Fungsi sebagai Himpunan Pasangan Berurutan
Bab 5 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 5: Fungsi sebagai Himpunan Pasangan Berurutan
Fungsi adalah relasi yang memenuhi totalitas dan ketunggalan, dengan domain serta kodomain yang ditetapkan. Bab ini menjelaskan bagaimana data tersebut menentukan nilai, daerah hasil, dan kesamaan fungsi. Peta maju dan peta balik kemudian memperlihatkan bagaimana fungsi bertindak pada himpunan. Injektivitas, surjektivitas, komposisi, dan invers menutup pembahasan dengan pertanyaan kapan suatu pemetaan dapat dibalik. Sepanjang bab, kasus kosong dan syarat domain diperiksa bersama kasus umum.
5.1 Definisi Formal Grafik Fungsi
Dalam praktik sehari-hari, fungsi sering diperkenalkan sebagai "aturan yang memasangkan setiap masukan dengan satu keluaran". Rumusan itu cukup untuk berhitung, tetapi belum cukup untuk membuktikan. Kata "aturan" tidak menjelaskan objek matematis apa yang sedang dibicarakan. Ungkapan "setiap" dan "satu" juga menyatukan dua tuntutan yang berbeda, dan bukti yang rapi harus memisahkan keduanya.
Bab 4 telah menyediakan pasangan terurut, hasil kali Kartesius, dan relasi. Unit ini memakai bahan tersebut untuk merumuskan fungsi sebagai relasi khusus, ditambah data jenisnya. Dua sifat dari Bab 4 yang dipakai berulang kali ialah Proposisi 4.1.8 tentang keanggotaan produk dan Teorema 4.1.3 tentang kesamaan pasangan terurut:
- untuk setiap , berlaku jika dan hanya jika ada dan dengan ;
- jika dan hanya jika dan .
Konstruksi pasangan terurut tidak diulang di sini, dan tidak ada argumen yang bergantung pada konstruksi tertentu. Separasi dengan parameter yang dipakai di bawah mengikuti Aksioma 3.1.9; keberadaan dan ketunggalan himpunan hasilnya dijelaskan dalam Proposisi 3.1.10.
Grafik, totalitas, dan ketunggalan
Definisi 5.1.1 (fungsi bertipe dan grafiknya). Misalkan dan himpunan. Sebuah fungsi terdiri atas tiga data: himpunan yang disebut domain, himpunan yang disebut kodomain, dan himpunan yang disebut grafik . Ketiganya harus memenuhi
Ketiga data ini dapat ditulis sebagai . Notasi tersebut hanya mencatat bahwa ketiganya merupakan bagian dari fungsi. Tidak ada konstruksi tripel terurut yang dipakai, dan kesamaan fungsi didefinisikan sendiri pada Definisi 5.1.6.
Kuantor terbatas dibaca seperti pada Bab 1--2: menyingkat , dan menyingkat . Pembatas muncul dua kali dalam (F). Karena , keduanya tidak mengubah isi (F) (lihat Lemma 5.1.5). Namun pada syarat serupa untuk formula sembarang, yaitu () dalam Teorema 5.1.9, pembatas itu bermakna dan tidak boleh dibuang.
Syarat (F) memadatkan dua tuntutan yang lebih jelas bila dipisahkan.
Definisi 5.1.2 (totalitas dan ketunggalan). Misalkan .
- total pada jika
- tunggal (atau bernilai tunggal) jika
Totalitas menjamin bahwa setiap masukan mempunyai nilai. Ketunggalan menjamin bahwa masukan yang sama tidak mempunyai dua nilai berbeda. Ketunggalan tidak menuntut adanya nilai, dan totalitas tidak melarang adanya banyak nilai.
Proposisi 5.1.3. Untuk , syarat (F) berlaku jika dan hanya jika (T) dan (U) keduanya berlaku.
Bukti. () Andaikan (F). Ambil . Menurut (F) ada dengan , sehingga (T) berlaku. Untuk (U), ambil dan dengan dan . Menurut (F) ada dengan dan . Klausa terakhir diterapkan pada dan . Keduanya sah karena , sehingga dan . Jadi .
() Andaikan (T) dan (U). Ambil . Menurut (T) ada dengan . Untuk dengan , terapkan (U) pada sehingga diperoleh . Jadi memenuhi kedua konjung dalam (F).
Proposisi berikut mengkarakterisasi kegagalan syarat (F), berdasarkan Proposisi 5.1.3. Dengan logika Bab 2, negasi (T) dan negasi (U) digabungkan dengan disjungsi.
Proposisi 5.1.4 (kegagalan menjadi grafik fungsi). Untuk , syarat (F) gagal jika dan hanya jika paling sedikit satu dari dua hal berikut terjadi:
- (gagal total) ada sehingga untuk setiap , ;
- (gagal tunggal) ada dan dengan , , dan .
Bukti. Menurut Proposisi 5.1.3, (F) setara dengan ((T) (U)), yaitu (T) (U). Negasi kuantor terbatas (Bab 2) mengubah menjadi . Negasi itu juga mengubah menjadi .
Kedua kegagalan tidak dapat terjadi pada masukan yang sama. Gagal total di berarti tidak ada pasangan berkomponen pertama , sedangkan gagal tunggal di menuntut dua pasangan seperti itu. Karena itu, relasi yang gagal keduanya selalu memiliki dua saksi masukan yang berbeda. Sebuah relasi dapat gagal karena salah satunya saja atau karena keduanya.
Notasi nilai fungsi
Lemma 5.1.5 (nilai fungsi). Misalkan dan . Ada tepat satu dengan , dan tersebut anggota . Unsur ini dinotasikan . Untuk setiap objek ,
Bukti. (F) memberikan dengan dan . Andaikan untuk suatu objek . Karena , ada dan dengan . Sifat pasangan terurut memberi . Klausa ketunggalan dalam (F) lalu memberi . Jadi unsur itu tunggal di antara semua objek, tidak hanya di antara anggota . Inklusi grafik dalam menyingkirkan calon di luar . Kesetaraan yang tersisa adalah definisi notasi .
Selanjutnya, untuk , "" menyingkat "". Kata "rumus" tidak muncul dalam Definisi 5.1.1. Grafik adalah himpunan pasangan, bukan kurva dan bukan ekspresi aljabar. Gambar kurva hanya merupakan cara melukis grafik tertentu yang bagiannya berada di . Grafik juga tidak perlu diberikan oleh rumus aljabar; grafik pada Contoh 5.1.10 cukup ditentukan dengan mendaftar pasangannya.
Fungsi bertipe dan kesamaannya
Definisi 5.1.6 (kesamaan fungsi bertipe). Fungsi dan sama, ditulis , jika , , dan .
Kesamaan grafik dan kesamaan fungsi bertipe adalah dua hal yang berbeda. Kesamaan fungsi menuntut kesamaan grafik, tetapi kesamaan grafik saja tidak cukup. Proposisi berikut menunjukkan bagian mana yang dapat dibaca dari grafik.
Proposisi 5.1.7 (domain ditentukan grafik; kodomain tidak).
- Jika , maka untuk setiap objek ,
Akibatnya, jika dan memenuhi , maka . 2. Ada fungsi dan dengan tetapi .
Bukti. (1) Jika , totalitas memberi dengan . Sebaliknya, jika , ada dan dengan , sehingga . Untuk akibatnya, terapkan kesetaraan ini pada dan . Untuk setiap objek ,
Ekstensionalitas memberi .
(2) Ambil objek dan himpunan , , , dengan . Maka dan , karena dan . Satu-satunya masukan mempunyai nilai , yang termuat dalam maupun . Untuk dengan berlaku , jadi . Karena , hal yang sama berlaku untuk . Dengan demikian dan keduanya fungsi. Keduanya berbeda karena dan ; fakta terakhir memakai yang dipinjam.
Bagian (1) membenarkan ungkapan "domain dibaca dari proyeksi pertama grafik": anggota domain tepat komponen pertama pasangan dalam grafik. Bagian (2) menunjukkan bahwa kodomain harus dideklarasikan. Akibat 5.1.13 memberi contoh kedua, kali ini dengan grafik kosong.
Teorema 5.1.8 (kesamaan titik demi titik). Misalkan dan mempunyai domain dan kodomain yang sama. Maka
Bukti. () Dari diperoleh . Ambil dan tulis . Menurut Lemma 5.1.5, . Lemma yang sama untuk memberi .
() Domain dan kodomainnya sama menurut hipotesis, jadi cukup dibuktikan . Ambil . Karena , ada dan dengan . Lemma 5.1.5 memberi . Hipotesis memberi , dan Lemma 5.1.5 untuk memberi . Jadi . Inklusi sebaliknya diperoleh dengan bertukar peran dan . Ekstensionalitas memberi .
Hipotesis kesamaan tipe bukan formalitas. Pada Proposisi 5.1.7(2), kedua fungsi bernilai sama di setiap titik domain, tetapi keduanya tidak sama. Teorema 5.1.8 tidak dilanggar karena kodomainnya berbeda.
Keberadaan grafik dari sebuah aturan
Fungsi sering ditentukan oleh suatu formula yang menghubungkan masukan dan keluaran. Teorema berikut menjelaskan kapan formula semacam itu menghasilkan fungsi yang sah, dan bagaimana grafiknya diperoleh dari aksioma Bab 3 tanpa membentuk "himpunan semua pasangan yang memenuhi " secara tak terbatas.
Teorema 5.1.9 (grafik lewat separasi). Misalkan himpunan dan formula yang memenuhi
Definisikan dengan separasi pada
Maka:
- untuk dan : ;
- adalah fungsi , dan untuk , berlaku ;
- fungsi tersebut tunggal: jika memenuhi untuk setiap , maka .
Bukti. Separasi pada himpunan menjamin bahwa adalah himpunan dan .
(1) Ambil dan . Jika , maka karena dan . Pasangan juga memenuhi syarat separasi dengan saksi dan itu sendiri. Jadi . Sebaliknya, jika , ada dan dengan dan . Sifat pasangan terurut memberi dan , sehingga .
(2) Diperiksa (T) dan (U), lalu Proposisi 5.1.3 dipakai. Totalitas: untuk , () memberi dengan , dan menurut (1), . Ketunggalan: ambil dan dengan . Menurut (1), dan . Menurut () ada dengan dan . Klausa ini hanya berlaku untuk . Ia dapat diterapkan pada dan karena , dan keanggotaan itu tersedia karena . Hasilnya . Kesetaraan untuk merupakan gabungan Lemma 5.1.5 dan (1).
(3) Untuk , dan . Menurut (2), . Karena dan sama-sama bertipe , Teorema 5.1.8 memberi .
Catatan tentang pembatas . Dalam (), keunikan hanya dijamin di dalam . Hipotesis ini lebih lemah daripada keunikan mutlak, dan teorema tetap berlaku karena separasi dilakukan di dalam . Misalkan , , dan adalah , dengan yang dipinjam.
- Hipotesis () berlaku. Saksinya . Untuk setiap berlaku .
- Versi tanpa pembatas, , salah karena benar dan .
- Separasi pada menghasilkan , grafik fungsi yang sah. Andai pembatas dibuang seluruhnya, baik maupun , sehingga yang dibentuk adalah kumpulan , kumpulan itu memuat , dengan keluaran di luar kodomain. Pada contoh kecil ini kumpulan tersebut kebetulan himpunan, yaitu menurut aksioma pasangan. Secara umum, bentuk tanpa himpunan induk tidak dijamin himpunan oleh separasi.
Jadi, ketika ekspansi menjadi dan ekspansi menjadi , konjung dan anteseden , tidak boleh dibuang.
Membuang konjung membuat saksi boleh berada di luar . Akibatnya, grafik hasil separasi pada dapat gagal total. Contohnya, ambil , , dan berupa . Versi tanpa konjung, , benar dengan saksi , sebab salah. Separasi pada justru menghasilkan , yang gagal total di . Jika pada formula pembentuk grafik kedua pembatas dan juga dihapus, koleksi pada contoh ini menjadi , sehingga komponen keduanya berada di luar kodomain .
Membuang anteseden menghasilkan hipotesis yang lebih kuat daripada yang sebenarnya tersedia. Teoremanya tidak menjadi salah, tetapi menjadi lebih sempit cakupannya. Contoh pertama di atas memenuhi (), tetapi tidak memenuhi versi tanpa anteseden.
Contoh terhitung
Contoh 5.1.10. Misalkan tiga objek yang berbeda satu sama lain, , dan . Bilangan dan dipinjam, dengan . Tinjau empat relasi berikut. Semuanya bagian dari karena setiap pasangannya berkomponen pertama di dan berkomponen kedua di :
adalah grafik fungsi. Totalitas: . Ketunggalan: misalkan dengan . Maka sama dengan salah satu dari tiga pasangan anggota . Kesamaan memaksa , dan memaksa . Keduanya mustahil, jadi dan . Dengan cara yang sama, memaksa dan memaksa . Fungsi memiliki tabel nilai
Masukan mempunyai keluaran yang sama. Hal ini tidak melanggar apa pun, karena ketunggalan berbicara tentang satu masukan, bukan tentang perbedaan keluaran antarmasukan. Sifat yang melarang hal tersebut akan didefinisikan pada 5.4.
gagal total, tetapi tunggal. Untuk setiap , , karena kesamaan dengan atau memaksa atau . Ketunggalan tetap berlaku, dengan argumen yang sama seperti untuk pada masukan dan , dan secara hampa pada .
total, tetapi gagal tunggal. , jadi totalitas diwarisi. Namun dengan .
gagal keduanya. Masukan tidak mempunyai pasangan, dengan alasan yang sama seperti pada . Masukan mempunyai dua nilai, dan . Sesuai pengamatan setelah Proposisi 5.1.4, kedua saksi kegagalan, dan , berbeda.
Relasi kosong juga gagal total karena tak kosong, tetapi tunggal secara hampa. Hal ini berbeda dari situasi Teorema 5.1.11, ketika domainnya sendiri kosong.
Kasus kosong
Bab 1--2 memakai semesta pembicaraan yang tak kosong untuk logika predikat. Asumsi itu menyangkut semesta semua objek, bukan himpunan tertentu yang menjadi domain fungsi. Kuantor terbatas , yaitu , benar untuk setiap karena antesedennya selalu salah. Kuantor selalu salah. Kedua fakta ini cukup untuk menangani fungsi berdomain atau berkodomain kosong.
Pertama, dan . Jika , maka ada dan dengan , dan ini mustahil karena tidak beranggota. Jadi tidak beranggota, dan ekstensionalitas memberi . Argumen untuk simetris.
Teorema 5.1.11. Untuk setiap himpunan ada tepat satu fungsi , dan grafiknya .
Bukti. Keberadaan. . Syarat (F) berbentuk , sehingga benar secara hampa. Jadi adalah fungsi.
Ketunggalan. Jika , maka , sehingga . Domain, kodomain, dan grafik sama dengan milik . Menurut Definisi 5.1.6, keduanya sama. Kesimpulan yang sama juga diperoleh dari Teorema 5.1.8, karena syarat titik demi titik hampa pada domain .
Teorema 5.1.12. Untuk setiap himpunan , ada fungsi jika dan hanya jika .
Bukti. () Jika , Teorema 5.1.11 dengan memberi fungsi .
() Misalkan . Andaikan mempunyai anggota, dan ambil . Langkah ini adalah eliminasi eksistensial biasa dari Bab 2, bukan prinsip pilihan. Totalitas memberi dengan . Ini mustahil. Jadi tidak beranggota, dan ekstensionalitas memberi .
Akibat 5.1.13. Jika , fungsi tunggal dan fungsi tunggal mempunyai grafik yang sama, yaitu , tetapi keduanya fungsi yang berbeda.
Bukti. Grafik keduanya menurut Teorema 5.1.11. Kodomainnya berbeda, jadi menurut Definisi 5.1.6 keduanya tidak sama.
Akibat ini merupakan bentuk paling ringkas dari Proposisi 5.1.7(2). Kesamaan grafik tidak menentukan fungsi bertipe.
Latihan
Latihan 1. Dengan (tiga objek berbeda) dan , tentukan apakah setiap relasi berikut merupakan grafik fungsi . Jika tidak, sebutkan syarat yang gagal beserta saksinya.
Strategi. Periksa (T) dan (U) satu per satu untuk setiap masukan. Untuk kegagalan, gunakan bentuk Proposisi 5.1.4 dan tunjukkan saksi , serta bila perlu. Perbandingan pasangan memakai sifat pasangan terurut dan perbedaan .
Pembahasan. : setiap masukan muncul tepat sekali sebagai komponen pertama. Seperti pada dalam Contoh 5.1.10, hanya mungkin bila adalah pasangan yang komponen pertamanya , karena komponen pertama lain berbeda dari . Jadi total dan tunggal, sehingga merupakan grafik fungsi dengan nilai , , .
: total, karena masing-masing berpasangan. Namun gagal tunggal dengan saksi , , : dan .
: gagal total dengan saksi . Untuk setiap , , karena kesamaan atau memaksa . juga gagal tunggal dengan saksi , , . Jadi gagal keduanya, dengan saksi masukan berbeda, yaitu dan .
: total dan tunggal. adalah grafik fungsi konstan bernilai . Keluaran yang sama untuk masukan berbeda tidak melanggar Definisi 5.1.1.
Latihan 2. Dengan seperti pada Latihan 1, buktikan bahwa daftar berikut memuat setiap fungsi dan tidak memuat dua fungsi yang sama. Daftarnya terdiri atas untuk delapan pilihan
Di sini hanya label indeks daftar yang menyebutkan sekaligus nilai , , dan . Tidak ada konstruksi tripel terurut yang dipakai.
Strategi. Pertama, tunjukkan bahwa setiap pilihan memberikan fungsi. Kedua, gunakan Teorema 5.1.8 dua kali: arah () untuk kelengkapan dan arah () untuk ketidakberulangan.
Pembahasan. Untuk , misalkan . Argumen untuk pada Contoh 5.1.10 berlaku kata demi kata: setiap masukan berpasangan, dan hanya cocok dengan pasangan berkomponen pertama karena berbeda. Jadi grafik fungsi dengan , , .
Kelengkapan: misalkan . Nilai masing-masing atau . Jadi ada pilihan dalam daftar dengan , , dan . Kedua fungsi bertipe dan bernilai sama di , , dan . Karena setiap anggota adalah , , atau , Teorema 5.1.8 memberi .
Tanpa pengulangan: pilihan dan yang berbeda dalam daftar berarti , , atau . Misalnya . Maka ; kasus lainnya serupa di atau . Menurut Teorema 5.1.8 (), kedua fungsi itu tidak sama.
Latihan 3. Dengan aritmetika bilangan bulat yang dipinjam, misalkan , , , dan adalah . (a) Buktikan bahwa () dari Teorema 5.1.9 berlaku untuk dan , lalu hitung grafik yang dihasilkan separasi. (b) Tunjukkan bahwa () gagal untuk dan , dan jelaskan bagian mana dari () yang gagal. (c) Apakah grafik pada (a) juga grafik fungsi ?
Strategi. Karena semua himpunannya berhingga dan kecil, periksa setiap dan setiap dalam kodomain. Pada (b), perhatikan pembatas . Pada (c), kembali ke Definisi 5.1.1, bukan ke ().
Pembahasan. (a) Kuadrat anggota adalah , , dan . Ketiga hasilnya berbeda. Untuk , saksinya . Jika dan , maka dari ketiga kuadrat tadi hanya yang mungkin. Hal serupa berlaku untuk dengan dan untuk dengan . Teorema 5.1.9(1) memberi , karena anggota yang memenuhi tepat ketiga pasangan ini.
(b) Kuadrat anggota adalah , , , , dan . Ambil dan sebarang . Jika salah, konjung pertama dalam () gagal untuk . Jika benar, maka atau . Ambil . Maka benar dan , sehingga klausa gagal. Jadi tidak ada saksi untuk . Bagian yang gagal adalah keunikan dalam , bukan keberadaan, karena memenuhi . Hal yang sama terjadi untuk dengan . Bila separasi dilakukan pada , hasilnya , yang menurut Proposisi 5.1.4 gagal tunggal.
(c) Ya. , totalitas berlaku, dan untuk dengan hanya yang cocok. Hal serupa berlaku untuk dan . Jadi adalah fungsi. Fungsi ini berbeda dari menurut Definisi 5.1.6. Pelajarannya: kegagalan () berarti aturan tidak menentukan fungsi ke . Kegagalan itu tidak berarti tidak ada fungsi ke dengan grafik tertentu.
Latihan 4. Misalkan sebuah objek. Buktikan bahwa untuk setiap himpunan ada tepat satu fungsi , dan grafiknya . Periksa kesesuaiannya dengan Teorema 5.1.11 saat .
Strategi. Untuk keberadaan, periksa (T) dan (U) bagi . Untuk ketunggalan, tunjukkan dengan dua inklusi bahwa grafik sebarang fungsi harus sama dengan .
Pembahasan. Keberadaan: . Untuk , , sehingga (T) berlaku. Jika , maka , sehingga (U) berlaku tanpa perlu melihat grafik.
Ketunggalan: misalkan . Maka . Sebaliknya, untuk ada dengan , karena komponen kedua anggota pasti . Totalitas memberi dengan , dan , sehingga . Jadi . Karena domain dan kodomainnya juga sama, adalah fungsi yang dibangun tadi. Untuk , , sesuai dengan Teorema 5.1.11.
Latihan 5. (a) Berikan dua fungsi dengan domain sama dan untuk setiap dalam domain, tetapi . Jelaskan mengapa contoh ini tidak bertentangan dengan Teorema 5.1.8. (b) Apakah sebagai fungsi bertipe?
Strategi. Cari dua fungsi dengan grafik sama dan kodomain berbeda. Proposisi 5.1.7(2) dan Akibat 5.1.13 menyediakan polanya.
Pembahasan. (a) Ambil dan . Keduanya fungsi menurut Proposisi 5.1.7(2), dengan . Namun , sehingga menurut Definisi 5.1.6. Teorema 5.1.8 mensyaratkan kodomain yang sama, dan syarat itu tidak dipenuhi di sini, jadi tidak ada pertentangan.
(b) Tidak. Keduanya fungsi menurut Teorema 5.1.11 dan grafiknya sama, tetapi karena . Syarat titik demi titik berlaku secara hampa, tetapi itu tidak relevan karena kodomainnya berbeda.
Latihan 6. Misalkan . Tentukan semua relasi , lalu tentukan mana yang merupakan grafik fungsi . Tentukan juga semua fungsi .
Strategi. Hitung terlebih dahulu. Setelah itu, periksa (T) dan (U) secara langsung, lalu bandingkan dengan Teorema 5.1.12.
Pembahasan. (lihat awal subbab kasus kosong), sehingga satu-satunya relasi adalah . Relasi ini memenuhi (U) secara hampa, karena tidak ada . Relasi ini gagal (T) dengan saksi , karena tuntutan salah. Jadi tidak ada fungsi , sesuai Teorema 5.1.12 karena . Untuk , Teorema 5.1.11 dengan memberi tepat satu fungsi, yaitu .
Menuju 5.2
Unit ini menetapkan fungsi sebagai data bertipe . Grafik adalah himpunan pasangan yang memenuhi totalitas dan ketunggalan. Domain dapat dipulihkan dari grafik, tetapi kodomain harus dideklarasikan. Kesamaan titik demi titik menentukan fungsi hanya bila tipenya sama.
Kodomain juga tidak harus "terisi". Pada Contoh 5.1.10, kedua anggota kebetulan dicapai. Pada Latihan 3(c), anggota dan dari tidak dicapai, padahal adalah fungsi yang sah. Unit 5.2 memberi nama dan konstruksi pada himpunan nilai yang sungguh dicapai. Himpunan itu dibentuk dengan separasi pada kodomain dan selalu menjadi bagian dari kodomain, tetapi tidak harus sama dengannya. Unit 5.2 juga membahas cara mengubah domain dan kodomain sebuah fungsi tanpa mencampuradukkan tipe.
5.2 Domain, Kodomain, dan Daerah Hasil (Range)
Pada Unit 5.1, fungsi dipahami sebagai data bertipe . Grafiknya, , memenuhi dua syarat yang terpisah. Syarat pertama adalah totalitas: setiap mempunyai pasangan di . Syarat kedua adalah ketunggalan: pasangan itu hanya satu di . Untuk , penulisan menyingkat . Unit ini memberi nama pada tiap komponen data tersebut. Unit ini juga memperkenalkan himpunan nilai yang benar-benar dicapai fungsi, lalu memeriksa dengan teliti apa yang dapat dan tidak dapat dibaca dari grafik saja.
Kebutuhan akan ketelitian ini muncul dari kebiasaan sehari-hari. Kita sering menulis "fungsi " seolah-olah rumus sudah cukup untuk menentukan fungsi. Kenyataannya, rumus yang sama dapat menghasilkan fungsi yang berbeda bila domainnya berbeda. Rumus yang berbeda juga dapat menghasilkan fungsi yang sama pada domain tertentu. Fungsi dengan grafik yang sama pun dapat berbeda karena kodomainnya berbeda. Pada akhir unit, kita juga belajar mengubah data fungsi secara sah dengan dua cara: mempersempit domain (pembatasan) dan mengganti kodomain.
Sepanjang unit ini, sifat dasar pasangan terurut dari Bab 4 dipakai tanpa dikonstruksi ulang:
Bilangan real dan aljabarnya dipinjam sebagai bahan contoh. Keduanya tidak dikonstruksi di sini.
Rumus belum menentukan fungsi
Perhatikan himpunan dan dua rumus berikut:
Pada ketiga anggota , kedua rumus memberi nilai yang sama:
- ;
- ;
- .
Jadi, sebagai fungsi , keduanya menghasilkan grafik yang sama, yaitu . Menurut kriteria kesamaan fungsi bertipe pada Unit 5.1, keduanya adalah fungsi yang sama. Sebaliknya, bila domainnya , kedua rumus memberi fungsi yang berbeda, sebab pada nilainya masing-masing dan . Pelajarannya sederhana: rumus adalah cara menuliskan aturan, bukan fungsi itu sendiri. Fungsi baru tertentu setelah domain, kodomain, dan grafiknya ditetapkan.
Definisi 5.2.1 (Domain dan kodomain). Misalkan adalah fungsi bertipe .
- Himpunan disebut domain dan ditulis .
- Himpunan disebut kodomain dan ditulis .
Kedua himpunan ini adalah bagian dari data fungsi. Keduanya ditetapkan bersama grafik. Setelah suatu grafik fungsi diberikan, domain dapat dipulihkan darinya, sedangkan kodomain tidak ditentukan oleh grafik saja. Untuk menekankan bahwa domain dipilih, kita kadang menyebutnya domain yang dinyatakan.
Dalam kalkulus, sering ditanyakan "domain dari rumus ini". Pertanyaan itu berbeda dari domain yang dinyatakan. Untuk membuatnya tepat, kita perlu mengganti "rumus terdefinisi" dengan formula yang dapat diperiksa.
Definisi 5.2.2 (Aturan fungsional parsial; domain real maksimal). Misalkan adalah formula dengan sifat berikut: untuk setiap , paling banyak satu memenuhi . Formula seperti ini disebut aturan fungsional parsial pada . Domain real maksimal aturan tersebut adalah
yang ada berdasarkan separasi pada .
Rumus aljabar diterjemahkan menjadi aturan menurut konvensi berikut. Rumus diterjemahkan apa adanya, tanpa penyederhanaan lebih dulu. Setiap pembagian menyumbang syarat dan ditulis sebagai perkalian , agar tidak ada lambang yang dipakai sebelum terbukti bermakna. Syarat boleh tidak ditulis terpisah bila sudah tersirat oleh persamaannya.
Rumus menjadi . Aturan ini fungsional parsial, sebab memberi . Untuk setiap , bilangan real memenuhinya. Jadi . Rumus menjadi . Di sini syarat sudah tersirat, sebab . Domain real maksimalnya akan dihitung pada Contoh 5.2.17.
Domain real maksimal adalah sifat aturan, bukan sifat fungsi. Ambil rumus dan rumus . Rumus kedua diterjemahkan menjadi . Di sini syarat harus ditulis, sebab dipenuhi oleh setiap ; tanpa syarat itu, aturan tersebut gagal fungsional parsial di . Pada , kedua rumus memberi nilai yang sama, tetapi domain real maksimalnya berbeda: untuk rumus pertama dan untuk rumus kedua.
Proposisi 5.2.3 (Kapan aturan memberi fungsi). Misalkan adalah aturan fungsional parsial pada dan . Definisikan, dengan separasi pada ,
Maka adalah fungsi jika dan hanya jika .
Bukti. Pertama, satu fakta bantu. Jika , maka ada dan dengan dan . Dari kesamaan pasangan, dan . Jadi , , dan berlaku.
() Misalkan .
- Totalitas. Ambil . Karena , ada dengan . Pasangan termuat di , dan sendiri menjadi saksinya, sehingga .
- Ketunggalan. Misalkan dengan dan . Menurut fakta bantu, dan berlaku. Karena fungsional parsial, .
() Misalkan adalah fungsi dan ambil . Totalitas memberi dengan . Menurut fakta bantu, berlaku, sehingga .
Catatan (kodomain lain). Bukti yang sama, dengan diganti pada separasi, menunjukkan hal berikut. Jika dibentuk dengan separasi pada dengan pembatas , maka adalah fungsi jika dan hanya jika setiap mempunyai dengan . Ketunggalan tetap berasal dari sifat fungsional parsial , karena .
Proposisi ini hanya mensyaratkan . Domain yang dinyatakan boleh lebih kecil daripada domain real maksimal. Himpunan di atas adalah contohnya, karena untuk .
Lemma 5.2.4 (Grafik menentukan domain). Misalkan . Untuk setiap objek berlaku
Akibatnya, jika dan memenuhi , maka .
Bukti. () Jika , totalitas memberi dengan .
() Jika , maka ada dan dengan . Dari kesamaan pasangan, .
Untuk akibatnya, ambil sebarang . Kita peroleh
Menurut ekstensionalitas, .
Dengan kata lain, domain adalah himpunan semua koordinat pertama anggota grafik. Domain "dapat dibaca" dari grafik. Kodomain tidak demikian, seperti yang akan ditunjukkan pada Teorema 5.2.12.
Daerah hasil
Kodomain hanya memberi tahu di mana nilai-nilai fungsi berada. Kodomain tidak memberi tahu nilai mana saja yang benar-benar muncul. Himpunan nilai yang muncul diberi nama tersendiri.
Definisi 5.2.5 (Daerah hasil). Untuk , daerah hasil atau range adalah
Himpunan ini ada berdasarkan aksioma separasi pada . Himpunan yang sama juga ditulis . Notasi akan diperluas pada Unit 5.3 untuk subhimpunan domain yang lain.
Catatan istilah. Dalam sebagian literatur, kata "range" dipakai untuk kodomain. Buku ini selalu memakai "range" atau "daerah hasil" untuk himpunan nilai yang dicapai, sesuai Definisi 5.2.5.
Lemma 5.2.6 (Sifat dasar range). Misalkan .
- .
- Untuk setiap objek : .
- Untuk setiap : .
- Range hanya bergantung pada grafik: untuk setiap objek , .
Bukti.
- Setiap anggota diambil dari menurut definisi separasi.
- () Dari definisi, ada dengan , yaitu . () Jika dan , maka . Dari kesamaan pasangan, , sehingga memenuhi syarat separasi.
- Ambil pada butir 2 dengan saksi itu sendiri.
- () Jelas. () Jika , maka dan menurut kesamaan pasangan. Jadi memenuhi syarat separasi dengan saksi .
Inklusi tidak otomatis menjadi kesamaan. Tidak ada bagian dari definisi fungsi yang menjamin bahwa setiap mempunyai praimaj. Totalitas berbicara tentang setiap input, bukan setiap anggota kodomain.
Contoh 5.2.7 (Contoh baku: pada tiga titik). Tetapkan dan kodomain . Aturannya . Telah ditunjukkan bahwa aturan ini fungsional parsial dengan . Karena , Proposisi 5.2.3 menjamin bahwa aturan ini memberi fungsi .
Tabel nilai.
Grafik. Setiap anggota grafik hasil separasi berbentuk dengan . Dengan memeriksa tiga kemungkinan , diperoleh
Bila digambar pada bidang, grafik ini hanya terdiri atas tiga titik terpisah:
Ketiga titik itu tidak dihubungkan. Tidak ada "parabola" di sini, karena domainnya hanya tiga bilangan. Kurva parabola adalah grafik fungsi lain yang berdomain .
Range. Menurut Lemma 5.2.6(2), untuk setiap :
Menurut ekstensionalitas,
Pengulangan bukan anggota baru. Bila nilai-nilai didaftar menurut urutan tabel, kita mendapat penulisan . Syarat keanggotaannya, , setara dengan . Jadi sebagai himpunan. Nilai yang muncul dua kali tidak menambah anggota. Domain beranggota tiga sedangkan range beranggota dua, dan hal ini tidak bertentangan dengan apa pun. Definisi fungsi mengizinkan dua input berbeda, dan , berbagi output yang sama.
Range tidak sama dengan kodomain. Bilangan termuat di , tetapi dan . Jadi , dan . Sifat "setiap anggota kodomain dicapai" akan diberi nama pada Unit 5.4. Di sini sifat itu cukup dinyatakan sebagai formula, dan formula tersebut gagal untuk .
Contoh 5.2.8 (Kodomain sah, kodomain tidak sah). Gunakan , aturan, dan grafik dari Contoh 5.2.7.
(a) Kodomain . Ketiga anggota mempunyai koordinat kedua di , sehingga .
- Totalitas. Setiap mempunyai pasangan di , dan koordinat keduanya berada di .
- Ketunggalan. Jika dengan , maka . Ketunggalan di lalu memberi .
Jadi adalah fungsi. Domain, grafik, dan range-nya sama dengan milik , dan setiap nilainya juga sama: . Meski begitu, sebagai fungsi bertipe, karena kodomainnya berbeda: tetapi .
Hal ini memperlihatkan bahwa kriteria kesamaan titik demi titik dari Unit 5.1 hanya berlaku bila domain dan kodomain kedua fungsi sudah sama. Kesamaan nilai tidak cukup untuk menyimpulkan kesamaan fungsi bertipe.
(b) Kodomain . Misalkan aturan dipakai untuk membentuk grafik dengan separasi pada :
Grafik ini gagal memenuhi totalitas di . Totalitas menuntut adanya dengan , yaitu , dan itu salah. Inilah kegagalan syarat pada catatan setelah Proposisi 5.2.3, dengan . Grafik juga tidak dapat dipakai, sebab sedangkan karena .
Memang ada fungsi , yaitu fungsi konstan dengan grafik . Namun fungsi itu bernilai di , bukan , sehingga bukan fungsi yang diberikan oleh aturan . Masalahnya terletak pada satu nilai yang keluar dari kodomain. Masalahnya bukan pada jumlah anggota kodomain.
Mengganti kodomain
Contoh 5.2.8 menunjukkan pola umum: kodomain boleh diganti selama range tetap tertampung di dalamnya.
Teorema 5.2.9 (Penggantian kodomain). Misalkan dan suatu himpunan. Maka
Dalam hal ini, fungsi baru tersebut mempunyai nilai yang sama dengan di setiap , dan range-nya sama dengan .
Bukti. () Misalkan .
- . Ambil . Karena , ada dan dengan . Maka , sehingga dengan saksi . Jadi .
- Totalitas. Untuk , pasangan termuat di , dan menurut Lemma 5.2.6(3).
- Ketunggalan. Misalkan dan . Ketunggalan hanya dijamin untuk calon di , jadi kita perlu memastikan dulu bahwa . Hal itu benar karena dan kesamaan pasangan. Setelah itu, ketunggalan memberi .
Untuk menerapkan langsung klausa ketunggalan terbatas dalam (F), kita memastikan terlebih dahulu. Lema 5.1.5 juga memberikan ketunggalan di antara semua objek, berdasarkan inklusi grafik dalam .
() Misalkan adalah fungsi, sehingga . Jika , ada dengan , sehingga .
Nilai dan range. Tulis dan ambil . Karena dan , pasangan ini memenuhi syarat nilai di . Menurut ketunggalan di , berlaku . Untuk range, Lemma 5.2.6(4) berlaku bagi kedua fungsi dan menyatakan keanggotaan range masing-masing dengan syarat yang sama, yaitu . Menurut ekstensionalitas, kedua range sama.
Definisi 5.2.10 (Notasi penggantian kodomain). Jika , fungsi ditulis .
- Jika , penggantian ini disebut pembatasan kodomain.
- Jika , penggantian ini disebut perluasan kodomain.
Notasi adalah konvensi buku ini. Lambang ini selalu memuat himpunan di superskrip; peta maju pada Unit 5.3 ditulis , bukan . Banyak teks memakai huruf yang sama untuk fungsi yang kodomainnya telah diganti. Kebiasaan itu praktis, tetapi menyembunyikan perubahan data. Karena itu, di sini perubahan kodomain selalu ditandai.
Dalam Contoh 5.2.8, adalah pembatasan kodomain. Sementara itu, tidak terdefinisi, karena .
Akibat 5.2.11 (Range adalah kodomain sah terkecil). Untuk , fungsi ada. Selain itu, setiap himpunan yang membuat menjadi fungsi memenuhi .
Bukti. Terapkan Teorema 5.2.9 pada untuk bagian pertama. Bagian kedua adalah arah () dari teorema yang sama.
Pada , setiap anggota kodomain mempunyai praimaj. Hal ini terjadi karena kodomainnya dipilih sama dengan range, bukan karena sifat aturan .
Teorema 5.2.12 (Grafik mengungkap domain, tetapi tidak kodomain).
- Jika dan memenuhi , maka dan .
- Kodomain tidak ditentukan oleh grafik. Untuk setiap dan setiap himpunan dengan , fungsi dan berbeda sebagai fungsi bertipe, padahal grafiknya sama. Pasangan seperti itu memang ada.
Bukti.
- Kesamaan domain adalah Lemma 5.2.4. Kesamaan range diperoleh dari Lemma 5.2.6(4): untuk setiap , .
- Teorema 5.2.9 menjamin bahwa adalah fungsi dengan grafik . Karena , kedua fungsi bertipe itu berbeda. Pasangan yang konkret sudah tersedia di Contoh 5.2.8, yaitu dengan kodomain dan . Contoh lain berasal dari Unit 5.1: fungsi dan sama-sama berdomain kosong dan bergrafik kosong.
Latihan 4 menguatkan bagian 2. Di sana ditunjukkan bahwa setiap fungsi mempunyai "kembaran" dengan grafik yang sama tetapi kodomain yang berbeda. Akibat praktisnya jelas. Pertanyaan "apakah setiap anggota kodomain dicapai?" tidak dapat dijawab hanya dengan melihat grafik, karena jawabannya bergantung pada kodomain yang dinyatakan.
Domain kosong dan range kosong
Teorema 5.2.13. Untuk setiap fungsi ,
Bukti. () Misalkan dan andaikan ada . Maka ada dengan . Ini mustahil karena tidak beranggota. Jadi tidak beranggota, dan menurut ekstensionalitas .
() Kita buktikan kontraposisinya. Misalkan , dan ambil . Totalitas memberi nilai , dan Lemma 5.2.6(3) memberi . Jadi .
Beberapa catatan tentang teorema ini:
- Teorema ini tidak mengasumsikan apa pun tentang .
- Fungsi kosong yang tunggal (Unit 5.1) mempunyai range . Akibatnya, range-nya sama dengan kodomain jika dan hanya jika .
- Jika , Unit 5.1 sudah menunjukkan bahwa fungsi hanya ada bila . Dalam hal itu .
- Kontraposisi arah () menyatakan bahwa jika tak kosong, range mempunyai sedikitnya satu anggota. Hal itu tidak menjamin bahwa setiap anggota dicapai.
- Konvensi bahwa semesta struktur logika tidak kosong (Bab 1–2) tidak melarang himpunan kosong menjadi domain. Yang dikuantifikasi di sini adalah anggota , dan kuantor atas himpunan kosong memang bernilai salah.
Pembatasan domain
Mempersempit domain adalah operasi yang sangat sering dipakai. Operasi ini sudah muncul tanpa nama ketika kita membandingkan pada dan pada .
Definisi 5.2.14 (Pembatasan). Misalkan dan . Grafik pembatasan didefinisikan dengan separasi pada :
Pembatasan pada adalah . Kodomainnya tetap .
Teorema 5.2.15 (Sifat pembatasan). Misalkan dan .
- Untuk setiap : .
- adalah fungsi, dan untuk setiap .
- adalah satu-satunya fungsi yang memenuhi untuk setiap .
- .
- , dan adalah fungsi kosong .
Bukti.
- () Jika , maka , dan ada serta dengan . Dari kesamaan pasangan, . () Jika dan , maka . Pasangan sendiri memenuhi syarat separasi dengan saksi dan .
- Grafik di : setiap berbentuk dengan dan . Totalitas: untuk , berlaku , sehingga menurut butir 1, . Ketunggalan: jika dan , maka menurut butir 1, , sehingga oleh ketunggalan . Karena , nilai di adalah .
- Keberadaan fungsi seperti itu diberikan oleh butir 2. Misalkan memenuhi untuk setiap . Maka dan berdomain dan berkodomain sama, dan untuk setiap . Menurut kriteria kesamaan pada Unit 5.1, .
- Jika , ada dengan . Menurut butir 1, dengan , dan . Jadi .
- Untuk : setiap berbentuk dengan , sehingga . Inklusi sebaliknya berlaku menurut definisi separasi. Jadi , dan karena domain serta kodomain juga sama, . Untuk : setiap anggota akan berbentuk dengan , dan itu mustahil. Jadi grafiknya kosong, dan adalah fungsi kosong , yang tunggal menurut Unit 5.1.
Range adalah himpunan semua nilai pada input dari . Unit 5.3 akan memperlakukan himpunan ini sebagai operasi tersendiri pada subhimpunan . Di sini himpunan itu hanya muncul sebagai range dari fungsi baru.
Contoh 5.2.16 (Pembatasan membuka kodomain baru). Pada Contoh 5.2.7, ambil . Menurut Teorema 5.2.15(1), dan . Karena itu, menurut Teorema 5.2.9, fungsi
sah. Bandingkan dengan Contoh 5.2.8(b): kodomain tidak sah bagi berdomain , tetapi menjadi sah setelah input dibuang dari domain. Kesahan suatu kodomain selalu dinilai terhadap range dari fungsi yang sedang dibicarakan.
Contoh 5.2.17 (Rumus : domain real maksimal dan domain yang dinyatakan). Terjemahkan rumus ini menjadi aturan
Aturan ini fungsional parsial. Jika , maka , sebab . Dengan mengalikan kedua ruas dengan kebalikan real dari , diperoleh .
Domain real maksimal. Jika , bilangan , yaitu kebalikan real dari , memenuhi . Jika , setiap memberi , sehingga tidak ada yang memenuhi. Jadi . Himpunan ini ada berdasarkan separasi pada .
Fungsi pada domain maksimal. Menurut Proposisi 5.2.3, aturan ini memberi fungsi dengan . Range-nya dihitung dengan dua inklusi.
- : jika , maka . Andaikan ; maka , dan itu salah. Jadi .
- : ambil dan bentuk calon . Calon ini masih perlu diperiksa. Pertama, , sehingga . Kedua, , sehingga berlaku, yaitu .
Jadi . Menurut Teorema 5.2.9, sah. Sebaliknya, kodomain tidak sah, karena .
Titik . Bilangan bukan anggota domain, sehingga lambang tidak bermakna. Tidak benar bahwa "". Lambang bukan bilangan real dan tidak berada di kodomain . Lagi pula, pasangan dengan koordinat pertama tidak termuat di . Perilaku di dekat adalah persoalan limit dan berada di luar bab ini.
Domain yang dinyatakan . Karena , aturan yang sama memberi fungsi . Untuk , fakta bantu dalam bukti Proposisi 5.2.3 memberi dan , dengan . Karena fungsional parsial, . Menurut Teorema 5.2.15(2), . Fungsi dan sama-sama berdomain dan berkodomain , sehingga menurut Teorema 5.2.15(3), . Nilainya:
Jadi dan .
Dua pilihan, dua fungsi. Fungsi dan sama-sama sah, tetapi , sebab domainnya berbeda: sedangkan . Sebaliknya, domain yang dinyatakan tidak sah untuk aturan ini. Menurut Proposisi 5.2.3, , dan totalitas gagal di .
Rumus berbeda, fungsi sama. Fungsi dengan aturan bernilai di dan di . Menurut kriteria Unit 5.1, fungsi itu sama dengan , walaupun rumusnya berbeda dan domain real maksimal kedua rumus juga berbeda ( dan ).
Ringkasan: lima objek yang harus dibedakan
| Objek | Jenis | Pada Contoh 5.2.7 | Pada Contoh 5.2.17 () |
|---|---|---|---|
| Rumus/aturan | ekspresi atau formula, bukan himpunan | ||
| Domain real maksimal | milik aturan, dihitung | ||
| Domain yang dinyatakan | data fungsi, dipilih | ||
| Kodomain | data fungsi, dipilih | ||
| Range | dihitung dari grafik |
Hubungan yang selalu berlaku di antara objek-objek ini:
- Domain yang dinyatakan termuat dalam domain real maksimal, bila fungsi dibentuk dari aturan menurut Proposisi 5.2.3.
- , dan inklusinya boleh sejati.
- Grafik menentukan domain dan range, tetapi tidak menentukan kodomain.
- Kodomain boleh diganti dengan himpunan mana pun yang memuat range, dan hanya dengan himpunan seperti itu.
Latihan
- Misalkan dengan .
- (a) Buat tabel nilai, tuliskan grafik, dan tentukan .
- (b) Untuk setiap berikut, tentukan apakah adalah fungsi: , , , , .
- (c) Apakah ?
- (d) Tentukan semua beranggota dua dengan , lalu periksa apakah sah.
- Misalkan dan . Buktikan . Berikan pula contoh dengan .
- (Kasus kosong)
- (a) Tentukan semua fungsi berdomain dan berkodomain , beserta range-nya. Apakah range-nya sama dengan kodomain?
- (b) Buktikan: jika dan , maka .
- (c) Adakah fungsi dengan dan ?
- (Setiap fungsi mempunyai kembaran) Misalkan . Buktikan bahwa ada himpunan sehingga terdefinisi. Petunjuk: gunakan dan .
- Perhatikan rumus , yang diterjemahkan menjadi aturan .
- (a) Tentukan domain real maksimal .
- (b) Untuk yang diberikan oleh aturan ini, buat tabel, grafik, dan range.
- (c) Apakah domain yang sah?
- (d) Untuk , buktikan .
- (e) Apakah ?
- Misalkan , , dan . Buktikan bahwa terdefinisi dan .
- (Audit klaim) Seorang mahasiswa menulis: "Untuk , , kodomainnya , jadi range adalah ."
- (a) Tunjukkan kesalahannya dengan membuktikan .
- (b) Tentukan . Anda boleh meminjam fakta bahwa setiap real mempunyai real dengan .
- (c) Mana di antara , , dan yang merupakan kodomain sah? Di sini ; lambang hanya bagian notasi, bukan bilangan.
Pembahasan latihan
Latihan 1.
Strategi. Hitung nilai di setiap input. Gunakan Lemma 5.2.6(2) untuk menentukan range, lalu gunakan Teorema 5.2.9 untuk menguji setiap calon kodomain.
Pembahasan.
(a) Nilai-nilainya:
Grafiknya . Untuk setiap , jika dan hanya jika . Jadi .
(b) Menurut Teorema 5.2.9, sebuah calon sah tepat bila .
- : sah.
- : tidak sah, karena , padahal .
- : sah. Ini kodomain sah terkecil menurut Akibat 5.2.11.
- : tidak sah, karena tidak termuat.
- : sah. Kebetulan himpunan ini sama dengan domain, tetapi hal itu tidak memberi arti khusus.
(c) Tidak. Bilangan berbeda dari , , dan . Jadi tidak ada di domain dengan , walaupun .
(d) Input yang bernilai hanyalah dan . Menurut Teorema 5.2.15(1), adalah himpunan nilai di anggota . Jika memuat atau , maka atau masuk ke range. Jadi satu-satunya pilihan adalah . Untuk ini, , sehingga sah menurut Teorema 5.2.9.
Latihan 2.
Strategi. Tunjukkan bahwa kedua fungsi mempunyai domain dan kodomain yang sama, lalu terapkan kriteria titik demi titik dari Unit 5.1.
Pembahasan.
- Fungsi berdomain dan berkodomain . Karena , pembatasannya terdefinisi, berdomain , dan berkodomain . Fungsi juga berdomain dan berkodomain .
- Untuk , berlaku pula . Dengan menerapkan Teorema 5.2.15(2) dua kali, .
- Menurut kriteria Unit 5.1, kedua fungsi sama.
Sebagai contoh inklusi sejati, Contoh 5.2.16 dengan memberi .
Latihan 3.
Strategi. Gabungkan ketunggalan fungsi kosong dari Unit 5.1 dengan Teorema 5.2.13.
Pembahasan.
(a) Menurut Unit 5.1, ada tepat satu fungsi , dan grafiknya . Menurut Teorema 5.2.13, range-nya . Range ini tidak sama dengan kodomain, karena sedangkan .
(b) Domain kosong, sehingga menurut Teorema 5.2.13. Karena , diperoleh .
(c) Tidak ada. Jika , Teorema 5.2.13 (arah dalam bentuk kontraposisi) memberi . Secara konkret, untuk berlaku .
Latihan 4.
Strategi. Cari satu objek yang dijamin tidak termuat di . Tambahkan ke untuk memperoleh , lalu gunakan Teorema 5.2.9.
Pembahasan.
- Keberadaan . Himpunan ada berdasarkan separasi pada .
- . Andaikan . Menurut definisi , berlaku . Karena , kesetaraan ini menjadi , dan itu kontradiksi. Jadi .
- Pembentukan . Himpunan ada menurut aksioma pasangan, dan ada menurut aksioma gabungan.
- . Kita punya tetapi . Menurut ekstensionalitas, .
- terdefinisi. Karena , Teorema 5.2.9 memberi bahwa adalah fungsi.
Menurut Teorema 5.2.12(2), dan adalah fungsi bertipe yang berbeda dengan grafik yang sama. Argumen ini tidak memakai aksioma fondasi.
Latihan 5.
Strategi. Tentukan kapan penyebut nol, lalu gunakan Proposisi 5.2.3 untuk menilai kesahan domain. Untuk membandingkan dengan pembatasan , turunkan kesamaan nilai dari sifat fungsional parsial aturan, lalu gunakan Teorema 5.2.15(3).
Pembahasan.
(a) Aturan ini fungsional parsial dengan alasan yang sama seperti pada Contoh 5.2.17: jika , maka sebab , dan perkalian dengan kebalikan real dari memberi . Jika , nilai memenuhi aturan. Jika , tidak ada yang memenuhi, karena . Selanjutnya, bernilai nol jika dan hanya jika atau , menurut sifat hasil kali nol pada bilangan real. Jadi .
(b) Nilai-nilainya:
Grafiknya , dan range-nya .
(c) Tidak. Karena , totalitas gagal di menurut Proposisi 5.2.3.
(d) Andaikan untuk suatu . Maka aturan memberi , yaitu , dan itu kontradiksi. Jadi .
(e) Ya. Kita punya . Tulis untuk aturan . Untuk , fakta bantu dalam bukti Proposisi 5.2.3 memberi dan , dengan . Karena fungsional parsial, . Menurut Teorema 5.2.15(2), . Fungsi dan berdomain dan berkodomain , sehingga menurut Teorema 5.2.15(3), .
Latihan 6.
Strategi. Periksa dulu bahwa kedua sisi terdefinisi. Setelah itu, cocokkan domain, kodomain, dan nilai keduanya.
Pembahasan.
- Sisi kanan terdefinisi. Menurut Teorema 5.2.15(4), . Teorema 5.2.9 lalu memberi fungsi .
- Sisi kiri terdefinisi. Fungsi berdomain dan berkodomain . Pembatasannya pada berdomain dan berkodomain . Perhatikan bahwa separasi untuk pembatasan ini memakai pembatas menurut Definisi 5.2.14 yang diterapkan pada .
- Nilai sama. Untuk , , dengan Teorema 5.2.15(2) dan Teorema 5.2.9. Di sisi lain, .
Menurut kriteria Unit 5.1, kedua fungsi sama. Jadi urutan antara membatasi domain dan mengganti kodomain tidak berpengaruh, asalkan .
Latihan 7.
Strategi. Kodomain hanya memberi batas atas bagi range. Range harus dihitung dengan dua inklusi, dan setiap fakta real yang dipinjam harus disebut secara eksplisit.
Pembahasan.
(a) Klaim mahasiswa itu menyamakan kodomain dengan range, padahal secara umum hanya berlaku . Andaikan . Maka , sehingga . Ini bertentangan dengan fakta real . Jadi .
(b) Klaimnya: .
- Inklusi : dari diperoleh .
- Inklusi : ambil dan tetapkan . Menurut fakta pinjaman, ada real dengan . Maka .
(c) Menurut Teorema 5.2.9:
- : sah.
- : sah, dan merupakan kodomain sah terkecil menurut Akibat 5.2.11.
- : tidak sah, karena .
Menuju 5.3
Range mengumpulkan nilai pada seluruh domain. Pembatasan sudah menunjukkan bahwa kita juga dapat mengumpulkan nilai pada sebagian domain saja, yaitu . Dari sini muncul dua pertanyaan yang saling berlawanan arah. Pertanyaan pertama: untuk subhimpunan dari domain, nilai mana saja yang dihasilkan oleh input-input di ? Pertanyaan kedua: untuk subhimpunan dari kodomain, input mana saja yang nilainya jatuh ke ? Pertanyaan kedua tetap bermakna untuk setiap fungsi, termasuk fungsi yang tidak dapat "dibalik", karena jawabannya adalah sebuah himpunan input, bukan satu nilai. Unit 5.3 menjadikan kedua pertanyaan itu operasi pada himpunan, yaitu peta maju dan peta balik, lalu membuktikan bagaimana keduanya berinteraksi dengan gabungan, irisan, dan komplemen.
5.3 Peta Maju (Direct Image) dan Peta Balik (Inverse Image)
Unit 5.2 memberi nama bagi daerah hasil fungsi , yaitu himpunan semua nilai yang benar-benar dicapai. Dalam analisis kita sering membutuhkan pertanyaan yang lebih halus. Nilai apa yang dicapai jika input dibatasi pada suatu bagian ? Input mana yang nilainya jatuh ke dalam suatu bagian ? Pertanyaan pertama menghasilkan citra (image). Pertanyaan kedua menghasilkan pracitra (preimage). Operasi yang membentuk citra dan pracitra disebut peta maju dan peta balik.
Kedua operasi ini tampak simetris, tetapi perilakunya tidak sama. Peta balik mempertahankan gabungan, irisan, dan komplemen tanpa syarat apa pun. Peta maju mempertahankan gabungan, tetapi pada irisan umumnya hanya memberi inklusi. Penyebabnya terletak pada urutan kuantifikator: "ada satu input yang bekerja untuk semua indeks" berbeda dari "untuk setiap indeks ada input yang bekerja". Unit ini membuktikan semua identitas tersebut lewat keanggotaan dan kuantifikator. Unit ini juga menunjukkan dengan tepat kondisi yang memulihkan kesamaan. Konsep image, preimage, dan invers juga dibahas dalam [R5-1], bagian 12.5–12.6. Konvensi fungsi bertipe dan irisan kosong relatif semesta yang dipakai di sini adalah konvensi buku ini.
Sepanjang unit ini adalah fungsi bertipe dengan grafik . Untuk , menyatakan satu-satunya dengan (Unit 5.1). Fakta tentang bilangan real yang muncul dalam contoh dipinjam dan tidak dikonstruksi di sini.
Definisi lewat separasi
Definisi 5.3.1 (peta maju dan peta balik). Misalkan , , dan . Didefinisikan
Himpunan disebut citra (image) oleh . Himpunan disebut pracitra (preimage) oleh . Operasi disebut peta maju, sedangkan operasi disebut peta balik.
Kedua himpunan ada berdasarkan aksioma separasi. dipisahkan dari oleh formula . dipisahkan dari oleh formula . Dalam formula pertama, mengakibatkan karena , sehingga bermakna. Jika ditulis lengkap dengan grafik, berarti . Untuk , berarti .
Penulisan singkat lazim dan boleh dipakai sebagai singkatan. Pembenarannya tetap separasi pada di atas: setiap dengan sudah merupakan anggota , sehingga tidak diperlukan prinsip pembentukan himpunan baru.
Notasi tidak mengandaikan fungsi invers. Pracitra himpunan tersedia untuk setiap fungsi, termasuk fungsi yang dua inputnya memiliki nilai sama atau yang tidak mencapai seluruh kodomain. Lambang di sini hanya bagian dari nama operasi . Lambang itu bukan nama suatu fungsi . Karena itu kita tidak menulis "" untuk . Yang bermakna untuk semua adalah pracitra singleton , yaitu himpunan semua input bernilai . Himpunan ini bisa kosong, bisa beranggota satu, bisa beranggota banyak.
Tanda kurung siku juga mencegah kerancuan lain. Suatu himpunan dapat sekaligus menjadi anggota dan bagian dari domain. Misalkan . Maka dan juga . Untuk , adalah nilai di anggota . Sebaliknya, adalah himpunan nilai pada bagian , yaitu menurut Proposisi 5.3.2(c). Kedua objek ini umumnya berbeda.
Proposisi 5.3.2 (sifat dasar). Misalkan , , , dan .
(a) dan . (b) . (c) . (d) . Lebih lanjut, jika dan hanya jika . (e) dan .
Bukti. (a) Langsung dari definisi, karena separasi menghasilkan bagian dari himpunan yang dipisahkan.
(b) Untuk , berarti , yaitu . Ini persis syarat keanggotaan dari Unit 5.2. Kedua himpunan merupakan bagian dari , sehingga keduanya sama menurut ekstensionalitas.
(c) Ambil sebarang. Maka jika dan hanya jika . Karena satu-satunya anggota adalah , syarat ini setara dengan . Karena , syarat itu setara dengan , yaitu .
(d) Tidak ada , jadi formula salah untuk setiap , sehingga . Sebaliknya, misalkan . Ambil . Maka , , dan merupakan saksi bagi . Jadi . Langkah ini memakai totalitas : setiap mempunyai nilai.
(e) Untuk , selalu salah, jadi . Untuk , selalu benar, jadi setiap anggota memenuhi syarat keanggotaan , dan .
Perhatikan asimetrinya. hanya bila . Sebaliknya, dapat kosong walaupun tak kosong, yaitu bila tidak ada anggota yang dicapai oleh .
Kedua operasi sebagai fungsi pada himpunan kuasa
Definisi 5.3.3. Untuk didefinisikan dua fungsi bertipe
Grafiknya dibentuk dengan separasi seperti pada Unit 5.1:
dan dibentuk serupa di dalam , dengan syarat untuk pasangan . Syarat adalah singkatan dari formula
dan syarat singkatan dari . Jadi formula pemisahnya hanya memuat , , , dan keanggotaan.
Pemeriksaan syarat fungsi. Ambil . Menurut Proposisi 5.3.2(a), , jadi . Ini menunjukkan totalitas. Untuk ketunggalan, misalkan dan keduanya anggota . Dari ada dan dengan dan . Menurut kesamaan pasangan terurut dari Bab 4, dan , sehingga . Dengan cara yang sama , sehingga . Pembatas tidak dibuang: nilainya memang anggota kodomain . Argumen untuk sama, dengan .
Arah tipe perlu diperhatikan. Peta maju berjalan , searah dengan . Peta balik berjalan , berlawanan arah, dan selalu terdefinisi. Nama dan adalah notasi buku ini. Dalam badan teks kita tetap memakai dan .
Contoh terhitung
Contoh 5.3.4 (lanjutan contoh Unit 5.2). Misalkan , , dan dengan . Tabel nilainya adalah , , .
- . Untuk , jika dan hanya jika atau , yaitu . Jadi . Dua input berbeda menyumbang nilai yang sama, dan nilai itu hanya menjadi satu anggota.
- . Periksa setiap anggota : (masuk), (tidak masuk), (masuk). Jadi .
- , karena ketiga nilai tidak ada yang sama dengan . Bilangan adalah anggota kodomain yang tidak mempunyai praimaj.
- , karena setiap nilai adalah atau .
- Sebagai pratinjau Proposisi 5.3.15(b): . Hasil ini lebih kecil daripada . Hasil ini sama dengan .
Contoh 5.3.5 (kuadrat real). Misalkan dengan . Dua fakta aljabar real dipinjam: jika dan hanya jika atau ; dan untuk setiap .
- . Karena , kita peroleh jika dan hanya jika atau . Jadi . Pracitra singleton adalah himpunan beranggota dua. Pracitra ini bukan satu nilai "". Tidak ada fungsi yang dibicarakan di sini.
- , karena .
- , , dan , menurut Proposisi 5.3.2(c) dan definisi.
Monotoni
Proposisi 5.3.6 (monotoni). Misalkan . (a) Jika , maka . (b) Jika , maka .
Bukti. (a) Ambil . Maka dan ada dengan . Karena , saksi yang sama memenuhi . Jadi .
(b) Ambil . Maka dan . Jadi .
Kebalikan kedua implikasi umumnya salah (Latihan 7).
Keluarga berindeks: gabungan dan irisan relatif semesta
Kita memakai konvensi Bab 3. Misalkan himpunan indeks dan keluarga bagian dari . Definisi 3.3.1 menetapkan keluarga melalui formula dengan tepat satu untuk setiap . Teorema 5.1.9 sekarang menjamin grafik fungsi dengan memisahkan pasangan yang memenuhi dari . Nilainya pada adalah . Dengan demikian, pembacaan keluarga sebagai fungsi cocok dengan definisi sebelumnya; bukti di bawah tetap memakai karakterisasi keanggotaan sukunya. Untuk keluarga bagian dari berlaku
Karena setiap , himpunan gabungan di atas sama dengan gabungan keluarga dari Bab 3 dan tidak bergantung pada pilihan semesta; jadi . Hanya irisan yang memerlukan semesta. Untuk keluarga bagian dari , gabungan dan irisan didefinisikan serupa dengan semesta . Irisan kita tulis .
Jika , maka . Irisannya adalah seluruh semesta, karena benar secara hampa. Jadi dan . Semesta yang disebutkan menentukan hasilnya. Karena itu setiap identitas di bawah menyebut secara eksplisit semesta di sisi dan di sisi .
Keluarga dua indeks. Ambil , dengan , serta . Anggota tepat dan , sehingga setara dengan . Jadi
dengan kesamaan terakhir karena . Dengan cara yang sama, untuk bagian dari berlaku . Paragraf ini menjadi penghubung setiap kali irisan dua himpunan dibaca sebagai irisan keluarga berindeks.
Peta balik mempertahankan gabungan, irisan, dan komplemen
Teorema 5.3.7. Misalkan , sebarang himpunan (boleh kosong), keluarga bagian dari , dan . Maka
Bukti. Pada ketiga identitas, kedua ruas merupakan bagian dari . Jadi cukup ditunjukkan bahwa untuk setiap , anggota ruas kiri jika dan hanya jika anggota ruas kanan. Tetapkan . Ingat bahwa untuk , setara dengan , dan bahwa .
(a)
Langkah kedua dan terakhir hanya memakai definisi gabungan keluarga; setiap adalah bagian dari dan setiap adalah bagian dari .
(b)
Langkah kedua sah karena selalu benar. Langkah terakhir memakai , yaitu syarat semesta irisan di sisi kanan. Yang diuji terhadap semua adalah input yang sama. Tidak ada saksi yang dipilih per indeks, sehingga tidak ada pertukaran kuantifikator.
(c)
Langkah ketiga memakai fakta bahwa untuk , . Negasi kedua ruas karenanya setara.
Kasus . Pada (a), kedua ruas sama dengan . Pada (b), ruas kiri adalah (Proposisi 5.3.2(e)) dan ruas kanan adalah irisan kosong relatif , yaitu . Bukti di atas sudah mencakup kasus ini tanpa pemisahan kasus. Identitas (b) juga menunjukkan mengapa semesta kedua sisi harus berbeda. Bila ruas kanan dihitung relatif terhadap , kasus menuntut , yang salah secara umum. Bahkan tipenya tidak cocok, karena pracitra selalu merupakan bagian dari .
Peta maju: gabungan dan irisan
Teorema 5.3.8 (peta maju gabungan). Misalkan , sebarang himpunan, dan keluarga bagian dari . Maka
Bukti. Untuk sebarang,
Pada baris pertama, bermakna karena . Baris kedua memakai definisi gabungan keluarga; karena setiap , syarat otomatis terpenuhi dan tidak perlu ditulis. Baris ketiga menukar menjadi . Pertukaran ini sah karena kedua kuantifikator eksistensial. Baris keempat memasukkan konjungsi , yang tidak memuat , ke dalam . Kesetaraan ini berlaku juga bila , sebab dalam kasus itu kedua bentuk sama-sama salah.
Kasus : .
Untuk irisan situasinya berbeda.
Teorema 5.3.9 (inklusi peta maju irisan). Misalkan , sebarang himpunan, termasuk , dan keluarga bagian dari . Maka
Bukti. Ambil . Maka dan ada satu dengan . Tetapkan saksi ini. Kita harus menunjukkan , yang sudah diketahui, dan . Ambil sebarang. Karena dan , saksi yang sama memenuhi syarat keanggotaan . Jadi . Karena sebarang, .
Struktur logikanya adalah : satu saksi bersama melayani semua indeks. Implikasi ini selalu benar. Arah sebaliknya, , tidak sah. Keberadaan satu praimaj di setiap tidak menjamin adanya satu praimaj yang sama untuk semua indeks. Untuk , teorema menyatakan . Ini benar, dan bukti di atas mencakupnya karena bagian "" benar secara hampa.
Contoh 5.3.10 (arah balik gagal).
(a) Misalkan dengan . Ambil keluarga berindeks dengan dan ; di sini berperan sebagai himpunan bagian domain . Menurut paragraf Keluarga dua indeks, dan . Maka , sehingga . Di sisi lain dan , sehingga . Jadi
Nilai mempunyai praimaj di (yaitu ) dan praimaj di (yaitu ), tetapi tidak ada satu input yang terletak di keduanya.
(b) Fenomena yang sama muncul tanpa aljabar real. Dengan dari Contoh 5.3.4, ambil dan , dibaca sebagai keluarga berindeks seperti pada (a). Maka , sedangkan .
(c) Kegagalan juga terjadi pada keluarga kosong. Misalkan fungsi inklusi dengan grafik . Untuk , ruas kiri adalah , sedangkan ruas kanan adalah irisan kosong relatif , yaitu . Inklusinya sejati.
Kapan kesamaan berlaku
Dua kondisi formula berikut akan dinamai pada Unit 5.4. Di sini keduanya dipakai hanya sebagai formula. Untuk :
(P1) menyatakan bahwa setiap mempunyai paling banyak satu praimaj. (P2) menyatakan bahwa setiap anggota kodomain mempunyai paling sedikit satu praimaj. Urutan kuantifikator pada (P2) adalah : praimajnya boleh bergantung pada .
Proposisi 5.3.11. (P2) berlaku jika dan hanya jika .
Bukti. Inklusi selalu berlaku. Inklusi berarti setiap memenuhi , dan ini persis (P2).
Teorema 5.3.12 (kesamaan untuk keluarga tak kosong). Misalkan memenuhi (P1), , dan keluarga bagian dari . Maka
Bukti. Inklusi "" adalah Teorema 5.3.9. Untuk "", ambil .
Karena , ambil satu . Karena , ambil satu dengan . Saksi ini ditetapkan sekali dan dipakai untuk semua indeks. Kita tunjukkan .
Pertama, karena . Kedua, ambil sebarang. Karena , ada dengan . Menurut (P1), , sehingga .
Jadi dan . Karena , kita peroleh .
Bukti ini menetapkan dua saksi yang dipakai sepanjang arah balik, yaitu dan . Untuk setiap , keberadaan dipakai sesaat lalu langsung disamakan dengan . Tidak ada pemilihan serentak keluarga saksi , sehingga aksioma pilihan tidak diperlukan. Hipotesis benar-benar dipakai, yaitu untuk memperoleh .
Proposisi 5.3.13 (keluarga kosong). Untuk , kesamaan berbunyi . Kesamaan ini berlaku jika dan hanya jika (P2) berlaku. Kondisi (P1) tidak berperan dalam kasus ini.
Bukti. Ruas kiri adalah dan ruas kanan adalah , menurut konvensi irisan kosong. Selanjutnya gunakan Proposisi 5.3.11. Fungsi inklusi pada Contoh 5.3.10(c) memenuhi (P1) secara trivial, karena domainnya hanya beranggota satu. Namun . Jadi (P1) saja tidak cukup untuk .
Teorema 5.3.14 (karakterisasi). Untuk , pernyataan berikut setara: (i) untuk setiap himpunan , termasuk , dan setiap keluarga bagian dari , berlaku ; (ii) memenuhi (P1) dan (P2).
Bukti. (ii)(i): untuk gunakan Teorema 5.3.12, dan untuk gunakan Proposisi 5.3.13.
(i)(ii): Keluarga kosong memberi , yaitu (P2) menurut Proposisi 5.3.11. Untuk (P1), ambil dengan . Pakai dengan dan . Menurut paragraf Keluarga dua indeks, (i) untuk keluarga ini berbunyi . Menurut Proposisi 5.3.2(c), dan . Jadi . Akibatnya ada dengan . Dari diperoleh , dan dari diperoleh . Jadi .
Komposisi peta maju dan peta balik
Proposisi 5.3.15. Untuk , , dan :
Bukti. (a) Ambil . Maka dan , dengan sendiri sebagai saksi. Jadi .
(b) Untuk "", ambil . Maka ada dengan . Dari diperoleh , jadi . Dari diperoleh .
Untuk "", ambil . Dari diperoleh dengan . Karena , berlaku , sehingga . Karena , saksi menunjukkan .
Akibat 5.3.16. . Kesamaan berlaku jika dan hanya jika .
Bukti. Dari Proposisi 5.3.15(b), . Selain itu, jika dan hanya jika .
Jadi tidak boleh diklaim tanpa syarat .
Contoh 5.3.17. Misalkan dengan .
- : . Inklusi (a) sejati karena dan memiliki nilai sama.
- : , menurut Teorema 5.3.7(a) dan Contoh 5.3.5. Maka . Untuk mencocokkan dengan (b), perhatikan bahwa karena , sedangkan . Jadi , sesuai rumus. Perhitungan ini tidak memerlukan pengetahuan lengkap tentang ; cukup diketahui status keanggotaan dan .
Teorema 5.3.18 (kriteria kesamaan). Untuk : (a) untuk setiap jika dan hanya jika memenuhi (P1); (b) untuk setiap jika dan hanya jika memenuhi (P2).
Bukti. (a) Misalkan (P1) berlaku. Menurut Proposisi 5.3.15(a) cukup dibuktikan "". Ambil . Maka dan , jadi ada dengan . Menurut (P1), , sehingga .
Sebaliknya, misalkan kesamaan berlaku untuk semua . Ambil dengan , dan pakai . Himpunan ini ada dan merupakan bagian dari , misalnya sebagai . Karena dan , kita peroleh . Jadi .
(b) Misalkan (P2) berlaku. Menurut Proposisi 5.3.11, . Untuk berlaku , sehingga Proposisi 5.3.15(b) memberi kesamaan. Sebaliknya, misalkan kesamaan berlaku untuk semua . Pilih . Maka menurut Proposisi 5.3.2(e), dan Proposisi 5.3.11 memberi (P2).
Untuk menyimpulkan (P1) pada bagian (a), kita memakai singleton dengan sebarang. Untuk menyimpulkan (P2) pada bagian (b), cukup memakai satu himpunan uji, yaitu seluruh kodomain .
Kasus kosong
- Domain kosong, . Satu-satunya bagian domain adalah , dan . Untuk setiap , , jadi . Kondisi (P1) berlaku secara hampa. Kondisi (P2) berlaku jika dan hanya jika , karena . Semua identitas Teorema 5.3.7 dan 5.3.8 berlaku dengan kedua ruas ; khususnya pada Teorema 5.3.7(b) untuk , kedua ruas sama dengan , yang di sini adalah . Inklusi Teorema 5.3.9 untuk berbunyi , dan kesamaannya berlaku hanya bila .
- Himpunan bagian kosong. dan untuk setiap .
- Keluarga berindeks kosong. Gabungan kosong adalah . Irisan kosong adalah semesta yang ditetapkan: di sisi domain dan di sisi kodomain. Peta balik mengubah menjadi (), sehingga Teorema 5.3.7(b) tetap benar. Peta maju mengubah menjadi , yang umumnya hanya merupakan bagian dari . Inilah sebabnya kesamaan irisan kosong memerlukan (P2).
Strategi pembuktian dalam unit ini
- Buka keanggotaan. Untuk membuktikan kesamaan dua bagian dari (atau dari ), tetapkan anggota sebarang semesta itu dan tulis syarat keanggotaan kedua ruas sebagai formula. Kedua ruas setara bila formulanya setara.
- Catat jenis kuantifikator. Peta maju memuat , gabungan memuat , dan irisan memuat . Dua kuantifikator sejenis boleh ditukar. Pertukaran menjadi tidak sah tanpa argumen tambahan, misalnya (P1) bersama satu indeks .
- Sebutkan semesta. Setiap komplemen dan setiap irisan yang indeksnya mungkin kosong harus disertai semestanya.
- Uji kasus kosong, baik maupun , , dan , sebelum menerima suatu identitas.
- Untuk menyangkal kesamaan, cari dua input dengan nilai sama (kegagalan (P1)) atau anggota kodomain yang tidak tercapai (kegagalan (P2)).
Latihan
Latihan 1 (hitungan). Misalkan dengan , seperti pada Contoh 5.3.4. Hitung (a) ; (b) ; (c) ; (d) , lalu cocokkan dengan Teorema 5.3.7(c); (e) , lalu cocokkan dengan Proposisi 5.3.15(b). (f) Untuk dengan , hitung , , dan .
Strategi. Domainnya berhingga, jadi periksa setiap anggota domain satu per satu. Pada (f), gunakan pemfaktoran dan .
Pembahasan. (a) . (b) Hanya , jadi hasilnya . (c) Nilai dicapai di dan , sedangkan nilai tidak dicapai. Hasilnya . (d) Semestanya adalah kodomain . Anggota dengan hanya , jadi hasilnya . Menurut Teorema 5.3.7(c), dengan semesta di ruas kanan, hasilnya juga . (e) , sehingga . Di sisi lain . (f) , jadi . Karena , . Terakhir, .
Latihan 2 (pracitra selisih). Buktikan bahwa untuk berlaku .
Strategi. Tetapkan dan buka keanggotaannya. Kedua ruas merupakan bagian dari .
Pembahasan. Untuk :
Selisih tidak memerlukan semesta tambahan. Jika , identitas ini menjadi Teorema 5.3.7(c) dengan semesta di sisi kodomain dan di sisi domain, karena .
Latihan 3 (peta maju selisih). Buktikan untuk . Tunjukkan bahwa inklusi dapat gagal. Buktikan bahwa inklusi tersebut berlaku bila (P1) berlaku.
Strategi. Pada inklusi pertama, saksi untuk tidak mungkin terletak di . Untuk penyangkal, cari dua input bernilai sama.
Pembahasan. Ambil . Ada dengan . Jika , maka , sebuah kontradiksi. Jadi dan .
Untuk penyangkal, gunakan dari Latihan 1 dengan dan . Maka , sedangkan .
Dengan (P1): ambil , yaitu dengan dan . Maka . Andaikan . Maka ada dengan , sehingga menurut (P1) dan , sebuah kontradiksi. Jadi .
Latihan 4 (penyangkal image irisan). Misalkan dengan berbeda, , dan grafik (Unit 5.1). Temukan dengan , lalu jelaskan penyebabnya melalui kuantifikator.
Strategi. Cari dua input berbeda bernilai sama, lalu letakkan masing-masing dalam singleton terpisah.
Pembahasan. Ambil dan . Maka , sehingga , sedangkan . Bacalah sebagai keluarga berindeks dengan dan ; menurut paragraf Keluarga dua indeks, irisan dua himpunan ini adalah irisan keluarga itu relatif dan relatif . Untuk indeks , nilai mempunyai saksi . Untuk indeks , saksinya . Tidak ada saksi bersama, jadi berlaku sementara gagal. Kondisi (P1) gagal karena dengan . Inklusi Teorema 5.3.9, yaitu , tetap benar.
Latihan 5 (keluarga berindeks kosong). Misalkan dan . Tuliskan kedua ruas Teorema 5.3.7(a),(b), Teorema 5.3.8, dan Teorema 5.3.9, dengan menyebut semesta setiap irisan. Kemudian hitung semuanya untuk fungsi inklusi . Apa yang salah jika irisan kosong pada ruas kanan Teorema 5.3.7(b) dihitung relatif terhadap ?
Strategi. Gabungan kosong adalah . Irisan kosong adalah semesta yang disebutkan: di sisi domain dan di sisi kodomain.
Pembahasan. Teorema 5.3.7(a): . Teorema 5.3.7(b): ruas kiri dan ruas kanan . Teorema 5.3.8: di kedua ruas. Teorema 5.3.9: .
Untuk : ketiga identitas pertama memberi , , dan . Inklusinya sejati, sesuai Proposisi 5.3.13, karena (P2) gagal.
Bila ruas kanan Teorema 5.3.7(b) dihitung relatif terhadap , ruas itu menjadi , sedangkan ruas kiri adalah . Untuk hasilnya adalah lawan , jadi "identitas" itu salah. Lebih mendasar lagi, ruas kanan umumnya bukan bagian dari , padahal suatu pracitra selalu merupakan bagian dari ; untuk , .
Latihan 6 (kriteria kesamaan). Untuk fungsi pada Latihan 4, tentukan apakah untuk setiap , dan apakah untuk setiap . Beri saksi atau periksa seluruh kasus.
Strategi. Gunakan Teorema 5.3.18: periksa (P1) dan (P2) secara langsung.
Pembahasan. (P1) gagal karena . Saksinya : . (P2) berlaku karena dan , sehingga . Menurut Teorema 5.3.18(b), untuk setiap . Pemeriksaan langsung atas keempat bagian : ; ; ; .
Latihan 7 (kebalikan monotoni). (a) Tunjukkan bahwa tidak mengakibatkan , tetapi mengakibatkannya bila (P1) berlaku. (b) Tunjukkan bahwa tidak mengakibatkan , tetapi mengakibatkannya bila (P2) berlaku.
Strategi. Penyangkal (a) memakai dua input bernilai sama. Penyangkal (b) memakai anggota kodomain tanpa praimaj.
Pembahasan. (a) Dengan dari Latihan 1, ambil dan . Kedua image sama dengan , tetapi . Dengan (P1): ambil . Maka , jadi ada dengan . Menurut (P1), , sehingga .
(b) Dengan yang sama, ambil dan . Maka , tetapi . Dengan (P2): ambil . Ada dengan , sehingga dan .
Latihan 8 (rumus proyeksi). Buktikan untuk dan . Apa yang diperoleh untuk ?
Strategi. Saksi yang sama bekerja di kedua arah.
Pembahasan. Untuk "", misalkan dengan dan . Maka dan . Untuk "", misalkan . Ada dengan , sehingga dan . Untuk berlaku , dan rumusnya menjadi Proposisi 5.3.15(b).
Latihan 9 (tipe pada himpunan kuasa, domain kosong). Misalkan . Tuliskan tipe dan grafik dan dari Definisi 5.3.3. Untuk , apakah memenuhi (P1) sebagai fungsi ?
Strategi. Gunakan dan Proposisi 5.3.2.
Pembahasan. dengan grafik . mengirim setiap ke , sehingga grafiknya adalah seluruh hasil kali . Untuk , padahal . Jadi (P1) gagal untuk . Perhatikan bahwa juga tidak memenuhi (P2), karena . Latihan 7(b) hanya menyatakan bahwa (P2) bagi cukup untuk (P1) bagi ; contoh ini konsisten dengan latihan tersebut, tetapi tidak diturunkan darinya.
Menuju Unit 5.4
Sepanjang unit ini dua kondisi formula muncul berulang kali. (P1) menyatakan bahwa dua input bernilai sama haruslah sama. (P2) menyatakan bahwa setiap anggota kodomain dicapai. Teorema 5.3.14 dan Teorema 5.3.18, bersama Proposisi 5.3.13, menunjukkan bahwa keduanya tepat mengukur kegagalan kesamaan pada image irisan dan pada komposisi dan . Unit 5.4 memberi kedua kondisi itu nama baku, yaitu injektif dan surjektif. Unit tersebut juga membahas apa yang terjadi bila keduanya berlaku bersama, termasuk fungsi invers . Objek itu bertipe berbeda dari operasi pracitra yang telah dipakai di sini untuk semua fungsi.
5.4 Fungsi Injektif, Surjektif, Bijektif, dan Invers
Pada 5.3 kita melihat dua gejala yang membatasi peta maju dan peta balik. Pertama, dua input berbeda dapat menghasilkan output yang sama, sehingga image irisan dapat lebih kecil daripada irisan image. Kedua, sebagian anggota kodomain mungkin tidak dicapai sama sekali, sehingga dapat lebih kecil daripada . Unit ini memberi nama pada fungsi yang terbebas dari gejala pertama, dari gejala kedua, dan dari keduanya.
Tujuan akhir unit ini adalah memahami kapan suatu fungsi dapat "dibalik", yaitu kapan ada fungsi yang membatalkan kerjanya dari kedua sisi. Untuk menyatakan "membatalkan" secara tepat, kita memerlukan komposisi fungsi. Karena itu komposisi dibahas di sini sebagai perangkat untuk invers.
Seperti pada 5.1, setiap fungsi dipandang sebagai data bertipe . Untuk , penulisan menyingkat . Dua fungsi sama sebagai fungsi bertipe jika domain, kodomain, dan grafiknya sama. Untuk domain dan kodomain yang sama, hal ini setara dengan untuk setiap . Kriteria ini dipakai berulang kali di bawah. Bilangan real, rasional, dan asli beserta aritmetika dan urutannya dipinjam, tidak dikonstruksi; konvensinya .
Tiga sifat dasar
Definisi 5.4.1. Misalkan .
- injektif jika untuk setiap , mengakibatkan .
- surjektif jika untuk setiap ada dengan .
- bijektif jika injektif dan surjektif.
Dalam bahasa 5.2 dan 5.3, surjektif tepat ketika . Bentuk kontrapositif injektivitas sering lebih mudah dibayangkan: input berbeda menghasilkan output berbeda. Namun dalam bukti, bentuk "jika maka " biasanya lebih mudah dikerjakan karena dimulai dari sebuah persamaan.
Kedua sifat merujuk pada praimaj. Injektivitas menyatakan bahwa setiap punya paling banyak satu praimaj. Surjektivitas menyatakan bahwa setiap punya paling sedikit satu praimaj. Proposisi berikut menyatakan hubungan ini dengan formula.
Proposisi 5.4.2. Untuk , bijektif jika dan hanya jika
Dengan kata lain, untuk setiap , pracitra adalah singleton.
Bukti. () Ambil . Karena surjektif, ada dengan . Jika dan , maka , sehingga injektivitas memberi .
() Surjektivitas langsung dibaca dari bagian eksistensial formula. Untuk injektivitas, ambil dengan , lalu tulis . Formula memberi suatu dengan dan sifat bahwa setiap praimaj sama dengan . Karena dan keduanya praimaj , diperoleh dan , jadi .
Untuk bentuk singleton: formula di atas menyatakan bahwa memuat dan tidak memuat anggota lain, jadi . Sebaliknya, jika , maka memenuhi formula.
Sifat-sifat ini bergantung pada tipe
Surjektivitas menyebut kodomain secara eksplisit. Karena itu, rumus yang sama dengan kodomain berbeda dapat memberi jawaban berbeda. Injektivitas hanya bergantung pada domain dan grafik. Tetapi domain yang lebih besar dapat memuat pasangan input yang bertabrakan.
Contoh 5.4.3 (tabel berhingga). Anggap objek yang saling berbeda.
- Fungsi dengan grafik dari 5.1 tidak injektif, sebab padahal . Fungsi ini surjektif, sebab dan .
- Dengan grafik yang sama tetapi kodomain , fungsinya tidak lagi surjektif. Tidak ada pasangan dalam grafik yang komponen keduanya , jadi . Fungsi ini tetap tidak injektif.
- Fungsi dengan grafik bersifat bijektif. Injektivitas cukup diperiksa pada satu-satunya pasangan input berbeda, yaitu , dan . Surjektivitas diperiksa pada kedua anggota kodomain.
Contoh 5.4.4 (fungsi linear). Misalkan , .
Injektif. Jika , maka . Karena , membagi dengan memberi .
Surjektif. Ambil . Calon praimajnya ditemukan dengan menyelesaikan , yaitu . Pembagian ini sah karena , dan . Verifikasinya: .
Jadi bijektif.
Bandingkan dengan , . Pembagian oleh bukan operasi yang tertutup pada ; untuk injektivitas kita memakai pembatalan perkalian: dari diperoleh menurut hukum pembatalan perkalian dengan bilangan tak nol di (fakta pinjaman). Jadi injektif. Fungsi tidak surjektif: , dan untuk berlaku , jadi tidak pernah dicapai. Fakta urutan pada ini juga dipinjam. Jika kodomain diganti menjadi himpunan bilangan genap , penggantian kodomain sah karena . Fungsi yang baru bersifat surjektif menurut definisi . Fungsi ini juga injektif, karena injektivitas hanya bergantung pada domain dan grafik. Jadi bijektif, tetapi merupakan objek yang berbeda dari .
Catatan 5.4.5 (kuadrat). Rumus sering dipakai untuk menunjukkan ketergantungan pada tipe:
- dari ke , fungsinya tidak injektif () dan tidak surjektif ( menurut sifat urutan , yang dipinjam; jadi tidak dicapai);
- dari ke , fungsinya surjektif tetapi tidak injektif;
- dari ke , fungsinya bijektif.
Dua butir terakhir memerlukan fakta pinjaman bahwa setiap memiliki akar kuadrat real dengan . Untuk injektivitas pada butir terakhir, digunakan juga fakta urutan bahwa dengan memaksa . Keberadaan akar bukan konsekuensi aljabar lapangan saja. Fakta itu bergantung pada kelengkapan , yang tidak dibahas di bab ini. Karena itu klasifikasi utama di unit ini memakai tabel berhingga, fungsi linear, dan fungsi rasional, yang seluruh langkahnya dapat diperiksa langsung atau dengan aritmetika lapangan.
Kasus kosong
Proposisi 5.4.6. Misalkan himpunan sebarang dan satu-satunya fungsi berdomain kosong dengan kodomain (grafiknya , lihat 5.1).
- injektif.
- surjektif jika dan hanya jika .
- bijektif jika dan hanya jika .
Selain itu, fungsi berkodomain kosong hanya ada bila domainnya kosong, dan fungsi bersifat bijektif.
Bukti. (1) Pernyataan "untuk setiap , …" benar secara hampa, karena tidak ada .
(2) Jika , pernyataan "untuk setiap ada …" benar secara hampa. Jika , ambil . Surjektivitas menuntut suatu dengan , padahal tidak ada anggota . Jadi tidak surjektif.
(3) Langsung dari (1) dan (2).
Menurut 5.1, fungsi ada jika dan hanya jika . Dalam kasus itu fungsinya adalah , yang bijektif menurut (3).
Pelajaran dari kasus ini adalah bahwa sifat yang tampak "jelas" untuk himpunan tak kosong harus diperiksa ulang. Fungsi injektif tetapi tidak surjektif, walaupun domain dan kodomainnya "sangat kecil".
Komposisi
Misalkan dan . Kodomain sama dengan domain . Kita ingin fungsi yang mula-mula menerapkan , lalu .
Proposisi–Definisi 5.4.7. Untuk dan , himpunan
ada menurut separasi pada , dan merupakan grafik suatu fungsi . Fungsi ini disebut komposisi . Untuk setiap berlaku
Bukti. Berdasarkan karakteristik pasangan terurut (Bab 4), dengan dan setara dengan adanya sehingga dan . Kesetaraan ini dipakai di sepanjang bukti.
Totalitas. Ambil . Totalitas memberi dengan , yaitu . Karena , totalitas memberi dengan . Dengan saksi , diperoleh .
Ketunggalan. Misalkan dan , dengan saksi . Artinya dan . Ketunggalan pada memberi . Maka , dan ketunggalan pada memberi .
Rumus nilai. Untuk , saksi dan dari bagian totalitas memberi . Menurut ketunggalan, inilah satu-satunya nilai di .
Urutan penulisan dibaca dari kanan: diterapkan lebih dahulu. Syarat tipe juga penting. Jika kodomain bukan domain , kita tidak menulis tanpa terlebih dahulu mengganti kodomain secara eksplisit menjadi domain , yang sah menurut 5.2 hanya bila termuat dalam domain . Bahkan bila dan keduanya terdefinisi, umumnya keduanya berbeda; lihat Latihan 4.
Proposisi 5.4.8 (identitas). Untuk himpunan , himpunan
adalah grafik fungsi dengan . Untuk setiap berlaku
Bukti. Untuk , pasangan termuat dalam grafik (totalitas). Jika termuat, maka untuk suatu , sehingga (ketunggalan).
Kedua ruas bertipe . Untuk setiap , . Menurut kriteria kesamaan fungsi bertipe, keduanya sama. Argumen untuk serupa.
Untuk , adalah fungsi dengan grafik kosong. Kasus ini tidak memerlukan perlakuan khusus.
Proposisi 5.4.9 (asosiativitas). Untuk , , ,
Bukti. Kedua ruas terdefinisi dan bertipe . Untuk setiap ,
Kriteria kesamaan fungsi bertipe menyelesaikan bukti.
Karena itu tanda kurung pada komposisi tiga fungsi dapat dihilangkan, asalkan urutan dan tipe tetap sama.
Pewarisan sifat dan pembatalan
Proposisi 5.4.10 (pewarisan). Misalkan dan .
- Jika dan injektif, maka injektif.
- Jika dan surjektif, maka surjektif.
- Jika dan bijektif, maka bijektif.
Bukti. (1) Misalkan untuk . Injektivitas , yang diterapkan pada , memberi . Injektivitas lalu memberi .
(2) Ambil . Surjektivitas memberi dengan . Surjektivitas memberi dengan . Maka .
(3) Gabungan (1) dan (2).
Arah sebaliknya hanya berlaku sebagian, dan bagian mana yang berlaku perlu diperhatikan dengan teliti.
Proposisi 5.4.11 (arah pembatalan yang sah). Misalkan dan .
- Jika injektif, maka injektif.
- Jika surjektif, maka surjektif.
- Jika injektif dan memenuhi , maka .
- Jika surjektif dan memenuhi , maka .
Bukti. (1) Jika , maka . Injektivitas memberi .
(2) Ambil . Ada dengan . Maka memenuhi .
(3) dan bertipe sama. Untuk , , dan injektivitas memberi .
(4) dan bertipe sama. Ambil . Surjektivitas memberi suatu dengan . Maka .
Pada (4), kita hanya mengambil satu saksi untuk satu yang sedang ditinjau, di dalam bukti pernyataan universal. Kita tidak memilih serentak satu praimaj untuk setiap .
Contoh 5.4.12 (pembatalan pada faktor yang salah gagal). Ambil
Komposisi sama dengan , jadi bijektif. Namun:
- tidak injektif (, ). Jadi " injektif" tidak memaksa injektif.
- tidak surjektif ( tidak dicapai). Jadi " surjektif" tidak memaksa surjektif.
Fungsi yang sama juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh membatalkan fungsi sembarang dari kiri. Dengan , berlaku (keduanya mengirim ke ), padahal . Pembatalan kiri pada Proposisi 5.4.11(3) memerlukan injektivitas , dan di sini tidak injektif.
Invers dua sisi
Definisi 5.4.13. Misalkan dan . Jika , disebut invers kiri . Jika , disebut invers kanan . Fungsi disebut invers jika
yaitu tepat ketika sekaligus invers kiri dan invers kanan .
Perhatikan tipenya: bertipe dan bertipe . Karena itu kedua identitas dibandingkan dengan dua fungsi identitas yang berbeda. Definisi invers simetris, sehingga jika invers , maka invers .
Lemma 5.4.14. Misalkan dan .
- Jika , maka injektif dan surjektif.
- Jika , maka surjektif dan injektif.
Bukti. (1) Jika , maka ; jadi injektif. Untuk , memenuhi ; jadi surjektif. Butir (2) adalah butir (1) dengan peran dan ditukar.
Teorema 5.4.15. Fungsi mempunyai invers jika dan hanya jika bijektif.
Bukti. () Jika invers , Lemma 5.4.14 memberi injektivitas (dari ) dan surjektivitas (dari ).
() Misalkan bijektif. Bentuk grafik balik dengan separasi pada :
Menurut karakteristik pasangan terurut, untuk dan berlaku jika dan hanya jika , yaitu .
Totalitas. Untuk , surjektivitas memberi dengan , sehingga .
Ketunggalan. Jika , maka , dan injektivitas memberi .
Jadi adalah fungsi dengan
Identitas pertama. Untuk , tulis . Kesetaraan di atas memberi , yaitu .
Identitas kedua. Untuk , tulis . Kesetaraan di atas memberi , yaitu .
Kriteria kesamaan fungsi bertipe menghasilkan dan .
Bukti ini tidak memakai prinsip pilihan apa pun. Fungsi didefinisikan sekaligus oleh satu formula separasi. Surjektivitas hanya dipakai untuk menunjukkan totalitas, yaitu satu saksi untuk setiap yang sedang diperiksa. Injektivitas menjamin bahwa tidak ada yang perlu dipilih, karena saksinya tunggal. Kasus tercakup: dan kedua identitas berlaku untuk .
Proposisi 5.4.16 (keunikan invers). Jika mempunyai invers kiri dan invers kanan , maka . Akibatnya, invers suatu fungsi, bila ada, tunggal.
Bukti. Dengan Proposisi 5.4.8 dan 5.4.9, dan dengan memperhatikan bahwa setiap komposisi bertipe benar,
Bukti dengan evaluasi juga dapat dipakai: untuk , , karena dan dengan . Jika dan keduanya invers dua sisi, maka menurut Definisi 5.4.13 khususnya invers kiri dan invers kanan, sehingga .
Karena invers tunggal, kita boleh menyebutnya invers dan menuliskannya . Notasi ini hanya dipakai untuk fungsi bijektif. Menurut keunikan, setiap invers yang ditemukan dengan cara lain, misalnya lewat rumus seperti pada contoh di bawah, sama dengan fungsi grafik balik pada Teorema 5.4.15.
Akibat 5.4.17. Jika bijektif, maka bijektif dan . Jika dan bijektif, maka bijektif dan
Bukti. Definisi invers simetris, sehingga adalah invers . Teorema 5.4.15 memberi bijektivitas, dan keunikan memberi .
Untuk komposisi, bijektif menurut Proposisi 5.4.10. Fungsi terdefinisi karena dan . Dengan asosiativitas,
dan dengan cara serupa . Keunikan invers menyelesaikan bukti.
Urutannya terbalik karena untuk membatalkan " lalu ", kita harus membatalkan lebih dahulu.
Invers fungsi dan pracitra: dua objek berbeda
Pada 5.3, didefinisikan untuk setiap fungsi dan setiap . Hasilnya adalah sebuah himpunan bagian . Sebaliknya, adalah sebuah fungsi, dan hanya ada bila bijektif. Kurung siku pada dan kurung biasa pada menandai perbedaan jenis objek ini.
Contohnya, untuk , , pracitra terdefinisi dengan baik. Namun tidak ada fungsi , sehingga lambang "" tidak bermakna.
Proposisi 5.4.18. Jika bijektif, maka untuk setiap ,
dengan ruas kiri pracitra di bawah dan ruas kanan image di bawah fungsi . Khususnya, untuk .
Bukti. Tulis . Kedua ruas adalah himpunan bagian .
Jika dan , maka dan , sehingga .
Sebaliknya, jika , ada dengan . Maka , sehingga .
Bentuk singleton mengikuti dengan , karena .
Jadi untuk bijeksi, kedua cara membaca memberi himpunan yang sama. Namun himpunan itu diperoleh dari dua konstruksi berbeda, dan hanya konstruksi pracitra yang tersedia untuk fungsi umum.
Batas klaim: invers satu sisi
Lemma 5.4.14 menunjukkan bahwa invers kiri memaksa injektivitas dan invers kanan memaksa surjektivitas. Kebalikannya tidak dinyatakan di sini secara umum, karena dua alasan.
- Invers kiri dapat gagal ada karena kasus kosong. Fungsi injektif, tetapi tidak mempunyai invers kiri. Invers kiri harus berupa fungsi , dan menurut 5.1 fungsi semacam itu tidak ada. Jadi klaim tanpa syarat "setiap injeksi mempunyai invers kiri" salah.
- Invers kanan untuk surjeksi umum memerlukan prinsip pilihan. Untuk membuat dengan , kita perlu menetapkan serentak satu praimaj bagi setiap . Jika praimajnya tidak tunggal dan tidak ada aturan yang menentukannya, pemilihan serentak ini tidak dijamin oleh aksioma yang dipakai sejauh ini. Karena itu klaim "setiap surjeksi mempunyai invers kanan" tidak dibuktikan dan tidak dipakai dalam bab ini. Untuk surjeksi tertentu, invers kanan tetap dapat ditulis secara eksplisit. Misalnya untuk surjeksi pada Contoh 5.4.3, fungsi dengan dan adalah invers kanan, karena dan ; aturannya ditentukan sendiri, tanpa pilihan.
Yang kita perlukan hanyalah invers dua sisi, dan untuk itu Teorema 5.4.15 dan Proposisi 5.4.16 sudah lengkap tanpa pilihan.
Contoh sulit: fungsi rasional dan inversnya
Contoh 5.4.19. Misalkan , , dan
Kita membuktikan bahwa tipe ini sah, bahwa bijektif, dan bahwa inversnya adalah . Di setiap langkah, penyebut diperiksa tidak nol sebelum pembagian dilakukan.
Langkah 1: terdefinisi dan nilainya berada di . Untuk , berlaku , jadi , dan adalah bilangan real yang tunggal. Untuk memastikan bahwa nilainya tidak keluar dari kodomain, hitung
Andaikan . Mengalikan kedua ruas dengan memberi , suatu kontradiksi. Jadi , yaitu dan .
Dengan demikian, aturan menjamin tepat satu untuk setiap , dan grafik
memenuhi totalitas dan ketunggalan sesuai 5.1. Titik tidak termasuk domain. Kita tidak memberi nilai apa pun di sana, termasuk "".
Langkah 2: injektif. Ambil dengan . Karena dan , hasil kali tidak nol. Mengalikan kedua ruas persamaan dengan bilangan ini menghasilkan persamaan yang setara:
Uraikan kedua ruas:
Kurangkan dari kedua ruas, lalu pindahkan suku sejenis:
Karena , diperoleh . Kita mengolah persamaan, bukan ketaksamaan, sehingga tanda tidak berpengaruh. Yang diperlukan hanyalah bahwa bilangan itu tidak nol.
Langkah 3: calon praimaj (analisis). Ambil , jadi . Andaikan ada dengan . Karena , perkalian dengan memberi
Karena , pembagian sah dan
Langkah ini hanya menunjukkan bahwa jika suatu praimaj ada, maka praimaj itu harus sama dengan bilangan tersebut. Langkah ini belum membuktikan bahwa bilangan tersebut berada di , juga belum membuktikan bahwa memetakannya ke . Surjektivitas belum terbukti.
Langkah 4: verifikasi calon (sintesis). Untuk , definisikan . Bilangan ini terdefinisi karena .
Calon berada di domain.
Seperti pada Langkah 1, , karena jika sama dengan nol, perkalian dengan memberi . Jadi dan . Khususnya, penyebut pada tidak nol.
Substitusi memberi .
sehingga
Setiap pembagian di sini sah, karena , , dan . Jadi setiap mempunyai praimaj di , dan surjektif. Bersama Langkah 2, bijektif.
Langkah 5: invers dengan tipe yang benar. Definisikan
Langkah 4 menunjukkan bahwa terdefinisi dan untuk setiap . Jadi aturan ini menjamin tepat satu nilai di untuk setiap , sehingga, sesuai aturan grafik 5.1, dengan dipisahkan dari adalah fungsi bertipe . Langkah 4 juga menunjukkan untuk setiap , yaitu .
Untuk identitas lainnya, ambil dan tulis . Langkah 1 memberi . Selanjutnya
sehingga
Pembagian sah karena , , dan . Jadi .
Kedua identitas telah dibuktikan pada domainnya masing-masing, sehingga . Menurut Proposisi 5.4.16, sama dengan fungsi grafik balik yang dihasilkan Teorema 5.4.15.
Langkah 6: hitungan kontrol. Karena dan , keduanya anggota , dengan penyebut dan . Maka
Keduanya anggota karena berbeda dari . Penyebut pada adalah dan . Maka
Kedua pasangan hitungan konsisten dengan dan . Menurut Langkah 1, nilai tidak pernah dicapai oleh .
Perbandingan: kodomain . Misalkan memiliki grafik yang sama dengan . Penggantian kodomain ini sah karena .
- tetap injektif. Langkah 2 sama sekali tidak menyebut kodomain.
- tidak surjektif. Menurut Langkah 1, tidak ada dengan , jadi .
- Karena itu tidak bijektif, dan menurut Teorema 5.4.15 tidak mempunyai invers . Rumus tidak terdefinisi di , sehingga rumus itu tidak memberi fungsi berdomain . Kita tidak menulis "".
Jadi dan adalah dua fungsi berbeda dengan grafik yang sama. Perbedaannya hanya pada data kodomain, tetapi justru data inilah yang menentukan keberadaan invers.
Latihan
Latihan 1 (klasifikasi tabel). Anggap saling berbeda dan saling berbeda. Klasifikasikan fungsi berikut dan beri alasan untuk setiap jawaban "ya" maupun "tidak": (a) , grafik ; (b) , grafik ; (c) , grafik . Untuk fungsi yang bijektif, tuliskan grafik inversnya.
Strategi. Untuk injektivitas, periksa setiap pasangan input berbeda. Untuk surjektivitas, periksa setiap anggota kodomain.
Pembahasan. (a) Ketiga nilai saling berbeda, jadi setiap pasangan input berbeda menghasilkan output berbeda; injektif. Setiap anggota kodomain muncul sebagai nilai; surjektif. Jadi bijektif. Grafik balik memberi . (b) dengan , jadi tidak injektif. Tidak ada input bernilai , jadi tidak surjektif. (c) , dan adalah satu-satunya pasangan input berbeda, jadi injektif. Nilai tidak dicapai, jadi tidak surjektif. Fungsi ini tidak bijektif dan tidak mempunyai invers dua sisi (Teorema 5.4.15).
Latihan 2 (perubahan kodomain). Misalkan , . Tunjukkan bahwa injektif tetapi tidak surjektif. Kemudian tunjukkan bahwa dengan grafik yang sama bersifat bijektif, dan tentukan inversnya. Fakta aritmetika boleh dipinjam.
Pembahasan. Jika , maka (pembatalan penjumlahan, fakta pinjaman); injektif. Untuk setiap , berlaku , karena (fakta pinjaman). Jadi tidak dicapai dan tidak surjektif.
Penggantian kodomain ke sah karena menurut alasan yang sama. Untuk , berlaku , sehingga (fakta pinjaman) dan . Jadi surjektif, dan injektivitasnya diwarisi dari perhitungan di atas.
Inversnya , . Untuk memeriksanya: untuk , dan untuk . Perhatikan bahwa rumus tidak memberi fungsi berdomain ke , karena .
Latihan 3 (kasus kosong). (a) Klasifikasikan fungsi dan . (b) Mengapa tidak ada fungsi yang perlu diklasifikasikan? (c) Tunjukkan bahwa injektif tetapi tidak mempunyai invers kiri.
Pembahasan. (a) Menurut Proposisi 5.4.6, bijektif, sedangkan injektif tetapi tidak surjektif, karena memerlukan praimaj di . (b) Totalitas menuntut nilai di kodomain kosong untuk input ; menurut 5.1 fungsi semacam itu tidak ada. (c) Invers kiri harus bertipe , dan menurut (b) tidak ada fungsi bertipe ini. Contoh ini membantah klaim tanpa syarat "setiap injeksi mempunyai invers kiri".
Latihan 4 (komposisi bertipe). (a) Untuk , dan , hitung dan , lalu tunjukkan bahwa keduanya berbeda. (b) Misalkan dan . Apakah terdefinisi?
Pembahasan. (a) dan . Keduanya bertipe , tetapi . Menurut kriteria kesamaan fungsi bertipe, keduanya berbeda. (b) Tidak terdefinisi menurut Proposisi–Definisi 5.4.7, karena kodomain , yaitu , tidak sama dengan domain , yaitu . Bila , kita dapat terlebih dahulu mengganti kodomain secara eksplisit (5.2) lalu menyusun komposisinya. Bila mengambil nilai , langkah ini mustahil, karena tidak bermakna.
Latihan 5 (keunikan invers). Misalkan mempunyai invers kiri dan invers kanan . Buktikan bahwa bijektif dan . Mengapa kesimpulan ini tidak memerlukan prinsip pilihan?
Pembahasan. Lemma 5.4.14 memberi injektivitas (dari ) dan surjektivitas (dari ), sehingga bijektif. Proposisi 5.4.16 memberi . Akibatnya memenuhi kedua identitas, sehingga adalah invers dua sisi, dan menurut keunikan . Tidak ada fungsi yang perlu dibentuk dengan memilih praimaj, karena dan sudah diberikan sebagai hipotesis. Bukti hanya memakai asosiativitas dan hukum identitas.
Latihan 6 (audit calon invers yang gagal domain). Misalkan dan , . (a) Mengapa tipe ini sah? (b) Tunjukkan bahwa injektif tetapi tidak surjektif, dengan menunjuk anggota kodomain yang tidak dicapai. (c) Mengapa rumus tidak memberi invers?
Pembahasan. (a) Untuk berlaku , sehingga Langkah 1 Contoh 5.4.19 berlaku tanpa perubahan dan . (b) Langkah 2 berlaku untuk , sehingga injektif. Untuk , penyebut , dan Langkah 3 menunjukkan bahwa setiap praimaj harus memenuhi . Padahal . Jadi tidak mempunyai praimaj, dan tidak surjektif. Di sini Langkah 3 (analisis) dipakai sebagai syarat perlu, sedangkan Langkah 4 (sintesis) gagal pada pemeriksaan "calon berada di domain". (c) , sehingga tidak bertipe . Menurut Teorema 5.4.15, invers memang tidak ada. Kesimpulannya, menyelesaikan persamaan secara formal belum cukup; keanggotaan calon pada domain selalu harus diperiksa.
Latihan 7 (versi rasional). Buktikan bahwa rumus yang sama memberi bijeksi , dengan invers .
Pembahasan. Fakta yang dipinjam: tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian oleh bilangan tak nol. Untuk , , penyebut tidak nol, sehingga nilai rasional, dan menurut Langkah 1 tidak sama dengan ; jadi tipe sah. Injektivitas diwarisi dari Langkah 2. Untuk , , penyebut tidak nol, sehingga calon rasional menurut sifat ketertutupan. Langkah 4 menunjukkan dan , karena semua perhitungannya adalah identitas lapangan yang juga berlaku di . Kedua identitas invers dari Langkah 5 berlaku dengan alasan yang sama.
Kesimpulan ini tidak berlaku otomatis untuk domain sembarang. Misalnya, untuk domain dengan kodomain , tipe itu sendiri sudah gagal: .
Latihan 8 (pelestarian irisan dan bijektivitas; lanjutan 5.3). Buktikan bahwa bijektif jika dan hanya jika untuk setiap himpunan indeks (termasuk ) dan setiap keluarga himpunan bagian berlaku
Di sini irisan keluarga kosong bernilai semesta yang tertulis, yaitu di sisi domain dan di sisi kodomain.
Strategi. Untuk menyimpulkan bijektivitas dari pelestarian irisan, cukup uji keluarga kosong dan keluarga dua singleton. Ini menerapkan Teorema 5.3.14 dengan istilah bijektif yang kini sudah didefinisikan.
Pembahasan. () Surjektif. Ambil . Ruas kiri , ruas kanan ; kesamaan memberi . Injektif. Ambil dengan , lalu gunakan dengan dan . Ruas kanan adalah , yang memuat . Maka ruas kiri memuat . Akibatnya tidak kosong, karena image himpunan kosong adalah kosong. Jadi ada dengan dan , sehingga . () Untuk tak kosong, kesamaan berlaku karena injektif, menurut Teorema 5.3.12 tentang image irisan di bawah kondisi " mengakibatkan ". Untuk , kesamaan berarti , yang berlaku karena surjektif. Semesta yang dipakai adalah untuk irisan di domain dan untuk irisan di kodomain, sesuai konvensi Bab 3.
Penutup: dari fungsi ke metode bukti
Bab ini membangun fungsi dari grafik, membedakan kodomain dari range, menghitung image dan pracitra, lalu menentukan kapan fungsi dapat dibalik. Dalam proses itu kita berulang kali memakai sejumlah pola argumen yang sama.
- Pernyataan universal dibuktikan dengan mengambil anggota sebarang, misalnya "ambil dengan ".
- Keberadaan dibuktikan dengan menyusun calon, lalu memverifikasinya secara terpisah. Contoh 5.4.19 memisahkan analisis (Langkah 3) dari sintesis (Langkah 4).
- Ketunggalan dibuktikan dengan mengandaikan dua objek yang memenuhi syarat, lalu menunjukkan keduanya sama, seperti pada keunikan invers.
- Pernyataan universal dibantah dengan satu kontracontoh konkret, seperti pada Contoh 5.4.12 untuk pembatalan.
- Kasus dipisahkan antara himpunan kosong dan tak kosong.
- Sebuah sifat dibuktikan lewat kontradiksi, misalnya .
Sejauh ini pola-pola tersebut dipakai tanpa dinamai secara sistematis. Bab 6 menjadikan pola-pola ini sebagai objek kajian: bentuk logis apa yang dibenarkan oleh tiap metode, kapan kontrapositif atau kontradiksi lebih tepat, dan bagaimana menulis bukti yang setiap langkahnya dapat diperiksa. Fungsi, image, pracitra, dan invers dari bab ini akan menjadi bahan contoh di sana.
Catatan bacaan. Pembahasan invers serta image dan preimage yang sejalan dengan unit ini terdapat pada Richard Hammack, Book of Proof, bagian 12.5–12.6 [R5-1]. Konvensi fungsi bertipe, irisan kosong relatif semesta, dan seluruh bukti serta perhitungan di atas disusun sendiri untuk buku ini, dan tidak dinisbahkan kepada sumber tersebut.
Rujukan Bab 5
[R5-1] Richard Hammack. Book of Proof, bagian 12.5–12.6, tentang invers serta citra dan pracitra. https://richardhammack.github.io/BookOfProof/Main.pdf
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 6.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 4.