Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dispensing Kimia · Bab 3Terapan

    Kontroler dispenser laundry: sinyal mesin, mode pemicu, level dosis, pompa penghitung beban, dan pemilihan formula otomatis

    Kontroler dispenser laundry memutuskan kapan setiap pompa atau eduktor berjalan dan berapa banyak yang diberikan, berdasarkan sinyal dari mesin cuci. Bab ini membaca dua manual kontroler untuk menjelaskan susunan kontroler dan antarmuka mesin, jenis dan rentang tegangan sinyal, cara mengukurnya, tegangan liar dan filter sinyal, waktu kualifikasi, mode pemicu standar, relai, grup, kejadian, dan hitung buangan, level dosis dan tunda, pompa penghitung beban dan penguncian sinyal, pemilihan formula manual dan otomatis, batas siklus kerja pompa, serta data yang tidak ikut berpindah bersama file pengaturan. Enam contoh kerja, tabel gangguan logika, dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    24 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Teknisi mesin cuci di sebuah hotel memendekkan program handuk. Bilas akhir dengan pelembut dihapus karena handuk akan dikeringkan dengan pelembut lembaran. Esok harinya laporan dispenser menunjukkan jumlah beban handuk hanya separuh dari catatan operator. Pada beberapa beban, sinyal deterjen pertama justru memberi dosis yang jauh lebih kecil dari biasanya. Dispenser tidak rusak. Pompa pelembut adalah pompa penghitung beban, dan setelah program diubah pompa itu tidak pernah menerima sinyal. Tanpa sinyal itu, kontroler tidak menghitung beban dan tidak mereset level dosis, sehingga sinyal deterjen berikutnya dibaca sebagai sinyal kedua dalam formula yang sama.

    Kasus ini adalah ilustrasi yang disusun dari aturan pompa penghitung beban dalam salah satu manual sumber dan dari baris "beban tidak terhitung" di tabel gangguan manual lain. Kasus ini memperlihatkan inti bab: dosis yang benar ditentukan oleh logika kontroler di atas pompa, dan logika itu bergantung pada pola sinyal dari mesin. Perubahan program mesin yang tampak tidak berhubungan dengan dosis dapat menggeser seluruh urutan.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas kontroler dispenser laundry: susunannya, sinyal dari mesin, tegangan liar dan filter, kualifikasi sinyal, mode pemicu, level dosis dan tunda, pompa penghitung beban dan penguncian, pemilihan formula, batas siklus kerja pompa, serta data dan pengaturan. Sumber utamanya dua dokumen dari folder Drive dispensing laundry. Yang pertama adalah panduan singkat kontroler terpisah yang dapat memerintah pompa atau eduktor melalui antarmuka mesin. Yang kedua adalah manual dispenser pompa peristaltik untuk laundry on-premise perhotelan dengan kendali terpadu. Tabel gangguan manual dispenser venturi dan lembar datanya dipakai sebagai pelengkap.

    Cara kerja pompa peristaltik, kalibrasi, dan verifikasi ada di Bab 1; dispenser venturi ada di Bab 2. Dasar sinyal, relai, dan optocoupler ada di Bab 2 · Kelistrikan & Kendali. Kode akses dan kata sandi bawaan pabrik dalam kedua manual tidak dikutip di sini. Nilai bawaan itu harus diganti saat pemasangan.

    Susunan kontroler, antarmuka mesin, dan dispenser

    Panduan kontroler terpisah menyebut empat komponen sistem: kontroler, antarmuka mesin, dispenser produk, dan manifold bilas opsional. Antarmuka mesin menerima sinyal dari mesin cuci dan mengubahnya menjadi masukan tegangan rendah yang aman. Antarmuka dipasang pada mesin melalui lubang knock-out 1/2 inci di area pengawatan dan dikunci dengan mur. Kabel J2 menghubungkan antarmuka ke kontroler, dan kabel J1 menghubungkan dispenser ke kontroler. Kontroler mendapat daya tegangan ekstra rendah pengaman (SELV) dari dispenser.

    Satu kontroler dapat memerintah pompa peristaltik atau eduktor. Karena itu, jenis antarmuka pompa harus dipilih sesuai dispenser yang tersambung, dan kontroler memberi peringatan bila konfigurasi untuk eduktor disambung ke dispenser pompa peristaltik. Panduan mencatat bahwa istilah lama seperti "pompa penghitung" dan "antarmuka pompa" tetap dipakai walaupun dispensernya eduktor. Kapasitasnya delapan produk dengan tiga jumlah dosis per produk, masing-masing paling besar 2.999 mL.

    Dispenser OPL dalam sumber menyatukan semuanya dalam satu kabinet. Diagram pengawatannya memperlihatkan blok terminal jala-jala, trafo, sekring 1 A, papan kendali utama, enam motor pompa pada konektor J1 sampai J6, solenoid bilas opsional, dan modul antarmuka sinyal. Modul antarmuka itu dapat berupa papan internal yang tersambung dengan kabel pita, atau modul eksternal dengan kabel 25 ft (7,6 m). Dispenser ini memakai 115, 208, atau 230 V AC, 50/60 Hz, 1 A, dengan fluktuasi tegangan suplai tidak lebih dari 10 persen.

    Sinyal dari mesin: jenis, rentang, dan cara mengukurnya

    Antarmuka mesin pada kontroler terpisah bekerja dengan sinyal 24 sampai 240 V AC atau 22 sampai 24 V DC. Pada sinyal DC, polaritas harus diperhatikan: common disambung ke negatif dan sinyalnya positif. Sinyal yang tidak dipakai tidak perlu disambung dan ujung kabelnya ditutup. Bila satu sinyal memicu beberapa pompa, semua kabel antarmuka untuk pompa-pompa itu disambung ke sinyal tersebut. Bila mesin hanya punya satu common, semua kabel common disatukan. Bab 59 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan arti sumber dan benam pada sinyal DC. Enam lampu pada antarmuka menyala ketika sinyal sah yang sesuai diterima. Lampu ini adalah titik uji pertama: lampu menyala berarti sinyal sampai ke antarmuka, dan masalahnya ada di sisi kontroler atau dispenser.

    Manual dispenser OPL memberi aturan pengukuran yang penting. Tegangan sinyal diukur dengan voltmeter antara sinyal dan common sinyal, bukan antara sinyal dan ground casing. Manual tidak memberi alasannya. Tafsiran editorialnya: common sinyal pada mesin tidak selalu sama dengan pembumian, sehingga pengukuran ke casing dapat memberi angka yang tidak menggambarkan tegangan yang dilihat masukan dispenser. Bab 56 · Kelistrikan & Kendali membahas hubungan sirkit kendali dengan pembumian. Sebelum menyambung, manual juga meminta survei fungsi mesin: pembaca kartu atau timer, solenoid air, katup bilas, sakelar level, motor, dan katup buang harus bekerja normal. Dispenser yang dipasang pada mesin yang sinyalnya sendiri bermasalah akan mewarisi masalah itu.

    Kabel J1 dan J2 dijauhkan dari kabel dan relai bertegangan tinggi, dan tidak boleh dipasang sejajar dengan kabel tegangan tinggi. Panjang kabel J1 dari dispenser ke kontroler paling jauh 75 ft (22,9 m). Kabel tersedia dalam panjang 15 dan 30 ft dan dapat disambung dengan kopling; untuk jarak lebih jauh diperlukan kotak pemecah dan pengawatan tetap. Manual OPL menyebut kabel tegangan rendah tidak memerlukan konduit, sedangkan kabel jala-jala dipasang dalam konduit, dibumikan, dan diberi pemutus di dekat alat.

    Tegangan liar, filter, dan kualifikasi sinyal

    Masukan sinyal dapat terpicu oleh tegangan yang bukan perintah mesin. Manual OPL menyebutnya tegangan liar atau tegangan "bocoran" (bleed). Modul antarmuka sinyalnya punya filter tegangan rendah berupa dua paket resistor. Bila paket resistor terpasang, rentang masukan adalah 100 sampai 240 V. Bila dilepas, rentangnya 24 sampai 240 V. Filter ini mencegah injeksi yang tidak diinginkan akibat tegangan liar.

    Penjelasan editorialnya: keluaran triac atau relai semikonduktor di mesin dapat meneruskan arus kecil saat mati, dan kabel panjang yang sejajar dengan kabel daya dapat menangkap tegangan secara kapasitif. Masukan berimpedans tinggi membaca arus kecil itu sebagai tegangan puluhan volt. Paket resistor membebani masukan sehingga tegangan liar runtuh, tetapi akibatnya sinyal 24 V yang sah juga tidak terbaca. Pilihannya bergantung pada mesin. Sinyal 24 V AC membutuhkan paket resistor dilepas, lalu tegangan pada masukan yang sedang tidak aktif harus diperiksa sebelum pemasangan dinyatakan selesai.

    Lapisan kedua adalah waktu kualifikasi. Sinyal harus bertahan selama waktu tertentu sebelum kontroler menganggapnya sah. Kontroler terpisah memakai waktu filter sinyal bawaan 2 detik dan membedakan di layarnya antara sinyal yang diterima tetapi belum terkualifikasi dan sinyal yang sudah terkualifikasi. Dispenser OPL memberi rentang waktu sinyal 1 sampai 10 detik, dan untuk perpindahan level menyebut sinyal harus ada sekurang-kurangnya 5 detik.

    Waktu kualifikasi adalah kompromi. Waktu yang terlalu pendek membiarkan getaran kontak, lonjakan, atau tegangan liar sesaat terbaca sebagai pemicu, sehingga pompa berjalan dua kali. Waktu yang terlalu panjang membuat pulsa pendek dari mesin berprosesor tidak pernah terbaca. Karena itu, durasi sinyal mesin diukur lebih dulu, misalnya dengan stopwatch sambil mengamati lampu masukan, sebelum waktu kualifikasi disetel.

    Mode pemicu

    Kontroler terpisah dirancang untuk dua jenis mesin: mesin yang dapat diprogram penuh dan mengirim sinyal pemicu, dan mesin waktu-tetap yang tidak dapat diprogram dan dipicu secara manual atau dengan perpanjangan waktu siklus. Tabel pengawatannya menyebut lima mode.

    ModeSinyal yang disambungArti sinyal
    StandarSinyal 1 sampai 6Sinyal nn memicu produk nn
    RelaiSinyal 1 sampai 6Produk berjalan selama sinyal ada
    GrupSinyal 1 sampai 6Sinyal 1 dan 2 grup 1, sinyal 3 dan 4 grup 2, sinyal 5 grup 3, sinyal 6 grup 4
    KejadianEmpat sinyalMesin hidup, katup air panas atau dingin, katup air dingin atau panas, katup buang
    KemunculanSatu atau dua sinyalSetiap sinyal adalah satu kemunculan; sambung ke katup buang, atau ke katup air panas dan dingin bila solenoid buang tidak terjangkau

    Dispenser OPL menyebut tiga mode operasi. Mode normal memakai tiga puluh formula. Setiap pompa punya volume dan waktu tunda sendiri, dan pompa dapat memberi sampai tiga level dosis dalam satu formula. Mode buang hanya memerlukan satu sinyal dari mesin. Kontroler menghitung jumlah buangan selama siklus, dan setiap pompa ditetapkan menyuntik pada nomor buangan tertentu. Sinyal buang dapat disetel normal atau terbalik. Mode relai biasa dipakai pada mesin berprosesor: pompa berjalan selama sinyalnya ada, volume dan tunda di kontroler dilewati, dan bilas tetap dapat dipakai.

    Pilihan mode menentukan siapa yang memutuskan jumlah dosis. Pada mode standar dan normal, mesin hanya memberi tahu kapan, sedangkan kontroler menentukan berapa banyak dari volume yang diprogram dan laju kalibrasi. Pada mode relai, jumlah dosis ditentukan oleh lamanya sinyal dari mesin:

    V=Q tsinyalV = Q\,t_\text{sinyal}

    Mengubah program mesin pada mode relai berarti mengubah dosis, dan laporan volume dispenser hanya sebaik kalibrasi laju alirnya. Pada mode buang dan kemunculan, kontroler tidak tahu tahap mana yang sedang berjalan. Kontroler hanya menghitung buangan, sehingga urutan tahap program mesin menjadi bagian dari formula dosis.

    Manual OPL juga memberi tiga cara memetakan sinyal ke pompa. Satu-ke-satu berarti setiap pompa punya sinyal sendiri. Langkah terpetakan berarti setiap masukan menjadi nomor sinyal yang dapat dipetakan ke beberapa pompa, dengan masukan 2 dan 5 sebagai sinyal cuci utama yang menjadi level 3. Sinyal terpetakan berarti setiap kali sinyal yang dipetakan diterima, pompa maju melalui level volumenya.

    Level dosis dan tunda

    Level memungkinkan satu pompa memberi jumlah berbeda pada sinyal yang berbeda dalam satu formula. Manual OPL memberi contoh pompa 1 menyuntik 8 oz pada sinyal pertama dan 12 oz pada sinyal kedua. Sinyal pertama pada sebuah formula mengaktifkan level 1, sinyal kedua level 2, dan sinyal ketiga level 3. Level juga dapat dipakai untuk melewati satu injeksi dengan tidak memprogram volume pada level itu. Pada mode buang, level kedua harus diprogram pada nomor buangan yang lebih akhir daripada level pertama. Kontroler terpisah menyediakan tiga jumlah, A, B, dan C, untuk setiap produk dalam setiap formula, ditambah waktu tunda per produk dalam detik.

    Waktu tunda menahan injeksi setelah sinyal terkualifikasi. Penggunaan yang wajar, menurut penalaran editorial, adalah menunggu air mencapai level atau suhu tertentu sebelum bahan kimia masuk. Bab 1 dan Bab 11 · Laundry menjelaskan mengapa bahan kimia sebaiknya bertemu air dan linen pada saat yang tepat. Tunda juga harus dihitung terhadap panjang tahap mesin. Injeksi yang tertunda melewati akhir tahap akan masuk ke tahap berikutnya atau terbuang bersama air buangan.

    Pompa penghitung beban dan penguncian

    Pompa penghitung beban adalah pompa yang sinyalnya menandai akhir satu siklus cuci. Manual OPL memberi aturannya dengan tegas. Pilih pompa terakhir dalam sistem yang menerima sinyal. Pompa itu harus menerima sinyal pada setiap siklus agar sistem bekerja benar, walaupun pompa itu tidak menyuntik pada formula yang dipilih. Saat menerima sinyal, kontroler menambah hitungan beban dan mereset level formula, penguncian sinyal, dan fitur penonaktifan pemutih untuk siklus berikutnya. Pompa penghitung beban hanya dapat diprogram satu level, begitu pula pompa lain yang menerima sinyal bersamaan dengannya.

    Pada mode buang, pompa penghitung beban ditetapkan pada buangan terakhir dalam formula. Bila masih ada buangan setelah injeksi terakhir, manual menyarankan pompa fiktif yang tidak dipakai, misalnya pompa 7 atau 8, ditetapkan pada buangan terakhir sebagai penghitung beban. Tabel gangguan dispenser venturi mencatat gejala "beban tidak terhitung" dengan penyebab pompa penghitung tidak berjalan. Pemeriksaannya: pompa penghitung sudah dipilih, punya jumlah, dan menerima sinyal. Panduan kontroler terpisah menambahkan dua aturan operator. Formula harus dipilih sebelum mesin mulai, dan semua produk yang diprogram harus terpicu selama siklus, supaya log data tidak salah.

    Dua penguncian melengkapi pompa penghitung beban. Penguncian sinyal, 0 sampai 99 menit, mengabaikan sinyal masuk untuk semua pompa kecuali pompa penghitung beban. Penguncian ini dilewati pada mode relai, dan tidak dianjurkan pada mode buang. Penguncian sistem, juga 0 sampai 99 menit, dimulai oleh sinyal pompa penghitung beban dan mengunci semua sinyal masuk. Fungsinya, menurut penalaran editorial, berbeda. Penguncian sinyal mencegah injeksi ganda ketika mesin membuka ulang katup atau mengulang sinyal di tengah tahap. Penguncian sistem mencegah sinyal sisa di akhir siklus, misalnya buangan terakhir, terbaca sebagai awal formula berikutnya. Kontroler terpisah juga punya batas waktu siklus yang nilai bawaannya 0 (mati); panduan singkatnya tidak menjelaskan cara kerjanya dan merujuk ke manual referensi.

    Pemilihan formula: manual, otomatis, dan reset

    Cara paling sederhana adalah operator memilih formula di kontroler atau pada pemilih formula yang dipasang di depan mesin. Bila kontroler dimatikan, formula terakhir yang dipilih tetap aktif saat dinyalakan kembali. Formula dapat diaktifkan atau dinonaktifkan supaya operator hanya melihat formula yang dipakai. Manual OPL menyediakan reset formula otomatis: nomor formula kembali ke 00 setelah pompa penghitung beban aktif, sehingga operator harus memilih formula lagi dan tidak dapat mencuci dengan formula beban sebelumnya.

    Pemilihan formula otomatis menghilangkan peran operator. Manual OPL memberi dua cara. Cara durasi, untuk mesin berprosesor yang dapat mengirim sinyal dengan durasi tepat, menentukan nomor formula dari lamanya sinyal dibagi kenaikan waktu yang disetel 1 sampai 5 detik:

    nformula=tsinyalΔtAFSn_\text{formula} = \frac{t_\text{sinyal}}{\Delta t_\text{AFS}}

    Contoh manual: dengan kenaikan 2 detik, sinyal 20 detik memilih formula 10. Cara kartu, untuk mesin berpembaca kartu, memakai bilangan biner. Satu jalur kartu dikhususkan untuk sinyal pemilih formula, dan potongan pertama pada kartu harus berada di jalur itu. Tiga puluh detik setelah potongan itu mulai, kontroler membaca masukan 1 sampai 7 yang masing-masing bernilai 1, 2, 4, 8, 16, 32, dan 64:

    nformula=∑i=17bi 2 i−1,bi∈{0,1}n_\text{formula} = \sum_{i=1}^{7} b_i\,2^{\,i-1}, \qquad b_i \in \{0, 1\}

    Setelah formula terpilih, semua sinyal pompa harus mati sekurang-kurangnya lima detik sebelum dipicu lagi. Lembar data dispenser venturi menyebut pilihan formula jarak jauh dan pemrograman dosis dalam mL per kg; panduan kontroler terpisah menyediakan berat muatan bawaan untuk setiap formula yang dapat diubah operator. Penskalaan dosis terhadap muatan dibahas di Bab 12 · Laundry.

    Batas siklus kerja pompa

    Manual OPL membatasi siklus kerja pompanya: paling lama 5 menit menyala per pompa, paling sedikit 5 menit mati di antara siklus, tidak lebih dari tiga kali dalam 30 menit untuk satu pompa, dan tidak lebih dari tiga pompa berjalan bersamaan. Manual tidak menjelaskan alasannya. Penjelasan yang wajar adalah pemanasan motor dan kapasitas trafo serta papan kendali, karena enam motor berbagi satu trafo dan satu sekring 1 A pada diagram pengawatannya.

    Batas ini mengikat desain formula. Dosis besar dengan pompa kecil dapat melampaui 5 menit dalam satu injeksi. Pada mode relai, mesin yang menahan sinyal terlalu lama dapat melampaui batas tanpa disadari, karena kontroler hanya mengikuti sinyal. Formula yang memicu empat pompa pada sinyal yang sama juga melanggar batas tiga pompa bersamaan. Pemeriksaan siklus kerja karena itu termasuk dalam pemeriksaan formula, bersama volume dan waktu.

    Data, laporan, dan pengaturan yang tidak ikut berpindah

    Kontroler terpisah menyimpan formula dan pengaturan, dan dapat menulis laporan pemakaian produk, biaya per formula, pengaturan sistem, diagnosis, dan log aktivitas ke diska USB berkapasitas paling besar 16 GB. Tanggal dan jam harus disetel saat pemasangan karena keduanya menentukan isi laporan; formatnya ISO 8601 dengan jam 24. File pengaturan yang dimuat dari USB tidak membawa kata sandi, nama mesin, nama perusahaan, dan kalibrasi. Keempatnya harus disetel di kontroler. Karena kata sandi tidak ikut berpindah, panduan menganjurkan kata sandi bawaan diganti dan dicatat. Menu pengguna menyediakan penghentian darurat yang menghentikan semua dosis dan formula. Fungsi ini menghentikan dosis, tetapi tidak menggantikan isolasi energi.

    Manual OPL membedakan kode akses utama, untuk pemrograman dan laporan, dan kode pengguna yang hanya membuka fungsi pancingan. Fungsi memuat nilai bawaan menghapus volume pompa, laju alir, dan nama formula. Secara editorial, sebelum memuat nilai bawaan atau mengganti kontroler, catat semua laju kalibrasi dan formula. Pencatatan dan audit perubahan formula dibahas di Bab 20 · Laundry.

    Membaca gangguan logika

    Tabel berikut menyusun gejala yang berasal dari logika dan sinyal, bukan dari pompa atau eduktor. Penyebab dalam kolom kedua diambil dari aturan dalam manual sumber; susunan dan uji pembedanya editorial, mengikuti Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis.

    GejalaPenyebab logika yang mungkinUji pembeda pertama
    Lampu masukan menyala, tidak ada injeksiProduk belum dikalibrasi, formula tanpa jumlah untuk produk itu, penguncian aktif, sinyal belum terkualifikasiLihat tanda di layar dan baris pemicu, cocokkan durasi sinyal dengan waktu kualifikasi
    Lampu masukan tidak menyalaTidak ada sinyal, tegangan di luar rentang, polaritas DC terbalik, kabel J2Ukur tegangan sinyal terhadap common saat tahap berjalan
    Pompa berjalan dua kali dalam satu tahapKualifikasi terlalu pendek, sinyal bergetar, mesin mengulang sinyalAmati lampu masukan selama tahap; pertimbangkan penguncian sinyal
    Injeksi tanpa perintah mesinTegangan liar setelah filter dilepas, kabel sinyal sejajar kabel dayaUkur tegangan pada masukan yang seharusnya mati
    Dosis pada sinyal pertama berbeda dari biasaLevel tidak direset karena pompa penghitung beban tidak menerima sinyal pada siklus sebelumnyaPeriksa hitungan beban terhadap catatan operator
    Beban tidak terhitungPompa penghitung beban tidak dipilih, tidak berjumlah, atau tidak bersinyalPeriksa pengaturan formula dan sinyal pompa itu
    Formula salahOperator lupa memilih, reset formula mati, durasi sinyal pemilih di antara dua kenaikanCatat durasi sinyal pemilih dan nomor formula yang terbaca
    Dosis bergeser satu tahap pada mode buangProgram mesin menambah atau mengurangi buangan, daya padam di tengah siklusHitung buangan pada program mesin, bandingkan dengan nomor buangan tiap pompa
    Pompa berhenti atau panasSiklus kerja terlampauiJumlahkan waktu menyala dan jumlah pompa serentak dalam formula

    Pada mode buang, manual OPL menyebut bahwa mematikan daya akan mereset hitungan buangan bila beban belum selesai. Satu pemadaman listrik di tengah siklus dapat membuat semua injeksi berikutnya pada beban itu terjadi pada tahap yang salah.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Memilih kenaikan waktu pemilihan formula. Mesin mengirim sinyal pemilih dengan ketidakpastian waktu ±0,8 s. Dengan kenaikan 2 s, formula 10 membutuhkan sinyal 20 s, dan sinyal nyata 19,2 sampai 20,8 s memberi nn antara 9,6 dan 10,4. Dengan kenaikan 3 s, formula 10 membutuhkan 30 s, dan rentang 29,2 sampai 30,8 s memberi 9,73 sampai 10,27. Manual tidak menyebut cara pembulatannya, jadi kenaikan yang lebih besar memberi cadangan lebih aman. Harganya adalah sinyal yang lebih panjang: untuk 30 formula, sinyal terpanjang menjadi 90 s dengan kenaikan 3 s, dibandingkan 60 s dengan kenaikan 2 s.

    Contoh 2. Kode kartu. Formula 13 adalah 8+4+18 + 4 + 1, sehingga masukan 4, 3, dan 1 harus aktif. Formula 22 adalah 16+4+216 + 4 + 2, sehingga masukan 5, 3, dan 2 aktif. Contoh di manual memilih formula 5, yaitu masukan 3 dan 1.

    Contoh 3. Dosis pada mode relai. Pompa berlaju 300 mL/menit (5 mL/s) dan mesin menahan sinyal pelembut 45 s. Volume yang masuk 5×45=2255 \times 45 = 225 mL. Teknisi mesin memperpanjang langkah itu sehingga sinyalnya menjadi 60 s; volume naik menjadi 300 mL, bertambah 33 persen, tanpa ada perubahan di kontroler dispenser.

    Contoh 4. Siklus kerja. Formula meminta 900 mL dari pompa 150 mL/menit. Waktu menyala 900/150=6900/150 = 6 menit, melampaui batas 5 menit. Dosis dapat dibagi menjadi dua level masing-masing 450 mL (3 menit) pada dua sinyal yang berjarak sekurang-kurangnya 5 menit, atau pompa yang lebih besar dipakai. Pembagian itu juga harus memenuhi batas tiga kali dalam 30 menit.

    Contoh 5. Mode buang setelah program mesin diubah. Program awal: cuci utama, buang 1, pemutihan, buang 2, bilas 1, buang 3, bilas akhir, buang 4, lalu peras dengan buang 5. Pada mode buang, pompa dipicu oleh buangan bernomor tertentu. Waktu tunda dipakai, menurut penalaran editorial, supaya bahan kimia masuk setelah buangan selesai dan tahap berikutnya mulai mengisi air. Misalkan dispenser melayani pemutih pada buang 1, penetral dan pelembut pada buang 3, dan pompa fiktif 8 sebagai penghitung beban pada buang 5.

    Teknisi menambah satu bilas setelah bilas 1, sehingga program kini punya enam buangan. Buang 3 sekarang terjadi sebelum bilas tambahan, jadi penetral dan pelembut masuk ke bilas tambahan dan sebagian besar terbuang pada buang 4. Penghitung beban pada buang 5 aktif sebelum peras, dan buang 6 dapat terhitung sebagai buang 1 formula berikutnya. Akibatnya pemutih untuk beban berikutnya tersuntik ke air buangan beban ini, dan seluruh urutan beban berikutnya bergeser satu buangan. Penguncian sistem selama beberapa menit setelah pompa penghitung beban akan mengabaikan buang 6. Penalaran ini disusun dari aturan manual; perilaku persisnya bergantung pada perangkat lunak kontroler. Pelajaran praktisnya: setiap perubahan program mesin pada mode buang menuntut nomor buangan semua pompa diperiksa ulang.

    Contoh 6. Pulsa yang tidak pernah terbaca. Mesin berprosesor mengirim pulsa pemicu 4 s, sedangkan waktu kualifikasi disetel 5 s. Lampu pada baris pemicu menyala sebentar sebagai sinyal diterima, tetapi tidak pernah menjadi terkualifikasi, dan pompa tidak berjalan. Menurunkan waktu kualifikasi ke 2 atau 3 s menyelesaikannya, dengan syarat tidak ada getaran kontak atau tegangan liar yang lebih panjang dari waktu itu.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan bila:

    1. Terminal sinyal mesin akan disentuh atau disambung. Sinyal dapat bertegangan jala-jala walaupun dispenser sudah dimatikan. Isolasi energi mesin dan dispenser, lalu buktikan tidak ada tegangan, mengikuti Bab 1 · Keselamatan dan Bab 1.
    2. Pengukuran tegangan sinyal dilakukan dengan alat ukur yang kategori atau rentangnya tidak sesuai. Gunakan alat ukur yang sesuai dan ukur terhadap common sinyal.
    3. Paket resistor filter akan dilepas atau dipasang. Putus daya lebih dulu.
    4. Pancingan, kalibrasi, atau uji sinyal akan menjalankan pompa. Pastikan selang keluar terarah ke wadah atau mesin yang tepat dan pakai APD; bahan kimia pekat dapat keluar tanpa aba-aba.
    5. Formula atau mode diubah tanpa catatan. Hentikan perubahan sampai formula lama dan laju kalibrasi tercatat.
    6. Penghentian darurat di kontroler akan dipakai sebagai isolasi. Fungsi itu menghentikan dosis, tetapi tidak memutus energi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Lampu masukan menyala berarti pompa pasti berjalan." Lampu hanya membuktikan sinyal sampai. Kalibrasi, jumlah formula, penguncian, dan kualifikasi masih dapat menahan injeksi.

    "Pompa penghitung beban hanya untuk statistik." Sinyalnya juga mereset level dan penguncian. Tanpa sinyal itu, beban berikutnya memakai level yang salah.

    "Mode relai paling sederhana, jadi paling aman." Pada mode relai, dosis sepenuhnya mengikuti durasi sinyal mesin, dan batas siklus kerja pompa tidak dijaga oleh kontroler.

    "Melepas paket resistor membuat sinyal lebih andal." Melepasnya memperluas rentang ke 24 V, tetapi juga membuka jalan bagi tegangan liar.

    "File pengaturan dari USB memindahkan semua setelan." Kalibrasi, kata sandi, nama mesin, dan nama perusahaan tidak ikut.

    "Program mesin dan program dispenser terpisah." Pada mode buang dan kemunculan, program mesin adalah bagian dari formula dosis.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 menjelaskan pompa peristaltik, kalibrasi, dan verifikasi, serta prinsip sinyal pemicu secara umum. Bab 2 menjelaskan dispenser venturi yang dikendalikan kontroler yang sama. Bab 2 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 46 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan relai, kontak, dan sinyal kendali. Bab 48 · Kelistrikan & Kendali membahas relai waktu, yang logikanya mirip dengan tunda dan penguncian. Bab 56 · Kelistrikan & Kendali membahas pembumian sirkit kendali. Bab 11 · Laundry dan Bab 12 · Laundry menjelaskan arsitektur program dan penskalaan dosis. Bab 20 · Laundry membahas pencatatan dan audit perubahan formula. Bab 82 · Kelistrikan & Kendali memberi studi kasus kelistrikan mesin cuci yang menjadi sumber sinyal. Pada mesin pencuci piring, sinyal dispenser dibahas di Bab 4.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan, bukan setelan perangkat nyata.

    1. Kenaikan waktu pemilihan formula disetel 3 s. Berapa lama sinyal untuk formula 7? Bila mesin hanya dapat mengatur durasi sinyal dengan ketidakpastian ±1 s, apakah kenaikan 1 s aman?
    2. Pada cara kartu, masukan 1, 2, dan 5 aktif. Formula berapa yang terpilih?
    3. Pada mode relai, pompa berlaju 6 mL/s. Mesin menahan sinyal 40 s pada satu langkah dan 6 menit pada langkah lain. Hitung volume langkah pertama dan nilai langkah kedua terhadap batas siklus kerja.
    4. Mesin memberi sinyal 24 V AC, sedangkan modul antarmuka sinyal dikirim dengan paket resistor terpasang. Apakah sinyal terbaca? Apa yang harus dilakukan dan diperiksa sesudahnya?
    5. Pompa 6, pelembut, adalah pompa penghitung beban. Formula untuk linen berwarna tidak memakai pelembut, dan program mesinnya tidak pernah memberi sinyal ke pompa 6. Apa akibatnya, dan bagaimana memperbaikinya?
    6. Pada mode buang, listrik padam di tengah cuci utama lalu menyala lagi. Apa risikonya untuk sisa siklus, dan apa tindakannya?

    Kunci jawaban beralasan

    1. t=7×3=21t = 7 \times 3 = 21 s. Dengan kenaikan 1 s, formula 7 membutuhkan 7 s, dan ketidakpastian ±1 s memberi 6 sampai 8 s, yaitu rentang yang menyentuh formula 6 dan 8. Kenaikan 1 s tidak aman. Dengan kenaikan 3 s, rentang 20 sampai 22 s memberi 6,67 sampai 7,33, lebih aman walaupun cara pembulatannya tidak disebut manual.
    2. Masukan 1, 2, dan 5 bernilai 1, 2, dan 16, sehingga 1+2+16=191 + 2 + 16 = 19. Formula 19 terpilih.
    3. V=6×40=240V = 6 \times 40 = 240 mL. Langkah kedua menahan pompa 6 menit, melebihi batas 5 menit menyala dalam manual OPL. Pada mode relai kontroler tidak menahan hal ini, jadi program mesin harus diubah, misalnya membagi dosis ke dua langkah yang berjarak sekurang-kurangnya 5 menit, atau memakai pompa yang lebih besar.
    4. Tidak terbaca, karena dengan paket resistor terpasang rentang masukan 100 sampai 240 V. Paket resistor dilepas dengan daya terputus sehingga rentangnya 24 sampai 240 V. Sesudahnya, tegangan pada masukan yang seharusnya mati diukur selama mesin bekerja untuk memastikan tidak ada tegangan liar yang memicu injeksi palsu, dan pemicuan diuji untuk setiap sinyal.
    5. Beban berwarna tidak terhitung, level dosis tidak direset, dan penguncian sinyal tidak dilepas, sehingga beban berikutnya dapat memakai level yang salah. Manual meminta pompa penghitung beban menerima sinyal pada setiap siklus walaupun tidak menyuntik. Perbaikannya: program mesin memberi sinyal ke pompa 6 pada semua formula dengan jumlah nol untuk formula berwarna, atau pompa penghitung beban dipindah ke pompa yang selalu menerima sinyal terakhir.
    6. Manual menyebut mematikan daya mereset hitungan buangan bila beban belum selesai. Setelah daya kembali, buangan berikutnya terbaca sebagai buang 1, sehingga pompa dapat menyuntik pada tahap yang salah. Tindakannya: hentikan dosis otomatis untuk sisa siklus itu, selesaikan beban dengan dosis manual yang diawasi atau ulang siklus sesuai prosedur, pastikan hitungan buangan kembali 00 sebelum beban berikutnya, dan catat kejadiannya.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Kenaikan waktu pemilihan formula disetel 3 s. Berapa lama sinyal untuk formula 7? Bila mesin hanya dapat mengatur durasi sinyal dengan ketidakpastian ±1 s, apakah kenaikan 1 s aman?

    2

    Pada cara kartu, masukan 1, 2, dan 5 aktif. Formula berapa yang terpilih?

    3

    Pada mode relai, pompa berlaju 6 mL/s. Mesin menahan sinyal 40 s pada satu langkah dan 6 menit pada langkah lain. Hitung volume langkah pertama dan nilai langkah kedua terhadap batas siklus kerja.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat