Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kimia · Bab 9Dasar

    Jenis reaksi dalam air: pengendapan, netralisasi, redoks, dan pembentukan gas

    Kerak putih di elemen pemanas, panas yang muncul ketika asam bertemu basa, bau tajam ketika pemutih tercampur pembersih asam, dan gelembung di permukaan aluminium yang direndam deterjen alkali adalah empat jenis reaksi dalam air yang paling sering ditemui teknisi. Bab ini membahas elektrolit dan ion dalam air, reaksi pengendapan dan aturan kelarutan garam, kerak sebagai pengendapan, reaksi asam-basa dan netralisasi beserta panasnya, reaksi pembentukan gas, reaksi redoks dan bilangan oksidasi, redoks di lapangan, serta cara mengenali jenis reaksi dari pereaksinya. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Dalam satu minggu, seorang teknisi menangani empat keluhan yang tampak tidak berhubungan. Elemen pemanas mesin pencuci piring di satu restoran tertutup kerak putih. Di laundry hotel, seorang petugas melepuh ringan ketika menuang soda kaustik ke ember yang masih berisi sisa pembersih asam. Di dapur lain, ruang cuci berbau tajam setelah lantai dibersihkan dengan dua produk berbeda secara bergantian. Di bengkel, keranjang aluminium yang direndam deterjen alkali berbuih dan permukaannya menjadi kusam.

    Keempat keluhan itu adalah empat jenis reaksi dalam air: pengendapan, netralisasi, redoks, dan pembentukan gas. Masing-masing punya tanda yang dapat dikenali dan persamaan yang dapat ditulis. Teknisi yang dapat mengenali jenis reaksi dari bahan yang bertemu dapat memperkirakan akibatnya sebelum terjadi. Bab ini menjelaskan keempat jenis itu.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas elektrolit, reaksi pengendapan dan aturan kelarutan garam, kerak sebagai pengendapan, reaksi asam-basa dan netralisasi, panas netralisasi, reaksi pembentukan gas, reaksi redoks dan bilangan oksidasi, redoks di lapangan, dan cara mengenali jenis reaksi. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Kimia, yang memuat reaksi pengendapan dan titrasi dari buku Kimia Dasar, asam-basa dan endapan perak halida dari buku kimia umum, bilangan oksidasi dari diktat Kimia Dasar dan buku Kimia Dasar 1, serta reaksi penggantian logam dari buku kimia sekolah menengah.

    Persamaan reaksi dan persamaan ion bersih dibahas di bab rumus kimia dan persamaan reaksi, dan perhitungan jumlah zat di bab mol dan stoikiometri. pH dan konsentrasi ion hidronium dibahas di Bab 8. Penerapan pada kesadahan air laundry ada di Bab 4 · Laundry, pemutih dan campuran berbahaya di Bab 8 · Laundry, kerak dan descaling mesin pencuci piring di Bab 9 · Dishwashing, dan korosi logam di Bab 1 · Material. Kesetimbangan kelarutan dan elektrokimia secara kuantitatif dibahas pada tingkat lanjut rak ini.

    Elektrolit dan ion dalam air

    Banyak zat terurai menjadi ion ketika larut dalam air. Zat seperti itu disebut elektrolit, karena larutannya menghantar listrik, seperti dibahas di bab ikatan kimia. Elektrolit kuat terurai hampir seluruhnya: garam yang larut, asam kuat seperti asam klorida, dan basa kuat seperti natrium hidroksida. Elektrolit lemah hanya terurai sebagian: asam asetat, asam sitrat, dan amonia. Zat seperti gula dan etanol larut tanpa terurai menjadi ion dan disebut nonelektrolit.

    Karena ion-ion bergerak bebas dalam larutan, reaksi dalam air sering terjadi antara ion, bukan antara senyawa utuh. Reaksi itu terjadi bila ada sesuatu yang mengeluarkan ion dari larutan: terbentuk padatan yang mengendap, terbentuk air yang hampir tidak terurai, terbentuk gas yang lepas, atau elektron berpindah dari satu zat ke zat lain. Empat kemungkinan itulah empat jenis reaksi dalam bab ini.

    Reaksi pengendapan

    Reaksi pengendapan terjadi ketika dua larutan dicampur dan kation dari satu larutan bertemu anion dari larutan lain membentuk senyawa yang sukar larut. Senyawa itu keluar sebagai padatan halus yang disebut endapan, dan larutan menjadi keruh. Buku Kimia Dasar dalam sumber memuat banyak contoh dari analisis kualitatif: dengan amonium karbonat terbentuk endapan putih kalsium karbonat, dengan natrium hidroksida terbentuk endapan biru tembaga hidroksida, dan dengan amonia terbentuk endapan cokelat besi(III) hidroksida. Warna endapan dipakai untuk mengenali ion dalam sampel.

    Aturan kelarutan yang sederhana cukup untuk sebagian besar keperluan lapangan:

    • Garam natrium, kalium, dan amonium, serta semua garam nitrat, larut.
    • Klorida umumnya larut, kecuali perak klorida dan timbal klorida. Buku Kimia Dasar dalam sumber mencatat endapan putih timbal klorida, dan bahwa perak fluorida tidak mengendap karena larut dalam air.
    • Sulfat umumnya larut, kecuali barium sulfat dan timbal sulfat; kalsium sulfat sukar larut.
    • Karbonat, fosfat, dan hidroksida umumnya sukar larut, kecuali garam natrium, kalium, dan amonium. Kalsium hidroksida sedikit larut.

    Buku kimia umum dalam sumber memakai endapan perak halida untuk analisis: perak nitrat ditambahkan untuk mengendapkan perak bromida, dan massa endapan perak klorida dihitung dari jumlah perak nitrat. Perhitungan seperti itu memakai cara di bab mol dan stoikiometri.

    Kerak sebagai pengendapan

    Kerak adalah reaksi pengendapan yang terjadi pelan-pelan di dalam peralatan. Air sadah mengandung ion kalsium dan magnesium, dan biasanya juga ion hidrogen karbonat. Ketika air dipanaskan, hidrogen karbonat terurai dan membentuk karbonat, yang langsung mengendap bersama kalsium:

    Ca2++2 HCO3−→CaCO3(s)+H2O+CO2(g)\text{Ca}^{2+} + 2\,\text{HCO}_3^- \rightarrow \text{CaCO}_3(s) + \text{H}_2\text{O} + \text{CO}_2(g)

    Karena kalsium karbonat juga kurang larut pada suhu tinggi, seperti dibahas di bab gaya antarmolekul, endapan terbentuk paling banyak di permukaan yang paling panas: elemen pemanas, dinding boiler, dan nosel bilas air panas. Alkali dalam deterjen menaikkan konsentrasi karbonat dan mempercepat pengendapan yang sama.

    Cara mencegah kerak memakai kimia yang sama. Pelunak air menukar ion kalsium dan magnesium dengan ion natrium, yang garamnya larut. Pengkelat mengikat ion kalsium dalam bentuk terlarut sehingga tidak dapat bertemu karbonat, seperti dibahas di Bab 6 · Laundry. Bab 4 · Laundry dan Bab 9 · Dishwashing membahas penerapannya pada laundry dan mesin pencuci piring.

    Reaksi asam-basa dan netralisasi

    Menurut definisi Brønsted, asam adalah zat yang memberikan ion hidrogen (proton), dan basa adalah zat yang menerima ion hidrogen. Buku kimia umum dalam sumber meminta pembaca mengenali asam dan basa Brønsted dalam setiap reaksi, dan buku kerja kimia tingkat menengah menanyakan bagaimana persamaan reaksi HCl dengan NH₃ menunjukkan bahwa HCl asam dan NH₃ basa. Dalam air, asam memberi proton kepada air sehingga terbentuk ion hidronium, seperti di Bab 8.

    Netralisasi adalah reaksi asam dengan basa yang menghasilkan garam dan air. Untuk asam kuat dan basa kuat, persamaan ion bersihnya selalu sama:

    H3O+(aq)+OH−(aq)→2 H2O(l)\text{H}_3\text{O}^+(aq) + \text{OH}^-(aq) \rightarrow 2\,\text{H}_2\text{O}(l)

    Titrasi asam-basa memakai reaksi ini untuk mengukur konsentrasi. Buku kimia umum dalam sumber menjelaskan bahwa indikator dalam titrasi asam-basa adalah zat yang warnanya jelas berbeda dalam suasana asam dan basa, dan buku Kimia Dasar dalam sumber menyebut alkalimetri sebagai titrasi penetralan yang memakai larutan baku basa. Bab 9 · Laundry memakai titrasi untuk mengukur alkalinitas larutan cuci, dan penetral di akhir siklus cuci laundry, yang bersifat asam, menetralkan sisa alkali di kain, seperti dibahas di Bab 8 · Laundry.

    Panas netralisasi

    Netralisasi melepaskan panas. Untuk asam kuat dengan basa kuat dalam larutan encer, panas yang dilepas sekitar 56 kJ untuk setiap mol air yang terbentuk (nilai baku pendekatan). Dalam larutan encer, panas itu tersebar dalam banyak air sehingga kenaikan suhunya kecil. Dalam larutan pekat, panas yang sama dilepas ke sedikit air dan dapat menaikkan suhu sampai mendekati titik didih, sehingga larutan memercik atau mendidih seketika, seperti di Contoh 4.

    Itulah yang terjadi di kasus pembuka, ketika soda kaustik dituang ke ember berisi sisa asam. Melarutkan soda kaustik padat dalam air juga melepaskan panas besar, seperti dicatat di bab ikatan kimia, sehingga kedua panas itu dapat terjadi bersamaan. Menetralkan larutan pekat dilakukan dengan mengencerkan lebih dulu dan menambahkan penetral sedikit demi sedikit sambil diaduk.

    Reaksi pembentukan gas

    Beberapa reaksi dalam air menghasilkan gas yang keluar sebagai gelembung. Gas itu sering menjadi tanda pertama bahwa reaksi sedang berlangsung, dan sebagian gas itu berbahaya:

    • Karbonat atau hidrogen karbonat dengan asam menghasilkan karbon dioksida. Buku kursus kimia tingkat menengah dalam sumber memakai reaksi karbonat dengan asam klorida sebagai percobaan baku. Reaksi ini terjadi setiap kali kerak dibersihkan dengan asam, dan jumlah gasnya dihitung di bab mol dan stoikiometri.
    • Logam aktif dengan asam menghasilkan gas hidrogen. Diktat Kimia Dasar dalam sumber mencatat bahwa besi dengan asam klorida membentuk besi(II) klorida dan gas hidrogen, dan buku kerja kimia tingkat menengah mencatat hal yang sama untuk besi. Hidrogen mudah terbakar.
    • Aluminium dan seng dengan alkali kuat juga menghasilkan gas hidrogen, karena logam itu larut dalam asam maupun basa kuat. Itulah sebabnya keranjang aluminium berbuih dan menjadi kusam dalam deterjen alkali kuat, seperti di kasus pembuka.
    • Garam amonium dengan basa kuat melepaskan gas amonia yang berbau tajam.
    • Pemutih hipoklorit dengan asam melepaskan gas klorin yang beracun, seperti dibahas di Bab 8 · Laundry. Reaksi ini juga reaksi redoks, seperti dijelaskan di Contoh 7.

    Reaksi redoks: oksidasi dan reduksi

    Reaksi redoks adalah reaksi perpindahan elektron. Oksidasi adalah pelepasan elektron, dan reduksi adalah penerimaan elektron. Keduanya selalu terjadi bersamaan: elektron yang dilepas satu zat diterima zat lain. Buku kimia sekolah menengah dalam sumber memberi contoh ion besi(III), Fe³⁺, yang mengalami reduksi dengan menerima elektron membentuk ion besi(II), Fe²⁺.

    Zat yang menyebabkan zat lain teroksidasi disebut oksidator; oksidator itu sendiri tereduksi. Zat yang menyebabkan zat lain tereduksi disebut reduktor; reduktor itu sendiri teroksidasi. Buku kimia umum dalam sumber menyebut oksigen molekuler sebagai oksidator kuat dan salah satu bahan kimia industri yang paling banyak dipakai. Pemutih klorin dan pemutih oksigen bekerja sebagai oksidator yang merusak gugus pemberi warna pada noda, seperti dibahas di Bab 8 · Laundry.

    Menentukan bilangan oksidasi

    Untuk mengenali reaksi redoks yang tidak jelas perpindahan elektronnya, kimia memakai bilangan oksidasi, yaitu muatan yang dimiliki atom bila semua ikatannya dianggap ion. Buku Kimia Dasar 1 dalam sumber menuliskan bilangan oksidasi di atas lambang unsur dalam persamaan. Aturan dasarnya:

    1. Unsur bebas punya bilangan oksidasi 0: Fe, O₂, Cl₂.
    2. Bilangan oksidasi unsur dalam ion tunggal sama dengan muatannya, seperti dicatat diktat Kimia Dasar dalam sumber: Na⁺ +1, Ca²⁺ +2, Cl⁻ −1-1.
    3. Oksigen dalam senyawa biasanya −2-2; pengecualian utama adalah peroksida seperti H₂O₂, dengan oksigen −1-1.
    4. Hidrogen dalam senyawa biasanya +1.
    5. Jumlah bilangan oksidasi semua atom sama dengan muatan total: 0 untuk senyawa netral, dan sama dengan muatan ion untuk ion poliatom.

    Dengan aturan itu, belerang dalam SO₄²⁻ adalah x+4(−2)=−2x + 4(-2) = -2, sehingga x=+6x = +6. Klorin dalam NaOCl adalah +1+x+(−2)=0+1 + x + (-2) = 0, sehingga x=+1x = +1. Buku kimia umum dalam sumber mencatat bahwa klorin dan bromin punya bilangan oksidasi +5 dalam asam klorat dan asam bromat. Reaksi adalah redoks bila bilangan oksidasi suatu unsur berubah. Kenaikan bilangan oksidasi adalah oksidasi, dan penurunan adalah reduksi.

    Redoks di lapangan

    Redoks hadir di banyak tempat di lapangan. Korosi besi adalah oksidasi besi oleh oksigen dengan air sebagai perantara, dan menghasilkan karat. Pemutihan noda adalah oksidasi gugus warna. Desinfeksi dengan klorin adalah oksidasi bagian penting sel mikroba. Elektrolisis dan baterai adalah redoks yang dipisahkan sehingga elektron mengalir melalui kawat.

    Reaksi penggantian logam adalah contoh redoks yang mudah dilihat. Buku kimia sekolah menengah dalam sumber memuat percobaan serbuk seng berlebih yang ditambahkan ke larutan tembaga(II) sulfat:

    Zn(s)+Cu2+(aq)→Zn2+(aq)+Cu(s)\text{Zn}(s) + \text{Cu}^{2+}(aq) \rightarrow \text{Zn}^{2+}(aq) + \text{Cu}(s)

    Seng teroksidasi dari 0 menjadi +2, dan tembaga tereduksi dari +2 menjadi 0. Warna biru larutan memudar dan tembaga merah mengendap. Reaksi yang sama, dengan besi menggantikan seng, menjelaskan mengapa air yang membawa ion tembaga dari pipa tembaga dapat mempercepat korosi baja galvanis atau aluminium di bagian hilirnya. Bab 1 · Material membahas korosi galvanik.

    Mengenali jenis reaksi

    Ketika dua bahan akan bertemu dalam air, pertanyaan berikut membantu memperkirakan apa yang terjadi:

    1. Apakah ada asam dan basa? Bila ya, terjadi netralisasi dan panas dilepas.
    2. Apakah ada asam dan karbonat, asam dan logam aktif, atau basa kuat dan aluminium atau garam amonium? Bila ya, terbentuk gas.
    3. Apakah ada oksidator, seperti pemutih klorin, hidrogen peroksida, atau oksigen, bersama zat yang mudah dioksidasi? Bila ya, terjadi redoks, dan hasilnya dapat berupa gas berbahaya.
    4. Apakah kation dan anion dari dua larutan membentuk garam yang sukar larut? Bila ya, terbentuk endapan.

    Satu reaksi dapat masuk lebih dari satu jenis. Pembersihan kerak dengan asam adalah reaksi asam-basa sekaligus pembentukan gas. Pemutih klorin dengan asam adalah redoks sekaligus pembentukan gas.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Meramalkan endapan. Larutan kalsium klorida dicampur dengan larutan natrium karbonat. Pasangan baru yang mungkin: natrium klorida (larut) dan kalsium karbonat (sukar larut). Endapan putih CaCO₃ terbentuk. Persamaan ion bersih: Ca²⁺(aq) + CO₃²⁻(aq) → CaCO₃(s). Na⁺ dan Cl⁻ adalah ion penonton.

    Contoh 2. Batas atas kerak dari air sadah. Mesin memakai 2 m³ air panas per hari dengan kesadahan 120 mg/L sebagai CaCO₃ (angka latihan). Bila semua kesadahan mengendap, kerak yang terbentuk 120×2.000=240.000120 \times 2.000 = 240.000 mg, yaitu 240 g per hari, atau 7,2 kg dalam 30 hari. Angka ini adalah batas atas; jumlah nyata bergantung pada suhu, pH, dan pelunakan, tetapi besarnya menjelaskan mengapa pelunak air diperlukan.

    Contoh 3. Menetralkan sisa alkali. Air bilas 50 L mengandung NaOH 0,004 mol/L, dengan pH sekitar 11,6 pada 25 °C. Mol OH⁻ =0,004×50=0,20= 0{,}004 \times 50 = 0{,}20 mol, sehingga diperlukan 0,20 mol ion hidrogen dari penetral asam. Untuk asam monoprotik kuat seperti HCl, itu setara 0,20×36,46=7,30{,}20 \times 36{,}46 = 7{,}3 g HCl murni.

    Contoh 4. Panas dari menetralkan larutan pekat. Satu liter NaOH 10 mol/L dicampur dengan satu liter HCl 10 mol/L. Air yang terbentuk 10 mol, dan panas yang dilepas sekitar 10×56=56010 \times 56 = 560 kJ. Bila panas itu masuk ke sekitar 2 kg larutan dengan kalor jenis mendekati air, kenaikan suhunya 560.000/(2.000×4,18)=67560.000/(2.000 \times 4{,}18) = 67 K. Dari 30 °C, larutan mendekati 97 °C, hampir mendidih. Perkiraan ini mengabaikan rugi panas dan perbedaan kalor jenis, tetapi cukup untuk menunjukkan bahayanya. Dalam 50 L larutan encer di Contoh 3, panasnya hanya 0,20×56=110{,}20 \times 56 = 11 kJ, dan suhu naik kurang dari 0,1 K.

    Contoh 5. Aluminium dalam deterjen alkali. Persamaan:

    2 Al+2 NaOH+6 H2O→2 Na[Al(OH)4]+3 H22\,\text{Al} + 2\,\text{NaOH} + 6\,\text{H}_2\text{O} \rightarrow 2\,\text{Na}[\text{Al(OH)}_4] + 3\,\text{H}_2

    Pemeriksaan: Al 2=22 = 2; Na 2=22 = 2; O 2+6=8=2×42 + 6 = 8 = 2 \times 4; H 2+12=14=8+62 + 12 = 14 = 8 + 6. Satu mol aluminium (27 g) menghasilkan 1,5 mol H₂, yaitu 1,5×24=361{,}5 \times 24 = 36 L gas hidrogen pada suhu ruang. Aluminium teroksidasi dari 0 menjadi +3, dan hidrogen dari air tereduksi dari +1 menjadi 0.

    Contoh 6. Gas klorin dari pemutih dan asam. Pemutih 100 g berkadar natrium hipoklorit 5 persen massa (angka latihan) berisi 5,0 g NaOCl, yaitu 5,0/74,44=0,0675{,}0/74{,}44 = 0{,}067 mol. Dengan asam berlebih, persamaan NaOCl + 2 HCl → NaCl + Cl₂ + H₂O menghasilkan 0,067 mol Cl₂, yaitu 0,067×24=1,60{,}067 \times 24 = 1{,}6 L gas klorin. Dalam ruang 10 m³, yaitu 10.000 L, konsentrasinya rata-rata sekitar 1,6/10.000=1601{,}6/10.000 = 160 bagian per juta volume, jauh di atas batas paparan yang tercantum di lembar data keselamatan pemutih.

    Contoh 7. Bilangan oksidasi dalam reaksi pemutih dan asam. Dalam NaOCl, klorin +1. Dalam HCl, klorin −1-1. Dalam Cl₂, klorin 0. Klorin dari hipoklorit tereduksi dari +1 ke 0, dan klorin dari asam klorida teroksidasi dari −1-1 ke 0. Reaksi ini redoks, dengan hipoklorit sebagai oksidator dan klorida sebagai reduktor.

    Contoh 8. Penggantian logam. Dalam reaksi seng dengan ion tembaga(II), 6,54 g seng (0,100 mol, massa atom relatif 65,38) mengendapkan paling banyak 0,100 mol tembaga, yaitu 0,100×63,55=6,360{,}100 \times 63{,}55 = 6{,}36 g tembaga.

    Contoh 9. Mengelompokkan reaksi. (a) HCl + KOH → KCl + H₂O: netralisasi. (b) AgNO₃ + NaCl → AgCl(s) + NaNO₃: pengendapan. (c) CaCO₃ + 2 HCl → CaCl₂ + H₂O + CO₂: asam-basa dan pembentukan gas. (d) Fe + 2 HCl → FeCl₂ + H₂: redoks dan pembentukan gas, karena besi berubah dari 0 menjadi +2 dan hidrogen dari +1 menjadi 0.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan bila:

    1. Tercium bau tajam seperti klorin atau amonia ketika bahan kimia dicampur atau ketika lantai dibersihkan dengan dua produk. Hentikan, tinggalkan ruangan, buka ventilasi dari luar bila aman, dan ikuti Bab 8 · Laundry dan Bab 1 · Keselamatan.
    2. Asam pekat dan basa pekat akan dinetralkan langsung satu sama lain. Encerkan lebih dulu, tambahkan sedikit demi sedikit, dan pakai pelindung mata dan sarung tangan.
    3. Bagian aluminium, seng, atau baja galvanis akan direndam dalam deterjen alkali kuat atau asam di dalam tangki tertutup. Gas hidrogen yang terbentuk mudah terbakar.
    4. Wadah bekas satu bahan kimia akan dipakai untuk bahan lain tanpa dibilas, terutama wadah pemutih klorin dan wadah penetral asam.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Netralisasi selalu aman karena hasilnya garam dan air." Netralisasi larutan pekat melepaskan panas yang dapat mendidihkan larutan.

    "Gelembung saat membersihkan kerak berarti asamnya bekerja dengan baik." Gelembung menandakan reaksi, tetapi juga menandakan gas yang harus dibuang. Ketika gelembung berhenti, asam mungkin sudah habis.

    "Oksidasi selalu melibatkan oksigen." Oksidasi adalah pelepasan elektron atau kenaikan bilangan oksidasi, dengan atau tanpa oksigen.

    "Endapan putih di mesin pasti sisa deterjen." Endapan putih yang keras di permukaan panas biasanya kalsium karbonat dari air sadah.

    "Deterjen alkali aman untuk semua logam." Aluminium dan seng larut dalam alkali kuat dan melepaskan hidrogen.

    "Klorin hanya berbahaya dalam jumlah besar." Sedikit pemutih dengan asam di ruang kecil sudah cukup menghasilkan konsentrasi gas yang berbahaya.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab rumus kimia dan persamaan reaksi memberi cara menulis persamaan ion bersih, dan bab mol dan stoikiometri memberi cara menghitung jumlah endapan, gas, dan penetral. Bab ikatan kimia dan bab gaya antarmolekul menjelaskan mengapa garam larut atau tidak. Bab 8 membahas pH, Bab 6 · Laundry pengkelat, Bab 4 · Laundry dan Bab 9 · Dishwashing kesadahan dan kerak, Bab 8 · Laundry pemutih dan campuran berbahaya, Bab 9 · Laundry titrasi alkalinitas, Bab 1 · Material korosi, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti. Kesetimbangan kelarutan dan elektrokimia dibahas pada tingkat kuantitatif dan lanjut rak ini.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, sebutkan jenis reaksinya dan alasannya.

    1. Apakah terbentuk endapan bila larutan perak nitrat dicampur dengan larutan natrium klorida? Tuliskan persamaan ion bersihnya.
    2. Tuliskan persamaan ion bersih untuk HCl(aq) + KOH(aq).
    3. Gas apa yang terbentuk bila asam sitrat dipakai untuk membersihkan kerak kalsium karbonat?
    4. Tentukan bilangan oksidasi belerang dalam SO₄²⁻, mangan dalam MnO₄⁻, dan besi dalam Fe₂O₃.
    5. Air 1,5 m³ dengan kesadahan 80 mg/L sebagai CaCO₃ dipanaskan. Berapa massa kerak paling banyak yang dapat terbentuk?
    6. Mengapa jalur pemutih klorin dan jalur penetral asam pada dispenser tidak boleh tertukar?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Ya, perak klorida putih mengendap karena klorida perak sukar larut. Ag⁺(aq) + Cl⁻(aq) → AgCl(s), dengan Na⁺ dan NO₃⁻ sebagai ion penonton.
    2. H₃O⁺(aq) + OH⁻(aq) → 2 H₂O(l), sering ditulis H⁺ + OH⁻ → H₂O. K⁺ dan Cl⁻ adalah ion penonton.
    3. Karbon dioksida. Asam bereaksi dengan karbonat menghasilkan garam, air, dan CO₂; reaksi ini asam-basa sekaligus pembentukan gas.
    4. Belerang +6 (x−8=−2x - 8 = -2). Mangan +7 (x−8=−1x - 8 = -1). Besi +3 (2x−6=02x - 6 = 0).
    5. 80×1.500=120.00080 \times 1.500 = 120.000 mg, yaitu 120 g, bila seluruh kesadahan mengendap sebagai kalsium karbonat.
    6. Bila pemutih hipoklorit bertemu asam, terjadi reaksi redoks yang melepaskan gas klorin beracun. Jalur, wadah, dan gelas ukur keduanya harus terpisah dan dibilas, seperti diatur di Bab 8 · Laundry.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Apakah terbentuk endapan bila larutan perak nitrat dicampur dengan larutan natrium klorida? Tuliskan persamaan ion bersihnya.

    2

    Tuliskan persamaan ion bersih untuk HCl(aq) + KOH(aq).

    3

    Gas apa yang terbentuk bila asam sitrat dipakai untuk membersihkan kerak kalsium karbonat?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaSDS, kelas fungsi, dan batas perbandingan produk

    Urutan baca menurut rak: Kimia · Bab 10.

    SebelumnyaLarutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran

    Urutan baca menurut rak: Kimia · Bab 8.

    Satu disiplinLarutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran

    Bab lain dalam Kimia.