Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 5Lanjut

    Fungsi sebagai Himpunan Pasangan Berurutan

    Bab 5 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    96 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 5 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 5: Fungsi sebagai Himpunan Pasangan Berurutan

    Fungsi adalah relasi yang memenuhi totalitas dan ketunggalan, dengan domain serta kodomain yang ditetapkan. Bab ini menjelaskan bagaimana data tersebut menentukan nilai, daerah hasil, dan kesamaan fungsi. Peta maju dan peta balik kemudian memperlihatkan bagaimana fungsi bertindak pada himpunan. Injektivitas, surjektivitas, komposisi, dan invers menutup pembahasan dengan pertanyaan kapan suatu pemetaan dapat dibalik. Sepanjang bab, kasus kosong dan syarat domain diperiksa bersama kasus umum.

    5.1 Definisi Formal Grafik Fungsi

    Dalam praktik sehari-hari, fungsi sering diperkenalkan sebagai "aturan yang memasangkan setiap masukan dengan satu keluaran". Rumusan itu cukup untuk berhitung, tetapi belum cukup untuk membuktikan. Kata "aturan" tidak menjelaskan objek matematis apa yang sedang dibicarakan. Ungkapan "setiap" dan "satu" juga menyatukan dua tuntutan yang berbeda, dan bukti yang rapi harus memisahkan keduanya.

    Bab 4 telah menyediakan pasangan terurut, hasil kali Kartesius, dan relasi. Unit ini memakai bahan tersebut untuk merumuskan fungsi sebagai relasi khusus, ditambah data jenisnya. Dua sifat dari Bab 4 yang dipakai berulang kali ialah Proposisi 4.1.8 tentang keanggotaan produk dan Teorema 4.1.3 tentang kesamaan pasangan terurut:

    • untuk setiap pp, berlaku p∈A×Bp\in A\times B jika dan hanya jika ada x∈Ax\in A dan y∈By\in B dengan p=(x,y)p=(x,y);
    • (x,y)=(x′,y′)(x,y)=(x',y') jika dan hanya jika x=x′x=x' dan y=y′y=y'.

    Konstruksi pasangan terurut tidak diulang di sini, dan tidak ada argumen yang bergantung pada konstruksi tertentu. Separasi dengan parameter yang dipakai di bawah mengikuti Aksioma 3.1.9; keberadaan dan ketunggalan himpunan hasilnya dijelaskan dalam Proposisi 3.1.10.

    Grafik, totalitas, dan ketunggalan

    Definisi 5.1.1 (fungsi bertipe dan grafiknya). Misalkan AA dan BB himpunan. Sebuah fungsi f:A→Bf:A\to B terdiri atas tiga data: himpunan AA yang disebut domain, himpunan BB yang disebut kodomain, dan himpunan Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B yang disebut grafik ff. Ketiganya harus memenuhi

    ∀x∈A  ∃y∈B  ((x,y)∈Γf  ∧  ∀z∈B  ((x,z)∈Γf⇒z=y)).(F)\forall x\in A\;\exists y\in B\;\Bigl((x,y)\in\Gamma_f\;\land\;\forall z\in B\;\bigl((x,z)\in\Gamma_f\Rightarrow z=y\bigr)\Bigr).\tag{F}

    Ketiga data ini dapat ditulis sebagai (A,B,Γf)(A,B,\Gamma_f). Notasi tersebut hanya mencatat bahwa ketiganya merupakan bagian dari fungsi. Tidak ada konstruksi tripel terurut yang dipakai, dan kesamaan fungsi didefinisikan sendiri pada Definisi 5.1.6.

    Kuantor terbatas dibaca seperti pada Bab 1--2: ∀x∈A  ψ\forall x\in A\;\psi menyingkat ∀x (x∈A⇒ψ)\forall x\,(x\in A\Rightarrow\psi), dan ∃y∈B  ψ\exists y\in B\;\psi menyingkat ∃y (y∈B∧ψ)\exists y\,(y\in B\land\psi). Pembatas BB muncul dua kali dalam (F). Karena Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B, keduanya tidak mengubah isi (F) (lihat Lemma 5.1.5). Namun pada syarat serupa untuk formula sembarang, yaitu (∗\ast) dalam Teorema 5.1.9, pembatas itu bermakna dan tidak boleh dibuang.

    Syarat (F) memadatkan dua tuntutan yang lebih jelas bila dipisahkan.

    Definisi 5.1.2 (totalitas dan ketunggalan). Misalkan Γ⊆A×B\Gamma\subseteq A\times B.

    1. Γ\Gamma total pada AA jika
    ∀x∈A  ∃y∈B  (x,y)∈Γ.(T)\forall x\in A\;\exists y\in B\;(x,y)\in\Gamma.\tag{T}
    1. Γ\Gamma tunggal (atau bernilai tunggal) jika
    ∀x∈A  ∀y∈B  ∀z∈B  (((x,y)∈Γ∧(x,z)∈Γ)⇒y=z).(U)\forall x\in A\;\forall y\in B\;\forall z\in B\;\Bigl(\bigl((x,y)\in\Gamma\land(x,z)\in\Gamma\bigr)\Rightarrow y=z\Bigr).\tag{U}

    Totalitas menjamin bahwa setiap masukan mempunyai nilai. Ketunggalan menjamin bahwa masukan yang sama tidak mempunyai dua nilai berbeda. Ketunggalan tidak menuntut adanya nilai, dan totalitas tidak melarang adanya banyak nilai.

    Proposisi 5.1.3. Untuk Γ⊆A×B\Gamma\subseteq A\times B, syarat (F) berlaku jika dan hanya jika (T) dan (U) keduanya berlaku.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Andaikan (F). Ambil x∈Ax\in A. Menurut (F) ada y∈By\in B dengan (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma, sehingga (T) berlaku. Untuk (U), ambil x∈Ax\in A dan y,z∈By,z\in B dengan (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma dan (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma. Menurut (F) ada w∈Bw\in B dengan (x,w)∈Γ(x,w)\in\Gamma dan ∀u∈B ((x,u)∈Γ⇒u=w)\forall u\in B\,((x,u)\in\Gamma\Rightarrow u=w). Klausa terakhir diterapkan pada u=yu=y dan u=zu=z. Keduanya sah karena y,z∈By,z\in B, sehingga y=wy=w dan z=wz=w. Jadi y=zy=z.

    (⇐\Leftarrow) Andaikan (T) dan (U). Ambil x∈Ax\in A. Menurut (T) ada y∈By\in B dengan (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma. Untuk z∈Bz\in B dengan (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma, terapkan (U) pada x,y,zx,y,z sehingga diperoleh y=zy=z. Jadi yy memenuhi kedua konjung dalam (F). □\square

    Proposisi berikut mengkarakterisasi kegagalan syarat (F), berdasarkan Proposisi 5.1.3. Dengan logika Bab 2, negasi (T) dan negasi (U) digabungkan dengan disjungsi.

    Proposisi 5.1.4 (kegagalan menjadi grafik fungsi). Untuk Γ⊆A×B\Gamma\subseteq A\times B, syarat (F) gagal jika dan hanya jika paling sedikit satu dari dua hal berikut terjadi:

    • (gagal total) ada x∈Ax\in A sehingga untuk setiap y∈By\in B, (x,y)∉Γ(x,y)\notin\Gamma;
    • (gagal tunggal) ada x∈Ax\in A dan y,z∈By,z\in B dengan (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma, (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma, dan y≠zy\neq z.

    Bukti. Menurut Proposisi 5.1.3, ¬\neg(F) setara dengan ¬\neg((T) ∧\land (U)), yaitu ¬\neg(T) ∨\lor ¬\neg(U). Negasi kuantor terbatas (Bab 2) mengubah ¬∀x∈A ∃y∈B ψ\neg\forall x\in A\,\exists y\in B\,\psi menjadi ∃x∈A ∀y∈B ¬ψ\exists x\in A\,\forall y\in B\,\neg\psi. Negasi itu juga mengubah ¬∀x∈A ∀y∈B ∀z∈B (α⇒β)\neg\forall x\in A\,\forall y\in B\,\forall z\in B\,(\alpha\Rightarrow\beta) menjadi ∃x∈A ∃y∈B ∃z∈B (α∧¬β)\exists x\in A\,\exists y\in B\,\exists z\in B\,(\alpha\land\neg\beta). □\square

    Kedua kegagalan tidak dapat terjadi pada masukan yang sama. Gagal total di xx berarti tidak ada pasangan berkomponen pertama xx, sedangkan gagal tunggal di xx menuntut dua pasangan seperti itu. Karena itu, relasi yang gagal keduanya selalu memiliki dua saksi masukan yang berbeda. Sebuah relasi dapat gagal karena salah satunya saja atau karena keduanya.

    Notasi nilai fungsi

    Lemma 5.1.5 (nilai fungsi). Misalkan f:A→Bf:A\to B dan x∈Ax\in A. Ada tepat satu yy dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f, dan yy tersebut anggota BB. Unsur ini dinotasikan f(x)f(x). Untuk setiap objek yy,

    f(x)=y  ⟺  (x,y)∈Γf.f(x)=y\iff(x,y)\in\Gamma_f .

    Bukti. (F) memberikan y∈By\in B dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f dan ∀z∈B ((x,z)∈Γf⇒z=y)\forall z\in B\,((x,z)\in\Gamma_f\Rightarrow z=y). Andaikan (x,y′)∈Γf(x,y')\in\Gamma_f untuk suatu objek y′y'. Karena Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B, ada x0∈Ax_0\in A dan y0∈By_0\in B dengan (x,y′)=(x0,y0)(x,y')=(x_0,y_0). Sifat pasangan terurut memberi y′=y0∈By'=y_0\in B. Klausa ketunggalan dalam (F) lalu memberi y′=yy'=y. Jadi unsur itu tunggal di antara semua objek, tidak hanya di antara anggota BB. Inklusi grafik dalam A×BA\times B menyingkirkan calon di luar BB. Kesetaraan yang tersisa adalah definisi notasi f(x)f(x). □\square

    Selanjutnya, untuk x∈Ax\in A, "f(x)=yf(x)=y" menyingkat "(x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f". Kata "rumus" tidak muncul dalam Definisi 5.1.1. Grafik adalah himpunan pasangan, bukan kurva dan bukan ekspresi aljabar. Gambar kurva hanya merupakan cara melukis grafik tertentu yang bagiannya berada di R×R\mathbb R\times\mathbb R. Grafik juga tidak perlu diberikan oleh rumus aljabar; grafik pada Contoh 5.1.10 cukup ditentukan dengan mendaftar pasangannya.

    Fungsi bertipe dan kesamaannya

    Definisi 5.1.6 (kesamaan fungsi bertipe). Fungsi f:A→Bf:A\to B dan g:A′→B′g:A'\to B' sama, ditulis f=gf=g, jika A=A′A=A', B=B′B=B', dan Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g.

    Kesamaan grafik dan kesamaan fungsi bertipe adalah dua hal yang berbeda. Kesamaan fungsi menuntut kesamaan grafik, tetapi kesamaan grafik saja tidak cukup. Proposisi berikut menunjukkan bagian mana yang dapat dibaca dari grafik.

    Proposisi 5.1.7 (domain ditentukan grafik; kodomain tidak).

    1. Jika f:A→Bf:A\to B, maka untuk setiap objek xx,
    x∈A  ⟺  ∃y  (x,y)∈Γf.x\in A\iff\exists y\;(x,y)\in\Gamma_f .

    Akibatnya, jika f:A→Bf:A\to B dan g:A′→B′g:A'\to B' memenuhi Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g, maka A=A′A=A'. 2. Ada fungsi f:A→Bf:A\to B dan g:A→Cg:A\to C dengan Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g tetapi B≠CB\neq C.

    Bukti. (1) Jika x∈Ax\in A, totalitas ff memberi yy dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f. Sebaliknya, jika (x,y)∈Γf⊆A×B(x,y)\in\Gamma_f\subseteq A\times B, ada x′∈Ax'\in A dan y′∈By'\in B dengan (x,y)=(x′,y′)(x,y)=(x',y'), sehingga x=x′∈Ax=x'\in A. Untuk akibatnya, terapkan kesetaraan ini pada ff dan gg. Untuk setiap objek xx,

    x∈A  ⟺  ∃y (x,y)∈Γf  ⟺  ∃y (x,y)∈Γg  ⟺  x∈A′.x\in A\iff\exists y\,(x,y)\in\Gamma_f\iff\exists y\,(x,y)\in\Gamma_g\iff x\in A'.

    Ekstensionalitas memberi A=A′A=A'.

    (2) Ambil objek aa dan himpunan A={a}A=\{a\}, B={0}B=\{0\}, C={0,1}C=\{0,1\}, dengan Γ={(a,0)}\Gamma=\{(a,0)\}. Maka Γ⊆A×B\Gamma\subseteq A\times B dan Γ⊆A×C\Gamma\subseteq A\times C, karena a∈Aa\in A dan 0∈B⊆C0\in B\subseteq C. Satu-satunya masukan aa mempunyai nilai 00, yang termuat dalam BB maupun CC. Untuk z∈Cz\in C dengan (a,z)∈Γ(a,z)\in\Gamma berlaku (a,z)=(a,0)(a,z)=(a,0), jadi z=0z=0. Karena B⊆CB\subseteq C, hal yang sama berlaku untuk z∈Bz\in B. Dengan demikian (A,B,Γ)(A,B,\Gamma) dan (A,C,Γ)(A,C,\Gamma) keduanya fungsi. Keduanya berbeda karena 1∈C1\in C dan 1∉B1\notin B; fakta terakhir memakai 0≠10\neq1 yang dipinjam. □\square

    Bagian (1) membenarkan ungkapan "domain dibaca dari proyeksi pertama grafik": anggota domain tepat komponen pertama pasangan dalam grafik. Bagian (2) menunjukkan bahwa kodomain harus dideklarasikan. Akibat 5.1.13 memberi contoh kedua, kali ini dengan grafik kosong.

    Teorema 5.1.8 (kesamaan titik demi titik). Misalkan f:A→Bf:A\to B dan g:A→Bg:A\to B mempunyai domain dan kodomain yang sama. Maka

    f=g  ⟺  ∀x∈A    f(x)=g(x).f=g\iff\forall x\in A\;\;f(x)=g(x).

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Dari f=gf=g diperoleh Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g. Ambil x∈Ax\in A dan tulis y=f(x)y=f(x). Menurut Lemma 5.1.5, (x,y)∈Γf=Γg(x,y)\in\Gamma_f=\Gamma_g. Lemma yang sama untuk gg memberi g(x)=y=f(x)g(x)=y=f(x).

    (⇐\Leftarrow) Domain dan kodomainnya sama menurut hipotesis, jadi cukup dibuktikan Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g. Ambil p∈Γfp\in\Gamma_f. Karena Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B, ada x∈Ax\in A dan y∈By\in B dengan p=(x,y)p=(x,y). Lemma 5.1.5 memberi f(x)=yf(x)=y. Hipotesis memberi g(x)=f(x)=yg(x)=f(x)=y, dan Lemma 5.1.5 untuk gg memberi p=(x,y)∈Γgp=(x,y)\in\Gamma_g. Jadi Γf⊆Γg\Gamma_f\subseteq\Gamma_g. Inklusi sebaliknya diperoleh dengan bertukar peran ff dan gg. Ekstensionalitas memberi Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g. □\square

    Hipotesis kesamaan tipe bukan formalitas. Pada Proposisi 5.1.7(2), kedua fungsi bernilai sama di setiap titik domain, tetapi keduanya tidak sama. Teorema 5.1.8 tidak dilanggar karena kodomainnya berbeda.

    Keberadaan grafik dari sebuah aturan

    Fungsi sering ditentukan oleh suatu formula φ(x,y)\varphi(x,y) yang menghubungkan masukan dan keluaran. Teorema berikut menjelaskan kapan formula semacam itu menghasilkan fungsi yang sah, dan bagaimana grafiknya diperoleh dari aksioma Bab 3 tanpa membentuk "himpunan semua pasangan yang memenuhi φ\varphi" secara tak terbatas.

    Teorema 5.1.9 (grafik lewat separasi). Misalkan A,BA,B himpunan dan φ(x,y)\varphi(x,y) formula yang memenuhi

    ∀x∈A  ∃y∈B  (φ(x,y)∧∀z∈B  (φ(x,z)⇒z=y)).(∗)\forall x\in A\;\exists y\in B\;\Bigl(\varphi(x,y)\land\forall z\in B\;\bigl(\varphi(x,z)\Rightarrow z=y\bigr)\Bigr).\tag{$\ast$}

    Definisikan dengan separasi pada A×BA\times B

    Γ={p∈A×B:∃x∈A  ∃y∈B  (p=(x,y)∧φ(x,y))}.\Gamma=\{p\in A\times B:\exists x\in A\;\exists y\in B\;(p=(x,y)\land\varphi(x,y))\}.

    Maka:

    1. untuk x∈Ax\in A dan y∈By\in B: (x,y)∈Γ  ⟺  φ(x,y)(x,y)\in\Gamma\iff\varphi(x,y);
    2. (A,B,Γ)(A,B,\Gamma) adalah fungsi f:A→Bf:A\to B, dan untuk x∈Ax\in A, y∈By\in B berlaku f(x)=y  ⟺  φ(x,y)f(x)=y\iff\varphi(x,y);
    3. fungsi tersebut tunggal: jika h:A→Bh:A\to B memenuhi φ(x,h(x))\varphi(x,h(x)) untuk setiap x∈Ax\in A, maka h=fh=f.

    Bukti. Separasi pada himpunan A×BA\times B menjamin bahwa Γ\Gamma adalah himpunan dan Γ⊆A×B\Gamma\subseteq A\times B.

    (1) Ambil x∈Ax\in A dan y∈By\in B. Jika φ(x,y)\varphi(x,y), maka (x,y)∈A×B(x,y)\in A\times B karena x∈Ax\in A dan y∈By\in B. Pasangan (x,y)(x,y) juga memenuhi syarat separasi dengan saksi xx dan yy itu sendiri. Jadi (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma. Sebaliknya, jika (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma, ada x′∈Ax'\in A dan y′∈By'\in B dengan (x,y)=(x′,y′)(x,y)=(x',y') dan φ(x′,y′)\varphi(x',y'). Sifat pasangan terurut memberi x=x′x=x' dan y=y′y=y', sehingga φ(x,y)\varphi(x,y).

    (2) Diperiksa (T) dan (U), lalu Proposisi 5.1.3 dipakai. Totalitas: untuk x∈Ax\in A, (∗\ast) memberi y∈By\in B dengan φ(x,y)\varphi(x,y), dan menurut (1), (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma. Ketunggalan: ambil x∈Ax\in A dan y,z∈By,z\in B dengan (x,y),(x,z)∈Γ(x,y),(x,z)\in\Gamma. Menurut (1), φ(x,y)\varphi(x,y) dan φ(x,z)\varphi(x,z). Menurut (∗\ast) ada w∈Bw\in B dengan φ(x,w)\varphi(x,w) dan ∀u∈B (φ(x,u)⇒u=w)\forall u\in B\,(\varphi(x,u)\Rightarrow u=w). Klausa ini hanya berlaku untuk u∈Bu\in B. Ia dapat diterapkan pada yy dan zz karena y,z∈By,z\in B, dan keanggotaan itu tersedia karena Γ⊆A×B\Gamma\subseteq A\times B. Hasilnya y=w=zy=w=z. Kesetaraan f(x)=y  ⟺  φ(x,y)f(x)=y\iff\varphi(x,y) untuk y∈By\in B merupakan gabungan Lemma 5.1.5 dan (1).

    (3) Untuk x∈Ax\in A, h(x)∈Bh(x)\in B dan φ(x,h(x))\varphi(x,h(x)). Menurut (2), f(x)=h(x)f(x)=h(x). Karena ff dan hh sama-sama bertipe A→BA\to B, Teorema 5.1.8 memberi h=fh=f. □\square

    Catatan tentang pembatas BB. Dalam (∗\ast), keunikan hanya dijamin di dalam BB. Hipotesis ini lebih lemah daripada keunikan mutlak, dan teorema tetap berlaku karena separasi dilakukan di dalam A×BA\times B. Misalkan A={a}A=\{a\}, B={0}B=\{0\}, dan φ(x,y)\varphi(x,y) adalah y=0∨y=1y=0\lor y=1, dengan 0≠10\neq1 yang dipinjam.

    • Hipotesis (∗\ast) berlaku. Saksinya y=0∈By=0\in B. Untuk setiap z∈Bz\in B berlaku z=0z=0.
    • Versi tanpa pembatas, ∀z (φ(a,z)⇒z=0)\forall z\,(\varphi(a,z)\Rightarrow z=0), salah karena φ(a,1)\varphi(a,1) benar dan 1≠01\neq0.
    • Separasi pada A×BA\times B menghasilkan Γ={(a,0)}\Gamma=\{(a,0)\}, grafik fungsi {a}→{0}\{a\}\to\{0\} yang sah. Andai pembatas BB dibuang seluruhnya, baik p∈A×Bp\in A\times B maupun y∈By\in B, sehingga yang dibentuk adalah kumpulan {p:∃x∈A ∃y (p=(x,y)∧φ(x,y))}\{p:\exists x\in A\,\exists y\,(p=(x,y)\land\varphi(x,y))\}, kumpulan itu memuat (a,1)(a,1), dengan keluaran 11 di luar kodomain. Pada contoh kecil ini kumpulan tersebut kebetulan himpunan, yaitu {(a,0),(a,1)}\{(a,0),(a,1)\} menurut aksioma pasangan. Secara umum, bentuk tanpa himpunan induk tidak dijamin himpunan oleh separasi.

    Jadi, ketika ekspansi ∃y∈B\exists y\in B menjadi ∃y (y∈B∧… )\exists y\,(y\in B\land\dots) dan ekspansi ∀z∈B\forall z\in B menjadi ∀z (z∈B⇒… )\forall z\,(z\in B\Rightarrow\dots), konjung dan anteseden y∈By\in B, z∈Bz\in B tidak boleh dibuang.

    Membuang konjung y∈By\in B membuat saksi boleh berada di luar BB. Akibatnya, grafik hasil separasi pada A×BA\times B dapat gagal total. Contohnya, ambil A={a}A=\{a\}, B={0}B=\{0\}, dan φ(x,y)\varphi(x,y) berupa y=1y=1. Versi tanpa konjung, ∃y (φ(a,y)∧∀z∈B (φ(a,z)⇒z=y))\exists y\,(\varphi(a,y)\land\forall z\in B\,(\varphi(a,z)\Rightarrow z=y)), benar dengan saksi y=1y=1, sebab φ(a,0)\varphi(a,0) salah. Separasi pada A×BA\times B justru menghasilkan Γ=∅\Gamma=\varnothing, yang gagal total di aa. Jika pada formula pembentuk grafik kedua pembatas p∈A×Bp\in A\times B dan y∈By\in B juga dihapus, koleksi pada contoh ini menjadi {(a,1)}\{(a,1)\}, sehingga komponen keduanya berada di luar kodomain BB.

    Membuang anteseden z∈Bz\in B menghasilkan hipotesis yang lebih kuat daripada yang sebenarnya tersedia. Teoremanya tidak menjadi salah, tetapi menjadi lebih sempit cakupannya. Contoh pertama di atas memenuhi (∗\ast), tetapi tidak memenuhi versi tanpa anteseden.

    Contoh terhitung

    Contoh 5.1.10. Misalkan a,b,ca,b,c tiga objek yang berbeda satu sama lain, A={a,b,c}A=\{a,b,c\}, dan B={0,1}B=\{0,1\}. Bilangan 00 dan 11 dipinjam, dengan 0≠10\neq1. Tinjau empat relasi berikut. Semuanya bagian dari A×BA\times B karena setiap pasangannya berkomponen pertama di AA dan berkomponen kedua di BB:

    Γ1={(a,0),(b,1),(c,1)},Γ2={(a,0),(b,1)},Γ3={(a,0),(a,1),(b,1),(c,1)},Γ4={(a,0),(a,1),(b,1)}.\begin{aligned} \Gamma_1&=\{(a,0),(b,1),(c,1)\},&\Gamma_2&=\{(a,0),(b,1)\},\\ \Gamma_3&=\{(a,0),(a,1),(b,1),(c,1)\},&\Gamma_4&=\{(a,0),(a,1),(b,1)\}. \end{aligned}

    Γ1\Gamma_1 adalah grafik fungsi. Totalitas: (a,0),(b,1),(c,1)∈Γ1(a,0),(b,1),(c,1)\in\Gamma_1. Ketunggalan: misalkan (a,z)∈Γ1(a,z)\in\Gamma_1 dengan z∈Bz\in B. Maka (a,z)(a,z) sama dengan salah satu dari tiga pasangan anggota Γ1\Gamma_1. Kesamaan (a,z)=(b,1)(a,z)=(b,1) memaksa a=ba=b, dan (a,z)=(c,1)(a,z)=(c,1) memaksa a=ca=c. Keduanya mustahil, jadi (a,z)=(a,0)(a,z)=(a,0) dan z=0z=0. Dengan cara yang sama, (b,z)∈Γ1(b,z)\in\Gamma_1 memaksa z=1z=1 dan (c,z)∈Γ1(c,z)\in\Gamma_1 memaksa z=1z=1. Fungsi f=(A,B,Γ1)f=(A,B,\Gamma_1) memiliki tabel nilai

    xxaabbcc
    f(x)f(x)001111

    Masukan b≠cb\neq c mempunyai keluaran yang sama. Hal ini tidak melanggar apa pun, karena ketunggalan berbicara tentang satu masukan, bukan tentang perbedaan keluaran antarmasukan. Sifat yang melarang hal tersebut akan didefinisikan pada 5.4.

    Γ2\Gamma_2 gagal total, tetapi tunggal. Untuk setiap y∈By\in B, (c,y)∉Γ2(c,y)\notin\Gamma_2, karena kesamaan (c,y)(c,y) dengan (a,0)(a,0) atau (b,1)(b,1) memaksa c=ac=a atau c=bc=b. Ketunggalan tetap berlaku, dengan argumen yang sama seperti untuk Γ1\Gamma_1 pada masukan aa dan bb, dan secara hampa pada cc.

    Γ3\Gamma_3 total, tetapi gagal tunggal. Γ3⊇Γ1\Gamma_3\supseteq\Gamma_1, jadi totalitas diwarisi. Namun (a,0),(a,1)∈Γ3(a,0),(a,1)\in\Gamma_3 dengan 0≠10\neq1.

    Γ4\Gamma_4 gagal keduanya. Masukan cc tidak mempunyai pasangan, dengan alasan yang sama seperti pada Γ2\Gamma_2. Masukan aa mempunyai dua nilai, 00 dan 11. Sesuai pengamatan setelah Proposisi 5.1.4, kedua saksi kegagalan, cc dan aa, berbeda.

    Relasi kosong ∅⊆A×B\varnothing\subseteq A\times B juga gagal total karena AA tak kosong, tetapi tunggal secara hampa. Hal ini berbeda dari situasi Teorema 5.1.11, ketika domainnya sendiri kosong.

    Kasus kosong

    Bab 1--2 memakai semesta pembicaraan yang tak kosong untuk logika predikat. Asumsi itu menyangkut semesta semua objek, bukan himpunan tertentu yang menjadi domain fungsi. Kuantor terbatas ∀x∈∅  ψ\forall x\in\varnothing\;\psi, yaitu ∀x (x∈∅⇒ψ)\forall x\,(x\in\varnothing\Rightarrow\psi), benar untuk setiap ψ\psi karena antesedennya selalu salah. Kuantor ∃y∈∅  ψ\exists y\in\varnothing\;\psi selalu salah. Kedua fakta ini cukup untuk menangani fungsi berdomain atau berkodomain kosong.

    Pertama, ∅×B=∅\varnothing\times B=\varnothing dan A×∅=∅A\times\varnothing=\varnothing. Jika p∈∅×Bp\in\varnothing\times B, maka ada x∈∅x\in\varnothing dan y∈By\in B dengan p=(x,y)p=(x,y), dan ini mustahil karena ∅\varnothing tidak beranggota. Jadi ∅×B\varnothing\times B tidak beranggota, dan ekstensionalitas memberi ∅×B=∅\varnothing\times B=\varnothing. Argumen untuk A×∅A\times\varnothing simetris.

    Teorema 5.1.11. Untuk setiap himpunan BB ada tepat satu fungsi ∅→B\varnothing\to B, dan grafiknya ∅\varnothing.

    Bukti. Keberadaan. ∅⊆∅×B\varnothing\subseteq\varnothing\times B. Syarat (F) berbentuk ∀x∈∅  …\forall x\in\varnothing\;\dots, sehingga benar secara hampa. Jadi (∅,B,∅)(\varnothing,B,\varnothing) adalah fungsi.

    Fungsi adalah grafik bertipeUntuk: Bab 5, Unit 5.1 (M05-01)

    Ketunggalan. Jika g:∅→Bg:\varnothing\to B, maka Γg⊆∅×B=∅\Gamma_g\subseteq\varnothing\times B=\varnothing, sehingga Γg=∅\Gamma_g=\varnothing. Domain, kodomain, dan grafik gg sama dengan milik (∅,B,∅)(\varnothing,B,\varnothing). Menurut Definisi 5.1.6, keduanya sama. Kesimpulan yang sama juga diperoleh dari Teorema 5.1.8, karena syarat titik demi titik hampa pada domain ∅\varnothing. □\square

    Teorema 5.1.12. Untuk setiap himpunan AA, ada fungsi A→∅A\to\varnothing jika dan hanya jika A=∅A=\varnothing.

    Bukti. (⇐\Leftarrow) Jika A=∅A=\varnothing, Teorema 5.1.11 dengan B=∅B=\varnothing memberi fungsi (∅,∅,∅)(\varnothing,\varnothing,\varnothing).

    (⇒\Rightarrow) Misalkan f:A→∅f:A\to\varnothing. Andaikan AA mempunyai anggota, dan ambil a∈Aa\in A. Langkah ini adalah eliminasi eksistensial biasa dari Bab 2, bukan prinsip pilihan. Totalitas memberi y∈∅y\in\varnothing dengan (a,y)∈Γf(a,y)\in\Gamma_f. Ini mustahil. Jadi AA tidak beranggota, dan ekstensionalitas memberi A=∅A=\varnothing. □\square

    Akibat 5.1.13. Jika B≠CB\neq C, fungsi tunggal ∅→B\varnothing\to B dan fungsi tunggal ∅→C\varnothing\to C mempunyai grafik yang sama, yaitu ∅\varnothing, tetapi keduanya fungsi yang berbeda.

    Bukti. Grafik keduanya ∅\varnothing menurut Teorema 5.1.11. Kodomainnya berbeda, jadi menurut Definisi 5.1.6 keduanya tidak sama. □\square

    Akibat ini merupakan bentuk paling ringkas dari Proposisi 5.1.7(2). Kesamaan grafik tidak menentukan fungsi bertipe.

    Latihan

    Latihan 1. Dengan A={a,b,c}A=\{a,b,c\} (tiga objek berbeda) dan B={0,1}B=\{0,1\}, tentukan apakah setiap relasi berikut merupakan grafik fungsi A→BA\to B. Jika tidak, sebutkan syarat yang gagal beserta saksinya.

    R1={(a,1),(b,0),(c,0)},R2={(a,0),(b,0),(c,0),(c,1)},R3={(b,0),(b,1)},R4={(a,1),(b,1),(c,1)}.R_1=\{(a,1),(b,0),(c,0)\},\quad R_2=\{(a,0),(b,0),(c,0),(c,1)\},\quad R_3=\{(b,0),(b,1)\},\quad R_4=\{(a,1),(b,1),(c,1)\}.

    Strategi. Periksa (T) dan (U) satu per satu untuk setiap masukan. Untuk kegagalan, gunakan bentuk Proposisi 5.1.4 dan tunjukkan saksi xx, serta y,zy,z bila perlu. Perbandingan pasangan memakai sifat pasangan terurut dan perbedaan a,b,ca,b,c.

    Pembahasan. R1R_1: setiap masukan muncul tepat sekali sebagai komponen pertama. Seperti pada Γ1\Gamma_1 dalam Contoh 5.1.10, (x,z)∈R1(x,z)\in R_1 hanya mungkin bila (x,z)(x,z) adalah pasangan yang komponen pertamanya xx, karena komponen pertama lain berbeda dari xx. Jadi R1R_1 total dan tunggal, sehingga merupakan grafik fungsi dengan nilai a↦1a\mapsto1, b↦0b\mapsto0, c↦0c\mapsto0.

    R2R_2: total, karena a,b,ca,b,c masing-masing berpasangan. Namun R2R_2 gagal tunggal dengan saksi x=cx=c, y=0y=0, z=1z=1: (c,0),(c,1)∈R2(c,0),(c,1)\in R_2 dan 0≠10\neq1.

    R3R_3: gagal total dengan saksi aa. Untuk setiap y∈By\in B, (a,y)∉R3(a,y)\notin R_3, karena kesamaan (a,y)=(b,0)(a,y)=(b,0) atau (a,y)=(b,1)(a,y)=(b,1) memaksa a=ba=b. R3R_3 juga gagal tunggal dengan saksi bb, 00, 11. Jadi R3R_3 gagal keduanya, dengan saksi masukan berbeda, yaitu aa dan bb.

    R4R_4: total dan tunggal. R4R_4 adalah grafik fungsi konstan bernilai 11. Keluaran yang sama untuk masukan berbeda tidak melanggar Definisi 5.1.1.

    Latihan 2. Dengan A,BA,B seperti pada Latihan 1, buktikan bahwa daftar berikut memuat setiap fungsi A→BA\to B dan tidak memuat dua fungsi yang sama. Daftarnya terdiri atas (A,B,{(a,u),(b,v),(c,w)})(A,B,\{(a,u),(b,v),(c,w)\}) untuk delapan pilihan

    (u,v,w)∈{(0,0,0),(0,0,1),(0,1,0),(0,1,1),(1,0,0),(1,0,1),(1,1,0),(1,1,1)}.(u,v,w)\in\{(0,0,0),(0,0,1),(0,1,0),(0,1,1),(1,0,0),(1,0,1),(1,1,0),(1,1,1)\}.

    Di sini (u,v,w)(u,v,w) hanya label indeks daftar yang menyebutkan sekaligus nilai uu, vv, dan ww. Tidak ada konstruksi tripel terurut yang dipakai.

    Strategi. Pertama, tunjukkan bahwa setiap pilihan u,v,w∈Bu,v,w\in B memberikan fungsi. Kedua, gunakan Teorema 5.1.8 dua kali: arah (⇐\Leftarrow) untuk kelengkapan dan arah (⇒\Rightarrow) untuk ketidakberulangan.

    Pembahasan. Untuk u,v,w∈Bu,v,w\in B, misalkan Γuvw={(a,u),(b,v),(c,w)}⊆A×B\Gamma_{uvw}=\{(a,u),(b,v),(c,w)\}\subseteq A\times B. Argumen untuk Γ1\Gamma_1 pada Contoh 5.1.10 berlaku kata demi kata: setiap masukan berpasangan, dan (x,z)∈Γuvw(x,z)\in\Gamma_{uvw} hanya cocok dengan pasangan berkomponen pertama xx karena a,b,ca,b,c berbeda. Jadi Γuvw\Gamma_{uvw} grafik fungsi fuvwf_{uvw} dengan fuvw(a)=uf_{uvw}(a)=u, fuvw(b)=vf_{uvw}(b)=v, fuvw(c)=wf_{uvw}(c)=w.

    Kelengkapan: misalkan g:A→Bg:A\to B. Nilai g(a),g(b),g(c)g(a),g(b),g(c) masing-masing 00 atau 11. Jadi ada pilihan dalam daftar dengan u=g(a)u=g(a), v=g(b)v=g(b), dan w=g(c)w=g(c). Kedua fungsi bertipe A→BA\to B dan bernilai sama di aa, bb, dan cc. Karena setiap anggota AA adalah aa, bb, atau cc, Teorema 5.1.8 memberi g=fuvwg=f_{uvw}.

    Tanpa pengulangan: pilihan (u,v,w)(u,v,w) dan (u′,v′,w′)(u',v',w') yang berbeda dalam daftar berarti u≠u′u\neq u', v≠v′v\neq v', atau w≠w′w\neq w'. Misalnya u≠u′u\neq u'. Maka fuvw(a)=u≠u′=fu′v′w′(a)f_{uvw}(a)=u\neq u'=f_{u'v'w'}(a); kasus lainnya serupa di bb atau cc. Menurut Teorema 5.1.8 (⇒\Rightarrow), kedua fungsi itu tidak sama.

    Latihan 3. Dengan aritmetika bilangan bulat yang dipinjam, misalkan A={0,1,4}A=\{0,1,4\}, B={0,1,2}B=\{0,1,2\}, B′={−2,−1,0,1,2}B'=\{-2,-1,0,1,2\}, dan φ(x,y)\varphi(x,y) adalah y⋅y=xy\cdot y=x. (a) Buktikan bahwa (∗\ast) dari Teorema 5.1.9 berlaku untuk AA dan BB, lalu hitung grafik yang dihasilkan separasi. (b) Tunjukkan bahwa (∗\ast) gagal untuk AA dan B′B', dan jelaskan bagian mana dari (∗\ast) yang gagal. (c) Apakah grafik pada (a) juga grafik fungsi A→B′A\to B'?

    Strategi. Karena semua himpunannya berhingga dan kecil, periksa setiap x∈Ax\in A dan setiap yy dalam kodomain. Pada (b), perhatikan pembatas ∀z∈B′\forall z\in B'. Pada (c), kembali ke Definisi 5.1.1, bukan ke (∗\ast).

    Pembahasan. (a) Kuadrat anggota BB adalah 0⋅0=00\cdot0=0, 1⋅1=11\cdot1=1, dan 2⋅2=42\cdot2=4. Ketiga hasilnya berbeda. Untuk x=0x=0, saksinya y=0y=0. Jika z∈Bz\in B dan z⋅z=0z\cdot z=0, maka dari ketiga kuadrat tadi hanya z=0z=0 yang mungkin. Hal serupa berlaku untuk x=1x=1 dengan y=1y=1 dan untuk x=4x=4 dengan y=2y=2. Teorema 5.1.9(1) memberi Γ={(0,0),(1,1),(4,2)}\Gamma=\{(0,0),(1,1),(4,2)\}, karena anggota A×BA\times B yang memenuhi φ\varphi tepat ketiga pasangan ini.

    (b) Kuadrat anggota B′B' adalah (−2)⋅(−2)=4(-2)\cdot(-2)=4, (−1)⋅(−1)=1(-1)\cdot(-1)=1, 0⋅0=00\cdot0=0, 1⋅1=11\cdot1=1, dan 2⋅2=42\cdot2=4. Ambil x=1x=1 dan sebarang y∈B′y\in B'. Jika φ(1,y)\varphi(1,y) salah, konjung pertama dalam (∗\ast) gagal untuk yy. Jika φ(1,y)\varphi(1,y) benar, maka y=−1y=-1 atau y=1y=1. Ambil z=−y∈B′z=-y\in B'. Maka φ(1,z)\varphi(1,z) benar dan z≠yz\neq y, sehingga klausa ∀z∈B′ (φ(1,z)⇒z=y)\forall z\in B'\,(\varphi(1,z)\Rightarrow z=y) gagal. Jadi tidak ada saksi untuk x=1x=1. Bagian yang gagal adalah keunikan dalam B′B', bukan keberadaan, karena y=1y=1 memenuhi φ(1,y)\varphi(1,y). Hal yang sama terjadi untuk x=4x=4 dengan ±2\pm2. Bila separasi dilakukan pada A×B′A\times B', hasilnya {(0,0),(1,−1),(1,1),(4,−2),(4,2)}\{(0,0),(1,-1),(1,1),(4,-2),(4,2)\}, yang menurut Proposisi 5.1.4 gagal tunggal.

    (c) Ya. Γ⊆A×B′\Gamma\subseteq A\times B', totalitas berlaku, dan untuk z∈B′z\in B' dengan (1,z)∈Γ(1,z)\in\Gamma hanya (1,1)(1,1) yang cocok. Hal serupa berlaku untuk 00 dan 44. Jadi (A,B′,Γ)(A,B',\Gamma) adalah fungsi. Fungsi ini berbeda dari (A,B,Γ)(A,B,\Gamma) menurut Definisi 5.1.6. Pelajarannya: kegagalan (∗\ast) berarti aturan φ\varphi tidak menentukan fungsi ke B′B'. Kegagalan itu tidak berarti tidak ada fungsi ke B′B' dengan grafik tertentu.

    Latihan 4. Misalkan bb sebuah objek. Buktikan bahwa untuk setiap himpunan AA ada tepat satu fungsi A→{b}A\to\{b\}, dan grafiknya A×{b}A\times\{b\}. Periksa kesesuaiannya dengan Teorema 5.1.11 saat A=∅A=\varnothing.

    Strategi. Untuk keberadaan, periksa (T) dan (U) bagi A×{b}A\times\{b\}. Untuk ketunggalan, tunjukkan dengan dua inklusi bahwa grafik sebarang fungsi A→{b}A\to\{b\} harus sama dengan A×{b}A\times\{b\}.

    Pembahasan. Keberadaan: A×{b}⊆A×{b}A\times\{b\}\subseteq A\times\{b\}. Untuk x∈Ax\in A, (x,b)∈A×{b}(x,b)\in A\times\{b\}, sehingga (T) berlaku. Jika y,z∈{b}y,z\in\{b\}, maka y=b=zy=b=z, sehingga (U) berlaku tanpa perlu melihat grafik.

    Ketunggalan: misalkan g:A→{b}g:A\to\{b\}. Maka Γg⊆A×{b}\Gamma_g\subseteq A\times\{b\}. Sebaliknya, untuk p∈A×{b}p\in A\times\{b\} ada x∈Ax\in A dengan p=(x,b)p=(x,b), karena komponen kedua anggota A×{b}A\times\{b\} pasti bb. Totalitas gg memberi y∈{b}y\in\{b\} dengan (x,y)∈Γg(x,y)\in\Gamma_g, dan y=by=b, sehingga p∈Γgp\in\Gamma_g. Jadi Γg=A×{b}\Gamma_g=A\times\{b\}. Karena domain dan kodomainnya juga sama, gg adalah fungsi yang dibangun tadi. Untuk A=∅A=\varnothing, A×{b}=∅A\times\{b\}=\varnothing, sesuai dengan Teorema 5.1.11.

    Latihan 5. (a) Berikan dua fungsi f,gf,g dengan domain sama dan f(x)=g(x)f(x)=g(x) untuk setiap xx dalam domain, tetapi f≠gf\neq g. Jelaskan mengapa contoh ini tidak bertentangan dengan Teorema 5.1.8. (b) Apakah (∅,{0},∅)=(∅,{1},∅)(\varnothing,\{0\},\varnothing)=(\varnothing,\{1\},\varnothing) sebagai fungsi bertipe?

    Strategi. Cari dua fungsi dengan grafik sama dan kodomain berbeda. Proposisi 5.1.7(2) dan Akibat 5.1.13 menyediakan polanya.

    Pembahasan. (a) Ambil f=({a},{0},{(a,0)})f=(\{a\},\{0\},\{(a,0)\}) dan g=({a},{0,1},{(a,0)})g=(\{a\},\{0,1\},\{(a,0)\}). Keduanya fungsi menurut Proposisi 5.1.7(2), dengan f(a)=0=g(a)f(a)=0=g(a). Namun {0}≠{0,1}\{0\}\neq\{0,1\}, sehingga f≠gf\neq g menurut Definisi 5.1.6. Teorema 5.1.8 mensyaratkan kodomain yang sama, dan syarat itu tidak dipenuhi di sini, jadi tidak ada pertentangan.

    (b) Tidak. Keduanya fungsi menurut Teorema 5.1.11 dan grafiknya sama, tetapi {0}≠{1}\{0\}\neq\{1\} karena 0≠10\neq1. Syarat titik demi titik berlaku secara hampa, tetapi itu tidak relevan karena kodomainnya berbeda.

    Latihan 6. Misalkan A={a}A=\{a\}. Tentukan semua relasi R⊆A×∅R\subseteq A\times\varnothing, lalu tentukan mana yang merupakan grafik fungsi A→∅A\to\varnothing. Tentukan juga semua fungsi ∅→∅\varnothing\to\varnothing.

    Strategi. Hitung A×∅A\times\varnothing terlebih dahulu. Setelah itu, periksa (T) dan (U) secara langsung, lalu bandingkan dengan Teorema 5.1.12.

    Pembahasan. A×∅=∅A\times\varnothing=\varnothing (lihat awal subbab kasus kosong), sehingga satu-satunya relasi R⊆A×∅R\subseteq A\times\varnothing adalah R=∅R=\varnothing. Relasi ini memenuhi (U) secara hampa, karena tidak ada y∈∅y\in\varnothing. Relasi ini gagal (T) dengan saksi aa, karena tuntutan ∃y∈∅ (a,y)∈R\exists y\in\varnothing\,(a,y)\in R salah. Jadi tidak ada fungsi {a}→∅\{a\}\to\varnothing, sesuai Teorema 5.1.12 karena {a}≠∅\{a\}\neq\varnothing. Untuk ∅→∅\varnothing\to\varnothing, Teorema 5.1.11 dengan B=∅B=\varnothing memberi tepat satu fungsi, yaitu (∅,∅,∅)(\varnothing,\varnothing,\varnothing).

    Unit ini menetapkan fungsi sebagai data bertipe (A,B,Γf)(A,B,\Gamma_f). Grafik adalah himpunan pasangan yang memenuhi totalitas dan ketunggalan. Domain dapat dipulihkan dari grafik, tetapi kodomain harus dideklarasikan. Kesamaan titik demi titik menentukan fungsi hanya bila tipenya sama.

    Kodomain juga tidak harus "terisi". Pada Contoh 5.1.10, kedua anggota BB kebetulan dicapai. Pada Latihan 3(c), anggota −2-2 dan −1-1 dari B′B' tidak dicapai, padahal (A,B′,Γ)(A,B',\Gamma) adalah fungsi yang sah. Unit 5.2 memberi nama dan konstruksi pada himpunan nilai yang sungguh dicapai. Himpunan itu dibentuk dengan separasi pada kodomain dan selalu menjadi bagian dari kodomain, tetapi tidak harus sama dengannya. Unit 5.2 juga membahas cara mengubah domain dan kodomain sebuah fungsi tanpa mencampuradukkan tipe.

    5.2 Domain, Kodomain, dan Daerah Hasil (Range)

    Pada Unit 5.1, fungsi f ⁣:A→Bf\colon A\to B dipahami sebagai data bertipe (A,B,Γf)(A,B,\Gamma_f). Grafiknya, Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B, memenuhi dua syarat yang terpisah. Syarat pertama adalah totalitas: setiap x∈Ax\in A mempunyai pasangan di BB. Syarat kedua adalah ketunggalan: pasangan itu hanya satu di BB. Untuk x∈Ax\in A, penulisan f(x)=yf(x)=y menyingkat (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f. Unit ini memberi nama pada tiap komponen data tersebut. Unit ini juga memperkenalkan himpunan nilai yang benar-benar dicapai fungsi, lalu memeriksa dengan teliti apa yang dapat dan tidak dapat dibaca dari grafik saja.

    Kebutuhan akan ketelitian ini muncul dari kebiasaan sehari-hari. Kita sering menulis "fungsi f(x)=x2−1f(x)=x^2-1" seolah-olah rumus sudah cukup untuk menentukan fungsi. Kenyataannya, rumus yang sama dapat menghasilkan fungsi yang berbeda bila domainnya berbeda. Rumus yang berbeda juga dapat menghasilkan fungsi yang sama pada domain tertentu. Fungsi dengan grafik yang sama pun dapat berbeda karena kodomainnya berbeda. Pada akhir unit, kita juga belajar mengubah data fungsi secara sah dengan dua cara: mempersempit domain (pembatasan) dan mengganti kodomain.

    Sepanjang unit ini, sifat dasar pasangan terurut dari Bab 4 dipakai tanpa dikonstruksi ulang:

    (a,b)=(c,d)  ⟺  a=c∧b=d.(a,b)=(c,d)\iff a=c\land b=d.

    Bilangan real dan aljabarnya dipinjam sebagai bahan contoh. Keduanya tidak dikonstruksi di sini.

    Rumus belum menentukan fungsi

    Perhatikan himpunan A={−2,0,2}A=\{-2,0,2\} dan dua rumus berikut:

    x2−1dan14x4−1.x^2-1\qquad\text{dan}\qquad \tfrac14x^4-1.

    Pada ketiga anggota AA, kedua rumus memberi nilai yang sama:

    • (−2)2−1=3=14⋅16−1(-2)^2-1=3=\tfrac14\cdot 16-1;
    • 02−1=−1=14⋅0−10^2-1=-1=\tfrac14\cdot 0-1;
    • 22−1=3=14⋅16−12^2-1=3=\tfrac14\cdot 16-1.

    Jadi, sebagai fungsi A→RA\to\mathbb R, keduanya menghasilkan grafik yang sama, yaitu {(−2,3),(0,−1),(2,3)}\{(-2,3),(0,-1),(2,3)\}. Menurut kriteria kesamaan fungsi bertipe pada Unit 5.1, keduanya adalah fungsi yang sama. Sebaliknya, bila domainnya R\mathbb R, kedua rumus memberi fungsi yang berbeda, sebab pada x=1x=1 nilainya masing-masing 00 dan −34-\tfrac34. Pelajarannya sederhana: rumus adalah cara menuliskan aturan, bukan fungsi itu sendiri. Fungsi baru tertentu setelah domain, kodomain, dan grafiknya ditetapkan.

    Definisi 5.2.1 (Domain dan kodomain). Misalkan f=(A,B,Γf)f=(A,B,\Gamma_f) adalah fungsi bertipe f ⁣:A→Bf\colon A\to B.

    • Himpunan AA disebut domain ff dan ditulis dom⁡(f)\operatorname{dom}(f).
    • Himpunan BB disebut kodomain ff dan ditulis kod⁡(f)\operatorname{kod}(f).

    Kedua himpunan ini adalah bagian dari data fungsi. Keduanya ditetapkan bersama grafik. Setelah suatu grafik fungsi diberikan, domain dapat dipulihkan darinya, sedangkan kodomain tidak ditentukan oleh grafik saja. Untuk menekankan bahwa domain dipilih, kita kadang menyebutnya domain yang dinyatakan.

    Dalam kalkulus, sering ditanyakan "domain dari rumus ini". Pertanyaan itu berbeda dari domain yang dinyatakan. Untuk membuatnya tepat, kita perlu mengganti "rumus terdefinisi" dengan formula yang dapat diperiksa.

    Definisi 5.2.2 (Aturan fungsional parsial; domain real maksimal). Misalkan φ(x,y)\varphi(x,y) adalah formula dengan sifat berikut: untuk setiap x∈Rx\in\mathbb R, paling banyak satu y∈Ry\in\mathbb R memenuhi φ(x,y)\varphi(x,y). Formula seperti ini disebut aturan fungsional parsial pada R\mathbb R. Domain real maksimal aturan tersebut adalah

    Dφ={x∈R:∃y∈R  φ(x,y)},D_\varphi=\{x\in\mathbb R:\exists y\in\mathbb R\;\varphi(x,y)\},

    yang ada berdasarkan separasi pada R\mathbb R.

    Rumus aljabar diterjemahkan menjadi aturan menurut konvensi berikut. Rumus diterjemahkan apa adanya, tanpa penyederhanaan lebih dulu. Setiap pembagian a/ba/b menyumbang syarat b≠0b\neq0 dan ditulis sebagai perkalian y⋅b=ay\cdot b=a, agar tidak ada lambang yang dipakai sebelum terbukti bermakna. Syarat b≠0b\neq0 boleh tidak ditulis terpisah bila sudah tersirat oleh persamaannya.

    Rumus x2−1x^2-1 menjadi φ(x,y): y=x2−1\varphi(x,y):\ y=x^2-1. Aturan ini fungsional parsial, sebab y=x2−1=y′y=x^2-1=y' memberi y=y′y=y'. Untuk setiap x∈Rx\in\mathbb R, bilangan real x2−1x^2-1 memenuhinya. Jadi Dφ=RD_\varphi=\mathbb R. Rumus 1x−1\dfrac1{x-1} menjadi φ(x,y): y (x−1)=1\varphi(x,y):\ y\,(x-1)=1. Di sini syarat x−1≠0x-1\neq0 sudah tersirat, sebab y⋅0=0≠1y\cdot0=0\neq1. Domain real maksimalnya akan dihitung pada Contoh 5.2.17.

    Domain real maksimal adalah sifat aturan, bukan sifat fungsi. Ambil rumus xx dan rumus x2/xx^2/x. Rumus kedua diterjemahkan menjadi x≠0∧y x=x2x\neq 0\land y\,x=x^2. Di sini syarat x≠0x\neq0 harus ditulis, sebab y⋅0=0=02y\cdot0=0=0^2 dipenuhi oleh setiap yy; tanpa syarat itu, aturan tersebut gagal fungsional parsial di x=0x=0. Pada R∖{0}\mathbb R\setminus\{0\}, kedua rumus memberi nilai yang sama, tetapi domain real maksimalnya berbeda: R\mathbb R untuk rumus pertama dan R∖{0}\mathbb R\setminus\{0\} untuk rumus kedua.

    Proposisi 5.2.3 (Kapan aturan memberi fungsi). Misalkan φ\varphi adalah aturan fungsional parsial pada R\mathbb R dan A⊆RA\subseteq\mathbb R. Definisikan, dengan separasi pada A×RA\times\mathbb R,

    Γ={p∈A×R:∃x∈A  ∃y∈R  (p=(x,y)∧φ(x,y))}.\Gamma=\{p\in A\times\mathbb R:\exists x\in A\;\exists y\in\mathbb R\;(p=(x,y)\land\varphi(x,y))\}.

    Maka (A,R,Γ)(A,\mathbb R,\Gamma) adalah fungsi jika dan hanya jika A⊆DφA\subseteq D_\varphi.

    Bukti. Pertama, satu fakta bantu. Jika (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma, maka ada x′∈Ax'\in A dan y′∈Ry'\in\mathbb R dengan (x,y)=(x′,y′)(x,y)=(x',y') dan φ(x′,y′)\varphi(x',y'). Dari kesamaan pasangan, x=x′x=x' dan y=y′y=y'. Jadi x∈Ax\in A, y∈Ry\in\mathbb R, dan φ(x,y)\varphi(x,y) berlaku.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan A⊆DφA\subseteq D_\varphi.

    • Totalitas. Ambil x∈Ax\in A. Karena x∈Dφx\in D_\varphi, ada y∈Ry\in\mathbb R dengan φ(x,y)\varphi(x,y). Pasangan (x,y)(x,y) termuat di A×RA\times\mathbb R, dan x,yx,y sendiri menjadi saksinya, sehingga (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma.
    • Ketunggalan. Misalkan y,z∈Ry,z\in\mathbb R dengan (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma dan (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma. Menurut fakta bantu, φ(x,y)\varphi(x,y) dan φ(x,z)\varphi(x,z) berlaku. Karena φ\varphi fungsional parsial, y=zy=z.

    (⇒\Rightarrow) Misalkan (A,R,Γ)(A,\mathbb R,\Gamma) adalah fungsi dan ambil x∈Ax\in A. Totalitas memberi y∈Ry\in\mathbb R dengan (x,y)∈Γ(x,y)\in\Gamma. Menurut fakta bantu, φ(x,y)\varphi(x,y) berlaku, sehingga x∈Dφx\in D_\varphi. □\square

    Catatan (kodomain lain). Bukti yang sama, dengan R\mathbb R diganti B⊆RB\subseteq\mathbb R pada separasi, menunjukkan hal berikut. Jika ΓB\Gamma_B dibentuk dengan separasi pada A×BA\times B dengan pembatas y∈By\in B, maka (A,B,ΓB)(A,B,\Gamma_B) adalah fungsi jika dan hanya jika setiap x∈Ax\in A mempunyai y∈By\in B dengan φ(x,y)\varphi(x,y). Ketunggalan tetap berasal dari sifat fungsional parsial φ\varphi, karena B⊆RB\subseteq\mathbb R.

    Proposisi ini hanya mensyaratkan A⊆DφA\subseteq D_\varphi. Domain yang dinyatakan boleh lebih kecil daripada domain real maksimal. Himpunan A={−2,0,2}A=\{-2,0,2\} di atas adalah contohnya, karena A⊊R=DφA\subsetneq\mathbb R=D_\varphi untuk φ(x,y): y=x2−1\varphi(x,y):\ y=x^2-1.

    Lemma 5.2.4 (Grafik menentukan domain). Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B. Untuk setiap objek xx berlaku

    x∈A  ⟺  ∃y  ((x,y)∈Γf).x\in A\iff\exists y\;\bigl((x,y)\in\Gamma_f\bigr).

    Akibatnya, jika f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan g ⁣:A′→B′g\colon A'\to B' memenuhi Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g, maka A=A′A=A'.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Jika x∈Ax\in A, totalitas memberi y∈By\in B dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f.

    (⇐\Leftarrow) Jika (x,y)∈Γf⊆A×B(x,y)\in\Gamma_f\subseteq A\times B, maka ada a∈Aa\in A dan b∈Bb\in B dengan (x,y)=(a,b)(x,y)=(a,b). Dari kesamaan pasangan, x=a∈Ax=a\in A.

    Untuk akibatnya, ambil sebarang xx. Kita peroleh

    x∈A  ⟺  ∃y ((x,y)∈Γf)  ⟺  ∃y ((x,y)∈Γg)  ⟺  x∈A′.x\in A\iff\exists y\,((x,y)\in\Gamma_f)\iff\exists y\,((x,y)\in\Gamma_g)\iff x\in A'.

    Menurut ekstensionalitas, A=A′A=A'. □\square

    Dengan kata lain, domain adalah himpunan semua koordinat pertama anggota grafik. Domain "dapat dibaca" dari grafik. Kodomain tidak demikian, seperti yang akan ditunjukkan pada Teorema 5.2.12.

    Daerah hasil

    Kodomain hanya memberi tahu di mana nilai-nilai fungsi berada. Kodomain tidak memberi tahu nilai mana saja yang benar-benar muncul. Himpunan nilai yang muncul diberi nama tersendiri.

    Definisi 5.2.5 (Daerah hasil). Untuk f ⁣:A→Bf\colon A\to B, daerah hasil atau range ff adalah

    ran⁡(f)={y∈B:∃x∈A  ((x,y)∈Γf)}.\operatorname{ran}(f)=\{y\in B:\exists x\in A\;((x,y)\in\Gamma_f)\}.

    Himpunan ini ada berdasarkan aksioma separasi pada BB. Himpunan yang sama juga ditulis f[A]f[A]. Notasi f[ ⋅ ]f[\,\cdot\,] akan diperluas pada Unit 5.3 untuk subhimpunan domain yang lain.

    Catatan istilah. Dalam sebagian literatur, kata "range" dipakai untuk kodomain. Buku ini selalu memakai "range" atau "daerah hasil" untuk himpunan nilai yang dicapai, sesuai Definisi 5.2.5.

    Lemma 5.2.6 (Sifat dasar range). Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B.

    1. ran⁡(f)⊆B\operatorname{ran}(f)\subseteq B.
    2. Untuk setiap objek yy: y∈ran⁡(f)  ⟺  ∃x∈A  (f(x)=y)y\in\operatorname{ran}(f)\iff\exists x\in A\;(f(x)=y).
    3. Untuk setiap x∈Ax\in A: f(x)∈ran⁡(f)f(x)\in\operatorname{ran}(f).
    4. Range hanya bergantung pada grafik: untuk setiap objek yy, y∈ran⁡(f)  ⟺  ∃x  ((x,y)∈Γf)y\in\operatorname{ran}(f)\iff\exists x\;((x,y)\in\Gamma_f).

    Bukti.

    1. Setiap anggota ran⁡(f)\operatorname{ran}(f) diambil dari BB menurut definisi separasi.
    2. (⇒\Rightarrow) Dari definisi, ada x∈Ax\in A dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f, yaitu f(x)=yf(x)=y. (⇐\Leftarrow) Jika x∈Ax\in A dan f(x)=yf(x)=y, maka (x,y)∈Γf⊆A×B(x,y)\in\Gamma_f\subseteq A\times B. Dari kesamaan pasangan, y∈By\in B, sehingga yy memenuhi syarat separasi.
    3. Ambil y=f(x)y=f(x) pada butir 2 dengan saksi xx itu sendiri.
    4. (⇒\Rightarrow) Jelas. (⇐\Leftarrow) Jika (x,y)∈Γf⊆A×B(x,y)\in\Gamma_f\subseteq A\times B, maka x∈Ax\in A dan y∈By\in B menurut kesamaan pasangan. Jadi yy memenuhi syarat separasi dengan saksi x∈Ax\in A. □\square

    Inklusi ran⁡(f)⊆B\operatorname{ran}(f)\subseteq B tidak otomatis menjadi kesamaan. Tidak ada bagian dari definisi fungsi yang menjamin bahwa setiap y∈By\in B mempunyai praimaj. Totalitas berbicara tentang setiap input, bukan setiap anggota kodomain.

    Contoh 5.2.7 (Contoh baku: x2−1x^2-1 pada tiga titik). Tetapkan A={−2,0,2}A=\{-2,0,2\} dan kodomain B=RB=\mathbb R. Aturannya φ(x,y): y=x2−1\varphi(x,y):\ y=x^2-1. Telah ditunjukkan bahwa aturan ini fungsional parsial dengan Dφ=RD_\varphi=\mathbb R. Karena A⊆R=DφA\subseteq\mathbb R=D_\varphi, Proposisi 5.2.3 menjamin bahwa aturan ini memberi fungsi f ⁣:A→Rf\colon A\to\mathbb R.

    Tabel nilai.

    xx−2-20022
    f(x)=x2−1f(x)=x^2-133−1-133

    Grafik. Setiap anggota grafik hasil separasi berbentuk (x,x2−1)(x,x^2-1) dengan x∈Ax\in A. Dengan memeriksa tiga kemungkinan xx, diperoleh

    Γf={(−2,3), (0,−1), (2,3)}.\Gamma_f=\{(-2,3),\,(0,-1),\,(2,3)\}.

    Bila digambar pada bidang, grafik ini hanya terdiri atas tiga titik terpisah:

    Ketiga titik itu tidak dihubungkan. Tidak ada "parabola" di sini, karena domainnya hanya tiga bilangan. Kurva parabola adalah grafik fungsi lain yang berdomain R\mathbb R.

    Range. Menurut Lemma 5.2.6(2), untuk setiap yy:

    y∈ran⁡(f)  ⟺  y=f(−2)∨y=f(0)∨y=f(2)  ⟺  y=3∨y=−1∨y=3  ⟺  y=−1∨y=3.y\in\operatorname{ran}(f)\iff y=f(-2)\lor y=f(0)\lor y=f(2)\iff y=3\lor y=-1\lor y=3\iff y=-1\lor y=3.

    Menurut ekstensionalitas,

    ran⁡(f)={−1,3}.\operatorname{ran}(f)=\{-1,3\}.

    Pengulangan bukan anggota baru. Bila nilai-nilai didaftar menurut urutan tabel, kita mendapat penulisan {3,−1,3}\{3,-1,3\}. Syarat keanggotaannya, y=3∨y=−1∨y=3y=3\lor y=-1\lor y=3, setara dengan y=−1∨y=3y=-1\lor y=3. Jadi {3,−1,3}={−1,3}\{3,-1,3\}=\{-1,3\} sebagai himpunan. Nilai 33 yang muncul dua kali tidak menambah anggota. Domain beranggota tiga sedangkan range beranggota dua, dan hal ini tidak bertentangan dengan apa pun. Definisi fungsi mengizinkan dua input berbeda, −2-2 dan 22, berbagi output yang sama.

    Range tidak sama dengan kodomain. Bilangan 00 termuat di R\mathbb R, tetapi 0≠30\neq 3 dan 0≠−10\neq-1. Jadi 0∉ran⁡(f)0\notin\operatorname{ran}(f), dan ran⁡(f)⊊R\operatorname{ran}(f)\subsetneq\mathbb R. Sifat "setiap anggota kodomain dicapai" akan diberi nama pada Unit 5.4. Di sini sifat itu cukup dinyatakan sebagai formula, dan formula tersebut gagal untuk ff.

    Contoh 5.2.8 (Kodomain {−1,3}\{-1,3\} sah, kodomain {3}\{3\} tidak sah). Gunakan AA, aturan, dan grafik Γf\Gamma_f dari Contoh 5.2.7.

    (a) Kodomain {−1,3}\{-1,3\}. Ketiga anggota Γf\Gamma_f mempunyai koordinat kedua di {−1,3}\{-1,3\}, sehingga Γf⊆A×{−1,3}\Gamma_f\subseteq A\times\{-1,3\}.

    • Totalitas. Setiap x∈Ax\in A mempunyai pasangan di Γf\Gamma_f, dan koordinat keduanya berada di {−1,3}\{-1,3\}.
    • Ketunggalan. Jika (x,z)∈Γf(x,z)\in\Gamma_f dengan z∈{−1,3}z\in\{-1,3\}, maka z∈Rz\in\mathbb R. Ketunggalan ff di R\mathbb R lalu memberi z=f(x)z=f(x).

    Jadi f1=(A,{−1,3},Γf)f_1=(A,\{-1,3\},\Gamma_f) adalah fungsi. Domain, grafik, dan range-nya sama dengan milik ff, dan setiap nilainya juga sama: f1(x)=f(x)f_1(x)=f(x). Meski begitu, f1≠ff_1\neq f sebagai fungsi bertipe, karena kodomainnya berbeda: 0∈R0\in\mathbb R tetapi 0∉{−1,3}0\notin\{-1,3\}.

    Hal ini memperlihatkan bahwa kriteria kesamaan titik demi titik dari Unit 5.1 hanya berlaku bila domain dan kodomain kedua fungsi sudah sama. Kesamaan nilai tidak cukup untuk menyimpulkan kesamaan fungsi bertipe.

    (b) Kodomain {3}\{3\}. Misalkan aturan y=x2−1y=x^2-1 dipakai untuk membentuk grafik dengan separasi pada A×{3}A\times\{3\}:

    Γ′={p∈A×{3}:∃x∈A  ∃y∈{3}  (p=(x,y)∧y=x2−1)}={(−2,3),(2,3)}.\Gamma'=\{p\in A\times\{3\}:\exists x\in A\;\exists y\in\{3\}\;(p=(x,y)\land y=x^2-1)\}=\{(-2,3),(2,3)\}.

    Grafik ini gagal memenuhi totalitas di x=0x=0. Totalitas menuntut adanya y∈{3}y\in\{3\} dengan y=02−1y=0^2-1, yaitu 3=−13=-1, dan itu salah. Inilah kegagalan syarat pada catatan setelah Proposisi 5.2.3, dengan B={3}B=\{3\}. Grafik Γf\Gamma_f juga tidak dapat dipakai, sebab (0,−1)∈Γf(0,-1)\in\Gamma_f sedangkan (0,−1)∉A×{3}(0,-1)\notin A\times\{3\} karena −1≠3-1\neq 3.

    Memang ada fungsi A→{3}A\to\{3\}, yaitu fungsi konstan dengan grafik {(−2,3),(0,3),(2,3)}\{(-2,3),(0,3),(2,3)\}. Namun fungsi itu bernilai 33 di 00, bukan −1-1, sehingga bukan fungsi yang diberikan oleh aturan x2−1x^2-1. Masalahnya terletak pada satu nilai yang keluar dari kodomain. Masalahnya bukan pada jumlah anggota kodomain.

    Mengganti kodomain

    Contoh 5.2.8 menunjukkan pola umum: kodomain boleh diganti selama range tetap tertampung di dalamnya.

    Teorema 5.2.9 (Penggantian kodomain). Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan CC suatu himpunan. Maka

    (A,C,Γf) adalah fungsi  ⟺  ran⁡(f)⊆C.(A,C,\Gamma_f)\ \text{adalah fungsi}\iff \operatorname{ran}(f)\subseteq C.

    Dalam hal ini, fungsi baru tersebut mempunyai nilai yang sama dengan ff di setiap x∈Ax\in A, dan range-nya sama dengan ran⁡(f)\operatorname{ran}(f).

    Bukti. (⇐\Leftarrow) Misalkan ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq C.

    • Γf⊆A×C\Gamma_f\subseteq A\times C. Ambil p∈Γfp\in\Gamma_f. Karena Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B, ada a∈Aa\in A dan b∈Bb\in B dengan p=(a,b)p=(a,b). Maka (a,b)∈Γf(a,b)\in\Gamma_f, sehingga b∈ran⁡(f)⊆Cb\in\operatorname{ran}(f)\subseteq C dengan saksi aa. Jadi p∈A×Cp\in A\times C.
    • Totalitas. Untuk x∈Ax\in A, pasangan (x,f(x))(x,f(x)) termuat di Γf\Gamma_f, dan f(x)∈ran⁡(f)⊆Cf(x)\in\operatorname{ran}(f)\subseteq C menurut Lemma 5.2.6(3).
    • Ketunggalan. Misalkan z∈Cz\in C dan (x,z)∈Γf(x,z)\in\Gamma_f. Ketunggalan ff hanya dijamin untuk calon di BB, jadi kita perlu memastikan dulu bahwa z∈Bz\in B. Hal itu benar karena Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B dan kesamaan pasangan. Setelah itu, ketunggalan ff memberi z=f(x)z=f(x).

    Untuk menerapkan langsung klausa ketunggalan terbatas dalam (F), kita memastikan z∈Bz\in B terlebih dahulu. Lema 5.1.5 juga memberikan ketunggalan di antara semua objek, berdasarkan inklusi grafik dalam A×BA\times B.

    (⇒\Rightarrow) Misalkan (A,C,Γf)(A,C,\Gamma_f) adalah fungsi, sehingga Γf⊆A×C\Gamma_f\subseteq A\times C. Jika y∈ran⁡(f)y\in\operatorname{ran}(f), ada xx dengan (x,y)∈Γf⊆A×C(x,y)\in\Gamma_f\subseteq A\times C, sehingga y∈Cy\in C.

    Nilai dan range. Tulis f′=(A,C,Γf)f'=(A,C,\Gamma_f) dan ambil x∈Ax\in A. Karena (x,f(x))∈Γf(x,f(x))\in\Gamma_f dan f(x)∈Cf(x)\in C, pasangan ini memenuhi syarat nilai f′f' di xx. Menurut ketunggalan f′f' di CC, berlaku f′(x)=f(x)f'(x)=f(x). Untuk range, Lemma 5.2.6(4) berlaku bagi kedua fungsi dan menyatakan keanggotaan range masing-masing dengan syarat yang sama, yaitu ∃x ((x,y)∈Γf)\exists x\,((x,y)\in\Gamma_f). Menurut ekstensionalitas, kedua range sama. □\square

    Definisi 5.2.10 (Notasi penggantian kodomain). Jika ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq C, fungsi (A,C,Γf)(A,C,\Gamma_f) ditulis f→C ⁣:A→Cf^{\to C}\colon A\to C.

    • Jika C⊆BC\subseteq B, penggantian ini disebut pembatasan kodomain.
    • Jika B⊆CB\subseteq C, penggantian ini disebut perluasan kodomain.

    Notasi f→Cf^{\to C} adalah konvensi buku ini. Lambang ini selalu memuat himpunan CC di superskrip; peta maju pada Unit 5.3 ditulis f[ ⋅ ]f[\,\cdot\,], bukan f→f^{\to}. Banyak teks memakai huruf ff yang sama untuk fungsi yang kodomainnya telah diganti. Kebiasaan itu praktis, tetapi menyembunyikan perubahan data. Karena itu, di sini perubahan kodomain selalu ditandai.

    Dalam Contoh 5.2.8, f1=f→{−1,3}f_1=f^{\to\{-1,3\}} adalah pembatasan kodomain. Sementara itu, f→{3}f^{\to\{3\}} tidak terdefinisi, karena ran⁡(f)={−1,3}⊈{3}\operatorname{ran}(f)=\{-1,3\}\not\subseteq\{3\}.

    Akibat 5.2.11 (Range adalah kodomain sah terkecil). Untuk f ⁣:A→Bf\colon A\to B, fungsi f→ran⁡(f) ⁣:A→ran⁡(f)f^{\to\operatorname{ran}(f)}\colon A\to\operatorname{ran}(f) ada. Selain itu, setiap himpunan CC yang membuat (A,C,Γf)(A,C,\Gamma_f) menjadi fungsi memenuhi ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq C.

    Bukti. Terapkan Teorema 5.2.9 pada C=ran⁡(f)C=\operatorname{ran}(f) untuk bagian pertama. Bagian kedua adalah arah (⇒\Rightarrow) dari teorema yang sama. □\square

    Pada f→ran⁡(f)f^{\to\operatorname{ran}(f)}, setiap anggota kodomain mempunyai praimaj. Hal ini terjadi karena kodomainnya dipilih sama dengan range, bukan karena sifat aturan ff.

    Teorema 5.2.12 (Grafik mengungkap domain, tetapi tidak kodomain).

    1. Jika f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan g ⁣:A′→B′g\colon A'\to B' memenuhi Γf=Γg\Gamma_f=\Gamma_g, maka A=A′A=A' dan ran⁡(f)=ran⁡(g)\operatorname{ran}(f)=\operatorname{ran}(g).
    2. Kodomain tidak ditentukan oleh grafik. Untuk setiap f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan setiap himpunan C≠BC\neq B dengan ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq C, fungsi ff dan f→Cf^{\to C} berbeda sebagai fungsi bertipe, padahal grafiknya sama. Pasangan seperti itu memang ada.

    Bukti.

    1. Kesamaan domain adalah Lemma 5.2.4. Kesamaan range diperoleh dari Lemma 5.2.6(4): untuk setiap yy, y∈ran⁡(f)  ⟺  ∃x ((x,y)∈Γf)  ⟺  ∃x ((x,y)∈Γg)  ⟺  y∈ran⁡(g)y\in\operatorname{ran}(f)\iff\exists x\,((x,y)\in\Gamma_f)\iff\exists x\,((x,y)\in\Gamma_g)\iff y\in\operatorname{ran}(g).
    2. Teorema 5.2.9 menjamin bahwa f→Cf^{\to C} adalah fungsi dengan grafik Γf\Gamma_f. Karena C≠BC\neq B, kedua fungsi bertipe itu berbeda. Pasangan yang konkret sudah tersedia di Contoh 5.2.8, yaitu ff dengan kodomain R\mathbb R dan f→{−1,3}f^{\to\{-1,3\}}. Contoh lain berasal dari Unit 5.1: fungsi ∅→{0}\varnothing\to\{0\} dan ∅→{0,1}\varnothing\to\{0,1\} sama-sama berdomain kosong dan bergrafik kosong. □\square

    Latihan 4 menguatkan bagian 2. Di sana ditunjukkan bahwa setiap fungsi mempunyai "kembaran" dengan grafik yang sama tetapi kodomain yang berbeda. Akibat praktisnya jelas. Pertanyaan "apakah setiap anggota kodomain dicapai?" tidak dapat dijawab hanya dengan melihat grafik, karena jawabannya bergantung pada kodomain yang dinyatakan.

    Domain kosong dan range kosong

    Teorema 5.2.13. Untuk setiap fungsi f ⁣:A→Bf\colon A\to B,

    A=∅  ⟺  ran⁡(f)=∅.A=\varnothing\iff\operatorname{ran}(f)=\varnothing.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Misalkan A=∅A=\varnothing dan andaikan ada y∈ran⁡(f)y\in\operatorname{ran}(f). Maka ada x∈Ax\in A dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f. Ini mustahil karena AA tidak beranggota. Jadi ran⁡(f)\operatorname{ran}(f) tidak beranggota, dan menurut ekstensionalitas ran⁡(f)=∅\operatorname{ran}(f)=\varnothing.

    (⇐\Leftarrow) Kita buktikan kontraposisinya. Misalkan A≠∅A\neq\varnothing, dan ambil a∈Aa\in A. Totalitas memberi nilai f(a)∈Bf(a)\in B, dan Lemma 5.2.6(3) memberi f(a)∈ran⁡(f)f(a)\in\operatorname{ran}(f). Jadi ran⁡(f)≠∅\operatorname{ran}(f)\neq\varnothing. □\square

    Beberapa catatan tentang teorema ini:

    • Teorema ini tidak mengasumsikan apa pun tentang BB.
    • Fungsi kosong ∅→B\varnothing\to B yang tunggal (Unit 5.1) mempunyai range ∅\varnothing. Akibatnya, range-nya sama dengan kodomain jika dan hanya jika B=∅B=\varnothing.
    • Jika B=∅B=\varnothing, Unit 5.1 sudah menunjukkan bahwa fungsi A→∅A\to\varnothing hanya ada bila A=∅A=\varnothing. Dalam hal itu ran⁡(f)=∅=B\operatorname{ran}(f)=\varnothing=B.
    • Kontraposisi arah (⇐\Leftarrow) menyatakan bahwa jika AA tak kosong, range mempunyai sedikitnya satu anggota. Hal itu tidak menjamin bahwa setiap anggota BB dicapai.
    • Konvensi bahwa semesta struktur logika tidak kosong (Bab 1–2) tidak melarang himpunan AA kosong menjadi domain. Yang dikuantifikasi di sini adalah anggota AA, dan kuantor ∃x∈A\exists x\in A atas himpunan kosong memang bernilai salah.

    Pembatasan domain

    Mempersempit domain adalah operasi yang sangat sering dipakai. Operasi ini sudah muncul tanpa nama ketika kita membandingkan x2−1x^2-1 pada R\mathbb R dan pada A={−2,0,2}A=\{-2,0,2\}.

    Definisi 5.2.14 (Pembatasan). Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan S⊆AS\subseteq A. Grafik pembatasan didefinisikan dengan separasi pada Γf\Gamma_f:

    Γf∣S={p∈Γf:∃x∈S  ∃y∈B  (p=(x,y))}.\Gamma_{f|_S}=\{p\in\Gamma_f:\exists x\in S\;\exists y\in B\;(p=(x,y))\}.

    Pembatasan ff pada SS adalah f∣S=(S,B,Γf∣S)f|_S=(S,B,\Gamma_{f|_S}). Kodomainnya tetap BB.

    Teorema 5.2.15 (Sifat pembatasan). Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan S⊆AS\subseteq A.

    1. Untuk setiap x,yx,y: (x,y)∈Γf∣S  ⟺  x∈S∧(x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_{f|_S}\iff x\in S\land(x,y)\in\Gamma_f.
    2. f∣S ⁣:S→Bf|_S\colon S\to B adalah fungsi, dan (f∣S)(x)=f(x)(f|_S)(x)=f(x) untuk setiap x∈Sx\in S.
    3. f∣Sf|_S adalah satu-satunya fungsi g ⁣:S→Bg\colon S\to B yang memenuhi g(x)=f(x)g(x)=f(x) untuk setiap x∈Sx\in S.
    4. ran⁡(f∣S)⊆ran⁡(f)\operatorname{ran}(f|_S)\subseteq\operatorname{ran}(f).
    5. f∣A=ff|_A=f, dan f∣∅f|_\varnothing adalah fungsi kosong ∅→B\varnothing\to B.

    Bukti.

    1. (⇒\Rightarrow) Jika (x,y)∈Γf∣S(x,y)\in\Gamma_{f|_S}, maka (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f, dan ada x′∈Sx'\in S serta y′∈By'\in B dengan (x,y)=(x′,y′)(x,y)=(x',y'). Dari kesamaan pasangan, x=x′∈Sx=x'\in S. (⇐\Leftarrow) Jika x∈Sx\in S dan (x,y)∈Γf⊆A×B(x,y)\in\Gamma_f\subseteq A\times B, maka y∈By\in B. Pasangan (x,y)(x,y) sendiri memenuhi syarat separasi dengan saksi xx dan yy.
    2. Grafik di S×BS\times B: setiap p∈Γf∣Sp\in\Gamma_{f|_S} berbentuk (x,y)(x,y) dengan x∈Sx\in S dan y∈By\in B. Totalitas: untuk x∈S⊆Ax\in S\subseteq A, berlaku (x,f(x))∈Γf(x,f(x))\in\Gamma_f, sehingga menurut butir 1, (x,f(x))∈Γf∣S(x,f(x))\in\Gamma_{f|_S}. Ketunggalan: jika z∈Bz\in B dan (x,z)∈Γf∣S(x,z)\in\Gamma_{f|_S}, maka menurut butir 1, (x,z)∈Γf(x,z)\in\Gamma_f, sehingga z=f(x)z=f(x) oleh ketunggalan ff. Karena (x,f(x))∈Γf∣S(x,f(x))\in\Gamma_{f|_S}, nilai f∣Sf|_S di xx adalah f(x)f(x).
    3. Keberadaan fungsi seperti itu diberikan oleh butir 2. Misalkan g ⁣:S→Bg\colon S\to B memenuhi g(x)=f(x)g(x)=f(x) untuk setiap x∈Sx\in S. Maka gg dan f∣Sf|_S berdomain dan berkodomain sama, dan g(x)=f(x)=(f∣S)(x)g(x)=f(x)=(f|_S)(x) untuk setiap x∈Sx\in S. Menurut kriteria kesamaan pada Unit 5.1, g=f∣Sg=f|_S.
    4. Jika y∈ran⁡(f∣S)y\in\operatorname{ran}(f|_S), ada x∈Sx\in S dengan (x,y)∈Γf∣S(x,y)\in\Gamma_{f|_S}. Menurut butir 1, (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f dengan x∈S⊆Ax\in S\subseteq A, dan y∈By\in B. Jadi y∈ran⁡(f)y\in\operatorname{ran}(f).
    5. Untuk S=AS=A: setiap p∈Γfp\in\Gamma_f berbentuk (x,y)(x,y) dengan x∈Ax\in A, sehingga p∈Γf∣Ap\in\Gamma_{f|_A}. Inklusi sebaliknya berlaku menurut definisi separasi. Jadi Γf∣A=Γf\Gamma_{f|_A}=\Gamma_f, dan karena domain serta kodomain juga sama, f∣A=ff|_A=f. Untuk S=∅S=\varnothing: setiap anggota Γf∣∅\Gamma_{f|_\varnothing} akan berbentuk (x,y)(x,y) dengan x∈∅x\in\varnothing, dan itu mustahil. Jadi grafiknya kosong, dan f∣∅f|_\varnothing adalah fungsi kosong ∅→B\varnothing\to B, yang tunggal menurut Unit 5.1. □\square

    Range f∣Sf|_S adalah himpunan semua nilai ff pada input dari SS. Unit 5.3 akan memperlakukan himpunan ini sebagai operasi tersendiri pada subhimpunan SS. Di sini himpunan itu hanya muncul sebagai range dari fungsi baru.

    Contoh 5.2.16 (Pembatasan membuka kodomain baru). Pada Contoh 5.2.7, ambil S={−2,2}S=\{-2,2\}. Menurut Teorema 5.2.15(1), Γf∣S={(−2,3),(2,3)}\Gamma_{f|_S}=\{(-2,3),(2,3)\} dan ran⁡(f∣S)={3}⊊{−1,3}=ran⁡(f)\operatorname{ran}(f|_S)=\{3\}\subsetneq\{-1,3\}=\operatorname{ran}(f). Karena itu, menurut Teorema 5.2.9, fungsi

    (f∣S)→{3} ⁣:{−2,2}→{3}(f|_S)^{\to\{3\}}\colon\{-2,2\}\to\{3\}

    sah. Bandingkan dengan Contoh 5.2.8(b): kodomain {3}\{3\} tidak sah bagi ff berdomain AA, tetapi menjadi sah setelah input 00 dibuang dari domain. Kesahan suatu kodomain selalu dinilai terhadap range dari fungsi yang sedang dibicarakan.

    Contoh 5.2.17 (Rumus 1/(x−1)1/(x-1): domain real maksimal dan domain yang dinyatakan). Terjemahkan rumus ini menjadi aturan

    φ(x,y):y (x−1)=1.\varphi(x,y):\quad y\,(x-1)=1.

    Aturan ini fungsional parsial. Jika y(x−1)=1=y′(x−1)y(x-1)=1=y'(x-1), maka x−1≠0x-1\neq 0, sebab 0⋅y=0≠10\cdot y=0\neq1. Dengan mengalikan kedua ruas dengan kebalikan real dari x−1x-1, diperoleh y=y′y=y'.

    Domain real maksimal. Jika x≠1x\neq1, bilangan y=1x−1y=\dfrac1{x-1}, yaitu kebalikan real dari x−1≠0x-1\neq0, memenuhi φ(x,y)\varphi(x,y). Jika x=1x=1, setiap yy memberi y⋅0=0≠1y\cdot0=0\neq1, sehingga tidak ada yy yang memenuhi. Jadi Dφ=R∖{1}D_\varphi=\mathbb R\setminus\{1\}. Himpunan ini ada berdasarkan separasi pada R\mathbb R.

    Fungsi pada domain maksimal. Menurut Proposisi 5.2.3, aturan ini memberi fungsi h ⁣:R∖{1}→Rh\colon\mathbb R\setminus\{1\}\to\mathbb R dengan h(x)=1x−1h(x)=\dfrac1{x-1}. Range-nya dihitung dengan dua inklusi.

    • ran⁡(h)⊆R∖{0}\operatorname{ran}(h)\subseteq\mathbb R\setminus\{0\}: jika y=h(x)y=h(x), maka y(x−1)=1y(x-1)=1. Andaikan y=0y=0; maka 0=10=1, dan itu salah. Jadi y≠0y\neq0.
    • R∖{0}⊆ran⁡(h)\mathbb R\setminus\{0\}\subseteq\operatorname{ran}(h): ambil y≠0y\neq0 dan bentuk calon x=1+1yx=1+\dfrac1y. Calon ini masih perlu diperiksa. Pertama, x−1=1y≠0x-1=\dfrac1y\neq0, sehingga x∈R∖{1}x\in\mathbb R\setminus\{1\}. Kedua, y(x−1)=y⋅1y=1y(x-1)=y\cdot\dfrac1y=1, sehingga φ(x,y)\varphi(x,y) berlaku, yaitu h(x)=yh(x)=y.

    Jadi ran⁡(h)=R∖{0}\operatorname{ran}(h)=\mathbb R\setminus\{0\}. Menurut Teorema 5.2.9, h→R∖{0}h^{\to\mathbb R\setminus\{0\}} sah. Sebaliknya, kodomain R∖{0,5}\mathbb R\setminus\{0,5\} tidak sah, karena h(6/5)=11/5=5h(6/5)=\dfrac1{1/5}=5.

    Titik x=1x=1. Bilangan 11 bukan anggota domain, sehingga lambang h(1)h(1) tidak bermakna. Tidak benar bahwa "h(1)=∞h(1)=\infty". Lambang ∞\infty bukan bilangan real dan tidak berada di kodomain R\mathbb R. Lagi pula, pasangan dengan koordinat pertama 11 tidak termuat di (R∖{1})×R(\mathbb R\setminus\{1\})\times\mathbb R. Perilaku hh di dekat 11 adalah persoalan limit dan berada di luar bab ini.

    Domain yang dinyatakan {0,2}\{0,2\}. Karena {0,2}⊆R∖{1}\{0,2\}\subseteq\mathbb R\setminus\{1\}, aturan yang sama memberi fungsi k ⁣:{0,2}→Rk\colon\{0,2\}\to\mathbb R. Untuk x∈{0,2}x\in\{0,2\}, fakta bantu dalam bukti Proposisi 5.2.3 memberi φ(x,k(x))\varphi(x,k(x)) dan φ(x,h(x))\varphi(x,h(x)), dengan k(x),h(x)∈Rk(x),h(x)\in\mathbb R. Karena φ\varphi fungsional parsial, k(x)=h(x)k(x)=h(x). Menurut Teorema 5.2.15(2), h(x)=(h∣{0,2})(x)h(x)=(h|_{\{0,2\}})(x). Fungsi kk dan h∣{0,2}h|_{\{0,2\}} sama-sama berdomain {0,2}\{0,2\} dan berkodomain R\mathbb R, sehingga menurut Teorema 5.2.15(3), k=h∣{0,2}k=h|_{\{0,2\}}. Nilainya:

    xx0022
    k(x)=1x−1k(x)=\dfrac1{x-1}1−1=−1\dfrac1{-1}=-111=1\dfrac11=1

    Jadi Γk={(0,−1),(2,1)}\Gamma_k=\{(0,-1),(2,1)\} dan ran⁡(k)={−1,1}\operatorname{ran}(k)=\{-1,1\}.

    Dua pilihan, dua fungsi. Fungsi hh dan kk sama-sama sah, tetapi h≠kh\neq k, sebab domainnya berbeda: 12∈R∖{1}\tfrac12\in\mathbb R\setminus\{1\} sedangkan 12∉{0,2}\tfrac12\notin\{0,2\}. Sebaliknya, domain yang dinyatakan {0,1,2}\{0,1,2\} tidak sah untuk aturan ini. Menurut Proposisi 5.2.3, {0,1,2}⊈Dφ\{0,1,2\}\not\subseteq D_\varphi, dan totalitas gagal di x=1x=1.

    Rumus berbeda, fungsi sama. Fungsi {0,2}→R\{0,2\}\to\mathbb R dengan aturan x↦x−1x\mapsto x-1 bernilai −1-1 di 00 dan 11 di 22. Menurut kriteria Unit 5.1, fungsi itu sama dengan kk, walaupun rumusnya berbeda dan domain real maksimal kedua rumus juga berbeda (R\mathbb R dan R∖{1}\mathbb R\setminus\{1\}).

    Ringkasan: lima objek yang harus dibedakan

    ObjekJenisPada Contoh 5.2.7Pada Contoh 5.2.17 (kk)
    Rumus/aturanekspresi atau formula, bukan himpunany=x2−1y=x^2-1y(x−1)=1y(x-1)=1
    Domain real maksimalmilik aturan, dihitungR\mathbb RR∖{1}\mathbb R\setminus\{1\}
    Domain yang dinyatakandata fungsi, dipilih{−2,0,2}\{-2,0,2\}{0,2}\{0,2\}
    Kodomaindata fungsi, dipilihR\mathbb RR\mathbb R
    Rangedihitung dari grafik{−1,3}\{-1,3\}{−1,1}\{-1,1\}

    Hubungan yang selalu berlaku di antara objek-objek ini:

    • Domain yang dinyatakan termuat dalam domain real maksimal, bila fungsi dibentuk dari aturan menurut Proposisi 5.2.3.
    • ran⁡(f)⊆kod⁡(f)\operatorname{ran}(f)\subseteq\operatorname{kod}(f), dan inklusinya boleh sejati.
    • Grafik menentukan domain dan range, tetapi tidak menentukan kodomain.
    • Kodomain boleh diganti dengan himpunan CC mana pun yang memuat range, dan hanya dengan himpunan seperti itu.

    Latihan

    1. Misalkan g ⁣:{−1,0,1,3}→Zg\colon\{-1,0,1,3\}\to\mathbb Z dengan g(x)=x2−2xg(x)=x^2-2x.
      • (a) Buat tabel nilai, tuliskan grafik, dan tentukan ran⁡(g)\operatorname{ran}(g).
      • (b) Untuk setiap CC berikut, tentukan apakah ({−1,0,1,3},C,Γg)(\{-1,0,1,3\},C,\Gamma_g) adalah fungsi: Z\mathbb Z, N\mathbb N, {−1,0,3}\{-1,0,3\}, {0,3}\{0,3\}, {−1,0,1,3}\{-1,0,1,3\}.
      • (c) Apakah 1∈ran⁡(g)1\in\operatorname{ran}(g)?
      • (d) Tentukan semua S⊆{−1,0,1,3}S\subseteq\{-1,0,1,3\} beranggota dua dengan ran⁡(g∣S)={3}\operatorname{ran}(g|_S)=\{3\}, lalu periksa apakah (g∣S)→{3}(g|_S)^{\to\{3\}} sah.
    2. Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B dan S⊆S′⊆AS\subseteq S'\subseteq A. Buktikan (f∣S′)∣S=f∣S(f|_{S'})|_S=f|_S. Berikan pula contoh dengan ran⁡(f∣S)⊊ran⁡(f)\operatorname{ran}(f|_S)\subsetneq\operatorname{ran}(f).
    3. (Kasus kosong)
      • (a) Tentukan semua fungsi berdomain ∅\varnothing dan berkodomain {0,1}\{0,1\}, beserta range-nya. Apakah range-nya sama dengan kodomain?
      • (b) Buktikan: jika f ⁣:∅→Bf\colon\varnothing\to B dan ran⁡(f)=B\operatorname{ran}(f)=B, maka B=∅B=\varnothing.
      • (c) Adakah fungsi f ⁣:A→Bf\colon A\to B dengan A≠∅A\neq\varnothing dan ran⁡(f)=∅\operatorname{ran}(f)=\varnothing?
    4. (Setiap fungsi mempunyai kembaran) Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B. Buktikan bahwa ada himpunan C≠BC\neq B sehingga f→Cf^{\to C} terdefinisi. Petunjuk: gunakan r={x∈B:x∉x}r=\{x\in B:x\notin x\} dan C=B∪{r}C=B\cup\{r\}.
    5. Perhatikan rumus 1x2−4\dfrac1{x^2-4}, yang diterjemahkan menjadi aturan y(x2−4)=1y(x^2-4)=1.
      • (a) Tentukan domain real maksimal DD.
      • (b) Untuk u ⁣:{0,1,3}→Ru\colon\{0,1,3\}\to\mathbb R yang diberikan oleh aturan ini, buat tabel, grafik, dan range.
      • (c) Apakah {0,1,2}\{0,1,2\} domain yang sah?
      • (d) Untuk v ⁣:D→Rv\colon D\to\mathbb R, buktikan 0∉ran⁡(v)0\notin\operatorname{ran}(v).
      • (e) Apakah u=v∣{0,1,3}u=v|_{\{0,1,3\}}?
    6. Misalkan f ⁣:A→Bf\colon A\to B, S⊆AS\subseteq A, dan ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq C. Buktikan bahwa (f∣S)→C(f|_S)^{\to C} terdefinisi dan (f→C)∣S=(f∣S)→C(f^{\to C})|_S=(f|_S)^{\to C}.
    7. (Audit klaim) Seorang mahasiswa menulis: "Untuk f ⁣:R→Rf\colon\mathbb R\to\mathbb R, f(x)=x2−1f(x)=x^2-1, kodomainnya R\mathbb R, jadi range ff adalah R\mathbb R."
      • (a) Tunjukkan kesalahannya dengan membuktikan −2∉ran⁡(f)-2\notin\operatorname{ran}(f).
      • (b) Tentukan ran⁡(f)\operatorname{ran}(f). Anda boleh meminjam fakta bahwa setiap real t≥0t\ge0 mempunyai real ss dengan s2=ts^2=t.
      • (c) Mana di antara R\mathbb R, [−1,∞)[-1,\infty), dan [0,∞)[0,\infty) yang merupakan kodomain sah? Di sini [c,∞)={y∈R:y≥c}[c,\infty)=\{y\in\mathbb R:y\ge c\}; lambang ∞\infty hanya bagian notasi, bukan bilangan.

    Pembahasan latihan

    Latihan 1.

    Strategi. Hitung nilai di setiap input. Gunakan Lemma 5.2.6(2) untuk menentukan range, lalu gunakan Teorema 5.2.9 untuk menguji setiap calon kodomain.

    Pembahasan.

    (a) Nilai-nilainya:

    xx−1-1001133
    g(x)g(x)1+2=31+2=3001−2=−11-2=-19−6=39-6=3

    Grafiknya Γg={(−1,3),(0,0),(1,−1),(3,3)}\Gamma_g=\{(-1,3),(0,0),(1,-1),(3,3)\}. Untuk setiap yy, y∈ran⁡(g)y\in\operatorname{ran}(g) jika dan hanya jika y=3∨y=0∨y=−1∨y=3y=3\lor y=0\lor y=-1\lor y=3. Jadi ran⁡(g)={−1,0,3}\operatorname{ran}(g)=\{-1,0,3\}.

    (b) Menurut Teorema 5.2.9, sebuah calon CC sah tepat bila {−1,0,3}⊆C\{-1,0,3\}\subseteq C.

    • Z\mathbb Z: sah.
    • N\mathbb N: tidak sah, karena −1∉N={0,1,2,… }-1\notin\mathbb N=\{0,1,2,\dots\}, padahal g(1)=−1g(1)=-1.
    • {−1,0,3}\{-1,0,3\}: sah. Ini kodomain sah terkecil menurut Akibat 5.2.11.
    • {0,3}\{0,3\}: tidak sah, karena −1-1 tidak termuat.
    • {−1,0,1,3}\{-1,0,1,3\}: sah. Kebetulan himpunan ini sama dengan domain, tetapi hal itu tidak memberi arti khusus.

    (c) Tidak. Bilangan 11 berbeda dari 33, 00, dan −1-1. Jadi tidak ada xx di domain dengan g(x)=1g(x)=1, walaupun 1∈Z1\in\mathbb Z.

    (d) Input yang bernilai 33 hanyalah −1-1 dan 33. Menurut Teorema 5.2.15(1), ran⁡(g∣S)\operatorname{ran}(g|_S) adalah himpunan nilai gg di anggota SS. Jika SS memuat 00 atau 11, maka 00 atau −1-1 masuk ke range. Jadi satu-satunya pilihan adalah S={−1,3}S=\{-1,3\}. Untuk SS ini, ran⁡(g∣S)={3}⊆{3}\operatorname{ran}(g|_S)=\{3\}\subseteq\{3\}, sehingga (g∣S)→{3}(g|_S)^{\to\{3\}} sah menurut Teorema 5.2.9.

    Latihan 2.

    Strategi. Tunjukkan bahwa kedua fungsi mempunyai domain dan kodomain yang sama, lalu terapkan kriteria titik demi titik dari Unit 5.1.

    Pembahasan.

    • Fungsi f∣S′f|_{S'} berdomain S′S' dan berkodomain BB. Karena S⊆S′S\subseteq S', pembatasannya (f∣S′)∣S(f|_{S'})|_S terdefinisi, berdomain SS, dan berkodomain BB. Fungsi f∣Sf|_S juga berdomain SS dan berkodomain BB.
    • Untuk x∈Sx\in S, berlaku pula x∈S′x\in S'. Dengan menerapkan Teorema 5.2.15(2) dua kali, ((f∣S′)∣S)(x)=(f∣S′)(x)=f(x)=(f∣S)(x)\bigl((f|_{S'})|_S\bigr)(x)=(f|_{S'})(x)=f(x)=(f|_S)(x).
    • Menurut kriteria Unit 5.1, kedua fungsi sama.

    Sebagai contoh inklusi sejati, Contoh 5.2.16 dengan S={−2,2}S=\{-2,2\} memberi ran⁡(f∣S)={3}⊊{−1,3}=ran⁡(f)\operatorname{ran}(f|_S)=\{3\}\subsetneq\{-1,3\}=\operatorname{ran}(f).

    Latihan 3.

    Strategi. Gabungkan ketunggalan fungsi kosong dari Unit 5.1 dengan Teorema 5.2.13.

    Pembahasan.

    (a) Menurut Unit 5.1, ada tepat satu fungsi ∅→{0,1}\varnothing\to\{0,1\}, dan grafiknya ∅\varnothing. Menurut Teorema 5.2.13, range-nya ∅\varnothing. Range ini tidak sama dengan kodomain, karena 0∈{0,1}0\in\{0,1\} sedangkan 0∉∅0\notin\varnothing.

    (b) Domain ff kosong, sehingga ran⁡(f)=∅\operatorname{ran}(f)=\varnothing menurut Teorema 5.2.13. Karena ran⁡(f)=B\operatorname{ran}(f)=B, diperoleh B=∅B=\varnothing.

    (c) Tidak ada. Jika A≠∅A\neq\varnothing, Teorema 5.2.13 (arah ⇐\Leftarrow dalam bentuk kontraposisi) memberi ran⁡(f)≠∅\operatorname{ran}(f)\neq\varnothing. Secara konkret, untuk a∈Aa\in A berlaku f(a)∈ran⁡(f)f(a)\in\operatorname{ran}(f).

    Latihan 4.

    Strategi. Cari satu objek rr yang dijamin tidak termuat di BB. Tambahkan rr ke BB untuk memperoleh CC, lalu gunakan Teorema 5.2.9.

    Pembahasan.

    • Keberadaan rr. Himpunan r={x∈B:x∉x}r=\{x\in B:x\notin x\} ada berdasarkan separasi pada BB.
    • r∉Br\notin B. Andaikan r∈Br\in B. Menurut definisi rr, berlaku r∈r  ⟺  (r∈B∧r∉r)r\in r\iff(r\in B\land r\notin r). Karena r∈Br\in B, kesetaraan ini menjadi r∈r  ⟺  r∉rr\in r\iff r\notin r, dan itu kontradiksi. Jadi r∉Br\notin B.
    • Pembentukan CC. Himpunan {r}\{r\} ada menurut aksioma pasangan, dan C=B∪{r}C=B\cup\{r\} ada menurut aksioma gabungan.
    • C≠BC\neq B. Kita punya r∈Cr\in C tetapi r∉Br\notin B. Menurut ekstensionalitas, C≠BC\neq B.
    • f→Cf^{\to C} terdefinisi. Karena ran⁡(f)⊆B⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq B\subseteq C, Teorema 5.2.9 memberi bahwa f→Cf^{\to C} adalah fungsi.

    Menurut Teorema 5.2.12(2), ff dan f→Cf^{\to C} adalah fungsi bertipe yang berbeda dengan grafik yang sama. Argumen ini tidak memakai aksioma fondasi.

    Latihan 5.

    Strategi. Tentukan kapan penyebut nol, lalu gunakan Proposisi 5.2.3 untuk menilai kesahan domain. Untuk membandingkan uu dengan pembatasan vv, turunkan kesamaan nilai dari sifat fungsional parsial aturan, lalu gunakan Teorema 5.2.15(3).

    Pembahasan.

    (a) Aturan ini fungsional parsial dengan alasan yang sama seperti pada Contoh 5.2.17: jika y(x2−4)=1=y′(x2−4)y(x^2-4)=1=y'(x^2-4), maka x2−4≠0x^2-4\neq0 sebab 0⋅y=0≠10\cdot y=0\neq1, dan perkalian dengan kebalikan real dari x2−4x^2-4 memberi y=y′y=y'. Jika x2−4≠0x^2-4\neq0, nilai y=1x2−4y=\dfrac1{x^2-4} memenuhi aturan. Jika x2−4=0x^2-4=0, tidak ada yy yang memenuhi, karena y⋅0=0≠1y\cdot0=0\neq1. Selanjutnya, x2−4=(x−2)(x+2)x^2-4=(x-2)(x+2) bernilai nol jika dan hanya jika x=2x=2 atau x=−2x=-2, menurut sifat hasil kali nol pada bilangan real. Jadi D=R∖{−2,2}D=\mathbb R\setminus\{-2,2\}.

    (b) Nilai-nilainya:

    xx001133
    u(x)u(x)1−4=−14\dfrac1{-4}=-\dfrac141−3=−13\dfrac1{-3}=-\dfrac1315\dfrac15

    Grafiknya Γu={(0,−14),(1,−13),(3,15)}\Gamma_u=\{(0,-\tfrac14),(1,-\tfrac13),(3,\tfrac15)\}, dan range-nya {−13,−14,15}\{-\tfrac13,-\tfrac14,\tfrac15\}.

    (c) Tidak. Karena 2∉D2\notin D, totalitas gagal di x=2x=2 menurut Proposisi 5.2.3.

    (d) Andaikan v(x)=0v(x)=0 untuk suatu x∈Dx\in D. Maka aturan memberi 0⋅(x2−4)=10\cdot(x^2-4)=1, yaitu 0=10=1, dan itu kontradiksi. Jadi 0∉ran⁡(v)0\notin\operatorname{ran}(v).

    (e) Ya. Kita punya {0,1,3}⊆D\{0,1,3\}\subseteq D. Tulis ψ(x,y)\psi(x,y) untuk aturan y(x2−4)=1y(x^2-4)=1. Untuk x∈{0,1,3}x\in\{0,1,3\}, fakta bantu dalam bukti Proposisi 5.2.3 memberi ψ(x,u(x))\psi(x,u(x)) dan ψ(x,v(x))\psi(x,v(x)), dengan u(x),v(x)∈Ru(x),v(x)\in\mathbb R. Karena ψ\psi fungsional parsial, u(x)=v(x)u(x)=v(x). Menurut Teorema 5.2.15(2), v(x)=(v∣{0,1,3})(x)v(x)=(v|_{\{0,1,3\}})(x). Fungsi uu dan v∣{0,1,3}v|_{\{0,1,3\}} berdomain {0,1,3}\{0,1,3\} dan berkodomain R\mathbb R, sehingga menurut Teorema 5.2.15(3), u=v∣{0,1,3}u=v|_{\{0,1,3\}}.

    Latihan 6.

    Strategi. Periksa dulu bahwa kedua sisi terdefinisi. Setelah itu, cocokkan domain, kodomain, dan nilai keduanya.

    Pembahasan.

    • Sisi kanan terdefinisi. Menurut Teorema 5.2.15(4), ran⁡(f∣S)⊆ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f|_S)\subseteq\operatorname{ran}(f)\subseteq C. Teorema 5.2.9 lalu memberi fungsi (f∣S)→C ⁣:S→C(f|_S)^{\to C}\colon S\to C.
    • Sisi kiri terdefinisi. Fungsi f→Cf^{\to C} berdomain AA dan berkodomain CC. Pembatasannya pada SS berdomain SS dan berkodomain CC. Perhatikan bahwa separasi untuk pembatasan ini memakai pembatas y∈Cy\in C menurut Definisi 5.2.14 yang diterapkan pada f→Cf^{\to C}.
    • Nilai sama. Untuk x∈Sx\in S, (f→C)∣S(x)=f→C(x)=f(x)(f^{\to C})|_S(x)=f^{\to C}(x)=f(x), dengan Teorema 5.2.15(2) dan Teorema 5.2.9. Di sisi lain, (f∣S)→C(x)=(f∣S)(x)=f(x)(f|_S)^{\to C}(x)=(f|_S)(x)=f(x).

    Menurut kriteria Unit 5.1, kedua fungsi sama. Jadi urutan antara membatasi domain dan mengganti kodomain tidak berpengaruh, asalkan ran⁡(f)⊆C\operatorname{ran}(f)\subseteq C.

    Latihan 7.

    Strategi. Kodomain hanya memberi batas atas bagi range. Range harus dihitung dengan dua inklusi, dan setiap fakta real yang dipinjam harus disebut secara eksplisit.

    Pembahasan.

    (a) Klaim mahasiswa itu menyamakan kodomain dengan range, padahal secara umum hanya berlaku ran⁡(f)⊆R\operatorname{ran}(f)\subseteq\mathbb R. Andaikan f(x)=−2f(x)=-2. Maka x2−1=−2x^2-1=-2, sehingga x2=−1<0x^2=-1<0. Ini bertentangan dengan fakta real x2≥0x^2\ge0. Jadi −2∉ran⁡(f)-2\notin\operatorname{ran}(f).

    (b) Klaimnya: ran⁡(f)=[−1,∞)={y∈R:y≥−1}\operatorname{ran}(f)=[-1,\infty)=\{y\in\mathbb R:y\ge-1\}.

    • Inklusi ⊆\subseteq: dari x2≥0x^2\ge0 diperoleh f(x)=x2−1≥−1f(x)=x^2-1\ge-1.
    • Inklusi ⊇\supseteq: ambil y≥−1y\ge-1 dan tetapkan t=y+1≥0t=y+1\ge0. Menurut fakta pinjaman, ada real ss dengan s2=ts^2=t. Maka f(s)=s2−1=yf(s)=s^2-1=y.

    (c) Menurut Teorema 5.2.9:

    • R\mathbb R: sah.
    • [−1,∞)[-1,\infty): sah, dan merupakan kodomain sah terkecil menurut Akibat 5.2.11.
    • [0,∞)={y∈R:y≥0}[0,\infty)=\{y\in\mathbb R:y\ge0\}: tidak sah, karena f(0)=−1∉[0,∞)f(0)=-1\notin[0,\infty).

    Range ran⁡(f)=f[A]\operatorname{ran}(f)=f[A] mengumpulkan nilai ff pada seluruh domain. Pembatasan sudah menunjukkan bahwa kita juga dapat mengumpulkan nilai pada sebagian domain saja, yaitu ran⁡(f∣S)\operatorname{ran}(f|_S). Dari sini muncul dua pertanyaan yang saling berlawanan arah. Pertanyaan pertama: untuk subhimpunan SS dari domain, nilai mana saja yang dihasilkan oleh input-input di SS? Pertanyaan kedua: untuk subhimpunan TT dari kodomain, input mana saja yang nilainya jatuh ke TT? Pertanyaan kedua tetap bermakna untuk setiap fungsi, termasuk fungsi yang tidak dapat "dibalik", karena jawabannya adalah sebuah himpunan input, bukan satu nilai. Unit 5.3 menjadikan kedua pertanyaan itu operasi pada himpunan, yaitu peta maju dan peta balik, lalu membuktikan bagaimana keduanya berinteraksi dengan gabungan, irisan, dan komplemen.

    5.3 Peta Maju (Direct Image) dan Peta Balik (Inverse Image)

    Unit 5.2 memberi nama f[A]f[A] bagi daerah hasil fungsi f:A→Bf:A\to B, yaitu himpunan semua nilai yang benar-benar dicapai. Dalam analisis kita sering membutuhkan pertanyaan yang lebih halus. Nilai apa yang dicapai jika input dibatasi pada suatu bagian S⊆AS\subseteq A? Input mana yang nilainya jatuh ke dalam suatu bagian T⊆BT\subseteq B? Pertanyaan pertama menghasilkan citra (image). Pertanyaan kedua menghasilkan pracitra (preimage). Operasi yang membentuk citra dan pracitra disebut peta maju dan peta balik.

    Kedua operasi ini tampak simetris, tetapi perilakunya tidak sama. Peta balik mempertahankan gabungan, irisan, dan komplemen tanpa syarat apa pun. Peta maju mempertahankan gabungan, tetapi pada irisan umumnya hanya memberi inklusi. Penyebabnya terletak pada urutan kuantifikator: "ada satu input yang bekerja untuk semua indeks" berbeda dari "untuk setiap indeks ada input yang bekerja". Unit ini membuktikan semua identitas tersebut lewat keanggotaan dan kuantifikator. Unit ini juga menunjukkan dengan tepat kondisi yang memulihkan kesamaan. Konsep image, preimage, dan invers juga dibahas dalam [R5-1], bagian 12.5–12.6. Konvensi fungsi bertipe dan irisan kosong relatif semesta yang dipakai di sini adalah konvensi buku ini.

    Sepanjang unit ini f:A→Bf:A\to B adalah fungsi bertipe dengan grafik Γf⊆A×B\Gamma_f\subseteq A\times B. Untuk x∈Ax\in A, f(x)f(x) menyatakan satu-satunya y∈By\in B dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f (Unit 5.1). Fakta tentang bilangan real yang muncul dalam contoh dipinjam dan tidak dikonstruksi di sini.

    Definisi lewat separasi

    Definisi 5.3.1 (peta maju dan peta balik). Misalkan f:A→Bf:A\to B, S⊆AS\subseteq A, dan T⊆BT\subseteq B. Didefinisikan

    f[S]={y∈B:∃x∈S  (f(x)=y)},f−1[T]={x∈A:f(x)∈T}.f[S]=\{y\in B:\exists x\in S\;(f(x)=y)\},\qquad f^{-1}[T]=\{x\in A:f(x)\in T\}.

    Himpunan f[S]f[S] disebut citra (image) SS oleh ff. Himpunan f−1[T]f^{-1}[T] disebut pracitra (preimage) TT oleh ff. Operasi S↦f[S]S\mapsto f[S] disebut peta maju, sedangkan operasi T↦f−1[T]T\mapsto f^{-1}[T] disebut peta balik.

    Kedua himpunan ada berdasarkan aksioma separasi. f[S]f[S] dipisahkan dari BB oleh formula ∃x∈S (f(x)=y)\exists x\in S\,(f(x)=y). f−1[T]f^{-1}[T] dipisahkan dari AA oleh formula f(x)∈Tf(x)\in T. Dalam formula pertama, x∈Sx\in S mengakibatkan x∈Ax\in A karena S⊆AS\subseteq A, sehingga f(x)f(x) bermakna. Jika ditulis lengkap dengan grafik, f(x)=yf(x)=y berarti (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f. Untuk x∈Ax\in A, f(x)∈Tf(x)\in T berarti ∃y∈B ((x,y)∈Γf∧y∈T)\exists y\in B\,((x,y)\in\Gamma_f\land y\in T).

    Penulisan singkat f[S]={f(x):x∈S}f[S]=\{f(x):x\in S\} lazim dan boleh dipakai sebagai singkatan. Pembenarannya tetap separasi pada BB di atas: setiap f(x)f(x) dengan x∈Ax\in A sudah merupakan anggota BB, sehingga tidak diperlukan prinsip pembentukan himpunan baru.

    Notasi f−1[T]f^{-1}[T] tidak mengandaikan fungsi invers. Pracitra himpunan tersedia untuk setiap fungsi, termasuk fungsi yang dua inputnya memiliki nilai sama atau yang tidak mencapai seluruh kodomain. Lambang f−1f^{-1} di sini hanya bagian dari nama operasi T↦f−1[T]T\mapsto f^{-1}[T]. Lambang itu bukan nama suatu fungsi B→AB\to A. Karena itu kita tidak menulis "f−1(y)f^{-1}(y)" untuk y∈By\in B. Yang bermakna untuk semua ff adalah pracitra singleton f−1[{y}]f^{-1}[\{y\}], yaitu himpunan semua input bernilai yy. Himpunan ini bisa kosong, bisa beranggota satu, bisa beranggota banyak.

    Tanda kurung siku juga mencegah kerancuan lain. Suatu himpunan dapat sekaligus menjadi anggota dan bagian dari domain. Misalkan A={∅,{∅}}A=\{\varnothing,\{\varnothing\}\}. Maka {∅}∈A\{\varnothing\}\in A dan juga {∅}⊆A\{\varnothing\}\subseteq A. Untuk f:A→Bf:A\to B, f({∅})f(\{\varnothing\}) adalah nilai ff di anggota {∅}\{\varnothing\}. Sebaliknya, f[{∅}]f[\{\varnothing\}] adalah himpunan nilai pada bagian {∅}\{\varnothing\}, yaitu {f(∅)}\{f(\varnothing)\} menurut Proposisi 5.3.2(c). Kedua objek ini umumnya berbeda.

    Proposisi 5.3.2 (sifat dasar). Misalkan f:A→Bf:A\to B, S⊆AS\subseteq A, T⊆BT\subseteq B, dan x∈Ax\in A.

    (a) f[S]⊆Bf[S]\subseteq B dan f−1[T]⊆Af^{-1}[T]\subseteq A. (b) f[A]=ran⁡(f)f[A]=\operatorname{ran}(f). (c) f[{x}]={f(x)}f[\{x\}]=\{f(x)\}. (d) f[∅]=∅f[\varnothing]=\varnothing. Lebih lanjut, f[S]=∅f[S]=\varnothing jika dan hanya jika S=∅S=\varnothing. (e) f−1[∅]=∅f^{-1}[\varnothing]=\varnothing dan f−1[B]=Af^{-1}[B]=A.

    Bukti. (a) Langsung dari definisi, karena separasi menghasilkan bagian dari himpunan yang dipisahkan.

    (b) Untuk y∈By\in B, y∈f[A]y\in f[A] berarti ∃x∈A (f(x)=y)\exists x\in A\,(f(x)=y), yaitu ∃x∈A ((x,y)∈Γf)\exists x\in A\,((x,y)\in\Gamma_f). Ini persis syarat keanggotaan ran⁡(f)\operatorname{ran}(f) dari Unit 5.2. Kedua himpunan merupakan bagian dari BB, sehingga keduanya sama menurut ekstensionalitas.

    (c) Ambil yy sebarang. Maka y∈f[{x}]y\in f[\{x\}] jika dan hanya jika y∈B∧∃w∈{x} (f(w)=y)y\in B\land\exists w\in\{x\}\,(f(w)=y). Karena satu-satunya anggota {x}\{x\} adalah xx, syarat ini setara dengan y∈B∧f(x)=yy\in B\land f(x)=y. Karena f(x)∈Bf(x)\in B, syarat itu setara dengan y=f(x)y=f(x), yaitu y∈{f(x)}y\in\{f(x)\}.

    (d) Tidak ada x∈∅x\in\varnothing, jadi formula ∃x∈∅ (f(x)=y)\exists x\in\varnothing\,(f(x)=y) salah untuk setiap yy, sehingga f[∅]=∅f[\varnothing]=\varnothing. Sebaliknya, misalkan S≠∅S\neq\varnothing. Ambil x∈Sx\in S. Maka x∈Ax\in A, f(x)∈Bf(x)\in B, dan xx merupakan saksi bagi f(x)∈f[S]f(x)\in f[S]. Jadi f[S]≠∅f[S]\neq\varnothing. Langkah ini memakai totalitas ff: setiap x∈Ax\in A mempunyai nilai.

    (e) Untuk x∈Ax\in A, f(x)∈∅f(x)\in\varnothing selalu salah, jadi f−1[∅]=∅f^{-1}[\varnothing]=\varnothing. Untuk x∈Ax\in A, f(x)∈Bf(x)\in B selalu benar, jadi setiap anggota AA memenuhi syarat keanggotaan f−1[B]f^{-1}[B], dan f−1[B]=Af^{-1}[B]=A. ■\blacksquare

    Perhatikan asimetrinya. f[S]=∅f[S]=\varnothing hanya bila S=∅S=\varnothing. Sebaliknya, f−1[T]f^{-1}[T] dapat kosong walaupun TT tak kosong, yaitu bila tidak ada anggota TT yang dicapai oleh ff.

    Kedua operasi sebagai fungsi pada himpunan kuasa

    Definisi 5.3.3. Untuk f:A→Bf:A\to B didefinisikan dua fungsi bertipe

    f∗:P(A)→P(B),f∗(S)=f[S],f∗:P(B)→P(A),f∗(T)=f−1[T].f_\ast:\mathcal P(A)\to\mathcal P(B),\quad f_\ast(S)=f[S],\qquad\qquad f^\ast:\mathcal P(B)\to\mathcal P(A),\quad f^\ast(T)=f^{-1}[T].

    Grafiknya dibentuk dengan separasi seperti pada Unit 5.1:

    Γf∗={p∈P(A)×P(B):∃S∈P(A)  ∃U∈P(B)  (p=(S,U)∧U=f[S])},\Gamma_{f_\ast}=\{p\in\mathcal P(A)\times\mathcal P(B):\exists S\in\mathcal P(A)\;\exists U\in\mathcal P(B)\;(p=(S,U)\land U=f[S])\},

    dan Γf∗\Gamma_{f^\ast} dibentuk serupa di dalam P(B)×P(A)\mathcal P(B)\times\mathcal P(A), dengan syarat V=f−1[T]V=f^{-1}[T] untuk pasangan (T,V)(T,V). Syarat U=f[S]U=f[S] adalah singkatan dari formula

    ∀y  (y∈U  ⟺  y∈B∧∃x∈S  ((x,y)∈Γf)),\forall y\;\Bigl(y\in U\iff y\in B\land\exists x\in S\;\bigl((x,y)\in\Gamma_f\bigr)\Bigr),

    dan syarat V=f−1[T]V=f^{-1}[T] singkatan dari ∀x (x∈V  ⟺  x∈A∧∃y∈T ((x,y)∈Γf))\forall x\,\bigl(x\in V\iff x\in A\land\exists y\in T\,((x,y)\in\Gamma_f)\bigr). Jadi formula pemisahnya hanya memuat Γf\Gamma_f, AA, BB, dan keanggotaan.

    Pemeriksaan syarat fungsi. Ambil S∈P(A)S\in\mathcal P(A). Menurut Proposisi 5.3.2(a), f[S]∈P(B)f[S]\in\mathcal P(B), jadi (S,f[S])∈Γf∗(S,f[S])\in\Gamma_{f_\ast}. Ini menunjukkan totalitas. Untuk ketunggalan, misalkan (S,U)(S,U) dan (S,U′)(S,U') keduanya anggota Γf∗\Gamma_{f_\ast}. Dari (S,U)∈Γf∗(S,U)\in\Gamma_{f_\ast} ada S1∈P(A)S_1\in\mathcal P(A) dan U1∈P(B)U_1\in\mathcal P(B) dengan (S,U)=(S1,U1)(S,U)=(S_1,U_1) dan U1=f[S1]U_1=f[S_1]. Menurut kesamaan pasangan terurut dari Bab 4, S=S1S=S_1 dan U=U1U=U_1, sehingga U=f[S]U=f[S]. Dengan cara yang sama U′=f[S]U'=f[S], sehingga U=U′U=U'. Pembatas U∈P(B)U\in\mathcal P(B) tidak dibuang: nilainya memang anggota kodomain P(B)\mathcal P(B). Argumen untuk f∗f^\ast sama, dengan f−1[T]∈P(A)f^{-1}[T]\in\mathcal P(A).

    Arah tipe perlu diperhatikan. Peta maju berjalan P(A)→P(B)\mathcal P(A)\to\mathcal P(B), searah dengan ff. Peta balik berjalan P(B)→P(A)\mathcal P(B)\to\mathcal P(A), berlawanan arah, dan selalu terdefinisi. Nama f∗f_\ast dan f∗f^\ast adalah notasi buku ini. Dalam badan teks kita tetap memakai f[S]f[S] dan f−1[T]f^{-1}[T].

    Contoh terhitung

    Contoh 5.3.4 (lanjutan contoh Unit 5.2). Misalkan A={−2,0,2}A=\{-2,0,2\}, B=RB=\mathbb R, dan f:A→Bf:A\to B dengan f(x)=x2−1f(x)=x^2-1. Tabel nilainya adalah f(−2)=3f(-2)=3, f(0)=−1f(0)=-1, f(2)=3f(2)=3.

    • S={−2,2}S=\{-2,2\}. Untuk y∈Ry\in\mathbb R, y∈f[S]y\in f[S] jika dan hanya jika y=f(−2)y=f(-2) atau y=f(2)y=f(2), yaitu y=3y=3. Jadi f[S]={3}f[S]=\{3\}. Dua input berbeda menyumbang nilai yang sama, dan nilai itu hanya menjadi satu anggota.
    • f−1[{3}]={x∈A:f(x)=3}f^{-1}[\{3\}]=\{x\in A:f(x)=3\}. Periksa setiap anggota AA: f(−2)=3f(-2)=3 (masuk), f(0)=−1f(0)=-1 (tidak masuk), f(2)=3f(2)=3 (masuk). Jadi f−1[{3}]={−2,2}f^{-1}[\{3\}]=\{-2,2\}.
    • f−1[{0}]=∅f^{-1}[\{0\}]=\varnothing, karena ketiga nilai 3,−1,33,-1,3 tidak ada yang sama dengan 00. Bilangan 00 adalah anggota kodomain BB yang tidak mempunyai praimaj.
    • f−1[{−1,3}]=Af^{-1}[\{-1,3\}]=A, karena setiap nilai ff adalah −1-1 atau 33.
    • Sebagai pratinjau Proposisi 5.3.15(b): f[f−1[{0,3}]]=f[{−2,2}]={3}f[f^{-1}[\{0,3\}]]=f[\{-2,2\}]=\{3\}. Hasil ini lebih kecil daripada {0,3}\{0,3\}. Hasil ini sama dengan {0,3}∩f[A]={0,3}∩{−1,3}={3}\{0,3\}\cap f[A]=\{0,3\}\cap\{-1,3\}=\{3\}.

    Contoh 5.3.5 (kuadrat real). Misalkan g:R→Rg:\mathbb R\to\mathbb R dengan g(x)=x2g(x)=x^2. Dua fakta aljabar real dipinjam: uv=0uv=0 jika dan hanya jika u=0u=0 atau v=0v=0; dan x2≥0x^2\ge0 untuk setiap x∈Rx\in\mathbb R.

    • g−1[{1}]={x∈R:x2=1}g^{-1}[\{1\}]=\{x\in\mathbb R:x^2=1\}. Karena x2−1=(x−1)(x+1)x^2-1=(x-1)(x+1), kita peroleh x2=1x^2=1 jika dan hanya jika x=1x=1 atau x=−1x=-1. Jadi g−1[{1}]={−1,1}g^{-1}[\{1\}]=\{-1,1\}. Pracitra singleton {1}\{1\} adalah himpunan beranggota dua. Pracitra ini bukan satu nilai "g−1(1)g^{-1}(1)". Tidak ada fungsi g−1:R→Rg^{-1}:\mathbb R\to\mathbb R yang dibicarakan di sini.
    • g−1[{−1}]=∅g^{-1}[\{-1\}]=\varnothing, karena x2≥0>−1x^2\ge0>-1.
    • g[{−1}]={1}g[\{-1\}]=\{1\}, g[{1}]={1}g[\{1\}]=\{1\}, dan g[{−1,1}]={1}g[\{-1,1\}]=\{1\}, menurut Proposisi 5.3.2(c) dan definisi.

    Monotoni

    Proposisi 5.3.6 (monotoni). Misalkan f:A→Bf:A\to B. (a) Jika S⊆S′⊆AS\subseteq S'\subseteq A, maka f[S]⊆f[S′]f[S]\subseteq f[S']. (b) Jika T⊆T′⊆BT\subseteq T'\subseteq B, maka f−1[T]⊆f−1[T′]f^{-1}[T]\subseteq f^{-1}[T'].

    Bukti. (a) Ambil y∈f[S]y\in f[S]. Maka y∈By\in B dan ada x∈Sx\in S dengan f(x)=yf(x)=y. Karena S⊆S′S\subseteq S', saksi yang sama memenuhi x∈S′x\in S'. Jadi y∈f[S′]y\in f[S'].

    (b) Ambil x∈f−1[T]x\in f^{-1}[T]. Maka x∈Ax\in A dan f(x)∈T⊆T′f(x)\in T\subseteq T'. Jadi x∈f−1[T′]x\in f^{-1}[T']. ■\blacksquare

    Kebalikan kedua implikasi umumnya salah (Latihan 7).

    Keluarga berindeks: gabungan dan irisan relatif semesta

    Kita memakai konvensi Bab 3. Misalkan II himpunan indeks dan (Ti)i∈I(T_i)_{i\in I} keluarga bagian dari BB. Definisi 3.3.1 menetapkan keluarga melalui formula ψ(i,X)\psi(i,X) dengan tepat satu X⊆BX\subseteq B untuk setiap i∈Ii\in I. Teorema 5.1.9 sekarang menjamin grafik fungsi I→P(B)I\to\mathcal P(B) dengan memisahkan pasangan (i,X)(i,X) yang memenuhi ψ(i,X)\psi(i,X) dari I×P(B)I\times\mathcal P(B). Nilainya pada ii adalah TiT_i. Dengan demikian, pembacaan keluarga sebagai fungsi cocok dengan definisi sebelumnya; bukti di bawah tetap memakai karakterisasi keanggotaan sukunya. Untuk keluarga bagian dari BB berlaku

    ⋃i∈ITi={y∈B:∃i∈I  (y∈Ti)},⋂i∈IBTi={y∈B:∀i∈I  (y∈Ti)}.\bigcup_{i\in I}T_i=\{y\in B:\exists i\in I\;(y\in T_i)\},\qquad \bigcap^{B}_{i\in I}T_i=\{y\in B:\forall i\in I\;(y\in T_i)\}.

    Karena setiap Ti⊆BT_i\subseteq B, himpunan gabungan di atas sama dengan gabungan keluarga dari Bab 3 dan tidak bergantung pada pilihan semesta; jadi y∈⋃iTi  ⟺  ∃i∈I (y∈Ti)y\in\bigcup_iT_i\iff\exists i\in I\,(y\in T_i). Hanya irisan yang memerlukan semesta. Untuk keluarga (Si)i∈I(S_i)_{i\in I} bagian dari AA, gabungan dan irisan didefinisikan serupa dengan semesta AA. Irisan kita tulis ⋂i∈IASi\bigcap^{A}_{i\in I}S_i.

    Jika I=∅I=\varnothing, maka ⋃i∈∅Ti=∅\bigcup_{i\in\varnothing}T_i=\varnothing. Irisannya adalah seluruh semesta, karena ∀i∈∅ (… )\forall i\in\varnothing\,(\dots) benar secara hampa. Jadi ⋂i∈∅BTi=B\bigcap^{B}_{i\in\varnothing}T_i=B dan ⋂i∈∅ASi=A\bigcap^{A}_{i\in\varnothing}S_i=A. Semesta yang disebutkan menentukan hasilnya. Karena itu setiap identitas di bawah menyebut secara eksplisit semesta di sisi AA dan di sisi BB.

    Keluarga dua indeks. Ambil I={0,1}I=\{0,1\}, dengan 0≠10\neq1, serta S0,S1⊆AS_0,S_1\subseteq A. Anggota II tepat 00 dan 11, sehingga ∀i∈I (w∈Si)\forall i\in I\,(w\in S_i) setara dengan w∈S0∧w∈S1w\in S_0\land w\in S_1. Jadi

    ⋂i∈{0,1}ASi={w∈A:w∈S0∧w∈S1}=S0∩S1,\bigcap^{A}_{i\in\{0,1\}}S_i=\{w\in A:w\in S_0\land w\in S_1\}=S_0\cap S_1,

    dengan kesamaan terakhir karena S0⊆AS_0\subseteq A. Dengan cara yang sama, untuk bagian dari BB berlaku ⋂i∈{0,1}Bf[Si]=f[S0]∩f[S1]\bigcap^{B}_{i\in\{0,1\}}f[S_i]=f[S_0]\cap f[S_1]. Paragraf ini menjadi penghubung setiap kali irisan dua himpunan dibaca sebagai irisan keluarga berindeks.

    Peta balik mempertahankan gabungan, irisan, dan komplemen

    Teorema 5.3.7. Misalkan f:A→Bf:A\to B, II sebarang himpunan (boleh kosong), (Ti)i∈I(T_i)_{i\in I} keluarga bagian dari BB, dan T⊆BT\subseteq B. Maka

    (a)    f−1[⋃i∈ITi]=⋃i∈If−1[Ti],(b)    f−1[⋂i∈IBTi]=⋂i∈IAf−1[Ti],(c)    f−1[B∖T]=A∖f−1[T].\text{(a)}\;\; f^{-1}\Bigl[\bigcup_{i\in I}T_i\Bigr]=\bigcup_{i\in I}f^{-1}[T_i],\qquad \text{(b)}\;\; f^{-1}\Bigl[\bigcap^{B}_{i\in I}T_i\Bigr]=\bigcap^{A}_{i\in I}f^{-1}[T_i],\qquad \text{(c)}\;\; f^{-1}[B\setminus T]=A\setminus f^{-1}[T].

    Bukti. Pada ketiga identitas, kedua ruas merupakan bagian dari AA. Jadi cukup ditunjukkan bahwa untuk setiap x∈Ax\in A, xx anggota ruas kiri jika dan hanya jika xx anggota ruas kanan. Tetapkan x∈Ax\in A. Ingat bahwa untuk x∈Ax\in A, x∈f−1[U]x\in f^{-1}[U] setara dengan f(x)∈Uf(x)\in U, dan bahwa f(x)∈Bf(x)\in B.

    (a)

    x∈f−1[⋃iTi]  ⟺  f(x)∈⋃iTi  ⟺  ∃i∈I  (f(x)∈Ti)  ⟺  ∃i∈I  (x∈f−1[Ti])  ⟺  x∈⋃if−1[Ti].x\in f^{-1}\Bigl[\bigcup_{i}T_i\Bigr]\iff f(x)\in\bigcup_{i}T_i\iff\exists i\in I\;(f(x)\in T_i)\iff\exists i\in I\;(x\in f^{-1}[T_i])\iff x\in\bigcup_{i}f^{-1}[T_i].

    Langkah kedua dan terakhir hanya memakai definisi gabungan keluarga; setiap TiT_i adalah bagian dari BB dan setiap f−1[Ti]f^{-1}[T_i] adalah bagian dari AA.

    (b)

    x∈f−1[⋂iBTi]  ⟺  f(x)∈B∧∀i∈I  (f(x)∈Ti)  ⟺  ∀i∈I  (f(x)∈Ti)  ⟺  ∀i∈I  (x∈f−1[Ti])  ⟺  x∈⋂iAf−1[Ti].x\in f^{-1}\Bigl[\bigcap^{B}_{i}T_i\Bigr]\iff f(x)\in B\land\forall i\in I\;(f(x)\in T_i)\iff\forall i\in I\;(f(x)\in T_i)\iff\forall i\in I\;(x\in f^{-1}[T_i])\iff x\in\bigcap^{A}_{i}f^{-1}[T_i].

    Langkah kedua sah karena f(x)∈Bf(x)\in B selalu benar. Langkah terakhir memakai x∈Ax\in A, yaitu syarat semesta irisan di sisi kanan. Yang diuji terhadap semua TiT_i adalah input xx yang sama. Tidak ada saksi yang dipilih per indeks, sehingga tidak ada pertukaran kuantifikator.

    Citra dan pracitra: saksi yang samaUntuk: Bab 5, Peta balik (M05-02)

    (c)

    x∈f−1[B∖T]  ⟺  f(x)∈B∧f(x)∉T  ⟺  f(x)∉T  ⟺  x∉f−1[T]  ⟺  x∈A∖f−1[T].x\in f^{-1}[B\setminus T]\iff f(x)\in B\land f(x)\notin T\iff f(x)\notin T\iff x\notin f^{-1}[T]\iff x\in A\setminus f^{-1}[T].

    Langkah ketiga memakai fakta bahwa untuk x∈Ax\in A, x∈f−1[T]  ⟺  f(x)∈Tx\in f^{-1}[T]\iff f(x)\in T. Negasi kedua ruas karenanya setara. ■\blacksquare

    Kasus I=∅I=\varnothing. Pada (a), kedua ruas sama dengan f−1[∅]=∅f^{-1}[\varnothing]=\varnothing. Pada (b), ruas kiri adalah f−1[B]=Af^{-1}[B]=A (Proposisi 5.3.2(e)) dan ruas kanan adalah irisan kosong relatif AA, yaitu AA. Bukti di atas sudah mencakup kasus ini tanpa pemisahan kasus. Identitas (b) juga menunjukkan mengapa semesta kedua sisi harus berbeda. Bila ruas kanan dihitung relatif terhadap BB, kasus I=∅I=\varnothing menuntut A=BA=B, yang salah secara umum. Bahkan tipenya tidak cocok, karena pracitra selalu merupakan bagian dari AA.

    Peta maju: gabungan dan irisan

    Teorema 5.3.8 (peta maju gabungan). Misalkan f:A→Bf:A\to B, II sebarang himpunan, dan (Si)i∈I(S_i)_{i\in I} keluarga bagian dari AA. Maka

    f[⋃i∈ISi]=⋃i∈If[Si].f\Bigl[\bigcup_{i\in I}S_i\Bigr]=\bigcup_{i\in I}f[S_i].

    Bukti. Untuk yy sebarang,

    y∈f[⋃iSi]  ⟺  y∈B∧∃x  (x∈⋃iSi∧f(x)=y)  ⟺  y∈B∧∃x  ∃i∈I  (x∈Si∧f(x)=y)  ⟺  y∈B∧∃i∈I  ∃x  (x∈Si∧f(x)=y)  ⟺  ∃i∈I  (y∈B∧∃x∈Si  (f(x)=y))  ⟺  ∃i∈I  (y∈f[Si])  ⟺  y∈⋃if[Si].\begin{aligned} y\in f\Bigl[\bigcup_i S_i\Bigr] &\iff y\in B\land\exists x\;\Bigl(x\in\bigcup_i S_i\land f(x)=y\Bigr)\\ &\iff y\in B\land\exists x\;\exists i\in I\;(x\in S_i\land f(x)=y)\\ &\iff y\in B\land\exists i\in I\;\exists x\;(x\in S_i\land f(x)=y)\\ &\iff \exists i\in I\;\bigl(y\in B\land\exists x\in S_i\;(f(x)=y)\bigr)\\ &\iff \exists i\in I\;(y\in f[S_i])\iff y\in\bigcup_i f[S_i]. \end{aligned}

    Pada baris pertama, f(x)f(x) bermakna karena ⋃iSi⊆A\bigcup_iS_i\subseteq A. Baris kedua memakai definisi gabungan keluarga; karena setiap Si⊆AS_i\subseteq A, syarat x∈Ax\in A otomatis terpenuhi dan tidak perlu ditulis. Baris ketiga menukar ∃x ∃i\exists x\,\exists i menjadi ∃i ∃x\exists i\,\exists x. Pertukaran ini sah karena kedua kuantifikator eksistensial. Baris keempat memasukkan konjungsi y∈By\in B, yang tidak memuat ii, ke dalam ∃i\exists i. Kesetaraan ini berlaku juga bila I=∅I=\varnothing, sebab dalam kasus itu kedua bentuk sama-sama salah. ■\blacksquare

    Kasus I=∅I=\varnothing: f[∅]=∅=⋃i∈∅f[Si]f[\varnothing]=\varnothing=\bigcup_{i\in\varnothing}f[S_i].

    Untuk irisan situasinya berbeda.

    Teorema 5.3.9 (inklusi peta maju irisan). Misalkan f:A→Bf:A\to B, II sebarang himpunan, termasuk I=∅I=\varnothing, dan (Si)i∈I(S_i)_{i\in I} keluarga bagian dari AA. Maka

    f[⋂i∈IASi]⊆⋂i∈IBf[Si].f\Bigl[\bigcap^{A}_{i\in I}S_i\Bigr]\subseteq\bigcap^{B}_{i\in I}f[S_i].

    Bukti. Ambil y∈f[⋂iASi]y\in f[\bigcap^{A}_iS_i]. Maka y∈By\in B dan ada satu x∈⋂iASix\in\bigcap^{A}_iS_i dengan f(x)=yf(x)=y. Tetapkan saksi xx ini. Kita harus menunjukkan y∈By\in B, yang sudah diketahui, dan ∀i∈I (y∈f[Si])\forall i\in I\,(y\in f[S_i]). Ambil i∈Ii\in I sebarang. Karena x∈Six\in S_i dan f(x)=yf(x)=y, saksi xx yang sama memenuhi syarat keanggotaan f[Si]f[S_i]. Jadi y∈f[Si]y\in f[S_i]. Karena ii sebarang, y∈⋂iBf[Si]y\in\bigcap^{B}_if[S_i]. ■\blacksquare

    Struktur logikanya adalah ∃x ∀i⇒∀i ∃x\exists x\,\forall i\Rightarrow\forall i\,\exists x: satu saksi bersama melayani semua indeks. Implikasi ini selalu benar. Arah sebaliknya, ∀i ∃x⇒∃x ∀i\forall i\,\exists x\Rightarrow\exists x\,\forall i, tidak sah. Keberadaan satu praimaj di setiap SiS_i tidak menjamin adanya satu praimaj yang sama untuk semua indeks. Untuk I=∅I=\varnothing, teorema menyatakan f[A]⊆Bf[A]\subseteq B. Ini benar, dan bukti di atas mencakupnya karena bagian "∀i\forall i" benar secara hampa.

    Contoh 5.3.10 (arah balik gagal).

    (a) Misalkan g:R→Rg:\mathbb R\to\mathbb R dengan g(x)=x2g(x)=x^2. Ambil keluarga berindeks I={0,1}I=\{0,1\} dengan S0=S={−1}S_0=S=\{-1\} dan S1=T={1}S_1=T=\{1\}; di sini TT berperan sebagai himpunan bagian domain R\mathbb R. Menurut paragraf Keluarga dua indeks, ⋂i∈{0,1}RSi=S∩T\bigcap^{\mathbb R}_{i\in\{0,1\}}S_i=S\cap T dan ⋂i∈{0,1}Rg[Si]=g[S]∩g[T]\bigcap^{\mathbb R}_{i\in\{0,1\}}g[S_i]=g[S]\cap g[T]. Maka S∩T=∅S\cap T=\varnothing, sehingga g[S∩T]=∅g[S\cap T]=\varnothing. Di sisi lain g[S]={1}g[S]=\{1\} dan g[T]={1}g[T]=\{1\}, sehingga g[S]∩g[T]={1}g[S]\cap g[T]=\{1\}. Jadi

    g[S∩T]=∅⊊{1}=g[S]∩g[T].g[S\cap T]=\varnothing\subsetneq\{1\}=g[S]\cap g[T].

    Nilai 11 mempunyai praimaj di SS (yaitu −1-1) dan praimaj di TT (yaitu 11), tetapi tidak ada satu input yang terletak di keduanya.

    (b) Fenomena yang sama muncul tanpa aljabar real. Dengan ff dari Contoh 5.3.4, ambil S={−2}S=\{-2\} dan S′={2}S'=\{2\}, dibaca sebagai keluarga berindeks {0,1}\{0,1\} seperti pada (a). Maka f[S∩S′]=f[∅]=∅f[S\cap S']=f[\varnothing]=\varnothing, sedangkan f[S]∩f[S′]={3}∩{3}={3}f[S]\cap f[S']=\{3\}\cap\{3\}=\{3\}.

    (c) Kegagalan juga terjadi pada keluarga kosong. Misalkan ι:{0}→{0,1}\iota:\{0\}\to\{0,1\} fungsi inklusi dengan grafik {(0,0)}\{(0,0)\}. Untuk I=∅I=\varnothing, ruas kiri adalah ι[{0}]={0}\iota[\{0\}]=\{0\}, sedangkan ruas kanan adalah irisan kosong relatif {0,1}\{0,1\}, yaitu {0,1}\{0,1\}. Inklusinya sejati.

    Kapan kesamaan berlaku

    Dua kondisi formula berikut akan dinamai pada Unit 5.4. Di sini keduanya dipakai hanya sebagai formula. Untuk f:A→Bf:A\to B:

    (P1)∀x∈A  ∀z∈A  (f(x)=f(z)⇒x=z);(P2)∀y∈B  ∃x∈A  (f(x)=y).\text{(P1)}\quad\forall x\in A\;\forall z\in A\;\bigl(f(x)=f(z)\Rightarrow x=z\bigr);\qquad\qquad \text{(P2)}\quad\forall y\in B\;\exists x\in A\;\bigl(f(x)=y\bigr).

    (P1) menyatakan bahwa setiap y∈By\in B mempunyai paling banyak satu praimaj. (P2) menyatakan bahwa setiap anggota kodomain mempunyai paling sedikit satu praimaj. Urutan kuantifikator pada (P2) adalah ∀y ∃x\forall y\,\exists x: praimajnya boleh bergantung pada yy.

    Proposisi 5.3.11. (P2) berlaku jika dan hanya jika f[A]=Bf[A]=B.

    Bukti. Inklusi f[A]⊆Bf[A]\subseteq B selalu berlaku. Inklusi B⊆f[A]B\subseteq f[A] berarti setiap y∈By\in B memenuhi ∃x∈A (f(x)=y)\exists x\in A\,(f(x)=y), dan ini persis (P2). ■\blacksquare

    Teorema 5.3.12 (kesamaan untuk keluarga tak kosong). Misalkan f:A→Bf:A\to B memenuhi (P1), I≠∅I\neq\varnothing, dan (Si)i∈I(S_i)_{i\in I} keluarga bagian dari AA. Maka

    f[⋂i∈IASi]=⋂i∈IBf[Si].f\Bigl[\bigcap^{A}_{i\in I}S_i\Bigr]=\bigcap^{B}_{i\in I}f[S_i].

    Bukti. Inklusi "⊆\subseteq" adalah Teorema 5.3.9. Untuk "⊇\supseteq", ambil y∈⋂iBf[Si]y\in\bigcap^{B}_if[S_i].

    Karena I≠∅I\neq\varnothing, ambil satu i0∈Ii_0\in I. Karena y∈f[Si0]y\in f[S_{i_0}], ambil satu x∈Si0x\in S_{i_0} dengan f(x)=yf(x)=y. Saksi xx ini ditetapkan sekali dan dipakai untuk semua indeks. Kita tunjukkan x∈⋂iASix\in\bigcap^{A}_iS_i.

    Pertama, x∈Ax\in A karena Si0⊆AS_{i_0}\subseteq A. Kedua, ambil i∈Ii\in I sebarang. Karena y∈f[Si]y\in f[S_i], ada z∈Siz\in S_i dengan f(z)=y=f(x)f(z)=y=f(x). Menurut (P1), z=xz=x, sehingga x∈Six\in S_i.

    Jadi x∈⋂iASix\in\bigcap^{A}_iS_i dan f(x)=yf(x)=y. Karena y∈By\in B, kita peroleh y∈f[⋂iASi]y\in f[\bigcap^{A}_iS_i]. ■\blacksquare

    Bukti ini menetapkan dua saksi yang dipakai sepanjang arah balik, yaitu i0i_0 dan xx. Untuk setiap ii, keberadaan zz dipakai sesaat lalu langsung disamakan dengan xx. Tidak ada pemilihan serentak keluarga saksi (zi)i∈I(z_i)_{i\in I}, sehingga aksioma pilihan tidak diperlukan. Hipotesis I≠∅I\neq\varnothing benar-benar dipakai, yaitu untuk memperoleh i0i_0.

    Proposisi 5.3.13 (keluarga kosong). Untuk I=∅I=\varnothing, kesamaan f[⋂i∈∅ASi]=⋂i∈∅Bf[Si]f[\bigcap^{A}_{i\in\varnothing}S_i]=\bigcap^{B}_{i\in\varnothing}f[S_i] berbunyi f[A]=Bf[A]=B. Kesamaan ini berlaku jika dan hanya jika (P2) berlaku. Kondisi (P1) tidak berperan dalam kasus ini.

    Bukti. Ruas kiri adalah f[A]f[A] dan ruas kanan adalah BB, menurut konvensi irisan kosong. Selanjutnya gunakan Proposisi 5.3.11. Fungsi inklusi ι:{0}→{0,1}\iota:\{0\}\to\{0,1\} pada Contoh 5.3.10(c) memenuhi (P1) secara trivial, karena domainnya hanya beranggota satu. Namun ι[{0}]={0}≠{0,1}\iota[\{0\}]=\{0\}\neq\{0,1\}. Jadi (P1) saja tidak cukup untuk I=∅I=\varnothing. ■\blacksquare

    Teorema 5.3.14 (karakterisasi). Untuk f:A→Bf:A\to B, pernyataan berikut setara: (i) untuk setiap himpunan II, termasuk I=∅I=\varnothing, dan setiap keluarga (Si)i∈I(S_i)_{i\in I} bagian dari AA, berlaku f[⋂iASi]=⋂iBf[Si]f[\bigcap^{A}_iS_i]=\bigcap^{B}_if[S_i]; (ii) ff memenuhi (P1) dan (P2).

    Bukti. (ii)⇒\Rightarrow(i): untuk I≠∅I\neq\varnothing gunakan Teorema 5.3.12, dan untuk I=∅I=\varnothing gunakan Proposisi 5.3.13.

    (i)⇒\Rightarrow(ii): Keluarga kosong memberi f[A]=Bf[A]=B, yaitu (P2) menurut Proposisi 5.3.11. Untuk (P1), ambil x,z∈Ax,z\in A dengan f(x)=f(z)f(x)=f(z). Pakai I={0,1}I=\{0,1\} dengan S0={x}S_0=\{x\} dan S1={z}S_1=\{z\}. Menurut paragraf Keluarga dua indeks, (i) untuk keluarga ini berbunyi f[S0∩S1]=f[S0]∩f[S1]f[S_0\cap S_1]=f[S_0]\cap f[S_1]. Menurut Proposisi 5.3.2(c), f[S0]={f(x)}f[S_0]=\{f(x)\} dan f[S1]={f(z)}={f(x)}f[S_1]=\{f(z)\}=\{f(x)\}. Jadi f(x)∈f[S0]∩f[S1]=f[S0∩S1]f(x)\in f[S_0]\cap f[S_1]=f[S_0\cap S_1]. Akibatnya ada w∈{x}∩{z}w\in\{x\}\cap\{z\} dengan f(w)=f(x)f(w)=f(x). Dari w∈{x}w\in\{x\} diperoleh w=xw=x, dan dari w∈{z}w\in\{z\} diperoleh w=zw=z. Jadi x=zx=z. ■\blacksquare

    Komposisi peta maju dan peta balik

    Proposisi 5.3.15. Untuk f:A→Bf:A\to B, S⊆AS\subseteq A, dan T⊆BT\subseteq B:

    (a)    S⊆f−1[f[S]],(b)    f[f−1[T]]=T∩f[A].\text{(a)}\;\;S\subseteq f^{-1}\bigl[f[S]\bigr],\qquad\qquad \text{(b)}\;\;f\bigl[f^{-1}[T]\bigr]=T\cap f[A].

    Bukti. (a) Ambil x∈Sx\in S. Maka x∈Ax\in A dan f(x)∈f[S]f(x)\in f[S], dengan xx sendiri sebagai saksi. Jadi x∈f−1[f[S]]x\in f^{-1}[f[S]].

    (b) Untuk "⊆\subseteq", ambil y∈f[f−1[T]]y\in f[f^{-1}[T]]. Maka ada x∈f−1[T]x\in f^{-1}[T] dengan f(x)=yf(x)=y. Dari x∈f−1[T]x\in f^{-1}[T] diperoleh f(x)∈Tf(x)\in T, jadi y∈Ty\in T. Dari x∈Ax\in A diperoleh y∈f[A]y\in f[A].

    Untuk "⊇\supseteq", ambil y∈T∩f[A]y\in T\cap f[A]. Dari y∈f[A]y\in f[A] diperoleh x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y. Karena y∈Ty\in T, berlaku f(x)∈Tf(x)\in T, sehingga x∈f−1[T]x\in f^{-1}[T]. Karena y∈T⊆By\in T\subseteq B, saksi xx menunjukkan y∈f[f−1[T]]y\in f[f^{-1}[T]]. ■\blacksquare

    Akibat 5.3.16. f[f−1[T]]⊆Tf[f^{-1}[T]]\subseteq T. Kesamaan f[f−1[T]]=Tf[f^{-1}[T]]=T berlaku jika dan hanya jika T⊆f[A]T\subseteq f[A].

    Bukti. Dari Proposisi 5.3.15(b), f[f−1[T]]=T∩f[A]⊆Tf[f^{-1}[T]]=T\cap f[A]\subseteq T. Selain itu, T∩f[A]=TT\cap f[A]=T jika dan hanya jika T⊆f[A]T\subseteq f[A]. ■\blacksquare

    Jadi f[f−1[T]]=Tf[f^{-1}[T]]=T tidak boleh diklaim tanpa syarat T⊆f[A]T\subseteq f[A].

    Contoh 5.3.17. Misalkan g:R→Rg:\mathbb R\to\mathbb R dengan g(x)=x2g(x)=x^2.

    • S={1}S=\{1\}: g−1[g[{1}]]=g−1[{1}]={−1,1}⊋{1}g^{-1}[g[\{1\}]]=g^{-1}[\{1\}]=\{-1,1\}\supsetneq\{1\}. Inklusi (a) sejati karena −1-1 dan 11 memiliki nilai sama.
    • T={−1,1}T=\{-1,1\}: g−1[T]=g−1[{−1}]∪g−1[{1}]=∅∪{−1,1}g^{-1}[T]=g^{-1}[\{-1\}]\cup g^{-1}[\{1\}]=\varnothing\cup\{-1,1\}, menurut Teorema 5.3.7(a) dan Contoh 5.3.5. Maka g[g−1[T]]=g[{−1,1}]={1}≠Tg[g^{-1}[T]]=g[\{-1,1\}]=\{1\}\neq T. Untuk mencocokkan dengan (b), perhatikan bahwa −1∉g[R]-1\notin g[\mathbb R] karena x2≥0x^2\ge0, sedangkan 1=g(1)∈g[R]1=g(1)\in g[\mathbb R]. Jadi T∩g[R]={1}T\cap g[\mathbb R]=\{1\}, sesuai rumus. Perhitungan ini tidak memerlukan pengetahuan lengkap tentang g[R]g[\mathbb R]; cukup diketahui status keanggotaan −1-1 dan 11.

    Teorema 5.3.18 (kriteria kesamaan). Untuk f:A→Bf:A\to B: (a) f−1[f[S]]=Sf^{-1}[f[S]]=S untuk setiap S⊆AS\subseteq A jika dan hanya jika ff memenuhi (P1); (b) f[f−1[T]]=Tf[f^{-1}[T]]=T untuk setiap T⊆BT\subseteq B jika dan hanya jika ff memenuhi (P2).

    Bukti. (a) Misalkan (P1) berlaku. Menurut Proposisi 5.3.15(a) cukup dibuktikan "⊆\subseteq". Ambil x∈f−1[f[S]]x\in f^{-1}[f[S]]. Maka x∈Ax\in A dan f(x)∈f[S]f(x)\in f[S], jadi ada z∈Sz\in S dengan f(z)=f(x)f(z)=f(x). Menurut (P1), z=xz=x, sehingga x∈Sx\in S.

    Sebaliknya, misalkan kesamaan berlaku untuk semua SS. Ambil x,z∈Ax,z\in A dengan f(z)=f(x)f(z)=f(x), dan pakai S={x}S=\{x\}. Himpunan ini ada dan merupakan bagian dari AA, misalnya sebagai {w∈A:w=x}\{w\in A:w=x\}. Karena z∈Az\in A dan f(z)=f(x)∈f[{x}]f(z)=f(x)\in f[\{x\}], kita peroleh z∈f−1[f[{x}]]={x}z\in f^{-1}[f[\{x\}]]=\{x\}. Jadi z=xz=x.

    (b) Misalkan (P2) berlaku. Menurut Proposisi 5.3.11, f[A]=Bf[A]=B. Untuk T⊆BT\subseteq B berlaku T∩f[A]=T∩B=TT\cap f[A]=T\cap B=T, sehingga Proposisi 5.3.15(b) memberi kesamaan. Sebaliknya, misalkan kesamaan berlaku untuk semua TT. Pilih T=BT=B. Maka B=f[f−1[B]]=f[A]B=f[f^{-1}[B]]=f[A] menurut Proposisi 5.3.2(e), dan Proposisi 5.3.11 memberi (P2). ■\blacksquare

    Untuk menyimpulkan (P1) pada bagian (a), kita memakai singleton {x}\{x\} dengan x∈Ax\in A sebarang. Untuk menyimpulkan (P2) pada bagian (b), cukup memakai satu himpunan uji, yaitu seluruh kodomain BB.

    Kasus kosong

    • Domain kosong, f:∅→Bf:\varnothing\to B. Satu-satunya bagian domain adalah ∅\varnothing, dan f[∅]=∅f[\varnothing]=\varnothing. Untuk setiap T⊆BT\subseteq B, f−1[T]⊆∅f^{-1}[T]\subseteq\varnothing, jadi f−1[T]=∅f^{-1}[T]=\varnothing. Kondisi (P1) berlaku secara hampa. Kondisi (P2) berlaku jika dan hanya jika B=∅B=\varnothing, karena f[∅]=∅f[\varnothing]=\varnothing. Semua identitas Teorema 5.3.7 dan 5.3.8 berlaku dengan kedua ruas ∅\varnothing; khususnya pada Teorema 5.3.7(b) untuk I=∅I=\varnothing, kedua ruas sama dengan AA, yang di sini adalah ∅\varnothing. Inklusi Teorema 5.3.9 untuk I=∅I=\varnothing berbunyi ∅⊆B\varnothing\subseteq B, dan kesamaannya berlaku hanya bila B=∅B=\varnothing.
    • Himpunan bagian kosong. f[∅]=∅f[\varnothing]=\varnothing dan f−1[∅]=∅f^{-1}[\varnothing]=\varnothing untuk setiap ff.
    • Keluarga berindeks kosong. Gabungan kosong adalah ∅\varnothing. Irisan kosong adalah semesta yang ditetapkan: AA di sisi domain dan BB di sisi kodomain. Peta balik mengubah BB menjadi AA (f−1[B]=Af^{-1}[B]=A), sehingga Teorema 5.3.7(b) tetap benar. Peta maju mengubah AA menjadi f[A]f[A], yang umumnya hanya merupakan bagian dari BB. Inilah sebabnya kesamaan irisan kosong memerlukan (P2).

    Strategi pembuktian dalam unit ini

    1. Buka keanggotaan. Untuk membuktikan kesamaan dua bagian dari AA (atau dari BB), tetapkan anggota sebarang semesta itu dan tulis syarat keanggotaan kedua ruas sebagai formula. Kedua ruas setara bila formulanya setara.
    2. Catat jenis kuantifikator. Peta maju memuat ∃x\exists x, gabungan memuat ∃i\exists i, dan irisan memuat ∀i\forall i. Dua kuantifikator sejenis boleh ditukar. Pertukaran ∀i ∃x\forall i\,\exists x menjadi ∃x ∀i\exists x\,\forall i tidak sah tanpa argumen tambahan, misalnya (P1) bersama satu indeks i0i_0.
    3. Sebutkan semesta. Setiap komplemen dan setiap irisan yang indeksnya mungkin kosong harus disertai semestanya.
    4. Uji kasus kosong, baik I=∅I=\varnothing maupun S=∅S=\varnothing, T=∅T=\varnothing, dan A=∅A=\varnothing, sebelum menerima suatu identitas.
    5. Untuk menyangkal kesamaan, cari dua input dengan nilai sama (kegagalan (P1)) atau anggota kodomain yang tidak tercapai (kegagalan (P2)).

    Latihan

    Latihan 1 (hitungan). Misalkan f:{−2,0,2}→Rf:\{-2,0,2\}\to\mathbb R dengan f(x)=x2−1f(x)=x^2-1, seperti pada Contoh 5.3.4. Hitung (a) f[{0,2}]f[\{0,2\}]; (b) f−1[{−1}]f^{-1}[\{-1\}]; (c) f−1[{3,5}]f^{-1}[\{3,5\}]; (d) f−1[R∖{3}]f^{-1}[\mathbb R\setminus\{3\}], lalu cocokkan dengan Teorema 5.3.7(c); (e) f[f−1[{0,3}]]f[f^{-1}[\{0,3\}]], lalu cocokkan dengan Proposisi 5.3.15(b). (f) Untuk g:R→Rg:\mathbb R\to\mathbb R dengan g(x)=x2g(x)=x^2, hitung g−1[{4}]g^{-1}[\{4\}], g−1[{−4}]g^{-1}[\{-4\}], dan g[{−2,−1,1,2}]g[\{-2,-1,1,2\}].

    Strategi. Domainnya berhingga, jadi periksa setiap anggota domain satu per satu. Pada (f), gunakan pemfaktoran dan x2≥0x^2\ge0.

    Pembahasan. (a) {f(0),f(2)}={−1,3}\{f(0),f(2)\}=\{-1,3\}. (b) Hanya f(0)=−1f(0)=-1, jadi hasilnya {0}\{0\}. (c) Nilai 33 dicapai di −2-2 dan 22, sedangkan nilai 55 tidak dicapai. Hasilnya {−2,2}\{-2,2\}. (d) Semestanya adalah kodomain R\mathbb R. Anggota xx dengan f(x)≠3f(x)\neq3 hanya 00, jadi hasilnya {0}\{0\}. Menurut Teorema 5.3.7(c), dengan semesta AA di ruas kanan, hasilnya juga A∖f−1[{3}]={−2,0,2}∖{−2,2}={0}A\setminus f^{-1}[\{3\}]=\{-2,0,2\}\setminus\{-2,2\}=\{0\}. (e) f−1[{0,3}]={−2,2}f^{-1}[\{0,3\}]=\{-2,2\}, sehingga f[{−2,2}]={3}f[\{-2,2\}]=\{3\}. Di sisi lain {0,3}∩f[A]={0,3}∩{−1,3}={3}\{0,3\}\cap f[A]=\{0,3\}\cap\{-1,3\}=\{3\}. (f) x2=4  ⟺  (x−2)(x+2)=0  ⟺  x=2∨x=−2x^2=4\iff(x-2)(x+2)=0\iff x=2\lor x=-2, jadi g−1[{4}]={−2,2}g^{-1}[\{4\}]=\{-2,2\}. Karena x2≥0>−4x^2\ge0>-4, g−1[{−4}]=∅g^{-1}[\{-4\}]=\varnothing. Terakhir, g[{−2,−1,1,2}]={4,1}g[\{-2,-1,1,2\}]=\{4,1\}.

    Latihan 2 (pracitra selisih). Buktikan bahwa untuk T,T′⊆BT,T'\subseteq B berlaku f−1[T∖T′]=f−1[T]∖f−1[T′]f^{-1}[T\setminus T']=f^{-1}[T]\setminus f^{-1}[T'].

    Strategi. Tetapkan x∈Ax\in A dan buka keanggotaannya. Kedua ruas merupakan bagian dari AA.

    Pembahasan. Untuk x∈Ax\in A:

    x∈f−1[T∖T′]  ⟺  f(x)∈T∧f(x)∉T′  ⟺  x∈f−1[T]∧x∉f−1[T′]  ⟺  x∈f−1[T]∖f−1[T′].x\in f^{-1}[T\setminus T']\iff f(x)\in T\land f(x)\notin T'\iff x\in f^{-1}[T]\land x\notin f^{-1}[T']\iff x\in f^{-1}[T]\setminus f^{-1}[T'].

    Selisih tidak memerlukan semesta tambahan. Jika T=BT=B, identitas ini menjadi Teorema 5.3.7(c) dengan semesta BB di sisi kodomain dan AA di sisi domain, karena f−1[B]=Af^{-1}[B]=A.

    Latihan 3 (peta maju selisih). Buktikan f[S]∖f[S′]⊆f[S∖S′]f[S]\setminus f[S']\subseteq f[S\setminus S'] untuk S,S′⊆AS,S'\subseteq A. Tunjukkan bahwa inklusi f[S∖S′]⊆f[S]∖f[S′]f[S\setminus S']\subseteq f[S]\setminus f[S'] dapat gagal. Buktikan bahwa inklusi tersebut berlaku bila (P1) berlaku.

    Strategi. Pada inklusi pertama, saksi untuk f[S]f[S] tidak mungkin terletak di S′S'. Untuk penyangkal, cari dua input bernilai sama.

    Pembahasan. Ambil y∈f[S]∖f[S′]y\in f[S]\setminus f[S']. Ada x∈Sx\in S dengan f(x)=yf(x)=y. Jika x∈S′x\in S', maka y∈f[S′]y\in f[S'], sebuah kontradiksi. Jadi x∈S∖S′x\in S\setminus S' dan y∈f[S∖S′]y\in f[S\setminus S'].

    Untuk penyangkal, gunakan ff dari Latihan 1 dengan S={−2,2}S=\{-2,2\} dan S′={2}S'=\{2\}. Maka f[S∖S′]=f[{−2}]={3}f[S\setminus S']=f[\{-2\}]=\{3\}, sedangkan f[S]∖f[S′]={3}∖{3}=∅f[S]\setminus f[S']=\{3\}\setminus\{3\}=\varnothing.

    Dengan (P1): ambil y∈f[S∖S′]y\in f[S\setminus S'], yaitu y=f(x)y=f(x) dengan x∈Sx\in S dan x∉S′x\notin S'. Maka y∈f[S]y\in f[S]. Andaikan y∈f[S′]y\in f[S']. Maka ada x′∈S′x'\in S' dengan f(x′)=f(x)f(x')=f(x), sehingga x′=xx'=x menurut (P1) dan x∈S′x\in S', sebuah kontradiksi. Jadi y∈f[S]∖f[S′]y\in f[S]\setminus f[S'].

    Latihan 4 (penyangkal image irisan). Misalkan A={a,b,c}A=\{a,b,c\} dengan a,b,ca,b,c berbeda, B={0,1}B=\{0,1\}, dan grafik {(a,0),(b,1),(c,1)}\{(a,0),(b,1),(c,1)\} (Unit 5.1). Temukan S,S′⊆AS,S'\subseteq A dengan f[S∩S′]≠f[S]∩f[S′]f[S\cap S']\neq f[S]\cap f[S'], lalu jelaskan penyebabnya melalui kuantifikator.

    Strategi. Cari dua input berbeda bernilai sama, lalu letakkan masing-masing dalam singleton terpisah.

    Pembahasan. Ambil S={b}S=\{b\} dan S′={c}S'=\{c\}. Maka S∩S′=∅S\cap S'=\varnothing, sehingga f[S∩S′]=∅f[S\cap S']=\varnothing, sedangkan f[S]∩f[S′]={1}f[S]\cap f[S']=\{1\}. Bacalah S,S′S,S' sebagai keluarga berindeks {0,1}\{0,1\} dengan S0=SS_0=S dan S1=S′S_1=S'; menurut paragraf Keluarga dua indeks, irisan dua himpunan ini adalah irisan keluarga itu relatif AA dan relatif BB. Untuk indeks 00, nilai 11 mempunyai saksi bb. Untuk indeks 11, saksinya cc. Tidak ada saksi bersama, jadi ∀i ∃x\forall i\,\exists x berlaku sementara ∃x ∀i\exists x\,\forall i gagal. Kondisi (P1) gagal karena f(b)=f(c)f(b)=f(c) dengan b≠cb\neq c. Inklusi Teorema 5.3.9, yaitu ∅⊆{1}\varnothing\subseteq\{1\}, tetap benar.

    Latihan 5 (keluarga berindeks kosong). Misalkan f:A→Bf:A\to B dan I=∅I=\varnothing. Tuliskan kedua ruas Teorema 5.3.7(a),(b), Teorema 5.3.8, dan Teorema 5.3.9, dengan menyebut semesta setiap irisan. Kemudian hitung semuanya untuk fungsi inklusi ι:{0}→{0,1}\iota:\{0\}\to\{0,1\}. Apa yang salah jika irisan kosong pada ruas kanan Teorema 5.3.7(b) dihitung relatif terhadap BB?

    Strategi. Gabungan kosong adalah ∅\varnothing. Irisan kosong adalah semesta yang disebutkan: AA di sisi domain dan BB di sisi kodomain.

    Pembahasan. Teorema 5.3.7(a): f−1[∅]=∅=⋃∅f^{-1}[\varnothing]=\varnothing=\bigcup_{\varnothing}. Teorema 5.3.7(b): ruas kiri f−1[⋂∅B]=f−1[B]=Af^{-1}[\bigcap^B_\varnothing]=f^{-1}[B]=A dan ruas kanan ⋂∅A=A\bigcap^A_\varnothing=A. Teorema 5.3.8: f[∅]=∅f[\varnothing]=\varnothing di kedua ruas. Teorema 5.3.9: f[⋂∅A]=f[A]⊆B=⋂∅Bf[\bigcap^A_\varnothing]=f[A]\subseteq B=\bigcap^B_\varnothing.

    Untuk ι\iota: ketiga identitas pertama memberi ∅=∅\varnothing=\varnothing, {0}={0}\{0\}=\{0\}, dan ∅=∅\varnothing=\varnothing. Inklusinya {0}⊊{0,1}\{0\}\subsetneq\{0,1\} sejati, sesuai Proposisi 5.3.13, karena (P2) gagal.

    Bila ruas kanan Teorema 5.3.7(b) dihitung relatif terhadap BB, ruas itu menjadi BB, sedangkan ruas kiri adalah AA. Untuk ι\iota hasilnya adalah {0}\{0\} lawan {0,1}\{0,1\}, jadi "identitas" itu salah. Lebih mendasar lagi, ruas kanan umumnya bukan bagian dari AA, padahal suatu pracitra selalu merupakan bagian dari AA; untuk ι\iota, {0,1}⊈{0}\{0,1\}\not\subseteq\{0\}.

    Latihan 6 (kriteria kesamaan). Untuk fungsi pada Latihan 4, tentukan apakah f−1[f[S]]=Sf^{-1}[f[S]]=S untuk setiap S⊆AS\subseteq A, dan apakah f[f−1[T]]=Tf[f^{-1}[T]]=T untuk setiap T⊆BT\subseteq B. Beri saksi atau periksa seluruh kasus.

    Strategi. Gunakan Teorema 5.3.18: periksa (P1) dan (P2) secara langsung.

    Pembahasan. (P1) gagal karena f(b)=f(c)f(b)=f(c). Saksinya S={b}S=\{b\}: f−1[f[{b}]]=f−1[{1}]={b,c}≠{b}f^{-1}[f[\{b\}]]=f^{-1}[\{1\}]=\{b,c\}\neq\{b\}. (P2) berlaku karena f(a)=0f(a)=0 dan f(b)=1f(b)=1, sehingga f[A]=Bf[A]=B. Menurut Teorema 5.3.18(b), f[f−1[T]]=Tf[f^{-1}[T]]=T untuk setiap TT. Pemeriksaan langsung atas keempat bagian BB: ∅↦∅↦∅\varnothing\mapsto\varnothing\mapsto\varnothing; {0}↦{a}↦{0}\{0\}\mapsto\{a\}\mapsto\{0\}; {1}↦{b,c}↦{1}\{1\}\mapsto\{b,c\}\mapsto\{1\}; {0,1}↦A↦{0,1}\{0,1\}\mapsto A\mapsto\{0,1\}.

    Latihan 7 (kebalikan monotoni). (a) Tunjukkan bahwa f[S]⊆f[S′]f[S]\subseteq f[S'] tidak mengakibatkan S⊆S′S\subseteq S', tetapi mengakibatkannya bila (P1) berlaku. (b) Tunjukkan bahwa f−1[T]⊆f−1[T′]f^{-1}[T]\subseteq f^{-1}[T'] tidak mengakibatkan T⊆T′T\subseteq T', tetapi mengakibatkannya bila (P2) berlaku.

    Strategi. Penyangkal (a) memakai dua input bernilai sama. Penyangkal (b) memakai anggota kodomain tanpa praimaj.

    Pembahasan. (a) Dengan ff dari Latihan 1, ambil S={−2}S=\{-2\} dan S′={2}S'=\{2\}. Kedua image sama dengan {3}\{3\}, tetapi S⊈S′S\not\subseteq S'. Dengan (P1): ambil x∈Sx\in S. Maka f(x)∈f[S]⊆f[S′]f(x)\in f[S]\subseteq f[S'], jadi ada x′∈S′x'\in S' dengan f(x′)=f(x)f(x')=f(x). Menurut (P1), x′=xx'=x, sehingga x∈S′x\in S'.

    (b) Dengan ff yang sama, ambil T={0}T=\{0\} dan T′=∅T'=\varnothing. Maka f−1[{0}]=∅⊆∅=f−1[∅]f^{-1}[\{0\}]=\varnothing\subseteq\varnothing=f^{-1}[\varnothing], tetapi {0}⊈∅\{0\}\not\subseteq\varnothing. Dengan (P2): ambil y∈Ty\in T. Ada x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y, sehingga x∈f−1[T]⊆f−1[T′]x\in f^{-1}[T]\subseteq f^{-1}[T'] dan y=f(x)∈T′y=f(x)\in T'.

    Latihan 8 (rumus proyeksi). Buktikan f[S∩f−1[T]]=f[S]∩Tf[S\cap f^{-1}[T]]=f[S]\cap T untuk S⊆AS\subseteq A dan T⊆BT\subseteq B. Apa yang diperoleh untuk S=AS=A?

    Strategi. Saksi yang sama bekerja di kedua arah.

    Pembahasan. Untuk "⊆\subseteq", misalkan y=f(x)y=f(x) dengan x∈Sx\in S dan f(x)∈Tf(x)\in T. Maka y∈f[S]y\in f[S] dan y∈Ty\in T. Untuk "⊇\supseteq", misalkan y∈f[S]∩Ty\in f[S]\cap T. Ada x∈Sx\in S dengan f(x)=y∈Tf(x)=y\in T, sehingga x∈S∩f−1[T]x\in S\cap f^{-1}[T] dan y∈f[S∩f−1[T]]y\in f[S\cap f^{-1}[T]]. Untuk S=AS=A berlaku A∩f−1[T]=f−1[T]A\cap f^{-1}[T]=f^{-1}[T], dan rumusnya menjadi Proposisi 5.3.15(b).

    Latihan 9 (tipe pada himpunan kuasa, domain kosong). Misalkan f:∅→Bf:\varnothing\to B. Tuliskan tipe dan grafik f∗f_\ast dan f∗f^\ast dari Definisi 5.3.3. Untuk B={0}B=\{0\}, apakah f∗f^\ast memenuhi (P1) sebagai fungsi P(B)→P(∅)\mathcal P(B)\to\mathcal P(\varnothing)?

    Strategi. Gunakan P(∅)={∅}\mathcal P(\varnothing)=\{\varnothing\} dan Proposisi 5.3.2.

    Pembahasan. f∗:{∅}→P(B)f_\ast:\{\varnothing\}\to\mathcal P(B) dengan grafik {(∅,∅)}\{(\varnothing,\varnothing)\}. f∗:P(B)→{∅}f^\ast:\mathcal P(B)\to\{\varnothing\} mengirim setiap TT ke ∅\varnothing, sehingga grafiknya adalah seluruh hasil kali P(B)×{∅}\mathcal P(B)\times\{\varnothing\}. Untuk B={0}B=\{0\}, f∗(∅)=∅=f∗({0})f^\ast(\varnothing)=\varnothing=f^\ast(\{0\}) padahal ∅≠{0}\varnothing\neq\{0\}. Jadi (P1) gagal untuk f∗f^\ast. Perhatikan bahwa ff juga tidak memenuhi (P2), karena f[∅]=∅≠{0}f[\varnothing]=\varnothing\neq\{0\}. Latihan 7(b) hanya menyatakan bahwa (P2) bagi ff cukup untuk (P1) bagi f∗f^\ast; contoh ini konsisten dengan latihan tersebut, tetapi tidak diturunkan darinya.

    Sepanjang unit ini dua kondisi formula muncul berulang kali. (P1) menyatakan bahwa dua input bernilai sama haruslah sama. (P2) menyatakan bahwa setiap anggota kodomain dicapai. Teorema 5.3.14 dan Teorema 5.3.18, bersama Proposisi 5.3.13, menunjukkan bahwa keduanya tepat mengukur kegagalan kesamaan pada image irisan dan pada komposisi f−1[f[⋅]]f^{-1}[f[\cdot]] dan f[f−1[⋅]]f[f^{-1}[\cdot]]. Unit 5.4 memberi kedua kondisi itu nama baku, yaitu injektif dan surjektif. Unit tersebut juga membahas apa yang terjadi bila keduanya berlaku bersama, termasuk fungsi invers B→AB\to A. Objek itu bertipe berbeda dari operasi pracitra T↦f−1[T]T\mapsto f^{-1}[T] yang telah dipakai di sini untuk semua fungsi.

    5.4 Fungsi Injektif, Surjektif, Bijektif, dan Invers

    Pada 5.3 kita melihat dua gejala yang membatasi peta maju dan peta balik. Pertama, dua input berbeda dapat menghasilkan output yang sama, sehingga image irisan dapat lebih kecil daripada irisan image. Kedua, sebagian anggota kodomain mungkin tidak dicapai sama sekali, sehingga f[f−1[T]]f[f^{-1}[T]] dapat lebih kecil daripada TT. Unit ini memberi nama pada fungsi yang terbebas dari gejala pertama, dari gejala kedua, dan dari keduanya.

    Tujuan akhir unit ini adalah memahami kapan suatu fungsi dapat "dibalik", yaitu kapan ada fungsi yang membatalkan kerjanya dari kedua sisi. Untuk menyatakan "membatalkan" secara tepat, kita memerlukan komposisi fungsi. Karena itu komposisi dibahas di sini sebagai perangkat untuk invers.

    Seperti pada 5.1, setiap fungsi f:A→Bf:A\to B dipandang sebagai data bertipe (A,B,Γf)(A,B,\Gamma_f). Untuk x∈Ax\in A, penulisan f(x)=yf(x)=y menyingkat (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f. Dua fungsi sama sebagai fungsi bertipe jika domain, kodomain, dan grafiknya sama. Untuk domain dan kodomain yang sama, hal ini setara dengan f(x)=g(x)f(x)=g(x) untuk setiap x∈Ax\in A. Kriteria ini dipakai berulang kali di bawah. Bilangan real, rasional, dan asli beserta aritmetika dan urutannya dipinjam, tidak dikonstruksi; konvensinya N={0,1,2,… }\mathbb N=\{0,1,2,\dots\}.

    Tiga sifat dasar

    Definisi 5.4.1. Misalkan f:A→Bf:A\to B.

    1. ff injektif jika untuk setiap x,z∈Ax,z\in A, f(x)=f(z)f(x)=f(z) mengakibatkan x=zx=z.
    2. ff surjektif jika untuk setiap y∈By\in B ada x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y.
    3. ff bijektif jika ff injektif dan surjektif.

    Dalam bahasa 5.2 dan 5.3, ff surjektif tepat ketika ran⁡(f)=f[A]=B\operatorname{ran}(f)=f[A]=B. Bentuk kontrapositif injektivitas sering lebih mudah dibayangkan: input berbeda menghasilkan output berbeda. Namun dalam bukti, bentuk "jika f(x)=f(z)f(x)=f(z) maka x=zx=z" biasanya lebih mudah dikerjakan karena dimulai dari sebuah persamaan.

    Kedua sifat merujuk pada praimaj. Injektivitas menyatakan bahwa setiap y∈By\in B punya paling banyak satu praimaj. Surjektivitas menyatakan bahwa setiap y∈By\in B punya paling sedikit satu praimaj. Proposisi berikut menyatakan hubungan ini dengan formula.

    Proposisi 5.4.2. Untuk f:A→Bf:A\to B, ff bijektif jika dan hanya jika

    ∀y∈B  ∃x∈A  (f(x)=y∧∀z∈A  (f(z)=y⇒z=x)).\forall y\in B\;\exists x\in A\;\bigl(f(x)=y\land\forall z\in A\;(f(z)=y\Rightarrow z=x)\bigr).

    Dengan kata lain, untuk setiap y∈By\in B, pracitra f−1[{y}]f^{-1}[\{y\}] adalah singleton.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Ambil y∈By\in B. Karena ff surjektif, ada x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y. Jika z∈Az\in A dan f(z)=yf(z)=y, maka f(z)=f(x)f(z)=f(x), sehingga injektivitas memberi z=xz=x.

    (⇐\Leftarrow) Surjektivitas langsung dibaca dari bagian eksistensial formula. Untuk injektivitas, ambil x,z∈Ax,z\in A dengan f(x)=f(z)f(x)=f(z), lalu tulis y=f(x)∈By=f(x)\in B. Formula memberi suatu w∈Aw\in A dengan f(w)=yf(w)=y dan sifat bahwa setiap praimaj yy sama dengan ww. Karena xx dan zz keduanya praimaj yy, diperoleh x=wx=w dan z=wz=w, jadi x=zx=z.

    Untuk bentuk singleton: formula di atas menyatakan bahwa f−1[{y}]={x∈A:f(x)=y}f^{-1}[\{y\}]=\{x\in A:f(x)=y\} memuat xx dan tidak memuat anggota lain, jadi f−1[{y}]={x}f^{-1}[\{y\}]=\{x\}. Sebaliknya, jika f−1[{y}]={x}f^{-1}[\{y\}]=\{x\}, maka xx memenuhi formula. ■\blacksquare

    Sifat-sifat ini bergantung pada tipe

    Surjektivitas menyebut kodomain BB secara eksplisit. Karena itu, rumus yang sama dengan kodomain berbeda dapat memberi jawaban berbeda. Injektivitas hanya bergantung pada domain dan grafik. Tetapi domain yang lebih besar dapat memuat pasangan input yang bertabrakan.

    Contoh 5.4.3 (tabel berhingga). Anggap a,b,ca,b,c objek yang saling berbeda.

    • Fungsi f:{a,b,c}→{0,1}f:\{a,b,c\}\to\{0,1\} dengan grafik {(a,0),(b,1),(c,1)}\{(a,0),(b,1),(c,1)\} dari 5.1 tidak injektif, sebab f(b)=f(c)f(b)=f(c) padahal b≠cb\ne c. Fungsi ini surjektif, sebab 0=f(a)0=f(a) dan 1=f(b)1=f(b).
    • Dengan grafik yang sama tetapi kodomain {0,1,2}\{0,1,2\}, fungsinya tidak lagi surjektif. Tidak ada pasangan dalam grafik yang komponen keduanya 22, jadi f−1[{2}]=∅f^{-1}[\{2\}]=\varnothing. Fungsi ini tetap tidak injektif.
    • Fungsi h:{a,b}→{0,1}h:\{a,b\}\to\{0,1\} dengan grafik {(a,0),(b,1)}\{(a,0),(b,1)\} bersifat bijektif. Injektivitas cukup diperiksa pada satu-satunya pasangan input berbeda, yaitu a≠ba\ne b, dan h(a)=0≠1=h(b)h(a)=0\ne1=h(b). Surjektivitas diperiksa pada kedua anggota kodomain.

    Contoh 5.4.4 (fungsi linear). Misalkan ℓ:R→R\ell:\mathbb R\to\mathbb R, ℓ(x)=3x−5\ell(x)=3x-5.

    Injektif. Jika 3x−5=3z−53x-5=3z-5, maka 3x=3z3x=3z. Karena 3≠03\ne0, membagi dengan 33 memberi x=zx=z.

    Surjektif. Ambil y∈Ry\in\mathbb R. Calon praimajnya ditemukan dengan menyelesaikan 3x−5=y3x-5=y, yaitu x=(y+5)/3x=(y+5)/3. Pembagian ini sah karena 3≠03\ne0, dan x∈Rx\in\mathbb R. Verifikasinya: ℓ(x)=3⋅y+53−5=y\ell(x)=3\cdot\frac{y+5}{3}-5=y.

    Jadi ℓ\ell bijektif.

    Bandingkan dengan d:N→Nd:\mathbb N\to\mathbb N, d(n)=2nd(n)=2n. Pembagian oleh 22 bukan operasi yang tertutup pada N\mathbb N; untuk injektivitas kita memakai pembatalan perkalian: dari 2n=2m2n=2m diperoleh n=mn=m menurut hukum pembatalan perkalian dengan bilangan tak nol di N\mathbb N (fakta pinjaman). Jadi dd injektif. Fungsi dd tidak surjektif: d(0)=0d(0)=0, dan untuk n≥1n\ge1 berlaku d(n)≥2d(n)\ge2, jadi 11 tidak pernah dicapai. Fakta urutan pada N\mathbb N ini juga dipinjam. Jika kodomain diganti menjadi himpunan bilangan genap E={m∈N:∃k∈N  (m=2k)}E=\{m\in\mathbb N:\exists k\in\mathbb N\;(m=2k)\}, penggantian kodomain sah karena ran⁡(d)⊆E\operatorname{ran}(d)\subseteq E. Fungsi d:N→Ed:\mathbb N\to E yang baru bersifat surjektif menurut definisi EE. Fungsi ini juga injektif, karena injektivitas hanya bergantung pada domain dan grafik. Jadi d:N→Ed:\mathbb N\to E bijektif, tetapi merupakan objek yang berbeda dari d:N→Nd:\mathbb N\to\mathbb N.

    Catatan 5.4.5 (kuadrat). Rumus x↦x2x\mapsto x^2 sering dipakai untuk menunjukkan ketergantungan pada tipe:

    • dari R\mathbb R ke R\mathbb R, fungsinya tidak injektif ((−1)2=12(-1)^2=1^2) dan tidak surjektif (x2≥0x^2\ge0 menurut sifat urutan R\mathbb R, yang dipinjam; jadi −1-1 tidak dicapai);
    • dari R\mathbb R ke [0,∞)[0,\infty), fungsinya surjektif tetapi tidak injektif;
    • dari [0,∞)[0,\infty) ke [0,∞)[0,\infty), fungsinya bijektif.

    Dua butir terakhir memerlukan fakta pinjaman bahwa setiap t≥0t\ge0 memiliki akar kuadrat real s≥0s\ge0 dengan s2=ts^2=t. Untuk injektivitas pada butir terakhir, digunakan juga fakta urutan bahwa s2=u2s^2=u^2 dengan s,u≥0s,u\ge0 memaksa s=us=u. Keberadaan akar bukan konsekuensi aljabar lapangan saja. Fakta itu bergantung pada kelengkapan R\mathbb R, yang tidak dibahas di bab ini. Karena itu klasifikasi utama di unit ini memakai tabel berhingga, fungsi linear, dan fungsi rasional, yang seluruh langkahnya dapat diperiksa langsung atau dengan aritmetika lapangan.

    Kasus kosong

    Proposisi 5.4.6. Misalkan BB himpunan sebarang dan e:∅→Be:\varnothing\to B satu-satunya fungsi berdomain kosong dengan kodomain BB (grafiknya ∅\varnothing, lihat 5.1).

    1. ee injektif.
    2. ee surjektif jika dan hanya jika B=∅B=\varnothing.
    3. ee bijektif jika dan hanya jika B=∅B=\varnothing.

    Selain itu, fungsi berkodomain kosong hanya ada bila domainnya kosong, dan fungsi ∅→∅\varnothing\to\varnothing bersifat bijektif.

    Bukti. (1) Pernyataan "untuk setiap x,z∈∅x,z\in\varnothing, …" benar secara hampa, karena tidak ada x∈∅x\in\varnothing.

    (2) Jika B=∅B=\varnothing, pernyataan "untuk setiap y∈By\in B ada …" benar secara hampa. Jika B≠∅B\ne\varnothing, ambil b∈Bb\in B. Surjektivitas menuntut suatu x∈∅x\in\varnothing dengan e(x)=be(x)=b, padahal tidak ada anggota ∅\varnothing. Jadi ee tidak surjektif.

    (3) Langsung dari (1) dan (2).

    Menurut 5.1, fungsi A→∅A\to\varnothing ada jika dan hanya jika A=∅A=\varnothing. Dalam kasus itu fungsinya adalah ∅→∅\varnothing\to\varnothing, yang bijektif menurut (3). ■\blacksquare

    Pelajaran dari kasus ini adalah bahwa sifat yang tampak "jelas" untuk himpunan tak kosong harus diperiksa ulang. Fungsi ∅→{0}\varnothing\to\{0\} injektif tetapi tidak surjektif, walaupun domain dan kodomainnya "sangat kecil".

    Komposisi

    Misalkan f:A→Bf:A\to B dan g:B→Cg:B\to C. Kodomain ff sama dengan domain gg. Kita ingin fungsi A→CA\to C yang mula-mula menerapkan ff, lalu gg.

    Proposisi–Definisi 5.4.7. Untuk f:A→Bf:A\to B dan g:B→Cg:B\to C, himpunan

    Γ={p∈A×C:∃x∈A  ∃z∈C  (p=(x,z)∧∃y∈B  ((x,y)∈Γf∧(y,z)∈Γg))}\Gamma=\Bigl\{p\in A\times C:\exists x\in A\;\exists z\in C\;\bigl(p=(x,z)\land\exists y\in B\;((x,y)\in\Gamma_f\land(y,z)\in\Gamma_g)\bigr)\Bigr\}

    ada menurut separasi pada A×CA\times C, dan merupakan grafik suatu fungsi A→CA\to C. Fungsi ini disebut komposisi g∘f:A→Cg\circ f:A\to C. Untuk setiap x∈Ax\in A berlaku

    (g∘f)(x)=g(f(x)).(g\circ f)(x)=g(f(x)).

    Bukti. Berdasarkan karakteristik pasangan terurut (Bab 4), (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma dengan x∈Ax\in A dan z∈Cz\in C setara dengan adanya y∈By\in B sehingga (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f dan (y,z)∈Γg(y,z)\in\Gamma_g. Kesetaraan ini dipakai di sepanjang bukti.

    Totalitas. Ambil x∈Ax\in A. Totalitas ff memberi y∈By\in B dengan (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f, yaitu y=f(x)y=f(x). Karena y∈By\in B, totalitas gg memberi z∈Cz\in C dengan (y,z)∈Γg(y,z)\in\Gamma_g. Dengan saksi yy, diperoleh (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma.

    Ketunggalan. Misalkan (x,z)∈Γ(x,z)\in\Gamma dan (x,z′)∈Γ(x,z')\in\Gamma, dengan saksi y,y′∈By,y'\in B. Artinya (x,y),(x,y′)∈Γf(x,y),(x,y')\in\Gamma_f dan (y,z),(y′,z′)∈Γg(y,z),(y',z')\in\Gamma_g. Ketunggalan pada ff memberi y=y′y=y'. Maka (y,z),(y,z′)∈Γg(y,z),(y,z')\in\Gamma_g, dan ketunggalan pada gg memberi z=z′z=z'.

    Rumus nilai. Untuk x∈Ax\in A, saksi y=f(x)y=f(x) dan z=g(y)z=g(y) dari bagian totalitas memberi (x,g(f(x)))∈Γ(x,g(f(x)))\in\Gamma. Menurut ketunggalan, inilah satu-satunya nilai di xx. ■\blacksquare

    Urutan penulisan g∘fg\circ f dibaca dari kanan: ff diterapkan lebih dahulu. Syarat tipe juga penting. Jika kodomain ff bukan domain gg, kita tidak menulis g∘fg\circ f tanpa terlebih dahulu mengganti kodomain ff secara eksplisit menjadi domain gg, yang sah menurut 5.2 hanya bila ran⁡(f)\operatorname{ran}(f) termuat dalam domain gg. Bahkan bila g∘fg\circ f dan f∘gf\circ g keduanya terdefinisi, umumnya keduanya berbeda; lihat Latihan 4.

    Proposisi 5.4.8 (identitas). Untuk himpunan AA, himpunan

    ΓidA={p∈A×A:∃x∈A  (p=(x,x))}\Gamma_{\mathrm{id}_A}=\{p\in A\times A:\exists x\in A\;(p=(x,x))\}

    adalah grafik fungsi idA:A→A\mathrm{id}_A:A\to A dengan idA(x)=x\mathrm{id}_A(x)=x. Untuk setiap f:A→Bf:A\to B berlaku

    f∘idA=f,idB∘f=f.f\circ\mathrm{id}_A=f,\qquad \mathrm{id}_B\circ f=f.

    Bukti. Untuk x∈Ax\in A, pasangan (x,x)(x,x) termuat dalam grafik (totalitas). Jika (x,z)(x,z) termuat, maka (x,z)=(x′,x′)(x,z)=(x',x') untuk suatu x′∈Ax'\in A, sehingga x=x′=zx=x'=z (ketunggalan).

    Kedua ruas f∘idA=ff\circ\mathrm{id}_A=f bertipe A→BA\to B. Untuk setiap x∈Ax\in A, (f∘idA)(x)=f(x)(f\circ\mathrm{id}_A)(x)=f(x). Menurut kriteria kesamaan fungsi bertipe, keduanya sama. Argumen untuk idB∘f\mathrm{id}_B\circ f serupa. ■\blacksquare

    Untuk A=∅A=\varnothing, id∅\mathrm{id}_\varnothing adalah fungsi ∅→∅\varnothing\to\varnothing dengan grafik kosong. Kasus ini tidak memerlukan perlakuan khusus.

    Proposisi 5.4.9 (asosiativitas). Untuk f:A→Bf:A\to B, g:B→Cg:B\to C, h:C→Dh:C\to D,

    h∘(g∘f)=(h∘g)∘f.h\circ(g\circ f)=(h\circ g)\circ f.

    Bukti. Kedua ruas terdefinisi dan bertipe A→DA\to D. Untuk setiap x∈Ax\in A,

    (h∘(g∘f))(x)=h((g∘f)(x))=h(g(f(x)))=(h∘g)(f(x))=((h∘g)∘f)(x).\bigl(h\circ(g\circ f)\bigr)(x)=h\bigl((g\circ f)(x)\bigr)=h\bigl(g(f(x))\bigr)=(h\circ g)(f(x))=\bigl((h\circ g)\circ f\bigr)(x).

    Kriteria kesamaan fungsi bertipe menyelesaikan bukti. ■\blacksquare

    Karena itu tanda kurung pada komposisi tiga fungsi dapat dihilangkan, asalkan urutan dan tipe tetap sama.

    Pewarisan sifat dan pembatalan

    Proposisi 5.4.10 (pewarisan). Misalkan f:A→Bf:A\to B dan g:B→Cg:B\to C.

    1. Jika ff dan gg injektif, maka g∘fg\circ f injektif.
    2. Jika ff dan gg surjektif, maka g∘fg\circ f surjektif.
    3. Jika ff dan gg bijektif, maka g∘fg\circ f bijektif.

    Bukti. (1) Misalkan g(f(x))=g(f(z))g(f(x))=g(f(z)) untuk x,z∈Ax,z\in A. Injektivitas gg, yang diterapkan pada f(x),f(z)∈Bf(x),f(z)\in B, memberi f(x)=f(z)f(x)=f(z). Injektivitas ff lalu memberi x=zx=z.

    (2) Ambil w∈Cw\in C. Surjektivitas gg memberi y∈By\in B dengan g(y)=wg(y)=w. Surjektivitas ff memberi x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y. Maka (g∘f)(x)=w(g\circ f)(x)=w.

    (3) Gabungan (1) dan (2). ■\blacksquare

    Arah sebaliknya hanya berlaku sebagian, dan bagian mana yang berlaku perlu diperhatikan dengan teliti.

    Proposisi 5.4.11 (arah pembatalan yang sah). Misalkan f:A→Bf:A\to B dan g:B→Cg:B\to C.

    1. Jika g∘fg\circ f injektif, maka ff injektif.
    2. Jika g∘fg\circ f surjektif, maka gg surjektif.
    3. Jika gg injektif dan f,f′:A→Bf,f':A\to B memenuhi g∘f=g∘f′g\circ f=g\circ f', maka f=f′f=f'.
    4. Jika ff surjektif dan g,g′:B→Cg,g':B\to C memenuhi g∘f=g′∘fg\circ f=g'\circ f, maka g=g′g=g'.

    Bukti. (1) Jika f(x)=f(z)f(x)=f(z), maka g(f(x))=g(f(z))g(f(x))=g(f(z)). Injektivitas g∘fg\circ f memberi x=zx=z.

    (2) Ambil w∈Cw\in C. Ada x∈Ax\in A dengan g(f(x))=wg(f(x))=w. Maka y=f(x)∈By=f(x)\in B memenuhi g(y)=wg(y)=w.

    (3) ff dan f′f' bertipe sama. Untuk x∈Ax\in A, g(f(x))=g(f′(x))g(f(x))=g(f'(x)), dan injektivitas gg memberi f(x)=f′(x)f(x)=f'(x).

    (4) gg dan g′g' bertipe sama. Ambil y∈By\in B. Surjektivitas ff memberi suatu x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y. Maka g(y)=g(f(x))=g′(f(x))=g′(y)g(y)=g(f(x))=g'(f(x))=g'(y).

    Pada (4), kita hanya mengambil satu saksi untuk satu yy yang sedang ditinjau, di dalam bukti pernyataan universal. Kita tidak memilih serentak satu praimaj untuk setiap yy. ■\blacksquare

    Contoh 5.4.12 (pembatalan pada faktor yang salah gagal). Ambil

    f:{0}→{0,1}, f(0)=0,g:{0,1}→{0}, g(0)=g(1)=0.f:\{0\}\to\{0,1\},\ f(0)=0,\qquad g:\{0,1\}\to\{0\},\ g(0)=g(1)=0.

    Komposisi g∘f:{0}→{0}g\circ f:\{0\}\to\{0\} sama dengan id{0}\mathrm{id}_{\{0\}}, jadi bijektif. Namun:

    • gg tidak injektif (g(0)=g(1)g(0)=g(1), 0≠10\ne1). Jadi "g∘fg\circ f injektif" tidak memaksa gg injektif.
    • ff tidak surjektif (11 tidak dicapai). Jadi "g∘fg\circ f surjektif" tidak memaksa ff surjektif.

    Fungsi gg yang sama juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh membatalkan fungsi sembarang dari kiri. Dengan f′(0)=1f'(0)=1, berlaku g∘f=g∘f′g\circ f=g\circ f' (keduanya mengirim 00 ke 00), padahal f(0)=0≠1=f′(0)f(0)=0\ne1=f'(0). Pembatalan kiri pada Proposisi 5.4.11(3) memerlukan injektivitas gg, dan gg di sini tidak injektif.

    Invers dua sisi

    Definisi 5.4.13. Misalkan f:A→Bf:A\to B dan g:B→Ag:B\to A. Jika g∘f=idAg\circ f=\mathrm{id}_A, gg disebut invers kiri ff. Jika f∘g=idBf\circ g=\mathrm{id}_B, gg disebut invers kanan ff. Fungsi gg disebut invers ff jika

    g∘f=idAdanf∘g=idB,g\circ f=\mathrm{id}_A\qquad\text{dan}\qquad f\circ g=\mathrm{id}_B,

    yaitu tepat ketika gg sekaligus invers kiri dan invers kanan ff.

    Perhatikan tipenya: g∘fg\circ f bertipe A→AA\to A dan f∘gf\circ g bertipe B→BB\to B. Karena itu kedua identitas dibandingkan dengan dua fungsi identitas yang berbeda. Definisi invers simetris, sehingga jika gg invers ff, maka ff invers gg.

    Lemma 5.4.14. Misalkan f:A→Bf:A\to B dan g:B→Ag:B\to A.

    1. Jika g∘f=idAg\circ f=\mathrm{id}_A, maka ff injektif dan gg surjektif.
    2. Jika f∘g=idBf\circ g=\mathrm{id}_B, maka ff surjektif dan gg injektif.

    Bukti. (1) Jika f(x)=f(z)f(x)=f(z), maka x=g(f(x))=g(f(z))=zx=g(f(x))=g(f(z))=z; jadi ff injektif. Untuk x∈Ax\in A, y=f(x)∈By=f(x)\in B memenuhi g(y)=xg(y)=x; jadi gg surjektif. Butir (2) adalah butir (1) dengan peran ff dan gg ditukar. ■\blacksquare

    Teorema 5.4.15. Fungsi f:A→Bf:A\to B mempunyai invers jika dan hanya jika ff bijektif.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Jika gg invers ff, Lemma 5.4.14 memberi injektivitas (dari g∘f=idAg\circ f=\mathrm{id}_A) dan surjektivitas (dari f∘g=idBf\circ g=\mathrm{id}_B).

    (⇐\Leftarrow) Misalkan ff bijektif. Bentuk grafik balik dengan separasi pada B×AB\times A:

    Γg={p∈B×A:∃y∈B  ∃x∈A  (p=(y,x)∧(x,y)∈Γf)}.\Gamma_g=\{p\in B\times A:\exists y\in B\;\exists x\in A\;(p=(y,x)\land(x,y)\in\Gamma_f)\}.

    Menurut karakteristik pasangan terurut, untuk y∈By\in B dan x∈Ax\in A berlaku (y,x)∈Γg(y,x)\in\Gamma_g jika dan hanya jika (x,y)∈Γf(x,y)\in\Gamma_f, yaitu f(x)=yf(x)=y.

    Totalitas. Untuk y∈By\in B, surjektivitas memberi x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y, sehingga (y,x)∈Γg(y,x)\in\Gamma_g.

    Ketunggalan. Jika (y,x),(y,x′)∈Γg(y,x),(y,x')\in\Gamma_g, maka f(x)=y=f(x′)f(x)=y=f(x'), dan injektivitas memberi x=x′x=x'.

    Jadi g=(B,A,Γg)g=(B,A,\Gamma_g) adalah fungsi B→AB\to A dengan

    g(y)=x  ⟺  f(x)=y(x∈A, y∈B).g(y)=x\iff f(x)=y\qquad(x\in A,\ y\in B).

    Identitas pertama. Untuk x∈Ax\in A, tulis y=f(x)y=f(x). Kesetaraan di atas memberi g(y)=xg(y)=x, yaitu (g∘f)(x)=x(g\circ f)(x)=x.

    Identitas kedua. Untuk y∈By\in B, tulis x=g(y)x=g(y). Kesetaraan di atas memberi f(x)=yf(x)=y, yaitu (f∘g)(y)=y(f\circ g)(y)=y.

    Kriteria kesamaan fungsi bertipe menghasilkan g∘f=idAg\circ f=\mathrm{id}_A dan f∘g=idBf\circ g=\mathrm{id}_B. ■\blacksquare

    Bukti ini tidak memakai prinsip pilihan apa pun. Fungsi gg didefinisikan sekaligus oleh satu formula separasi. Surjektivitas hanya dipakai untuk menunjukkan totalitas, yaitu satu saksi untuk setiap yy yang sedang diperiksa. Injektivitas menjamin bahwa tidak ada yang perlu dipilih, karena saksinya tunggal. Kasus ∅→∅\varnothing\to\varnothing tercakup: Γg=∅\Gamma_g=\varnothing dan kedua identitas berlaku untuk id∅\mathrm{id}_\varnothing.

    Proposisi 5.4.16 (keunikan invers). Jika f:A→Bf:A\to B mempunyai invers kiri gg dan invers kanan hh, maka g=hg=h. Akibatnya, invers suatu fungsi, bila ada, tunggal.

    Bukti. Dengan Proposisi 5.4.8 dan 5.4.9, dan dengan memperhatikan bahwa setiap komposisi bertipe benar,

    g=g∘idB=g∘(f∘h)=(g∘f)∘h=idA∘h=h.g=g\circ\mathrm{id}_B=g\circ(f\circ h)=(g\circ f)\circ h=\mathrm{id}_A\circ h=h.

    Bukti dengan evaluasi juga dapat dipakai: untuk y∈By\in B, g(y)=g(f(h(y)))=h(y)g(y)=g(f(h(y)))=h(y), karena f(h(y))=yf(h(y))=y dan g(f(x))=xg(f(x))=x dengan x=h(y)x=h(y). Jika gg dan hh keduanya invers dua sisi, maka menurut Definisi 5.4.13 khususnya gg invers kiri dan hh invers kanan, sehingga g=hg=h. ■\blacksquare

    Karena invers tunggal, kita boleh menyebutnya invers ff dan menuliskannya f−1:B→Af^{-1}:B\to A. Notasi ini hanya dipakai untuk fungsi bijektif. Menurut keunikan, setiap invers yang ditemukan dengan cara lain, misalnya lewat rumus seperti pada contoh di bawah, sama dengan fungsi grafik balik pada Teorema 5.4.15.

    Akibat 5.4.17. Jika f:A→Bf:A\to B bijektif, maka f−1:B→Af^{-1}:B\to A bijektif dan (f−1)−1=f(f^{-1})^{-1}=f. Jika f:A→Bf:A\to B dan g:B→Cg:B\to C bijektif, maka g∘f:A→Cg\circ f:A\to C bijektif dan

    (g∘f)−1=f−1∘g−1:C→A.(g\circ f)^{-1}=f^{-1}\circ g^{-1}:C\to A.

    Bukti. Definisi invers simetris, sehingga ff adalah invers f−1f^{-1}. Teorema 5.4.15 memberi bijektivitas, dan keunikan memberi (f−1)−1=f(f^{-1})^{-1}=f.

    Untuk komposisi, g∘fg\circ f bijektif menurut Proposisi 5.4.10. Fungsi f−1∘g−1f^{-1}\circ g^{-1} terdefinisi karena g−1:C→Bg^{-1}:C\to B dan f−1:B→Af^{-1}:B\to A. Dengan asosiativitas,

    (f−1∘g−1)∘(g∘f)=f−1∘(g−1∘g)∘f=f−1∘idB∘f=f−1∘f=idA,(f^{-1}\circ g^{-1})\circ(g\circ f)=f^{-1}\circ(g^{-1}\circ g)\circ f=f^{-1}\circ\mathrm{id}_B\circ f=f^{-1}\circ f=\mathrm{id}_A,

    dan dengan cara serupa (g∘f)∘(f−1∘g−1)=g∘idB∘g−1=idC(g\circ f)\circ(f^{-1}\circ g^{-1})=g\circ\mathrm{id}_B\circ g^{-1}=\mathrm{id}_C. Keunikan invers menyelesaikan bukti. ■\blacksquare

    Urutannya terbalik karena untuk membatalkan "ff lalu gg", kita harus membatalkan gg lebih dahulu.

    Invers fungsi dan pracitra: dua objek berbeda

    Pada 5.3, f−1[T]={x∈A:f(x)∈T}f^{-1}[T]=\{x\in A:f(x)\in T\} didefinisikan untuk setiap fungsi f:A→Bf:A\to B dan setiap T⊆BT\subseteq B. Hasilnya adalah sebuah himpunan bagian AA. Sebaliknya, f−1:B→Af^{-1}:B\to A adalah sebuah fungsi, dan hanya ada bila ff bijektif. Kurung siku pada f−1[T]f^{-1}[T] dan kurung biasa pada f−1(y)f^{-1}(y) menandai perbedaan jenis objek ini.

    Contohnya, untuk q:R→Rq:\mathbb R\to\mathbb R, q(x)=x2q(x)=x^2, pracitra q−1[{1}]={−1,1}q^{-1}[\{1\}]=\{-1,1\} terdefinisi dengan baik. Namun tidak ada fungsi q−1q^{-1}, sehingga lambang "q−1(1)q^{-1}(1)" tidak bermakna.

    Proposisi 5.4.18. Jika f:A→Bf:A\to B bijektif, maka untuk setiap T⊆BT\subseteq B,

    f−1[T]=(f−1)[T],f^{-1}[T]=(f^{-1})[T],

    dengan ruas kiri pracitra TT di bawah ff dan ruas kanan image TT di bawah fungsi f−1:B→Af^{-1}:B\to A. Khususnya, f−1[{y}]={f−1(y)}f^{-1}[\{y\}]=\{f^{-1}(y)\} untuk y∈By\in B.

    Bukti. Tulis g=f−1g=f^{-1}. Kedua ruas adalah himpunan bagian AA.

    Jika x∈Ax\in A dan f(x)∈Tf(x)\in T, maka y=f(x)∈Ty=f(x)\in T dan g(y)=xg(y)=x, sehingga x∈g[T]x\in g[T].

    Sebaliknya, jika x∈g[T]x\in g[T], ada y∈Ty\in T dengan g(y)=xg(y)=x. Maka f(x)=f(g(y))=y∈Tf(x)=f(g(y))=y\in T, sehingga x∈f−1[T]x\in f^{-1}[T].

    Bentuk singleton mengikuti dengan T={y}T=\{y\}, karena g[{y}]={g(y)}g[\{y\}]=\{g(y)\}. ■\blacksquare

    Jadi untuk bijeksi, kedua cara membaca f−1f^{-1} memberi himpunan yang sama. Namun himpunan itu diperoleh dari dua konstruksi berbeda, dan hanya konstruksi pracitra yang tersedia untuk fungsi umum.

    Batas klaim: invers satu sisi

    Lemma 5.4.14 menunjukkan bahwa invers kiri memaksa injektivitas dan invers kanan memaksa surjektivitas. Kebalikannya tidak dinyatakan di sini secara umum, karena dua alasan.

    • Invers kiri dapat gagal ada karena kasus kosong. Fungsi ∅→{0}\varnothing\to\{0\} injektif, tetapi tidak mempunyai invers kiri. Invers kiri harus berupa fungsi {0}→∅\{0\}\to\varnothing, dan menurut 5.1 fungsi semacam itu tidak ada. Jadi klaim tanpa syarat "setiap injeksi mempunyai invers kiri" salah.
    • Invers kanan untuk surjeksi umum memerlukan prinsip pilihan. Untuk membuat h:B→Ah:B\to A dengan f∘h=idBf\circ h=\mathrm{id}_B, kita perlu menetapkan serentak satu praimaj h(y)h(y) bagi setiap y∈By\in B. Jika praimajnya tidak tunggal dan tidak ada aturan yang menentukannya, pemilihan serentak ini tidak dijamin oleh aksioma yang dipakai sejauh ini. Karena itu klaim "setiap surjeksi mempunyai invers kanan" tidak dibuktikan dan tidak dipakai dalam bab ini. Untuk surjeksi tertentu, invers kanan tetap dapat ditulis secara eksplisit. Misalnya untuk surjeksi f:{a,b,c}→{0,1}f:\{a,b,c\}\to\{0,1\} pada Contoh 5.4.3, fungsi {0,1}→{a,b,c}\{0,1\}\to\{a,b,c\} dengan 0↦a0\mapsto a dan 1↦b1\mapsto b adalah invers kanan, karena f(a)=0f(a)=0 dan f(b)=1f(b)=1; aturannya ditentukan sendiri, tanpa pilihan.

    Yang kita perlukan hanyalah invers dua sisi, dan untuk itu Teorema 5.4.15 dan Proposisi 5.4.16 sudah lengkap tanpa pilihan.

    Contoh sulit: fungsi rasional dan inversnya

    Contoh 5.4.19. Misalkan A=R∖{3}A=\mathbb R\setminus\{3\}, B=R∖{2}B=\mathbb R\setminus\{2\}, dan

    f:A→B,f(x)=2x+1x−3.f:A\to B,\qquad f(x)=\frac{2x+1}{x-3}.

    Kita membuktikan bahwa tipe ini sah, bahwa ff bijektif, dan bahwa inversnya adalah g(y)=3y+1y−2g(y)=\dfrac{3y+1}{y-2}. Di setiap langkah, penyebut diperiksa tidak nol sebelum pembagian dilakukan.

    Langkah 1: ff terdefinisi dan nilainya berada di BB. Untuk x∈Ax\in A, berlaku x≠3x\ne3, jadi x−3≠0x-3\ne0, dan (2x+1)/(x−3)(2x+1)/(x-3) adalah bilangan real yang tunggal. Untuk memastikan bahwa nilainya tidak keluar dari kodomain, hitung

    f(x)−2=2x+1x−3−2(x−3)x−3=2x+1−2x+6x−3=7x−3.f(x)-2=\frac{2x+1}{x-3}-\frac{2(x-3)}{x-3}=\frac{2x+1-2x+6}{x-3}=\frac{7}{x-3}.

    Andaikan 7/(x−3)=07/(x-3)=0. Mengalikan kedua ruas dengan x−3x-3 memberi 7=07=0, suatu kontradiksi. Jadi f(x)−2≠0f(x)-2\ne0, yaitu f(x)≠2f(x)\ne2 dan f(x)∈Bf(x)\in B.

    Dengan demikian, aturan ϕ(x,y): y=(2x+1)/(x−3)\phi(x,y):\ y=(2x+1)/(x-3) menjamin tepat satu y∈By\in B untuk setiap x∈Ax\in A, dan grafik

    Γf={p∈A×B:∃x∈A  ∃y∈B  (p=(x,y)∧y=2x+1x−3)}\Gamma_f=\{p\in A\times B:\exists x\in A\;\exists y\in B\;(p=(x,y)\land y=\tfrac{2x+1}{x-3})\}

    memenuhi totalitas dan ketunggalan sesuai 5.1. Titik x=3x=3 tidak termasuk domain. Kita tidak memberi nilai apa pun di sana, termasuk "∞\infty".

    Langkah 2: injektif. Ambil x,z∈Ax,z\in A dengan f(x)=f(z)f(x)=f(z). Karena x−3≠0x-3\ne0 dan z−3≠0z-3\ne0, hasil kali (x−3)(z−3)(x-3)(z-3) tidak nol. Mengalikan kedua ruas persamaan dengan bilangan ini menghasilkan persamaan yang setara:

    (2x+1)(z−3)=(2z+1)(x−3).(2x+1)(z-3)=(2z+1)(x-3).

    Uraikan kedua ruas:

    2xz−6x+z−3=2xz−6z+x−3.2xz-6x+z-3=2xz-6z+x-3.

    Kurangkan 2xz−32xz-3 dari kedua ruas, lalu pindahkan suku sejenis:

    −6x+z=−6z+x⟹7z=7x.-6x+z=-6z+x\quad\Longrightarrow\quad 7z=7x.

    Karena 7≠07\ne0, diperoleh z=xz=x. Kita mengolah persamaan, bukan ketaksamaan, sehingga tanda (x−3)(z−3)(x-3)(z-3) tidak berpengaruh. Yang diperlukan hanyalah bahwa bilangan itu tidak nol.

    Langkah 3: calon praimaj (analisis). Ambil y∈By\in B, jadi y≠2y\ne2. Andaikan ada x∈Ax\in A dengan f(x)=yf(x)=y. Karena x−3≠0x-3\ne0, perkalian dengan x−3x-3 memberi

    2x+1=y(x−3)=yx−3y⟹yx−2x=3y+1⟹(y−2)x=3y+1.2x+1=y(x-3)=yx-3y\quad\Longrightarrow\quad yx-2x=3y+1\quad\Longrightarrow\quad (y-2)x=3y+1.

    Karena y−2≠0y-2\ne0, pembagian sah dan

    x=3y+1y−2.x=\frac{3y+1}{y-2}.

    Langkah ini hanya menunjukkan bahwa jika suatu praimaj ada, maka praimaj itu harus sama dengan bilangan tersebut. Langkah ini belum membuktikan bahwa bilangan tersebut berada di AA, juga belum membuktikan bahwa ff memetakannya ke yy. Surjektivitas belum terbukti.

    Langkah 4: verifikasi calon (sintesis). Untuk y∈By\in B, definisikan x0=(3y+1)/(y−2)x_0=(3y+1)/(y-2). Bilangan ini terdefinisi karena y−2≠0y-2\ne0.

    Calon berada di domain.

    x0−3=3y+1−3(y−2)y−2=7y−2.x_0-3=\frac{3y+1-3(y-2)}{y-2}=\frac{7}{y-2}.

    Seperti pada Langkah 1, 7/(y−2)≠07/(y-2)\ne0, karena jika sama dengan nol, perkalian dengan y−2y-2 memberi 7=07=0. Jadi x0≠3x_0\ne3 dan x0∈Ax_0\in A. Khususnya, penyebut x0−3x_0-3 pada f(x0)f(x_0) tidak nol.

    Substitusi memberi yy.

    2x0+1=2(3y+1)+(y−2)y−2=7yy−2,2x_0+1=\frac{2(3y+1)+(y-2)}{y-2}=\frac{7y}{y-2},

    sehingga

    f(x0)=2x0+1x0−3=7y/(y−2)7/(y−2)=7yy−2⋅y−27=y.f(x_0)=\frac{2x_0+1}{x_0-3}=\frac{7y/(y-2)}{7/(y-2)}=\frac{7y}{y-2}\cdot\frac{y-2}{7}=y.

    Setiap pembagian di sini sah, karena y−2≠0y-2\ne0, 7≠07\ne0, dan 7/(y−2)≠07/(y-2)\ne0. Jadi setiap y∈By\in B mempunyai praimaj di AA, dan ff surjektif. Bersama Langkah 2, ff bijektif.

    Langkah 5: invers dengan tipe yang benar. Definisikan

    g:B→A,g(y)=3y+1y−2.g:B\to A,\qquad g(y)=\frac{3y+1}{y-2}.

    Langkah 4 menunjukkan bahwa g(y)g(y) terdefinisi dan g(y)∈Ag(y)\in A untuk setiap y∈By\in B. Jadi aturan ini menjamin tepat satu nilai di AA untuk setiap y∈By\in B, sehingga, sesuai aturan grafik 5.1, g=(B,A,Γg)g=(B,A,\Gamma_g) dengan Γg\Gamma_g dipisahkan dari B×AB\times A adalah fungsi bertipe B→AB\to A. Langkah 4 juga menunjukkan f(g(y))=yf(g(y))=y untuk setiap y∈By\in B, yaitu f∘g=idBf\circ g=\mathrm{id}_B.

    Untuk identitas lainnya, ambil x∈Ax\in A dan tulis y=f(x)y=f(x). Langkah 1 memberi y−2=7/(x−3)≠0y-2=7/(x-3)\ne0. Selanjutnya

    3y+1=3(2x+1)+(x−3)x−3=7xx−3,3y+1=\frac{3(2x+1)+(x-3)}{x-3}=\frac{7x}{x-3},

    sehingga

    g(f(x))=3y+1y−2=7x/(x−3)7/(x−3)=7xx−3⋅x−37=x.g(f(x))=\frac{3y+1}{y-2}=\frac{7x/(x-3)}{7/(x-3)}=\frac{7x}{x-3}\cdot\frac{x-3}{7}=x.

    Pembagian sah karena x−3≠0x-3\ne0, 7≠07\ne0, dan 7/(x−3)≠07/(x-3)\ne0. Jadi g∘f=idAg\circ f=\mathrm{id}_A.

    Kedua identitas telah dibuktikan pada domainnya masing-masing, sehingga g=f−1g=f^{-1}. Menurut Proposisi 5.4.16, gg sama dengan fungsi grafik balik yang dihasilkan Teorema 5.4.15.

    Langkah 6: hitungan kontrol. Karena 4≠34\ne3 dan 0≠30\ne3, keduanya anggota AA, dengan penyebut 4−3=1≠04-3=1\ne0 dan 0−3=−3≠00-3=-3\ne0. Maka

    f(4)=91=9,f(0)=1−3=−13.f(4)=\frac{9}{1}=9,\qquad f(0)=\frac{1}{-3}=-\frac13.

    Keduanya anggota BB karena berbeda dari 22. Penyebut pada gg adalah 9−2=7≠09-2=7\ne0 dan −13−2=−73≠0-\tfrac13-2=-\tfrac73\ne0. Maka

    g(9)=287=4,g ⁣(−13)=−1+1−73=0.g(9)=\frac{28}{7}=4,\qquad g\!\left(-\tfrac13\right)=\frac{-1+1}{-\frac73}=0.

    Kedua pasangan hitungan konsisten dengan g∘f=idAg\circ f=\mathrm{id}_A dan f∘g=idBf\circ g=\mathrm{id}_B. Menurut Langkah 1, nilai 22 tidak pernah dicapai oleh ff.

    Perbandingan: kodomain R\mathbb R. Misalkan fR:A→Rf_{\mathbb R}:A\to\mathbb R memiliki grafik yang sama dengan ff. Penggantian kodomain ini sah karena ran⁡(f)⊆B⊆R\operatorname{ran}(f)\subseteq B\subseteq\mathbb R.

    • fRf_{\mathbb R} tetap injektif. Langkah 2 sama sekali tidak menyebut kodomain.
    • fRf_{\mathbb R} tidak surjektif. Menurut Langkah 1, tidak ada x∈Ax\in A dengan f(x)=2f(x)=2, jadi fR−1[{2}]=∅f_{\mathbb R}^{-1}[\{2\}]=\varnothing.
    • Karena itu fRf_{\mathbb R} tidak bijektif, dan menurut Teorema 5.4.15 tidak mempunyai invers R→A\mathbb R\to A. Rumus (3y+1)/(y−2)(3y+1)/(y-2) tidak terdefinisi di y=2y=2, sehingga rumus itu tidak memberi fungsi berdomain R\mathbb R. Kita tidak menulis "g(2)=∞g(2)=\infty".

    Jadi ff dan fRf_{\mathbb R} adalah dua fungsi berbeda dengan grafik yang sama. Perbedaannya hanya pada data kodomain, tetapi justru data inilah yang menentukan keberadaan invers.

    Latihan

    Latihan 1 (klasifikasi tabel). Anggap 1,2,31,2,3 saling berbeda dan p,q,rp,q,r saling berbeda. Klasifikasikan fungsi berikut dan beri alasan untuk setiap jawaban "ya" maupun "tidak": (a) u:{1,2,3}→{p,q,r}u:\{1,2,3\}\to\{p,q,r\}, grafik {(1,p),(2,q),(3,r)}\{(1,p),(2,q),(3,r)\}; (b) v:{1,2,3}→{p,q,r}v:\{1,2,3\}\to\{p,q,r\}, grafik {(1,p),(2,p),(3,q)}\{(1,p),(2,p),(3,q)\}; (c) w:{1,2}→{p,q,r}w:\{1,2\}\to\{p,q,r\}, grafik {(1,q),(2,r)}\{(1,q),(2,r)\}. Untuk fungsi yang bijektif, tuliskan grafik inversnya.

    Strategi. Untuk injektivitas, periksa setiap pasangan input berbeda. Untuk surjektivitas, periksa setiap anggota kodomain.

    Pembahasan. (a) Ketiga nilai p,q,rp,q,r saling berbeda, jadi setiap pasangan input berbeda menghasilkan output berbeda; uu injektif. Setiap anggota kodomain muncul sebagai nilai; uu surjektif. Jadi uu bijektif. Grafik balik {(p,1),(q,2),(r,3)}\{(p,1),(q,2),(r,3)\} memberi u−1:{p,q,r}→{1,2,3}u^{-1}:\{p,q,r\}\to\{1,2,3\}. (b) v(1)=v(2)=pv(1)=v(2)=p dengan 1≠21\ne2, jadi vv tidak injektif. Tidak ada input bernilai rr, jadi vv tidak surjektif. (c) w(1)=q≠r=w(2)w(1)=q\ne r=w(2), dan 1,21,2 adalah satu-satunya pasangan input berbeda, jadi ww injektif. Nilai pp tidak dicapai, jadi ww tidak surjektif. Fungsi ini tidak bijektif dan tidak mempunyai invers dua sisi (Teorema 5.4.15).

    Latihan 2 (perubahan kodomain). Misalkan s:N→Ns:\mathbb N\to\mathbb N, s(n)=n+1s(n)=n+1. Tunjukkan bahwa ss injektif tetapi tidak surjektif. Kemudian tunjukkan bahwa s′:N→N∖{0}s':\mathbb N\to\mathbb N\setminus\{0\} dengan grafik yang sama bersifat bijektif, dan tentukan inversnya. Fakta aritmetika N\mathbb N boleh dipinjam.

    Pembahasan. Jika n+1=m+1n+1=m+1, maka n=mn=m (pembatalan penjumlahan, fakta pinjaman); ss injektif. Untuk setiap n∈Nn\in\mathbb N, berlaku n+1≠0n+1\ne0, karena n+1≥1n+1\ge1 (fakta pinjaman). Jadi 00 tidak dicapai dan ss tidak surjektif.

    Penggantian kodomain ke N∖{0}\mathbb N\setminus\{0\} sah karena ran⁡(s)⊆N∖{0}\operatorname{ran}(s)\subseteq\mathbb N\setminus\{0\} menurut alasan yang sama. Untuk m∈N∖{0}m\in\mathbb N\setminus\{0\}, berlaku m≥1m\ge1, sehingga m−1∈Nm-1\in\mathbb N (fakta pinjaman) dan s′(m−1)=ms'(m-1)=m. Jadi s′s' surjektif, dan injektivitasnya diwarisi dari perhitungan di atas.

    Inversnya t:N∖{0}→Nt:\mathbb N\setminus\{0\}\to\mathbb N, t(m)=m−1t(m)=m-1. Untuk memeriksanya: t(s′(n))=nt(s'(n))=n untuk n∈Nn\in\mathbb N, dan s′(t(m))=ms'(t(m))=m untuk m≠0m\ne0. Perhatikan bahwa rumus m↦m−1m\mapsto m-1 tidak memberi fungsi berdomain N\mathbb N ke N\mathbb N, karena 0−1∉N0-1\notin\mathbb N.

    Latihan 3 (kasus kosong). (a) Klasifikasikan fungsi ∅→∅\varnothing\to\varnothing dan ∅→{0}\varnothing\to\{0\}. (b) Mengapa tidak ada fungsi {0}→∅\{0\}\to\varnothing yang perlu diklasifikasikan? (c) Tunjukkan bahwa e:∅→{0}e:\varnothing\to\{0\} injektif tetapi tidak mempunyai invers kiri.

    Pembahasan. (a) Menurut Proposisi 5.4.6, ∅→∅\varnothing\to\varnothing bijektif, sedangkan ∅→{0}\varnothing\to\{0\} injektif tetapi tidak surjektif, karena 00 memerlukan praimaj di ∅\varnothing. (b) Totalitas menuntut nilai di kodomain kosong untuk input 00; menurut 5.1 fungsi semacam itu tidak ada. (c) Invers kiri harus bertipe {0}→∅\{0\}\to\varnothing, dan menurut (b) tidak ada fungsi bertipe ini. Contoh ini membantah klaim tanpa syarat "setiap injeksi mempunyai invers kiri".

    Latihan 4 (komposisi bertipe). (a) Untuk f,g:R→Rf,g:\mathbb R\to\mathbb R, f(x)=x+1f(x)=x+1 dan g(x)=2xg(x)=2x, hitung g∘fg\circ f dan f∘gf\circ g, lalu tunjukkan bahwa keduanya berbeda. (b) Misalkan f:{0,1}→{0,1,2}f:\{0,1\}\to\{0,1,2\} dan h:{0,1}→{0,1}h:\{0,1\}\to\{0,1\}. Apakah h∘fh\circ f terdefinisi?

    Pembahasan. (a) (g∘f)(x)=2(x+1)=2x+2(g\circ f)(x)=2(x+1)=2x+2 dan (f∘g)(x)=2x+1(f\circ g)(x)=2x+1. Keduanya bertipe R→R\mathbb R\to\mathbb R, tetapi (g∘f)(0)=2≠1=(f∘g)(0)(g\circ f)(0)=2\ne1=(f\circ g)(0). Menurut kriteria kesamaan fungsi bertipe, keduanya berbeda. (b) Tidak terdefinisi menurut Proposisi–Definisi 5.4.7, karena kodomain ff, yaitu {0,1,2}\{0,1,2\}, tidak sama dengan domain hh, yaitu {0,1}\{0,1\}. Bila ran⁡(f)⊆{0,1}\operatorname{ran}(f)\subseteq\{0,1\}, kita dapat terlebih dahulu mengganti kodomain ff secara eksplisit (5.2) lalu menyusun komposisinya. Bila ff mengambil nilai 22, langkah ini mustahil, karena h(2)h(2) tidak bermakna.

    Latihan 5 (keunikan invers). Misalkan f:A→Bf:A\to B mempunyai invers kiri gg dan invers kanan hh. Buktikan bahwa ff bijektif dan g=h=f−1g=h=f^{-1}. Mengapa kesimpulan ini tidak memerlukan prinsip pilihan?

    Pembahasan. Lemma 5.4.14 memberi injektivitas (dari gg) dan surjektivitas (dari hh), sehingga ff bijektif. Proposisi 5.4.16 memberi g=g∘(f∘h)=(g∘f)∘h=hg=g\circ(f\circ h)=(g\circ f)\circ h=h. Akibatnya gg memenuhi kedua identitas, sehingga gg adalah invers dua sisi, dan menurut keunikan g=f−1g=f^{-1}. Tidak ada fungsi yang perlu dibentuk dengan memilih praimaj, karena gg dan hh sudah diberikan sebagai hipotesis. Bukti hanya memakai asosiativitas dan hukum identitas.

    Latihan 6 (audit calon invers yang gagal domain). Misalkan A′=R∖{3,4}A'=\mathbb R\setminus\{3,4\} dan f′:A′→R∖{2}f':A'\to\mathbb R\setminus\{2\}, f′(x)=(2x+1)/(x−3)f'(x)=(2x+1)/(x-3). (a) Mengapa tipe ini sah? (b) Tunjukkan bahwa f′f' injektif tetapi tidak surjektif, dengan menunjuk anggota kodomain yang tidak dicapai. (c) Mengapa rumus g(y)=(3y+1)/(y−2)g(y)=(3y+1)/(y-2) tidak memberi invers?

    Pembahasan. (a) Untuk x∈A′x\in A' berlaku x≠3x\ne3, sehingga Langkah 1 Contoh 5.4.19 berlaku tanpa perubahan dan f′(x)≠2f'(x)\ne2. (b) Langkah 2 berlaku untuk x,z∈A′⊆Ax,z\in A'\subseteq A, sehingga f′f' injektif. Untuk y=9y=9, penyebut 9−2=7≠09-2=7\ne0, dan Langkah 3 menunjukkan bahwa setiap praimaj x∈A′x\in A' harus memenuhi x=(27+1)/7=4x=(27+1)/7=4. Padahal 4∉A′4\notin A'. Jadi 99 tidak mempunyai praimaj, dan f′f' tidak surjektif. Di sini Langkah 3 (analisis) dipakai sebagai syarat perlu, sedangkan Langkah 4 (sintesis) gagal pada pemeriksaan "calon berada di domain". (c) g(9)=4∉A′g(9)=4\notin A', sehingga gg tidak bertipe R∖{2}→A′\mathbb R\setminus\{2\}\to A'. Menurut Teorema 5.4.15, invers memang tidak ada. Kesimpulannya, menyelesaikan persamaan f(x)=yf(x)=y secara formal belum cukup; keanggotaan calon pada domain selalu harus diperiksa.

    Latihan 7 (versi rasional). Buktikan bahwa rumus yang sama memberi bijeksi fQ:Q∖{3}→Q∖{2}f_{\mathbb Q}:\mathbb Q\setminus\{3\}\to\mathbb Q\setminus\{2\}, dengan invers y↦(3y+1)/(y−2)y\mapsto(3y+1)/(y-2).

    Pembahasan. Fakta yang dipinjam: Q\mathbb Q tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian oleh bilangan tak nol. Untuk x∈Qx\in\mathbb Q, x≠3x\ne3, penyebut x−3x-3 tidak nol, sehingga nilai (2x+1)/(x−3)(2x+1)/(x-3) rasional, dan menurut Langkah 1 tidak sama dengan 22; jadi tipe sah. Injektivitas diwarisi dari Langkah 2. Untuk y∈Qy\in\mathbb Q, y≠2y\ne2, penyebut y−2y-2 tidak nol, sehingga calon x0=(3y+1)/(y−2)x_0=(3y+1)/(y-2) rasional menurut sifat ketertutupan. Langkah 4 menunjukkan x0≠3x_0\ne3 dan f(x0)=yf(x_0)=y, karena semua perhitungannya adalah identitas lapangan yang juga berlaku di Q\mathbb Q. Kedua identitas invers dari Langkah 5 berlaku dengan alasan yang sama.

    Kesimpulan ini tidak berlaku otomatis untuk domain sembarang. Misalnya, untuk domain Z∖{3}\mathbb Z\setminus\{3\} dengan kodomain Z∖{2}\mathbb Z\setminus\{2\}, tipe itu sendiri sudah gagal: f(0)=−1/3∉Zf(0)=-1/3\notin\mathbb Z.

    Latihan 8 (pelestarian irisan dan bijektivitas; lanjutan 5.3). Buktikan bahwa f:A→Bf:A\to B bijektif jika dan hanya jika untuk setiap himpunan indeks II (termasuk I=∅I=\varnothing) dan setiap keluarga (Si)i∈I(S_i)_{i\in I} himpunan bagian AA berlaku

    f[⋂i∈IASi]=⋂i∈IBf[Si].f\Bigl[\textstyle\bigcap^{A}_{i\in I}S_i\Bigr]=\bigcap^{B}_{i\in I}f[S_i].

    Di sini irisan keluarga kosong bernilai semesta yang tertulis, yaitu AA di sisi domain dan BB di sisi kodomain.

    Strategi. Untuk menyimpulkan bijektivitas dari pelestarian irisan, cukup uji keluarga kosong dan keluarga dua singleton. Ini menerapkan Teorema 5.3.14 dengan istilah bijektif yang kini sudah didefinisikan.

    Pembahasan. (⇐\Leftarrow) Surjektif. Ambil I=∅I=\varnothing. Ruas kiri f[A]f[A], ruas kanan BB; kesamaan memberi f[A]=Bf[A]=B. Injektif. Ambil x,z∈Ax,z\in A dengan f(x)=f(z)f(x)=f(z), lalu gunakan I={0,1}I=\{0,1\} dengan S0={x}S_0=\{x\} dan S1={z}S_1=\{z\}. Ruas kanan adalah {f(x)}∩{f(z)}={f(x)}\{f(x)\}\cap\{f(z)\}=\{f(x)\}, yang memuat f(x)f(x). Maka ruas kiri f[{x}∩{z}]f[\{x\}\cap\{z\}] memuat f(x)f(x). Akibatnya {x}∩{z}\{x\}\cap\{z\} tidak kosong, karena image himpunan kosong adalah kosong. Jadi ada ww dengan w=xw=x dan w=zw=z, sehingga x=zx=z. (⇒\Rightarrow) Untuk II tak kosong, kesamaan berlaku karena ff injektif, menurut Teorema 5.3.12 tentang image irisan di bawah kondisi "f(x)=f(z)f(x)=f(z) mengakibatkan x=zx=z". Untuk I=∅I=\varnothing, kesamaan berarti f[A]=Bf[A]=B, yang berlaku karena ff surjektif. Semesta yang dipakai adalah AA untuk irisan di domain dan BB untuk irisan di kodomain, sesuai konvensi Bab 3.

    Penutup: dari fungsi ke metode bukti

    Bab ini membangun fungsi dari grafik, membedakan kodomain dari range, menghitung image dan pracitra, lalu menentukan kapan fungsi dapat dibalik. Dalam proses itu kita berulang kali memakai sejumlah pola argumen yang sama.

    • Pernyataan universal dibuktikan dengan mengambil anggota sebarang, misalnya "ambil x,z∈Ax,z\in A dengan f(x)=f(z)f(x)=f(z)".
    • Keberadaan dibuktikan dengan menyusun calon, lalu memverifikasinya secara terpisah. Contoh 5.4.19 memisahkan analisis (Langkah 3) dari sintesis (Langkah 4).
    • Ketunggalan dibuktikan dengan mengandaikan dua objek yang memenuhi syarat, lalu menunjukkan keduanya sama, seperti pada keunikan invers.
    • Pernyataan universal dibantah dengan satu kontracontoh konkret, seperti pada Contoh 5.4.12 untuk pembatalan.
    • Kasus dipisahkan antara himpunan kosong dan tak kosong.
    • Sebuah sifat dibuktikan lewat kontradiksi, misalnya 7/(x−3)≠07/(x-3)\ne0.

    Sejauh ini pola-pola tersebut dipakai tanpa dinamai secara sistematis. Bab 6 menjadikan pola-pola ini sebagai objek kajian: bentuk logis apa yang dibenarkan oleh tiap metode, kapan kontrapositif atau kontradiksi lebih tepat, dan bagaimana menulis bukti yang setiap langkahnya dapat diperiksa. Fungsi, image, pracitra, dan invers dari bab ini akan menjadi bahan contoh di sana.

    Catatan bacaan. Pembahasan invers serta image dan preimage yang sejalan dengan unit ini terdapat pada Richard Hammack, Book of Proof, bagian 12.5–12.6 [R5-1]. Konvensi fungsi bertipe, irisan kosong relatif semesta, dan seluruh bukti serta perhitungan di atas disusun sendiri untuk buku ini, dan tidak dinisbahkan kepada sumber tersebut.

    Rujukan Bab 5

    [R5-1] Richard Hammack. Book of Proof, bagian 12.5–12.6, tentang invers serta citra dan pracitra. https://richardhammack.github.io/BookOfProof/Main.pdf

    Bab terdekat

    BerikutnyaMetode Pembuktian Formal (The Art of Mathematical Proof)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 6.

    SebelumnyaRelasi, Pemetaan, dan Ekuivalensi

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 4.