Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kelistrikan & Kendali · Bab 97Terapan

    Alat pemanas listrik di kamar hotel dan dapur: elemen resistif dan daya, pelat nama, beban satu kotak kontak, energi dan biaya per kWh, kabel dan colokan yang panas, dan batas perbaikan

    Steker kotak kontak portabel di meja rias sebuah kamar hotel hangus ketika ketel listrik, pengering rambut, dan setrika kamar dipakai bersamaan, padahal MCB kamar tidak pernah trip dan ketiga alat bekerja normal. Bab ini menjelaskan alat pemanas resistif kecil sebagai beban listrik menurut OpenStax: resistivitas dan resistansi elemen, hukum Ohm dan daya, serta kalor untuk memanaskan air. Isinya cara membaca pelat nama (tegangan, daya, kelas peralatan, tanda SNI), menghitung arus beberapa alat pada satu kotak kontak, menghitung energi dan biaya per kWh dengan tarif resmi PLN, memahami panas pada kontak steker dan kabel, serta batas pekerjaan teknisi gedung. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Petugas tata graha sebuah hotel melaporkan bau plastik terbakar dari meja rias satu kamar. Teknisi menemukan kotak kontak portabel tiga lubang di kotak kontak dinding, tempat tamu memasang ketel listrik kamar, pengering rambut, dan setrika kamar. Steker kotak kontak portabel itu kecokelatan di sekitar pin, rumahnya panas, dan satu pin menghitam. MCB sirkit kamar tidak pernah trip, dan ketiga alat masih bekerja normal. Supervisor meminta ketel diganti karena ketel itulah alat terbaru. Pelat nama ketiga alat bertuliskan 230 V dengan daya 1.800 W, 1.200 W, dan 1.000 W (angka latihan). Bab ini menjelaskan arusnya, mengapa MCB diam, di mana panas terkumpul, berapa energi dan biayanya, dan apa yang boleh dikerjakan teknisi gedung.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas alat pemanas resistif kecil sebagai beban listrik: ketel listrik, setrika kamar, pengering rambut, penanak nasi, dan pemanas air kecil. Sumber fakta utamanya OpenStax University Physics Volume 2 subbab 9.3 sampai 9.5 tentang resistivitas, hukum Ohm, dan daya listrik, serta subbab 1.4 tentang kalor jenis. Sumber setiap klaim, angka latihan, dan penalaran editorial dicatat di peta sumber bab.

    Dasar tegangan, arus, dan daya ada di Bab 1 tentang besaran dasar rangkaian, sirkit akhir dan kotak kontak di Bab 32, kelas peralatan di Bab 21 tentang proteksi kejut listrik, RCD di Bab 22, terminal panas di Bab 80 tentang diagnosis instalasi, dan energi dari daya yang berubah-ubah di Bab 11 · Satuan & Matematika tentang luas di bawah kurva. Bab ini tidak mengajarkan pembongkaran alat: elemen, termostat, pemutus termal, dan kabel suplai yang terpasang mati diperbaiki menurut manual pabrik oleh orang berkompeten.

    Elemen resistif: dari bahan ke daya panas

    Elemen pemanas resistif (resistive heating element) adalah bagian alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi panas ketika arus mengalir melalui penghantar beresistansi. Menurut OpenStax, medan listrik mempercepat elektron bebas, lalu energi kinetiknya berpindah ke kisi penghantar lewat tumbukan sehingga suhu penghantar naik.

    Resistivitas (resistivity) adalah sifat bahan yang menyatakan seberapa kuat bahan menentang arus listrik, terlepas dari bentuk dan ukuran bendanya. Resistansi satu kawat:

    R=ρ LAR = \rho\,\frac{L}{A}

    dengan RR resistansi (Ω), ρ\rho resistivitas (Ω·m), LL panjang kawat (m), dan AA luas penampang (m²). Tabel OpenStax pada 20 °C memberi tembaga 1,68×10−81{,}68 \times 10^{-8} Ω·m dan nikrom, paduan nikel, besi, dan krom, 100×10−8100 \times 10^{-8} Ω·m, sekitar enam puluh kali tembaga. Kabel dibuat dari tembaga, sedangkan kawat elemen dari paduan beresistivitas tinggi supaya kawat yang memberi resistansi kerja masih muat di dalam alat (Contoh 2).

    Resistansi juga berubah dengan suhu:

    R=R0 (1+α ΔT)R = R_0\,(1 + \alpha\,\Delta T)

    dengan R0R_0 resistansi pada suhu acuan, biasanya 20 °C (Ω), α\alpha koefisien suhu resistivitas (per °C), dan ΔT\Delta T kenaikan suhu (°C). OpenStax mengingatkan bahwa rumus linear ini dipakai hati-hati untuk perubahan di atas 100 °C. Nikrom mempunyai α=0,0004\alpha = 0{,}0004 per °C, sekitar sepersepuluh tembaga (0,0039 per °C), sehingga resistansinya hanya sedikit berubah antara dingin dan panas (Contoh 1). Sebaliknya, filamen wolfram pada contoh OpenStax naik dari 0,350 Ω pada 20 °C menjadi 4,8 Ω pada 2.850 °C.

    Elemen pemanas mematuhi hukum Ohm, V=IRV = IR, yang menurut OpenStax berlaku sesaat demi sesaat pada tegangan bolak-balik rumah. Daya yang dibuang sebagai panas pada resistor:

    P=VI=I2R=V2RP = VI = I^2 R = \frac{V^2}{R}

    dengan PP daya (W), VV tegangan (V), dan II arus (A); untuk arus bolak-balik, VV dan II adalah nilai efektif yang tertulis pada pelat nama dan terbaca alat ukur (pengetahuan umum). Bab 32 mencatat bahwa beban resistif seperti pemanas dan setrika berfaktor daya 1, sehingga arus satu fasa cukup dihitung dari daya dibagi tegangan.

    Membaca pelat nama

    Pelat nama (rating plate) adalah label tetap pada alat listrik yang memuat nilai pengenal dan penandaan dari pabrik.

    IsianContoh tulisan (angka latihan)Arti bagi teknisi
    Tegangan pengenal230 V atau 220-240 VAlat untuk jaringan satu fasa 230 V; alat bertulisan 110-120 V tidak dicolokkan langsung
    Daya pengenal1.800 W atau 1.850-2.200 WDaya pada tegangan pengenal; dasar menghitung arus dan energi
    Kelas peralatansimbol dua bujur sangkar bersarang untuk kelas IIKelas I memerlukan kontak PE; badan alat kelas II tidak diberi sambungan PE
    Tanda kesesuaiantanda SNI dan nomor registrasiBukti produk memenuhi standar yang diberlakukan

    Daya pada pelat nama berlaku pada tegangan pengenal. Karena P=V2/RP = V^2/R dan resistansi elemen hampir tetap, daya sebanding kuadrat tegangan; OpenStax mencontohkan lampu 25 W yang tegangannya dilipatduakan menyerap hampir 100 W dan terbakar. Bila tegangan turun, ketel lebih lambat (Contoh 3). Rentang "220-240 V, 1.850-2.200 W" menyatakan satu elemen pada dua ujung rentang tegangan (Latihan 4).

    Menurut Bab 21, peralatan kelas I mengandalkan isolasi dasar ditambah sambungan ke konduktor proteksi, sedangkan kelas II mengandalkan isolasi ganda atau diperkuat. Ketel berbadan logam dengan steker berkontak pembumian biasanya kelas I, sedangkan pengering rambut berbadan plastik sering kelas II (pengetahuan umum); yang menentukan tetap pelat namanya. Steker kelas I tidak dipaksakan masuk adaptor tanpa kontak PE, dan Bab 32 mencatat bahwa PUIL 2020 melarang kotak kontak tanpa kontak proteksi di ruang yang memakai kotak kontak berkontak proteksi.

    Tanda SNI mempunyai dasar peraturan. Menurut basis data peraturan BPK, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 58 Tahun 2020 memberlakukan SNI secara wajib untuk peralatan dapur dan peralatan pemanas cairan untuk pemanfaat listrik rumah tangga, dan peraturan itu tercatat dicabut oleh Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2025. Daftar produk dan nomor SNI dalam peraturan yang berlaku belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 22 Oktober 2026, sehingga bagian pengadaan memeriksa teks peraturan terbaru sebelum menetapkan syarat pembelian.

    Arus dari daya dan beban satu kotak kontak

    Arus setiap alat dihitung dari pelat namanya:

    I=PVI = \frac{P}{V}

    dengan II arus (A), PP daya pengenal (W), dan VV tegangan suplai (V). Alat pada satu kotak kontak terhubung paralel, sehingga arusnya dijumlahkan seperti beban paralel di Bab 1, dan seluruh jumlah itu melewati satu steker dan sepasang kontak kotak kontak dinding.

    Kotak kontak portabel (portable socket-outlet) adalah gawai berkabel dengan beberapa lubang kontak yang dicolokkan ke satu kotak kontak tetap. Gawai ini tidak menambah kapasitas; ia hanya membagi satu sambungan menjadi beberapa lubang. Batas pemakaiannya adalah yang terkecil di antara arus pengenal kotak kontak dinding, arus pengenal yang tertulis pada kotak kontak portabel, dan kemampuan sirkit akhirnya. Bab 32 mencatat bahwa kotak kontak rumah tangga yang lazim di Indonesia berarus pengenal 16 A pada 250 V, yang pada 230 V berarti 3,68 kW, dan bahwa pengaman sirkit kotak kontak dibatasi sampai arus pengenal kotak kontaknya. Bab yang sama mengutip PUIL 2020 5100.4.1.6: steker untuk tegangan domestik tidak dipakai untuk menjalankan dan mematikan peranti portabel berdaya lebih dari 2 kW dan berarus pengenal lebih dari 16 A.

    MCB tidak melindungi alat; Bab 32 menegaskan bahwa pengaman melindungi konduktor, bukan peralatan. Bab 23 menambahkan bahwa MCB menurut IEC 60898-1 mempunyai arus tak-trip 1,13 kali arus pengenal dan arus trip 1,45 kali arus pengenal dalam waktu konvensional satu jam. Beban sedikit di atas 16 A pada MCB 16 A boleh tidak memutus selama berjam-jam, padahal kontak kotak kontak dan steker sudah bekerja di atas nilai pengenalnya (Contoh 4). OpenStax menjelaskan sekering sebagai kawat bertitik lebur rendah yang memanas dan putus pada arus pengenalnya, sedangkan pemutus sirkit dapat dikembalikan; keduanya bereaksi pada arus, bukan pada suhu sambungan.

    Energi, waktu pemanasan, dan biaya per kWh

    OpenStax merumuskan energi sebagai integral daya terhadap waktu; bila daya tetap:

    E=P tE = P\,t

    dengan EE energi (J atau kWh), PP daya (W atau kW), dan tt waktu (s atau jam). Kilowatt-jam (kilowatt-hour) adalah satuan energi pada tagihan listrik, yaitu energi yang dipakai beban satu kilowatt selama satu jam, setara 3,6 juta joule. Yang dibayar pelanggan adalah energi, bukan daya. Bila daya berubah-ubah, misalnya pada setrika yang menyala-mati, energi dihitung dari luas di bawah kurva daya seperti di Bab 11 · Satuan & Matematika, atau dari daya rata-rata seperti di Bab 98 tentang termostat.

    Kalor untuk menaikkan suhu air dan wadahnya mengikuti OpenStax subbab 1.4:

    Q=m c ΔTQ = m\,c\,\Delta T

    dengan QQ kalor (J), mm massa (kg), cc kalor jenis (J/(kg·°C)), dan ΔT\Delta T kenaikan suhu (°C). OpenStax memberi kalor jenis air 4.186 J/(kg·°C), aluminium 900 J/(kg·°C), dan besi atau baja 452 J/(kg·°C). Pada contoh OpenStax, panci aluminium 0,500 kg menyerap 27,0 kJ dari total 89,8 kJ untuk memanaskan panci itu bersama 0,250 L air dari 20 °C ke 80 °C, sekitar 30 persen. Pada ketel, sebagian energi juga memanaskan badan dan elemen, dan sebagian hilang ke udara.

    Efisiensi pemanasan (heating efficiency) adalah perbandingan kalor yang masuk ke air terhadap energi listrik yang dipakai alat. Waktu pemanasan:

    t=m c ΔTη Pt = \frac{m\,c\,\Delta T}{\eta\,P}

    dengan η\eta efisiensi (tanpa satuan, antara 0 dan 1). Ketel 2.000 W tidak memakai energi lebih banyak daripada ketel 1.000 W untuk air yang sama; ia selesai lebih cepat dan menarik arus dua kali lebih besar (Contoh 6).

    Biaya energi sama dengan energi dikali tarif per kWh. Menurut siaran pers Kementerian ESDM tanggal 31 Desember 2025, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan I 2026 (Januari sampai Maret) tidak naik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi dan 24 golongan bersubsidi; tarif nonsubsidi ditinjau tiap triwulan menurut Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 berdasarkan kurs, harga minyak mentah Indonesia, inflasi, dan harga batubara acuan. Halaman itu tidak memuat angka rupiah per kWh, dan tarif triwulan yang berlaku pada 22 Oktober 2026 belum dapat dipastikan dari sumber resmi yang dibaca. Karena itu bab ini memakai tarif Rp1.500 per kWh sebagai angka latihan; untuk perhitungan nyata, pakai tarif resmi PLN untuk golongan pelanggan gedung itu pada periode tagihan yang dihitung.

    Colokan, kabel, dan sambungan yang panas

    Resistansi kontak (contact resistance) adalah resistansi tambahan di titik pertemuan dua penghantar, misalnya antara pin steker dan pegas kontak kotak kontak. Daya panas di titik itu:

    Pk=I2RkP_\text{k} = I^2 R_\text{k}

    dengan PkP_\text{k} daya panas sambungan (W), II arus beban (A), dan RkR_\text{k} resistansi kontak (Ω); Bab 80 memakai rumus yang sama untuk terminal panas di panel. Dua sifatnya menjelaskan kasus pembuka. Daya naik dengan kuadrat arus, sehingga tiga alat pada satu steker menaikkan panas kontak jauh lebih cepat daripada arusnya (Contoh 8). Panas itu terkumpul pada volume yang sangat kecil, sehingga beberapa watt cukup menghanguskan plastik di sekitar pin, sementara alatnya bekerja normal karena susut tegangan di kontak hanya satu atau dua volt.

    Bab 80 menguraikan umpan baliknya: panas mengoksidasi permukaan kontak, oksida menaikkan resistansi, dan resistansi menaikkan panas, tanpa arus sirkit berubah, sehingga MCB maupun RCD tidak melihatnya. Pegas kontak yang kendur karena sering dicabut-colok, pin yang kotor atau bengkok, dan steker yang tidak masuk penuh menambah resistansi kontak. OpenStax mencatat pula bahwa sambungan aluminium dapat mengendur karena pemuaiannya lebih besar daripada tembaga, dan oksidanya tidak menghantar. Gawai yang rumahnya meleleh diganti seluruhnya.

    Kabel alat dan kabel perpanjangan juga memanas; resistansinya dihitung dari R=ρL/AR = \rho L/A dengan LL panjang kedua inti, pergi dan pulang (Contoh 9). Bab 26 mencatat suhu konduktor maksimum isolasi PVC 70 °C menurut PUIL 2020 Tabel 52.1. Kabel perpanjangan yang masih tergulung membuang panas lebih buruk daripada kabel yang dibentangkan, karena lapisannya saling menghangatkan dan udara di antaranya hampir tidak bergerak; ini penalaran editorial dari mekanisme perpindahan panas OpenStax subbab 1.6 dan Bab 10 · Fisika. Kenaikan suhu juga menaikkan resistansi tembaga dengan koefisien 0,0039 per °C, sehingga panasnya bertambah sendiri.

    RCD bereaksi pada arus bocor ke bumi (Bab 22). RCD yang trip setiap kali satu alat pemanas dinyalakan menunjukkan kebocoran di alat itu, misalnya isolasi elemen yang rusak atau air yang masuk, sehingga alat itulah yang dihentikan.

    Batas perbaikan teknisi

    Pembagian kerja untuk alat pemanas kecil berikut disusun sebagai penalaran editorial dari Bab 76 dan Bab 21.

    PekerjaanSiapa
    Membaca pelat nama, mencatat beban per kotak kontak, memeriksa kabel dan steker secara visual pada alat yang dicabutteknisi gedung
    Mengukur dengan ohmmeter, pada alat yang dicabut, resistansi elemen antara pin fase dan netral serta kontinuitas pin PE ke badan logam alat kelas Iteknisi gedung
    Uji resistansi isolasi dengan tegangan uji tinggi (Bab 17)personel kompeten
    Mengganti kotak kontak dinding setelah isolasi dan verifikasi bebas teganganpersonel kompeten
    Membuka rumah alat, mengganti elemen, termostat, pemutus termal, atau kabel suplai yang terpasang matipusat servis pabrik atau orang berkompeten menurut manual
    Memutuskan alat diperbaiki atau digantipengelola aset, berdasarkan manual pabrik

    Hasil ukur resistansi elemen dibandingkan dengan V2/PV^2/P dari pelat nama, dengan mengingat bahwa resistansi dingin sedikit lebih rendah (Contoh 1). Bacaan terbuka berarti elemen putus atau pengaman termal di dalam alat sudah bekerja; Bab 98 menjelaskan mengapa pengaman itu tidak boleh dijembatani. Bacaan nol atau sangat rendah berarti hubung singkat. Uji resistansi isolasi mengikuti Bab 17, dan pengukuran pada sirkit bertegangan hanya oleh personel kompeten dengan alat ukur berkategori sesuai menurut Bab 76.

    Contoh kerja

    Semua angka alat dan keadaan di bawah adalah angka latihan; data bahan diambil dari OpenStax. Hitungannya diperiksa dengan skrip yang dicatat di peta sumber.

    Contoh 1: arus dan resistansi elemen ketel. Ketel 230 V, 1.800 W: I=1 800/230=7,83I = 1\,800/230 = 7{,}83 A dan R=2302/1 800=29,4 ΩR = 230^2/1\,800 = 29{,}4\ \Omega pada suhu kerja. Bila kawat nikrom bekerja sekitar 500 °C di atas suhu ruang, resistansi dinginnya, sebagai perkiraan kasar, 29,4/(1+0,0004×500)=24,5 Ω29{,}4/(1 + 0{,}0004 \times 500) = 24{,}5\ \Omega. Ohmmeter pada ketel yang dicabut membaca sekitar 24,5 Ω, dan arus saat ketel baru dinyalakan sekitar 230/24,5=9,39230/24{,}5 = 9{,}39 A, hanya 1,2 kali arus kerja.

    Contoh 2: panjang kawat nikrom elemen 1.000 W. Elemen setrika kamar 1.000 W untuk 230 V memerlukan R=2302/1 000=52,9 ΩR = 230^2/1\,000 = 52{,}9\ \Omega. Kawat nikrom berdiameter 0,5 mm mempunyai A=π (0,25×10−3)2=1,963×10−7A = \pi\,(0{,}25 \times 10^{-3})^2 = 1{,}963 \times 10^{-7} m², sehingga L=RA/ρ=52,9×1,963×10−7/(100×10−8)=10,4L = RA/\rho = 52{,}9 \times 1{,}963 \times 10^{-7}/(100 \times 10^{-8}) = 10{,}4 m pada 20 °C. Bila kawat bekerja 500 °C di atas suhu ruang, resistansi dinginnya cukup 52,9/1,252{,}9/1{,}2 dan panjangnya sekitar 8,7 m, digulung menjadi spiral. OpenStax memuat soal serupa: pemanas 300 W pada 110 V memerlukan sekitar 83 m kawat nikrom 14-gauge.

    Contoh 3: tegangan suplai turun ke 210 V. Ketel Contoh 1 pada 210 V menyerap 2102/29,4=1 500210^2/29{,}4 = 1\,500 W, yaitu (210/230)2=0,834(210/230)^2 = 0{,}834 kali daya pelat nama, dengan arus 7,14 A. Air yang sama memerlukan waktu sekitar 1,2 kali lebih lama, dengan energi hampir sama. Ketel yang lambat pada jam sibuk belum tentu rusak.

    Contoh 4: tiga alat pada satu kotak kontak kamar. 1 800+1 200+1 000=4 0001\,800 + 1\,200 + 1\,000 = 4\,000 W pada 230 V memberi I=4 000/230=17,4I = 4\,000/230 = 17{,}4 A, yaitu 1,09 kali 16 A. Arus itu di bawah arus tak-trip MCB 16 A, 1,13×16=18,11{,}13 \times 16 = 18{,}1 A, sehingga MCB boleh tidak trip, sesuai pengamatan. Bila kotak kontak portabel bertuliskan 10 A, batasnya hanya 10×230=2 30010 \times 230 = 2\,300 W. Tanpa ketel, arusnya 9,57 A. Kotak kontak portabel ditarik dan kontak yang berubah warna diperiksa (Contoh 8).

    Contoh 5: energi, efisiensi, dan biaya satu kali merebus. Ketel 1.800 W memanaskan 1,5 L air (1,5 kg) dari 27 °C sampai 100 °C dalam 5 menit. Kalor ke air Q=1,5×4 186×73=458 367Q = 1{,}5 \times 4\,186 \times 73 = 458\,367 J, yaitu 0,127 kWh. Energi listrik E=1 800×300=540 000E = 1\,800 \times 300 = 540\,000 J, yaitu 0,15 kWh, sehingga efisiensinya 458 367/540 000=0,85458\,367/540\,000 = 0{,}85. Pada Rp1.500 per kWh, biayanya 0,15×1 500=2250{,}15 \times 1\,500 = 225 rupiah.

    Contoh 6: ketel 1.000 W dan 2.000 W. Air 1,0 kg dari 27 °C ke 100 °C memerlukan 305.578 J. Dengan efisiensi yang sama, 0,85, energi listriknya 305 578/0,85=359 500305\,578/0{,}85 = 359\,500 J atau 0,0999 kWh pada kedua ketel. Waktunya 360 s (6 menit) pada 1.000 W dan 180 s (3 menit) pada 2.000 W, dengan arus 4,35 A dan 8,70 A. Daya besar menghemat waktu dan menambah arus, bukan energi.

    Contoh 7: biaya bulanan pengering rambut di 120 kamar. Pengering rambut 1.200 W dipakai 10 menit per hari di 120 kamar terisi selama 30 hari: 1,2×10/60=0,21{,}2 \times 10/60 = 0{,}2 kWh per kamar per hari, 0,2×120×30=7200{,}2 \times 120 \times 30 = 720 kWh sebulan, dan pada Rp1.500 per kWh biayanya Rp1.080.000. Hitungan ini memakai setelan terpanas.

    Contoh 8: kontak steker yang aus. Kontak sehat 5 mΩ pada arus ketel 7,83 A membuang 7,832×0,005=0,317{,}83^2 \times 0{,}005 = 0{,}31 W. Kontak aus 0,1 Ω pada arus yang sama membuang 6,1 W, dan pada arus kasus pembuka 17,4 A membuang 17,42×0,1=3017{,}4^2 \times 0{,}1 = 30 W. Arus naik 2,2 kali, panasnya naik 4,9 kali. Susut tegangannya hanya 17,4×0,1=1,717{,}4 \times 0{,}1 = 1{,}7 V, sehingga ketiga alat bekerja normal sementara 30 W terkumpul pada satu pin; mengganti ketel tidak menghilangkannya.

    Contoh 9: kabel perpanjangan 3 m. Inti tembaga 0,75 mm² dilalui arus pergi dan pulang sepanjang 6 m: R=1,68×10−8×6/(0,75×10−6)=0,134 ΩR = 1{,}68 \times 10^{-8} \times 6/(0{,}75 \times 10^{-6}) = 0{,}134\ \Omega. Pada 17,4 A, kabel membuang 17,42×0,134=40,617{,}4^2 \times 0{,}134 = 40{,}6 W, atau 6,8 W per meter, dengan susut tegangan 2,34 V; pada 7,83 A hanya 8,2 W. Inti 1,5 mm² memotong panasnya menjadi 20,3 W. Bila kabel tergulung dan tembaganya mencapai 60 °C, resistansinya naik 1+0,0039×40=1,161 + 0{,}0039 \times 40 = 1{,}16 kali.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada personel berwenang atau pusat servis pabrik bila:

    1. Steker, kotak kontak dinding, atau kotak kontak portabel berubah warna, meleleh, berbau terbakar, berbunyi mendesis, atau rumahnya panas. Bila rumah kotak kontak dinding meleleh, MCB sirkitnya dimatikan lebih dulu sebelum steker dicabut, dan penggantiannya dikerjakan personel kompeten menurut Bab 76.
    2. RCD trip setiap kali satu alat dicolokkan atau dinyalakan, atau badan logam alat terasa menyetrum. Alat diberi label jangan dipakai; RCD tidak dilepas atau dijembatani (Bab 22).
    3. Kabel alat terkelupas atau terjepit, steker retak, pin bengkok atau longgar, atau alat jatuh, terendam, atau kemasukan air.
    4. Pelat nama tidak terbaca, atau tegangan pengenalnya tidak cocok dengan 230 V.
    5. Ohmmeter pada alat yang dicabut membaca terbuka, nol, atau jauh dari V2/PV^2/P; perbaikannya menuntut pembukaan rumah alat (Bab 98 untuk pengaman termalnya).
    6. Kebutuhan beban suatu ruang melebihi kotak kontaknya. Penambahan sirkit direncanakan menurut Bab 32, bukan diselesaikan dengan kotak kontak portabel tambahan.
    7. Pekerjaan memerlukan pengukuran pada sirkit bertegangan, sedangkan teknisi bukan personel kompeten atau tidak membawa alat ukur berkategori sesuai (Bab 76 dan Bab 1 · Keselamatan).

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Tebak dulu di mana kelirunya, lalu buka penjelasannya.

    Anggapan keliru

    Alat berdaya besar pasti lebih boros.

    Mengapa keliru?

    Energi ditentukan oleh jumlah air atau benda yang dipanaskan, efisiensi, dan lama alat menyala. Ketel 2.000 W memakai energi hampir sama dengan ketel 1.000 W untuk air yang sama, hanya lebih cepat (Contoh 6).

    Anggapan keliru

    MCB yang tidak trip berarti bebannya aman.

    Mengapa keliru?

    MCB melindungi kabel sirkit dan tidak wajib trip pada 1,13 kali arus pengenalnya. Panas di kontak steker tidak menaikkan arus, sehingga MCB tidak melihatnya (Contoh 4 dan Contoh 8).

    Anggapan keliru

    Kotak kontak portabel menambah daya yang boleh dipakai.

    Mengapa keliru?

    Semua arus tetap melewati satu steker dan satu kotak kontak dinding; gawai itu hanya menambah lubang.

    Anggapan keliru

    Steker hangus berarti alatnya rusak.

    Mengapa keliru?

    Steker hangus lebih sering berarti resistansi kontak yang tinggi atau arus gabungan yang melebihi nilai pengenal. Alat baru pada kotak kontak yang sama akan menghanguskan steker baru.

    Anggapan keliru

    Resistansi elemen yang diukur dingin langsung menunjukkan dayanya.

    Mengapa keliru?

    Resistansi elemen panas sedikit lebih tinggi; pada nikrom selisihnya kecil, pada filamen wolfram besar (Contoh 1).

    Hubungan dengan bab lain

    Bab ini memakai hukum Ohm dari Bab 1, kotak kontak dan aturan steker dari Bab 32, arus trip MCB dari Bab 23, kelas peralatan dari Bab 21, dan terminal panas dari Bab 80. Seri alat pemanas berlanjut dengan termostat ketel dan setrika di Bab 98, penanak nasi di Bab 99, kompor induksi di Bab 100, dan oven gelombang mikro di Bab 101.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya. Angka di soal adalah angka latihan.

    Coba jawab dulu, lalu buka pembahasannya.

    1. Setrika kamar berpelat nama 230 V, 1.000 W. Berapa arus dan resistansi elemennya pada suhu kerja?

      Lihat pembahasan

      I=1 000/230=4,35I = 1\,000/230 = 4{,}35 A dan R=2302/1 000=52,9 ΩR = 230^2/1\,000 = 52{,}9\ \Omega pada suhu kerja. Resistansi dingin yang terbaca ohmmeter sedikit lebih kecil, karena nikrom berkoefisien suhu positif.

    2. Satu kotak kontak 16 A di pantry melayani ketel 2.200 W dan pemanggang roti 1.300 W. Berapa arusnya, dan apa yang terjadi bila pemanas air kecil 1.000 W ditambahkan lewat kotak kontak portabel?

      Lihat pembahasan

      I=(2 200+1 300)/230=15,2I = (2\,200 + 1\,300)/230 = 15{,}2 A, masih di bawah 16 A tetapi dekat batasnya. Dengan pemanas air beban menjadi 4.500 W dan arusnya 4 500/230=19,64\,500/230 = 19{,}6 A, melebihi arus pengenal kotak kontak, sehingga pemanas air dipindah ke sirkit lain atau dipakai bergantian.

    3. Pemanas air kecil 1.500 W menyala total 2 jam per hari selama 30 hari. Berapa energi dan biayanya pada Rp1.500 per kWh?

      Lihat pembahasan

      E=1,5×2×30=90E = 1{,}5 \times 2 \times 30 = 90 kWh per bulan, dan biayanya 90×1 500=135 00090 \times 1\,500 = 135\,000 rupiah, yaitu Rp135.000 dengan tarif latihan. Untuk angka nyata dipakai tarif resmi PLN golongan pelanggan gedung itu.

    4. Pelat nama ketel bertuliskan "220-240 V, 1.850-2.200 W". Tunjukkan bahwa kedua angka daya berasal dari satu elemen.

      Lihat pembahasan

      Dari ujung atas, R=2402/2 200=26,2 ΩR = 240^2/2\,200 = 26{,}2\ \Omega. Elemen yang sama pada 220 V menyerap 2202/26,2=1 850220^2/26{,}2 = 1\,850 W, karena daya sebanding kuadrat tegangan dan (240/220)2=1,19(240/220)^2 = 1{,}19.

    5. Sebuah kontak steker membuang 3 W pada arus 8,7 A. Berapa resistansi kontaknya, dan berapa dayanya bila arus menjadi dua kali?

      Lihat pembahasan

      Rk=3/8,72=0,040 ΩR_\text{k} = 3/8{,}7^2 = 0{,}040\ \Omega, sekitar 40 mΩ. Bila arus dua kali, daya menjadi empat kali, yaitu 12 W, karena P=I2RP = I^2 R.

    6. Mengapa steker yang hangus di kamar hotel tidak diselesaikan dengan MCB yang lebih kecil atau dengan mengganti alatnya?

      Lihat pembahasan

      Panas steker berasal dari I2RkI^2 R_\text{k} pada kontak yang aus dan arus gabungan beberapa alat, dan panas kontak tidak menaikkan arus, sehingga MCB yang lebih kecil pun tidak melihatnya. Alat baru pada kontak yang sama tetap memanas; yang diperlukan adalah mengganti kontak yang rusak setelah isolasi, menghentikan kotak kontak portabel untuk beban pemanas, dan bila perlu menambah sirkit (Bab 32).

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: University Physics Volume 2openstax.org
    • Jaga Stabilitas Awal Tahun 2026, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naikesdm.go.id
    • Permenperin No. 58 Tahun 2020peraturan.bpk.go.id
    • Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2025peraturan.bpk.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Setrika kamar berpelat nama 230 V, 1.000 W. Berapa arus dan resistansi elemennya pada suhu kerja?

    2

    Satu kotak kontak 16 A di pantry melayani ketel 2.200 W dan pemanggang roti 1.300 W. Berapa arusnya, dan apa yang terjadi bila pemanas air kecil 1.000 W ditambahkan lewat kotak kontak portabel?

    3

    Pemanas air kecil 1.500 W menyala total 2 jam per hari selama 30 hari. Berapa energi dan biayanya pada Rp1.500 per kWh?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat