Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kimia · Bab 1Dasar

    Materi, unsur, senyawa, dan campuran: sifat fisik, sifat kimia, dan pemisahan

    Setiap bahan di gudang laundry, ruang mesin, atau unit pengolahan air adalah unsur, senyawa, atau campuran, dan masing-masing punya sifat fisik dan sifat kimia. Bab ini membangun cara memilah materi itu: wujud dan partikel, unsur, senyawa, campuran homogen dan heterogen, sifat fisik dan kimia, perubahan fisik dan kimia beserta tandanya, serta cara memisahkan campuran berdasarkan perbedaan sifat. Pembaca juga belajar menyatakan komposisi campuran dalam persen massa, persen volume, dan mg/L, dan apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan ketika menemukan jeriken tanpa label. Delapan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    21 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Di gudang sebuah laundry ditemukan jeriken 20 liter tanpa label berisi cairan bening. Seorang petugas mengusulkan cara cepat: buka tutupnya, cium baunya, lalu teteskan sedikit ke lantai untuk melihat apakah berbusa. Penyelianya melarang. Cairan bening itu bisa air, bisa larutan alkali pekat, bisa pemutih, bisa asam. Ketiga kemungkinan terakhir sama-sama tidak berwarna, dan dua di antaranya dapat menghasilkan gas berbahaya bila bertemu bahan lain di lantai.

    Cara berpikir yang benar dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: apa jenis bahan ini, sifat apa yang dapat diukur tanpa mengubah atau membahayakannya, dan sifat apa yang baru tampak bila bahan itu bereaksi. Bab ini membangun pertanyaan-pertanyaan itu sebagai dasar seluruh rak Kimia.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas wujud materi, unsur, senyawa, campuran, sifat fisik dan kimia, perubahan fisik dan kimia, pemisahan campuran, dan cara menyatakan komposisi campuran secara sederhana. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Kimia, yang memuat bab pengantar dari buku Kimia Dasar berbahasa Indonesia dan buku kimia umum berbahasa Inggris.

    Isi atom dan struktur elektronnya dibahas di bab berikutnya. Konsentrasi larutan, satuan mol per liter, dan pH dibahas di Bab 8. Membaca SDS dan kelas fungsi produk ada di Bab 10. Campuran bahan kimia yang berbahaya di laundry dibahas di Bab 8 · Laundry, dan tanggap darurat di Bab 21 · Laundry. Proses pemisahan di instalasi air dibahas di rak Air.

    Materi dan wujudnya

    Materi adalah segala sesuatu yang punya massa dan menempati ruang. Di lapangan, materi dijumpai dalam tiga wujud. Padatan punya bentuk dan volume tetap, karena partikelnya terikat rapat pada posisinya. Cairan punya volume tetap tetapi mengikuti bentuk wadah, karena partikelnya rapat tetapi dapat berpindah. Gas mengisi seluruh wadah, karena partikelnya berjauhan dan bergerak bebas.

    Wujud bergantung pada suhu dan tekanan. Air adalah es, air cair, atau uap, tetapi tetap air. Perubahan wujud karena itu adalah perubahan fisik: identitas zatnya tidak berubah. Bab 10 · Fisika rak Fisika membahas kalor yang menyertai perubahan wujud.

    Unsur, senyawa, dan campuran

    Unsur adalah zat yang tersusun dari satu jenis atom dan tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Besi, tembaga, oksigen, dan klor adalah unsur. Salah satu buku sumber menyatakan gagasan dasar teori atom bahwa semua atom dari satu unsur sama dalam ukuran, massa, dan sifat kimia; bab berikutnya menjelaskan pengecualian penting gagasan ini, yaitu isotop.

    Senyawa adalah zat yang tersusun dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan tetap. Air selalu mengandung hidrogen dan oksigen dengan perbandingan atom 2 : 1. Natrium klorida selalu Na : Cl = 1 : 1. Sifat senyawa bisa sangat berbeda dari sifat unsur penyusunnya: natrium adalah logam yang bereaksi keras dengan air, klor adalah gas beracun, tetapi natrium klorida adalah garam dapur.

    Campuran adalah gabungan dua zat atau lebih yang tidak terikat secara kimia, dengan perbandingan yang dapat berubah-ubah, dan masing-masing komponen mempertahankan sifatnya. Campuran dibagi dua:

    • Campuran homogen tampak seragam di seluruh bagiannya, termasuk di bawah kaca pembesar. Larutan garam, udara, dan air keran adalah campuran homogen. Bab 8 membahas larutan sebagai campuran homogen.
    • Campuran heterogen tidak seragam; komponennya dapat dibedakan atau memisah bila didiamkan. Air keruh berlumpur, emulsi minyak dalam air, dan pasta deterjen bubuk dalam air adalah campuran heterogen.

    Produk kimia laundry dan dishwashing yang dijual dalam jeriken hampir semuanya campuran: bahan aktif, air, pelarut, pengatur pH, dan bahan tambahan. Karena itu SDS menyebut komposisi dalam rentang, bukan satu rumus kimia, seperti dibahas di Bab 10.

    Partikel penyusun: atom, molekul, dan ion

    Unsur dan senyawa tersusun dari partikel yang sangat kecil, dan jenis partikelnya menentukan banyak sifat bahan. Ada tiga jenis yang perlu dibedakan sejak awal.

    Atom adalah partikel terkecil sebuah unsur yang masih membawa sifat kimia unsur itu. Logam seperti besi dan tembaga tersusun dari atom-atom yang tersusun rapat.

    Molekul adalah dua atom atau lebih yang terikat menjadi satu satuan. Molekul dapat tersusun dari atom sejenis, seperti gas oksigen O2\text{O}_2 dan gas klor Cl2\text{Cl}_2, atau dari atom berbeda, seperti air H2O\text{H}_2\text{O} dan karbon dioksida CO2\text{CO}_2. Rumus molekul menyebut jumlah setiap atom dalam satu molekul.

    Ion adalah atom atau kelompok atom yang bermuatan listrik karena kelebihan atau kekurangan elektron. Garam dapur tidak tersusun dari molekul NaCl yang terpisah-pisah; garam padat adalah susunan teratur ion natrium bermuatan positif dan ion klorida bermuatan negatif. Rumus NaCl hanya menyatakan perbandingan 1 : 1. Ketika garam larut, ion-ion itu terpisah dan bergerak bebas di air, dan karena itulah air garam menghantar listrik.

    Bab berikutnya menjelaskan dari mana muatan ion berasal, dan bab ikatan kimia menjelaskan mengapa sebagian zat membentuk molekul dan sebagian membentuk ion.

    Sifat fisik dan sifat kimia

    Sifat fisik dapat diamati atau diukur tanpa mengubah identitas zat. Buku Kimia Dasar dalam sumber memberi contoh titik leleh sebagai sifat fisik. Contoh lain: warna, bau, wujud pada suhu ruang, massa jenis, titik didih, kelarutan dalam air, kekentalan, dan daya hantar listrik.

    Sifat kimia hanya tampak ketika zat bereaksi dan berubah menjadi zat lain. Mudah terbakar, korosif terhadap logam, bereaksi dengan asam menghasilkan gas, dan terurai bila dipanaskan adalah sifat kimia. Buku sumber yang sama menjadikan perbedaan sifat fisik dan sifat kimia sebagai salah satu tujuan belajar pertamanya.

    Sifat fisik dibagi lagi menjadi sifat intensif, yang tidak bergantung pada jumlah zat, dan sifat ekstensif, yang bergantung pada jumlahnya. Massa dan volume adalah sifat ekstensif. Massa jenis, titik didih, dan konsentrasi adalah sifat intensif. Hanya sifat intensif yang dapat membantu mengenali zat, karena satu liter atau satu tetes zat yang sama memberikan nilai yang sama.

    Perubahan fisik dan perubahan kimia

    Perubahan fisik mengubah wujud, bentuk, atau ukuran tanpa menghasilkan zat baru: es mencair, gula larut, air menguap di pengering. Perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda: besi berkarat, kerak kapur terbentuk di elemen pemanas, pemutih merusak warna kain.

    Tanda yang sering menyertai perubahan kimia adalah gelembung gas yang tidak berasal dari pendidihan, perubahan suhu tanpa pemanasan atau pendinginan dari luar, perubahan warna, endapan yang terbentuk dari dua larutan bening, dan bau baru. Tanda-tanda ini bukan bukti mutlak; pelarutan beberapa garam juga menghangatkan atau mendinginkan larutan, dan perubahan itu fisik. Tetapi bila tanda itu muncul ketika dua produk kimia bertemu, misalnya gelembung dan bau tajam ketika pemutih bertemu penetral asam, anggaplah itu reaksi kimia berbahaya dan ikuti Bab 8 · Laundry.

    Satu pegangan yang sering diajarkan adalah bahwa perubahan fisik dapat dibalik dan perubahan kimia tidak. Pegangan ini hanya kira-kira. Garam yang dilarutkan dapat diperoleh kembali dengan menguapkan airnya, tetapi beberapa reaksi kimia juga dapat dibalik, misalnya penukar ion yang diregenerasi dengan larutan garam. Kriteria yang menentukan tetap satu: apakah terbentuk zat baru dengan susunan atom yang berbeda.

    Zat murni dan kemurnian

    Zat murni, baik unsur maupun senyawa, punya sifat intensif yang tetap pada tekanan tertentu. Air murni membeku pada 0 °C dan mendidih pada 100 °C pada tekanan 1 atm. Campuran tidak demikian. Air garam membeku di bawah 0 °C dan mendidih di atas 100 °C, dan selama mendidih suhunya terus naik karena air menguap lebih dulu sehingga larutan makin pekat. Rentang leleh atau didih yang lebar adalah tanda bahwa zat tidak murni.

    Kemurnian air di lapangan jarang diperiksa dengan titik didih. Yang dipakai adalah daya hantar listrik, karena air murni hampir tidak menghantar, sedangkan ion terlarut menaikkan daya hantarnya. Air suling dan air demineral sama-sama berdaya hantar sangat rendah, tetapi dibuat dengan cara berbeda: air suling dengan penyulingan, air demineral dengan penukar ion atau osmosis balik. Bab 6 · Dispensing Kimia memakai daya hantar larutan deterjen untuk mengendalikan dosis, dan rak Air memakai daya hantar sebagai ukuran mutu air hasil osmosis balik. "Murni" di lapangan selalu berarti murni untuk keperluan tertentu: air untuk aki, air umpan ketel, dan air bilas akhir punya batas yang berbeda.

    Memisahkan campuran berdasarkan perbedaan sifat

    Komponen campuran dapat dipisahkan dengan cara fisik, karena masing-masing mempertahankan sifatnya. Setiap cara pemisahan memanfaatkan satu perbedaan sifat fisik:

    CaraPerbedaan sifat yang dimanfaatkanContoh di lapangan
    PengendapanMassa jenisPasir mengendap di bak penampung
    PenyaringanUkuran partikelSaringan serat pada pembuangan mesin cuci, filter sedimen
    PenguapanTitik didih: air menguap, zat terlarut tertinggalResidu putih di nosel setelah air menguap
    PenyulinganTitik didih dua cairanAir suling untuk aki dan laboratorium
    Membran semipermeabelUkuran dan muatan: air lolos, ion tertahanOsmosis balik
    Penukar ionMuatan ionPelunak air
    AdsorpsiDaya lekat ke permukaan padatKarbon aktif untuk klor dan bau

    Penyaringan biasa hanya memisahkan partikel yang tidak larut. Garam yang larut lolos melalui saringan apa pun selain membran yang sangat rapat. Itulah sebabnya air keruh yang disaring menjadi jernih tetapi kesadahannya tidak berubah. Rak Air membahas setiap cara ini sebagai proses.

    Kekekalan massa dan perbandingan tetap

    Dua hukum dasar kimia berlaku untuk setiap perubahan kimia. Hukum kekekalan massa: dalam reaksi kimia, massa total zat sebelum dan sesudah reaksi sama; atom tidak diciptakan dan tidak dimusnahkan, hanya disusun ulang. Bila massa tampak berkurang, ada zat yang keluar dari sistem, biasanya gas. Hukum perbandingan tetap: senyawa murni selalu mengandung unsur-unsurnya dengan perbandingan massa yang sama, dari mana pun asalnya. Air selalu mengandung sekitar 11,2 persen massa hidrogen, dan natrium klorida selalu sekitar 39,3 persen massa natrium.

    Kedua hukum ini berguna di lapangan. Kekekalan massa memungkinkan memperkirakan berapa kerak kapur yang larut ketika elemen pemanas direndam asam, dari massa gas karbon dioksida yang lepas, seperti di Contoh 7. Perbandingan tetap menjelaskan mengapa analisis kimia dapat menghitung kadar satu unsur dari kadar senyawanya. Perhitungan jumlah zat secara lengkap memakai konsep mol, yang dibahas di bab mol dan stoikiometri pada rak ini.

    Menyatakan komposisi campuran

    Komposisi campuran dinyatakan sebagai bagian komponen terhadap keseluruhan. Tiga bentuk yang paling sering dipakai di lapangan:

    • Persen massa: massa komponen dibagi massa campuran, dikali 100 persen.
    • Persen volume: volume komponen dibagi volume campuran, dikali 100 persen; dipakai untuk mencampur dua cairan.
    • Massa per volume: misalnya mg/L untuk zat terlarut dalam air. Untuk air encer, 1 mg/L hampir sama dengan 1 ppm massa.

    Ketiga bentuk itu tidak dapat dipertukarkan tanpa massa jenis. Produk bermassa jenis 1,2 kg/L yang dicampur 10 persen volume dengan air tidak menjadi 10 persen massa. Bab 8 membahas konsentrasi lebih lengkap, termasuk mol per liter.

    Bahan tanpa label

    Bagian ini adalah susunan editorial dari prinsip sifat fisik dan kimia di atas, digabung dengan ketentuan keselamatan di Bab 10 dan Bab 21 · Laundry.

    Yang tidak boleh dilakukan: mencium langsung dari mulut wadah, mencicipi, meneteskan ke lantai atau ke bahan lain, mencampur dengan bahan lain untuk "melihat reaksinya", dan memindahkan isinya ke wadah lain tanpa label.

    Yang boleh dilakukan oleh orang yang berwenang, dengan alat pelindung: memeriksa label sisa, nomor lot, atau catatan pembelian; mengukur massa jenis dari sampel kecil yang diambil dengan pipet; mengukur pH dengan kertas indikator pada setetes sampel di wadah uji yang bersih; dan mengukur daya hantar listrik bila alatnya tersedia. Hasil pengukuran itu dibandingkan dengan SDS produk yang dicurigai.

    Sifat fisik dapat menyingkirkan kemungkinan, tetapi jarang membuktikan identitas. Massa jenis 1,32 kg/L dan pH sangat tinggi cocok dengan larutan alkali pekat, tetapi juga dengan beberapa produk lain. Bila identitas tidak dapat dipastikan, bahan diperlakukan sebagai bahan berbahaya yang tidak dikenal: dikarantina, diberi label "tidak dikenal", dan dibuang melalui jalur limbah bahan kimia.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Memilah materi. Air keran adalah campuran homogen, karena mengandung garam dan gas terlarut dengan kadar yang berubah-ubah. Air suling hampir murni senyawa air. Garam dapur murni adalah senyawa. Baja tahan karat adalah campuran homogen beberapa logam, yaitu paduan. Udara adalah campuran homogen gas. Air pembilas yang keruh oleh serat dan busa adalah campuran heterogen.

    Contoh 2. Massa jenis sampel. Gelas ukur kosong 180 g. Diisi sampel sampai 100 mL, massanya menjadi 312 g. Massa sampel 132 g dan massa jenisnya 132/100=1,32132/100 = 1{,}32 g/mL atau 1,32 kg/L. Nilai ini dibandingkan dengan rentang massa jenis di SDS produk yang dicurigai. Angka sampel adalah angka latihan.

    Contoh 3. Residu penguapan. Sampel air 250 mL diuapkan sampai kering dan meninggalkan residu 0,35 g. Kadar zat padat terlarut total kira-kira 0,35/0,25=1,40{,}35/0{,}25 = 1{,}4 g/L atau 1.400 mg/L. Residu itu adalah campuran garam yang tadinya larut, yang tidak dapat disaring dengan saringan biasa.

    Contoh 4. Persen massa bahan aktif. Produk seberat 5,0 kg mengandung 0,75 kg bahan aktif. Persen massanya 0,75/5,0×100%=15%0{,}75/5{,}0 \times 100\% = 15\%.

    Contoh 5. Persen volume dan persen massa. Satu liter produk bermassa jenis 1,2 kg/L dicampur dengan 9 L air bermassa jenis 1,0 kg/L. Persen volumenya 1/10=10%1/10 = 10\%. Persen massanya 1,2/(1,2+9,0)=11,8%1{,}2/(1{,}2 + 9{,}0) = 11{,}8\%. Volume campuran juga tidak selalu tepat 10 L, karena sebagian zat menyusut ketika dicampur.

    Contoh 6. Saringan dan daya hantar listrik. Air keruh disaring dengan kain rapat dan menjadi jernih. Daya hantar listriknya sebelum dan sesudah disaring hampir sama, karena yang menghantar adalah ion garam yang larut, dan ion itu lolos melalui saringan. Penyaringan menyelesaikan kekeruhan, bukan kesadahan atau zat terlarut.

    Contoh 7. Kerak yang larut dalam larutan asam. Elemen pemanas berkerak kapur direndam dalam larutan asam di wadah terbuka di atas timbangan. Selama perendaman, massa total wadah turun 22 g karena gas karbon dioksida lepas ke udara. Dari rumus reaksinya, setiap 100 g kalsium karbonat melepaskan 44 g karbon dioksida, sehingga kerak yang larut kira-kira 22×100/44=5022 \times 100/44 = 50 g. Perhitungan ini menganggap seluruh kerak adalah kalsium karbonat dan tidak ada uap air yang ikut hilang; angka massa adalah angka latihan. Penurunan perbandingan 100 : 44 dibahas di bab mol dan stoikiometri.

    Contoh 8. Perbandingan tetap. Dalam natrium klorida, perbandingan massa natrium terhadap seluruh senyawa adalah 22,99/58,44=0,39322{,}99/58{,}44 = 0{,}393. Garam 10 g mengandung 3,933{,}93 g natrium, baik garam itu dari laut, tambang, maupun pabrik, selama garamnya murni.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan amankan area bila:

    1. Wadah bahan kimia tidak berlabel atau labelnya tidak sesuai isi. Jangan dibuka di luar prosedur; tandai, pisahkan, dan laporkan.
    2. Dua bahan kimia bertemu dan muncul gelembung, panas, asap, atau bau tajam. Jauhi area, ventilasikan, dan ikuti Bab 8 · Laundry dan Bab 21 · Laundry.
    3. Sampel perlu diambil dari wadah yang menggembung, panas, atau bocor. Tunggu petugas yang berwenang dengan pelindung yang sesuai.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Cairan bening berarti air." Banyak larutan berbahaya bening dan tidak berbau tajam. Warna dan kejernihan tidak membuktikan identitas.

    "Larutan adalah senyawa." Larutan adalah campuran homogen. Komposisinya dapat berubah, dan komponennya dapat dipisahkan dengan cara fisik.

    "Semua perubahan suhu menandakan reaksi kimia." Pelarutan beberapa zat menghangatkan atau mendinginkan tanpa menghasilkan zat baru. Perubahan suhu adalah tanda yang perlu diwaspadai, bukan bukti.

    "Air yang sudah disaring berarti bersih dari zat terlarut." Saringan biasa hanya menahan partikel tidak larut.

    "Bau yang tidak tajam berarti aman." Beberapa gas berbahaya tidak berbau atau melumpuhkan indra penciuman setelah beberapa saat. Penciuman bukan alat ukur, dan mencium langsung dari wadah adalah paparan yang tidak perlu.

    "10 persen tetap 10 persen." Persen volume dan persen massa berbeda bila massa jenis komponen berbeda.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab berikutnya membuka isi atom yang membedakan satu unsur dari unsur lain. Bab 8 membahas larutan, konsentrasi, dan pH. Bab 10 membahas SDS dan kelas fungsi produk. Bab 8 · Laundry dan Bab 21 · Laundry membahas campuran berbahaya dan tanggap darurat di laundry. Rak Air membahas pemisahan sebagai proses pengolahan. Bab 10 · Fisika rak Fisika membahas kalor perubahan wujud.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, sebutkan alasan dan satuan. Angka dalam soal adalah angka latihan.

    1. Golongkan sebagai unsur, senyawa, campuran homogen, atau campuran heterogen: tembaga murni, karbon dioksida, air laut, susu, kuningan.
    2. Golongkan sebagai sifat fisik atau sifat kimia: titik didih 100 °C, berkarat di udara lembap, larut dalam air, mudah terbakar, massa jenis 0,79 g/mL.
    3. Sampel 50 mL bermassa 61 g. Hitung massa jenisnya. Apakah angka itu cukup untuk menyatakan identitas sampel?
    4. Sampel air 500 mL meninggalkan residu kering 0,18 g. Berapa kadar zat padat terlarut totalnya dalam mg/L?
    5. Dua liter produk bermassa jenis 1,1 kg/L dicampur dengan 8 L air. Hitung persen volume dan persen massa produk.
    6. Mengapa memasang saringan sedimen tidak menurunkan kesadahan air, sedangkan pelunak penukar ion dapat menurunkannya?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Tembaga murni: unsur. Karbon dioksida: senyawa. Air laut: campuran homogen garam dan air. Susu: campuran heterogen, yaitu emulsi lemak dalam air. Kuningan: campuran homogen tembaga dan seng, yaitu paduan.
    2. Titik didih: sifat fisik. Berkarat: sifat kimia. Larut dalam air: sifat fisik. Mudah terbakar: sifat kimia. Massa jenis: sifat fisik intensif.
    3. ρ=61/50=1,22\rho = 61/50 = 1{,}22 g/mL. Angka itu menyingkirkan air murni dan cairan yang jauh lebih ringan atau berat, tetapi banyak larutan punya massa jenis serupa, sehingga identitas tidak dapat dipastikan dari satu sifat.
    4. 0,18/0,5=0,360{,}18/0{,}5 = 0{,}36 g/L, yaitu 360 mg/L. Residu itu adalah zat yang tadinya larut dan tertinggal setelah air menguap.
    5. Persen volume 2/10=20%2/10 = 20\%. Massa produk 2,2 kg, massa air 8,0 kg, sehingga persen massa 2,2/10,2=21,6%2{,}2/10{,}2 = 21{,}6\%.
    6. Kesadahan berasal dari ion kalsium dan magnesium yang larut. Saringan sedimen hanya menahan partikel tidak larut berdasarkan ukuran. Penukar ion memanfaatkan muatan ion untuk menukar ion kalsium dan magnesium dengan ion lain, sehingga kesadahan turun.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Golongkan sebagai unsur, senyawa, campuran homogen, atau campuran heterogen: tembaga murni, karbon dioksida, air laut, susu, kuningan.

    2

    Golongkan sebagai sifat fisik atau sifat kimia: titik didih 100 °C, berkarat di udara lembap, larut dalam air, mudah terbakar, massa jenis 0,79 g/mL.

    3

    Sampel 50 mL bermassa 61 g. Hitung massa jenisnya. Apakah angka itu cukup untuk menyatakan identitas sampel?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    SebelumnyaProyek integratif: membongkar dan merakit ulang bantalan dan segel drum washer-extractor

    Urutan baca menurut rak: Mekanikal & Mekatronika · Bab 16.

    Satu disiplinLarutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran

    Bab lain dalam Kimia.