Tabel periodik dan sifat periodik: golongan, periode, logam, nonlogam, dan keelektronegatifan
Tabel periodik menyusun lebih dari seratus unsur sehingga sifatnya dapat diramalkan dari letaknya. Bab ini menjelaskan susunan tabel menurut nomor atom, arti golongan dan periode, blok s, p, d, dan f, pembagian logam, nonlogam, dan metaloid, serta golongan yang paling sering dijumpai di laundry, dishwashing, dan pengolahan air: logam alkali, alkali tanah, logam transisi, aluminium, halogen, dan gas mulia. Kecenderungan jari-jari atom, energi ionisasi, keelektronegatifan, dan kereaktifan dibahas sebagai alat ramal, lengkap dengan pengecualiannya. Delapan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
Sebuah hotel memakai tablet klor untuk menara pendingin dan tablet brom untuk kolam air panas. Teknisi baru bertanya mengapa dua bahan yang namanya berbeda dipakai untuk pekerjaan yang sama. Di gudang yang sama ada soda kaustik dan kalium hidroksida, juga dua nama berbeda dengan sifat yang sangat mirip: keduanya alkali kuat, keduanya merusak aluminium, keduanya membakar kulit.
Kemiripan itu bukan kebetulan. Klor dan brom berada di kolom yang sama dalam tabel periodik, begitu pula natrium dan kalium. Unsur dalam satu kolom punya susunan elektron terluar yang serupa, sehingga sifat kimianya serupa. Bab ini menjelaskan cara membaca tabel periodik sebagai peta sifat, dan tidak hanya sebagai daftar nama.
Batas pembahasan
Bab ini membahas susunan tabel periodik, golongan dan periode, blok, logam dan nonlogam, golongan-golongan penting di lapangan, dan kecenderungan sifat periodik. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Kimia, yang memuat bab sistem periodik dari buku Kimia Dasar berbahasa Indonesia serta buku kimia umum, kursus kimia tingkat menengah, dan panduan ujian kimia.
Isi atom, isotop, ion, dan konfigurasi elektron dibahas di bab sebelumnya. Ikatan kimia yang memakai keelektronegatifan dibahas di bab berikutnya. Perhitungan jumlah zat dengan massa molar dibahas di bab mol dan stoikiometri pada rak ini. Korosi logam dibahas di Bab 1 · Material, alkali pembersih di Bab 6 · Laundry, dan kesadahan di Bab 4 · Laundry.
Susunan menurut nomor atom
Tabel periodik modern menyusun unsur menurut nomor atom yang makin besar. Buku Kimia Dasar dalam sumber merumuskan hukum periodik dalam bentuk yang diulang beberapa kali: sifat unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atomnya. Artinya, bila unsur diurutkan menurut nomor atom, sifat-sifat yang mirip muncul kembali secara berkala. Buku kimia umum dalam sumber menyebut tabel periodik sebagai prinsip pemersatu kimia modern.
Baris mendatar disebut periode. Nomor periode sama dengan jumlah kulit elektron yang terisi pada atom unsur itu. Kolom tegak disebut golongan. Unsur dalam satu golongan punya jumlah elektron valensi yang sama, atau susunan elektron terluar yang serupa, dan karena itu sifat kimianya mirip.
Ada dua sistem penomoran golongan. Sistem internasional memakai angka 1 sampai 18 dari kiri ke kanan. Sistem lama yang masih banyak dipakai di buku Indonesia memakai 1A sampai 8A untuk golongan utama dan 1B sampai 8B untuk logam transisi; buku Kimia Dasar dalam sumber menyebut sistem ini sebagai penomoran yang dipakai di Amerika Serikat. Bab ini memakai angka 1 sampai 18, dengan padanan sistem lama bila membantu: golongan 1 = 1A, golongan 2 = 2A, golongan 13 sampai 18 = 3A sampai 8A.
Dari daftar massa ke nomor atom
Bagian ini adalah ringkasan editorial sejarah ilmu yang baku. Pada abad ke-19, para kimiawan menyusun unsur yang sudah dikenal menurut massa atomnya dan melihat bahwa sifat mirip muncul berulang. Mendeleev membuat tabel yang membiarkan kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, lalu meramalkan sifat unsur-unsur itu dari tetangganya. Ketika galium dan germanium ditemukan kemudian, sifatnya cocok dengan ramalan itu. Keberhasilan meramal adalah alasan tabel periodik dipercaya.
Penyusunan menurut massa menyisakan beberapa urutan yang janggal. Awal abad ke-20, percobaan sinar-X menunjukkan bahwa yang naik teratur dari satu unsur ke unsur berikutnya adalah muatan inti, yaitu nomor atom. Sejak itu tabel disusun menurut nomor atom, dan urutan yang janggal itu hilang. Bagi pembaca lapangan, sejarah ini mengajarkan satu hal: tabel periodik adalah alat ramal yang teruji, sehingga sifat unsur yang belum dikenal dapat diperkirakan dari letaknya sebelum mencari datanya.
Blok s, p, d, dan f
Bentuk tabel periodik mengikuti pengisian subkulit yang dibahas di bab sebelumnya. Dua golongan paling kiri adalah blok s, karena elektron terakhirnya mengisi subkulit s. Enam golongan paling kanan adalah blok p. Sepuluh golongan di tengah, dari golongan 3 sampai 12, adalah blok d atau logam transisi. Dua baris yang biasanya diletakkan terpisah di bawah tabel adalah blok f, yaitu lantanida dan aktinida.
Pembagian blok ini menjelaskan mengapa periode pertama hanya berisi dua unsur, periode kedua dan ketiga delapan, dan periode keempat delapan belas: jumlah itu sama dengan kapasitas subkulit yang terisi pada periode tersebut.
Logam, nonlogam, dan metaloid
Sekitar tiga perempat unsur adalah logam. Logam berkilap, menghantar listrik dan panas dengan baik, dapat ditempa dan ditarik menjadi kawat, dan dalam reaksi cenderung melepas elektron menjadi kation. Semua logam padat pada suhu ruang kecuali raksa.
Nonlogam berada di kanan atas tabel. Banyak yang berupa gas pada suhu ruang, seperti oksigen, nitrogen, dan klor; yang padat, seperti belerang dan karbon dalam bentuk arang, umumnya rapuh dan menghantar listrik dengan buruk. Dalam reaksi dengan logam, nonlogam cenderung menerima elektron menjadi anion.
Di antara keduanya, sepanjang garis zig-zag dari boron ke astatin, terletak metaloid seperti silikon dan germanium. Sifatnya di antara logam dan nonlogam. Silikon menghantar listrik lebih baik daripada nonlogam tetapi jauh lebih buruk daripada logam, dan daya hantarnya dapat diatur. Sifat itu menjadi dasar semikonduktor yang dibahas di rak Fisika tingkat lanjut.
Golongan yang sering dijumpai di lapangan
Golongan 1, logam alkali (litium, natrium, kalium). Satu elektron valensi yang mudah lepas membuat logamnya sangat reaktif; di alam dan di lapangan unsur-unsur ini selalu dijumpai sebagai ion Na⁺ dan K⁺. Hidroksidanya, natrium hidroksida dan kalium hidroksida, adalah alkali kuat yang dipakai dalam produk pembersih. Bab 6 · Laundry membahas alkali pembersih.
Golongan 2, logam alkali tanah (magnesium, kalsium, barium). Dua elektron valensi menghasilkan ion Mg²⁺ dan Ca²⁺, yaitu ion penyebab kesadahan air. Karbonat kalsium dan magnesium sukar larut, dan itulah kerak putih di pemanas, nosel, dan pipa. Bab 4 · Laundry membahas kesadahan di laundry.
Logam transisi (antara lain kromium, besi, nikel, tembaga, seng). Banyak yang dapat membentuk ion dengan muatan berbeda, seperti Fe²⁺ dan Fe³⁺, dan banyak senyawanya berwarna. Besi adalah bahan utama baja; kromium dan nikel membuat baja tahan karat; seng melapisi baja galvanis; tembaga dipakai untuk pipa dan kabel. Bab 1 · Material membahas korosi logam-logam ini.
Aluminium (golongan 13). Ringan dan tahan korosi di udara karena lapisan oksidanya, tetapi lapisan itu larut dalam alkali kuat dan juga dalam asam kuat. Itu sebabnya nampan dan bagian aluminium rusak bila dicuci dengan deterjen mesin pencuci piring yang sangat alkali. Garam aluminium juga dipakai sebagai koagulan di pengolahan air.
Golongan 15 dan 16 (nitrogen, fosfor, oksigen, belerang). Fosfor dijumpai sebagai fosfat dalam bahan pembangun deterjen dan dalam limbah; belerang sebagai sulfat dalam air; oksigen di hampir semua senyawa yang dibahas di rak ini.
Golongan 17, halogen (fluor, klor, brom, iod). Tujuh elektron valensi membuat halogen mudah menerima satu elektron, sehingga halogen adalah oksidator. Senyawa klor dan brom dipakai sebagai disinfektan dan pemutih. Ion kloridanya sendiri tidak mengoksidasi, tetapi kadar klorida yang tinggi mempercepat korosi sumuran pada baja tahan karat. Bab 8 · Laundry membahas pemutih berbasis klor.
Golongan 18, gas mulia (helium, neon, argon). Kulit terluar penuh membuat gas mulia hampir tidak bereaksi. Argon dipakai sebagai gas pelindung pada pengelasan karena tidak bereaksi dengan logam cair.
Kecenderungan sifat periodik
Karena susunan elektron berubah secara teratur di sepanjang tabel, beberapa sifat juga berubah secara teratur. Buku Kimia Dasar dalam sumber menyebut jari-jari atom sebagai salah satu sifat periodik yang paling sistematik.
Jari-jari atom bertambah dari atas ke bawah dalam satu golongan, karena jumlah kulit bertambah. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, jari-jari berkurang, karena jumlah proton bertambah sementara elektron masuk ke kulit yang sama, sehingga elektron ditarik lebih kuat ke inti.
Energi ionisasi, yaitu energi untuk melepas satu elektron dari atom gas, berkurang dari atas ke bawah dan bertambah dari kiri ke kanan. Logam di kiri bawah melepas elektron paling mudah. Ada pengecualian kecil yang dijelaskan oleh susunan subkulit; panduan ujian kimia dalam sumber memakai contoh energi ionisasi pertama oksigen yang lebih rendah daripada nitrogen.
Keelektronegatifan adalah kemampuan atom dalam ikatan untuk menarik elektron ke arahnya. Buku Kimia Dasar dalam sumber memakai definisi ini. Keelektronegatifan bertambah dari kiri ke kanan dan berkurang dari atas ke bawah, sehingga fluor paling elektronegatif dan logam alkali di kiri bawah paling rendah. Skala yang paling umum adalah skala Pauling, tanpa satuan.
Kereaktifan logam bertambah dari atas ke bawah dalam satu golongan, karena elektron valensi makin mudah lepas; kalium lebih reaktif terhadap air daripada natrium. Buku kursus kimia dalam sumber mencatat bahwa dari kiri ke kanan di sisi kiri tabel, kereaktifan menurun. Untuk nonlogam seperti halogen, kecenderungannya terbalik: fluor paling reaktif dan kereaktifan berkurang ke bawah, karena atom yang lebih kecil lebih kuat menarik elektron tambahan.
Kecenderungan ini dapat dipakai untuk memperkirakan sifat unsur yang tidak diukur. Buku kerja kursus kimia dalam sumber memberi latihan memperkirakan titik didih dan jari-jari atom sesium dari tren golongannya.
Oksida logam bersifat basa, oksida nonlogam bersifat asam
Sifat logam dan nonlogam tampak jelas pada oksidanya. Oksida logam golongan 1 dan 2 bereaksi dengan air membentuk hidroksida yang basa. Kapur tohor, yaitu kalsium oksida, bereaksi dengan air menjadi kalsium hidroksida dan melepaskan banyak panas; kapur ini dipakai untuk menaikkan pH air dan limbah. Oksida nonlogam bereaksi dengan air membentuk asam. Karbon dioksida yang larut membentuk asam karbonat yang lemah, sehingga air hasil osmosis balik yang tidak lagi mengandung bikarbonat sering sedikit asam karena karbon dioksida dari air umpan lolos melalui membran. Belerang dioksida dari pembakaran bahan bakar membentuk asam yang lebih kuat.
Sebagian oksida, seperti aluminium oksida dan seng oksida, dapat bereaksi baik dengan asam maupun dengan basa. Sifat ini disebut amfoter. Itulah alasan aluminium dan seng rusak oleh asam kuat dan juga oleh alkali kuat, seperti di Contoh 4. Pola basa di kiri, amfoter di tengah, dan asam di kanan tabel adalah satu lagi kecenderungan periodik yang dapat diramal dari letak unsur. Asam dan basa dibahas lebih dalam di Bab 8 dan di tingkat kuantitatif rak ini.
Nilai keelektronegatifan yang sering dipakai
Nilai berikut adalah nilai baku skala Pauling dari literatur kimia umum, dibulatkan dua desimal. Nilai ini dipakai di bab ikatan kimia untuk menilai kepolaran ikatan.
| Unsur | Nilai | Unsur | Nilai |
|---|---|---|---|
| H | 2,20 | Na | 0,93 |
| C | 2,55 | Mg | 1,31 |
| N | 3,04 | Al | 1,61 |
| O | 3,44 | Ca | 1,00 |
| F | 3,98 | Fe | 1,83 |
| S | 2,58 | Cu | 1,90 |
| Cl | 3,16 | K | 0,82 |
Membaca satu kotak tabel periodik
Setiap kotak memuat paling sedikit lambang unsur, nomor atom, dan massa atom relatif. Nomor atom adalah bilangan bulat dan menentukan letak unsur. Massa atom relatif adalah rata-rata tertimbang isotop, seperti dijelaskan di bab sebelumnya. Buku Kimia Dasar dalam sumber membaca massa molar seng 65,39 g dari tabel periodik; tabel yang lebih baru menulis 65,38. Perbedaan desimal terakhir seperti ini wajar antara terbitan, dan yang penting adalah memakai satu tabel secara konsisten dalam satu perhitungan.
Tabel yang lebih lengkap juga memuat keelektronegatifan, konfigurasi elektron singkat, wujud pada suhu ruang, dan kadang massa jenis atau titik leleh. Warna latar kotak biasanya membedakan logam, nonlogam, dan metaloid. Isi kotak berbeda antarterbitan, sehingga keterangan di tepi tabel perlu dibaca lebih dulu supaya angka yang dibaca adalah besaran yang dimaksud.
Massa rumus relatif sebuah senyawa adalah jumlah massa atom relatif semua atom dalam rumusnya. Natrium hidroksida NaOH bermassa rumus . Angka ini menjadi dasar perhitungan mol di bab mol dan stoikiometri.
Contoh kerja
Contoh 1. Letak dari susunan elektron. Klor bersusunan 2, 8, 7: tiga kulit terisi, jadi periode 3; tujuh elektron valensi, jadi golongan 17 (7A). Kalsium bersusunan 2, 8, 8, 2: periode 4, golongan 2 (2A). Neon 2, 8: periode 2, golongan 18.
Contoh 2. Meramal muatan ion dari golongan. Aluminium di golongan 13 punya tiga elektron valensi dan membentuk Al³⁺. Oksigen di golongan 16 menerima dua elektron menjadi O²⁻. Brom di golongan 17 menerima satu elektron menjadi Br⁻. Kalium di golongan 1 membentuk K⁺. Ramalan ini berlaku baik untuk golongan utama; logam transisi perlu dilihat satu per satu.
Contoh 3. Membandingkan kereaktifan. Natrium dan kalium sama-sama golongan 1. Kalium satu periode lebih bawah, jari-jarinya lebih besar, dan elektron valensinya lebih mudah lepas, sehingga kalium bereaksi lebih keras dengan air. Hidroksidanya sama-sama alkali kuat. Dalam produk pembersih, pilihan antara keduanya lebih ditentukan kelarutan dan harga daripada kekuatan alkalinya.
Contoh 4. Nampan aluminium di mesin pencuci piring. Deterjen mesin pencuci piring yang sangat alkali melarutkan lapisan oksida aluminium dan kemudian logamnya, sehingga nampan menjadi kusam, berbintik, lalu berlubang. Reaksi itu juga melepaskan gas hidrogen. Pilihan yang tepat adalah deterjen yang dinyatakan aman untuk aluminium menurut SDS dan lembar data produknya, atau nampan dari bahan lain. Pengamatan ini adalah penerapan editorial dari sifat aluminium.
Contoh 5. Kecenderungan halogen. Fluor dan klor berupa gas pada suhu ruang, brom cair, dan iod padat. Titik didih naik ke bawah golongan karena molekulnya makin besar. Sebaliknya, daya oksidasinya turun ke bawah golongan. Klor pada pemutih lebih reaktif daripada brom, tetapi senyawa brom lebih stabil pada suhu tinggi dan pH tertentu, sehingga dipakai di air panas. Rincian kimia disinfeksi ada di rak Air dan Bab 8 · Laundry.
Contoh 6. Massa rumus relatif. Kalsium karbonat CaCO₃: . Kalium hidroksida KOH: . Aluminium sulfat Al₂(SO₄)₃: .
Contoh 7. Selisih keelektronegatifan. Pada natrium klorida, selisihnya . Pada kalium fluorida, . Selisih yang besar menandakan ikatan ion, seperti dijelaskan di bab berikutnya.
Contoh 8. Meramal sifat oksida. Magnesium oksida dari golongan 2 bersifat basa. Belerang trioksida dari golongan 16 bersifat asam. Seng oksida dari golongan 12 bersifat amfoter. Ramalan ini cocok dengan pemakaian: magnesium oksida dipakai untuk menetralkan asam, dan lapisan seng pada baja galvanis rusak bila sering terkena alkali kuat maupun asam kuat.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan bila:
- Benda aluminium dicuci atau direndam dalam larutan alkali kuat di wadah tertutup. Gas hidrogen yang terbentuk mudah terbakar dan dapat menekan wadah; buka ventilasi dan pindahkan benda aluminium.
- Produk yang melepaskan klor atau brom akan dicampur dengan produk lain di luar petunjuk SDS. Campuran oksidator halogen dengan asam atau amonia menghasilkan gas berbahaya; ikuti Bab 8 · Laundry.
- Logam alkali murni atau bahan yang bereaksi dengan air ditemukan di gudang. Jangan dibersihkan dengan air; tangani menurut SDS oleh petugas yang berwenang.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Tabel periodik diurutkan menurut massa atom." Urutan modernnya menurut nomor atom. Beberapa pasangan unsur bertetangga, seperti argon dan kalium, punya massa yang terbalik terhadap urutannya.
"Unsur satu golongan sifatnya sama." Sifatnya mirip, dengan kecenderungan yang berubah teratur dari atas ke bawah. Kalium lebih reaktif daripada natrium.
"Gas mulia tidak pernah bereaksi." Untuk keperluan lapangan, gas mulia dianggap tidak bereaksi; di laboratorium, beberapa gas mulia berat dapat membentuk senyawa.
"Semua logam padat dan tahan alkali." Raksa cair pada suhu ruang, dan aluminium serta seng rusak oleh alkali kuat.
"Unsur yang belum pernah saya dengar pasti eksotis dan tidak relevan." Banyak unsur jarang disebut namanya tetapi hadir di peralatan: kromium dan nikel di baja tahan karat, molibdenum di baja tahan klorida, timah di solder. Letaknya di tabel memberi perkiraan awal sifatnya sebelum data teknisnya dicari.
"Keelektronegatifan adalah energi." Keelektronegatifan adalah skala tanpa satuan untuk membandingkan daya tarik atom terhadap elektron ikatan.
"Klorida dan klor adalah zat yang sama." Klor ( atau senyawa pelepas klor aktif) adalah oksidator; ion klorida () di air garam tidak mengoksidasi, walaupun mempercepat korosi sumuran.
Hubungan dengan bab lain
Bab sebelumnya memberi susunan elektron yang menentukan letak unsur. Bab berikutnya memakai keelektronegatifan untuk menilai jenis ikatan. Bab 1 · Material membahas korosi logam transisi, Bab 6 · Laundry alkali pembersih, Bab 4 · Laundry kesadahan, dan Bab 8 · Laundry pemutih berbasis halogen. Rak Air membahas koagulan aluminium.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan alasan dari letak unsur dalam tabel. Angka dalam soal adalah nilai baku atau data latihan.
- Magnesium bersusunan 2, 8, 2. Tentukan periode, golongan, dan muatan ionnya.
- Urutkan jari-jari atom dari yang terkecil: natrium, kalium, magnesium. Jelaskan.
- Mengapa ion kalsium dan magnesium menyebabkan kesadahan, sedangkan ion natrium tidak? Jawab dari letak golongan dan sifat garamnya.
- Hitung massa rumus relatif natrium karbonat Na₂CO₃ dan kalsium klorida CaCl₂.
- Seorang teknisi ingin memakai larutan alkali kuat untuk membersihkan rangka aluminium. Apa nasihat Anda, dan mengapa?
- Hitung selisih keelektronegatifan untuk ikatan H-Cl dan C-H dengan tabel di bab ini. Mana yang lebih polar?
Kunci jawaban beralasan
- Tiga kulit terisi, jadi periode 3. Dua elektron valensi, jadi golongan 2 (2A). Magnesium melepas dua elektron menjadi Mg²⁺.
- Magnesium < natrium < kalium. Magnesium dan natrium satu periode, dan magnesium lebih kanan sehingga lebih kecil. Kalium satu periode lebih bawah daripada natrium, dengan satu kulit lebih banyak, sehingga paling besar.
- Kalsium dan magnesium di golongan 2 membentuk ion bermuatan dua yang garam karbonat dan sabunnya sukar larut, sehingga membentuk kerak dan endapan sabun. Natrium di golongan 1 membentuk ion bermuatan satu yang garam karbonat dan sabunnya mudah larut.
- Na₂CO₃: . CaCl₂: .
- Jangan. Aluminium larut dalam alkali kuat sambil melepaskan hidrogen, sehingga rangka rusak dan gas mudah terbakar terbentuk. Pakai pembersih yang dinyatakan aman untuk aluminium menurut SDS, atau cara mekanis.
- H-Cl: . C-H: . Ikatan H-Cl jauh lebih polar; ikatan C-H hampir nonpolar.
Referensi
Bab terkait
- Struktur atom: proton, neutron, elektron, isotop, ion, dan konfigurasi elektronKimia · Bab 2
- Ikatan kimia: ion, kovalen, logam, dan kepolaranKimia · Bab 4
- Struktur material, pemilihan, korosi, dan kegagalanMaterial · Bab 1
- Kimia pembersih: alkali, surfaktan, emulsifier, dan pengkelatLaundry · Bab 6
- Air sebagai bahan baku laundry: kesadahan, logam terlarut, dan perlakuan tepat gunaLaundry · Bab 4
- Koagulasi, pemisahan, filtrasi, dan desinfeksiAir & Pengolahan Air · Bab 3
- Oksidator dan penyelesai: pemutih, penetral, pelembut, dan campuran berbahayaLaundry · Bab 8
- Osmosis balik: tekanan osmotik, tekanan pendorong bersih, dan membran kompositAir & Pengolahan Air · Bab 5
- Larutan, konsentrasi, pH, dan pengukuranKimia · Bab 8
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Magnesium bersusunan 2, 8, 2. Tentukan periode, golongan, dan muatan ionnya.
Urutkan jari-jari atom dari yang terkecil: natrium, kalium, magnesium. Jelaskan.
Mengapa ion kalsium dan magnesium menyebabkan kesadahan, sedangkan ion natrium tidak? Jawab dari letak golongan dan sifat garamnya.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Kimia · Bab 2.