Teori Himpunan Aksiomatik dan Aljabar Himpunan
Bab 3 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 3: Teori Himpunan Aksiomatik dan Aljabar Himpunan
Bab ini menjawab dua pertanyaan yang menyertai pemakaian himpunan dalam analisis: bagaimana keberadaan suatu himpunan dijamin, dan bagaimana kesamaan dua himpunan dibuktikan. Bahasa kuantifikator dari Bab 2 akan dipakai untuk keduanya. Kita mulai dengan aksioma dasar dan pembentukan himpunan bagian, lalu mengembangkan operasi biner. Setelah itu, gabungan dan irisan diperluas ke keluarga berindeks sembarang. Hukum De Morgan dan contoh interval memperlihatkan mengapa indeks kosong, ujung interval, dan perbedaan urutan kuantifikator harus ditangani secara eksplisit.
3.1 Aksioma Dasar Teori Himpunan
Bab 2 memakai himpunan secara bebas. Kita menulis "himpunan semua di yang memenuhi sifat tertentu", membentuk gabungan dan irisan keluarga berindeks, dan menyatakan bahwa dua himpunan dengan anggota yang sama adalah himpunan yang sama. Pemakaian itu sah sebagai bahasa kerja. Namun ada satu pertanyaan yang ditunda: kapan sebuah ungkapan "himpunan semua yang …" benar-benar menunjuk sebuah objek?
Jawaban yang paling sederhana adalah bahwa setiap sifat menentukan sebuah himpunan. Unit ini menunjukkan bahwa jawaban itu salah, dan kesalahannya bukan soal teknis kecil. Jawaban itu menghasilkan kontradiksi dalam logika murni. Karena itu, teori himpunan aksiomatik memisahkan dua hal yang dalam pemakaian sehari-hari sering dicampur.
- Kesamaan. Kapan dua himpunan dianggap sama? Jawabannya diberikan oleh ekstensionalitas.
- Keberadaan. Himpunan mana yang dijamin ada? Jawabannya diberikan oleh aksioma keberadaan: himpunan kosong, separasi, dan kemudian pasangan, gabungan, dan himpunan kuasa.
Setiap konstruksi dalam bab ini akan disertai jaminan keberadaan yang eksplisit. Setiap kesamaan akan dibuktikan dari anggota-anggotanya.
Bahasa: keanggotaan dan kesamaan
Teori yang kita pakai adalah ZF (Zermelo–Fraenkel), yang dirumuskan dalam bahasa orde pertama satu-sortir. Hanya ada satu jenis objek, yaitu himpunan. Selain simbol logika dari Bab 1–2, bahasa ini hanya memiliki satu simbol nonlogis, yaitu relasi biner . Kesamaan adalah simbol logika. Jadi formula atom hanya berbentuk
dan semua formula lain dibangun dari formula atom dengan konektif dan kuantifikator. Konvensi ini mengikuti penyajian standar; lihat [R3-1] dan [R3-3].
Konsekuensinya penting. Simbol-simbol yang segera kita perkenalkan, seperti , , dan , bukan bagian dari bahasa dasar. Notasi relasi seperti menyingkat formula, sedangkan dan notasi set-builder menamai objek yang telah dijamin ada dan tunggal. Pernyataan yang memakai notasi tambahan ini dapat dijabarkan kembali dalam bahasa dasar dan . Menambah singkatan tidak menambah objek. Sebuah nama untuk objek, misalnya , baru boleh dipakai setelah kita membuktikan bahwa objek yang dimaksud ada dan tunggal.
Ketika contoh memakai angka seperti atau bilangan real, angka itu diperlakukan sebagai objek yang telah dikenal pembaca. Kita tidak berpura-pura bahwa konstruksi bilangan dari himpunan sudah selesai. Yang dipakai dari angka-angka itu hanyalah bahwa angka yang berbeda adalah objek yang berbeda, beserta sifat-sifat yang akan disebut setiap kali digunakan.
Sesuai Bab 2, semesta setiap struktur tidak kosong. Kesamaan tunduk pada aturan logika substitusi: jika , maka setiap formula yang benar untuk juga benar untuk . Khususnya,
Arah ini adalah logika. Arah sebaliknya, yaitu bahwa kesamaan anggota memaksa kesamaan himpunan, tidak dapat diturunkan dari logika. Arah sebaliknya itu adalah aksioma pertama kita.
Definisi 3.1.1 (Inklusi). Untuk himpunan dan ,
Kita membaca sebagai " himpunan bagian dari ". Kita menulis untuk , dan untuk .
Perhatikan perbedaan bentuknya. adalah formula atom, sedangkan adalah formula universal. Negasi inklusi, menurut aturan negasi kuantifikator di Bab 2, adalah eksistensial:
Jadi untuk membantah inklusi, kita cukup menunjukkan satu saksi. Untuk membuktikan inklusi, kita harus menangani anggota yang sembarang.
Aksioma 3.1.2 (Ekstensionalitas).
Aksioma ini menyatakan bahwa sebuah himpunan ditentukan sepenuhnya oleh anggotanya. Urutan penyebutan, pengulangan, dan cara mendeskripsikan sebuah himpunan tidak berpengaruh. Yang menentukan hanyalah jawaban atas pertanyaan "apakah anggota?" untuk setiap .
Ada dua hal yang tidak dikatakan oleh ekstensionalitas.
- Ekstensionalitas tidak menyatakan bahwa sebuah himpunan ada. Bentuknya adalah universal atas sebuah implikasi. Dalam struktur dengan satu objek dan relasi yang kosong, aksioma ini benar, dan struktur tersebut hanya memiliki satu himpunan. Dari ekstensionalitas saja kita tidak dapat menurunkan keberadaan himpunan apa pun selain yang sudah dijamin oleh logika.
- Ekstensionalitas tidak membuktikan bahwa ZF konsisten. Ekstensionalitas hanya membatasi berapa banyak himpunan yang boleh memiliki anggota yang sama, yaitu paling banyak satu.
Dengan Definisi 3.1.1, premis aksioma ini dapat dipecah menjadi dua inklusi. Pemecahan itu adalah strategi standar untuk membuktikan kesamaan himpunan di seluruh bab ini.
Proposisi 3.1.3 (Sifat dasar inklusi). Untuk setiap himpunan , , dan :
- (Refleksif) .
- (Antisimetris, dua inklusi) .
- (Transitif) Jika dan , maka .
Bukti.
(1) Ambil sembarang. Implikasi berbentuk , sehingga benar untuk setiap nilai kebenaran . Karena sembarang, , yaitu .
(2) Andaikan dan . Ambil sembarang. Inklusi pertama memberi , dan inklusi kedua memberi . Gabungan keduanya adalah . Karena sembarang, premis Aksioma 3.1.2 terpenuhi, sehingga .
Andaikan . Menurut (1), . Substitusi kesamaan pada kemunculan kedua memberi , dan substitusi pada kemunculan pertama memberi . Arah ini hanya memakai logika kesamaan, bukan ekstensionalitas.
(3) Andaikan dan . Ambil sembarang dan andaikan . Instansiasi inklusi pertama pada memberi . Instansiasi inklusi kedua pada yang sama memberi . Jadi . Variabel tidak bebas dalam asumsi maupun , karena di sana terikat oleh kuantifikatornya sendiri. Karena itu generalisasi sah, dan kita peroleh . ∎
Perlu dicatat bahwa tidak refleksif, karena menuntut . Bab 4 akan memberi nama pada kombinasi sifat (1)–(3). Di sini sifat-sifat itu dipakai hanya sebagai alat bukti.
Contoh 3.1.4 (Apa yang diputuskan ekstensionalitas sebelum ada himpunan). Kita belum memiliki aksioma yang menjamin adanya himpunan yang anggotanya tepat dan . Aksioma itu adalah pasangan (Aksioma 3.1.16). Meskipun demikian, ekstensionalitas sudah dapat memutuskan keunikan dalam bentuk bersyarat.
Misalkan dan himpunan, dan misalkan , , dan adalah himpunan yang memenuhi
Untuk setiap , ketiga ruas kanan ekuivalen secara logis, karena komutatif dan (Bab 1). Jadi , , dan memiliki anggota yang sama, dan menurut Aksioma 3.1.2, . Inilah alasan mengapa nanti kita boleh menulis . Urutan dan pengulangan memang tidak menentukan anggota. Namun semua ini bersyarat. Jika tidak ada himpunan yang memenuhi syarat itu, kalimat di atas benar secara vakum, dan ekstensionalitas tidak dapat mengubah keadaan tersebut.
Kasus perlu diperhatikan. Syarat setara dengan . Jadi sebuah himpunan yang memenuhi
juga tunggal bila ada. Himpunan itulah yang nanti disebut singleton . Sebelum pasangan tersedia, kita hanya boleh mengatakan hal-hal berikut tentang yang diandaikan ada.
- , karena . Ini pernyataan keanggotaan.
- Untuk setiap himpunan , benar tepat ketika . Arah pertama didapat dengan menginstansiasi inklusi pada . Arah kedua berlaku karena setiap anggota sama dengan . Ini pernyataan inklusi tentang , dan bentuknya berbeda dari pernyataan keanggotaan tentang .
Dengan demikian, " anggota " dan " himpunan bagian " adalah dua formula yang berbeda. Keduanya kebetulan ekuivalen, dan ekuivalensi itu memerlukan bukti. Proposisi 3.1.20 akan menyatakannya kembali setelah keberadaan dijamin.
Keberadaan pertama: himpunan kosong
Aksioma 3.1.5 (Himpunan kosong).
Aksioma ini adalah pernyataan keberadaan pertama dalam daftar kita. Aksioma ini menjamin bahwa sekurang-kurangnya satu himpunan tidak memiliki anggota.
Catatan 3.1.6 (Keberadaan dan keunikan dipasok oleh aksioma yang berbeda). Pernyataan "ada tepat satu dengan " adalah konjungsi dari dua pernyataan.
- Keberadaan: . Ini dijamin oleh Aksioma 3.1.5.
- Paling banyak satu: . Ini akan dijamin oleh ekstensionalitas.
Kedua bagian ini memang independen. Pertimbangkan struktur dengan dua objek berbeda dan , dan relasi yang kosong. Dalam struktur ini Aksioma 3.1.5 benar, bahkan dengan dua saksi. Namun ekstensionalitas salah, karena dan memiliki anggota yang sama (tidak ada) tetapi . Sebaliknya, struktur satu objek dengan memenuhi ekstensionalitas tetapi tidak memiliki himpunan kosong. Jadi tidak satu pun dari kedua aksioma ini yang dapat menggantikan yang lain.
Teorema 3.1.7 (Keunikan himpunan kosong). Jika dan adalah himpunan tanpa anggota, maka . Akibatnya, ada tepat satu himpunan tanpa anggota. Himpunan ini ditulis . Lebih lanjut, setiap himpunan dengan memenuhi .
Bukti. Ambil sembarang. Menurut hipotesis, salah dan salah. Biimplikasi antara dua pernyataan yang sama-sama salah adalah benar, sehingga . Karena sembarang, Aksioma 3.1.2 memberi .
Aksioma 3.1.5 memberi sekurang-kurangnya satu himpunan tanpa anggota, dan bagian pertama memberi paling banyak satu. Jadi ada tepat satu, dan nama menunjuk objek yang jelas. Kalimat terakhir teorema adalah bagian pertama dengan dan . ∎
Kalimat terakhir inilah yang paling sering dipakai. Untuk membuktikan bahwa sebuah himpunan yang dibentuk dengan cara tertentu sama dengan , kita cukup menunjukkan bahwa himpunan itu tidak memiliki anggota.
Proposisi 3.1.8 (Himpunan kosong adalah himpunan bagian setiap himpunan). Untuk setiap himpunan , berlaku . Selain itu, untuk setiap , mengimplikasikan .
Bukti. Kita harus menunjukkan . Ambil sembarang. Anteseden salah, sehingga implikasinya benar, apa pun nilai . Karena sembarang, . Bukti ini sama sekali tidak memeriksa isi .
Untuk bagian kedua, andaikan . Bagian pertama dengan memberi . Proposisi 3.1.3(2) lalu memberi . ∎
Ini adalah versi himpunan dari pembatas kosong di Bab 2: universal yang dibatasi oleh selalu benar. Namun tidak berarti . Untuk kita punya
Objeknya sama, relasinya berbeda, dan nilai kebenarannya berbeda. Inklusi adalah universal yang dapat benar secara vakum. Keanggotaan adalah pernyataan atom yang kebenarannya ditentukan oleh apakah objek yang disebut memang anggota himpunan tersebut.
Pembentukan himpunan bagian: skema separasi
Sejauh ini satu-satunya himpunan yang dijamin ada adalah . Bab 2 sering memakai bentuk "himpunan semua di yang memenuhi ". Aksioma berikut menjamin bentuk itu, asalkan ada himpunan yang disaring. Karena satu aksioma diberikan untuk setiap formula , aksioma ini sebenarnya adalah skema, yaitu daftar tak hingga aksioma yang dibentuk menurut satu pola.
Aksioma 3.1.9 (Skema separasi). Untuk setiap formula dalam bahasa ZF yang tidak memuat sebagai variabel bebas,
Peran masing-masing variabel adalah sebagai berikut.
- adalah himpunan yang disaring. Himpunan ini sudah harus tersedia.
- adalah variabel penyaring yang berjalan atas anggota .
- adalah parameter, yaitu himpunan tetap yang boleh dirujuk oleh syarat penyaring. Himpunan sendiri boleh menjadi salah satu parameter.
- adalah himpunan baru yang keberadaannya dijamin. Variabel tidak boleh bebas dalam . Kemunculan terikat tidak menjadi masalah, karena dapat diganti nama.
Proposisi 3.1.10 (Notasi set-builder terbatas). Untuk setiap dan nilai parameter , himpunan dalam Aksioma 3.1.9 tunggal. Himpunan itu ditulis
dan memenuhi .
Bukti. Jika dan sama-sama memenuhi syarat, maka untuk setiap , dan keduanya ekuivalen dengan . Jadi , dan Aksioma 3.1.2 memberi . Untuk inklusi, ambil . Syarat keanggotaan memberi , dan khususnya . ∎
Separasi hanya dapat mengecilkan himpunan yang sudah ada. Separasi tidak pernah menghasilkan anggota yang tidak berasal dari .
Parameter. Misalkan semesta kerja telah tersedia. Keberadaannya akan dijamin oleh pasangan dan gabungan, dengan angka sebagai objek yang dikenal. Formula memuat satu parameter . Untuk ,
dan untuk , yang bukan anggota , tidak ada anggota yang tersaring keluar, sehingga
Satu formula dengan parameter yang berbeda menghasilkan himpunan yang berbeda. Separasi tetap sah ketika parameternya berada di luar . Pola yang sama, dengan parameter berupa himpunan lain, akan memberi irisan dan selisih pada Contoh 3.1.13.
Mengapa tidak boleh bebas dalam . Syarat ini bukan formalitas. Andaikan kita mengizinkan . Instans yang dihasilkan adalah
Ambil himpunan yang memiliki anggota . Pasangan akan segera memberi contoh seperti itu, misalnya . Instansiasi pada memberi , sebuah kontradiksi. Jadi "instans" ini akan membantah keberadaan setiap himpunan tak kosong. Syarat penyaring tidak boleh merujuk himpunan yang sedang didefinisikan olehnya.
Catatan: himpunan kosong dapat diturunkan. Dalam semantik Bab 2, semesta tidak kosong. Karena itu adalah validitas logika, sehingga sekurang-kurangnya ada satu himpunan . Terapkan separasi pada dengan formula yang selalu salah, misalnya :
Untuk setiap berlaku , sehingga ruas kanan salah, dan tidak memiliki anggota. Jadi Aksioma 3.1.5 adalah teorema dari separasi ditambah logika dengan semesta tak kosong. Kita tetap menyatakannya sebagai aksioma karena alasan pedagogis: keberadaan himpunan pertama menjadi prinsip yang terlihat, bukan efek samping yang tersembunyi dalam konvensi semantik. Teorema 3.1.7 tidak terpengaruh, karena keunikan selalu berasal dari ekstensionalitas.
Komprehensi tak terbatas dan paradoks Russell
Bandingkan separasi dengan prinsip yang lebih "murah hati". Komprehensi tak terbatas menyatakan bahwa untuk setiap formula yang tidak memuat sebagai variabel bebas,
Jika prinsip ini berlaku, setiap ungkapan otomatis menunjuk sebuah himpunan, tanpa perlu himpunan penyaring. Satu-satunya perbedaan dari separasi adalah hilangnya konjung . Perbedaan kecil ini fatal.
Proposisi 3.1.11 (Paradoks Russell). Instans komprehensi tak terbatas untuk dapat dibantah dalam logika murni:
Bukti. Andaikan ada dengan . Instansiasi universal pada memberi
Formula berbentuk salah untuk setiap nilai kebenaran (Bab 1). Kontradiksi ini membuktikan negasi pengandaian. ∎
Bukti ini tidak memakai satu pun aksioma ZF. Akibatnya, setiap teori yang memuat komprehensi tak terbatas untuk formula ini tidak konsisten. Pelajarannya tepat: tidak setiap sifat menentukan sebuah himpunan. Russell tidak melarang bentuk notasi set-builder tertentu; ia menolak prinsip komprehensi tak terbatas. Notasi boleh dipakai bila keberadaan himpunan yang dimaksud sudah dijamin, misalnya ketika berbentuk dan separasi berlaku. Jika syarat yang sama diterapkan di dalam himpunan melalui separasi, kontradiksinya hilang dan berubah menjadi informasi tentang .
Teorema 3.1.12 (Russell di dalam ZF). Untuk setiap himpunan , misalkan
yang ada dan tunggal menurut separasi dengan tanpa parameter. Maka . Akibatnya, tidak ada himpunan yang memenuhi .
Bukti. Formula tidak memuat ataupun sebagai variabel bebas, sehingga Aksioma 3.1.9 dan Proposisi 3.1.10 memang berlaku. Menurut definisinya, untuk setiap :
Andaikan . Instansiasi pada memberi
Konjung pertama di ruas kanan benar menurut pengandaian, sehingga ruas kanan ekuivalen dengan . Kita peroleh , sebuah kontradiksi. Jadi .
Untuk bagian kedua, andaikan ada dengan . Bentuk dengan separasi. Instansiasi universal pada memberi , sedangkan bagian pertama dengan memberi . Kontradiksi. Jadi himpunan seperti itu tidak ada. ∎
Bukti ini tidak memakai aksioma fondasi dan tidak bergantung pada pertanyaan apakah ada himpunan yang memuat dirinya sendiri. Bahkan juga berlaku, karena dan . Argumen Russell, yang dibatasi oleh separasi, berubah dari paradoks menjadi teorema: dalam ZF tidak ada himpunan semesta mutlak. Itulah sebabnya setiap dalam buku ini adalah semesta kerja tertentu, misalnya atau . tidak pernah berarti "semua himpunan".
Contoh 3.1.13 (Irisan dan selisih sebagai separasi). Untuk himpunan dan , separasi memberi
Di sini berperan sebagai parameter. Jadi irisan dan selisih tidak memerlukan aksioma baru. Operasi-operasi ini dikembangkan di 3.2. Yang penting di sini adalah keberadaannya sudah terjamin.
Proposisi 3.1.14 (Irisan keluarga tak kosong). Misalkan himpunan dan . Ada tepat satu himpunan yang memenuhi
Bukti. Keberadaan. Karena , ada . Bentuk
dengan separasi, memakai parameter . Kita periksa bahwa memenuhi syarat keanggotaan.
- Jika , maka menurut definisinya .
- Sebaliknya, jika , maka khususnya karena . Jadi .
Keunikan. Dua himpunan yang memenuhi syarat ini memiliki anggota yang sama, sehingga keduanya sama menurut ekstensionalitas. Khususnya, tidak bergantung pada pilihan . ∎
Untuk , syarat benar secara vakum untuk setiap . Himpunan yang memenuhinya akan memuat semua himpunan, dan Teorema 3.1.12 melarang hal itu. Karena itu, konvensi Bab 2 dipertahankan dengan batas eksplisit. Untuk yang anggotanya himpunan bagian dari ,
sehingga . Untuk , berlaku , karena syarat sudah terpenuhi oleh .
Contoh 3.1.15 (Filter pada semesta berhingga). Ini adalah model kecil, bukan laporan implementasi. Misalkan adalah nomor peserta, dengan tabel nilai berikut.
| Peserta | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Nilai | 82 | 64 | 70 | 91 | 55 | 70 |
Sifat "nilai " memberi . Peserta 3 dan 6 berada tepat di ambang batas dan ikut terpilih, karena syaratnya , bukan .
Sifat "nilai " memberi . Hasil kosong adalah keluaran filter yang sah, bukan galat. Separasi memang menjamin bahwa himpunan tersebut ada.
Ada dua catatan kejujuran untuk contoh ini.
- "Nilai" adalah tabel, dan konsep fungsi baru dikembangkan di Bab 5. Karena berhingga, sifat pertama dapat ditulis tanpa fungsi sebagai disjungsi .
- Filter selalu bekerja di dalam . Ungkapan "semua bilangan genap" menunjuk sebuah himpunan setelah keberadaannya dijamin secara sah, misalnya sebagai melalui separasi. Keberadaan sendiri memerlukan aksioma tak hingga (lihat peta ZF di bawah).
Pasangan, gabungan, dan himpunan kuasa
Separasi hanya mengecilkan himpunan. Kita belum dapat membuat himpunan yang anggotanya berasal dari dua himpunan berbeda. Kita juga belum dapat membentuk satu himpunan pun yang memiliki anggota. Tiga aksioma berikut mengisi kekurangan itu, dan kita hanya akan memakainya secukupnya untuk Bab 3.
Aksioma 3.1.16 (Pasangan). .
Himpunan tunggal menurut ekstensionalitas dan ditulis . Kasus memberi singleton , dengan .
Aksioma 3.1.17 (Gabungan). .
Himpunan tunggal dan ditulis . Untuk dua himpunan, definisikan . Dengan definisi ini, , karena berarti atau .
Perbandingan antara keduanya juga patut dicatat. Kuantifikator dalam syarat gabungan adalah eksistensial, sedangkan kuantifikator dalam syarat irisan adalah universal. Perbedaan ini akan menjadi inti De Morgan tak hingga di 3.4.
Proposisi 3.1.18. .
Bukti. berarti ada dengan dan . Tidak ada yang memenuhi , sehingga eksistensial ini salah untuk setiap . Jadi tidak memiliki anggota, dan Teorema 3.1.7 memberi . ∎
Hasil ini sesuai dengan konvensi "gabungan kosong " di Bab 2. Bedanya, kini konvensi itu menjadi teorema, dan tidak diperlukan semesta seperti pada kasus irisan.
Aksioma 3.1.19 (Himpunan kuasa). .
Himpunan tunggal dan ditulis . Kombinasi separasi dan himpunan kuasa adalah cara resmi untuk "mengumpulkan himpunan bagian yang memenuhi sifat tertentu", yaitu .
Catatan lingkup. Bab 2 menulis gabungan berindeks . Agar notasi itu menunjuk sebuah himpunan, koleksi nilai keluarga harus telah dijamin sebagai himpunan. Misalkan dan adalah himpunan, dan formula , dengan parameter tetap, menentukan tepat satu untuk setiap ; nilai itu kita tulis . Separasi pada , dengan parameter dan parameter-parameter dalam , memberi
yaitu koleksi semua nilai . Aksioma 3.1.17 kemudian memberi , dan tepat ketika ada dengan . Demikian pula, memuat tepat semua dengan untuk setiap ; untuk kita peroleh , sehingga gabungannya dan irisan relatifnya , sesuai konvensi Bab 2. Bila keluarga sudah diberikan sebagai himpunan, langkah pengumpulan ini tidak diperlukan. Untuk penugasan yang terdefinisi oleh formula tetapi tanpa batas bersama yang tersedia, skema penggantian menjamin himpunan nilainya; skema itu dirumuskan dengan formula dalam bahasa dan sendiri, sedangkan konsep fungsi akan dikembangkan di Bab 5. Unit 3.3 bekerja dengan keluarga yang nilainya himpunan bagian dari semesta kerja dan diberikan oleh formula seperti di atas, atau sudah diberikan sebagai himpunan, sehingga penggantian tidak diperlukan.
Anggota, himpunan bagian, dan keluarga
Dalam ZF, setiap objek adalah himpunan. Akibatnya, kata "keluarga himpunan" tidak menunjuk jenis objek baru. Kata itu adalah penekanan cara membaca: kita menyebut keluarga ketika yang kita perhatikan adalah anggota-anggotanya sebagai himpunan, yaitu anggota dari anggotanya. Ada tiga hubungan yang harus dipisahkan dengan tegas.
- : adalah anggota . Ini formula atom.
- : setiap anggota adalah anggota . Ini formula universal.
- : adalah anggota keluarga semua himpunan bagian . Menurut Aksioma 3.1.19, pernyataan ini setara dengan . Jadi pada satu tingkat, inklusi diterjemahkan menjadi keanggotaan pada tingkat berikutnya.
Proposisi 3.1.20. Untuk setiap dan , berlaku .
Bukti. Karena , inklusi memberi . Jika , maka , sehingga menurut substitusi kesamaan. ∎
Relasi transitif (Proposisi 3.1.3). Sebaliknya, tidak transitif, seperti ditunjukkan contoh bertingkat berikut.
Contoh 3.1.21 (Tingkat-tingkat himpunan murni). Pasangan dan himpunan kosong memberi himpunan-himpunan berikut:
(a) . Kita punya tetapi . Kedua himpunan berbeda keanggotaan pada , sehingga keduanya tidak sama. Himpunan kosong dan himpunan yang anggotanya hanya himpunan kosong adalah dua objek yang berbeda.
(b) . Anggota tunggal adalah , dan menurut (a). Jadi , sedangkan .
(c) tidak transitif. Kita punya dan . Namun, menurut (b), .
(d) Inklusi versus keanggotaan. Untuk , keempat pernyataan berikut benar: , , , dan . Pernyataan terakhir benar menurut Proposisi 3.1.20, karena . Sementara itu, untuk , berlaku tetapi , karena .
Contoh 3.1.22 (Himpunan kuasa bertingkat).
. Jika , maka tidak memiliki anggota, sebab setiap anggota harus menjadi anggota . Jadi . Sebaliknya, . Jadi . Perhatikan bahwa tidak kosong, karena ia memiliki tepat satu anggota.
. Misalkan . Ada dua kasus. Jika , maka dan memiliki anggota yang sama, sehingga . Jika , maka tidak memiliki anggota, sehingga . Kedua calon memang himpunan bagian dari .
dengan dan . Di sini menurut Contoh 3.1.21(a). Misalkan . Setiap anggota adalah atau , sehingga ditentukan sepenuhnya oleh jawaban atas dua pertanyaan: apakah , dan apakah . Empat kombinasi jawaban menghasilkan
Keempat himpunan ini saling berbeda, karena setiap dua di antaranya berbeda keanggotaan pada atau pada . Dalam himpunan murni,
Ketiga perhitungan ini menghasilkan himpunan kuasa dengan 1, 2, dan 4 anggota. Rumus umum " anggota menghasilkan himpunan bagian" tidak dibuktikan di sini. Pembuktiannya memerlukan induksi dan konsep bijeksi untuk menghitung, dan keduanya belum tersedia. Yang telah kita lakukan hanyalah memeriksa ketiga kasus ini secara langsung.
Gabungan pada tingkat yang sama. , karena satu-satunya yang tersedia adalah , dan tidak memiliki anggota. Selanjutnya, . Operasi "turun satu tingkat", sedangkan "naik satu tingkat". Latihan 3.1.27 memeriksa sejauh mana kedua operasi ini saling membatalkan.
Peta jujur: ZF dan ZFC
Aksioma-aksioma di atas hanyalah bagian awal ZF. Berikut adalah daftar lengkap ZF dalam bentuk peta. Daftar ini tidak dibuktikan dan tidak dipakai melebihi apa yang dinyatakan.
| Aksioma | Isi ringkas | Status di Bab 3 |
|---|---|---|
| Ekstensionalitas | Himpunan dengan anggota sama adalah sama | Dipakai |
| Himpunan kosong | Ada himpunan tanpa anggota (dapat diturunkan, lihat catatan di atas) | Dipakai |
| Separasi (skema) | ada | Dipakai |
| Pasangan | ada | Dipakai |
| Gabungan | ada | Dipakai |
| Himpunan kuasa | ada | Dipakai |
| Tak hingga | Ada himpunan yang memuat dan tertutup terhadap | Hanya di balik dan yang dipinjam |
| Penggantian (skema) | Jika formula dalam bahasa dan menentukan tepat satu untuk setiap , kumpulan semua tersebut adalah himpunan | Tidak dipakai di Bab 3; dijelaskan setelah konsep fungsi pada Bab 5. Rumusannya memakai formula yang menentukan tepat satu keluaran untuk tiap masukan. |
| Fondasi (regularitas) | Setiap himpunan tak kosong memiliki anggota dengan | Tidak dipakai; Teorema 3.1.12 tidak memerlukannya |
ZFC adalah ZF ditambah aksioma pilihan (AC), yang secara informal menyatakan bahwa dari setiap keluarga himpunan tak kosong dapat dipilih satu anggota dari tiap himpunan sekaligus melalui sebuah fungsi pilihan. AC adalah tambahan terhadap ZF, bukan bagian dari ZF. Seluruh hasil Bab 3 adalah teorema ZF. Lebih tepatnya, hasil-hasil itu hanya memakai enam aksioma pertama dalam tabel, ditambah dan yang dipinjam pada contoh. Pada contoh interval di 3.4, peminjaman bilangan real mencakup sifat urutan dan sifat Archimedes; sifat-sifat ini akan dinyatakan saat digunakan dan dibuktikan pada bab selanjutnya, bukan disimpulkan dari aljabar himpunan. Bila kelak sebuah argumen memerlukan AC, pemakaiannya akan dinyatakan.
Peta ini sengaja tidak mencakup pertanyaan tentang konsistensi ZF atau tentang independensi AC terhadap ZF. Kedua pertanyaan itu berada di luar lingkup bab ini dan tidak akan dipakai.
Latihan
Latihan 3.1.23. Tentukan kebenaran dan untuk , , dan .
Pembahasan. Pernyataan benar untuk ketiganya menurut Proposisi 3.1.8. Bukti itu tidak memeriksa isi sama sekali. Sebaliknya, harus diperiksa anggota demi anggota.
- : salah, karena tidak memiliki anggota.
- : benar.
- : salah, karena satu-satunya anggota adalah , dan (Contoh 3.1.21(a)).
Strategi umumnya: inklusi adalah universal dan dapat benar secara vakum, sedangkan keanggotaan adalah pernyataan atom yang harus diperiksa terhadap anggota-anggota himpunan tersebut.
Latihan 3.1.24. Buktikan bahwa jika , maka .
Pembahasan. Strateginya adalah membagi kasus menurut keanggotaan, dengan perhatian khusus pada kasus batas ketika dua nama menunjuk objek yang sama.
Karena , kita punya atau .
Kasus . Karena , kita punya atau .
- Jika , selesai.
- Jika , maka , sehingga . Karena , kita peroleh . Jadi dan , dan disjungsi pertama berlaku.
Kasus . Kita punya atau .
- Jika , disjungsi kedua berlaku.
- Jika , maka . Dengan argumen yang sama, , sehingga . Jadi dan .
Kasus batas tidak boleh dilewati, sebab di situlah "dua anggota" runtuh menjadi satu anggota. Hasil ini adalah langkah pertama menuju pasangan terurut di Bab 4. Pasangan terurut tidak didefinisikan di sini.
Latihan 3.1.25. Tunjukkan bahwa tidak ada himpunan yang memuat untuk setiap himpunan .
Pembahasan. Andaikan seperti itu ada. Untuk sembarang , kita punya dan , sehingga menurut Aksioma 3.1.17. Jadi memuat semua himpunan, dan ini bertentangan dengan Teorema 3.1.12.
Strategi umumnya: untuk menunjukkan bahwa sebuah kumpulan "terlalu besar", turunkan dari kumpulan itu sebuah himpunan semesta dengan memakai aksioma yang sah, lalu terapkan Russell.
Latihan 3.1.26. Buktikan bahwa .
Pembahasan.
- Jika , maka . Transitivitas inklusi (Proposisi 3.1.3) memberi , sehingga .
- Karena , kita punya , sehingga , yaitu .
Arah kedua menginstansiasi inklusi universal pada . Ini adalah instansiasi yang paling hemat.
Latihan 3.1.27. Buktikan bahwa . Kemudian tunjukkan bahwa tidak selalu berlaku.
Pembahasan. Untuk bagian pertama, kita buktikan dua inklusi.
- Jika , maka ada dengan dan . Akibatnya .
- Jika , maka menurut Proposisi 3.1.20. Jadi , dan karena , kita peroleh . Saksi eksistensialnya adalah , yang keberadaannya dijamin oleh pasangan.
Untuk bagian kedua, kita selalu punya , karena setiap memenuhi . Namun kesamaan dapat gagal. Ambil . Maka dan , karena .
Latihan 3.1.28. Untuk sembarang , mana dari pernyataan berikut yang selalu benar: , , , ?
Pembahasan.
- Tiga pernyataan pertama selalu benar. Dua yang pertama berlaku karena dan . Yang ketiga berlaku menurut Proposisi 3.1.20, karena .
- Pernyataan keempat berarti "setiap anggota adalah himpunan bagian dari ". Pernyataan ini tidak selalu benar. Untuk , anggota bukan himpunan bagian dari , karena . Sebaliknya, untuk , pernyataan itu benar.
Pelajarannya: sebelum menyatakan sebuah inklusi, periksa apakah yang dibandingkan adalah anggota atau himpunan bagian.
Latihan 3.1.29. Pada Contoh 3.1.15, tentukan dan untuk dan untuk .
Pembahasan.
- Dengan ketaksamaan ketat, peserta 3 dan 6, yang nilainya tepat 70, keluar dari hasil. Jadi hasilnya .
- Untuk tak kosong, harus berada di kedua himpunan, sehingga . Hasil ini sama dengan menurut Proposisi 3.1.14.
- Untuk , syaratnya vakum, sehingga . Tanpa batas , irisan ini tidak terdefinisi.
Ketiga perhitungan menunjukkan bahwa ambang batas dan keluarga kosong adalah tempat kesalahan paling mungkin terjadi.
Menuju 3.2
Kini kita memiliki jaminan keberadaan untuk , , , , , dan , serta satu alat untuk membuktikan kesamaan, yaitu dua inklusi. Unit 3.2 memakai jaminan ini untuk mengembangkan aljabar operasi biner (gabungan, irisan, komplemen relatif terhadap semesta kerja , dan selisih simetris) beserta hukum-hukumnya.
3.2 Operasi Biner dan Hukum Aljabar Himpunan
Unit 3.1 memberi kriteria kesamaan dan beberapa cara sah untuk memperoleh himpunan baru. Dari sana, cara mendefinisikan operasi pada himpunan menjadi jelas. Menurut ekstensionalitas, sebuah himpunan ditentukan sepenuhnya oleh anggotanya. Karena itu, mendefinisikan himpunan baru berarti melakukan dua hal:
- Syarat keanggotaan. Kita menyatakan dengan tepat objek mana yang menjadi anggota.
- Keberadaan. Kita menunjukkan bahwa aksioma yang tersedia menjamin adanya himpunan dengan anggota tepat seperti itu.
Ketunggalan tidak perlu dibuktikan tersendiri, karena dua himpunan dengan syarat keanggotaan yang sama adalah sama menurut ekstensionalitas. Pola ini juga menentukan cara membuktikan hukum aljabar himpunan. Untuk membuktikan dua ungkapan himpunan sama, kita menunjukkan bahwa untuk setiap , keanggotaan di ruas kiri ekuivalen dengan keanggotaannya di ruas kanan.
Pada unit ini menyatakan himpunan sembarang. Bila komplemen dipakai, ada semesta kerja yang dinyatakan secara eksplisit dan . Semesta adalah himpunan tertentu, bukan himpunan semua himpunan.
Gabungan, irisan, dan selisih
Definisi 3.2.1 (Gabungan). Untuk himpunan dan , gabungan didefinisikan sebagai .
Proposisi 3.2.2. Untuk setiap ,
Selain itu, adalah satu-satunya himpunan yang memiliki sifat ini.
Bukti. Aksioma pasangan memberi himpunan dengan . Aksioma gabungan (Unit 3.1) bersama separasi memberi himpunan yang memenuhi
Ruas kanan ekuivalen dengan . Dengan mendistribusikan konjungsi atas disjungsi dan memisahkan kuantifikator eksistensial atas disjungsi, ruas ini ekuivalen dengan
Bagian pertama ekuivalen dengan : saksi memberi arah ke kiri, dan kesamaan memungkinkan substitusi untuk arah ke kanan. Bagian kedua serupa. Jadi .
Untuk ketunggalan, misalkan juga memenuhi untuk setiap . Maka untuk setiap , sehingga menurut ekstensionalitas.
Gabungan membutuhkan aksiomanya sendiri karena pada umumnya lebih besar daripada maupun . Separasi hanya dapat memotong himpunan yang sudah ada, tidak dapat memperbesarnya. Irisan dan selisih berbeda: keduanya selalu termuat di , sehingga separasi sudah cukup.
Definisi 3.2.3 (Irisan dan selisih). Untuk himpunan dan ,
Kedua himpunan ada menurut separasi dengan parameter . Formula yang dipakai berturut-turut adalah dan . Jika , kita katakan dan saling lepas. (Bandingkan definisi irisan dan selisih dalam [R3-1] dan [R3-2].)
Proposisi 3.2.4. Untuk setiap ,
Bukti. Ini langsung dari bentuk separasi: .
Catatan 3.2.5. Definisi irisan tampak berat sebelah, karena berperan sebagai pembatas dan sebagai parameter. Namun memiliki syarat keanggotaan , yang ekuivalen dengan . Menurut ekstensionalitas, kedua himpunan itu sama. Pilihan pembatas hanya alat untuk menjamin keberadaan, bukan bagian dari makna irisan. Selisih tidak simetris dengan cara yang sama, dan hal ini akan terlihat pada contoh di bawah. Selisih juga tidak mensyaratkan . Anggota yang tidak berada di tidak berpengaruh apa pun.
Definisi 3.2.6 (Komplemen relatif). Misalkan semesta kerja yang ditetapkan dan . Komplemen (relatif ) adalah
Jadi .
Notasi menyembunyikan . Notasi ini hanya dipakai bila sudah jelas dari konteks. Bila ada dua semesta yang mungkin, kita menulis . Sebagai contoh, komplemen relatif adalah , sedangkan relatif adalah .
Komplemen tanpa semesta, yaitu "semua objek yang bukan anggota ", tidak tersedia. Andaikan untuk ada himpunan yang memuat semua objek yang bukan anggota . Maka memuat setiap himpunan. Separasi pada dengan formula lalu menghasilkan himpunan Russell, dan menurut Unit 3.1 hal itu mustahil. Inilah alasan semua komplemen dalam buku ini relatif terhadap yang dinyatakan.
Kasus batas. Langsung dari syarat keanggotaan diperoleh:
Sebagai contoh, . Syarat ini tidak dipenuhi oleh objek apa pun, sehingga adalah himpunan kosong yang tunggal.
Contoh wajib dihitung tuntas
Ambil , , dan . Lambang dipinjam sebagai objek yang sudah dikenal dan berbeda satu sama lain. Kita tidak mengaku telah mengonstruksi bilangan.
Karena semua himpunan yang terlibat termuat di , objek di luar tidak menjadi anggota satu pun di antaranya. Jadi untuk menentukan himpunan-himpunan ini cukup memeriksa kelima anggota . Tabel berikut mencatat keanggotaan. Simbol ✓ berarti anggota dan – berarti bukan. Kolom didefinisikan pada subbagian Selisih simetris (Definisi 3.2.13) dan dicantumkan di sini agar perhitungannya lengkap.
| 1 | ✓ | – | ✓ | – | ✓ | – | – | ✓ | ✓ |
| 2 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | – | – | – | – | – |
| 3 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | – | – | – | – | – |
| 4 | – | ✓ | ✓ | – | – | ✓ | ✓ | – | ✓ |
| 5 | – | – | – | – | – | – | ✓ | ✓ | – |
Hasilnya:
Setiap entri tabel adalah penerapan langsung Proposisi 3.2.2 dan 3.2.4. Contohnya, karena dan . Contoh lain, karena dan . Perhatikan juga bahwa , sehingga selisih tidak komutatif.
Beberapa identitas yang akan dibuktikan pada subbagian Hukum aljabar himpunan dapat diperiksa pada contoh ini:
- dan .
- dan .
- .
Kecocokan ini hanya menunjukkan bahwa identitas berlaku untuk himpunan-himpunan ini. Kecocokan pada satu contoh bukan bukti untuk semua . Sebaliknya, satu contoh yang tidak cocok sudah cukup untuk membantah sebuah identitas (lihat subbagian Kontracontoh).
Hukum aljabar himpunan
Hukum-hukum berikut dikelompokkan menurut apakah semesta diperlukan atau tidak.
Teorema 3.2.7 (Hukum tanpa semesta). Untuk semua himpunan :
- (Komutatif) dan .
- (Asosiatif) dan .
- (Idempoten) dan .
- (Himpunan kosong) dan .
- (Absorpsi) dan .
- (Distributif) dan .
- (Monotonitas dasar) .
Ada dua cara yang sah untuk membuktikan kesamaan :
- Dua inklusi. Tunjukkan dan , lalu terapkan ekstensionalitas. Pada tiap arah kita hanya memerlukan implikasi, dan analisis kasus dapat dilakukan dengan leluasa.
- Rantai ekuivalensi. Tuliskan syarat keanggotaan kedua ruas sebagai formula, lalu hubungkan keduanya dengan langkah-langkah yang masing-masing merupakan ekuivalensi yang berlaku untuk setiap , baik karena ekuivalensi logis (Bab 1) maupun karena hipotesis yang dinyatakan, seperti . Setiap langkah harus berupa ekuivalensi, bukan sekadar implikasi. Kesalahan yang umum adalah menyisipkan satu langkah yang hanya berlaku satu arah.
Kita mulai dengan butir-butir yang langsung mengikuti dari ekuivalensi logis sederhana. Setelah itu kita menyajikan butir distributif pertama dan absorpsi dengan dua inklusi, lalu distributif kedua dan asosiatif dengan rantai ekuivalensi.
Tulis untuk pernyataan , , . Tulis pula untuk pernyataan yang selalu salah (misalnya ) dan untuk pernyataan yang selalu benar.
Bukti (1), (3), (4), (7). Masing-masing mengikuti dari ekuivalensi dan implikasi logis berikut:
- (1) komutativitas dan ;
- (3) dan ;
- (4) dan , karena selalu salah;
- (7) dan .
Bukti (6), bagian pertama, dengan dua inklusi.
() Ambil . Maka dan , sehingga atau .
- Jika , maka , sehingga .
- Jika , maka , dan kesimpulannya sama.
() Ambil .
- Jika , maka dan , sehingga .
- Jika , argumennya serupa dengan menggantikan .
Menurut ekstensionalitas, kedua ruas sama.
Bukti (6), bagian kedua, dengan ekuivalensi.
Ekuivalensi di tengah adalah hukum distributif disjungsi atas konjungsi. Bila diperlukan, hukum ini dapat diperiksa dengan tabel kebenaran delapan baris. Karena rantai ini berlaku untuk setiap , ekstensionalitas memberi kesamaan yang dimaksud.
Bukti (5). Untuk :
- () Setiap himpunan termuat dalam gabungannya dengan himpunan lain.
- () Jika , maka , atau dan . Dalam kedua kasus .
Untuk :
- () Ini adalah butir (7), yang sudah dibuktikan di atas.
- () Jika , maka , sehingga .
Bukti (2). Untuk gabungan, , memakai asosiativitas disjungsi. Untuk irisan, argumennya sama dengan konjungsi.
Berkat asosiativitas, kita boleh menulis dan tanpa tanda kurung. Penulisan ini hanya untuk banyaknya himpunan yang ditulis secara eksplisit. Keluarga himpunan yang lebih umum dibahas di Unit 3.3.
Teorema 3.2.8 (Hukum relatif semesta). Misalkan , dan komplemen diambil relatif . Maka:
- dan .
- .
- dan .
- (De Morgan) dan .
- .
- .
Bukti.
(1) Untuk , tepat salah satu dari dan berlaku. Jadi . Inklusi berlaku karena dan . Bagian berlaku karena mustahil.
(2) Kita hitung:
Langkah terakhir benar karena mustahil. Karena , pernyataan ekuivalen dengan . Hipotesis benar-benar dipakai pada langkah ini. Untuk himpunan sembarang , perhitungan yang sama hanya memberi .
(3) Untuk : arah jelas, dan arah berlaku karena . Untuk : arah jelas, dan arah berlaku karena setiap juga anggota .
(4) Untuk bagian pertama:
Langkah kedua adalah De Morgan proposisional dari Bab 1. Langkah ketiga menduplikasi konjung , yang sah menurut idempotensi.
Bagian kedua diturunkan dari bagian pertama dengan dualitas. Terapkan bagian pertama pada , lalu pakai (2):
Ambil komplemen kedua ruas. Ini sah karena mengakibatkan . Dengan (2) sekali lagi, karena , diperoleh .
(5) Kita bandingkan syarat keanggotaan kedua ruas: , sedangkan . Karena mengakibatkan , konjung dapat dihilangkan, sehingga keduanya ekuivalen.
(6) Misalkan dan ambil , yaitu dan . Jika , maka , sebuah kontradiksi. Jadi , sehingga . Untuk arah sebaliknya, terapkan arah yang baru dibuktikan pada untuk memperoleh . Menurut (2), ini berarti .
Proposisi 3.2.9 (Inklusi dinyatakan dengan operasi). Untuk himpunan , keempat pernyataan berikut ekuivalen:
Bukti.
- (i)⇒(ii): selalu berlaku. Sebaliknya, jika , maka , atau dan karena itu juga .
- (ii)⇒(iii): menurut absorpsi.
- (iii)⇒(iv): . Himpunan ini kosong karena tidak ada yang memenuhi .
- (iv)⇒(i): Jika dan , maka , dan hal itu mustahil. Jadi setiap adalah anggota .
Kontracontoh: pembatalan dan identitas palsu
Dalam aritmetika yang sudah dikenal, mengakibatkan . Untuk gabungan dan irisan, sifat semacam ini tidak berlaku.
Proposisi 3.2.10 (Pembatalan gagal).
- Ada himpunan dengan tetapi .
- Ada himpunan dengan tetapi .
Bukti.
- Ambil dan . Maka , tetapi .
- Ambil , , dan . Maka , tetapi .
Penyebabnya terlihat dari syarat keanggotaan. Gabungan dengan menghapus informasi tentang bagian yang berada di dalam . Irisan dengan menghapus informasi tentang bagian yang berada di luar . Bila kedua informasi digabungkan, tidak ada yang hilang:
Teorema 3.2.11. Jika dan , maka .
Bukti. Ambil .
- Jika , maka , sehingga .
- Jika , maka dari dan diperoleh .
Jadi . Hipotesisnya simetris dalam dan , sehingga juga berlaku.
Bukti aljabar juga tersedia:
Ruas ini memakai absorpsi, hipotesis, distributivitas, hipotesis, distributivitas, hipotesis, dan absorpsi, dalam urutan itu, bersama komutativitas di langkah absorpsi dan distributif.
Identitas palsu yang sering muncul. Untuk masing-masing identitas berikut, kita beri kontracontoh dan rumus yang benar.
- . Pernyataan ini salah: untuk , ruas kiri dan ruas kanan . Rumus yang benar adalah
sehingga . Himpunan ini sama dengan tepat ketika . Sebab, jika dan , maka , sehingga , sebuah kontradiksi. Sebaliknya, jika , setiap memenuhi , sehingga .
- . Pernyataan ini salah: untuk , ruas kiri dan ruas kanan . Jadi selisih tidak asosiatif. Rumus yang benar untuk ruas kiri:
sehingga . Untuk ruas kanan, mempunyai syarat , sehingga sama dengan .
- . Pernyataan ini salah: untuk dan , ruas kiri dan ruas kanan . Rumus yang benar untuk ruas kanan diperoleh dari
sehingga . Ruas kiri yang semula, , bersyarat . Kedua formula bernilai sama kecuali bila dan keduanya benar; pada keadaan itu ruas kiri benar dan ruas kanan salah. Jadi keduanya sama tepat ketika .
Cara menemukan kontracontoh. Tuliskan syarat keanggotaan kedua ruas sebagai formula dalam . Kemudian cari satu penilaian kebenaran yang membuat kedua formula berbeda nilai. Pada butir 2, penilaian itu adalah semuanya benar. Penilaian tersebut lalu diwujudkan dengan satu objek, dalam hal ini , yang dimasukkan tepat ke himpunan-himpunan yang penilaiannya benar. Lema 3.2.12 pada subbagian berikut menjelaskan mengapa cara ini selalu berhasil.
Diagram Venn dan bukti universal
Diagram Venn menggambar , , sebagai daerah yang saling tumpang tindih. Diagram membantu menebak sebuah identitas dan mengingatnya. Namun satu gambar menyajikan satu konfigurasi, sedangkan hukum aljabar himpunan menyatakan sesuatu tentang semua himpunan, yakni sebuah klaim universal. Ada beberapa bahaya konkret:
- Daerah kosong tidak terlihat. Gambar baku untuk dan memperlihatkan dan sebagai daerah yang tampak berisi. Pembaca mudah mengira atau selalu berlaku. Kedua klaim itu salah: untuk , berlaku , dan bila berlaku .
- Inklusi tidak tergambar. Bila , diagram baku masih menampilkan daerah . Kesimpulan yang mengandaikan daerah itu berisi menjadi keliru.
- Tidak ada kuantifikator. Gambar tidak menyatakan "untuk setiap ". Langkah dari gambar ke kesamaan himpunan justru memerlukan ekstensionalitas yang diterapkan pada setiap .
Walaupun begitu, gagasan "periksa setiap daerah" dapat dijadikan argumen yang sah, asalkan dinyatakan dan dibuktikan dengan tepat.
Lema 3.2.12 (Prinsip pola keanggotaan). Misalkan dan adalah ungkapan yang dibentuk dari lambang dengan langkah berhingga memakai . Masing-masing memiliki formula proposisional dan yang memenuhi untuk setiap , dan hal yang sama untuk . Maka:
(a) Jika dan ekuivalen secara logis, yaitu sama nilainya pada kedelapan baris tabel kebenaran, maka dapat dibuktikan untuk semua himpunan .
(b) Jika dan tidak ekuivalen secara logis, ada himpunan konkret dengan .
Bukti. Keberadaan diperoleh dengan induksi pada pembentukan ungkapan. Induksi ini dilakukan di tingkat meta, atas langkah pembentukan yang berhingga. Untuk lambang dasar, ungkapan memberi formula , dan seterusnya. Pada langkah pembentukan, memberi , , dan menurut Proposisi 3.2.2 dan 3.2.4.
(a) Untuk setiap , keanggotaan di dan di ekuivalen, sehingga menurut ekstensionalitas.
(b) Misalkan pada baris formula dan berbeda nilai. Ambil objek , lalu definisikan bila benar dan bila salah. Definisikan dan dengan cara serupa. Himpunan ada menurut aksioma pasangan. Untuk , pola keanggotaannya tepat . Akibatnya menjadi anggota tepat satu di antara dan , sehingga .
Kedua butir lema berada pada tingkat yang berbeda. Butir (a) menghasilkan bukti di dalam teori himpunan dari fakta tentang tabel kebenaran. Butir (b) menghasilkan kontracontoh konkret. Bersama-sama keduanya menyatakan bahwa, untuk ungkapan semacam ini, sebuah identitas berlaku umum tepat ketika formula keanggotaannya ekuivalen secara logis.
Untuk ungkapan yang memuat komplemen relatif , tambahkan sebagai lambang keempat dan tulis sebagai . Baris yang konsisten dengan ialah delapan baris dengan benar, ditambah baris dengan semua nilai salah. Pada baris terakhir setiap ungkapan yang dibangun dengan bernilai salah, sehingga baris itu tidak pernah membedakan dan . Karena itu cukup memeriksa delapan baris pertama, dan pada butir (b) kita ambil .
Jadi diagram Venn tiga himpunan yang diperiksa daerah demi daerah, dengan delapan daerah yang sesuai dengan delapan baris tabel, dapat dijadikan bukti. Namun status buktinya berasal dari Lema 3.2.12(a), bukan dari gambarnya. Butir (b) juga menjamin bahwa setiap identitas palsu dalam bentuk ini memiliki kontracontoh dengan satu objek, seperti pada subbagian Kontracontoh.
Lema ini hanya berlaku untuk banyaknya himpunan yang ditentukan dan ungkapan yang dibentuk dalam langkah berhingga. Untuk keluarga dengan indeks berhingga yang sudah ditetapkan, kuantifikator masih dapat diuraikan menjadi kombinasi berhingga. Namun satu tabel keanggotaan berhingga tidak cukup untuk membuktikan identitas bagi keluarga berindeks sembarang, termasuk indeks tak hingga, seperti pada Unit 3.3-3.4. Bukti umum memakai aturan kuantifikator; hukum De Morgan tak hingga khususnya memakai negasi kuantifikator.
Selisih simetris
Definisi 3.2.13 (Selisih simetris). .
Keberadaannya dijamin oleh Definisi 3.2.1 dan 3.2.3. Untuk penulisan ringkas, tulis untuk formula , yaitu "tepat satu dari ".
Proposisi 3.2.14. Untuk setiap ,
Selain itu, .
Bukti. Ekuivalensi pertama adalah gabungan dari Proposisi 3.2.2 dan 3.2.4. Untuk ekuivalensi kedua, benar tepat ketika keduanya benar atau keduanya salah, yaitu tepat ketika salah. Untuk bentuk terakhir:
Ekuivalensi terakhir diperoleh dengan menguraikan konjungsi. Dua suku yang muncul, yaitu dan , selalu salah sehingga dapat dihapus.
Jadi memuat objek yang tepat satu kali menjadi anggota atau . Pada contoh wajib, . Dengan rumus kedua, , dan hasilnya sama.
Proposisi 3.2.15. Untuk semua himpunan :
- .
- .
- .
- .
Bila , berlaku juga: 5. . 6. .
Bukti.
- simetris dalam kedua argumennya.
- .
- selalu salah.
- berarti tidak ada dengan . Ini berarti untuk setiap , yaitu menurut ekstensionalitas.
- Karena , objek yang menjadi anggota tepat satu di antara dan adalah objek di yang bukan anggota .
- Setiap adalah anggota tepat satu di antara dan . Objek di luar tidak menjadi anggota keduanya.
Teorema 3.2.16 (Asosiativitas selisih simetris). .
Bukti. Tulis untuk . Menurut Proposisi 3.2.14, keanggotaan di ruas kiri ekuivalen dengan , dan di ruas kanan dengan . Pertama kita catat dua fakta dari definisi :
Klaim. benar jika dan hanya jika banyaknya pernyataan benar di antara ganjil, yaitu satu atau tiga.
Kita buktikan klaim dengan dua kasus pada :
- Jika salah, maka . Ini benar tepat ketika tepat satu dari benar. Karena tidak menambah hitungan, kondisi itu sama dengan "banyaknya yang benar di antara adalah satu", dan satu adalah satu-satunya bilangan ganjil yang mungkin ketika salah.
- Jika benar, maka . Ini benar tepat ketika banyaknya yang benar di antara adalah nol atau dua. Ditambah , banyaknya yang benar di antara menjadi satu atau tiga, yaitu ganjil. Sebaliknya, bila banyaknya yang benar di antara ganjil dan benar, maka banyaknya yang benar di antara genap.
Selanjutnya, karena komutatif. Menurut klaim yang diterapkan pada urutan , pernyataan ini benar tepat ketika banyaknya pernyataan benar di antara ganjil. Kondisi "banyaknya yang benar ganjil" tidak bergantung pada urutan ketiga pernyataan. Jadi kedua ruas memiliki syarat keanggotaan yang ekuivalen untuk setiap , dan ekstensionalitas menyelesaikan bukti.
Sebagai pemeriksaan silang, berikut tabel lengkapnya. Simbol 1 berarti benar dan 0 berarti salah. Pemeriksaan ini sah menurut Lema 3.2.12(a) setelah diuraikan menurut Definisi 3.2.13.
| 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 1 |
| 0 | 1 | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| 0 | 1 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| 1 | 0 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 |
| 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 |
| 1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 |
| 1 | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 |
Dengan asosiativitas, kita boleh menulis . Menurut klaim di atas, jika dan hanya jika menjadi anggota sejumlah ganjil di antara . Sifat ini tidak sama dengan "anggota tepat satu himpunan". Kedua syarat berbeda pada objek yang menjadi anggota ketiga himpunan sekaligus.
Akibat 3.2.17 (Pembatalan untuk ). Jika , maka .
Bukti. Memakai Proposisi 3.2.15 dan Teorema 3.2.16:
Bandingkan hasil ini dengan Proposisi 3.2.10. Pembatalan berlaku untuk karena setiap himpunan merupakan "invers" bagi dirinya sendiri terhadap , yaitu . Gabungan dan irisan tidak memiliki invers semacam itu.
Proposisi 3.2.18. . Sebaliknya, gabungan tidak distributif atas .
Bukti. Ruas kiri mempunyai syarat , dan ruas kanan .
- Jika salah, kedua formula salah.
- Jika benar, kedua formula ekuivalen dengan .
Untuk bagian kedua, ambil . Maka , sedangkan .
Contoh tiga himpunan. Di semesta , ambil , , dan .
Dengan pengelompokan kiri:
Dengan pengelompokan kanan:
Kita periksa melalui paritas:
| himpunan yang memuat | banyaknya | ganjil? | |
|---|---|---|---|
| 1 | 1 | ya | |
| 2 | 2 | tidak | |
| 3 | 3 | ya | |
| 4 | 2 | tidak | |
| 5 | 1 | ya |
Jadi . Himpunan objek yang menjadi anggota tepat satu himpunan adalah . Selisih di antara keduanya adalah objek , yang berada di ketiga himpunan.
Penerapan: filter pada data
Kita memodelkan penyaringan data sebagai operasi himpunan. Data berikut adalah ilustrasi rekaan untuk perhitungan dan tidak berasal dari sistem atau eksperimen nyata.
Misalkan adalah himpunan nomor identitas rekaman pelanggan. Dalam model ini setiap filter diwakili oleh himpunan hasilnya, suatu subset yang diberikan dengan mendaftar anggotanya. Ambil dua himpunan hasil filter:
- : rekaman yang berlangganan buletin;
- : rekaman yang bertransaksi bulan ini.
Komplemennya adalah dan . Setiap kueri berikut dihitung dari syarat keanggotaan.
| Kueri | Ungkapan | Hasil |
|---|---|---|
| berlangganan dan bertransaksi | ||
| berlangganan atau bertransaksi | ||
| tidak (berlangganan atau bertransaksi) | ||
| tidak berlangganan dan tidak bertransaksi | ||
| berlangganan tetapi tidak bertransaksi | ||
| tepat satu dari keduanya |
Baris ketiga dan keempat sama sesuai De Morgan (Teorema 3.2.8). Jadi kueri "bukan (P atau Q)" dapat ditulis ulang sebagai "bukan P dan bukan Q" tanpa mengubah hasilnya. Baris terakhir cocok dengan .
Perubahan antar-cuplikan. Misalkan daftar pelanggan buletin kemarin adalah , sedangkan hari ini . Himpunan rekaman yang berubah status adalah
Di dalamnya, adalah rekaman yang berhenti berlangganan, dan adalah rekaman yang baru berlangganan.
Karena , menurut Teorema 3.2.16 dan Proposisi 3.2.15, cuplikan hari ini dapat dipulihkan dari cuplikan kemarin dan himpunan perubahan . Kita periksa langsung: .
Tiga filter dan jebakan paritas. Tambahkan himpunan hasil filter untuk rekaman yang mengajukan pengaduan. Maka
Hasil ini dapat diperiksa per rekaman:
- Rekaman 4 dan 8 memenuhi ketiga filter, jadi berjumlah ganjil.
- Rekaman 2 () dan 3 () memenuhi dua filter, jadi genap.
- Rekaman 1 dan 6 (), 5 (), dan 7 () memenuhi tepat satu filter.
Kueri "memenuhi tepat satu filter" menghasilkan . Seandainya kueri itu ditulis sebagai rangkaian selisih simetris, rekaman 4 dan 8 akan ikut terpilih secara keliru. Kesalahan ini tidak tampak pada kasus dua filter dan baru muncul ketika ada tiga filter. Latihan 10 menetapkan kapan kedua kueri memberi hasil yang sama.
Pembatas kosong. Bila sebuah filter tidak dipenuhi rekaman mana pun, hasilnya , dan rumus-rumus tetap berlaku tanpa pengecualian: , , , dan . Bila basis datanya sendiri kosong, yaitu , setiap filter menghasilkan dan . Semua hukum di Teorema 3.2.8 tetap berlaku, karena buktinya tidak pernah mengandaikan berisi.
Latihan
- Untuk contoh wajib , , , hitung , , , dan . Identitas umum apa yang diisyaratkan oleh hasilnya?
- Buktikan, tanpa semesta, bahwa dan . Tunjukkan bahwa De Morgan pada Teorema 3.2.8 adalah kasus khusus untuk .
- Buktikan untuk semua himpunan .
- Apakah berlaku untuk semua ? Tentukan syarat perlu dan cukupnya.
- Untuk , buktikan .
- Tunjukkan bahwa tidak mengakibatkan . Kemudian buktikan .
- Buktikan . Simpulkan , lalu tentukan dengan tepat kapan kesamaan berlaku.
- (Pembatas kosong.) Misalkan . Tentukan semua , hitung , lalu periksa , , dan kedua hukum De Morgan. Kemudian, untuk sembarang, hitung dan .
- Pada data subbagian Penerapan: filter pada data dengan himpunan , hitung himpunan rekaman yang memenuhi paling sedikit dua filter, tepat dua filter, dan tepat satu filter.
- Buktikan bahwa himpunan objek yang menjadi anggota tepat satu di antara sama dengan jika dan hanya jika .
Pembahasan
1. Strategi: pakai tabel keanggotaan pada subbagian Contoh wajib dihitung tuntas.
- .
- , sama dengan .
- , sama dengan .
- , juga sama dengan .
Hasil ini mengisyaratkan tiga identitas: (Latihan 5), (Latihan 3), dan . Untuk identitas terakhir, syaratnya . Bila keduanya salah, salah. Bila tepat satu benar, benar. Jadi syarat ini benar tepat ketika keduanya benar, yaitu . Perhitungan pada satu contoh hanya mengisyaratkan identitas. Pembuktiannya diberikan secara terpisah.
2. Strategi: ikuti rantai ekuivalensi pada bukti Teorema 3.2.8(4), dengan menggantikan . Untuk identitas pertama:
Untuk identitas kedua:
Untuk dan , ruas-ruas ini menjadi dan . Versi tanpa semesta ini menunjukkan bahwa De Morgan pada dasarnya adalah hukum tentang selisih. Semesta hanya memberi nama "komplemen" pada selisih terhadap .
3. Strategi: rantai ekuivalensi pada syarat keanggotaan. Syarat keanggotaannya adalah . Hasil ini adalah kasus khusus dari rumus yang benar pada identitas palsu nomor 2 di subbagian Kontracontoh, dengan diganti dan diganti : .
4. Strategi: uji dulu dengan pembatas kosong untuk mencari kontracontoh, lalu sederhanakan syarat keanggotaan ruas kiri dan cocokkan dengan Proposisi 3.2.9. Identitas ini tidak berlaku umum. Ambil dan : ruas kiri , ruas kanan . Dalam kasus umum, , sehingga . Menurut Proposisi 3.2.9 (dengan peran dan ditukar), jika dan hanya jika . Jadi syarat perlu dan cukupnya adalah .
5. Strategi: pisahkan dan . Untuk , tidak menjadi anggota kedua ruas, karena kedua ruas termuat di . Untuk , dan . Jadi syarat keanggotaan ruas kiri adalah . Formula ini benar tepat ketika tepat satu dari benar, yaitu tepat ketika tepat satu dari benar. Dengan demikian . Ruas kanan termuat di karena , sehingga untuk keanggotaan kedua ruas ekuivalen. Menurut ekstensionalitas, kedua ruas sama.
Bukti alternatif secara aljabar. . Ruas ini memakai Proposisi 3.2.15(5), asosiativitas dan komutativitas , serta .
6. Kontracontoh: , , . Maka , tetapi .
Ekuivalensi. Strategi: hanya bergantung pada bagian yang berada di dalam , yaitu . Identitas ini benar karena .
(⇒) Misalkan . Menurut Latihan 3,
(⇐) Misalkan . Maka
Pelajarannya: hanya "melihat" bagian yang berada di dalam .
7. Strategi: analisis kasus pada .
- Jika benar, maka dan keduanya benar, sehingga salah. Ruas kanan juga salah.
- Jika salah, ruas kiri menjadi dan ruas kanan juga .
Jadi kedua ruas sama. Inklusinya mengikuti dari .
Kesamaan. Jika , ambil . Maka , tetapi . Jadi kesamaan gagal. Jika , kedua ruas sama dengan . Kesimpulannya, kesamaan berlaku jika dan hanya jika , untuk apa pun. Hal ini memperkuat kontracontoh pada Proposisi 3.2.18: kegagalan distributivitas terjadi pada setiap yang tidak kosong, bukan hanya pada contoh khusus.
8. Strategi: tentukan dulu semua subset dari dengan ekstensionalitas, lalu periksa hukum-hukumnya dengan perhitungan langsung. Jika , satu-satunya subset adalah . Sebab jika dan , maka , dan hal itu mustahil. Jadi menurut ekstensionalitas. Dari sini . Pemeriksaan hukum-hukumnya:
- dan ;
- , dan bagian kedua De Morgan serupa.
Semua hukum berlaku karena tidak ada yang perlu diperiksa. Pernyataan "untuk setiap " benar secara hampa. Untuk sembarang, menurut Proposisi 3.2.15(2) dan komutativitas. Selain itu dan , sehingga , sesuai dengan Teorema 3.2.8(2).
Soal ini menegaskan bahwa semesta kerja boleh kosong. Larangan dalam teori ini hanya mengenai semesta mutlak, bukan semesta yang kosong.
9. Strategi: "paling sedikit dua" berarti termuat dalam paling sedikit satu irisan berpasangan. Kita hitung:
Maka:
- Paling sedikit dua: .
- Ketiganya: .
- Tepat dua: .
- Paling sedikit satu: .
- Tepat satu: .
Pemeriksaan silang. Jumlah ganjil berarti tepat satu atau ketiganya, yaitu . Hasil ini cocok dengan perhitungan pada subbagian Penerapan: filter pada data.
10. Strategi: pisahkan objek menurut banyaknya keanggotaan di antara : satu, dua, atau tiga. Misalkan adalah himpunan objek yang menjadi anggota tepat satu di antara . Himpunan ada, misalnya sebagai melalui separasi. Menurut Teorema 3.2.16, jika dan hanya jika banyaknya keanggotaan di antara adalah satu atau tiga. Jadi
dan kedua suku di ruas kanan saling lepas.
(⇐) Jika , maka .
(⇒) Jika , maka tetapi . Jadi kedua himpunan berbeda.
Pada contoh tiga himpunan di subbagian Selisih simetris, . Itulah sebabnya hasilnya , sedangkan . Pada data filter, , yaitu tepat rekaman yang terpilih secara keliru.
Menuju Unit 3.3
Semua operasi pada unit ini melibatkan dua atau tiga himpunan yang disebut satu per satu. Syarat keanggotaannya adalah kombinasi berhingga dari , , dan . Karena itu Lema 3.2.12 dapat mereduksi setiap identitas menjadi pemeriksaan sejumlah berhingga pola keanggotaan.
Unit 3.3 mengganti himpunan yang disebut satu per satu dengan keluarga yang nilainya subset . Disjungsi " atau " diganti oleh "ada dengan ". Konjungsi diganti oleh " dan untuk semua , ", sesuai konvensi Bab 2. Untuk indeks tak hingga, satu tabel keanggotaan berhingga tidak mencakup seluruh anggota keluarga. Pembuktian yang berlaku bagi indeks sembarang menggunakan aturan kuantifikator dan negasinya; kasus indeks kosong memperjelas mengapa irisan harus diambil relatif .
3.3 Keluarga Himpunan Berindeks
Unit 3.2 membahas gabungan dan irisan dua himpunan. Analisis jarang berhenti di situ. Kita sering bekerja dengan barisan interval, dengan himpunan titik yang memenuhi pertidaksamaan ke- untuk setiap , atau dengan sekumpulan kriteria penyaringan. Tulisan seperti tampak wajar, tetapi titik-titik itu tidak mendefinisikan apa pun. Operasi biner hanya dapat diulang berhingga kali, dan tidak ada "langkah terakhir" yang menghasilkan gabungan tak hingga.
Karena itu dibutuhkan dua hal. Pertama, cara yang sah untuk menyebut banyak himpunan menurut labelnya. Kedua, definisi gabungan dan irisan yang langsung memakai kuantifikator, tanpa melalui pengulangan operasi biner. Bab 2 telah menyiapkan kuantifikatornya. Unit ini menyiapkan bahasa keluarganya dan memeriksa jebakan yang menyertainya. Indeks tidak sama dengan anggota. Label berbeda boleh menunjuk himpunan yang sama. Himpunan indeks boleh kosong. Urutan "untuk setiap" dan "ada" tidak boleh ditukar sembarangan.
Sepanjang unit ini adalah semesta kerja tertentu, yaitu suatu himpunan yang telah ditetapkan, bukan himpunan semua himpunan. Seperti di Bab 2, . Untuk kita menulis . Bilangan, label, dan sifat aritmetika elementer dalam contoh dipinjam sebagai objek dan fakta yang telah dikenal. Sifat yang dipinjam itu mencakup urutan pada , maksimum dua bilangan asli, dan prinsip induksi. Kita tidak mengaku telah mengonstruksinya.
Indeks, suku, dan anggota
Definisi 3.3.1 (Keluarga berindeks). Misalkan dan himpunan, dan formula bahasa teori himpunan yang boleh memuat parameter. Misalkan pula untuk setiap terdapat tepat satu dengan dan . Secara eksplisit:
Untuk , himpunan tunggal tersebut dinamai . Kita katakan bahwa menetapkan keluarga himpunan bagian berindeks , dan menuliskannya . Istilah yang dipakai:
- adalah himpunan indeks, dan unsurnya disebut indeks;
- adalah suku keluarga yang berindeks ;
- unsur disebut anggota suku itu.
Dua keluarga dan dengan himpunan indeks yang sama dianggap sama sebagai keluarga jika untuk setiap , meskipun formula penetapnya ditulis berbeda.
Lambang bukan suku formal dalam bahasa dan . Ia singkatan yang aman karena (K) menjamin keberadaan dan ketunggalan. Lema berikut memastikan bahwa singkatan itu dapat diuraikan dengan dua cara yang setara.
Lema 3.3.2 (Dua bacaan untuk ""). Misalkan (K) berlaku dan . Untuk setiap , kedua pernyataan berikut ekuivalen:
- ;
- .
Kita menulis untuk salah satunya.
Bukti. (1 ⇒ 2) Misalkan , , dan . Ambil sembarang dengan dan . Menurut bagian ketunggalan (K), , sehingga .
(2 ⇒ 1) Karena , (K) memberi suatu dengan dan . Pernyataan 2 yang diterapkan pada memberi . Jadi menjadi saksi bagi pernyataan 1. ∎
Bacaan pertama bersifat eksistensial dan cocok untuk gabungan. Bacaan kedua bersifat universal dan cocok untuk irisan. Keduanya setara karena . Untuk , (K) tidak menjamin apa pun. Jika tidak ada dengan , pernyataan 1 salah untuk setiap , sedangkan pernyataan 2 benar secara hampa.
Catatan 3.3.3 (Tiga tingkat keanggotaan). Dalam sebuah keluarga terdapat tiga relasi keanggotaan yang berbeda peran:
Tidak ada syarat yang menghubungkan dengan . Himpunan indeks boleh saling lepas dengan semesta, misalnya label dengan . Keduanya juga boleh beririsan. Pernyataan tidak diwajibkan dan tidak dilarang. Kalau berlaku, itu kebetulan isi keluarga tertentu, bukan sifat struktur keluarga.
Dalam ungkapan "", baik maupun adalah variabel bebas. Pada gabungan dan irisan di bawah, diikat oleh kuantifikator. Akibatnya dan menyatakan himpunan yang sama, sejalan dengan penggantian nama variabel terikat di Bab 2.
Proposisi 3.3.4 (Koleksi suku). Misalkan keluarga himpunan bagian yang ditetapkan oleh . Terdapat tepat satu himpunan yang memenuhi
dan untuk setiap berlaku . Kita menulis .
Bukti. Himpunan kuasa ada menurut 3.1. Separasi pada dengan formula , berparameter dan parameter , menghasilkan
(bandingkan [R3-1] untuk separasi dan [R3-3] untuk himpunan kuasa). Ketunggalannya mengikuti ekstensionalitas.
Untuk bagian kedua, misalkan dan untuk suatu . Menurut ketunggalan dalam (K), adalah suku . Sebaliknya, dan berlaku menurut definisi . ∎
Jika keluarga sudah diberikan sebagai himpunan, keberadaannya tidak perlu dianggap kembali. Proposisi di atas hanya diperlukan ketika keluarga diberikan melalui aturan .
Contoh 3.3.5 (Repetisi indeks). Ambil dan , dengan
Formula penetapnya dapat ditulis sebagai disjungsi . Untuk setiap tepat satu disjung berlaku, sehingga (K) terpenuhi.
Keluarga ini punya empat indeks, tetapi koleksi sukunya hanya
yang beranggota dua himpunan. Tiga indeks berbeda, yaitu 1, 3, dan 4, menunjuk suku yang sama. Hal ini sah, karena (K) menuntut ketunggalan suku untuk tiap indeks, bukan ketunggalan indeks untuk tiap suku.
Contoh ini juga memperlihatkan perbedaan tingkat keanggotaan. Kita punya tetapi . Kita punya dan , tetapi . Alasannya, untuk label yang kita pinjam, dan . Jadi relasi tidak transitif secara umum.
Keluarga dengan dan memiliki koleksi suku yang sama, . Namun keluarga ini berbeda dari karena . Keluarga menyimpan informasi tentang suku mana yang terletak pada indeks mana. Koleksi suku tidak menyimpan informasi itu.
Catatan 3.3.6 (Keluarga turunan, pembatasan, dan kaitan dengan Bab 5).
(a) Keluarga turunan. Misalkan ditetapkan oleh dan . Didefinisikan
Untuk , himpunan memenuhi dan . Misalkan dan sama-sama memenuhi dengan saksi dan . Menurut (K), , sehingga . Jadi menetapkan keluarga .
Dengan cara yang sama diperoleh keluarga dan . Ketiganya adalah keluarga himpunan bagian karena dan . Selanjutnya keluarga turunan semacam ini dipakai tanpa mengulang argumennya.
(b) Pembatasan. Jika , formula yang sama memenuhi (K) dengan menggantikan , sebab "untuk setiap " mencakup setiap . Hasilnya adalah keluarga , yaitu pembatasan keluarga semula pada .
(c) Kaitan dengan Bab 5. Pembaca yang telah mengenal fungsi akan melihat penetapan sebagai fungsi dari ke , dan sebagai daerah hasilnya. Pandangan itu benar, tetapi sengaja belum dipakai di sini. Yang kita perlukan hanyalah (K). Domain, kodomain, daerah hasil, serta peta maju dan peta balik dibahas di Bab 5. Apabila suatu keluarga kelak telah tersedia sebagai himpunan, misalnya sebagai fungsi, formula penetapnya cukup merujuk himpunan itu sebagai parameter. Tidak ada aksioma keberadaan baru yang dibutuhkan.
Gabungan dan irisan keluarga
Definisi 3.3.7. Untuk keluarga himpunan bagian didefinisikan
Himpunan pertama disebut gabungan keluarga. Himpunan kedua disebut irisan keluarga relatif . Definisi ini sejalan dengan konvensi Bab 2 dan dengan penyajian keluarga berindeks dalam [R3-2]. Buku ini memakai irisan relatif , bukan relatif "semesta semua objek".
Keberadaan dan ketunggalan. Ungkapan di atas adalah singkatan dari Lema 3.3.2. Pada gabungan dipakai bacaan eksistensial, dan pada irisan dipakai bacaan universal. Dengan demikian kedua ruas kanan berbentuk separasi pada . Formula pemisahnya berpeubah dan berparameter , , serta parameter . Variabel yang menamai himpunan baru dipilih tidak bebas dalam formula itu. Variabel terikat dan dipilih agar tidak bentrok dengan variabel . Separasi menjamin keberadaan kedua himpunan, dan ekstensionalitas menjamin ketunggalannya. Kita tidak memerlukan aksioma lain dan tidak memerlukan komprehensi tak terbatas.
Karena setiap , syarat "" pada gabungan tidak menambah apa pun: jika untuk suatu , maka sudah tentu . Pada irisan, syarat itu bekerja tepat ketika , seperti terlihat berikut ini.
Proposisi 3.3.8 (Indeks kosong dan ketakbergantungan pada ). Misalkan keluarga himpunan bagian .
- Jika , maka dan .
- Misalkan . Dengan formula , keluarga yang sama adalah keluarga himpunan bagian . Gabungannya, dihitung relatif maupun relatif , menghasilkan himpunan yang sama.
- Jika , maka untuk setiap berlaku . Akibatnya, dalam situasi butir 2, .
- Jika dan , maka .
Bukti. (1) Untuk , pernyataan , yaitu , salah untuk setiap . Jadi gabungannya tidak beranggota, dan menurut ketunggalan himpunan kosong (3.1) gabungan itu sama dengan . Pernyataan , yaitu , benar secara hampa untuk setiap . Jadi irisannya beranggota tepat semua , dan menurut ekstensionalitas irisan itu sama dengan .
(2) Formula memenuhi (K) dengan menggantikan . Penyebabnya: setiap yang memenuhinya juga memenuhi , dan ketunggalannya diwarisi dari ketunggalan relatif . Suku-suku yang dihasilkan sama. Untuk sembarang , jika , maka dan juga . Jadi syarat "" dan "" ekuivalen, dan ekstensionalitas memberi kesamaan kedua gabungan.
Formula yang dimodifikasi memang diperlukan. Sebagai contoh, ambil , , , dan . Relatif , untuk hanya yang memenuhi, sehingga sukunya tunggal. Relatif , baik maupun memenuhi, sehingga ketunggalan gagal.
(3) Arah (⇒) langsung dari definisi. Untuk arah (⇐), karena , ambil . Dari diperoleh , sehingga memenuhi kedua syarat dalam definisi irisan. Karena ruas kanan tidak menyebut , alasan yang sama berlaku relatif , dan ekstensionalitas memberi kesamaan.
(4) Menurut butir 1, kedua irisan itu adalah dan . Keduanya berbeda karena . ∎
Jadi menulis tanpa menyebut semesta aman tepat ketika . Bila himpunan indeks mungkin kosong, harus disebut. Gabungan tidak pernah memerlukan penyebutan itu.
Proposisi 3.3.9 (Kasus dua indeks). Misalkan , yang diperoleh dari aksioma pasangan, dan keluarga himpunan bagian . Maka
Kesamaan ini berlaku juga ketika . Dalam hal itu kedua ruas sama dengan .
Bukti. Menurut aksioma pasangan, . Oleh karena itu
Ruas kiri yang pertama setara dengan . Untuk irisan, syarat "" berlebih karena , sehingga ruas kiri yang kedua setara dengan . Ekstensionalitas menutup bukti. Jika , maka . ∎
Untuk dalam , tulis . Misalkan keluarga himpunan bagian dengan , dan ambil . Suatu ekspresi gabungan atas dibentuk dari suku-suku itu menurut urutannya, dengan operasi biner dan suatu pengurungan. Setiap ekspresi tersebut sama dengan .
Bukti. Kita memakai induksi kuat atas , sebagai bagian dari perangkat aritmetika yang dipinjam; prinsip induksi dikembangkan pada Bab 7. Jika , satu-satunya ekspresi adalah , dan langsung dari syarat keanggotaan. Jika , operasi terluar membagi ekspresi menjadi , dengan memakai dan memakai untuk suatu . Kedua rentang lebih pendek, sehingga hipotesis induksi mengidentifikasi dan dengan gabungan keluarga pada rentang masing-masing. Untuk setiap ,
Langkah terakhir memakai pemisahan . Ekstensionalitas membuktikan klaim.
Untuk ekspresi irisan, basisnya juga , karena . Pada langkah induksi, operasi terluarnya . Hipotesis induksi memberi, untuk setiap ,
Ekstensionalitas kembali memberi hasil. Semua rentang pada pembuktian ini tak kosong. Kedua induksi hanya menjangkau himpunan indeks berhingga; keduanya tidak membuktikan klaim tentang gabungan atau irisan atas seluruh . Karena itu Definisi 3.3.7 dirumuskan langsung dengan kuantifikator.
Proposisi 3.3.10 (Gabungan dan irisan hanya bergantung pada koleksi suku). Misalkan . Maka
Akibatnya, dua keluarga himpunan bagian dengan koleksi suku yang sama memiliki gabungan yang sama dan irisan relatif yang sama, walaupun himpunan indeksnya berbeda.
Bukti. Himpunan ada menurut aksioma gabungan (3.1; bandingkan [R3-1]). Menurut Proposisi 3.3.4,
Langkah terakhir menukar dua kuantifikator eksistensial yang bertetangga, lalu menghapus dengan mensubstitusi . Ruas paling kanan setara dengan keanggotaan pada , karena syarat berlebih.
Untuk irisan, setara dengan , yang setara dengan . Ekstensionalitas menutup bukti. ∎
Pada Contoh 3.3.5, empat indeks memberi gabungan dan irisan . Repetisi tidak mengubah hasil itu.
Proposisi 3.3.11 (Batas atas dan batas bawah). Misalkan keluarga himpunan bagian .
- Untuk setiap : dan .
- Jika himpunan dan untuk setiap , maka .
- Jika dan untuk setiap , maka .
Bukti. (1) Jika , maka adalah saksi bagi . Jika anggota irisan, maka sifat "untuk setiap " khususnya berlaku untuk .
(2) Misalkan . Ada dengan , dan memberi .
(3) Misalkan . Maka karena . Untuk sembarang berlaku karena . Jadi anggota irisan. ∎
Butir 1 dan 2 mengatakan bahwa gabungan adalah himpunan terkecil yang memuat semua suku. Butir 1 dan 3 mengatakan bahwa irisan relatif adalah himpunan bagian terbesar yang termuat dalam semua suku.
Hipotesis pada butir 3 tidak dapat dihapus bila . Misalnya, ambil , , dan . Syarat " untuk setiap " benar secara hampa, tetapi . Bila , hipotesis itu otomatis terpenuhi karena .
Contoh 3.3.12 (Kelipatan). Ambil dan . Untuk , definisikan
yaitu kelipatan di dalam . Formula penetapnya adalah . Untuk tiap , separasi pada memberi tepat satu himpunan seperti itu. Dengan menghitung langsung:
Gabungan. Sebuah masuk gabungan jika dan hanya jika termuat dalam sedikitnya satu suku. Bilangan dan tidak termuat di suku mana pun, sedangkan setiap unsur lainnya termuat di salah satunya. Jadi
Irisan. Sudah , karena tidak ada unsur yang sekaligus termuat dalam dan . Menurut Proposisi 3.3.11(1), irisan seluruh keluarga termuat dalam dan juga dalam , sehingga termuat dalam . Jadi
Untuk pembatasan pada beberapa diperoleh tabel berikut. Hasil-hasil ini dipakai lagi di Contoh 3.3.16 dan 3.3.18.
Baris memakai Proposisi 3.3.9 dengan . Baris memakai Proposisi 3.3.8(1).
Contoh 3.3.13 (Model penyaringan data). Contoh berikut adalah model himpunan bagi penyaringan data, bukan laporan tentang suatu implementasi. Misalkan semesta kerja terdiri atas enam rekaman, , dengan atribut berikut:
| rekaman | status | wilayah | nilai |
|---|---|---|---|
| aktif | Barat | 70 | |
| aktif | Timur | 40 | |
| nonaktif | Barat | 55 | |
| aktif | Barat | 30 | |
| nonaktif | Timur | 90 | |
| aktif | Timur | 60 |
Setiap kriteria penyaringan dimodelkan sebagai himpunan rekaman yang lolos. Ambil , dengan
- ,
- ,
- .
"Lolos semua kriteria" adalah irisan, dan "lolos sedikitnya satu kriteria" adalah gabungan:
Irisan dihitung bertahap: , lalu . Untuk gabungan, , dan satu-satunya rekaman yang tersisa, , termuat dalam .
Jika hanya kriteria yang diaktifkan, maka . Hasil ini lebih besar daripada . Menambah kriteria hanya dapat mempersempit hasil (lihat Teorema 3.3.17).
Jika tidak ada kriteria sama sekali (), model memberi , yaitu semua rekaman lolos. Ini sesuai dengan intuisi bahwa daftar syarat yang kosong tidak menolak apa pun. Sebaliknya , karena tidak ada rekaman yang lolos "sedikitnya satu" dari nol kriteria. Konvensi irisan relatif memberi hasil yang sesuai dengan intuisi penyaringan pada batas indeks kosong.
Distribusi satu himpunan atas keluarga
Di Unit 3.2 irisan didistribusikan atas gabungan dua himpunan, dan sebaliknya. Kini satu himpunan didistribusikan atas keluarga sembarang. Keluarga dan sah menurut Catatan 3.3.6(a).
Teorema 3.3.14 (Hukum distributif untuk keluarga). Misalkan keluarga himpunan bagian dan . Untuk setiap himpunan indeks , termasuk , berlaku
Bukti. (a) Arah . Misalkan dan . Ada dengan . Maka , dan menjadi saksi bahwa .
Arah . Misalkan ada dengan . Maka , dan menjadi saksi bahwa .
Dalam kedua arah, saksi dipilih setelah diberikan dan boleh bergantung pada . Kita tidak pernah mengklaim satu indeks yang berlaku untuk semua .
(b) Arah . Misalkan . Dalam kedua kasus , karena dan irisan relatif termuat dalam . Ambil sembarang . Jika , maka . Jika anggota irisan, maka . Jadi .
Arah . Misalkan dan untuk setiap . Jika , selesai. Jika , ambil sembarang . Dari dan diperoleh . Karena sembarang dan , maka .
Pemisahan kasus " atau " dilakukan sebelum diambil, sehingga satu keputusan berlaku seragam untuk semua indeks.
Batas indeks kosong. Argumen di atas tidak memakai satu pun indeks tertentu, jadi berlaku juga untuk . Pemeriksaan langsung menegaskannya. Pada (a), ruas kiri adalah , dan ruas kanan adalah gabungan keluarga kosong, yaitu . Pada (b), ruas kiri adalah karena , dan ruas kanan adalah irisan keluarga kosong relatif , yaitu . ∎
Dua hukum "pasangan" lainnya memerlukan . Keduanya adalah yang digabungkan dengan gabungan, dan yang diirisi dengan irisan. Proposisi berikut menunjukkan tepat di mana keperluan itu muncul.
Proposisi 3.3.15. Misalkan keluarga himpunan bagian dan .
- Jika , maka .
- Jika , maka .
- Jika , kesamaan pada butir 1 berlaku jika dan hanya jika , dan kesamaan pada butir 2 berlaku jika dan hanya jika .
Bukti. (1) Arah berlaku untuk sembarang . Jika untuk suatu , maka atau .
Arah : jika untuk suatu , maka . Jika , kita memerlukan suatu indeks sebagai saksi. Karena , ambil , sehingga . Di sinilah hipotesis dipakai.
(2) Arah berlaku untuk sembarang . Jika dan anggota irisan, maka dan untuk setiap .
Arah : misalkan dan untuk setiap . Maka untuk setiap , sehingga . Untuk mendapatkan , kita memerlukan satu indeks. Karena , ambil . Dari diperoleh .
(3) Untuk , butir 1 menjadi , yaitu . Butir 2 menjadi . Karena , ruas kiri sama dengan , sehingga kesamaan itu berarti . ∎
Contoh 3.3.16. Lanjutkan Contoh 3.3.12 dengan .
Teorema 3.3.14(a) dengan . Ruas kiri: . Ruas kanan: , , dan , yang gabungannya . Kedua ruas sama.
Teorema 3.3.14(b) dengan . Ruas kiri: . Ruas kanan dihitung dari
Unsur termuat dalam ketiganya. Unsur tidak termuat dalam . Unsur dan tidak termuat dalam . Unsur tidak termuat dalam . Unsur tidak termuat di mana pun. Jadi irisannya adalah , sesuai dengan ruas kiri.
Proposisi 3.3.15 dengan . Pada butir 1, ruas kiri adalah , sedangkan ruas kanan adalah . Pada butir 2, ruas kiri adalah , sedangkan ruas kanan adalah . Kedua hukum gagal karena , tepat seperti diramalkan butir 3.
Monotoni terhadap himpunan indeks
Teorema 3.3.17 (Monotoni indeks). Misalkan keluarga himpunan bagian dan , dengan pembatasannya (Catatan 3.3.6(b)). Maka
Gabungan mengikuti arah inklusi indeks. Irisan membalik arah itu.
Bukti. Misalkan . Ada dengan . Karena , maka , dan indeks yang sama menjadi saksi bahwa .
Misalkan , yaitu dan untuk setiap . Ambil sembarang . Karena , maka . Jadi .
Untuk , teorema ini menjadi dan , yang keduanya benar. Bukti di atas mencakup kasus ini tanpa perlakuan khusus. ∎
Alasan pembalikan dapat dibaca dari kuantifikatornya. Memperbesar himpunan indeks berarti menambah calon saksi bagi "ada ", sehingga gabungan membesar. Pada saat yang sama, langkah itu menambah syarat bagi "untuk setiap ", sehingga irisan mengecil. Kesalahan yang sering terjadi adalah menyimpulkan dari karena mengira arah inklusinya "sejajar".
Contoh 3.3.18. Dari tabel Contoh 3.3.12, ambil rantai . Diperoleh:
- gabungan naik: ;
- irisan turun: .
Semua inklusi di sini sejati. Jadi teorema tidak dapat dipertajam menjadi kesamaan.
Sebaliknya, inklusi indeks yang sejati tidak menjamin inklusi hasil yang sejati. Ambil keluarga Contoh 3.3.5 dengan . Berlaku dan , sebab indeks dan hanya mengulang suku (Proposisi 3.3.10).
Keluarga naik dan keluarga turun
Banyak keluarga dalam analisis berindeks dan tersusun menurut inklusi. Susunan itu menyederhanakan separuh perhitungan. Namun separuh lainnya justru memperlihatkan dengan jelas perbedaan antara kasus berhingga dan kasus tak hingga.
Definisi 3.3.19. Keluarga himpunan bagian disebut naik jika untuk setiap . Keluarga itu disebut turun jika untuk setiap .
Definisi hanya membandingkan indeks yang bertetangga. Lema berikut memperluasnya ke sembarang dua indeks.
Lema 3.3.20. Misalkan keluarga himpunan bagian dan .
- Jika keluarga itu naik, maka .
- Jika keluarga itu turun, maka .
Bukti. (1) Tetapkan . Kita buktikan untuk setiap dengan induksi atas , mulai dari (bentuk induksi yang dimulai dari , yang termasuk dalam perangkat aritmetika yang dipinjam). Untuk , inklusi berlaku karena setiap himpunan termuat dalam dirinya. Misalkan untuk suatu . Karena keluarga naik, . Ketransitifan inklusi memberi .
(2) Sama, dengan arah inklusi dibalik: . ∎
Proposisi 3.3.21. Misalkan keluarga himpunan bagian dan . Tulis .
- Jika keluarga itu naik, maka
- Jika keluarga itu turun, maka
Ruas-ruas di atas memakai pembatasan pada dan . Keduanya himpunan bagian karena .
Bukti. (1) Gabungan berhingga. Karena , Proposisi 3.3.11(1) memberi . Sebaliknya, misalkan untuk suatu . Karena , Lema 3.3.20(1) memberi , sehingga .
Irisan tak hingga. Proposisi 3.3.11(1) dengan indeks memberi . Sebaliknya, misalkan . Maka . Untuk sembarang , Lema 3.3.20(1) memberi , sehingga . Jadi anggota irisan.
Ekor gabungan. Karena , Teorema 3.3.17 memberi arah . Untuk arah , misalkan untuk suatu . Ambil . Maka , dan Lema 3.3.20(1) memberi . Jadi dengan .
(2) Irisan berhingga. Karena , Proposisi 3.3.11(1) memberi . Sebaliknya, misalkan . Maka karena . Untuk setiap berlaku , sehingga Lema 3.3.20(2) memberi dan .
Gabungan tak hingga. Proposisi 3.3.11(1) memberi . Sebaliknya, jika untuk suatu , maka Lema 3.3.20(2) memberi , sehingga .
Ekor irisan. Teorema 3.3.17 memberi arah . Untuk arah , misalkan dan untuk setiap . Ambil sembarang dan tulis . Maka , sehingga . Karena , Lema 3.3.20(2) memberi , jadi . ∎
Jadi pada keluarga naik, irisannya tidak memuat informasi baru karena sama dengan . Seluruh isi keluarga terletak pada gabungannya. Pada keluarga turun keadaannya terbalik. Untuk indeks berhingga , operasi yang "sulit" pun diambil alih oleh satu suku, yaitu . Untuk indeks tidak ada suku terakhir yang dapat mengambil alih peran itu, seperti diperlihatkan contoh-contoh berikut.
Contoh 3.3.22 (Keluarga naik di ). Ambil , , dan
Jadi , , dan . Keluarga ini naik: jika , maka .
Gabungan. Kita tunjukkan . Arah berlaku karena setiap suku termuat dalam . Untuk arah , ambil . Indeks termuat dalam , dan memberi . Indeks saksi bergantung pada .
Irisan. Menurut Proposisi 3.3.21(1), .
Tidak ada suku terakhir. Untuk setiap , gabungan atas adalah (Proposisi 3.3.21(1)). Namun gabungan atas seluruh tidak sama dengan suku mana pun. Untuk setiap berlaku tetapi , sehingga . Setiap suku hanya memuat bilangan yang kurang dari , sedangkan gabungannya adalah seluruh .
Contoh 3.3.23 (Interval naik di ). Di sini bilangan real dipinjam sebagai contoh yang telah dikenal. Kita juga memakai satu hasil yang dipinjam dan baru dibuktikan kemudian dalam buku ini.
Sifat Archimedes (dipinjam). Untuk setiap bilangan real terdapat dengan .
Sifat ini adalah fakta tentang bilangan real. Ia tidak mengikuti dari aljabar himpunan yang dikembangkan di bab ini.
Ambil , , dan
Keluarga ini naik. Jika , maka .
Gabungan. Kita tunjukkan , dengan .
- Arah : jika , maka dan .
- Arah : misalkan . Karena , adalah bilangan real. Sifat Archimedes memberi dengan . Mengalikan dengan memberi , yaitu . Bersama , diperoleh .
Sebagai pemeriksaan titik ujung: , sedangkan tidak termuat dalam suku mana pun karena untuk setiap . Keduanya sesuai dengan .
Irisan. Menurut Proposisi 3.3.21(1), .
Sifat yang hilang pada gabungan tak hingga. Setiap suku memiliki unsur terkecil, yaitu . Untuk setiap , gabungan atas adalah , yang juga memiliki unsur terkecil . Gabungan atas seluruh tidak memiliki unsur terkecil. Jika , maka dan . Jadi sifat yang dimiliki setiap suku dan setiap gabungan berhingga tidak otomatis dimiliki gabungan tak hingga.
Urutan kuantifikator: suku tak kosong versus irisan tak kosong
Dua pernyataan berikut tampak mirip, tetapi isinya berbeda:
Pernyataan pertama mengatakan bahwa setiap suku tak kosong. Pernyataan kedua mengatakan bahwa irisan relatif tak kosong. Pada pernyataan pertama, saksi dipilih sesudah dan boleh berbeda untuk tiap . Pada pernyataan kedua, satu harus dipilih sebelum dan melayani semua indeks sekaligus. Kita menyebut yang kedua pemilihan serentak.
Proposisi 3.3.24. Misalkan keluarga himpunan bagian .
- jika dan hanya jika . Jika , syarat ini setara dengan .
- Jika , maka untuk setiap .
- Kebalikan butir 2 tidak berlaku secara umum.
Bukti. (1) Bagian pertama adalah definisi irisan relatif yang dibaca ulang. Bagian kedua mengikuti Proposisi 3.3.8(3).
(2) Ambil dalam irisan. Pemilihan ini dilakukan sekali, sebelum indeks apa pun disebut. Untuk sembarang berlaku , sehingga . Saksi yang sama melayani setiap . Inilah arah , yang selalu sah. Untuk , kesimpulan butir 2 benar secara hampa.
(3) Penyangkal yang paling sederhana adalah kasus batas dan . Syarat "setiap suku tak kosong" benar secara hampa, tetapi irisannya . Contoh 3.3.25 sampai 3.3.27 memberi penyangkal dengan dan tak kosong. ∎
Contoh 3.3.25 (Kegagalan berhingga). Ambil , , , dan . Kedua suku tak kosong, dengan saksi untuk dan saksi untuk . Namun menurut Proposisi 3.3.9, irisannya adalah . Tidak ada satu saksi yang melayani kedua indeks.
Kegagalan ini tidak dapat terjadi pada keluarga turun dengan himpunan indeks . Jika turun dan setiap suku tak kosong, Proposisi 3.3.21(2) memberi untuk setiap . Contoh berikut menunjukkan bahwa kesimpulan itu runtuh begitu himpunan indeksnya tak hingga, walaupun keluarganya turun.
Contoh 3.3.26 (Keluarga turun di , suku tak kosong, irisan kosong). Ambil , , dan
- Turun. Jika , maka . Jadi .
- Setiap suku tak kosong. . Jadi benar, dengan saksi yang bergantung pada .
- Irisan kosong. Misalkan . Maka , sehingga dan , yaitu . Ini mustahil. Jadi , dan salah.
- Irisan berhingga. Untuk setiap , . Setiap irisan berhingga tak kosong, tetapi irisan tak hingganya kosong.
- Gabungan. Menurut Proposisi 3.3.21(2), .
Contoh ini bekerja sepenuhnya di dan tidak memerlukan Sifat Archimedes. Perhatikan juga bahwa untuk keluarga dari Contoh 3.3.22, karena untuk bilangan asli berlaku tepat ketika tidak berlaku. Gabungan keluarga adalah , sedangkan irisan keluarga komplemennya adalah . Hubungan komplemen semacam ini dibuktikan secara umum di 3.4.
Contoh 3.3.27 (Interval turun di ). Ambil , , dan
- Turun. Jika , maka karena .
- Setiap suku tak kosong. , jadi . Saksinya bergantung pada .
- Irisan kosong. Misalkan . Dari diperoleh . Sifat Archimedes memberi dengan , sehingga dan . Ini kontradiksi.
- Gabungan. Menurut Proposisi 3.3.21(2), .
Berbeda dari Contoh 3.3.26, langkah "irisan kosong" di sini memerlukan Sifat Archimedes. Langkah itu tidak dapat diperoleh dari aljabar himpunan saja. Bila kebetulan bilangan asli, indeks sudah cukup, sebab . Untuk real sembarang, keberadaan dengan adalah isi Sifat Archimedes.
Catatan 3.3.28 (Pemilihan per suku dan pemilihan serentak dalam bukti). Kekeliruan berikut sering muncul dalam bukti tertulis:
"Setiap tak kosong. Ambil . Karena sembarang, untuk setiap . Jadi irisannya tak kosong."
Di sini dipilih sesudah ditetapkan, sehingga boleh bergantung pada . Generalisasi terhadap mempertahankan pernyataan bahwa untuk setiap ada suatu saksi, yaitu . Ia tidak mengubah saksi yang boleh bergantung pada menjadi satu objek tetap yang memenuhi . Untuk menyimpulkan , diperlukan satu saksi yang sama bagi semua indeks. Contoh 3.3.26 menunjukkan bahwa kesimpulan "bukti" itu salah.
Dalam Contoh 3.3.26 dan 3.3.27, pemilihan per suku diberikan oleh aturan eksplisit, yaitu dan . Persoalan memilih saksi per suku tanpa aturan eksplisit tidak dibahas dalam unit ini.
Kekeliruan yang sama dapat terjadi pada gabungan dengan peran kuantifikator dibalik. Pada Contoh 3.3.22, berarti . Pernyataan ini tidak berarti , yaitu "satu suku sudah memuat segalanya". Pernyataan terakhir salah karena . Bukti Teorema 3.3.14 dan Proposisi 3.3.15 di atas menjaga hal ini dengan memilih saksi indeks setelah anggota diberikan.
Latihan 3.3
Latihan 1. Ambil , , dan untuk
Hitung dan untuk , , , dan . Periksa hasilnya terhadap Teorema 3.3.17.
Strategi. Tulis setiap suku secara eksplisit. Untuk irisan, cari syarat terkuat dari batas bawah dan batas atas. Untuk , pakai Proposisi 3.3.8(1).
Pembahasan. Dengan menghitung langsung, dan memotong pada karena :
- . Gabungan: setiap dengan termuat dalam suatu suku, misalnya dan . Bilangan tidak termuat di suku mana pun karena semua suku hanya memuat bilangan . Jadi gabungannya . Irisan: anggota irisan harus (dari ) dan (dari ). Ini mustahil, jadi irisannya .
- . Gabungan , karena . Irisan: syaratnya (dari ) dan (dari ). Kedua bilangan dan memang termuat dalam ketiga suku. Jadi irisannya .
- . Menurut Proposisi 3.3.9, gabungannya dan irisannya .
- . Gabungannya dan irisannya .
Pemeriksaan monotoni: memberi dan . Demikian pula memberi dan . Perhatikan bahwa setiap dua suku berurutan beririsan tak kosong, tetapi irisan seluruh keluarga kosong.
Latihan 2 (Monotoni suku). Misalkan dan keluarga himpunan bagian , dan untuk setiap .
(a) Buktikan dan , termasuk untuk .
(b) Tunjukkan bahwa tidak mengakibatkan untuk setiap .
Strategi. Pada (a), saksi indeks untuk dalam keluarga dipakai ulang untuk keluarga . Bandingkan dengan Teorema 3.3.17: di sana yang berubah adalah himpunan indeks, di sini yang berubah adalah sukunya. Pada (b), cari dua keluarga yang sukunya ditukar.
Pembahasan. (a) Misalkan . Ada dengan . Karena , maka , dan menjadi saksi bagi .
Misalkan . Maka . Untuk sembarang berlaku . Jadi .
Untuk , kedua inklusi menjadi dan . Bukti di atas sudah mencakup kasus ini. Di sini kedua irisan bergerak ke arah yang sama, berbeda dengan monotoni indeks.
(b) Ambil , dengan , , , dan . Kedua gabungan sama dengan , jadi inklusi gabungan berlaku. Namun .
Latihan 3 (Gabungan himpunan indeks). Misalkan keluarga himpunan bagian dan .
(a) Buktikan .
(b) Buktikan .
(c) Buktikan , dan beri contoh bahwa inklusi itu dapat sejati.
Periksa (a) dan (b) untuk .
Strategi. Uraikan sebagai disjungsi. Kuantifikator terdistribusi atas , dan terdistribusi atas . Kuantifikator tidak terdistribusi atas , dan itulah sumber inklusi sejati di (c).
Pembahasan. (a) Untuk sembarang :
Ruas kiri adalah keanggotaan pada gabungan atas , dan ruas kanan adalah keanggotaan pada gabungan kedua himpunan. Syarat berlebih pada ketiga gabungan. Ekstensionalitas menutup bukti.
(b) Karena ekuivalen secara logis dengan , dan terdistribusi atas , diperoleh
Untuk , (a) menjadi , dan (b) menjadi . Keduanya benar karena irisan relatif termuat dalam . Konvensi irisan keluarga kosong relatif adalah yang membuat (b) tetap berlaku pada batas ini.
(c) Jika ada dengan , , dan , maka yang sama menjadi saksi untuk kedua gabungan. Inklusi ini juga mengikuti Teorema 3.3.17, karena dan .
Untuk contoh inklusi sejati, ambil , , , , dan . Ruas kiri adalah gabungan atas , yaitu . Ruas kanan adalah . Saksi untuk dan saksi untuk ada, tetapi berbeda, sehingga tidak ada satu saksi dalam .
Latihan 4. Ambil , , dan
yaitu kelipatan positif dari .
(a) Tunjukkan bahwa setiap tak kosong.
(b) Tunjukkan bahwa .
(c) Tunjukkan bahwa keluarga ini tidak naik dan tidak turun.
(d) Hitung dan .
Strategi. Untuk (b), ulangi pola Contoh 3.3.26: indeks menyingkirkan calon . Untuk (d), periksa inklusi di antara ketiga suku. Untuk indeks kosong, ingat bahwa irisan diambil relatif .
Pembahasan. (a) dan , jadi .
(b) Misalkan termuat dalam irisan. Dari diperoleh . Karena , juga , yaitu untuk suatu . Jika , maka , bertentangan dengan . Jika , maka , mustahil. Jadi irisannya kosong, walaupun setiap suku tak kosong.
(c) Keluarga tidak turun karena : tetapi bukan kelipatan . Keluarga tidak naik karena : tetapi . Jadi Proposisi 3.3.21 tidak dapat dipakai di sini.
(d) Jika , maka . Jika , maka . Jadi . Proposisi 3.3.11(1) memberi irisan . Sebaliknya, setiap termuat dalam dan dalam ketiga suku, sehingga Proposisi 3.3.11(3) dengan memberi irisan. Jadi .
Untuk indeks kosong, irisannya . Perhatikan bahwa termuat dalam irisan ini walaupun tidak termuat dalam suku mana pun. Ini akibat langsung dari irisan relatif .
Latihan 5. Ambil , , dan . Tunjukkan bahwa keluarga ini turun dengan suku-suku tak kosong. Hitung irisannya atas dan atas , serta gabungannya. Tunjukkan di mana Sifat Archimedes diperlukan.
Strategi. Pakai Proposisi 3.3.21(2) untuk bagian berhingga dan untuk gabungan. Untuk irisan tak hingga, setiap calon real harus disingkirkan oleh suatu indeks.
Pembahasan. Keluarga turun karena mengakibatkan . Suku tak kosong karena .
Menurut Proposisi 3.3.21(2), dan .
Untuk irisan tak hingga, misalkan anggota irisan. Sifat Archimedes memberi dengan , sehingga . Ini kontradiksi, jadi . Jika calon diketahui bilangan asli, indeks sudah cukup. Untuk real sembarang, keberadaan bilangan asli yang melampaui adalah isi Sifat Archimedes dan tidak diperoleh dari aljabar himpunan.
Latihan 6 (Batas indeks kosong). Misalkan keluarga himpunan bagian .
(a) Buktikan bahwa berlaku jika . Untuk , buktikan bahwa inklusi itu berlaku jika dan hanya jika .
(b) Buktikan bahwa jika dan hanya jika untuk setiap . Periksa kasus .
Strategi. Untuk (a), satu indeks menjembatani irisan dan gabungan, dan tanpa indeks jembatan itu hilang. Untuk (b), pakai Proposisi 3.3.11.
Pembahasan. (a) Jika , ambil . Proposisi 3.3.11(1) memberi . Jika , inklusi itu menjadi menurut Proposisi 3.3.8(1), yang berlaku tepat ketika .
(b) (⇒) Untuk sembarang , Proposisi 3.3.11(1) memberi , jadi . (⇐) Jika untuk setiap , maka untuk setiap . Proposisi 3.3.11(3) dengan memberi , dan inklusi sebaliknya berlaku menurut definisi.
Untuk , kedua sisi benar: irisannya menurut Proposisi 3.3.8(1), dan syarat " untuk setiap " benar secara hampa.
Latihan 7 (Model penyaringan, lanjutan Contoh 3.3.13). Tambahkan kriteria dan tulis .
(a) Hitung dan .
(b) Hitung dan .
(c) Tentukan semua dengan .
Strategi. Pada (a), pakai Proposisi 3.3.9. Pada (b), pakai Proposisi 3.3.11(1) dan Latihan 3(a). Pada (c), cari satu rekaman yang lolos semua kriteria lama, dan jangan lupakan .
Pembahasan. Nilai terbesar dalam tabel adalah , jadi .
(a) , dan . Rekaman tidak lolos keduanya karena berada di Timur dengan nilai .
(b) Proposisi 3.3.11(1) memberi irisan , jadi irisannya . Latihan 3(a) dengan memberi gabungan .
(c) Jika , irisannya termuat dalam . Jika dan , rekaman (aktif, Barat, nilai ) termuat dalam setiap dengan , sehingga termuat dalam irisan. Jika , irisannya . Jadi irisannya kosong tepat ketika . Dalam model, satu kriteria yang tidak dipenuhi rekaman mana pun mengosongkan hasil "lolos semua", tetapi tidak mengubah hasil "lolos sedikitnya satu".
Latihan 8 (Pemilihan serentak berhingga pada keluarga naik). Misalkan naik dan .
(a) Buktikan: jika , maka ada dengan untuk setiap dengan . Periksa kasus .
(b) Tunjukkan dengan Contoh 3.3.22 bahwa pernyataan (a) tidak dapat diperluas menjadi "ada dengan untuk setiap dalam gabungan".
Strategi. Induksi atas , dengan memakai indeks terbesar di antara saksi-saksi yang ada beserta Lema 3.3.20. Untuk (b), perhatikan bahwa tidak ada suku yang sama dengan gabungannya.
Pembahasan. (a) Induksi atas . Untuk , syarat "untuk setiap dengan " benar secara hampa, sehingga cukup ada satu indeks. Ambil . Bagian ini memakai fakta bahwa . Pembatas kosong, tetapi kuantifikator tetap memerlukan saksi.
Langkah induksi: misalkan melayani , dan untuk suatu . Ambil . Lema 3.3.20(1) memberi dan , sehingga melayani .
(b) Pada Contoh 3.3.22, gabungannya . Jika ada dengan untuk setiap , maka . Hal ini mustahil karena . Jadi pemilihan serentak berhasil untuk setiap daftar berhingga, tetapi gagal untuk seluruh gabungan yang tak hingga. Ini pola yang sama dengan Contoh 3.3.26.
Menuju 3.4
Kita kini memiliki gabungan dan irisan keluarga sembarang, keduanya dirumuskan langsung lewat kuantifikator. Kita juga telah melihat bahwa irisan keluarga kosong harus diambil relatif , dan bahwa urutan dan menentukan isi pernyataan. Catatan 3.3.6(a) menyediakan keluarga komplemen , dan Contoh 3.3.26 sudah memperlihatkan sekilas kaitan antara gabungan suatu keluarga dan irisan komplemennya.
Unit 3.4 membuktikan hukum De Morgan untuk keluarga sembarang, termasuk keluarga tak hingga. Bukti itu memakai negasi kuantifikator dari Bab 2, karena induksi berhingga maupun diagram tidak menjangkau kasus tak hingga. Unit 3.4 juga menghitung irisan wajib dengan dua inklusi dan pemakaian Sifat Archimedes secara eksplisit.
3.4 Hukum De Morgan untuk Himpunan Tak Hingga
Hukum De Morgan untuk dua himpunan telah dibuktikan sebelumnya. Untuk tiga, empat, atau himpunan, pernyataan yang sama dapat diperoleh dengan induksi pada banyaknya himpunan. Analisis membutuhkan bentuk yang lain. Banyak konstruksi penting di analisis memakai gabungan atau irisan dari tak hingga banyak himpunan. Contohnya adalah himpunan titik yang lolos semua toleransi , atau himpunan titik yang lolos paling sedikit satu toleransi. Pada keluarga semacam ini tidak ada "langkah terakhir" yang dapat dicapai induksi.
Unit ini membuktikan hukum De Morgan untuk keluarga berindeks sebarang, termasuk keluarga berindeks kosong. Setelah itu hukum tersebut dipakai pada contoh-contoh interval. Contoh-contoh ini menunjukkan sifat mana yang berubah ketika kita berpindah dari keluarga berhingga ke keluarga tak hingga.
Konvensi kerja
Sepanjang unit ini, adalah semesta kerja tertentu, yaitu sebuah himpunan yang ditetapkan untuk konteks yang sedang dibahas. bukan himpunan semua himpunan; menurut argumen Russell di Unit 3.1, himpunan semacam itu tidak ada. Untuk , komplemen selalu berarti komplemen relatif terhadap :
Keberadaan himpunan ini dijamin oleh separasi pada .
Definisi 3.4.1 (keluarga berindeks dalam ). Misalkan himpunan, mungkin kosong, dan untuk setiap diberikan tepat satu himpunan . Seperti pada representasi keluarga lewat yang telah dipakai sebelumnya (lihat Unit 3.1 dan 3.3), hal ini dinyatakan oleh formula . Untuk setiap , formula itu dipenuhi oleh tepat satu . Ungkapan "" adalah singkatan dari
Untuk , tepat satu himpunan memenuhi . Karena itu singkatan ini ekuivalen dengan , dan negasinya, "", dapat dibaca langsung sebagai " bukan anggota satu-satunya yang memenuhi ". Jika keluarga sudah diberikan sebagai himpunan, keberadaannya tidak perlu diturunkan kembali.
Didefinisikan
Kedua himpunan diperoleh dengan separasi pada , dengan parameter dan parameter dalam .
Untuk gabungan, pembatasan pada tidak mengubah apa pun, karena setiap . Untuk irisan, pembatasan itu penting. Bila , syarat benar secara hampa untuk setiap , sehingga
Inilah konvensi Bab 2. Bandingkan dengan pembahasan gabungan, irisan, dan keluarga berindeks dalam [R3-2]. Di buku ini, irisan keluarga kosong selalu dibaca relatif terhadap , bukan terhadap "semua objek". Pembacaan yang kedua akan menuntut keberadaan himpunan yang dilarang oleh argumen Russell.
Teorema utama
Teorema 3.4.2 (De Morgan untuk keluarga sebarang). Misalkan himpunan, himpunan sebarang (boleh kosong, berhingga, atau tak hingga), dan untuk setiap . Maka
Sebelum teorema ini dibuktikan, perlu dicek bahwa ruas kanannya bermakna. Keluarga adalah keluarga dalam yang dinyatakan oleh formula
Ambil . Himpunan yang memenuhi tunggal, dan menurut ekstensionalitas komplemen relatif terhadap juga tunggal. Jadi dipenuhi oleh tepat satu , dan gabungan serta irisan keluarga ini terdefinisi menurut Definisi 3.4.1.
Bukti. Keempat ruas adalah himpunan bagian . Menurut ekstensionalitas, cukup ditunjukkan bahwa untuk setiap , keanggotaan di ruas kiri ekuivalen dengan keanggotaannya di ruas kanan. Jika , kedua ruas sama-sama tidak memuat . Jadi ambil sebarang.
(a) Dengan tetap, rantai berikut berlaku. Pembenaran setiap langkah ditulis di sebelah kanannya.
(b) Dengan cara yang sama:
Ekuivalensi ini berlaku untuk setiap , dan untuk kedua ruas sama-sama tidak memuat . Jadi kedua identitas terbukti.
Kasus indeks kosong. Bukti di atas tidak memisahkan kasus , dan memang tidak perlu, karena negasi kuantifikator terbatas berlaku untuk pembatas apa pun, termasuk pembatas kosong (Bab 2). Sebagai pemeriksaan, hitung langsung kedua identitas:
- Pada (a), ruas kiri adalah . Ruas kanan adalah irisan keluarga kosong relatif , yaitu .
- Pada (b), ruas kiri adalah . Ruas kanan adalah gabungan keluarga kosong, yaitu .
Kecocokan ini bukan kebetulan. Nilai dipaksa oleh definisi gabungan lewat . Karena itu, identitas (a) untuk memaksa . Andaikan irisan keluarga kosong didefinisikan secara lain, misalnya sebagai . Maka (a) gagal untuk dan . Jadi, dengan gabungan yang didefinisikan seperti di atas, konvensi "irisan keluarga kosong sama dengan " adalah satu-satunya pilihan yang mempertahankan De Morgan tanpa pengecualian.
Catatan 3.4.3 (mengapa induksi dan diagram tidak cukup). Induksi pada membuktikan, untuk setiap , pernyataan De Morgan bagi keluarga berindeks . Kasus adalah kasus indeks kosong yang sudah ditangani di atas. Hasil induksi adalah barisan pernyataan tentang keluarga berhingga, dan tidak satu pun membicarakan . Gabungan tak hingga tidak didefinisikan sebagai hasil "akhir" dari gabungan biner yang diulang. Gabungan itu didefinisikan sekaligus oleh satu kuantifikator .
Lagi pula, himpunan indeks tidak harus dapat didaftar sebagai . Misalnya , dan induksi atas bilangan asli hanya menghasilkan pernyataan untuk indeks . Diagram Venn hanya menggambarkan beberapa himpunan, sehingga juga tidak menyentuh kasus tak hingga. Teorema 3.4.2 berlaku umum karena hukum logika "negasi dari ada adalah untuk semua yang dinegasikan", dan hukum ini tidak bergantung pada ukuran .
Akibat 3.4.4. Dengan hipotesis Teorema 3.4.2,
Bukti. Pertama, untuk berlaku komplemen ganda . Untuk ,
Untuk , kedua ruas tidak memuat , karena .
Tulis . Menerapkan Teorema 3.4.2(a) pada keluarga memberikan . Menurut komplemen ganda, untuk setiap , sehingga ruas kanan sama dengan . Identitas kedua diperoleh dengan cara yang sama dari Teorema 3.4.2(b), yaitu .
Akibat ini menunjukkan bahwa, relatif terhadap , irisan sebarang dapat dinyatakan lewat gabungan dan komplemen, dan sebaliknya. Bagian Aturan berhingga yang tidak meluas ke tak hingga memakai fakta ini untuk memindahkan sifat dari gabungan ke irisan.
Contoh inti:
Pada contoh-contoh berikut, bilangan real dipinjam sebagai objek yang sudah dikenal. Yang dipinjam mencakup operasi aljabar, urutan, dan trikotomi: untuk setiap , tepat satu dari , , atau berlaku. Notasi real yang lazim juga dipinjam:
- interval seperti dan ;
- sinar seperti , , , dan , yang didefinisikan secara serupa;
- minimum dan nilai mutlak .
Semua himpunan ini dibentuk dengan separasi pada .
Himpunan dari Bab 2 juga dipinjam sebagai objek yang sudah dikenal, sama seperti . Separasi hanya dipakai untuk membentuk himpunan indeks
Indeks dimulai dari agar terdefinisi. Semesta kerjanya .
Satu sifat lagi dibutuhkan. Sifat ini tidak dapat diturunkan dari aljabar himpunan, sehingga dinyatakan terang-terangan sebagai pinjaman.
Fakta pinjaman 3.4.5 (sifat Archimedes). Untuk setiap bilangan real , terdapat dengan .
Sifat ini akan dibuktikan kemudian dalam buku ini, pada pembahasan bilangan real, dari sifat-sifat yang menjadi dasar sistem real. Di bab ini sifat tersebut hanya dipakai, dan setiap tempat pemakaiannya ditandai (Archimedes).
Untuk , tulis
Formula menentukan tepat satu untuk setiap . Jadi adalah keluarga berindeks dalam . Karena , irisan relatif di sini sama dengan irisan dalam pengertian sehari-hari.
Teorema 3.4.6. .
Bukti. Kesamaan ini dibuktikan lewat dua inklusi.
Inklusi . Ambil , jadi , dan ambil sebarang. Karena , berlaku . Akibatnya
sehingga , yaitu . Karena sebarang, . Arah ini tidak memakai Archimedes.
Pemeriksaan titik ujung dan . Kedua ujung perlu dicek secara khusus, karena di situlah interval terbuka dan tertutup berbeda. Untuk , ketaksamaan dan berlaku untuk setiap . Untuk , ketaksamaan dan juga berlaku untuk setiap . Jadi dan termuat di setiap , padahal tidak ada yang ujungnya atau . Kedua titik itu termuat karena setiap memberi kelonggaran di kedua sisi.
Inklusi . Arah ini dibuktikan secara kontrapositif: setiap bukan anggota irisan. Pernyataan "bukan anggota irisan" berarti , yang ekuivalen dengan . Jadi, untuk setiap seperti itu, cukup ditemukan satu indeks dengan . Jika , menurut trikotomi atau .
- Kasus . Maka , sehingga adalah bilangan real positif. (Archimedes) Pilih dengan . Kalikan kedua ruas dengan untuk memperoleh , lalu bagi dengan untuk memperoleh , yaitu . Ketaksamaan gagal, jadi .
- Kasus . Maka . (Archimedes) Pilih dengan . Seperti pada kasus pertama, , sehingga , yaitu . Ketaksamaan gagal, jadi .
Pada kedua kasus, . Dengan kedua inklusi, ekstensionalitas memberikan kesamaan.
Saksi bergantung pada . Indeks pada inklusi kedua dipilih setelah diberikan, dan memang harus demikian. Tabel berikut memberi beberapa perhitungan.
| syarat Archimedes | satu pilihan sah (belum tentu yang terkecil) | pemeriksaan | |
|---|---|---|---|
| , jadi | |||
| , jadi | |||
| , jadi |
Karena ujung terbuka, indeks , , dan juga sudah cukup. Misalnya , sehingga . Untuk membuktikan keberadaan saksi, pilihan dari Archimedes sudah memadai. Indeks terkecil dibahas pada Latihan 3.4.L7.
Tidak ada satu yang berfungsi untuk semua sekaligus. Untuk tetap, titik negatif, tetapi , sehingga . Pernyataan yang benar berbentuk . Pernyataan salah. Inilah perbedaan urutan kuantifikator dari Bab 2, kali ini dengan akibat yang dapat dihitung.
Mengapa Archimedes diperlukan. Untuk berlaku jika dan hanya jika , yaitu . Jadi pada inklusi kedua kita membutuhkan dengan . Andaikan ada dengan untuk semua . Maka , sehingga untuk setiap , dan teorema gagal. Sifat Archimedes menyingkirkan kemungkinan ini. Aljabar himpunan tidak berkata apa-apa tentang hal ini, karena Teorema 3.4.2 berlaku untuk keluarga apa saja di semesta apa saja. Jadi Archimedes menentukan nilai irisan pada contoh ini, sedangkan De Morgan menentukan bentuk hubungan antara irisan dan gabungan.
Bacaan lewat De Morgan. Menurut Teorema 3.4.2(b) dengan ,
Karena itu, Teorema 3.4.6 ekuivalen dengan
Inklusi kedua dalam bukti di atas, yang mencari saksi , persis merupakan bukti inklusi "" pada identitas gabungan ini. Ada satu hal yang patut diperhatikan. Setiap himpunan di ruas kiri memuat ujungnya sendiri, tetapi gabungannya tidak memuat maupun . Gejala ini dibahas pada bagian Aturan berhingga yang tidak meluas ke tak hingga.
Tiga perbandingan
Tiga contoh berikut memakai semesta dan pola yang sama dengan contoh inti, yaitu interval yang ujungnya bergeser sejauh . Perbedaannya terletak pada pilihan ujung dan operasi. Perbedaan kecil itu mengubah hasilnya secara drastis.
Proposisi 3.4.7. .
Bukti. Inklusi selalu berlaku. Untuk arah sebaliknya, cukup ditunjukkan bahwa tidak ada yang menjadi anggota irisan. Dengan kata lain, untuk setiap dicari satu dengan .
- Jika , ambil , karena .
- Jika , (Archimedes) pilih dengan . Maka , sehingga , dan .
Setiap faktor tak kosong, misalnya , dan faktor-faktornya menurun: . Untuk keluarga berhingga yang tak kosong dan menurun, irisannya sama dengan faktor terkecil, sehingga tak kosong jika setiap faktornya tak kosong. Untuk keluarga tak hingga, kesimpulan itu gagal. Tidak ada faktor "terkecil", dan setiap calon anggota tersingkir oleh suatu faktor yang cukup jauh.
Proposisi 3.4.8. .
Bukti.
() Untuk setiap berlaku , jadi .
() Ambil .
- Jika , maka , yaitu faktor dengan .
- Jika , (Archimedes) pilih . Maka , sehingga .
Jadi setiap anggota irisan sama dengan .
Bandingkan dengan Proposisi 3.4.7. Kedua ujung kini ikut dimasukkan, tetapi yang menentukan hanya ujung kiri. Dengan bukti yang sama, juga sama dengan , sedangkan tetap . Ujung kanan selalu tersingkir oleh faktor sesudahnya. Titik , ujung kiri bersama semua faktor, bertahan karena ia anggota setiap faktor.
Proposisi 3.4.9. .
Indeks dimulai dari . Untuk , intervalnya adalah . Faktor ini tidak merusak gabungan, tetapi juga tidak menyumbang apa pun. Untuk berlaku , jadi , dan intervalnya tak kosong. Faktor pertama adalah .
Bukti.
() Jika untuk suatu , maka , sehingga .
() Ambil . Diperlukan saksi dengan dan , yaitu dan . Tulis .
- Karena , berlaku .
- Selain itu . Sebab , sehingga salah satu suku tidak melebihi .
(Archimedes) Pilih dengan . Karena , berlaku , sehingga memang indeks yang sah. Dari diperoleh . Akibatnya dan , dan ketaksamaan kedua berarti . Jadi .
Saksinya bergantung pada :
- Untuk : dan syaratnya . Pilihan memberi .
- Untuk : dan syaratnya . Pilihan memberi .
Tidak ada satu faktor yang memuat seluruh . Untuk , titik termuat di , tetapi , sehingga . Ujung dan juga tidak pernah tercapai.
Menurut Teorema 3.4.2(a), Proposisi 3.4.9 ekuivalen dengan
Ruas kiri adalah irisan himpunan yang tidak memuat ujungnya sendiri, tetapi hasilnya memuat dan . Polanya sama dengan contoh inti, dengan peran gabungan dan irisan yang dibalik.
Aturan berhingga yang tidak meluas ke tak hingga
Contoh-contoh di atas memperlihatkan sebuah pola: sifat yang dimiliki setiap anggota keluarga bisa hilang pada irisan atau gabungan tak hingganya. Pola ini dapat dibuat tepat dengan satu pengertian dari analisis. Pengertian itu dipinjam di sini hanya sebagai ilustrasi; teori keterbukaan yang utuh tidak dikembangkan di bab ini.
Definisi pinjaman 3.4.10. Himpunan disebut terbuka jika untuk setiap terdapat dengan . Himpunan disebut tertutup jika terbuka.
Definisi ini memuat pola kuantifikator . Bilangan boleh bergantung pada , sama seperti saksi pada contoh inti.
Fakta 3.4.11.
- Setiap interval terbuka. Demikian pula setiap sinar dan .
- Gabungan keluarga sebarang himpunan terbuka adalah himpunan terbuka.
- Irisan dua himpunan terbuka adalah himpunan terbuka.
Bukti.
(1) Jika , intervalnya kosong dan terbuka secara hampa. Misalkan dan . Ambil . Jika , maka
Untuk sinar dan , ambil ; maka . Untuk sinar dan , ambil ; maka .
(2) Jika , ada dengan . Karena terbuka, ada dengan . Ukuran tidak berperan sama sekali. Untuk , gabungannya , yang terbuka secara hampa.
(3) Jika , ada dengan dan . Bilangan memenuhi keduanya.
Dengan induksi pada , butir (3) meluas ke irisan himpunan terbuka, karena minimum dari berhingga banyak bilangan positif tetap positif. Untuk keluarga kosong, irisannya relatif terhadap adalah , yang terbuka.
Teorema 3.4.6 menunjukkan bahwa perluasan ini gagal untuk keluarga tak hingga. Setiap terbuka menurut (1), tetapi irisannya, , tidak terbuka. Untuk dan sebarang, titik termuat di tetapi tidak di .
Penyebab kegagalan itu dapat ditunjuk dengan tepat. Bukti (3) memerlukan satu yang berlaku untuk semua faktor. Untuk dan faktor , inklusi berlaku jika dan hanya jika . Satu yang berlaku untuk semua harus memenuhi untuk setiap . Namun (Archimedes) ada , yaitu , sehingga bilangan semacam itu tidak ada. Jadi tak hingga banyak bilangan positif tidak mempunyai batas bawah positif bersama. Pengganti minimum yang menolong di kasus berhingga tidak tersedia di kasus tak hingga.
De Morgan memindahkan gejala ini ke himpunan tertutup. Jika setiap tertutup, maka menurut Teorema 3.4.2(b),
adalah gabungan himpunan terbuka. Menurut Fakta 3.4.11(2), himpunan itu terbuka. Jadi irisan sebarang himpunan tertutup adalah tertutup. Untuk , irisannya relatif terhadap adalah , yang tertutup karena komplemennya, , terbuka. Di sini pun konvensi irisan relatif bekerja tanpa pengecualian.
Untuk gabungan, situasinya berbeda. Gabungan berhingga himpunan tertutup memang tertutup. Menurut Teorema 3.4.2(a) untuk indeks berhingga, komplemennya adalah irisan berhingga himpunan terbuka, dan himpunan itu terbuka menurut perluasan Fakta 3.4.11(3) ke himpunan. Untuk keluarga tak hingga, jaminan ini hilang, dan Proposisi 3.4.9 memberi contoh penyangkalnya. Setiap dengan tertutup, karena komplemennya, , adalah gabungan dua sinar terbuka. Namun gabungannya, , tidak tertutup. Komplemennya, , tidak terbuka di , karena untuk setiap titik termuat di dan juga di .
Ringkasnya, aljabar himpunan (De Morgan) menjamin bahwa setiap aturan untuk gabungan memiliki pasangan untuk irisan, dan sebaliknya. Aljabar himpunan tidak menjamin bahwa aturan yang benar untuk keluarga berhingga tetap benar untuk keluarga tak hingga. Pada contoh di atas, aturan irisan berhingga gagal karena tak hingga banyak positif tidak harus mempunyai batas bawah positif bersama. Archimedes menentukan nilai konkret irisannya. Pembahasan keterbukaan yang sistematis berada di luar bab ini.
Latihan dan pembahasan
Latihan 3.4.L1. Misalkan dengan . Buktikan . Kemudian tentukan irisannya untuk dan untuk .
Strategi. Tiru bukti Teorema 3.4.6 dengan menggeser ujung, lalu periksa di mana hipotesis benar-benar dipakai.
Pembahasan.
() Jika , maka untuk setiap .
() Jika , maka menurut trikotomi atau .
- Jika , maka . (Archimedes) Pilih . Maka , sehingga dan .
- Jika , (Archimedes) pilih . Maka .
Hipotesis ternyata tidak pernah dipakai, sehingga identitas ini berlaku untuk semua .
- Untuk : . Setiap faktor adalah interval terbuka tak kosong, tetapi irisannya satu titik, dan tidak terbuka. Untuk sebarang, titik termuat di tetapi tidak di . Jadi ini contoh penyangkal kedua untuk anggapan "irisan himpunan terbuka selalu terbuka".
- Untuk : . Sebagai pemeriksaan langsung, kosong begitu , yaitu . (Archimedes) Ada , dan ini memenuhi syarat tersebut. Irisan yang memuat faktor kosong tentu kosong, sehingga hasilnya konsisten dengan rumus umum.
Latihan 3.4.L2. Untuk , buktikan . Apa yang terjadi bila ?
Strategi. Tiru bukti Proposisi 3.4.9. Untuk arah , cari saksi melalui jarak ke ujung terdekat.
Pembahasan. Faktor dengan kosong. Faktor-faktor itu boleh ikut dalam gabungan karena tidak menambah apa pun.
() Jika , maka .
() Untuk , tulis . (Archimedes) Pilih . Maka dan , jadi .
Untuk , setiap faktor kosong, sehingga gabungannya adalah . Berbeda dengan Proposisi 3.4.9, di sini tidak diperlukan pembatasan , karena faktor kosong tidak mengganggu gabungan.
Latihan 3.4.L3 (pembatas kosong). Ambil dan . Hitung keempat ruas Teorema 3.4.2. Ulangi untuk .
Strategi. Hitung gabungan dan irisan keluarga kosong langsung dari definisi, lalu baru ambil komplemen.
Pembahasan. Untuk :
- , jadi ruas kiri (a) adalah . Ruas kanan (a) adalah irisan keluarga kosong relatif , yaitu .
- , jadi ruas kiri (b) adalah . Ruas kanan (b) adalah gabungan keluarga kosong, yaitu .
Untuk , hasilnya sama dengan diganti . Perhatikan bahwa nilai irisan keluarga kosong bergantung pada . Inilah alasan semesta harus dinyatakan.
Latihan 3.4.L4 (De Morgan relatif terhadap ). Misalkan dan untuk setiap . (a) Buktikan bila . (b) Tunjukkan bahwa (a) dapat gagal bila . (c) Buktikan bentuk yang berlaku untuk semua : .
Strategi. Tulis kedua ruas sebagai rumus keanggotaan, lalu cari langkah yang memerlukan satu indeks konkret.
Pembahasan.
(a) Untuk : jika dan hanya jika dan . Ruas kanan menuntut . Arah "" berlaku untuk setiap . Arah "" memerlukan satu untuk memperoleh , dan indeks itu tersedia karena .
(b) Untuk , ruas kiri adalah , sedangkan ruas kanan adalah irisan keluarga kosong relatif , yaitu . Ambil dan . Maka , dan (a) gagal. Langkah yang tidak tersedia adalah langkah yang memakai .
(c) Untuk berlaku , karena keduanya memuat tepat titik dengan . Ambil dan terapkan Teorema 3.4.2(a); diperoleh rumus yang diminta. Untuk , rumus ini memberi , sesuai dengan ruas kiri.
Latihan 3.4.L5 (urutan kuantifikator). Tunjukkan bahwa untuk setiap , dan bahwa pernyataan salah. Jelaskan mengapa hal ini tidak bertentangan dengan Teorema 3.4.6.
Strategi. Untuk tetap, cari satu titik di luar yang masih termuat di . Setelah itu tukar urutan kuantifikatornya.
Pembahasan. Untuk sebarang, titik termuat di tetapi tidak di . Jadi . Titik yang sama juga membantah pernyataan eksistensial tadi untuk tersebut, dan karena sebarang, pernyataan itu salah.
Teorema 3.4.6 hanya memerlukan , dan pernyataan ini benar. Untuk , indeks sudah cukup. Karena ujung terbuka, bukan anggota . Indeks lain yang lebih besar, seperti , juga cukup.
Latihan 3.4.L6. Buktikan dan . Tunjukkan dengan Teorema 3.4.2(a) bahwa identitas kedua setara dengan . Kemudian tunjukkan bahwa pernyataan terakhir ini diperoleh dari identitas pertama ditambah simetri .
Strategi. Tuliskan setiap identitas sebagai pernyataan , lalu bandingkan isi pernyataan-pernyataan itu.
Pembahasan.
- Untuk , (Archimedes) pilih . Maka , sehingga irisan pertama kosong. Sebaliknya, berarti . Jadi adalah pernyataan , yaitu sifat Archimedes itu sendiri. Aljabar himpunan tidak dapat menggantikannya.
- Untuk gabungan, (Archimedes) pilih . Maka .
- Menurut Teorema 3.4.2(a) dengan , . Karena , gabungan itu sama dengan jika dan hanya jika irisan di ruas kanan kosong.
- Andaikan termuat di irisan tersebut. Untuk setiap , atau , sehingga . Jadi , padahal irisan itu kosong. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa irisannya kosong.
De Morgan saja hanya memberi langkah ketiga. Langkah keempat memakai simetri , yang muncul lewat .
Latihan 3.4.L7 (filter data, model terhitung). Sebuah daftar pembacaan dimodelkan sebagai himpunan berhingga
Filter tingkat ke- meloloskan . Tentukan (relatif ) dan indeks terkecil yang memenuhi untuk semua .
Strategi. Gunakan Teorema 3.4.6 untuk menentukan nilai irisan. Untuk indeks terkecil, tulis syarat tepat agar sebuah titik tersingkir, bukan syarat Archimedes yang ketat.
Pembahasan. Untuk , jika dan hanya jika untuk setiap . Menurut Teorema 3.4.6, hal ini berarti . Jadi . Ini model himpunan saja, bukan uji pada data sungguhan.
Untuk indeks penyingkiran, perhatikan bahwa jika dan hanya jika atau . Kedua ketaksamaan ini tidak ketat karena ujung terbuka.
- . Pada , , jadi titik itu masih lolos.
- .
- .
- . Pada , , jadi titik itu masih lolos.
- , , dan lolos di semua tingkat.
Karena , berlaku , sehingga . Titik yang tersingkir pada suatu tingkat tetap tersingkir sesudahnya. Jadi tepat untuk , dan .
Pada semesta berhingga, keluarga yang menurun ini stabil setelah berhingga langkah, karena hanya berhingga banyak titik yang perlu disingkirkan. Jadi gejala tak hingga pada bagian-bagian sebelumnya bersumber dari , bukan dari aljabar himpunan. Perhatikan pula bahwa pilihan Archimedes yang ketat () cukup untuk membuktikan keberadaan saksi. Indeks terkecil ditentukan oleh syarat yang tepat (), dan keduanya dapat berbeda satu indeks.
Penutup Bab 3 dan transisi ke Bab 4
Bab ini dibangun dalam tiga tahap.
- Ekstensionalitas menetapkan kapan dua himpunan sama, dan separasi menetapkan himpunan mana yang boleh dibentuk dari himpunan yang sudah ada. Argumen Russell menunjukkan mengapa pembatasan ini perlu.
- Operasi biner dan keluarga berindeks dikerjakan di dalam semesta kerja yang dinyatakan. Pilihan ini membuat komplemen dan irisan keluarga kosong bermakna.
- Unit ini menunjukkan bahwa hukum aljabar himpunan berlaku untuk keluarga berukuran apa pun, karena hukum itu pada dasarnya adalah hukum kuantifikator. Sebaliknya, sifat seperti keterbukaan atau ketakkosongan irisan yang menurun bergantung pada struktur tambahan, dan dapat runtuh ketika keluarga menjadi tak hingga.
Semua contoh interval di unit ini diam-diam memakai satu objek yang belum diberi nama, yaitu kaitan antara titik dan indeks . Secara informal, pada contoh inti bayangkan kumpulan semua pasangan dengan :
Dalam bahasa ini, adalah himpunan yang berkaitan dengan semua , dan adalah himpunan yang berkaitan dengan suatu . Hukum De Morgan menjadi pernyataan tentang yang tidak berkaitan dengan suatu , atau dengan semua .
Untuk menjadikan himpunan yang sah, diperlukan pasangan terurut dan hasil kali Kartesius. Keduanya lebih dari aksioma pasangan tak terurut di Unit 3.1. Bab 4 dimulai dari sana. Bab itu mendefinisikan relasi sebagai himpunan bagian hasil kali Kartesius, kemudian mempelajari relasi yang membagi semesta menjadi blok-blok yang saling lepas.
Contoh awal yang dapat diperiksa langsung adalah dengan keluarga . Kedua blok tidak kosong, irisannya kosong, dan gabungannya . Relasi "terletak di blok yang sama" menghasilkan pasangan ; pengertian pasangan terurut dan sifat relasi itu akan diformalkan pada Bab 4. Contoh ini mengantar hubungan antara relasi ekuivalensi dan partisi, lalu pembahasan kuosien dan urutan parsial. Inklusi pada , yang dipakai sepanjang bab ini, akan menjadi contoh baku urutan parsial.
Rujukan Bab 3
[R3-1] Axioms of Set Theory, Chapter 3. Bahan ajar pada halaman Lorenz Halbeisen, ETH Zurich. https://people.math.ethz.ch/~halorenz/4students/LogikML/ZFC.pdf
[R3-2] Open Logic Project. Unions and Intersections, revisi 9620cc7, 12 Juli 2026. https://builds.openlogicproject.org/content/sets-functions-relations/sets/unions-and-intersections.pdf
[R3-3] Jonathan Pila. B1.2 Set Theory. Lecture notes, Hilary Term 2018, University of Oxford. https://www.maths.ox.ac.uk/system/files/attachments/SetTheoryHT18.pdf
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 4.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 2.