juga berlaku padanya.

    Basis untuk QQ. Karena n0+0=n0n_0 + 0 = n_0 (aritmetika pinjaman), pernyataan Q(0)Q(0) adalah pernyataan P(n0)P(n_0). Pernyataan ini benar menurut (B).

    Langkah untuk QQ. Ambil j∈Nj \in \mathbb{N} sebarang dan andaikan Q(j)Q(j), yaitu P(n0+j)P(n_0 + j). Tulis k=n0+jk = n_0 + j. Karena 0≤j0 \le j dan penjumlahan menjaga urutan, n0=n0+0≤n0+j=kn_0 = n_0 + 0 \le n_0 + j = k. Jadi (L) berlaku pada kk dan memberi P(k+1)P(k + 1). Menurut asosiativitas, k+1=(n0+j)+1=n0+(j+1)k + 1 = (n_0 + j) + 1 = n_0 + (j + 1). Jadi P(n0+(j+1))P(n_0 + (j+1)) benar, yaitu Q(j+1)Q(j+1).

    Bentuk basis 00 memberi Q(j)Q(j) untuk setiap j∈Nj \in \mathbb{N}. Sekarang ambil n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n≥n0n \ge n_0. Menurut fakta pinjaman, terdapat j∈Nj \in \mathbb{N} dengan n=n0+jn = n_0 + j. Karena n=n0+jn = n_0 + j, pernyataan P(n)P(n) adalah pernyataan P(n0+j)P(n_0 + j), yaitu Q(j)Q(j), yang telah terbukti. ■\blacksquare

    Bukti ini memakai empat fakta aritmetika pinjaman: n0+0=n0n_0 + 0 = n_0; (n0+j)+1=n0+(j+1)(n_0 + j) + 1 = n_0 + (j+1); 0≤j⇒n0≤n0+j0 \le j \Rightarrow n_0 \le n_0 + j; dan n≥n0⇒∃j (n=n0+j)n \ge n_0 \Rightarrow \exists j\,(n = n_0 + j). Bukti ini tidak memakai urutan baik. Untuk n0=0n_0 = 0, QQ sama dengan PP, sehingga tidak ada yang hilang.

    Struktur bukti induksi: asumsi lokal versus sirkularitas

    Bukti induksi yang sah dapat ditulis menurut pola berikut.

    1. Nyatakan sifat P(n)P(n) secara eksplisit dan tetapkan basis n0n_0.
    2. Basis. Buktikan P(n0)P(n_0). Ini pernyataan konkret tentang satu bilangan.
    3. Langkah. Tulis: "Ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dengan k≥n0k \ge n_0. Andaikan P(k)P(k) (hipotesis induksi). Akan dibuktikan P(k+1)P(k+1)." Lalu turunkan P(k+1)P(k+1).
    4. Kesimpulan. Menurut prinsip induksi (basis n0n_0), P(n)P(n) benar untuk semua n≥n0n \ge n_0.

    Langkah 3 adalah bukti langsung sebuah implikasi (Bab 6) yang digeneralisasi atas kk sebarang. Hipotesis induksi adalah asumsi lokal. Asumsi itu hanya berlaku di dalam subbukti untuk kk yang tetap itu, dan dilepas begitu P(k+1)P(k+1) diperoleh. Yang dihasilkan subbukti itu adalah implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k) \Rightarrow P(k+1), bukan P(k)P(k). Keadaannya sama dengan membuktikan "jika x>2x > 2 maka x2>4x^2 > 4". Kita mengandaikan x>2x > 2 tanpa mengklaim bahwa setiap bilangan real lebih dari 22.

    Sirkularitas terjadi jika kesimpulan yang belum terbukti dipakai untuk membenarkan dirinya sendiri. Contohnya mengandaikan "P(n)P(n) untuk semua nn" agar memperoleh P(k+1)P(k+1), atau memakai P(k+1)P(k+1) sebagai alasan bagi klaim yang sama tanpa pembuktian independen.

    Hipotesis induksi lemah hanya menyediakan P(k)P(k). Hipotesis itu sendiri tidak menyediakan P(m)P(m) untuk indeks lain. Pemakaian P(m)P(m), baik m<km<k maupun m>km>k, memerlukan pembenaran tambahan: misalnya basis yang sudah terbukti, teorema sebelumnya, atau bukti langsung. Jika pembenaran independen itu tersedia, pemakaiannya sah. Jika tidak tersedia, klaim itu tidak boleh diselundupkan sebagai fakta. Induksi kuat pada 7.2 akan menyediakan semua P(m)P(m) dengan n0≤m≤kn_0\le m\le k sebagai hipotesis lokal yang dinyatakan eksplisit.

    Bukti implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k)\Rightarrow P(k+1) juga boleh memperoleh P(k+1)P(k+1) tanpa menggunakan P(k)P(k), apabila fakta yang sudah dibenarkan mencukupi. Yang wajib adalah implikasi berlaku bagi setiap kk dalam rentang yang ditentukan, bukan bahwa hipotesis induksi harus muncul dalam setiap baris perhitungan.

    Perhatikan juga bahwa langkah (L) dapat benar walaupun PP salah di mana-mana. Contohnya diberikan pada bagian diagnosis. Karena itu basis tidak dapat dihilangkan. Sebaliknya, basis saja jelas tidak cukup.

    Jumlah berhingga: definisi dan statusnya

    Misalkan a1,a2,a3,…a_1, a_2, a_3, \dots adalah bilangan real yang diberikan untuk setiap indeks i≥1i \ge 1. Jumlah ∑i=1nai\sum_{i=1}^{n} a_i didefinisikan oleh dua aturan:

    ∑i=10ai=0(jumlah kosong),∑i=1n+1ai=(∑i=1nai)+an+1(n∈N).\sum_{i=1}^{0} a_i = 0 \quad\text{(jumlah kosong)}, \qquad \sum_{i=1}^{n+1} a_i = \Big(\sum_{i=1}^{n} a_i\Big) + a_{n+1} \quad (n \in \mathbb{N}).

    Notasi a1+a2+⋯+ana_1 + a_2 + \dots + a_n berarti ∑i=1nai\sum_{i=1}^{n} a_i. Untuk n=0n = 0, notasi titik-titik itu menyesatkan, sehingga yang berlaku adalah definisinya: nilainya 00. Dari definisi, ∑i=11ai=0+a1=a1\sum_{i=1}^{1} a_i = 0 + a_1 = a_1 dan ∑i=12ai=a1+a2\sum_{i=1}^{2} a_i = a_1 + a_2.

    Status. Kedua aturan di atas adalah definisi rekursif: aturan pertama memberi nilai pada 00, dan aturan kedua memberi cara memperoleh nilai pada n+1n+1 dari nilai pada nn. Bahwa ada tepat satu fungsi n↦∑i=1nain \mapsto \sum_{i=1}^{n} a_i yang memenuhi kedua aturan untuk semua nn adalah isi teorema rekursi, yang dibuktikan pada 7.4. Secara persis, dengan X=RX = \mathbb{R}, a=0a = 0, dan F(n,x)=x+an+1F(n, x) = x + a_{n+1}, teorema rekursi pada 7.4 menjamin tepat satu u:N→Ru : \mathbb{N} \to \mathbb{R} dengan u(0)=0u(0) = 0 dan u(n+1)=F(n,u(n))u(n+1) = F(n, u(n)). Kita menulis ∑i=1nai\sum_{i=1}^{n} a_i untuk u(n)u(n). Sampai 7.4, jumlah berhingga elementer kita pinjam. Kita menyatakannya di sini agar tidak ada asumsi tersembunyi.

    Jika fungsi itu sudah ada, sifat-sifatnya dapat dibuktikan dengan induksi. Misalnya, jika semua ai∈Na_i \in \mathbb{N}, maka ∑i=1nai∈N\sum_{i=1}^{n} a_i \in \mathbb{N} untuk setiap nn. Basisnya 0∈N0 \in \mathbb{N}. Langkahnya memakai fakta bahwa N\mathbb{N} tertutup terhadap penjumlahan (aritmetika pinjaman). Argumen yang sama berlaku dengan Z\mathbb{Z} menggantikan N\mathbb{N}.

    Contoh utama: jumlah nn bilangan asli positif pertama

    Proposisi 7.1.4. Untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n≥1n \ge 1,

    ∑i=1ni=n(n+1)2.\sum_{i=1}^{n} i = \frac{n(n+1)}{2}.

    Pembagian dengan 22 di ruas kanan dilakukan di Q\mathbb{Q} (atau R\mathbb{R}), yang aritmetikanya dipinjam. Kesamaan ini adalah kesamaan di Q\mathbb{Q}. Ruas kiri adalah jumlah bilangan asli, sehingga menurut bagian sebelumnya ruas kiri adalah bilangan asli. Karena itu kesamaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa n(n+1)2\frac{n(n+1)}{2} adalah bilangan asli, dan akibatnya n(n+1)n(n+1) genap. Latihan 7.1.11 membuktikan fakta ini langsung tanpa melewati Q\mathbb{Q}.

    Pemeriksaan pada n=4n = 4. Menurut definisi rekursif:

    ∑i=10i=0,∑i=11i=0+1=1,∑i=12i=1+2=3,∑i=13i=3+3=6,∑i=14i=6+4=10.\sum_{i=1}^{0} i = 0,\quad \sum_{i=1}^{1} i = 0 + 1 = 1,\quad \sum_{i=1}^{2} i = 1 + 2 = 3,\quad \sum_{i=1}^{3} i = 3 + 3 = 6,\quad \sum_{i=1}^{4} i = 6 + 4 = 10.

    Ruas kanan memberi 4⋅52=202=10\frac{4 \cdot 5}{2} = \frac{20}{2} = 10. Kedua sisi bernilai 1010. Pemeriksaan ini hanya menguji satu kasus. Pemeriksaan ini bukan bukti.

    Bukti. Misalkan P(n)P(n) menyatakan ∑i=1ni=n(n+1)2\sum_{i=1}^{n} i = \frac{n(n+1)}{2}. Basisnya n0=1n_0 = 1.

    Basis (n=1n = 1). Ruas kiri: ∑i=11i=∑i=10i+1=0+1=1\sum_{i=1}^{1} i = \sum_{i=1}^{0} i + 1 = 0 + 1 = 1. Ruas kanan: 1⋅22=1\frac{1 \cdot 2}{2} = 1. Jadi P(1)P(1) benar.

    Langkah. Ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dengan k≥1k \ge 1. Andaikan P(k)P(k), yaitu ∑i=1ki=k(k+1)2\sum_{i=1}^{k} i = \frac{k(k+1)}{2}. Akan dibuktikan P(k+1)P(k+1), yaitu ∑i=1k+1i=(k+1)(k+2)2\sum_{i=1}^{k+1} i = \frac{(k+1)(k+2)}{2}. Hitung:

    ∑i=1k+1i=∑i=1ki+(k+1)(definisi jumlah)=k(k+1)2+(k+1)(hipotesis induksi)=k(k+1)2+2(k+1)2=k(k+1)+2(k+1)2=(k+1)(k+2)2(distributivitas: faktor k+1)=(k+1)((k+1)+1)2.\begin{aligned} \sum_{i=1}^{k+1} i &= \sum_{i=1}^{k} i + (k+1) && \text{(definisi jumlah)}\\ &= \frac{k(k+1)}{2} + (k+1) && \text{(hipotesis induksi)}\\ &= \frac{k(k+1)}{2} + \frac{2(k+1)}{2} && \\ &= \frac{k(k+1) + 2(k+1)}{2} && \\ &= \frac{(k+1)(k+2)}{2} && \text{(distributivitas: faktor } k+1\text{)}\\ &= \frac{(k+1)\big((k+1)+1\big)}{2}. && \end{aligned}

    Ini tepat P(k+1)P(k+1). Hipotesis induksi dipakai tepat satu kali, pada baris kedua.

    Menurut prinsip induksi dengan basis 11, P(n)P(n) benar untuk semua n≥1n \ge 1. ■\blacksquare

    Perluasan ke n=0n = 0. Untuk n=0n = 0, ruas kiri adalah jumlah kosong, yaitu 00, dan ruas kanan adalah 0⋅12=0\frac{0 \cdot 1}{2} = 0. Jadi P(0)P(0) juga benar. Perhitungan pada langkah di atas tidak pernah memakai k≥1k \ge 1, sehingga implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k) \Rightarrow P(k+1) terbukti untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}. Dengan basis 00, prinsip induksi memberi bentuk yang lebih kuat:

    ∑i=1ni=n(n+1)2untuk setiap n∈N.\sum_{i=1}^{n} i = \frac{n(n+1)}{2} \quad\text{untuk setiap } n \in \mathbb{N}.

    Versi basis 11 adalah kejadian khusus dari bentuk ini.

    Contoh kedua: jumlah nn bilangan ganjil positif pertama

    Bilangan ganjil positif ke-ii (untuk i≥1i \ge 1) adalah 2i−12i - 1, sehingga nn bilangan ganjil positif pertama adalah 1,3,…,2n−11, 3, \dots, 2n-1. Tulis n2n^2 untuk n⋅nn \cdot n. Notasi ini cukup sebagai singkatan perkalian dan belum memerlukan pangkat rekursif.

    Proposisi 7.1.5. Untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N},

    ∑i=1n(2i−1)=n2.\sum_{i=1}^{n} (2i - 1) = n^2.

    Pemeriksaan: n=1,2,3,4n = 1, 2, 3, 4 memberi 11, 1+3=41+3 = 4, 4+5=94 + 5 = 9, 9+7=169 + 7 = 16.

    Bukti. Misalkan P(n)P(n) menyatakan ∑i=1n(2i−1)=n2\sum_{i=1}^{n}(2i-1) = n^2. Basisnya n0=0n_0 = 0.

    Basis (n=0n = 0). Ruas kiri adalah jumlah kosong, yaitu 00. Ruas kanan 0⋅0=00 \cdot 0 = 0. Jadi P(0)P(0) benar.

    Langkah. Ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dan andaikan ∑i=1k(2i−1)=k2\sum_{i=1}^{k}(2i-1) = k^2. Maka

    ∑i=1k+1(2i−1)=∑i=1k(2i−1)+(2(k+1)−1)(definisi jumlah)=k2+(2k+1)(hipotesis induksi; 2(k+1)−1=2k+1)=(k+1)2(karena (k+1)(k+1)=k2+2k+1).\begin{aligned} \sum_{i=1}^{k+1}(2i-1) &= \sum_{i=1}^{k}(2i-1) + \big(2(k+1) - 1\big) && \text{(definisi jumlah)}\\ &= k^2 + (2k + 1) && \text{(hipotesis induksi; } 2(k+1)-1 = 2k+1\text{)}\\ &= (k+1)^2 && \text{(karena } (k+1)(k+1) = k^2 + 2k + 1\text{)}. \end{aligned}

    Jadi P(k+1)P(k+1) benar. Menurut prinsip induksi, P(n)P(n) benar untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}. ■\blacksquare

    Jika pembaca lebih suka tidak memakai jumlah kosong, basis n=1n = 1 (1=121 = 1^2) bersama langkah yang sama memberi kesimpulan untuk n≥1n \ge 1. Versi di atas memuat versi itu.

    Diagnosis induksi yang salah

    (a) Langkah benar, basis salah. Misalkan P(n)P(n) menyatakan "2n+12n + 1 genap", yaitu terdapat m∈Zm \in \mathbb{Z} dengan 2n+1=2m2n + 1 = 2m. Langkahnya sah: jika 2k+1=2m2k + 1 = 2m untuk suatu m∈Zm \in \mathbb{Z}, maka 2(k+1)+1=(2k+1)+2=2m+2=2(m+1)2(k+1) + 1 = (2k+1) + 2 = 2m + 2 = 2(m+1), jadi genap. Namun P(0)P(0) menyatakan bahwa 11 genap, dan ini salah. Akibatnya prinsip induksi tidak memberi apa-apa. Kenyataannya P(n)P(n) salah untuk setiap nn, karena 2n+12n+1 ganjil dan tidak ada bilangan bulat yang sekaligus genap dan ganjil (Lema 6.3.4, dengan status pinjaman pembagian Euclid yang dijelaskan di sana). Pelajarannya: langkah hanya meneruskan kebenaran, dan langkah tidak menciptakan kebenaran.

    (b) Klaim "n<n2n < n^2 untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}". Klaim ini gagal pada n=0n = 0 (0<00 < 0 salah) dan pada n=1n = 1 (1<11 < 1 salah). Meskipun begitu, langkahnya sah untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}. Andaikan k<k2k < k^2. Maka

    (k+1)2=k2+2k+1>k+2k+1=3k+1≥k+1,(k+1)^2 = k^2 + 2k + 1 > k + 2k + 1 = 3k + 1 \ge k + 1,

    dengan ketaksamaan tegas dari k<k2k < k^2 (penjumlahan menjaga urutan tegas) dan ketaksamaan terakhir dari 2k≥02k \ge 0. Pada k=0k = 0 dan k=1k = 1, hipotesis k<k2k < k^2 salah, sehingga implikasinya benar secara hampa. Implikasi yang benar secara hampa tidak memindahkan kebenaran apa pun. Pernyataan yang benar adalah: untuk setiap n≥2n \ge 2, n<n2n < n^2. Basisnya 2<42 < 4, dan langkahnya seperti di atas. Basis tidak dapat diturunkan ke 00 atau 11 karena klaimnya memang salah di sana.

    (c) "Semua kuda berwarna sama". Klaimnya: H(n)H(n) untuk setiap n≥1n \ge 1, dengan H(n)H(n) menyatakan "dalam setiap kumpulan nn kuda, semua kuda berwarna sama". Contoh ini ilustratif, dan banyaknya unsur kumpulan berhingga dipakai secara intuitif. "Bukti" yang beredar berjalan sebagai berikut.

    Basis: satu kuda jelas berwarna sama dengan dirinya. Langkah: misalkan KK kumpulan k+1k+1 kuda. Ambil dua kuda berbeda a,b∈Ka, b \in K. Kumpulan K∖{a}K \setminus \{a\} dan K∖{b}K \setminus \{b\} masing-masing berisi kk kuda, jadi masing-masing berwarna seragam menurut hipotesis induksi. Keduanya beririsan, sehingga warnanya sama, dan seluruh KK berwarna seragam.

    Kesalahannya terletak tepat pada kalimat "keduanya beririsan". Irisannya adalah K∖{a,b}K \setminus \{a, b\}, yang berisi k−1k - 1 kuda.

    • Jika k≥2k \ge 2, irisan itu tak kosong. Ambil cc di dalamnya. Setiap kuda di K∖{a}K \setminus \{a\} berwarna sama dengan cc, dan setiap kuda di K∖{b}K \setminus \{b\} juga berwarna sama dengan cc. Karena K=(K∖{a})∪(K∖{b})K = (K \setminus \{a\}) \cup (K \setminus \{b\}), semua kuda di KK berwarna sama dengan cc. Jadi argumen ini sah untuk k≥2k \ge 2.
    • Jika k=1k = 1, maka K={a,b}K = \{a, b\}, K∖{a}={b}K \setminus \{a\} = \{b\}, dan K∖{b}={a}K \setminus \{b\} = \{a\}. Irisannya kosong. Tidak ada kuda penghubung, sehingga keseragaman {a}\{a\} dan {b}\{b\} tidak memberi informasi apa pun tentang hubungan warna aa dan bb.

    Jadi yang benar-benar terbukti adalah H(1)H(1) dan "untuk setiap k≥2k \ge 2, H(k)⇒H(k+1)H(k) \Rightarrow H(k+1)". Syarat (L) dengan basis 11 menuntut implikasi untuk setiap k≥1k \ge 1, sedangkan implikasi H(1)⇒H(2)H(1) \Rightarrow H(2) tidak pernah dibuktikan. Implikasi itu salah asalkan ada dua kuda berlainan warna, sebab untuk dua kuda tersebut H(1)H(1) benar sedangkan H(2)H(2) salah. Seandainya H(2)H(2) benar, basis 22 bersama langkah untuk k≥2k \ge 2 akan memberi H(n)H(n) untuk semua n≥2n \ge 2; tetapi dalam model yang memuat dua kuda berlainan warna, H(2)H(2) salah. Celah satu indeks saja sudah cukup untuk meruntuhkan seluruh argumen.

    Kesalahan umum

    1. Basis dilewati atau salah dihitung, seperti pada contoh (a).
    2. Basis tidak cocok dengan klaim. Contohnya mengklaim "untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N}" tetapi hanya membuktikan P(1)P(1), atau memakai basis yang membuat klaim salah, seperti pada contoh (b).
    3. Langkah hanya diperiksa untuk satu kk. Menghitung P(3)P(3) lalu P(4)P(4) tidak membuktikan (L).
    4. Langkah tidak mencakup semua k≥n0k \ge n_0, seperti pada contoh (c).
    5. Sirkularitas. Contohnya memakai "P(n)P(n) untuk semua nn" atau P(k+1)P(k+1) sebagai fakta yang belum memiliki pembenaran independen di dalam langkah.
    6. Hipotesis induksi diperlakukan sebagai fakta global, bukan sebagai asumsi lokal untuk kk yang tetap.
    7. Notasi titik-titik dipakai tanpa definisi, sehingga kasus n=0n = 0 (jumlah kosong) menjadi kabur.
    8. Urutan baik dipakai untuk "membuktikan" induksi di unit ini. Prinsip itu baru diturunkan pada 7.3, dari induksi.

    Latihan

    Latihan dibagi tiga tingkat: A (dasar: basis 00 atau basis kecil dengan langkah langsung), B (pergeseran, basis lain, dan aljabar langkah yang lebih panjang), dan C (diagnosis). Pembahasan lengkap disajikan setelah daftar soal.

    Latihan 7.1.6 (A1). Buktikan bahwa untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, ∑i=1n2i=n(n+1)\sum_{i=1}^{n} 2i = n(n+1). Strategi: basis jumlah kosong; pada langkah, pisahkan suku terakhir 2(k+1)2(k+1) lalu faktorkan k+1k+1.

    Latihan 7.1.7 (A2). Untuk n∈Zn \in \mathbb{Z} tulis n3=n⋅n⋅nn^3 = n \cdot n \cdot n. Buktikan bahwa untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, 33 membagi n3−nn^3 - n, yaitu terdapat m∈Zm \in \mathbb{Z} dengan n3−n=3mn^3 - n = 3m. Strategi: ekspansikan (k+1)3−(k+1)(k+1)^3 - (k+1) dan temukan k3−kk^3 - k di dalamnya.

    Latihan 7.1.8 (A3). Buktikan bahwa untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n≥3n \ge 3, 2n+1<n22n + 1 < n^2. Tunjukkan pula bahwa basis tidak dapat diganti dengan 00, 11, atau 22. Strategi: pada langkah, 2(k+1)+1=(2k+1)+22(k+1)+1 = (2k+1) + 2. Bandingkan 22 dengan 2k+12k + 1.

    Latihan 7.1.9 (B1). Misalkan S⊆NS \subseteq \mathbb{N} dengan 5∈S5 \in S dan, untuk setiap k∈Nk\in\mathbb{N} dengan k≥5k \ge 5, k∈S⇒k+1∈Sk \in S \Rightarrow k+1 \in S. Dengan versi himpunan prinsip induksi (bukan bentuk basis n0n_0 secara langsung), buktikan bahwa setiap n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n≥5n \ge 5 termuat dalam SS. Beri pula contoh SS yang memenuhi hipotesis tetapi S≠NS \ne \mathbb{N}. Strategi: geser dengan T={j∈N:5+j∈S}T = \{ j \in \mathbb{N} : 5 + j \in S \}.

    Latihan 7.1.10 (B2). Buktikan bahwa untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, ∑i=1ni2=n(n+1)(2n+1)6\sum_{i=1}^{n} i^2 = \frac{n(n+1)(2n+1)}{6}, dengan pembagian di Q\mathbb{Q}. Periksa nilai pada n=3n = 3. Strategi: setelah memakai hipotesis induksi, keluarkan faktor k+1k+1 dan faktorkan polinomial kuadrat yang tersisa.

    Latihan 7.1.11 (B3). Buktikan tanpa pembagian bahwa untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N} terdapat m∈Nm \in \mathbb{N} dengan n(n+1)=2mn(n+1) = 2m. Strategi: (k+1)(k+2)=k(k+1)+2(k+1)(k+1)(k+2) = k(k+1) + 2(k+1).

    Latihan 7.1.12 (C1). Seseorang "membuktikan" ∑i=1ni=n2+n+12\sum_{i=1}^{n} i = \frac{n^2 + n + 1}{2} untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N} dengan langkah aljabar yang rapi. Periksa langkahnya, temukan kesalahannya, dan tentukan untuk nn mana saja klaim itu benar. Strategi: periksa langkah dan basis secara terpisah, lalu bandingkan dengan proposisi jumlah nn bilangan asli.

    Latihan 7.1.13 (C2). Misalkan P(n)P(n) menyatakan "n≠1n \ne 1". Tunjukkan bahwa P(0)P(0) benar dan bahwa untuk setiap k≥1k \ge 1, P(k)⇒P(k+1)P(k) \Rightarrow P(k+1) benar, tetapi P(n)P(n) tidak benar untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N}. Syarat mana dari prinsip induksi yang tidak terpenuhi? Kaitkan dengan contoh kuda. Strategi: periksa implikasi pada k=0k = 0.

    Latihan 7.1.14 (C3). Diagnosis dua "bukti" berikut untuk klaim ∑i=1ni=n(n+1)2\sum_{i=1}^{n} i = \frac{n(n+1)}{2} (n∈Nn \in \mathbb{N}): (i) "Basis n=0n = 0 benar. Langkah: karena rumus berlaku untuk semua nn, khususnya rumus berlaku untuk n=k+1n = k+1. Selesai." (ii) "Basis n=0n = 0 benar. Langkah: untuk k=2k = 2, 1+2+3=6=3⋅421 + 2 + 3 = 6 = \frac{3 \cdot 4}{2}, jadi langkah induksi berlaku." Strategi: tanyakan apa yang diandaikan, dan untuk kk mana implikasi dibuktikan.

    Pembahasan latihan

    Latihan 7.1.6 (A1). Misalkan P(n)P(n) menyatakan ∑i=1n2i=n(n+1)\sum_{i=1}^{n} 2i = n(n+1). Basis: ∑i=102i=0=0⋅1\sum_{i=1}^{0} 2i = 0 = 0 \cdot 1. Langkah: ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dan andaikan ∑i=1k2i=k(k+1)\sum_{i=1}^{k} 2i = k(k+1). Maka

    ∑i=1k+12i=∑i=1k2i+2(k+1)=k(k+1)+2(k+1)=(k+1)(k+2)=(k+1)((k+1)+1).\sum_{i=1}^{k+1} 2i = \sum_{i=1}^{k} 2i + 2(k+1) = k(k+1) + 2(k+1) = (k+1)(k+2) = (k+1)\big((k+1)+1\big).

    Menurut prinsip induksi, P(n)P(n) benar untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N}. Catatan: menurunkan hasil ini dari proposisi utama dengan "mengeluarkan faktor 22 dari jumlah" memerlukan sifat ∑c ai=c∑ai\sum c\,a_i = c \sum a_i. Sifat itu sendiri dibuktikan dengan induksi, sehingga bukti langsung di atas lebih hemat.

    Latihan 7.1.7 (A2). Misalkan P(n)P(n) menyatakan "terdapat m∈Zm \in \mathbb{Z} dengan n3−n=3mn^3 - n = 3m". Basis: 03−0=0=3⋅00^3 - 0 = 0 = 3 \cdot 0. Langkah: ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dan andaikan k3−k=3mk^3 - k = 3m untuk suatu m∈Zm \in \mathbb{Z}. Dengan ekspansi (k+1)3=k3+3k2+3k+1(k+1)^3 = k^3 + 3k^2 + 3k + 1 (aljabar pinjaman),

    (k+1)3−(k+1)=k3+3k2+3k+1−k−1=(k3−k)+3(k2+k)=3m+3(k2+k)=3(m+k2+k).(k+1)^3 - (k+1) = k^3 + 3k^2 + 3k + 1 - k - 1 = (k^3 - k) + 3(k^2 + k) = 3m + 3(k^2+k) = 3(m + k^2 + k).

    Karena m+k2+k∈Zm + k^2 + k \in \mathbb{Z}, P(k+1)P(k+1) benar. Menurut prinsip induksi, P(n)P(n) benar untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N}.

    Latihan 7.1.8 (A3). Basis tidak dapat diturunkan: untuk n=0,1,2n = 0, 1, 2, ruas kiri berturut-turut 1,3,51, 3, 5 dan ruas kanan 0,1,40, 1, 4. Ketiga ketaksamaan itu salah, sehingga klaim memang tidak berlaku di sana. Basis n=3n = 3: 7<97 < 9. Langkah: ambil k≥3k \ge 3 sebarang dan andaikan 2k+1<k22k + 1 < k^2. Maka

    2(k+1)+1=(2k+1)+2<k2+2≤k2+2k+1=(k+1)2.2(k+1) + 1 = (2k+1) + 2 < k^2 + 2 \le k^2 + 2k + 1 = (k+1)^2.

    Ketaksamaan tegas berasal dari hipotesis induksi. Ketaksamaan 2≤2k+12 \le 2k + 1 berlaku karena k≥1k \ge 1, dan ini dijamin oleh k≥3k \ge 3. Menurut prinsip induksi dengan basis 33, klaimnya benar untuk semua n≥3n \ge 3.

    Latihan 7.1.9 (B1). Dengan separasi, bentuk T={j∈N:5+j∈S}T = \{ j \in \mathbb{N} : 5 + j \in S \}. 0∈T0 \in T: 5+0=5∈S5 + 0 = 5 \in S. Penutupan: ambil j∈Tj \in T, jadi 5+j∈S5 + j \in S. Karena 5+j≥55 + j \ge 5, hipotesis memberi (5+j)+1∈S(5 + j) + 1 \in S. Menurut asosiativitas, (5+j)+1=5+(j+1)(5+j)+1 = 5 + (j+1), jadi j+1∈Tj + 1 \in T. Versi himpunan memberi T=NT = \mathbb{N}. Untuk n≥5n \ge 5, terdapat j∈Nj \in \mathbb{N} dengan n=5+jn = 5 + j (fakta pinjaman). Karena j∈Tj \in T, diperoleh n∈Sn \in S. Contoh S≠NS \ne \mathbb{N}: S={n∈N:n≥5}S = \{ n \in \mathbb{N} : n \ge 5 \} memenuhi hipotesis, tetapi 0∉S0 \notin S. Kesimpulan prinsip yang digeser memang tidak mengatakan apa pun tentang n<5n < 5.

    Latihan 7.1.10 (B2). Misalkan P(n)P(n) menyatakan ∑i=1ni2=n(n+1)(2n+1)6\sum_{i=1}^{n} i^2 = \frac{n(n+1)(2n+1)}{6}. Basis: ∑i=10i2=0=0⋅1⋅16\sum_{i=1}^{0} i^2 = 0 = \frac{0 \cdot 1 \cdot 1}{6}. Langkah: ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dan andaikan P(k)P(k). Maka

    ∑i=1k+1i2=∑i=1ki2+(k+1)2(definisi jumlah)=k(k+1)(2k+1)6+(k+1)2(hipotesis induksi)=(k+1)[k(2k+1)+6(k+1)]6=(k+1)(2k2+7k+6)6=(k+1)(k+2)(2k+3)6.\begin{aligned} \sum_{i=1}^{k+1} i^2 &= \sum_{i=1}^{k} i^2 + (k+1)^2 && \text{(definisi jumlah)}\\ &= \frac{k(k+1)(2k+1)}{6} + (k+1)^2 && \text{(hipotesis induksi)}\\ &= \frac{(k+1)\big[k(2k+1) + 6(k+1)\big]}{6} && \\ &= \frac{(k+1)(2k^2 + 7k + 6)}{6} && \\ &= \frac{(k+1)(k+2)(2k+3)}{6}. && \end{aligned}

    Faktorisasi pada baris terakhir benar karena (k+2)(2k+3)=2k2+3k+4k+6=2k2+7k+6(k+2)(2k+3) = 2k^2 + 3k + 4k + 6 = 2k^2 + 7k + 6. Karena k+2=(k+1)+1k + 2 = (k+1)+1 dan 2k+3=2(k+1)+12k + 3 = 2(k+1) + 1, hasil ini tepat P(k+1)P(k+1). Menurut prinsip induksi, P(n)P(n) benar untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N}. Pemeriksaan n=3n = 3: 1+4+9=141 + 4 + 9 = 14 dan 3⋅4⋅76=846=14\frac{3 \cdot 4 \cdot 7}{6} = \frac{84}{6} = 14.

    Latihan 7.1.11 (B3). Misalkan E(n)E(n) menyatakan "terdapat m∈Nm \in \mathbb{N} dengan n(n+1)=2mn(n+1) = 2m". Basis: 0⋅1=0=2⋅00 \cdot 1 = 0 = 2 \cdot 0. Langkah: ambil k∈Nk \in \mathbb{N} sebarang dan andaikan k(k+1)=2mk(k+1) = 2m dengan m∈Nm \in \mathbb{N}. Maka

    (k+1)(k+2)=k(k+1)+2(k+1)=2m+2(k+1)=2(m+k+1),(k+1)(k+2) = k(k+1) + 2(k+1) = 2m + 2(k+1) = 2(m + k + 1),

    dengan m+k+1∈Nm + k + 1 \in \mathbb{N}. Menurut prinsip induksi, E(n)E(n) benar untuk semua n∈Nn \in \mathbb{N}. Akibatnya n(n+1)2=m∈N\frac{n(n+1)}{2} = m \in \mathbb{N}, sesuai dengan catatan pada contoh utama, kali ini tanpa melewati Q\mathbb{Q}.

    Latihan 7.1.12 (C1). Langkah: andaikan ∑i=1ki=k2+k+12\sum_{i=1}^{k} i = \frac{k^2 + k + 1}{2}. Maka

    ∑i=1k+1i=k2+k+12+(k+1)=k2+3k+32,\sum_{i=1}^{k+1} i = \frac{k^2 + k + 1}{2} + (k+1) = \frac{k^2 + 3k + 3}{2},

    dan

    (k+1)2+(k+1)+12=k2+2k+1+k+1+12=k2+3k+32.\frac{(k+1)^2 + (k+1) + 1}{2} = \frac{k^2 + 2k + 1 + k + 1 + 1}{2} = \frac{k^2 + 3k + 3}{2}.

    Jadi langkahnya sah untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}. Basis: pada n=0n = 0, ruas kiri 00 dan ruas kanan 12\frac{1}{2}. Basisnya gagal. Kesalahannya ada di basis, bukan di aljabar. Untuk nn mana klaim benar: menurut proposisi utama, ∑i=1ni=n2+n2\sum_{i=1}^{n} i = \frac{n^2 + n}{2} untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}, sehingga ruas kanan klaim selalu lebih besar tepat 12\frac{1}{2}. Klaim itu salah untuk setiap nn. Ini contoh lain dari pola (a): langkah meneruskan kebenaran, tetapi tidak ada kebenaran yang diteruskan.

    Latihan 7.1.13 (C2). P(0)P(0) menyatakan 0≠10 \ne 1, dan ini benar. Untuk k≥1k \ge 1, berlaku k+1≥2k + 1 \ge 2, sehingga k+1≠1k + 1 \ne 1. Jadi P(k+1)P(k+1) benar, dan implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k) \Rightarrow P(k+1) benar. Namun P(1)P(1) salah. Prinsip induksi dengan basis 00 menuntut (L) untuk setiap k≥0k \ge 0. Pada k=0k = 0, implikasi P(0)⇒P(1)P(0) \Rightarrow P(1) salah, karena premisnya benar dan kesimpulannya salah. Jadi (L) tidak terpenuhi, dan prinsip itu tidak dapat diterapkan. Pola kegagalannya sama dengan contoh kuda: basis benar, langkah sah untuk hampir semua indeks, tetapi ada satu indeks pada awal rantai yang langkahnya gagal. Rantai implikasi terputus di sana.

    Latihan 7.1.14 (C3). (i) Langkah ini sirkular. Langkah itu memakai "rumus berlaku untuk semua nn", padahal itulah yang hendak dibuktikan. Hipotesis induksi yang sah hanya P(k)P(k) untuk kk yang tetap, dan P(k+1)P(k+1) harus diturunkan dari premis yang sah; hipotesis induksi itu boleh dipakai bila diperlukan. Perbaikannya adalah langkah aljabar pada bukti proposisi utama. (ii) Ini hanya pemeriksaan satu kasus. Perhitungan itu membuktikan P(3)P(3) secara langsung, sehingga juga membuktikan implikasi P(2)⇒P(3)P(2)\Rightarrow P(3). Namun ini baru satu indeks, yaitu k=2k=2. Syarat (L) menuntut implikasi untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N} dengan kk sebarang. Perbaikannya sama dengan (i).

    Dalam contoh bukti jumlah dan latihan aljabar induktif di unit ini, untuk membuktikan P(k+1)P(k+1) cukup diketahui P(k)P(k): suku baru ditambahkan pada jumlah lama. Tidak semua sifat bilangan asli berstruktur seperti itu. Pada 7.2 kita akan membuktikan bahwa setiap n≥44n \ge 44 dapat ditulis sebagai 6a+9b+20c6a + 9b + 20c dengan a,b,c∈Na, b, c \in \mathbb{N}. Representasi untuk nn diperoleh dari representasi untuk n−6n - 6, bukan untuk n−1n - 1. Hipotesis induksi lemah, yang hanya memuat P(k)P(k), tidak menyediakan informasi itu.

    Induksi kuat memperluas asumsi lokal menjadi "P(j)P(j) untuk semua jj dengan n0≤j≤kn_0 \le j \le k". Unit 7.2 akan membuktikan bahwa perluasan ini diturunkan dari prinsip induksi lemah, sehingga tidak ada prinsip baru yang diasumsikan. Kata "kuat" merujuk pada hipotesis lokal yang lebih luas, bukan pada prinsip yang secara logis lebih kuat.

    Bacaan pembanding. [R7-1] membahas pola dasar dan variasi induksi. Rujukan ini melengkapi penjelasan; pembuktian yang diperlukan telah dituliskan di atas.

    7.2 Prinsip Induksi Matematika Kuat (Strong Induction)

    Motivasi: ketika satu langkah ke belakang tidak cukup

    Pada 7.1, langkah induksi lemah membuktikan P(k+1)P(k+1) hanya dari P(k)P(k). Banyak pernyataan tidak tersusun seperti itu. Untuk menunjukkan suatu sifat pada nn, kita sering perlu kembali ke indeks yang lebih jauh, misalnya n−6n-6, atau ke beberapa indeks sebelumnya sekaligus. Induksi kuat merumuskan pola ini. Dalam pembuktian P(k+1)P(k+1), kita boleh mengasumsikan semua P(j)P(j) untuk indeks jj dari basis sampai kk.

    Unit ini menunjukkan bahwa perluasan ini tidak memerlukan asumsi baru tentang N\mathbb{N}. Induksi kuat dapat diturunkan dari induksi lemah, dan sebaliknya. Kata "kuat" menggambarkan hipotesis lokal yang lebih luas dalam langkah pembuktian. Kata itu tidak berarti prinsipnya lebih kuat secara logis.

    Konvensi Bab 7 tetap berlaku: N={0,1,2,… }\mathbb{N}=\{0,1,2,\dots\}. Aritmetika dan urutan pada N\mathbb{N} dipinjam sebagai bahan kerja dengan pembahasan fondasi dan perluasannya pada Bab 8. Hukum asosiatif, komutatif, distributif, identitas 0 dan 1, serta ketertutupan penjumlahan dan perkalian pada N\mathbb{N} termasuk fakta aritmetika yang dipinjam di sini. Unit ini memakai secara khusus sifat-sifat berikut, yang dipinjam, bukan diturunkan dari logika saja:

    • (D1) ≤\le pada N\mathbb{N} adalah urutan total: refleksif, antisimetris, transitif, dan setiap dua unsur terbandingkan. j<kj<k berarti j≤kj\le k dan j≠kj\ne k. Selain itu 0≤j0\le j untuk setiap j∈Nj\in\mathbb{N}.
    • (D2) Untuk setiap j,k∈Nj,k\in\mathbb{N}, jika j≤k+1j\le k+1 maka j≤kj\le k atau j=k+1j=k+1.
    • (D3) k<k+1k<k+1 untuk setiap kk, sehingga bersama (D1) dan (D2) berlaku j<k+1  ⟺  j≤kj<k+1 \iff j\le k.
    • (D4) Penjumlahan menjaga urutan dan dapat dicoret: m≤n  ⟺  m+p≤n+pm\le n \iff m+p\le n+p. Perkalian dengan bilangan asli menjaga urutan. Untuk n≥mn\ge m, selisih n−mn-m berada dalam N\mathbb{N} dan (n−m)+m=n(n-m)+m=n.

    Induksi lemah dari 7.1 adalah satu-satunya prinsip induksi yang diasumsikan.

    Pernyataan prinsip

    Untuk n0,k∈Nn_0,k\in\mathbb{N}, tulis

    [n0,k]={j∈N:n0≤j≤k},[n_0,k]=\{j\in\mathbb{N}: n_0\le j\le k\},

    yang terbentuk melalui separasi pada N\mathbb{N} (Bab 3).

    Teorema 7.2.1 (Prinsip Induksi Kuat, bentuk dengan basis eksplisit). Misalkan n0∈Nn_0\in\mathbb{N} dan PP suatu predikat pada N\mathbb{N}. Jika

    1. (basis) P(n0)P(n_0), dan
    2. (langkah kuat) untuk setiap k≥n0k\ge n_0:
    (∀j∈[n0,k]  P(j))  ⇒  P(k+1),\Big(\forall j\in[n_0,k]\;P(j)\Big)\;\Rightarrow\;P(k+1),

    maka P(n)P(n) berlaku untuk semua n≥n0n\ge n_0.

    Anteseden pada langkah kuat disebut hipotesis induksi kuat. Seperti pada 7.1, hipotesis ini adalah asumsi lokal dalam pembuktian sebuah implikasi untuk kk sembarang yang tetap. Kita tidak menganggap kesimpulan universal sudah benar. Jangkauannya tepat [n0,k][n_0,k]. Indeks di bawah n0n_0 atau di atas kk tidak tercakup dalam hipotesis ini. Pemakaian klaim pada indeks tersebut memerlukan pembenaran independen; yang salah adalah menganggapnya otomatis tersedia dari hipotesis induksi kuat.

    Induksi lemah mengimplikasikan induksi kuat

    Bukti teorema. Dalam bukti ini, induksi lemah (7.1) adalah prinsip yang diasumsikan. Pernyataan yang dibuktikan adalah induksi kuat.

    Andaikan P(n0)P(n_0) dan langkah kuat berlaku. Definisikan predikat

    Q(k):∀j∈[n0,k]  P(j),Q(k):\quad \forall j\in[n_0,k]\;P(j),

    yakni "PP berlaku di seluruh [n0,k][n_0,k]". Kita buktikan Q(k)Q(k) untuk semua k≥n0k\ge n_0 dengan induksi lemah berbasis n0n_0.

    Basis Q(n0)Q(n_0). Ambil jj dengan n0≤j≤n0n_0\le j\le n_0. Menurut antisimetri (D1), j=n0j=n_0, dan P(n0)P(n_0) diberikan. Jadi Q(n0)Q(n_0).

    Langkah. Ambil k≥n0k\ge n_0 sembarang dan asumsikan Q(k)Q(k) (hipotesis induksi lemah untuk QQ). Karena Q(k)Q(k) tepat merupakan anteseden langkah kuat, langkah kuat memberi P(k+1)P(k+1). Sekarang ambil jj dengan n0≤j≤k+1n_0\le j\le k+1. Menurut (D2), j≤kj\le k atau j=k+1j=k+1.

    • Jika j≤kj\le k, maka j∈[n0,k]j\in[n_0,k], sehingga Q(k)Q(k) memberi P(j)P(j).
    • Jika j=k+1j=k+1, maka P(j)P(j) adalah P(k+1)P(k+1), yang baru diperoleh.

    Dalam kedua kasus berlaku P(j)P(j). Jadi Q(k+1)Q(k+1). Langkah ini menggabungkan seluruh hasil lama yang dimuat Q(k)Q(k) dengan satu hasil baru P(k+1)P(k+1).

    Induksi lemah memberi Q(k)Q(k) untuk semua k≥n0k\ge n_0. Akhirnya, untuk n≥n0n\ge n_0, terapkan Q(n)Q(n) pada j=nj=n. Karena n0≤n≤nn_0\le n\le n (refleksivitas, D1), diperoleh P(n)P(n). ■\blacksquare

    Inti bukti ini adalah pergantian predikat. Induksi kuat untuk PP tidak lain adalah induksi lemah untuk predikat "kumulatif" QQ.

    Induksi kuat mengimplikasikan induksi lemah

    Proposisi 7.2.2. Jika Prinsip Induksi Kuat diterima, Prinsip Induksi Lemah dapat diturunkan darinya.

    Bukti. Dalam arah ini, induksi kuat adalah prinsip yang diasumsikan. Pernyataan yang dibuktikan adalah induksi lemah.

    Andaikan P(n0)P(n_0) dan, untuk setiap k≥n0k\ge n_0, P(k)⇒P(k+1)P(k)\Rightarrow P(k+1). Kita periksa hipotesis induksi kuat. Basisnya P(n0)P(n_0), yang sudah diberikan. Untuk langkah kuat, ambil k≥n0k\ge n_0 dan asumsikan P(j)P(j) untuk semua j∈[n0,k]j\in[n_0,k]. Karena n0≤k≤kn_0\le k\le k (D1), asumsi ini memuat P(k)P(k). Implikasi lemah lalu memberi P(k+1)P(k+1). Jadi langkah kuat berlaku, dan induksi kuat menyimpulkan P(n)P(n) untuk semua n≥n0n\ge n_0. ■\blacksquare

    Kesimpulan kedua arah. Dengan latar aritmetika pinjaman (D1)–(D4), setiap prinsip dapat diturunkan dari yang lain. Keduanya ekuivalen. Induksi kuat tidak membuktikan pernyataan yang tidak dapat dibuktikan induksi lemah. Ia hanya mengizinkan hipotesis lokal yang lebih luas, sehingga sebagian bukti menjadi lebih langsung untuk ditulis. Sebaliknya, setiap bukti induksi lemah sudah merupakan bukti induksi kuat yang hanya memakai sebagian hipotesisnya.

    Bentuk tanpa basis terpisah dan basis hampa

    Induksi kuat sering dinyatakan tanpa basis terpisah:

    Proposisi 7.2.3 (bentuk tanpa basis terpisah). Jika untuk setiap n≥n0n\ge n_0

    (∀j (n0≤j<n⇒P(j)))  ⇒  P(n),\Big(\forall j\,\big(n_0\le j< n \Rightarrow P(j)\big)\Big)\;\Rightarrow\;P(n),

    maka P(n)P(n) untuk semua n≥n0n\ge n_0.

    Basisnya tidak hilang, melainkan tersembunyi. Untuk n=n0n=n_0, tidak ada jj dengan n0≤j<n0n_0\le j<n_0, karena j<n0j<n_0 dan n0≤jn_0\le j bersama-sama memberi j=n0j=n_0 (antisimetri) sekaligus j≠n0j\ne n_0. Karena itu anteseden "P(j)P(j) untuk semua jj seperti itu" benar secara hampa. Implikasi untuk n=n0n=n_0 lalu menuntut P(n0)P(n_0) tanpa bantuan apa pun. Siapa pun yang membuktikan langkah dalam bentuk ini harus membuktikan P(n0)P(n_0) secara langsung pada kasus n=n0n=n_0.

    Untuk n0=0n_0=0, syarat 0≤j0\le j selalu dipenuhi (D1), sehingga bentuk ini menjadi

    (∀j<n  P(j))⇒P(n)untuk setiap n∈N.\Big(\forall j<n\;P(j)\Big)\Rightarrow P(n)\quad\text{untuk setiap } n\in\mathbb{N}.

    Pada n=0n=0 tidak ada j<0j<0, sehingga antesedennya hampa dan langkah itu tetap mewajibkan P(0)P(0). Bentuk inilah yang dipakai pada 7.3.

    Bukti bahwa bentuk ini sah. Asumsikan hipotesis bentuk tanpa basis. Kita turunkan hipotesis bentuk dengan basis eksplisit, lalu terapkan teorema 7.2.1.

    • Basis. Pada n=n0n=n_0 antesedennya benar secara hampa, jadi P(n0)P(n_0).
    • Langkah kuat. Ambil k≥n0k\ge n_0 dan asumsikan P(j)P(j) untuk semua j∈[n0,k]j\in[n_0,k]. Menurut (D3), j<k+1  ⟺  j≤kj<k+1 \iff j\le k. Jadi asumsi ini sama dengan "P(j)P(j) untuk semua n0≤j<k+1n_0\le j<k+1". Karena n0≤k<k+1n_0\le k<k+1, transitivitas memberi k+1≥n0k+1\ge n_0, sehingga hipotesis untuk n=k+1n=k+1 memberi P(k+1)P(k+1).

    Teorema 7.2.1 memberi P(n)P(n) untuk semua n≥n0n\ge n_0. ■\blacksquare

    Contoh utama: representasi 6a+9b+20c6a+9b+20c

    Teorema 7.2.4. Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n≥44n\ge 44, terdapat a,b,c∈Na,b,c\in\mathbb{N} sehingga n=6a+9b+20cn=6a+9b+20c.

    Strategi. Dari representasi untuk n−6n-6, kita peroleh representasi untuk nn dengan menambah satu pada koefisien 6. Lompatan mundur sebesar 6 hanya sah bila n−6n-6 masih berada dalam jangkauan hipotesis, yakni n−6≥44n-6\ge 44. Itu berarti n≥50n\ge 50. Keenam nilai 44,…,4944,\dots,49 tidak dapat dijangkau dengan cara ini. Semuanya harus diselesaikan langsung.

    Tulis P(n)P(n) untuk "∃a,b,c∈N: n=6a+9b+20c\exists a,b,c\in\mathbb{N}:\ n=6a+9b+20c". Kita pakai bentuk tanpa basis terpisah (7.2.3) dengan n0=44n_0=44.

    Bukti. Ambil n≥44n\ge 44 dan asumsikan hipotesis induksi kuat: P(j)P(j) untuk semua jj dengan 44≤j<n44\le j<n. Kita tunjukkan P(n)P(n). Menurut totalitas (D1), n<50n<50 atau 50≤n50\le n. Menurut (D3), n<50n<50 berarti n≤49n\le 49.

    Kasus 44≤n≤4944\le n\le 49 (enam basis). Hipotesis tidak dipakai. Saksinya:

    nnaabbccPemeriksaan
    4440124+0+20=4424+0+20=44
    450500+45+0=450+45+0=45
    461026+0+40=466+0+40=46
    470310+27+20=470+27+20=47
    4880048+0+0=4848+0+0=48
    490120+9+40=490+9+40=49

    Kasus n=44n=44 adalah kasus yang anteseden hipotesisnya hampa (tidak ada jj dengan 44≤j<4444\le j<44). Saksi di atas membuktikannya tanpa bantuan.

    Enam landasan untuk langkah tambah enamUntuk: Bab 7, Representasi 6a+9b+20c (M07-01)

    Kasus n≥50n\ge 50. Menurut (D4), n−6∈Nn-6\in\mathbb{N} dan (n−6)+6=n≥50=44+6(n-6)+6=n\ge 50=44+6, sehingga setelah mencoret 6 diperoleh n−6≥44n-6\ge 44. Juga n−6<nn-6<n, karena 6>06>0. Jadi 44≤n−6<n44\le n-6<n, dan n−6n-6 berada dalam jangkauan hipotesis. Hipotesis memberi a′,b′,c′∈Na',b',c'\in\mathbb{N} dengan n−6=6a′+9b′+20c′n-6=6a'+9b'+20c'. Maka

    n=(n−6)+6=6(a′+1)+9b′+20c′,n=(n-6)+6=6(a'+1)+9b'+20c',

    dan a′+1, b′, c′∈Na'+1,\,b',\,c'\in\mathbb{N}. Jadi P(n)P(n).

    Kedua kasus memberi P(n)P(n). Menurut 7.2.3, P(n)P(n) berlaku untuk semua n≥44n\ge 44. ■\blacksquare

    Mengapa enam basis, bukan satu. Langkah induksi hanya menghubungkan nn dengan n−6n-6. Dengan menurunkan 6 berulang-ulang dari sembarang n≥44n\ge 44, kita berhenti tepat pada satu nilai di {44,…,49}\{44,\dots,49\}, yakni nilai yang bersisa sama dengan nn jika dibagi 6. Keenam basis menutup keenam kelas sisa 0,1,…,50,1,\dots,5 modulo 6. Itulah sebabnya keenamnya dibutuhkan. Uraian ini adalah intuisi yang memakai pembagian bersisa, yang baru dibuktikan pada 7.3. Buktinya sendiri adalah argumen induksi di atas, yang tidak memakai sisa pembagian.

    Kalau basisnya hanya P(44)P(44), argumen gagal pada n=45n=45. Di sana n−6=39<44n-6=39<44, dan hipotesis induksi tidak menyatakan apa pun tentang 39. Bilangan 39 sebenarnya dapat ditulis (39=6⋅5+9⋅139=6\cdot5+9\cdot1), tetapi fakta itu tidak termuat dalam hipotesis dan harus dibuktikan terpisah. Kecukupan basis adalah sifat argumen, bukan sifat kebenaran klaim.

    Pembandingan dengan bentuk basis eksplisit. Dalam bentuk 7.2.1 dengan n0=44n_0=44, basisnya hanya P(44)P(44). Kelima nilai 45,…,4945,\dots,49 muncul di dalam langkah kuat, ketika k+1≤49k+1\le 49, dan diselesaikan dengan saksi tanpa memakai hipotesis. Ini sah karena implikasi boleh dibuktikan tanpa memakai antesedennya. Kedua penulisan memuat pekerjaan yang sama.

    Batas tajam: 43 tidak dapat ditulis

    Proposisi 7.2.5. Tidak ada a,b,c∈Na,b,c\in\mathbb{N} dengan 43=6a+9b+20c43=6a+9b+20c.

    Bukti. Andaikan ada. Karena 6a+9b≥06a+9b\ge 0, diperoleh 20c≤4320c\le 43. Maka c∈{0,1,2}c\in\{0,1,2\}, sebab c≥3c\ge 3 memberi 20c=60+20(c−3)≥60>4320c=60+20(c-3)\ge 60>43. Dalam setiap kasus, 6a+9b=43−20c6a+9b=43-20c. Tulis 6a+9b=3t6a+9b=3t dengan t=2a+3b∈Nt=2a+3b\in\mathbb{N}.

    • c=0c=0: 3t=433t=43. Jika t≤14t\le14 maka 3t≤42<433t\le42<43. Jika t≥15t\ge15 maka 3t≥45>433t\ge45>43. Menurut totalitas dan diskretnya urutan (D1 dan D3), salah satu kasus terjadi, jadi 3t≠433t\ne43.
    • c=1c=1: 3t=233t=23. Jika t≤7t\le7 maka 3t≤21<233t\le21<23. Jika t≥8t\ge8 maka 3t≥24>233t\ge24>23. Jadi 3t≠233t\ne23.
    • c=2c=2: 6a+9b=36a+9b=3. Jika a≥1a\ge1 atau b≥1b\ge1, maka 6a+9b≥6>36a+9b\ge 6>3. Jika a=b=0a=b=0, maka 6a+9b=0≠36a+9b=0\ne3.

    Semua kasus mustahil. ■\blacksquare

    Teorema 7.2.4 dan proposisi ini bersama-sama menunjukkan bahwa 44 adalah titik awal terkecil yang mungkin. Untuk setiap n0≤43n_0\le 43, klaim "semua n≥n0n\ge n_0 dapat ditulis" gagal pada n=43n=43.

    Batas klaim. Proposisi ini tidak menyatakan bahwa semua n<44n<44 gagal. Banyak yang dapat ditulis, misalnya 0=6⋅00=6\cdot0, 66, 99, 2020, 39=6⋅5+939=6\cdot5+9, 40=20⋅240=20\cdot2, 41=6⋅2+9+2041=6\cdot2+9+20, dan 42=6⋅742=6\cdot7. Klaimnya hanya tentang 43.

    Representasi tidak dijamin tunggal. Teorema menyatakan keberadaan saksi, bukan ketunggalannya. Representasi yang dibangun oleh bukti hanyalah salah satunya (lihat Latihan 7.2.9).

    Kesalahan umum

    1. Indeks di luar jangkauan. Memakai P(n−6)P(n-6) ketika n−6<n0n-6<n_0, atau memakai P(k−1)P(k-1) ketika k=n0k=n_0. Setiap pemakaian hipotesis harus disertai pemeriksaan n0≤j≤kn_0\le j\le k (atau n0≤j<nn_0\le j<n).
    2. Basis yang kurang. Jika langkah hanya memakai indeks n−dn-d, maka semua indeks n0,…,n0+d−1n_0,\dots,n_0+d-1 harus ditangani langsung, karena untuk indeks-indeks itu n−dn-d berada di bawah n0n_0.
    3. Lupa kasus hampa. Dalam bentuk tanpa basis, kasus n=n0n=n_0 harus dibuktikan langsung. Menulis "menurut hipotesis" pada kasus itu tidak membuktikan apa pun.
    4. Sirkularitas. Hipotesis induksi kuat memuat P(j)P(j) untuk n0≤j≤kn_0\le j\le k, dan tidak memuat P(k+1)P(k+1). Memakai kesimpulan sebagai premis yang belum terbukti membuat argumen sirkular. Klaim P(j)P(j) untuk j>kj>k juga tidak disediakan oleh hipotesis induksi; klaim itu boleh dipakai hanya jika telah mempunyai pembenaran independen. Luasnya hipotesis bukan izin untuk mengasumsikan kesimpulan.
    5. Salah memahami kata "kuat". Kata itu tidak berarti prinsip baru yang lebih kuat secara logis (7.2.2).

    Latihan

    Latihan 7.2.6 (jangkauan hipotesis). Perhatikan "bukti" berikut. "Klaim: setiap n≥44n\ge44 dapat ditulis 6a+9b+20c6a+9b+20c. Basis: 44=6⋅4+20⋅144=6\cdot4+20\cdot1. Langkah: untuk n>44n>44, menurut hipotesis induksi kuat n−6n-6 dapat ditulis, tambahkan 1 pada aa." (a) Tentukan semua nn yang membuat langkah ini memakai indeks di luar jangkauan. (b) Perbaiki buktinya.

    Pembahasan. (a) Hipotesis pada nn hanya mencakup 44≤j<n44\le j<n. Indeks n−6n-6 termasuk jangkauan tepat ketika n−6≥44n-6\ge44, yakni n≥50n\ge50 (syarat n−6<nn-6<n selalu dipenuhi). Untuk n=45,46,47,48,49n=45,46,47,48,49, indeks n−6∈{39,…,43}n-6\in\{39,\dots,43\} berada di bawah 44, sehingga langkahnya tidak sah. Pada n=49n=49, indeks yang dipakai adalah 43, yang menurut 7.2.5 bahkan tidak dapat ditulis. Pada indeks lain, kegagalannya terletak pada argumennya, bukan pada klaimnya: 39=6⋅5+939=6\cdot5+9, 40=20⋅240=20\cdot2, 41=6⋅2+9+2041=6\cdot2+9+20, dan 42=6⋅742=6\cdot7 semuanya dapat ditulis, tetapi tidak satu pun termuat dalam hipotesis. (b) Tangani 45,…,4945,\dots,49 langsung dengan saksi pada tabel 7.2.4, dan pakai langkah n−6n-6 hanya untuk n≥50n\ge50. Hasilnya adalah bukti 7.2.4.

    Latihan 7.2.7 (jumlah basis). (a) Mengapa bukti 7.2.4 tidak dapat menghapus salah satu basis 44,…,4944,\dots,49 tanpa mengubah argumennya? (b) Misalkan langkahnya diganti menjadi "kurangi 9, tambah satu pada bb". Berapa basis yang diperlukan, dan apa saksinya?

    Pembahasan. (a) Jika suatu m∈{44,…,49}m\in\{44,\dots,49\} dihapus dari kasus langsung, implikasi langkah pada n=mn=m tidak terbukti, karena m−6≤43m-6\le43 berada di luar jangkauan. Hipotesis prinsip 7.2.3 menuntut implikasi itu untuk setiap n≥44n\ge44. Jadi prinsipnya tidak dapat diterapkan, dan bukti seluruhnya runtuh, bukan hanya untuk mm. Ini kegagalan argumen, bukan kesalahan klaim: P(m)P(m) tetap benar (tabel 7.2.4). (b) Langkah n−9n-9 sah tepat bila n−9≥44n-9\ge44, yakni n≥53n\ge53. Diperlukan sembilan kasus langsung 44,…,5244,\dots,52. Saksi 44,…,4944,\dots,49 ada di tabel 7.2.4, ditambah 50=6⋅5+20⋅150=6\cdot5+20\cdot1, 51=6⋅1+9⋅551=6\cdot1+9\cdot5, dan 52=6⋅2+20⋅252=6\cdot2+20\cdot2. Untuk n≥53n\ge53: dari n−9=6a′+9b′+20c′n-9=6a'+9b'+20c' diperoleh n=6a′+9(b′+1)+20c′n=6a'+9(b'+1)+20c'. Secara umum, untuk dd bilangan asli positif dan argumen yang hanya memakai n−dn-d, seluruh n0,…,n0+d−1n_0,\dots,n_0+d-1 harus ditangani langsung.

    Latihan 7.2.8 (saksi 50–55). Dengan aturan pada 7.2.4, tentukan saksi untuk n=50,…,55n=50,\dots,55 dan periksa aritmetikanya.

    Pembahasan. Setiap nn memakai saksi n−6n-6 dengan aa ditambah 1:

    nndari n−6n-6(a,b,c)(a,b,c)Pemeriksaan
    5044: (4,0,1)(4,0,1)(5,0,1)(5,0,1)30+0+20=5030+0+20=50
    5145: (0,5,0)(0,5,0)(1,5,0)(1,5,0)6+45+0=516+45+0=51
    5246: (1,0,2)(1,0,2)(2,0,2)(2,0,2)12+0+40=5212+0+40=52
    5347: (0,3,1)(0,3,1)(1,3,1)(1,3,1)6+27+20=536+27+20=53
    5448: (8,0,0)(8,0,0)(9,0,0)(9,0,0)54+0+0=5454+0+0=54
    5549: (0,1,2)(0,1,2)(1,1,2)(1,1,2)6+9+40=556+9+40=55

    Setiap n−6n-6 berada di [44,49]⊆[44,n−1][44,49]\subseteq[44,n-1], jadi berada dalam jangkauan hipotesis.

    Latihan 7.2.9 (ketidakunikan). Tunjukkan bahwa 18 mempunyai dua representasi berbeda. Apakah hal ini mengganggu bukti 7.2.4?

    Pembahasan. 18=6⋅3+9⋅0+20⋅018=6\cdot3+9\cdot0+20\cdot0 dan 18=6⋅0+9⋅2+20⋅018=6\cdot0+9\cdot2+20\cdot0. Kedua tripel (3,0,0)(3,0,0) dan (0,2,0)(0,2,0) berbeda. Hal ini tidak mengganggu bukti, karena P(n)P(n) adalah pernyataan keberadaan. Bukti hanya memerlukan satu saksi untuk n−6n-6, dan saksi mana pun cukup. Yang keliru adalah menyebut "representasi dari nn" seolah-olah tunggal. Ketidakunikan juga muncul pada sebagian n≥44n\ge44, misalnya 54=6⋅9=9⋅654=6\cdot9=9\cdot6 dan 44=6⋅4+20⋅1=6⋅1+9⋅2+20⋅144=6\cdot4+20\cdot1=6\cdot1+9\cdot2+20\cdot1. Namun tidak semua nn demikian. Untuk 46, ketaksamaan 20c≤4620c\le46 memaksa c≤2c\le2. Jika c=0c=0, diperlukan 3t=463t=46, padahal t≤15t\le15 memberi 3t≤453t\le45 dan t≥16t\ge16 memberi 3t≥483t\ge48. Jika c=1c=1, diperlukan 3t=263t=26, padahal t≤8t\le8 memberi 3t≤243t\le24 dan t≥9t\ge9 memberi 3t≥273t\ge27. Jika c=2c=2, tersisa 6a+9b=66a+9b=6. Nilai b≥1b\ge1 mustahil karena ruas kiri paling sedikit 9, sehingga b=0b=0 dan 6a=66a=6. Nilai a=0a=0 memberi 0, sedangkan a≥2a\ge2 memberi paling sedikit 12; maka a=1a=1. Jadi 46 hanya mempunyai representasi (1,0,2)(1,0,2).

    Latihan 7.2.10 (basis hampa dan sirkularitas). Seorang mahasiswa menulis: "Dalam bentuk tanpa basis, hipotesis untuk n=n0n=n_0 selalu benar, jadi P(n0)P(n_0) tidak perlu dibuktikan." Ia juga menulis: "Karena hipotesis kuat mencakup semua indeks sebelumnya, untuk membuktikan P(n)P(n) saya boleh memakai P(n)P(n)." Diagnosislah kedua pernyataan.

    Pembahasan. Pernyataan pertama membalik logikanya. Karena antesedennya benar secara hampa, implikasi (benar)⇒P(n0)(\text{benar})\Rightarrow P(n_0) ekuivalen dengan P(n0)P(n_0) itu sendiri. Membuktikan langkah pada n=n0n=n_0 berarti membuktikan P(n0)P(n_0) secara langsung. Pernyataan kedua sirkular. Jangkauan hipotesis adalah n0≤j<nn_0\le j<n, dan nn sendiri tidak termasuk, sehingga memakai P(n)P(n) berarti mengasumsikan kesimpulan.

    Transisi ke 7.3

    Induksi kuat menurunkan P(n)P(n) dari semua kasus yang lebih kecil. Dengan kata lain, prinsip ini bekerja "dari bawah ke atas". Prinsip urutan baik memandang hal yang sama dari arah sebaliknya. Kita tidak lagi membangun kebenaran ke atas. Kita mengandaikan ada kegagalan, lalu mengambil kegagalan terkecil. Unit 7.3 menyatakan prinsip itu: setiap himpunan bagian tak kosong dari N\mathbb{N} mempunyai unsur terkecil. Prinsip ini akan dibuktikan dari induksi kuat dalam bentuk (∀j<n P(j))⇒P(n)(\forall j<n\,P(j))\Rightarrow P(n), dengan anteseden hampa pada n=0n=0 yang telah dibahas pada 7.2.3. Kemudian induksi lemah akan diturunkan kembali darinya. Dengan begitu ketiga prinsip tersusun tanpa lingkaran asumsi, dan prinsip urutan baik siap dipakai untuk membuktikan pembagian Euclid, termasuk pembagian bersisa yang pada unit ini hanya muncul sebagai intuisi.

    7.3 Prinsip Urutan Baik (Well-Ordering Principle)

    Motivasi

    Induksi pada Subbab 7.1 dan 7.2 bergerak naik. Kita mulai dari basis, lalu melangkah ke indeks berikutnya. Banyak argumen justru lebih alami bila bergerak turun. Misalkan suatu klaim gagal. Ambil kegagalan yang paling kecil, lalu tunjukkan bahwa kegagalan itu mustahil, misalnya karena darinya dapat dibentuk kegagalan yang lebih kecil lagi.

    Pola "ambil yang terkecil" baru sah bila ada jaminan bahwa himpunan kegagalan, asalkan tidak kosong, memang mempunyai anggota terkecil. Jaminan itu adalah Prinsip Urutan Baik.

    Subbab ini membahas empat hal:

    1. definisi unsur terkecil beserta ketunggalannya;
    2. status logis Prinsip Urutan Baik terhadap induksi, dengan asumsi setiap arah dipisahkan secara tegas;
    3. contoh himpunan terurut yang tidak berurut baik;
    4. satu aplikasi lengkap, yaitu teorema pembagian Euclid.

    Konvensi dan bahan pinjaman. Seperti pada 7.1-7.2, N={0,1,2,… }\mathbb{N}=\{0,1,2,\dots\} dengan urutan biasa ≤\le. Sifat-sifat berikut termasuk aritmetika yang dipinjam. Sifat-sifat ini bukan akibat logika murni, dan Bab 8 membahas aksioma serta perluasan sistem bilangan dengan tetap mengasumsikan keberadaan struktur Peano. Hukum yang belum diturunkan tetap diberi status pinjaman.

    • (A1) Urutan total. ≤\le bersifat refleksif, antisimetris, dan transitif. Untuk setiap a,b∈Na,b\in\mathbb{N} berlaku a≤ba\le b atau b≤ab\le a. Notasi a<ba<b berarti a≤ba\le b dan a≠ba\ne b.
    • (A2) Nol terbawah. 0≤n0\le n untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}.
    • (A3) Diskret. Untuk j,k∈Nj,k\in\mathbb{N}, jika j≤k+1j\le k+1 maka j≤kj\le k atau j=k+1j=k+1. Setara dengan itu, j<k+1j<k+1 mengakibatkan j≤kj\le k.
    • (A4) Pendahulu. Setiap n>0n>0 mempunyai pendahulu n−1∈Nn-1\in\mathbb{N} dengan (n−1)+1=n(n-1)+1=n dan n−1<nn-1<n.
    • (A5) Aritmetika Z\mathbb{Z} dan R\mathbb{R}.
      • Penjumlahan menjaga urutan.
      • Perkalian dengan bilangan taknegatif menjaga ≤\le, dan perkalian dengan bilangan positif menjaga <<.
      • Nilai mutlak memenuhi ∣x∣≥0|x|\ge0, ∣x∣≥x|x|\ge x, ∣x∣≥−x|x|\ge -x, ∣ab∣=∣a∣ ∣b∣|ab|=|a|\,|b|, dan ∣a∣=a|a|=a untuk a≥0a\ge0.
      • Jika z∈Zz\in\mathbb{Z} dan z≠0z\ne0, maka ∣z∣≥1|z|\ge1. Khususnya, bilangan bulat m>0m>0 memenuhi m≥1m\ge1.
      • N\mathbb{N} dipandang sebagai {z∈Z:z≥0}\{z\in\mathbb{Z}:z\ge0\}.

    Unsur terkecil

    Definisi 7.3.1 (unsur terkecil). Misalkan (X,≤)(X,\le) himpunan terurut, yaitu ≤\le refleksif, antisimetris, dan transitif, dan misalkan A⊆XA\subseteq X. Unsur mm disebut unsur terkecil dari AA jika dua syarat berikut terpenuhi:

    1. m∈Am\in A;
    2. untuk setiap a∈Aa\in A berlaku m≤am\le a.

    Dalam subbab ini, XX adalah N\mathbb{N}, Z\mathbb{Z}, atau R\mathbb{R} dengan urutan biasa.

    Untuk m∈Xm\in X, syarat (2) menyatakan bahwa mm adalah batas bawah AA. Unsur terkecil adalah batas bawah yang sekaligus anggota AA. Perbedaan ini penting. Himpunan kosong mempunyai setiap m∈Xm\in X sebagai batas bawah, karena syarat (2) benar secara hampa. Namun himpunan kosong tidak mempunyai unsur terkecil, karena syarat (1) tidak dapat dipenuhi.

    Proposisi 7.3.2 (ketunggalan). Jika mm dan m′m' keduanya unsur terkecil dari A⊆XA\subseteq X, maka m=m′m=m'.

    Bukti. Karena m′∈Am'\in A dan mm batas bawah AA, berlaku m≤m′m\le m'. Dengan alasan yang sama, m′≤mm'\le m. Menurut antisimetri urutan pada XX, m=m′m=m'. ■\blacksquare

    Bukti ini hanya memakai antisimetri. Jadi ketunggalan berlaku di setiap himpunan terurut. Yang tidak selalu berlaku adalah keberadaan unsur terkecil. Karena ketunggalan sudah terjamin, notasi min⁡A\min A sah dipakai, tetapi hanya setelah keberadaannya terbukti.


    Pernyataan prinsip

    Teorema 7.3.3 (Prinsip Urutan Baik). Setiap S⊆NS\subseteq\mathbb{N} dengan S≠∅S\neq\varnothing mempunyai unsur terkecil. Pernyataan ini dibuktikan sebagai Teorema 7.3.4 di bawah, jadi bukan aksioma baru.

    Syarat S≠∅S\neq\varnothing wajib. Tanpa syarat itu, pernyataannya salah, sebab ∅⊆N\varnothing\subseteq\mathbb{N} tidak mempunyai unsur terkecil.

    Prinsip ini merupakan sifat N\mathbb{N} dengan urutan biasanya. Ini bukan sifat setiap himpunan terurut, bahkan bukan sifat setiap himpunan terurut total. Lihat bagian Himpunan terurut yang tidak berurut baik di bawah.


    Status logis: dua arah dengan asumsi yang dipisahkan

    Pada buku ini, rantai deduksinya adalah:

    induksi lemah (asumsi, 7.1) ⟹ induksi kuat (teorema, 7.2) ⟹ urutan baik (Teorema 7.3.4).\text{induksi lemah (asumsi, 7.1)}\ \Longrightarrow\ \text{induksi kuat (teorema, 7.2)}\ \Longrightarrow\ \text{urutan baik (Teorema 7.3.4)}.

    Setelah itu, Teorema 7.3.5 menunjukkan arah balik. Tabel berikut mencatat apa yang boleh dipakai pada setiap arah.

    ArahBoleh dipakaiTidak boleh dipakai
    Induksi kuat ⇒\Rightarrow urutan baikinduksi kuat (dari 7.2), (A1)-(A3), separasiurutan baik dalam bentuk apa pun
    Urutan baik ⇒\Rightarrow induksi lemahurutan baik, (A1)-(A4), separasiinduksi lemah atau kuat dalam bentuk apa pun

    Arah pertama

    Teorema 7.3.4 (induksi kuat mengakibatkan urutan baik). Asumsikan prinsip induksi kuat dengan basis eksplisit dari Subbab 7.2, beserta (A1)-(A3). Maka setiap S⊆NS\subseteq\mathbb{N} yang tak kosong mempunyai unsur terkecil.

    Bukti. Misalkan S⊆NS\subseteq\mathbb{N} dan S≠∅S\ne\varnothing. Andaikan SS tidak mempunyai unsur terkecil. Untuk SS yang tetap ini, definisikan predikat

    P(n):n∉S.P(n):\quad n\notin S .

    Kita buktikan P(n)P(n) untuk semua n∈Nn\in\mathbb{N} dengan induksi kuat berbasis n0=0n_0=0.

    Basis P(0)P(0). Andaikan 0∈S0\in S. Menurut (A2), 0≤s0\le s untuk setiap s∈Ss\in S. Jadi 00 adalah unsur terkecil SS, dan ini bertentangan dengan pengandaian. Maka 0∉S0\notin S.

    Langkah. Ambil sembarang k∈Nk\in\mathbb{N}. Asumsikan, sebagai hipotesis induksi kuat, bahwa P(j)P(j) berlaku untuk semua jj dengan 0≤j≤k0\le j\le k. Artinya, tidak ada j≤kj\le k yang menjadi anggota SS. Kita tunjukkan P(k+1)P(k+1).

    Andaikan k+1∈Sk+1\in S. Ambil sembarang s∈Ss\in S dan bandingkan ss dengan k+1k+1. Menurut keterbandingan (A1), berlaku k+1≤sk+1\le s atau s≤k+1s\le k+1.

    • Jika k+1≤sk+1\le s, tidak ada yang perlu dibuktikan.
    • Jika s≤k+1s\le k+1, maka menurut (A3) berlaku s≤ks\le k atau s=k+1s=k+1.
      • Subkasus s≤ks\le k mustahil. Hipotesis induksi memberi s∉Ss\notin S, padahal s∈Ss\in S.
      • Subkasus s=k+1s=k+1 memberi k+1≤sk+1\le s menurut refleksivitas.

    Dalam setiap kemungkinan, k+1≤sk+1\le s. Karena s∈Ss\in S sembarang dan k+1∈Sk+1\in S, maka k+1k+1 adalah unsur terkecil SS. Ini kontradiksi. Jadi k+1∉Sk+1\notin S.

    Menurut induksi kuat, n∉Sn\notin S untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}. Karena S⊆NS\subseteq\mathbb{N}, setiap anggota SS adalah suatu n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n∈Sn\in S, dan itu mustahil. Maka S=∅S=\varnothing, bertentangan dengan S≠∅S\ne\varnothing. Pengandaian salah, sehingga SS mempunyai unsur terkecil. Unsur itu tunggal menurut Proposisi 7.3.2. ■\blacksquare

    Di mana urutan total dipakai. Pada langkah induksi, kita harus membandingkan anggota sembarang s∈Ss\in S dengan k+1k+1. Seandainya ada ss yang tak terbandingkan dengan k+1k+1, maka k+1k+1 tidak dapat disimpulkan sebagai batas bawah SS, dan bukti runtuh. Sifat diskret (A3) dipakai untuk mengubah "ss di bawah k+1k+1" menjadi "s≤ks\le k", sehingga ss masuk ke dalam jangkauan hipotesis induksi.

    Catatan (bentuk tanpa basis terpisah). Induksi kuat juga dapat ditulis sebagai ∀n [(∀j<n P(j))⇒P(n)]\forall n\,[(\forall j<n\ P(j))\Rightarrow P(n)]. Dalam bentuk ini, langkahnya berbunyi sebagai berikut. Misalkan tidak ada j<nj<n yang anggota SS, dan n∈Sn\in S. Untuk setiap s∈Ss\in S, kemungkinan s<ns<n tertutup, sehingga n≤sn\le s menurut keterbandingan. Akibatnya nn menjadi unsur terkecil, dan terjadi kontradiksi.

    Untuk n=0n=0, tidak ada j∈Nj\in\mathbb{N} dengan j<0j<0, menurut (A2) dan antisimetri. Jadi hipotesisnya benar secara hampa, dan argumen yang sama tetap harus dijalankan untuk menyimpulkan 0∉S0\notin S. Basis tidak hilang. Basis hanya terserap ke dalam langkah, sehingga langkah itu sendiri mewajibkan pembuktian P(0)P(0).

    Arah kedua

    Teorema 7.3.5 (urutan baik mengakibatkan induksi lemah). Asumsikan Prinsip Urutan Baik beserta (A1)-(A4), dan jangan asumsikan induksi dalam bentuk apa pun. Misalkan n0∈Nn_0\in\mathbb{N} dan PP suatu predikat pada N\mathbb{N} yang dapat dirumuskan dalam bahasa himpunan dengan parameter, sehingga separasi berlaku, dan yang memenuhi dua syarat:

    1. P(n0)P(n_0);
    2. untuk setiap k≥n0k\ge n_0, berlaku P(k)⇒P(k+1)P(k)\Rightarrow P(k+1).

    Maka P(n)P(n) berlaku untuk setiap n≥n0n\ge n_0.

    Bukti. Bentuk himpunan kontra-contoh melalui separasi pada N\mathbb{N}:

    C={ n∈N:n0≤n dan ¬P(n) }.C=\{\,n\in\mathbb{N} : n_0\le n \ \text{dan}\ \neg P(n)\,\}.

    Andaikan C≠∅C\ne\varnothing. Menurut Prinsip Urutan Baik, CC mempunyai unsur terkecil mm.

    1. m>n0m>n_0. Karena m∈Cm\in C, berlaku m≥n0m\ge n_0 dan ¬P(m)\neg P(m). Karena P(n0)P(n_0) benar, m≠n0m\ne n_0. Jadi m>n0m>n_0.
    2. m−1m-1 ada dan m−1≥n0m-1\ge n_0. Dari 0≤n0<m0\le n_0<m diperoleh m>0m>0. Menurut (A4), pendahulu m−1∈Nm-1\in\mathbb{N} ada dan (m−1)+1=m(m-1)+1=m. Karena n0<(m−1)+1n_0<(m-1)+1, sifat (A3) memberi n0≤m−1n_0\le m-1.
    3. m−1∉Cm-1\notin C. Seandainya m−1∈Cm-1\in C, minimalitas mm memberi m≤m−1m\le m-1. Bersama m−1≤mm-1\le m, antisimetri memberi m=m−1m=m-1, bertentangan dengan m−1<mm-1<m.
    4. P(m−1)P(m-1). Bilangan m−1m-1 memenuhi m−1≥n0m-1\ge n_0 tetapi bukan anggota CC. Menurut definisi CC, ini berarti P(m−1)P(m-1).
    5. Kontradiksi. Syarat langkah dengan k=m−1≥n0k=m-1\ge n_0 memberi P(m)P(m), padahal ¬P(m)\neg P(m).

    Jadi C=∅C=\varnothing. Untuk setiap n≥n0n\ge n_0, karena n∉Cn\notin C, berlaku P(n)P(n). ■\blacksquare

    Basis berperan tepat pada butir 1. Tanpa basis, kontra-contoh terkecil bisa saja m=n0m=n_0. Dalam keadaan itu, tidak ada indeks k=m−1≥n0k=m-1\ge n_0 yang dapat diumpankan ke langkah induksi (lihat Latihan 7.3.14).

    Menghindari sirkularitas

    Kedua teorema di atas bersyarat. Teorema 7.3.4 mengasumsikan induksi kuat, yang pada 7.2 diturunkan dari induksi lemah. Teorema 7.3.5 mengasumsikan urutan baik. Jika keduanya dirangkai, hasilnya hanyalah "induksi lemah ⇒\Rightarrow induksi lemah". Rangkaian itu tidak membuktikan prinsip mana pun dari ketiadaan.

    Kesimpulan yang sah adalah sebagai berikut. Relatif terhadap aritmetika pinjaman 7.1–7.2, (A1)-(A4), dan separasi, induksi lemah, induksi kuat, dan urutan baik saling ekuivalen. Salah satunya harus diterima sebagai titik awal. Pada buku ini, titik awal itu adalah induksi lemah (7.1), dan urutan baik berstatus teorema.

    Ada satu ketergantungan lagi yang perlu dinyatakan secara jujur. Sifat (A1)-(A4) sendiri masih dipinjam. Bab 8 menurunkan sebagian hukum dari aksioma Peano dan tetap menandai hukum yang belum diturunkan. Ekuivalensi di atas berdiri di atas aritmetika pinjaman; pembahasan berikutnya tidak boleh dianggap otomatis menghapus semua pinjaman itu.


    Himpunan terurut yang tidak berurut baik

    Proposisi 7.3.6. Dengan urutan biasa, Z\mathbb{Z} tidak berurut baik. Artinya, ada himpunan bagian tak kosong dari Z\mathbb{Z} yang tidak mempunyai unsur terkecil.

    Bukti. Ambil Z\mathbb{Z} itu sendiri, yang tak kosong karena 0∈Z0\in\mathbb{Z}. Untuk sembarang z∈Zz\in\mathbb{Z}, berlaku z−1∈Zz-1\in\mathbb{Z} dan z−1<zz-1<z (A5). Seandainya zz unsur terkecil, maka z≤z−1z\le z-1, dan ini bertentangan dengan z−1<zz-1<z.

    Argumen yang sama berlaku untuk {z∈Z:z<0}\{z\in\mathbb{Z}: z<0\}, yang memuat −1-1, sebab z<0z<0 mengakibatkan z−1<z<0z-1<z<0. ■\blacksquare

    Proposisi 7.3.7. Himpunan R>0={x∈R:x>0}\mathbb{R}_{>0}=\{x\in\mathbb{R}: x>0\}, dengan urutan biasa, tidak mempunyai unsur terkecil.

    Bukti. Himpunan ini tak kosong karena 1∈R>01\in\mathbb{R}_{>0}. Ambil sembarang x>0x>0. Berdasarkan sifat urutan medan R\mathbb{R} yang dipinjam, berlaku x/2>0x/2>0 dan x−x/2=x/2>0x-x/2=x/2>0. Jadi x/2∈R>0x/2\in\mathbb{R}_{>0} dan x/2<xx/2<x, sehingga xx bukan unsur terkecil. ■\blacksquare

    Kedua contoh ini terurut total. Jadi keterurutan total saja tidak cukup untuk menjamin adanya unsur terkecil. Pada R>0\mathbb{R}_{>0}, bilangan 00 adalah batas bawah, tetapi 0∉R>00\notin\mathbb{R}_{>0}. Konsep batas bawah terbesar (infimum) termasuk bahasan bab lanjut dan tidak dipakai di sini.

    Pernyataan "setiap himpunan bagian tak kosong dari himpunan terurut mempunyai unsur terkecil" adalah salah. Prinsip Urutan Baik hanya dibuktikan untuk (N,≤)(\mathbb{N},\le). Himpunan bagian Z\mathbb{Z} yang tak kosong dan terbatas di bawah memang mempunyai unsur terkecil, tetapi fakta itu perlu dibuktikan tersendiri (Latihan 7.3.19).


    Pola bukti "kontra-contoh terkecil"

    Teorema 7.3.5 memperlihatkan pola yang dapat dipakai ulang:

    1. Tulis himpunan kontra-contoh CC secara berpembatas, melalui separasi pada N\mathbb{N}.
    2. Andaikan C≠∅C\ne\varnothing, lalu ambil m=min⁡Cm=\min C. Langkah ini sah karena CC tak kosong.
    3. Gunakan basis atau kasus kecil untuk menunjukkan bahwa mm cukup besar, sehingga objek lebih kecil yang dibutuhkan memang ada di wilayah klaim.
    4. Gunakan minimalitas: setiap objek di wilayah klaim yang lebih kecil dari mm bukan kontra-contoh. Dari situ, turunkan bahwa mm juga bukan kontra-contoh, atau bangun kontra-contoh yang lebih kecil dari mm.
    5. Simpulkan C=∅C=\varnothing.

    Objek pembanding tidak harus m−1m-1. Pada Latihan 7.3.13, objek pembandingnya adalah suatu faktor sejati aa dengan 2≤a<m2\le a<m. Itulah ciri khas versi "kuat" dari pola ini.


    Aplikasi: pembagian Euclid

    Pembagian Euclid dipakai sebagai pinjaman pada Teorema 4.3.9; domainnya sama, yaitu bilangan bulat dengan pembagi positif. Sekarang kita membuktikannya secara mandiri dengan Prinsip Urutan Baik.

    Teorema 7.3.8 (pembagian Euclid). Untuk setiap x∈Zx\in\mathbb{Z} dan m∈Zm\in\mathbb{Z} dengan m>0m>0, terdapat tepat satu pasangan (q,r)∈Z×Z(q,r)\in\mathbb{Z}\times\mathbb{Z} dengan

    x=mq+rdan0≤r<m.x=mq+r\qquad\text{dan}\qquad 0\le r<m .

    Bukti.

    Langkah 1: himpunan calon sisa. Definisikan, melalui separasi pada N\mathbb{N},

    S={ r∈N:ada q∈Z dengan r=x−mq }.S=\{\,r\in\mathbb{N} : \text{ada } q\in\mathbb{Z} \text{ dengan } r=x-mq\,\}.

    Kuantor "ada qq" dibatasi pada himpunan Z\mathbb{Z}, dan anggota SS diambil dari himpunan N\mathbb{N} yang sudah tersedia.

    Bandingkan dengan {x−mq:q∈Z}\{x-mq: q\in\mathbb{Z}\}. Untuk setiap anggotanya x−mqx-mq, anggota x−m(q+1)=x−mq−mx-m(q+1)=x-mq-m lebih kecil karena m>0m>0. Jadi himpunan ini tidak mempunyai unsur terkecil. Himpunan itu juga memuat anggota negatif: jika x<0x<0, ambil q=0q=0; jika x≥0x\ge0, ambil q=x+1q=x+1 dan gunakan m≥1m\ge1 untuk memperoleh x−m(x+1)≤−1x-m(x+1)\le-1. Prinsip Urutan Baik juga tidak berlaku padanya karena himpunan itu bukan himpunan bagian N\mathbb{N}. Pembatasan pada N\mathbb{N} justru yang memungkinkan prinsip itu dipakai.

    Langkah 2: SS tak kosong. Ambil q0=−∣x∣∈Zq_0=-|x|\in\mathbb{Z}, sehingga r0=x−m(−∣x∣)=x+m∣x∣r_0=x-m(-|x|)=x+m|x|.

    • Karena m≥1m\ge 1 dan ∣x∣≥0|x|\ge 0, perkalian dengan bilangan taknegatif ∣x∣|x| memberi m∣x∣≥1⋅∣x∣=∣x∣m|x|\ge 1\cdot|x|=|x|.
    • Karena ∣x∣≥−x|x|\ge -x, berlaku x+∣x∣≥0x+|x|\ge 0.

    Jadi

    r0=x+m∣x∣ ≥ x+∣x∣ ≥ 0.r_0=x+m|x|\ \ge\ x+|x|\ \ge\ 0 .

    Maka r0∈Nr_0\in\mathbb{N} dengan saksi q0q_0, sehingga r0∈Sr_0\in S.

    Langkah 3: ambil minimum. Menurut Prinsip Urutan Baik, SS mempunyai unsur terkecil rr. Karena r∈Sr\in S, ada q∈Zq\in\mathbb{Z} dengan r=x−mqr=x-mq, yaitu x=mq+rx=mq+r. Karena r∈Nr\in\mathbb{N}, berlaku r≥0r\ge 0.

    Langkah 4: r<mr<m. Andaikan r≥mr\ge m. Maka r−m≥0r-m\ge 0, sehingga r−m∈Nr-m\in\mathbb{N}. Selain itu,

    r−m=x−mq−m=x−m(q+1),q+1∈Z,r-m = x-mq-m = x-m(q+1),\qquad q+1\in\mathbb{Z},

    sehingga r−m∈Sr-m\in S. Karena m>0m>0, berlaku r−m<rr-m<r. Ini bertentangan dengan minimalitas rr. Jadi 0≤r<m0\le r<m, dan keberadaan pasangan terbukti.

    Langkah 5: ketunggalan. Misalkan x=mq+r=mq′+r′x=mq+r=mq'+r' dengan 0≤r<m0\le r<m dan 0≤r′<m0\le r'<m. Maka

    r−r′=m(q′−q).r-r'=m(q'-q).

    Dari batas-batas rr dan r′r' diperoleh r−r′<m−0=mr-r'<m-0=m dan r−r′>0−m=−mr-r'>0-m=-m. Jadi ∣r−r′∣<m|r-r'|<m.

    Andaikan q′≠qq'\ne q. Maka q′−qq'-q adalah bilangan bulat tak nol, sehingga ∣q′−q∣≥1|q'-q|\ge 1 (A5). Akibatnya

    ∣r−r′∣=∣m∣ ∣q′−q∣=m ∣q′−q∣≥m⋅1=m,|r-r'|=|m|\,|q'-q|=m\,|q'-q|\ge m\cdot 1=m,

    dan ini kontradiksi. Jadi q=q′q=q', dan r=x−mq=x−mq′=r′r=x-mq=x-mq'=r'. ■\blacksquare

    Contoh 7.3.9 (x=−7x=-7, m=5m=5). Di sini

    S={ r∈N:ada q∈Z, r=−7−5q }.S=\{\,r\in\mathbb{N}: \text{ada } q\in\mathbb{Z},\ r=-7-5q\,\}.

    Syarat −7−5q≥0-7-5q\ge 0 setara dengan 5q≤−75q\le -7. Kedua arah kesetaraan dengan q≤−2q\le-2 diperiksa sebagai berikut:

    • jika q≥−1q\ge-1, maka 5q≥−5>−75q\ge-5>-7;
    • jika q≤−2q\le-2, maka 5q≤−10≤−75q\le-10\le-7.

    Setiap bilangan bulat memenuhi q≥−1q\ge-1 atau q≤−2q\le-2. Jadi syarat 5q≤−75q\le-7 setara dengan q≤−2q\le-2.

    Nilai q=−2,−3,−4,…q=-2,-3,-4,\dots menghasilkan r=3,8,13,…r=3,8,13,\dots, sehingga S={3,8,13,18,… }S=\{3,8,13,18,\dots\}. Saksi dari Langkah 2 adalah q0=−7q_0=-7, yang memberi r0=−7+35=28∈Sr_0=-7+35=28\in S. Unsur terkecil SS adalah 33, dengan q=−2q=-2. Pemeriksaan:

    5⋅(−2)+3=−10+3=−7,0≤3<5.5\cdot(-2)+3=-10+3=-7,\qquad 0\le 3<5.

    Penulisan −7=5⋅(−1)+(−2)-7=5\cdot(-1)+(-2) juga benar secara aljabar, tetapi sisanya negatif. Penulisan itu adalah pembulatan hasil bagi ke arah nol, dan bukan pasangan yang dimaksud teorema.

    Kasus m=0m=0. Persamaan x=0⋅q+rx=0\cdot q+r memaksa r=xr=x, sedangkan syarat 0≤r<00\le r<0 tidak dapat dipenuhi oleh bilangan apa pun. Jadi, untuk setiap xx, tidak ada pasangan yang memenuhi teorema. Di dalam bukti, dua langkah runtuh:

    • Langkah 2 runtuh karena x+0⋅∣x∣=xx+0\cdot|x|=x dapat negatif. Misalnya, untuk x=−3x=-3, diperoleh S=∅S=\varnothing.
    • Langkah 4 runtuh karena r−0<rr-0<r salah.

    Jika hanya batas atas r<mr<m dibuang tetapi 0≤r0\le r tetap disyaratkan, untuk x≥0x\ge0 semua pasangan (q,x)(q,x) dengan q∈Zq\in\mathbb{Z} menjadi solusi, sehingga tidak tunggal. Untuk x<0x<0 tetap tidak ada solusi. Jadi syarat m≠0m\ne0 hakiki bagi keberadaan dan ketunggalan seperti dalam teorema.

    Kasus m<0m<0. Syarat 0≤r<m0\le r<m mustahil, karena m<0≤rm<0\le r. Jadi teorema dengan batas r<mr<m tidak berlaku tanpa perubahan. Salah satu bentuk yang lazim memakai batas 0≤r<∣m∣0\le r<|m|. Bentuk ini diturunkan dari Teorema 7.3.8 dengan pembagi −m>0-m>0 (Latihan 7.3.16). Jika bukti langsung ingin diulang untuk m<0m<0, saksi q0=−∣x∣q_0=-|x| pada Langkah 2 harus diganti.


    Catatan tentang Subbab 4.4 (diagram Hasse)

    Bukti rekonstruksi diagram Hasse pada Subbab 4.4 memakai induksi kuat pada ukuran interval sebagai prinsip pinjaman. Subbab 7.2-7.3 sekarang memberi status yang jelas untuk prinsip induksinya: induksi kuat diturunkan dari induksi lemah, dan Prinsip Urutan Baik adalah perumusan yang ekuivalen dengannya.

    Subbab ini tidak membuktikan teori ukuran atau kardinalitas berhingga. Fakta tentang ukuran interval yang dipakai pada 4.4 tetap berstatus pinjaman. Kita juga tidak menambahkan teorema pengurutan topologis.


    Kesalahan umum

    1. Melupakan syarat tak kosong. "Ambil unsur terkecil CC" baru sah setelah C≠∅C\ne\varnothing diketahui atau diandaikan.
    2. Memakai Prinsip Urutan Baik di luar N\mathbb{N}. Z\mathbb{Z} dan R>0\mathbb{R}_{>0} tidak berurut baik. Untuk himpunan bagian Z\mathbb{Z}, keberadaan minimum memerlukan argumen tambahan, seperti keterbatasan di bawah.
    3. Menyamakan batas bawah dengan unsur terkecil. Unsur terkecil wajib menjadi anggota himpunan.
    4. Mengabaikan basis dalam argumen kontra-contoh terkecil. Tanpa basis, m−1m-1 mungkin tidak ada, atau berada di bawah n0n_0 sehingga di luar wilayah klaim.
    5. Penalaran melingkar. Membuktikan induksi dari urutan baik dan urutan baik dari induksi, lalu menyatakan keduanya terbukti tanpa asumsi.
    6. Himpunan yang salah pada pembagian Euclid. Mengambil minimum dari {x−mq:q∈Z}\{x-mq: q\in\mathbb{Z}\} tidak sah. Himpunan itu bukan himpunan bagian N\mathbb{N} dan, untuk m>0m>0, tidak terbatas di bawah, sehingga tidak mempunyai minimum.
    7. Diam-diam menganggap m>0m>0. Kekeliruan ini terjadi ketika teorema dipakai untuk pembagi nol atau negatif.

    Latihan

    Latihan 7.3.10 (kasus kosong). (a) Tunjukkan bahwa ∅\varnothing tidak mempunyai unsur terkecil, walaupun setiap m∈Nm\in\mathbb{N} merupakan batas bawahnya. (b) Tunjuk satu-satunya tempat di bukti Teorema 7.3.4 yang memakai S≠∅S\ne\varnothing. Jelaskan apa yang terjadi bila argumen dijalankan untuk S=∅S=\varnothing. (c) Pada Teorema 7.3.5, mengapa kasus C=∅C=\varnothing bukan masalah?

    Latihan 7.3.11. Tentukan apakah setiap himpunan berikut mempunyai unsur terkecil, beserta alasannya: (a) {n∈N:n2>50}\{n\in\mathbb{N}: n^2>50\}; (b) {n∈N:n2<0}\{n\in\mathbb{N}: n^2<0\}; (c) {z∈Z:z<0}\{z\in\mathbb{Z}: z<0\}; (d) {z∈Z:z2<10}\{z\in\mathbb{Z}: z^2<10\}; (e) {x∈R:0<x≤1}\{x\in\mathbb{R}: 0<x\le1\}; (f) {x∈R:0≤x≤1}\{x\in\mathbb{R}: 0\le x\le 1\}.

    Latihan 7.3.12 (basis lain, kontra-contoh terkecil). Dengan argumen kontra-contoh terkecil, buktikan 2n≥n22^n\ge n^2 untuk setiap n≥4n\ge 4. Pangkat dipinjam sampai 7.4. Tunjukkan pula bahwa klaim yang sama untuk semua n≥3n\ge 3 salah.

    Latihan 7.3.13 (kontra-contoh terkecil, bentuk kuat). Buktikan bahwa setiap n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n≥2n\ge 2 mempunyai pembagi prima. Gunakan definisi pinjaman berikut:

    • a∣ba\mid b berarti ada c∈Zc\in\mathbb{Z} dengan b=acb=ac;
    • pp prima berarti p≥2p\ge2 dan pembagi positif pp hanyalah 11 dan pp.

    Latihan 7.3.14 (peran basis). Ambil n0=3n_0=3 dan P(n):n=n+1P(n): n=n+1. (a) Tunjukkan bahwa syarat langkah Teorema 7.3.5 berlaku, tetapi kesimpulannya salah. (b) Tunjuk butir bukti yang gagal.

    Latihan 7.3.15 (semua solusi). (a) Tentukan semua (q,r)∈Z×Z(q,r)\in\mathbb{Z}\times\mathbb{Z} dengan −7=5q+r-7=5q+r, tanpa syarat apa pun pada rr. (b) Dari himpunan solusi itu, tentukan semua solusi dengan 0≤r<50\le r<5, lalu cocokkan dengan Contoh 7.3.9. (c) Ulangi untuk x=23x=23, m=5m=5.

    Latihan 7.3.16 (pembagi negatif). (a) Buktikan: untuk x∈Zx\in\mathbb{Z} dan m∈Zm\in\mathbb{Z} dengan m<0m<0, terdapat tepat satu (q,r)∈Z×Z(q,r)\in\mathbb{Z}\times\mathbb{Z} dengan x=mq+rx=mq+r dan 0≤r<∣m∣0\le r<|m|. (b) Hitung pasangan itu untuk x=−7,m=−5x=-7, m=-5 dan untuk x=7,m=−5x=7, m=-5. (c) Jelaskan mengapa saksi q0=−∣x∣q_0=-|x| dari Langkah 2 gagal di sini, dan berikan saksi pengganti.

    Latihan 7.3.17 (pembagi nol). Untuk m=0m=0, tunjukkan bahwa tidak ada x∈Zx\in\mathbb{Z} yang mempunyai pasangan (q,r)(q,r) dengan x=mq+rx=mq+r dan 0≤r<m0\le r<m. Jelaskan nasib setiap langkah bukti Teorema 7.3.8.

    Latihan 7.3.18 (diagnosis sirkularitas). Seorang penulis menyusun dua bukti.

    • Bukti A: "Induksi lemah benar, sebab bila ada kontra-contoh, ambil yang terkecil menurut urutan baik, lalu turunkan kontradiksi."
    • Bukti B: "Urutan baik benar, sebab dengan induksi kuat kita buktikan n∉Sn\notin S untuk semua nn."

    Penulis itu lalu menyatakan bahwa kedua prinsip telah dibuktikan tanpa asumsi. Diagnosis kesalahannya, lalu nyatakan kesimpulan yang sah.

    Latihan 7.3.19 (himpunan bagian Z\mathbb{Z} yang terbatas di bawah). Misalkan S⊆ZS\subseteq\mathbb{Z} tak kosong dan ada b∈Zb\in\mathbb{Z} dengan b≤sb\le s untuk setiap s∈Ss\in S. Buktikan bahwa SS mempunyai unsur terkecil.


    Pembahasan

    Latihan 7.3.10.

    (a) Unsur terkecil harus memenuhi m∈∅m\in\varnothing, dan itu mustahil. Syarat batas bawah "untuk setiap s∈∅s\in\varnothing, m≤sm\le s" benar secara hampa untuk setiap mm. Jadi ∅\varnothing mempunyai banyak batas bawah, tetapi tidak mempunyai unsur terkecil.

    (b) Syarat S≠∅S\ne\varnothing hanya dipakai pada kalimat terakhir: "S=∅S=\varnothing bertentangan dengan S≠∅S\ne\varnothing". Untuk S=∅S=\varnothing, seluruh induksi tetap berjalan dan menghasilkan "n∉Sn\notin S untuk semua nn". Pernyataan itu benar dan tidak menimbulkan kontradiksi. Teorema memang tidak mengklaim apa pun tentang ∅\varnothing.

    (c) Prinsip Urutan Baik hanya diterapkan di bawah pengandaian C≠∅C\ne\varnothing. Kasus C=∅C=\varnothing justru adalah kesimpulan yang dituju. Kedua kasus dipisah menurut hukum penyisihan tengah, sehingga tidak ada kasus yang terlewat.

    Latihan 7.3.11.

    (a) Himpunan ini memuat 88, karena 64>5064>50. Untuk n≤7n\le 7, kemonotonan kuadrat pada N\mathbb{N} (pinjaman) memberi n2≤49n^2\le 49, sehingga nn bukan anggota. Jadi unsur terkecilnya 88.

    (b) Himpunan ini kosong, sehingga tidak ada unsur terkecil. Hal ini tidak bertentangan dengan Prinsip Urutan Baik, karena prinsip itu mensyaratkan himpunan tak kosong.

    (c) Tidak ada unsur terkecil (Proposisi 7.3.6).

    (d) Gunakan kemonotonan kuadrat (pinjaman). Jika ∣z∣≥4|z|\ge4, maka z2=∣z∣2≥16z^2=|z|^2\ge16. Jika ∣z∣≤3|z|\le3, maka z2≤9z^2\le 9. Jadi himpunannya {−3,−2,…,3}\{-3,-2,\dots,3\}, dan dari daftar berhingga ini terlihat langsung bahwa unsur terkecilnya −3-3. Himpunan ini termuat di Z\mathbb{Z} dan terbatas di bawah, sejalan dengan Latihan 7.3.19.

    (e) Tidak ada unsur terkecil. Untuk xx dengan 0<x≤10<x\le 1, berlaku 0<x/2<x0<x/2<x dan x/2≤1/2≤1x/2\le 1/2\le 1.

    (f) Unsur terkecilnya 00, karena 00 anggota himpunan dan 0≤x0\le x untuk setiap anggota xx.

    Pelajarannya: di luar N\mathbb{N}, keberadaan minimum tidak otomatis dan harus diperiksa kasus demi kasus.

    Latihan 7.3.12. Misalkan P(n):2n≥n2P(n): 2^n\ge n^2 dan C={n∈N:n≥4, ¬P(n)}C=\{n\in\mathbb{N}: n\ge4,\ \neg P(n)\}. Andaikan C≠∅C\ne\varnothing dan ambil m=min⁡Cm=\min C.

    • Karena 24=16≥162^4=16\ge16, berlaku m≠4m\ne 4. Jadi m>4m>4, yaitu m≥5m\ge 5, dan m−1≥4m-1\ge 4.
    • Minimalitas mm memberi m−1∉Cm-1\notin C, sehingga 2m−1≥(m−1)22^{m-1}\ge (m-1)^2.
    • Akibatnya 2m=2⋅2m−1≥2(m−1)22^m=2\cdot 2^{m-1}\ge 2(m-1)^2.
    • Untuk m≥5m\ge5, berlaku 2(m−1)2−m2=m2−4m+2=(m−2)2−22(m-1)^2-m^2=m^2-4m+2=(m-2)^2-2. Karena m−2≥3m-2\ge3, kemonotonan kuadrat (pinjaman) memberi (m−2)2≥9(m-2)^2\ge9, sehingga (m−2)2−2≥7>0(m-2)^2-2\ge 7>0.
    • Jadi 2m>m22^m> m^2, bertentangan dengan m∈Cm\in C.

    Maka C=∅C=\varnothing.

    Untuk n=3n=3, berlaku 23=8<9=322^3=8<9=3^2, sehingga klaim untuk semua n≥3n\ge3 salah. Perlu dicatat bahwa P(0)P(0), P(1)P(1), dan P(2)P(2) benar, sedangkan P(3)P(3) salah. Jadi basis 44 bukan pilihan sembarangan. Hukum 2m=2⋅2m−12^m=2\cdot2^{m-1} adalah aritmetika pinjaman sampai 7.4.

    Latihan 7.3.13. Misalkan C={n∈N:n≥2 dan n tidak mempunyai pembagi prima}C=\{n\in\mathbb{N}: n\ge2 \text{ dan } n \text{ tidak mempunyai pembagi prima}\}. Andaikan C≠∅C\ne\varnothing dan ambil m=min⁡Cm=\min C.

    • Jika mm prima, maka m∣mm\mid m karena m=m⋅1m=m\cdot1, sehingga mm mempunyai pembagi prima. Ini mustahil. Jadi mm tidak prima.
    • Karena m≥2m\ge2 dan mm tidak prima, mm mempunyai pembagi positif aa dengan a≠1a\ne1 dan a≠ma\ne m. Tulis m=abm=ab. Karena a,m>0a,m>0, berlaku b≥1b\ge1, sehingga a≤ma\le m. Jadi 2≤a≤m−12\le a\le m-1.
    • Karena a≥2a\ge2 dan a<ma<m, minimalitas memberi a∉Ca\notin C. Maka aa mempunyai pembagi prima pp, misalnya a=pca=pc.
    • Akibatnya m=p(cb)m=p(cb), sehingga p∣mp\mid m. Ini kontradiksi.

    Objek pembanding di sini adalah faktor aa, bukan m−1m-1. Itulah sebabnya argumen ini sejalan dengan induksi kuat, bukan dengan langkah lemah k→k+1k\to k+1.

    Latihan 7.3.14.

    (a) Untuk setiap kk, pernyataan P(k)P(k) salah, sehingga implikasi P(k)⇒P(k+1)P(k)\Rightarrow P(k+1) benar secara hampa. Namun P(n)P(n) salah untuk setiap n≥3n\ge3.

    (b) Basis P(3)P(3) tidak berlaku. Dengan C={n∈N:n≥3}C=\{n\in\mathbb{N}: n\ge3\}, diperoleh m=min⁡C=3=n0m=\min C=3=n_0, sehingga butir 1 (m>n0m>n_0) gagal. Tidak ada k=m−1≥n0k=m-1\ge n_0 yang dapat dipakai pada langkah, sehingga kontradiksi tidak muncul.

    Latihan 7.3.15.

    (a) Untuk setiap q∈Zq\in\mathbb{Z}, nilai r=−7−5qr=-7-5q memberi solusi. Sebaliknya, setiap solusi memenuhi r=−7−5qr=-7-5q. Jadi himpunan semua solusinya adalah {(q,−7−5q):q∈Z}\{(q,-7-5q): q\in\mathbb{Z}\}, yang tak berhingga banyaknya.

    (b) Menurut Contoh 7.3.9, syarat −7−5q≥0-7-5q\ge0 setara dengan q≤−2q\le-2. Syarat −7−5q<5-7-5q<5 setara dengan 5q>−125q>-12:

    • jika q≤−3q\le-3, maka 5q≤−15≤−125q\le-15\le-12, sehingga syaratnya gagal;
    • jika q≥−2q\ge-2, maka 5q≥−10>−125q\ge-10>-12, sehingga syaratnya terpenuhi.

    Jadi syarat kedua setara dengan q≥−2q\ge-2. Satu-satunya solusi adalah (q,r)=(−2,3)(q,r)=(-2,3), sesuai dengan Contoh 7.3.9 dan ketunggalan pada Teorema 7.3.8. Jika hanya syarat r≥0r\ge0 yang dipakai, nilai sisanya adalah 3,8,13,…3,8,13,\dots, yaitu tepat himpunan SS pada contoh itu.

    (c) Semua solusi berbentuk (q,23−5q)(q,23-5q) dengan q∈Zq\in\mathbb{Z}.

    • Syarat 23−5q≥023-5q\ge0 berarti 5q≤235q\le23. Jika q≤4q\le4, maka 5q≤20≤235q\le20\le23. Jika q≥5q\ge5, maka 5q≥25>235q\ge25>23. Jadi syarat ini setara dengan q≤4q\le4.
    • Syarat 23−5q<523-5q<5 berarti 5q>185q>18. Jika q≥4q\ge4, maka 5q≥20>185q\ge20>18. Jika q≤3q\le3, maka 5q≤15≤185q\le15\le18. Jadi syarat ini setara dengan q≥4q\ge4.

    Maka q=4q=4 dan r=3r=3. Pemeriksaan: 5⋅4+3=235\cdot4+3=23.

    Latihan 7.3.16.

    (a) Keberadaan. Karena ∣m∣=−m>0|m|=-m>0, Teorema 7.3.8 memberi (q1,r)(q_1,r) dengan x=(−m)q1+rx=(-m)q_1+r dan 0≤r<−m=∣m∣0\le r<-m=|m|. Ambil q=−q1q=-q_1. Maka x=mq+rx=mq+r.

    Ketunggalan. Misalkan x=mq+r=mq′+r′x=mq+r=mq'+r' dengan 0≤r,r′<∣m∣0\le r,r'<|m|. Maka x=(−m)(−q)+r=(−m)(−q′)+r′x=(-m)(-q)+r=(-m)(-q')+r'. Ketunggalan pada Teorema 7.3.8 untuk pembagi −m-m memberi −q=−q′-q=-q' dan r=r′r=r', sehingga q=q′q=q'.

    (b) Untuk x=−7x=-7, m=−5m=-5: (q,r)=(2,3)(q,r)=(2,3), karena (−5)⋅2+3=−7(-5)\cdot 2+3=-7. Untuk x=7x=7, m=−5m=-5: (q,r)=(−1,2)(q,r)=(-1,2), karena (−5)(−1)+2=7(-5)(-1)+2=7.

    (c) Dengan q0=−∣x∣q_0=-|x|, diperoleh x−m(−∣x∣)=x+m∣x∣=x−∣m∣ ∣x∣x-m(-|x|)=x+m|x|=x-|m|\,|x|, yang dapat negatif. Misalnya, untuk x=7x=7 dan m=−5m=-5, hasilnya 7−35=−287-35=-28. Saksi penggantinya adalah q0=∣x∣q_0=|x|, yang memberi x−m∣x∣=x+∣m∣ ∣x∣≥x+∣x∣≥0x-m|x|=x+|m|\,|x|\ge x+|x|\ge0.

    Latihan 7.3.17. Persamaan x=0⋅q+rx=0\cdot q+r memaksa r=xr=x, sedangkan 0≤r<00\le r<0 mustahil. Jadi tidak ada pasangan untuk xx mana pun. Nasib langkah-langkah bukti Teorema 7.3.8 adalah sebagai berikut:

    • Langkah 2 runtuh. SS dapat kosong. Untuk x=−3x=-3, S={r∈N:r=−3}=∅S=\{r\in\mathbb{N}: r=-3\}=\varnothing.
    • Langkah 4 runtuh. r−0<rr-0<r salah, sehingga tidak ada penurunan.
    • Langkah 5 tidak runtuh, tetapi menjadi hampa. Tidak ada pasangan yang memenuhi 0≤r<00\le r<0, sehingga implikasi ketunggalan benar tanpa isi. Jika hanya batas atas r<mr<m dibuang dan 0≤r0\le r dipertahankan, persamaan memaksa r=xr=x. Untuk x≥0x\ge0, setiap q∈Zq\in\mathbb{Z} memberi solusi (q,x)(q,x) sehingga tidak tunggal; untuk x<0x<0 tidak ada solusi.

    Latihan 7.3.18. Bukti A mengasumsikan urutan baik, sedangkan Bukti B mengasumsikan induksi kuat, yang bertumpu pada induksi lemah. Jika keduanya dirangkai, hasilnya adalah "induksi lemah ⇒\Rightarrow induksi lemah", yang tidak menetapkan salah satu prinsip tanpa asumsi awal. Yang sah hanyalah pernyataan bahwa kedua prinsip ekuivalen relatif terhadap aritmetika pinjaman 7.1–7.2, (A1)-(A4), dan separasi.

    Di buku ini, induksi lemah diambil sebagai asumsi (7.1), dan urutan baik adalah teorema yang diturunkan darinya (Teorema 7.3.4). Teorema 7.3.5 hanya menunjukkan bahwa urutan baik tidak lebih lemah daripada asumsi itu. Status pinjaman (A1)-(A4) tetap berlaku sampai masing-masing sifat benar-benar diturunkan; pengantar Bab 8 bukan bukti bagi seluruh daftar itu.

    Latihan 7.3.19. Bentuk himpunan berikut melalui separasi pada N\mathbb{N}:

    T={t∈N:t+b∈S}.T=\{t\in\mathbb{N}: t+b\in S\}.
    • TT tak kosong. Ambil s∈Ss\in S. Maka s−b≥0s-b\ge0, sehingga t=s−b∈Nt=s-b\in\mathbb{N} dan t+b=s∈St+b=s\in S.
    • Ambil minimum. Menurut Prinsip Urutan Baik, TT mempunyai unsur terkecil t0t_0. Tulis s0=t0+bs_0=t_0+b, sehingga s0∈Ss_0\in S.
    • s0s_0 unsur terkecil SS. Untuk sembarang s∈Ss\in S, berlaku s−b∈Ts-b\in T, sehingga t0≤s−bt_0\le s-b, yaitu s0≤ss_0\le s.

    Jadi s0s_0 adalah unsur terkecil SS.

    Notasi citra {s−b:s∈S}\{s-b:s\in S\} juga sah: himpunan yang sama dapat ditulis secara berpembatas sebagai {t∈N:∃s∈S, t=s−b}\{t\in\mathbb{N}:\exists s\in S,\ t=s-b\}. Bentuk TT di atas langsung menampilkan himpunan pembatas N\mathbb{N} yang diperlukan untuk menerapkan urutan baik.


    Sejauh ini, induksi dan Prinsip Urutan Baik dipakai untuk membuktikan sifat objek yang sudah ada: jumlah, pangkat, dan sisa pembagian. Beberapa objek itu, khususnya jumlah berhingga dan pangkat, masih dipinjam. Keberadaannya justru bergantung pada definisi rekursif seperti u(0)=au(0)=a dan u(n+1)=F(n,u(n))u(n+1)=F(n,u(n)).

    Subbab 7.4 menutup celah itu. Di sana akan dibuktikan bahwa definisi semacam itu memang menentukan tepat satu fungsi u:N→Xu:\mathbb{N}\to X. Terminasi algoritme rekursif sederhana yang argumennya turun satu di N\mathbb{N} juga akan dibuktikan di sana, dengan urutan baik atau induksi terminasi.

    7.4 Definisi Rekursif dan Analisis Barisan Rekursif

    Motivasi: tiga hal yang sering tercampur

    Pada 7.1 kita memakai lambang ∑i=1ni\sum_{i=1}^{n} i dengan kesepakatan "jumlah kosong bernilai 00, dan jumlah sampai n+1n+1 diperoleh dengan menambahkan suku ke-(n+1)(n+1)". Pada latihan kontra-contoh terkecil di 7.3 kita memakai 2n2^n dengan kesepakatan "20=12^0=1 dan 2n+1=2⋅2n2^{n+1}=2\cdot 2^n". Saat itu kedua kesepakatan dinyatakan sebagai pinjaman. Unit ini membayar pinjaman tersebut.

    Ada tiga hal berbeda yang perlu dipisahkan.

    1. Definisi rekursif adalah resep: nilai di 00 ditetapkan, dan nilai di n+1n+1 ditetapkan dari nn serta nilai di nn. Resep belum tentu menghasilkan objek. Kalimat "mulai dari aa, terapkan aturan, lalu lanjutkan selamanya" tidak menunjuk himpunan apa pun.
    2. Teorema rekursi menjamin bahwa, dengan syarat tipe yang tepat, ada tepat satu fungsi u:N→Xu:\mathbb{N}\to X yang memenuhi resep tersebut. Pernyataan inilah yang mengubah resep menjadi objek.
    3. Induksi membuktikan sifat suatu objek yang sudah ada, misalnya bahwa barisan yang sudah terdefinisi memenuhi rumus eksplisit. Induksi tidak menciptakan fungsi. Prinsip induksi 7.1 berbicara tentang predikat P(n)P(n), sedangkan "fungsi uu" dalam predikat P(n)P(n) harus sudah tersedia sebagai himpunan sebelum predikat itu dapat ditulis.

    Kesalahan yang hendak dicegah adalah lingkaran berikut: "fungsi uu ada karena kita dapat menghitung u(0)u(0), lalu u(1)u(1), dan seterusnya, dan induksi menjamin kita dapat terus." Induksi memang menjamin bahwa untuk setiap nn ada potongan perhitungan sampai nn (Lema 7.4.4 di bawah). Namun dari "untuk setiap nn ada potongan" ke "ada satu fungsi pada seluruh N\mathbb{N}" masih diperlukan langkah himpunan yang eksplisit, dan langkah itulah inti unit ini.

    Konvensi dan bahan yang dipinjam

    Seperti di seluruh Bab 7, N={0,1,2,… }\mathbb{N}=\{0,1,2,\dots\}, sedangkan bilangan asli beserta aritmetika dan urutannya diasumsikan. Bab 8 membahas aksioma Peano dan perluasan sistem bilangan; keberadaan struktur Peano tetap diasumsikan. Unit ini memakai bahan berikut.

    Dari bab terdahulu. Aksioma separasi, pasangan, gabungan, dan himpunan kuasa (Bab 3). Pasangan terurut dan produk Kartesius A×BA\times B (Bab 4). Dari Bab 5: fungsi bertipe A→BA\to B ditentukan oleh grafiknya, yaitu himpunan bagian G⊆A×BG\subseteq A\times B yang

    • total: untuk setiap x∈Ax\in A ada y∈By\in B dengan (x,y)∈G(x,y)\in G, dan
    • bernilai tunggal: jika (x,y)∈G(x,y)\in G dan (x,y′)∈G(x,y')\in G, maka y=y′y=y',

    serta prinsip kesamaan titik demi titik: dua fungsi A→BA\to B sama bila nilainya sama di setiap x∈Ax\in A. Induksi lemah (7.1, diasumsikan), induksi kuat (7.2, diturunkan), dan urutan baik (7.3, diturunkan).

    Fakta aritmetika dan urutan yang dipinjam. Fakta-fakta ini bukan konsekuensi logika murni.

    • (A1) ≤\le adalah urutan total pada N\mathbb{N}, dan 0≤n0\le n untuk setiap nn.
    • (A2) Untuk k,n∈Nk,n\in\mathbb{N}: k≤0  ⟺  k=0k\le 0 \iff k=0; k≤n+1  ⟺  (k≤n atau k=n+1)k\le n+1 \iff (k\le n \text{ atau } k=n+1); k<n+1  ⟺  k≤nk<n+1\iff k\le n; k<n  ⟺  k+1≤nk<n\iff k+1\le n; dan n<n+1n<n+1, sehingga n+1≰nn+1\not\le n.
    • (A3) Setiap n>0n>0 mempunyai pendahulu n−1∈Nn-1\in\mathbb{N} dengan (n−1)+1=n(n-1)+1=n.
    • (A4) Untuk m,n∈Nm,n\in\mathbb{N} ada min⁡(m,n)∈N\min(m,n)\in\mathbb{N}, dan k≤mk\le m serta k≤nk\le n jika dan hanya jika k≤min⁡(m,n)k\le\min(m,n).
    • (A5) Salinan bilangan diidentifikasi sehingga N⊆Z⊆Q⊆R\mathbb{N}\subseteq\mathbb{Z}\subseteq\mathbb{Q}\subseteq\mathbb{R}. Hukum asosiatif, komutatif, distributif, identitas, dan ketertutupan penjumlahan/perkalian pada masing-masing sistem dipinjam; Z\mathbb{Z} tertutup terhadap pengurangan. Urutan sesuai dengan operasi: penjumlahan menjaga urutan, dan perkalian faktor positif menjaga ketaksamaan. Pada Q\mathbb{Q}, invers 1/x1/x tersedia dan bukan nol untuk x≠0x\ne0. Untuk model biaya real, aritmetika R≥0\mathbb{R}_{\ge0} juga dipinjam. Fakta paritas elementer mengikuti pembahasan 6.2–6.3; pembagian Euclid telah dibuktikan pada Teorema 7.3.8.

    Pernyataan teorema

    Teorema 7.4.1 (Rekursi pada N\mathbb{N}). Misalkan XX himpunan, a∈Xa\in X, dan F:N×X→XF:\mathbb{N}\times X\to X fungsi. Maka terdapat tepat satu fungsi u:N→Xu:\mathbb{N}\to X sehingga

    u(0)=adanu(n+1)=F(n,u(n)) untuk setiap n∈N.u(0)=a \qquad\text{dan}\qquad u(n+1)=F\bigl(n,u(n)\bigr)\ \text{untuk setiap } n\in\mathbb{N}.

    Catatan tentang hipotesis.

    • Hipotesis a∈Xa\in X sudah menjamin XX tak kosong, jadi tidak perlu syarat terpisah.
    • Syarat tipe F:N×X→XF:\mathbb{N}\times X\to X adalah syarat ketertutupan: untuk setiap nn dan setiap x∈Xx\in X, nilai F(n,x)F(n,x) terdefinisi dan berada lagi di XX. Bila aturan rekursi bisa keluar dari XX atau tidak terdefinisi di sebagian XX, teorema tidak berlaku (lihat bagian kasus batas).

    Versi tanpa indeks. Jika g:X→Xg:X\to X, definisikan F(n,x)=g(x)F(n,x)=g(x). Grafik FF adalah

    {((n,x),y)∈(N×X)×X:y=g(x)},\{((n,x),y)\in(\mathbb{N}\times X)\times X : y=g(x)\},

    yang ada oleh separasi dan jelas total serta bernilai tunggal. Teorema lalu memberi tepat satu uu dengan u(0)=au(0)=a dan u(n+1)=g(u(n))u(n+1)=g(u(n)).

    Contoh penerapan langsung yang membayar pinjaman 7.1.

    • Jumlah berhingga. Ambil X=NX=\mathbb{N}, a=0a=0, dan F(n,x)=x+(n+1)F(n,x)=x+(n+1). Diperoleh tepat satu SS dengan S(0)=0S(0)=0 dan S(n+1)=S(n)+(n+1)S(n+1)=S(n)+(n+1). Inilah arti resmi ∑i=1ni\sum_{i=1}^{n} i di 7.1, termasuk jumlah kosong untuk n=0n=0. Lebih umum, untuk fungsi suku aia_i yang diberikan pada indeks asli positif dan bernilai real, ambil X=RX=\mathbb{R}, nilai awal 00, serta F(n,x)=x+an+1F(n,x)=x+a_{n+1}. Ketertutupan penjumlahan real menjamin tipenya; teorema menghasilkan tepat satu fungsi jumlah parsial yang digunakan dalam seluruh contoh 7.1.
    • Pangkat. Untuk c∈Zc\in\mathbb{Z}, ambil X=ZX=\mathbb{Z}, a=1a=1, dan g(x)=cxg(x)=cx. Diperoleh tepat satu barisan, ditulis cnc^n, dengan
    c0=1dancn+1=c⋅cn.(Pw)c^0=1 \qquad\text{dan}\qquad c^{n+1}=c\cdot c^n. \tag{Pw}

    Dalam unit ini satu-satunya sifat pangkat yang dipakai adalah persamaan (Pw) untuk c=2c=2 dan c=3c=3. Persamaan itu kini terbukti sebagai bagian dari Teorema Rekursi. Hukum pangkat lain, seperti cm+n=cmcnc^{m+n}=c^m c^n, tidak dipakai dan tidak diklaim di sini.

    Sumber [R7-2] membahas rekursi pada N\mathbb{N}, dalam kerangka teori himpunan; pembahasan di sini bukan teori komputabilitas. Bukti di bawah disusun mandiri dan tidak diklaim sebagai terjemahan sumber tersebut.

    Strategi bukti

    Kita tidak dapat langsung "mendefinisikan u(n)u(n) untuk semua nn". Yang dapat kita kerjakan dengan induksi adalah potongan berhingga:

    1. Aproksimasi. Untuk tiap nn, fungsi pada In={0,1,…,n}I_n=\{0,1,\dots,n\} yang mematuhi resep sejauh resep itu masuk akal di InI_n.
    2. Eksistensi aproksimasi (Lema 7.4.4): dengan induksi pada nn, menambah satu pasangan pada grafik.
    3. Kompatibilitas (Lema 7.4.5): dua aproksimasi selalu sepakat pada irisan domainnya.
    4. Pengumpulan tanpa pemilihan (Lema 7.4.7): himpunan C\mathcal{C} yang memuat semua grafik aproksimasi dibentuk dengan separasi pada P(N×X)\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X). Gabungannya, U=⋃CU=\bigcup\mathcal{C}, adalah calon grafik uu.
    5. UU grafik fungsi total (Lema 7.4.8), lalu uu memenuhi basis dan rekursi (Lema 7.4.9).
    6. Keunikan: induksi biasa ditambah kesamaan titik demi titik.

    Langkah 4 menunjukkan secara eksplisit himpunan pembatas untuk pengumpulan aproksimasi. Semua grafik sudah berada di P(N×X)\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X), sehingga separasi cukup untuk membentuk C\mathcal{C}. Tidak diperlukan Aksioma Pilihan atau Penggantian. Sesudah keunikan aproksimasi dibuktikan, bahkan grafik penugasan n↦Gnn\mapsto G_n dapat dibentuk dengan separasi di N×P(N×X)\mathbb{N}\times\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X). Yang harus dihindari adalah menganggap penugasan itu sudah menjadi himpunan tanpa menunjukkan pembentukannya.

    Aproksimasi dan eksistensinya

    Tetapkan XX, aa, dan FF seperti pada teorema.

    Definisi 7.4.2 (ruas awal). Untuk n∈Nn\in\mathbb{N}, In={k∈N:k≤n}I_n=\{k\in\mathbb{N}:k\le n\}, yang ada oleh separasi pada N\mathbb{N}. Oleh (A1), 0∈In0\in I_n dan n∈Inn\in I_n. Oleh (A2):

    I0={0},In+1=In∪{n+1},n+1∉In.(I)I_0=\{0\},\qquad I_{n+1}=I_n\cup\{n+1\},\qquad n+1\notin I_n. \tag{I}

    Selain itu, jika k<nk<n maka k+1≤nk+1\le n, jadi k+1∈Ink+1\in I_n (A2).

    Definisi 7.4.3 (aproksimasi pada ruas awal InI_n). Himpunan GG disebut aproksimasi pada InI_n bila GG adalah grafik suatu fungsi v:In→Xv:I_n\to X dengan

    1. v(0)=av(0)=a, dan
    2. v(k+1)=F(k,v(k))v(k+1)=F(k,v(k)) untuk setiap k∈Nk\in\mathbb{N} dengan k<nk<n.

    Pada syarat 2, kk dan k+1k+1 keduanya di InI_n, jadi kedua ruas bermakna. Karena In⊆NI_n\subseteq\mathbb{N}, setiap aproksimasi memenuhi G⊆In×X⊆N×XG\subseteq I_n\times X\subseteq\mathbb{N}\times X, sehingga G∈P(N×X)G\in\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X). Seluruh syarat definisi ini dapat ditulis sebagai rumus dengan parameter n,X,a,Fn,X,a,F, dan rumus itu hanya berbicara tentang anggota himpunan yang sudah ada. Rumus semacam ini sah dipakai dalam separasi. Dengan ΓF\Gamma_F grafik fungsi bertipe FF, rumusnya dapat ditulis eksplisit:

    Apr⁡(G,n):G⊆N×X∧ ∀k∈N ∀x∈X ((k,x)∈G⇒k≤n)∧ ∀k∈N (k≤n⇒∃x∈X (k,x)∈G)∧ ∀k∈N ∀x,y∈X (((k,x)∈G∧(k,y)∈G)⇒x=y)∧ (0,a)∈G∧ ∀k∈N ∀x,y∈X ((k<n∧(k,x)∈G∧(k+1,y)∈G)⇒((k,x),y)∈ΓF).\begin{aligned} \operatorname{Apr}(G,n):\quad &G\subseteq\mathbb{N}\times X\\ &\wedge\ \forall k\in\mathbb{N}\,\forall x\in X\ ((k,x)\in G\Rightarrow k\le n)\\ &\wedge\ \forall k\in\mathbb{N}\ (k\le n\Rightarrow\exists x\in X\ (k,x)\in G)\\ &\wedge\ \forall k\in\mathbb{N}\,\forall x,y\in X\ (((k,x)\in G\wedge(k,y)\in G)\Rightarrow x=y)\\ &\wedge\ (0,a)\in G\\ &\wedge\ \forall k\in\mathbb{N}\,\forall x,y\in X\ ((k<n\wedge(k,x)\in G\wedge(k+1,y)\in G)\Rightarrow((k,x),y)\in\Gamma_F). \end{aligned}

    Totalitas dan ketunggalan memastikan bahwa baris terakhir tepat menyatakan aturan rekursi, bukan sekadar implikasi hampa. Semua parameter telah tersedia sebagai himpunan.

    Lema 7.4.4 (eksistensi aproksimasi). Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N} terdapat aproksimasi pada InI_n.

    Bukti. Induksi lemah pada nn dengan P(n)P(n): "terdapat aproksimasi pada InI_n".

    Basis n=0n=0. Oleh aksioma pasangan, (0,a)(0,a) ada dan {(0,a)}\{(0,a)\} ada. Karena 0∈I00\in I_0 dan a∈Xa\in X, berlaku G0={(0,a)}⊆I0×XG_0=\{(0,a)\}\subseteq I_0\times X. Kita periksa syaratnya:

    • Total: satu-satunya anggota I0I_0 adalah 00, dan (0,a)∈G0(0,a)\in G_0.
    • Bernilai tunggal: G0G_0 hanya memuat satu pasangan.
    • Basis: v(0)=av(0)=a.
    • Rekursi: tidak ada k∈Nk\in\mathbb{N} dengan k<0k<0 (A1), jadi syarat 2 benar secara hampa.

    Maka P(0)P(0) berlaku.

    Langkah. Misalkan n∈Nn\in\mathbb{N} dan, sebagai hipotesis induksi lokal, GG aproksimasi pada InI_n dengan fungsi vv. Karena n∈Inn\in I_n, nilai v(n)∈Xv(n)\in X ada. Karena FF bertipe N×X→X\mathbb{N}\times X\to X, nilai

    b=F(n,v(n))b=F(n,v(n))

    ada dan b∈Xb\in X. Definisikan

    G′=G∪{(n+1,b)},G'=G\cup\{(n+1,b)\},

    yang ada oleh aksioma pasangan dan gabungan. Kita periksa bahwa G′G' aproksimasi pada In+1I_{n+1}.

    • G′⊆In+1×XG'\subseteq I_{n+1}\times X. Dari G⊆In×XG\subseteq I_n\times X dan In⊆In+1I_n\subseteq I_{n+1} oleh (I), diperoleh G⊆In+1×XG\subseteq I_{n+1}\times X. Selain itu n+1∈In+1n+1\in I_{n+1} dan b∈Xb\in X.

    • Total. Ambil k∈In+1k\in I_{n+1}. Oleh (I), k∈Ink\in I_n atau k=n+1k=n+1. Jika k∈Ink\in I_n, maka (k,v(k))∈G⊆G′(k,v(k))\in G\subseteq G'. Jika k=n+1k=n+1, maka (n+1,b)∈G′(n+1,b)\in G'.

    • Bernilai tunggal. Misalkan (k,x),(k,y)∈G′(k,x),(k,y)\in G'. Ada tiga kasus.

      • Keduanya di GG: maka x=yx=y karena GG bernilai tunggal.
      • Keduanya sama dengan (n+1,b)(n+1,b): maka x=y=bx=y=b.
      • Satu di GG dan satu sama dengan (n+1,b)(n+1,b): maka k∈Ink\in I_n dan k=n+1k=n+1, bertentangan dengan n+1∉Inn+1\notin I_n dari (I). Jadi kasus ini tidak terjadi.

      Akibatnya, fungsi v′v' dengan grafik G′G' memenuhi v′(k)=v(k)v'(k)=v(k) untuk k∈Ink\in I_n, sebab (k,v(k))∈G′(k,v(k))\in G', dan v′(n+1)=bv'(n+1)=b.

    • Basis. v′(0)=v(0)=av'(0)=v(0)=a.

    • Rekursi. Ambil k<n+1k<n+1, yaitu k≤nk\le n oleh (A2).

      • Jika k<nk<n, maka k,k+1∈Ink,k+1\in I_n, sehingga v′(k+1)=v(k+1)=F(k,v(k))=F(k,v′(k))v'(k+1)=v(k+1)=F(k,v(k))=F(k,v'(k)).
      • Jika k=nk=n, maka v′(n+1)=b=F(n,v(n))=F(n,v′(n))v'(n+1)=b=F(n,v(n))=F(n,v'(n)).

    Jadi P(n+1)P(n+1) berlaku. Oleh induksi lemah, P(n)P(n) berlaku untuk semua nn. ■\blacksquare

    Perhatikan apa yang tidak dikatakan Lema 7.4.4. Lema 7.4.4 tidak memberikan satu fungsi pada N\mathbb{N}, dan tidak memberikan barisan aproksimasi (Gn)n∈N(G_n)_{n\in\mathbb{N}} sebagai satu objek. Isinya hanya: untuk setiap nn, himpunan aproksimasi pada InI_n tidak kosong.

    Kompatibilitas

    Lema 7.4.5 (kompatibilitas). Misalkan GG aproksimasi pada ImI_m dengan fungsi vv, dan HH aproksimasi pada InI_n dengan fungsi ww. Maka v(k)=w(k)v(k)=w(k) untuk setiap k≤min⁡(m,n)k\le\min(m,n).

    Bukti. Tulis p=min⁡(m,n)p=\min(m,n) (A4). Jika k≤pk\le p, maka k≤mk\le m dan k≤nk\le n, jadi kk berada di kedua domain. Kita buktikan untuk semua k∈Nk\in\mathbb{N} predikat

    Q(k):k≤p ⇒ ∀x,y∈X (((k,x)∈G∧(k,y)∈H)⇒x=y).Q(k):\quad k\le p\ \Rightarrow\ \forall x,y\in X\ (((k,x)\in G\wedge(k,y)\in H)\Rightarrow x=y).

    dengan induksi lemah pada kk. Rumus ini tetap bermakna saat kk di luar domain kedua aproksimasi; jika k≤pk\le p, totalitas membuatnya setara dengan v(k)=w(k)v(k)=w(k).

    Basis. v(0)=a=w(0)v(0)=a=w(0).

    Langkah. Misalkan Q(k)Q(k) berlaku. Kita buktikan Q(k+1)Q(k+1); andaikan k+1≤pk+1\le p, karena jika tidak, Q(k+1)Q(k+1) benar secara hampa. Maka k<k+1≤pk<k+1\le p, sehingga k≤pk\le p, dan oleh Q(k)Q(k) berlaku v(k)=w(k)v(k)=w(k). Karena k<p≤mk<p\le m, syarat rekursi untuk vv memberi v(k+1)=F(k,v(k))v(k+1)=F(k,v(k)). Karena k<p≤nk<p\le n, syarat rekursi untuk ww memberi w(k+1)=F(k,w(k))w(k+1)=F(k,w(k)). Pasangan (k,v(k))(k,v(k)) dan (k,w(k))(k,w(k)) sama, dan FF adalah fungsi, sehingga nilai FF pada keduanya sama. Jadi v(k+1)=w(k+1)v(k+1)=w(k+1). ■\blacksquare

    Akibat 7.4.6 (keunikan aproksimasi). Jika GG dan HH keduanya aproksimasi pada InI_n yang sama, maka Lema 7.4.5 dengan m=nm=n memberi kesamaan titik demi titik pada InI_n, sehingga G=HG=H. Akibat ini tidak diperlukan dalam bukti di bawah. Yang diperlukan hanya Lema 7.4.5, yaitu kecocokan pada irisan domain. Akibat ini juga belum merupakan keunikan global fungsi uu; keunikan global dibuktikan terpisah di bagian keunikan Teorema Rekursi.

    Pengumpulan, gabungan, dan verifikasi

    Lema 7.4.7 (himpunan semua aproksimasi). Himpunan

    C={G∈P(N×X):ada n∈N sehingga G aproksimasi pada In}\mathcal{C}=\{G\in\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X): \text{ada } n\in\mathbb{N} \text{ sehingga } G \text{ aproksimasi pada } I_n\}

    ada, dan U=⋃CU=\bigcup\mathcal{C} ada serta U⊆N×XU\subseteq\mathbb{N}\times X.

    Bukti. N×X\mathbb{N}\times X ada (Bab 4) dan P(N×X)\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X) ada (aksioma himpunan kuasa). C\mathcal{C} diperoleh dengan separasi pada P(N×X)\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X) memakai rumus "ada n∈Nn\in\mathbb{N} sehingga GG aproksimasi pada InI_n", yang berparameter X,a,F,NX,a,F,\mathbb{N}. Oleh aksioma gabungan, U=⋃CU=\bigcup\mathcal{C} ada. Setiap anggota UU adalah anggota suatu G∈CG\in\mathcal{C}, dan G⊆N×XG\subseteq\mathbb{N}\times X. Jadi U⊆N×XU\subseteq\mathbb{N}\times X. ■\blacksquare

    Pembentukan C\mathcal{C} tidak memerlukan pengetahuan bahwa aproksimasi ada. Seandainya tidak ada, C\mathcal{C} hanya akan kosong. Lema 7.4.4 dipakai sesudahnya untuk menunjukkan bahwa C\mathcal{C} cukup kaya.

    Lema 7.4.8 (UU grafik fungsi N→X\mathbb{N}\to X). UU total dan bernilai tunggal sebagai himpunan bagian N×X\mathbb{N}\times X.

    Bukti.

    Total. Ambil n∈Nn\in\mathbb{N}. Oleh Lema 7.4.4 ada aproksimasi GG pada InI_n, dan G∈P(N×X)G\in\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X), sehingga G∈CG\in\mathcal{C}. Karena n∈Inn\in I_n, ada x∈Xx\in X dengan (n,x)∈G⊆U(n,x)\in G\subseteq U.

    Bernilai tunggal. Misalkan (n,x)∈U(n,x)\in U dan (n,y)∈U(n,y)\in U. Menurut definisi gabungan, ada G∈CG\in\mathcal{C} dengan (n,x)∈G(n,x)\in G dan ada H∈CH\in\mathcal{C} dengan (n,y)∈H(n,y)\in H. Menurut definisi C\mathcal{C}, ada mm sehingga GG aproksimasi pada ImI_m (dengan fungsi vv), dan ada qq sehingga HH aproksimasi pada IqI_q (dengan fungsi ww). Dari G⊆Im×XG\subseteq I_m\times X diperoleh n≤mn\le m, dan dari H⊆Iq×XH\subseteq I_q\times X diperoleh n≤qn\le q. Jadi n≤min⁡(m,q)n\le\min(m,q) (A4), dan Lema 7.4.5 memberi v(n)=w(n)v(n)=w(n). Karena GG dan HH bernilai tunggal, x=v(n)x=v(n) dan y=w(n)y=w(n). Jadi x=yx=y. ■\blacksquare

    Sebut u:N→Xu:\mathbb{N}\to X fungsi yang grafiknya UU.

    Dalam bukti Lema 7.4.8 kita "mengambil" GG, HH, mm, qq. Ini eliminasi kuantor eksistensial yang biasa (Bab 6): dari satu pernyataan "ada", kita menamai satu saksi untuk satu argumen. Persoalan fungsi pilihan dapat muncul ketika banyak saksi hendak dirangkai serentak tanpa aturan yang sudah dibenarkan. Di sini kita hanya mengeliminasi beberapa kuantor eksistensial dalam argumen lokal; tidak ada fungsi pilihan yang diminta.

    Fakta penghubung. Jika G∈CG\in\mathcal{C} adalah aproksimasi pada ImI_m dengan fungsi vv, maka v(k)=u(k)v(k)=u(k) untuk setiap k∈Imk\in I_m. Alasannya: (k,v(k))∈G⊆U(k,v(k))\in G\subseteq U, dan UU bernilai tunggal.

    Lema 7.4.9 (uu memenuhi basis dan rekursi). u(0)=au(0)=a dan u(n+1)=F(n,u(n))u(n+1)=F(n,u(n)) untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}.

    Bukti.

    Basis. G0={(0,a)}G_0=\{(0,a)\} adalah aproksimasi pada I0I_0 (basis Lema 7.4.4), jadi G0∈CG_0\in\mathcal{C} dan (0,a)∈U(0,a)\in U. Maka u(0)=au(0)=a.

    Rekursi. Ambil n∈Nn\in\mathbb{N}. Oleh Lema 7.4.4 ada aproksimasi HH pada In+1I_{n+1} dengan fungsi ww, dan H∈CH\in\mathcal{C}. Karena n,n+1∈In+1n,n+1\in I_{n+1}, fakta penghubung memberi u(n)=w(n)u(n)=w(n) dan u(n+1)=w(n+1)u(n+1)=w(n+1). Karena n<n+1n<n+1, syarat rekursi untuk ww memberi w(n+1)=F(n,w(n))w(n+1)=F(n,w(n)). Maka

    u(n+1)=w(n+1)=F(n,w(n))=F(n,u(n)).■u(n+1)=w(n+1)=F(n,w(n))=F(n,u(n)).\qquad\blacksquare

    Lema 7.4.7, Lema 7.4.8, dan Lema 7.4.9 bersama-sama membuktikan bagian eksistensi Teorema Rekursi.

    Keunikan

    Bukti bagian keunikan. Misalkan u,u′:N→Xu,u':\mathbb{N}\to X keduanya memenuhi u(0)=a=u′(0)u(0)=a=u'(0) dan u(n+1)=F(n,u(n))u(n+1)=F(n,u(n)), u′(n+1)=F(n,u′(n))u'(n+1)=F(n,u'(n)) untuk semua nn. Kita buktikan R(n):u(n)=u′(n)R(n): u(n)=u'(n) dengan induksi lemah.

    • Basis: u(0)=a=u′(0)u(0)=a=u'(0).
    • Langkah: jika u(k)=u′(k)u(k)=u'(k), maka (k,u(k))=(k,u′(k))(k,u(k))=(k,u'(k)), sehingga
    u(k+1)=F(k,u(k))=F(k,u′(k))=u′(k+1),u(k+1)=F(k,u(k))=F(k,u'(k))=u'(k+1),

    karena FF fungsi.

    Jadi u(n)=u′(n)u(n)=u'(n) untuk semua n∈Nn\in\mathbb{N}. Keduanya bertipe N→X\mathbb{N}\to X, sehingga kesamaan titik demi titik (Bab 5) memberi u=u′u=u'. Setara dengan itu, grafiknya sama oleh ekstensionalitas. ■\blacksquare

    Teorema Rekursi terbukti lengkap.

    Kesalahan umum.

    • "Definisikan uu dengan induksi." Induksi membuktikan P(n)P(n) untuk semua nn, dengan PP predikat tentang objek yang sudah ada. Pada bukti di atas, induksi dipakai hanya untuk tiga hal: eksistensi aproksimasi (Lema 7.4.4), kompatibilitas (Lema 7.4.5), dan keunikan. Fungsi uu sendiri lahir dari separasi dan gabungan.
    • Menggabungkan tanpa kompatibilitas. Tanpa Lema 7.4.5, UU bisa memuat (n,x)(n,x) dan (n,y)(n,y) dengan x≠yx\ne y, sehingga UU bukan grafik fungsi.
    • "Untuk tiap nn pilih vnv_n, lalu u(n)=vn(n)u(n)=v_n(n)." Kalimat itu belum menunjukkan himpunan yang dibentuk. Dalam situasi ini separasi pada P(N×X)\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X) cukup untuk mengumpulkan seluruh grafik; tidak diperlukan Aksioma Pilihan atau Penggantian. Rute C\mathcal{C} membuat alasan itu terlihat.
    • Lupa syarat tipe FF. Bila F(n,x)F(n,x) dapat keluar dari XX, langkah Lema 7.4.4 gagal tepat di kalimat "b∈Xb\in X". Lihat bagian kasus batas.

    Kasus batas: aturan yang keluar domain

    Totalitas dan kodomain FF memastikan nilai baru b=F(n,v(n))b=F(n,v(n)) ada dan berada di XX pada langkah Lema 7.4.4. Ketunggalan nilai FF juga dipakai pada Lema 7.4.5 dan bukti keunikan global. Tiga contoh berikut menunjukkan apa yang terjadi bila syarat ini dilanggar.

    (a) Aturan keluar dari himpunan. Ambil X=NX=\mathbb{N}, u(0)=0u(0)=0, dan u(n+1)=u(n)−1u(n+1)=u(n)-1. Rumus F(n,x)=x−1F(n,x)=x-1 bukan fungsi N×N→N\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\mathbb{N}, karena 0−1∉N0-1\notin\mathbb{N}. Akibatnya bukan sekadar teorema tidak berlaku; memang tidak ada u:N→Nu:\mathbb{N}\to\mathbb{N} yang memenuhi resep. Seandainya ada, u(1)=u(0)−1=−1∈Nu(1)=u(0)-1=-1\in\mathbb{N}, mustahil. Dengan X=ZX=\mathbb{Z} aturan yang sama bertipe benar dan menghasilkan u(n)=−nu(n)=-n: basisnya u(0)=0=−0u(0)=0=-0, sedangkan langkah dari u(k)=−ku(k)=-k memberi u(k+1)=−k−1=−(k+1)u(k+1)=-k-1=-(k+1).

    Rekursi yang menjaga domainUntuk: Bab 7, Kasus batas: aturan yang keluar domain (M07-02)

    (b) Aturan tidak terdefinisi di sebagian XX. Pada X=QX=\mathbb{Q}, rumus x↦1/xx\mapsto 1/x tidak terdefinisi di 00. Dengan u(0)=0u(0)=0, resep u(n+1)=1/u(n)u(n+1)=1/u(n) macet di n=0n=0. Perbaikannya adalah memilih domain yang tertutup: X=Q∖{0}X=\mathbb{Q}\setminus\{0\}, g(x)=1/xg(x)=1/x, dan a∈Xa\in X (Latihan 7.4.16). Pelanggaran tipe pada domain yang terlalu besar tidak selalu berarti tidak ada solusi: untuk nilai awal 22, resep yang sama berjalan dalam Q∖{0}\mathbb{Q}\setminus\{0\}. Yang gagal adalah penerapan langsung teorema pada X=QX=\mathbb{Q} sebelum domain diperbaiki.

    (c) Pemanggilan keluar dari N\mathbb{N}. Prosedur dengan aturan "jika n=0n=0 kembalikan 00, selain itu panggil diri pada n−2n-2" memanggil argumen −1-1 ketika n=1n=1. Ini di luar domain N\mathbb{N}, dan model eksekusi Count di unit ini tidak memberinya makna (Latihan 7.4.21).

    Contoh terhitung: a0=0a_0=0, an+1=2an+3na_{n+1}=2a_n+3^n

    Definisi melalui teorema. Ambil X=ZX=\mathbb{Z}, a=0a=0, dan

    F(n,x)=2x+3n.F(n,x)=2x+3^n.

    Di sini 3n3^n adalah barisan pangkat yang didefinisikan oleh (Pw) dengan c=3c=3, sehingga 3n∈Z3^n\in\mathbb{Z}. Oleh (A5), 2x+3n∈Z2x+3^n\in\mathbb{Z} untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N} dan x∈Zx\in\mathbb{Z}. Grafik FF diperoleh dengan separasi pada (N×Z)×Z(\mathbb{N}\times\mathbb{Z})\times\mathbb{Z} dan total serta bernilai tunggal. Jadi F:N×Z→ZF:\mathbb{N}\times\mathbb{Z}\to\mathbb{Z}, dan Teorema Rekursi memberi tepat satu barisan (an)(a_n) dengan a0=0a_0=0 dan an+1=2an+3na_{n+1}=2a_n+3^n.

    Nilai awal, dihitung langsung dari resep:

    nnperhitunganana_n
    0basis0
    12⋅0+30=0+12\cdot 0+3^0=0+11
    22⋅1+31=2+32\cdot 1+3^1=2+35
    32⋅5+32=10+92\cdot 5+3^2=10+919
    42⋅19+33=38+272\cdot 19+3^3=38+2765

    Tabel ini adalah perhitungan, bukan bukti rumus umum. Lima nilai yang cocok tidak menjamin nilai keenam cocok.

    Menemukan rumus (heuristik, bukan bagian bukti). Coba barisan 3n3^n: 2⋅3n+3n=3⋅3n=3n+12\cdot 3^n+3^n=3\cdot 3^n=3^{n+1}, jadi 3n3^n memenuhi aturan rekursi, tetapi dengan nilai awal 11, bukan 00. Selisih dn=an−3nd_n=a_n-3^n tampaknya memenuhi dn+1=2dnd_{n+1}=2d_n dengan d0=−1d_0=-1, sehingga diduga dn=−2nd_n=-2^n. Dugaan yang dihasilkan: an=3n−2na_n=3^n-2^n.

    Proposisi 7.4.10. Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}, an=3n−2na_n=3^n-2^n.

    Bukti. Induksi lemah pada nn.

    Basis n=0n=0. a0=0a_0=0 dan 30−20=1−1=03^0-2^0=1-1=0 oleh (Pw).

    Langkah. Misalkan ak=3k−2ka_k=3^k-2^k (hipotesis induksi untuk kk yang tetap). Maka

    ak+1=2ak+3k(resep)=2(3k−2k)+3k(hipotesis induksi)=(2⋅3k+3k)−2⋅2k(distributif, komutatif, asosiatif; A5)=3⋅3k−2⋅2k(distributif: (2+1)3k)=3k+1−2k+1(Pw untuk c=3 dan c=2).\begin{aligned} a_{k+1} &= 2a_k+3^k &&\text{(resep)}\\ &= 2(3^k-2^k)+3^k &&\text{(hipotesis induksi)}\\ &= (2\cdot 3^k+3^k)-2\cdot 2^k &&\text{(distributif, komutatif, asosiatif; A5)}\\ &= 3\cdot 3^k-2\cdot 2^k &&\text{(distributif: } (2+1)3^k\text{)}\\ &= 3^{k+1}-2^{k+1} &&\text{(Pw untuk } c=3 \text{ dan } c=2\text{)}. \end{aligned}

    ■\blacksquare

    Pemeriksaan silang. 3−2=13-2=1, 9−4=59-4=5, 27−8=1927-8=19, 81−16=6581-16=65, sesuai tabel.

    Cara kedua melalui keunikan. Grafik {(n,y)∈N×Z:y=3n−2n}\{(n,y)\in\mathbb{N}\times\mathbb{Z}:y=3^n-2^n\} ada oleh separasi dan menentukan barisan bn=3n−2nb_n=3^n-2^n bertipe N→Z\mathbb{N}\to\mathbb{Z}, dan perhitungan langkah di atas, yang tidak memakai hipotesis induksi, menunjukkan bn+1=2bn+3nb_{n+1}=2b_n+3^n untuk setiap nn, serta b0=0b_0=0. Jadi bb memenuhi resep yang sama dengan aa, dan bagian keunikan teorema memberi a=ba=b. Kedua cara sah. Cara kedua memperlihatkan bahwa memeriksa sebuah calon solusi terhadap resep ditambah keunikan sudah merupakan bukti.

    Batas analisis. Analisis barisan pada unit ini dibatasi pada eksistensi, keunikan, rumus eksplisit, invarian, dan terminasi. Perilaku "ana_n untuk nn besar", kekonvergenan, dan limit belum dibahas. Pengertian itu memerlukan struktur bilangan real yang dibahas pada bab lanjut.

    Analisis algoritme rekursif linear: Count

    Pernyataan tentang "berhenti", "banyak pemanggilan", dan "biaya" hanya bermakna relatif terhadap model eksekusi yang dinyatakan. Kita tetapkan model berikut.

    • (M1) Pemanggilan Count(n) hanya sah bila n∈Nn\in\mathbb{N}.
    • (M2) Jika n=0n=0, pemanggilan selesai dan mengembalikan 00 tanpa memicu pemanggilan lain.
    • (M3) Jika n>0n>0, pemanggilan memicu tepat satu subpemanggilan Count(n-1). Argumen ini sah karena n−1∈Nn-1\in\mathbb{N} oleh (A3). Jika dan setelah subpemanggilan itu selesai dengan nilai rr, pemanggilan Count(n) selesai dengan nilai r+1r+1 tanpa pemanggilan lain.
    • (M4) Biaya: pemanggilan basis berbiaya c0c_0. Pemanggilan non-basis berbiaya cc untuk pekerjaannya sendiri, ditambah biaya seluruh eksekusi subpemanggilannya. Di sini c0,c∈Nc_0,c\in\mathbb{N}, dan bilangan real taknegatif juga boleh.

    Banyak pemanggilan eksekusi Count(n) adalah 11 (pemanggilan itu sendiri) ditambah banyak pemanggilan dalam eksekusi subpemanggilannya, jika ada.

    Model ini tidak mengklaim apa pun tentang waktu riil pada mesin, tumpukan memori, atau ukuran bilangan. Klaim hanya berlaku sejauh model ini.

    Rekurensi pembanding. Oleh Teorema Rekursi, ada tepat satu K:N→NK:\mathbb{N}\to\mathbb{N} dengan K0=1K_0=1 dan Kn+1=Kn+1K_{n+1}=K_n+1 (ambil X=NX=\mathbb{N}, a=1a=1, g(x)=x+1g(x)=x+1). Ada pula tepat satu TT dengan T0=c0T_0=c_0 dan Tn+1=Tn+cT_{n+1}=T_n+c (ambil X=NX=\mathbb{N}, a=c0a=c_0, g(x)=x+cg(x)=x+c; untuk biaya real taknegatif gunakan X=R≥0X=\mathbb{R}_{\ge0} dengan aritmetika yang dipinjam).

    Proposisi 7.4.11 (terminasi, nilai, pemanggilan, biaya). Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}, eksekusi Count(n)

    1. berhenti dan mengembalikan nn;
    2. terdiri atas tepat KnK_n pemanggilan;
    3. berbiaya tepat TnT_n.

    Bukti. Induksi lemah pada nn untuk konjungsi ketiga klaim.

    Basis n=0n=0. Oleh (M2), eksekusi berhenti dengan nilai 00, terdiri atas 1=K01=K_0 pemanggilan, dan berbiaya c0=T0c_0=T_0.

    Langkah. Misalkan klaim berlaku untuk kk. Karena k+1>0k+1>0, oleh (M3) Count(k+1) memicu tepat satu subpemanggilan dengan argumen (k+1)−1=k(k+1)-1=k (A3). Oleh hipotesis induksi, subpemanggilan itu berhenti dengan nilai kk, memuat KkK_k pemanggilan, dan berbiaya TkT_k. Maka Count(k+1) berhenti dengan nilai k+1k+1, terdiri atas 1+Kk=Kk+11+K_k=K_{k+1} pemanggilan, dan berbiaya c+Tk=Tk+1c+T_k=T_{k+1} (M4). ■\blacksquare

    Proposisi 7.4.12 (bentuk eksplisit). Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}: Kn=n+1K_n=n+1 dan Tn=c0+ncT_n=c_0+nc.

    Bukti. Induksi lemah pada nn.

    • Basis. K0=1=0+1K_0=1=0+1 dan T0=c0=c0+0⋅cT_0=c_0=c_0+0\cdot c.
    • Langkah. Jika Kk=k+1K_k=k+1 dan Tk=c0+kcT_k=c_0+kc, maka
    Kk+1=(k+1)+1danTk+1=c0+kc+c=c0+(k+1)c,K_{k+1}=(k+1)+1 \qquad\text{dan}\qquad T_{k+1}=c_0+kc+c=c_0+(k+1)c,

    dengan distributivitas (A5). ■\blacksquare

    Jadi, dalam model (M1)-(M4), Count(n) berhenti, mengembalikan nn, melakukan tepat n+1n+1 pemanggilan (termasuk pemanggilan basis), dan berbiaya c0+ncc_0+nc.

    Mengapa terminasi tidak gratis: ukuran yang menurun. Bukti terminasi di atas bertumpu pada fakta bahwa argumen turun tepat satu dan tetap di N\mathbb{N}. Prinsip umumnya adalah lema berikut.

    Lema 7.4.13 (tak ada rantai turun tak berhingga di N\mathbb{N}). Tidak ada fungsi s:N→Ns:\mathbb{N}\to\mathbb{N} dengan s(i+1)<s(i)s(i+1)<s(i) untuk setiap ii.

    Bukti. Andaikan ada. Himpunan R={y∈N:ada i∈N, s(i)=y}R=\{y\in\mathbb{N}:\text{ada } i\in\mathbb{N},\ s(i)=y\} ada oleh separasi dan tak kosong, karena s(0)∈Rs(0)\in R. Oleh urutan baik (7.3), RR mempunyai unsur terkecil mm, dan ada jj dengan s(j)=ms(j)=m. Tetapi s(j+1)∈Rs(j+1)\in R dan s(j+1)<ms(j+1)<m, bertentangan dengan minimalitas mm. ■\blacksquare

    Untuk menerapkan lema ini secara tepat, definisikan fungsi total p:N→Np:\mathbb{N}\to\mathbb{N} dengan p(0)=0p(0)=0 dan p(x)=x−1p(x)=x-1 bila x>0x>0. Pendahulu tersedia oleh (A3), dan grafiknya dibentuk dengan separasi. Teorema Rekursi memberi s:N→Ns:\mathbb{N}\to\mathbb{N} dengan s(0)=ns(0)=n dan s(i+1)=p(s(i))s(i+1)=p(s(i)). Andaikan s(i)≠0s(i)\ne0 untuk semua ii. Maka s(i+1)=s(i)−1<s(i)s(i+1)=s(i)-1<s(i) untuk semua ii, bertentangan dengan lema. Jadi ada indeks yang nilainya 00; sebelum indeks pertama itu, nilai-nilai ss persis argumen subpemanggilan Count menurut (M3). Lema menjamin rantai turun mencapai basis. Bahwa seluruh pemanggilan yang tertunda kemudian selesai, beserta nilai, banyak pemanggilan, dan biayanya, telah dibuktikan oleh induksi dalam proposisi di atas. Untuk lompatan yang lebih besar, induksi kuat dapat dipakai setelah ukuran argumen terbukti turun dan tetap berada di N\mathbb{N} (Latihan 7.4.20).

    Catatan pembeda. Teorema Rekursi menjamin adanya fungsi ff dengan f(0)=0f(0)=0 dan f(n+1)=f(n)+1f(n+1)=f(n)+1, yaitu fungsi yang "dihitung" Count. Terminasi adalah klaim tentang prosedur dalam model eksekusi. Pada Count keduanya selaras, tetapi pembuktiannya terpisah. Teorema Rekursi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa setiap program rekursif berhenti.

    Latihan

    Latihan 7.4.14 (jumlah 7.1 sebagai instans teorema). Tuliskan XX, aa, dan FF sehingga Teorema Rekursi menghasilkan S(n)=∑i=1niS(n)=\sum_{i=1}^{n} i. Periksa tipe FF, lalu hitung S(4)S(4) langsung dari resep.

    Strategi. Cocokkan dengan bentuk u(n+1)=F(n,u(n))u(n+1)=F(n,u(n)); indeks nn boleh muncul di FF.

    Solusi. X=NX=\mathbb{N}, a=0a=0, F(n,x)=x+(n+1)F(n,x)=x+(n+1). Untuk n,x∈Nn,x\in\mathbb{N}, x+(n+1)∈Nx+(n+1)\in\mathbb{N}, jadi F:N×N→NF:\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\mathbb{N}. Grafiknya diperoleh dengan separasi pada (N×N)×N(\mathbb{N}\times\mathbb{N})\times\mathbb{N}. Teorema memberi tepat satu SS dengan S(0)=0S(0)=0 dan S(n+1)=S(n)+(n+1)S(n+1)=S(n)+(n+1). Perhitungan: S(1)=0+1=1S(1)=0+1=1, S(2)=1+2=3S(2)=1+2=3, S(3)=3+3=6S(3)=3+3=6, S(4)=6+4=10S(4)=6+4=10. Ini sesuai dengan 4⋅5/2=104\cdot5/2=10 pada 7.1.

    Latihan 7.4.15 (domain tertutup). Tunjukkan bahwa tidak ada u:N→Nu:\mathbb{N}\to\mathbb{N} dengan u(0)=5u(0)=5 dan u(n+1)=u(n)−1u(n+1)=u(n)-1. Kemudian tunjukkan bahwa pada X=ZX=\mathbb{Z} ada tepat satu solusi, dan buktikan u(n)=5−nu(n)=5-n.

    Strategi. Iterasi resep sampai keluar dari N\mathbb{N}. Untuk bagian kedua, terapkan teorema lalu induksi.

    Solusi. Andaikan uu seperti itu ada. Maka berturut-turut u(1)=4u(1)=4, u(2)=3u(2)=3, u(3)=2u(3)=2, u(4)=1u(4)=1, u(5)=0u(5)=0, dan u(6)=−1u(6)=-1. Padahal u(6)∈Nu(6)\in\mathbb{N} sedangkan −1∉N-1\notin\mathbb{N}, kontradiksi. (Sebabnya: x↦x−1x\mapsto x-1 tidak bertipe N→N\mathbb{N}\to\mathbb{N}.)

    Pada X=ZX=\mathbb{Z}, g(x)=x−1g(x)=x-1 bertipe Z→Z\mathbb{Z}\to\mathbb{Z} dan 5∈Z5\in\mathbb{Z}, jadi ada tepat satu uu. Induksi untuk u(n)=5−nu(n)=5-n: basis u(0)=5=5−0u(0)=5=5-0; langkah u(k+1)=(5−k)−1=5−(k+1)u(k+1)=(5-k)-1=5-(k+1).

    Latihan 7.4.16 (aturan tidak terdefinisi di sebagian domain). Misalkan a∈Qa\in\mathbb{Q} dan a≠0a\ne 0. Tunjukkan bahwa ada tepat satu u:N→Q∖{0}u:\mathbb{N}\to\mathbb{Q}\setminus\{0\} dengan u(0)=au(0)=a dan u(n+1)=1/u(n)u(n+1)=1/u(n), lalu buktikan u(2n)=au(2n)=a dan u(2n+1)=1/au(2n+1)=1/a untuk semua nn. Jelaskan apa yang gagal bila a=0a=0.

    Strategi. Pilih XX yang tertutup terhadap x↦1/xx\mapsto 1/x. Buktikan pernyataan berpasangan dengan induksi pada nn.

    Solusi. Untuk x∈Qx\in\mathbb{Q} dengan x≠0x\ne0, 1/x∈Q1/x\in\mathbb{Q} dan 1/x≠01/x\ne 0 (aritmetika Q\mathbb{Q} dipinjam). Jadi g:X→Xg:X\to X dengan X=Q∖{0}X=\mathbb{Q}\setminus\{0\}, dan a∈Xa\in X. Teorema memberi tepat satu uu.

    Induksi untuk P(n)P(n): "u(2n)=au(2n)=a dan u(2n+1)=1/au(2n+1)=1/a".

    • Basis: u(0)=au(0)=a dan u(1)=1/au(1)=1/a.
    • Langkah: dari P(k)P(k), u(2k+2)=1/u(2k+1)=1/(1/a)=au(2k+2)=1/u(2k+1)=1/(1/a)=a, dan u(2k+3)=1/u(2k+2)=1/au(2k+3)=1/u(2k+2)=1/a. Ini P(k+1)P(k+1), karena 2(k+1)=2k+22(k+1)=2k+2 dan 2(k+1)+1=2k+32(k+1)+1=2k+3.

    Bila a=0a=0, a∉Xa\notin X, dan pada Q\mathbb{Q} resep tidak dapat menghitung u(1)=1/0u(1)=1/0. Tidak ada fungsi u:N→Qu:\mathbb{N}\to\mathbb{Q} yang memenuhinya.

    Latihan 7.4.17 (keunikan sebagai alat). Misalkan u:N→Zu:\mathbb{N}\to\mathbb{Z} memenuhi u(0)=1u(0)=1 dan u(n+1)=2u(n)−1u(n+1)=2u(n)-1. Buktikan u(n)=1u(n)=1 untuk semua nn tanpa induksi baru, hanya dengan memakai bagian keunikan teorema.

    Strategi. Tebak solusi, periksa bahwa tebakan memenuhi resep, lalu bandingkan dua solusi.

    Solusi. Fungsi konstan v(n)=1v(n)=1 memenuhi v(0)=1v(0)=1 dan v(n+1)=1=2⋅1−1=2v(n)−1v(n+1)=1=2\cdot1-1=2v(n)-1. Dengan X=ZX=\mathbb{Z}, a=1a=1, g(x)=2x−1g(x)=2x-1 bertipe benar, uu dan vv keduanya solusi, sehingga bagian keunikan memberi u=vu=v. Induksi tetap ada, tetapi sudah terbungkus dalam bukti keunikan pada bagian keunikan Teorema Rekursi.

    Latihan 7.4.18 (nilai awal umum). Untuk c∈Zc\in\mathbb{Z}, misalkan b0=cb_0=c dan bn+1=2bn+3nb_{n+1}=2b_n+3^n. Buktikan bn=3n+(c−1)2nb_n=3^n+(c-1)2^n. Periksa kasus c=0c=0 dan c=1c=1.

    Strategi. Ulangi pola Proposisi 7.4.10 dengan konstanta c−1c-1 yang ikut terbawa.

    Solusi. Basis: 30+(c−1)20=1+c−1=c3^0+(c-1)2^0=1+c-1=c. Langkah: jika bk=3k+(c−1)2kb_k=3^k+(c-1)2^k, maka

    bk+1=2⋅3k+2(c−1)2k+3k=3⋅3k+(c−1)(2⋅2k)=3k+1+(c−1)2k+1,b_{k+1}=2\cdot3^k+2(c-1)2^k+3^k=3\cdot3^k+(c-1)(2\cdot2^k)=3^{k+1}+(c-1)2^{k+1},

    dengan (A5) dan (Pw). Untuk c=0c=0 diperoleh 3n−2n3^n-2^n, sesuai Proposisi 7.4.10. Untuk c=1c=1 diperoleh bn=3nb_n=3^n, sesuai heuristik bahwa 3n3^n memenuhi aturan dengan nilai awal 11.

    Latihan 7.4.19 (invarian paritas). Untuk barisan ana_n dari Proposisi 7.4.10, buktikan bahwa ana_n ganjil untuk setiap n≥1n\ge1. Mengapa klaim itu tidak dimulai dari n=0n=0?

    Strategi. Buktikan dulu bahwa 3n3^n ganjil untuk semua nn, lalu baca resep.

    Solusi. Pertama, 3n3^n ganjil untuk semua nn. Basis: 30=13^0=1 ganjil. Langkah: 3k+1=3⋅3k3^{k+1}=3\cdot 3^k, hasil kali dua bilangan ganjil, jadi ganjil (A5).

    Kedua, untuk setiap n≥0n\ge0, an+1=2an+3na_{n+1}=2a_n+3^n adalah genap ditambah ganjil, jadi ganjil. Untuk m≥1m\ge1, tulis m=(m−1)+1m=(m-1)+1 (A3). Maka ama_m ganjil.

    Klaim tidak dimulai dari 00 karena a0=0a_0=0 genap. Basis yang benar untuk klaim ini adalah 11. Pada argumen ini kebetulan tidak diperlukan hipotesis induksi tentang aa sendiri.

    Latihan 7.4.20 (terminasi dengan ukuran menurun). Dalam model analog dengan (M1)-(M3), prosedur Half(n) mengembalikan 00 bila n=0n=0, dan selain itu memanggil Half(q) dengan n=2q+rn=2q+r, r∈{0,1}r\in\{0,1\} (pembagian Euclid 7.3). Buktikan bahwa Half(n) berhenti untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}.

    Strategi. Argumen tidak turun tepat satu, jadi pakai induksi kuat dengan ukuran nn sendiri. Buktikan q<nq<n untuk n≥1n\ge1.

    Solusi. Untuk n≥1n\ge 1: q∈Nq\in\mathbb{N} (karena 2q=n−r≥02q=n-r\ge0) dan q<nq<n. Andaikan q≥nq\ge n; maka n=2q+r≥2n≥n+1n=2q+r\ge 2n\ge n+1, kontradiksi.

    Induksi kuat (7.2) dengan P(n)P(n): "Half(n) berhenti".

    • n=0n=0 berhenti langsung.
    • Untuk n≥1n\ge1, anggap P(j)P(j) untuk semua j<nj<n. Karena q<nq<n, Half(q) berhenti, sehingga Half(n) berhenti.

    Hipotesis hanya dipakai pada indeks qq yang sah: 0≤q<n0\le q<n.

    Latihan 7.4.21 (pemanggilan keluar domain). Prosedur Skip(n): jika n=0n=0 kembalikan 00, selain itu kembalikan Skip(n-2)+1. (a) Tunjukkan bahwa Skip(1) tidak bermakna dalam model analog dengan (M1)-(M3) untuk Skip. (b) Perbaiki dengan basis tambahan Skip(1) =1\,=1, lalu buktikan bahwa Skip(n) berhenti untuk setiap nn.

    Strategi. Periksa argumen subpemanggilan terhadap N\mathbb{N}. Lompatan dua langkah membutuhkan dua basis (bandingkan dengan lompatan 6 pada 7.2).

    Solusi. (a) Skip(1) memicu Skip(-1), dan −1∉N-1\notin\mathbb{N}. Pemanggilan ini tidak sah menurut (M1), jadi model tidak memberi Skip(1) hasil apa pun.

    (b) Dengan basis n=0n=0 dan n=1n=1 yang berhenti langsung: untuk n≥2n\ge2 berlaku n−2∈Nn-2\in\mathbb{N} dan n−2<nn-2<n. Induksi kuat dengan P(n)P(n): "Skip(n) berhenti" memberi hasilnya. Kasus n=0,1n=0,1 berhenti langsung. Untuk n≥2n\ge2, P(n−2)P(n-2) termasuk dalam hipotesis. Kedua basis diperlukan karena langkah n↦n−2n\mapsto n-2 dari n=1n=1 keluar domain, sehingga 11 tidak dapat ditangani oleh langkah.

    Latihan 7.4.22 (rekursi dua suku melalui pasangan). Buktikan bahwa ada tepat satu f:N→Nf:\mathbb{N}\to\mathbb{N} dengan f(0)=0f(0)=0, f(1)=1f(1)=1, dan f(n+2)=f(n+1)+f(n)f(n+2)=f(n+1)+f(n).

    Strategi. Teorema hanya mengizinkan ketergantungan pada satu nilai sebelumnya. Kemas dua nilai berurutan menjadi satu anggota X=N×NX=\mathbb{N}\times\mathbb{N}.

    Solusi.

    Eksistensi. Ambil X=N×NX=\mathbb{N}\times\mathbb{N}, a=(0,1)a=(0,1), dan g(x,y)=(y,x+y)g(x,y)=(y,x+y), yang bertipe X→XX\to X. Teorema memberi w:N→Xw:\mathbb{N}\to X dengan w(0)=(0,1)w(0)=(0,1) dan w(n+1)=g(w(n))w(n+1)=g(w(n)). Definisikan f(n)f(n) sebagai komponen pertama w(n)w(n); grafiknya diperoleh dengan separasi.

    Klaim Q(n)Q(n): w(n)=(f(n),f(n+1))w(n)=(f(n),f(n+1)). Buktikan dengan induksi.

    • Basis: komponen pertama w(0)w(0) adalah 0=f(0)0=f(0). Komponen pertama w(1)=g(0,1)=(1,1)w(1)=g(0,1)=(1,1) adalah 11, jadi f(1)=1f(1)=1, dan komponen kedua w(0)w(0) adalah 1=f(1)1=f(1).
    • Langkah: jika w(k)=(f(k),f(k+1))w(k)=(f(k),f(k+1)), maka w(k+1)=(f(k+1),f(k)+f(k+1))w(k+1)=(f(k+1),f(k)+f(k+1)). Komponen pertamanya sama dengan f(k+1)f(k+1) menurut definisi ff. Komponen pertama w(k+2)=g(w(k+1))w(k+2)=g(w(k+1)) adalah komponen kedua w(k+1)w(k+1), yaitu f(k)+f(k+1)f(k)+f(k+1). Jadi f(k+2)=f(k)+f(k+1)f(k+2)=f(k)+f(k+1), dan w(k+1)=(f(k+1),f(k+2))w(k+1)=(f(k+1),f(k+2)).

    Dari basis telah diperoleh f(0)=0f(0)=0 dan f(1)=1f(1)=1. Untuk setiap nn, Q(n)Q(n) memberi w(n+1)=(f(n+1),f(n)+f(n+1))w(n+1)=(f(n+1),f(n)+f(n+1)), sedangkan Q(n+1)Q(n+1) memberi w(n+1)=(f(n+1),f(n+2))w(n+1)=(f(n+1),f(n+2)). Kesamaan pasangan terurut dan komutativitas memberi f(n+2)=f(n+1)+f(n)f(n+2)=f(n+1)+f(n).

    Keunikan. Jika f,hf,h keduanya solusi, buktikan dengan induksi bahwa "f(n)=h(n)f(n)=h(n) dan f(n+1)=h(n+1)f(n+1)=h(n+1)".

    • Basis dari f(0)=h(0)=0f(0)=h(0)=0 dan f(1)=h(1)=1f(1)=h(1)=1.
    • Langkah: konjungsi pertama pada indeks k+1k+1, yaitu f(k+1)=h(k+1)f(k+1)=h(k+1), sudah termasuk hipotesis. Konjungsi kedua mengikuti dari f(k+2)=f(k+1)+f(k)=h(k+1)+h(k)=h(k+2)f(k+2)=f(k+1)+f(k)=h(k+1)+h(k)=h(k+2).

    Kesamaan titik demi titik memberi f=hf=h.

    Latihan 7.4.23 (diagnosis bukti cacat). Kritik "bukti" berikut: "Untuk setiap nn, Lema 7.4.4 memberi aproksimasi vnv_n pada InI_n. Definisikan u(n)=vn(n)u(n)=v_n(n). Maka uu fungsi pada N\mathbb{N}." Tunjukkan dua celahnya dan bagaimana bagian pengumpulan dan gabungan menutupnya.

    Strategi. Tanyakan: objek apa yang sebenarnya dibentuk, dengan aksioma apa, dan mengapa nilainya tak bergantung pada pilihan.

    Solusi.

    1. Rumusan "untuk setiap nn beri vnv_n" belum menunjukkan satu himpunan atau fungsi penugasan yang dibentuk. Dalam situasi ini semua grafik aproksimasi berada di P(N×X)\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X), sehingga separasi langsung membentuk C\mathcal{C}. Sesudah keunikan aproksimasi diketahui, grafik penugasan n↦Gnn\mapsto G_n pun dapat dibentuk dengan separasi di N×P(N×X)\mathbb{N}\times\mathcal{P}(\mathbb{N}\times X). Jadi celahnya adalah langkah pembentukan himpunan yang belum ditulis, bukan kebutuhan Aksioma Pilihan atau Penggantian.
    2. Tanpa kompatibilitas, tidak ada jaminan bahwa uu memenuhi rekursi: u(n+1)=vn+1(n+1)u(n+1)=v_{n+1}(n+1) dihitung dari vn+1(n)v_{n+1}(n), bukan dari vn(n)=u(n)v_n(n)=u(n).

    bagian pengumpulan dan gabungan menutup celah pertama dengan separasi (membentuk C\mathcal{C} yang memuat semua aproksimasi) dan gabungan. Celah kedua ditutup oleh Lema 7.4.5, yang memastikan vn+1(n)=vn(n)v_{n+1}(n)=v_n(n) sebagai kasus khusus dan sekaligus menjadikan UU bernilai tunggal.

    Penutup Bagian I: menuju Bab 8

    Bab 3 sampai Bab 7 menyusun bahasa kerja buku ini:

    • Bab 3: himpunan dan aksioma pembentuknya.
    • Bab 4: pasangan terurut, produk, dan relasi.
    • Bab 5: fungsi bertipe beserta kesamaan titik demi titiknya.
    • Bab 6: metode pembuktian.
    • Bab 7: induksi lemah sebagai prinsip yang diasumsikan, induksi kuat dan urutan baik sebagai turunannya, dan akhirnya Teorema Rekursi yang mengubah resep rekursif menjadi fungsi yang ada dan tunggal.

    Status pinjaman kini lebih jelas. Induksi lemah tetap diasumsikan; induksi kuat dan urutan baik telah diturunkan darinya. Jumlah berhingga pada 7.1 dan pangkat pada latihan 7.3 kini mempunyai dasar eksistensi dan ketunggalan melalui Teorema Rekursi.

    Satu pinjaman besar sengaja dibiarkan terbuka, yaitu N\mathbb{N} itu sendiri. Seluruh Bab 7 mengandaikan himpunan N\mathbb{N} dengan 00, operasi penerus, penjumlahan, perkalian, urutan, dan fakta (A1)-(A5). Bab 8 membahas struktur Peano dan konstruksi perluasan ke bilangan bulat serta rasional; keberadaan struktur Peano tetap diasumsikan.

    Ada satu kehati-hatian untuk perjalanan itu. Bukti Teorema Rekursi di atas memakai fakta urutan (A1)-(A4), misalnya In+1=In∪{n+1}I_{n+1}=I_n\cup\{n+1\}. Bila kelak Teorema Rekursi dipakai untuk mendefinisikan operasi aritmetika pada N\mathbb{N} yang dikonstruksi, fakta-fakta urutan yang dipakai dalam buktinya harus lebih dulu diturunkan tanpa operasi yang hendak didefinisikan. Jika tidak, lingkaran asumsi yang kita hindari sepanjang Bab 7 akan masuk kembali melalui pintu belakang.

    Rujukan Bab 7

    [R7-1] James Aspnes. Induction Proofs, bagian 1–2, catatan Yale. Bacaan pembanding pola induksi. https://www.cs.yale.edu/homes/aspnes/pinewiki/InductionProofs.html

    [R7-2] Gary Hardegree. Set Theory, Chapter4, The Natural Numbers, bagian7, halaman tercetak16, pembahasan rekursi. https://people.umass.edu/gmhwww/595t/pdf/Set-Theory-Chap4.pdf#page=16

    Bab terdekat

    BerikutnyaKonstruksi dan Klasifikasi Sistem Bilangan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 8.

    SebelumnyaMetode Pembuktian Formal (The Art of Mathematical Proof)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 6.