Catu daya dan pemberi tanda alarm kebakaran: sumber utama dan baterai cadangan, menghitung kapasitas baterai, alat pemberi tanda suara dan cahaya, dan titik panggil manual
Saat PLN padam semalaman, panel alarm sebuah hotel bekerja dari baterai berumur enam tahun; ketika tamu menekan titik panggil manual, sounder berbunyi lemah dan tamu di kamar ujung tidak mendengar apa pun. Bab ini menjelaskan dua sumber catu menurut SNI 03-3985-2000, lama cadangan menurut SNI dan menurut panduan yang menafsirkan BS 5839-1, rumus kapasitas baterai dengan faktor penuaan dan faktor arus alarm, tegangan float dan uji baterai di bawah beban, serta urutan menyalakan panel yang berbeda antarmanual. Bagian kedua membahas tingkat bunyi dB(A) di ruang biasa, ruang bising, dan kamar tidur, rugi bunyi terhadap jarak dan pintu, alarm visual, serta letak, tinggi, dan jarak titik panggil manual. Sembilan contoh kerja memakai angka dari SNI dan manual pabrik.
Saat PLN padam karena perbaikan gardu, sebuah hotel empat lantai beralih ke genset, tetapi sirkit panel alarm kebakaran tidak termasuk beban genset, sehingga panel bekerja dari baterainya. Enam jam kemudian seorang tamu menekan titik panggil manual karena melihat asap dari ruang panel listrik lantai dua. Sounder koridor berbunyi lemah, panel menampilkan gangguan baterai, dan tamu di kamar ujung lantai empat tidak mendengar bunyi apa pun. Esok harinya ditemukan dua baterai 12 V 7 Ah tersusun seri, berumur enam tahun, tanpa tanggal pasang, dengan tegangan 20,4 V saat sounder aktif. Satu manual panel meminta baterai diganti bila tegangannya di bawah 21,6 V saat alat pemberi tanda aktif, dan manual panel konvensional lain memberi baterai internal paling besar 7 Ah. Lama padam, umur baterai, dan 20,4 V adalah angka latihan; 21,6 V dan 7 Ah berasal dari manual.
Batas pembahasan
Bab ini membahas catu daya sistem deteksi dan alarm kebakaran, kapasitas baterai, alat pemberi tanda suara dan cahaya, dan titik panggil manual (TPM). Sumbernya SNI 03-3985-2000 dan enam dokumen pabrik di folder Drive pemilik: panduan perancang dari pabrik detektor yang menafsirkan BS 5839-1:2002, manual panel konvensional 2 dan 4 zona, manual panel beralamat dua loop, manual panel beralamat skala besar, panduan panel beralamat modular, dan manual aplikasi detektor. Katalog BSN mencatat SNI itu berstatus berlaku. Teks SNI yang tersedia terpotong pada halaman cetak 80 dari 165; badan standar pasal 1 sampai 12 terbaca lengkap, dan hanya bagian itu yang dipakai.
Operasi panel ada di Bab 19, detektor di Bab 20, sirkit sounder dan kabel di Bab 21, susut tegangan di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali, uji berkala di Bab 23, proteksi kebakaran umum di Bab 17, pemeriksaan baterai lampu darurat di Bab 33 · Kelistrikan & Kendali, kimia asam timbal di Bab 7 · Otomotif & Mobilitas Listrik, dan ukur catu di bawah beban di Bab 86 · Kelistrikan & Kendali.
Merancang sistem, menetapkan lama cadangan, menentukan jumlah dan letak sounder dan TPM, mengubah program panel, dan bekerja di sisi AC panel adalah pekerjaan perencana, kontraktor pemasang, dan teknisi berwenang, dengan persetujuan instansi yang berwenang menurut SNI. Aturan Indonesia tentang siapa yang boleh merencanakan, memasang, dan menguji sistem alarm kebakaran belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 19 Oktober 2026; tanyakan ke dinas pemadam kebakaran setempat dan pengawas ketenagakerjaan. Teknisi hotel membaca indikasi catu, mencatat, melapor, dan memeriksa bahwa TPM dan sounder utuh dan tidak terhalang.
Dua sumber catu dan peralihan otomatis
Catu utama (main supply) adalah sumber listrik normal panel alarm, biasanya sirkit tegangan rendah gedung yang dicatu PLN atau genset. Catu cadangan (standby supply) adalah baterai isi ulang yang mengambil alih beban panel secara otomatis ketika catu utama padam.
SNI 03-3985-2000 meminta dua sumber energi listrik, yaitu PLN atau pembangkit tenaga listrik darurat, dan baterai, dengan tegangan baterai 12 V dan maksimum 48 V. Pemeliharaan baterai harus mudah, pengisinya otomatik, peralihan ke baterai otomatis saat PLN atau pembangkit darurat mati, dan baterainya jenis kering yang dapat diisi kembali. Panel wajib memiliki pemantau catu, indikasi catu dari PLN, baterai, atau pembangkit darurat dengan voltmeter, dan pengalihan otomatik yang disertai bunyi buzzer. Panduan perancang meminta catu utama yang mampu memikul beban terbesar, diperiksa dengan melepas baterai, menyimulasikan evakuasi, dan memastikan tegangan keluaran tetap di sekitar nominal.
Semua panel di bahan sumber memakai baterai 24 V. Panel dua loop dicatu 220 V AC +10 % sampai -15 % dan menandai gangguan bila catu utama di bawah 187 V atau cadangan di bawah 21,6 V. Panel modular dicatu dari sirkit cabang khusus, 2 A per catu pada 220 sampai 240 V, dengan pemutus paling sedikit 150 % dari total kebutuhan semua catu. Kasus pembuka menunjukkan celah umum: genset hanya menolong bila sirkit panel memang tercatu genset.
Berapa lama baterai harus bertahan
Kalimat SNI berbunyi "Tegangan batere yang diijinkan minimum selama 4 jam mencatu energi listrik dalam kondisi alarm umum." Kalimat itu rusak susunannya. Bacaan terdekat adalah bahwa baterai mampu mencatu sistem paling sedikit 4 jam dalam kondisi alarm umum (penalaran editorial); badan SNI yang terbaca tidak memberi lama siaga terpisah. Panduan perancang memakai susunan BS 5839-1:
| Acuan | Lama siaga | Lalu alarm | Catatan |
|---|---|---|---|
| SNI 03-3985-2000 (bacaan editorial) | tidak disebut | 4 jam alarm umum | kalimat sumber rusak |
| BS, proteksi jiwa (kategori L) | 24 jam | 30 menit | boleh 6 jam bila genset otomatis diperiksa dan dijalankan 1 jam tiap bulan; biasanya tidak di rumah sakit |
| BS, proteksi harta (kategori P), diawasi | 24 jam | 30 menit | panel diperiksa paling lama tiap 6 jam |
| BS, kategori P, tidak diawasi | periode kosong + 24 jam, paling lama 72 jam | 30 menit |
Manual panel konvensional menyatakan baterai internal 7 Ah bertahan 24 jam pada pemantauan normal. SNI menekankan jam alarm dan BS jam siaga, sehingga keduanya tidak saling menggantikan. Lama cadangan ditetapkan perencana dan disetujui instansi berwenang (lihat Contoh 3).
Menghitung kapasitas baterai
Arus siaga (quiescent current) adalah arus yang ditarik sistem dari baterai saat catu utama padam dan tidak ada alarm. Arus alarm (alarm load) adalah arus yang ditarik sistem dari baterai saat catu utama padam dan alarm aktif, termasuk semua sounder dan lampu kedip.
Panduan perancang memberi rumus:
dengan kapasitas baterai (Ah), lama siaga (jam), arus siaga (A), arus alarm (A), lama alarm (jam, selalu 0,5 jam dalam panduan itu), faktor penurunan kapasitas saat baterai melepas arus besar (umumnya 1,75), dan 1,25 faktor penuaan untuk umur baterai 4 tahun. Dengan dan jam rumus menjadi . Baterai yang dipilih tidak kurang dari , dan arus rancangan diukur ulang saat komisioning.
Manual panel konvensional memberi rumus , dengan arus pemantauan normal (tabelnya 0,13 A untuk semua detektor), lama pemantauan normal (jam), dan arus alarm (tabelnya 0,50 A untuk semua zona alarm); catu panel 2,0 A dan arus keluaran paling besar 1,0 A. Faktor 1,25 hanya mengenai suku siaga, dan dalam ampere dijumlahkan ke Ah, sehingga suku itu baru bermakna bila dibaca sebagai arus alarm selama satu jam (penalaran editorial). Pakai rumus manual panel yang terpasang, dan tanyakan ke distributor bila tampak tidak konsisten.
Panduan panel modular memberi arus siaga 375 mA dan arus alarm 475 mA untuk satu kanal penuh 250 perangkat. Catatan tabelnya menghitung beban sirkit alat pemberi tanda nol, sehingga arus sounder dan lampu kedip ditambahkan sendiri. Manual panel dua loop memberi daya: siaga paling besar 3 W dan alarm paling besar 10 W, yang dibagi 24 V untuk mendapat arus.
Pengisi, tegangan float, dan umur baterai
Tegangan float (float voltage) adalah tegangan tetap dari pengisi yang menjaga baterai asam timbal tertutup tetap penuh tanpa mengisinya berlebih.
Manual panel skala besar menyatakan aki asam timbal tertutup bebas rawat tidak perlu ditambah air; baterai yang kosong umumnya diisi 1,5 sampai 1,8 A dan mencapai float 27,6 V dalam 48 jam. Panduan panel modular memberi float 27,4 V ±0,5 V pada 20 °C dengan kompensasi suhu -24 sampai -36 mV/°C, dan batas arus pengisian 1,4 A untuk baterai 6,2 sampai 18 Ah.
Uji baterai menurut manual skala besar: lepas AC, aktifkan alarm, ukur tegangan baterai saat alat pemberi tanda aktif, dan ganti baterai yang tegangannya di bawah 21,6 V; baterai baru atau yang baru kosong diisi 48 jam lebih dulu. Panel dua loop menandai gangguan cadangan di bawah 21,6 V pada satu halaman dan 21,8 V pada tabel gangguannya; pakai angka manual panel yang terpasang. Baterai tua dapat tampak normal tanpa beban, sehingga ujinya di bawah beban (penalaran editorial); jadwalnya di Bab 23.
Panduan perancang meminta tanggal pasang ditulis permanen pada baterai agar diganti dalam 4 tahun, praktik pabrik itu; manual skala besar menyerahkan interval penggantian kepada instansi berwenang dan pabrik dan meminta baterai bocor atau rusak diganti segera. Asam sulfat yang mengenai kulit atau mata dibilas air paling sedikit 15 menit; air dengan soda kue menetralkannya. Hindari hubung singkat oleh alat, gelang, cincin, dan koin, dan isolasi terminal baterai bekas saat diangkut.
Menyalakan dan mematikan panel
Urutan menyalakan berbeda antarmanual:
| Dokumen | Urutan menyalakan |
|---|---|
| Panduan panel beralamat modular | kabel negatif baterai; tutup pintu; AC dari pemutus khusus; pastikan panel mulai benar; akui semua kondisi tidak normal; kabel positif baterai; pastikan gangguan baterai hilang |
| Manual panel beralamat skala besar | pemutus OFF sampai instalasi selesai; AC dan periksa (LED daya hijau menyala, LED gangguan kuning menyala sampai baterai disambung); baru baterai, untuk menghemat baterai |
| Manual panel beralamat dua loop | sakelar catu utama dan cadangan dinyalakan bersamaan; panel menjalankan uji diri |
| Manual panel konvensional | catu tidak disambung sebelum semua sambungan masuk dan keluar selesai |
Urutan mematikan dari panduan panel modular: buka panel, lepas hanya kabel positif baterai, petugas memutus AC, tandai pemutus sebagai mati untuk servis, dan bila baterai diganti, lepas kabel negatif lalu angkat baterai dengan hati-hati. Daya tidak disambung atau dilepas dengan mencabut konektor modul distribusi daya. Ikuti urutan manual panel yang terpasang. Pemutus dikunci dan ditandai menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, dan karena gedung tidak terlindungi selama panel mati, pemberitahuan dan isolasi dicatat seperti di Bab 19 dan Bab 23.
Alat pemberi tanda suara
Alat pemberi tanda (notification appliance) adalah perangkat yang memberi tahu penghuni adanya kebakaran melalui bunyi, cahaya, atau keduanya. Desibel A (A-weighted decibel) adalah satuan tingkat tekanan bunyi, ditulis dB(A), yang ditimbang menurut kepekaan telinga manusia (pengetahuan umum).
SNI meminta alarm suara berbunyi dan berirama khas, berfrekuensi 500 sampai 1000 Hz, dan paling sedikit 65 dB(A). Di ruang yang bising normalnya tinggi, bunyi paling sedikit 5 dB(A) di atas bising normal; di ruang yang mungkin dipakai tidur paling sedikit 75 dB(A); iramanya tidak menimbulkan panik. Alarm dipasang di semua lokasi panel, menjangkau semua ruang, dipasang sendiri di ruang yang tidak mendengar suara luar, dan alarm luar menjadi penuntun masuk bagi pemadam.
Panduan perancang memberi angka BS yang serupa (65 dB(A) untuk ruang lebih dari 60 m², 5 dB(A) di atas bising yang bertahan lebih dari 30 detik, 75 dB(A) di kepala tempat tidur) dan keringanan 60 dB(A) untuk tangga dan ruang kecil yang tidak ada di SNI. Pengukuran dilakukan dengan semua pintu tertutup, tanpa pita 0,5 m di tepi ruang, dan bunyi air kamar mandi diabaikan.
Peringkat sounder diberikan pada 1 m dengan toleransi ±3 dB(A). Hitungan memakai nilai terendah (-3 dB) ditambah faktor aman -3 dB, dan bunyi turun 6 dB setiap jarak berlipat dua. Aturan itu sama dengan hukum kuadrat terbalik (pengetahuan umum), dan tabel panduan cocok dengan
dengan tingkat bunyi pada jarak (dB(A)), peringkat sounder pada 1 m (dB(A)), dan jarak mendatar (m). Pintu biasa mengurangi sekitar 20 dB(A), pintu tahan api setengah jam sekitar 30 dB(A), dan dua sumber yang sama besar di satu titik menambah 3 dB(A). Karena itu panduan menyarankan sounder di setiap kamar tidur.
Panduan juga menyarankan sounder luar mati otomatis setelah 30 menit kecuali gedung dijaga terus, tidak mencampur bel dengan sounder elektronik, dan tidak memasang sounder tepat di samping panel agar petugas dapat menilai keadaan. SNI meminta bel di dekat panel, jadi keduanya dipenuhi dengan bel yang dekat tetapi tidak menempel pada panel (penalaran editorial). Sirkit sounder, termasuk syarat satu sounder tetap berbunyi saat satu sirkit terhubung singkat, dibahas di Bab 21.
Alarm visual dan lampu kedip
Alarm visual (visual alarm device) adalah alat pemberi tanda berupa cahaya kedip yang melengkapi bunyi bagi orang yang tidak dapat mendengar alarm.
SNI meminta alarm visual di ruang khusus seperti tempat perawatan orang tuli. Panduan perancang menambahkan tempat yang bisingnya melebihi 90 dB(A) atau yang pekerjanya memakai pelindung telinga, serta kamar tidur penyandang disabilitas pendengaran; alarm visual melengkapi sounder, dipasang di langit-langit atau paling rendah 2,1 m dari lantai, dan jenis LED hemat arus. Di hotel, rumah sakit, dan laundry, tempatnya kamar tamu tunarungu, ruang perawatan, dan area mesin yang bising.
Manual skala besar memperingatkan bahwa lampu kedip dalam keadaan tertentu dapat memicu kejang pada penderita epilepsi. Panduan panel modular menyatakan sinkronisasi lampu kedip dan sounder antarcatu memerlukan perangkat yang tercantum cocok; dua keluarga perangkat dari daftar berbeda yang dicampur meleset sekitar 30 milidetik pada kedip dan setengah detik pada bunyi. Arus lampu kedip ikut dihitung dalam arus alarm baterai.
Titik panggil manual
Titik panggil manual (manual call point) adalah alat yang dioperasikan dengan tangan untuk memberi isyarat adanya kebakaran.
SNI 03-3985-2000 menetapkan:
- kotak TPM tombol tekan berkaca yang aman bila dipecahkan, dengan alat pemukul khusus, atau cara lain yang disetujui instansi berwenang;
- TPM berwarna merah, dan di dekat panel kontrol selalu ada bel dan TPM;
- TPM dihubungkan ke zona detektor yang meliputi daerah tempatnya dipasang;
- TPM di lintasan menuju ke luar, setinggi 1,4 m dari lantai, tidak tersembunyi, dan mudah dicapai;
- bangunan bertingkat: TPM di setiap lantai, satu TPM melayani paling luas 900 m²;
- jarak dari titik sembarang ke TPM paling jauh 30 m.
Panduan perancang (BS) memakai 45 m jarak tempuh atau 30 m garis lurus bila tata letak belum diketahui, tinggi 1,4 m ±0,2 m dengan 1,2 m sebagai kompromi untuk pengguna kursi roda, dan TPM di semua pintu keluar ke udara terbuka dan pintu keluar lantai. TPM di koridor menonjol paling sedikit 15 mm, diberi flens putih bila dinding merah, dan dipasang sehingga kunci uji dapat dimasukkan tanpa terhalang kusen. Semua TPM sebaiknya satu cara operasi, mencabut detektor tidak boleh memengaruhi TPM (Bab 21), dan tutup bening berengsel mengurangi alarm palsu karena TPM tersenggol. SNI tidak menyebut apakah 30 m diukur garis lurus atau jarak tempuh; jarak tempuh adalah bacaan yang lebih aman (penalaran editorial).
Contoh kerja
Contoh 1: Rumus panduan perancang. Data panduan: jam, A, A. Suku siaga Ah; suku alarm Ah, dibulatkan panduan menjadi 1,6 Ah. Maka Ah, sekitar 5 Ah, dan baterai 6 Ah atau 7 Ah memadai.
Contoh 2: Dua rumus, arus yang sama. Arus panel konvensional A dan A, siaga 24 jam. Rumus manual itu: Ah. Rumus panduan perancang: Ah. Selisihnya 0,05 Ah karena suku siaga dominan; keduanya di bawah 7 Ah.
Contoh 3: Dua acuan lama cadangan. Dengan arus Contoh 1, susunan BS memberi 4,97 Ah, sedangkan bacaan SNI 4 jam alarm memberi Ah, atau 9,0 Ah dengan faktor penuaan 1,25. Dengan arus Contoh 2, BS memberi 4,45 Ah, dan 4 jam alarm memberi Ah, atau 2,5 Ah dengan faktor 1,25. Sistem dengan banyak sounder lebih berat menurut bacaan SNI; sistem dengan arus siaga besar lebih berat menurut BS. Faktor 1,25 pada bacaan SNI adalah penalaran editorial; instansi berwenang yang memutuskan acuannya.
Contoh 4: Panel beralamat 250 perangkat. Siaga 375 mA dan alarm 475 mA tanpa beban sounder. Ditambah 40 sounder kali 25 mA = 1,0 A (angka latihan), A. Dengan siaga 24 jam: Ah. Tanpa sounder hasilnya 11,77 Ah, kurang sekitar 1,1 Ah. Baterai 12,9 Ah masuk rentang 6,2 sampai 18 Ah untuk batas arus pengisi 1,4 A. Bacaan SNI 4 jam alarm memberi Ah, atau 7,4 Ah dengan faktor 1,25.
Contoh 5: Membaca tegangan baterai. Baterai 24 V asam timbal terdiri atas 12 sel sekitar 2 V (pengetahuan umum). Float 27,6 V berarti 2,3 V per sel, batas ganti 21,6 V berarti 1,8 V per sel. Di ruang panel 35 °C (angka latihan), float 27,4 V pada 20 °C dengan kompensasi -24 sampai -36 mV/°C turun 15 kali 0,024 sampai 0,036 V, yaitu 0,36 sampai 0,54 V, menjadi sekitar 26,9 sampai 27,0 V, dan itu wajar. Bacaan 20,4 V di bawah beban pada kasus pembuka berarti 1,7 V per sel.
Contoh 6: Bunyi terhadap jarak. Sounder 100 dB(A) pada 8 m: dB(A). Sounder 90 dB(A) pada 7 m: dB(A), dengan rugi 16,9 dB dibulatkan 17 dB. Hanya yang pertama memenuhi 75 dB(A) ruang tidur. Koridor dengan dua sounder 90 dB(A) berjarak 15 m, masing-masing 7,5 m dari ujung: di ujung dB(A), di tengah dB(A).
Contoh 7: Kamar tidur di balik pintu tahan api. Sounder koridor 90 dB(A), 1 m di luar pintu tahan api setengah jam: tepat di dalam pintu dB(A), jauh di bawah 75 dB(A) di kepala tempat tidur. Sounder 85 dB(A) di dalam kamar, 1,5 m dari kepala tempat tidur, memberi dB(A) dan memenuhi. Panduan menyebut sounder 90 dB(A) dalam 3 m juga cukup; rumus memberi dB(A), tepat di batas, sehingga hasilnya diukur dengan pintu tertutup.
Contoh 8: Laundry yang bising. Bising normal di area mesin cuci 82 dB(A) (angka latihan), target SNI dB(A). Sounder 105 dB(A) memberi dB(A) pada 4 m dan 85 dB(A) pada 5 m, sehingga setiap titik kerja harus berada dalam sekitar 4 m dari sounder, atau sounder ditambah. Di samping pengering yang bisingnya 92 dB(A) (angka latihan), melebihi 90 dB(A), panduan meminta alarm visual sebagai pelengkap.
Contoh 9: Jumlah dan jarak TPM. Lantai hotel 80 m kali 25 m = 2.000 m² (angka latihan). Menurut luas, , jadi paling sedikit 3 TPM. Dua TPM di tangga kedua ujung pada garis tengah meninggalkan titik tepi di tengah lantai sejauh m, melebihi 30 m. TPM ketiga di tengah, misalnya di lobi lift pada jalur keluar, menurunkan jarak terjauh menjadi m. Jarak tempuh dari dalam kamar diperiksa perencana pada denah.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan ke teknisi berwenang, kontraktor pemasang, atau distributor panel bila:
- Gangguan catu utama atau baterai tidak hilang setelah AC dipastikan ada; panel yang hidup dari baterai sedang menghitung mundur.
- Tegangan baterai di bawah batas manual saat alat pemberi tanda aktif, atau baterai bocor, menggembung, atau panas.
- Pekerjaan memerlukan membuka sisi AC panel; pemutus dikunci dan ditandai, dan pekerjaannya milik petugas berwenang.
- Kapasitas atau jenis baterai pengganti tidak sama dengan label panel.
- Hasil ukur bunyi di kamar tidur atau ruang bising di bawah batas SNI, atau sounder dan lampu kedip tidak bekerja saat uji.
- TPM pecah, hilang, terhalang, tertutup renovasi, atau dipindah tanpa perencana.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Lampu daya hijau menyala, jadi baterai baik." Lampu itu menunjukkan catu utama; baterai baru terbukti baik di bawah beban alarm.
"Baterai 7 Ah selalu cukup." Angka itu batas baterai internal satu panel kecil; kapasitas dihitung dari kedua arus dan lama cadangan.
"SNI meminta 24 jam cadangan." Angka 24 jam berasal dari susunan BS; kalimat SNI yang terbaca menyebut 4 jam dalam kondisi alarm umum.
"Satu sounder keras di koridor cukup untuk semua kamar." Pintu tahan api mengurangi sekitar 30 dB(A), sedangkan kamar tidur membutuhkan 75 dB(A).
"Urutan menyalakan panel sama untuk semua panel." Empat manual memberi urutan yang berbeda; yang berlaku adalah manual panel yang terpasang.
Hubungan dengan bab lain
Bab 19 menjelaskan indikasi gangguan catu dan tindakan teknisi jaga, Bab 20 detektor yang menjadi beban siaga, Bab 21 sirkit sounder dan zona yang menjaga TPM tetap bekerja, dan Bab 28 · Kelistrikan & Kendali susut tegangan ke sounder terjauh. Bab 23 memakai batas tegangan dan kapasitas bab ini untuk uji baterai berkala. Bab 17 memberi pemeriksaan keliling, Bab 33 · Kelistrikan & Kendali pemeriksaan baterai lampu darurat, Bab 7 · Otomotif & Mobilitas Listrik kimia asam timbal, Bab 86 · Kelistrikan & Kendali ukur di bawah beban, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali penguncian pemutus, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti umum.
Latihan dan pembahasan
Angka dalam soal adalah angka latihan kecuali disebut berasal dari SNI atau manual.
- Hitung kapasitas baterai dengan rumus panduan perancang untuk siaga 24 jam, arus siaga 0,2 A, dan arus alarm 2,4 A.
- Panel dengan arus keluaran paling besar 1,0 A akan dipasangi 30 sounder 35 mA. Apa masalahnya, dan siapa yang memutuskan?
- Sounder 95 dB(A) dipasang di gudang linen. Apakah 65 dB(A) tercapai pada 12 m dan pada 20 m?
- Hotel menyiapkan dua kamar untuk tamu tunarungu. Apa yang diminta SNI, dan apa yang diperhatikan pada lampu kedipnya?
- Lantai kantor hotel 30 m kali 40 m. Berapa TPM paling sedikit menurut luas SNI, dan apakah dua TPM di tengah kedua sisi pendek memenuhi 30 m garis lurus?
- Setelah baterai diganti, pemasang menyambung baterai lalu memberi AC, padahal manual panel meminta kabel negatif baterai, AC, lalu kabel positif. Apa sikap teknisi hotel yang mendampingi?
Kunci jawaban beralasan
- Ah. Baterai yang dipilih tidak kurang dari 8,63 Ah, dan kedua arus diukur ulang saat komisioning karena angka rancangan dapat meleset.
- Beban A melebihi 1,0 A, sehingga keluaran panel dibebani lebih dan sounder terjauh dapat kekurangan tegangan. Perencana atau kontraktor memutuskan penyelesaiannya, misalnya catu tambahan yang tercantum cocok, lalu kapasitas baterai dihitung ulang.
- Pada 12 m: dB(A), memenuhi 65 dB(A). Pada 20 m: dB(A), tidak memenuhi, sehingga area itu memerlukan sounder yang lebih dekat dan hasilnya diukur.
- SNI meminta alarm visual di ruang khusus seperti tempat perawatan orang tuli. Lampu kedip dipasang di langit-langit atau paling rendah 2,1 m, melengkapi sounder, sinkron dengan perangkat lain, memperhatikan risiko kejang pada penderita epilepsi, dan arusnya ditambahkan ke arus alarm baterai.
- Luas 1.200 m² dibagi 900 m² = 1,33, jadi paling sedikit 2 TPM. Dengan TPM di (0, 15) dan (40, 15), titik terjauh di tengah sisi panjang berjarak m, sehingga 30 m garis lurus terpenuhi, tetapi jarak tempuh di antara sekat tetap diperiksa pada denah.
- Teknisi hotel meminta urutan manual panel yang terpasang diikuti, karena urutan itu ditulis pabrik untuk mencegah kerusakan dan bahaya kejut. Penyimpangan dicatat dan ditanyakan ke distributor, dan gangguan baterai harus hilang setelah kabel positif disambung.
Referensi
Sumber luar
- SNI 03-3985-2000pesta.bsn.go.id
Bab terkait
- Panel alarm kebakaran di gedung: komponen sistem, zona dan alamat, status alarm dan gangguan, sunyi, isolasi, reset, dan tindakan teknisi jagaBangunan & Fasilitas · Bab 19
- Detektor kebakaran: prinsip kerja detektor panas, asap, dan nyala, pemilihan untuk kamar, dapur, dan laundry, letak dan jarak, tinggi plafon, dan alarm palsuBangunan & Fasilitas · Bab 20
- Rangkaian dan perkabelan alarm kebakaran: sirkit zona dan resistor akhir saluran, kelas A dan B, loop beralamat dan isolator hubung singkat, sirkit sounder, kabel, dan pengukuran tanpa teganganBangunan & Fasilitas · Bab 21
- Uji berkala dan pemeliharaan sistem alarm kebakaran: jadwal menurut SNI, uji detektor dan titik panggil manual, uji panel dan baterai, formulir, dan uji ulang setelah perubahanBangunan & Fasilitas · Bab 23
- Proteksi kebakaran tingkat pemeriksaan: segitiga api, APAR, hidran dan pipa tegak, sprinkler, katup pemantau, pompa kebakaran, alarm, dan bahaya laundryBangunan & Fasilitas · Bab 17
- Instalasi penerangan: luminer, metode lumen, dan penerangan daruratKelistrikan & Kendali · Bab 33
- Baterai traksi dan pengisian: sel litium dan asam timbal, kapasitas dan energi, keadaan muatan, sistem manajemen baterai, pengisian AC dan DC, dan ruang pengisianOtomotif & Mobilitas Listrik · Bab 7
- Catu daya papan kendali: regulator linear dan disipasinya, catu daya switching, rel tegangan, mengukur di bawah beban, dan bahaya sisi primerKelistrikan & Kendali · Bab 86
- Susut tegangan: rumus, batas, dan contohKelistrikan & Kendali · Bab 28
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Hitung kapasitas baterai dengan rumus panduan perancang untuk siaga 24 jam, arus siaga 0,2 A, dan arus alarm 2,4 A.
Panel dengan arus keluaran paling besar 1,0 A akan dipasangi 30 sounder 35 mA. Apa masalahnya, dan siapa yang memutuskan?
Sounder 95 dB(A) dipasang di gudang linen. Apakah 65 dB(A) tercapai pada 12 m dan pada 20 m?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Bangunan & Fasilitas · Bab 23.
Urutan baca menurut rak: Bangunan & Fasilitas · Bab 21.