Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 3Lanjut

    Teori Himpunan Aksiomatik dan Aljabar Himpunan

    Bab 3 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    136 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 3 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 3: Teori Himpunan Aksiomatik dan Aljabar Himpunan

    Bab ini menjawab dua pertanyaan yang menyertai pemakaian himpunan dalam analisis: bagaimana keberadaan suatu himpunan dijamin, dan bagaimana kesamaan dua himpunan dibuktikan. Bahasa kuantifikator dari Bab 2 akan dipakai untuk keduanya. Kita mulai dengan aksioma dasar dan pembentukan himpunan bagian, lalu mengembangkan operasi biner. Setelah itu, gabungan dan irisan diperluas ke keluarga berindeks sembarang. Hukum De Morgan dan contoh interval memperlihatkan mengapa indeks kosong, ujung interval, dan perbedaan urutan kuantifikator harus ditangani secara eksplisit.

    3.1 Aksioma Dasar Teori Himpunan

    Bab 2 memakai himpunan secara bebas. Kita menulis "himpunan semua xx di UU yang memenuhi sifat tertentu", membentuk gabungan dan irisan keluarga berindeks, dan menyatakan bahwa dua himpunan dengan anggota yang sama adalah himpunan yang sama. Pemakaian itu sah sebagai bahasa kerja. Namun ada satu pertanyaan yang ditunda: kapan sebuah ungkapan "himpunan semua xx yang …" benar-benar menunjuk sebuah objek?

    Jawaban yang paling sederhana adalah bahwa setiap sifat menentukan sebuah himpunan. Unit ini menunjukkan bahwa jawaban itu salah, dan kesalahannya bukan soal teknis kecil. Jawaban itu menghasilkan kontradiksi dalam logika murni. Karena itu, teori himpunan aksiomatik memisahkan dua hal yang dalam pemakaian sehari-hari sering dicampur.

    1. Kesamaan. Kapan dua himpunan dianggap sama? Jawabannya diberikan oleh ekstensionalitas.
    2. Keberadaan. Himpunan mana yang dijamin ada? Jawabannya diberikan oleh aksioma keberadaan: himpunan kosong, separasi, dan kemudian pasangan, gabungan, dan himpunan kuasa.

    Setiap konstruksi dalam bab ini akan disertai jaminan keberadaan yang eksplisit. Setiap kesamaan akan dibuktikan dari anggota-anggotanya.

    Bahasa: keanggotaan dan kesamaan

    Teori yang kita pakai adalah ZF (Zermelo–Fraenkel), yang dirumuskan dalam bahasa orde pertama satu-sortir. Hanya ada satu jenis objek, yaitu himpunan. Selain simbol logika dari Bab 1–2, bahasa ini hanya memiliki satu simbol nonlogis, yaitu relasi biner ∈\in. Kesamaan == adalah simbol logika. Jadi formula atom hanya berbentuk

    x∈yataux=y,x \in y \qquad\text{atau}\qquad x = y,

    dan semua formula lain dibangun dari formula atom dengan konektif dan kuantifikator. Konvensi ini mengikuti penyajian standar; lihat [R3-1] dan [R3-3].

    Konsekuensinya penting. Simbol-simbol yang segera kita perkenalkan, seperti ⊆\subseteq, ∅\emptyset, dan {x∈a:φ}\{x \in a : \varphi\}, bukan bagian dari bahasa dasar. Notasi relasi seperti ⊆\subseteq menyingkat formula, sedangkan ∅\emptyset dan notasi set-builder menamai objek yang telah dijamin ada dan tunggal. Pernyataan yang memakai notasi tambahan ini dapat dijabarkan kembali dalam bahasa dasar ∈\in dan ==. Menambah singkatan tidak menambah objek. Sebuah nama untuk objek, misalnya ∅\emptyset, baru boleh dipakai setelah kita membuktikan bahwa objek yang dimaksud ada dan tunggal.

    Ketika contoh memakai angka seperti 1,2,31, 2, 3 atau bilangan real, angka itu diperlakukan sebagai objek yang telah dikenal pembaca. Kita tidak berpura-pura bahwa konstruksi bilangan dari himpunan sudah selesai. Yang dipakai dari angka-angka itu hanyalah bahwa angka yang berbeda adalah objek yang berbeda, beserta sifat-sifat yang akan disebut setiap kali digunakan.

    Sesuai Bab 2, semesta setiap struktur tidak kosong. Kesamaan tunduk pada aturan logika substitusi: jika a=ba = b, maka setiap formula yang benar untuk aa juga benar untuk bb. Khususnya,

    a=b  →  ∀x (x∈a↔x∈b).a = b \;\rightarrow\; \forall x\,(x \in a \leftrightarrow x \in b).

    Arah ini adalah logika. Arah sebaliknya, yaitu bahwa kesamaan anggota memaksa kesamaan himpunan, tidak dapat diturunkan dari logika. Arah sebaliknya itu adalah aksioma pertama kita.

    Definisi 3.1.1 (Inklusi). Untuk himpunan XX dan AA,

    X⊆A  : ⁣ ⁣↔  ∀x (x∈X→x∈A).X \subseteq A \;:\!\!\leftrightarrow\; \forall x\,(x \in X \rightarrow x \in A).

    Kita membaca X⊆AX \subseteq A sebagai "XX himpunan bagian dari AA". Kita menulis X⊊AX \subsetneq A untuk X⊆A∧X≠AX \subseteq A \land X \neq A, dan X⊈AX \not\subseteq A untuk ¬(X⊆A)\neg(X \subseteq A).

    Perhatikan perbedaan bentuknya. x∈Ax \in A adalah formula atom, sedangkan X⊆AX \subseteq A adalah formula universal. Negasi inklusi, menurut aturan negasi kuantifikator di Bab 2, adalah eksistensial:

    X⊈A  ↔  ∃x (x∈X∧x∉A).X \not\subseteq A \;\leftrightarrow\; \exists x\,(x \in X \land x \notin A).

    Jadi untuk membantah inklusi, kita cukup menunjukkan satu saksi. Untuk membuktikan inklusi, kita harus menangani anggota XX yang sembarang.

    Aksioma 3.1.2 (Ekstensionalitas).

    ∀a ∀b (∀x (x∈a↔x∈b)→a=b).\forall a\,\forall b\,\bigl(\forall x\,(x \in a \leftrightarrow x \in b) \rightarrow a = b\bigr).

    Aksioma ini menyatakan bahwa sebuah himpunan ditentukan sepenuhnya oleh anggotanya. Urutan penyebutan, pengulangan, dan cara mendeskripsikan sebuah himpunan tidak berpengaruh. Yang menentukan hanyalah jawaban atas pertanyaan "apakah xx anggota?" untuk setiap xx.

    Ada dua hal yang tidak dikatakan oleh ekstensionalitas.

    • Ekstensionalitas tidak menyatakan bahwa sebuah himpunan ada. Bentuknya adalah universal atas sebuah implikasi. Dalam struktur dengan satu objek dan relasi ∈\in yang kosong, aksioma ini benar, dan struktur tersebut hanya memiliki satu himpunan. Dari ekstensionalitas saja kita tidak dapat menurunkan keberadaan himpunan apa pun selain yang sudah dijamin oleh logika.
    • Ekstensionalitas tidak membuktikan bahwa ZF konsisten. Ekstensionalitas hanya membatasi berapa banyak himpunan yang boleh memiliki anggota yang sama, yaitu paling banyak satu.

    Dengan Definisi 3.1.1, premis aksioma ini dapat dipecah menjadi dua inklusi. Pemecahan itu adalah strategi standar untuk membuktikan kesamaan himpunan di seluruh bab ini.

    Proposisi 3.1.3 (Sifat dasar inklusi). Untuk setiap himpunan AA, BB, dan CC:

    1. (Refleksif) A⊆AA \subseteq A.
    2. (Antisimetris, dua inklusi) A=B↔(A⊆B∧B⊆A)A = B \leftrightarrow (A \subseteq B \land B \subseteq A).
    3. (Transitif) Jika A⊆BA \subseteq B dan B⊆CB \subseteq C, maka A⊆CA \subseteq C.

    Bukti.

    (1) Ambil xx sembarang. Implikasi x∈A→x∈Ax \in A \rightarrow x \in A berbentuk P→PP \rightarrow P, sehingga benar untuk setiap nilai kebenaran PP. Karena xx sembarang, ∀x (x∈A→x∈A)\forall x\,(x \in A \rightarrow x \in A), yaitu A⊆AA \subseteq A.

    (2) (⇐)(\Leftarrow) Andaikan A⊆BA \subseteq B dan B⊆AB \subseteq A. Ambil xx sembarang. Inklusi pertama memberi x∈A→x∈Bx \in A \rightarrow x \in B, dan inklusi kedua memberi x∈B→x∈Ax \in B \rightarrow x \in A. Gabungan keduanya adalah x∈A↔x∈Bx \in A \leftrightarrow x \in B. Karena xx sembarang, premis Aksioma 3.1.2 terpenuhi, sehingga A=BA = B.

    (⇒)(\Rightarrow) Andaikan A=BA = B. Menurut (1), A⊆AA \subseteq A. Substitusi kesamaan pada kemunculan kedua memberi A⊆BA \subseteq B, dan substitusi pada kemunculan pertama memberi B⊆AB \subseteq A. Arah ini hanya memakai logika kesamaan, bukan ekstensionalitas.

    (3) Andaikan A⊆BA \subseteq B dan B⊆CB \subseteq C. Ambil xx sembarang dan andaikan x∈Ax \in A. Instansiasi inklusi pertama pada xx memberi x∈Bx \in B. Instansiasi inklusi kedua pada xx yang sama memberi x∈Cx \in C. Jadi x∈A→x∈Cx \in A \rightarrow x \in C. Variabel xx tidak bebas dalam asumsi A⊆BA \subseteq B maupun B⊆CB \subseteq C, karena di sana xx terikat oleh kuantifikatornya sendiri. Karena itu generalisasi sah, dan kita peroleh A⊆CA \subseteq C. ∎

    Perlu dicatat bahwa ⊊\subsetneq tidak refleksif, karena A⊊AA \subsetneq A menuntut A≠AA \neq A. Bab 4 akan memberi nama pada kombinasi sifat (1)–(3). Di sini sifat-sifat itu dipakai hanya sebagai alat bukti.

    Contoh 3.1.4 (Apa yang diputuskan ekstensionalitas sebelum ada himpunan). Kita belum memiliki aksioma yang menjamin adanya himpunan yang anggotanya tepat aa dan bb. Aksioma itu adalah pasangan (Aksioma 3.1.16). Meskipun demikian, ekstensionalitas sudah dapat memutuskan keunikan dalam bentuk bersyarat.

    Misalkan aa dan bb himpunan, dan misalkan cc, c′c', dan dd adalah himpunan yang memenuhi

    ∀x (x∈c↔(x=a∨x=b)),∀x (x∈c′↔(x=a∨x=b)),∀x (x∈d↔(x=b∨x=a∨x=a)).\forall x\,\bigl(x \in c \leftrightarrow (x = a \lor x = b)\bigr), \quad \forall x\,\bigl(x \in c' \leftrightarrow (x = a \lor x = b)\bigr), \quad \forall x\,\bigl(x \in d \leftrightarrow (x = b \lor x = a \lor x = a)\bigr).

    Untuk setiap xx, ketiga ruas kanan ekuivalen secara logis, karena ∨\lor komutatif dan P∨P↔PP \lor P \leftrightarrow P (Bab 1). Jadi cc, c′c', dan dd memiliki anggota yang sama, dan menurut Aksioma 3.1.2, c=c′=dc = c' = d. Inilah alasan mengapa nanti kita boleh menulis {a,b}={b,a}={a,b,a}\{a, b\} = \{b, a\} = \{a, b, a\}. Urutan dan pengulangan memang tidak menentukan anggota. Namun semua ini bersyarat. Jika tidak ada himpunan yang memenuhi syarat itu, kalimat di atas benar secara vakum, dan ekstensionalitas tidak dapat mengubah keadaan tersebut.

    Kasus a=ba = b perlu diperhatikan. Syarat x=a∨x=ax = a \lor x = a setara dengan x=ax = a. Jadi sebuah himpunan ss yang memenuhi

    ∀x (x∈s↔x=a)\forall x\,(x \in s \leftrightarrow x = a)

    juga tunggal bila ada. Himpunan itulah yang nanti disebut singleton {a}\{a\}. Sebelum pasangan tersedia, kita hanya boleh mengatakan hal-hal berikut tentang ss yang diandaikan ada.

    • a∈sa \in s, karena a=aa = a. Ini pernyataan keanggotaan.
    • Untuk setiap himpunan AA, s⊆As \subseteq A benar tepat ketika a∈Aa \in A. Arah pertama didapat dengan menginstansiasi inklusi pada aa. Arah kedua berlaku karena setiap anggota ss sama dengan aa. Ini pernyataan inklusi tentang ss, dan bentuknya berbeda dari pernyataan keanggotaan tentang aa.

    Dengan demikian, "aa anggota AA" dan "ss himpunan bagian AA" adalah dua formula yang berbeda. Keduanya kebetulan ekuivalen, dan ekuivalensi itu memerlukan bukti. Proposisi 3.1.20 akan menyatakannya kembali setelah keberadaan {a}\{a\} dijamin.

    Keberadaan pertama: himpunan kosong

    Aksioma 3.1.5 (Himpunan kosong).

    ∃e ∀x (x∉e).\exists e\,\forall x\,(x \notin e).

    Aksioma ini adalah pernyataan keberadaan pertama dalam daftar kita. Aksioma ini menjamin bahwa sekurang-kurangnya satu himpunan tidak memiliki anggota.

    Catatan 3.1.6 (Keberadaan dan keunikan dipasok oleh aksioma yang berbeda). Pernyataan "ada tepat satu ee dengan ∀x (x∉e)\forall x\,(x \notin e)" adalah konjungsi dari dua pernyataan.

    • Keberadaan: ∃e ∀x (x∉e)\exists e\,\forall x\,(x \notin e). Ini dijamin oleh Aksioma 3.1.5.
    • Paling banyak satu: ∀e ∀e′ (∀x (x∉e)∧∀x (x∉e′)→e=e′)\forall e\,\forall e'\,\bigl(\forall x\,(x \notin e) \land \forall x\,(x \notin e') \rightarrow e = e'\bigr). Ini akan dijamin oleh ekstensionalitas.

    Kedua bagian ini memang independen. Pertimbangkan struktur dengan dua objek berbeda uu dan vv, dan relasi ∈\in yang kosong. Dalam struktur ini Aksioma 3.1.5 benar, bahkan dengan dua saksi. Namun ekstensionalitas salah, karena uu dan vv memiliki anggota yang sama (tidak ada) tetapi u≠vu \neq v. Sebaliknya, struktur satu objek ww dengan w∈ww \in w memenuhi ekstensionalitas tetapi tidak memiliki himpunan kosong. Jadi tidak satu pun dari kedua aksioma ini yang dapat menggantikan yang lain.

    Teorema 3.1.7 (Keunikan himpunan kosong). Jika ee dan e′e' adalah himpunan tanpa anggota, maka e=e′e = e'. Akibatnya, ada tepat satu himpunan tanpa anggota. Himpunan ini ditulis ∅\emptyset. Lebih lanjut, setiap himpunan YY dengan ∀x (x∉Y)\forall x\,(x \notin Y) memenuhi Y=∅Y = \emptyset.

    Bukti. Ambil xx sembarang. Menurut hipotesis, x∈ex \in e salah dan x∈e′x \in e' salah. Biimplikasi antara dua pernyataan yang sama-sama salah adalah benar, sehingga x∈e↔x∈e′x \in e \leftrightarrow x \in e'. Karena xx sembarang, Aksioma 3.1.2 memberi e=e′e = e'.

    Aksioma 3.1.5 memberi sekurang-kurangnya satu himpunan tanpa anggota, dan bagian pertama memberi paling banyak satu. Jadi ada tepat satu, dan nama ∅\emptyset menunjuk objek yang jelas. Kalimat terakhir teorema adalah bagian pertama dengan e:=Ye := Y dan e′:=∅e' := \emptyset. ∎

    Kalimat terakhir inilah yang paling sering dipakai. Untuk membuktikan bahwa sebuah himpunan yang dibentuk dengan cara tertentu sama dengan ∅\emptyset, kita cukup menunjukkan bahwa himpunan itu tidak memiliki anggota.

    Proposisi 3.1.8 (Himpunan kosong adalah himpunan bagian setiap himpunan). Untuk setiap himpunan AA, berlaku ∅⊆A\emptyset \subseteq A. Selain itu, untuk setiap XX, X⊆∅X \subseteq \emptyset mengimplikasikan X=∅X = \emptyset.

    Bukti. Kita harus menunjukkan ∀x (x∈∅→x∈A)\forall x\,(x \in \emptyset \rightarrow x \in A). Ambil xx sembarang. Anteseden x∈∅x \in \emptyset salah, sehingga implikasinya benar, apa pun nilai x∈Ax \in A. Karena xx sembarang, ∅⊆A\emptyset \subseteq A. Bukti ini sama sekali tidak memeriksa isi AA.

    Untuk bagian kedua, andaikan X⊆∅X \subseteq \emptyset. Bagian pertama dengan A:=XA := X memberi ∅⊆X\emptyset \subseteq X. Proposisi 3.1.3(2) lalu memberi X=∅X = \emptyset. ∎

    Ini adalah versi himpunan dari pembatas kosong di Bab 2: universal yang dibatasi oleh ∅\emptyset selalu benar. Namun ∅⊆A\emptyset \subseteq A tidak berarti ∅∈A\emptyset \in A. Untuk A=∅A = \emptyset kita punya

    ∅⊆∅benar,∅∈∅salah.\emptyset \subseteq \emptyset \quad\text{benar}, \qquad \emptyset \in \emptyset \quad\text{salah}.

    Objeknya sama, relasinya berbeda, dan nilai kebenarannya berbeda. Inklusi adalah universal yang dapat benar secara vakum. Keanggotaan adalah pernyataan atom yang kebenarannya ditentukan oleh apakah objek yang disebut memang anggota himpunan tersebut.

    Pembentukan himpunan bagian: skema separasi

    Sejauh ini satu-satunya himpunan yang dijamin ada adalah ∅\emptyset. Bab 2 sering memakai bentuk "himpunan semua xx di UU yang memenuhi φ\varphi". Aksioma berikut menjamin bentuk itu, asalkan ada himpunan UU yang disaring. Karena satu aksioma diberikan untuk setiap formula φ\varphi, aksioma ini sebenarnya adalah skema, yaitu daftar tak hingga aksioma yang dibentuk menurut satu pola.

    Aksioma 3.1.9 (Skema separasi). Untuk setiap formula φ(x,p1,…,pn)\varphi(x, p_1, \dots, p_n) dalam bahasa ZF yang tidak memuat bb sebagai variabel bebas,

    ∀p1⋯∀pn ∀a ∃b ∀x (x∈b↔(x∈a∧φ(x,p1,…,pn))).\forall p_1 \cdots \forall p_n\,\forall a\,\exists b\,\forall x\,\bigl(x \in b \leftrightarrow (x \in a \land \varphi(x, p_1, \dots, p_n))\bigr).

    Peran masing-masing variabel adalah sebagai berikut.

    • aa adalah himpunan yang disaring. Himpunan ini sudah harus tersedia.
    • xx adalah variabel penyaring yang berjalan atas anggota aa.
    • p1,…,pnp_1, \dots, p_n adalah parameter, yaitu himpunan tetap yang boleh dirujuk oleh syarat penyaring. Himpunan aa sendiri boleh menjadi salah satu parameter.
    • bb adalah himpunan baru yang keberadaannya dijamin. Variabel bb tidak boleh bebas dalam φ\varphi. Kemunculan terikat tidak menjadi masalah, karena dapat diganti nama.

    Proposisi 3.1.10 (Notasi set-builder terbatas). Untuk setiap aa dan nilai parameter p1,…,pnp_1, \dots, p_n, himpunan bb dalam Aksioma 3.1.9 tunggal. Himpunan itu ditulis

    {x∈a:φ(x,p1,…,pn)},\{x \in a : \varphi(x, p_1, \dots, p_n)\},

    dan memenuhi {x∈a:φ(x,p1,…,pn)}⊆a\{x \in a : \varphi(x, p_1, \dots, p_n)\} \subseteq a.

    Bukti. Jika bb dan b′b' sama-sama memenuhi syarat, maka untuk setiap xx, x∈bx \in b dan x∈b′x \in b' keduanya ekuivalen dengan x∈a∧φ(x,p1,…,pn)x \in a \land \varphi(x, p_1, \dots, p_n). Jadi x∈b↔x∈b′x \in b \leftrightarrow x \in b', dan Aksioma 3.1.2 memberi b=b′b = b'. Untuk inklusi, ambil x∈bx \in b. Syarat keanggotaan memberi x∈a∧φ(… )x \in a \land \varphi(\dots), dan khususnya x∈ax \in a. ∎

    Separasi hanya dapat mengecilkan himpunan yang sudah ada. Separasi tidak pernah menghasilkan anggota yang tidak berasal dari aa.

    Parameter. Misalkan semesta kerja U={1,2,3,4,5}U = \{1, 2, 3, 4, 5\} telah tersedia. Keberadaannya akan dijamin oleh pasangan dan gabungan, dengan angka sebagai objek yang dikenal. Formula φ(x,p):=x≠p\varphi(x, p) := x \neq p memuat satu parameter pp. Untuk p=3p = 3,

    {x∈U:x≠3}={1,2,4,5},\{x \in U : x \neq 3\} = \{1, 2, 4, 5\},

    dan untuk p=7p = 7, yang bukan anggota UU, tidak ada anggota yang tersaring keluar, sehingga

    {x∈U:x≠7}=U.\{x \in U : x \neq 7\} = U.

    Satu formula dengan parameter yang berbeda menghasilkan himpunan yang berbeda. Separasi tetap sah ketika parameternya berada di luar aa. Pola yang sama, dengan parameter berupa himpunan lain, akan memberi irisan dan selisih pada Contoh 3.1.13.

    Mengapa bb tidak boleh bebas dalam φ\varphi. Syarat ini bukan formalitas. Andaikan kita mengizinkan φ(x):=x∉b\varphi(x) := x \notin b. Instans yang dihasilkan adalah

    ∀a ∃b ∀x (x∈b↔(x∈a∧x∉b)).\forall a\,\exists b\,\forall x\,\bigl(x \in b \leftrightarrow (x \in a \land x \notin b)\bigr).

    Ambil himpunan aa yang memiliki anggota x0x_0. Pasangan akan segera memberi contoh seperti itu, misalnya {∅}\{\emptyset\}. Instansiasi pada x:=x0x := x_0 memberi x0∈b↔x0∉bx_0 \in b \leftrightarrow x_0 \notin b, sebuah kontradiksi. Jadi "instans" ini akan membantah keberadaan setiap himpunan tak kosong. Syarat penyaring tidak boleh merujuk himpunan yang sedang didefinisikan olehnya.

    Catatan: himpunan kosong dapat diturunkan. Dalam semantik Bab 2, semesta tidak kosong. Karena itu ∃a (a=a)\exists a\,(a = a) adalah validitas logika, sehingga sekurang-kurangnya ada satu himpunan aa. Terapkan separasi pada aa dengan formula yang selalu salah, misalnya φ(x):=x≠x\varphi(x) := x \neq x:

    b={x∈a:x≠x}.b = \{x \in a : x \neq x\}.

    Untuk setiap xx berlaku x=xx = x, sehingga ruas kanan x∈a∧x≠xx \in a \land x \neq x salah, dan bb tidak memiliki anggota. Jadi Aksioma 3.1.5 adalah teorema dari separasi ditambah logika dengan semesta tak kosong. Kita tetap menyatakannya sebagai aksioma karena alasan pedagogis: keberadaan himpunan pertama menjadi prinsip yang terlihat, bukan efek samping yang tersembunyi dalam konvensi semantik. Teorema 3.1.7 tidak terpengaruh, karena keunikan selalu berasal dari ekstensionalitas.

    Komprehensi tak terbatas dan paradoks Russell

    Bandingkan separasi dengan prinsip yang lebih "murah hati". Komprehensi tak terbatas menyatakan bahwa untuk setiap formula φ(x)\varphi(x) yang tidak memuat bb sebagai variabel bebas,

    ∃b ∀x (x∈b↔φ(x)).\exists b\,\forall x\,\bigl(x \in b \leftrightarrow \varphi(x)\bigr).

    Jika prinsip ini berlaku, setiap ungkapan {x:φ(x)}\{x : \varphi(x)\} otomatis menunjuk sebuah himpunan, tanpa perlu himpunan penyaring. Satu-satunya perbedaan dari separasi adalah hilangnya konjung x∈ax \in a. Perbedaan kecil ini fatal.

    Proposisi 3.1.11 (Paradoks Russell). Instans komprehensi tak terbatas untuk φ(x):=x∉x\varphi(x) := x \notin x dapat dibantah dalam logika murni:

    ¬ ∃b ∀x (x∈b↔x∉x).\neg\,\exists b\,\forall x\,(x \in b \leftrightarrow x \notin x).

    Bukti. Andaikan ada bb dengan ∀x (x∈b↔x∉x)\forall x\,(x \in b \leftrightarrow x \notin x). Instansiasi universal pada x:=bx := b memberi

    b∈b↔b∉b.b \in b \leftrightarrow b \notin b.

    Formula berbentuk P↔¬PP \leftrightarrow \neg P salah untuk setiap nilai kebenaran PP (Bab 1). Kontradiksi ini membuktikan negasi pengandaian. ∎

    Bukti ini tidak memakai satu pun aksioma ZF. Akibatnya, setiap teori yang memuat komprehensi tak terbatas untuk formula ini tidak konsisten. Pelajarannya tepat: tidak setiap sifat menentukan sebuah himpunan. Russell tidak melarang bentuk notasi set-builder tertentu; ia menolak prinsip komprehensi tak terbatas. Notasi {x:φ(x)}\{x:\varphi(x)\} boleh dipakai bila keberadaan himpunan yang dimaksud sudah dijamin, misalnya ketika φ(x)\varphi(x) berbentuk x∈a∧ψ(x)x\in a\land\psi(x) dan separasi berlaku. Jika syarat yang sama diterapkan di dalam himpunan aa melalui separasi, kontradiksinya hilang dan berubah menjadi informasi tentang aa.

    Teorema 3.1.12 (Russell di dalam ZF). Untuk setiap himpunan aa, misalkan

    ra:={x∈a:x∉x},r_a := \{x \in a : x \notin x\},

    yang ada dan tunggal menurut separasi dengan φ(x):=x∉x\varphi(x) := x \notin x tanpa parameter. Maka ra∉ar_a \notin a. Akibatnya, tidak ada himpunan VV yang memenuhi ∀x (x∈V)\forall x\,(x \in V).

    Bukti. Formula φ(x):=x∉x\varphi(x) := x \notin x tidak memuat rar_a ataupun bb sebagai variabel bebas, sehingga Aksioma 3.1.9 dan Proposisi 3.1.10 memang berlaku. Menurut definisinya, untuk setiap xx:

    x∈ra↔(x∈a∧x∉x).x \in r_a \leftrightarrow (x \in a \land x \notin x).

    Andaikan ra∈ar_a \in a. Instansiasi pada x:=rax := r_a memberi

    ra∈ra↔(ra∈a∧ra∉ra).r_a \in r_a \leftrightarrow (r_a \in a \land r_a \notin r_a).

    Konjung pertama di ruas kanan benar menurut pengandaian, sehingga ruas kanan ekuivalen dengan ra∉rar_a \notin r_a. Kita peroleh ra∈ra↔ra∉rar_a \in r_a \leftrightarrow r_a \notin r_a, sebuah kontradiksi. Jadi ra∉ar_a \notin a.

    Untuk bagian kedua, andaikan ada VV dengan ∀x (x∈V)\forall x\,(x \in V). Bentuk rV={x∈V:x∉x}r_V = \{x \in V : x \notin x\} dengan separasi. Instansiasi universal pada x:=rVx := r_V memberi rV∈Vr_V \in V, sedangkan bagian pertama dengan a:=Va := V memberi rV∉Vr_V \notin V. Kontradiksi. Jadi himpunan VV seperti itu tidak ada. ∎

    Bukti ini tidak memakai aksioma fondasi dan tidak bergantung pada pertanyaan apakah ada himpunan yang memuat dirinya sendiri. Bahkan ra∉rar_a \notin r_a juga berlaku, karena ra⊆ar_a \subseteq a dan ra∉ar_a \notin a. Argumen Russell, yang dibatasi oleh separasi, berubah dari paradoks menjadi teorema: dalam ZF tidak ada himpunan semesta mutlak. Itulah sebabnya setiap UU dalam buku ini adalah semesta kerja tertentu, misalnya {1,…,5}\{1, \dots, 5\} atau R\mathbb{R}. UU tidak pernah berarti "semua himpunan".

    Contoh 3.1.13 (Irisan dan selisih sebagai separasi). Untuk himpunan AA dan BB, separasi memberi

    A∩B:={x∈A:x∈B},A∖B:={x∈A:x∉B}.A \cap B := \{x \in A : x \in B\}, \qquad A \setminus B := \{x \in A : x \notin B\}.

    Di sini BB berperan sebagai parameter. Jadi irisan dan selisih tidak memerlukan aksioma baru. Operasi-operasi ini dikembangkan di 3.2. Yang penting di sini adalah keberadaannya sudah terjamin.

    Proposisi 3.1.14 (Irisan keluarga tak kosong). Misalkan F\mathcal{F} himpunan dan F≠∅\mathcal{F} \neq \emptyset. Ada tepat satu himpunan ⋂F\bigcap \mathcal{F} yang memenuhi

    ∀x (x∈⋂F↔∀C (C∈F→x∈C)).\forall x\,\bigl(x \in \textstyle\bigcap \mathcal{F} \leftrightarrow \forall C\,(C \in \mathcal{F} \rightarrow x \in C)\bigr).

    Bukti. Keberadaan. Karena F≠∅\mathcal{F} \neq \emptyset, ada A0∈FA_0 \in \mathcal{F}. Bentuk

    D:={x∈A0:∀C (C∈F→x∈C)}D := \{x \in A_0 : \forall C\,(C \in \mathcal{F} \rightarrow x \in C)\}

    dengan separasi, memakai parameter F\mathcal{F}. Kita periksa bahwa DD memenuhi syarat keanggotaan.

    • Jika x∈Dx \in D, maka menurut definisinya ∀C∈F (x∈C)\forall C \in \mathcal{F}\,(x \in C).
    • Sebaliknya, jika ∀C∈F (x∈C)\forall C \in \mathcal{F}\,(x \in C), maka khususnya x∈A0x \in A_0 karena A0∈FA_0 \in \mathcal{F}. Jadi x∈Dx \in D.

    Keunikan. Dua himpunan yang memenuhi syarat ini memiliki anggota yang sama, sehingga keduanya sama menurut ekstensionalitas. Khususnya, DD tidak bergantung pada pilihan A0A_0. ∎

    Untuk F=∅\mathcal{F} = \emptyset, syarat ∀C (C∈∅→x∈C)\forall C\,(C \in \emptyset \rightarrow x \in C) benar secara vakum untuk setiap xx. Himpunan yang memenuhinya akan memuat semua himpunan, dan Teorema 3.1.12 melarang hal itu. Karena itu, konvensi Bab 2 dipertahankan dengan batas eksplisit. Untuk F\mathcal{F} yang anggotanya himpunan bagian dari UU,

    ⋂UF:={x∈U:∀C (C∈F→x∈C)},\textstyle\bigcap^U \mathcal{F} := \{x \in U : \forall C\,(C \in \mathcal{F} \rightarrow x \in C)\},

    sehingga ⋂U∅=U\bigcap^U \emptyset = U. Untuk F≠∅\mathcal{F} \neq \emptyset, berlaku ⋂UF=⋂F\bigcap^U \mathcal{F} = \bigcap \mathcal{F}, karena syarat x∈Ux \in U sudah terpenuhi oleh x∈A0⊆Ux \in A_0 \subseteq U.

    Contoh 3.1.15 (Filter pada semesta berhingga). Ini adalah model kecil, bukan laporan implementasi. Misalkan U={1,2,3,4,5,6}U = \{1, 2, 3, 4, 5, 6\} adalah nomor peserta, dengan tabel nilai berikut.

    Peserta123456
    Nilai826470915570

    Sifat "nilai ≥70\geq 70" memberi {x∈U:nilai(x)≥70}={1,3,4,6}\{x \in U : \text{nilai}(x) \geq 70\} = \{1, 3, 4, 6\}. Peserta 3 dan 6 berada tepat di ambang batas dan ikut terpilih, karena syaratnya ≥\geq, bukan >>.

    Sifat "nilai ≥95\geq 95" memberi {x∈U:nilai(x)≥95}=∅\{x \in U : \text{nilai}(x) \geq 95\} = \emptyset. Hasil kosong adalah keluaran filter yang sah, bukan galat. Separasi memang menjamin bahwa himpunan tersebut ada.

    Ada dua catatan kejujuran untuk contoh ini.

    1. "Nilai" adalah tabel, dan konsep fungsi baru dikembangkan di Bab 5. Karena UU berhingga, sifat pertama dapat ditulis tanpa fungsi sebagai disjungsi x=1∨x=3∨x=4∨x=6x = 1 \lor x = 3 \lor x = 4 \lor x = 6.
    2. Filter selalu bekerja di dalam UU. Ungkapan "semua bilangan genap" menunjuk sebuah himpunan setelah keberadaannya dijamin secara sah, misalnya sebagai {x∈N:x genap}\{x\in\mathbb N : x \text{ genap}\} melalui separasi. Keberadaan N\mathbb{N} sendiri memerlukan aksioma tak hingga (lihat peta ZF di bawah).

    Pasangan, gabungan, dan himpunan kuasa

    Separasi hanya mengecilkan himpunan. Kita belum dapat membuat himpunan yang anggotanya berasal dari dua himpunan berbeda. Kita juga belum dapat membentuk satu himpunan pun yang memiliki anggota. Tiga aksioma berikut mengisi kekurangan itu, dan kita hanya akan memakainya secukupnya untuk Bab 3.

    Aksioma 3.1.16 (Pasangan). ∀a ∀b ∃c ∀x (x∈c↔(x=a∨x=b))\forall a\,\forall b\,\exists c\,\forall x\,\bigl(x \in c \leftrightarrow (x = a \lor x = b)\bigr).

    Himpunan cc tunggal menurut ekstensionalitas dan ditulis {a,b}\{a, b\}. Kasus a=ba = b memberi singleton {a}:={a,a}\{a\} := \{a, a\}, dengan x∈{a}↔x=ax \in \{a\} \leftrightarrow x = a.

    Aksioma 3.1.17 (Gabungan). ∀F ∃u ∀x (x∈u↔∃C (C∈F∧x∈C))\forall \mathcal{F}\,\exists u\,\forall x\,\bigl(x \in u \leftrightarrow \exists C\,(C \in \mathcal{F} \land x \in C)\bigr).

    Himpunan uu tunggal dan ditulis ⋃F\bigcup \mathcal{F}. Untuk dua himpunan, definisikan A∪B:=⋃{A,B}A \cup B := \bigcup\{A, B\}. Dengan definisi ini, x∈A∪B↔(x∈A∨x∈B)x \in A \cup B \leftrightarrow (x \in A \lor x \in B), karena C∈{A,B}C \in \{A, B\} berarti C=AC = A atau C=BC = B.

    Perbandingan antara keduanya juga patut dicatat. Kuantifikator dalam syarat gabungan adalah eksistensial, sedangkan kuantifikator dalam syarat irisan adalah universal. Perbedaan ini akan menjadi inti De Morgan tak hingga di 3.4.

    Proposisi 3.1.18. ⋃∅=∅\bigcup \emptyset = \emptyset.

    Bukti. x∈⋃∅x \in \bigcup \emptyset berarti ada CC dengan C∈∅C \in \emptyset dan x∈Cx \in C. Tidak ada CC yang memenuhi C∈∅C \in \emptyset, sehingga eksistensial ini salah untuk setiap xx. Jadi ⋃∅\bigcup \emptyset tidak memiliki anggota, dan Teorema 3.1.7 memberi ⋃∅=∅\bigcup \emptyset = \emptyset. ∎

    Hasil ini sesuai dengan konvensi "gabungan kosong =∅= \emptyset" di Bab 2. Bedanya, kini konvensi itu menjadi teorema, dan tidak diperlukan semesta UU seperti pada kasus irisan.

    Aksioma 3.1.19 (Himpunan kuasa). ∀a ∃p ∀x (x∈p↔x⊆a)\forall a\,\exists p\,\forall x\,(x \in p \leftrightarrow x \subseteq a).

    Himpunan pp tunggal dan ditulis P(a)\mathcal{P}(a). Kombinasi separasi dan himpunan kuasa adalah cara resmi untuk "mengumpulkan himpunan bagian UU yang memenuhi sifat tertentu", yaitu {X∈P(U):ψ(X)}\{X \in \mathcal{P}(U) : \psi(X)\}.

    Catatan lingkup. Bab 2 menulis gabungan berindeks ⋃i∈IAi\bigcup_{i \in I} A_i. Agar notasi itu menunjuk sebuah himpunan, koleksi nilai keluarga harus telah dijamin sebagai himpunan. Misalkan II dan UU adalah himpunan, dan formula ψ(i,X)\psi(i, X), dengan parameter tetap, menentukan tepat satu X⊆UX \subseteq U untuk setiap i∈Ii \in I; nilai itu kita tulis AiA_i. Separasi pada P(U)\mathcal{P}(U), dengan parameter II dan parameter-parameter dalam ψ\psi, memberi

    F={X∈P(U):∃i (i∈I∧ψ(i,X))},\mathcal F=\{X\in\mathcal P(U):\exists i\,(i\in I\land\psi(i,X))\},

    yaitu koleksi semua nilai AiA_i. Aksioma 3.1.17 kemudian memberi ⋃F\bigcup \mathcal{F}, dan x∈⋃Fx \in \bigcup \mathcal{F} tepat ketika ada i∈Ii \in I dengan x∈Aix \in A_i. Demikian pula, ⋂UF\bigcap^U \mathcal{F} memuat tepat semua x∈Ux \in U dengan x∈Aix \in A_i untuk setiap i∈Ii \in I; untuk I=∅I = \emptyset kita peroleh F=∅\mathcal{F} = \emptyset, sehingga gabungannya ∅\emptyset dan irisan relatifnya UU, sesuai konvensi Bab 2. Bila keluarga sudah diberikan sebagai himpunan, langkah pengumpulan ini tidak diperlukan. Untuk penugasan yang terdefinisi oleh formula tetapi tanpa batas bersama UU yang tersedia, skema penggantian menjamin himpunan nilainya; skema itu dirumuskan dengan formula dalam bahasa ∈\in dan == sendiri, sedangkan konsep fungsi akan dikembangkan di Bab 5. Unit 3.3 bekerja dengan keluarga yang nilainya himpunan bagian dari semesta kerja UU dan diberikan oleh formula seperti di atas, atau sudah diberikan sebagai himpunan, sehingga penggantian tidak diperlukan.

    Anggota, himpunan bagian, dan keluarga

    Dalam ZF, setiap objek adalah himpunan. Akibatnya, kata "keluarga himpunan" tidak menunjuk jenis objek baru. Kata itu adalah penekanan cara membaca: kita menyebut F\mathcal{F} keluarga ketika yang kita perhatikan adalah anggota-anggotanya sebagai himpunan, yaitu anggota dari anggotanya. Ada tiga hubungan yang harus dipisahkan dengan tegas.

    • x∈Ax \in A: xx adalah anggota AA. Ini formula atom.
    • X⊆AX \subseteq A: setiap anggota XX adalah anggota AA. Ini formula universal.
    • X∈P(A)X \in \mathcal{P}(A): XX adalah anggota keluarga semua himpunan bagian AA. Menurut Aksioma 3.1.19, pernyataan ini setara dengan X⊆AX \subseteq A. Jadi pada satu tingkat, inklusi diterjemahkan menjadi keanggotaan pada tingkat berikutnya.

    Proposisi 3.1.20. Untuk setiap aa dan AA, berlaku {a}⊆A↔a∈A\{a\} \subseteq A \leftrightarrow a \in A.

    Bukti. (⇒)(\Rightarrow) Karena a∈{a}a \in \{a\}, inklusi memberi a∈Aa \in A. (⇐)(\Leftarrow) Jika x∈{a}x \in \{a\}, maka x=ax = a, sehingga x∈Ax \in A menurut substitusi kesamaan. ∎

    Relasi ⊆\subseteq transitif (Proposisi 3.1.3). Sebaliknya, ∈\in tidak transitif, seperti ditunjukkan contoh bertingkat berikut.

    Contoh 3.1.21 (Tingkat-tingkat himpunan murni). Pasangan dan himpunan kosong memberi himpunan-himpunan berikut:

    ∅,{∅},{{∅}},{∅,{∅}}.\emptyset, \qquad \{\emptyset\}, \qquad \{\{\emptyset\}\}, \qquad \{\emptyset, \{\emptyset\}\}.

    (a) ∅≠{∅}\emptyset \neq \{\emptyset\}. Kita punya ∅∈{∅}\emptyset \in \{\emptyset\} tetapi ∅∉∅\emptyset \notin \emptyset. Kedua himpunan berbeda keanggotaan pada x=∅x = \emptyset, sehingga keduanya tidak sama. Himpunan kosong dan himpunan yang anggotanya hanya himpunan kosong adalah dua objek yang berbeda.

    (b) {∅}≠{{∅}}\{\emptyset\} \neq \{\{\emptyset\}\}. Anggota tunggal {{∅}}\{\{\emptyset\}\} adalah {∅}\{\emptyset\}, dan {∅}≠∅\{\emptyset\} \neq \emptyset menurut (a). Jadi ∅∉{{∅}}\emptyset \notin \{\{\emptyset\}\}, sedangkan ∅∈{∅}\emptyset \in \{\emptyset\}.

    (c) ∈\in tidak transitif. Kita punya ∅∈{∅}\emptyset \in \{\emptyset\} dan {∅}∈{{∅}}\{\emptyset\} \in \{\{\emptyset\}\}. Namun, menurut (b), ∅∉{{∅}}\emptyset \notin \{\{\emptyset\}\}.

    (d) Inklusi versus keanggotaan. Untuk A={∅,{∅}}A = \{\emptyset, \{\emptyset\}\}, keempat pernyataan berikut benar: ∅∈A\emptyset \in A, ∅⊆A\emptyset \subseteq A, {∅}∈A\{\emptyset\} \in A, dan {∅}⊆A\{\emptyset\} \subseteq A. Pernyataan terakhir benar menurut Proposisi 3.1.20, karena ∅∈A\emptyset \in A. Sementara itu, untuk B={{∅}}B = \{\{\emptyset\}\}, berlaku {∅}∈B\{\emptyset\} \in B tetapi {∅}⊈B\{\emptyset\} \not\subseteq B, karena ∅∉B\emptyset \notin B.

    Contoh 3.1.22 (Himpunan kuasa bertingkat).

    P(∅)={∅}\mathcal{P}(\emptyset) = \{\emptyset\}. Jika X⊆∅X \subseteq \emptyset, maka XX tidak memiliki anggota, sebab setiap anggota XX harus menjadi anggota ∅\emptyset. Jadi X=∅X = \emptyset. Sebaliknya, ∅⊆∅\emptyset \subseteq \emptyset. Jadi X∈P(∅)↔X=∅X \in \mathcal{P}(\emptyset) \leftrightarrow X = \emptyset. Perhatikan bahwa P(∅)\mathcal{P}(\emptyset) tidak kosong, karena ia memiliki tepat satu anggota.

    P({∅})={∅,{∅}}\mathcal{P}(\{\emptyset\}) = \{\emptyset, \{\emptyset\}\}. Misalkan X⊆{∅}X \subseteq \{\emptyset\}. Ada dua kasus. Jika ∅∈X\emptyset \in X, maka XX dan {∅}\{\emptyset\} memiliki anggota yang sama, sehingga X={∅}X = \{\emptyset\}. Jika ∅∉X\emptyset \notin X, maka XX tidak memiliki anggota, sehingga X=∅X = \emptyset. Kedua calon memang himpunan bagian dari {∅}\{\emptyset\}.

    P({a,b})\mathcal{P}(\{a, b\}) dengan a=∅a = \emptyset dan b={∅}b = \{\emptyset\}. Di sini a≠ba \neq b menurut Contoh 3.1.21(a). Misalkan X⊆{a,b}X \subseteq \{a, b\}. Setiap anggota XX adalah aa atau bb, sehingga XX ditentukan sepenuhnya oleh jawaban atas dua pertanyaan: apakah a∈Xa \in X, dan apakah b∈Xb \in X. Empat kombinasi jawaban menghasilkan

    X∈{∅,{a},{b},{a,b}}.X \in \{\emptyset, \{a\}, \{b\}, \{a, b\}\}.

    Keempat himpunan ini saling berbeda, karena setiap dua di antaranya berbeda keanggotaan pada aa atau pada bb. Dalam himpunan murni,

    P(P({∅}))={∅, {∅}, {{∅}}, {∅,{∅}}}.\mathcal{P}(\mathcal{P}(\{\emptyset\})) = \bigl\{\emptyset,\ \{\emptyset\},\ \{\{\emptyset\}\},\ \{\emptyset, \{\emptyset\}\}\bigr\}.

    Ketiga perhitungan ini menghasilkan himpunan kuasa dengan 1, 2, dan 4 anggota. Rumus umum "nn anggota menghasilkan 2n2^n himpunan bagian" tidak dibuktikan di sini. Pembuktiannya memerlukan induksi dan konsep bijeksi untuk menghitung, dan keduanya belum tersedia. Yang telah kita lakukan hanyalah memeriksa ketiga kasus ini secara langsung.

    Gabungan pada tingkat yang sama. ⋃{∅}=∅\bigcup\{\emptyset\} = \emptyset, karena satu-satunya CC yang tersedia adalah ∅\emptyset, dan ∅\emptyset tidak memiliki anggota. Selanjutnya, ⋃{∅,{∅}}=∅∪{∅}={∅}\bigcup\{\emptyset, \{\emptyset\}\} = \emptyset \cup \{\emptyset\} = \{\emptyset\}. Operasi ⋃\bigcup "turun satu tingkat", sedangkan P\mathcal{P} "naik satu tingkat". Latihan 3.1.27 memeriksa sejauh mana kedua operasi ini saling membatalkan.

    Peta jujur: ZF dan ZFC

    Aksioma-aksioma di atas hanyalah bagian awal ZF. Berikut adalah daftar lengkap ZF dalam bentuk peta. Daftar ini tidak dibuktikan dan tidak dipakai melebihi apa yang dinyatakan.

    AksiomaIsi ringkasStatus di Bab 3
    EkstensionalitasHimpunan dengan anggota sama adalah samaDipakai
    Himpunan kosongAda himpunan tanpa anggota (dapat diturunkan, lihat catatan di atas)Dipakai
    Separasi (skema){x∈a:φ}\{x \in a : \varphi\} adaDipakai
    Pasangan{a,b}\{a, b\} adaDipakai
    Gabungan⋃F\bigcup \mathcal{F} adaDipakai
    Himpunan kuasaP(a)\mathcal{P}(a) adaDipakai
    Tak hinggaAda himpunan yang memuat ∅\emptyset dan tertutup terhadap x↦x∪{x}x \mapsto x \cup \{x\}Hanya di balik N\mathbb{N} dan R\mathbb{R} yang dipinjam
    Penggantian (skema)Jika formula φ(x,y)\varphi(x, y) dalam bahasa ∈\in dan == menentukan tepat satu yy untuk setiap x∈ax \in a, kumpulan semua yy tersebut adalah himpunanTidak dipakai di Bab 3; dijelaskan setelah konsep fungsi pada Bab 5. Rumusannya memakai formula yang menentukan tepat satu keluaran untuk tiap masukan.
    Fondasi (regularitas)Setiap himpunan tak kosong aa memiliki anggota yy dengan y∩a=∅y \cap a = \emptysetTidak dipakai; Teorema 3.1.12 tidak memerlukannya

    ZFC adalah ZF ditambah aksioma pilihan (AC), yang secara informal menyatakan bahwa dari setiap keluarga himpunan tak kosong dapat dipilih satu anggota dari tiap himpunan sekaligus melalui sebuah fungsi pilihan. AC adalah tambahan terhadap ZF, bukan bagian dari ZF. Seluruh hasil Bab 3 adalah teorema ZF. Lebih tepatnya, hasil-hasil itu hanya memakai enam aksioma pertama dalam tabel, ditambah N\mathbb{N} dan R\mathbb{R} yang dipinjam pada contoh. Pada contoh interval di 3.4, peminjaman bilangan real mencakup sifat urutan dan sifat Archimedes; sifat-sifat ini akan dinyatakan saat digunakan dan dibuktikan pada bab selanjutnya, bukan disimpulkan dari aljabar himpunan. Bila kelak sebuah argumen memerlukan AC, pemakaiannya akan dinyatakan.

    Peta ini sengaja tidak mencakup pertanyaan tentang konsistensi ZF atau tentang independensi AC terhadap ZF. Kedua pertanyaan itu berada di luar lingkup bab ini dan tidak akan dipakai.

    Latihan

    Latihan 3.1.23. Tentukan kebenaran ∅∈A\emptyset \in A dan ∅⊆A\emptyset \subseteq A untuk A=∅A = \emptyset, A={∅}A = \{\emptyset\}, dan A={{∅}}A = \{\{\emptyset\}\}.

    Pembahasan. Pernyataan ∅⊆A\emptyset \subseteq A benar untuk ketiganya menurut Proposisi 3.1.8. Bukti itu tidak memeriksa isi AA sama sekali. Sebaliknya, ∅∈A\emptyset \in A harus diperiksa anggota demi anggota.

    • A=∅A = \emptyset: salah, karena AA tidak memiliki anggota.
    • A={∅}A = \{\emptyset\}: benar.
    • A={{∅}}A = \{\{\emptyset\}\}: salah, karena satu-satunya anggota AA adalah {∅}\{\emptyset\}, dan {∅}≠∅\{\emptyset\} \neq \emptyset (Contoh 3.1.21(a)).

    Strategi umumnya: inklusi adalah universal dan dapat benar secara vakum, sedangkan keanggotaan adalah pernyataan atom yang harus diperiksa terhadap anggota-anggota himpunan tersebut.

    Latihan 3.1.24. Buktikan bahwa jika {a,b}={c,d}\{a, b\} = \{c, d\}, maka (a=c∧b=d)∨(a=d∧b=c)(a = c \land b = d) \lor (a = d \land b = c).

    Pembahasan. Strateginya adalah membagi kasus menurut keanggotaan, dengan perhatian khusus pada kasus batas ketika dua nama menunjuk objek yang sama.

    Karena a∈{a,b}={c,d}a \in \{a, b\} = \{c, d\}, kita punya a=ca = c atau a=da = d.

    Kasus a=ca = c. Karena b∈{c,d}b \in \{c, d\}, kita punya b=cb = c atau b=db = d.

    • Jika b=db = d, selesai.
    • Jika b=cb = c, maka b=ab = a, sehingga {a,b}={a}\{a, b\} = \{a\}. Karena d∈{c,d}={a}d \in \{c, d\} = \{a\}, kita peroleh d=ad = a. Jadi a=ca = c dan b=a=db = a = d, dan disjungsi pertama berlaku.

    Kasus a=da = d. Kita punya b=cb = c atau b=db = d.

    • Jika b=cb = c, disjungsi kedua berlaku.
    • Jika b=db = d, maka b=ab = a. Dengan argumen yang sama, c∈{a}c \in \{a\}, sehingga c=ac = a. Jadi a=ca = c dan b=db = d.

    Kasus batas a=ba = b tidak boleh dilewati, sebab di situlah "dua anggota" runtuh menjadi satu anggota. Hasil ini adalah langkah pertama menuju pasangan terurut di Bab 4. Pasangan terurut tidak didefinisikan di sini.

    Latihan 3.1.25. Tunjukkan bahwa tidak ada himpunan SS yang memuat {x}\{x\} untuk setiap himpunan xx.

    Pembahasan. Andaikan SS seperti itu ada. Untuk sembarang xx, kita punya {x}∈S\{x\} \in S dan x∈{x}x \in \{x\}, sehingga x∈⋃Sx \in \bigcup S menurut Aksioma 3.1.17. Jadi ⋃S\bigcup S memuat semua himpunan, dan ini bertentangan dengan Teorema 3.1.12.

    Strategi umumnya: untuk menunjukkan bahwa sebuah kumpulan "terlalu besar", turunkan dari kumpulan itu sebuah himpunan semesta dengan memakai aksioma yang sah, lalu terapkan Russell.

    Latihan 3.1.26. Buktikan bahwa A⊆B↔P(A)⊆P(B)A \subseteq B \leftrightarrow \mathcal{P}(A) \subseteq \mathcal{P}(B).

    Pembahasan.

    • (⇒)(\Rightarrow) Jika X∈P(A)X \in \mathcal{P}(A), maka X⊆A⊆BX \subseteq A \subseteq B. Transitivitas inklusi (Proposisi 3.1.3) memberi X⊆BX \subseteq B, sehingga X∈P(B)X \in \mathcal{P}(B).
    • (⇐)(\Leftarrow) Karena A⊆AA \subseteq A, kita punya A∈P(A)⊆P(B)A \in \mathcal{P}(A) \subseteq \mathcal{P}(B), sehingga A∈P(B)A \in \mathcal{P}(B), yaitu A⊆BA \subseteq B.

    Arah kedua menginstansiasi inklusi universal P(A)⊆P(B)\mathcal{P}(A) \subseteq \mathcal{P}(B) pada X:=AX := A. Ini adalah instansiasi yang paling hemat.

    Latihan 3.1.27. Buktikan bahwa ⋃P(A)=A\bigcup \mathcal{P}(A) = A. Kemudian tunjukkan bahwa P(⋃F)=F\mathcal{P}(\bigcup \mathcal{F}) = \mathcal{F} tidak selalu berlaku.

    Pembahasan. Untuk bagian pertama, kita buktikan dua inklusi.

    • (⊆)(\subseteq) Jika x∈⋃P(A)x \in \bigcup \mathcal{P}(A), maka ada CC dengan C⊆AC \subseteq A dan x∈Cx \in C. Akibatnya x∈Ax \in A.
    • (⊇)(\supseteq) Jika x∈Ax \in A, maka {x}⊆A\{x\} \subseteq A menurut Proposisi 3.1.20. Jadi {x}∈P(A)\{x\} \in \mathcal{P}(A), dan karena x∈{x}x \in \{x\}, kita peroleh x∈⋃P(A)x \in \bigcup \mathcal{P}(A). Saksi eksistensialnya adalah C:={x}C := \{x\}, yang keberadaannya dijamin oleh pasangan.

    Untuk bagian kedua, kita selalu punya F⊆P(⋃F)\mathcal{F} \subseteq \mathcal{P}(\bigcup \mathcal{F}), karena setiap C∈FC \in \mathcal{F} memenuhi C⊆⋃FC \subseteq \bigcup \mathcal{F}. Namun kesamaan dapat gagal. Ambil F={{∅}}\mathcal{F} = \{\{\emptyset\}\}. Maka ⋃F={∅}\bigcup \mathcal{F} = \{\emptyset\} dan P({∅})={∅,{∅}}≠F\mathcal{P}(\{\emptyset\}) = \{\emptyset, \{\emptyset\}\} \neq \mathcal{F}, karena ∅∉F\emptyset \notin \mathcal{F}.

    Latihan 3.1.28. Untuk sembarang AA, mana dari pernyataan berikut yang selalu benar: ∅∈P(A)\emptyset \in \mathcal{P}(A), A∈P(A)A \in \mathcal{P}(A), {∅}⊆P(A)\{\emptyset\} \subseteq \mathcal{P}(A), A⊆P(A)A \subseteq \mathcal{P}(A)?

    Pembahasan.

    • Tiga pernyataan pertama selalu benar. Dua yang pertama berlaku karena ∅⊆A\emptyset \subseteq A dan A⊆AA \subseteq A. Yang ketiga berlaku menurut Proposisi 3.1.20, karena ∅∈P(A)\emptyset \in \mathcal{P}(A).
    • Pernyataan keempat berarti "setiap anggota AA adalah himpunan bagian dari AA". Pernyataan ini tidak selalu benar. Untuk A={{∅}}A = \{\{\emptyset\}\}, anggota {∅}\{\emptyset\} bukan himpunan bagian dari AA, karena ∅∉A\emptyset \notin A. Sebaliknya, untuk A={∅,{∅}}A = \{\emptyset, \{\emptyset\}\}, pernyataan itu benar.

    Pelajarannya: sebelum menyatakan sebuah inklusi, periksa apakah yang dibandingkan adalah anggota atau himpunan bagian.

    Latihan 3.1.29. Pada Contoh 3.1.15, tentukan {x∈U:nilai(x)>70}\{x \in U : \text{nilai}(x) > 70\} dan ⋂UF\bigcap^U \mathcal{F} untuk F={{1,3,4,6},{3,4,5}}\mathcal{F} = \{\{1, 3, 4, 6\}, \{3, 4, 5\}\} dan untuk F=∅\mathcal{F} = \emptyset.

    Pembahasan.

    • Dengan ketaksamaan ketat, peserta 3 dan 6, yang nilainya tepat 70, keluar dari hasil. Jadi hasilnya {1,4}\{1, 4\}.
    • Untuk F\mathcal{F} tak kosong, xx harus berada di kedua himpunan, sehingga ⋂UF={3,4}\bigcap^U \mathcal{F} = \{3, 4\}. Hasil ini sama dengan ⋂F\bigcap \mathcal{F} menurut Proposisi 3.1.14.
    • Untuk F=∅\mathcal{F} = \emptyset, syaratnya vakum, sehingga ⋂U∅=U={1,…,6}\bigcap^U \emptyset = U = \{1, \dots, 6\}. Tanpa batas UU, irisan ini tidak terdefinisi.

    Ketiga perhitungan menunjukkan bahwa ambang batas dan keluarga kosong adalah tempat kesalahan paling mungkin terjadi.

    Kini kita memiliki jaminan keberadaan untuk ∅\emptyset, {a,b}\{a, b\}, A∪BA \cup B, A∩BA \cap B, A∖BA \setminus B, dan P(A)\mathcal{P}(A), serta satu alat untuk membuktikan kesamaan, yaitu dua inklusi. Unit 3.2 memakai jaminan ini untuk mengembangkan aljabar operasi biner (gabungan, irisan, komplemen relatif terhadap semesta kerja UU, dan selisih simetris) beserta hukum-hukumnya.

    3.2 Operasi Biner dan Hukum Aljabar Himpunan

    Unit 3.1 memberi kriteria kesamaan dan beberapa cara sah untuk memperoleh himpunan baru. Dari sana, cara mendefinisikan operasi pada himpunan menjadi jelas. Menurut ekstensionalitas, sebuah himpunan ditentukan sepenuhnya oleh anggotanya. Karena itu, mendefinisikan himpunan baru berarti melakukan dua hal:

    1. Syarat keanggotaan. Kita menyatakan dengan tepat objek mana yang menjadi anggota.
    2. Keberadaan. Kita menunjukkan bahwa aksioma yang tersedia menjamin adanya himpunan dengan anggota tepat seperti itu.

    Ketunggalan tidak perlu dibuktikan tersendiri, karena dua himpunan dengan syarat keanggotaan yang sama adalah sama menurut ekstensionalitas. Pola ini juga menentukan cara membuktikan hukum aljabar himpunan. Untuk membuktikan dua ungkapan himpunan sama, kita menunjukkan bahwa untuk setiap xx, keanggotaan xx di ruas kiri ekuivalen dengan keanggotaannya di ruas kanan.

    Pada unit ini A,B,CA,B,C menyatakan himpunan sembarang. Bila komplemen dipakai, ada semesta kerja UU yang dinyatakan secara eksplisit dan A,B,C⊆UA,B,C\subseteq U. Semesta UU adalah himpunan tertentu, bukan himpunan semua himpunan.

    Gabungan, irisan, dan selisih

    Definisi 3.2.1 (Gabungan). Untuk himpunan AA dan BB, gabungan A∪BA\cup B didefinisikan sebagai ⋃{A,B}\bigcup\{A,B\}.

    Proposisi 3.2.2. Untuk setiap xx,

    x∈A∪B  ⟺  (x∈A∨x∈B).x\in A\cup B \iff (x\in A \lor x\in B).

    Selain itu, A∪BA\cup B adalah satu-satunya himpunan yang memiliki sifat ini.

    Bukti. Aksioma pasangan memberi himpunan {A,B}\{A,B\} dengan Y∈{A,B}  ⟺  (Y=A∨Y=B)Y\in\{A,B\}\iff (Y=A\lor Y=B). Aksioma gabungan (Unit 3.1) bersama separasi memberi himpunan ⋃{A,B}\bigcup\{A,B\} yang memenuhi

    x∈⋃{A,B}  ⟺  ∃Y (Y∈{A,B}∧x∈Y).x\in\bigcup\{A,B\}\iff \exists Y\,\bigl(Y\in\{A,B\}\land x\in Y\bigr).

    Ruas kanan ekuivalen dengan ∃Y ((Y=A∨Y=B)∧x∈Y)\exists Y\,\bigl((Y=A\lor Y=B)\land x\in Y\bigr). Dengan mendistribusikan konjungsi atas disjungsi dan memisahkan kuantifikator eksistensial atas disjungsi, ruas ini ekuivalen dengan

    ∃Y (Y=A∧x∈Y) ∨ ∃Y (Y=B∧x∈Y).\exists Y\,(Y=A\land x\in Y)\ \lor\ \exists Y\,(Y=B\land x\in Y).

    Bagian pertama ekuivalen dengan x∈Ax\in A: saksi Y=AY=A memberi arah ke kiri, dan kesamaan Y=AY=A memungkinkan substitusi untuk arah ke kanan. Bagian kedua serupa. Jadi x∈⋃{A,B}  ⟺  (x∈A∨x∈B)x\in\bigcup\{A,B\}\iff(x\in A\lor x\in B).

    Untuk ketunggalan, misalkan SS juga memenuhi x∈S  ⟺  (x∈A∨x∈B)x\in S\iff(x\in A\lor x\in B) untuk setiap xx. Maka x∈S  ⟺  x∈A∪Bx\in S\iff x\in A\cup B untuk setiap xx, sehingga S=A∪BS=A\cup B menurut ekstensionalitas. ■\blacksquare

    Gabungan membutuhkan aksiomanya sendiri karena A∪BA\cup B pada umumnya lebih besar daripada AA maupun BB. Separasi hanya dapat memotong himpunan yang sudah ada, tidak dapat memperbesarnya. Irisan dan selisih berbeda: keduanya selalu termuat di AA, sehingga separasi sudah cukup.

    Definisi 3.2.3 (Irisan dan selisih). Untuk himpunan AA dan BB,

    A∩B={x∈A:x∈B},A∖B={x∈A:x∉B}.A\cap B=\{x\in A : x\in B\},\qquad A\setminus B=\{x\in A : x\notin B\}.

    Kedua himpunan ada menurut separasi dengan parameter BB. Formula yang dipakai berturut-turut adalah φ(x,B) ⁣:x∈B\varphi(x,B)\colon x\in B dan ψ(x,B) ⁣:¬(x∈B)\psi(x,B)\colon \neg(x\in B). Jika A∩B=∅A\cap B=\varnothing, kita katakan AA dan BB saling lepas. (Bandingkan definisi irisan dan selisih dalam [R3-1] dan [R3-2].)

    Aljabar keanggotaan dan semestaUntuk: Bab 3, Gabungan, irisan, dan selisih (M03-01)

    Proposisi 3.2.4. Untuk setiap xx,

    x∈A∩B  ⟺  (x∈A∧x∈B),x∈A∖B  ⟺  (x∈A∧x∉B).x\in A\cap B\iff(x\in A\land x\in B),\qquad x\in A\setminus B\iff(x\in A\land x\notin B).

    Bukti. Ini langsung dari bentuk separasi: x∈{x∈A:φ(x,B)}  ⟺  (x∈A∧φ(x,B))x\in\{x\in A:\varphi(x,B)\}\iff(x\in A\land\varphi(x,B)). ■\blacksquare

    Catatan 3.2.5. Definisi irisan tampak berat sebelah, karena AA berperan sebagai pembatas dan BB sebagai parameter. Namun {x∈B:x∈A}\{x\in B: x\in A\} memiliki syarat keanggotaan x∈B∧x∈Ax\in B\land x\in A, yang ekuivalen dengan x∈A∧x∈Bx\in A\land x\in B. Menurut ekstensionalitas, kedua himpunan itu sama. Pilihan pembatas hanya alat untuk menjamin keberadaan, bukan bagian dari makna irisan. Selisih tidak simetris dengan cara yang sama, dan hal ini akan terlihat pada contoh di bawah. Selisih A∖BA\setminus B juga tidak mensyaratkan B⊆AB\subseteq A. Anggota BB yang tidak berada di AA tidak berpengaruh apa pun.

    Definisi 3.2.6 (Komplemen relatif). Misalkan UU semesta kerja yang ditetapkan dan A⊆UA\subseteq U. Komplemen AA (relatif UU) adalah

    Ac=U∖A.A^{c}=U\setminus A.

    Jadi x∈Ac  ⟺  (x∈U∧x∉A)x\in A^c\iff(x\in U\land x\notin A).

    Notasi AcA^c menyembunyikan UU. Notasi ini hanya dipakai bila UU sudah jelas dari konteks. Bila ada dua semesta yang mungkin, kita menulis U∖AU\setminus A. Sebagai contoh, komplemen {1}\{1\} relatif {1,2}\{1,2\} adalah {2}\{2\}, sedangkan relatif {1,2,3}\{1,2,3\} adalah {2,3}\{2,3\}.

    Komplemen tanpa semesta, yaitu "semua objek yang bukan anggota AA", tidak tersedia. Andaikan untuk A=∅A=\varnothing ada himpunan VV yang memuat semua objek yang bukan anggota ∅\varnothing. Maka VV memuat setiap himpunan. Separasi pada VV dengan formula x∉xx\notin x lalu menghasilkan himpunan Russell, dan menurut Unit 3.1 hal itu mustahil. Inilah alasan semua komplemen dalam buku ini relatif terhadap UU yang dinyatakan.

    Kasus batas. Langsung dari syarat keanggotaan diperoleh:

    A∖∅=A,∅∖A=∅,A∖A=∅,∅c=U,Uc=∅.A\setminus\varnothing=A,\quad \varnothing\setminus A=\varnothing,\quad A\setminus A=\varnothing,\quad \varnothing^c=U,\quad U^c=\varnothing.

    Sebagai contoh, x∈A∖A  ⟺  (x∈A∧x∉A)x\in A\setminus A\iff(x\in A\land x\notin A). Syarat ini tidak dipenuhi oleh objek apa pun, sehingga A∖AA\setminus A adalah himpunan kosong yang tunggal.

    Contoh wajib dihitung tuntas

    Ambil U={1,2,3,4,5}U=\{1,2,3,4,5\}, A={1,2,3}A=\{1,2,3\}, dan B={2,3,4}B=\{2,3,4\}. Lambang 1,…,51,\dots,5 dipinjam sebagai objek yang sudah dikenal dan berbeda satu sama lain. Kita tidak mengaku telah mengonstruksi bilangan.

    Karena semua himpunan yang terlibat termuat di UU, objek di luar UU tidak menjadi anggota satu pun di antaranya. Jadi untuk menentukan himpunan-himpunan ini cukup memeriksa kelima anggota UU. Tabel berikut mencatat keanggotaan. Simbol ✓ berarti anggota dan – berarti bukan. Kolom A△BA\triangle B didefinisikan pada subbagian Selisih simetris (Definisi 3.2.13) dan dicantumkan di sini agar perhitungannya lengkap.

    xxAABBA∪BA\cup BA∩BA\cap BA∖BA\setminus BB∖AB\setminus AAcA^cBcB^cA△BA\triangle B
    1✓–✓–✓––✓✓
    2✓✓✓✓–––––
    3✓✓✓✓–––––
    4–✓✓––✓✓–✓
    5––––––✓✓–

    Hasilnya:

    A∪B={1,2,3,4},A∩B={2,3},A∖B={1},B∖A={4},A\cup B=\{1,2,3,4\},\quad A\cap B=\{2,3\},\quad A\setminus B=\{1\},\quad B\setminus A=\{4\},Ac={4,5},Bc={1,5},A△B={1,4}.A^c=\{4,5\},\quad B^c=\{1,5\},\quad A\triangle B=\{1,4\}.

    Setiap entri tabel adalah penerapan langsung Proposisi 3.2.2 dan 3.2.4. Contohnya, 5∉A∪B5\notin A\cup B karena 5∉A5\notin A dan 5∉B5\notin B. Contoh lain, 4∈Ac4\in A^c karena 4∈U4\in U dan 4∉A4\notin A. Perhatikan juga bahwa A∖B={1}≠{4}=B∖AA\setminus B=\{1\}\neq\{4\}=B\setminus A, sehingga selisih tidak komutatif.

    Beberapa identitas yang akan dibuktikan pada subbagian Hukum aljabar himpunan dapat diperiksa pada contoh ini:

    • (A∪B)c={5}(A\cup B)^c=\{5\} dan Ac∩Bc={4,5}∩{1,5}={5}A^c\cap B^c=\{4,5\}\cap\{1,5\}=\{5\}.
    • (A∩B)c={1,4,5}(A\cap B)^c=\{1,4,5\} dan Ac∪Bc={4,5}∪{1,5}={1,4,5}A^c\cup B^c=\{4,5\}\cup\{1,5\}=\{1,4,5\}.
    • A∩Bc={1,2,3}∩{1,5}={1}=A∖BA\cap B^c=\{1,2,3\}\cap\{1,5\}=\{1\}=A\setminus B.

    Kecocokan ini hanya menunjukkan bahwa identitas berlaku untuk himpunan-himpunan ini. Kecocokan pada satu contoh bukan bukti untuk semua A,B⊆UA,B\subseteq U. Sebaliknya, satu contoh yang tidak cocok sudah cukup untuk membantah sebuah identitas (lihat subbagian Kontracontoh).

    Hukum aljabar himpunan

    Hukum-hukum berikut dikelompokkan menurut apakah semesta diperlukan atau tidak.

    Teorema 3.2.7 (Hukum tanpa semesta). Untuk semua himpunan A,B,CA,B,C:

    1. (Komutatif) A∪B=B∪AA\cup B=B\cup A dan A∩B=B∩AA\cap B=B\cap A.
    2. (Asosiatif) (A∪B)∪C=A∪(B∪C)(A\cup B)\cup C=A\cup(B\cup C) dan (A∩B)∩C=A∩(B∩C)(A\cap B)\cap C=A\cap(B\cap C).
    3. (Idempoten) A∪A=AA\cup A=A dan A∩A=AA\cap A=A.
    4. (Himpunan kosong) A∪∅=AA\cup\varnothing=A dan A∩∅=∅A\cap\varnothing=\varnothing.
    5. (Absorpsi) A∪(A∩B)=AA\cup(A\cap B)=A dan A∩(A∪B)=AA\cap(A\cup B)=A.
    6. (Distributif) A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C)A\cap(B\cup C)=(A\cap B)\cup(A\cap C) dan A∪(B∩C)=(A∪B)∩(A∪C)A\cup(B\cap C)=(A\cup B)\cap(A\cup C).
    7. (Monotonitas dasar) A∩B⊆A⊆A∪BA\cap B\subseteq A\subseteq A\cup B.

    Ada dua cara yang sah untuk membuktikan kesamaan X=YX=Y:

    • Dua inklusi. Tunjukkan X⊆YX\subseteq Y dan Y⊆XY\subseteq X, lalu terapkan ekstensionalitas. Pada tiap arah kita hanya memerlukan implikasi, dan analisis kasus dapat dilakukan dengan leluasa.
    • Rantai ekuivalensi. Tuliskan syarat keanggotaan kedua ruas sebagai formula, lalu hubungkan keduanya dengan langkah-langkah yang masing-masing merupakan ekuivalensi yang berlaku untuk setiap xx, baik karena ekuivalensi logis (Bab 1) maupun karena hipotesis yang dinyatakan, seperti A⊆UA\subseteq U. Setiap langkah harus berupa ekuivalensi, bukan sekadar implikasi. Kesalahan yang umum adalah menyisipkan satu langkah yang hanya berlaku satu arah.

    Kita mulai dengan butir-butir yang langsung mengikuti dari ekuivalensi logis sederhana. Setelah itu kita menyajikan butir distributif pertama dan absorpsi dengan dua inklusi, lalu distributif kedua dan asosiatif dengan rantai ekuivalensi.

    Tulis a,b,ca,b,c untuk pernyataan x∈Ax\in A, x∈Bx\in B, x∈Cx\in C. Tulis pula ⊥\bot untuk pernyataan yang selalu salah (misalnya x∈∅x\in\varnothing) dan ⊤\top untuk pernyataan yang selalu benar.

    Bukti (1), (3), (4), (7). Masing-masing mengikuti dari ekuivalensi dan implikasi logis berikut:

    • (1) komutativitas ∨\lor dan ∧\land;
    • (3) a∨a  ⟺  aa\lor a\iff a dan a∧a  ⟺  aa\land a\iff a;
    • (4) a∨⊥  ⟺  aa\lor\bot\iff a dan a∧⊥  ⟺  ⊥a\land\bot\iff\bot, karena x∈∅x\in\varnothing selalu salah;
    • (7) a∧b⇒aa\land b\Rightarrow a dan a⇒a∨ba\Rightarrow a\lor b. ■\blacksquare

    Bukti (6), bagian pertama, dengan dua inklusi.

    (⊆\subseteq) Ambil x∈A∩(B∪C)x\in A\cap(B\cup C). Maka x∈Ax\in A dan x∈B∪Cx\in B\cup C, sehingga x∈Bx\in B atau x∈Cx\in C.

    • Jika x∈Bx\in B, maka x∈A∩Bx\in A\cap B, sehingga x∈(A∩B)∪(A∩C)x\in(A\cap B)\cup(A\cap C).
    • Jika x∈Cx\in C, maka x∈A∩Cx\in A\cap C, dan kesimpulannya sama.

    (⊇\supseteq) Ambil x∈(A∩B)∪(A∩C)x\in(A\cap B)\cup(A\cap C).

    • Jika x∈A∩Bx\in A\cap B, maka x∈Ax\in A dan x∈B⊆B∪Cx\in B\subseteq B\cup C, sehingga x∈A∩(B∪C)x\in A\cap(B\cup C).
    • Jika x∈A∩Cx\in A\cap C, argumennya serupa dengan CC menggantikan BB.

    Menurut ekstensionalitas, kedua ruas sama. ■\blacksquare

    Bukti (6), bagian kedua, dengan ekuivalensi.

    x∈A∪(B∩C)  ⟺  a∨(b∧c)  ⟺  (a∨b)∧(a∨c)  ⟺  x∈(A∪B)∩(A∪C).x\in A\cup(B\cap C)\iff a\lor(b\land c)\iff(a\lor b)\land(a\lor c)\iff x\in(A\cup B)\cap(A\cup C).

    Ekuivalensi di tengah adalah hukum distributif disjungsi atas konjungsi. Bila diperlukan, hukum ini dapat diperiksa dengan tabel kebenaran delapan baris. Karena rantai ini berlaku untuk setiap xx, ekstensionalitas memberi kesamaan yang dimaksud. ■\blacksquare

    Bukti (5). Untuk A∪(A∩B)=AA\cup(A\cap B)=A:

    • (⊇\supseteq) Setiap himpunan termuat dalam gabungannya dengan himpunan lain.
    • (⊆\subseteq) Jika x∈A∪(A∩B)x\in A\cup(A\cap B), maka x∈Ax\in A, atau x∈Ax\in A dan x∈Bx\in B. Dalam kedua kasus x∈Ax\in A.

    Untuk A∩(A∪B)=AA\cap(A\cup B)=A:

    • (⊆\subseteq) Ini adalah butir (7), yang sudah dibuktikan di atas.
    • (⊇\supseteq) Jika x∈Ax\in A, maka x∈A∪Bx\in A\cup B, sehingga x∈A∩(A∪B)x\in A\cap(A\cup B). ■\blacksquare

    Bukti (2). Untuk gabungan, x∈(A∪B)∪C  ⟺  (a∨b)∨c  ⟺  a∨(b∨c)  ⟺  x∈A∪(B∪C)x\in(A\cup B)\cup C\iff(a\lor b)\lor c\iff a\lor(b\lor c)\iff x\in A\cup(B\cup C), memakai asosiativitas disjungsi. Untuk irisan, argumennya sama dengan konjungsi. ■\blacksquare

    Berkat asosiativitas, kita boleh menulis A∪B∪CA\cup B\cup C dan A∩B∩CA\cap B\cap C tanpa tanda kurung. Penulisan ini hanya untuk banyaknya himpunan yang ditulis secara eksplisit. Keluarga himpunan yang lebih umum dibahas di Unit 3.3.

    Teorema 3.2.8 (Hukum relatif semesta). Misalkan A,B⊆UA,B\subseteq U, dan komplemen diambil relatif UU. Maka:

    1. A∪Ac=UA\cup A^c=U dan A∩Ac=∅A\cap A^c=\varnothing.
    2. (Ac)c=A(A^c)^c=A.
    3. A∪U=UA\cup U=U dan A∩U=AA\cap U=A.
    4. (De Morgan) (A∪B)c=Ac∩Bc(A\cup B)^c=A^c\cap B^c dan (A∩B)c=Ac∪Bc(A\cap B)^c=A^c\cup B^c.
    5. A∖B=A∩BcA\setminus B=A\cap B^c.
    6. A⊆B  ⟺  Bc⊆AcA\subseteq B\iff B^c\subseteq A^c.

    Bukti.

    (1) Untuk x∈Ux\in U, tepat salah satu dari x∈Ax\in A dan x∉Ax\notin A berlaku. Jadi A∪Ac⊇UA\cup A^c\supseteq U. Inklusi A∪Ac⊆UA\cup A^c\subseteq U berlaku karena A⊆UA\subseteq U dan Ac⊆UA^c\subseteq U. Bagian A∩Ac=∅A\cap A^c=\varnothing berlaku karena x∈A∧x∉Ax\in A\land x\notin A mustahil.

    (2) Kita hitung:

    x∈U∖(U∖A)  ⟺  x∈U∧¬(x∈U∧x∉A)  ⟺  x∈U∧(x∉U∨x∈A)  ⟺  x∈U∧x∈A.x\in U\setminus(U\setminus A)\iff x\in U\land\neg(x\in U\land x\notin A)\iff x\in U\land(x\notin U\lor x\in A)\iff x\in U\land x\in A.

    Langkah terakhir benar karena x∈U∧x∉Ux\in U\land x\notin U mustahil. Karena A⊆UA\subseteq U, pernyataan x∈U∧x∈Ax\in U\land x\in A ekuivalen dengan x∈Ax\in A. Hipotesis A⊆UA\subseteq U benar-benar dipakai pada langkah ini. Untuk himpunan sembarang AA, perhitungan yang sama hanya memberi U∖(U∖A)=U∩AU\setminus(U\setminus A)=U\cap A.

    (3) Untuk A∪U=UA\cup U=U: arah ⊇\supseteq jelas, dan arah ⊆\subseteq berlaku karena A⊆UA\subseteq U. Untuk A∩U=AA\cap U=A: arah ⊆\subseteq jelas, dan arah ⊇\supseteq berlaku karena setiap x∈Ax\in A juga anggota UU.

    (4) Untuk bagian pertama:

    x∈(A∪B)c  ⟺  x∈U∧¬(x∈A∨x∈B)  ⟺  x∈U∧x∉A∧x∉Bx\in(A\cup B)^c\iff x\in U\land\neg(x\in A\lor x\in B)\iff x\in U\land x\notin A\land x\notin B  ⟺  (x∈U∧x∉A)∧(x∈U∧x∉B)  ⟺  x∈Ac∩Bc.\iff(x\in U\land x\notin A)\land(x\in U\land x\notin B)\iff x\in A^c\cap B^c.

    Langkah kedua adalah De Morgan proposisional dari Bab 1. Langkah ketiga menduplikasi konjung x∈Ux\in U, yang sah menurut idempotensi.

    Bagian kedua diturunkan dari bagian pertama dengan dualitas. Terapkan bagian pertama pada Ac,Bc⊆UA^c,B^c\subseteq U, lalu pakai (2):

    (Ac∪Bc)c=(Ac)c∩(Bc)c=A∩B.(A^c\cup B^c)^c=(A^c)^c\cap(B^c)^c=A\cap B.

    Ambil komplemen kedua ruas. Ini sah karena X=YX=Y mengakibatkan Xc=YcX^c=Y^c. Dengan (2) sekali lagi, karena Ac∪Bc⊆UA^c\cup B^c\subseteq U, diperoleh Ac∪Bc=(A∩B)cA^c\cup B^c=(A\cap B)^c.

    (5) Kita bandingkan syarat keanggotaan kedua ruas: x∈A∖B  ⟺  x∈A∧x∉Bx\in A\setminus B\iff x\in A\land x\notin B, sedangkan x∈A∩Bc  ⟺  x∈A∧x∈U∧x∉Bx\in A\cap B^c\iff x\in A\land x\in U\land x\notin B. Karena x∈Ax\in A mengakibatkan x∈Ux\in U, konjung x∈Ux\in U dapat dihilangkan, sehingga keduanya ekuivalen.

    (6) Misalkan A⊆BA\subseteq B dan ambil x∈Bcx\in B^c, yaitu x∈Ux\in U dan x∉Bx\notin B. Jika x∈Ax\in A, maka x∈Bx\in B, sebuah kontradiksi. Jadi x∉Ax\notin A, sehingga x∈Acx\in A^c. Untuk arah sebaliknya, terapkan arah yang baru dibuktikan pada Bc⊆AcB^c\subseteq A^c untuk memperoleh (Ac)c⊆(Bc)c(A^c)^c\subseteq(B^c)^c. Menurut (2), ini berarti A⊆BA\subseteq B. ■\blacksquare

    Proposisi 3.2.9 (Inklusi dinyatakan dengan operasi). Untuk himpunan A,BA,B, keempat pernyataan berikut ekuivalen:

    (i) A⊆B,(ii) A∪B=B,(iii) A∩B=A,(iv) A∖B=∅.\text{(i) } A\subseteq B,\quad \text{(ii) } A\cup B=B,\quad \text{(iii) } A\cap B=A,\quad \text{(iv) } A\setminus B=\varnothing.

    Bukti.

    • (i)⇒(ii): B⊆A∪BB\subseteq A\cup B selalu berlaku. Sebaliknya, jika x∈A∪Bx\in A\cup B, maka x∈Bx\in B, atau x∈Ax\in A dan karena itu juga x∈Bx\in B.
    • (ii)⇒(iii): A∩B=A∩(A∪B)=AA\cap B=A\cap(A\cup B)=A menurut absorpsi.
    • (iii)⇒(iv): A∖B=(A∩B)∖BA\setminus B=(A\cap B)\setminus B. Himpunan ini kosong karena tidak ada xx yang memenuhi x∈B∧x∉Bx\in B\land x\notin B.
    • (iv)⇒(i): Jika x∈Ax\in A dan x∉Bx\notin B, maka x∈A∖B=∅x\in A\setminus B=\varnothing, dan hal itu mustahil. Jadi setiap x∈Ax\in A adalah anggota BB. ■\blacksquare

    Kontracontoh: pembatalan dan identitas palsu

    Dalam aritmetika yang sudah dikenal, a+b=a+ca+b=a+c mengakibatkan b=cb=c. Untuk gabungan dan irisan, sifat semacam ini tidak berlaku.

    Proposisi 3.2.10 (Pembatalan gagal).

    1. Ada himpunan A,B,CA,B,C dengan A∪B=A∪CA\cup B=A\cup C tetapi B≠CB\neq C.
    2. Ada himpunan A,B,CA,B,C dengan A∩B=A∩CA\cap B=A\cap C tetapi B≠CB\neq C.

    Bukti.

    1. Ambil A=B={1}A=B=\{1\} dan C=∅C=\varnothing. Maka A∪B={1}=A∪CA\cup B=\{1\}=A\cup C, tetapi 1∈B∖C1\in B\setminus C.
    2. Ambil A=∅A=\varnothing, B={1}B=\{1\}, dan C={2}C=\{2\}. Maka A∩B=∅=A∩CA\cap B=\varnothing=A\cap C, tetapi B≠CB\neq C. ■\blacksquare

    Penyebabnya terlihat dari syarat keanggotaan. Gabungan dengan AA menghapus informasi tentang bagian BB yang berada di dalam AA. Irisan dengan AA menghapus informasi tentang bagian BB yang berada di luar AA. Bila kedua informasi digabungkan, tidak ada yang hilang:

    Teorema 3.2.11. Jika A∪B=A∪CA\cup B=A\cup C dan A∩B=A∩CA\cap B=A\cap C, maka B=CB=C.

    Bukti. Ambil x∈Bx\in B.

    • Jika x∈Ax\in A, maka x∈A∩B=A∩Cx\in A\cap B=A\cap C, sehingga x∈Cx\in C.
    • Jika x∉Ax\notin A, maka dari x∈A∪B=A∪Cx\in A\cup B=A\cup C dan x∉Ax\notin A diperoleh x∈Cx\in C.

    Jadi B⊆CB\subseteq C. Hipotesisnya simetris dalam BB dan CC, sehingga C⊆BC\subseteq B juga berlaku. ■\blacksquare

    Bukti aljabar juga tersedia:

    C=(A∪C)∩C=(A∪B)∩C=(A∩C)∪(B∩C)=(A∩B)∪(B∩C)=B∩(A∪C)=B∩(A∪B)=B.C=(A\cup C)\cap C=(A\cup B)\cap C=(A\cap C)\cup(B\cap C)=(A\cap B)\cup(B\cap C)=B\cap(A\cup C)=B\cap(A\cup B)=B.

    Ruas ini memakai absorpsi, hipotesis, distributivitas, hipotesis, distributivitas, hipotesis, dan absorpsi, dalam urutan itu, bersama komutativitas di langkah absorpsi dan distributif.

    Identitas palsu yang sering muncul. Untuk masing-masing identitas berikut, kita beri kontracontoh dan rumus yang benar.

    1. (A∪B)∖B=A(A\cup B)\setminus B=A. Pernyataan ini salah: untuk A=B={1}A=B=\{1\}, ruas kiri ∅\varnothing dan ruas kanan {1}\{1\}. Rumus yang benar adalah
    x∈(A∪B)∖B  ⟺  (a∨b)∧¬b  ⟺  a∧¬b,x\in(A\cup B)\setminus B\iff(a\lor b)\land\neg b\iff a\land\neg b,

    sehingga (A∪B)∖B=A∖B(A\cup B)\setminus B=A\setminus B. Himpunan ini sama dengan AA tepat ketika A∩B=∅A\cap B=\varnothing. Sebab, jika A∖B=AA\setminus B=A dan x∈A∩Bx\in A\cap B, maka x∈A=A∖Bx\in A=A\setminus B, sehingga x∉Bx\notin B, sebuah kontradiksi. Sebaliknya, jika A∩B=∅A\cap B=\varnothing, setiap x∈Ax\in A memenuhi x∉Bx\notin B, sehingga A⊆A∖B⊆AA\subseteq A\setminus B\subseteq A.

    1. A∖(B∖C)=(A∖B)∖CA\setminus(B\setminus C)=(A\setminus B)\setminus C. Pernyataan ini salah: untuk A=B=C={1}A=B=C=\{1\}, ruas kiri {1}∖∅={1}\{1\}\setminus\varnothing=\{1\} dan ruas kanan ∅∖{1}=∅\varnothing\setminus\{1\}=\varnothing. Jadi selisih tidak asosiatif. Rumus yang benar untuk ruas kiri:
    x∈A∖(B∖C)  ⟺  a∧¬(b∧¬c)  ⟺  a∧(¬b∨c)  ⟺  (a∧¬b)∨(a∧c),x\in A\setminus(B\setminus C)\iff a\land\neg(b\land\neg c)\iff a\land(\neg b\lor c)\iff(a\land\neg b)\lor(a\land c),

    sehingga A∖(B∖C)=(A∖B)∪(A∩C)A\setminus(B\setminus C)=(A\setminus B)\cup(A\cap C). Untuk ruas kanan, (A∖B)∖C(A\setminus B)\setminus C mempunyai syarat a∧¬b∧¬ca\land\neg b\land\neg c, sehingga sama dengan A∖(B∪C)A\setminus(B\cup C).

    1. A∪(B∖C)=(A∪B)∖CA\cup(B\setminus C)=(A\cup B)\setminus C. Pernyataan ini salah: untuk A=C={1}A=C=\{1\} dan B=∅B=\varnothing, ruas kiri {1}\{1\} dan ruas kanan ∅\varnothing. Rumus yang benar untuk ruas kanan diperoleh dari
    x∈(A∪B)∖C  ⟺  (a∨b)∧¬c  ⟺  (a∧¬c)∨(b∧¬c),x\in(A\cup B)\setminus C\iff(a\lor b)\land\neg c\iff(a\land\neg c)\lor(b\land\neg c),

    sehingga (A∪B)∖C=(A∖C)∪(B∖C)(A\cup B)\setminus C=(A\setminus C)\cup(B\setminus C). Ruas kiri yang semula, A∪(B∖C)A\cup(B\setminus C), bersyarat a∨(b∧¬c)a\lor(b\land\neg c). Kedua formula bernilai sama kecuali bila aa dan cc keduanya benar; pada keadaan itu ruas kiri benar dan ruas kanan salah. Jadi keduanya sama tepat ketika A∩C=∅A\cap C=\varnothing.

    Cara menemukan kontracontoh. Tuliskan syarat keanggotaan kedua ruas sebagai formula dalam a,b,ca,b,c. Kemudian cari satu penilaian kebenaran yang membuat kedua formula berbeda nilai. Pada butir 2, penilaian itu adalah a,b,ca,b,c semuanya benar. Penilaian tersebut lalu diwujudkan dengan satu objek, dalam hal ini 11, yang dimasukkan tepat ke himpunan-himpunan yang penilaiannya benar. Lema 3.2.12 pada subbagian berikut menjelaskan mengapa cara ini selalu berhasil.

    Diagram Venn dan bukti universal

    Diagram Venn menggambar AA, BB, CC sebagai daerah yang saling tumpang tindih. Diagram membantu menebak sebuah identitas dan mengingatnya. Namun satu gambar menyajikan satu konfigurasi, sedangkan hukum aljabar himpunan menyatakan sesuatu tentang semua himpunan, yakni sebuah klaim universal. Ada beberapa bahaya konkret:

    • Daerah kosong tidak terlihat. Gambar baku untuk AA dan BB memperlihatkan A∩BA\cap B dan A∖BA\setminus B sebagai daerah yang tampak berisi. Pembaca mudah mengira A∩B≠∅A\cap B\neq\varnothing atau A∖B≠∅A\setminus B\neq\varnothing selalu berlaku. Kedua klaim itu salah: untuk A={1}A=\{1\}, B={2}B=\{2\} berlaku A∩B=∅A\cap B=\varnothing, dan bila A=BA=B berlaku A∖B=∅A\setminus B=\varnothing.
    • Inklusi tidak tergambar. Bila A⊆BA\subseteq B, diagram baku masih menampilkan daerah A∖BA\setminus B. Kesimpulan yang mengandaikan daerah itu berisi menjadi keliru.
    • Tidak ada kuantifikator. Gambar tidak menyatakan "untuk setiap xx". Langkah dari gambar ke kesamaan himpunan justru memerlukan ekstensionalitas yang diterapkan pada setiap xx.

    Walaupun begitu, gagasan "periksa setiap daerah" dapat dijadikan argumen yang sah, asalkan dinyatakan dan dibuktikan dengan tepat.

    Lema 3.2.12 (Prinsip pola keanggotaan). Misalkan E(A,B,C)E(A,B,C) dan F(A,B,C)F(A,B,C) adalah ungkapan yang dibentuk dari lambang A,B,CA,B,C dengan langkah berhingga memakai ∪,∩,∖\cup,\cap,\setminus. Masing-masing memiliki formula proposisional e(a,b,c)e(a,b,c) dan f(a,b,c)f(a,b,c) yang memenuhi x∈E  ⟺  e(x∈A, x∈B, x∈C)x\in E\iff e(x\in A,\,x\in B,\,x\in C) untuk setiap xx, dan hal yang sama untuk FF. Maka:

    (a) Jika ee dan ff ekuivalen secara logis, yaitu sama nilainya pada kedelapan baris tabel kebenaran, maka E(A,B,C)=F(A,B,C)E(A,B,C)=F(A,B,C) dapat dibuktikan untuk semua himpunan A,B,CA,B,C.

    (b) Jika ee dan ff tidak ekuivalen secara logis, ada himpunan konkret A,B,C∈{∅,{∅}}A,B,C\in\{\varnothing,\{\varnothing\}\} dengan E(A,B,C)≠F(A,B,C)E(A,B,C)\neq F(A,B,C).

    Bukti. Keberadaan ee diperoleh dengan induksi pada pembentukan ungkapan. Induksi ini dilakukan di tingkat meta, atas langkah pembentukan yang berhingga. Untuk lambang dasar, ungkapan AA memberi formula aa, dan seterusnya. Pada langkah pembentukan, ∪,∩,∖\cup,\cap,\setminus memberi ∨\lor, ∧\land, dan ⋅∧¬⋅\cdot\land\neg\cdot menurut Proposisi 3.2.2 dan 3.2.4.

    (a) Untuk setiap xx, keanggotaan xx di EE dan di FF ekuivalen, sehingga E=FE=F menurut ekstensionalitas.

    (b) Misalkan pada baris (v1,v2,v3)(v_1,v_2,v_3) formula ee dan ff berbeda nilai. Ambil objek ∅\varnothing, lalu definisikan A={∅}A=\{\varnothing\} bila v1v_1 benar dan A=∅A=\varnothing bila v1v_1 salah. Definisikan BB dan CC dengan cara serupa. Himpunan {∅}\{\varnothing\} ada menurut aksioma pasangan. Untuk x=∅x=\varnothing, pola keanggotaannya tepat (v1,v2,v3)(v_1,v_2,v_3). Akibatnya ∅\varnothing menjadi anggota tepat satu di antara EE dan FF, sehingga E≠FE\neq F. ■\blacksquare

    Kedua butir lema berada pada tingkat yang berbeda. Butir (a) menghasilkan bukti di dalam teori himpunan dari fakta tentang tabel kebenaran. Butir (b) menghasilkan kontracontoh konkret. Bersama-sama keduanya menyatakan bahwa, untuk ungkapan semacam ini, sebuah identitas berlaku umum tepat ketika formula keanggotaannya ekuivalen secara logis.

    Untuk ungkapan yang memuat komplemen relatif UU, tambahkan UU sebagai lambang keempat dan tulis XcX^c sebagai U∖XU\setminus X. Baris yang konsisten dengan A,B,C⊆UA,B,C\subseteq U ialah delapan baris dengan x∈Ux\in U benar, ditambah baris dengan semua nilai salah. Pada baris terakhir setiap ungkapan yang dibangun dengan ∪,∩,∖\cup,\cap,\setminus bernilai salah, sehingga baris itu tidak pernah membedakan EE dan FF. Karena itu cukup memeriksa delapan baris pertama, dan pada butir (b) kita ambil U={∅}U=\{\varnothing\}.

    Jadi diagram Venn tiga himpunan yang diperiksa daerah demi daerah, dengan delapan daerah yang sesuai dengan delapan baris tabel, dapat dijadikan bukti. Namun status buktinya berasal dari Lema 3.2.12(a), bukan dari gambarnya. Butir (b) juga menjamin bahwa setiap identitas palsu dalam bentuk ini memiliki kontracontoh dengan satu objek, seperti pada subbagian Kontracontoh.

    Lema ini hanya berlaku untuk banyaknya himpunan yang ditentukan dan ungkapan yang dibentuk dalam langkah berhingga. Untuk keluarga dengan indeks berhingga yang sudah ditetapkan, kuantifikator masih dapat diuraikan menjadi kombinasi berhingga. Namun satu tabel keanggotaan berhingga tidak cukup untuk membuktikan identitas bagi keluarga berindeks sembarang, termasuk indeks tak hingga, seperti pada Unit 3.3-3.4. Bukti umum memakai aturan kuantifikator; hukum De Morgan tak hingga khususnya memakai negasi kuantifikator.

    Selisih simetris

    Definisi 3.2.13 (Selisih simetris). A△B=(A∖B)∪(B∖A)A\triangle B=(A\setminus B)\cup(B\setminus A).

    Keberadaannya dijamin oleh Definisi 3.2.1 dan 3.2.3. Untuk penulisan ringkas, tulis p⊕qp\oplus q untuk formula (p∧¬q)∨(¬p∧q)(p\land\neg q)\lor(\neg p\land q), yaitu "tepat satu dari p,qp,q".

    Proposisi 3.2.14. Untuk setiap xx,

    x∈A△B  ⟺  (x∈A)⊕(x∈B)  ⟺  ¬(x∈A↔x∈B).x\in A\triangle B\iff(x\in A)\oplus(x\in B)\iff\neg(x\in A\leftrightarrow x\in B).

    Selain itu, A△B=(A∪B)∖(A∩B)A\triangle B=(A\cup B)\setminus(A\cap B).

    Bukti. Ekuivalensi pertama adalah gabungan dari Proposisi 3.2.2 dan 3.2.4. Untuk ekuivalensi kedua, a↔ba\leftrightarrow b benar tepat ketika a,ba,b keduanya benar atau keduanya salah, yaitu tepat ketika a⊕ba\oplus b salah. Untuk bentuk terakhir:

    (a∨b)∧¬(a∧b)  ⟺  (a∨b)∧(¬a∨¬b)  ⟺  (a∧¬b)∨(b∧¬a).(a\lor b)\land\neg(a\land b)\iff(a\lor b)\land(\neg a\lor\neg b)\iff(a\land\neg b)\lor(b\land\neg a).

    Ekuivalensi terakhir diperoleh dengan menguraikan konjungsi. Dua suku yang muncul, yaitu a∧¬aa\land\neg a dan b∧¬bb\land\neg b, selalu salah sehingga dapat dihapus. ■\blacksquare

    Jadi A△BA\triangle B memuat objek yang tepat satu kali menjadi anggota AA atau BB. Pada contoh wajib, A△B={1}∪{4}={1,4}A\triangle B=\{1\}\cup\{4\}=\{1,4\}. Dengan rumus kedua, {1,2,3,4}∖{2,3}={1,4}\{1,2,3,4\}\setminus\{2,3\}=\{1,4\}, dan hasilnya sama.

    Proposisi 3.2.15. Untuk semua himpunan A,BA,B:

    1. A△B=B△AA\triangle B=B\triangle A.
    2. A△∅=AA\triangle\varnothing=A.
    3. A△A=∅A\triangle A=\varnothing.
    4. A△B=∅  ⟺  A=BA\triangle B=\varnothing\iff A=B.

    Bila A⊆UA\subseteq U, berlaku juga: 5. A△U=AcA\triangle U=A^c. 6. A△Ac=UA\triangle A^c=U.

    Bukti.

    1. ⊕\oplus simetris dalam kedua argumennya.
    2. a⊕⊥  ⟺  aa\oplus\bot\iff a.
    3. a⊕aa\oplus a selalu salah.
    4. A△B=∅A\triangle B=\varnothing berarti tidak ada xx dengan ¬(x∈A↔x∈B)\neg(x\in A\leftrightarrow x\in B). Ini berarti x∈A↔x∈Bx\in A\leftrightarrow x\in B untuk setiap xx, yaitu A=BA=B menurut ekstensionalitas.
    5. Karena A⊆UA\subseteq U, objek yang menjadi anggota tepat satu di antara AA dan UU adalah objek di UU yang bukan anggota AA.
    6. Setiap x∈Ux\in U adalah anggota tepat satu di antara AA dan AcA^c. Objek di luar UU tidak menjadi anggota keduanya. ■\blacksquare

    Teorema 3.2.16 (Asosiativitas selisih simetris). (A△B)△C=A△(B△C)(A\triangle B)\triangle C=A\triangle(B\triangle C).

    Bukti. Tulis a,b,ca,b,c untuk x∈A, x∈B, x∈Cx\in A,\ x\in B,\ x\in C. Menurut Proposisi 3.2.14, keanggotaan xx di ruas kiri ekuivalen dengan (a⊕b)⊕c(a\oplus b)\oplus c, dan di ruas kanan dengan a⊕(b⊕c)a\oplus(b\oplus c). Pertama kita catat dua fakta dari definisi ⊕\oplus:

    p⊕⊥  ⟺  p,p⊕⊤  ⟺  ¬p.p\oplus\bot\iff p,\qquad p\oplus\top\iff\neg p.

    Klaim. (a⊕b)⊕c(a\oplus b)\oplus c benar jika dan hanya jika banyaknya pernyataan benar di antara a,b,ca,b,c ganjil, yaitu satu atau tiga.

    Kita buktikan klaim dengan dua kasus pada cc:

    • Jika cc salah, maka (a⊕b)⊕c  ⟺  a⊕b(a\oplus b)\oplus c\iff a\oplus b. Ini benar tepat ketika tepat satu dari a,ba,b benar. Karena cc tidak menambah hitungan, kondisi itu sama dengan "banyaknya yang benar di antara a,b,ca,b,c adalah satu", dan satu adalah satu-satunya bilangan ganjil yang mungkin ketika cc salah.
    • Jika cc benar, maka (a⊕b)⊕c  ⟺  ¬(a⊕b)(a\oplus b)\oplus c\iff\neg(a\oplus b). Ini benar tepat ketika banyaknya yang benar di antara a,ba,b adalah nol atau dua. Ditambah cc, banyaknya yang benar di antara a,b,ca,b,c menjadi satu atau tiga, yaitu ganjil. Sebaliknya, bila banyaknya yang benar di antara a,b,ca,b,c ganjil dan cc benar, maka banyaknya yang benar di antara a,ba,b genap.

    Selanjutnya, a⊕(b⊕c)  ⟺  (b⊕c)⊕aa\oplus(b\oplus c)\iff(b\oplus c)\oplus a karena ⊕\oplus komutatif. Menurut klaim yang diterapkan pada urutan (b,c,a)(b,c,a), pernyataan ini benar tepat ketika banyaknya pernyataan benar di antara b,c,ab,c,a ganjil. Kondisi "banyaknya yang benar ganjil" tidak bergantung pada urutan ketiga pernyataan. Jadi kedua ruas memiliki syarat keanggotaan yang ekuivalen untuk setiap xx, dan ekstensionalitas menyelesaikan bukti. ■\blacksquare

    Sebagai pemeriksaan silang, berikut tabel lengkapnya. Simbol 1 berarti benar dan 0 berarti salah. Pemeriksaan ini sah menurut Lema 3.2.12(a) setelah △\triangle diuraikan menurut Definisi 3.2.13.

    aabbcca⊕ba\oplus b(a⊕b)⊕c(a\oplus b)\oplus cb⊕cb\oplus ca⊕(b⊕c)a\oplus(b\oplus c)
    0000000
    0010111
    0101111
    0111000
    1001101
    1011010
    1100010
    1110101

    Dengan asosiativitas, kita boleh menulis A△B△CA\triangle B\triangle C. Menurut klaim di atas, x∈A△B△Cx\in A\triangle B\triangle C jika dan hanya jika xx menjadi anggota sejumlah ganjil di antara A,B,CA,B,C. Sifat ini tidak sama dengan "anggota tepat satu himpunan". Kedua syarat berbeda pada objek yang menjadi anggota ketiga himpunan sekaligus.

    Akibat 3.2.17 (Pembatalan untuk △\triangle). Jika A△B=A△CA\triangle B=A\triangle C, maka B=CB=C.

    Bukti. Memakai Proposisi 3.2.15 dan Teorema 3.2.16:

    B=∅△B=(A△A)△B=A△(A△B)=A△(A△C)=(A△A)△C=C.■B=\varnothing\triangle B=(A\triangle A)\triangle B=A\triangle(A\triangle B)=A\triangle(A\triangle C)=(A\triangle A)\triangle C=C.\qquad\blacksquare

    Bandingkan hasil ini dengan Proposisi 3.2.10. Pembatalan berlaku untuk △\triangle karena setiap himpunan merupakan "invers" bagi dirinya sendiri terhadap △\triangle, yaitu A△A=∅A\triangle A=\varnothing. Gabungan dan irisan tidak memiliki invers semacam itu.

    Proposisi 3.2.18. A∩(B△C)=(A∩B)△(A∩C)A\cap(B\triangle C)=(A\cap B)\triangle(A\cap C). Sebaliknya, gabungan tidak distributif atas △\triangle.

    Bukti. Ruas kiri mempunyai syarat a∧(b⊕c)a\land(b\oplus c), dan ruas kanan (a∧b)⊕(a∧c)(a\land b)\oplus(a\land c).

    • Jika aa salah, kedua formula salah.
    • Jika aa benar, kedua formula ekuivalen dengan b⊕cb\oplus c.

    Untuk bagian kedua, ambil A=B=C={1}A=B=C=\{1\}. Maka A∪(B△C)={1}∪∅={1}A\cup(B\triangle C)=\{1\}\cup\varnothing=\{1\}, sedangkan (A∪B)△(A∪C)={1}△{1}=∅(A\cup B)\triangle(A\cup C)=\{1\}\triangle\{1\}=\varnothing. ■\blacksquare

    Contoh tiga himpunan. Di semesta U={1,2,3,4,5}U=\{1,2,3,4,5\}, ambil A={1,2,3}A=\{1,2,3\}, B={2,3,4}B=\{2,3,4\}, dan C={3,4,5}C=\{3,4,5\}.

    Dengan pengelompokan kiri:

    A△B={1,4},(A△B)△C={1,4}△{3,4,5}={1}∪{3,5}={1,3,5}.A\triangle B=\{1,4\},\qquad(A\triangle B)\triangle C=\{1,4\}\triangle\{3,4,5\}=\{1\}\cup\{3,5\}=\{1,3,5\}.

    Dengan pengelompokan kanan:

    B△C={2}∪{5}={2,5},A△(B△C)={1,2,3}△{2,5}={1,3}∪{5}={1,3,5}.B\triangle C=\{2\}\cup\{5\}=\{2,5\},\qquad A\triangle(B\triangle C)=\{1,2,3\}\triangle\{2,5\}=\{1,3\}\cup\{5\}=\{1,3,5\}.

    Kita periksa melalui paritas:

    xxhimpunan yang memuat xxbanyaknyaganjil?
    1AA1ya
    2A,BA,B2tidak
    3A,B,CA,B,C3ya
    4B,CB,C2tidak
    5CC1ya

    Jadi A△B△C={1,3,5}A\triangle B\triangle C=\{1,3,5\}. Himpunan objek yang menjadi anggota tepat satu himpunan adalah {1,5}\{1,5\}. Selisih di antara keduanya adalah objek 33, yang berada di ketiga himpunan.

    Penerapan: filter pada data

    Kita memodelkan penyaringan data sebagai operasi himpunan. Data berikut adalah ilustrasi rekaan untuk perhitungan dan tidak berasal dari sistem atau eksperimen nyata.

    Misalkan U={1,2,…,8}U=\{1,2,\dots,8\} adalah himpunan nomor identitas rekaman pelanggan. Dalam model ini setiap filter diwakili oleh himpunan hasilnya, suatu subset UU yang diberikan dengan mendaftar anggotanya. Ambil dua himpunan hasil filter:

    • L={1,2,4,6,8}L=\{1,2,4,6,8\}: rekaman yang berlangganan buletin;
    • T={2,3,4,7,8}T=\{2,3,4,7,8\}: rekaman yang bertransaksi bulan ini.

    Komplemennya adalah Lc={3,5,7}L^c=\{3,5,7\} dan Tc={1,5,6}T^c=\{1,5,6\}. Setiap kueri berikut dihitung dari syarat keanggotaan.

    KueriUngkapanHasil
    berlangganan dan bertransaksiL∩TL\cap T{2,4,8}\{2,4,8\}
    berlangganan atau bertransaksiL∪TL\cup T{1,2,3,4,6,7,8}\{1,2,3,4,6,7,8\}
    tidak (berlangganan atau bertransaksi)(L∪T)c(L\cup T)^c{5}\{5\}
    tidak berlangganan dan tidak bertransaksiLc∩TcL^c\cap T^c{3,5,7}∩{1,5,6}={5}\{3,5,7\}\cap\{1,5,6\}=\{5\}
    berlangganan tetapi tidak bertransaksiL∖TL\setminus T{1,6}\{1,6\}
    tepat satu dari keduanyaL△TL\triangle T{1,6}∪{3,7}={1,3,6,7}\{1,6\}\cup\{3,7\}=\{1,3,6,7\}

    Baris ketiga dan keempat sama sesuai De Morgan (Teorema 3.2.8). Jadi kueri "bukan (P atau Q)" dapat ditulis ulang sebagai "bukan P dan bukan Q" tanpa mengubah hasilnya. Baris terakhir cocok dengan (L∪T)∖(L∩T)={1,2,3,4,6,7,8}∖{2,4,8}={1,3,6,7}(L\cup T)\setminus(L\cap T)=\{1,2,3,4,6,7,8\}\setminus\{2,4,8\}=\{1,3,6,7\}.

    Perubahan antar-cuplikan. Misalkan daftar pelanggan buletin kemarin adalah L0=L={1,2,4,6,8}L_0=L=\{1,2,4,6,8\}, sedangkan hari ini L1={1,4,5,6}L_1=\{1,4,5,6\}. Himpunan rekaman yang berubah status adalah

    D=L0△L1={2,8}∪{5}={2,5,8}.D=L_0\triangle L_1=\{2,8\}\cup\{5\}=\{2,5,8\}.

    Di dalamnya, L0∖L1={2,8}L_0\setminus L_1=\{2,8\} adalah rekaman yang berhenti berlangganan, dan L1∖L0={5}L_1\setminus L_0=\{5\} adalah rekaman yang baru berlangganan.

    Karena L0△D=L0△(L0△L1)=(L0△L0)△L1=L1L_0\triangle D=L_0\triangle(L_0\triangle L_1)=(L_0\triangle L_0)\triangle L_1=L_1, menurut Teorema 3.2.16 dan Proposisi 3.2.15, cuplikan hari ini dapat dipulihkan dari cuplikan kemarin dan himpunan perubahan DD. Kita periksa langsung: {1,2,4,6,8}△{2,5,8}={1,4,6}∪{5}={1,4,5,6}=L1\{1,2,4,6,8\}\triangle\{2,5,8\}=\{1,4,6\}\cup\{5\}=\{1,4,5,6\}=L_1.

    Tiga filter dan jebakan paritas. Tambahkan himpunan hasil filter P={3,4,5,8}P=\{3,4,5,8\} untuk rekaman yang mengajukan pengaduan. Maka

    L△T△P={1,3,6,7}△{3,4,5,8}={1,6,7}∪{4,5,8}={1,4,5,6,7,8}.L\triangle T\triangle P=\{1,3,6,7\}\triangle\{3,4,5,8\}=\{1,6,7\}\cup\{4,5,8\}=\{1,4,5,6,7,8\}.

    Hasil ini dapat diperiksa per rekaman:

    • Rekaman 4 dan 8 memenuhi ketiga filter, jadi berjumlah ganjil.
    • Rekaman 2 (L,TL,T) dan 3 (T,PT,P) memenuhi dua filter, jadi genap.
    • Rekaman 1 dan 6 (LL), 5 (PP), dan 7 (TT) memenuhi tepat satu filter.

    Kueri "memenuhi tepat satu filter" menghasilkan {1,5,6,7}\{1,5,6,7\}. Seandainya kueri itu ditulis sebagai rangkaian selisih simetris, rekaman 4 dan 8 akan ikut terpilih secara keliru. Kesalahan ini tidak tampak pada kasus dua filter dan baru muncul ketika ada tiga filter. Latihan 10 menetapkan kapan kedua kueri memberi hasil yang sama.

    Pembatas kosong. Bila sebuah filter tidak dipenuhi rekaman mana pun, hasilnya ∅\varnothing, dan rumus-rumus tetap berlaku tanpa pengecualian: L∩∅=∅L\cap\varnothing=\varnothing, L∪∅=LL\cup\varnothing=L, L△∅=LL\triangle\varnothing=L, dan ∅c=U\varnothing^c=U. Bila basis datanya sendiri kosong, yaitu U=∅U=\varnothing, setiap filter menghasilkan ∅\varnothing dan ∅c=U=∅\varnothing^c=U=\varnothing. Semua hukum di Teorema 3.2.8 tetap berlaku, karena buktinya tidak pernah mengandaikan UU berisi.

    Latihan

    1. Untuk contoh wajib U={1,2,3,4,5}U=\{1,2,3,4,5\}, A={1,2,3}A=\{1,2,3\}, B={2,3,4}B=\{2,3,4\}, hitung (A△B)c(A\triangle B)^c, Ac△BcA^c\triangle B^c, A∖(A∖B)A\setminus(A\setminus B), dan (A∪B)∖(A△B)(A\cup B)\setminus(A\triangle B). Identitas umum apa yang diisyaratkan oleh hasilnya?
    2. Buktikan, tanpa semesta, bahwa A∖(B∪C)=(A∖B)∩(A∖C)A\setminus(B\cup C)=(A\setminus B)\cap(A\setminus C) dan A∖(B∩C)=(A∖B)∪(A∖C)A\setminus(B\cap C)=(A\setminus B)\cup(A\setminus C). Tunjukkan bahwa De Morgan pada Teorema 3.2.8 adalah kasus khusus untuk A=UA=U.
    3. Buktikan A∖(A∖B)=A∩BA\setminus(A\setminus B)=A\cap B untuk semua himpunan A,BA,B.
    4. Apakah (A∖B)∪B=A(A\setminus B)\cup B=A berlaku untuk semua A,BA,B? Tentukan syarat perlu dan cukupnya.
    5. Untuk A,B⊆UA,B\subseteq U, buktikan Ac△Bc=A△BA^c\triangle B^c=A\triangle B.
    6. Tunjukkan bahwa A∖B=A∖CA\setminus B=A\setminus C tidak mengakibatkan B=CB=C. Kemudian buktikan A∖B=A∖C  ⟺  A∩B=A∩CA\setminus B=A\setminus C\iff A\cap B=A\cap C.
    7. Buktikan (A∪B)△(A∪C)=(B△C)∖A(A\cup B)\triangle(A\cup C)=(B\triangle C)\setminus A. Simpulkan (A∪B)△(A∪C)⊆A∪(B△C)(A\cup B)\triangle(A\cup C)\subseteq A\cup(B\triangle C), lalu tentukan dengan tepat kapan kesamaan berlaku.
    8. (Pembatas kosong.) Misalkan U=∅U=\varnothing. Tentukan semua A⊆UA\subseteq U, hitung AcA^c, lalu periksa A∪Ac=UA\cup A^c=U, A∩Ac=∅A\cap A^c=\varnothing, dan kedua hukum De Morgan. Kemudian, untuk UU sembarang, hitung ∅△B\varnothing\triangle B dan (∅c)c(\varnothing^c)^c.
    9. Pada data subbagian Penerapan: filter pada data dengan himpunan L,T,PL,T,P, hitung himpunan rekaman yang memenuhi paling sedikit dua filter, tepat dua filter, dan tepat satu filter.
    10. Buktikan bahwa himpunan objek yang menjadi anggota tepat satu di antara A,B,CA,B,C sama dengan A△B△CA\triangle B\triangle C jika dan hanya jika A∩B∩C=∅A\cap B\cap C=\varnothing.

    Pembahasan

    1. Strategi: pakai tabel keanggotaan pada subbagian Contoh wajib dihitung tuntas.

    • (A△B)c=U∖{1,4}={2,3,5}(A\triangle B)^c=U\setminus\{1,4\}=\{2,3,5\}.
    • Ac△Bc={4,5}△{1,5}={4}∪{1}={1,4}A^c\triangle B^c=\{4,5\}\triangle\{1,5\}=\{4\}\cup\{1\}=\{1,4\}, sama dengan A△BA\triangle B.
    • A∖(A∖B)={1,2,3}∖{1}={2,3}A\setminus(A\setminus B)=\{1,2,3\}\setminus\{1\}=\{2,3\}, sama dengan A∩BA\cap B.
    • (A∪B)∖(A△B)={1,2,3,4}∖{1,4}={2,3}(A\cup B)\setminus(A\triangle B)=\{1,2,3,4\}\setminus\{1,4\}=\{2,3\}, juga sama dengan A∩BA\cap B.

    Hasil ini mengisyaratkan tiga identitas: Ac△Bc=A△BA^c\triangle B^c=A\triangle B (Latihan 5), A∖(A∖B)=A∩BA\setminus(A\setminus B)=A\cap B (Latihan 3), dan (A∪B)∖(A△B)=A∩B(A\cup B)\setminus(A\triangle B)=A\cap B. Untuk identitas terakhir, syaratnya (a∨b)∧¬(a⊕b)(a\lor b)\land\neg(a\oplus b). Bila a,ba,b keduanya salah, a∨ba\lor b salah. Bila tepat satu benar, a⊕ba\oplus b benar. Jadi syarat ini benar tepat ketika a,ba,b keduanya benar, yaitu a∧ba\land b. Perhitungan pada satu contoh hanya mengisyaratkan identitas. Pembuktiannya diberikan secara terpisah.

    2. Strategi: ikuti rantai ekuivalensi pada bukti Teorema 3.2.8(4), dengan AA menggantikan UU. Untuk identitas pertama:

    x∈A∖(B∪C)  ⟺  a∧¬(b∨c)  ⟺  a∧¬b∧¬c  ⟺  (a∧¬b)∧(a∧¬c).x\in A\setminus(B\cup C)\iff a\land\neg(b\lor c)\iff a\land\neg b\land\neg c\iff(a\land\neg b)\land(a\land\neg c).

    Untuk identitas kedua:

    x∈A∖(B∩C)  ⟺  a∧(¬b∨¬c)  ⟺  (a∧¬b)∨(a∧¬c).x\in A\setminus(B\cap C)\iff a\land(\neg b\lor\neg c)\iff(a\land\neg b)\lor(a\land\neg c).

    Untuk A=UA=U dan B,C⊆UB,C\subseteq U, ruas-ruas ini menjadi (B∪C)c=Bc∩Cc(B\cup C)^c=B^c\cap C^c dan (B∩C)c=Bc∪Cc(B\cap C)^c=B^c\cup C^c. Versi tanpa semesta ini menunjukkan bahwa De Morgan pada dasarnya adalah hukum tentang selisih. Semesta hanya memberi nama "komplemen" pada selisih terhadap UU.

    3. Strategi: rantai ekuivalensi pada syarat keanggotaan. Syarat keanggotaannya adalah a∧¬(a∧¬b)  ⟺  a∧(¬a∨b)  ⟺  (a∧¬a)∨(a∧b)  ⟺  a∧ba\land\neg(a\land\neg b)\iff a\land(\neg a\lor b)\iff(a\land\neg a)\lor(a\land b)\iff a\land b. Hasil ini adalah kasus khusus dari rumus yang benar pada identitas palsu nomor 2 di subbagian Kontracontoh, dengan BB diganti AA dan CC diganti BB: A∖(A∖B)=(A∖A)∪(A∩B)=A∩BA\setminus(A\setminus B)=(A\setminus A)\cup(A\cap B)=A\cap B.

    4. Strategi: uji dulu dengan pembatas kosong untuk mencari kontracontoh, lalu sederhanakan syarat keanggotaan ruas kiri dan cocokkan dengan Proposisi 3.2.9. Identitas ini tidak berlaku umum. Ambil A=∅A=\varnothing dan B={1}B=\{1\}: ruas kiri {1}\{1\}, ruas kanan ∅\varnothing. Dalam kasus umum, (a∧¬b)∨b  ⟺  (a∨b)∧(¬b∨b)  ⟺  a∨b(a\land\neg b)\lor b\iff(a\lor b)\land(\neg b\lor b)\iff a\lor b, sehingga (A∖B)∪B=A∪B(A\setminus B)\cup B=A\cup B. Menurut Proposisi 3.2.9 (dengan peran AA dan BB ditukar), A∪B=AA\cup B=A jika dan hanya jika B⊆AB\subseteq A. Jadi syarat perlu dan cukupnya adalah B⊆AB\subseteq A.

    5. Strategi: pisahkan x∉Ux\notin U dan x∈Ux\in U. Untuk x∉Ux\notin U, xx tidak menjadi anggota kedua ruas, karena kedua ruas termuat di UU. Untuk x∈Ux\in U, x∈Ac  ⟺  ¬ax\in A^c\iff\neg a dan x∈Bc  ⟺  ¬bx\in B^c\iff\neg b. Jadi syarat keanggotaan ruas kiri adalah (¬a)⊕(¬b)(\neg a)\oplus(\neg b). Formula ini benar tepat ketika tepat satu dari ¬a,¬b\neg a,\neg b benar, yaitu tepat ketika tepat satu dari a,ba,b benar. Dengan demikian (¬a)⊕(¬b)  ⟺  a⊕b(\neg a)\oplus(\neg b)\iff a\oplus b. Ruas kanan termuat di UU karena A,B⊆UA,B\subseteq U, sehingga untuk x∈Ux\in U keanggotaan kedua ruas ekuivalen. Menurut ekstensionalitas, kedua ruas sama.

    Bukti alternatif secara aljabar. Ac△Bc=(U△A)△(U△B)=(U△U)△(A△B)=A△BA^c\triangle B^c=(U\triangle A)\triangle(U\triangle B)=(U\triangle U)\triangle(A\triangle B)=A\triangle B. Ruas ini memakai Proposisi 3.2.15(5), asosiativitas dan komutativitas △\triangle, serta U△U=∅U\triangle U=\varnothing.

    6. Kontracontoh: A=∅A=\varnothing, B={1}B=\{1\}, C={2}C=\{2\}. Maka A∖B=∅=A∖CA\setminus B=\varnothing=A\setminus C, tetapi B≠CB\neq C.

    Ekuivalensi. Strategi: A∖BA\setminus B hanya bergantung pada bagian BB yang berada di dalam AA, yaitu A∖B=A∖(A∩B)A\setminus B=A\setminus(A\cap B). Identitas ini benar karena x∈A∧¬(x∈A∧x∈B)  ⟺  x∈A∧x∉Bx\in A\land\neg(x\in A\land x\in B)\iff x\in A\land x\notin B.

    (⇒) Misalkan A∖B=A∖CA\setminus B=A\setminus C. Menurut Latihan 3,

    A∩B=A∖(A∖B)=A∖(A∖C)=A∩C.A\cap B=A\setminus(A\setminus B)=A\setminus(A\setminus C)=A\cap C.

    (⇐) Misalkan A∩B=A∩CA\cap B=A\cap C. Maka

    A∖B=A∖(A∩B)=A∖(A∩C)=A∖C.A\setminus B=A\setminus(A\cap B)=A\setminus(A\cap C)=A\setminus C.

    Pelajarannya: A∖BA\setminus B hanya "melihat" bagian BB yang berada di dalam AA.

    7. Strategi: analisis kasus pada aa.

    • Jika aa benar, maka a∨ba\lor b dan a∨ca\lor c keduanya benar, sehingga (a∨b)⊕(a∨c)(a\lor b)\oplus(a\lor c) salah. Ruas kanan (b⊕c)∧¬a(b\oplus c)\land\neg a juga salah.
    • Jika aa salah, ruas kiri menjadi b⊕cb\oplus c dan ruas kanan juga b⊕cb\oplus c.

    Jadi kedua ruas sama. Inklusinya mengikuti dari (B△C)∖A⊆B△C⊆A∪(B△C)(B\triangle C)\setminus A\subseteq B\triangle C\subseteq A\cup(B\triangle C).

    Kesamaan. Jika A≠∅A\neq\varnothing, ambil x∈Ax\in A. Maka x∈A∪(B△C)x\in A\cup(B\triangle C), tetapi x∉(B△C)∖Ax\notin(B\triangle C)\setminus A. Jadi kesamaan gagal. Jika A=∅A=\varnothing, kedua ruas sama dengan B△CB\triangle C. Kesimpulannya, kesamaan berlaku jika dan hanya jika A=∅A=\varnothing, untuk B,CB,C apa pun. Hal ini memperkuat kontracontoh pada Proposisi 3.2.18: kegagalan distributivitas terjadi pada setiap AA yang tidak kosong, bukan hanya pada contoh khusus.

    8. Strategi: tentukan dulu semua subset dari ∅\varnothing dengan ekstensionalitas, lalu periksa hukum-hukumnya dengan perhitungan langsung. Jika U=∅U=\varnothing, satu-satunya subset adalah ∅\varnothing. Sebab jika A⊆∅A\subseteq\varnothing dan x∈Ax\in A, maka x∈∅x\in\varnothing, dan hal itu mustahil. Jadi A=∅A=\varnothing menurut ekstensionalitas. Dari sini ∅c=∅∖∅=∅\varnothing^c=\varnothing\setminus\varnothing=\varnothing. Pemeriksaan hukum-hukumnya:

    • A∪Ac=∅=UA\cup A^c=\varnothing=U dan A∩Ac=∅A\cap A^c=\varnothing;
    • (A∪B)c=∅=Ac∩Bc(A\cup B)^c=\varnothing=A^c\cap B^c, dan bagian kedua De Morgan serupa.

    Semua hukum berlaku karena tidak ada x∈Ux\in U yang perlu diperiksa. Pernyataan "untuk setiap x∈Ux\in U" benar secara hampa. Untuk UU sembarang, ∅△B=B\varnothing\triangle B=B menurut Proposisi 3.2.15(2) dan komutativitas. Selain itu ∅c=U\varnothing^c=U dan Uc=∅U^c=\varnothing, sehingga (∅c)c=∅(\varnothing^c)^c=\varnothing, sesuai dengan Teorema 3.2.8(2).

    Soal ini menegaskan bahwa semesta kerja boleh kosong. Larangan dalam teori ini hanya mengenai semesta mutlak, bukan semesta yang kosong.

    9. Strategi: "paling sedikit dua" berarti termuat dalam paling sedikit satu irisan berpasangan. Kita hitung:

    L∩T={2,4,8},L∩P={4,8},T∩P={3,4,8}.L\cap T=\{2,4,8\},\quad L\cap P=\{4,8\},\quad T\cap P=\{3,4,8\}.

    Maka:

    • Paling sedikit dua: (L∩T)∪(L∩P)∪(T∩P)={2,3,4,8}(L\cap T)\cup(L\cap P)\cup(T\cap P)=\{2,3,4,8\}.
    • Ketiganya: L∩T∩P={4,8}L\cap T\cap P=\{4,8\}.
    • Tepat dua: {2,3,4,8}∖{4,8}={2,3}\{2,3,4,8\}\setminus\{4,8\}=\{2,3\}.
    • Paling sedikit satu: L∪T∪P={1,2,3,4,5,6,7,8}=UL\cup T\cup P=\{1,2,3,4,5,6,7,8\}=U.
    • Tepat satu: (L∪T∪P)∖{2,3,4,8}=U∖{2,3,4,8}={1,5,6,7}(L\cup T\cup P)\setminus\{2,3,4,8\}=U\setminus\{2,3,4,8\}=\{1,5,6,7\}.

    Pemeriksaan silang. Jumlah ganjil berarti tepat satu atau ketiganya, yaitu {1,5,6,7}∪{4,8}={1,4,5,6,7,8}=L△T△P\{1,5,6,7\}\cup\{4,8\}=\{1,4,5,6,7,8\}=L\triangle T\triangle P. Hasil ini cocok dengan perhitungan pada subbagian Penerapan: filter pada data.

    10. Strategi: pisahkan objek menurut banyaknya keanggotaan di antara A,B,CA,B,C: satu, dua, atau tiga. Misalkan EE adalah himpunan objek yang menjadi anggota tepat satu di antara A,B,CA,B,C. Himpunan EE ada, misalnya sebagai {x∈A∪B∪C: tepat satu dari a,b,c}\{x\in A\cup B\cup C:\ \text{tepat satu dari }a,b,c\} melalui separasi. Menurut Teorema 3.2.16, x∈A△B△Cx\in A\triangle B\triangle C jika dan hanya jika banyaknya keanggotaan xx di antara A,B,CA,B,C adalah satu atau tiga. Jadi

    A△B△C=E∪(A∩B∩C),A\triangle B\triangle C=E\cup(A\cap B\cap C),

    dan kedua suku di ruas kanan saling lepas.

    (⇐) Jika A∩B∩C=∅A\cap B\cap C=\varnothing, maka A△B△C=E∪∅=EA\triangle B\triangle C=E\cup\varnothing=E.

    (⇒) Jika x∈A∩B∩Cx\in A\cap B\cap C, maka x∈A△B△Cx\in A\triangle B\triangle C tetapi x∉Ex\notin E. Jadi kedua himpunan berbeda.

    Pada contoh tiga himpunan di subbagian Selisih simetris, A∩B∩C={3}A\cap B\cap C=\{3\}. Itulah sebabnya hasilnya {1,3,5}\{1,3,5\}, sedangkan E={1,5}E=\{1,5\}. Pada data filter, L∩T∩P={4,8}L\cap T\cap P=\{4,8\}, yaitu tepat rekaman yang terpilih secara keliru.

    Semua operasi pada unit ini melibatkan dua atau tiga himpunan yang disebut satu per satu. Syarat keanggotaannya adalah kombinasi berhingga dari ∨\lor, ∧\land, dan ¬\neg. Karena itu Lema 3.2.12 dapat mereduksi setiap identitas menjadi pemeriksaan sejumlah berhingga pola keanggotaan.

    Unit 3.3 mengganti himpunan yang disebut satu per satu dengan keluarga (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} yang nilainya subset UU. Disjungsi "x∈Ax\in A atau x∈Bx\in B" diganti oleh "ada i∈Ii\in I dengan x∈Aix\in A_i". Konjungsi diganti oleh "x∈Ux\in U dan untuk semua i∈Ii\in I, x∈Aix\in A_i", sesuai konvensi Bab 2. Untuk indeks tak hingga, satu tabel keanggotaan berhingga tidak mencakup seluruh anggota keluarga. Pembuktian yang berlaku bagi indeks sembarang menggunakan aturan kuantifikator dan negasinya; kasus indeks kosong memperjelas mengapa irisan harus diambil relatif UU.

    3.3 Keluarga Himpunan Berindeks

    Unit 3.2 membahas gabungan dan irisan dua himpunan. Analisis jarang berhenti di situ. Kita sering bekerja dengan barisan interval, dengan himpunan titik yang memenuhi pertidaksamaan ke-nn untuk setiap nn, atau dengan sekumpulan kriteria penyaringan. Tulisan seperti A1∪A2∪A3∪⋯A_1\cup A_2\cup A_3\cup\cdots tampak wajar, tetapi titik-titik itu tidak mendefinisikan apa pun. Operasi biner hanya dapat diulang berhingga kali, dan tidak ada "langkah terakhir" yang menghasilkan gabungan tak hingga.

    Karena itu dibutuhkan dua hal. Pertama, cara yang sah untuk menyebut banyak himpunan menurut labelnya. Kedua, definisi gabungan dan irisan yang langsung memakai kuantifikator, tanpa melalui pengulangan operasi biner. Bab 2 telah menyiapkan kuantifikatornya. Unit ini menyiapkan bahasa keluarganya dan memeriksa jebakan yang menyertainya. Indeks tidak sama dengan anggota. Label berbeda boleh menunjuk himpunan yang sama. Himpunan indeks boleh kosong. Urutan "untuk setiap" dan "ada" tidak boleh ditukar sembarangan.

    Sepanjang unit ini UU adalah semesta kerja tertentu, yaitu suatu himpunan yang telah ditetapkan, bukan himpunan semua himpunan. Seperti di Bab 2, N={0,1,2,… }\mathbb N=\{0,1,2,\dots\}. Untuk k∈Nk\in\mathbb N kita menulis N≥k={n∈N:n≥k}\mathbb N_{\ge k}=\{n\in\mathbb N: n\ge k\}. Bilangan, label, dan sifat aritmetika elementer dalam contoh dipinjam sebagai objek dan fakta yang telah dikenal. Sifat yang dipinjam itu mencakup urutan pada N\mathbb N, maksimum dua bilangan asli, dan prinsip induksi. Kita tidak mengaku telah mengonstruksinya.

    Indeks, suku, dan anggota

    Definisi 3.3.1 (Keluarga berindeks). Misalkan UU dan II himpunan, dan ψ(i,X)\psi(i,X) formula bahasa teori himpunan yang boleh memuat parameter. Misalkan pula untuk setiap i∈Ii\in I terdapat tepat satu XX dengan X⊆UX\subseteq U dan ψ(i,X)\psi(i,X). Secara eksplisit:

    ∀i∈I  ∃X (X⊆U∧ψ(i,X)∧∀Y [(Y⊆U∧ψ(i,Y))→Y=X]).(K)\forall i\in I\;\exists X\,\Bigl(X\subseteq U\wedge \psi(i,X)\wedge \forall Y\,\bigl[(Y\subseteq U\wedge\psi(i,Y))\to Y=X\bigr]\Bigr). \tag{K}

    Untuk i∈Ii\in I, himpunan tunggal tersebut dinamai AiA_i. Kita katakan bahwa ψ\psi menetapkan keluarga himpunan bagian UU berindeks II, dan menuliskannya (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I}. Istilah yang dipakai:

    • II adalah himpunan indeks, dan unsurnya disebut indeks;
    • AiA_i adalah suku keluarga yang berindeks ii;
    • unsur AiA_i disebut anggota suku itu.

    Dua keluarga (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} dan (Bi)i∈I(B_i)_{i\in I} dengan himpunan indeks yang sama dianggap sama sebagai keluarga jika Ai=BiA_i=B_i untuk setiap i∈Ii\in I, meskipun formula penetapnya ditulis berbeda.

    Lambang AiA_i bukan suku formal dalam bahasa ∈\in dan ==. Ia singkatan yang aman karena (K) menjamin keberadaan dan ketunggalan. Lema berikut memastikan bahwa singkatan itu dapat diuraikan dengan dua cara yang setara.

    Lema 3.3.2 (Dua bacaan untuk "x∈Aix\in A_i"). Misalkan (K) berlaku dan i∈Ii\in I. Untuk setiap xx, kedua pernyataan berikut ekuivalen:

    1. ∃X (X⊆U∧ψ(i,X)∧x∈X)\exists X\,(X\subseteq U\wedge\psi(i,X)\wedge x\in X);
    2. ∀X ((X⊆U∧ψ(i,X))→x∈X)\forall X\,\bigl((X\subseteq U\wedge\psi(i,X))\to x\in X\bigr).

    Kita menulis x∈Aix\in A_i untuk salah satunya.

    Bukti. (1 ⇒ 2) Misalkan X0⊆UX_0\subseteq U, ψ(i,X0)\psi(i,X_0), dan x∈X0x\in X_0. Ambil sembarang XX dengan X⊆UX\subseteq U dan ψ(i,X)\psi(i,X). Menurut bagian ketunggalan (K), X=X0X=X_0, sehingga x∈Xx\in X.

    (2 ⇒ 1) Karena i∈Ii\in I, (K) memberi suatu X0X_0 dengan X0⊆UX_0\subseteq U dan ψ(i,X0)\psi(i,X_0). Pernyataan 2 yang diterapkan pada X0X_0 memberi x∈X0x\in X_0. Jadi X0X_0 menjadi saksi bagi pernyataan 1. ∎

    Bacaan pertama bersifat eksistensial dan cocok untuk gabungan. Bacaan kedua bersifat universal dan cocok untuk irisan. Keduanya setara karena i∈Ii\in I. Untuk i∉Ii\notin I, (K) tidak menjamin apa pun. Jika tidak ada X⊆UX\subseteq U dengan ψ(i,X)\psi(i,X), pernyataan 1 salah untuk setiap xx, sedangkan pernyataan 2 benar secara hampa.

    Catatan 3.3.3 (Tiga tingkat keanggotaan). Dalam sebuah keluarga terdapat tiga relasi keanggotaan yang berbeda peran:

    i∈I,Ai∈P(U)  (yaitu Ai⊆U),x∈Ai  (sehingga x∈U).i\in I,\qquad A_i\in\mathcal P(U)\ \ (\text{yaitu } A_i\subseteq U),\qquad x\in A_i\ \ (\text{sehingga } x\in U).

    Tidak ada syarat yang menghubungkan II dengan UU. Himpunan indeks boleh saling lepas dengan semesta, misalnya label I={a,b}I=\{\mathsf a,\mathsf b\} dengan U=NU=\mathbb N. Keduanya juga boleh beririsan. Pernyataan i∈Aii\in A_i tidak diwajibkan dan tidak dilarang. Kalau berlaku, itu kebetulan isi keluarga tertentu, bukan sifat struktur keluarga.

    Dalam ungkapan "x∈Aix\in A_i", baik xx maupun ii adalah variabel bebas. Pada gabungan dan irisan di bawah, ii diikat oleh kuantifikator. Akibatnya ⋃i∈IAi\bigcup_{i\in I}A_i dan ⋃k∈IAk\bigcup_{k\in I}A_k menyatakan himpunan yang sama, sejalan dengan penggantian nama variabel terikat di Bab 2.

    Proposisi 3.3.4 (Koleksi suku). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU yang ditetapkan oleh ψ\psi. Terdapat tepat satu himpunan F\mathcal F yang memenuhi

    X∈F  ⟺  (X⊆U∧∃i∈I  ψ(i,X)),X\in\mathcal F \iff \bigl(X\subseteq U\wedge \exists i\in I\;\psi(i,X)\bigr),

    dan untuk setiap XX berlaku X∈F  ⟺  ∃i∈I (X=Ai)X\in\mathcal F\iff \exists i\in I\,(X=A_i). Kita menulis F={Ai:i∈I}\mathcal F=\{A_i: i\in I\}.

    Bukti. Himpunan kuasa P(U)\mathcal P(U) ada menurut 3.1. Separasi pada P(U)\mathcal P(U) dengan formula ∃i∈I ψ(i,X)\exists i\in I\,\psi(i,X), berparameter II dan parameter ψ\psi, menghasilkan

    F={X∈P(U):∃i∈I  ψ(i,X)}\mathcal F=\{X\in\mathcal P(U):\exists i\in I\;\psi(i,X)\}

    (bandingkan [R3-1] untuk separasi dan [R3-3] untuk himpunan kuasa). Ketunggalannya mengikuti ekstensionalitas.

    Untuk bagian kedua, misalkan X⊆UX\subseteq U dan ψ(i,X)\psi(i,X) untuk suatu i∈Ii\in I. Menurut ketunggalan dalam (K), XX adalah suku AiA_i. Sebaliknya, Ai⊆UA_i\subseteq U dan ψ(i,Ai)\psi(i,A_i) berlaku menurut definisi AiA_i. ∎

    Jika keluarga sudah diberikan sebagai himpunan, keberadaannya tidak perlu dianggap kembali. Proposisi di atas hanya diperlukan ketika keluarga diberikan melalui aturan ψ\psi.

    Contoh 3.3.5 (Repetisi indeks). Ambil U={1,2,3}U=\{1,2,3\} dan I={1,2,3,4}I=\{1,2,3,4\}, dengan

    A1={1,2},A2={2,3},A3={1,2},A4={1,2}.A_1=\{1,2\},\quad A_2=\{2,3\},\quad A_3=\{1,2\},\quad A_4=\{1,2\}.

    Formula penetapnya dapat ditulis sebagai disjungsi (i=1∧X={1,2})∨(i=2∧X={2,3})∨(i=3∧X={1,2})∨(i=4∧X={1,2})(i=1\wedge X=\{1,2\})\vee(i=2\wedge X=\{2,3\})\vee(i=3\wedge X=\{1,2\})\vee(i=4\wedge X=\{1,2\}). Untuk setiap i∈Ii\in I tepat satu disjung berlaku, sehingga (K) terpenuhi.

    Keluarga ini punya empat indeks, tetapi koleksi sukunya hanya

    F={Ai:i∈I}={{1,2},{2,3}},\mathcal F=\{A_i:i\in I\}=\bigl\{\{1,2\},\{2,3\}\bigr\},

    yang beranggota dua himpunan. Tiga indeks berbeda, yaitu 1, 3, dan 4, menunjuk suku yang sama. Hal ini sah, karena (K) menuntut ketunggalan suku untuk tiap indeks, bukan ketunggalan indeks untuk tiap suku.

    Contoh ini juga memperlihatkan perbedaan tingkat keanggotaan. Kita punya 3∈I3\in I tetapi 3∉A33\notin A_3. Kita punya 1∈A11\in A_1 dan A1∈FA_1\in\mathcal F, tetapi 1∉F1\notin\mathcal F. Alasannya, untuk label yang kita pinjam, 1≠{1,2}1\ne\{1,2\} dan 1≠{2,3}1\ne\{2,3\}. Jadi relasi ∈\in tidak transitif secara umum.

    Keluarga (Bi)i∈I(B_i)_{i\in I} dengan B1={2,3}B_1=\{2,3\} dan B2=B3=B4={1,2}B_2=B_3=B_4=\{1,2\} memiliki koleksi suku yang sama, {Bi:i∈I}=F\{B_i:i\in I\}=\mathcal F. Namun keluarga ini berbeda dari (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} karena A1≠B1A_1\ne B_1. Keluarga menyimpan informasi tentang suku mana yang terletak pada indeks mana. Koleksi suku tidak menyimpan informasi itu.

    Catatan 3.3.6 (Keluarga turunan, pembatasan, dan kaitan dengan Bab 5).

    (a) Keluarga turunan. Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} ditetapkan oleh ψ\psi dan B⊆UB\subseteq U. Didefinisikan

    χ(i,Y)  :≡  ∃X (X⊆U∧ψ(i,X)∧Y=B∩X).\chi(i,Y)\;:\equiv\;\exists X\,\bigl(X\subseteq U\wedge\psi(i,X)\wedge Y=B\cap X\bigr).

    Untuk i∈Ii\in I, himpunan Y=B∩AiY=B\cap A_i memenuhi χ\chi dan Y⊆UY\subseteq U. Misalkan YY dan Y′Y' sama-sama memenuhi χ(i,⋅)\chi(i,\cdot) dengan saksi XX dan X′X'. Menurut (K), X=X′X=X', sehingga Y=B∩X=Y′Y=B\cap X=Y'. Jadi χ\chi menetapkan keluarga (B∩Ai)i∈I(B\cap A_i)_{i\in I}.

    Dengan cara yang sama diperoleh keluarga (B∪Ai)i∈I(B\cup A_i)_{i\in I} dan (U∖Ai)i∈I(U\setminus A_i)_{i\in I}. Ketiganya adalah keluarga himpunan bagian UU karena B∪Ai⊆UB\cup A_i\subseteq U dan U∖Ai⊆UU\setminus A_i\subseteq U. Selanjutnya keluarga turunan semacam ini dipakai tanpa mengulang argumennya.

    (b) Pembatasan. Jika J⊆IJ\subseteq I, formula ψ\psi yang sama memenuhi (K) dengan JJ menggantikan II, sebab "untuk setiap i∈Ii\in I" mencakup setiap i∈Ji\in J. Hasilnya adalah keluarga (Aj)j∈J(A_j)_{j\in J}, yaitu pembatasan keluarga semula pada JJ.

    (c) Kaitan dengan Bab 5. Pembaca yang telah mengenal fungsi akan melihat penetapan i↦Aii\mapsto A_i sebagai fungsi dari II ke P(U)\mathcal P(U), dan F\mathcal F sebagai daerah hasilnya. Pandangan itu benar, tetapi sengaja belum dipakai di sini. Yang kita perlukan hanyalah (K). Domain, kodomain, daerah hasil, serta peta maju dan peta balik dibahas di Bab 5. Apabila suatu keluarga kelak telah tersedia sebagai himpunan, misalnya sebagai fungsi, formula penetapnya cukup merujuk himpunan itu sebagai parameter. Tidak ada aksioma keberadaan baru yang dibutuhkan.

    Gabungan dan irisan keluarga

    Definisi 3.3.7. Untuk keluarga (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} himpunan bagian UU didefinisikan

    ⋃i∈IAi={x∈U:∃i∈I  (x∈Ai)},⋂i∈IUAi={x∈U:∀i∈I  (x∈Ai)}.\bigcup_{i\in I}A_i=\{x\in U:\exists i\in I\;(x\in A_i)\},\qquad \bigcap^{U}_{i\in I}A_i=\{x\in U:\forall i\in I\;(x\in A_i)\}.

    Himpunan pertama disebut gabungan keluarga. Himpunan kedua disebut irisan keluarga relatif UU. Definisi ini sejalan dengan konvensi Bab 2 dan dengan penyajian keluarga berindeks dalam [R3-2]. Buku ini memakai irisan relatif UU, bukan relatif "semesta semua objek".

    Keberadaan dan ketunggalan. Ungkapan x∈Aix\in A_i di atas adalah singkatan dari Lema 3.3.2. Pada gabungan dipakai bacaan eksistensial, dan pada irisan dipakai bacaan universal. Dengan demikian kedua ruas kanan berbentuk separasi pada UU. Formula pemisahnya berpeubah xx dan berparameter II, UU, serta parameter ψ\psi. Variabel yang menamai himpunan baru dipilih tidak bebas dalam formula itu. Variabel terikat ii dan XX dipilih agar tidak bentrok dengan variabel ψ\psi. Separasi menjamin keberadaan kedua himpunan, dan ekstensionalitas menjamin ketunggalannya. Kita tidak memerlukan aksioma lain dan tidak memerlukan komprehensi tak terbatas.

    Karena setiap Ai⊆UA_i\subseteq U, syarat "x∈Ux\in U" pada gabungan tidak menambah apa pun: jika x∈Aix\in A_i untuk suatu ii, maka sudah tentu x∈Ux\in U. Pada irisan, syarat itu bekerja tepat ketika I=∅I=\varnothing, seperti terlihat berikut ini.

    Proposisi 3.3.8 (Indeks kosong dan ketakbergantungan pada UU). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU.

    1. Jika I=∅I=\varnothing, maka ⋃i∈IAi=∅\bigcup_{i\in I}A_i=\varnothing dan ⋂i∈IUAi=U\bigcap^{U}_{i\in I}A_i=U.
    2. Misalkan U⊆VU\subseteq V. Dengan formula X⊆U∧ψ(i,X)X\subseteq U\wedge\psi(i,X), keluarga yang sama adalah keluarga himpunan bagian VV. Gabungannya, dihitung relatif UU maupun relatif VV, menghasilkan himpunan yang sama.
    3. Jika I≠∅I\neq\varnothing, maka untuk setiap xx berlaku x∈⋂i∈IUAi  ⟺  ∀i∈I (x∈Ai)x\in\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\iff\forall i\in I\,(x\in A_i). Akibatnya, dalam situasi butir 2, ⋂i∈IUAi=⋂i∈IVAi\bigcap^{U}_{i\in I}A_i=\bigcap^{V}_{i\in I}A_i.
    4. Jika I=∅I=\varnothing dan U⊊VU\subsetneq V, maka ⋂i∈IUAi≠⋂i∈IVAi\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\neq\bigcap^{V}_{i\in I}A_i.

    Bukti. (1) Untuk I=∅I=\varnothing, pernyataan ∃i∈I (x∈Ai)\exists i\in I\,(x\in A_i), yaitu ∃i (i∈∅∧x∈Ai)\exists i\,(i\in\varnothing\wedge x\in A_i), salah untuk setiap xx. Jadi gabungannya tidak beranggota, dan menurut ketunggalan himpunan kosong (3.1) gabungan itu sama dengan ∅\varnothing. Pernyataan ∀i∈I (x∈Ai)\forall i\in I\,(x\in A_i), yaitu ∀i (i∈∅→x∈Ai)\forall i\,(i\in\varnothing\to x\in A_i), benar secara hampa untuk setiap xx. Jadi irisannya beranggota tepat semua x∈Ux\in U, dan menurut ekstensionalitas irisan itu sama dengan UU.

    (2) Formula X⊆U∧ψ(i,X)X\subseteq U\wedge\psi(i,X) memenuhi (K) dengan VV menggantikan UU. Penyebabnya: setiap XX yang memenuhinya juga memenuhi X⊆VX\subseteq V, dan ketunggalannya diwarisi dari ketunggalan relatif UU. Suku-suku yang dihasilkan sama. Untuk sembarang xx, jika ∃i∈I (x∈Ai)\exists i\in I\,(x\in A_i), maka x∈Ux\in U dan juga x∈Vx\in V. Jadi syarat "x∈U∧∃ix\in U\wedge\exists i" dan "x∈V∧∃ix\in V\wedge\exists i" ekuivalen, dan ekstensionalitas memberi kesamaan kedua gabungan.

    Formula yang dimodifikasi memang diperlukan. Sebagai contoh, ambil I={0}I=\{0\}, U={1}U=\{1\}, V={1,2}V=\{1,2\}, dan ψ(i,X):≡X={1}∨X={2}\psi(i,X):\equiv X=\{1\}\vee X=\{2\}. Relatif UU, untuk i=0i=0 hanya X={1}X=\{1\} yang memenuhi, sehingga sukunya tunggal. Relatif VV, baik {1}\{1\} maupun {2}\{2\} memenuhi, sehingga ketunggalan gagal.

    (3) Arah (⇒) langsung dari definisi. Untuk arah (⇐), karena I≠∅I\ne\varnothing, ambil i0∈Ii_0\in I. Dari x∈Ai0⊆Ux\in A_{i_0}\subseteq U diperoleh x∈Ux\in U, sehingga xx memenuhi kedua syarat dalam definisi irisan. Karena ruas kanan tidak menyebut UU, alasan yang sama berlaku relatif VV, dan ekstensionalitas memberi kesamaan.

    (4) Menurut butir 1, kedua irisan itu adalah UU dan VV. Keduanya berbeda karena U⊊VU\subsetneq V. ∎

    Jadi menulis ⋂i∈IAi\bigcap_{i\in I}A_i tanpa menyebut semesta aman tepat ketika I≠∅I\neq\varnothing. Bila himpunan indeks mungkin kosong, UU harus disebut. Gabungan tidak pernah memerlukan penyebutan itu.

    Proposisi 3.3.9 (Kasus dua indeks). Misalkan I={a,b}I=\{a,b\}, yang diperoleh dari aksioma pasangan, dan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU. Maka

    ⋃i∈IAi=Aa∪Ab,⋂i∈IUAi=Aa∩Ab.\bigcup_{i\in I}A_i=A_a\cup A_b,\qquad \bigcap^{U}_{i\in I}A_i=A_a\cap A_b.

    Kesamaan ini berlaku juga ketika a=ba=b. Dalam hal itu kedua ruas sama dengan AaA_a.

    Bukti. Menurut aksioma pasangan, i∈{a,b}  ⟺  (i=a∨i=b)i\in\{a,b\}\iff(i=a\vee i=b). Oleh karena itu

    ∃i∈I (x∈Ai)  ⟺  (x∈Aa∨x∈Ab)dan∀i∈I (x∈Ai)  ⟺  (x∈Aa∧x∈Ab).\exists i\in I\,(x\in A_i)\iff (x\in A_a\vee x\in A_b) \qquad\text{dan}\qquad \forall i\in I\,(x\in A_i)\iff (x\in A_a\wedge x\in A_b).

    Ruas kiri yang pertama setara dengan x∈Aa∪Abx\in A_a\cup A_b. Untuk irisan, syarat "x∈Ux\in U" berlebih karena Aa⊆UA_a\subseteq U, sehingga ruas kiri yang kedua setara dengan x∈Aa∩Abx\in A_a\cap A_b. Ekstensionalitas menutup bukti. Jika a=ba=b, maka Aa∪Aa=Aa∩Aa=AaA_a\cup A_a=A_a\cap A_a=A_a. ∎

    Untuk p≤qp\le q dalam N≥1\mathbb N_{\ge1}, tulis Jp,q={i∈N:p≤i≤q}J_{p,q}=\{i\in\mathbb N:p\le i\le q\}. Misalkan (Ai)i∈J1,r(A_i)_{i\in J_{1,r}} keluarga himpunan bagian UU dengan r≥1r\ge1, dan ambil 1≤p≤q≤r1\le p\le q\le r. Suatu ekspresi gabungan atas Ap,…,AqA_p,\ldots,A_q dibentuk dari suku-suku itu menurut urutannya, dengan operasi ∪\cup biner dan suatu pengurungan. Setiap ekspresi tersebut sama dengan ⋃i∈Jp,qAi\bigcup_{i\in J_{p,q}}A_i.

    Bukti. Kita memakai induksi kuat atas q−pq-p, sebagai bagian dari perangkat aritmetika yang dipinjam; prinsip induksi dikembangkan pada Bab 7. Jika q=pq=p, satu-satunya ekspresi adalah ApA_p, dan ⋃i∈{p}Ai=Ap\bigcup_{i\in\{p\}}A_i=A_p langsung dari syarat keanggotaan. Jika q>pq>p, operasi terluar membagi ekspresi menjadi E1∪E2E_1\cup E_2, dengan E1E_1 memakai Ap,…,AsA_p,\ldots,A_s dan E2E_2 memakai As+1,…,AqA_{s+1},\ldots,A_q untuk suatu p≤s<qp\le s<q. Kedua rentang lebih pendek, sehingga hipotesis induksi mengidentifikasi E1E_1 dan E2E_2 dengan gabungan keluarga pada rentang masing-masing. Untuk setiap xx,

    x∈E1∪E2  ⟺  (∃i∈Jp,s  x∈Ai)∨(∃i∈Js+1,q  x∈Ai)  ⟺  ∃i∈Jp,q  x∈Ai.\begin{aligned} x\in E_1\cup E_2 &\iff (\exists i\in J_{p,s}\;x\in A_i)\lor(\exists i\in J_{s+1,q}\;x\in A_i)\\ &\iff \exists i\in J_{p,q}\;x\in A_i. \end{aligned}

    Langkah terakhir memakai pemisahan Jp,q=Jp,s∪Js+1,qJ_{p,q}=J_{p,s}\cup J_{s+1,q}. Ekstensionalitas membuktikan klaim.

    Untuk ekspresi irisan, basisnya juga Ap=⋂i∈{p}UAiA_p=\bigcap^U_{i\in\{p\}}A_i, karena Ap⊆UA_p\subseteq U. Pada langkah induksi, operasi terluarnya E1∩E2E_1\cap E_2. Hipotesis induksi memberi, untuk setiap xx,

    x∈E1∩E2  ⟺  x∈U ∧ (∀i∈Jp,s  x∈Ai) ∧ (∀i∈Js+1,q  x∈Ai)  ⟺  x∈U ∧ ∀i∈Jp,q  x∈Ai.\begin{aligned} x\in E_1\cap E_2 &\iff x\in U\ \land\ (\forall i\in J_{p,s}\;x\in A_i)\ \land\ (\forall i\in J_{s+1,q}\;x\in A_i)\\ &\iff x\in U\ \land\ \forall i\in J_{p,q}\;x\in A_i. \end{aligned}

    Ekstensionalitas kembali memberi hasil. Semua rentang pada pembuktian ini tak kosong. Kedua induksi hanya menjangkau himpunan indeks berhingga; keduanya tidak membuktikan klaim tentang gabungan atau irisan atas seluruh N≥1\mathbb N_{\ge1}. Karena itu Definisi 3.3.7 dirumuskan langsung dengan kuantifikator. □\square

    Proposisi 3.3.10 (Gabungan dan irisan hanya bergantung pada koleksi suku). Misalkan F={Ai:i∈I}\mathcal F=\{A_i:i\in I\}. Maka

    ⋃i∈IAi=⋃F,⋂i∈IUAi={x∈U:∀X∈F  (x∈X)}.\bigcup_{i\in I}A_i=\bigcup\mathcal F,\qquad \bigcap^{U}_{i\in I}A_i=\{x\in U:\forall X\in\mathcal F\;(x\in X)\}.

    Akibatnya, dua keluarga himpunan bagian UU dengan koleksi suku yang sama memiliki gabungan yang sama dan irisan relatif UU yang sama, walaupun himpunan indeksnya berbeda.

    Bukti. Himpunan ⋃F\bigcup\mathcal F ada menurut aksioma gabungan (3.1; bandingkan [R3-1]). Menurut Proposisi 3.3.4,

    x∈⋃F  ⟺  ∃X (X∈F∧x∈X)  ⟺  ∃X ∃i∈I (X=Ai∧x∈X)  ⟺  ∃i∈I (x∈Ai).x\in\textstyle\bigcup\mathcal F\iff\exists X\,(X\in\mathcal F\wedge x\in X)\iff \exists X\,\exists i\in I\,(X=A_i\wedge x\in X)\iff\exists i\in I\,(x\in A_i).

    Langkah terakhir menukar dua kuantifikator eksistensial yang bertetangga, lalu menghapus XX dengan mensubstitusi X=AiX=A_i. Ruas paling kanan setara dengan keanggotaan pada ⋃i∈IAi\bigcup_{i\in I}A_i, karena syarat x∈Ux\in U berlebih.

    Untuk irisan, ∀X (X∈F→x∈X)\forall X\,(X\in\mathcal F\to x\in X) setara dengan ∀X ∀i∈I (X=Ai→x∈X)\forall X\,\forall i\in I\,(X=A_i\to x\in X), yang setara dengan ∀i∈I (x∈Ai)\forall i\in I\,(x\in A_i). Ekstensionalitas menutup bukti. ∎

    Pada Contoh 3.3.5, empat indeks memberi gabungan {1,2}∪{2,3}={1,2,3}\{1,2\}\cup\{2,3\}=\{1,2,3\} dan irisan {1,2}∩{2,3}={2}\{1,2\}\cap\{2,3\}=\{2\}. Repetisi A1=A3=A4A_1=A_3=A_4 tidak mengubah hasil itu.

    Proposisi 3.3.11 (Batas atas dan batas bawah). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU.

    1. Untuk setiap k∈Ik\in I: Ak⊆⋃i∈IAiA_k\subseteq\bigcup_{i\in I}A_i dan ⋂i∈IUAi⊆Ak\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\subseteq A_k.
    2. Jika CC himpunan dan Ai⊆CA_i\subseteq C untuk setiap i∈Ii\in I, maka ⋃i∈IAi⊆C\bigcup_{i\in I}A_i\subseteq C.
    3. Jika C⊆UC\subseteq U dan C⊆AiC\subseteq A_i untuk setiap i∈Ii\in I, maka C⊆⋂i∈IUAiC\subseteq\bigcap^{U}_{i\in I}A_i.

    Bukti. (1) Jika x∈Akx\in A_k, maka kk adalah saksi bagi ∃i∈I (x∈Ai)\exists i\in I\,(x\in A_i). Jika xx anggota irisan, maka sifat "untuk setiap ii" khususnya berlaku untuk i=ki=k.

    (2) Misalkan x∈⋃i∈IAix\in\bigcup_{i\in I}A_i. Ada k∈Ik\in I dengan x∈Akx\in A_k, dan Ak⊆CA_k\subseteq C memberi x∈Cx\in C.

    (3) Misalkan x∈Cx\in C. Maka x∈Ux\in U karena C⊆UC\subseteq U. Untuk sembarang i∈Ii\in I berlaku x∈Aix\in A_i karena C⊆AiC\subseteq A_i. Jadi xx anggota irisan. ∎

    Butir 1 dan 2 mengatakan bahwa gabungan adalah himpunan terkecil yang memuat semua suku. Butir 1 dan 3 mengatakan bahwa irisan relatif UU adalah himpunan bagian UU terbesar yang termuat dalam semua suku.

    Hipotesis C⊆UC\subseteq U pada butir 3 tidak dapat dihapus bila I=∅I=\varnothing. Misalnya, ambil U={1}U=\{1\}, C={2}C=\{2\}, dan I=∅I=\varnothing. Syarat "C⊆AiC\subseteq A_i untuk setiap ii" benar secara hampa, tetapi C⊈U=⋂i∈∅UAiC\not\subseteq U=\bigcap^{U}_{i\in\varnothing}A_i. Bila I≠∅I\ne\varnothing, hipotesis itu otomatis terpenuhi karena C⊆Ai0⊆UC\subseteq A_{i_0}\subseteq U.

    Contoh 3.3.12 (Kelipatan). Ambil U={1,2,…,10}U=\{1,2,\dots,10\} dan I={2,3,5}I=\{2,3,5\}. Untuk i∈Ii\in I, definisikan

    Ai={x∈U:∃k∈N  (x=ik)},A_i=\{x\in U:\exists k\in\mathbb N\;(x=ik)\},

    yaitu kelipatan ii di dalam UU. Formula penetapnya adalah ψ(i,X):≡X={x∈U:∃k∈N (x=ik)}\psi(i,X):\equiv X=\{x\in U:\exists k\in\mathbb N\,(x=ik)\}. Untuk tiap ii, separasi pada UU memberi tepat satu himpunan seperti itu. Dengan menghitung langsung:

    A2={2,4,6,8,10},A3={3,6,9},A5={5,10}.A_2=\{2,4,6,8,10\},\qquad A_3=\{3,6,9\},\qquad A_5=\{5,10\}.

    Gabungan. Sebuah x∈Ux\in U masuk gabungan jika dan hanya jika xx termuat dalam sedikitnya satu suku. Bilangan 11 dan 77 tidak termuat di suku mana pun, sedangkan setiap unsur UU lainnya termuat di salah satunya. Jadi

    ⋃i∈IAi={2,3,4,5,6,8,9,10}.\bigcup_{i\in I}A_i=\{2,3,4,5,6,8,9,10\}.

    Irisan. Sudah A3∩A5=∅A_3\cap A_5=\varnothing, karena tidak ada unsur yang sekaligus termuat dalam {3,6,9}\{3,6,9\} dan {5,10}\{5,10\}. Menurut Proposisi 3.3.11(1), irisan seluruh keluarga termuat dalam A3A_3 dan juga dalam A5A_5, sehingga termuat dalam A3∩A5=∅A_3\cap A_5=\varnothing. Jadi

    ⋂i∈IUAi=∅.\bigcap^{U}_{i\in I}A_i=\varnothing.

    Untuk pembatasan pada beberapa J⊆IJ\subseteq I diperoleh tabel berikut. Hasil-hasil ini dipakai lagi di Contoh 3.3.16 dan 3.3.18.

    JJ⋃j∈JAj\bigcup_{j\in J}A_j⋂j∈JUAj\bigcap^{U}_{j\in J}A_j
    {2,3,5}\{2,3,5\}{2,3,4,5,6,8,9,10}\{2,3,4,5,6,8,9,10\}∅\varnothing
    {2,3}\{2,3\}{2,3,4,6,8,9,10}\{2,3,4,6,8,9,10\}{6}\{6\}
    {2}\{2\}{2,4,6,8,10}\{2,4,6,8,10\}{2,4,6,8,10}\{2,4,6,8,10\}
    ∅\varnothing∅\varnothingU={1,…,10}U=\{1,\dots,10\}

    Baris J={2}J=\{2\} memakai Proposisi 3.3.9 dengan a=ba=b. Baris J=∅J=\varnothing memakai Proposisi 3.3.8(1).

    Contoh 3.3.13 (Model penyaringan data). Contoh berikut adalah model himpunan bagi penyaringan data, bukan laporan tentang suatu implementasi. Misalkan semesta kerja terdiri atas enam rekaman, U={r1,…,r6}U=\{r_1,\dots,r_6\}, dengan atribut berikut:

    rekamanstatuswilayahnilai
    r1r_1aktifBarat70
    r2r_2aktifTimur40
    r3r_3nonaktifBarat55
    r4r_4aktifBarat30
    r5r_5nonaktifTimur90
    r6r_6aktifTimur60

    Setiap kriteria penyaringan dimodelkan sebagai himpunan rekaman yang lolos. Ambil I={1,2,3}I=\{1,2,3\}, dengan

    • F1={r∈U:r aktif}={r1,r2,r4,r6}F_1=\{r\in U: r\text{ aktif}\}=\{r_1,r_2,r_4,r_6\},
    • F2={r∈U:r di wilayah Barat}={r1,r3,r4}F_2=\{r\in U: r\text{ di wilayah Barat}\}=\{r_1,r_3,r_4\},
    • F3={r∈U:nilai r≥50}={r1,r3,r5,r6}F_3=\{r\in U: \text{nilai } r\ge 50\}=\{r_1,r_3,r_5,r_6\}.

    "Lolos semua kriteria" adalah irisan, dan "lolos sedikitnya satu kriteria" adalah gabungan:

    ⋂i∈IUFi={r1},⋃i∈IFi=U.\bigcap^{U}_{i\in I}F_i=\{r_1\},\qquad \bigcup_{i\in I}F_i=U.

    Irisan dihitung bertahap: F1∩F2={r1,r4}F_1\cap F_2=\{r_1,r_4\}, lalu {r1,r4}∩F3={r1}\{r_1,r_4\}\cap F_3=\{r_1\}. Untuk gabungan, F1∪F2={r1,r2,r3,r4,r6}F_1\cup F_2=\{r_1,r_2,r_3,r_4,r_6\}, dan satu-satunya rekaman yang tersisa, r5r_5, termuat dalam F3F_3.

    Jika hanya kriteria J={1,3}J=\{1,3\} yang diaktifkan, maka ⋂j∈JUFj=F1∩F3={r1,r6}\bigcap^{U}_{j\in J}F_j=F_1\cap F_3=\{r_1,r_6\}. Hasil ini lebih besar daripada {r1}\{r_1\}. Menambah kriteria hanya dapat mempersempit hasil (lihat Teorema 3.3.17).

    Jika tidak ada kriteria sama sekali (J=∅J=\varnothing), model memberi ⋂j∈∅UFj=U\bigcap^{U}_{j\in\varnothing}F_j=U, yaitu semua rekaman lolos. Ini sesuai dengan intuisi bahwa daftar syarat yang kosong tidak menolak apa pun. Sebaliknya ⋃j∈∅Fj=∅\bigcup_{j\in\varnothing}F_j=\varnothing, karena tidak ada rekaman yang lolos "sedikitnya satu" dari nol kriteria. Konvensi irisan relatif UU memberi hasil yang sesuai dengan intuisi penyaringan pada batas indeks kosong.

    Distribusi satu himpunan atas keluarga

    Di Unit 3.2 irisan didistribusikan atas gabungan dua himpunan, dan sebaliknya. Kini satu himpunan BB didistribusikan atas keluarga sembarang. Keluarga (B∩Ai)i∈I(B\cap A_i)_{i\in I} dan (B∪Ai)i∈I(B\cup A_i)_{i\in I} sah menurut Catatan 3.3.6(a).

    Teorema 3.3.14 (Hukum distributif untuk keluarga). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU dan B⊆UB\subseteq U. Untuk setiap himpunan indeks II, termasuk I=∅I=\varnothing, berlaku

    (a)B∩⋃i∈IAi=⋃i∈I(B∩Ai),(b)B∪⋂i∈IUAi=⋂i∈IU(B∪Ai).\text{(a)}\quad B\cap\bigcup_{i\in I}A_i=\bigcup_{i\in I}(B\cap A_i),\qquad \text{(b)}\quad B\cup\bigcap^{U}_{i\in I}A_i=\bigcap^{U}_{i\in I}(B\cup A_i).

    Bukti. (a) Arah ⊆\subseteq. Misalkan x∈Bx\in B dan x∈⋃i∈IAix\in\bigcup_{i\in I}A_i. Ada k∈Ik\in I dengan x∈Akx\in A_k. Maka x∈B∩Akx\in B\cap A_k, dan kk menjadi saksi bahwa x∈⋃i∈I(B∩Ai)x\in\bigcup_{i\in I}(B\cap A_i).

    Arah ⊇\supseteq. Misalkan ada k∈Ik\in I dengan x∈B∩Akx\in B\cap A_k. Maka x∈Bx\in B, dan kk menjadi saksi bahwa x∈⋃i∈IAix\in\bigcup_{i\in I}A_i.

    Dalam kedua arah, saksi kk dipilih setelah xx diberikan dan boleh bergantung pada xx. Kita tidak pernah mengklaim satu indeks yang berlaku untuk semua xx.

    (b) Arah ⊆\subseteq. Misalkan x∈B∪⋂i∈IUAix\in B\cup\bigcap^{U}_{i\in I}A_i. Dalam kedua kasus x∈Ux\in U, karena B⊆UB\subseteq U dan irisan relatif UU termuat dalam UU. Ambil sembarang i∈Ii\in I. Jika x∈Bx\in B, maka x∈B∪Aix\in B\cup A_i. Jika xx anggota irisan, maka x∈Ai⊆B∪Aix\in A_i\subseteq B\cup A_i. Jadi x∈⋂i∈IU(B∪Ai)x\in\bigcap^{U}_{i\in I}(B\cup A_i).

    Arah ⊇\supseteq. Misalkan x∈Ux\in U dan x∈B∪Aix\in B\cup A_i untuk setiap i∈Ii\in I. Jika x∈Bx\in B, selesai. Jika x∉Bx\notin B, ambil sembarang i∈Ii\in I. Dari x∈B∪Aix\in B\cup A_i dan x∉Bx\notin B diperoleh x∈Aix\in A_i. Karena ii sembarang dan x∈Ux\in U, maka x∈⋂i∈IUAix\in\bigcap^{U}_{i\in I}A_i.

    Pemisahan kasus "x∈Bx\in B atau x∉Bx\notin B" dilakukan sebelum ii diambil, sehingga satu keputusan berlaku seragam untuk semua indeks.

    Batas indeks kosong. Argumen di atas tidak memakai satu pun indeks tertentu, jadi berlaku juga untuk I=∅I=\varnothing. Pemeriksaan langsung menegaskannya. Pada (a), ruas kiri adalah B∩∅=∅B\cap\varnothing=\varnothing, dan ruas kanan adalah gabungan keluarga kosong, yaitu ∅\varnothing. Pada (b), ruas kiri adalah B∪U=UB\cup U=U karena B⊆UB\subseteq U, dan ruas kanan adalah irisan keluarga kosong relatif UU, yaitu UU. ∎

    Dua hukum "pasangan" lainnya memerlukan I≠∅I\ne\varnothing. Keduanya adalah BB yang digabungkan dengan gabungan, dan BB yang diirisi dengan irisan. Proposisi berikut menunjukkan tepat di mana keperluan itu muncul.

    Proposisi 3.3.15. Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU dan B⊆UB\subseteq U.

    1. Jika I≠∅I\ne\varnothing, maka B∪⋃i∈IAi=⋃i∈I(B∪Ai)B\cup\bigcup_{i\in I}A_i=\bigcup_{i\in I}(B\cup A_i).
    2. Jika I≠∅I\ne\varnothing, maka B∩⋂i∈IUAi=⋂i∈IU(B∩Ai)B\cap\bigcap^{U}_{i\in I}A_i=\bigcap^{U}_{i\in I}(B\cap A_i).
    3. Jika I=∅I=\varnothing, kesamaan pada butir 1 berlaku jika dan hanya jika B=∅B=\varnothing, dan kesamaan pada butir 2 berlaku jika dan hanya jika B=UB=U.

    Bukti. (1) Arah ⊇\supseteq berlaku untuk sembarang II. Jika x∈B∪Akx\in B\cup A_k untuk suatu k∈Ik\in I, maka x∈Bx\in B atau x∈Ak⊆⋃i∈IAix\in A_k\subseteq\bigcup_{i\in I}A_i.

    Arah ⊆\subseteq: jika x∈Akx\in A_k untuk suatu kk, maka x∈B∪Akx\in B\cup A_k. Jika x∈Bx\in B, kita memerlukan suatu indeks sebagai saksi. Karena I≠∅I\ne\varnothing, ambil i0∈Ii_0\in I, sehingga x∈B∪Ai0x\in B\cup A_{i_0}. Di sinilah hipotesis I≠∅I\ne\varnothing dipakai.

    (2) Arah ⊆\subseteq berlaku untuk sembarang II. Jika x∈Bx\in B dan xx anggota irisan, maka x∈Ux\in U dan x∈B∩Aix\in B\cap A_i untuk setiap ii.

    Arah ⊇\supseteq: misalkan x∈Ux\in U dan x∈B∩Aix\in B\cap A_i untuk setiap i∈Ii\in I. Maka x∈Aix\in A_i untuk setiap ii, sehingga x∈⋂i∈IUAix\in\bigcap^{U}_{i\in I}A_i. Untuk mendapatkan x∈Bx\in B, kita memerlukan satu indeks. Karena I≠∅I\ne\varnothing, ambil i0∈Ii_0\in I. Dari x∈B∩Ai0x\in B\cap A_{i_0} diperoleh x∈Bx\in B.

    (3) Untuk I=∅I=\varnothing, butir 1 menjadi B∪∅=∅B\cup\varnothing=\varnothing, yaitu B=∅B=\varnothing. Butir 2 menjadi B∩U=UB\cap U=U. Karena B⊆UB\subseteq U, ruas kiri sama dengan BB, sehingga kesamaan itu berarti B=UB=U. ∎

    Contoh 3.3.16. Lanjutkan Contoh 3.3.12 dengan B={1,2,3,4,5}B=\{1,2,3,4,5\}.

    Teorema 3.3.14(a) dengan I={2,3,5}I=\{2,3,5\}. Ruas kiri: B∩{2,3,4,5,6,8,9,10}={2,3,4,5}B\cap\{2,3,4,5,6,8,9,10\}=\{2,3,4,5\}. Ruas kanan: B∩A2={2,4}B\cap A_2=\{2,4\}, B∩A3={3}B\cap A_3=\{3\}, dan B∩A5={5}B\cap A_5=\{5\}, yang gabungannya {2,3,4,5}\{2,3,4,5\}. Kedua ruas sama.

    Teorema 3.3.14(b) dengan I={2,3,5}I=\{2,3,5\}. Ruas kiri: B∪∅=BB\cup\varnothing=B. Ruas kanan dihitung dari

    B∪A2={1,2,3,4,5,6,8,10},B∪A3={1,2,3,4,5,6,9},B∪A5={1,2,3,4,5,10}.B\cup A_2=\{1,2,3,4,5,6,8,10\},\quad B\cup A_3=\{1,2,3,4,5,6,9\},\quad B\cup A_5=\{1,2,3,4,5,10\}.

    Unsur 1,…,51,\dots,5 termuat dalam ketiganya. Unsur 66 tidak termuat dalam B∪A5B\cup A_5. Unsur 88 dan 1010 tidak termuat dalam B∪A3B\cup A_3. Unsur 99 tidak termuat dalam B∪A2B\cup A_2. Unsur 77 tidak termuat di mana pun. Jadi irisannya adalah BB, sesuai dengan ruas kiri.

    Proposisi 3.3.15 dengan J=∅J=\varnothing. Pada butir 1, ruas kiri adalah B∪∅=BB\cup\varnothing=B, sedangkan ruas kanan adalah ∅\varnothing. Pada butir 2, ruas kiri adalah B∩U=BB\cap U=B, sedangkan ruas kanan adalah U={1,…,10}U=\{1,\dots,10\}. Kedua hukum gagal karena ∅≠B≠U\varnothing\ne B\ne U, tepat seperti diramalkan butir 3.

    Monotoni terhadap himpunan indeks

    Teorema 3.3.17 (Monotoni indeks). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU dan J⊆IJ\subseteq I, dengan (Aj)j∈J(A_j)_{j\in J} pembatasannya (Catatan 3.3.6(b)). Maka

    ⋃j∈JAj⊆⋃i∈IAidan⋂i∈IUAi⊆⋂j∈JUAj.\bigcup_{j\in J}A_j\subseteq\bigcup_{i\in I}A_i \qquad\text{dan}\qquad \bigcap^{U}_{i\in I}A_i\subseteq\bigcap^{U}_{j\in J}A_j.

    Gabungan mengikuti arah inklusi indeks. Irisan membalik arah itu.

    Bukti. Misalkan x∈⋃j∈JAjx\in\bigcup_{j\in J}A_j. Ada j∈Jj\in J dengan x∈Ajx\in A_j. Karena J⊆IJ\subseteq I, maka j∈Ij\in I, dan indeks yang sama menjadi saksi bahwa x∈⋃i∈IAix\in\bigcup_{i\in I}A_i.

    Misalkan x∈⋂i∈IUAix\in\bigcap^{U}_{i\in I}A_i, yaitu x∈Ux\in U dan x∈Aix\in A_i untuk setiap i∈Ii\in I. Ambil sembarang j∈Jj\in J. Karena j∈Ij\in I, maka x∈Ajx\in A_j. Jadi x∈⋂j∈JUAjx\in\bigcap^{U}_{j\in J}A_j.

    Untuk J=∅J=\varnothing, teorema ini menjadi ∅⊆⋃i∈IAi\varnothing\subseteq\bigcup_{i\in I}A_i dan ⋂i∈IUAi⊆U\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\subseteq U, yang keduanya benar. Bukti di atas mencakup kasus ini tanpa perlakuan khusus. ∎

    Alasan pembalikan dapat dibaca dari kuantifikatornya. Memperbesar himpunan indeks berarti menambah calon saksi bagi "ada ii", sehingga gabungan membesar. Pada saat yang sama, langkah itu menambah syarat bagi "untuk setiap ii", sehingga irisan mengecil. Kesalahan yang sering terjadi adalah menyimpulkan ⋂j∈JUAj⊆⋂i∈IUAi\bigcap^{U}_{j\in J}A_j\subseteq\bigcap^{U}_{i\in I}A_i dari J⊆IJ\subseteq I karena mengira arah inklusinya "sejajar".

    Contoh 3.3.18. Dari tabel Contoh 3.3.12, ambil rantai ∅⊆{2}⊆{2,3}⊆{2,3,5}\varnothing\subseteq\{2\}\subseteq\{2,3\}\subseteq\{2,3,5\}. Diperoleh:

    • gabungan naik: ∅⊆{2,4,6,8,10}⊆{2,3,4,6,8,9,10}⊆{2,3,4,5,6,8,9,10}\varnothing\subseteq\{2,4,6,8,10\}\subseteq\{2,3,4,6,8,9,10\}\subseteq\{2,3,4,5,6,8,9,10\};
    • irisan turun: U⊇{2,4,6,8,10}⊇{6}⊇∅U\supseteq\{2,4,6,8,10\}\supseteq\{6\}\supseteq\varnothing.

    Semua inklusi di sini sejati. Jadi teorema tidak dapat dipertajam menjadi kesamaan.

    Sebaliknya, inklusi indeks yang sejati tidak menjamin inklusi hasil yang sejati. Ambil keluarga Contoh 3.3.5 dengan J={1,2}⊊I={1,2,3,4}J=\{1,2\}\subsetneq I=\{1,2,3,4\}. Berlaku ⋃j∈JAj={1,2,3}=⋃i∈IAi\bigcup_{j\in J}A_j=\{1,2,3\}=\bigcup_{i\in I}A_i dan ⋂j∈JUAj={2}=⋂i∈IUAi\bigcap^{U}_{j\in J}A_j=\{2\}=\bigcap^{U}_{i\in I}A_i, sebab indeks 33 dan 44 hanya mengulang suku A1A_1 (Proposisi 3.3.10).

    Keluarga naik dan keluarga turun

    Banyak keluarga dalam analisis berindeks N≥1\mathbb N_{\ge1} dan tersusun menurut inklusi. Susunan itu menyederhanakan separuh perhitungan. Namun separuh lainnya justru memperlihatkan dengan jelas perbedaan antara kasus berhingga dan kasus tak hingga.

    Definisi 3.3.19. Keluarga (An)n∈N≥1(A_n)_{n\in\mathbb N_{\ge1}} himpunan bagian UU disebut naik jika An⊆An+1A_n\subseteq A_{n+1} untuk setiap n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1}. Keluarga itu disebut turun jika An+1⊆AnA_{n+1}\subseteq A_n untuk setiap n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1}.

    Definisi hanya membandingkan indeks yang bertetangga. Lema berikut memperluasnya ke sembarang dua indeks.

    Lema 3.3.20. Misalkan (An)n∈N≥1(A_n)_{n\in\mathbb N_{\ge1}} keluarga himpunan bagian UU dan 1≤m≤n1\le m\le n.

    1. Jika keluarga itu naik, maka Am⊆AnA_m\subseteq A_n.
    2. Jika keluarga itu turun, maka An⊆AmA_n\subseteq A_m.

    Bukti. (1) Tetapkan mm. Kita buktikan Am⊆AnA_m\subseteq A_n untuk setiap n≥mn\ge m dengan induksi atas nn, mulai dari n=mn=m (bentuk induksi yang dimulai dari mm, yang termasuk dalam perangkat aritmetika yang dipinjam). Untuk n=mn=m, inklusi Am⊆AmA_m\subseteq A_m berlaku karena setiap himpunan termuat dalam dirinya. Misalkan Am⊆AnA_m\subseteq A_n untuk suatu n≥mn\ge m. Karena keluarga naik, An⊆An+1A_n\subseteq A_{n+1}. Ketransitifan inklusi memberi Am⊆An+1A_m\subseteq A_{n+1}.

    (2) Sama, dengan arah inklusi dibalik: Am⊇An⊇An+1A_m\supseteq A_n\supseteq A_{n+1}. ∎

    Proposisi 3.3.21. Misalkan (An)n∈N≥1(A_n)_{n\in\mathbb N_{\ge1}} keluarga himpunan bagian UU dan k∈N≥1k\in\mathbb N_{\ge1}. Tulis Jk={n∈N:1≤n≤k}J_k=\{n\in\mathbb N:1\le n\le k\}.

    1. Jika keluarga itu naik, maka
    ⋃n∈JkAn=Ak,⋂n∈N≥1UAn=A1,⋃n∈N≥1An=⋃n∈N≥kAn.\bigcup_{n\in J_k}A_n=A_k,\qquad \bigcap^{U}_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n=A_1,\qquad \bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n=\bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge k}}A_n.
    1. Jika keluarga itu turun, maka
    ⋂n∈JkUAn=Ak,⋃n∈N≥1An=A1,⋂n∈N≥1UAn=⋂n∈N≥kUAn.\bigcap^{U}_{n\in J_k}A_n=A_k,\qquad \bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n=A_1,\qquad \bigcap^{U}_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n=\bigcap^{U}_{n\in\mathbb N_{\ge k}}A_n.

    Ruas-ruas di atas memakai pembatasan pada JkJ_k dan N≥k\mathbb N_{\ge k}. Keduanya himpunan bagian N≥1\mathbb N_{\ge1} karena k≥1k\ge1.

    Bukti. (1) Gabungan berhingga. Karena k∈Jkk\in J_k, Proposisi 3.3.11(1) memberi Ak⊆⋃n∈JkAnA_k\subseteq\bigcup_{n\in J_k}A_n. Sebaliknya, misalkan x∈Amx\in A_m untuk suatu m∈Jkm\in J_k. Karena m≤km\le k, Lema 3.3.20(1) memberi Am⊆AkA_m\subseteq A_k, sehingga x∈Akx\in A_k.

    Irisan tak hingga. Proposisi 3.3.11(1) dengan indeks 11 memberi ⋂n∈N≥1UAn⊆A1\bigcap^{U}_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n\subseteq A_1. Sebaliknya, misalkan x∈A1x\in A_1. Maka x∈Ux\in U. Untuk sembarang n≥1n\ge1, Lema 3.3.20(1) memberi A1⊆AnA_1\subseteq A_n, sehingga x∈Anx\in A_n. Jadi xx anggota irisan.

    Ekor gabungan. Karena N≥k⊆N≥1\mathbb N_{\ge k}\subseteq\mathbb N_{\ge1}, Teorema 3.3.17 memberi arah ⊇\supseteq. Untuk arah ⊆\subseteq, misalkan x∈Amx\in A_m untuk suatu m≥1m\ge1. Ambil n=max⁡(m,k)n=\max(m,k). Maka n≥kn\ge k, dan Lema 3.3.20(1) memberi Am⊆AnA_m\subseteq A_n. Jadi x∈Anx\in A_n dengan n∈N≥kn\in\mathbb N_{\ge k}.

    (2) Irisan berhingga. Karena k∈Jkk\in J_k, Proposisi 3.3.11(1) memberi ⋂n∈JkUAn⊆Ak\bigcap^{U}_{n\in J_k}A_n\subseteq A_k. Sebaliknya, misalkan x∈Akx\in A_k. Maka x∈Ux\in U karena Ak⊆UA_k\subseteq U. Untuk setiap m∈Jkm\in J_k berlaku m≤km\le k, sehingga Lema 3.3.20(2) memberi Ak⊆AmA_k\subseteq A_m dan x∈Amx\in A_m.

    Gabungan tak hingga. Proposisi 3.3.11(1) memberi A1⊆⋃n∈N≥1AnA_1\subseteq\bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n. Sebaliknya, jika x∈Amx\in A_m untuk suatu m≥1m\ge1, maka Lema 3.3.20(2) memberi Am⊆A1A_m\subseteq A_1, sehingga x∈A1x\in A_1.

    Ekor irisan. Teorema 3.3.17 memberi arah ⊆\subseteq. Untuk arah ⊇\supseteq, misalkan x∈Ux\in U dan x∈Anx\in A_n untuk setiap n≥kn\ge k. Ambil sembarang m≥1m\ge1 dan tulis n=max⁡(m,k)n=\max(m,k). Maka n≥kn\ge k, sehingga x∈Anx\in A_n. Karena m≤nm\le n, Lema 3.3.20(2) memberi An⊆AmA_n\subseteq A_m, jadi x∈Amx\in A_m. ∎

    Jadi pada keluarga naik, irisannya tidak memuat informasi baru karena sama dengan A1A_1. Seluruh isi keluarga terletak pada gabungannya. Pada keluarga turun keadaannya terbalik. Untuk indeks berhingga JkJ_k, operasi yang "sulit" pun diambil alih oleh satu suku, yaitu AkA_k. Untuk indeks N≥1\mathbb N_{\ge1} tidak ada suku terakhir yang dapat mengambil alih peran itu, seperti diperlihatkan contoh-contoh berikut.

    Contoh 3.3.22 (Keluarga naik di N\mathbb N). Ambil U=NU=\mathbb N, I=N≥1I=\mathbb N_{\ge1}, dan

    An={m∈N:m<n}={0,1,…,n−1}.A_n=\{m\in\mathbb N: m<n\}=\{0,1,\dots,n-1\}.

    Jadi A1={0}A_1=\{0\}, A2={0,1}A_2=\{0,1\}, dan A3={0,1,2}A_3=\{0,1,2\}. Keluarga ini naik: jika m<nm<n, maka m<n+1m<n+1.

    Gabungan. Kita tunjukkan ⋃n∈N≥1An=N\bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n=\mathbb N. Arah ⊆\subseteq berlaku karena setiap suku termuat dalam U=NU=\mathbb N. Untuk arah ⊇\supseteq, ambil x∈Nx\in\mathbb N. Indeks n=x+1n=x+1 termuat dalam N≥1\mathbb N_{\ge1}, dan x<x+1x<x+1 memberi x∈Ax+1x\in A_{x+1}. Indeks saksi x+1x+1 bergantung pada xx.

    Irisan. Menurut Proposisi 3.3.21(1), ⋂n∈N≥1NAn=A1={0}\bigcap^{\mathbb N}_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n=A_1=\{0\}.

    Tidak ada suku terakhir. Untuk setiap k≥1k\ge1, gabungan atas JkJ_k adalah AkA_k (Proposisi 3.3.21(1)). Namun gabungan atas seluruh N≥1\mathbb N_{\ge1} tidak sama dengan suku mana pun. Untuk setiap n≥1n\ge1 berlaku n∈Nn\in\mathbb N tetapi n∉Ann\notin A_n, sehingga An≠NA_n\ne\mathbb N. Setiap suku AnA_n hanya memuat bilangan yang kurang dari nn, sedangkan gabungannya adalah seluruh N\mathbb N.

    Contoh 3.3.23 (Interval naik di R\mathbb R). Di sini bilangan real dipinjam sebagai contoh yang telah dikenal. Kita juga memakai satu hasil yang dipinjam dan baru dibuktikan kemudian dalam buku ini.

    Sifat Archimedes (dipinjam). Untuk setiap bilangan real tt terdapat n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1} dengan n>tn>t.

    Sifat ini adalah fakta tentang bilangan real. Ia tidak mengikuti dari aljabar himpunan yang dikembangkan di bab ini.

    Ambil U=RU=\mathbb R, I=N≥1I=\mathbb N_{\ge1}, dan

    Sn=[1/n,1]={x∈R:1/n≤x≤1}.S_n=[1/n,1]=\{x\in\mathbb R: 1/n\le x\le 1\}.

    Keluarga ini naik. Jika 1/n≤x≤11/n\le x\le1, maka 1/(n+1)<1/n≤x≤11/(n+1)<1/n\le x\le 1.

    Gabungan. Kita tunjukkan ⋃n∈N≥1Sn=(0,1]\bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge1}}S_n=(0,1], dengan (0,1]={x∈R:0<x≤1}(0,1]=\{x\in\mathbb R:0<x\le1\}.

    • Arah ⊆\subseteq: jika x∈Snx\in S_n, maka x≥1/n>0x\ge 1/n>0 dan x≤1x\le1.
    • Arah ⊇\supseteq: misalkan 0<x≤10<x\le1. Karena x>0x>0, 1/x1/x adalah bilangan real. Sifat Archimedes memberi n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1} dengan n>1/xn>1/x. Mengalikan dengan x>0x>0 memberi nx>1nx>1, yaitu 1/n<x1/n<x. Bersama x≤1x\le1, diperoleh x∈Snx\in S_n.

    Sebagai pemeriksaan titik ujung: 1∈S11\in S_1, sedangkan 00 tidak termuat dalam suku mana pun karena 1/n>01/n>0 untuk setiap nn. Keduanya sesuai dengan (0,1](0,1].

    Irisan. Menurut Proposisi 3.3.21(1), ⋂n∈N≥1RSn=S1=[1,1]={1}\bigcap^{\mathbb R}_{n\in\mathbb N_{\ge1}}S_n=S_1=[1,1]=\{1\}.

    Sifat yang hilang pada gabungan tak hingga. Setiap suku SnS_n memiliki unsur terkecil, yaitu 1/n1/n. Untuk setiap kk, gabungan atas JkJ_k adalah SkS_k, yang juga memiliki unsur terkecil 1/k1/k. Gabungan atas seluruh N≥1\mathbb N_{\ge1} tidak memiliki unsur terkecil. Jika x∈(0,1]x\in(0,1], maka x/2∈(0,1]x/2\in(0,1] dan x/2<xx/2<x. Jadi sifat yang dimiliki setiap suku dan setiap gabungan berhingga tidak otomatis dimiliki gabungan tak hingga.

    Urutan kuantifikator: suku tak kosong versus irisan tak kosong

    Dua pernyataan berikut tampak mirip, tetapi isinya berbeda:

    ∀i∈I  ∃x  (x∈Ai)dan∃x  (x∈U∧∀i∈I  (x∈Ai)).\forall i\in I\;\exists x\;(x\in A_i) \qquad\text{dan}\qquad \exists x\;\bigl(x\in U\wedge\forall i\in I\;(x\in A_i)\bigr).

    Pernyataan pertama mengatakan bahwa setiap suku tak kosong. Pernyataan kedua mengatakan bahwa irisan relatif UU tak kosong. Pada pernyataan pertama, saksi xx dipilih sesudah ii dan boleh berbeda untuk tiap ii. Pada pernyataan kedua, satu xx harus dipilih sebelum ii dan melayani semua indeks sekaligus. Kita menyebut yang kedua pemilihan serentak.

    Proposisi 3.3.24. Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU.

    1. ⋂i∈IUAi≠∅\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\ne\varnothing jika dan hanya jika ∃x (x∈U∧∀i∈I (x∈Ai))\exists x\,\bigl(x\in U\wedge\forall i\in I\,(x\in A_i)\bigr). Jika I≠∅I\ne\varnothing, syarat ini setara dengan ∃x ∀i∈I (x∈Ai)\exists x\,\forall i\in I\,(x\in A_i).
    2. Jika ⋂i∈IUAi≠∅\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\ne\varnothing, maka Ai≠∅A_i\ne\varnothing untuk setiap i∈Ii\in I.
    3. Kebalikan butir 2 tidak berlaku secara umum.

    Bukti. (1) Bagian pertama adalah definisi irisan relatif UU yang dibaca ulang. Bagian kedua mengikuti Proposisi 3.3.8(3).

    (2) Ambil x0x_0 dalam irisan. Pemilihan ini dilakukan sekali, sebelum indeks apa pun disebut. Untuk sembarang i∈Ii\in I berlaku x0∈Aix_0\in A_i, sehingga Ai≠∅A_i\ne\varnothing. Saksi yang sama melayani setiap ii. Inilah arah ∃x ∀i⇒∀i ∃x\exists x\,\forall i\Rightarrow\forall i\,\exists x, yang selalu sah. Untuk I=∅I=\varnothing, kesimpulan butir 2 benar secara hampa.

    (3) Penyangkal yang paling sederhana adalah kasus batas I=∅I=\varnothing dan U=∅U=\varnothing. Syarat "setiap suku tak kosong" benar secara hampa, tetapi irisannya U=∅U=\varnothing. Contoh 3.3.25 sampai 3.3.27 memberi penyangkal dengan II dan UU tak kosong. ∎

    Contoh 3.3.25 (Kegagalan berhingga). Ambil U={1,2}U=\{1,2\}, I={1,2}I=\{1,2\}, A1={1}A_1=\{1\}, dan A2={2}A_2=\{2\}. Kedua suku tak kosong, dengan saksi 11 untuk A1A_1 dan saksi 22 untuk A2A_2. Namun menurut Proposisi 3.3.9, irisannya adalah {1}∩{2}=∅\{1\}\cap\{2\}=\varnothing. Tidak ada satu saksi yang melayani kedua indeks.

    Kegagalan ini tidak dapat terjadi pada keluarga turun dengan himpunan indeks JkJ_k. Jika (An)n∈N≥1(A_n)_{n\in\mathbb N_{\ge1}} turun dan setiap suku tak kosong, Proposisi 3.3.21(2) memberi ⋂n∈JkUAn=Ak≠∅\bigcap^{U}_{n\in J_k}A_n=A_k\ne\varnothing untuk setiap k≥1k\ge1. Contoh berikut menunjukkan bahwa kesimpulan itu runtuh begitu himpunan indeksnya tak hingga, walaupun keluarganya turun.

    Saksi bergerak dan irisan tak hinggaUntuk: Bab 3, Urutan kuantifikator (M03-02)

    Contoh 3.3.26 (Keluarga turun di N\mathbb N, suku tak kosong, irisan kosong). Ambil U=NU=\mathbb N, I=N≥1I=\mathbb N_{\ge1}, dan

    En={m∈N:m≥n}.E_n=\{m\in\mathbb N: m\ge n\}.
    • Turun. Jika m≥n+1m\ge n+1, maka m≥nm\ge n. Jadi En+1⊆EnE_{n+1}\subseteq E_n.
    • Setiap suku tak kosong. n∈Enn\in E_n. Jadi ∀n∈I  ∃x (x∈En)\forall n\in I\;\exists x\,(x\in E_n) benar, dengan saksi x=nx=n yang bergantung pada nn.
    • Irisan kosong. Misalkan x∈⋂n∈INEnx\in\bigcap^{\mathbb N}_{n\in I}E_n. Maka x∈Nx\in\mathbb N, sehingga x+1∈Ix+1\in I dan x∈Ex+1x\in E_{x+1}, yaitu x≥x+1x\ge x+1. Ini mustahil. Jadi ⋂n∈INEn=∅\bigcap^{\mathbb N}_{n\in I}E_n=\varnothing, dan ∃x ∀n∈I (x∈En)\exists x\,\forall n\in I\,(x\in E_n) salah.
    • Irisan berhingga. Untuk setiap k≥1k\ge1, ⋂n∈JkNEn=Ek∋k\bigcap^{\mathbb N}_{n\in J_k}E_n=E_k\ni k. Setiap irisan berhingga tak kosong, tetapi irisan tak hingganya kosong.
    • Gabungan. Menurut Proposisi 3.3.21(2), ⋃n∈IEn=E1=N≥1\bigcup_{n\in I}E_n=E_1=\mathbb N_{\ge1}.

    Contoh ini bekerja sepenuhnya di N\mathbb N dan tidak memerlukan Sifat Archimedes. Perhatikan juga bahwa En=N∖AnE_n=\mathbb N\setminus A_n untuk keluarga AnA_n dari Contoh 3.3.22, karena untuk bilangan asli m≥nm\ge n berlaku tepat ketika m<nm<n tidak berlaku. Gabungan keluarga (An)(A_n) adalah N\mathbb N, sedangkan irisan keluarga komplemennya adalah ∅=N∖N\varnothing=\mathbb N\setminus\mathbb N. Hubungan komplemen semacam ini dibuktikan secara umum di 3.4.

    Contoh 3.3.27 (Interval turun di R\mathbb R). Ambil U=RU=\mathbb R, I=N≥1I=\mathbb N_{\ge1}, dan

    Tn=(0,1/n)={x∈R:0<x<1/n}.T_n=(0,1/n)=\{x\in\mathbb R: 0<x<1/n\}.
    • Turun. Jika 0<x<1/(n+1)0<x<1/(n+1), maka x<1/nx<1/n karena 1/(n+1)<1/n1/(n+1)<1/n.
    • Setiap suku tak kosong. 0<1/(2n)<1/n0<1/(2n)<1/n, jadi 1/(2n)∈Tn1/(2n)\in T_n. Saksinya bergantung pada nn.
    • Irisan kosong. Misalkan x∈⋂n∈IRTnx\in\bigcap^{\mathbb R}_{n\in I}T_n. Dari x∈T1x\in T_1 diperoleh x>0x>0. Sifat Archimedes memberi n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1} dengan n>1/xn>1/x, sehingga 1/n<x1/n<x dan x∉Tnx\notin T_n. Ini kontradiksi.
    • Gabungan. Menurut Proposisi 3.3.21(2), ⋃n∈ITn=T1=(0,1)\bigcup_{n\in I}T_n=T_1=(0,1).

    Berbeda dari Contoh 3.3.26, langkah "irisan kosong" di sini memerlukan Sifat Archimedes. Langkah itu tidak dapat diperoleh dari aljabar himpunan saja. Bila 1/x1/x kebetulan bilangan asli, indeks n=1/xn=1/x sudah cukup, sebab x∉(0,x)x\notin(0,x). Untuk x>0x>0 real sembarang, keberadaan n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1} dengan n>1/xn>1/x adalah isi Sifat Archimedes.

    Catatan 3.3.28 (Pemilihan per suku dan pemilihan serentak dalam bukti). Kekeliruan berikut sering muncul dalam bukti tertulis:

    "Setiap EnE_n tak kosong. Ambil x∈Enx\in E_n. Karena nn sembarang, x∈Enx\in E_n untuk setiap nn. Jadi irisannya tak kosong."

    Di sini xx dipilih sesudah nn ditetapkan, sehingga xx boleh bergantung pada nn. Generalisasi terhadap nn mempertahankan pernyataan bahwa untuk setiap nn ada suatu saksi, yaitu ∀n ∃x (x∈En)\forall n\,\exists x\,(x\in E_n). Ia tidak mengubah saksi yang boleh bergantung pada nn menjadi satu objek tetap yang memenuhi ∀n (x∈En)\forall n\,(x\in E_n). Untuk menyimpulkan ∃x ∀n (x∈En)\exists x\,\forall n\,(x\in E_n), diperlukan satu saksi yang sama bagi semua indeks. Contoh 3.3.26 menunjukkan bahwa kesimpulan "bukti" itu salah.

    Dalam Contoh 3.3.26 dan 3.3.27, pemilihan per suku diberikan oleh aturan eksplisit, yaitu xn=nx_n=n dan xn=1/(2n)x_n=1/(2n). Persoalan memilih saksi per suku tanpa aturan eksplisit tidak dibahas dalam unit ini.

    Kekeliruan yang sama dapat terjadi pada gabungan dengan peran kuantifikator dibalik. Pada Contoh 3.3.22, ⋃nAn=N\bigcup_{n}A_n=\mathbb N berarti ∀x∈N  ∃n∈I  (x∈An)\forall x\in\mathbb N\;\exists n\in I\;(x\in A_n). Pernyataan ini tidak berarti ∃n∈I  ∀x∈N  (x∈An)\exists n\in I\;\forall x\in\mathbb N\;(x\in A_n), yaitu "satu suku sudah memuat segalanya". Pernyataan terakhir salah karena n∉Ann\notin A_n. Bukti Teorema 3.3.14 dan Proposisi 3.3.15 di atas menjaga hal ini dengan memilih saksi indeks setelah anggota xx diberikan.

    Latihan 3.3

    Latihan 1. Ambil U={1,2,…,12}U=\{1,2,\dots,12\}, I={1,2,3,4}I=\{1,2,3,4\}, dan untuk i∈Ii\in I

    Ai={x∈U:2i≤x≤2i+5}.A_i=\{x\in U: 2i\le x\le 2i+5\}.

    Hitung ⋃j∈JAj\bigcup_{j\in J}A_j dan ⋂j∈JUAj\bigcap^{U}_{j\in J}A_j untuk J=IJ=I, J={1,2,3}J=\{1,2,3\}, J={2,4}J=\{2,4\}, dan J=∅J=\varnothing. Periksa hasilnya terhadap Teorema 3.3.17.

    Strategi. Tulis setiap suku secara eksplisit. Untuk irisan, cari syarat terkuat dari batas bawah dan batas atas. Untuk J=∅J=\varnothing, pakai Proposisi 3.3.8(1).

    Pembahasan. Dengan menghitung langsung, dan memotong pada 1212 karena A4⊆UA_4\subseteq U:

    A1={2,…,7},A2={4,…,9},A3={6,…,11},A4={8,…,12}.A_1=\{2,\dots,7\},\quad A_2=\{4,\dots,9\},\quad A_3=\{6,\dots,11\},\quad A_4=\{8,\dots,12\}.
    • J=IJ=I. Gabungan: setiap xx dengan 2≤x≤122\le x\le12 termuat dalam suatu suku, misalnya 2,…,7∈A12,\dots,7\in A_1 dan 8,…,12∈A48,\dots,12\in A_4. Bilangan 11 tidak termuat di suku mana pun karena semua suku hanya memuat bilangan ≥2\ge2. Jadi gabungannya {2,…,12}\{2,\dots,12\}. Irisan: anggota irisan harus ≤7\le7 (dari A1A_1) dan ≥8\ge8 (dari A4A_4). Ini mustahil, jadi irisannya ∅\varnothing.
    • J={1,2,3}J=\{1,2,3\}. Gabungan {2,…,11}\{2,\dots,11\}, karena 12∉A1∪A2∪A312\notin A_1\cup A_2\cup A_3. Irisan: syaratnya x≥6x\ge6 (dari A3A_3) dan x≤7x\le7 (dari A1A_1). Kedua bilangan 66 dan 77 memang termuat dalam ketiga suku. Jadi irisannya {6,7}\{6,7\}.
    • J={2,4}J=\{2,4\}. Menurut Proposisi 3.3.9, gabungannya A2∪A4={4,…,12}A_2\cup A_4=\{4,\dots,12\} dan irisannya A2∩A4={8,9}A_2\cap A_4=\{8,9\}.
    • J=∅J=\varnothing. Gabungannya ∅\varnothing dan irisannya U={1,…,12}U=\{1,\dots,12\}.

    Pemeriksaan monotoni: {2,4}⊆I\{2,4\}\subseteq I memberi {4,…,12}⊆{2,…,12}\{4,\dots,12\}\subseteq\{2,\dots,12\} dan ∅⊆{8,9}\varnothing\subseteq\{8,9\}. Demikian pula {1,2,3}⊆I\{1,2,3\}\subseteq I memberi {2,…,11}⊆{2,…,12}\{2,\dots,11\}\subseteq\{2,\dots,12\} dan ∅⊆{6,7}\varnothing\subseteq\{6,7\}. Perhatikan bahwa setiap dua suku berurutan beririsan tak kosong, tetapi irisan seluruh keluarga kosong.

    Latihan 2 (Monotoni suku). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} dan (Bi)i∈I(B_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU, dan Ai⊆BiA_i\subseteq B_i untuk setiap i∈Ii\in I.

    (a) Buktikan ⋃i∈IAi⊆⋃i∈IBi\bigcup_{i\in I}A_i\subseteq\bigcup_{i\in I}B_i dan ⋂i∈IUAi⊆⋂i∈IUBi\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\subseteq\bigcap^{U}_{i\in I}B_i, termasuk untuk I=∅I=\varnothing.

    (b) Tunjukkan bahwa ⋃i∈IAi⊆⋃i∈IBi\bigcup_{i\in I}A_i\subseteq\bigcup_{i\in I}B_i tidak mengakibatkan Ai⊆BiA_i\subseteq B_i untuk setiap ii.

    Strategi. Pada (a), saksi indeks untuk xx dalam keluarga AA dipakai ulang untuk keluarga BB. Bandingkan dengan Teorema 3.3.17: di sana yang berubah adalah himpunan indeks, di sini yang berubah adalah sukunya. Pada (b), cari dua keluarga yang sukunya ditukar.

    Pembahasan. (a) Misalkan x∈⋃i∈IAix\in\bigcup_{i\in I}A_i. Ada k∈Ik\in I dengan x∈Akx\in A_k. Karena Ak⊆BkA_k\subseteq B_k, maka x∈Bkx\in B_k, dan kk menjadi saksi bagi x∈⋃i∈IBix\in\bigcup_{i\in I}B_i.

    Misalkan x∈⋂i∈IUAix\in\bigcap^{U}_{i\in I}A_i. Maka x∈Ux\in U. Untuk sembarang i∈Ii\in I berlaku x∈Ai⊆Bix\in A_i\subseteq B_i. Jadi x∈⋂i∈IUBix\in\bigcap^{U}_{i\in I}B_i.

    Untuk I=∅I=\varnothing, kedua inklusi menjadi ∅⊆∅\varnothing\subseteq\varnothing dan U⊆UU\subseteq U. Bukti di atas sudah mencakup kasus ini. Di sini kedua irisan bergerak ke arah yang sama, berbeda dengan monotoni indeks.

    (b) Ambil U=I={1,2}U=I=\{1,2\}, dengan A1={1}A_1=\{1\}, A2={2}A_2=\{2\}, B1={2}B_1=\{2\}, dan B2={1}B_2=\{1\}. Kedua gabungan sama dengan {1,2}\{1,2\}, jadi inklusi gabungan berlaku. Namun A1={1}⊈{2}=B1A_1=\{1\}\not\subseteq\{2\}=B_1.

    Latihan 3 (Gabungan himpunan indeks). Misalkan (Ak)k∈K(A_k)_{k\in K} keluarga himpunan bagian UU dan I,J⊆KI,J\subseteq K.

    (a) Buktikan ⋃k∈I∪JAk=⋃k∈IAk∪⋃k∈JAk\bigcup_{k\in I\cup J}A_k=\bigcup_{k\in I}A_k\cup\bigcup_{k\in J}A_k.

    (b) Buktikan ⋂k∈I∪JUAk=⋂k∈IUAk∩⋂k∈JUAk\bigcap^{U}_{k\in I\cup J}A_k=\bigcap^{U}_{k\in I}A_k\cap\bigcap^{U}_{k\in J}A_k.

    (c) Buktikan ⋃k∈I∩JAk⊆⋃k∈IAk∩⋃k∈JAk\bigcup_{k\in I\cap J}A_k\subseteq\bigcup_{k\in I}A_k\cap\bigcup_{k\in J}A_k, dan beri contoh bahwa inklusi itu dapat sejati.

    Periksa (a) dan (b) untuk I=∅I=\varnothing.

    Strategi. Uraikan k∈I∪Jk\in I\cup J sebagai disjungsi. Kuantifikator ∃\exists terdistribusi atas ∨\vee, dan ∀\forall terdistribusi atas ∧\wedge. Kuantifikator ∃\exists tidak terdistribusi atas ∧\wedge, dan itulah sumber inklusi sejati di (c).

    Pembahasan. (a) Untuk sembarang xx:

    ∃k ((k∈I∨k∈J)∧x∈Ak)  ⟺  ∃k (k∈I∧x∈Ak)  ∨  ∃k (k∈J∧x∈Ak).\exists k\,\bigl((k\in I\vee k\in J)\wedge x\in A_k\bigr) \iff\exists k\,(k\in I\wedge x\in A_k)\;\vee\;\exists k\,(k\in J\wedge x\in A_k).

    Ruas kiri adalah keanggotaan pada gabungan atas I∪JI\cup J, dan ruas kanan adalah keanggotaan pada gabungan kedua himpunan. Syarat x∈Ux\in U berlebih pada ketiga gabungan. Ekstensionalitas menutup bukti.

    (b) Karena ((P∨Q)→R)\bigl((P\vee Q)\to R\bigr) ekuivalen secara logis dengan (P→R)∧(Q→R)(P\to R)\wedge(Q\to R), dan ∀\forall terdistribusi atas ∧\wedge, diperoleh

    x∈U∧∀k (k∈I∪J→x∈Ak)  ⟺  (x∈U∧∀k∈I (x∈Ak))∧(x∈U∧∀k∈J (x∈Ak)).x\in U\wedge\forall k\,(k\in I\cup J\to x\in A_k) \iff \bigl(x\in U\wedge\forall k\in I\,(x\in A_k)\bigr)\wedge\bigl(x\in U\wedge\forall k\in J\,(x\in A_k)\bigr).

    Untuk I=∅I=\varnothing, (a) menjadi ⋃k∈JAk=∅∪⋃k∈JAk\bigcup_{k\in J}A_k=\varnothing\cup\bigcup_{k\in J}A_k, dan (b) menjadi ⋂k∈JUAk=U∩⋂k∈JUAk\bigcap^{U}_{k\in J}A_k=U\cap\bigcap^{U}_{k\in J}A_k. Keduanya benar karena irisan relatif UU termuat dalam UU. Konvensi irisan keluarga kosong relatif UU adalah yang membuat (b) tetap berlaku pada batas ini.

    (c) Jika ada kk dengan k∈Ik\in I, k∈Jk\in J, dan x∈Akx\in A_k, maka kk yang sama menjadi saksi untuk kedua gabungan. Inklusi ini juga mengikuti Teorema 3.3.17, karena I∩J⊆II\cap J\subseteq I dan I∩J⊆JI\cap J\subseteq J.

    Untuk contoh inklusi sejati, ambil K={1,2}K=\{1,2\}, U={1}U=\{1\}, A1=A2={1}A_1=A_2=\{1\}, I={1}I=\{1\}, dan J={2}J=\{2\}. Ruas kiri adalah gabungan atas I∩J=∅I\cap J=\varnothing, yaitu ∅\varnothing. Ruas kanan adalah {1}∩{1}={1}\{1\}\cap\{1\}=\{1\}. Saksi untuk II dan saksi untuk JJ ada, tetapi berbeda, sehingga tidak ada satu saksi dalam I∩JI\cap J.

    Latihan 4. Ambil U=NU=\mathbb N, I=N≥1I=\mathbb N_{\ge1}, dan

    Cn={m∈N:m>0∧∃q∈N (m=nq)},C_n=\{m\in\mathbb N: m>0\wedge\exists q\in\mathbb N\,(m=nq)\},

    yaitu kelipatan positif dari nn.

    (a) Tunjukkan bahwa setiap CnC_n tak kosong.

    (b) Tunjukkan bahwa ⋂n∈INCn=∅\bigcap^{\mathbb N}_{n\in I}C_n=\varnothing.

    (c) Tunjukkan bahwa keluarga ini tidak naik dan tidak turun.

    (d) Hitung ⋂n∈{1,2,4}NCn\bigcap^{\mathbb N}_{n\in\{1,2,4\}}C_n dan ⋂n∈∅NCn\bigcap^{\mathbb N}_{n\in\varnothing}C_n.

    Strategi. Untuk (b), ulangi pola Contoh 3.3.26: indeks x+1x+1 menyingkirkan calon xx. Untuk (d), periksa inklusi di antara ketiga suku. Untuk indeks kosong, ingat bahwa irisan diambil relatif UU.

    Pembahasan. (a) n>0n>0 dan n=n⋅1n=n\cdot1, jadi n∈Cnn\in C_n.

    (b) Misalkan xx termuat dalam irisan. Dari x∈C1x\in C_1 diperoleh x>0x>0. Karena x+1∈Ix+1\in I, juga x∈Cx+1x\in C_{x+1}, yaitu x=(x+1)qx=(x+1)q untuk suatu q∈Nq\in\mathbb N. Jika q=0q=0, maka x=0x=0, bertentangan dengan x>0x>0. Jika q≥1q\ge1, maka x≥x+1x\ge x+1, mustahil. Jadi irisannya kosong, walaupun setiap suku tak kosong.

    (c) Keluarga tidak turun karena C3⊈C2C_3\not\subseteq C_2: 3∈C33\in C_3 tetapi 33 bukan kelipatan 22. Keluarga tidak naik karena C1⊈C2C_1\not\subseteq C_2: 1∈C11\in C_1 tetapi 1∉C21\notin C_2. Jadi Proposisi 3.3.21 tidak dapat dipakai di sini.

    (d) Jika m=4qm=4q, maka m=2(2q)m=2(2q). Jika m=2qm=2q, maka m=1⋅(2q)m=1\cdot(2q). Jadi C4⊆C2⊆C1C_4\subseteq C_2\subseteq C_1. Proposisi 3.3.11(1) memberi irisan ⊆C4\subseteq C_4. Sebaliknya, setiap x∈C4x\in C_4 termuat dalam N\mathbb N dan dalam ketiga suku, sehingga Proposisi 3.3.11(3) dengan C=C4C=C_4 memberi C4⊆C_4\subseteq irisan. Jadi ⋂n∈{1,2,4}NCn=C4={4,8,12,… }\bigcap^{\mathbb N}_{n\in\{1,2,4\}}C_n=C_4=\{4,8,12,\dots\}.

    Untuk indeks kosong, irisannya N\mathbb N. Perhatikan bahwa 00 termuat dalam irisan ini walaupun 00 tidak termuat dalam suku CnC_n mana pun. Ini akibat langsung dari irisan relatif UU.

    Latihan 5. Ambil U=RU=\mathbb R, I=N≥1I=\mathbb N_{\ge1}, dan Dn={x∈R:x≥n}D_n=\{x\in\mathbb R: x\ge n\}. Tunjukkan bahwa keluarga ini turun dengan suku-suku tak kosong. Hitung irisannya atas JkJ_k dan atas N≥1\mathbb N_{\ge1}, serta gabungannya. Tunjukkan di mana Sifat Archimedes diperlukan.

    Strategi. Pakai Proposisi 3.3.21(2) untuk bagian berhingga dan untuk gabungan. Untuk irisan tak hingga, setiap calon real xx harus disingkirkan oleh suatu indeks.

    Pembahasan. Keluarga turun karena x≥n+1x\ge n+1 mengakibatkan x≥nx\ge n. Suku DnD_n tak kosong karena n∈Dnn\in D_n.

    Menurut Proposisi 3.3.21(2), ⋂n∈JkRDn=Dk≠∅\bigcap^{\mathbb R}_{n\in J_k}D_n=D_k\ne\varnothing dan ⋃n∈IDn=D1={x∈R:x≥1}\bigcup_{n\in I}D_n=D_1=\{x\in\mathbb R:x\ge1\}.

    Untuk irisan tak hingga, misalkan xx anggota irisan. Sifat Archimedes memberi n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1} dengan n>xn>x, sehingga x∉Dnx\notin D_n. Ini kontradiksi, jadi ⋂n∈IRDn=∅\bigcap^{\mathbb R}_{n\in I}D_n=\varnothing. Jika calon xx diketahui bilangan asli, indeks x+1x+1 sudah cukup. Untuk xx real sembarang, keberadaan bilangan asli yang melampaui xx adalah isi Sifat Archimedes dan tidak diperoleh dari aljabar himpunan.

    Latihan 6 (Batas indeks kosong). Misalkan (Ai)i∈I(A_i)_{i\in I} keluarga himpunan bagian UU.

    (a) Buktikan bahwa ⋂i∈IUAi⊆⋃i∈IAi\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\subseteq\bigcup_{i\in I}A_i berlaku jika I≠∅I\ne\varnothing. Untuk I=∅I=\varnothing, buktikan bahwa inklusi itu berlaku jika dan hanya jika U=∅U=\varnothing.

    (b) Buktikan bahwa ⋂i∈IUAi=U\bigcap^{U}_{i\in I}A_i=U jika dan hanya jika Ai=UA_i=U untuk setiap i∈Ii\in I. Periksa kasus I=∅I=\varnothing.

    Strategi. Untuk (a), satu indeks i0i_0 menjembatani irisan dan gabungan, dan tanpa indeks jembatan itu hilang. Untuk (b), pakai Proposisi 3.3.11.

    Pembahasan. (a) Jika I≠∅I\ne\varnothing, ambil i0∈Ii_0\in I. Proposisi 3.3.11(1) memberi ⋂i∈IUAi⊆Ai0⊆⋃i∈IAi\bigcap^{U}_{i\in I}A_i\subseteq A_{i_0}\subseteq\bigcup_{i\in I}A_i. Jika I=∅I=\varnothing, inklusi itu menjadi U⊆∅U\subseteq\varnothing menurut Proposisi 3.3.8(1), yang berlaku tepat ketika U=∅U=\varnothing.

    (b) (⇒) Untuk sembarang i∈Ii\in I, Proposisi 3.3.11(1) memberi U=⋂k∈IUAk⊆Ai⊆UU=\bigcap^{U}_{k\in I}A_k\subseteq A_i\subseteq U, jadi Ai=UA_i=U. (⇐) Jika Ai=UA_i=U untuk setiap ii, maka U⊆AiU\subseteq A_i untuk setiap ii. Proposisi 3.3.11(3) dengan C=UC=U memberi U⊆⋂i∈IUAiU\subseteq\bigcap^{U}_{i\in I}A_i, dan inklusi sebaliknya berlaku menurut definisi.

    Untuk I=∅I=\varnothing, kedua sisi benar: irisannya UU menurut Proposisi 3.3.8(1), dan syarat "Ai=UA_i=U untuk setiap ii" benar secara hampa.

    Latihan 7 (Model penyaringan, lanjutan Contoh 3.3.13). Tambahkan kriteria F4={r∈U:nilai r≥100}F_4=\{r\in U:\text{nilai } r\ge100\} dan tulis I′={1,2,3,4}I'=\{1,2,3,4\}.

    (a) Hitung ⋂j∈{2,3}UFj\bigcap^{U}_{j\in\{2,3\}}F_j dan ⋃j∈{2,3}Fj\bigcup_{j\in\{2,3\}}F_j.

    (b) Hitung ⋂i∈I′UFi\bigcap^{U}_{i\in I'}F_i dan ⋃i∈I′Fi\bigcup_{i\in I'}F_i.

    (c) Tentukan semua J⊆I′J\subseteq I' dengan ⋂j∈JUFj=∅\bigcap^{U}_{j\in J}F_j=\varnothing.

    Strategi. Pada (a), pakai Proposisi 3.3.9. Pada (b), pakai Proposisi 3.3.11(1) dan Latihan 3(a). Pada (c), cari satu rekaman yang lolos semua kriteria lama, dan jangan lupakan J=∅J=\varnothing.

    Pembahasan. Nilai terbesar dalam tabel adalah 9090, jadi F4=∅F_4=\varnothing.

    (a) F2∩F3={r1,r3,r4}∩{r1,r3,r5,r6}={r1,r3}F_2\cap F_3=\{r_1,r_3,r_4\}\cap\{r_1,r_3,r_5,r_6\}=\{r_1,r_3\}, dan F2∪F3={r1,r3,r4,r5,r6}F_2\cup F_3=\{r_1,r_3,r_4,r_5,r_6\}. Rekaman r2r_2 tidak lolos keduanya karena berada di Timur dengan nilai 4040.

    (b) Proposisi 3.3.11(1) memberi irisan ⊆F4=∅\subseteq F_4=\varnothing, jadi irisannya ∅\varnothing. Latihan 3(a) dengan I′={1,2,3}∪{4}I'=\{1,2,3\}\cup\{4\} memberi gabungan U∪F4=U∪∅=UU\cup F_4=U\cup\varnothing=U.

    (c) Jika 4∈J4\in J, irisannya termuat dalam F4=∅F_4=\varnothing. Jika J⊆{1,2,3}J\subseteq\{1,2,3\} dan J≠∅J\ne\varnothing, rekaman r1r_1 (aktif, Barat, nilai 7070) termuat dalam setiap FjF_j dengan j∈Jj\in J, sehingga r1r_1 termuat dalam irisan. Jika J=∅J=\varnothing, irisannya U∋r1U\ni r_1. Jadi irisannya kosong tepat ketika 4∈J4\in J. Dalam model, satu kriteria yang tidak dipenuhi rekaman mana pun mengosongkan hasil "lolos semua", tetapi tidak mengubah hasil "lolos sedikitnya satu".

    Latihan 8 (Pemilihan serentak berhingga pada keluarga naik). Misalkan (An)n∈N≥1(A_n)_{n\in\mathbb N_{\ge1}} naik dan p∈Np\in\mathbb N.

    (a) Buktikan: jika x1,…,xp∈⋃n∈N≥1Anx_1,\dots,x_p\in\bigcup_{n\in\mathbb N_{\ge1}}A_n, maka ada n∈N≥1n\in\mathbb N_{\ge1} dengan xj∈Anx_j\in A_n untuk setiap jj dengan 1≤j≤p1\le j\le p. Periksa kasus p=0p=0.

    (b) Tunjukkan dengan Contoh 3.3.22 bahwa pernyataan (a) tidak dapat diperluas menjadi "ada nn dengan x∈Anx\in A_n untuk setiap xx dalam gabungan".

    Strategi. Induksi atas pp, dengan memakai indeks terbesar di antara saksi-saksi yang ada beserta Lema 3.3.20. Untuk (b), perhatikan bahwa tidak ada suku yang sama dengan gabungannya.

    Pembahasan. (a) Induksi atas pp. Untuk p=0p=0, syarat "untuk setiap jj dengan 1≤j≤01\le j\le 0" benar secara hampa, sehingga cukup ada satu indeks. Ambil n=1n=1. Bagian ini memakai fakta bahwa N≥1≠∅\mathbb N_{\ge1}\ne\varnothing. Pembatas jj kosong, tetapi kuantifikator ∃n\exists n tetap memerlukan saksi.

    Langkah induksi: misalkan nn melayani x1,…,xpx_1,\dots,x_p, dan xp+1∈Amx_{p+1}\in A_m untuk suatu m≥1m\ge1. Ambil n′=max⁡(n,m)n'=\max(n,m). Lema 3.3.20(1) memberi An⊆An′A_n\subseteq A_{n'} dan Am⊆An′A_m\subseteq A_{n'}, sehingga n′n' melayani x1,…,xp+1x_1,\dots,x_{p+1}.

    (b) Pada Contoh 3.3.22, gabungannya N\mathbb N. Jika ada nn dengan x∈Anx\in A_n untuk setiap x∈Nx\in\mathbb N, maka An=NA_n=\mathbb N. Hal ini mustahil karena n∉Ann\notin A_n. Jadi pemilihan serentak berhasil untuk setiap daftar berhingga, tetapi gagal untuk seluruh gabungan yang tak hingga. Ini pola yang sama dengan Contoh 3.3.26.

    Kita kini memiliki gabungan dan irisan keluarga sembarang, keduanya dirumuskan langsung lewat kuantifikator. Kita juga telah melihat bahwa irisan keluarga kosong harus diambil relatif UU, dan bahwa urutan ∀\forall dan ∃\exists menentukan isi pernyataan. Catatan 3.3.6(a) menyediakan keluarga komplemen (U∖Ai)i∈I(U\setminus A_i)_{i\in I}, dan Contoh 3.3.26 sudah memperlihatkan sekilas kaitan antara gabungan suatu keluarga dan irisan komplemennya.

    Unit 3.4 membuktikan hukum De Morgan untuk keluarga sembarang, termasuk keluarga tak hingga. Bukti itu memakai negasi kuantifikator dari Bab 2, karena induksi berhingga maupun diagram tidak menjangkau kasus tak hingga. Unit 3.4 juga menghitung irisan wajib ⋂n∈N≥1R(−1/n,1+1/n)=[0,1]\bigcap^{\mathbb R}_{n\in\mathbb N_{\ge1}}(-1/n,1+1/n)=[0,1] dengan dua inklusi dan pemakaian Sifat Archimedes secara eksplisit.

    3.4 Hukum De Morgan untuk Himpunan Tak Hingga

    Hukum De Morgan untuk dua himpunan telah dibuktikan sebelumnya. Untuk tiga, empat, atau kk himpunan, pernyataan yang sama dapat diperoleh dengan induksi pada banyaknya himpunan. Analisis membutuhkan bentuk yang lain. Banyak konstruksi penting di analisis memakai gabungan atau irisan dari tak hingga banyak himpunan. Contohnya adalah himpunan titik yang lolos semua toleransi 1/n1/n, atau himpunan titik yang lolos paling sedikit satu toleransi. Pada keluarga semacam ini tidak ada "langkah terakhir" yang dapat dicapai induksi.

    Unit ini membuktikan hukum De Morgan untuk keluarga berindeks sebarang, termasuk keluarga berindeks kosong. Setelah itu hukum tersebut dipakai pada contoh-contoh interval. Contoh-contoh ini menunjukkan sifat mana yang berubah ketika kita berpindah dari keluarga berhingga ke keluarga tak hingga.

    Konvensi kerja

    Sepanjang unit ini, UU adalah semesta kerja tertentu, yaitu sebuah himpunan yang ditetapkan untuk konteks yang sedang dibahas. UU bukan himpunan semua himpunan; menurut argumen Russell di Unit 3.1, himpunan semacam itu tidak ada. Untuk A⊆UA \subseteq U, komplemen AA selalu berarti komplemen relatif terhadap UU:

    U∖A={x∈U:x∉A}.U \setminus A = \{x \in U : x \notin A\}.

    Keberadaan himpunan ini dijamin oleh separasi pada UU.

    Definisi 3.4.1 (keluarga berindeks dalam UU). Misalkan II himpunan, mungkin kosong, dan untuk setiap i∈Ii \in I diberikan tepat satu himpunan Ai⊆UA_i \subseteq U. Seperti pada representasi keluarga lewat ψ(i,X)\psi(i,X) yang telah dipakai sebelumnya (lihat Unit 3.1 dan 3.3), hal ini dinyatakan oleh formula ψ(i,X)\psi(i, X). Untuk setiap i∈Ii \in I, formula itu dipenuhi oleh tepat satu X⊆UX \subseteq U. Ungkapan "x∈Aix \in A_i" adalah singkatan dari

    ∃X (X⊆U ∧ ψ(i,X)∧x∈X).\exists X\,(X\subseteq U\ \wedge\ \psi(i,X) \wedge x \in X).

    Untuk i∈Ii \in I, tepat satu himpunan X⊆UX\subseteq U memenuhi ψ(i,X)\psi(i,X). Karena itu singkatan ini ekuivalen dengan ∀X ((X⊆U ∧ ψ(i,X))→x∈X)\forall X\,((X\subseteq U\ \wedge\ \psi(i,X)) \rightarrow x \in X), dan negasinya, "x∉Aix \notin A_i", dapat dibaca langsung sebagai "xx bukan anggota satu-satunya X⊆UX\subseteq U yang memenuhi ψ(i,X)\psi(i,X)". Jika keluarga sudah diberikan sebagai himpunan, keberadaannya tidak perlu diturunkan kembali.

    Didefinisikan

    ⋃i∈IAi={x∈U:∃i (i∈I∧x∈Ai)},⋂i∈IAi={x∈U:∀i (i∈I→x∈Ai)}.\bigcup_{i \in I} A_i = \{x \in U : \exists i\,(i \in I \wedge x \in A_i)\}, \qquad \bigcap_{i \in I} A_i = \{x \in U : \forall i\,(i \in I \rightarrow x \in A_i)\}.

    Kedua himpunan diperoleh dengan separasi pada UU, dengan parameter II dan parameter dalam ψ\psi.

    Untuk gabungan, pembatasan pada UU tidak mengubah apa pun, karena setiap Ai⊆UA_i \subseteq U. Untuk irisan, pembatasan itu penting. Bila I=∅I = \varnothing, syarat ∀i (i∈I→x∈Ai)\forall i\,(i \in I \rightarrow x \in A_i) benar secara hampa untuk setiap xx, sehingga

    ⋃i∈∅Ai=∅,⋂i∈∅Ai=U.\bigcup_{i \in \varnothing} A_i = \varnothing, \qquad \bigcap_{i \in \varnothing} A_i = U.

    Inilah konvensi Bab 2. Bandingkan dengan pembahasan gabungan, irisan, dan keluarga berindeks dalam [R3-2]. Di buku ini, irisan keluarga kosong selalu dibaca relatif terhadap UU, bukan terhadap "semua objek". Pembacaan yang kedua akan menuntut keberadaan himpunan yang dilarang oleh argumen Russell.

    Teorema utama

    Teorema 3.4.2 (De Morgan untuk keluarga sebarang). Misalkan UU himpunan, II himpunan sebarang (boleh kosong, berhingga, atau tak hingga), dan Ai⊆UA_i \subseteq U untuk setiap i∈Ii \in I. Maka

    (a)U∖⋃i∈IAi=⋂i∈I(U∖Ai),(b)U∖⋂i∈IAi=⋃i∈I(U∖Ai).\text{(a)}\quad U \setminus \bigcup_{i \in I} A_i = \bigcap_{i \in I} (U \setminus A_i), \qquad\qquad \text{(b)}\quad U \setminus \bigcap_{i \in I} A_i = \bigcup_{i \in I} (U \setminus A_i).

    Sebelum teorema ini dibuktikan, perlu dicek bahwa ruas kanannya bermakna. Keluarga (U∖Ai)i∈I(U \setminus A_i)_{i \in I} adalah keluarga dalam UU yang dinyatakan oleh formula

    ψ′(i,X):≡∃Y (Y⊆U ∧ ψ(i,Y)∧X=U∖Y).\psi'(i, X) :\equiv \exists Y\,\bigl(Y\subseteq U\ \wedge\ \psi(i, Y) \wedge X = U \setminus Y\bigr).

    Ambil i∈Ii \in I. Himpunan Y⊆UY\subseteq U yang memenuhi ψ(i,Y)\psi(i,Y) tunggal, dan menurut ekstensionalitas komplemen relatif terhadap UU juga tunggal. Jadi ψ′(i,X)\psi'(i,X) dipenuhi oleh tepat satu XX, dan gabungan serta irisan keluarga ini terdefinisi menurut Definisi 3.4.1.

    Bukti. Keempat ruas adalah himpunan bagian UU. Menurut ekstensionalitas, cukup ditunjukkan bahwa untuk setiap xx, keanggotaan xx di ruas kiri ekuivalen dengan keanggotaannya di ruas kanan. Jika x∉Ux \notin U, kedua ruas sama-sama tidak memuat xx. Jadi ambil x∈Ux \in U sebarang.

    (a) Dengan x∈Ux \in U tetap, rantai berikut berlaku. Pembenaran setiap langkah ditulis di sebelah kanannya.

    x∈U∖⋃i∈IAi  ⟺  x∉⋃i∈IAidefinisi komplemen relatif, x∈U  ⟺  ¬ ∃i (i∈I∧x∈Ai)definisi gabungan, x∈U  ⟺  ∀i (i∈I→¬(x∈Ai))negasi kuantifikator eksistensial terbatas (Bab 2)  ⟺  ∀i (i∈I→x∈U∖Ai)x∈U; keunikan dari ψ′ dipakai hanya untuk i∈I  ⟺  x∈⋂i∈I(U∖Ai)definisi irisan relatif U, x∈U.\begin{aligned} x \in U \setminus \textstyle\bigcup_{i\in I} A_i &\iff x \notin \textstyle\bigcup_{i\in I} A_i && \text{definisi komplemen relatif, } x \in U\\ &\iff \neg\,\exists i\,(i \in I \wedge x \in A_i) && \text{definisi gabungan, } x \in U\\ &\iff \forall i\,\bigl(i \in I \rightarrow \neg(x \in A_i)\bigr) && \text{negasi kuantifikator eksistensial terbatas (Bab 2)}\\ &\iff \forall i\,\bigl(i \in I \rightarrow x \in U \setminus A_i\bigr) && x \in U;\ \text{keunikan dari } \psi' \text{ dipakai hanya untuk } i \in I\\ &\iff x \in \textstyle\bigcap_{i\in I} (U \setminus A_i) && \text{definisi irisan relatif } U,\ x \in U. \end{aligned}

    (b) Dengan cara yang sama:

    x∈U∖⋂i∈IAi  ⟺  ¬ ∀i (i∈I→x∈Ai)komplemen relatif dan definisi irisan relatif U, x∈U  ⟺  ∃i (i∈I∧¬(x∈Ai))negasi kuantifikator universal terbatas (Bab 2)  ⟺  ∃i (i∈I∧x∈U∖Ai)x∈U; keunikan dari ψ′ untuk i∈I  ⟺  x∈⋃i∈I(U∖Ai)definisi gabungan.\begin{aligned} x \in U \setminus \textstyle\bigcap_{i\in I} A_i &\iff \neg\,\forall i\,(i \in I \rightarrow x \in A_i) && \text{komplemen relatif dan definisi irisan relatif } U,\ x \in U\\ &\iff \exists i\,\bigl(i \in I \wedge \neg(x \in A_i)\bigr) && \text{negasi kuantifikator universal terbatas (Bab 2)}\\ &\iff \exists i\,\bigl(i \in I \wedge x \in U \setminus A_i\bigr) && x \in U;\ \text{keunikan dari } \psi' \text{ untuk } i \in I\\ &\iff x \in \textstyle\bigcup_{i\in I} (U \setminus A_i) && \text{definisi gabungan.} \end{aligned}

    Ekuivalensi ini berlaku untuk setiap x∈Ux \in U, dan untuk x∉Ux \notin U kedua ruas sama-sama tidak memuat xx. Jadi kedua identitas terbukti. ■\blacksquare

    Kasus indeks kosong. Bukti di atas tidak memisahkan kasus I=∅I = \varnothing, dan memang tidak perlu, karena negasi kuantifikator terbatas berlaku untuk pembatas apa pun, termasuk pembatas kosong (Bab 2). Sebagai pemeriksaan, hitung langsung kedua identitas:

    • Pada (a), ruas kiri adalah U∖∅=UU \setminus \varnothing = U. Ruas kanan adalah irisan keluarga kosong relatif UU, yaitu UU.
    • Pada (b), ruas kiri adalah U∖U=∅U \setminus U = \varnothing. Ruas kanan adalah gabungan keluarga kosong, yaitu ∅\varnothing.

    Kecocokan ini bukan kebetulan. Nilai ⋃i∈∅Ai=∅\bigcup_{i\in\varnothing}A_i=\varnothing dipaksa oleh definisi gabungan lewat ∃\exists. Karena itu, identitas (a) untuk I=∅I=\varnothing memaksa ⋂i∈∅(U∖Ai)=U\bigcap_{i\in\varnothing}(U\setminus A_i)=U. Andaikan irisan keluarga kosong didefinisikan secara lain, misalnya sebagai ∅\varnothing. Maka (a) gagal untuk I=∅I = \varnothing dan U≠∅U \neq \varnothing. Jadi, dengan gabungan yang didefinisikan seperti di atas, konvensi "irisan keluarga kosong sama dengan UU" adalah satu-satunya pilihan yang mempertahankan De Morgan tanpa pengecualian.

    Catatan 3.4.3 (mengapa induksi dan diagram tidak cukup). Induksi pada k≥1k \ge 1 membuktikan, untuk setiap kk, pernyataan De Morgan bagi keluarga berindeks {1,…,k}\{1, \dots, k\}. Kasus k=0k=0 adalah kasus indeks kosong yang sudah ditangani di atas. Hasil induksi adalah barisan pernyataan tentang keluarga berhingga, dan tidak satu pun membicarakan ⋃n≥1An\bigcup_{n \ge 1} A_n. Gabungan tak hingga tidak didefinisikan sebagai hasil "akhir" dari gabungan biner yang diulang. Gabungan itu didefinisikan sekaligus oleh satu kuantifikator ∃n\exists n.

    Lagi pula, himpunan indeks tidak harus dapat didaftar sebagai 1,2,3,…1, 2, 3, \dots. Misalnya I=RI = \mathbb{R}, dan induksi atas bilangan asli hanya menghasilkan pernyataan untuk indeks {1,…,k}\{1,\dots,k\}. Diagram Venn hanya menggambarkan beberapa himpunan, sehingga juga tidak menyentuh kasus tak hingga. Teorema 3.4.2 berlaku umum karena hukum logika "negasi dari ada adalah untuk semua yang dinegasikan", dan hukum ini tidak bergantung pada ukuran II.

    Akibat 3.4.4. Dengan hipotesis Teorema 3.4.2,

    ⋂i∈IAi=U∖⋃i∈I(U∖Ai),⋃i∈IAi=U∖⋂i∈I(U∖Ai).\bigcap_{i \in I} A_i = U \setminus \bigcup_{i \in I} (U \setminus A_i), \qquad \bigcup_{i \in I} A_i = U \setminus \bigcap_{i \in I} (U \setminus A_i).

    Bukti. Pertama, untuk A⊆UA \subseteq U berlaku komplemen ganda U∖(U∖A)=AU \setminus (U \setminus A) = A. Untuk x∈Ux \in U,

    x∈U∖(U∖A)  ⟺  ¬(x∈U∧x∉A)  ⟺  ¬¬(x∈A)  ⟺  x∈A.x \in U\setminus(U\setminus A) \iff \neg(x \in U \wedge x\notin A) \iff \neg\neg(x\in A) \iff x \in A.

    Untuk x∉Ux \notin U, kedua ruas tidak memuat xx, karena A⊆UA \subseteq U.

    Tulis Bi=U∖AiB_i = U \setminus A_i. Menerapkan Teorema 3.4.2(a) pada keluarga (Bi)i∈I(B_i)_{i\in I} memberikan U∖⋃i∈IBi=⋂i∈I(U∖Bi)U \setminus \bigcup_{i \in I} B_i = \bigcap_{i \in I} (U \setminus B_i). Menurut komplemen ganda, U∖Bi=AiU \setminus B_i = A_i untuk setiap i∈Ii \in I, sehingga ruas kanan sama dengan ⋂i∈IAi\bigcap_{i \in I} A_i. Identitas kedua diperoleh dengan cara yang sama dari Teorema 3.4.2(b), yaitu U∖⋂i∈IBi=⋃i∈IAiU\setminus\bigcap_{i\in I}B_i=\bigcup_{i\in I}A_i. ■\blacksquare

    Akibat ini menunjukkan bahwa, relatif terhadap UU, irisan sebarang dapat dinyatakan lewat gabungan dan komplemen, dan sebaliknya. Bagian Aturan berhingga yang tidak meluas ke tak hingga memakai fakta ini untuk memindahkan sifat dari gabungan ke irisan.

    Contoh inti: ⋂n≥1(−1/n, 1+1/n)=[0,1]\bigcap_{n \ge 1}(-1/n,\, 1 + 1/n) = [0,1]

    Pada contoh-contoh berikut, bilangan real dipinjam sebagai objek yang sudah dikenal. Yang dipinjam mencakup operasi aljabar, urutan, dan trikotomi: untuk setiap x,yx, y, tepat satu dari x<yx < y, x=yx = y, atau x>yx > y berlaku. Notasi real yang lazim juga dipinjam:

    • interval seperti (a,b)={x∈R:a<x<b}(a,b) = \{x \in \mathbb{R} : a < x < b\} dan [a,b]={x∈R:a≤x≤b}[a,b] = \{x \in \mathbb{R} : a \le x \le b\};
    • sinar seperti (−∞,c)={x∈R:x<c}(-\infty, c) = \{x\in\mathbb R : x<c\}, (−∞,c](-\infty,c], (c,∞)(c,\infty), dan [c,∞)[c,\infty), yang didefinisikan secara serupa;
    • minimum min⁡(s,t)\min(s,t) dan nilai mutlak ∣x∣|x|.

    Semua himpunan ini dibentuk dengan separasi pada R\mathbb{R}.

    Himpunan N={0,1,2,… }\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \dots\} dari Bab 2 juga dipinjam sebagai objek yang sudah dikenal, sama seperti R\mathbb{R}. Separasi hanya dipakai untuk membentuk himpunan indeks

    N≥1={n∈N:n≥1}.\mathbb{N}_{\ge 1} = \{n \in \mathbb{N} : n \ge 1\}.

    Indeks dimulai dari 11 agar 1/n1/n terdefinisi. Semesta kerjanya U=RU = \mathbb{R}.

    Satu sifat lagi dibutuhkan. Sifat ini tidak dapat diturunkan dari aljabar himpunan, sehingga dinyatakan terang-terangan sebagai pinjaman.

    Fakta pinjaman 3.4.5 (sifat Archimedes). Untuk setiap bilangan real tt, terdapat n∈N≥1n \in \mathbb{N}_{\ge 1} dengan n>tn > t.

    Sifat ini akan dibuktikan kemudian dalam buku ini, pada pembahasan bilangan real, dari sifat-sifat yang menjadi dasar sistem real. Di bab ini sifat tersebut hanya dipakai, dan setiap tempat pemakaiannya ditandai (Archimedes).

    Untuk n∈N≥1n \in \mathbb{N}_{\ge 1}, tulis

    Jn=(−1/n, 1+1/n)={x∈R:−1/n<x<1+1/n}.J_n = (-1/n,\ 1 + 1/n) = \{x \in \mathbb{R} : -1/n < x < 1 + 1/n\}.

    Formula ψ(n,X):≡X={x∈R:−1/n<x<1+1/n}\psi(n, X) :\equiv X = \{x \in \mathbb{R} : -1/n < x < 1 + 1/n\} menentukan tepat satu X⊆RX \subseteq \mathbb{R} untuk setiap nn. Jadi (Jn)n≥1(J_n)_{n \ge 1} adalah keluarga berindeks dalam R\mathbb{R}. Karena N≥1≠∅\mathbb{N}_{\ge 1} \neq \varnothing, irisan relatif R\mathbb{R} di sini sama dengan irisan dalam pengertian sehari-hari.

    Teorema 3.4.6. ⋂n≥1Jn=[0,1]\displaystyle\bigcap_{n \ge 1} J_n = [0,1].

    Bukti. Kesamaan ini dibuktikan lewat dua inklusi.

    Inklusi [0,1]⊆⋂n≥1Jn[0,1] \subseteq \bigcap_{n \ge 1} J_n. Ambil x∈[0,1]x \in [0,1], jadi 0≤x≤10 \le x \le 1, dan ambil n∈N≥1n \in \mathbb{N}_{\ge 1} sebarang. Karena n>0n > 0, berlaku 1/n>01/n > 0. Akibatnya

    −1/n<0≤x≤1<1+1/n,-1/n < 0 \le x \le 1 < 1 + 1/n,

    sehingga −1/n<x<1+1/n-1/n < x < 1 + 1/n, yaitu x∈Jnx \in J_n. Karena nn sebarang, x∈⋂n≥1Jnx \in \bigcap_{n \ge 1} J_n. Arah ini tidak memakai Archimedes.

    Pemeriksaan titik ujung 00 dan 11. Kedua ujung perlu dicek secara khusus, karena di situlah interval terbuka dan tertutup berbeda. Untuk x=0x = 0, ketaksamaan −1/n<0-1/n < 0 dan 0<1+1/n0 < 1 + 1/n berlaku untuk setiap n≥1n \ge 1. Untuk x=1x = 1, ketaksamaan −1/n<1-1/n < 1 dan 1<1+1/n1 < 1 + 1/n juga berlaku untuk setiap n≥1n \ge 1. Jadi 00 dan 11 termuat di setiap JnJ_n, padahal tidak ada JnJ_n yang ujungnya 00 atau 11. Kedua titik itu termuat karena setiap JnJ_n memberi kelonggaran 1/n>01/n > 0 di kedua sisi.

    Inklusi ⋂n≥1Jn⊆[0,1]\bigcap_{n \ge 1} J_n \subseteq [0,1]. Arah ini dibuktikan secara kontrapositif: setiap x∈R∖[0,1]x \in \mathbb{R} \setminus [0,1] bukan anggota irisan. Pernyataan "bukan anggota irisan" berarti ¬∀n∈N≥1 (x∈Jn)\neg \forall n\in\mathbb N_{\ge1}\,(x \in J_n), yang ekuivalen dengan ∃n∈N≥1 (x∉Jn)\exists n\in\mathbb N_{\ge1}\,(x \notin J_n). Jadi, untuk setiap xx seperti itu, cukup ditemukan satu indeks nn dengan x∉Jnx \notin J_n. Jika x∉[0,1]x \notin [0,1], menurut trikotomi x<0x < 0 atau x>1x > 1.

    • Kasus x<0x < 0. Maka −x>0-x > 0, sehingga 1/(−x)1/(-x) adalah bilangan real positif. (Archimedes) Pilih n∈N≥1n \in \mathbb{N}_{\ge 1} dengan n>1/(−x)n > 1/(-x). Kalikan kedua ruas dengan −x>0-x > 0 untuk memperoleh n(−x)>1n(-x) > 1, lalu bagi dengan n>0n > 0 untuk memperoleh −x>1/n-x > 1/n, yaitu x<−1/nx < -1/n. Ketaksamaan −1/n<x-1/n < x gagal, jadi x∉Jnx \notin J_n.
    • Kasus x>1x > 1. Maka x−1>0x - 1 > 0. (Archimedes) Pilih n∈N≥1n \in \mathbb{N}_{\ge 1} dengan n>1/(x−1)n > 1/(x - 1). Seperti pada kasus pertama, n(x−1)>1n(x-1) > 1, sehingga x−1>1/nx - 1 > 1/n, yaitu x>1+1/nx > 1 + 1/n. Ketaksamaan x<1+1/nx < 1 + 1/n gagal, jadi x∉Jnx \notin J_n.

    Pada kedua kasus, x∉⋂n≥1Jnx \notin \bigcap_{n \ge 1} J_n. Dengan kedua inklusi, ekstensionalitas memberikan kesamaan. ■\blacksquare

    Saksi bergantung pada xx. Indeks nn pada inklusi kedua dipilih setelah xx diberikan, dan memang harus demikian. Tabel berikut memberi beberapa perhitungan.

    xxsyarat Archimedessatu pilihan sah (belum tentu yang terkecil)pemeriksaan
    −0,1-0{,}1n>10n > 101111−1/11≈−0,0909>−0,1-1/11 \approx -0{,}0909 > -0{,}1, jadi −0,1∉J11-0{,}1 \notin J_{11}
    −0,001-0{,}001n>1000n > 100010011001−1/1001≈−0,000999>−0,001-1/1001 \approx -0{,}000999 > -0{,}001, jadi −0,001∉J1001-0{,}001 \notin J_{1001}
    1,251{,}25n>4n > 4551+1/5=1,2<1,251 + 1/5 = 1{,}2 < 1{,}25, jadi 1,25∉J51{,}25 \notin J_5

    Karena ujung JnJ_n terbuka, indeks 1010, 10001000, dan 44 juga sudah cukup. Misalnya 1,25=1+1/41{,}25 = 1 + 1/4, sehingga 1,25∉J41{,}25 \notin J_4. Untuk membuktikan keberadaan saksi, pilihan dari Archimedes sudah memadai. Indeks terkecil dibahas pada Latihan 3.4.L7.

    Tidak ada satu nn yang berfungsi untuk semua x<0x < 0 sekaligus. Untuk nn tetap, titik x=−1/(2n)x = -1/(2n) negatif, tetapi −1/n<−1/(2n)-1/n < -1/(2n), sehingga x∈Jnx \in J_n. Pernyataan yang benar berbentuk ∀x<0 ∃n∈N≥1 (x∉Jn)\forall x < 0\ \exists n\in\mathbb N_{\ge1}\ (x \notin J_n). Pernyataan ∃n∈N≥1 ∀x<0 (x∉Jn)\exists n\in\mathbb N_{\ge1}\ \forall x < 0\ (x \notin J_n) salah. Inilah perbedaan urutan kuantifikator dari Bab 2, kali ini dengan akibat yang dapat dihitung.

    Mengapa Archimedes diperlukan. Untuk x<0x<0 berlaku x∉Jnx \notin J_n jika dan hanya jika x≤−1/nx \le -1/n, yaitu 1/n≤−x1/n \le -x. Jadi pada inklusi kedua kita membutuhkan nn dengan 1/n≤−x1/n \le -x. Andaikan ada x<0x<0 dengan −x<1/n-x<1/n untuk semua n≥1n\ge1. Maka −1/n<x<0<1+1/n-1/n<x<0<1+1/n, sehingga x∈Jnx\in J_n untuk setiap nn, dan teorema gagal. Sifat Archimedes menyingkirkan kemungkinan ini. Aljabar himpunan tidak berkata apa-apa tentang hal ini, karena Teorema 3.4.2 berlaku untuk keluarga apa saja di semesta apa saja. Jadi Archimedes menentukan nilai irisan pada contoh ini, sedangkan De Morgan menentukan bentuk hubungan antara irisan dan gabungan.

    Bacaan lewat De Morgan. Menurut Teorema 3.4.2(b) dengan U=RU = \mathbb{R},

    R∖⋂n≥1Jn=⋃n≥1(R∖Jn)=⋃n≥1((−∞,−1/n]∪[1+1/n,∞)).\mathbb{R} \setminus \bigcap_{n \ge 1} J_n = \bigcup_{n \ge 1} (\mathbb{R} \setminus J_n) = \bigcup_{n \ge 1} \Bigl( (-\infty, -1/n] \cup [1 + 1/n, \infty) \Bigr).

    Karena itu, Teorema 3.4.6 ekuivalen dengan

    ⋃n≥1((−∞,−1/n]∪[1+1/n,∞))=(−∞,0)∪(1,∞).\bigcup_{n \ge 1} \Bigl( (-\infty, -1/n] \cup [1 + 1/n, \infty) \Bigr) = (-\infty, 0) \cup (1, \infty).

    Inklusi kedua dalam bukti di atas, yang mencari saksi nn, persis merupakan bukti inklusi "⊇\supseteq" pada identitas gabungan ini. Ada satu hal yang patut diperhatikan. Setiap himpunan di ruas kiri memuat ujungnya sendiri, tetapi gabungannya tidak memuat 00 maupun 11. Gejala ini dibahas pada bagian Aturan berhingga yang tidak meluas ke tak hingga.

    Tiga perbandingan

    Tiga contoh berikut memakai semesta R\mathbb{R} dan pola yang sama dengan contoh inti, yaitu interval yang ujungnya bergeser sejauh 1/n1/n. Perbedaannya terletak pada pilihan ujung dan operasi. Perbedaan kecil itu mengubah hasilnya secara drastis.

    Proposisi 3.4.7. ⋂n≥1(0,1/n)=∅\displaystyle\bigcap_{n \ge 1} (0, 1/n) = \varnothing.

    Bukti. Inklusi ∅⊆⋂n≥1(0,1/n)\varnothing \subseteq \bigcap_{n \ge 1}(0, 1/n) selalu berlaku. Untuk arah sebaliknya, cukup ditunjukkan bahwa tidak ada x∈Rx \in \mathbb{R} yang menjadi anggota irisan. Dengan kata lain, untuk setiap xx dicari satu nn dengan x∉(0,1/n)x \notin (0, 1/n).

    • Jika x≤0x \le 0, ambil n=1n = 1, karena x∉(0,1)x \notin (0,1).
    • Jika x>0x > 0, (Archimedes) pilih n≥1n \ge 1 dengan n>1/xn > 1/x. Maka nx>1nx > 1, sehingga 1/n<x1/n < x, dan x∉(0,1/n)x \notin (0, 1/n). ■\blacksquare

    Setiap faktor tak kosong, misalnya 1/(2n)∈(0,1/n)1/(2n) \in (0, 1/n), dan faktor-faktornya menurun: (0,1/(n+1))⊆(0,1/n)(0, 1/(n+1)) \subseteq (0, 1/n). Untuk keluarga berhingga yang tak kosong dan menurun, irisannya sama dengan faktor terkecil, sehingga tak kosong jika setiap faktornya tak kosong. Untuk keluarga tak hingga, kesimpulan itu gagal. Tidak ada faktor "terkecil", dan setiap calon anggota tersingkir oleh suatu faktor yang cukup jauh.

    Proposisi 3.4.8. ⋂n≥1[0,1/n]={0}\displaystyle\bigcap_{n \ge 1} [0, 1/n] = \{0\}.

    Bukti.

    (⊇\supseteq) Untuk setiap n≥1n \ge 1 berlaku 0≤0≤1/n0 \le 0 \le 1/n, jadi 0∈[0,1/n]0 \in [0, 1/n].

    (⊆\subseteq) Ambil x≠0x \neq 0.

    • Jika x<0x < 0, maka x∉[0,1]x \notin [0, 1], yaitu faktor dengan n=1n = 1.
    • Jika x>0x > 0, (Archimedes) pilih n>1/xn > 1/x. Maka 1/n<x1/n < x, sehingga x∉[0,1/n]x \notin [0, 1/n].

    Jadi setiap anggota irisan sama dengan 00. ■\blacksquare

    Bandingkan dengan Proposisi 3.4.7. Kedua ujung kini ikut dimasukkan, tetapi yang menentukan hanya ujung kiri. Dengan bukti yang sama, ⋂n≥1[0,1/n)\bigcap_{n\ge1}[0,1/n) juga sama dengan {0}\{0\}, sedangkan ⋂n≥1(0,1/n]\bigcap_{n\ge1}(0,1/n] tetap ∅\varnothing. Ujung kanan 1/n1/n selalu tersingkir oleh faktor sesudahnya. Titik 00, ujung kiri bersama semua faktor, bertahan karena ia anggota setiap faktor.

    Proposisi 3.4.9. ⋃n≥2[1/n, 1−1/n]=(0,1)\displaystyle\bigcup_{n \ge 2} [1/n,\ 1 - 1/n] = (0, 1).

    Indeks dimulai dari 22. Untuk n=1n = 1, intervalnya adalah [1,0]=∅[1, 0] = \varnothing. Faktor ini tidak merusak gabungan, tetapi juga tidak menyumbang apa pun. Untuk n≥2n \ge 2 berlaku 2/n≤12/n \le 1, jadi 1/n≤1−1/n1/n \le 1 - 1/n, dan intervalnya tak kosong. Faktor pertama adalah [1/2,1/2]={1/2}[1/2, 1/2] = \{1/2\}.

    Bukti.

    (⊆\subseteq) Jika x∈[1/n,1−1/n]x \in [1/n, 1 - 1/n] untuk suatu n≥2n \ge 2, maka 0<1/n≤x≤1−1/n<10 < 1/n \le x \le 1 - 1/n < 1, sehingga x∈(0,1)x \in (0,1).

    (⊇\supseteq) Ambil x∈(0,1)x \in (0,1). Diperlukan saksi n≥2n \ge 2 dengan 1/n≤x1/n \le x dan x≤1−1/nx \le 1 - 1/n, yaitu 1/n≤x1/n \le x dan 1/n≤1−x1/n \le 1 - x. Tulis m=min⁡(x,1−x)m = \min(x, 1 - x).

    • Karena 0<x<10 < x < 1, berlaku m>0m > 0.
    • Selain itu m≤1/2m \le 1/2. Sebab x+(1−x)=1x + (1 - x) = 1, sehingga salah satu suku tidak melebihi 1/21/2.

    (Archimedes) Pilih n≥1n \ge 1 dengan n>1/mn > 1/m. Karena 1/m≥21/m \ge 2, berlaku n>2n > 2, sehingga nn memang indeks yang sah. Dari n>1/mn > 1/m diperoleh 1/n<m1/n < m. Akibatnya 1/n<x1/n < x dan 1/n<1−x1/n < 1 - x, dan ketaksamaan kedua berarti x<1−1/nx < 1 - 1/n. Jadi x∈[1/n,1−1/n]x \in [1/n, 1 - 1/n]. ■\blacksquare

    Saksinya bergantung pada xx:

    • Untuk x=0,3x = 0{,}3: m=0,3m = 0{,}3 dan syaratnya n>3,33…n > 3{,}33\ldots. Pilihan n=4n = 4 memberi 0,3∈[0,25; 0,75]0{,}3 \in [0{,}25;\ 0{,}75].
    • Untuk x=0,999x = 0{,}999: m=0,001m = 0{,}001 dan syaratnya n>1000n > 1000. Pilihan n=1001n = 1001 memberi 1−1/1001=0,999000999…>0,9991 - 1/1001 = 0{,}999000999\ldots > 0{,}999.

    Tidak ada satu faktor yang memuat seluruh (0,1)(0,1). Untuk n≥2n\ge2, titik 1/(2n)1/(2n) termuat di (0,1)(0,1), tetapi 1/(2n)<1/n1/(2n)<1/n, sehingga 1/(2n)∉[1/n,1−1/n]1/(2n)\notin[1/n,1-1/n]. Ujung 00 dan 11 juga tidak pernah tercapai.

    Menurut Teorema 3.4.2(a), Proposisi 3.4.9 ekuivalen dengan

    ⋂n≥2((−∞,1/n)∪(1−1/n,∞))=(−∞,0]∪[1,∞).\bigcap_{n \ge 2} \Bigl( (-\infty, 1/n) \cup (1 - 1/n, \infty) \Bigr) = (-\infty, 0] \cup [1, \infty).

    Ruas kiri adalah irisan himpunan yang tidak memuat ujungnya sendiri, tetapi hasilnya memuat 00 dan 11. Polanya sama dengan contoh inti, dengan peran gabungan dan irisan yang dibalik.

    Aturan berhingga yang tidak meluas ke tak hingga

    Contoh-contoh di atas memperlihatkan sebuah pola: sifat yang dimiliki setiap anggota keluarga bisa hilang pada irisan atau gabungan tak hingganya. Pola ini dapat dibuat tepat dengan satu pengertian dari analisis. Pengertian itu dipinjam di sini hanya sebagai ilustrasi; teori keterbukaan yang utuh tidak dikembangkan di bab ini.

    Definisi pinjaman 3.4.10. Himpunan G⊆RG \subseteq \mathbb{R} disebut terbuka jika untuk setiap x∈Gx \in G terdapat ε>0\varepsilon > 0 dengan (x−ε,x+ε)⊆G(x - \varepsilon, x + \varepsilon) \subseteq G. Himpunan F⊆RF \subseteq \mathbb{R} disebut tertutup jika R∖F\mathbb{R} \setminus F terbuka.

    Definisi ini memuat pola kuantifikator ∀x ∃ε\forall x\, \exists \varepsilon. Bilangan ε\varepsilon boleh bergantung pada xx, sama seperti saksi nn pada contoh inti.

    Fakta 3.4.11.

    1. Setiap interval (a,b)(a, b) terbuka. Demikian pula setiap sinar (−∞,c)(-\infty, c) dan (c,∞)(c, \infty).
    2. Gabungan keluarga sebarang himpunan terbuka adalah himpunan terbuka.
    3. Irisan dua himpunan terbuka adalah himpunan terbuka.

    Bukti.

    (1) Jika a≥ba \ge b, intervalnya kosong dan terbuka secara hampa. Misalkan a<ba<b dan x∈(a,b)x \in (a, b). Ambil ε=min⁡(x−a,b−x)>0\varepsilon = \min(x - a, b - x) > 0. Jika ∣y−x∣<ε|y - x| < \varepsilon, maka

    y>x−ε≥x−(x−a)=adany<x+ε≤x+(b−x)=b.y > x - \varepsilon \ge x - (x - a) = a \quad\text{dan}\quad y < x + \varepsilon \le x + (b - x) = b.

    Untuk sinar (−∞,c)(-\infty,c) dan x<cx < c, ambil ε=c−x\varepsilon = c - x; maka y<x+ε=cy < x + \varepsilon = c. Untuk sinar (c,∞)(c,\infty) dan x>cx > c, ambil ε=x−c\varepsilon = x - c; maka y>x−ε=cy > x - \varepsilon = c.

    (2) Jika x∈⋃i∈IGix \in \bigcup_{i \in I} G_i, ada ii dengan x∈Gix \in G_i. Karena GiG_i terbuka, ada ε>0\varepsilon > 0 dengan (x−ε,x+ε)⊆Gi⊆⋃i∈IGi(x - \varepsilon, x + \varepsilon) \subseteq G_i \subseteq \bigcup_{i \in I} G_i. Ukuran II tidak berperan sama sekali. Untuk I=∅I = \varnothing, gabungannya ∅\varnothing, yang terbuka secara hampa.

    (3) Jika x∈G∩Hx \in G \cap H, ada ε1,ε2>0\varepsilon_1, \varepsilon_2 > 0 dengan (x−ε1,x+ε1)⊆G(x - \varepsilon_1, x + \varepsilon_1) \subseteq G dan (x−ε2,x+ε2)⊆H(x - \varepsilon_2, x + \varepsilon_2) \subseteq H. Bilangan ε=min⁡(ε1,ε2)>0\varepsilon = \min(\varepsilon_1, \varepsilon_2) > 0 memenuhi keduanya. ■\blacksquare

    Dengan induksi pada k≥1k \ge 1, butir (3) meluas ke irisan kk himpunan terbuka, karena minimum dari berhingga banyak bilangan positif tetap positif. Untuk keluarga kosong, irisannya relatif terhadap R\mathbb{R} adalah R\mathbb{R}, yang terbuka.

    Teorema 3.4.6 menunjukkan bahwa perluasan ini gagal untuk keluarga tak hingga. Setiap Jn=(−1/n,1+1/n)J_n = (-1/n, 1 + 1/n) terbuka menurut (1), tetapi irisannya, [0,1][0,1], tidak terbuka. Untuk x=0x = 0 dan ε>0\varepsilon > 0 sebarang, titik −ε/2-\varepsilon/2 termuat di (−ε,ε)(-\varepsilon, \varepsilon) tetapi tidak di [0,1][0,1].

    Penyebab kegagalan itu dapat ditunjuk dengan tepat. Bukti (3) memerlukan satu ε\varepsilon yang berlaku untuk semua faktor. Untuk x=0x = 0 dan faktor JnJ_n, inklusi (−ε,ε)⊆Jn(-\varepsilon, \varepsilon) \subseteq J_n berlaku jika dan hanya jika ε≤1/n\varepsilon \le 1/n. Satu ε>0\varepsilon > 0 yang berlaku untuk semua nn harus memenuhi ε≤1/n\varepsilon \le 1/n untuk setiap nn. Namun (Archimedes) ada n>1/εn > 1/\varepsilon, yaitu 1/n<ε1/n < \varepsilon, sehingga bilangan semacam itu tidak ada. Jadi tak hingga banyak bilangan positif 1/n1/n tidak mempunyai batas bawah positif bersama. Pengganti minimum yang menolong di kasus berhingga tidak tersedia di kasus tak hingga.

    De Morgan memindahkan gejala ini ke himpunan tertutup. Jika setiap FiF_i tertutup, maka menurut Teorema 3.4.2(b),

    R∖⋂i∈IFi=⋃i∈I(R∖Fi)\mathbb{R} \setminus \bigcap_{i \in I} F_i = \bigcup_{i \in I} (\mathbb{R} \setminus F_i)

    adalah gabungan himpunan terbuka. Menurut Fakta 3.4.11(2), himpunan itu terbuka. Jadi irisan sebarang himpunan tertutup adalah tertutup. Untuk I=∅I = \varnothing, irisannya relatif terhadap R\mathbb{R} adalah R\mathbb{R}, yang tertutup karena komplemennya, ∅\varnothing, terbuka. Di sini pun konvensi irisan relatif UU bekerja tanpa pengecualian.

    Untuk gabungan, situasinya berbeda. Gabungan berhingga himpunan tertutup memang tertutup. Menurut Teorema 3.4.2(a) untuk indeks berhingga, komplemennya adalah irisan berhingga himpunan terbuka, dan himpunan itu terbuka menurut perluasan Fakta 3.4.11(3) ke kk himpunan. Untuk keluarga tak hingga, jaminan ini hilang, dan Proposisi 3.4.9 memberi contoh penyangkalnya. Setiap [1/n,1−1/n][1/n, 1 - 1/n] dengan n≥2n\ge2 tertutup, karena komplemennya, (−∞,1/n)∪(1−1/n,∞)(-\infty, 1/n) \cup (1 - 1/n, \infty), adalah gabungan dua sinar terbuka. Namun gabungannya, (0,1)(0,1), tidak tertutup. Komplemennya, (−∞,0]∪[1,∞)(-\infty, 0] \cup [1, \infty), tidak terbuka di 00, karena untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 titik min⁡(ε/2,1/2)\min(\varepsilon/2, 1/2) termuat di (−ε,ε)(-\varepsilon, \varepsilon) dan juga di (0,1)(0,1).

    Ringkasnya, aljabar himpunan (De Morgan) menjamin bahwa setiap aturan untuk gabungan memiliki pasangan untuk irisan, dan sebaliknya. Aljabar himpunan tidak menjamin bahwa aturan yang benar untuk keluarga berhingga tetap benar untuk keluarga tak hingga. Pada contoh di atas, aturan irisan berhingga gagal karena tak hingga banyak ε\varepsilon positif tidak harus mempunyai batas bawah positif bersama. Archimedes menentukan nilai konkret irisannya. Pembahasan keterbukaan yang sistematis berada di luar bab ini.

    Latihan dan pembahasan

    Latihan 3.4.L1. Misalkan a,b∈Ra, b \in \mathbb{R} dengan a<ba < b. Buktikan ⋂n≥1(a−1/n, b+1/n)=[a,b]\bigcap_{n \ge 1} (a - 1/n,\ b + 1/n) = [a, b]. Kemudian tentukan irisannya untuk a=ba = b dan untuk a>ba > b.

    Strategi. Tiru bukti Teorema 3.4.6 dengan menggeser ujung, lalu periksa di mana hipotesis a<ba < b benar-benar dipakai.

    Pembahasan.

    (⊇\supseteq) Jika a≤x≤ba \le x \le b, maka a−1/n<a≤x≤b<b+1/na - 1/n < a \le x \le b < b + 1/n untuk setiap n≥1n \ge 1.

    (⊆\subseteq) Jika x∉[a,b]x \notin [a,b], maka menurut trikotomi x<ax<a atau x>bx>b.

    • Jika x<ax < a, maka a−x>0a - x > 0. (Archimedes) Pilih n>1/(a−x)n > 1/(a - x). Maka a−x>1/na - x > 1/n, sehingga x<a−1/nx < a - 1/n dan x∉(a−1/n,b+1/n)x \notin (a - 1/n, b + 1/n).
    • Jika x>bx > b, (Archimedes) pilih n>1/(x−b)n > 1/(x - b). Maka x>b+1/nx > b + 1/n.

    Hipotesis a<ba < b ternyata tidak pernah dipakai, sehingga identitas ini berlaku untuk semua a,b∈Ra, b \in \mathbb R.

    • Untuk a=ba = b: ⋂n≥1(a−1/n,a+1/n)=[a,a]={a}\bigcap_{n \ge 1} (a - 1/n, a + 1/n) = [a, a] = \{a\}. Setiap faktor adalah interval terbuka tak kosong, tetapi irisannya satu titik, dan {a}\{a\} tidak terbuka. Untuk ε>0\varepsilon>0 sebarang, titik a+ε/2a+\varepsilon/2 termuat di (a−ε,a+ε)(a-\varepsilon,a+\varepsilon) tetapi tidak di {a}\{a\}. Jadi ini contoh penyangkal kedua untuk anggapan "irisan himpunan terbuka selalu terbuka".
    • Untuk a>ba > b: [a,b]=∅[a, b] = \varnothing. Sebagai pemeriksaan langsung, (a−1/n,b+1/n)(a - 1/n, b + 1/n) kosong begitu b+1/n≤a−1/nb + 1/n \le a - 1/n, yaitu 2/n≤a−b2/n \le a - b. (Archimedes) Ada n>2/(a−b)n > 2/(a-b), dan nn ini memenuhi syarat tersebut. Irisan yang memuat faktor kosong tentu kosong, sehingga hasilnya konsisten dengan rumus umum.

    Latihan 3.4.L2. Untuk a<ba < b, buktikan ⋃n≥1[a+1/n, b−1/n]=(a,b)\bigcup_{n \ge 1} [a + 1/n,\ b - 1/n] = (a, b). Apa yang terjadi bila a=ba = b?

    Strategi. Tiru bukti Proposisi 3.4.9. Untuk arah ⊇\supseteq, cari saksi nn melalui jarak xx ke ujung terdekat.

    Pembahasan. Faktor dengan 2/n>b−a2/n > b - a kosong. Faktor-faktor itu boleh ikut dalam gabungan karena tidak menambah apa pun.

    (⊆\subseteq) Jika a+1/n≤x≤b−1/na + 1/n \le x \le b - 1/n, maka a<x<ba < x < b.

    (⊇\supseteq) Untuk x∈(a,b)x \in (a,b), tulis m=min⁡(x−a,b−x)>0m = \min(x - a, b - x) > 0. (Archimedes) Pilih n>1/mn > 1/m. Maka 1/n<x−a1/n < x - a dan 1/n<b−x1/n < b - x, jadi x∈[a+1/n,b−1/n]x \in [a + 1/n, b - 1/n].

    Untuk a=ba = b, setiap faktor [a+1/n,a−1/n][a + 1/n, a - 1/n] kosong, sehingga gabungannya adalah ∅=(a,a)\varnothing = (a, a). Berbeda dengan Proposisi 3.4.9, di sini tidak diperlukan pembatasan n≥2n \ge 2, karena faktor kosong tidak mengganggu gabungan.

    Latihan 3.4.L3 (pembatas kosong). Ambil U={1,2,3,4,5}U = \{1,2,3,4,5\} dan I=∅I = \varnothing. Hitung keempat ruas Teorema 3.4.2. Ulangi untuk U=RU = \mathbb{R}.

    Strategi. Hitung gabungan dan irisan keluarga kosong langsung dari definisi, lalu baru ambil komplemen.

    Pembahasan. Untuk U={1,2,3,4,5}U = \{1,2,3,4,5\}:

    • ⋃i∈∅Ai=∅\bigcup_{i \in \varnothing} A_i = \varnothing, jadi ruas kiri (a) adalah U∖∅={1,2,3,4,5}U \setminus \varnothing = \{1,2,3,4,5\}. Ruas kanan (a) adalah irisan keluarga kosong relatif UU, yaitu {1,2,3,4,5}\{1,2,3,4,5\}.
    • ⋂i∈∅Ai=U\bigcap_{i \in \varnothing} A_i = U, jadi ruas kiri (b) adalah U∖U=∅U \setminus U = \varnothing. Ruas kanan (b) adalah gabungan keluarga kosong, yaitu ∅\varnothing.

    Untuk U=RU = \mathbb{R}, hasilnya sama dengan {1,2,3,4,5}\{1,2,3,4,5\} diganti R\mathbb{R}. Perhatikan bahwa nilai irisan keluarga kosong bergantung pada UU. Inilah alasan semesta harus dinyatakan.

    Latihan 3.4.L4 (De Morgan relatif terhadap CC). Misalkan C⊆UC \subseteq U dan Ai⊆UA_i \subseteq U untuk setiap i∈Ii\in I. (a) Buktikan C∖⋃i∈IAi=⋂i∈I(C∖Ai)C \setminus \bigcup_{i \in I} A_i = \bigcap_{i \in I} (C \setminus A_i) bila I≠∅I \neq \varnothing. (b) Tunjukkan bahwa (a) dapat gagal bila I=∅I = \varnothing. (c) Buktikan bentuk yang berlaku untuk semua II: C∖⋃i∈IAi=C∩⋂i∈I(U∖Ai)C \setminus \bigcup_{i \in I} A_i = C \cap \bigcap_{i \in I} (U \setminus A_i).

    Strategi. Tulis kedua ruas sebagai rumus keanggotaan, lalu cari langkah yang memerlukan satu indeks konkret.

    Pembahasan.

    (a) Untuk x∈Ux \in U: x∈C∖⋃i∈IAix \in C \setminus \bigcup_{i\in I} A_i jika dan hanya jika x∈Cx \in C dan ∀i∈I (x∉Ai)\forall i \in I\ (x \notin A_i). Ruas kanan menuntut ∀i∈I (x∈C∧x∉Ai)\forall i \in I\ (x \in C \wedge x \notin A_i). Arah "⇒\Rightarrow" berlaku untuk setiap II. Arah "⇐\Leftarrow" memerlukan satu i0∈Ii_0 \in I untuk memperoleh x∈Cx \in C, dan indeks itu tersedia karena I≠∅I \neq \varnothing.

    (b) Untuk I=∅I = \varnothing, ruas kiri adalah C∖∅=CC \setminus \varnothing = C, sedangkan ruas kanan adalah irisan keluarga kosong relatif UU, yaitu UU. Ambil U={1,2,3,4,5}U = \{1,2,3,4,5\} dan C={1,2,3}C = \{1,2,3\}. Maka C≠UC \neq U, dan (a) gagal. Langkah yang tidak tersedia adalah langkah yang memakai i0∈Ii_0 \in I.

    (c) Untuk X⊆UX \subseteq U berlaku C∖X=C∩(U∖X)C \setminus X = C \cap (U \setminus X), karena keduanya memuat tepat titik x∈Cx \in C dengan x∉Xx \notin X. Ambil X=⋃i∈IAiX = \bigcup_{i\in I} A_i dan terapkan Teorema 3.4.2(a); diperoleh rumus yang diminta. Untuk I=∅I = \varnothing, rumus ini memberi C∩U=CC \cap U = C, sesuai dengan ruas kiri.

    Latihan 3.4.L5 (urutan kuantifikator). Tunjukkan bahwa Jn≠[0,1]J_n \neq [0,1] untuk setiap n≥1n \ge 1, dan bahwa pernyataan ∃n∈N≥1 ∀x∈R (x∉[0,1]→x∉Jn)\exists n\in\mathbb N_{\ge1}\ \forall x\in\mathbb R\ \bigl(x \notin [0,1] \rightarrow x \notin J_n\bigr) salah. Jelaskan mengapa hal ini tidak bertentangan dengan Teorema 3.4.6.

    Strategi. Untuk nn tetap, cari satu titik di luar [0,1][0,1] yang masih termuat di JnJ_n. Setelah itu tukar urutan kuantifikatornya.

    Pembahasan. Untuk nn sebarang, titik x=−1/(2n)x = -1/(2n) termuat di JnJ_n tetapi tidak di [0,1][0,1]. Jadi Jn≠[0,1]J_n \ne [0,1]. Titik yang sama juga membantah pernyataan eksistensial tadi untuk nn tersebut, dan karena nn sebarang, pernyataan itu salah.

    Teorema 3.4.6 hanya memerlukan ∀x∈R∖[0,1] ∃n∈N≥1 (x∉Jn)\forall x\in\mathbb R\setminus[0,1]\ \exists n\in\mathbb N_{\ge1}\ (x \notin J_n), dan pernyataan ini benar. Untuk x=−1/(2n)x = -1/(2n), indeks 2n2n sudah cukup. Karena ujung J2nJ_{2n} terbuka, x=−1/(2n)x = -1/(2n) bukan anggota J2nJ_{2n}. Indeks lain yang lebih besar, seperti 4n4n, juga cukup.

    Latihan 3.4.L6. Buktikan ⋂n≥1[n,∞)=∅\bigcap_{n \ge 1} [n, \infty) = \varnothing dan ⋃n≥1(−n,n)=R\bigcup_{n \ge 1} (-n, n) = \mathbb{R}. Tunjukkan dengan Teorema 3.4.2(a) bahwa identitas kedua setara dengan ⋂n≥1((−∞,−n]∪[n,∞))=∅\bigcap_{n\ge1}\bigl((-\infty,-n]\cup[n,\infty)\bigr)=\varnothing. Kemudian tunjukkan bahwa pernyataan terakhir ini diperoleh dari identitas pertama ditambah simetri x↦−xx\mapsto -x.

    Strategi. Tuliskan setiap identitas sebagai pernyataan ∀x ∃n\forall x\,\exists n, lalu bandingkan isi pernyataan-pernyataan itu.

    Pembahasan.

    • Untuk x∈Rx \in \mathbb{R}, (Archimedes) pilih n>xn > x. Maka x∉[n,∞)x \notin [n, \infty), sehingga irisan pertama kosong. Sebaliknya, x∉[n,∞)x\notin[n,\infty) berarti x<nx<n. Jadi ⋂n≥1[n,∞)=∅\bigcap_{n\ge1}[n,\infty)=\varnothing adalah pernyataan ∀x∈R ∃n∈N≥1 (x<n)\forall x\in\mathbb R\,\exists n\in\mathbb N_{\ge1}\,(x<n), yaitu sifat Archimedes itu sendiri. Aljabar himpunan tidak dapat menggantikannya.
    • Untuk gabungan, (Archimedes) pilih n>∣x∣n > |x|. Maka −n<x<n-n < x < n.
    • Menurut Teorema 3.4.2(a) dengan U=RU=\mathbb R, R∖⋃n≥1(−n,n)=⋂n≥1((−∞,−n]∪[n,∞))\mathbb{R} \setminus \bigcup_{n \ge 1}(-n,n) = \bigcap_{n \ge 1} \bigl( (-\infty, -n] \cup [n, \infty) \bigr). Karena ⋃n≥1(−n,n)⊆R\bigcup_{n\ge1}(-n,n)\subseteq\mathbb R, gabungan itu sama dengan R\mathbb R jika dan hanya jika irisan di ruas kanan kosong.
    • Andaikan xx termuat di irisan tersebut. Untuk setiap nn, x≤−nx\le -n atau x≥nx\ge n, sehingga ∣x∣≥n|x|\ge n. Jadi ∣x∣∈⋂n≥1[n,∞)|x|\in\bigcap_{n\ge1}[n,\infty), padahal irisan itu kosong. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa irisannya kosong.

    De Morgan saja hanya memberi langkah ketiga. Langkah keempat memakai simetri x↦−xx\mapsto -x, yang muncul lewat ∣x∣|x|.

    Latihan 3.4.L7 (filter data, model terhitung). Sebuah daftar pembacaan dimodelkan sebagai himpunan berhingga

    U={−0,3; −0,05; 0; 0,5; 1; 1,002; 1,2}.U = \{-0{,}3;\ -0{,}05;\ 0;\ 0{,}5;\ 1;\ 1{,}002;\ 1{,}2\}.

    Filter tingkat ke-nn meloloskan Fn=U∩Jn=U∩(−1/n, 1+1/n)F_n = U \cap J_n = U\cap(-1/n,\ 1 + 1/n). Tentukan ⋂n≥1Fn\bigcap_{n \ge 1} F_n (relatif UU) dan indeks terkecil NN yang memenuhi Fn=⋂k≥1FkF_n = \bigcap_{k \ge 1} F_k untuk semua n≥Nn \ge N.

    Strategi. Gunakan Teorema 3.4.6 untuk menentukan nilai irisan. Untuk indeks terkecil, tulis syarat tepat agar sebuah titik tersingkir, bukan syarat Archimedes yang ketat.

    Pembahasan. Untuk x∈Ux\in U, x∈⋂n≥1Fnx\in\bigcap_{n\ge1}F_n jika dan hanya jika x∈Jnx\in J_n untuk setiap n≥1n\ge1. Menurut Teorema 3.4.6, hal ini berarti x∈[0,1]x\in[0,1]. Jadi ⋂n≥1Fn=U∩[0,1]={0; 0,5; 1}\bigcap_{n\ge1}F_n=U\cap[0,1]=\{0;\ 0{,}5;\ 1\}. Ini model himpunan saja, bukan uji pada data sungguhan.

    Untuk indeks penyingkiran, perhatikan bahwa p∉Jnp\notin J_n jika dan hanya jika p≤−1/np\le -1/n atau p≥1+1/np\ge 1+1/n. Kedua ketaksamaan ini tidak ketat karena ujung JnJ_n terbuka.

    • −0,3∉Jn  ⟺  1/n≤0,3  ⟺  n≥4-0{,}3\notin J_n \iff 1/n\le 0{,}3 \iff n\ge 4. Pada n=3n=3, −1/3≈−0,333<−0,3-1/3\approx-0{,}333<-0{,}3, jadi titik itu masih lolos.
    • −0,05∉Jn  ⟺  1/n≤0,05  ⟺  n≥20-0{,}05\notin J_n \iff 1/n\le 0{,}05 \iff n\ge 20.
    • 1,2∉Jn  ⟺  1/n≤0,2  ⟺  n≥51{,}2\notin J_n \iff 1/n\le 0{,}2 \iff n\ge 5.
    • 1,002∉Jn  ⟺  1/n≤0,002  ⟺  n≥5001{,}002\notin J_n \iff 1/n\le 0{,}002 \iff n\ge 500. Pada n=499n=499, 1+1/499≈1,002004>1,0021+1/499\approx1{,}002004>1{,}002, jadi titik itu masih lolos.
    • 00, 0,50{,}5, dan 11 lolos di semua tingkat.

    Karena 1/(n+1)<1/n1/(n+1)<1/n, berlaku Jn+1⊆JnJ_{n+1}\subseteq J_n, sehingga Fn+1⊆FnF_{n+1}\subseteq F_n. Titik yang tersingkir pada suatu tingkat tetap tersingkir sesudahnya. Jadi Fn={0; 0,5; 1}F_n=\{0;\,0{,}5;\,1\} tepat untuk n≥500n\ge 500, dan N=500N=500.

    Pada semesta berhingga, keluarga (Fn)n≥1(F_n)_{n\ge1} yang menurun ini stabil setelah berhingga langkah, karena hanya berhingga banyak titik yang perlu disingkirkan. Jadi gejala tak hingga pada bagian-bagian sebelumnya bersumber dari R\mathbb R, bukan dari aljabar himpunan. Perhatikan pula bahwa pilihan Archimedes yang ketat (n>tn>t) cukup untuk membuktikan keberadaan saksi. Indeks terkecil ditentukan oleh syarat yang tepat (n≥tn\ge t), dan keduanya dapat berbeda satu indeks.

    Penutup Bab 3 dan transisi ke Bab 4

    Bab ini dibangun dalam tiga tahap.

    1. Ekstensionalitas menetapkan kapan dua himpunan sama, dan separasi menetapkan himpunan mana yang boleh dibentuk dari himpunan yang sudah ada. Argumen Russell menunjukkan mengapa pembatasan ini perlu.
    2. Operasi biner dan keluarga berindeks dikerjakan di dalam semesta kerja UU yang dinyatakan. Pilihan ini membuat komplemen dan irisan keluarga kosong bermakna.
    3. Unit ini menunjukkan bahwa hukum aljabar himpunan berlaku untuk keluarga berukuran apa pun, karena hukum itu pada dasarnya adalah hukum kuantifikator. Sebaliknya, sifat seperti keterbukaan atau ketakkosongan irisan yang menurun bergantung pada struktur tambahan, dan dapat runtuh ketika keluarga menjadi tak hingga.

    Semua contoh interval di unit ini diam-diam memakai satu objek yang belum diberi nama, yaitu kaitan antara titik xx dan indeks nn. Secara informal, pada contoh inti bayangkan kumpulan semua pasangan (x,n)(x, n) dengan x∈Jnx \in J_n:

    S={(x,n):x∈R, n∈N≥1, −1/n<x<1+1/n}.S = \{(x, n) : x \in \mathbb{R},\ n \in \mathbb{N}_{\ge 1},\ -1/n < x < 1 + 1/n\}.

    Dalam bahasa ini, ⋂n≥1Jn\bigcap_{n \ge 1} J_n adalah himpunan xx yang berkaitan dengan semua nn, dan ⋃n≥1Jn\bigcup_{n \ge 1} J_n adalah himpunan xx yang berkaitan dengan suatu nn. Hukum De Morgan menjadi pernyataan tentang xx yang tidak berkaitan dengan suatu nn, atau dengan semua nn.

    Untuk menjadikan SS himpunan yang sah, diperlukan pasangan terurut dan hasil kali Kartesius. Keduanya lebih dari aksioma pasangan tak terurut di Unit 3.1. Bab 4 dimulai dari sana. Bab itu mendefinisikan relasi sebagai himpunan bagian hasil kali Kartesius, kemudian mempelajari relasi yang membagi semesta menjadi blok-blok yang saling lepas.

    Contoh awal yang dapat diperiksa langsung adalah U={1,2,3}U=\{1,2,3\} dengan keluarga {{1,2},{3}}\{\{1,2\},\{3\}\}. Kedua blok tidak kosong, irisannya kosong, dan gabungannya UU. Relasi "terletak di blok yang sama" menghasilkan pasangan (1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(3,3)(1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(3,3); pengertian pasangan terurut dan sifat relasi itu akan diformalkan pada Bab 4. Contoh ini mengantar hubungan antara relasi ekuivalensi dan partisi, lalu pembahasan kuosien dan urutan parsial. Inklusi ⊆\subseteq pada P(U)\mathcal P(U), yang dipakai sepanjang bab ini, akan menjadi contoh baku urutan parsial.

    Rujukan Bab 3

    [R3-1] Axioms of Set Theory, Chapter 3. Bahan ajar pada halaman Lorenz Halbeisen, ETH Zurich. https://people.math.ethz.ch/~halorenz/4students/LogikML/ZFC.pdf

    [R3-2] Open Logic Project. Unions and Intersections, revisi 9620cc7, 12 Juli 2026. https://builds.openlogicproject.org/content/sets-functions-relations/sets/unions-and-intersections.pdf

    [R3-3] Jonathan Pila. B1.2 Set Theory. Lecture notes, Hilary Term 2018, University of Oxford. https://www.maths.ox.ac.uk/system/files/attachments/SetTheoryHT18.pdf

    Bab terdekat

    BerikutnyaRelasi, Pemetaan, dan Ekuivalensi

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 4.

    SebelumnyaLogika Predikat dan Kuantifikasi Tingkat Lanjut

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 2.