Supremum, Infimum, dan Sifat Kelengkapan (ℝ)
Bab 11 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.
Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.
Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan reviewBab 11: Supremum, Infimum, dan Sifat Kelengkapan ()
11.1 Konsep Batas Atas, Batas Bawah, Elemen Maksimal, dan Minimal
Unit ini membangun fondasi konseptual untuk teori supremum dan infimum yang akan dikembangkan pada Unit 11.2 dan 11.3. Seluruh pembahasan bersandar pada struktur lapangan terurut yang telah ditetapkan pada Bab 9–10, serta penyisipan dari Bab 8. Tidak ada kelengkapan (completeness) yang dipakai di sini: bukti batas dan ekstrem dalam unit ini berlaku di setiap lapangan terurut, termasuk . Pernyataan khusus tentang kelengkapan , akar, dan Archimedes yang disebut dalam motivasi tetap pratinjau atau pinjaman maju, bukan bagian dari bukti tersebut.
Pertanyaan sentral yang memotivasi unit ini adalah: kapan suatu himpunan bagian memiliki anggota terbesar atau terkecil? Dan bila tidak memilikinya, dapatkah kita menemukan bilangan di luar yang memainkan peran serupa? Jawaban atas pertanyaan kedua memerlukan konsep supremum dan infimum, yang dipersiapkan oleh definisi-definisi dalam unit ini.
Kami memakai sepanjang buku ini. Setiap kali menulis atau , syarat selalu disebut secara eksplisit agar penyebut tidak nol. Pangkat asli bilangan bulat nol mengikuti konvensi produk kosong: dalam konteks diskret.
Motivasi: Mengapa Batas Atas dan Batas Bawah Penting
Bayangkan seorang insinyur yang mengukur tegangan pada suatu sirkuit selama interval waktu tertentu. Himpunan semua nilai tegangan yang terukur membentuk himpunan bagian dari . Pertanyaan praktis yang segera muncul adalah: berapakah nilai tegangan tertinggi yang mungkin terjadi? Jika himpunan nilai tegangan itu berhingga dan tak kosong, kita dapat mencari maksimum dengan pembandingan berhingga. Keterhitungan dan keterbatasan saja tidak menjamin adanya maksimum. Namun jika himpunan itu tak hingga—misalnya semua nilai rasional dalam selang —jawaban tidak lagi sesederhana itu.
Contoh yang lebih algebrais: misalkan . Himpunan ini dibatasi dari atas (misalnya oleh ), tetapi apakah ada anggota terbesar di ? Kita akan lihat bahwa jawabannya tidak, dan bahwa "kandidat" terbaik—yaitu —tidak berada dalam . Klaim tentang himpunan rasional ini dan keberadaan merupakan pratinjau, bukan hasil yang dibuktikan dalam unit ini; keberadaan akar tetap pinjaman maju sampai bukti Unit 11.3 ditelaah. Inilah yang mendorong kita membedakan antara batas atas (suatu bilangan di luar atau di dalam yang tidak dilampaui anggota ) dan maksimum (batas atas yang benar-benar anggota ).
Keberadaan maksimum harus dibedakan dari kelengkapan: himpunan bagian seperti dapat tidak memiliki maksimum meskipun lengkap. Sebagai pratinjau Unit 11.2–11.3, aksioma kelengkapan menjamin batas atas terkecil bagi setiap himpunan real takkosong yang terbatas ke atas, tanpa mensyaratkan batas itu anggota himpunan. Jaminan umum tersebut gagal di . Konsep batas atas, batas bawah, maksimum, minimum, maksimal, dan minimal diperlukan untuk merumuskan perbedaan ini secara presisi; aksioma kelengkapan belum dipakai di unit ini.
Himpunan Batas Atas dan Batas Bawah: Definisi Formal
Seluruh diskusi berikut mengambil sebagai himpunan bagian dari , yaitu . Kita tidak mensyaratkan tak kosong pada definisi awal; kasus kosong akan dibahas secara eksplisit.
Definisi 11.1.1 (Himpunan Batas Atas dan Batas Bawah)
Misalkan . Definisikan himpunan batas atas (upper bounds) dan himpunan batas bawah (lower bounds) dari masing-masing oleh
Himpunan dikatakan terbatas ke atas (bounded above) jika , terbatas ke bawah (bounded below) jika , dan terbatas (bounded) jika keduanya berlaku sekaligus.
Kedua himpunan dan diperoleh melalui prinsip separasi (skema komprehensi terbatas) yang berlaku dalam teori himpunan yang mendasari buku ini: kita memilah anggota berdasarkan sifat kuantifikasi universal atas . Tidak ada aksioma kelengkapan yang diperlukan untuk mendefinisikan kedua himpunan ini.
Perlu ditekankan bahwa keterbatasan adalah sifat urutan, bukan kardinalitas. Selang terbatas meskipun takberhingga: anggota untuk semuanya berada di selang itu dan berbeda, karena penyebutnya positif serta invers membalik urutan positif. Ketakterbatasan di merupakan pernyataan Archimedes yang akan dibuktikan pada Unit 11.4, dan tidak digunakan di sini. Jangan menyamakan “terbatas” dengan “berhingga”.
Juga patut dicatat: anggota tidak harus berada di luar . Jika dan untuk semua , maka . Sebaliknya, suatu bilangan bisa menjadi batas atas meskipun bukan anggota , seperti padahal .
Sifat-Sifat Dasar Himpunan Batas
Lemma 11.1.2 (Sifat Monoton Himpunan Batas)
(a) Jika dan dengan , maka . Dengan kata lain, tertutup ke arah atas: jika memuat suatu elemen, ia memuat semua yang lebih besar.
(b) Jika dan dengan , maka . Dengan kata lain, tertutup ke arah bawah.
(c) Jika , maka setiap batas bawah tidak melebihi setiap batas atas: untuk semua dan , berlaku .
Bukti.
(a) Misalkan dan . Untuk sebarang , karena , berlaku . Karena , sifat transitif urutan pada memberikan . Karena dipilih sebarang, disimpulkan .
(b) Bukti simetris dengan (a): misalkan dan . Untuk sebarang , berlaku , sehingga , jadi . Karena sebarang, .
(c) Karena , pilih satu elemen . Karena , berlaku . Karena , berlaku . Transitif memberikan .
Bagian (c) mengandung syarat yang esensial. Jika , maka kuantifikasi universal atas terpenuhi secara hampa untuk setiap bilangan real, sehingga . Dalam kasus ini, misalnya dan , tetapi , sehingga ketimpangan (c) bisa terbalik. Hati-hati selalu memeriksa apakah sebelum menerapkan (c).
Maksimum dan Minimum: Batas yang Tercapai
Definisi 11.1.3 (Maksimum dan Minimum)
Misalkan . Suatu elemen disebut maksimum (maximum) dari , ditulis , jika untuk semua berlaku . Suatu elemen disebut minimum (minimum) dari , ditulis , jika untuk semua berlaku .
Perbedaan krusial antara maksimum dan batas atas adalah syarat keanggotaan: untuk maksimum, sedangkan batas atas tidak harus anggota . Maksimum adalah "batas atas yang tercapai" di dalam .
Teorema 11.1.4 (Keunikan Maksimum dan Minimum)
Jika memiliki maksimum, maka maksimum tersebut tunggal. Jika memiliki minimum, maka minimum tersebut tunggal.
Bukti. Misalkan dan keduanya adalah maksimum dari . Karena adalah maksimum dan , berlaku . Karena adalah maksimum dan , berlaku . Antisimetri urutan pada (yaitu: jika dan maka ) memberikan . Jika keduanya minimum, maka karena , dan karena . Antisimetri memberi , sehingga minimum juga tunggal.
Lemma 11.1.5 (Maksimum sebagai Batas Atas Terkecil dan Minimum sebagai Batas Bawah Terbesar)
Misalkan . Maka , dan untuk setiap berlaku . Secara dual, jika , maka dan untuk setiap .
Bukti. Bahwa langsung dari definisi maksimum: untuk setiap , . Sekarang misalkan . Karena dan adalah batas atas, berlaku . Untuk minimum, definisinya memberi untuk setiap , sehingga . Jika , gunakan untuk memperoleh .
Lemma ini menyatakan: jika maksimum ada, ia adalah batas atas terkecil. Hubungan ini menjadi definisi supremum pada Unit 11.2: supremum adalah batas atas terkecil, tetapi tidak harus anggota .
Elemen Maksimal dan Minimal pada Urutan Parsial dan Total
Pada Bab 4.4 telah diperkenalkan konsep himpunan terurut parsial (partially ordered set atau poset). Dalam konteks itu, konsep "maksimal" dan "minimal" berbeda dari "maksimum" dan "minimum". Kita ulang perbedaan ini dengan cermat, karena ia penting bagi kejelasan konseptual meskipun pada —yang merupakan urutan total—keduanya bertepatan.
Definisi 11.1.6 (Elemen Maksimal dan Minimal pada Poset)
Misalkan adalah himpunan terurut parsial dan . Elemen disebut maksimal dalam jika tidak ada dengan (yaitu: dan ). Elemen disebut minimal dalam jika tidak ada dengan .
Perbedaan mendasar: maksimum mensyaratkan bahwa setiap elemen memenuhi , yaitu dibandingkan dengan semua elemen dan selalu menang. Maksimal hanya mensyaratkan tidak ada yang mengalahkan , tetapi mungkin ada elemen yang tidak terbandingkan dengan ; keberadaan elemen takterbandingkan tidak diwajibkan oleh definisi maksimal. Dalam urutan parsial, bisa saja ada banyak elemen maksimal sekaligus, dan tidak satu pun di antaranya adalah maksimum.
Contoh 11.1.7 (Poset dengan Banyak Elemen Maksimal)
Pertimbangkan keluarga dengan urutan parsial inklusi . Maka dan , sehingga kedua elemen tidak terbandingkan. Keduanya maksimal (tidak ada elemen yang lebih besar) dan keduanya minimal (tidak ada elemen yang lebih kecil). Namun tidak memiliki maksimum (tidak ada elemen yang lebih besar atau sama dari keduanya sekaligus) dan tidak memiliki minimum.
Teorema 11.1.8 (Ekuivalensi Maksimal dan Maksimum pada Urutan Total)
Misalkan adalah urutan total pada . Maka adalah elemen maksimal dalam jika dan hanya jika . Secara dual, minimal jika dan hanya jika .
Bukti. Misalkan adalah elemen maksimal. Ambil sebarang . Karena adalah urutan total, berlaku atau . Karena maksimal, kemungkinan kedua dilarang. Jadi untuk semua , yang berarti .
Misalkan . Untuk setiap , berlaku , sehingga tidak ada dengan . Jadi maksimal. Untuk arah minimal ke minimum, ambil minimal dan sebarang. Totalitas memberi atau ; pilihan kedua dilarang oleh minimalitas. Jadi untuk semua , sehingga . Sebaliknya, jika dan ada dengan , definisi minimum juga memberi , bertentangan dengan antisimetri dan . Jadi minimal.
Dengan teorema ini, pada (yang merupakan urutan total), kita boleh menggunakan "maksimal" dan "maksimum" secara bergantian. Namun kita tidak mendefinisikan ulang "maksimal" menjadi "maksimum" untuk semua poset, karena ekuivalensi itu bergantung pada sifat totalitas yang tidak dimiliki poset umum.
Contoh-Contoh Konkret: Himpunan Berhingga, Selang, dan Kasus Khusus
Notasi berarti dan berarti . Simbol di sini hanya penanda notasi selang, bukan anggota . Pembagian oleh pada bukti titik tengah sah karena , sehingga inversnya positif menurut Bab 10.
Contoh 11.1.9 (Himpunan Berhingga )
Misalkan . Maka dan . Maksimum adalah (karena dan ). Minimum adalah .
Contoh 11.1.10 (Selang Terbuka )
Misalkan . Kita buktikan: (i) , (ii) , (iii) tidak memiliki maksimum maupun minimum.
Bukti (i). Pertama, setiap adalah batas atas: untuk semua , . Sekarang misalkan ; kita tunjukkan . Kasus pertama: . Maka dan , sehingga bukan batas atas. Kasus kedua: . Pertimbangkan . Karena , kita punya . Karena , kita punya . Jadi . Tetapi , sehingga . Ini berarti bukan batas atas. Jadi .
Bukti (ii). Simetris: setiap adalah batas bawah. Jika , kasus memberikan dengan , dan kasus memberikan titik tengah dengan . Jadi .
Bukti (iii). Misalkan . Maka . Pertimbangkan ; seperti di atas, dan . Jadi tidak ada anggota terbesar. Untuk minimum: jika , pertimbangkan . Karena , . Karena , , jadi . Tetapi , sehingga bukan minimum.
Contoh 11.1.11 (Selang dan )
Untuk : maksimum adalah (karena dan untuk semua , ), minimum adalah , karena dan untuk setiap .
Untuk : maksimum adalah (karena dan untuk semua ). Namun tidak memiliki minimum: jika maka , dan dengan (menggunakan serta berarti ).
Contoh 11.1.12 (Singleton, Seluruh , dan Himpunan Kosong)
Singleton. Jika untuk suatu , maka . Bukti: satu-satunya anggota adalah , dan .
Seluruh . tidak terbatas ke atas dan tidak terbatas ke bawah. Bukti: untuk setiap , bilangan dan , sehingga . Jadi . Untuk setiap , anggota memenuhi , sehingga dan . Perhatikan bahwa argumen ini tidak memerlukan Teorema Archimedes; kita hanya menggunakan sifat lapangan bahwa terdefinisi dan (karena ).
Himpunan kosong. Kuantifikasi terpenuhi secara hampa untuk setiap predikat. Oleh karena itu, setiap memenuhi , sehingga . Jadi . Simetris, . Dengan demikian terbatas ke atas dan terbatas ke bawah secara hampa. Namun tidak memiliki maksimum maupun minimum, karena definisi maksimum maupun minimum mensyaratkan anggota , yang mustahil.
Ketidakberadaan Supremum dan Infimum untuk Himpunan Kosong dalam
Seksi ini memberikan argumen pendahuluan mengenai himpunan kosong yang akan dikonfirmasi pada Unit 11.2 setelah supremum didefinisikan secara formal. Argumen berikut menggunakan hanya sifat lapangan terurut, tanpa kelengkapan.
Proposisi 11.1.13 (Himpunan Kosong Tidak Memiliki Supremum dalam Lapangan Terurut Mana Pun)
Misalkan adalah lapangan terurut. Himpunan kosong tidak memiliki batas atas terkecil (supremum) dalam .
Bukti. Asumsikan untuk kontradiksi bahwa terdapat yang merupakan batas atas terkecil dari . Karena (lapangan terurut tertutup terhadap pengurangan) dan kuantifikasi atas terpenuhi secara hampa, juga merupakan batas atas dari . Tetapi (karena di lapangan terurut mana pun), sehingga ada batas atas yang lebih kecil dari . Ini kontradiksi dengan asumsi bahwa adalah batas atas terkecil.
Konsekuensinya: kita tidak boleh menulis sebagai elemen dari , karena . Bilangan real yang diperluas () adalah struktur berbeda yang memerlukan definisi tersendiri, dan tidak diadopsi dalam buku ini tanpa deklarasi eksplisit.
Argumen serupa berlaku untuk infimum: untuk setiap kandidat sebagai batas bawah terbesar dari , bilangan juga merupakan batas bawah (secara hampa) dan lebih besar dari , kontradiksi.
Himpunan Berhingga Tak Kosong Selalu Memiliki Maksimum dan Minimum
Teorema 11.1.14 (Eksistensi Maksimum dan Minimum pada Himpunan Berhingga Tak Kosong)
Misalkan adalah urutan total pada himpunan , dan berhingga tak kosong. Maka memiliki maksimum dan minimum.
Bukti. Kita buktikan dengan induksi kuat atas , kardinalitas . Di sini "berhingga tak kosong" dipakai dalam arti kerja Definisi 4.4.16: unsur-unsur dapat didaftar habis tanpa pengulangan sebagai dengan dan , dan adalah panjang daftar itu. Definisi formal himpunan hingga serta ketunggalan bilangan merupakan pinjaman maju yang dijadwalkan ditutup pada Bab 20.1. Bukti berikut hanya memakai fakta bahwa menghapus satu unsur dari daftar unsur tanpa pengulangan menyisakan daftar unsur tanpa pengulangan.
Basis (). Misalkan . Maka , sehingga .
Langkah induksi. Misalkan teorema berlaku untuk semua himpunan berhingga tak kosong dengan kardinalitas kurang dari , untuk suatu . Misalkan . Pilih sebarang elemen dan tulis . Maka , dan pembatasan urutan total pada tetap merupakan urutan total. Berdasarkan hipotesis induksi, memiliki dan . Karena adalah urutan total, berlaku atau .
Kasus pertama (): kita klaim . Untuk semua : jika , maka ; jika , maka . Jadi adalah batas atas dalam urutan yang sedang dipakai. Karena , ini adalah maksimum.
Kasus kedua (): untuk semua : jika , maka ; jika , maka . Jadi adalah batas atas dalam urutan yang sedang dipakai dan , sehingga . Untuk minimum, totalitas memberi atau . Pada kasus , setiap memenuhi , dan ; bersama ini membuktikan . Pada kasus , setiap memenuhi , sedangkan ; bersama ini membuktikan .
Penting dicatat bahwa bukti ini sama sekali tidak menggunakan aksioma kelengkapan . Eksistensi maksimum pada himpunan berhingga adalah sifat urutan total, berlaku pada lapangan terurut seperti , pada gelanggang terurut , maupun pada setiap himpunan berhingga takkosong dengan urutan total. Aksioma kelengkapan akan memberi jaminan umum bahwa setiap himpunan takkosong yang terbatas ke atas memiliki supremum. Keberadaan supremum pada contoh tertentu dapat dibuktikan tanpa kelengkapan; aksioma itu juga tidak menjamin supremum merupakan maksimum.
Karakterisasi Batas Atas dan Batas Bawah Melalui Ketaksamaan
Berikut ini kita merangkum karakterisasi yang akan sering dipakai dalam Unit 11.2 ketika membuktikan bahwa suatu bilangan adalah supremum atau infimum.
Lemma 11.1.15 (Karakterisasi Keanggotaan dalam dan )
Misalkan dan .
(a) jika dan hanya jika tidak ada dengan .
(b) jika dan hanya jika terdapat dengan .
(c) jika dan hanya jika tidak ada dengan .
(d) jika dan hanya jika terdapat dengan .
Bukti (a) dan (b). Pernyataan (a) adalah penulisan ulang definisi: berarti , yang ekuivalen dengan . Pernyataan (b) adalah negasi dari (a). Untuk (c), berarti . Totalitas membuat ini ekuivalen dengan tidak adanya dengan . Negasi pernyataan itu memberi (d). Semua negasi kuantor berlaku juga ketika kosong.
Lemma 11.1.16 (Uji Titik Tengah untuk Menyangkal Keanggotaan Batas)
Misalkan untuk dengan . Misalkan dan (yaitu ). Maka : titik tengah adalah elemen yang melebihi .
Bukti. Tulis . Karena dan , kita punya , sehingga . Di sisi lain, . Jadi dan . Berdasarkan Lemma 11.1.15(b), .
Lemma 11.1.16 memformalkan argumen "titik tengah" yang telah dipakai dalam Contoh 11.1.10. Teknik ini—mencari elemen yang melampaui kandidat batas atas—akan menjadi alat utama dalam pembuktian terkait supremum dan infimum pada unit berikutnya.
Strategi Bukti dalam Konteks Unit Ini
Sebelum masuk ke latihan, kita merangkum strategi bukti yang efektif untuk masalah-masalah dalam unit ini. Pemahaman strategi ini membantu pembaca tidak hanya memeriksa kebenaran suatu bukti, tetapi juga membangun bukti dari awal.
Strategi 1: Membuktikan bahwa . Ambil sebarang , kemudian tunjukkan secara aljabar atau berdasarkan definisi bahwa . Biasanya ini dilakukan dengan memanipulasi ketaksamaan yang mendefinisikan keanggotaan di .
Strategi 2: Membuktikan bahwa . Konstruksi eksplisit satu elemen dengan . Kandidat yang paling sering berhasil: untuk suatu batas yang tepat, atau untuk cukup kecil (dengan memeriksa bahwa ).
Strategi 3: Membuktikan eksistensi maksimum. Tunjukkan bahwa kandidat memenuhi (i) dan (ii) untuk semua . Keunikan mengikuti dari Teorema 11.1.4.
Strategi 4: Membuktikan ketiadaan maksimum. Misalkan sebarang, konstruksi dengan . Konstruksi titik tengah sering berhasil di selang terbuka.
Strategi 5: Membuktikan suatu himpunan tidak terbatas ke atas. Untuk setiap , konstruksi dengan . Bila , pilih ; ini hanya memakai aljabar dan . Bila , pilihan tersebut tidak selalu anggota ; keberadaan bilangan asli melebihi setiap real adalah sifat Archimedes yang belum dibuktikan dan ditunda ke Unit 11.4. Kita tidak memakai fungsi lantai atau dalih “bilangan asli cukup besar” untuk membuktikan prasyarat itu.
Dalam semua strategi di atas, perhatikan selalu apakah kosong atau tidak sebelum menerapkan Lemma 11.1.2(c).
Latihan-Latihan
Latihan 11.1-1. Misalkan . Tentukan , , , dan . Buktikan klaim Anda secara langsung dari definisi, tanpa mengacu pada intuisi geometri.
Latihan 11.1-2. Misalkan . Tunjukkan bahwa terbatas ke atas dengan batas atas . Tunjukkan juga bahwa tidak ada, dengan menunjukkan bahwa untuk setiap terdapat elemen yang lebih besar dari . Nyatakan .
Latihan 11.1-3. Misalkan terbatas ke atas dan tak kosong. Buktikan bahwa juga terbatas ke atas, dan bahwa .
Latihan 11.1-4. Misalkan tak kosong dan misalkan ada. Buktikan bahwa .
Latihan 11.1-5. Misalkan keduanya terbatas ke atas. Definisikan . Buktikan bahwa terbatas ke atas. Lebih khusus, jika dan , buktikan bahwa .
Latihan 11.1-6. Misalkan . Buktikan bahwa . Buktikan juga bahwa dengan mengonstruksi secara eksplisit suatu elemen dengan . (Anda tidak perlu membahas apakah rasional atau tidak, dan tidak perlu menyebut supremum.)
Latihan 11.1-7. Misalkan adalah poset dan . Buktikan bahwa jika ada, maka adalah satu-satunya elemen maksimal dalam . Konstruksikan contoh poset di mana memiliki dua elemen maksimal tetapi tidak memiliki .
Latihan 11.1-8. Misalkan tak kosong dan terbatas ke atas. Definisikan . Buktikan bahwa tak kosong dan terbatas ke bawah. Lebih khusus, jika , tunjukkan bahwa . Apakah ? Buktikan atau berikan sanggahan.
Solusi Latihan 11.1-1 dan 11.1-2
Solusi 11.1-1. Himpunan .
Klaim: . Bukti: Pertama, karena . Kedua, untuk setiap , definisi mensyaratkan . Jadi dan , sehingga .
Klaim: . Bukti: Pertama, karena . Kedua, untuk setiap , definisi mensyaratkan . Jadi dan , sehingga .
Klaim: . Bukti: Jika , maka untuk setiap , , sehingga . Jika , maka dan , sehingga . Jadi . Untuk batas bawah: jika , maka untuk setiap , sehingga . Jika , anggota lebih kecil daripada , sehingga . Jadi .
Solusi 11.1-2. Himpunan .
Keterbatasan ke atas oleh 1. Untuk setiap , kita punya (karena ), sehingga (karena dan ) pembagian kedua ruas dengan memberikan . Jadi setiap anggota kurang dari , dan khususnya . Ini berarti .
Ketiadaan maksimum. Misalkan untuk suatu . Pertimbangkan elemen yang diperoleh dengan : yaitu (karena ). Kita buktikan : , karena berarti . Jadi untuk setiap , ada dengan . Tidak ada anggota terbesar; tidak ada.
Batas bawah. Untuk , selisih . Karena , pembagian oleh memberi . Pada nilainya , sehingga . Jika , maka untuk setiap , sehingga . Jika , anggota lebih kecil daripada , sehingga . Jadi . Bukti ini tidak memakai Archimedes dan tidak mengklaim minimalitas batas atas .
Solusi Latihan 11.1-3 dan 11.1-4
Solusi 11.1-3. Diberikan terbatas ke atas dan tak kosong.
Keterbatasan ke atas. Karena terbatas ke atas, terdapat , artinya untuk semua , . Karena , setiap juga merupakan elemen , sehingga . Jadi , dan terbatas ke atas.
Inklusi . Misalkan . Maka untuk semua , . Karena setiap adalah anggota (sebab ), berlaku . Karena dipilih sebarang, disimpulkan . Jadi .
Perhatikan bahwa inklusi berlawanan, , umumnya gagal: batas atas tidak harus batas atas seluruh . Misalnya , ; maka tetapi karena dan .
Solusi 11.1-4. Diberikan tak kosong dengan . Kita buktikan .
. Misalkan . Untuk setiap , karena , berlaku . Karena , transitif memberikan . Jadi .
. Misalkan . Karena (sebab ) dan adalah batas atas, berlaku . Jadi .
Kedua inklusi memberikan .
Solusi Latihan 11.1-5 dan 11.1-6
Solusi 11.1-5. Diberikan terbatas ke atas, , . Kita buktikan .
Misalkan . Berdasarkan definisi , terdapat dan dengan . Karena , berlaku . Karena , berlaku . Menjumlahkan kedua ketaksamaan: , yaitu . Karena dipilih sebarang, disimpulkan . Khususnya , sehingga terbatas ke atas.
Solusi 11.1-6. Diberikan .
Bukti . Misalkan . Maka dan . Kita perlu menunjukkan . Asumsikan kontradiksi: . Karena dan , kita dapat mengalikan kedua sisi ketaksamaan dengan (positif) untuk memperoleh . Mengalikan lagi ketaksamaan dengan memberikan . Transitif: . Ini kontradiksi dengan . Jadi , dan .
Bukti . Kita konstruksi eksplisit dengan . Pertimbangkan . Periksa: . Jadi . Karena , disimpulkan , sehingga (oleh Lemma 11.1.15(b)).
Solusi Latihan 11.1-7 dan 11.1-8
Solusi 11.1-7.
Bagian 1: Jika ada, ia adalah satu-satunya elemen maksimal. Misalkan . Elemen sendiri maksimal: jika untuk suatu , definisi maksimum memberi , bertentangan dengan antisimetri dan . Sekarang misalkan adalah elemen maksimal. Kita buktikan . Karena dan , berlaku . Jika , maka karena , ini berarti ada elemen dengan , yang bertentangan dengan maksimalitas . Jadi . Setiap elemen maksimal sama dengan , artinya adalah satu-satunya elemen maksimal.
Bagian 2: Contoh poset dengan dua elemen maksimal tanpa . Ambil dua elemen berbeda dan dengan urutan parsial inklusi , dan . Elemen dan tidak terbandingkan: dan . Keduanya maksimal dalam : tidak ada elemen yang lebih besar dari (satu-satunya kandidat adalah , yang tidak terbandingkan), dan simetris untuk . Namun tidak ada: untuk menjadi maksimum, suatu elemen harus semua elemen ; dan .
Solusi 11.1-8. Diberikan tak kosong dan terbatas ke atas. .
tak kosong. Karena , ada , sehingga , jadi .
Jika maka . Misalkan . Maka untuk suatu . Karena , . Mengalikan dengan dan membalik arah ketaksamaan: . Jadi untuk setiap , artinya . Khususnya , sehingga terbatas ke bawah.
Apakah ? Ya. Kita buktikan kesetaraan ini.
: Sudah dibuktikan di atas: setiap dengan adalah anggota .
: Misalkan . Maka untuk semua , . Artinya untuk semua (karena ), , sehingga . Jadi . Tulis ; maka dan .
Persamaan ini dipakai pada Proposisi 11.2.14 dan Teorema 11.3.3 ketika membuktikan hubungan antara supremum dan infimum, dalam bentuk ; mengganti dengan memberi bentuk setara .
Ringkasan Konseptual dan Hubungan Antar Konsep
Tabel berikut merangkum secara verbal hubungan antara konsep-konsep yang telah dibangun dalam unit ini. Untuk batas real, maksimum/minimum real, dan pratinjau supremum, semestanya ; pembahasan maksimal/minimal juga mencakup poset umum.
Batas atas (): Himpunan semua yang tidak dilampaui oleh satu pun anggota . Tidak harus anggota . Tertutup ke arah atas (Lemma 11.1.2(a)). Bisa kosong (ketika tidak terbatas ke atas).
Maksimum (): Anggota yang merupakan batas atas . Tunggal bila ada (Teorema 11.1.4). Adalah batas atas terkecil (Lemma 11.1.5). Berlaku untuk setiap lapangan terurut, termasuk .
Maksimal dalam poset: Anggota yang tidak dilampaui oleh satu pun anggota lain . Pada urutan total, ekuivalen dengan maksimum (Teorema 11.1.8). Pada poset umum, bisa ada banyak elemen maksimal tanpa maksimum (Contoh 11.1.7).
Supremum (): Batas atas terkecil dari . Didefinisikan dan dibahas pada Unit 11.2. Tidak harus anggota . Eksistensinya dijamin oleh aksioma kelengkapan (Unit 11.3) untuk setiap yang terbatas ke atas. Di , supremum mungkin tidak ada di .
Rantai implikasi yang perlu diingat: Jika ada, maka ada dan . Sebaliknya tidak berlaku umum: bisa ada tanpa ada (contoh: , ).
Pada unit ini tidak ada kelengkapan yang dipakai. Semua bukti berlaku di lapangan terurut mana pun. Kelengkapan baru masuk pada Unit 11.3 sebagai aksioma, dan implikasinya—Archimedes, kerapatan dan kerapatan bilangan irasional di —dikembangkan sesudahnya. Urutan logis ini menjamin tidak ada sirkularitas: kita tidak menggunakan Archimedes untuk membuktikan eksistensi maksimum pada himpunan berhingga (Teorema 11.1.14), tidak menggunakan kontinuitas untuk membuktikan ketiadaan maksimum pada , dan tidak menggunakan kerapatan untuk membuktikan sifat batas pada selang.
Catatan Pinjaman Maju dan Pranala ke Unit Berikutnya
Unit ini membuka serangkaian utang logis yang akan ditutup secara bertahap dalam bab-bab selanjutnya. Kita catat secara eksplisit status pinjaman berikut agar pembaca dapat melacak di mana masing-masing utang diselesaikan.
Pinjaman (i): Prasyarat Archimedes (Bab 8.3). Ketakterbatasan ke atas dalam adalah sifat Archimedes. Dalam rute buku ini, pembuktiannya memakai aksioma kelengkapan yang akan dinyatakan pada Unit 11.3, lalu Archimedes dibuktikan pada Unit 11.4 sebelum kerapatan rasional dan irasional. Kelengkapan merupakan asumsi cukup untuk rute ini, bukan syarat perlu bagi setiap lapangan Archimedes. Pinjaman Bab 8.3, termasuk ketergantungan Lema 8.3.3 dan Teorema 8.3.4, masih terbuka sampai bukti terkait benar-benar ditulis dan ditelaah. Pada unit ini Archimedes tidak dipakai; ketakterbatasan sendiri (Contoh 11.1.12) memakai dan .
Pinjaman (ii): Keberadaan sebagai bilangan real positif (Bab 8.4). Keberadaan ini telah digunakan sebagai asumsi pada pembahasan terdahulu dan disebut hanya sebagai pratinjau dalam motivasi unit ini. Rencana Unit 11.3 membuktikan keberadaan akar positif melalui supremum; pinjaman belum dinyatakan tertutup sebelum bukti tersebut tersedia dan ditelaah. Bukti batas dan ekstrem dalam unit ini tidak memakai keberadaan .
Pinjaman (iii): Eksistensi akar positif umum (Bab 9.3B). Untuk dan bilangan asli , keberadaan dengan telah dipakai sebagai pinjaman maju di Bab 9.3B. Bukti melalui perturbasi aljabar dan supremum direncanakan pada Unit 11.3; statusnya masih terbuka sampai bukti itu ditulis dan ditelaah. Keunikan tidak memerlukan kelengkapan: jika , monotonik ketat pangkat asli derajat memberi , sehingga dua akar positif dari tidak mungkin berbeda. Kelengkapan adalah asumsi cukup bagi rute eksistensi yang direncanakan, bukan syarat perlu bagi setiap keberadaan akar.
Pranala ke Unit 11.2. Unit 11.2 akan mendefinisikan supremum sebagai batas atas terkecil dan infimum sebagai batas bawah terbesar, kemudian membuktikan karakterisasi : jika dan hanya jika dan untuk setiap terdapat dengan . Lemma 11.1.16 dalam unit ini adalah prototipe teknik yang akan digeneralisasi menjadi karakterisasi tersebut. Pembaca sebaiknya memastikan penguasaan penuh terhadap definisi dan bukti dalam unit ini sebelum melanjutkan ke Unit 11.2.
11.2 Definisi Supremum (Least Upper Bound) dan Infimum (Greatest Lower Bound)
Unit ini membangun fondasi rigor untuk dua konsep sentral analisis matematika: supremum dan infimum suatu himpunan bilangan real. Kedua konsep ini merupakan alat utama yang akan dipakai di seluruh buku untuk membuktikan keberadaan limit, kedalaman sifat kelengkapan , dan berbagai hasil analitik lainnya. Pembaca diasumsikan telah mengenal lapangan terurut dari Bab 9–10, penyisipan dari Bab 8, serta dasar induksi dari Bab 7.
Perlu ditekankan sejak awal: definisi supremum dan infimum tidak menjamin bahwa setiap himpunan memilikinya. Keberadaan supremum untuk himpunan yang tidak kosong dan dibatasi dari atas adalah isi Aksioma Kelengkapan , yang akan dinyatakan secara eksplisit pada Unit 11.3. Unit ini hanya mendefinisikan apa arti supremum dan infimum, membuktikan keunikannya bila ada, serta mengembangkan karakterisasi epsilon yang esensial untuk pembuktian selanjutnya.
Motivasi: Mengapa Batas Atas Saja Tidak Cukup
Misalkan . Himpunan ini dibatasi dari atas: bilangan , , maupun semuanya merupakan batas atas . Namun batas-batas atas ini sangat bervariasi dan tidak memberikan informasi yang tajam tentang "sejauh mana" himpunan dapat mencapai. Yang ingin kita ketahui adalah batas atas yang paling ketat, yakni batas atas yang paling kecil di antara semua batas atas yang ada.
Secara intuitif, batas atas paling ketat dari adalah : setiap bilangan yang lebih kecil dari bukanlah batas atas , karena kita dapat selalu menemukan unsur yang lebih besar dari bilangan tersebut. Namun intuisi ini harus dikristalisasi menjadi definisi yang ketat, yang kemudian dapat dipakai dalam bukti-bukti formal. Inilah tujuan unit ini: merumuskan definisi supremum dan infimum secara berkuantor dan berdomain, lalu membuktikan sifat-sifat fundamentalnya dari definisi tersebut.
Motivasi serupa berlaku untuk batas bawah. Himpunan memiliki banyak batas bawah, misalnya , , dan . Batas bawah terbesar di antara semuanya adalah : setiap bilangan yang lebih besar dari bukan lagi batas bawah . Konsep ini disebut infimum. Dualitas antara supremum dan infimum akan terbukti sangat berguna: banyak pernyataan tentang infimum dapat direduksi menjadi pernyataan tentang supremum melalui refleksi tanda.
Batas Atas, Batas Bawah, dan Himpunan Terbatas
Definisi 11.2.1. Misalkan . Bilangan real disebut batas atas (upper bound) dari apabila
Bilangan real disebut batas bawah (lower bound) dari apabila
Himpunan disebut terbatas dari atas (bounded above) apabila terdapat suatu batas atas dari ; terbatas dari bawah (bounded below) apabila terdapat suatu batas bawah dari ; dan terbatas (bounded) apabila terbatas dari atas sekaligus dari bawah.
Catatan. Batas atas maupun batas bawah suatu himpunan tidak harus berada di dalam himpunan itu sendiri. Sebagai contoh, adalah batas atas dari meskipun . Sebaliknya, bila ada adalah batas atas yang sekaligus unsur . Perbedaan ini akan dipertegas dalam definisi dan proposisi berikutnya.
Definisi 11.2.2. Misalkan dan . Unsur disebut maksimum (maximum) dari apabila adalah batas atas , yaitu
Unsur disebut minimum (minimum) dari apabila adalah batas bawah , yaitu
Bila ada, masing-masing ditulis dan .
Untuk , setiap bilangan real merupakan batas atas sekaligus batas bawah, sebab kedua pernyataan berkuantor universal itu benar secara vakum. Jadi terbatas, tetapi tidak memiliki maksimum atau minimum karena tidak memiliki unsur. Tidak ada batas atas terkecil di : untuk setiap batas atas , bilangan juga batas atas dan lebih kecil. Secara dual, setiap batas bawah dikalahkan oleh batas bawah . Dengan demikian, bahkan jika rumusan supremum dan infimum berikut diterapkan pada himpunan kosong, tidak ada nilai real yang memenuhinya. Unit ini tidak memakai bilangan real diperluas.
Definisi Supremum dan Infimum
Definisi 11.2.3. Misalkan dan . Bilangan real disebut supremum (least upper bound) dari , ditulis , apabila kedua syarat berikut dipenuhi:
(S1) adalah batas atas dari : .
(S2) adalah batas atas terkecil: .
Syarat (S2) dapat dituliskan pula sebagai: untuk setiap dengan , bukan batas atas .
Definisi 11.2.4. Misalkan dan . Bilangan real disebut infimum (greatest lower bound) dari , ditulis , apabila kedua syarat berikut dipenuhi:
(I1) adalah batas bawah dari : .
(I2) adalah batas bawah terbesar: .
Peringatan penting. Definisi di atas tidak menjamin bahwa atau selalu ada untuk setiap . Sebagai contoh langsung, tidak mempunyai batas atas: setiap calon batas dilampaui oleh . Himpunan juga tidak mempunyai batas atas di , tetapi fakta ini adalah Sifat Archimedes yang baru dibuktikan pada Unit 11.4; di sini fakta itu hanya rujukan maju. Himpunan terbatas dari atas di , tetapi tidak memiliki supremum di ; klaim terakhir akan dibuktikan dalam pembahasan ketidaklengkapan pada Unit 11.3, bukan dipakai sebagai hasil yang telah dibuktikan di sini. Perhatikan bahwa batas dan supremum pada contoh terakhir dicari dalam lingkungan , bukan . Notasi hanya dipakai bila keberadaannya telah diketahui atau diasumsikan.
Keunikan Supremum dan Infimum
Proposisi 11.2.5 (Keunikan Supremum). Misalkan , . Jika dan keduanya merupakan supremum dari , maka .
Bukti. Misalkan dan . Karena adalah supremum, syarat (S2) memberikan: untuk setiap batas atas dari , berlaku . Karena adalah batas atas dari (syarat S1), maka . Dengan argumen yang simetris, karena adalah supremum dan adalah batas atas , maka . Dari dan , sifat antisimetri urutan di memberikan .
Proposisi 11.2.6 (Keunikan Infimum). Misalkan , . Jika dan keduanya merupakan infimum dari , maka .
Bukti. Misalkan dan . Karena adalah infimum, syarat (I2) memberikan: untuk setiap batas bawah dari , berlaku . Karena adalah batas bawah dari (syarat I1), maka . Dengan argumen simetris, karena adalah infimum dan adalah batas bawah , maka . Oleh antisimetri urutan, .
Keunikan ini membenarkan pemakaian notasi dan (dengan artikel tertentu "the") begitu keberadaannya diketahui.
Hubungan Maksimum dengan Supremum, dan Minimum dengan Infimum
Proposisi 11.2.7. Misalkan , . Maksimum ada jika dan hanya jika ada dan . Bila keduanya ada, .
Bukti.
Arah pertama : Misalkan ada. Maka dan , sehingga adalah batas atas dari (syarat S1). Kini misalkan adalah sembarang batas atas dari . Karena , maka dari definisi batas atas berlaku (syarat S2). Jadi . Karena , maka .
Arah kedua : Misalkan ada dan . Dari syarat (S1), adalah batas atas dari , yaitu . Karena juga , maka berdasarkan Definisi 11.2.2, .
Proposisi 11.2.8. Misalkan , . Minimum ada jika dan hanya jika ada dan . Bila keduanya ada, .
Bukti.
Arah pertama : Misalkan ada. Maka dan , sehingga adalah batas bawah dari (syarat I1). Jika adalah sembarang batas bawah dari , maka karena , berlaku (syarat I2). Jadi dan .
Arah kedua : Misalkan ada dan . Dari (I1), adalah batas bawah , yaitu . Karena , maka .
Karakterisasi Epsilon untuk Supremum
Verifikasi langsung dari definisi (S1)–(S2) seringkali sukar dalam praktik. Karakterisasi berikut memberikan cara yang lebih operasional untuk memeriksa bahwa suatu bilangan adalah supremum, dan merupakan alat utama dalam hampir semua bukti analitik.
Teorema 11.2.9 (Karakterisasi Supremum). Misalkan , , dan misalkan . Pernyataan-pernyataan berikut saling setara:
(a) .
(b) adalah batas atas dari , dan untuk setiap dengan , terdapat sehingga .
(c) adalah batas atas dari , dan untuk setiap , terdapat sehingga .
Bukti.
(a) (b): Asumsikan . Maka adalah batas atas (dari S1). Misalkan . Kita klaim bukan batas atas . Jika adalah batas atas , maka dari (S2) harus berlaku , yang kontradiksi dengan . Jadi bukan batas atas , artinya terdapat dengan , yaitu .
(b) (a): Asumsikan (b). Maka adalah batas atas . Misalkan adalah sembarang batas atas ; kita perlu menunjukkan . Andaikan untuk kontradiksi bahwa . Pilih ; maka dan menurut (b) terdapat dengan . Namun ini berarti padahal adalah batas atas dan , sehingga seharusnya . Kontradiksi. Jadi , yang membuktikan (S2), sehingga .
(b) (c): Asumsikan (b). Maka adalah batas atas . Misalkan . Pilih ; maka . Menurut (b), terdapat dengan . Karena adalah batas atas dan , berlaku . Jadi , yang merupakan (c).
(c) (b): Asumsikan (c). Maka adalah batas atas . Misalkan . Pilih (karena ). Menurut (c), terdapat dengan . Jadi , yang merupakan (b).
Catatan penting. Syarat " adalah batas atas dari " pada (b) dan (c) tidak boleh dibuang. Ambil dan . Untuk setiap , saksi memenuhi ; untuk setiap , saksi yang sama memenuhi . Namun bukan batas atas , sebab dan . Jadi syarat pendekatan itu sendiri tidak cukup untuk menjadikan supremum. Contoh ini tidak memerlukan Sifat Archimedes.
Karakterisasi Epsilon untuk Infimum
Teorema 11.2.10 (Karakterisasi Infimum). Misalkan , , dan misalkan . Pernyataan-pernyataan berikut saling setara:
(a) .
(b) adalah batas bawah dari , dan untuk setiap dengan , terdapat sehingga .
(c) adalah batas bawah dari , dan untuk setiap , terdapat sehingga .
Bukti.
(a) (b): Asumsikan . Maka adalah batas bawah (dari I1). Misalkan . Kita klaim bukan batas bawah . Jika adalah batas bawah , maka dari (I2) harus berlaku , yang kontradiksi dengan . Jadi bukan batas bawah , artinya terdapat dengan .
(b) (a): Asumsikan (b). Maka adalah batas bawah . Misalkan adalah sembarang batas bawah ; kita perlu menunjukkan . Andaikan . Pilih ; maka dan menurut (b) terdapat dengan . Namun ini berarti padahal adalah batas bawah dan , sehingga seharusnya . Kontradiksi. Jadi , membuktikan (I2), sehingga .
(b) (c): Asumsikan (b). Maka adalah batas bawah . Misalkan . Pilih ; maka . Menurut (b), terdapat dengan . Karena adalah batas bawah dan , berlaku . Jadi , yang merupakan (c).
(c) (b): Asumsikan (c). Maka adalah batas bawah . Misalkan . Pilih . Menurut (c), terdapat dengan . Jadi , yang merupakan (b).
Contoh-Contoh Lengkap
Contoh 11.2.11. Misalkan . Kita klaim dan . Setelah kedua klaim supremum dan infimum dibuktikan di bawah, Proposisi 11.2.7 dan 11.2.8 menunjukkan bahwa dan tidak ada, karena dan .
Bukti : Pertama, untuk setiap berlaku , jadi adalah batas atas . Kedua, kita verifikasi karakterisasi (c) dari Teorema 11.2.9. Misalkan . Pilih
Karena , maka . Karena , maka , jadi . Oleh karena itu . Selanjutnya, , sehingga
Jadi (karena ), dan karakterisasi (c) terpenuhi. Dengan demikian .
Bukti : Pertama, untuk setiap berlaku , jadi adalah batas bawah . Kedua, kita verifikasi karakterisasi (c) dari Teorema 11.2.10. Misalkan . Pilih
Karena , maka . Karena , maka . Jadi . Selanjutnya, , sehingga
yaitu . Karakterisasi (c) dari Teorema 11.2.10 terpenuhi. Jadi .
Contoh 11.2.12. Misalkan . Kita klaim dan , namun tidak ada.
Bukti : Karena dan , maka . Dari Proposisi 11.2.8, .
Bukti : Untuk setiap berlaku , jadi adalah batas atas. Misalkan . Pilih . Maka dan , sehingga . Juga . Karakterisasi (c) Teorema 11.2.9 terpenuhi, jadi .
Tidak ada maksimum: Andaikan ada. Maka sehingga . Pilih ; maka , sehingga dan , kontradiksi dengan sebagai maksimum. Jadi tidak ada.
Himpunan dengan Transparansi Rujukan Maju
Contoh 11.2.13. Misalkan , di mana . (Kita menulis karena konvensi buku ini adalah ; pembagian oleh mensyaratkan .) Beberapa suku awal: memberi ; memberi ; memberi ; memberi ; dan seterusnya. Jadi .
Klaim 1: . Suku memberikan . Untuk setiap , karena dan hukum lapangan terurut memberikan , maka . Jadi adalah batas bawah dan , sehingga dari Proposisi 11.2.8.
Klaim 2: adalah batas atas . Untuk setiap , karena , maka . Jadi setiap suku lebih kecil dari , sehingga adalah batas atas .
Klaim 3: tidak ada. Misalkan sembarang. Suku ke- adalah dan suku ke- adalah . Selisihnya adalah
Jadi untuk setiap suku , terdapat suku yang lebih besar . Oleh karena itu tidak ada elemen maksimal di , sehingga tidak ada.
Klaim 4 (menunggu Sifat Archimedes): . Kita telah membuktikan bahwa adalah batas atas . Untuk membuktikan bahwa adalah batas atas terkecil, perlu ditunjukkan bahwa setiap bukan batas atas , artinya ada dengan , yang ekuivalen dengan . Pembuktian bahwa bilangan dapat dibuat sekecil apa pun memerlukan Sifat Archimedes, yang akan dibuktikan pada Unit 11.4 menggunakan Aksioma Kelengkapan dari Unit 11.3. Oleh karena itu, verifikasi minimalitas batas dengan memilih saksi ditunda secara transparan ke pembahasan contoh ini pada Unit 11.4, di mana setelah Archimedes tersedia, argumen akan diselesaikan dengan memilih . Pinjaman maju ini dicatat secara eksplisit dan tidak membuat argument berikutnya menjadi melingkar, karena kelengkapan dinyatakan sebagai aksioma pada Unit 11.3, lalu Sifat Archimedes diturunkan pada Unit 11.4 tanpa menggunakan klaim supremum contoh ini.
Infimum sebagai Negatif dari Supremum Himpunan Refleksi
Proposisi 11.2.14. Misalkan dan . Definisikan . Jika ada, maka ada dan
Bukti. Misalkan ada dan tulis . Kita akan menunjukkan bahwa memenuhi kedua syarat definisi infimum .
Verifikasi (I1): Misalkan sembarang. Maka . Karena , berlaku , sehingga . Jadi adalah batas bawah dari .
Verifikasi (I2): Misalkan adalah sembarang batas bawah dari . Maka untuk setiap , , sehingga . Ini berarti adalah batas atas dari . Karena , berlaku , sehingga . Jadi adalah batas bawah terbesar dari , yaitu .
Catatan. Proposisi ini tidak mengasumsikan suatu "aksioma infimum" tersendiri. Keberadaan direduksi ke keberadaan . Secara khusus, bila Aksioma Kelengkapan (Unit 11.3) menjamin keberadaan supremum untuk setiap himpunan nonkosong yang terbatas dari atas, maka keberadaan infimum untuk himpunan nonkosong yang terbatas dari bawah langsung menyusul dari proposisi ini: jika terbatas dari bawah, maka terbatas dari atas, sehingga ada dan .
Monotonicitas Supremum dan Infimum terhadap Inklusi Himpunan
Proposisi 11.2.15. Misalkan , , , dan .
(i) Jika dan keduanya ada, maka .
(ii) Jika dan keduanya ada, maka .
Bukti (i). Misalkan dan keduanya ada. Kita tunjukkan adalah batas atas dari . Misalkan . Karena , maka . Karena adalah batas atas , berlaku . Jadi adalah batas atas . Himpunan batas atas dari tidak kosong (mengandung ). Keberadaan di sini merupakan hipotesis, bukan kesimpulan dari keterbatasan semata. Setelah Aksioma Kelengkapan dinyatakan pada Unit 11.3, keberadaan itu dapat pula diperoleh dari dan keterbatasan dari atas tersebut. Karena adalah batas atas , dari syarat (S2) berlaku .
Bukti (ii). Misalkan dan keduanya ada. Misalkan . Karena , maka . Karena adalah batas bawah , berlaku . Jadi adalah batas bawah . Keberadaan di sini merupakan hipotesis. Karena adalah batas bawah , dari syarat (I2) berlaku , yaitu .
Contoh Tambahan: Singleton dan Himpunan Terbatas Dua Sisi
Contoh 11.2.16. Misalkan untuk suatu . Maka .
Bukti. Karena hanya memiliki satu unsur , untuk setiap berlaku , sehingga adalah batas atas . Misalkan adalah batas atas ; karena , berlaku . Jadi . Dengan argumen serupa untuk batas bawah, . Karena , dari Proposisi 11.2.7 dan 11.2.8, . Verifikasi karakterisasi epsilon: untuk , pilih ; maka dan .
Contoh 11.2.17. Misalkan . Kita klaim dan (dalam ), dengan dan .
Bukti. Karena dan , maka . Untuk setiap , , sehingga adalah batas atas dan . Dari Proposisi 11.2.7, . Argumen serupa dengan dan memberikan .
Latihan Bertingkat
Latihan 11.2-1. Misalkan . Tentukan apakah terbatas dari atas, dari bawah, atau tidak terbatas, dan temukan serta bila ada, beserta dan bila ada. Berikan bukti lengkap menggunakan definisi. Bagian ketakterbatasan dari bawah dan ketiadaan infimum memakai pinjaman Sifat Archimedes dari Unit 11.4; nyatakan penggunaannya. Bagian lain tidak memerlukan pinjaman itu.
Latihan 11.2-2. Misalkan dengan dan . Buktikan dari definisi bahwa dan , serta bahwa dan tidak ada.
Latihan 11.2-3. Misalkan dengan dan . Buktikan bahwa dan menggunakan Proposisi 11.2.7 dan 11.2.8.
Latihan 11.2-4. Misalkan , , dan misalkan . Buktikan: jika adalah batas atas dari dan , maka . Tunjukkan juga bahwa syarat tidak dapat dibuang dengan memberikan contoh.
Latihan 11.2-5. Misalkan keduanya nonkosong dengan dan ada. Definisikan . Buktikan bahwa ada dan
Latihan 11.2-6. Misalkan , , dan misalkan . Definisikan . Buktikan: jika ada, maka ada dan . Buktikan juga bagian dual: jika ada, maka .
Latihan 11.2-7. Misalkan , , dan . Definisikan . Buktikan: jika ada, maka ada dan . (Perhatikan bahwa skala negatif menukar supremum dengan infimum.)
Latihan 11.2-8 (dengan pinjaman Aksioma Kelengkapan dari Unit 11.3). Misalkan , , dan ada. Misalkan pula , , ada, dan setiap unsur merupakan batas bawah dari . Buktikan bahwa . (Perhatikan: Anda perlu memastikan bahwa ada; gunakan fakta bahwa tidak kosong untuk memperoleh batas bawah bagi , kemudian gunakan Proposisi 11.2.14 dengan catatan bahwa Aksioma Kelengkapan baru akan dinyatakan di Unit 11.3.)
Solusi Latihan 11.2-1 dan 11.2-2
Solusi Latihan 11.2-1. Himpunan .
Terbatas dari atas: Untuk setiap (dengan ), berlaku . Jadi adalah batas atas dari , dan terbatas dari atas.
Tidak terbatas dari bawah (dengan pinjaman Sifat Archimedes dari Unit 11.4): Misalkan sembarang. Menurut sifat yang dipinjam itu, ada dengan . Maka , sehingga , dan . Karena , bilangan bukan batas bawah . Jadi tidak terbatas dari bawah, dengan status bersyarat pada pinjaman Archimedes sampai pembuktiannya tersedia pada Unit 11.4.
Supremum: Karena dan adalah batas atas , maka dari Proposisi 11.2.7, . Lebih rinci: misalkan sembarang batas atas . Karena , maka . Jadi untuk setiap batas atas , membuktikan syarat (S2). Dengan demikian .
Infimum: Dengan pinjaman Archimedes pada langkah sebelumnya, tidak terbatas dari bawah, sehingga tidak ada di . Tidak ada minimum, bahkan tanpa Archimedes: untuk setiap , unsur memenuhi . Maka tidak ada unsur yang menjadi batas bawah seluruh .
Solusi Latihan 11.2-2. Misalkan dengan .
Bukti : Untuk setiap , , jadi adalah batas atas. Misalkan . Pilih . Karena , maka . Juga . Jadi dan . Karakterisasi (c) Teorema 11.2.9 terpenuhi, maka .
Tidak ada maksimum: Andaikan . Maka , sehingga . Pilih ; maka , sehingga dan . Kontradiksi.
Bukti : Untuk setiap , , jadi adalah batas bawah. Misalkan . Pilih . Karena , maka . Juga . Jadi dan . Karakterisasi (c) Teorema 11.2.10 terpenuhi, maka .
Tidak ada minimum: Andaikan . Maka , sehingga . Pilih ; maka , jadi dan . Kontradiksi.
Solusi Latihan 11.2-3, 11.2-4, dan 11.2-5
Solusi Latihan 11.2-3. Misalkan dengan . Karena dan untuk setiap berlaku , maka adalah batas atas dan . Dari Proposisi 11.2.7, . Dengan argumen dual, karena dan untuk setiap berlaku , maka adalah batas bawah dan . Dari Proposisi 11.2.8, .
Solusi Latihan 11.2-4. Misalkan adalah batas atas dari dan . Kita verifikasi syarat (S2): misalkan adalah sembarang batas atas dari . Karena dan adalah batas atas , maka . Syarat (S1) sudah dipenuhi oleh hipotesis. Jadi .
Contoh bahwa syarat tidak dapat dibuang: ambil dan . Maka adalah batas atas dari , namun , dan (karena ). Dengan demikian batas atas yang bukan anggota himpunan belum tentu supremum.
Solusi Latihan 11.2-5. Kita tunjukkan memenuhi kedua syarat supremum dari .
Syarat (S1): Misalkan (dengan , ). Karena dan , maka . Jadi adalah batas atas dari .
Syarat (S2): Misalkan . Dari Teorema 11.2.9(c) diterapkan pada : terdapat dengan . Demikian pula terdapat dengan . Maka dan
Juga dari (S1). Jadi karakterisasi (c) Teorema 11.2.9 terpenuhi untuk , membuktikan .
Solusi Latihan 11.2-6 dan 11.2-7
Solusi Latihan 11.2-6. Misalkan dan ada. Tulis .
Bukti :
Syarat (S1): Misalkan (dengan ). Karena dan , maka . Jadi adalah batas atas dari .
Syarat (S2): Misalkan . Karena , dari Teorema 11.2.9(c) terdapat dengan . Maka dan . Juga . Karakterisasi (c) terpenuhi untuk , jadi .
Bukti dual : Sekarang asumsikan ada, tanpa memerlukan keberadaan , dan tulis . Syarat (I1): untuk setiap , , dan karena , . Jadi adalah batas bawah . Syarat (I2): misalkan . Terdapat dengan . Maka dan . Karakterisasi (c) Teorema 11.2.10 terpenuhi, sehingga .
Solusi Latihan 11.2-7. Misalkan dan ada. Tulis . Kita tunjukkan .
Syarat (I1): Misalkan . Karena dan , maka (penggandaan dengan bilangan negatif membalik ketidaksamaan). Jadi adalah batas bawah .
Syarat (I2): Misalkan . Karena , maka dan . Dari Teorema 11.2.9(c) terdapat dengan . Kalikan dengan :
Juga dari (I1). Jadi , membuktikan karakterisasi (c) Teorema 11.2.10 untuk . Dengan demikian .
Solusi Latihan 11.2-8 dan Ringkasan Unit
Solusi Latihan 11.2-8. Dengan pinjaman Aksioma Kelengkapan dari Unit 11.3, misalkan keduanya nonkosong, ada, ada, dan setiap unsur merupakan batas bawah dari .
Langkah 1: terbatas dari bawah, dan ada. Karena , pilih sembarang . Dari hipotesis, adalah batas bawah dari . Jadi terbatas dari bawah. Karena , himpunan juga tidak kosong; dari untuk setiap diperoleh , sehingga adalah batas atas . Dengan Proposisi 11.2.14 (menggunakan Aksioma Kelengkapan yang dinyatakan di Unit 11.3 untuk menjamin ada), ada.
Langkah 2: Setiap memenuhi . Dari hipotesis, untuk setiap , adalah batas bawah dari . Dari syarat (I2) untuk , setiap batas bawah dari tidak melebihi : yaitu . Ini berlaku untuk semua .
Langkah 3: . Dari Langkah 2, adalah batas atas dari (karena setiap memenuhi ). Karena adalah batas atas terkecil dari dan adalah batas atas dari , maka dari syarat (S2) berlaku .
Ringkasan Unit 11.2. Unit ini telah membangun kerangka rigor untuk supremum dan infimum. Definisi 11.2.3 dan 11.2.4 menetapkan dua syarat yang harus dipenuhi bersamaan: menjadi batas (atas atau bawah) dan menjadi yang paling ketat (terkecil di antara batas atas, atau terbesar di antara batas bawah). Proposisi 11.2.5–11.2.6 membuktikan keunikan, sehingga notasi dan bermakna. Proposisi 11.2.7–11.2.8 mengklarifikasi hubungan dengan maksimum dan minimum. Teorema 11.2.9 dan 11.2.10 memberikan karakterisasi epsilon yang operasional: untuk membuktikan bahwa , cukup tunjukkan (1) batas atas, dan (2) untuk setiap ada dengan . Proposisi 11.2.14 mereduksi infimum ke supremum melalui refleksi tanda, sehingga Aksioma Kelengkapan satu arah (untuk supremum) cukup untuk menjamin keberadaan infimum pula. Pinjaman maju ke Archimedes pada Contoh 11.2.13 dan bagian ketakterbatasan Latihan 11.2-1 dicatat secara transparan dan menunggu pembuktian pada Unit 11.4. Latihan 11.2-8 memakai pinjaman Aksioma Kelengkapan yang baru dinyatakan pada Unit 11.3. Proposisi 11.2.15 hanya membandingkan supremum atau infimum yang keduanya diasumsikan ada; proposisi tersebut tidak menyimpulkan keberadaannya dari keterbatasan sebelum kelengkapan dinyatakan.
11.3 Aksioma Kelengkapan Supremum
Unit ini membangun fondasi analitik paling mendasar dalam teori bilangan real: pernyataan bahwa setiap himpunan bagian yang tidak kosong dan terbatas ke atas selalu memiliki supremum di . Sifat ini, yang dikenal sebagai aksioma kelengkapan supremum, membedakan secara fundamental dari dan menjadi tulang punggung seluruh analisis real. Tanpa kelengkapan, banyak objek matematis yang kita anggap "ada" — seperti — tidak dapat dijamin keberadaannya dalam sistem bilangan yang kita gunakan.
Pada unit sebelumnya (11.1–11.2), kita telah mendefinisikan konsep batas atas, batas bawah, supremum, dan infimum dalam konteks lapangan terurut umum, serta membuktikan keunikan supremum bila ia ada. Di sini, kita menyatakan sebagai aksioma bahwa supremum selalu ada di untuk setiap himpunan yang memenuhi syarat. Dari aksioma tambahan ini bersama aksioma lapangan terurut dan fondasi bilangan asli, kita akan menurunkan: eksistensi infimum, keberadaan akar positif untuk setiap bilangan positif dan derajat bulat positif, sifat Archimedes, dan kerapatan di . Kita juga akan menunjukkan bahwa sendiri tidak memiliki sifat ini.
Prasyarat yang diperlukan meliputi: aksioma lapangan terurut dari Bab 9–10, hukum urutan dan pangkat asli dari Bab 9.3A dan 10.1–10.2, serta penyisipan ke dalam dari Bab 8. Konvensi bilangan asli yang kita pakai adalah dan . Setiap kali kita menulis sebagai eksponen akar atau penyebut pembagian, kita mensyaratkan secara eksplisit. Konvensi dari pangkat asli 9.3A dipertahankan dalam konteks diskret (produk kosong).
Struktur unit ini adalah sebagai berikut. Pertama, kita menyatakan aksioma kelengkapan dan mengkaji implikasi langsungnya terhadap infimum. Kedua, kita membuktikan secara lengkap keberadaan dan ketunggalan akar positif untuk setiap dan , menutup pinjaman maju dari Bab 8.4 dan 9.3B. Ketiga, kita buktikan sifat Archimedes, menutup pinjaman dari Bab 8.3. Keempat, kita tunjukkan kerapatan di , menyelesaikan utang dari Bab 8.3. Kelima, kita buktikan kerapatan bilangan irasional. Keenam, kita tunjukkan ketidaklengkapan . Unit ditutup dengan delapan latihan bertingkat beserta solusi penuhnya.
Motivasi: Mengapa Lapangan Terurut Saja Tidak Cukup
Sebelum menyatakan aksioma kelengkapan, mari kita renungkan mengapa lapangan terurut saja tidak memadai untuk keperluan analisis. Pertimbangkan himpunan . Himpunan ini tidak kosong (misalnya ) dan terbatas ke atas dalam (misalnya adalah batas atas). Jika memiliki sifat kelengkapan, maka akan memiliki supremum . Tetapi kita akan buktikan secara teliti pada bagian kelengkapan nanti bahwa tidak ada bilangan rasional yang dapat menjadi supremum dalam . Ini berarti memiliki "lubang" — batas yang seharusnya ada, tetapi tidak dimiliki.
Secara intuitif, lubang-lubang ini adalah bilangan irasional seperti , , , dan sebagainya. Sistem bilangan real dirancang justru untuk "menutup" semua lubang ini. Aksioma kelengkapan supremum adalah cara formal untuk menyatakan bahwa tidak memiliki lubang semacam itu: setiap himpunan yang "mencoba mencapai" suatu batas akan selalu menemukan batas tersebut di dalam .
Ketidaklengkapan bukan sekadar ketidaknyamanan teknis. Ia berarti bahwa dalam , persamaan sederhana seperti tidak memiliki solusi (berdasarkan hasil dari Bab 8.4 bahwa ). Fungsi kontinu dapat gagal mencapai nilai intermediat. Barisan yang "harusnya konvergen" dapat tidak memiliki limit. Inilah mengapa analisis real modern dibangun di atas , bukan .
Perlu dicatat bahwa kita tidak membangun dari nol (misalnya melalui potongan Dedekind atau barisan Cauchy). Kita menerima sebagai lapangan terurut yang diberikan, kemudian menyatakan aksioma kelengkapan sebagai properti tambahan yang membedakannya. Pendekatan aksiomatik ini lebih sederhana untuk pembaca yang baru mempelajari analisis, dan cukup untuk membangun semua teorema yang kita perlukan.
Aksioma Kelengkapan Supremum dan Konsekuensi Langsung
Kita kini menyatakan aksioma utama unit ini. Pernyataan ini tidak diturunkan dari aksioma lapangan terurut; ia adalah aksioma tambahan yang khusus untuk .
Definisi/Aksioma 11.3.1 (Aksioma Kelengkapan Supremum). Setiap himpunan bagian yang tidak kosong dan terbatas ke atas memiliki supremum di . Artinya, terdapat sehingga .
Dua syarat dalam aksioma ini — tidak kosong dan terbatas ke atas — harus diperiksa pada setiap penerapan. Jika , maka setiap bilangan real adalah batas atas (syarat " untuk semua " dipenuhi secara vakum), sehingga tidak ada batas atas terkecil yang bermakna. Jika tidak terbatas ke atas, maka jelas tidak ada batas atas sama sekali. Dalam kedua kasus tersebut, aksioma tidak berlaku dan memang tidak diklaim berlaku.
Keunikan supremum, bila ia ada, telah dibuktikan pada Unit 11.2 menggunakan hanya sifat urutan (bukan kelengkapan). Jika dan keduanya merupakan supremum , maka karena adalah batas atas terkecil dan adalah batas atas, berlaku ; secara simetris, ; sehingga . Oleh karena itu, kita dapat berbicara tentang "supremum" (tunggal) tanpa memerlukan aksioma tambahan.
Teorema 11.3.2 (Karakterisasi Supremum dengan ). Misalkan tidak kosong dan terbatas ke atas, dan misalkan . Maka jika dan hanya jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (i) adalah batas atas , yaitu untuk semua berlaku ; dan (ii) untuk setiap , terdapat dengan .
Bukti. () Misalkan . Kondisi (i) adalah bagian dari definisi supremum. Untuk kondisi (ii), misalkan . Karena , dan adalah batas atas terkecil, maka bukan batas atas . Oleh karena itu, terdapat dengan .
() Misalkan kondisi (i) dan (ii) terpenuhi. Kondisi (i) mengatakan adalah batas atas. Kita perlu menunjukkan ia adalah batas atas terkecil. Misalkan ; kita akan menunjukkan bukan batas atas. Pilih . Oleh kondisi (ii), terdapat dengan . Ini menunjukkan bukan batas atas. Karena setiap bilangan yang lebih kecil dari bukan batas atas, maka adalah batas atas terkecil, yaitu .
Eksistensi Infimum dari Aksioma Supremum
Teorema 11.3.3 (Eksistensi Infimum). Setiap himpunan bagian yang tidak kosong dan terbatas ke bawah memiliki infimum di .
Bukti. Misalkan tidak kosong dan terbatas ke bawah. Definisikan himpunan negatif . Kita periksa dua syarat aksioma kelengkapan untuk .
Pertama, tidak kosong: karena tidak kosong, terdapat , sehingga .
Kedua, terbatas ke atas: karena terbatas ke bawah, terdapat dengan untuk semua . Ini berarti untuk semua , sehingga untuk semua berlaku . Jadi adalah batas atas .
Karena kedua syarat terpenuhi, oleh Aksioma 11.3.1, terdapat . Kita klaim bahwa . Perlu diverifikasi dua hal.
(i) adalah batas bawah : untuk setiap , berlaku , sehingga (karena batas atas ), yang berarti . Jadi untuk semua .
(ii) adalah batas bawah terbesar: misalkan adalah batas bawah sembarang dari , yaitu untuk semua . Maka untuk semua , sehingga adalah batas atas . Karena adalah batas atas terkecil dari , berlaku , yaitu . Ini menunjukkan setiap batas bawah tidak melebihi , sehingga adalah batas bawah terbesar, yakni .
Perlu diperhatikan bahwa bukti ini sama sekali tidak memerlukan limit, barisan Cauchy, atau alat analisis lainnya — hanya aksioma supremum dan definisi urutan. Keunikan infimum, seperti halnya supremum, mengikuti dari sifat urutan pada Unit 11.2.
Ketidaklengkapan Melalui Perturbasi Rasional
Sebelum membuktikan hasil-hasil positif tentang , kita tunjukkan bahwa tidak memiliki sifat kelengkapan. Bukti ini menggunakan perturbasi aljabar langsung, tanpa bergantung pada kerapatan yang belum dibuktikan secara resmi di titik ini.
Teorema 11.3.4 (Ketidaklengkapan ). Terdapat himpunan bagian yang tidak kosong dan terbatas ke atas (dalam ) tetapi tidak memiliki supremum di .
Bukti. Definisikan . Kita periksa: karena dan , sehingga . Bilangan adalah batas atas: jika , maka , dan karena , monotonicitas kuadrat pada basis tak negatif dari Teorema 10.2.6, bersama trikotomi memberikan . Jadi tidak kosong dan terbatas ke atas di .
Andaikan, untuk mencapai kontradiksi, terdapat dengan . Karena dan batas atas, maka . Definisikan konstanta ; perhatikan bahwa karena . Tiga kasus trikotomi:
Kasus 1: . Teorema 8.4.7 membuktikan secara aritmetis bahwa tidak ada bilangan rasional yang kuadratnya . Karena , ini kontradiksi. Argumen ini tidak mengasumsikan terlebih dahulu keberadaan akar real.
Kasus 2: . Tulis dan pilih . Karena dan , kita memiliki dan . Perhatikan bahwa . Hitung:
Karena dan , berlaku . Selain itu, dan sehingga , dan . Dengan demikian:
Jadi , dan karena dan , maka . Tetapi , yang bertentangan dengan sebagai batas atas .
Kasus 3: . Tulis dan pilih . Kita memiliki , , , dan sehingga . Hitung:
Karena , berlaku . Sehingga:
Jadi . Kini misalkan sembarang. Maka dan . Dari monotonicitas pangkat kuadrat pada bilangan tak negatif (Teorema 10.2.6 untuk , bersama trikotomi, yang hanya memerlukan urutan dan aljabar), ini memberikan . Jadi adalah batas atas yang ada di . Tetapi , yang bertentangan dengan adalah batas atas terkecil (supremum).
Ketiga kasus menghasilkan kontradiksi, sehingga tidak ada yang merupakan . Dengan demikian tidak memiliki sifat kelengkapan supremum.
Monotonicitas Pangkat Asli dan Identitas Teleskopik
Sebelum membuktikan keberadaan akar positif, kita perlu dua alat dasar: identitas teleskopik untuk selisih pangkat, dan monotonicitas pangkat pada basis tak negatif. Kedua hasil ini hanya menggunakan hukum urutan dan aljabar dari Bab 9–10.
Lemma 11.3.5 (Identitas Teleskopik). Misalkan dan . Maka
Bukti. Untuk , identitas menjadi . Untuk , kalikan suku demi suku:
Pada jumlah pertama, suku ke- adalah untuk ; ini menghasilkan . Pada jumlah kedua, tulis ; suku ke- adalah untuk ; ini menghasilkan . Semua suku antara saling membatalkan (teleskopik), menyisakan . Konvensi diterapkan ketika dan , atau ketika dan ; dalam kedua kasus ini, suku yang bersangkutan adalah pangkat asli yang terdefinisi dengan baik.
Lemma 11.3.6 (Monotonicitas Ketat Pangkat). Misalkan dan . Maka .
Bukti. Dari Lemma 11.3.5:
Karena , berlaku . Setiap suku dalam jumlah adalah dengan , , dan eksponen asli, sehingga setiap suku . Ketika , suku pertama adalah . Positivitas suku pertama diperiksa menurut derajat: jika , suku satu-satunya adalah ; jika , suku adalah karena . Dalam kedua kasus, jumlah tersebut positif. Oleh karena itu , yakni .
Akibat urutan yang dipakai selanjutnya: untuk dan , berlaku . Jika , kedua ruas sama dengan ; jika , gunakan kesamaan basis atau Lemma 11.3.6. Sebaliknya, untuk , dari dan diperoleh : alternatif memberi kesamaan pangkat dan alternatif memberi pertidaksamaan berlawanan.
Lemma 11.3.7 (Batas Atas untuk Selisih Pangkat). Misalkan , , dan . Tulis . Maka dan, bila tambahan , maka .
Bukti. Dari Lemma 11.3.5 dengan dan :
Karena , berlaku . Monotonicitas lemah memberikan dan . Tanda sama diperlukan ketika eksponen nol. Semua faktor tidak negatif, sehingga setiap suku . Jumlah memiliki suku, sehingga:
Untuk kasus kedua, dengan dan (dan menjamin ):
Setiap suku . Jumlah suku memberikan . Untuk : , dan kedua selisih sama dengan , yang benar dengan persamaan.
Bukti Lengkap Keberadaan Akar Positif Umum
Kita kini membuktikan secara lengkap teorema berikut, menutup pinjaman maju dari Bab 8.4 (keberadaan ) dan Bab 9.3B (keberadaan akar positif umum).
Teorema 11.3.8 (Keberadaan dan Ketunggalan Akar Positif). Misalkan dan . Terdapat tepat satu dengan .
Bukti keberadaan.
Langkah 1: Membentuk himpunan kandidat. Definisikan
Kita perlu menunjukkan dan terbatas ke atas. Untuk keanggotaan positif, pilih . Karena , berlaku . Kita klaim : jelas . Jika , maka dan . Jika , maka , dan karena , dengan induksi pada : untuk , ; untuk langkah induksi, jika dengan , maka , sebab . Jadi untuk semua . Dalam semua kasus , sehingga . Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan Archimedes atau kerapatan untuk menemukan anggota positif .
Untuk batas atas, klaim adalah batas atas . Pertama, . Kita tunjukkan bahwa untuk , berlaku , sehingga . Kita gunakan: untuk dan , berlaku . Ini dibuktikan dengan induksi: untuk , ; jika dengan , maka karena . Maka untuk : . Jadi tidak ada yang ada dalam , artinya semua elemen memenuhi , sehingga adalah batas atas.
Karena dan terbatas ke atas, oleh Aksioma 11.3.1, terdapat . Karena dan , berlaku .
Langkah 2: Mempersiapkan konstanta perturbasi. Tetapkan . Karena dan , berlaku dan (untuk , ; untuk , ). Nilai ini akan digunakan untuk mengontrol perturbasi dalam dua kontradiksi berikut.
Langkah 3: Kontradiksi jika . Misalkan . Tulis . Pilih
Karena dan , berlaku . Juga . Dari Lemma 11.3.7:
Sehingga (karena ). Jadi . Karena dan , berlaku . Tetapi , yang bertentangan dengan sebagai batas atas . Jadi mustahil.
Langkah 4: Kontradiksi jika . Misalkan . Tulis . Pilih
Karena , , , berlaku . Kita memiliki dan , sehingga . Dari Lemma 11.3.7 (kasus kedua, dengan dan ):
Sehingga (karena ). Lebih ringkas: .
Kini kita perlu menunjukkan bahwa adalah batas atas . Misalkan sembarang. Maka dan . Dari Lemma 11.3.6 (monotonicitas ketat pangkat pada basis tak negatif), dan , memberikan . Jadi setiap memenuhi , artinya adalah batas atas . Tetapi , yang bertentangan dengan sebagai batas atas terkecil. Jadi mustahil.
Catatan penting: Tidak cukup hanya mengatakan "" untuk mencapai kontradiksi. Yang diperlukan adalah membuktikan bahwa merupakan batas atas , dan ini yang telah dilakukan di atas.
Langkah 5: Kesimpulan. Oleh trikotomi, satu-satunya kemungkinan yang tersisa adalah .
Bukti ketunggalan. Misalkan dengan dan . Jika , katakanlah , maka dari Lemma 11.3.6: , sehingga , kontradiksi. Jadi . Ketunggalan ini hanya menggunakan monotonicitas, bukan kelengkapan.
Kasus-kasus khusus. Untuk : satu-satunya akar tak negatif dari derajat adalah (jika dan , maka dengan Lemma 11.3.6, ). Untuk : akarnya adalah sendiri. Untuk dan ganjil: ambil akar positif dari (yang ada oleh teorema ini), lalu ; Untuk ketunggalan, setiap solusi harus negatif, sebab pangkat asli basis tak negatif tidak negatif. Maka dan ; ketunggalan akar positif memberi , sehingga . Untuk dan genap: tidak ada akar real karena untuk , bagi setiap . Bilangan dikecualikan: menurut konvensi pangkat nol, , sehingga persamaan ini tidak menentukan akar tunggal bila , dan tidak memiliki solusi bila . Teorema ini menutup pinjaman maju dari Bab 8.4 dan 9.3B.
Sifat Archimedes dan Penutupan Pinjaman Bab 8.3
Teorema 11.3.9 (Sifat Archimedes). Untuk setiap , terdapat dengan .
Bukti. Andaikan, untuk mencapai kontradiksi, terdapat dengan untuk semua . Maka himpunan , yang telah disisipkan ke dalam dari Bab 8, adalah himpunan bagian yang tidak kosong (karena ) dan terbatas ke atas oleh . Oleh Aksioma 11.3.1, terdapat . Karena , maka bukan batas atas ; terdapat dengan , sehingga . Tetapi (karena tertutup terhadap penambahan 1 dari penyisipan Bab 8), sehingga . Kontradiksi. Jadi tidak ada batas atas bagi , artinya untuk setiap , terdapat dengan .
Dengan demikian, Prasyarat 8.3.2 (sifat Archimedes) kini telah terbukti dari aksioma kelengkapan. Ini berarti Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 (yang bergantung pada Archimedes) berlaku tanpa pinjaman tersebut.
Korolari 11.3.10. Untuk setiap , terdapat dengan .
Bukti. Terapkan Teorema 11.3.9 dengan : terdapat dengan . Karena dan , mengalikan kedua ruas dengan memberikan .
Kerapatan di dan Kerapatan Bilangan Irasional
Teorema 11.3.11 (Kerapatan di ). Untuk setiap dengan , terdapat dengan .
Bukti. Karena , oleh Korolari 11.3.10, terdapat dengan . Perhatikan dan . Lema pembulatan 8.3.3, yang pinjaman Archimedes-nya kini dipenuhi oleh Teorema 11.3.9, memberikan dengan . Lema itu dibuktikan dengan prinsip urutan baik setelah translasi ke bilangan asli, sehingga berlaku juga untuk . Maka , sehingga (karena ). Jadi , sehingga dengan . Teorema ini menutup utang pinjaman kerapatan dari Bab 8.3.
Teorema 11.3.12 (Kerapatan Bilangan Irasional). Untuk setiap dengan , terdapat bilangan irasional dengan .
Bukti. Oleh Teorema 11.3.11, pilih dengan . Teorema 11.3.8 memberikan dengan kuadrat , dan Teorema 8.4.7 memastikan akar ini irasional. Karena , oleh Teorema 11.3.9 pilih dengan . Maka . Tetapkan ; diperoleh . Jika , maka , kontradiksi. Jadi irasional. Konstruksi ini berlaku untuk semua tanda dan tetap sah bila .
Contoh Terhitung: Supremum dan Aplikasinya
Contoh 11.3.13. Tentukan dan verifikasi menggunakan karakterisasi , di mana .
Penyelesaian. Klaim: . Verifikasi dua syarat Teorema 11.3.2. (i) Batas atas: untuk setiap , berlaku . (ii) Untuk , oleh Korolari 11.3.10, terdapat dengan , sehingga . Jadi . Perhatikan (karena untuk semua ), sehingga tidak memiliki maksimum.
Contoh 11.3.14. Tentukan dan di mana .
Penyelesaian. Elemen-elemen : untuk , nilai adalah ; untuk , nilai adalah ; untuk , nilai adalah ; untuk , nilai adalah ; dan seterusnya. Nilai positif berbentuk untuk , yang supremumnya adalah . Nilai negatif berbentuk , yang infimumnya adalah . Klaim: . Verifikasi: (i) Untuk ganjil, . Untuk genap, . (ii) Untuk , jika , maka dan (ambil ). Jika , maka memenuhi . Jadi , yang dicapai sebagai maksimum (). Untuk batas bawah, bila genap nilainya positif, sehingga lebih besar dari . Bila ganjil, memberi , sehingga . Karena pada , setiap batas bawah tidak melebihi . Maka , dicapai sebagai minimum.
Contoh 11.3.15. Misalkan dan adalah himpunan tidak kosong terbatas ke atas. Tunjukkan bahwa .
Penyelesaian. Tulis , , dan tanpa kehilangan keumuman misalkan , sehingga . Kita tunjukkan . (i) Batas atas: setiap memenuhi (jika ) atau (jika ). (ii) Untuk , karena , terdapat dengan . Jadi .
Latihan Bertingkat: Soal 11.3-1 hingga 11.3-4
Latihan 11.3-1. Misalkan tidak kosong dan terbatas ke atas, dan misalkan . Definisikan . Buktikan bahwa .
Latihan 11.3-2. Misalkan tidak kosong dan terbatas ke atas. Tunjukkan bahwa jika , maka . Berikan contoh di mana .
Latihan 11.3-3. Misalkan tidak kosong dan terbatas ke atas. Definisikan . Buktikan bahwa .
Latihan 11.3-4. Misalkan adalah barisan bilangan real yang terbatas ke atas (yaitu, terdapat dengan untuk semua ). Definisikan . Apakah selalu ada? Apakah selalu merupakan elemen dari ? Berikan bukti atau kontracontoh yang tepat untuk masing-masing pertanyaan.
Latihan Bertingkat: Soal 11.3-5 hingga 11.3-8
Latihan 11.3-5. Misalkan tidak kosong dan terbatas ke atas, dan misalkan . Buktikan bahwa .
Latihan 11.3-6. Misalkan dan . Tanpa menggunakan Teorema 11.3.8 (keberadaan akar), buktikan bahwa himpunan tidak kosong dan terbatas ke atas. (Catatan: Ini adalah Langkah 1 dari bukti Teorema 11.3.8; soal ini meminta Anda untuk mengerjakan langkah tersebut secara mandiri, dengan justifikasi lengkap.)
Latihan 11.3-7. Misalkan tidak kosong dan terbatas ke atas dalam , dan misalkan dipandang sebagai himpunan bagian . Apakah selalu rasional? Berikan bukti atau kontracontoh.
Latihan 11.3-8. Misalkan dengan . Gunakan Teorema 11.3.11 (kerapatan ) dan Teorema 11.3.8 (keberadaan akar) untuk menunjukkan bahwa terdapat (bilangan irasional) dengan . (Ini adalah verifikasi mandiri Teorema 11.3.12 dengan pendekatan yang mungkin sedikit berbeda.)
Solusi Lengkap: Latihan 11.3-1 dan 11.3-2
Solusi 11.3-1. Kita harus menunjukkan dengan dan tidak kosong terbatas ke atas. Tulis . Kita verifikasi dua syarat Teorema 11.3.2 untuk .
(i) Batas atas : misalkan , sehingga untuk suatu . Karena dan , berlaku . Jadi adalah batas atas .
(ii) Untuk : karena , kita memiliki . Karena , terdapat dengan . Maka , dan . Jadi adalah batas atas terkecil , yakni .
Solusi 11.3-2. Bagian pertama: misalkan . Tulis . Karena dan adalah batas atas (yaitu untuk semua ), maka adalah elemen terbesar , yaitu . Definisi maksimum terpenuhi: dan untuk semua .
Bagian kedua: contoh di mana . Ambil . Telah ditunjukkan pada Contoh 11.3.13 bahwa . Tetapi karena akan mensyaratkan , yang tidak mungkin untuk (karena memberikan dan tepatnya ). Jadi tidak memiliki maksimum.
Solusi Lengkap: Latihan 11.3-3 dan 11.3-4
Solusi 11.3-3. Tulis , . Kita klaim .
(i) Batas atas: misalkan , sehingga dengan , . Karena dan , berlaku .
(ii) Batas atas terkecil: misalkan . Karena , terdapat dengan . Karena , terdapat dengan . Maka dan . Jadi .
Solusi 11.3-4. Pertanyaan 1: Apakah selalu ada? Ya. Himpunan tidak kosong (karena ) dan terbatas ke atas oleh . Oleh Aksioma 11.3.1, ada di .
Pertanyaan 2: Apakah selalu elemen dari ? Tidak selalu. Kontracontoh: ambil barisan untuk . Maka dan (dibuktikan pada Contoh 11.3.13), tetapi . Jadi dapat tidak menjadi elemen .
Namun demikian, terdapat kasus di mana : misalnya barisan konstan memberikan dan . Jadi jawabannya bergantung pada barisan yang diberikan.
Solusi Lengkap: Latihan 11.3-5 dan 11.3-6
Solusi 11.3-5. Ingat dan tulis . Kita klaim .
Pertama, : karena terbatas ke atas, tidak kosong. juga terbatas ke bawah: setiap elemen (yang ada karena ) memenuhi untuk semua . Jadi terbatas ke bawah, dan oleh Teorema 11.3.3, ada.
(i) adalah batas bawah : misalkan ; maka adalah batas atas , dan karena adalah batas atas terkecil, berlaku . Jadi untuk semua .
(ii) adalah batas bawah terbesar : misalkan adalah batas bawah , yaitu untuk semua . Kita perlu menunjukkan . Karena adalah batas atas , berlaku . Oleh karena untuk semua , khususnya . Jadi .
Solusi 11.3-6. Ini adalah Langkah 1 dari bukti Teorema 11.3.8. Kita harus menunjukkan tidak kosong dan terbatas ke atas, dengan dan .
Tidak kosong: Pilih . Karena , berlaku . Kasus (a): , maka dan , sehingga . Kasus (b): , maka . Dari Lemma 11.3.6 dengan : . Juga karena: untuk , ; untuk , sehingga mengalikan kedua ruas dengan memberikan . Jadi , sehingga .
Terbatas ke atas: Klaim adalah batas atas. Jika , induksi memberi bagi : basis ; dari diperoleh . Jadi , sehingga . Setiap anggota memenuhi .
Solusi Lengkap: Latihan 11.3-7 dan 11.3-8
Solusi 11.3-7. Tidak, tidak selalu rasional.
Kontracontoh: Ambil . Himpunan ini tidak kosong (karena ) dan terbatas ke atas dalam (dan juga dalam ) oleh . Oleh Aksioma 11.3.1, ada. Kita klaim (yang irasional berdasarkan Bab 8.4).
Verifikasi: (i) adalah batas atas dalam : jika , maka dan , sehingga dari Lemma 11.3.6, . (ii) Untuk , kita perlu menemukan dengan . Karena , dengan mengambil nilai positifnya saja: jika , pilih . Jika , maka otomatis ; tidak diperlukan asumsi tambahan bahwa cukup kecil. Oleh kerapatan (Teorema 11.3.11), terdapat dengan . Maka (karena untuk ) dan (dari Lemma 11.3.6, karena ). Jadi dan . Ini membuktikan .
Solusi 11.3-8. Misalkan dengan . Oleh Teorema 11.3.8 (Keberadaan Akar), terdapat dengan , dan diketahui dari Bab 8.4 bahwa .
Tetapkan dan , sehingga . Oleh Teorema 11.3.11, pilih dengan , lalu terapkan lagi pada untuk memperoleh dengan . Keduanya berbeda, sehingga sekurang-kurangnya satu tidak nol; pilih yang tidak nol dan namakan . Maka dan . Mengalikan dengan memberi . Definisikan . Andaikan ; karena rasional dan tidak nol, , bertentangan dengan Teorema 8.4.7. Jadi irasional dan berada dalam interval yang diminta.
Ringkasan Hasil dan Status Pinjaman Maju
Berikut adalah ikhtisar seluruh hasil yang telah dibuktikan dalam Unit 11.3, beserta hubungan logis antar hasil dan status penutupan pinjaman maju.
Aksioma 11.3.1 (Kelengkapan Supremum) adalah titik berangkat seluruh unit. Dari aksioma ini bersama fondasi lapangan terurut dan aritmetika yang telah tersedia, kita menurunkan: keberadaan infimum (Teorema 11.3.3) melalui refleksi himpunan ; keberadaan dan ketunggalan akar positif (Teorema 11.3.8) melalui argumen supremum pada ; sifat Archimedes (Teorema 11.3.9) melalui argumen kontradiksi menggunakan supremum ; kerapatan (Teorema 11.3.11) menggunakan Archimedes; dan kerapatan bilangan irasional (Teorema 11.3.12) menggunakan kerapatan dan keberadaan .
Status penutupan pinjaman maju:
(i) Prasyarat 8.3.2 (Archimedes): DITUTUP oleh Teorema 11.3.9. Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 kini berlaku penuh.
(ii) Keberadaan akar dua (Bab 8.4, P2): DITUTUP oleh Teorema 11.3.8 dengan , . Catatan: ketidakrasionalan tetap bergantung pada hasil Bab 8.4 yang lain (bukti aritmetis), dan tidak diturunkan ulang di sini.
(iii) Eksistensi akar positif umum (Bab 9.3B): DITUTUP sepenuhnya oleh Teorema 11.3.8. Pemakaian akar di seluruh Bab 9–10 kini memiliki fondasi yang sah.
(iv) Kerapatan di (Bab 8.3): DITUTUP oleh Teorema 11.3.11.
Hasil yang bergantung pada Archimedes (bukan sebaliknya): Teorema 11.3.11 (kerapatan ) menggunakan Archimedes (Teorema 11.3.9), dan Teorema 11.3.12 (kerapatan irasional) menggunakan Teorema 11.3.11. Sebaliknya, Teorema 11.3.8 (keberadaan akar) tidak menggunakan Archimedes — ia hanya menggunakan Aksioma 11.3.1, Lemma 11.3.5–11.3.7, dan sifat urutan dasar. Urutan logis ini bebas siklus.
Catatan tentang kelengkapan sebagai syarat: Kelengkapan adalah kondisi cukup untuk membuktikan keberadaan akar melalui jalur yang digunakan di sini, tetapi bukan satu-satunya jalur yang mungkin. Ketunggalan akar mengikuti dari monotonicitas ketat pangkat (Lemma 11.3.6) dan tidak memerlukan kelengkapan sama sekali. Ketidaklengkapan (Teorema 11.3.4) dibuktikan secara mandiri tanpa menggunakan kerapatan, sehingga argumennya tidak melingkar.
Catatan Penutup: Kedudukan Aksioma Kelengkapan dalam Analisis Real
Aksioma kelengkapan supremum adalah jantung dari analisis real. Hampir setiap teorema mendalam dalam kalkulus dan analisis — dari teorema nilai antara, teorema nilai ekstrem, hingga konvergensi barisan monoton terbatas — pada akhirnya bergantung pada kelengkapan . Tanpa aksioma ini, tidak lebih dari lapangan terurut biasa, dan banyak objek yang kita gunakan dalam kalkulus tidak dapat dijamin keberadaannya.
Penting untuk memahami sifat aksioma ini dengan tepat. Kita tidak membuktikan bahwa ada; keberadaan model (baik melalui potongan Dedekind maupun kelas ekuivalen barisan Cauchy di ) adalah topik dari konstruksi yang berada di luar cakupan unit ini. Yang kita lakukan adalah menyatakan: apa pun model yang kita gunakan, ia memiliki sifat kelengkapan supremum ini. Dengan aksioma kelengkapan sebagai tambahan pada fondasi lapangan terurut dan bilangan asli, teori konvergensi, kontinuitas, dan kalkulus akan dibangun pada bab berikutnya.
Bukti keberadaan akar positif (Teorema 11.3.8) mengilustrasikan teknik paling fundamental dalam analisis real: mendefinisikan himpunan yang "mencari" nilai yang kita inginkan, menggunakan aksioma kelengkapan untuk memastikan himpunan tersebut memiliki supremum, lalu membuktikan bahwa supremum itu tepat memiliki sifat yang kita cari melalui dua kontradiksi. Teknik ini akan muncul kembali dalam berbagai bentuk di seluruh analisis: dalam pembuktian teorema nilai antara, teorema titik tetap, dan banyak lagi.
Ketidaklengkapan (Teorema 11.3.4) membantu membedakan representasi rasional dari objek real yang diaproksimasi. Dalam contoh , tidak ada nilai rasional yang merupakan jawaban eksak, meskipun pendekatan rasional dapat dibuat dengan galat sekecil yang diminta. Hal ini tidak berarti setiap perhitungan komputer tidak eksak: operasi tertentu pada bilangan bulat atau rasional dapat dilakukan secara eksak, dan representasi simbolik dapat menyimpan akar. Galat pembulatan pada representasi berpresisi terbatas merupakan persoalan tersendiri; pembahasan numerik kelak harus menyebut model aritmetika yang digunakan.
Unit 11.4 akan menata kembali sifat Archimedes, pembulatan, dan kerapatan beserta penerapannya. Bab 12 membahas interval, lalu bab-bab berikutnya mengembangkan topologi, barisan, limit, dan kontinuitas. Pinjaman khusus Archimedes, kerapatan rasional, dan keberadaan akar yang disebut di atas telah dipenuhi; pernyataan ini tidak menutup secara otomatis semua prasyarat konstruksi bilangan atau semua pinjaman dalam buku.
11.4 Sifat Archimedes dan Kerapatan Bilangan Irasional
Unit ini membangun dua teorema utama yang menjadi jembatan antara aksioma supremum dan pengetahuan lebih halus tentang struktur . Teorema Archimedes menyatakan bahwa himpunan bilangan asli tidak terbatas atas di ; dari sini diturunkan segala konsekuensi tentang yang menjadi tulang punggung analisis epsilon. Teorema kerapatan irasional menyatakan bahwa di setiap interval terbuka dengan terdapat bilangan irasional; ini melengkapi kerapatan rasional yang telah terbukti bersyarat di Unit 8.3 dan kini dapat ditutup utangnya.
Sepanjang unit ini, dan . Setiap kali kita membagi oleh atau mengambil akar ke-, kita mensyaratkan secara eksplisit dan . Notasi himpunan berindeks yang hanya menulis di unit ini selalu berarti , bukan real sembarang. Aksioma supremum (completeness axiom) dari Unit 11.3 dianggap berlaku: setiap himpunan tak kosong yang terbatas atas di mempunyai supremum di . Keberadaan menggunakan hasil Unit 11.3, dan ketakrasionalan dari Unit 8.4; kedua fakta ini digunakan tanpa pembuktian ulang di sini.
Urutan logis unit ini adalah sebagai berikut. Pertama kita membuktikan Teorema Archimedes secara langsung dari aksioma supremum, tanpa menyentuh akar, kerapatan, atau limit. Kemudian kita menutup Prasyarat 8.3.2 yang selama ini menjadi utang, sehingga Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 (kerapatan ) berlaku penuh. Setelah itu kita membuktikan contoh klasik menggunakan karakterisasi epsilon dari Unit 11.2. Akhirnya kita membangun bukti kerapatan irasional beserta contoh eksak dan argumen banyak-tak-hingga bilangan irasional di setiap interval terbuka.
Catatan integrasi bab. Dalam urutan bab yang telah dirakit, Unit 11.3 sudah memuat bukti pertama Sifat Archimedes (Teorema 11.3.9, dirumuskan untuk ), Korolari 11.3.10, kerapatan (Teorema 11.3.11), kerapatan bilangan irasional (Teorema 11.3.12), dan Contoh 11.3.13. Bukti Teorema 11.4.1 di bawah tidak memakai hasil-hasil itu sebagai premis; ia berdiri sendiri dari Aksioma 11.3.1 dan karakterisasi supremum Unit 11.2, serta dirumuskan untuk yang memuat . Kedua rumusan setara: versi langsung memberi versi karena , sedangkan versi yang diterapkan pada memberi , sehingga . Karena itu penutupan Prasyarat 8.3.2 dan pinjaman kerapatan Bab 8.3 pertama kali tercatat pada Unit 11.3; kalimat penutupan pada unit ini menegaskannya kembali melalui bukti kedua, bukan penutupan baru. Rujukan Unit 11.1 dan 11.2 ke Unit 11.4 untuk Archimedes tetap benar, sebab Teorema 11.4.1 memang membuktikannya; bukti paling awal dalam urutan bab ada pada Teorema 11.3.9.
Motivasi: Mengapa Archimedes Diperlukan dan Dari Mana Datangnya
Seorang pembaca yang baru mengenal analisis mungkin beranggapan bahwa pernyataan " tidak terbatas atas" adalah hal yang sudah jelas dan tidak perlu dibuktikan. Namun di dalam sistem aksiomatik yang kita bangun, "jelas secara intuitif" tidak mencukupi: kita harus menurunkan setiap pernyataan dari aksioma yang telah ditetapkan. Pertanyaan yang tepat adalah: dari aksioma manakah kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada bilangan real yang memenuhi untuk setiap ?
Jawaban yang mengejutkan adalah bahwa sifat ini tidak dapat diturunkan dari aksioma lapangan terurut saja. Memang ada struktur lapangan terurut yang memuat elemen-elemen tak terhingga sehingga terbatas atas di dalamnya — inilah yang disebut lapangan terurut non-Archimedean. Sifat Archimedes di adalah akibat dari aksioma supremum, yaitu kelengkapan. Dengan demikian pembuktian Archimedes dari supremum bukan sekadar latihan formal, melainkan pengungkapan hubungan mendalam antara kelengkapan dan struktur urutan .
Secara historis, sifat ini diatributkan kepada Archimedes dari Syracuse (sekitar 287–212 SM), yang menggunakannya untuk membuktikan bahwa untuk setiap dua panjang positif dan , terdapat sehingga . Dalam bahasa modern, ini berarti tidak ada panjang "tak terhingga" atau "tak terhingga kecil" yang dapat dinyatakan sebagai bilangan real biasa. Konsekuensi praktisnya sangat besar: dari Archimedes kita menurunkan bahwa (meskipun limit belum didefinisikan secara formal di unit ini, kita dapat menyatakan versi kuantitatifnya: untuk setiap terdapat dengan ). Sifat Archimedes menjamin pilihan indeks yang diperlukan untuk perkiraan ini; unit ini belum memakai teorema limit atau barisan.
Teorema Archimedes: Pernyataan dan Bukti Lengkap
Teorema 11.4.1 (Sifat Archimedes). Himpunan tidak terbatas atas di . Ekuivalen: untuk setiap terdapat dengan .
Strategi Bukti. Kita gunakan kontradiksi. Jika terbatas atas, maka karena (sebab ), aksioma supremum menjamin ada di . Kemudian kita gunakan karakterisasi supremum dari Unit 11.2 untuk menemukan elemen yang lebih besar dari , kontradiksi.
Bukti. Andaikan untuk kontradiksi bahwa terbatas atas di . Karena , himpunan tidak kosong. Maka oleh Aksioma Supremum (Unit 11.3), terdapat .
Karena , maka berdasarkan karakterisasi epsilon supremum (Unit 11.2, Teorema 11.2.9: jika dan hanya jika adalah batas atas dan untuk setiap terdapat dengan ), dengan mengambil , terdapat dengan .
Karena , maka (penutupan terhadap penjumlahan dengan , yang diperoleh dari definisi dan induksi di Bab 7). Kita memiliki:
Namun dan , yang berarti bukan batas atas . Ini kontradiksi dengan definisi . Kontradiksi ini menunjukkan bahwa asumsi awal — terbatas atas — tidak mungkin benar.
Jadi tidak terbatas atas. Untuk setiap , bilangan bukan batas atas , sehingga terdapat dengan .
Konsekuensi Langsung Sifat Archimedes
Korolari 11.4.2. Untuk setiap dan , terdapat (yaitu ) dengan .
Bukti. Diberikan dan . Terapkan Teorema 11.4.1 pada : terdapat dengan . Khususnya , sehingga (karena dan berarti ). Juga (karena ). Karena , perkalian kedua ruas dengan mempertahankan ketaksamaan: .
Korolari 11.4.3. Untuk setiap , terdapat dengan .
Bukti. Karena , terapkan Teorema 11.4.1 pada : terdapat dengan . Karena , kita punya , jadi . Karena , kita dapat mengambil invers dengan membalik ketaksamaan: dari diperoleh . Jelas karena .
Korolari 11.4.4 (Kebutuhan batas ganda). Misalkan dengan . Jika adalah daftar berhingga bilangan positif, maka terdapat dengan untuk semua .
Bukti. Misalkan (minimum berhingga dari bilangan-bilangan positif adalah positif). Terapkan Korolari 11.4.3: terdapat dengan untuk semua . Perhatikan bahwa ini tidak memerlukan pilihan tak hingga; daftar berhingga.
Penutupan Pinjaman: Prasyarat 8.3.2 dan Kerapatan Bilangan Rasional
Selama ini, Lemma 8.3.3 (lemma pembulatan) dan Teorema 8.3.4 (kerapatan di ) dinyatakan bersyarat pada Prasyarat 8.3.2, yaitu sifat Archimedes. Karena Teorema 11.4.1 kini telah dibuktikan, pinjaman Archimedes tersebut tertutup secara matematis. Lemma 8.3.3 dan Teorema 8.3.4 kini boleh digunakan dengan fondasi lapangan terurut dan penyisipan bilangan pada Prasyarat 8.3.1 yang tetap berlaku; tidak ada lagi pinjaman Archimedes. Kita tidak menulis ulang seluruh naskah Bab 8, melainkan hanya menegaskan struktur argumen untuk memperlihatkan di mana Archimedes digunakan.
Pengingat ringkas Lemma 8.3.3 (Lemma Pembulatan). Untuk setiap dan , terdapat dengan , yakni adalah bilangan bulat terkecil yang lebih besar secara ketat dari . Bila notasi lantai dari catatan Lema 8.3.3 digunakan, . Ini bukan selalu : jika sudah bulat, syarat ketat menuntut . Keberadaan untuk nilai negatif diperoleh dari pergeseran dan Well-Ordering Principle yang telah dibuktikan di Bab 7, bukan dari asumsi fungsi lantai/plafon yang diasumsikan.
Pengingat ringkas Teorema 8.3.4 (Kerapatan ). Untuk setiap dengan , terdapat dengan . Strategi: pilih dengan (ini memakai Korolari 11.4.3, yaitu Archimedes). Oleh Lemma 8.3.3, terdapat dengan , sehingga adalah bilangan rasional. Kemudian:
Jadi memenuhi . Dengan ini kerapatan sepenuhnya terbukti.
Contoh Kanonik: Supremum Barisan
Contoh 11.4.5. Misalkan . Buktikan bahwa .
Strategi. Kita gunakan karakterisasi supremum dari Unit 11.2: jika dan hanya jika (i) adalah batas atas , dan (ii) untuk setiap terdapat elemen dengan . Kita buktikan bahwa memenuhi kedua syarat ini.
Bukti. Langkah 1: adalah batas atas . Untuk setiap , karena , kita punya , sehingga . Jadi setiap elemen kurang dari , artinya adalah batas atas .
Langkah 2: adalah supremum. Ambil sembarang . Kita perlu menemukan sehingga , ekuivalen dengan . Oleh Korolari 11.4.3 (Archimedes), terdapat dengan . Untuk tersebut:
Ini menunjukkan kondisi (ii) terpenuhi. Dengan demikian . Perhatikan bahwa karena akan memerlukan , mustahil untuk . Jadi nilai supremum bukan anggota himpunan dan tidak dicapai oleh unsur ; menurut hubungan supremum dan maksimum pada Unit 11.2, tidak memiliki maksimum.
Teorema Kerapatan Bilangan Irasional: Pernyataan dan Strategi
Setelah kerapatan terbukti, langkah alami berikutnya adalah membuktikan bahwa bilangan irasional pun "padat" di dalam pengertian yang sama: di setiap interval terbuka terdapat bilangan irasional. Ini bukan akibat langsung dari kerapatan , karena hanya karena ada banyak rasional tidak berarti ada irasional di antaranya — secara logis kita perlu argumen tersendiri.
Teorema 11.4.6 (Kerapatan ). Untuk setiap dengan , terdapat (bilangan irasional) dengan .
Strategi Bukti. Kita akan mengkonstruksi dalam bentuk , di mana diperoleh dari kerapatan , , dan dipilih agar jatuh di . Ketakrasionalan kemudian dibuktikan dari ketakrasionalan dan penutupan terhadap operasi aljabar. Perhatikan bahwa kita tidak mengklaim "jumlah dua irasional selalu irasional" — klaim umum itu palsu. Yang kita buktikan adalah argumen spesifik berdasarkan struktur .
Bahan yang digunakan: (1) ada di — hasil Unit 11.3; (2) tidak rasional — terbukti di Unit 8.4; (3) kerapatan (Teorema 8.3.4, kini berlaku penuh); (4) Archimedes (Teorema 11.4.1, baru dibuktikan). Tidak ada akar lain, tidak ada limit, tidak ada IVT, tidak ada logaritma.
Teorema Kerapatan Bilangan Irasional: Bukti Lengkap
Bukti Teorema 11.4.6. Diberikan dengan . Kita konstruksi dengan dalam empat langkah.
Langkah 1: Memilih bilangan rasional . Karena , oleh Teorema 8.3.4 (kerapatan , kini berlaku), terdapat dengan . Dengan demikian .
Langkah 2: Memilih . Kita memiliki dan , sehingga . Terapkan Teorema 11.4.1 pada : terdapat dengan . Karena , maka , sehingga , yaitu . Karena , mengambil invers (yang membalik ketaksamaan karena keduanya positif):
dan karena , perkalian kedua ruas dengan memberikan:
Definisikan .
Langkah 3: Verifikasi . Pertama, karena dan , maka , sehingga . Kedua, dari :
Jadi . Semua tanda telah diperiksa: eksplisit, , .
Langkah 4: Verifikasi . Andaikan untuk kontradiksi bahwa . Maka (karena dan tertutup terhadap pengurangan). Kita punya . Karena , maka . Penutupan terhadap perkalian memberikan . Namun (Unit 8.4). Kontradiksi. Jadi .
Kita telah mengkonstruksi dengan .
Contoh Eksak: Bilangan Irasional di
Contoh 11.4.7. Temukan secara eksak sebuah bilangan irasional di interval mengikuti prosedur bukti Teorema 11.4.6, dan buktikan secara ketat bahwa bilangan tersebut memang terletak di interval itu dan memang tidak rasional.
Penyelesaian. Pertama, kita pilih dengan . Ambil . Periksa: dan . Benar.
Hitung . Kita perlu dengan , ekuivalen dengan . Karena (sebab dan kuadrat merupakan fungsi yang naik secara ketat pada bilangan positif — fakta ini dari urutan lapangan, bukan dari limit), kita punya . Pilih . Memang , sehingga .
Definisikan:
Verifikasi : Karena dan , maka , sehingga .
Verifikasi : Kita telah memilih sehingga . Maka:
Jadi . Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan pendekatan desimal sebagai bukti; ketaksamaan digunakan sebagai lemma aljabar.
Verifikasi : Andaikan . Maka . Penutupan terhadap perkalian: . Kontradiksi dengan Unit 8.4. Jadi .
Tak Hingga Banyak Bilangan Irasional di Setiap Interval Terbuka
Teorema 11.4.8. Untuk setiap dengan , terdapat tak hingga banyak bilangan irasional di . Lebih tepatnya, terdapat injeksi dari ke .
Bukti. Gunakan notasi dan konstruksi dari bukti Teorema 11.4.6. Pilih dengan (kerapatan ). Maka dan . Terapkan Archimedes: terdapat dengan , sehingga .
Untuk setiap , definisikan:
Perhatikan bahwa , sehingga dan pembagian terdefinisi. Kita verifikasi tiga hal:
(a) untuk setiap . Karena dan keduanya positif, invers membalik ketaksamaan: . Maka:
Sehingga . Juga , jadi .
(b) untuk setiap . Jika , maka , dan karena , kita peroleh . Kontradiksi.
(c) Semua berbeda. Jika (katakanlah ), maka , sehingga karena keduanya positif dan :
yang berarti . Dengan demikian pemetaan adalah injeksi dari ke . Ini membuktikan bahwa himpunan bilangan irasional di tak hingga (ada injeksi dari ke dalamnya). Argumen ini bukan pembuktian ketakterhitungan bilangan irasional di ; ia hanya membuktikan kardinalitas tak hingga; himpunan itu tetap terbatas dalam urutan karena berada di interval .
Catatan Penting: Archimedes Bukan Sinonim Kelengkapan
Proposisi 11.4.9. Sifat Archimedes tidak ekuivalen dengan aksioma kelengkapan (supremum) pada lapangan terurut. Lebih tepatnya, ada lapangan terurut yang memenuhi sifat Archimedes tetapi tidak memenuhi aksioma supremum.
Pernyataan . Sebuah lapangan terurut dikatakan Archimedean jika untuk setiap dengan , terdapat dengan (di mana artinya penjumlahan sebanyak kali).
Contoh 11.4.10. adalah lapangan terurut Archimedean yang tidak lengkap. Untuk membuktikan Archimedes di : diberikan dengan , cukup pilih dengan , sehingga dan — ini selalu ada karena dan tidak terbatas atas di ; pembatasan ke mempertahankan sifat ini. Untuk membuktikan ketidaklengkapan: himpunan tidak kosong (karena ), terbatas atas di (karena adalah batas atasnya), namun tidak mempunyai supremum di . (Jika adalah batas atas terkecil, maka , tetapi tidak ada bilangan rasional dengan kuadrat 2 — Unit 8.4. Rincian lengkap ada di contoh ketidaklengkapan di Unit 11.3.)
Kesimpulan penting: bukti Archimedes kita di Teorema 11.4.1 menggunakan kelengkapan secara esensial (lewat aksioma supremum). Namun arah sebaliknya tidak berlaku: dari Archimedes saja kita tidak dapat menyimpulkan kelengkapan. Jadi Archimedes adalah akibat dari kelengkapan di , bukan ekuivalennya.
Soal-Soal Latihan
Latihan 11.4-1. Misalkan tidak kosong dan terbatas atas. Buktikan bahwa jika , maka . Berikan contoh himpunan tak kosong terbatas atas yang memiliki supremum tetapi tidak memiliki maksimum. Apakah memiliki maksimum? Jelaskan.
Latihan 11.4-2. (a) Buktikan bahwa untuk setiap , terdapat dengan , menggunakan hanya Teorema 11.4.1 dan sifat invers ketaksamaan positif. (b) Apakah pernyataan ini berlaku jika ? Mengapa? (c) Tunjukkan bahwa untuk setiap dua bilangan positif terdapat dengan dan sekaligus.
Latihan 11.4-3. Misalkan tidak kosong dan terbatas bawah. Definisikan . Buktikan bahwa . Kemudian, jika , tentukan dan buktikan nilainya menggunakan karakterisasi epsilon infimum, tanpa menggunakan limit.
Latihan 11.4-4. Misalkan tidak kosong dan dengan . Definisikan . Buktikan bahwa jika terbatas atas, maka terbatas bawah, dan . Perhatikan dengan cermat bagaimana tanda mempengaruhi arah ketaksamaan.
Latihan 11.4-5. Buktikan bahwa tidak memenuhi aksioma supremum dengan cara berikut: tunjukkan bahwa himpunan tidak kosong, terbatas atas di , namun tidak mempunyai supremum di . (Anda boleh menggunakan fakta bahwa , yang dibuktikan dengan cara analog Unit 8.4.)
Latihan 11.4-6. Diberikan dengan dan . Terapkan prosedur bukti Teorema 11.4.6 untuk menemukan secara eksak sebuah bilangan irasional di . Pastikan semua tanda diperiksa, termasuk tanda yang mungkin negatif. (Petunjuk: kerapatan berlaku untuk semua pasangan real, termasuk yang melintasi nol.)
Latihan 11.4-7. Buktikan bahwa untuk setiap dengan , bilangan adalah irasional. Kemudian buktikan bahwa himpunan mempunyai infimum dan tentukan nilai infimum tersebut, beserta bukti menggunakan karakterisasi epsilon.
Latihan 11.4-8. Misalkan dengan , . Buktikan bahwa terdapat injeksi dari ke himpunan bilangan rasional di , dan injeksi dari ke himpunan bilangan irasional di . Apakah injeksi-injeksi ini membuktikan bahwa bilangan rasional dan irasional di masing-masing tidak terhitung? Jelaskan secara singkat mengapa atau mengapa tidak.
Solusi Latihan 11.4-1
Solusi Latihan 11.4-1. Bagian pertama. Misalkan dan . Kita harus menunjukkan , artinya dan untuk semua . Karena , maka adalah batas atas : untuk semua , . Karena sudah diasumsikan, kedua syarat maksimum terpenuhi, jadi .
Bagian kedua. Contoh: . Dari Contoh 11.4.5, . Namun (karena berarti , mustahil untuk ). Jadi tidak memiliki maksimum.
Bagian ketiga. Dengan demikian tidak memiliki maksimum, seperti yang baru dibuktikan. Untuk setiap elemen , elemen berikutnya (karena untuk ), sehingga tidak ada elemen terbesar di .
Solusi Latihan 11.4-2, 11.4-3, dan 11.4-4
Solusi Latihan 11.4-2. (a) Diberikan . Oleh Teorema 11.4.1 (terapkan pada ), terdapat dengan . Karena , maka , jadi . Karena dan , mengambil invers membalik ketaksamaan: . Karena , jelas . Jadi . (b) Tidak. Jika , kita tidak dapat mencari dengan , karena untuk semua . (c) Ambil . Terapkan (a): terdapat dengan dan .
Solusi Latihan 11.4-3. Bagian pertama. Karena tidak kosong dan terbatas bawah, hasil infimum dari Aksioma Supremum pada Unit 11.3 menjamin ada. Misalkan . Kita tunjukkan . (i) adalah batas atas : untuk setiap (dengan ), karena , kita punya . (ii) adalah batas atas terkecil: jika , maka , jadi bukan batas bawah : terdapat dengan , sehingga dan . Jadi bukan batas atas . Ini membuktikan . Bagian kedua. Untuk , klaim . (i) adalah batas bawah: untuk semua , . (ii) Karakterisasi epsilon: ambil ; oleh Korolari 11.4.3, terdapat dengan . Jadi dan . Maka . Perhatikan .
Solusi Latihan 11.4-4. Misalkan dan tidak kosong terbatas atas. Aksioma Supremum menjamin keberadaan . (i) Terbatas bawah: untuk setiap , . Karena , perkalian membalik: . Jadi adalah batas bawah . (ii) : Kita gunakan karakterisasi: (a) adalah batas bawah (baru dibuktikan). (b) Untuk setiap , karena , terdapat dengan (terapkan karakterisasi epsilon dengan ). Karena , : . Jadi terdapat dengan , memenuhi karakterisasi infimum. Maka .
Solusi Latihan 11.4-5
Solusi Latihan 11.4-5. Misalkan .
(a) : Ambil . Maka , , dan . Jadi .
(b) terbatas atas di : Klaim adalah batas atas. Untuk setiap , jika maka (menggunakan monotonisitas kuadrat pada bilangan positif: jika maka ), kontradiksi dengan . Jadi untuk semua .
(c) tidak mempunyai supremum di : Andaikan adalah (supremum di dalam ). Karena dan , kita punya . Kita pertimbangkan tiga kasus:
Kasus : Maka . Perturbasi: pilih . Nilai ini rasional karena , dan kedua penyebut positif karena . Karena , berlaku . Maka . Juga dan . Jadi namun , kontradiksi dengan sebagai batas atas.
Kasus : Maka . Perturbasi: pilih (positif dan rasional). Maka . Jadi (karena untuk , sehingga ) dan , artinya tidak ada dengan : jika dan , Teorema 10.2.6 untuk memberi , bertentangan dengan . Jadi setiap memenuhi , sehingga adalah batas atas yang lebih kecil dari , bertentangan dengan minimalitas sebagai batas atas.
Kasus : Karena , pilih wakil dengan dan terkecil di antara penyebut positifnya, menurut Lema 8.4.6. Maka . Kuadrat residu dan modulo keduanya beresidu ; jadi memaksa . Tulis dengan . Substitusi memberi , sehingga dan, dengan alasan residu yang sama, . Tulis dengan . Sekarang , sedangkan , bertentangan dengan minimalitas penyebut . Jadi tidak ada bilangan rasional berkuadrat ; khususnya yang keberadaannya dijamin Unit 11.3 tidak rasional.
Ketiga kasus menuju kontradiksi, jadi tidak mempunyai supremum di .
Solusi Latihan 11.4-6
Solusi Latihan 11.4-6. Diberikan dengan (kasus melintasi nol). Kita terapkan prosedur Teorema 11.4.6 secara penuh, memeriksa semua tanda.
Langkah 1. Karena , oleh kerapatan , terdapat dengan . Nilai bisa negatif, nol, atau positif — prosedur berikut berlaku di semua kasus. Kita perlu : ini benar karena .
Langkah 2. Karena dan , maka . Terapkan Archimedes: terdapat dengan . Karena , ambil invers: . Karena : .
Langkah 3. Definisikan . Karena , maka . Karena , maka . Jadi . Jika , maka karena , kontradiksi. Jadi irasional untuk pasangan umum, apa pun tanda .
Contoh eksplisit. Ambil dan . Pilih (memenuhi ). Maka dan . Karena , maka . Pilih . Maka . Verifikasi: ; dan . Irasionalitas: jika , maka , kontradiksi.
Solusi Latihan 11.4-7
Solusi Latihan 11.4-7. Bagian pertama: untuk semua . Ambil . Andaikan . Karena dan tertutup terhadap perkalian, maka . Kontradiksi dengan Unit 8.4. Jadi .
Bagian kedua: . Misalkan .
(i) adalah batas bawah : Untuk setiap , karena dan , maka .
(ii) adalah infimum: Ambil sembarang . Kita perlu menemukan dengan , ekuivalen dengan . Oleh Archimedes (Teorema 11.4.1), terdapat dengan . Karena dan keduanya positif, invers membalik: , jadi . Elemen dan , memenuhi karakterisasi epsilon infimum.
Jadi . Perhatikan (karena berarti , mustahil).
Solusi Latihan 11.4-8
Solusi Latihan 11.4-8. Misalkan dengan .
Injeksi dari ke bilangan rasional di . Oleh kerapatan , terdapat . Maka . Karena , oleh Archimedes terdapat dengan . Untuk setiap , definisikan:
Maka , sehingga . Karena , maka . Karena , maka , jadi . Jadi . Injectivitas: jika , maka , sehingga , jadi . Pemetaan adalah injeksi dari ke .
Injeksi dari ke bilangan irasional di . Dari Teorema 11.4.8, pemetaan (dengan notasi di bukti Teorema 11.4.8) adalah injeksi dari ke .
Apakah ini membuktikan ketakterhitungan? Tidak. Eksistensi injeksi dari (atau ) ke suatu himpunan hanya membuktikan bahwa himpunan tersebut tak hingga (memiliki kardinalitas lebih besar dari setiap bilangan asli berhingga). Untuk membuktikan ketakterhitungan (uncountability), kita memerlukan argumen yang menunjukkan tidak ada surjeksi dari ke himpunan tersebut — misalnya argumen diagonal Cantor. Injeksi dari ke bahkan konsisten dengan keterhitungan (yang memang terhitung). Jadi kedua injeksi di atas hanya membuktikan infinitas, bukan ketakterhitungan.
Dengan selesainya Solusi Latihan 11.4-8, Unit 11.4 telah menyajikan secara lengkap: Teorema Archimedes dan korolarinya, penutupan pinjaman kerapatan rasional, kerapatan bilangan irasional beserta contoh eksak, dan delapan latihan beserta solusi penuhnya.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 12.
Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 10.