Membaca kurva pompa dan titik operasi
Temukan perpotongan kurva pompa dan sistem pada domain terbatas. Contoh pendidikan, bukan persetujuan sizing peralatan atau kelulusan NPSH.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Membaca Kurva Pompa: Titik Operasi dan Batas Kesimpulan NPSH
Draf bab pendidikan. Contoh ini memakai kurva katalog arsip dan sistem asumsi untuk melatih pembacaan grafik serta perhitungan. Bukti untuk menetapkan kesesuaian pompa aktual belum lengkap.
Masalah pembuka: dua lembar kertas di meja
Seorang rekan menyerahkan dua lembar kertas. Lembar pertama adalah halaman katalog Grundfos untuk keluarga CR 3, dengan label 50 Hz, tiga panel grafik, dan tabel yang memuat baris CR 3-17, koneksi DIN, seal HQQE, nomor produk 96516662, motor 1,50 kW [S1, viewer 262 / cetak 260]. Lembar kedua adalah sketsa sederhana: dua bak air terbuka, satu di bawah dan satu jauh di atas, dihubungkan oleh pipa dengan pompa di antaranya. Pertanyaannya terdengar sederhana: berapa debit yang akan mengalir, dan apakah sisi hisap "aman"?
Bab ini menjawab bagian pertama sejauh yang dapat dihitung dari bukti, dan menunjukkan mengapa bagian kedua belum bisa dijawab dengan "ya" atau "tidak". Konsep dasar head, persamaan energi Bernoulli, dan arti fisik kavitasi dianggap sudah dikuasai dari bab teori sebelumnya. Fokus kita di sini adalah keterampilan yang sering terlewat: memilih garis yang benar, membaca sumbu yang benar, menyatakan sistem secara lengkap, dan berhenti tepat di batas yang diizinkan oleh bukti.
1. Label pompa bukan debit instalasi
Menurut type key pada katalog, CR adalah pompa sentrifugal multistage vertikal dengan inlet dan outlet sejajar; angka setelah "CR" menunjukkan debit nominal keluarga, dan angka setelah tanda hubung menunjukkan jumlah impeller [S1, viewer 258 / cetak 256]. Jadi "CR 3-17" berarti keluarga dengan debit nominal 3 m³/jam dan 17 impeller.
Godaan pertama pembaca adalah menganggap pompa ini "mengalirkan 3 m³/jam". Itu keliru secara logika. Debit nominal keluarga adalah label klasifikasi, bukan hasil instalasi. Debit yang benar-benar terjadi ditentukan oleh pertemuan dua hal yang berasal dari sumber berbeda:
- kurva mesin — head yang dapat diberikan pompa pada setiap debit, diambil dari data pabrikan;
- kurva sistem — head yang dibutuhkan instalasi untuk mendorong debit tertentu, ditentukan oleh elevasi, tekanan ujung, dan kerugian aliran.
Kurva mesin datang dari katalog; kurva sistem datang dari kita. Karena itu setiap angka dalam bab ini akan diberi status yang jelas: fakta dari sumber, pembacaan grafik perkiraan, asumsi skenario, atau hasil hitung. Ketika nanti titik temu kita jatuh di sekitar 3,0 m³/jam, itu adalah akibat skenario yang kebetulan dipilih, bukan bukti bahwa label nominal "benar". Ubah elevasi bak atas, dan titik temu akan bergeser, sementara label pada pompa tetap sama.
Hal serupa berlaku untuk motor 1,50 kW pada tabel. Itu rating motor, bukan daya yang diserap pada titik operasi. Panel tengah memang menampilkan P2 dan efisiensi, tetapi halaman yang diperiksa tidak menegaskan apakah nilai itu per tahap atau untuk seluruh pompa. Karena basisnya belum dikonfirmasi, bab ini tidak menghitung daya, efisiensi unit, atau titik efisiensi terbaik.
2. Memilih garis dan sumbu yang benar
Halaman kurva CR 3 memuat tiga panel [S1, viewer 262 / cetak 260]:
- Panel atas (Q–H): sumbu mendatar debit Q dalam m³/jam, sumbu tegak head H dalam meter. Di sini terdapat banyak garis, masing-masing diberi label jumlah impeller. Untuk CR 3-17 kita mengikuti garis berlabel -17, bukan garis terdekat atau garis yang paling mudah dibaca.
- Panel tengah (P2/Eta): tidak dipakai dalam bab ini, dengan alasan yang sudah disebutkan.
- Panel bawah (QH/NPSH): panel ini perlu dibaca dengan memperhatikan kedua sumbunya.
Panel bawah menggabungkan dua besaran dengan dua skala vertikal berbeda: H di sumbu kiri dan NPSH di sumbu kanan. Tick yang berlabel memperlihatkan hubungannya: tick H 0, 2, 4, 6 sejajar dengan tick NPSH 0, 1, 2, 3. Angka-angka ini hanyalah contoh tick yang terlihat, bukan batas seluruh sumbu, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa satu kotak grid bernilai dua kali lebih besar di kiri dibandingkan di kanan. Di panel ini terdapat garis QH yang turun dan garis NPSH yang naik seiring debit. Garis QH di panel bawah membawa label 2900 rpm.
Label rpm itu perlu dibaca dengan disiplin. Ia melekat pada garis QH di panel bawah. Ia tidak dengan sendirinya menetapkan kecepatan uji untuk garis-garis di panel atas. Label 50 Hz pada halaman juga tidak boleh diterjemahkan menjadi "berarti 2900 rpm": frekuensi listrik dan kecepatan poros adalah dua besaran yang berbeda, dan hubungan pastinya pada kondisi uji tidak dinyatakan di halaman yang kita periksa. Begitu pula, standar ISO 9906 Annex A disebut pada label kurva tanpa edisi [S1, viewer 262 / cetak 260]; bab ini tidak mengisi edisi atau isi annex tersebut dari ingatan.
Sebelum berhitung, biasakan menulis daftar "yang tidak dinyatakan" untuk halaman ini. Halaman relevan tidak menyebut diameter impeller atau trim dalam milimeter, suhu atau fluida uji kurva CR 3, rpm spesifik setiap garis atas, maupun bagaimana garis NPSH keluarga berlaku untuk konfigurasi 17 tahap. Ketiadaan di halaman yang diperiksa tidak berarti pabrikan tidak memiliki data itu; artinya hanya bahwa data tersebut tidak ada dalam bukti kita.
3. Mempertemukan segmen kurva dengan sistem yang dinyatakan lengkap
3.1 Dua titik bacaan dan satu garis lokal
Dari garis -17 di panel atas, pembacaan grafik oleh peninjau menghasilkan dua titik perkiraan:
| Titik | Q (m³/jam) | H (m) | Status |
|---|---|---|---|
| 1 | 2,8 | ≈ 87 | pembacaan grafik [S1, viewer 262 / cetak 260] |
| 2 | 3,2 | ≈ 79 | pembacaan grafik [S1, viewer 262 / cetak 260] |
Ini bukan data tabel pabrikan; ini bacaan mata pada sebuah gambar. Di antara kedua titik itu kita pasang garis lurus:
Perhatikan satuannya. Kemiringan −20 bersatuan m per (m³/jam), dan angka 143 adalah koefisien garis lokal dalam meter. Angka 143 bukan head shutoff: interpolasi ini dibatasi pada 2,8 ≤ Q ≤ 3,2 m³/jam. Memperpanjangnya ke Q = 0 sama saja mengarang bagian kurva yang tidak kita baca.
3.2 Skenario sistem
Skenario ini adalah asumsi pendidikan, bukan data lapangan:
- dua reservoir besar dan tenang, sehingga head kecepatan permukaannya diabaikan;
- tekanan absolut kedua permukaan sama, 101.325 Pa;
- elevasi permukaan sumber z₀ = +2 m dan permukaan penerima z₂ = +32 m, keduanya relatif terhadap datum pendidikan z_D = 0 yang diasumsikan berada di impeller tahap pertama. Datum ini bukan datum pabrikan yang terverifikasi, dan bukan elevasi flange;
- air pada 20 °C sebagai kondisi skenario. Ini bukan suhu uji kurva;
- kerugian total aliran dimodelkan sebagai 6Q² m, dengan 0,2Q² m di antaranya terjadi pada sisi hisap dan sisanya 5,8Q² m pada sisi tekan.
Karena tekanan ujung sama dan kecepatan permukaan diabaikan, head yang dibutuhkan hanyalah beda elevasi ditambah kerugian:
Koefisien 6 bersatuan m per (m³/jam)², sehingga Q harus dimasukkan dalam m³/jam. Jika Q dimasukkan dalam L/detik, koefisiennya harus diubah: karena 1 L/detik = 3,6 m³/jam, koefisien setara menjadi 6 × 3,6² = 77,76 m per (L/detik)². Lebih penting lagi, model kuadratik ini adalah model lokal untuk contoh ini, bukan aturan umum ukuran pipa. Instalasi dengan tekanan ujung berbeda, katup kontrol, atau rezim aliran lain membutuhkan model sendiri.
3.3 Titik temu
Menyamakan H_p dengan H_sys:
Akar ini berada di dalam interval 2,8–3,2, jadi hasilnya tetap berada dalam domain interpolasi lokal yang kita tetapkan. Substitusi balik memberi H ≈ 143 − 59,64 ≈ 83,36 m, dan pemeriksaan dengan kurva sistem memberi 30 + 6(2,982)² ≈ 83,36 m, sama.
Angka berdigit banyak hanya jejak aritmetika. Karena masukannya adalah bacaan grafik, hasil yang jujur dilaporkan sebagai Q ≈ 3,0 m³/jam dan H ≈ 83 m.
Seberapa sensitif hasil ini terhadap pembacaan? Peninjau memperkirakan resolusi bacaan H sekitar ±2 m. Sebagai ilustrasi geser kaku, garis 141 − 20Q dan 145 − 20Q menghasilkan titik temu sekitar 2,95–3,02 m³/jam dengan head 82,1–84,6 m. Rentang ini bukan toleransi pabrikan, bukan interval kepercayaan statistik, dan bukan ketidakpastian total. Ia belum memasukkan kesalahan kemiringan, kondisi uji, toleransi produksi pompa, maupun ketidakpastian model sistem.
Brief Gambar 1 (belum dibuat; untuk ilustrasi asli kemudian) — Segmen kurva dan titik temu. Plot hanya rentang Q = 2,8–3,2 m³/jam. Gambarkan garis lokal H_p = 143 − 20Q dan kurva sistem H_sys = 30 + 6Q². Tandai dua titik bacaan (2,8; ≈87) dan (3,2; ≈79), titik temu sekitar (3,0; 83), serta pita ilustratif ±2 m berlabel "resolusi pembacaan, bukan toleransi OEM". Cantumkan sumber [S1, viewer 262 / cetak 260] dan koefisien sistem asumsi. Jangan menggambar shutoff, ekstrapolasi, atau kurva penuh yang belum didigitasi. Keterangan: diagram pendidikan dari dua bacaan arsip; bukan data OEM baru atau jaminan titik kerja lapangan.
Latihan 1 — Titik temu dan satuan. Dari dua titik bacaan dan H_sys = 30 + 6Q², turunkan persamaan garis lokal, susun persamaan kuadrat, carilah akarnya, periksa apakah akar berada di interval, dan nyatakan debit dalam L/detik.
Jawaban. Kemiringan (79 − 87)/(3,2 − 2,8) = −20 m per (m³/jam), sehingga H_p = 143 − 20Q. Persamaan menjadi 6Q² + 20Q − 113 = 0, dengan akar positif Q ≈ 2,9821 m³/jam, berada di dalam 2,8–3,2. Head H ≈ 83,36 m. Konversi: 2,9821 / 3,6 ≈ 0,8284 L/detik (atau ≈ 0,000828 m³/detik). Pelaporan yang sesuai ketelitian bacaan: sekitar 3,0 m³/jam dan 83 m. Kesalahan yang sering muncul adalah memasukkan 0,83 (L/detik) langsung ke H_sys = 30 + 6Q² tanpa mengubah koefisien; hasilnya tidak bermakna.
4. Menghitung head yang tersedia di sisi hisap
4.1 Dari permukaan sumber ke datum
Sumber S2 membedakan NPSH yang tersedia pada sistem (NPSHa) dari NPSH yang dinyatakan untuk pompa (NPSHr), dan menjelaskan bahwa penentuan NPSHa melibatkan head tekanan absolut, head kecepatan bila memakai titik ukur pada pipa, elevasi terhadap datum, dan head tekanan uap [S2, bagian definisi]. Kita menurunkan bentuk khusus untuk reservoir.
Tulis neraca energi dari permukaan sumber (titik 0) ke titik ukur hisap s dengan elevasi z_s. Datum pendidikan tetap z_D; keduanya tidak perlu berada pada elevasi yang sama:
Head total absolut di titik ukur harus dikoreksi ke datum pendidikan sebelum dikurangi head tekanan uap:
Dengan v₀ ≈ 0 karena reservoir besar dan tenang, substitusi memberi:
Dua hal patut dicermati. Pertama, tidak ada suku head kecepatan permukaan karena permukaan dianggap diam. Head kecepatan di pipa hisap sudah tercakup lewat neraca energi; menambahkan v_s²/2g lagi ke rumus kotak di atas berarti menghitungnya dua kali. Kedua, jika Anda tidak bekerja dari permukaan reservoir tetapi dari tekanan terukur pada flange atau pipa hisap, rumusnya berbeda: tekanan itu harus diubah ke absolut, lalu ditambah head kecepatan di titik ukur dan dikoreksi untuk elevasi titik ukur terhadap datum. Mengganti p_abs di rumus reservoir dengan bacaan manometer flange adalah pencampuran dua formulasi.
Perhatikan juga bahwa h_Ls = 0,2Q² adalah bagian dari kerugian total 6Q², bukan tambahan baru. Kerugian sisi tekan 5,8Q² berada di luar lintasan dari permukaan sumber menuju titik ukur hisap, sehingga tidak masuk ke neraca ini.
4.2 Angka-angka
Sifat air jenuh pada 20 °C dari tabel NIST: tekanan saturasi 0,0023393 MPa = 2.339,3 Pa dan densitas cair jenuh 998,16 kg/m³ [S3, Table 1, viewer 1 / cetak 4, baris 20 °C]. Densitas cair jenuh ini kita pakai untuk air cair sebagai pendekatan tak-termampatkan yang dinyatakan; ini bukan klaim bahwa densitas persis sama pada semua tekanan. Percepatan gravitasi ditetapkan g = 9,80665 m/s², sehingga ρg ≈ 9.788,6 N/m³.
| Suku | Perhitungan | Hasil (m) |
|---|---|---|
| Head tekanan absolut permukaan | 101.325 / 9.788,6 | +10,35 |
| Head tekanan uap | 2.339,3 / 9.788,6 | −0,24 |
| Elevasi z₀ − z_D | 2 − 0 | +2,00 |
| Rugi hisap h_Ls | 0,2 × (2,982)² | −1,78 |
| NPSHa | ≈ 10,33 |
Hasil pendidikan: NPSHa ≈ 10,3 m pada titik temu skenario ini, dihitung terhadap datum pendidikan.
Brief Gambar 2 (belum dibuat; untuk ilustrasi asli kemudian) — Neraca head hisap. Sketsa reservoir tenang dengan permukaan pada z₀ = +2 m terhadap datum pendidikan z_D = 0; jangan menggambar flange dan impeller seolah berada pada elevasi yang sama. Di sampingnya diagram batang bertingkat: +10,35 (atmosfer), +2 (elevasi), −0,24 (tekanan uap), −1,78 (rugi hisap) → 10,33 m. Bacaan garis NPSH katalog sekitar 1,3 m ditampilkan dalam kotak terpisah bertanda "definisi, datum dan keberlakuan belum dikonfirmasi", bukan sebagai garis batas keselamatan. Ini bukan gambar kerja atau instruksi instalasi.
Latihan 2 — Absolut versus gauge. Seorang peserta beralasan, "Reservoir terbuka, tekanannya 0," lalu memasukkan p = 0 ke rumus NPSHa. Hitung hasilnya dan jelaskan besarnya galat.
Jawaban. Hasil salah: 0 − 0,239 + 2 − 1,779 ≈ −0,018 m. Hasil model: ≈ 10,33 m. Selisihnya ≈ 10,35 m, tepat sama dengan head tekanan atmosfer dalam contoh. Sumber kesalahan: "0" itu adalah tekanan gauge, sedangkan rumus NPSHa memerlukan tekanan absolut. Dalam skenario ini, 0 gauge berarti 101.325 Pa absolut, dan nilai atmosfer itu sendiri pun adalah asumsi skenario, bukan pengukuran lokal. Angka negatif tadi tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan apa pun tentang keadaan mesin; ia muncul karena acuan tekanan gauge dipakai sebagai tekanan absolut; satuan keduanya tetap pascal.
5. Apa yang belum dibuktikan oleh perbandingan angka
Di panel bawah, garis NPSH terbaca di sumbu kanan sekitar 1,25 m pada 2,8 m³/jam dan sekitar 1,4 m pada 3,2 m³/jam [S1, viewer 262 / cetak 260; pembacaan grafik]. Interpolasi linear ke Q ≈ 2,98 m³/jam memberi sekitar 1,3 m, dengan resolusi bacaan kira-kira ±0,2 m.
Sekarang kita punya dua angka: NPSHa ≈ 10,3 m dari model, dan ordinat garis NPSH keluarga ≈ 1,3 m dari katalog. Sebelum kedua angka dipakai untuk menilai kebutuhan sisi hisap, kita harus memastikan bahwa definisi, konfigurasi dan datum acuannya cocok. Bukti yang tersedia belum memastikan kecocokan itu.
Arti garis katalog belum ditetapkan. S2 menjelaskan bahwa NPSH3 adalah nilai NPSH saat head tahap pertama turun 3% akibat kavitasi, dan bahwa NPSHr yang dipublikasikan dapat atau tidak mencakup margin, bergantung pada penerbitnya [S2, bagian definisi dan NPSH3]. Artinya, kriteria 3% itu sendiri sudah menandai keadaan ketika kavitasi telah memengaruhi kinerja. Itu bukan definisi "tanpa kavitasi". Namun S2 adalah artikel prinsip dari penerbit lain; S2 tidak dapat menetapkan apa arti garis NPSH pada lembar Grundfos S1. Halaman S1 yang diperiksa hanya memberi label "NPSH", tanpa menyatakan apakah garis itu NPSH3, NPSHr dengan margin, atau definisi lain.
Garis itu adalah garis keluarga. Panel bawah menampilkan satu garis NPSH untuk keluarga CR 3. Bagaimana garis itu berlaku untuk konfigurasi 17 impeller belum dikonfirmasi oleh halaman yang diperiksa.
Datum belum disamakan. NPSHa kita dihitung terhadap datum pendidikan yang diasumsikan di impeller tahap pertama. Datum yang dipakai pabrikan untuk garis NPSH tidak dinyatakan pada halaman itu. Membandingkan dua angka head yang diacu ke datum berbeda adalah membandingkan dua hal yang belum setara.
Kondisi uji belum diketahui. Suhu dan fluida uji kurva, serta rpm spesifik garis atas, tidak dinyatakan. Suhu 20 °C kita adalah kondisi skenario, bukan kondisi uji.
Margin yang berlaku belum ditentukan. S2 menyebut bahwa margin NPSH yang tepat bergantung pada aplikasi, ukuran pompa, material, dan daerah operasi [S2, bagian margin]. Bab ini tidak meminjam angka margin generik dari sumber mana pun, karena angka yang tidak terikat pada pompa dan aplikasi ini justru akan memberi rasa pasti yang palsu.
Jadi kalimat yang dapat dipertanggungjawabkan adalah: dalam skenario pendidikan ini, NPSHa model sekitar 10,3 m terhadap datum yang diasumsikan; ordinat garis berlabel NPSH pada lembar keluarga terbaca sekitar 1,3 m pada debit yang sama; definisi, datum, kondisi uji dan keberlakuan garis tersebut untuk CR 3-17 belum dikonfirmasi, sehingga tidak ada margin tervalidasi, rasio, atau kesimpulan bebas kavitasi yang dapat ditarik. Kalimat itu lebih panjang daripada "aman", tetapi setiap katanya dapat dipertahankan.
6. Membuat kesimpulan yang sebanding dengan buktinya
Latihan terakhir mengarahkan perhatian kembali ke pemilihan garis dan sumbu sebelum perhitungan dimulai.
Latihan 3 — Audit pembacaan dokumen. Dua peserta menyerahkan pekerjaan:
- Peserta A membaca garis NPSH di panel bawah menggunakan sumbu kiri dan melaporkan sekitar 2,6 m pada Q ≈ 3,0 m³/jam.
- Peserta B menghitung titik temu untuk CR 3-17 menggunakan garis -10 di panel atas karena garis itu lebih mudah dibaca.
Jelaskan kesalahan masing-masing.
Jawaban. Peserta A memakai skala yang salah. Di panel bawah, sumbu kiri adalah H dan sumbu kanan adalah NPSH; tick berlabel menunjukkan bahwa satu kotak grid bernilai dua kali lebih besar di sumbu kiri. Membaca garis NPSH dengan sumbu kiri menggandakan nilainya: 2,6 m alih-alih sekitar 1,3 m. Pembacaan yang benar memakai sumbu kanan. Perlu dicatat bahwa bahkan angka 1,3 m yang benar pun tetap membawa semua batasan dari Bagian 5.
Peserta B memilih model yang salah. Label -10 menunjukkan pompa dengan 10 impeller, bukan 17. Titik temu CR 3-17 tidak boleh dihitung dari garis itu. Jawaban yang tepat cukup menyatakan kesalahan identitas garis dan mengulang perhitungan dengan garis -17. Tidak perlu, dan tidak boleh, mengarang nilai head untuk garis -10, karena nilai tersebut tidak pernah dibaca dalam bukti contoh ini.
Menyusun catatan akhir
Pembaca yang menyelesaikan bab ini dapat membuat catatan pendek dengan dua kolom.
Yang sudah dapat dihitung dan dipertahankan:
- identitas lembar: CR 3-17, 50 Hz, 17 impeller, DIN, HQQE, nomor 96516662, motor 1,50 kW [S1];
- garis yang benar (-17), sumbu yang benar (H kiri, NPSH kanan), dan status label 2900 rpm yang terbatas pada garis QH panel bawah;
- garis lokal H_p = 143 − 20Q, dibatasi pada 2,8–3,2 m³/jam;
- titik temu bersyarat sekitar 3,0 m³/jam dan 83 m untuk sistem yang didefinisikan;
- NPSHa sekitar 10,3 m terhadap datum pendidikan, dengan formulasi reservoir yang tidak menghitung head kecepatan dua kali;
- ordinat garis NPSH keluarga sekitar 1,3 m, dibaca dari sumbu kanan.
Yang masih dibutuhkan dari pabrikan sebelum kesimpulan kesesuaian dapat dibuat:
- satu lembar kurva atau lembar pemilihan yang mengikat konfigurasi produk spesifik dengan kurva Q–H dan kurva NPSH-nya;
- definisi garis NPSH pada lembar itu (misalnya apakah NPSH3 atau mengandung margin) dan bagaimana garis keluarga berlaku untuk 17 tahap;
- kondisi uji: rpm untuk setiap garis, diameter atau trim impeller, fluida dan suhu uji;
- datum acuan NPSH pabrikan, agar NPSHa dapat dihitung terhadap titik yang sama;
- ketentuan margin yang berlaku untuk aplikasi tersebut;
- informasi daerah operasi (titik efisiensi terbaik terukur, daerah operasi yang dianjurkan, debit minimum) serta basis panel daya dan efisiensi, yang semuanya belum ditetapkan oleh halaman yang diperiksa.
Kesimpulan bab ini karena itu bersifat sebanding dengan buktinya. Kita dapat membaca kurva arsip dengan benar, menyatakan sistem secara lengkap, dan menghitung titik operasi serta NPSHa yang konsisten secara satuan dan datum. Kita belum dapat menyatakan bahwa pompa ini telah dipilih, bahwa margin NPSH-nya memadai, atau bahwa operasinya bebas kavitasi. Keterampilan yang dilatih di sini adalah mengetahui dengan tepat di mana garis itu berada.
Referensi
Seluruh sumber diakses 3 Oktober 2026.
[S1] Grundfos. GBU BS Catalogue (katalog berbahasa Bulgaria). Halaman penerbit, viewer 262. Halaman yang dipakai: viewer 258 / cetak 256 (konstruksi dan type key CR/CRI/CRN); viewer 262 / cetak 260 (kurva CR 3, 50 Hz, dan tabel CR 3-17). Metadata pembuatan PDF bertanggal 2015-08-03; itu bukan tanggal publikasi atau revisi tercetak, dan nomor revisi tidak ditemukan pada halaman yang digunakan.
[S2] National Pump Company. "Net Positive Suction Head (NPSH) Margin." 13 Juni 2017. Artikel penerbit. Bagian yang dipakai: definisi NPSHa/NPSHr/NPSH3, kriteria NPSH3, dan pembahasan margin.
[S3] Harvey, Allan H. NISTIR 5078, Oktober 1998. Halaman penerbit. Table 1: Saturation (Temperature). Viewer 1 / cetak 4, baris 20 °C.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Fluida & Termal · Bab 18.