# Bab 8: Konstruksi dan Klasifikasi Sistem Bilangan Bab ini menjelaskan struktur Peano dan membangun bilangan bulat serta rasional melalui kelas ekuivalensi. Keberadaan struktur bilangan asli dan hukum yang belum diturunkan dinyatakan sebagai prasyarat; setiap operasi baru diperiksa agar tidak bergantung pada wakil. Setelah itu, bilangan rasional ditempatkan dalam bilangan real melalui embedding yang diasumsikan. Kerapatan memakai sifat Archimedes, sedangkan keberadaan akar positif dua dipinjam dari kelengkapan. Bukti bahwa tidak ada rasional berkuadrat dua berdiri sendiri dari kedua pinjaman analisis tersebut. Definisi, bukti, contoh, dan latihan dengan pembahasan lengkap menjaga perbedaan antara hasil yang diperoleh dan landasan yang masih diasumsikan. ## 8.1 Himpunan Bilangan Asli $\mathbb{N}$ dan Aksioma Peano ### Motivasi Kita telah menulis $\mathbb{N}=\{0,1,2,\dots\}$ dan memakai bilangan asli tanpa ragu. Bab 7 juga bekerja dengan prinsip induksi, prinsip urutan baik, dan teorema rekursi untuk himpunan ini. Namun tulisan $\{0,1,2,\dots\}$ memuat elipsis, dan tiga titik itu tidak menyatakan apa yang terjadi "seterusnya". Tulisan itu tidak menjelaskan mengapa barisan tersebut tidak berputar kembali ke $0$, tidak bercabang, dan tidak memuat unsur "liar" yang tidak pernah dicapai dari $0$. Unit ini memusatkan perhatian pada struktur di balik tulisan tersebut. Strukturnya terdiri atas satu unsur awal $0$ dan satu operasi "langkah berikutnya" $S$. Lima sifat sederhana, yaitu aksioma Peano, menangkap sifat-sifat yang kita harapkan dari $\mathbb{N}$. Dari kelima sifat itu, bersama teorema rekursi, kita akan memperoleh tiga hal: 1. akibat-akibat dasar, misalnya setiap bilangan tak nol mempunyai tepat satu pendahulu; 2. jawaban atas pertanyaan "apakah $\mathbb{N}$ tunggal?", yaitu tunggal **sampai isomorfisme**; 3. definisi penjumlahan dan perkalian melalui rekursi, beserta bukti hukum-hukum penjumlahan. Hasil-hasil ini menjadi landasan bagi konstruksi $\mathbb{Z}$ dan $\mathbb{Q}$ pada unit-unit berikutnya. ### Status fondasional unit ini Sebelum memberi definisi, kita perlu menegaskan apa yang diasumsikan dan apa yang dibuktikan. Unit ini **tidak** membangun $\mathbb{N}$ dari ketiadaan. Unit ini juga tidak menurunkan seluruh aritmetika dari aksioma Peano tanpa prasyarat. - **$\mathbb{N}$ kerja.** Bab 7 bekerja dengan sebuah himpunan $\mathbb{N}$ yang memuat $0$, beserta penjumlahan $+$, perkalian $\cdot$, dan urutan $\le$. Sifat-sifat dasarnya dipakai sebagai prasyarat. Himpunan ini kita sebut *$\mathbb{N}$ kerja*, dan operasinya kita sebut *operasi kerja*. Di unit ini kita menetapkan $S(n)=n+1$ pada $\mathbb{N}$ kerja. - **Keberadaan diasumsikan.** Keberadaan struktur $(\mathbb{N},0,S)$ yang memenuhi aksioma Peano diterima sebagai prasyarat. Membangun himpunan semacam itu di dalam teori himpunan memerlukan landasan tambahan, khususnya aksioma ketakhinggaan, beserta suatu konstruksi eksplisit. Unit ini tidak melakukan konstruksi tersebut. - **Teorema rekursi dipinjam.** Bukti teorema rekursi di Unit 7.4 memakai fakta urutan dan aritmetika $\mathbb{N}$ kerja yang dipinjam. Ketika memakainya di sini, kita mewarisi prasyarat tersebut. - **Operasi baru dibandingkan, bukan disusupkan.** Penjumlahan dan perkalian akan didefinisikan ulang melalui rekursi dengan lambang baru $\oplus$ dan $\odot$. Hukum-hukum $\oplus$ akan dibuktikan **hanya** dari aksioma Peano, rekursi, dan persamaan definisional. Operasi kerja tidak dipakai dalam bukti-bukti itu. Setelahnya, Proposisi 8.1.24 memeriksa bahwa operasi kerja memenuhi nilai dasar dan persamaan langkah yang sama, sehingga ketunggalan rekursi memberi $\oplus=+$ dan $\odot=\cdot$. Dalam pembuktian hukum operasi baru, operasi kerja tidak dipakai; perbandingan eksplisit kedua operasi dilakukan pada Proposisi 8.1.24. Keberadaan solusi rekursi tetap mewarisi prasyarat aritmetika kerja dari Bab 7, seperti dijelaskan di atas. Dengan demikian, unit ini menyajikan **fondasi relatif**. Unit ini menunjukkan bahwa struktur $(\mathbb{N},0,S)$ beserta teorema rekursi sudah menentukan penjumlahan dan perkalian secara tunggal, dan bahwa hukum penjumlahan mengikuti dari aksioma Peano. Unit ini tidak mendeduksi semuanya dari nol. Sepanjang unit ini, setiap pernyataan diberi salah satu dari tiga status: **definisi**, **dibuktikan**, atau **prasyarat dipinjam**. ### Aksioma Peano **Definisi 8.1.1 (Struktur Peano).** *Struktur Peano* adalah tripel $(M,e,T)$ yang terdiri atas sebuah himpunan $M$ dan dua objek $e$ dan $T$, yang memenuhi kelima syarat berikut. - **(P1)** $e\in M$. - **(P2)** $T:M\to M$ adalah fungsi. - **(P3)** $e\notin T[M]$, artinya tidak ada $m\in M$ dengan $T(m)=e$. - **(P4)** $T$ injektif: untuk semua $m,m'\in M$, jika $T(m)=T(m')$, maka $m=m'$. - **(P5) Induksi untuk semua subhimpunan.** Untuk setiap $B\subseteq M$, jika $e\in B$ dan $T(m)\in B$ untuk setiap $m\in B$, maka $B=M$. Unsur $e$ disebut *unsur awal*, dan $T(m)$ disebut *penerus* $m$. Untuk $\mathbb{N}$ kita menulis $(\mathbb{N},0,S)$. Tulisan $\mathbb{N}=\{0,1,2,\dots\}$ selanjutnya hanya menjadi **notasi informal** bagi struktur ini. Tulisan itu bukan definisi. **Prasyarat 8.1.2 ($\mathbb{N}$ kerja adalah struktur Peano).** *[Prasyarat dipinjam.]* Dengan $S(n)=n+1$, tripel $(\mathbb{N},0,S)$ memenuhi (P1)–(P5). Sumber masing-masing syarat adalah sebagai berikut. (P1) dan (P2) berasal dari sifat $\mathbb{N}$ kerja. (P3) menyatakan $n+1\ne 0$, dan (P4) menyatakan bahwa $n+1=m+1$ mengakibatkan $n=m$; keduanya fakta aritmetika kerja yang dipinjam. (P5) adalah prinsip induksi yang dipakai di Bab 7, dengan status yang sama seperti di bab tersebut. **Catatan 8.1.3 (Induksi semua subhimpunan versus skema orde pertama).** Syarat (P5) mengkuantifikasi **semua** subhimpunan $B\subseteq M$, yaitu semua unsur himpunan kuasa $\mathcal{P}(M)$. Karena itu (P5) adalah **satu** pernyataan. Perumusan yang mengkuantifikasi subhimpunan seperti ini lazim disebut perumusan induksi *orde kedua*. Ada perumusan lain yang lazim dalam logika, yaitu **skema induksi orde pertama**. Pertama dipilih sebuah bahasa orde pertama, misalnya dengan lambang $0$ dan $S$, dan mungkin juga $+$ dan $\cdot$. Kemudian, untuk **setiap formula** $\varphi(x,\bar y)$ dalam bahasa itu, diambil satu aksioma: $$ \forall \bar y\,\Big[\big(\varphi(0,\bar y)\wedge\forall x\,(\varphi(x,\bar y)\to\varphi(S(x),\bar y))\big)\to\forall x\,\varphi(x,\bar y)\Big]. $$ Skema ini adalah kumpulan aksioma, satu untuk tiap formula. Setiap aksiomanya hanya menjamin induksi bagi subhimpunan yang **dapat didefinisikan** oleh formula bahasa yang dipilih. Jadi skema ini membatasi himpunan yang boleh dipakai dalam induksi, sedangkan (P5) tidak. Kedua perumusan tersebut **tidak sinonim**. Bukti-bukti di unit ini, khususnya Teorema 8.1.11, menerapkan (P5) pada himpunan yang didefinisikan melalui fungsi $u$ atau melalui struktur lain $M$. Objek-objek itu bukan lambang bahasa orde pertama yang dipilih. Oleh sebab itu, klaim keunikan di bawah berlaku untuk struktur yang memenuhi (P5). Buku ini **tidak** menarik kesimpulan apa pun tentang keunikan struktur yang hanya memenuhi skema orde pertama. ### Akibat langsung aksioma **Proposisi 8.1.4 (Pendahulu tunggal).** *[Dibuktikan.]* Untuk setiap $n\in\mathbb{N}$ dengan $n\ne 0$, terdapat tepat satu $m\in\mathbb{N}$ yang memenuhi $S(m)=n$. Selain itu, $0$ tidak mempunyai pendahulu. *Strategi.* Keberadaan pendahulu dibuktikan dengan menerapkan (P5) pada himpunan yang memuat $0$ dan semua penerus. Ketunggalannya diperoleh dari injektivitas. *Bukti.* Bagian kedua tepat sama dengan (P3). *Keberadaan.* Misalkan $A=\{0\}\cup S[\mathbb{N}]\subseteq\mathbb{N}$. Menurut definisi $A$, $0\in A$. Jika $n\in A$, maka $S(n)\in S[\mathbb{N}]\subseteq A$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. Jadi setiap $n\ne 0$ berada dalam $S[\mathbb{N}]$, sehingga ada $m$ dengan $S(m)=n$. *Ketunggalan.* Jika $S(m)=n=S(m')$, maka $m=m'$ menurut (P4). $\blacksquare$ *[Definisi.]* Unsur tunggal tersebut disebut *pendahulu* $n$. Perhatikan bahwa pendahulu didefinisikan **setelah** keberadaan dan ketunggalannya terbukti, tanpa memakai pengurangan. **Definisi 8.1.5.** $1=S(0)$, $2=S(1)$, $3=S(2)$, $4=S(3)$, $5=S(4)$, dan $6=S(5)$. Ketiga bilangan pertama saling berbeda: - $1\ne 0$ dan $2\ne 0$ menurut (P3), karena $1,2\in S[\mathbb{N}]$. - $2\ne 1$, sebab $S(1)=S(0)$ akan memberi $1=0$ menurut (P4), dan hal itu bertentangan dengan butir sebelumnya. **Proposisi 8.1.6 ($S$ tidak mempunyai titik tetap).** *[Dibuktikan.]* Untuk setiap $n\in\mathbb{N}$, berlaku $S(n)\ne n$. *Bukti.* Misalkan $A=\{n\in\mathbb{N}: S(n)\ne n\}$. - *Dasar.* $S(0)\ne 0$ menurut (P3). Jadi $0\in A$. - *Langkah.* Misalkan $n\in A$. Andaikan $S(S(n))=S(n)$. Menurut (P4), $S(n)=n$, dan hal ini bertentangan dengan $n\in A$. Jadi $S(n)\in A$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. $\blacksquare$ Aksioma tidak menyediakan "unsur terakhir". Menurut (P2), setiap $n$ mempunyai penerus $S(n)\in\mathbb{N}$, dan menurut proposisi di atas, penerus itu berbeda dari $n$. Lebih jauh, $S:\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ injektif tetapi tidak surjektif, karena $0\notin S[\mathbb{N}]$. **Contoh 8.1.7 (Struktur yang gagal memenuhi aksioma).** Pada setiap contoh berikut, huruf $a,b,c$ menyatakan objek yang saling berbeda. 1. **Hanya (P3) yang gagal.** Ambil $M=\{a\}$, $e=a$, dan $T(a)=a$. - (P1), (P2), dan (P4) berlaku. - (P5) berlaku, karena setiap $B\subseteq M$ yang memuat $a$ sama dengan $M$. - (P3) gagal, karena $T(a)=e$. 2. **Hanya (P4) yang gagal.** Ambil $M=\{a,b\}$, $e=a$, $T(a)=b$, dan $T(b)=b$. - (P1) dan (P2) berlaku: $a\in M$, dan $T$ terdefinisi pada $a$ dan $b$ dengan nilai di $M$. - (P3) berlaku, karena $T[M]=\{b\}\not\ni a$. - (P5) berlaku: jika $a\in B$ dan $B$ tertutup, maka $b=T(a)\in B$, sehingga $B=M$. - (P4) gagal, karena $T(a)=T(b)$ padahal $a\ne b$. 3. **Hanya (P5) yang gagal.** Ambil $M=\mathbb{N}\times\{0,1\}$, $e=(0,0)$, dan $T(n,i)=(S(n),i)$. - (P1) dan (P2) berlaku: $(0,0)\in M$, dan $(S(n),i)\in M$ untuk setiap $(n,i)\in M$. - (P3) berlaku: $(S(n),i)=(0,0)$ akan memberi $S(n)=0$. - (P4) berlaku: $(S(n),i)=(S(m),j)$ memberi $S(n)=S(m)$ dan $i=j$, sehingga $n=m$. - (P5) gagal. Himpunan $B=\mathbb{N}\times\{0\}$ memuat $e$ dan tertutup terhadap $T$. Namun $(0,1)\notin B$, karena $1\ne 0$. Struktur ini memuat "salinan kedua" yang tidak pernah dicapai dari $e$. 4. **Pemotongan berhingga gagal memenuhi (P2).** Ambil $M=\{a,b,c\}$, $e=a$, $T(a)=b$, dan $T(b)=c$, tanpa nilai untuk $c$. Maka $T$ bukan fungsi $M\to M$. Setiap pilihan nilai $T(c)\in M$ merusak syarat lain: - $T(c)=a$ melanggar (P3); - $T(c)=b=T(a)$ melanggar (P4); - $T(c)=c=T(b)$ juga melanggar (P4). ### Rekursi dan keunikan sampai isomorfisme **Prasyarat 8.1.8 (Teorema rekursi, bagian keberadaan).** *[Prasyarat dipinjam dari Teorema 7.4.1.]* Misalkan $X$ sebuah himpunan, $x_0\in X$, dan $g:X\to X$ sebuah fungsi. Maka terdapat fungsi $r:\mathbb{N}\to X$ yang memenuhi $$ r(0)=x_0 \quad\text{dan}\quad r(S(n))=g(r(n)) \quad \text{untuk semua } n\in\mathbb{N}. $$ Bukti di Unit 7.4 memakai fakta urutan dan aritmetika $\mathbb{N}$ kerja yang dipinjam. Bentuk di sini adalah kasus khusus Teorema 7.4.1 dengan fungsi langkah $F(n,x)=g(x)$ dan $S(n)=n+1$. Ketunggalan $r$ kita buktikan sendiri pada lema berikut. **Lema 8.1.9 (Ketunggalan solusi rekursi).** *[Dibuktikan.]* Misalkan $X$, $x_0$, dan $g$ seperti pada Prasyarat 8.1.8. Jika $r,r':\mathbb{N}\to X$ keduanya memenuhi $r(0)=r'(0)=x_0$, $r(S(n))=g(r(n))$, dan $r'(S(n))=g(r'(n))$ untuk semua $n$, maka $r=r'$. *Bukti.* Misalkan $A=\{n\in\mathbb{N}: r(n)=r'(n)\}$. - *Dasar.* $r(0)=x_0=r'(0)$, sehingga $0\in A$. - *Langkah.* Jika $n\in A$, maka $$ r(S(n))=g(r(n))=g(r'(n))=r'(S(n)), $$ sehingga $S(n)\in A$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. $\blacksquare$ **Definisi 8.1.10 (Homomorfisme dan isomorfisme).** Misalkan $(M_1,e_1,T_1)$ dan $(M_2,e_2,T_2)$ tripel dengan $M_i$ himpunan, $e_i\in M_i$, dan $T_i:M_i\to M_i$. - Fungsi $f:M_1\to M_2$ disebut *homomorfisme* jika $f(e_1)=e_2$ dan $f(T_1(m))=T_2(f(m))$ untuk semua $m\in M_1$. - Homomorfisme yang bijektif disebut *isomorfisme*. Jadi isomorfisme adalah bijeksi yang mempertahankan unsur awal dan penerus. Kasus terpenting di bawah adalah $(M_1,e_1,T_1)=(\mathbb{N},0,S)$: fungsi $f:\mathbb{N}\to M$ adalah homomorfisme jika $f(0)=e$ dan $f(S(n))=T(f(n))$ untuk semua $n\in\mathbb{N}$. **Teorema 8.1.11 (Setiap struktur Peano isomorfik dengan $\mathbb{N}$).** *[Dibuktikan, relatif terhadap Prasyarat 8.1.2 dan 8.1.8.]* Misalkan $(M,e,T)$ sebuah struktur Peano. Maka: - **(a)** terdapat tepat satu homomorfisme $u:\mathbb{N}\to M$; - **(b)** $u$ surjektif; - **(c)** $u$ injektif; - **(d)** invers $u^{-1}:M\to\mathbb{N}$ adalah homomorfisme dari $(M,e,T)$ ke $(\mathbb{N},0,S)$, yaitu $u^{-1}(e)=0$ dan $u^{-1}(T(m))=S(u^{-1}(m))$. Akibatnya, $u$ adalah **satu-satunya** isomorfisme dari $(\mathbb{N},0,S)$ ke $(M,e,T)$. *Strategi.* Rekursi dilakukan **hanya pada $\mathbb{N}$** sebagai domain. Surjektivitas memakai (P5) pada $M$. Injektivitas memakai induksi pada $\mathbb{N}$ dengan pernyataan yang diperkuat "untuk setiap $m$". Kita tidak mengandaikan sejak awal bahwa kedua struktur isomorfik. *Bukti.* **(a)** Karena $M$ himpunan, $e\in M$, dan $T:M\to M$ fungsi, Prasyarat 8.1.8 dengan $X=M$, $x_0=e$, dan $g=T$ memberi fungsi $u:\mathbb{N}\to M$ dengan $u(0)=e$ dan $u(S(n))=T(u(n))$. Jadi $u$ homomorfisme. Jika $u'$ juga homomorfisme, maka $u$ dan $u'$ adalah dua solusi rekursi yang sama, sehingga $u=u'$ menurut Lema 8.1.9. **(b)** Misalkan $B=u[\mathbb{N}]\subseteq M$. Kita periksa kedua hipotesis (P5) pada $M$. - $e=u(0)\in B$. - Jika $m\in B$, tulis $m=u(n)$. Maka $T(m)=T(u(n))=u(S(n))\in B$. Karena $(M,e,T)$ memenuhi (P5), kita peroleh $B=M$. **(c)** Misalkan $$ A=\{\,n\in\mathbb{N} : \text{untuk setiap } m\in\mathbb{N},\ u(n)=u(m) \Rightarrow n=m\,\}. $$ *Dasar: $0\in A$.* Ambil $m$ dengan $u(0)=u(m)$. Andaikan $m\ne 0$. Menurut Proposisi 8.1.4, $m=S(k)$ untuk suatu $k$. Maka $e=u(0)=u(S(k))=T(u(k))\in T[M]$, dan hal ini bertentangan dengan (P3) pada $M$. Jadi $m=0$. *Langkah.* Misalkan $n\in A$, dan ambil $m$ dengan $u(S(n))=u(m)$. - Jika $m=0$, maka $T(u(n))=u(S(n))=u(0)=e$. Ini bertentangan dengan (P3) pada $M$. Jadi kasus ini tidak mungkin. - Jika $m\ne 0$, tulis $m=S(k)$ menurut Proposisi 8.1.4. Maka $T(u(n))=T(u(k))$, sehingga $u(n)=u(k)$ menurut (P4) pada $M$. Karena $n\in A$, kita peroleh $n=k$. Jadi $S(n)=S(k)=m$. Dengan demikian $S(n)\in A$. Menurut (P5) pada $\mathbb{N}$, $A=\mathbb{N}$, sehingga $u$ injektif. **(d)** Dari (b) dan (c), $u$ bijektif. Karena $u(0)=e$, kita peroleh $u^{-1}(e)=0$. Untuk $m\in M$, misalkan $n=u^{-1}(m)$. Maka $u(S(n))=T(u(n))=T(m)$, sehingga $u^{-1}(T(m))=S(n)=S(u^{-1}(m))$. Terakhir, setiap isomorfisme adalah homomorfisme. Menurut (a), setiap isomorfisme $\mathbb{N}\to M$ sama dengan $u$. $\blacksquare$ Bagian (a) tidak memakai (P3)–(P5) pada $M$. Untuk **sebarang** himpunan $M$ dengan $e\in M$ dan $T:M\to M$, tetap ada tepat satu homomorfisme $\mathbb{N}\to M$. Aksioma pada $M$ baru diperlukan untuk menjamin bijektivitas. **Akibat 8.1.12 (Dua struktur Peano sebarang).** *[Dibuktikan, relatif terhadap Prasyarat 8.1.2 dan 8.1.8.]* Misalkan $(M_1,e_1,T_1)$ dan $(M_2,e_2,T_2)$ struktur Peano, dan $u_i:\mathbb{N}\to M_i$ isomorfisme dari Teorema 8.1.11. Maka $h=u_2\circ u_1^{-1}$ adalah isomorfisme $M_1\to M_2$, dan $h$ merupakan satu-satunya homomorfisme $M_1\to M_2$. Khususnya, $h$ satu-satunya isomorfisme $M_1\to M_2$. *Bukti.* $h$ bijektif sebagai komposisi dua bijeksi. Menurut Teorema 8.1.11(d), $$ h(e_1)=u_2(u_1^{-1}(e_1))=u_2(0)=e_2, $$ dan $$ h(T_1(m))=u_2(S(u_1^{-1}(m)))=T_2(u_2(u_1^{-1}(m)))=T_2(h(m)). $$ Jadi $h$ isomorfisme. Untuk ketunggalan, misalkan $h':M_1\to M_2$ homomorfisme. Maka $h'\circ u_1:\mathbb{N}\to M_2$ adalah homomorfisme, karena $$ h'(u_1(0))=h'(e_1)=e_2 \quad\text{dan}\quad h'(u_1(S(n)))=h'(T_1(u_1(n)))=T_2(h'(u_1(n))). $$ Menurut Teorema 8.1.11(a) untuk $M_2$, $h'\circ u_1=u_2$. Karena $u_1$ bijektif, $h'=u_2\circ u_1^{-1}=h$. $\blacksquare$ **Contoh 8.1.13 (Struktur Peano yang bukan $\mathbb{N}$ secara literal).** Misalkan $M=\mathbb{N}\setminus\{0\}$, $e=1$, dan $T(n)=S(n)$ untuk $n\in M$. Kita periksa kelima aksioma. - **(P1)** $1=S(0)\ne 0$, sehingga $1\in M$. - **(P2)** Untuk $n\in M$, berlaku $S(n)\ne 0$ menurut (P3) pada $\mathbb{N}$. Jadi $T:M\to M$. - **(P3)** Jika $S(m)=1=S(0)$, maka $m=0\notin M$. Jadi $1\notin T[M]$. - **(P4)** $T$ adalah pembatasan fungsi injektif $S$, sehingga injektif. - **(P5)** Misalkan $B\subseteq M$ memuat $1$ dan tertutup terhadap $T$. Ambil $C=\{0\}\cup B$. Maka $0\in C$. Selanjutnya, $S(0)=1\in B\subseteq C$, dan untuk $n\in B$ berlaku $S(n)=T(n)\in B\subseteq C$. Menurut (P5) pada $\mathbb{N}$, $C=\mathbb{N}$. Akibatnya $M=\mathbb{N}\setminus\{0\}\subseteq B$, sehingga $B=M$. Ambil $u=S$ dengan kodomain $M$. Fungsi ini terdefinisi sebagai fungsi $\mathbb{N}\to M$, karena $S(n)\ne 0$ menurut (P3), sehingga $u(n)\in M$ untuk semua $n\in\mathbb{N}$. Fungsi ini homomorfisme: $u(0)=S(0)=1=e$ dan $u(S(n))=S(S(n))=T(u(n))$. Menurut Teorema 8.1.11, homomorfisme tunggal ini adalah isomorfisme tunggal $\mathbb{N}\to M$. Struktur ini isomorfik dengan $(\mathbb{N},0,S)$, tetapi himpunannya berbeda: $0\in\mathbb{N}$, sedangkan $0\notin M$. Unsur awalnya pun berbeda, yaitu $1\ne 0$. **Catatan 8.1.14 (Isomorfik tidak berarti sama).** Teorema 8.1.11 dan Akibat 8.1.12 tidak menyatakan bahwa dua struktur Peano mempunyai himpunan yang sama. Keduanya menyatakan bahwa ada tepat satu cara mencocokkan unsur-unsurnya sehingga unsur awal dan operasi penerus terpelihara. Dua "pengkodean" $\mathbb{N}$ yang berbeda di dalam teori himpunan dapat memuat unsur yang berlainan. Namun isomorfisme memindahkan unsur awal ke unsur awal dan penerus ke penerus. Karena itu, setiap konstruksi dalam unit ini yang hanya memakai unsur awal, penerus, dan rekursi dapat dipindahkan lewat isomorfisme. Itulah arti frasa "**sampai isomorfisme**", dan dalam arti inilah kita berbicara tentang "*sang*" himpunan bilangan asli. **Akibat 8.1.15 (Rekursi pada struktur Peano sebarang).** *[Dibuktikan, relatif terhadap Prasyarat 8.1.2 dan 8.1.8.]* Misalkan $(M,e,T)$ struktur Peano, $X$ himpunan, $x_0\in X$, dan $g:X\to X$. Maka ada tepat satu $r_M:M\to X$ dengan $r_M(e)=x_0$ dan $r_M(T(m))=g(r_M(m))$ untuk semua $m\in M$. *Bukti.* *Keberadaan.* Misalkan $r:\mathbb{N}\to X$ fungsi dari Prasyarat 8.1.8, dan $u$ isomorfisme dari Teorema 8.1.11. Definisikan $r_M=r\circ u^{-1}$. Menurut Teorema 8.1.11(d), $$ r_M(e)=r(0)=x_0, $$ dan $$ r_M(T(m))=r(S(u^{-1}(m)))=g(r(u^{-1}(m)))=g(r_M(m)). $$ *Ketunggalan.* Misalkan $r_M$ dan $r'_M$ keduanya memenuhi persamaan itu, dan misalkan $B=\{m\in M: r_M(m)=r'_M(m)\}$. Maka $e\in B$, karena $r_M(e)=x_0=r'_M(e)$. Jika $m\in B$, maka $$ r_M(T(m))=g(r_M(m))=g(r'_M(m))=r'_M(T(m)), $$ sehingga $T(m)\in B$. Menurut (P5) pada $M$, $B=M$. $\blacksquare$ Lema 8.1.16 sampai Proposisi 8.1.23 di bawah hanya memakai (P1)–(P5), keberadaan solusi rekursi (Prasyarat 8.1.8), dan ketunggalannya (Lema 8.1.9). Karena Akibat 8.1.15 memberi keberadaan dan ketunggalan rekursi pada sebarang struktur Peano, definisi dan bukti itu dapat diulang pada struktur Peano mana pun, dengan $e$ dan $T$ menggantikan $0$ dan $S$. Proposisi 8.1.24 membandingkan operasi baru dengan operasi kerja. Di luar rentang bukti 8.1.16–8.1.23, aritmetika kerja sudah muncul secara terbuka dalam definisi $S$ dan prasyarat 8.1.2 serta 8.1.8. ### Penjumlahan dan perkalian melalui rekursi **Lema 8.1.16 (Keberadaan dan ketunggalan penjumlahan).** *[Dibuktikan.]* Terdapat tepat satu fungsi $F:\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ sehingga, untuk setiap $a\in\mathbb{N}$, fungsi $b\mapsto F(a,b)$ memenuhi nilai awal $a$ dan persamaan langkah dengan $g=S$. *Bukti.* *Langkah 1: fungsi satu variabel.* Untuk setiap $a\in\mathbb{N}$, terapkan Prasyarat 8.1.8 dengan kodomain $X=\mathbb{N}$, nilai awal $x_0=a$, dan $g=S$. Kita peroleh fungsi $u_a:\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ dengan $$ u_a(0)=a \quad\text{dan}\quad u_a(S(b))=S(u_a(b)). $$ Menurut Lema 8.1.9, fungsi ini tunggal. *Langkah 2: grafik dua variabel.* Dengan aksioma pemisahan pada $(\mathbb{N}\times\mathbb{N})\times\mathbb{N}$ (Bab 3), bentuk $$ G_\oplus=\Big\{\big((a,b),c\big)\in(\mathbb{N}\times\mathbb{N})\times\mathbb{N} : \text{ada } v\in\mathcal{P}(\mathbb{N}\times\mathbb{N}) \text{ yang merupakan fungsi } \mathbb{N}\to\mathbb{N},\ v(0)=a,\ \forall n\in\mathbb{N}\ v(S(n))=S(v(n)),\ v(b)=c\Big\}. $$ Himpunan kuasa $\mathcal{P}(\mathbb{N}\times\mathbb{N})$ juga berasal dari Bab 3. Di sini fungsi $\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ diidentifikasi dengan grafiknya karena domain dan kodomain telah ditetapkan. Sesuai konvensi Bab 5, data lengkap fungsi ditulis $(\mathbb{N},\mathbb{N},v)$; $v$ dalam himpunan kuasa di atas adalah komponen grafiknya. *Langkah 3: $G_\oplus$ adalah grafik fungsi.* Ambil $(a,b)\in\mathbb{N}\times\mathbb{N}$. - *Ada keluaran.* $\big((a,b),u_a(b)\big)\in G_\oplus$, dengan saksi $v=u_a$. - *Keluaran tunggal.* Misalkan $\big((a,b),c\big)$ dan $\big((a,b),c'\big)$ di $G_\oplus$, dengan saksi $v$ dan $v'$. Keduanya solusi rekursi dengan $x_0=a$ dan $g=S$, sehingga $v=v'$ menurut Lema 8.1.9. Jadi $c=v(b)=v'(b)=c'$. Maka $G_\oplus$ adalah grafik sebuah fungsi $F:\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ dengan $F(a,b)=u_a(b)$. Fungsi ini memenuhi syarat lema. Jika $F'$ juga memenuhinya, maka untuk tiap $a$ fungsi $b\mapsto F'(a,b)$ dan $u_a$ adalah dua solusi rekursi yang sama, sehingga keduanya sama menurut Lema 8.1.9. Jadi $F'=F$. $\blacksquare$ **Definisi 8.1.17 (Penjumlahan).** *[Definisi.]* $a\oplus b$ adalah keluaran tunggal $F(a,b)$ dari Lema 8.1.16, yaitu $a\oplus b=u_a(b)$. Persamaan berikut bersifat **definisional**, artinya langsung berasal dari konstruksi: $$ \text{(J1)}\quad a\oplus 0=a, \qquad\qquad \text{(J2)}\quad a\oplus S(b)=S(a\oplus b). $$ Sifat-sifat lain, termasuk $0\oplus a=a$, **harus dibuktikan**. **Contoh 8.1.18.** Perhitungan $2\oplus 2$ hanya memakai (J1), (J2), dan Definisi 8.1.5: $$ 2\oplus 2=2\oplus S(1)\overset{(J2)}{=}S(2\oplus 1)=S(2\oplus S(0))\overset{(J2)}{=}S(S(2\oplus 0))\overset{(J1)}{=}S(S(2))=S(3)=4. $$ **Proposisi 8.1.19 (Hukum penjumlahan).** *[Dibuktikan dari (P1)–(P5), (J1), dan (J2) saja.]* Untuk semua $a,b,c\in\mathbb{N}$: - **(a)** $0\oplus a=a$; - **(b)** $S(a)\oplus b=S(a\oplus b)$; - **(c)** $a\oplus 1=S(a)$; - **(d)** komutatif: $a\oplus b=b\oplus a$; - **(e)** asosiatif: $(a\oplus b)\oplus c=a\oplus(b\oplus c)$; - **(f)** pembatalan: jika $a\oplus c=b\oplus c$, maka $a=b$; jika $c\oplus a=c\oplus b$, maka $a=b$. *Strategi.* Setiap butir kecuali (c) dibuktikan dengan induksi pada variabel **kanan**, karena (J1) dan (J2) hanya memberi informasi tentang argumen kanan. Variabel lain dibiarkan sebarang tetapi tetap. Artinya, untuk setiap pilihan variabel itu, kita membuktikan bahwa himpunan yang bersangkutan sama dengan $\mathbb{N}$. *Bukti.* **(a)** Misalkan $A=\{a\in\mathbb{N}: 0\oplus a=a\}$. - *Dasar.* $0\oplus 0=0$ menurut (J1). - *Langkah.* Jika $a\in A$, maka $0\oplus S(a)\overset{(J2)}{=}S(0\oplus a)=S(a)$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. **(b)** Tetapkan $a$, dan misalkan $A_a=\{b\in\mathbb{N}: S(a)\oplus b=S(a\oplus b)\}$. - *Dasar.* Menurut (J1) dua kali, $S(a)\oplus 0=S(a)=S(a\oplus 0)$. - *Langkah.* Jika $b\in A_a$, maka $$ S(a)\oplus S(b)\overset{(J2)}{=}S(S(a)\oplus b)=S(S(a\oplus b))\overset{(J2)}{=}S(a\oplus S(b)). $$ Menurut (P5), $A_a=\mathbb{N}$. **(c)** $a\oplus 1=a\oplus S(0)\overset{(J2)}{=}S(a\oplus 0)\overset{(J1)}{=}S(a)$. **(d)** Tetapkan $a$, dan misalkan $A_a=\{b\in\mathbb{N}: a\oplus b=b\oplus a\}$. - *Dasar.* $a\oplus 0\overset{(J1)}{=}a\overset{(a)}{=}0\oplus a$. - *Langkah.* Jika $b\in A_a$, maka $$ a\oplus S(b)\overset{(J2)}{=}S(a\oplus b)=S(b\oplus a)\overset{(b)}{=}S(b)\oplus a. $$ Menurut (P5), $A_a=\mathbb{N}$. **(e)** Tetapkan $a$ dan $b$, dan misalkan $A_{a,b}=\{c\in\mathbb{N}:(a\oplus b)\oplus c=a\oplus(b\oplus c)\}$. - *Dasar.* $(a\oplus b)\oplus 0\overset{(J1)}{=}a\oplus b\overset{(J1)}{=}a\oplus(b\oplus 0)$. - *Langkah.* Jika $c\in A_{a,b}$, maka $$ (a\oplus b)\oplus S(c)\overset{(J2)}{=}S((a\oplus b)\oplus c)=S(a\oplus(b\oplus c))\overset{(J2)}{=}a\oplus S(b\oplus c)\overset{(J2)}{=}a\oplus(b\oplus S(c)). $$ Menurut (P5), $A_{a,b}=\mathbb{N}$. **(f)** Misalkan $A=\{c\in\mathbb{N}: \text{untuk semua } a,b\in\mathbb{N},\ a\oplus c=b\oplus c\Rightarrow a=b\}$. - *Dasar.* Jika $a\oplus 0=b\oplus 0$, maka $a=b$ menurut (J1). - *Langkah.* Misalkan $c\in A$ dan $a\oplus S(c)=b\oplus S(c)$. Menurut (J2), $S(a\oplus c)=S(b\oplus c)$. Menurut (P4), $a\oplus c=b\oplus c$. Karena $c\in A$, kita peroleh $a=b$. Jadi $S(c)\in A$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. Pembatalan kiri mengikuti dari pembatalan kanan dan (d): jika $c\oplus a=c\oplus b$, maka $a\oplus c=b\oplus c$, sehingga $a=b$. $\blacksquare$ **Lema 8.1.20 (Keberadaan dan ketunggalan perkalian).** *[Dibuktikan.]* Terdapat tepat satu fungsi $H:\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ sehingga, untuk setiap $a\in\mathbb{N}$, fungsi $b\mapsto H(a,b)$ memenuhi nilai awal $0$ dan persamaan langkah dengan $g=g_a$, di mana $g_a(x)=x\oplus a$. *Bukti.* *Langkah 1: fungsi langkah.* Untuk setiap $a\in\mathbb{N}$, fungsi $g_a:\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ dengan $g_a(x)=x\oplus a$ terdefinisi baik: untuk setiap $x$, pasangan $(x,a)$ berada di $\mathbb{N}\times\mathbb{N}$, dan $\oplus$ memberinya tepat satu keluaran di $\mathbb{N}$. *Langkah 2: fungsi satu variabel.* Prasyarat 8.1.8 dengan $X=\mathbb{N}$, $x_0=0$, dan $g=g_a$ memberi fungsi $w_a:\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ dengan $$ w_a(0)=0 \quad\text{dan}\quad w_a(S(b))=w_a(b)\oplus a. $$ Menurut Lema 8.1.9, fungsi ini tunggal. *Langkah 3: grafik dua variabel.* Dengan pemisahan pada $(\mathbb{N}\times\mathbb{N})\times\mathbb{N}$, bentuk $$ G_\odot=\Big\{\big((a,b),c\big)\in(\mathbb{N}\times\mathbb{N})\times\mathbb{N} : \text{ada } v\in\mathcal{P}(\mathbb{N}\times\mathbb{N}) \text{ yang merupakan fungsi } \mathbb{N}\to\mathbb{N},\ v(0)=0,\ \forall n\in\mathbb{N}\ v(S(n))=v(n)\oplus a,\ v(b)=c\Big\}. $$ *Langkah 4: $G_\odot$ adalah grafik fungsi.* Ambil $(a,b)\in\mathbb{N}\times\mathbb{N}$. - *Ada keluaran.* $\big((a,b),w_a(b)\big)\in G_\odot$, dengan saksi $v=w_a$. - *Keluaran tunggal.* Misalkan $\big((a,b),c\big)$ dan $\big((a,b),c'\big)$ di $G_\odot$, dengan saksi $v$ dan $v'$. Keduanya solusi rekursi dengan $x_0=0$ dan $g=g_a$, sehingga $v=v'$ menurut Lema 8.1.9. Jadi $c=v(b)=v'(b)=c'$. Maka $G_\odot$ adalah grafik sebuah fungsi $H$ dengan $H(a,b)=w_a(b)$, dan $H$ memenuhi syarat lema. Jika $H'$ juga memenuhinya, maka untuk tiap $a$ fungsi $b\mapsto H'(a,b)$ dan $w_a$ adalah dua solusi rekursi dengan $x_0=0$ dan $g=g_a$, sehingga keduanya sama menurut Lema 8.1.9. Jadi $H'=H$. $\blacksquare$ **Definisi 8.1.21 (Perkalian).** *[Definisi.]* $a\odot b$ adalah keluaran tunggal $H(a,b)$ dari Lema 8.1.20, yaitu $a\odot b=w_a(b)$. Persamaan definisionalnya adalah $$ \text{(K1)}\quad a\odot 0=0, \qquad\qquad \text{(K2)}\quad a\odot S(b)=(a\odot b)\oplus a. $$ **Contoh 8.1.22.** Perhitungan $2\odot 2$: $$ 2\odot 2=2\odot S(1)\overset{(K2)}{=}(2\odot 1)\oplus 2,\qquad 2\odot 1=2\odot S(0)\overset{(K2)}{=}(2\odot 0)\oplus 2\overset{(K1)}{=}0\oplus 2=2. $$ Langkah $0\oplus 2=2$ memakai Proposisi 8.1.19(a), bukan (J1). Jadi $2\odot 2=2\oplus 2=4$ menurut Contoh 8.1.18. **Proposisi 8.1.23 (Sifat dasar perkalian).** *[Dibuktikan.]* Untuk semua $a,b\in\mathbb{N}$: - **(a)** $0\odot a=0$; - **(b)** $a\odot 1=a$; - **(c)** jika $a\ne 0$ dan $b\ne 0$, maka $a\odot b\ne 0$. *Bukti.* **(a)** Misalkan $A=\{a\in\mathbb{N}: 0\odot a=0\}$. - *Dasar.* $0\odot 0=0$ menurut (K1). - *Langkah.* Jika $a\in A$, maka $0\odot S(a)\overset{(K2)}{=}(0\odot a)\oplus 0\overset{(J1)}{=}0\odot a=0$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. **(b)** $a\odot 1=a\odot S(0)\overset{(K2)}{=}(a\odot 0)\oplus a\overset{(K1)}{=}0\oplus a=a$, dengan langkah terakhir menurut Proposisi 8.1.19(a). **(c)** Menurut Proposisi 8.1.4, tulis $b=S(k)$ dan $a=S(j)$. Maka $$ a\odot b\overset{(K2)}{=}(a\odot k)\oplus S(j)\overset{(J2)}{=}S\big((a\odot k)\oplus j\big)\in S[\mathbb{N}], $$ sehingga $a\odot b\ne 0$ menurut (P3). $\blacksquare$ ### Perbandingan dengan operasi kerja **Proposisi 8.1.24 (Operasi baru sama dengan operasi kerja).** *[Dibuktikan dari Lema 8.1.9 dan prasyarat perbandingan di bawah.]* Untuk semua $a,b\in\mathbb{N}$ berlaku $a\oplus b=a+b$ dan $a\odot b=a\cdot b$. *Prasyarat perbandingan (dipinjam dari aritmetika kerja):* $a+0=a$; $(a+b)+1=a+(b+1)$; $a\cdot 0=0$; $a\cdot(b+1)=a\cdot b+a$. Selain itu, $S(b)=b+1$ menurut definisi $S$ pada $\mathbb{N}$ kerja. *Bukti.* *Penjumlahan.* Tetapkan $a$. Fungsi $p_a(b)=a+b$ memenuhi $p_a(0)=a+0=a$ dan $$ p_a(S(b))=a+(b+1)=(a+b)+1=S(p_a(b)). $$ Fungsi $u_a(b)=a\oplus b$ memenuhi nilai awal dan persamaan langkah yang sama, yaitu (J1) dan (J2), dengan $g=S$. Menurut Lema 8.1.9, $p_a=u_a$. Karena $a$ sebarang, $x\oplus y=x+y$ untuk semua $x,y\in\mathbb{N}$. *Perkalian.* Sekarang tetapkan $a$. Fungsi $q_a(b)=a\cdot b$ memenuhi $q_a(0)=a\cdot 0=0$ dan $$ q_a(S(b))=a\cdot(b+1)=a\cdot b+a=(a\cdot b)\oplus a=g_a(q_a(b)), $$ dengan kesamaan ketiga menurut bagian penjumlahan, diterapkan pada $x=a\cdot b$ dan $y=a$. Jadi $q_a$ dan $w_a$ adalah solusi rekursi yang sama dengan $x_0=0$ dan $g=g_a$. Menurut Lema 8.1.9, $q_a=w_a$. Karena $a$ sebarang, bagian perkalian terbukti. $\blacksquare$ Perhatikan arah logisnya. Keberadaan $\oplus$ dan $\odot$ bersandar pada teorema rekursi beserta prasyaratnya. Hukum-hukum dalam Proposisi 8.1.19 dan 8.1.23 dibuktikan tanpa operasi kerja. Perbandingan eksplisit dengan operasi kerja dilakukan pada Proposisi 8.1.24; definisi $S$ dan prasyarat rekursi tetap membawa asumsi kerja yang telah dinyatakan. Mulai Unit 8.2 kita kembali menulis $+$ dan $\cdot$. **Catatan 8.1.25 (Rangkuman status untuk Unit 8.2).** | Pernyataan | Status | |---|---| | Keberadaan $(\mathbb{N},0,S)$ yang memenuhi (P1)–(P5) | prasyarat dipinjam (8.1.2) | | Keberadaan solusi rekursi | prasyarat dipinjam dari Unit 7.4 (8.1.8) | | Ketunggalan solusi rekursi; pendahulu tunggal; $S(n)\ne n$ | dibuktikan (8.1.9, 8.1.4, 8.1.6) | | Keunikan $\mathbb{N}$ sampai isomorfisme | dibuktikan, relatif terhadap 8.1.2 dan 8.1.8 (8.1.11, 8.1.12) | | $0$ identitas penjumlahan; komutatif, asosiatif, pembatalan penjumlahan | dibuktikan (8.1.19) | | $a\odot 0=0=0\odot a$; $a\odot 1=a$; hasil kali dua bilangan tak nol tak nol | dibuktikan (8.1.21, 8.1.23); kesetaraan "positif" dengan "tak nol" termasuk pinjaman urutan | | $\oplus=+$ dan $\odot=\cdot$ | dibuktikan, relatif terhadap prasyarat perbandingan (8.1.24) | | Komutatif dan asosiatif perkalian; distributif; pembatalan perkalian oleh faktor tak nol | **prasyarat dipinjam** untuk 8.2 | | Urutan diskret dengan $a\le b$ jika dan hanya jika ada $k\in\mathbb{N}$ dengan $b=a+k$ | **prasyarat dipinjam** untuk 8.2 | Satu akibat kecil dapat dibuktikan langsung: bilangan $k$ dengan $b=a+k$ tunggal. Jika $a+k=a+k'$, maka $a\oplus k=a\oplus k'$ menurut Proposisi 8.1.24, sehingga $k=k'$ menurut pembatalan kiri pada Proposisi 8.1.19(f). ### Kesalahan umum 1. **Memakai elipsis sebagai definisi.** Tulisan $\{0,1,2,\dots\}$ tidak menyingkirkan struktur seperti Contoh 8.1.7(3). Yang menyingkirkannya adalah (P5). 2. **Menyamakan (P5) dengan skema orde pertama.** Skema hanya menjamin induksi untuk himpunan yang dapat didefinisikan dalam bahasa yang dipilih. Teorema 8.1.11 memakai (P5) untuk himpunan yang didefinisikan melalui $u$ dan $M$. 3. **Mendefinisikan pendahulu sebagai $n-1$.** Pengurangan belum tersedia. Pendahulu diperoleh dari Proposisi 8.1.4. 4. **Melemahkan pernyataan induksi pada bukti injektivitas.** Jika $m$ ditetapkan sejak awal, langkah induksi memerlukan hipotesis untuk pasangan $(n,k)$ dengan $k$ pendahulu $m$, dan pasangan itu tidak tercakup. Karena itu pernyataan induksi memuat "untuk setiap $m$". 5. **Memakai komutativitas sebelum dibuktikan.** Misalnya, menyimpulkan $0\oplus a=a$ dari (J1). Persamaan (J1) hanya menyatakan $a\oplus 0=a$. 6. **Menyimpulkan kesamaan dari isomorfisme.** Contoh 8.1.13 isomorfik dengan $\mathbb{N}$, tetapi himpunannya berbeda. 7. **Mengira barisan yang dipotong masih memenuhi aksioma.** Contoh 8.1.7(4) memperlihatkan bahwa memotong barisan $a,b,c$ memaksa pelanggaran (P2), dan setiap cara menutupnya melanggar (P3) atau (P4). ### Latihan **Latihan 8.1.26.** Buktikan bahwa setiap $n\in\mathbb{N}$ dengan $n\ne 0$ dan $n\ne 1$ dapat ditulis sebagai $n=S(S(k))$ untuk tepat satu $k\in\mathbb{N}$. **Latihan 8.1.27.** Buktikan bahwa $S(S(n))\ne n$ untuk semua $n\in\mathbb{N}$. **Latihan 8.1.28.** Untuk setiap tripel berikut, tentukan aksioma (P1)–(P5) mana yang berlaku dan mana yang gagal. Huruf $a,b,c$ saling berbeda. - (a) $M=\{a,b,c\}$, $e=a$, $T(a)=b$, $T(b)=c$, $T(c)=a$. - (b) $M=\mathbb{N}$, $e=1$, $T=S$. - (c) $M=\mathbb{N}$, $e=0$, $T(n)=S(S(n))$. **Latihan 8.1.29.** Misalkan $M=\mathbb{N}\setminus\{0,1\}$, $e=2$, dan $T(n)=S(n)$ untuk $n\in M$. Buktikan bahwa $(M,e,T)$ struktur Peano. Tentukan isomorfisme tunggal $\mathbb{N}\to M$, lalu jelaskan mengapa isomorfisme itu bukan fungsi identitas dan mengapa $M\ne\mathbb{N}$. **Latihan 8.1.30.** Misalkan $f:\mathbb{N}\to M$ bijeksi ke suatu himpunan $M$. Definisikan $e=f(0)$ dan $T=f\circ S\circ f^{-1}$. Buktikan bahwa $(M,e,T)$ struktur Peano dan $f$ isomorfisme. **Latihan 8.1.31.** Tunjukkan di bagian mana bukti Teorema 8.1.11 menerapkan (P5) pada himpunan yang didefinisikan melalui $u$ atau $M$. Jelaskan mengapa langkah itu tidak otomatis tersedia jika yang diasumsikan hanya skema induksi orde pertama. **Latihan 8.1.32.** Hitung $2\oplus 3$ dan $3\odot 2$ hanya dengan (J1), (J2), (K1), (K2), dan hasil yang sudah dibuktikan. Sebutkan dasar setiap langkah. **Latihan 8.1.33.** Buktikan untuk semua $a,b\in\mathbb{N}$: - (a) jika $a\oplus b=0$, maka $a=0$ dan $b=0$; - (b) jika $a\oplus b=a$, maka $b=0$. **Latihan 8.1.34.** Buktikan $1\odot a=a$ untuk semua $a\in\mathbb{N}$ tanpa memakai komutativitas perkalian. **Latihan 8.1.35.** Misalkan $\boxplus:\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\mathbb{N}$ sebarang fungsi dengan $a\boxplus 0=a$ dan $a\boxplus S(b)=S(a\boxplus b)$ untuk semua $a,b$. Buktikan bahwa $a\boxplus b=a\oplus b$ untuk semua $a,b$. ### Pembahasan **Pembahasan Latihan 8.1.26.** *Keberadaan.* Karena $n\ne 0$, Proposisi 8.1.4 memberi $m$ yang tunggal dengan $n=S(m)$. Andaikan $m=0$. Maka $n=S(0)=1$, dan ini bertentangan dengan hipotesis. Jadi $m\ne 0$, sehingga Proposisi 8.1.4 memberi $k$ dengan $m=S(k)$. Akibatnya $n=S(S(k))$. *Ketunggalan.* Jika $S(S(k))=S(S(k'))$, maka (P4) memberi $S(k)=S(k')$, lalu (P4) sekali lagi memberi $k=k'$. **Pembahasan Latihan 8.1.27.** Misalkan $A=\{n\in\mathbb{N}: S(S(n))\ne n\}$. - *Dasar.* $S(S(0))\in S[\mathbb{N}]$, sehingga $S(S(0))\ne 0$ menurut (P3). Jadi $0\in A$. - *Langkah.* Misalkan $n\in A$, dan andaikan $S(S(S(n)))=S(n)$. Menurut (P4), $S(S(n))=n$, dan ini bertentangan dengan $n\in A$. Jadi $S(n)\in A$. Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. **Pembahasan Latihan 8.1.28.** (a) (P1) dan (P2) berlaku. (P3) gagal karena $T(c)=a=e$. (P4) berlaku karena nilai $T(a)=b$, $T(b)=c$, dan $T(c)=a$ saling berbeda. (P5) berlaku: jika $B$ memuat $a$ dan tertutup, maka $b=T(a)\in B$ dan $c=T(b)\in B$, sehingga $B=M$. (b) (P1), (P2), dan (P4) berlaku. (P3) gagal karena $1=S(0)\in T[\mathbb{N}]$. (P5) juga gagal. Himpunan $B=\mathbb{N}\setminus\{0\}$ memuat $1$, karena $1\ne 0$. Himpunan itu tertutup terhadap $S$, karena $S(n)\ne 0$. Namun $0\notin B$, sehingga $B\ne\mathbb{N}$. (c) (P1) dan (P2) berlaku. (P3) berlaku karena $S(S(n))\in S[\mathbb{N}]$ tidak sama dengan $0$. (P4) berlaku karena $T$ adalah komposisi dua fungsi injektif. (P5) gagal. Ambil $B=\mathbb{N}\setminus\{1\}$. Maka $0\in B$, karena $1\ne 0$. Selanjutnya, $T(n)=1=S(0)$ akan memberi $S(n)=0$ menurut (P4), dan ini bertentangan dengan (P3). Jadi $T(n)\ne 1$ untuk semua $n$, sehingga $B$ tertutup terhadap $T$. Namun $1\notin B$, sehingga $B\ne\mathbb{N}$. **Pembahasan Latihan 8.1.29.** Kita periksa kelima aksioma. - **(P1)** $2\ne 0$ dan $2\ne 1$ menurut uraian setelah Definisi 8.1.5. Jadi $2\in M$. - **(P2)** Ambil $n\in M$. Berlaku $S(n)\ne 0$ menurut (P3). Andaikan $S(n)=1=S(0)$. Maka $n=0$, padahal $0\notin M$. Jadi $S(n)\in M$. - **(P3)** Andaikan $S(m)=2=S(1)$. Maka $m=1\notin M$. Jadi $2\notin T[M]$. - **(P4)** $T$ adalah pembatasan fungsi injektif $S$. - **(P5)** Misalkan $B\subseteq M$ memuat $2$ dan tertutup terhadap $T$. Ambil $C=\{0,1\}\cup B$. Maka $0\in C$. Selanjutnya, $S(0)=1\in C$, $S(1)=2\in B\subseteq C$, dan untuk $n\in B$ berlaku $S(n)\in B\subseteq C$. Menurut (P5) pada $\mathbb{N}$, $C=\mathbb{N}$, sehingga $M\subseteq B$ dan $B=M$. Ambil $u(n)=S(S(n))$. Fungsi ini berkodomain $M$: $S(S(n))\ne 0$ menurut (P3), dan jika $S(S(n))=1=S(0)$, maka (P4) memberi $S(n)=0$, bertentangan dengan (P3). Jadi $u(n)\in M$. Fungsi ini homomorfisme: $u(0)=S(1)=2=e$ dan $u(S(n))=S(S(S(n)))=T(u(n))$. Menurut Teorema 8.1.11, homomorfisme itu tunggal dan merupakan isomorfisme tunggal $\mathbb{N}\to M$. Fungsi $u$ bukan identitas, karena $u(0)=2\ne 0$. Himpunan $M$ juga berbeda dari $\mathbb{N}$, karena $0\in\mathbb{N}$ tetapi $0\notin M$. Kedua struktur isomorfik tetapi tidak sama secara literal. **Pembahasan Latihan 8.1.30.** Kita periksa kelima aksioma. - **(P1)** $e=f(0)\in M$. - **(P2)** $T$ adalah komposisi fungsi $f^{-1}:M\to\mathbb{N}$, $S$, dan $f$, sehingga $T:M\to M$. - **(P3)** Andaikan $T(m)=e$. Maka $f(S(f^{-1}(m)))=f(0)$. Karena $f$ injektif, $S(f^{-1}(m))=0$, dan ini bertentangan dengan (P3) pada $\mathbb{N}$. - **(P4)** $T$ adalah komposisi tiga fungsi injektif. - **(P5)** Misalkan $B\subseteq M$ memuat $e$ dan tertutup terhadap $T$. Ambil $A=\{n\in\mathbb{N}: f(n)\in B\}$. Maka $0\in A$, karena $f(0)=e\in B$. Jika $n\in A$, maka $f(S(n))=f(S(f^{-1}(f(n))))=T(f(n))\in B$, sehingga $S(n)\in A$. Menurut (P5) pada $\mathbb{N}$, $A=\mathbb{N}$. Akibatnya $M=f[\mathbb{N}]\subseteq B$, dengan kesamaan pertama karena $f$ surjektif. Terakhir, $f$ adalah homomorfisme bijektif: $f(0)=e$ dan $T(f(n))=f(S(n))$, seperti dihitung pada pemeriksaan (P5). Jadi $f$ isomorfisme. **Pembahasan Latihan 8.1.31.** Ada dua tempat. - Bukti surjektivitas, yaitu bagian (b), menerapkan (P5) pada $M$ untuk himpunan $u[\mathbb{N}]$. Himpunan itu didefinisikan melalui $u$, yang bukan lambang bahasa $\{e,T\}$ atas $M$. - Bukti injektivitas, yaitu bagian (c), menerapkan (P5) pada $\mathbb{N}$ untuk himpunan $A=\{n\in\mathbb{N}:\forall m\in\mathbb{N}\,(u(n)=u(m)\Rightarrow n=m)\}$. Himpunan itu didefinisikan melalui $u$ dan unsur-unsur $M$, yang bukan lambang bahasa $\{0,S\}$ atas $\mathbb{N}$. Skema orde pertama hanya menyediakan aksioma induksi untuk formula bahasa yang dipilih. Karena itu, tanpa (P5), kita tidak berhak menyimpulkan $u[\mathbb{N}]=M$ atau $A=\mathbb{N}$ dari bukti ini. Pembahasan ini hanya menunjukkan bahwa bukti di atas **tidak berlaku** dengan skema saja. Pembahasan ini tidak membuktikan atau membantah keunikan struktur yang hanya memenuhi skema. **Pembahasan Latihan 8.1.32.** *Penjumlahan.* $$ 2\oplus 3=2\oplus S(2)\overset{(J2)}{=}S(2\oplus 2)=S(4)=5, $$ dengan $2\oplus 2=4$ menurut Contoh 8.1.18 dan $5=S(4)$ menurut Definisi 8.1.5. *Perkalian.* Pertama, $3\odot 1=3$ menurut Proposisi 8.1.23(b). Kemudian $$ 3\odot 2=3\odot S(1)\overset{(K2)}{=}(3\odot 1)\oplus 3=3\oplus 3. $$ Selanjutnya, $$ 3\oplus 3=3\oplus S(2)\overset{(J2)}{=}S(3\oplus 2). $$ Untuk $3\oplus 2$: $$ 3\oplus 2=3\oplus S(1)\overset{(J2)}{=}S(3\oplus 1),\qquad 3\oplus 1=S(3)=4, $$ dengan $3\oplus 1=S(3)$ menurut Proposisi 8.1.19(c). Jadi $3\oplus 2=S(4)=5$, dan $$ 3\odot 2=S(5)=6. $$ **Pembahasan Latihan 8.1.33.** (a) Andaikan $b\ne 0$. Tulis $b=S(k)$ menurut Proposisi 8.1.4. Maka $a\oplus b=S(a\oplus k)\ne 0$ menurut (J2) dan (P3), dan ini bertentangan dengan hipotesis. Jadi $b=0$. Akibatnya $0=a\oplus 0=a$ menurut (J1). (b) Menurut (J1), $a\oplus b=a=a\oplus 0$. Pembatalan kiri pada Proposisi 8.1.19(f) memberi $b=0$. **Pembahasan Latihan 8.1.34.** Misalkan $A=\{a\in\mathbb{N}:1\odot a=a\}$. - *Dasar.* $1\odot 0=0$ menurut (K1). - *Langkah.* Jika $a\in A$, maka $$ 1\odot S(a)\overset{(K2)}{=}(1\odot a)\oplus 1=a\oplus 1=S(a), $$ dengan langkah terakhir menurut Proposisi 8.1.19(c). Menurut (P5), $A=\mathbb{N}$. **Pembahasan Latihan 8.1.35.** Tetapkan $a$. Fungsi $b\mapsto a\boxplus b$ dan $b\mapsto a\oplus b$ memenuhi nilai awal yang sama, yaitu $a$. Keduanya juga memenuhi persamaan langkah yang sama dengan $g=S$. Menurut Lema 8.1.9, kedua fungsi itu sama. Karena $a$ sebarang, $\boxplus=\oplus$. Hal ini menegaskan bahwa (J1) dan (J2) menentukan penjumlahan secara tunggal. Argumen yang sama dipakai pada Proposisi 8.1.24. ### Bacaan lanjut - Gary Hardegree, *Set Theory*, Chapter 4, bagian 5, halaman tercetak 13–14. Sumber ini membahas nol, penerus, injektivitas penerus, dan induksi, serta membedakan skema induksi orde pertama dari perumusan orde kedua. https://courses.umass.edu/phil595s-gmh/extras/set%20theory/Set-Theory-Chap4.pdf ## 8.2 Perluasan Menuju Bilangan Bulat $\mathbb{Z}$ dan Rasional $\mathbb{Q}$ ### A. Konstruksi bilangan bulat Di dalam $\mathbb{N}$, persamaan $x+3=1$ tidak mempunyai penyelesaian. Pengurangan $a-b$ hanya bermakna di $\mathbb{N}$ bila $b\le a$. Bagian ini membangun himpunan $\mathbb{Z}$ yang memuat salinan $\mathbb{N}$, dan di dalam $\mathbb{Z}$ setiap unsur mempunyai lawan terhadap penjumlahan. Bahan bangunannya hanya $\mathbb{N}$ beserta penjumlahan, perkalian, dan urutannya. Gagasannya adalah memandang pasangan $(a,b)$ sebagai catatan formal untuk "$a$ dikurangi $b$". Dua catatan $(a,b)$ dan $(c,d)$ seharusnya menyatakan bilangan yang sama bila $a-b=c-d$. Kesamaan itu belum boleh ditulis, karena pengurangan belum tersedia. Namun ia dapat ditulis ulang tanpa pengurangan sebagai $a+d=b+c$. Rumusan inilah yang dipakai sebagai definisi. Sepanjang bagian ini, tiga tingkat objek dibedakan dengan tegas: 1. **pasangan wakil** $(a,b)\in\mathbb{N}\times\mathbb{N}$; 2. **kelas** $[a,b]$, yaitu himpunan semua pasangan yang ekuivalen dengan $(a,b)$; kelas inilah unsur $\mathbb{Z}$; 3. **bilangan bulat dalam notasi lazim**, seperti $-3$ atau $2$. Notasi ini baru dipakai setelah salinan $\mathbb{N}$ di dalam $\mathbb{Z}$ diidentifikasi (Konvensi 8.2.19). Setiap butir diberi salah satu dari tiga status: - **Definisi:** objek atau notasi baru; - **Hasil:** pernyataan yang dibuktikan di sini; - **Pinjaman:** prasyarat yang dipakai tanpa diturunkan di bagian ini, dengan sumber statusnya disebut. #### A.0 Hukum bilangan asli yang dipakai Di sini $\mathbb{N}$ adalah struktur Peano $(\mathbb{N},0,S)$ dari Unit 8.1. Penjumlahan dan perkalian di $\mathbb{N}$ ditentukan oleh persamaan definisional $$ a+0=a,\quad a+S(b)=S(a+b),\qquad a\cdot 0=0,\quad a\cdot S(b)=a\cdot b+a . $$ Ditulis $1=S(0)$ dan $ab$ untuk $a\cdot b$. Angka $2,3,4,\dots$ menyingkat $S(1),S(2),S(3),\dots$. Kesamaan numerik seperti $2+3=5$ atau $3\cdot2=6$ diperoleh dengan menerapkan persamaan definisional di atas sejumlah berhingga kali. Dari 8.1 dipakai pula tiga fakta: - aksioma $S(n)\neq 0$ untuk setiap $n$; - hasil bahwa setiap $n\neq 0$ berbentuk $n=S(m)$ untuk suatu $m$; - perhitungan definisional $n+1=n+S(0)=S(n+0)=S(n)$. **Dibuktikan pada Unit 8.1 (Proposisi 8.1.19, kemudian diidentifikasi dengan operasi kerja pada Proposisi 8.1.24).** Untuk semua $a,b,c\in\mathbb{N}$: - (N1) $(a+b)+c=a+(b+c)$; - (N2) $a+b=b+a$; - (N3) $a+0=a=0+a$; - (N4) jika $a+c=b+c$, maka $a=b$ (pembatalan penjumlahan). **Pinjaman (hukum aritmetika dasar $\mathbb{N}$ yang belum diturunkan).** Untuk semua $a,b,c\in\mathbb{N}$: - (N5) $(ab)c=a(bc)$; - (N6) $ab=ba$; - (N7) $a(b+c)=ab+ac$; - (N8) urutan $\mathbb{N}$ total: $a\le b$ atau $b\le a$. Di sini $a\le b$ didefinisikan sebagai "ada $k\in\mathbb{N}$ sehingga $b=a+k$". Beberapa akibat langsung dari daftar ini juga dipakai: - Distributivitas kanan $(a+b)c=ac+bc$ diperoleh dari (N6) dan (N7). - $0\cdot a=0$ diperoleh dari (N6) dan $a\cdot 0=0$. - $a\cdot 1=a\cdot S(0)=a\cdot 0+a=0+a=a$ menurut (N3), sehingga $1\cdot a=a$ menurut (N6). Ditulis $a0$ (8.2.18–20). - Ketiadaan pembagi nol: $xy=0\Rightarrow x=0$ atau $y=0$ (8.2.21). - Pembatalan faktor bukan nol: $dx=dy$ dan $d\neq 0\Rightarrow x=y$ (8.2.22). - Urutan total $\le_{\mathbb Z}$. Translasi mempertahankan dan mencerminkan $<$, dan $i$ mempertahankan serta mencerminkan urutan (8.2.24–28). - Hasil kali dua bilangan positif adalah positif. Jika $z>0$, maka $x0$, tidak ada yang perlu dilakukan. Jika tidak, maka $b$ negatif karena $b\neq 0$. Menurut 8.2.20, $b=-k$ untuk suatu $k>0$. Maka $-b=-(-k)=k>0$ (8.2.16), dan menurut (b), $\frac ab=\frac{-a}{-b}$. $\square$ **Contoh 8.2.46.** *(i) $\tfrac12=\tfrac24=\tfrac{-1}{-2}$.* Berlaku $1\cdot 4=4=2\cdot 2$ dan $1\cdot(-2)=-2=2\cdot(-1)$. Menurut (K), ketiga kelas itu sama. *(ii) Wakil berbeda tidak berarti bilangan berbeda.* Sebagai unsur $D$, pasangan $(1,2)$ dan $(2,4)$ berbeda karena komponen pertamanya berbeda. Namun keduanya anggota kelas yang sama, sehingga menyatakan satu bilangan rasional. Pertanyaan "apakah dua pecahan sama" selalu dijawab dengan (K), bukan dengan membandingkan komponen. *(iii) Kelas nol.* Untuk sebarang $b,d\neq 0$ berlaku $0\cdot d=0=b\cdot 0$, sehingga $\frac0b=\frac0d$. Jadi $\frac01=\frac05=\frac0{-7}=\cdots$. Ketiga pasangan $(0,1)$, $(0,5)$, dan $(0,-7)$ adalah wakil berbeda dari kelas nol yang sama. **Lema 8.2.47 (kelas nol).** Untuk $(a,b)\in D$: - (a) $\dfrac ab=\dfrac01$ jika dan hanya jika $a=0$; - (b) jika $\dfrac ab=\dfrac{a'}{b'}$, maka $a=0\iff a'=0$. Dengan kata lain, sifat "pembilang nol" tidak bergantung pada wakil. *Bukti.* (a) Menurut (K), $\frac ab=\frac01$ jika dan hanya jika $a\cdot 1=b\cdot 0$. Karena $a\cdot1=a$ dan $b\cdot0=0$ (8.2.13–16), syarat ini setara dengan $a=0$. (b) Andaikan $ab'=a'b$. - Jika $a=0$, maka $a'b=0\cdot b'=0$. Karena $b\neq 0$, 8.2.21 memberi $a'=0$. - Jika $a'=0$, maka $ab'=0\cdot b=0$. Karena $b'\neq 0$, diperoleh $a=0$. $\square$ --- #### Operasi pada wakil dan ketidakbergantungan pada wakil **Definisi 8.2.48 (operasi pada wakil).** Untuk $(a,b),(c,d)\in D$ didefinisikan $$ s\big((a,b),(c,d)\big)=(ad+bc,\;bd),\qquad p\big((a,b),(c,d)\big)=(ac,\;bd),\qquad n(a,b)=(-a,\;b). $$ *Domain.* Karena $b\neq 0$ dan $d\neq 0$, menurut 8.2.21 berlaku $bd\neq 0$. Jadi $s$ dan $p$ memetakan $D\times D$ ke $D$. Penyebut $n(a,b)$ adalah $b\neq 0$, sehingga $n$ memetakan $D$ ke $D$. **Lema 8.2.49 (kompatibilitas).** Misalkan $(a,b)\sim_{\mathbb Q}(a',b')$ dan $(c,d)\sim_{\mathbb Q}(c',d')$, yaitu $$ ab'=a'b \quad\text{dan}\quad cd'=c'd . $$ Maka - $s((a,b),(c,d))\sim_{\mathbb Q}s((a',b'),(c',d'))$, - $p((a,b),(c,d))\sim_{\mathbb Q}p((a',b'),(c',d'))$, dan - $n(a,b)\sim_{\mathbb Q}n(a',b')$. *Strategi.* Untuk setiap operasi, periksa (K) pada kedua pasangan hasil. Ruas kiri disusun ulang sampai faktor $ab'$ dan $cd'$ muncul, lalu kedua hipotesis disubstitusikan. *Bukti.* Semua perhitungan berlangsung di $\mathbb Z$ dan hanya memakai 8.2.13–16. *Jumlah.* Harus ditunjukkan $(ad+bc)(b'd')=(bd)(a'd'+b'c')$. $$ \begin{aligned} (ad+bc)(b'd') &= (ab')(dd') + (bb')(cd') && \text{(distributif, asosiatif, komutatif)}\\ &= (a'b)(dd') + (bb')(c'd) && \text{(hipotesis)}\\ &= (bd)(a'd') + (bd)(b'c') && \text{(asosiatif, komutatif)}\\ &= (bd)(a'd'+b'c') && \text{(distributif).} \end{aligned} $$ *Produk.* Harus ditunjukkan $(ac)(b'd')=(bd)(a'c')$. $$ (ac)(b'd')=(ab')(cd')=(a'b)(c'd)=(bd)(a'c'). $$ *Negasi.* Harus ditunjukkan $(-a)b'=b(-a')$. Menurut 8.2.16, $$ (-a)b'=-(ab')=-(a'b)=-(ba')=b(-a'). $$ $\square$ **Teorema 8.2.50 (operasi pada $\mathbb Q$).** Terdapat fungsi tunggal $$ +:\mathbb Q\times\mathbb Q\to\mathbb Q,\qquad \cdot:\mathbb Q\times\mathbb Q\to\mathbb Q,\qquad -:\mathbb Q\to\mathbb Q $$ sehingga untuk semua $(a,b),(c,d)\in D$: $$ \frac ab+\frac cd=\frac{ad+bc}{bd},\qquad \frac ab\cdot\frac cd=\frac{ac}{bd},\qquad -\frac ab=\frac{-a}{b}. $$ *Strategi.* Rumus di atas baru menjadi definisi yang sah jika hasilnya hanya bergantung pada kelas, bukan pada wakil yang ditulis. Hal ini dijamin oleh Lema 8.2.49. Fungsi kemudian direalisasikan sebagai grafik yang dibentuk dengan pemisahan, mengikuti pola 8.2.7. *Bukti.* Dengan pemisahan, bentuk tiga grafik berikut. $$ \begin{aligned} G_+&=\Big\{\big((X,Y),W\big)\in(\mathbb Q\times\mathbb Q)\times\mathbb Q : \exists (a,b)\in X\ \exists (c,d)\in Y\ \ (ad+bc,bd)\in W\Big\},\\ G_\cdot&=\Big\{\big((X,Y),W\big)\in(\mathbb Q\times\mathbb Q)\times\mathbb Q : \exists (a,b)\in X\ \exists (c,d)\in Y\ \ (ac,bd)\in W\Big\},\\ G_-&=\Big\{(X,W)\in\mathbb Q\times\mathbb Q : \exists (a,b)\in X\ \ (-a,b)\in W\Big\}. \end{aligned} $$ Kita periksa $G_+$ terlebih dahulu, kemudian kedua grafik lain secara eksplisit. Kompatibilitas yang diperlukan tersedia pada Lema 8.2.49. *Total.* Ambil $X,Y\in\mathbb Q$. Menurut definisi $\mathbb Q$, terdapat $(a,b),(c,d)\in D$ dengan $X=\frac ab$ dan $Y=\frac cd$. Menurut refleksivitas, $(a,b)\in X$ dan $(c,d)\in Y$. Pasangan $(ad+bc,bd)$ adalah unsur $D$ (8.2.48), dan ia termuat dalam $W=\frac{ad+bc}{bd}$. Jadi $((X,Y),W)\in G_+$. *Tunggal.* Andaikan $((X,Y),W)$ dan $((X,Y),W')$ keduanya anggota $G_+$. Misalkan yang pertama disaksikan oleh $(a,b)\in X$, $(c,d)\in Y$, dan yang kedua oleh $(a',b')\in X$, $(c',d')\in Y$. - Kedua wakil $X$ berelasi dengan wakil penentu $X$. Menurut simetri dan transitivitas (8.2.42), $(a,b)\sim_{\mathbb Q}(a',b')$. Dengan cara yang sama, $(c,d)\sim_{\mathbb Q}(c',d')$. - Menurut Lema 8.2.49, $(ad+bc,bd)\sim_{\mathbb Q}(a'd'+b'c',b'd')$. - Pasangan pertama terletak di $W$ dan pasangan kedua di $W'$. Dua kelas yang memuat unsur-unsur yang saling berelasi adalah sama, sehingga $W=W'$. Jadi $G_+$ adalah grafik suatu fungsi $\mathbb Q\times\mathbb Q\to\mathbb Q$. *Rumus.* Ambil $(a,b),(c,d)\in D$. Pada bagian "total" telah ditunjukkan bahwa $\big((\frac ab,\frac cd),\frac{ad+bc}{bd}\big)\in G_+$. Menurut ketunggalan, nilai fungsi di $(\frac ab,\frac cd)$ adalah $\frac{ad+bc}{bd}$. *Ketunggalan fungsi.* Setiap $X,Y\in\mathbb Q$ mempunyai wakil, sehingga fungsi lain yang memenuhi rumus yang sama mempunyai nilai yang sama di setiap titik. *Perkalian.* Untuk setiap $X,Y$, ambil $(a,b)\in X$ dan $(c,d)\in Y$. Pasangan $(ac,bd)$ berada di $D$, sehingga kelas $W=\frac{ac}{bd}$ memberi $((X,Y),W)\in G_\cdot$. Untuk dua pilihan saksi, bagian produk pada Lema 8.2.49 menjamin bahwa pasangan hasil ekuivalen, sehingga kelas keluaran sama. Jadi grafik total dan bernilai tunggal. Refleksivitas menempatkan pasangan wakil pada kelas masing-masing, sehingga nilai fungsi tepat $\frac{ac}{bd}$. Karena setiap $X,Y$ mempunyai wakil, rumus ini juga menentukan fungsi secara tunggal. *Negasi.* Untuk setiap $X$, ambil $(a,b)\in X$. Pasangan $(-a,b)\in D$ memberi $(X,\frac{-a}{b})\in G_-$. Dua saksi dalam $X$ ekuivalen; bagian negasi pada Lema 8.2.49 memberi pasangan hasil yang ekuivalen, sehingga kelas keluaran tunggal. Refleksivitas memberi rumus nilai, dan karena setiap $X$ mempunyai wakil, rumus itu menentukan fungsi secara tunggal. Argumen ini hanya memakai instansiasi eksistensial di dalam satu bukti, bukan pemilihan wakil secara serentak untuk semua kelas. Karena itu aksioma pilihan tidak diperlukan. $\square$ Karena operasinya bebas wakil, dalam setiap perhitungan berikut kita boleh memakai wakil *mana saja* dari kelas yang terlibat. **Contoh 8.2.51 (perhitungan dan pemeriksaan wakil).** *(i) Jumlah dengan wakil $(1,2)$:* $$ \frac12+\frac13=\frac{1\cdot3+2\cdot1}{2\cdot3}=\frac56 . $$ *Jumlah dengan wakil lain, $(2,4)$:* $$ \frac24+\frac13=\frac{2\cdot 3+4\cdot 1}{4\cdot 3}=\frac{10}{12}. $$ Karena $10\cdot 6=60=12\cdot 5$, menurut (K) berlaku $\frac{10}{12}=\frac56$. Hasilnya sama, sesuai Teorema 8.2.50. *(ii) Produk dengan wakil $(1,2)$:* $\dfrac12\cdot\dfrac13=\dfrac{1\cdot1}{2\cdot3}=\dfrac16$. *Produk dengan wakil $(2,4)$:* $\dfrac24\cdot\dfrac13=\dfrac2{12}$. Karena $2\cdot 6=12=12\cdot 1$, berlaku $\frac2{12}=\frac16$. **Contoh 8.2.52 (operasi palsu).** Pada pasangan berpenyebut positif, definisikan $$ (a,b)\star(c,d)=(a+c,\;b+d). $$ Karena $b+d>0$, hasilnya anggota $D$. Dengan pembatasan ini, kegagalan yang muncul murni berupa kegagalan bebas wakil. - Wakil $(1,2)$ dan $(1,3)$ memberi $(2,5)$. - Wakil $(2,4)$ dan $(1,3)$, untuk operand yang sama, memberi $(3,7)$. Namun $2\cdot 7=14\neq 15=5\cdot 3$, sehingga $\frac25\neq\frac37$. Jadi tidak ada fungsi $\star:\mathbb Q\times\mathbb Q\to\mathbb Q$ yang memenuhi $\frac ab\star\frac cd=\frac{a+c}{b+d}$ untuk semua wakil berpenyebut positif; syarat ketunggalan dalam bukti 8.2.50 gagal. Rumus yang tampak masuk akal pada pasangan belum tentu mendefinisikan operasi pada kelas. --- #### Nol, satu, dan invers **Definisi 8.2.53.** Didefinisikan $0_{\mathbb Q}=\dfrac01$ dan $1_{\mathbb Q}=\dfrac11$. Berlaku $0_{\mathbb Q}\neq 1_{\mathbb Q}$. Menurut (K), $\frac01=\frac11$ berarti $0\cdot 1=1\cdot 1$, yaitu $0=1$ di $\mathbb Z$. Ini bertentangan dengan 8.2.15. Menurut Lema 8.2.47(a), $\frac ab=0_{\mathbb Q}$ jika dan hanya jika $a=0$. **Lema 8.2.54 (invers perkalian terdefinisi baik).** Misalkan $\mathbb Q^\ast=\{x\in\mathbb Q: x\neq 0_{\mathbb Q}\}$. Terdapat fungsi tunggal $(\cdot)^{-1}:\mathbb Q^\ast\to\mathbb Q^\ast$ sehingga $$ \Big(\frac ab\Big)^{-1}=\frac ba\qquad\text{untuk setiap }(a,b)\in D\text{ dengan }\frac ab\neq 0_{\mathbb Q}. $$ *Strategi.* Ada dua hal yang harus diperiksa. Pertama, $(b,a)$ harus anggota $D$ untuk *setiap* wakil, sehingga pembilang $a$ tidak boleh nol pada wakil mana pun. Kedua, hasilnya harus bebas wakil. *Bukti.* *Domain.* Ambil $x\in\mathbb Q^\ast$ dan sebarang wakil $(a,b)\in x$. Maka $x=\frac ab\neq 0_{\mathbb Q}$, sehingga $a\neq 0$ menurut 8.2.47(a). Jadi $(b,a)\in D$ untuk setiap wakil $(a,b)$ dari $x$. *Kelas hasil bukan nol.* Pembilang $b$ dari $(b,a)$ bukan nol karena $(a,b)\in D$. Menurut 8.2.47(a), $\frac ba\neq 0_{\mathbb Q}$. *Bebas wakil.* Jika $ab'=a'b$, maka $ba'=a'b=ab'=b'a$, yaitu $(b,a)\sim_{\mathbb Q}(b',a')$. *Grafik.* Ambil $G_{-1}=\{(X,W)\in\mathbb Q^\ast\times\mathbb Q^\ast:\exists(a,b)\in X\ (b,a)\in W\}$. Untuk setiap $X\in\mathbb Q^\ast$, ada $(a,b)\in X$, dan pemeriksaan domain di atas memberi kelas $W=\frac ba\in\mathbb Q^\ast$; jadi $(X,W)\in G_{-1}$ dan grafik total. Bila dua saksi $(a,b),(a',b')\in X$ memberi keluaran $W,W'$, bebas wakil yang baru dibuktikan memberi $W=\frac ba=\frac{b'}{a'}=W'$. Grafik bernilai tunggal. Refleksivitas memberi nilai invers sesuai rumus. Setiap $X$ mempunyai wakil, sehingga setiap fungsi yang memenuhi rumus tersebut mempunyai nilai yang sama di seluruh domain dan karenanya tunggal. $\square$ Untuk kelas nol, "rumus" $\frac ba$ akan menghasilkan pasangan seperti $(5,0)$ dari wakil $(0,5)$. Pasangan $(5,0)$ bukan unsur $D$. Karena itu $0_{\mathbb Q}$ sengaja dikecualikan dari domain. **Teorema 8.2.55 (hukum aritmetika $\mathbb Q$).** Untuk semua $x=\frac ab$, $y=\frac cd$, $z=\frac ef$ di $\mathbb Q$, dengan $b,d,f\neq 0$, berlaku: | | Hukum | Rumus | |---|---|---| | (a) | asosiativitas penjumlahan | $(x+y)+z=x+(y+z)$ | | (b) | komutativitas penjumlahan | $x+y=y+x$ | | (c) | identitas penjumlahan | $x+0_{\mathbb Q}=x$ | | (d) | invers penjumlahan | $x+(-x)=0_{\mathbb Q}$ | | (e) | asosiativitas perkalian | $(xy)z=x(yz)$ | | (f) | komutativitas perkalian | $xy=yx$ | | (g) | identitas perkalian | $x\cdot 1_{\mathbb Q}=x$ | | (h) | invers perkalian | jika $x\neq 0_{\mathbb Q}$, maka $x\cdot x^{-1}=1_{\mathbb Q}$ | | (i) | distributivitas | $x(y+z)=xy+xz$ dan $(y+z)x=yx+zx$ | | (j) | nol berbeda dari satu | $0_{\mathbb Q}\neq 1_{\mathbb Q}$ | *Strategi.* Hitung kedua ruas dengan wakil $(a,b)$, $(c,d)$, $(e,f)$ dan rumus 8.2.50. Setiap penyebut yang muncul adalah hasil kali faktor-faktor bukan nol, sehingga bukan nol menurut 8.2.21. Ada dua kemungkinan: - Jika kedua pasangan hasil menjadi sama setelah hukum ring $\mathbb Z$ diterapkan, kelasnya sama. - Jika tidak, kesamaan kelas diperiksa dengan (K) atau Lema 8.2.45(a). Hanya hukum $\mathbb Z$ yang dipakai. Penulisan $adf$ dan sejenisnya sah karena perkalian di $\mathbb Z$ asosiatif dan komutatif. *Bukti.* **(a) Asosiativitas penjumlahan.** Ruas kiri: $$ \Big(\frac ab+\frac cd\Big)+\frac ef=\frac{ad+bc}{bd}+\frac ef=\frac{(ad+bc)f+(bd)e}{(bd)f}=\frac{adf+bcf+bde}{bdf}. $$ Ruas kanan: $$ \frac ab+\Big(\frac cd+\frac ef\Big)=\frac ab+\frac{cf+de}{df}=\frac{a(df)+b(cf+de)}{b(df)}=\frac{adf+bcf+bde}{bdf}. $$ Kedua pasangan sama, dengan penyebut $bdf\neq 0$. **(b) Komutativitas penjumlahan.** $\dfrac cd+\dfrac ab=\dfrac{cb+da}{db}$. Menurut komutativitas di $\mathbb Z$, pasangan $(cb+da,\,db)$ sama dengan $(ad+bc,\,bd)$. **(c) Identitas penjumlahan.** Dengan $x\cdot 1=x$, $x0=0$, dan $x+0=x$ di $\mathbb Z$: $$ \frac ab+\frac01=\frac{a\cdot1+b\cdot0}{b\cdot1}=\frac{a+0}{b}=\frac ab. $$ **(d) Invers penjumlahan.** $\dfrac ab+\dfrac{-a}{b}=\dfrac{ab+b(-a)}{bb}$. Menurut 8.2.16, $b(-a)=-(ba)=-(ab)$, sehingga pembilangnya $ab+(-(ab))=0$. Pasangan hasil $(0,bb)$ tidak perlu sama dengan $(0,1)$. Namun $bb\neq0$, sehingga menurut Lema 8.2.47(a) kelasnya adalah $0_{\mathbb Q}$. **(e) Asosiativitas perkalian.** Ruas kiri adalah $\dfrac{(ac)e}{(bd)f}$ dan ruas kanan $\dfrac{a(ce)}{b(df)}$. Kedua pasangan sama dengan $(ace,bdf)$. **(f) Komutativitas perkalian.** $\dfrac cd\cdot\dfrac ab=\dfrac{ca}{db}=\dfrac{ac}{bd}$, menurut komutativitas di $\mathbb Z$. **(g) Identitas perkalian.** $\dfrac ab\cdot\dfrac11=\dfrac{a\cdot1}{b\cdot1}=\dfrac ab$. **(h) Invers perkalian.** Jika $\frac ab\neq0_{\mathbb Q}$, maka $a\neq0$ dan $$ \frac ab\cdot\frac ba=\frac{ab}{ba}. $$ Penyebut $ba\neq 0$ menurut 8.2.21. Pasangan $(ab,ba)$ tidak perlu sama dengan $(1,1)$. Namun $(ab)\cdot 1=ab=ba=(ba)\cdot 1$, sehingga menurut (K) berlaku $\frac{ab}{ba}=\frac11=1_{\mathbb Q}$. Tidak ada pembagian integer yang dipakai. **(i) Distributivitas.** Ruas kiri: $$ \frac ab\Big(\frac cd+\frac ef\Big)=\frac ab\cdot\frac{cf+de}{df}=\frac{a(cf+de)}{b(df)}=\frac{acf+ade}{bdf}. $$ Ruas kanan: $$ \frac ab\cdot\frac cd+\frac ab\cdot\frac ef=\frac{ac}{bd}+\frac{ae}{bf}=\frac{(ac)(bf)+(bd)(ae)}{(bd)(bf)} . $$ Dengan hukum ring $\mathbb Z$, pembilang ruas kanan sama dengan $b(acf)+b(ade)=b(acf+ade)$, dan penyebutnya sama dengan $b(bdf)$. Pasangan $\big(b(acf+ade),\,b(bdf)\big)$ tidak perlu sama dengan pasangan ruas kiri. Namun $b\neq 0$, sehingga Lema 8.2.45(a) dengan $k=b$ memberi $$ \frac{b(acf+ade)}{b(bdf)}=\frac{acf+ade}{bdf}. $$ Distributivitas kanan diperoleh dari distributivitas kiri dan (f): $$ (y+z)x=x(y+z)=xy+xz=yx+zx. $$ **(j)** Sudah ditunjukkan setelah Definisi 8.2.53. Bentuk kiri $0_{\mathbb Q}+x=x$, $1_{\mathbb Q}x=x$, dan $x^{-1}x=1_{\mathbb Q}$ diperoleh dari (c), (g), (h) bersama (b) dan (f). $\square$ Daftar (a)–(j) memuat hukum-hukum yang akan dipakai untuk mendefinisikan *medan* pada Bab 9. Akibat umum dari hukum-hukum itu, misalnya ketunggalan invers, tidak dibahas di sini. **Proposisi 8.2.56 (nol tidak mempunyai invers).** Untuk setiap $y\in\mathbb Q$ berlaku $0_{\mathbb Q}\cdot y=0_{\mathbb Q}$. Akibatnya, tidak ada $y\in\mathbb Q$ dengan $0_{\mathbb Q}\cdot y=1_{\mathbb Q}$. *Bukti.* Tulis $y=\frac cd$. Maka $$ \frac01\cdot\frac cd=\frac{0\cdot c}{1\cdot d}=\frac0d=0_{\mathbb Q} $$ menurut 8.2.47(a). Jika ada $y$ dengan $0_{\mathbb Q}y=1_{\mathbb Q}$, maka $0_{\mathbb Q}=1_{\mathbb Q}$. Ini bertentangan dengan 8.2.55(j). $\square$ **Definisi 8.2.57 (pengurangan dan pembagian).** Untuk $x,y\in\mathbb Q$, didefinisikan $x-y:=x+(-y)$. Untuk $y\neq 0_{\mathbb Q}$, didefinisikan $x\div y:=x\cdot y^{-1}$. Untuk $y=0_{\mathbb Q}$, pembagian *tidak didefinisikan*. Jika hukum lapangan dengan $0\neq1$ dipertahankan, invers nol tidak dapat ditambahkan: menurut 8.2.56, tidak ada unsur $\mathbb Q$ yang dapat berperan sebagai $0_{\mathbb Q}^{-1}$. --- #### Embedding $\mathbb Z\to\mathbb Q$ **Teorema 8.2.58.** Fungsi $j:\mathbb Z\to\mathbb Q$ dengan $j(a)=\dfrac a1$ injektif, dan untuk semua $a,c\in\mathbb Z$ berlaku $$ j(a+c)=j(a)+j(c),\quad j(ac)=j(a)j(c),\quad j(-a)=-j(a),\quad j(0)=0_{\mathbb Q},\quad j(1)=1_{\mathbb Q}. $$ *Bukti.* Karena $1\neq 0$, berlaku $(a,1)\in D$, sehingga $j$ terdefinisi. *Injektif.* Jika $\frac a1=\frac c1$, maka menurut (K), $a\cdot 1=1\cdot c$, yaitu $a=c$. *Operasi.* Setelah hukum identitas di $\mathbb Z$ (8.2.13–15) diterapkan, pasangan-pasangan berikut sama: $$ j(a)+j(c)=\frac{a\cdot1+1\cdot c}{1\cdot1}=\frac{a+c}1, \qquad j(a)j(c)=\frac{ac}{1\cdot1}=\frac{ac}{1}, \qquad -j(a)=\frac{-a}{1}=j(-a). $$ *Nol dan satu.* $j(0)=\frac01$ dan $j(1)=\frac11$ sesuai Definisi 8.2.53. $\square$ Akibatnya, dengan 8.2.17 dan 8.2.57, $$ j(a-c)=j(a+(-c))=j(a)+j(-c)=j(a)+(-j(c))=j(a)-j(c). $$ Komposisi $j\circ i:\mathbb N\to\mathbb Q$, dengan $n\mapsto \frac{i(n)}{1}$, injektif karena merupakan komposisi dua fungsi injektif. Komposisi ini juga mempertahankan $0$, $1$, $+$, dan $\cdot$, karena $i$ (8.2.18–19) dan $j$ masing-masing mempertahankannya. **Proposisi 8.2.59 (notasi pecahan sebagai pembagian).** Untuk $(a,b)\in D$ berlaku $$ \frac ab=j(a)\div j(b). $$ *Bukti.* Karena $b\neq 0$, berlaku $j(b)=\frac b1\neq0_{\mathbb Q}$ (8.2.47(a)). Dengan wakil $(b,1)$, Lema 8.2.54 memberi $j(b)^{-1}=\frac1b$. Maka $$ j(a)\cdot j(b)^{-1}=\frac a1\cdot\frac1b=\frac{a\cdot1}{1\cdot b}=\frac ab. $$ $\square$ Jadi setiap bilangan rasional adalah hasil bagi dua integer di dalam $\mathbb Q$. Notasi $\frac ab$, yang semula hanya nama kelas, ternyata selaras dengan pembagian di $\mathbb Q$. **Catatan 8.2.60 (identifikasi, bukan inklusi literal).** Integer $[m,n]$ adalah himpunan pasangan bilangan asli, sedangkan $\frac a1$ adalah himpunan pasangan integer. Konstruksi tidak mengasumsikan bahwa keduanya identik secara literal; yang digunakan adalah embedding. Karena itu penulisan $$ \mathbb N\subseteq\mathbb Z\subseteq\mathbb Q $$ berarti *identifikasi*: integer $a$ disamakan dengan $j(a)$, dan bilangan asli $n$ disamakan dengan $j(i(n))$. Identifikasi ini sah karena $j$ dan $j\circ i$ injektif dan mempertahankan operasi (8.2.58). Akibatnya, perhitungan dengan $a$ di $\mathbb Z$ dan perhitungan dengan $j(a)$ di $\mathbb Q$ memberi hasil yang bersesuaian. Pernyataan ini tidak mengklaim apa pun tentang kode himpunan. Mulai sekarang, bila tidak menimbulkan kerancuan, ditulis $0$, $1$, dan $a$ untuk $0_{\mathbb Q}$, $1_{\mathbb Q}$, dan $j(a)$. --- #### Urutan pada $\mathbb Q$: definisi dan bebas wakil Subbagian ini mengerjakan empat hal: - mendefinisikan urutan pada $\mathbb Q$; - membuktikan bahwa definisi itu bebas wakil (8.2.62); - membuktikan trikotomi dan kecocokan dengan $j$ (8.2.63); - membuktikan transitivitas sebagai latihan berpembahasan lengkap (Latihan 8.2.72). Kecocokan urutan dengan penjumlahan dan perkalian, yaitu hukum medan terurut, **tidak dibuktikan di sini** dan tidak boleh dianggap telah tersedia; teori urutan dibahas pada Bab 10. Hukum urutan yang dipakai di bawah hanyalah hukum urutan $\mathbb Z$ dari Bagian A. **Definisi 8.2.61.** Dengan pemisahan dari $\mathbb Q\times\mathbb Q$, definisikan $x<_{\mathbb Q}y$ jika dan hanya jika *terdapat* $(a,b)\in x$ dan $(c,d)\in y$ dengan $b>0$, $d>0$, dan $ad0$. Maka $$ ad0$ dan $bd>0$, karena hasil kali dua bilangan positif adalah positif. Dengan 8.2.29 untuk faktor positif $z=b'd'$, $$ ad0$. Wakil seperti itu ada menurut 8.2.45(c). Menurut Lema 8.2.62 dan (K): - $x<_{\mathbb Q}y\iff ad0$. --- #### Kesalahan umum 1. **Membatalkan faktor yang mungkin nol.** Dalam bukti transitivitas, $c$ tidak boleh dibatalkan. Yang dibatalkan adalah $d\neq0$ (8.2.42). 2. **Mengira wakil adalah bilangan.** Sebagai pasangan, $(1,2)\neq(2,4)$, tetapi $\frac12=\frac24$. Kesamaan bilangan rasional diuji dengan (K). 3. **Menganggap rumus pada wakil otomatis mendefinisikan operasi.** Contoh 8.2.52 menunjukkan bahwa hal ini bisa gagal. Setiap operasi memerlukan pemeriksaan bebas wakil seperti Lema 8.2.49. Jika penyebut boleh negatif, rumus $\star$ bahkan dapat menghasilkan penyebut nol: $(1,1)$ dan $(1,-1)$ memberi $(2,0)\notin D$. 4. **Menulis $\left(\frac ab\right)^{-1}=\frac ba$ tanpa syarat.** Invers hanya terdefinisi untuk kelas bukan nol. Hanya dengan syarat itu setiap wakil mempunyai pembilang bukan nol (8.2.54). 5. **Menerima suatu hukum $\mathbb Q$ tanpa memeriksa pasangan hasil.** Pada (d), (h), dan (i) Teorema 8.2.55, kedua pasangan hasil *tidak harus* sama. Kesamaan kelasnya memerlukan (K) atau Lema 8.2.45(a). 6. **Mengartikan $\mathbb Z\subseteq\mathbb Q$ sebagai inklusi literal.** Yang dimaksud adalah identifikasi melalui $j$ (8.2.60). 7. **Membandingkan pecahan dengan $ad0$. Ini sah menurut 8.2.45(c), dan menurut 8.2.62 wakil $y$ yang sama dapat dipakai pada kedua hipotesis. Hipotesisnya menjadi $ad0$ (8.2.29): $adf0$: $bcf0$, arah sebaliknya pada 8.2.29 memberi $af0$, arah "jika dan hanya jika" pada 8.2.29 memberi $10$, maka $ac0$, dan jika $a>0$, maka $a^{-1}>0$. Jika $c>0$, maka $c^{-1}>0$ menurut sifat 4. Menerapkan sifat 3 dengan faktor $c^{-1}$ memberi arah kebalikannya. Jadi, untuk $c>0$, berlaku $at$. Sifat ini akan diturunkan dari kelengkapan $\mathbb{R}$ pada Bab 11. Sifat ini bukan akibat Prasyarat 8.3.1: ada medan terurut yang memuat salinan $\mathbb{Q}$ tetapi tidak Archimedes. Fakta itu dicatat tanpa bukti dalam unit ini, dan contohnya berada di luar cakupan unit ini. Sebagai pembanding, Jiří Lebl, *Basic Analysis*, bagian 1.2 (https://www.jirka.org/ra/html/sec_setofreals.html), memuat sifat Archimedes dan kerapatan $\mathbb{Q}$ dalam **Theorem 1.2.4**. Lebl memakai $\mathbb{N}=\{1,2,3,\dots\}$, sedangkan buku ini memakai $\mathbb{N}$ yang memuat $0$. Karena itu, setiap kali indeks positif diperlukan, syarat $n\ge1$ diturunkan secara eksplisit, seperti pada Langkah 2 Teorema 8.3.4 dan Pembahasan 8.3.9. Sebaliknya, pada Langkah 1 Lema 8.3.3 nilai $h=0$ diperbolehkan. ### Lema pembulatan Kita belum mempunyai fungsi "floor" ($\lfloor\cdot\rfloor$). Fungsi itu tidak boleh diasumsikan, karena keberadaannya justru perlu dibuktikan. **Lema 8.3.3 (pembulatan).** Untuk setiap $t\in\mathbb{R}$ ada tepat satu $m\in\mathbb{Z}$ dengan $$ m-1\le t-t$. Menambahkan $t$ pada kedua ruas (sifat 2) memberi $t+h>0$. *Langkah 2 (WOP).* Bentuk $$ K=\{k\in\mathbb{N} : k>t+h\}. $$ Himpunan ini dibentuk dengan pemisahan dari $\mathbb{N}$ (Bab 3), sehingga $K\subseteq\mathbb{N}$. Prasyarat 8.3.2 yang diterapkan pada $t+h$ memberi $K\neq\varnothing$. Oleh WOP, $K$ mempunyai unsur terkecil $k$ terhadap urutan $\mathbb{N}$, yang sesuai dengan urutan $\mathbb{R}$ menurut Prasyarat 8.3.1. *Langkah 3 ($k\ge1$).* Dari $k>t+h>0$ diperoleh $k>0$, jadi $k\neq0$. Menurut 8.1, $k$ mempunyai pendahulu tunggal $p\in\mathbb{N}$ dengan $k=p+1$. Di $\mathbb{Z}$ berlaku $p=k-1$. Jadi $k\ge1$ dan $k-1\in\mathbb{N}$. Tanpa Langkah 1, kesimpulan ini dapat gagal. Untuk $t=-5/2$, misalnya, unsur terkecil $\{k\in\mathbb{N}:k>t\}$ adalah $0$, padahal $0-1\notin\mathbb{N}$. *Langkah 4 (minimalitas).* Karena $1>0$, berlaku $k-1t+h$ tidak berlaku. Menurut trikotomi (sifat 1), $k-1\le t+h$. Bersama $k\in K$ diperoleh $$ k-1\le t+h0$. **Bukti.** *Langkah 1.* Dari $x0$. Jadi $y-x\ne0$, dan menurut sifat 4, $\dfrac{1}{y-x}>0$. *Langkah 2.* Menurut Prasyarat 8.3.2, ada $n\in\mathbb{N}$ dengan $n>\dfrac{1}{y-x}$. Karena $\dfrac{1}{y-x}>0$, transitivitas memberi $n>0$. Jadi $n\ne0$, dan menurut 8.1, $n\ge1$. Kalikan $n>\dfrac1{y-x}$ dengan $y-x>0$ (sifat 3): $$ n(y-x)>1,\qquad\text{yaitu}\qquad nx+10$ dan sifat 4 diperoleh $n^{-1}>0$. Kalikan $nx0$, yang dijamin oleh Langkah 2. **Contoh 8.3.5.** Ambil $x=-\tfrac13$ dan $y=-\tfrac14$. - Selisihnya $y-x=-\tfrac14+\tfrac13=\tfrac1{12}>0$, sehingga $\dfrac1{y-x}=12$. Pilih $n=24>12$. Maka $nx=-8$, $ny=-6$, dan $n(y-x)=2>1$. - Lema 8.3.3 untuk $t=-8$ meminta $m-1\le-88$, sehingga $t+h=1$. Maka $K=\{k\in\mathbb{N}:k>1\}$ mempunyai unsur terkecil $k=2$, dan $m=2-9=-7$. - Rantai ketaksamaannya adalah $-8<-7\le-7<-6$. Jadi $q=-\tfrac7{24}$. *Pemeriksaan melalui perkalian positif.* Karena $24>0$, sifat 3 berlaku dua arah. Jadi $-\tfrac13<-\tfrac7{24}$ setara dengan $-8<-7$, yang benar. Demikian pula, $-\tfrac7{24}<-\tfrac14$ setara dengan $-7<-6$, yang benar. *Kriteria perkalian silang.* Misalkan $a,c\in\mathbb{Z}$ dan $b,d\in\mathbb{Z}$ dengan $b,d>0$. Maka $bd>0$, dan perkalian dua arah dengan $bd$ memberi $$ \frac ab<\frac cd \iff ad\frac1{y-x}$ harus tegas.* Dengan $n=12$ diperoleh $n(y-x)=1$, bukan $>1$. Maka $nx=-4$, Lema 8.3.3 memberi $m=-3$, dan $q=-\tfrac3{12}=-\tfrac14=y$. Bilangan ini **tidak** terletak tegas di antara $x$ dan $y$. ### Tak hingga banyak rasional di setiap selang Teorema 8.3.4 hanya menjamin satu saksi. Klaim bahwa setiap selang memuat tak hingga banyak rasional memerlukan bukti tersendiri. **Akibat 8.3.6.** Jika $x0$. *Definisi $\psi$.* Untuk $k\in\mathbb{N}$, definisikan $$ \psi(k)=q_1+\frac{d}{k+2}. $$ Penyebutnya sah karena $k+2=1+(k+1)\ge 1+1>0$, sehingga $k+2\neq0$. Jadi $\psi(k)\in\mathbb{Q}$, karena $\mathbb{Q}$ tertutup terhadap operasinya dan pembagian dengan unsur tak nol. *Letak $\psi(k)$.* Dari $k+2>1$ dan perkalian dengan $(k+2)^{-1}>0$ diperoleh $0<\dfrac1{k+2}<1$. Kalikan dengan $d>0$: $$ 0<\dfrac d{k+2}0$ (8.2). Maka $b\ge1$ karena $\mathbb{Z}$ diskret. - *Kasus $a\le 0$.* Karena $b^{-1}>0$, berlaku $q=a\,b^{-1}\le0$. Jadi $t0$.* Maka $a$ adalah integer positif, sehingga $a\in\mathbb{N}$ (8.2). Dari $1\le b$ dan $a>0$ diperoleh $a\le ab$. Kalikan dengan $b^{-1}>0$ untuk memperoleh $q=a b^{-1}\le a$. Jadi $tt\}$ memang mempunyai unsur terkecil, tetapi fakta itu adalah isi Lema 8.3.3, bukan akibat langsung WOP. Itulah sebabnya diperlukan pergeseran $h$. 3. **Melupakan $k\ge1$.** Tanpa $t+h>0$, unsur terkecil $K$ bisa $0$, sehingga $k-1$ tidak berada di $\mathbb{N}$. 4. **Memilih $n$ dengan $n(y-x)=1$.** Ketaksamaan harus tegas; lihat Contoh 8.3.5 dengan $n=12$. 5. **Membagi dengan $n$ tanpa menyebut $n>0$.** Pembagian dengan bilangan negatif membalik arah ketaksamaan, dan $n=0$ tidak sah sebagai penyebut. 6. **Mengandaikan $m$ positif.** Untuk $x<0$, $m$ dapat negatif, seperti $m=-7$ pada Contoh 8.3.5. 7. **Menyebut kerapatan sebagai akibat aksioma medan terurut saja.** Tanpa sifat Archimedes, yang di sini dipinjam dari kelengkapan, bukti ini tidak berjalan. ### Latihan **Latihan 8.3.8.** Dengan metode bukti Teorema 8.3.4, tentukan $q\in\mathbb{Q}$ dengan $-\tfrac570$. Buktikan bahwa ada $q\in\mathbb{Q}$ dengan $00$, sehingga $\dfrac1{y-x}=21$. Pilih $n=22$. Maka $$ nx=-\tfrac{110}7,\qquad ny=-\tfrac{44}3,\qquad n(y-x)=\tfrac{22}{21}>1. $$ *Menentukan $m$.* Terapkan Lema 8.3.3 pada $t=-\tfrac{110}7$. Pilih $h=16>\tfrac{110}7$, sehingga $t+h=\tfrac27>0$. Himpunan $K=\{k\in\mathbb{N}:k>\tfrac27\}$ mempunyai unsur terkecil $k=1$, karena $0\notin K$. Maka $m=1-16=-15$. Periksa syarat lema: - $m-1=-16=-\tfrac{112}7\le-\tfrac{110}7$; - $-\tfrac{110}7<-\tfrac{105}7=-15$. *Rantai ketaksamaan.* Karena $nx+1=-\tfrac{103}7$, berlaku $$ -\tfrac{110}7<-15\le-\tfrac{103}7<-\tfrac{44}3 . $$ Ketaksamaan terakhir benar karena $-\tfrac{309}{21}<-\tfrac{308}{21}$. Jadi $q=-\tfrac{15}{22}$. *Pemeriksaan.* Dengan kriteria perkalian silang pada Contoh 8.3.5 (penyebut positif): - $-\tfrac57<-\tfrac{15}{22}$ karena $(-5)\cdot22=-110<-105=7\cdot(-15)$; - $-\tfrac{15}{22}<-\tfrac23$ karena $(-15)\cdot3=-45<-44=22\cdot(-2)$. *Pilihan $n$ yang gagal.* Sebagai pembanding, $n=21$ memberi $nx=-15$, sehingga $m=-14$ dan $q=-\tfrac{14}{21}=-\tfrac23=y$. Pilihan ini gagal karena $n(y-x)=1$ tidak lebih besar dari $1$. **Pembahasan 8.3.9.** *Cara pertama.* Terapkan Teorema 8.3.4 pada $x=0$ dan $y=\varepsilon$; syarat $0<\varepsilon$ dipenuhi. *Cara kedua (bentuk $1/n$).* Karena $\varepsilon>0$, berlaku $\varepsilon^{-1}>0$. Prasyarat 8.3.2 memberi $n\in\mathbb{N}$ dengan $n>\varepsilon^{-1}$. Transitivitas memberi $n>0$, sehingga $n\ge1$ dan $n^{-1}>0$. Kalikan $n>\varepsilon^{-1}$ dengan $\varepsilon>0$ untuk memperoleh $n\varepsilon>1$. Kalikan lagi dengan $n^{-1}>0$ untuk memperoleh $\varepsilon>n^{-1}$. Jadi $q=1/n$ memenuhi $00$, bukan oleh anggapan bahwa $\mathbb{N}$ dimulai dari $1$. **Pembahasan 8.3.10.** *Kasus $x=y$.* Andaikan ada $z$ dengan $x1$, sebab $n\cdot 0=0<1$. *Kasus $x>y$.* Selang $J_{x,y}$ juga kosong, dengan argumen transitivitas yang sama. Untuk dua real berbeda, teorema diterapkan pada yang lebih kecil dan yang lebih besar di antara keduanya. Jadi hipotesis $x0$ diperoleh $2=1+1>0$, sehingga $2\ne0$ dan $2^{-1}>0$. Menambahkan $x$ pada $x0$: $$ x<\frac{x+y}20$ dengan $r^2=2$. Keberadaan $r$ dipinjam dari kelengkapan $\mathbb{R}$, dan $r\notin\mathbb{Q}$ dibuktikan pada 8.4. Ambil $x=0$ dan $y=2r$. Maka $x0$ ada $q\in\mathbb{Q}$ dengan $z 0$ dan $r^2 = 2$. Pernyataan (1) hanya membicarakan $\mathbb{Q}$, dan seluruh buktinya diberikan dalam unit ini. Pernyataan (2) membicarakan $\mathbb{R}$. Pernyataan ini tidak muncul dari simbol akar, dan juga tidak muncul dari aksioma medan terurut. Keberadaan $r$ **dipinjam** dari sifat kelengkapan $\mathbb{R}$, yang baru dibahas kemudian. Kalimat "$\sqrt{2}$ irasional" baru bermakna setelah kedua pernyataan tersedia, ditambah ketunggalan akar positif yang juga dibuktikan di sini. ### Status bahan dalam unit ini **Definisi baru:** bilangan irasional dan notasi $\sqrt{c}$ untuk akar positif tunggal. **Definisi yang dinyatakan ulang agar notasinya tetap:** keterbagian, bilangan genap, dan bilangan ganjil di $\mathbb{Z}$. **Hasil yang dibuktikan:** - ketunggalan akar kuadrat positif; - lema paritas; - keberadaan wakil dengan penyebut positif; - keberadaan wakil dengan penyebut positif terkecil beserta sifat tereduksinya; - tidak adanya $q \in \mathbb{Q}$ dengan $q^2 = 2$; - sifat salinan $\mathbb{Q}$ di $\mathbb{R}$ terhadap negasi dan invers; - akibat-akibat dari hasil di atas. **Prasyarat pinjaman dan hasil terdahulu:** - **(P1)** $\mathbb{R}$ adalah medan terurut yang memuat salinan $\mathbb{Q}$. Artinya, ada pemetaan injektif $\varphi : \mathbb{Q} \to \mathbb{R}$ yang mempertahankan $0$, $1$, penjumlahan, perkalian, dan urutan. Setelah identifikasi melalui $\varphi$, kita menulis $\mathbb{Q} \subseteq \mathbb{R}$. Fakta ini dipinjam dari pembahasan berikutnya, sama seperti pada 8.3. - **(P2) Keberadaan akar.** Ada $r \in \mathbb{R}$ dengan $r > 0$ dan $r^2 = 2$. Fakta ini dipinjam dari kelengkapan $\mathbb{R}$. Sebagai pembanding, Jiří Lebl, *Basic Analysis*, bagian 1.2, **Example 1.2.3** (https://www.jirka.org/ra/html/sec_setofreals.html), membuktikan keberadaan akar positif $2$ memakai supremum. Teori supremum tidak diuraikan di sini. - **(P3) Hasil dari 8.2:** - $\mathbb{Z}$ adalah ring komutatif tanpa pembagi nol. Hukum pembatalan berlaku: jika $d \neq 0$ dan $dx = dy$, maka $x = y$. - Akibat hukum ring: $-(dx) = d(-x)$. - Urutan $\mathbb{Z}$ total, sehingga trikotomi berlaku, dan urutan itu kompatibel dengan penjumlahan. - $0 < 1$. - Integer positif tepat berupa kelas $[k,0]$ dengan $k > 0$. Karena itu integer tak negatif diidentifikasi dengan $\mathbb{N}$ melalui embedding $i$, dan integer positif dengan unsur positif $\mathbb{N}$. - Hasil kali dua integer positif adalah positif. Akibatnya, jika $d > 0$ dan $x \geq 0$, maka $dx \geq 0$. Kasus $x = 0$ berasal dari $d \cdot 0 = 0$. - Urutan $\mathbb{Z}$ diskret: jika $e > 0$, maka $e \geq 1$. - $\mathbb{Q}$ adalah medan dengan kelas $a/b$ untuk $(a,b) \in \mathbb{Z} \times (\mathbb{Z} \setminus \{0\})$. Kesamaan kelas: $a/b = c/d$ jika dan hanya jika $ad = bc$. Perkalian kelas: $(a/b)(c/d) = (ac)/(bd)$. - **(P4)** Prinsip urutan baik (WOP) untuk bagian tak kosong $\mathbb{N}$, Teorema 7.3.3–7.3.4, dengan prasyarat fondasionalnya. Sifat Archimedes tidak dipakai dalam unit ini. Satu-satunya pengecualian adalah penutup, yang memakai kerapatan dari 8.3. --- ### Definisi dasar **Definisi 8.4.1.** Misalkan $d, a \in \mathbb{Z}$. - $d$ **membagi** $a$ jika ada $c \in \mathbb{Z}$ dengan $a = dc$. - $a$ **genap** jika $2$ membagi $a$, yaitu jika ada $k \in \mathbb{Z}$ dengan $a = 2k$. - $a$ **ganjil** jika ada $k \in \mathbb{Z}$ dengan $a = 2k + 1$. - Bilangan real $x$ disebut **irasional** jika $x \notin \varphi[\mathbb{Q}]$, yaitu jika $x$ tidak berada dalam salinan $\mathbb{Q}$ di dalam $\mathbb{R}$. Lambang $2$ berarti $1 + 1$ di setiap sistem: - di $\mathbb{Z}$, $2 = [2,0]$; - di $\mathbb{Q}$, $2$ berarti $2/1$; - di $\mathbb{R}$, $2 = 1 + 1 = \varphi(1/1) + \varphi(1/1) = \varphi(2/1)$, karena $\varphi$ mempertahankan $1$ dan penjumlahan. Dengan cara yang sama, $4 = 1 + 1 + 1 + 1 = \varphi(4/1)$ di $\mathbb{R}$. --- ### Ketunggalan akar kuadrat positif **Proposisi 8.4.2.** Misalkan $c \in \mathbb{R}$. Paling banyak ada satu $r \in \mathbb{R}$ dengan $r > 0$ dan $r^2 = c$. *Domain dan hipotesis.* Proposisi ini hanya memakai aksioma medan terurut (P1). Proposisi ini **tidak** menyatakan bahwa akar itu ada. *Strategi.* Ubah selisih kuadrat menjadi hasil kali. Kemudian gunakan fakta bahwa faktor tak nol mempunyai invers. *Bukti.* Misalkan $r, s > 0$ dan $r^2 = s^2 = c$. Dengan distributivitas dan komutativitas perkalian, $$ (r - s)(r + s) = r^2 + rs - sr - s^2 = r^2 - s^2 = c - c = 0. $$ Karena $r > 0$, kompatibilitas urutan dengan penjumlahan memberi $r + s > 0 + s = s$. Karena $s > 0$, diperoleh $r + s > 0$. Jadi $r + s \neq 0$, dan $(r+s)^{-1}$ ada. Kalikan kedua ruas dengan $(r+s)^{-1}$: $$ r - s = (r - s)(r + s)(r + s)^{-1} = 0 \cdot (r + s)^{-1} = 0. $$ Jadi $r = s$. $\blacksquare$ **Definisi 8.4.3 (notasi $\sqrt{c}$).** Misalkan $c \in \mathbb{R}$ mempunyai akar positif, yaitu ada $r > 0$ dengan $r^2 = c$. Menurut Proposisi 8.4.2, akar positif itu tunggal, dan kita menuliskannya $\sqrt{c}$. Menurut (P2), syarat ini dipenuhi oleh $c = 2$, sehingga $\sqrt{2}$ terdefinisi. Tanpa (P2) atau bukti keberadaan lain, belum dijamin bahwa simbol $\sqrt{2}$ menunjuk suatu bilangan real; Proposisi 8.4.2 sendiri hanya menjamin ketunggalan. *Catatan.* Pembatasan tanda diperlukan untuk klaim ketunggalan ini. Bilangan $-\sqrt{2}$ juga memenuhi $(-\sqrt{2})^2 = 2$. Argumen di atas tidak berlaku untuk pasangan $\sqrt{2}$ dan $-\sqrt{2}$, karena jumlah keduanya $0$. --- ### Lema paritas **Lema 8.4.4 (paritas; bandingkan Lema 6.3.4 dan Teorema 6.3.5).** Untuk setiap $a \in \mathbb{Z}$ berlaku: - (i) $a$ genap atau $a$ ganjil; - (ii) $a$ tidak sekaligus genap dan ganjil; - (iii) jika $a^2$ genap, maka $a$ genap. *Strategi.* - Bagian (i): induksi pada $\mathbb{N}$, lalu perluasan ke integer negatif. - Bagian (ii): diskretnya urutan $\mathbb{Z}$. - Bagian (iii): kontradiksi, dengan memakai (i) dan (ii). *Bukti.* **(i)** Pada bagian ini, $n \in \mathbb{N}$ dibaca melalui embedding $i$ dari 8.2. Di $\mathbb{N}$ berlaku $S(n) = n + 1$, dan $i$ mempertahankan penjumlahan. Karena itu $i(S(n)) = i(n) + 1$, dan langkah induksi dari $n$ ke $S(n)$ dapat ditulis $n \mapsto n + 1$. Bentuk $$ A = \{n \in \mathbb{N} : \text{ada } k \in \mathbb{Z} \text{ dengan } n = 2k \text{ atau } n = 2k + 1\}. $$ - *Dasar.* $0 = 2 \cdot 0$, jadi $0 \in A$. - *Langkah.* Misalkan $n \in A$. - Jika $n = 2k$, maka $n + 1 = 2k + 1$. - Jika $n = 2k + 1$, maka $n + 1 = 2k + 2 = 2(k + 1)$. Dalam kedua kasus, $n + 1 \in A$. Jadi $A$ memuat $0$ dan tertutup terhadap penerus. Menurut induksi, $A = \mathbb{N}$. Akibatnya, setiap integer $a \geq 0$ genap atau ganjil. Sekarang misalkan $a < 0$. Menurut (P3), $-a > 0$, sehingga $-a$ adalah salinan suatu unsur $\mathbb{N}$. Unsur itu berada di $A$. - Jika $-a = 2k$, maka $a = -(2k) = 2(-k)$. - Jika $-a = 2k + 1$, maka $a = -2k - 1 = 2(-k - 1) + 1$. Menurut trikotomi, setiap $a$ memenuhi $a \geq 0$ atau $a < 0$, sehingga (i) berlaku untuk semua $a$. **(ii)** Andaikan $a = 2k = 2j + 1$. Dengan distributivitas, $2m = 1$ untuk $m = k - j$. Menurut trikotomi dan diskretnya $\mathbb{Z}$, berlaku $m \leq 0$ atau $m \geq 1$. - Jika $m \leq 0$, maka $2m = m + m \leq 0 + 0 = 0 < 1$. - Jika $m \geq 1$, maka $2m = m + m \geq 1 + 1 = 2$. Selain itu, $2 = 1 + 1 > 0 + 1 = 1$, sehingga $2m > 1$. Kedua kasus bertentangan dengan $2m = 1$. **(iii)** Misalkan $a^2$ genap, dan andaikan $a$ tidak genap. Menurut (i), $a$ ganjil, misalnya $a = 2k + 1$. Maka $$ a^2 = 4k^2 + 4k + 1 = 2(2k^2 + 2k) + 1, $$ sehingga $a^2$ ganjil. Menurut (ii), $a^2$ tidak genap. Ini kontradiksi. $\blacksquare$ *Catatan.* Bagian (iii) adalah kebalikan dari implikasi yang mudah, yaitu "$a$ genap mengakibatkan $a^2$ genap". Bukti utama memerlukan arah (iii). --- ### Penyebut positif dan pecahan tereduksi Frasa "tanpa mengurangi keumuman, misalkan $a/b$ tereduksi" bukanlah bukti. Dua lema berikut menunjukkan bahwa wakil seperti itu memang ada. Keduanya tidak memakai teorema keberadaan FPB (gcd) dan tidak memakai aksioma pilihan. **Lema 8.4.5 (penyebut positif).** Setiap $q \in \mathbb{Q}$ mempunyai wakil $(a,b)$ dengan $b > 0$. *Bukti.* Misalkan $q = a/b$ dengan $b \neq 0$. Menurut trikotomi urutan $\mathbb{Z}$, tepat satu dari $b > 0$ atau $b < 0$ berlaku. - Jika $b > 0$, wakil $(a,b)$ sudah memenuhi syarat. - Jika $b < 0$, maka $-b > 0$. Pasangan $(-a, -b)$ berada di $\mathbb{Z} \times (\mathbb{Z} \setminus \{0\})$, dan pasangan ini ekuivalen dengan $(a,b)$ karena $$ a(-b) = -(ab) = -(ba) = b(-a). $$ Jadi $q = (-a)/(-b)$ dengan penyebut positif. $\blacksquare$ **Lema 8.4.6 (penyebut positif terkecil).** Misalkan $q \in \mathbb{Q}$, dan bentuk $$ B_q = \{\, b \in \mathbb{N} : b > 0 \text{ dan ada } a \in \mathbb{Z} \text{ dengan } q = a/b \,\}. $$ Di sini $b \in \mathbb{N}$ dibaca melalui salinannya di $\mathbb{Z}$. Maka: - (a) $B_q$ mempunyai unsur terkecil $b_0$. - (b) Untuk setiap $a_0 \in \mathbb{Z}$ dengan $q = a_0/b_0$, tidak ada $d \in \mathbb{Z}$ dengan $d \geq 2$ yang membagi $a_0$ dan $b_0$ sekaligus. - (c) Untuk $a_0$ seperti pada (b), satu-satunya pembagi bersama positif dari $a_0$ dan $b_0$ adalah $1$. Secara khusus, $2$ tidak membagi $a_0$ dan $b_0$ sekaligus. *Domain dan hipotesis.* $B_q$ adalah bagian dari $\mathbb{N}$ yang dibentuk dengan aksioma pemisahan. WOP dipakai pada bagian $\mathbb{N}$ ini, bukan pada sembarang bagian $\mathbb{Z}$ (lihat Latihan 8.4.11). *Bukti.* **(a)** Menurut Lema 8.4.5, $q$ mempunyai wakil dengan penyebut positif. Penyebut ini adalah salinan suatu unsur positif $\mathbb{N}$ (P3), sehingga $B_q \neq \varnothing$. Menurut WOP (P4), $B_q$ mempunyai unsur terkecil $b_0$. Karena $b_0 \in B_q$, ada pembilang $a_0 \in \mathbb{Z}$ dengan $q = a_0/b_0$. Kita mengambil satu saksi seperti itu. Ini hanya satu pengambilan dari satu himpunan tak kosong, sehingga aksioma pilihan tidak diperlukan. **(b)** Andaikan ada $d \geq 2$ yang membagi $a_0$ dan $b_0$. Tulis $a_0 = dc$ dan $b_0 = de$ dengan $c, e \in \mathbb{Z}$. Integer $e$ inilah yang sering ditulis "$b_0/d$". Penulisan itu hanya bermakna sebagai integer yang memenuhi $b_0 = de$, bukan sebagai kelas di $\mathbb{Q}$. 1. **$e > 0$.** Andaikan $e \leq 0$. Maka $-e \geq 0$. Karena $d \geq 2 > 0$, berlaku $d(-e) \geq 0$ (P3). Jadi $b_0 = de = -(d(-e)) \leq 0$, bertentangan dengan $b_0 > 0$. 2. **$e < b_0$.** Karena $d - 2 \geq 0$ dan $e > 0$, berlaku $(d - 2)e \geq 0$, yaitu $de - 2e \geq 0$. Jadi $b_0 = de \geq 2e$. Karena $e > 0$, berlaku $2e = e + e > 0 + e = e$. Jadi $b_0 > e$. 3. **$c/e$ adalah wakil $q$.** Karena $e \neq 0$, pasangan $(c, e)$ sah. Perkalian silang memberi $$ a_0 e = (dc)e = c(de) = c\, b_0, $$ sehingga $a_0/b_0 = c/e$. Dari langkah 1–3, $e \in B_q$ dan $e < b_0$. Ini bertentangan dengan minimalitas $b_0$. **(c)** Misalkan $d > 0$ membagi $a_0$ dan $b_0$. Karena urutan diskret, $d \geq 1$. Menurut (b), tidak berlaku $d \geq 2$, sehingga $d < 2$. Maka $2 - d > 0$, jadi $2 - d \geq 1$, dan akibatnya $d \leq 1$. Dengan demikian $d = 1$. Sebaliknya, $1$ membagi kedua bilangan karena $a_0=1\cdot a_0$ dan $b_0=1\cdot b_0$. $\blacksquare$ *Catatan tentang tanda.* Lema ini tidak membuat anggapan apa pun tentang tanda $a_0$. Pembilang boleh positif, negatif, atau nol. Sebagai contoh, ambil $q = 0$. - Karena $0 = 0/1$, berlaku $1 \in B_q$. - Setiap unsur $B_q$ positif, sehingga bernilai $\geq 1$. Jadi $b_0 = 1$. - Jika $d \geq 2$ dan $1 = de$, maka $e > 0$ seperti pada langkah 1. Akibatnya $e \geq 1$, sehingga $1 = de \geq 2e \geq 2$. Ini mustahil. Jadi untuk $q = 0$, wakil $0/1$ memenuhi (b) meskipun $0$ dibagi oleh setiap integer. --- ### Teorema utama **Teorema 8.4.7.** Tidak ada $q \in \mathbb{Q}$ dengan $q^2 = 2$. *Domain dan hipotesis.* Seluruh pernyataan berada di dalam $\mathbb{Q}$. Prasyarat (P2) **tidak** dipakai. *Strategi.* Gunakan kontradiksi. Ambil wakil dengan penyebut positif terkecil (Lema 8.4.6), turunkan $a^2 = 2b^2$, lalu terapkan paritas dua kali. *Bukti.* Andaikan ada $q \in \mathbb{Q}$ dengan $q \cdot q = 2/1$. **Langkah 1: memilih wakil.** Menurut Lema 8.4.6, ada $a \in \mathbb{Z}$ dan $b \in \mathbb{Z}$ dengan $b > 0$, $q = a/b$, dan $b$ adalah unsur terkecil $B_q$. **Langkah 2: memperoleh $a^2 = 2b^2$.** Menurut definisi perkalian di $\mathbb{Q}$, $$ q \cdot q = \frac{a \cdot a}{b \cdot b}. $$ Pasangan $(a^2, b^2)$ sah karena $b \neq 0$ dan $\mathbb{Z}$ tidak mempunyai pembagi nol, sehingga $b^2 \neq 0$. Kesamaan kelas $a^2/b^2 = 2/1$ berarti $a^2 \cdot 1 = b^2 \cdot 2$, yaitu $$ a^2 = 2b^2. $$ **Langkah 3: $a$ genap.** Persamaan $a^2 = 2b^2$ menunjukkan bahwa $a^2$ genap, dengan saksi $b^2 \in \mathbb{Z}$. Menurut Lema 8.4.4(iii), $a$ genap. Tulis $a = 2k$ dengan $k \in \mathbb{Z}$. **Langkah 4: $b$ genap.** Substitusi memberi $a^2 = (2k)^2 = 2(2k^2)$. Dari Langkah 2 diperoleh $2(2k^2) = 2(b^2)$. Karena $2 \neq 0$, hukum pembatalan di $\mathbb{Z}$ (P3) memberi $$ b^2 = 2k^2. $$ Jadi $b^2$ genap. Menurut Lema 8.4.4(iii), $b$ genap. Tulis $b = 2l$ dengan $l \in \mathbb{Z}$. **Langkah 5: $l > 0$.** Andaikan $l \leq 0$. Maka $b = 2l = l + l \leq 0 + 0 = 0$, bertentangan dengan $b > 0$. Jadi $l > 0$. **Langkah 6: kontradiksi.** Sekarang $2$ membagi $a = 2k$ dan juga membagi $b = 2l$. Ini bertentangan langsung dengan Lema 8.4.6(b) untuk $d = 2$. Kontradiksi yang sama juga dapat diperoleh langsung dari minimalitas: - $(2k)l = k(2l)$, sehingga $q = a/b = k/l$; - $l > 0$ menurut Langkah 5; - $b - l = 2l - l = l > 0$, sehingga $l < b$. Jadi $l \in B_q$ dan $l < b$, bertentangan dengan minimalitas $b$. Dengan demikian pengandaian $q^2 = 2$ salah. $\blacksquare$ *Semua tanda pembilang tercakup.* - Bukti tidak pernah mengandaikan $a > 0$. - Lema 8.4.4 berlaku untuk setiap integer. Karena itu Langkah 3 sah untuk $a$ positif, negatif, maupun $a = 0$. - Kasus $a = 0$ tidak memerlukan penanganan khusus, karena argumen umum tetap menghasilkan kontradiksi. - Satu-satunya pembatasan tanda ada pada penyebut, dan pembatasan itu dijamin oleh Lema 8.4.5. **Akibat 8.4.8.** Dengan prasyarat (P1) dan (P2), bilangan real $\sqrt{2}$ irasional. Bilangan $-\sqrt{2}$ juga irasional. *Bukti.* Andaikan $\sqrt{2} = \varphi(q)$ untuk suatu $q \in \mathbb{Q}$. Karena $\varphi$ mempertahankan perkalian, $$ \varphi(q \cdot q) = \varphi(q)\varphi(q) = (\sqrt{2})^2 = 2 = \varphi(2/1). $$ Karena $\varphi$ injektif, $q \cdot q = 2/1$. Ini bertentangan dengan Teorema 8.4.7. Bukti untuk $-\sqrt{2}$ sama, karena $(-\sqrt{2})^2 = 2$. $\blacksquare$ **Lema 8.4.9 ($\varphi$ mempertahankan negasi dan invers).** Untuk setiap $t \in \mathbb{Q}$ berlaku $\varphi(-t) = -\varphi(t)$. Jika $t \neq 0$, maka $\varphi(t) \neq 0$ dan $\varphi(t^{-1}) = \varphi(t)^{-1}$. *Bukti.* - **Negasi.** $\varphi(-t) + \varphi(t) = \varphi(-t + t) = \varphi(0) = 0$. Tambahkan $-\varphi(t)$ pada kedua ruas untuk memperoleh $\varphi(-t) = -\varphi(t)$. - **Invers.** Untuk $t \neq 0$, invers $t^{-1}$ ada di $\mathbb{Q}$ (P3), dan $$ \varphi(t)\varphi(t^{-1}) = \varphi(t t^{-1}) = \varphi(1) = 1. $$ Jika $\varphi(t) = 0$, ruas kiri sama dengan $0$, padahal $1 \neq 0$. Jadi $\varphi(t) \neq 0$. Kalikan kedua ruas dengan $\varphi(t)^{-1}$ untuk memperoleh $\varphi(t^{-1}) = \varphi(t)^{-1}$. $\blacksquare$ **Catatan (mengapa (P2) harus dipinjam).** Pandang himpunan $\varphi[\mathbb{Q}] \subseteq \mathbb{R}$ dengan urutan yang diwarisi dari $\mathbb{R}$. - Himpunan ini memuat $0 = \varphi(0)$ dan $1 = \varphi(1)$. - Himpunan ini tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian, karena $\varphi(s) + \varphi(t) = \varphi(s + t)$ dan $\varphi(s)\varphi(t) = \varphi(st)$. - Himpunan ini tertutup terhadap negasi dan invers unsur tak nol, menurut Lema 8.4.9. Aksioma medan terurut lainnya, yaitu komutativitas, asosiativitas, distributivitas, trikotomi, transitivitas, dan kompatibilitas urutan, berbentuk "untuk semua unsur". Aksioma-aksioma itu tetap berlaku ketika dibatasi pada bagian $\mathbb{R}$ ini. Jadi $\varphi[\mathbb{Q}]$ adalah medan terurut. Menurut Teorema 8.4.7 dan injektivitas $\varphi$, seperti pada bukti Akibat 8.4.8, tidak ada unsur $\varphi[\mathbb{Q}]$ yang kuadratnya $2$. Kesimpulannya, aksioma medan terurut saja **tidak** dapat menjamin (P2). Diperlukan asumsi tambahan untuk menjamin keberadaan akar; dalam buku ini jaminan itu diperoleh dari kelengkapan $\mathbb{R}$. Gagasan pembuktiannya adalah mengambil supremum suatu himpunan yang dibatasi oleh syarat "kuadratnya kurang dari $2$". Rinciannya ditunda. Sebagai pembanding, Lebl, Example 1.2.3, membuktikan keberadaan akar ini memakai supremum. --- ### Kesalahan umum 1. **Memakai $\sqrt{2}$ sebelum statusnya jelas.** Contohnya: "Andaikan $\sqrt{2} = a/b$", padahal keberadaan $\sqrt{2}$ belum dinyatakan. Teorema 8.4.7 dirumuskan tanpa $\sqrt{2}$. Simbol itu baru dipakai setelah (P2) dan Proposisi 8.4.2. 2. **"Misalkan $a/b$ tereduksi" tanpa justifikasi.** Bukti di atas memerlukan Lema 8.4.6, yang memakai WOP pada penyebut **positif**. 3. **Membagi integer sebelum keterbagian diperiksa.** Ekspresi "$e = b/d$" hanya bermakna sebagai integer $e$ yang memenuhi $b = de$. Kelas pecahan $b/d$ di $\mathbb{Q}$ adalah objek yang berbeda. 4. **Menganggap ekspansi desimal sebagai bukti.** Menampilkan $1{,}41421356\ldots$ sampai berapa pun digit tidak membuktikan ketidakrasionalan (lihat Latihan 8.4.16). 5. **Menggeneralisasi berlebihan.** Tidak semua akar kuadrat irasional (lihat Latihan 8.4.12). 6. **Lupa membuktikan $l > 0$.** Tanpa $l > 0$, $l$ tidak berada dalam $B_q$, sehingga argumen minimalitas tidak berlaku. --- ### Latihan dan pembahasan **Latihan 8.4.10 (memeriksa langkah paritas).** Pada bukti Teorema 8.4.7: - (a) Tunjukkan bahwa $a^2 = 2b^2$ diperoleh dari $q^2 = 2$ hanya melalui perkalian silang, tanpa membagi oleh $b^2$ di $\mathbb{Z}$. - (b) Sebutkan saksi bahwa $a^2$ genap. - (c) Mengapa implikasi "$a$ genap mengakibatkan $a^2$ genap" tidak cukup? - (d) Sebutkan syarat yang membolehkan pembatalan pada $2(2k^2) = 2b^2$. *Pembahasan.* - (a) $q^2 = a^2/b^2$ dan $2 = 2/1$. Kesamaan kelas berarti $a^2 \cdot 1 = b^2 \cdot 2$, dan di sini tidak terjadi pembagian integer. Syarat $b^2 \neq 0$ hanya diperlukan agar $(a^2, b^2)$ merupakan pasangan yang sah. Syarat itu dijamin oleh tidak adanya pembagi nol. - (b) Saksinya adalah $b^2$, karena $a^2 = 2 \cdot b^2$. - (c) Yang diketahui adalah "$a^2$ genap", dan yang ingin disimpulkan adalah "$a$ genap". Itu adalah arah Lema 8.4.4(iii), yang dibuktikan melalui (i), (ii), dan kontradiksi. Implikasi pada soal bergerak dari $a$ ke $a^2$, sehingga tidak memberi informasi yang dibutuhkan. - (d) Hukum pembatalan di $\mathbb{Z}$ berlaku untuk faktor tak nol (P3), dan $2 \neq 0$. --- **Latihan 8.4.11 (peran $b > 0$).** Misalkan $q = 1/2$, dan bentuk $$ B' = \{\, b \in \mathbb{Z} \setminus \{0\} : \text{ada } a \in \mathbb{Z} \text{ dengan } q = a/b \,\}. $$ - (a) Tunjukkan bahwa $B'$ tidak mempunyai unsur terkecil. - (b) Tunjukkan di mana bukti Lema 8.4.6 dan Teorema 8.4.7 memakai $b > 0$. *Pembahasan.* **(a)** Ambil sembarang $b \in B'$ dengan saksi $a$. Misalkan $m \neq 0$. Karena $m, b \neq 0$ dan $\mathbb{Z}$ tidak mempunyai pembagi nol (P3), berlaku $mb \neq 0$, sehingga pasangan $(ma, mb)$ sah. Selain itu, $a(mb) = b(ma)$, sehingga $a/b = (ma)/(mb)$. Jadi $mb \in B'$. - Jika $b > 0$, ambil $m = -2$. Maka $-2b \in B'$ dan $-2b < 0 < b$. - Jika $b < 0$, ambil $m = 2$. Maka $2b \in B'$ dan $2b - b = b < 0$, sehingga $2b < b$. Dalam kedua kasus ada unsur $B'$ yang lebih kecil daripada $b$. Jadi $B'$ tidak mempunyai unsur terkecil. Hal ini tidak bertentangan dengan WOP, karena WOP berlaku untuk bagian $\mathbb{N}$, sedangkan $B'$ memuat integer negatif yang tidak terbatas ke bawah. **(b)** Syarat $b > 0$ dipakai di tiga tempat: - untuk menempatkan penyebut di $\mathbb{N}$, sehingga WOP dapat diterapkan; - pada Lema 8.4.6(b), langkah 1, untuk menyimpulkan $e > 0$; - pada Teorema 8.4.7, Langkah 5, untuk menyimpulkan $l > 0$. Tanpa $b > 0$, kesimpulan $e < b$ dapat gagal, sehingga argumen minimalitas tidak dapat dijalankan. Contohnya, $b = -2$, $d = 2$, dan $e = -1$ memenuhi $b = de$, tetapi $e = -1 > -2 = b$. --- **Latihan 8.4.12 ($\sqrt{4}$ bukan irasional).** - (a) Buktikan bahwa $4$ mempunyai akar positif di $\mathbb{R}$, tanpa memakai (P2), dan bahwa $\sqrt{4} = 2$. - (b) Jalankan argumen Teorema 8.4.7 untuk $q^2 = 4$, lalu tunjukkan langkah yang gagal. *Pembahasan.* **(a)** Pertama, tunjukkan bahwa $1 > 0$ di $\mathbb{R}$. Andaikan $1 < 0$. Maka $-1 > 0$, sehingga $(-1)(-1) = 1 > 0$ karena hasil kali dua unsur positif adalah positif. Ini kontradiksi. Karena $1 \neq 0$, trikotomi memberi $1 > 0$. Akibatnya, $2 = 1 + 1 > 0 + 1 = 1 > 0$. Di $\mathbb{Q}$ berlaku $(2/1)(2/1) = 4/1$. Karena $\varphi$ mempertahankan perkalian, $$ 2^2 = \varphi(2/1)\varphi(2/1) = \varphi(4/1) = 4. $$ Jadi $2$ adalah akar positif dari $4$. Menurut Definisi 8.4.3 dan Proposisi 8.4.2, $\sqrt{4}$ terdefinisi dan $\sqrt{4} = 2 = \varphi(2/1)$. Jadi $\sqrt{4}$ rasional. Keberadaannya diperoleh dari saksi eksplisit, bukan dari kelengkapan. **(b)** Ambil $a/b$ dengan $b > 0$ minimum. Persamaan $q^2 = 4$ memberi $a^2 = 4b^2 = 2(2b^2)$, sehingga $a$ genap. Tulis $a = 2k$. Maka $4k^2 = 4b^2$, dan pembatalan faktor $4 \neq 0$ memberi $k^2 = b^2$. Persamaan $k^2 = b^2$ tidak memuat faktor $2$ yang memaksa $b$ genap. Jadi Langkah 4 tidak dapat dijalankan, dan tidak ada kontradiksi. Memang $q = 2/1$ memenuhi semua syarat: $1 \in B_q$ dan setiap unsur $B_q$ bernilai $\geq 1$, sehingga $b_0 = 1$. Kemudian $a_0 = 2$ dan $k = 1 = b$. Bilangan $2$ membagi $a_0$, tetapi tidak membagi $b_0$. Pelajarannya: bentuk argumen saja tidak membuktikan apa pun tanpa langkah paritas yang benar-benar berlaku. --- **Latihan 8.4.13.** Buktikan bahwa $1 + \sqrt{2}$ irasional. *Pembahasan.* Gunakan bukti dengan kontradiksi (Bab 6). Andaikan $1 + \sqrt{2} = \varphi(p)$ untuk suatu $p \in \mathbb{Q}$. Menurut Lema 8.4.9 dan karena $\varphi(1) = 1$, $$ \sqrt{2} = \varphi(p) - 1 = \varphi(p) + \varphi(-1) = \varphi(p + (-1)), $$ dengan $p + (-1) \in \mathbb{Q}$. Jadi $\sqrt{2}$ rasional, yang bertentangan dengan Akibat 8.4.8. --- **Latihan 8.4.14.** Misalkan $r \in \mathbb{Q}$ dan $r \neq 0$. Buktikan bahwa $\varphi(r)\sqrt{2}$, yang ditulis $r\sqrt{2}$, irasional. *Pembahasan.* Andaikan $\varphi(r)\sqrt{2} = \varphi(p)$ untuk suatu $p \in \mathbb{Q}$. Karena $r \neq 0$, Lema 8.4.9 memberi $\varphi(r) \neq 0$ dan $\varphi(r)^{-1} = \varphi(r^{-1})$. Kalikan kedua ruas dengan $\varphi(r)^{-1}$: $$ \sqrt{2} = \varphi(r^{-1})\varphi(p) = \varphi(r^{-1}p), $$ dengan $r^{-1}p \in \mathbb{Q}$. Ini bertentangan dengan Akibat 8.4.8. Kasus khusus $r = -1$ memberi kembali irasionalitas $-\sqrt{2}$. --- **Latihan 8.4.15 (kasus $r = 0$).** Tunjukkan bahwa hipotesis $r \neq 0$ pada Latihan 8.4.14 tidak dapat dihapus. *Pembahasan.* Untuk $r = 0$ berlaku $\varphi(0)\sqrt{2} = 0 \cdot \sqrt{2} = 0 = \varphi(0)$, yang rasional. Bukti Latihan 8.4.14 gagal tepat pada langkah yang memerlukan $r^{-1}$, karena $0$ tidak mempunyai invers. Jika $0 \cdot x = 1$, maka $0 = 1$, padahal $0 \neq 1$. Jadi pernyataan "hasil kali rasional dengan irasional selalu irasional" salah tanpa syarat $r \neq 0$. --- **Latihan 8.4.16 (desimal bukan bukti).** Seseorang menulis: "$\sqrt{2} = 1{,}41421356237\ldots$ dan digitnya tidak berulang, jadi $\sqrt{2}$ irasional." Jelaskan kekurangannya. *Pembahasan.* - Tampilan berhingga digit tidak menunjukkan apa pun tentang digit selanjutnya. Pola berulang bisa saja muncul sesudahnya, dan pengamatan berhingga tidak dapat menyingkirkan kemungkinan itu. - Argumen tersebut memakai dua hal yang belum tersedia di sini: - teori ekspansi desimal bilangan real, yang bergantung pada kelengkapan dan limit; - teorema bahwa bilangan rasional tepat mempunyai ekspansi yang akhirnya berulang. - Bukti yang sah adalah Teorema 8.4.7 bersama Akibat 8.4.8. Bukti itu hanya memakai aritmetika $\mathbb{Z}$ dan $\mathbb{Q}$, WOP, dan paritas, ditambah (P1)–(P2) untuk menyebut $\sqrt{2}$. --- ### Penutup: rapat, tetapi tidak penuh Unit 8.3 membuktikan, dengan meminjam sifat Archimedes, bahwa $\mathbb{Q}$ rapat di $\mathbb{R}$: di antara dua real yang berbeda selalu ada bilangan rasional. Unit ini, dengan meminjam keberadaan akar dari kelengkapan (P2), menunjukkan bahwa ada real yang tidak rasional, yaitu $\sqrt{2}$. Kedua fakta itu saling melengkapi. Misalkan $\varepsilon > 0$, dan ambil $x = \sqrt{2} - \varepsilon$ serta $y = \sqrt{2} + \varepsilon$. Karena $y - x = \varepsilon + \varepsilon > 0$, hipotesis $x < y$ dari kerapatan terpenuhi. Kerapatan memberi $q \in \mathbb{Q}$ dengan $$ \sqrt{2} - \varepsilon < q < \sqrt{2} + \varepsilon. $$ Namun menurut Akibat 8.4.8, $q \neq \sqrt{2}$ untuk setiap pilihan seperti itu. Bilangan rasional dapat mendekati $\sqrt{2}$ sedekat apa pun, tetapi tidak ada yang sama dengannya. Jadi kerapatan tidak berarti $\mathbb{Q}$ mengisi $\mathbb{R}$. Teorema 8.4.7 menunjukkan bahwa $\mathbb{Q}$, meskipun merupakan medan, tidak memuat akar kuadrat dari $2$. Akar itu ada di $\mathbb{R}$ karena kelengkapan $\mathbb{R}$, yaitu pinjaman (P2). Pada pembahasan kelengkapan di Bab 11, dapat diperiksa bahwa argumen supremum yang menjamin (P2) hanya memakai kelengkapan dan sifat medan terurut. Setelah itu diperiksa, Teorema 8.4.7 menunjukkan bahwa $\mathbb{Q}$ tidak lengkap. Unit ini belum membuktikan kesimpulan tersebut. Unit ini hanya memakai satu akibat kelengkapan, yaitu (P2), dengan label pinjaman yang eksplisit. ## Rujukan Bab 8 [R8-1] Gary Hardegree. *Set Theory*, Chapter 4, bagian 5, halaman tercetak 13–14: struktur Peano dan induksi. https://courses.umass.edu/phil595s-gmh/extras/set%20theory/Set-Theory-Chap4.pdf [R8-2] Jiří Lebl. *Basic Analysis*, bagian 1.2, *The set of real numbers*: Example 1.2.3 untuk akar positif dua melalui supremum; Theorem 1.2.4 untuk Archimedes dan kerapatan. https://www.jirka.org/ra/html/sec_setofreals.html