Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 11Lanjut

    Supremum, Infimum, dan Sifat Kelengkapan (ℝ)

    Bab 11 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    131 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 11 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 11: Supremum, Infimum, dan Sifat Kelengkapan (R\mathbb{R})

    11.1 Konsep Batas Atas, Batas Bawah, Elemen Maksimal, dan Minimal

    Unit ini membangun fondasi konseptual untuk teori supremum dan infimum yang akan dikembangkan pada Unit 11.2 dan 11.3. Seluruh pembahasan bersandar pada struktur lapangan terurut R\mathbb{R} yang telah ditetapkan pada Bab 9–10, serta penyisipan N,Z,Q\mathbb{N}, \mathbb{Z}, \mathbb{Q} dari Bab 8. Tidak ada kelengkapan (completeness) yang dipakai di sini: bukti batas dan ekstrem dalam unit ini berlaku di setiap lapangan terurut, termasuk Q\mathbb Q. Pernyataan khusus tentang kelengkapan R\mathbb R, akar, dan Archimedes yang disebut dalam motivasi tetap pratinjau atau pinjaman maju, bukan bagian dari bukti tersebut.

    Pertanyaan sentral yang memotivasi unit ini adalah: kapan suatu himpunan bagian S⊆RS \subseteq \mathbb{R} memiliki anggota terbesar atau terkecil? Dan bila tidak memilikinya, dapatkah kita menemukan bilangan di luar SS yang memainkan peran serupa? Jawaban atas pertanyaan kedua memerlukan konsep supremum dan infimum, yang dipersiapkan oleh definisi-definisi dalam unit ini.

    Kami memakai N={0,1,2,…}\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \ldots\} sepanjang buku ini. Setiap kali menulis 1n\frac{1}{n} atau x1/nx^{1/n}, syarat n≥1n \geq 1 selalu disebut secara eksplisit agar penyebut tidak nol. Pangkat asli bilangan bulat nol mengikuti konvensi produk kosong: 00=10^0 = 1 dalam konteks diskret.

    Motivasi: Mengapa Batas Atas dan Batas Bawah Penting

    Bayangkan seorang insinyur yang mengukur tegangan pada suatu sirkuit selama interval waktu tertentu. Himpunan semua nilai tegangan yang terukur membentuk himpunan bagian dari R\mathbb{R}. Pertanyaan praktis yang segera muncul adalah: berapakah nilai tegangan tertinggi yang mungkin terjadi? Jika himpunan nilai tegangan itu berhingga dan tak kosong, kita dapat mencari maksimum dengan pembandingan berhingga. Keterhitungan dan keterbatasan saja tidak menjamin adanya maksimum. Namun jika himpunan itu tak hingga—misalnya semua nilai rasional dalam selang (0,1)(0, 1)—jawaban tidak lagi sesederhana itu.

    Contoh yang lebih algebrais: misalkan S={x∈Q:x2<2}S = \{x \in \mathbb{Q} : x^2 < 2\}. Himpunan ini dibatasi dari atas (misalnya oleh 22), tetapi apakah ada anggota terbesar di SS? Kita akan lihat bahwa jawabannya tidak, dan bahwa "kandidat" terbaik—yaitu 2\sqrt{2}—tidak berada dalam Q\mathbb{Q}. Klaim tentang himpunan rasional ini dan keberadaan 2\sqrt2 merupakan pratinjau, bukan hasil yang dibuktikan dalam unit ini; keberadaan akar tetap pinjaman maju sampai bukti Unit 11.3 ditelaah. Inilah yang mendorong kita membedakan antara batas atas (suatu bilangan di luar atau di dalam SS yang tidak dilampaui anggota SS) dan maksimum (batas atas yang benar-benar anggota SS).

    Keberadaan maksimum harus dibedakan dari kelengkapan: himpunan bagian R\mathbb R seperti (0,1)(0,1) dapat tidak memiliki maksimum meskipun R\mathbb R lengkap. Sebagai pratinjau Unit 11.2–11.3, aksioma kelengkapan menjamin batas atas terkecil bagi setiap himpunan real takkosong yang terbatas ke atas, tanpa mensyaratkan batas itu anggota himpunan. Jaminan umum tersebut gagal di Q\mathbb Q. Konsep batas atas, batas bawah, maksimum, minimum, maksimal, dan minimal diperlukan untuk merumuskan perbedaan ini secara presisi; aksioma kelengkapan belum dipakai di unit ini.

    Himpunan Batas Atas dan Batas Bawah: Definisi Formal

    Seluruh diskusi berikut mengambil SS sebagai himpunan bagian dari R\mathbb{R}, yaitu S⊆RS \subseteq \mathbb{R}. Kita tidak mensyaratkan SS tak kosong pada definisi awal; kasus kosong akan dibahas secara eksplisit.

    Definisi 11.1.1 (Himpunan Batas Atas dan Batas Bawah)

    Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}. Definisikan himpunan batas atas (upper bounds) dan himpunan batas bawah (lower bounds) dari SS masing-masing oleh

    U(S)  =  {M∈R:∀s∈S,  s≤M},U(S) \;=\; \{M \in \mathbb{R} : \forall s \in S,\; s \leq M\},L(S)  =  {m∈R:∀s∈S,  m≤s}.L(S) \;=\; \{m \in \mathbb{R} : \forall s \in S,\; m \leq s\}.

    Himpunan SS dikatakan terbatas ke atas (bounded above) jika U(S)≠∅U(S) \neq \emptyset, terbatas ke bawah (bounded below) jika L(S)≠∅L(S) \neq \emptyset, dan terbatas (bounded) jika keduanya berlaku sekaligus.

    Kedua himpunan U(S)U(S) dan L(S)L(S) diperoleh melalui prinsip separasi (skema komprehensi terbatas) yang berlaku dalam teori himpunan yang mendasari buku ini: kita memilah anggota R\mathbb{R} berdasarkan sifat kuantifikasi universal atas SS. Tidak ada aksioma kelengkapan yang diperlukan untuk mendefinisikan kedua himpunan ini.

    Perlu ditekankan bahwa keterbatasan adalah sifat urutan, bukan kardinalitas. Selang (0,1)(0,1) terbatas meskipun takberhingga: anggota 1/(n+2)1/(n+2) untuk n∈Nn\in\mathbb N semuanya berada di selang itu dan berbeda, karena penyebutnya positif serta invers membalik urutan positif. Ketakterbatasan N\mathbb N di R\mathbb R merupakan pernyataan Archimedes yang akan dibuktikan pada Unit 11.4, dan tidak digunakan di sini. Jangan menyamakan “terbatas” dengan “berhingga”.

    Juga patut dicatat: anggota U(S)U(S) tidak harus berada di luar SS. Jika 7∈S7 \in S dan s≤7s \leq 7 untuk semua s∈Ss \in S, maka 7∈U(S)7 \in U(S). Sebaliknya, suatu bilangan bisa menjadi batas atas meskipun bukan anggota SS, seperti 2∈U((0,1))2 \in U((0,1)) padahal 2∉(0,1)2 \notin (0,1).

    Sifat-Sifat Dasar Himpunan Batas

    Lemma 11.1.2 (Sifat Monoton Himpunan Batas)

    (a) Jika M∈U(S)M \in U(S) dan M′∈RM' \in\mathbb R dengan M′≥MM' \geq M, maka M′∈U(S)M' \in U(S). Dengan kata lain, U(S)U(S) tertutup ke arah atas: jika memuat suatu elemen, ia memuat semua yang lebih besar.

    (b) Jika m∈L(S)m \in L(S) dan m′∈Rm' \in\mathbb R dengan m′≤mm' \leq m, maka m′∈L(S)m' \in L(S). Dengan kata lain, L(S)L(S) tertutup ke arah bawah.

    (c) Jika S≠∅S \neq \emptyset, maka setiap batas bawah tidak melebihi setiap batas atas: untuk semua m∈L(S)m \in L(S) dan M∈U(S)M \in U(S), berlaku m≤Mm \leq M.

    Bukti.

    (a) Misalkan M∈U(S)M \in U(S) dan M′≥MM' \geq M. Untuk sebarang s∈Ss \in S, karena M∈U(S)M \in U(S), berlaku s≤Ms \leq M. Karena M≤M′M \leq M', sifat transitif urutan pada R\mathbb{R} memberikan s≤M′s \leq M'. Karena s∈Ss \in S dipilih sebarang, disimpulkan M′∈U(S)M' \in U(S). □\square

    (b) Bukti simetris dengan (a): misalkan m∈L(S)m \in L(S) dan m′≤mm' \leq m. Untuk sebarang s∈Ss \in S, berlaku m≤sm \leq s, sehingga m′≤m≤sm' \leq m \leq s, jadi m′≤sm' \leq s. Karena ss sebarang, m′∈L(S)m' \in L(S). □\square

    (c) Karena S≠∅S \neq \emptyset, pilih satu elemen s0∈Ss_0 \in S. Karena m∈L(S)m \in L(S), berlaku m≤s0m \leq s_0. Karena M∈U(S)M \in U(S), berlaku s0≤Ms_0 \leq M. Transitif memberikan m≤Mm \leq M. □\square

    Bagian (c) mengandung syarat S≠∅S \neq \emptyset yang esensial. Jika S=∅S = \emptyset, maka kuantifikasi universal atas SS terpenuhi secara hampa untuk setiap bilangan real, sehingga U(∅)=L(∅)=RU(\emptyset) = L(\emptyset) = \mathbb{R}. Dalam kasus ini, misalnya 5∈L(∅)5 \in L(\emptyset) dan 3∈U(∅)3 \in U(\emptyset), tetapi 5>35 > 3, sehingga ketimpangan (c) bisa terbalik. Hati-hati selalu memeriksa apakah S≠∅S \neq \emptyset sebelum menerapkan (c).

    Maksimum dan Minimum: Batas yang Tercapai

    Definisi 11.1.3 (Maksimum dan Minimum)

    Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}. Suatu elemen g∈Sg \in S disebut maksimum (maximum) dari SS, ditulis g=max⁡Sg = \max S, jika untuk semua s∈Ss \in S berlaku s≤gs \leq g. Suatu elemen l∈Sl \in S disebut minimum (minimum) dari SS, ditulis l=min⁡Sl = \min S, jika untuk semua s∈Ss \in S berlaku l≤sl \leq s.

    Perbedaan krusial antara maksimum dan batas atas adalah syarat keanggotaan: g∈Sg \in S untuk maksimum, sedangkan batas atas tidak harus anggota SS. Maksimum adalah "batas atas yang tercapai" di dalam SS.

    Teorema 11.1.4 (Keunikan Maksimum dan Minimum)

    Jika S⊆RS \subseteq \mathbb{R} memiliki maksimum, maka maksimum tersebut tunggal. Jika SS memiliki minimum, maka minimum tersebut tunggal.

    Bukti. Misalkan g1g_1 dan g2g_2 keduanya adalah maksimum dari SS. Karena g1g_1 adalah maksimum dan g2∈Sg_2 \in S, berlaku g2≤g1g_2 \leq g_1. Karena g2g_2 adalah maksimum dan g1∈Sg_1 \in S, berlaku g1≤g2g_1 \leq g_2. Antisimetri urutan pada R\mathbb{R} (yaitu: jika a≤ba \leq b dan b≤ab \leq a maka a=ba = b) memberikan g1=g2g_1 = g_2. Jika l1,l2l_1,l_2 keduanya minimum, maka l1≤l2l_1\leq l_2 karena l2∈Sl_2\in S, dan l2≤l1l_2\leq l_1 karena l1∈Sl_1\in S. Antisimetri memberi l1=l2l_1=l_2, sehingga minimum juga tunggal. □\square

    Lemma 11.1.5 (Maksimum sebagai Batas Atas Terkecil dan Minimum sebagai Batas Bawah Terbesar)

    Misalkan g=max⁡Sg = \max S. Maka g∈U(S)g \in U(S), dan untuk setiap M∈U(S)M \in U(S) berlaku g≤Mg \leq M. Secara dual, jika l=min⁡Sl=\min S, maka l∈L(S)l\in L(S) dan m≤lm\leq l untuk setiap m∈L(S)m\in L(S).

    Bukti. Bahwa g∈U(S)g \in U(S) langsung dari definisi maksimum: untuk setiap s∈Ss \in S, s≤gs \leq g. Sekarang misalkan M∈U(S)M \in U(S). Karena g∈Sg \in S dan MM adalah batas atas, berlaku g≤Mg \leq M. Untuk minimum, definisinya memberi l≤sl\leq s untuk setiap s∈Ss\in S, sehingga l∈L(S)l\in L(S). Jika m∈L(S)m\in L(S), gunakan l∈Sl\in S untuk memperoleh m≤lm\leq l. □\square

    Lemma ini menyatakan: jika maksimum ada, ia adalah batas atas terkecil. Hubungan ini menjadi definisi supremum pada Unit 11.2: supremum adalah batas atas terkecil, tetapi tidak harus anggota SS.

    Elemen Maksimal dan Minimal pada Urutan Parsial dan Total

    Pada Bab 4.4 telah diperkenalkan konsep himpunan terurut parsial (partially ordered set atau poset). Dalam konteks itu, konsep "maksimal" dan "minimal" berbeda dari "maksimum" dan "minimum". Kita ulang perbedaan ini dengan cermat, karena ia penting bagi kejelasan konseptual meskipun pada R\mathbb{R}—yang merupakan urutan total—keduanya bertepatan.

    Definisi 11.1.6 (Elemen Maksimal dan Minimal pada Poset)

    Misalkan (P,≤)(P, \leq) adalah himpunan terurut parsial dan S⊆PS \subseteq P. Elemen m∈Sm \in S disebut maksimal dalam SS jika tidak ada s∈Ss \in S dengan m<sm < s (yaitu: m≤sm \leq s dan m≠sm \neq s). Elemen l∈Sl \in S disebut minimal dalam SS jika tidak ada s∈Ss \in S dengan s<ls < l.

    Perbedaan mendasar: maksimum mensyaratkan bahwa setiap elemen s∈Ss \in S memenuhi s≤gs \leq g, yaitu gg dibandingkan dengan semua elemen dan selalu menang. Maksimal hanya mensyaratkan tidak ada yang mengalahkan mm, tetapi mungkin ada elemen yang tidak terbandingkan dengan mm; keberadaan elemen takterbandingkan tidak diwajibkan oleh definisi maksimal. Dalam urutan parsial, bisa saja ada banyak elemen maksimal sekaligus, dan tidak satu pun di antaranya adalah maksimum.

    Contoh 11.1.7 (Poset dengan Banyak Elemen Maksimal)

    Pertimbangkan keluarga S={{1},{2}}S = \{\{1\}, \{2\}\} dengan urutan parsial inklusi ⊆\subseteq. Maka {1}⊈{2}\{1\} \not\subseteq \{2\} dan {2}⊈{1}\{2\} \not\subseteq \{1\}, sehingga kedua elemen tidak terbandingkan. Keduanya maksimal (tidak ada elemen yang lebih besar) dan keduanya minimal (tidak ada elemen yang lebih kecil). Namun SS tidak memiliki maksimum (tidak ada elemen yang lebih besar atau sama dari keduanya sekaligus) dan tidak memiliki minimum.

    Teorema 11.1.8 (Ekuivalensi Maksimal dan Maksimum pada Urutan Total)

    Misalkan ≤\leq adalah urutan total pada S≠∅S \neq \emptyset. Maka m∈Sm \in S adalah elemen maksimal dalam SS jika dan hanya jika m=max⁡Sm = \max S. Secara dual, l∈Sl\in S minimal jika dan hanya jika l=min⁡Sl=\min S.

    Bukti. (⇒)(\Rightarrow) Misalkan mm adalah elemen maksimal. Ambil sebarang s∈Ss \in S. Karena ≤\leq adalah urutan total, berlaku s≤ms \leq m atau m<sm < s. Karena mm maksimal, kemungkinan kedua dilarang. Jadi s≤ms \leq m untuk semua s∈Ss \in S, yang berarti m=max⁡Sm = \max S.

    (⇐)(\Leftarrow) Misalkan m=max⁡Sm = \max S. Untuk setiap s∈Ss \in S, berlaku s≤ms \leq m, sehingga tidak ada s∈Ss \in S dengan m<sm < s. Jadi mm maksimal. Untuk arah minimal ke minimum, ambil ll minimal dan s∈Ss\in S sebarang. Totalitas memberi l≤sl\leq s atau s<ls<l; pilihan kedua dilarang oleh minimalitas. Jadi l≤sl\leq s untuk semua s∈Ss\in S, sehingga l=min⁡Sl=\min S. Sebaliknya, jika l=min⁡Sl=\min S dan ada s∈Ss\in S dengan s<ls<l, definisi minimum juga memberi l≤sl\leq s, bertentangan dengan antisimetri dan s≠ls\neq l. Jadi ll minimal. □\square

    Dengan teorema ini, pada R\mathbb{R} (yang merupakan urutan total), kita boleh menggunakan "maksimal" dan "maksimum" secara bergantian. Namun kita tidak mendefinisikan ulang "maksimal" menjadi "maksimum" untuk semua poset, karena ekuivalensi itu bergantung pada sifat totalitas yang tidak dimiliki poset umum.

    Contoh-Contoh Konkret: Himpunan Berhingga, Selang, dan Kasus Khusus

    Notasi [a,+∞)[a,+\infty) berarti {x∈R:x≥a}\{x\in\mathbb R:x\geq a\} dan (−∞,b](-\infty,b] berarti {x∈R:x≤b}\{x\in\mathbb R:x\leq b\}. Simbol ±∞\pm\infty di sini hanya penanda notasi selang, bukan anggota R\mathbb R. Pembagian oleh 22 pada bukti titik tengah sah karena 2>02>0, sehingga inversnya positif menurut Bab 10.

    Contoh 11.1.9 (Himpunan Berhingga {2,5,7}\{2, 5, 7\})

    Misalkan S={2,5,7}S = \{2, 5, 7\}. Maka U(S)=[7,+∞)={M∈R:M≥7}U(S) = [7, +\infty) = \{M \in \mathbb{R} : M \geq 7\} dan L(S)=(−∞,2]={m∈R:m≤2}L(S) = (-\infty, 2] = \{m \in \mathbb{R} : m \leq 2\}. Maksimum adalah 77 (karena 7∈S7 \in S dan 2≤7,5≤7,7≤72 \leq 7, 5 \leq 7, 7 \leq 7). Minimum adalah 22.

    Contoh 11.1.10 (Selang Terbuka (0,1)(0,1))

    Misalkan S=(0,1)={x∈R:0<x<1}S = (0,1) = \{x \in \mathbb{R} : 0 < x < 1\}. Kita buktikan: (i) U(S)=[1,+∞)U(S) = [1, +\infty), (ii) L(S)=(−∞,0]L(S) = (-\infty, 0], (iii) SS tidak memiliki maksimum maupun minimum.

    Bukti (i). Pertama, setiap M≥1M \geq 1 adalah batas atas: untuk semua s∈(0,1)s \in (0,1), s<1≤Ms < 1 \leq M. Sekarang misalkan M<1M < 1; kita tunjukkan M∉U(S)M \notin U(S). Kasus pertama: M≤0M \leq 0. Maka 12∈(0,1)\frac{1}{2} \in (0,1) dan 12>M\frac{1}{2} > M, sehingga MM bukan batas atas. Kasus kedua: 0<M<10 < M < 1. Pertimbangkan s∗=M+12s^* = \frac{M + 1}{2}. Karena M<1M < 1, kita punya s∗=M+12<1+12=1s^* = \frac{M+1}{2} < \frac{1+1}{2} = 1. Karena M>0M > 0, kita punya s∗=M+12>0+12>0s^* = \frac{M+1}{2} > \frac{0+1}{2} > 0. Jadi s∗∈(0,1)s^* \in (0,1). Tetapi s∗=M+12>M+M2=Ms^* = \frac{M+1}{2} > \frac{M + M}{2} = M, sehingga s∗>Ms^* > M. Ini berarti MM bukan batas atas. Jadi U(S)=[1,+∞)U(S) = [1, +\infty).

    Bukti (ii). Simetris: setiap m≤0m \leq 0 adalah batas bawah. Jika m>0m > 0, kasus m≥1m \geq 1 memberikan 12∈(0,1)\frac{1}{2} \in (0,1) dengan 12<m\frac{1}{2} < m, dan kasus 0<m<10 < m < 1 memberikan titik tengah m2∈(0,1)\frac{m}{2} \in (0,1) dengan m2<m\frac{m}{2} < m. Jadi L(S)=(−∞,0]L(S) = (-\infty, 0].

    Bukti (iii). Misalkan g∈S=(0,1)g \in S = (0,1). Maka 0<g<10 < g < 1. Pertimbangkan g′=g+12g' = \frac{g+1}{2}; seperti di atas, g′∈(0,1)g' \in (0,1) dan g′>gg' > g. Jadi tidak ada anggota terbesar. Untuk minimum: jika l∈(0,1)l \in (0,1), pertimbangkan l′=l2l' = \frac{l}{2}. Karena l>0l > 0, l′=l2>0l' = \frac{l}{2} > 0. Karena l<1l < 1, l′=l2<12<1l' = \frac{l}{2} < \frac{1}{2} < 1, jadi l′∈(0,1)l' \in (0,1). Tetapi l′<ll' < l, sehingga ll bukan minimum. □\square

    Contoh 11.1.11 (Selang [0,1][0,1] dan (0,1](0,1])

    Untuk S=[0,1]={x∈R:0≤x≤1}S = [0,1] = \{x \in \mathbb{R} : 0 \leq x \leq 1\}: maksimum adalah 11 (karena 1∈S1 \in S dan untuk semua x∈[0,1]x \in [0,1], x≤1x \leq 1), minimum adalah 00, karena 0∈S0\in S dan 0≤x0\leq x untuk setiap x∈[0,1]x\in[0,1].

    Untuk S=(0,1]={x∈R:0<x≤1}S = (0,1] = \{x \in \mathbb{R} : 0 < x \leq 1\}: maksimum adalah 11 (karena 1∈S1 \in S dan x≤1x \leq 1 untuk semua x∈(0,1]x \in (0,1]). Namun SS tidak memiliki minimum: jika l∈(0,1]l \in (0,1] maka l>0l > 0, dan l2∈(0,1]\frac{l}{2} \in (0,1] dengan l2<l\frac{l}{2} < l (menggunakan l≥l2l \geq \frac{l}{2} serta l≤1l \leq 1 berarti l2≤12<1\frac{l}{2} \leq \frac{1}{2} < 1).

    Contoh 11.1.12 (Singleton, Seluruh R\mathbb{R}, dan Himpunan Kosong)

    Singleton. Jika S={a}S = \{a\} untuk suatu a∈Ra \in \mathbb{R}, maka max⁡S=min⁡S=a\max S = \min S = a. Bukti: satu-satunya anggota SS adalah aa, dan a≤aa \leq a.

    Seluruh R\mathbb{R}. S=RS = \mathbb{R} tidak terbatas ke atas dan tidak terbatas ke bawah. Bukti: untuk setiap M∈RM \in \mathbb{R}, bilangan M+1∈R=SM + 1 \in \mathbb{R} = S dan M+1>MM + 1 > M, sehingga M∉U(S)M \notin U(S). Jadi U(S)=∅U(S) = \emptyset. Untuk setiap m∈Rm\in\mathbb R, anggota m−1∈Sm-1\in S memenuhi m−1<mm-1<m, sehingga m∉L(S)m\notin L(S) dan L(S)=∅L(S)=\emptyset. Perhatikan bahwa argumen ini tidak memerlukan Teorema Archimedes; kita hanya menggunakan sifat lapangan bahwa M+1M + 1 terdefinisi dan M+1>MM + 1 > M (karena 1>01 > 0).

    Himpunan kosong. Kuantifikasi ∀s∈∅\forall s \in \emptyset terpenuhi secara hampa untuk setiap predikat. Oleh karena itu, setiap x∈Rx \in \mathbb{R} memenuhi ∀s∈∅,s≤x\forall s \in \emptyset, s \leq x, sehingga x∈U(∅)x \in U(\emptyset). Jadi U(∅)=RU(\emptyset) = \mathbb{R}. Simetris, L(∅)=RL(\emptyset) = \mathbb{R}. Dengan demikian ∅\emptyset terbatas ke atas dan terbatas ke bawah secara hampa. Namun ∅\emptyset tidak memiliki maksimum maupun minimum, karena definisi maksimum maupun minimum mensyaratkan anggota S=∅S=\emptyset, yang mustahil.

    Ketidakberadaan Supremum dan Infimum untuk Himpunan Kosong dalam R\mathbb{R}

    Seksi ini memberikan argumen pendahuluan mengenai himpunan kosong yang akan dikonfirmasi pada Unit 11.2 setelah supremum didefinisikan secara formal. Argumen berikut menggunakan hanya sifat lapangan terurut, tanpa kelengkapan.

    Proposisi 11.1.13 (Himpunan Kosong Tidak Memiliki Supremum dalam Lapangan Terurut Mana Pun)

    Misalkan (F,+,⋅,≤)(F, +, \cdot, \leq) adalah lapangan terurut. Himpunan kosong ∅⊆F\emptyset \subseteq F tidak memiliki batas atas terkecil (supremum) dalam FF.

    Bukti. Asumsikan untuk kontradiksi bahwa terdapat M∈FM \in F yang merupakan batas atas terkecil dari ∅\emptyset. Karena M−1∈FM - 1 \in F (lapangan terurut tertutup terhadap pengurangan) dan kuantifikasi atas ∅\emptyset terpenuhi secara hampa, M−1M - 1 juga merupakan batas atas dari ∅\emptyset. Tetapi M−1<MM - 1 < M (karena 1>01 > 0 di lapangan terurut mana pun), sehingga ada batas atas yang lebih kecil dari MM. Ini kontradiksi dengan asumsi bahwa MM adalah batas atas terkecil. □\square

    Konsekuensinya: kita tidak boleh menulis sup⁡∅=−∞\sup \emptyset = -\infty sebagai elemen dari R\mathbb{R}, karena −∞∉R-\infty \notin \mathbb{R}. Bilangan real yang diperluas (R‾=R∪{−∞,+∞}\overline{\mathbb{R}} = \mathbb{R} \cup \{-\infty, +\infty\}) adalah struktur berbeda yang memerlukan definisi tersendiri, dan tidak diadopsi dalam buku ini tanpa deklarasi eksplisit.

    Argumen serupa berlaku untuk infimum: untuk setiap kandidat m∈Fm \in F sebagai batas bawah terbesar dari ∅\emptyset, bilangan m+1m + 1 juga merupakan batas bawah (secara hampa) dan lebih besar dari mm, kontradiksi.

    Himpunan Berhingga Tak Kosong Selalu Memiliki Maksimum dan Minimum

    Teorema 11.1.14 (Eksistensi Maksimum dan Minimum pada Himpunan Berhingga Tak Kosong)

    Misalkan ≤\leq adalah urutan total pada himpunan SS, dan SS berhingga tak kosong. Maka SS memiliki maksimum dan minimum.

    Bukti. Kita buktikan dengan induksi kuat atas n=∣S∣n = |S|, kardinalitas SS. Di sini "berhingga tak kosong" dipakai dalam arti kerja Definisi 4.4.16: unsur-unsur SS dapat didaftar habis tanpa pengulangan sebagai a1,…,ana_1,\ldots,a_n dengan n∈Nn\in\mathbb{N} dan n≥1n\geq1, dan ∣S∣=n|S|=n adalah panjang daftar itu. Definisi formal himpunan hingga serta ketunggalan bilangan ∣S∣|S| merupakan pinjaman maju yang dijadwalkan ditutup pada Bab 20.1. Bukti berikut hanya memakai fakta bahwa menghapus satu unsur dari daftar nn unsur tanpa pengulangan menyisakan daftar n−1n-1 unsur tanpa pengulangan.

    Basis (n=1n = 1). Misalkan S={a}S = \{a\}. Maka a≤aa \leq a, sehingga max⁡S=min⁡S=a\max S = \min S = a.

    Langkah induksi. Misalkan teorema berlaku untuk semua himpunan berhingga tak kosong dengan kardinalitas kurang dari nn, untuk suatu n≥2n \geq 2. Misalkan ∣S∣=n|S| = n. Pilih sebarang elemen a∈Sa \in S dan tulis S′=S∖{a}S' = S \setminus \{a\}. Maka ∣S′∣=n−1≥1|S'| = n - 1 \geq 1, dan pembatasan urutan total pada S′S' tetap merupakan urutan total. Berdasarkan hipotesis induksi, S′S' memiliki g′=max⁡S′g' = \max S' dan l′=min⁡S′l' = \min S'. Karena ≤\leq adalah urutan total, berlaku a≤g′a \leq g' atau g′<ag' < a.

    Kasus pertama (a≤g′a \leq g'): kita klaim max⁡S=g′\max S = g'. Untuk semua s∈Ss \in S: jika s∈S′s \in S', maka s≤g′s \leq g'; jika s=as = a, maka s=a≤g′s = a \leq g'. Jadi g′g' adalah batas atas SS dalam urutan yang sedang dipakai. Karena g′∈S′⊂Sg' \in S' \subset S, ini adalah maksimum.

    Kasus kedua (g′<ag' < a): untuk semua s∈Ss \in S: jika s∈S′s \in S', maka s≤g′<as \leq g' < a; jika s=as = a, maka s=a≤as = a \leq a. Jadi aa adalah batas atas SS dalam urutan yang sedang dipakai dan a∈Sa\in S, sehingga max⁡S=a\max S=a. Untuk minimum, totalitas memberi l′≤al'\leq a atau a<l′a<l'. Pada kasus l′≤al'\leq a, setiap s∈S′s\in S' memenuhi l′≤sl'\leq s, dan l′≤al'\leq a; bersama l′∈Sl'\in S ini membuktikan min⁡S=l′\min S=l'. Pada kasus a<l′a<l', setiap s∈S′s\in S' memenuhi a<l′≤sa<l'\leq s, sedangkan a≤aa\leq a; bersama a∈Sa\in S ini membuktikan min⁡S=a\min S=a. □\square

    Penting dicatat bahwa bukti ini sama sekali tidak menggunakan aksioma kelengkapan R\mathbb{R}. Eksistensi maksimum pada himpunan berhingga adalah sifat urutan total, berlaku pada lapangan terurut seperti Q\mathbb Q, pada gelanggang terurut Z\mathbb Z, maupun pada setiap himpunan berhingga takkosong dengan urutan total. Aksioma kelengkapan akan memberi jaminan umum bahwa setiap himpunan takkosong yang terbatas ke atas memiliki supremum. Keberadaan supremum pada contoh tertentu dapat dibuktikan tanpa kelengkapan; aksioma itu juga tidak menjamin supremum merupakan maksimum.

    Karakterisasi Batas Atas dan Batas Bawah Melalui Ketaksamaan

    Berikut ini kita merangkum karakterisasi yang akan sering dipakai dalam Unit 11.2 ketika membuktikan bahwa suatu bilangan adalah supremum atau infimum.

    Lemma 11.1.15 (Karakterisasi Keanggotaan dalam U(S)U(S) dan L(S)L(S))

    Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} dan M,m∈RM,m\in\mathbb R.

    (a) M∈U(S)M \in U(S) jika dan hanya jika tidak ada s∈Ss \in S dengan s>Ms > M.

    (b) M∉U(S)M \notin U(S) jika dan hanya jika terdapat s∈Ss \in S dengan s>Ms > M.

    (c) m∈L(S)m \in L(S) jika dan hanya jika tidak ada s∈Ss \in S dengan s<ms < m.

    (d) m∉L(S)m \notin L(S) jika dan hanya jika terdapat s∈Ss \in S dengan s<ms < m.

    Bukti (a) dan (b). Pernyataan (a) adalah penulisan ulang definisi: M∈U(S)M \in U(S) berarti ∀s∈S,s≤M\forall s \in S, s \leq M, yang ekuivalen dengan ¬(∃s∈S,s>M)\neg(\exists s \in S, s > M). Pernyataan (b) adalah negasi dari (a). Untuk (c), m∈L(S)m\in L(S) berarti ∀s∈S, m≤s\forall s\in S,\ m\leq s. Totalitas membuat ini ekuivalen dengan tidak adanya s∈Ss\in S dengan s<ms<m. Negasi pernyataan itu memberi (d). Semua negasi kuantor berlaku juga ketika SS kosong. □\square

    Lemma 11.1.16 (Uji Titik Tengah untuk Menyangkal Keanggotaan Batas)

    Misalkan S=(a,b)S = (a, b) untuk a,b∈Ra, b \in \mathbb{R} dengan a<ba < b. Misalkan M<bM < b dan M>aM > a (yaitu M∈(a,b)M \in (a, b)). Maka M∉U(S)M \notin U(S): titik tengah M+b2\frac{M + b}{2} adalah elemen SS yang melebihi MM.

    Bukti. Tulis s∗=M+b2s^* = \frac{M + b}{2}. Karena M>aM > a dan b>Mb > M, kita punya s∗=M+b2>M+M2=M>as^* = \frac{M + b}{2} > \frac{M + M}{2} = M > a, sehingga s∗>as^* > a. Di sisi lain, s∗=M+b2<b+b2=bs^* = \frac{M+b}{2} < \frac{b+b}{2} = b. Jadi s∗∈(a,b)=Ss^* \in (a,b) = S dan s∗>Ms^* > M. Berdasarkan Lemma 11.1.15(b), M∉U(S)M \notin U(S). □\square

    Lemma 11.1.16 memformalkan argumen "titik tengah" yang telah dipakai dalam Contoh 11.1.10. Teknik ini—mencari elemen SS yang melampaui kandidat batas atas—akan menjadi alat utama dalam pembuktian terkait supremum dan infimum pada unit berikutnya.

    Strategi Bukti dalam Konteks Unit Ini

    Sebelum masuk ke latihan, kita merangkum strategi bukti yang efektif untuk masalah-masalah dalam unit ini. Pemahaman strategi ini membantu pembaca tidak hanya memeriksa kebenaran suatu bukti, tetapi juga membangun bukti dari awal.

    Strategi 1: Membuktikan bahwa M∈U(S)M \in U(S). Ambil sebarang s∈Ss \in S, kemudian tunjukkan secara aljabar atau berdasarkan definisi SS bahwa s≤Ms \leq M. Biasanya ini dilakukan dengan memanipulasi ketaksamaan yang mendefinisikan keanggotaan di SS.

    Strategi 2: Membuktikan bahwa M∉U(S)M \notin U(S). Konstruksi eksplisit satu elemen s∗∈Ss^* \in S dengan s∗>Ms^* > M. Kandidat yang paling sering berhasil: s∗=M+c2s^* = \frac{M + c}{2} untuk suatu batas cc yang tepat, atau s∗=M+εs^* = M + \varepsilon untuk ε\varepsilon cukup kecil (dengan memeriksa bahwa s∗∈Ss^* \in S).

    Strategi 3: Membuktikan eksistensi maksimum. Tunjukkan bahwa kandidat gg memenuhi (i) g∈Sg \in S dan (ii) s≤gs \leq g untuk semua s∈Ss \in S. Keunikan mengikuti dari Teorema 11.1.4.

    Strategi 4: Membuktikan ketiadaan maksimum. Misalkan g∈Sg \in S sebarang, konstruksi g′∈Sg' \in S dengan g′>gg' > g. Konstruksi titik tengah sering berhasil di selang terbuka.

    Strategi 5: Membuktikan suatu himpunan tidak terbatas ke atas. Untuk setiap M∈RM\in\mathbb R, konstruksi s∗∈Ss^*\in S dengan s∗>Ms^*>M. Bila S=RS=\mathbb R, pilih s∗=M+1s^*=M+1; ini hanya memakai aljabar dan 1>01>0. Bila S=NS=\mathbb N, pilihan tersebut tidak selalu anggota N\mathbb N; keberadaan bilangan asli melebihi setiap real adalah sifat Archimedes yang belum dibuktikan dan ditunda ke Unit 11.4. Kita tidak memakai fungsi lantai atau dalih “bilangan asli cukup besar” untuk membuktikan prasyarat itu.

    Dalam semua strategi di atas, perhatikan selalu apakah SS kosong atau tidak sebelum menerapkan Lemma 11.1.2(c).

    Latihan-Latihan

    Latihan 11.1-1. Misalkan S={x∈Z:−3≤x≤5}S = \{x \in \mathbb{Z} : -3 \leq x \leq 5\}. Tentukan U(S)U(S), L(S)L(S), max⁡S\max S, dan min⁡S\min S. Buktikan klaim Anda secara langsung dari definisi, tanpa mengacu pada intuisi geometri.

    Latihan 11.1-2. Misalkan S={nn+1:n∈N,n≥1}S = \left\{\frac{n}{n+1} : n \in \mathbb{N}, n \geq 1\right\}. Tunjukkan bahwa SS terbatas ke atas dengan batas atas 11. Tunjukkan juga bahwa max⁡S\max S tidak ada, dengan menunjukkan bahwa untuk setiap s∈Ss \in S terdapat elemen SS yang lebih besar dari ss. Nyatakan L(S)L(S).

    Latihan 11.1-3. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} terbatas ke atas dan T⊆ST \subseteq S tak kosong. Buktikan bahwa TT juga terbatas ke atas, dan bahwa U(S)⊆U(T)U(S) \subseteq U(T).

    Latihan 11.1-4. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tak kosong dan misalkan M0=max⁡SM_0 = \max S ada. Buktikan bahwa U(S)=[M0,+∞)={x∈R:x≥M0}U(S) = [M_0, +\infty) = \{x \in \mathbb{R} : x \geq M_0\}.

    Latihan 11.1-5. Misalkan A,B⊆RA, B \subseteq \mathbb{R} keduanya terbatas ke atas. Definisikan A+B={a+b:a∈A,b∈B}A + B = \{a + b : a \in A, b \in B\}. Buktikan bahwa A+BA + B terbatas ke atas. Lebih khusus, jika MA∈U(A)M_A \in U(A) dan MB∈U(B)M_B \in U(B), buktikan bahwa MA+MB∈U(A+B)M_A + M_B \in U(A + B).

    Latihan 11.1-6. Misalkan S={x∈Q:x2<3}S = \{x \in \mathbb{Q} : x^{2} < 3\}. Buktikan bahwa 2∈U(S)2 \in U(S). Buktikan juga bahwa 1∉U(S)1 \notin U(S) dengan mengonstruksi secara eksplisit suatu elemen s∈Ss \in S dengan s>1s > 1. (Anda tidak perlu membahas apakah 3\sqrt{3} rasional atau tidak, dan tidak perlu menyebut supremum.)

    Latihan 11.1-7. Misalkan (P,≤)(P, \leq) adalah poset dan S⊆PS \subseteq P. Buktikan bahwa jika max⁡S\max S ada, maka max⁡S\max S adalah satu-satunya elemen maksimal dalam SS. Konstruksikan contoh poset di mana SS memiliki dua elemen maksimal tetapi tidak memiliki max⁡S\max S.

    Latihan 11.1-8. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tak kosong dan terbatas ke atas. Definisikan −S={−s:s∈S}-S = \{-s : s \in S\}. Buktikan bahwa −S-S tak kosong dan terbatas ke bawah. Lebih khusus, jika M∈U(S)M \in U(S), tunjukkan bahwa −M∈L(−S)-M \in L(-S). Apakah L(−S)={−M:M∈U(S)}L(-S) = \{-M : M \in U(S)\}? Buktikan atau berikan sanggahan.

    Solusi Latihan 11.1-1 dan 11.1-2

    Solusi 11.1-1. Himpunan S={x∈Z:−3≤x≤5}={−3,−2,−1,0,1,2,3,4,5}S = \{x \in \mathbb{Z} : -3 \leq x \leq 5\} = \{-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5\}.

    Klaim: max⁡S=5\max S = 5. Bukti: Pertama, 5∈S5 \in S karena −3≤5≤5-3 \leq 5 \leq 5. Kedua, untuk setiap s∈Ss \in S, definisi SS mensyaratkan s≤5s \leq 5. Jadi 5∈U(S)5 \in U(S) dan 5∈S5 \in S, sehingga max⁡S=5\max S = 5.

    Klaim: min⁡S=−3\min S = -3. Bukti: Pertama, −3∈S-3 \in S karena −3≤−3≤5-3 \leq -3 \leq 5. Kedua, untuk setiap s∈Ss \in S, definisi SS mensyaratkan −3≤s-3 \leq s. Jadi −3∈L(S)-3 \in L(S) dan −3∈S-3 \in S, sehingga min⁡S=−3\min S = -3.

    Klaim: U(S)=[5,+∞)U(S) = [5, +\infty). Bukti: Jika M≥5M \geq 5, maka untuk setiap s∈Ss \in S, s≤5≤Ms \leq 5 \leq M, sehingga M∈U(S)M \in U(S). Jika M<5M < 5, maka 5∈S5 \in S dan 5>M5 > M, sehingga M∉U(S)M \notin U(S). Jadi U(S)={M∈R:M≥5}U(S) = \{M \in \mathbb{R} : M \geq 5\}. Untuk batas bawah: jika m≤−3m\leq-3, maka m≤−3≤sm\leq-3\leq s untuk setiap s∈Ss\in S, sehingga m∈L(S)m\in L(S). Jika m>−3m>-3, anggota −3∈S-3\in S lebih kecil daripada mm, sehingga m∉L(S)m\notin L(S). Jadi L(S)=(−∞,−3]L(S)=(-\infty,-3]. □\square

    Solusi 11.1-2. Himpunan S={nn+1:n∈N, n≥1}S = \left\{\frac{n}{n+1} : n \in \mathbb{N},\, n \geq 1\right\}.

    Keterbatasan ke atas oleh 1. Untuk setiap n≥1n \geq 1, kita punya n<n+1n < n + 1 (karena n+1=n+1>nn + 1 = n + 1 > n), sehingga (karena n+1>0n+1 > 0 dan n+1≥2≥1>0n + 1 \geq 2 \geq 1 > 0) pembagian kedua ruas dengan n+1n + 1 memberikan nn+1<1\frac{n}{n+1} < 1. Jadi setiap anggota SS kurang dari 11, dan khususnya nn+1≤1\frac{n}{n+1} \leq 1. Ini berarti 1∈U(S)1 \in U(S).

    Ketiadaan maksimum. Misalkan s=nn+1∈Ss = \frac{n}{n+1} \in S untuk suatu n≥1n \geq 1. Pertimbangkan elemen yang diperoleh dengan n+1n+1: yaitu s′=n+1n+2∈Ss' = \frac{n+1}{n+2} \in S (karena n+1≥2≥1n + 1 \geq 2 \geq 1). Kita buktikan s′>ss' > s: n+1n+2−nn+1=(n+1)2−n(n+2)(n+2)(n+1)=n2+2n+1−n2−2n(n+2)(n+1)=1(n+2)(n+1)>0\frac{n+1}{n+2} - \frac{n}{n+1} = \frac{(n+1)^{2} - n(n+2)}{(n+2)(n+1)} = \frac{n^{2} + 2n + 1 - n^{2} - 2n}{(n+2)(n+1)} = \frac{1}{(n+2)(n+1)} > 0, karena n≥1n \geq 1 berarti (n+1)(n+2)≥2⋅3=6>0(n+1)(n+2) \geq 2 \cdot 3 = 6 > 0. Jadi untuk setiap s∈Ss \in S, ada s′∈Ss' \in S dengan s′>ss' > s. Tidak ada anggota terbesar; max⁡S\max S tidak ada.

    Batas bawah. Untuk n≥1n\geq1, selisih 2n−(n+1)=n−1≥02n-(n+1)=n-1\geq0. Karena 2(n+1)>02(n+1)>0, pembagian oleh 2(n+1)2(n+1) memberi n/(n+1)≥1/2n/(n+1)\geq1/2. Pada n=1n=1 nilainya 1/21/2, sehingga min⁡S=1/2\min S=1/2. Jika m≤1/2m\leq1/2, maka m≤1/2≤sm\leq1/2\leq s untuk setiap s∈Ss\in S, sehingga m∈L(S)m\in L(S). Jika m>1/2m>1/2, anggota 1/2∈S1/2\in S lebih kecil daripada mm, sehingga m∉L(S)m\notin L(S). Jadi L(S)={m∈R:m≤1/2}=(−∞,1/2]L(S)=\{m\in\mathbb R:m\leq1/2\}=(-\infty,1/2]. Bukti ini tidak memakai Archimedes dan tidak mengklaim minimalitas batas atas 11. □\square

    Solusi Latihan 11.1-3 dan 11.1-4

    Solusi 11.1-3. Diberikan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} terbatas ke atas dan T⊆ST \subseteq S tak kosong.

    Keterbatasan TT ke atas. Karena SS terbatas ke atas, terdapat M∈U(S)M \in U(S), artinya untuk semua s∈Ss \in S, s≤Ms \leq M. Karena T⊆ST \subseteq S, setiap t∈Tt \in T juga merupakan elemen SS, sehingga t≤Mt \leq M. Jadi M∈U(T)M \in U(T), dan TT terbatas ke atas. □\square

    Inklusi U(S)⊆U(T)U(S) \subseteq U(T). Misalkan M∈U(S)M \in U(S). Maka untuk semua s∈Ss \in S, s≤Ms \leq M. Karena setiap t∈Tt \in T adalah anggota SS (sebab T⊆ST \subseteq S), berlaku t≤Mt \leq M. Karena t∈Tt \in T dipilih sebarang, disimpulkan M∈U(T)M \in U(T). Jadi U(S)⊆U(T)U(S) \subseteq U(T).

    Perhatikan bahwa inklusi berlawanan, U(T)⊆U(S)U(T) \subseteq U(S), umumnya gagal: batas atas TT tidak harus batas atas seluruh SS. Misalnya S=[0,2]S = [0,2], T=[0,1]T = [0,1]; maka 1∈U(T)1 \in U(T) tetapi 1∉U(S)1 \notin U(S) karena 2∈S2 \in S dan 2>12 > 1. □\square

    Solusi 11.1-4. Diberikan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tak kosong dengan M0=max⁡SM_0 = \max S. Kita buktikan U(S)=[M0,+∞)U(S) = [M_0, +\infty).

    [M0,+∞)⊆U(S)[M_0, +\infty) \subseteq U(S). Misalkan M≥M0M \geq M_0. Untuk setiap s∈Ss \in S, karena M0=max⁡SM_0 = \max S, berlaku s≤M0s \leq M_0. Karena M0≤MM_0 \leq M, transitif memberikan s≤Ms \leq M. Jadi M∈U(S)M \in U(S).

    U(S)⊆[M0,+∞)U(S) \subseteq [M_0, +\infty). Misalkan M∈U(S)M \in U(S). Karena M0∈SM_0 \in S (sebab M0=max⁡S∈SM_0 = \max S \in S) dan MM adalah batas atas, berlaku M0≤MM_0 \leq M. Jadi M∈[M0,+∞)M \in [M_0, +\infty).

    Kedua inklusi memberikan U(S)=[M0,+∞)U(S) = [M_0, +\infty). □\square

    Solusi Latihan 11.1-5 dan 11.1-6

    Solusi 11.1-5. Diberikan A,B⊆RA, B \subseteq \mathbb{R} terbatas ke atas, MA∈U(A)M_A \in U(A), MB∈U(B)M_B \in U(B). Kita buktikan MA+MB∈U(A+B)M_A + M_B \in U(A + B).

    Misalkan c∈A+Bc \in A + B. Berdasarkan definisi A+BA + B, terdapat a∈Aa \in A dan b∈Bb \in B dengan c=a+bc = a + b. Karena MA∈U(A)M_A \in U(A), berlaku a≤MAa \leq M_A. Karena MB∈U(B)M_B \in U(B), berlaku b≤MBb \leq M_B. Menjumlahkan kedua ketaksamaan: a+b≤MA+MBa + b \leq M_A + M_B, yaitu c≤MA+MBc \leq M_A + M_B. Karena c∈A+Bc \in A + B dipilih sebarang, disimpulkan MA+MB∈U(A+B)M_A + M_B \in U(A+B). Khususnya U(A+B)≠∅U(A+B) \neq \emptyset, sehingga A+BA+B terbatas ke atas. □\square

    Solusi 11.1-6. Diberikan S={x∈Q:x2<3}S = \{x \in \mathbb{Q} : x^{2} < 3\}.

    Bukti 2∈U(S)2 \in U(S). Misalkan x∈Sx \in S. Maka x∈Qx \in \mathbb{Q} dan x2<3x^{2} < 3. Kita perlu menunjukkan x≤2x \leq 2. Asumsikan kontradiksi: x>2x > 2. Karena 2>02 > 0 dan x>2>0x > 2 > 0, kita dapat mengalikan kedua sisi ketaksamaan x>2x > 2 dengan xx (positif) untuk memperoleh x2>2xx^{2} > 2x. Mengalikan lagi ketaksamaan x>2x > 2 dengan 22 memberikan 2x>42x > 4. Transitif: x2>2x>4>3x^{2} > 2x > 4 > 3. Ini kontradiksi dengan x2<3x^{2} < 3. Jadi x≤2x \leq 2, dan 2∈U(S)2 \in U(S). □\square

    Bukti 1∉U(S)1 \notin U(S). Kita konstruksi eksplisit s∈Ss \in S dengan s>1s > 1. Pertimbangkan s=32∈Qs = \frac{3}{2} \in \mathbb{Q}. Periksa: s2=(32)2=94=2,25<3s^{2} = \left(\frac{3}{2}\right)^{2} = \frac{9}{4} = 2{,}25 < 3. Jadi s∈Ss \in S. Karena s=32=1,5>1s = \frac{3}{2} = 1{,}5 > 1, disimpulkan s>1s > 1, sehingga 1∉U(S)1 \notin U(S) (oleh Lemma 11.1.15(b)). □\square

    Solusi Latihan 11.1-7 dan 11.1-8

    Solusi 11.1-7.

    Bagian 1: Jika max⁡S\max S ada, ia adalah satu-satunya elemen maksimal. Misalkan g=max⁡Sg=\max S. Elemen gg sendiri maksimal: jika g<sg<s untuk suatu s∈Ss\in S, definisi maksimum memberi s≤gs\leq g, bertentangan dengan antisimetri dan g≠sg\neq s. Sekarang misalkan m∈Sm\in S adalah elemen maksimal. Kita buktikan m=gm = g. Karena g=max⁡Sg = \max S dan m∈Sm \in S, berlaku m≤gm \leq g. Jika m<gm < g, maka karena g∈Sg \in S, ini berarti ada elemen g∈Sg \in S dengan m<gm < g, yang bertentangan dengan maksimalitas mm. Jadi m=gm = g. Setiap elemen maksimal sama dengan gg, artinya gg adalah satu-satunya elemen maksimal. □\square

    Bagian 2: Contoh poset dengan dua elemen maksimal tanpa max⁡S\max S. Ambil dua elemen berbeda a≠ba\neq b dan P={{a},{b},{a,b}}P = \{\{a\}, \{b\}, \{a,b\}\} dengan urutan parsial inklusi ⊆\subseteq, dan S={{a},{b}}⊆PS = \{\{a\}, \{b\}\} \subseteq P. Elemen {a}\{a\} dan {b}\{b\} tidak terbandingkan: {a}⊈{b}\{a\} \not\subseteq \{b\} dan {b}⊈{a}\{b\} \not\subseteq \{a\}. Keduanya maksimal dalam SS: tidak ada elemen SS yang lebih besar dari {a}\{a\} (satu-satunya kandidat adalah {b}\{b\}, yang tidak terbandingkan), dan simetris untuk {b}\{b\}. Namun max⁡S\max S tidak ada: untuk menjadi maksimum, suatu elemen harus ⊇\supseteq semua elemen SS; {a}⊉{b}\{a\} \not\supseteq \{b\} dan {b}⊉{a}\{b\} \not\supseteq \{a\}. □\square

    Solusi 11.1-8. Diberikan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tak kosong dan terbatas ke atas. −S={−s:s∈S}-S = \{-s : s \in S\}.

    −S-S tak kosong. Karena S≠∅S \neq \emptyset, ada s0∈Ss_0 \in S, sehingga −s0∈−S-s_0 \in -S, jadi −S≠∅-S \neq \emptyset.

    Jika M∈U(S)M \in U(S) maka −M∈L(−S)-M \in L(-S). Misalkan m′∈−Sm' \in -S. Maka m′=−sm' = -s untuk suatu s∈Ss \in S. Karena M∈U(S)M \in U(S), s≤Ms \leq M. Mengalikan dengan −1-1 dan membalik arah ketaksamaan: −M≤−s=m′-M \leq -s = m'. Jadi −M≤m′-M \leq m' untuk setiap m′∈−Sm' \in -S, artinya −M∈L(−S)-M \in L(-S). Khususnya L(−S)≠∅L(-S) \neq \emptyset, sehingga −S-S terbatas ke bawah. □\square

    Apakah L(−S)={−M:M∈U(S)}L(-S) = \{-M : M \in U(S)\}? Ya. Kita buktikan kesetaraan ini.

    (⊇)(\supseteq): Sudah dibuktikan di atas: setiap −M-M dengan M∈U(S)M \in U(S) adalah anggota L(−S)L(-S).

    (⊆)(\subseteq): Misalkan m′∈L(−S)m' \in L(-S). Maka untuk semua t∈−St \in -S, m′≤tm' \leq t. Artinya untuk semua s∈Ss \in S (karena −s∈−S-s \in -S), m′≤−sm' \leq -s, sehingga s≤−m′s \leq -m'. Jadi −m′∈U(S)-m' \in U(S). Tulis M0=−m′M_0 = -m'; maka M0∈U(S)M_0 \in U(S) dan m′=−M0∈{−M:M∈U(S)}m' = -M_0 \in \{-M : M \in U(S)\}. □\square

    Persamaan ini dipakai pada Proposisi 11.2.14 dan Teorema 11.3.3 ketika membuktikan hubungan antara supremum dan infimum, dalam bentuk inf⁡S=−sup⁡(−S)\inf S=-\sup(-S); mengganti SS dengan −S-S memberi bentuk setara inf⁡(−S)=−sup⁡(S)\inf(-S) = -\sup(S).

    Ringkasan Konseptual dan Hubungan Antar Konsep

    Tabel berikut merangkum secara verbal hubungan antara konsep-konsep yang telah dibangun dalam unit ini. Untuk batas real, maksimum/minimum real, dan pratinjau supremum, semestanya S⊆RS\subseteq\mathbb R; pembahasan maksimal/minimal juga mencakup poset umum.

    Batas atas (U(S)U(S)): Himpunan semua M∈RM \in \mathbb{R} yang tidak dilampaui oleh satu pun anggota SS. Tidak harus anggota SS. Tertutup ke arah atas (Lemma 11.1.2(a)). Bisa kosong (ketika SS tidak terbatas ke atas).

    Maksimum (max⁡S\max S): Anggota SS yang merupakan batas atas SS. Tunggal bila ada (Teorema 11.1.4). Adalah batas atas terkecil (Lemma 11.1.5). Berlaku untuk setiap lapangan terurut, termasuk Q\mathbb{Q}.

    Maksimal dalam poset: Anggota SS yang tidak dilampaui oleh satu pun anggota lain SS. Pada urutan total, ekuivalen dengan maksimum (Teorema 11.1.8). Pada poset umum, bisa ada banyak elemen maksimal tanpa maksimum (Contoh 11.1.7).

    Supremum (sup⁡S\sup S): Batas atas terkecil dari SS. Didefinisikan dan dibahas pada Unit 11.2. Tidak harus anggota SS. Eksistensinya dijamin oleh aksioma kelengkapan R\mathbb{R} (Unit 11.3) untuk setiap S≠∅S \neq \emptyset yang terbatas ke atas. Di Q\mathbb{Q}, supremum mungkin tidak ada di Q\mathbb{Q}.

    Rantai implikasi yang perlu diingat: Jika max⁡S\max S ada, maka sup⁡S\sup S ada dan sup⁡S=max⁡S\sup S = \max S. Sebaliknya tidak berlaku umum: sup⁡S\sup S bisa ada tanpa max⁡S\max S ada (contoh: S=(0,1)S = (0,1), sup⁡S=1∉S\sup S = 1 \notin S).

    Pada unit ini tidak ada kelengkapan yang dipakai. Semua bukti berlaku di lapangan terurut mana pun. Kelengkapan baru masuk pada Unit 11.3 sebagai aksioma, dan implikasinya—Archimedes, kerapatan Q\mathbb{Q} dan kerapatan bilangan irasional di R\mathbb{R}—dikembangkan sesudahnya. Urutan logis ini menjamin tidak ada sirkularitas: kita tidak menggunakan Archimedes untuk membuktikan eksistensi maksimum pada himpunan berhingga (Teorema 11.1.14), tidak menggunakan kontinuitas untuk membuktikan ketiadaan maksimum pada (0,1)(0,1), dan tidak menggunakan kerapatan untuk membuktikan sifat batas pada selang.

    Catatan Pinjaman Maju dan Pranala ke Unit Berikutnya

    Unit ini membuka serangkaian utang logis yang akan ditutup secara bertahap dalam bab-bab selanjutnya. Kita catat secara eksplisit status pinjaman berikut agar pembaca dapat melacak di mana masing-masing utang diselesaikan.

    Pinjaman (i): Prasyarat Archimedes (Bab 8.3). Ketakterbatasan N\mathbb N ke atas dalam R\mathbb R adalah sifat Archimedes. Dalam rute buku ini, pembuktiannya memakai aksioma kelengkapan yang akan dinyatakan pada Unit 11.3, lalu Archimedes dibuktikan pada Unit 11.4 sebelum kerapatan rasional dan irasional. Kelengkapan merupakan asumsi cukup untuk rute ini, bukan syarat perlu bagi setiap lapangan Archimedes. Pinjaman Bab 8.3, termasuk ketergantungan Lema 8.3.3 dan Teorema 8.3.4, masih terbuka sampai bukti terkait benar-benar ditulis dan ditelaah. Pada unit ini Archimedes tidak dipakai; ketakterbatasan R\mathbb R sendiri (Contoh 11.1.12) memakai M+1>MM+1>M dan m−1<mm-1<m.

    Pinjaman (ii): Keberadaan 2\sqrt2 sebagai bilangan real positif (Bab 8.4). Keberadaan ini telah digunakan sebagai asumsi pada pembahasan terdahulu dan disebut hanya sebagai pratinjau dalam motivasi unit ini. Rencana Unit 11.3 membuktikan keberadaan akar positif melalui supremum; pinjaman belum dinyatakan tertutup sebelum bukti tersebut tersedia dan ditelaah. Bukti batas dan ekstrem dalam unit ini tidak memakai keberadaan 2\sqrt2.

    Pinjaman (iii): Eksistensi akar positif umum (Bab 9.3B). Untuk a>0a>0 dan bilangan asli n≥1n\geq1, keberadaan b>0b>0 dengan bn=ab^n=a telah dipakai sebagai pinjaman maju di Bab 9.3B. Bukti melalui perturbasi aljabar dan supremum direncanakan pada Unit 11.3; statusnya masih terbuka sampai bukti itu ditulis dan ditelaah. Keunikan tidak memerlukan kelengkapan: jika 0<b<c0<b<c, monotonik ketat pangkat asli derajat n≥1n\geq1 memberi bn<cnb^n<c^n, sehingga dua akar positif dari aa tidak mungkin berbeda. Kelengkapan adalah asumsi cukup bagi rute eksistensi yang direncanakan, bukan syarat perlu bagi setiap keberadaan akar.

    Pranala ke Unit 11.2. Unit 11.2 akan mendefinisikan supremum sebagai batas atas terkecil dan infimum sebagai batas bawah terbesar, kemudian membuktikan karakterisasi ε\varepsilon: M=sup⁡SM = \sup S jika dan hanya jika M∈U(S)M \in U(S) dan untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 terdapat s∈Ss \in S dengan s>M−εs > M - \varepsilon. Lemma 11.1.16 dalam unit ini adalah prototipe teknik yang akan digeneralisasi menjadi karakterisasi tersebut. Pembaca sebaiknya memastikan penguasaan penuh terhadap definisi dan bukti dalam unit ini sebelum melanjutkan ke Unit 11.2.

    11.2 Definisi Supremum (Least Upper Bound) dan Infimum (Greatest Lower Bound)

    Unit ini membangun fondasi rigor untuk dua konsep sentral analisis matematika: supremum dan infimum suatu himpunan bilangan real. Kedua konsep ini merupakan alat utama yang akan dipakai di seluruh buku untuk membuktikan keberadaan limit, kedalaman sifat kelengkapan R\mathbb{R}, dan berbagai hasil analitik lainnya. Pembaca diasumsikan telah mengenal lapangan terurut R\mathbb{R} dari Bab 9–10, penyisipan N,Z,Q\mathbb{N}, \mathbb{Z}, \mathbb{Q} dari Bab 8, serta dasar induksi dari Bab 7.

    Perlu ditekankan sejak awal: definisi supremum dan infimum tidak menjamin bahwa setiap himpunan memilikinya. Keberadaan supremum untuk himpunan yang tidak kosong dan dibatasi dari atas adalah isi Aksioma Kelengkapan R\mathbb{R}, yang akan dinyatakan secara eksplisit pada Unit 11.3. Unit ini hanya mendefinisikan apa arti supremum dan infimum, membuktikan keunikannya bila ada, serta mengembangkan karakterisasi epsilon yang esensial untuk pembuktian selanjutnya.

    Motivasi: Mengapa Batas Atas Saja Tidak Cukup

    Misalkan S=(0,1)⊂RS = (0,1) \subset \mathbb{R}. Himpunan ini dibatasi dari atas: bilangan 22, 55, maupun 1,0011{,}001 semuanya merupakan batas atas SS. Namun batas-batas atas ini sangat bervariasi dan tidak memberikan informasi yang tajam tentang "sejauh mana" himpunan SS dapat mencapai. Yang ingin kita ketahui adalah batas atas yang paling ketat, yakni batas atas yang paling kecil di antara semua batas atas yang ada.

    Secara intuitif, batas atas paling ketat dari (0,1)(0,1) adalah 11: setiap bilangan yang lebih kecil dari 11 bukanlah batas atas (0,1)(0,1), karena kita dapat selalu menemukan unsur SS yang lebih besar dari bilangan tersebut. Namun intuisi ini harus dikristalisasi menjadi definisi yang ketat, yang kemudian dapat dipakai dalam bukti-bukti formal. Inilah tujuan unit ini: merumuskan definisi supremum dan infimum secara berkuantor dan berdomain, lalu membuktikan sifat-sifat fundamentalnya dari definisi tersebut.

    Motivasi serupa berlaku untuk batas bawah. Himpunan (0,1)(0,1) memiliki banyak batas bawah, misalnya −3-3, −1-1, dan 00. Batas bawah terbesar di antara semuanya adalah 00: setiap bilangan yang lebih besar dari 00 bukan lagi batas bawah (0,1)(0,1). Konsep ini disebut infimum. Dualitas antara supremum dan infimum akan terbukti sangat berguna: banyak pernyataan tentang infimum dapat direduksi menjadi pernyataan tentang supremum melalui refleksi tanda.

    Batas Atas, Batas Bawah, dan Himpunan Terbatas

    Definisi 11.2.1. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}. Bilangan real u∈Ru \in \mathbb{R} disebut batas atas (upper bound) dari SS apabila

    ∀ t∈S,t≤u.\forall\, t \in S,\quad t \leq u.

    Bilangan real ℓ∈R\ell \in \mathbb{R} disebut batas bawah (lower bound) dari SS apabila

    ∀ t∈S,ℓ≤t.\forall\, t \in S,\quad \ell \leq t.

    Himpunan SS disebut terbatas dari atas (bounded above) apabila terdapat suatu batas atas dari SS; terbatas dari bawah (bounded below) apabila terdapat suatu batas bawah dari SS; dan terbatas (bounded) apabila SS terbatas dari atas sekaligus dari bawah.

    Catatan. Batas atas maupun batas bawah suatu himpunan tidak harus berada di dalam himpunan itu sendiri. Sebagai contoh, u=1u = 1 adalah batas atas dari (0,1)(0,1) meskipun 1∉(0,1)1 \notin (0,1). Sebaliknya, m=max⁡Sm = \max S bila ada adalah batas atas yang sekaligus unsur SS. Perbedaan ini akan dipertegas dalam definisi dan proposisi berikutnya.

    Definisi 11.2.2. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} dan S≠∅S \neq \emptyset. Unsur M∈SM \in S disebut maksimum (maximum) dari SS apabila MM adalah batas atas SS, yaitu

    ∀ t∈S,t≤M.\forall\, t \in S,\quad t \leq M.

    Unsur m∈Sm \in S disebut minimum (minimum) dari SS apabila mm adalah batas bawah SS, yaitu

    ∀ t∈S,m≤t.\forall\, t \in S,\quad m \leq t.

    Bila ada, masing-masing ditulis max⁡S\max S dan min⁡S\min S.

    Untuk S=∅S=\emptyset, setiap bilangan real merupakan batas atas sekaligus batas bawah, sebab kedua pernyataan berkuantor universal itu benar secara vakum. Jadi ∅\emptyset terbatas, tetapi tidak memiliki maksimum atau minimum karena tidak memiliki unsur. Tidak ada batas atas terkecil di R\mathbb{R}: untuk setiap batas atas uu, bilangan u−1u-1 juga batas atas dan lebih kecil. Secara dual, setiap batas bawah ℓ\ell dikalahkan oleh batas bawah ℓ+1\ell+1. Dengan demikian, bahkan jika rumusan supremum dan infimum berikut diterapkan pada himpunan kosong, tidak ada nilai real yang memenuhinya. Unit ini tidak memakai bilangan real diperluas.

    Definisi Supremum dan Infimum

    Definisi 11.2.3. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} dan S≠∅S \neq \emptyset. Bilangan real ss disebut supremum (least upper bound) dari SS, ditulis s=sup⁡Ss = \sup S, apabila kedua syarat berikut dipenuhi:

    (S1) ss adalah batas atas dari SS: ∀ t∈S, t≤s\forall\, t \in S,\ t \leq s.

    (S2) ss adalah batas atas terkecil: ∀ u∈R, (u batas atas S)⇒s≤u\forall\, u \in \mathbb{R},\ \bigl(u \text{ batas atas } S \bigr) \Rightarrow s \leq u.

    Syarat (S2) dapat dituliskan pula sebagai: untuk setiap u∈Ru \in \mathbb{R} dengan u<su < s, uu bukan batas atas SS.

    Definisi 11.2.4. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} dan S≠∅S \neq \emptyset. Bilangan real ii disebut infimum (greatest lower bound) dari SS, ditulis i=inf⁡Si = \inf S, apabila kedua syarat berikut dipenuhi:

    (I1) ii adalah batas bawah dari SS: ∀ t∈S, i≤t\forall\, t \in S,\ i \leq t.

    (I2) ii adalah batas bawah terbesar: ∀ ℓ∈R, (ℓ batas bawah S)⇒ℓ≤i\forall\, \ell \in \mathbb{R},\ \bigl(\ell \text{ batas bawah } S \bigr) \Rightarrow \ell \leq i.

    Peringatan penting. Definisi di atas tidak menjamin bahwa sup⁡S\sup S atau inf⁡S\inf S selalu ada untuk setiap S≠∅S \neq \emptyset. Sebagai contoh langsung, S=RS=\mathbb{R} tidak mempunyai batas atas: setiap calon batas u∈Ru\in\mathbb{R} dilampaui oleh u+1∈Su+1\in S. Himpunan S=N={0,1,2,…}S=\mathbb{N}=\{0,1,2,\ldots\} juga tidak mempunyai batas atas di R\mathbb{R}, tetapi fakta ini adalah Sifat Archimedes yang baru dibuktikan pada Unit 11.4; di sini fakta itu hanya rujukan maju. Himpunan S={x∈Q:x2<2}S=\{x\in\mathbb{Q}:x^2<2\} terbatas dari atas di Q\mathbb{Q}, tetapi tidak memiliki supremum di Q\mathbb{Q}; klaim terakhir akan dibuktikan dalam pembahasan ketidaklengkapan Q\mathbb{Q} pada Unit 11.3, bukan dipakai sebagai hasil yang telah dibuktikan di sini. Perhatikan bahwa batas dan supremum pada contoh terakhir dicari dalam lingkungan Q\mathbb{Q}, bukan R\mathbb{R}. Notasi sup⁡S\sup S hanya dipakai bila keberadaannya telah diketahui atau diasumsikan.

    Keunikan Supremum dan Infimum

    Proposisi 11.2.5 (Keunikan Supremum). Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset. Jika s1s_{1} dan s2s_{2} keduanya merupakan supremum dari SS, maka s1=s2s_{1} = s_{2}.

    Bukti. Misalkan s1=sup⁡Ss_{1} = \sup S dan s2=sup⁡Ss_{2} = \sup S. Karena s1s_{1} adalah supremum, syarat (S2) memberikan: untuk setiap batas atas uu dari SS, berlaku s1≤us_{1} \leq u. Karena s2s_{2} adalah batas atas dari SS (syarat S1), maka s1≤s2s_{1} \leq s_{2}. Dengan argumen yang simetris, karena s2s_{2} adalah supremum dan s1s_{1} adalah batas atas SS, maka s2≤s1s_{2} \leq s_{1}. Dari s1≤s2s_{1} \leq s_{2} dan s2≤s1s_{2} \leq s_{1}, sifat antisimetri urutan di R\mathbb{R} memberikan s1=s2s_{1} = s_{2}. □\square

    Proposisi 11.2.6 (Keunikan Infimum). Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset. Jika i1i_{1} dan i2i_{2} keduanya merupakan infimum dari SS, maka i1=i2i_{1} = i_{2}.

    Bukti. Misalkan i1=inf⁡Si_{1} = \inf S dan i2=inf⁡Si_{2} = \inf S. Karena i1i_{1} adalah infimum, syarat (I2) memberikan: untuk setiap batas bawah ℓ\ell dari SS, berlaku ℓ≤i1\ell \leq i_{1}. Karena i2i_{2} adalah batas bawah dari SS (syarat I1), maka i2≤i1i_{2} \leq i_{1}. Dengan argumen simetris, karena i2i_{2} adalah infimum dan i1i_{1} adalah batas bawah SS, maka i1≤i2i_{1} \leq i_{2}. Oleh antisimetri urutan, i1=i2i_{1} = i_{2}. □\square

    Keunikan ini membenarkan pemakaian notasi sup⁡S\sup S dan inf⁡S\inf S (dengan artikel tertentu "the") begitu keberadaannya diketahui.

    Hubungan Maksimum dengan Supremum, dan Minimum dengan Infimum

    Proposisi 11.2.7. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset. Maksimum max⁡S\max S ada jika dan hanya jika sup⁡S\sup S ada dan sup⁡S∈S\sup S \in S. Bila keduanya ada, max⁡S=sup⁡S\max S = \sup S.

    Bukti.

    Arah pertama (⇒)(\Rightarrow): Misalkan M=max⁡SM = \max S ada. Maka M∈SM \in S dan ∀ t∈S, t≤M\forall\, t \in S,\ t \leq M, sehingga MM adalah batas atas dari SS (syarat S1). Kini misalkan uu adalah sembarang batas atas dari SS. Karena M∈SM \in S, maka dari definisi batas atas berlaku M≤uM \leq u (syarat S2). Jadi M=sup⁡SM = \sup S. Karena M∈SM \in S, maka sup⁡S∈S\sup S \in S.

    Arah kedua (⇐)(\Leftarrow): Misalkan sup⁡S\sup S ada dan s:=sup⁡S∈Ss := \sup S \in S. Dari syarat (S1), ss adalah batas atas dari SS, yaitu ∀ t∈S, t≤s\forall\, t \in S,\ t \leq s. Karena juga s∈Ss \in S, maka berdasarkan Definisi 11.2.2, s=max⁡Ss = \max S. □\square

    Proposisi 11.2.8. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset. Minimum min⁡S\min S ada jika dan hanya jika inf⁡S\inf S ada dan inf⁡S∈S\inf S \in S. Bila keduanya ada, min⁡S=inf⁡S\min S = \inf S.

    Bukti.

    Arah pertama (⇒)(\Rightarrow): Misalkan m=min⁡Sm = \min S ada. Maka m∈Sm \in S dan ∀ t∈S, m≤t\forall\, t \in S,\ m \leq t, sehingga mm adalah batas bawah dari SS (syarat I1). Jika ℓ\ell adalah sembarang batas bawah dari SS, maka karena m∈Sm \in S, berlaku ℓ≤m\ell \leq m (syarat I2). Jadi m=inf⁡Sm = \inf S dan inf⁡S=m∈S\inf S = m \in S.

    Arah kedua (⇐)(\Leftarrow): Misalkan inf⁡S\inf S ada dan i:=inf⁡S∈Si := \inf S \in S. Dari (I1), ii adalah batas bawah SS, yaitu ∀ t∈S, i≤t\forall\, t \in S,\ i \leq t. Karena i∈Si \in S, maka i=min⁡Si = \min S. □\square

    Karakterisasi Epsilon untuk Supremum

    Verifikasi langsung dari definisi (S1)–(S2) seringkali sukar dalam praktik. Karakterisasi berikut memberikan cara yang lebih operasional untuk memeriksa bahwa suatu bilangan adalah supremum, dan merupakan alat utama dalam hampir semua bukti analitik.

    Teorema 11.2.9 (Karakterisasi Supremum). Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset, dan misalkan s∈Rs \in \mathbb{R}. Pernyataan-pernyataan berikut saling setara:

    (a) s=sup⁡Ss = \sup S.

    (b) ss adalah batas atas dari SS, dan untuk setiap y∈Ry \in \mathbb{R} dengan y<sy < s, terdapat t∈St \in S sehingga y<ty < t.

    (c) ss adalah batas atas dari SS, dan untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, terdapat t∈St \in S sehingga s−ε<t≤ss - \varepsilon < t \leq s.

    Bukti.

    Tantang calon supremumUntuk: Bab 11, Karakterisasi Epsilon untuk Supremum (M11-01)

    (a) ⇒\Rightarrow (b): Asumsikan s=sup⁡Ss = \sup S. Maka ss adalah batas atas SS (dari S1). Misalkan y<sy < s. Kita klaim yy bukan batas atas SS. Jika yy adalah batas atas SS, maka dari (S2) harus berlaku s≤ys \leq y, yang kontradiksi dengan y<sy < s. Jadi yy bukan batas atas SS, artinya terdapat t∈St \in S dengan t>yt > y, yaitu y<ty < t.

    (b) ⇒\Rightarrow (a): Asumsikan (b). Maka ss adalah batas atas SS. Misalkan uu adalah sembarang batas atas SS; kita perlu menunjukkan s≤us \leq u. Andaikan untuk kontradiksi bahwa u<su < s. Pilih y:=uy := u; maka y<sy < s dan menurut (b) terdapat t∈St \in S dengan t>y=ut > y = u. Namun ini berarti t>ut > u padahal uu adalah batas atas SS dan t∈St \in S, sehingga seharusnya t≤ut \leq u. Kontradiksi. Jadi s≤us \leq u, yang membuktikan (S2), sehingga s=sup⁡Ss = \sup S.

    (b) ⇒\Rightarrow (c): Asumsikan (b). Maka ss adalah batas atas SS. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih y:=s−εy := s - \varepsilon; maka y<sy < s. Menurut (b), terdapat t∈St \in S dengan t>y=s−εt > y = s - \varepsilon. Karena ss adalah batas atas dan t∈St \in S, berlaku t≤st \leq s. Jadi s−ε<t≤ss - \varepsilon < t \leq s, yang merupakan (c).

    (c) ⇒\Rightarrow (b): Asumsikan (c). Maka ss adalah batas atas SS. Misalkan y<sy < s. Pilih ε:=s−y>0\varepsilon := s - y > 0 (karena y<sy < s). Menurut (c), terdapat t∈St \in S dengan t>s−ε=s−(s−y)=yt > s - \varepsilon = s - (s - y) = y. Jadi t>yt > y, yang merupakan (b). □\square

    Catatan penting. Syarat "ss adalah batas atas dari SS" pada (b) dan (c) tidak boleh dibuang. Ambil S=RS=\mathbb{R} dan s=100s=100. Untuk setiap y<100y<100, saksi t=100∈St=100\in S memenuhi y<ty<t; untuk setiap ε>0\varepsilon>0, saksi yang sama memenuhi 100−ε<t≤100100-\varepsilon<t\leq100. Namun 100100 bukan batas atas SS, sebab 101∈S101\in S dan 101>100101>100. Jadi syarat pendekatan itu sendiri tidak cukup untuk menjadikan 100100 supremum. Contoh ini tidak memerlukan Sifat Archimedes.

    Karakterisasi Epsilon untuk Infimum

    Teorema 11.2.10 (Karakterisasi Infimum). Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset, dan misalkan i∈Ri \in \mathbb{R}. Pernyataan-pernyataan berikut saling setara:

    (a) i=inf⁡Si = \inf S.

    (b) ii adalah batas bawah dari SS, dan untuk setiap y∈Ry \in \mathbb{R} dengan y>iy > i, terdapat t∈St \in S sehingga t<yt < y.

    (c) ii adalah batas bawah dari SS, dan untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, terdapat t∈St \in S sehingga i≤t<i+εi \leq t < i + \varepsilon.

    Bukti.

    (a) ⇒\Rightarrow (b): Asumsikan i=inf⁡Si = \inf S. Maka ii adalah batas bawah SS (dari I1). Misalkan y>iy > i. Kita klaim yy bukan batas bawah SS. Jika yy adalah batas bawah SS, maka dari (I2) harus berlaku y≤iy \leq i, yang kontradiksi dengan y>iy > i. Jadi yy bukan batas bawah SS, artinya terdapat t∈St \in S dengan t<yt < y.

    (b) ⇒\Rightarrow (a): Asumsikan (b). Maka ii adalah batas bawah SS. Misalkan ℓ\ell adalah sembarang batas bawah SS; kita perlu menunjukkan ℓ≤i\ell \leq i. Andaikan ℓ>i\ell > i. Pilih y:=ℓy := \ell; maka y>iy > i dan menurut (b) terdapat t∈St \in S dengan t<y=ℓt < y = \ell. Namun ini berarti t<ℓt < \ell padahal ℓ\ell adalah batas bawah SS dan t∈St \in S, sehingga seharusnya t≥ℓt \geq \ell. Kontradiksi. Jadi ℓ≤i\ell \leq i, membuktikan (I2), sehingga i=inf⁡Si = \inf S.

    (b) ⇒\Rightarrow (c): Asumsikan (b). Maka ii adalah batas bawah SS. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih y:=i+εy := i + \varepsilon; maka y>iy > i. Menurut (b), terdapat t∈St \in S dengan t<y=i+εt < y = i + \varepsilon. Karena ii adalah batas bawah dan t∈St \in S, berlaku t≥it \geq i. Jadi i≤t<i+εi \leq t < i + \varepsilon, yang merupakan (c).

    (c) ⇒\Rightarrow (b): Asumsikan (c). Maka ii adalah batas bawah SS. Misalkan y>iy > i. Pilih ε:=y−i>0\varepsilon := y - i > 0. Menurut (c), terdapat t∈St \in S dengan t<i+ε=i+(y−i)=yt < i + \varepsilon = i + (y - i) = y. Jadi t<yt < y, yang merupakan (b). □\square

    Contoh-Contoh Lengkap

    Contoh 11.2.11. Misalkan S=(0,1)S = (0,1). Kita klaim sup⁡S=1\sup S = 1 dan inf⁡S=0\inf S = 0. Setelah kedua klaim supremum dan infimum dibuktikan di bawah, Proposisi 11.2.7 dan 11.2.8 menunjukkan bahwa max⁡S\max S dan min⁡S\min S tidak ada, karena 1∉S1\notin S dan 0∉S0\notin S.

    Bukti sup⁡S=1\sup S = 1: Pertama, untuk setiap t∈(0,1)t \in (0,1) berlaku t<1t < 1, jadi 11 adalah batas atas SS. Kedua, kita verifikasi karakterisasi (c) dari Teorema 11.2.9. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih

    t:=1−min⁡ ⁣(12, ε2).t := 1 - \min\!\Bigl(\tfrac{1}{2},\, \tfrac{\varepsilon}{2}\Bigr).

    Karena min⁡(1/2,ε/2)>0\min(1/2, \varepsilon/2) > 0, maka t<1t < 1. Karena min⁡(1/2,ε/2)≤1/2<1\min(1/2, \varepsilon/2) \leq 1/2 < 1, maka t=1−min⁡(1/2,ε/2)>1−1=0t = 1 - \min(1/2,\varepsilon/2) > 1 - 1 = 0, jadi t>0t > 0. Oleh karena itu t∈(0,1)=St \in (0,1) = S. Selanjutnya, min⁡(1/2,ε/2)≤ε/2<ε\min(1/2,\varepsilon/2) \leq \varepsilon/2 < \varepsilon, sehingga

    t=1−min⁡ ⁣(12,ε2)>1−ε.t = 1 - \min\!\Bigl(\tfrac{1}{2}, \tfrac{\varepsilon}{2}\Bigr) > 1 - \varepsilon.

    Jadi 1−ε<t≤11 - \varepsilon < t \leq 1 (karena t<1≤1t < 1 \leq 1), dan karakterisasi (c) terpenuhi. Dengan demikian sup⁡S=1\sup S = 1.

    Bukti inf⁡S=0\inf S = 0: Pertama, untuk setiap t∈(0,1)t \in (0,1) berlaku t>0t > 0, jadi 00 adalah batas bawah SS. Kedua, kita verifikasi karakterisasi (c) dari Teorema 11.2.10. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih

    t:=min⁡ ⁣(12, ε2).t := \min\!\Bigl(\tfrac{1}{2},\, \tfrac{\varepsilon}{2}\Bigr).

    Karena min⁡(1/2,ε/2)>0\min(1/2, \varepsilon/2) > 0, maka t>0t > 0. Karena min⁡(1/2,ε/2)≤1/2<1\min(1/2,\varepsilon/2) \leq 1/2 < 1, maka t<1t < 1. Jadi t∈(0,1)=St \in (0,1) = S. Selanjutnya, min⁡(1/2,ε/2)≤ε/2<ε\min(1/2,\varepsilon/2) \leq \varepsilon/2 < \varepsilon, sehingga

    0≤t=min⁡ ⁣(12,ε2)<ε,0 \leq t = \min\!\Bigl(\tfrac{1}{2},\tfrac{\varepsilon}{2}\Bigr) < \varepsilon,

    yaitu 0≤t<0+ε0 \leq t < 0 + \varepsilon. Karakterisasi (c) dari Teorema 11.2.10 terpenuhi. Jadi inf⁡S=0\inf S = 0. □\square

    Contoh 11.2.12. Misalkan S=[2,5)S = [2,5). Kita klaim inf⁡S=2=min⁡S\inf S = 2 = \min S dan sup⁡S=5\sup S = 5, namun max⁡S\max S tidak ada.

    Bukti inf⁡S=2=min⁡S\inf S = 2 = \min S: Karena 2∈[2,5)2 \in [2,5) dan ∀ t∈[2,5), t≥2\forall\, t \in [2,5),\ t \geq 2, maka 2=min⁡S2 = \min S. Dari Proposisi 11.2.8, 2=inf⁡S2 = \inf S.

    Bukti sup⁡S=5\sup S = 5: Untuk setiap t∈[2,5)t \in [2,5) berlaku t<5t < 5, jadi 55 adalah batas atas. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih t:=5−min⁡(1/2,ε/2)t := 5 - \min(1/2, \varepsilon/2). Maka t≥5−1/2=9/2≥2t \geq 5 - 1/2 = 9/2 \geq 2 dan t<5t < 5, sehingga t∈[2,5)t \in [2,5). Juga t>5−εt > 5 - \varepsilon. Karakterisasi (c) Teorema 11.2.9 terpenuhi, jadi sup⁡S=5\sup S = 5.

    Tidak ada maksimum: Andaikan M=max⁡SM = \max S ada. Maka M∈[2,5)M \in [2,5) sehingga M<5M < 5. Pilih M′:=(M+5)/2M' := (M + 5)/2; maka M<M′<5M < M' < 5, sehingga M′∈[2,5)M' \in [2,5) dan M′>MM' > M, kontradiksi dengan MM sebagai maksimum. Jadi max⁡S\max S tidak ada. □\square

    Himpunan dengan Transparansi Rujukan Maju

    Contoh 11.2.13. Misalkan S={1−1/n:n∈N+}S = \{1 - 1/n : n \in \mathbb{N}_{+}\}, di mana N+={1,2,3,…}\mathbb{N}_{+} = \{1, 2, 3, \ldots\}. (Kita menulis N+\mathbb{N}_{+} karena konvensi buku ini adalah N={0,1,2,…}\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \ldots\}; pembagian oleh nn mensyaratkan n≥1n \geq 1.) Beberapa suku awal: n=1n=1 memberi 00; n=2n=2 memberi 1/21/2; n=3n=3 memberi 2/32/3; n=4n=4 memberi 3/43/4; dan seterusnya. Jadi S={0,1/2,2/3,3/4,…}S = \{0, 1/2, 2/3, 3/4, \ldots\}.

    Klaim 1: min⁡S=0\min S = 0. Suku n=1n=1 memberikan 1−1/1=0∈S1 - 1/1 = 0 \in S. Untuk setiap n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, karena n≥1n \geq 1 dan hukum lapangan terurut memberikan 1/n≤11/n \leq 1, maka 1−1/n≥01 - 1/n \geq 0. Jadi 00 adalah batas bawah dan 0∈S0 \in S, sehingga 0=min⁡S=inf⁡S0 = \min S = \inf S dari Proposisi 11.2.8.

    Klaim 2: 11 adalah batas atas SS. Untuk setiap n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, karena 1/n>01/n > 0, maka 1−1/n<11 - 1/n < 1. Jadi setiap suku SS lebih kecil dari 11, sehingga 11 adalah batas atas SS.

    Klaim 3: max⁡S\max S tidak ada. Misalkan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} sembarang. Suku ke-nn adalah 1−1/n1 - 1/n dan suku ke-(n+1)(n+1) adalah 1−1/(n+1)1 - 1/(n+1). Selisihnya adalah

    (1−1n+1)−(1−1n)=1n−1n+1=(n+1)−nn(n+1)=1n(n+1)>0.\Bigl(1 - \tfrac{1}{n+1}\Bigr) - \Bigl(1 - \tfrac{1}{n}\Bigr) = \tfrac{1}{n} - \tfrac{1}{n+1} = \tfrac{(n+1) - n}{n(n+1)} = \tfrac{1}{n(n+1)} > 0.

    Jadi untuk setiap suku 1−1/n∈S1 - 1/n \in S, terdapat suku yang lebih besar 1−1/(n+1)∈S1 - 1/(n+1) \in S. Oleh karena itu tidak ada elemen maksimal di SS, sehingga max⁡S\max S tidak ada.

    Klaim 4 (menunggu Sifat Archimedes): sup⁡S=1\sup S = 1. Kita telah membuktikan bahwa 11 adalah batas atas SS. Untuk membuktikan bahwa 11 adalah batas atas terkecil, perlu ditunjukkan bahwa setiap u<1u < 1 bukan batas atas SS, artinya ada n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1−1/n>u1 - 1/n > u, yang ekuivalen dengan 1/n<1−u1/n < 1 - u. Pembuktian bahwa bilangan 1/n1/n dapat dibuat sekecil apa pun memerlukan Sifat Archimedes, yang akan dibuktikan pada Unit 11.4 menggunakan Aksioma Kelengkapan dari Unit 11.3. Oleh karena itu, verifikasi minimalitas batas 11 dengan memilih saksi nn ditunda secara transparan ke pembahasan contoh ini pada Unit 11.4, di mana setelah Archimedes tersedia, argumen akan diselesaikan dengan memilih n>1/(1−u)n > 1/(1-u). Pinjaman maju ini dicatat secara eksplisit dan tidak membuat argument berikutnya menjadi melingkar, karena kelengkapan dinyatakan sebagai aksioma pada Unit 11.3, lalu Sifat Archimedes diturunkan pada Unit 11.4 tanpa menggunakan klaim supremum contoh ini.

    Infimum sebagai Negatif dari Supremum Himpunan Refleksi

    Proposisi 11.2.14. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} dan S≠∅S \neq \emptyset. Definisikan −S:={−t:t∈S}-S := \{-t : t \in S\}. Jika sup⁡(−S)\sup(-S) ada, maka inf⁡S\inf S ada dan

    inf⁡S=−sup⁡(−S).\inf S = -\sup(-S).

    Bukti. Misalkan sup⁡(−S)\sup(-S) ada dan tulis s∗:=sup⁡(−S)s^* := \sup(-S). Kita akan menunjukkan bahwa −s∗-s^* memenuhi kedua syarat definisi infimum SS.

    Verifikasi (I1): Misalkan t∈St \in S sembarang. Maka −t∈−S-t \in -S. Karena s∗=sup⁡(−S)s^* = \sup(-S), berlaku −t≤s∗-t \leq s^*, sehingga −s∗≤t-s^* \leq t. Jadi −s∗-s^* adalah batas bawah dari SS.

    Verifikasi (I2): Misalkan ℓ\ell adalah sembarang batas bawah dari SS. Maka untuk setiap t∈St \in S, ℓ≤t\ell \leq t, sehingga −t≤−ℓ-t \leq -\ell. Ini berarti −ℓ-\ell adalah batas atas dari −S-S. Karena s∗=sup⁡(−S)s^* = \sup(-S), berlaku s∗≤−ℓs^* \leq -\ell, sehingga ℓ≤−s∗\ell \leq -s^*. Jadi −s∗-s^* adalah batas bawah terbesar dari SS, yaitu inf⁡S=−s∗=−sup⁡(−S)\inf S = -s^* = -\sup(-S). □\square

    Catatan. Proposisi ini tidak mengasumsikan suatu "aksioma infimum" tersendiri. Keberadaan inf⁡S\inf S direduksi ke keberadaan sup⁡(−S)\sup(-S). Secara khusus, bila Aksioma Kelengkapan (Unit 11.3) menjamin keberadaan supremum untuk setiap himpunan nonkosong yang terbatas dari atas, maka keberadaan infimum untuk himpunan nonkosong yang terbatas dari bawah langsung menyusul dari proposisi ini: jika SS terbatas dari bawah, maka −S-S terbatas dari atas, sehingga sup⁡(−S)\sup(-S) ada dan inf⁡S=−sup⁡(−S)\inf S = -\sup(-S).

    Monotonicitas Supremum dan Infimum terhadap Inklusi Himpunan

    Proposisi 11.2.15. Misalkan A,B⊆RA, B \subseteq \mathbb{R}, A≠∅A \neq \emptyset, B≠∅B \neq \emptyset, dan A⊆BA \subseteq B.

    (i) Jika sup⁡A\sup A dan sup⁡B\sup B keduanya ada, maka sup⁡A≤sup⁡B\sup A \leq \sup B.

    (ii) Jika inf⁡A\inf A dan inf⁡B\inf B keduanya ada, maka inf⁡A≥inf⁡B\inf A \geq \inf B.

    Bukti (i). Misalkan sup⁡A\sup A dan sup⁡B\sup B keduanya ada. Kita tunjukkan sup⁡B\sup B adalah batas atas dari AA. Misalkan t∈At \in A. Karena A⊆BA \subseteq B, maka t∈Bt \in B. Karena sup⁡B\sup B adalah batas atas BB, berlaku t≤sup⁡Bt \leq \sup B. Jadi sup⁡B\sup B adalah batas atas AA. Himpunan batas atas dari AA tidak kosong (mengandung sup⁡B\sup B). Keberadaan sup⁡A\sup A di sini merupakan hipotesis, bukan kesimpulan dari keterbatasan semata. Setelah Aksioma Kelengkapan dinyatakan pada Unit 11.3, keberadaan itu dapat pula diperoleh dari A≠∅A\ne\emptyset dan keterbatasan dari atas tersebut. Karena sup⁡B\sup B adalah batas atas AA, dari syarat (S2) berlaku sup⁡A≤sup⁡B\sup A \leq \sup B. □\square

    Bukti (ii). Misalkan inf⁡A\inf A dan inf⁡B\inf B keduanya ada. Misalkan t∈At \in A. Karena A⊆BA \subseteq B, maka t∈Bt \in B. Karena inf⁡B\inf B adalah batas bawah BB, berlaku inf⁡B≤t\inf B \leq t. Jadi inf⁡B\inf B adalah batas bawah AA. Keberadaan inf⁡A\inf A di sini merupakan hipotesis. Karena inf⁡B\inf B adalah batas bawah AA, dari syarat (I2) berlaku inf⁡B≤inf⁡A\inf B \leq \inf A, yaitu inf⁡A≥inf⁡B\inf A \geq \inf B. □\square

    Contoh Tambahan: Singleton dan Himpunan Terbatas Dua Sisi

    Contoh 11.2.16. Misalkan S={c}S = \{c\} untuk suatu c∈Rc \in \mathbb{R}. Maka sup⁡S=c=inf⁡S=max⁡S=min⁡S\sup S = c = \inf S = \max S = \min S.

    Bukti. Karena SS hanya memiliki satu unsur cc, untuk setiap t∈St \in S berlaku t=c≤ct = c \leq c, sehingga cc adalah batas atas SS. Misalkan uu adalah batas atas SS; karena c∈Sc \in S, berlaku c≤uc \leq u. Jadi c=sup⁡Sc = \sup S. Dengan argumen serupa untuk batas bawah, c=inf⁡Sc = \inf S. Karena c∈Sc \in S, dari Proposisi 11.2.7 dan 11.2.8, c=max⁡S=min⁡Sc = \max S = \min S. Verifikasi karakterisasi epsilon: untuk ε>0\varepsilon > 0, pilih t=c∈St = c \in S; maka c−ε<c=t≤cc - \varepsilon < c = t \leq c dan c≤t=c<c+εc \leq t = c < c + \varepsilon. □\square

    Contoh 11.2.17. Misalkan S={x∈Q:0≤x≤1}=[0,1]∩QS = \{x \in \mathbb{Q} : 0 \leq x \leq 1\} = [0,1] \cap \mathbb{Q}. Kita klaim sup⁡S=1\sup S = 1 dan inf⁡S=0\inf S = 0 (dalam R\mathbb{R}), dengan max⁡S=1\max S = 1 dan min⁡S=0\min S = 0.

    Bukti. Karena 1∈Q1 \in \mathbb{Q} dan 1∈[0,1]1 \in [0,1], maka 1∈S1 \in S. Untuk setiap x∈Sx \in S, x≤1x \leq 1, sehingga 11 adalah batas atas SS dan 1∈S1 \in S. Dari Proposisi 11.2.7, 1=max⁡S=sup⁡S1 = \max S = \sup S. Argumen serupa dengan 0∈S0 \in S dan ∀ x∈S, x≥0\forall\, x \in S,\ x \geq 0 memberikan 0=min⁡S=inf⁡S0 = \min S = \inf S. □\square

    Latihan Bertingkat

    Latihan 11.2-1. Misalkan S={−n:n∈N+}={−1,−2,−3,…}S = \{-n : n \in \mathbb{N}_{+}\} = \{-1, -2, -3, \ldots\}. Tentukan apakah SS terbatas dari atas, dari bawah, atau tidak terbatas, dan temukan sup⁡S\sup S serta max⁡S\max S bila ada, beserta inf⁡S\inf S dan min⁡S\min S bila ada. Berikan bukti lengkap menggunakan definisi. Bagian ketakterbatasan dari bawah dan ketiadaan infimum memakai pinjaman Sifat Archimedes dari Unit 11.4; nyatakan penggunaannya. Bagian lain tidak memerlukan pinjaman itu.

    Latihan 11.2-2. Misalkan S=(a,b)S = (a, b) dengan a,b∈Ra, b \in \mathbb{R} dan a<ba < b. Buktikan dari definisi bahwa sup⁡S=b\sup S = b dan inf⁡S=a\inf S = a, serta bahwa max⁡S\max S dan min⁡S\min S tidak ada.

    Latihan 11.2-3. Misalkan S=[a,b]S = [a, b] dengan a,b∈Ra, b \in \mathbb{R} dan a≤ba \leq b. Buktikan bahwa sup⁡S=b=max⁡S\sup S = b = \max S dan inf⁡S=a=min⁡S\inf S = a = \min S menggunakan Proposisi 11.2.7 dan 11.2.8.

    Latihan 11.2-4. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset, dan misalkan s∈Rs \in \mathbb{R}. Buktikan: jika ss adalah batas atas dari SS dan s∈Ss \in S, maka s=sup⁡Ss = \sup S. Tunjukkan juga bahwa syarat s∈Ss \in S tidak dapat dibuang dengan memberikan contoh.

    Latihan 11.2-5. Misalkan A,B⊆RA, B \subseteq \mathbb{R} keduanya nonkosong dengan sup⁡A\sup A dan sup⁡B\sup B ada. Definisikan A+B:={a+b:a∈A, b∈B}A + B := \{a + b : a \in A,\, b \in B\}. Buktikan bahwa sup⁡(A+B)\sup(A + B) ada dan

    sup⁡(A+B)=sup⁡A+sup⁡B.\sup(A + B) = \sup A + \sup B.

    Latihan 11.2-6. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset, dan misalkan c>0c > 0. Definisikan cS:={ct:t∈S}cS := \{ct : t \in S\}. Buktikan: jika sup⁡S\sup S ada, maka sup⁡(cS)\sup(cS) ada dan sup⁡(cS)=c⋅sup⁡S\sup(cS) = c \cdot \sup S. Buktikan juga bagian dual: jika inf⁡S\inf S ada, maka inf⁡(cS)=c⋅inf⁡S\inf(cS) = c \cdot \inf S.

    Latihan 11.2-7. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset, dan c<0c < 0. Definisikan cS:={ct:t∈S}cS := \{ct : t \in S\}. Buktikan: jika sup⁡S\sup S ada, maka inf⁡(cS)\inf(cS) ada dan inf⁡(cS)=c⋅sup⁡S\inf(cS) = c \cdot \sup S. (Perhatikan bahwa skala negatif menukar supremum dengan infimum.)

    Latihan 11.2-8 (dengan pinjaman Aksioma Kelengkapan dari Unit 11.3). Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R}, S≠∅S \neq \emptyset, dan sup⁡S\sup S ada. Misalkan pula T⊆RT \subseteq \mathbb{R}, T≠∅T \neq \emptyset, sup⁡T\sup T ada, dan setiap unsur SS merupakan batas bawah dari TT. Buktikan bahwa sup⁡S≤inf⁡T\sup S \leq \inf T. (Perhatikan: Anda perlu memastikan bahwa inf⁡T\inf T ada; gunakan fakta bahwa SS tidak kosong untuk memperoleh batas bawah bagi TT, kemudian gunakan Proposisi 11.2.14 dengan catatan bahwa Aksioma Kelengkapan baru akan dinyatakan di Unit 11.3.)

    Solusi Latihan 11.2-1 dan 11.2-2

    Solusi Latihan 11.2-1. Himpunan S={−n:n∈N+}={−1,−2,−3,…}S = \{-n : n \in \mathbb{N}_{+}\} = \{-1, -2, -3, \ldots\}.

    Terbatas dari atas: Untuk setiap −n∈S-n \in S (dengan n≥1n \geq 1), berlaku −n≤−1-n \leq -1. Jadi −1-1 adalah batas atas dari SS, dan SS terbatas dari atas.

    Tidak terbatas dari bawah (dengan pinjaman Sifat Archimedes dari Unit 11.4): Misalkan ℓ∈R\ell\in\mathbb{R} sembarang. Menurut sifat yang dipinjam itu, ada n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n>max⁡(0,−ℓ)n>\max(0,-\ell). Maka n>0n>0, sehingga n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, dan −n<ℓ-n<\ell. Karena −n∈S-n\in S, bilangan ℓ\ell bukan batas bawah SS. Jadi SS tidak terbatas dari bawah, dengan status bersyarat pada pinjaman Archimedes sampai pembuktiannya tersedia pada Unit 11.4.

    Supremum: Karena −1∈S-1 \in S dan −1-1 adalah batas atas SS, maka dari Proposisi 11.2.7, sup⁡S=max⁡S=−1\sup S = \max S = -1. Lebih rinci: misalkan uu sembarang batas atas SS. Karena −1∈S-1 \in S, maka −1≤u-1 \leq u. Jadi −1≤u-1 \leq u untuk setiap batas atas uu, membuktikan syarat (S2). Dengan demikian sup⁡S=−1=max⁡S\sup S = -1 = \max S.

    Infimum: Dengan pinjaman Archimedes pada langkah sebelumnya, SS tidak terbatas dari bawah, sehingga inf⁡S\inf S tidak ada di R\mathbb{R}. Tidak ada minimum, bahkan tanpa Archimedes: untuk setiap −n∈S-n\in S, unsur −(n+1)∈S-(n+1)\in S memenuhi −(n+1)<−n-(n+1)<-n. Maka tidak ada unsur SS yang menjadi batas bawah seluruh SS. □\square

    Solusi Latihan 11.2-2. Misalkan S=(a,b)S = (a,b) dengan a<ba < b.

    Bukti sup⁡S=b\sup S = b: Untuk setiap t∈(a,b)t \in (a,b), t<bt < b, jadi bb adalah batas atas. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih t:=b−min⁡((b−a)/2,ε/2)t := b - \min((b-a)/2, \varepsilon/2). Karena min⁡((b−a)/2,ε/2)≤(b−a)/2<b−a\min((b-a)/2, \varepsilon/2) \leq (b-a)/2 < b-a, maka t>b−(b−a)=at > b - (b-a) = a. Juga t<bt < b. Jadi t∈(a,b)t \in (a,b) dan t>b−εt > b - \varepsilon. Karakterisasi (c) Teorema 11.2.9 terpenuhi, maka sup⁡S=b\sup S = b.

    Tidak ada maksimum: Andaikan M=max⁡SM = \max S. Maka M∈(a,b)M \in (a,b), sehingga M<bM < b. Pilih M′=(M+b)/2M' = (M+b)/2; maka a<M<M′<ba < M < M' < b, sehingga M′∈(a,b)M' \in (a,b) dan M′>MM' > M. Kontradiksi.

    Bukti inf⁡S=a\inf S = a: Untuk setiap t∈(a,b)t \in (a,b), t>at > a, jadi aa adalah batas bawah. Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Pilih t:=a+min⁡((b−a)/2,ε/2)t := a + \min((b-a)/2, \varepsilon/2). Karena min⁡((b−a)/2,ε/2)≤(b−a)/2\min((b-a)/2, \varepsilon/2) \leq (b-a)/2, maka t≤a+(b−a)/2<bt \leq a + (b-a)/2 < b. Juga t>at > a. Jadi t∈(a,b)t \in (a,b) dan t<a+εt < a + \varepsilon. Karakterisasi (c) Teorema 11.2.10 terpenuhi, maka inf⁡S=a\inf S = a.

    Tidak ada minimum: Andaikan m=min⁡Sm = \min S. Maka m∈(a,b)m \in (a,b), sehingga m>am > a. Pilih m′=(a+m)/2m' = (a+m)/2; maka a<m′<m<ba < m' < m < b, jadi m′∈(a,b)m' \in (a,b) dan m′<mm' < m. Kontradiksi. □\square

    Solusi Latihan 11.2-3, 11.2-4, dan 11.2-5

    Solusi Latihan 11.2-3. Misalkan S=[a,b]S = [a,b] dengan a≤ba \leq b. Karena b∈[a,b]b \in [a,b] dan untuk setiap t∈[a,b]t \in [a,b] berlaku t≤bt \leq b, maka bb adalah batas atas dan b∈Sb \in S. Dari Proposisi 11.2.7, b=max⁡S=sup⁡Sb = \max S = \sup S. Dengan argumen dual, karena a∈[a,b]a \in [a,b] dan untuk setiap t∈[a,b]t \in [a,b] berlaku a≤ta \leq t, maka aa adalah batas bawah dan a∈Sa \in S. Dari Proposisi 11.2.8, a=min⁡S=inf⁡Sa = \min S = \inf S. □\square

    Solusi Latihan 11.2-4. Misalkan ss adalah batas atas dari SS dan s∈Ss \in S. Kita verifikasi syarat (S2): misalkan uu adalah sembarang batas atas dari SS. Karena s∈Ss \in S dan uu adalah batas atas SS, maka s≤us \leq u. Syarat (S1) sudah dipenuhi oleh hipotesis. Jadi s=sup⁡Ss = \sup S.

    Contoh bahwa syarat s∈Ss \in S tidak dapat dibuang: ambil S=(0,1)S = (0,1) dan s=2s = 2. Maka s=2s = 2 adalah batas atas dari SS, namun s∉Ss \notin S, dan s≠sup⁡Ss \neq \sup S (karena sup⁡S=1≠2\sup S = 1 \neq 2). Dengan demikian batas atas yang bukan anggota himpunan belum tentu supremum. □\square

    Solusi Latihan 11.2-5. Kita tunjukkan sup⁡A+sup⁡B\sup A + \sup B memenuhi kedua syarat supremum dari A+BA+B.

    Syarat (S1): Misalkan a+b∈A+Ba + b \in A + B (dengan a∈Aa \in A, b∈Bb \in B). Karena a≤sup⁡Aa \leq \sup A dan b≤sup⁡Bb \leq \sup B, maka a+b≤sup⁡A+sup⁡Ba + b \leq \sup A + \sup B. Jadi sup⁡A+sup⁡B\sup A + \sup B adalah batas atas dari A+BA+B.

    Syarat (S2): Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Dari Teorema 11.2.9(c) diterapkan pada sup⁡A\sup A: terdapat a∈Aa \in A dengan a>sup⁡A−ε/2a > \sup A - \varepsilon/2. Demikian pula terdapat b∈Bb \in B dengan b>sup⁡B−ε/2b > \sup B - \varepsilon/2. Maka a+b∈A+Ba + b \in A+B dan

    a+b>(sup⁡A−ε2)+(sup⁡B−ε2)=sup⁡A+sup⁡B−ε.a + b > \bigl(\sup A - \tfrac{\varepsilon}{2}\bigr) + \bigl(\sup B - \tfrac{\varepsilon}{2}\bigr) = \sup A + \sup B - \varepsilon.

    Juga a+b≤sup⁡A+sup⁡Ba+b \leq \sup A + \sup B dari (S1). Jadi karakterisasi (c) Teorema 11.2.9 terpenuhi untuk sup⁡A+sup⁡B\sup A + \sup B, membuktikan sup⁡(A+B)=sup⁡A+sup⁡B\sup(A+B) = \sup A + \sup B. □\square

    Solusi Latihan 11.2-6 dan 11.2-7

    Solusi Latihan 11.2-6. Misalkan c>0c > 0 dan sup⁡S\sup S ada. Tulis σ:=sup⁡S\sigma := \sup S.

    Bukti sup⁡(cS)=cσ\sup(cS) = c\sigma:

    Syarat (S1): Misalkan ct∈cSct \in cS (dengan t∈St \in S). Karena t≤σt \leq \sigma dan c>0c > 0, maka ct≤cσct \leq c\sigma. Jadi cσc\sigma adalah batas atas dari cScS.

    Syarat (S2): Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Karena ε/c>0\varepsilon/c > 0, dari Teorema 11.2.9(c) terdapat t∈St \in S dengan t>σ−ε/ct > \sigma - \varepsilon/c. Maka ct∈cSct \in cS dan ct>cσ−εct > c\sigma - \varepsilon. Juga ct≤cσct \leq c\sigma. Karakterisasi (c) terpenuhi untuk cσc\sigma, jadi sup⁡(cS)=cσ=csup⁡S\sup(cS) = c\sigma = c\sup S.

    Bukti dual inf⁡(cS)=cinf⁡S\inf(cS) = c\inf S: Sekarang asumsikan inf⁡S\inf S ada, tanpa memerlukan keberadaan sup⁡S\sup S, dan tulis ι:=inf⁡S\iota := \inf S. Syarat (I1): untuk setiap t∈St \in S, t≥ιt \geq \iota, dan karena c>0c > 0, ct≥cιct \geq c\iota. Jadi cιc\iota adalah batas bawah cScS. Syarat (I2): misalkan ε>0\varepsilon > 0. Terdapat t∈St \in S dengan t<ι+ε/ct < \iota + \varepsilon/c. Maka ct<cι+εct < c\iota + \varepsilon dan ct≥cιct \geq c\iota. Karakterisasi (c) Teorema 11.2.10 terpenuhi, sehingga inf⁡(cS)=cι=cinf⁡S\inf(cS) = c\iota = c\inf S. □\square

    Solusi Latihan 11.2-7. Misalkan c<0c < 0 dan sup⁡S\sup S ada. Tulis σ:=sup⁡S\sigma := \sup S. Kita tunjukkan cσ=inf⁡(cS)c\sigma = \inf(cS).

    Syarat (I1): Misalkan ct∈cSct \in cS. Karena t≤σt \leq \sigma dan c<0c < 0, maka ct≥cσct \geq c\sigma (penggandaan dengan bilangan negatif membalik ketidaksamaan). Jadi cσc\sigma adalah batas bawah cScS.

    Syarat (I2): Misalkan ε>0\varepsilon > 0. Karena c<0c < 0, maka −c>0-c > 0 dan ε/(−c)>0\varepsilon/(-c) > 0. Dari Teorema 11.2.9(c) terdapat t∈St \in S dengan t>σ−ε/(−c)t > \sigma - \varepsilon/(-c). Kalikan dengan c<0c < 0:

    ct<cσ−c⋅ε(−c)=cσ+ε.ct < c\sigma - c \cdot \frac{\varepsilon}{(-c)} = c\sigma + \varepsilon.

    Juga ct≥cσct \geq c\sigma dari (I1). Jadi cσ≤ct<cσ+εc\sigma \leq ct < c\sigma + \varepsilon, membuktikan karakterisasi (c) Teorema 11.2.10 untuk cσc\sigma. Dengan demikian inf⁡(cS)=cσ=csup⁡S\inf(cS) = c\sigma = c\sup S. □\square

    Solusi Latihan 11.2-8 dan Ringkasan Unit

    Solusi Latihan 11.2-8. Dengan pinjaman Aksioma Kelengkapan dari Unit 11.3, misalkan S,T⊆RS, T \subseteq \mathbb{R} keduanya nonkosong, sup⁡S\sup S ada, sup⁡T\sup T ada, dan setiap unsur SS merupakan batas bawah dari TT.

    Langkah 1: TT terbatas dari bawah, dan inf⁡T\inf T ada. Karena S≠∅S \neq \emptyset, pilih sembarang s0∈Ss_{0} \in S. Dari hipotesis, s0s_{0} adalah batas bawah dari TT. Jadi TT terbatas dari bawah. Karena T≠∅T\ne\emptyset, himpunan −T-T juga tidak kosong; dari s0≤ts_0\leq t untuk setiap t∈Tt\in T diperoleh −t≤−s0-t\leq-s_0, sehingga −s0-s_0 adalah batas atas −T-T. Dengan Proposisi 11.2.14 (menggunakan Aksioma Kelengkapan yang dinyatakan di Unit 11.3 untuk menjamin sup⁡(−T)\sup(-T) ada), inf⁡T\inf T ada.

    Langkah 2: Setiap s∈Ss \in S memenuhi s≤inf⁡Ts \leq \inf T. Dari hipotesis, untuk setiap s∈Ss \in S, ss adalah batas bawah dari TT. Dari syarat (I2) untuk inf⁡T\inf T, setiap batas bawah dari TT tidak melebihi inf⁡T\inf T: yaitu s≤inf⁡Ts \leq \inf T. Ini berlaku untuk semua s∈Ss \in S.

    Langkah 3: sup⁡S≤inf⁡T\sup S \leq \inf T. Dari Langkah 2, inf⁡T\inf T adalah batas atas dari SS (karena setiap s∈Ss \in S memenuhi s≤inf⁡Ts \leq \inf T). Karena sup⁡S\sup S adalah batas atas terkecil dari SS dan inf⁡T\inf T adalah batas atas dari SS, maka dari syarat (S2) berlaku sup⁡S≤inf⁡T\sup S \leq \inf T. □\square

    Ringkasan Unit 11.2. Unit ini telah membangun kerangka rigor untuk supremum dan infimum. Definisi 11.2.3 dan 11.2.4 menetapkan dua syarat yang harus dipenuhi bersamaan: menjadi batas (atas atau bawah) dan menjadi yang paling ketat (terkecil di antara batas atas, atau terbesar di antara batas bawah). Proposisi 11.2.5–11.2.6 membuktikan keunikan, sehingga notasi sup⁡S\sup S dan inf⁡S\inf S bermakna. Proposisi 11.2.7–11.2.8 mengklarifikasi hubungan dengan maksimum dan minimum. Teorema 11.2.9 dan 11.2.10 memberikan karakterisasi epsilon yang operasional: untuk membuktikan bahwa s=sup⁡Ss = \sup S, cukup tunjukkan (1) ss batas atas, dan (2) untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 ada t∈St \in S dengan s−ε<t≤ss - \varepsilon < t \leq s. Proposisi 11.2.14 mereduksi infimum ke supremum melalui refleksi tanda, sehingga Aksioma Kelengkapan satu arah (untuk supremum) cukup untuk menjamin keberadaan infimum pula. Pinjaman maju ke Archimedes pada Contoh 11.2.13 dan bagian ketakterbatasan Latihan 11.2-1 dicatat secara transparan dan menunggu pembuktian pada Unit 11.4. Latihan 11.2-8 memakai pinjaman Aksioma Kelengkapan yang baru dinyatakan pada Unit 11.3. Proposisi 11.2.15 hanya membandingkan supremum atau infimum yang keduanya diasumsikan ada; proposisi tersebut tidak menyimpulkan keberadaannya dari keterbatasan sebelum kelengkapan dinyatakan.

    11.3 Aksioma Kelengkapan Supremum

    Unit ini membangun fondasi analitik paling mendasar dalam teori bilangan real: pernyataan bahwa setiap himpunan bagian R\mathbb{R} yang tidak kosong dan terbatas ke atas selalu memiliki supremum di R\mathbb{R}. Sifat ini, yang dikenal sebagai aksioma kelengkapan supremum, membedakan R\mathbb{R} secara fundamental dari Q\mathbb{Q} dan menjadi tulang punggung seluruh analisis real. Tanpa kelengkapan, banyak objek matematis yang kita anggap "ada" — seperti 2\sqrt{2} — tidak dapat dijamin keberadaannya dalam sistem bilangan yang kita gunakan.

    Pada unit sebelumnya (11.1–11.2), kita telah mendefinisikan konsep batas atas, batas bawah, supremum, dan infimum dalam konteks lapangan terurut umum, serta membuktikan keunikan supremum bila ia ada. Di sini, kita menyatakan sebagai aksioma bahwa supremum selalu ada di R\mathbb{R} untuk setiap himpunan yang memenuhi syarat. Dari aksioma tambahan ini bersama aksioma lapangan terurut dan fondasi bilangan asli, kita akan menurunkan: eksistensi infimum, keberadaan akar positif untuk setiap bilangan positif dan derajat bulat positif, sifat Archimedes, dan kerapatan Q\mathbb{Q} di R\mathbb{R}. Kita juga akan menunjukkan bahwa Q\mathbb{Q} sendiri tidak memiliki sifat ini.

    Prasyarat yang diperlukan meliputi: aksioma lapangan terurut dari Bab 9–10, hukum urutan dan pangkat asli dari Bab 9.3A dan 10.1–10.2, serta penyisipan N,Z,Q\mathbb{N}, \mathbb{Z}, \mathbb{Q} ke dalam R\mathbb{R} dari Bab 8. Konvensi bilangan asli yang kita pakai adalah N={0,1,2,…}\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \ldots\} dan N+={1,2,3,…}\mathbb{N}_{+} = \{1, 2, 3, \ldots\}. Setiap kali kita menulis nn sebagai eksponen akar atau penyebut pembagian, kita mensyaratkan n≥1n \geq 1 secara eksplisit. Konvensi 00=10^{0} = 1 dari pangkat asli 9.3A dipertahankan dalam konteks diskret (produk kosong).

    Struktur unit ini adalah sebagai berikut. Pertama, kita menyatakan aksioma kelengkapan dan mengkaji implikasi langsungnya terhadap infimum. Kedua, kita membuktikan secara lengkap keberadaan dan ketunggalan akar positif untuk setiap a>0a > 0 dan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, menutup pinjaman maju dari Bab 8.4 dan 9.3B. Ketiga, kita buktikan sifat Archimedes, menutup pinjaman dari Bab 8.3. Keempat, kita tunjukkan kerapatan Q\mathbb{Q} di R\mathbb{R}, menyelesaikan utang dari Bab 8.3. Kelima, kita buktikan kerapatan bilangan irasional. Keenam, kita tunjukkan ketidaklengkapan Q\mathbb{Q}. Unit ditutup dengan delapan latihan bertingkat beserta solusi penuhnya.

    Motivasi: Mengapa Lapangan Terurut Saja Tidak Cukup

    Sebelum menyatakan aksioma kelengkapan, mari kita renungkan mengapa lapangan terurut saja tidak memadai untuk keperluan analisis. Pertimbangkan himpunan A={q∈Q:q≥0,  q2<2}A = \{ q \in \mathbb{Q} : q \geq 0,\; q^{2} < 2 \}. Himpunan ini tidak kosong (misalnya 1∈A1 \in A) dan terbatas ke atas dalam Q\mathbb{Q} (misalnya 22 adalah batas atas). Jika Q\mathbb{Q} memiliki sifat kelengkapan, maka AA akan memiliki supremum c∈Qc \in \mathbb{Q}. Tetapi kita akan buktikan secara teliti pada bagian kelengkapan nanti bahwa tidak ada bilangan rasional cc yang dapat menjadi supremum AA dalam Q\mathbb{Q}. Ini berarti Q\mathbb{Q} memiliki "lubang" — batas yang seharusnya ada, tetapi tidak dimiliki.

    Secara intuitif, lubang-lubang ini adalah bilangan irasional seperti 2\sqrt{2}, 3\sqrt{3}, π\pi, dan sebagainya. Sistem bilangan real R\mathbb{R} dirancang justru untuk "menutup" semua lubang ini. Aksioma kelengkapan supremum adalah cara formal untuk menyatakan bahwa R\mathbb{R} tidak memiliki lubang semacam itu: setiap himpunan yang "mencoba mencapai" suatu batas akan selalu menemukan batas tersebut di dalam R\mathbb{R}.

    Ketidaklengkapan Q\mathbb{Q} bukan sekadar ketidaknyamanan teknis. Ia berarti bahwa dalam Q\mathbb{Q}, persamaan sederhana seperti x2=2x^{2} = 2 tidak memiliki solusi (berdasarkan hasil dari Bab 8.4 bahwa 2∉Q\sqrt{2} \notin \mathbb{Q}). Fungsi kontinu dapat gagal mencapai nilai intermediat. Barisan yang "harusnya konvergen" dapat tidak memiliki limit. Inilah mengapa analisis real modern dibangun di atas R\mathbb{R}, bukan Q\mathbb{Q}.

    Perlu dicatat bahwa kita tidak membangun R\mathbb{R} dari nol (misalnya melalui potongan Dedekind atau barisan Cauchy). Kita menerima R\mathbb{R} sebagai lapangan terurut yang diberikan, kemudian menyatakan aksioma kelengkapan sebagai properti tambahan yang membedakannya. Pendekatan aksiomatik ini lebih sederhana untuk pembaca yang baru mempelajari analisis, dan cukup untuk membangun semua teorema yang kita perlukan.

    Aksioma Kelengkapan Supremum dan Konsekuensi Langsung

    Kita kini menyatakan aksioma utama unit ini. Pernyataan ini tidak diturunkan dari aksioma lapangan terurut; ia adalah aksioma tambahan yang khusus untuk R\mathbb{R}.

    Definisi/Aksioma 11.3.1 (Aksioma Kelengkapan Supremum). Setiap himpunan bagian S⊆RS \subseteq \mathbb{R} yang tidak kosong dan terbatas ke atas memiliki supremum di R\mathbb{R}. Artinya, terdapat u∈Ru \in \mathbb{R} sehingga u=sup⁡Su = \sup S.

    Dua syarat dalam aksioma ini — tidak kosong dan terbatas ke atas — harus diperiksa pada setiap penerapan. Jika S=∅S = \emptyset, maka setiap bilangan real adalah batas atas (syarat "s≤us \leq u untuk semua s∈Ss \in S" dipenuhi secara vakum), sehingga tidak ada batas atas terkecil yang bermakna. Jika SS tidak terbatas ke atas, maka jelas tidak ada batas atas sama sekali. Dalam kedua kasus tersebut, aksioma tidak berlaku dan memang tidak diklaim berlaku.

    Keunikan supremum, bila ia ada, telah dibuktikan pada Unit 11.2 menggunakan hanya sifat urutan (bukan kelengkapan). Jika uu dan u′u' keduanya merupakan supremum SS, maka karena uu adalah batas atas terkecil dan u′u' adalah batas atas, berlaku u≤u′u \leq u'; secara simetris, u′≤uu' \leq u; sehingga u=u′u = u'. Oleh karena itu, kita dapat berbicara tentang "supremum" (tunggal) tanpa memerlukan aksioma tambahan.

    Teorema 11.3.2 (Karakterisasi Supremum dengan ε\varepsilon). Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas ke atas, dan misalkan u∈Ru \in \mathbb{R}. Maka u=sup⁡Su = \sup S jika dan hanya jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (i) uu adalah batas atas SS, yaitu untuk semua s∈Ss \in S berlaku s≤us \leq u; dan (ii) untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, terdapat s∈Ss \in S dengan s>u−εs > u - \varepsilon.

    Bukti. (⇒\Rightarrow) Misalkan u=sup⁡Su = \sup S. Kondisi (i) adalah bagian dari definisi supremum. Untuk kondisi (ii), misalkan ε>0\varepsilon > 0. Karena u−ε<uu - \varepsilon < u, dan uu adalah batas atas terkecil, maka u−εu - \varepsilon bukan batas atas SS. Oleh karena itu, terdapat s∈Ss \in S dengan s>u−εs > u - \varepsilon.

    (⇐\Leftarrow) Misalkan kondisi (i) dan (ii) terpenuhi. Kondisi (i) mengatakan uu adalah batas atas. Kita perlu menunjukkan ia adalah batas atas terkecil. Misalkan v<uv < u; kita akan menunjukkan vv bukan batas atas. Pilih ε=u−v>0\varepsilon = u - v > 0. Oleh kondisi (ii), terdapat s∈Ss \in S dengan s>u−ε=vs > u - \varepsilon = v. Ini menunjukkan vv bukan batas atas. Karena setiap bilangan yang lebih kecil dari uu bukan batas atas, maka uu adalah batas atas terkecil, yaitu u=sup⁡Su = \sup S. □\square

    Eksistensi Infimum dari Aksioma Supremum

    Teorema 11.3.3 (Eksistensi Infimum). Setiap himpunan bagian S⊆RS \subseteq \mathbb{R} yang tidak kosong dan terbatas ke bawah memiliki infimum di R\mathbb{R}.

    Bukti. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas ke bawah. Definisikan himpunan negatif −S={−s:s∈S}-S = \{ -s : s \in S \}. Kita periksa dua syarat aksioma kelengkapan untuk −S-S.

    Pertama, −S-S tidak kosong: karena SS tidak kosong, terdapat s0∈Ss_{0} \in S, sehingga −s0∈−S-s_{0} \in -S.

    Kedua, −S-S terbatas ke atas: karena SS terbatas ke bawah, terdapat l∈Rl \in \mathbb{R} dengan l≤sl \leq s untuk semua s∈Ss \in S. Ini berarti −s≤−l-s \leq -l untuk semua s∈Ss \in S, sehingga untuk semua t∈−St \in -S berlaku t≤−lt \leq -l. Jadi −l-l adalah batas atas −S-S.

    Karena kedua syarat terpenuhi, oleh Aksioma 11.3.1, terdapat u=sup⁡(−S)∈Ru = \sup(-S) \in \mathbb{R}. Kita klaim bahwa −u=inf⁡S-u = \inf S. Perlu diverifikasi dua hal.

    (i) −u-u adalah batas bawah SS: untuk setiap s∈Ss \in S, berlaku −s∈−S-s \in -S, sehingga −s≤u-s \leq u (karena uu batas atas −S-S), yang berarti −u≤s-u \leq s. Jadi −u≤s-u \leq s untuk semua s∈Ss \in S.

    (ii) −u-u adalah batas bawah terbesar: misalkan ll adalah batas bawah sembarang dari SS, yaitu l≤sl \leq s untuk semua s∈Ss \in S. Maka −s≤−l-s \leq -l untuk semua s∈Ss \in S, sehingga −l-l adalah batas atas −S-S. Karena u=sup⁡(−S)u = \sup(-S) adalah batas atas terkecil dari −S-S, berlaku u≤−lu \leq -l, yaitu l≤−ul \leq -u. Ini menunjukkan setiap batas bawah SS tidak melebihi −u-u, sehingga −u-u adalah batas bawah terbesar, yakni −u=inf⁡S-u = \inf S. □\square

    Perlu diperhatikan bahwa bukti ini sama sekali tidak memerlukan limit, barisan Cauchy, atau alat analisis lainnya — hanya aksioma supremum dan definisi urutan. Keunikan infimum, seperti halnya supremum, mengikuti dari sifat urutan pada Unit 11.2.

    Ketidaklengkapan Q\mathbb{Q} Melalui Perturbasi Rasional

    Sebelum membuktikan hasil-hasil positif tentang R\mathbb{R}, kita tunjukkan bahwa Q\mathbb{Q} tidak memiliki sifat kelengkapan. Bukti ini menggunakan perturbasi aljabar langsung, tanpa bergantung pada kerapatan Q\mathbb{Q} yang belum dibuktikan secara resmi di titik ini.

    Teorema 11.3.4 (Ketidaklengkapan Q\mathbb{Q}). Terdapat himpunan bagian Q\mathbb{Q} yang tidak kosong dan terbatas ke atas (dalam Q\mathbb{Q}) tetapi tidak memiliki supremum di Q\mathbb{Q}.

    Bukti. Definisikan A={q∈Q:q≥0 dan q2<2}A = \{ q \in \mathbb{Q} : q \geq 0 \text{ dan } q^{2} < 2 \}. Kita periksa: 1∈A1 \in A karena 1≥01 \geq 0 dan 12=1<21^{2} = 1 < 2, sehingga A≠∅A \neq \emptyset. Bilangan 2∈Q2 \in \mathbb{Q} adalah batas atas: jika q∈Aq \in A, maka q2<2<4=22q^{2} < 2 < 4 = 2^{2}, dan karena q≥0q \geq 0, monotonicitas kuadrat pada basis tak negatif dari Teorema 10.2.6, bersama trikotomi memberikan q<2q < 2. Jadi AA tidak kosong dan terbatas ke atas di Q\mathbb{Q}.

    Andaikan, untuk mencapai kontradiksi, terdapat c∈Qc \in \mathbb{Q} dengan c=sup⁡QAc = \sup_{\mathbb{Q}} A. Karena 1∈A1 \in A dan cc batas atas, maka c≥1>0c \geq 1 > 0. Definisikan konstanta C=2(c+1)>0C = 2(c+1) > 0; perhatikan bahwa C∈QC \in \mathbb{Q} karena c∈Qc \in \mathbb{Q}. Tiga kasus trikotomi:

    Mengapa kandidat supremum rasional selalu gagalUntuk: Bab 11, Ketidaklengkapan ℚ Melalui Perturbasi Rasional (Teorema 11.3.4; M11-02)

    Kasus 1: c2=2c^{2} = 2. Teorema 8.4.7 membuktikan secara aritmetis bahwa tidak ada bilangan rasional yang kuadratnya 22. Karena c∈Qc \in \mathbb{Q}, ini kontradiksi. Argumen ini tidak mengasumsikan terlebih dahulu keberadaan akar real.

    Kasus 2: c2<2c^{2} < 2. Tulis d=2−c2>0d = 2 - c^{2} > 0 dan pilih h=min⁡ ⁣(12, d2C)h = \min\!\left(\tfrac{1}{2},\, \dfrac{d}{2C}\right). Karena c,d,C∈Qc, d, C \in \mathbb{Q} dan d,C>0d, C > 0, kita memiliki h∈Qh \in \mathbb{Q} dan h>0h > 0. Perhatikan bahwa h≤12<1h \leq \tfrac{1}{2} < 1. Hitung:

    (c+h)2=c2+2ch+h2.(c+h)^{2} = c^{2} + 2ch + h^{2}.

    Karena h<1h < 1 dan h>0h > 0, berlaku h2<hh^{2} < h. Selain itu, c≥1c \geq 1 dan h≤12h \leq \tfrac{1}{2} sehingga c+h≤c+1c + h \leq c + 1, dan 2c+h≤2c+1≤2(c+1)=C2c + h \leq 2c + 1 \leq 2(c+1) = C. Dengan demikian:

    (c+h)2−c2=h(2c+h)≤h⋅C≤d2C⋅C=d2<d.(c+h)^{2} - c^{2} = h(2c+h) \leq h \cdot C \leq \frac{d}{2C} \cdot C = \frac{d}{2} < d.

    Jadi (c+h)2<c2+d=2(c+h)^{2} < c^{2} + d = 2, dan karena c+h>0c + h > 0 dan c+h∈Qc + h \in \mathbb{Q}, maka c+h∈Ac + h \in A. Tetapi c+h>cc + h > c, yang bertentangan dengan cc sebagai batas atas AA.

    Kasus 3: c2>2c^{2} > 2. Tulis d=c2−2>0d = c^{2} - 2 > 0 dan pilih h=min⁡ ⁣(12, c2, d2C)h = \min\!\left(\tfrac{1}{2},\, \dfrac{c}{2},\, \dfrac{d}{2C}\right). Kita memiliki h∈Qh \in \mathbb{Q}, h>0h > 0, h<1h < 1, dan h≤c2<ch \leq \tfrac{c}{2} < c sehingga c−h>0c - h > 0. Hitung:

    c2−(c−h)2=2ch−h2=h(2c−h).c^{2} - (c-h)^{2} = 2ch - h^{2} = h(2c - h).

    Karena h>0h > 0, berlaku 2c−h<2c<2(c+1)=C2c - h < 2c < 2(c+1) = C. Sehingga:

    c2−(c−h)2=h(2c−h)<h⋅C≤d2C⋅C=d2<d.c^{2} - (c-h)^{2} = h(2c-h) < h \cdot C \leq \frac{d}{2C} \cdot C = \frac{d}{2} < d.

    Jadi (c−h)2>c2−d=2(c-h)^{2} > c^{2} - d = 2. Kini misalkan q∈Aq \in A sembarang. Maka q≥0q \geq 0 dan q2<2<(c−h)2q^{2} < 2 < (c-h)^{2}. Dari monotonicitas pangkat kuadrat pada bilangan tak negatif (Teorema 10.2.6 untuk n=2n=2, bersama trikotomi, yang hanya memerlukan urutan dan aljabar), ini memberikan q<c−hq < c - h. Jadi c−hc - h adalah batas atas AA yang ada di Q\mathbb{Q}. Tetapi c−h<cc - h < c, yang bertentangan dengan cc adalah batas atas terkecil (supremum).

    Ketiga kasus menghasilkan kontradiksi, sehingga tidak ada c∈Qc \in \mathbb{Q} yang merupakan sup⁡QA\sup_{\mathbb{Q}} A. Dengan demikian Q\mathbb{Q} tidak memiliki sifat kelengkapan supremum. □\square

    Monotonicitas Pangkat Asli dan Identitas Teleskopik

    Sebelum membuktikan keberadaan akar positif, kita perlu dua alat dasar: identitas teleskopik untuk selisih pangkat, dan monotonicitas pangkat pada basis tak negatif. Kedua hasil ini hanya menggunakan hukum urutan dan aljabar dari Bab 9–10.

    Lemma 11.3.5 (Identitas Teleskopik). Misalkan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dan u,v∈Ru, v \in \mathbb{R}. Maka

    vn−un=(v−u)∑k=0n−1vn−1−k uk.v^{n} - u^{n} = (v - u) \sum_{k=0}^{n-1} v^{n-1-k}\, u^{k}.

    Bukti. Untuk n=1n=1, identitas menjadi v−u=(v−u)⋅1v-u=(v-u)\cdot1. Untuk n≥2n\geq2, kalikan suku demi suku:

    (v−u)∑k=0n−1vn−1−k uk=∑k=0n−1vn−k uk−∑k=0n−1vn−1−k uk+1.(v - u) \sum_{k=0}^{n-1} v^{n-1-k}\, u^{k} = \sum_{k=0}^{n-1} v^{n-k}\, u^{k} - \sum_{k=0}^{n-1} v^{n-1-k}\, u^{k+1}.

    Pada jumlah pertama, suku ke-kk adalah vn−kukv^{n-k} u^{k} untuk k=0,1,…,n−1k = 0, 1, \ldots, n-1; ini menghasilkan vn,vn−1u,…,vun−1v^{n}, v^{n-1}u, \ldots, v u^{n-1}. Pada jumlah kedua, tulis j=k+1j = k+1; suku ke-jj adalah vn−jujv^{n-j} u^{j} untuk j=1,…,nj = 1, \ldots, n; ini menghasilkan vn−1u,vn−2u2,…,unv^{n-1}u, v^{n-2}u^{2}, \ldots, u^{n}. Semua suku antara saling membatalkan (teleskopik), menyisakan vn−unv^{n} - u^{n}. Konvensi 00=10^{0} = 1 diterapkan ketika k=0k = 0 dan u=0u = 0, atau ketika k=n−1k = n-1 dan v=0v = 0; dalam kedua kasus ini, suku yang bersangkutan adalah pangkat asli yang terdefinisi dengan baik. □\square

    Lemma 11.3.6 (Monotonicitas Ketat Pangkat). Misalkan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dan 0≤u<v0 \leq u < v. Maka un<vnu^{n} < v^{n}.

    Bukti. Dari Lemma 11.3.5:

    vn−un=(v−u)∑k=0n−1vn−1−k uk.v^{n} - u^{n} = (v - u) \sum_{k=0}^{n-1} v^{n-1-k}\, u^{k}.

    Karena v>u≥0v > u \geq 0, berlaku v−u>0v - u > 0. Setiap suku dalam jumlah adalah vn−1−kukv^{n-1-k} u^{k} dengan v≥0v \geq 0, u≥0u \geq 0, dan eksponen asli, sehingga setiap suku ≥0\geq 0. Ketika k=0k = 0, suku pertama adalah vn−1⋅u0=vn−1v^{n-1} \cdot u^{0} = v^{n-1}. Positivitas suku pertama diperiksa menurut derajat: jika n=1n = 1, suku satu-satunya adalah v0=1>0v^{0} = 1 > 0; jika n≥2n \geq 2, suku k=0k=0 adalah vn−1>0v^{n-1} > 0 karena v>0v > 0. Dalam kedua kasus, jumlah tersebut positif. Oleh karena itu vn−un>0v^{n} - u^{n} > 0, yakni un<vnu^{n} < v^{n}. □\square

    Akibat urutan yang dipakai selanjutnya: untuk 0≤u≤v0\leq u\leq v dan k≥0k\geq0, berlaku uk≤vku^k\leq v^k. Jika k=0k=0, kedua ruas sama dengan 11; jika k≥1k\geq1, gunakan kesamaan basis atau Lemma 11.3.6. Sebaliknya, untuk n≥1n\geq1, dari un<vnu^n<v^n dan u,v≥0u,v\geq0 diperoleh u<vu<v: alternatif u=vu=v memberi kesamaan pangkat dan alternatif u>vu>v memberi pertidaksamaan berlawanan.

    Lemma 11.3.7 (Batas Atas untuk Selisih Pangkat). Misalkan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, x>0x > 0, dan 0<h<10 < h < 1. Tulis C=n(x+1)n−1C = n(x+1)^{n-1}. Maka (x+h)n−xn≤hC(x+h)^{n} - x^{n} \leq hC dan, bila tambahan h<xh < x, maka xn−(x−h)n≤hCx^{n} - (x-h)^{n} \leq hC.

    Bukti. Dari Lemma 11.3.5 dengan v=x+hv = x+h dan u=xu = x:

    (x+h)n−xn=h∑k=0n−1(x+h)n−1−k xk.(x+h)^{n} - x^{n} = h \sum_{k=0}^{n-1} (x+h)^{n-1-k}\, x^{k}.

    Karena 0<h<10 < h < 1, berlaku 0<x<x+h<x+10<x<x+h<x+1. Monotonicitas lemah memberikan (x+h)n−1−k≤(x+1)n−1−k(x+h)^{n-1-k}\leq(x+1)^{n-1-k} dan xk≤(x+1)kx^k\leq(x+1)^k. Tanda sama diperlukan ketika eksponen nol. Semua faktor tidak negatif, sehingga setiap suku (x+h)n−1−kxk≤(x+1)n−1−k(x+1)k=(x+1)n−1(x+h)^{n-1-k}x^k\leq(x+1)^{n-1-k}(x+1)^k=(x+1)^{n-1}. Jumlah memiliki nn suku, sehingga:

    (x+h)n−xn≤h⋅n(x+1)n−1=hC.(x+h)^n-x^n\leq h\cdot n(x+1)^{n-1}=hC.

    Untuk kasus kedua, dengan v=xv = x dan u=x−hu = x - h (dan 0<h<x0 < h < x menjamin u>0u > 0):

    xn−(x−h)n=h∑k=0n−1xn−1−k(x−h)k.x^{n} - (x-h)^{n} = h \sum_{k=0}^{n-1} x^{n-1-k}(x-h)^{k}.

    Setiap suku xn−1−k(x−h)k≤xn−1−k⋅xk=xn−1≤(x+1)n−1x^{n-1-k}(x-h)^{k} \leq x^{n-1-k} \cdot x^{k} = x^{n-1} \leq (x+1)^{n-1}. Jumlah nn suku memberikan xn−(x−h)n≤hCx^{n} - (x-h)^{n} \leq hC. Untuk n=1n = 1: C=1⋅(x+1)0=1C = 1 \cdot (x+1)^{0} = 1, dan kedua selisih sama dengan h≤h⋅1=hCh \leq h \cdot 1 = hC, yang benar dengan persamaan. □\square

    Bukti Lengkap Keberadaan Akar Positif Umum

    Kita kini membuktikan secara lengkap teorema berikut, menutup pinjaman maju dari Bab 8.4 (keberadaan 2\sqrt{2}) dan Bab 9.3B (keberadaan akar positif umum).

    Teorema 11.3.8 (Keberadaan dan Ketunggalan Akar Positif). Misalkan a>0a > 0 dan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Terdapat tepat satu x>0x > 0 dengan xn=ax^{n} = a.

    Bukti keberadaan.

    Langkah 1: Membentuk himpunan kandidat. Definisikan

    S={t∈R:t≥0 dan tn≤a}.S = \{ t \in \mathbb{R} : t \geq 0 \text{ dan } t^{n} \leq a \}.

    Kita perlu menunjukkan S≠∅S \neq \emptyset dan SS terbatas ke atas. Untuk keanggotaan positif, pilih s0=min⁡(a,1)s_{0} = \min(a, 1). Karena a>0a > 0, berlaku s0>0s_{0} > 0. Kita klaim s0∈Ss_{0} \in S: jelas s0≥0s_{0} \geq 0. Jika a≥1a \geq 1, maka s0=1s_{0} = 1 dan s0n=1≤as_{0}^{n} = 1 \leq a. Jika a<1a < 1, maka s0=a<1s_{0} = a < 1, dan karena 0<a<10 < a < 1, dengan induksi pada nn: untuk n=1n=1, a1=a≤aa^{1} = a \leq a; untuk langkah induksi, jika ak≤aa^k\leq a dengan k≥1k\geq1, maka ak+1=a⋅ak≤a2≤aa^{k+1}=a\cdot a^k\leq a^2\leq a, sebab 0<a<10<a<1. Jadi an≤aa^n\leq a untuk semua n≥1n\geq1. Dalam semua kasus s0n≤as_{0}^{n} \leq a, sehingga s0∈Ss_{0} \in S. Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan Archimedes atau kerapatan untuk menemukan anggota positif SS.

    Untuk batas atas, klaim M=a+1M = a + 1 adalah batas atas SS. Pertama, M>1M > 1. Kita tunjukkan bahwa untuk t≥Mt \geq M, berlaku tn>at^{n} > a, sehingga t∉St \notin S. Kita gunakan: untuk t≥1t \geq 1 dan n≥1n \geq 1, berlaku tn≥tt^{n} \geq t. Ini dibuktikan dengan induksi: untuk n=1n=1, t1=t≥tt^{1} = t \geq t; jika tk≥tt^k\geq t dengan k≥1k\geq1, maka tk+1=t⋅tk≥t2≥tt^{k+1}=t\cdot t^k\geq t^2\geq t karena t≥1t\geq1. Maka untuk t≥M=a+1t \geq M = a+1: tn≥t≥a+1>at^{n} \geq t \geq a + 1 > a. Jadi tidak ada t≥Mt \geq M yang ada dalam SS, artinya semua elemen SS memenuhi t<Mt < M, sehingga MM adalah batas atas.

    Karena S≠∅S \neq \emptyset dan SS terbatas ke atas, oleh Aksioma 11.3.1, terdapat x=sup⁡S∈Rx = \sup S \in \mathbb{R}. Karena s0∈Ss_{0} \in S dan s0>0s_{0} > 0, berlaku x≥s0>0x \geq s_{0} > 0.

    Langkah 2: Mempersiapkan konstanta perturbasi. Tetapkan C=n(x+1)n−1>0C = n(x+1)^{n-1} > 0. Karena n≥1n \geq 1 dan x>0x > 0, berlaku x+1>1x + 1 > 1 dan (x+1)n−1≥1(x+1)^{n-1} \geq 1 (untuk n=1n = 1, C=1⋅1=1C = 1 \cdot 1 = 1; untuk n≥2n \geq 2, C≥n>0C \geq n > 0). Nilai CC ini akan digunakan untuk mengontrol perturbasi dalam dua kontradiksi berikut.

    Langkah 3: Kontradiksi jika xn<ax^{n} < a. Misalkan xn<ax^{n} < a. Tulis d=a−xn>0d = a - x^{n} > 0. Pilih

    h=min⁡ ⁣(12,  d2C).h = \min\!\left(\frac{1}{2},\; \frac{d}{2C}\right).

    Karena d>0d > 0 dan C>0C > 0, berlaku h>0h > 0. Juga h≤12<1h \leq \tfrac{1}{2} < 1. Dari Lemma 11.3.7:

    (x+h)n−xn≤hC≤d2C⋅C=d2.(x+h)^{n} - x^{n} \leq hC \leq \frac{d}{2C} \cdot C = \frac{d}{2}.

    Sehingga (x+h)n≤xn+d2=xn+a−xn2=xn+a2<a(x+h)^{n} \leq x^{n} + \tfrac{d}{2} = x^{n} + \tfrac{a - x^{n}}{2} = \tfrac{x^{n} + a}{2} < a (karena xn<ax^{n} < a). Jadi (x+h)n≤xn+d2<xn+d=a(x+h)^{n} \leq x^{n} + \tfrac{d}{2} < x^{n} + d = a. Karena x+h>0x + h > 0 dan (x+h)n≤⋯<a(x+h)^{n} \leq \cdots < a, berlaku x+h∈Sx + h \in S. Tetapi x+h>xx + h > x, yang bertentangan dengan x=sup⁡Sx = \sup S sebagai batas atas SS. Jadi xn<ax^{n} < a mustahil.

    Langkah 4: Kontradiksi jika xn>ax^{n} > a. Misalkan xn>ax^{n} > a. Tulis d=xn−a>0d = x^{n} - a > 0. Pilih

    h=min⁡ ⁣(12,  x2,  d2C).h = \min\!\left(\frac{1}{2},\; \frac{x}{2},\; \frac{d}{2C}\right).

    Karena x>0x > 0, d>0d > 0, C>0C > 0, berlaku h>0h > 0. Kita memiliki h≤12<1h \leq \tfrac{1}{2} < 1 dan h≤x2<xh \leq \tfrac{x}{2} < x, sehingga 0<x−h<x0 < x - h < x. Dari Lemma 11.3.7 (kasus kedua, dengan h<xh < x dan h<1h < 1):

    xn−(x−h)n≤hC≤d2C⋅C=d2<d.x^{n} - (x-h)^{n} \leq hC \leq \frac{d}{2C} \cdot C = \frac{d}{2} < d.

    Sehingga (x−h)n≥xn−d2=xn−xn−a2=xn+a2>a(x-h)^{n} \geq x^{n} - \tfrac{d}{2} = x^{n} - \tfrac{x^{n}-a}{2} = \tfrac{x^{n}+a}{2} > a (karena xn>ax^{n} > a). Lebih ringkas: (x−h)n≥xn−hC>xn−d=a(x-h)^{n} \geq x^{n} - hC > x^{n} - d = a.

    Kini kita perlu menunjukkan bahwa x−hx - h adalah batas atas SS. Misalkan t∈St \in S sembarang. Maka t≥0t \geq 0 dan tn≤a<(x−h)nt^{n} \leq a < (x-h)^{n}. Dari Lemma 11.3.6 (monotonicitas ketat pangkat pada basis tak negatif), tn<(x−h)nt^{n} < (x-h)^{n} dan t≥0t \geq 0, x−h>0x - h > 0 memberikan t<x−ht < x - h. Jadi setiap t∈St \in S memenuhi t<x−ht < x - h, artinya x−hx - h adalah batas atas SS. Tetapi x−h<x=sup⁡Sx - h < x = \sup S, yang bertentangan dengan xx sebagai batas atas terkecil. Jadi xn>ax^{n} > a mustahil.

    Catatan penting: Tidak cukup hanya mengatakan "x−h∉Sx - h \notin S" untuk mencapai kontradiksi. Yang diperlukan adalah membuktikan bahwa x−hx - h merupakan batas atas SS, dan ini yang telah dilakukan di atas.

    Langkah 5: Kesimpulan. Oleh trikotomi, satu-satunya kemungkinan yang tersisa adalah xn=ax^{n} = a.

    Bukti ketunggalan. Misalkan x,y>0x, y > 0 dengan xn=ax^{n} = a dan yn=ay^{n} = a. Jika x≠yx \neq y, katakanlah x<yx < y, maka dari Lemma 11.3.6: xn<ynx^{n} < y^{n}, sehingga a<aa < a, kontradiksi. Jadi x=yx = y. Ketunggalan ini hanya menggunakan monotonicitas, bukan kelengkapan.

    Kasus-kasus khusus. Untuk a=0a = 0: satu-satunya akar tak negatif dari derajat n≥1n \geq 1 adalah 00 (jika x≥0x \geq 0 dan xn=0x^{n} = 0, maka dengan Lemma 11.3.6, x=0x = 0). Untuk n=1n = 1: akarnya adalah x=ax = a sendiri. Untuk a<0a < 0 dan nn ganjil: ambil akar positif x0>0x_{0} > 0 dari (−a)>0(-a) > 0 (yang ada oleh teorema ini), lalu (−x0)n=−x0n=−(−a)=a(-x_{0})^{n} = -x_{0}^{n} = -(-a) = a; Untuk ketunggalan, setiap solusi yy harus negatif, sebab pangkat asli basis tak negatif tidak negatif. Maka (−y)n=−a(-y)^n=-a dan −y>0-y>0; ketunggalan akar positif memberi −y=x0-y=x_0, sehingga y=−x0y=-x_0. Untuk a<0a < 0 dan nn genap: tidak ada akar real karena untuk n=2k≥2n=2k\geq2, xn=(xk)2≥0x^n=(x^k)^2\geq0 bagi setiap x∈Rx\in\mathbb{R}. Bilangan n=0n=0 dikecualikan: menurut konvensi pangkat nol, x0=1x^0=1, sehingga persamaan ini tidak menentukan akar tunggal bila a=1a=1, dan tidak memiliki solusi bila a≠1a\neq1. Teorema ini menutup pinjaman maju dari Bab 8.4 dan 9.3B. □\square

    Sifat Archimedes dan Penutupan Pinjaman Bab 8.3

    Teorema 11.3.9 (Sifat Archimedes). Untuk setiap x∈Rx \in \mathbb{R}, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan n>xn > x.

    Bukti. Andaikan, untuk mencapai kontradiksi, terdapat x∈Rx \in \mathbb{R} dengan n≤xn \leq x untuk semua n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Maka himpunan N+\mathbb{N}_{+}, yang telah disisipkan ke dalam R\mathbb{R} dari Bab 8, adalah himpunan bagian R\mathbb{R} yang tidak kosong (karena 1∈N+1 \in \mathbb{N}_{+}) dan terbatas ke atas oleh xx. Oleh Aksioma 11.3.1, terdapat u=sup⁡N+∈Ru = \sup \mathbb{N}_{+} \in \mathbb{R}. Karena u−1<uu - 1 < u, maka u−1u - 1 bukan batas atas N+\mathbb{N}_{+}; terdapat m∈N+m \in \mathbb{N}_{+} dengan m>u−1m > u - 1, sehingga m+1>um + 1 > u. Tetapi m+1∈N+m + 1 \in \mathbb{N}_{+} (karena N+\mathbb{N}_{+} tertutup terhadap penambahan 1 dari penyisipan Bab 8), sehingga m+1≤um + 1 \leq u. Kontradiksi. Jadi tidak ada batas atas bagi N+\mathbb{N}_{+}, artinya untuk setiap x∈Rx \in \mathbb{R}, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan n>xn > x. □\square

    Dengan demikian, Prasyarat 8.3.2 (sifat Archimedes) kini telah terbukti dari aksioma kelengkapan. Ini berarti Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 (yang bergantung pada Archimedes) berlaku tanpa pinjaman tersebut.

    Korolari 11.3.10. Untuk setiap y>0y > 0, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1n<y\dfrac{1}{n} < y.

    Bukti. Terapkan Teorema 11.3.9 dengan x=1y>0x = \tfrac{1}{y} > 0: terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan n>1yn > \tfrac{1}{y}. Karena n>0n > 0 dan y>0y > 0, mengalikan kedua ruas dengan yn\tfrac{y}{n} memberikan y>1ny > \tfrac{1}{n}. □\square

    Kerapatan Q\mathbb{Q} di R\mathbb{R} dan Kerapatan Bilangan Irasional

    Teorema 11.3.11 (Kerapatan Q\mathbb{Q} di R\mathbb{R}). Untuk setiap x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y, terdapat q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan x<q<yx < q < y.

    Bukti. Karena y−x>0y - x > 0, oleh Korolari 11.3.10, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1n<y−x\tfrac{1}{n} < y - x. Perhatikan nx<nynx < ny dan ny−nx=n(y−x)>1ny - nx = n(y-x) > 1. Lema pembulatan 8.3.3, yang pinjaman Archimedes-nya kini dipenuhi oleh Teorema 11.3.9, memberikan m∈Zm\in\mathbb{Z} dengan m−1≤nx<mm-1\leq nx<m. Lema itu dibuktikan dengan prinsip urutan baik setelah translasi ke bilangan asli, sehingga berlaku juga untuk nx<0nx<0. Maka m−1≤nxm-1\leq nx, sehingga m≤nx+1<nym \leq nx + 1 < ny (karena ny−nx>1ny - nx > 1). Jadi nx<m<nynx < m < ny, sehingga x<mn<yx < \tfrac{m}{n} < y dengan q=mn∈Qq = \tfrac{m}{n} \in \mathbb{Q}. Teorema ini menutup utang pinjaman kerapatan Q\mathbb{Q} dari Bab 8.3. □\square

    Teorema 11.3.12 (Kerapatan Bilangan Irasional). Untuk setiap x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y, terdapat bilangan irasional zz dengan x<z<yx < z < y.

    Bukti. Oleh Teorema 11.3.11, pilih q∈Qq\in\mathbb{Q} dengan x<q<yx<q<y. Teorema 11.3.8 memberikan 2>0\sqrt2>0 dengan kuadrat 22, dan Teorema 8.4.7 memastikan akar ini irasional. Karena y−q>0y-q>0, oleh Teorema 11.3.9 pilih n∈N+n\in\mathbb{N}_{+} dengan n>2/(y−q)n>\sqrt2/(y-q). Maka 0<2/n<y−q0<\sqrt2/n<y-q. Tetapkan z=q+2/nz=q+\sqrt2/n; diperoleh x<q<z<yx<q<z<y. Jika z∈Qz\in\mathbb{Q}, maka 2=n(z−q)∈Q\sqrt2=n(z-q)\in\mathbb{Q}, kontradiksi. Jadi zz irasional. Konstruksi ini berlaku untuk semua tanda x,yx,y dan tetap sah bila q=0q=0. □\square

    Contoh Terhitung: Supremum dan Aplikasinya

    Contoh 11.3.13. Tentukan sup⁡S\sup S dan verifikasi menggunakan karakterisasi ε\varepsilon, di mana S={1−1n:n∈N+}S = \left\{ 1 - \dfrac{1}{n} : n \in \mathbb{N}_{+} \right\}.

    Penyelesaian. Klaim: sup⁡S=1\sup S = 1. Verifikasi dua syarat Teorema 11.3.2. (i) Batas atas: untuk setiap n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, berlaku 1−1n<11 - \tfrac{1}{n} < 1. (ii) Untuk ε>0\varepsilon > 0, oleh Korolari 11.3.10, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1n<ε\tfrac{1}{n} < \varepsilon, sehingga 1−1n>1−ε1 - \tfrac{1}{n} > 1 - \varepsilon. Jadi sup⁡S=1\sup S = 1. Perhatikan 1∉S1 \notin S (karena 1−1n<11 - \tfrac{1}{n} < 1 untuk semua n≥1n \geq 1), sehingga SS tidak memiliki maksimum. □\square

    Contoh 11.3.14. Tentukan sup⁡S\sup S dan inf⁡S\inf S di mana S={(−1)nn:n∈N+}S = \left\{ \dfrac{(-1)^{n}}{n} : n \in \mathbb{N}_{+} \right\}.

    Penyelesaian. Elemen-elemen SS: untuk n=1n=1, nilai adalah −1-1; untuk n=2n=2, nilai adalah 12\tfrac{1}{2}; untuk n=3n=3, nilai adalah −13-\tfrac{1}{3}; untuk n=4n=4, nilai adalah 14\tfrac{1}{4}; dan seterusnya. Nilai positif berbentuk 12k\tfrac{1}{2k} untuk k∈N+k \in \mathbb{N}_{+}, yang supremumnya adalah 12\tfrac{1}{2}. Nilai negatif berbentuk −12k−1-\tfrac{1}{2k-1}, yang infimumnya adalah −1-1. Klaim: sup⁡S=12\sup S = \tfrac{1}{2}. Verifikasi: (i) Untuk nn ganjil, (−1)nn=−1n≤0<12\tfrac{(-1)^{n}}{n} = -\tfrac{1}{n} \leq 0 < \tfrac{1}{2}. Untuk n=2kn = 2k genap, 12k≤12\tfrac{1}{2k} \leq \tfrac{1}{2}. (ii) Untuk ε>0\varepsilon > 0, jika ε≥12\varepsilon \geq \tfrac{1}{2}, maka 12>12−ε\tfrac{1}{2} > \tfrac{1}{2} - \varepsilon dan 12∈S\tfrac{1}{2} \in S (ambil n=2n=2). Jika ε<12\varepsilon < \tfrac{1}{2}, maka 12∈S\tfrac{1}{2} \in S memenuhi 12>12−ε\tfrac{1}{2} > \tfrac{1}{2} - \varepsilon. Jadi sup⁡S=12\sup S = \tfrac{1}{2}, yang dicapai sebagai maksimum (n=2n=2). Untuk batas bawah, bila nn genap nilainya positif, sehingga lebih besar dari −1-1. Bila nn ganjil, n≥1n\geq1 memberi 1/n≤11/n\leq1, sehingga −1/n≥−1-1/n\geq-1. Karena −1∈S-1\in S pada n=1n=1, setiap batas bawah tidak melebihi −1-1. Maka inf⁡S=−1\inf S=-1, dicapai sebagai minimum. □\square

    Contoh 11.3.15. Misalkan AA dan BB adalah himpunan tidak kosong terbatas ke atas. Tunjukkan bahwa sup⁡(A∪B)=max⁡(sup⁡A,sup⁡B)\sup(A \cup B) = \max(\sup A, \sup B).

    Penyelesaian. Tulis u=sup⁡Au = \sup A, v=sup⁡Bv = \sup B, dan tanpa kehilangan keumuman misalkan u≤vu \leq v, sehingga max⁡(u,v)=v\max(u,v) = v. Kita tunjukkan sup⁡(A∪B)=v\sup(A \cup B) = v. (i) Batas atas: setiap s∈A∪Bs \in A \cup B memenuhi s≤u≤vs \leq u \leq v (jika s∈As \in A) atau s≤vs \leq v (jika s∈Bs \in B). (ii) Untuk ε>0\varepsilon > 0, karena v=sup⁡Bv = \sup B, terdapat b∈B⊆A∪Bb \in B \subseteq A \cup B dengan b>v−εb > v - \varepsilon. Jadi v=sup⁡(A∪B)v = \sup(A \cup B). □\square

    Latihan Bertingkat: Soal 11.3-1 hingga 11.3-4

    Latihan 11.3-1. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas ke atas, dan misalkan c>0c > 0. Definisikan cS={cs:s∈S}cS = \{ cs : s \in S \}. Buktikan bahwa sup⁡(cS)=c⋅sup⁡S\sup(cS) = c \cdot \sup S.

    Latihan 11.3-2. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas ke atas. Tunjukkan bahwa jika sup⁡S∈S\sup S \in S, maka sup⁡S=max⁡S\sup S = \max S. Berikan contoh SS di mana sup⁡S∉S\sup S \notin S.

    Latihan 11.3-3. Misalkan A,B⊆RA, B \subseteq \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas ke atas. Definisikan A+B={a+b:a∈A,b∈B}A + B = \{ a + b : a \in A, b \in B \}. Buktikan bahwa sup⁡(A+B)=sup⁡A+sup⁡B\sup(A+B) = \sup A + \sup B.

    Latihan 11.3-4. Misalkan (an)n≥1(a_{n})_{n \geq 1} adalah barisan bilangan real yang terbatas ke atas (yaitu, terdapat M∈RM \in \mathbb{R} dengan an≤Ma_{n} \leq M untuk semua n≥1n \geq 1). Definisikan S={an:n∈N+}S = \{ a_{n} : n \in \mathbb{N}_{+} \}. Apakah sup⁡S\sup S selalu ada? Apakah sup⁡S\sup S selalu merupakan elemen dari SS? Berikan bukti atau kontracontoh yang tepat untuk masing-masing pertanyaan.

    Latihan Bertingkat: Soal 11.3-5 hingga 11.3-8

    Latihan 11.3-5. Misalkan S⊆RS \subseteq \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas ke atas, dan misalkan T={x∈R:x adalah batas atas S}T = \{ x \in \mathbb{R} : x \text{ adalah batas atas } S \}. Buktikan bahwa inf⁡T=sup⁡S\inf T = \sup S.

    Latihan 11.3-6. Misalkan a>0a > 0 dan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Tanpa menggunakan Teorema 11.3.8 (keberadaan akar), buktikan bahwa himpunan S={t∈R:t≥0,  tn≤a}S = \{ t \in \mathbb{R} : t \geq 0,\; t^{n} \leq a \} tidak kosong dan terbatas ke atas. (Catatan: Ini adalah Langkah 1 dari bukti Teorema 11.3.8; soal ini meminta Anda untuk mengerjakan langkah tersebut secara mandiri, dengan justifikasi lengkap.)

    Latihan 11.3-7. Misalkan A⊆QA \subseteq \mathbb{Q} tidak kosong dan terbatas ke atas dalam Q\mathbb{Q}, dan misalkan AA dipandang sebagai himpunan bagian R\mathbb{R}. Apakah sup⁡RA\sup_{\mathbb{R}} A selalu rasional? Berikan bukti atau kontracontoh.

    Latihan 11.3-8. Misalkan x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y. Gunakan Teorema 11.3.11 (kerapatan Q\mathbb{Q}) dan Teorema 11.3.8 (keberadaan akar) untuk menunjukkan bahwa terdapat z∈R∖Qz \in \mathbb{R} \setminus \mathbb{Q} (bilangan irasional) dengan x<z<yx < z < y. (Ini adalah verifikasi mandiri Teorema 11.3.12 dengan pendekatan yang mungkin sedikit berbeda.)

    Solusi Lengkap: Latihan 11.3-1 dan 11.3-2

    Solusi 11.3-1. Kita harus menunjukkan sup⁡(cS)=c⋅sup⁡S\sup(cS) = c \cdot \sup S dengan c>0c > 0 dan SS tidak kosong terbatas ke atas. Tulis u=sup⁡Su = \sup S. Kita verifikasi dua syarat Teorema 11.3.2 untuk cucu.

    (i) Batas atas cScS: misalkan t∈cSt \in cS, sehingga t=cst = cs untuk suatu s∈Ss \in S. Karena s≤us \leq u dan c>0c > 0, berlaku t=cs≤cut = cs \leq cu. Jadi cucu adalah batas atas cScS.

    (ii) Untuk ε>0\varepsilon > 0: karena c>0c > 0, kita memiliki εc>0\tfrac{\varepsilon}{c} > 0. Karena u=sup⁡Su = \sup S, terdapat s∈Ss \in S dengan s>u−εcs > u - \tfrac{\varepsilon}{c}. Maka cs>cu−εcs > cu - \varepsilon, dan cs∈cScs \in cS. Jadi cucu adalah batas atas terkecil cScS, yakni sup⁡(cS)=cu=c⋅sup⁡S\sup(cS) = cu = c \cdot \sup S. □\square

    Solusi 11.3-2. Bagian pertama: misalkan sup⁡S∈S\sup S \in S. Tulis u=sup⁡Su = \sup S. Karena u∈Su \in S dan uu adalah batas atas SS (yaitu s≤us \leq u untuk semua s∈Ss \in S), maka uu adalah elemen terbesar SS, yaitu u=max⁡Su = \max S. Definisi maksimum terpenuhi: u∈Su \in S dan u≥su \geq s untuk semua s∈Ss \in S.

    Bagian kedua: contoh di mana sup⁡S∉S\sup S \notin S. Ambil S={1−1n:n∈N+}S = \left\{ 1 - \tfrac{1}{n} : n \in \mathbb{N}_{+} \right\}. Telah ditunjukkan pada Contoh 11.3.13 bahwa sup⁡S=1\sup S = 1. Tetapi 1∉S1 \notin S karena 1−1n=11 - \tfrac{1}{n} = 1 akan mensyaratkan 1n=0\tfrac{1}{n} = 0, yang tidak mungkin untuk n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} (karena n≥1n \geq 1 memberikan 1n≤1\tfrac{1}{n} \leq 1 dan tepatnya 1n>0\tfrac{1}{n} > 0). Jadi SS tidak memiliki maksimum. □\square

    Solusi Lengkap: Latihan 11.3-3 dan 11.3-4

    Solusi 11.3-3. Tulis u=sup⁡Au = \sup A, v=sup⁡Bv = \sup B. Kita klaim sup⁡(A+B)=u+v\sup(A+B) = u + v.

    (i) Batas atas: misalkan s∈A+Bs \in A+B, sehingga s=a+bs = a + b dengan a∈Aa \in A, b∈Bb \in B. Karena a≤ua \leq u dan b≤vb \leq v, berlaku s=a+b≤u+vs = a+b \leq u + v.

    (ii) Batas atas terkecil: misalkan ε>0\varepsilon > 0. Karena u=sup⁡Au = \sup A, terdapat a∈Aa \in A dengan a>u−ε2a > u - \tfrac{\varepsilon}{2}. Karena v=sup⁡Bv = \sup B, terdapat b∈Bb \in B dengan b>v−ε2b > v - \tfrac{\varepsilon}{2}. Maka a+b∈A+Ba + b \in A+B dan a+b>(u−ε2)+(v−ε2)=u+v−εa + b > (u-\tfrac{\varepsilon}{2}) + (v-\tfrac{\varepsilon}{2}) = u+v-\varepsilon. Jadi u+v=sup⁡(A+B)u+v = \sup(A+B). □\square

    Solusi 11.3-4. Pertanyaan 1: Apakah sup⁡S\sup S selalu ada? Ya. Himpunan S={an:n∈N+}S = \{ a_{n} : n \in \mathbb{N}_{+} \} tidak kosong (karena a1∈Sa_{1} \in S) dan terbatas ke atas oleh MM. Oleh Aksioma 11.3.1, sup⁡S\sup S ada di R\mathbb{R}.

    Pertanyaan 2: Apakah sup⁡S\sup S selalu elemen dari SS? Tidak selalu. Kontracontoh: ambil barisan an=1−1na_{n} = 1 - \tfrac{1}{n} untuk n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Maka S={1−1n:n≥1}S = \left\{ 1 - \tfrac{1}{n} : n \geq 1 \right\} dan sup⁡S=1\sup S = 1 (dibuktikan pada Contoh 11.3.13), tetapi 1∉S1 \notin S. Jadi sup⁡S\sup S dapat tidak menjadi elemen SS.

    Namun demikian, terdapat kasus di mana sup⁡S∈S\sup S \in S: misalnya barisan konstan an=ca_{n} = c memberikan S={c}S = \{c\} dan sup⁡S=c∈S\sup S = c \in S. Jadi jawabannya bergantung pada barisan yang diberikan. □\square

    Solusi Lengkap: Latihan 11.3-5 dan 11.3-6

    Solusi 11.3-5. Ingat T={x∈R:x adalah batas atas S}T = \{ x \in \mathbb{R} : x \text{ adalah batas atas } S \} dan tulis u=sup⁡Su = \sup S. Kita klaim inf⁡T=u\inf T = u.

    Pertama, T≠∅T \neq \emptyset: karena SS terbatas ke atas, TT tidak kosong. TT juga terbatas ke bawah: setiap elemen s0∈Ss_{0} \in S (yang ada karena S≠∅S \neq \emptyset) memenuhi s0≤xs_{0} \leq x untuk semua x∈Tx \in T. Jadi TT terbatas ke bawah, dan oleh Teorema 11.3.3, inf⁡T\inf T ada.

    (i) uu adalah batas bawah TT: misalkan x∈Tx \in T; maka xx adalah batas atas SS, dan karena u=sup⁡Su = \sup S adalah batas atas terkecil, berlaku u≤xu \leq x. Jadi u≤xu \leq x untuk semua x∈Tx \in T.

    (ii) uu adalah batas bawah terbesar TT: misalkan ll adalah batas bawah TT, yaitu l≤xl \leq x untuk semua x∈Tx \in T. Kita perlu menunjukkan l≤ul \leq u. Karena uu adalah batas atas SS, berlaku u∈Tu \in T. Oleh karena l≤xl \leq x untuk semua x∈Tx \in T, khususnya l≤ul \leq u. Jadi inf⁡T=u=sup⁡S\inf T = u = \sup S. □\square

    Solusi 11.3-6. Ini adalah Langkah 1 dari bukti Teorema 11.3.8. Kita harus menunjukkan S={t∈R:t≥0,  tn≤a}S = \{ t \in \mathbb{R} : t \geq 0,\; t^{n} \leq a \} tidak kosong dan terbatas ke atas, dengan a>0a > 0 dan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}.

    Tidak kosong: Pilih s0=min⁡(a,1)s_{0} = \min(a, 1). Karena a>0a > 0, berlaku s0>0s_{0}>0. Kasus (a): a≥1a \geq 1, maka s0=1s_{0} = 1 dan s0n=1≤as_{0}^{n} = 1 \leq a, sehingga 1∈S1 \in S. Kasus (b): 0<a<10 < a < 1, maka s0=a∈(0,1)s_{0} = a \in (0,1). Dari Lemma 11.3.6 dengan u=a<v=1u = a < v = 1: an<1n=1a^{n} < 1^{n} = 1. Juga an≤aa^{n} \leq a karena: untuk n=1n = 1, a1=aa^{1} = a; untuk n≥2n \geq 2, a<1a < 1 sehingga mengalikan kedua ruas an−1≤1a^{n-1} \leq 1 dengan a>0a > 0 memberikan an≤aa^{n} \leq a. Jadi s0n≤as_{0}^{n} \leq a, sehingga s0∈Ss_{0} \in S.

    Terbatas ke atas: Klaim M=a+1M=a+1 adalah batas atas. Jika t≥M>1t\geq M>1, induksi memberi tn≥tt^n\geq t bagi n≥1n\geq1: basis t1=tt^1=t; dari tk≥tt^k\geq t diperoleh tk+1=t⋅tk≥t2≥tt^{k+1}=t\cdot t^k\geq t^2\geq t. Jadi tn≥t≥a+1>at^n\geq t\geq a+1>a, sehingga t∉St\notin S. Setiap anggota SS memenuhi t<Mt<M. □\square

    Solusi Lengkap: Latihan 11.3-7 dan 11.3-8

    Solusi 11.3-7. Tidak, sup⁡RA\sup_{\mathbb{R}} A tidak selalu rasional.

    Kontracontoh: Ambil A={q∈Q:q≥0,  q2<2}A = \{ q \in \mathbb{Q} : q \geq 0,\; q^{2} < 2 \}. Himpunan ini tidak kosong (karena 1∈A1 \in A) dan terbatas ke atas dalam Q\mathbb{Q} (dan juga dalam R\mathbb{R}) oleh 22. Oleh Aksioma 11.3.1, u=sup⁡RAu = \sup_{\mathbb{R}} A ada. Kita klaim u=2u = \sqrt{2} (yang irasional berdasarkan Bab 8.4).

    Verifikasi: (i) 2\sqrt{2} adalah batas atas AA dalam R\mathbb{R}: jika q∈Aq \in A, maka q≥0q \geq 0 dan q2<2=(2)2q^{2} < 2 = (\sqrt{2})^{2}, sehingga dari Lemma 11.3.6, q<2q < \sqrt{2}. (ii) Untuk ε>0\varepsilon > 0, kita perlu menemukan q∈Aq \in A dengan q>2−εq > \sqrt{2} - \varepsilon. Karena 2−ε<2\sqrt{2} - \varepsilon < \sqrt{2}, dengan mengambil nilai positifnya saja: jika 2−ε≤0\sqrt{2} - \varepsilon \leq 0, pilih q=1∈Aq = 1 \in A. Jika 2−ε>0\sqrt2-\varepsilon>0, maka otomatis 0<ε<20<\varepsilon<\sqrt2; tidak diperlukan asumsi tambahan bahwa ε\varepsilon cukup kecil. Oleh kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.11), terdapat q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan 2−ε<q<2\sqrt{2} - \varepsilon < q < \sqrt{2}. Maka q>0q > 0 (karena q>2−ε>0q > \sqrt{2} - \varepsilon > 0 untuk ε<2\varepsilon < \sqrt{2}) dan q2<(2)2=2q^{2} < (\sqrt{2})^{2} = 2 (dari Lemma 11.3.6, karena 0<q<20 < q < \sqrt{2}). Jadi q∈Aq \in A dan q>2−εq > \sqrt{2} - \varepsilon. Ini membuktikan 2=sup⁡RA∉Q\sqrt{2} = \sup_{\mathbb{R}} A \notin \mathbb{Q}. □\square

    Solusi 11.3-8. Misalkan x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y. Oleh Teorema 11.3.8 (Keberadaan Akar), terdapat 2>0\sqrt{2} > 0 dengan (2)2=2(\sqrt{2})^{2} = 2, dan diketahui dari Bab 8.4 bahwa 2∉Q\sqrt{2} \notin \mathbb{Q}.

    Tetapkan a=x/2a=x/\sqrt2 dan b=y/2b=y/\sqrt2, sehingga a<ba<b. Oleh Teorema 11.3.11, pilih q1∈Qq_1\in\mathbb{Q} dengan a<q1<ba<q_1<b, lalu terapkan lagi pada (q1,b)(q_1,b) untuk memperoleh q2∈Qq_2\in\mathbb{Q} dengan q1<q2<bq_1<q_2<b. Keduanya berbeda, sehingga sekurang-kurangnya satu tidak nol; pilih yang tidak nol dan namakan qq. Maka a<q<ba<q<b dan q≠0q\neq0. Mengalikan dengan 2>0\sqrt2>0 memberi x<q2<yx<q\sqrt2<y. Definisikan z=q2z=q\sqrt2. Andaikan z∈Qz\in\mathbb{Q}; karena qq rasional dan tidak nol, 2=z/q∈Q\sqrt2=z/q\in\mathbb{Q}, bertentangan dengan Teorema 8.4.7. Jadi zz irasional dan berada dalam interval yang diminta. □\square

    Ringkasan Hasil dan Status Pinjaman Maju

    Berikut adalah ikhtisar seluruh hasil yang telah dibuktikan dalam Unit 11.3, beserta hubungan logis antar hasil dan status penutupan pinjaman maju.

    Aksioma 11.3.1 (Kelengkapan Supremum) adalah titik berangkat seluruh unit. Dari aksioma ini bersama fondasi lapangan terurut dan aritmetika yang telah tersedia, kita menurunkan: keberadaan infimum (Teorema 11.3.3) melalui refleksi himpunan −S-S; keberadaan dan ketunggalan akar positif (Teorema 11.3.8) melalui argumen supremum pada S={t≥0:tn≤a}S = \{ t \geq 0 : t^{n} \leq a \}; sifat Archimedes (Teorema 11.3.9) melalui argumen kontradiksi menggunakan supremum N+\mathbb{N}_{+}; kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.11) menggunakan Archimedes; dan kerapatan bilangan irasional (Teorema 11.3.12) menggunakan kerapatan Q\mathbb{Q} dan keberadaan 2\sqrt{2}.

    Status penutupan pinjaman maju:

    (i) Prasyarat 8.3.2 (Archimedes): DITUTUP oleh Teorema 11.3.9. Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 kini berlaku penuh.

    (ii) Keberadaan akar dua (Bab 8.4, P2): DITUTUP oleh Teorema 11.3.8 dengan a=2a = 2, n=2n = 2. Catatan: ketidakrasionalan 2\sqrt{2} tetap bergantung pada hasil Bab 8.4 yang lain (bukti aritmetis), dan tidak diturunkan ulang di sini.

    (iii) Eksistensi akar positif umum (Bab 9.3B): DITUTUP sepenuhnya oleh Teorema 11.3.8. Pemakaian akar a1/na^{1/n} di seluruh Bab 9–10 kini memiliki fondasi yang sah.

    (iv) Kerapatan Q\mathbb{Q} di R\mathbb{R} (Bab 8.3): DITUTUP oleh Teorema 11.3.11.

    Hasil yang bergantung pada Archimedes (bukan sebaliknya): Teorema 11.3.11 (kerapatan Q\mathbb{Q}) menggunakan Archimedes (Teorema 11.3.9), dan Teorema 11.3.12 (kerapatan irasional) menggunakan Teorema 11.3.11. Sebaliknya, Teorema 11.3.8 (keberadaan akar) tidak menggunakan Archimedes — ia hanya menggunakan Aksioma 11.3.1, Lemma 11.3.5–11.3.7, dan sifat urutan dasar. Urutan logis ini bebas siklus.

    Catatan tentang kelengkapan sebagai syarat: Kelengkapan adalah kondisi cukup untuk membuktikan keberadaan akar melalui jalur yang digunakan di sini, tetapi bukan satu-satunya jalur yang mungkin. Ketunggalan akar mengikuti dari monotonicitas ketat pangkat (Lemma 11.3.6) dan tidak memerlukan kelengkapan sama sekali. Ketidaklengkapan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.4) dibuktikan secara mandiri tanpa menggunakan kerapatan, sehingga argumennya tidak melingkar.

    Catatan Penutup: Kedudukan Aksioma Kelengkapan dalam Analisis Real

    Aksioma kelengkapan supremum adalah jantung dari analisis real. Hampir setiap teorema mendalam dalam kalkulus dan analisis — dari teorema nilai antara, teorema nilai ekstrem, hingga konvergensi barisan monoton terbatas — pada akhirnya bergantung pada kelengkapan R\mathbb{R}. Tanpa aksioma ini, R\mathbb{R} tidak lebih dari lapangan terurut biasa, dan banyak objek yang kita gunakan dalam kalkulus tidak dapat dijamin keberadaannya.

    Penting untuk memahami sifat aksioma ini dengan tepat. Kita tidak membuktikan bahwa R\mathbb{R} ada; keberadaan model R\mathbb{R} (baik melalui potongan Dedekind maupun kelas ekuivalen barisan Cauchy di Q\mathbb{Q}) adalah topik dari konstruksi R\mathbb{R} yang berada di luar cakupan unit ini. Yang kita lakukan adalah menyatakan: apa pun model R\mathbb{R} yang kita gunakan, ia memiliki sifat kelengkapan supremum ini. Dengan aksioma kelengkapan sebagai tambahan pada fondasi lapangan terurut dan bilangan asli, teori konvergensi, kontinuitas, dan kalkulus akan dibangun pada bab berikutnya.

    Bukti keberadaan akar positif (Teorema 11.3.8) mengilustrasikan teknik paling fundamental dalam analisis real: mendefinisikan himpunan yang "mencari" nilai yang kita inginkan, menggunakan aksioma kelengkapan untuk memastikan himpunan tersebut memiliki supremum, lalu membuktikan bahwa supremum itu tepat memiliki sifat yang kita cari melalui dua kontradiksi. Teknik ini akan muncul kembali dalam berbagai bentuk di seluruh analisis: dalam pembuktian teorema nilai antara, teorema titik tetap, dan banyak lagi.

    Ketidaklengkapan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.4) membantu membedakan representasi rasional dari objek real yang diaproksimasi. Dalam contoh x2=2x^2=2, tidak ada nilai rasional yang merupakan jawaban eksak, meskipun pendekatan rasional dapat dibuat dengan galat sekecil yang diminta. Hal ini tidak berarti setiap perhitungan komputer tidak eksak: operasi tertentu pada bilangan bulat atau rasional dapat dilakukan secara eksak, dan representasi simbolik dapat menyimpan akar. Galat pembulatan pada representasi berpresisi terbatas merupakan persoalan tersendiri; pembahasan numerik kelak harus menyebut model aritmetika yang digunakan.

    Unit 11.4 akan menata kembali sifat Archimedes, pembulatan, dan kerapatan beserta penerapannya. Bab 12 membahas interval, lalu bab-bab berikutnya mengembangkan topologi, barisan, limit, dan kontinuitas. Pinjaman khusus Archimedes, kerapatan rasional, dan keberadaan akar yang disebut di atas telah dipenuhi; pernyataan ini tidak menutup secara otomatis semua prasyarat konstruksi bilangan atau semua pinjaman dalam buku.

    11.4 Sifat Archimedes dan Kerapatan Bilangan Irasional

    Unit ini membangun dua teorema utama yang menjadi jembatan antara aksioma supremum dan pengetahuan lebih halus tentang struktur R\mathbb{R}. Teorema Archimedes menyatakan bahwa himpunan bilangan asli N={0,1,2,…}\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \ldots\} tidak terbatas atas di R\mathbb{R}; dari sini diturunkan segala konsekuensi tentang 1/n1/n yang menjadi tulang punggung analisis epsilon. Teorema kerapatan irasional menyatakan bahwa di setiap interval terbuka (x,y)(x, y) dengan x<yx < y terdapat bilangan irasional; ini melengkapi kerapatan rasional yang telah terbukti bersyarat di Unit 8.3 dan kini dapat ditutup utangnya.

    Sepanjang unit ini, N={0,1,2,…}\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \ldots\} dan N+={1,2,3,…}\mathbb{N}_{+} = \{1, 2, 3, \ldots\}. Setiap kali kita membagi oleh nn atau mengambil akar ke-nn, kita mensyaratkan secara eksplisit n∈Nn\in\mathbb{N} dan n≥1n\geq1. Notasi himpunan berindeks yang hanya menulis n≥1n\geq1 di unit ini selalu berarti n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, bukan nn real sembarang. Aksioma supremum (completeness axiom) dari Unit 11.3 dianggap berlaku: setiap himpunan tak kosong yang terbatas atas di R\mathbb{R} mempunyai supremum di R\mathbb{R}. Keberadaan α=2>0\alpha = \sqrt{2} > 0 menggunakan hasil Unit 11.3, dan ketakrasionalan 2\sqrt{2} dari Unit 8.4; kedua fakta ini digunakan tanpa pembuktian ulang di sini.

    Urutan logis unit ini adalah sebagai berikut. Pertama kita membuktikan Teorema Archimedes secara langsung dari aksioma supremum, tanpa menyentuh akar, kerapatan, atau limit. Kemudian kita menutup Prasyarat 8.3.2 yang selama ini menjadi utang, sehingga Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 (kerapatan Q\mathbb{Q}) berlaku penuh. Setelah itu kita membuktikan contoh klasik sup⁡{1−1/n:n≥1}=1\sup\{1 - 1/n : n \geq 1\} = 1 menggunakan karakterisasi epsilon dari Unit 11.2. Akhirnya kita membangun bukti kerapatan irasional beserta contoh eksak dan argumen banyak-tak-hingga bilangan irasional di setiap interval terbuka.

    Catatan integrasi bab. Dalam urutan bab yang telah dirakit, Unit 11.3 sudah memuat bukti pertama Sifat Archimedes (Teorema 11.3.9, dirumuskan untuk N+\mathbb{N}_{+}), Korolari 11.3.10, kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 11.3.11), kerapatan bilangan irasional (Teorema 11.3.12), dan Contoh 11.3.13. Bukti Teorema 11.4.1 di bawah tidak memakai hasil-hasil itu sebagai premis; ia berdiri sendiri dari Aksioma 11.3.1 dan karakterisasi supremum Unit 11.2, serta dirumuskan untuk N\mathbb{N} yang memuat 00. Kedua rumusan setara: versi N+\mathbb{N}_{+} langsung memberi versi N\mathbb{N} karena N+⊆N\mathbb{N}_{+}\subseteq\mathbb{N}, sedangkan versi N\mathbb{N} yang diterapkan pada max⁡(0,t)\max(0,t) memberi n>0n>0, sehingga n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}. Karena itu penutupan Prasyarat 8.3.2 dan pinjaman kerapatan Bab 8.3 pertama kali tercatat pada Unit 11.3; kalimat penutupan pada unit ini menegaskannya kembali melalui bukti kedua, bukan penutupan baru. Rujukan Unit 11.1 dan 11.2 ke Unit 11.4 untuk Archimedes tetap benar, sebab Teorema 11.4.1 memang membuktikannya; bukti paling awal dalam urutan bab ada pada Teorema 11.3.9.

    Motivasi: Mengapa Archimedes Diperlukan dan Dari Mana Datangnya

    Seorang pembaca yang baru mengenal analisis mungkin beranggapan bahwa pernyataan "N\mathbb{N} tidak terbatas atas" adalah hal yang sudah jelas dan tidak perlu dibuktikan. Namun di dalam sistem aksiomatik yang kita bangun, "jelas secara intuitif" tidak mencukupi: kita harus menurunkan setiap pernyataan dari aksioma yang telah ditetapkan. Pertanyaan yang tepat adalah: dari aksioma manakah kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada bilangan real bb yang memenuhi n≤bn \leq b untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N}?

    Jawaban yang mengejutkan adalah bahwa sifat ini tidak dapat diturunkan dari aksioma lapangan terurut saja. Memang ada struktur lapangan terurut yang memuat elemen-elemen tak terhingga sehingga N\mathbb{N} terbatas atas di dalamnya — inilah yang disebut lapangan terurut non-Archimedean. Sifat Archimedes di R\mathbb{R} adalah akibat dari aksioma supremum, yaitu kelengkapan. Dengan demikian pembuktian Archimedes dari supremum bukan sekadar latihan formal, melainkan pengungkapan hubungan mendalam antara kelengkapan dan struktur urutan N\mathbb{N}.

    Secara historis, sifat ini diatributkan kepada Archimedes dari Syracuse (sekitar 287–212 SM), yang menggunakannya untuk membuktikan bahwa untuk setiap dua panjang positif aa dan bb, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} sehingga na>bna > b. Dalam bahasa modern, ini berarti tidak ada panjang "tak terhingga" atau "tak terhingga kecil" yang dapat dinyatakan sebagai bilangan real biasa. Konsekuensi praktisnya sangat besar: dari Archimedes kita menurunkan bahwa 1/n→01/n \to 0 (meskipun limit belum didefinisikan secara formal di unit ini, kita dapat menyatakan versi kuantitatifnya: untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1/n<ε1/n < \varepsilon). Sifat Archimedes menjamin pilihan indeks yang diperlukan untuk perkiraan 1/n<ε1/n<\varepsilon ini; unit ini belum memakai teorema limit atau barisan.

    Teorema Archimedes: Pernyataan dan Bukti Lengkap

    Teorema 11.4.1 (Sifat Archimedes). Himpunan N={0,1,2,…}\mathbb{N} = \{0, 1, 2, \ldots\} tidak terbatas atas di R\mathbb{R}. Ekuivalen: untuk setiap t∈Rt \in \mathbb{R} terdapat n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n>tn > t.

    Strategi Bukti. Kita gunakan kontradiksi. Jika N\mathbb{N} terbatas atas, maka karena N≠∅\mathbb{N} \neq \emptyset (sebab 0∈N0 \in \mathbb{N}), aksioma supremum menjamin b=sup⁡Nb = \sup \mathbb{N} ada di R\mathbb{R}. Kemudian kita gunakan karakterisasi supremum dari Unit 11.2 untuk menemukan elemen N\mathbb{N} yang lebih besar dari bb, kontradiksi.

    Bukti. Andaikan untuk kontradiksi bahwa N\mathbb{N} terbatas atas di R\mathbb{R}. Karena 0∈N0 \in \mathbb{N}, himpunan N\mathbb{N} tidak kosong. Maka oleh Aksioma Supremum (Unit 11.3), terdapat b=sup⁡N∈Rb = \sup \mathbb{N} \in \mathbb{R}.

    Karena b−1<b=sup⁡Nb - 1 < b = \sup \mathbb{N}, maka berdasarkan karakterisasi epsilon supremum (Unit 11.2, Teorema 11.2.9: s=sup⁡As = \sup A jika dan hanya jika ss adalah batas atas AA dan untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 terdapat a∈Aa \in A dengan a>s−εa > s - \varepsilon), dengan mengambil ε=1>0\varepsilon = 1 > 0, terdapat m∈Nm \in \mathbb{N} dengan m>b−1m > b - 1.

    Karena m∈Nm \in \mathbb{N}, maka m+1∈Nm + 1 \in \mathbb{N} (penutupan N\mathbb{N} terhadap penjumlahan dengan 11, yang diperoleh dari definisi N\mathbb{N} dan induksi di Bab 7). Kita memiliki:

    m+1>(b−1)+1=b.m + 1 > (b - 1) + 1 = b.

    Namun m+1∈Nm + 1 \in \mathbb{N} dan m+1>b=sup⁡Nm + 1 > b = \sup \mathbb{N}, yang berarti bb bukan batas atas N\mathbb{N}. Ini kontradiksi dengan definisi b=sup⁡Nb = \sup \mathbb{N}. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa asumsi awal — N\mathbb{N} terbatas atas — tidak mungkin benar.

    Jadi N\mathbb{N} tidak terbatas atas. Untuk setiap t∈Rt \in \mathbb{R}, bilangan tt bukan batas atas N\mathbb{N}, sehingga terdapat n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n>tn > t. □\square

    Konsekuensi Langsung Sifat Archimedes

    Korolari 11.4.2. Untuk setiap a>0a > 0 dan b∈Rb \in \mathbb{R}, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} (yaitu n≥1n \geq 1) dengan na>bna > b.

    Bukti. Diberikan a>0a > 0 dan b∈Rb \in \mathbb{R}. Terapkan Teorema 11.4.1 pada t=max⁡(0, b/a)t = \max(0,\, b/a): terdapat n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n>tn > t. Khususnya n>0n > 0, sehingga n≥1n \geq 1 (karena n∈Nn \in \mathbb{N} dan n>0n > 0 berarti n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}). Juga n>b/an > b/a (karena n>max⁡(0,b/a)≥b/an > \max(0, b/a) \geq b/a). Karena a>0a > 0, perkalian kedua ruas dengan aa mempertahankan ketaksamaan: na>bna > b. □\square

    Korolari 11.4.3. Untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 0<1n<ε0 < \dfrac{1}{n} < \varepsilon.

    Bukti. Karena ε>0\varepsilon > 0, terapkan Teorema 11.4.1 pada t=1/ε∈Rt = 1/\varepsilon \in \mathbb{R}: terdapat n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n>1/εn > 1/\varepsilon. Karena 1/ε>01/\varepsilon > 0, kita punya n>0n > 0, jadi n≥1n \geq 1. Karena n≥1>0n \geq 1 > 0, kita dapat mengambil invers dengan membalik ketaksamaan: dari n>1/ε>0n > 1/\varepsilon > 0 diperoleh 1/n<ε1/n < \varepsilon. Jelas 1/n>01/n > 0 karena n≥1>0n \geq 1 > 0. □\square

    Korolari 11.4.4 (Kebutuhan batas ganda). Misalkan k∈Nk\in\mathbb{N} dengan k≥1k\geq1. Jika ε1,ε2,…,εk>0\varepsilon_{1}, \varepsilon_{2}, \ldots, \varepsilon_{k} > 0 adalah daftar berhingga bilangan positif, maka terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1/n<εi1/n < \varepsilon_{i} untuk semua i=1,…,ki = 1, \ldots, k.

    Bukti. Misalkan ε=min⁡(ε1,…,εk)>0\varepsilon = \min(\varepsilon_{1}, \ldots, \varepsilon_{k}) > 0 (minimum berhingga dari bilangan-bilangan positif adalah positif). Terapkan Korolari 11.4.3: terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1/n<ε≤εi1/n < \varepsilon \leq \varepsilon_{i} untuk semua ii. Perhatikan bahwa ini tidak memerlukan pilihan tak hingga; daftar εi\varepsilon_{i} berhingga. □\square

    Penutupan Pinjaman: Prasyarat 8.3.2 dan Kerapatan Bilangan Rasional

    Selama ini, Lemma 8.3.3 (lemma pembulatan) dan Teorema 8.3.4 (kerapatan Q\mathbb{Q} di R\mathbb{R}) dinyatakan bersyarat pada Prasyarat 8.3.2, yaitu sifat Archimedes. Karena Teorema 11.4.1 kini telah dibuktikan, pinjaman Archimedes tersebut tertutup secara matematis. Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 kini boleh digunakan dengan fondasi lapangan terurut dan penyisipan bilangan pada Prasyarat 8.3.1 yang tetap berlaku; tidak ada lagi pinjaman Archimedes. Kita tidak menulis ulang seluruh naskah Bab 8, melainkan hanya menegaskan struktur argumen untuk memperlihatkan di mana Archimedes digunakan.

    Pengingat ringkas Lemma 8.3.3 (Lemma Pembulatan). Untuk setiap x∈Rx \in \mathbb{R} dan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, terdapat m∈Zm \in \mathbb{Z} dengan m−1≤nx<mm - 1 \leq nx < m, yakni mm adalah bilangan bulat terkecil yang lebih besar secara ketat dari nxnx. Bila notasi lantai dari catatan Lema 8.3.3 digunakan, m=⌊nx⌋+1m=\lfloor nx\rfloor+1. Ini bukan selalu ⌈nx⌉\lceil nx\rceil: jika nxnx sudah bulat, syarat ketat nx<mnx<m menuntut m=nx+1m=nx+1. Keberadaan mm untuk nilai nxnx negatif diperoleh dari pergeseran dan Well-Ordering Principle yang telah dibuktikan di Bab 7, bukan dari asumsi fungsi lantai/plafon yang diasumsikan.

    Pengingat ringkas Teorema 8.3.4 (Kerapatan Q\mathbb{Q}). Untuk setiap x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y, terdapat q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan x<q<yx < q < y. Strategi: pilih n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1/n<y−x1/n < y - x (ini memakai Korolari 11.4.3, yaitu Archimedes). Oleh Lemma 8.3.3, terdapat m∈Zm \in \mathbb{Z} dengan m−1≤nx<mm - 1 \leq nx < m, sehingga m/nm/n adalah bilangan rasional. Kemudian:

    x<mn≤x+1n<x+(y−x)=y.x < \frac{m}{n} \leq x + \frac{1}{n} < x + (y - x) = y.

    Jadi q=m/n∈Qq = m/n \in \mathbb{Q} memenuhi x<q<yx < q < y. Dengan ini kerapatan Q\mathbb{Q} sepenuhnya terbukti. □\square

    Contoh Kanonik: Supremum Barisan {1−1/n:n≥1}\{1 - 1/n : n \geq 1\}

    Contoh 11.4.5. Misalkan S={1−1n:n∈N+}S = \left\{1 - \dfrac{1}{n} : n \in \mathbb{N}_{+}\right\}. Buktikan bahwa sup⁡S=1\sup S = 1.

    Strategi. Kita gunakan karakterisasi supremum dari Unit 11.2: s=sup⁡Ss = \sup S jika dan hanya jika (i) ss adalah batas atas SS, dan (ii) untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 terdapat elemen a∈Sa \in S dengan a>s−εa > s - \varepsilon. Kita buktikan bahwa s=1s = 1 memenuhi kedua syarat ini.

    Bukti. Langkah 1: 11 adalah batas atas SS. Untuk setiap n∈N+n\in\mathbb{N}_{+}, karena n≥1>0n\geq1>0, kita punya 1/n>01/n>0, sehingga 1−1/n<11-1/n<1. Jadi setiap elemen SS kurang dari 11, artinya 11 adalah batas atas SS.

    Langkah 2: 11 adalah supremum. Ambil sembarang ε>0\varepsilon > 0. Kita perlu menemukan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} sehingga 1−1/n>1−ε1 - 1/n > 1 - \varepsilon, ekuivalen dengan 1/n<ε1/n < \varepsilon. Oleh Korolari 11.4.3 (Archimedes), terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1/n<ε1/n < \varepsilon. Untuk nn tersebut:

    1−1n∈Sdan1−1n>1−ε.1 - \frac{1}{n} \in S \quad \text{dan} \quad 1 - \frac{1}{n} > 1 - \varepsilon.

    Ini menunjukkan kondisi (ii) terpenuhi. Dengan demikian sup⁡S=1\sup S = 1. Perhatikan bahwa 1∉S1 \notin S karena 1−1/n=11 - 1/n = 1 akan memerlukan 1/n=01/n = 0, mustahil untuk n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Jadi nilai supremum bukan anggota himpunan dan tidak dicapai oleh unsur SS; menurut hubungan supremum dan maksimum pada Unit 11.2, SS tidak memiliki maksimum. □\square

    Teorema Kerapatan Bilangan Irasional: Pernyataan dan Strategi

    Setelah kerapatan Q\mathbb{Q} terbukti, langkah alami berikutnya adalah membuktikan bahwa bilangan irasional pun "padat" di R\mathbb{R} dalam pengertian yang sama: di setiap interval terbuka terdapat bilangan irasional. Ini bukan akibat langsung dari kerapatan Q\mathbb{Q}, karena hanya karena ada banyak rasional tidak berarti ada irasional di antaranya — secara logis kita perlu argumen tersendiri.

    Teorema 11.4.6 (Kerapatan R∖Q\mathbb{R} \setminus \mathbb{Q}). Untuk setiap x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y, terdapat z∈R∖Qz \in \mathbb{R} \setminus \mathbb{Q} (bilangan irasional) dengan x<z<yx < z < y.

    Strategi Bukti. Kita akan mengkonstruksi zz dalam bentuk z=q+α/nz = q + \alpha/n, di mana q∈Qq \in \mathbb{Q} diperoleh dari kerapatan Q\mathbb{Q}, α=2\alpha = \sqrt{2}, dan n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dipilih agar zz jatuh di (x,y)(x, y). Ketakrasionalan zz kemudian dibuktikan dari ketakrasionalan α\alpha dan penutupan Q\mathbb{Q} terhadap operasi aljabar. Perhatikan bahwa kita tidak mengklaim "jumlah dua irasional selalu irasional" — klaim umum itu palsu. Yang kita buktikan adalah argumen spesifik berdasarkan struktur z−q=α/nz - q = \alpha/n.

    Bahan yang digunakan: (1) α=2>0\alpha = \sqrt{2} > 0 ada di R\mathbb{R} — hasil Unit 11.3; (2) 2\sqrt{2} tidak rasional — terbukti di Unit 8.4; (3) kerapatan Q\mathbb{Q} (Teorema 8.3.4, kini berlaku penuh); (4) Archimedes (Teorema 11.4.1, baru dibuktikan). Tidak ada akar lain, tidak ada limit, tidak ada IVT, tidak ada logaritma.

    Teorema Kerapatan Bilangan Irasional: Bukti Lengkap

    Bukti Teorema 11.4.6. Diberikan x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y. Kita konstruksi z∈R∖Qz \in \mathbb{R} \setminus \mathbb{Q} dengan x<z<yx < z < y dalam empat langkah.

    Langkah 1: Memilih bilangan rasional qq. Karena x<yx < y, oleh Teorema 8.3.4 (kerapatan Q\mathbb{Q}, kini berlaku), terdapat q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan x<q<yx < q < y. Dengan demikian y−q>0y - q > 0.

    Langkah 2: Memilih n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Kita memiliki α=2>0\alpha = \sqrt{2} > 0 dan y−q>0y - q > 0, sehingga α/(y−q)>0\alpha/(y - q) > 0. Terapkan Teorema 11.4.1 pada t=α/(y−q)t = \alpha/(y - q): terdapat n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n>α/(y−q)n > \alpha/(y - q). Karena α/(y−q)>0\alpha/(y-q) > 0, maka n>0n > 0, sehingga n≥1n \geq 1, yaitu n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Karena n>α/(y−q)>0n > \alpha/(y - q) > 0, mengambil invers (yang membalik ketaksamaan karena keduanya positif):

    1n<y−qα,\frac{1}{n} < \frac{y - q}{\alpha},

    dan karena α>0\alpha > 0, perkalian kedua ruas dengan α\alpha memberikan:

    αn<y−q.\frac{\alpha}{n} < y - q.

    Definisikan z=q+αnz = q + \dfrac{\alpha}{n}.

    Langkah 3: Verifikasi x<z<yx < z < y. Pertama, karena α>0\alpha > 0 dan n≥1>0n \geq 1 > 0, maka α/n>0\alpha/n > 0, sehingga z=q+α/n>q>xz = q + \alpha/n > q > x. Kedua, dari α/n<y−q\alpha/n < y - q:

    z=q+αn<q+(y−q)=y.z = q + \frac{\alpha}{n} < q + (y - q) = y.

    Jadi x<z<yx < z < y. Semua tanda telah diperiksa: n≥1n \geq 1 eksplisit, α>0\alpha > 0, y−q>0y - q > 0.

    Langkah 4: Verifikasi z∉Qz \notin \mathbb{Q}. Andaikan untuk kontradiksi bahwa z∈Qz \in \mathbb{Q}. Maka z−q∈Qz - q \in \mathbb{Q} (karena q∈Qq \in \mathbb{Q} dan Q\mathbb{Q} tertutup terhadap pengurangan). Kita punya z−q=α/nz - q = \alpha/n. Karena n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}, maka n∈Qn \in \mathbb{Q}. Penutupan Q\mathbb{Q} terhadap perkalian memberikan α=n(z−q)∈Q\alpha = n(z - q) \in \mathbb{Q}. Namun α=2∉Q\alpha = \sqrt{2} \notin \mathbb{Q} (Unit 8.4). Kontradiksi. Jadi z∉Qz \notin \mathbb{Q}.

    Kita telah mengkonstruksi z=q+2/n∈R∖Qz = q + \sqrt{2}/n \in \mathbb{R} \setminus \mathbb{Q} dengan x<z<yx < z < y. □\square

    Contoh Eksak: Bilangan Irasional di (1/10, 1/5)(1/10,\, 1/5)

    Contoh 11.4.7. Temukan secara eksak sebuah bilangan irasional di interval (1/10, 1/5)(1/10,\, 1/5) mengikuti prosedur bukti Teorema 11.4.6, dan buktikan secara ketat bahwa bilangan tersebut memang terletak di interval itu dan memang tidak rasional.

    Penyelesaian. Pertama, kita pilih q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan 1/10<q<1/51/10 < q < 1/5. Ambil q=3/20q = 3/20. Periksa: 1/10=2/20<3/20=q1/10 = 2/20 < 3/20 = q dan q=3/20<4/20=1/5q = 3/20 < 4/20 = 1/5. Benar.

    Hitung y−q=1/5−3/20=4/20−3/20=1/20y - q = 1/5 - 3/20 = 4/20 - 3/20 = 1/20. Kita perlu n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 2/n<1/20\sqrt{2}/n < 1/20, ekuivalen dengan n>202n > 20\sqrt{2}. Karena 2<2\sqrt{2} < 2 (sebab 22=4>22^{2} = 4 > 2 dan kuadrat merupakan fungsi yang naik secara ketat pada bilangan positif — fakta ini dari urutan lapangan, bukan dari limit), kita punya 202<4020\sqrt{2} < 40. Pilih n=40∈N+n = 40 \in \mathbb{N}_{+}. Memang 40>20240 > 20\sqrt{2}, sehingga 2/40<1/20\sqrt{2}/40 < 1/20.

    Definisikan:

    z=320+240.z = \frac{3}{20} + \frac{\sqrt{2}}{40}.

    Verifikasi z>1/10z > 1/10: Karena 2>0\sqrt{2} > 0 dan 40>040 > 0, maka 2/40>0\sqrt{2}/40 > 0, sehingga z=3/20+2/40>3/20>2/20=1/10z = 3/20 + \sqrt{2}/40 > 3/20 > 2/20 = 1/10.

    Verifikasi z<1/5z < 1/5: Kita telah memilih n=40n = 40 sehingga 2/40<1/20\sqrt{2}/40 < 1/20. Maka:

    z=320+240<320+120=420=15.z = \frac{3}{20} + \frac{\sqrt{2}}{40} < \frac{3}{20} + \frac{1}{20} = \frac{4}{20} = \frac{1}{5}.

    Jadi 1/10<z<1/51/10 < z < 1/5. Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan pendekatan desimal 2≈1.414\sqrt{2} \approx 1.414 sebagai bukti; ketaksamaan 2<2\sqrt{2} < 2 digunakan sebagai lemma aljabar.

    Verifikasi z∉Qz \notin \mathbb{Q}: Andaikan z∈Qz \in \mathbb{Q}. Maka z−3/20=2/40∈Qz - 3/20 = \sqrt{2}/40 \in \mathbb{Q}. Penutupan Q\mathbb{Q} terhadap perkalian: 40⋅(2/40)=2∈Q40 \cdot (\sqrt{2}/40) = \sqrt{2} \in \mathbb{Q}. Kontradiksi dengan Unit 8.4. Jadi z∉Qz \notin \mathbb{Q}. □\square

    Tak Hingga Banyak Bilangan Irasional di Setiap Interval Terbuka

    Teorema 11.4.8. Untuk setiap x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y, terdapat tak hingga banyak bilangan irasional di (x,y)(x, y). Lebih tepatnya, terdapat injeksi dari N\mathbb{N} ke (x,y)∩(R∖Q)(x,y) \cap (\mathbb{R} \setminus \mathbb{Q}).

    Bukti. Gunakan notasi dan konstruksi dari bukti Teorema 11.4.6. Pilih q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan x<q<yx < q < y (kerapatan Q\mathbb{Q}). Maka y−q>0y - q > 0 dan α=2>0\alpha = \sqrt{2} > 0. Terapkan Archimedes: terdapat N0∈N+N_{0} \in \mathbb{N}_{+} dengan N0>α/(y−q)N_{0} > \alpha/(y - q), sehingga α/N0<y−q\alpha/N_{0} < y - q.

    Untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}, definisikan:

    zk=q+αN0+k.z_{k} = q + \frac{\alpha}{N_{0} + k}.

    Perhatikan bahwa N0+k≥N0≥1N_{0} + k \geq N_{0} \geq 1, sehingga N0+k∈N+N_{0} + k \in \mathbb{N}_{+} dan pembagian terdefinisi. Kita verifikasi tiga hal:

    (a) zk∈(x,y)z_{k} \in (x, y) untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}. Karena N0+k≥N0N_{0} + k \geq N_{0} dan keduanya positif, invers membalik ketaksamaan: 1/(N0+k)≤1/N01/(N_{0}+k) \leq 1/N_{0}. Maka:

    αN0+k≤αN0<y−q.\frac{\alpha}{N_{0}+k} \leq \frac{\alpha}{N_{0}} < y - q.

    Sehingga zk=q+α/(N0+k)<q+(y−q)=yz_{k} = q + \alpha/(N_{0}+k) < q + (y-q) = y. Juga α/(N0+k)>0\alpha/(N_{0}+k) > 0, jadi zk>q>xz_{k} > q > x.

    (b) zk∉Qz_{k} \notin \mathbb{Q} untuk setiap k∈Nk \in \mathbb{N}. Jika zk∈Qz_{k} \in \mathbb{Q}, maka zk−q=α/(N0+k)∈Qz_{k} - q = \alpha/(N_{0}+k) \in \mathbb{Q}, dan karena N0+k∈N+⊂QN_{0}+k \in \mathbb{N}_{+} \subset \mathbb{Q}, kita peroleh α=(N0+k)⋅α/(N0+k)∈Q\alpha = (N_{0}+k) \cdot \alpha/(N_{0}+k) \in \mathbb{Q}. Kontradiksi.

    (c) Semua zkz_{k} berbeda. Jika k1≠k2k_{1} \neq k_{2} (katakanlah k1<k2k_{1} < k_{2}), maka N0+k1<N0+k2N_{0} + k_{1} < N_{0} + k_{2}, sehingga karena keduanya positif dan α>0\alpha > 0:

    αN0+k1>αN0+k2,\frac{\alpha}{N_{0}+k_{1}} > \frac{\alpha}{N_{0}+k_{2}},

    yang berarti zk1≠zk2z_{k_{1}} \neq z_{k_{2}}. Dengan demikian pemetaan k↦zkk \mapsto z_{k} adalah injeksi dari N\mathbb{N} ke (x,y)∩(R∖Q)(x,y) \cap (\mathbb{R} \setminus \mathbb{Q}). Ini membuktikan bahwa himpunan bilangan irasional di (x,y)(x,y) tak hingga (ada injeksi dari N\mathbb{N} ke dalamnya). Argumen ini bukan pembuktian ketakterhitungan bilangan irasional di (x,y)(x,y); ia hanya membuktikan kardinalitas tak hingga; himpunan itu tetap terbatas dalam urutan karena berada di interval (x,y)(x,y). □\square

    Catatan Penting: Archimedes Bukan Sinonim Kelengkapan

    Proposisi 11.4.9. Sifat Archimedes (⋆)(\star) tidak ekuivalen dengan aksioma kelengkapan (supremum) pada lapangan terurut. Lebih tepatnya, ada lapangan terurut yang memenuhi sifat Archimedes tetapi tidak memenuhi aksioma supremum.

    Pernyataan (⋆)(\star). Sebuah lapangan terurut FF dikatakan Archimedean jika untuk setiap a,b∈Fa, b \in F dengan a>0a > 0, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan na>bna > b (di mana nana artinya penjumlahan aa sebanyak nn kali).

    Contoh 11.4.10. Q\mathbb{Q} adalah lapangan terurut Archimedean yang tidak lengkap. Untuk membuktikan Archimedes di Q\mathbb{Q}: diberikan a,b∈Qa, b \in \mathbb{Q} dengan a>0a > 0, cukup pilih n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n>max⁡(0,b/a)n>\max(0,b/a), sehingga n≥1n\geq1 dan na>bna>b — ini selalu ada karena b/a∈Q⊂Rb/a \in \mathbb{Q} \subset \mathbb{R} dan N\mathbb{N} tidak terbatas atas di R\mathbb{R}; pembatasan ke Q\mathbb{Q} mempertahankan sifat ini. Untuk membuktikan ketidaklengkapan: himpunan A={q∈Q:q2<2}A = \{q \in \mathbb{Q} : q^{2} < 2\} tidak kosong (karena 1∈A1 \in A), terbatas atas di Q\mathbb{Q} (karena 22 adalah batas atasnya), namun tidak mempunyai supremum di Q\mathbb{Q}. (Jika s∈Qs \in \mathbb{Q} adalah batas atas terkecil, maka s2=2s^{2} = 2, tetapi tidak ada bilangan rasional dengan kuadrat 2 — Unit 8.4. Rincian lengkap ada di contoh ketidaklengkapan Q\mathbb{Q} di Unit 11.3.)

    Kesimpulan penting: bukti Archimedes kita di Teorema 11.4.1 menggunakan kelengkapan R\mathbb{R} secara esensial (lewat aksioma supremum). Namun arah sebaliknya tidak berlaku: dari Archimedes saja kita tidak dapat menyimpulkan kelengkapan. Jadi Archimedes adalah akibat dari kelengkapan di R\mathbb{R}, bukan ekuivalennya.

    Soal-Soal Latihan

    Latihan 11.4-1. Misalkan S⊂RS \subset \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas atas. Buktikan bahwa jika sup⁡S∈S\sup S \in S, maka sup⁡S=max⁡S\sup S = \max S. Berikan contoh himpunan tak kosong terbatas atas yang memiliki supremum tetapi tidak memiliki maksimum. Apakah S={1−1/n:n≥1}S = \{1 - 1/n : n \geq 1\} memiliki maksimum? Jelaskan.

    Latihan 11.4-2. (a) Buktikan bahwa untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 0<1/n<ε0 < 1/n < \varepsilon, menggunakan hanya Teorema 11.4.1 dan sifat invers ketaksamaan positif. (b) Apakah pernyataan ini berlaku jika ε=0\varepsilon = 0? Mengapa? (c) Tunjukkan bahwa untuk setiap dua bilangan positif ε1,ε2>0\varepsilon_{1}, \varepsilon_{2} > 0 terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan 1/n<ε11/n < \varepsilon_{1} dan 1/n<ε21/n < \varepsilon_{2} sekaligus.

    Latihan 11.4-3. Misalkan A⊂RA \subset \mathbb{R} tidak kosong dan terbatas bawah. Definisikan −A={−a:a∈A}-A = \{-a : a \in A\}. Buktikan bahwa sup⁡(−A)=−inf⁡A\sup(-A) = -\inf A. Kemudian, jika A={1/n:n≥1}A = \{1/n : n \geq 1\}, tentukan inf⁡A\inf A dan buktikan nilainya menggunakan karakterisasi epsilon infimum, tanpa menggunakan limit.

    Latihan 11.4-4. Misalkan A⊂RA \subset \mathbb{R} tidak kosong dan c∈Rc \in \mathbb{R} dengan c<0c < 0. Definisikan cA={ca:a∈A}cA = \{ca : a \in A\}. Buktikan bahwa jika AA terbatas atas, maka cAcA terbatas bawah, dan inf⁡(cA)=c⋅sup⁡A\inf(cA) = c \cdot \sup A. Perhatikan dengan cermat bagaimana tanda cc mempengaruhi arah ketaksamaan.

    Latihan 11.4-5. Buktikan bahwa Q\mathbb{Q} tidak memenuhi aksioma supremum dengan cara berikut: tunjukkan bahwa himpunan B={q∈Q:q>0 dan q2<3}B = \{q \in \mathbb{Q} : q > 0 \text{ dan } q^{2} < 3\} tidak kosong, terbatas atas di Q\mathbb{Q}, namun tidak mempunyai supremum di Q\mathbb{Q}. (Anda boleh menggunakan fakta bahwa 3∉Q\sqrt{3} \notin \mathbb{Q}, yang dibuktikan dengan cara analog Unit 8.4.)

    Latihan 11.4-6. Diberikan x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<yx < y dan x<0<yx < 0 < y. Terapkan prosedur bukti Teorema 11.4.6 untuk menemukan secara eksak sebuah bilangan irasional di (x,y)(x, y). Pastikan semua tanda diperiksa, termasuk tanda qq yang mungkin negatif. (Petunjuk: kerapatan Q\mathbb{Q} berlaku untuk semua pasangan real, termasuk yang melintasi nol.)

    Latihan 11.4-7. Buktikan bahwa untuk setiap n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n≥1n \geq 1, bilangan 2/n\sqrt{2}/n adalah irasional. Kemudian buktikan bahwa himpunan {2/n:n≥1}\{\sqrt{2}/n : n \geq 1\} mempunyai infimum dan tentukan nilai infimum tersebut, beserta bukti menggunakan karakterisasi epsilon.

    Latihan 11.4-8. Misalkan I=(a,b)I = (a, b) dengan a,b∈Ra, b \in \mathbb{R}, a<ba < b. Buktikan bahwa terdapat injeksi dari N+\mathbb{N}_{+} ke himpunan bilangan rasional di II, dan injeksi dari N\mathbb{N} ke himpunan bilangan irasional di II. Apakah injeksi-injeksi ini membuktikan bahwa bilangan rasional dan irasional di II masing-masing tidak terhitung? Jelaskan secara singkat mengapa atau mengapa tidak.

    Solusi Latihan 11.4-1

    Solusi Latihan 11.4-1. Bagian pertama. Misalkan s=sup⁡Ss = \sup S dan s∈Ss \in S. Kita harus menunjukkan s=max⁡Ss = \max S, artinya s∈Ss \in S dan s≥as \geq a untuk semua a∈Sa \in S. Karena s=sup⁡Ss = \sup S, maka ss adalah batas atas SS: untuk semua a∈Sa \in S, a≤sa \leq s. Karena s∈Ss \in S sudah diasumsikan, kedua syarat maksimum terpenuhi, jadi max⁡S=s\max S = s.

    Bagian kedua. Contoh: S={1−1/n:n≥1}S = \{1 - 1/n : n \geq 1\}. Dari Contoh 11.4.5, sup⁡S=1\sup S = 1. Namun 1∉S1 \notin S (karena 1−1/n=11 - 1/n = 1 berarti 1/n=01/n = 0, mustahil untuk n≥1n \geq 1). Jadi SS tidak memiliki maksimum.

    Bagian ketiga. Dengan demikian S={1−1/n:n≥1}S = \{1 - 1/n : n \geq 1\} tidak memiliki maksimum, seperti yang baru dibuktikan. Untuk setiap elemen 1−1/n∈S1 - 1/n \in S, elemen berikutnya 1−1/(n+1)>1−1/n1 - 1/(n+1) > 1 - 1/n (karena 1/(n+1)<1/n1/(n+1) < 1/n untuk n≥1n \geq 1), sehingga tidak ada elemen terbesar di SS. □\square

    Solusi Latihan 11.4-2, 11.4-3, dan 11.4-4

    Solusi Latihan 11.4-2. (a) Diberikan ε>0\varepsilon > 0. Oleh Teorema 11.4.1 (terapkan pada t=1/εt = 1/\varepsilon), terdapat n∈Nn \in \mathbb{N} dengan n>1/εn > 1/\varepsilon. Karena 1/ε>01/\varepsilon > 0, maka n>0n > 0, jadi n≥1n \geq 1. Karena n>0n > 0 dan 1/ε>01/\varepsilon > 0, mengambil invers membalik ketaksamaan: 1/n<ε1/n < \varepsilon. Karena n≥1>0n \geq 1 > 0, jelas 1/n>01/n > 0. Jadi 0<1/n<ε0 < 1/n < \varepsilon. (b) Tidak. Jika ε=0\varepsilon = 0, kita tidak dapat mencari n≥1n \geq 1 dengan 1/n<01/n < 0, karena 1/n>01/n > 0 untuk semua n≥1n \geq 1. (c) Ambil ε=min⁡(ε1,ε2)>0\varepsilon = \min(\varepsilon_{1}, \varepsilon_{2}) > 0. Terapkan (a): terdapat n≥1n \geq 1 dengan 1/n<ε≤ε11/n < \varepsilon \leq \varepsilon_{1} dan 1/n<ε≤ε21/n < \varepsilon \leq \varepsilon_{2}. □\square

    Solusi Latihan 11.4-3. Bagian pertama. Karena AA tidak kosong dan terbatas bawah, hasil infimum dari Aksioma Supremum pada Unit 11.3 menjamin inf⁡A\inf A ada. Misalkan s=inf⁡As=\inf A. Kita tunjukkan −s=sup⁡(−A)-s = \sup(-A). (i) −s-s adalah batas atas −A-A: untuk setiap −a∈−A-a \in -A (dengan a∈Aa \in A), karena s≤as \leq a, kita punya −a≤−s-a \leq -s. (ii) −s-s adalah batas atas terkecil: jika u<−su < -s, maka −u>s=inf⁡A-u > s = \inf A, jadi −u-u bukan batas bawah AA: terdapat a∈Aa \in A dengan a<−ua < -u, sehingga −a>u-a > u dan −a∈−A-a \in -A. Jadi uu bukan batas atas −A-A. Ini membuktikan sup⁡(−A)=−s=−inf⁡A\sup(-A) = -s = -\inf A. Bagian kedua. Untuk A={1/n:n≥1}A = \{1/n : n \geq 1\}, klaim inf⁡A=0\inf A = 0. (i) 00 adalah batas bawah: untuk semua n≥1n \geq 1, 1/n>01/n > 0. (ii) Karakterisasi epsilon: ambil ε>0\varepsilon > 0; oleh Korolari 11.4.3, terdapat n≥1n \geq 1 dengan 1/n<ε=0+ε1/n < \varepsilon = 0 + \varepsilon. Jadi 1/n∈A1/n \in A dan 1/n<0+ε1/n < 0 + \varepsilon. Maka inf⁡A=0\inf A = 0. Perhatikan 0∉A0 \notin A. □\square

    Solusi Latihan 11.4-4. Misalkan c<0c<0 dan AA tidak kosong terbatas atas. Aksioma Supremum menjamin keberadaan s=sup⁡As=\sup A. (i) Terbatas bawah: untuk setiap a∈Aa \in A, a≤sa \leq s. Karena c<0c < 0, perkalian membalik: ca≥csca \geq cs. Jadi cscs adalah batas bawah cAcA. (ii) cs=inf⁡(cA)cs = \inf(cA): Kita gunakan karakterisasi: (a) cscs adalah batas bawah (baru dibuktikan). (b) Untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, karena s=sup⁡As = \sup A, terdapat a∈Aa \in A dengan a>s−ε/∣c∣a > s - \varepsilon/|c| (terapkan karakterisasi epsilon dengan ε/∣c∣>0\varepsilon/|c| > 0). Karena c<0c < 0, ∣c∣=−c>0|c| = -c > 0: ca<c(s−ε/∣c∣)=cs−cε/∣c∣=cs+∣c∣ε/∣c∣=cs+εca < c(s - \varepsilon/|c|) = cs - c\varepsilon/|c| = cs + |c|\varepsilon/|c| = cs + \varepsilon. Jadi terdapat ca∈cAca \in cA dengan ca<cs+εca < cs + \varepsilon, memenuhi karakterisasi infimum. Maka inf⁡(cA)=cs=c⋅sup⁡A\inf(cA) = cs = c \cdot \sup A. □\square

    Solusi Latihan 11.4-5

    Solusi Latihan 11.4-5. Misalkan B={q∈Q:q>0, q2<3}B = \{q \in \mathbb{Q} : q > 0,\, q^{2} < 3\}.

    (a) B≠∅B \neq \emptyset: Ambil q=1q = 1. Maka q∈Qq \in \mathbb{Q}, q=1>0q = 1 > 0, dan q2=1<3q^{2} = 1 < 3. Jadi 1∈B1 \in B.

    (b) BB terbatas atas di Q\mathbb{Q}: Klaim 2∈Q2 \in \mathbb{Q} adalah batas atas. Untuk setiap q∈Bq \in B, jika q>2q > 2 maka q2>4>3q^{2} > 4 > 3 (menggunakan monotonisitas kuadrat pada bilangan positif: jika 0<p<r0 < p < r maka p2<r2p^{2} < r^{2}), kontradiksi dengan q∈Bq \in B. Jadi q≤2q \leq 2 untuk semua q∈Bq \in B.

    (c) BB tidak mempunyai supremum di Q\mathbb{Q}: Andaikan s∈Qs \in \mathbb{Q} adalah sup⁡QB\sup_{\mathbb{Q}} B (supremum di dalam Q\mathbb{Q}). Karena B⊂{q∈Q:q>0}B \subset \{q \in \mathbb{Q}: q > 0\} dan 1∈B1 \in B, kita punya s≥1>0s \geq 1 > 0. Kita pertimbangkan tiga kasus:

    Kasus s2<3s^2<3: Maka s∈Bs\in B. Perturbasi: pilih δ=min⁡(1/2,(3−s2)/(2(2s+1)))>0\delta=\min\bigl(1/2,(3-s^2)/(2(2s+1))\bigr)>0. Nilai ini rasional karena s∈Qs\in\mathbb{Q}, dan kedua penyebut positif karena s≥1s\geq1. Karena 0<δ≤1/2<10<\delta\leq1/2<1, berlaku δ2≤δ\delta^2\leq\delta. Maka (s+δ)2=s2+2sδ+δ2≤s2+(2s+1)δ≤s2+(3−s2)/2<3(s+\delta)^2=s^2+2s\delta+\delta^2\leq s^2+(2s+1)\delta\leq s^2+(3-s^2)/2<3. Juga s+δ>s>0s+\delta>s>0 dan s+δ∈Qs+\delta\in\mathbb{Q}. Jadi s+δ∈Bs+\delta\in B namun s+δ>ss+\delta>s, kontradiksi dengan ss sebagai batas atas.

    Kasus s2>3s^{2} > 3: Maka s∉Bs \notin B. Perturbasi: pilih δ=(s2−3)/(2s)>0\delta = (s^{2} - 3)/(2s) > 0 (positif dan rasional). Maka (s−δ)2=s2−2sδ+δ2>s2−2sδ=s2−(s2−3)=3(s - \delta)^{2} = s^{2} - 2s\delta + \delta^{2} > s^{2} - 2s\delta = s^{2} - (s^{2} - 3) = 3. Jadi s−δ>0s - \delta > 0 (karena δ=(s2−3)/(2s)<s/2<s\delta = (s^{2}-3)/(2s) < s/2 < s untuk s>0s > 0, sehingga s−δ>0s - \delta > 0) dan (s−δ)2>3(s-\delta)^{2} > 3, artinya tidak ada q∈Bq \in B dengan q>s−δq > s - \delta: jika q∈Bq\in B dan q>s−δ>0q>s-\delta>0, Teorema 10.2.6 untuk n=2n=2 memberi q2>(s−δ)2>3q^2>(s-\delta)^2>3, bertentangan dengan q2<3q^2<3. Jadi setiap q∈Bq\in B memenuhi q≤s−δq\leq s-\delta, sehingga s−δ∈Qs-\delta\in\mathbb{Q} adalah batas atas BB yang lebih kecil dari ss, bertentangan dengan minimalitas ss sebagai batas atas.

    Kasus s2=3s^2=3: Karena s∈Qs\in\mathbb{Q}, pilih wakil s=p/qs=p/q dengan p∈Zp\in\mathbb{Z} dan q∈N+q\in\mathbb{N}_{+} terkecil di antara penyebut positifnya, menurut Lema 8.4.6. Maka p2=3q2p^2=3q^2. Kuadrat residu 11 dan 22 modulo 33 keduanya beresidu 11; jadi 3∣p23\mid p^2 memaksa 3∣p3\mid p. Tulis p=3rp=3r dengan r∈Zr\in\mathbb{Z}. Substitusi memberi 9r2=3q29r^2=3q^2, sehingga q2=3r2q^2=3r^2 dan, dengan alasan residu yang sama, 3∣q3\mid q. Tulis q=3vq=3v dengan v∈N+v\in\mathbb{N}_{+}. Sekarang s=p/q=r/vs=p/q=r/v, sedangkan 0<v=q/3<q0<v=q/3<q, bertentangan dengan minimalitas penyebut qq. Jadi tidak ada bilangan rasional berkuadrat 33; khususnya 3\sqrt{3} yang keberadaannya dijamin Unit 11.3 tidak rasional.

    Ketiga kasus menuju kontradiksi, jadi BB tidak mempunyai supremum di Q\mathbb{Q}. □\square

    Solusi Latihan 11.4-6

    Solusi Latihan 11.4-6. Diberikan x,y∈Rx, y \in \mathbb{R} dengan x<0<yx < 0 < y (kasus melintasi nol). Kita terapkan prosedur Teorema 11.4.6 secara penuh, memeriksa semua tanda.

    Langkah 1. Karena x<yx < y, oleh kerapatan Q\mathbb{Q}, terdapat q∈Qq \in \mathbb{Q} dengan x<q<yx < q < y. Nilai qq bisa negatif, nol, atau positif — prosedur berikut berlaku di semua kasus. Kita perlu y−q>0y - q > 0: ini benar karena q<yq < y.

    Langkah 2. Karena α=2>0\alpha = \sqrt{2} > 0 dan y−q>0y - q > 0, maka α/(y−q)>0\alpha/(y-q) > 0. Terapkan Archimedes: terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan n>α/(y−q)n > \alpha/(y-q). Karena n>0n > 0, ambil invers: 1/n<(y−q)/α1/n < (y-q)/\alpha. Karena α>0\alpha > 0: α/n<y−q\alpha/n < y - q.

    Langkah 3. Definisikan z=q+2/nz=q+\sqrt{2}/n. Karena 2/n>0\sqrt{2}/n>0, maka z>q>xz>q>x. Karena 2/n<y−q\sqrt{2}/n<y-q, maka z=q+2/n<q+(y−q)=yz=q+\sqrt{2}/n<q+(y-q)=y. Jadi x<z<yx<z<y. Jika z∈Qz\in\mathbb{Q}, maka n(z−q)=2∈Qn(z-q)=\sqrt{2}\in\mathbb{Q} karena n,q∈Qn,q\in\mathbb{Q}, kontradiksi. Jadi zz irasional untuk pasangan x,yx,y umum, apa pun tanda qq.

    Contoh eksplisit. Ambil x=−1/3x = -1/3 dan y=1/4y = 1/4. Pilih q=0∈Qq = 0 \in \mathbb{Q} (memenuhi −1/3<0<1/4-1/3 < 0 < 1/4). Maka y−q=1/4y - q = 1/4 dan α/(y−q)=2/(1/4)=42\alpha/(y-q) = \sqrt{2}/(1/4) = 4\sqrt{2}. Karena 2<2\sqrt{2} < 2, maka 42<84\sqrt{2} < 8. Pilih n=8n = 8. Maka z=0+2/8=2/8z = 0 + \sqrt{2}/8 = \sqrt{2}/8. Verifikasi: 2/8>0>−1/3\sqrt{2}/8 > 0 > -1/3; dan 2/8<2/8=1/4\sqrt{2}/8 < 2/8 = 1/4. Irasionalitas: jika 2/8∈Q\sqrt{2}/8 \in \mathbb{Q}, maka 8⋅2/8=2∈Q8 \cdot \sqrt{2}/8 = \sqrt{2} \in \mathbb{Q}, kontradiksi. □\square

    Solusi Latihan 11.4-7

    Solusi Latihan 11.4-7. Bagian pertama: 2/n∉Q\sqrt{2}/n \notin \mathbb{Q} untuk semua n≥1n \geq 1. Ambil n∈N+n \in \mathbb{N}_{+}. Andaikan 2/n∈Q\sqrt{2}/n \in \mathbb{Q}. Karena n∈N+⊂Qn \in \mathbb{N}_{+} \subset \mathbb{Q} dan Q\mathbb{Q} tertutup terhadap perkalian, maka n⋅(2/n)=2∈Qn \cdot (\sqrt{2}/n) = \sqrt{2} \in \mathbb{Q}. Kontradiksi dengan Unit 8.4. Jadi 2/n∉Q\sqrt{2}/n \notin \mathbb{Q}.

    Bagian kedua: inf⁡{2/n:n≥1}=0\inf\{\sqrt{2}/n : n \geq 1\} = 0. Misalkan C={2/n:n≥1}C = \{\sqrt{2}/n : n \geq 1\}.

    (i) 00 adalah batas bawah CC: Untuk setiap n≥1n \geq 1, karena 2>0\sqrt{2} > 0 dan n≥1>0n \geq 1 > 0, maka 2/n>0\sqrt{2}/n > 0.

    (ii) 00 adalah infimum: Ambil sembarang ε>0\varepsilon > 0. Kita perlu menemukan n≥1n \geq 1 dengan 2/n<0+ε=ε\sqrt{2}/n < 0 + \varepsilon = \varepsilon, ekuivalen dengan n>2/εn > \sqrt{2}/\varepsilon. Oleh Archimedes (Teorema 11.4.1), terdapat n∈N+n \in \mathbb{N}_{+} dengan n>2/ε>0n > \sqrt{2}/\varepsilon > 0. Karena n>2/εn > \sqrt{2}/\varepsilon dan keduanya positif, invers membalik: 1/n<ε/21/n < \varepsilon/\sqrt{2}, jadi 2/n=2⋅(1/n)<2⋅ε/2=ε\sqrt{2}/n = \sqrt{2} \cdot (1/n) < \sqrt{2} \cdot \varepsilon/\sqrt{2} = \varepsilon. Elemen 2/n∈C\sqrt{2}/n \in C dan 2/n<ε\sqrt{2}/n < \varepsilon, memenuhi karakterisasi epsilon infimum.

    Jadi inf⁡C=0\inf C = 0. Perhatikan 0∉C0 \notin C (karena 2/n=0\sqrt{2}/n = 0 berarti 2=0\sqrt{2} = 0, mustahil). □\square

    Solusi Latihan 11.4-8

    Solusi Latihan 11.4-8. Misalkan I=(a,b)I = (a, b) dengan a<ba < b.

    Injeksi dari N+\mathbb{N}_{+} ke bilangan rasional di II. Oleh kerapatan Q\mathbb{Q}, terdapat q0∈Q∩Iq_{0} \in \mathbb{Q} \cap I. Maka a<q0<ba < q_{0} < b. Karena b−q0>0b - q_{0} > 0, oleh Archimedes terdapat N1∈N+N_{1} \in \mathbb{N}_{+} dengan N1>1/(b−q0)N_{1} > 1/(b - q_{0}). Untuk setiap k∈N+k \in \mathbb{N}_{+}, definisikan:

    rk=q0+1N1+k.r_{k} = q_{0} + \frac{1}{N_{1} + k}.

    Maka N1+k≥N1≥1N_{1} + k \geq N_{1} \geq 1, sehingga rk∈Qr_{k} \in \mathbb{Q}. Karena 1/(N1+k)>01/(N_{1}+k) > 0, maka rk>q0>ar_{k} > q_{0} > a. Karena N1+k≥N1>1/(b−q0)N_{1}+k \geq N_{1} > 1/(b-q_{0}), maka 1/(N1+k)<b−q01/(N_{1}+k) < b - q_{0}, jadi rk<q0+(b−q0)=br_{k} < q_{0} + (b - q_{0}) = b. Jadi rk∈Q∩Ir_{k} \in \mathbb{Q} \cap I. Injectivitas: jika k1<k2k_{1} < k_{2}, maka N1+k1<N1+k2N_{1}+k_{1} < N_{1}+k_{2}, sehingga 1/(N1+k1)>1/(N1+k2)1/(N_{1}+k_{1}) > 1/(N_{1}+k_{2}), jadi rk1≠rk2r_{k_{1}} \neq r_{k_{2}}. Pemetaan k↦rkk \mapsto r_{k} adalah injeksi dari N+\mathbb{N}_{+} ke Q∩I\mathbb{Q} \cap I.

    Injeksi dari N\mathbb{N} ke bilangan irasional di II. Dari Teorema 11.4.8, pemetaan k↦zk=q+2/(N0+k)k \mapsto z_{k} = q + \sqrt{2}/(N_{0}+k) (dengan notasi di bukti Teorema 11.4.8) adalah injeksi dari N\mathbb{N} ke (R∖Q)∩I(\mathbb{R} \setminus \mathbb{Q}) \cap I.

    Apakah ini membuktikan ketakterhitungan? Tidak. Eksistensi injeksi dari N+\mathbb{N}_{+} (atau N\mathbb{N}) ke suatu himpunan hanya membuktikan bahwa himpunan tersebut tak hingga (memiliki kardinalitas lebih besar dari setiap bilangan asli berhingga). Untuk membuktikan ketakterhitungan (uncountability), kita memerlukan argumen yang menunjukkan tidak ada surjeksi dari N\mathbb{N} ke himpunan tersebut — misalnya argumen diagonal Cantor. Injeksi dari N\mathbb{N} ke Q∩I\mathbb{Q} \cap I bahkan konsisten dengan keterhitungan Q∩I\mathbb{Q} \cap I (yang memang terhitung). Jadi kedua injeksi di atas hanya membuktikan infinitas, bukan ketakterhitungan. □\square

    Dengan selesainya Solusi Latihan 11.4-8, Unit 11.4 telah menyajikan secara lengkap: Teorema Archimedes dan korolarinya, penutupan pinjaman kerapatan rasional, kerapatan bilangan irasional beserta contoh eksak, dan delapan latihan beserta solusi penuhnya.

    Bab terdekat

    BerikutnyaInterval, Teorema Interval Bersarang, dan Representasi Desimal

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 12.

    SebelumnyaAksioma Urutan, Ketidaksamaan Aljabar, dan Estimasi Lanjut

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 10.