Metode Pembuktian Formal (The Art of Mathematical Proof)
Bab 6 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 6: Teknik Pembuktian Matematika
Sebuah bukti dimulai dengan memahami persis apa yang dinyatakan: domain, kuantor, hipotesis, dan kesimpulannya. Bab ini menghubungkan pembacaan tersebut dengan bukti langsung, kontraposisi, kontradiksi, eksistensi, dan keunikan. Contoh yang gagal memperlihatkan letak syarat yang diperlukan, sedangkan kontra-contoh menguji klaim universal dengan memenuhi semua hipotesisnya. Aritmetika bilangan dipakai sebagai bahan kerja dengan prasyarat yang dinyatakan; konstruksi sistem bilangan dan induksi dibahas pada bab berikutnya.
6.1 Anatomi Teorema, Lemma, Korolari, dan Konjektur
Perhatikan tiga kalimat yang dapat muncul berdekatan pada satu halaman buku matematika.
- "Bilangan bulat disebut genap jika untuk suatu bilangan bulat ."
- "Jika genap, maka genap."
- "Setiap bilangan bulat genap yang lebih besar dari adalah jumlah dua bilangan prima."
Ketiganya berbentuk kalimat deklaratif, tetapi perannya sangat berbeda. Kalimat pertama menetapkan makna sebuah kata. Kalimat kedua adalah klaim yang dapat dan harus dibuktikan. Kalimat ketiga adalah klaim yang, sejauh pembahasan ini, belum dibuktikan dan juga belum dibantah. Kalimat kedua juga menyembunyikan beberapa hal. Kalimat itu tidak menyebut dari mana diambil dan tidak menyebut apakah klaimnya berlaku untuk setiap atau hanya suatu .
Sebelum mempelajari cara membuktikan pada Subbab 6.2 sampai 6.4, kita perlu dapat membaca dengan tepat apa yang hendak dibuktikan. Unit ini membahas tiga hal. Pertama, peran berbagai jenis pernyataan dalam teks matematika. Kedua, anatomi pernyataan universal bersyarat beserta negasinya. Ketiga, cara hasil-hasil yang terbukti saling bergantung, dan bagaimana ketergantungan itu dapat rusak oleh penalaran sirkular.
Prasyarat yang dipinjam pada unit ini. Unit ini memakai fakta berikut tanpa membuktikannya ulang:
- dari logika klasik pada bab-bab logika: tabel kebenaran implikasi, kesetaraan , dan hukum De Morgan untuk kuantor;
- dari bab himpunan: notasi dan himpunan kosong ;
- dari aritmetika bilangan (pinjaman, bukan dikonstruksi di bab ini):
- tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, dan perkalian;
- , dengan operasi dan urutan pada sama dengan yang diwarisi dari ;
- memenuhi sifat medan terurut;
- tidak mempunyai pembagi nol, yaitu mengakibatkan atau ;
- untuk setiap ;
- tidak ada bilangan bulat dengan .
Peran pernyataan: definisi, aksioma, hipotesis, hasil, dan konjektur
Definisi 6.1.1 (Genap; pengingat keterbagian dari Definisi 4.3.5).
(a) Bilangan bulat disebut genap jika terdapat sehingga . Bilangan tersebut disebut saksi kegenapan .
(b) Untuk , dikatakan membagi , ditulis , jika terdapat sehingga .
Definisi menetapkan arti sebuah istilah; penetapan arti itu bukan teorema yang harus dibuktikan. Namun definisi wajib terdefinisi dengan baik. Jika suatu objek diperkenalkan sebagai satu-satunya objek yang memenuhi syarat, keberadaan dan ketunggalannya harus dibuktikan. Jika definisi memakai wakil kelas ekuivalensi, hasilnya harus bebas dari pilihan wakil, sebagaimana pada Bab 4. Definisi yang tampak bermakna pun dapat gagal memenuhi kewajiban tersebut. Kata "jika" dalam definisi, menurut konvensi yang lazim, berarti "tepat ketika". Jadi genap jika dan hanya jika ada saksi dengan .
Perhatikan bahwa Definisi 6.1.1(b) tidak memuat pembagian. Akibatnya diperbolehkan, misalnya karena . Merumuskan keterbagian lewat saksi, bukan lewat pecahan , menghindarkan kita dari masalah pembagi nol.
Peran-peran yang lain diringkas sebagai berikut.
| Peran | Apa itu | Perlu dibuktikan? | Berlaku di mana |
|---|---|---|---|
| Definisi | penetapan arti istilah | tidak | di seluruh teks setelah ditetapkan |
| Aksioma | pernyataan yang diterima sebagai titik awal suatu sistem | tidak di dalam sistem itu | di seluruh sistem |
| Prasyarat pinjaman | pernyataan yang dipakai di sini tetapi statusnya ditetapkan di tempat lain | ya bila berstatus hasil (dibuktikan di tempat lain atau kemudian); tidak bila kelak ditetapkan sebagai aksioma; statusnya wajib ditandai | sejauh ditandai |
| Hipotesis sebuah teorema | syarat pada bagian "jika" | tidak; diandaikan di dalam bukti | hanya di dalam bukti dan pernyataan itu |
| Hasil (teorema, proposisi, lema, korolari) | klaim yang disajikan sebagai telah dibuktikan; statusnya sah hanya jika buktinya lengkap dan benar | ya, dengan bukti lengkap | di seluruh teks setelah dibuktikan |
| Konjektur | klaim yang belum dibuktikan dan belum dibantah dalam pembahasan yang bersangkutan | belum ada bukti | tidak boleh dipakai sebagai langkah yang dianggap benar; boleh muncul sebagai hipotesis eksplisit suatu implikasi |
Ada dua pembedaan yang sering kabur.
Aksioma dan prasyarat pinjaman. Sifat seperti untuk dipakai di unit ini tanpa bukti. Bagian lain buku ini menentukan apakah sifat itu kelak diturunkan dari suatu konstruksi bilangan real atau diambil sebagai aksioma. Di sini kita cukup menandainya sebagai pinjaman. Kita tidak boleh berpura-pura sudah membuktikannya.
Hipotesis dan fakta. Pada pernyataan "jika genap maka genap", bagian " genap" bukan pernyataan bahwa semua bilangan bulat adalah genap, dan bukan pernyataan bahwa suatu tertentu memang genap. Bagian itu adalah syarat. Di dalam bukti kita menulis "andaikan genap" dan memanfaatkannya. Setelah bukti selesai, yang kita peroleh adalah implikasi itu sendiri, bukan kebenaran " genap".
Label hasil tidak menyatakan derajat kepastian
Teorema, proposisi, lema, dan korolari memiliki standar kebenaran dan pembuktian yang sama. Masing-masing harus diturunkan secara lengkap dari definisi, aksioma atau prasyarat pinjaman yang ditandai, dan hasil yang sudah dibuktikan sebelumnya. Nama-nama itu hanya mencerminkan peran penyajian.
- Teorema dipakai untuk hasil yang oleh penulis dianggap pusat dalam suatu pembahasan.
- Proposisi dipakai untuk hasil yang layak dicatat tetapi kurang sentral. Konvensinya berbeda-beda antarbuku.
- Lema adalah hasil pembantu yang terutama dibuktikan untuk dipakai dalam bukti lain.
- Korolari adalah hasil yang diperoleh dari hasil sebelumnya dengan sedikit argumen tambahan.
Akibatnya:
- Sebuah lema tidak "kurang pasti" daripada teorema. Ada lema yang dipakai berulang kali dan lebih penting daripada teorema yang ditopangnya.
- Korolari tetap memerlukan bukti. Kata "akibatnya" bukan bukti. Penulis wajib menunjukkan bagaimana hipotesis hasil sebelumnya dipenuhi dan bagaimana kesimpulannya dipakai.
- Label adalah pilihan penulis. Hasil yang sama dapat disebut lema di satu buku dan teorema di buku lain.
- Label tidak menjamin kebenaran. Tulisan "Teorema" di atas suatu kalimat adalah klaim penulis bahwa kalimat itu telah dibuktikan. Pembaca yang cermat memeriksa buktinya. Pernyataan berlabel dengan bukti yang cacat belum terbukti, walaupun pernyataannya mungkin benar.
Konjektur: belum terbukti, bukan otomatis salah
Konjektur adalah klaim yang belum dibuktikan dan belum dibantah dalam pembahasan yang bersangkutan. Status ini dapat berubah ke dua arah:
- jika ditemukan bukti yang sah, konjektur menjadi hasil, misalnya teorema;
- jika ditemukan kontra-contoh yang sah, pernyataan itu terbukti salah dan berhenti menjadi konjektur.
Selama keduanya belum terjadi, konjektur tidak boleh dipakai sebagai langkah yang dianggap benar dalam bukti dan tidak boleh disebut salah. Konjektur boleh muncul sebagai hipotesis eksplisit suatu implikasi, misalnya "jika konjektur X benar, maka …". Hasil seperti itu terbukti sebagai implikasi; hasil itu tidak menetapkan kebenaran konjekturnya.
Pada contoh berikut, bilangan prima dipakai dalam arti lazim: bilangan bulat yang pembagi positifnya hanya dan .
Contoh 6.1.2 (Banyak kasus bukan bukti). Misalkan seseorang menghitung untuk beberapa bilangan bulat tak negatif:
Kelimanya prima. Ia lalu menduga: "untuk setiap bilangan bulat , prima." Dugaan ini salah. Untuk ,
Jadi adalah pembagi positif dengan , sehingga tidak prima. Satu nilai yang berada dalam domain sudah cukup membantah klaim universal itu. Pelajaran dari contoh ini bukan bahwa semua dugaan salah. Pelajarannya adalah bahwa pemeriksaan sejumlah berhingga kasus, sebanyak apa pun, tidak membuktikan klaim tentang tak hingga banyak kasus.
Konjektur Goldbach. Kalimat ketiga di awal unit ini dikenal sebagai konjektur Goldbach. Deskripsi seminar Ben Green di Mathematical Institute, University of Oxford, tanggal 16 November 2018 menyebutnya sebagai masalah yang belum terselesaikan [R6-2]. Di sini pernyataan tersebut dipakai sebagai contoh konjektur, tanpa menjadikannya dasar bukti. Sekalipun sangat banyak kasus diperiksa dan semuanya cocok, hal itu tidak mengubah statusnya menjadi teorema. Bahwa konjektur ini belum terbukti juga tidak mengubahnya menjadi pernyataan salah.
Anatomi pernyataan universal bersyarat
Sebagian besar hasil dalam buku ini berbentuk
Bagian-bagiannya adalah sebagai berikut.
- Domain adalah himpunan tempat diambil. Bentuk adalah singkatan dari . Bentuk adalah singkatan dari .
- Variabel terikat terikat oleh kuantor . Namanya tidak penting: dan menyatakan hal yang sama. Sebaliknya, kalimat yang memuat variabel bebas, seperti " genap" tanpa keterangan tentang , belum merupakan pernyataan yang bernilai benar atau salah.
- Hipotesis adalah syarat tambahan pada , di samping syarat .
- Kesimpulan adalah hal yang harus diturunkan bagi setiap yang memenuhi hipotesis.
Contoh 6.1.3 (Membedah sebuah klaim). Kalimat "Kuadrat bilangan genap adalah genap" ditulis lengkap sebagai
- Domainnya . Kata "bilangan" dalam kalimat asal ditafsirkan sebagai bilangan bulat, karena "genap" hanya didefinisikan untuk bilangan bulat.
- Variabelnya , terikat oleh .
- Hipotesisnya " genap", yaitu .
- Kesimpulannya " genap", yaitu .
Kuantor universal pada kalimat asal tersembunyi. Kalimat matematika sehari-hari sering tidak menulis "untuk setiap", tetapi kuantor itu tetap bagian dari klaim.
Membaca bentuk ini dengan tepat langsung memberi kerangka bukti:
Ambil sebarang. Andaikan genap. Akan ditunjukkan bahwa terdapat dengan .
Kerangka ini menuntut tiga disiplin.
- Sebarang berarti sebarang. Setelah menulis "ambil sebarang", kita tidak boleh kemudian mengandaikan positif, , atau memiliki sifat lain yang tidak diberikan hipotesis. Yang boleh dipakai hanya dan .
- Semua syarat harus tertulis. Ini mencakup domain dan syarat agar setiap ungkapan bermakna, terutama syarat bahwa pembagi tidak nol.
- Bukti harus berakhir pada kesimpulan yang tepat. Baris terakhir harus menyatakan , yaitu " genap" lengkap dengan saksinya. Pernyataan yang mirip, atau konversnya ("jika genap maka genap"), tidak cukup.
Contoh 6.1.4 (Syarat pembagi yang hilang). Seseorang menulis: "Untuk setiap , ." Pada , ruas kiri menjadi , yang tidak terdefinisi. Jadi klaim itu tidak bermakna untuk seluruh domain yang disebutkan. Rumusan yang tepat adalah
Bukti. Ambil sebarang. Maka , sehingga ada. Karena ,
Syarat dipakai tepat ketika invers diperlukan.
Negasi pernyataan berkuantor
Untuk membantah sebuah klaim kita perlu tahu persis bentuk negasinya. Bentuk negasi juga diperlukan untuk metode kontradiksi pada Subbab 6.3.
Fakta 6.1.5 (Aturan negasi; logika klasik, dipinjam dari bab logika). Untuk domain , himpunan dan , predikat dan , serta predikat dua-variabel :
- .
- .
- .
- .
Aturan 3 diperoleh dari aturan 1 bersama . Aturan 4 diperoleh dengan menerapkan aturan 1 lalu aturan 2.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan.
Domain tidak ikut dinegasikan. Negasi dari "setiap memenuhi " adalah "ada yang tidak memenuhi ". Negasinya bukan "ada …". Ini sesuai dengan singkatan pada bagian sebelumnya: .
Negasi implikasi bukan implikasi. Negasi dari "jika maka " bukan "jika maka tidak ". Untuk proposisi dan , negasinya adalah . Jika yang dinegasikan ialah , barulah diperoleh : ada objek dalam domain yang memenuhi hipotesis tetapi menggagalkan kesimpulan.
Urutan kuantor dipertahankan, jenisnya ditukar. Pada aturan 4, menjadi . Kuantor dalam menuntut bahwa setiap gagal.
Contoh 6.1.6 (Negasi universal). Klaim: .
Negasinya adalah . Negasi ini benar dengan saksi :
sehingga . Jadi klaim semula salah.
Perhatikan bahwa nilai seperti (dengan ) atau (dengan ) memenuhi klaim semula. Nilai-nilai itu tidak membuktikan klaim, dan juga tidak menghalangi bantahan oleh .
Contoh 6.1.7 (Negasi universal implikasi). Klaim: .
Menurut aturan 3, negasinya adalah
Negasinya bukan "untuk setiap , jika genap maka ". Kalimat itu pun salah, karena genap dan .
Saksi untuk negasi adalah . Bilangan genap karena dengan . Untuk menunjukkan , andaikan untuk suatu . Karena tidak ada bilangan bulat di antara dan (pinjaman), berlaku atau .
- Jika , maka .
- Jika , maka .
Dalam kedua kasus . Jadi tidak ada saksi, sehingga . Dengan demikian negasi benar dan klaim semula salah. Objek memenuhi hipotesis "genap" dan menggagalkan kesimpulan "". Itulah bentuk kontra-contoh terhadap universal implikasi.
Contoh 6.1.8 (Pola : satu pasangan gagal tidak cukup).
(a) Klaim yang benar. Perhatikan . Klaim ini benar. Untuk sebarang, pilih , sehingga .
Seseorang yang menunjuk dengan tidak membantah klaim ini. Klaim itu hanya menuntut adanya suatu yang cocok untuk setiap . Klaim itu tidak menuntut bahwa setiap cocok.
(b) Klaim yang salah. Perhatikan . Menurut aturan 4, negasinya adalah
Kita buktikan negasi ini dengan saksi . Ambil sebarang. Karena tidak ada bilangan bulat di antara dan , berlaku atau .
- Jika , maka .
- Jika , maka .
Jadi untuk setiap , dan klaim semula salah.
Perhatikan bentuk bantahan ini. Satu nilai dipilih, lalu semua diperiksa. Memeriksa hanya (dengan ) tidak cukup.
Contoh 6.1.9 (Domain kosong). Misalkan . Untuk setiap berlaku (pinjaman), sehingga . Jadi .
- "" benar. Negasinya, , menuntut adanya anggota , dan tidak mempunyai anggota. Jadi negasinya salah. Dengan alasan yang sama, "" juga benar. Dua klaim universal ini tidak bertentangan, karena tidak ada objek yang harus memenuhi keduanya sekaligus.
- "" salah, walaupun sifat dipenuhi oleh setiap objek. Klaim eksistensial memerlukan saksi di dalam .
- Bentuk implikasi. Pernyataan benar, karena hipotesisnya salah untuk setiap . Kebenaran implikasi ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa . Kebenaran itu juga tidak menunjukkan bahwa ada bilangan real yang memenuhi hipotesis.
Pelajarannya ada dua.
- Klaim universal yang benar tidak menjamin adanya objek. Dari kita boleh menyimpulkan hanya jika sudah diketahui.
- Hipotesis yang mustahil membuat implikasi benar secara vakum, tetapi tidak membuktikan kesimpulannya tanpa syarat.
Rantai lema, teorema, dan korolari
Bagian ini menyusun rantai kecil hasil yang benar-benar dibuktikan. Tujuannya memperlihatkan bagaimana sebuah hasil dipakai oleh hasil berikutnya.
Lema 6.1.10. Untuk setiap , jika dan genap, maka genap.
Strategi. Buka definisi genap untuk dan agar memperoleh dua saksi, lalu susun saksi untuk .
Bukti. Ambil sebarang, dan andaikan serta genap. Menurut Definisi 6.1.1(a), terdapat dengan dan . Maka
Karena tertutup terhadap penjumlahan, . Jadi adalah saksi bahwa genap.
Lema ini tidak mensyaratkan . Variabel "sebarang" boleh bernilai sama, sehingga lema berlaku pula untuk . Fakta ini dipakai pada bukti berikut.
Teorema 6.1.11. Untuk setiap , jika genap, maka genap.
Strategi. Tulis sebagai jumlah dua bilangan genap, lalu terapkan Lema 6.1.10.
Bukti. Ambil sebarang, dan andaikan genap. Akan ditunjukkan bahwa genap.
Menurut Definisi 6.1.1(a), terdapat dengan . Maka
Tulis . Karena tertutup terhadap perkalian, dan . Jadi genap dengan saksi . Dengan demikian , dengan genap.
Lema 6.1.10, dengan dan , memberi bahwa genap.
Catatan. Teorema ini juga dapat dibuktikan tanpa lema: dengan saksi . Jadi label "teorema" tidak berarti bahwa buktinya lebih sulit daripada bukti lema. Label itu hanya menandai peran hasil ini dalam penyajian. Di sini lema dipakai agar rantai ketergantungan terlihat.
Perhatikan pula nama variabel. Pada Lema 6.1.10 huruf dan terikat oleh kuantor, sehingga kita bebas mengisinya dengan . Seandainya lema ditulis dengan huruf , kita tetap boleh mengisinya dengan objek lain asalkan penggantian ditulis jelas.
Korolari 6.1.12.
(a) Untuk setiap , jika dan genap, maka genap.
(b) Untuk setiap , jika genap, maka genap.
Strategi. Terapkan Teorema 6.1.11 pada objek yang tepat, periksa hipotesisnya, lalu gabungkan dengan Lema 6.1.10 bila perlu.
Bukti.
(a) Ambil sebarang yang keduanya genap. Teorema 6.1.11 diterapkan pada , dan hipotesisnya (" genap") terpenuhi. Hasilnya, genap. Dengan cara yang sama, genap. Karena dan keduanya genap, Lema 6.1.10 dengan dan memberi bahwa genap.
(b) Ambil sebarang yang genap. Teorema 6.1.11 memberi bahwa genap. Bilangan adalah bilangan bulat yang genap, sehingga hipotesis Teorema 6.1.11 dipenuhi oleh . Menerapkan teorema itu sekali lagi, kali ini pada objek , memberi bahwa genap. Terakhir, menurut sifat asosiatif perkalian.
Bukti korolari pendek, tetapi tetap merupakan bukti. Setiap penerapan hasil sebelumnya disertai pemeriksaan bahwa hipotesisnya terpenuhi oleh objek yang dimaksud.
Ketergantungan dalam rantai ini adalah
dengan Korolari 6.1.12(a) juga langsung memakai Lema 6.1.10. Tidak ada panah yang kembali ke hasil yang lebih awal. Syarat inilah yang dilanggar oleh bukti sirkular.
Konvers Teorema 6.1.11, yaitu "jika genap maka genap", tidak dibuktikan pada unit ini dan tidak boleh dipakai di sini. Konvers itu kebetulan benar dan akan dibuktikan di Subbab 6.3.
Bedah sebuah bukti sirkular
Sebuah bukti sirkular memakai kesimpulan yang hendak dibuktikan, atau sesuatu yang setara dengannya, sebagai alasan yang dianggap sudah benar tanpa diturunkan dari premis yang sah. Ini berbeda dari menuliskan sasaran sementara atau menyusun rantai ekuivalensi yang kemudian dibenarkan dari pernyataan yang telah diketahui benar. Bukti semacam ini sering tampak meyakinkan karena setiap langkah aljabarnya benar.
Contoh 6.1.13. Klaim: . Berikut sebuah "bukti":
(1) Ambil sebarang dengan genap. (2) Karena genap, terdapat dengan . (3) Maka , dan , sehingga genap. (4) Jadi genap.
Titik kesalahan ada di langkah (2). Frasa "karena genap" tidak dibenarkan oleh apa pun sebelumnya. Hipotesis pada langkah (1) berbicara tentang , bukan tentang . " genap" adalah kesimpulan yang hendak dibuktikan. Langkah (2) mengandaikan kesimpulan itu.
Akibatnya:
- Langkah (3) menurunkan kembali hipotesis " genap", yang sudah kita miliki sejak langkah (1). Langkah (2) dan (3) bersama-sama hanyalah bukti Teorema 6.1.11, yaitu bukti konvers klaim yang dimaksud.
- Langkah (4) tidak mengikuti dari langkah (3). Langkah ini hanya mengulang asumsi langkah (2).
Jadi "bukti" ini sebenarnya menunjukkan , bukan .
Klaimnya sendiri benar; buktinya yang sah diberikan di Subbab 6.3 dan tidak dipakai di unit ini. Namun kebenaran klaim tidak menyelamatkan bukti yang tidak sah. Menilai apakah sebuah klaim benar dan menilai apakah sebuah bukti sah adalah dua pekerjaan berbeda.
Sirkularitas juga dapat tersebar di beberapa hasil. Misalkan Lema A dibuktikan dengan memakai Teorema B, sedangkan bukti Teorema B memakai Lema A. Masing-masing bukti tampak sah jika dibaca sendiri, tetapi tidak satu pun dari kedua hasil itu terbukti. Peta ketergantungan seperti yang ditulis untuk Korolari 6.1.12 membantu mendeteksi masalah ini.
Kesalahan umum
- Menganggap label sebagai jaminan. Menganggap pernyataan berlabel "Teorema" pasti benar tanpa memeriksa buktinya, atau menganggap lema kurang pasti daripada teorema.
- Menganggap konjektur salah, atau dugaan yang lolos uji sebagai benar. Konjektur belum terbukti. Pemeriksaan banyak kasus tidak menjadikannya teorema (Contoh 6.1.2).
- Mengutip "akibatnya" tanpa memeriksa hipotesis. Korolari tetap harus menunjukkan bahwa hipotesis hasil sebelumnya dipenuhi oleh objek yang dimaksud.
- Memperlakukan hipotesis sebagai fakta. "Andaikan genap" berlaku di dalam bukti saja, bukan untuk semua .
- Mempersempit variabel sebarang. Contohnya menulis "ambil sebarang", lalu diam-diam memakai atau .
- Menghilangkan domain atau syarat pembagi. Contohnya rumus pecahan yang ditulis "untuk setiap " padahal penyebutnya bisa nol (Contoh 6.1.4).
- Mengakhiri bukti pada pernyataan yang salah sasaran. Contohnya mengakhiri dengan konvers, atau dengan pernyataan yang hanya mirip dengan kesimpulan.
- Menegasikan implikasi menjadi implikasi. Negasi dari adalah , bukan .
- Menegasikan domain. Menulis "" sebagai negasi dari "".
- Membantah dengan satu pasangan. Bantahan yang sah harus menunjukkan bahwa setiap gagal untuk suatu (Contoh 6.1.8).
- Mengambil saksi dari domain kosong. Menyimpulkan adanya objek dari klaim universal, atau dari implikasi yang benar secara vakum.
- Mengandaikan kesimpulan. Inilah bukti sirkular (Contoh 6.1.13).
Latihan
Tingkat 1
Latihan 6.1.14. Tulis setiap kalimat dalam bentuk berkuantor yang lengkap. Sebutkan domain, variabel terikat, serta hipotesis dan kesimpulan jika ada. Bagian (a) dan (c) tidak perlu dibuktikan; cukup lakukan anotasi.
(a) "Kuadrat bilangan bulat ganjil adalah ganjil." Di sini ganjil berarti terdapat dengan .
(b) "Ada bilangan real yang kuadratnya sama dengan dirinya sendiri." Tentukan pula nilai kebenarannya.
(c) "Untuk bilangan bulat , bila dan , maka ."
Pembahasan.
(a) Bentuknya adalah .
- Domain: .
- Variabel: , terikat oleh .
- Hipotesis: .
- Kesimpulan: .
Kuantor universal tersembunyi dalam frasa generik "kuadrat bilangan bulat ganjil".
(b) Bentuknya adalah . Domainnya , dan variabelnya , terikat oleh . Pernyataan eksistensial ini tidak mempunyai bagian hipotesis–kesimpulan. Pernyataan ini benar dengan saksi : dan . Saksi juga dapat dipakai.
(c) Bentuknya adalah .
- Domain: untuk ketiga variabel. Nilai termasuk, karena Definisi 6.1.1(b) tidak memuat pembagian.
- Variabel terikat: .
- Hipotesis: dan . Ini sebuah konjungsi, sehingga keduanya harus dipenuhi.
- Kesimpulan: .
Latihan 6.1.15. Klasifikasikan setiap butir sebagai definisi, aksioma/prasyarat pinjaman, hasil yang terbukti dalam unit ini, hipotesis di dalam sebuah bukti, konjektur, atau pernyataan yang telah dibantah. Beri alasan.
(a) "Bilangan bulat disebut ganjil jika terdapat sehingga ."
(b) "Untuk setiap , ."
(c) "Untuk setiap , jika dan genap, maka genap."
(d) Kalimat "Andaikan genap" pada baris pertama bukti Teorema 6.1.11.
(e) "Setiap bilangan bulat genap yang lebih besar dari adalah jumlah dua bilangan prima."
(f) "Untuk setiap bilangan bulat , prima."
Pembahasan.
(a) Definisi. Butir ini menetapkan arti kata "ganjil" dan tidak perlu dibuktikan.
(b) Prasyarat pinjaman. Ini sifat medan bilangan real. Unit ini memakainya tanpa bukti. Apakah sifat itu berperan sebagai aksioma atau sebagai hasil konstruksi ditentukan di bagian lain buku.
(c) Hasil terbukti, yaitu Lema 6.1.10. Labelnya "lema", tetapi standar kebenarannya sama dengan teorema.
(d) Hipotesis yang diandaikan di dalam bukti. Kalimat itu bukan pernyataan bahwa semua bilangan bulat adalah genap, dan bukan pernyataan bahwa suatu tertentu memang genap. Kalimat itu adalah asumsi yang berlaku di dalam bukti.
(e) Konjektur (konjektur Goldbach). Dalam konteks deskripsi seminar yang dirujuk pada bagian konjektur [R6-2], pernyataan ini berstatus masalah terbuka. Statusnya bukan "salah", dan pemeriksaan banyak kasus tidak menjadikannya teorema.
(f) Pernyataan yang telah dibantah. Contoh 6.1.2 memakai . Saksi lain adalah :
Jadi adalah pembagi positif dengan , sehingga bilangan itu tidak prima. Setelah dibantah, butir ini bukan konjektur lagi.
Tingkat 2
Latihan 6.1.16. Tulis negasi setiap pernyataan dengan urutan kuantor yang benar. Kemudian tentukan mana yang benar, pernyataan asli atau negasinya, dan buktikan.
(a) .
(b) .
(c) .
Pembahasan.
(a) Negasinya adalah .
Pernyataan asli benar. Ambil sebarang, dan pilih . Maka , sehingga . Karena sebarang, pernyataan asli terbukti, dan negasinya salah.
(b) Negasinya adalah .
Negasi ini benar. Ambil sebarang, dan pilih . Maka karena tertutup terhadap penjumlahan, dan . Jadi pernyataan asli, yang mengklaim ada bilangan bulat terbesar, salah.
Menukar urutan kuantor dapat mengubah makna. Pada , pernyataan benar (pilih ), sedangkan salah menurut bagian (b). Pada pernyataan pertama boleh bergantung pada ; pada pernyataan kedua satu harus melayani semua .
(c) Negasinya adalah .
Pernyataan asli benar. Ambil sebarang yang genap, sehingga dengan . Maka dengan . Menurut Definisi 6.1.1(b), dengan saksi . Jadi negasinya salah.
Latihan 6.1.17. Perhatikan klaim: "Untuk setiap , jika , maka ."
(a) Tunjukkan bahwa klaim ini salah dengan kontra-contoh yang memenuhi semua hipotesis.
(b) Tambahkan syarat yang hilang.
(c) Buktikan klaim yang telah diperbaiki.
Pembahasan.
(a) Ambil , , . Ketiganya berada dalam . Hipotesis dipenuhi karena dan , sehingga . Kesimpulan gagal karena . Jadi klaim semula salah.
(b) Syarat yang hilang adalah . Klaim yang diperbaiki berbunyi: untuk setiap , jika dan , maka . "Mencoret " pada kedua ruas secara diam-diam adalah membagi dengan , dan langkah itu memerlukan .
(c) Bukti. Ambil sebarang dengan dan . Maka
menurut sifat distributif. Karena tidak mempunyai pembagi nol (pinjaman), berlaku atau . Kemungkinan pertama bertentangan dengan hipotesis . Jadi , yaitu .
Syarat dipakai tepat satu kali, yaitu untuk menyingkirkan kemungkinan .
Latihan 6.1.18. Perhatikan kalimat "Untuk setiap , ."
(a) Jelaskan mengapa kalimat ini bermasalah pada domain yang disebutkan. Apakah masalahnya sama dengan masalah pada klaim yang dibantah oleh kontra-contoh di Latihan 6.1.17?
(b) Rumuskan domain yang tepat dan buktikan kalimatnya.
Pembahasan.
(a) Untuk , ungkapan tidak terdefinisi. Jadi ruas kiri tidak memiliki nilai, dan kalimat itu tidak bermakna untuk pasangan .
Masalah ini berbeda dari Latihan 6.1.17(a). Di sana kedua ruas bermakna dan dapat dihitung, lalu kesimpulannya ternyata gagal. Di sini, untuk , tidak ada nilai yang dapat dibandingkan sama sekali. Keduanya diperbaiki dengan menuliskan syarat secara eksplisit. Di Latihan 6.1.17 syarat itu menjadi hipotesis tambahan, sedangkan di sini syarat itu membatasi domain agar ruas kiri terdefinisi.
(b) Rumusan yang tepat adalah: untuk setiap dan setiap , .
Bukti. Ambil dan sebarang. Karena , invers ada, dan berarti (pinjaman sifat medan). Maka
Latihan 6.1.19. Misalkan .
(a) Tunjukkan bahwa .
(b) Tentukan nilai kebenaran "" dan "". Beri alasan.
(c) Seorang mahasiswa menulis: "Karena benar, ambil . Maka . Jadi ada bilangan dalam yang lebih besar dari ." Di mana kesalahannya?
(d) Apakah "" dan "" saling bertentangan?
Pembahasan.
(a) Untuk setiap berlaku (pinjaman). Jadi tidak ada dengan , sehingga .
(b) Pernyataan "" benar secara vakum. Negasinya, , memerlukan anggota , padahal kosong. Jadi negasinya salah.
Pernyataan "" salah, karena tidak ada saksi di dalam .
(c) Kesalahannya ada pada langkah "ambil ". Langkah itu mengandaikan bahwa mempunyai anggota. Kebenaran klaim universal tidak memberi informasi tentang adanya anggota. Untuk menyimpulkan dari , kita memerlukan fakta tambahan , dan fakta itu salah di sini.
(d) Keduanya tidak bertentangan. Keduanya benar secara vakum, karena tidak ada anggota yang harus memenuhi dan sekaligus.
Seandainya mempunyai suatu anggota , kedua pernyataan akan memberi dan . Hal ini mustahil karena . Jadi kedua klaim universal itu dapat benar bersamaan hanya ketika domainnya kosong.
Latihan 6.1.20. Seorang mahasiswa membantah klaim dengan menulis: "Ambil dan . Maka , jadi klaim itu salah."
(a) Jelaskan kesalahannya, lalu tulis negasi klaim tersebut.
(b) Perhatikan klaim yang sama dengan domain bilangan bulat positif , yaitu . Tentukan nilai kebenarannya dan buktikan.
Pembahasan.
(a) Klaim itu hanya menuntut adanya suatu untuk setiap . Untuk , nilai memenuhi . Kegagalan tidak relevan. Negasi klaim tersebut adalah
Negasi ini salah, karena untuk setiap , pilihan memberi (Contoh 6.1.8(a)). Jadi klaim semula benar.
(b) Klaim ini salah. Negasinya adalah
Pilih . Ambil sebarang. Karena dan tidak ada bilangan bulat di antara dan , berlaku . Maka , sehingga . Karena sebarang, negasi terbukti.
Domain mengubah status klaim. Saksi yang bekerja pada tidak berada di , sehingga tidak dapat dipakai.
Tingkat 3
Latihan 6.1.21. Bagian ini menyusun rantai baru dari lema ke korolari.
(a) Buktikan lema: untuk setiap , jika genap, maka genap.
(b) Turunkan korolari: untuk setiap , jika genap, maka genap. Tuliskan secara eksplisit bagaimana hipotesis lema dipenuhi.
(c) Jelaskan mengapa Teorema 6.1.11 merupakan kasus khusus dari lema (a). Apa yang ditunjukkan hal ini tentang label "lema" dan "teorema"?
Pembahasan.
(a) Bukti. Ambil sebarang, dan andaikan genap. Maka untuk suatu , sehingga
Karena tertutup terhadap perkalian, . Jadi adalah saksi bahwa genap.
Perhatikan bahwa lema ini tidak memberi syarat apa pun pada .
(b) Bukti. Ambil sebarang yang genap. Korolari diturunkan dengan dua kali menerapkan lema (a).
- Penerapan pertama. Ambil . Hipotesis lema, yaitu " genap", terpenuhi. Hasilnya, genap.
- Penerapan kedua. Ambil , yang berada dalam karena tertutup terhadap perkalian. Hipotesis lema kembali terpenuhi oleh , karena genap. Hasilnya, genap.
Menurut sifat asosiatif perkalian, . Jadi genap.
Penerapan pertama sebenarnya tidak diperlukan. Lema hanya menuntut bahwa faktor genap, sedangkan sudah cukup sebagai faktor tanpa perlu diketahui genap. Mengenali hipotesis mana yang benar-benar dipakai adalah bagian dari membaca anatomi sebuah hasil.
(c) Dengan mengambil pada lema (a), kita memperoleh: jika genap, maka genap. Ini persis Teorema 6.1.11.
Jadi dalam penyajian ini sebuah "lema" lebih umum daripada sebuah "teorema". Label menyatakan peran yang dipilih penulis, bukan kekuatan logis atau tingkat kesulitan.
Latihan 6.1.22. Perhatikan klaim: "Untuk setiap , jika genap dan genap, maka genap." Berikut sebuah "bukti":
(1) Ambil dengan genap dan genap. (2) Karena dan genap, Lema 6.1.10 memberi bahwa genap, sesuai dengan hipotesis. (3) Jadi genap.
(a) Tunjukkan baris yang memuat kesalahan dan jelaskan jenis kesalahannya.
(b) Tulis bukti yang sah.
Pembahasan.
(a) Kesalahan ada di baris (2). Frasa " dan genap" memakai " genap", padahal itulah kesimpulan yang hendak dibuktikan. Hipotesis hanya memberi " genap" dan " genap". Jadi ini bukti sirkular.
Penerapan Lema 6.1.10 di baris (2) hanya menurunkan kembali hipotesis " genap", sehingga tidak menghasilkan informasi baru. Baris (3) tidak mengikuti dari baris (2). Baris (3) hanya mengulang asumsi yang diselundupkan di baris (2).
(b) Strategi. Nyatakan sebagai selisih dua bilangan yang diketahui genap, lalu susun saksinya.
Bukti. Ambil sebarang dengan genap dan genap. Maka terdapat dengan dan . Akibatnya
Karena tertutup terhadap pengurangan, . Jadi adalah saksi bahwa genap.
Latihan 6.1.23. Perhatikan klaim: "Untuk setiap , jika , maka genap." Berikut sebuah draf bukti:
Ambil genap, sehingga dengan . Maka , … sehingga .
(a) Jelaskan apa yang sebenarnya hendak dibuktikan oleh draf ini, dan mengapa draf ini tidak membuktikan klaim.
(b) Tunjukkan bahwa pernyataan yang hendak dibuktikan oleh draf itu sebenarnya salah.
(c) Tulis bukti klaim yang sah.
Pembahasan.
(a) Draf ini mengandaikan " genap" dan berupaya berakhir pada "". Jadi draf ini menyasar konvers klaim, yaitu . Draf ini memakai kesimpulan klaim sebagai hipotesis dan hipotesis klaim sebagai sasaran; peran keduanya tertukar. Karena itu, sekalipun langkah-langkahnya lengkap, draf ini tidak akan pernah membuktikan klaim yang diminta.
(b) Konvers itu salah. Kontra-contohnya adalah . Bilangan genap dengan saksi , tetapi , sebagaimana ditunjukkan di Contoh 6.1.7. Jadi titik-titik pada draf tidak dapat diisi dengan argumen apa pun yang sah.
(c) Bukti. Ambil sebarang dengan . Menurut Definisi 6.1.1(b), terdapat dengan . Maka
Karena , bilangan adalah saksi bahwa genap.
Baris terakhir menyatakan tepat kesimpulan klaim, yaitu " genap" beserta saksinya.
Menuju 6.2
Bukti hasil-hasil utama di unit ini (Lema 6.1.10, Teorema 6.1.11, Korolari 6.1.12, serta Latihan 6.1.16(c), 6.1.21, 6.1.22(b), dan 6.1.23(c)) mengikuti pola yang sama.
- Tulis klaim dalam bentuk .
- Ambil sebarang dan andaikan .
- Buka definisi untuk memperoleh saksi.
- Susun objek atau saksi baru dengan operasi yang sah pada domainnya.
- Akhiri dengan yang dinyatakan persis.
Pola ini disebut pembuktian langsung. Subbab 6.2 membahasnya secara khusus. Pembahasan itu mencakup arah setiap langkah aljabar, syarat yang diperlukan ketika membagi atau mengalikan silang, keterbagian lewat saksi, kesamaan himpunan lewat dua inklusi, dan ketertutupan terhadap operasi aritmetika.
Pernyataan "jika genap maka genap", yang buktinya kita bedah sebagai contoh sirkular, sengaja dibiarkan terbuka di sini. Hipotesisnya memberi saksi dengan , tetapi saksi itu tidak langsung menghasilkan saksi bagi . Klaim tersebut dibuktikan dengan kontraposisi pada Subbab 6.3.
6.2 Pembuktian Langsung (Direct Proof)
Motivasi: mengapa contoh tidak cukup
Perhatikan klaim "jumlah dua bilangan bulat genap selalu genap". Kita dapat menghitung , , dan . Ketiga hasilnya genap. Namun klaim itu membicarakan setiap pasangan bilangan bulat genap, dan banyaknya pasangan tersebut tak hingga. Seratus atau sejuta contoh hanya memeriksa seratus atau sejuta pasangan. Pasangan lain belum tersentuh.
Pembuktian langsung mengatasi hal ini dengan bernalar tentang objek sebarang. Objek sebarang dipilih tanpa mengasumsikan sifat khusus selain keanggotaannya dalam domain dan hipotesis yang dinyatakan. Satu-satunya informasi tentangnya ialah bahwa ia berada dalam domain dan memenuhi hipotesis. Apa pun yang berhasil diturunkan untuk objek seperti itu berlaku untuk setiap objek yang memenuhi syarat yang sama. Unit ini menunjukkan cara kerja metode tersebut pada isi matematika yang nyata, yaitu paritas, keterbagian, himpunan, fungsi, dan bilangan rasional.
Rumusan metode
Banyak teorema berbentuk
Implikasi hanya dapat salah bila benar dan salah. Oleh karena itu, kita cukup memeriksa objek yang memenuhi . Objek yang tidak memenuhi membuat implikasinya benar dengan sendirinya. Pembuktian langsung mengikuti pola berikut.
- Ambil objek sebarang. Tulis "Ambil sebarang dan misalkan ." Sejak titik ini, tidak boleh diganti dengan nilai tertentu yang kebetulan nyaman.
- Buka definisi hipotesis. Tuliskan arti menurut definisinya. Definisi seperti "genap", "membagi", atau "rasional" berbentuk eksistensial ("ada sehingga ..."). Membukanya memberi kita sebuah saksi, yaitu objek yang dijamin ada dan kita beri nama baru. Tentang saksi itu kita hanya mengetahui apa yang dinyatakan definisi, misalnya dan .
- Turunkan rantai implikasi yang sah. Setiap langkah harus mengikuti dari langkah sebelumnya beserta fakta yang tersedia. Arah langkah penting. Kita memerlukan "jika baris ini benar, maka baris berikutnya benar". Kita tidak memerlukan kebalikannya.
- Bentuk kesimpulan menurut definisinya. Jika juga berbentuk eksistensial, kita harus menyusun saksi baru dan memeriksa bahwa saksi itu berada dalam himpunan yang dituntut definisi, misalnya .
- Tutup. Karena sebarang, pernyataan universal terbukti.
Dalam bukti langsung kita memakai kata "misalkan" untuk hipotesis yang diasumsikan. Kata "andaikan" lebih sering dipakai untuk asumsi yang hendak dibawa ke kontradiksi, yang dibahas di Unit 6.3.
Fakta yang dipinjam
Unit ini tidak membangun sistem bilangan. Fakta berikut dipinjam sebagai bahan contoh:
- (F1) tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, dan perkalian.
- (F2) Operasi medan pada berlaku, dan . Setiap dengan mempunyai invers tunggal , dan berarti .
- (F3) Tidak ada pembagi nol: jika dan , maka atau . Secara setara, jika dan , maka . Karena , fakta ini berlaku pula untuk bilangan bulat.
- (F4) Setiap memenuhi atau . Selain itu berlaku sifat urutan biasa pada , termasuk bahwa perkalian dengan bilangan positif mempertahankan urutan.
Arah langkah dalam rantai implikasi
Langkah yang sah satu arah belum tentu sah dua arah. Untuk , implikasi benar, tetapi salah karena memenuhi hipotesis dan menggagalkan kesimpulan. Demikian pula, untuk , implikasi selalu benar. Sebaliknya, memerlukan syarat . Dengan syarat itu, memberi , dan karena (F3) serta , diperoleh . Tanpa syarat itu, , , memenuhi padahal . Dalam bukti langsung, tanda hanya boleh ditulis jika kedua arah memang telah diperiksa.
Definisi kerja
Kegenapan dan keterbagian berikut mengingatkan Definisi 6.1.1 (serta Definisi 4.3.5). Contoh paritas dan konvers dari Unit 6.1 dibahas ulang untuk menelaah langkah metode langsung secara rinci.
Definisi 6.2.1 (genap dan ganjil). Bilangan disebut genap jika ada sehingga . Bilangan disebut ganjil jika ada sehingga .
Unit ini tidak memakai fakta bahwa setiap bilangan bulat tepat salah satu dari genap atau ganjil. Fakta itu memerlukan pembagian dengan sisa dan baru dipakai di Unit 6.3.
Definisi 6.2.2 (keterbagian). Untuk , kita menulis (" membagi ") jika ada sehingga .
Perlu dicatat bahwa adalah sebuah pernyataan, bukan bilangan . Definisi ini tidak memuat pembagian, sehingga berlaku juga untuk . Pernyataan benar tepat ketika , sebab untuk setiap . Pernyataan benar untuk setiap , karena saksinya .
Definisi 6.2.3 (bilangan rasional). Bilangan disebut rasional, ditulis , jika ada dengan sehingga .
Setiap rasional karena dan . Representasi tidak tunggal, misalnya . Bukti di bawah berlaku untuk representasi mana pun yang dipilih.
Paritas: saksi bilangan bulat
Lema 6.2.4. Untuk setiap , jika dan genap, maka genap.
Strategi. Hipotesisnya memuat dua pernyataan eksistensial, sehingga kita memperoleh dua saksi. Kedua saksi itu harus diberi nama berbeda, karena dan tidak harus sama. Targetnya juga eksistensial, sehingga kita perlu menyusun satu saksi bulat untuk .
Bukti. Ambil sebarang dan misalkan keduanya genap. Menurut Definisi 6.2.1, ada dengan , dan ada dengan . Maka
Menurut (F1), . Jadi dengan , sehingga genap. Karena dan sebarang, lema terbukti.
Teorema 6.2.5. Untuk setiap , jika genap, maka genap.
Strategi. Buka definisi genap untuk . Kuadratkan bentuk yang diperoleh. Kemudian tulis hasilnya sebagai dan sebutkan mengapa faktor tersebut bulat.
Bukti. Ambil sebarang dan misalkan genap. Ada dengan . Maka
Menurut (F1), dan . Jadi dengan saksi , sehingga genap.
Catatan. Bukti ini tidak memakai . Pecahan adalah bilangan rasional, dan pernyataan " bulat" hanyalah cara lain menyebut genap. Jika pernyataan itu dipakai sebagai titik awal, kita belum membuka definisi, melainkan hanya mengulang hipotesis dengan kata lain. Perhatikan pula bahwa Lema 6.2.4 tidak dipakai dalam bukti Teorema 6.2.5. Label "lema" mencerminkan peran penyajian (lihat Unit 6.1), bukan ketergantungan logis dalam unit ini. Bukti alternatif dengan juga sah. Bukti alternatif itu bahkan menunjukkan bahwa hasil kali bilangan genap dengan bilangan bulat apa pun selalu genap.
Keterbagian: saksi menggantikan pecahan
Teorema 6.2.6 (transitivitas keterbagian). Untuk setiap , jika dan , maka .
Draf analisis. Kita mencari dengan . Dari hipotesis diperoleh dan , sehingga . Calon saksinya adalah . Draf ini belum menjadi bukti. Bukti final menyatakan calon saksi tersebut lalu memeriksanya.
Bukti. Ambil sebarang dan misalkan dan . Menurut Definisi 6.2.2, ada dengan , dan ada dengan . Substitusi menghasilkan
Menurut (F1), . Jadi dengan saksi , sehingga .
Kasus pembagi nol. Bukti di atas tidak pernah membagi, sehingga berlaku tanpa pengecualian. Jika dan hipotesisnya benar, maka dan . Kesimpulannya, , memang benar, dengan saksi sebagaimana dalam bukti. Kita tidak perlu memisahkan kasus ini.
Contoh 6.2.7 (bukti pecahan yang ilegal). Perhatikan "bukti" berikut.
Karena , bulat. Karena , bulat. Maka bulat.
Argumen ini gagal pada kasus yang sebenarnya tercakup dalam teorema.
- Jika , hipotesis memaksa , dan baris pertama memuat , yang tidak terdefinisi. Padahal kesimpulan benar.
- Jika , , dan , maka dan keduanya benar. Namun tidak terdefinisi, sedangkan kesimpulan benar.
Selain itu, " bulat" bukan definisi , melainkan rumusan ulang yang baru bermakna setelah dijamin. Bukti melalui saksi menghindari semua masalah ini karena hanya memakai perkalian dalam .
Kesamaan himpunan: dua inklusi
Untuk himpunan dan , berarti dan . Masing-masing inklusi adalah pernyataan universal-implikatif: berarti . Jadi strateginya mengikuti bentuk target: dua bukti langsung, satu untuk setiap arah.
Proposisi 6.2.8. Misalkan
Maka .
Strategi. Arah cukup dengan menata ulang saksi. Arah lebih menarik. Dari dan , kita perlu menghasilkan . Draf analisis memperlihatkan bahwa , sehingga . Pada suku kita memakai saksi , dan pada suku kita memakai saksi . Hasilnya, kedua suku menjadi kelipatan 6.
Bukti. (.) Ambil sebarang. Maka dan ada dengan . Dari dengan diperoleh , sehingga . Dari dengan diperoleh , sehingga . Jadi .
(.) Ambil sebarang. Maka , dan ada dengan dan . Akibatnya,
Menurut (F1), , sehingga dan .
Kedua inklusi berlaku, jadi .
Diagram Venn dapat membantu memahami pernyataan ini, tetapi tidak membuktikannya. Diagram hanya menggambarkan susunan daerah. Diagram tidak memeriksa mengapa suatu yang habis dibagi 2 dan 3 juga habis dibagi 6.
Fungsi: komposisi injeksi bertipe
Kita memakai definisi dari bab fungsi: injektif jika untuk setiap , mengakibatkan . Untuk dan , komposisi didefinisikan oleh . Komposisi ini terdefinisi karena setiap nilai berada dalam , yaitu domain .
Teorema 6.2.9. Misalkan dan keduanya injektif. Maka injektif.
Strategi. Target " injektif" adalah pernyataan universal-implikatif tentang pasangan anggota . Ambil pasangan sebarang yang nilainya sama di bawah . Kemudian lepaskan lebih dahulu karena berada di lapisan luar, baru lepaskan .
Bukti. Ambil sebarang dan misalkan , yaitu . Karena dan injektif pada , diperoleh . Karena dan injektif pada , diperoleh . Jadi injektif.
Tipe fungsi dipakai secara nyata dalam bukti ini. Injektivitas hanya dapat diterapkan pada anggota domain , dan langkah itu sah karena dan berada dalam .
Lema penutupan
Lema berikut akan dipakai di Unit 6.3 untuk membuktikan bahwa jumlah bilangan rasional dan bilangan irasional selalu irasional. Semua penyebut harus diperiksa tidak nol, karena pemeriksaan itulah yang membuat setiap pecahan bermakna.
Lema 6.2.10 (penutupan ). Misalkan dengan dan , di mana , , dan . Maka:
- , dan
dengan . Jadi . 2. Jika , maka , , dan
dengan . Jadi .
Karena setiap bilangan rasional mempunyai representasi seperti itu menurut Definisi 6.2.3, tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian oleh bilangan rasional yang tidak nol.
Strategi. Buka definisi rasional untuk dan sehingga diperoleh empat saksi bulat. Hitung dalam dengan operasi medan (F2). Untuk setiap hasil, tunjukkan dua hal: pembilangnya bulat menurut (F1), dan penyebutnya bulat serta tidak nol menurut (F1) dan (F3).
Bukti. (1) Karena dan , (F3) memberi . Selanjutnya , sehingga ketunggalan invers dalam (F2) memberi . Dengan memakai dan , diperoleh
Untuk perkalian,
Menurut (F1), bilangan , , , dan semuanya bulat, dan . Jadi ketiga hasil memenuhi Definisi 6.2.3.
(2) Misalkan . Dari diperoleh
Karena dan , (F3) memberi . Karena dan , (F3) memberi . Selanjutnya , sehingga ketunggalan invers memberi . Maka
dengan menurut alasan yang sama seperti pada bagian (1). Karena , , dan , diperoleh .
Mengapa syarat diperlukan. Tanpa syarat itu, tidak terdefinisi, dan rumus memuat penyebut . Syarat itu dipakai tepat di langkah yang membutuhkannya, yaitu untuk menyimpulkan dari .
Implikasi berbeda dari konversnya
Konvers dari adalah . Membuktikan salah satunya tidak membuktikan yang lain.
Proposisi 6.2.11. Untuk setiap , jika , maka genap.
Bukti. Ambil sebarang dan misalkan . Ada dengan . Menurut (F1), , sehingga genap.
Contoh 6.2.12 (konvers yang salah). Konvers dari Proposisi 6.2.11 adalah "untuk setiap , jika genap maka ". Pernyataan ini salah. Ambil .
- Hipotesis terpenuhi: dan dengan , sehingga genap.
- Kesimpulan gagal: kita tunjukkan bahwa untuk setiap . Menurut (F4), atau . Jika , maka . Jika , maka . Dalam kedua kasus , sehingga .
Jadi adalah kontra-contoh bagi konvers tersebut. Pembahasan umum tentang kontra-contoh ada di Unit 6.4.
Contoh ini tidak menunjukkan bahwa konvers selalu salah. Konvers Teorema 6.2.5, yaitu "jika genap maka genap", ternyata benar dan akan dibuktikan di Unit 6.3. Status sebuah konvers harus diperiksa tersendiri, dengan bukti atau dengan kontra-contoh.
Kesalahan umum
- Menguji beberapa nilai sebagai pengganti bukti. Memeriksa untuk Teorema 6.2.5 tidak menjangkau ataupun . Pernyataan universal atas domain tak hingga memerlukan argumen tentang objek sebarang.
- Satu saksi untuk dua objek. Menulis " dan " dalam bukti Lema 6.2.4 diam-diam mengasumsikan , sehingga yang terbukti hanyalah bahwa genap. Setiap hipotesis eksistensial memerlukan saksinya sendiri.
- Mengganti objek sebarang dengan objek tertentu. Menulis "ambil " di tengah bukti universal membuat bukti itu hanya berlaku untuk .
- Saksi yang tidak diperiksa keanggotaannya. Menulis tidak membuktikan bahwa genap, karena belum tentu bulat. Saksi harus berada dalam himpunan yang dituntut definisi.
- Membagi atau memakai pecahan tanpa syarat. Untuk , membagi kedua ruas dengan menghasilkan dan menghilangkan solusi . Langkah yang benar adalah , lalu (F3) memberi atau . Pada keterbagian, gunakan saksi dan jangan memakai (Contoh 6.2.7).
- Menulis untuk langkah satu arah. Contohnya, sah, tetapi kebalikannya tidak.
- Mulai dari kesimpulan. Jika langkah-langkahnya hanya berupa implikasi satu arah, menulis kesimpulan di baris pertama lalu menurunkan pernyataan benar belum membuktikan kesimpulan itu. Draf analisis harus dilengkapi bukti dalam arah yang diperlukan. Namun rantai ekuivalensi yang setiap langkahnya telah diperiksa dua arah dapat dibaca balik dari pernyataan benar dan merupakan bukti yang sah.
- Menganggap diagram sebagai bukti universal. Diagram Venn atau grafik membantu intuisi, tetapi setiap inklusi tetap harus dibuktikan dari definisi.
Latihan
Latihan 6.2.13. Buktikan: untuk setiap , jika dan ganjil, maka genap.
Latihan 6.2.14. Buktikan: untuk setiap , jika ganjil, maka ganjil.
Latihan 6.2.15. Buktikan: untuk setiap , jika dan , maka untuk setiap berlaku . Jelaskan apa yang terjadi bila .
Latihan 6.2.16. Seorang mahasiswa "membuktikan" bahwa untuk setiap , jika maka , sebagai berikut: "Karena , bulat, sehingga bulat." Tunjukkan kelemahan argumen itu dengan kasus konkret, lalu tulis bukti yang benar.
Latihan 6.2.17. Misalkan . (a) Buktikan bahwa dengan menuliskan pembilang dan penyebutnya secara eksplisit. (b) Jika , buktikan bahwa . Periksa setiap penyebut.
Latihan 6.2.18. Buktikan: untuk himpunan dan , jika maka .
Latihan 6.2.19. Misalkan dan . Buktikan: jika injektif, maka injektif. Kemudian periksa model , , , , untuk menunjukkan bahwa tidak harus injektif.
Latihan 6.2.20. Buktikan: untuk setiap , jika maka . Tunjukkan bahwa konversnya salah.
Latihan 6.2.21. Seseorang berargumen: "Konvers Proposisi 6.2.11 salah. Karena itu, konvers Teorema 6.2.5 juga salah. Lagi pula saya sudah memeriksa bahwa genap untuk , jadi Teorema 6.2.5 terbukti." Nilai kedua bagian argumen ini.
Strategi dan pembahasan
6.2.13. Strategi: dua hipotesis memberi dua saksi yang diberi nama berbeda; nilainya boleh sama, lalu susun saksi untuk . Ambil sebarang yang ganjil. Ada dengan dan . Maka . Menurut (F1), , sehingga genap.
6.2.14. Strategi: buka definisi ganjil, kuadratkan, lalu bentuk dengan bulat. Ambil sebarang yang ganjil. Ada dengan . Maka . Menurut (F1), , sehingga ganjil menurut Definisi 6.2.1. Bukti ini menyimpulkan "ganjil" langsung dari definisinya. Bukti ini tidak memakai, dan tidak memerlukan, fakta bahwa ganjil berarti tidak genap.
6.2.15. Strategi: dua saksi, lalu faktorkan keluar. Ambil sebarang dengan dan , dan ambil sebarang. Ada dengan dan . Maka . Menurut (F1), , sehingga . Jika , hipotesis memaksa , sehingga , dan kesimpulan benar. Bukti di atas sudah mencakup kasus ini karena tidak memuat pembagian.
6.2.16. Strategi: cari anggota domain tempat ekspresi tak bermakna, lalu buka definisi lewat saksi. Argumen itu memakai , yang tidak terdefinisi untuk . Ambil , , dan . Hipotesis benar dengan saksi , dan kesimpulan juga benar. Namun baris " bulat" berbunyi " bulat", yang tidak bermakna. Jadi argumen tersebut tidak mencakup seluruh domain klaim. Selain itu, " bulat" bukan definisi . Bukti yang benar. Ambil sebarang dengan . Ada dengan . Maka , dan menurut (F1), . Jadi .
6.2.17. Strategi: buka definisi dan dengan , , lalu terapkan Lema 6.2.10 langkah demi langkah. (a) Menurut lema, dengan . Bilangan rasional dan tidak nol. Bagian (2) lema, dengan pembilang , penyebut , serta , memberi
Pembilang menurut (F1). Penyebut dan karena , , , menurut (F3). Jadi . (b) Misalkan . Menurut bagian (2) lema, . Bagian (1) lema memberi , dengan , lalu
dengan dan . Karena , bagian (2) lema dengan dan memberi
Pembilang . Penyebut dan karena , , dan masing-masing tidak nol, menurut (F3) yang diterapkan dua kali. Jadi .
6.2.18. Strategi: kesamaan himpunan dibuktikan dengan dua inklusi. Hipotesis hanya diperlukan pada salah satu arah. Ambil himpunan sebarang dan misalkan . () Ambil sebarang. Menurut definisi irisan, . () Ambil sebarang. Karena , diperoleh . Jadi dan , yaitu . Kedua inklusi berlaku, sehingga .
6.2.19. Strategi: targetnya adalah injektivitas . Ambil dua anggota dengan nilai yang sama, lalu terapkan untuk memanfaatkan hipotesis. Ambil sebarang dengan . Nilai bersama ini adalah satu anggota , dan adalah fungsi, sehingga , yaitu . Karena injektif, . Jadi injektif. Model. Fungsi dan terdefinisi pada seluruh domainnya. Komposisi injektif, karena setiap sama, yaitu . Namun padahal , sehingga tidak injektif. Jadi dari hipotesis tersebut kita hanya dapat menyimpulkan bahwa injektif, bukan bahwa injektif.
6.2.20. Strategi: susun ulang saksi; untuk konvers, cari dengan lalu tunjukkan tidak ada dengan . Bukti implikasi. Ambil sebarang dengan . Ada dengan , dan menurut (F1). Jadi . Konvers. Konversnya berbunyi "untuk setiap , jika maka ". Ambil . Hipotesis terpenuhi karena dengan . Untuk kesimpulan, ambil sebarang. Menurut (F4), atau . Pada kasus pertama , dan pada kasus kedua . Jadi untuk setiap , sehingga . Dengan demikian, membantah konvers tersebut.
6.2.21. Strategi: nilai tiap bagian sebagai pernyataan logis tersendiri. Bagian pertama tidak sah. Status konvers suatu teorema tidak menentukan status konvers teorema lain. Setiap konvers adalah pernyataan tersendiri yang harus dibuktikan atau dibantah sendiri. Konvers Teorema 6.2.5 bahkan benar, dan buktinya diberikan di Unit 6.3. Bagian kedua juga tidak sah. Empat nilai hanya memeriksa empat anggota domain tak hingga dan tidak menyentuh, misalnya, . Teorema 6.2.5 terbukti oleh argumen tentang sebarang dengan saksi , bukan oleh daftar contoh.
Transisi ke Unit 6.3
Pembuktian langsung bekerja baik ketika hipotesis dapat dibuka menjadi saksi yang dapat diolah. Dua klaim berikut menunjukkan situasi ketika metode tidak langsung lebih mudah diterapkan.
- "Jika genap maka genap." Membuka hipotesis memberi . Dari persamaan ini tidak tampak cara menyusun dengan ; menulis tidak menyediakan saksi semacam itu.
- "Jika dan , maka irasional." Hipotesis " irasional" bersifat negatif: tidak ada dengan yang memenuhi . Akibatnya, tidak ada saksi yang dapat dibuka.
Untuk klaim seperti ini, lebih mudah bekerja dengan negasi kesimpulan. Unit 6.3 membahas dua metode yang melakukan hal itu, yaitu kontraposisi dan kontradiksi. Lema 6.2.10, khususnya penutupan terhadap pengurangan dan pembagian oleh bilangan rasional tidak nol, akan menjadi alat utama dalam bukti-bukti tersebut.
6.3 Pembuktian dengan Kontradiksi dan Kontraposisi
Motivasi
Perhatikan pernyataan berikut: untuk setiap bilangan bulat , jika genap maka genap. Pembuktian langsung dimulai dengan menulis untuk suatu , lalu mencari dengan . Langkah berikutnya tidak tampak. Persamaan tidak memberi cara yang sah untuk "mengambil akar" dan memperoleh saksi bagi . Arah sebaliknya jauh lebih mudah. Jika kita mengetahui bentuk , misalnya , kita cukup mengkuadratkannya. Jadi informasi tentang mudah dibawa ke , sedangkan informasi tentang sulit dibawa kembali ke .
Kesulitan serupa muncul pada sifat yang dirumuskan secara negatif. Bilangan real disebut irasional bila , yaitu bila tidak ada bilangan bulat dengan dan . Sifat negatif seperti ini, baik sebagai hipotesis maupun sebagai sasaran, tidak memberi persamaan apa pun untuk diolah. Tidak ada saksi yang dapat dibuka seperti pada definisi genap. Sebaliknya, pengandaian bahwa representasi ada langsung memberi persamaan konkret, dan dari persamaan itu kita dapat menurunkan sesuatu yang mustahil.
Dua metode dalam subbab ini, kontraposisi dan kontradiksi, menangani situasi tersebut. Keduanya sering memakai langkah aljabar yang sama, tetapi struktur asumsi dan sasarannya berbeda. Perbedaan inilah yang harus terbaca dalam setiap bukti.
Struktur logis kedua metode
Definisi 6.3.1 (Konvers, invers, kontrapositif). Untuk implikasi :
- konversnya adalah ;
- inversnya adalah ;
- kontrapositifnya adalah .
Proposisi 6.3.2. Implikasi ekuivalen logis dengan kontrapositifnya .
Bukti. Dalam logika proposisional klasik, implikasi salah tepat ketika benar dan salah. Implikasi salah tepat ketika benar dan salah, yaitu ketika salah dan benar. Kedua implikasi salah pada keadaan yang sama persis dan benar pada semua keadaan lain. Jadi nilai kebenarannya selalu sama.
Konvers dan invers adalah kontrapositif satu sama lain. Dengan Proposisi 6.3.2, keduanya ekuivalen satu sama lain, tetapi tidak selalu ekuivalen dengan implikasi semula. Contohnya, untuk , "jika maka genap" benar (Subbab 6.2), sedangkan konversnya "jika genap maka " dibantah oleh (lihat Latihan 6.3.14).
Untuk pernyataan berkuantor, ekuivalensi itu berlaku titik demi titik dengan domain yang sama:
Yang dinegasikan hanyalah dan . Syarat tidak ikut dinegasikan.
Skema kontraposisi. Untuk membuktikan :
Ambil sebarang. Andaikan . [Langkah-langkah sah.] Maka .
Ini adalah bukti langsung untuk kontrapositif. Sasarannya spesifik, yaitu pernyataan .
Proposisi 6.3.3 (Dasar pembuktian dengan kontradiksi). Jika dari asumsi dan dapat diturunkan secara sah suatu pernyataan beserta negasinya , maka benar.
Bukti. Andaikan salah. Maka benar dan salah, sehingga dan keduanya benar. Karena setiap langkah penurunan sah, semua yang diturunkan dari asumsi benar juga benar. Akibatnya dan keduanya benar, padahal itu mustahil. Dalam logika klasik, setiap pernyataan bernilai benar atau salah, sehingga benar.
Skema kontradiksi. Untuk membuktikan :
Ambil sebarang dengan . Andaikan . [Langkah-langkah sah.] Diperoleh dan , suatu kontradiksi. Jadi .
Untuk membuktikan pernyataan yang tidak berbentuk implikasi, kita mengandaikan dan menurunkan kontradiksi. Kesimpulan kemudian diperoleh dengan alasan klasik yang sama.
| Kontraposisi | Kontradiksi | |
|---|---|---|
| Asumsi kerja | saja | dan |
| Sasaran | pernyataan tertentu, | pasangan apa pun dan |
| Status asumsi setelah selesai | asumsi dilepas saat membentuk implikasi; terbukti , lalu oleh Proposisi 6.3.2 | pengandaian ditolak sehingga diperoleh ; hipotesis lalu dilepas sehingga terbukti |
| Domain | tetap | tetap |
Dua catatan struktur:
- Jika dalam bukti dengan kontradiksi kita menurunkan dari tanpa menggunakan hipotesis , lalu mempertentangkannya dengan , maka penurunan tersebut sudah merupakan bukti kontrapositif. Syarat tidak menggunakan penting: munculnya kontradiksi terhadap hipotesis saja belum menunjukkan bahwa hipotesis itu dapat dihapus dari penurunan. Bukti tersebut sah, tetapi biasanya lebih jernih bila ditulis ulang sebagai kontraposisi.
- Semua pernyataan yang diturunkan di dalam blok "andaikan " bersifat hipotetis. Setelah asumsi dilepas, pernyataan yang masih bergantung padanya tidak boleh dipakai sebagai fakta tanpa pembenaran independen. Pernyataan yang juga telah diturunkan dari premis yang tetap berlaku dapat dipakai berdasarkan pembenaran independen tersebut.
Paritas: kontraposisi dan kontradiksi pada contoh yang sama
Definisi genap dan ganjil mengikuti Definisi 6.2.1: bilangan genap bila terdapat dengan . Kita sebut ganjil bila terdapat dengan . Perhatikan bahwa "tidak genap" dan "ganjil" adalah dua pernyataan yang berbeda secara definisi. Hubungan keduanya harus dibuktikan dan tidak boleh diandaikan.
Hasil pinjaman (pembagian Euclid, Teorema 4.3.9). Untuk setiap terdapat tepat satu pasangan dengan dan . Jadi .
Lema 6.3.4 (Genap dan ganjil saling lepas dan mencakup ). Setiap memenuhi tepat satu dari dua sifat berikut: genap atau ganjil. Khususnya, untuk : (a) jika tidak genap, maka ganjil; (b) jika ganjil, maka tidak genap.
Bukti. Ambil sebarang. Menurut pembagian Euclidean, terdapat dengan dan .
Paling sedikit satu. Jika , maka dengan saksi , sehingga genap. Jika , maka dengan saksi , sehingga ganjil.
Tidak keduanya. Andaikan genap dan ganjil sekaligus, yaitu dan untuk suatu . Maka dan adalah dua pasangan yang memenuhi dengan . Ketunggalan pasangan memberi , sehingga . Ini kontradiksi.
Untuk (a): bila tidak genap, kasus tidak mungkin terjadi karena kasus itu membuat genap. Jadi dan ganjil. Pernyataan (b) adalah bagian "tidak keduanya".
Lema ini berlaku untuk semua bilangan bulat, termasuk bilangan negatif. Misalnya , sehingga ganjil dengan saksi . Ganjil tidak berarti positif.
Teorema 6.3.5. Untuk setiap , jika genap maka genap.
Strategi. Kontrapositifnya adalah: untuk setiap , jika tidak genap maka tidak genap. Hipotesis kontrapositif ini memberi bentuk eksplisit bagi melalui Lema 6.3.4, dan bentuk itu mudah dikuadratkan.
Bukti (kontraposisi). Ambil sebarang dan andaikan tidak genap. Menurut Lema 6.3.4(a), ganjil, sehingga terdapat dengan . Maka
Bilangan adalah bilangan bulat karena tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian. Jadi ganjil dengan saksi . Menurut Lema 6.3.4(b), tidak genap. Dengan demikian kontrapositifnya terbukti, dan menurut Proposisi 6.3.2 teorema terbukti.
Pemeriksaan satu kasus negatif, yang bukan bagian dari bukti: untuk kita punya , sehingga dan .
Contoh 6.3.6 (Teorema 6.3.5 dengan kontradiksi). Untuk membandingkan struktur, berikut bukti dengan kontradiksi untuk teorema yang sama.
Ambil sebarang dengan genap, lalu andaikan tidak genap. Seperti sebelumnya, untuk suatu dan , sehingga ganjil. Sekarang genap (hipotesis) dan ganjil (hasil turunan). Ini bertentangan dengan bagian "tidak keduanya" pada Lema 6.3.4. Di sini adalah " genap" dan diperoleh dari Lema 6.3.4(b). Jadi pengandaian salah, dan genap.
Langkah aljabarnya identik dengan bukti kontraposisi. Yang berbeda adalah asumsinya: bukti ini memakai hipotesis " genap" sejak awal dan menutup argumen dengan kontradiksi. Karena penurunan bahwa kuadratnya ganjil hanya memakai asumsi bahwa n tidak genap, tanpa memakai hipotesis bahwa kuadratnya genap, kita berada dalam situasi catatan 1 di atas. Versi kontraposisi lebih ringkas.
Bilangan rasional dan irasional
Kita meminjam hal-hal berikut sebagai bahan contoh:
- inklusi ;
- operasi medan dan urutan pada ;
- fakta bahwa operasi pada sama dengan operasi yang dibatasi pada ;
- fakta bahwa tidak memiliki pembagi nol.
Konstruksi sistem bilangan ini bukan tugas bab ini. Notasi berarti dan , dan bilangan seperti ini disebut irasional.
Lema penutupan (Lema 6.2.10). Jika , maka . Jika selain itu , maka . Kita juga memakai fakta sederhana bahwa setiap rasional karena . Khususnya .
Teorema 6.3.7 (Rasional ditambah irasional). Untuk setiap dan setiap , berlaku .
Strategi. Kesimpulan "" terdiri atas dua bagian. Bagian positif, , diperoleh langsung dari penutupan . Bagian negatif, , ditangani dengan kontradiksi.
Bukti. Ambil dan sebarang. Karena dan , penutupan terhadap penjumlahan memberi .
Andaikan , dan tulis . Dengan menambahkan pada kedua ruas di , diperoleh . Karena , penutupan terhadap pengurangan memberi , sehingga . Ini bertentangan dengan . Jadi , dan bersama bagian pertama, .
Teorema ini tidak memerlukan syarat . Untuk , kesimpulannya hanya mengatakan bahwa irasional. Tidak ada rasional dan irasional yang jumlahnya rasional. Rumusan "jumlah bilangan rasional dan irasional bisa rasional atau irasional" adalah salah. Yang memang dapat menghasilkan kedua jenis adalah jumlah dua bilangan irasional (Proposisi 6.3.11).
Teorema 6.3.8 (Rasional tak nol dikali irasional). Untuk setiap dan setiap , berlaku .
Bukti. Ambil dan sebarang. Penutupan terhadap perkalian memberi .
Andaikan , dan tulis . Karena , mempunyai kebalikan di . Dengan mengalikan kedua ruas dengan , diperoleh . Karena dan dengan , penutupan terhadap pembagian oleh rasional tak nol memberi . Jadi , bertentangan dengan . Dengan demikian .
Syarat tidak dapat dihapus. Untuk dan irasional apa pun, . Dalam bukti, syarat ini dipakai tepat pada langkah pembagian dengan . Langkah itu tidak boleh dilakukan sebelum diketahui.
Korolari 6.3.9. Jika , maka .
Bukti. Kita punya dan . Terapkan Teorema 6.3.8 dengan .
Contoh 6.3.10 (Bentuk affine konkret). Misalkan . Kita tunjukkan bahwa dengan dua cara.
Lewat teorema. Karena , Teorema 6.3.8 memberi . Karena , Teorema 6.3.7 yang diterapkan pada dan bilangan irasional memberi .
Langsung dengan kontradiksi. Bilangan berada di menurut penutupan . Andaikan . Maka . Karena , diperoleh . Kita punya karena dan tertutup terhadap penjumlahan. Selanjutnya karena dan . Jadi , kontradiksi.
Sebagai pembanding, bentuk rasional. Koefisien tak nol pada adalah syarat yang benar-benar diperlukan.
Proposisi 6.3.11 (Jumlah dua irasional tidak mempunyai jenis tetap). Misalkan . (a) Bilangan dan keduanya irasional, dan . (b) Bilangan dan keduanya irasional, dan .
Bukti. (a) Bilangan irasional menurut Korolari 6.3.9. Jumlahnya , dan .
(b) Bilangan irasional menurut Teorema 6.3.7 dengan . Jumlahnya berada di menurut penutupan . Andaikan . Maka . Karena , diperoleh . Kita punya (penutupan terhadap pengurangan, dengan ) dan (pembagian oleh ). Jadi , kontradiksi. Dengan demikian .
Status logis. Proposisi 6.3.11 bersifat kondisional: proposisi ini menyatakan apa yang terjadi bila suatu bilangan irasional diberikan. Proposisi ini tidak membuktikan bahwa bilangan irasional ada. Pada titik ini, keberadaan sekurang-kurangnya satu bilangan irasional kita pinjam sebagai fakta tentang . Bukti bahwa irasional dijadwalkan pada Bab 8, dan tidak diandaikan di sini. Dengan pinjaman itu, Proposisi 6.3.11 menunjukkan bahwa klaim "jumlah dua irasional selalu rasional" dan klaim "jumlah dua irasional selalu irasional" keduanya salah. Bentuk logis bantahan semacam ini, yaitu kontra-contoh, dibahas secara lengkap di Subbab 6.4.
Contoh 6.3.12 (Kuantor di dalam pengandaian). Kita buktikan bahwa tidak ada bilangan rasional positif terkecil. Dalam simbol, pernyataan yang dibuktikan adalah
Bukti. Andaikan negasinya benar, yaitu terdapat dengan dan untuk setiap yang positif.
Pengandaian ini memberi kita satu bilangan tertentu, yang tidak kita pilih. Bagian universalnya memberi kebebasan memilih apa pun di yang positif. Pilih . Bilangan ini rasional karena dan , dan positif karena (sifat urutan yang dipinjam). Bagian universal memberi . Dengan mengurangkan dari kedua ruas, diperoleh , sehingga . Ini bertentangan dengan .
Perhatikan asimetrinya. Kuantor eksistensial dalam pengandaian menghasilkan objek tetap , sedangkan kuantor universal dalam pengandaian adalah alat yang boleh kita terapkan pada objek pilihan kita. Domain dipertahankan di kedua kuantor. Yang dinegasikan adalah keseluruhan klaim eksistensial, bukan syarat keanggotaan .
Kesalahan umum
- Membuktikan konvers atau invers. Membuktikan "jika genap maka genap" tidak membuktikan Teorema 6.3.5. Itu konversnya, dan kebetulan juga benar. Kontraposisi selalu menukar dan menegasikan kedua bagian.
- Negasi yang membuang domain. Untuk yang tetap, negasi dari ", " adalah ", ". Negasinya bukan ", ..." dan juga bukan ", ".
- "Tidak genap berarti ganjil" tanpa dasar. Kedua sifat didefinisikan secara terpisah. Hubungan keduanya adalah isi Lema 6.3.4 dan bergantung pada pembagian Euclidean.
- Menerapkan penutupan pada bilangan yang belum diketahui rasional. Dari tidak dapat disimpulkan bahwa rasional bila irasional (Latihan 6.3.20).
- Membagi sebelum memeriksa pembagi. Pada Teorema 6.3.8, langkah hanya sah setelah dipakai.
- Kontradiksi semu. Kontradiksi berarti diperolehnya suatu dan secara sah. Masing-masing harus berasal dari hipotesis, pengandaian , definisi, hasil yang sudah terbukti, atau langkah sah dari semua itu. Pertentangan dengan dugaan atau intuisi yang belum dibuktikan belum merupakan kontradiksi yang sah. Contoh numerik dapat dipakai bila semua hipotesisnya terpenuhi; bahkan kesamaan numerik yang mustahil dapat menjadi kontradiksi bila diturunkan secara sah. Menurunkan dari pengandaian juga bukan kontradiksi, karena itu hanya mengulang pengandaian. Mengandaikan kesimpulan lalu "memeriksa" bahwa tidak muncul pertentangan bukanlah bukti.
- Membawa keluar fakta hipotetis. Kesimpulan yang pembenarannya masih bergantung pada pengandaian tidak boleh dibawa keluar setelah pengandaian itu dilepas, kecuali tersedia pembenaran independen dari premis yang tetap berlaku.
Latihan
Latihan 6.3.13–6.3.14 bersifat dasar, 6.3.15–6.3.17 menengah, dan 6.3.18–6.3.20 lanjut.
Latihan 6.3.13 (Memilih metode). Buktikan bahwa untuk setiap , jika ganjil maka ganjil. Jelaskan mengapa metode yang Anda pilih cocok.
Latihan 6.3.14 (Konvers, invers, kontrapositif). Untuk , misalkan : "" dan : " genap". Tuliskan konvers, invers, dan kontrapositif dari . Tentukan nilai kebenaran masing-masing beserta bukti atau kontra-contohnya.
Latihan 6.3.15 (Bentuk affine umum). Buktikan dengan kontradiksi, tanpa mengutip Teorema 6.3.7 maupun 6.3.8, bahwa untuk setiap , , dan , berlaku .
Latihan 6.3.16 (Kasus ). (a) Apakah pernyataan Latihan 6.3.15 tetap benar bila syarat dihapus? (b) Langkah mana dalam bukti yang gagal? (c) Buktikan bahwa untuk , setiap , dan setiap , berlaku .
Latihan 6.3.17 (Negasi kuantor dalam kontradiksi). Teorema 6.3.7 berbentuk (bagian keanggotaan di telah diperoleh dari penutupan dalam bukti Teorema 6.3.7). (a) Mahasiswa A memulai bukti dengan "Andaikan untuk setiap dan setiap berlaku ." Mengapa ini bukan negasi yang tepat? (b) Mahasiswa B menulis "Andaikan terdapat dan dengan ." Apa kesalahannya? (c) Tuliskan negasi yang benar, lalu tunjukkan kontradiksi yang tepat.
Latihan 6.3.18 (Melengkapi penutupan yang hilang). Seorang mahasiswa menulis: "Andaikan rasional. Maka rasional, kontradiksi." Lengkapi argumen ini menjadi bukti utuh bahwa untuk dan , berlaku . Tunjukkan secara eksplisit, dengan pecahan, mengapa .
Latihan 6.3.19 (Kebalikan irasional). Buktikan bahwa jika , maka terdefinisi dan .
Latihan 6.3.20 (Mendeteksi bukti keliru). Periksa "bukti" berikut.
"Teorema". Jumlah dua bilangan irasional selalu irasional. "Bukti". Andaikan irasional dan . Maka . Karena tertutup terhadap pengurangan, , sehingga , kontradiksi.
Tunjukkan langkah yang tidak sah dan jelaskan status klaim tersebut.
Pembahasan
6.3.13. Hipotesis " ganjil" memberi , dan bentuk ini sulit dibawa kembali ke . Seperti pada Teorema 6.3.5, kontraposisi lebih alami. Kontrapositifnya adalah: jika tidak ganjil, maka tidak ganjil.
Ambil sebarang yang tidak ganjil. Menurut Lema 6.3.4, memenuhi paling sedikit salah satu dari genap atau ganjil. Karena tidak ganjil, genap, sehingga untuk suatu . Maka dengan , sehingga genap. Menurut bagian "tidak keduanya" pada Lema 6.3.4, tidak ganjil. Kontrapositif terbukti, sehingga pernyataan semula terbukti menurut Proposisi 6.3.2.
6.3.14.
- Semula, genap: benar. Jika dengan , maka dengan .
- Kontrapositif, tidak genap : benar, karena ekuivalen dengan pernyataan semula (Proposisi 6.3.2).
- Konvers, genap : salah. Ambil . Maka dan , jadi hipotesis dipenuhi. Andaikan , yaitu untuk suatu . Setiap memenuhi atau (sifat urutan yang dipinjam). Jika , maka . Jika , maka . Kedua kasus mustahil, sehingga dan kesimpulan gagal.
- Invers, tidak genap: salah, dengan kontra-contoh yang sama. Untuk , hipotesis dipenuhi, tetapi genap.
Fakta bahwa konvers dan invers dibantah oleh kontra-contoh yang sama bukan kebetulan. Keduanya saling kontrapositif.
6.3.15. Ambil , , dan sebarang. Penutupan memberi .
Andaikan . Maka , dan karena , . Kita punya karena (penutupan terhadap pengurangan). Kemudian karena dan (penutupan terhadap pembagian oleh rasional tak nol). Jadi .
Kontradiksi yang tepat adalah dan . Jadi .
Sebagai alternatif, hasil ini dapat diperoleh dari Teorema 6.3.8, yang memberi irasional, lalu Teorema 6.3.7 dengan bilangan rasional .
6.3.16. (a) Tidak, asalkan ada bilangan irasional. Dengan keberadaan suatu yang dipinjam, ambil dan . Semua hipotesis yang tersisa dipenuhi, tetapi , sehingga kesimpulan gagal.
Seandainya kosong, pernyataan universal itu justru benar secara vakum. Inilah sebabnya pinjaman keberadaan perlu dinyatakan.
(b) Langkah yang gagal adalah , karena langkah ini membagi dengan . Untuk , persamaan menjadi dan tidak memuat informasi tentang .
(c) Untuk dan sebarang, di , sehingga .
6.3.17. (a) Negasi dari "" adalah "". Mahasiswa A tidak mengubah kuantor universal menjadi eksistensial. Pengandaiannya menuntut semua pasangan, bukan cukup satu pasangan, sehingga lebih kuat daripada negasi. Kontradiksi darinya hanya membantah pernyataan kuat itu dan tidak membuktikan teorema.
(b) Mahasiswa B menegasikan syarat domain. Bilangan tetap harus di dan tetap harus di . Yang dinegasikan hanya kesimpulan .
(c) Negasi yang benar adalah: terdapat dan dengan . Ambil saksi tersebut dan tulis . Maka menurut penutupan terhadap pengurangan. Ini bertentangan dengan , yang merupakan bagian dari syarat domain saksi .
6.3.18. Karena , pembagian terdefinisi di , dan .
Andaikan . Dengan mengalikan kedua ruas dengan , diperoleh . Tulis dan dengan serta dan . Maka
Pembilang dan penyebut adalah bilangan bulat karena tertutup terhadap perkalian. Penyebutnya juga tak nol, , karena , , dan tidak memiliki pembagi nol. Jadi , sehingga . Ini bertentangan dengan .
Bukti mahasiswa itu kehilangan tiga hal: alasan terdefinisi, alasan pecahan sah, dan penunjukan kontradiksi yang tepat. Sebagai alternatif, . Bilangan rasional menurut penutupan terhadap pembagian, karena dan . Bilangan itu juga tak nol karena . Jadi , lalu Teorema 6.3.8 dapat diterapkan.
6.3.19. Karena dan , kita punya . Jadi terdefinisi di . Syarat ini tidak perlu ditambahkan sebagai hipotesis karena sudah termuat dalam irasionalitas .
Andaikan . Maka . Jika , diperoleh , mustahil, sehingga . Dengan membagi oleh , diperoleh . Bilangan ini rasional karena dan . Secara eksplisit, jika dengan dan , maka karena , dan dengan . Jadi , kontradiksi. Dengan demikian .
6.3.20. Langkah "" tidak sah. Penutupan terhadap pengurangan hanya berlaku bila kedua operan rasional, sedangkan irasional. Bahkan irasional menurut Korolari 6.3.9 dan Teorema 6.3.7. Jadi argumen ini tidak menghasilkan kontradiksi apa pun.
Klaim itu sendiri salah begitu ada satu bilangan irasional , yang keberadaannya dipinjam. Menurut Proposisi 6.3.11(a), dan keduanya irasional, tetapi jumlahnya . Klaim kebalikannya, "jumlah dua irasional selalu rasional", juga salah menurut Proposisi 6.3.11(b).
Transisi ke 6.4
Proposisi 6.3.11 meninggalkan dua pertanyaan. Pertama, hasilnya kondisional pada adanya bilangan irasional: pernyataan "terdapat " adalah klaim eksistensial yang memerlukan buktinya sendiri. Kedua, bantahan terhadap "jumlah dua irasional selalu irasional" bertumpu pada satu pasangan yang memenuhi hipotesis tetapi menggagalkan kesimpulan, yaitu sebuah kontra-contoh. Di sini kontra-contoh itu bersyarat pada bilangan irasional yang keberadaannya dipinjam. Subbab 6.4 menjadikan bentuk-bentuk ini objek kajian: bagaimana membuktikan eksistensi dan ketunggalan secara umum, dan apa yang harus diperiksa agar sebuah contoh sah sebagai kontra-contoh bagi pernyataan universal. Keberadaan bilangan irasional tertentu tetap ditunda sampai bukti di Bab 8.
6.4 Pembuktian Eksistensi dan Kontra-Contoh (Counterexample)
Motivasi
Pada Unit 6.2 dan 6.3, sasaran bukti hampir selalu berbentuk universal: untuk setiap objek yang memenuhi hipotesis, kesimpulan tertentu berlaku. Banyak pernyataan matematika berbentuk lain. Pernyataan "persamaan ini mempunyai solusi" menuntut eksistensi objek yang memenuhi persamaan. Pernyataan "persamaan ini mempunyai tepat satu solusi" menuntut tambahan: tidak ada dua solusi yang berbeda. Sebaliknya, untuk menolak klaim universal, cukup satu objek dalam domain yang memenuhi semua hipotesis tetapi menggagalkan kesimpulan.
Unit ini membahas tiga pekerjaan tersebut: membuktikan eksistensi, membuktikan keunikan, dan menyusun kontra-contoh. Ketiganya bergantung pada pembacaan kuantor dan domain yang tepat. Kesalahan kecil dapat membuat seluruh argumen gugur, misalnya calon solusi yang ternyata di luar domain atau kontra-contoh yang tidak memenuhi hipotesis.
Tiga bentuk kuantor
Misalkan suatu himpunan dan suatu sifat untuk .
- : setiap anggota memenuhi .
- : sekurang-kurangnya satu anggota memenuhi .
- : tepat satu anggota memenuhi .
Bentuk ketiga merupakan gabungan dua klaim yang berbeda.
Definisi 6.4.1 (eksistensi tunggal). Pernyataan berarti
Konjung pertama adalah eksistensi. Konjung kedua adalah paling banyak satu (keunikan).
Menurut definisi ini, membuktikan berarti membuktikan dua hal secara terpisah. Dengan aturan negasi Unit 6.1, negasinya adalah
Jadi gagal bila tidak ada saksi sama sekali, atau bila ada dua saksi yang berbeda.
Konjung "paling banyak satu" tidak memuat eksistensi. Konjung ini dapat benar secara vakum.
Contoh 6.4.2 (paling banyak satu tanpa eksistensi). Ambil dan : . Menurut sifat urutan yang dipinjam, untuk setiap . Jadi . Akibatnya, untuk sebarang , hipotesis salah, sehingga implikasi benar. Klaim "paling banyak satu" benar. Namun salah karena konjung eksistensinya salah. Bukti keunikan saja tidak pernah cukup untuk menyimpulkan "tepat satu".
Eksistensi konstruktif: calon, domain, substitusi
Bukti konstruktif untuk memuat tiga langkah yang perlu dituliskan terpisah.
- Konstruksi calon. Sebutkan objek secara eksplisit, biasanya dinyatakan dengan data yang diberikan.
- Pemeriksaan domain. Tunjukkan . Langkah ini mencakup syarat tersembunyi, misalnya pembagi tidak nol dan ketertutupan operasi dalam domain.
- Substitusi. Tunjukkan bahwa benar dengan perhitungan langsung.
Calon biasanya ditemukan melalui analisis: kita mengandaikan solusi sudah ada, lalu memanipulasinya. Analisis semacam itu membuktikan implikasi "jika solusi, maka berbentuk tertentu". Implikasi ini tidak membuktikan bahwa bentuk tersebut memang solusi. Implikasi ini juga tidak membuktikan bahwa bentuk tersebut berada dalam domain. Karena itu langkah 2 dan 3 tetap wajib.
Eksistensi melalui kontradiksi
Dalam logika klasik, juga dapat dibuktikan dengan mengandaikan negasinya, yaitu , lalu menurunkan kontradiksi. Yang dinegasikan adalah seluruh klaim eksistensial. Mengandaikan bahwa satu calon tertentu gagal tidak cukup. Kegagalan satu calon tidak bertentangan dengan adanya calon lain.
Proposisi 6.4.3. Misalkan dan . Maka terdapat dengan .
Strategi. Negasikan klaim eksistensial secara utuh, lalu jumlahkan ketaksamaannya.
Bukti. Andaikan tidak ada dengan , yaitu . Menurut trikotomi urutan (dipinjam), setara dengan . Jadi dan . Karena urutan kompatibel dengan penjumlahan, . Ini bertentangan dengan hipotesis . Jadi pengandaian salah, dan terdapat dengan .
Bukti ini tidak menyebutkan apakah saksinya atau . Bukti ini hanya menyatakan bahwa keduanya tidak mungkin sama-sama gagal. Hipotesis dipertahankan selama bukti. Yang dinegasikan hanya kesimpulannya.
Teorema utama: persamaan linear
Teorema 6.4.4. Untuk setiap terdapat tepat satu dengan .
Analisis (bukan bukti). Jika , maka , sehingga . Langkah ini hanya menunjukkan bahwa setiap solusi, jika ada, sama dengan . Langkah ini belum menunjukkan bahwa adalah bilangan real yang benar-benar memenuhi persamaan. Analisis memberi calon. Bukti di bawah memeriksa calon tersebut.
Strategi. Menurut Definisi 6.4.1, buktikan secara terpisah eksistensi (konstruksi, domain, substitusi) dan keunikan (dua saksi sebarang adalah sama).
Bukti. Ambil sebarang.
Konstruksi calon. Tetapkan .
Pemeriksaan domain. Karena tertutup atas pengurangan, . Karena , invers ada di menurut sifat medan. Jadi .
Substitusi.
Jadi memenuhi persamaan, dan eksistensi terbukti.
Keunikan. Misalkan sebarang dengan dan . Maka . Dengan mengurangkan dari kedua ruas, diperoleh , sehingga . Di tidak ada pembagi nol. Karena , haruslah , yaitu .
Eksistensi dan keunikan sama-sama berlaku. Jadi terdapat tepat satu dengan . Karena sebarang, klaim berlaku untuk setiap .
Bagian keunikan tidak memakai rumus . Bagian itu hanya memakai dua saksi sebarang, sehingga argumennya tidak bergantung pada siapa saksinya.
Variasi: persamaan di
Jika koefisien diganti parameter, status eksistensi dan keunikan bergantung pada parameter tersebut.
Proposisi 6.4.5. Misalkan , dan tinjau persamaan dengan .
- Jika , terdapat tepat satu solusi, yaitu .
- Jika dan , setiap adalah solusi. Solusi ada, tetapi tidak tunggal.
- Jika dan , tidak ada solusi.
Ketiga kasus ini saling lepas dan mencakup semua kemungkinan. Berlaku atau . Bila , berlaku atau .
Strategi. Pisahkan kasus menurut . Pada kasus , ulangi pola Teorema 6.4.4. Pada kasus , ruas kiri tidak bergantung pada .
Bukti.
(1) Domain: dan , sehingga ada dan . Substitusi: . Keunikan: jika , maka . Karena dan tidak ada pembagi nol, .
(2) Untuk setiap , . Jadi setiap bilangan real adalah solusi. Khususnya, dan keduanya solusi, dan . Pasangan ini adalah saksi bagi disjung kedua dalam negasi , sehingga solusi tidak tunggal.
(3) Untuk setiap , . Jadi tidak ada yang merupakan solusi.
Pada kasus (3), pernyataan "setiap dua solusi adalah sama" benar secara vakum, seperti pada Contoh 6.4.2. Meskipun begitu, persamaan tidak mempunyai tepat satu solusi. Kasus (2) dan (3) juga menjelaskan mengapa bukti kasus (1) harus memakai secara eksplisit. Tanpa syarat itu, invers tidak tersedia. Dari juga tidak dapat disimpulkan , karena untuk kesamaan itu berlaku untuk sebarang .
Mengganti domain: di
Teorema 6.4.4 menyebut domain untuk maupun . Jika domain diganti, klaimnya juga berubah.
Proposisi 6.4.6. Misalkan . Persamaan mempunyai solusi jika dan hanya jika . Bila solusi bulat ada, solusi itu tunggal.
Strategi. Arah membaca saksi keterbagian dari solusi. Arah membangun calon dari saksi keterbagian, bukan dari rumus real . Keunikan diperoleh seperti pada Teorema 6.4.4.
Bukti.
() Misalkan memenuhi . Maka dengan sebagai saksi, sehingga .
() Misalkan . Menurut definisi keterbagian, terdapat dengan . Calon: . Domain: karena diberikan sebagai saksi keterbagian. Substitusi: .
Keunikan. Jika keduanya solusi, maka . Karena tidak mempunyai pembagi nol dan , berlaku . Sebagai alternatif, dan juga solusi real, sehingga keunikan mengikuti Teorema 6.4.4.
Calon di atas diperoleh dari saksi keterbagian, bukan dari rumus . Rumus itu selalu menghasilkan bilangan real, tetapi belum tentu bilangan bulat.
Korolari 6.4.7. Persamaan tidak mempunyai solusi .
Bukti. Menurut arah Proposisi 6.4.6, cukup ditunjukkan , yaitu tidak ada dengan . Ambil sebarang. Jika , maka . Jika , maka . Kedua kasus ini mencakup semua karena tidak ada bilangan bulat di antara dan (sifat urutan yang dipinjam). Jadi .
Solusi real tetap ada menurut Teorema 6.4.4, tetapi bilangan itu bukan bilangan bulat. Jadi pernyataan "untuk setiap terdapat tepat satu dengan " salah, dengan sebagai saksinya. Teorema 6.4.4 tetap benar. Domain harus disebut lengkap sebelum sebuah teorema dinyatakan.
Kontra-contoh
Banyak klaim universal berbentuk . Menurut Unit 6.1, negasinya adalah
Pengamatan 6.4.8 (syarat kontra-contoh). Sebuah objek adalah kontra-contoh bagi tepat bila ketiga syarat berikut dipenuhi:
- ;
- benar, yaitu semua hipotesis terpenuhi;
- salah.
Argumen kontra-contoh yang lengkap memeriksa ketiga syarat itu secara eksplisit. Objek yang gagal pada syarat 1 atau 2 tidak membantah klaim yang sedang diperiksa. Untuk objek demikian, implikasinya justru benar, atau objek itu memang tidak dibicarakan oleh klaim.
Untuk klaim dengan beberapa variabel terkuantifikasi universal, misalnya , terapkan pengamatan ini dengan berupa hasil kali kartesius domainnya, misalnya . Dalam hal itu, berupa tripel.
Contoh 6.4.9. Klaim: untuk setiap , . Ambil . Domain: . Hipotesis: klaim tidak memuat hipotesis tambahan. Kesimpulan gagal: , sedangkan , dan . Jadi klaim ini salah.
Kesamaan tersebut benar untuk sebagian pasangan, misalnya bila . Pasangan yang memenuhi tidak menyelamatkan klaim universal, sebab satu kontra-contoh sudah cukup.
Contoh 6.4.10 (jumlah dua irasional). Klaim A: untuk setiap , . Klaim B: untuk setiap , .
Kedua klaim tidak dapat dibantah tanpa sebuah bilangan irasional. Jika kosong, keduanya benar secara vakum (Unit 6.1). Keberadaan bilangan irasional di sini dipinjam. Buktinya untuk dijadwalkan pada Bab 8. Misalkan .
- Membantah A. Menurut Korolari 6.3.9, juga irasional: jika rasional, maka rasional oleh penutupan , kontradiksi. Pasangan berada dalam domain, kedua suku irasional, dan . Jadi kesimpulan A gagal.
- Membantah B. Menurut Teorema 6.3.7 tentang jumlah bilangan rasional dan irasional, irasional. Pasangan berada dalam domain, dan jumlahnya . Jika , maka oleh penutupan (pembaginya ), kontradiksi. Jadi irasional, dan kesimpulan B gagal.
Jumlah dua irasional tidak mengikuti aturan tunggal. Hal ini berbeda dengan jumlah bilangan rasional dan irasional, yang selalu irasional (Unit 6.3).
Contoh 6.4.11 (domain mengubah status klaim). Klaim R: . Klaim Z: .
Klaim R salah. Ambil . Maka .
Klaim Z benar. Bilangan bukan kontra-contoh untuk klaim ini, karena dan tidak ada bilangan bulat di antara dan (dipinjam), sehingga . Buktinya sebagai berikut. Ambil sebarang. Berdasarkan fakta pinjaman yang sama, berlaku atau . Jika , maka . Jika , maka dan , sehingga .
Contoh 6.4.12 (urutan kuantor). Klaim: . Seseorang mengambil dan , lalu menghitung . Ini bukan kontra-contoh. Negasi klaim tersebut adalah . Jadi kontra-contoh harus berupa satu yang gagal untuk semua . Untuk , calon berhasil. Lebih umum, Teorema 6.4.4 menunjukkan bahwa klaim ini benar, sehingga tidak ada kontra-contoh.
Model aplikasi terbatas untuk audit keamanan
Bagian ini memakai model mainan untuk melatih penyusunan kontra-contoh terhadap klaim "integritas pesan". Model ini bukan laporan kerentanan kriptografi atau protokol nyata.
Definisi 6.4.13 (model tag modulo 2). Tetapkan
Untuk dan , definisikan sebagai sisa pembagian oleh . Pembagian dengan sisa dipinjam melalui Teorema 4.3.9; aritmetika modulo dibahas dalam Unit 4.3. Karena sisa pembagian oleh adalah atau , nilai selalu berada di .
Aturan penerimaan. Dengan kunci , penerima menerima pasangan tepat bila .
Tabel lengkap. Untuk , nilai adalah . Untuk , nilainya . Sisa pembagiannya oleh adalah sebagai berikut.
| 0 | 0 | 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 0 | 1 | 0 |
Klaim yang hendak diuji (integritas pesan dalam model).
Dalam bahasa sehari-hari: misalkan pengirim menandai , lalu pesannya diganti menjadi sementara tagnya dibiarkan. Jika penerima tetap menerima pasangan itu, klaim menyatakan bahwa pesan yang diterima sama dengan pesan asal.
Negasinya adalah
Proposisi 6.4.14. Klaim integritas pesan dalam model Definisi 6.4.13 salah. Saksinya adalah , , .
Bukti. Periksa ketiga syarat Pengamatan 6.4.8 dengan dan .
- Domain: , , dan .
- Hipotesis: pengirim menghasilkan , yaitu sisa pembagian oleh , sama dengan . Penerima mendapat pasangan . Penerima menerima pasangan ini karena , yaitu sisa pembagian oleh , sama dengan . Jadi .
- Kesimpulan gagal: .
Jadi negasi klaim terpenuhi, dan klaim salah.
Penggantian menjadi juga mempertahankan tag untuk , karena . Namun klaim berbentuk universal atas , sehingga satu nilai sudah cukup untuk membantahnya. Domain model ini berhingga, yaitu ada tripel . Karena itu, klaim universal di dalamnya dapat diperiksa menyeluruh dengan tabel. Pemeriksaan menyeluruh atas domain berhingga berbeda dengan pengujian beberapa nilai pada domain tak hingga. Untuk membantah klaim, satu saksi tetap cukup.
Batas makna hasil. Proposisi 6.4.14 hanya menyatakan bahwa aturan penerimaan dalam model ini tidak menjamin pesan yang diterima sama dengan pesan asal. Hasil ini:
- bukan definisi atau analisis keamanan kode autentikasi pesan (MAC) modern;
- bukan bukti bahwa semua skema yang memakai aritmetika modulo tidak aman;
- bukan audit atas sistem nyata mana pun.
Model ini tidak memiliki jaringan, nonce, probabilitas, batas komputasi, atau asumsi tentang kemampuan penyerang. Model protokol lain dapat dianalisis dengan cara yang sama. Ruang keadaan, aturan, kondisi awal, dan klaim harus dinyatakan lebih dahulu. Setelah itu, berikan trace yang sah langkah demi langkah. Menyebut sesuatu sebagai "serangan" tanpa rumusan seperti itu bukan pembuktian.
Kesalahan umum
- Calon tanpa verifikasi. Rumus dari analisis ("maka ") dianggap sudah membuktikan eksistensi. Pemeriksaan domain dan substitusi tetap wajib.
- Keunikan dianggap eksistensi. Pernyataan "setiap dua solusi sama" dapat benar secara vakum (Contoh 6.4.2; Proposisi 6.4.5(3)).
- Membagi tanpa syarat. Menulis tanpa memeriksa .
- Domain diganti diam-diam. Calon real dipakai sebagai solusi bulat, atau kontra-contoh real dipakai untuk klaim tentang (Korolari 6.4.7; Contoh 6.4.11).
- Kontra-contoh tidak memenuhi hipotesis. Objek yang tidak memenuhi tidak membantah .
- Urutan kuantor salah. Satu pasangan yang gagal tidak membantah klaim (Contoh 6.4.12).
- Negasi parsial dalam bukti eksistensi dengan kontradiksi. Yang diandaikan hanya "calon ini gagal", bukan "semua calon gagal".
- Makna model dilebih-lebihkan. Hasil model mainan dibaca sebagai temuan tentang sistem nyata.
Latihan
Latihan 6.4.15. Tuliskan dengan kuantor lengkap menurut Definisi 6.4.1, lalu tentukan nilai kebenarannya.
Latihan 6.4.16. Misalkan . Buktikan bahwa terdapat tepat satu dengan . Pisahkan konstruksi calon, pemeriksaan domain, substitusi, dan keunikan.
Latihan 6.4.17. Untuk , tinjau persamaan dengan . (a) Rumuskan dan buktikan syarat perlu dan cukup untuk adanya solusi bulat, beserta keunikannya. (b) Tunjukkan bahwa tidak memberi solusi bulat, padahal persamaannya mempunyai solusi real.
Latihan 6.4.18. Benar atau salah: "Untuk setiap , jika setiap dua solusi real dari sama, maka persamaan itu mempunyai tepat satu solusi real." Jika salah, berikan kontra-contoh dengan pemeriksaan lengkap, lalu perbaiki klaimnya dengan hipotesis yang cukup.
Latihan 6.4.19. Klaim: , jika genap maka . Tentukan calon mana yang merupakan kontra-contoh sah, dan jelaskan alasannya: , , , .
Latihan 6.4.20. Klaim: . (a) Berikan kontra-contoh. (b) Perbaiki klaim dengan menambah hipotesis pada sehingga klaim menjadi benar, lalu buktikan.
Latihan 6.4.21. Dalam model Definisi 6.4.13: (a) Daftarkan semua pasangan dengan sehingga penerima dengan kunci menerima . (b) Buktikan bahwa untuk setiap dan , penerima menerima jika dan hanya jika . (c) Jelaskan mengapa (b) tidak memberi kesimpulan apa pun tentang sistem autentikasi nyata.
Latihan 6.4.22. Dalam model yang sama, tuliskan negasi dari , lalu tentukan nilai kebenaran klaim tersebut. Kemudian tentukan nilai kebenaran .
Pembahasan
6.4.15. Bentuk lengkapnya adalah
Konjung pertama benar karena dan . Konjung kedua salah. Pasangan , berada di , keduanya memenuhi , tetapi . Pasangan ini menjadi saksi bagi disjung kedua dalam negasi . Jadi pernyataan tersebut salah: solusinya ada, tetapi tidak tunggal.
6.4.16. Calon: . Domain: dan , sehingga . Substitusi: . Keunikan: ambil dengan . Maka , yaitu . Karena dan , berlaku , sehingga . Karena tidak ada pembagi nol, , jadi . Domain dipakai tepat pada langkah . Tanpa langkah ini, keunikan gagal, seperti ditunjukkan Latihan 6.4.15.
6.4.17. (a) Klaim: untuk , terdapat dengan jika dan hanya jika . Bila solusi itu ada, solusinya tunggal. () Jika solusi, maka dengan saksi . () Jika untuk suatu , maka calon memenuhi . Keunikan: memberi . Karena dan tidak mempunyai pembagi nol, . (b) Untuk , berlaku . Jika , maka genap. Padahal ganjil, sedangkan genap dan ganjil saling lepas oleh ketunggalan sisa pembagian dengan (Unit 6.3, berdasarkan hasil Bab 4). Jadi tidak ada solusi bulat. Solusi realnya ada. Dengan Proposisi 6.4.5(1) untuk koefisien , suku tetap , dan ruas kanan , solusi real tunggalnya adalah . Namun , karena dan tidak ada bilangan bulat di antara dan (dipinjam).
6.4.18. Salah. Ambil , , , semuanya anggota . Hipotesis: untuk setiap , , sehingga tidak ada solusi. Akibatnya, "setiap dua solusi sama" benar secara vakum. Kesimpulan gagal: persamaan tidak mempunyai solusi, jadi tidak mempunyai tepat satu solusi. Perbaikan: "Untuk setiap dengan , persamaan mempunyai tepat satu solusi real." Pernyataan ini adalah Proposisi 6.4.5(1). Perbaikan lain yang sah adalah menambah hipotesis "persamaan mempunyai sekurang-kurangnya satu solusi". Dengan hipotesis itu, kesimpulannya langsung mengikuti Definisi 6.4.1.
6.4.19.
- sah. Domain: . Hipotesis: dengan , jadi genap. Kesimpulan gagal: andaikan dengan . Jika , maka . Jika , maka . Kedua kasus ini mencakup semua bilangan bulat karena tidak ada bilangan bulat di antara dan (dipinjam). Jadi .
- tidak sah. ganjil, jadi bukan genap (genap dan ganjil saling lepas; Lema 6.3.4). Hipotesis gagal, sehingga implikasinya benar di .
- tidak sah. dengan , jadi kesimpulan berlaku.
- tidak sah. Menurut Contoh 6.4.11, , sehingga bilangan ini berada di luar domain.
6.4.20. (a) Ambil . Maka , dan salah. Klaim ini tidak memuat hipotesis lain. (b) Klaim perbaikan: . Bukti: ambil dengan . Maka dan . Hasil kali dua bilangan positif adalah positif (dipinjam), sehingga . Jadi . Mengganti menjadi tidak cukup untuk memperbaiki klaim di , sebab tetap menjadi kontra-contoh (Contoh 6.4.11).
6.4.21. (a) Dari baris pada tabel, dan . Penerima menerima tepat bila . Pasangan dengan adalah , , , dan . (b) Menurut aturan penerimaan, penerima menerima jika dan hanya jika . Kesamaan ini berarti dan mempunyai sisa yang sama bila dibagi . Menurut hasil Bab 4 tentang kongruensi, hal ini setara dengan . Karena domainnya berhingga, kesetaraan ini juga dapat diperiksa langsung dari tabel untuk kedua nilai . Hasil (a) merupakan kasus khusus . (c) Bagian (b) adalah pernyataan tentang himpunan dan aturan dalam Definisi 6.4.13, tidak lebih. Sistem nyata mempunyai ruang kunci, fungsi tag, model penyerang, dan asumsi lain yang tidak termuat di sini. Tidak ada langkah dalam bukti yang menyentuh objek-objek tersebut.
6.4.22. Negasinya adalah . Klaim benar. Untuk , saksinya karena . Untuk , saksinya karena . Kedua saksi berada di , dan kedua anggota sudah ditangani. Klaim salah. Negasinya adalah . Negasi ini benar: menurut tabel, untuk setiap , nilai dan berbeda, sehingga salah satunya bernilai . Pada klaim pertama, saksi boleh bergantung pada . Pada klaim kedua, satu harus berlaku untuk semua . Perbedaan urutan kuantor inilah yang mengubah nilai kebenarannya.
Penutup dan arah ke Bab 7
Bab ini telah menyusun perangkat dasar pembuktian: membaca anatomi pernyataan, pembuktian langsung, kontraposisi dan kontradiksi, serta eksistensi, keunikan, dan kontra-contoh. Unit ini menunjukkan bahwa satu kontra-contoh cukup untuk meruntuhkan klaim universal. Sebaliknya, berapa pun banyaknya contoh yang berhasil, contoh-contoh itu tidak membuktikan klaim universal atas domain tak hingga. Pemeriksaan kasus demi kasus atas seluruh domain hanya mungkin bila domainnya berhingga, seperti pada model mainan di atas.
Klaim universal atas domain tak hingga tidak selalu memerlukan alat baru. Teorema 6.4.4 dan Klaim Z pada Contoh 6.4.11 dibuktikan untuk setiap anggota domain dengan metode bab ini. Namun ada klaim tentang setiap bilangan asli yang kebenarannya untuk suatu secara alami bergantung pada kasus sebelumnya, misalnya rumus jumlah . Untuk klaim seperti itu, memeriksa nilai satu per satu tidak pernah selesai, dan frasa "begitu seterusnya" bukan langkah bukti. Bab 7 membahas prinsip induksi, yang memberi dasar sah untuk menutup argumen semacam ini.
Rujukan Bab 6
[R6-1] Richard Hammack. Book of Proof, Bab 4--9, bacaan pembanding metode pembuktian. https://richardhammack.github.io/BookOfProof/
[R6-2] Mathematical Institute, University of Oxford. Deskripsi seminar Ben Green, Mathematics: the past, present and future — The Goldbach Conjecture, 16 November 2018. https://www.maths.ox.ac.uk/node/30003
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 7.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 5.